Pengadaan kapal Multi Purpose Command Platform (MPCP) TLDM oleh MKN akan berjalan sesuai rencana dengan anggaran sebesar RM486 Juta di bawah RMK13 (2026-2030) (photo: US Navy)
KUALA LUMPUR: Majlis Keselamatan Negara (MKN) akan melaksanakan perolehan sebuah kapal Multi Purpose Command Platform (MPCP) untuk menggantikan Pangkalan Laut Tun Sharifah Rodziah (PL TSR) bagi memperkukuh kawalan keselamatan di perairan negara di Sabah Timur.
MKN dalam kenyataan memaklumkan keputusan itu dibuat berdasarkan kedudukan geostrategik Sabah yang penting dan memastikan kawalan maritim sentiasa berada pada tahap tertinggi.
"Mengambil kira landskap keselamatan semasa dan kos penyelenggaraan PL TSR yang tinggi, Sidang MKN bersetuju menggantikan pangkalan tersebut dengan kapal MPCP yang mempunyai mobiliti lebih jauh, teknologi lebih maju serta mampu beroperasi dengan lebih cekap dan berkesan berbanding pelantar statik sebelum ini.
"Projek perolehan MPCP itu diluluskan di bawah Rancangan Malaysia Ke-13 (RMK13) dan menjadi antara projek utama MKN bagi memperkukuh instrumen pertahanan serta kawalan keselamatan negara di kawasan berisiko," menurut kenyataan itu.
MKN turut memaklumkan kerajaan bersetuju memeterai memorandum persefahaman (MoU) antara kerajaan Malaysia yang diwakili Ketua Pengarah Keselamatan Negara, Raja Datuk Nushirwan Zainal Abidin dengan kerajaan Turkiye yang diwakili Naib Presiden Sistem dan Platform Sekretariat Industri Pertahanan (SSB), Mustafa M Şeker, bagi merealisasikan projek berkenaan.
"MoU ini menjadi titik permulaan kepada perolehan MPCP yang akan dilaksanakan menerusi kerjasama kerajaan dengan kerajaan (G2G) antara Malaysia dengan Turkiye," menurut kenyataan itu.
MKN memaklumkan pemilihan Turkiye sebagai rakan strategik dibuat berdasarkan kemajuan industri pertahanannya, selain membuka ruang kepada pemindahan teknologi, pelaburan fasiliti di Malaysia serta pertukaran kepakaran antara kedua-dua negara.
MPCP baharu itu akan berfungsi sebagai pangkalan hadapan serba boleh yang dilengkapi dengan radar pengawasan jarak jauh serta platform tanpa pemandu melibatkan pesawat tanpa pemandu (UAV) dan kenderaan permukaan tanpa pemandu (USV).
"Kapal ini akan mempunyai keupayaan dinamik untuk mengendalikan pelbagai operasi penguatkuasaan maritim dan boleh digerakkan secara fleksibel ke kawasan hotspot, sekali gus membantu mengurangkan ancaman keselamatan di Sabah Timur secara signifikan," menurut MKN.
Konsep pengoperasian secara `Whole of Government and Whole of Society' (WOGOS) akan dilaksanakan menerusi kerjasama pelbagai agensi termasuk Eastern Sabah Security Command(ESSCOM), Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia, Pasukan Polis Marin, Jabatan Imigresen Malaysia dan Jabatan Kastam Diraja Malaysia.
"Kehadiran MPCP dijangka memantapkan lagi kesiapsiagaan, pemantauan dan tindak balas pantas terhadap ancaman seperti pencerobohan, penyeludupan dan jenayah rentas sempadan," menurut kenyataan itu.
MKN memaklumkan bahawa Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) akan menerajui operasi kapal MPCP berkenaan berdasarkan pengalaman luasnya beroperasi di perairan Sabah.
Sebelum ini, Bernama melaporkan PL TSR yang terletak di perairan Semporna, Sabah secara rasminya dibubarkan pada Rabu lepas setelah sedekad beroperasi menjadi benteng hadapan dalam menjaga keselamatan serta kedaulatan perairan negara di Sabah Timur.
TLDM melalui Markas Wilayah Laut 2 dalam kenyataan memaklumkan majlis pembubaran penuh istiadat itu dilakukan oleh Panglima Armada Timur Laksamana, Madya Datuk Khir Junaidi Idris sebagai simbolik penamatan perkhidmatan pangkalan yang beroperasi sejak 31 Julai 2015.
(Bernama)

Muraaahhh
BalasHapusMRSS delay
BalasHapusMPCP alamat Sepi haha!😋🍌🤥
Kita konversi ke US Dollar yuuuukkk:
BalasHapusPengadaan kapal Multi Purpose Command Platform (MPCP) TLDM oleh MKN akan berjalan sesuai rencana dengan anggaran sebesar RM486 Juta di bawah RMK13 (2026-2030)
Hasil Konversi =
US $ 119.554.299 atau singkatnya US $ 119,5 Juta per unit
Konklusi:
Kapal Murahan Plat Tipis status Fitted for but not with.... artinya Kosongan jadi Kapal Pancing Ikan Tongkol
sasaran empuq ksot om haha!🥶🚀🤣
HapusSébastien Lecornu
BalasHapus@SebLecornu
Indonesia reaffirms its confidence in the excellence of the French defense industry! During the state visit of @EmmanuelMacron , I signed a letter of intent with my counterpart regarding the future acquisition of:
➡️ additional Rafale fighter jets from @Dassault_OnAir and additional Scorpène submarines from @navalgroup
➡️ additional CAESAR self-propelled howitzers and their ammunition from @KNDS_France .
We thank our Indonesian partner for this confidence.
It demonstrates both the excellence of French equipment and our commitment to forging lasting partnerships that benefit the local defense industry.
https://x.com/SebLecornu/status/1927644927514579291
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
segra nambah rafale, skorpeng EVO & SPH Caesar
Harap para warganyet kl, jangan kaget yaa..Caesar Mk2 duluan kami lagiiii haha!👍😎🤣
Makloum BAJET KAMI BESAR, SHOPPING KAMI BANYAKhaha!🤑🤗💰
Catat ini cuitan menteri, boss mindef prancis yg bilang,
Hapusuda loi
kita segra nambah RAFALE, EVO dan Caesar MK2 NG
kalo yg sign bukan mindef paris =kontrak kosonk kayak di seblah haha!🤥😋🍌
Bahasa hiperbola apa malaydesh:
BalasHapusKonsep pengoperasian secara `Whole of Government and Whole of Society' (WOGOS) akan dilaksanakan menerusi kerjasama pelbagai agensi termasuk Eastern Sabah Security Command(ESSCOM), Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia, Pasukan Polis Marin, Jabatan Imigresen Malaysia dan Jabatan Kastam Diraja Malaysia.
Konklusi:
Malaydesh itu MISKIN or LOW BUDGET
ADS PRANK SPH = BERUK KLAIM SHOPPING
BalasHapus2026 : KNDS – ADS
2016 : NEXTER – ADS
-----------
2025-2016 = 10 TAHUN PRANK SPH
PRANK NEXTER :Nexter in cooperation with Advanced Defense Systems (ADS) is proposing the CAESAR 155mm 52 .cal self propelled howitzer to the Malaydesh n Army, in order to fill a capability gap. An LoI is signed during day three of DSA 2016.
-----------
BUKAN MINDEF = MIDDLEMAN (UANG KOPI)
Representatives of KNDS and its local industrial partner Advanced Defense System (ADS Sdn Bhd) formalized an order for 18 CAESAR artillery systems on Tuesday, 16 June 2026, during the 2026 edition of Eurosatory.
--------------------------------
SURAT UTANG (1998–2026):
-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun)
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII)
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
----------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 1998–2026
-
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
-
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
-
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
-
2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan.
-
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik
-
2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
-
2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
-
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
-
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
-
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
-
2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% .
-
2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55%.
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target Economic Outlook 2026.
MAMPUS BERUK = KASTA SUBSIDI....
BalasHapusCUT BUDGET = SUBSIDI BBM MEMBENGKAK RM 58,4 MILLIAR
-
• Pemicu: Krisis energi akibat konflik Timur Tengah (Perang Iran).
• Target: Hemat RM10 miliar untuk menutup subsidi yang membengkak (RM58,4 miliar).
Sumber Utama: Channel News Asia, Free Malondesh Today, The Edge Malondesh, Astro Awani, BFM 89.9, Kompas.id
--------------------------------
SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
----------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 1998–2026
-
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
-
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
-
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
-
2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
-
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
-
2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
-
2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
-
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
-
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
-
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
-
2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
-
2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
Kapal ini cocok buat jadi sasaran salvo rudal KRI Balaputra Dewa
BalasHapusKayaknya pake bom ikan bolong nih kapal. Maklum platnya tipiiiiis
BalasHapusSHOPING lagiiii...... HOREYYYYY....
BalasHapusGORILLA MISKIN MAKIN TERTEKAN... 🤣🤣🤣🤣
SHOPING..... SHOPING... SHOPING... SHOPING.... HOREYYYYY
BalasHapus