23 September 2018

Sukses Membuat Medium Tank, Ini Prospek Pindad Berikutnya

23 September 2018


Pindad Pandur FSV-105 8x8 (photo : zaclip)

KIARACONDONG, AYOBANDUNG.COM--PT Pindad (Persero) baru saja merampungkan pembuatan purwarupa medium tank. Sebelum bisa diproduksi massal, tank teranyar buatan Pindad tersebut menjalani uji tembak pada 27 Agustus.

Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose mengatakan tank merupakan kendaraan tempur yang cukup menjanjikan dari sisi bisnis selain menambah kekuatan tempur TNI karena tank AMX akan dipensiunkan.

"Medium tank ini akan kami tingkatkan untuk mengganti (AMX)," tutur Abraham.


Pindad Pandur FSV-105 8x8 (defence.pk)

Kesuksesaan membuat medium tank tidak menghentikannya untuk berinovasi. Namun semangat untuk kembali membuat kendaraan tempur berat terus berkobar.

"Setelah ini kami akan menggarap tank 8X8," ungkapnya.

Selain itu, pengembangan varian akan terus dilakukan. Dalam hal ini, Abraham mengungkapkan salah satu yang akan menjadi pengembangannya adalah membuat tank listrik.


Arah pengembangan kendaraan tempur di PT Pindad (image : JMP)

"Selama ini transmisi dan mesin yang digunakan masih konvensional. Masih menggunakan bahan bakar, kedepan kami akan mengembangkan transmisi dan mesin elektrik. Sangat memungkinkan, kapal selam saja sudah ada yang menggunakan listrik, kenapa tank tidak bisa?" imbuhnya.

Salah satu yang menjadi kendala dalam membuat tank berbahan bakar listrik adalah terletak pada bagian power suply. Abraham menyebut, saat ini yang menjadi keterbatasan dalam pengembangan mesin dan transmisi eletrik adalah baterai.

"Tapi dalam lima tahun kedepan, teknologi batre akan maju begitu pesat. Masalah batre ini kemungkinan tidak akan menjadi kendala lagi," tutupnya.

(Ayo Bandung)

22 September 2018

Duterte Vows P13-B Worth of Projects for Mechanized Division

22 September 2018


Philippine Army mechanized division (photo : Update)

President Rodrigo Roa Duterte on Thursday, September 20, recognized the Mechanized Infantry Division’s (MID) commitment and dedication in protecting the nation during its 12th Activation Anniversary celebration.

“I congratulate the Mechanized Infantry Division as it celebrates its 12th Activation Anniversary. This occasion does not only embody the service and compassion of our men and women in uniform but also highlights the achievements of our troops in various military campaigns that promote peace and development in our communities,” President Duterte said in his speech at Camp O’Donnell’s multi-purpose hall in Capas, Tarlac.

The Chief Executive said that the Filipino people would never forget the division’s support during the battle in Marawi City because MID “greatly contributed” to the city’s liberation.

“I offer my special salute to our fallen comrades who have gone beyond the call of duty and the courageous troopers who continue to make their sacrifices to defend our land, uphold peace, and secure the freedom that we enjoy today,” he said.

The Commander-in-Chief also recognized the MID’s accomplishments in combat that led to the neutralization of 44 Bangsamoro Islamic Freedom Fighters (BIFF), as well as its support to law enforcement operations that led to the apprehension of drug personalities and the confiscation of loose firearms.

“These noble endeavors, including your assistance in facilitating the surrender of numerous members of the CPP-NPA-NDF and the BIFF during the implementation of martial law in Mindanao, have definitely made our kababayans feel safer in these challenging times,” he said.

He then reiterated that as long as the group performs their mandate under the law, the administration will remain steadfast in supporting them with the necessary tools and resources for the effective fulfillment of their duties as the nation’s protectors.

“I am glad to inform you that under the 2nd Horizon of the Revised AFP Modernization Program, five projects worth over P13 billion will directly benefit the MID,” he beamed.

“I am certain that these projects, which are already in the pipeline, will address the gaps in our defenses as we further strengthen our Armed Forces,” he added.

One example of these projects is the purchase of the mechanized vehicles for the troops.

“Medyo konting pasensiya lang po and again you will have the number of your mechanized vehicles in about two years. Kasi ‘pag inorder ho natin ‘yan, hindi naman talaga sabihin na ready-made. When we order, they manufacture. But I said, itong aabot sa inyo, it’s quite a number of armored vehicles and I’m sure it would help you a lot. There’s a lag time,” President Duterte explained.

Optimistically, the President ended his remarks with his longing to attain a peaceful nation for the Filipinos and the next generation.

“It is our shared responsibility to ensure that our nation we hand over to our children is one that is stronger and more progressive. Together with the AFP and other law enforcement agencies, I ask each of you to continue doing your part so that we may soon realize our aspiration for lasting peace and stability across the nation,” the President said.

Meanwhile, before the anniversary celebration, the President had a briefing on the development plan and ownership of Camp O’Donnell at the Hardin ng Lunas.

Then, the briefing was followed by a capability demonstration of the Mechanized Infantry Division’s defense equipment. 

(Mintfo)

Skadron Udara 8 Latihan Terbang Malam Tanpa Bantuan Cahaya Lampu

22 September 2018


Penggunaan Night Vision Googlw untuk Penerbang helikopter skuadron 8 (photo : TNI AU)

TNI AU. Skadron Udara 8 Lanud Atang Sendjaja kini memiliki Night Vision Google (NVG) yaitu alat bantu penglihatan malam yang digunakan untuk melaksanakan terbang malam tanpa bantuan cahaya lampu. Alat tersebut diuji coba setelah menjalani latihan penggunaan alat tersebut, yang dilakukan langsung oleh Komandan Skadron Udara 8 Lanud Atang Sendjaja, Letkol Pnb Asep Wahyu Wijaya, yang dilaksanakan di area Bogor, selama sepekan ini, dan berakhir pada malam Jumat atau Kamis malam, (20/9).

Di sela-sela kesibukannya melaksanakan latihan malam menggunakan NVG, Danskadron Udara 8 ini menjelaskan tentang kegunaan alat tersebut. “Untuk pertama kali alat ini digunakan oleh Penerbang khususnya penerbang helikopter di Indonesia yang dilaksanakan oleh Skadron Udara 8 pada hari Selasa, 18 September 2018 pada pukul 22.00 Wib,” jelasnya. “Kami melakukan konven area ke daerah Ciomas, di wilayah Gunung Kapur dan melaksanakan landing di Helipad Hastina Gunung Kapur tanpa ada cahaya apapun,” ujar Letkol Pnb Asep Wahyu Wijaya.

Selanjutnya Danskadron 8 ini menjelaskan kehebatan alat tersebut yang digunakan untuk melihat dengan jelas di malam hari tanpa ada cahaya sedikitpun, hanya menggunakan ilminasi dari cahaya bulan. “Karena bila ada cahaya, maka akan mengganggu penglihatan penerbang karena memang alat ini berfungsi untuk menerangkan di kondisi gelap”, ujarnya.

“Sebelum menggunakan alat ini, lanjutnya, kita bisa melaksanakan terbang malam hanya base to base, dari aerodrome ke aerodrome, tidak bisa dari aerodrome ke spot, apalagi dari spot ke spot, itu lebih tidak bisa lagi, karena dengan mata terbuka di malam hari, kita tidak bisa melihat tingginya pohon, adanya bukit dan segala macam, tapi dengan alat ini, semuanya tampak jelas seperti siang hari”.


Skuadron Udara 8 saat ini mengoperasikan helikopter AS-332 Super Puma dan EC-725 Caracal (photo : Detik)

Letkol Pnb Asep mengungkapkan bahwa kalau terbang di low level navigasi, pada siang hari saja ya agak bikin merinding, tapi dengan terbang di malam hari menggunakan alat ini, tanpa ada cahaya lampu sedikitpun, dapat melihat dengan jelas, ada bukit, ada antena, dan lain sebagainya. Dengan alat tersebut, menelusuri bebukitan, menelusuri sungai, yang biasanya hanya bisa di lakukan siang hari, dapat dilakukan dengan mudah dimalam hari yang gelap.

Komandan Lanud Atang Sendjaja, Marsma TNI Erwin B. Utama, yang selama pelaksanaan latihan malam, bersama-sama dengan pejabat Lanud Atang sendjaja lainnya berada di Skadron Udara 8 mengungkapkan bahwa dengan adanya alat ini, akan ada peningkatan kemampuan penerbang untuk terbang malam. “Akan terjadi peningkatan kemampuan penerbang termasuk waktu terbang yang bisa dilakukan selama 24 jam tanpa hambatan,” ujar Marsma TNI Erwin B. Utama. Artinya, lanjutnya, dapat terbang dari pagi sampai pagi tanpa harus ada lagi pembatasan, karena tuntutan tugas ya memang seperti itu”.

“Kami berharap, dengan adanya alat terbaru yang dimiliki oleh Skadron Udara 8 maupun Skadron Udara 6, akan dapat meningkatkan peran pesawat helikopter bagi kepentingan bangsa dan Negara termasuk masyarakat”, ujar Danlanud Atang Sendjaja. “Kami juga mohon pengertian dari masyarakat apabila sewaktu-waktu kami melaksanakan latihan malam, agar dapat dimaklumi dan semoga selalu memberikan dukungan atas pelaksanaan tugas-tugas Lanud Atang Sendjaja tersebut,” pungkasnya.

(TNI AU)

Vietnam Defense Expenditure in 2017

22 September 2018


C-295M of the VPAF (photo : Sieu Viet)

The Vietnam Government allotted US$ 5 Billion towards military expenditure in 2017, of that 32.7% is earmarked for the acquisition of defense equipment. Additionally, the country is within the method of addressing its limitations with respect to combating trendy threat scenarios with its existing obsolete equipment, and has kicked off military modernization plans over the previous few years.

The country's defense expenditure increased at a CAGR of xx% over 2017-2023. Within the returning years, demand for defense equipment is principally expected to revolve around fighter and multi-role aircraft, naval vessels, patrol ships, maritime patrol aircraft, submarines, and surveillance equipment. The country's defense expenditure is predicted to extend at a CAGR of 7+%.

(MREngine)

Philippine Navy Seeks for Amphibibious Aircraft

22 September 2018


PN to acquire one amphibious aircraft (image : DHC)

Philippine Navy getting Multi-Purpose Amphibian Aircraft

The Department of National Defense (DND) has opened an acquisition project that aims to acquire one unit of Multi-Purpose Amphibian Aircraft for the Philippine Navy under the Armed Forces of the Philippines (AFP) Modernization Act.

The project has an approved budget of PHP 1,333,333,333.33.

“Bidders should have completed, within the last five (5) years from the date of submission and receipt of bids, a contract similar to the Project,” DND said in it Invitation to Bid.

“Delivery of the Goods is required within seven hundred thirty (730) calendar days from the receipt of Contract and Notice to Proceed,” it added.

The deadline for submission of bids and opening of bids will be on October 16. A pre-bid conference is set on October 2.

(Mintfo)

21 September 2018

Australia Berencana Bangun Pangkalan MIliter di Papua Niugini

21 September 2018


Pulau Manus PNG (image : Google Maps)

CANBERRA, KOMPAS.com - Australia dilaporkan berencana membangun pangkalan angkatan laut di Papua Niugini untuk menangkal pengaruh China di kawasan Pasifik. 

The Australian via AFP melaporkan Kamis (20/9/2018), Canberra bersiap menyelesaikan fasilitas militer bersama di Pulau Manus. 

Kesepakatan itu bakal dijalin di tengah pertemuan Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Port Moresby November mendatang. 

Pejabat Kementerian Pertahanan Australia menjajaki pembangunan kembali Pangkalan Lombrum setelah Perdana Menteri Papua Niugini Peter O'Neill berkunjung ke Australia Juli lalu. 

Dikonfirmasi mengenai pemberitaan The Australian, PM Australia Scott Morrison berkata tidak memberikan sanggahan. 

"Pasifik merupakan area prioritas tertinggi bagi kepentingan keamanan nasional Australia," kata PM 50 tahun tersebut. 


Salah satu sudut Pulau Manus, Papua Niugini dengan landasan pacunya. Pulau terpencil ini digunakan Australia sebagai penampungan sementara para pencari suaka yang datang ke Benua Kanguru. (photo : Airport Data)

"Namun saya tidak akan berkomentar soal spekulasi isu keamanan nasional karena memang tak diperlukan," lanjut Morrison. 

Kabar rencana pembangunan pangkalan militer di Papua Niugini terjadi setelah China dikabarkan berniat menempatkan militer di Vanuatu. 

China dilaporkan telah mengucurkan miliaran dolar Amerika Serikat (AS) dalam bentuk pinjaman infrastruktur di pulau kawasan Pasifik. 

Kawasan tersebut dikenal sangat strategis dan penting sebagai jembatan maritim di Asia. Australia telah memperingatkan pentingnya membendung pengaruh Beijing di sana. 

Negeri "Kanguru" mengkritik China yang disebut melakukan "diplomatik lembut". Di 2018 ini, mereka menyatakan bakal menjalin perjanjian dengan Vanuatu. 

Selain itu, mereka juga mengumumkan bakal membangun jalur kabel komunikasi bawah laut di Kepulauan Solomon dan Papua Niugini. 

(Kompas)

NZDF's New Infantry Rifles Get Firing Pin Replacement

21 September 2018


The MARS-L rifle is currently in use by the New Zealand armed forces. (photo : NZDF)

The New Zealand Defense Force’s (NZDF) new 9040 infantry rifles have been replaced due to breakage after it was brought into service.

The MARS-L rifle bought as part of a $59 million deal to replace Steyr rifles. The firing pin is a critical part of any firearm - without one it won't work, New Zealand Herald reported Wednesday.

The new weapon is based on the M-16/AR-15 type weapon and was intended to double the range effectiveness of those firing it out to 600 metres. The first shipment of the 9040 rifles bought from United States manufacturer Lewis Machine and Tools arrived in May last year.

They have been gradually rolled out since, being introduced as military personnel trained with the new weapon during which time issues with the firing pin emerged.

Then other issues cropped up with about 130 rifles showing cracks around the mechanism which houses the bolt allowing the weapon to be fire.

NZDF confirmed: "Identified issues were the firing pins, trigger mechanisms and cracked bolt carriers.

(DefenseWorld)