25 Mei 2024

Panglima Tentera Darat Malaysia Lakukan Lawatan Kerja ke Turkiye

25 Mei 2024

Kunjungan hormat kepada Commander of the Turkish Land Forces (photo: TDM)

Kunjungan Hormat PTD Kepada Commander of The Turkish Land Forces
Panglima Tentera Darat (PTD), Jeneral Tan Sri Dato' Muhammad Hafizuddeain bin Jantan telah mengadakan Kunjungan Hormat kepada Commander of The Turkish Land Forces, General Selcuk Bayraktaroglu di Ministry of National Defence, Bakanliklar, Ankara, Turkiye.

Kunjungan Hormat ini adalah bersempena dengan lawatan rasmi PTD ke SEDEC Conference Fair B2B bermula 18 sehingga 24 Mei 2024. Lawatan ini bertujuan untuk mengukuhkan hubungan bilateral di antara Tentera Darat Malaysia bersama negara-negara serantau.

Kenderaan perisai Nurol Makina NMS 4x4 (photo: Nurol Makina)

Meneruskan lawatan kerja di bumi Turkiye, Panglima Tentera Darat (PTD), Jeneral Tan Sri Dato’ Muhammad Hafizuddeain bin Jantan telah meluangkan masa untuk mengadakan lawatan ke Kilang Nurol Makina Ve Sanayi A.S di Ankara.

Tujuan lawatan ini adalah bagi melihat dengan lebih dekat demostrasi Kenderaan Perisai (KP) 4x4 NMS Light Armoured Vehicle (LAV). Kenderaan Perisai ini telah diuji nilai di Malaysia pada 16 Mei hingga 1 Jun 2022 yang lalu bagi mengetahui tahap ketahanan dan mobiliti apabila digunakan di bentuk muka bumi seperti Malaysia.

Melalui laporan uji nilai, Kenderaan Perisai ini sesuai bagi aturgerak pasukan Infantri sebagai kenderaan pengangkut anggota bagi melaksanakan tugas-tugas Operation In Built-Up Area (OBUA) dan sebagai kenderaan peninjauan bagi kegunaan pasukan Armor. 

Kenderaan perisai FNSS PARS 4x4 Armoured Reconnaisance Vehicle (photo: FNSS)

Panglima Tentera Darat (PTD), Jeneral Tan Sri Dato’ Muhammad Hafizuddeain bin Jantan telah mengadakan Lawatan Kerja ke Kilang FNSS Savunma Sistemleri A.S di Ankara, Turkiye. 

Lawatan ini diadakan bagi melihat beberapa jenis Kenderaan Perisai (KP) FNSS seperti ACV 300 yang telah dinaiktaraf, KP PARS 4x4 Wheeled Armoured Vehicle (WAV) dan PARS III 6x6 APC. Beberapa Kendaraan Perisai ini telah melalui proses uji nilai di Malaysia pada 5 hingga 21 April 2022 yang lalu bagi menguji tahap kompetensi Kendaraan Perisai  tersebut. 

Kenderaan perisai FNSS PARS 6x6 Armoured Fighting Vehicle (photo: EDR Magz)

Mengikut spesifikasi Kendaraan Perisai yang telah diuji nilai, KP PARS 4x4 WAV sesuai digunakan oleh Kor Armor Diraja (KAD) sebagai Armoured Reconnaisance Vehicle (ARV) manakala PARS III 6x6 lebih sesuai digunakan sebagai Armoured Fighting Vehicle (AFV) serta Armoured Personnel Carrier (APC). 

Program  lawatan kerja Panglima Tentera Darat (PTD), Jeneral Tan Sri Dato’ Muhammad Hafizuddeain bin Jantan di Turkiye, diteruskan lagi dengan mengadakan Lawatan Kerja ke Kilang ASELSAN dan Pejabat CANIK, Ankara Turkiye.

Lawatan ini dimulakan dengan sesi taklimat oleh CEO syarikat ASELSAN, Mr Haluk Gorgun berkenaan produk ASELSAN A.S. Produk keluaran ASELSAN ini meliputi sistem komunikasi, radar, avionics, sistem peperangan elektronik dan sistem pertahanan udara.

Kenderaan perisai Nurol Makina Ejder Yalchin (Panthera 4x4) dilengkapi dengan RCWS buatan Aselsan dan CanikArms (photo: DefenceTurk)

ASELSAN merupakan Original Equipment Manufacturer (OEM) yang membekalkan sebahagian sistem Kenderaan Perisai (KP) 4x4 PANTHERA iaitu Remote Control Weapon System (RCWS), Battle Management System (BMS), Navigation System dan sistem komunikasi Radio.

PTD seterusnya turut mengambil peluang melawat Pejabat CANIK di Ankara Turkiye bagi melihat sendiri produk senjata keluaran syarikat meliputi senjata ringan, dan senjata berat (C100, MC9, TP9, M2F, M3, M2 QCB).

CANIK juga merupakan OEM yang membekalkan senjata berat HMG 12.7mm M2 QCB yang dipasang kepada Remote Control Weapon System (RCWS) Kenderaan Perisai (KP) 4x4 PANTHERA.

24 Mei 2024

Naval Group Tawarkan Belharra-class Untuk Indonesia

24 Mei 2024

Kunjungan KASAL Laksamana Muhammad Ali melihat langsung kapal FDI/Belharra di Lorient, Prancis (photo: Keris/Naval Group)

Akun media Naval Group mengunggah kunjungan kapal Prancis kelas FREMM yaitu FS Bretagne D655 ke Jakarta pada 23 Mei 2024 yang sekaligus digunakan untuk mempromosikan kapal FDI atau kapal yang mempunyai nama lain Belharra class yang saat ini sedang dibangun untuk Angkatan Laut Prancis dan Yunani.

Presentasi Naval Group yang dilakukan di atas kapal FS Bretagne di hadapan pejabat senior Kementerian Pertahanan dan TNI AL ini juga dihadiri oleh Lembaga Keris dan Sobat Militer. Menariknya ternyata KASAL Muhammad Ali baru saja mendatangi galangan kapal Naval Group di Lorient, Prancis untuk melihat langsung Belharra class ini sebagaimana unggahan Naval Group pada 18 Mei 2024 lalu

Brosur Belharra for Indonesia saat presentasi Naval Group (photo: istimewa)

Dalam presentasi Naval Group ini sebagaimana dikutip dari Lembaga Keris, khusus untuk Indonesia kapal Belharra class dalam 24 bulan siap untuk sea trial serta dalam 36 bulan telah dapat terkirim, tidak disebutkan berapa jumlah kapal dalam rentang waktu tersebut.

Dengan kurun waktu sependek itu untuk kapal dengan bobot perpindahan seberat 4.460 ton serta panjang 122m itu artinya kapal ini tengah dibangun, sangat mungkin yang ditawarkan ke Indonesia adalah kapal kedua untuk AL Prancis yang akan dinamakan D66 Amiral Louzeau untuk dialihkan ke Indonesia.

Presentasi Belhara oleh Naval Group (photo: Keris)

Saat ini baik Prancis maupun Yunani sebagai first export customer sama-sama belum menerima kapal ini. Pesanan pertama untuk AL Prancis D660 Amiral Ronarc'h akan diterima pada musim semi tahun 2024 (sekitar bulan depan) sedangkan untuk Yunani F-601 Kimon baru akan diterima pada awal tahun 2025.

Nama FDI merupakan kepanjangan dari Frégate de Défense et d'Intervention atau Defense and Intervention Frigate, menyebut diri sebagai fregat, namun sebagai sesama anggota NATO klasifikasi Belharra class ini berbeda antara Prancis dan Yunani. Prancis memasukkannya sebagai Air Defence Destroyer dengan kode "D" sedangkan Yunani mengolongkannya sebagai Fregat dengan kode "F". Perbedaan ini juga muncul antara Prancis dan Italia pada FREMM class, Prancis menggolongkannya sebagai ASW Destroyer dengan kode "D" dan Italia menggolongkannya sebagai Fregat ASW dengan kode "F". 

Belharra class pertama untuk AL Prancis D660 Amiral Ronarc'h (photo: Military Coverage)

Dalam perspektif program MEF Indonesia, tawaran kapal Belharra class ini apabila diambil akan jadi kapal interim untuk surface combatant TNI AL menyusul 2 kapal PPA Thaon di Revel dari Fincantieri yang telah dipilih oleh Kementerian Pertahanan.

Kapal interim surface combatant diperlukan mengingat lamanya 2 kapal fregat kelas Arrowhead 140 akan diterima oleh TNI AL, begitu juga dengan kontrak fregat FREMM Carlo Bergamini class yang belum efektif, dan yang sudah pasti batal adalah fregat Maestrale class sebagai kapal interim sehingga perlu mendapatkan penggantinya.

(Defense Studies)

Singapura Menyewa Kapal Kargo untuk Mendukung Kebutuhan Pelatihan Angkatan Laut

24 Mei 2024

MV Mentor saat tiba di Pangkalan Angkatan Laut Changi pada Mei 2024 (photos: RSN)

Singapura telah menyewa MV Mentor, kapal kargo sepanjang 193 m, untuk mendukung kebutuhan pelatihan angkatan lautnya.

Kapal tersebut telah disewa berdasarkan perjanjian yang dimiliki dan dioperasikan secara komersial, kata juru bicara Kementerian Pertahanan Singapura (MINDEF) dalam tanggapan email tanggal 21 Mei atas pertanyaan dari Janes.

Kapal ini akan mendukung persyaratan pelatihan NSman Angkatan Laut Republik Singapura (RSN), demikian bunyi balasan yang mengacu pada kumpulan cadangan militernya. MV Mentor juga akan terlibat dalam latihan dan operasi maritim tertentu, tambahnya.


MINDEF belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai kapal tersebut, yang akan menggantikan MV Avatar – sebuah kapal kargo umum tua yang juga digunakan untuk operasi pelatihan.

Namun, informasi sumber lain menunjukkan bahwa MV Mentor dibangun pada tahun 2003 sebagai kapal kargo roll-on/roll-off (ro-ro) oleh pembuat kapal Jerman Flensburger Schiffbau-Gesellschaft.

Kapal ini berbobot sekitar 23.000 ton dan memiliki tiga dek kargo yang dapat diakses melalui jalan kanan dan jalan belakang. Didukung oleh dua mesin MaK 9M43, MV Mentor dapat mencapai kecepatan tertinggi sekitar 21 kt dan kecepatan jelajah rata-rata sekitar 14 kt.

Data yang tersedia untuk umum juga menunjukkan bahwa MV Mentor dimiliki oleh operator kapal bunker Singapura Hong Lam Marine, dan perusahaan tersebut akan mengoperasikan dan memelihara kapal pelatihan tersebut selama masa kerjanya di RSN.

PT Pindad Teken Perjanjian Kerja Sama Dengan Lahab UEA Terkait Investasi di Bidang Munisi

24 Mei 2024

Penanda-tanganan HoA dan MoU Pindad-Lahab (photos: Pindad)

PT Pindad menandatangani Head of Agreement (HoA) dan Memorandum of Understanding (MoU) dengan perusahaan industri pertahanan Uni Emirat Arab (UEA), Lahab, pada 20 hingga 21 Mei 2024 dalam rangkaian kegiatan Indonesia-UAE Business Week di Ritz Carlton, Bali. Penandatanganan perjanjian kerja sama ini disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Energi & Infrastruktur UEA H.E Suhail Al Mazrouei, dan Duta Besar Indonesia untuk UEA Husin Bagis.

Penandatanganan perjanjian kerja sama ini dilaksanakan antara VP Pemasaran, Penjualan dan Pengembangan Bisnis PT Pindad, Yayat Ruyat mewakili Wakil Direktur Utama PT Pindad, Syaifuddin dengan Direktur Pengembangan Bisnis Lahab UEA, Saleh Al Mansoori. Adapun ruang lingkup HoA meliputi investasi brassmill di Indonesia dan penandatanganan MoU terkait pasokan strategis bom seri MK.

Dalam pernyataaannya, Yayat Ruyat menyampaikan bahwa dengan dilaksanakannya penandatanganan ini, PT Pindad berkontribusi dalam peningkatan kerja sama antar kedua negara dalam bidang Alpalhankam khususnya munisi.

“Penandatanganan HoA dalam bidang investasi brassmill ini sebagai bahan baku munisi untuk mendukung program hilirisasi, selain itu MoU yang ditandatangani dengan Lahab terkait kerja sama dalam bidang bom udara berstandar NATO. Dengan adanya penandatanganan perjanjian ini menunjukkan bahwa Pindad turut berkontribusi dalam peningkatan kerja sama antar kedua negara,” tuturnya.

Pada acara Roundtable Discussion UEA – Indonesia, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Energi & Infrastruktur UEA H.E Suhail Al Mazrouei berkomitmen untuk terus menjajaki berbagai bidang kerja sama baru dan mewujudkan hubungan bilateral yang lebih kuat. Luhut Binsar Pandjaitan kemudian menyebutkan, acara penandatanganan kerja sama berkelanjutan antara UEA dan Indonesia semakin memperluas kerja sama investasi dan perdagangan di sektor infrastruktur, energi terbarukan, hilirisasi mineral, pertahanan, dan ritel.

“Industri kedua negara melalui peran BUMN (Pindad) dan perusahaan-perusahaan berkualitas harus ikut berperan utama untuk mencapai masa depan kita yang berkelanjutan. Dengan mendorong lebih banyak perusahaan UEA untuk bermitra dengan BUMN, kita memiliki peluang untuk berekspansi di Indonesia dan memperluas pasar ASEAN,” jelas Luhut.

Dalam kesempatan yang sama, PT Pindad melakukan pertemuan dengan tiga perusahaan pertahananan UEA yaitu Tawazun, Lahab, Caracal, dan EDGE Group untuk membahas berbagai kerja sama strategis di bidang pertahanan.

(Pindad)

23 Mei 2024

KD Maharaje Lela Kini Telah Keluar dari Hanggarnya

23 Mei 2024

KD Maharaja Lela masih ada di dalam hanggar saat kunjungan delegasi PT PAL pada 08 Mei 2024 (photo: LUNAS)

KD Maharaja Lela, kapal pertama dari program Littoral Combat Ship TLDM yang pada awal bulan Mei 2024 lalu terlihat masih ada di dalam hanggar pelindung yang dibuat di galangan kapal Boustead Naval Shipyard (kini berganti menjadi Lumut Naval Shipyard-LUNAS setelah diambil alih Kementerian Kuangan Malaysia) kini telah keluar hanggar.

Terlihat kapal telah dipasangi mast (tiang utama) yang menjulang tinggi sehingga pekerjaan harus berlangsung di luar hanggar.

KD Maharajalela mulai dipasang radome mast pada 14 Mei 2024 (photo: LUNAS)

Mast pada kapal kelas Gowind bentuknya khas dan dinamakan Panoramic Sensors and Intelligence Mast (PSIM), ini merupakan bagian terpenting kapal kelas Gowind karena berisi sekian banyak peralatan sensor kapal.

Jika pada peluncurannya tahun 2017 lalu kapal ini terlihat telah dilengkapi dengan modul PSIM, maka itu adalah modul PSIM palsu/fake yang dipasang untuk upacara peluncuran sebagaimana disampaikan dalam sidang PAC (Public Account Committe). Modul PSIM palsu ini kemudian dilepas saat kapal ini dipasangi hanggar.

Modul PSIM telah turun ke air pada 21 Mei 2024 (photo: MMR)

Mengikuti pernyataan sebelumnya dari Kementerian Pertahanan Malaysia kapal akan diturunkan ke permukaan air pada bulan Mei atau Juni 2024. Setelah itu 22 bulan kemudian kapal akan menjalani serangkaian uji dan testing sebelum dioperasikan sepenuhnya oleh Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM).

Kini kapal telah diturunkan ke air, bagi kapal kelas Gowind itu pertanda bahwa modul PSIM akan diselesaikan karena dari pengalaman beberapa kapal kelas Gowind lainnya pekerjaan pemasangan modul ini berlangsung di dok basah. Belum ada pernyataan dari pejabat terkait berapa lama modul PSIM kapal Maharaja Lela ini akan diselesaikan.


Modul PSIM pada LCS Maharajalela class (image: MMP)

PSIM yang dirancang oleh Naval Group menggabungkan mast terintegrasi dalam satu radome, yang berisi sensor, ditambah ruang operasi dan kompartemen peralatan terkait ke dalam satu modul yang terdiri dari: main surveillance radar (Thales Smart-S Mark 2 radar 3D), combat system equipment room, communication center room, combat information center (CIC), dan platform equipment room. 

PSIM adalah modul independen yang diproduksi secara terpisah dari lambung kapal dan menampung sebagian besar sensor kapal di atas air, memungkinkan pengawasan 360° penuh pada azimuth dan 90° pada ketinggian, mendukung pertahanan simultan kapal terhadap ancaman mulai dari konvensional hingga asimetris. Oleh karenanya merupakan bagian terpenting dari kapal kelas Gowind ini.

(Defense Studies)

Kapal Cepat Rudal 60 meter PT PAL, Kembali Sukseskan Latihan Bersama CARAT 2024

23 Mei 2024

KRI Kerambit (627) bersama kapal US Navy USS Somerset (LPD 25) dalam Latihan CARAT 2024 (photos: DVIDS)

Kapal buatan PT PAL Indonesia, KRI Kerambit-627, ambil bagian dalam Latihan Bersama Latma CARAT 2024 yang melibatkan TNI AL bersama US Navy dan United States Marine Corps (USMC) di Teluk Ratai dan Piabung, Lampung.


KRI Kerambit-627, Kapal Cepat Rudal (KCR) andalan TNI AL sebagai bukti konkret kemahiran para engineer PT PAL Indonesia dari penguasaan design engineering, kapabilitas dalam proses pembangunan, hingga integrasi sistem persenjataan. Menegaskan komitmen PT PAL Indonesia untuk terus memperkuat pertahanan negara dengan inovasi dan dedikasi tanpa henti.


KRI Kerambit (627) adalah sebuah kapal cepat rudal kelas Sampari milik TNI Angkatan Laut Indonesia. Dibangun oleh galangan dalam negeri PT PAL, kapal tersebut adalah yang keempat dari kelasnya.


Kelas Sampari batch I terdiri dari KRI Sampari (628), KRI Tombak (629), dan KRI Halasan (630). Batch II terdiri dari KRI Kerambit (631), sedangkan batch III terdiri dari KRI Kapak (625) dan KRI Panah (626).

(PAL | Wiki)

Philippine Coast Guard Akan Menerima Lima OPV Lagi dengan Bantuan Jepang

23 Mei 2024

Saat ini PCG mempunyai 2 Teresa Magbanua class MRRV 97m (photos:  Piet Sinke)

Philippine Coast Guard (PCG) siap menerima lima kapal patroli lepas pantai/offshore patrol vessels (OPV) berukuran 97m lagi.

Sebuah upacara untuk menandai pertukaran nota diplomatik, yang merupakan dampak dari pinjaman Official Development Assistance (ODA) dari Tokyo untuk memperoleh kapal-kapal tersebut, diadakan di Manila pada tanggal 17 Mei, ungkap Departemen Luar Negeri Filipina (DFA) pada hari yang sama.

Berdasarkan pinjaman tersebut, PCG akan membeli lima OPV sebagai bagian dari Proyek Peningkatan Kemampuan Keselamatan Maritim/Maritime Safety Capability Improvement Project (MSCIP) Tahap III.


Kontrak untuk lima OPV akan digabungkan dengan proyek untuk mengembangkan fasilitas pendukung sehingga PCG dapat mendukung kapal-kapal tersebut dengan lebih baik.

Nilainya sekitar JPY64,38 miliar (USD412 juta), menurut pengumuman DFA.

“[Pinjaman ODA] akan mendukung PCG dalam meningkatkan kemampuannya dalam operasi maritim khususnya dalam menangani kejahatan transnasional,” tambah DFA.

PCG saat ini mengoperasikan armada dua OPV 97 m yang ditugaskan pada Mei dan Juni 2022.

Kapal-kapal ini secara kolektif dikenal di dalam negeri sebagai kelas Teresa Magbanua dan juga diperoleh dengan bantuan dari pemerintah Jepang.

Mitsubishi Shipbuilding dipilih pada tahun 2020 untuk membangun dua OPV, yang juga disebut oleh pemerintah Filipina sebagai kapal respons multiperan/multirole response vessels (MRRV).

Pemerintah Jepang diperkirakan akan memilih pembuat kapal untuk membangun lima OPV baru dalam beberapa bulan ke depan.