18 Agustus 2018

Some Southeast Asian Countries Interest in Sprut SDM1

18 Agustus 2018


Vietnam and Indonesia showed interest in Sprut SDM1, a 18 tonnes air-droppable-tank (photo : Sputnik)

MOSKVA (Sputnik) - Rosoboronexport (ROE) will launch its world-class "Sprut - SDM1" light amphibious tank, which has been featured in several Southeast Asian countries, ROE chief executive Alexander Mikhneev told reporters on Thursday.

"This is the only type, with no similar product in the world." Sprut - SDM1 "- unique in lightweight amphibious assault class, with firepower as a base tank. It is hoped that this weapon will be of great interest to the weapons from countries with difficult geographic conditions: rivers, waterways, marshland and mountains, and in particular, some Southeast Asian countries showed interest in "Sprut - SDM1," Rosoboronexport press service quoted Mikheev.


Indonesia interest in BT-3F, a 18,5 tonnes amphibious APC (photo : weaponnews)

He noted that in addition to the amphibious tank at the "Army - 2018" forum, exporters were particularly interested in the interest in BT-3F armored vehicles and other products promoted in the international market.

(Sputnik)

Boeing Delivers P-8A Poseidon Simulator and Training Systems

18 Agustus 2018


P-8A Poseidon flight simulator exercise (photo : U.S. Navy)

P-8A Poseidon training commences in South Australia

Minister for Defence, Senator the Hon Marise Payne, and the Minister for Defence Industry, the Hon Christopher Pyne MP, today announced the handover of the P-8A Poseidon simulator and training systems at RAAF Base Edinburgh.

Minister Payne said the advanced P-8A Training System would better prepare Australian Defence Force pilots and maintenance crews for their demanding roles.

“This $470 million facility marks the beginning of a transformation of our training that will support Air Force’s ability to meet emerging threats and future challenges,” Minister Payne said.

“The facility will deliver over 39 separate training courses which will minimise training demands on the P-8A Poseidon aircraft, reducing aircraft fatigue, increasing safety and improving availability for higher priority tasking.”

The facility is part of the government’s $5.2 billion investment in our new P-8A Poseidon maritime surveillance aircraft. These cutting edge aircraft conduct a range of tasks including anti-submarine warfare; maritime and overland intelligence, surveillance and reconnaissance; electronic support; as well as supporting search and rescue missions.

The facility is being constructed under contract with Australian industry with an estimated workforce of up to 700 personnel during peak construction and 2,200 employees over the course of construction.

Minister Pyne said the partnerships between Defence, the United States Navy, Boeing and Boeing Defence Australia have enabled this to be delivered on time and on budget.

“The training system will be maintained and supported by Boeing Defence Australia, creating up to 30 jobs,” Minister Pyne said.

“The project is part of a broader Intelligence, Surveillance and Reconnaissance hub being developed at RAAF Base Edinburgh, which will support and create highly skilled jobs in South Australia.”

(Aus DoD)

17 Agustus 2018

Pindad Pasarkan Medium Tank ke Filipina dan Bangladesh

17 Agustus 2018


Tank medium Pindad (photo : Pindad)

BANDUNG, KOMPAS.com – PT Pindad (Persero) memasarkan produk teranyarnya, medium tank ke Filipina dan Bangladesh. Caranya dengan mengikuti lelang di kedua negara. 

“Lelang di Filipina sama Bangladesh tahun ini. Filipina butuh 30 unit dan Bangladesh 100 unit,” ujar Direktur Utama Pindad, Abraham Mose saat menyambut medium tank di Bandung, Kamis (16/8/2018). 

Abraham menjelaskan, medium tank buatan Pindad merupakan yang pertama di dunia. Karenanya, Pindad tak memiliki saingan dalam lelang tersebut. 

“Ada juga yang menawarkan tank, tapi beda. Punya kita medium tank,” ungkapnya. 

Abraham optimistis medium tank bisa bersaing. Apalagi, medium tank memiliki banyak kelebihan. Tank ini memiliki meriam 105 mm, sama dengan main battle tank seperti Leopard. 

Namun, medium tank lebih ringan dan tidak berbadan besar sehingga lebih enak manuvernya.


Tank medium Pindad (photo : radarbanyumas)

“Kalau leopard, lihat tongkrongannya saja sudah takut. Belum daya gempurnya. Tapi kalau dibawa ke Indonesia, agak sulit lakukan manuver,” ucapnya. 

Karena itu, Indonesia membuat yang ukurannya lebih kecil, yakni medium tank. Rupanya ide ini belum dikembangkan negara lain. 

“Makanya kenapa kita bikin acara hari ini, bahwa kita mau men-declare, kita sudah mampu membuat medium tank untuk pasar domestik maupun internasional. Kita declare supaya pihak asing hadir, user juga hadir,” tuturnya. 

“Tanggal 27 Agustus nanti saat uji daya gempur, Filipina juga hadir,” ungkapnya. 

Ke depan, sambung dia, pihaknya akan lebih gencar memasarkan medium tank karya anak bangsa tersebut.

(Kompas)

Lelang Tender Proyek UAV: Turki, China, Perancis dan Israel Akan Berebut Hati Indonesia

17 Agustus 2018


UAV Anka - Turki (photo : Lukasz Stawiarz)

ANGKASAREVIEW.COM – Tinggal menghitung hari, pelelangan tender proyek pesawat terbang tanpa awak/PTTA (unmanned aerial vehicle/UAV) MALE (medium-altitude long-endurance) dijadwalkan akan segera dibuka. Tercatat ada empat negara yang mapan dalam bidang teknologi kedirgantaraan siap berebut hati Indonesia.

Kepala Marketing dan Komunikasi Turkish Aerospace Industries (TAI/TUSA┼×) Tamer Ozmen mengatakan, kedatangannya ke Indonesia secara khusus memang untuk berpartisipasi dalam lelang tender proyek tersebut, di samping menggelar acara ‘Hari kerja sama Industri TAI-Indonesia’ di Jakarta.

Kepada Kantor Berita Turki, Anadolu Agency ia menyebutkan, Turki merupakan satu dari empat negara yang terlibat dalam lelang yang akan digelar pada 24 Agustus mendatang. Tiga negara lainnya yang akan memeriahkan lelang tersebut yakni Tiongkok, Perancis dan Israel.


UAV Wing Loong - China (photo : Sinodefence)

Sebelum menginjakkan kaki ke Indonesia, Ozmen mengaku ia terlebih dahulu telah mempelajari secara mendalam mengenai industri pertahanan Indonesia.

Inti kedatangannya adalah untuk membahas cara membangun kerja sama dengan Indonesia dalam mengelola industri pertahanan dengan berbagai keahlian dan pengalaman TAI. Berbekal produk seperti UAV Anka, helikopter serang ringan Atak, pesawat jet Hurkus hingga sistem satelit ruang angkasa, TAI akan menggenjot peluang kerja samanya dengan Indonesia.

“Kami memperkenalkan program Anka untuk memberikan ide terkait kerja sama apa yang bisa dilakukan dalam program ini. Indonesia menginginkan sistem permanen di udara dengan ketinggian menengah, dan pesawat kami memberikan jawaban langsung kebutuhan yang dimaksud,” jabar Ozmen, Rabu (15/8/2018).


UAV Heron - Israel (photo : Defense Update)

Kami, lanjutnya, memiliki platform nyata untuk memenuhi kebutuhan yang sebenarnya diinginkan dalam tender tersebut. “Meski saingan terbesar dari negara-negara di kawasan ini adalah China, tapi kami merasa bahwa mereka (Indonesia) tidak terlalu tertarik dengan sistem milik China,” jelasnya.

Baru-baru ini beredar kabar bahwa Kemhan RI mengakuisisi empat UCAV (unmanned combat aerial vehicle) Wing Loong II besutan Chengdu Aircraft Industry Group (CAIG), China.

Memang di sisi lain hubungan Turki-Indonesia terlihat semakin meningkat, yang diperkuat dengan kerja sama di bidang industri pertahanan akhir-akhir ini.

TAI dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) misalnya, meraka telah menandatangani perjanjian pada tahun 2017 untuk mengembangkan kerja sama dan melakukan proyek bidang penerbangan bersama.


UAV Patroller - Prancis (photo : Aerobuzz)

“Kami berharap saat tender nanti dapat menarik partisipasi perusahaan lokal pada tingkat memuaskan sehingga kami dapat dapat memenangkan pelelangan ini,” ungkapnya.

Begitu juga dengan PT Pindad dengan perusahaan alutsista Turki, FNSS Savunma Sistemleri yang baru-baru ini meluncurkan prototipe terbaru medium tank hasil kolaborasi kedua pihak yang sedang menjalani uji ledak dan mintas medan.

Mungkin dari keempat negara yang akan bersaing memenangkan proyek PTTA MALE tersebut, kontestan yang perlu bekerja keras adalah Perancis. Negara ini memang telah memiliki produk serupa yang cukup dijagokan, UAV MALE Patroller buatan Safran Electronics & Defense and Stemme. Namun Perancis telah kalah langkah dengan tiga negara lainnya.

(Angkasa Review)

PHL’s Tenth Multi-Role Vessel from Japan

17 Agustus 2018


Tenth MRV for PCG (photo : Zakogumo)

A photo of Philippine Coast Guard (PCG)’s tenth and final Parola-class Multi-role Response Vessel ordered from Japan Marine United through the Maritime Safety Capability Improvement Project (MSCIP) for PCG Phase 1 was uploaded in Twitter by @zakogumo on August 14.

The said vessel will be officially known as BRP Cape Engano (MMRV-4411) in coastguard service.

Under MSCIP for PCG Phase 1, the Philippine government ordered 10 44-meter multi-role ships from Japanese shipbuilder Japan Marine United. The contract was awarded in April 2015.

MSCIP for PCG Phase 1 was funded through Japan International Cooperation Agency (JICA) official development assistance (ODA) loan.

The first Parola-class MRRV, BRP Tubbataha (MRRV-4401) was commissioned in October 2016.

MSCIP for PCG Phase 2 – which involves 2 heavy weather, high endurance 94-meter MRRVs – is also in the pipeline.

Loan agreement to finance MSCIP for PCG Phase 2 was signed by Philippine Finance Secretary Carlos Dominguez and JICA president Shinichi Kitaoka during President Rodrigo Duterte’s visit to Japan in October 2016.

(Mintfo)

RAPBN 2019 : Anggaran Kemenhan Rp 107,2 Triliun

17 Agustus 2018

Flypass pesawat tempur TNI AU (photo : skaud11)

Ini 5 Kementerian dengan Anggaran Tertinggi Tahun 2019 

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo telah mengumumkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019. Belanja pemerintah untuk tahun depan ditetapkan sebesar Rp 2.439,7 triliun atau 15 persen dari produk domestik bruto (PDB). 

Dalam rincian mengenai RAPBN 2019, ada 5 kementerian dan lembaga yang memperoleh porsi anggaran tertinggi. Berikut ini adalah rinciannya. 

1. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) 

Kementerian PUPR memperoleh anggaran sebesar Rp 110,7 triliun dalam RAPBN 2019. Angka ini meningkat dibandingkan pada tahun sebelumnya, yakni Rp 107,4 triliun. 

Sementara itu, realisasi serapan anggaran kementerian yang dipimpin oleh Basuki Hadimuljono ini mencapai Rp 96,1 triliun. Outlook anggaran Kementerian PUPR hingga akhir tahun ini adalah Rp 104,8 triliun. 

2. Kementerian Pertahanan (Kemenhan) 

Kemenhan diberikan anggaran sebesar Rp 107,2 triliun dalam RAPBN 2019. Angka ini sedikit turun dibandingkan pada APBN tahun sebelumnya sebesar Rp 107,7 triliun, sementara realisasi tahun 2017 mencapai Rp 117,3 triliun. 

Hingga akhir tahun 2018 nanti, serapan anggaran Kemenhan diperkirakan mencapai Rp 99,8 triliun. 

3. Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) 

Institusi kepolisian memperoleh anggaran sebesar Rp 76,2 triliun dalam RAPBN 2019. Angka ini turun apabila dibandingkan dengan anggaran pada APBN 2018 yang mencapai Rp 95 triliun. 

Adaoun realisasi serapan anggaran Polri pada tahun 2017 mencapai Rp 94 triliun dan hingga akhir 2018 diprediksi mencapai Rp 93,6 triliun. 

4. Kementerian Agama (Kemenag) 

Kemenag memperoleh anggaran sebesar Rp 62,1 triliun dalam RAPBN 2019. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan pada APBN 2018 yang mencapai Rp 62,2 triliun. 

Pada tahun 2017, realisasi serapan anggaran Kemenag mencapai Rp 60,2 triliun dan hingga akhir tahun 2018 diprediksi mencapai Rp 59,9 triliun. 

5. Kementerian Sosial (Kemensos) 

Kemensos dipatok anggarannya dalam RAPBN 2019 sebesar Rp 58,9 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan pada APBN 2018 yang mencapai Rp 41,3 triliun. 

Pada tahun 2017, realisasi serapan anggaran Kemensos mencapai Rp 17,2 triliun. Sementara itu, hingga akhir tahun 2018 diprediksi mencapai Rp 41,1 triliun.

(Kompas)

BAE Systems Chooses Dedicated Systems for JORN Software Upgrade

17 Agustus 2018


Locations of the JORN Radar Stations and the areas covered based on a nominal range of 3.000 km. (Image: Key Publications)

BAE Systems Australia announced today that it will integrate customised software to strengthen the Jindalee Operational Radar Network’s (JORN) ability to protect Australia’s northern borders.

BAE Systems has selected South Australian company Dedicated Systems to provide the software that will be integral to the upgrade of the Jindalee Operational Radar Network

JORN provides long range, persistent wide area surveillance of aircraft and ships across Australia’s northern maritime approaches.

BAE Systems is undertaking the most significant system upgrade of the world leading radar since it was accepted into service in 2003.

The new software will significantly increase the area covered by the radar and the amount of information gathered for the Royal Australian Air Force.

An important part of the radar upgrade is the planned migration to a modular and scalable framework of open system architecture which will increase the reliability and performance of the radar.

This will also enable much quicker system maintenance and upgrades and can be easily integrated with other software.

Through Dedicated Systems, software connectivity specialist RTI will provide a product called ‘Connext DDS’ as the framework for the software upgrade.

To be installed at the three radar sites (in Queensland, Northern Territory and Western Australia) over five years, the industry standard software will enhance real time data distribution.

Dedicated Systems worked with RTI to validate the software modernisation for BAE Systems in a two year demonstrator project to ensure it would meet the needs of the JORN upgrade.

BAE Systems, Dedicated Systems and RTI are also collaborating to establish HF technology exports opportunities as part of the partnership.

BAE Systems Chief Executive Gabby Costigan said:
“The application of rapidly developing technology will help ensure Australia maintains a capability edge and superior situational awareness to ensure our northern approaches are secure.”