Tampilkan postingan dengan label Kapal Latih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kapal Latih. Tampilkan semua postingan

10 Oktober 2024

KLD Tunas Samudera Underwent Significant Uplift at LUNAS

10 Oktober 2024

KLD Tunas Samudera of the Royal Malaysian Navy (photo: TLDM)

KLD TUNAS SAMUDERA has arrived at LUNAS Langkawi Shipyard (LLS) on 26th September for a significant uplift as part of its comprehensive smart refit program. 

KLD Tunas Samudera when arrived in Lumut Naval Shipyard/LUNAS (photos: LUNAS)

This extensive project is designed to upgrade the ship's systems, enhance its operational capabilities, and ensure it continues to embody the standards of excellence in maritime operations.

Royal Malaysian Navy (RMN) Commanding Officer, Cdr Azmi Abu Zarin will oversee the project, ensuring that every aspect of the smart refit is executed with precision and care. The project is set to be completed by the end of June 2025, marking a new chapter in TUNAS SAMUDERA's service to the nation.

This collaboration not only showcases LUNAS’s commitment to delivering top-notch maritime solutions but also reinforces the strategic partnership between the RMN and the shipyard. As we embark on this journey, we look forward to sharing updates on the progress and transformation of this vessel. 

KLD Tunas Samudera was a two-masted schooner, or brigantine, of the Royal Malaysian Navy. Tunas Samudera was built by Brooke Yachts in Lowestoft, United Kingdom. The ship began construction in 1988, was launched in 1989, and was named by Queen Elizabeth II and the King of Malaysia.

(LUNAS | Wiki)

24 Mei 2024

Singapura Menyewa Kapal Kargo untuk Mendukung Kebutuhan Pelatihan Angkatan Laut

24 Mei 2024

MV Mentor saat tiba di Pangkalan Angkatan Laut Changi pada Mei 2024 (photos: RSN)

Singapura telah menyewa MV Mentor, kapal kargo sepanjang 193 m, untuk mendukung kebutuhan pelatihan angkatan lautnya.

Kapal tersebut telah disewa berdasarkan perjanjian yang dimiliki dan dioperasikan secara komersial, kata juru bicara Kementerian Pertahanan Singapura (MINDEF) dalam tanggapan email tanggal 21 Mei atas pertanyaan dari Janes.

Kapal ini akan mendukung persyaratan pelatihan NSman Angkatan Laut Republik Singapura (RSN), demikian bunyi balasan yang mengacu pada kumpulan cadangan militernya. MV Mentor juga akan terlibat dalam latihan dan operasi maritim tertentu, tambahnya.


MINDEF belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai kapal tersebut, yang akan menggantikan MV Avatar – sebuah kapal kargo umum tua yang juga digunakan untuk operasi pelatihan.

Namun, informasi sumber lain menunjukkan bahwa MV Mentor dibangun pada tahun 2003 sebagai kapal kargo roll-on/roll-off (ro-ro) oleh pembuat kapal Jerman Flensburger Schiffbau-Gesellschaft.

Kapal ini berbobot sekitar 23.000 ton dan memiliki tiga dek kargo yang dapat diakses melalui jalan kanan dan jalan belakang. Didukung oleh dua mesin MaK 9M43, MV Mentor dapat mencapai kecepatan tertinggi sekitar 21 kt dan kecepatan jelajah rata-rata sekitar 14 kt.

Data yang tersedia untuk umum juga menunjukkan bahwa MV Mentor dimiliki oleh operator kapal bunker Singapura Hong Lam Marine, dan perusahaan tersebut akan mengoperasikan dan memelihara kapal pelatihan tersebut selama masa kerjanya di RSN.

05 September 2021

Lomba Dayung dengan School Boat KRI Bima Suci di Perairan Raja Ampat

05 September 2021

Lomba dayung di perairan Raja Ampat (all photos : Koarmada 2)

Komandan Satgas KJK 2021 Gelar Lomba Dayung di Perairan Raja Ampat

TNI AL. Koarmada II - Pada pelayaran etape ke-4, KRI Bima suci yang saat ini sedang lego jangkar tepatnya di perairan Raja Ampat provinsi Papua Barat, berkesempatan melaksanakan kegiatan berbagai lomba yang di laksanakan oleh komandan satgas Kartika Jala Krida (KJK) 2021, Letkol Laut (P) Waluyo, SH, M.Tr.Hanla, Kamis (02/09).


Adapun salah satu lomba yang di adakan yaitu lomba dayung menggunakan school boat KRI Bima Suci, Lomba ini di ikuti oleh seluruh personil Satgas Operasi KJK 2021 yang terdiri dari Prajurit KRI Bima Suci, Staflat AAL dan Taruna AAL ke-68.


Kegiatan ini berlangsung dengan cukup meriah di iringi Sorakan- sorakan para sporter dari atas Geladak KRI Bima Suci yang terlihat sangat meramaikan sewaktu perlombaan dayung ini berlangsung.


Pada acara lomba Dayung ini di bagi menjadi 11 Tim, yang di antaranya Taruna AAL di bagi menjadi 9 Tim , dan 1 tim dari Staflat AAL serta 1 tim lagi dari Prajurit KRI Bima suci, dengan rute race yang akan di lalui yaitu memutari KRI Bima Suci sebanyak 2x putaran, dalam pertandingan adapun yang dinilai yaitu kecepatan yang di tempuh untuk memutari KRI Bima Suci, juara 1 dimenangkan oleh Tim Prajurit KRI Bima suci, Juara 2 dimenangkan oleh Tim B dari Taruna AAL, dan untuk yang ke 3 yaitu dari tim Staflat AAL.


Komandan KRI Bima suci yang juga menjabat sebagai komandan Satgas Operasi KJK 2021 juga menyampaikan" Lomba dayung yang di gelar oleh Satgas KJK 2021 ini sudah menjadi tradisi KRI Bima Suci dan sudah menjadi event rutin tahunan sewaktu melaksanakan pelayanan Bersama tim KJK AAL," Ujarnya.


" Dari tahun ke tahun penampilan para peserta pun semakin unik. Tak hanya dibekali dengan keterampilan dayung dan tubuh kekar saja, para peserta juga saling tertawa sambil mengayunkan dayung dan juga berbagai Yel-yel yang membuat kita semakin semangat dalam melaksanakan kegiatan ini," Tambah Letkol Waluyo.


Selama pelaksanaan kegiatan menerapkan Protokol kesehatan sesuai penekanan Panglima Koarmada II Laksda TNI Dr. Iwan Isnurwanto, S.H., M.A.P.,M.Tr.(Han), kepada Komandan Satgas guna mencegah penularan Covid-19.

05 Oktober 2020

KRI Bimasuci, Praktekkan Pengoperasian School Boat

05 Oktober 2020


Latihan pengoperasian School Boat (all photos : TNI AL)

Koarmada II - Memanfaatkan waktu lego jangkar, Komandan KRI Bima Suci Letkol Laut (P) Waluyo, S.H., M.Tr. Hanla. memerintahkan Prajuritnya untuk memberikan pelatihan pengoperasian School Boat kepada para Taruna, Sabtu (03/10/2020).

Dirancang sebagai kapal layar latih tiang tinggi, KRI Bima Suci dilengkapi dengan 2 School boat yang berada di lambung kanan dan kiri geladak poop deck. Kedua School boat tersebut menggunakan tenaga penggerak layar, dayung dan motor tempel.


Sebelum melaksanakan praktek di laut, Kadepsenbah KRI Bima Suci Kapten Laut (P) Syaifuddin Riady, S.S.T.Han. memberikan materi teori kepada para Taruna tentang tata cara pengoperasian school boat dengan menggunakan pendorong dayung, layar dan motor tempel.
 
Selesai pemberian teori, selanjutnya seluruh Taruna langsung melaksanakan praktek di perairan Teluk Ratai yang didampingi oleh para instruktur prajurit Depsenbah KRI Bima Suci.


Kegiatan praktek diawali dengan cara mendayung, dilanjutkan cara merakit dan memasang layar, serta memasang motor tempel pada school boat sekaligus mengoperasikannya.

Selama pelaksanaan praktek, Rescue Boat KRI Bima Suci juga diturunkan guna melaksanakan pengamanan sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya kecelakaan pada saat latihan praktek.


Komandan KRI Bima Suci menekankan kepada para Instruktur “Berikan pelatihan yang terbaik kepada para Taruna dan tetap utamakan Zero Accident dalam pelaksanaan pelatihan, perhatikan penerapan protokol kesehatan selama proses latihan untuk mencegah penyebaran Covid-19, seperti yang telah ditekankan oleh Pangkoarmada II Laksda TNI Heru Kusmanto, S. E., M.M.” Pungkas Letkol Waluyo.

24 September 2019

Spectacular Naval Sail Ship Comes a-Calling

24 Agustus 2019


The ‘KRI Bima Suci 945’will dock at the National Hydrography Centre in Pulau Indah, Selangor, for three days (photo : Indonesian Embassy)

KUALA LUMPUR: ONE of the world’s largest naval training sail ships will arrive at Malaysian shores tomorrow.
     
The KRI Bima Suci 945, which is on its annual training routine across the Asia-Pacific, will dock at the National Hydrography Centre in Pulau Indah, Selangor, for three days.

Indonesian embassy naval attaché Colonel (Navy) R. Lilik Asmoro said KRI Bima Suci 945 was part of its overseas task force, codenamed “Kartika Jala Krida”.

“The mission is to train 83 cadets (72 men and 11 women) from the Naval Academy for 96 days. This is an annual mission to give experience and training to the cadets on ship handling, especially navigation,” he told the New Straits Times.

Noteworthy is the presence of Royal Malaysian Navy cadets, who are sailing with the KRI Bima Suci 945 from Brunei to Pulau Indah.

“This purpose is to build connectivity and share experiences between the young naval cadets from both countries.”

The KRI Bima Suci 945 left Surabaya in Indonesia on Aug 5.

Its 96-day journey included stops in Manila (Philippines), Osaka (Japan), Busan (South Korea), Shanghai (China), Brunei, Port Klang, Phuket (Thailand), Yangon (Myanmar), Padang and Benoa (Indonesia), and Darwin (Australia) before returning to Surabaya.

Lilik said apart from the media familiarisation tour upon arrival tomorrow, the Gita Jala Taruna Drum Flute band would provide a cultural marching band display at the Kuala Lumpur City Centre’s waterfront in the evening.

“The ship will be open to public viewing from 10am till 5pm, during its three-day stopover in Malaysia,” said Lilik.

He added that the KRI Bima Suci 945 was commanded by Lieutenant-Colonel (Navy) S.H. Waluyo, while the Kartika Jala Krida training unit was led by Lieutenant-Colonel Afrilian Sukarno Timur.

The KRI Bima Suci 945 was launched by Indonesia navy chief Admiral TNI Siwi Sukma Adji on Aug 5 at its Eastern Fleet’s Dermaga Ujung Komando Armada II.

The NST learnt that the voyage was part of Indonesian President Joko Widodo’s aim of building greater cordial ties with neighbouring maritime nations, as well as to promote the republic’s tourism sector and attract foreign investment.

It is understood that Joko wanted to impart the “Global Fulcrum Maritime Brotherhood” diplomacy as a main component of Indonesia’s national defence.

Indonesian embassy counsellor Agung Cahaya Sumirat said the KRI Bima Suci 945 was one of the highest mast sailboats owned by the Indonesian navy, besides KRI Dewaruci. It was built at the Freire Shipyard in Vigo, Spain, in 2016, before being commissioned into the Indonesian navy in September 2017.

The KRI Bima Suci 945 has a length of 111.20m, beam (width) of 13.65m, draft (depth) of 5.95m and a 49m-tall mast from the upper deck surface.

The three-mast Bark (Barque) ship has 26 sails with a total sail area of 3,352sq m. It is powered by a 1,000 revolutions per minute/1,290 kW engine that can travel up to 15 knots. The ship can accommodate up to 209 personnel, comprising 35 officers, 73 sailors and 101 cadets.

(NST)

04 April 2019

Young Endeavour to be Replaced

03 April 2019


STS Young Endeavour (photo : Young Endeavour)

The Government is pleased to announce the STS Young Endeavour replacement project is progressing and will be due for consideration by Cabinet later this year.

Minister for Defence, the Hon Christopher Pyne MP said the program is recognised internationally as a leading youth development program, with more than 500 young Australians taking part every year.

“More than 13,600 young Australians have participated in the scheme since January 1988,” Minister Pyne said.

“After 31 years of dedicated service the Young Endeavour is now approaching the end of her operational life and this project will deliver a new vessel by late 2023.

“The search for a new design is progressing and once selected, the new vessel will be built in Australia”, Minister Pyne said.

(Aus DoD)

30 November 2018

TNI AL Lakukan Komisioning 2 Unit Kapal Latih Kadet

30 November 2018


Kapal Latih KAL Kadet V-06 dan Kadet V-07 (photos : SindoNews)

TNI AL Kembali Diperkuat 2 Unit Kapal Latih

BATAM - TNI Angkatan Laut (AL) menerima dua unit Kapal Angkatan Laut (KAL) baru, yakni KAL Kadet V-06 dan KAL Kadet V-07 setelah diserahkan resmi dari PT Karimun Anugrah Sejati, Batam kepada TNI AL di Dermaga PT Karimun Anugrah Sejati, Batam, Kamis (29/112018). Dua unit KAL ini akan melengkapi jumlah kekuatan unsur-unsur yang telah dimiliki TNI AL. 

Penandatangan berita acara serah terima kedua KAL tersebut disaksikan Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Wuspo Lukito. Direktur PT Karimun Anugrah Sejati Jacky Sucipto menyerahkan kepada TNI AL yang diwakili Kepala Dinas Pengadaan Angkatan Laut (Kadisadal) Laksamana Pertama TNI Prasetya Nugraha. 

Selanjutnya, dari Kadisadal diserahkan kepada Asisten Logistik (Aslog) Kasal Laksamana Muda TNI Mulyadi diwakili Paban 1 renslog Kolonel Laut (T) Udyatmiko, yang kemudian diserahkan kepada Gubernur AAL Laksda TNI Muhammad Ali diwakili Wagub AAL Brigadir Jenderal (Mar) Nuri Adrianis Djatmika untuk digunakan sebagai kapal latih Taruna/Taruni AAL.



Usai pelaksanaan serah terima kedua KAL itu, kegiatan dirangkai dengan pengukuhan Komandan Kapal dalam suatu upacara dengan Inspektur Upacara (Irup) Wakasal Laksamana Madya TNI Wuspo Lukito, di mana Mayor Laut (P) Maladi Hanjayani dikukuhkan sebagai Komandan KAL Kadet V-06 dan Mayor Laut (P) Hariz Sandy Wibowo sebagai Komandan KAL Kadet V-07. 

Wuspo Lukito mengatakan, pengadaan KAL Kadet V-06 dan Kadet V-07 merupakan salah satu kegiatan yang telah diprogramkan sesuai perencanaan strategis TNI AL guna melengkapi kekuatan unsur-unsur yang telah ada, dalam rangka mengoptimalkan pembelajaran vokasi di lingkungan Akademi Angkatan Laut (AAL). 

“KAL ini terbuat dari bahan metal yang akan lebih baik dibandingkan dengan produk sebelumnya yang menggunakan bahan fibe," ujar Wakasal dalam keterangan tertulisnya. 

Wakasal berharap keberadaan 2 KAL Kadet Latih ini dapat meningkatkan kualitas latihan praktek Taruna di laut dan memberikan kontribusi langsung kepada proses belajar dan latihan di AAL dalam rangka meningkatkan porsi pembelajaran praktek pada kurikulum pendidikan.


"Diharapkan seluruh Taruna akan lulus menjadi Perwira TNI AL yang terlatih, terdidik dan diperlengkapi dengan baik," ujar dia. 

Laksamana Bintang Tiga ini menginstruksikan kepada komandan kapal untuk senantiasa memelihara dan mengoperasikan KAL ini sebaik mungkin agar dapat berfungsi optimal sesuai fungsi asasinya dan mencapai usia pakai yang diharapkan. 

KAL Latih 45 M produksi PT Karimun Anugrah Sejati merupakan KAL Khusus yang didesain dan diperuntukkan agar dapat melaksanakan tugas sebagai kapal latih Taruna dan Taruni Akademi Angkatan Laut (AAL) guna melaksanakan tugas-tugas khusus dalam mendukung Program Pelaksanaan Pendidikan (Prolakdis) AAL yaitu Pengajaran, Pelatihan dan Pengasuhan (Jarlatsuh). 

Kapal Angkatan Laut ini memiliki spesifikasi panjang 48,6 meter, lebar 7,9, tinggi 4,25 meter, kecepatan maksimum 18 knot, kemampuan berlayar selama 4 hari dan diawaki oleh 23 ABK.

(SindoNews)

31 Oktober 2018

STS Young Endeavour Provides a Stepping Stone to Service

31 Oktober 2018


During the voyage, Royal Australian Navy crew taught the skills required to sail a brigantine, including how to navigate, keep watch, cook in the galley, take the helm and climb the 30-metre mast to work aloft, setting and furling sails. (photo : melbourneosaka)

Youth develop new skills on Young Endeavour

STS Young Endeavour and her world class youth development program were on show today when Minister for Defence Personnel Darren Chester met with the youth crew in Sydney Harbour.

Mr Chester boarded the square-rigged tall ship during her 11-day voyage and spoke with the 20 young Australians from five different states and territories who had sailed from Newcastle to Sydney. 

“More than 13,500 young Australians have benefitted from Young Endeavour’s 30-year track record of delivering a world class youth development program,” Mr Chester said.
“I was impressed to hear first-hand the valuable life skills the participants have developed on this voyage.

“Not only have they faced personal challenges and set individual goals, they have worked collectively to develop leadership and communication skills.”


STS Young Endeavour (photo : the advocate)

During the voyage, Royal Australian Navy crew taught 16–23 year olds the skills required to sail a brigantine, including how to navigate, keep watch, cook in the galley, take the helm and climb the 30 metre mast to work aloft, setting and furling sails.

Olivia Alves, a 17 year old Batehaven High School student, said the program has encouraged her to step out of her comfort zone.

“Young Endeavour has pushed my limits.  I’m not used to leading other people, but learning how to step up has been a really good thing,” Olivia said.

Nicholas Muscat, a 19 year old youth officer from Bowen Mountain said he really valued the camaraderie and support from both the Navy staff and fellow youth crew.

“Everyone on board supports each other really well and I’ve been amazed how quickly we’ve bonded and become friends,” Nicholas said.

“I’ll definitely take skills like teamwork and leadership that I’m learning back to my job.”

26 September 2018

New Cadet Ships Launched for Indonesian Navy

26 September 2018


KAL KADET-6 and KADET-7 (photos : Bureau Veritas Indonesia)

A total of three new ships were launched at two separate shipyards for the Indonesian Navy on September 24 and 25.



Shipbuilder PT. Karimun Anugrah Sejati launched two 45-meter cadet training ships – V-06 and V-07 – on September 24 in Batam.



Another Batam-based shipbuilder, Batamec Shipyard, launched the 122-meter oil tanker KRI Bontang (907) on September 25.



With 5,550 cubic meters of oil cargo capacity, the ship will join sister ship KRI Tarakan in providing fuel for other Indonesian Navy ships at sea.

(Naval Today)

04 Agustus 2018

KRI Bima Suci Jalani Perjalanan Muhibah Pertama Kalinya

04 Agustus 2018


Kapal layar latih KRI Bima Suci (photo : NETZ)

Bima Suci Muhibah ke Rusia dan Korea

Surabaya (Antaranews Jatim) - Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Bima Suci berlayar ke Rusia untuk menjalani muhibah yang pertama kalinya setelah tahun lalu didatangkan sebagai Kapal Layar Latih Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dari Vigo, Spanyol.

Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksamana Muda TNI Didik Setiyono kepada wartawan di Surabaya, Kamis, mengatakan, muhibah KRI Bima Suci yang perdana ini akan berpartisipasi di kegiatan "Sail Regattaa Vladivostok" di Rusia pada tanggal 27 Agustus - 14 September. Setelah itu langsung dilanjut menghadiri "International Fleet Review" di Korea Selatan pada 10 - 14 Oktober.

"Pelayaran menuju Rusia dan Korea Selatan berlangsung mulai hari ini, 2 Agustus hingga 9 November 2018. Lama pelayaran 100 hari, meliputi 77 hari di luar negeri dan 23 hari di dalam negeri, menempuh jarak 11.187 mil laut," katanya, usai melepas keberangkatan KRI Bima Suci di Dermaga Madura Komando Armada II, Ujung, Surabaya, Jawa Timur.

Di antaranya akan menempuh rute Surabaya - Batam - Zhanjiang (China) - Yeosu (Korsel) - Vladivostok (Rusia) - Qingdao (China) - Yokosuka (Jepang) - Jeju (Korsel) - Manila (Philipina) - Bitung - Surabaya.


Kapal layar latih KRI Bima Suci (photo : TNI AL)


Pelayaran tersebut dikomandani Letnan Kolonel Laut (P) Widyatmoko Baruno Aji dengan membawa 100 Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Tingkat III Angkatan 65 Tahun 2018 yang tergabung dalam Satuan Tugas Kartika Jala Krida (Satgas KJK).

Selama pelayaran, Satgas KJK akan melaksanakan "courtessy call", pertukaran cinderamata, "open ship", olahraga persahabatan, "cocktail party", malam kesenian kolaborasi tari dan musik, yang meliputi pertunjukan Band Duta Samudera, Brass Band, kolaborasi band, gamelan, tari kecak, tari tanduk majeng, tari gandrung banyuwangi, tari merak, tari saman dan rampak gendang.

Selain itu juga akan digelar kirab kota dan "city tour" oleh Genderang Suling Taruna AAL.

Pangkoarmada Didik Setiyono menjelalskan tujuan KJK Taruna AAL dalam pelayaran ini adalah melaksanakan navigasi lingkaran besar, astronomi dan mempraktekan semua pelajaran profesi dasar matra laut pada medan dan keadaan yang sebenarnya.

Di samping itu, dia menandaskan, sebagai calon perwira, melalui KJK dalam pelayaran ini, akan membentuk mental kejuangan dan karakter prajurit matra laut.

"Tentunya kegiatan ini memberi wawasan kepada taruna tentang tempat-tempat yang disinggahi, serta pergaulan internasional dan peran diplomasi TNI AL dengan mempromosikan budaya Indonesia, TNI AL dan AAL, menuju `World Class Navy` dan `World Class Naval Academy`," ujarnya.

(Antara)

27 April 2018

Royal Malaysian Navy Commissions Two New Training Ships

27 April 2018


The RMN commissioned its two new training ships, KD Gagah Samudera and KD Teguh Samudera, in a ceremony held on 26 April at the RMN's Lumut Naval Base. (photo : Royal Malaysian Navy)

The Royal Malaysian Navy (RMN) commissioned two new training ships in a ceremony held at the Lumut Naval Base on 26 April.

Named KD Gagah Samudera (with pennant number 271) and KD Teguh Samudera (with pennant number 272) the ships, which have an overall beam of 11 m and a draught of 3 m, had been launched from Malaysian shipbuilder NGV Tech’s shipyards at Sijangkang, Selangor State, in December 2012 and February 2013, respectively.

Displacing about 1,270 tonnes, the vessels are equipped with twin MAN diesel engines providing a maximum speed of 20 kt. Endurance is 21 days at 12 kt, with a range of 2,500 n miles, according to Jane’s Fighting Ships .

(Jane's)

14 April 2018

RMN Training Ship "Teguh Samudera" Delivered

14 April 2018


RMN Training Ship "Teguh Samudera" (photo : MalaysianDefence)

SHAH ALAM: RMN’s second training ship, Teguh Samudera, has been delivered to the RMN in a ceremony at the Grade One Marine Shipyard, Lumut on Wednesday, Apr. 12. Grade One Marine was given the contract to complete the two 75 meter training ships after its original contractor went belly up several years back.

Teguh was launched on Feb. 27, 2013, some after two months after Gagah was launched (Dec 14, 2012) Both were supposed to be commissioned within six months after their launch at the NGV Tech Sdn Bhd yard in Sinjangkang, Selangor. The ship yard was foreclosed by Maybank soon after Teguh was launched as its owners failed to service their loans. Maybank only gave up the rights to both ships last year.

See full article Malaysian Defence

16 November 2017

KRI Bima Suci Tiba di Jakarta

16 November 2017

Kedatangan KRI Bima Suci di Jakarta (photos : defence.pk)

KRI Dewa Ruci sambut KRI Bima Suci

Jakarta (ANTARA News) - Kapal layar latih tiang tinggi KRI BIma Suci tiba di Jakarta disambut pendahulunya KRI Dewa Ruci di tenggara Pulau Damar, Kepulauan Seribu, Jakarta, Kamis pagi.

KRI Dewa Ruci yang dikomandani Letkol Laut (P) Rahadian Rahmadi, dan membawa 30 purnawirawan TNI Angkatan Laut, bertolak dari JICT II Tanjung Priok pada pukul 05.30 WIB menuju tenggara Pulau Damar, Kepulauan Seribu. 

Satu setengah jam berlalu, KRI Dewa Ruci pun tepat berhadapan dengan KRI BIma Suci. Kedua kapal layar latih tiang tinggi pun saling memberikan penghormatan parade lambung.

Usai prosesi penghormatan parade lambung, KRI Dewa Ruci pun bergerak memandu KRI BIma Suci menuju Dermaga JICT II, untuk menjalani proses sandar di dermaga tersebut. 

Tepat pukul 08.30 KRI Dewa Ruci sandar di dermaga dan disambut atraksi drum band siswa siswi SMP Hang Tuah 2. Berselang sekitar 30 menit kemudian KRI BIma Suci pun sandar di dermaga yang sama untuk menjalani upacara penyambutan oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, dihadiri Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Sopandi dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Kerja.


Kedatangan kapal kelas layar latih Barque itu disambut atraksi sendratari bertajuk "BIma Suci" oleh Sanggar Tari Sasana Budaya. 

KRI BIma Suci dibuat di galangan kapal Construcciones Navales Paulino Freire, Vigo, Spanyol, selama 22 bulan. Kapal bernomor lambung 945 tersebut bertolak ke Indonesia pada 18 September 2017, menyinggahi 9 kota di 5 negara dengan jarak tempuh 11.170 NM.

Kapal yang memiliki panjang 111,20 meter itu dikomandani Letkol Laut (P) Widiyatmoko Baruno Aji dan membawa 171 personel termasuk seorang jurnalis Perum Kantor Berita Antara.

Kapal perangqa1 jenis layar latih KRI BIma Suci akan berada di Jakarta hingga 22 November untuk menggelar ?open ship? sebelum berlayar ke Sabang, untuk mengikuti ?Sail Sabang? dan bertolak menuju Surabaya. 

(Antara)

09 November 2017

Masuki RI, KRI Bima Suci Singgah di Padang

09 November 2017


KRI Bima Suci (photos : JPNN)

Padang jadi daerah pengenalan KRI Bima Suci

Padang (ANTARA News) - Kota Padang, Sumatera Barat, mendapatkan keistimewaan karena menjadi daerah tempat dikenalkannya kapal perang baru milik Indonesia yaitu KRI Bima Suci.

"Direncanakan KRI Bima Suci akan merapat di Dermaga Teluk Bayur Padang, pada 8 November 2017 nanti," kata Pelaksana Harian Kepala Dinas Penerangan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) II Padang Mayo Laut (T) M Ridwan di Padang, Kamis.

Ia mengatakan kapal perang yang akan menggantikan kapal legendaris KRI Dewaruci itu akan bersandar di Padang selama tiga hari 8-11 November 2017.

Saat ini KRI Bima Suci di Padang itu dalam proses penyeberangannya dari negara pembuat yaitu Spanyol ke Indonesia.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) juga dijadwalkan hadir di Padang untuk penyambutan KRI tersebut.



Selain itu juga akan digelar sejumlah kegiatan seperti Open Ship agar masyarakat umum bisa mengenal dan mengetahui kapal, kemudian kunjungan kapal oleh beberapa sekolah di Padang yang akan ditunjuk TNI AL.

Direncanakan juga digelar parade drum band di dalam kota, serta upacara tabur bunga di laut dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional.

Berdasarkan catatan Antara, KRI Bima Suci merupakan kapal layar latih pengganti kapal legendaris KRI Dewa Ruci yang sudah beroperasi sejak 1953. 

KRI Bima Suci adalah kapal layar buatan perusahaan kapal ternama Spanyol yang berlokasi di Kota Vigo, Freire Shipyard. Rancangan teknis kapal layar tiang tinggi ini, memiliki ukuran panjang totalnya 111,20 meter, lebar 13,65 meter, kedalaman draft 5,95 meter, dan tinggi maksimal tiang layar 49 meter dari permukaan dek atas.

Kapal Kelas Bark (Barque) tiga tiang tersebut memiliki 26 layar dengan luas keseluruhan layar 3.352 meter persegi. Ketinggian dek utamanya 9,20 meter dari permukaan laut.

Keistimewaan KRI Bima Suci terletak pada instrumen navigasi pelayarannya yang lebih canggih, instrumen pemurnian air laut menjadi air tawar, hingga alat komunikasi dan data digitalnya.

(Antara)

09 Oktober 2017

KRI Bima Suci Melanjutkan Tradisi KRI Dewa Ruci

09 Oktober 2017


Kapal Latih layar KRI Bima Suci (photo : Oliver)

KRI Bima Suci reinkarnasi roh KRI Dewa Ruci

London (ANTARA News) - Udara mendung menyelimuti Kota Vigo di pantai barat laut Spanyol saat KRI Bima Suci meninggalkan galangan kapal Freire Shipyard, yang memproduksi kapal perang latih Republik Indonesia itu dibuat selama 22 bulan.

Diiringi lambaian tangan masyarakat Kota Vigo, dan Duta Besar RI di Spanyol Yuli Mumpuni, serta komandan KRI Dewa Ruci (2010) Kolonel Laut (P) Suharto maupun pelaut asal Indonesia yang bekerja di kapal penangkap ikan internasional (pasukan gurita) KRI Bima Suci lepas sauh dari dermaga.

Peristiwa bersejarah itu berlangsung tepat pukul tiga sore waktu setempat, 18 September 2017. KRI Bima Suci termasuk kapal layar latih super cangih bagi para taruna.

Ia penerus KRI Dewa Ruci yang dibuat di galangan kapal Stulcken & Sohns, Hamburg, Jerman, pada 1952. Dewa Ruci yang berusia 64 tahun bagaikan prajurit tua memasuki masa pensiun.

Musik drumband yang melantunkan nada lagu "Tanah Air Ku Indonesia" dari geladak kapal dan lambaian tangan para taruna maupun perwira yang berdiri berjajar mengelilingi kapal, KRI Bima Suci pun melego jangkarnya mengarungi lautan menyeberangi Selat Gilbratar.

"Berat suasana hati saat itu, dan semua saya tumpahkan dalam bait puisi biar tidak sedih, walaupun akhirnya tidak tahan juga meliat Bima Suci pergi mengarungi Samudra Atlantik," ujar Suharto, yang tahun 2010 menjadi komandan KRI Dewa Ruci dalam perjalanan ke Eropa.

Ia juga bertugas sebagai Perwira Pendidikan dan Pelatihan (Padiklat) bagi Perwira Pendidikan dan Latihan KRI Bima Suci yang bertanggung menyiapkan materi kurikulum pelatihan, mengatur waktu dan instruktur agar awak kapal dapat menggunakan semua peralatan super cangih hingga mampu berlayar.


Kapal Latih layar KRI Bima Suci (photo : Paola Casoli)

Tagetnya bukan sekadar KRI Bima Suci mengarungi samudera mancanegara dan berlabuh ke rumah di Nusantara, namun kapal itu diharapkan hidup lebih dari 100 tahun ke masa depan.

"Saya menyiapkan dokumen instruksi yang harus dialihbahasakan ke bahasa Indonesia dari bahasa ibu Spanyol. Punya tantangan tersendiri, karena ini akan menjadi pedoman bagi awak saat ini maupun awak berikutnya atau awak generasi baru kelak," ujar Kolonel Laut (P) Suharto.

Ia juga bertindak sebagai instruktur bidang operasi, meliputi bidang navigasi, komunikasi, kebaharian dan khususnya materi bermanuver menggunakan layar.

"Menjadi Komandan KRI Dewaruci bagi saya adalah mujizat sebagai manusia biasa. Memimpin kapal legendaris dengan membawa taruna untuk sebuah pelayaran muhibah dan Kartika Jala Krida sebagai the Little Ambassador, duta bangsa, menjadi kebanggaan tersendiri," katanya, mengenang masa lalu tugasnya.

Apalagi, Suharto bersama Tim 2010 --begitu ia menyebutnya-- menilai telah melibatkan bukan hanya awak kapal dan taruna, tapi juga dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) , masyarakat umum dan wartawan adalah tim yang memiliki hubungan sangat kuat, bahkan sangat terasa hingga saat ini.

Menurut Komandan ke-32 KRI Dewa Ruci itu, silaturahmi Tim 2010 tetap terjalin. Sampai dengan kehadiran KRI Bima Suci sebagai penerus KRI Dewaruci membuat pengalamannya semakin tidak terlupakan secara pribadi. 

"Lihatlah bagaimana warna KRI Bima Suci saat ini? Bagi mereka yang pernah melihat KRI Dewaruci pada tahun 2010, maka kita akan melihat roh, aura, KRI Dewa Ruci yang sama persis," ujarnya.

Ia menimpali, "Suatu kebanggaan bagi saya sebagai salah seorang personel satgas adalah dari empat Komandan KRI Dewaruci yang langsung mengawasi pembangunan KRI Bima Suci. Saya lah yang komplit selama 23 bulan."

Sementara itu, Laksamana Pertama TNI Didin Zainal Abidin (Komandan ke-28 Dewa Ruci) hanya bertugas 12 bulan, Laksma TNI Sutarmono (Komandan ke-30) selama 11 bulan,  kemudian Letkol Laut (P) Widiyatmoko Baruno Aji (Komandan ke-35) selama tujuh bulan berada di Vigo.


Kapal Latih layar KRI Bima Suci (photo : Oliver)

Kebanggaan lain yang tidak kalah pentingnya bagi Suharto adalah Komandan KRI Bima Suci pertama kali ini tercatat menjadi perwira pelaksana (Palaksa) KRI Dewa Ruci saat di bawah komandonya.

"Bahkan, secara total awak KRI Bima Suci diawaki lebih dari 50 persen personel ketika saya memimpin KRI Dewaruci periode 2009--2011," ujarnya menambahkan.

Palaksa/Wakil Komandan KRI Bima Suci Mayor Laut (P) M. Sati Lubis kepada ANTARA News saat kapalnya berlabuh di Civitavecchia, Roma, Italia, mengemukakan bahw pelabuhan itu menjadi lokasi pertama yang disinggahi setelah lego jangkar di Kota Vigo, Spanyol, dan mulai berfungsi sebagai kapal latih bagi para taruna dilahirkan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dilahirkan.

KRI Bima Suci yang menjadi penerus KRI Dewa Ruci, dikemukakannya, memang jauh berbeda dalam hal peralatan, misalnya dalam hal penyulingan air laut yang asin menjadi air tawar.

"Bahkan, dari pancuran keran air bisa langsung diminum," ujarnya. Ia pun mengajak berkeliling KRI Bima Suci saat menambatkan jangkarnya di kota wisata Civitavecchia.

Selama empat hari, 28 September hingga 1 Oktober 2017, KRI Bima Suci membuat takjub wisatawan mancanegara, termasuk mereka yang mengikuti kapal pesiar berbadan besar, di kawasan kota pelabuhan Italia.

"Saat KRI Bima Suci bersandar berdampingan dengan kapal tiang panjang yang milik Amerika, kami malah merasa bangga," ujar Sati Lubis.

Ia menambahkan bahwa alat latih yang ada di Bima Suci termasuk tercangih di dunia dibandingkan dengan kapal tiang panjang sejenis.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Duta Besar RI untuk Italia dan Malta Esti Andayani pun saat acara malam pesta menyambut KRI Bima Suci tidak habis-habisnya memuji kecangihan kapal yang memiliki layar di 26 tiangnya.

Ruangan diskusi bagi taruna berbagi ilmu terasa mewah lantaran dilengkapi sofa layaknya di kapal pesiar lengkap dengan bar. Kamar tidur lengkap dengan kamar mandi serta dapur yang dapat melayani makan pagi- siang maupun malam bagi seluruh awaknya. 

Dalam perlayaran selama 10 hari dari Vigo menuju Civitavecchia, KRI Bima Suci tidak mengalami hambatan apapun.


Kapal Latih layar KRI Bima Suci (photo : JR Montero)

Simbol sejarah Indonesia-Spanyol

KRI Bima Suci yang diresmikan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi pada 18 September 2017 adalah simbol sejarah hubungan baik Republik Indonesia dan Kerajaan Spanyol.

Dubes RI di Madrid Yuli Mumpuni Widarso, yang ikut mengawal pembangunan KRI Bima Suci, menyampaikan antusiasme masyarakat Vigo saat peluncurannya.

Hal itu, menurut dia, menunjukan bahwa masyarakat Vigo sangat bangga dan merasa memiliki kapal yang dibangun di galangan kapal Freire, galangan kapal terbesar dan tertua di Vigo.

Sebagian besar masyarakat Vigo terlibat secara langsung dalam proses pembangunan KRI Bima Suci, sehingga Yuli mengharapkan seluruh awak, terutama taruna kapal latih militer RI itu hendaknya tetap mengingat simbol bersejarah dari hubungan persahabatan yang sangat kuat antara Indonesia dan Spanyol.

"Kiranya hubungan persahabatan yang bersejarah tersebut terus diperkuat dengan mengundang taruna Armada Spanyol untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan di KRI Bima Suci, maupun memasukan Pelabuhan Vigo dalam setiap muhibahnya ke Eropa," ujar diplomat karir Kementerian Luar Negeri RI yang pernah bertugas di Prancis dan Aljazair itu.


Kapal Latih layar KRI Bima Suci (photo : Oliver)

Ungkapan senada juga disampaikan Walikota Vigo, Abel Caballero, yang menyatakan KRI Bima Suci juga kebanggaan masyarakat Vigo yang selama 22 bulan terakhir mengikuti perkembangan pembangunan kapal yang merupakan kapal layar tiang tinggi terbesar dan termodern yang pernah dibuat di Vigo. 

Ia juga menyambut baik harapan Dubes RI bahwa KRI Bima Suci yang lahir di Vigo tidak akan pernah melupakan tempat kelahirannya, dan akan singgah lagi di Vigo dalam misi pelayaran muhibah mengarungi samudera luas dunia.

Bila KRI Dewa Ruci memiliki panjang 58 meter, lebar sembilan (9) meter, tinggi 33 meter, sedangkan KRI Bima Suci panjangnya 111,20 meter, lebar 13,50 dan tinggi 52 meter.

KRI Bima Suci memiliki anjungan latih untuk taruna dilengkapi peralatan simulator navigasi, sehingga taruna dapat berlatih seolah-olah berlayar, walaupun kapal sedang sandar. Peralatan multimedia bersistem teknologi informasi turut melengkapinya.

Bahkan, peralatan multimedia itu dapat menampilkan data yang dibutuhkan tentang pelajaran, ensiklopedia, hingga hiburan menonton film, karaoke, dan visualisasi kebudayaan Indonesia. 

Sistem multimedia itu terhubung di semua ruangan, yang bisa dinikmati setiap saat oleh siapapun, termasuk taruna, peralatan navigasi dan elektronika lainnya, menggunakan teknologi terbaru sesuai standar Organisasi Maritim Internasional (IMO).

KRI Bima Suci dilengkapi pula peralatan yang ramah lingkungan berstandar IMO dan Maritime Pollution (Marpol) terhadap limbah minyak, limbah sampah organik/non-organik, maupun polusi udara. Akomodasi personel tersedia untuk 203 orang, termasuk satu kamar bagi tamu sangat-sangat penting (very-very important person/VVIP) atau setingkat Presiden.


Kapal Latih layar KRI Bima Suci (photo : Oliver)

Di kapal tersebut juga dilengkapi ruang publik, terdiri atas ruang rekreasi yang dapat difungsikan untuk pesta dalam ruang dan koktil, mampu menampung 37 kursi, dan 100 orang berdiri, serta Salon Komandan sebagai lokasi khusus Komandan KRI Bima Suci menerima tamu penting dan bisa dijadikan tempat rapat terbatas 12 orang.

Ruang perwira, sebagai tempat makan seluruh perwira, dapat difungsikan sebagai tempat rapat berkapasitas 22 tempat duduk. Ruang kelas gabungan memiliki 92 kursi, berfungsi sebagai ruang kelas gabungan, ruang pertemuan, ruang makan taruna, telekonferensi bersistem multimedia. 

Ruang kelas itu dapat dibagi menjadi tiga kelas kecil dengan kapasitas 60 orang, 16 orang, serta ruang taruna sebagai lokasi rekreasi dalam ruangan. 

Selain itu, KRI Bima Suci dilengkapi tempat rekreasi pengasuh/instruktur, rekreasi bintara/tamtama, tempat rekreasi anggota kapal (non-perwira), ruang makan bintara/tamtama.

KRI Bima Suci dilengkapi dengan ruang kesehatan  dengan peralatan untuk operasi bedah ringan dan gigi, serta ruang perawatan dan ruang pemulihan, selain ada pula gudang bahan makanan sebanyak empat ruang untuk daging, ikan, sayur dan bahan makanan kering untuk 30 hari di laut.

Peralatan lift untuk memindahkan bahan makanan dan makanan jadi secara vertikal dari gudang di geladak/dek paling bawah ke dapur di geladak tengah hingga ke geladak utama paling atas juga ada di KRI Bima Suci.

(Antara)