31 Juli 2026

TNI AL dan Russian Navy Berlatih VBSS Hingga Tembakkan Meriam 76 pada Sea Phase Exercise Orruda 2026

31 Juli 2026

KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dan Soversenny-333 pada Exercise Orruda 2026 di perairan Vladivostok, Rusia (photos: TNI AL)

Jakarta --- TNI AL bersama Russian Navy sukses melaksanakan sea phase pada Exercise Orruda 2026 yang digelar di perairan Vladivostok, Rusia, pada 29–30 Juli 2026. Latihan ini menjadi wujud komitmen kedua negara dalam meningkatkan kerja sama bilateral dan militer kedua negara.


Latihan melibatkan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dari TNI AL dan kapal perang Soversenny-333 dari Russian Navy. Kedua kapal juga didukung unsur udara masing-masing, yakni Helikopter Panther HS-1310 milik TNI AL dan Helikopter Kamov KA-28 milik Russian Navy.


Pada hari pertama, Selasa (29/7), kegiatan diawali dengan Leaving Harbour, sebelum kedua kapal melaksanakan Join Maneuver Exercise untuk menguji kemampuan olah gerak dan formasi di laut. Selanjutnya, prajurit kedua negara menggelar Boarding Exercise atau latihan pemeriksaan dan penguasaan kapal atau Visit Board Search and Seizure (VBSS).


KRI I Gusti Ngurah Rai-332 juga menembakkan meriam-76 saat melaksanakan Gunnery Exercise. TNI AL dan Russian Navy juga menggelar latihan anti drone atau Counter Action Againts UAV Exercise serta SAR dan latihan pertahanan Udara.


Memasuki hari kedua, Rabu (30/7), seluruh rangkaian latihan ditutup dengan Farewell Formation, yaitu manuver unsur sebagai penutup Exercise Orruda 2026 sekaligus simbol eratnya hubungan persahabatan antara TNI AL dan Russian Navy.


Keberhasilan pelaksanaan Exercise Orruda 2026 mencerminkan semakin eratnya hubungan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Rusia, khususnya di bidang keamanan maritim.


Selain meningkatkan interoperabilitas dan kemampuan operasional, latihan ini juga memperkuat diplomasi pertahanan melalui interaksi langsung antarprajurit, pertukaran pengalaman, serta pembangunan rasa saling percaya dalam menghadapi tantangan keamanan maritim di masa mendatang.

PTDI Serahkan NC212i Ke-8 Versi Troop Transport, Rainmaking, dan Camera untuk TNI AU

31 Juli 2026

PT DI menyerahkan NC212i unit ke-8 kepada TNI AU (photos: PT DI)

Bandung – PTDI kembali melaksanakan pengiriman 1 (satu) unit pesawat NC212i dengan konfigurasi khusus untuk misi Troop Transport, Rainmaking & Camera sebagai bagian dari pemenuhan kontrak pengadaan 9 unit NC212i dengan Kemhan RI untuk end user TNI AU. Pesawat NC212i unit ke-8 yang dikirimkan hari ini telah melaksanakan ferry flight dari hanggar Delivery Center PTDI, Bandung menuju Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. Hal ini merupakan komitmen PTDI dalam mendukung penguatan kesiapan operasional TNI AU melalui penyediaan pesawat yang sesuai dengan kebutuhan misi.


Pesawat NC212i berkonfigurasi Troop Transport, Rainmaking & Camera dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan operasional, mulai dari angkut personel, pelaksanaan operasi weather modification, hingga misi foto udara. Konfigurasi khusus ini mencerminkan fleksibilitas platform NC212i yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, sehingga mampu menjalankan beragam misi secara efektif. Guna meningkatkan performa dan kenyamanan operasional, pesawat NC212i ini juga telah dilengkapi dengan baling-baling MTV-27 produksi MT Propeller, Jerman, yang telah tersertifikasi oleh EASA. Baling-baling tersebut menawarkan berbagai keunggulan, antara lain tingkat kebisingan yang lebih rendah, performa yang lebih stabil saat pesawat beroperasi dengan single engine pada ketinggian, serta proses engine start yang lebih halus tanpa menimbulkan hentakan. Didukung kompatibilitas yang telah teruji dengan mesin Honeywell TPE331, baling-baling MTV-27 mampu meningkatkan performa pesawat dengan tingkat getaran dan kebisingan yang lebih rendah, sehingga memberikan kenyamanan dan efisiensi operasional yang lebih baik.


Dalam kesempatan tersebut, Direktur Produksi PTDI, Dena Hendriana beserta tim program NC212i meninjau langsung persiapan pesawat dengan tail number AX-2135 yang selanjutnya akan dioperasikan oleh Skadron Udara 4, Malang. Pesawat yang diterbangkan oleh Letkol Pnb Andika Ardyagana sebagai Pilot in Command Ferry, serta Kapten Irvan Fajar sebagai Copilot.

Menhan Khaled Nordin Kunjungi KETECH Asia, Perkukuh Industri Tempatan

31 Juli 22026

Kunjungan Khaled Nordin ke KETECH Asia di Pahang (photos: Khaled Nordin)

Mengadakan lawatan industri ke kilang peluru KETECH Asia Sdn Bhd di Kuala Lipis, Pahang. KETECH Asia merupakan syarikat pengeluar peluru tempatan yang dapat memenuhi keperluan peluru negara, sekali gus mengurangkan kebergantungan kepada import dan menjimatkan perbelanjaan negara bagi perolehan peluru.


KETECH Asia kini mengeluarkan peluru berkaliber 5.56mm dan 9mm yang memenuhi piawaian global berasaskan standard NATO.


Satu lagi kejayaan usaha membangunkan indastri pertahanan negara.

Indonesia Berencana Akuisisi Tambahan Fregat dan Kapal Selam Baru dari Italia

31 Juli 2026

Kapal selam U212 NFS (image: Occar)

Indonesia dilaporkan berencana untuk mengakuisisi satu kapal fregat serbaguna PPA dan satu kapal selam U212 NFS dari inventaris Angkatan Laut Italia (Marina Militare), keduanya dibangun oleh Fincantieri. Jika diselesaikan, kedua platform tersebut diharapkan akan dikirimkan pada akhir tahun 2027 atau awal tahun 2028.

PPA adalah kapal perang multiperan yang sangat mumpuni yang dirancang untuk pertahanan udara, peperangan anti-kapal selam, peperangan anti-kapal permukaan, dan misi keamanan maritim. 

Kapal PPA ketiga direncanakan untuk diakuisisi (photo: Seaforces)

Sementara U212 NFS adalah salah satu kapal selam konvensional tercanggih di dunia, dilengkapi dengan Sistem Propulsi Independen Udara (AIP) untuk daya tahan bawah air yang lebih lama dan peningkatan kemampuan siluman.

Akuisisi yang dilaporkan ini menyoroti upaya berkelanjutan Indonesia untuk memodernisasi angkatan lautnya dengan cepat di tengah meningkatnya tantangan keamanan di Indo-Pasifik.

30 Juli 2026

Australian Steel to Support Virginia-class Submarine Construction

30 Juli 2026

Steel manufacturing at Bisalloy Steel, Australia (photo: Bialloy Steel)

Australian-made submarine grade steel will be used in the build of United States (US) Navy Virginia-class submarines for the first time, demonstrating the growing contribution Australian industry is making to the trilateral submarine industrial base under AUKUS. 

Bisalloy Steel has received a purchase order from US shipbuilder General Dynamics Electric Boat (GDEB) valued at approximately US$2 million for HY80 steel plate to support the production and construction of Virginia-class submarines. The order highlights the world-class capabilities of Australia’s manufacturing sector and reflects the growing integration of Australian industry into allied submarine supply chains.

This milestone contributes to the Albanese Government's commitment to growing Australian industry participation in AUKUS and strengthening Australia's sovereign industrial capability.

The landmark order follows Bisalloy’s successful qualification to the US Navy's rigorous structural steel standards through the Australian Government’s Defence Industry Vendor Qualification (DIVQ) Program. The DIVQ Program is helping Australian companies enter US submarine supply chains while strengthening Australia’s sovereign industrial capability.

The qualification process involved close collaboration between Bisalloy, BlueScope, the Australian Submarine Agency, GDEB and the US Direct Reporting Portfolio Manager for Submarines, to demonstrate Australian industry's ability to meet the stringent standards required for submarine construction.

Virgina class submarine in the production line at US shipbuilder General Dynamics Electric Boat. Under AUKUS pact, Australia will receive three Virginia class submarine ex US Navy  (photo: GDEB)

BlueScope manufactures the raw steel plate, while Bisalloy undertakes the specialised processing and heat treatment required to produce submarine-grade HY80 steel.

The US continues to expand capacity within its submarine industrial base and has identified steel supply as a key industrial priority. Australian industry participation supports this effort, strengthens resilience across the trilateral submarine industrial base, and creates new opportunities for local manufacturers.

The order will provide valuable production experience for Australian industry and position Australian companies to compete for future opportunities. It also demonstrates how AUKUS is delivering tangible benefits for Australian industry, supporting skilled jobs and building the industrial capability needed to underpin Australia’s nuclear-powered submarine program.

Quotes attributable to Minister for Defence Industry Pat Conroy
"This is a significant AUKUS milestone and a proud moment for Australian industry.

"For the first time, Australian-made steel will be used in the construction of US Virginia-class submarines, demonstrating the world-leading capabilities of our manufacturing sector and the growing contribution Australian industry is making to allied defence capability.

"This is exactly what AUKUS is designed to achieve. With this initial order, the AUKUS program is creating tangible opportunities for Australian industry while lifting their technical standards. It is supporting local workers and businesses, and building the industrial capability that will underpin Australia's future nuclear-powered submarine enterprise."

TNI AU dan RSAF Perkuat Kerja Sama Penggunaan Air Weapons Range Siabu

30 Juli 2026


Air Weapon Range Siabu, Kampar, Riau (image: GoogleMaps)

TNI AU -- TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Republic of Singapore Air Force (RSAF) memperkuat kerja sama pertahanan udara melalui 1st Siabu Air Weapon Range (SAWR) Joint Working Group (JWG) yang berlangsung di Singapura pada 19–20 Juli 2026. Pertemuan tersebut menghasilkan pengesahan Terms of Reference (ToR) sebagai dasar mekanisme penggunaan bersama Air Weapons Range (AWR) Siabu guna mendukung pelaksanaan latihan air-to-ground RSAF.

Kerja sama ini merupakan bagian dari hubungan pertahanan Indonesia dan Singapura yang berkembang secara bertahap dan berkesinambungan, berlandaskan semangat good neighborliness serta kepentingan bersama dalam menjaga stabilitas kawasan. 

Melalui skema yang bersifat mutually beneficial, TNI AU membuka peluang penggunaan bersama AWR Siabu untuk mendukung peningkatan kemampuan latihan udara kedua angkatan udara. 

ToR SAWR JWG ditandatangani oleh Kolonel Pnb Tubagus Hasan A., M.Han., Paban I/Ren Sopsau, selaku perwakilan TNI AU, dan Colonel Jeffrey Ng, Head PiXEL RSAF. Delegasi TNI AU dipimpin Waasops Kasau Marsma TNI M. Satriyo Utomo, S.H., M.H., sementara delegasi RSAF dipimpin Colonel Jeffrey Ng.

Melalui kerja sama tersebut, TNI AU dan RSAF diharapkan terus memperkuat hubungan pertahanan udara yang saling menguntungkan serta mendukung stabilitas kawasan.

(TNI AU)

Alloy-hulled Patrol Boat Launched for Military Region 9

30 Juli 2026

Launching ceremony of a combined patrol and troop transport vessel at X-55 Shipyard (photo: CTV)

On July 24th, at the X55 Factory (Logistics and Engineering Department, Navy), the launching ceremony took place for the third ST-294 aluminum alloy hull patrol and troop transport vessel, which will be equipped for Military Region 9.

Major General Nguyen Van Tien - Deputy Commander of Military Region 9, along with other branches of the armed forces, participated in the launching ceremony.

This is a newly built ship equipped for Military Region 9 - an area considered to have a crucial strategic position in terms of economy , society, national defense, security, and foreign relations in the Southwest region of the country, playing a key role in the overall national defense posture.

After completion and commissioning, the ST-294 No. 3 vessel will undertake important tasks, including participating in training and combat readiness, contributing to the firm protection of the sacred sovereignty of the nation's seas, islands, and continental shelf.

ST-294 No. 3 vessel during launched ceremony (photo: VOV)

The ship participates in transporting troops, equipment, logistical supplies, and technical support to the islands; at the same time, it also has the task of participating in search and rescue operations and maintaining security and order in the military region.

This is the central political task of the X55 Factory, so the forces have been determined and made every effort to overcome all difficulties to accelerate the construction progress and deliver the ships on schedule.

Throughout the shipbuilding and completion process, the shipyard received guidance and attention from the Command Headquarters, the General Staff, the Logistics and Technical Department, the Construction Supervision Team, and agencies and units under Military Region 9. The Military Ship Registration Center, the Naval Engineering Institute, and the design consulting unit closely supervised the technological process, ensuring compliance with the approved design.

Ship ST-294 No. 3 has completed the basic installation of equipment and is ready for launch. After the launching ceremony, the ship will continue to undergo finishing stages and acceptance testing according to the proper procedures before being officially handed over to Military Region 9.

(TuoiTre)

29 Juli 2026

Russia Offers Su-57E and Il-78MK-90A Tankers for Indonesia's Needs in 2025-2030

 29 Juli 2026

Il-78MK-90A tanker aircraft (photo: Aleksandr Guk)

Russia received a request from Indonesia for the supply of weapons and military equipment for the period from 2025 to 2030, the 1Prime agency reported.

Rosoboronexport's proposals include the 5th-generation Su-57E and 4++ generation Su-35 aircraft, as well as Il-78MK-90A refueling aircraft, Ka-52E helicopters, Mi-17 aircraft, and drones.

The armored vehicles include the Sprut light amphibious tank and the BMP-3F, submarines and coastal ships, the latest air defense systems - the S-400 Triumph and S-350E Vityaz air defense systems, the Pantsir-S1M air defense missile and gun system, the Verba MANPADS, and counter-drone systems.

The proposal is currently being worked on, the agency clarified.

Russia has been one of Indonesia's key partners since Soviet times. In recent decades, the country has received Su-27 and Su-30 MK/MK2 fighter jets, Mi-35 and Mi-17 helicopters, BMP-3F infantry fighting vehicles, and BTR-80A armored personnel carriers.

(1Prime)

Uji Coba Rudal SM-2 di Darat Australia Dapat Mengubah Rencana Pertahanan Udara Jarak Menengah ADF

29 Juli 2026

Rudal SM-2 Standard dengan jarak jangkau 90 mil laut atau setara 167 kilometer saat ini merupakan inventori Royal Australian Navy (photo: Aus DoD)

Peluncuran darat pertama SM-2 dapat menawarkan jalan bagi Canberra untuk memperluas kemampuan pertahanan rudalnya dengan mengadaptasi sistem yang sudah digunakan di seluruh ADF.

Angkatan Pertahanan Australia (ADF) telah berhasil menguji coba rudal pertahanan udara angkatan laut Standard SM-2 yang diluncurkan dari darat sebagai "opsi kandidat" yang tak terduga untuk solusi pertahanan udara jarak menengah berbasis darat di masa depan.

Sistem Peluncuran Ekspedisi Derringer jarak jauh yang dipasang di atas trailer untuk meluncurkan rudal SM-2 Standard (photo: Aus DoD)

Uji tembak langsung, yang berlangsung bulan lalu di Woomera Range Australia, menunjukkan SM-2 menghancurkan target rudal jelajah BGM-74E selama Latihan Taipan Strike 26.

Ini adalah penggunaan pertama RIM-66 Standard SM-2 dalam peran darat, meskipun rudal SM-3 yang terkait erat digunakan bersama dengan Aegis di instalasi Aegis Ashore di Rumania, Polandia, dan Jepang.

TUDM Perkuat Intermediate Level Maintenance (ILM) Support FA-50M Melalui Perjanjian STIA dengan KAI

29 Juli 2026

Penandatanganan ILM Support bagi FA-50M TUDM (photo: TUDM)

KUALA LUMPUR – Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) dan Korea Aerospace Industries (KAI) telah melangsungkan Majlis Menandatangani Second Tier ICP Agreement (STIA) bagi Project No. 1: FA-50M Intermediate Level Maintenance (ILM) Support bertempat di Hotel Ritz-Carlton, Kuala Lumpur.

Majlis tersebut telah disempurnakan oleh Asisten Ketua Staf Kejuruteraan, Mej Jen Muhd Aznor bin Hj Md Ghazali TUDM, yang mewakili TUDM, bersama Mr. Jo Hyunjun, Director and Head of Asia Marketing, yang mewakili Syarikat KAI.

Turut hadir ialah Timbalan Asisten Ketua Staf Perancangan dan Pembangunan, Brig Jen Mohd Faizal bin Abu Bakar TUDM; Pengarah Materiel, Kol Ramli bin Hj Endut TUDM; Pengarah Pembangunan Kejuruteraan, Lt Kol Saiful Nubli bin Abdul Ghani TUDM; KPSU Unit ICP Darat/Udara Bahagian Industri Pertahanan (BIP), Lt Kol Mohamad Saifuddin bin Surip TUDM; serta Mr. Michael Park, Malaysia ICP Team Leader dari KAI.

Majlis menandatangani STIA ini merupakan salah satu inisiatif di bawah Industrial Collaboration Program (ICP) bagi kontrak perolehan pesawat FA-50M bersama Syarikat KAI. Objektif utama pelaksanaan ICP ini adalah untuk membangunkan keupayaan Intermediate Level Maintenance (ILM) secara in house di Cawangan Kejuruteraan Pangkalan Udara Kuantan.

M58-01, pesawat FA-50M TUDM yang pertama (photo: TUDM)

Melalui inisiatif ini, TUDM akan diperkasakan dengan keupayaan menyelenggara empat sistem utama pesawat yang merangkumi wheel and brake system, gun system, alternate mission equipment (AME) dan avionics system. Kesemua keupayaan tersebut dijangka mula beroperasi sepenuhnya sebelum ketibaan pesawat FA-50M pada Oktober nanti.

Dalam ucapannya, Mr. Jo Hyunjun menzahirkan komitmen penuh KAI untuk memastikan program ini mencapai objektif yang telah ditetapkan. Beliau turut menegaskan bahawa syarikat KAI akan terus memberikan sokongan teknikal secara berterusan bagi memastikan pengoperasian pesawat FA-50M dapat dilaksanakan secara optimum.

Sementara itu, Asisten Ketua Staf Kejuruteraan menegaskan bahawa pemeteraian Second Tier ICP Agreement (STIA) ini bukan sekadar satu dokumentasi, malah merupakan manifestasi kepada perkongsian strategik yang kukuh antara TUDM dan KAI. Beliau turut menyatakan bahawa pembangunan keupayaan penyelenggaraan secara dalaman merupakan langkah proaktif TUDM ke arah self reliance dalam aspek penyelenggaraan aset.

Secara keseluruhannya, pelaksanaan Industrial Collaboration Program (ICP) ini dijangka mampu mengurangkan kebergantungan TUDM terhadap perkhidmatan luar bagi kerja-kerja penyelenggaraan. Langkah strategik ini bukan sahaja akan menjimatkan masa pembaikan sistem, malah memastikan rantaian logistik yang lebih efisien serta meningkatkan kesiagaan aset pertahanan negara, selaras dengan aspirasi Pelan Pembangunan Keupayaan TUDM 2055 (CAP55).

Singapura Jajaki Kemungkinan Keterlibatan dalam Program GCAP-Pesawat Tempur Generasi Keenam

29 Juli 2026

Rancangan propulsi GCAP (image: GCAP Consortium)

Singapura telah memulai diskusi awal mengenai kemungkinan keterlibatan dalam Global Combat Air Programme (GCAP), demikian informasi yang diperoleh Janes dari sumber yang dekat dengan masalah tersebut.

Namun, Janes memahami bahwa pembicaraan saat ini masih dalam tahap penjajakan, dan belum ada keputusan yang dibuat oleh pemerintah Singapura untuk menjadi peserta dalam program tersebut.

Namun demikian, perkembangan ini menandai indikasi pertama yang diketahui bahwa Singapura secara resmi sedang meneliti potensi keterkaitan dengan program tersebut, yang dikembangkan bersama oleh Inggris, Jepang, dan Italia untuk menghadirkan kemampuan udara tempur generasi berikutnya mulai tahun 2035.

Tampak depan GCAP (image: MWM)

Program GCAP menyatukan mitra pemerintah dan industri dari ketiga negara tersebut, dan dianggap sebagai salah satu dari dua inisiatif pesawat tempur generasi keenam terkemuka di dunia bersama dengan proyek Next Generation Air Dominance (NGAD) AS.

Detail teknis mengenai badan pesawat yang akan diproduksi masih minim, tetapi model konsep yang telah diungkapkan oleh mitra GCAP sejauh ini di pameran udara besar menunjukkan desain dengan ekor ganda miring, tata letak sayap-badan yang lebar dan menyatu, serta susunan mesin ganda.

Selain pengembangan pesawat berawak, GCAP bertujuan untuk menghadirkan ekosistem pertempuran udara yang lebih luas yang menggabungkan sensor canggih, teknologi yang didukung kecerdasan buatan, dan kemampuan untuk beroperasi bersama sistem otonom dan tanpa awak.

Mock up GCAP dalam pameran DSEI 2025 (photo: Tim Robinson)

Pembicaraan awal ini konsisten dengan pendekatan Singapura yang telah lama diterapkan terhadap akuisisi pertahanan utama.

Alih-alih berkomitmen lebih awal pada suatu program, Kementerian Pertahanan Singapura (MINDEF) secara historis telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mengevaluasi teknologi, peluang industri, dan implikasi strategis jangka panjang sebelum membuat keputusan pengadaan.

Pendekatan itu terlihat jelas dalam perjalanan Singapura menuju akuisisi Lockheed Martin F-35.

28 Juli 2026

Australia Launched Cargo UAV from C-130J Hercules for The First Time

28 Juli 2026

Detail of Aladdin cargo UAV (photos: Aus DoD)

Drone launch marks innovation milestone
The successful launch of an air delivery drone, known as Aladdin, from a C-130J Hercules has demonstrated how emerging technologies can be rapidly integrated into Air Force capability.

Conducted during Exercise Jericho Dawn in Cultana, South Australia, the launch marked a milestone for Air Force innovation by moving a prototype capability beyond the laboratory and into a military operating environment. 

As technology advances at an unprecedented pace, maintaining a competitive edge depends on Defence’s ability to quickly identify, test and field new capabilities. The successful integration of Aladdin represents a tangible step towards that objective.


Exercise Jericho Dawn aimed to speed up the transition of new technologies from concept to operational use. To achieve this, the exercise brought together Air Force, industry and academia to test a range of maturing systems in realistic field conditions. 

Officer in Charge of Exercise Jericho Dawn Wing Commander Keirin Joyce said the exercise existed to challenge conventional approaches and rapidly explore solutions to emerging capability needs.

“Air Force, like any service, has gaps and opportunities that it needs to tackle every year and that’s Jericho’s job to identify those gaps, identify where there are opportunities and to go challenge them,” Wing Commander Joyce said.


The centrepiece of the activity was Aladdin. 

'Aladdin brings a whole range of new capabilities to Defence and potentially into the civil sector for search and rescue, disaster relief, military resupply, tactical resupply and support to land elements.'

Launched from the back of a C-130J Hercules, Aladdin is a low-cost uncrewed aerial system. It is capable of delivering up to 35 kilograms of communication equipment, relief supplies and other critical payloads with pinpoint accuracy on land or at sea.
 

Stabilising mid-air and landing safely, Aladdin demonstrated its ability to deploy from a military platform and deliver supplies in austere environments. 

Being no bigger than a wheelie bin, this capability has the potential to solve a growing operational challenge – delivering critical supplies across increasingly contested and logistically complex places. 

Wing Commander Paul Hay, rapid capability development project manager for Aladdin, said the system created new options for commanders while reducing pressure on high-demand assets.


“Aladdin brings a whole range of new capabilities to Defence and potentially into the civil sector for search and rescue, disaster relief, military resupply, tactical resupply and support to land elements,” Wing Commander Hay said.

“It also enables us to autonomously land parts on a ship underway at sea.”

For Exercise Jericho Dawn, this outcome represented more than the successful launch of a drone. It demonstrated the increasingly important ability to integrate and operationalise innovation to ensure the future force adapts as quickly as the strategic environment demands.

Pengadaan Jembatan Taktis untuk TDM Berjalan Sesuai Jadwal, Diperkirakan Diterima 2028

28 Juli 2026

Sistem Jembatan Taktis Tentera Darat Malaysia (TDM) (photo: AirTimes)

Kementerian Pertahanan telah mengumumkan bahwa pengadaan Sistem Jembatan Taktis untuk Tentera Darat Malaysia (TDM) sedang dilaksanakan sesuai jadwal, dengan aset tersebut diharapkan diterima pada April 2028.

Menteri Pertahanan Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin mengatakan proyek ini termasuk dalam pengadaan yang disetujui di bawah Rencana Pembangunan Berkelanjutan Keempat (RP4), Rencana Malaysia Kedua Belas (Rencana Malaysia ke-12) Tahun 2024 dengan alokasi maksimal sebesar RM280 juta.

Kapal Patroli Kelas T-994 Thailand Menerima Sentinel 30 RWS

28 Juli 2026

Sentinel 30 stasiun senjata kendali jarak jauh dari EM&E Group (photo: EM&E)

Kapal patroli pantai kelas T-994 kelima Thailand telah dilengkapi dengan stasiun senjata kendali jarak jauh (RCWS) naval Sentinel 30.

Sebuah video Angkatan Laut Kerajaan Thailand (RTN) yang baru-baru ini dirilis yang menandai berakhirnya Latihan ‘CARAT Thailand’ 2026 telah memberikan konfirmasi visual bahwa senjata tersebut telah dipasang pada kapal, yang memiliki nomor panji 998.

Meskipun kapal tersebut bukan peserta dalam latihan bilateral yang dipimpin Angkatan Laut AS, kapal tersebut dapat dilihat di latar belakang rekaman saat berlabuh di Pangkalan Angkatan Laut Sattahip.

Mengingat bahwa kapal kelas T-994 keempat dan kelima diperoleh secara berpasangan dan tercakup dalam program pengadaan persenjataan yang sama, kemungkinan besar kapal sejenis dengan nomor panji 997 juga telah menerima instalasi Sentinel 30.

Sentinel 30 remotely weapon station (RWS) terpasang di kapal patroli T-998 (photo: RTN)

Janes telah menghubungi RTN untuk konfirmasi tetapi belum menerima tanggapan pada saat publikasi.

Perusahaan pertahanan Spanyol, EM&E Group, mengumumkan pada Februari 2025 bahwa mereka telah mendapatkan kontrak untuk memasok dua sistem RCWS angkatan laut Sentinel 30 kepada RTN.

Menurut perusahaan tersebut, setiap sistem terintegrasi dengan senapan rantai Mk44 Bushmaster II 30 mm dan sistem pembidik elektro-optik yang menyediakan fungsi pengendalian tembakan dan akuisisi target.

Kapal patroli T-998 dan T-997 (photo: RTN)

Setiap dudukan dilengkapi dengan dua kotak penyimpanan amunisi yang menyediakan kapasitas gabungan 200 butir amunisi, dan mendukung amunisi 30 mm konvensional dan amunisi ledakan udara yang dapat diprogram.

Kapal kelas T-994 merupakan bagian dari Skuadron Penjaga Pantai Angkatan Laut Kerajaan Thailand (RTN) dan terutama digunakan untuk operasi keamanan maritim di perairan pesisir Thailand.

Misi-misi ini meliputi patroli maritim, perlindungan perikanan, operasi anti-penyelundupan, dan kegiatan anti-pembajakan.

27 Juli 2026

KRI Pulau Fani-731 Latihan Penembakan Meriam 20 MM Searanger

27 Juli 2026

Latihan penembakan meriam 20 mm Searanger buatan Rheinmetall (photos: TNI AL)

TNI AL. Koarmada II -- KRI Pulau Fani (PFN)-731 melaksanakan penembakan Meriam 20 MM Searanger dalam rangka uji fungsi amunisi kaliber 20x128 MM di perairan utara Pulau Jawa, Selasa (21/7). Kegiatan ini merupakan bagian dari pengujian untuk memastikan performa, keandalan, dan efektivitas amunisi sebagai upaya mendukung kesiapan sistem senjata TNI Angkatan Laut.


Pelaksanaan uji fungsi menggunakan sasaran Tomatto Killer dan ditinjau langsung oleh Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Laut (Kadislitbangal) Laksamana Pertama TNI Danny Hotler Bahtera yang onboard di KRI Pulau Fani-731. Turut hadir dalam kegiatan tersebut tim dari Dissenlekal, Dislitbangal, serta Labinsen.


Dalam pelaksanaannya, penembakan dilakukan menggunakan tiga metode, yaitu single, rapid, dan burst, dengan total 20 butir amunisi yang ditembakkan. Seluruh rangkaian uji fungsi berjalan dengan aman, lancar, dan berhasil sesuai parameter yang telah ditetapkan.


Keberhasilan pelaksanaan uji fungsi ini menjadi salah satu bentuk komitmen TNI Angkatan Laut khususnya Koarmada II dalam memastikan kesiapan alutsista beserta sistem persenjataannya tetap berada pada kondisi optimal.

Josefa Slipways Inc. Mulai Membangun Tugboat Ketiga untuk Angkatan Laut Filipina

27 Juli 2026

Pembangunan kapal tunda ketiga (tugboat) untuk Angkatan Laut Filipina (photos: Josefa Slipways Inc)

Upacara peletakan lunas untuk Kapal Tunda Pelabuhan terbaru Angkatan Laut Filipina telah resmi berlangsung di Josefa Slipways Inc. di Sual, Pangasinan - menandai tonggak sejarah lain bagi industri pembuatan kapal lokal yang berkembang di negara ini.

Ini akan menjadi kapal tunda ketiga yang dibangun oleh Josefa Slipways untuk Angkatan Laut Filipina, menyusul keberhasilan pengiriman Kapal Tunda Pelabuhan YT-027 dan Kapal Tunda Laut AT-010, keduanya berdasarkan desain Robert Allan Ltd. (Kanada). Kapal baru ini juga akan menjadi kapal tunda galangan dengan daya tarik tambat 25 ton, yang memberikan dukungan penting untuk penanganan kapal, sandar, penarikan, dan operasi pelabuhan di pangkalan angkatan laut.


Meskipun kapal tunda jarang mendapat perhatian seperti fregat atau kapal patroli lepas pantai, kapal tunda sangat diperlukan untuk operasi armada sehari-hari. Setiap sandar, lepas sandar, dan pergerakan kapal perang yang lebih besar dengan aman bergantung pada kapal pendukung pelabuhan yang mumpuni.

Pembangunan kapal pendukung angkatan laut yang berkelanjutan di Filipina juga mencerminkan kemajuan yang stabil dalam mengembangkan keahlian pembuatan kapal lokal, memperluas kemampuan industri, dan mendukung tujuan jangka panjang programSelf-Reliant Defense Posture  (SRDP) Angkatan Laut.

Japan and Vietnam Discussed Joint Development and Joint Production of High-speed Landing Craft

27 Juli 2026

"Caimen Japan", the next-generation high-speed landing craft being developed by Japan Marine United and BMT for Japan's Self-Defense Force as the basis of their proposed joint project (image: BMT)

From July 12th to 15th, Vietnamese Deputy Prime Minister and Minister of National Defense Giang visited Japan for the first time in five years. During this visit, I had the opportunity to speak with him directly every day, not only through a defense ministerial meeting, but also through a stroll around the National Diet building grounds and a luncheon. 

It was an opportunity to further deepen my personal relationship of trust with Minister Giang. Furthermore, through the defense ministerial meeting and luncheon, we were able to exchange views on the regional situation and have concrete discussions on how to further develop defense cooperation. 

Between our two countries, various forms of cooperation are actively taking place in the land, sea, and air forces, including high-level exchanges and people-to-people exchanges through study abroad at the National Defense Academy, as well as mutual visits of troops, port calls of naval vessels and goodwill training, and capacity-building support. 

“Caimen-Japan Fast Landing Craft” (image: Japan Marine United Corporation)

Joint production of high-speed landing craft
We welcomed the progress of this cooperation and confirmed that we will further promote bilateral and multilateral cooperation, including in the fields of peacekeeping operations and cybersecurity, and contribute together to regional peace and stability. 

In addition, regarding defense equipment and technology cooperation, we agreed to start discussions toward realizing the joint development and joint production of high-speed landing craft under the leadership of myself and Minister Giang. We also confirmed that we will further strengthen our efforts, including promoting cooperation in the defense industry. 

Vietnam is an important partner in achieving peace and stability in the Indo-Pacific region. In the midst of an increasingly challenging international situation, it is important for both countries to further develop their comprehensive strategic partnership and to concretize cooperation in the security field. We will continue to work to further strengthen cooperation in the defense sector. That concludes my opening remarks.

26 Juli 2026

ST Engineering's Counter-Drone Capability Gains Momentum in Asia

26 Juli 2026

ST Engineering's counter-drone combine soft-kill and hard-kill (image: ST Engineering)

Singapore – ST Engineering's Digital Systems business has secured new deployments in Asia outside Singapore in the last few months for its counter-drone capability, reflecting growing demand for effective counter-unmanned aerial system (C-UAS) solutions as defence and security agencies strengthen protection against evolving drone threats.

The deployments span both defence and critical infrastructure applications, underscoring the versatility, operational maturity and effectiveness of ST Engineering's counter-drone capability across diverse mission requirements. These include an air defence deployment and another for the protection of multiple critical infrastructure sites against evolving drone threats.

Built on a layered defence architecture, ST Engineering's counter-drone solution combines advanced sensors, AI-enabled command-and-control, and soft-kill and hard-kill effectors to detect, track, identify and neutralise evolving drone threats. Its modular design enables deployment across defence, public security and critical infrastructure protection missions.

Low Jin Phang, Chief Operating Officer for Defence & Public Security, and President for Digital Systems, ST Engineering, said, "Counter-drone capabilities have become an increasingly important part of modern defence and security operations. These deployments underscore the growing demand for integrated solutions against evolving drone threats and validate our ability to deliver operationally proven counter-drone capabilities."

Developed through extensive testing and operational validation, ST Engineering's counter-drone capability draws on the Group's expertise in sensors, communications, AI, and mission systems to deliver integrated protection against a broad spectrum of drone threats.

Prajurit Menkav 1 Marinir Asah Kemampuan Menembak Tank dalam LSD II TW II TA 2026

26 Juli 2026

Latihan menembak menggunakan tank BMP-3F dan PT-76M Korps Marinir (photos: PasMar1)

Dispen Kormar, TNI Angkatan Laut (Sukabumi) -- Prajurit Resimen Kavaleri 1 Marinir (Menkav 1 Mar) melaksanakan Latihan LSD II Triwulan II TA 2026 di Subdenharrahlat Kostrad, Cibenda, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (19/07/2026).


Dalam latihan tersebut, prajurit melaksanakan materi menembak menggunakan Tank PT-76(M) dan ranpur BMP-3F sebagai upaya meningkatkan profesionalisme, kemampuan tempur, serta keterampilan mengoperasikan sistem persenjataan kendaraan tempur.


Selain meningkatkan akurasi menembak, latihan ini juga menjadi sarana menjaring kader penembak tank yang diproyeksikan menjadi personel andal di masa mendatang. 


Melalui kegiatan ini diharapkan lahir prajurit yang profesional, tangguh, dan siap mendukung pelaksanaan tugas Korps Marinir TNI Angkatan Laut.