01 Juli 2026

PT PAL Lakukan Launching Kapal LPD Ke-3 Filipina LD-603

01 Juli 2026

Launching kapal LPD ke-3 Filipina (photo: PAL)

PT PAL Indonesia kembali menorehkan tonggak penting melalui Launching Ceremony The Future Landing Dock Philippines#1 (LD-603), kapal Landing Dock yang dibangun untuk Philippine Navy. Momen ini menjadi simbol keberhasilan kolaborasi strategis antara Indonesia dan Filipina dalam memperkuat kapabilitas pertahanan maritim di kawasan.

Kapal LPD ke-3 Filipina (photo: Keris)

CEO PT PAL Indonesia, Dr. Kaharuddin Djenod, M. Eng., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh Kementerian Pertahanan Filipina dan Philippine Navy, serta menegaskan komitmen PT PAL Indonesia untuk terus menghadirkan produk berkualitas tinggi.

Kapal LPD ke-3 Filipina (photo: Keris)

Sementara itu, Flag Officer in Command Philippine Navy, VADM Jose Ma Ambrosio Q. Ezpeleta, PN, bersama Vice Chief of Staff Armed Forces of the Philippines, LTGEN Rommel P. Roldan, PAF, menegaskan bahwa LD-603 akan memperkuat kapabilitas maritim Philippine Navy sekaligus menjadi simbol eratnya kolaborasi pertahanan antara Indonesia dan Filipina.

Kapal LPD ke-3 Filipina diberi nama BRP Ilocos Norte (photo: DefenArt)

Lebih dari sekadar sebuah kapal, Landing Dock Philippines#1 (LD-603) merupakan hasil dari docking 6 bulan serta representasi kualitas, inovasi, dan dedikasi anak bangsa dalam menghadirkan solusi pertahanan maritim berkelas dunia. Sebagai National Consolidator industri galangan kapal nasional, PT PAL Indonesia terus berkomitmen memperkuat industri pertahanan Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing di pasar global. 

(PAL)

86 komentar:

  1. Balasan
    1. Maharajalele noh delay. Ngaca pur

      Hapus
    2. LD-603 =
      6 BULAN DOCKING
      6 BULAN DOCKING
      6 BULAN DOCKING
      Lebih dari sekadar sebuah kapal, Landing Dock Philippines#1 (LD-603) merupakan hasil dari docking 6 bulan serta representasi kualitas, inovasi, dan dedikasi anak bangsa dalam menghadirkan solusi pertahanan maritim berkelas dunia.
      ===================
      ===================
      2026-2011 : 16 TAHUN DELAY
      2026-2011 : 16 TAHUN DELAY
      2026-2011 : 16 TAHUN DELAY
      --------------------------------------------
      2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
      -----
      2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
      ------
      2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
      -----
      2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
      -----
      2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
      -----
      2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
      -----
      2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022.
      --------------------------------------------
      LCS By LUNAS = TIDAK LUNAS
      -
      17 VENDOR TAGIH HUTANG LCS = 15 TAHUN
      PROTANK = TAGIH HUTANG
      MTU Services = TAGIH HUTANG
      Contraves Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
      Axima Concept SA = TAGIH HUTANG
      Contraves Advanced Devices Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
      Tyco Fire, Security & Services Malaydesh Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
      iXblue SAS = TAGIH HUTANG
      iXblue Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
      Bank Pembangunan Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
      AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd = TAGIH HUTANG
      MTU Services = TAGIH HUTANG
      Affin Hwang Investment Bank Bhd = TAGIH HUTANG
      Bank Muamalat Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
      Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
      Malayan Banking Bhd (Maybank) = TAGIH HUTANG
      Kuwait Finance House (Malaydesh) Bhd = TAGIH HUTANG
      https://theedgemalaydesh.com/article/high-court-decide-boustead-naval-shipyard-restraining-order-against-creditors-june
      --------------------------------------------
      😝6 BULAN LD 603 versus LCS 16 TAHUN DELAY😝

      Hapus
    3. HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 1998–2026
      -
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
      -
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
      -
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
      -
      2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
      -
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
      -
      2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
      -
      2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
      -
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
      -
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
      -
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
      -
      2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
      -
      2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
      --------------------------------
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      πŸ“Œ 1. Subsidi Besar Membebani Anggaran
      Malaydesh memiliki subsidi energi, pangan, dan transportasi yang cukup besar
      Ketika harga minyak dunia naik atau inflasi meningkat, beban subsidi melonjak.
      Akibatnya, belanja pemerintah lebih tinggi daripada penerimaan pajak dan non-pajak, sehingga timbul defisit fiskal.
      πŸ“Œ 2. Dampak Ekonomi
      Negatif:
      Menambah beban utang luar negeri.
      Membuat Malaydesh lebih sensitif terhadap suku bunga global dan nilai tukar.
      Jika defisit terus melebar, risiko fiskal meningkat.
      πŸ“Š Alur Sederhana
      Subsidi besar → Defisit fiskal melebar → Pemerintah butuh dana → Penerbitan obligasi internasional → Dana masuk untuk menutup defisit & menjaga subsidi.
      Singkatnya, subsidi besar memperlebar defisit fiskal Malaydesh, dan untuk menutup kekurangan itu pemerintah menerbitkan obligasi internasional sebagai sumber pembiayaan eksternal

      Hapus
    4. HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 1998–2026
      -
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
      -
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
      -
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
      -
      2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
      -
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
      -
      2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
      -
      2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
      -
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
      -
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
      -
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
      -
      2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
      -
      2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
      --------------------------------
      MALAYDESH UP TO =
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      Malaydesh's debt ratio could surge to almost 97% of GDP if government-linked guarantees materialize, a risk highlighted in the Ministry of Finance's (MOF) Fiscal Outlook 2026 report, although baseline projections show a gradual improvement in the debt trajectory. The report indicates that a "contingent-liability shock" from guarantees or other off-budget obligations could push the ratio significantly higher, amplifying debt-scarring effects.
      Baseline projections:
      The MOF's baseline outlook projects a gradual improvement in the country's debt trajectory, with the government debt-to-GDP ratio expected to remain steady around 63.5% through 2026.
      Stress test results:
      In a stress scenario, the debt-to-GDP ratio could reach 96.7% in 2027 if government guarantees materialize.
      Risks:
      This surge reflects the "debt-scarring effect of additional borrowings to fulfil these obligations". A combined macroeconomic and fiscal shock, similar to the pandemic period, could raise the debt ratio to approximately 88% of GDP.
      Government response:
      The MOF emphasizes that these stress tests underscore the importance of strengthening fiscal discipline and debt management to contain these risks and maintain debt sustainability.

      Hapus
    5. SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      --------------------------------
      Analisa Geopolitik & Pertahanan: "Stagnasi Total"
      Vakum SIPRI (2024-2025): Laporan impor senjata KOSONG selama dua tahun berturut-turut. Malaydesh kini sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja dalam hal transfer alutsista berat.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Berada di Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi berada di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Perbandingan Kontras: Indonesia memimpin di Peringkat 13 dunia dengan daftar belanja "satu lembar penuh" (Rafale F4, A400M, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora).
      -
      Analisa Ekonomi & Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
      Fenomena Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 58% pinjaman baru di tahun 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama (Debt-Servicing Cycle).
      Beban Utang Nasional: Total utang dan liabilitas diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun, dengan rasio utang terhadap GDP melampaui ambang batas aman (>70%).
      Hambatan Dagang Global: Tekanan dari Amerika Serikat melalui Section 301 (kenaikan tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA (pemblokiran transaksi) oleh USTR yang memukul sektor manufaktur dan E&E.
      -
      Analisa Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Leasing)
      Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
      Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) seperti pada kesepakatan FA-50 (Korea Selatan) dan PT-91M (Polandia).
      Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor, diperparah dengan catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet jet tempur.
      -
      Analisa Reputasi & Diplomasi Internasional
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
      Kehilangan Posisi Regional: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027, di mana posisi tersebut kini diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh Malaydesh di ASEAN.
      Krisis Identitas: Kritik internal dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai kemiskinan struktural dan korupsi proyek negara memperburuk citra di mata investor global.

      Hapus
    6. SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      ---------------------------------
      Status Kelumpuhan Pertahanan (SIPRI & Alutsista)
      Vakum SIPRI (2024–2025): Status KOSONG total selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang tercatat, menempatkan Malaydesh setara dengan Laos dan Kamboja.
      Tren Mundur: Penurunan konsisten dari fase Planned (2020), Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024–2025).
      Kegagalan Simbolik: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali bukti hilangnya kredibilitas finansial di pasar global.
      Procurement Freeze (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk pembekuan total pengadaan guna menghentikan korupsi sistemik dan kebocoran anggaran.
      -
      Model "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
      Ketiadaan uang tunai memaksa militer beralih dari kepemilikan aset menjadi skema Leasing (Sewa):
      Aset Sewaan (32+ Item): Mencakup 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39 ITCC, simulator jet tempur MKM, hingga motor polisi.
      Skema Barter: Pengadaan yang tersisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa.
      Aset Mangkrak: Proyek LCS & OPV yang karatan di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
      -
      Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
      Debt-Servicing Cycle: 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.
      Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di angka 84,3% GDP.
      Tabung Harapan (2018): Bukti historis keputusasaan fiskal melalui penggalangan dana rakyat untuk membayar utang negara.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi (GFP 2026)
      Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
      Degradasi Armada: Banyak aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri) atau mogok saat parade (Tank PT-91M).
      -
      Krisis Administrasi & Tekanan Internasional
      Sanksi Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain naturalisasi ilegal mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik.
      Kehilangan Pengaruh: Posisi di Piala Asia 2027 resmi direbut oleh Vietnam, mempertegas mundurnya pengaruh diplomasi regional.
      Tekanan Ekonomi AS: Ancaman sanksi tarif Section 301 (10-25%) dan IEEPA oleh USTR menghantam sektor manufaktur utama (E&E).
      -
      Perbandingan Kontras: Indonesia (The Giant)
      Status SIPRI: Memiliki "Lembar Belanja Penuh" (Rafale F4, A400M, Rudal Khan, Kapal PPA).
      Kesehatan Fiskal: Rasio utang pemerintah jauh lebih sehat (40% GDP) dengan ekonomi 4,24x lebih besar secara PDB PPP dibandingkan Malaydesh.

      Hapus
    7. SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      --------------------------------

      Bukti "Hutang Bayar Hutang" (Debt-Servicing Cycle)
      Data resmi menunjukkan Malaydesh terjebak dalam siklus gali lubang tutup lubang kronis:
      2018 (Fase Verifikasi): Utang menembus RM1 Triliun; pemerintah meluncurkan Tabung Harapan (donasi rakyat) untuk mencicil utang negara.
      2019–2020: Ketergantungan meningkat; 59% hingga 60% pinjaman baru hanya untuk melunasi utang lama.
      2023 (Rekor Terburuk): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM145,8 Miliar) digunakan hanya untuk membayar utang jatuh tempo.
      2025–2026: Proyeksi tetap kritis di angka 58%. Ruang fiskal untuk pembangunan dan alutsista praktis terkunci oleh cicilan utang.
      -
      Bukti "Vakum SIPRI" (2020–2025)
      Kontras dengan klaim belanja "Cash", data SIPRI menunjukkan kekosongan aktivitas:
      2020–2021: Berstatus Planned (Hanya rencana/dijangka).
      2022–2023: Berstatus Not Yet Ordered (Terpilih tapi tidak ada kontrak/pesanan).
      2024–2025: Status resmi KOSONG (Nihil transfer senjata berat selama 2 tahun berturut-turut).
      Posisi Regional: Malaydesh kini sejajar dengan Laos dan Kamboja dalam hal nihilnya modernisasi alutsista berat.
      -
      Timeline "Prank" Alutsista (Janji vs Realitas)
      Daftar kegagalan kontrak strategis yang mencoreng kredibilitas pertahanan:
      Prank F/A-18 Hornet: Upaya akuisisi dari Kuwait Batal 4 Kali hingga resmi dihentikan pada 2026 karena masalah logistik dan dana.
      Prank Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat krisis anggaran (kini diborong Indonesia).
      Prank Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL (Indonesia) pada 2018 yang tidak pernah terwujud.
      Prank Helikopter Blackhawk: Proses sewa (leasing) yang mangkrak dan berbelit hingga 2025.
      -
      Perangkap Utang & Liabilitas (Eskalasi RM 1,79 Triliun)
      Pertumbuhan beban finansial yang melumpuhkan negara:
      2010: RM 407,1 Miliar.
      2018: RM 1,19 Triliun (Ledakan pasca-transparansi 1MDB).
      2026: Proyeksi RM 1,79 Triliun (Titik kritis manajemen utang).
      Rasio Utang: Diproyeksikan menyentuh 69,54% dari PDB pada 2029 (Data Statista), melampaui batas aman.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi
      Global Firepower (GFP) 2026: Malaydesh (Peringkat 42) resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41) di ASEAN.
      Status "Military-for-Rent": Karena tidak mampu membeli (Buying), beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item (Heli, simulator, hingga motor polisi).
      Administrasi: Sanksi naturalisasi ilegal dan kekalahan WO 0-3 di bidang olahraga menjadi simbol runtuhnya tata kelola birokrasi nasional.
      -
      Kesimpulan Strategis
      Indonesia: Berstatus "The Giant" dengan modernisasi agresif (Rafale, A400M, PPA) dan rasio utang pemerintah yang sehat (40% GDP).
      Malaydesh: Berstatus "The Stagnant" yang terjebak dalam delusi klaim "Shopping Cash" sementara kenyataannya hanya mampu membayar bunga utang lama.

      Hapus
    8. 2016 EKSPOR SSV B1 versus LCS DELAY
      2026 LAUNCHING SSV B2 versus LCS DELAY
      ----------------------------------
      SSV Batch 1:
      BRP Tarlac (LD-601) & BRP Davao del Sur (LD-602)
      This initial $92 million contract marked Indonesia’s first major military warship export. The ships were modeled after the Indonesian Navy's Makassar-class.
      • June 2014: The Philippine Department of National Defense officially signs the contract with PT PAL Indonesia for two SSV units.
      • January 2015: First steel cutting and construction begins for the lead ship, SSV-1 (BRP Tarlac).
      • June 2015: Keel laying ceremony takes place for the sister ship, SSV-2 (BRP Davao del Sur).
      • January 17, 2016: BRP Tarlac (LD-601) is launched at the shipyard in Surabaya.
      • May 2016: BRP Tarlac (LD-601) is officially delivered and arrives in Manila, later commissioning on June 1, 2016.
      • September 2016: BRP Davao del Sur (LD-602) is launched in Surabaya.
      • May 10, 2017: BRP Davao del Sur (LD-602) is formally delivered and inducted into active service.
      ----------------------------------
      BSSV atch 2:
      Follow-On Upgraded SSVs (LD-603 & LD-604)
      Following satisfaction with Batch 1, the Philippines ordered a second batch under the Landing Docks Acquisition Project featuring improved troop lift capabilities and larger helicopter decks.
      • June 2022: The Philippines signs a follow-on repeat contract with PT PAL Indonesia for two additional upgraded SSV units.
      • August 10, 2023: First steel cutting ceremony takes place for the 3rd LPD overall (LD-603).
      • January 22, 2024: Keel laying for the 3rd LPD (LD-603) and simultaneous first steel cutting for the 4th LPD (LD-604).
      • May 29, 2024: Keel laying ceremony is completed for the 4th LPD (LD-604).
      • April 2025: Fleet maintenance milestone occurs as Batch 1 lead ship BRP Tarlac returns to PT PAL's Surabaya shipyard for an extensive Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) program.
      • June 30, 2026: The 3rd LPD, BRP Ilocos Norte (LD-603), is officially launched in Surabaya after accelerating its dock construction phase down to just six months.
      • Late 2026 (Projected): Scheduled delivery and final handover of BRP Ilocos Norte (LD-603) to the Philippine Navy following sea trials.
      • 2027 (Projected): Anticipated launch and delivery of the 4th upgraded SSV (LD-604), completing the total fleet of four Indonesian-built strategic sealift assets.
      ===================
      ===================
      LCS By LUNAS = TIDAK LUNAS 16 TAHUN
      -
      2011 (Pengadaan): Kontrak enam kapal LCS diberikan ke Galangan Boustead tanpa tender terbuka.
      2019 (Target Awal): Kapal pertama (KD Maharaja Lela) seharusnya dikirim ke TLDM pada April 2019.
      2022 (Target Asal): Jadwal asli mengharuskan lima kapal selesai dan diserahkan.
      2023 (Target Akhir Kontrak Asal): Kapal terakhir seharusnya diserahterimakan Juni 2023, namun kapal pertama baru selesai 60%.
      2025 (Estimasi Baru): Kapal pertama mundur hingga 2025, setelah proyek berjalan 12 tahun dan dibayar RM6 miliar.
      2026 (Revisi Pengiriman Pertama): Penyerahan lima kapal diubah bertahap, dengan kapal pertama dijadwalkan akhir 2026.
      2029 (Target Penyelesaian Baru): Kelima kapal LCS diperkirakan baru selesai sepenuhnya pada tahun 2029.
      ----------------------------------
      😝EKSPOR SSV VERSUS LCS 16 TAHUN DELAY😝

      Hapus
    9. Memang begini mayoritas Malaydesh. Bodoh tapi merasa superior.

      Hapus
  2. Kok cepet sih. Nggak 15 thn seperti Jiran yg tolol itu ?

    BalasHapus
  3. Sudah 15 thn sampai sekarang blm juga di serah terima kan. Ha ha ha ha ha tolol

    BalasHapus
  4. Pemerintah Philipina TDK ada bilang kapal ini telat. Eh warganyet yg iri yg bilang. Jgn samakan kami dg beruk2 turunan Bangla

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tuduhan awal sebenarnya resources dipakai buat selesaiin KRI Balaputradewa. Kalau baca berita ini, tuduhannya bukan tidak terbukti.πŸ˜…

      Hapus
  5. Harusnya PT PAL itu buat kapal 15 thn seperti warganyet 😁😁😁😁😁

    BalasHapus
  6. LD-603 =
    6 BULAN DOCKING
    6 BULAN DOCKING
    6 BULAN DOCKING
    Lebih dari sekadar sebuah kapal, Landing Dock Philippines#1 (LD-603) merupakan hasil dari docking 6 bulan serta representasi kualitas, inovasi, dan dedikasi anak bangsa dalam menghadirkan solusi pertahanan maritim berkelas dunia.
    ===================
    ===================
    2026-2011 : 16 TAHUN DELAY
    2026-2011 : 16 TAHUN DELAY
    2026-2011 : 16 TAHUN DELAY
    --------------------------------------------
    2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
    -----
    2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
    ------
    2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
    -----
    2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
    -----
    2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
    -----
    2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
    -----
    2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022.
    --------------------------------------------
    LCS By LUNAS = TIDAK LUNAS
    -
    17 VENDOR TAGIH HUTANG LCS = 15 TAHUN
    PROTANK = TAGIH HUTANG
    MTU Services = TAGIH HUTANG
    Contraves Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Axima Concept SA = TAGIH HUTANG
    Contraves Advanced Devices Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Tyco Fire, Security & Services Malaydesh Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    iXblue SAS = TAGIH HUTANG
    iXblue Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Bank Pembangunan Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
    AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd = TAGIH HUTANG
    MTU Services = TAGIH HUTANG
    Affin Hwang Investment Bank Bhd = TAGIH HUTANG
    Bank Muamalat Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
    Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
    Malayan Banking Bhd (Maybank) = TAGIH HUTANG
    Kuwait Finance House (Malaydesh) Bhd = TAGIH HUTANG
    https://theedgemalaydesh.com/article/high-court-decide-boustead-naval-shipyard-restraining-order-against-creditors-june
    --------------------------------------------
    😝6 BULAN LD 603 versus LCS16 TAHUN DELAY😝

    BalasHapus
  7. IQ WONDALEAF BOTOL MANA BISA BUAT KAPAL PERANG !!!!
    PASAL TU ORG TUA DULU² SELALU PESAN.. BODOH JANGAN TUNJUK KAT ORG...
    🀑🀑🀑🀑🀣🀣🀣🀣🀣

    BalasHapus
  8. Nama dari propinsi di Luzon. Yg terakhir nanti ambil nama propinsi di Mindanao lagi?

    BalasHapus
  9. FAKTA VALID IQ WONDALEAF BOTOL MALAYDESH BUAT KAPAL PERANG CIPUT !!!
    PASAL TU ORG TUA DULU² SELALU PESAN.. BODOH JANGAN TUNJUK KAT ORG...
    🀑🀑🀑🀑🀣🀣🀣🀣🀣

    Proyek Kapal Tempur Pesisir (LCS) Malaydesh belum sepenuhnya selesai dan masih dalam tahap penyelesaian. Kapal pertama, KD Maharaja Lelah, mulai melakukan uji coba laut (sea trials). Proyek ini mengalami banyak penundaan dan pembengkakan biaya, dengan target pengiriman kapal pertama dijadwalkan pada Oktober 2026.
    Berikut adalah perkembangan terbaru dari mega proyek tersebut:
    - Status Kapal Pertama: Kapal KD Maharaja Lelah berhasil berlayar dengan tenaganya sendiri pada awal 2026 dan sedang menjalani serangkaian uji coba laut di Laut China Selatan.
    - Perubahan Jumlah: Pemerintah Malaydesh memutuskan untuk melanjutkan proyek dengan mengurangi pesanan awal, yakni menjadi 5 unit kapal dari rencana semula 6 unit.
    - Pembengkakan Biaya: Anggaran proyek membengkak dari rencana awal sekitar RM9 miliar menjadi RM11,2 miliar.
    - Kendala Terbaru: Norwegia membatasi ekspor teknologi pertahanan, yang berdampak pada pasokan sistem rudal untuk kapal Malaydesh tersebut.

    BalasHapus
  10. Mabuhay

    Selamat SSV3 Aset Baruw PH
    Besok Pesan lagi yah sampe 10 haha!πŸ‘ŒπŸ€‘πŸ˜Ž

    BalasHapus
  11. DELAY......itu FAKTA GORILLA TAK MAMPU BANTAH....πŸ‘ŽπŸ‘ŽπŸ‘ŽπŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ€£

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2016 EKSPOR SSV B1 versus LCS DELAY
      2026 LAUNCHING SSV B2 versus LCS DELAY
      ----------------------------------
      SSV Batch 1:
      BRP Tarlac (LD-601) & BRP Davao del Sur (LD-602)
      This initial $92 million contract marked Indonesia’s first major military warship export. The ships were modeled after the Indonesian Navy's Makassar-class.
      • June 2014: The Philippine Department of National Defense officially signs the contract with PT PAL Indonesia for two SSV units.
      • January 2015: First steel cutting and construction begins for the lead ship, SSV-1 (BRP Tarlac).
      • June 2015: Keel laying ceremony takes place for the sister ship, SSV-2 (BRP Davao del Sur).
      • January 17, 2016: BRP Tarlac (LD-601) is launched at the shipyard in Surabaya.
      • May 2016: BRP Tarlac (LD-601) is officially delivered and arrives in Manila, later commissioning on June 1, 2016.
      • September 2016: BRP Davao del Sur (LD-602) is launched in Surabaya.
      • May 10, 2017: BRP Davao del Sur (LD-602) is formally delivered and inducted into active service.
      ----------------------------------
      BSSV atch 2:
      Follow-On Upgraded SSVs (LD-603 & LD-604)
      Following satisfaction with Batch 1, the Philippines ordered a second batch under the Landing Docks Acquisition Project featuring improved troop lift capabilities and larger helicopter decks.
      • June 2022: The Philippines signs a follow-on repeat contract with PT PAL Indonesia for two additional upgraded SSV units.
      • August 10, 2023: First steel cutting ceremony takes place for the 3rd LPD overall (LD-603).
      • January 22, 2024: Keel laying for the 3rd LPD (LD-603) and simultaneous first steel cutting for the 4th LPD (LD-604).
      • May 29, 2024: Keel laying ceremony is completed for the 4th LPD (LD-604).
      • April 2025: Fleet maintenance milestone occurs as Batch 1 lead ship BRP Tarlac returns to PT PAL's Surabaya shipyard for an extensive Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) program.
      • June 30, 2026: The 3rd LPD, BRP Ilocos Norte (LD-603), is officially launched in Surabaya after accelerating its dock construction phase down to just six months.
      • Late 2026 (Projected): Scheduled delivery and final handover of BRP Ilocos Norte (LD-603) to the Philippine Navy following sea trials.
      • 2027 (Projected): Anticipated launch and delivery of the 4th upgraded SSV (LD-604), completing the total fleet of four Indonesian-built strategic sealift assets.
      ===================
      ===================
      LCS By LUNAS = TIDAK LUNAS 16 TAHUN
      -
      2011 (Pengadaan): Kontrak enam kapal LCS diberikan ke Galangan Boustead tanpa tender terbuka.
      2019 (Target Awal): Kapal pertama (KD Maharaja Lela) seharusnya dikirim ke TLDM pada April 2019.
      2022 (Target Asal): Jadwal asli mengharuskan lima kapal selesai dan diserahkan.
      2023 (Target Akhir Kontrak Asal): Kapal terakhir seharusnya diserahterimakan Juni 2023, namun kapal pertama baru selesai 60%.
      2025 (Estimasi Baru): Kapal pertama mundur hingga 2025, setelah proyek berjalan 12 tahun dan dibayar RM6 miliar.
      2026 (Revisi Pengiriman Pertama): Penyerahan lima kapal diubah bertahap, dengan kapal pertama dijadwalkan akhir 2026.
      2029 (Target Penyelesaian Baru): Kelima kapal LCS diperkirakan baru selesai sepenuhnya pada tahun 2029.
      ----------------------------------
      😝EKSPOR SSV VERSUS LCS 16 TAHUN DELAY 2026-2011😝

      Hapus
    2. SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      --------------------------------
      Analisa Kekuatan Udara: Buying vs. Prank
      Indonesia melakukan modernisasi masif dengan kontrak resmi (Firm Order), sementara Malaydesh terjebak dalam pembatalan dan wacana:
      Indonesia (Realisasi & Kontrak G2G):
      42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
      48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
      48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
      24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
      Malaydesh (Pembatalan & Kegagalan):
      F-18 Kuwait: Resmi BATAL (2026) setelah 4 kali upaya negosiasi (New Straits Times).
      Status "Prank": Wacana JF-17, Rafale, Typhoon, dan Tejas berakhir tanpa kontrak.
      MiG-29N: Pensiun tanpa pengganti (Tiada Ganti).
      FA-50: Mengalami hambatan blokir/lisensi dari AS.
      -
      Analisa Geografis & Jangkauan Tempur
      Jarak Pekanbaru ke KL (291 KM) dan Pontianak ke Sarawak (498 KM) sangat pendek dibandingkan radius tempur jet tempur baru Indonesia:
      Rafale: ±1.852 KM (Sanggup menjangkau seluruh wilayah semenanjung dan Kalimantan).
      KAAN & KF-21: ±1.100–1.400 KM (Dominasi ruang udara regional).
      -
      Analisa Fiskal: Disiplin vs. Spiral Utang
      Perbedaan fundamental dalam cara membiayai pertahanan:
      Indonesia (Procurement/Buying): Rasio utang pemerintah sehat (40% GDP). Membeli aset untuk menjadi pemilik penuh.
      Malaydesh (Leasing/Sewa): Rasio utang kritis (69% GDP) dengan utang rumah tangga ekstrem (84,3%). Karena krisis kas, Malaydesh berubah menjadi "Negara Penyewa":
      Aset Sewaan: Helikopter Black Hawk (Aerotree), AW139, EC120B, Pesawat L39, Kapal Hidrografi, hingga Motor BMW R1250RT.
      Status SIPRI: Indonesia mencatat "Lembar Belanja Penuh", Malaydesh KOSONG/ZONK selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025).
      -
      Beban Rakyat & Masa Depan
      Beban Per Kapita: Setiap warga Malaydesh menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998.
      Gali Lubang Tutup Lubang: Tren utang baru hanya untuk membayar bunga utang lama sejak 2010, menyebabkan kemandekan pembangunan militer (LCS mangkrak, MRCA vakum).



      Hapus
    3. SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      --------------------------------
      Status SIPRI: Vakum vs. Agresif
      Malaydesh (Lembar Kosong): Mencatat status KOSONG selama dua tahun berturut-turut (2024–2025). Tidak ada transfer senjata berat yang terealisasi.
      Indonesia (Lembar Penuh): Realisasi masif mencakup Rafale F-4, A400M Atlas, Rudal Khan/Bora, hingga mesin kapal PPA-L-Plus.
      -
      Kegagalan Pengadaan & Skandal Finansial
      Skandal LCS: Proyek RM 9 Miliar yang belum mengirimkan satu pun kapal meski RM 6 Miliar telah dibayarkan. Terdeteksi penyimpangan dana RM 400 Juta untuk bayar utang perusahaan.
      Sistem "Middlemen": Ketergantungan pada agen/makelar politik menyebabkan harga alutsista melambung tidak wajar dan spesifikasi yang tidak sesuai kebutuhan militer.
      Drama SPH 155mm: Proyek tertunda sejak 2010 dan akhirnya dibatalkan Kemenkeu karena krisis anggaran.
      -
      Kesenjangan Kemampuan (Capability Gap)
      Ketiadaan Pesawat COIN: Menggunakan jet mahal (Su-30MKM) untuk operasi anti-gerilya yang seharusnya menggunakan pesawat ringan. Pengganti (FA-50M) baru akan tiba paling cepat 2026.
      Logistik Terfragmentasi: Standarisasi alutsista yang buruk (campuran Rusia, AS, Polandia, China) menciptakan biaya pemeliharaan tinggi dan kesiapan operasional rendah.
      Absennya Korps Marinir: Kemampuan amfibi yang terpecah antara AD dan AL melemahkan pertahanan kedaulatan di Laut China Selatan.
      -
      Krisis Fiskal & "Negara Penyewa"
      Spiral Utang: Rasio utang pemerintah (69% GDP) dan rumah tangga (84,3%) yang ekstrem memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing).
      Aset Sewaan: Mencakup Helikopter Blackhawk, AW139, pesawat latihan L39, hingga kapal hidrografi dan motor patroli.
      Efek Domino: Pembatalan F-18 Hornet Kuwait (2026) menjadi simbol hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan global.
      -
      Penurunan Daya Gentar (GFP 2026)
      Peringkat Merosot: Turun ke posisi 42 Dunia (Peringkat 7 di ASEAN), kini berada di bawah Filipina (41) dan jauh tertinggal dari Indonesia (13).
      Status Armada: Banyak aset utama berstatus grounded atau tidak layak selam (seperti kasus KD Rahman) akibat kekurangan suku cadang dan teknisi.


      Hapus
  12. Seremoni BRP ILOCOS NORTE 603
    Cakep FULL kembang api & Laser Show..ciu ciuu yaaak haha!πŸ₯³✌️πŸ˜‰

    3 Balon Koneng Gowing kcs 1, Banana🍌Repablik uda gak jaman haha!πŸŒπŸ˜πŸ˜†
    ⬇️✅️⬇️✅️⬇️✅️
    https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=1343665734534234&id=100066724609382

    BalasHapus
  13. Tak ada kata delay dari Mindef & Angkatan Laut PH

    semua sesuai Jadwal yang Tertulis haha!✌️πŸ₯³πŸ‘Œ

    bedalah ama kapal Gowing 2011 semua mangkrak ..masa dari 6 tinggal 5..Aneh

    Apalagi damen OPV... dari 3 hanya 1
    Parah Songlap Banana Repablok haha!🍌πŸ€₯πŸ€ͺ
    ✅️⬇️✅️⬇️✅️⬇️
    https://www.facebook.com/watch/?v=1584620649911017&vanity=HumasPTPAL

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yg delay milestone. Sehingga mereka tidak kirim pembayaran sesuai jadwal. Mau 90% jadi, tapi milestone tidak tercapai, tetap tidak boleh dibayar menurut aturan mereka.😢

      Hapus
    2. Di link facebook ada yg bilang fully paid, he doesn't know what he's talking about.

      Hapus
  14. Artikel dari Kantor Berita Pemerintah Antara tahun 2024,
    SSV/LPD 3 disebut selesai 2026..
    Terbukti Jadi Nyata Kan haha!πŸ₯³✌️πŸ‘
    Sesuai Jadwal, TEPAT WAKTUπŸ˜‰

    ✅️⬇️✅️⬇️✅️⬇️⬇️✅️
    PT PAL kerjakan kapal pesanan Filipina jenis Landing Dock
    ✅️22 Januari 2024 18:26 WIB
    Surabaya (ANTARA) - PT PAL Indonesia mulai mengerjakan kapal pesanan Filipina jenis Landing Dock yang ditargetkan selesai dan bisa dikirim pada ✅️2026.

    Pengerjaan tersebut, ditandai dengan "Ceremony of Keel Laying Landing Dock & First Steel Cutting Landing Dock" atau peletakan lunas Landing Dock yang merupakan awal dari konstruksi kapal sekaligus merupakan hari kelahiran kapal.

    https://antaranews.com/berita/3927405/pt-pal-kerjakan-kapal-pesanan-filipina-jenis-landing-dock

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu contoh salah satu milestones. Sebelumnya mereka sudah bayar buat steel cut. Pasti di hari itu juga ada pembayaran cicilan.😁

      Hapus
  15. Artikel dari Kantor Berita Pemerintah Antara tahun 2024,
    SSV/LPD 3 disebut selesai 2026..
    Terbukti Jadi Nyata Kan haha!πŸ₯³✌️πŸ‘
    Sesuai Jadwal, TEPAT WAKTUπŸ˜‰

    warganyet BANANA🍌REOABLIK kl, KALAH LAGIIII haha!πŸŒπŸ˜­πŸ˜‚

    ✅️⬇️✅️⬇️✅️⬇️⬇️✅️
    PT PAL kerjakan kapal pesanan Filipina jenis Landing Dock
    ✅️22 Januari 2024 18:26 WIB
    Surabaya (ANTARA) - PT PAL Indonesia mulai mengerjakan kapal pesanan Filipina jenis Landing Dock yang ditargetkan selesai dan bisa dikirim pada ✅️2026.

    Pengerjaan tersebut, ditandai dengan "Ceremony of Keel Laying Landing Dock & First Steel Cutting Landing Dock" atau peletakan lunas Landing Dock yang merupakan awal dari konstruksi kapal sekaligus merupakan hari kelahiran kapal.

    https://antaranews.com/berita/3927405/pt-pal-kerjakan-kapal-pesanan-filipina-jenis-landing-dock

    BalasHapus
  16. FAKTA VALID IQ WONDALEAF BOTOL MALAYDESH BUAT KAPAL PERANG CIPUT MANGKRAK AKA RONGSOK PULUHAN TAHUN!!!
    PASAL TU ORG TUA DULU² SELALU PESAN.. BODOH JANGAN TUNJUK KAT ORG...
    🀑🀑🀑🀑🀣🀣🀣🀣🀣

    Proyek Kapal Tempur Pesisir (LCS) Malaydesh belum sepenuhnya selesai dan masih dalam tahap penyelesaian. Kapal pertama, KD Maharaja Lelah, mulai melakukan uji coba laut (sea trials). Proyek ini mengalami banyak penundaan dan pembengkakan biaya, dengan target pengiriman kapal pertama dijadwalkan pada Oktober 2026.
    Berikut adalah perkembangan terbaru dari mega proyek tersebut:
    - Status Kapal Pertama: Kapal KD Maharaja Lelah berhasil berlayar dengan tenaganya sendiri pada awal 2026 dan sedang menjalani serangkaian uji coba laut di Laut China Selatan.
    - Perubahan Jumlah: Pemerintah Malaydesh memutuskan untuk melanjutkan proyek dengan mengurangi pesanan awal, yakni menjadi 5 unit kapal dari rencana semula 6 unit.
    - Pembengkakan Biaya: Anggaran proyek membengkak dari rencana awal sekitar RM9 miliar menjadi RM11,2 miliar.
    - Kendala Terbaru: Norwegia membatasi ekspor teknologi pertahanan, yang berdampak pada pasokan sistem rudal untuk kapal Malaydesh tersebut.

    BalasHapus
  17. FAKTA VALID IQ WONDALEAF BOTOL MALAYDESH BUAT KAPAL PERANG CIPUT MANGKRAK DAN RONGSOK PULUHAN TAHUN!!!
    PASAL TU ORG TUA DULU² SELALU PESAN.. BODOH JANGAN TUNJUK KAT ORG...
    🀑🀑🀑🀑🀣🀣🀣🀣🀣

    Proyek Kapal Tempur Pesisir (LCS) Malaydesh belum sepenuhnya selesai dan masih dalam tahap penyelesaian. Kapal pertama, KD Maharaja Lelah, mulai melakukan uji coba laut (sea trials). Proyek ini mengalami banyak penundaan dan pembengkakan biaya, dengan target pengiriman kapal pertama dijadwalkan pada Oktober 2026.
    Berikut adalah perkembangan terbaru dari mega proyek tersebut:
    - Status Kapal Pertama: Kapal KD Maharaja Lelah berhasil berlayar dengan tenaganya sendiri pada awal 2026 dan sedang menjalani serangkaian uji coba laut di Laut China Selatan.
    - Perubahan Jumlah: Pemerintah Malaydesh memutuskan untuk melanjutkan proyek dengan mengurangi pesanan awal, yakni menjadi 5 unit kapal dari rencana semula 6 unit.
    - Pembengkakan Biaya: Anggaran proyek membengkak dari rencana awal sekitar RM9 miliar menjadi RM11,2 miliar.
    - Kendala Terbaru: Norwegia membatasi ekspor teknologi pertahanan, yang berdampak pada pasokan sistem rudal untuk kapal Malaydesh tersebut.

    BalasHapus
  18. Artikel dari Kantor Berita Pemerintah RI, Antara tahun 2024,

    RESMI= SSV/LPD 3 disebut selesai 2026..
    Terbukti Jadi Nyata Kan haha!πŸ₯³✌️πŸ‘
    Sesuai Jadwal, TEPAT WAKTUπŸ˜‰

    warganyet BANANA🍌REOABLIK kl, KALAH LAGIIII haha!πŸŒπŸ˜­πŸ˜‚

    ✅️⬇️✅️⬇️✅️⬇️⬇️✅️
    PT PAL kerjakan kapal pesanan Filipina jenis Landing Dock
    ✅️22 Januari 2024 18:26 WIB
    Surabaya (ANTARA) - PT PAL Indonesia mulai mengerjakan kapal pesanan Filipina jenis Landing Dock yang ditargetkan selesai dan bisa dikirim pada ✅️2026.

    Pengerjaan tersebut, ditandai dengan "Ceremony of Keel Laying Landing Dock & First Steel Cutting Landing Dock" atau peletakan lunas Landing Dock yang merupakan awal dari konstruksi kapal sekaligus merupakan hari kelahiran kapal.

    https://antaranews.com/berita/3927405/pt-pal-kerjakan-kapal-pesanan-filipina-jenis-landing-dock

    BalasHapus
  19. SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
    -
    1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
    -
    1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
    -
    2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
    -
    2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
    -
    2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
    -
    2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
    -
    2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
    -
    2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
    -
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
    -
    2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
    -
    2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
    -
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
    -
    2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
    --------------------------------
    Inventaris Transfer Senjata (SIPRI 2024-2025)
    Indonesia (Aktif):
    Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Sistem Air Refuel, Drone ANKA-S.
    Laut: PPA-L-Plus, Ship Engine (LM-2500).
    Darat/Rudal: Rudal BORA, Rudal KHAN.
    Mesin: TP400-D6.
    Malaydesh (Kosong): Tidak ada catatan transfer signifikan dalam periode 2 tahun tersebut.
    -
    Akar Masalah Modernisasi (Structural Causes)’
    Anggaran: Dana pertahanan di bawah 1,5% PDB (lebih rendah dari Singapura & Thailand).
    Skandal Pengadaan: Proyek LCS (Littoral Combat Ship) senilai RM9 miliar yang gagal kirim dan helikopter MD530G.
    Ketergantungan Asing: Kurangnya industri pertahanan domestik memicu kerentanan terhadap fluktuasi mata uang dan sanksi.
    Instabilitas Politik: Prioritas pertahanan sering berubah setiap pergantian pemerintah.
    -
    Tantangan Operasional & Internal
    Alutsista Tua: Ketergantungan pada Su-30MKM dan F/A-18D yang mulai menua; pensiunnya MiG-29 tanpa pengganti instan.
    Keamanan Maritim: Kewalahan menghadapi intrusi di Laut China Selatan (LCS) dan Selat Malaka akibat kurangnya kapal patroli.
    SDM: Gaji rendah dan kurangnya minat generasi muda menyebabkan sulitnya retensi tenaga ahli (pilot & insinyur).
    Koordinasi Rendah: Kurangnya integrasi operasi gabungan antara Angkatan Darat, Laut, dan Udara.
    -
    Sorotan Skandal & Opini Publik
    Kritik Kerajaan: Sultan Ibrahim menyebut helikopter Black Hawk tua sebagai "peti mati terbang".
    Korupsi Internal: Operasi Sohor (2025) mengungkap intelijen militer yang membocorkan data ke penyelundup.
    Kasus Kekerasan: Insiden penganiayaan kadet di UPNM yang memicu kemarahan publik di media sosial (#ReformATM).
    Konspirasi: Keterlibatan sindikat yang membayar petugas hingga RM50.000 per perjalanan untuk aktivitas ilegal.
    -
    Kesimpulan Perbandingan
    Indonesia: Fokus pada pengadaan besar-besaran (Big Ticket Items) dari berbagai negara (Perancis, Turki, AS).
    Malaydesh: Mengalami stagnasi akibat jeratan utang proyek lama, skandal korupsi, dan krisis kepercayaan publik terhadap manajemen pengadaan.

    BalasHapus
  20. HUTANG BAYAR HUTANG (2026–1998):
    -
    PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
    PENGELUARAN : RM470 Miliar
    BUDGET MINUS : RM470 – RM334,1 = - RM135,9
    --------------------------------
    2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET
    2026 MALONDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
    2026 MALONDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
    2026 MALONDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    2026 MALONDESH = PHK MASSAL
    2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT
    2025 MALONDESH = SIPRI KOSONG
    2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG
    2023 MALONDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
    --------------------------------
    MALONDESH.......
    STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
    2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
    2026 MALONDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
    2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul investigasi korupsi pejabat tinggi.
    2025-2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat; sejajar dengan Laos dan Kamboja.
    2023 MALONDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
    ________________________________________
    DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
    Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
    Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
    Perhitungan Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
    Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
    Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
    ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
    ________________________________________
    BUKTI "HUTANG BAYAR HUTANG" (DEBT-SERVICING):
    Rekor Terburuk (2023): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM 145,8 Miliar) hanya habis untuk membayar utang lama (Gali lubang tutup lubang).
    Proyeksi 2025-2026: Konsisten di angka 58%. Ruang fiskal untuk belanja alutsista terkunci total oleh cicilan bunga utang.
    Tabung Harapan (2018): Bukti keputusasaan di mana negara harus meminta donasi rakyat untuk membayar utang yang menembus RM 1 Triliun.
    ________________________________________
    DEGRADASI MILITER & TIMELINE "PRANK":
    Penurunan Daya Gentar (GFP 2026): Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
    Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
    Vakum SIPRI (2020-2025): Dari status Planned (2020) turun ke Not Yet Ordered (2022) hingga akhirnya KOSONG TOTAL (2024-2025).
    Timeline Kegagalan (Prank):
    F/A-18 Hornet: Batal 4 kali upaya akuisisi dari Kuwait hingga resmi mati di 2026.
    Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat ketiadaan dana tunai.
    Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL 2018 yang berakhir zonk.
    ________________________________________
    KRISIS ADMINISTRASI & REPUTASI:
    Sanksi Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain ilegal mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik.
    Tekanan Ekonomi: Ancaman sanksi tarif AS Section 301 (10-25%) dan IEEPA menghantam sektor manufaktur utama (E&E).
    Kontras Regional (Indonesia): Memiliki "Lembar Belanja SIPRI Penuh" (Rafale, KAAN, PPA) dengan rasio utang pemerintah yang sehat (40% PDB).
    KESIMPULAN:
    TOTAL BEBAN WARGA RM 94K + SPIRAL UTANG 70,5% PDB + SIPRI KOSONG = KEBANGKRUTAN NASIONAL TOTAL.

    BalasHapus
  21. HUTANG BAYAR HUTANG (2026–1998):
    -
    PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
    PENGELUARAN : RM470 Miliar
    BUDGET MINUS : RM470 – RM334,1 = - RM135,9
    --------------------------------
    2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET
    2026 MALONDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
    2026 MALONDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
    2026 MALONDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    2026 MALONDESH = PHK MASSAL
    2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT
    2025 MALONDESH = SIPRI KOSONG
    2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG
    2023 MALONDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
    --------------------------------
    MALONDESH.......
    STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
    2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
    2026 MALONDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
    2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total pengadaan militer oleh PM Anwar Ibrahim per 16 Januari 2026 akibat skandal korupsi sistemik.
    2025-2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total selama 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja dalam hal nol transfer senjata berat.
    2023 MALONDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
    ________________________________________
    DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
    Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
    Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — OVER LIMIT 65%).
    Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
    Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
    Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
    ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
    ________________________________________
    ANALISA MODEL PENGADAAN: "NEGARA PENYEWA" (LEASING)
    Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
    Skema Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa (FA-50 & PT-91M) terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) karena minimnya cadangan devisa mata uang asing.
    Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor dengan bunga membengkak; diperparah skandal hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet dari gudang.
    ________________________________________
    ANALISA REPUTASI & DIPLOMASI INTERNASIONAL:
    Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
    Kehilangan Posisi Regional: Gagal lolos ke Piala Asia 2027; posisi diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh Malondesh di ASEAN.
    Spiral Utang: Fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" di mana 58% pinjaman baru hanya habis untuk membayar bunga dan pokok utang lama (Debt-Servicing Cycle).
    KESIMPULAN:
    TOTAL BEBAN PER WARGA RM 94K + SPIRAL UTANG 70,5% PDB + SIPRI KOSONG = KEBANGKRUTAN NASIONAL TOTAL.

    BalasHapus
  22. SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
    -
    1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
    -
    1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
    -
    2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
    -
    2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
    -
    2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
    -
    2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
    -
    2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
    -
    2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
    -
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
    -
    2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
    -
    2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
    -
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
    -
    2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
    --------------------------------
    Status Transfer Senjata (SIPRI 2024-2025)
    INDONESIA (Agresif & Ekspansif):
    Udara: Akuisisi Rafale F-4, pesawat angkut A400M Atlas, sistem Air Refuel, dan drone ANKA-S.
    Laut: Mesin kapal LM-2500, kapal perang PPA-L-Plus, dan Ship Engine lainnya.
    Darat/Rudal: Rudal balistik BORA dan KHAN, serta mesin TP400-D6.
    MALAYDESH (Stagnan/Kosong):
    Tidak ada catatan transfer alutsista utama baru dalam database SIPRI periode tersebut.
    -
    Skandal & Masalah Struktural Malaydesh
    Skandal LCS (Littoral Combat Ship): Dana RM9 miliar cair, namun tidak ada kapal yang dikirim hingga 2025.
    Kegagalan MD530G: Pembayaran uang muka 35% untuk helikopter "hantu" yang pengirimannya terus tertunda.
    Korupsi Internal: Operasi Sohor (2025) mengungkap intelijen militer yang menjual data klasifikasi ke sindikat penyelundup.
    Krisis Anggaran: Pengeluaran pertahanan di bawah 1.5% PDB, jauh di bawah standar regional.
    -
    Kontroversi Strategi "Leasing" (Sewa) Helikopter
    Beban Finansial: Sewa 28 helikopter AW149 (RM16.5 miliar/15 tahun) dianggap lebih mahal dibanding Polandia yang membeli 32 unit seharga USD 1.83 miliar.
    Kedaulatan Aset: Aset tidak dimiliki penuh, membatasi kemampuan upgrade, modifikasi, dan konfigurasi ulang untuk misi darurat.
    Ketergantungan Swasta: Kesiapan tempur bergantung pada kontraktor (Weststar Aviation), berisiko jika terjadi sengketa hukum atau kegagalan servis.
    Nihil Transfer Teknologi: Skema sewa mematikan peluang pertumbuhan industri pertahanan domestik dan penyerapan tenaga ahli lokal.
    -
    Kondisi Alutsista "Outdated" (Usang)
    Laut (RMN): 28 kapal berusia di atas 40 tahun dengan sistem radar analog yang sulit mendeteksi drone atau kapal selam modern.
    Udara (RMAF): Ketergantungan pada avionik lama; biaya perawatan melonjak karena suku cadang sudah diskontinu.
    Darat (Army): Kendaraan lapis baja dan artileri kekurangan sistem kontrol tembakan berbasis GPS dan komunikasi semi-digital.
    -
    Kesimpulan Analisis
    Indonesia bergerak menuju kekuatan regional dengan diversifikasi pemasok (Prancis, Turki, AS).
    Malaydesh terjebak dalam "lingkaran setan" pengadaan: skandal masa lalu → anggaran terbatas → memilih opsi sewa yang mahal → ketergantungan teknologi asing yang kronis.

    BalasHapus
  23. GORILA MALAYDESH = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    GORILA MALAYDESH = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    GORILA MALAYDESH = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    REVISED (FINAL): RM11.2B FOR 5 SHIPS
    (final agreed-upon contract price dealing with cost overruns)
    RM 2.24 billion (2023) per unit + ToT (ceiling) [or USD948M (2023 inflation) or ~USD700M (2011 forex) or ~USD490M (2023 forex) (excluding ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD948 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
    -------------
    REVISED (INITIAL): RM 9.128B FOR 5 SHIPS
    (initial figures using the original contract price in dealing with cost overruns)
    RM 1.8 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD560 million per ship (excluding ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD758 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
    -------------
    ORIGINAL: RM 9B FOR 6 SHIPS
    RM 1.5 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD466 million per ship (excluding cost overruns and ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD631 million in 2023 US dollars (excluding cost overruns and ammo)
    --------------------------------
    1️⃣ DATA UTANG MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
    Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
    Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
    Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
    --------------------------------
    2️⃣ DATA YANG MALAYDESH 2025
    Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
    Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
    Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2025
    Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
    Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
    --------------------------------
    3️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2024
    Utang Pemerintah: RM 1,22 triliun
    Utang Rumah Tangga: RM 1,53 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,6%
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,2%
    Jumlah Penduduk: 34.671.895 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2024
    Utang Pemerintah: RM 1.220.000.000.000 / 34.671.895 = RM 35.187
    Utang Rumah Tangga: RM 1.530.000.000.000 / 34.671.895 = RM 44.128
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 79.315
    --------------------------------
    4️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2023
    Utang Pemerintah: RM 1,17 triliun
    Utang Rumah Tangga: RM 1,45 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,3%
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 81,2%
    Jumlah Penduduk: 35.126.298 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2023
    Utang Pemerintah: RM 1.170.000.000.000 / 35.126.298 = RM 33.308
    Utang Rumah Tangga: RM 1.450.000.000.000 / 35.126.298 = RM 41.279
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 74.587
    --------------------------------
    5️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2022
    Utang Pemerintah: RM 1,08 triliun
    Utang Rumah Tangga: RM 1,38 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 60,1%
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 80,9%
    Jumlah Penduduk: 34.695.493 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2022
    Utang Pemerintah: RM 1.080.000.000.000 / 34.695.493 = RM 31.127
    Utang Rumah Tangga: RM 1.380.000.000.000 / 34.695.493 = RM 39.774
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 70.901
    --------------------------------
    6️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2021
    Utang Pemerintah: RM 979,81 miliar
    Utang Rumah Tangga: RM 1,34 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 63,3%
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 89,1% (Puncak pandemi)
    Jumlah Penduduk: 34.282.399 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2021
    Utang Pemerintah: RM 979.810.000.000 / 34.282.399 = RM 28.580
    Utang Rumah Tangga: RM 1.340.000.000.000 / 34.282.399 = RM 39.087
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 67.667

    BalasHapus
  24. GORILA MALAYDESH = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    GORILA MALAYDESH = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    GORILA MALAYDESH = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    REVISED (FINAL): RM11.2B FOR 5 SHIPS
    (final agreed-upon contract price dealing with cost overruns)
    RM 2.24 billion (2023) per unit + ToT (ceiling) [or USD948M (2023 inflation) or ~USD700M (2011 forex) or ~USD490M (2023 forex) (excluding ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD948 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
    -
    REVISED (INITIAL): RM 9.128B FOR 5 SHIPS
    (initial figures using the original contract price in dealing with cost overruns)
    RM 1.8 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD560 million per ship (excluding ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD758 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
    -
    ORIGINAL: RM 9B FOR 6 SHIPS
    RM 1.5 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD466 million per ship (excluding cost overruns and ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD631 million in 2023 US dollars (excluding cost overruns and ammo)
    --------------------------------
    5x GANTI PM = AKAN
    6x GANTI MENTERI PERTAHANAN = AKAN
    MALONDESH : 2 TAHUN (2025-2024) NOL = KOSONG
    -
    PERDANA MENTERI = TIDAK BAYAR TERTUNGGAK
    MENTERI PERTAHANAN = KEKANGAN KEWANGAN
    97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
    =========
    SALAM NGEMIS F18 KUWAIT 2025-2017=
    5x GANTI PERDANA MENTERI
    5x GANTI MENTERI PERTAHANAN
    -
    SALAM MANGKRAK LCS 2025-2011 =
    5x GANTI PERDANA MENTERI
    6x GANTI MENTERI PERTAHANAN
    -
    MEMBUAL SPH 2025-2016 =
    5x GANTI PERDANA MENTERI
    5x GANTI MENTERI PERTAHANAN
    -
    2026 = F18 BATAL-NSM BANNED-AMRAAM BLOKIR-UH60A BATAL = CUT BUDGET
    --------------------------------
    TIAP TAHUN TIPU-TIPU = LCS DIJANGKA

    2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
    -----
    2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
    ------
    2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
    -----
    2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
    -----
    2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
    -----
    2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
    -----
    2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..
    -----
    17 KREDITUR LCS = Besides MTU Services, others include Contraves Sdn Bhd, Axima Concept SA, Contraves Advanced Devices Sdn Bhd, Contraves Electrodynamics Sdn Bhd and Tyco Fire, Security & Services MALONDESH Sdn Bhd, as well as iXblue SAS, iXblue Sdn Bhd and Protank Mission Systems Sdn Bhd. Also included are Bank Pembangunan MALONDESH Bhd, AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd, MTU Services, Affin Hwang Investment Bank Bhd, Bank Muamalat MALONDESH Bhd, Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat MALONDESH Bhd, Malayan Banking Bhd (Maybank) and KUWAIT FINANCE HOUSE (MALONDESH ) BHD

    BalasHapus
  25. PT PAL Kerjakan SSV Tepat Waktuw
    Target 2026..Selesai Khan haha!πŸ‘πŸ˜ŽπŸ˜‰

    kahsiyan warganyet BANANA🍌REPABLIK KALAH LAGIIIII haha!πŸ€ͺπŸŒπŸ˜„
    lcs SALAH PASANG PIPA & KABEL WIRE
    MUST RE WORK 4000 PCS 😡‍πŸ’«
    ✅️⬇️✅️⬇️✅️⬇️✅️
    PT PAL kerjakan kapal pesanan Filipina jenis Landing Dock
    ✅️22 Januari 2024 18:26 WIB
    Surabaya (ANTARA) - PT PAL Indonesia mulai mengerjakan kapal pesanan Filipina jenis Landing Dock yang ditargetkan selesai dan bisa dikirim pada ✅️2026.

    BalasHapus
  26. SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
    -
    1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
    -
    1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
    -
    2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
    -
    2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
    -
    2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
    -
    2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
    -
    2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
    -
    2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
    -
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
    -
    2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
    -
    2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
    -
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
    -
    2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
    --------------------------------
    Sektor Pertahanan (SIPRI 2024-2025)
    Indonesia (Ekspansi Alutsista): Memiliki daftar panjang transfer senjata modern (1 Lembar Penuh) termasuk:
    Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, ANKA-S (Drone), Air Refuel System.
    Laut: PPA-L-Plus, Mesin Kapal LM-2500.
    Rudal/Mesin: Rudal BORA & KHAN, Mesin TP400-D6.
    Malaydesh (Stagnasi): Catatan transfer senjata KOSONG (Zero). Tidak ada pengadaan alutsista utama baru yang terdaftar.
    -
    Krisis Ketahanan Pangan Malaydesh
    Ketergantungan tinggi pada impor akibat rendahnya tingkat kemandirian lokal:
    Krisis Beras: Mengimpor 500.000 ton beras dari Indonesia (via Kalimantan Barat) per Mei 2025 untuk stok Sarawak.
    Krisis Protein:
    Unggas: Menjadi net importer ayam (Juli 2025) dan penghapusan total subsidi telur (Agustus 2025) demi hemat anggaran RM1,2 miliar.
    Genetika: Terpaksa impor Ayam GPS (Grand Parent Stock) dari Amerika Serikat untuk memperbaiki kualitas indukan.
    Daging Merah: Ketergantungan impor mencapai 90% (Sapi/Kambing) dengan tingkat kemandirian di bawah 15%.
    -
    Krisis Hutang & Beban Rakyat Malaydesh (2025)
    Beban finansial yang mencapai titik kritis secara nasional maupun personal:
    Hutang Pemerintah: Proyeksi melonjak hingga RM1,71 Triliun (69% dari PDB).
    Hutang Rumah Tangga: Sangat tinggi di angka RM1,73 Triliun (85,8% dari PDB).
    Beban Per Kapita (Rata-rata per orang):
    Tanggungan Hutang Pemerintah: RM36.139 / orang.
    Tanggungan Hutang Rumah Tangga: RM45.859 / orang.
    Total Beban Hutang Gabungan: Mendekati RM82.000 per warga negara.
    -
    Perbandingan Strategis
    Indonesia: Fokus pada penguatan kedaulatan militer dan menjadi eksportir pangan (beras) bagi tetangga.
    Malaydesh: Menghadapi "Triple Crisis" (Hutang, Pangan, dan Alutsista). Prioritas anggaran bergeser dari modernisasi militer ke stabilitas perut rakyat dan pembayaran bunga hutang.

    BalasHapus
  27. SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
    -
    1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
    -
    1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
    -
    2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
    -
    2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
    -
    2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
    -
    2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
    -
    2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
    -
    2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
    -
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
    -
    2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
    -
    2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
    -
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
    -
    2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
    --------------------------------
    Realisasi Impor Senjata Global (SIPRI 2021–2025)
    Daftar ini menunjukkan negara dengan kontrak nyata yang sedang berjalan:
    Peringkat 18 (Dunia): Indonesia (Pemimpin di Asia Tenggara dengan pangsa 1,5%).
    Peringkat 23: Filipina.
    Peringkat 26: Singapura.
    Peringkat 40: Thailand.
    Status Malaydesh: KOSONG (Absen dari daftar 40 besar; status hanya Planned atau Not Yet Ordered).
    -
    Daftar Belanja Utama Indonesia (2024–2025)
    Indonesia mencatatkan satu lembar penuh realisasi alutsista strategis:
    Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Anka-S UAV, Air Refueling System.
    Laut: PPA-L-Plus, Ship Engines, LM-2500 Gas Turbines.
    Darat/Rudal: Rudal BORA, Rudal KHAN, Mesin TP400-D6.
    -
    Peringkat Kekuatan Militer ASEAN (GFP 2026)
    Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Nomor 1 ASEAN)
    Vietnam – Peringkat 23
    Thailand – Peringkat 24
    Singapura – Peringkat 29
    Myanmar – Peringkat 35
    Filipina – Peringkat 41
    Malaydesh – Peringkat 42
    -
    Kronologi Kegagalan Kontrak Malaydesh (Timeline "Prank")
    2005: Rudal KS-1A China (Zonk).
    2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak anggaran).
    2018: Kapal MRSS PT PAL (Zonk).
    2022: Jet HAL Tejas India (Batal).
    2023: IAG Guardian (Gagal spek PBB).
    2024-2025: Sewa Black Hawk (Unit tidak kunjung tiba).
    2026: Jet F/A-18 Hornet Kuwait (RESMI BATAL).
    2026: Pembekuan Total seluruh pengadaan militer oleh PM Anwar Ibrahim.
    -
    Perbandingan Skala Ekonomi (PDB 2026)
    Kesenjangan finansial yang menghambat modernisasi militer:
    PDB PPP (Daya Beli Riil):
    Indonesia: US$ 5,69 Triliun (Peringkat 6 Dunia)
    Malaydesh: US$ 1,34 Triliun
    Rasio: Indonesia 4,24 kali lipat lebih besar.
    PDB Nominal (Nilai Pasar):
    Indonesia: US$ 1,69 Triliun
    Malaydesh: US$ 0,46 Triliun
    Rasio: Indonesia 3,67 kali lipat lebih besar.

    BalasHapus
  28. HUTANG BAYAR HUTANG (2026–1998):
    -
    PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
    PENGELUARAN : RM470 Miliar
    BUDGET MINUS : RM470 – RM334,1 = - RM135,9
    --------------------------------
    2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET
    2026 MALONDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
    2026 MALONDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
    2026 MALONDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    2026 MALONDESH = PHK MASSAL
    2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT
    2025 MALONDESH = SIPRI KOSONG
    2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG
    2023 MALONDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
    --------------------------------
    MALONDESH.......
    STATUS 2023-2026: SPIRAL UTANG & KEBANGKRUTAN STRATEGIS
    2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
    2026 MALONDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
    2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
    2025-2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat. Status sejajar dengan Laos dan Kamboja.
    2023 MALONDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur oleh MINDEF karena kendala finansial.
    ________________________________________
    DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
    Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
    Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
    Perhitungan Beban Utang Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
    Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
    Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
    ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
    ________________________________________
    BUKTI NYATA "GALI LUBANG TUTUP LUBANG" (2018–2026):
    2018 (Tabung Harapan): Fase putus asa fiskal melalui open donation rakyat untuk bayar utang negara yang menembus RM 1 Triliun.
    2019 (59%): Laporan Audit Negara mengungkap 59% pinjaman baru hanya untuk bayar utang lama.
    2023 (64,3%): Rekor tertinggi; dari RM 226,6 Miliar pinjaman kasar, sebesar RM 145,8 Miliar lari ke utang lama.
    2025-2026 (58%): Proyeksi konsisten di angka 58%. Lebih dari separuh uang pinjaman tidak menjadi pembangunan, melainkan hanya menyambung napas bunga utang.
    ________________________________________
    ANALISA PERTAHANAN: STAGNASI TOTAL
    Penurunan Daya Gentar: Merosot ke Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi di bawah Filipina (Peringkat 41).
    Kegagalan F/A-18 Hornet: Pembatalan 4 kali upaya pembelian Hornet bekas Kuwait membuktikan hilangnya kredibilitas finansial di pasar internasional (Tiada Cash).
    Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (Tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR menghantam sektor E&E, mematikan sumber pendapatan utama untuk bayar utang.
    KESIMPULAN:
    TOTAL BEBAN WARGA RM 94K + SPIRAL UTANG 70,5% PDB = KEBANGKRUTAN NASIONAL TOTAL

    BalasHapus
  29. GORILA MALAYDESH = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    GORILA MALAYDESH = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    GORILA MALAYDESH = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    REVISED (FINAL): RM11.2B FOR 5 SHIPS
    (final agreed-upon contract price dealing with cost overruns)
    RM 2.24 billion (2023) per unit + ToT (ceiling) [or USD948M (2023 inflation) or ~USD700M (2011 forex) or ~USD490M (2023 forex) (excluding ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD948 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
    -
    REVISED (INITIAL): RM 9.128B FOR 5 SHIPS
    (initial figures using the original contract price in dealing with cost overruns)
    RM 1.8 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD560 million per ship (excluding ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD758 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
    -
    ORIGINAL: RM 9B FOR 6 SHIPS
    RM 1.5 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD466 million per ship (excluding cost overruns and ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD631 million in 2023 US dollars (excluding cost overruns and ammo)
    --------------------------------------------
    UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
    2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
    2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
    2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
    2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
    2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
    2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
    2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
    2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
    2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
    2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
    2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
    --------------------------------------------
    OBLIGASI GLOBAL MALAYDESH (1998–2026)
    1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
    1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
    2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
    2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
    2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
    2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
    2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
    2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
    2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
    2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi

    BalasHapus
  30. GORILA MALAYDESH = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    REVISED (FINAL): RM11.2B FOR 5 SHIPS
    (final agreed-upon contract price dealing with cost overruns)
    RM 2.24 billion (2023) per unit + ToT (ceiling) [or USD948M (2023 inflation) or ~USD700M (2011 forex) or ~USD490M (2023 forex) (excluding ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD948 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
    -------------
    REVISED (INITIAL): RM 9.128B FOR 5 SHIPS
    (initial figures using the original contract price in dealing with cost overruns)
    RM 1.8 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD560 million per ship (excluding ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD758 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
    -------------
    ORIGINAL: RM 9B FOR 6 SHIPS
    RM 1.5 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD466 million per ship (excluding cost overruns and ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD631 million in 2023 US dollars (excluding cost overruns and ammo)
    =============
    PROGRESS 70.1% (2025-2011 = 15 YEARS)
    PROGRESS 70.1% (2025-2011 = 15 YEARS)
    PROGRESS 70.1% (2025-2011 = 15 YEARS)
    Deputy Defence Minister Adly Zahari said on Thursday that the overall progress of the long-delayed littoral combat ships (LCS) project had reached 70.1% as of Oct 25 this year.
    -------------
    SLOWLY...........
    70.1% : 15 YEARS = 4.6% PER YEARS
    70.1% : 15 YEARS = 4.6% PER YEARS
    70.1% : 15 YEARS = 4.6% PER YEARS
    The progress — which includes design, construction, equipping, and testing — is slightly behind schedule by 0.59%, as the planned progress was 70.69%, according to the contract’s timeline.
    On the first LCS (LCS 1), the construction is in its final phase and is expected to be completed by the end of this year, Adly noted.
    =============
    2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
    -----
    2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
    ------
    2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
    -----
    2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
    -----
    2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
    -----
    2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
    -----
    2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..
    -----
    17 KREDITUR LCS = Besides MTU Services, others include Contraves Sdn Bhd, Axima Concept SA, Contraves Advanced Devices Sdn Bhd, Contraves Electrodynamics Sdn Bhd and Tyco Fire, Security & Services MALAYDESH Sdn Bhd, as well as iXblue SAS, iXblue Sdn Bhd and Protank Mission Systems Sdn Bhd. Also included are Bank Pembangunan MALAYDESH Bhd, AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd, MTU Services, Affin Hwang Investment Bank Bhd, Bank Muamalat MALAYDESH Bhd, Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat MALAYDESH Bhd, Malayan Banking Bhd (Maybank) and KUWAIT FINANCE HOUSE (MALAYDESH ) BHD.
    ==============
    NGPVs > LCS > OPV > LMS= EXCLUDING AMMO = FFBNW KOSONG

    BalasHapus
  31. SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
    -
    1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
    -
    1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
    -
    2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
    -
    2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
    -
    2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
    -
    2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
    -
    2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
    -
    2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
    -
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
    -
    2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
    -
    2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
    -
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
    -
    2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
    --------------------------------
    Realitas SIPRI 2025: Belanja Nyata vs Lembar Kosong
    Perbandingan realisasi transfer senjata internasional (2024–2025):
    INDONESIA (1 Lembar Penuh): Sukses mengamankan aset strategis:
    Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Anka-S UAV, Air Refuel System.
    Laut: PPA-L-Plus, Ship Engines, Mesin LM-2500.
    Rudal/Darat: Rudal BORA, Rudal KHAN, Mesin TP400-D6.
    GRUP "SALAM KOSONG": Tidak mencatatkan aktivitas belanja/transfer senjata signifikan di SIPRI:
    Malaydesh (Stagnasi total 6 tahun).
    Timor Leste, Kamboja, Laos, Brunei.
    -
    Peringkat Kekuatan Militer ASEAN (GFP 2026)
    Dominasi Indonesia di puncak hirarki regional:
    Indonesia (Peringkat 13 Dunia) – Hegemon Mutlak
    Vietnam (Peringkat 23)
    Thailand (Peringkat 24)
    Singapura (Peringkat 29)
    Myanmar (Peringkat 35)
    Filipina (Peringkat 41)
    Malaydesh (Peringkat 42) – Terlempar ke papan bawah
    -
    Analisa Ekonomi: "The Great Decoupling"
    Indonesia secara resmi keluar dari level persaingan regional menuju elit global:
    Kasta Elit Dunia: Indonesia Peringkat 6 Dunia (PDB PPP), melampaui Brasil, Inggris, dan Prancis.
    Jurang Ekonomi: Ekonomi Indonesia secara riil (PPP) adalah 4,24 kali lipat lebih besar dari Malaydesh.
    Kesehatan Fiskal: Rasio utang Indonesia sehat (~40%), sementara Malaydesh kritis (~69%) dengan proyeksi utang RM 1,79 Triliun pada 2026.
    -
    Status Pertahanan: Modernisasi vs Demiliterisasi
    Indonesia (Modernisasi Masif): Melakukan hilirisasi ekonomi untuk membiayai alutsista premium (Rafale, Scorpene, KF-21).
    Malaydesh (Demiliterisasi De Facto):
    Siklus Prank: Kegagalan kontrak berulang (Rafale, Tejas, F-18 Kuwait).
    Negara Leasing: Bergantung pada sewa (Black Hawk, AW139) karena tidak mampu beli tunai.
    Pembekuan Total: PM Anwar Ibrahim menghentikan pengadaan akibat skandal korupsi dan krisis utang.

    BalasHapus
  32. 2016 EKSPOR SSV B1 versus LCS DELAY
    2026 LAUNCHING SSV B2 versus LCS DELAY
    ----------------------------------
    SSV Batch 1:
    BRP Tarlac (LD-601) & BRP Davao del Sur (LD-602)
    This initial $92 million contract marked Indonesia’s first major military warship export. The ships were modeled after the Indonesian Navy's Makassar-class.
    • June 2014: The Philippine Department of National Defense officially signs the contract with PT PAL Indonesia for two SSV units.
    • January 2015: First steel cutting and construction begins for the lead ship, SSV-1 (BRP Tarlac).
    • June 2015: Keel laying ceremony takes place for the sister ship, SSV-2 (BRP Davao del Sur).
    • January 17, 2016: BRP Tarlac (LD-601) is launched at the shipyard in Surabaya.
    • May 2016: BRP Tarlac (LD-601) is officially delivered and arrives in Manila, later commissioning on June 1, 2016.
    • September 2016: BRP Davao del Sur (LD-602) is launched in Surabaya.
    • May 10, 2017: BRP Davao del Sur (LD-602) is formally delivered and inducted into active service.
    ----------------------------------
    BSSV atch 2:
    Follow-On Upgraded SSVs (LD-603 & LD-604)
    Following satisfaction with Batch 1, the Philippines ordered a second batch under the Landing Docks Acquisition Project featuring improved troop lift capabilities and larger helicopter decks.
    • June 2022: The Philippines signs a follow-on repeat contract with PT PAL Indonesia for two additional upgraded SSV units.
    • August 10, 2023: First steel cutting ceremony takes place for the 3rd LPD overall (LD-603).
    • January 22, 2024: Keel laying for the 3rd LPD (LD-603) and simultaneous first steel cutting for the 4th LPD (LD-604).
    • May 29, 2024: Keel laying ceremony is completed for the 4th LPD (LD-604).
    • April 2025: Fleet maintenance milestone occurs as Batch 1 lead ship BRP Tarlac returns to PT PAL's Surabaya shipyard for an extensive Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) program.
    • June 30, 2026: The 3rd LPD, BRP Ilocos Norte (LD-603), is officially launched in Surabaya after accelerating its dock construction phase down to just six months.
    • Late 2026 (Projected): Scheduled delivery and final handover of BRP Ilocos Norte (LD-603) to the Philippine Navy following sea trials.
    • 2027 (Projected): Anticipated launch and delivery of the 4th upgraded SSV (LD-604), completing the total fleet of four Indonesian-built strategic sealift assets.
    ===================
    ===================
    LCS By LUNAS = TIDAK LUNAS 16 TAHUN
    -
    2011 (Pengadaan): Kontrak enam kapal LCS diberikan ke Galangan Boustead tanpa tender terbuka.
    2019 (Target Awal): Kapal pertama (KD Maharaja Lela) seharusnya dikirim ke TLDM pada April 2019.
    2022 (Target Asal): Jadwal asli mengharuskan lima kapal selesai dan diserahkan.
    2023 (Target Akhir Kontrak Asal): Kapal terakhir seharusnya diserahterimakan Juni 2023, namun kapal pertama baru selesai 60%.
    2025 (Estimasi Baru): Kapal pertama mundur hingga 2025, setelah proyek berjalan 12 tahun dan dibayar RM6 miliar.
    2026 (Revisi Pengiriman Pertama): Penyerahan lima kapal diubah bertahap, dengan kapal pertama dijadwalkan akhir 2026.
    2029 (Target Penyelesaian Baru): Kelima kapal LCS diperkirakan baru selesai sepenuhnya pada tahun 2029.
    ----------------------------------
    😝EKSPOR SSV VERSUS LCS 16 TAHUN DELAY 2026-2011😝

    BalasHapus
  33. SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
    -
    1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
    -
    1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
    -
    2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
    -
    2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
    -
    2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
    -
    2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
    -
    2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
    -
    2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
    -
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
    -
    2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
    -
    2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
    -
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
    -
    2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
    --------------------------------
    Realitas SIPRI 2025: Belanja Nyata vs Lembar Kosong
    Perbandingan aktivitas transfer senjata internasional berdasarkan laporan terbaru:
    INDONESIA (1 Lembar Penuh - Aktif): Berhasil mengamankan aset strategis:
    Matra Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Anka-S UAV, Air Refueling System.
    Matra Laut: PPA-L-Plus, Ship Engines, Mesin Gas Turbin LM-2500.
    Rudal/Darat: Rudal BORA, Rudal KHAN, Mesin TP400-D6.
    MALAYDESH (Lembar Kosong - Lumpuh): Status pengadaan 6 tahun terakhir:
    2020–2021: Planned (Hanya wacana).
    2022: Selected Not Yet Ordered (Pilih tapi tidak beli).
    2023: Not Yet Ordered (Tanpa pesanan).
    2024–2025: KOSONG (Absen total dari radar SIPRI).
    -
    Hirarki Kekuatan Militer ASEAN (GFP 2026)
    Pergeseran peringkat yang menunjukkan penurunan drastis kredibilitas pertahanan Malaydesh:
    Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Nomor 1 ASEAN)
    Vietnam – Peringkat 23
    Thailand – Peringkat 24
    Singapura – Peringkat 29
    Myanmar – Peringkat 35
    Filipina – Peringkat 41
    Malaydesh – Peringkat 42 (Kalah dari Filipina & Myanmar).
    -
    Analisa "The Great Decoupling" (Pemisahan Kasta Ekonomi)
    Indonesia keluar dari level regional dan masuk ke elit global:
    Skala Ekonomi (PPP): Indonesia Peringkat 6 Dunia (US$ 5,69 Triliun). Secara riil, ekonomi Indonesia 4,24 kali lipat lebih besar dari Malaydesh.
    Kesehatan Fiskal: Rasio utang Indonesia aman (<40%), sedangkan Malaydesh kritis (>60%) dengan beban bunga utang yang mencekik belanja alutsista.
    Leverage Global: Indonesia mengontrol 60% nikel dunia dan menjadi pusat gravitasi energi kawasan (Batu Bara).
    -
    Fenomena Demiliterisasi De Facto Malaydesh
    Kondisi yang menyebabkan kelumpuhan pertahanan tetangga:
    Negara Tukang Sewa (Leasing State): Akibat gagal bayar tunai, mobilitas militer bergantung pada sewa (Helikopter Black Hawk/AW139).
    Siklus "Prank" Pertahanan: Kegagalan kontrak berulang sejak 2005 (Rafale, Tejas, hingga F-18 Kuwait yang resmi batal pada 2026).
    Pembekuan Total: Kebijakan PM Anwar Ibrahim untuk menghentikan seluruh pengadaan akibat skandal korupsi sistemik di Kemenhan.
    -
    Kesimpulan Strategis 2026
    Indonesia: Menjadi Hegemon Mutlak di Asia Tenggara dengan kekuatan finansial dan militer yang setara dengan negara G7 (Prancis/Inggris).
    Malaydesh: Terjebak dalam Stagnasi Permanen dan penurunan kelas menjadi negara berkekuatan militer lemah di level ASEAN (Grup "Salam Kosong").

    BalasHapus
  34. Sesuai Milestone yaaa haha!πŸ‘✌️😎

    Tepat waktuw 2026 haha!✌️πŸ‘ŒπŸ¦Ύ

    di kawasan hanya gowing lcs, damen opv miring yang SUPER DELAY & MANGKRAK semuanya made in Banana🍌 Republik kl, KALAH LAGIIIIII haha!🍌πŸ€ͺπŸ˜†

    ✅️⬇️✅️⬇️✅️⬇️
    Surabaya, (01/09) PT PAL Indonesia memastikan bahwa proyek pembangunan 2 (dua) unit kapal Filipina sesuai dengan milestone yang telah disepakati antara Departement of National Defense Philippines dan PT PAL Indonesia
    https://www.pal.co.id/proyek-kapal-filipina-berjalan-sesuai-tahapan/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Curiga dulu masalah mesin. Kayaknya masalah diseluruh industri. Barang dikirim, bisa lansung on track kalau sistem manajemen bagus.😁

      Hapus
    2. Bagian relevan dalam artikel tersebut:
      Dalam perjalanan proyek terjadi penyesuaian teknis dipengaruhi oleh kondisi geopolitik global yang berdampak pada rantai pasok dan proses produksi. Penyesuaian tersebut telah dibahas bersama pihak Filipina dan telah terjadi kesepakatan yang dituangkan secara legal formal.

      Hapus
    3. Keknya mirip thailen..jeroan jerman punyak gak lulus ekspor

      ph kena banned jugak dimana2...
      sampe skarang pandur gak datang om irs haha!πŸ˜‰πŸ€­✌️
      yg dr brasil lamban

      Hapus
    4. Nggak separah kasus KS Thailand atau Pandur Filipina deh. Kita impor langsung dari Jerman, bukan bikin di dalam negeri. Masalah kedua negara itu adalah mereka bikin mesin Jerman di dalam negeri.

      Hapus
  35. PT PAL kerjakan kapal pesanan Filipina jenis Landing Dock
    ✅️22 Januari 2024 18:26 WIB
    Surabaya (ANTARA) - PT PAL Indonesia mulai mengerjakan kapal pesanan Filipina jenis Landing Dock yang ditargetkan selesai dan bisa dikirim pada ✅️2026.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebelah delay ..... dibayar 6 unit dikurangi jadi 5 unit itu pun exclauding ammo om @palu gada

      Hapus
    2. nyoiihhh kena Songlap, last last NSM KENSEL om haha!⛔️🀣🍌

      Hapus
  36. palu gada4 September 2025 pukul 13.21
    Beliau berkata, pesawat itu yang sudah berusia ❌️18 tahun
    “Bagi pesawat pejuang, tempoh minimum boleh beroperasi adalah❌️20 tahun
    ------------

    taon depan EMKAEM RONGSOK gaesz haha!😡‍πŸ’«πŸ˜­πŸ˜΅‍πŸ’«

    33 hornet seken kuwait..BATAL❌️πŸ€₯haha!πŸ₯Ά☠️πŸ₯Ά

    BalasHapus
  37. Balasan
    1. GORILA MALAYDESH = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      GORILA MALAYDESH = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      GORILA MALAYDESH = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      REVISED (FINAL): RM11.2B FOR 5 SHIPS
      (final agreed-upon contract price dealing with cost overruns)
      RM 2.24 billion (2023) per unit + ToT (ceiling) [or USD948M (2023 inflation) or ~USD700M (2011 forex) or ~USD490M (2023 forex) (excluding ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD948 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
      -------------
      REVISED (INITIAL): RM 9.128B FOR 5 SHIPS
      (initial figures using the original contract price in dealing with cost overruns)
      RM 1.8 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD560 million per ship (excluding ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD758 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
      -------------
      ORIGINAL: RM 9B FOR 6 SHIPS
      RM 1.5 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD466 million per ship (excluding cost overruns and ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD631 million in 2023 US dollars (excluding cost overruns and ammo)
      -------------
      NEVER BUILT ANYTHING BUT = TRAWLERS OR POLICE BOATS
      NEVER BUILT ANYTHING BUT = TRAWLERS OR POLICE BOATS
      NEVER BUILT ANYTHING BUT = TRAWLERS OR POLICE BOATS
      Despite the auditor-general stating that PSC-Naval Dockyard had never built anything but trawlers or police boats before being given the contract, the company was contracted to deliver six patrol boats for the MALAYDESH Navy in 2004 and complete the delivery in 2007.
      Those were supposed to be the first of 27 offshore vessels ultimately cost RM24 billion plus the right to maintain and repair all of the country’s naval craft.
      ===================
      ===================
      LMS B2 = FFBNW DOWNGRADE HISAR OPV NO ASW
      1. ADA CLASS PAKISTAN USD 1 MILYAR/4 = USD 250 JUTA PER UNIT
      -
      2. ADA CLASS UKRAINE USD 1 MILYAR/2 = USD 250 JUTA PER UNIT + UCAV SENILAI USD 500 JUTA
      -
      3. HISAR OPV CLASS (LMS B2) MALAYDESH USD 530 JUTA /3 = USD 176,7 JUTA PER UNIT
      -------------
      LCS = FFBNW MANGKRAK 15 YEARS
      LCS USD 4,74 BILLION/5 UNIT = USD 948 MILLION/UNIT ]
      • USD 948 JUTA (EXCLUDING AMMO) = FFBNW = DELAYED
      -NO NSM.
      -NO VL MICA.
      -NO TORPEDO RINGAN.
      -NO SECONDARY GUNS.
      -NO BOFORS MK3.
      -----------
      PRICE DESTROYER DAN FREGAT =
      -KDX 3 CLASS/SEJONG USD 900 JUTA/UNIT
      -TYPE 052D CLASS USD 500-600 JUTA.
      -TYPE 055 CLASS USD 920 JUTA.
      ===================
      READINESS AIR FORCE = 43%
      READINESS AIR FORCE = 43%
      READINESS AIR FORCE = 43%
      On readiness levels, Azalina cited a 2017 Universiti TekNOLogi MALAYDESH study titled Aircraft Acquisition Conceptual Framework, which found that the Royal MALAYDESH Air Force's (RMAF) aircraft readiness was at just 43 per cent between 2011 and 2015 compared to the minimum 70 per cent mark.
      ---------------
      READINESS NAVY = 58,6%
      READINESS NAVY = 58,6%
      READINESS NAVY = 58,6%
      Panglima Tentera Laut, Laksamana Tan Sri Abdul Rahman Ayob hari ini menyatakan tahap kesiagaan armada Tentera Laut Diraja MALAYDESH (TLDM) adalah di bawah sasaran.
      Perkara tersebut dinyatakan oleh beliau semasa menyampaikan Perutusan Tahun Baharu 2024 dan Setahun Pemerintahan Panglima Tentera Laut di Wisma Pertahanan.
      ==============
      NGPVs > LCS > OPV > LMS= EXCLUDING AMMO = FFBNW KOSONG

      Hapus
    2. GORILA MALAYDESH = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      GORILA MALAYDESH = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      GORILA MALAYDESH = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      REVISED (FINAL): RM11.2B FOR 5 SHIPS
      (final agreed-upon contract price dealing with cost overruns)
      RM 2.24 billion (2023) per unit + ToT (ceiling) [or USD948M (2023 inflation) or ~USD700M (2011 forex) or ~USD490M (2023 forex) (excluding ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD948 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
      -------------
      REVISED (INITIAL): RM 9.128B FOR 5 SHIPS
      (initial figures using the original contract price in dealing with cost overruns)
      RM 1.8 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD560 million per ship (excluding ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD758 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
      -------------
      ORIGINAL: RM 9B FOR 6 SHIPS
      RM 1.5 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD466 million per ship (excluding cost overruns and ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD631 million in 2023 US dollars (excluding cost overruns and ammo)
      -------------
      NEVER BUILT ANYTHING BUT = TRAWLERS OR POLICE BOATS
      NEVER BUILT ANYTHING BUT = TRAWLERS OR POLICE BOATS
      NEVER BUILT ANYTHING BUT = TRAWLERS OR POLICE BOATS
      Despite the auditor-general stating that PSC-Naval Dockyard had never built anything but trawlers or police boats before being given the contract, the company was contracted to deliver six patrol boats for the MALAYDESH Navy in 2004 and complete the delivery in 2007.
      Those were supposed to be the first of 27 offshore vessels ultimately cost RM24 billion plus the right to maintain and repair all of the country’s naval craft.
      ===================
      ===================
      The Royal MALAYDESH Navy (RMN) faces a number of problems, including an aging fleet, a small defense budget, and corruption.
      Aging fleet
      More than half of the RMN's fleet is past its prime
      Vital replacements have been delayed
      The RMN's ability to patrol its maritime domain is severely limited
      Small defense budget
      MALAYDESH 's defense budget is relatively small
      The RMN's ability to patrol and secure its maritime domain is limited by its small defense budget
      Corruption
      The RMN has gone through numerous modernization efforts, some of which are intertwined with corruption
      The RMN's military has been plagued by corruption
      Mismanagement
      A government audit found that mismanagement has mangkrak plans to replace the RMN's aging fleet
      The Public Accounts Committee (PAC) found that BNS subsidiaries did not use all of the government's payments
      ===================
      LMS B2 = FFBNW DOWNGRADE HISAR OPV NO ASW
      1. ADA CLASS PAKISTAN USD 1 MILYAR/4 = USD 250 JUTA PER UNIT
      -
      2. ADA CLASS UKRAINE USD 1 MILYAR/2 = USD 250 JUTA PER UNIT + UCAV SENILAI USD 500 JUTA
      -
      3. HISAR OPV CLASS (LMS B2) MALAYDESH USD 530 JUTA /3 = USD 176,7 JUTA PER UNIT
      -------------
      LCS = FFBNW MANGKRAK 15 YEARS
      LCS USD 4,74 BILLION/5 UNIT = USD 948 MILLION/UNIT ]
      • USD 948 JUTA (EXCLUDING AMMO) = FFBNW = DELAYED
      -NO NSM.
      -NO VL MICA.
      -NO TORPEDO RINGAN.
      -NO SECONDARY GUNS.
      -NO BOFORS MK3.
      -----------
      PRICE DESTROYER DAN FREGAT =
      -KDX 3 CLASS/SEJONG USD 900 JUTA/UNIT
      -TYPE 052D CLASS USD 500-600 JUTA.
      -TYPE 055 CLASS USD 920 JUTA.
      ==============
      NGPVs > LCS > OPV > LMS= EXCLUDING AMMO = FFBNW KOSONG

      Hapus
    3. SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      --------------------------------
      Dominasi Mutlak Indonesia di Level Global & ASEAN
      Indonesia telah berhasil melakukan "Great Decoupling", memisahkan diri dari persaingan kelas menengah ASEAN dan masuk ke jajaran elit ekonomi dunia:
      Peringkat 6 Dunia (PPP): Dengan PDB PPP sebesar US$ 5,69 Triliun, Indonesia secara riil lebih besar dari raksasa Eropa seperti Inggris dan Prancis.
      Hegemon ASEAN:
      Skala Riil (PPP): Ekonomi Indonesia mencapai 4,24x lipat ekonomi Malaydesh dan 6,69x lipat Singapura.
      Skala Pasar (Nominal): Indonesia tetap dominan dengan angka 3,67x lebih besar dari Malaydesh ($1,69 T vs $0,46 T).
      Top 5 Asia: Secara nominal, Indonesia kini berada di posisi ke-5 Asia, hanya di bawah Tiongkok, Jepang, India, dan Korea Selatan.
      -
      Krisis Fiskal & "Debt Trap" Malaydesh (2010–2026)
      Data menunjukkan tren akumulasi utang Malaydesh yang mengkhawatirkan:
      Ledakan 2018 (Transparansi Liabilitas): Terjadi lonjakan dari RM 686 Miliar ke RM 1,19 Triliun. Ini adalah titik balik di mana utang tersembunyi (1MDB & PPP) mulai diakui secara resmi.
      Proyeksi 2026: Utang diperkirakan menyentuh RM 1,79 Triliun. Dalam 16 tahun (2010–2026), utang Malaydesh membengkak hampir 4,4 kali lipat.
      Rasio Kritis: Rasio utang terhadap PDB melonjak dari 52% (2010) menjadi 70,4% (2024), melewati batas aman (65%).
      -
      Implikasi Strategis: Stagnasi Pertahanan & Ekonomi
      Kesenjangan fiskal ini menjelaskan mengapa terjadi fenomena "SIPRI Kosong" pada Malaydesh:
      Beban Bunga Utang: Dengan utang RM 1,79 T, sebagian besar pendapatan negara Malaydesh habis untuk membayar bunga, mengakibatkan pembekuan anggaran alutsista.
      Daya Beli Domestik: Utang rumah tangga Malaydesh yang mencapai 84,3% menjadi "bom waktu" bagi konsumsi internal, sementara Indonesia dengan utang 16% memiliki daya beli yang jauh lebih stabil dan resilien.

      Hapus
  38. EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    GORILA MALAYDESH = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    GORILA MALAYDESH = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    REVISED (FINAL): RM11.2B FOR 5 SHIPS
    (final agreed-upon contract price dealing with cost overruns)
    RM 2.24 billion (2023) per unit + ToT (ceiling) [or USD948M (2023 inflation) or ~USD700M (2011 forex) or ~USD490M (2023 forex) (excluding ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD948 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
    -------------
    REVISED (INITIAL): RM 9.128B FOR 5 SHIPS
    (initial figures using the original contract price in dealing with cost overruns)
    RM 1.8 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD560 million per ship (excluding ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD758 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
    -------------
    ORIGINAL: RM 9B FOR 6 SHIPS
    RM 1.5 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD466 million per ship (excluding cost overruns and ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD631 million in 2023 US dollars (excluding cost overruns and ammo)
    -------------
    NEVER BUILT ANYTHING BUT = TRAWLERS OR POLICE BOATS
    NEVER BUILT ANYTHING BUT = TRAWLERS OR POLICE BOATS
    NEVER BUILT ANYTHING BUT = TRAWLERS OR POLICE BOATS
    Despite the auditor-general stating that PSC-Naval Dockyard had never built anything but trawlers or police boats before being given the contract, the company was contracted to deliver six patrol boats for the MALAYDESH Navy in 2004 and complete the delivery in 2007.
    Those were supposed to be the first of 27 offshore vessels ultimately cost RM24 billion plus the right to maintain and repair all of the country’s naval craft.
    ===================
    ===================
    PRODUK DALAM NEGERI 2009-2024
    HASIL PROGRAM MINIMUM ESSENTIAL FORCE (MEF) TNI AL. ASET KAPAL PERANG STRIKING FORCE TNI AL
    KAPAL CEPAT RUDAL PRODUK PT PAL =
    1. KRI Kapak 625
    2. KRI Panah 626
    3. KRI Kerambit 627
    4. KRI Sampari 628
    5. KRI Tombak 629
    6. KRI Halasan 630
    KAPAL CEPAT RUDAL PRODUK SWASTA NASIONAL =
    1. KRI Clurit 641
    2. KRI Kujang 642
    3. KRI Beladau 643
    4. KRI Alamang 644
    5. KRI Surik 645
    6. KRI Siwar 646
    7. KRI Parang 647
    8. KRI Terapang 648
    9. KRI Golok (Trimaran) 688
    KAPAL PATROLI CEPAT PRODUK SWASTA NASIONAL =
    1. KRI Pari 849
    2. KRI Sembilang 850
    3. KRI Sidat 851
    4. KRI Cakalang 852
    5. KRI Tatihu 853
    6. KRI Layaran 854
    7. KRI Madidihang 855
    8. KRI Kurau 856
    9. KRI Torani 860
    10. KRI Lepu 861
    11. KRI Albakora 867
    12. KRI Bubara 868
    13. KRI Gulamah 869
    14. KRI Posepa 870
    15. KRI Escolar 871
    16. KRI Karotang 872
    17. KRI Mata Bongsang 873
    18. KRI Dorang 874
    19. KRI Bawal 875
    20. KRI Tuna 876
    21. KRI Marlin 877
    22. KRI Butana 878
    23. KRI Selar 879
    24. KRI Hampala 880
    25. KRI Lumba-Lumba 881
    KAPAL KORVET PRODUK SWASTA NASIONAL =
    1. KRI VVIP Bung Karno 369
    2. KRI Bung Hatta 370
    3. KRI Raja Ali Fisabilillah 391
    4. KRI Lukas Rumkoren 392
    ASET KAPAL PERANG SUPPORTING FORCE TNI AL PRODUKSI DALAM NEGERI
    KAPAL LOGISTIK PRODUK SWASTA NASIONAL =
    1. KRI Dumai 904
    2. KRI Tarakan 905
    3. KRI Bontang 906
    4. KRI Balongan 907
    KAPAL LPD (LANDING PLATFORM DOCK) PRODUK PT PAL =
    1. KRI Semarang 594
    2. KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
    3. KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
    KAPAL PEMETAAN BAWAH AIR PRODUK SWASTA NASIONAL =
    1. KRI Pollux 935
    KAPAL SELAM TRANSFER TEKNOLOGI KORSEL-PT PAL =
    1. KRI Nagapasa 403
    2. KRI Ardadedali 404
    3. KRI Alugoro 405

    BalasHapus
  39. PT PAL bikin
    ✅️SSV/LPD sangat cepat, Onli 6 bulan
    ✅️AH140 1 tahun

    sementara
    ❌️gowing dr 2011 belum nampak di serahkan
    ❌️damen opv miring mangkrak
    bahaya iq jongkok hahah!🍌πŸ€₯🍌

    BalasHapus
  40. GORILA MALAYDESH = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    GORILA MALAYDESH = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    GORILA MALAYDESH = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    REVISED (FINAL): RM11.2B FOR 5 SHIPS
    (final agreed-upon contract price dealing with cost overruns)
    RM 2.24 billion (2023) per unit + ToT (ceiling) [or USD948M (2023 inflation) or ~USD700M (2011 forex) or ~USD490M (2023 forex) (excluding ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD948 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
    -------------
    REVISED (INITIAL): RM 9.128B FOR 5 SHIPS
    (initial figures using the original contract price in dealing with cost overruns)
    RM 1.8 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD560 million per ship (excluding ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD758 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
    -------------
    ORIGINAL: RM 9B FOR 6 SHIPS
    RM 1.5 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD466 million per ship (excluding cost overruns and ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD631 million in 2023 US dollars (excluding cost overruns and ammo)
    -------------
    NEVER BUILT ANYTHING BUT = TRAWLERS OR POLICE BOATS
    NEVER BUILT ANYTHING BUT = TRAWLERS OR POLICE BOATS
    NEVER BUILT ANYTHING BUT = TRAWLERS OR POLICE BOATS
    Despite the auditor-general stating that PSC-Naval Dockyard had never built anything but trawlers or police boats before being given the contract, the company was contracted to deliver six patrol boats for the MALAYDESH Navy in 2004 and complete the delivery in 2007.
    Those were supposed to be the first of 27 offshore vessels ultimately cost RM24 billion plus the right to maintain and repair all of the country’s naval craft
    -------------
    2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
    -----
    2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
    ------
    2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
    -----
    2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
    -----
    2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
    -----
    2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
    -----
    2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..
    -----
    17 KREDITUR LCS = Besides MTU Services, others include Contraves Sdn Bhd, Axima Concept SA, Contraves Advanced Devices Sdn Bhd, Contraves Electrodynamics Sdn Bhd and Tyco Fire, Security & Services MALAYDESH Sdn Bhd, as well as iXblue SAS, iXblue Sdn Bhd and Protank Mission Systems Sdn Bhd. Also included are Bank Pembangunan MALAYDESH Bhd, AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd, MTU Services, Affin Hwang Investment Bank Bhd, Bank Muamalat MALAYDESH Bhd, Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat MALAYDESH Bhd, Malayan Banking Bhd (Maybank) and KUWAIT FINANCE HOUSE (MALAYDESH ) BHD.

    BalasHapus
  41. BUKTI LCS OMPONG MELOMPONG ......
    LOI NSM = LCS OMPONG
    LOI NSM = LCS OMPONG
    LOI TARANTULA = GOIB
    Mindef hari ini menandatangani surat hasrat (LOI) bernilai RM1.8 bilion kepada Mildef International Technologies Sdn. Bhd. (MILDEF).
    Selain Tarantula, Mindef turut menganugerahkan LOI bernilai RM800 juta kepada Lumut Naval Shipyard (Lunas) bagi perolehan kelengkapan logistik untuk kapal tempur pesisir (LCS). Seterusnya membekal 2 set pelancar Naval Strike Missile (NSM) bernilai RM44 juta.
    ----
    BUKTI OPV GAGAL
    BUKTI OPV GAGAL
    BUKTI OPV GAGAL
    Bagaimana pun kapal kedua dan ketiga (OPV 2, OPV 3) gagal disiapkan dengan kedua-duanya telah mencapai status pembinaan sebanyak 76% dan 57%.
    Kerajaan memeterai perjanjian dengan THHE Destiny pada 2017 untuk membekalkan tiga unit OPV pada kos RM740 juta untuk APMM dan kapal peronda itu dijadual diserahkan pada 2022
    ----
    MKM = BARTER PALM OIL
    MIG29N = BARTER PALM OIL
    MALAYDESH has used palm oil to barter for military equipment, including fighter jets. The MALAYDESH Armed Forces (MAF) is made up of the Royal MALAYDESH Navy, the Royal MALAYDESH Air Force, and the MALAYDESH Army.
    ----
    A400M
    PEMBAYARAN BERPERINGKAT = DEBT
    MALAYDESH membeli pesawat Airbus A400M secara ansuran dan bukan secara tunai. Pembelian pesawat A400M dilakukan melalui kontrak yang melibatkan bayar berperingkat.
    ----
    FA50M BARTER PALM OIL
    On the other hand, South Korea aims to sell another 18 FA-50s to MALAYDESH in the future. MALAYDESH announced that at least half of the payment would be made in palm oil
    ----
    SCORPENE BARTER PALM OIL
    Under the deal, France would buy RM819 million’s (€230 million) worth of MALAYDESH palm oil, RM327 million (€92 million) of other commodities, and invest RM491 million (€138 million) for training and techNOLogy transfer to local firms here.
    ----
    PT91 BARTER PALM OIL RUBBER
    Payment for the purchase includes 30 percent of direct off-set in the form of training and techNOLogy transfer and 30 percent of indirect off-set in commodities like palm oil and rubber.
    ----
    GORILA MALAYDESH = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    GORILA MALAYDESH = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    GORILA MALAYDESH = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    REVISED (FINAL): RM11.2B FOR 5 SHIPS
    (final agreed-upon contract price dealing with cost overruns)
    RM 2.24 billion (2023) per unit + ToT (ceiling) [or USD948M (2023 inflation) or ~USD700M (2011 forex) or ~USD490M (2023 forex) (excluding ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD948 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
    -------------
    REVISED (INITIAL): RM 9.128B FOR 5 SHIPS
    (initial figures using the original contract price in dealing with cost overruns)
    RM 1.8 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD560 million per ship (excluding ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD758 million in 2023 US dollars (excluding ammo)

    BalasHapus
  42. Kata beruk PT PAL bikinnya telat. Kalau telat 15 thn itu apa namanya ?

    BalasHapus
  43. 2026 LD-603 FILIPINA =
    SELESAI 6 BULAN DOCKING
    SELESAI 6 BULAN DOCKING
    SELESAI 6 BULAN DOCKING
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/07/pt-pal-lakukan-launching-kapal-lpd-ke-3.html?sc=1782865796211#c5761900414098458099
    ----------------------------------
    2026 LUNAS = 1 PROTOTIPE KF21
    2026 LUNAS = 1 PROTOTIPE KF21
    2026 LUNAS = 1 PROTOTIPE KF21
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/06/indonesia-siap-terima-prototipe-jet.html?sc=1781141080257#c7962626431917344692
    ===================
    ===================
    LCS By LUNAS = TIDAK LUNAS 16 TAHUN
    -
    17 VENDOR TAGIH HUTANG LCS = 16 TAHUN
    PROTANK = TAGIH HUTANG
    MTU Services = TAGIH HUTANG
    Contraves Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Axima Concept SA = TAGIH HUTANG
    Contraves Advanced Devices Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Tyco Fire, Security & Services Malaydesh Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    iXblue SAS = TAGIH HUTANG
    iXblue Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Bank Pembangunan Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
    AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd = TAGIH HUTANG
    MTU Services = TAGIH HUTANG
    Affin Hwang Investment Bank Bhd = TAGIH HUTANG
    Bank Muamalat Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
    Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
    Malayan Banking Bhd (Maybank) = TAGIH HUTANG
    Kuwait Finance House (Malaydesh) Bhd = TAGIH HUTANG
    https://theedgemalaydesh.com/article/high-court-decide-boustead-naval-shipyard-restraining-order-against-creditors-june
    ----------------------------------
    2011 (Pengadaan): Kontrak enam kapal LCS diberikan ke Galangan Boustead tanpa tender terbuka.
    2019 (Target Awal): Kapal pertama (KD Maharaja Lela) seharusnya dikirim ke TLDM pada April 2019.
    2022 (Target Asal): Jadwal asli mengharuskan lima kapal selesai dan diserahkan.
    2023 (Target Akhir Kontrak Asal): Kapal terakhir seharusnya diserahterimakan Juni 2023, namun kapal pertama baru selesai 60%.
    2025 (Estimasi Baru): Kapal pertama mundur hingga 2025, setelah proyek berjalan 12 tahun dan dibayar RM6 miliar.
    2026 (Revisi Pengiriman Pertama): Penyerahan lima kapal diubah bertahap, dengan kapal pertama dijadwalkan akhir 2026.
    2029 (Target Penyelesaian Baru): Kelima kapal LCS diperkirakan baru selesai sepenuhnya pada tahun 2029.
    ----------------------------------
    GORILA MALAYDESH = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    GORILA MALAYDESH = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    GORILA MALAYDESH = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    REVISED (FINAL): RM11.2B FOR 5 SHIPS
    (final agreed-upon contract price dealing with cost overruns)
    RM 2.24 billion (2023) per unit + ToT (ceiling) [or USD948M (2023 inflation) or ~USD700M (2011 forex) or ~USD490M (2023 forex) (excluding ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD948 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
    -
    REVISED (INITIAL): RM 9.128B FOR 5 SHIPS
    (initial figures using the original contract price in dealing with cost overruns)
    RM 1.8 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD560 million per ship (excluding ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD758 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
    -
    ORIGINAL: RM 9B FOR 6 SHIPS
    RM 1.5 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD466 million per ship (excluding cost overruns and ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD631 million in 2023 US dollars (excluding cost overruns and ammo)
    --------------------------------
    5x GANTI PM = AKAN
    6x GANTI MENTERI PERTAHANAN = AKAN
    MALONDESH : 2 TAHUN (2025-2024) NOL = KOSONG
    -
    PERDANA MENTERI = TIDAK BAYAR TERTUNGGAK
    MENTERI PERTAHANAN = KEKANGAN KEWANGAN
    97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
    =========
    SALAM NGEMIS F18 KUWAIT 2025-2017=
    5x GANTI PERDANA MENTERI
    5x GANTI MENTERI PERTAHANAN
    -
    SALAM MANGKRAK LCS 2025-2011 =
    5x GANTI PERDANA MENTERI
    6x GANTI MENTERI PERTAHANAN
    -
    MEMBUAL SPH 2025-2016 =
    5x GANTI PERDANA MENTERI
    5x GANTI MENTERI PERTAHANAN
    --------------------------------------------
    😝 SELESAI 6 BULAN LD 603 - KF 21 LUNAS versus LCS BY LUNAS : TIDAK LUNAS 16 TAHUN😝

    BalasHapus
  44. Delay tpi tak sampai 15 tahun macam LCS karena rasuah salah potongπŸ˜„πŸ˜„πŸ˜…

    BalasHapus
  45. NSM⛔️KENSEL BY NORWEGIA karena
    GOWING lcs CACAT PRODUKSI
    ❌️2018 SALAH FOTONG
    ❌️2026 SALAH PASANG PIPA & KABEL WIRE
    4000 PCS MUST RE WORK haha!πŸ€₯🍌🀣

    BalasHapus
  46. Tinggal 10 lagi serbuuuuu 200 haha!πŸ˜ŽπŸš€πŸ¦Ύ

    BalasHapus
  47. NSM⛔️KENSEL BY NORWEGIA karena
    GOWING lcs CACAT PRODUKSI dan DELAY LAMAAAAAA DARI 2011πŸ”₯
    ❌️2018 SALAH FOTONG
    ❌️2026 SALAH PASANG PIPA & KABEL WIRE
    4000 PCS MUST RE WORK haha!πŸ€₯🍌🀣

    BalasHapus
  48. 2026 LD-603 FILIPINA =
    SELESAI 6 BULAN DOCKING
    SELESAI 6 BULAN DOCKING
    SELESAI 6 BULAN DOCKING
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/07/pt-pal-lakukan-launching-kapal-lpd-ke-3.html?sc=1782865796211#c5761900414098458099
    ----------------------------------
    2026 LUNAS = 1 PROTOTIPE KF21
    2026 LUNAS = 1 PROTOTIPE KF21
    2026 LUNAS = 1 PROTOTIPE KF21
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/06/indonesia-siap-terima-prototipe-jet.html?sc=1781141080257#c7962626431917344692
    ===================
    ===================
    LCS By LUNAS = TIDAK LUNAS 16 TAHUN
    -
    17 VENDOR TAGIH HUTANG LCS = 16 TAHUN
    PROTANK = TAGIH HUTANG
    MTU Services = TAGIH HUTANG
    Contraves Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Axima Concept SA = TAGIH HUTANG
    Contraves Advanced Devices Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Tyco Fire, Security & Services Malaydesh Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    iXblue SAS = TAGIH HUTANG
    iXblue Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Bank Pembangunan Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
    AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd = TAGIH HUTANG
    MTU Services = TAGIH HUTANG
    Affin Hwang Investment Bank Bhd = TAGIH HUTANG
    Bank Muamalat Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
    Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
    Malayan Banking Bhd (Maybank) = TAGIH HUTANG
    Kuwait Finance House (Malaydesh) Bhd = TAGIH HUTANG
    https://theedgemalaydesh.com/article/high-court-decide-boustead-naval-shipyard-restraining-order-against-creditors-june
    ----------------------------------
    UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
    2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
    2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
    2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
    2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
    2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
    2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
    2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
    2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
    2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
    2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
    2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
    --------------------------------
    5x GANTI PM = AKAN
    6x GANTI MENTERI PERTAHANAN = AKAN
    MALONDESH : 2 TAHUN (2025-2024) NOL = KOSONG
    -
    PERDANA MENTERI = TIDAK BAYAR TERTUNGGAK
    MENTERI PERTAHANAN = KEKANGAN KEWANGAN
    97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
    =========
    SALAM NGEMIS F18 KUWAIT 2025-2017=
    5x GANTI PERDANA MENTERI
    5x GANTI MENTERI PERTAHANAN
    -
    SALAM MANGKRAK LCS 2025-2011 =
    5x GANTI PERDANA MENTERI
    6x GANTI MENTERI PERTAHANAN
    -
    MEMBUAL SPH 2025-2016 =
    5x GANTI PERDANA MENTERI
    5x GANTI MENTERI PERTAHANAN
    --------------------------------------------
    😝KF 21 LUNAS VERSUS LCS BY LUNAS : TIDAK LUNAS 16 TAHUN 2026-2011😝

    BalasHapus
  49. 😝 SELESAI 6 BULAN LD 603 - KF 21 LUNAS versus LCS BY LUNAS : TIDAK LUNAS 16 TAHUN😝

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 LD-603 FILIPINA =
      SELESAI 6 BULAN DOCKING
      SELESAI 6 BULAN DOCKING
      SELESAI 6 BULAN DOCKING
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/07/pt-pal-lakukan-launching-kapal-lpd-ke-3.html?sc=1782865796211#c5761900414098458099
      ----------------------------------
      2026 LUNAS = 1 PROTOTIPE KF21
      2026 LUNAS = 1 PROTOTIPE KF21
      2026 LUNAS = 1 PROTOTIPE KF21
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/06/indonesia-siap-terima-prototipe-jet.html?sc=1781141080257#c7962626431917344692
      ===================
      ===================
      LCS By LUNAS = TIDAK LUNAS 16 TAHUN
      -
      17 VENDOR TAGIH HUTANG LCS = 16 TAHUN
      PROTANK = TAGIH HUTANG
      MTU Services = TAGIH HUTANG
      Contraves Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
      Axima Concept SA = TAGIH HUTANG
      Contraves Advanced Devices Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
      Tyco Fire, Security & Services Malaydesh Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
      iXblue SAS = TAGIH HUTANG
      iXblue Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
      Bank Pembangunan Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
      AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd = TAGIH HUTANG
      MTU Services = TAGIH HUTANG
      Affin Hwang Investment Bank Bhd = TAGIH HUTANG
      Bank Muamalat Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
      Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
      Malayan Banking Bhd (Maybank) = TAGIH HUTANG
      Kuwait Finance House (Malaydesh) Bhd = TAGIH HUTANG
      https://theedgemalaydesh.com/article/high-court-decide-boustead-naval-shipyard-restraining-order-against-creditors-june
      ----------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
      ----------------------------------
      2011 (Pengadaan): Kontrak enam kapal LCS diberikan ke Galangan Boustead tanpa tender terbuka.
      2019 (Target Awal): Kapal pertama (KD Maharaja Lela) seharusnya dikirim ke TLDM pada April 2019.
      2022 (Target Asal): Jadwal asli mengharuskan lima kapal selesai dan diserahkan.
      2023 (Target Akhir Kontrak Asal): Kapal terakhir seharusnya diserahterimakan Juni 2023, namun kapal pertama baru selesai 60%.
      2025 (Estimasi Baru): Kapal pertama mundur hingga 2025, setelah proyek berjalan 12 tahun dan dibayar RM6 miliar.
      2026 (Revisi Pengiriman Pertama): Penyerahan lima kapal diubah bertahap, dengan kapal pertama dijadwalkan akhir 2026.
      2029 (Target Penyelesaian Baru): Kelima kapal LCS diperkirakan baru selesai sepenuhnya pada tahun 2029.
      ----------------------------------
      😝SELESAI 6 BULAN LD 603 VERSUS LCS16 TAHUN DELAY 2026-2011😝

      Hapus
  50. Kahsiyan genk pembual harap NSM, LAST LAST KENSEL....Si Lelet TOTAL OMFONG haha!⛔️🍌πŸ€₯

    BalasHapus
  51. 2026 LD-603 FILIPINA =
    SELESAI 6 BULAN DOCKING
    SELESAI 6 BULAN DOCKING
    SELESAI 6 BULAN DOCKING
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/07/pt-pal-lakukan-launching-kapal-lpd-ke-3.html?sc=1782865796211#c5761900414098458099
    ----------------------------------
    2026 LUNAS = 1 PROTOTIPE KF21
    2026 LUNAS = 1 PROTOTIPE KF21
    2026 LUNAS = 1 PROTOTIPE KF21
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/06/indonesia-siap-terima-prototipe-jet.html?sc=1781141080257#c7962626431917344692
    ===================
    ===================
    LCS By LUNAS = TIDAK LUNAS 16 TAHUN
    -
    17 VENDOR TAGIH HUTANG LCS = 16 TAHUN
    PROTANK = TAGIH HUTANG
    MTU Services = TAGIH HUTANG
    Contraves Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Axima Concept SA = TAGIH HUTANG
    Contraves Advanced Devices Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Tyco Fire, Security & Services Malaydesh Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    iXblue SAS = TAGIH HUTANG
    iXblue Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Bank Pembangunan Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
    AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd = TAGIH HUTANG
    MTU Services = TAGIH HUTANG
    Affin Hwang Investment Bank Bhd = TAGIH HUTANG
    Bank Muamalat Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
    Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
    Malayan Banking Bhd (Maybank) = TAGIH HUTANG
    Kuwait Finance House (Malaydesh) Bhd = TAGIH HUTANG
    https://theedgemalaydesh.com/article/high-court-decide-boustead-naval-shipyard-restraining-order-against-creditors-june
    ----------------------------------
    UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
    2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
    2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
    2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
    2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
    2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
    2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
    2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
    2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
    2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
    2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
    2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
    ----------------------------------
    2011 (Pengadaan): Kontrak enam kapal LCS diberikan ke Galangan Boustead tanpa tender terbuka.
    2019 (Target Awal): Kapal pertama (KD Maharaja Lela) seharusnya dikirim ke TLDM pada April 2019.
    2022 (Target Asal): Jadwal asli mengharuskan lima kapal selesai dan diserahkan.
    2023 (Target Akhir Kontrak Asal): Kapal terakhir seharusnya diserahterimakan Juni 2023, namun kapal pertama baru selesai 60%.
    2025 (Estimasi Baru): Kapal pertama mundur hingga 2025, setelah proyek berjalan 12 tahun dan dibayar RM6 miliar.
    2026 (Revisi Pengiriman Pertama): Penyerahan lima kapal diubah bertahap, dengan kapal pertama dijadwalkan akhir 2026.
    2029 (Target Penyelesaian Baru): Kelima kapal LCS diperkirakan baru selesai sepenuhnya pada tahun 2029.
    ----------------------------------
    😝SELESAI 6 BULAN LD 603 VERSUS LCS16 TAHUN DELAY 2026-2011😝

    BalasHapus
  52. 2026 LD-603 FILIPINA =
    SELESAI 6 BULAN DOCKING
    SELESAI 6 BULAN DOCKING
    SELESAI 6 BULAN DOCKING
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/07/pt-pal-lakukan-launching-kapal-lpd-ke-3.html?sc=1782865796211#c5761900414098458099
    ----------------------------------
    2026 LUNAS = 1 PROTOTIPE KF21
    2026 LUNAS = 1 PROTOTIPE KF21
    2026 LUNAS = 1 PROTOTIPE KF21
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/06/indonesia-siap-terima-prototipe-jet.html?sc=1781141080257#c7962626431917344692
    ===================
    ===================
    LCS By LUNAS = TIDAK LUNAS 16 TAHUN
    -
    17 VENDOR TAGIH HUTANG LCS = 16 TAHUN
    PROTANK = TAGIH HUTANG
    MTU Services = TAGIH HUTANG
    Contraves Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Axima Concept SA = TAGIH HUTANG
    Contraves Advanced Devices Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Tyco Fire, Security & Services Malaydesh Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    iXblue SAS = TAGIH HUTANG
    iXblue Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Bank Pembangunan Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
    AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd = TAGIH HUTANG
    MTU Services = TAGIH HUTANG
    Affin Hwang Investment Bank Bhd = TAGIH HUTANG
    Bank Muamalat Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
    Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
    Malayan Banking Bhd (Maybank) = TAGIH HUTANG
    Kuwait Finance House (Malaydesh) Bhd = TAGIH HUTANG
    https://theedgemalaydesh.com/article/high-court-decide-boustead-naval-shipyard-restraining-order-against-creditors-june
    ----------------------------------
    PERDANA MENTERI =
    DEFACT
    KILL PREGNANT WOMEN
    -
    LCS =
    MANGKRAK 15 YEARS
    BANNED NSM
    -
    LMS B1 =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    LMS B2 =
    DOWNGRADE BABUR CLASS
    NO TORPEDO
    -
    LEKIU =
    EXO B2 EXPIRED
    RADAR CMS USANG
    -
    KASTURI =
    EXO B2 EXPIRED
    NO TORPEDO
    -
    LAKSAMANA =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    KEDAH =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    PERDANA =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    HANDALAN =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    JERUNG =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    ----------------------------------
    SU-30MKM =
    LOW SERVICEABILITY
    SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
    CANARY PROJECT DELAY
    -
    F/A-18D HORNET =
    AGING AIRFRAME
    LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
    DEPENDENT ON US UPGRADE
    -
    HAWK 108/208 =
    FREQUENT CRASHES
    OBSOLETE AVIONICS
    GROUNDED ISSUES
    -
    MIG-29N (RETIRED) =
    TOTAL FAILURE
    LOGISTIC NIGHTMARE
    MOTHBALLED AT KUANTAN
    -
    FA-50M (ON ORDER) =
    LIGHTWEIGHT ONLY
    DELAYED DELIVERY
    NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
    BANNED AMRAAM 120
    -
    C-130 HERCULES =
    METAL FATIGUE
    OVERWORKED
    ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
    ----------------------------------
    PT-91M PENDEKAR =
    POLISH SPARES DISCONTINUED
    TRANSMISSION ISSUES (RENK)
    ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
    -
    AV8 GEMPITA =
    TENDER IRREGULARITIES
    UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
    INTEGRATION DELAY
    -
    ACV-15 ADNAN =
    AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
    OBSOLETE ELECTRONICS
    -
    FV101 SCORPION =
    RECOMMENDED RETIREMENT
    MAINTENANCE NIGHTMARE
    END OF SERVICE LIFE
    -
    MILDEF TARANTULA =
    LIMITED ADOPTION
    OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
    DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
    -
    CONDOR 4X4 / SIBMAS =
    RETIRED STATUS (2023)
    MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
    -
    ASTROS II (MLRS) =
    EXPENSIVE AMMUNITION
    LACK OF PRECISION GUIDEANCE
    PLATFORM AGING
    --------------------------------------------
    😝 SELESAI 6 BULAN LD 603 - KF 21 LUNAS versus LCS BY LUNAS : TIDAK LUNAS 16 TAHUN😝

    BalasHapus
  53. 2026 LD-603 FILIPINA =
    SELESAI 6 BULAN DOCKING
    SELESAI 6 BULAN DOCKING
    SELESAI 6 BULAN DOCKING
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/07/pt-pal-lakukan-launching-kapal-lpd-ke-3.html?sc=1782865796211#c5761900414098458099
    ----------------------------------
    2026 LUNAS = 1 PROTOTIPE KF21
    2026 LUNAS = 1 PROTOTIPE KF21
    2026 LUNAS = 1 PROTOTIPE KF21
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/06/indonesia-siap-terima-prototipe-jet.html?sc=1781141080257#c7962626431917344692
    ===================
    ===================
    LCS By LUNAS = TIDAK LUNAS 16 TAHUN
    -
    17 VENDOR TAGIH HUTANG LCS = 16 TAHUN
    PROTANK = TAGIH HUTANG
    MTU Services = TAGIH HUTANG
    Contraves Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Axima Concept SA = TAGIH HUTANG
    Contraves Advanced Devices Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Tyco Fire, Security & Services Malaydesh Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    iXblue SAS = TAGIH HUTANG
    iXblue Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Bank Pembangunan Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
    AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd = TAGIH HUTANG
    MTU Services = TAGIH HUTANG
    Affin Hwang Investment Bank Bhd = TAGIH HUTANG
    Bank Muamalat Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
    Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
    Malayan Banking Bhd (Maybank) = TAGIH HUTANG
    Kuwait Finance House (Malaydesh) Bhd = TAGIH HUTANG
    https://theedgemalaydesh.com/article/high-court-decide-boustead-naval-shipyard-restraining-order-against-creditors-june
    --------------------------------------------
    TOTAL AKUMULASI PHK NASIONAL
    38.953 Orang: Total jumlah pekerja di Malaydesh yang terkena PHK dalam lima bulan pertama (Januari hingga Mei).
    -
    TREN ANGKA PHK BULANAn
    Data bulanan menunjukkan dinamika pergerakan angka PHK yang fluktuatif sejak awal tahun:
    Januari: 10.658 hingga 10.700 orang terkena PHK (puncak tertinggi akibat restrukturisasi awal tahun).
    Februari: 7.512 orang kehilangan pekerjaan.
    Maret: 5.855 orang kehilangan pekerjaan (titik terendah di awal tahun).
    April: 7.057 orang terkena PHK (mengalami lonjakan sebesar 21% dibanding bulan Maret)
    --------------------------------------------
    PENDAPATAN VS PENGELUARAN MALAYDESH
    PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
    PENGELUARAN : RM470 Miliar
    BEBAN SUBSIDI 23,9%
    PANTAS HUTANG BAYAR HUTANG : RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
    --------------------------------------------
    PENDAPATAN NEGARA:
    Berkisar RM334,1 Miliar hingga RM343,1 Miliar (75,8% dari pajak dan 24,2% non-pajak/Petronas).
    -
    TOTAL PENGELUARAN:
    Mencapai RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar.
    -
    ALOKASI BELANJA:
    Sebesar RM338,2 Miliar habis untuk operasional (gaji, pensiun, subsidi) dan hanya RM81 Miliar untuk pembangunan infrastruktur.
    -
    ALASAN UTAMA HARUS BERUTANG
    PENDAPATAN HABIS TOtal: Biaya operasional murni (RM338,2 Miliar) langsung menelan hampir 100% dari seluruh pendapatan negara yang masuk.
    -
    DEFISIT ANGGARAN KRONIS: Selisih besar antara pendapatan dan total belanja menciptakan lubang defisit 3,5% hingga 3,6% dari PDB.
    -
    PENERBITAN UTANG BARU: Pemerintah terpaksa menarik utang baru senilai puluhan miliar ringgit karena tidak ada sisa dana bersih untuk membiayai proyek pembangunan dan subsidi.
    --------------------------------------------
    😝 SELESAI 6 BULAN LD 603 - KF 21 LUNAS versus LCS BY LUNAS : TIDAK LUNAS 16 TAHUN😝

    BalasHapus
  54. 2026 LD-603 FILIPINA =
    SELESAI 6 BULAN DOCKING
    SELESAI 6 BULAN DOCKING
    SELESAI 6 BULAN DOCKING
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/07/pt-pal-lakukan-launching-kapal-lpd-ke-3.html?sc=1782865796211#c5761900414098458099
    ----------------------------------
    2026 LUNAS = 1 PROTOTIPE KF21
    2026 LUNAS = 1 PROTOTIPE KF21
    2026 LUNAS = 1 PROTOTIPE KF21
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/06/indonesia-siap-terima-prototipe-jet.html?sc=1781141080257#c7962626431917344692
    ----------------------------------
    INDONESIA 48 KAAN
    INDONESIA 48 KAAN
    INDONESIA 48 KAAN
    https://www.tusas.com/medya-merkezi/haberler/turkiye-ile-endonezya-arasinda-atilan-imzalarla-turkiye-tarihinin-rekor-ihracat-sozlesmesi-gerceklestirildi-anlasma-tusas-tarafindan-milli-imkanlarla-uretilen-48-adet-milli-muharip-ucak-kaan-in-satisini-kapsiyor
    ----------------------------------
    2024 BUKTI 42 RAFALE RESMI DASSAULT =
    6 RAFALE SEPTEMBER 2022
    18 RAFALE AGUSTUS 2023
    18 RAFALE JANUARI 2024
    DASSAULT AVIATION = 42 RAFALE
    https://www.dassault-aviation.com/fr/groupe/presse/press-kits/entree-en-vigueur-de-la-derniere-tranche-de-18-rafale-pour-lindonesie/
    ----------------------------------
    RESMI : PROCUREMENT MRCA JULIET
    https://sirup.inaproc.id/sirup/rup/detailPaketPenyedia2020?idPaket=66843686
    ----------------------------------
    RESMI : PROCUREMENT MRCA SURABAYA
    https://sirup.inaproc.id/sirup/rup/detailPaketPenyedia2020?idPaket=66843682
    ----------------------------------
    WELCOME 24 J10CE - PL15E
    WELCOME 24 J10CE - PL15E
    WELCOME 24 J10CE - PL15E
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/06/indonesia-dilaporkan-mencapai.html#comment-form
    -
    KAYA = KAAN - RAFALE - KF21 - J10CE - KIZILELMA –
    M364FA - GARIBALDI - FMP - PPA - ISTIF
    ===================
    ===================
    MISKIN = F18 BATAL - BLACKHAWK BATAL - NSM BATAL - CUT BUDGET
    -
    PULLED OUT (DIKELUARKAN) AUSTRALIA =
    Armidale class is a class of patrol boats built for the Royal Australian Navy (RAN). Planning for a class of vessels to replace the fifteen Fremantle-class patrol boats began in 1993 as a joint project with the Royal Malaydesh n Navy, but was cancelled when Malaydesh pulled out of the process. The project was reopened in 1999 under the designation SEA 1444, with the RAN as the sole participant.
    -
    17 VENDOR TAGIH HUTANG LCS = 16 TAHUN
    PROTANK = TAGIH HUTANG
    MTU Services = TAGIH HUTANG
    Contraves Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Axima Concept SA = TAGIH HUTANG
    Contraves Advanced Devices Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Tyco Fire, Security & Services Malaydesh Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    iXblue SAS = TAGIH HUTANG
    iXblue Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Bank Pembangunan Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
    AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd = TAGIH HUTANG
    MTU Services = TAGIH HUTANG
    Affin Hwang Investment Bank Bhd = TAGIH HUTANG
    Bank Muamalat Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
    Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
    Malayan Banking Bhd (Maybank) = TAGIH HUTANG
    Kuwait Finance House (Malaydesh) Bhd = TAGIH HUTANG
    https://theedgemalaydesh.com/article/high-court-decide-boustead-naval-shipyard-restraining-order-against-creditors-june
    ----------------------------------
    2011 (Pengadaan): Kontrak enam kapal LCS diberikan ke Galangan Boustead tanpa tender terbuka.
    2019 (Target Awal): Kapal pertama (KD Maharaja Lela) seharusnya dikirim ke TLDM pada April 2019.
    2022 (Target Asal): Jadwal asli mengharuskan lima kapal selesai dan diserahkan.
    2023 (Target Akhir Kontrak Asal): Kapal terakhir seharusnya diserahterimakan Juni 2023, namun kapal pertama baru selesai 60%.
    2025 (Estimasi Baru): Kapal pertama mundur hingga 2025, setelah proyek berjalan 12 tahun dan dibayar RM6 miliar.
    2026 (Revisi Pengiriman Pertama): Penyerahan lima kapal diubah bertahap, dengan kapal pertama dijadwalkan akhir 2026.
    2029 (Target Penyelesaian Baru): Kelima kapal LCS diperkirakan baru selesai sepenuhnya pada tahun 2029.
    ----------------------------------
    😝 SELESAI 6 BULAN LD 603 - KF 21 LUNAS versus LCS BY LUNAS : TIDAK LUNAS 16 TAHUN😝

    BalasHapus
  55. 2026 LD-603 FILIPINA =
    SELESAI 6 BULAN DOCKING
    SELESAI 6 BULAN DOCKING
    SELESAI 6 BULAN DOCKING
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/07/pt-pal-lakukan-launching-kapal-lpd-ke-3.html?sc=1782865796211#c5761900414098458099
    ----------------------------------
    2026 LUNAS = 1 PROTOTIPE KF21
    2026 LUNAS = 1 PROTOTIPE KF21
    2026 LUNAS = 1 PROTOTIPE KF21
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/06/indonesia-siap-terima-prototipe-jet.html?sc=1781141080257#c7962626431917344692
    ===================
    ===================
    LCS By LUNAS = TIDAK LUNAS 16 TAHUN
    -
    17 VENDOR TAGIH HUTANG LCS = 16 TAHUN
    PROTANK = TAGIH HUTANG
    MTU Services = TAGIH HUTANG
    Contraves Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Axima Concept SA = TAGIH HUTANG
    Contraves Advanced Devices Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Tyco Fire, Security & Services Malaydesh Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    iXblue SAS = TAGIH HUTANG
    iXblue Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Bank Pembangunan Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
    AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd = TAGIH HUTANG
    MTU Services = TAGIH HUTANG
    Affin Hwang Investment Bank Bhd = TAGIH HUTANG
    Bank Muamalat Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
    Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
    Malayan Banking Bhd (Maybank) = TAGIH HUTANG
    Kuwait Finance House (Malaydesh) Bhd = TAGIH HUTANG
    https://theedgemalaydesh.com/article/high-court-decide-boustead-naval-shipyard-restraining-order-against-creditors-june
    --------------------------------
    1️⃣ DATA UTANG MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
    Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
    Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
    Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
    --------------------------------
    2️⃣ DATA YANG MALAYDESH 2025
    Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
    Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
    Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2025
    Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
    Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
    --------------------------------
    3️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2024
    Utang Pemerintah: RM 1,22 triliun
    Utang Rumah Tangga: RM 1,53 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,6%
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,2%
    Jumlah Penduduk: 34.671.895 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2024
    Utang Pemerintah: RM 1.220.000.000.000 / 34.671.895 = RM 35.187
    Utang Rumah Tangga: RM 1.530.000.000.000 / 34.671.895 = RM 44.128
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 79.315
    --------------------------------
    4️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2023
    Utang Pemerintah: RM 1,17 triliun
    Utang Rumah Tangga: RM 1,45 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,3%
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 81,2%
    Jumlah Penduduk: 35.126.298 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2023
    Utang Pemerintah: RM 1.170.000.000.000 / 35.126.298 = RM 33.308
    Utang Rumah Tangga: RM 1.450.000.000.000 / 35.126.298 = RM 41.279
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 74.587
    --------------------------------
    5️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2022
    Utang Pemerintah: RM 1,08 triliun
    Utang Rumah Tangga: RM 1,38 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 60,1%
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 80,9%
    Jumlah Penduduk: 34.695.493 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2022
    Utang Pemerintah: RM 1.080.000.000.000 / 34.695.493 = RM 31.127
    Utang Rumah Tangga: RM 1.380.000.000.000 / 34.695.493 = RM 39.774
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 70.901
    --------------------------------------------
    😝 SELESAI 6 BULAN LD 603 - KF 21 LUNAS versus LCS BY LUNAS : TIDAK LUNAS 16 TAHUN😝

    BalasHapus
  56. 2026 LD-603 FILIPINA =
    SELESAI 6 BULAN DOCKING
    SELESAI 6 BULAN DOCKING
    SELESAI 6 BULAN DOCKING
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/07/pt-pal-lakukan-launching-kapal-lpd-ke-3.html?sc=1782865796211#c5761900414098458099
    ----------------------------------
    2026 LUNAS = 1 PROTOTIPE KF21
    2026 LUNAS = 1 PROTOTIPE KF21
    2026 LUNAS = 1 PROTOTIPE KF21
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/06/indonesia-siap-terima-prototipe-jet.html?sc=1781141080257#c7962626431917344692
    ===================
    ===================
    LCS By LUNAS = TIDAK LUNAS 16 TAHUN
    -
    17 VENDOR TAGIH HUTANG LCS = 16 TAHUN
    PROTANK = TAGIH HUTANG
    MTU Services = TAGIH HUTANG
    Contraves Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Axima Concept SA = TAGIH HUTANG
    Contraves Advanced Devices Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Tyco Fire, Security & Services Malaydesh Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    iXblue SAS = TAGIH HUTANG
    iXblue Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Bank Pembangunan Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
    AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd = TAGIH HUTANG
    MTU Services = TAGIH HUTANG
    Affin Hwang Investment Bank Bhd = TAGIH HUTANG
    Bank Muamalat Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
    Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
    Malayan Banking Bhd (Maybank) = TAGIH HUTANG
    Kuwait Finance House (Malaydesh) Bhd = TAGIH HUTANG
    https://theedgemalaydesh.com/article/high-court-decide-boustead-naval-shipyard-restraining-order-against-creditors-june
    ----------------------------------
    2011 (Pengadaan): Kontrak enam kapal LCS diberikan ke Galangan Boustead tanpa tender terbuka.
    2019 (Target Awal): Kapal pertama (KD Maharaja Lela) seharusnya dikirim ke TLDM pada April 2019.
    2022 (Target Asal): Jadwal asli mengharuskan lima kapal selesai dan diserahkan.
    2023 (Target Akhir Kontrak Asal): Kapal terakhir seharusnya diserahterimakan Juni 2023, namun kapal pertama baru selesai 60%.
    2025 (Estimasi Baru): Kapal pertama mundur hingga 2025, setelah proyek berjalan 12 tahun dan dibayar RM6 miliar.
    2026 (Revisi Pengiriman Pertama): Penyerahan lima kapal diubah bertahap, dengan kapal pertama dijadwalkan akhir 2026.
    2029 (Target Penyelesaian Baru): Kelima kapal LCS diperkirakan baru selesai sepenuhnya pada tahun 2029.
    ----------------------------------
    5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
    5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
    6x Ganti Mindef = PRANK MRCA SPH LCS NSM
    -
    2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
    2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
    2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
    2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
    2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
    2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin
    ----------------------------------
    2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET
    2026 MALONDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
    2026 MALONDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
    2026 MALONDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    2026 MALONDESH = PHK MASSAL
    2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT
    2025 MALONDESH = SIPRI KOSONG
    2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG
    2023 MALONDESH = CANCELLED PROCUREMENT
    --------------------------------------------
    😝 SELESAI 6 BULAN LD 603 - KF 21 LUNAS versus LCS BY LUNAS : TIDAK LUNAS 16 TAHUN😝

    BalasHapus