14 Januari 2013

8 Pesawat F-16 Hibah Akan Datang Tahun 2014

14 Januari 2013


Batch pertama F-16 hibah yang terdiri dari 8 pesawat akan datang tahun 2014 (photo : Luke AFB)

Indonesia akan menerima 8 pesawat F-16 C/D  hibah yang telah diregenerasi dari Amerika Serikat mulai tahun 2014. Demikian tersirat dari Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kemhan RI Mayjen TNI Ediwan Prabowo, saat  dilakukan wawancara dengan sejumlah wartawan setelah mengikuti rapat pimpinan Kementrian Pertahanan Rabu 9 januari 2013.

Dijelaskan bahwa 8 pesawat F-16 tersebut saat ini dalam tahap upgrade yang dilakukan di 309th Maintenance Wing di Hill Airforce Base, negara bagian Utah, Amerika Serikat. Standar persenjataan dan elektronik pesawat ini akan ditingkatkan dari semula block 25 menjadi setara block 52. 

Menurut rencana penggantian mesin pesawat akan dilakukan oleh Pratt & Whitney di East Hartford, Connecticut.

309th Maintenance Wing adalah depo pemeliharaan bagi pesawat tempur angkatan udara Amerika, di depo ini melayani pemeliharaan dan perbaikan pesawat F-22A Raptor, F-16 Fighting Falcon, A-10 Thunderbolt, dan C-130 Hercules.

Menurut rencana 1 skadron (16 pesawat) F-16 hibah ini akan ditempatkan di Pekanbaru, sedangkan 8 sisanya ditempatkan di Madiun bersama F-16 A/B block 15 yang saat ini dioperasikan oleh TNI AU. 

Penambahan 1 skadron tempur di Pekanbaru tersebut sesuai dengan rencana strategis (Renstra I) periode 2005-2014. TNI AU berencana menambah 3 skadron pesawat tempur lagi pada Renstra II (2015-2024) sehingga secara total TNI AU akan mempunyai 11 skadron tempur.

Korea Selatan pernah diberitakan menawarkan untuk menghibahkan 16 pesawat tempur F-5E/F kepada Indonesia, pada sisi yang lain Amerika juga menawarkan tambahan hibah 10 pesawat F-16 C/D block 25, namun sampai saat ini belum ada berita mengenai diterima atau tidaknya tawaran pesawat dari dua negara ini. 

(Defense Studies)

17 komentar:

  1. Kl bs tambah jg su-35 bm u\perang oht n versus jet siluman..negeri kanguru kl jd datng..

    BalasHapus
  2. saalut bukan main pintarnya Barat+sekutu,dgn dalih alutsista bekas keindonesia akan mengalihkan budget pembelian alusista dari Russia cs,dgn begitu hilang sudah penguatan alutsista militer yg akan disuplai dari Russia berganti alutsista Bekas Pakai dari AS cs.berharap pemerintah,legislatif dan pimpinan TNI lebih peka akan situasi ini,mengapa dgn tiba2 AS n sekutu berubah 180 derajat berbaik hati kpd RI?lantaran pemerintah sdh beralih keRussia,China utk antisipasi embargo dari AS cs tetapi pemerintah kita melalui Menhan masih jg mau menerima tawaran hibah Bekas pakai yg otomatis tetap hrs diupgrade yg membutuhkan biaya yg sangat besar.Politik barat memang luar biasa..mudah2an kesalahan masa lalu takan diulangi lagi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setujuuuu! Saya kecewa debgan kebijakan pemerintah yg masih mau dibodohi amerika dan sekutunya trsbt. Smoga presiden kita selanjutnya bisa lebih independen

      Hapus
    2. maaf saudara sekalian.untuk memberikan komentar sendiri saya tidak bisa.namun atas perincian dan juga keterangan yg telah di tulis dengan panjang lebar oleh saudara fitriansyah pian adalah sangat benar sekali.sekarang kekuatan RI sudah tidak di pandang sangat tinggi oleh lawan-lawan besar seperti AMERIKA,INGGRIS ,AUSTRALIA,SINGAPORE DAN BELANDA.untuk sekelas malaysia mungkin saja masih di perhitungkan.namun,kalaulah indonesia terjadi perang dengan negara tetangga ,maka pasti ada negara besar di belakang mereka untuk turut menghancurkan indonesia.nah,sementara persenjataan yg indonesia yg amat terbatas kemampuannya mungkin tidak boleh berbuat apa-apa.yg jelas sekarang kekuatan indonesia dalam masalah mesin perang jelas jauh di bawah australia dan singapore.

      Hapus
  3. gagal sudah membentuk squadron penempur kelas berat Su-35 BM dari Russia karena lobby barat pada pemimpin yg selalu terjerat perangkap niat barat...

    BalasHapus
    Balasan
    1. shabat,kit tidk mungkin bisa menylahkan cara maupun politik orang barat yg telah menjerat kepemimpinan kita yg tak mau berfikir lebih bijaksana dalam pengadaan alutsista .mungkin yg mereka perhitungkan hanyalah keuntungan pribadi (ambil kesempatan).herannya kenapalah para pemimpin yg bersangkutan tidak mau berfikir juga mau ingat akan peristiwa lama/sejarah lama di mana pernah di embargo persenjataan dan suku cadannya oleh US,dan ENGLAND.malah yg sering di ceritakan secara bersekala besar adalah sejarah ke unggulan RI,saat tahun 60-an.dengan persenjataan yg sangat canggih saat itu hingga senjata itu di pertahan dan di gunaan sampai sekarang.tapi sayang sekali senjata tahun 60-an apalah artinya apabila fight dengan yg terkini dan termodern.yg paling celaka,yg lama tak di buang,di datangkan lagi jenis lama.sebab karena mungkin adalah seringnya membaca sejarah tahun 60-an..kalau kita lihat secara kasar persenjataa indonesia sangat rendah kemampuannya berbanding dengan negara luar.hibbah adalah pemberian.kalau di hibbahny ,f-15 /f-18/raffale/su-35/typhoon/apache/chinook.itu bagus gak usah di upgrid,tapi kalau hibbahnya barang rongsokan bagi negara luar,jelas sekali sedikitnya kekuatan indonesia kurang di perhitungkan.dalam banyak negara ini kenapa cuma indonesia yg suka mengumpul barangan antik..gimanalah indonesia mau di takuti negara luar,kalau di indonesia yg banyak cuman barangan lama.kalau tahun 60-an wajar di segani,sebab barangnya bagus dan canggih jumlahnya banyak.dan pada waktu itu negara lain masih belum mampu untuk membelinya.tapi sekarang mereka semua ada uang ,malah indoensia yg terkebelakang...

      Hapus
  4. Melihat perkembangan kemampuan RRC dan agresivitasnya di LCS, AS sebagai pihak yang berkepentingan banyak di kawasan tersebut (mulai dari keamanan jalur perdagangannya sampai hegemoni politik) jelas menghibahkan F-16 agar memperkuat deterens negara2 Asia Tenggara. Sehingga jika ada ekskalasi LCS, negara2 Asia Tenggara dapat meresponsnya dgn cepat dan lebih baik, sehingga AS lebih bisa mengendorkan urat-urat perangnya. Demikian pula dengan KorSel dan Taiwan dengan tawaran hibah F-5E kepada RI.

    BalasHapus
    Balasan
    1. dengan banyaknya jumlah alutsista hibbah yg di terima indonesia.maka dengan demikian secara langsung maupun tidak/rela maupun tidak rela kekuatan indonesia sangat mudah di ketahui akan kelebihan serta kekuarangannya.secara jumlah dan cost memang sangat menguntungkan,tapi kewibawaan jelas2 tercemari oleh barangan hibbah.siapa yg gak senang pemberian free..coba berbalik pada indonesia....kalau ngasih hibbah kenegara lain apakah indonesia akan ngasih tank leopardnya ataupun apachenya....fikir2....yak bapak pemimpin yg bersangkutan juga para komen.tentu tidak bukan.pasti yg di berikan senjata yg tak akan di pergunakan lagi atas sebab2 tertentu....dengan berkiblat kerusia untuk sementara waktu mungkin ada tepatnya.karena yg jadi musuh indonesia adalah musuh RUSIA.

      Hapus
  5. RADIO AKTIF TV SATELITE INDONESIA
    sukhoi su 27 sama persis dengan sukhoi 35 bm harus indonesia memiliki banyak pesawat tempur 1000 SERIBU pesawat tempur sekelas f16 pemBOM udara sebagai pertahanan dan keamanan INDONESIA RAYA,

    BalasHapus
  6. indonesia harusnya belajar dr pengalaman diembargo senjata oleh AS dan Inggris, yakni tdk lg membeli alutsista mrk. . Lebih baik skuadron su27/30 ditambah dan kedepan bentuk skuadron su35 dan pakfa sambil nunggu program Kfx1Ifx terwujud.

    BalasHapus
    Balasan
    1. APAKAH BOLEH KALAU OTAK PARA PEMIMPIN YG BERSANGKUTAN DENGAN (PERTAHANAN) INDONESIA SAYA COP DENGAN MENTAL RENDAHAN...maunya harga murah dan dapat banyak,bukan daging segar dan baru yg mereka cari.tapi daging es,yg udah lama.

      Hapus
  7. http://indonesiabim.blogspot.com/

    BalasHapus
  8. MACAN ASIA SUDAH TINGGAL NAMA.RASANYA TAK UNGKIN KAN TERWUJUD,KARENA SUDAH TUNDUK DENGAN PENGARUH BARAT....HIBBAH DI KUMPUL.....

    BalasHapus
  9. "Mengutip Hibah 28 Unit F-16 blok 25 dan 2 Unit Blok 15 Total 30 unit F-16 Ex USA Untuk Indonesia memang memprihatinkan,karena kondisi Fighter tersebut sudah tua,teknologinya sdh tertinggal serta sudah perlu di upgrade,Sedangkan USA meminta pihak indonesia untuk menyelesaikan administrasinya Sebelum pesawat tersebut dikirimkan ke indonesia dan biaya Upgrade tsb Sebesar Kurang Lebih Rp.6.700.000.000.000,nominal yang tidak sedikit. dan mengingat F-16 Adalah Pesawat Tempur yang sudah tua.Sangat disayangkan klo itu memang terjadi,Andaikan dana tersebut di alokasikan untuk membeli Sukhoi T 50 Pak FA (Siluman) Milik Rusia Indonesia dapat memiliki Pesawat Tersebut Sebanyak 5 Unit, dimana pesawat tersebut adalah pesawat tercanggih dan paling mematikan di Dunia." dan yang paling dikhawatirkannya ketika ketegangan Indonesi Dengan Malaysia Ataupun Australia Memanas,Sudah pasti amerika lebih pro terhadap mereka dibanding Indonesia,lantas Yang akan terjadi adalah "Embargo" Sparepart atau Senjata utama dari F16 Tersebut. (*Seperti Tragedi Embargo yang dilakukan ketika Indonesia Hendak mempertahankan Timor - Timor (Timor Leste).

    BalasHapus