08 Januari 2026

Pesawat EA-18G Membantu Melumpuhkan Pertahanan Udara Venezuela Selama Serangan AS

08 Januari 2026

Pesawat EA-18G Growler yang saat ini hanya dioperasikan 2 negara: Amerika dan Australia (photo: Navair)

Satu-satunya platform serangan elektronik udara/electronic attack (EA) militer AS, EA-18G Growler Angkatan Laut AS (USN), adalah bagian dari kekuatan yang membuka jalan bagi serangan AS pada 3 Januari terhadap Venezuela yang menyebabkan penangkapan dan penahanan Presiden Venezuela NicolΓ‘s Maduro dan istrinya, menurut Jenderal Dan Caine, ketua Kepala Staf Gabungan.

Growler adalah bagian dari “komponen udara gabungan yang mulai membongkar dan melumpuhkan sistem pertahanan udara di Venezuela, menggunakan senjata untuk memastikan jalur aman helikopter ke area target”, kata Jenderal Caine dalam pernyataan publiknya pada 3 Januari tentang misi militer yang disebut Operasi ‘Absolute Resolve’.

AN/ALQ-99 Tactical Jamming System (TJS) (image: FAS)

Berbicara kepada Janes tentang kekuatan Growler, analis pertahanan, serta sumber-sumber industri dan militer, baik yang lama maupun yang sekarang, yang familiar dengan pesawat tersebut, mencatat bahwa EA-18G yang kemungkinan besar digunakan untuk operasi tersebut diluncurkan dari kapal induk USS Gerald R Ford (CVN 78), yang dialihkan ke wilayah tersebut dari Mediterania pada bulan Oktober.

Skuadron Serangan Elektronik Growler (VAQ)-142 ditempatkan di Ford, menurut pejabat Angkatan Laut AS. EA-18G yang berbasis di Ford dilengkapi dengan Sistem Pengacakan Taktis ALQ-99 (TJS), sebuah pod EA udara eksternal yang digunakan terhadap target radar dan komunikasi untuk menekan pertahanan udara terpadu musuh.

217 komentar:

  1. UANG KOPI OPV MIRING = SEDAP.....
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    -------------
    Kontrak awal tahun 2017 untuk 3 unit kapal adalah sebesar RM738,9 juta (rata-rata RM246,3 juta/unit). Namun, karena kegagalan manajemen dan keterlambatan bertahun-tahun, pemerintah harus mengeluarkan dana tambahan:
    Suntikan Dana Pertama (2023): Pinjaman sebesar RM152,6 juta untuk menyelesaikan kapal pertama (KM Tun Fatimah).
    Suntikan Dana Kedua (2025): Tambahan sekitar RM200 juta dialokasikan untuk melanjutkan pengerjaan kapal kedua dan ketiga oleh kontraktor baru.
    Total Estimasi Biaya: Anggaran keseluruhan membengkak menjadi sekitar RM1,09 miliar (RM1,091,5 juta). Jika dibagi tiga, maka biaya rata-rata per kapal menjadi sekitar RM363,8 juta
    -------------
    OPV MIRING KABEL PUTUS
    OPV MIRING KABEL PUTUS
    OPV MIRING KABEL PUTUS
    OPV MIRING KABEL PUTUS
    THHE general manager Azizul Hanafee Zain explained that the ship tilted to one side after one of the steel cables attached to the supporting structure underneath the ship was cut.
    -------------
    GORILA MALAYDESH =
    RM11.2B FOR 5 SHIPS = EXCLUDING AMMO
    RM11.2B FOR 5 SHIPS = EXCLUDING AMMO
    RM11.2B FOR 5 SHIPS = EXCLUDING AMMO
    REVISED (FINAL): RM11.2B FOR 5 SHIPS
    (final agreed-upon contract price dealing with cost overruns)
    RM 2.24 billion (2023) per unit + ToT (ceiling) [or USD948M (2023 inflation) or ~USD700M (2011 forex) or ~USD490M (2023 forex) (excluding ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD948 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
    -------------
    REVISED (INITIAL): RM 9.128B FOR 5 SHIPS
    (initial figures using the original contract price in dealing with cost overruns)
    RM 1.8 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD560 million per ship (excluding ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD758 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
    -------------
    ORIGINAL: RM 9B FOR 6 SHIPS
    RM 1.5 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD466 million per ship (excluding cost overruns and ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD631 million in 2023 US dollars (excluding cost overruns and ammo)
    -------------
    LMS B2 = FFBNW DOWNGRADE HISAR OPV NO ASW
    1. ADA CLASS PAKISTAN USD 1 MILYAR/4 = USD 250 JUTA PER UNIT
    -
    2. ADA CLASS UKRAINE USD 1 MILYAR/2 = USD 250 JUTA PER UNIT + UCAV SENILAI USD 500 JUTA
    -
    3. HISAR OPV CLASS (LMS B2) MALAYDESH USD 530 JUTA /3 = USD 176,7 JUTA PER UNIT
    -------------
    LCS = FFBNW MANGKRAK 15 YEARS
    LCS USD 4,74 BILLION/5 UNIT = USD 948 MILLION/UNIT ]
    • USD 948 JUTA (EXCLUDING AMMO) = FFBNW = DELAYED
    -NO NSM.
    -NO VL MICA.
    -NO TORPEDO RINGAN.
    -NO SECONDARY GUNS.
    -NO BOFORS MK3.
    -----------
    PRICE DESTROYER DAN FREGAT =
    -KDX 3 CLASS/SEJONG USD 900 JUTA/UNIT
    -TYPE 052D CLASS USD 500-600 JUTA.
    -TYPE 055 CLASS USD 920 JUTA

    BalasHapus
  2. EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    In parallel with the defence procurement, Wisma Putra stated that additional agreements are expected to be concluded during the visit. These include memoranda of understanding between the Malondeshn Investment Development Authority and the Investment and Finance Office of the Presidency of the Republic of TΓΌrkiye, cooperation agreements between EXIM Bank Malondesh and Turk Eximbank...
    -----------------------
    Berdasarkan pembelian MPMS (Multi-Purpose Mission Ship) senilai RM304,29 juta tersebut memang menggunakan skema utang atau pembiayaan luar negeri.
    Berikut adalah poin-poin yang mengonfirmasi hal tersebut:
    1. Pelibatan Bank Ekspor-Impor: Adanya kerja sama antara EXIM Bank Malondesh dan Turk Eximbank menunjukkan penggunaan fasilitas kredit ekspor (FKE). Dalam praktik pengadaan pertahanan internasional, skema ini merupakan bentuk utang luar negeri di mana lembaga keuangan dari negara pengekspor (Turk Eximbank) memberikan pinjaman atau penjaminan bagi negara pembeli untuk membiayai pengadaan barang tersebut.
    -
    2. Nota Kesepahaman (MoU) Keuangan: Penyebutan kesepakatan antara lembaga investasi Malondesh dan kantor keuangan kepresidenan Turki yang berjalan paralel dengan pengadaan kapal ini memperkuat bahwa transaksi tersebut melibatkan struktur pembiayaan formal (utang), bukan sekadar pembayaran tunai langsung dari anggaran berjalan.
    -
    3. Karakteristik Pengadaan Pertahanan: Di sektor pertahanan, skema Fasilitas Kredit Ekspor (FKE) atau Kredit Swasta Asing (KSA) adalah metode umum untuk membiayai aset bernilai besar (seperti kapal sepanjang 99 meter) guna menyebar beban fiskal dalam jangka waktu yang lebih lama melalui mekanisme pinjaman.
    Kesimpulan: Ya, pembelian tersebut menggunakan skema utang melalui fasilitas kredit ekspor yang melibatkan kerja sama antara bank pemerintah Malondesh dan Turki
    -----------------------
    MKM = BARTER PALM OIL
    MIG29N = BARTER PALM OIL
    MALAYDESH has used palm oil to barter for military equipment, including fighter jets. The MALAYDESH Armed Forces (MAF) is made up of the Royal MALAYDESH Navy, the Royal MALAYDESH Air Force, and the MALAYDESH Army.
    ----
    A400M
    PEMBAYARAN BERPERINGKAT = DEBT
    MALAYDESH membeli pesawat Airbus A400M secara ansuran dan bukan secara tunai. Pembelian pesawat A400M dilakukan melalui kontrak yang melibatkan bayar berperingkat.
    ----
    FA50M BARTER PALM OIL
    On the other hand, South Korea aims to sell another 18 FA-50s to MALAYDESH in the future. MALAYDESH announced that at least half of the payment would be made in palm oil
    ----
    SCORPENE BARTER PALM OIL
    Under the deal, France would buy RM819 million’s (€230 million) worth of MALAYDESH palm oil, RM327 million (€92 million) of other commodities, and invest RM491 million (€138 million) for training and techNOLogy transfer to local firms here.
    ----
    PT91 BARTER PALM OIL RUBBER
    Payment for the purchase includes 30 percent of direct off-set in the form of training and techNOLogy transfer and 30 percent of indirect off-set in commodities like palm oil and rubber.

    BalasHapus
  3. 🀝 Indonesia – Turki (G20 & MIKTA) > USD 12-13 MILLIAR
    1. Jet Tempur KAAN
    Indonesia jadi pembeli ekspor pertama (2025).
    48 unit, kontrak ±10 miliar USD.
    -
    2. Fregat I-Class
    Pilihan desain Turki untuk armada laut.
    2 unit (opsi tambahan).
    -
    3. Rudal Atmaca & Torpedo Akya
    Ganti rudal Barat dengan teknologi Turki.
    -
    4. Drone ANKA
    Skema ToT dengan PTDI.
    12 unit (6 dari Turki, 6 dirakit di Indonesia).
    -
    5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
    Pengadaan UCAV.
    60 unit TB3, 6 unit AKINCI.
    -
    6. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
    Proyek kerja sama industri pertahanan.
    18 unit awal, target >100 unit.
    -
    7. Sistem Pertahanan Udara KHAN & Trisula (Hisar)
    KHAN: rudal balistik taktis (1–2 baterai).
    Trisula: pertahanan jarak menengah (untuk Kalimantan).
    -
    8. Rudal Jelajah Γ‡akΔ±r
    Produksi lokal dengan ToT.
    -
    9. Rudal Sungur (VSHORAD)
    Pembelian + penjajakan alih teknologi.
    -
    10. Kapal Cepat Rudal FACM-70 (KCR 70)
    TAIS Shipyard bangun 2 unit (2024).
    -
    11. APC Kaplan
    Prototipe kerja sama PT Pindad & FNSS.
    -
    12. Radio Militer SDR
    Litbang Aselsan + PT LEN & Wellracom.
    -
    13. IFV Generasi Baru
    R&D PT Pindad & FNSS.
    -
    14. Produksi Bersama Bayraktar TB3
    Skema ToT + pelatihan + integrasi UAV maritim.
    -
    15. Kerja Sama Kapal Selam
    Penjajakan proyek alternatif di Indo Defence 2025.
    =================
    =================
    πŸ’° Total Pengadaan Militer Malondesh dari Turki
    > US$1,17 miliar
    1. Kapal Perang (Laut) — >US$1 Miliar
    LMS Batch 2 (Kelas Ada): 3 korvet, estimasi US$600–800 juta.
    MPMS (Multi-Purpose Mission Ship): 1 kapal, US$68,8 juta.
    -
    2. Drone & Sistem Udara — US$91,6 Juta
    UAV Anka-S: 3 unit, kontrak US$91,6 juta
    Persenjataan Darat & Rudal — >US$20 Juta
    -
    3. ATGM Karaok: 18 peluncur + 108 rudal, estimasi US$20 juta.
    😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

    BalasHapus
  4. Pespur EA-18 G ini jg yg digadang2 ngelock Sukhoi Indo...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngelock harusnya pakai Super Hornet biasa. Kalau jammer nyala, sumber tenaga buat radar berkurang. RWR bisa jadi tidak nyala kalau seperti itu.

      Proses lock dengan radar adalah difokusin dan nyala cukup sering. Dulu F-22 bisa lock tanpa terdeteksi menurut klaim mereka.

      Hapus
  5. HAHAHAHAHAH............



    Rupiah Anjlok 2,79% di Sepanjang 2025, Penurunan Paling Dalam di Asia

    https://www.msn.com/id-id/ekonomi/pasarpasar/rupiah-anjlok-2-79-di-sepanjang-2025-penurunan-paling-dalam-di-asia/ar-AA1zY0Yf

    BalasHapus
    Balasan
    1. 🀝 Indonesia – Turki (G20 & MIKTA) > USD 12-13 MILLIAR
      1. Jet Tempur KAAN
      Indonesia jadi pembeli ekspor pertama (2025).
      48 unit, kontrak ±10 miliar USD.
      -
      2. Fregat I-Class
      Pilihan desain Turki untuk armada laut.
      2 unit (opsi tambahan).
      -
      3. Rudal Atmaca & Torpedo Akya
      Ganti rudal Barat dengan teknologi Turki.
      -
      4. Drone ANKA
      Skema ToT dengan PTDI.
      12 unit (6 dari Turki, 6 dirakit di Indonesia).
      -
      5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
      Pengadaan UCAV.
      60 unit TB3, 6 unit AKINCI.
      -
      6. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
      Proyek kerja sama industri pertahanan.
      18 unit awal, target >100 unit.
      -
      7. Sistem Pertahanan Udara KHAN & Trisula (Hisar)
      KHAN: rudal balistik taktis (1–2 baterai).
      Trisula: pertahanan jarak menengah (untuk Kalimantan).
      -
      8. Rudal Jelajah Γ‡akΔ±r
      Produksi lokal dengan ToT.
      -
      9. Rudal Sungur (VSHORAD)
      Pembelian + penjajakan alih teknologi.
      -
      10. Kapal Cepat Rudal FACM-70 (KCR 70)
      TAIS Shipyard bangun 2 unit (2024).
      -
      11. APC Kaplan
      Prototipe kerja sama PT Pindad & FNSS.
      -
      12. Radio Militer SDR
      Litbang Aselsan + PT LEN & Wellracom.
      -
      13. IFV Generasi Baru
      R&D PT Pindad & FNSS.
      -
      14. Produksi Bersama Bayraktar TB3
      Skema ToT + pelatihan + integrasi UAV maritim.
      -
      15. Kerja Sama Kapal Selam
      Penjajakan proyek alternatif di Indo Defence 2025.
      =================
      =================
      πŸ’° Total Pengadaan Militer Malondesh dari Turki
      > US$1,17 miliar
      1. Kapal Perang (Laut) — >US$1 Miliar
      LMS Batch 2 (Kelas Ada): 3 korvet, estimasi US$600–800 juta.
      MPMS (Multi-Purpose Mission Ship): 1 kapal, US$68,8 juta.
      -
      2. Drone & Sistem Udara — US$91,6 Juta
      UAV Anka-S: 3 unit, kontrak US$91,6 juta
      Persenjataan Darat & Rudal — >US$20 Juta
      -
      3. ATGM Karaok: 18 peluncur + 108 rudal, estimasi US$20 juta.
      😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

      Hapus
    2. NASIB GORILA TERIAK HUTANG RINGGIT KUAT =
      1. TIAP TAHUN = ASET MILITER SEWA
      2. TIAP TAHUN = HUTANG GOVERMENT BERTAMBAH
      3. TIAP TAHUN = HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. TIAP TAHUN = DEFISIT
      5. TIAP TAHUN = HANYA BAYAR FAEDAH
      -----
      2025 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Hingga akhir kuartal ketiga (September 2025), hutang pemerintah nasional Malondesh tercatat sebesar USD 312,8 miliar.
      Rasio Hutang terhadap PDB: Pada September 2025, rasionya berada di angka 66,1%.
      Nilai dalam Ringgit: Per Juni 2025, hutang kerajaan dilaporkan mencapai RM 1,304 triliun.
      Total Liabilitas: Jika menyertakan komitmen kewangan lainnya, total hutang dan liabilitas pemerintah mencapai 84,1% dari PDB pada pertengahan 2025.
      -----
      2025 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Berdasarkan data kuartal kedua 2025, hutang luar negeri bruto Malondesh sempat mencapai puncaknya di angka RM 1,403 triliun.
      ------------------
      MALAYDESH ........
      GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT
      • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
      • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
      • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
      HOUSEHOLD DEBT
      2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
      -----------------
      GORILA KLAIM KAYA.........FAKTANYA =
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      -
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA =
      Pada tahun 2025, China tetap menjadi ekonomi terbesar di Asia dengan PDB sekitar US$19,5 triliun, disusul oleh Jepang, India, Korea Selatan, dan Indonesia yang masuk dalam jajaran 10 besar.
      🌏Ranking Ekonomi Terbesar Asia 2025 (berdasarkan IMF & Forbes)
      Peringkat Asia Negara Estimasi PDB 2025 (US$ triliun) Catatan Utama
      1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
      2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
      3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
      4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
      5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
      6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
      7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
      8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
      9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
      10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
      -----------------
      GORILA KLAIM KAYA.........FAKTANYA =
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      -
      20 NEGARA DENGAN GDP TERBESAR TAHUN 2025 BERDASARKAN PPP (PURCHASING POWER PARITY):
      1. Tiongkok – US$40,7 triliun
      2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
      3. India – US$17,6 triliun
      4. Rusia – US$7,19 triliun
      5. Jepang – US$6,74 triliun
      6. Indonesia – US$5,69 triliun
      7. Jerman – US$5,65 triliun
      8. Brasil – US$5,27 triliun
      9. Turki – US$3,91 triliun
      10. Meksiko – US$3,88 triliun
      11. Mesir – US$3,85 triliun
      12. Inggris – US$3,82 triliun
      13. Prancis – US$3,80 triliun
      14. Iran – US$3,74 triliun
      15. Pakistan – US$2,09 triliun
      16. Bangladesh – US$2,05 triliun
      17. Italia – US$2,04 triliun
      18. Vietnam – US$1,89 triliun
      19. Filipina – US$1,87 triliun
      20. Thailand – US$1,85 triliun
      ------------------
      GORILA KLAIM KAYA.........FAKTANYA =
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      -
      DAFTAR 20 NEGARA DENGAN GDP NOMINAL TERBESAR TAHUN 2025 :
      1. Amerika Serikat – US$30,34 triliun
      2. Tiongkok – US$19,90 triliun
      3. Jerman – US$5,36 triliun
      4. Jepang – US$4,46 triliun
      5. India – US$4,26 triliun
      6. Inggris – US$3,70 triliun
      7. Prancis – US$3,26 triliun
      8. Italia – US$2,56 triliun
      9. Brasil – US$2,52 triliun
      10. Kanada – US$2,49 triliun
      11. Rusia – US$2,48 triliun
      12. Korea Selatan – US$2,10 triliun
      13. Meksiko – US$1,99 triliun
      14. Spanyol – US$1,82 triliun
      15. Indonesia – US$1,69 triliun
      16. Australia – US$1,68 triliun
      17. Turki – US$1,34 triliun
      18. Arab Saudi – US$1,28 triliun
      19. Belanda – US$1,27 triliun
      20. Swiss – US$1,16 triliun

      Hapus
    3. MITRA STRATEGIS = TRANSFER OF TECHNOLOGY (TOT)
      Indonesia dan Turki telah berkembang menjadi kemitraan strategis yang berfokus pada kemandirian industri pertahanan melalui skema Transfer of Technology (ToT).
      Berikut adalah rincian ToT yang disepakati untuk aset-aset militer tersebut:
      1. Pesawat Tempur KAAN (Generasi Ke-5)
      Produksi Lokal & Perakitan: Kesepakatan mencakup perakitan parsial (partial assembly) di Indonesia serta keterlibatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dalam rantai pasok komponen global.
      Engineering & Design: Insinyur Indonesia terlibat dalam fase pengembangan lanjutan dan rekayasa pesawat untuk membangun basis pengetahuan teknologi siluman (stealth) dan avionik mutakhir.
      Fasilitas MRO: Pembangunan fasilitas pemeliharaan, perbaikan, dan operasional (MRO) di Indonesia untuk menjamin keberlangsungan operasional jet KAAN secara mandiri di masa depan.
      -
      2. Pesawat Tanpa Awak (Drone)
      Bayraktar TB2 & AkΔ±ncΔ±:
      Pabrik Drone Lokal: Melalui kemitraan antara Republikorp dan Baykar Technologies, telah disepakati pembentukan usaha patungan (joint venture) untuk membangun pabrik produksi drone di Indonesia.
      Lisensi Produksi: Indonesia mendapatkan lisensi untuk memproduksi unit-unit ini secara lokal, yang mencakup transfer pengetahuan sistem kendali jarak jauh dan kecerdasan buatan (AI avionics).
      UAV Anka:
      Final Assembly Line (FAL): PTDI memiliki kemampuan untuk melakukan perakitan akhir dan flight line untuk unit-unit Anka yang dipesan.
      UAV Center: Pelatihan bagi engineer dan pilot Indonesia untuk mengelola sistem data link dan membangun pusat keunggulan drone nasional.
      -
      3. Kapal Perang (Fregat Kelas Istif)
      Pembangunan Lokal: Produksi dua unit fregat ini dilakukan melalui kolaborasi antara galangan kapal Turki (TAIS/STM) dengan PT PAL Indonesia menggunakan fasilitas dalam negeri.
      Integrasi Sistem Persenjataan: Kerja sama dengan perusahaan Turki seperti Aselsan dan Roketsan memungkinkan PT PAL untuk mengintegrasikan sistem manajemen tempur (CMS) dan sensor radar AESA generasi terbaru secara mandiri.
      -
      4. Sistem Rudal (KHAN & Γ‡AKIR)
      Joint Venture Roketsan: Pembentukan perusahaan patungan antara Roketsan dan mitra lokal (PT Republik Roketsan Indonesia) untuk memproduksi amunisi dan rudal presisi di dalam negeri.
      Pengembangan Bersama: ToT mencakup teknologi propulsi rudal dan sistem pemandu, yang krusial bagi kemandirian teknologi persenjataan jarak jauh Indonesia.
      -
      5. Kendaraan Tempur (Medium Tank Harimau)
      Kepemilikan Intelektual Bersama: Sejak awal, proyek Harimau (Kaplan MT) adalah desain bersama antara PT Pindad dan FNSS. Indonesia memiliki hak atas desain dan bebas untuk memproduksi atau mengekspornya ke negara ketiga.
      ==============
      ==============
      BUKTI TEMPEL STICKER PARS 8x8 =
      1. TIDAK ADA PERJANJIAN KERJASAMA JV
      2. TIDAK ADA PROTOTIPE
      3. TIDAK ADA UJI KUALIFIKASI
      4. LANGSUNG PRODUKSI MASSAL
      Pada bulan Juni 2011, Perusahaan Turki FNSS membatalkan menandatangani 'surat penawaran dan penerimaan' oleh DRB(DefTech) untuk bantuan desain dan pengembangan kendaraan. Kendaraan AV8 yang dipilih oleh militer MALAYDESH didasarkan pada kendaraan lapis baja beroda 8×8 yang dirancang oleh FNSS Pars 8×8.
      ----
      TEMPEL STICKER HIZIR TURKI
      KASIAN TIADA KEMAMPUAN UJI BALISTIK
      1. UJI BALISTIK DI THAILAND
      2. UJI BALISTIK DI AFRIKA SELATAN
      Selain itu, 2 ujian balistik telah dilakukan iaitu Ujian balistik Tembakan yang dilaksanakan di The Defence TechNOLogy Institute, Bangkok, Thailand dan Ujian Balistik Letupan (Mine/Underbelly Test) di Council for Scientific and Industrial Research, Pretoria, Afrika Selatan.

      Hapus
    4. 🀝 INDONESIA TURKEY 🀝
      Kerjasama Indonesia dan Turki dalam forum G20 dan MIKTA pada tahun 2026 mencerminkan kemitraan strategis yang semakin mendalam, terutama dalam memperjuangkan kepentingan negara berkembang dan stabilitas global.
      1. Sinergi dalam Forum G20
      Indonesia dan Turki menggunakan platform G20 untuk memperkuat hubungan bilateral dan menyuarakan isu-isu global yang mendesak:
      Penguatan Multilateralisme: Memasuki tahun 2026, kedua negara terus mendorong pemulihan multilateralisme guna menghadapi tantangan ekonomi global dan perubahan iklim.
      Kerjasama Industri Strategis: Di sela-sela pertemuan G20, kedua negara secara rutin menandatangani kesepakatan penting, termasuk di bidang industri pertahanan (Inhan) dan pembangunan infrastruktur seperti proyek Tol Trans-Sumatera yang melibatkan kontraktor Turki.
      Dukungan Kepemimpinan: Turki secara konsisten memberikan dukungan kuat terhadap agenda-agenda Indonesia di G20, khususnya dalam upaya memperbaiki tata kelola ekonomi dunia yang lebih adil bagi negara berkembang.
      2. Kolaborasi dalam MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, Australia)
      Dalam forum MIKTA, Indonesia dan Turki berperan sebagai "jembatan" atau kekuatan penyeimbang (middle powers):
      Penyelesaian Isu Global: Melalui MIKTA, kedua negara berkolaborasi dalam penyelesaian isu perdamaian global, termasuk solidaritas terhadap Palestina dan reformasi tata kelola global.
      Prioritas Pembangunan: Pada pertemuan terbaru di sela KTT G20, para pemimpin MIKTA menekankan pada percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), pemberdayaan pemuda, dan pembangunan perdamaian.
      Kekuatan Penyeimbang: Keduanya sepakat bahwa peran MIKTA sangat krusial dalam memberikan solusi alternatif di tengah polarisasi kekuatan besar dunia.
      ----------------------
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA =
      1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
      2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
      3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
      4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
      5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
      6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
      7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
      8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
      9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
      10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
      -----------------
      NEGARA DENGAN GDP TERBESAR TAHUN 2025 BERDASARKAN PPP (PURCHASING POWER PARITY):
      1. Tiongkok – US$40,7 triliun
      2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
      3. India – US$17,6 triliun
      4. Rusia – US$7,19 triliun
      5. Jepang – US$6,74 triliun
      6. Indonesia – US$5,69 triliun
      7. Jerman – US$5,65 triliun
      8. Brasil – US$5,27 triliun
      9. Turki – US$3,91 triliun
      10. Meksiko – US$3,88 triliun
      11. Mesir – US$3,85 triliun
      12. Inggris – US$3,82 triliun
      13. Prancis – US$3,80 triliun
      14. Iran – US$3,74 triliun
      15. Pakistan – US$2,09 triliun
      16. Bangladesh – US$2,05 triliun
      17. Italia – US$2,04 triliun
      18. Vietnam – US$1,89 triliun
      19. Filipina – US$1,87 triliun
      20. Thailand – US$1,85 triliun
      ------------------
      DAFTAR 20 NEGARA DENGAN GDP NOMINAL TERBESAR TAHUN 2025 :
      1. Amerika Serikat – US$30,34 triliun
      2. Tiongkok – US$19,90 triliun
      3. Jerman – US$5,36 triliun
      4. Jepang – US$4,46 triliun
      5. India – US$4,26 triliun
      6. Inggris – US$3,70 triliun
      7. Prancis – US$3,26 triliun
      8. Italia – US$2,56 triliun
      9. Brasil – US$2,52 triliun
      10. Kanada – US$2,49 triliun
      11. Rusia – US$2,48 triliun
      12. Korea Selatan – US$2,10 triliun
      13. Meksiko – US$1,99 triliun
      14. Spanyol – US$1,82 triliun
      15. Indonesia – US$1,69 triliun
      16. Australia – US$1,68 triliun
      17. Turki – US$1,34 triliun
      18. Arab Saudi – US$1,28 triliun
      19. Belanda – US$1,27 triliun
      20. Swiss – US$1,16 triliun
      😝INDONESIA TURKEY = EKONOMI KUAT😝

      Hapus
    5. SHOPPING - KAYA =
      -
      1. Jet Tempur Siluman KAAN 48 Unit.
      Sumber Berita: Defense News, The Diplomat, dan AeroTime.
      ---------------
      2. Kapal Perang Fregat Kelas-Δ°stif (I-Class) 2 Unit
      Sumber Berita: Naval News dan Janes Defense.
      ---------------
      3. Rudal Jelajah Atmaca & Torpedo Akya
      Sumber Berita: Naval Post dan Military Leak.
      ---------------
      4. Drone ANKA 12 Unit
      Sumber Berita: Reuters dan C4ISRNET.
      ---------------
      5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
      Sumber Berita: Breaking Defense dan The Defense Post.
      Jumlah: 60 Unit TB3 dan 6 Unit AKINCI.
      ---------------
      6. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
      Sumber Berita: Army Recognition dan FNSS Media.
      ---------------
      7. Sistem Pertahanan Udara (ADS) Trisula & KHAN
      Sumber Berita: Defense Turkey dan Janes.
      Jumlah:
      KHAN: 1-2 Baterai (pengiriman tahap pertama telah tiba).
      Trisula (ADS): Tidak disebutkan jumlah unit peluncur secara detail, namun direncanakan melindungi titik-titik vital di Kalimantan.
      ---------------
      8. Rudal Jelajah Γ‡akΔ±r
      Sumber Berita: Antara News, Roketsan Media, dan Republicorp.
      Narasi: Proyek ini difokuskan pada produksi lokal rudal jelajah Γ‡akΔ±r di Indonesia melalui proses transfer teknologi (ToT)
      ---------------
      9. Rudal Pertahanan Udara Sungur
      Sumber Berita: TRT World dan Kementerian Pertahanan RI.
      Narasi: VSHORAD Sungur Perjanjian ini tidak hanya mencakup pembelian unit, tetapi juga penjajakan alih teknologi untuk pembuatan serta pemeliharaan rudal di Indonesia.
      ---------------
      10. Kapal Cepat Rudal FACM-70 (KCR 70)
      Sumber: East Asia Forum, Naval News.
      Jumlah: 2 Unit (Tahap awal).
      ---------------
      11. Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja (APC) Kaplan
      Sumber: East Asia Forum, LinkedIn Defence Analysis.
      Jumlah: Tahap awal pengembangan prototipe.
      ---------------
      12. Modernisasi Sistem Radio Militer (Software-Defined Radio)
      Sumber: Antara News, Aselsan Media.
      ---------------
      13. Pengembangan Kendaraan Tempur Infanteri (IFV)
      Sumber: Antara News.
      ---------------
      14. Kerja Sama Produksi Bersama Drone Bayraktar TB3
      Sumber: TVRI News, AP-Law Solution.
      ---------------
      15. Kerja Sama Strategis Kapal Selam
      Sumber: Instagram News (Reel), Indo Defence Update.
      ==============
      ==============
      SHOPPING - MISKIN =
      1. Kapal Perang (Sektor Laut) — Est. >US$1 Miliar
      LMS Batch 2 (Kelas Ada) dan Multi-Purpose Mission Ship (MPMS)
      Sumber: Janes Defense, Naval News, Defence Security Asia
      -
      2. Drone dan Sistem Udara — Est. US$91,6 Juta
      Sumber: Bernama
      -
      3. ATGM Karaok Persenjataan Darat dan Rudal — Est. US$20 Juta+
      Sumber: Defence Security Asia
      😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

      Hapus
    6. NASIB GORILA TERIAK HUTANG RINGGIT KUAT =
      1. TIAP TAHUN = ASET MILITER SEWA
      2. TIAP TAHUN = HUTANG GOVERMENT BERTAMBAH
      3. TIAP TAHUN = HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. TIAP TAHUN = DEFISIT
      5. TIAP TAHUN = HANYA BAYAR FAEDAH
      -----
      2025 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Hingga akhir kuartal ketiga (September 2025), hutang pemerintah nasional Malondesh tercatat sebesar USD 312,8 miliar.
      Rasio Hutang terhadap PDB: Pada September 2025, rasionya berada di angka 66,1%.
      Nilai dalam Ringgit: Per Juni 2025, hutang kerajaan dilaporkan mencapai RM 1,304 triliun.
      Total Liabilitas: Jika menyertakan komitmen kewangan lainnya, total hutang dan liabilitas pemerintah mencapai 84,1% dari PDB pada pertengahan 2025.
      -----
      2025 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Berdasarkan data kuartal kedua 2025, hutang luar negeri bruto Malondesh sempat mencapai puncaknya di angka RM 1,403 triliun.
      ------------------
      MALAYDESH ........
      GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT
      • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
      • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
      • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
      HOUSEHOLD DEBT
      2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
      -----------------
      GORILA KLAIM KAYA.........FAKTANYA =
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      -
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA =
      Pada tahun 2025, China tetap menjadi ekonomi terbesar di Asia dengan PDB sekitar US$19,5 triliun, disusul oleh Jepang, India, Korea Selatan, dan Indonesia yang masuk dalam jajaran 10 besar.
      🌏Ranking Ekonomi Terbesar Asia 2025 (berdasarkan IMF & Forbes)
      Peringkat Asia Negara Estimasi PDB 2025 (US$ triliun) Catatan Utama
      1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
      2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
      3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
      4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
      5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
      6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
      7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
      8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
      9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
      10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
      -----------------
      GORILA KLAIM KAYA.........FAKTANYA =
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      -
      20 NEGARA DENGAN GDP TERBESAR TAHUN 2025 BERDASARKAN PPP (PURCHASING POWER PARITY):
      1. Tiongkok – US$40,7 triliun
      2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
      3. India – US$17,6 triliun
      4. Rusia – US$7,19 triliun
      5. Jepang – US$6,74 triliun
      6. Indonesia – US$5,69 triliun
      7. Jerman – US$5,65 triliun
      8. Brasil – US$5,27 triliun
      9. Turki – US$3,91 triliun
      10. Meksiko – US$3,88 triliun
      11. Mesir – US$3,85 triliun
      12. Inggris – US$3,82 triliun
      13. Prancis – US$3,80 triliun
      14. Iran – US$3,74 triliun
      15. Pakistan – US$2,09 triliun
      16. Bangladesh – US$2,05 triliun
      17. Italia – US$2,04 triliun
      18. Vietnam – US$1,89 triliun
      19. Filipina – US$1,87 triliun
      20. Thailand – US$1,85 triliun
      ------------------
      GORILA KLAIM KAYA.........FAKTANYA =
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      -
      DAFTAR 20 NEGARA DENGAN GDP NOMINAL TERBESAR TAHUN 2025 :
      1. Amerika Serikat – US$30,34 triliun
      2. Tiongkok – US$19,90 triliun
      3. Jerman – US$5,36 triliun
      4. Jepang – US$4,46 triliun
      5. India – US$4,26 triliun
      6. Inggris – US$3,70 triliun
      7. Prancis – US$3,26 triliun
      8. Italia – US$2,56 triliun
      9. Brasil – US$2,52 triliun
      10. Kanada – US$2,49 triliun
      11. Rusia – US$2,48 triliun
      12. Korea Selatan – US$2,10 triliun
      13. Meksiko – US$1,99 triliun
      14. Spanyol – US$1,82 triliun
      15. Indonesia – US$1,69 triliun
      16. Australia – US$1,68 triliun
      17. Turki – US$1,34 triliun
      18. Arab Saudi – US$1,28 triliun
      19. Belanda – US$1,27 triliun
      20. Swiss – US$1,16 triliun

      Hapus
    7. SHOPPING KAYA versus MISKIN
      INDONESIA TURKEY = USD 12-13 MILLIAR
      MALAYDESH TURKEY = USD 1,17 MILLIAR
      ---------------
      Total nilai kemitraan pertahanan Indonesia-Turki hingga 2026 diperkirakan mencapai 12 hingga 13 miliar USD (sekitar Rp187 - Rp202 triliun).
      1. Jet Tempur Siluman KAAN
      Kesepakatan ini merupakan ekspor militer terbesar dalam sejarah Turki yang ditandatangani pada pertengahan 2025.
      Nilai Kontrak: 10 Miliar USD (setara ± Rp162 triliun).
      Jumlah: 48 Unit.
      Spesifikasi: Jet generasi kelima dengan kemampuan siluman (stealth), sistem berbasis AI, dan 8 internal weapon bay.
      -
      2. Kapal Cepat Rudal (KCR) 70M
      Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 180 - 200 juta USD (± Rp2,8 - Rp3,1 triliun) untuk 2 unit pertama.
      Jumlah: 2 Unit (NB74 dan NB75).
      -
      3. Kapal Perang Fregat Kelas-Δ°stif (I-Class)
      Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 1 miliar USD (± Rp15,6 triliun) untuk 2 unit pertama.
      -
      4. Drone ANKA
      Nilai Kontrak: 300 juta USD (sekitar Rp4,5 triliun).
      -
      5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
      Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 400 - 600 juta USD.
      -
      6. Rudal Jelajah Atmaca & Torpedo Akya
      Estimasi Nilai Kontrak: Lebih dari 500 juta USD.
      Rincian: Indonesia memberikan kontrak awal untuk pengadaan sekitar 45 unit rudal Atmaca. Mengingat rudal ini direncanakan untuk mempersenjatai lebih dari 41 kapal perang TNI AL (termasuk Fregat I-Class dan Kapal Cepat Rudal), nilai total diperkirakan akan terus bertambah seiring penambahan pesanan stok.
      -
      7. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
      Nilai Kontrak Tahap Awal: Sekitar 135 juta USD (untuk fase pertama).
      Rincian: Kontrak awal untuk 18 unit memiliki nilai sekitar 135 juta USD. Namun, dengan target kebutuhan total TNI AD mencapai lebih dari 100 unit [Data User], nilai proyek jangka panjang ini diperkirakan akan melampaui 800 juta USD yang dikelola melalui kerja sama PT Pindad dan FNSS Turki.
      -
      8. Sistem Pertahanan Udara (ADS) KHAN & Trisula
      Estimasi Nilai Kontrak: Ratusan juta dolar AS.
      Rincian: Meskipun angka pasti untuk sistem Trisula (Hisar) belum dipublikasikan secara mendetail, pengadaan sistem rudal balistik taktis KHAN telah terealisasi dengan pengiriman tahap pertama ke Kalimantan pada Agustus 2025.
      ======================
      ======================
      Total nilai pengadaan militer Malondesh dari Turkiye, berdasarkan rincian yang Anda berikan, diperkirakan mencapai lebih dari US$1,17 miliar
      1. Kapal Perang (Sektor Laut) — Est. >US$1 Miliar
      LMS Batch 2 (Kelas Ada): Kontrak untuk tiga kapal korvet kelas Ada estimasi industri untuk kapal sejenis berada di kisaran US$600 juta - US$800 juta.
      Multi-Purpose Mission Ship (MPMS): Akuisisi kapal misi serbaguna dari galangan kapal Desan pada Maret 2025 bernilai US$68,8 juta.
      -
      2. Drone dan Sistem Udara — Est. US$91,6 Juta
      UAV Anka-S: Kontrak yang ditandatangani dengan Turkish Aerospace Industries (TAI) untuk tiga unit drone Anka-S bernilai US$91,6 juta. Drone ini dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada tahun 2026 untuk mengawasi Laut China Selatan.
      -
      3. Persenjataan Darat dan Rudal — Est. US$20 Juta+
      ATGM Karaok: Malondesh mengakuisisi 18 unit peluncur dan 108 rudal anti-tank Karaok dari Roketsan dengan perkiraan nilai kontrak sekitar US$20 juta
      😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

      Hapus
  6. FAKTA......HAHAHAHAH



    Rupiah Jadi Mata Uang Terburuk Kedua di Asia Sepanjang 2025

    https://usmtv.id/rupiah-jadi-mata-uang-terburuk-kedua-di-asia-sepanjang-2025/?amp=1

    BalasHapus
    Balasan
    1. UANG KOPI OPV MIRING = SEDAP.....
      MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
      MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
      MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
      MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
      MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
      MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
      MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
      MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
      MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
      MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
      MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
      MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
      MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
      MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
      -------------
      Kontrak awal tahun 2017 untuk 3 unit kapal adalah sebesar RM738,9 juta (rata-rata RM246,3 juta/unit). Namun, karena kegagalan manajemen dan keterlambatan bertahun-tahun, pemerintah harus mengeluarkan dana tambahan:
      Suntikan Dana Pertama (2023): Pinjaman sebesar RM152,6 juta untuk menyelesaikan kapal pertama (KM Tun Fatimah).
      Suntikan Dana Kedua (2025): Tambahan sekitar RM200 juta dialokasikan untuk melanjutkan pengerjaan kapal kedua dan ketiga oleh kontraktor baru.
      Total Estimasi Biaya: Anggaran keseluruhan membengkak menjadi sekitar RM1,09 miliar (RM1,091,5 juta). Jika dibagi tiga, maka biaya rata-rata per kapal menjadi sekitar RM363,8 juta
      -------------
      OPV MIRING KABEL PUTUS
      OPV MIRING KABEL PUTUS
      OPV MIRING KABEL PUTUS
      OPV MIRING KABEL PUTUS
      THHE general manager Azizul Hanafee Zain explained that the ship tilted to one side after one of the steel cables attached to the supporting structure underneath the ship was cut.
      -------------
      GORILA MALAYDESH =
      RM11.2B FOR 5 SHIPS = EXCLUDING AMMO
      RM11.2B FOR 5 SHIPS = EXCLUDING AMMO
      RM11.2B FOR 5 SHIPS = EXCLUDING AMMO
      REVISED (FINAL): RM11.2B FOR 5 SHIPS
      (final agreed-upon contract price dealing with cost overruns)
      RM 2.24 billion (2023) per unit + ToT (ceiling) [or USD948M (2023 inflation) or ~USD700M (2011 forex) or ~USD490M (2023 forex) (excluding ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD948 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
      -------------
      REVISED (INITIAL): RM 9.128B FOR 5 SHIPS
      (initial figures using the original contract price in dealing with cost overruns)
      RM 1.8 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD560 million per ship (excluding ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD758 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
      -------------
      ORIGINAL: RM 9B FOR 6 SHIPS
      RM 1.5 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD466 million per ship (excluding cost overruns and ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD631 million in 2023 US dollars (excluding cost overruns and ammo)
      -------------
      LMS B2 = FFBNW DOWNGRADE HISAR OPV NO ASW
      1. ADA CLASS PAKISTAN USD 1 MILYAR/4 = USD 250 JUTA PER UNIT
      -
      2. ADA CLASS UKRAINE USD 1 MILYAR/2 = USD 250 JUTA PER UNIT + UCAV SENILAI USD 500 JUTA
      -
      3. HISAR OPV CLASS (LMS B2) MALAYDESH USD 530 JUTA /3 = USD 176,7 JUTA PER UNIT
      -------------
      LCS = FFBNW MANGKRAK 15 YEARS
      LCS USD 4,74 BILLION/5 UNIT = USD 948 MILLION/UNIT ]
      • USD 948 JUTA (EXCLUDING AMMO) = FFBNW = DELAYED
      -NO NSM.
      -NO VL MICA.
      -NO TORPEDO RINGAN.
      -NO SECONDARY GUNS.
      -NO BOFORS MK3.
      -----------
      PRICE DESTROYER DAN FREGAT =
      -KDX 3 CLASS/SEJONG USD 900 JUTA/UNIT
      -TYPE 052D CLASS USD 500-600 JUTA.
      -TYPE 055 CLASS USD 920 JUTA

      Hapus
    2. NASIB GORILA TERIAK HUTANG RINGGIT KUAT =
      1. TIAP TAHUN = ASET MILITER SEWA
      2. TIAP TAHUN = HUTANG GOVERMENT BERTAMBAH
      3. TIAP TAHUN = HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. TIAP TAHUN = DEFISIT
      5. TIAP TAHUN = HANYA BAYAR FAEDAH
      -----
      2025 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Hingga akhir kuartal ketiga (September 2025), hutang pemerintah nasional Malondesh tercatat sebesar USD 312,8 miliar.
      Rasio Hutang terhadap PDB: Pada September 2025, rasionya berada di angka 66,1%.
      Nilai dalam Ringgit: Per Juni 2025, hutang kerajaan dilaporkan mencapai RM 1,304 triliun.
      Total Liabilitas: Jika menyertakan komitmen kewangan lainnya, total hutang dan liabilitas pemerintah mencapai 84,1% dari PDB pada pertengahan 2025.
      -----
      2025 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Berdasarkan data kuartal kedua 2025, hutang luar negeri bruto Malondesh sempat mencapai puncaknya di angka RM 1,403 triliun.
      ------------------
      MALAYDESH ........
      GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT
      • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
      • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
      • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
      HOUSEHOLD DEBT
      2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
      ------------------
      MALAYDESH ........
      DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
      2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
      2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
      2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
      2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
      2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
      2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
      2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
      2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
      2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
      2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
      ------------------
      MALAYDESH ........
      DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
      2029 = 438,09 BILLION USD
      2028 = 412,2 BILLION USD
      2027 = 386,51 BILLION USD
      2026 = 362,19 BILLION USD
      2025 = 338,75 BILLION USD
      2024 = 316,15 BILLION USD
      2023 = 293,83 BILLION USD
      2022 = 271,49 BILLION USD
      2021 = 247,49 BILLION USD
      2020 = 221,49 BILLION USD
      ------------------
      MALAYDESH .........
      DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
      DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
      DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
      DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
      DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
      DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
      The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
      ------------------
      MALAYDESH ........
      BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
      MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH

      Hapus
    3. 🀝 Indonesia – Turki (G20 & MIKTA) > USD 12-13 MILLIAR
      1. Jet Tempur KAAN
      Indonesia jadi pembeli ekspor pertama (2025).
      48 unit, kontrak ±10 miliar USD.
      -
      2. Fregat I-Class
      Pilihan desain Turki untuk armada laut.
      2 unit (opsi tambahan).
      -
      3. Rudal Atmaca & Torpedo Akya
      Ganti rudal Barat dengan teknologi Turki.
      -
      4. Drone ANKA
      Skema ToT dengan PTDI.
      12 unit (6 dari Turki, 6 dirakit di Indonesia).
      -
      5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
      Pengadaan UCAV.
      60 unit TB3, 6 unit AKINCI.
      -
      6. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
      Proyek kerja sama industri pertahanan.
      18 unit awal, target >100 unit.
      -
      7. Sistem Pertahanan Udara KHAN & Trisula (Hisar)
      KHAN: rudal balistik taktis (1–2 baterai).
      Trisula: pertahanan jarak menengah (untuk Kalimantan).
      -
      8. Rudal Jelajah Γ‡akΔ±r
      Produksi lokal dengan ToT.
      -
      9. Rudal Sungur (VSHORAD)
      Pembelian + penjajakan alih teknologi.
      -
      10. Kapal Cepat Rudal FACM-70 (KCR 70)
      TAIS Shipyard bangun 2 unit (2024).
      -
      11. APC Kaplan
      Prototipe kerja sama PT Pindad & FNSS.
      -
      12. Radio Militer SDR
      Litbang Aselsan + PT LEN & Wellracom.
      -
      13. IFV Generasi Baru
      R&D PT Pindad & FNSS.
      -
      14. Produksi Bersama Bayraktar TB3
      Skema ToT + pelatihan + integrasi UAV maritim.
      -
      15. Kerja Sama Kapal Selam
      Penjajakan proyek alternatif di Indo Defence 2025.
      =================
      =================
      πŸ’° Total Pengadaan Militer Malondesh dari Turki
      > US$1,17 miliar
      1. Kapal Perang (Laut) — >US$1 Miliar
      LMS Batch 2 (Kelas Ada): 3 korvet, estimasi US$600–800 juta.
      MPMS (Multi-Purpose Mission Ship): 1 kapal, US$68,8 juta.
      -
      2. Drone & Sistem Udara — US$91,6 Juta
      UAV Anka-S: 3 unit, kontrak US$91,6 juta
      Persenjataan Darat & Rudal — >US$20 Juta
      -
      3. ATGM Karaok: 18 peluncur + 108 rudal, estimasi US$20 juta.
      😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

      Hapus
    4. SHOPPING - KAYA =
      -
      1. Jet Tempur Siluman KAAN 48 Unit.
      Sumber Berita: Defense News, The Diplomat, dan AeroTime.
      ---------------
      2. Kapal Perang Fregat Kelas-Δ°stif (I-Class) 2 Unit
      Sumber Berita: Naval News dan Janes Defense.
      ---------------
      3. Rudal Jelajah Atmaca & Torpedo Akya
      Sumber Berita: Naval Post dan Military Leak.
      ---------------
      4. Drone ANKA 12 Unit
      Sumber Berita: Reuters dan C4ISRNET.
      ---------------
      5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
      Sumber Berita: Breaking Defense dan The Defense Post.
      Jumlah: 60 Unit TB3 dan 6 Unit AKINCI.
      ---------------
      6. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
      Sumber Berita: Army Recognition dan FNSS Media.
      ---------------
      7. Sistem Pertahanan Udara (ADS) Trisula & KHAN
      Sumber Berita: Defense Turkey dan Janes.
      Jumlah:
      KHAN: 1-2 Baterai (pengiriman tahap pertama telah tiba).
      Trisula (ADS): Tidak disebutkan jumlah unit peluncur secara detail, namun direncanakan melindungi titik-titik vital di Kalimantan.
      ---------------
      8. Rudal Jelajah Γ‡akΔ±r
      Sumber Berita: Antara News, Roketsan Media, dan Republicorp.
      Narasi: Proyek ini difokuskan pada produksi lokal rudal jelajah Γ‡akΔ±r di Indonesia melalui proses transfer teknologi (ToT)
      ---------------
      9. Rudal Pertahanan Udara Sungur
      Sumber Berita: TRT World dan Kementerian Pertahanan RI.
      Narasi: VSHORAD Sungur Perjanjian ini tidak hanya mencakup pembelian unit, tetapi juga penjajakan alih teknologi untuk pembuatan serta pemeliharaan rudal di Indonesia.
      ---------------
      10. Kapal Cepat Rudal FACM-70 (KCR 70)
      Sumber: East Asia Forum, Naval News.
      Jumlah: 2 Unit (Tahap awal).
      ---------------
      11. Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja (APC) Kaplan
      Sumber: East Asia Forum, LinkedIn Defence Analysis.
      Jumlah: Tahap awal pengembangan prototipe.
      ---------------
      12. Modernisasi Sistem Radio Militer (Software-Defined Radio)
      Sumber: Antara News, Aselsan Media.
      ---------------
      13. Pengembangan Kendaraan Tempur Infanteri (IFV)
      Sumber: Antara News.
      ---------------
      14. Kerja Sama Produksi Bersama Drone Bayraktar TB3
      Sumber: TVRI News, AP-Law Solution.
      ---------------
      15. Kerja Sama Strategis Kapal Selam
      Sumber: Instagram News (Reel), Indo Defence Update
      ----------------------------
      KAYA .....
      DAFTAR PENGADAAN ALUTSISTA ON PROGRESS
      2 KRI Frigate Brawijaya Class dari Italia
      2 KRI Frigate Merah Putih dari PT PAL
      2 KRI Frigate Istif Class dari Turkiye
      1 KRI Rigel Class dari Palindo/Jerman
      2 KRI Kapal Cepat Rudal dari Turkiye
      1 KRI Kapal Cepat Rudal dari Tesco Bekasi
      2 KS Scorpene dari Perancis & PT PAL
      1 Kapal Induk Giribaldi dari Italia (Opsi)
      1 Kapal LHD Helikopter dari PT PAL (Opsi
      42 Jet Tempur Rafale dari Perancis
      48 Jet Tempur IFX kerjasama Korsel RI
      48 Jet Tempur KHAAN dari Turkiye
      6 Jet Tempur T50 dari Korsel
      2 Pesawat angkut A400M dari Spanyol
      13 Radar GCI dari Thales Perancis
      12 Radar Retia dari Retia
      3 Baterai Rudal Balistik KHAN Turkiye
      3 Baterai Rudal ADS Trisula dari Turkiye
      22 Helikopter Blackhawk dari AS
      12 Drone Anka dari Turkiye
      60 Drone Bayraktar TB3 dari Turkiye
      45 Rudal anti kapal Atmaca dari Turkiye

      Hapus
    5. SHOPPING KAYA versus MISKIN
      INDONESIA TURKEY = USD 12-13 MILLIAR
      MALAYDESH TURKEY = USD 1,17 MILLIAR
      ---------------
      Total nilai kemitraan pertahanan Indonesia-Turki hingga 2026 diperkirakan mencapai 12 hingga 13 miliar USD (sekitar Rp187 - Rp202 triliun).
      1. Jet Tempur Siluman KAAN
      Kesepakatan ini merupakan ekspor militer terbesar dalam sejarah Turki yang ditandatangani pada pertengahan 2025.
      Nilai Kontrak: 10 Miliar USD (setara ± Rp162 triliun).
      Jumlah: 48 Unit.
      Spesifikasi: Jet generasi kelima dengan kemampuan siluman (stealth), sistem berbasis AI, dan 8 internal weapon bay.
      -
      2. Kapal Cepat Rudal (KCR) 70M
      Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 180 - 200 juta USD (± Rp2,8 - Rp3,1 triliun) untuk 2 unit pertama.
      Jumlah: 2 Unit (NB74 dan NB75).
      -
      3. Kapal Perang Fregat Kelas-Δ°stif (I-Class)
      Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 1 miliar USD (± Rp15,6 triliun) untuk 2 unit pertama.
      -
      4. Drone ANKA
      Nilai Kontrak: 300 juta USD (sekitar Rp4,5 triliun).
      -
      5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
      Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 400 - 600 juta USD.
      -
      6. Rudal Jelajah Atmaca & Torpedo Akya
      Estimasi Nilai Kontrak: Lebih dari 500 juta USD.
      Rincian: Indonesia memberikan kontrak awal untuk pengadaan sekitar 45 unit rudal Atmaca. Mengingat rudal ini direncanakan untuk mempersenjatai lebih dari 41 kapal perang TNI AL (termasuk Fregat I-Class dan Kapal Cepat Rudal), nilai total diperkirakan akan terus bertambah seiring penambahan pesanan stok.
      -
      7. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
      Nilai Kontrak Tahap Awal: Sekitar 135 juta USD (untuk fase pertama).
      Rincian: Kontrak awal untuk 18 unit memiliki nilai sekitar 135 juta USD. Namun, dengan target kebutuhan total TNI AD mencapai lebih dari 100 unit [Data User], nilai proyek jangka panjang ini diperkirakan akan melampaui 800 juta USD yang dikelola melalui kerja sama PT Pindad dan FNSS Turki.
      -
      8. Sistem Pertahanan Udara (ADS) KHAN & Trisula
      Estimasi Nilai Kontrak: Ratusan juta dolar AS.
      Rincian: Meskipun angka pasti untuk sistem Trisula (Hisar) belum dipublikasikan secara mendetail, pengadaan sistem rudal balistik taktis KHAN telah terealisasi dengan pengiriman tahap pertama ke Kalimantan pada Agustus 2025.
      ======================
      ======================
      Total nilai pengadaan militer Malondesh dari Turkiye, berdasarkan rincian yang Anda berikan, diperkirakan mencapai lebih dari US$1,17 miliar
      1. Kapal Perang (Sektor Laut) — Est. >US$1 Miliar
      LMS Batch 2 (Kelas Ada): Kontrak untuk tiga kapal korvet kelas Ada estimasi industri untuk kapal sejenis berada di kisaran US$600 juta - US$800 juta.
      Multi-Purpose Mission Ship (MPMS): Akuisisi kapal misi serbaguna dari galangan kapal Desan pada Maret 2025 bernilai US$68,8 juta.
      -
      2. Drone dan Sistem Udara — Est. US$91,6 Juta
      UAV Anka-S: Kontrak yang ditandatangani dengan Turkish Aerospace Industries (TAI) untuk tiga unit drone Anka-S bernilai US$91,6 juta. Drone ini dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada tahun 2026 untuk mengawasi Laut China Selatan.
      -
      3. Persenjataan Darat dan Rudal — Est. US$20 Juta+
      ATGM Karaok: Malondesh mengakuisisi 18 unit peluncur dan 108 rudal anti-tank Karaok dari Roketsan dengan perkiraan nilai kontrak sekitar US$20 juta
      😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

      Hapus
    6. KAMP MILITER MALAYDESH =
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      ----------
      Sumber Berita Utama
      Tribun Jateng (7 Januari 2026)
      Melaporkan video viral yang memperlihatkan sejumlah personel militer Malaydesh berpesta bersama wanita panggilan di dalam kamp. Kasus ini memicu sorotan publik dan kritik terhadap disiplin militer.
      ----------
      Kompas.com (6 Januari 2026)
      Menyebut bahwa masyarakat Malaydesh bereaksi keras setelah video pesta tersebut tersebar. Kementerian Pertahanan menegaskan akan melakukan investigasi dan menindak sesuai aturan jika terbukti.
      ----------
      YouTube – Tribun Video
      Menayangkan rekaman pesta di barak militer Malaydesh. Disebutkan beberapa anggota yang terlibat sudah berkeluarga, sehingga menambah kontroversi
      --------------------------
      NASIB GORILA TERIAK HUTANG RINGGIT KUAT =
      1. TIAP TAHUN = ASET MILITER SEWA
      2. TIAP TAHUN = HUTANG GOVERMENT BERTAMBAH
      3. TIAP TAHUN = HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. TIAP TAHUN = DEFISIT
      5. TIAP TAHUN = HANYA BAYAR FAEDAH
      -----
      2025 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Hingga akhir kuartal ketiga (September 2025), hutang pemerintah nasional Malondesh tercatat sebesar USD 312,8 miliar.
      Rasio Hutang terhadap PDB: Pada September 2025, rasionya berada di angka 66,1%.
      Nilai dalam Ringgit: Per Juni 2025, hutang kerajaan dilaporkan mencapai RM 1,304 triliun.
      Total Liabilitas: Jika menyertakan komitmen kewangan lainnya, total hutang dan liabilitas pemerintah mencapai 84,1% dari PDB pada pertengahan 2025.
      -----
      2025 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Berdasarkan data kuartal kedua 2025, hutang luar negeri bruto Malondesh sempat mencapai puncaknya di angka RM 1,403 triliun.
      ------------------
      MALAYDESH ........
      GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT
      • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
      • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
      • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
      HOUSEHOLD DEBT
      2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
      😝😝😝😝😝😝😝😝😝

      Hapus
  7. JENDERAL = KORUPSI
    PRAJURIT = PARTI WANITA
    GORILA KLAIM HAIBAT KAYA
    -
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    ----------
    Sumber Berita Utama
    Tribun Jateng (7 Januari 2026)
    Melaporkan video viral yang memperlihatkan sejumlah personel militer Malaydesh berpesta bersama wanita panggilan di dalam kamp. Kasus ini memicu sorotan publik dan kritik terhadap disiplin militer.
    ----------
    Kompas.com (6 Januari 2026)
    Menyebut bahwa masyarakat Malaydesh bereaksi keras setelah video pesta tersebut tersebar. Kementerian Pertahanan menegaskan akan melakukan investigasi dan menindak sesuai aturan jika terbukti.
    ----------
    YouTube – Tribun Video
    Menayangkan rekaman pesta di barak militer Malaydesh. Disebutkan beberapa anggota yang terlibat sudah berkeluarga, sehingga menambah kontroversi
    --------------------------
    2026 UANG KOPI SEDAP .....
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    • iNews.id – Mantan Panglima Angkatan Darat Malaysia Ditangkap Dugaan Korupsi Tender Militer Pada 7 Januari 2026, Hafizuddeain Jantan ditahan MACC bersama dua istrinya. Penangkapan ini terkait penyelidikan tender kontrak militer yang diduga penuh praktik suap.
    -
    • Utusan Malaysia – Kes tender TDM: Hafizuddeain tiba di SPRM dirakam keterangan Hafizuddeain terlihat hadir di kantor pusat SPRM pada 7 Januari 2026 untuk memberikan keterangan. Media melaporkan adanya aliran dana besar di rekening pribadinya yang menjadi fokus penyelidikan.
    -
    • New Straits Times (NST) – Ex-army chief, two wives among five held in graft probe MACC mengonfirmasi penahanan Hafizuddeain, dua istrinya, serta tiga orang lainnya. Mereka diduga terlibat dalam konspirasi memindahkan dana sebesar RM2,4 juta terkait proyek pengadaan militer.
    -
    • ANTARA News – Imbas isu rasuah, Malaysia ganti Panglima Angkatan Darat Pada 1 Januari 2026, Jenderal Datuk Azhan Md Othman resmi dilantik sebagai Panglima Angkatan Darat Malaysia menggantikan Hafizuddeain. Pergantian ini dilakukan setelah Hafizuddeain diminta cuti sejak 27 Desember 2025.
    -
    • VIVA.co.id – Malaysia Ganti Panglima Angkatan Darat Imbas Isu Korupsi Proyek Militer Pelantikan Azhan Md Othman disebut sebagai langkah menjaga integritas dan kesinambungan komando Angkatan Darat Malaysia di tengah skandal rasuah.
    -
    • Tempo.co – Dugaan Rasuah, Kepala Angkatan Darat Malaysia Diganti Media ini menyoroti bahwa pergantian jabatan dilakukan karena Hafizuddeain sedang diperiksa atas dugaan korupsi proyek milite
    😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

    BalasHapus
  8. Alhamdulilah.....CONFIRM SHOPING CASH KAPAL baru dari Turkiye...HOREYYYY

    https://web.facebook.com/reel/4315488598681991

    BalasHapus
    Balasan
    1. EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      In parallel with the defence procurement, Wisma Putra stated that additional agreements are expected to be concluded during the visit. These include memoranda of understanding between the Malondeshn Investment Development Authority and the Investment and Finance Office of the Presidency of the Republic of TΓΌrkiye, cooperation agreements between EXIM Bank Malondesh and Turk Eximbank...
      -----------------------
      Berdasarkan pembelian MPMS (Multi-Purpose Mission Ship) senilai RM304,29 juta tersebut memang menggunakan skema utang atau pembiayaan luar negeri.
      Berikut adalah poin-poin yang mengonfirmasi hal tersebut:
      1. Pelibatan Bank Ekspor-Impor: Adanya kerja sama antara EXIM Bank Malondesh dan Turk Eximbank menunjukkan penggunaan fasilitas kredit ekspor (FKE). Dalam praktik pengadaan pertahanan internasional, skema ini merupakan bentuk utang luar negeri di mana lembaga keuangan dari negara pengekspor (Turk Eximbank) memberikan pinjaman atau penjaminan bagi negara pembeli untuk membiayai pengadaan barang tersebut.
      -
      2. Nota Kesepahaman (MoU) Keuangan: Penyebutan kesepakatan antara lembaga investasi Malondesh dan kantor keuangan kepresidenan Turki yang berjalan paralel dengan pengadaan kapal ini memperkuat bahwa transaksi tersebut melibatkan struktur pembiayaan formal (utang), bukan sekadar pembayaran tunai langsung dari anggaran berjalan.
      -
      3. Karakteristik Pengadaan Pertahanan: Di sektor pertahanan, skema Fasilitas Kredit Ekspor (FKE) atau Kredit Swasta Asing (KSA) adalah metode umum untuk membiayai aset bernilai besar (seperti kapal sepanjang 99 meter) guna menyebar beban fiskal dalam jangka waktu yang lebih lama melalui mekanisme pinjaman.
      Kesimpulan: Ya, pembelian tersebut menggunakan skema utang melalui fasilitas kredit ekspor yang melibatkan kerja sama antara bank pemerintah Malondesh dan Turki
      -----------------------
      MKM = BARTER PALM OIL
      MIG29N = BARTER PALM OIL
      MALAYDESH has used palm oil to barter for military equipment, including fighter jets. The MALAYDESH Armed Forces (MAF) is made up of the Royal MALAYDESH Navy, the Royal MALAYDESH Air Force, and the MALAYDESH Army.
      ----
      A400M
      PEMBAYARAN BERPERINGKAT = DEBT
      MALAYDESH membeli pesawat Airbus A400M secara ansuran dan bukan secara tunai. Pembelian pesawat A400M dilakukan melalui kontrak yang melibatkan bayar berperingkat.
      ----
      FA50M BARTER PALM OIL
      On the other hand, South Korea aims to sell another 18 FA-50s to MALAYDESH in the future. MALAYDESH announced that at least half of the payment would be made in palm oil
      ----
      SCORPENE BARTER PALM OIL
      Under the deal, France would buy RM819 million’s (€230 million) worth of MALAYDESH palm oil, RM327 million (€92 million) of other commodities, and invest RM491 million (€138 million) for training and techNOLogy transfer to local firms here.
      ----
      PT91 BARTER PALM OIL RUBBER
      Payment for the purchase includes 30 percent of direct off-set in the form of training and techNOLogy transfer and 30 percent of indirect off-set in commodities like palm oil and rubber.

      Hapus
    2. EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      In parallel with the defence procurement, Wisma Putra stated that additional agreements are expected to be concluded during the visit. These include memoranda of understanding between the Malondeshn Investment Development Authority and the Investment and Finance Office of the Presidency of the Republic of TΓΌrkiye, cooperation agreements between EXIM Bank Malondesh and Turk Eximbank...
      -----------------------
      Berdasarkan pembelian MPMS (Multi-Purpose Mission Ship) senilai RM304,29 juta tersebut memang menggunakan skema utang atau pembiayaan luar negeri.
      Berikut adalah poin-poin yang mengonfirmasi hal tersebut:
      1. Pelibatan Bank Ekspor-Impor: Adanya kerja sama antara EXIM Bank Malondesh dan Turk Eximbank menunjukkan penggunaan fasilitas kredit ekspor (FKE). Dalam praktik pengadaan pertahanan internasional, skema ini merupakan bentuk utang luar negeri di mana lembaga keuangan dari negara pengekspor (Turk Eximbank) memberikan pinjaman atau penjaminan bagi negara pembeli untuk membiayai pengadaan barang tersebut.
      -
      2. Nota Kesepahaman (MoU) Keuangan: Penyebutan kesepakatan antara lembaga investasi Malondesh dan kantor keuangan kepresidenan Turki yang berjalan paralel dengan pengadaan kapal ini memperkuat bahwa transaksi tersebut melibatkan struktur pembiayaan formal (utang), bukan sekadar pembayaran tunai langsung dari anggaran berjalan.
      -
      3. Karakteristik Pengadaan Pertahanan: Di sektor pertahanan, skema Fasilitas Kredit Ekspor (FKE) atau Kredit Swasta Asing (KSA) adalah metode umum untuk membiayai aset bernilai besar (seperti kapal sepanjang 99 meter) guna menyebar beban fiskal dalam jangka waktu yang lebih lama melalui mekanisme pinjaman.
      Kesimpulan: Ya, pembelian tersebut menggunakan skema utang melalui fasilitas kredit ekspor yang melibatkan kerja sama antara bank pemerintah Malondesh dan Turki
      -----------------------
      MKM = BARTER PALM OIL
      MIG29N = BARTER PALM OIL
      MALAYDESH has used palm oil to barter for military equipment, including fighter jets. The MALAYDESH Armed Forces (MAF) is made up of the Royal MALAYDESH Navy, the Royal MALAYDESH Air Force, and the MALAYDESH Army.
      ----
      A400M
      PEMBAYARAN BERPERINGKAT = DEBT
      MALAYDESH membeli pesawat Airbus A400M secara ansuran dan bukan secara tunai. Pembelian pesawat A400M dilakukan melalui kontrak yang melibatkan bayar berperingkat.
      ----
      FA50M BARTER PALM OIL
      On the other hand, South Korea aims to sell another 18 FA-50s to MALAYDESH in the future. MALAYDESH announced that at least half of the payment would be made in palm oil
      ----
      SCORPENE BARTER PALM OIL
      Under the deal, France would buy RM819 million’s (€230 million) worth of MALAYDESH palm oil, RM327 million (€92 million) of other commodities, and invest RM491 million (€138 million) for training and techNOLogy transfer to local firms here.
      ----
      PT91 BARTER PALM OIL RUBBER
      Payment for the purchase includes 30 percent of direct off-set in the form of training and techNOLogy transfer and 30 percent of indirect off-set in commodities like palm oil and rubber.

      Hapus
    3. EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      In parallel with the defence procurement, Wisma Putra stated that additional agreements are expected to be concluded during the visit. These include memoranda of understanding between the Malondeshn Investment Development Authority and the Investment and Finance Office of the Presidency of the Republic of TΓΌrkiye, cooperation agreements between EXIM Bank Malondesh and Turk Eximbank...
      -----------------------
      Berdasarkan pembelian MPMS (Multi-Purpose Mission Ship) senilai RM304,29 juta tersebut memang menggunakan skema utang atau pembiayaan luar negeri.
      Berikut adalah poin-poin yang mengonfirmasi hal tersebut:
      1. Pelibatan Bank Ekspor-Impor: Adanya kerja sama antara EXIM Bank Malondesh dan Turk Eximbank menunjukkan penggunaan fasilitas kredit ekspor (FKE). Dalam praktik pengadaan pertahanan internasional, skema ini merupakan bentuk utang luar negeri di mana lembaga keuangan dari negara pengekspor (Turk Eximbank) memberikan pinjaman atau penjaminan bagi negara pembeli untuk membiayai pengadaan barang tersebut.
      -
      2. Nota Kesepahaman (MoU) Keuangan: Penyebutan kesepakatan antara lembaga investasi Malondesh dan kantor keuangan kepresidenan Turki yang berjalan paralel dengan pengadaan kapal ini memperkuat bahwa transaksi tersebut melibatkan struktur pembiayaan formal (utang), bukan sekadar pembayaran tunai langsung dari anggaran berjalan.
      -
      3. Karakteristik Pengadaan Pertahanan: Di sektor pertahanan, skema Fasilitas Kredit Ekspor (FKE) atau Kredit Swasta Asing (KSA) adalah metode umum untuk membiayai aset bernilai besar (seperti kapal sepanjang 99 meter) guna menyebar beban fiskal dalam jangka waktu yang lebih lama melalui mekanisme pinjaman.
      Kesimpulan: Ya, pembelian tersebut menggunakan skema utang melalui fasilitas kredit ekspor yang melibatkan kerja sama antara bank pemerintah Malondesh dan Turki
      -----------------------
      MKM = BARTER PALM OIL
      MIG29N = BARTER PALM OIL
      MALAYDESH has used palm oil to barter for military equipment, including fighter jets. The MALAYDESH Armed Forces (MAF) is made up of the Royal MALAYDESH Navy, the Royal MALAYDESH Air Force, and the MALAYDESH Army.
      ----
      A400M
      PEMBAYARAN BERPERINGKAT = DEBT
      MALAYDESH membeli pesawat Airbus A400M secara ansuran dan bukan secara tunai. Pembelian pesawat A400M dilakukan melalui kontrak yang melibatkan bayar berperingkat.
      ----
      FA50M BARTER PALM OIL
      On the other hand, South Korea aims to sell another 18 FA-50s to MALAYDESH in the future. MALAYDESH announced that at least half of the payment would be made in palm oil
      ----
      SCORPENE BARTER PALM OIL
      Under the deal, France would buy RM819 million’s (€230 million) worth of MALAYDESH palm oil, RM327 million (€92 million) of other commodities, and invest RM491 million (€138 million) for training and techNOLogy transfer to local firms here.
      ----
      PT91 BARTER PALM OIL RUBBER
      Payment for the purchase includes 30 percent of direct off-set in the form of training and techNOLogy transfer and 30 percent of indirect off-set in commodities like palm oil and rubber.

      Hapus
    4. SHOPPING - KAYA =
      -
      1. Jet Tempur Siluman KAAN 48 Unit.
      Sumber Berita: Defense News, The Diplomat, dan AeroTime.
      ---------------
      2. Kapal Perang Fregat Kelas-Δ°stif (I-Class) 2 Unit
      Sumber Berita: Naval News dan Janes Defense.
      ---------------
      3. Rudal Jelajah Atmaca & Torpedo Akya
      Sumber Berita: Naval Post dan Military Leak.
      ---------------
      4. Drone ANKA 12 Unit
      Sumber Berita: Reuters dan C4ISRNET.
      ---------------
      5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
      Sumber Berita: Breaking Defense dan The Defense Post.
      Jumlah: 60 Unit TB3 dan 6 Unit AKINCI.
      ---------------
      6. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
      Sumber Berita: Army Recognition dan FNSS Media.
      ---------------
      7. Sistem Pertahanan Udara (ADS) Trisula & KHAN
      Sumber Berita: Defense Turkey dan Janes.
      Jumlah:
      KHAN: 1-2 Baterai (pengiriman tahap pertama telah tiba).
      Trisula (ADS): Tidak disebutkan jumlah unit peluncur secara detail, namun direncanakan melindungi titik-titik vital di Kalimantan.
      ---------------
      8. Rudal Jelajah Γ‡akΔ±r
      Sumber Berita: Antara News, Roketsan Media, dan Republicorp.
      Narasi: Proyek ini difokuskan pada produksi lokal rudal jelajah Γ‡akΔ±r di Indonesia melalui proses transfer teknologi (ToT)
      ---------------
      9. Rudal Pertahanan Udara Sungur
      Sumber Berita: TRT World dan Kementerian Pertahanan RI.
      Narasi: VSHORAD Sungur Perjanjian ini tidak hanya mencakup pembelian unit, tetapi juga penjajakan alih teknologi untuk pembuatan serta pemeliharaan rudal di Indonesia.
      ---------------
      10. Kapal Cepat Rudal FACM-70 (KCR 70)
      Sumber: East Asia Forum, Naval News.
      Jumlah: 2 Unit (Tahap awal).
      ---------------
      11. Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja (APC) Kaplan
      Sumber: East Asia Forum, LinkedIn Defence Analysis.
      Jumlah: Tahap awal pengembangan prototipe.
      ---------------
      12. Modernisasi Sistem Radio Militer (Software-Defined Radio)
      Sumber: Antara News, Aselsan Media.
      ---------------
      13. Pengembangan Kendaraan Tempur Infanteri (IFV)
      Sumber: Antara News.
      ---------------
      14. Kerja Sama Produksi Bersama Drone Bayraktar TB3
      Sumber: TVRI News, AP-Law Solution.
      ---------------
      15. Kerja Sama Strategis Kapal Selam
      Sumber: Instagram News (Reel), Indo Defence Update
      ----------------------------
      KAYA .....
      DAFTAR PENGADAAN ALUTSISTA ON PROGRESS
      2 KRI Frigate Brawijaya Class dari Italia
      2 KRI Frigate Merah Putih dari PT PAL
      2 KRI Frigate Istif Class dari Turkiye
      1 KRI Rigel Class dari Palindo/Jerman
      2 KRI Kapal Cepat Rudal dari Turkiye
      1 KRI Kapal Cepat Rudal dari Tesco Bekasi
      2 KS Scorpene dari Perancis & PT PAL
      1 Kapal Induk Giribaldi dari Italia (Opsi)
      1 Kapal LHD Helikopter dari PT PAL (Opsi
      42 Jet Tempur Rafale dari Perancis
      48 Jet Tempur IFX kerjasama Korsel RI
      48 Jet Tempur KHAAN dari Turkiye
      6 Jet Tempur T50 dari Korsel
      2 Pesawat angkut A400M dari Spanyol
      13 Radar GCI dari Thales Perancis
      12 Radar Retia dari Retia
      3 Baterai Rudal Balistik KHAN Turkiye
      3 Baterai Rudal ADS Trisula dari Turkiye
      22 Helikopter Blackhawk dari AS
      12 Drone Anka dari Turkiye
      60 Drone Bayraktar TB3 dari Turkiye
      45 Rudal anti kapal Atmaca dari Turkiye

      Hapus
    5. 🀝 Indonesia – Turki (G20 & MIKTA) > USD 12-13 MILLIAR
      1. Jet Tempur KAAN
      Indonesia jadi pembeli ekspor pertama (2025).
      48 unit, kontrak ±10 miliar USD.
      -
      2. Fregat I-Class
      Pilihan desain Turki untuk armada laut.
      2 unit (opsi tambahan).
      -
      3. Rudal Atmaca & Torpedo Akya
      Ganti rudal Barat dengan teknologi Turki.
      -
      4. Drone ANKA
      Skema ToT dengan PTDI.
      12 unit (6 dari Turki, 6 dirakit di Indonesia).
      -
      5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
      Pengadaan UCAV.
      60 unit TB3, 6 unit AKINCI.
      -
      6. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
      Proyek kerja sama industri pertahanan.
      18 unit awal, target >100 unit.
      -
      7. Sistem Pertahanan Udara KHAN & Trisula (Hisar)
      KHAN: rudal balistik taktis (1–2 baterai).
      Trisula: pertahanan jarak menengah (untuk Kalimantan).
      -
      8. Rudal Jelajah Γ‡akΔ±r
      Produksi lokal dengan ToT.
      -
      9. Rudal Sungur (VSHORAD)
      Pembelian + penjajakan alih teknologi.
      -
      10. Kapal Cepat Rudal FACM-70 (KCR 70)
      TAIS Shipyard bangun 2 unit (2024).
      -
      11. APC Kaplan
      Prototipe kerja sama PT Pindad & FNSS.
      -
      12. Radio Militer SDR
      Litbang Aselsan + PT LEN & Wellracom.
      -
      13. IFV Generasi Baru
      R&D PT Pindad & FNSS.
      -
      14. Produksi Bersama Bayraktar TB3
      Skema ToT + pelatihan + integrasi UAV maritim.
      -
      15. Kerja Sama Kapal Selam
      Penjajakan proyek alternatif di Indo Defence 2025.
      =================
      =================
      πŸ’° Total Pengadaan Militer Malondesh dari Turki
      > US$1,17 miliar
      1. Kapal Perang (Laut) — >US$1 Miliar
      LMS Batch 2 (Kelas Ada): 3 korvet, estimasi US$600–800 juta.
      MPMS (Multi-Purpose Mission Ship): 1 kapal, US$68,8 juta.
      -
      2. Drone & Sistem Udara — US$91,6 Juta
      UAV Anka-S: 3 unit, kontrak US$91,6 juta
      Persenjataan Darat & Rudal — >US$20 Juta
      -
      3. ATGM Karaok: 18 peluncur + 108 rudal, estimasi US$20 juta.
      😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

      Hapus
    6. 🀝 INDONESIA TURKEY 🀝
      Kerjasama Indonesia dan Turki dalam forum G20 dan MIKTA pada tahun 2026 mencerminkan kemitraan strategis yang semakin mendalam, terutama dalam memperjuangkan kepentingan negara berkembang dan stabilitas global.
      1. Sinergi dalam Forum G20
      Indonesia dan Turki menggunakan platform G20 untuk memperkuat hubungan bilateral dan menyuarakan isu-isu global yang mendesak:
      Penguatan Multilateralisme: Memasuki tahun 2026, kedua negara terus mendorong pemulihan multilateralisme guna menghadapi tantangan ekonomi global dan perubahan iklim.
      Kerjasama Industri Strategis: Di sela-sela pertemuan G20, kedua negara secara rutin menandatangani kesepakatan penting, termasuk di bidang industri pertahanan (Inhan) dan pembangunan infrastruktur seperti proyek Tol Trans-Sumatera yang melibatkan kontraktor Turki.
      Dukungan Kepemimpinan: Turki secara konsisten memberikan dukungan kuat terhadap agenda-agenda Indonesia di G20, khususnya dalam upaya memperbaiki tata kelola ekonomi dunia yang lebih adil bagi negara berkembang.
      2. Kolaborasi dalam MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, Australia)
      Dalam forum MIKTA, Indonesia dan Turki berperan sebagai "jembatan" atau kekuatan penyeimbang (middle powers):
      Penyelesaian Isu Global: Melalui MIKTA, kedua negara berkolaborasi dalam penyelesaian isu perdamaian global, termasuk solidaritas terhadap Palestina dan reformasi tata kelola global.
      Prioritas Pembangunan: Pada pertemuan terbaru di sela KTT G20, para pemimpin MIKTA menekankan pada percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), pemberdayaan pemuda, dan pembangunan perdamaian.
      Kekuatan Penyeimbang: Keduanya sepakat bahwa peran MIKTA sangat krusial dalam memberikan solusi alternatif di tengah polarisasi kekuatan besar dunia.
      ----------------------
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA =
      1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
      2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
      3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
      4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
      5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
      6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
      7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
      8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
      9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
      10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
      -----------------
      NEGARA DENGAN GDP TERBESAR TAHUN 2025 BERDASARKAN PPP (PURCHASING POWER PARITY):
      1. Tiongkok – US$40,7 triliun
      2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
      3. India – US$17,6 triliun
      4. Rusia – US$7,19 triliun
      5. Jepang – US$6,74 triliun
      6. Indonesia – US$5,69 triliun
      7. Jerman – US$5,65 triliun
      8. Brasil – US$5,27 triliun
      9. Turki – US$3,91 triliun
      10. Meksiko – US$3,88 triliun
      11. Mesir – US$3,85 triliun
      12. Inggris – US$3,82 triliun
      13. Prancis – US$3,80 triliun
      14. Iran – US$3,74 triliun
      15. Pakistan – US$2,09 triliun
      16. Bangladesh – US$2,05 triliun
      17. Italia – US$2,04 triliun
      18. Vietnam – US$1,89 triliun
      19. Filipina – US$1,87 triliun
      20. Thailand – US$1,85 triliun
      ------------------
      DAFTAR 20 NEGARA DENGAN GDP NOMINAL TERBESAR TAHUN 2025 :
      1. Amerika Serikat – US$30,34 triliun
      2. Tiongkok – US$19,90 triliun
      3. Jerman – US$5,36 triliun
      4. Jepang – US$4,46 triliun
      5. India – US$4,26 triliun
      6. Inggris – US$3,70 triliun
      7. Prancis – US$3,26 triliun
      8. Italia – US$2,56 triliun
      9. Brasil – US$2,52 triliun
      10. Kanada – US$2,49 triliun
      11. Rusia – US$2,48 triliun
      12. Korea Selatan – US$2,10 triliun
      13. Meksiko – US$1,99 triliun
      14. Spanyol – US$1,82 triliun
      15. Indonesia – US$1,69 triliun
      16. Australia – US$1,68 triliun
      17. Turki – US$1,34 triliun
      18. Arab Saudi – US$1,28 triliun
      19. Belanda – US$1,27 triliun
      20. Swiss – US$1,16 triliun
      😝INDONESIA TURKEY = EKONOMI KUAT😝

      Hapus
  9. Alhamdulilah.....CONFIRM SHOPING CASH KAPAL baru dari Turkiye...HOREYYYY

    https://web.facebook.com/reel/4315488598681991

    BalasHapus
    Balasan
    1. EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      In parallel with the defence procurement, Wisma Putra stated that additional agreements are expected to be concluded during the visit. These include memoranda of understanding between the Malondeshn Investment Development Authority and the Investment and Finance Office of the Presidency of the Republic of TΓΌrkiye, cooperation agreements between EXIM Bank Malondesh and Turk Eximbank...
      -----------------------
      Berdasarkan pembelian MPMS (Multi-Purpose Mission Ship) senilai RM304,29 juta tersebut memang menggunakan skema utang atau pembiayaan luar negeri.
      Berikut adalah poin-poin yang mengonfirmasi hal tersebut:
      1. Pelibatan Bank Ekspor-Impor: Adanya kerja sama antara EXIM Bank Malondesh dan Turk Eximbank menunjukkan penggunaan fasilitas kredit ekspor (FKE). Dalam praktik pengadaan pertahanan internasional, skema ini merupakan bentuk utang luar negeri di mana lembaga keuangan dari negara pengekspor (Turk Eximbank) memberikan pinjaman atau penjaminan bagi negara pembeli untuk membiayai pengadaan barang tersebut.
      -
      2. Nota Kesepahaman (MoU) Keuangan: Penyebutan kesepakatan antara lembaga investasi Malondesh dan kantor keuangan kepresidenan Turki yang berjalan paralel dengan pengadaan kapal ini memperkuat bahwa transaksi tersebut melibatkan struktur pembiayaan formal (utang), bukan sekadar pembayaran tunai langsung dari anggaran berjalan.
      -
      3. Karakteristik Pengadaan Pertahanan: Di sektor pertahanan, skema Fasilitas Kredit Ekspor (FKE) atau Kredit Swasta Asing (KSA) adalah metode umum untuk membiayai aset bernilai besar (seperti kapal sepanjang 99 meter) guna menyebar beban fiskal dalam jangka waktu yang lebih lama melalui mekanisme pinjaman.
      Kesimpulan: Ya, pembelian tersebut menggunakan skema utang melalui fasilitas kredit ekspor yang melibatkan kerja sama antara bank pemerintah Malondesh dan Turki
      -----------------------
      MKM = BARTER PALM OIL
      MIG29N = BARTER PALM OIL
      MALAYDESH has used palm oil to barter for military equipment, including fighter jets. The MALAYDESH Armed Forces (MAF) is made up of the Royal MALAYDESH Navy, the Royal MALAYDESH Air Force, and the MALAYDESH Army.
      ----
      A400M
      PEMBAYARAN BERPERINGKAT = DEBT
      MALAYDESH membeli pesawat Airbus A400M secara ansuran dan bukan secara tunai. Pembelian pesawat A400M dilakukan melalui kontrak yang melibatkan bayar berperingkat.
      ----
      FA50M BARTER PALM OIL
      On the other hand, South Korea aims to sell another 18 FA-50s to MALAYDESH in the future. MALAYDESH announced that at least half of the payment would be made in palm oil
      ----
      SCORPENE BARTER PALM OIL
      Under the deal, France would buy RM819 million’s (€230 million) worth of MALAYDESH palm oil, RM327 million (€92 million) of other commodities, and invest RM491 million (€138 million) for training and techNOLogy transfer to local firms here.
      ----
      PT91 BARTER PALM OIL RUBBER
      Payment for the purchase includes 30 percent of direct off-set in the form of training and techNOLogy transfer and 30 percent of indirect off-set in commodities like palm oil and rubber.

      Hapus
    2. EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      In parallel with the defence procurement, Wisma Putra stated that additional agreements are expected to be concluded during the visit. These include memoranda of understanding between the Malondeshn Investment Development Authority and the Investment and Finance Office of the Presidency of the Republic of TΓΌrkiye, cooperation agreements between EXIM Bank Malondesh and Turk Eximbank...
      -----------------------
      Berdasarkan pembelian MPMS (Multi-Purpose Mission Ship) senilai RM304,29 juta tersebut memang menggunakan skema utang atau pembiayaan luar negeri.
      Berikut adalah poin-poin yang mengonfirmasi hal tersebut:
      1. Pelibatan Bank Ekspor-Impor: Adanya kerja sama antara EXIM Bank Malondesh dan Turk Eximbank menunjukkan penggunaan fasilitas kredit ekspor (FKE). Dalam praktik pengadaan pertahanan internasional, skema ini merupakan bentuk utang luar negeri di mana lembaga keuangan dari negara pengekspor (Turk Eximbank) memberikan pinjaman atau penjaminan bagi negara pembeli untuk membiayai pengadaan barang tersebut.
      -
      2. Nota Kesepahaman (MoU) Keuangan: Penyebutan kesepakatan antara lembaga investasi Malondesh dan kantor keuangan kepresidenan Turki yang berjalan paralel dengan pengadaan kapal ini memperkuat bahwa transaksi tersebut melibatkan struktur pembiayaan formal (utang), bukan sekadar pembayaran tunai langsung dari anggaran berjalan.
      -
      3. Karakteristik Pengadaan Pertahanan: Di sektor pertahanan, skema Fasilitas Kredit Ekspor (FKE) atau Kredit Swasta Asing (KSA) adalah metode umum untuk membiayai aset bernilai besar (seperti kapal sepanjang 99 meter) guna menyebar beban fiskal dalam jangka waktu yang lebih lama melalui mekanisme pinjaman.
      Kesimpulan: Ya, pembelian tersebut menggunakan skema utang melalui fasilitas kredit ekspor yang melibatkan kerja sama antara bank pemerintah Malondesh dan Turki
      -----------------------
      MKM = BARTER PALM OIL
      MIG29N = BARTER PALM OIL
      MALAYDESH has used palm oil to barter for military equipment, including fighter jets. The MALAYDESH Armed Forces (MAF) is made up of the Royal MALAYDESH Navy, the Royal MALAYDESH Air Force, and the MALAYDESH Army.
      ----
      A400M
      PEMBAYARAN BERPERINGKAT = DEBT
      MALAYDESH membeli pesawat Airbus A400M secara ansuran dan bukan secara tunai. Pembelian pesawat A400M dilakukan melalui kontrak yang melibatkan bayar berperingkat.
      ----
      FA50M BARTER PALM OIL
      On the other hand, South Korea aims to sell another 18 FA-50s to MALAYDESH in the future. MALAYDESH announced that at least half of the payment would be made in palm oil
      ----
      SCORPENE BARTER PALM OIL
      Under the deal, France would buy RM819 million’s (€230 million) worth of MALAYDESH palm oil, RM327 million (€92 million) of other commodities, and invest RM491 million (€138 million) for training and techNOLogy transfer to local firms here.
      ----
      PT91 BARTER PALM OIL RUBBER
      Payment for the purchase includes 30 percent of direct off-set in the form of training and techNOLogy transfer and 30 percent of indirect off-set in commodities like palm oil and rubber.

      Hapus
    3. EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      In parallel with the defence procurement, Wisma Putra stated that additional agreements are expected to be concluded during the visit. These include memoranda of understanding between the Malondeshn Investment Development Authority and the Investment and Finance Office of the Presidency of the Republic of TΓΌrkiye, cooperation agreements between EXIM Bank Malondesh and Turk Eximbank...
      -----------------------
      Berdasarkan pembelian MPMS (Multi-Purpose Mission Ship) senilai RM304,29 juta tersebut memang menggunakan skema utang atau pembiayaan luar negeri.
      Berikut adalah poin-poin yang mengonfirmasi hal tersebut:
      1. Pelibatan Bank Ekspor-Impor: Adanya kerja sama antara EXIM Bank Malondesh dan Turk Eximbank menunjukkan penggunaan fasilitas kredit ekspor (FKE). Dalam praktik pengadaan pertahanan internasional, skema ini merupakan bentuk utang luar negeri di mana lembaga keuangan dari negara pengekspor (Turk Eximbank) memberikan pinjaman atau penjaminan bagi negara pembeli untuk membiayai pengadaan barang tersebut.
      -
      2. Nota Kesepahaman (MoU) Keuangan: Penyebutan kesepakatan antara lembaga investasi Malondesh dan kantor keuangan kepresidenan Turki yang berjalan paralel dengan pengadaan kapal ini memperkuat bahwa transaksi tersebut melibatkan struktur pembiayaan formal (utang), bukan sekadar pembayaran tunai langsung dari anggaran berjalan.
      -
      3. Karakteristik Pengadaan Pertahanan: Di sektor pertahanan, skema Fasilitas Kredit Ekspor (FKE) atau Kredit Swasta Asing (KSA) adalah metode umum untuk membiayai aset bernilai besar (seperti kapal sepanjang 99 meter) guna menyebar beban fiskal dalam jangka waktu yang lebih lama melalui mekanisme pinjaman.
      Kesimpulan: Ya, pembelian tersebut menggunakan skema utang melalui fasilitas kredit ekspor yang melibatkan kerja sama antara bank pemerintah Malondesh dan Turki
      -----------------------
      MKM = BARTER PALM OIL
      MIG29N = BARTER PALM OIL
      MALAYDESH has used palm oil to barter for military equipment, including fighter jets. The MALAYDESH Armed Forces (MAF) is made up of the Royal MALAYDESH Navy, the Royal MALAYDESH Air Force, and the MALAYDESH Army.
      ----
      A400M
      PEMBAYARAN BERPERINGKAT = DEBT
      MALAYDESH membeli pesawat Airbus A400M secara ansuran dan bukan secara tunai. Pembelian pesawat A400M dilakukan melalui kontrak yang melibatkan bayar berperingkat.
      ----
      FA50M BARTER PALM OIL
      On the other hand, South Korea aims to sell another 18 FA-50s to MALAYDESH in the future. MALAYDESH announced that at least half of the payment would be made in palm oil
      ----
      SCORPENE BARTER PALM OIL
      Under the deal, France would buy RM819 million’s (€230 million) worth of MALAYDESH palm oil, RM327 million (€92 million) of other commodities, and invest RM491 million (€138 million) for training and techNOLogy transfer to local firms here.
      ----
      PT91 BARTER PALM OIL RUBBER
      Payment for the purchase includes 30 percent of direct off-set in the form of training and techNOLogy transfer and 30 percent of indirect off-set in commodities like palm oil and rubber.

      Hapus
    4. SHOPPING KAYA 12 -13 MILIAR USD
      ---------------
      Total nilai kemitraan pertahanan Indonesia-Turki hingga 2026 diperkirakan mencapai 12 hingga 13 miliar USD (sekitar Rp187 - Rp202 triliun).
      1. Jet Tempur Siluman KAAN
      Kesepakatan ini merupakan ekspor militer terbesar dalam sejarah Turki yang ditandatangani pada pertengahan 2025.
      Nilai Kontrak: 10 Miliar USD (setara ± Rp162 triliun).
      Jumlah: 48 Unit.
      Estimasi Harga per Unit: Sekitar 208 juta USD per pesawat dalam paket lengkap..
      Spesifikasi: Jet generasi kelima dengan kemampuan siluman (stealth), sistem berbasis AI, dan 8 internal weapon bay.
      -
      2. Kapal Cepat Rudal (KCR) 70M
      Pengadaan ini bertujuan untuk memperkuat armada pemukul TNI AL dengan kapal yang memiliki mobilitas tinggi dan daya gempur rudal.
      Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 180 - 200 juta USD (± Rp2,8 - Rp3,1 triliun) untuk 2 unit pertama.
      Jumlah: 2 Unit (NB74 dan NB75).
      Rincian Pengadaan:
      Galangan Kapal: Dibangun oleh Sefine Shipyard di Turki.
      Persenjataan Utama: Akan dilengkapi dengan Rudal Jelajah Atmaca buatan Roketsan dan sistem pertahanan titik.
      Status Proyek: Tahap peletakan lunas (keel laying) telah dilakukan pada Juli 2025, dengan fokus pada misi tempur penuh (Full Combat Mission).
      -
      3. Kapal Perang Fregat Kelas-Δ°stif (I-Class)
      Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 1 miliar USD (± Rp15,6 triliun) untuk 2 unit pertama.
      Rincian: Harga rata-rata per unit fregat kelas ini adalah sekitar 500 juta USD. Kontrak ini biasanya mencakup desain, integrasi sistem persenjataan Turki (seperti rudal Atmaca dan sensor Gokdeniz), serta opsi transfer teknologi untuk pembangunan unit selanjutnya di galangan kapal lokal.
      -
      4. Drone ANKA
      Nilai Kontrak: 300 juta USD (sekitar Rp4,5 triliun).
      Rincian: Kontrak ini mencakup 12 unit drone tempur ANKA (6 unit CBU dari Turki dan 6 unit dirakit oleh PT Dirgantara Indonesia). Nilai tersebut sudah termasuk sistem kontrol darat (Ground Control Station), pelatihan, dan logistik selama 24 bulan.
      -
      5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
      Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 400 - 600 juta USD.
      Rincian: Indonesia memesan 60 unit TB3 dan 9 unit AKINCI. Berdasarkan harga ekspor TB3 ke negara lain (sekitar 6–7 juta USD per unit), total kontrak untuk unit-unit ini diperkirakan mencapai ratusan juta dolar. Kerja sama ini melibatkan skema produksi bersama antara Baykar Technologies dan perusahaan lokal Indonesia, Republikorp.
      -
      6. Rudal Jelajah Atmaca & Torpedo Akya
      Estimasi Nilai Kontrak: Lebih dari 500 juta USD.
      Rincian: Indonesia memberikan kontrak awal untuk pengadaan sekitar 45 unit rudal Atmaca. Mengingat rudal ini direncanakan untuk mempersenjatai lebih dari 41 kapal perang TNI AL (termasuk Fregat I-Class dan Kapal Cepat Rudal), nilai total diperkirakan akan terus bertambah seiring penambahan pesanan stok.
      -
      5. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
      Nilai Kontrak Tahap Awal: Sekitar 135 juta USD (untuk fase pertama).
      Rincian: Kontrak awal untuk 18 unit memiliki nilai sekitar 135 juta USD. Namun, dengan target kebutuhan total TNI AD mencapai lebih dari 100 unit [Data User], nilai proyek jangka panjang ini diperkirakan akan melampaui 800 juta USD yang dikelola melalui kerja sama PT Pindad dan FNSS Turki.
      -
      7. Sistem Pertahanan Udara (ADS) KHAN & Trisula
      Estimasi Nilai Kontrak: Ratusan juta dolar AS.
      Rincian: Meskipun angka pasti untuk sistem Trisula (Hisar) belum dipublikasikan secara mendetail, pengadaan sistem rudal balistik taktis KHAN telah terealisasi dengan pengiriman tahap pertama ke Kalimantan pada Agustus 2025.
      -
      8. Rudal Jelajah Γ‡akΔ±r
      Sumber Berita: Neraca, Roketsan Media, dan Republikorp.
      Narasi: Kontrak strategis untuk alih produksi dan pembentukan joint venture ditandatangani pada ajang IDEF 2025 di Istanbul antara Roketsan dan PT Republik Roketsan Indonesia (RRI).
      -
      9. Rudal Pertahanan Udara Sungur
      Sumber Berita: Kompas, Indomiliter, dan Kementerian Pertahanan RI.
      Narasi: Kontrak pengadaan telah ditandatangani oleh Badan Sarana Pertahanan (Baranahan) Kemhan RI dengan Republikorp pada Agustus 2024.
      .
      😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

      Hapus
    5. SHOPPING KAYA versus MISKIN
      INDONESIA TURKEY = USD 12-13 MILLIAR
      MALAYDESH TURKEY = USD 1,17 MILLIAR
      ---------------
      Total nilai kemitraan pertahanan Indonesia-Turki hingga 2026 diperkirakan mencapai 12 hingga 13 miliar USD (sekitar Rp187 - Rp202 triliun).
      1. Jet Tempur Siluman KAAN
      Kesepakatan ini merupakan ekspor militer terbesar dalam sejarah Turki yang ditandatangani pada pertengahan 2025.
      Nilai Kontrak: 10 Miliar USD (setara ± Rp162 triliun).
      Jumlah: 48 Unit.
      Spesifikasi: Jet generasi kelima dengan kemampuan siluman (stealth), sistem berbasis AI, dan 8 internal weapon bay.
      -
      2. Kapal Cepat Rudal (KCR) 70M
      Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 180 - 200 juta USD (± Rp2,8 - Rp3,1 triliun) untuk 2 unit pertama.
      Jumlah: 2 Unit (NB74 dan NB75).
      -
      3. Kapal Perang Fregat Kelas-Δ°stif (I-Class)
      Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 1 miliar USD (± Rp15,6 triliun) untuk 2 unit pertama.
      -
      4. Drone ANKA
      Nilai Kontrak: 300 juta USD (sekitar Rp4,5 triliun).
      -
      5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
      Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 400 - 600 juta USD.
      -
      6. Rudal Jelajah Atmaca & Torpedo Akya
      Estimasi Nilai Kontrak: Lebih dari 500 juta USD.
      Rincian: Indonesia memberikan kontrak awal untuk pengadaan sekitar 45 unit rudal Atmaca. Mengingat rudal ini direncanakan untuk mempersenjatai lebih dari 41 kapal perang TNI AL (termasuk Fregat I-Class dan Kapal Cepat Rudal), nilai total diperkirakan akan terus bertambah seiring penambahan pesanan stok.
      -
      7. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
      Nilai Kontrak Tahap Awal: Sekitar 135 juta USD (untuk fase pertama).
      Rincian: Kontrak awal untuk 18 unit memiliki nilai sekitar 135 juta USD. Namun, dengan target kebutuhan total TNI AD mencapai lebih dari 100 unit [Data User], nilai proyek jangka panjang ini diperkirakan akan melampaui 800 juta USD yang dikelola melalui kerja sama PT Pindad dan FNSS Turki.
      -
      8. Sistem Pertahanan Udara (ADS) KHAN & Trisula
      Estimasi Nilai Kontrak: Ratusan juta dolar AS.
      Rincian: Meskipun angka pasti untuk sistem Trisula (Hisar) belum dipublikasikan secara mendetail, pengadaan sistem rudal balistik taktis KHAN telah terealisasi dengan pengiriman tahap pertama ke Kalimantan pada Agustus 2025.
      ======================
      ======================
      Total nilai pengadaan militer Malondesh dari Turkiye, berdasarkan rincian yang Anda berikan, diperkirakan mencapai lebih dari US$1,17 miliar
      1. Kapal Perang (Sektor Laut) — Est. >US$1 Miliar
      LMS Batch 2 (Kelas Ada): Kontrak untuk tiga kapal korvet kelas Ada estimasi industri untuk kapal sejenis berada di kisaran US$600 juta - US$800 juta.
      Multi-Purpose Mission Ship (MPMS): Akuisisi kapal misi serbaguna dari galangan kapal Desan pada Maret 2025 bernilai US$68,8 juta.
      -
      2. Drone dan Sistem Udara — Est. US$91,6 Juta
      UAV Anka-S: Kontrak yang ditandatangani dengan Turkish Aerospace Industries (TAI) untuk tiga unit drone Anka-S bernilai US$91,6 juta. Drone ini dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada tahun 2026 untuk mengawasi Laut China Selatan.
      -
      3. Persenjataan Darat dan Rudal — Est. US$20 Juta+
      ATGM Karaok: Malondesh mengakuisisi 18 unit peluncur dan 108 rudal anti-tank Karaok dari Roketsan dengan perkiraan nilai kontrak sekitar US$20 juta
      😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

      Hapus
    6. SHOPPING - KAYA =
      -
      1. Jet Tempur Siluman KAAN 48 Unit.
      Sumber Berita: Defense News, The Diplomat, dan AeroTime.
      ---------------
      2. Kapal Perang Fregat Kelas-Δ°stif (I-Class) 2 Unit
      Sumber Berita: Naval News dan Janes Defense.
      ---------------
      3. Rudal Jelajah Atmaca & Torpedo Akya
      Sumber Berita: Naval Post dan Military Leak.
      ---------------
      4. Drone ANKA 12 Unit
      Sumber Berita: Reuters dan C4ISRNET.
      ---------------
      5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
      Sumber Berita: Breaking Defense dan The Defense Post.
      Jumlah: 60 Unit TB3 dan 6 Unit AKINCI.
      ---------------
      6. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
      Sumber Berita: Army Recognition dan FNSS Media.
      ---------------
      7. Sistem Pertahanan Udara (ADS) Trisula & KHAN
      Sumber Berita: Defense Turkey dan Janes.
      Jumlah:
      KHAN: 1-2 Baterai (pengiriman tahap pertama telah tiba).
      Trisula (ADS): Tidak disebutkan jumlah unit peluncur secara detail, namun direncanakan melindungi titik-titik vital di Kalimantan.
      ---------------
      8. Rudal Jelajah Γ‡akΔ±r
      Sumber Berita: Antara News, Roketsan Media, dan Republicorp.
      Narasi: Proyek ini difokuskan pada produksi lokal rudal jelajah Γ‡akΔ±r di Indonesia melalui proses transfer teknologi (ToT)
      ---------------
      9. Rudal Pertahanan Udara Sungur
      Sumber Berita: TRT World dan Kementerian Pertahanan RI.
      Narasi: VSHORAD Sungur Perjanjian ini tidak hanya mencakup pembelian unit, tetapi juga penjajakan alih teknologi untuk pembuatan serta pemeliharaan rudal di Indonesia.
      ---------------
      10. Kapal Cepat Rudal FACM-70 (KCR 70)
      Sumber: East Asia Forum, Naval News.
      Jumlah: 2 Unit (Tahap awal).
      ---------------
      11. Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja (APC) Kaplan
      Sumber: East Asia Forum, LinkedIn Defence Analysis.
      Jumlah: Tahap awal pengembangan prototipe.
      ---------------
      12. Modernisasi Sistem Radio Militer (Software-Defined Radio)
      Sumber: Antara News, Aselsan Media.
      ---------------
      13. Pengembangan Kendaraan Tempur Infanteri (IFV)
      Sumber: Antara News.
      ---------------
      14. Kerja Sama Produksi Bersama Drone Bayraktar TB3
      Sumber: TVRI News, AP-Law Solution.
      ---------------
      15. Kerja Sama Strategis Kapal Selam
      Sumber: Instagram News (Reel), Indo Defence Update.
      ==============
      ==============
      SHOPPING - MISKIN =
      1. Kapal Perang (Sektor Laut) — Est. >US$1 Miliar
      LMS Batch 2 (Kelas Ada) dan Multi-Purpose Mission Ship (MPMS)
      Sumber: Janes Defense, Naval News, Defence Security Asia
      -
      2. Drone dan Sistem Udara — Est. US$91,6 Juta
      Sumber: Bernama
      -
      3. ATGM Karaok Persenjataan Darat dan Rudal — Est. US$20 Juta+
      Sumber: Defence Security Asia
      😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝


      Hapus
  10. SHOPPING KAYA versus MISKIN
    INDONESIA TURKEY = USD 12-13 MILLIAR
    MALAYDESH TURKEY = USD 1,17 MILLIAR
    ---------------
    Total nilai kemitraan pertahanan Indonesia-Turki hingga 2026 diperkirakan mencapai 12 hingga 13 miliar USD (sekitar Rp187 - Rp202 triliun).
    1. Jet Tempur Siluman KAAN
    Kesepakatan ini merupakan ekspor militer terbesar dalam sejarah Turki yang ditandatangani pada pertengahan 2025.
    Nilai Kontrak: 10 Miliar USD (setara ± Rp162 triliun).
    Jumlah: 48 Unit.
    Spesifikasi: Jet generasi kelima dengan kemampuan siluman (stealth), sistem berbasis AI, dan 8 internal weapon bay.
    -
    2. Kapal Cepat Rudal (KCR) 70M
    Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 180 - 200 juta USD (± Rp2,8 - Rp3,1 triliun) untuk 2 unit pertama.
    Jumlah: 2 Unit (NB74 dan NB75).
    -
    3. Kapal Perang Fregat Kelas-Δ°stif (I-Class)
    Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 1 miliar USD (± Rp15,6 triliun) untuk 2 unit pertama.
    -
    4. Drone ANKA
    Nilai Kontrak: 300 juta USD (sekitar Rp4,5 triliun).
    -
    5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
    Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 400 - 600 juta USD.
    -
    6. Rudal Jelajah Atmaca & Torpedo Akya
    Estimasi Nilai Kontrak: Lebih dari 500 juta USD.
    Rincian: Indonesia memberikan kontrak awal untuk pengadaan sekitar 45 unit rudal Atmaca. Mengingat rudal ini direncanakan untuk mempersenjatai lebih dari 41 kapal perang TNI AL (termasuk Fregat I-Class dan Kapal Cepat Rudal), nilai total diperkirakan akan terus bertambah seiring penambahan pesanan stok.
    -
    7. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
    Nilai Kontrak Tahap Awal: Sekitar 135 juta USD (untuk fase pertama).
    Rincian: Kontrak awal untuk 18 unit memiliki nilai sekitar 135 juta USD. Namun, dengan target kebutuhan total TNI AD mencapai lebih dari 100 unit [Data User], nilai proyek jangka panjang ini diperkirakan akan melampaui 800 juta USD yang dikelola melalui kerja sama PT Pindad dan FNSS Turki.
    -
    8. Sistem Pertahanan Udara (ADS) KHAN & Trisula
    Estimasi Nilai Kontrak: Ratusan juta dolar AS.
    Rincian: Meskipun angka pasti untuk sistem Trisula (Hisar) belum dipublikasikan secara mendetail, pengadaan sistem rudal balistik taktis KHAN telah terealisasi dengan pengiriman tahap pertama ke Kalimantan pada Agustus 2025.
    ======================
    ======================
    Total nilai pengadaan militer Malondesh dari Turkiye, berdasarkan rincian yang Anda berikan, diperkirakan mencapai lebih dari US$1,17 miliar
    1. Kapal Perang (Sektor Laut) — Est. >US$1 Miliar
    LMS Batch 2 (Kelas Ada): Kontrak untuk tiga kapal korvet kelas Ada estimasi industri untuk kapal sejenis berada di kisaran US$600 juta - US$800 juta.
    Multi-Purpose Mission Ship (MPMS): Akuisisi kapal misi serbaguna dari galangan kapal Desan pada Maret 2025 bernilai US$68,8 juta.
    -
    2. Drone dan Sistem Udara — Est. US$91,6 Juta
    UAV Anka-S: Kontrak yang ditandatangani dengan Turkish Aerospace Industries (TAI) untuk tiga unit drone Anka-S bernilai US$91,6 juta. Drone ini dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada tahun 2026 untuk mengawasi Laut China Selatan.
    -
    3. Persenjataan Darat dan Rudal — Est. US$20 Juta+
    ATGM Karaok: Malondesh mengakuisisi 18 unit peluncur dan 108 rudal anti-tank Karaok dari Roketsan dengan perkiraan nilai kontrak sekitar US$20 juta
    😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

    BalasHapus
  11. 🀝 Indonesia – Turki (G20 & MIKTA) > USD 12-13 MILLIAR
    1. Jet Tempur KAAN
    Indonesia jadi pembeli ekspor pertama (2025).
    48 unit, kontrak ±10 miliar USD.
    -
    2. Fregat I-Class
    Pilihan desain Turki untuk armada laut.
    2 unit (opsi tambahan).
    -
    3. Rudal Atmaca & Torpedo Akya
    Ganti rudal Barat dengan teknologi Turki.
    -
    4. Drone ANKA
    Skema ToT dengan PTDI.
    12 unit (6 dari Turki, 6 dirakit di Indonesia).
    -
    5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
    Pengadaan UCAV.
    60 unit TB3, 6 unit AKINCI.
    -
    6. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
    Proyek kerja sama industri pertahanan.
    18 unit awal, target >100 unit.
    -
    7. Sistem Pertahanan Udara KHAN & Trisula (Hisar)
    KHAN: rudal balistik taktis (1–2 baterai).
    Trisula: pertahanan jarak menengah (untuk Kalimantan).
    -
    8. Rudal Jelajah Γ‡akΔ±r
    Produksi lokal dengan ToT.
    -
    9. Rudal Sungur (VSHORAD)
    Pembelian + penjajakan alih teknologi.
    -
    10. Kapal Cepat Rudal FACM-70 (KCR 70)
    TAIS Shipyard bangun 2 unit (2024).
    -
    11. APC Kaplan
    Prototipe kerja sama PT Pindad & FNSS.
    -
    12. Radio Militer SDR
    Litbang Aselsan + PT LEN & Wellracom.
    -
    13. IFV Generasi Baru
    R&D PT Pindad & FNSS.
    -
    14. Produksi Bersama Bayraktar TB3
    Skema ToT + pelatihan + integrasi UAV maritim.
    -
    15. Kerja Sama Kapal Selam
    Penjajakan proyek alternatif di Indo Defence 2025.
    =================
    =================
    πŸ’° Total Pengadaan Militer Malondesh dari Turki
    > US$1,17 miliar
    1. Kapal Perang (Laut) — >US$1 Miliar
    LMS Batch 2 (Kelas Ada): 3 korvet, estimasi US$600–800 juta.
    MPMS (Multi-Purpose Mission Ship): 1 kapal, US$68,8 juta.
    -
    2. Drone & Sistem Udara — US$91,6 Juta
    UAV Anka-S: 3 unit, kontrak US$91,6 juta
    Persenjataan Darat & Rudal — >US$20 Juta
    -
    3. ATGM Karaok: 18 peluncur + 108 rudal, estimasi US$20 juta.
    😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

    BalasHapus
  12. SHOPING....SHOPING...SHOPING.......HOREYYYYYY

    BalasHapus
    Balasan
    1. MITRA STRATEGIS = TRANSFER OF TECHNOLOGY (TOT)
      Indonesia dan Turki telah berkembang menjadi kemitraan strategis yang berfokus pada kemandirian industri pertahanan melalui skema Transfer of Technology (ToT).
      Berikut adalah rincian ToT yang disepakati untuk aset-aset militer tersebut:
      1. Pesawat Tempur KAAN (Generasi Ke-5)
      Produksi Lokal & Perakitan: Kesepakatan mencakup perakitan parsial (partial assembly) di Indonesia serta keterlibatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dalam rantai pasok komponen global.
      Engineering & Design: Insinyur Indonesia terlibat dalam fase pengembangan lanjutan dan rekayasa pesawat untuk membangun basis pengetahuan teknologi siluman (stealth) dan avionik mutakhir.
      Fasilitas MRO: Pembangunan fasilitas pemeliharaan, perbaikan, dan operasional (MRO) di Indonesia untuk menjamin keberlangsungan operasional jet KAAN secara mandiri di masa depan.
      -
      2. Pesawat Tanpa Awak (Drone)
      Bayraktar TB2 & AkΔ±ncΔ±:
      Pabrik Drone Lokal: Melalui kemitraan antara Republikorp dan Baykar Technologies, telah disepakati pembentukan usaha patungan (joint venture) untuk membangun pabrik produksi drone di Indonesia.
      Lisensi Produksi: Indonesia mendapatkan lisensi untuk memproduksi unit-unit ini secara lokal, yang mencakup transfer pengetahuan sistem kendali jarak jauh dan kecerdasan buatan (AI avionics).
      UAV Anka:
      Final Assembly Line (FAL): PTDI memiliki kemampuan untuk melakukan perakitan akhir dan flight line untuk unit-unit Anka yang dipesan.
      UAV Center: Pelatihan bagi engineer dan pilot Indonesia untuk mengelola sistem data link dan membangun pusat keunggulan drone nasional.
      -
      3. Kapal Perang (Fregat Kelas Istif)
      Pembangunan Lokal: Produksi dua unit fregat ini dilakukan melalui kolaborasi antara galangan kapal Turki (TAIS/STM) dengan PT PAL Indonesia menggunakan fasilitas dalam negeri.
      Integrasi Sistem Persenjataan: Kerja sama dengan perusahaan Turki seperti Aselsan dan Roketsan memungkinkan PT PAL untuk mengintegrasikan sistem manajemen tempur (CMS) dan sensor radar AESA generasi terbaru secara mandiri.
      -
      4. Sistem Rudal (KHAN & Γ‡AKIR)
      Joint Venture Roketsan: Pembentukan perusahaan patungan antara Roketsan dan mitra lokal (PT Republik Roketsan Indonesia) untuk memproduksi amunisi dan rudal presisi di dalam negeri.
      Pengembangan Bersama: ToT mencakup teknologi propulsi rudal dan sistem pemandu, yang krusial bagi kemandirian teknologi persenjataan jarak jauh Indonesia.
      -
      5. Kendaraan Tempur (Medium Tank Harimau)
      Kepemilikan Intelektual Bersama: Sejak awal, proyek Harimau (Kaplan MT) adalah desain bersama antara PT Pindad dan FNSS. Indonesia memiliki hak atas desain dan bebas untuk memproduksi atau mengekspornya ke negara ketiga.
      ==============
      ==============
      BUKTI TEMPEL STICKER PARS 8x8 =
      1. TIDAK ADA PERJANJIAN KERJASAMA JV
      2. TIDAK ADA PROTOTIPE
      3. TIDAK ADA UJI KUALIFIKASI
      4. LANGSUNG PRODUKSI MASSAL
      Pada bulan Juni 2011, Perusahaan Turki FNSS membatalkan menandatangani 'surat penawaran dan penerimaan' oleh DRB(DefTech) untuk bantuan desain dan pengembangan kendaraan. Kendaraan AV8 yang dipilih oleh militer MALAYDESH didasarkan pada kendaraan lapis baja beroda 8×8 yang dirancang oleh FNSS Pars 8×8.
      ----
      TEMPEL STICKER HIZIR TURKI
      KASIAN TIADA KEMAMPUAN UJI BALISTIK
      1. UJI BALISTIK DI THAILAND
      2. UJI BALISTIK DI AFRIKA SELATAN
      Selain itu, 2 ujian balistik telah dilakukan iaitu Ujian balistik Tembakan yang dilaksanakan di The Defence TechNOLogy Institute, Bangkok, Thailand dan Ujian Balistik Letupan (Mine/Underbelly Test) di Council for Scientific and Industrial Research, Pretoria, Afrika Selatan.

      Hapus
    2. 🀝 INDONESIA TURKEY 🀝
      Kerjasama Indonesia dan Turki dalam forum G20 dan MIKTA pada tahun 2026 mencerminkan kemitraan strategis yang semakin mendalam, terutama dalam memperjuangkan kepentingan negara berkembang dan stabilitas global.
      1. Sinergi dalam Forum G20
      Indonesia dan Turki menggunakan platform G20 untuk memperkuat hubungan bilateral dan menyuarakan isu-isu global yang mendesak:
      Penguatan Multilateralisme: Memasuki tahun 2026, kedua negara terus mendorong pemulihan multilateralisme guna menghadapi tantangan ekonomi global dan perubahan iklim.
      Kerjasama Industri Strategis: Di sela-sela pertemuan G20, kedua negara secara rutin menandatangani kesepakatan penting, termasuk di bidang industri pertahanan (Inhan) dan pembangunan infrastruktur seperti proyek Tol Trans-Sumatera yang melibatkan kontraktor Turki.
      Dukungan Kepemimpinan: Turki secara konsisten memberikan dukungan kuat terhadap agenda-agenda Indonesia di G20, khususnya dalam upaya memperbaiki tata kelola ekonomi dunia yang lebih adil bagi negara berkembang.
      2. Kolaborasi dalam MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, Australia)
      Dalam forum MIKTA, Indonesia dan Turki berperan sebagai "jembatan" atau kekuatan penyeimbang (middle powers):
      Penyelesaian Isu Global: Melalui MIKTA, kedua negara berkolaborasi dalam penyelesaian isu perdamaian global, termasuk solidaritas terhadap Palestina dan reformasi tata kelola global.
      Prioritas Pembangunan: Pada pertemuan terbaru di sela KTT G20, para pemimpin MIKTA menekankan pada percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), pemberdayaan pemuda, dan pembangunan perdamaian.
      Kekuatan Penyeimbang: Keduanya sepakat bahwa peran MIKTA sangat krusial dalam memberikan solusi alternatif di tengah polarisasi kekuatan besar dunia.
      ----------------------
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA =
      1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
      2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
      3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
      4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
      5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
      6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
      7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
      8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
      9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
      10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
      -----------------
      NEGARA DENGAN GDP TERBESAR TAHUN 2025 BERDASARKAN PPP (PURCHASING POWER PARITY):
      1. Tiongkok – US$40,7 triliun
      2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
      3. India – US$17,6 triliun
      4. Rusia – US$7,19 triliun
      5. Jepang – US$6,74 triliun
      6. Indonesia – US$5,69 triliun
      7. Jerman – US$5,65 triliun
      8. Brasil – US$5,27 triliun
      9. Turki – US$3,91 triliun
      10. Meksiko – US$3,88 triliun
      11. Mesir – US$3,85 triliun
      12. Inggris – US$3,82 triliun
      13. Prancis – US$3,80 triliun
      14. Iran – US$3,74 triliun
      15. Pakistan – US$2,09 triliun
      16. Bangladesh – US$2,05 triliun
      17. Italia – US$2,04 triliun
      18. Vietnam – US$1,89 triliun
      19. Filipina – US$1,87 triliun
      20. Thailand – US$1,85 triliun
      ------------------
      DAFTAR 20 NEGARA DENGAN GDP NOMINAL TERBESAR TAHUN 2025 :
      1. Amerika Serikat – US$30,34 triliun
      2. Tiongkok – US$19,90 triliun
      3. Jerman – US$5,36 triliun
      4. Jepang – US$4,46 triliun
      5. India – US$4,26 triliun
      6. Inggris – US$3,70 triliun
      7. Prancis – US$3,26 triliun
      8. Italia – US$2,56 triliun
      9. Brasil – US$2,52 triliun
      10. Kanada – US$2,49 triliun
      11. Rusia – US$2,48 triliun
      12. Korea Selatan – US$2,10 triliun
      13. Meksiko – US$1,99 triliun
      14. Spanyol – US$1,82 triliun
      15. Indonesia – US$1,69 triliun
      16. Australia – US$1,68 triliun
      17. Turki – US$1,34 triliun
      18. Arab Saudi – US$1,28 triliun
      19. Belanda – US$1,27 triliun
      20. Swiss – US$1,16 triliun

      Hapus
    3. 🀝 Indonesia – Turki (G20 & MIKTA) > USD 12-13 MILLIAR
      1. Jet Tempur KAAN
      Indonesia jadi pembeli ekspor pertama (2025).
      48 unit, kontrak ±10 miliar USD.
      -
      2. Fregat I-Class
      Pilihan desain Turki untuk armada laut.
      2 unit (opsi tambahan).
      -
      3. Rudal Atmaca & Torpedo Akya
      Ganti rudal Barat dengan teknologi Turki.
      -
      4. Drone ANKA
      Skema ToT dengan PTDI.
      12 unit (6 dari Turki, 6 dirakit di Indonesia).
      -
      5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
      Pengadaan UCAV.
      60 unit TB3, 6 unit AKINCI.
      -
      6. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
      Proyek kerja sama industri pertahanan.
      18 unit awal, target >100 unit.
      -
      7. Sistem Pertahanan Udara KHAN & Trisula (Hisar)
      KHAN: rudal balistik taktis (1–2 baterai).
      Trisula: pertahanan jarak menengah (untuk Kalimantan).
      -
      8. Rudal Jelajah Γ‡akΔ±r
      Produksi lokal dengan ToT.
      -
      9. Rudal Sungur (VSHORAD)
      Pembelian + penjajakan alih teknologi.
      -
      10. Kapal Cepat Rudal FACM-70 (KCR 70)
      TAIS Shipyard bangun 2 unit (2024).
      -
      11. APC Kaplan
      Prototipe kerja sama PT Pindad & FNSS.
      -
      12. Radio Militer SDR
      Litbang Aselsan + PT LEN & Wellracom.
      -
      13. IFV Generasi Baru
      R&D PT Pindad & FNSS.
      -
      14. Produksi Bersama Bayraktar TB3
      Skema ToT + pelatihan + integrasi UAV maritim.
      -
      15. Kerja Sama Kapal Selam
      Penjajakan proyek alternatif di Indo Defence 2025.
      =================
      =================
      πŸ’° Total Pengadaan Militer Malondesh dari Turki
      > US$1,17 miliar
      1. Kapal Perang (Laut) — >US$1 Miliar
      LMS Batch 2 (Kelas Ada): 3 korvet, estimasi US$600–800 juta.
      MPMS (Multi-Purpose Mission Ship): 1 kapal, US$68,8 juta.
      -
      2. Drone & Sistem Udara — US$91,6 Juta
      UAV Anka-S: 3 unit, kontrak US$91,6 juta
      Persenjataan Darat & Rudal — >US$20 Juta
      -
      3. ATGM Karaok: 18 peluncur + 108 rudal, estimasi US$20 juta.
      😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

      Hapus
    4. SHOPPING - KAYA =
      -
      1. Jet Tempur Siluman KAAN 48 Unit.
      Sumber Berita: Defense News, The Diplomat, dan AeroTime.
      ---------------
      2. Kapal Perang Fregat Kelas-Δ°stif (I-Class) 2 Unit
      Sumber Berita: Naval News dan Janes Defense.
      ---------------
      3. Rudal Jelajah Atmaca & Torpedo Akya
      Sumber Berita: Naval Post dan Military Leak.
      ---------------
      4. Drone ANKA 12 Unit
      Sumber Berita: Reuters dan C4ISRNET.
      ---------------
      5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
      Sumber Berita: Breaking Defense dan The Defense Post.
      Jumlah: 60 Unit TB3 dan 6 Unit AKINCI.
      ---------------
      6. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
      Sumber Berita: Army Recognition dan FNSS Media.
      ---------------
      7. Sistem Pertahanan Udara (ADS) Trisula & KHAN
      Sumber Berita: Defense Turkey dan Janes.
      Jumlah:
      KHAN: 1-2 Baterai (pengiriman tahap pertama telah tiba).
      Trisula (ADS): Tidak disebutkan jumlah unit peluncur secara detail, namun direncanakan melindungi titik-titik vital di Kalimantan.
      ---------------
      8. Rudal Jelajah Γ‡akΔ±r
      Sumber Berita: Antara News, Roketsan Media, dan Republicorp.
      Narasi: Proyek ini difokuskan pada produksi lokal rudal jelajah Γ‡akΔ±r di Indonesia melalui proses transfer teknologi (ToT)
      ---------------
      9. Rudal Pertahanan Udara Sungur
      Sumber Berita: TRT World dan Kementerian Pertahanan RI.
      Narasi: VSHORAD Sungur Perjanjian ini tidak hanya mencakup pembelian unit, tetapi juga penjajakan alih teknologi untuk pembuatan serta pemeliharaan rudal di Indonesia.
      ---------------
      10. Kapal Cepat Rudal FACM-70 (KCR 70)
      Sumber: East Asia Forum, Naval News.
      Jumlah: 2 Unit (Tahap awal).
      ---------------
      11. Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja (APC) Kaplan
      Sumber: East Asia Forum, LinkedIn Defence Analysis.
      Jumlah: Tahap awal pengembangan prototipe.
      ---------------
      12. Modernisasi Sistem Radio Militer (Software-Defined Radio)
      Sumber: Antara News, Aselsan Media.
      ---------------
      13. Pengembangan Kendaraan Tempur Infanteri (IFV)
      Sumber: Antara News.
      ---------------
      14. Kerja Sama Produksi Bersama Drone Bayraktar TB3
      Sumber: TVRI News, AP-Law Solution.
      ---------------
      15. Kerja Sama Strategis Kapal Selam
      Sumber: Instagram News (Reel), Indo Defence Update
      ----------------------------
      KAYA .....
      DAFTAR PENGADAAN ALUTSISTA ON PROGRESS
      2 KRI Frigate Brawijaya Class dari Italia
      2 KRI Frigate Merah Putih dari PT PAL
      2 KRI Frigate Istif Class dari Turkiye
      1 KRI Rigel Class dari Palindo/Jerman
      2 KRI Kapal Cepat Rudal dari Turkiye
      1 KRI Kapal Cepat Rudal dari Tesco Bekasi
      2 KS Scorpene dari Perancis & PT PAL
      1 Kapal Induk Giribaldi dari Italia (Opsi)
      1 Kapal LHD Helikopter dari PT PAL (Opsi
      42 Jet Tempur Rafale dari Perancis
      48 Jet Tempur IFX kerjasama Korsel RI
      48 Jet Tempur KHAAN dari Turkiye
      6 Jet Tempur T50 dari Korsel
      2 Pesawat angkut A400M dari Spanyol
      13 Radar GCI dari Thales Perancis
      12 Radar Retia dari Retia
      3 Baterai Rudal Balistik KHAN Turkiye
      3 Baterai Rudal ADS Trisula dari Turkiye
      22 Helikopter Blackhawk dari AS
      12 Drone Anka dari Turkiye
      60 Drone Bayraktar TB3 dari Turkiye
      45 Rudal anti kapal Atmaca dari Turkiye

      Hapus
  13. SHOPPING - KAYA =
    -
    1. Jet Tempur Siluman KAAN 48 Unit.
    Sumber Berita: Defense News, The Diplomat, dan AeroTime.
    ---------------
    2. Kapal Perang Fregat Kelas-Δ°stif (I-Class) 2 Unit
    Sumber Berita: Naval News dan Janes Defense.
    ---------------
    3. Rudal Jelajah Atmaca & Torpedo Akya
    Sumber Berita: Naval Post dan Military Leak.
    ---------------
    4. Drone ANKA 12 Unit
    Sumber Berita: Reuters dan C4ISRNET.
    ---------------
    5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
    Sumber Berita: Breaking Defense dan The Defense Post.
    Jumlah: 60 Unit TB3 dan 6 Unit AKINCI.
    ---------------
    6. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
    Sumber Berita: Army Recognition dan FNSS Media.
    ---------------
    7. Sistem Pertahanan Udara (ADS) Trisula & KHAN
    Sumber Berita: Defense Turkey dan Janes.
    Jumlah:
    KHAN: 1-2 Baterai (pengiriman tahap pertama telah tiba).
    Trisula (ADS): Tidak disebutkan jumlah unit peluncur secara detail, namun direncanakan melindungi titik-titik vital di Kalimantan.
    ---------------
    8. Rudal Jelajah Γ‡akΔ±r
    Sumber Berita: Antara News, Roketsan Media, dan Republicorp.
    Narasi: Proyek ini difokuskan pada produksi lokal rudal jelajah Γ‡akΔ±r di Indonesia melalui proses transfer teknologi (ToT)
    ---------------
    9. Rudal Pertahanan Udara Sungur
    Sumber Berita: TRT World dan Kementerian Pertahanan RI.
    Narasi: VSHORAD Sungur Perjanjian ini tidak hanya mencakup pembelian unit, tetapi juga penjajakan alih teknologi untuk pembuatan serta pemeliharaan rudal di Indonesia.
    ---------------
    10. Kapal Cepat Rudal FACM-70 (KCR 70)
    Sumber: East Asia Forum, Naval News.
    Jumlah: 2 Unit (Tahap awal).
    ---------------
    11. Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja (APC) Kaplan
    Sumber: East Asia Forum, LinkedIn Defence Analysis.
    Jumlah: Tahap awal pengembangan prototipe.
    ---------------
    12. Modernisasi Sistem Radio Militer (Software-Defined Radio)
    Sumber: Antara News, Aselsan Media.
    ---------------
    13. Pengembangan Kendaraan Tempur Infanteri (IFV)
    Sumber: Antara News.
    ---------------
    14. Kerja Sama Produksi Bersama Drone Bayraktar TB3
    Sumber: TVRI News, AP-Law Solution.
    ---------------
    15. Kerja Sama Strategis Kapal Selam
    Sumber: Instagram News (Reel), Indo Defence Update.
    ==============
    ==============
    SHOPPING - MISKIN =
    1. Kapal Perang (Sektor Laut) — Est. >US$1 Miliar
    LMS Batch 2 (Kelas Ada) dan Multi-Purpose Mission Ship (MPMS)
    Sumber: Janes Defense, Naval News, Defence Security Asia
    -
    2. Drone dan Sistem Udara — Est. US$91,6 Juta
    Sumber: Bernama
    -
    3. ATGM Karaok Persenjataan Darat dan Rudal — Est. US$20 Juta+
    Sumber: Defence Security Asia
    😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

    BalasHapus
  14. Alhamdulilah.....CONFIRM SHOPING CASH KAPAL baru dari Turkiye...HOREYYYY

    Yang MISKIN NGUTANG LENDER terus tu ketepi sikit....HAHAHAHAH

    https://web.facebook.com/reel/4315488598681991

    BalasHapus
    Balasan
    1. MPMS = EXIM KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      In parallel with the defence procurement, Wisma Putra stated that additional agreements are expected to be concluded during the visit. These include memoranda of understanding between the Malondeshn Investment Development Authority and the Investment and Finance Office of the Presidency of the Republic of TΓΌrkiye, cooperation agreements between EXIM Bank Malondesh and Turk Eximbank...
      -----------------------
      Berdasarkan pembelian MPMS (Multi-Purpose Mission Ship) senilai RM304,29 juta tersebut memang menggunakan skema utang atau pembiayaan luar negeri.
      Berikut adalah poin-poin yang mengonfirmasi hal tersebut:
      1. Pelibatan Bank Ekspor-Impor: Adanya kerja sama antara EXIM Bank Malondesh dan Turk Eximbank menunjukkan penggunaan fasilitas kredit ekspor (FKE). Dalam praktik pengadaan pertahanan internasional, skema ini merupakan bentuk utang luar negeri di mana lembaga keuangan dari negara pengekspor (Turk Eximbank) memberikan pinjaman atau penjaminan bagi negara pembeli untuk membiayai pengadaan barang tersebut.
      -----------------------
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      Untuk konteks, sebanyak RM 6.08 bilion daripada siling RM 9.128 bilion telah dibayar kepada BNS oleh kerajaan Malaydesh. Daripada RM 6.08 bilion tersebut, RM 255 juta digunakan untuk menjelas hutang lapuk NGPV, RM 141 juta untuk faedah yang dikenakan kepada hutang NGPV, dan RM 349 juta untuk “cost increase on design activities with NGPV”. Sejumlah RM 745 juta telah digunakan untuk “bailout” projek NGPV.
      RM9.128 bilion ini adalah untuk menjayakan projek LCS, bukan untuk “bailout” projek NGPV. Penggunaan dana sebegini adalah pecah amanah melanggar S.409 Kanun Keseksaan. Pada asasnya, apa yang dilakukan di sini ialah menutup kerugian perjanjian lama yang gagal dengan perjanjian baru. Apa yang dilakukan di sini adalah jenayah.
      Ataupun, PM6 memang memulakan projek LCS secara rundingan terus dengan tujuan untuk membayar hutang lapuk NGPV? Jawapan Najib kepada soalan ini akan bantu kita semua memahami masalah projek LCS

      Hapus
    2. MPMS = EXIM KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      In parallel with the defence procurement, Wisma Putra stated that additional agreements are expected to be concluded during the visit. These include memoranda of understanding between the Malondeshn Investment Development Authority and the Investment and Finance Office of the Presidency of the Republic of TΓΌrkiye, cooperation agreements between EXIM Bank Malondesh and Turk Eximbank...
      -----------------------
      Berdasarkan pembelian MPMS (Multi-Purpose Mission Ship) senilai RM304,29 juta tersebut memang menggunakan skema utang atau pembiayaan luar negeri.
      Berikut adalah poin-poin yang mengonfirmasi hal tersebut:
      1. Pelibatan Bank Ekspor-Impor: Adanya kerja sama antara EXIM Bank Malondesh dan Turk Eximbank menunjukkan penggunaan fasilitas kredit ekspor (FKE). Dalam praktik pengadaan pertahanan internasional, skema ini merupakan bentuk utang luar negeri di mana lembaga keuangan dari negara pengekspor (Turk Eximbank) memberikan pinjaman atau penjaminan bagi negara pembeli untuk membiayai pengadaan barang tersebut.
      -----------------------
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      Untuk konteks, sebanyak RM 6.08 bilion daripada siling RM 9.128 bilion telah dibayar kepada BNS oleh kerajaan Malaydesh. Daripada RM 6.08 bilion tersebut, RM 255 juta digunakan untuk menjelas hutang lapuk NGPV, RM 141 juta untuk faedah yang dikenakan kepada hutang NGPV, dan RM 349 juta untuk “cost increase on design activities with NGPV”. Sejumlah RM 745 juta telah digunakan untuk “bailout” projek NGPV.
      RM9.128 bilion ini adalah untuk menjayakan projek LCS, bukan untuk “bailout” projek NGPV. Penggunaan dana sebegini adalah pecah amanah melanggar S.409 Kanun Keseksaan. Pada asasnya, apa yang dilakukan di sini ialah menutup kerugian perjanjian lama yang gagal dengan perjanjian baru. Apa yang dilakukan di sini adalah jenayah.
      Ataupun, PM6 memang memulakan projek LCS secara rundingan terus dengan tujuan untuk membayar hutang lapuk NGPV? Jawapan Najib kepada soalan ini akan bantu kita semua memahami masalah projek LCS

      Hapus
    3. EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      In parallel with the defence procurement, Wisma Putra stated that additional agreements are expected to be concluded during the visit. These include memoranda of understanding between the Malondeshn Investment Development Authority and the Investment and Finance Office of the Presidency of the Republic of TΓΌrkiye, cooperation agreements between EXIM Bank Malondesh and Turk Eximbank...
      -----------------------
      Berdasarkan pembelian MPMS (Multi-Purpose Mission Ship) senilai RM304,29 juta tersebut memang menggunakan skema utang atau pembiayaan luar negeri.
      Berikut adalah poin-poin yang mengonfirmasi hal tersebut:
      1. Pelibatan Bank Ekspor-Impor: Adanya kerja sama antara EXIM Bank Malondesh dan Turk Eximbank menunjukkan penggunaan fasilitas kredit ekspor (FKE). Dalam praktik pengadaan pertahanan internasional, skema ini merupakan bentuk utang luar negeri di mana lembaga keuangan dari negara pengekspor (Turk Eximbank) memberikan pinjaman atau penjaminan bagi negara pembeli untuk membiayai pengadaan barang tersebut.
      -
      2. Nota Kesepahaman (MoU) Keuangan: Penyebutan kesepakatan antara lembaga investasi Malondesh dan kantor keuangan kepresidenan Turki yang berjalan paralel dengan pengadaan kapal ini memperkuat bahwa transaksi tersebut melibatkan struktur pembiayaan formal (utang), bukan sekadar pembayaran tunai langsung dari anggaran berjalan.
      -
      3. Karakteristik Pengadaan Pertahanan: Di sektor pertahanan, skema Fasilitas Kredit Ekspor (FKE) atau Kredit Swasta Asing (KSA) adalah metode umum untuk membiayai aset bernilai besar (seperti kapal sepanjang 99 meter) guna menyebar beban fiskal dalam jangka waktu yang lebih lama melalui mekanisme pinjaman.
      Kesimpulan: Ya, pembelian tersebut menggunakan skema utang melalui fasilitas kredit ekspor yang melibatkan kerja sama antara bank pemerintah Malondesh dan Turki
      -----------------------
      MKM = BARTER PALM OIL
      MIG29N = BARTER PALM OIL
      MALAYDESH has used palm oil to barter for military equipment, including fighter jets. The MALAYDESH Armed Forces (MAF) is made up of the Royal MALAYDESH Navy, the Royal MALAYDESH Air Force, and the MALAYDESH Army.
      ----
      A400M
      PEMBAYARAN BERPERINGKAT = DEBT
      MALAYDESH membeli pesawat Airbus A400M secara ansuran dan bukan secara tunai. Pembelian pesawat A400M dilakukan melalui kontrak yang melibatkan bayar berperingkat.
      ----
      FA50M BARTER PALM OIL
      On the other hand, South Korea aims to sell another 18 FA-50s to MALAYDESH in the future. MALAYDESH announced that at least half of the payment would be made in palm oil
      ----
      SCORPENE BARTER PALM OIL
      Under the deal, France would buy RM819 million’s (€230 million) worth of MALAYDESH palm oil, RM327 million (€92 million) of other commodities, and invest RM491 million (€138 million) for training and techNOLogy transfer to local firms here.
      ----
      PT91 BARTER PALM OIL RUBBER
      Payment for the purchase includes 30 percent of direct off-set in the form of training and techNOLogy transfer and 30 percent of indirect off-set in commodities like palm oil and rubber.

      Hapus
  15. MPMS = EXIM KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    In parallel with the defence procurement, Wisma Putra stated that additional agreements are expected to be concluded during the visit. These include memoranda of understanding between the Malondeshn Investment Development Authority and the Investment and Finance Office of the Presidency of the Republic of TΓΌrkiye, cooperation agreements between EXIM Bank Malondesh and Turk Eximbank...
    -----------------------
    Berdasarkan pembelian MPMS (Multi-Purpose Mission Ship) senilai RM304,29 juta tersebut memang menggunakan skema utang atau pembiayaan luar negeri.
    Berikut adalah poin-poin yang mengonfirmasi hal tersebut:
    1. Pelibatan Bank Ekspor-Impor: Adanya kerja sama antara EXIM Bank Malondesh dan Turk Eximbank menunjukkan penggunaan fasilitas kredit ekspor (FKE). Dalam praktik pengadaan pertahanan internasional, skema ini merupakan bentuk utang luar negeri di mana lembaga keuangan dari negara pengekspor (Turk Eximbank) memberikan pinjaman atau penjaminan bagi negara pembeli untuk membiayai pengadaan barang tersebut.
    -----------------------
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    Untuk konteks, sebanyak RM 6.08 bilion daripada siling RM 9.128 bilion telah dibayar kepada BNS oleh kerajaan Malaydesh. Daripada RM 6.08 bilion tersebut, RM 255 juta digunakan untuk menjelas hutang lapuk NGPV, RM 141 juta untuk faedah yang dikenakan kepada hutang NGPV, dan RM 349 juta untuk “cost increase on design activities with NGPV”. Sejumlah RM 745 juta telah digunakan untuk “bailout” projek NGPV.
    RM9.128 bilion ini adalah untuk menjayakan projek LCS, bukan untuk “bailout” projek NGPV. Penggunaan dana sebegini adalah pecah amanah melanggar S.409 Kanun Keseksaan. Pada asasnya, apa yang dilakukan di sini ialah menutup kerugian perjanjian lama yang gagal dengan perjanjian baru. Apa yang dilakukan di sini adalah jenayah.
    Ataupun, PM6 memang memulakan projek LCS secara rundingan terus dengan tujuan untuk membayar hutang lapuk NGPV? Jawapan Najib kepada soalan ini akan bantu kita semua memahami masalah projek LCS

    BalasHapus
  16. MPMS = EXIM KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    In parallel with the defence procurement, Wisma Putra stated that additional agreements are expected to be concluded during the visit. These include memoranda of understanding between the Malondeshn Investment Development Authority and the Investment and Finance Office of the Presidency of the Republic of TΓΌrkiye, cooperation agreements between EXIM Bank Malondesh and Turk Eximbank...
    -----------------------
    Berdasarkan pembelian MPMS (Multi-Purpose Mission Ship) senilai RM304,29 juta tersebut memang menggunakan skema utang atau pembiayaan luar negeri.
    Berikut adalah poin-poin yang mengonfirmasi hal tersebut:
    1. Pelibatan Bank Ekspor-Impor: Adanya kerja sama antara EXIM Bank Malondesh dan Turk Eximbank menunjukkan penggunaan fasilitas kredit ekspor (FKE). Dalam praktik pengadaan pertahanan internasional, skema ini merupakan bentuk utang luar negeri di mana lembaga keuangan dari negara pengekspor (Turk Eximbank) memberikan pinjaman atau penjaminan bagi negara pembeli untuk membiayai pengadaan barang tersebut.
    -----------------------
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    Untuk konteks, sebanyak RM 6.08 bilion daripada siling RM 9.128 bilion telah dibayar kepada BNS oleh kerajaan Malaydesh. Daripada RM 6.08 bilion tersebut, RM 255 juta digunakan untuk menjelas hutang lapuk NGPV, RM 141 juta untuk faedah yang dikenakan kepada hutang NGPV, dan RM 349 juta untuk “cost increase on design activities with NGPV”. Sejumlah RM 745 juta telah digunakan untuk “bailout” projek NGPV.
    RM9.128 bilion ini adalah untuk menjayakan projek LCS, bukan untuk “bailout” projek NGPV. Penggunaan dana sebegini adalah pecah amanah melanggar S.409 Kanun Keseksaan. Pada asasnya, apa yang dilakukan di sini ialah menutup kerugian perjanjian lama yang gagal dengan perjanjian baru. Apa yang dilakukan di sini adalah jenayah.
    Ataupun, PM6 memang memulakan projek LCS secara rundingan terus dengan tujuan untuk membayar hutang lapuk NGPV? Jawapan Najib kepada soalan ini akan bantu kita semua memahami masalah projek LCS

    BalasHapus
  17. UANG KOPI OPV MIRING = SEDAP.....
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    -------------
    Kontrak awal tahun 2017 untuk 3 unit kapal adalah sebesar RM738,9 juta (rata-rata RM246,3 juta/unit). Namun, karena kegagalan manajemen dan keterlambatan bertahun-tahun, pemerintah harus mengeluarkan dana tambahan:
    Suntikan Dana Pertama (2023): Pinjaman sebesar RM152,6 juta untuk menyelesaikan kapal pertama (KM Tun Fatimah).
    Suntikan Dana Kedua (2025): Tambahan sekitar RM200 juta dialokasikan untuk melanjutkan pengerjaan kapal kedua dan ketiga oleh kontraktor baru.
    Total Estimasi Biaya: Anggaran keseluruhan membengkak menjadi sekitar RM1,09 miliar (RM1,091,5 juta). Jika dibagi tiga, maka biaya rata-rata per kapal menjadi sekitar RM363,8 juta
    -------------
    OPV MIRING KABEL PUTUS
    OPV MIRING KABEL PUTUS
    OPV MIRING KABEL PUTUS
    OPV MIRING KABEL PUTUS
    THHE general manager Azizul Hanafee Zain explained that the ship tilted to one side after one of the steel cables attached to the supporting structure underneath the ship was cut.
    -------------
    GORILA MALAYDESH =
    RM11.2B FOR 5 SHIPS = EXCLUDING AMMO
    RM11.2B FOR 5 SHIPS = EXCLUDING AMMO
    RM11.2B FOR 5 SHIPS = EXCLUDING AMMO
    REVISED (FINAL): RM11.2B FOR 5 SHIPS
    (final agreed-upon contract price dealing with cost overruns)
    RM 2.24 billion (2023) per unit + ToT (ceiling) [or USD948M (2023 inflation) or ~USD700M (2011 forex) or ~USD490M (2023 forex) (excluding ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD948 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
    -------------
    REVISED (INITIAL): RM 9.128B FOR 5 SHIPS
    (initial figures using the original contract price in dealing with cost overruns)
    RM 1.8 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD560 million per ship (excluding ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD758 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
    -------------
    ORIGINAL: RM 9B FOR 6 SHIPS
    RM 1.5 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD466 million per ship (excluding cost overruns and ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD631 million in 2023 US dollars (excluding cost overruns and ammo)
    -------------
    LMS B2 = FFBNW DOWNGRADE HISAR OPV NO ASW
    1. ADA CLASS PAKISTAN USD 1 MILYAR/4 = USD 250 JUTA PER UNIT
    -
    2. ADA CLASS UKRAINE USD 1 MILYAR/2 = USD 250 JUTA PER UNIT + UCAV SENILAI USD 500 JUTA
    -
    3. HISAR OPV CLASS (LMS B2) MALAYDESH USD 530 JUTA /3 = USD 176,7 JUTA PER UNIT
    -------------
    LCS = FFBNW MANGKRAK 15 YEARS
    LCS USD 4,74 BILLION/5 UNIT = USD 948 MILLION/UNIT ]
    • USD 948 JUTA (EXCLUDING AMMO) = FFBNW = DELAYED
    -NO NSM.
    -NO VL MICA.
    -NO TORPEDO RINGAN.
    -NO SECONDARY GUNS.
    -NO BOFORS MK3.
    -----------
    PRICE DESTROYER DAN FREGAT =
    -KDX 3 CLASS/SEJONG USD 900 JUTA/UNIT
    -TYPE 052D CLASS USD 500-600 JUTA.
    -TYPE 055 CLASS USD 920 JUTA


    BalasHapus
  18. UANG KOPI OPV MIRING = SEDAP.....
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    -------------
    Kontrak awal tahun 2017 untuk 3 unit kapal adalah sebesar RM738,9 juta (rata-rata RM246,3 juta/unit). Namun, karena kegagalan manajemen dan keterlambatan bertahun-tahun, pemerintah harus mengeluarkan dana tambahan:
    Suntikan Dana Pertama (2023): Pinjaman sebesar RM152,6 juta untuk menyelesaikan kapal pertama (KM Tun Fatimah).
    Suntikan Dana Kedua (2025): Tambahan sekitar RM200 juta dialokasikan untuk melanjutkan pengerjaan kapal kedua dan ketiga oleh kontraktor baru.
    Total Estimasi Biaya: Anggaran keseluruhan membengkak menjadi sekitar RM1,09 miliar (RM1,091,5 juta). Jika dibagi tiga, maka biaya rata-rata per kapal menjadi sekitar RM363,8 juta
    -------------
    OPV MIRING KABEL PUTUS
    OPV MIRING KABEL PUTUS
    OPV MIRING KABEL PUTUS
    OPV MIRING KABEL PUTUS
    THHE general manager Azizul Hanafee Zain explained that the ship tilted to one side after one of the steel cables attached to the supporting structure underneath the ship was cut.
    -------------
    GORILA MALAYDESH =
    RM11.2B FOR 5 SHIPS = EXCLUDING AMMO
    RM11.2B FOR 5 SHIPS = EXCLUDING AMMO
    RM11.2B FOR 5 SHIPS = EXCLUDING AMMO
    REVISED (FINAL): RM11.2B FOR 5 SHIPS
    (final agreed-upon contract price dealing with cost overruns)
    RM 2.24 billion (2023) per unit + ToT (ceiling) [or USD948M (2023 inflation) or ~USD700M (2011 forex) or ~USD490M (2023 forex) (excluding ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD948 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
    -------------
    REVISED (INITIAL): RM 9.128B FOR 5 SHIPS
    (initial figures using the original contract price in dealing with cost overruns)
    RM 1.8 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD560 million per ship (excluding ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD758 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
    -------------
    ORIGINAL: RM 9B FOR 6 SHIPS
    RM 1.5 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD466 million per ship (excluding cost overruns and ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD631 million in 2023 US dollars (excluding cost overruns and ammo)
    -------------
    LMS B2 = FFBNW DOWNGRADE HISAR OPV NO ASW
    1. ADA CLASS PAKISTAN USD 1 MILYAR/4 = USD 250 JUTA PER UNIT
    -
    2. ADA CLASS UKRAINE USD 1 MILYAR/2 = USD 250 JUTA PER UNIT + UCAV SENILAI USD 500 JUTA
    -
    3. HISAR OPV CLASS (LMS B2) MALAYDESH USD 530 JUTA /3 = USD 176,7 JUTA PER UNIT
    -------------
    LCS = FFBNW MANGKRAK 15 YEARS
    LCS USD 4,74 BILLION/5 UNIT = USD 948 MILLION/UNIT ]
    • USD 948 JUTA (EXCLUDING AMMO) = FFBNW = DELAYED
    -NO NSM.
    -NO VL MICA.
    -NO TORPEDO RINGAN.
    -NO SECONDARY GUNS.
    -NO BOFORS MK3.
    -----------
    PRICE DESTROYER DAN FREGAT =
    -KDX 3 CLASS/SEJONG USD 900 JUTA/UNIT
    -TYPE 052D CLASS USD 500-600 JUTA.
    -TYPE 055 CLASS USD 920 JUTA


    BalasHapus
  19. KAMP MILITER MALAYDESH =
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    ----------
    Sumber Berita Utama
    Tribun Jateng (7 Januari 2026)
    Melaporkan video viral yang memperlihatkan sejumlah personel militer Malaydesh berpesta bersama wanita panggilan di dalam kamp. Kasus ini memicu sorotan publik dan kritik terhadap disiplin militer.
    ----------
    Kompas.com (6 Januari 2026)
    Menyebut bahwa masyarakat Malaydesh bereaksi keras setelah video pesta tersebut tersebar. Kementerian Pertahanan menegaskan akan melakukan investigasi dan menindak sesuai aturan jika terbukti.
    ----------
    YouTube – Tribun Video
    Menayangkan rekaman pesta di barak militer Malaydesh. Disebutkan beberapa anggota yang terlibat sudah berkeluarga, sehingga menambah kontroversi
    --------------------------
    NASIB GORILA TERIAK HUTANG RINGGIT KUAT =
    1. TIAP TAHUN = ASET MILITER SEWA
    2. TIAP TAHUN = HUTANG GOVERMENT BERTAMBAH
    3. TIAP TAHUN = HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
    4. TIAP TAHUN = DEFISIT
    5. TIAP TAHUN = HANYA BAYAR FAEDAH
    -----
    2025 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
    Hingga akhir kuartal ketiga (September 2025), hutang pemerintah nasional Malondesh tercatat sebesar USD 312,8 miliar.
    Rasio Hutang terhadap PDB: Pada September 2025, rasionya berada di angka 66,1%.
    Nilai dalam Ringgit: Per Juni 2025, hutang kerajaan dilaporkan mencapai RM 1,304 triliun.
    Total Liabilitas: Jika menyertakan komitmen kewangan lainnya, total hutang dan liabilitas pemerintah mencapai 84,1% dari PDB pada pertengahan 2025.
    -----
    2025 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
    Berdasarkan data kuartal kedua 2025, hutang luar negeri bruto Malondesh sempat mencapai puncaknya di angka RM 1,403 triliun.
    ------------------
    MALAYDESH ........
    GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    FEDERAL GOVERNMENT DEBT
    • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
    • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
    • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
    HOUSEHOLD DEBT
    2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
    😝😝😝😝😝😝😝😝😝

    BalasHapus
  20. JENDERAL = KORUPSI
    PRAJURIT = PARTI WANITA
    GORILA KLAIM HAIBAT KAYA
    -
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    ----------
    Sumber Berita Utama
    Tribun Jateng (7 Januari 2026)
    Melaporkan video viral yang memperlihatkan sejumlah personel militer Malaydesh berpesta bersama wanita panggilan di dalam kamp. Kasus ini memicu sorotan publik dan kritik terhadap disiplin militer.
    ----------
    Kompas.com (6 Januari 2026)
    Menyebut bahwa masyarakat Malaydesh bereaksi keras setelah video pesta tersebut tersebar. Kementerian Pertahanan menegaskan akan melakukan investigasi dan menindak sesuai aturan jika terbukti.
    ----------
    YouTube – Tribun Video
    Menayangkan rekaman pesta di barak militer Malaydesh. Disebutkan beberapa anggota yang terlibat sudah berkeluarga, sehingga menambah kontroversi
    --------------------------
    2026 UANG KOPI SEDAP .....
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    • iNews.id – Mantan Panglima Angkatan Darat Malaysia Ditangkap Dugaan Korupsi Tender Militer Pada 7 Januari 2026, Hafizuddeain Jantan ditahan MACC bersama dua istrinya. Penangkapan ini terkait penyelidikan tender kontrak militer yang diduga penuh praktik suap.
    -
    • Utusan Malaysia – Kes tender TDM: Hafizuddeain tiba di SPRM dirakam keterangan Hafizuddeain terlihat hadir di kantor pusat SPRM pada 7 Januari 2026 untuk memberikan keterangan. Media melaporkan adanya aliran dana besar di rekening pribadinya yang menjadi fokus penyelidikan.
    -
    • New Straits Times (NST) – Ex-army chief, two wives among five held in graft probe MACC mengonfirmasi penahanan Hafizuddeain, dua istrinya, serta tiga orang lainnya. Mereka diduga terlibat dalam konspirasi memindahkan dana sebesar RM2,4 juta terkait proyek pengadaan militer.
    -
    • ANTARA News – Imbas isu rasuah, Malaysia ganti Panglima Angkatan Darat Pada 1 Januari 2026, Jenderal Datuk Azhan Md Othman resmi dilantik sebagai Panglima Angkatan Darat Malaysia menggantikan Hafizuddeain. Pergantian ini dilakukan setelah Hafizuddeain diminta cuti sejak 27 Desember 2025.
    -
    • VIVA.co.id – Malaysia Ganti Panglima Angkatan Darat Imbas Isu Korupsi Proyek Militer Pelantikan Azhan Md Othman disebut sebagai langkah menjaga integritas dan kesinambungan komando Angkatan Darat Malaysia di tengah skandal rasuah.
    -
    • Tempo.co – Dugaan Rasuah, Kepala Angkatan Darat Malaysia Diganti Media ini menyoroti bahwa pergantian jabatan dilakukan karena Hafizuddeain sedang diperiksa atas dugaan korupsi proyek milite
    😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

    BalasHapus
  21. EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    In parallel with the defence procurement, Wisma Putra stated that additional agreements are expected to be concluded during the visit. These include memoranda of understanding between the Malondeshn Investment Development Authority and the Investment and Finance Office of the Presidency of the Republic of TΓΌrkiye, cooperation agreements between EXIM Bank Malondesh and Turk Eximbank...
    -----------------------
    Berdasarkan pembelian MPMS (Multi-Purpose Mission Ship) senilai RM304,29 juta tersebut memang menggunakan skema utang atau pembiayaan luar negeri.
    Berikut adalah poin-poin yang mengonfirmasi hal tersebut:
    1. Pelibatan Bank Ekspor-Impor: Adanya kerja sama antara EXIM Bank Malondesh dan Turk Eximbank menunjukkan penggunaan fasilitas kredit ekspor (FKE). Dalam praktik pengadaan pertahanan internasional, skema ini merupakan bentuk utang luar negeri di mana lembaga keuangan dari negara pengekspor (Turk Eximbank) memberikan pinjaman atau penjaminan bagi negara pembeli untuk membiayai pengadaan barang tersebut.
    -
    2. Nota Kesepahaman (MoU) Keuangan: Penyebutan kesepakatan antara lembaga investasi Malondesh dan kantor keuangan kepresidenan Turki yang berjalan paralel dengan pengadaan kapal ini memperkuat bahwa transaksi tersebut melibatkan struktur pembiayaan formal (utang), bukan sekadar pembayaran tunai langsung dari anggaran berjalan.
    -
    3. Karakteristik Pengadaan Pertahanan: Di sektor pertahanan, skema Fasilitas Kredit Ekspor (FKE) atau Kredit Swasta Asing (KSA) adalah metode umum untuk membiayai aset bernilai besar (seperti kapal sepanjang 99 meter) guna menyebar beban fiskal dalam jangka waktu yang lebih lama melalui mekanisme pinjaman.
    Kesimpulan: Ya, pembelian tersebut menggunakan skema utang melalui fasilitas kredit ekspor yang melibatkan kerja sama antara bank pemerintah Malondesh dan Turki
    -----------------------
    MKM = BARTER PALM OIL
    MIG29N = BARTER PALM OIL
    MALAYDESH has used palm oil to barter for military equipment, including fighter jets. The MALAYDESH Armed Forces (MAF) is made up of the Royal MALAYDESH Navy, the Royal MALAYDESH Air Force, and the MALAYDESH Army.
    ----
    A400M
    PEMBAYARAN BERPERINGKAT = DEBT
    MALAYDESH membeli pesawat Airbus A400M secara ansuran dan bukan secara tunai. Pembelian pesawat A400M dilakukan melalui kontrak yang melibatkan bayar berperingkat.
    ----
    FA50M BARTER PALM OIL
    On the other hand, South Korea aims to sell another 18 FA-50s to MALAYDESH in the future. MALAYDESH announced that at least half of the payment would be made in palm oil
    ----
    SCORPENE BARTER PALM OIL
    Under the deal, France would buy RM819 million’s (€230 million) worth of MALAYDESH palm oil, RM327 million (€92 million) of other commodities, and invest RM491 million (€138 million) for training and techNOLogy transfer to local firms here.
    ----
    PT91 BARTER PALM OIL RUBBER
    Payment for the purchase includes 30 percent of direct off-set in the form of training and techNOLogy transfer and 30 percent of indirect off-set in commodities like palm oil and rubber.

    BalasHapus
  22. 🀝 INDONESIA TURKEY 🀝
    Kerjasama Indonesia dan Turki dalam forum G20 dan MIKTA pada tahun 2026 mencerminkan kemitraan strategis yang semakin mendalam, terutama dalam memperjuangkan kepentingan negara berkembang dan stabilitas global.
    1. Sinergi dalam Forum G20
    Indonesia dan Turki menggunakan platform G20 untuk memperkuat hubungan bilateral dan menyuarakan isu-isu global yang mendesak:
    Penguatan Multilateralisme: Memasuki tahun 2026, kedua negara terus mendorong pemulihan multilateralisme guna menghadapi tantangan ekonomi global dan perubahan iklim.
    Kerjasama Industri Strategis: Di sela-sela pertemuan G20, kedua negara secara rutin menandatangani kesepakatan penting, termasuk di bidang industri pertahanan (Inhan) dan pembangunan infrastruktur seperti proyek Tol Trans-Sumatera yang melibatkan kontraktor Turki.
    Dukungan Kepemimpinan: Turki secara konsisten memberikan dukungan kuat terhadap agenda-agenda Indonesia di G20, khususnya dalam upaya memperbaiki tata kelola ekonomi dunia yang lebih adil bagi negara berkembang.
    2. Kolaborasi dalam MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, Australia)
    Dalam forum MIKTA, Indonesia dan Turki berperan sebagai "jembatan" atau kekuatan penyeimbang (middle powers):
    Penyelesaian Isu Global: Melalui MIKTA, kedua negara berkolaborasi dalam penyelesaian isu perdamaian global, termasuk solidaritas terhadap Palestina dan reformasi tata kelola global.
    Prioritas Pembangunan: Pada pertemuan terbaru di sela KTT G20, para pemimpin MIKTA menekankan pada percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), pemberdayaan pemuda, dan pembangunan perdamaian.
    Kekuatan Penyeimbang: Keduanya sepakat bahwa peran MIKTA sangat krusial dalam memberikan solusi alternatif di tengah polarisasi kekuatan besar dunia.
    ----------------------
    10 EKONOMI TERBESAR ASIA =
    1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
    2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
    3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
    4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
    5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
    6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
    7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
    8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
    9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
    10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
    -----------------
    NEGARA DENGAN GDP TERBESAR TAHUN 2025 BERDASARKAN PPP (PURCHASING POWER PARITY):
    1. Tiongkok – US$40,7 triliun
    2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
    3. India – US$17,6 triliun
    4. Rusia – US$7,19 triliun
    5. Jepang – US$6,74 triliun
    6. Indonesia – US$5,69 triliun
    7. Jerman – US$5,65 triliun
    8. Brasil – US$5,27 triliun
    9. Turki – US$3,91 triliun
    10. Meksiko – US$3,88 triliun
    11. Mesir – US$3,85 triliun
    12. Inggris – US$3,82 triliun
    13. Prancis – US$3,80 triliun
    14. Iran – US$3,74 triliun
    15. Pakistan – US$2,09 triliun
    16. Bangladesh – US$2,05 triliun
    17. Italia – US$2,04 triliun
    18. Vietnam – US$1,89 triliun
    19. Filipina – US$1,87 triliun
    20. Thailand – US$1,85 triliun
    ------------------
    DAFTAR 20 NEGARA DENGAN GDP NOMINAL TERBESAR TAHUN 2025 :
    1. Amerika Serikat – US$30,34 triliun
    2. Tiongkok – US$19,90 triliun
    3. Jerman – US$5,36 triliun
    4. Jepang – US$4,46 triliun
    5. India – US$4,26 triliun
    6. Inggris – US$3,70 triliun
    7. Prancis – US$3,26 triliun
    8. Italia – US$2,56 triliun
    9. Brasil – US$2,52 triliun
    10. Kanada – US$2,49 triliun
    11. Rusia – US$2,48 triliun
    12. Korea Selatan – US$2,10 triliun
    13. Meksiko – US$1,99 triliun
    14. Spanyol – US$1,82 triliun
    15. Indonesia – US$1,69 triliun
    16. Australia – US$1,68 triliun
    17. Turki – US$1,34 triliun
    18. Arab Saudi – US$1,28 triliun
    19. Belanda – US$1,27 triliun
    20. Swiss – US$1,16 triliun

    BalasHapus
  23. RM363,8 JUTA = OPV MADE IN MALAYDESH ......
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    -------------
    Kontrak awal tahun 2017 untuk 3 unit kapal adalah sebesar RM738,9 juta (rata-rata RM246,3 juta/unit). Namun, karena kegagalan manajemen dan keterlambatan bertahun-tahun, pemerintah harus mengeluarkan dana tambahan:
    Suntikan Dana Pertama (2023): Pinjaman sebesar RM152,6 juta untuk menyelesaikan kapal pertama (KM Tun Fatimah).
    Suntikan Dana Kedua (2025): Tambahan sekitar RM200 juta dialokasikan untuk melanjutkan pengerjaan kapal kedua dan ketiga oleh kontraktor baru.
    Total Estimasi Biaya: Anggaran keseluruhan membengkak menjadi sekitar RM1,09 miliar (RM1,091,5 juta). Jika dibagi tiga, maka biaya rata-rata per kapal menjadi sekitar RM363,8 juta
    -------------
    OPV MIRING KABEL PUTUS
    OPV MIRING KABEL PUTUS
    OPV MIRING KABEL PUTUS
    OPV MIRING KABEL PUTUS
    THHE general manager Azizul Hanafee Zain explained that the ship tilted to one side after one of the steel cables attached to the supporting structure underneath the ship was cut.
    ====================
    ====================
    RM339.85 MILLION = MPMS MADE IN TURKI...
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    The second MPMS is valued at RM339.85 million (approximately US$83.75 million). While the Malaysian statement did not specify the shipyard responsible for construction, Malaysian media assessments indicate that the contract is most likely to be executed by DESAN Shipyard, which is currently building the first MPMS for Malaysia

    BalasHapus
  24. RM363,8 JUTA = OPV MADE IN MALAYDESH ......
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    -------------
    Kontrak awal tahun 2017 untuk 3 unit kapal adalah sebesar RM738,9 juta (rata-rata RM246,3 juta/unit). Namun, karena kegagalan manajemen dan keterlambatan bertahun-tahun, pemerintah harus mengeluarkan dana tambahan:
    Suntikan Dana Pertama (2023): Pinjaman sebesar RM152,6 juta untuk menyelesaikan kapal pertama (KM Tun Fatimah).
    Suntikan Dana Kedua (2025): Tambahan sekitar RM200 juta dialokasikan untuk melanjutkan pengerjaan kapal kedua dan ketiga oleh kontraktor baru.
    Total Estimasi Biaya: Anggaran keseluruhan membengkak menjadi sekitar RM1,09 miliar (RM1,091,5 juta). Jika dibagi tiga, maka biaya rata-rata per kapal menjadi sekitar RM363,8 juta
    -------------
    OPV MIRING KABEL PUTUS
    OPV MIRING KABEL PUTUS
    OPV MIRING KABEL PUTUS
    OPV MIRING KABEL PUTUS
    THHE general manager Azizul Hanafee Zain explained that the ship tilted to one side after one of the steel cables attached to the supporting structure underneath the ship was cut.
    ====================
    ====================
    RM339.85 MILLION = MPMS MADE IN TURKI...
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    The second MPMS is valued at RM339.85 million (approximately US$83.75 million). While the Malaysian statement did not specify the shipyard responsible for construction, Malaysian media assessments indicate that the contract is most likely to be executed by DESAN Shipyard, which is currently building the first MPMS for Malaysia

    BalasHapus
  25. 1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    -------------
    Berdasarkan sumber berita hingga awal tahun 2026, TH Heavy Engineering Berhad (THHE), perusahaan galangan kapal asal Malaysia, telah dinyatakan bangkrut dan menjalani proses likuidasi wajib (compulsory winding-up).
    Berikut adalah ringkasan penyebab dan status kebangkrutannya:
    1. Status Kebangkrutan dan Likuidasi
    Likuidasi Wajib: Pada Juli 2025, Mahkamah Tinggi Kuala Lumpur memerintahkan THHE untuk menjalani likuidasi wajib di bawah pengawasan pengadilan.
    Konversi dari Sukarela: Pengadilan mengubah proses "likuidasi sukarela" yang sebelumnya diajukan perusahaan menjadi "likuidasi wajib" karena adanya keraguan atas integritas proses sebelumnya dan untuk melindungi kepentingan para kreditor independen yang memegang mayoritas utang (sekitar 74,6%).
    Delisting: Saham THHE telah resmi dihapus dari bursa efek (delisted) sejak September 2022 setelah gagal mengajukan rencana restrukturisasi keuangan yang memadai.
    2. Penyebab Utama Kebangkrutan
    Berdasarkan laporan keuangan dan operasional, beberapa faktor penyebabnya meliputi:
    Kerugian Beruntun: THHE telah mengalami kerugian berturut-turut sejak tahun 2014 akibat penurunan sektor minyak dan gas (O&G).
    Kegagalan Proyek Strategis: Perusahaan gagal memenuhi kontrak senilai RM738,9 juta untuk pengiriman tiga kapal patroli lepas pantai (Offshore Patrol Vessels/OPV) kepada Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) yang terus mengalami penundaan sejak 2020.
    Beban Utang Tinggi: Hingga pertengahan 2022, perusahaan memiliki komitmen utang jangka pendek sebesar RM151,87 juta dan akumulasi kerugian mencapai RM645,99 juta.
    Masalah Manajemen: Pengadilan menemukan adanya potensi benturan kepentingan dalam penunjukan likuidator awal, sehingga memutuskan untuk menunjuk kurator independen guna mengelola aset perusahaan.
    3. Kepemilikan dan Penyelamatan yang Gagal
    THHE sebelumnya merupakan unit di bawah Lembaga Tabung Haji (TH) Malaysia. Namun, karena kinerja yang buruk, sahamnya dialihkan ke unit milik Kementerian Kewangan, Urusharta Jamaah Sdn Bhd (UJSB), pada tahun 2018 sebagai bagian dari upaya rehabilitasi aset.
    Meskipun telah dicoba untuk beralih fokus ke bisnis perbaikan dan pembuatan kapal (shipbuilding) dari sektor O&G, upaya ini tidak mampu memulihkan kondisi keuangan perusahaan.

    BalasHapus
  26. 1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    -------------
    Berdasarkan sumber berita hingga awal tahun 2026, TH Heavy Engineering Berhad (THHE), perusahaan galangan kapal asal Malaysia, telah dinyatakan bangkrut dan menjalani proses likuidasi wajib (compulsory winding-up).
    Berikut adalah ringkasan penyebab dan status kebangkrutannya:
    1. Status Kebangkrutan dan Likuidasi
    Likuidasi Wajib: Pada Juli 2025, Mahkamah Tinggi Kuala Lumpur memerintahkan THHE untuk menjalani likuidasi wajib di bawah pengawasan pengadilan.
    Konversi dari Sukarela: Pengadilan mengubah proses "likuidasi sukarela" yang sebelumnya diajukan perusahaan menjadi "likuidasi wajib" karena adanya keraguan atas integritas proses sebelumnya dan untuk melindungi kepentingan para kreditor independen yang memegang mayoritas utang (sekitar 74,6%).
    Delisting: Saham THHE telah resmi dihapus dari bursa efek (delisted) sejak September 2022 setelah gagal mengajukan rencana restrukturisasi keuangan yang memadai.
    2. Penyebab Utama Kebangkrutan
    Berdasarkan laporan keuangan dan operasional, beberapa faktor penyebabnya meliputi:
    Kerugian Beruntun: THHE telah mengalami kerugian berturut-turut sejak tahun 2014 akibat penurunan sektor minyak dan gas (O&G).
    Kegagalan Proyek Strategis: Perusahaan gagal memenuhi kontrak senilai RM738,9 juta untuk pengiriman tiga kapal patroli lepas pantai (Offshore Patrol Vessels/OPV) kepada Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) yang terus mengalami penundaan sejak 2020.
    Beban Utang Tinggi: Hingga pertengahan 2022, perusahaan memiliki komitmen utang jangka pendek sebesar RM151,87 juta dan akumulasi kerugian mencapai RM645,99 juta.
    Masalah Manajemen: Pengadilan menemukan adanya potensi benturan kepentingan dalam penunjukan likuidator awal, sehingga memutuskan untuk menunjuk kurator independen guna mengelola aset perusahaan.
    3. Kepemilikan dan Penyelamatan yang Gagal
    THHE sebelumnya merupakan unit di bawah Lembaga Tabung Haji (TH) Malaysia. Namun, karena kinerja yang buruk, sahamnya dialihkan ke unit milik Kementerian Kewangan, Urusharta Jamaah Sdn Bhd (UJSB), pada tahun 2018 sebagai bagian dari upaya rehabilitasi aset.
    Meskipun telah dicoba untuk beralih fokus ke bisnis perbaikan dan pembuatan kapal (shipbuilding) dari sektor O&G, upaya ini tidak mampu memulihkan kondisi keuangan perusahaan.

    BalasHapus
  27. 1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    -------------
    Berdasarkan sumber berita hingga awal tahun 2026, TH Heavy Engineering Berhad (THHE), perusahaan galangan kapal asal Malaysia, telah dinyatakan bangkrut dan menjalani proses likuidasi wajib (compulsory winding-up).
    Berikut adalah ringkasan penyebab dan status kebangkrutannya:
    1. Status Kebangkrutan dan Likuidasi
    Likuidasi Wajib: Pada Juli 2025, Mahkamah Tinggi Kuala Lumpur memerintahkan THHE untuk menjalani likuidasi wajib di bawah pengawasan pengadilan.
    Konversi dari Sukarela: Pengadilan mengubah proses "likuidasi sukarela" yang sebelumnya diajukan perusahaan menjadi "likuidasi wajib" karena adanya keraguan atas integritas proses sebelumnya dan untuk melindungi kepentingan para kreditor independen yang memegang mayoritas utang (sekitar 74,6%).
    Delisting: Saham THHE telah resmi dihapus dari bursa efek (delisted) sejak September 2022 setelah gagal mengajukan rencana restrukturisasi keuangan yang memadai.
    2. Penyebab Utama Kebangkrutan
    Berdasarkan laporan keuangan dan operasional, beberapa faktor penyebabnya meliputi:
    Kerugian Beruntun: THHE telah mengalami kerugian berturut-turut sejak tahun 2014 akibat penurunan sektor minyak dan gas (O&G).
    Kegagalan Proyek Strategis: Perusahaan gagal memenuhi kontrak senilai RM738,9 juta untuk pengiriman tiga kapal patroli lepas pantai (Offshore Patrol Vessels/OPV) kepada Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) yang terus mengalami penundaan sejak 2020.
    Beban Utang Tinggi: Hingga pertengahan 2022, perusahaan memiliki komitmen utang jangka pendek sebesar RM151,87 juta dan akumulasi kerugian mencapai RM645,99 juta.
    Masalah Manajemen: Pengadilan menemukan adanya potensi benturan kepentingan dalam penunjukan likuidator awal, sehingga memutuskan untuk menunjuk kurator independen guna mengelola aset perusahaan.
    3. Kepemilikan dan Penyelamatan yang Gagal
    THHE sebelumnya merupakan unit di bawah Lembaga Tabung Haji (TH) Malaysia. Namun, karena kinerja yang buruk, sahamnya dialihkan ke unit milik Kementerian Kewangan, Urusharta Jamaah Sdn Bhd (UJSB), pada tahun 2018 sebagai bagian dari upaya rehabilitasi aset.
    Meskipun telah dicoba untuk beralih fokus ke bisnis perbaikan dan pembuatan kapal (shipbuilding) dari sektor O&G, upaya ini tidak mampu memulihkan kondisi keuangan perusahaan.

    BalasHapus
  28. MPMS = EXIM KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    In parallel with the defence procurement, Wisma Putra stated that additional agreements are expected to be concluded during the visit. These include memoranda of understanding between the Malondeshn Investment Development Authority and the Investment and Finance Office of the Presidency of the Republic of TΓΌrkiye, cooperation agreements between EXIM Bank Malondesh and Turk Eximbank...
    -----------------------
    Berdasarkan pembelian MPMS (Multi-Purpose Mission Ship) senilai RM304,29 juta tersebut memang menggunakan skema utang atau pembiayaan luar negeri.
    Berikut adalah poin-poin yang mengonfirmasi hal tersebut:
    1. Pelibatan Bank Ekspor-Impor: Adanya kerja sama antara EXIM Bank Malondesh dan Turk Eximbank menunjukkan penggunaan fasilitas kredit ekspor (FKE). Dalam praktik pengadaan pertahanan internasional, skema ini merupakan bentuk utang luar negeri di mana lembaga keuangan dari negara pengekspor (Turk Eximbank) memberikan pinjaman atau penjaminan bagi negara pembeli untuk membiayai pengadaan barang tersebut.
    -----------------------
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    Untuk konteks, sebanyak RM 6.08 bilion daripada siling RM 9.128 bilion telah dibayar kepada BNS oleh kerajaan Malaydesh. Daripada RM 6.08 bilion tersebut, RM 255 juta digunakan untuk menjelas hutang lapuk NGPV, RM 141 juta untuk faedah yang dikenakan kepada hutang NGPV, dan RM 349 juta untuk “cost increase on design activities with NGPV”. Sejumlah RM 745 juta telah digunakan untuk “bailout” projek NGPV.
    RM9.128 bilion ini adalah untuk menjayakan projek LCS, bukan untuk “bailout” projek NGPV. Penggunaan dana sebegini adalah pecah amanah melanggar S.409 Kanun Keseksaan. Pada asasnya, apa yang dilakukan di sini ialah menutup kerugian perjanjian lama yang gagal dengan perjanjian baru. Apa yang dilakukan di sini adalah jenayah.
    Ataupun, PM6 memang memulakan projek LCS secara rundingan terus dengan tujuan untuk membayar hutang lapuk NGPV? Jawapan Najib kepada soalan ini akan bantu kita semua memahami masalah projek LCS

    BalasHapus
  29. MPMS = EXIM KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    In parallel with the defence procurement, Wisma Putra stated that additional agreements are expected to be concluded during the visit. These include memoranda of understanding between the Malondeshn Investment Development Authority and the Investment and Finance Office of the Presidency of the Republic of TΓΌrkiye, cooperation agreements between EXIM Bank Malondesh and Turk Eximbank...
    -----------------------
    Berdasarkan pembelian MPMS (Multi-Purpose Mission Ship) senilai RM304,29 juta tersebut memang menggunakan skema utang atau pembiayaan luar negeri.
    Berikut adalah poin-poin yang mengonfirmasi hal tersebut:
    1. Pelibatan Bank Ekspor-Impor: Adanya kerja sama antara EXIM Bank Malondesh dan Turk Eximbank menunjukkan penggunaan fasilitas kredit ekspor (FKE). Dalam praktik pengadaan pertahanan internasional, skema ini merupakan bentuk utang luar negeri di mana lembaga keuangan dari negara pengekspor (Turk Eximbank) memberikan pinjaman atau penjaminan bagi negara pembeli untuk membiayai pengadaan barang tersebut.
    -----------------------
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    Untuk konteks, sebanyak RM 6.08 bilion daripada siling RM 9.128 bilion telah dibayar kepada BNS oleh kerajaan Malaydesh. Daripada RM 6.08 bilion tersebut, RM 255 juta digunakan untuk menjelas hutang lapuk NGPV, RM 141 juta untuk faedah yang dikenakan kepada hutang NGPV, dan RM 349 juta untuk “cost increase on design activities with NGPV”. Sejumlah RM 745 juta telah digunakan untuk “bailout” projek NGPV.
    RM9.128 bilion ini adalah untuk menjayakan projek LCS, bukan untuk “bailout” projek NGPV. Penggunaan dana sebegini adalah pecah amanah melanggar S.409 Kanun Keseksaan. Pada asasnya, apa yang dilakukan di sini ialah menutup kerugian perjanjian lama yang gagal dengan perjanjian baru. Apa yang dilakukan di sini adalah jenayah.
    Ataupun, PM6 memang memulakan projek LCS secara rundingan terus dengan tujuan untuk membayar hutang lapuk NGPV? Jawapan Najib kepada soalan ini akan bantu kita semua memahami masalah projek LCS

    BalasHapus
  30. EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    In parallel with the defence procurement, Wisma Putra stated that additional agreements are expected to be concluded during the visit. These include memoranda of understanding between the Malondeshn Investment Development Authority and the Investment and Finance Office of the Presidency of the Republic of TΓΌrkiye, cooperation agreements between EXIM Bank Malondesh and Turk Eximbank...
    -----------------------
    Berdasarkan pembelian MPMS (Multi-Purpose Mission Ship) senilai RM304,29 juta tersebut memang menggunakan skema utang atau pembiayaan luar negeri.
    Berikut adalah poin-poin yang mengonfirmasi hal tersebut:
    1. Pelibatan Bank Ekspor-Impor: Adanya kerja sama antara EXIM Bank Malondesh dan Turk Eximbank menunjukkan penggunaan fasilitas kredit ekspor (FKE). Dalam praktik pengadaan pertahanan internasional, skema ini merupakan bentuk utang luar negeri di mana lembaga keuangan dari negara pengekspor (Turk Eximbank) memberikan pinjaman atau penjaminan bagi negara pembeli untuk membiayai pengadaan barang tersebut.
    -
    2. Nota Kesepahaman (MoU) Keuangan: Penyebutan kesepakatan antara lembaga investasi Malondesh dan kantor keuangan kepresidenan Turki yang berjalan paralel dengan pengadaan kapal ini memperkuat bahwa transaksi tersebut melibatkan struktur pembiayaan formal (utang), bukan sekadar pembayaran tunai langsung dari anggaran berjalan.
    -
    3. Karakteristik Pengadaan Pertahanan: Di sektor pertahanan, skema Fasilitas Kredit Ekspor (FKE) atau Kredit Swasta Asing (KSA) adalah metode umum untuk membiayai aset bernilai besar (seperti kapal sepanjang 99 meter) guna menyebar beban fiskal dalam jangka waktu yang lebih lama melalui mekanisme pinjaman.
    Kesimpulan: Ya, pembelian tersebut menggunakan skema utang melalui fasilitas kredit ekspor yang melibatkan kerja sama antara bank pemerintah Malondesh dan Turki
    -----------------------
    MKM = BARTER PALM OIL
    MIG29N = BARTER PALM OIL
    MALAYDESH has used palm oil to barter for military equipment, including fighter jets. The MALAYDESH Armed Forces (MAF) is made up of the Royal MALAYDESH Navy, the Royal MALAYDESH Air Force, and the MALAYDESH Army.
    ----
    A400M
    PEMBAYARAN BERPERINGKAT = DEBT
    MALAYDESH membeli pesawat Airbus A400M secara ansuran dan bukan secara tunai. Pembelian pesawat A400M dilakukan melalui kontrak yang melibatkan bayar berperingkat.
    ----
    FA50M BARTER PALM OIL
    On the other hand, South Korea aims to sell another 18 FA-50s to MALAYDESH in the future. MALAYDESH announced that at least half of the payment would be made in palm oil
    ----
    SCORPENE BARTER PALM OIL
    Under the deal, France would buy RM819 million’s (€230 million) worth of MALAYDESH palm oil, RM327 million (€92 million) of other commodities, and invest RM491 million (€138 million) for training and techNOLogy transfer to local firms here.
    ----
    PT91 BARTER PALM OIL RUBBER
    Payment for the purchase includes 30 percent of direct off-set in the form of training and techNOLogy transfer and 30 percent of indirect off-set in commodities like palm oil and rubber.


    BalasHapus
  31. EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    In parallel with the defence procurement, Wisma Putra stated that additional agreements are expected to be concluded during the visit. These include memoranda of understanding between the Malondeshn Investment Development Authority and the Investment and Finance Office of the Presidency of the Republic of TΓΌrkiye, cooperation agreements between EXIM Bank Malondesh and Turk Eximbank...
    -----------------------
    Berdasarkan pembelian MPMS (Multi-Purpose Mission Ship) senilai RM304,29 juta tersebut memang menggunakan skema utang atau pembiayaan luar negeri.
    Berikut adalah poin-poin yang mengonfirmasi hal tersebut:
    1. Pelibatan Bank Ekspor-Impor: Adanya kerja sama antara EXIM Bank Malondesh dan Turk Eximbank menunjukkan penggunaan fasilitas kredit ekspor (FKE). Dalam praktik pengadaan pertahanan internasional, skema ini merupakan bentuk utang luar negeri di mana lembaga keuangan dari negara pengekspor (Turk Eximbank) memberikan pinjaman atau penjaminan bagi negara pembeli untuk membiayai pengadaan barang tersebut.
    -
    2. Nota Kesepahaman (MoU) Keuangan: Penyebutan kesepakatan antara lembaga investasi Malondesh dan kantor keuangan kepresidenan Turki yang berjalan paralel dengan pengadaan kapal ini memperkuat bahwa transaksi tersebut melibatkan struktur pembiayaan formal (utang), bukan sekadar pembayaran tunai langsung dari anggaran berjalan.
    -
    3. Karakteristik Pengadaan Pertahanan: Di sektor pertahanan, skema Fasilitas Kredit Ekspor (FKE) atau Kredit Swasta Asing (KSA) adalah metode umum untuk membiayai aset bernilai besar (seperti kapal sepanjang 99 meter) guna menyebar beban fiskal dalam jangka waktu yang lebih lama melalui mekanisme pinjaman.
    Kesimpulan: Ya, pembelian tersebut menggunakan skema utang melalui fasilitas kredit ekspor yang melibatkan kerja sama antara bank pemerintah Malondesh dan Turki
    -----------------------
    MKM = BARTER PALM OIL
    MIG29N = BARTER PALM OIL
    MALAYDESH has used palm oil to barter for military equipment, including fighter jets. The MALAYDESH Armed Forces (MAF) is made up of the Royal MALAYDESH Navy, the Royal MALAYDESH Air Force, and the MALAYDESH Army.
    ----
    A400M
    PEMBAYARAN BERPERINGKAT = DEBT
    MALAYDESH membeli pesawat Airbus A400M secara ansuran dan bukan secara tunai. Pembelian pesawat A400M dilakukan melalui kontrak yang melibatkan bayar berperingkat.
    ----
    FA50M BARTER PALM OIL
    On the other hand, South Korea aims to sell another 18 FA-50s to MALAYDESH in the future. MALAYDESH announced that at least half of the payment would be made in palm oil
    ----
    SCORPENE BARTER PALM OIL
    Under the deal, France would buy RM819 million’s (€230 million) worth of MALAYDESH palm oil, RM327 million (€92 million) of other commodities, and invest RM491 million (€138 million) for training and techNOLogy transfer to local firms here.
    ----
    PT91 BARTER PALM OIL RUBBER
    Payment for the purchase includes 30 percent of direct off-set in the form of training and techNOLogy transfer and 30 percent of indirect off-set in commodities like palm oil and rubber.


    BalasHapus
  32. EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    In parallel with the defence procurement, Wisma Putra stated that additional agreements are expected to be concluded during the visit. These include memoranda of understanding between the Malondeshn Investment Development Authority and the Investment and Finance Office of the Presidency of the Republic of TΓΌrkiye, cooperation agreements between EXIM Bank Malondesh and Turk Eximbank...
    -----------------------
    Berdasarkan pembelian MPMS (Multi-Purpose Mission Ship) senilai RM304,29 juta tersebut memang menggunakan skema utang atau pembiayaan luar negeri.
    Berikut adalah poin-poin yang mengonfirmasi hal tersebut:
    1. Pelibatan Bank Ekspor-Impor: Adanya kerja sama antara EXIM Bank Malondesh dan Turk Eximbank menunjukkan penggunaan fasilitas kredit ekspor (FKE). Dalam praktik pengadaan pertahanan internasional, skema ini merupakan bentuk utang luar negeri di mana lembaga keuangan dari negara pengekspor (Turk Eximbank) memberikan pinjaman atau penjaminan bagi negara pembeli untuk membiayai pengadaan barang tersebut.
    -
    2. Nota Kesepahaman (MoU) Keuangan: Penyebutan kesepakatan antara lembaga investasi Malondesh dan kantor keuangan kepresidenan Turki yang berjalan paralel dengan pengadaan kapal ini memperkuat bahwa transaksi tersebut melibatkan struktur pembiayaan formal (utang), bukan sekadar pembayaran tunai langsung dari anggaran berjalan.
    -
    3. Karakteristik Pengadaan Pertahanan: Di sektor pertahanan, skema Fasilitas Kredit Ekspor (FKE) atau Kredit Swasta Asing (KSA) adalah metode umum untuk membiayai aset bernilai besar (seperti kapal sepanjang 99 meter) guna menyebar beban fiskal dalam jangka waktu yang lebih lama melalui mekanisme pinjaman.
    Kesimpulan: Ya, pembelian tersebut menggunakan skema utang melalui fasilitas kredit ekspor yang melibatkan kerja sama antara bank pemerintah Malondesh dan Turki
    -----------------------
    MKM = BARTER PALM OIL
    MIG29N = BARTER PALM OIL
    MALAYDESH has used palm oil to barter for military equipment, including fighter jets. The MALAYDESH Armed Forces (MAF) is made up of the Royal MALAYDESH Navy, the Royal MALAYDESH Air Force, and the MALAYDESH Army.
    ----
    A400M
    PEMBAYARAN BERPERINGKAT = DEBT
    MALAYDESH membeli pesawat Airbus A400M secara ansuran dan bukan secara tunai. Pembelian pesawat A400M dilakukan melalui kontrak yang melibatkan bayar berperingkat.
    ----
    FA50M BARTER PALM OIL
    On the other hand, South Korea aims to sell another 18 FA-50s to MALAYDESH in the future. MALAYDESH announced that at least half of the payment would be made in palm oil
    ----
    SCORPENE BARTER PALM OIL
    Under the deal, France would buy RM819 million’s (€230 million) worth of MALAYDESH palm oil, RM327 million (€92 million) of other commodities, and invest RM491 million (€138 million) for training and techNOLogy transfer to local firms here.
    ----
    PT91 BARTER PALM OIL RUBBER
    Payment for the purchase includes 30 percent of direct off-set in the form of training and techNOLogy transfer and 30 percent of indirect off-set in commodities like palm oil and rubber.


    BalasHapus
  33. SHOPPING KAYA 12 -13 MILIAR USD
    ---------------
    Total nilai kemitraan pertahanan Indonesia-Turki hingga 2026 diperkirakan mencapai 12 hingga 13 miliar USD (sekitar Rp187 - Rp202 triliun).
    1. Jet Tempur Siluman KAAN
    Kesepakatan ini merupakan ekspor militer terbesar dalam sejarah Turki yang ditandatangani pada pertengahan 2025.
    Nilai Kontrak: 10 Miliar USD (setara ± Rp162 triliun).
    Jumlah: 48 Unit.
    Estimasi Harga per Unit: Sekitar 208 juta USD per pesawat dalam paket lengkap..
    Spesifikasi: Jet generasi kelima dengan kemampuan siluman (stealth), sistem berbasis AI, dan 8 internal weapon bay.
    -
    2. Kapal Cepat Rudal (KCR) 70M
    Pengadaan ini bertujuan untuk memperkuat armada pemukul TNI AL dengan kapal yang memiliki mobilitas tinggi dan daya gempur rudal.
    Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 180 - 200 juta USD (± Rp2,8 - Rp3,1 triliun) untuk 2 unit pertama.
    Jumlah: 2 Unit (NB74 dan NB75).
    Rincian Pengadaan:
    Galangan Kapal: Dibangun oleh Sefine Shipyard di Turki.
    Persenjataan Utama: Akan dilengkapi dengan Rudal Jelajah Atmaca buatan Roketsan dan sistem pertahanan titik.
    Status Proyek: Tahap peletakan lunas (keel laying) telah dilakukan pada Juli 2025, dengan fokus pada misi tempur penuh (Full Combat Mission).
    -
    3. Kapal Perang Fregat Kelas-Δ°stif (I-Class)
    Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 1 miliar USD (± Rp15,6 triliun) untuk 2 unit pertama.
    Rincian: Harga rata-rata per unit fregat kelas ini adalah sekitar 500 juta USD. Kontrak ini biasanya mencakup desain, integrasi sistem persenjataan Turki (seperti rudal Atmaca dan sensor Gokdeniz), serta opsi transfer teknologi untuk pembangunan unit selanjutnya di galangan kapal lokal.
    -
    4. Drone ANKA
    Nilai Kontrak: 300 juta USD (sekitar Rp4,5 triliun).
    Rincian: Kontrak ini mencakup 12 unit drone tempur ANKA (6 unit CBU dari Turki dan 6 unit dirakit oleh PT Dirgantara Indonesia). Nilai tersebut sudah termasuk sistem kontrol darat (Ground Control Station), pelatihan, dan logistik selama 24 bulan.
    -
    5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
    Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 400 - 600 juta USD.
    Rincian: Indonesia memesan 60 unit TB3 dan 9 unit AKINCI. Berdasarkan harga ekspor TB3 ke negara lain (sekitar 6–7 juta USD per unit), total kontrak untuk unit-unit ini diperkirakan mencapai ratusan juta dolar. Kerja sama ini melibatkan skema produksi bersama antara Baykar Technologies dan perusahaan lokal Indonesia, Republikorp.
    -
    6. Rudal Jelajah Atmaca & Torpedo Akya
    Estimasi Nilai Kontrak: Lebih dari 500 juta USD.
    Rincian: Indonesia memberikan kontrak awal untuk pengadaan sekitar 45 unit rudal Atmaca. Mengingat rudal ini direncanakan untuk mempersenjatai lebih dari 41 kapal perang TNI AL (termasuk Fregat I-Class dan Kapal Cepat Rudal), nilai total diperkirakan akan terus bertambah seiring penambahan pesanan stok.
    -
    5. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
    Nilai Kontrak Tahap Awal: Sekitar 135 juta USD (untuk fase pertama).
    Rincian: Kontrak awal untuk 18 unit memiliki nilai sekitar 135 juta USD. Namun, dengan target kebutuhan total TNI AD mencapai lebih dari 100 unit [Data User], nilai proyek jangka panjang ini diperkirakan akan melampaui 800 juta USD yang dikelola melalui kerja sama PT Pindad dan FNSS Turki.
    -
    7. Sistem Pertahanan Udara (ADS) KHAN & Trisula
    Estimasi Nilai Kontrak: Ratusan juta dolar AS.
    Rincian: Meskipun angka pasti untuk sistem Trisula (Hisar) belum dipublikasikan secara mendetail, pengadaan sistem rudal balistik taktis KHAN telah terealisasi dengan pengiriman tahap pertama ke Kalimantan pada Agustus 2025.
    -
    8. Rudal Jelajah Γ‡akΔ±r
    Sumber Berita: Neraca, Roketsan Media, dan Republikorp.
    Narasi: Kontrak strategis untuk alih produksi dan pembentukan joint venture ditandatangani pada ajang IDEF 2025 di Istanbul antara Roketsan dan PT Republik Roketsan Indonesia (RRI).
    -
    9. Rudal Pertahanan Udara Sungur
    Sumber Berita: Kompas, Indomiliter, dan Kementerian Pertahanan RI.
    Narasi: Kontrak pengadaan telah ditandatangani oleh Badan Sarana Pertahanan (Baranahan) Kemhan RI dengan Republikorp pada Agustus 2024.
    .

    BalasHapus
  34. SHOPPING KAYA versus MISKIN
    INDONESIA TURKEY = USD 12-13 MILLIAR
    MALAYDESH TURKEY = USD 1,17 MILLIAR
    ---------------
    Total nilai kemitraan pertahanan Indonesia-Turki hingga 2026 diperkirakan mencapai 12 hingga 13 miliar USD (sekitar Rp187 - Rp202 triliun).
    1. Jet Tempur Siluman KAAN
    Kesepakatan ini merupakan ekspor militer terbesar dalam sejarah Turki yang ditandatangani pada pertengahan 2025.
    Nilai Kontrak: 10 Miliar USD (setara ± Rp162 triliun).
    Jumlah: 48 Unit.
    Spesifikasi: Jet generasi kelima dengan kemampuan siluman (stealth), sistem berbasis AI, dan 8 internal weapon bay.
    -
    2. Kapal Cepat Rudal (KCR) 70M
    Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 180 - 200 juta USD (± Rp2,8 - Rp3,1 triliun) untuk 2 unit pertama.
    Jumlah: 2 Unit (NB74 dan NB75).
    -
    3. Kapal Perang Fregat Kelas-Δ°stif (I-Class)
    Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 1 miliar USD (± Rp15,6 triliun) untuk 2 unit pertama.
    -
    4. Drone ANKA
    Nilai Kontrak: 300 juta USD (sekitar Rp4,5 triliun).
    -
    5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
    Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 400 - 600 juta USD.
    -
    6. Rudal Jelajah Atmaca & Torpedo Akya
    Estimasi Nilai Kontrak: Lebih dari 500 juta USD.
    Rincian: Indonesia memberikan kontrak awal untuk pengadaan sekitar 45 unit rudal Atmaca. Mengingat rudal ini direncanakan untuk mempersenjatai lebih dari 41 kapal perang TNI AL (termasuk Fregat I-Class dan Kapal Cepat Rudal), nilai total diperkirakan akan terus bertambah seiring penambahan pesanan stok.
    -
    7. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
    Nilai Kontrak Tahap Awal: Sekitar 135 juta USD (untuk fase pertama).
    Rincian: Kontrak awal untuk 18 unit memiliki nilai sekitar 135 juta USD. Namun, dengan target kebutuhan total TNI AD mencapai lebih dari 100 unit [Data User], nilai proyek jangka panjang ini diperkirakan akan melampaui 800 juta USD yang dikelola melalui kerja sama PT Pindad dan FNSS Turki.
    -
    8. Sistem Pertahanan Udara (ADS) KHAN & Trisula
    Estimasi Nilai Kontrak: Ratusan juta dolar AS.
    Rincian: Meskipun angka pasti untuk sistem Trisula (Hisar) belum dipublikasikan secara mendetail, pengadaan sistem rudal balistik taktis KHAN telah terealisasi dengan pengiriman tahap pertama ke Kalimantan pada Agustus 2025.
    ======================
    ======================
    Total nilai pengadaan militer Malondesh dari Turkiye, berdasarkan rincian yang Anda berikan, diperkirakan mencapai lebih dari US$1,17 miliar
    1. Kapal Perang (Sektor Laut) — Est. >US$1 Miliar
    LMS Batch 2 (Kelas Ada): Kontrak untuk tiga kapal korvet kelas Ada estimasi industri untuk kapal sejenis berada di kisaran US$600 juta - US$800 juta.
    Multi-Purpose Mission Ship (MPMS): Akuisisi kapal misi serbaguna dari galangan kapal Desan pada Maret 2025 bernilai US$68,8 juta.
    -
    2. Drone dan Sistem Udara — Est. US$91,6 Juta
    UAV Anka-S: Kontrak yang ditandatangani dengan Turkish Aerospace Industries (TAI) untuk tiga unit drone Anka-S bernilai US$91,6 juta. Drone ini dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada tahun 2026 untuk mengawasi Laut China Selatan.
    -
    3. Persenjataan Darat dan Rudal — Est. US$20 Juta+
    ATGM Karaok: Malondesh mengakuisisi 18 unit peluncur dan 108 rudal anti-tank Karaok dari Roketsan dengan perkiraan nilai kontrak sekitar US$20 juta

    BalasHapus
  35. RM363,8 JUTA = OPV MADE IN MALAYDESH ......
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    -------------
    Kontrak awal tahun 2017 untuk 3 unit kapal adalah sebesar RM738,9 juta (rata-rata RM246,3 juta/unit). Namun, karena kegagalan manajemen dan keterlambatan bertahun-tahun, pemerintah harus mengeluarkan dana tambahan:
    Suntikan Dana Pertama (2023): Pinjaman sebesar RM152,6 juta untuk menyelesaikan kapal pertama (KM Tun Fatimah).
    Suntikan Dana Kedua (2025): Tambahan sekitar RM200 juta dialokasikan untuk melanjutkan pengerjaan kapal kedua dan ketiga oleh kontraktor baru.
    Total Estimasi Biaya: Anggaran keseluruhan membengkak menjadi sekitar RM1,09 miliar (RM1,091,5 juta). Jika dibagi tiga, maka biaya rata-rata per kapal menjadi sekitar RM363,8 juta
    -------------
    OPV MIRING KABEL PUTUS
    OPV MIRING KABEL PUTUS
    OPV MIRING KABEL PUTUS
    OPV MIRING KABEL PUTUS
    THHE general manager Azizul Hanafee Zain explained that the ship tilted to one side after one of the steel cables attached to the supporting structure underneath the ship was cut.
    ====================
    ====================
    RM339.85 MILLION = MPMS MADE IN TURKI...
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    The second MPMS is valued at RM339.85 million (approximately US$83.75 million). While the Malaysian statement did not specify the shipyard responsible for construction, Malaysian media assessments indicate that the contract is most likely to be executed by DESAN Shipyard, which is currently building the first MPMS for Malaysia

    BalasHapus
  36. Aduh MEMALUkan guys....HAHAHAHA



    Presiden Turkey Erdogan menolak bersalaman dgn Presiden Indonesia Prabowo

    https://web.facebook.com/reel/1432635747934916

    BalasHapus
    Balasan
    1. RM363,8 JUTA = OPV MADE IN MALAYDESH ......
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      -------------
      Kontrak awal tahun 2017 untuk 3 unit kapal adalah sebesar RM738,9 juta (rata-rata RM246,3 juta/unit). Namun, karena kegagalan manajemen dan keterlambatan bertahun-tahun, pemerintah harus mengeluarkan dana tambahan:
      Suntikan Dana Pertama (2023): Pinjaman sebesar RM152,6 juta untuk menyelesaikan kapal pertama (KM Tun Fatimah).
      Suntikan Dana Kedua (2025): Tambahan sekitar RM200 juta dialokasikan untuk melanjutkan pengerjaan kapal kedua dan ketiga oleh kontraktor baru.
      Total Estimasi Biaya: Anggaran keseluruhan membengkak menjadi sekitar RM1,09 miliar (RM1,091,5 juta). Jika dibagi tiga, maka biaya rata-rata per kapal menjadi sekitar RM363,8 juta
      -------------
      OPV MIRING KABEL PUTUS
      OPV MIRING KABEL PUTUS
      OPV MIRING KABEL PUTUS
      OPV MIRING KABEL PUTUS
      THHE general manager Azizul Hanafee Zain explained that the ship tilted to one side after one of the steel cables attached to the supporting structure underneath the ship was cut.
      ====================
      ====================
      RM339.85 MILLION = MPMS MADE IN TURKI...
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      The second MPMS is valued at RM339.85 million (approximately US$83.75 million). While the Malaysian statement did not specify the shipyard responsible for construction, Malaysian media assessments indicate that the contract is most likely to be executed by DESAN Shipyard, which is currently building the first MPMS for Malaysia

      Hapus
    2. 🀝 INDONESIA TURKEY 🀝
      Kerjasama Indonesia dan Turki dalam forum G20 dan MIKTA pada tahun 2026 mencerminkan kemitraan strategis yang semakin mendalam, terutama dalam memperjuangkan kepentingan negara berkembang dan stabilitas global.
      1. Sinergi dalam Forum G20
      Indonesia dan Turki menggunakan platform G20 untuk memperkuat hubungan bilateral dan menyuarakan isu-isu global yang mendesak:
      Penguatan Multilateralisme: Memasuki tahun 2026, kedua negara terus mendorong pemulihan multilateralisme guna menghadapi tantangan ekonomi global dan perubahan iklim.
      Kerjasama Industri Strategis: Di sela-sela pertemuan G20, kedua negara secara rutin menandatangani kesepakatan penting, termasuk di bidang industri pertahanan (Inhan) dan pembangunan infrastruktur seperti proyek Tol Trans-Sumatera yang melibatkan kontraktor Turki.
      Dukungan Kepemimpinan: Turki secara konsisten memberikan dukungan kuat terhadap agenda-agenda Indonesia di G20, khususnya dalam upaya memperbaiki tata kelola ekonomi dunia yang lebih adil bagi negara berkembang.
      2. Kolaborasi dalam MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, Australia)
      Dalam forum MIKTA, Indonesia dan Turki berperan sebagai "jembatan" atau kekuatan penyeimbang (middle powers):
      Penyelesaian Isu Global: Melalui MIKTA, kedua negara berkolaborasi dalam penyelesaian isu perdamaian global, termasuk solidaritas terhadap Palestina dan reformasi tata kelola global.
      Prioritas Pembangunan: Pada pertemuan terbaru di sela KTT G20, para pemimpin MIKTA menekankan pada percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), pemberdayaan pemuda, dan pembangunan perdamaian.
      Kekuatan Penyeimbang: Keduanya sepakat bahwa peran MIKTA sangat krusial dalam memberikan solusi alternatif di tengah polarisasi kekuatan besar dunia.
      ----------------------
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA =
      1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
      2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
      3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
      4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
      5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
      6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
      7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
      8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
      9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
      10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
      -----------------
      NEGARA DENGAN GDP TERBESAR TAHUN 2025 BERDASARKAN PPP (PURCHASING POWER PARITY):
      1. Tiongkok – US$40,7 triliun
      2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
      3. India – US$17,6 triliun
      4. Rusia – US$7,19 triliun
      5. Jepang – US$6,74 triliun
      6. Indonesia – US$5,69 triliun
      7. Jerman – US$5,65 triliun
      8. Brasil – US$5,27 triliun
      9. Turki – US$3,91 triliun
      10. Meksiko – US$3,88 triliun
      11. Mesir – US$3,85 triliun
      12. Inggris – US$3,82 triliun
      13. Prancis – US$3,80 triliun
      14. Iran – US$3,74 triliun
      15. Pakistan – US$2,09 triliun
      16. Bangladesh – US$2,05 triliun
      17. Italia – US$2,04 triliun
      18. Vietnam – US$1,89 triliun
      19. Filipina – US$1,87 triliun
      20. Thailand – US$1,85 triliun
      ------------------
      DAFTAR 20 NEGARA DENGAN GDP NOMINAL TERBESAR TAHUN 2025 :
      1. Amerika Serikat – US$30,34 triliun
      2. Tiongkok – US$19,90 triliun
      3. Jerman – US$5,36 triliun
      4. Jepang – US$4,46 triliun
      5. India – US$4,26 triliun
      6. Inggris – US$3,70 triliun
      7. Prancis – US$3,26 triliun
      8. Italia – US$2,56 triliun
      9. Brasil – US$2,52 triliun
      10. Kanada – US$2,49 triliun
      11. Rusia – US$2,48 triliun
      12. Korea Selatan – US$2,10 triliun
      13. Meksiko – US$1,99 triliun
      14. Spanyol – US$1,82 triliun
      15. Indonesia – US$1,69 triliun
      16. Australia – US$1,68 triliun
      17. Turki – US$1,34 triliun
      18. Arab Saudi – US$1,28 triliun
      19. Belanda – US$1,27 triliun
      20. Swiss – US$1,16 triliun

      Hapus
    3. MITRA STRATEGIS = TRANSFER OF TECHNOLOGY (TOT)
      Indonesia dan Turki telah berkembang menjadi kemitraan strategis yang berfokus pada kemandirian industri pertahanan melalui skema Transfer of Technology (ToT).
      Berikut adalah rincian ToT yang disepakati untuk aset-aset militer tersebut:
      1. Pesawat Tempur KAAN (Generasi Ke-5)
      Produksi Lokal & Perakitan: Kesepakatan mencakup perakitan parsial (partial assembly) di Indonesia serta keterlibatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dalam rantai pasok komponen global.
      Engineering & Design: Insinyur Indonesia terlibat dalam fase pengembangan lanjutan dan rekayasa pesawat untuk membangun basis pengetahuan teknologi siluman (stealth) dan avionik mutakhir.
      Fasilitas MRO: Pembangunan fasilitas pemeliharaan, perbaikan, dan operasional (MRO) di Indonesia untuk menjamin keberlangsungan operasional jet KAAN secara mandiri di masa depan.
      -
      2. Pesawat Tanpa Awak (Drone)
      Bayraktar TB2 & AkΔ±ncΔ±:
      Pabrik Drone Lokal: Melalui kemitraan antara Republikorp dan Baykar Technologies, telah disepakati pembentukan usaha patungan (joint venture) untuk membangun pabrik produksi drone di Indonesia.
      Lisensi Produksi: Indonesia mendapatkan lisensi untuk memproduksi unit-unit ini secara lokal, yang mencakup transfer pengetahuan sistem kendali jarak jauh dan kecerdasan buatan (AI avionics).
      UAV Anka:
      Final Assembly Line (FAL): PTDI memiliki kemampuan untuk melakukan perakitan akhir dan flight line untuk unit-unit Anka yang dipesan.
      UAV Center: Pelatihan bagi engineer dan pilot Indonesia untuk mengelola sistem data link dan membangun pusat keunggulan drone nasional.
      -
      3. Kapal Perang (Fregat Kelas Istif)
      Pembangunan Lokal: Produksi dua unit fregat ini dilakukan melalui kolaborasi antara galangan kapal Turki (TAIS/STM) dengan PT PAL Indonesia menggunakan fasilitas dalam negeri.
      Integrasi Sistem Persenjataan: Kerja sama dengan perusahaan Turki seperti Aselsan dan Roketsan memungkinkan PT PAL untuk mengintegrasikan sistem manajemen tempur (CMS) dan sensor radar AESA generasi terbaru secara mandiri.
      -
      4. Sistem Rudal (KHAN & Γ‡AKIR)
      Joint Venture Roketsan: Pembentukan perusahaan patungan antara Roketsan dan mitra lokal (PT Republik Roketsan Indonesia) untuk memproduksi amunisi dan rudal presisi di dalam negeri.
      Pengembangan Bersama: ToT mencakup teknologi propulsi rudal dan sistem pemandu, yang krusial bagi kemandirian teknologi persenjataan jarak jauh Indonesia.
      -
      5. Kendaraan Tempur (Medium Tank Harimau)
      Kepemilikan Intelektual Bersama: Sejak awal, proyek Harimau (Kaplan MT) adalah desain bersama antara PT Pindad dan FNSS. Indonesia memiliki hak atas desain dan bebas untuk memproduksi atau mengekspornya ke negara ketiga.
      ==============
      ==============
      BUKTI TEMPEL STICKER PARS 8x8 =
      1. TIDAK ADA PERJANJIAN KERJASAMA JV
      2. TIDAK ADA PROTOTIPE
      3. TIDAK ADA UJI KUALIFIKASI
      4. LANGSUNG PRODUKSI MASSAL
      Pada bulan Juni 2011, Perusahaan Turki FNSS membatalkan menandatangani 'surat penawaran dan penerimaan' oleh DRB(DefTech) untuk bantuan desain dan pengembangan kendaraan. Kendaraan AV8 yang dipilih oleh militer MALAYDESH didasarkan pada kendaraan lapis baja beroda 8×8 yang dirancang oleh FNSS Pars 8×8.
      ----
      TEMPEL STICKER HIZIR TURKI
      KASIAN TIADA KEMAMPUAN UJI BALISTIK
      1. UJI BALISTIK DI THAILAND
      2. UJI BALISTIK DI AFRIKA SELATAN
      Selain itu, 2 ujian balistik telah dilakukan iaitu Ujian balistik Tembakan yang dilaksanakan di The Defence TechNOLogy Institute, Bangkok, Thailand dan Ujian Balistik Letupan (Mine/Underbelly Test) di Council for Scientific and Industrial Research, Pretoria, Afrika Selatan.

      Hapus
    4. 🀝 Indonesia – Turki (G20 & MIKTA) > USD 12-13 MILLIAR
      1. Jet Tempur KAAN
      Indonesia jadi pembeli ekspor pertama (2025).
      48 unit, kontrak ±10 miliar USD.
      -
      2. Fregat I-Class
      Pilihan desain Turki untuk armada laut.
      2 unit (opsi tambahan).
      -
      3. Rudal Atmaca & Torpedo Akya
      Ganti rudal Barat dengan teknologi Turki.
      -
      4. Drone ANKA
      Skema ToT dengan PTDI.
      12 unit (6 dari Turki, 6 dirakit di Indonesia).
      -
      5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
      Pengadaan UCAV.
      60 unit TB3, 6 unit AKINCI.
      -
      6. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
      Proyek kerja sama industri pertahanan.
      18 unit awal, target >100 unit.
      -
      7. Sistem Pertahanan Udara KHAN & Trisula (Hisar)
      KHAN: rudal balistik taktis (1–2 baterai).
      Trisula: pertahanan jarak menengah (untuk Kalimantan).
      -
      8. Rudal Jelajah Γ‡akΔ±r
      Produksi lokal dengan ToT.
      -
      9. Rudal Sungur (VSHORAD)
      Pembelian + penjajakan alih teknologi.
      -
      10. Kapal Cepat Rudal FACM-70 (KCR 70)
      TAIS Shipyard bangun 2 unit (2024).
      -
      11. APC Kaplan
      Prototipe kerja sama PT Pindad & FNSS.
      -
      12. Radio Militer SDR
      Litbang Aselsan + PT LEN & Wellracom.
      -
      13. IFV Generasi Baru
      R&D PT Pindad & FNSS.
      -
      14. Produksi Bersama Bayraktar TB3
      Skema ToT + pelatihan + integrasi UAV maritim.
      -
      15. Kerja Sama Kapal Selam
      Penjajakan proyek alternatif di Indo Defence 2025.
      =================
      =================
      πŸ’° Total Pengadaan Militer Malondesh dari Turki
      > US$1,17 miliar
      1. Kapal Perang (Laut) — >US$1 Miliar
      LMS Batch 2 (Kelas Ada): 3 korvet, estimasi US$600–800 juta.
      MPMS (Multi-Purpose Mission Ship): 1 kapal, US$68,8 juta.
      -
      2. Drone & Sistem Udara — US$91,6 Juta
      UAV Anka-S: 3 unit, kontrak US$91,6 juta
      Persenjataan Darat & Rudal — >US$20 Juta
      -
      3. ATGM Karaok: 18 peluncur + 108 rudal, estimasi US$20 juta.

      Hapus
  37. 🀝 INDONESIA TURKEY 🀝
    Kerjasama Indonesia dan Turki dalam forum G20 dan MIKTA pada tahun 2026 mencerminkan kemitraan strategis yang semakin mendalam, terutama dalam memperjuangkan kepentingan negara berkembang dan stabilitas global.
    1. Sinergi dalam Forum G20
    Indonesia dan Turki menggunakan platform G20 untuk memperkuat hubungan bilateral dan menyuarakan isu-isu global yang mendesak:
    Penguatan Multilateralisme: Memasuki tahun 2026, kedua negara terus mendorong pemulihan multilateralisme guna menghadapi tantangan ekonomi global dan perubahan iklim.
    Kerjasama Industri Strategis: Di sela-sela pertemuan G20, kedua negara secara rutin menandatangani kesepakatan penting, termasuk di bidang industri pertahanan (Inhan) dan pembangunan infrastruktur seperti proyek Tol Trans-Sumatera yang melibatkan kontraktor Turki.
    Dukungan Kepemimpinan: Turki secara konsisten memberikan dukungan kuat terhadap agenda-agenda Indonesia di G20, khususnya dalam upaya memperbaiki tata kelola ekonomi dunia yang lebih adil bagi negara berkembang.
    2. Kolaborasi dalam MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, Australia)
    Dalam forum MIKTA, Indonesia dan Turki berperan sebagai "jembatan" atau kekuatan penyeimbang (middle powers):
    Penyelesaian Isu Global: Melalui MIKTA, kedua negara berkolaborasi dalam penyelesaian isu perdamaian global, termasuk solidaritas terhadap Palestina dan reformasi tata kelola global.
    Prioritas Pembangunan: Pada pertemuan terbaru di sela KTT G20, para pemimpin MIKTA menekankan pada percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), pemberdayaan pemuda, dan pembangunan perdamaian.
    Kekuatan Penyeimbang: Keduanya sepakat bahwa peran MIKTA sangat krusial dalam memberikan solusi alternatif di tengah polarisasi kekuatan besar dunia.
    ----------------------
    10 EKONOMI TERBESAR ASIA =
    1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
    2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
    3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
    4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
    5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
    6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
    7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
    8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
    9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
    10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
    -----------------
    NEGARA DENGAN GDP TERBESAR TAHUN 2025 BERDASARKAN PPP (PURCHASING POWER PARITY):
    1. Tiongkok – US$40,7 triliun
    2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
    3. India – US$17,6 triliun
    4. Rusia – US$7,19 triliun
    5. Jepang – US$6,74 triliun
    6. Indonesia – US$5,69 triliun
    7. Jerman – US$5,65 triliun
    8. Brasil – US$5,27 triliun
    9. Turki – US$3,91 triliun
    10. Meksiko – US$3,88 triliun
    11. Mesir – US$3,85 triliun
    12. Inggris – US$3,82 triliun
    13. Prancis – US$3,80 triliun
    14. Iran – US$3,74 triliun
    15. Pakistan – US$2,09 triliun
    16. Bangladesh – US$2,05 triliun
    17. Italia – US$2,04 triliun
    18. Vietnam – US$1,89 triliun
    19. Filipina – US$1,87 triliun
    20. Thailand – US$1,85 triliun
    ------------------
    DAFTAR 20 NEGARA DENGAN GDP NOMINAL TERBESAR TAHUN 2025 :
    1. Amerika Serikat – US$30,34 triliun
    2. Tiongkok – US$19,90 triliun
    3. Jerman – US$5,36 triliun
    4. Jepang – US$4,46 triliun
    5. India – US$4,26 triliun
    6. Inggris – US$3,70 triliun
    7. Prancis – US$3,26 triliun
    8. Italia – US$2,56 triliun
    9. Brasil – US$2,52 triliun
    10. Kanada – US$2,49 triliun
    11. Rusia – US$2,48 triliun
    12. Korea Selatan – US$2,10 triliun
    13. Meksiko – US$1,99 triliun
    14. Spanyol – US$1,82 triliun
    15. Indonesia – US$1,69 triliun
    16. Australia – US$1,68 triliun
    17. Turki – US$1,34 triliun
    18. Arab Saudi – US$1,28 triliun
    19. Belanda – US$1,27 triliun
    20. Swiss – US$1,16 triliun

    BalasHapus
  38. bukan saja Salam di tolak malah TAK DIANGGAP....HAHAHAHAH



    Momen presiden erdogan walk out dan senggol kursi presiden prabowo saat pidato bela gaza di ktt D-8

    https://www.youtube.com/shorts/SIKjyfPfP1g

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1950 = INDONESIA TURKEY
      1950 = MALAYDESH MASIH BRITISH
      -
      G20 = INDONESIA TURKEY
      MIKTA = INDONESIA TURKEY
      --------
      1950 = INDONESIA TURKEY
      1950 = MALAYDESH MASIH BRITISH
      Indonesia and Turkey established diplomatic relations in 1950. Diplomatic relations are particularly important because both are Muslim-majority countries as well as modern democracies. Indonesia has an embassy in Ankara[ and consulate-general in Istanbul. Turkey has an embassy in Jakarta
      ---------
      JVC INDONESIA TURKI.....
      60 SET TB3
      9 SET AKINCI
      Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set yang akan mendukung strategi penguatan industri kedirgantaraan dan kemandirian pertahanan nasional.
      ---------
      JV INDONESIA TURKEY
      ASELSAN DAN ROKETSAN ...........
      SARP
      CENK
      FCS
      DATA LINK
      SUNGUR
      CAKIR
      MAM-L
      UAV
      TANK
      Turkish defence firms Aselsan and Roketsan have signed strategic agreements for defence industry transfers with Indonesia under the leadership of TΓΌrkiye’s Presidency of Defence Industries (SSB) in Jakarta.
      Turkish defence firm representatives and Indonesian President-elect and Defence Minister Prabowo Subianto met in the Indonesian capital on Monday, marking a “historic moment reflecting the strong ties between TΓΌrkiye and Indonesia,” said Haluk Gorgun, president of the SSB.
      In scope of the agreements, Aselsan’s remote controlled stabilised weapon system “SARP,” the four-dimensional search radar “CENK,” the Fire Control System, and the firm’s Data Link will be provided to Indonesia, in addition to Roketsan’s air defence missile system “SUNGUR,” the cruise missile “CAKIR,” and the smart micro munition “MAM-L.”
      Additionally, memorandums of understanding on the transfers of unmanned surface vehicles, tank modernisation, and missile system maintenance were signed
      ---------
      Indonesia and Turkey have collaborated on missile development and purchases, including air defense missiles, cruise missiles, and fast missile boats.
      Missile development
      • Kaplan APC
      A new armored personnel carrier (APC) that can accommodate up to 13 people. The APC will be manufactured in Turkey, with the second and subsequent APCs manufactured in Indonesia.
      • Joint production of anti-ship cruise missiles
      Turkey and Indonesia are collaborating to jointly produce anti-ship cruise missiles in Indonesia.
      Missile purchases
      • ATMACA missiles
      The Turkish company Rocketsan supplied ATMACA missiles to Indonesia to modernize the armaments of Indonesian Navy warships.
      • SUNGUR air defense missile system
      The Turkish defense company Roketsan will supply Indonesia with the SUNGUR air defense missile system.
      • Γ‡AKIR cruise missile
      The Turkish defense company Roketsan will supply Indonesia with the Γ‡AKIR cruise missile.
      Fast missile boats
      • The Indonesian Ministry of Defense purchased two combat mission fast missile boats (NB74 and NB75) from TAIS, a consortium of five Turkish shipyards. The boats are armed with anti-ship missiles, gun or torpedoes
      ---------
      NEW COLLABORATIONS FROM ASELSAN IN INDONESIA
      ASELSAN President & CEO Ahmet Akyol announced that new agreements have been signed with Indonesia in line with ASELSAN's growth objectives for 2030, centered on expanding its global reach.
      During an official visit to Indonesia led by the Turkish Presidency of Defence Industries (SSB), strategic agreements related to defense industry transfers were signed, which represents a significant step for reinforcing ASELSAN’s presence in the Asia-Pacific region.
      In frame of the agreements, the two countries have formalized strategic deals involving the use of ASELSAN’s Remote-Controlled Stabilized Weapon System SARP, 4D Search Radar CENK, Naval Gun Fire Control System, Air Defence Missile Fire Control System (FCS) and Missile Data Link by Indonesia

      Hapus
    2. 1950 = INDONESIA TURKEY
      1950 = MALAYDESH MASIH BRITISH
      -
      G20 = INDONESIA TURKEY
      MIKTA = INDONESIA TURKEY
      --------
      1950 = INDONESIA TURKEY
      1950 = MALAYDESH MASIH BRITISH
      Indonesia and Turkey established diplomatic relations in 1950. Diplomatic relations are particularly important because both are Muslim-majority countries as well as modern democracies. Indonesia has an embassy in Ankara[ and consulate-general in Istanbul. Turkey has an embassy in Jakarta
      ---------
      JVC INDONESIA TURKI.....
      60 SET TB3
      9 SET AKINCI
      Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set yang akan mendukung strategi penguatan industri kedirgantaraan dan kemandirian pertahanan nasional.
      ---------
      JV INDONESIA TURKEY
      ASELSAN DAN ROKETSAN ...........
      SARP
      CENK
      FCS
      DATA LINK
      SUNGUR
      CAKIR
      MAM-L
      UAV
      TANK
      Turkish defence firms Aselsan and Roketsan have signed strategic agreements for defence industry transfers with Indonesia under the leadership of TΓΌrkiye’s Presidency of Defence Industries (SSB) in Jakarta.
      Turkish defence firm representatives and Indonesian President-elect and Defence Minister Prabowo Subianto met in the Indonesian capital on Monday, marking a “historic moment reflecting the strong ties between TΓΌrkiye and Indonesia,” said Haluk Gorgun, president of the SSB.
      In scope of the agreements, Aselsan’s remote controlled stabilised weapon system “SARP,” the four-dimensional search radar “CENK,” the Fire Control System, and the firm’s Data Link will be provided to Indonesia, in addition to Roketsan’s air defence missile system “SUNGUR,” the cruise missile “CAKIR,” and the smart micro munition “MAM-L.”
      Additionally, memorandums of understanding on the transfers of unmanned surface vehicles, tank modernisation, and missile system maintenance were signed
      ---------
      Indonesia and Turkey have collaborated on missile development and purchases, including air defense missiles, cruise missiles, and fast missile boats.
      Missile development
      • Kaplan APC
      A new armored personnel carrier (APC) that can accommodate up to 13 people. The APC will be manufactured in Turkey, with the second and subsequent APCs manufactured in Indonesia.
      • Joint production of anti-ship cruise missiles
      Turkey and Indonesia are collaborating to jointly produce anti-ship cruise missiles in Indonesia.
      Missile purchases
      • ATMACA missiles
      The Turkish company Rocketsan supplied ATMACA missiles to Indonesia to modernize the armaments of Indonesian Navy warships.
      • SUNGUR air defense missile system
      The Turkish defense company Roketsan will supply Indonesia with the SUNGUR air defense missile system.
      • Γ‡AKIR cruise missile
      The Turkish defense company Roketsan will supply Indonesia with the Γ‡AKIR cruise missile.
      Fast missile boats
      • The Indonesian Ministry of Defense purchased two combat mission fast missile boats (NB74 and NB75) from TAIS, a consortium of five Turkish shipyards. The boats are armed with anti-ship missiles, gun or torpedoes
      ---------
      NEW COLLABORATIONS FROM ASELSAN IN INDONESIA
      ASELSAN President & CEO Ahmet Akyol announced that new agreements have been signed with Indonesia in line with ASELSAN's growth objectives for 2030, centered on expanding its global reach.
      During an official visit to Indonesia led by the Turkish Presidency of Defence Industries (SSB), strategic agreements related to defense industry transfers were signed, which represents a significant step for reinforcing ASELSAN’s presence in the Asia-Pacific region.
      In frame of the agreements, the two countries have formalized strategic deals involving the use of ASELSAN’s Remote-Controlled Stabilized Weapon System SARP, 4D Search Radar CENK, Naval Gun Fire Control System, Air Defence Missile Fire Control System (FCS) and Missile Data Link by Indonesia

      Hapus
    3. PRODUK DALAM NEGERI 2025 =
      1. Kapal Fregat (Frigate Merah Putih) = KRI BALAPUTRADEWA 322
      2. Kapal Cepat Rudal (KCR) = KRI BELATI-622 DAN KRI KERAMBIT-627
      3. Kapal Korvet dan Pendukung = KRI BUNG KARNO-369
      4. Proyek Kapal Selam = KSOT DAN SCORPENA EVOLVED
      ---------
      PRODUK DALAM NEGERI 2009-2024
      KAPAL CEPAT RUDAL PRODUK PT PAL =
      1. KRI Kapak 625
      2. KRI Panah 626
      3. KRI Kerambit 627
      4. KRI Sampari 628
      5. KRI Tombak 629
      6. KRI Halasan 630
      KAPAL CEPAT RUDAL PRODUK SWASTA NASIONAL =
      1. KRI Clurit 641
      2. KRI Kujang 642
      3. KRI Beladau 643
      4. KRI Alamang 644
      5. KRI Surik 645
      6. KRI Siwar 646
      7. KRI Parang 647
      8. KRI Terapang 648
      9. KRI Golok (Trimaran) 688
      KAPAL PATROLI CEPAT PRODUK SWASTA NASIONAL =
      1. KRI Pari 849
      2. KRI Sembilang 850
      3. KRI Sidat 851
      4. KRI Cakalang 852
      5. KRI Tatihu 853
      6. KRI Layaran 854
      7. KRI Madidihang 855
      8. KRI Kurau 856
      9. KRI Torani 860
      10. KRI Lepu 861
      11. KRI Albakora 867
      12. KRI Bubara 868
      13. KRI Gulamah 869
      14. KRI Posepa 870
      15. KRI Escolar 871
      16. KRI Karotang 872
      17. KRI Mata Bongsang 873
      18. KRI Dorang 874
      19. KRI Bawal 875
      20. KRI Tuna 876
      21. KRI Marlin 877
      22. KRI Butana 878
      23. KRI Selar 879
      24. KRI Hampala 880
      25. KRI Lumba-Lumba 881
      KAPAL KORVET PRODUK SWASTA NASIONAL =
      1. KRI VVIP Bung Karno 369
      2. KRI Bung Hatta 370
      3. KRI Raja Ali Fisabilillah 391
      4. KRI Lukas Rumkoren 392
      ASET KAPAL PERANG SUPPORTING FORCE TNI AL PRODUKSI DALAM NEGERI
      KAPAL LOGISTIK PRODUK SWASTA NASIONAL =
      1. KRI Dumai 904
      2. KRI Tarakan 905
      3. KRI Bontang 906
      4. KRI Balongan 907
      KAPAL LPD (LANDING PLATFORM DOCK) PRODUK PT PAL =
      1. KRI Semarang 594
      2. KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
      3. KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
      KAPAL PEMETAAN BAWAH AIR PRODUK SWASTA NASIONAL =
      1. KRI Pollux 935
      KAPAL SELAM TRANSFER TEKNOLOGI KORSEL-PT PAL =
      1. KRI Nagapasa 403
      2. KRI Ardadedali 404
      3. KRI Alugoro 405
      ==========
      ==========
      GORILA MALAYDESH ......
      LCS OPV NGPVS FAILED
      LCS OPV NGPVS FAILED
      LCS OPV NGPVS FAILED
      Local shipyards have poor record building big ships. LCS is one, Kedah is the first. The MMEA OPV is the other one. No need to be a cheerleader about it and trying to play it safe. It’s bad then it’s bad. Can blame the system, blame the politicians, blame the lack of controls, blame the people, the fact remains the local shipyards failed to deliver, and it has cost RMN. Less we forget, BNS (from the days of PSC-ND) had more than 20+ years to learn building complex ships. Also, the shipbuilding pipeline is too limited to support a local industry, meaning there is no learning possible – BNS (and its predecessor PSC-ND) only had contract to build 12 warships in its existence. In fact, come 2030, after 30 years, if we’re lucky the shipyard would still only have built 11 ships. In contrast ST Engineering had more than 40 ships over 28 years and have confirmed 6 new ships out to 2030. Learning is one thing, tolerating “still learning” after 20 plus years is not good enough. Not recognising learning is not possible because of limited pipeline is another. Local shipyards have proven capable of building certain type of ships because of good pipeline, so good for them that they win those contract – they can learn over time to build bigger ships. But for now, no need to be a cheerleader for local shipyards pitching to win big ships for RMN and MMEA.

      Hapus
  39. 1950 = INDONESIA TURKEY
    1950 = MALAYDESH MASIH BRITISH
    -
    G20 = INDONESIA TURKEY
    MIKTA = INDONESIA TURKEY
    --------
    1950 = INDONESIA TURKEY
    1950 = MALAYDESH MASIH BRITISH
    Indonesia and Turkey established diplomatic relations in 1950. Diplomatic relations are particularly important because both are Muslim-majority countries as well as modern democracies. Indonesia has an embassy in Ankara[ and consulate-general in Istanbul. Turkey has an embassy in Jakarta
    ---------
    JVC INDONESIA TURKI.....
    60 SET TB3
    9 SET AKINCI
    Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set yang akan mendukung strategi penguatan industri kedirgantaraan dan kemandirian pertahanan nasional.
    ---------
    JV INDONESIA TURKEY
    ASELSAN DAN ROKETSAN ...........
    SARP
    CENK
    FCS
    DATA LINK
    SUNGUR
    CAKIR
    MAM-L
    UAV
    TANK
    Turkish defence firms Aselsan and Roketsan have signed strategic agreements for defence industry transfers with Indonesia under the leadership of TΓΌrkiye’s Presidency of Defence Industries (SSB) in Jakarta.
    Turkish defence firm representatives and Indonesian President-elect and Defence Minister Prabowo Subianto met in the Indonesian capital on Monday, marking a “historic moment reflecting the strong ties between TΓΌrkiye and Indonesia,” said Haluk Gorgun, president of the SSB.
    In scope of the agreements, Aselsan’s remote controlled stabilised weapon system “SARP,” the four-dimensional search radar “CENK,” the Fire Control System, and the firm’s Data Link will be provided to Indonesia, in addition to Roketsan’s air defence missile system “SUNGUR,” the cruise missile “CAKIR,” and the smart micro munition “MAM-L.”
    Additionally, memorandums of understanding on the transfers of unmanned surface vehicles, tank modernisation, and missile system maintenance were signed
    ---------
    Indonesia and Turkey have collaborated on missile development and purchases, including air defense missiles, cruise missiles, and fast missile boats.
    Missile development
    • Kaplan APC
    A new armored personnel carrier (APC) that can accommodate up to 13 people. The APC will be manufactured in Turkey, with the second and subsequent APCs manufactured in Indonesia.
    • Joint production of anti-ship cruise missiles
    Turkey and Indonesia are collaborating to jointly produce anti-ship cruise missiles in Indonesia.
    Missile purchases
    • ATMACA missiles
    The Turkish company Rocketsan supplied ATMACA missiles to Indonesia to modernize the armaments of Indonesian Navy warships.
    • SUNGUR air defense missile system
    The Turkish defense company Roketsan will supply Indonesia with the SUNGUR air defense missile system.
    • Γ‡AKIR cruise missile
    The Turkish defense company Roketsan will supply Indonesia with the Γ‡AKIR cruise missile.
    Fast missile boats
    • The Indonesian Ministry of Defense purchased two combat mission fast missile boats (NB74 and NB75) from TAIS, a consortium of five Turkish shipyards. The boats are armed with anti-ship missiles, gun or torpedoes
    ---------
    NEW COLLABORATIONS FROM ASELSAN IN INDONESIA
    ASELSAN President & CEO Ahmet Akyol announced that new agreements have been signed with Indonesia in line with ASELSAN's growth objectives for 2030, centered on expanding its global reach.
    During an official visit to Indonesia led by the Turkish Presidency of Defence Industries (SSB), strategic agreements related to defense industry transfers were signed, which represents a significant step for reinforcing ASELSAN’s presence in the Asia-Pacific region.
    In frame of the agreements, the two countries have formalized strategic deals involving the use of ASELSAN’s Remote-Controlled Stabilized Weapon System SARP, 4D Search Radar CENK, Naval Gun Fire Control System, Air Defence Missile Fire Control System (FCS) and Missile Data Link by Indonesia

    BalasHapus
  40. pssstttt... kapal buatan INDIANESIA baru cecah air terus TERBAKAR....HAHAHAHHA



    https://img.antarafoto.com/cache/1200x804/2012/09/28/kri-klewang-terbakar-5hpr-dom.jpg

    BalasHapus
    Balasan
    1. 62 KAPAL PERANG BUATAN INDONESIA (2006–2025)
      1. Kapal Cepat Rudal (KCR) – PT PAL ➡️ Total: 6 unit
      KRI Kapak 625
      KRI Panah 626
      KRI Kerambit 627
      KRI Sampari 628
      KRI Tombak 629
      KRI Halasan 630
      2. Kapal Cepat Rudal (KCR) – Swasta Nasional ➡️ Total: 9 unit
      KRI Clurit 641
      KRI Kujang 642
      KRI Beladau 643
      KRI Alamang 644
      KRI Surik 645
      KRI Siwar 646
      KRI Parang 647
      KRI Terapang 648
      KRI Golok 688 (Trimaran)
      3. Kapal Patroli Cepat – Swasta Nasional ➡️ Total: 25 unit
      KRI Pari – 849
      KRI Sembilang – 850
      KRI Sidat – 851
      KRI Cakalang – 852
      KRI Tatihu – 853
      KRI Layaran – 854
      KRI Madidihang – 855
      KRI Kurau – 856
      KRI Torani – 860
      KRI Lepu – 861
      KRI Albakora – 867
      KRI Bubara – 868
      KRI Gulamah – 869
      KRI Posepa – 870
      KRI Escolar – 871
      KRI Karotang – 872
      KRI Mata Bongsang – 873
      KRI Dorang – 874
      KRI Bawal – 875
      KRI Tuna – 876
      KRI Marlin – 877
      KRI Butana – 878
      KRI Selar – 879
      KRI Hampala – 880
      KRI Lumba-Lumba – 881
      4. Kapal Korvet – Swasta Nasional ➡️ Total: 8 unit
      KRI Diponegoro 365
      KRI Hasanuddin 366
      KRI Sultan Iskandar Muda 367
      KRI Frans Kaisiepo 368
      KRI Bung Karno 369
      KRI Bung Hatta 370
      KRI Raja Ali Fisabilillah 391
      KRI Lukas Rumkoren 392
      5. Kapal Logistik – Swasta Nasional ➡️ Total: 4 unit
      KRI Dumai 904
      KRI Tarakan 905
      KRI Bontang 906
      KRI Balongan 907
      6. Kapal LPD (Landing Platform Dock) – PT PAL ➡️ Total: 3 unit
      KRI Semarang 594
      KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
      KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
      7. Kapal Pemetaan Bawah Air – Swasta Nasional ➡️ Total: 1 unit
      KRI Pollux 935
      8. Kapal Selam – PT PAL (ToT Korsel) ➡️ Total: 3 unit
      KRI Nagapasa 403
      KRI Ardadedali 404
      KRI Alugoro 405
      9. Produk Baru 2025 ➡️ Total: 3 unit
      KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih)
      KRI Belati 622 (KCR)
      KRI Kerambit 627 (KCR)
      πŸ“Š Total Keseluruhan
      KCR PT PAL = 6
      KCR Swasta = 9
      Kapal Patroli Cepat = 25
      Korvet = 4
      Logistik = 4
      LPD = 3
      Pemetaan = 1
      Kapal Selam = 3
      Produk Baru 2025 = 3
      ➡️ TOTAL: 62 kapal perang produksi dalam negeri (2006–2025).
      ===========
      ===========
      7 KAPAL GUNBOAT 2006-2025 BUATAN MALAYDESH
      1. NGPVs GUNBOAT = PAY 27 REAL 6
      KD Pahang (F172) – 3 Ogos 2006
      KD Terengganu (F174) – 8 Disember 2009
      KD Kelantan (F175) – 8 Mei 2010
      KD Selangor (F176) – 28 Disember 2010
      KD Perak (F173) – 3 Jun 2009
      2. OPV PAY 3 REAL 1 = MIRING
      KD TUN FATIMAH 2023
      3. LCS PAY 6 REAL 0 (NULL) = MANGKRAK 15 TAHUN
      --------------
      😝62 WITH AMMO versus 7 GUNBOAT😝

      Hapus
    2. 62 KAPAL PERANG BUATAN INDONESIA (2006–2025)
      1. Kapal Cepat Rudal (KCR) – PT PAL ➡️ Total: 6 unit
      KRI Kapak 625
      KRI Panah 626
      KRI Kerambit 627
      KRI Sampari 628
      KRI Tombak 629
      KRI Halasan 630
      2. Kapal Cepat Rudal (KCR) – Swasta Nasional ➡️ Total: 9 unit
      KRI Clurit 641
      KRI Kujang 642
      KRI Beladau 643
      KRI Alamang 644
      KRI Surik 645
      KRI Siwar 646
      KRI Parang 647
      KRI Terapang 648
      KRI Golok 688 (Trimaran)
      3. Kapal Patroli Cepat – Swasta Nasional ➡️ Total: 25 unit
      KRI Pari – 849
      KRI Sembilang – 850
      KRI Sidat – 851
      KRI Cakalang – 852
      KRI Tatihu – 853
      KRI Layaran – 854
      KRI Madidihang – 855
      KRI Kurau – 856
      KRI Torani – 860
      KRI Lepu – 861
      KRI Albakora – 867
      KRI Bubara – 868
      KRI Gulamah – 869
      KRI Posepa – 870
      KRI Escolar – 871
      KRI Karotang – 872
      KRI Mata Bongsang – 873
      KRI Dorang – 874
      KRI Bawal – 875
      KRI Tuna – 876
      KRI Marlin – 877
      KRI Butana – 878
      KRI Selar – 879
      KRI Hampala – 880
      KRI Lumba-Lumba – 881
      4. Kapal Korvet – Swasta Nasional ➡️ Total: 8 unit
      KRI Diponegoro 365
      KRI Hasanuddin 366
      KRI Sultan Iskandar Muda 367
      KRI Frans Kaisiepo 368
      KRI Bung Karno 369
      KRI Bung Hatta 370
      KRI Raja Ali Fisabilillah 391
      KRI Lukas Rumkoren 392
      5. Kapal Logistik – Swasta Nasional ➡️ Total: 4 unit
      KRI Dumai 904
      KRI Tarakan 905
      KRI Bontang 906
      KRI Balongan 907
      6. Kapal LPD (Landing Platform Dock) – PT PAL ➡️ Total: 3 unit
      KRI Semarang 594
      KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
      KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
      7. Kapal Pemetaan Bawah Air – Swasta Nasional ➡️ Total: 1 unit
      KRI Pollux 935
      8. Kapal Selam – PT PAL (ToT Korsel) ➡️ Total: 3 unit
      KRI Nagapasa 403
      KRI Ardadedali 404
      KRI Alugoro 405
      9. Produk Baru 2025 ➡️ Total: 3 unit
      KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih)
      KRI Belati 622 (KCR)
      KRI Kerambit 627 (KCR)
      πŸ“Š Total Keseluruhan
      KCR PT PAL = 6
      KCR Swasta = 9
      Kapal Patroli Cepat = 25
      Korvet = 4
      Logistik = 4
      LPD = 3
      Pemetaan = 1
      Kapal Selam = 3
      Produk Baru 2025 = 3
      ➡️ TOTAL: 62 kapal perang produksi dalam negeri (2006–2025).
      ===========
      ===========
      7 KAPAL GUNBOAT 2006-2025 BUATAN MALAYDESH
      1. NGPVs GUNBOAT = PAY 27 REAL 6
      KD Pahang (F172) – 3 Ogos 2006
      KD Terengganu (F174) – 8 Disember 2009
      KD Kelantan (F175) – 8 Mei 2010
      KD Selangor (F176) – 28 Disember 2010
      KD Perak (F173) – 3 Jun 2009
      2. OPV PAY 3 REAL 1 = MIRING
      KD TUN FATIMAH 2023
      3. LCS PAY 6 REAL 0 (NULL) = MANGKRAK 15 TAHUN
      --------------
      😝62 WITH AMMO versus 7 GUNBOAT😝

      Hapus
    3. TIMELINE KAPAL PERANG INDONESIA (2006–2025)
      2006–2010: Awal Kebangkitan Industri Kapal Perang Nasional
      2006–2009 → Produksi awal Kapal Patroli Cepat oleh galangan swasta nasional (KRI Pari 849, KRI Sembilang 850, KRI Sidat 851, dst).
      2009 → Peluncuran KRI Clurit 641 (KCR pertama buatan swasta nasional).
      2010 → KRI Kujang 642 (KCR).
      2011–2015: Era Modernisasi & Korvet SIGMA
      2011 → KRI Beladau 643 (KCR).
      2012 → KRI Alamang 644 (KCR).
      2013 → KRI Surik 645, KRI Siwar 646 (KCR).
      2014 → KRI Parang 647, KRI Terapang 648 (KCR).
      2014–2015 → Produksi masif Kapal Patroli Cepat (hingga KRI Lumba-Lumba 881).
      2015 → KRI Diponegoro 365, KRI Hasanuddin 366, KRI Sultan Iskandar Muda 367, KRI Frans Kaisiepo 368 (Korvet SIGMA).
      2016–2020: Diversifikasi & Kapal Selam
      2016 → KRI Sampari 628 (KCR PT PAL).
      2017 → KRI Tombak 629, KRI Halasan 630 (KCR PT PAL).
      2017 → KRI Nagapasa 403 (Kapal Selam pertama hasil ToT Korsel).
      2018 → KRI Ardadedali 404 (Kapal Selam).
      2019 → KRI Alugoro 405 (Kapal Selam pertama dirakit di Indonesia).
      2019–2020 → KRI Bung Karno 369, KRI Bung Hatta 370, KRI Raja Ali Fisabilillah 391, KRI Lukas Rumkoren 392 (Korvet tambahan).
      2020 → KRI Golok 688 (Trimaran KCR).
      2021–2024: Kapal Logistik & LPD
      2021 → KRI Dumai 904, KRI Tarakan 905 (Kapal Logistik).
      2022 → KRI Bontang 906, KRI Balongan 907 (Kapal Logistik).
      2022 → KRI Semarang 594 (LPD).
      2022–2023 → KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991, KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992 (LPD).
      2023 → KRI Pollux 935 (Kapal Pemetaan Bawah Air).
      2025: Produk Baru & Fregat Merah Putih
      2025 → KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih).
      2025 → KRI Belati 622 (KCR).
      2025 → KRI Kerambit 627 (KCR terbaru).
      ===========
      ===========
      7 KAPAL GUNBOAT 2006-2025 BUATAN MALAYDESH
      1. NGPVs GUNBOAT = PAY 27 REAL 6
      KD Pahang (F172) – 3 Ogos 2006
      KD Terengganu (F174) – 8 Disember 2009
      KD Kelantan (F175) – 8 Mei 2010
      KD Selangor (F176) – 28 Disember 2010
      KD Perak (F173) – 3 Jun 2009
      2. OPV PAY 3 REAL 1 = MIRING
      KD TUN FATIMAH 2023
      3. LCS PAY 6 REAL 0 (NULL) = MANGKRAK 15 TAHUN
      --------------
      😝BEDA KASTA BEDA LEVEL😝

      Hapus
    4. 1950 = INDONESIA TURKEY
      1950 = MALAYDESH MASIH BRITISH
      -
      G20 = INDONESIA TURKEY
      MIKTA = INDONESIA TURKEY
      --------
      1950 = INDONESIA TURKEY
      1950 = MALAYDESH MASIH BRITISH
      Indonesia and Turkey established diplomatic relations in 1950. Diplomatic relations are particularly important because both are Muslim-majority countries as well as modern democracies. Indonesia has an embassy in Ankara[ and consulate-general in Istanbul. Turkey has an embassy in Jakarta
      ---------
      JVC INDONESIA TURKI.....
      60 SET TB3
      9 SET AKINCI
      Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set yang akan mendukung strategi penguatan industri kedirgantaraan dan kemandirian pertahanan nasional.
      ---------
      JV INDONESIA TURKEY
      ASELSAN DAN ROKETSAN ...........
      SARP
      CENK
      FCS
      DATA LINK
      SUNGUR
      CAKIR
      MAM-L
      UAV
      TANK
      Turkish defence firms Aselsan and Roketsan have signed strategic agreements for defence industry transfers with Indonesia under the leadership of TΓΌrkiye’s Presidency of Defence Industries (SSB) in Jakarta.
      Turkish defence firm representatives and Indonesian President-elect and Defence Minister Prabowo Subianto met in the Indonesian capital on Monday, marking a “historic moment reflecting the strong ties between TΓΌrkiye and Indonesia,” said Haluk Gorgun, president of the SSB.
      In scope of the agreements, Aselsan’s remote controlled stabilised weapon system “SARP,” the four-dimensional search radar “CENK,” the Fire Control System, and the firm’s Data Link will be provided to Indonesia, in addition to Roketsan’s air defence missile system “SUNGUR,” the cruise missile “CAKIR,” and the smart micro munition “MAM-L.”
      Additionally, memorandums of understanding on the transfers of unmanned surface vehicles, tank modernisation, and missile system maintenance were signed
      ---------
      Indonesia and Turkey have collaborated on missile development and purchases, including air defense missiles, cruise missiles, and fast missile boats.
      Missile development
      • Kaplan APC
      A new armored personnel carrier (APC) that can accommodate up to 13 people. The APC will be manufactured in Turkey, with the second and subsequent APCs manufactured in Indonesia.
      • Joint production of anti-ship cruise missiles
      Turkey and Indonesia are collaborating to jointly produce anti-ship cruise missiles in Indonesia.
      Missile purchases
      • ATMACA missiles
      The Turkish company Rocketsan supplied ATMACA missiles to Indonesia to modernize the armaments of Indonesian Navy warships.
      • SUNGUR air defense missile system
      The Turkish defense company Roketsan will supply Indonesia with the SUNGUR air defense missile system.
      • Γ‡AKIR cruise missile
      The Turkish defense company Roketsan will supply Indonesia with the Γ‡AKIR cruise missile.
      Fast missile boats
      • The Indonesian Ministry of Defense purchased two combat mission fast missile boats (NB74 and NB75) from TAIS, a consortium of five Turkish shipyards. The boats are armed with anti-ship missiles, gun or torpedoes
      ---------
      NEW COLLABORATIONS FROM ASELSAN IN INDONESIA
      ASELSAN President & CEO Ahmet Akyol announced that new agreements have been signed with Indonesia in line with ASELSAN's growth objectives for 2030, centered on expanding its global reach.
      During an official visit to Indonesia led by the Turkish Presidency of Defence Industries (SSB), strategic agreements related to defense industry transfers were signed, which represents a significant step for reinforcing ASELSAN’s presence in the Asia-Pacific region.
      In frame of the agreements, the two countries have formalized strategic deals involving the use of ASELSAN’s Remote-Controlled Stabilized Weapon System SARP, 4D Search Radar CENK, Naval Gun Fire Control System, Air Defence Missile Fire Control System (FCS) and Missile Data Link by Indonesia

      Hapus
  41. Itu sama seperti f18 malaydesh ya 😁😁😁😁

    BalasHapus
  42. Pantes malaydesh mau ambil f18. Cuma yg mau diambil malaydesh versi sampahnya 😁😁😁😁 versi paling usang.

    BalasHapus
  43. BUKTI bukan saja Salam di tolak malah TAK DIANGGAP....HAHAHAHAH



    Momen presiden erdogan walk out dan senggol kursi presiden prabowo saat pidato bela gaza di ktt D-8

    https://www.youtube.com/shorts/SIKjyfPfP1g

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1950 = INDONESIA TURKEY
      1950 = MALAYDESH MASIH BRITISH
      -
      G20 = INDONESIA TURKEY
      MIKTA = INDONESIA TURKEY
      --------
      1950 = INDONESIA TURKEY
      1950 = MALAYDESH MASIH BRITISH
      Indonesia and Turkey established diplomatic relations in 1950. Diplomatic relations are particularly important because both are Muslim-majority countries as well as modern democracies. Indonesia has an embassy in Ankara[ and consulate-general in Istanbul. Turkey has an embassy in Jakarta
      ---------
      JVC INDONESIA TURKI.....
      60 SET TB3
      9 SET AKINCI
      Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set yang akan mendukung strategi penguatan industri kedirgantaraan dan kemandirian pertahanan nasional.
      ---------
      JV INDONESIA TURKEY
      ASELSAN DAN ROKETSAN ...........
      SARP
      CENK
      FCS
      DATA LINK
      SUNGUR
      CAKIR
      MAM-L
      UAV
      TANK
      Turkish defence firms Aselsan and Roketsan have signed strategic agreements for defence industry transfers with Indonesia under the leadership of TΓΌrkiye’s Presidency of Defence Industries (SSB) in Jakarta.
      Turkish defence firm representatives and Indonesian President-elect and Defence Minister Prabowo Subianto met in the Indonesian capital on Monday, marking a “historic moment reflecting the strong ties between TΓΌrkiye and Indonesia,” said Haluk Gorgun, president of the SSB.
      In scope of the agreements, Aselsan’s remote controlled stabilised weapon system “SARP,” the four-dimensional search radar “CENK,” the Fire Control System, and the firm’s Data Link will be provided to Indonesia, in addition to Roketsan’s air defence missile system “SUNGUR,” the cruise missile “CAKIR,” and the smart micro munition “MAM-L.”
      Additionally, memorandums of understanding on the transfers of unmanned surface vehicles, tank modernisation, and missile system maintenance were signed
      ---------
      Indonesia and Turkey have collaborated on missile development and purchases, including air defense missiles, cruise missiles, and fast missile boats.
      Missile development
      • Kaplan APC
      A new armored personnel carrier (APC) that can accommodate up to 13 people. The APC will be manufactured in Turkey, with the second and subsequent APCs manufactured in Indonesia.
      • Joint production of anti-ship cruise missiles
      Turkey and Indonesia are collaborating to jointly produce anti-ship cruise missiles in Indonesia.
      Missile purchases
      • ATMACA missiles
      The Turkish company Rocketsan supplied ATMACA missiles to Indonesia to modernize the armaments of Indonesian Navy warships.
      • SUNGUR air defense missile system
      The Turkish defense company Roketsan will supply Indonesia with the SUNGUR air defense missile system.
      • Γ‡AKIR cruise missile
      The Turkish defense company Roketsan will supply Indonesia with the Γ‡AKIR cruise missile.
      Fast missile boats
      • The Indonesian Ministry of Defense purchased two combat mission fast missile boats (NB74 and NB75) from TAIS, a consortium of five Turkish shipyards. The boats are armed with anti-ship missiles, gun or torpedoes
      ---------
      NEW COLLABORATIONS FROM ASELSAN IN INDONESIA
      ASELSAN President & CEO Ahmet Akyol announced that new agreements have been signed with Indonesia in line with ASELSAN's growth objectives for 2030, centered on expanding its global reach.
      During an official visit to Indonesia led by the Turkish Presidency of Defence Industries (SSB), strategic agreements related to defense industry transfers were signed, which represents a significant step for reinforcing ASELSAN’s presence in the Asia-Pacific region.
      In frame of the agreements, the two countries have formalized strategic deals involving the use of ASELSAN’s Remote-Controlled Stabilized Weapon System SARP, 4D Search Radar CENK, Naval Gun Fire Control System, Air Defence Missile Fire Control System (FCS) and Missile Data Link by Indonesia

      Hapus
    2. 1950 = INDONESIA TURKEY
      1950 = MALAYDESH MASIH BRITISH
      -
      G20 = INDONESIA TURKEY
      MIKTA = INDONESIA TURKEY
      --------
      1950 = INDONESIA TURKEY
      1950 = MALAYDESH MASIH BRITISH
      Indonesia and Turkey established diplomatic relations in 1950. Diplomatic relations are particularly important because both are Muslim-majority countries as well as modern democracies. Indonesia has an embassy in Ankara[ and consulate-general in Istanbul. Turkey has an embassy in Jakarta
      ---------
      JVC INDONESIA TURKI.....
      60 SET TB3
      9 SET AKINCI
      Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set yang akan mendukung strategi penguatan industri kedirgantaraan dan kemandirian pertahanan nasional.
      ---------
      JV INDONESIA TURKEY
      ASELSAN DAN ROKETSAN ...........
      SARP
      CENK
      FCS
      DATA LINK
      SUNGUR
      CAKIR
      MAM-L
      UAV
      TANK
      Turkish defence firms Aselsan and Roketsan have signed strategic agreements for defence industry transfers with Indonesia under the leadership of TΓΌrkiye’s Presidency of Defence Industries (SSB) in Jakarta.
      Turkish defence firm representatives and Indonesian President-elect and Defence Minister Prabowo Subianto met in the Indonesian capital on Monday, marking a “historic moment reflecting the strong ties between TΓΌrkiye and Indonesia,” said Haluk Gorgun, president of the SSB.
      In scope of the agreements, Aselsan’s remote controlled stabilised weapon system “SARP,” the four-dimensional search radar “CENK,” the Fire Control System, and the firm’s Data Link will be provided to Indonesia, in addition to Roketsan’s air defence missile system “SUNGUR,” the cruise missile “CAKIR,” and the smart micro munition “MAM-L.”
      Additionally, memorandums of understanding on the transfers of unmanned surface vehicles, tank modernisation, and missile system maintenance were signed
      ---------
      Indonesia and Turkey have collaborated on missile development and purchases, including air defense missiles, cruise missiles, and fast missile boats.
      Missile development
      • Kaplan APC
      A new armored personnel carrier (APC) that can accommodate up to 13 people. The APC will be manufactured in Turkey, with the second and subsequent APCs manufactured in Indonesia.
      • Joint production of anti-ship cruise missiles
      Turkey and Indonesia are collaborating to jointly produce anti-ship cruise missiles in Indonesia.
      Missile purchases
      • ATMACA missiles
      The Turkish company Rocketsan supplied ATMACA missiles to Indonesia to modernize the armaments of Indonesian Navy warships.
      • SUNGUR air defense missile system
      The Turkish defense company Roketsan will supply Indonesia with the SUNGUR air defense missile system.
      • Γ‡AKIR cruise missile
      The Turkish defense company Roketsan will supply Indonesia with the Γ‡AKIR cruise missile.
      Fast missile boats
      • The Indonesian Ministry of Defense purchased two combat mission fast missile boats (NB74 and NB75) from TAIS, a consortium of five Turkish shipyards. The boats are armed with anti-ship missiles, gun or torpedoes
      ---------
      NEW COLLABORATIONS FROM ASELSAN IN INDONESIA
      ASELSAN President & CEO Ahmet Akyol announced that new agreements have been signed with Indonesia in line with ASELSAN's growth objectives for 2030, centered on expanding its global reach.
      During an official visit to Indonesia led by the Turkish Presidency of Defence Industries (SSB), strategic agreements related to defense industry transfers were signed, which represents a significant step for reinforcing ASELSAN’s presence in the Asia-Pacific region.
      In frame of the agreements, the two countries have formalized strategic deals involving the use of ASELSAN’s Remote-Controlled Stabilized Weapon System SARP, 4D Search Radar CENK, Naval Gun Fire Control System, Air Defence Missile Fire Control System (FCS) and Missile Data Link by Indonesia

      Hapus
  44. pssstttt... kapal buatan INDIANESIA baru cecah air terus TERBAKAR....HAHAHAHHA



    https://img.antarafoto.com/cache/1200x804/2012/09/28/kri-klewang-terbakar-5hpr-dom.jpg

    BalasHapus
    Balasan
    1. 62 KAPAL PERANG BUATAN INDONESIA (2006–2025)
      1. Kapal Cepat Rudal (KCR) – PT PAL ➡️ Total: 6 unit
      KRI Kapak 625
      KRI Panah 626
      KRI Kerambit 627
      KRI Sampari 628
      KRI Tombak 629
      KRI Halasan 630
      2. Kapal Cepat Rudal (KCR) – Swasta Nasional ➡️ Total: 9 unit
      KRI Clurit 641
      KRI Kujang 642
      KRI Beladau 643
      KRI Alamang 644
      KRI Surik 645
      KRI Siwar 646
      KRI Parang 647
      KRI Terapang 648
      KRI Golok 688 (Trimaran)
      3. Kapal Patroli Cepat – Swasta Nasional ➡️ Total: 25 unit
      KRI Pari – 849
      KRI Sembilang – 850
      KRI Sidat – 851
      KRI Cakalang – 852
      KRI Tatihu – 853
      KRI Layaran – 854
      KRI Madidihang – 855
      KRI Kurau – 856
      KRI Torani – 860
      KRI Lepu – 861
      KRI Albakora – 867
      KRI Bubara – 868
      KRI Gulamah – 869
      KRI Posepa – 870
      KRI Escolar – 871
      KRI Karotang – 872
      KRI Mata Bongsang – 873
      KRI Dorang – 874
      KRI Bawal – 875
      KRI Tuna – 876
      KRI Marlin – 877
      KRI Butana – 878
      KRI Selar – 879
      KRI Hampala – 880
      KRI Lumba-Lumba – 881
      4. Kapal Korvet – Swasta Nasional ➡️ Total: 8 unit
      KRI Diponegoro 365
      KRI Hasanuddin 366
      KRI Sultan Iskandar Muda 367
      KRI Frans Kaisiepo 368
      KRI Bung Karno 369
      KRI Bung Hatta 370
      KRI Raja Ali Fisabilillah 391
      KRI Lukas Rumkoren 392
      5. Kapal Logistik – Swasta Nasional ➡️ Total: 4 unit
      KRI Dumai 904
      KRI Tarakan 905
      KRI Bontang 906
      KRI Balongan 907
      6. Kapal LPD (Landing Platform Dock) – PT PAL ➡️ Total: 3 unit
      KRI Semarang 594
      KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
      KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
      7. Kapal Pemetaan Bawah Air – Swasta Nasional ➡️ Total: 1 unit
      KRI Pollux 935
      8. Kapal Selam – PT PAL (ToT Korsel) ➡️ Total: 3 unit
      KRI Nagapasa 403
      KRI Ardadedali 404
      KRI Alugoro 405
      9. Produk Baru 2025 ➡️ Total: 3 unit
      KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih)
      KRI Belati 622 (KCR)
      KRI Kerambit 627 (KCR)
      πŸ“Š Total Keseluruhan
      KCR PT PAL = 6
      KCR Swasta = 9
      Kapal Patroli Cepat = 25
      Korvet = 4
      Logistik = 4
      LPD = 3
      Pemetaan = 1
      Kapal Selam = 3
      Produk Baru 2025 = 3
      ➡️ TOTAL: 62 kapal perang produksi dalam negeri (2006–2025).
      ===========
      ===========
      7 KAPAL GUNBOAT 2006-2025 BUATAN MALAYDESH
      1. NGPVs GUNBOAT = PAY 27 REAL 6
      KD Pahang (F172) – 3 Ogos 2006
      KD Terengganu (F174) – 8 Disember 2009
      KD Kelantan (F175) – 8 Mei 2010
      KD Selangor (F176) – 28 Disember 2010
      KD Perak (F173) – 3 Jun 2009
      2. OPV PAY 3 REAL 1 = MIRING
      KD TUN FATIMAH 2023
      3. LCS PAY 6 REAL 0 (NULL) = MANGKRAK 15 TAHUN
      --------------
      😝62 WITH AMMO versus 7 GUNBOAT😝

      Hapus
    2. 62 KAPAL PERANG BUATAN INDONESIA (2006–2025)
      1. Kapal Cepat Rudal (KCR) – PT PAL ➡️ Total: 6 unit
      KRI Kapak 625
      KRI Panah 626
      KRI Kerambit 627
      KRI Sampari 628
      KRI Tombak 629
      KRI Halasan 630
      2. Kapal Cepat Rudal (KCR) – Swasta Nasional ➡️ Total: 9 unit
      KRI Clurit 641
      KRI Kujang 642
      KRI Beladau 643
      KRI Alamang 644
      KRI Surik 645
      KRI Siwar 646
      KRI Parang 647
      KRI Terapang 648
      KRI Golok 688 (Trimaran)
      3. Kapal Patroli Cepat – Swasta Nasional ➡️ Total: 25 unit
      KRI Pari – 849
      KRI Sembilang – 850
      KRI Sidat – 851
      KRI Cakalang – 852
      KRI Tatihu – 853
      KRI Layaran – 854
      KRI Madidihang – 855
      KRI Kurau – 856
      KRI Torani – 860
      KRI Lepu – 861
      KRI Albakora – 867
      KRI Bubara – 868
      KRI Gulamah – 869
      KRI Posepa – 870
      KRI Escolar – 871
      KRI Karotang – 872
      KRI Mata Bongsang – 873
      KRI Dorang – 874
      KRI Bawal – 875
      KRI Tuna – 876
      KRI Marlin – 877
      KRI Butana – 878
      KRI Selar – 879
      KRI Hampala – 880
      KRI Lumba-Lumba – 881
      4. Kapal Korvet – Swasta Nasional ➡️ Total: 8 unit
      KRI Diponegoro 365
      KRI Hasanuddin 366
      KRI Sultan Iskandar Muda 367
      KRI Frans Kaisiepo 368
      KRI Bung Karno 369
      KRI Bung Hatta 370
      KRI Raja Ali Fisabilillah 391
      KRI Lukas Rumkoren 392
      5. Kapal Logistik – Swasta Nasional ➡️ Total: 4 unit
      KRI Dumai 904
      KRI Tarakan 905
      KRI Bontang 906
      KRI Balongan 907
      6. Kapal LPD (Landing Platform Dock) – PT PAL ➡️ Total: 3 unit
      KRI Semarang 594
      KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
      KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
      7. Kapal Pemetaan Bawah Air – Swasta Nasional ➡️ Total: 1 unit
      KRI Pollux 935
      8. Kapal Selam – PT PAL (ToT Korsel) ➡️ Total: 3 unit
      KRI Nagapasa 403
      KRI Ardadedali 404
      KRI Alugoro 405
      9. Produk Baru 2025 ➡️ Total: 3 unit
      KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih)
      KRI Belati 622 (KCR)
      KRI Kerambit 627 (KCR)
      πŸ“Š Total Keseluruhan
      KCR PT PAL = 6
      KCR Swasta = 9
      Kapal Patroli Cepat = 25
      Korvet = 4
      Logistik = 4
      LPD = 3
      Pemetaan = 1
      Kapal Selam = 3
      Produk Baru 2025 = 3
      ➡️ TOTAL: 62 kapal perang produksi dalam negeri (2006–2025).
      ===========
      ===========
      7 KAPAL GUNBOAT 2006-2025 BUATAN MALAYDESH
      1. NGPVs GUNBOAT = PAY 27 REAL 6
      KD Pahang (F172) – 3 Ogos 2006
      KD Terengganu (F174) – 8 Disember 2009
      KD Kelantan (F175) – 8 Mei 2010
      KD Selangor (F176) – 28 Disember 2010
      KD Perak (F173) – 3 Jun 2009
      2. OPV PAY 3 REAL 1 = MIRING
      KD TUN FATIMAH 2023
      3. LCS PAY 6 REAL 0 (NULL) = MANGKRAK 15 TAHUN
      --------------
      😝62 WITH AMMO versus 7 GUNBOAT😝

      Hapus
    3. 62 KAPAL PERANG BUATAN INDONESIA (2006–2025)
      1. Kapal Cepat Rudal (KCR) – PT PAL ➡️ Total: 6 unit
      KRI Kapak 625
      KRI Panah 626
      KRI Kerambit 627
      KRI Sampari 628
      KRI Tombak 629
      KRI Halasan 630
      2. Kapal Cepat Rudal (KCR) – Swasta Nasional ➡️ Total: 9 unit
      KRI Clurit 641
      KRI Kujang 642
      KRI Beladau 643
      KRI Alamang 644
      KRI Surik 645
      KRI Siwar 646
      KRI Parang 647
      KRI Terapang 648
      KRI Golok 688 (Trimaran)
      3. Kapal Patroli Cepat – Swasta Nasional ➡️ Total: 25 unit
      KRI Pari – 849
      KRI Sembilang – 850
      KRI Sidat – 851
      KRI Cakalang – 852
      KRI Tatihu – 853
      KRI Layaran – 854
      KRI Madidihang – 855
      KRI Kurau – 856
      KRI Torani – 860
      KRI Lepu – 861
      KRI Albakora – 867
      KRI Bubara – 868
      KRI Gulamah – 869
      KRI Posepa – 870
      KRI Escolar – 871
      KRI Karotang – 872
      KRI Mata Bongsang – 873
      KRI Dorang – 874
      KRI Bawal – 875
      KRI Tuna – 876
      KRI Marlin – 877
      KRI Butana – 878
      KRI Selar – 879
      KRI Hampala – 880
      KRI Lumba-Lumba – 881
      4. Kapal Korvet – Swasta Nasional ➡️ Total: 8 unit
      KRI Diponegoro 365
      KRI Hasanuddin 366
      KRI Sultan Iskandar Muda 367
      KRI Frans Kaisiepo 368
      KRI Bung Karno 369
      KRI Bung Hatta 370
      KRI Raja Ali Fisabilillah 391
      KRI Lukas Rumkoren 392
      5. Kapal Logistik – Swasta Nasional ➡️ Total: 4 unit
      KRI Dumai 904
      KRI Tarakan 905
      KRI Bontang 906
      KRI Balongan 907
      6. Kapal LPD (Landing Platform Dock) – PT PAL ➡️ Total: 3 unit
      KRI Semarang 594
      KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
      KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
      7. Kapal Pemetaan Bawah Air – Swasta Nasional ➡️ Total: 1 unit
      KRI Pollux 935
      8. Kapal Selam – PT PAL (ToT Korsel) ➡️ Total: 3 unit
      KRI Nagapasa 403
      KRI Ardadedali 404
      KRI Alugoro 405
      9. Produk Baru 2025 ➡️ Total: 3 unit
      KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih)
      KRI Belati 622 (KCR)
      KRI Kerambit 627 (KCR)
      πŸ“Š Total Keseluruhan
      KCR PT PAL = 6
      KCR Swasta = 9
      Kapal Patroli Cepat = 25
      Korvet = 4
      Logistik = 4
      LPD = 3
      Pemetaan = 1
      Kapal Selam = 3
      Produk Baru 2025 = 3
      ➡️ TOTAL: 62 kapal perang produksi dalam negeri (2006–2025).
      ===========
      ===========
      7 KAPAL GUNBOAT 2006-2025 BUATAN MALAYDESH
      1. NGPVs GUNBOAT = PAY 27 REAL 6
      KD Pahang (F172) – 3 Ogos 2006
      KD Terengganu (F174) – 8 Disember 2009
      KD Kelantan (F175) – 8 Mei 2010
      KD Selangor (F176) – 28 Disember 2010
      KD Perak (F173) – 3 Jun 2009
      2. OPV PAY 3 REAL 1 = MIRING
      KD TUN FATIMAH 2023
      3. LCS PAY 6 REAL 0 (NULL) = MANGKRAK 15 TAHUN
      --------------
      😝62 WITH AMMO versus 7 GUNBOAT😝

      Hapus
    4. 🀝 INDONESIA TURKEY 🀝
      Kerjasama Indonesia dan Turki dalam forum G20 dan MIKTA pada tahun 2026 mencerminkan kemitraan strategis yang semakin mendalam, terutama dalam memperjuangkan kepentingan negara berkembang dan stabilitas global.
      1. Sinergi dalam Forum G20
      Indonesia dan Turki menggunakan platform G20 untuk memperkuat hubungan bilateral dan menyuarakan isu-isu global yang mendesak:
      Penguatan Multilateralisme: Memasuki tahun 2026, kedua negara terus mendorong pemulihan multilateralisme guna menghadapi tantangan ekonomi global dan perubahan iklim.
      Kerjasama Industri Strategis: Di sela-sela pertemuan G20, kedua negara secara rutin menandatangani kesepakatan penting, termasuk di bidang industri pertahanan (Inhan) dan pembangunan infrastruktur seperti proyek Tol Trans-Sumatera yang melibatkan kontraktor Turki.
      Dukungan Kepemimpinan: Turki secara konsisten memberikan dukungan kuat terhadap agenda-agenda Indonesia di G20, khususnya dalam upaya memperbaiki tata kelola ekonomi dunia yang lebih adil bagi negara berkembang.
      2. Kolaborasi dalam MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, Australia)
      Dalam forum MIKTA, Indonesia dan Turki berperan sebagai "jembatan" atau kekuatan penyeimbang (middle powers):
      Penyelesaian Isu Global: Melalui MIKTA, kedua negara berkolaborasi dalam penyelesaian isu perdamaian global, termasuk solidaritas terhadap Palestina dan reformasi tata kelola global.
      Prioritas Pembangunan: Pada pertemuan terbaru di sela KTT G20, para pemimpin MIKTA menekankan pada percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), pemberdayaan pemuda, dan pembangunan perdamaian.
      Kekuatan Penyeimbang: Keduanya sepakat bahwa peran MIKTA sangat krusial dalam memberikan solusi alternatif di tengah polarisasi kekuatan besar dunia.
      ----------------------
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA =
      1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
      2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
      3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
      4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
      5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
      6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
      7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
      8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
      9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
      10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
      -----------------
      NEGARA DENGAN GDP TERBESAR TAHUN 2025 BERDASARKAN PPP (PURCHASING POWER PARITY):
      1. Tiongkok – US$40,7 triliun
      2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
      3. India – US$17,6 triliun
      4. Rusia – US$7,19 triliun
      5. Jepang – US$6,74 triliun
      6. Indonesia – US$5,69 triliun
      7. Jerman – US$5,65 triliun
      8. Brasil – US$5,27 triliun
      9. Turki – US$3,91 triliun
      10. Meksiko – US$3,88 triliun
      11. Mesir – US$3,85 triliun
      12. Inggris – US$3,82 triliun
      13. Prancis – US$3,80 triliun
      14. Iran – US$3,74 triliun
      15. Pakistan – US$2,09 triliun
      16. Bangladesh – US$2,05 triliun
      17. Italia – US$2,04 triliun
      18. Vietnam – US$1,89 triliun
      19. Filipina – US$1,87 triliun
      20. Thailand – US$1,85 triliun
      ------------------
      DAFTAR 20 NEGARA DENGAN GDP NOMINAL TERBESAR TAHUN 2025 :
      1. Amerika Serikat – US$30,34 triliun
      2. Tiongkok – US$19,90 triliun
      3. Jerman – US$5,36 triliun
      4. Jepang – US$4,46 triliun
      5. India – US$4,26 triliun
      6. Inggris – US$3,70 triliun
      7. Prancis – US$3,26 triliun
      8. Italia – US$2,56 triliun
      9. Brasil – US$2,52 triliun
      10. Kanada – US$2,49 triliun
      11. Rusia – US$2,48 triliun
      12. Korea Selatan – US$2,10 triliun
      13. Meksiko – US$1,99 triliun
      14. Spanyol – US$1,82 triliun
      15. Indonesia – US$1,69 triliun
      16. Australia – US$1,68 triliun
      17. Turki – US$1,34 triliun
      18. Arab Saudi – US$1,28 triliun
      19. Belanda – US$1,27 triliun
      20. Swiss – US$1,16 triliun

      Hapus
  45. Saya kira malaydesh ngemis growler, ternyata ngemis hornet sampah. Ha ha ha ha. Pemulung dong

    BalasHapus
  46. Saya kira malaydesh ngemis growler, ternyata ngemis hornet sampah. Ha ha ha ha. Pemulung dong

    BalasHapus
  47. Ngemis hornet sampahpun malaydesh masih tak.mampu utk upgrade. Ha ha ha ha minggir lu miskin parahhhh

    BalasHapus
  48. lagi hebat sebelah...kapal baru cecah air sudah TERBAKAR....GHOIB terussss.....HAHAHAHAH

    https://image.jpnn.com/resize/1200x800-80/picture/watermark/20120929_073130/073130_663437_KRI_Klewang_terbakar_dlm.jpg

    BalasHapus
    Balasan
    1. 62 KAPAL PERANG BUATAN INDONESIA (2006–2025)
      1. Kapal Cepat Rudal (KCR) – PT PAL ➡️ Total: 6 unit
      KRI Kapak 625
      KRI Panah 626
      KRI Kerambit 627
      KRI Sampari 628
      KRI Tombak 629
      KRI Halasan 630
      2. Kapal Cepat Rudal (KCR) – Swasta Nasional ➡️ Total: 9 unit
      KRI Clurit 641
      KRI Kujang 642
      KRI Beladau 643
      KRI Alamang 644
      KRI Surik 645
      KRI Siwar 646
      KRI Parang 647
      KRI Terapang 648
      KRI Golok 688 (Trimaran)
      3. Kapal Patroli Cepat – Swasta Nasional ➡️ Total: 25 unit
      KRI Pari – 849
      KRI Sembilang – 850
      KRI Sidat – 851
      KRI Cakalang – 852
      KRI Tatihu – 853
      KRI Layaran – 854
      KRI Madidihang – 855
      KRI Kurau – 856
      KRI Torani – 860
      KRI Lepu – 861
      KRI Albakora – 867
      KRI Bubara – 868
      KRI Gulamah – 869
      KRI Posepa – 870
      KRI Escolar – 871
      KRI Karotang – 872
      KRI Mata Bongsang – 873
      KRI Dorang – 874
      KRI Bawal – 875
      KRI Tuna – 876
      KRI Marlin – 877
      KRI Butana – 878
      KRI Selar – 879
      KRI Hampala – 880
      KRI Lumba-Lumba – 881
      4. Kapal Korvet – Swasta Nasional ➡️ Total: 8 unit
      KRI Diponegoro 365
      KRI Hasanuddin 366
      KRI Sultan Iskandar Muda 367
      KRI Frans Kaisiepo 368
      KRI Bung Karno 369
      KRI Bung Hatta 370
      KRI Raja Ali Fisabilillah 391
      KRI Lukas Rumkoren 392
      5. Kapal Logistik – Swasta Nasional ➡️ Total: 4 unit
      KRI Dumai 904
      KRI Tarakan 905
      KRI Bontang 906
      KRI Balongan 907
      6. Kapal LPD (Landing Platform Dock) – PT PAL ➡️ Total: 3 unit
      KRI Semarang 594
      KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
      KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
      7. Kapal Pemetaan Bawah Air – Swasta Nasional ➡️ Total: 1 unit
      KRI Pollux 935
      8. Kapal Selam – PT PAL (ToT Korsel) ➡️ Total: 3 unit
      KRI Nagapasa 403
      KRI Ardadedali 404
      KRI Alugoro 405
      9. Produk Baru 2025 ➡️ Total: 3 unit
      KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih)
      KRI Belati 622 (KCR)
      KRI Kerambit 627 (KCR)
      πŸ“Š Total Keseluruhan
      KCR PT PAL = 6
      KCR Swasta = 9
      Kapal Patroli Cepat = 25
      Korvet = 4
      Logistik = 4
      LPD = 3
      Pemetaan = 1
      Kapal Selam = 3
      Produk Baru 2025 = 3
      ➡️ TOTAL: 62 kapal perang produksi dalam negeri (2006–2025).
      ===========
      ===========
      7 KAPAL GUNBOAT 2006-2025 BUATAN MALAYDESH
      1. NGPVs GUNBOAT = PAY 27 REAL 6
      KD Pahang (F172) – 3 Ogos 2006
      KD Terengganu (F174) – 8 Disember 2009
      KD Kelantan (F175) – 8 Mei 2010
      KD Selangor (F176) – 28 Disember 2010
      KD Perak (F173) – 3 Jun 2009
      2. OPV PAY 3 REAL 1 = MIRING
      KD TUN FATIMAH 2023
      3. LCS PAY 6 REAL 0 (NULL) = MANGKRAK 15 TAHUN
      --------------
      😝62 WITH AMMO versus 7 GUNBOAT😝

      Hapus
    2. PROTANK = TAGIH HUTANG 15 TAHUN BNS/LUNAS
      PROTANK = TAGIH HUTANG 15 TAHUN BNS/LUNAS
      PROTANK = TAGIH HUTANG 15 TAHUN BNS/LUNAS
      PROTANK = TAGIH HUTANG 15 TAHUN BNS/LUNAS
      PROTANK = TAGIH HUTANG 15 TAHUN BNS/LUNAS
      PROTANK = TAGIH HUTANG 15 TAHUN BNS/LUNAS
      PROTANK = TAGIH HUTANG 15 TAHUN BNS/LUNAS
      PROTANK = TAGIH HUTANG 15 TAHUN BNS/LUNAS
      PROTANK = TAGIH HUTANG 15 TAHUN BNS/LUNAS
      PROTANK = TAGIH HUTANG 15 TAHUN BNS/LUNAS
      PROTANK = TAGIH HUTANG 15 TAHUN BNS/LUNAS
      PROTANK = TAGIH HUTANG 15 TAHUN BNS/LUNAS
      PROTANK = TAGIH HUTANG 15 TAHUN BNS/LUNAS
      PROTANK = TAGIH HUTANG 15 TAHUN BNS/LUNAS
      PROTANK = TAGIH HUTANG 15 TAHUN BNS/LUNAS
      PROTANK = TAGIH HUTANG 15 TAHUN BNS/LUNAS
      PROTANK = TAGIH HUTANG 15 TAHUN BNS/LUNAS
      PROTANK = TAGIH HUTANG 15 TAHUN BNS/LUNAS
      PROTANK = TAGIH HUTANG 15 TAHUN BNS/LUNAS
      PROTANK = TAGIH HUTANG 15 TAHUN BNS/LUNAS
      PROTANK = TAGIH HUTANG 15 TAHUN BNS/LUNAS
      PROTANK = TAGIH HUTANG 15 TAHUN BNS/LUNAS
      PROTANK = TAGIH HUTANG 15 TAHUN BNS/LUNAS
      PROTANK = TAGIH HUTANG 15 TAHUN BNS/LUNAS
      PROTANK = TAGIH HUTANG 15 TAHUN BNS/LUNAS
      PROTANK = TAGIH HUTANG 15 TAHUN BNS/LUNAS
      PROTANK = TAGIH HUTANG 15 TAHUN BNS/LUNAS
      PROTANK = TAGIH HUTANG 15 TAHUN BNS/LUNAS
      PROTANK = TAGIH HUTANG 15 TAHUN BNS/LUNAS
      PROTANK = TAGIH HUTANG 15 TAHUN BNS/LUNAS
      PROTANK = TAGIH HUTANG 15 TAHUN BNS/LUNAS
      PROTANK = TAGIH HUTANG 15 TAHUN BNS/LUNAS
      PROTANK = TAGIH HUTANG 15 TAHUN BNS/LUNAS
      PROTANK = TAGIH HUTANG 15 TAHUN BNS/LUNAS
      PROTANK = TAGIH HUTANG 15 TAHUN BNS/LUNAS
      PROTANK = TAGIH HUTANG 15 TAHUN BNS/LUNAS
      PROTANK = TAGIH HUTANG 15 TAHUN BNS/LUNAS
      HIGH COURT MALAYDESH
      High Court to decide on Boustead Naval Shipyard restraining order against creditors on June 2
      Since then, it is understood that other creditors have intervened in the ongoing court proceedings over the scheme of arrangement. Besides :
      1.MTU Services
      2. Contraves Sdn Bhd,
      3. Axima Concept SA
      4. Contraves Advanced Devices Sdn Bhd,
      5. Contraves Electrodynamics Sdn Bhd
      6. Tyco Fire, Security & Services Malaydesh Sdn Bhd
      7. iXblue SAS
      8. iXblue Sdn Bhd
      9. PROTANK MISSION SYSTEMS SDN BHD
      10. Bank Pembangunan Malaydesh Bhd
      11. AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd
      12. MTU Services
      13. Affin Hwang Investment Bank Bhd
      14. Bank Muamalat Malaydesh Bhd
      15. Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat Malaydesh Bhd
      16. Malayan Banking Bhd (Maybank)
      17. Kuwait Finance House (Malaydesh) Bhd.
      https://theedgemalaydesh.com/article/high-court-decide-boustead-naval-shipyard-restraining-order-against-creditors-june-
      ---------------------
      CASE LCS.....
      KUWAIT FINANCE HOUSE = EXIT BANKRUPT
      KUWAIT FINANCE HOUSE = EXIT BANKRUPT
      KUWAIT FINANCE HOUSE = EXIT BANKRUPT
      KUWAIT FINANCE HOUSE = EXIT BANKRUPT
      KUWAIT FINANCE HOUSE = EXIT BANKRUPT
      KUWAIT FINANCE HOUSE = EXIT BANKRUPT
      KUWAIT FINANCE HOUSE = EXIT BANKRUPT
      KUWAIT FINANCE HOUSE = EXIT BANKRUPT
      KUWAIT FINANCE HOUSE = EXIT BANKRUPT
      KUWAIT FINANCE HOUSE = EXIT BANKRUPT
      KUWAIT FINANCE HOUSE = EXIT BANKRUPT
      KUWAIT FINANCE HOUSE = EXIT BANKRUPT
      MALAYDESH 's first foreign Islamic bank Kuwait Finance House (MALAYDESH ) Bhd (KFH MALAYDESH ) is exiting MALAYDESH after 19 years of operation.

      Hapus
    3. G20 = INDONESIA TURKEY
      MIKTA = INDONESIA TURKEY
      --------
      60 TB3
      9 AKINCI
      (DEFENCE SECURITY ASIA) – In a landmark move set to reshape the defense landscape of Southeast Asia, Indonesian and Turkish defense companies have sealed a pivotal agreement to forge a joint venture, spearheading the production, assembly, and maintenance of cutting-edge unmanned combat aerial vehicles (UCAVs) in the region.
      The agreement—sealed in the presence of Turkish President Recep Tayyip Erdoğan and Indonesian President Prabowo Subianto—ushers in a new era of defense collaboration, paving the way for Indonesia’s acquisition of up to 60 cutting-edge Bayraktar TB3 UCAVs and nine formidable Bayraktar AkΔ±ncΔ± UCAVs.
      ---------
      JV INDONESIA TURKEY
      ASELSAN DAN ROKETSAN ...........
      SARP
      CENK
      FCS
      DATA LINK
      SUNGUR
      CAKIR
      MAM-L
      UAV
      TANK
      Turkish defence firm representatives and Indonesian President-elect and Defence Minister Prabowo Subianto met in the Indonesian capital on Monday, marking a “historic moment reflecting the strong ties between TΓΌrkiye and Indonesia,” said Haluk Gorgun, president of the SSB.
      In scope of the agreements, Aselsan’s remote controlled stabilised weapon system “SARP,” the four-dimensional search radar “CENK,” the Fire Control System, and the firm’s Data Link will be provided to Indonesia, in addition to Roketsan’s air defence missile system “SUNGUR,” the cruise missile “CAKIR,” and the smart micro munition “MAM-L.”
      ==========
      ==========
      PRANK TURKI = PRANK YAVUZ
      PRANK TURKI = PRANK YAVUZ
      PRANK TURKI = PRANK YAVUZ
      PRANK MKE : The MALAYDESH Ministry of Defence has reportedly reviewing its planned acquisition of Yavuz 155mm
      DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
      DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
      2029 = 438,09 BILLION USD
      2028 = 412,2 BILLION USD
      2027 = 386,51 BILLION USD
      2026 = 362,19 BILLION USD
      2025 = 338,75 BILLION USD
      2024 = 316,15 BILLION USD
      2023 = 293,83 BILLION USD
      2022 = 271,49 BILLION USD
      2021 = 247,49 BILLION USD
      2020 = 221,49 BILLION USD
      ------------------
      DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
      DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
      2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
      2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
      2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
      2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
      2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
      2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
      2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
      2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
      2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
      2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
      ==========
      RINGIT TIDAK LAKU
      https://www.youtube.com/watch?v=rZD9_nKqIWQ
      ==========
      DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
      DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
      DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
      DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
      DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
      DEBT 2019 = RM 1,25 TRILLION
      DEBT 2018 = RM 1,19 TRILLION
      The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
      ==========
      BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
      MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH , among other things. Using aggregated data from BNM's Central Credit Reference Information System (CCRIS), this dashboard gives you insight into key trends on household DEBT. For now, it displays data on the flow of borrowing activity on a monthly basis, broken down by purpose. In due time, it will be deepened with granular data showing the state of inDEBTedness of MALAYDESH

      Hapus
    4. CANGGIH PENGGANTI KLEWANG =
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      ------------
      Berikut adalah penjelasan singkat mengenai pergantian tersebut:
      Penyebab Pergantian: KRI Klewang, kapal cepat rudal (trimaran) siluman pertama milik Indonesia, ludes terbakar saat masih dalam tahap uji coba pada 28 September 2012 di Banyuwangi akibat arus pendek listrik.
      KRI Golok-688: Diluncurkan pada 21 Agustus 2021 oleh PT Lundin Industry Invest, kapal ini merupakan generasi kedua dari kelas trimaran tersebut. Kapal ini memiliki teknologi siluman yang lebih mutakhir, menggunakan material komposit serat karbon yang lebih ringan dan sulit dideteksi radar.
      Peresmian: KRI Golok resmi masuk ke jajaran alutsista TNI AL pada 14 Januari 2022 setelah melalui serangkaian uji coba.
      Sumber Berita Terkait:
      KRI Golok-688 Resmi Diluncurkan sebagai Pengganti KRI Klewang-625 – Airspace Review (21 Agustus 2021).
      Usai Viral KRI Klewang Ludes Terbakar, Simak Kecanggihan KRI Golok – Zona Jakarta (20 Agustus 2021).
      Kapal Perang Teknologi 'Siluman' Diluncurkan di Banyuwangi – Kumparan (22 Agustus 2021).
      KRI Golok (688) - Wikipedia Bahasa Indonesia – Detail spesifikasi dan riwayat peluncuran.
      TNI AL Luncurkan KRI Golok-688 (YouTube) – Liputan visual prosesi peluncuran kapal

      Hapus
  49. 62 KAPAL PERANG BUATAN INDONESIA (2006–2025)
    1. Kapal Cepat Rudal (KCR) – PT PAL ➡️ Total: 6 unit
    KRI Kapak 625
    KRI Panah 626
    KRI Kerambit 627
    KRI Sampari 628
    KRI Tombak 629
    KRI Halasan 630
    2. Kapal Cepat Rudal (KCR) – Swasta Nasional ➡️ Total: 9 unit
    KRI Clurit 641
    KRI Kujang 642
    KRI Beladau 643
    KRI Alamang 644
    KRI Surik 645
    KRI Siwar 646
    KRI Parang 647
    KRI Terapang 648
    KRI Golok 688 (Trimaran)
    3. Kapal Patroli Cepat – Swasta Nasional ➡️ Total: 25 unit
    KRI Pari – 849
    KRI Sembilang – 850
    KRI Sidat – 851
    KRI Cakalang – 852
    KRI Tatihu – 853
    KRI Layaran – 854
    KRI Madidihang – 855
    KRI Kurau – 856
    KRI Torani – 860
    KRI Lepu – 861
    KRI Albakora – 867
    KRI Bubara – 868
    KRI Gulamah – 869
    KRI Posepa – 870
    KRI Escolar – 871
    KRI Karotang – 872
    KRI Mata Bongsang – 873
    KRI Dorang – 874
    KRI Bawal – 875
    KRI Tuna – 876
    KRI Marlin – 877
    KRI Butana – 878
    KRI Selar – 879
    KRI Hampala – 880
    KRI Lumba-Lumba – 881
    4. Kapal Korvet – Swasta Nasional ➡️ Total: 8 unit
    KRI Diponegoro 365
    KRI Hasanuddin 366
    KRI Sultan Iskandar Muda 367
    KRI Frans Kaisiepo 368
    KRI Bung Karno 369
    KRI Bung Hatta 370
    KRI Raja Ali Fisabilillah 391
    KRI Lukas Rumkoren 392
    5. Kapal Logistik – Swasta Nasional ➡️ Total: 4 unit
    KRI Dumai 904
    KRI Tarakan 905
    KRI Bontang 906
    KRI Balongan 907
    6. Kapal LPD (Landing Platform Dock) – PT PAL ➡️ Total: 3 unit
    KRI Semarang 594
    KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
    KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
    7. Kapal Pemetaan Bawah Air – Swasta Nasional ➡️ Total: 1 unit
    KRI Pollux 935
    8. Kapal Selam – PT PAL (ToT Korsel) ➡️ Total: 3 unit
    KRI Nagapasa 403
    KRI Ardadedali 404
    KRI Alugoro 405
    9. Produk Baru 2025 ➡️ Total: 3 unit
    KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih)
    KRI Belati 622 (KCR)
    KRI Kerambit 627 (KCR)
    πŸ“Š Total Keseluruhan
    KCR PT PAL = 6
    KCR Swasta = 9
    Kapal Patroli Cepat = 25
    Korvet = 4
    Logistik = 4
    LPD = 3
    Pemetaan = 1
    Kapal Selam = 3
    Produk Baru 2025 = 3
    ➡️ TOTAL: 62 kapal perang produksi dalam negeri (2006–2025).
    ===========
    ===========
    7 KAPAL GUNBOAT 2006-2025 BUATAN MALAYDESH
    1. NGPVs GUNBOAT = PAY 27 REAL 6
    KD Pahang (F172) – 3 Ogos 2006
    KD Terengganu (F174) – 8 Disember 2009
    KD Kelantan (F175) – 8 Mei 2010
    KD Selangor (F176) – 28 Disember 2010
    KD Perak (F173) – 3 Jun 2009
    2. OPV PAY 3 REAL 1 = MIRING
    KD TUN FATIMAH 2023
    3. LCS PAY 6 REAL 0 (NULL) = MANGKRAK 15 TAHUN
    --------------
    😝62 WITH AMMO versus 7 GUNBOAT😝

    BalasHapus
  50. 62 KAPAL PERANG BUATAN INDONESIA (2006–2025)
    1. Kapal Cepat Rudal (KCR) – PT PAL ➡️ Total: 6 unit
    KRI Kapak 625
    KRI Panah 626
    KRI Kerambit 627
    KRI Sampari 628
    KRI Tombak 629
    KRI Halasan 630
    2. Kapal Cepat Rudal (KCR) – Swasta Nasional ➡️ Total: 9 unit
    KRI Clurit 641
    KRI Kujang 642
    KRI Beladau 643
    KRI Alamang 644
    KRI Surik 645
    KRI Siwar 646
    KRI Parang 647
    KRI Terapang 648
    KRI Golok 688 (Trimaran)
    3. Kapal Patroli Cepat – Swasta Nasional ➡️ Total: 25 unit
    KRI Pari – 849
    KRI Sembilang – 850
    KRI Sidat – 851
    KRI Cakalang – 852
    KRI Tatihu – 853
    KRI Layaran – 854
    KRI Madidihang – 855
    KRI Kurau – 856
    KRI Torani – 860
    KRI Lepu – 861
    KRI Albakora – 867
    KRI Bubara – 868
    KRI Gulamah – 869
    KRI Posepa – 870
    KRI Escolar – 871
    KRI Karotang – 872
    KRI Mata Bongsang – 873
    KRI Dorang – 874
    KRI Bawal – 875
    KRI Tuna – 876
    KRI Marlin – 877
    KRI Butana – 878
    KRI Selar – 879
    KRI Hampala – 880
    KRI Lumba-Lumba – 881
    4. Kapal Korvet – Swasta Nasional ➡️ Total: 8 unit
    KRI Diponegoro 365
    KRI Hasanuddin 366
    KRI Sultan Iskandar Muda 367
    KRI Frans Kaisiepo 368
    KRI Bung Karno 369
    KRI Bung Hatta 370
    KRI Raja Ali Fisabilillah 391
    KRI Lukas Rumkoren 392
    5. Kapal Logistik – Swasta Nasional ➡️ Total: 4 unit
    KRI Dumai 904
    KRI Tarakan 905
    KRI Bontang 906
    KRI Balongan 907
    6. Kapal LPD (Landing Platform Dock) – PT PAL ➡️ Total: 3 unit
    KRI Semarang 594
    KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
    KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
    7. Kapal Pemetaan Bawah Air – Swasta Nasional ➡️ Total: 1 unit
    KRI Pollux 935
    8. Kapal Selam – PT PAL (ToT Korsel) ➡️ Total: 3 unit
    KRI Nagapasa 403
    KRI Ardadedali 404
    KRI Alugoro 405
    9. Produk Baru 2025 ➡️ Total: 3 unit
    KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih)
    KRI Belati 622 (KCR)
    KRI Kerambit 627 (KCR)
    πŸ“Š Total Keseluruhan
    KCR PT PAL = 6
    KCR Swasta = 9
    Kapal Patroli Cepat = 25
    Korvet = 4
    Logistik = 4
    LPD = 3
    Pemetaan = 1
    Kapal Selam = 3
    Produk Baru 2025 = 3
    ➡️ TOTAL: 62 kapal perang produksi dalam negeri (2006–2025).
    ===========
    ===========
    7 KAPAL GUNBOAT 2006-2025 BUATAN MALAYDESH
    1. NGPVs GUNBOAT = PAY 27 REAL 6
    KD Pahang (F172) – 3 Ogos 2006
    KD Terengganu (F174) – 8 Disember 2009
    KD Kelantan (F175) – 8 Mei 2010
    KD Selangor (F176) – 28 Disember 2010
    KD Perak (F173) – 3 Jun 2009
    2. OPV PAY 3 REAL 1 = MIRING
    KD TUN FATIMAH 2023
    3. LCS PAY 6 REAL 0 (NULL) = MANGKRAK 15 TAHUN
    --------------
    😝62 WITH AMMO versus 7 GUNBOAT😝

    BalasHapus
  51. Pesawat tempur utama malaydesh FA 50. Pesawat latih yg dipaksa jadi pesawat tempur. Tak mampu bawa BVR. Ha ha ha ha ha miskin parahhhhh

    BalasHapus
  52. F16 kita pasti tertawa kalau harus lawan malaydesh

    BalasHapus
  53. Aduh MEMALUkan guys....HAHAHAHA



    Presiden Turkey Erdogan menolak bersalaman dgn Presiden Indonesia Prabowo

    https://web.facebook.com/reel/1432635747934916

    BalasHapus
    Balasan
    1. 🀝 INDONESIA TURKEY 🀝
      Kerjasama Indonesia dan Turki dalam forum G20 dan MIKTA pada tahun 2026 mencerminkan kemitraan strategis yang semakin mendalam, terutama dalam memperjuangkan kepentingan negara berkembang dan stabilitas global.
      1. Sinergi dalam Forum G20
      Indonesia dan Turki menggunakan platform G20 untuk memperkuat hubungan bilateral dan menyuarakan isu-isu global yang mendesak:
      Penguatan Multilateralisme: Memasuki tahun 2026, kedua negara terus mendorong pemulihan multilateralisme guna menghadapi tantangan ekonomi global dan perubahan iklim.
      Kerjasama Industri Strategis: Di sela-sela pertemuan G20, kedua negara secara rutin menandatangani kesepakatan penting, termasuk di bidang industri pertahanan (Inhan) dan pembangunan infrastruktur seperti proyek Tol Trans-Sumatera yang melibatkan kontraktor Turki.
      Dukungan Kepemimpinan: Turki secara konsisten memberikan dukungan kuat terhadap agenda-agenda Indonesia di G20, khususnya dalam upaya memperbaiki tata kelola ekonomi dunia yang lebih adil bagi negara berkembang.
      2. Kolaborasi dalam MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, Australia)
      Dalam forum MIKTA, Indonesia dan Turki berperan sebagai "jembatan" atau kekuatan penyeimbang (middle powers):
      Penyelesaian Isu Global: Melalui MIKTA, kedua negara berkolaborasi dalam penyelesaian isu perdamaian global, termasuk solidaritas terhadap Palestina dan reformasi tata kelola global.
      Prioritas Pembangunan: Pada pertemuan terbaru di sela KTT G20, para pemimpin MIKTA menekankan pada percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), pemberdayaan pemuda, dan pembangunan perdamaian.
      Kekuatan Penyeimbang: Keduanya sepakat bahwa peran MIKTA sangat krusial dalam memberikan solusi alternatif di tengah polarisasi kekuatan besar dunia.
      ----------------------
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA =
      1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
      2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
      3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
      4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
      5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
      6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
      7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
      8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
      9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
      10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
      -----------------
      NEGARA DENGAN GDP TERBESAR TAHUN 2025 BERDASARKAN PPP (PURCHASING POWER PARITY):
      1. Tiongkok – US$40,7 triliun
      2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
      3. India – US$17,6 triliun
      4. Rusia – US$7,19 triliun
      5. Jepang – US$6,74 triliun
      6. Indonesia – US$5,69 triliun
      7. Jerman – US$5,65 triliun
      8. Brasil – US$5,27 triliun
      9. Turki – US$3,91 triliun
      10. Meksiko – US$3,88 triliun
      11. Mesir – US$3,85 triliun
      12. Inggris – US$3,82 triliun
      13. Prancis – US$3,80 triliun
      14. Iran – US$3,74 triliun
      15. Pakistan – US$2,09 triliun
      16. Bangladesh – US$2,05 triliun
      17. Italia – US$2,04 triliun
      18. Vietnam – US$1,89 triliun
      19. Filipina – US$1,87 triliun
      20. Thailand – US$1,85 triliun
      ------------------
      DAFTAR 20 NEGARA DENGAN GDP NOMINAL TERBESAR TAHUN 2025 :
      1. Amerika Serikat – US$30,34 triliun
      2. Tiongkok – US$19,90 triliun
      3. Jerman – US$5,36 triliun
      4. Jepang – US$4,46 triliun
      5. India – US$4,26 triliun
      6. Inggris – US$3,70 triliun
      7. Prancis – US$3,26 triliun
      8. Italia – US$2,56 triliun
      9. Brasil – US$2,52 triliun
      10. Kanada – US$2,49 triliun
      11. Rusia – US$2,48 triliun
      12. Korea Selatan – US$2,10 triliun
      13. Meksiko – US$1,99 triliun
      14. Spanyol – US$1,82 triliun
      15. Indonesia – US$1,69 triliun
      16. Australia – US$1,68 triliun
      17. Turki – US$1,34 triliun
      18. Arab Saudi – US$1,28 triliun
      19. Belanda – US$1,27 triliun
      20. Swiss – US$1,16 triliun

      Hapus
    2. 🀝 INDONESIA TURKEY 🀝
      Kerjasama Indonesia dan Turki dalam forum G20 dan MIKTA pada tahun 2026 mencerminkan kemitraan strategis yang semakin mendalam, terutama dalam memperjuangkan kepentingan negara berkembang dan stabilitas global.
      1. Sinergi dalam Forum G20
      Indonesia dan Turki menggunakan platform G20 untuk memperkuat hubungan bilateral dan menyuarakan isu-isu global yang mendesak:
      Penguatan Multilateralisme: Memasuki tahun 2026, kedua negara terus mendorong pemulihan multilateralisme guna menghadapi tantangan ekonomi global dan perubahan iklim.
      Kerjasama Industri Strategis: Di sela-sela pertemuan G20, kedua negara secara rutin menandatangani kesepakatan penting, termasuk di bidang industri pertahanan (Inhan) dan pembangunan infrastruktur seperti proyek Tol Trans-Sumatera yang melibatkan kontraktor Turki.
      Dukungan Kepemimpinan: Turki secara konsisten memberikan dukungan kuat terhadap agenda-agenda Indonesia di G20, khususnya dalam upaya memperbaiki tata kelola ekonomi dunia yang lebih adil bagi negara berkembang.
      2. Kolaborasi dalam MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, Australia)
      Dalam forum MIKTA, Indonesia dan Turki berperan sebagai "jembatan" atau kekuatan penyeimbang (middle powers):
      Penyelesaian Isu Global: Melalui MIKTA, kedua negara berkolaborasi dalam penyelesaian isu perdamaian global, termasuk solidaritas terhadap Palestina dan reformasi tata kelola global.
      Prioritas Pembangunan: Pada pertemuan terbaru di sela KTT G20, para pemimpin MIKTA menekankan pada percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), pemberdayaan pemuda, dan pembangunan perdamaian.
      Kekuatan Penyeimbang: Keduanya sepakat bahwa peran MIKTA sangat krusial dalam memberikan solusi alternatif di tengah polarisasi kekuatan besar dunia.
      ----------------------
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA =
      1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
      2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
      3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
      4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
      5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
      6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
      7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
      8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
      9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
      10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
      -----------------
      NEGARA DENGAN GDP TERBESAR TAHUN 2025 BERDASARKAN PPP (PURCHASING POWER PARITY):
      1. Tiongkok – US$40,7 triliun
      2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
      3. India – US$17,6 triliun
      4. Rusia – US$7,19 triliun
      5. Jepang – US$6,74 triliun
      6. Indonesia – US$5,69 triliun
      7. Jerman – US$5,65 triliun
      8. Brasil – US$5,27 triliun
      9. Turki – US$3,91 triliun
      10. Meksiko – US$3,88 triliun
      11. Mesir – US$3,85 triliun
      12. Inggris – US$3,82 triliun
      13. Prancis – US$3,80 triliun
      14. Iran – US$3,74 triliun
      15. Pakistan – US$2,09 triliun
      16. Bangladesh – US$2,05 triliun
      17. Italia – US$2,04 triliun
      18. Vietnam – US$1,89 triliun
      19. Filipina – US$1,87 triliun
      20. Thailand – US$1,85 triliun
      ------------------
      DAFTAR 20 NEGARA DENGAN GDP NOMINAL TERBESAR TAHUN 2025 :
      1. Amerika Serikat – US$30,34 triliun
      2. Tiongkok – US$19,90 triliun
      3. Jerman – US$5,36 triliun
      4. Jepang – US$4,46 triliun
      5. India – US$4,26 triliun
      6. Inggris – US$3,70 triliun
      7. Prancis – US$3,26 triliun
      8. Italia – US$2,56 triliun
      9. Brasil – US$2,52 triliun
      10. Kanada – US$2,49 triliun
      11. Rusia – US$2,48 triliun
      12. Korea Selatan – US$2,10 triliun
      13. Meksiko – US$1,99 triliun
      14. Spanyol – US$1,82 triliun
      15. Indonesia – US$1,69 triliun
      16. Australia – US$1,68 triliun
      17. Turki – US$1,34 triliun
      18. Arab Saudi – US$1,28 triliun
      19. Belanda – US$1,27 triliun
      20. Swiss – US$1,16 triliun

      Hapus
    3. 🀝 INDONESIA TURKEY 🀝
      G20
      MIKTA
      Kerjasama Indonesia dan Turki dalam forum G20 dan MIKTA pada tahun 2026 mencerminkan kemitraan strategis yang semakin mendalam, terutama dalam memperjuangkan kepentingan negara berkembang dan stabilitas global.
      1. Sinergi dalam Forum G20
      Indonesia dan Turki menggunakan platform G20 untuk memperkuat hubungan bilateral dan menyuarakan isu-isu global yang mendesak:
      Penguatan Multilateralisme: Memasuki tahun 2026, kedua negara terus mendorong pemulihan multilateralisme guna menghadapi tantangan ekonomi global dan perubahan iklim.
      Kerjasama Industri Strategis: Di sela-sela pertemuan G20, kedua negara secara rutin menandatangani kesepakatan penting, termasuk di bidang industri pertahanan (Inhan) dan pembangunan infrastruktur seperti proyek Tol Trans-Sumatera yang melibatkan kontraktor Turki.
      Dukungan Kepemimpinan: Turki secara konsisten memberikan dukungan kuat terhadap agenda-agenda Indonesia di G20, khususnya dalam upaya memperbaiki tata kelola ekonomi dunia yang lebih adil bagi negara berkembang.
      2. Kolaborasi dalam MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, Australia)
      Dalam forum MIKTA, Indonesia dan Turki berperan sebagai "jembatan" atau kekuatan penyeimbang (middle powers):
      Penyelesaian Isu Global: Melalui MIKTA, kedua negara berkolaborasi dalam penyelesaian isu perdamaian global, termasuk solidaritas terhadap Palestina dan reformasi tata kelola global.
      Prioritas Pembangunan: Pada pertemuan terbaru di sela KTT G20, para pemimpin MIKTA menekankan pada percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), pemberdayaan pemuda, dan pembangunan perdamaian.
      Kekuatan Penyeimbang: Keduanya sepakat bahwa peran MIKTA sangat krusial dalam memberikan solusi alternatif di tengah polarisasi kekuatan besar dunia.
      ----------------------
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA =
      1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
      2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
      3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
      4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
      5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
      6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
      7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
      8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
      9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
      10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
      -----------------
      NEGARA DENGAN GDP TERBESAR TAHUN 2025 BERDASARKAN PPP (PURCHASING POWER PARITY):
      1. Tiongkok – US$40,7 triliun
      2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
      3. India – US$17,6 triliun
      4. Rusia – US$7,19 triliun
      5. Jepang – US$6,74 triliun
      6. Indonesia – US$5,69 triliun
      7. Jerman – US$5,65 triliun
      8. Brasil – US$5,27 triliun
      9. Turki – US$3,91 triliun
      10. Meksiko – US$3,88 triliun
      11. Mesir – US$3,85 triliun
      12. Inggris – US$3,82 triliun
      13. Prancis – US$3,80 triliun
      14. Iran – US$3,74 triliun
      15. Pakistan – US$2,09 triliun
      16. Bangladesh – US$2,05 triliun
      17. Italia – US$2,04 triliun
      18. Vietnam – US$1,89 triliun
      19. Filipina – US$1,87 triliun
      20. Thailand – US$1,85 triliun
      ------------------
      DAFTAR 20 NEGARA DENGAN GDP NOMINAL TERBESAR TAHUN 2025 :
      1. Amerika Serikat – US$30,34 triliun
      2. Tiongkok – US$19,90 triliun
      3. Jerman – US$5,36 triliun
      4. Jepang – US$4,46 triliun
      5. India – US$4,26 triliun
      6. Inggris – US$3,70 triliun
      7. Prancis – US$3,26 triliun
      8. Italia – US$2,56 triliun
      9. Brasil – US$2,52 triliun
      10. Kanada – US$2,49 triliun
      11. Rusia – US$2,48 triliun
      12. Korea Selatan – US$2,10 triliun
      13. Meksiko – US$1,99 triliun
      14. Spanyol – US$1,82 triliun
      15. Indonesia – US$1,69 triliun
      16. Australia – US$1,68 triliun
      17. Turki – US$1,34 triliun
      18. Arab Saudi – US$1,28 triliun
      19. Belanda – US$1,27 triliun
      20. Swiss – US$1,16 triliun

      Hapus
    4. 🀝 INDONESIA TURKEY 🀝
      G20
      MIKTA
      Kerjasama Indonesia dan Turki dalam forum G20 dan MIKTA pada tahun 2026 mencerminkan kemitraan strategis yang semakin mendalam, terutama dalam memperjuangkan kepentingan negara berkembang dan stabilitas global.
      1. Sinergi dalam Forum G20
      Indonesia dan Turki menggunakan platform G20 untuk memperkuat hubungan bilateral dan menyuarakan isu-isu global yang mendesak:
      Penguatan Multilateralisme: Memasuki tahun 2026, kedua negara terus mendorong pemulihan multilateralisme guna menghadapi tantangan ekonomi global dan perubahan iklim.
      Kerjasama Industri Strategis: Di sela-sela pertemuan G20, kedua negara secara rutin menandatangani kesepakatan penting, termasuk di bidang industri pertahanan (Inhan) dan pembangunan infrastruktur seperti proyek Tol Trans-Sumatera yang melibatkan kontraktor Turki.
      Dukungan Kepemimpinan: Turki secara konsisten memberikan dukungan kuat terhadap agenda-agenda Indonesia di G20, khususnya dalam upaya memperbaiki tata kelola ekonomi dunia yang lebih adil bagi negara berkembang.
      2. Kolaborasi dalam MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, Australia)
      Dalam forum MIKTA, Indonesia dan Turki berperan sebagai "jembatan" atau kekuatan penyeimbang (middle powers):
      Penyelesaian Isu Global: Melalui MIKTA, kedua negara berkolaborasi dalam penyelesaian isu perdamaian global, termasuk solidaritas terhadap Palestina dan reformasi tata kelola global.
      Prioritas Pembangunan: Pada pertemuan terbaru di sela KTT G20, para pemimpin MIKTA menekankan pada percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), pemberdayaan pemuda, dan pembangunan perdamaian.
      Kekuatan Penyeimbang: Keduanya sepakat bahwa peran MIKTA sangat krusial dalam memberikan solusi alternatif di tengah polarisasi kekuatan besar dunia.
      ----------------------
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA =
      1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
      2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
      3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
      4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
      5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
      6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
      7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
      8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
      9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
      10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
      -----------------
      NEGARA DENGAN GDP TERBESAR TAHUN 2025 BERDASARKAN PPP (PURCHASING POWER PARITY):
      1. Tiongkok – US$40,7 triliun
      2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
      3. India – US$17,6 triliun
      4. Rusia – US$7,19 triliun
      5. Jepang – US$6,74 triliun
      6. Indonesia – US$5,69 triliun
      7. Jerman – US$5,65 triliun
      8. Brasil – US$5,27 triliun
      9. Turki – US$3,91 triliun
      10. Meksiko – US$3,88 triliun
      11. Mesir – US$3,85 triliun
      12. Inggris – US$3,82 triliun
      13. Prancis – US$3,80 triliun
      14. Iran – US$3,74 triliun
      15. Pakistan – US$2,09 triliun
      16. Bangladesh – US$2,05 triliun
      17. Italia – US$2,04 triliun
      18. Vietnam – US$1,89 triliun
      19. Filipina – US$1,87 triliun
      20. Thailand – US$1,85 triliun
      ------------------
      DAFTAR 20 NEGARA DENGAN GDP NOMINAL TERBESAR TAHUN 2025 :
      1. Amerika Serikat – US$30,34 triliun
      2. Tiongkok – US$19,90 triliun
      3. Jerman – US$5,36 triliun
      4. Jepang – US$4,46 triliun
      5. India – US$4,26 triliun
      6. Inggris – US$3,70 triliun
      7. Prancis – US$3,26 triliun
      8. Italia – US$2,56 triliun
      9. Brasil – US$2,52 triliun
      10. Kanada – US$2,49 triliun
      11. Rusia – US$2,48 triliun
      12. Korea Selatan – US$2,10 triliun
      13. Meksiko – US$1,99 triliun
      14. Spanyol – US$1,82 triliun
      15. Indonesia – US$1,69 triliun
      16. Australia – US$1,68 triliun
      17. Turki – US$1,34 triliun
      18. Arab Saudi – US$1,28 triliun
      19. Belanda – US$1,27 triliun
      20. Swiss – US$1,16 triliun

      Hapus
    5. 1950 = INDONESIA TURKEY
      1950 = MALAYDESH MASIH BRITISH
      -
      G20 = INDONESIA TURKEY
      MIKTA = INDONESIA TURKEY
      --------
      1950 = INDONESIA TURKEY
      1950 = MALAYDESH MASIH BRITISH
      Indonesia and Turkey established diplomatic relations in 1950. Diplomatic relations are particularly important because both are Muslim-majority countries as well as modern democracies. Indonesia has an embassy in Ankara[ and consulate-general in Istanbul. Turkey has an embassy in Jakarta
      ---------
      JVC INDONESIA TURKI.....
      60 SET TB3
      9 SET AKINCI
      Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set yang akan mendukung strategi penguatan industri kedirgantaraan dan kemandirian pertahanan nasional.
      ---------
      JV INDONESIA TURKEY
      ASELSAN DAN ROKETSAN ...........
      SARP
      CENK
      FCS
      DATA LINK
      SUNGUR
      CAKIR
      MAM-L
      UAV
      TANK
      Turkish defence firms Aselsan and Roketsan have signed strategic agreements for defence industry transfers with Indonesia under the leadership of TΓΌrkiye’s Presidency of Defence Industries (SSB) in Jakarta.
      Turkish defence firm representatives and Indonesian President-elect and Defence Minister Prabowo Subianto met in the Indonesian capital on Monday, marking a “historic moment reflecting the strong ties between TΓΌrkiye and Indonesia,” said Haluk Gorgun, president of the SSB.
      In scope of the agreements, Aselsan’s remote controlled stabilised weapon system “SARP,” the four-dimensional search radar “CENK,” the Fire Control System, and the firm’s Data Link will be provided to Indonesia, in addition to Roketsan’s air defence missile system “SUNGUR,” the cruise missile “CAKIR,” and the smart micro munition “MAM-L.”
      Additionally, memorandums of understanding on the transfers of unmanned surface vehicles, tank modernisation, and missile system maintenance were signed
      ---------
      Indonesia and Turkey have collaborated on missile development and purchases, including air defense missiles, cruise missiles, and fast missile boats.
      Missile development
      • Kaplan APC
      A new armored personnel carrier (APC) that can accommodate up to 13 people. The APC will be manufactured in Turkey, with the second and subsequent APCs manufactured in Indonesia.
      • Joint production of anti-ship cruise missiles
      Turkey and Indonesia are collaborating to jointly produce anti-ship cruise missiles in Indonesia.
      Missile purchases
      • ATMACA missiles
      The Turkish company Rocketsan supplied ATMACA missiles to Indonesia to modernize the armaments of Indonesian Navy warships.
      • SUNGUR air defense missile system
      The Turkish defense company Roketsan will supply Indonesia with the SUNGUR air defense missile system.
      • Γ‡AKIR cruise missile
      The Turkish defense company Roketsan will supply Indonesia with the Γ‡AKIR cruise missile.
      Fast missile boats
      • The Indonesian Ministry of Defense purchased two combat mission fast missile boats (NB74 and NB75) from TAIS, a consortium of five Turkish shipyards. The boats are armed with anti-ship missiles, gun or torpedoes
      ---------
      NEW COLLABORATIONS FROM ASELSAN IN INDONESIA
      ASELSAN President & CEO Ahmet Akyol announced that new agreements have been signed with Indonesia in line with ASELSAN's growth objectives for 2030, centered on expanding its global reach.
      During an official visit to Indonesia led by the Turkish Presidency of Defence Industries (SSB), strategic agreements related to defense industry transfers were signed, which represents a significant step for reinforcing ASELSAN’s presence in the Asia-Pacific region.
      In frame of the agreements, the two countries have formalized strategic deals involving the use of ASELSAN’s Remote-Controlled Stabilized Weapon System SARP, 4D Search Radar CENK, Naval Gun Fire Control System, Air Defence Missile Fire Control System (FCS) and Missile Data Link by Indonesia

      Hapus
    6. SHOPPING - KAYA =
      -
      1. Jet Tempur Siluman KAAN 48 Unit.
      Sumber Berita: Defense News, The Diplomat, dan AeroTime.
      ---------------
      2. Kapal Perang Fregat Kelas-Δ°stif (I-Class) 2 Unit
      Sumber Berita: Naval News dan Janes Defense.
      ---------------
      3. Rudal Jelajah Atmaca & Torpedo Akya
      Sumber Berita: Naval Post dan Military Leak.
      ---------------
      4. Drone ANKA 12 Unit
      Sumber Berita: Reuters dan C4ISRNET.
      ---------------
      5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
      Sumber Berita: Breaking Defense dan The Defense Post.
      Jumlah: 60 Unit TB3 dan 6 Unit AKINCI.
      ---------------
      6. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
      Sumber Berita: Army Recognition dan FNSS Media.
      ---------------
      7. Sistem Pertahanan Udara (ADS) Trisula & KHAN
      Sumber Berita: Defense Turkey dan Janes.
      Jumlah:
      KHAN: 1-2 Baterai (pengiriman tahap pertama telah tiba).
      Trisula (ADS): Tidak disebutkan jumlah unit peluncur secara detail, namun direncanakan melindungi titik-titik vital di Kalimantan.
      ---------------
      8. Rudal Jelajah Γ‡akΔ±r
      Sumber Berita: Antara News, Roketsan Media, dan Republicorp.
      Narasi: Proyek ini difokuskan pada produksi lokal rudal jelajah Γ‡akΔ±r di Indonesia melalui proses transfer teknologi (ToT)
      ---------------
      9. Rudal Pertahanan Udara Sungur
      Sumber Berita: TRT World dan Kementerian Pertahanan RI.
      Narasi: VSHORAD Sungur Perjanjian ini tidak hanya mencakup pembelian unit, tetapi juga penjajakan alih teknologi untuk pembuatan serta pemeliharaan rudal di Indonesia.
      ---------------
      10. Kapal Cepat Rudal FACM-70 (KCR 70)
      Sumber: East Asia Forum, Naval News.
      Jumlah: 2 Unit (Tahap awal).
      ---------------
      11. Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja (APC) Kaplan
      Sumber: East Asia Forum, LinkedIn Defence Analysis.
      Jumlah: Tahap awal pengembangan prototipe.
      ---------------
      12. Modernisasi Sistem Radio Militer (Software-Defined Radio)
      Sumber: Antara News, Aselsan Media.
      ---------------
      13. Pengembangan Kendaraan Tempur Infanteri (IFV)
      Sumber: Antara News.
      ---------------
      14. Kerja Sama Produksi Bersama Drone Bayraktar TB3
      Sumber: TVRI News, AP-Law Solution.
      ---------------
      15. Kerja Sama Strategis Kapal Selam
      Sumber: Instagram News (Reel), Indo Defence Update.
      ==============
      ==============
      SHOPPING - MISKIN =
      1. Kapal Perang (Sektor Laut) — Est. >US$1 Miliar
      LMS Batch 2 (Kelas Ada) dan Multi-Purpose Mission Ship (MPMS)
      Sumber: Janes Defense, Naval News, Defence Security Asia
      -
      2. Drone dan Sistem Udara — Est. US$91,6 Juta
      Sumber: Bernama
      -
      3. ATGM Karaok Persenjataan Darat dan Rudal — Est. US$20 Juta+
      Sumber: Defence Security Asia

      Hapus
    7. 🀝 Indonesia – Turki (G20 & MIKTA) > USD 12-13 MILLIAR
      1. Jet Tempur KAAN
      Indonesia jadi pembeli ekspor pertama (2025).
      48 unit, kontrak ±10 miliar USD.
      -
      2. Fregat I-Class
      Pilihan desain Turki untuk armada laut.
      2 unit (opsi tambahan).
      -
      3. Rudal Atmaca & Torpedo Akya
      Ganti rudal Barat dengan teknologi Turki.
      -
      4. Drone ANKA
      Skema ToT dengan PTDI.
      12 unit (6 dari Turki, 6 dirakit di Indonesia).
      -
      5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
      Pengadaan UCAV.
      60 unit TB3, 6 unit AKINCI.
      -
      6. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
      Proyek kerja sama industri pertahanan.
      18 unit awal, target >100 unit.
      -
      7. Sistem Pertahanan Udara KHAN & Trisula (Hisar)
      KHAN: rudal balistik taktis (1–2 baterai).
      Trisula: pertahanan jarak menengah (untuk Kalimantan).
      -
      8. Rudal Jelajah Γ‡akΔ±r
      Produksi lokal dengan ToT.
      -
      9. Rudal Sungur (VSHORAD)
      Pembelian + penjajakan alih teknologi.
      -
      10. Kapal Cepat Rudal FACM-70 (KCR 70)
      TAIS Shipyard bangun 2 unit (2024).
      -
      11. APC Kaplan
      Prototipe kerja sama PT Pindad & FNSS.
      -
      12. Radio Militer SDR
      Litbang Aselsan + PT LEN & Wellracom.
      -
      13. IFV Generasi Baru
      R&D PT Pindad & FNSS.
      -
      14. Produksi Bersama Bayraktar TB3
      Skema ToT + pelatihan + integrasi UAV maritim.
      -
      15. Kerja Sama Kapal Selam
      Penjajakan proyek alternatif di Indo Defence 2025.
      =================
      =================
      πŸ’° Total Pengadaan Militer Malondesh dari Turki
      > US$1,17 miliar
      1. Kapal Perang (Laut) — >US$1 Miliar
      LMS Batch 2 (Kelas Ada): 3 korvet, estimasi US$600–800 juta.
      MPMS (Multi-Purpose Mission Ship): 1 kapal, US$68,8 juta.
      -
      2. Drone & Sistem Udara — US$91,6 Juta
      UAV Anka-S: 3 unit, kontrak US$91,6 juta
      Persenjataan Darat & Rudal — >US$20 Juta
      -
      3. ATGM Karaok: 18 peluncur + 108 rudal, estimasi US$20 juta.

      Hapus
  54. 🀝 INDONESIA TURKEY 🀝
    Kerjasama Indonesia dan Turki dalam forum G20 dan MIKTA pada tahun 2026 mencerminkan kemitraan strategis yang semakin mendalam, terutama dalam memperjuangkan kepentingan negara berkembang dan stabilitas global.
    1. Sinergi dalam Forum G20
    Indonesia dan Turki menggunakan platform G20 untuk memperkuat hubungan bilateral dan menyuarakan isu-isu global yang mendesak:
    Penguatan Multilateralisme: Memasuki tahun 2026, kedua negara terus mendorong pemulihan multilateralisme guna menghadapi tantangan ekonomi global dan perubahan iklim.
    Kerjasama Industri Strategis: Di sela-sela pertemuan G20, kedua negara secara rutin menandatangani kesepakatan penting, termasuk di bidang industri pertahanan (Inhan) dan pembangunan infrastruktur seperti proyek Tol Trans-Sumatera yang melibatkan kontraktor Turki.
    Dukungan Kepemimpinan: Turki secara konsisten memberikan dukungan kuat terhadap agenda-agenda Indonesia di G20, khususnya dalam upaya memperbaiki tata kelola ekonomi dunia yang lebih adil bagi negara berkembang.
    2. Kolaborasi dalam MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, Australia)
    Dalam forum MIKTA, Indonesia dan Turki berperan sebagai "jembatan" atau kekuatan penyeimbang (middle powers):
    Penyelesaian Isu Global: Melalui MIKTA, kedua negara berkolaborasi dalam penyelesaian isu perdamaian global, termasuk solidaritas terhadap Palestina dan reformasi tata kelola global.
    Prioritas Pembangunan: Pada pertemuan terbaru di sela KTT G20, para pemimpin MIKTA menekankan pada percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), pemberdayaan pemuda, dan pembangunan perdamaian.
    Kekuatan Penyeimbang: Keduanya sepakat bahwa peran MIKTA sangat krusial dalam memberikan solusi alternatif di tengah polarisasi kekuatan besar dunia.
    ----------------------
    10 EKONOMI TERBESAR ASIA =
    1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
    2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
    3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
    4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
    5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
    6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
    7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
    8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
    9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
    10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
    -----------------
    NEGARA DENGAN GDP TERBESAR TAHUN 2025 BERDASARKAN PPP (PURCHASING POWER PARITY):
    1. Tiongkok – US$40,7 triliun
    2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
    3. India – US$17,6 triliun
    4. Rusia – US$7,19 triliun
    5. Jepang – US$6,74 triliun
    6. Indonesia – US$5,69 triliun
    7. Jerman – US$5,65 triliun
    8. Brasil – US$5,27 triliun
    9. Turki – US$3,91 triliun
    10. Meksiko – US$3,88 triliun
    11. Mesir – US$3,85 triliun
    12. Inggris – US$3,82 triliun
    13. Prancis – US$3,80 triliun
    14. Iran – US$3,74 triliun
    15. Pakistan – US$2,09 triliun
    16. Bangladesh – US$2,05 triliun
    17. Italia – US$2,04 triliun
    18. Vietnam – US$1,89 triliun
    19. Filipina – US$1,87 triliun
    20. Thailand – US$1,85 triliun
    ------------------
    DAFTAR 20 NEGARA DENGAN GDP NOMINAL TERBESAR TAHUN 2025 :
    1. Amerika Serikat – US$30,34 triliun
    2. Tiongkok – US$19,90 triliun
    3. Jerman – US$5,36 triliun
    4. Jepang – US$4,46 triliun
    5. India – US$4,26 triliun
    6. Inggris – US$3,70 triliun
    7. Prancis – US$3,26 triliun
    8. Italia – US$2,56 triliun
    9. Brasil – US$2,52 triliun
    10. Kanada – US$2,49 triliun
    11. Rusia – US$2,48 triliun
    12. Korea Selatan – US$2,10 triliun
    13. Meksiko – US$1,99 triliun
    14. Spanyol – US$1,82 triliun
    15. Indonesia – US$1,69 triliun
    16. Australia – US$1,68 triliun
    17. Turki – US$1,34 triliun
    18. Arab Saudi – US$1,28 triliun
    19. Belanda – US$1,27 triliun
    20. Swiss – US$1,16 triliun

    BalasHapus
  55. 🀝 INDONESIA TURKEY 🀝
    G20
    MIKTA
    Kerjasama Indonesia dan Turki dalam forum G20 dan MIKTA pada tahun 2026 mencerminkan kemitraan strategis yang semakin mendalam, terutama dalam memperjuangkan kepentingan negara berkembang dan stabilitas global.
    1. Sinergi dalam Forum G20
    Indonesia dan Turki menggunakan platform G20 untuk memperkuat hubungan bilateral dan menyuarakan isu-isu global yang mendesak:
    Penguatan Multilateralisme: Memasuki tahun 2026, kedua negara terus mendorong pemulihan multilateralisme guna menghadapi tantangan ekonomi global dan perubahan iklim.
    Kerjasama Industri Strategis: Di sela-sela pertemuan G20, kedua negara secara rutin menandatangani kesepakatan penting, termasuk di bidang industri pertahanan (Inhan) dan pembangunan infrastruktur seperti proyek Tol Trans-Sumatera yang melibatkan kontraktor Turki.
    Dukungan Kepemimpinan: Turki secara konsisten memberikan dukungan kuat terhadap agenda-agenda Indonesia di G20, khususnya dalam upaya memperbaiki tata kelola ekonomi dunia yang lebih adil bagi negara berkembang.
    2. Kolaborasi dalam MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, Australia)
    Dalam forum MIKTA, Indonesia dan Turki berperan sebagai "jembatan" atau kekuatan penyeimbang (middle powers):
    Penyelesaian Isu Global: Melalui MIKTA, kedua negara berkolaborasi dalam penyelesaian isu perdamaian global, termasuk solidaritas terhadap Palestina dan reformasi tata kelola global.
    Prioritas Pembangunan: Pada pertemuan terbaru di sela KTT G20, para pemimpin MIKTA menekankan pada percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), pemberdayaan pemuda, dan pembangunan perdamaian.
    Kekuatan Penyeimbang: Keduanya sepakat bahwa peran MIKTA sangat krusial dalam memberikan solusi alternatif di tengah polarisasi kekuatan besar dunia.
    ----------------------
    10 EKONOMI TERBESAR ASIA =
    1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
    2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
    3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
    4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
    5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
    6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
    7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
    8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
    9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
    10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
    -----------------
    NEGARA DENGAN GDP TERBESAR TAHUN 2025 BERDASARKAN PPP (PURCHASING POWER PARITY):
    1. Tiongkok – US$40,7 triliun
    2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
    3. India – US$17,6 triliun
    4. Rusia – US$7,19 triliun
    5. Jepang – US$6,74 triliun
    6. Indonesia – US$5,69 triliun
    7. Jerman – US$5,65 triliun
    8. Brasil – US$5,27 triliun
    9. Turki – US$3,91 triliun
    10. Meksiko – US$3,88 triliun
    11. Mesir – US$3,85 triliun
    12. Inggris – US$3,82 triliun
    13. Prancis – US$3,80 triliun
    14. Iran – US$3,74 triliun
    15. Pakistan – US$2,09 triliun
    16. Bangladesh – US$2,05 triliun
    17. Italia – US$2,04 triliun
    18. Vietnam – US$1,89 triliun
    19. Filipina – US$1,87 triliun
    20. Thailand – US$1,85 triliun
    ------------------
    DAFTAR 20 NEGARA DENGAN GDP NOMINAL TERBESAR TAHUN 2025 :
    1. Amerika Serikat – US$30,34 triliun
    2. Tiongkok – US$19,90 triliun
    3. Jerman – US$5,36 triliun
    4. Jepang – US$4,46 triliun
    5. India – US$4,26 triliun
    6. Inggris – US$3,70 triliun
    7. Prancis – US$3,26 triliun
    8. Italia – US$2,56 triliun
    9. Brasil – US$2,52 triliun
    10. Kanada – US$2,49 triliun
    11. Rusia – US$2,48 triliun
    12. Korea Selatan – US$2,10 triliun
    13. Meksiko – US$1,99 triliun
    14. Spanyol – US$1,82 triliun
    15. Indonesia – US$1,69 triliun
    16. Australia – US$1,68 triliun
    17. Turki – US$1,34 triliun
    18. Arab Saudi – US$1,28 triliun
    19. Belanda – US$1,27 triliun
    20. Swiss – US$1,16 triliun

    BalasHapus
  56. Kalau kaya pastilah mampu beli kf-21 atau KAAN. tapi sayang budget Ciput hanya mampu beli pesawat latih di dikasih rudal 😁😁😁

    BalasHapus
  57. 1950 = INDONESIA TURKEY
    1950 = MALAYDESH MASIH BRITISH
    -
    G20 = INDONESIA TURKEY
    MIKTA = INDONESIA TURKEY
    --------
    1950 = INDONESIA TURKEY
    1950 = MALAYDESH MASIH BRITISH
    Indonesia and Turkey established diplomatic relations in 1950. Diplomatic relations are particularly important because both are Muslim-majority countries as well as modern democracies. Indonesia has an embassy in Ankara[ and consulate-general in Istanbul. Turkey has an embassy in Jakarta
    ---------
    JVC INDONESIA TURKI.....
    60 SET TB3
    9 SET AKINCI
    Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set yang akan mendukung strategi penguatan industri kedirgantaraan dan kemandirian pertahanan nasional.
    ---------
    JV INDONESIA TURKEY
    ASELSAN DAN ROKETSAN ...........
    SARP
    CENK
    FCS
    DATA LINK
    SUNGUR
    CAKIR
    MAM-L
    UAV
    TANK
    Turkish defence firms Aselsan and Roketsan have signed strategic agreements for defence industry transfers with Indonesia under the leadership of TΓΌrkiye’s Presidency of Defence Industries (SSB) in Jakarta.
    Turkish defence firm representatives and Indonesian President-elect and Defence Minister Prabowo Subianto met in the Indonesian capital on Monday, marking a “historic moment reflecting the strong ties between TΓΌrkiye and Indonesia,” said Haluk Gorgun, president of the SSB.
    In scope of the agreements, Aselsan’s remote controlled stabilised weapon system “SARP,” the four-dimensional search radar “CENK,” the Fire Control System, and the firm’s Data Link will be provided to Indonesia, in addition to Roketsan’s air defence missile system “SUNGUR,” the cruise missile “CAKIR,” and the smart micro munition “MAM-L.”
    Additionally, memorandums of understanding on the transfers of unmanned surface vehicles, tank modernisation, and missile system maintenance were signed
    ---------
    Indonesia and Turkey have collaborated on missile development and purchases, including air defense missiles, cruise missiles, and fast missile boats.
    Missile development
    • Kaplan APC
    A new armored personnel carrier (APC) that can accommodate up to 13 people. The APC will be manufactured in Turkey, with the second and subsequent APCs manufactured in Indonesia.
    • Joint production of anti-ship cruise missiles
    Turkey and Indonesia are collaborating to jointly produce anti-ship cruise missiles in Indonesia.
    Missile purchases
    • ATMACA missiles
    The Turkish company Rocketsan supplied ATMACA missiles to Indonesia to modernize the armaments of Indonesian Navy warships.
    • SUNGUR air defense missile system
    The Turkish defense company Roketsan will supply Indonesia with the SUNGUR air defense missile system.
    • Γ‡AKIR cruise missile
    The Turkish defense company Roketsan will supply Indonesia with the Γ‡AKIR cruise missile.
    Fast missile boats
    • The Indonesian Ministry of Defense purchased two combat mission fast missile boats (NB74 and NB75) from TAIS, a consortium of five Turkish shipyards. The boats are armed with anti-ship missiles, gun or torpedoes
    ---------
    NEW COLLABORATIONS FROM ASELSAN IN INDONESIA
    ASELSAN President & CEO Ahmet Akyol announced that new agreements have been signed with Indonesia in line with ASELSAN's growth objectives for 2030, centered on expanding its global reach.
    During an official visit to Indonesia led by the Turkish Presidency of Defence Industries (SSB), strategic agreements related to defense industry transfers were signed, which represents a significant step for reinforcing ASELSAN’s presence in the Asia-Pacific region.
    In frame of the agreements, the two countries have formalized strategic deals involving the use of ASELSAN’s Remote-Controlled Stabilized Weapon System SARP, 4D Search Radar CENK, Naval Gun Fire Control System, Air Defence Missile Fire Control System (FCS) and Missile Data Link by Indonesia

    BalasHapus
  58. 🀝 Indonesia – Turki (G20 & MIKTA) > USD 12-13 MILLIAR
    1. Jet Tempur KAAN
    Indonesia jadi pembeli ekspor pertama (2025).
    48 unit, kontrak ±10 miliar USD.
    -
    2. Fregat I-Class
    Pilihan desain Turki untuk armada laut.
    2 unit (opsi tambahan).
    -
    3. Rudal Atmaca & Torpedo Akya
    Ganti rudal Barat dengan teknologi Turki.
    -
    4. Drone ANKA
    Skema ToT dengan PTDI.
    12 unit (6 dari Turki, 6 dirakit di Indonesia).
    -
    5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
    Pengadaan UCAV.
    60 unit TB3, 6 unit AKINCI.
    -
    6. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
    Proyek kerja sama industri pertahanan.
    18 unit awal, target >100 unit.
    -
    7. Sistem Pertahanan Udara KHAN & Trisula (Hisar)
    KHAN: rudal balistik taktis (1–2 baterai).
    Trisula: pertahanan jarak menengah (untuk Kalimantan).
    -
    8. Rudal Jelajah Γ‡akΔ±r
    Produksi lokal dengan ToT.
    -
    9. Rudal Sungur (VSHORAD)
    Pembelian + penjajakan alih teknologi.
    -
    10. Kapal Cepat Rudal FACM-70 (KCR 70)
    TAIS Shipyard bangun 2 unit (2024).
    -
    11. APC Kaplan
    Prototipe kerja sama PT Pindad & FNSS.
    -
    12. Radio Militer SDR
    Litbang Aselsan + PT LEN & Wellracom.
    -
    13. IFV Generasi Baru
    R&D PT Pindad & FNSS.
    -
    14. Produksi Bersama Bayraktar TB3
    Skema ToT + pelatihan + integrasi UAV maritim.
    -
    15. Kerja Sama Kapal Selam
    Penjajakan proyek alternatif di Indo Defence 2025.
    =================
    =================
    πŸ’° Total Pengadaan Militer Malondesh dari Turki
    > US$1,17 miliar
    1. Kapal Perang (Laut) — >US$1 Miliar
    LMS Batch 2 (Kelas Ada): 3 korvet, estimasi US$600–800 juta.
    MPMS (Multi-Purpose Mission Ship): 1 kapal, US$68,8 juta.
    -
    2. Drone & Sistem Udara — US$91,6 Juta
    UAV Anka-S: 3 unit, kontrak US$91,6 juta
    Persenjataan Darat & Rudal — >US$20 Juta
    -
    3. ATGM Karaok: 18 peluncur + 108 rudal, estimasi US$20 juta.

    BalasHapus
  59. 🀝 Indonesia – Turki (G20 & MIKTA) > USD 12-13 MILLIAR
    1. Jet Tempur KAAN
    Indonesia jadi pembeli ekspor pertama (2025).
    48 unit, kontrak ±10 miliar USD.
    -
    2. Fregat I-Class
    Pilihan desain Turki untuk armada laut.
    2 unit (opsi tambahan).
    -
    3. Rudal Atmaca & Torpedo Akya
    Ganti rudal Barat dengan teknologi Turki.
    -
    4. Drone ANKA
    Skema ToT dengan PTDI.
    12 unit (6 dari Turki, 6 dirakit di Indonesia).
    -
    5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
    Pengadaan UCAV.
    60 unit TB3, 6 unit AKINCI.
    -
    6. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
    Proyek kerja sama industri pertahanan.
    18 unit awal, target >100 unit.
    -
    7. Sistem Pertahanan Udara KHAN & Trisula (Hisar)
    KHAN: rudal balistik taktis (1–2 baterai).
    Trisula: pertahanan jarak menengah (untuk Kalimantan).
    -
    8. Rudal Jelajah Γ‡akΔ±r
    Produksi lokal dengan ToT.
    -
    9. Rudal Sungur (VSHORAD)
    Pembelian + penjajakan alih teknologi.
    -
    10. Kapal Cepat Rudal FACM-70 (KCR 70)
    TAIS Shipyard bangun 2 unit (2024).
    -
    11. APC Kaplan
    Prototipe kerja sama PT Pindad & FNSS.
    -
    12. Radio Militer SDR
    Litbang Aselsan + PT LEN & Wellracom.
    -
    13. IFV Generasi Baru
    R&D PT Pindad & FNSS.
    -
    14. Produksi Bersama Bayraktar TB3
    Skema ToT + pelatihan + integrasi UAV maritim.
    -
    15. Kerja Sama Kapal Selam
    Penjajakan proyek alternatif di Indo Defence 2025.
    =================
    =================
    πŸ’° Total Pengadaan Militer Malondesh dari Turki
    > US$1,17 miliar
    1. Kapal Perang (Laut) — >US$1 Miliar
    LMS Batch 2 (Kelas Ada): 3 korvet, estimasi US$600–800 juta.
    MPMS (Multi-Purpose Mission Ship): 1 kapal, US$68,8 juta.
    -
    2. Drone & Sistem Udara — US$91,6 Juta
    UAV Anka-S: 3 unit, kontrak US$91,6 juta
    Persenjataan Darat & Rudal — >US$20 Juta
    -
    3. ATGM Karaok: 18 peluncur + 108 rudal, estimasi US$20 juta.

    BalasHapus
  60. SHOPPING - KAYA =
    -
    1. Jet Tempur Siluman KAAN 48 Unit.
    Sumber Berita: Defense News, The Diplomat, dan AeroTime.
    ---------------
    2. Kapal Perang Fregat Kelas-Δ°stif (I-Class) 2 Unit
    Sumber Berita: Naval News dan Janes Defense.
    ---------------
    3. Rudal Jelajah Atmaca & Torpedo Akya
    Sumber Berita: Naval Post dan Military Leak.
    ---------------
    4. Drone ANKA 12 Unit
    Sumber Berita: Reuters dan C4ISRNET.
    ---------------
    5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
    Sumber Berita: Breaking Defense dan The Defense Post.
    Jumlah: 60 Unit TB3 dan 6 Unit AKINCI.
    ---------------
    6. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
    Sumber Berita: Army Recognition dan FNSS Media.
    ---------------
    7. Sistem Pertahanan Udara (ADS) Trisula & KHAN
    Sumber Berita: Defense Turkey dan Janes.
    Jumlah:
    KHAN: 1-2 Baterai (pengiriman tahap pertama telah tiba).
    Trisula (ADS): Tidak disebutkan jumlah unit peluncur secara detail, namun direncanakan melindungi titik-titik vital di Kalimantan.
    ---------------
    8. Rudal Jelajah Γ‡akΔ±r
    Sumber Berita: Antara News, Roketsan Media, dan Republicorp.
    Narasi: Proyek ini difokuskan pada produksi lokal rudal jelajah Γ‡akΔ±r di Indonesia melalui proses transfer teknologi (ToT)
    ---------------
    9. Rudal Pertahanan Udara Sungur
    Sumber Berita: TRT World dan Kementerian Pertahanan RI.
    Narasi: VSHORAD Sungur Perjanjian ini tidak hanya mencakup pembelian unit, tetapi juga penjajakan alih teknologi untuk pembuatan serta pemeliharaan rudal di Indonesia.
    ---------------
    10. Kapal Cepat Rudal FACM-70 (KCR 70)
    Sumber: East Asia Forum, Naval News.
    Jumlah: 2 Unit (Tahap awal).
    ---------------
    11. Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja (APC) Kaplan
    Sumber: East Asia Forum, LinkedIn Defence Analysis.
    Jumlah: Tahap awal pengembangan prototipe.
    ---------------
    12. Modernisasi Sistem Radio Militer (Software-Defined Radio)
    Sumber: Antara News, Aselsan Media.
    ---------------
    13. Pengembangan Kendaraan Tempur Infanteri (IFV)
    Sumber: Antara News.
    ---------------
    14. Kerja Sama Produksi Bersama Drone Bayraktar TB3
    Sumber: TVRI News, AP-Law Solution.
    ---------------
    15. Kerja Sama Strategis Kapal Selam
    Sumber: Instagram News (Reel), Indo Defence Update
    ----------------------------
    KAYA .....
    DAFTAR PENGADAAN ALUTSISTA ON PROGRESS
    2 KRI Frigate Brawijaya Class dari Italia
    2 KRI Frigate Merah Putih dari PT PAL
    2 KRI Frigate Istif Class dari Turkiye
    1 KRI Rigel Class dari Palindo/Jerman
    2 KRI Kapal Cepat Rudal dari Turkiye
    1 KRI Kapal Cepat Rudal dari Tesco Bekasi
    2 KS Scorpene dari Perancis & PT PAL
    1 Kapal Induk Giribaldi dari Italia (Opsi)
    1 Kapal LHD Helikopter dari PT PAL (Opsi
    42 Jet Tempur Rafale dari Perancis
    48 Jet Tempur IFX kerjasama Korsel RI
    48 Jet Tempur KHAAN dari Turkiye
    6 Jet Tempur T50 dari Korsel
    2 Pesawat angkut A400M dari Spanyol
    13 Radar GCI dari Thales Perancis
    12 Radar Retia dari Retia
    3 Baterai Rudal Balistik KHAN Turkiye
    3 Baterai Rudal ADS Trisula dari Turkiye
    22 Helikopter Blackhawk dari AS
    12 Drone Anka dari Turkiye
    60 Drone Bayraktar TB3 dari Turkiye
    45 Rudal anti kapal Atmaca dari Turkiye

    BalasHapus
  61. Aduh MEMALUkan guys....HAHAHAHA



    Presiden Turkey Erdogan menolak bersalaman dgn Presiden Indonesia Prabowo

    https://web.facebook.com/reel/1432635747934916

    BalasHapus
    Balasan
    1. CANGGIH PENGGANTI KLEWANG =
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      ------------
      Berikut adalah penjelasan singkat mengenai pergantian tersebut:
      Penyebab Pergantian: KRI Klewang, kapal cepat rudal (trimaran) siluman pertama milik Indonesia, ludes terbakar saat masih dalam tahap uji coba pada 28 September 2012 di Banyuwangi akibat arus pendek listrik.
      KRI Golok-688: Diluncurkan pada 21 Agustus 2021 oleh PT Lundin Industry Invest, kapal ini merupakan generasi kedua dari kelas trimaran tersebut. Kapal ini memiliki teknologi siluman yang lebih mutakhir, menggunakan material komposit serat karbon yang lebih ringan dan sulit dideteksi radar.
      Peresmian: KRI Golok resmi masuk ke jajaran alutsista TNI AL pada 14 Januari 2022 setelah melalui serangkaian uji coba.
      Sumber Berita Terkait:
      KRI Golok-688 Resmi Diluncurkan sebagai Pengganti KRI Klewang-625 – Airspace Review (21 Agustus 2021).
      Usai Viral KRI Klewang Ludes Terbakar, Simak Kecanggihan KRI Golok – Zona Jakarta (20 Agustus 2021).
      Kapal Perang Teknologi 'Siluman' Diluncurkan di Banyuwangi – Kumparan (22 Agustus 2021).
      KRI Golok (688) - Wikipedia Bahasa Indonesia – Detail spesifikasi dan riwayat peluncuran.
      TNI AL Luncurkan KRI Golok-688 (YouTube) – Liputan visual prosesi peluncuran kapal

      Hapus
    2. 62 KAPAL PERANG BUATAN INDONESIA (2006–2025)
      1. Kapal Cepat Rudal (KCR) – PT PAL ➡️ Total: 6 unit
      KRI Kapak 625
      KRI Panah 626
      KRI Kerambit 627
      KRI Sampari 628
      KRI Tombak 629
      KRI Halasan 630
      2. Kapal Cepat Rudal (KCR) – Swasta Nasional ➡️ Total: 9 unit
      KRI Clurit 641
      KRI Kujang 642
      KRI Beladau 643
      KRI Alamang 644
      KRI Surik 645
      KRI Siwar 646
      KRI Parang 647
      KRI Terapang 648
      KRI Golok 688 (Trimaran)
      3. Kapal Patroli Cepat – Swasta Nasional ➡️ Total: 25 unit
      KRI Pari – 849
      KRI Sembilang – 850
      KRI Sidat – 851
      KRI Cakalang – 852
      KRI Tatihu – 853
      KRI Layaran – 854
      KRI Madidihang – 855
      KRI Kurau – 856
      KRI Torani – 860
      KRI Lepu – 861
      KRI Albakora – 867
      KRI Bubara – 868
      KRI Gulamah – 869
      KRI Posepa – 870
      KRI Escolar – 871
      KRI Karotang – 872
      KRI Mata Bongsang – 873
      KRI Dorang – 874
      KRI Bawal – 875
      KRI Tuna – 876
      KRI Marlin – 877
      KRI Butana – 878
      KRI Selar – 879
      KRI Hampala – 880
      KRI Lumba-Lumba – 881
      4. Kapal Korvet – Swasta Nasional ➡️ Total: 8 unit
      KRI Diponegoro 365
      KRI Hasanuddin 366
      KRI Sultan Iskandar Muda 367
      KRI Frans Kaisiepo 368
      KRI Bung Karno 369
      KRI Bung Hatta 370
      KRI Raja Ali Fisabilillah 391
      KRI Lukas Rumkoren 392
      5. Kapal Logistik – Swasta Nasional ➡️ Total: 4 unit
      KRI Dumai 904
      KRI Tarakan 905
      KRI Bontang 906
      KRI Balongan 907
      6. Kapal LPD (Landing Platform Dock) – PT PAL ➡️ Total: 3 unit
      KRI Semarang 594
      KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
      KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
      7. Kapal Pemetaan Bawah Air – Swasta Nasional ➡️ Total: 1 unit
      KRI Pollux 935
      8. Kapal Selam – PT PAL (ToT Korsel) ➡️ Total: 3 unit
      KRI Nagapasa 403
      KRI Ardadedali 404
      KRI Alugoro 405
      9. Produk Baru 2025 ➡️ Total: 3 unit
      KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih)
      KRI Belati 622 (KCR)
      KRI Kerambit 627 (KCR)
      πŸ“Š Total Keseluruhan
      KCR PT PAL = 6
      KCR Swasta = 9
      Kapal Patroli Cepat = 25
      Korvet = 4
      Logistik = 4
      LPD = 3
      Pemetaan = 1
      Kapal Selam = 3
      Produk Baru 2025 = 3
      ➡️ TOTAL: 62 kapal perang produksi dalam negeri (2006–2025).
      ===========
      ===========
      7 KAPAL GUNBOAT 2006-2025 BUATAN MALAYDESH
      1. NGPVs GUNBOAT = PAY 27 REAL 6
      KD Pahang (F172) – 3 Ogos 2006
      KD Terengganu (F174) – 8 Disember 2009
      KD Kelantan (F175) – 8 Mei 2010
      KD Selangor (F176) – 28 Disember 2010
      KD Perak (F173) – 3 Jun 2009
      2. OPV PAY 3 REAL 1 = MIRING
      KD TUN FATIMAH 2023
      3. LCS PAY 6 REAL 0 (NULL) = MANGKRAK 15 TAHUN
      --------------
      😝62 WITH AMMO versus 7 GUNBOAT😝

      Hapus
    3. G20 = INDONESIA TURKEY
      MIKTA = INDONESIA TURKEY
      --------
      60 TB3
      9 AKINCI
      (DEFENCE SECURITY ASIA) – In a landmark move set to reshape the defense landscape of Southeast Asia, Indonesian and Turkish defense companies have sealed a pivotal agreement to forge a joint venture, spearheading the production, assembly, and maintenance of cutting-edge unmanned combat aerial vehicles (UCAVs) in the region.
      The agreement—sealed in the presence of Turkish President Recep Tayyip Erdoğan and Indonesian President Prabowo Subianto—ushers in a new era of defense collaboration, paving the way for Indonesia’s acquisition of up to 60 cutting-edge Bayraktar TB3 UCAVs and nine formidable Bayraktar AkΔ±ncΔ± UCAVs.
      ---------
      JV INDONESIA TURKEY
      ASELSAN DAN ROKETSAN ...........
      SARP
      CENK
      FCS
      DATA LINK
      SUNGUR
      CAKIR
      MAM-L
      UAV
      TANK
      Turkish defence firm representatives and Indonesian President-elect and Defence Minister Prabowo Subianto met in the Indonesian capital on Monday, marking a “historic moment reflecting the strong ties between TΓΌrkiye and Indonesia,” said Haluk Gorgun, president of the SSB.
      In scope of the agreements, Aselsan’s remote controlled stabilised weapon system “SARP,” the four-dimensional search radar “CENK,” the Fire Control System, and the firm’s Data Link will be provided to Indonesia, in addition to Roketsan’s air defence missile system “SUNGUR,” the cruise missile “CAKIR,” and the smart micro munition “MAM-L.”
      ==========
      ==========
      PRANK TURKI = PRANK YAVUZ
      PRANK TURKI = PRANK YAVUZ
      PRANK TURKI = PRANK YAVUZ
      PRANK MKE : The MALAYDESH Ministry of Defence has reportedly reviewing its planned acquisition of Yavuz 155mm
      DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
      DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
      2029 = 438,09 BILLION USD
      2028 = 412,2 BILLION USD
      2027 = 386,51 BILLION USD
      2026 = 362,19 BILLION USD
      2025 = 338,75 BILLION USD
      2024 = 316,15 BILLION USD
      2023 = 293,83 BILLION USD
      2022 = 271,49 BILLION USD
      2021 = 247,49 BILLION USD
      2020 = 221,49 BILLION USD
      ------------------
      DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
      DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
      2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
      2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
      2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
      2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
      2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
      2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
      2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
      2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
      2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
      2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
      ==========
      RINGIT TIDAK LAKU
      https://www.youtube.com/watch?v=rZD9_nKqIWQ
      ==========
      DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
      DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
      DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
      DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
      DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
      DEBT 2019 = RM 1,25 TRILLION
      DEBT 2018 = RM 1,19 TRILLION
      The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
      ==========
      BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
      MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH , among other things. Using aggregated data from BNM's Central Credit Reference Information System (CCRIS), this dashboard gives you insight into key trends on household DEBT. For now, it displays data on the flow of borrowing activity on a monthly basis, broken down by purpose. In due time, it will be deepened with granular data showing the state of inDEBTedness of MALAYDESH

      Hapus
    4. 🀝 INDONESIA TURKEY 🀝
      G20
      MIKTA
      Kerjasama Indonesia dan Turki dalam forum G20 dan MIKTA pada tahun 2026 mencerminkan kemitraan strategis yang semakin mendalam, terutama dalam memperjuangkan kepentingan negara berkembang dan stabilitas global.
      1. Sinergi dalam Forum G20
      Indonesia dan Turki menggunakan platform G20 untuk memperkuat hubungan bilateral dan menyuarakan isu-isu global yang mendesak:
      Penguatan Multilateralisme: Memasuki tahun 2026, kedua negara terus mendorong pemulihan multilateralisme guna menghadapi tantangan ekonomi global dan perubahan iklim.
      Kerjasama Industri Strategis: Di sela-sela pertemuan G20, kedua negara secara rutin menandatangani kesepakatan penting, termasuk di bidang industri pertahanan (Inhan) dan pembangunan infrastruktur seperti proyek Tol Trans-Sumatera yang melibatkan kontraktor Turki.
      Dukungan Kepemimpinan: Turki secara konsisten memberikan dukungan kuat terhadap agenda-agenda Indonesia di G20, khususnya dalam upaya memperbaiki tata kelola ekonomi dunia yang lebih adil bagi negara berkembang.
      2. Kolaborasi dalam MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, Australia)
      Dalam forum MIKTA, Indonesia dan Turki berperan sebagai "jembatan" atau kekuatan penyeimbang (middle powers):
      Penyelesaian Isu Global: Melalui MIKTA, kedua negara berkolaborasi dalam penyelesaian isu perdamaian global, termasuk solidaritas terhadap Palestina dan reformasi tata kelola global.
      Prioritas Pembangunan: Pada pertemuan terbaru di sela KTT G20, para pemimpin MIKTA menekankan pada percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), pemberdayaan pemuda, dan pembangunan perdamaian.
      Kekuatan Penyeimbang: Keduanya sepakat bahwa peran MIKTA sangat krusial dalam memberikan solusi alternatif di tengah polarisasi kekuatan besar dunia.
      ----------------------
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA =
      1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
      2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
      3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
      4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
      5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
      6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
      7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
      8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
      9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
      10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
      -----------------
      NEGARA DENGAN GDP TERBESAR TAHUN 2025 BERDASARKAN PPP (PURCHASING POWER PARITY):
      1. Tiongkok – US$40,7 triliun
      2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
      3. India – US$17,6 triliun
      4. Rusia – US$7,19 triliun
      5. Jepang – US$6,74 triliun
      6. Indonesia – US$5,69 triliun
      7. Jerman – US$5,65 triliun
      8. Brasil – US$5,27 triliun
      9. Turki – US$3,91 triliun
      10. Meksiko – US$3,88 triliun
      11. Mesir – US$3,85 triliun
      12. Inggris – US$3,82 triliun
      13. Prancis – US$3,80 triliun
      14. Iran – US$3,74 triliun
      15. Pakistan – US$2,09 triliun
      16. Bangladesh – US$2,05 triliun
      17. Italia – US$2,04 triliun
      18. Vietnam – US$1,89 triliun
      19. Filipina – US$1,87 triliun
      20. Thailand – US$1,85 triliun
      ------------------
      DAFTAR 20 NEGARA DENGAN GDP NOMINAL TERBESAR TAHUN 2025 :
      1. Amerika Serikat – US$30,34 triliun
      2. Tiongkok – US$19,90 triliun
      3. Jerman – US$5,36 triliun
      4. Jepang – US$4,46 triliun
      5. India – US$4,26 triliun
      6. Inggris – US$3,70 triliun
      7. Prancis – US$3,26 triliun
      8. Italia – US$2,56 triliun
      9. Brasil – US$2,52 triliun
      10. Kanada – US$2,49 triliun
      11. Rusia – US$2,48 triliun
      12. Korea Selatan – US$2,10 triliun
      13. Meksiko – US$1,99 triliun
      14. Spanyol – US$1,82 triliun
      15. Indonesia – US$1,69 triliun
      16. Australia – US$1,68 triliun
      17. Turki – US$1,34 triliun
      18. Arab Saudi – US$1,28 triliun
      19. Belanda – US$1,27 triliun
      20. Swiss – US$1,16 triliun

      Hapus
    5. MITRA STRATEGIS = TRANSFER OF TECHNOLOGY (TOT)
      Indonesia dan Turki telah berkembang menjadi kemitraan strategis yang berfokus pada kemandirian industri pertahanan melalui skema Transfer of Technology (ToT).
      Berikut adalah rincian ToT yang disepakati untuk aset-aset militer tersebut:
      1. Pesawat Tempur KAAN (Generasi Ke-5)
      Produksi Lokal & Perakitan: Kesepakatan mencakup perakitan parsial (partial assembly) di Indonesia serta keterlibatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dalam rantai pasok komponen global.
      Engineering & Design: Insinyur Indonesia terlibat dalam fase pengembangan lanjutan dan rekayasa pesawat untuk membangun basis pengetahuan teknologi siluman (stealth) dan avionik mutakhir.
      Fasilitas MRO: Pembangunan fasilitas pemeliharaan, perbaikan, dan operasional (MRO) di Indonesia untuk menjamin keberlangsungan operasional jet KAAN secara mandiri di masa depan.
      -
      2. Pesawat Tanpa Awak (Drone)
      Bayraktar TB2 & AkΔ±ncΔ±:
      Pabrik Drone Lokal: Melalui kemitraan antara Republikorp dan Baykar Technologies, telah disepakati pembentukan usaha patungan (joint venture) untuk membangun pabrik produksi drone di Indonesia.
      Lisensi Produksi: Indonesia mendapatkan lisensi untuk memproduksi unit-unit ini secara lokal, yang mencakup transfer pengetahuan sistem kendali jarak jauh dan kecerdasan buatan (AI avionics).
      UAV Anka:
      Final Assembly Line (FAL): PTDI memiliki kemampuan untuk melakukan perakitan akhir dan flight line untuk unit-unit Anka yang dipesan.
      UAV Center: Pelatihan bagi engineer dan pilot Indonesia untuk mengelola sistem data link dan membangun pusat keunggulan drone nasional.
      -
      3. Kapal Perang (Fregat Kelas Istif)
      Pembangunan Lokal: Produksi dua unit fregat ini dilakukan melalui kolaborasi antara galangan kapal Turki (TAIS/STM) dengan PT PAL Indonesia menggunakan fasilitas dalam negeri.
      Integrasi Sistem Persenjataan: Kerja sama dengan perusahaan Turki seperti Aselsan dan Roketsan memungkinkan PT PAL untuk mengintegrasikan sistem manajemen tempur (CMS) dan sensor radar AESA generasi terbaru secara mandiri.
      -
      4. Sistem Rudal (KHAN & Γ‡AKIR)
      Joint Venture Roketsan: Pembentukan perusahaan patungan antara Roketsan dan mitra lokal (PT Republik Roketsan Indonesia) untuk memproduksi amunisi dan rudal presisi di dalam negeri.
      Pengembangan Bersama: ToT mencakup teknologi propulsi rudal dan sistem pemandu, yang krusial bagi kemandirian teknologi persenjataan jarak jauh Indonesia.
      -
      5. Kendaraan Tempur (Medium Tank Harimau)
      Kepemilikan Intelektual Bersama: Sejak awal, proyek Harimau (Kaplan MT) adalah desain bersama antara PT Pindad dan FNSS. Indonesia memiliki hak atas desain dan bebas untuk memproduksi atau mengekspornya ke negara ketiga.
      ==============
      ==============
      BUKTI TEMPEL STICKER PARS 8x8 =
      1. TIDAK ADA PERJANJIAN KERJASAMA JV
      2. TIDAK ADA PROTOTIPE
      3. TIDAK ADA UJI KUALIFIKASI
      4. LANGSUNG PRODUKSI MASSAL
      Pada bulan Juni 2011, Perusahaan Turki FNSS membatalkan menandatangani 'surat penawaran dan penerimaan' oleh DRB(DefTech) untuk bantuan desain dan pengembangan kendaraan. Kendaraan AV8 yang dipilih oleh militer MALAYDESH didasarkan pada kendaraan lapis baja beroda 8×8 yang dirancang oleh FNSS Pars 8×8.
      ----
      TEMPEL STICKER HIZIR TURKI
      KASIAN TIADA KEMAMPUAN UJI BALISTIK
      1. UJI BALISTIK DI THAILAND
      2. UJI BALISTIK DI AFRIKA SELATAN
      Selain itu, 2 ujian balistik telah dilakukan iaitu Ujian balistik Tembakan yang dilaksanakan di The Defence TechNOLogy Institute, Bangkok, Thailand dan Ujian Balistik Letupan (Mine/Underbelly Test) di Council for Scientific and Industrial Research, Pretoria, Afrika Selatan.

      Hapus
    6. SHOPPING - KAYA =
      -
      1. Jet Tempur Siluman KAAN 48 Unit.
      Sumber Berita: Defense News, The Diplomat, dan AeroTime.
      ---------------
      2. Kapal Perang Fregat Kelas-Δ°stif (I-Class) 2 Unit
      Sumber Berita: Naval News dan Janes Defense.
      ---------------
      3. Rudal Jelajah Atmaca & Torpedo Akya
      Sumber Berita: Naval Post dan Military Leak.
      ---------------
      4. Drone ANKA 12 Unit
      Sumber Berita: Reuters dan C4ISRNET.
      ---------------
      5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
      Sumber Berita: Breaking Defense dan The Defense Post.
      Jumlah: 60 Unit TB3 dan 6 Unit AKINCI.
      ---------------
      6. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
      Sumber Berita: Army Recognition dan FNSS Media.
      ---------------
      7. Sistem Pertahanan Udara (ADS) Trisula & KHAN
      Sumber Berita: Defense Turkey dan Janes.
      Jumlah:
      KHAN: 1-2 Baterai (pengiriman tahap pertama telah tiba).
      Trisula (ADS): Tidak disebutkan jumlah unit peluncur secara detail, namun direncanakan melindungi titik-titik vital di Kalimantan.
      ---------------
      8. Rudal Jelajah Γ‡akΔ±r
      Sumber Berita: Antara News, Roketsan Media, dan Republicorp.
      Narasi: Proyek ini difokuskan pada produksi lokal rudal jelajah Γ‡akΔ±r di Indonesia melalui proses transfer teknologi (ToT)
      ---------------
      9. Rudal Pertahanan Udara Sungur
      Sumber Berita: TRT World dan Kementerian Pertahanan RI.
      Narasi: VSHORAD Sungur Perjanjian ini tidak hanya mencakup pembelian unit, tetapi juga penjajakan alih teknologi untuk pembuatan serta pemeliharaan rudal di Indonesia.
      ---------------
      10. Kapal Cepat Rudal FACM-70 (KCR 70)
      Sumber: East Asia Forum, Naval News.
      Jumlah: 2 Unit (Tahap awal).
      ---------------
      11. Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja (APC) Kaplan
      Sumber: East Asia Forum, LinkedIn Defence Analysis.
      Jumlah: Tahap awal pengembangan prototipe.
      ---------------
      12. Modernisasi Sistem Radio Militer (Software-Defined Radio)
      Sumber: Antara News, Aselsan Media.
      ---------------
      13. Pengembangan Kendaraan Tempur Infanteri (IFV)
      Sumber: Antara News.
      ---------------
      14. Kerja Sama Produksi Bersama Drone Bayraktar TB3
      Sumber: TVRI News, AP-Law Solution.
      ---------------
      15. Kerja Sama Strategis Kapal Selam
      Sumber: Instagram News (Reel), Indo Defence Update
      ----------------------------
      KAYA .....
      DAFTAR PENGADAAN ALUTSISTA ON PROGRESS
      2 KRI Frigate Brawijaya Class dari Italia
      2 KRI Frigate Merah Putih dari PT PAL
      2 KRI Frigate Istif Class dari Turkiye
      1 KRI Rigel Class dari Palindo/Jerman
      2 KRI Kapal Cepat Rudal dari Turkiye
      1 KRI Kapal Cepat Rudal dari Tesco Bekasi
      2 KS Scorpene dari Perancis & PT PAL
      1 Kapal Induk Giribaldi dari Italia (Opsi)
      1 Kapal LHD Helikopter dari PT PAL (Opsi
      42 Jet Tempur Rafale dari Perancis
      48 Jet Tempur IFX kerjasama Korsel RI
      48 Jet Tempur KHAAN dari Turkiye
      6 Jet Tempur T50 dari Korsel
      2 Pesawat angkut A400M dari Spanyol
      13 Radar GCI dari Thales Perancis
      12 Radar Retia dari Retia
      3 Baterai Rudal Balistik KHAN Turkiye
      3 Baterai Rudal ADS Trisula dari Turkiye
      22 Helikopter Blackhawk dari AS
      12 Drone Anka dari Turkiye
      60 Drone Bayraktar TB3 dari Turkiye
      45 Rudal anti kapal Atmaca dari Turkiye

      Hapus
    7. MPMS = EXIM KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      In parallel with the defence procurement, Wisma Putra stated that additional agreements are expected to be concluded during the visit. These include memoranda of understanding between the Malondeshn Investment Development Authority and the Investment and Finance Office of the Presidency of the Republic of TΓΌrkiye, cooperation agreements between EXIM Bank Malondesh and Turk Eximbank...
      -----------------------
      Berdasarkan pembelian MPMS (Multi-Purpose Mission Ship) senilai RM304,29 juta tersebut memang menggunakan skema utang atau pembiayaan luar negeri.
      Berikut adalah poin-poin yang mengonfirmasi hal tersebut:
      1. Pelibatan Bank Ekspor-Impor: Adanya kerja sama antara EXIM Bank Malondesh dan Turk Eximbank menunjukkan penggunaan fasilitas kredit ekspor (FKE). Dalam praktik pengadaan pertahanan internasional, skema ini merupakan bentuk utang luar negeri di mana lembaga keuangan dari negara pengekspor (Turk Eximbank) memberikan pinjaman atau penjaminan bagi negara pembeli untuk membiayai pengadaan barang tersebut.
      -----------------------
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      Untuk konteks, sebanyak RM 6.08 bilion daripada siling RM 9.128 bilion telah dibayar kepada BNS oleh kerajaan Malaydesh. Daripada RM 6.08 bilion tersebut, RM 255 juta digunakan untuk menjelas hutang lapuk NGPV, RM 141 juta untuk faedah yang dikenakan kepada hutang NGPV, dan RM 349 juta untuk “cost increase on design activities with NGPV”. Sejumlah RM 745 juta telah digunakan untuk “bailout” projek NGPV.
      RM9.128 bilion ini adalah untuk menjayakan projek LCS, bukan untuk “bailout” projek NGPV. Penggunaan dana sebegini adalah pecah amanah melanggar S.409 Kanun Keseksaan. Pada asasnya, apa yang dilakukan di sini ialah menutup kerugian perjanjian lama yang gagal dengan perjanjian baru. Apa yang dilakukan di sini adalah jenayah.
      Ataupun, PM6 memang memulakan projek LCS secara rundingan terus dengan tujuan untuk membayar hutang lapuk NGPV? Jawapan Najib kepada soalan ini akan bantu kita semua memahami masalah projek LCS

      Hapus
    8. MPMS = EXIM KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      In parallel with the defence procurement, Wisma Putra stated that additional agreements are expected to be concluded during the visit. These include memoranda of understanding between the Malondeshn Investment Development Authority and the Investment and Finance Office of the Presidency of the Republic of TΓΌrkiye, cooperation agreements between EXIM Bank Malondesh and Turk Eximbank...
      -----------------------
      Berdasarkan pembelian MPMS (Multi-Purpose Mission Ship) senilai RM304,29 juta tersebut memang menggunakan skema utang atau pembiayaan luar negeri.
      Berikut adalah poin-poin yang mengonfirmasi hal tersebut:
      1. Pelibatan Bank Ekspor-Impor: Adanya kerja sama antara EXIM Bank Malondesh dan Turk Eximbank menunjukkan penggunaan fasilitas kredit ekspor (FKE). Dalam praktik pengadaan pertahanan internasional, skema ini merupakan bentuk utang luar negeri di mana lembaga keuangan dari negara pengekspor (Turk Eximbank) memberikan pinjaman atau penjaminan bagi negara pembeli untuk membiayai pengadaan barang tersebut.
      -
      2. Nota Kesepahaman (MoU) Keuangan: Penyebutan kesepakatan antara lembaga investasi Malondesh dan kantor keuangan kepresidenan Turki yang berjalan paralel dengan pengadaan kapal ini memperkuat bahwa transaksi tersebut melibatkan struktur pembiayaan formal (utang), bukan sekadar pembayaran tunai langsung dari anggaran berjalan.
      -
      3. Karakteristik Pengadaan Pertahanan: Di sektor pertahanan, skema Fasilitas Kredit Ekspor (FKE) atau Kredit Swasta Asing (KSA) adalah metode umum untuk membiayai aset bernilai besar (seperti kapal sepanjang 99 meter) guna menyebar beban fiskal dalam jangka waktu yang lebih lama melalui mekanisme pinjaman.
      Kesimpulan: Ya, pembelian tersebut menggunakan skema utang melalui fasilitas kredit ekspor yang melibatkan kerja sama antara bank pemerintah Malondesh dan Turki
      -----------------------
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      Untuk konteks, sebanyak RM 6.08 bilion daripada siling RM 9.128 bilion telah dibayar kepada BNS oleh kerajaan Malaydesh. Daripada RM 6.08 bilion tersebut, RM 255 juta digunakan untuk menjelas hutang lapuk NGPV, RM 141 juta untuk faedah yang dikenakan kepada hutang NGPV, dan RM 349 juta untuk “cost increase on design activities with NGPV”. Sejumlah RM 745 juta telah digunakan untuk “bailout” projek NGPV.
      RM9.128 bilion ini adalah untuk menjayakan projek LCS, bukan untuk “bailout” projek NGPV. Penggunaan dana sebegini adalah pecah amanah melanggar S.409 Kanun Keseksaan. Pada asasnya, apa yang dilakukan di sini ialah menutup kerugian perjanjian lama yang gagal dengan perjanjian baru. Apa yang dilakukan di sini adalah jenayah.
      Ataupun, PM6 memang memulakan projek LCS secara rundingan terus dengan tujuan untuk membayar hutang lapuk NGPV? Jawapan Najib kepada soalan ini akan bantu kita semua memahami masalah projek LCS

      Hapus
  62. Aduh memalukan. Aset militer kok sewa dan ngemis pesawat usang. Bangla pasti tertawa

    BalasHapus
  63. Negara kaya tapi masih ngemis kapal 56 thn. Ha ha ha ha kapal besi tua. Kenapa tidak minta indonesia saja. Silahkan ambil di madura

    BalasHapus
  64. JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI), Laksamana Madya TNI Irvansyah, mengungkap bahwa lembaganya bakal mendapatkan kapal hibah dari Jepang. Irvansyah mengungkapan, kapal hibah tersebut bukanlah kapal bekas karena kapal itu masih dalam proses produksi.

    Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/01/07/13081471/bakamla-dapat-kapal-hibah-dari-jepang-beroperasi-tahun-depan.

    Tidak perlu ngemis2 kapal karatan 56 thn. Ha ha ha ha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukti malaydesh tak dianggap. Malaydesh digunakan utk buang kapal tua karatan

      Hapus
  65. G20 = INDONESIA TURKEY
    MIKTA = INDONESIA TURKEY
    --------
    60 TB3
    9 AKINCI
    (DEFENCE SECURITY ASIA) – In a landmark move set to reshape the defense landscape of Southeast Asia, Indonesian and Turkish defense companies have sealed a pivotal agreement to forge a joint venture, spearheading the production, assembly, and maintenance of cutting-edge unmanned combat aerial vehicles (UCAVs) in the region.
    The agreement—sealed in the presence of Turkish President Recep Tayyip Erdoğan and Indonesian President Prabowo Subianto—ushers in a new era of defense collaboration, paving the way for Indonesia’s acquisition of up to 60 cutting-edge Bayraktar TB3 UCAVs and nine formidable Bayraktar AkΔ±ncΔ± UCAVs.
    ---------
    JV INDONESIA TURKEY
    ASELSAN DAN ROKETSAN ...........
    SARP
    CENK
    FCS
    DATA LINK
    SUNGUR
    CAKIR
    MAM-L
    UAV
    TANK
    Turkish defence firm representatives and Indonesian President-elect and Defence Minister Prabowo Subianto met in the Indonesian capital on Monday, marking a “historic moment reflecting the strong ties between TΓΌrkiye and Indonesia,” said Haluk Gorgun, president of the SSB.
    In scope of the agreements, Aselsan’s remote controlled stabilised weapon system “SARP,” the four-dimensional search radar “CENK,” the Fire Control System, and the firm’s Data Link will be provided to Indonesia, in addition to Roketsan’s air defence missile system “SUNGUR,” the cruise missile “CAKIR,” and the smart micro munition “MAM-L.”
    ==========
    ==========
    PRANK TURKI = PRANK YAVUZ
    PRANK TURKI = PRANK YAVUZ
    PRANK TURKI = PRANK YAVUZ
    PRANK MKE : The MALAYDESH Ministry of Defence has reportedly reviewing its planned acquisition of Yavuz 155mm
    DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
    DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
    2029 = 438,09 BILLION USD
    2028 = 412,2 BILLION USD
    2027 = 386,51 BILLION USD
    2026 = 362,19 BILLION USD
    2025 = 338,75 BILLION USD
    2024 = 316,15 BILLION USD
    2023 = 293,83 BILLION USD
    2022 = 271,49 BILLION USD
    2021 = 247,49 BILLION USD
    2020 = 221,49 BILLION USD
    ------------------
    DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
    DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
    2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
    2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
    2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
    2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
    2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
    2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
    2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
    2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
    2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
    2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
    ==========
    RINGIT TIDAK LAKU
    https://www.youtube.com/watch?v=rZD9_nKqIWQ
    ==========
    DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
    DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
    DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
    DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
    DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
    DEBT 2019 = RM 1,25 TRILLION
    DEBT 2018 = RM 1,19 TRILLION
    The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
    ==========
    BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
    MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH , among other things. Using aggregated data from BNM's Central Credit Reference Information System (CCRIS), this dashboard gives you insight into key trends on household DEBT. For now, it displays data on the flow of borrowing activity on a monthly basis, broken down by purpose. In due time, it will be deepened with granular data showing the state of inDEBTedness of MALAYDESH

    BalasHapus
  66. 🀝 INDONESIA TURKEY 🀝
    G20
    MIKTA
    Kerjasama Indonesia dan Turki dalam forum G20 dan MIKTA pada tahun 2026 mencerminkan kemitraan strategis yang semakin mendalam, terutama dalam memperjuangkan kepentingan negara berkembang dan stabilitas global.
    1. Sinergi dalam Forum G20
    Indonesia dan Turki menggunakan platform G20 untuk memperkuat hubungan bilateral dan menyuarakan isu-isu global yang mendesak:
    Penguatan Multilateralisme: Memasuki tahun 2026, kedua negara terus mendorong pemulihan multilateralisme guna menghadapi tantangan ekonomi global dan perubahan iklim.
    Kerjasama Industri Strategis: Di sela-sela pertemuan G20, kedua negara secara rutin menandatangani kesepakatan penting, termasuk di bidang industri pertahanan (Inhan) dan pembangunan infrastruktur seperti proyek Tol Trans-Sumatera yang melibatkan kontraktor Turki.
    Dukungan Kepemimpinan: Turki secara konsisten memberikan dukungan kuat terhadap agenda-agenda Indonesia di G20, khususnya dalam upaya memperbaiki tata kelola ekonomi dunia yang lebih adil bagi negara berkembang.
    2. Kolaborasi dalam MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, Australia)
    Dalam forum MIKTA, Indonesia dan Turki berperan sebagai "jembatan" atau kekuatan penyeimbang (middle powers):
    Penyelesaian Isu Global: Melalui MIKTA, kedua negara berkolaborasi dalam penyelesaian isu perdamaian global, termasuk solidaritas terhadap Palestina dan reformasi tata kelola global.
    Prioritas Pembangunan: Pada pertemuan terbaru di sela KTT G20, para pemimpin MIKTA menekankan pada percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), pemberdayaan pemuda, dan pembangunan perdamaian.
    Kekuatan Penyeimbang: Keduanya sepakat bahwa peran MIKTA sangat krusial dalam memberikan solusi alternatif di tengah polarisasi kekuatan besar dunia.
    ----------------------
    10 EKONOMI TERBESAR ASIA =
    1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
    2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
    3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
    4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
    5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
    6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
    7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
    8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
    9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
    10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
    -----------------
    NEGARA DENGAN GDP TERBESAR TAHUN 2025 BERDASARKAN PPP (PURCHASING POWER PARITY):
    1. Tiongkok – US$40,7 triliun
    2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
    3. India – US$17,6 triliun
    4. Rusia – US$7,19 triliun
    5. Jepang – US$6,74 triliun
    6. Indonesia – US$5,69 triliun
    7. Jerman – US$5,65 triliun
    8. Brasil – US$5,27 triliun
    9. Turki – US$3,91 triliun
    10. Meksiko – US$3,88 triliun
    11. Mesir – US$3,85 triliun
    12. Inggris – US$3,82 triliun
    13. Prancis – US$3,80 triliun
    14. Iran – US$3,74 triliun
    15. Pakistan – US$2,09 triliun
    16. Bangladesh – US$2,05 triliun
    17. Italia – US$2,04 triliun
    18. Vietnam – US$1,89 triliun
    19. Filipina – US$1,87 triliun
    20. Thailand – US$1,85 triliun
    ------------------
    DAFTAR 20 NEGARA DENGAN GDP NOMINAL TERBESAR TAHUN 2025 :
    1. Amerika Serikat – US$30,34 triliun
    2. Tiongkok – US$19,90 triliun
    3. Jerman – US$5,36 triliun
    4. Jepang – US$4,46 triliun
    5. India – US$4,26 triliun
    6. Inggris – US$3,70 triliun
    7. Prancis – US$3,26 triliun
    8. Italia – US$2,56 triliun
    9. Brasil – US$2,52 triliun
    10. Kanada – US$2,49 triliun
    11. Rusia – US$2,48 triliun
    12. Korea Selatan – US$2,10 triliun
    13. Meksiko – US$1,99 triliun
    14. Spanyol – US$1,82 triliun
    15. Indonesia – US$1,69 triliun
    16. Australia – US$1,68 triliun
    17. Turki – US$1,34 triliun
    18. Arab Saudi – US$1,28 triliun
    19. Belanda – US$1,27 triliun
    20. Swiss – US$1,16 triliun

    BalasHapus
  67. SHOPPING KAYA versus MISKIN
    INDONESIA TURKEY = USD 12-13 MILLIAR
    MALAYDESH TURKEY = USD 1,17 MILLIAR
    ---------------
    Total nilai kemitraan pertahanan Indonesia-Turki hingga 2026 diperkirakan mencapai 12 hingga 13 miliar USD (sekitar Rp187 - Rp202 triliun).
    1. Jet Tempur Siluman KAAN
    Kesepakatan ini merupakan ekspor militer terbesar dalam sejarah Turki yang ditandatangani pada pertengahan 2025.
    Nilai Kontrak: 10 Miliar USD (setara ± Rp162 triliun).
    Jumlah: 48 Unit.
    Spesifikasi: Jet generasi kelima dengan kemampuan siluman (stealth), sistem berbasis AI, dan 8 internal weapon bay.
    -
    2. Kapal Cepat Rudal (KCR) 70M
    Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 180 - 200 juta USD (± Rp2,8 - Rp3,1 triliun) untuk 2 unit pertama.
    Jumlah: 2 Unit (NB74 dan NB75).
    -
    3. Kapal Perang Fregat Kelas-Δ°stif (I-Class)
    Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 1 miliar USD (± Rp15,6 triliun) untuk 2 unit pertama.
    -
    4. Drone ANKA
    Nilai Kontrak: 300 juta USD (sekitar Rp4,5 triliun).
    -
    5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
    Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 400 - 600 juta USD.
    -
    6. Rudal Jelajah Atmaca & Torpedo Akya
    Estimasi Nilai Kontrak: Lebih dari 500 juta USD.
    Rincian: Indonesia memberikan kontrak awal untuk pengadaan sekitar 45 unit rudal Atmaca. Mengingat rudal ini direncanakan untuk mempersenjatai lebih dari 41 kapal perang TNI AL (termasuk Fregat I-Class dan Kapal Cepat Rudal), nilai total diperkirakan akan terus bertambah seiring penambahan pesanan stok.
    -
    7. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
    Nilai Kontrak Tahap Awal: Sekitar 135 juta USD (untuk fase pertama).
    Rincian: Kontrak awal untuk 18 unit memiliki nilai sekitar 135 juta USD. Namun, dengan target kebutuhan total TNI AD mencapai lebih dari 100 unit [Data User], nilai proyek jangka panjang ini diperkirakan akan melampaui 800 juta USD yang dikelola melalui kerja sama PT Pindad dan FNSS Turki.
    -
    8. Sistem Pertahanan Udara (ADS) KHAN & Trisula
    Estimasi Nilai Kontrak: Ratusan juta dolar AS.
    Rincian: Meskipun angka pasti untuk sistem Trisula (Hisar) belum dipublikasikan secara mendetail, pengadaan sistem rudal balistik taktis KHAN telah terealisasi dengan pengiriman tahap pertama ke Kalimantan pada Agustus 2025.
    ======================
    ======================
    Total nilai pengadaan militer Malondesh dari Turkiye, berdasarkan rincian yang Anda berikan, diperkirakan mencapai lebih dari US$1,17 miliar
    1. Kapal Perang (Sektor Laut) — Est. >US$1 Miliar
    LMS Batch 2 (Kelas Ada): Kontrak untuk tiga kapal korvet kelas Ada estimasi industri untuk kapal sejenis berada di kisaran US$600 juta - US$800 juta.
    Multi-Purpose Mission Ship (MPMS): Akuisisi kapal misi serbaguna dari galangan kapal Desan pada Maret 2025 bernilai US$68,8 juta.
    -
    2. Drone dan Sistem Udara — Est. US$91,6 Juta
    UAV Anka-S: Kontrak yang ditandatangani dengan Turkish Aerospace Industries (TAI) untuk tiga unit drone Anka-S bernilai US$91,6 juta. Drone ini dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada tahun 2026 untuk mengawasi Laut China Selatan.
    -
    3. Persenjataan Darat dan Rudal — Est. US$20 Juta+
    ATGM Karaok: Malondesh mengakuisisi 18 unit peluncur dan 108 rudal anti-tank Karaok dari Roketsan dengan perkiraan nilai kontrak sekitar US$20 juta


    BalasHapus
  68. Aduh MEMALUkan guys....HAHAHAHA



    Presiden Turkey Erdogan menolak bersalaman dgn Presiden Indonesia Prabowo

    https://web.facebook.com/reel/1432635747934916

    BalasHapus
    Balasan
    1. MPMS = EXIM KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      In parallel with the defence procurement, Wisma Putra stated that additional agreements are expected to be concluded during the visit. These include memoranda of understanding between the Malondeshn Investment Development Authority and the Investment and Finance Office of the Presidency of the Republic of TΓΌrkiye, cooperation agreements between EXIM Bank Malondesh and Turk Eximbank...
      -----------------------
      Berdasarkan pembelian MPMS (Multi-Purpose Mission Ship) senilai RM304,29 juta tersebut memang menggunakan skema utang atau pembiayaan luar negeri.
      Berikut adalah poin-poin yang mengonfirmasi hal tersebut:
      1. Pelibatan Bank Ekspor-Impor: Adanya kerja sama antara EXIM Bank Malondesh dan Turk Eximbank menunjukkan penggunaan fasilitas kredit ekspor (FKE). Dalam praktik pengadaan pertahanan internasional, skema ini merupakan bentuk utang luar negeri di mana lembaga keuangan dari negara pengekspor (Turk Eximbank) memberikan pinjaman atau penjaminan bagi negara pembeli untuk membiayai pengadaan barang tersebut.
      -
      2. Nota Kesepahaman (MoU) Keuangan: Penyebutan kesepakatan antara lembaga investasi Malondesh dan kantor keuangan kepresidenan Turki yang berjalan paralel dengan pengadaan kapal ini memperkuat bahwa transaksi tersebut melibatkan struktur pembiayaan formal (utang), bukan sekadar pembayaran tunai langsung dari anggaran berjalan.
      -
      3. Karakteristik Pengadaan Pertahanan: Di sektor pertahanan, skema Fasilitas Kredit Ekspor (FKE) atau Kredit Swasta Asing (KSA) adalah metode umum untuk membiayai aset bernilai besar (seperti kapal sepanjang 99 meter) guna menyebar beban fiskal dalam jangka waktu yang lebih lama melalui mekanisme pinjaman.
      Kesimpulan: Ya, pembelian tersebut menggunakan skema utang melalui fasilitas kredit ekspor yang melibatkan kerja sama antara bank pemerintah Malondesh dan Turki
      -----------------------
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      Untuk konteks, sebanyak RM 6.08 bilion daripada siling RM 9.128 bilion telah dibayar kepada BNS oleh kerajaan Malaydesh. Daripada RM 6.08 bilion tersebut, RM 255 juta digunakan untuk menjelas hutang lapuk NGPV, RM 141 juta untuk faedah yang dikenakan kepada hutang NGPV, dan RM 349 juta untuk “cost increase on design activities with NGPV”. Sejumlah RM 745 juta telah digunakan untuk “bailout” projek NGPV.
      RM9.128 bilion ini adalah untuk menjayakan projek LCS, bukan untuk “bailout” projek NGPV. Penggunaan dana sebegini adalah pecah amanah melanggar S.409 Kanun Keseksaan. Pada asasnya, apa yang dilakukan di sini ialah menutup kerugian perjanjian lama yang gagal dengan perjanjian baru. Apa yang dilakukan di sini adalah jenayah.
      Ataupun, PM6 memang memulakan projek LCS secara rundingan terus dengan tujuan untuk membayar hutang lapuk NGPV? Jawapan Najib kepada soalan ini akan bantu kita semua memahami masalah projek LCS

      Hapus
    2. RM363,8 JUTA = OPV MADE IN MALAYDESH ......
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      -------------
      Kontrak awal tahun 2017 untuk 3 unit kapal adalah sebesar RM738,9 juta (rata-rata RM246,3 juta/unit). Namun, karena kegagalan manajemen dan keterlambatan bertahun-tahun, pemerintah harus mengeluarkan dana tambahan:
      Suntikan Dana Pertama (2023): Pinjaman sebesar RM152,6 juta untuk menyelesaikan kapal pertama (KM Tun Fatimah).
      Suntikan Dana Kedua (2025): Tambahan sekitar RM200 juta dialokasikan untuk melanjutkan pengerjaan kapal kedua dan ketiga oleh kontraktor baru.
      Total Estimasi Biaya: Anggaran keseluruhan membengkak menjadi sekitar RM1,09 miliar (RM1,091,5 juta). Jika dibagi tiga, maka biaya rata-rata per kapal menjadi sekitar RM363,8 juta
      -------------
      OPV MIRING KABEL PUTUS
      OPV MIRING KABEL PUTUS
      OPV MIRING KABEL PUTUS
      OPV MIRING KABEL PUTUS
      THHE general manager Azizul Hanafee Zain explained that the ship tilted to one side after one of the steel cables attached to the supporting structure underneath the ship was cut.
      ====================
      ====================
      RM339.85 MILLION = MPMS MADE IN TURKI...
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      The second MPMS is valued at RM339.85 million (approximately US$83.75 million). While the Malaysian statement did not specify the shipyard responsible for construction, Malaysian media assessments indicate that the contract is most likely to be executed by DESAN Shipyard, which is currently building the first MPMS for Malaysia

      Hapus
    3. 1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
      -------------
      Berdasarkan sumber berita hingga awal tahun 2026, TH Heavy Engineering Berhad (THHE), perusahaan galangan kapal asal Malaysia, telah dinyatakan bangkrut dan menjalani proses likuidasi wajib (compulsory winding-up).
      Berikut adalah ringkasan penyebab dan status kebangkrutannya:
      1. Status Kebangkrutan dan Likuidasi
      Likuidasi Wajib: Pada Juli 2025, Mahkamah Tinggi Kuala Lumpur memerintahkan THHE untuk menjalani likuidasi wajib di bawah pengawasan pengadilan.
      Konversi dari Sukarela: Pengadilan mengubah proses "likuidasi sukarela" yang sebelumnya diajukan perusahaan menjadi "likuidasi wajib" karena adanya keraguan atas integritas proses sebelumnya dan untuk melindungi kepentingan para kreditor independen yang memegang mayoritas utang (sekitar 74,6%).
      Delisting: Saham THHE telah resmi dihapus dari bursa efek (delisted) sejak September 2022 setelah gagal mengajukan rencana restrukturisasi keuangan yang memadai.
      2. Penyebab Utama Kebangkrutan
      Berdasarkan laporan keuangan dan operasional, beberapa faktor penyebabnya meliputi:
      Kerugian Beruntun: THHE telah mengalami kerugian berturut-turut sejak tahun 2014 akibat penurunan sektor minyak dan gas (O&G).
      Kegagalan Proyek Strategis: Perusahaan gagal memenuhi kontrak senilai RM738,9 juta untuk pengiriman tiga kapal patroli lepas pantai (Offshore Patrol Vessels/OPV) kepada Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) yang terus mengalami penundaan sejak 2020.
      Beban Utang Tinggi: Hingga pertengahan 2022, perusahaan memiliki komitmen utang jangka pendek sebesar RM151,87 juta dan akumulasi kerugian mencapai RM645,99 juta.
      Masalah Manajemen: Pengadilan menemukan adanya potensi benturan kepentingan dalam penunjukan likuidator awal, sehingga memutuskan untuk menunjuk kurator independen guna mengelola aset perusahaan.
      3. Kepemilikan dan Penyelamatan yang Gagal
      THHE sebelumnya merupakan unit di bawah Lembaga Tabung Haji (TH) Malaysia. Namun, karena kinerja yang buruk, sahamnya dialihkan ke unit milik Kementerian Kewangan, Urusharta Jamaah Sdn Bhd (UJSB), pada tahun 2018 sebagai bagian dari upaya rehabilitasi aset.
      Meskipun telah dicoba untuk beralih fokus ke bisnis perbaikan dan pembuatan kapal (shipbuilding) dari sektor O&G, upaya ini tidak mampu memulihkan kondisi keuangan perusahaan.

      Hapus
    4. CANGGIH PENGGANTI KLEWANG =
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      GOLOK PENGGANTI KLEWANG
      ------------
      KRI Golok (688) resmi diluncurkan oleh TNI AL sebagai kapal pengganti KRI Klewang (625) yang hancur akibat kebakaran pada tahun 2012.
      Berikut adalah penjelasan singkat mengenai pergantian tersebut:
      Penyebab Pergantian: KRI Klewang, kapal cepat rudal (trimaran) siluman pertama milik Indonesia, ludes terbakar saat masih dalam tahap uji coba pada 28 September 2012 di Banyuwangi akibat arus pendek listrik.
      KRI Golok-688: Diluncurkan pada 21 Agustus 2021 oleh PT Lundin Industry Invest, kapal ini merupakan generasi kedua dari kelas trimaran tersebut. Kapal ini memiliki teknologi siluman yang lebih mutakhir, menggunakan material komposit serat karbon yang lebih ringan dan sulit dideteksi radar.
      Peresmian: KRI Golok resmi masuk ke jajaran alutsista TNI AL pada 14 Januari 2022 setelah melalui serangkaian uji coba.
      Sumber Berita Terkait:
      KRI Golok-688 Resmi Diluncurkan sebagai Pengganti KRI Klewang-625 – Airspace Review (21 Agustus 2021).
      Usai Viral KRI Klewang Ludes Terbakar, Simak Kecanggihan KRI Golok – Zona Jakarta (20 Agustus 2021).
      Kapal Perang Teknologi 'Siluman' Diluncurkan di Banyuwangi – Kumparan (22 Agustus 2021).
      KRI Golok (688) - Wikipedia Bahasa Indonesia – Detail spesifikasi dan riwayat peluncuran.
      TNI AL Luncurkan KRI Golok-688 (YouTube) – Liputan visual prosesi peluncuran kapal

      Hapus
  69. RM363,8 JUTA = OPV MADE IN MALAYDESH ......
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    -------------
    Kontrak awal tahun 2017 untuk 3 unit kapal adalah sebesar RM738,9 juta (rata-rata RM246,3 juta/unit). Namun, karena kegagalan manajemen dan keterlambatan bertahun-tahun, pemerintah harus mengeluarkan dana tambahan:
    Suntikan Dana Pertama (2023): Pinjaman sebesar RM152,6 juta untuk menyelesaikan kapal pertama (KM Tun Fatimah).
    Suntikan Dana Kedua (2025): Tambahan sekitar RM200 juta dialokasikan untuk melanjutkan pengerjaan kapal kedua dan ketiga oleh kontraktor baru.
    Total Estimasi Biaya: Anggaran keseluruhan membengkak menjadi sekitar RM1,09 miliar (RM1,091,5 juta). Jika dibagi tiga, maka biaya rata-rata per kapal menjadi sekitar RM363,8 juta
    -------------
    OPV MIRING KABEL PUTUS
    OPV MIRING KABEL PUTUS
    OPV MIRING KABEL PUTUS
    OPV MIRING KABEL PUTUS
    THHE general manager Azizul Hanafee Zain explained that the ship tilted to one side after one of the steel cables attached to the supporting structure underneath the ship was cut.
    ====================
    ====================
    RM339.85 MILLION = MPMS MADE IN TURKI...
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    The second MPMS is valued at RM339.85 million (approximately US$83.75 million). While the Malaysian statement did not specify the shipyard responsible for construction, Malaysian media assessments indicate that the contract is most likely to be executed by DESAN Shipyard, which is currently building the first MPMS for Malaysia

    BalasHapus
  70. CANGGIH PENGGANTI KLEWANG =
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    ------------
    KRI Golok (688) resmi diluncurkan oleh TNI AL sebagai kapal pengganti KRI Klewang (625) yang hancur akibat kebakaran pada tahun 2012.
    Berikut adalah penjelasan singkat mengenai pergantian tersebut:
    Penyebab Pergantian: KRI Klewang, kapal cepat rudal (trimaran) siluman pertama milik Indonesia, ludes terbakar saat masih dalam tahap uji coba pada 28 September 2012 di Banyuwangi akibat arus pendek listrik.
    KRI Golok-688: Diluncurkan pada 21 Agustus 2021 oleh PT Lundin Industry Invest, kapal ini merupakan generasi kedua dari kelas trimaran tersebut. Kapal ini memiliki teknologi siluman yang lebih mutakhir, menggunakan material komposit serat karbon yang lebih ringan dan sulit dideteksi radar.
    Peresmian: KRI Golok resmi masuk ke jajaran alutsista TNI AL pada 14 Januari 2022 setelah melalui serangkaian uji coba.
    Sumber Berita Terkait:
    KRI Golok-688 Resmi Diluncurkan sebagai Pengganti KRI Klewang-625 – Airspace Review (21 Agustus 2021).
    Usai Viral KRI Klewang Ludes Terbakar, Simak Kecanggihan KRI Golok – Zona Jakarta (20 Agustus 2021).
    Kapal Perang Teknologi 'Siluman' Diluncurkan di Banyuwangi – Kumparan (22 Agustus 2021).
    KRI Golok (688) - Wikipedia Bahasa Indonesia – Detail spesifikasi dan riwayat peluncuran.
    TNI AL Luncurkan KRI Golok-688 (YouTube) – Liputan visual prosesi peluncuran kapal

    BalasHapus
  71. Ciri beruk stresss, pasti keluar dari topik ha ha ha ha ha kesiyaaannnnn. Efek warganya di prank Kerajaan. 😁😁😁😁

    BalasHapus
  72. 1950 = INDONESIA TURKEY 🀝 🀝 🀝
    1950 = MALAYDESH BRITISH : BRITISH MALAYDESH
    -
    G20 = INDONESIA TURKEY
    MIKTA = INDONESIA TURKEY
    --------
    1950 = INDONESIA TURKEY
    1950 = MALAYDESH MASIH BRITISH
    Indonesia and Turkey established diplomatic relations in 1950. Diplomatic relations are particularly important because both are Muslim-majority countries as well as modern democracies. Indonesia has an embassy in Ankara[ and consulate-general in Istanbul. Turkey has an embassy in Jakarta
    ---------
    MITRA STRATEGIS = TRANSFER OF TECHNOLOGY (TOT)
    Indonesia dan Turki telah berkembang menjadi kemitraan strategis yang berfokus pada kemandirian industri pertahanan melalui skema Transfer of Technology (ToT).
    Berikut adalah rincian ToT yang disepakati untuk aset-aset militer tersebut:
    1. Pesawat Tempur KAAN (Generasi Ke-5)
    Produksi Lokal & Perakitan: Kesepakatan mencakup perakitan parsial (partial assembly) di Indonesia serta keterlibatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dalam rantai pasok komponen global.
    Engineering & Design: Insinyur Indonesia terlibat dalam fase pengembangan lanjutan dan rekayasa pesawat untuk membangun basis pengetahuan teknologi siluman (stealth) dan avionik mutakhir.
    Fasilitas MRO: Pembangunan fasilitas pemeliharaan, perbaikan, dan operasional (MRO) di Indonesia untuk menjamin keberlangsungan operasional jet KAAN secara mandiri di masa depan.
    -
    2. Pesawat Tanpa Awak (Drone)
    Bayraktar TB2 & AkΔ±ncΔ±:
    Pabrik Drone Lokal: Melalui kemitraan antara Republikorp dan Baykar Technologies, telah disepakati pembentukan usaha patungan (joint venture) untuk membangun pabrik produksi drone di Indonesia.
    Lisensi Produksi: Indonesia mendapatkan lisensi untuk memproduksi unit-unit ini secara lokal, yang mencakup transfer pengetahuan sistem kendali jarak jauh dan kecerdasan buatan (AI avionics).
    UAV Anka:
    Final Assembly Line (FAL): PTDI memiliki kemampuan untuk melakukan perakitan akhir dan flight line untuk unit-unit Anka yang dipesan.
    UAV Center: Pelatihan bagi engineer dan pilot Indonesia untuk mengelola sistem data link dan membangun pusat keunggulan drone nasional.
    -
    3. Kapal Perang (Fregat Kelas Istif)
    Pembangunan Lokal: Produksi dua unit fregat ini dilakukan melalui kolaborasi antara galangan kapal Turki (TAIS/STM) dengan PT PAL Indonesia menggunakan fasilitas dalam negeri.
    Integrasi Sistem Persenjataan: Kerja sama dengan perusahaan Turki seperti Aselsan dan Roketsan memungkinkan PT PAL untuk mengintegrasikan sistem manajemen tempur (CMS) dan sensor radar AESA generasi terbaru secara mandiri.
    -
    4. Sistem Rudal (KHAN & Γ‡AKIR)
    Joint Venture Roketsan: Pembentukan perusahaan patungan antara Roketsan dan mitra lokal (PT Republik Roketsan Indonesia) untuk memproduksi amunisi dan rudal presisi di dalam negeri.
    Pengembangan Bersama: ToT mencakup teknologi propulsi rudal dan sistem pemandu, yang krusial bagi kemandirian teknologi persenjataan jarak jauh Indonesia.
    -
    5. Kendaraan Tempur (Medium Tank Harimau)
    Kepemilikan Intelektual Bersama: Sejak awal, proyek Harimau (Kaplan MT) adalah desain bersama antara PT Pindad dan FNSS. Indonesia memiliki hak atas desain dan bebas untuk memproduksi atau mengekspornya ke negara ketiga.
    ==============
    ==============
    BUKTI TEMPEL STICKER PARS 8x8 =
    1. TIDAK ADA PERJANJIAN KERJASAMA JV
    2. TIDAK ADA PROTOTIPE
    3. TIDAK ADA UJI KUALIFIKASI
    4. LANGSUNG PRODUKSI MASSAL
    Pada bulan Juni 2011, Perusahaan Turki FNSS membatalkan menandatangani 'surat penawaran dan penerimaan' oleh DRB(DefTech) untuk bantuan desain dan pengembangan kendaraan. Kendaraan AV8 yang dipilih oleh militer MALAYDESH didasarkan pada kendaraan lapis baja beroda 8×8 yang dirancang oleh FNSS Pars 8×8.
    ----
    TEMPEL STICKER HIZIR TURKI
    KASIAN TIADA KEMAMPUAN UJI BALISTIK
    1. UJI BALISTIK DI THAILAND
    2. UJI BALISTIK DI AFRIKA SELATAN
    Selain itu, 2 ujian balistik telah dilakukan iaitu Ujian balistik Tembakan yang dilaksanakan di The Defence TechNOLogy Institute, Bangkok, Thailand dan Ujian Balistik Letupan (Mine/Underbelly Test) di Council for Scientific and Industrial Research, Pretoria, Afrika Selatan.

    BalasHapus
  73. 1950 = INDONESIA TURKEY 🀝 🀝 🀝
    1950 = MALAYDESH BRITISH : BRITISH MALAYDESH
    -
    G20 = INDONESIA TURKEY
    MIKTA = INDONESIA TURKEY
    --------
    1950 = INDONESIA TURKEY
    1950 = MALAYDESH MASIH BRITISH
    Indonesia and Turkey established diplomatic relations in 1950. Diplomatic relations are particularly important because both are Muslim-majority countries as well as modern democracies. Indonesia has an embassy in Ankara[ and consulate-general in Istanbul. Turkey has an embassy in Jakarta
    ---------
    MITRA STRATEGIS = TRANSFER OF TECHNOLOGY (TOT)
    Indonesia dan Turki telah berkembang menjadi kemitraan strategis yang berfokus pada kemandirian industri pertahanan melalui skema Transfer of Technology (ToT).
    Berikut adalah rincian ToT yang disepakati untuk aset-aset militer tersebut:
    1. Pesawat Tempur KAAN (Generasi Ke-5)
    Produksi Lokal & Perakitan: Kesepakatan mencakup perakitan parsial (partial assembly) di Indonesia serta keterlibatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dalam rantai pasok komponen global.
    Engineering & Design: Insinyur Indonesia terlibat dalam fase pengembangan lanjutan dan rekayasa pesawat untuk membangun basis pengetahuan teknologi siluman (stealth) dan avionik mutakhir.
    Fasilitas MRO: Pembangunan fasilitas pemeliharaan, perbaikan, dan operasional (MRO) di Indonesia untuk menjamin keberlangsungan operasional jet KAAN secara mandiri di masa depan.
    -
    2. Pesawat Tanpa Awak (Drone)
    Bayraktar TB2 & AkΔ±ncΔ±:
    Pabrik Drone Lokal: Melalui kemitraan antara Republikorp dan Baykar Technologies, telah disepakati pembentukan usaha patungan (joint venture) untuk membangun pabrik produksi drone di Indonesia.
    Lisensi Produksi: Indonesia mendapatkan lisensi untuk memproduksi unit-unit ini secara lokal, yang mencakup transfer pengetahuan sistem kendali jarak jauh dan kecerdasan buatan (AI avionics).
    UAV Anka:
    Final Assembly Line (FAL): PTDI memiliki kemampuan untuk melakukan perakitan akhir dan flight line untuk unit-unit Anka yang dipesan.
    UAV Center: Pelatihan bagi engineer dan pilot Indonesia untuk mengelola sistem data link dan membangun pusat keunggulan drone nasional.
    -
    3. Kapal Perang (Fregat Kelas Istif)
    Pembangunan Lokal: Produksi dua unit fregat ini dilakukan melalui kolaborasi antara galangan kapal Turki (TAIS/STM) dengan PT PAL Indonesia menggunakan fasilitas dalam negeri.
    Integrasi Sistem Persenjataan: Kerja sama dengan perusahaan Turki seperti Aselsan dan Roketsan memungkinkan PT PAL untuk mengintegrasikan sistem manajemen tempur (CMS) dan sensor radar AESA generasi terbaru secara mandiri.
    -
    4. Sistem Rudal (KHAN & Γ‡AKIR)
    Joint Venture Roketsan: Pembentukan perusahaan patungan antara Roketsan dan mitra lokal (PT Republik Roketsan Indonesia) untuk memproduksi amunisi dan rudal presisi di dalam negeri.
    Pengembangan Bersama: ToT mencakup teknologi propulsi rudal dan sistem pemandu, yang krusial bagi kemandirian teknologi persenjataan jarak jauh Indonesia.
    -
    5. Kendaraan Tempur (Medium Tank Harimau)
    Kepemilikan Intelektual Bersama: Sejak awal, proyek Harimau (Kaplan MT) adalah desain bersama antara PT Pindad dan FNSS. Indonesia memiliki hak atas desain dan bebas untuk memproduksi atau mengekspornya ke negara ketiga.
    ==============
    ==============
    BUKTI TEMPEL STICKER PARS 8x8 =
    1. TIDAK ADA PERJANJIAN KERJASAMA JV
    2. TIDAK ADA PROTOTIPE
    3. TIDAK ADA UJI KUALIFIKASI
    4. LANGSUNG PRODUKSI MASSAL
    Pada bulan Juni 2011, Perusahaan Turki FNSS membatalkan menandatangani 'surat penawaran dan penerimaan' oleh DRB(DefTech) untuk bantuan desain dan pengembangan kendaraan. Kendaraan AV8 yang dipilih oleh militer MALAYDESH didasarkan pada kendaraan lapis baja beroda 8×8 yang dirancang oleh FNSS Pars 8×8.
    ----
    TEMPEL STICKER HIZIR TURKI
    KASIAN TIADA KEMAMPUAN UJI BALISTIK
    1. UJI BALISTIK DI THAILAND
    2. UJI BALISTIK DI AFRIKA SELATAN
    Selain itu, 2 ujian balistik telah dilakukan iaitu Ujian balistik Tembakan yang dilaksanakan di The Defence TechNOLogy Institute, Bangkok, Thailand dan Ujian Balistik Letupan (Mine/Underbelly Test) di Council for Scientific and Industrial Research, Pretoria, Afrika Selatan.

    BalasHapus
  74. 1950 = INDONESIA TURKEY 🀝 🀝 🀝
    1950 = MALAYDESH BRITISH : BRITISH MALAYDESH
    -
    G20 = INDONESIA TURKEY
    MIKTA = INDONESIA TURKEY
    --------
    Indonesia and Turkey established diplomatic relations in 1950. Diplomatic relations are particularly important because both are Muslim-majority countries as well as modern democracies. Indonesia has an embassy in Ankara[ and consulate-general in Istanbul. Turkey has an embassy in Jakarta
    ---------
    MITRA STRATEGIS = TRANSFER OF TECHNOLOGY (TOT)
    MITRA STRATEGIS = TRANSFER OF TECHNOLOGY (TOT)
    MITRA STRATEGIS = TRANSFER OF TECHNOLOGY (TOT)
    Indonesia dan Turki telah berkembang menjadi kemitraan strategis yang berfokus pada kemandirian industri pertahanan melalui skema Transfer of Technology (ToT).
    Berikut adalah rincian ToT yang disepakati untuk aset-aset militer tersebut:
    1. Pesawat Tempur KAAN (Generasi Ke-5)
    Produksi Lokal & Perakitan: Kesepakatan mencakup perakitan parsial (partial assembly) di Indonesia serta keterlibatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dalam rantai pasok komponen global.
    Engineering & Design: Insinyur Indonesia terlibat dalam fase pengembangan lanjutan dan rekayasa pesawat untuk membangun basis pengetahuan teknologi siluman (stealth) dan avionik mutakhir.
    Fasilitas MRO: Pembangunan fasilitas pemeliharaan, perbaikan, dan operasional (MRO) di Indonesia untuk menjamin keberlangsungan operasional jet KAAN secara mandiri di masa depan.
    -
    2. Pesawat Tanpa Awak (Drone)
    Bayraktar TB2 & AkΔ±ncΔ±:
    Pabrik Drone Lokal: Melalui kemitraan antara Republikorp dan Baykar Technologies, telah disepakati pembentukan usaha patungan (joint venture) untuk membangun pabrik produksi drone di Indonesia.
    Lisensi Produksi: Indonesia mendapatkan lisensi untuk memproduksi unit-unit ini secara lokal, yang mencakup transfer pengetahuan sistem kendali jarak jauh dan kecerdasan buatan (AI avionics).
    UAV Anka:
    Final Assembly Line (FAL): PTDI memiliki kemampuan untuk melakukan perakitan akhir dan flight line untuk unit-unit Anka yang dipesan.
    UAV Center: Pelatihan bagi engineer dan pilot Indonesia untuk mengelola sistem data link dan membangun pusat keunggulan drone nasional.
    -
    3. Kapal Perang (Fregat Kelas Istif)
    Pembangunan Lokal: Produksi dua unit fregat ini dilakukan melalui kolaborasi antara galangan kapal Turki (TAIS/STM) dengan PT PAL Indonesia menggunakan fasilitas dalam negeri.
    Integrasi Sistem Persenjataan: Kerja sama dengan perusahaan Turki seperti Aselsan dan Roketsan memungkinkan PT PAL untuk mengintegrasikan sistem manajemen tempur (CMS) dan sensor radar AESA generasi terbaru secara mandiri.
    -
    4. Sistem Rudal (KHAN & Γ‡AKIR)
    Joint Venture Roketsan: Pembentukan perusahaan patungan antara Roketsan dan mitra lokal (PT Republik Roketsan Indonesia) untuk memproduksi amunisi dan rudal presisi di dalam negeri.
    Pengembangan Bersama: ToT mencakup teknologi propulsi rudal dan sistem pemandu, yang krusial bagi kemandirian teknologi persenjataan jarak jauh Indonesia.
    -
    5. Kendaraan Tempur (Medium Tank Harimau)
    Kepemilikan Intelektual Bersama: Sejak awal, proyek Harimau (Kaplan MT) adalah desain bersama antara PT Pindad dan FNSS. Indonesia memiliki hak atas desain dan bebas untuk memproduksi atau mengekspornya ke negara ketiga.
    ==============
    ==============
    BUKTI TEMPEL STICKER PARS 8x8 =
    1. TIDAK ADA PERJANJIAN KERJASAMA JV
    2. TIDAK ADA PROTOTIPE
    3. TIDAK ADA UJI KUALIFIKASI
    4. LANGSUNG PRODUKSI MASSAL
    Pada bulan Juni 2011, Perusahaan Turki FNSS membatalkan menandatangani 'surat penawaran dan penerimaan' oleh DRB(DefTech) untuk bantuan desain dan pengembangan kendaraan. Kendaraan AV8 yang dipilih oleh militer MALAYDESH didasarkan pada kendaraan lapis baja beroda 8×8 yang dirancang oleh FNSS Pars 8×8.
    ----
    TEMPEL STICKER HIZIR TURKI
    KASIAN TIADA KEMAMPUAN UJI BALISTIK
    1. UJI BALISTIK DI THAILAND
    2. UJI BALISTIK DI AFRIKA SELATAN
    Selain itu, 2 ujian balistik telah dilakukan iaitu Ujian balistik Tembakan yang dilaksanakan di The Defence TechNOLogy Institute, Bangkok, Thailand dan Ujian Balistik Letupan (Mine/Underbelly Test) di Council for Scientific and Industrial Research, Pretoria, Afrika Selatan.

    BalasHapus
  75. 1950 = INDONESIA TURKEY 🀝 🀝 🀝
    1950 = MALAYDESH BRITISH : BRITISH MALAYDESH
    -
    G20 = INDONESIA TURKEY
    MIKTA = INDONESIA TURKEY
    --------
    Indonesia and Turkey established diplomatic relations in 1950. Diplomatic relations are particularly important because both are Muslim-majority countries as well as modern democracies. Indonesia has an embassy in Ankara[ and consulate-general in Istanbul. Turkey has an embassy in Jakarta
    ---------
    MITRA STRATEGIS = TRANSFER OF TECHNOLOGY (TOT)
    MITRA STRATEGIS = TRANSFER OF TECHNOLOGY (TOT)
    MITRA STRATEGIS = TRANSFER OF TECHNOLOGY (TOT)
    Indonesia dan Turki telah berkembang menjadi kemitraan strategis yang berfokus pada kemandirian industri pertahanan melalui skema Transfer of Technology (ToT).
    Berikut adalah rincian ToT yang disepakati untuk aset-aset militer tersebut:
    1. Pesawat Tempur KAAN (Generasi Ke-5)
    Produksi Lokal & Perakitan: Kesepakatan mencakup perakitan parsial (partial assembly) di Indonesia serta keterlibatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dalam rantai pasok komponen global.
    Engineering & Design: Insinyur Indonesia terlibat dalam fase pengembangan lanjutan dan rekayasa pesawat untuk membangun basis pengetahuan teknologi siluman (stealth) dan avionik mutakhir.
    Fasilitas MRO: Pembangunan fasilitas pemeliharaan, perbaikan, dan operasional (MRO) di Indonesia untuk menjamin keberlangsungan operasional jet KAAN secara mandiri di masa depan.
    -
    2. Pesawat Tanpa Awak (Drone)
    Bayraktar TB2 & AkΔ±ncΔ±:
    Pabrik Drone Lokal: Melalui kemitraan antara Republikorp dan Baykar Technologies, telah disepakati pembentukan usaha patungan (joint venture) untuk membangun pabrik produksi drone di Indonesia.
    Lisensi Produksi: Indonesia mendapatkan lisensi untuk memproduksi unit-unit ini secara lokal, yang mencakup transfer pengetahuan sistem kendali jarak jauh dan kecerdasan buatan (AI avionics).
    UAV Anka:
    Final Assembly Line (FAL): PTDI memiliki kemampuan untuk melakukan perakitan akhir dan flight line untuk unit-unit Anka yang dipesan.
    UAV Center: Pelatihan bagi engineer dan pilot Indonesia untuk mengelola sistem data link dan membangun pusat keunggulan drone nasional.
    -
    3. Kapal Perang (Fregat Kelas Istif)
    Pembangunan Lokal: Produksi dua unit fregat ini dilakukan melalui kolaborasi antara galangan kapal Turki (TAIS/STM) dengan PT PAL Indonesia menggunakan fasilitas dalam negeri.
    Integrasi Sistem Persenjataan: Kerja sama dengan perusahaan Turki seperti Aselsan dan Roketsan memungkinkan PT PAL untuk mengintegrasikan sistem manajemen tempur (CMS) dan sensor radar AESA generasi terbaru secara mandiri.
    -
    4. Sistem Rudal (KHAN & Γ‡AKIR)
    Joint Venture Roketsan: Pembentukan perusahaan patungan antara Roketsan dan mitra lokal (PT Republik Roketsan Indonesia) untuk memproduksi amunisi dan rudal presisi di dalam negeri.
    Pengembangan Bersama: ToT mencakup teknologi propulsi rudal dan sistem pemandu, yang krusial bagi kemandirian teknologi persenjataan jarak jauh Indonesia.
    -
    5. Kendaraan Tempur (Medium Tank Harimau)
    Kepemilikan Intelektual Bersama: Sejak awal, proyek Harimau (Kaplan MT) adalah desain bersama antara PT Pindad dan FNSS. Indonesia memiliki hak atas desain dan bebas untuk memproduksi atau mengekspornya ke negara ketiga.
    ==============
    ==============
    BUKTI TEMPEL STICKER PARS 8x8 =
    1. TIDAK ADA PERJANJIAN KERJASAMA JV
    2. TIDAK ADA PROTOTIPE
    3. TIDAK ADA UJI KUALIFIKASI
    4. LANGSUNG PRODUKSI MASSAL
    Pada bulan Juni 2011, Perusahaan Turki FNSS membatalkan menandatangani 'surat penawaran dan penerimaan' oleh DRB(DefTech) untuk bantuan desain dan pengembangan kendaraan. Kendaraan AV8 yang dipilih oleh militer MALAYDESH didasarkan pada kendaraan lapis baja beroda 8×8 yang dirancang oleh FNSS Pars 8×8.
    ----
    TEMPEL STICKER HIZIR TURKI
    KASIAN TIADA KEMAMPUAN UJI BALISTIK
    1. UJI BALISTIK DI THAILAND
    2. UJI BALISTIK DI AFRIKA SELATAN
    Selain itu, 2 ujian balistik telah dilakukan iaitu Ujian balistik Tembakan yang dilaksanakan di The Defence TechNOLogy Institute, Bangkok, Thailand dan Ujian Balistik Letupan (Mine/Underbelly Test) di Council for Scientific and Industrial Research, Pretoria, Afrika Selatan.

    BalasHapus
  76. 1950 = INDONESIA TURKEY 🀝 🀝 🀝
    1950 = MALAYDESH BRITISH : BRITISH MALAYDESH
    -
    G20 = INDONESIA TURKEY
    MIKTA = INDONESIA TURKEY
    --------
    Indonesia and Turkey established diplomatic relations in 1950. Diplomatic relations are particularly important because both are Muslim-majority countries as well as modern democracies. Indonesia has an embassy in Ankara[ and consulate-general in Istanbul. Turkey has an embassy in Jakarta
    ---------
    MITRA STRATEGIS = TRANSFER OF TECHNOLOGY (TOT)
    MITRA STRATEGIS = TRANSFER OF TECHNOLOGY (TOT)
    MITRA STRATEGIS = TRANSFER OF TECHNOLOGY (TOT)
    Indonesia dan Turki telah berkembang menjadi kemitraan strategis yang berfokus pada kemandirian industri pertahanan melalui skema Transfer of Technology (ToT).
    Berikut adalah rincian ToT yang disepakati untuk aset-aset militer tersebut:
    1. Pesawat Tempur KAAN (Generasi Ke-5)
    Produksi Lokal & Perakitan: Kesepakatan mencakup perakitan parsial (partial assembly) di Indonesia serta keterlibatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dalam rantai pasok komponen global.
    Engineering & Design: Insinyur Indonesia terlibat dalam fase pengembangan lanjutan dan rekayasa pesawat untuk membangun basis pengetahuan teknologi siluman (stealth) dan avionik mutakhir.
    Fasilitas MRO: Pembangunan fasilitas pemeliharaan, perbaikan, dan operasional (MRO) di Indonesia untuk menjamin keberlangsungan operasional jet KAAN secara mandiri di masa depan.
    -
    2. Pesawat Tanpa Awak (Drone)
    Bayraktar TB2 & AkΔ±ncΔ±:
    Pabrik Drone Lokal: Melalui kemitraan antara Republikorp dan Baykar Technologies, telah disepakati pembentukan usaha patungan (joint venture) untuk membangun pabrik produksi drone di Indonesia.
    Lisensi Produksi: Indonesia mendapatkan lisensi untuk memproduksi unit-unit ini secara lokal, yang mencakup transfer pengetahuan sistem kendali jarak jauh dan kecerdasan buatan (AI avionics).
    UAV Anka:
    Final Assembly Line (FAL): PTDI memiliki kemampuan untuk melakukan perakitan akhir dan flight line untuk unit-unit Anka yang dipesan.
    UAV Center: Pelatihan bagi engineer dan pilot Indonesia untuk mengelola sistem data link dan membangun pusat keunggulan drone nasional.
    -
    3. Kapal Perang (Fregat Kelas Istif)
    Pembangunan Lokal: Produksi dua unit fregat ini dilakukan melalui kolaborasi antara galangan kapal Turki (TAIS/STM) dengan PT PAL Indonesia menggunakan fasilitas dalam negeri.
    Integrasi Sistem Persenjataan: Kerja sama dengan perusahaan Turki seperti Aselsan dan Roketsan memungkinkan PT PAL untuk mengintegrasikan sistem manajemen tempur (CMS) dan sensor radar AESA generasi terbaru secara mandiri.
    -
    4. Sistem Rudal (KHAN & Γ‡AKIR)
    Joint Venture Roketsan: Pembentukan perusahaan patungan antara Roketsan dan mitra lokal (PT Republik Roketsan Indonesia) untuk memproduksi amunisi dan rudal presisi di dalam negeri.
    Pengembangan Bersama: ToT mencakup teknologi propulsi rudal dan sistem pemandu, yang krusial bagi kemandirian teknologi persenjataan jarak jauh Indonesia.
    -
    5. Kendaraan Tempur (Medium Tank Harimau)
    Kepemilikan Intelektual Bersama: Sejak awal, proyek Harimau (Kaplan MT) adalah desain bersama antara PT Pindad dan FNSS. Indonesia memiliki hak atas desain dan bebas untuk memproduksi atau mengekspornya ke negara ketiga.
    ==============
    ==============
    BUKTI TEMPEL STICKER PARS 8x8 =
    1. TIDAK ADA PERJANJIAN KERJASAMA JV
    2. TIDAK ADA PROTOTIPE
    3. TIDAK ADA UJI KUALIFIKASI
    4. LANGSUNG PRODUKSI MASSAL
    Pada bulan Juni 2011, Perusahaan Turki FNSS membatalkan menandatangani 'surat penawaran dan penerimaan' oleh DRB(DefTech) untuk bantuan desain dan pengembangan kendaraan. Kendaraan AV8 yang dipilih oleh militer MALAYDESH didasarkan pada kendaraan lapis baja beroda 8×8 yang dirancang oleh FNSS Pars 8×8.
    ----
    TEMPEL STICKER HIZIR TURKI
    KASIAN TIADA KEMAMPUAN UJI BALISTIK
    1. UJI BALISTIK DI THAILAND
    2. UJI BALISTIK DI AFRIKA SELATAN
    Selain itu, 2 ujian balistik telah dilakukan iaitu Ujian balistik Tembakan yang dilaksanakan di The Defence TechNOLogy Institute, Bangkok, Thailand dan Ujian Balistik Letupan (Mine/Underbelly Test) di Council for Scientific and Industrial Research, Pretoria, Afrika Selatan.

    BalasHapus
  77. 🀝 INDONESIA TURKEY 🀝
    1950 = INDONESIA TURKEY
    1950 = MALAYDESH BRITISH : BRITISH MALAYDESH
    -
    G20 = INDONESIA TURKEY
    MIKTA = INDONESIA TURKEY
    --------
    Indonesia and Turkey established diplomatic relations in 1950. Diplomatic relations are particularly important because both are Muslim-majority countries as well as modern democracies. Indonesia has an embassy in Ankara[ and consulate-general in Istanbul. Turkey has an embassy in Jakarta
    ---------
    Kerjasama Indonesia dan Turki dalam forum G20 dan MIKTA pada tahun 2026 mencerminkan kemitraan strategis yang semakin mendalam, terutama dalam memperjuangkan kepentingan negara berkembang dan stabilitas global.
    1. Sinergi dalam Forum G20
    Indonesia dan Turki menggunakan platform G20 untuk memperkuat hubungan bilateral dan menyuarakan isu-isu global yang mendesak:
    Penguatan Multilateralisme: Memasuki tahun 2026, kedua negara terus mendorong pemulihan multilateralisme guna menghadapi tantangan ekonomi global dan perubahan iklim.
    Kerjasama Industri Strategis: Di sela-sela pertemuan G20, kedua negara secara rutin menandatangani kesepakatan penting, termasuk di bidang industri pertahanan (Inhan) dan pembangunan infrastruktur seperti proyek Tol Trans-Sumatera yang melibatkan kontraktor Turki.
    Dukungan Kepemimpinan: Turki secara konsisten memberikan dukungan kuat terhadap agenda-agenda Indonesia di G20, khususnya dalam upaya memperbaiki tata kelola ekonomi dunia yang lebih adil bagi negara berkembang.
    -
    2. Kolaborasi dalam MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, Australia)
    Dalam forum MIKTA, Indonesia dan Turki berperan sebagai "jembatan" atau kekuatan penyeimbang (middle powers):
    Penyelesaian Isu Global: Melalui MIKTA, kedua negara berkolaborasi dalam penyelesaian isu perdamaian global, termasuk solidaritas terhadap Palestina dan reformasi tata kelola global.
    ----------------------
    10 EKONOMI TERBESAR ASIA =
    1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
    2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
    3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
    4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
    5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
    6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
    7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
    8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
    9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
    10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
    -----------------
    NEGARA DENGAN GDP TERBESAR TAHUN 2025 BERDASARKAN PPP (PURCHASING POWER PARITY):
    1. Tiongkok – US$40,7 triliun
    2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
    3. India – US$17,6 triliun
    4. Rusia – US$7,19 triliun
    5. Jepang – US$6,74 triliun
    6. Indonesia – US$5,69 triliun
    7. Jerman – US$5,65 triliun
    8. Brasil – US$5,27 triliun
    9. Turki – US$3,91 triliun
    10. Meksiko – US$3,88 triliun
    11. Mesir – US$3,85 triliun
    12. Inggris – US$3,82 triliun
    13. Prancis – US$3,80 triliun
    14. Iran – US$3,74 triliun
    15. Pakistan – US$2,09 triliun
    16. Bangladesh – US$2,05 triliun
    17. Italia – US$2,04 triliun
    18. Vietnam – US$1,89 triliun
    19. Filipina – US$1,87 triliun
    20. Thailand – US$1,85 triliun
    ------------------
    DAFTAR 20 NEGARA DENGAN GDP NOMINAL TERBESAR TAHUN 2025 :
    1. Amerika Serikat – US$30,34 triliun
    2. Tiongkok – US$19,90 triliun
    3. Jerman – US$5,36 triliun
    4. Jepang – US$4,46 triliun
    5. India – US$4,26 triliun
    6. Inggris – US$3,70 triliun
    7. Prancis – US$3,26 triliun
    8. Italia – US$2,56 triliun
    9. Brasil – US$2,52 triliun
    10. Kanada – US$2,49 triliun
    11. Rusia – US$2,48 triliun
    12. Korea Selatan – US$2,10 triliun
    13. Meksiko – US$1,99 triliun
    14. Spanyol – US$1,82 triliun
    15. Indonesia – US$1,69 triliun
    16. Australia – US$1,68 triliun
    17. Turki – US$1,34 triliun
    18. Arab Saudi – US$1,28 triliun
    19. Belanda – US$1,27 triliun
    20. Swiss – US$1,16 triliun

    BalasHapus
  78. 🀝 INDONESIA TURKEY 🀝
    1950 = INDONESIA TURKEY
    1950 = MALAYDESH BRITISH : BRITISH MALAYDESH
    -
    G20 = INDONESIA TURKEY
    MIKTA = INDONESIA TURKEY
    --------
    Indonesia and Turkey established diplomatic relations in 1950. Diplomatic relations are particularly important because both are Muslim-majority countries as well as modern democracies. Indonesia has an embassy in Ankara[ and consulate-general in Istanbul. Turkey has an embassy in Jakarta
    ---------
    Kerjasama Indonesia dan Turki dalam forum G20 dan MIKTA pada tahun 2026 mencerminkan kemitraan strategis yang semakin mendalam, terutama dalam memperjuangkan kepentingan negara berkembang dan stabilitas global.
    1. Sinergi dalam Forum G20
    Indonesia dan Turki menggunakan platform G20 untuk memperkuat hubungan bilateral dan menyuarakan isu-isu global yang mendesak:
    Penguatan Multilateralisme: Memasuki tahun 2026, kedua negara terus mendorong pemulihan multilateralisme guna menghadapi tantangan ekonomi global dan perubahan iklim.
    Kerjasama Industri Strategis: Di sela-sela pertemuan G20, kedua negara secara rutin menandatangani kesepakatan penting, termasuk di bidang industri pertahanan (Inhan) dan pembangunan infrastruktur seperti proyek Tol Trans-Sumatera yang melibatkan kontraktor Turki.
    Dukungan Kepemimpinan: Turki secara konsisten memberikan dukungan kuat terhadap agenda-agenda Indonesia di G20, khususnya dalam upaya memperbaiki tata kelola ekonomi dunia yang lebih adil bagi negara berkembang.
    -
    2. Kolaborasi dalam MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, Australia)
    Dalam forum MIKTA, Indonesia dan Turki berperan sebagai "jembatan" atau kekuatan penyeimbang (middle powers):
    Penyelesaian Isu Global: Melalui MIKTA, kedua negara berkolaborasi dalam penyelesaian isu perdamaian global, termasuk solidaritas terhadap Palestina dan reformasi tata kelola global.
    ----------------------
    10 EKONOMI TERBESAR ASIA =
    1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
    2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
    3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
    4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
    5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
    6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
    7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
    8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
    9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
    10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
    -----------------
    NEGARA DENGAN GDP TERBESAR TAHUN 2025 BERDASARKAN PPP (PURCHASING POWER PARITY):
    1. Tiongkok – US$40,7 triliun
    2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
    3. India – US$17,6 triliun
    4. Rusia – US$7,19 triliun
    5. Jepang – US$6,74 triliun
    6. Indonesia – US$5,69 triliun
    7. Jerman – US$5,65 triliun
    8. Brasil – US$5,27 triliun
    9. Turki – US$3,91 triliun
    10. Meksiko – US$3,88 triliun
    11. Mesir – US$3,85 triliun
    12. Inggris – US$3,82 triliun
    13. Prancis – US$3,80 triliun
    14. Iran – US$3,74 triliun
    15. Pakistan – US$2,09 triliun
    16. Bangladesh – US$2,05 triliun
    17. Italia – US$2,04 triliun
    18. Vietnam – US$1,89 triliun
    19. Filipina – US$1,87 triliun
    20. Thailand – US$1,85 triliun
    ------------------
    DAFTAR 20 NEGARA DENGAN GDP NOMINAL TERBESAR TAHUN 2025 :
    1. Amerika Serikat – US$30,34 triliun
    2. Tiongkok – US$19,90 triliun
    3. Jerman – US$5,36 triliun
    4. Jepang – US$4,46 triliun
    5. India – US$4,26 triliun
    6. Inggris – US$3,70 triliun
    7. Prancis – US$3,26 triliun
    8. Italia – US$2,56 triliun
    9. Brasil – US$2,52 triliun
    10. Kanada – US$2,49 triliun
    11. Rusia – US$2,48 triliun
    12. Korea Selatan – US$2,10 triliun
    13. Meksiko – US$1,99 triliun
    14. Spanyol – US$1,82 triliun
    15. Indonesia – US$1,69 triliun
    16. Australia – US$1,68 triliun
    17. Turki – US$1,34 triliun
    18. Arab Saudi – US$1,28 triliun
    19. Belanda – US$1,27 triliun
    20. Swiss – US$1,16 triliun

    BalasHapus
  79. G20 = INDONESIA TURKEY 🀝
    MIKTA = INDONESIA TURKEY 🀝
    --------
    60 TB3
    9 AKINCI
    (DEFENCE SECURITY ASIA) – In a landmark move set to reshape the defense landscape of Southeast Asia, Indonesian and Turkish defense companies have sealed a pivotal agreement to forge a joint venture, spearheading the production, assembly, and maintenance of cutting-edge unmanned combat aerial vehicles (UCAVs) in the region.
    The agreement—sealed in the presence of Turkish President Recep Tayyip Erdoğan and Indonesian President Prabowo Subianto—ushers in a new era of defense collaboration, paving the way for Indonesia’s acquisition of up to 60 cutting-edge Bayraktar TB3 UCAVs and nine formidable Bayraktar AkΔ±ncΔ± UCAVs.
    ---------
    JV INDONESIA TURKEY
    ASELSAN DAN ROKETSAN ...........
    SARP
    CENK
    FCS
    DATA LINK
    SUNGUR
    CAKIR
    MAM-L
    UAV
    TANK
    Turkish defence firm representatives and Indonesian President-elect and Defence Minister Prabowo Subianto met in the Indonesian capital on Monday, marking a “historic moment reflecting the strong ties between TΓΌrkiye and Indonesia,” said Haluk Gorgun, president of the SSB.
    In scope of the agreements, Aselsan’s remote controlled stabilised weapon system “SARP,” the four-dimensional search radar “CENK,” the Fire Control System, and the firm’s Data Link will be provided to Indonesia, in addition to Roketsan’s air defence missile system “SUNGUR,” the cruise missile “CAKIR,” and the smart micro munition “MAM-L.”
    ==========
    ==========
    PRANK TURKI = PRANK YAVUZ
    PRANK TURKI = PRANK YAVUZ
    PRANK TURKI = PRANK YAVUZ
    PRANK MKE : The MALAYDESH Ministry of Defence has reportedly reviewing its planned acquisition of Yavuz 155mm
    DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
    DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
    2029 = 438,09 BILLION USD
    2028 = 412,2 BILLION USD
    2027 = 386,51 BILLION USD
    2026 = 362,19 BILLION USD
    2025 = 338,75 BILLION USD
    2024 = 316,15 BILLION USD
    2023 = 293,83 BILLION USD
    2022 = 271,49 BILLION USD
    2021 = 247,49 BILLION USD
    2020 = 221,49 BILLION USD
    ------------------
    DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
    DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
    2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
    2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
    2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
    2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
    2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
    2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
    2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
    2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
    2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
    2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
    ==========
    RINGIT TIDAK LAKU
    https://www.youtube.com/watch?v=rZD9_nKqIWQ
    ==========
    DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
    DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
    DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
    DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
    DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
    DEBT 2019 = RM 1,25 TRILLION
    DEBT 2018 = RM 1,19 TRILLION
    The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
    ==========
    BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
    MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH , among other things. Using aggregated data from BNM's Central Credit Reference Information System (CCRIS), this dashboard gives you insight into key trends on household DEBT. For now, it displays data on the flow of borrowing activity on a monthly basis, broken down by purpose. In due time, it will be deepened with granular data showing the state of inDEBTedness of MALAYDESH

    BalasHapus
  80. 1950 = INDONESIA TURKEY 🀝
    1950 = MALAYDESH BRITISH : BRITISH MALAYDESH
    -
    G20 = INDONESIA TURKEY
    MIKTA = INDONESIA TURKEY
    --------
    1950 = INDONESIA TURKEY
    1950 = MALAYDESH MASIH BRITISH
    Indonesia and Turkey established diplomatic relations in 1950. Diplomatic relations are particularly important because both are Muslim-majority countries as well as modern democracies. Indonesia has an embassy in Ankara[ and consulate-general in Istanbul. Turkey has an embassy in Jakarta
    ---------
    JVC INDONESIA TURKI.....
    60 SET TB3
    9 SET AKINCI
    Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set yang akan mendukung strategi penguatan industri kedirgantaraan dan kemandirian pertahanan nasional.
    ---------
    JV INDONESIA TURKEY
    ASELSAN DAN ROKETSAN ...........
    SARP
    CENK
    FCS
    DATA LINK
    SUNGUR
    CAKIR
    MAM-L
    UAV
    TANK
    Turkish defence firms Aselsan and Roketsan have signed strategic agreements for defence industry transfers with Indonesia under the leadership of TΓΌrkiye’s Presidency of Defence Industries (SSB) in Jakarta.
    Turkish defence firm representatives and Indonesian President-elect and Defence Minister Prabowo Subianto met in the Indonesian capital on Monday, marking a “historic moment reflecting the strong ties between TΓΌrkiye and Indonesia,” said Haluk Gorgun, president of the SSB.
    In scope of the agreements, Aselsan’s remote controlled stabilised weapon system “SARP,” the four-dimensional search radar “CENK,” the Fire Control System, and the firm’s Data Link will be provided to Indonesia, in addition to Roketsan’s air defence missile system “SUNGUR,” the cruise missile “CAKIR,” and the smart micro munition “MAM-L.”
    Additionally, memorandums of understanding on the transfers of unmanned surface vehicles, tank modernisation, and missile system maintenance were signed
    ---------
    Indonesia and Turkey have collaborated on missile development and purchases, including air defense missiles, cruise missiles, and fast missile boats.
    Missile development
    • Kaplan APC
    A new armored personnel carrier (APC) that can accommodate up to 13 people. The APC will be manufactured in Turkey, with the second and subsequent APCs manufactured in Indonesia.
    • Joint production of anti-ship cruise missiles
    Turkey and Indonesia are collaborating to jointly produce anti-ship cruise missiles in Indonesia.
    Missile purchases
    • ATMACA missiles
    The Turkish company Rocketsan supplied ATMACA missiles to Indonesia to modernize the armaments of Indonesian Navy warships.
    • SUNGUR air defense missile system
    The Turkish defense company Roketsan will supply Indonesia with the SUNGUR air defense missile system.
    • Γ‡AKIR cruise missile
    The Turkish defense company Roketsan will supply Indonesia with the Γ‡AKIR cruise missile.
    Fast missile boats
    • The Indonesian Ministry of Defense purchased two combat mission fast missile boats (NB74 and NB75) from TAIS, a consortium of five Turkish shipyards. The boats are armed with anti-ship missiles, gun or torpedoes
    ---------
    NEW COLLABORATIONS FROM ASELSAN IN INDONESIA
    ASELSAN President & CEO Ahmet Akyol announced that new agreements have been signed with Indonesia in line with ASELSAN's growth objectives for 2030, centered on expanding its global reach.
    During an official visit to Indonesia led by the Turkish Presidency of Defence Industries (SSB), strategic agreements related to defense industry transfers were signed, which represents a significant step for reinforcing ASELSAN’s presence in the Asia-Pacific region.
    In frame of the agreements, the two countries have formalized strategic deals involving the use of ASELSAN’s Remote-Controlled Stabilized Weapon System SARP, 4D Search Radar CENK, Naval Gun Fire Control System, Air Defence Missile Fire Control System (FCS) and Missile Data Link by Indonesia

    BalasHapus
  81. SHOPPING - KAYA =
    -
    1. Jet Tempur Siluman KAAN 48 Unit.
    Sumber Berita: Defense News, The Diplomat, dan AeroTime.
    ---------------
    2. Kapal Perang Fregat Kelas-Δ°stif (I-Class) 2 Unit
    Sumber Berita: Naval News dan Janes Defense.
    ---------------
    3. Rudal Jelajah Atmaca & Torpedo Akya
    Sumber Berita: Naval Post dan Military Leak.
    ---------------
    4. Drone ANKA 12 Unit
    Sumber Berita: Reuters dan C4ISRNET.
    ---------------
    5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
    Sumber Berita: Breaking Defense dan The Defense Post.
    Jumlah: 60 Unit TB3 dan 6 Unit AKINCI.
    ---------------
    6. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
    Sumber Berita: Army Recognition dan FNSS Media.
    ---------------
    7. Sistem Pertahanan Udara (ADS) Trisula & KHAN
    Sumber Berita: Defense Turkey dan Janes.
    Jumlah:
    KHAN: 1-2 Baterai (pengiriman tahap pertama telah tiba).
    Trisula (ADS): Tidak disebutkan jumlah unit peluncur secara detail, namun direncanakan melindungi titik-titik vital di Kalimantan.
    ---------------
    8. Rudal Jelajah Γ‡akΔ±r
    Sumber Berita: Antara News, Roketsan Media, dan Republicorp.
    Narasi: Proyek ini difokuskan pada produksi lokal rudal jelajah Γ‡akΔ±r di Indonesia melalui proses transfer teknologi (ToT)
    ---------------
    9. Rudal Pertahanan Udara Sungur
    Sumber Berita: TRT World dan Kementerian Pertahanan RI.
    Narasi: VSHORAD Sungur Perjanjian ini tidak hanya mencakup pembelian unit, tetapi juga penjajakan alih teknologi untuk pembuatan serta pemeliharaan rudal di Indonesia.
    ---------------
    10. Kapal Cepat Rudal FACM-70 (KCR 70)
    Sumber: East Asia Forum, Naval News.
    Jumlah: 2 Unit (Tahap awal).
    ---------------
    11. Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja (APC) Kaplan
    Sumber: East Asia Forum, LinkedIn Defence Analysis.
    Jumlah: Tahap awal pengembangan prototipe.
    ---------------
    12. Modernisasi Sistem Radio Militer (Software-Defined Radio)
    Sumber: Antara News, Aselsan Media.
    ---------------
    13. Pengembangan Kendaraan Tempur Infanteri (IFV)
    Sumber: Antara News.
    ---------------
    14. Kerja Sama Produksi Bersama Drone Bayraktar TB3
    Sumber: TVRI News, AP-Law Solution.
    ---------------
    15. Kerja Sama Strategis Kapal Selam
    Sumber: Instagram News (Reel), Indo Defence Update.
    ==============
    ==============
    SHOPPING - MISKIN =
    1. Kapal Perang (Sektor Laut) — Est. >US$1 Miliar
    LMS Batch 2 (Kelas Ada) dan Multi-Purpose Mission Ship (MPMS)
    Sumber: Janes Defense, Naval News, Defence Security Asia
    -
    2. Drone dan Sistem Udara — Est. US$91,6 Juta
    Sumber: Bernama
    -
    3. ATGM Karaok Persenjataan Darat dan Rudal — Est. US$20 Juta+
    Sumber: Defence Security Asia


    BalasHapus
  82. MPMS = EXIM KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    In parallel with the defence procurement, Wisma Putra stated that additional agreements are expected to be concluded during the visit. These include memoranda of understanding between the Malondeshn Investment Development Authority and the Investment and Finance Office of the Presidency of the Republic of TΓΌrkiye, cooperation agreements between EXIM Bank Malondesh and Turk Eximbank...
    -----------------------
    Berdasarkan pembelian MPMS (Multi-Purpose Mission Ship) senilai RM304,29 juta tersebut memang menggunakan skema utang atau pembiayaan luar negeri.
    Berikut adalah poin-poin yang mengonfirmasi hal tersebut:
    1. Pelibatan Bank Ekspor-Impor: Adanya kerja sama antara EXIM Bank Malondesh dan Turk Eximbank menunjukkan penggunaan fasilitas kredit ekspor (FKE). Dalam praktik pengadaan pertahanan internasional, skema ini merupakan bentuk utang luar negeri di mana lembaga keuangan dari negara pengekspor (Turk Eximbank) memberikan pinjaman atau penjaminan bagi negara pembeli untuk membiayai pengadaan barang tersebut.
    -
    2. Nota Kesepahaman (MoU) Keuangan: Penyebutan kesepakatan antara lembaga investasi Malondesh dan kantor keuangan kepresidenan Turki yang berjalan paralel dengan pengadaan kapal ini memperkuat bahwa transaksi tersebut melibatkan struktur pembiayaan formal (utang), bukan sekadar pembayaran tunai langsung dari anggaran berjalan.
    -
    3. Karakteristik Pengadaan Pertahanan: Di sektor pertahanan, skema Fasilitas Kredit Ekspor (FKE) atau Kredit Swasta Asing (KSA) adalah metode umum untuk membiayai aset bernilai besar (seperti kapal sepanjang 99 meter) guna menyebar beban fiskal dalam jangka waktu yang lebih lama melalui mekanisme pinjaman.
    Kesimpulan: Ya, pembelian tersebut menggunakan skema utang melalui fasilitas kredit ekspor yang melibatkan kerja sama antara bank pemerintah Malondesh dan Turki
    -----------------------
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    Untuk konteks, sebanyak RM 6.08 bilion daripada siling RM 9.128 bilion telah dibayar kepada BNS oleh kerajaan Malaydesh. Daripada RM 6.08 bilion tersebut, RM 255 juta digunakan untuk menjelas hutang lapuk NGPV, RM 141 juta untuk faedah yang dikenakan kepada hutang NGPV, dan RM 349 juta untuk “cost increase on design activities with NGPV”. Sejumlah RM 745 juta telah digunakan untuk “bailout” projek NGPV.
    RM9.128 bilion ini adalah untuk menjayakan projek LCS, bukan untuk “bailout” projek NGPV. Penggunaan dana sebegini adalah pecah amanah melanggar S.409 Kanun Keseksaan. Pada asasnya, apa yang dilakukan di sini ialah menutup kerugian perjanjian lama yang gagal dengan perjanjian baru. Apa yang dilakukan di sini adalah jenayah.
    Ataupun, PM6 memang memulakan projek LCS secara rundingan terus dengan tujuan untuk membayar hutang lapuk NGPV? Jawapan Najib kepada soalan ini akan bantu kita semua memahami masalah projek LCS

    BalasHapus
  83. MPMS = EXIM KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    In parallel with the defence procurement, Wisma Putra stated that additional agreements are expected to be concluded during the visit. These include memoranda of understanding between the Malondeshn Investment Development Authority and the Investment and Finance Office of the Presidency of the Republic of TΓΌrkiye, cooperation agreements between EXIM Bank Malondesh and Turk Eximbank...
    -----------------------
    Berdasarkan pembelian MPMS (Multi-Purpose Mission Ship) senilai RM304,29 juta tersebut memang menggunakan skema utang atau pembiayaan luar negeri.
    Berikut adalah poin-poin yang mengonfirmasi hal tersebut:
    1. Pelibatan Bank Ekspor-Impor: Adanya kerja sama antara EXIM Bank Malondesh dan Turk Eximbank menunjukkan penggunaan fasilitas kredit ekspor (FKE). Dalam praktik pengadaan pertahanan internasional, skema ini merupakan bentuk utang luar negeri di mana lembaga keuangan dari negara pengekspor (Turk Eximbank) memberikan pinjaman atau penjaminan bagi negara pembeli untuk membiayai pengadaan barang tersebut.
    -
    2. Nota Kesepahaman (MoU) Keuangan: Penyebutan kesepakatan antara lembaga investasi Malondesh dan kantor keuangan kepresidenan Turki yang berjalan paralel dengan pengadaan kapal ini memperkuat bahwa transaksi tersebut melibatkan struktur pembiayaan formal (utang), bukan sekadar pembayaran tunai langsung dari anggaran berjalan.
    -
    3. Karakteristik Pengadaan Pertahanan: Di sektor pertahanan, skema Fasilitas Kredit Ekspor (FKE) atau Kredit Swasta Asing (KSA) adalah metode umum untuk membiayai aset bernilai besar (seperti kapal sepanjang 99 meter) guna menyebar beban fiskal dalam jangka waktu yang lebih lama melalui mekanisme pinjaman.
    Kesimpulan: Ya, pembelian tersebut menggunakan skema utang melalui fasilitas kredit ekspor yang melibatkan kerja sama antara bank pemerintah Malondesh dan Turki
    -----------------------
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    Untuk konteks, sebanyak RM 6.08 bilion daripada siling RM 9.128 bilion telah dibayar kepada BNS oleh kerajaan Malaydesh. Daripada RM 6.08 bilion tersebut, RM 255 juta digunakan untuk menjelas hutang lapuk NGPV, RM 141 juta untuk faedah yang dikenakan kepada hutang NGPV, dan RM 349 juta untuk “cost increase on design activities with NGPV”. Sejumlah RM 745 juta telah digunakan untuk “bailout” projek NGPV.
    RM9.128 bilion ini adalah untuk menjayakan projek LCS, bukan untuk “bailout” projek NGPV. Penggunaan dana sebegini adalah pecah amanah melanggar S.409 Kanun Keseksaan. Pada asasnya, apa yang dilakukan di sini ialah menutup kerugian perjanjian lama yang gagal dengan perjanjian baru. Apa yang dilakukan di sini adalah jenayah.
    Ataupun, PM6 memang memulakan projek LCS secara rundingan terus dengan tujuan untuk membayar hutang lapuk NGPV? Jawapan Najib kepada soalan ini akan bantu kita semua memahami masalah projek LCS

    BalasHapus
  84. EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    In parallel with the defence procurement, Wisma Putra stated that additional agreements are expected to be concluded during the visit. These include memoranda of understanding between the Malondeshn Investment Development Authority and the Investment and Finance Office of the Presidency of the Republic of TΓΌrkiye, cooperation agreements between EXIM Bank Malondesh and Turk Eximbank...
    -----------------------
    Berdasarkan pembelian MPMS (Multi-Purpose Mission Ship) senilai RM304,29 juta tersebut memang menggunakan skema utang atau pembiayaan luar negeri.
    Berikut adalah poin-poin yang mengonfirmasi hal tersebut:
    1. Pelibatan Bank Ekspor-Impor: Adanya kerja sama antara EXIM Bank Malondesh dan Turk Eximbank menunjukkan penggunaan fasilitas kredit ekspor (FKE). Dalam praktik pengadaan pertahanan internasional, skema ini merupakan bentuk utang luar negeri di mana lembaga keuangan dari negara pengekspor (Turk Eximbank) memberikan pinjaman atau penjaminan bagi negara pembeli untuk membiayai pengadaan barang tersebut.
    -
    2. Nota Kesepahaman (MoU) Keuangan: Penyebutan kesepakatan antara lembaga investasi Malondesh dan kantor keuangan kepresidenan Turki yang berjalan paralel dengan pengadaan kapal ini memperkuat bahwa transaksi tersebut melibatkan struktur pembiayaan formal (utang), bukan sekadar pembayaran tunai langsung dari anggaran berjalan.
    -
    3. Karakteristik Pengadaan Pertahanan: Di sektor pertahanan, skema Fasilitas Kredit Ekspor (FKE) atau Kredit Swasta Asing (KSA) adalah metode umum untuk membiayai aset bernilai besar (seperti kapal sepanjang 99 meter) guna menyebar beban fiskal dalam jangka waktu yang lebih lama melalui mekanisme pinjaman.
    Kesimpulan: Ya, pembelian tersebut menggunakan skema utang melalui fasilitas kredit ekspor yang melibatkan kerja sama antara bank pemerintah Malondesh dan Turki
    -----------------------
    MKM = BARTER PALM OIL
    MIG29N = BARTER PALM OIL
    MALAYDESH has used palm oil to barter for military equipment, including fighter jets. The MALAYDESH Armed Forces (MAF) is made up of the Royal MALAYDESH Navy, the Royal MALAYDESH Air Force, and the MALAYDESH Army.
    ----
    A400M
    PEMBAYARAN BERPERINGKAT = DEBT
    MALAYDESH membeli pesawat Airbus A400M secara ansuran dan bukan secara tunai. Pembelian pesawat A400M dilakukan melalui kontrak yang melibatkan bayar berperingkat.
    ----
    FA50M BARTER PALM OIL
    On the other hand, South Korea aims to sell another 18 FA-50s to MALAYDESH in the future. MALAYDESH announced that at least half of the payment would be made in palm oil
    ----
    SCORPENE BARTER PALM OIL
    Under the deal, France would buy RM819 million’s (€230 million) worth of MALAYDESH palm oil, RM327 million (€92 million) of other commodities, and invest RM491 million (€138 million) for training and techNOLogy transfer to local firms here.
    ----
    PT91 BARTER PALM OIL RUBBER
    Payment for the purchase includes 30 percent of direct off-set in the form of training and techNOLogy transfer and 30 percent of indirect off-set in commodities like palm oil and rubber.

    BalasHapus
  85. SHOPPING KAYA 12 -13 MILIAR USD
    ---------------
    Total nilai kemitraan pertahanan Indonesia-Turki hingga 2026 diperkirakan mencapai 12 hingga 13 miliar USD (sekitar Rp187 - Rp202 triliun).
    1. Jet Tempur Siluman KAAN
    Kesepakatan ini merupakan ekspor militer terbesar dalam sejarah Turki yang ditandatangani pada pertengahan 2025.
    Nilai Kontrak: 10 Miliar USD (setara ± Rp162 triliun).
    Jumlah: 48 Unit.
    Estimasi Harga per Unit: Sekitar 208 juta USD per pesawat dalam paket lengkap..
    Spesifikasi: Jet generasi kelima dengan kemampuan siluman (stealth), sistem berbasis AI, dan 8 internal weapon bay.
    -
    2. Kapal Cepat Rudal (KCR) 70M
    Pengadaan ini bertujuan untuk memperkuat armada pemukul TNI AL dengan kapal yang memiliki mobilitas tinggi dan daya gempur rudal.
    Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 180 - 200 juta USD (± Rp2,8 - Rp3,1 triliun) untuk 2 unit pertama.
    Jumlah: 2 Unit (NB74 dan NB75).
    Rincian Pengadaan:
    Galangan Kapal: Dibangun oleh Sefine Shipyard di Turki.
    Persenjataan Utama: Akan dilengkapi dengan Rudal Jelajah Atmaca buatan Roketsan dan sistem pertahanan titik.
    Status Proyek: Tahap peletakan lunas (keel laying) telah dilakukan pada Juli 2025, dengan fokus pada misi tempur penuh (Full Combat Mission).
    -
    3. Kapal Perang Fregat Kelas-Δ°stif (I-Class)
    Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 1 miliar USD (± Rp15,6 triliun) untuk 2 unit pertama.
    Rincian: Harga rata-rata per unit fregat kelas ini adalah sekitar 500 juta USD. Kontrak ini biasanya mencakup desain, integrasi sistem persenjataan Turki (seperti rudal Atmaca dan sensor Gokdeniz), serta opsi transfer teknologi untuk pembangunan unit selanjutnya di galangan kapal lokal.
    -
    4. Drone ANKA
    Nilai Kontrak: 300 juta USD (sekitar Rp4,5 triliun).
    Rincian: Kontrak ini mencakup 12 unit drone tempur ANKA (6 unit CBU dari Turki dan 6 unit dirakit oleh PT Dirgantara Indonesia). Nilai tersebut sudah termasuk sistem kontrol darat (Ground Control Station), pelatihan, dan logistik selama 24 bulan.
    -
    5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
    Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 400 - 600 juta USD.
    Rincian: Indonesia memesan 60 unit TB3 dan 9 unit AKINCI. Berdasarkan harga ekspor TB3 ke negara lain (sekitar 6–7 juta USD per unit), total kontrak untuk unit-unit ini diperkirakan mencapai ratusan juta dolar. Kerja sama ini melibatkan skema produksi bersama antara Baykar Technologies dan perusahaan lokal Indonesia, Republikorp.
    -
    6. Rudal Jelajah Atmaca & Torpedo Akya
    Estimasi Nilai Kontrak: Lebih dari 500 juta USD.
    Rincian: Indonesia memberikan kontrak awal untuk pengadaan sekitar 45 unit rudal Atmaca. Mengingat rudal ini direncanakan untuk mempersenjatai lebih dari 41 kapal perang TNI AL (termasuk Fregat I-Class dan Kapal Cepat Rudal), nilai total diperkirakan akan terus bertambah seiring penambahan pesanan stok.
    -
    5. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
    Nilai Kontrak Tahap Awal: Sekitar 135 juta USD (untuk fase pertama).
    Rincian: Kontrak awal untuk 18 unit memiliki nilai sekitar 135 juta USD. Namun, dengan target kebutuhan total TNI AD mencapai lebih dari 100 unit [Data User], nilai proyek jangka panjang ini diperkirakan akan melampaui 800 juta USD yang dikelola melalui kerja sama PT Pindad dan FNSS Turki.
    -
    7. Sistem Pertahanan Udara (ADS) KHAN & Trisula
    Estimasi Nilai Kontrak: Ratusan juta dolar AS.
    Rincian: Meskipun angka pasti untuk sistem Trisula (Hisar) belum dipublikasikan secara mendetail, pengadaan sistem rudal balistik taktis KHAN telah terealisasi dengan pengiriman tahap pertama ke Kalimantan pada Agustus 2025.
    -
    8. Rudal Jelajah Γ‡akΔ±r
    Sumber Berita: Neraca, Roketsan Media, dan Republikorp.
    Narasi: Kontrak strategis untuk alih produksi dan pembentukan joint venture ditandatangani pada ajang IDEF 2025 di Istanbul antara Roketsan dan PT Republik Roketsan Indonesia (RRI).
    -
    9. Rudal Pertahanan Udara Sungur
    Sumber Berita: Kompas, Indomiliter, dan Kementerian Pertahanan RI.
    Narasi: Kontrak pengadaan telah ditandatangani oleh Badan Sarana Pertahanan (Baranahan) Kemhan RI dengan Republikorp pada Agustus 2024.
    .

    BalasHapus
  86. SHOPPING KAYA 12 -13 MILIAR USD
    ---------------
    Total nilai kemitraan pertahanan Indonesia-Turki hingga 2026 diperkirakan mencapai 12 hingga 13 miliar USD (sekitar Rp187 - Rp202 triliun).
    1. Jet Tempur Siluman KAAN
    Kesepakatan ini merupakan ekspor militer terbesar dalam sejarah Turki yang ditandatangani pada pertengahan 2025.
    Nilai Kontrak: 10 Miliar USD (setara ± Rp162 triliun).
    Jumlah: 48 Unit.
    Estimasi Harga per Unit: Sekitar 208 juta USD per pesawat dalam paket lengkap..
    Spesifikasi: Jet generasi kelima dengan kemampuan siluman (stealth), sistem berbasis AI, dan 8 internal weapon bay.
    -
    2. Kapal Cepat Rudal (KCR) 70M
    Pengadaan ini bertujuan untuk memperkuat armada pemukul TNI AL dengan kapal yang memiliki mobilitas tinggi dan daya gempur rudal.
    Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 180 - 200 juta USD (± Rp2,8 - Rp3,1 triliun) untuk 2 unit pertama.
    Jumlah: 2 Unit (NB74 dan NB75).
    Rincian Pengadaan:
    Galangan Kapal: Dibangun oleh Sefine Shipyard di Turki.
    Persenjataan Utama: Akan dilengkapi dengan Rudal Jelajah Atmaca buatan Roketsan dan sistem pertahanan titik.
    Status Proyek: Tahap peletakan lunas (keel laying) telah dilakukan pada Juli 2025, dengan fokus pada misi tempur penuh (Full Combat Mission).
    -
    3. Kapal Perang Fregat Kelas-Δ°stif (I-Class)
    Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 1 miliar USD (± Rp15,6 triliun) untuk 2 unit pertama.
    Rincian: Harga rata-rata per unit fregat kelas ini adalah sekitar 500 juta USD. Kontrak ini biasanya mencakup desain, integrasi sistem persenjataan Turki (seperti rudal Atmaca dan sensor Gokdeniz), serta opsi transfer teknologi untuk pembangunan unit selanjutnya di galangan kapal lokal.
    -
    4. Drone ANKA
    Nilai Kontrak: 300 juta USD (sekitar Rp4,5 triliun).
    Rincian: Kontrak ini mencakup 12 unit drone tempur ANKA (6 unit CBU dari Turki dan 6 unit dirakit oleh PT Dirgantara Indonesia). Nilai tersebut sudah termasuk sistem kontrol darat (Ground Control Station), pelatihan, dan logistik selama 24 bulan.
    -
    5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
    Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 400 - 600 juta USD.
    Rincian: Indonesia memesan 60 unit TB3 dan 9 unit AKINCI. Berdasarkan harga ekspor TB3 ke negara lain (sekitar 6–7 juta USD per unit), total kontrak untuk unit-unit ini diperkirakan mencapai ratusan juta dolar. Kerja sama ini melibatkan skema produksi bersama antara Baykar Technologies dan perusahaan lokal Indonesia, Republikorp.
    -
    6. Rudal Jelajah Atmaca & Torpedo Akya
    Estimasi Nilai Kontrak: Lebih dari 500 juta USD.
    Rincian: Indonesia memberikan kontrak awal untuk pengadaan sekitar 45 unit rudal Atmaca. Mengingat rudal ini direncanakan untuk mempersenjatai lebih dari 41 kapal perang TNI AL (termasuk Fregat I-Class dan Kapal Cepat Rudal), nilai total diperkirakan akan terus bertambah seiring penambahan pesanan stok.
    -
    5. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
    Nilai Kontrak Tahap Awal: Sekitar 135 juta USD (untuk fase pertama).
    Rincian: Kontrak awal untuk 18 unit memiliki nilai sekitar 135 juta USD. Namun, dengan target kebutuhan total TNI AD mencapai lebih dari 100 unit [Data User], nilai proyek jangka panjang ini diperkirakan akan melampaui 800 juta USD yang dikelola melalui kerja sama PT Pindad dan FNSS Turki.
    -
    7. Sistem Pertahanan Udara (ADS) KHAN & Trisula
    Estimasi Nilai Kontrak: Ratusan juta dolar AS.
    Rincian: Meskipun angka pasti untuk sistem Trisula (Hisar) belum dipublikasikan secara mendetail, pengadaan sistem rudal balistik taktis KHAN telah terealisasi dengan pengiriman tahap pertama ke Kalimantan pada Agustus 2025.
    -
    8. Rudal Jelajah Γ‡akΔ±r
    Sumber Berita: Neraca, Roketsan Media, dan Republikorp.
    Narasi: Kontrak strategis untuk alih produksi dan pembentukan joint venture ditandatangani pada ajang IDEF 2025 di Istanbul antara Roketsan dan PT Republik Roketsan Indonesia (RRI).
    -
    9. Rudal Pertahanan Udara Sungur
    Sumber Berita: Kompas, Indomiliter, dan Kementerian Pertahanan RI.
    Narasi: Kontrak pengadaan telah ditandatangani oleh Badan Sarana Pertahanan (Baranahan) Kemhan RI dengan Republikorp pada Agustus 2024.
    .

    BalasHapus
  87. SHOPPING KAYA 12 -13 MILIAR USD
    ---------------
    Total nilai kemitraan pertahanan Indonesia-Turki hingga 2026 diperkirakan mencapai 12 hingga 13 miliar USD (sekitar Rp187 - Rp202 triliun).
    1. Jet Tempur Siluman KAAN
    Kesepakatan ini merupakan ekspor militer terbesar dalam sejarah Turki yang ditandatangani pada pertengahan 2025.
    Nilai Kontrak: 10 Miliar USD (setara ± Rp162 triliun).
    Jumlah: 48 Unit.
    Estimasi Harga per Unit: Sekitar 208 juta USD per pesawat dalam paket lengkap..
    Spesifikasi: Jet generasi kelima dengan kemampuan siluman (stealth), sistem berbasis AI, dan 8 internal weapon bay.
    -
    2. Kapal Cepat Rudal (KCR) 70M
    Pengadaan ini bertujuan untuk memperkuat armada pemukul TNI AL dengan kapal yang memiliki mobilitas tinggi dan daya gempur rudal.
    Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 180 - 200 juta USD (± Rp2,8 - Rp3,1 triliun) untuk 2 unit pertama.
    Jumlah: 2 Unit (NB74 dan NB75).
    Rincian Pengadaan:
    Galangan Kapal: Dibangun oleh Sefine Shipyard di Turki.
    Persenjataan Utama: Akan dilengkapi dengan Rudal Jelajah Atmaca buatan Roketsan dan sistem pertahanan titik.
    Status Proyek: Tahap peletakan lunas (keel laying) telah dilakukan pada Juli 2025, dengan fokus pada misi tempur penuh (Full Combat Mission).
    -
    3. Kapal Perang Fregat Kelas-Δ°stif (I-Class)
    Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 1 miliar USD (± Rp15,6 triliun) untuk 2 unit pertama.
    Rincian: Harga rata-rata per unit fregat kelas ini adalah sekitar 500 juta USD. Kontrak ini biasanya mencakup desain, integrasi sistem persenjataan Turki (seperti rudal Atmaca dan sensor Gokdeniz), serta opsi transfer teknologi untuk pembangunan unit selanjutnya di galangan kapal lokal.
    -
    4. Drone ANKA
    Nilai Kontrak: 300 juta USD (sekitar Rp4,5 triliun).
    Rincian: Kontrak ini mencakup 12 unit drone tempur ANKA (6 unit CBU dari Turki dan 6 unit dirakit oleh PT Dirgantara Indonesia). Nilai tersebut sudah termasuk sistem kontrol darat (Ground Control Station), pelatihan, dan logistik selama 24 bulan.
    -
    5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
    Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 400 - 600 juta USD.
    Rincian: Indonesia memesan 60 unit TB3 dan 9 unit AKINCI. Berdasarkan harga ekspor TB3 ke negara lain (sekitar 6–7 juta USD per unit), total kontrak untuk unit-unit ini diperkirakan mencapai ratusan juta dolar. Kerja sama ini melibatkan skema produksi bersama antara Baykar Technologies dan perusahaan lokal Indonesia, Republikorp.
    -
    6. Rudal Jelajah Atmaca & Torpedo Akya
    Estimasi Nilai Kontrak: Lebih dari 500 juta USD.
    Rincian: Indonesia memberikan kontrak awal untuk pengadaan sekitar 45 unit rudal Atmaca. Mengingat rudal ini direncanakan untuk mempersenjatai lebih dari 41 kapal perang TNI AL (termasuk Fregat I-Class dan Kapal Cepat Rudal), nilai total diperkirakan akan terus bertambah seiring penambahan pesanan stok.
    -
    5. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
    Nilai Kontrak Tahap Awal: Sekitar 135 juta USD (untuk fase pertama).
    Rincian: Kontrak awal untuk 18 unit memiliki nilai sekitar 135 juta USD. Namun, dengan target kebutuhan total TNI AD mencapai lebih dari 100 unit [Data User], nilai proyek jangka panjang ini diperkirakan akan melampaui 800 juta USD yang dikelola melalui kerja sama PT Pindad dan FNSS Turki.
    -
    7. Sistem Pertahanan Udara (ADS) KHAN & Trisula
    Estimasi Nilai Kontrak: Ratusan juta dolar AS.
    Rincian: Meskipun angka pasti untuk sistem Trisula (Hisar) belum dipublikasikan secara mendetail, pengadaan sistem rudal balistik taktis KHAN telah terealisasi dengan pengiriman tahap pertama ke Kalimantan pada Agustus 2025.
    -
    8. Rudal Jelajah Γ‡akΔ±r
    Sumber Berita: Neraca, Roketsan Media, dan Republikorp.
    Narasi: Kontrak strategis untuk alih produksi dan pembentukan joint venture ditandatangani pada ajang IDEF 2025 di Istanbul antara Roketsan dan PT Republik Roketsan Indonesia (RRI).
    -
    9. Rudal Pertahanan Udara Sungur
    Sumber Berita: Kompas, Indomiliter, dan Kementerian Pertahanan RI.
    Narasi: Kontrak pengadaan telah ditandatangani oleh Badan Sarana Pertahanan (Baranahan) Kemhan RI dengan Republikorp pada Agustus 2024.
    .

    BalasHapus
  88. MPMS = EXIM KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    In parallel with the defence procurement, Wisma Putra stated that additional agreements are expected to be concluded during the visit. These include memoranda of understanding between the Malondeshn Investment Development Authority and the Investment and Finance Office of the Presidency of the Republic of TΓΌrkiye, cooperation agreements between EXIM Bank Malondesh and Turk Eximbank...
    -----------------------
    Berdasarkan pembelian MPMS (Multi-Purpose Mission Ship) senilai RM304,29 juta tersebut memang menggunakan skema utang atau pembiayaan luar negeri.
    Berikut adalah poin-poin yang mengonfirmasi hal tersebut:
    1. Pelibatan Bank Ekspor-Impor: Adanya kerja sama antara EXIM Bank Malondesh dan Turk Eximbank menunjukkan penggunaan fasilitas kredit ekspor (FKE). Dalam praktik pengadaan pertahanan internasional, skema ini merupakan bentuk utang luar negeri di mana lembaga keuangan dari negara pengekspor (Turk Eximbank) memberikan pinjaman atau penjaminan bagi negara pembeli untuk membiayai pengadaan barang tersebut.
    -
    2. Nota Kesepahaman (MoU) Keuangan: Penyebutan kesepakatan antara lembaga investasi Malondesh dan kantor keuangan kepresidenan Turki yang berjalan paralel dengan pengadaan kapal ini memperkuat bahwa transaksi tersebut melibatkan struktur pembiayaan formal (utang), bukan sekadar pembayaran tunai langsung dari anggaran berjalan.
    -
    3. Karakteristik Pengadaan Pertahanan: Di sektor pertahanan, skema Fasilitas Kredit Ekspor (FKE) atau Kredit Swasta Asing (KSA) adalah metode umum untuk membiayai aset bernilai besar (seperti kapal sepanjang 99 meter) guna menyebar beban fiskal dalam jangka waktu yang lebih lama melalui mekanisme pinjaman.
    Kesimpulan: Ya, pembelian tersebut menggunakan skema utang melalui fasilitas kredit ekspor yang melibatkan kerja sama antara bank pemerintah Malondesh dan Turki
    -----------------------
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    Untuk konteks, sebanyak RM 6.08 bilion daripada siling RM 9.128 bilion telah dibayar kepada BNS oleh kerajaan Malaydesh. Daripada RM 6.08 bilion tersebut, RM 255 juta digunakan untuk menjelas hutang lapuk NGPV, RM 141 juta untuk faedah yang dikenakan kepada hutang NGPV, dan RM 349 juta untuk “cost increase on design activities with NGPV”. Sejumlah RM 745 juta telah digunakan untuk “bailout” projek NGPV.
    RM9.128 bilion ini adalah untuk menjayakan projek LCS, bukan untuk “bailout” projek NGPV. Penggunaan dana sebegini adalah pecah amanah melanggar S.409 Kanun Keseksaan. Pada asasnya, apa yang dilakukan di sini ialah menutup kerugian perjanjian lama yang gagal dengan perjanjian baru. Apa yang dilakukan di sini adalah jenayah.
    Ataupun, PM6 memang memulakan projek LCS secara rundingan terus dengan tujuan untuk membayar hutang lapuk NGPV? Jawapan Najib kepada soalan ini akan bantu kita semua memahami masalah projek LCS

    BalasHapus
  89. MPMS = EXIM KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    In parallel with the defence procurement, Wisma Putra stated that additional agreements are expected to be concluded during the visit. These include memoranda of understanding between the Malondeshn Investment Development Authority and the Investment and Finance Office of the Presidency of the Republic of TΓΌrkiye, cooperation agreements between EXIM Bank Malondesh and Turk Eximbank...
    -----------------------
    Berdasarkan pembelian MPMS (Multi-Purpose Mission Ship) senilai RM304,29 juta tersebut memang menggunakan skema utang atau pembiayaan luar negeri.
    Berikut adalah poin-poin yang mengonfirmasi hal tersebut:
    1. Pelibatan Bank Ekspor-Impor: Adanya kerja sama antara EXIM Bank Malondesh dan Turk Eximbank menunjukkan penggunaan fasilitas kredit ekspor (FKE). Dalam praktik pengadaan pertahanan internasional, skema ini merupakan bentuk utang luar negeri di mana lembaga keuangan dari negara pengekspor (Turk Eximbank) memberikan pinjaman atau penjaminan bagi negara pembeli untuk membiayai pengadaan barang tersebut.
    -
    2. Nota Kesepahaman (MoU) Keuangan: Penyebutan kesepakatan antara lembaga investasi Malondesh dan kantor keuangan kepresidenan Turki yang berjalan paralel dengan pengadaan kapal ini memperkuat bahwa transaksi tersebut melibatkan struktur pembiayaan formal (utang), bukan sekadar pembayaran tunai langsung dari anggaran berjalan.
    -
    3. Karakteristik Pengadaan Pertahanan: Di sektor pertahanan, skema Fasilitas Kredit Ekspor (FKE) atau Kredit Swasta Asing (KSA) adalah metode umum untuk membiayai aset bernilai besar (seperti kapal sepanjang 99 meter) guna menyebar beban fiskal dalam jangka waktu yang lebih lama melalui mekanisme pinjaman.
    Kesimpulan: Ya, pembelian tersebut menggunakan skema utang melalui fasilitas kredit ekspor yang melibatkan kerja sama antara bank pemerintah Malondesh dan Turki
    -----------------------
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    Untuk konteks, sebanyak RM 6.08 bilion daripada siling RM 9.128 bilion telah dibayar kepada BNS oleh kerajaan Malaydesh. Daripada RM 6.08 bilion tersebut, RM 255 juta digunakan untuk menjelas hutang lapuk NGPV, RM 141 juta untuk faedah yang dikenakan kepada hutang NGPV, dan RM 349 juta untuk “cost increase on design activities with NGPV”. Sejumlah RM 745 juta telah digunakan untuk “bailout” projek NGPV.
    RM9.128 bilion ini adalah untuk menjayakan projek LCS, bukan untuk “bailout” projek NGPV. Penggunaan dana sebegini adalah pecah amanah melanggar S.409 Kanun Keseksaan. Pada asasnya, apa yang dilakukan di sini ialah menutup kerugian perjanjian lama yang gagal dengan perjanjian baru. Apa yang dilakukan di sini adalah jenayah.
    Ataupun, PM6 memang memulakan projek LCS secara rundingan terus dengan tujuan untuk membayar hutang lapuk NGPV? Jawapan Najib kepada soalan ini akan bantu kita semua memahami masalah projek LCS

    BalasHapus
  90. MPMS = EXIM KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    In parallel with the defence procurement, Wisma Putra stated that additional agreements are expected to be concluded during the visit. These include memoranda of understanding between the Malondeshn Investment Development Authority and the Investment and Finance Office of the Presidency of the Republic of TΓΌrkiye, cooperation agreements between EXIM Bank Malondesh and Turk Eximbank...
    -----------------------
    Berdasarkan pembelian MPMS (Multi-Purpose Mission Ship) senilai RM304,29 juta tersebut memang menggunakan skema utang atau pembiayaan luar negeri.
    Berikut adalah poin-poin yang mengonfirmasi hal tersebut:
    1. Pelibatan Bank Ekspor-Impor: Adanya kerja sama antara EXIM Bank Malondesh dan Turk Eximbank menunjukkan penggunaan fasilitas kredit ekspor (FKE). Dalam praktik pengadaan pertahanan internasional, skema ini merupakan bentuk utang luar negeri di mana lembaga keuangan dari negara pengekspor (Turk Eximbank) memberikan pinjaman atau penjaminan bagi negara pembeli untuk membiayai pengadaan barang tersebut.
    -
    2. Nota Kesepahaman (MoU) Keuangan: Penyebutan kesepakatan antara lembaga investasi Malondesh dan kantor keuangan kepresidenan Turki yang berjalan paralel dengan pengadaan kapal ini memperkuat bahwa transaksi tersebut melibatkan struktur pembiayaan formal (utang), bukan sekadar pembayaran tunai langsung dari anggaran berjalan.
    -
    3. Karakteristik Pengadaan Pertahanan: Di sektor pertahanan, skema Fasilitas Kredit Ekspor (FKE) atau Kredit Swasta Asing (KSA) adalah metode umum untuk membiayai aset bernilai besar (seperti kapal sepanjang 99 meter) guna menyebar beban fiskal dalam jangka waktu yang lebih lama melalui mekanisme pinjaman.
    Kesimpulan: Ya, pembelian tersebut menggunakan skema utang melalui fasilitas kredit ekspor yang melibatkan kerja sama antara bank pemerintah Malondesh dan Turki
    -----------------------
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    Untuk konteks, sebanyak RM 6.08 bilion daripada siling RM 9.128 bilion telah dibayar kepada BNS oleh kerajaan Malaydesh. Daripada RM 6.08 bilion tersebut, RM 255 juta digunakan untuk menjelas hutang lapuk NGPV, RM 141 juta untuk faedah yang dikenakan kepada hutang NGPV, dan RM 349 juta untuk “cost increase on design activities with NGPV”. Sejumlah RM 745 juta telah digunakan untuk “bailout” projek NGPV.
    RM9.128 bilion ini adalah untuk menjayakan projek LCS, bukan untuk “bailout” projek NGPV. Penggunaan dana sebegini adalah pecah amanah melanggar S.409 Kanun Keseksaan. Pada asasnya, apa yang dilakukan di sini ialah menutup kerugian perjanjian lama yang gagal dengan perjanjian baru. Apa yang dilakukan di sini adalah jenayah.
    Ataupun, PM6 memang memulakan projek LCS secara rundingan terus dengan tujuan untuk membayar hutang lapuk NGPV? Jawapan Najib kepada soalan ini akan bantu kita semua memahami masalah projek LCS

    BalasHapus
  91. SHOPPING - KAYA =
    -
    1. Jet Tempur Siluman KAAN 48 Unit.
    Sumber Berita: Defense News, The Diplomat, dan AeroTime.
    ---------------
    2. Kapal Perang Fregat Kelas-Δ°stif (I-Class) 2 Unit
    Sumber Berita: Naval News dan Janes Defense.
    ---------------
    3. Rudal Jelajah Atmaca & Torpedo Akya
    Sumber Berita: Naval Post dan Military Leak.
    ---------------
    4. Drone ANKA 12 Unit
    Sumber Berita: Reuters dan C4ISRNET.
    ---------------
    5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
    Sumber Berita: Breaking Defense dan The Defense Post.
    Jumlah: 60 Unit TB3 dan 6 Unit AKINCI.
    ---------------
    6. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
    Sumber Berita: Army Recognition dan FNSS Media.
    ---------------
    7. Sistem Pertahanan Udara (ADS) Trisula & KHAN
    Sumber Berita: Defense Turkey dan Janes.
    Jumlah:
    KHAN: 1-2 Baterai (pengiriman tahap pertama telah tiba).
    Trisula (ADS): Tidak disebutkan jumlah unit peluncur secara detail, namun direncanakan melindungi titik-titik vital di Kalimantan.
    ---------------
    8. Rudal Jelajah Γ‡akΔ±r
    Sumber Berita: Antara News, Roketsan Media, dan Republicorp.
    Narasi: Proyek ini difokuskan pada produksi lokal rudal jelajah Γ‡akΔ±r di Indonesia melalui proses transfer teknologi (ToT)
    ---------------
    9. Rudal Pertahanan Udara Sungur
    Sumber Berita: TRT World dan Kementerian Pertahanan RI.
    Narasi: VSHORAD Sungur Perjanjian ini tidak hanya mencakup pembelian unit, tetapi juga penjajakan alih teknologi untuk pembuatan serta pemeliharaan rudal di Indonesia.
    ---------------
    10. Kapal Cepat Rudal FACM-70 (KCR 70)
    Sumber: East Asia Forum, Naval News.
    Jumlah: 2 Unit (Tahap awal).
    ---------------
    11. Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja (APC) Kaplan
    Sumber: East Asia Forum, LinkedIn Defence Analysis.
    Jumlah: Tahap awal pengembangan prototipe.
    ---------------
    12. Modernisasi Sistem Radio Militer (Software-Defined Radio)
    Sumber: Antara News, Aselsan Media.
    ---------------
    13. Pengembangan Kendaraan Tempur Infanteri (IFV)
    Sumber: Antara News.
    ---------------
    14. Kerja Sama Produksi Bersama Drone Bayraktar TB3
    Sumber: TVRI News, AP-Law Solution.
    ---------------
    15. Kerja Sama Strategis Kapal Selam
    Sumber: Instagram News (Reel), Indo Defence Update
    ----------------------------
    KAYA .....
    DAFTAR PENGADAAN ALUTSISTA ON PROGRESS
    2 KRI Frigate Brawijaya Class dari Italia
    2 KRI Frigate Merah Putih dari PT PAL
    2 KRI Frigate Istif Class dari Turkiye
    1 KRI Rigel Class dari Palindo/Jerman
    2 KRI Kapal Cepat Rudal dari Turkiye
    1 KRI Kapal Cepat Rudal dari Tesco Bekasi
    2 KS Scorpene dari Perancis & PT PAL
    1 Kapal Induk Giribaldi dari Italia (Opsi)
    1 Kapal LHD Helikopter dari PT PAL (Opsi
    42 Jet Tempur Rafale dari Perancis
    48 Jet Tempur IFX kerjasama Korsel RI
    48 Jet Tempur KHAAN dari Turkiye
    6 Jet Tempur T50 dari Korsel
    2 Pesawat angkut A400M dari Spanyol
    13 Radar GCI dari Thales Perancis
    12 Radar Retia dari Retia
    3 Baterai Rudal Balistik KHAN Turkiye
    3 Baterai Rudal ADS Trisula dari Turkiye
    22 Helikopter Blackhawk dari AS
    12 Drone Anka dari Turkiye
    60 Drone Bayraktar TB3 dari Turkiye
    45 Rudal anti kapal Atmaca dari Turkiye

    BalasHapus
  92. 🀝 Indonesia – Turki (G20 & MIKTA) > USD 12-13 MILLIAR
    1. Jet Tempur KAAN
    Indonesia jadi pembeli ekspor pertama (2025).
    48 unit, kontrak ±10 miliar USD.
    -
    2. Fregat I-Class
    Pilihan desain Turki untuk armada laut.
    2 unit (opsi tambahan).
    -
    3. Rudal Atmaca & Torpedo Akya
    Ganti rudal Barat dengan teknologi Turki.
    -
    4. Drone ANKA
    Skema ToT dengan PTDI.
    12 unit (6 dari Turki, 6 dirakit di Indonesia).
    -
    5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
    Pengadaan UCAV.
    60 unit TB3, 6 unit AKINCI.
    -
    6. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
    Proyek kerja sama industri pertahanan.
    18 unit awal, target >100 unit.
    -
    7. Sistem Pertahanan Udara KHAN & Trisula (Hisar)
    KHAN: rudal balistik taktis (1–2 baterai).
    Trisula: pertahanan jarak menengah (untuk Kalimantan).
    -
    8. Rudal Jelajah Γ‡akΔ±r
    Produksi lokal dengan ToT.
    -
    9. Rudal Sungur (VSHORAD)
    Pembelian + penjajakan alih teknologi.
    -
    10. Kapal Cepat Rudal FACM-70 (KCR 70)
    TAIS Shipyard bangun 2 unit (2024).
    -
    11. APC Kaplan
    Prototipe kerja sama PT Pindad & FNSS.
    -
    12. Radio Militer SDR
    Litbang Aselsan + PT LEN & Wellracom.
    -
    13. IFV Generasi Baru
    R&D PT Pindad & FNSS.
    -
    14. Produksi Bersama Bayraktar TB3
    Skema ToT + pelatihan + integrasi UAV maritim.
    -
    15. Kerja Sama Kapal Selam
    Penjajakan proyek alternatif di Indo Defence 2025.
    =================
    =================
    πŸ’° Total Pengadaan Militer Malondesh dari Turki
    > US$1,17 miliar
    1. Kapal Perang (Laut) — >US$1 Miliar
    LMS Batch 2 (Kelas Ada): 3 korvet, estimasi US$600–800 juta.
    MPMS (Multi-Purpose Mission Ship): 1 kapal, US$68,8 juta.
    -
    2. Drone & Sistem Udara — US$91,6 Juta
    UAV Anka-S: 3 unit, kontrak US$91,6 juta
    Persenjataan Darat & Rudal — >US$20 Juta
    -
    3. ATGM Karaok: 18 peluncur + 108 rudal, estimasi US$20 juta.

    BalasHapus
  93. SHOPPING - KAYA =
    -
    1. Jet Tempur Siluman KAAN 48 Unit.
    Sumber Berita: Defense News, The Diplomat, dan AeroTime.
    ---------------
    2. Kapal Perang Fregat Kelas-Δ°stif (I-Class) 2 Unit
    Sumber Berita: Naval News dan Janes Defense.
    ---------------
    3. Rudal Jelajah Atmaca & Torpedo Akya
    Sumber Berita: Naval Post dan Military Leak.
    ---------------
    4. Drone ANKA 12 Unit
    Sumber Berita: Reuters dan C4ISRNET.
    ---------------
    5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
    Sumber Berita: Breaking Defense dan The Defense Post.
    Jumlah: 60 Unit TB3 dan 6 Unit AKINCI.
    ---------------
    6. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
    Sumber Berita: Army Recognition dan FNSS Media.
    ---------------
    7. Sistem Pertahanan Udara (ADS) Trisula & KHAN
    Sumber Berita: Defense Turkey dan Janes.
    Jumlah:
    KHAN: 1-2 Baterai (pengiriman tahap pertama telah tiba).
    Trisula (ADS): Tidak disebutkan jumlah unit peluncur secara detail, namun direncanakan melindungi titik-titik vital di Kalimantan.
    ---------------
    8. Rudal Jelajah Γ‡akΔ±r
    Sumber Berita: Antara News, Roketsan Media, dan Republicorp.
    Narasi: Proyek ini difokuskan pada produksi lokal rudal jelajah Γ‡akΔ±r di Indonesia melalui proses transfer teknologi (ToT)
    ---------------
    9. Rudal Pertahanan Udara Sungur
    Sumber Berita: TRT World dan Kementerian Pertahanan RI.
    Narasi: VSHORAD Sungur Perjanjian ini tidak hanya mencakup pembelian unit, tetapi juga penjajakan alih teknologi untuk pembuatan serta pemeliharaan rudal di Indonesia.
    ---------------
    10. Kapal Cepat Rudal FACM-70 (KCR 70)
    Sumber: East Asia Forum, Naval News.
    Jumlah: 2 Unit (Tahap awal).
    ---------------
    11. Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja (APC) Kaplan
    Sumber: East Asia Forum, LinkedIn Defence Analysis.
    Jumlah: Tahap awal pengembangan prototipe.
    ---------------
    12. Modernisasi Sistem Radio Militer (Software-Defined Radio)
    Sumber: Antara News, Aselsan Media.
    ---------------
    13. Pengembangan Kendaraan Tempur Infanteri (IFV)
    Sumber: Antara News.
    ---------------
    14. Kerja Sama Produksi Bersama Drone Bayraktar TB3
    Sumber: TVRI News, AP-Law Solution.
    ---------------
    15. Kerja Sama Strategis Kapal Selam
    Sumber: Instagram News (Reel), Indo Defence Update.
    ==============
    ==============
    SHOPPING - MISKIN =
    1. Kapal Perang (Sektor Laut) — Est. >US$1 Miliar
    LMS Batch 2 (Kelas Ada) dan Multi-Purpose Mission Ship (MPMS)
    Sumber: Janes Defense, Naval News, Defence Security Asia
    -
    2. Drone dan Sistem Udara — Est. US$91,6 Juta
    Sumber: Bernama
    -
    3. ATGM Karaok Persenjataan Darat dan Rudal — Est. US$20 Juta+
    Sumber: Defence Security Asia


    BalasHapus
  94. SHOPPING - KAYA = 🀝 Indonesia – Turki (G20 & MIKTA) > USD 12-13 MILLIAR
    -
    1. Jet Tempur Siluman KAAN 48 Unit.
    Sumber Berita: Defense News, The Diplomat, dan AeroTime.
    ---------------
    2. Kapal Perang Fregat Kelas-Δ°stif (I-Class) 2 Unit
    Sumber Berita: Naval News dan Janes Defense.
    ---------------
    3. Rudal Jelajah Atmaca & Torpedo Akya
    Sumber Berita: Naval Post dan Military Leak.
    ---------------
    4. Drone ANKA 12 Unit
    Sumber Berita: Reuters dan C4ISRNET.
    ---------------
    5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
    Sumber Berita: Breaking Defense dan The Defense Post.
    Jumlah: 60 Unit TB3 dan 6 Unit AKINCI.
    ---------------
    6. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
    Sumber Berita: Army Recognition dan FNSS Media.
    ---------------
    7. Sistem Pertahanan Udara (ADS) Trisula & KHAN
    Sumber Berita: Defense Turkey dan Janes.
    Jumlah:
    KHAN: 1-2 Baterai (pengiriman tahap pertama telah tiba).
    Trisula (ADS): Tidak disebutkan jumlah unit peluncur secara detail, namun direncanakan melindungi titik-titik vital di Kalimantan.
    ---------------
    8. Rudal Jelajah Γ‡akΔ±r
    Sumber Berita: Antara News, Roketsan Media, dan Republicorp.
    Narasi: Proyek ini difokuskan pada produksi lokal rudal jelajah Γ‡akΔ±r di Indonesia melalui proses transfer teknologi (ToT)
    ---------------
    9. Rudal Pertahanan Udara Sungur
    Sumber Berita: TRT World dan Kementerian Pertahanan RI.
    Narasi: VSHORAD Sungur Perjanjian ini tidak hanya mencakup pembelian unit, tetapi juga penjajakan alih teknologi untuk pembuatan serta pemeliharaan rudal di Indonesia.
    ---------------
    10. Kapal Cepat Rudal FACM-70 (KCR 70)
    Sumber: East Asia Forum, Naval News.
    Jumlah: 2 Unit (Tahap awal).
    ---------------
    11. Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja (APC) Kaplan
    Sumber: East Asia Forum, LinkedIn Defence Analysis.
    Jumlah: Tahap awal pengembangan prototipe.
    ---------------
    12. Modernisasi Sistem Radio Militer (Software-Defined Radio)
    Sumber: Antara News, Aselsan Media.
    ---------------
    13. Pengembangan Kendaraan Tempur Infanteri (IFV)
    Sumber: Antara News.
    ---------------
    14. Kerja Sama Produksi Bersama Drone Bayraktar TB3
    Sumber: TVRI News, AP-Law Solution.
    ---------------
    15. Kerja Sama Strategis Kapal Selam
    Sumber: Instagram News (Reel), Indo Defence Update.
    ==============
    ==============
    SHOPPING - MISKIN =
    1. Kapal Perang (Sektor Laut) — Est. >US$1 Miliar
    LMS Batch 2 (Kelas Ada) dan Multi-Purpose Mission Ship (MPMS)
    Sumber: Janes Defense, Naval News, Defence Security Asia
    -
    2. Drone dan Sistem Udara — Est. US$91,6 Juta
    Sumber: Bernama
    -
    3. ATGM Karaok Persenjataan Darat dan Rudal — Est. US$20 Juta+
    Sumber: Defence Security Asia

    BalasHapus
  95. SHOPPING - KAYA = 🀝 Indonesia – Turki (G20 & MIKTA) > USD 12-13 MILLIAR
    -
    1. Jet Tempur Siluman KAAN 48 Unit.
    Sumber Berita: Defense News, The Diplomat, dan AeroTime.
    ---------------
    2. Kapal Perang Fregat Kelas-Δ°stif (I-Class) 2 Unit
    Sumber Berita: Naval News dan Janes Defense.
    ---------------
    3. Rudal Jelajah Atmaca & Torpedo Akya
    Sumber Berita: Naval Post dan Military Leak.
    ---------------
    4. Drone ANKA 12 Unit
    Sumber Berita: Reuters dan C4ISRNET.
    ---------------
    5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
    Sumber Berita: Breaking Defense dan The Defense Post.
    Jumlah: 60 Unit TB3 dan 6 Unit AKINCI.
    ---------------
    6. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
    Sumber Berita: Army Recognition dan FNSS Media.
    ---------------
    7. Sistem Pertahanan Udara (ADS) Trisula & KHAN
    Sumber Berita: Defense Turkey dan Janes.
    Jumlah:
    KHAN: 1-2 Baterai (pengiriman tahap pertama telah tiba).
    Trisula (ADS): Tidak disebutkan jumlah unit peluncur secara detail, namun direncanakan melindungi titik-titik vital di Kalimantan.
    ---------------
    8. Rudal Jelajah Γ‡akΔ±r
    Sumber Berita: Antara News, Roketsan Media, dan Republicorp.
    Narasi: Proyek ini difokuskan pada produksi lokal rudal jelajah Γ‡akΔ±r di Indonesia melalui proses transfer teknologi (ToT)
    ---------------
    9. Rudal Pertahanan Udara Sungur
    Sumber Berita: TRT World dan Kementerian Pertahanan RI.
    Narasi: VSHORAD Sungur Perjanjian ini tidak hanya mencakup pembelian unit, tetapi juga penjajakan alih teknologi untuk pembuatan serta pemeliharaan rudal di Indonesia.
    ---------------
    10. Kapal Cepat Rudal FACM-70 (KCR 70)
    Sumber: East Asia Forum, Naval News.
    Jumlah: 2 Unit (Tahap awal).
    ---------------
    11. Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja (APC) Kaplan
    Sumber: East Asia Forum, LinkedIn Defence Analysis.
    Jumlah: Tahap awal pengembangan prototipe.
    ---------------
    12. Modernisasi Sistem Radio Militer (Software-Defined Radio)
    Sumber: Antara News, Aselsan Media.
    ---------------
    13. Pengembangan Kendaraan Tempur Infanteri (IFV)
    Sumber: Antara News.
    ---------------
    14. Kerja Sama Produksi Bersama Drone Bayraktar TB3
    Sumber: TVRI News, AP-Law Solution.
    ---------------
    15. Kerja Sama Strategis Kapal Selam
    Sumber: Instagram News (Reel), Indo Defence Update.
    ==============
    ==============
    SHOPPING - MISKIN =
    1. Kapal Perang (Sektor Laut) — Est. >US$1 Miliar
    LMS Batch 2 (Kelas Ada) dan Multi-Purpose Mission Ship (MPMS)
    Sumber: Janes Defense, Naval News, Defence Security Asia
    -
    2. Drone dan Sistem Udara — Est. US$91,6 Juta
    Sumber: Bernama
    -
    3. ATGM Karaok Persenjataan Darat dan Rudal — Est. US$20 Juta+
    Sumber: Defence Security Asia

    BalasHapus
  96. 1950 = INDONESIA TURKEY 🀝
    1950 = MALAYDESH BRITISH : BRITISH MALAYDESH
    -
    G20 = INDONESIA TURKEY
    MIKTA = INDONESIA TURKEY
    --------
    1950 = INDONESIA TURKEY
    1950 = MALAYDESH MASIH BRITISH
    Indonesia and Turkey established diplomatic relations in 1950. Diplomatic relations are particularly important because both are Muslim-majority countries as well as modern democracies. Indonesia has an embassy in Ankara[ and consulate-general in Istanbul. Turkey has an embassy in Jakarta
    ---------
    JVC INDONESIA TURKI.....
    60 SET TB3
    9 SET AKINCI
    Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set yang akan mendukung strategi penguatan industri kedirgantaraan dan kemandirian pertahanan nasional.
    ---------
    JV INDONESIA TURKEY
    ASELSAN DAN ROKETSAN ...........
    SARP
    CENK
    FCS
    DATA LINK
    SUNGUR
    CAKIR
    MAM-L
    UAV
    TANK
    Turkish defence firms Aselsan and Roketsan have signed strategic agreements for defence industry transfers with Indonesia under the leadership of TΓΌrkiye’s Presidency of Defence Industries (SSB) in Jakarta.
    Turkish defence firm representatives and Indonesian President-elect and Defence Minister Prabowo Subianto met in the Indonesian capital on Monday, marking a “historic moment reflecting the strong ties between TΓΌrkiye and Indonesia,” said Haluk Gorgun, president of the SSB.
    In scope of the agreements, Aselsan’s remote controlled stabilised weapon system “SARP,” the four-dimensional search radar “CENK,” the Fire Control System, and the firm’s Data Link will be provided to Indonesia, in addition to Roketsan’s air defence missile system “SUNGUR,” the cruise missile “CAKIR,” and the smart micro munition “MAM-L.”
    Additionally, memorandums of understanding on the transfers of unmanned surface vehicles, tank modernisation, and missile system maintenance were signed
    ---------
    Indonesia and Turkey have collaborated on missile development and purchases, including air defense missiles, cruise missiles, and fast missile boats.
    Missile development
    • Kaplan APC
    A new armored personnel carrier (APC) that can accommodate up to 13 people. The APC will be manufactured in Turkey, with the second and subsequent APCs manufactured in Indonesia.
    • Joint production of anti-ship cruise missiles
    Turkey and Indonesia are collaborating to jointly produce anti-ship cruise missiles in Indonesia.
    Missile purchases
    • ATMACA missiles
    The Turkish company Rocketsan supplied ATMACA missiles to Indonesia to modernize the armaments of Indonesian Navy warships.
    • SUNGUR air defense missile system
    The Turkish defense company Roketsan will supply Indonesia with the SUNGUR air defense missile system.
    • Γ‡AKIR cruise missile
    The Turkish defense company Roketsan will supply Indonesia with the Γ‡AKIR cruise missile.
    Fast missile boats
    • The Indonesian Ministry of Defense purchased two combat mission fast missile boats (NB74 and NB75) from TAIS, a consortium of five Turkish shipyards. The boats are armed with anti-ship missiles, gun or torpedoes
    ---------
    NEW COLLABORATIONS FROM ASELSAN IN INDONESIA
    ASELSAN President & CEO Ahmet Akyol announced that new agreements have been signed with Indonesia in line with ASELSAN's growth objectives for 2030, centered on expanding its global reach.
    During an official visit to Indonesia led by the Turkish Presidency of Defence Industries (SSB), strategic agreements related to defense industry transfers were signed, which represents a significant step for reinforcing ASELSAN’s presence in the Asia-Pacific region.
    In frame of the agreements, the two countries have formalized strategic deals involving the use of ASELSAN’s Remote-Controlled Stabilized Weapon System SARP, 4D Search Radar CENK, Naval Gun Fire Control System, Air Defence Missile Fire Control System (FCS) and Missile Data Link by Indonesia

    BalasHapus
  97. 1950 = INDONESIA TURKEY 🀝
    1950 = MALAYDESH BRITISH : BRITISH MALAYDESH
    -
    G20 = INDONESIA TURKEY
    MIKTA = INDONESIA TURKEY
    --------
    1950 = INDONESIA TURKEY
    1950 = MALAYDESH MASIH BRITISH
    Indonesia and Turkey established diplomatic relations in 1950. Diplomatic relations are particularly important because both are Muslim-majority countries as well as modern democracies. Indonesia has an embassy in Ankara[ and consulate-general in Istanbul. Turkey has an embassy in Jakarta
    ---------
    JVC INDONESIA TURKI.....
    60 SET TB3
    9 SET AKINCI
    Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set yang akan mendukung strategi penguatan industri kedirgantaraan dan kemandirian pertahanan nasional.
    ---------
    JV INDONESIA TURKEY
    ASELSAN DAN ROKETSAN ...........
    SARP
    CENK
    FCS
    DATA LINK
    SUNGUR
    CAKIR
    MAM-L
    UAV
    TANK
    Turkish defence firms Aselsan and Roketsan have signed strategic agreements for defence industry transfers with Indonesia under the leadership of TΓΌrkiye’s Presidency of Defence Industries (SSB) in Jakarta.
    Turkish defence firm representatives and Indonesian President-elect and Defence Minister Prabowo Subianto met in the Indonesian capital on Monday, marking a “historic moment reflecting the strong ties between TΓΌrkiye and Indonesia,” said Haluk Gorgun, president of the SSB.
    In scope of the agreements, Aselsan’s remote controlled stabilised weapon system “SARP,” the four-dimensional search radar “CENK,” the Fire Control System, and the firm’s Data Link will be provided to Indonesia, in addition to Roketsan’s air defence missile system “SUNGUR,” the cruise missile “CAKIR,” and the smart micro munition “MAM-L.”
    Additionally, memorandums of understanding on the transfers of unmanned surface vehicles, tank modernisation, and missile system maintenance were signed
    ---------
    Indonesia and Turkey have collaborated on missile development and purchases, including air defense missiles, cruise missiles, and fast missile boats.
    Missile development
    • Kaplan APC
    A new armored personnel carrier (APC) that can accommodate up to 13 people. The APC will be manufactured in Turkey, with the second and subsequent APCs manufactured in Indonesia.
    • Joint production of anti-ship cruise missiles
    Turkey and Indonesia are collaborating to jointly produce anti-ship cruise missiles in Indonesia.
    Missile purchases
    • ATMACA missiles
    The Turkish company Rocketsan supplied ATMACA missiles to Indonesia to modernize the armaments of Indonesian Navy warships.
    • SUNGUR air defense missile system
    The Turkish defense company Roketsan will supply Indonesia with the SUNGUR air defense missile system.
    • Γ‡AKIR cruise missile
    The Turkish defense company Roketsan will supply Indonesia with the Γ‡AKIR cruise missile.
    Fast missile boats
    • The Indonesian Ministry of Defense purchased two combat mission fast missile boats (NB74 and NB75) from TAIS, a consortium of five Turkish shipyards. The boats are armed with anti-ship missiles, gun or torpedoes
    ---------
    NEW COLLABORATIONS FROM ASELSAN IN INDONESIA
    ASELSAN President & CEO Ahmet Akyol announced that new agreements have been signed with Indonesia in line with ASELSAN's growth objectives for 2030, centered on expanding its global reach.
    During an official visit to Indonesia led by the Turkish Presidency of Defence Industries (SSB), strategic agreements related to defense industry transfers were signed, which represents a significant step for reinforcing ASELSAN’s presence in the Asia-Pacific region.
    In frame of the agreements, the two countries have formalized strategic deals involving the use of ASELSAN’s Remote-Controlled Stabilized Weapon System SARP, 4D Search Radar CENK, Naval Gun Fire Control System, Air Defence Missile Fire Control System (FCS) and Missile Data Link by Indonesia

    BalasHapus
  98. 1950 = INDONESIA TURKEY 🀝
    1950 = MALAYDESH BRITISH : BRITISH MALAYDESH
    -
    G20 = INDONESIA TURKEY
    MIKTA = INDONESIA TURKEY
    --------
    1950 = INDONESIA TURKEY
    1950 = MALAYDESH MASIH BRITISH
    Indonesia and Turkey established diplomatic relations in 1950. Diplomatic relations are particularly important because both are Muslim-majority countries as well as modern democracies. Indonesia has an embassy in Ankara[ and consulate-general in Istanbul. Turkey has an embassy in Jakarta
    ---------
    JVC INDONESIA TURKI.....
    60 SET TB3
    9 SET AKINCI
    Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set yang akan mendukung strategi penguatan industri kedirgantaraan dan kemandirian pertahanan nasional.
    ---------
    JV INDONESIA TURKEY
    ASELSAN DAN ROKETSAN ...........
    SARP
    CENK
    FCS
    DATA LINK
    SUNGUR
    CAKIR
    MAM-L
    UAV
    TANK
    Turkish defence firms Aselsan and Roketsan have signed strategic agreements for defence industry transfers with Indonesia under the leadership of TΓΌrkiye’s Presidency of Defence Industries (SSB) in Jakarta.
    Turkish defence firm representatives and Indonesian President-elect and Defence Minister Prabowo Subianto met in the Indonesian capital on Monday, marking a “historic moment reflecting the strong ties between TΓΌrkiye and Indonesia,” said Haluk Gorgun, president of the SSB.
    In scope of the agreements, Aselsan’s remote controlled stabilised weapon system “SARP,” the four-dimensional search radar “CENK,” the Fire Control System, and the firm’s Data Link will be provided to Indonesia, in addition to Roketsan’s air defence missile system “SUNGUR,” the cruise missile “CAKIR,” and the smart micro munition “MAM-L.”
    Additionally, memorandums of understanding on the transfers of unmanned surface vehicles, tank modernisation, and missile system maintenance were signed
    ---------
    Indonesia and Turkey have collaborated on missile development and purchases, including air defense missiles, cruise missiles, and fast missile boats.
    Missile development
    • Kaplan APC
    A new armored personnel carrier (APC) that can accommodate up to 13 people. The APC will be manufactured in Turkey, with the second and subsequent APCs manufactured in Indonesia.
    • Joint production of anti-ship cruise missiles
    Turkey and Indonesia are collaborating to jointly produce anti-ship cruise missiles in Indonesia.
    Missile purchases
    • ATMACA missiles
    The Turkish company Rocketsan supplied ATMACA missiles to Indonesia to modernize the armaments of Indonesian Navy warships.
    • SUNGUR air defense missile system
    The Turkish defense company Roketsan will supply Indonesia with the SUNGUR air defense missile system.
    • Γ‡AKIR cruise missile
    The Turkish defense company Roketsan will supply Indonesia with the Γ‡AKIR cruise missile.
    Fast missile boats
    • The Indonesian Ministry of Defense purchased two combat mission fast missile boats (NB74 and NB75) from TAIS, a consortium of five Turkish shipyards. The boats are armed with anti-ship missiles, gun or torpedoes
    ---------
    NEW COLLABORATIONS FROM ASELSAN IN INDONESIA
    ASELSAN President & CEO Ahmet Akyol announced that new agreements have been signed with Indonesia in line with ASELSAN's growth objectives for 2030, centered on expanding its global reach.
    During an official visit to Indonesia led by the Turkish Presidency of Defence Industries (SSB), strategic agreements related to defense industry transfers were signed, which represents a significant step for reinforcing ASELSAN’s presence in the Asia-Pacific region.
    In frame of the agreements, the two countries have formalized strategic deals involving the use of ASELSAN’s Remote-Controlled Stabilized Weapon System SARP, 4D Search Radar CENK, Naval Gun Fire Control System, Air Defence Missile Fire Control System (FCS) and Missile Data Link by Indonesia

    BalasHapus
  99. EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    In parallel with the defence procurement, Wisma Putra stated that additional agreements are expected to be concluded during the visit. These include memoranda of understanding between the Malondeshn Investment Development Authority and the Investment and Finance Office of the Presidency of the Republic of TΓΌrkiye, cooperation agreements between EXIM Bank Malondesh and Turk Eximbank...
    -----------------------
    Berdasarkan pembelian MPMS (Multi-Purpose Mission Ship) senilai RM304,29 juta tersebut memang menggunakan skema utang atau pembiayaan luar negeri.
    Berikut adalah poin-poin yang mengonfirmasi hal tersebut:
    1. Pelibatan Bank Ekspor-Impor: Adanya kerja sama antara EXIM Bank Malondesh dan Turk Eximbank menunjukkan penggunaan fasilitas kredit ekspor (FKE). Dalam praktik pengadaan pertahanan internasional, skema ini merupakan bentuk utang luar negeri di mana lembaga keuangan dari negara pengekspor (Turk Eximbank) memberikan pinjaman atau penjaminan bagi negara pembeli untuk membiayai pengadaan barang tersebut.
    -
    2. Nota Kesepahaman (MoU) Keuangan: Penyebutan kesepakatan antara lembaga investasi Malondesh dan kantor keuangan kepresidenan Turki yang berjalan paralel dengan pengadaan kapal ini memperkuat bahwa transaksi tersebut melibatkan struktur pembiayaan formal (utang), bukan sekadar pembayaran tunai langsung dari anggaran berjalan.
    -
    3. Karakteristik Pengadaan Pertahanan: Di sektor pertahanan, skema Fasilitas Kredit Ekspor (FKE) atau Kredit Swasta Asing (KSA) adalah metode umum untuk membiayai aset bernilai besar (seperti kapal sepanjang 99 meter) guna menyebar beban fiskal dalam jangka waktu yang lebih lama melalui mekanisme pinjaman.
    Kesimpulan: Ya, pembelian tersebut menggunakan skema utang melalui fasilitas kredit ekspor yang melibatkan kerja sama antara bank pemerintah Malondesh dan Turki
    -----------------------
    MKM = BARTER PALM OIL
    MIG29N = BARTER PALM OIL
    MALAYDESH has used palm oil to barter for military equipment, including fighter jets. The MALAYDESH Armed Forces (MAF) is made up of the Royal MALAYDESH Navy, the Royal MALAYDESH Air Force, and the MALAYDESH Army.
    ----
    A400M
    PEMBAYARAN BERPERINGKAT = DEBT
    MALAYDESH membeli pesawat Airbus A400M secara ansuran dan bukan secara tunai. Pembelian pesawat A400M dilakukan melalui kontrak yang melibatkan bayar berperingkat.
    ----
    FA50M BARTER PALM OIL
    On the other hand, South Korea aims to sell another 18 FA-50s to MALAYDESH in the future. MALAYDESH announced that at least half of the payment would be made in palm oil
    ----
    SCORPENE BARTER PALM OIL
    Under the deal, France would buy RM819 million’s (€230 million) worth of MALAYDESH palm oil, RM327 million (€92 million) of other commodities, and invest RM491 million (€138 million) for training and techNOLogy transfer to local firms here.
    ----
    PT91 BARTER PALM OIL RUBBER
    Payment for the purchase includes 30 percent of direct off-set in the form of training and techNOLogy transfer and 30 percent of indirect off-set in commodities like palm oil and rubber.


    BalasHapus
  100. MPMS = EXIM KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    In parallel with the defence procurement, Wisma Putra stated that additional agreements are expected to be concluded during the visit. These include memoranda of understanding between the Malondeshn Investment Development Authority and the Investment and Finance Office of the Presidency of the Republic of TΓΌrkiye, cooperation agreements between EXIM Bank Malondesh and Turk Eximbank...
    -----------------------
    Berdasarkan pembelian MPMS (Multi-Purpose Mission Ship) senilai RM304,29 juta tersebut memang menggunakan skema utang atau pembiayaan luar negeri.
    Berikut adalah poin-poin yang mengonfirmasi hal tersebut:
    1. Pelibatan Bank Ekspor-Impor: Adanya kerja sama antara EXIM Bank Malondesh dan Turk Eximbank menunjukkan penggunaan fasilitas kredit ekspor (FKE). Dalam praktik pengadaan pertahanan internasional, skema ini merupakan bentuk utang luar negeri di mana lembaga keuangan dari negara pengekspor (Turk Eximbank) memberikan pinjaman atau penjaminan bagi negara pembeli untuk membiayai pengadaan barang tersebut.
    -
    2. Nota Kesepahaman (MoU) Keuangan: Penyebutan kesepakatan antara lembaga investasi Malondesh dan kantor keuangan kepresidenan Turki yang berjalan paralel dengan pengadaan kapal ini memperkuat bahwa transaksi tersebut melibatkan struktur pembiayaan formal (utang), bukan sekadar pembayaran tunai langsung dari anggaran berjalan.
    -
    3. Karakteristik Pengadaan Pertahanan: Di sektor pertahanan, skema Fasilitas Kredit Ekspor (FKE) atau Kredit Swasta Asing (KSA) adalah metode umum untuk membiayai aset bernilai besar (seperti kapal sepanjang 99 meter) guna menyebar beban fiskal dalam jangka waktu yang lebih lama melalui mekanisme pinjaman.
    Kesimpulan: Ya, pembelian tersebut menggunakan skema utang melalui fasilitas kredit ekspor yang melibatkan kerja sama antara bank pemerintah Malondesh dan Turki
    -----------------------
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    Untuk konteks, sebanyak RM 6.08 bilion daripada siling RM 9.128 bilion telah dibayar kepada BNS oleh kerajaan Malaydesh. Daripada RM 6.08 bilion tersebut, RM 255 juta digunakan untuk menjelas hutang lapuk NGPV, RM 141 juta untuk faedah yang dikenakan kepada hutang NGPV, dan RM 349 juta untuk “cost increase on design activities with NGPV”. Sejumlah RM 745 juta telah digunakan untuk “bailout” projek NGPV.
    RM9.128 bilion ini adalah untuk menjayakan projek LCS, bukan untuk “bailout” projek NGPV. Penggunaan dana sebegini adalah pecah amanah melanggar S.409 Kanun Keseksaan. Pada asasnya, apa yang dilakukan di sini ialah menutup kerugian perjanjian lama yang gagal dengan perjanjian baru. Apa yang dilakukan di sini adalah jenayah.
    Ataupun, PM6 memang memulakan projek LCS secara rundingan terus dengan tujuan untuk membayar hutang lapuk NGPV? Jawapan Najib kepada soalan ini akan bantu kita semua memahami masalah projek LCS

    BalasHapus
  101. RM363,8 JUTA = OPV MADE IN MALAYDESH ......
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    -------------
    Kontrak awal tahun 2017 untuk 3 unit kapal adalah sebesar RM738,9 juta (rata-rata RM246,3 juta/unit). Namun, karena kegagalan manajemen dan keterlambatan bertahun-tahun, pemerintah harus mengeluarkan dana tambahan:
    Suntikan Dana Pertama (2023): Pinjaman sebesar RM152,6 juta untuk menyelesaikan kapal pertama (KM Tun Fatimah).
    Suntikan Dana Kedua (2025): Tambahan sekitar RM200 juta dialokasikan untuk melanjutkan pengerjaan kapal kedua dan ketiga oleh kontraktor baru.
    Total Estimasi Biaya: Anggaran keseluruhan membengkak menjadi sekitar RM1,09 miliar (RM1,091,5 juta). Jika dibagi tiga, maka biaya rata-rata per kapal menjadi sekitar RM363,8 juta
    -------------
    OPV MIRING KABEL PUTUS
    OPV MIRING KABEL PUTUS
    OPV MIRING KABEL PUTUS
    OPV MIRING KABEL PUTUS
    THHE general manager Azizul Hanafee Zain explained that the ship tilted to one side after one of the steel cables attached to the supporting structure underneath the ship was cut.
    ====================
    ====================
    RM339.85 MILLION = MPMS MADE IN TURKI...
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    NO. MIRING
    The second MPMS is valued at RM339.85 million (approximately US$83.75 million). While the Malaysian statement did not specify the shipyard responsible for construction, Malaysian media assessments indicate that the contract is most likely to be executed by DESAN Shipyard, which is currently building the first MPMS for Malaysia

    BalasHapus
  102. CANGGIH PENGGANTI KLEWANG =
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    ------------
    KRI Golok (688) resmi diluncurkan oleh TNI AL sebagai kapal pengganti KRI Klewang (625) yang hancur akibat kebakaran pada tahun 2012.
    Berikut adalah penjelasan singkat mengenai pergantian tersebut:
    Penyebab Pergantian: KRI Klewang, kapal cepat rudal (trimaran) siluman pertama milik Indonesia, ludes terbakar saat masih dalam tahap uji coba pada 28 September 2012 di Banyuwangi akibat arus pendek listrik.
    KRI Golok-688: Diluncurkan pada 21 Agustus 2021 oleh PT Lundin Industry Invest, kapal ini merupakan generasi kedua dari kelas trimaran tersebut. Kapal ini memiliki teknologi siluman yang lebih mutakhir, menggunakan material komposit serat karbon yang lebih ringan dan sulit dideteksi radar.
    Peresmian: KRI Golok resmi masuk ke jajaran alutsista TNI AL pada 14 Januari 2022 setelah melalui serangkaian uji coba.
    Sumber Berita Terkait:
    KRI Golok-688 Resmi Diluncurkan sebagai Pengganti KRI Klewang-625 – Airspace Review (21 Agustus 2021).
    Usai Viral KRI Klewang Ludes Terbakar, Simak Kecanggihan KRI Golok – Zona Jakarta (20 Agustus 2021).
    Kapal Perang Teknologi 'Siluman' Diluncurkan di Banyuwangi – Kumparan (22 Agustus 2021).
    KRI Golok (688) - Wikipedia Bahasa Indonesia – Detail spesifikasi dan riwayat peluncuran.
    TNI AL Luncurkan KRI Golok-688 (YouTube) – Liputan visual prosesi peluncuran kapal

    BalasHapus
  103. 62 KAPAL PERANG BUATAN INDONESIA (2006–2025)
    1. Kapal Cepat Rudal (KCR) – PT PAL ➡️ Total: 6 unit
    KRI Kapak 625
    KRI Panah 626
    KRI Kerambit 627
    KRI Sampari 628
    KRI Tombak 629
    KRI Halasan 630
    2. Kapal Cepat Rudal (KCR) – Swasta Nasional ➡️ Total: 9 unit
    KRI Clurit 641
    KRI Kujang 642
    KRI Beladau 643
    KRI Alamang 644
    KRI Surik 645
    KRI Siwar 646
    KRI Parang 647
    KRI Terapang 648
    KRI Golok 688 (Trimaran)
    3. Kapal Patroli Cepat – Swasta Nasional ➡️ Total: 25 unit
    KRI Pari – 849
    KRI Sembilang – 850
    KRI Sidat – 851
    KRI Cakalang – 852
    KRI Tatihu – 853
    KRI Layaran – 854
    KRI Madidihang – 855
    KRI Kurau – 856
    KRI Torani – 860
    KRI Lepu – 861
    KRI Albakora – 867
    KRI Bubara – 868
    KRI Gulamah – 869
    KRI Posepa – 870
    KRI Escolar – 871
    KRI Karotang – 872
    KRI Mata Bongsang – 873
    KRI Dorang – 874
    KRI Bawal – 875
    KRI Tuna – 876
    KRI Marlin – 877
    KRI Butana – 878
    KRI Selar – 879
    KRI Hampala – 880
    KRI Lumba-Lumba – 881
    4. Kapal Korvet – Swasta Nasional ➡️ Total: 8 unit
    KRI Diponegoro 365
    KRI Hasanuddin 366
    KRI Sultan Iskandar Muda 367
    KRI Frans Kaisiepo 368
    KRI Bung Karno 369
    KRI Bung Hatta 370
    KRI Raja Ali Fisabilillah 391
    KRI Lukas Rumkoren 392
    5. Kapal Logistik – Swasta Nasional ➡️ Total: 4 unit
    KRI Dumai 904
    KRI Tarakan 905
    KRI Bontang 906
    KRI Balongan 907
    6. Kapal LPD (Landing Platform Dock) – PT PAL ➡️ Total: 3 unit
    KRI Semarang 594
    KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
    KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
    7. Kapal Pemetaan Bawah Air – Swasta Nasional ➡️ Total: 1 unit
    KRI Pollux 935
    8. Kapal Selam – PT PAL (ToT Korsel) ➡️ Total: 3 unit
    KRI Nagapasa 403
    KRI Ardadedali 404
    KRI Alugoro 405
    9. Produk Baru 2025 ➡️ Total: 3 unit
    KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih)
    KRI Belati 622 (KCR)
    KRI Kerambit 627 (KCR)
    πŸ“Š Total Keseluruhan
    KCR PT PAL = 6
    KCR Swasta = 9
    Kapal Patroli Cepat = 25
    Korvet = 4
    Logistik = 4
    LPD = 3
    Pemetaan = 1
    Kapal Selam = 3
    Produk Baru 2025 = 3
    ➡️ TOTAL: 62 kapal perang produksi dalam negeri (2006–2025).
    ===========
    ===========
    7 KAPAL GUNBOAT 2006-2025 BUATAN MALAYDESH
    1. NGPVs GUNBOAT = PAY 27 REAL 6
    KD Pahang (F172) – 3 Ogos 2006
    KD Terengganu (F174) – 8 Disember 2009
    KD Kelantan (F175) – 8 Mei 2010
    KD Selangor (F176) – 28 Disember 2010
    KD Perak (F173) – 3 Jun 2009
    2. OPV PAY 3 REAL 1 = MIRING
    KD TUN FATIMAH 2023
    3. LCS PAY 6 REAL 0 (NULL) = MANGKRAK 15 TAHUN
    --------------
    😝62 WITH AMMO versus 7 GUNBOAT😝

    BalasHapus
  104. 1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    -------------
    Berdasarkan sumber berita hingga awal tahun 2026, TH Heavy Engineering Berhad (THHE), perusahaan galangan kapal asal Malondesh, telah dinyatakan bangkrut dan menjalani proses likuidasi wajib (compulsory winding-up).
    Berikut adalah ringkasan penyebab dan status kebangkrutannya:
    1. Status Kebangkrutan dan Likuidasi
    Likuidasi Wajib: Pada Juli 2025, Mahkamah Tinggi Kuala Lumpur memerintahkan THHE untuk menjalani likuidasi wajib di bawah pengawasan pengadilan.
    Konversi dari Sukarela: Pengadilan mengubah proses "likuidasi sukarela" yang sebelumnya diajukan perusahaan menjadi "likuidasi wajib" karena adanya keraguan atas integritas proses sebelumnya dan untuk melindungi kepentingan para kreditor independen yang memegang mayoritas utang (sekitar 74,6%).
    Delisting: Saham THHE telah resmi dihapus dari bursa efek (delisted) sejak September 2022 setelah gagal mengajukan rencana restrukturisasi keuangan yang memadai.
    2. Penyebab Utama Kebangkrutan
    Berdasarkan laporan keuangan dan operasional, beberapa faktor penyebabnya meliputi:
    Kerugian Beruntun: THHE telah mengalami kerugian berturut-turut sejak tahun 2014 akibat penurunan sektor minyak dan gas (O&G).
    Kegagalan Proyek Strategis: Perusahaan gagal memenuhi kontrak senilai RM738,9 juta untuk pengiriman tiga kapal patroli lepas pantai (Offshore Patrol Vessels/OPV) kepada Badan Penegakan Maritim Malondesh (MMEA) yang terus mengalami penundaan sejak 2020.
    Beban Utang Tinggi: Hingga pertengahan 2022, perusahaan memiliki komitmen utang jangka pendek sebesar RM151,87 juta dan akumulasi kerugian mencapai RM645,99 juta.
    Masalah Manajemen: Pengadilan menemukan adanya potensi benturan kepentingan dalam penunjukan likuidator awal, sehingga memutuskan untuk menunjuk kurator independen guna mengelola aset perusahaan.
    3. Kepemilikan dan Penyelamatan yang Gagal
    THHE sebelumnya merupakan unit di bawah Lembaga Tabung Haji (TH) Malondesh. Namun, karena kinerja yang buruk, sahamnya dialihkan ke unit milik Kementerian Kewangan, Urusharta Jamaah Sdn Bhd (UJSB), pada tahun 2018 sebagai bagian dari upaya rehabilitasi aset.
    Meskipun telah dicoba untuk beralih fokus ke bisnis perbaikan dan pembuatan kapal (shipbuilding) dari sektor O&G, upaya ini tidak mampu memulihkan kondisi keuangan perusahaan.

    BalasHapus
  105. 1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    THHE BANGKRUT = LCS BAYAR HUTANG NGPVs
    -------------
    Berdasarkan sumber berita hingga awal tahun 2026, TH Heavy Engineering Berhad (THHE), perusahaan galangan kapal asal Malondesh, telah dinyatakan bangkrut dan menjalani proses likuidasi wajib (compulsory winding-up).
    Berikut adalah ringkasan penyebab dan status kebangkrutannya:
    1. Status Kebangkrutan dan Likuidasi
    Likuidasi Wajib: Pada Juli 2025, Mahkamah Tinggi Kuala Lumpur memerintahkan THHE untuk menjalani likuidasi wajib di bawah pengawasan pengadilan.
    Konversi dari Sukarela: Pengadilan mengubah proses "likuidasi sukarela" yang sebelumnya diajukan perusahaan menjadi "likuidasi wajib" karena adanya keraguan atas integritas proses sebelumnya dan untuk melindungi kepentingan para kreditor independen yang memegang mayoritas utang (sekitar 74,6%).
    Delisting: Saham THHE telah resmi dihapus dari bursa efek (delisted) sejak September 2022 setelah gagal mengajukan rencana restrukturisasi keuangan yang memadai.
    2. Penyebab Utama Kebangkrutan
    Berdasarkan laporan keuangan dan operasional, beberapa faktor penyebabnya meliputi:
    Kerugian Beruntun: THHE telah mengalami kerugian berturut-turut sejak tahun 2014 akibat penurunan sektor minyak dan gas (O&G).
    Kegagalan Proyek Strategis: Perusahaan gagal memenuhi kontrak senilai RM738,9 juta untuk pengiriman tiga kapal patroli lepas pantai (Offshore Patrol Vessels/OPV) kepada Badan Penegakan Maritim Malondesh (MMEA) yang terus mengalami penundaan sejak 2020.
    Beban Utang Tinggi: Hingga pertengahan 2022, perusahaan memiliki komitmen utang jangka pendek sebesar RM151,87 juta dan akumulasi kerugian mencapai RM645,99 juta.
    Masalah Manajemen: Pengadilan menemukan adanya potensi benturan kepentingan dalam penunjukan likuidator awal, sehingga memutuskan untuk menunjuk kurator independen guna mengelola aset perusahaan.
    3. Kepemilikan dan Penyelamatan yang Gagal
    THHE sebelumnya merupakan unit di bawah Lembaga Tabung Haji (TH) Malondesh. Namun, karena kinerja yang buruk, sahamnya dialihkan ke unit milik Kementerian Kewangan, Urusharta Jamaah Sdn Bhd (UJSB), pada tahun 2018 sebagai bagian dari upaya rehabilitasi aset.
    Meskipun telah dicoba untuk beralih fokus ke bisnis perbaikan dan pembuatan kapal (shipbuilding) dari sektor O&G, upaya ini tidak mampu memulihkan kondisi keuangan perusahaan.

    BalasHapus
  106. TIMELINE KAPAL PERANG INDONESIA (2006–2025)
    2006–2010: Awal Kebangkitan Industri Kapal Perang Nasional
    2006–2009 → Produksi awal Kapal Patroli Cepat oleh galangan swasta nasional (KRI Pari 849, KRI Sembilang 850, KRI Sidat 851, dst).
    2009 → Peluncuran KRI Clurit 641 (KCR pertama buatan swasta nasional).
    2010 → KRI Kujang 642 (KCR).
    2011–2015: Era Modernisasi & Korvet SIGMA
    2011 → KRI Beladau 643 (KCR).
    2012 → KRI Alamang 644 (KCR).
    2013 → KRI Surik 645, KRI Siwar 646 (KCR).
    2014 → KRI Parang 647, KRI Terapang 648 (KCR).
    2014–2015 → Produksi masif Kapal Patroli Cepat (hingga KRI Lumba-Lumba 881).
    2015 → KRI Diponegoro 365, KRI Hasanuddin 366, KRI Sultan Iskandar Muda 367, KRI Frans Kaisiepo 368 (Korvet SIGMA).
    2016–2020: Diversifikasi & Kapal Selam
    2016 → KRI Sampari 628 (KCR PT PAL).
    2017 → KRI Tombak 629, KRI Halasan 630 (KCR PT PAL).
    2017 → KRI Nagapasa 403 (Kapal Selam pertama hasil ToT Korsel).
    2018 → KRI Ardadedali 404 (Kapal Selam).
    2019 → KRI Alugoro 405 (Kapal Selam pertama dirakit di Indonesia).
    2019–2020 → KRI Bung Karno 369, KRI Bung Hatta 370, KRI Raja Ali Fisabilillah 391, KRI Lukas Rumkoren 392 (Korvet tambahan).
    2020 → KRI Golok 688 (Trimaran KCR).
    2021–2024: Kapal Logistik & LPD
    2021 → KRI Dumai 904, KRI Tarakan 905 (Kapal Logistik).
    2022 → KRI Bontang 906, KRI Balongan 907 (Kapal Logistik).
    2022 → KRI Semarang 594 (LPD).
    2022–2023 → KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991, KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992 (LPD).
    2023 → KRI Pollux 935 (Kapal Pemetaan Bawah Air).
    2025: Produk Baru & Fregat Merah Putih
    2025 → KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih).
    2025 → KRI Belati 622 (KCR).
    2025 → KRI Kerambit 627 (KCR terbaru).
    ===========
    ===========
    7 KAPAL GUNBOAT 2006-2025 BUATAN MALAYDESH
    1. NGPVs GUNBOAT = PAY 27 REAL 6
    KD Pahang (F172) – 3 Ogos 2006
    KD Terengganu (F174) – 8 Disember 2009
    KD Kelantan (F175) – 8 Mei 2010
    KD Selangor (F176) – 28 Disember 2010
    KD Perak (F173) – 3 Jun 2009
    2. OPV PAY 3 REAL 1 = MIRING
    KD TUN FATIMAH 2023
    3. LCS PAY 6 REAL 0 (NULL) = MANGKRAK 15 TAHUN
    --------------
    😝BEDA KASTA BEDA LEVEL😝

    BalasHapus
  107. MPMS = EXIM KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    -
    In parallel with the defence procurement, Wisma Putra stated that additional agreements are expected to be concluded during the visit. These include memoranda of understanding between the Malondeshn Investment Development Authority and the Investment and Finance Office of the Presidency of the Republic of TΓΌrkiye, cooperation agreements between EXIM Bank Malondesh and Turk Eximbank...
    -----------------------
    Berdasarkan pembelian MPMS (Multi-Purpose Mission Ship) senilai RM304,29 juta tersebut memang menggunakan skema utang atau pembiayaan luar negeri.
    Berikut adalah poin-poin yang mengonfirmasi hal tersebut:
    1. Pelibatan Bank Ekspor-Impor: Adanya kerja sama antara EXIM Bank Malondesh dan Turk Eximbank menunjukkan penggunaan fasilitas kredit ekspor (FKE). Dalam praktik pengadaan pertahanan internasional, skema ini merupakan bentuk utang luar negeri di mana lembaga keuangan dari negara pengekspor (Turk Eximbank) memberikan pinjaman atau penjaminan bagi negara pembeli untuk membiayai pengadaan barang tersebut.
    -
    2. Nota Kesepahaman (MoU) Keuangan: Penyebutan kesepakatan antara lembaga investasi Malondesh dan kantor keuangan kepresidenan Turki yang berjalan paralel dengan pengadaan kapal ini memperkuat bahwa transaksi tersebut melibatkan struktur pembiayaan formal (utang), bukan sekadar pembayaran tunai langsung dari anggaran berjalan.
    -
    3. Karakteristik Pengadaan Pertahanan: Di sektor pertahanan, skema Fasilitas Kredit Ekspor (FKE) atau Kredit Swasta Asing (KSA) adalah metode umum untuk membiayai aset bernilai besar (seperti kapal sepanjang 99 meter) guna menyebar beban fiskal dalam jangka waktu yang lebih lama melalui mekanisme pinjaman.
    Kesimpulan: Ya, pembelian tersebut menggunakan skema utang melalui fasilitas kredit ekspor yang melibatkan kerja sama antara bank pemerintah Malondesh dan Turki

    BalasHapus
  108. MPMS = EXIM KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    -
    In parallel with the defence procurement, Wisma Putra stated that additional agreements are expected to be concluded during the visit. These include memoranda of understanding between the Malondeshn Investment Development Authority and the Investment and Finance Office of the Presidency of the Republic of TΓΌrkiye, cooperation agreements between EXIM Bank Malondesh and Turk Eximbank...
    -----------------------
    Berdasarkan pembelian MPMS (Multi-Purpose Mission Ship) senilai RM304,29 juta tersebut memang menggunakan skema utang atau pembiayaan luar negeri.
    Berikut adalah poin-poin yang mengonfirmasi hal tersebut:
    1. Pelibatan Bank Ekspor-Impor: Adanya kerja sama antara EXIM Bank Malondesh dan Turk Eximbank menunjukkan penggunaan fasilitas kredit ekspor (FKE). Dalam praktik pengadaan pertahanan internasional, skema ini merupakan bentuk utang luar negeri di mana lembaga keuangan dari negara pengekspor (Turk Eximbank) memberikan pinjaman atau penjaminan bagi negara pembeli untuk membiayai pengadaan barang tersebut.
    -
    2. Nota Kesepahaman (MoU) Keuangan: Penyebutan kesepakatan antara lembaga investasi Malondesh dan kantor keuangan kepresidenan Turki yang berjalan paralel dengan pengadaan kapal ini memperkuat bahwa transaksi tersebut melibatkan struktur pembiayaan formal (utang), bukan sekadar pembayaran tunai langsung dari anggaran berjalan.
    -
    3. Karakteristik Pengadaan Pertahanan: Di sektor pertahanan, skema Fasilitas Kredit Ekspor (FKE) atau Kredit Swasta Asing (KSA) adalah metode umum untuk membiayai aset bernilai besar (seperti kapal sepanjang 99 meter) guna menyebar beban fiskal dalam jangka waktu yang lebih lama melalui mekanisme pinjaman.
    Kesimpulan: Ya, pembelian tersebut menggunakan skema utang melalui fasilitas kredit ekspor yang melibatkan kerja sama antara bank pemerintah Malondesh dan Turki

    BalasHapus
  109. 🀝 INDONESIA TURKEY 🀝
    1950 = INDONESIA TURKEY
    1950 = MALAYDESH BRITISH : BRITISH MALAYDESH
    -
    G20 = INDONESIA TURKEY
    MIKTA = INDONESIA TURKEY
    --------
    Indonesia and Turkey established diplomatic relations in 1950. Diplomatic relations are particularly important because both are Muslim-majority countries as well as modern democracies. Indonesia has an embassy in Ankara[ and consulate-general in Istanbul. Turkey has an embassy in Jakarta
    ---------
    Kerjasama Indonesia dan Turki dalam forum G20 dan MIKTA pada tahun 2026 mencerminkan kemitraan strategis yang semakin mendalam, terutama dalam memperjuangkan kepentingan negara berkembang dan stabilitas global.
    1. Sinergi dalam Forum G20
    Indonesia dan Turki menggunakan platform G20 untuk memperkuat hubungan bilateral dan menyuarakan isu-isu global yang mendesak:
    Penguatan Multilateralisme: Memasuki tahun 2026, kedua negara terus mendorong pemulihan multilateralisme guna menghadapi tantangan ekonomi global dan perubahan iklim.
    Kerjasama Industri Strategis: Di sela-sela pertemuan G20, kedua negara secara rutin menandatangani kesepakatan penting, termasuk di bidang industri pertahanan (Inhan) dan pembangunan infrastruktur seperti proyek Tol Trans-Sumatera yang melibatkan kontraktor Turki.
    Dukungan Kepemimpinan: Turki secara konsisten memberikan dukungan kuat terhadap agenda-agenda Indonesia di G20, khususnya dalam upaya memperbaiki tata kelola ekonomi dunia yang lebih adil bagi negara berkembang.
    -
    2. Kolaborasi dalam MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, Australia)
    Dalam forum MIKTA, Indonesia dan Turki berperan sebagai "jembatan" atau kekuatan penyeimbang (middle powers):
    Penyelesaian Isu Global: Melalui MIKTA, kedua negara berkolaborasi dalam penyelesaian isu perdamaian global, termasuk solidaritas terhadap Palestina dan reformasi tata kelola global.
    ----------------------
    10 EKONOMI TERBESAR ASIA =
    1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
    2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
    3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
    4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
    5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
    6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
    7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
    8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
    9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
    10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
    -----------------
    NEGARA DENGAN GDP TERBESAR TAHUN 2025 BERDASARKAN PPP (PURCHASING POWER PARITY):
    1. Tiongkok – US$40,7 triliun
    2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
    3. India – US$17,6 triliun
    4. Rusia – US$7,19 triliun
    5. Jepang – US$6,74 triliun
    6. Indonesia – US$5,69 triliun
    7. Jerman – US$5,65 triliun
    8. Brasil – US$5,27 triliun
    9. Turki – US$3,91 triliun
    10. Meksiko – US$3,88 triliun
    11. Mesir – US$3,85 triliun
    12. Inggris – US$3,82 triliun
    13. Prancis – US$3,80 triliun
    14. Iran – US$3,74 triliun
    15. Pakistan – US$2,09 triliun
    16. Bangladesh – US$2,05 triliun
    17. Italia – US$2,04 triliun
    18. Vietnam – US$1,89 triliun
    19. Filipina – US$1,87 triliun
    20. Thailand – US$1,85 triliun
    ------------------
    DAFTAR 20 NEGARA DENGAN GDP NOMINAL TERBESAR TAHUN 2025 :
    1. Amerika Serikat – US$30,34 triliun
    2. Tiongkok – US$19,90 triliun
    3. Jerman – US$5,36 triliun
    4. Jepang – US$4,46 triliun
    5. India – US$4,26 triliun
    6. Inggris – US$3,70 triliun
    7. Prancis – US$3,26 triliun
    8. Italia – US$2,56 triliun
    9. Brasil – US$2,52 triliun
    10. Kanada – US$2,49 triliun
    11. Rusia – US$2,48 triliun
    12. Korea Selatan – US$2,10 triliun
    13. Meksiko – US$1,99 triliun
    14. Spanyol – US$1,82 triliun
    15. Indonesia – US$1,69 triliun
    16. Australia – US$1,68 triliun
    17. Turki – US$1,34 triliun
    18. Arab Saudi – US$1,28 triliun
    19. Belanda – US$1,27 triliun
    20. Swiss – US$1,16 triliun

    BalasHapus
  110. 🀝 INDONESIA TURKEY 🀝
    1950 = INDONESIA TURKEY
    1950 = MALAYDESH BRITISH : BRITISH MALAYDESH
    -
    G20 = INDONESIA TURKEY
    MIKTA = INDONESIA TURKEY
    --------
    Indonesia and Turkey established diplomatic relations in 1950. Diplomatic relations are particularly important because both are Muslim-majority countries as well as modern democracies. Indonesia has an embassy in Ankara[ and consulate-general in Istanbul. Turkey has an embassy in Jakarta
    ---------
    Kerjasama Indonesia dan Turki dalam forum G20 dan MIKTA pada tahun 2026 mencerminkan kemitraan strategis yang semakin mendalam, terutama dalam memperjuangkan kepentingan negara berkembang dan stabilitas global.
    1. Sinergi dalam Forum G20
    Indonesia dan Turki menggunakan platform G20 untuk memperkuat hubungan bilateral dan menyuarakan isu-isu global yang mendesak:
    Penguatan Multilateralisme: Memasuki tahun 2026, kedua negara terus mendorong pemulihan multilateralisme guna menghadapi tantangan ekonomi global dan perubahan iklim.
    Kerjasama Industri Strategis: Di sela-sela pertemuan G20, kedua negara secara rutin menandatangani kesepakatan penting, termasuk di bidang industri pertahanan (Inhan) dan pembangunan infrastruktur seperti proyek Tol Trans-Sumatera yang melibatkan kontraktor Turki.
    Dukungan Kepemimpinan: Turki secara konsisten memberikan dukungan kuat terhadap agenda-agenda Indonesia di G20, khususnya dalam upaya memperbaiki tata kelola ekonomi dunia yang lebih adil bagi negara berkembang.
    -
    2. Kolaborasi dalam MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, Australia)
    Dalam forum MIKTA, Indonesia dan Turki berperan sebagai "jembatan" atau kekuatan penyeimbang (middle powers):
    Penyelesaian Isu Global: Melalui MIKTA, kedua negara berkolaborasi dalam penyelesaian isu perdamaian global, termasuk solidaritas terhadap Palestina dan reformasi tata kelola global.
    ----------------------
    10 EKONOMI TERBESAR ASIA =
    1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
    2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
    3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
    4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
    5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
    6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
    7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
    8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
    9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
    10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
    -----------------
    NEGARA DENGAN GDP TERBESAR TAHUN 2025 BERDASARKAN PPP (PURCHASING POWER PARITY):
    1. Tiongkok – US$40,7 triliun
    2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
    3. India – US$17,6 triliun
    4. Rusia – US$7,19 triliun
    5. Jepang – US$6,74 triliun
    6. Indonesia – US$5,69 triliun
    7. Jerman – US$5,65 triliun
    8. Brasil – US$5,27 triliun
    9. Turki – US$3,91 triliun
    10. Meksiko – US$3,88 triliun
    11. Mesir – US$3,85 triliun
    12. Inggris – US$3,82 triliun
    13. Prancis – US$3,80 triliun
    14. Iran – US$3,74 triliun
    15. Pakistan – US$2,09 triliun
    16. Bangladesh – US$2,05 triliun
    17. Italia – US$2,04 triliun
    18. Vietnam – US$1,89 triliun
    19. Filipina – US$1,87 triliun
    20. Thailand – US$1,85 triliun
    ------------------
    DAFTAR 20 NEGARA DENGAN GDP NOMINAL TERBESAR TAHUN 2025 :
    1. Amerika Serikat – US$30,34 triliun
    2. Tiongkok – US$19,90 triliun
    3. Jerman – US$5,36 triliun
    4. Jepang – US$4,46 triliun
    5. India – US$4,26 triliun
    6. Inggris – US$3,70 triliun
    7. Prancis – US$3,26 triliun
    8. Italia – US$2,56 triliun
    9. Brasil – US$2,52 triliun
    10. Kanada – US$2,49 triliun
    11. Rusia – US$2,48 triliun
    12. Korea Selatan – US$2,10 triliun
    13. Meksiko – US$1,99 triliun
    14. Spanyol – US$1,82 triliun
    15. Indonesia – US$1,69 triliun
    16. Australia – US$1,68 triliun
    17. Turki – US$1,34 triliun
    18. Arab Saudi – US$1,28 triliun
    19. Belanda – US$1,27 triliun
    20. Swiss – US$1,16 triliun


    BalasHapus
  111. KAPAL BARUnya BESAR guys....PATI INDIANESIA makin ketar ketir.......HOREYYYYY....


    https://web.facebook.com/photo/?fbid=10235483532929721&set=a.1086479242949

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1950 = INDONESIA TURKEY 🀝
      1950 = MALAYDESH BRITISH : BRITISH MALAYDESH
      -
      G20 = INDONESIA TURKEY
      MIKTA = INDONESIA TURKEY
      --------
      1950 = INDONESIA TURKEY
      1950 = MALAYDESH MASIH BRITISH
      Indonesia and Turkey established diplomatic relations in 1950. Diplomatic relations are particularly important because both are Muslim-majority countries as well as modern democracies. Indonesia has an embassy in Ankara[ and consulate-general in Istanbul. Turkey has an embassy in Jakarta
      ---------
      JVC INDONESIA TURKI.....
      60 SET TB3
      9 SET AKINCI
      Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set yang akan mendukung strategi penguatan industri kedirgantaraan dan kemandirian pertahanan nasional.
      ---------
      JV INDONESIA TURKEY
      ASELSAN DAN ROKETSAN ...........
      SARP
      CENK
      FCS
      DATA LINK
      SUNGUR
      CAKIR
      MAM-L
      UAV
      TANK
      Turkish defence firms Aselsan and Roketsan have signed strategic agreements for defence industry transfers with Indonesia under the leadership of TΓΌrkiye’s Presidency of Defence Industries (SSB) in Jakarta.
      Turkish defence firm representatives and Indonesian President-elect and Defence Minister Prabowo Subianto met in the Indonesian capital on Monday, marking a “historic moment reflecting the strong ties between TΓΌrkiye and Indonesia,” said Haluk Gorgun, president of the SSB.
      In scope of the agreements, Aselsan’s remote controlled stabilised weapon system “SARP,” the four-dimensional search radar “CENK,” the Fire Control System, and the firm’s Data Link will be provided to Indonesia, in addition to Roketsan’s air defence missile system “SUNGUR,” the cruise missile “CAKIR,” and the smart micro munition “MAM-L.”
      Additionally, memorandums of understanding on the transfers of unmanned surface vehicles, tank modernisation, and missile system maintenance were signed
      ---------
      Indonesia and Turkey have collaborated on missile development and purchases, including air defense missiles, cruise missiles, and fast missile boats.
      Missile development
      • Kaplan APC
      A new armored personnel carrier (APC) that can accommodate up to 13 people. The APC will be manufactured in Turkey, with the second and subsequent APCs manufactured in Indonesia.
      • Joint production of anti-ship cruise missiles
      Turkey and Indonesia are collaborating to jointly produce anti-ship cruise missiles in Indonesia.
      Missile purchases
      • ATMACA missiles
      The Turkish company Rocketsan supplied ATMACA missiles to Indonesia to modernize the armaments of Indonesian Navy warships.
      • SUNGUR air defense missile system
      The Turkish defense company Roketsan will supply Indonesia with the SUNGUR air defense missile system.
      • Γ‡AKIR cruise missile
      The Turkish defense company Roketsan will supply Indonesia with the Γ‡AKIR cruise missile.
      Fast missile boats
      • The Indonesian Ministry of Defense purchased two combat mission fast missile boats (NB74 and NB75) from TAIS, a consortium of five Turkish shipyards. The boats are armed with anti-ship missiles, gun or torpedoes
      ---------
      NEW COLLABORATIONS FROM ASELSAN IN INDONESIA
      ASELSAN President & CEO Ahmet Akyol announced that new agreements have been signed with Indonesia in line with ASELSAN's growth objectives for 2030, centered on expanding its global reach.
      During an official visit to Indonesia led by the Turkish Presidency of Defence Industries (SSB), strategic agreements related to defense industry transfers were signed, which represents a significant step for reinforcing ASELSAN’s presence in the Asia-Pacific region.
      In frame of the agreements, the two countries have formalized strategic deals involving the use of ASELSAN’s Remote-Controlled Stabilized Weapon System SARP, 4D Search Radar CENK, Naval Gun Fire Control System, Air Defence Missile Fire Control System (FCS) and Missile Data Link by Indonesia

      Hapus
    2. 1950 = INDONESIA TURKEY 🀝
      1950 = MALAYDESH BRITISH : BRITISH MALAYDESH
      -
      G20 = INDONESIA TURKEY
      MIKTA = INDONESIA TURKEY
      --------
      1950 = INDONESIA TURKEY
      1950 = MALAYDESH MASIH BRITISH
      Indonesia and Turkey established diplomatic relations in 1950. Diplomatic relations are particularly important because both are Muslim-majority countries as well as modern democracies. Indonesia has an embassy in Ankara[ and consulate-general in Istanbul. Turkey has an embassy in Jakarta
      ---------
      JVC INDONESIA TURKI.....
      60 SET TB3
      9 SET AKINCI
      Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set yang akan mendukung strategi penguatan industri kedirgantaraan dan kemandirian pertahanan nasional.
      ---------
      JV INDONESIA TURKEY
      ASELSAN DAN ROKETSAN ...........
      SARP
      CENK
      FCS
      DATA LINK
      SUNGUR
      CAKIR
      MAM-L
      UAV
      TANK
      Turkish defence firms Aselsan and Roketsan have signed strategic agreements for defence industry transfers with Indonesia under the leadership of TΓΌrkiye’s Presidency of Defence Industries (SSB) in Jakarta.
      Turkish defence firm representatives and Indonesian President-elect and Defence Minister Prabowo Subianto met in the Indonesian capital on Monday, marking a “historic moment reflecting the strong ties between TΓΌrkiye and Indonesia,” said Haluk Gorgun, president of the SSB.
      In scope of the agreements, Aselsan’s remote controlled stabilised weapon system “SARP,” the four-dimensional search radar “CENK,” the Fire Control System, and the firm’s Data Link will be provided to Indonesia, in addition to Roketsan’s air defence missile system “SUNGUR,” the cruise missile “CAKIR,” and the smart micro munition “MAM-L.”
      Additionally, memorandums of understanding on the transfers of unmanned surface vehicles, tank modernisation, and missile system maintenance were signed
      ---------
      Indonesia and Turkey have collaborated on missile development and purchases, including air defense missiles, cruise missiles, and fast missile boats.
      Missile development
      • Kaplan APC
      A new armored personnel carrier (APC) that can accommodate up to 13 people. The APC will be manufactured in Turkey, with the second and subsequent APCs manufactured in Indonesia.
      • Joint production of anti-ship cruise missiles
      Turkey and Indonesia are collaborating to jointly produce anti-ship cruise missiles in Indonesia.
      Missile purchases
      • ATMACA missiles
      The Turkish company Rocketsan supplied ATMACA missiles to Indonesia to modernize the armaments of Indonesian Navy warships.
      • SUNGUR air defense missile system
      The Turkish defense company Roketsan will supply Indonesia with the SUNGUR air defense missile system.
      • Γ‡AKIR cruise missile
      The Turkish defense company Roketsan will supply Indonesia with the Γ‡AKIR cruise missile.
      Fast missile boats
      • The Indonesian Ministry of Defense purchased two combat mission fast missile boats (NB74 and NB75) from TAIS, a consortium of five Turkish shipyards. The boats are armed with anti-ship missiles, gun or torpedoes
      ---------
      NEW COLLABORATIONS FROM ASELSAN IN INDONESIA
      ASELSAN President & CEO Ahmet Akyol announced that new agreements have been signed with Indonesia in line with ASELSAN's growth objectives for 2030, centered on expanding its global reach.
      During an official visit to Indonesia led by the Turkish Presidency of Defence Industries (SSB), strategic agreements related to defense industry transfers were signed, which represents a significant step for reinforcing ASELSAN’s presence in the Asia-Pacific region.
      In frame of the agreements, the two countries have formalized strategic deals involving the use of ASELSAN’s Remote-Controlled Stabilized Weapon System SARP, 4D Search Radar CENK, Naval Gun Fire Control System, Air Defence Missile Fire Control System (FCS) and Missile Data Link by Indonesia

      Hapus
    3. SHOPPING - KAYA =
      -
      1. Jet Tempur Siluman KAAN 48 Unit.
      Sumber Berita: Defense News, The Diplomat, dan AeroTime.
      ---------------
      2. Kapal Perang Fregat Kelas-Δ°stif (I-Class) 2 Unit
      Sumber Berita: Naval News dan Janes Defense.
      ---------------
      3. Rudal Jelajah Atmaca & Torpedo Akya
      Sumber Berita: Naval Post dan Military Leak.
      ---------------
      4. Drone ANKA 12 Unit
      Sumber Berita: Reuters dan C4ISRNET.
      ---------------
      5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
      Sumber Berita: Breaking Defense dan The Defense Post.
      Jumlah: 60 Unit TB3 dan 6 Unit AKINCI.
      ---------------
      6. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
      Sumber Berita: Army Recognition dan FNSS Media.
      ---------------
      7. Sistem Pertahanan Udara (ADS) Trisula & KHAN
      Sumber Berita: Defense Turkey dan Janes.
      Jumlah:
      KHAN: 1-2 Baterai (pengiriman tahap pertama telah tiba).
      Trisula (ADS): Tidak disebutkan jumlah unit peluncur secara detail, namun direncanakan melindungi titik-titik vital di Kalimantan.
      ---------------
      8. Rudal Jelajah Γ‡akΔ±r
      Sumber Berita: Antara News, Roketsan Media, dan Republicorp.
      Narasi: Proyek ini difokuskan pada produksi lokal rudal jelajah Γ‡akΔ±r di Indonesia melalui proses transfer teknologi (ToT)
      ---------------
      9. Rudal Pertahanan Udara Sungur
      Sumber Berita: TRT World dan Kementerian Pertahanan RI.
      Narasi: VSHORAD Sungur Perjanjian ini tidak hanya mencakup pembelian unit, tetapi juga penjajakan alih teknologi untuk pembuatan serta pemeliharaan rudal di Indonesia.
      ---------------
      10. Kapal Cepat Rudal FACM-70 (KCR 70)
      Sumber: East Asia Forum, Naval News.
      Jumlah: 2 Unit (Tahap awal).
      ---------------
      11. Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja (APC) Kaplan
      Sumber: East Asia Forum, LinkedIn Defence Analysis.
      Jumlah: Tahap awal pengembangan prototipe.
      ---------------
      12. Modernisasi Sistem Radio Militer (Software-Defined Radio)
      Sumber: Antara News, Aselsan Media.
      ---------------
      13. Pengembangan Kendaraan Tempur Infanteri (IFV)
      Sumber: Antara News.
      ---------------
      14. Kerja Sama Produksi Bersama Drone Bayraktar TB3
      Sumber: TVRI News, AP-Law Solution.
      ---------------
      15. Kerja Sama Strategis Kapal Selam
      Sumber: Instagram News (Reel), Indo Defence Update
      ----------------------------
      KAYA .....
      DAFTAR PENGADAAN ALUTSISTA ON PROGRESS
      2 KRI Frigate Brawijaya Class dari Italia
      2 KRI Frigate Merah Putih dari PT PAL
      2 KRI Frigate Istif Class dari Turkiye
      1 KRI Rigel Class dari Palindo/Jerman
      2 KRI Kapal Cepat Rudal dari Turkiye
      1 KRI Kapal Cepat Rudal dari Tesco Bekasi
      2 KS Scorpene dari Perancis & PT PAL
      1 Kapal Induk Giribaldi dari Italia (Opsi)
      1 Kapal LHD Helikopter dari PT PAL (Opsi
      42 Jet Tempur Rafale dari Perancis
      48 Jet Tempur IFX kerjasama Korsel RI
      48 Jet Tempur KHAAN dari Turkiye
      6 Jet Tempur T50 dari Korsel
      2 Pesawat angkut A400M dari Spanyol
      13 Radar GCI dari Thales Perancis
      12 Radar Retia dari Retia
      3 Baterai Rudal Balistik KHAN Turkiye
      3 Baterai Rudal ADS Trisula dari Turkiye
      22 Helikopter Blackhawk dari AS
      12 Drone Anka dari Turkiye
      60 Drone Bayraktar TB3 dari Turkiye
      45 Rudal anti kapal Atmaca dari Turkiye

      Hapus
  112. 1950 = INDONESIA TURKEY 🀝 🀝 🀝
    1950 = MALAYDESH BRITISH : BRITISH MALAYDESH
    -
    G20 = INDONESIA TURKEY
    MIKTA = INDONESIA TURKEY
    --------
    Indonesia and Turkey established diplomatic relations in 1950. Diplomatic relations are particularly important because both are Muslim-majority countries as well as modern democracies. Indonesia has an embassy in Ankara[ and consulate-general in Istanbul. Turkey has an embassy in Jakarta
    ---------
    MITRA STRATEGIS = TRANSFER OF TECHNOLOGY (TOT)
    MITRA STRATEGIS = TRANSFER OF TECHNOLOGY (TOT)
    MITRA STRATEGIS = TRANSFER OF TECHNOLOGY (TOT)
    Indonesia dan Turki telah berkembang menjadi kemitraan strategis yang berfokus pada kemandirian industri pertahanan melalui skema Transfer of Technology (ToT).
    Berikut adalah rincian ToT yang disepakati untuk aset-aset militer tersebut:
    1. Pesawat Tempur KAAN (Generasi Ke-5)
    Produksi Lokal & Perakitan: Kesepakatan mencakup perakitan parsial (partial assembly) di Indonesia serta keterlibatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dalam rantai pasok komponen global.
    Engineering & Design: Insinyur Indonesia terlibat dalam fase pengembangan lanjutan dan rekayasa pesawat untuk membangun basis pengetahuan teknologi siluman (stealth) dan avionik mutakhir.
    Fasilitas MRO: Pembangunan fasilitas pemeliharaan, perbaikan, dan operasional (MRO) di Indonesia untuk menjamin keberlangsungan operasional jet KAAN secara mandiri di masa depan.
    -
    2. Pesawat Tanpa Awak (Drone)
    Bayraktar TB2 & AkΔ±ncΔ±:
    Pabrik Drone Lokal: Melalui kemitraan antara Republikorp dan Baykar Technologies, telah disepakati pembentukan usaha patungan (joint venture) untuk membangun pabrik produksi drone di Indonesia.
    Lisensi Produksi: Indonesia mendapatkan lisensi untuk memproduksi unit-unit ini secara lokal, yang mencakup transfer pengetahuan sistem kendali jarak jauh dan kecerdasan buatan (AI avionics).
    UAV Anka:
    -
    3. Kapal Perang (Fregat Kelas Istif)
    Pembangunan Lokal: Produksi dua unit fregat ini dilakukan melalui kolaborasi antara galangan kapal Turki (TAIS/STM) dengan PT PAL Indonesia menggunakan fasilitas dalam negeri.
    Integrasi Sistem Persenjataan: Kerja sama dengan perusahaan Turki seperti Aselsan dan Roketsan memungkinkan PT PAL untuk mengintegrasikan sistem manajemen tempur (CMS) dan sensor radar AESA generasi terbaru secara mandiri.
    -
    4. Sistem Rudal (KHAN & Γ‡AKIR)
    Joint Venture Roketsan: Pembentukan perusahaan patungan antara Roketsan dan mitra lokal (PT Republik Roketsan Indonesia) untuk memproduksi amunisi dan rudal presisi di dalam negeri.
    Pengembangan Bersama: ToT mencakup teknologi propulsi rudal dan sistem pemandu, yang krusial bagi kemandirian teknologi persenjataan jarak jauh Indonesia.
    -
    5. Kendaraan Tempur (Medium Tank Harimau)
    Kepemilikan Intelektual Bersama: Sejak awal, proyek Harimau (Kaplan MT) adalah desain bersama antara PT Pindad dan FNSS. Indonesia memiliki hak atas desain dan bebas untuk memproduksi atau mengekspornya ke negara ketiga.
    ==============
    ==============
    BUKTI TEMPEL STICKER PARS 8x8 =
    1. TIDAK ADA PERJANJIAN KERJASAMA JV
    2. TIDAK ADA PROTOTIPE
    3. TIDAK ADA UJI KUALIFIKASI
    4. LANGSUNG PRODUKSI MASSAL
    Pada bulan Juni 2011, Perusahaan Turki FNSS membatalkan menandatangani 'surat penawaran dan penerimaan' oleh DRB(DefTech) untuk bantuan desain dan pengembangan kendaraan. Kendaraan AV8 yang dipilih oleh militer MALAYDESH didasarkan pada kendaraan lapis baja beroda 8×8 yang dirancang oleh FNSS Pars 8×8.
    ----
    TEMPEL STICKER HIZIR TURKI
    KASIAN TIADA KEMAMPUAN UJI BALISTIK
    1. UJI BALISTIK DI THAILAND
    2. UJI BALISTIK DI AFRIKA SELATAN
    Selain itu, 2 ujian balistik telah dilakukan iaitu Ujian balistik Tembakan yang dilaksanakan di The Defence TechNOLogy Institute, Bangkok, Thailand dan Ujian Balistik Letupan (Mine/Underbelly Test) di Council for Scientific and Industrial Research, Pretoria, Afrika Selatan.

    BalasHapus
  113. G20 = INDONESIA TURKEY 🀝
    MIKTA = INDONESIA TURKEY 🀝
    --------
    60 TB3
    9 AKINCI
    (DEFENCE SECURITY ASIA) – In a landmark move set to reshape the defense landscape of Southeast Asia, Indonesian and Turkish defense companies have sealed a pivotal agreement to forge a joint venture, spearheading the production, assembly, and maintenance of cutting-edge unmanned combat aerial vehicles (UCAVs) in the region.
    The agreement—sealed in the presence of Turkish President Recep Tayyip Erdoğan and Indonesian President Prabowo Subianto—ushers in a new era of defense collaboration, paving the way for Indonesia’s acquisition of up to 60 cutting-edge Bayraktar TB3 UCAVs and nine formidable Bayraktar AkΔ±ncΔ± UCAVs.
    ---------
    JV INDONESIA TURKEY
    ASELSAN DAN ROKETSAN ...........
    SARP
    CENK
    FCS
    DATA LINK
    SUNGUR
    CAKIR
    MAM-L
    UAV
    TANK
    Turkish defence firm representatives and Indonesian President-elect and Defence Minister Prabowo Subianto met in the Indonesian capital on Monday, marking a “historic moment reflecting the strong ties between TΓΌrkiye and Indonesia,” said Haluk Gorgun, president of the SSB.
    In scope of the agreements, Aselsan’s remote controlled stabilised weapon system “SARP,” the four-dimensional search radar “CENK,” the Fire Control System, and the firm’s Data Link will be provided to Indonesia, in addition to Roketsan’s air defence missile system “SUNGUR,” the cruise missile “CAKIR,” and the smart micro munition “MAM-L.”
    ==========
    ==========
    PRANK TURKI = PRANK YAVUZ
    PRANK TURKI = PRANK YAVUZ
    PRANK TURKI = PRANK YAVUZ
    PRANK MKE : The MALAYDESH Ministry of Defence has reportedly reviewing its planned acquisition of Yavuz 155mm
    DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
    DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
    2029 = 438,09 BILLION USD
    2028 = 412,2 BILLION USD
    2027 = 386,51 BILLION USD
    2026 = 362,19 BILLION USD
    2025 = 338,75 BILLION USD
    2024 = 316,15 BILLION USD
    2023 = 293,83 BILLION USD
    2022 = 271,49 BILLION USD
    2021 = 247,49 BILLION USD
    2020 = 221,49 BILLION USD
    ------------------
    DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
    DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
    2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
    2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
    2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
    2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
    2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
    2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
    2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
    2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
    2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
    2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
    ==========
    RINGIT TIDAK LAKU
    https://www.youtube.com/watch?v=rZD9_nKqIWQ
    ==========
    DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
    DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
    DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
    DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
    DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
    DEBT 2019 = RM 1,25 TRILLION
    DEBT 2018 = RM 1,19 TRILLION
    The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
    ==========
    BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
    MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH , among other things. Using aggregated data from BNM's Central Credit Reference Information System (CCRIS), this dashboard gives you insight into key trends on household DEBT. For now, it displays data on the flow of borrowing activity on a monthly basis, broken down by purpose. In due time, it will be deepened with granular data showing the state of inDEBTedness of MALAYDESH

    BalasHapus
  114. 🀝 Indonesia – Turki (G20 & MIKTA) > USD 12-13 MILLIAR
    1. Jet Tempur KAAN
    Indonesia jadi pembeli ekspor pertama (2025).
    48 unit, kontrak ±10 miliar USD.
    -
    2. Fregat I-Class
    Pilihan desain Turki untuk armada laut.
    2 unit (opsi tambahan).
    -
    3. Rudal Atmaca & Torpedo Akya
    Ganti rudal Barat dengan teknologi Turki.
    -
    4. Drone ANKA
    Skema ToT dengan PTDI.
    12 unit (6 dari Turki, 6 dirakit di Indonesia).
    -
    5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
    Pengadaan UCAV.
    60 unit TB3, 6 unit AKINCI.
    -
    6. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
    Proyek kerja sama industri pertahanan.
    18 unit awal, target >100 unit.
    -
    7. Sistem Pertahanan Udara KHAN & Trisula (Hisar)
    KHAN: rudal balistik taktis (1–2 baterai).
    Trisula: pertahanan jarak menengah (untuk Kalimantan).
    -
    8. Rudal Jelajah Γ‡akΔ±r
    Produksi lokal dengan ToT.
    -
    9. Rudal Sungur (VSHORAD)
    Pembelian + penjajakan alih teknologi.
    -
    10. Kapal Cepat Rudal FACM-70 (KCR 70)
    TAIS Shipyard bangun 2 unit (2024).
    -
    11. APC Kaplan
    Prototipe kerja sama PT Pindad & FNSS.
    -
    12. Radio Militer SDR
    Litbang Aselsan + PT LEN & Wellracom.
    -
    13. IFV Generasi Baru
    R&D PT Pindad & FNSS.
    -
    14. Produksi Bersama Bayraktar TB3
    Skema ToT + pelatihan + integrasi UAV maritim.
    -
    15. Kerja Sama Kapal Selam
    Penjajakan proyek alternatif di Indo Defence 2025.
    =================
    =================
    πŸ’° Total Pengadaan Militer Malondesh dari Turki
    > US$1,17 miliar
    1. Kapal Perang (Laut) — >US$1 Miliar
    LMS Batch 2 (Kelas Ada): 3 korvet, estimasi US$600–800 juta.
    MPMS (Multi-Purpose Mission Ship): 1 kapal, US$68,8 juta.
    -
    2. Drone & Sistem Udara — US$91,6 Juta
    UAV Anka-S: 3 unit, kontrak US$91,6 juta
    Persenjataan Darat & Rudal — >US$20 Juta
    -
    3. ATGM Karaok: 18 peluncur + 108 rudal, estimasi US$20 juta.

    BalasHapus
  115. SHOPPING - KAYA =
    -
    1. Jet Tempur Siluman KAAN 48 Unit.
    Sumber Berita: Defense News, The Diplomat, dan AeroTime.
    ---------------
    2. Kapal Perang Fregat Kelas-Δ°stif (I-Class) 2 Unit
    Sumber Berita: Naval News dan Janes Defense.
    ---------------
    3. Rudal Jelajah Atmaca & Torpedo Akya
    Sumber Berita: Naval Post dan Military Leak.
    ---------------
    4. Drone ANKA 12 Unit
    Sumber Berita: Reuters dan C4ISRNET.
    ---------------
    5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
    Sumber Berita: Breaking Defense dan The Defense Post.
    Jumlah: 60 Unit TB3 dan 6 Unit AKINCI.
    ---------------
    6. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
    Sumber Berita: Army Recognition dan FNSS Media.
    ---------------
    7. Sistem Pertahanan Udara (ADS) Trisula & KHAN
    Sumber Berita: Defense Turkey dan Janes.
    Jumlah:
    KHAN: 1-2 Baterai (pengiriman tahap pertama telah tiba).
    Trisula (ADS): Tidak disebutkan jumlah unit peluncur secara detail, namun direncanakan melindungi titik-titik vital di Kalimantan.
    ---------------
    8. Rudal Jelajah Γ‡akΔ±r
    Sumber Berita: Antara News, Roketsan Media, dan Republicorp.
    Narasi: Proyek ini difokuskan pada produksi lokal rudal jelajah Γ‡akΔ±r di Indonesia melalui proses transfer teknologi (ToT)
    ---------------
    9. Rudal Pertahanan Udara Sungur
    Sumber Berita: TRT World dan Kementerian Pertahanan RI.
    Narasi: VSHORAD Sungur Perjanjian ini tidak hanya mencakup pembelian unit, tetapi juga penjajakan alih teknologi untuk pembuatan serta pemeliharaan rudal di Indonesia.
    ---------------
    10. Kapal Cepat Rudal FACM-70 (KCR 70)
    Sumber: East Asia Forum, Naval News.
    Jumlah: 2 Unit (Tahap awal).
    ---------------
    11. Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja (APC) Kaplan
    Sumber: East Asia Forum, LinkedIn Defence Analysis.
    Jumlah: Tahap awal pengembangan prototipe.
    ---------------
    12. Modernisasi Sistem Radio Militer (Software-Defined Radio)
    Sumber: Antara News, Aselsan Media.
    ---------------
    13. Pengembangan Kendaraan Tempur Infanteri (IFV)
    Sumber: Antara News.
    ---------------
    14. Kerja Sama Produksi Bersama Drone Bayraktar TB3
    Sumber: TVRI News, AP-Law Solution.
    ---------------
    15. Kerja Sama Strategis Kapal Selam
    Sumber: Instagram News (Reel), Indo Defence Update
    ----------------------------
    KAYA .....
    DAFTAR PENGADAAN ALUTSISTA ON PROGRESS
    2 KRI Frigate Brawijaya Class dari Italia
    2 KRI Frigate Merah Putih dari PT PAL
    2 KRI Frigate Istif Class dari Turkiye
    1 KRI Rigel Class dari Palindo/Jerman
    2 KRI Kapal Cepat Rudal dari Turkiye
    1 KRI Kapal Cepat Rudal dari Tesco Bekasi
    2 KS Scorpene dari Perancis & PT PAL
    1 Kapal Induk Giribaldi dari Italia (Opsi)
    1 Kapal LHD Helikopter dari PT PAL (Opsi
    42 Jet Tempur Rafale dari Perancis
    48 Jet Tempur IFX kerjasama Korsel RI
    48 Jet Tempur KHAAN dari Turkiye
    6 Jet Tempur T50 dari Korsel
    2 Pesawat angkut A400M dari Spanyol
    13 Radar GCI dari Thales Perancis
    12 Radar Retia dari Retia
    3 Baterai Rudal Balistik KHAN Turkiye
    3 Baterai Rudal ADS Trisula dari Turkiye
    22 Helikopter Blackhawk dari AS
    12 Drone Anka dari Turkiye
    60 Drone Bayraktar TB3 dari Turkiye
    45 Rudal anti kapal Atmaca dari Turkiye

    BalasHapus
  116. 62 KAPAL PERANG BUATAN INDONESIA (2006–2025)
    1. Kapal Cepat Rudal (KCR) – PT PAL ➡️ Total: 6 unit
    KRI Kapak 625
    KRI Panah 626
    KRI Kerambit 627
    KRI Sampari 628
    KRI Tombak 629
    KRI Halasan 630
    2. Kapal Cepat Rudal (KCR) – Swasta Nasional ➡️ Total: 9 unit
    KRI Clurit 641
    KRI Kujang 642
    KRI Beladau 643
    KRI Alamang 644
    KRI Surik 645
    KRI Siwar 646
    KRI Parang 647
    KRI Terapang 648
    KRI Golok 688 (Trimaran)
    3. Kapal Patroli Cepat – Swasta Nasional ➡️ Total: 25 unit
    KRI Pari – 849
    KRI Sembilang – 850
    KRI Sidat – 851
    KRI Cakalang – 852
    KRI Tatihu – 853
    KRI Layaran – 854
    KRI Madidihang – 855
    KRI Kurau – 856
    KRI Torani – 860
    KRI Lepu – 861
    KRI Albakora – 867
    KRI Bubara – 868
    KRI Gulamah – 869
    KRI Posepa – 870
    KRI Escolar – 871
    KRI Karotang – 872
    KRI Mata Bongsang – 873
    KRI Dorang – 874
    KRI Bawal – 875
    KRI Tuna – 876
    KRI Marlin – 877
    KRI Butana – 878
    KRI Selar – 879
    KRI Hampala – 880
    KRI Lumba-Lumba – 881
    4. Kapal Korvet – Swasta Nasional ➡️ Total: 8 unit
    KRI Diponegoro 365
    KRI Hasanuddin 366
    KRI Sultan Iskandar Muda 367
    KRI Frans Kaisiepo 368
    KRI Bung Karno 369
    KRI Bung Hatta 370
    KRI Raja Ali Fisabilillah 391
    KRI Lukas Rumkoren 392
    5. Kapal Logistik – Swasta Nasional ➡️ Total: 4 unit
    KRI Dumai 904
    KRI Tarakan 905
    KRI Bontang 906
    KRI Balongan 907
    6. Kapal LPD (Landing Platform Dock) – PT PAL ➡️ Total: 3 unit
    KRI Semarang 594
    KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
    KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
    7. Kapal Pemetaan Bawah Air – Swasta Nasional ➡️ Total: 1 unit
    KRI Pollux 935
    8. Kapal Selam – PT PAL (ToT Korsel) ➡️ Total: 3 unit
    KRI Nagapasa 403
    KRI Ardadedali 404
    KRI Alugoro 405
    9. Produk Baru 2025 ➡️ Total: 3 unit
    KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih)
    KRI Belati 622 (KCR)
    KRI Kerambit 627 (KCR)
    πŸ“Š Total Keseluruhan
    KCR PT PAL = 6
    KCR Swasta = 9
    Kapal Patroli Cepat = 25
    Korvet = 4
    Logistik = 4
    LPD = 3
    Pemetaan = 1
    Kapal Selam = 3
    Produk Baru 2025 = 3
    ➡️ TOTAL: 62 kapal perang produksi dalam negeri (2006–2025).
    ===========
    ===========
    7 KAPAL GUNBOAT 2006-2025 BUATAN MALAYDESH
    1. NGPVs GUNBOAT = PAY 27 REAL 6
    KD Pahang (F172) – 3 Ogos 2006
    KD Terengganu (F174) – 8 Disember 2009
    KD Kelantan (F175) – 8 Mei 2010
    KD Selangor (F176) – 28 Disember 2010
    KD Perak (F173) – 3 Jun 2009
    2. OPV PAY 3 REAL 1 = MIRING
    KD TUN FATIMAH 2023
    3. LCS PAY 6 REAL 0 (NULL) = MANGKRAK 15 TAHUN
    --------------
    😝62 WITH AMMO versus 7 GUNBOAT😝

    BalasHapus
  117. CANGGIH PENGGANTI KLEWANG =
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    GOLOK PENGGANTI KLEWANG
    ------------
    KRI Golok (688) resmi diluncurkan oleh TNI AL sebagai kapal pengganti KRI Klewang (625) yang hancur akibat kebakaran pada tahun 2012.
    Berikut adalah penjelasan singkat mengenai pergantian tersebut:
    Penyebab Pergantian: KRI Klewang, kapal cepat rudal (trimaran) siluman pertama milik Indonesia, ludes terbakar saat masih dalam tahap uji coba pada 28 September 2012 di Banyuwangi akibat arus pendek listrik.
    KRI Golok-688: Diluncurkan pada 21 Agustus 2021 oleh PT Lundin Industry Invest, kapal ini merupakan generasi kedua dari kelas trimaran tersebut. Kapal ini memiliki teknologi siluman yang lebih mutakhir, menggunakan material komposit serat karbon yang lebih ringan dan sulit dideteksi radar.
    Peresmian: KRI Golok resmi masuk ke jajaran alutsista TNI AL pada 14 Januari 2022 setelah melalui serangkaian uji coba.
    Sumber Berita Terkait:
    KRI Golok-688 Resmi Diluncurkan sebagai Pengganti KRI Klewang-625 – Airspace Review (21 Agustus 2021).
    Usai Viral KRI Klewang Ludes Terbakar, Simak Kecanggihan KRI Golok – Zona Jakarta (20 Agustus 2021).
    Kapal Perang Teknologi 'Siluman' Diluncurkan di Banyuwangi – Kumparan (22 Agustus 2021).
    KRI Golok (688) - Wikipedia Bahasa Indonesia – Detail spesifikasi dan riwayat peluncuran.
    TNI AL Luncurkan KRI Golok-688 (YouTube) – Liputan visual prosesi peluncuran kapal


    BalasHapus
  118. TIMELINE KAPAL PERANG INDONESIA (2006–2025)
    2006–2010: Awal Kebangkitan Industri Kapal Perang Nasional
    2006–2009 → Produksi awal Kapal Patroli Cepat oleh galangan swasta nasional (KRI Pari 849, KRI Sembilang 850, KRI Sidat 851, dst).
    2009 → Peluncuran KRI Clurit 641 (KCR pertama buatan swasta nasional).
    2010 → KRI Kujang 642 (KCR).
    2011–2015: Era Modernisasi & Korvet SIGMA
    2011 → KRI Beladau 643 (KCR).
    2012 → KRI Alamang 644 (KCR).
    2013 → KRI Surik 645, KRI Siwar 646 (KCR).
    2014 → KRI Parang 647, KRI Terapang 648 (KCR).
    2014–2015 → Produksi masif Kapal Patroli Cepat (hingga KRI Lumba-Lumba 881).
    2015 → KRI Diponegoro 365, KRI Hasanuddin 366, KRI Sultan Iskandar Muda 367, KRI Frans Kaisiepo 368 (Korvet SIGMA).
    2016–2020: Diversifikasi & Kapal Selam
    2016 → KRI Sampari 628 (KCR PT PAL).
    2017 → KRI Tombak 629, KRI Halasan 630 (KCR PT PAL).
    2017 → KRI Nagapasa 403 (Kapal Selam pertama hasil ToT Korsel).
    2018 → KRI Ardadedali 404 (Kapal Selam).
    2019 → KRI Alugoro 405 (Kapal Selam pertama dirakit di Indonesia).
    2019–2020 → KRI Bung Karno 369, KRI Bung Hatta 370, KRI Raja Ali Fisabilillah 391, KRI Lukas Rumkoren 392 (Korvet tambahan).
    2020 → KRI Golok 688 (Trimaran KCR).
    2021–2024: Kapal Logistik & LPD
    2021 → KRI Dumai 904, KRI Tarakan 905 (Kapal Logistik).
    2022 → KRI Bontang 906, KRI Balongan 907 (Kapal Logistik).
    2022 → KRI Semarang 594 (LPD).
    2022–2023 → KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991, KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992 (LPD).
    2023 → KRI Pollux 935 (Kapal Pemetaan Bawah Air).
    2025: Produk Baru & Fregat Merah Putih
    2025 → KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih).
    2025 → KRI Belati 622 (KCR).
    2025 → KRI Kerambit 627 (KCR terbaru).
    ===========
    ===========
    7 KAPAL GUNBOAT 2006-2025 BUATAN MALAYDESH
    1. NGPVs GUNBOAT = PAY 27 REAL 6
    KD Pahang (F172) – 3 Ogos 2006
    KD Terengganu (F174) – 8 Disember 2009
    KD Kelantan (F175) – 8 Mei 2010
    KD Selangor (F176) – 28 Disember 2010
    KD Perak (F173) – 3 Jun 2009
    2. OPV PAY 3 REAL 1 = MIRING
    KD TUN FATIMAH 2023
    3. LCS PAY 6 REAL 0 (NULL) = MANGKRAK 15 TAHUN
    --------------
    😝BEDA KASTA BEDA LEVEL😝

    BalasHapus
  119. PRODUK DALAM NEGERI 2025 =
    1. Kapal Fregat (Frigate Merah Putih) = KRI BALAPUTRADEWA 322
    2. Kapal Cepat Rudal (KCR) = KRI BELATI-622 DAN KRI KERAMBIT-627
    3. Kapal Korvet dan Pendukung = KRI BUNG KARNO-369
    4. Proyek Kapal Selam = KSOT DAN SCORPENA EVOLVED
    ---------
    PRODUK DALAM NEGERI 2009-2024
    KAPAL CEPAT RUDAL PRODUK PT PAL =
    1. KRI Kapak 625
    2. KRI Panah 626
    3. KRI Kerambit 627
    4. KRI Sampari 628
    5. KRI Tombak 629
    6. KRI Halasan 630
    KAPAL CEPAT RUDAL PRODUK SWASTA NASIONAL =
    1. KRI Clurit 641
    2. KRI Kujang 642
    3. KRI Beladau 643
    4. KRI Alamang 644
    5. KRI Surik 645
    6. KRI Siwar 646
    7. KRI Parang 647
    8. KRI Terapang 648
    9. KRI Golok (Trimaran) 688
    KAPAL PATROLI CEPAT PRODUK SWASTA NASIONAL =
    1. KRI Pari 849
    2. KRI Sembilang 850
    3. KRI Sidat 851
    4. KRI Cakalang 852
    5. KRI Tatihu 853
    6. KRI Layaran 854
    7. KRI Madidihang 855
    8. KRI Kurau 856
    9. KRI Torani 860
    10. KRI Lepu 861
    11. KRI Albakora 867
    12. KRI Bubara 868
    13. KRI Gulamah 869
    14. KRI Posepa 870
    15. KRI Escolar 871
    16. KRI Karotang 872
    17. KRI Mata Bongsang 873
    18. KRI Dorang 874
    19. KRI Bawal 875
    20. KRI Tuna 876
    21. KRI Marlin 877
    22. KRI Butana 878
    23. KRI Selar 879
    24. KRI Hampala 880
    25. KRI Lumba-Lumba 881
    KAPAL KORVET PRODUK SWASTA NASIONAL =
    1. KRI VVIP Bung Karno 369
    2. KRI Bung Hatta 370
    3. KRI Raja Ali Fisabilillah 391
    4. KRI Lukas Rumkoren 392
    ASET KAPAL PERANG SUPPORTING FORCE TNI AL PRODUKSI DALAM NEGERI
    KAPAL LOGISTIK PRODUK SWASTA NASIONAL =
    1. KRI Dumai 904
    2. KRI Tarakan 905
    3. KRI Bontang 906
    4. KRI Balongan 907
    KAPAL LPD (LANDING PLATFORM DOCK) PRODUK PT PAL =
    1. KRI Semarang 594
    2. KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
    3. KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
    KAPAL PEMETAAN BAWAH AIR PRODUK SWASTA NASIONAL =
    1. KRI Pollux 935
    KAPAL SELAM TRANSFER TEKNOLOGI KORSEL-PT PAL =
    1. KRI Nagapasa 403
    2. KRI Ardadedali 404
    3. KRI Alugoro 405
    ==========
    ==========
    GORILA MALAYDESH ......
    LCS OPV NGPVS FAILED
    LCS OPV NGPVS FAILED
    LCS OPV NGPVS FAILED
    Local shipyards have poor record building big ships. LCS is one, Kedah is the first. The MMEA OPV is the other one. No need to be a cheerleader about it and trying to play it safe. It’s bad then it’s bad. Can blame the system, blame the politicians, blame the lack of controls, blame the people, the fact remains the local shipyards failed to deliver, and it has cost RMN. Less we forget, BNS (from the days of PSC-ND) had more than 20+ years to learn building complex ships. Also, the shipbuilding pipeline is too limited to support a local industry, meaning there is no learning possible – BNS (and its predecessor PSC-ND) only had contract to build 12 warships in its existence. In fact, come 2030, after 30 years, if we’re lucky the shipyard would still only have built 11 ships. In contrast ST Engineering had more than 40 ships over 28 years and have confirmed 6 new ships out to 2030. Learning is one thing, tolerating “still learning” after 20 plus years is not good enough. Not recognising learning is not possible because of limited pipeline is another. Local shipyards have proven capable of building certain type of ships because of good pipeline, so good for them that they win those contract – they can learn over time to build bigger ships. But for now, no need to be a cheerleader for local shipyards pitching to win big ships for RMN and MMEA.

    BalasHapus
  120. UANG KOPI OPV MIRING = SEDAP.....
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    -------------
    Kontrak awal tahun 2017 untuk 3 unit kapal adalah sebesar RM738,9 juta (rata-rata RM246,3 juta/unit). Namun, karena kegagalan manajemen dan keterlambatan bertahun-tahun, pemerintah harus mengeluarkan dana tambahan:
    Suntikan Dana Pertama (2023): Pinjaman sebesar RM152,6 juta untuk menyelesaikan kapal pertama (KM Tun Fatimah).
    Suntikan Dana Kedua (2025): Tambahan sekitar RM200 juta dialokasikan untuk melanjutkan pengerjaan kapal kedua dan ketiga oleh kontraktor baru.
    Total Estimasi Biaya: Anggaran keseluruhan membengkak menjadi sekitar RM1,09 miliar (RM1,091,5 juta). Jika dibagi tiga, maka biaya rata-rata per kapal menjadi sekitar RM363,8 juta
    -------------
    OPV MIRING KABEL PUTUS
    OPV MIRING KABEL PUTUS
    OPV MIRING KABEL PUTUS
    OPV MIRING KABEL PUTUS
    THHE general manager Azizul Hanafee Zain explained that the ship tilted to one side after one of the steel cables attached to the supporting structure underneath the ship was cut.
    -------------
    GORILA MALAYDESH =
    RM11.2B FOR 5 SHIPS = EXCLUDING AMMO
    RM11.2B FOR 5 SHIPS = EXCLUDING AMMO
    RM11.2B FOR 5 SHIPS = EXCLUDING AMMO
    REVISED (FINAL): RM11.2B FOR 5 SHIPS
    (final agreed-upon contract price dealing with cost overruns)
    RM 2.24 billion (2023) per unit + ToT (ceiling) [or USD948M (2023 inflation) or ~USD700M (2011 forex) or ~USD490M (2023 forex) (excluding ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD948 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
    -------------
    REVISED (INITIAL): RM 9.128B FOR 5 SHIPS
    (initial figures using the original contract price in dealing with cost overruns)
    RM 1.8 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD560 million per ship (excluding ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD758 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
    -------------
    ORIGINAL: RM 9B FOR 6 SHIPS
    RM 1.5 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD466 million per ship (excluding cost overruns and ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD631 million in 2023 US dollars (excluding cost overruns and ammo)
    -------------
    LMS B2 = FFBNW DOWNGRADE HISAR OPV NO ASW
    1. ADA CLASS PAKISTAN USD 1 MILYAR/4 = USD 250 JUTA PER UNIT
    -
    2. ADA CLASS UKRAINE USD 1 MILYAR/2 = USD 250 JUTA PER UNIT + UCAV SENILAI USD 500 JUTA
    -
    3. HISAR OPV CLASS (LMS B2) MALAYDESH USD 530 JUTA /3 = USD 176,7 JUTA PER UNIT
    -------------
    LCS = FFBNW MANGKRAK 15 YEARS
    LCS USD 4,74 BILLION/5 UNIT = USD 948 MILLION/UNIT ]
    • USD 948 JUTA (EXCLUDING AMMO) = FFBNW = DELAYED
    -NO NSM.
    -NO VL MICA.
    -NO TORPEDO RINGAN.
    -NO SECONDARY GUNS.
    -NO BOFORS MK3.
    -----------
    PRICE DESTROYER DAN FREGAT =
    -KDX 3 CLASS/SEJONG USD 900 JUTA/UNIT
    -TYPE 052D CLASS USD 500-600 JUTA.
    -TYPE 055 CLASS USD 920 JUTA


    BalasHapus
  121. UANG KOPI OPV MIRING = SEDAP.....
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    -------------
    Kontrak awal tahun 2017 untuk 3 unit kapal adalah sebesar RM738,9 juta (rata-rata RM246,3 juta/unit). Namun, karena kegagalan manajemen dan keterlambatan bertahun-tahun, pemerintah harus mengeluarkan dana tambahan:
    Suntikan Dana Pertama (2023): Pinjaman sebesar RM152,6 juta untuk menyelesaikan kapal pertama (KM Tun Fatimah).
    Suntikan Dana Kedua (2025): Tambahan sekitar RM200 juta dialokasikan untuk melanjutkan pengerjaan kapal kedua dan ketiga oleh kontraktor baru.
    Total Estimasi Biaya: Anggaran keseluruhan membengkak menjadi sekitar RM1,09 miliar (RM1,091,5 juta). Jika dibagi tiga, maka biaya rata-rata per kapal menjadi sekitar RM363,8 juta
    -------------
    OPV MIRING KABEL PUTUS
    OPV MIRING KABEL PUTUS
    OPV MIRING KABEL PUTUS
    OPV MIRING KABEL PUTUS
    THHE general manager Azizul Hanafee Zain explained that the ship tilted to one side after one of the steel cables attached to the supporting structure underneath the ship was cut.
    -------------
    GORILA MALAYDESH =
    RM11.2B FOR 5 SHIPS = EXCLUDING AMMO
    RM11.2B FOR 5 SHIPS = EXCLUDING AMMO
    RM11.2B FOR 5 SHIPS = EXCLUDING AMMO
    REVISED (FINAL): RM11.2B FOR 5 SHIPS
    (final agreed-upon contract price dealing with cost overruns)
    RM 2.24 billion (2023) per unit + ToT (ceiling) [or USD948M (2023 inflation) or ~USD700M (2011 forex) or ~USD490M (2023 forex) (excluding ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD948 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
    -------------
    REVISED (INITIAL): RM 9.128B FOR 5 SHIPS
    (initial figures using the original contract price in dealing with cost overruns)
    RM 1.8 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD560 million per ship (excluding ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD758 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
    -------------
    ORIGINAL: RM 9B FOR 6 SHIPS
    RM 1.5 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD466 million per ship (excluding cost overruns and ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD631 million in 2023 US dollars (excluding cost overruns and ammo)
    -------------
    LMS B2 = FFBNW DOWNGRADE HISAR OPV NO ASW
    1. ADA CLASS PAKISTAN USD 1 MILYAR/4 = USD 250 JUTA PER UNIT
    -
    2. ADA CLASS UKRAINE USD 1 MILYAR/2 = USD 250 JUTA PER UNIT + UCAV SENILAI USD 500 JUTA
    -
    3. HISAR OPV CLASS (LMS B2) MALAYDESH USD 530 JUTA /3 = USD 176,7 JUTA PER UNIT
    -------------
    LCS = FFBNW MANGKRAK 15 YEARS
    LCS USD 4,74 BILLION/5 UNIT = USD 948 MILLION/UNIT ]
    • USD 948 JUTA (EXCLUDING AMMO) = FFBNW = DELAYED
    -NO NSM.
    -NO VL MICA.
    -NO TORPEDO RINGAN.
    -NO SECONDARY GUNS.
    -NO BOFORS MK3.
    -----------
    PRICE DESTROYER DAN FREGAT =
    -KDX 3 CLASS/SEJONG USD 900 JUTA/UNIT
    -TYPE 052D CLASS USD 500-600 JUTA.
    -TYPE 055 CLASS USD 920 JUTA


    BalasHapus
  122. JENDERAL = KORUPSI
    PRAJURIT = PARTI WANITA
    GORILA KLAIM HAIBAT KAYA
    -
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    ----------
    Sumber Berita Utama
    Tribun Jateng (7 Januari 2026)
    Melaporkan video viral yang memperlihatkan sejumlah personel militer Malaydesh berpesta bersama wanita panggilan di dalam kamp. Kasus ini memicu sorotan publik dan kritik terhadap disiplin militer.
    ----------
    Kompas.com (6 Januari 2026)
    Menyebut bahwa masyarakat Malaydesh bereaksi keras setelah video pesta tersebut tersebar. Kementerian Pertahanan menegaskan akan melakukan investigasi dan menindak sesuai aturan jika terbukti.
    ----------
    YouTube – Tribun Video
    Menayangkan rekaman pesta di barak militer Malaydesh. Disebutkan beberapa anggota yang terlibat sudah berkeluarga, sehingga menambah kontroversi
    --------------------------
    2026 UANG KOPI SEDAP .....
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    • iNews.id – Mantan Panglima Angkatan Darat Malondesh Ditangkap Dugaan Korupsi Tender Militer Pada 7 Januari 2026, Hafizuddeain Jantan ditahan MACC bersama dua istrinya. Penangkapan ini terkait penyelidikan tender kontrak militer yang diduga penuh praktik suap.
    -
    • Utusan Malondesh – Kes tender TDM: Hafizuddeain tiba di SPRM dirakam keterangan Hafizuddeain terlihat hadir di kantor pusat SPRM pada 7 Januari 2026 untuk memberikan keterangan. Media melaporkan adanya aliran dana besar di rekening pribadinya yang menjadi fokus penyelidikan.
    -
    • New Straits Times (NST) – Ex-army chief, two wives among five held in graft probe MACC mengonfirmasi penahanan Hafizuddeain, dua istrinya, serta tiga orang lainnya. Mereka diduga terlibat dalam konspirasi memindahkan dana sebesar RM2,4 juta terkait proyek pengadaan militer.
    -
    • ANTARA News – Imbas isu rasuah, Malondesh ganti Panglima Angkatan Darat Pada 1 Januari 2026, Jenderal Datuk Azhan Md Othman resmi dilantik sebagai Panglima Angkatan Darat Malondesh menggantikan Hafizuddeain. Pergantian ini dilakukan setelah Hafizuddeain diminta cuti sejak 27 Desember 2025.
    -
    • VIVA.co.id – Malondesh Ganti Panglima Angkatan Darat Imbas Isu Korupsi Proyek Militer Pelantikan Azhan Md Othman disebut sebagai langkah menjaga integritas dan kesinambungan komando Angkatan Darat Malondesh di tengah skandal rasuah.
    -
    • Tempo.co – Dugaan Rasuah, Kepala Angkatan Darat Malondesh Diganti Media ini menyoroti bahwa pergantian jabatan dilakukan karena Hafizuddeain sedang diperiksa atas dugaan korupsi proyek milite

    BalasHapus
  123. GAME-CHANGING.....
    60 TB3
    9 AKINCI
    (DEFENCE SECURITY ASIA) – In a landmark move set to reshape the defense landscape of Southeast Asia, Indonesian and Turkish defense companies have sealed a pivotal agreement to forge a joint venture, spearheading the production, assembly, and maintenance of cutting-edge unmanned combat aerial vehicles (UCAVs) in the region.
    The agreement—sealed in the presence of Turkish President Recep Tayyip Erdoğan and Indonesian President Prabowo Subianto—ushers in a new era of defense collaboration, paving the way for Indonesia’s acquisition of up to 60 cutting-edge Bayraktar TB3 UCAVs and nine formidable Bayraktar AkΔ±ncΔ± UCAVs.
    ---------
    JVC INDONESIA TURKI.....
    60 SET TB3
    9 SET AKINCI
    Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set
    ---------
    JV INDONESIA TURKEY
    ASELSAN DAN ROKETSAN ...........
    SARP
    CENK
    FCS
    DATA LINK
    SUNGUR
    CAKIR
    MAM-L
    UAV
    TANK
    Turkish defence firms Aselsan and Roketsan have signed strategic agreements for defence industry transfers with Indonesia under the leadership of TΓΌrkiye’s Presidency of Defence Industries (SSB) in Jakarta.
    In scope of the agreements, Aselsan’s remote controlled stabilised weapon system “SARP,” the four-dimensional search radar “CENK,” the Fire Control System, and the firm’s Data Link will be provided to Indonesia, in addition to Roketsan’s air defence missile system “SUNGUR,” the cruise missile “CAKIR,” and the smart micro munition “MAM-L.”
    Additionally, memorandums of understanding on the transfers of unmanned surface vehicles, tank modernisation, and missile system maintenance were signed
    ==========
    ==========
    TEMPEL STICKER DRONE CHINA
    TEMPEL STICKER DRONE CHINA
    TEMPEL STICKER DRONE CHINA
    Perusahaan MALAYDESH Malvus Sense meluncurkan CW-25H, sistem pesawat tak berawak (UAS) lepas landas dan mendarat vertikal (VTOL) bertenaga hidrogen listrik baru, bekerja sama dengan perusahaan UAS China JOUAV di pameran Defense Services Asia (DSA) 2024 diadakan di Kuala Lumpur dari tanggal 6 hingga 9 Mei.
    -----
    3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
    3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
    3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
    2023 WILL NOT ARMED
    Erol Oguz, unmanned aerial systems programme manager at Turkish Aerospace, told ESD at LIMA that the UAV type being supplied to MALAYDESH will be a new version of the Anka-S with modified wings. Oguz also confirmed that the Ankas will NOt be armed, but will carry a maritime intelligence, surveillance and reconnaissance (ISR) payload that includes a synthetic aperture radar and an electro-optical/infra-red sensor.
    -----
    3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
    3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
    3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
    2024 SURVEILLANCE CAPABILITIES
    Former Defense Minister, Datuk Seri Mohamad Hasan emphasized the importance of equipping the country with comprehensive surveillance capabilities and the need to have “eyes to see and ears to hear” everything happening in the country’s waters, especially in the South China Sea
    -----
    3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
    3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
    3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
    2024 ANKA WILL NOT BE EQUIPPED WITH ANY WEAPONRY
    MALAYDESH to use Anka-S for Maritime Surveillance
    While the specific equipment configuration of the Ankas is NOt currently kNOwn, they will be operated solely as a maritime surveillance platform in MALAYDESH service, and will NOt be equipped with any weaponry. According to European Security & Defence reporting from LIMA 2023, the MALAYDESH Ankas will have modified wings to improve their endurance
    😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

    BalasHapus