Pangkalan Udara TNI AL di Tanjung Pinang, Batam, Kepulauan Riau (image: GoogleMaps)
Rombongan Tim Survey tiba di VIP Room Lanudal Tanjungpinang dipimpin Katim Kolonel Kal M. Zainul Arif disambut langsung oleh Komandan Lanudal Tanjungpinang Kolonel Laut (P) Tatang Yanuar Ristanto, M.Tr.Opsla., beserta jajaran Perwira Staf Lanudal Tanjungpinang dan Wing Udara 1.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari tahapan survei dan peninjauan lokasi pembangunan hanggar yang direncanakan menjadi fasilitas pendukung operasional UCAV MALE Light ANKA di Lanudal Tanjungpinang.
(TNI AL)

.heic)

Ankaaaa kitaaa
BalasHapusBanned NSM Kensel kl haha!ππ€₯π
BalasHapusWuiii ANKA di tj pinang, semakin dekat ke negriπ°kasino pusat haha!π₯Άππ₯Ά
BalasHapuskahsiyan pada panik tuch haha!π₯ππ₯
Kizilelma layak jadi skadron rahasia oom, senyap, stealth, mematikan....anti publikasi ...serem..π€«
Hapusnyoiihh calon WINGMAN KAAN total Siluman tuch om pedang..tiba tiba Jederrr ajahπ₯ emkaem cs haha!ππ»π
Hapusowhh ini ANKA khusus matra laut mantab haha!π¦Ύππ¦Ύ
BalasHapusmatra udara punyak ANKA dimana nich? moga2 di Horas Medan haha!ππ¦Ύπ
Skadron AU di pulau Kalimantan dan Jawa.
Hapusgak jadi polonia om irs? maren ituw abis di reno..kirain buat dron haha!ππ€«π
HapusTerakhir baca, 53 di Tarakan, 54 di Malang dan 55 di Madiun.
HapusPolonia mau pasang skadron intai, kurang tahu pesawat apa. Siapa tahu pindahin salah satu skadron di Malang. Skadron 4 dan 54 dua2nya ada fungsi intai.π
KAYA =
BalasHapusFMP
PPA
ISTIF
GARIBALDI
-
MISKIN =
LCS NSM BANNED
LMS NO ASW NO SONAR NO TORPEDO
----------------
Welcome to in force .......
1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
2 UNIT FREEGAT ISTIF
2 UNIT SCORPENE EVOLVED
-
62 KRI (BUATAN INDONESIA 2006–2025)
1. Kapal Cepat Rudal (KCR) – PT PAL ➡️ Total: 6 unit
KRI Kapak 625
KRI Panah 626
KRI Kerambit 627
KRI Sampari 628
KRI Tombak 629
KRI Halasan 630
-
2. Kapal Cepat Rudal (KCR) – Swasta Nasional ➡️ Total: 9 unit
KRI Clurit 641
KRI Kujang 642
KRI Beladau 643
KRI Alamang 644
KRI Surik 645
KRI Siwar 646
KRI Parang 647
KRI Terapang 648
KRI Golok 688 (Trimaran)
-
3. Kapal Patroli Cepat – Swasta Nasional ➡️ Total: 25 unit
KRI Pari – 849
KRI Sembilang – 850
KRI Sidat – 851
KRI Cakalang – 852
KRI Tatihu – 853
KRI Layaran – 854
KRI Madidihang – 855
KRI Kurau – 856
KRI Torani – 860
KRI Lepu – 861
KRI Albakora – 867
KRI Bubara – 868
KRI Gulamah – 869
KRI Posepa – 870
KRI Escolar – 871
KRI Karotang – 872
KRI Mata Bongsang – 873
KRI Dorang – 874
KRI Bawal – 875
KRI Tuna – 876
KRI Marlin – 877
KRI Butana – 878
KRI Selar – 879
KRI Hampala – 880
KRI Lumba-Lumba – 881
-
4. Kapal Korvet – Swasta Nasional ➡️ Total: 8 unit
KRI Diponegoro 365
KRI Hasanuddin 366
KRI Sultan Iskandar Muda 367
KRI Frans Kaisiepo 368
KRI Bung Karno 369
KRI Bung Hatta 370
KRI Raja Ali Fisabilillah 391
KRI Lukas Rumkoren 392
-
5. Kapal Logistik – Swasta Nasional ➡️ Total: 4 unit
KRI Dumai 904
KRI Tarakan 905
KRI Bontang 906
KRI Balongan 907
-
6. Kapal LPD (Landing Platform Dock) – PT PAL ➡️ Total: 3 unit
KRI Semarang 594
KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
-
7. Kapal Pemetaan Bawah Air – Swasta Nasional ➡️ Total: 1 unit
KRI Pollux 935
8. Kapal Selam – PT PAL (ToT Korsel) ➡️ Total: 3 unit
KRI Nagapasa 403
KRI Ardadedali 404
KRI Alugoro 405
9. Produk Baru 2025 ➡️ Total: 3 unit
KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih)
KRI Belati 622 (KCR)
KRI Kerambit 627 (KCR)
π Total Keseluruhan
KCR PT PAL = 6
KCR Swasta = 9
Kapal Patroli Cepat = 25
Korvet = 4
Logistik = 4
LPD = 3
Pemetaan = 1
Kapal Selam = 3
Produk Baru 2025 = 3
➡️ TOTAL: 62 kapal perang produksi dalam negeri (2006–2025).
----------------
TNI AL =
✅️YAKHONT 300 KM
✅️EXO B3 = 250 KM
✅️ATMACA = 250 KM
✅️NSM (KSR X-33) = 185 KM
✅️C802 = 180 KM
✅️C705 = 150 KM
==========
==========
TLDM =
❎EXO BLOCK 2 : 72 KM (USANG)
❎NSM : 185 KM GHOIB - BANNED NORWEGIA
----------------
PERDANA MENTERI =
DEFACT
KILL PREGNANT WOMEN
-
LCS =
MANGKRAK 15 YEARS
BANNED NSM
-
LMS B1 =
GUNBOAT
NO MISSILE
NO TORPEDO
-
LMS B2 =
DOWNGRADE BABUR CLASS
NO TORPEDO
-
LEKIU =
EXO B2 EXPIRED
RADAR CMS USANG
-
KASTURI =
EXO B2 EXPIRED
NO TORPEDO
-
LAKSAMANA =
GUNBOAT
NO MISSILE
NO TORPEDO
-
KEDAH =
GUNBOAT
NO MISSILE
NO TORPEDO
-
PERDANA =
GUNBOAT
NO MISSILE
NO TORPEDO
-
HANDALAN =
GUNBOAT
NO MISSILE
NO TORPEDO
-
JERUNG =
GUNBOAT
NO MISSILE
NO TORPEDO
----------------
π€£ππππ€£πππ
KLAIM KELUAR ART = MISSPOKEN
HapusKACUNG USA = ART USD 240 BILLION
KACUNG CHINA = 1MDB
KACUNG BRITISH = 999 TAHUN
SIPRI KOSONG = NSM BANNED - F18 BATAL – BALCKHAWK BATAL
-
2025 - 2026 KACUNG JAMBUL KONENG = ART USD 240 MILIAR
-
1958 – 2026 BABU KACUNG = BRITISH CHINA
-
2018 – 2026 DITOLAK = EU, UN, FIFA, UEA, SAU, BRICS, G20
---------------------------------
MALAYDESH HAS NOT INFORMED US OF WITHDRAWAL FROM TRADE DEAL: OFFICIAL
https://thediplomat.com/2026/03/confusion-reigns-after-malaydeshn-minister-declares-us-trade-agreement-null-and-void/
--------------------------------
CORRECTION. THE MINISTER HAD MISSPOKEN
The confusion came to a head on Sunday when Trade Minister Johari Abdul Ghani told reporters that the court ruling had rendered the deal invalid. “It is not on hold. It is no longer there, it’s null and void,” he was quoted as saying by local English-language daily The Star.By Sunday evening, his own ministry had issued a CORRECTION. THE MINISTER HAD MISSPOKEN it said, offering no further explanation.
https://www.scmp.com/week-asia/economics/article/3346749/confusion-over-malaydesh-us-trade-deal-null-and-void-claim-retracted
---------------------------------
1️⃣ DATA UTANG MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
-
2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
--------------------------------
TIMELINE "PRANK" PERTAHANAN MALAYDESH (2005 – 2026)
-
2005: Prank China (Rudal KS-1A)
Klaim: Najib Razak menyatakan setuju membeli rudal KS-1A dengan imbalan transfer teknologi.
Hasil: Zonk. Tidak ada realisasi pembelian hingga dekade berikutnya.
-
2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
Klaim: Mempersempit pilihan ke Rafale untuk 18 unit jet tempur (USD 2 miliar).
Hasil: Mangkrak. Ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran akut.
-
2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
Klaim: Penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk 20 unit artileri 155mm.
Hasil: Batal. Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; beralih ke unit lain.
-
2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
Klaim: Pernyataan ketertarikan resmi dari pejabat Kemenhan Pakistan.
Hasil: Prank. Tidak ada akuisisi, hanya sebatas wacana di media.
-
2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
Klaim: Janji penandatanganan kontrak kapal MRSS pada Agustus 2018.
Hasil: Zonk. Hingga kini kontrak dengan PT PAL Indonesia tidak pernah terealisasi.
-
2022: Prank India (HAL Tejas)
Klaim: Tejas jadi kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut.
Hasil: Prank. Justru memilih FA-50 dari Korsel pada 2023.
-
2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
Klaim: Peninjauan rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm.
Hasil: Batal. Diganti dengan sistem lain/dibatalkan total.
-
2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
Klaim: Harapan penyelesaian kesepakatan pasokan artileri EVA.
Hasil: Mangkrak. Tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
-
2023: Prank PBB (IAG Guardian)
Klaim: Pengiriman unit untuk misi UNIFIL.
Hasil: Gagal Operasional. Dinyatakan tidak layak spek oleh PBB, berujung sanksi pemotongan biaya.
-
2024–2025: Prank Black Hawk
Klaim: Rencana sewa 4 helikopter UH-60A Black Hawk dari Aerotree Defence untuk ganti helikopter Nuri.
Hasil: Mangkrak. Proses berbelit dan tidak ada kepastian unit tiba.
-
2026: Prank Kuwait (F/A-18 Hornet) – UPDATE
Klaim: Ketertarikan kuat membeli jet bekas Kuwait untuk penguatan instan.
Hasil: Dibatalkan Resmi. Kabinet secara formal membatalkan rencana ini pada Februari 2026 karena masalah biaya logistik dan hasil evaluasi teknis yang buruk.
-
2026: Pembekuan Total (Anwar Ibrahim)
Kejadian: PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan korupsi dan kartel di tubuh Kemenhan
KLAIM KELUAR ART = MISSPOKEN
HapusKACUNG USA = ART USD 240 BILLION
KACUNG CHINA = 1MDB
KACUNG BRITISH = 999 TAHUN
SIPRI KOSONG = NSM BANNED - F18 BATAL – BALCKHAWK BATAL
-
2025 - 2026 KACUNG JAMBUL KONENG = ART USD 240 MILIAR
-
1958 – 2026 BABU KACUNG = BRITISH CHINA
-
2018 – 2026 DITOLAK = EU, UN, FIFA, UEA, SAU, BRICS, G20
---------------------------------
MALAYDESH HAS NOT INFORMED US OF WITHDRAWAL FROM TRADE DEAL: OFFICIAL
https://thediplomat.com/2026/03/confusion-reigns-after-malaydeshn-minister-declares-us-trade-agreement-null-and-void/
--------------------------------
CORRECTION. THE MINISTER HAD MISSPOKEN
The confusion came to a head on Sunday when Trade Minister Johari Abdul Ghani told reporters that the court ruling had rendered the deal invalid. “It is not on hold. It is no longer there, it’s null and void,” he was quoted as saying by local English-language daily The Star.By Sunday evening, his own ministry had issued a CORRECTION. THE MINISTER HAD MISSPOKEN it said, offering no further explanation.
https://www.scmp.com/week-asia/economics/article/3346749/confusion-over-malaydesh-us-trade-deal-null-and-void-claim-retracted
---------------------------------
1️⃣ DATA UTANG MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
-
2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
--------------------------------
⚓ 1. LCS (LITTORAL COMBAT SHIP) – Kegagalan Proyek Kapal Tempur
Masalah utama:
Keterlambatan ekstrem: Proyek dimulai pada 2011 untuk membangun 6 kapal tempur pesisir, namun hingga 2025 belum ada satu pun yang selesai.
Pembengkakan biaya: Dari anggaran awal RM9 miliar, lebih dari RM6 miliar telah dibelanjakan tanpa hasil nyata.
Manajemen buruk: Audit mengungkapkan penyimpangan dalam kontrak, perubahan desain tanpa persetujuan, dan lemahnya pengawasan oleh Kementerian Pertahanan.
Dampak strategis: Kegagalan ini menghambat kemampuan Angkatan Laut Malaydesh untuk menjaga wilayah maritim secara efektif.
π« 2. VB BERAPI LP06 – SENAPAN SERBU YANG GAGAL TOTAL
Latar belakang:
Senapan ini adalah upaya Malaydesh untuk mengembangkan senjata serbu lokal dengan desain bullpup, menggunakan peluru 5.56×45mm NATO.
Dirancang oleh Viktor Prykhodko, seorang warga Rusia yang tinggal di Malaydesh, dan diproduksi oleh Vita Berapi.
Masalah utama:
Desain buruk: Senapan ini menjadi bahan olok-olok internasional karena bentuknya yang tidak ergonomis dan tampak “aneh”.
Tidak lolos uji militer: Tidak pernah digunakan secara resmi oleh militer Malaydesh karena performa dan reliabilitas yang diragukan.
Kegagalan branding: Alih-alih menjadi simbol kemandirian industri pertahanan, VB Berapi LP06 justru mempermalukan reputasi Malaydesh di bidang ini.
π‘️ 3. TANK STRIDE – PROYEK TANK NASIONAL YANG MANDEK
Catatan:
STRIDE (Science Technology Research Institute for Defence) adalah lembaga riset militer Malaydesh.
Proyek tank ini bertujuan menciptakan kendaraan tempur ringan buatan lokal.
Masalah utama:
Tidak pernah masuk tahap produksi massal: Prototipe sempat dipamerkan, namun tidak ada kelanjutan.
Kurangnya dukungan industri: Malaydesh belum memiliki ekosistem manufaktur militer yang cukup matang untuk mendukung produksi kendaraan tempur berat.
Kegagalan strategi: Proyek ini menunjukkan kurangnya perencanaan jangka panjang dan sinergi antara riset dan kebutuhan operasional militer.
π Kesimpulan dan Implikasi
Ketiga kasus ini mencerminkan kegagalan sistemik dalam pengadaan alutsista Malaydesh, termasuk:
Lemahnya tata kelola proyek dan pengawasan internal.
Ketergantungan pada pihak luar tanpa transfer teknologi yang efektif.
Kurangnya integrasi antara riset, industri, dan kebutuhan militer.
FAKTA .....
Hapus----------------
PERDANA MENTERI =
DEFACT
KILL PREGNANT WOMEN
-
LCS =
MANGKRAK 15 YEARS
BANNED NSM
-
LMS B1 =
GUNBOAT
NO MISSILE
NO TORPEDO
-
LMS B2 =
DOWNGRADE BABUR CLASS
NO TORPEDO
-
LEKIU =
EXO B2 EXPIRED
RADAR CMS USANG
-
KASTURI =
EXO B2 EXPIRED
NO TORPEDO
-
LAKSAMANA =
GUNBOAT
NO MISSILE
NO TORPEDO
-
KEDAH =
GUNBOAT
NO MISSILE
NO TORPEDO
-
PERDANA =
GUNBOAT
NO MISSILE
NO TORPEDO
-
HANDALAN =
GUNBOAT
NO MISSILE
NO TORPEDO
-
JERUNG =
GUNBOAT
NO MISSILE
NO TORPEDO
---------------
SU-30MKM =
LOW SERVICEABILITY
SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
CANARY PROJECT DELAY
-
F/A-18D HORNET =
AGING AIRFRAME
LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
DEPENDENT ON US UPGRADE
-
HAWK 108/208 =
FREQUENT CRASHES
OBSOLETE AVIONICS
GROUNDED ISSUES
-
MIG-29N (RETIRED) =
TOTAL FAILURE
LOGISTIC NIGHTMARE
MOTHBALLED AT KUANTAN
-
FA-50M (ON ORDER) =
LIGHTWEIGHT ONLY
DELAYED DELIVERY
NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
BANNED AMRAAM 120
-
C-130 HERCULES =
METAL FATIGUE
OVERWORKED
ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
----------------
PT-91M PENDEKAR =
POLISH SPARES DISCONTINUED
TRANSMISSION ISSUES (RENK)
ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
-
AV8 GEMPITA =
TENDER IRREGULARITIES
UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
INTEGRATION DELAY
-
ACV-15 ADNAN =
AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
OBSOLETE ELECTRONICS
-
FV101 SCORPION =
RECOMMENDED RETIREMENT
MAINTENANCE NIGHTMARE
END OF SERVICE LIFE
-
MILDEF TARANTULA =
LIMITED ADOPTION
OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
-
CONDOR 4X4 / SIBMAS =
RETIRED STATUS (2023)
MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
-
ASTROS II (MLRS) =
EXPENSIVE AMMUNITION
LACK OF PRECISION GUIDANCE
PLATFORM AGING
----------------
π€£ππππ€£πππ
2026 = CUT DEFENSE BUDGET
HapusKLAIM KELUAR ART = MISSPOKEN
KACUNG USA = ART USD 240 BILLION
KACUNG CHINA = 1MDB
KACUNG BRITISH = 999 TAHUN
SIPRI KOSONG = NSM BANNED – F18 BATAL – BLACKHAWK BATAL
________________________________________
Krisis Finansial & Defisit Anggaran –
• Anggaran pengadaan alutsista tetap kecil sebagai persentase PDB.
• Pemerintah enggan memotong pengeluaran di sektor lain demi pertahanan.
• Krisis keuangan global memaksa penundaan pembelian aset skala besar.
• Dana operasional tersedot untuk subsidi akibat beban utang yang melambung.
Inventaris Usang & Penarikan Aset –
• Alutsista menua akibat kurangnya investasi pemeliharaan dan perbaikan.
• Jet tempur MiG-29 Fulcrum terpaksa ditarik (2017) tanpa pengganti sepadan.
• Kesulitan menjaga operasional Su-30MKM Flanker karena kendala suku cadang.
• Ketergantungan tinggi pada OEM asing yang enggan berbagi teknologi.
Kegagalan Sistemik & Korupsi –
• Sistem pengadaan butuh reformasi total akibat keterlambatan pengiriman kronis.
• Lemahnya standar anti-korupsi; koneksi politik mempengaruhi promosi dan kontrak.
• Kurangnya pengawasan efektif terhadap sektor pertahanan dan aliran dana.
• Kualitas keputusan militer terhambat oleh kontrol sipil yang terlalu dominan.
Lumpuhnya Riset & Pengembangan (R&D) –
• Ketiadaan dana untuk memicu inovasi dalam industri pertahanan lokal.
• Perusahaan lokal tidak memiliki kapasitas untuk memproduksi barang militer mandiri.
• Ketidakjelasan panduan strategis pemerintah untuk arah industri masa depan.
• Hubungan strategis dengan mitra teknologi asing berada di titik terendah.
Kerentanan Armada Angkatan Laut (AL) –
• Kapal perang dioperasikan jauh melampaui batas usia ekonomisnya.
• Audit pemerintah menemukan mismanajemen parah yang membuat proyek penggantian mangkrak.
• Kemampuan patroli di Laut China Selatan sangat terbatas dan berisiko tinggi.
• Meningkatnya risiko kecelakaan fatal akibat kondisi fisik kapal yang keropos.
Masalah Personel & Logistik –
• Personel militer kesulitan dalam pengambilan keputusan akibat kurangnya literasi taktis.
• Kesiapan logistik gagal memenuhi standar minimum untuk memulai operasi tempur.
• Respon dukungan logistik sering terlambat, tidak tepat tempat, dan tidak tepat waktu.
• Moral prajurit tertekan oleh kondisi layanan yang buruk dan alutsista yang tidak andal.
Beban Utang Per Warga 2026 –
• Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 94.544.
• Rasio Utang Pemerintah terhadap PDB: 70,5% (Melewati batas aman 65%).
• Rasio Utang Rumah Tangga terhadap PDB: 84,3% (Lampu merah finansial).
2026 = CUT DEFENSE BUDGET
HapusKLAIM KELUAR ART = MISSPOKEN
KACUNG USA = ART USD 240 BILLION
KACUNG CHINA = 1MDB
KACUNG BRITISH = 999 TAHUN
SIPRI KOSONG = NSM BANNED – F18 BATAL – BLACKHAWK BATAL
--------------------------------
Sistem Dan Platform Tua –
• 4,72 unit miliar (ad, al, au) berusia di atas 25 tahun (data 2024).
• Kapal perang TLDM rata-rata berusia di atas 41 tahun.
• Tidak kompatibel dengan sensor, senjata, & komunikasi modern.
• Biaya operasional sangat mahal dan suku cadang sulit karena produsen tutup.
Ketergantungan Suku Cadang Asing –
• Inventaris militer campur aduk (AS, Inggris, Prancis, Rusia, dll).
• Logistik rantai suku cadang harus diimpor dari berbagai negara.
• Saat krisis, pasokan suku cadang rawan diembargo (discontinued).
• Apa sumber di balik kerugian spesifikasi supplier yang sudah tutup?
Kerusakan Inventaris & Siklus Perawatan –
• Bagian logistik tinggi akibat siklus operasional di iklim tropis.
• Teknisi terpaksa lakukan kanibalisme ("makan dalam") komponen.
• 32 dari 34 kapal perang AL harusnya sudah masuk masa pensiun.
• Kesiapan armada jatuh di titik paling gagal (low mission success).
Beban Anggaran & Biaya Peluang –
• 45-55% anggaran habis untuk gaji & perawatan aset tua.
• Dana terserap untuk servis aset usang, bukan beli alutsista baru.
• Ekonomi gagal akibat tidak ada pembangunan kemandirian (indigenous).
• Kegagalan membangun kemandirian industri domestik.
Saksi Ringkasan Hukum Biaya Tinggi –
• Sistem usang (LCS/VB Berapi) bertahan 10-15 tahun (masalah di waktu).
• Degradasi rantai supplier beragam di riwayat politik (biaya tinggi).
• Sektor swasta non-strategis di kapasitas komponen (terbatas baru).
• Banyak anggaran dana habis untuk perawatan (menjadi mubazir).
Data Kerentanan Aset Laut –
• 4,72 unit miliar rata-rata berusia di atas 40 tahun (data akhir 2024).
• TLDM miliki unit usang.
• Rasio: 23 personil per unit.
• Beban: 12 kapal tua.
• Kapal perang angkatan laut (AL) tidak menikmati usia setengah abad.
Ketiadaan Rencana Penggantian Terstruktur –
• Tidak punya rentang modernisasi multi-tahun yang jelas.
• Pengadaan bersifat ad-hoc, reaktif, & ditarik kepentingan politik.
• Proses anggaran tidak transparan untuk jadwal penggantian aset.
• Apa sumber akar belum dijumpai meskipun beban utang naik terus?
Status Pertahanan Di Perbatasan Kapabilitas –
• Unit tua kalah cerdas berhadapan dengan sistem radar yang sudah punah.
• Ketinggalan zaman: platform tua tidak bisa integrasi dengan sistem baru.
• Gagal penuhi standar interoperabilitas dengan sekutu modern.
• Radar di bagian kapal dan udara sudah tidak relevan di teater luar modern.
Konsekuensi Strategis –
• Kemampuan proyeksi kekuatan di daya wilayah maritim merosot tajam.
• Lemah dalam menangani ancaman keamanan regional.
• Kalah saing dari Indonesia, Vietnam, & Singapura yang punya jalur modernisasi jelas.
• Risiko kehilangan daya tawar (deterrence) di Asia Tenggara.
2026 = CUT DEFENSE BUDGET
HapusKLAIM KELUAR ART = MISSPOKEN
KACUNG USA = ART USD 240 BILLION
KACUNG CHINA = 1MDB
KACUNG BRITISH = 999 TAHUN
SIPRI KOSONG = NSM BANNED – F18 BATAL – BLACKHAWK BATAL
________________________________________
Akar Masalah Anggaran & Politik –
• Kurangnya Kemauan Politik: Pemerintah enggan menaikkan belanja pertahanan dan lebih fokus pada stabilisasi ekonomi sesaat.
• Stagnasi Anggaran: Budget pertahanan jalan di tempat selama 5 tahun terakhir meski ancaman regional meningkat.
• Resiko Korupsi: Tata kelola pertahanan masih sangat rentan terhadap praktik korupsi, terutama dalam pengadaan aset dan etika personel.
• Prioritas Salah Sasaran: Dana dialokasikan untuk menjaga jumlah personel yang besar daripada modernisasi peralatan tempur.
Krisis Logistik & Suku Cadang –
• Kontraktor Underperform: Program outsourcing pemeliharaan gagal total karena lemahnya penegakan kontrak dan kinerja vendor yang buruk.
• Harga Kedaluwarsa: Proses tender yang berbelit-belit membuat penetapan harga suku cadang sering tidak relevan dengan pasar.
• Tank Tanpa Komponen: Unit PT-91M mengalami krisis servis karena pemasok komponen utama sudah berhenti berproduksi.
• Masalah Suplai Rusia: Sanksi internasional terhadap Rusia menghambat pasokan suku cadang jet tempur secara kronis.
Dilema Angkatan Udara (RMAF) –
• Penurunan Jadwal Operasi: Masalah keandalan armada memaksa pemotongan jadwal latihan dan patroli udara secara signifikan.
• Logistik Berkualitas Rendah: Kualitas peralatan logistik udara sering dikritik karena tidak memenuhi standar tempur modern.
• Obsesi Barang Bekas: Pemerintah terjebak dalam diskusi pembelian F/A-18 Kuwait bekas tanpa ada kepastian negosiasi formal.
• Ketakutan Sanksi: Ketakutan akan sanksi Barat membuat militer ragu untuk terus menggunakan platform senjata buatan Timur.
Lumpuhnya Kapasitas Pertahanan –
• Gagal Modernisasi: AL dan AU berjuang keras hanya untuk mempertahankan fungsi dasar, bukan memperkuat daya gempur.
• Staf Kurang Terlatih: Terjadi fenomena undertraining pada staf militer akibat kurangnya anggaran simulasi dan latihan nyata.
• Ketidakjelasan Strategis: Tidak ada panduan masa depan yang jelas, membuat industri pertahanan lokal kehilangan arah.
• Kerentanan Eksternal: Ketidakmampuan merespon ancaman kelompok ekstremis dan separatis di wilayah perbatasan maritim.
Data Beban Finansial 2026 –
• Rasio Utang Pemerintah: 70,5% PDB (Melampaui limitasi aman 65%).
• Rasio Utang Rumah Tangga: 84,3% PDB (Sangat mengkhawatirkan).
• Beban Kumulatif Warga: RM 94.544 per jiwa (Akibat akumulasi utang publik dan domestik).
ANKA UCAV, bukan ANKA OMPONG punya Malaydesh yaah..π€£π€£π€£πππ€ͺπ
BalasHapusCukup kirimkan ANKA UCAV, untok musnahkan 3 bijik ANKA OMPONG malaydesh
BalasHapusπππ€£π€£π€ͺπ
jiaahhh kahsiyan om pedang hasil jimat kos 3 dekade nungguin, sirna..warganyet jd keinget2 malah jd sakiwa haha!πππ
Hapusmending ditumbuk pake itbm 600, rontok bersama hanggar2nya, lgs amnesia mrkπ₯haha!πππ
Gmn kbr si elang hitam
BalasHapusKAYA =
BalasHapusFMP
PPA
ISTIF
GARIBALDI
-
MISKIN =
LCS NSM BANNED
LMS NO ASW NO SONAR NO TORPEDO
----------------
Welcome to in force .......
1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
2 UNIT FREEGAT ISTIF
2 UNIT SCORPENE EVOLVED
-
62 KRI (BUATAN INDONESIA 2006–2025)
1. Kapal Cepat Rudal (KCR) – PT PAL ➡️ Total: 6 unit
KRI Kapak 625
KRI Panah 626
KRI Kerambit 627
KRI Sampari 628
KRI Tombak 629
KRI Halasan 630
-
2. Kapal Cepat Rudal (KCR) – Swasta Nasional ➡️ Total: 9 unit
KRI Clurit 641
KRI Kujang 642
KRI Beladau 643
KRI Alamang 644
KRI Surik 645
KRI Siwar 646
KRI Parang 647
KRI Terapang 648
KRI Golok 688 (Trimaran)
-
3. Kapal Patroli Cepat – Swasta Nasional ➡️ Total: 25 unit
KRI Pari – 849
KRI Sembilang – 850
KRI Sidat – 851
KRI Cakalang – 852
KRI Tatihu – 853
KRI Layaran – 854
KRI Madidihang – 855
KRI Kurau – 856
KRI Torani – 860
KRI Lepu – 861
KRI Albakora – 867
KRI Bubara – 868
KRI Gulamah – 869
KRI Posepa – 870
KRI Escolar – 871
KRI Karotang – 872
KRI Mata Bongsang – 873
KRI Dorang – 874
KRI Bawal – 875
KRI Tuna – 876
KRI Marlin – 877
KRI Butana – 878
KRI Selar – 879
KRI Hampala – 880
KRI Lumba-Lumba – 881
-
4. Kapal Korvet – Swasta Nasional ➡️ Total: 8 unit
KRI Diponegoro 365
KRI Hasanuddin 366
KRI Sultan Iskandar Muda 367
KRI Frans Kaisiepo 368
KRI Bung Karno 369
KRI Bung Hatta 370
KRI Raja Ali Fisabilillah 391
KRI Lukas Rumkoren 392
-
5. Kapal Logistik – Swasta Nasional ➡️ Total: 4 unit
KRI Dumai 904
KRI Tarakan 905
KRI Bontang 906
KRI Balongan 907
-
6. Kapal LPD (Landing Platform Dock) – PT PAL ➡️ Total: 3 unit
KRI Semarang 594
KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
-
7. Kapal Pemetaan Bawah Air – Swasta Nasional ➡️ Total: 1 unit
KRI Pollux 935
8. Kapal Selam – PT PAL (ToT Korsel) ➡️ Total: 3 unit
KRI Nagapasa 403
KRI Ardadedali 404
KRI Alugoro 405
9. Produk Baru 2025 ➡️ Total: 3 unit
KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih)
KRI Belati 622 (KCR)
KRI Kerambit 627 (KCR)
π Total Keseluruhan
KCR PT PAL = 6
KCR Swasta = 9
Kapal Patroli Cepat = 25
Korvet = 4
Logistik = 4
LPD = 3
Pemetaan = 1
Kapal Selam = 3
Produk Baru 2025 = 3
➡️ TOTAL: 62 kapal perang produksi dalam negeri (2006–2025).
----------------
TNI AL =
✅️YAKHONT 300 KM
✅️EXO B3 = 250 KM
✅️ATMACA = 250 KM
✅️NSM (KSR X-33) = 185 KM
✅️C802 = 180 KM
✅️C705 = 150 KM
==========
==========
TLDM =
❎EXO BLOCK 2 : 72 KM (USANG)
❎NSM : 185 KM GHOIB - BANNED NORWEGIA
----------------
PERDANA MENTERI =
DEFACT
KILL PREGNANT WOMEN
-
LCS =
MANGKRAK 15 YEARS
BANNED NSM
-
LMS B1 =
GUNBOAT
NO MISSILE
NO TORPEDO
-
LMS B2 =
DOWNGRADE BABUR CLASS
NO TORPEDO
-
LEKIU =
EXO B2 EXPIRED
RADAR CMS USANG
-
KASTURI =
EXO B2 EXPIRED
NO TORPEDO
-
LAKSAMANA =
GUNBOAT
NO MISSILE
NO TORPEDO
-
KEDAH =
GUNBOAT
NO MISSILE
NO TORPEDO
-
PERDANA =
GUNBOAT
NO MISSILE
NO TORPEDO
-
HANDALAN =
GUNBOAT
NO MISSILE
NO TORPEDO
-
JERUNG =
GUNBOAT
NO MISSILE
NO TORPEDO
----------------
π€£ππππ€£πππ
wahh mao shopping brahmos keknya nich...
BalasHapusnguyen pun bole tarik utang sedjak lama,
kita jugak donk haha!π✌️π
kalo kurang duit bole pake bantuan kredit menjamin keuangan pabrik produksi lancar dr awal sampe selesai on time haha!πππ
jangan kayak negriπ°kasino genting klaim gowing lcs cash tau2 NGUTANG diem2, kagak bayar pulak haha!ππ€₯π
bisa jadi Norway NSM=N⛔️LAK SENDING MISSILE...karna permintaan EMIR KUWAIT cs haha!πππ
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
During a prior visit by Indian Prime Minister Modi to Vietnam, India had extended a $500 million line of credit for defence needs. P Kumaran, Secretary (East) of India’s Ministry of External Affairs stated in a press conference on May 6 that projects worth $300 million have already been identified: Vietnam will procure three to four Offshore Patrol Vessels (OPVs) from India, depending on the cost at which they’re tendered along with 14 high-speed patrol boats.
For the remaining $200 million, the upgradat of some Vietnam Navy ships and procurement of submarine batteries are being considered. India has also offered maintenance, repair and overhaul (MRO) support for Vietnam’s Su-30 fighters and Kilo-class submarines.
In 2022, India had handed over 12 High Speed Guard Boats to the Vietnamese Border Guard. The 35 meter class vessels were procured under a $100 million line of credit. The initial five boats were built in the Larsen & Toubro (L&T) Shipyard in India and the other seven in Hong Ha Shipyard in Vietnam
https://www.navalnews.com/naval-news/2026/05/vietnam-slated-to-order-brahmos-and-naval-vessels-from-india/
aplot min, biar kaget warganyet kl, semua TIM ELIT bole Ngutang secara terbuka,
Hapusjangan munapiq bilang alergi utang, tau2 Utang Segunung di HighCourt...
bikin gowing lcs MANGKRAK 20 tahun.
Karna Delay malah KENA BLOKIR NORWAY NSM⛔️ menyesal kan haha!π€ͺππ€ͺ
TNI-AL punya skadron UCAV ANKA-S di Lanudal Tanjung Pinang, Batam, Kepulauan Riau.
BalasHapusBisa pakai BURU UAV Anka ISR milik malaydesh tuh....
Lanjutkan Project MALE UCAV INDONESIA!
kira2 ANKA UCAV matra darat bakal mangkal dimana gaesz haha!πππ
BalasHapusBarat ato Timur
Utara ato Selatan
Harus nya ada di Sumatera juga Bro... di Medan atau Dumai biar buat ngintai Putra Jaya dan KL dan kalau mau Serangan Bom Mudah, Cepat dan Mematikan... Kalau Konzielma di Jawa saja.. Bareng dengan KF21 nantinya..
Hapus2026 = CUT DEFENSE BUDGET & KEDAULATAN LUMPUH
BalasHapusKLAIM KELUAR ART = MISSPOKEN
KACUNG USA = ART USD 242 MILIAR
KACUNG CHINA = 1MDB
KACUNG BRITISH = 999 TAHUN
SIPRI KOSONG = NSM BANNED – F18 BATAL – BLACKHAWK BATAL
________________________________________
Status Darurat Militer & Pengadaan 2026 –
• CUT DEFENSE BUDGET: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional seluruh instansi akibat dampak konflik Timur Tengah.
• NSM BANNED (Mei 2026): Norwegia memblokir total pengiriman rudal NSM karena Malaydesh masuk daftar larangan ekspor senjata canggih non-NATO.
• FREEZE PROCUREMENT: Per 16 Januari 2026, seluruh kontrak militer dan polisi dibekukan akibat skandal suap yang melibatkan mantan panglima.
• F/A-18 BATAL: Rencana akuisisi Hornet bekas Kuwait resmi gugur setelah 4 kali pengajuan surat berakhir tanpa hasil.
• REWORK LCS: Naval Group melakukan audit dan pengerjaan ulang (re-work) pada 4000 instalasi pipa dan kabel yang cacat produksi.
SIPRI KOSONG & Kegagalan Fiskal (2023–2025) –
• SIPRI 2024-2025 = KOSONG: Data resmi menunjukkan nol transfer atau pesanan senjata besar ke wilayah Malaydesh.
• PEMBATALAN TENDER: Pada 2023, MINDEF resmi membatalkan 5 tender infrastruktur dan pasokan untuk mencegah kebocoran anggaran.
• Anggaran Mini: Selama puluhan tahun anggaran pengadaan sangat kecil, membuat militer gagal melakukan modernisasi aset.
• Beban Impor: Ketergantungan 100% pada impor dan lemahnya industri lokal membuat biaya pertahanan melambung saat mata uang anjlok.
Erosi Kedaulatan & Diplomasi "Babu" –
• Babu Panda Mat Puteh: Terjebak pengaruh China dan Inggris; pasukan RAMD justru sibuk menjaga Istana Buckingham (2024).
• Kedaulatan Laut Hilang: Kapal Coast Guard China mengepung Beting Patinggi Ali selama 359 hari (2024) dan 257 hari (2025).
• Ruang Udara Jebol: Tercatat 43 kasus pencerobohan udara asing, termasuk formasi masif pesawat militer asing yang tidak terdeteksi maksimal.
• Klaim Non-Blok Palsu: Kehadiran militer Australia secara permanen di Pangkalan Butterworth meruntuhkan prinsip politik bebas aktif.
Isolasi Global & Kegagalan Kepemimpinan –
• DITOLAK DUNIA: Gagal masuk anggota penuh BRICS & G20; hanya jadi "negara mitra" sementara tetangga (Indonesia) resmi jadi anggota penuh.
• Diplomasi Memalukan: PM dikritik karena gurauan tidak peka budaya saat bertemu Putin (2025) dan gagal total bertemu Raja Salman di Arab Saudi.
• PHK Massal: Data SOCSO mencatat puncaknya 24.100 PHK di Januari 2026 akibat memburuknya ekonomi nasional.
Data Beban Kumulatif Rakyat 2026 –
• Total Hutang: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB - Melewati batas aman).
• Beban Per Warga: Setiap penduduk menanggung beban RM 94.544; terjepit hutang pemerintah dan utang rumah tangga yang tertinggi di kawasan
2026 MEI, ASET BARUW berdatangan hore haha!ππ₯³π
BalasHapus✅️3 palkon 8x
✅️3 rafale
✅️BHO 105M
✅️GM 400 ALPHA
Tiap Tahun, Tiap Bulan, Tiap Minggu..NON-ST⛔️P SHOPPING berdatangan
sedangkan negriπ°kasino semenanjung kuala lumpo, last last NORWAY
NSM= N⛔️LAK SENDING MISSILE haha!❌️π❌️
gagal maning cuy π
Mei 2026, Berita buat kita,
BalasHapus✅️Parlemen Italy setuju Garibaldi FREE untuk kita haha!π₯³ππ₯³
✅️12 KIZILELMA Sign hore haha!π€π€π€
berita buat negriπ°kasino genting
❌️NSM KENSEL haha!πππ
TA ADA YANG DIBANGGAKAN MALONDESH BOTOL SELAIN KONDOM UNISEX DAN KAPAL PERANG JERUK PURUT π€ͺπ€ͺπ€ͺπ€ͺπ€ͺπ€ͺ
BalasHapusTAMATLAH SUDAH ALKISAH KAMI KATA IPIN π€ͺπ€ͺπ€ͺπ€ͺπ€ͺ
✅️Mei 2026
BalasHapusRESMI Sign..Sign..Sign...12 Kizilelma
ETA= 2028
Aset Jet Dron Premium haha!π€π₯³π€
NON-STOP SHOPPING..EKSPOR PERTAMA SEDUNIYA haha!π°✌️π°
Setelah kontrak Tb3, Anka, Akinci
lagi2 kita pertama pengguna Kizilelma se Asean hore haha!π€ππ€
kahsiyan warganyet kl, KALAH LAGIII..ngumpet dipojokan megang fisank haha!πππ
NSM= NORWAY ST⛔️P MISSILE π
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
DΓΌnya 'KIZILELMA' iΓ§in sΔ±raya giriyor! Baykar ile Endonezya Savunma BakanlΔ±ΔΔ± arasΔ±nda Bayraktar KIZILELMA insansΔ±z savaΕ uΓ§aΔΔ±nΔ±n ihracatΔ±na yΓΆnelik anlaΕma imzalandΔ±. AnlaΕma kapsamΔ±nda✅️12 adet KIZILELMA 2028 yΔ±lΔ±ndan itibaren ✅️Endonezya'ya teslim edilecek. #Endonezya #KIZILELMA #BAYKAR |
https://www.facebook.com/watch/?v=3066723200204873&vanity=turkiyegazetesi
Wuidihhhh... INDONESIA punya:
BalasHapus1. UCAV MALE mesin propeller
2. UCAV MALE mesin Jet
3. UCAV HALE mesin propeller ganda
Lanjutkan Project UCAV MALE Dan HALE INDONESIA!
2026 = CUT DEFENSE BUDGET & KRISIS KEDAULATAN TOTAL
BalasHapusKLAIM KELUAR ART = MISSPOKEN
KACUNG USA = ART USD 242 MILIAR
KACUNG CHINA = 1MDB
KACUNG BRITISH = 999 TAHUN
SIPRI KOSONG = NSM BANNED – F18 BATAL – BLACKHAWK BATAL
________________________________________
Status Darurat Pertahanan & Pengadaan 2026 –
• CUT DEFENSE BUDGET: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak konflik Timur Tengah.
• NSM BANNED (Mei 2026): Norwegia memblokir pengiriman rudal NSM karena Malaydesh dilarang menerima senjata canggih non-NATO.
• FREEZE PROCUREMENT: Sejak 16 Januari 2026, seluruh kontrak militer dan polisi dibekukan akibat skandal suap pejabat senior (termasuk mantan panglima).
• F/A-18 BATAL: Rencana akuisisi Hornet bekas Kuwait resmi gugur setelah 4 kali pengiriman surat ditolak mentah-mentah.
• REWORK LCS: Naval Group melakukan audit paksa dan pengerjaan ulang (re-work) pada 4.000 instalasi pipa dan kabel yang cacat produksi.
• SALAM SIPRI KOSONG: Data resmi tahun 2024-2025 menunjukkan nol transfer persenjataan baru ke Malaydesh.
Krisis Pangan & Ketergantungan Indonesia –
• Impor Beras RI: Terpaksa impor 500.000 ton beras dari Indonesia (via Kalbar) demi stabilitas Sarawak akibat kegagalan stok lokal.
• Net Importer Ayam: Status berubah menjadi pengimpor bersih sejak Juli 2025; subsidi telur dihapus total demi hemat kas negara RM 1,2 Miliar.
• Daging Merah: Kemandirian hancur, bergantung 90% pada impor; terpukul harga pakan global dan pelemahan nilai tukar Ringgit.
• Kacung Ayam GPS: Perjanjian ART (Okt 2025) memaksa Malaydesh beri akses pasar preferensial untuk bibit unggas (GPS) Amerika Serikat.
Kelemahan Sistemik & Kegagalan Fiskal –
• Hutang Bayar Hutang: Proyeksi utang pemerintah menyentuh RM 1,79 Triliun (2026); lonjakan masif sejak pembongkaran liabilitas 1MDB (2018).
• Beban Rakyat Meledak: Setiap penduduk menanggung beban kumulatif RM 94.544; utang rumah tangga mencapai 85,8% PDB (tertinggi di kawasan).
• PHK Massal: Data SOCSO/HLIB mencatat puncaknya 24.100 PHK pada Januari 2026 akibat memburuknya iklim investasi.
• Infrastruktur Rusak: Fasilitas militer dan asrama prajurit dalam kondisi memprihatinkan karena anggaran terus dialihkan.
Erosi Kedaulatan & "Babu" Global –
• Babu Buckingham: Pasukan RAMD sibuk menjaga istana kolonial Inggris (2024) saat kedaulatan laut domestik dicerobohi China.
• Kedaulatan Lumpuh: Peralatan militer dominan sisa tahun 1970-1990; penarikan MiG-29 (2017) meninggalkan lubang besar di pertahanan udara.
• DITOLAK DUNIA: Periode 2018–2026 resmi ditolak oleh EU, UN, FIFA, BRICS, hingga G20