22 Mei 2026

PT PAL Indonesia Percepat Penyelesaian Frigate Merah Putih Pertama

22 Mei 2026

kRI Balaputradewa-322 (photo: PAL)

KRI Balaputradewa-322, sebagai bagian dari komitmen mendukung visi pertahanan maritim modern dan mandiri di era Presiden Prabowo Subianto. Setelah resmi diluncurkan pada 18 Desember 2025, kapal tempur multirole ini kini memasuki tahap penyelesaian instalasi equipment dan uji fungsi sebelum siap berlayar memperkuat armada TNI AL.

Dengan panjang 140 meter, kecepatan hingga 28 knot, serta kemampuan Multi-Mission untuk Anti Air Warfare, Anti Surface Warfare, dan Anti Submarine Warfare, KRI Balaputradewa-322 hadir sebagai simbol kekuatan industri pertahanan nasional karya anak bangsa. PT PAL Indonesia terus berkomitmen menghadirkan Alutsista unggulan untuk menjaga setiap jengkal kedaulatan NKRI.

124 komentar:

  1. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
    2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
    2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
    2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
    2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
    2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
    2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
    2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
    --------------------------------
    MALAYDESH.......
    STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN STRATEGIS & MISKIN
    2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak krisis ekonomi global (Reuters).
    2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
    2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi.
    2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata besar secara global (Defense Studies).
    2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
    ________________________________________
    KELUMPUHAN PERENCANAAN JANGKA PANJANG:
    Mentalitas Anggaran Tahunan: Anggaran pertahanan diputuskan tahun-ke-tahun tanpa alokasi multi-tahun yang dijamin. Jika ekonomi turun, dana pertahanan langsung dipangkas atau dialihkan.
    Kegagalan Proyek Besar: Aset modern butuh 10-20 tahun untuk direncanakan. Tanpa multi-year budgeting, kontrak kapal frigat (LCS) dan jet tempur (MRCA) terus tertunda, dikecilkan, atau dibatalkan.
    Kegagalan Kertas Putih Pertahanan 2019: Peta jalan 10 tahun (2021-2030) lumpuh total setelah pemerintahan runtuh pada 2020. Tidak ada kerangka hukum yang memaksa pemerintah selanjutnya untuk mengikuti rencana tersebut.
    Instabilitas Politik: 5 PM dan banyak Menhan sejak 2018 menyebabkan prioritas selalu di-reset. Modernisasi pertahanan hanya menjadi bahan tawar-menawar politik jangka pendek.
    Kontras Regional: Singapura memiliki rencana bergulir 20 tahun yang dilindungi undang-undang; Indonesia memiliki peta jalan Minimum Essential Force (MEF) yang konsisten di setiap pemerintahan.
    ________________________________________
    ANGGARAN PERTAHANAN ABSOLUT YANG TERKECIL:
    Belanja Absolut Rendah: Anggaran pertahanan hanya ~USD 3,5–4,0 Miliar (RM 15–18 Miliar/tahun), sangat kecil untuk negara dengan kebutuhan maritim luas.
    Perbandingan Regional: Malaydesh menghabiskan jauh lebih sedikit secara absolut dibanding Singapura (~USD 16 Miliar) atau Indonesia (~USD 13 Miliar).
    Penyebab Fiskal: Hutang publik tinggi (69% PDB) dan hilangnya pendapatan pajak (penghapusan GST) membuat pemerintah memprioritaskan subsidi sosial dan gaji PNS daripada pertahanan.
    Dampak Nyata:
    Pengadaan Terbatas: Tidak mampu membeli platform modern (Frigat, Kapal Selam, Jet Tempur) dalam jumlah yang cukup.
    Krisis Suku Cadang: Alokasi O&M kecil menyebabkan aset seperti Su-30MKM dan kapal perang tua sering grounded karena tidak ada dana perawatan.
    KESIMPULAN:
    FISKAL LUMPUH + TANPA PETA JALAN LEGAL + ANGGARAN TERENDAH ASEAN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN O&M & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik global (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata besar secara global (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN OPERASIONAL & PEMELIHARAAN (O&M FAILURE):
      Defisit Anggaran O&M: Hanya 20–25% dari anggaran pertahanan yang sangat kecil (~1% PDB) dialokasikan untuk bahan bakar dan suku cadang.
      Aset Lumpuh (Grounded): Pesawat tidak bisa terbang, kapal hanya bersandar di dermaga, dan kendaraan mogok di depo karena tidak ada biaya pemeliharaan. Contoh: Hanya 4 dari 18 Su-30MKM yang laik terbang akibat krisis suku cadang.
      Degradasi Skill: Jam terbang pilot berkurang drastis; kru kapal jarang melaut; kemahiran operasional pasukan terjun bebas.
      Budaya Reaktif: Pemeliharaan hanya dilakukan setelah aset rusak total (breakdown). Pemeliharaan preventif dilewati demi hemat biaya, memperpendek umur alutsista.
      Kanibalisasi Suku Cadang: Banyak platform impor (Rusia, Prancis, AS) yang suku cadangnya tidak lagi diproduksi, memaksa militer mencopot bagian dari satu unit untuk menghidupkan unit lainnya.
      ________________________________________
      DAFTAR KEGAGALAN PENGADAAN & MODERNISASI:
      Matra Udara (RMAF): Program MRCA untuk ganti MiG-29 (pensiun 2017) tertunda belasan tahun karena plin-plan politik. Bergantung pada armada tua dengan kesiapan tempur sangat rendah.
      Matra Laut (RMN): Fiasco proyek LCS (RM 9 Miliar) sejak 2011; nol kapal operasional hingga 2025 akibat salah urus dan korupsi. Bergantung pada kapal era 80-an yang sudah rongsok.
      Matra Darat (TDM): APC Condor era 80-an masih dipaksa dinas. Proyek AV-8 Gempita mahal dan produksinya sangat lambat. Artileri tetap ketinggalan zaman.
      Penyebab Utama:
      Porsi Gaji Terlalu Besar: ~60% anggaran habis untuk gaji, menyisakan sedikit untuk belanja barang.
      Siklus "Stop-Go": Proyek dimulai lalu dipotong atau dikecilkan karena politik/ekonomi.
      Intervensi Politik: Kontrak diberikan berdasarkan koneksi, bukan prioritas operasional AL/AU/AD.
      Tanpa Rencana Multi-Tahun: Tidak ada rencana jangka panjang yang mengikat secara hukum; program berubah setiap ganti menteri.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + KANIBALISASI ASET + MODERNISASI MACET 20 TAHUN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN

      Hapus
    2. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN KESIAPAN (READINESS) & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak krisis ekonomi global (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN KESIAPAN TEMPUR (READINESS COLLAPSE):
      Aset Rongsokan Berusia Dekade: Operasional bergantung pada barang antik; APC Condor (1980-an), korvet era 80-90-an, dan jet tempur Hornet/Su-30 yang sangat bergantung pada pemeliharaan mahal.
      Defisit Anggaran O&M (20-25%): Dana pemeliharaan yang sangat kecil menyebabkan pesawat grounded demi suku cadang, kapal hanya bersandar di dermaga, dan kendaraan mogok di depo.
      Ketimpangan Orang vs Alat: ~60% anggaran habis untuk gaji. Pasukan besar (110.000) namun tanpa aset operasional memadai; prajurit ada tapi alat tempur rongsok.
      Jam Latihan Terjun Bebas: Dana O&M minim mengakibatkan pilot kekurangan jam terbang, pelaut jarang patroli, dan tentara darat jarang latihan amunisi tajam. Kesiapan tempur hanya di atas kertas.
      Deterrent Nol: Tidak mampu memproyeksikan kekuatan secara regional. Bergantung sepenuhnya pada diplomasi karena militer tidak lagi dianggap serius oleh kekuatan asing (seperti China di ZEE).
      ________________________________________
      KELEMAHAN RANTAI PASOK & PENGADAAN (SUPPLY CHAIN FAILURE):
      Pengadaan "Stop-Go": Proyek besar (MRCA, LCS) diumumkan lalu ditunda atau dibatalkan tergantung siapa yang berkuasa. Tanpa anggaran multi-tahun, kontrak menjadi tidak efektif dan biaya membengkak.
      Intervensi Politik & Kronisme: Kontrak diberikan kepada perusahaan yang memiliki koneksi politik, bukan yang kompeten. Hasilnya: Skandal LCS RM 9 Miliar tanpa satu pun kapal terkirim hingga 2025.
      Ketergantungan Ekstrim pada Asing: Impor sistem kelas atas (Rusia, AS, Turki) membuat Malaydesh rentan terhadap gangguan geopolitik dan biaya suku cadang yang mahal.
      Kapasitas Industri Lokal Lumpuh: Industri dalam negeri (Boustead, DefTech) hanya bergantung pada desain asing. Saat mereka gagal mengelola proyek, kualitas hancur dan proyek macet total.
      Krisis Suku Cadang & Kanibalisme: Tidak ada stok suku cadang yang memadai. Alutsista lama yang bagian-bagiannya sudah tidak diproduksi terpaksa dipreteli (cannibalization) untuk menghidupkan unit lain.
      Abaikan Paket Dukungan: Fokus hanya pada membeli "barang", tapi mengabaikan paket pemeliharaan jangka panjang (20-30 tahun). Begitu garansi habis, alutsista langsung menjadi besi tua.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + KANIBALISME SUKU CADANG + SKANDAL LCS RM 9 MILIAR = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

      Hapus
    3. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: SPIRAL UTANG & KEBANGKRUTAN SISTEMIK
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional akibat krisis ekonomi dampak konflik global (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer/polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Status resmi KOSONG (Nihil transfer senjata berat). Malaydesh kini sejajar dengan Timor Leste, Kamboja, dan Laos dalam lembar SIPRI.
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      ANALISA "HUTANG BAYAR HUTANG" (DEBT-SERVICING CYCLE):
      Gali Lubang Tutup Lubang: Rekor terburuk pada 2023 di mana 64,3% pinjaman baru (RM 145,8 Miliar) hanya digunakan untuk membayar hutang lama. Proyeksi 2025-2026 tetap kritis di angka 58%.
      Eskalasi Utang Raksasa: Melonjak drastis dari RM 407,1 Miliar (2010) menjadi RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Utang vs GDP: Melompat ke angka bahaya 69% - 70,4%, memicu risiko gagal bayar (default) jika terjadi guncangan global.
      Tabung Harapan (2018): Bukti keputusasaan fiskal di mana negara harus meminta sumbangan rakyat untuk membayar hutang yang menembus RM 1 Triliun.
      ________________________________________
      ANALISA PERTAHANAN & PENURUNAN DAYA GENTAR:
      Peringkat GFP 2026: Merosot ke peringkat 42 dunia (Posisi ke-7 di ASEAN). Resmi disalip oleh Filipina yang lebih aktif melakukan modernisasi.
      Kegagalan F/A-18 Hornet: Pembatalan 4 kali upaya pembelian Hornet bekas dari Kuwait menjadi bukti nyata ketidakmampuan kas negara untuk membeli barang second-hand sekalipun.
      Vakum SIPRI (2-Layer): 2022-2023 (Hanya dipilih tanpa pesanan), 2024-2025 (Benar-benar Kosong). Tidak ada anggaran pembangunan (CAPEX).
      ________________________________________
      ANALISA REPUTASI & SANKSI INTERNASIONAL:
      Sanksi AS: Ancaman Section 301 (Tarif 10-25%) dan IEEPA menghantam sektor manufaktur E&E, tulang punggung pendapatan untuk membayar hutang.
      Degradasi Birokrasi: Kekalahan di CAS dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) akibat penggunaan pemain ilegal mencerminkan rusaknya tata kelola birokrasi nasional.
      Kehilangan Devisa: Defisit kronis sejak 2010 (Puncaknya -6,4% di 2021). Nilai hutang dalam USD membengkak dari USD 150 Miliar (2010) menjadi USD 375 Miliar (2025).
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + HUTANG BAYAR HUTANG + GFP DISALIP FILIPINA = KEBANGKRUTAN NASIONAL TOTAL

      Hapus
    4. GYROSCOPE NSM NORWEGIA BY USA = ITAR USA
      ART USD 240 B = KLAIM KELUAR ART “MISSPOKEN” = BANNED NSM MALAYDESH
      ---------------------------------
      MALAYDESH HAS NOT INFORMED US OF WITHDRAWAL FROM TRADE DEAL: OFFICIAL ......
      The status of the deal has been unclear since the Malaydesh trade minister said that last month’s U.S. Supreme Court ruling rendered the agreement “void.”
      https://thediplomat.com/2026/03/confusion-reigns-after-malaydeshn-minister-declares-us-trade-agreement-null-and-void/
      --------------------------------
      CORRECTION. THE MINISTER MALAYDESH HAD “MISSPOKEN (ASBUN : ASAL BUNYI)”,
      https://www.scmp.com/week-asia/economics/article/3346749/confusion-over-malaydesh-us-trade-deal-null-and-void-claim-retracted
      --------------------------------
      NOMOR 1 (SATU) DIPERAS TERBESAR
      -
      Daftar Komitmen ART ASEAN ke Amerika Serikat
      -
      🇲🇾 Malaydesh: USD 242 Miliar
      Status: Komitmen terbesar; fokus pada investasi manufaktur dan pengadaan energi (LNG).
      -
      🇻🇳 Vietnam: USD 180 - 210 Miliar
      Status: Fokus pada penyeimbangan surplus dagang dan pengembangan sektor semikonduktor.
      -
      🇹🇭 Thailand: USD 85 - 110 Miliar
      Status: Fokus pada akses pasar otomotif/EV dan liberalisasi produk pangan.
      -
      🇵🇭 Filipina: USD 35 - 55 Miliar
      Status: Fokus pada rantai pasok mineral kritis (nikel) dan modernisasi pertahanan.
      -
      🇮🇩 Indonesia: USD 38,4 Miliar
      Status: Fokus pada impor energi (minyak/gas), infrastruktur TIK, dan semikonduktor.
      -
      🇰🇭 Kamboja: Pembukaan Pasar 100%
      Status: Komitmen penghapusan seluruh tarif masuk bagi barang industri dan pertanian AS.
      -
      🇸🇬 Singapura: Tidak ada nilai baru
      Status: Tetap menggunakan skema Free Trade Agreement (FTA) bilateral yang sudah ada.
      -
      🇧🇳 Brunei: Belum ada komitmen
      Status: Belum menandatangani ART; dikenakan tarif masuk ke AS sekitar 23-25%.
      -
      🇱🇦 Laos: Belum ada komitmen
      Status: Belum menandatangani ART; dikenakan tarif masuk ke AS sebesar 40%.
      -
      🇲🇲 Myanmar: Belum ada komitmen
      Status: Belum menandatangani ART; dikenakan tarif masuk ke AS sebesar 40%.
      --------------------------------The cost overrun for the LCS project in MALAYDESH was RM1 billion. This was part of a RM9.13 billion contract that the government paid RM6.08 billion for.
      Explanation
      • RM1.4 billion was not used for the project
      • RM1 billion was considered a cost overrun
      • RM400 million was used to pay off PSCI's DEBTs
      Cost overruns are a common problem in the construction industry in MALAYDESH . In fact, most construction projects in MALAYDESH have cost overruns of 5–10% of the total contract price
      ===========
      MALAYDESH shipyards face several key problems including: intense competition from neighboring countries like Singapore with more advanced infrastructure, limited techNOLogical capabilities, supply chain disruptions due to global factors like COVID-19, a shortage of skilled labor, inconsistent demand for shipbuilding, and sometimes issues with project management and cost overruns, particularly when building complex vessels; all of which can hinder their competitiveness in the international market.
      Specific challenges:
      • Infrastructure limitations:
      MALAYDESH ports might not be as modern or well-equipped as those in Singapore, leading to inefficiencies and higher costs.
      • Skill gap:
      A lack of highly skilled workers in shipbuilding can impact quality and production timelines.
      • Nological limitations:
      MALAYDESH shipyards may not have access to the latest shipbuilding techNOLogies, hindering their ability to build complex vessels.
      • Market volatility:
      Depending heavily on the oil and gas industry for demand, fluctuations in the market can significantly impact orders for offshore vessels.
      • Cost competitiveness:
      Facing pressure to compete on price with other regional shipyards, which can sometimes lead to compromising quality.

      Hapus
    5. ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP TINGGI
      HARGA BARANG TINGGI
      -
      "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaydesh. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
      Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
      -
      Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
      Membawa Pulang Dana Luar Negara: Kerajaan didakwa mengarahkan Syarikat Pelaburan Berkaitan Kerajaan (GLC), Syarikat Pelaburan Terkawal Kerajaan (GLIC), dan Kumpulan Wang Simpanan Pekerja (KWSP) untuk menjual aset luar negara dan menukarkan pegangan dolar mereka kembali kepada Ringgit Malaydesh.
      Kesan "Nasi Lemak Beli Sendiri": Isham Jalil menggunakan analogi peniaga yang membeli produknya sendiri menggunakan wang simpanan sendiri untuk mencipta persepsi bahawa perniagaannya laku. Tindakan membeli ringgit menggunakan dana simpanan rakyat ini dianggap tidak mampan untuk jangka panjang.
      -
      Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
      Kehilangan Peluang Keuntungan Forex: Apabila institusi seperti KWSP dipaksa menjual aset asing berprestasi tinggi dalam mata wang dolar (USD) untuk menyokong mata wang tempatan, mereka kehilangan potensi pulangan dividen yang lebih besar bagi pencarum.
      Risiko Penyusutan Nilai Semula: Beliau menegaskan bahawa sebaik sahaja langkah intervensi buatan ini dihentikan atau dana tersebut selesai dibawa pulang, nilai ringgit berisiko untuk merosot semula sekiranya ekonomi dalaman tidak diperbaiki secara struktur.
      -
      Kelemahan Pasaran Fundamental yang Sebenar
      Kekurangan Pelaburan Asing Organik (FDI): Realiti pasaran modal tempatan dan Bursa Malaydesh dinilai masih hambar. Pengukuhan ringgit yang tulen sepatutnya datang daripada keyakinan pelabur luar yang menukarkan mata wang asing mereka ke dalam ringgit untuk melabur di Malaydesh, bukannya dipaksa daripada pasaran domestik.
      Kesan Terhadap Harga Barang: Isham Jalil turut mempersoalkan sekiranya nilai ringgit benar-benar mengukuh secara sihat, mengapa kos sara hidup dan harga barangan keperluan di pasaran tempatan masih tidak menunjukkan penurunan yang signifikan bagi meringankan beban rakyat.
      =============
      =============
      HARGA BERAS PREMIUM Rp14.500 =
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      -
      DATA EKSPOR BERAS RI-MALAYDESH
      -
      Volume & Nilai: 200.000 ton dengan potensi transaksi Rp2 triliun (CNN Indonesia).
      -
      Tawaran Malaydesh: Di bawah Rp10.000 per kg (CNBC Indonesia).
      -
      Target Indonesia: Rp13.000 – Rp14.000 per kg via Perum Bulog (Antara).
      -
      Kualitas Beras: Kelas premium dengan standar butir patah (broken) 5% (Liputan6).
      -
      Alasan Penolakan: Tawaran di bawah harga domestik (SPHP Rp12.500/kg & HET
      -
      Premium Rp14.500/kg) (CNBC Indonesia).
      -
      Faktor Pendukung: Cadangan beras nasional melimpah mencapai rekor 5,2 juta ton (Kumparan).
      ----------------------------------
      MALAYDESH IMPOR JAGUNG INDONESIA
      • Kontan: Melaporkan berita terbaru mengenai panen raya jagung di Tuban, Jawa Timur, di mana Kapolri menyampaikan bahwa sebagian hasil panennya siap diekspor untuk memenuhi permintaan Malaydesh. Selengkapnya di Kontan Nasional.
      • Kompas: Membahas langkah komitmen pemerintah Indonesia untuk menyetop impor dan memperkuat posisi sebagai pengekspor jagung ke Malaydesh. Informasi ini dapat divalidasi melalui Kompas Money.
      • ANTARA News: Kantor berita nasional ini merekam sejarah awal kerja sama pengiriman komoditas jagung ke Malaydesh sejak beberapa tahun lalu. Rinciannya terdapat pada ANTARA News.
      • Kumparan: Memuat pernyataan resmi pemerintah mengenai target swasembada pangan serta kesiapan Indonesia dalam memenuhi pasar ekspor jagung ke negara tetangga. Simak ulasannya di Kumparan Bisnis

      Hapus
    6. ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP TINGGI
      HARGA BARANG TINGGI
      -
      "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaydesh. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
      Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
      -
      Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
      1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
      2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
      -
      Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
      1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
      2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
      -
      Kelemahan Fundamental Pasaran
      1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaydesh, melainkan paksaan dana domestik.
      2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
      ----------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
      ________________________________________
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      -
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah





      Hapus
    7. KLAIM RINGGIT KUAT = NGEMIS JAGUNG BERAS BATUBARA
      -
      ISHAM JALIL =
      RINGGIT KUAT = SEMU TIDAK BERKELANJUTAN
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP DAN HARGA BARANG TINGGI
      -
      Mantan Anggota Majelis Kerja Tertinggi UMNO, Isham Jalil, menyatakan bahwa penguatan Ringgit Malaydesh saat ini bersifat semu dan tidak berkelanjutan karena didorong oleh intervensi pasar, bukan oleh fundamental ekonomi yang sehat.
      Poin Utama Analisis:
      1. Intervensi Dana Rakyat (Analogi Nasi Lemak): Pemerintah diduga memaksa lembaga negara (GLC, GLIC, dan KWSP) menjual aset luar negeri mereka dan menukarkan dolar (USD) ke Ringgit. Isham menyamakannya dengan pedagang yang membeli dagangannya sendiri menggunakan uang tabungan agar terlihat laku.
      -
      2. Kerugian Jangka Panjang: Kebijakan ini membuat masyarakat (pencarum KWSP) kehilangan potensi keuntungan dividen besar dari aset asing berkinerja tinggi. Ringgit juga berisiko anjlok kembali setelah dana intervensi tersebut habis.
      -
      3. Ekonomi Riil Masih Lemah: Pasar modal lokal masih lesu karena minimnya Investasi Asing Langsung (FDI) yang organik. Bukti nyata kelemahan ini adalah biaya hidup dan harga barang pokok di Malaydesh yang tetap tinggi dan tidak ikut turun meskipun Ringgit menguat.
      --------------------------------
      HARGA BERAS PREMIUM Rp14.500 =
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      -
      DATA EKSPOR BERAS RI-MALAYDESH
      -
      Volume & Nilai: 200.000 ton dengan potensi transaksi Rp2 triliun (CNN Indonesia).
      -
      Tawaran Malaydesh: Di bawah Rp10.000 per kg (CNBC Indonesia).
      -
      Target Indonesia: Rp13.000 – Rp14.000 per kg via Perum Bulog (Antara).
      -
      Kualitas Beras: Kelas premium dengan standar butir patah (broken) 5% (Liputan6).
      -
      Alasan Penolakan: Tawaran di bawah harga domestik (SPHP Rp12.500/kg & HET
      -
      Premium Rp14.500/kg) (CNBC Indonesia).
      -
      Faktor Pendukung: Cadangan beras nasional melimpah mencapai rekor 5,2 juta ton (Kumparan).
      ----------------------------------
      MALAYDESH IMPOR JAGUNG INDONESIA
      • Kontan: Melaporkan berita terbaru mengenai panen raya jagung di Tuban, Jawa Timur, di mana Kapolri menyampaikan bahwa sebagian hasil panennya siap diekspor untuk memenuhi permintaan Malaydesh. Selengkapnya di Kontan Nasional.
      • Kompas: Membahas langkah komitmen pemerintah Indonesia untuk menyetop impor dan memperkuat posisi sebagai pengekspor jagung ke Malaydesh. Informasi ini dapat divalidasi melalui Kompas Money.
      • ANTARA News: Kantor berita nasional ini merekam sejarah awal kerja sama pengiriman komoditas jagung ke Malaydesh sejak beberapa tahun lalu. Rinciannya terdapat pada ANTARA News.
      • AviNews: Menyebutkan detail volume permintaan impor dari pihak Malaydesh yang mencapai angka 240.000 ton per tahun dari Indonesia. Artikel lengkapnya bisa dibaca di AviNews Indonesia.
      • Kumparan: Memuat pernyataan resmi pemerintah mengenai target swasembada pangan serta kesiapan Indonesia dalam memenuhi pasar ekspor jagung ke negara tetangga. Simak ulasannya di Kumparan Bisnis.
      ---------------------------------
      BERGANTUNG KE INDONESIA
      MALAYDESH IMPOR = 23,97 JUTA METRIK TON (MT) BATUBARA
      MALING GAS
      NGEMIS BATUBARA
      NGEMIS BERAS
      -
      Volume impor batubara Malaydesh dari Indonesia menunjukkan tren yang signifikan, menempatkan Malaydesh sebagai salah satu dari lima tujuan ekspor terbesar bagi batubara Indonesia.
      Berdasarkan data realisasi tahun 2024 dan 2025, berikut adalah rincian volumenya:
      Tahun 2025: Malaydesh mengimpor sebanyak 23,97 juta metrik ton (MT) batubara dari Indonesia.
      Tahun 2024: Volume impor tercatat sebesar 27,18 juta ton, yang menunjukkan adanya sedikit penurunan volume pada tahun berikutnya.
      -
      Ketergantungan: Malaydesh sangat bergantung pada pasokan Indonesia, di mana lebih dari 50% hingga 80% total kebutuhan batubara nasionalnya dipasok oleh Indonesia.

      Hapus
    8. GYROSCOPE NSM NORWEGIA BY USA = ITAR USA
      ART USD 240 B = KLAIM KELUAR ART “MISSPOKEN” = BANNED NSM MALAYDESH
      MISSPOKEN (ASBUN : ASAL BUNYI)
      NOT INFORMED US OF WITHDRAWAL
      😀😝🤣😀😝🤣😀😝🤣
      ---------------------------------
      MALAYDESH HAS NOT INFORMED US OF WITHDRAWAL FROM TRADE DEAL: OFFICIAL ......
      The status of the deal has been unclear since the Malaydesh trade minister said that last month’s U.S. Supreme Court ruling rendered the agreement “void.”
      https://thediplomat.com/2026/03/confusion-reigns-after-malaydeshn-minister-declares-us-trade-agreement-null-and-void/
      --------------------------------
      CORRECTION. THE MINISTER MALAYDESH HAD “MISSPOKEN (ASBUN : ASAL BUNYI)”,
      https://www.scmp.com/week-asia/economics/article/3346749/confusion-over-malaydesh-us-trade-deal-null-and-void-claim-retracted
      ---------------------------------
      1️⃣ DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      1️⃣ DATA YANG MALAYDESH 2025
      Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
      Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      -
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2025
      Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
      Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
      ---------------------------------
      BERGANTUNG KE INDONESIA
      MALAYDESH IMPOR = 23,97 JUTA METRIK TON (MT) BATUBARA
      MALING GAS
      NGEMIS BATUBARA
      NGEMIS BERAS
      -
      Volume impor batubara Malaydesh dari Indonesia menunjukkan tren yang signifikan, menempatkan Malaydesh sebagai salah satu dari lima tujuan ekspor terbesar bagi batubara Indonesia.
      Berdasarkan data realisasi tahun 2024 dan 2025, berikut adalah rincian volumenya:
      Tahun 2025: Malaydesh mengimpor sebanyak 23,97 juta metrik ton (MT) batubara dari Indonesia.
      Tahun 2024: Volume impor tercatat sebesar 27,18 juta ton, yang menunjukkan adanya sedikit penurunan volume pada tahun berikutnya.
      -
      Ketergantungan: Malaydesh sangat bergantung pada pasokan Indonesia, di mana lebih dari 50% hingga 80% total kebutuhan batubara nasionalnya dipasok oleh Indonesia.
      ________________________________________
      Malaydesh merupakan salah satu pasar utama bagi ekspor batubara Indonesia. Berdasarkan data terbaru tahun 2025 dan awal 2026, berikut adalah gambaran volume dan nilai impor batubara Malaydesh dari Indonesia:
      Tren Impor dan Ketergantungan
      Ketergantungan Tinggi: Malaydesh mengimpor sekitar 80% dari total kebutuhan konsumsi batubara domestiknya.
      Rekor Tertinggi: Impor batubara termal Malaydesh dilaporkan mencapai rekor tertinggi pada tahun 2025 seiring dengan peningkatan pembangkitan listrik berbasis batubara di negara tersebut.
      Kebutuhan PLTU: Sebagai gambaran skala kebutuhan, satu unit pembangkit listrik seperti PLTU Manjung di Perak saja memerlukan pasokan sekitar 10 juta ton per tahun yang mayoritas dipasok dari Indonesia.

      Hapus
    9. 2018-2026 .......
      GORILA KLAIM CASH = BERPERINGKAT (MENCICIL)
      NSM (NASIB SIAL MISKIN) : BAATAL
      NSM (NASIB SIAL MENCICIL) : BANNED
      ----------------------------------
      2018 (Uang Muka — 10%): Malaydesh membayar uang muka dari total kontrak 124 juta Euro (RM571-600 juta) untuk mempersenjatai 6 kapal
      -
      LCS.2019 – 2022 (Sistem Peluncur — Berperingkat): Pembayaran cicilan untuk sistem peluncur (launchers) di atas dek kapal. Lunas 100% untuk fisik peluncur yang telah dikirim.
      -
      2023 – 2024 (Amunisi Rudal — Berperingkat): Pembayaran cicilan untuk produksi fisik amunisi rudal. Pembayaran khusus unit rudal menyentuh 70%.
      -
      2025 (Kontrak Tambahan): Malaydesh membayar uang muka 20% untuk pesanan 2 unit peluncur baru bagi kapal OPV Kelas Kedah.
      -
      Maret 2026 (Total Pembayaran 95% & Pembatalan): Total dana terkumpul yang sudah dibayar Malaydesh mencapai 95% (RM583 juta). Namun, Norwegia mendadak membatalkan izin ekspor rudal tepat sebelum pengiriman. Sisa 5% pembayaran dibekukan
      ----------------------------------
      PERDANA MENTERI =
      DEFACT
      KILL PREGNANT WOMEN
      -
      LCS =
      MANGKRAK 15 YEARS
      BANNED NSM
      -
      LMS B1 =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      LMS B2 =
      DOWNGRADE BABUR CLASS
      NO TORPEDO
      -
      LEKIU =
      EXO B2 EXPIRED
      RADAR CMS USANG
      -
      KASTURI =
      EXO B2 EXPIRED
      NO TORPEDO
      -
      LAKSAMANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      KEDAH =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      PERDANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      HANDALAN =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      JERUNG =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      ----------------------------------
      SU-30MKM =
      LOW SERVICEABILITY
      SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
      CANARY PROJECT DELAY
      -
      F/A-18D HORNET =
      AGING AIRFRAME
      LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
      DEPENDENT ON US UPGRADE
      -
      HAWK 108/208 =
      FREQUENT CRASHES
      OBSOLETE AVIONICS
      GROUNDED ISSUES
      -
      MIG-29N (RETIRED) =
      TOTAL FAILURE
      LOGISTIC NIGHTMARE
      MOTHBALLED AT KUANTAN
      -
      FA-50M (ON ORDER) =
      LIGHTWEIGHT ONLY
      DELAYED DELIVERY
      NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
      BANNED AMRAAM 120
      -
      C-130 HERCULES =
      METAL FATIGUE
      OVERWORKED
      ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
      ----------------------------------
      PT-91M PENDEKAR =
      POLISH SPARES DISCONTINUED
      TRANSMISSION ISSUES (RENK)
      ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
      -
      AV8 GEMPITA =
      TENDER IRREGULARITIES
      UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
      INTEGRATION DELAY
      -
      ACV-15 ADNAN =
      AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
      OBSOLETE ELECTRONICS
      -
      FV101 SCORPION =
      RECOMMENDED RETIREMENT
      MAINTENANCE NIGHTMARE
      END OF SERVICE LIFE
      -
      MILDEF TARANTULA =
      LIMITED ADOPTION
      OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
      DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
      -
      CONDOR 4X4 / SIBMAS =
      RETIRED STATUS (2023)
      MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
      -
      ASTROS II (MLRS) =
      EXPENSIVE AMMUNITION
      LACK OF PRECISION GUIDANCE
      PLATFORM AGING

      Hapus
  2. FMP Frigat Besar 140 meter
    Full Wepon haha!🦾🚀🦾
    2022 kontrak
    2026 siyap penyerahan hore haha!✌️🥳😎

    lcs pelsong, hanya 111m
    NSM=NORWAY ST⛔️P MISSILES
    2011 kontrak
    2026 tak siyap selamanya OMFONG haha!🤪🤥🤪

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terlanjur pasang bracket NSM ternyata kopong oom...pasang bambu jee laah...

      🤣🤣😂😂🤪😋

      Hapus
    2. nyoiihhh mana belum lunas, norwegia ogah ikirimlah haha!😂😬😄

      Hapus
    3. Braket bisa gampang diganti
      Nah kalau ganti CMS waduh alamat keluar Wang kopi lagi... wkkwkw

      Hapus
  3. Manakala KD Maharajanyalelah kena BANNED rudal NSM....🤣🤣🤣😂😂

    Rename KD Maharajaompong...😂🤣

    BalasHapus
  4. ADA YANG DAPAT KONPENSASI , NIH ,
    JADI KELAS COAST GUARD NIH !.

    BalasHapus
  5. 4 fixed radar Cenk 350 termanteb bentar lg pasang haha!👍😉👍

    bukan macam seblah, hasil audit NAVAL GRUP
    4000 pcs
    ❌️SALAH PASANG PIPA
    ❌️SALAH PASANG KABEL WIRE
    ❌️SALAH FOTONG
    Bahaya gaesz...kerjaan iq jongkok haha!🍌🥶🍌

    BalasHapus
  6. Maksud hati liat NSM
    ehh tau tau KOSONK haha!😵‍💫🍌🤣
    Rack Launcher Tipu2 haha!👎🤥👎
    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    https://scontent.fcgk33-1.fna.fbcdn.net/v/t39.30808-6/702516216_1529526841875308_1136411112280039108_n.jpg?_nc_cat=101&ccb=1-7&_nc_sid=833d8c&_nc_eui2=AeG4stOrOB9f9jOD48i89x5CMoJFyZm5LeUygkXJmbkt5YABy54GFceQIJX4zUmlmuU&_nc_ohc=cAbarfv6RMYQ7kNvwFz4aWK&_nc_oc=Adr2RDddIg9zzpgSkhf_Ay_8wc9aIhfcwqQ1AMFPVRxtTGutlBGL4o_DIS6s_BntCKKLPgkUjxt0i22yEl2oypLN&_nc_zt=23&_nc_ht=scontent.fcgk33-1.fna&_nc_gid=gzbGVx1tE2UNQS-ctOjiKQ&_nc_ss=7b2a8&oh=00_Af78iJMzk24V2JTOD1y--fhna-ddnMOS59WLSrqr4PTkKg&oe=6A146CF0

    BalasHapus
  7. dibilangin gak percaye Program lcs mending ❌️Tamat, impor kapal lebih jimat kos haha!🍌😄🍌

    kalo diteruskan nasib burok
    Tanda2 Sial
    ❌️2018= Menhan Mat Sabu kata, Kapal Gowing lcs Salah Fotong haha!🤣🍌🤣
    ❌️2026= Menhan baru kata, Hasil Audit Naval Grup, Kapal Gowing lcs SALAH PASANG PIPA & KABEL WIRE, 4000 pcs wajib RE WORK haha!🤥🍌🤥

    ❌️2026= Menhan baru kata, NSM Kensel haha!😆🍌😆

    ❌️NSM=NORWAY STOP MISSILES
    ❌️NORWAY NSM= NOT SELLING MISSILES
    ❌️NORWAY NSM= NOT SENDING MISSILES
    ❌️NSM=NASIB SIAL MISQUEEN
    ❌️NSM=NASIB SIAL MALINGCIA
    ❌️NSM=NOT SENDING MISSILES
    ❌️NSM=NIH SIA-SIA MISSILES
    ❌️NSM= NULL SENDING MISSILE

    Norwegia NSM hanya buat klan Nato dan sahabat( ally)..
    ternyata negri🎰kasino semenanjung kuala lumpo tipe m, tak dianggap..KENA BLOKIR dah haha!😋🍌😋

    hasilnya rancangan frigat halimunan nunggu 20 tahun, last last GANBOT haha!😵‍💫🍌😵‍💫
    skarang jadi bahan Ketawa satu Planet sepanjang masa haha!😝🍌😝

    Norway Halted Malaysia’s NSM Missiles — And Created a Bigger Problem
    https://youtube.com/watch?v=R_1dTx3fKxE&pp=ugUHEgVlbi1VUw%3D%3D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sembang NSM sejak 2018 ternyata NUNGGAK bayar alias Ngutang, sekarang mengemis uang klaim ke Norway...

      Lawak....🤣🤣🤣😂😂🤪😋😛

      Hapus
    2. nyoiihhh, seblah salah sendiri, andai dulu tak ada drama bns gowing delay, trus nsm dah lunas..pasti norwegia kirim yak om pedang haha!😎😝😋

      Hapus
  8. GYROSCOPE NSM NORWEGIA BY USA = ITAR USA
    ART USD 240 B = KLAIM KELUAR ART “MISSPOKEN” = BANNED NSM MALAYDESH
    MISSPOKEN (ASBUN : ASAL BUNYI)
    NOT INFORMED US OF WITHDRAWAL
    😀😝🤣😀😝🤣😀😝🤣
    ---------------------------------
    MALAYDESH HAS NOT INFORMED US OF WITHDRAWAL FROM TRADE DEAL: OFFICIAL ......
    The status of the deal has been unclear since the Malaydesh trade minister said that last month’s U.S. Supreme Court ruling rendered the agreement “void.”
    https://thediplomat.com/2026/03/confusion-reigns-after-malaydeshn-minister-declares-us-trade-agreement-null-and-void/
    --------------------------------
    CORRECTION. THE MINISTER MALAYDESH HAD “MISSPOKEN (ASBUN : ASAL BUNYI)”,
    https://www.scmp.com/week-asia/economics/article/3346749/confusion-over-malaydesh-us-trade-deal-null-and-void-claim-retracted
    ---------------------------------
    1️⃣ DATA UTANG MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
    Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
    Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
    -
    2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
    Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
    --------------------------------
    1️⃣ DATA YANG MALAYDESH 2025
    Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
    Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
    Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
    -
    2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2025
    Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
    Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
    ---------------------------------
    BERGANTUNG KE INDONESIA
    MALAYDESH IMPOR = 23,97 JUTA METRIK TON (MT) BATUBARA
    MALING GAS
    NGEMIS BATUBARA
    NGEMIS BERAS
    -
    Volume impor batubara Malaydesh dari Indonesia menunjukkan tren yang signifikan, menempatkan Malaydesh sebagai salah satu dari lima tujuan ekspor terbesar bagi batubara Indonesia.
    Berdasarkan data realisasi tahun 2024 dan 2025, berikut adalah rincian volumenya:
    Tahun 2025: Malaydesh mengimpor sebanyak 23,97 juta metrik ton (MT) batubara dari Indonesia.
    Tahun 2024: Volume impor tercatat sebesar 27,18 juta ton, yang menunjukkan adanya sedikit penurunan volume pada tahun berikutnya.
    -
    Ketergantungan: Malaydesh sangat bergantung pada pasokan Indonesia, di mana lebih dari 50% hingga 80% total kebutuhan batubara nasionalnya dipasok oleh Indonesia.
    ________________________________________
    Malaydesh merupakan salah satu pasar utama bagi ekspor batubara Indonesia. Berdasarkan data terbaru tahun 2025 dan awal 2026, berikut adalah gambaran volume dan nilai impor batubara Malaydesh dari Indonesia:
    Tren Impor dan Ketergantungan
    Ketergantungan Tinggi: Malaydesh mengimpor sekitar 80% dari total kebutuhan konsumsi batubara domestiknya.
    Rekor Tertinggi: Impor batubara termal Malaydesh dilaporkan mencapai rekor tertinggi pada tahun 2025 seiring dengan peningkatan pembangkitan listrik berbasis batubara di negara tersebut.
    Kebutuhan PLTU: Sebagai gambaran skala kebutuhan, satu unit pembangkit listrik seperti PLTU Manjung di Perak saja memerlukan pasokan sekitar 10 juta ton per tahun yang mayoritas dipasok dari Indonesia.

    BalasHapus
  9. INDONESIA .....
    STATUS 2026: RAKSASA EKONOMI & MILITER ELIT
    Realisasi SIPRI (Full Shopping): Terdaftar sebagai importir senjata terbesar ke-18 dunia. Kontrak aktif 1 lembar penuh: Rafale F-4, A400M Atlas, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora.
    Model Pengadaan (Buying): Pembelian aset baru secara tunai/kredit ekspor sehat. Kepemilikan aset penuh menjamin kedaulatan operasional jangka panjang tanpa ketergantungan sewa.
    Modernisasi Aktif: Mengganti alutsista tua dengan teknologi Generasi 4.5 ke atas secara sistematis di tiga matra (Darat, Laut, Udara).
    Ketahanan Fiskal (Sangat Sehat):
    GDP: USD 1,44 Triliun (Hegemon ekonomi kawasan).
    Gov. Debt: 40% dari PDB (Jauh di bawah batas aman 60%).
    Household Debt: Sangat rendah (16% GDP).
    Daya Gentar (GFP 13 Dunia): Pemimpin mutlak ASEAN dengan skor kekuatan elit global.
    ________________________________________
    MALAYDESH.......
    STATUS 2023-2026: SPIRAL UTANG & DEMILITERISASI DE FACTO
    2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Pemangkasan anggaran operasional seluruh instansi akibat krisis ekonomi dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
    2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: 24.100 PHK (Data SOCSO); Petronas pangkas 5.000 karyawan. Januari 2026 jadi puncak krisis.
    2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total pengadaan militer oleh PM Anwar Ibrahim akibat skandal korupsi dan kartel Kemenhan.
    2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Status KOSONG selama 2 tahun berturut-turut. Sejajar dengan negara ekonomi kecil (Laos/Kamboja).
    Model Pengadaan (Leasing/Sewa): Krisis likuiditas memaksa militer beralih ke skema sewa untuk 32+ item (Blackhawk, AW139, simulator, kendaraan taktis).
    Fiskal Kritis (Zona Merah):
    Gov. Debt: 69% dari PDB (Melewati batas limit 65%).
    Household Debt: 84,3% dari GDP (Tertinggi di ASEAN).
    Debt-Servicing: 58% pinjaman baru habis hanya untuk membayar bunga dan cicilan utang lama.
    Kronologi "Prank" Alutsista (Zonk):
    2014: Rafale (Mangkrak). | 2018: MRSS PT PAL (Zonk).
    2024-2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak/Unit tidak tiba).
    2026: F/A-18 Hornet Kuwait (Resmi Batal karena biaya & evaluasi buruk).
    Daya Gentar (GFP 42 Dunia): Merosot tajam dan resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
    KESIMPULAN:
    INDONESIA MODERNIASI TUNAI & GDP USD 1,44T VS MALAYDESH MILITER SEWAAN & UTANG 70% PDB
    --------------------------------
    2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
    2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
    2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
    2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
    2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
    2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
    2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
    2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT

    BalasHapus
  10. Sembang NSM sejak 2018 ternyata NUNGGAK bayar alias Ngutang, sekarang mengemis uang klaim ke Norway...

    Lawak....🤣🤣🤣😂😂🤪😋😛

    BalasHapus
    Balasan
    1. biasalah negri🎰kasbon macam paling bner ajah di dunia om pedang haha!🤪🤥🤪

      ibarat lempar batu, sembunyi tangan...
      mreka duluan yg delay, bual kata nsm dah simpan di gudang
      tau tau bayar berperingkat..alias NGUTANG🍌
      coba 2011 nsm dibayar lunas, takkan ada masalah skrg haha!😵‍💫😉🍌

      Hapus
  11. JANGAN DIBANDINGKAN DENGAN LCS MAHARAOMPONG RONGSOK MALONDESH, GUYS......BEDA LEVEL SANGAT JAUH SEKALI 🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  12. Norway tidak mau rudal buatan negaranya dipasang dikapal maharogelele rongsok baja nipis hasil negara IQ idiot malondesh.
    Kapal lcs salah potong, salah pasang pipa dan salah pasang kabel.
    🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  13. 2018-2026 GORILA KLAIM CASH = BERPERINGKAT (MENCICIL)
    NSM (NASIB SIAL MISKIN) : BAATAL
    NSM (NASIB SIAL MENCICIL) : BANNED
    ----------------------------------
    2018 (Uang Muka — 10%): Malaysia membayar uang muka dari total kontrak 124 juta Euro (RM571-600 juta) untuk mempersenjatai 6 kapal
    -
    LCS.2019 – 2022 (Sistem Peluncur — Berperingkat): Pembayaran cicilan untuk sistem peluncur (launchers) di atas dek kapal. Lunas 100% untuk fisik peluncur yang telah dikirim.
    -
    2023 – 2024 (Amunisi Rudal — Berperingkat): Pembayaran cicilan untuk produksi fisik amunisi rudal. Pembayaran khusus unit rudal menyentuh 70%.
    -
    2025 (Kontrak Tambahan): Malaysia membayar uang muka 20% untuk pesanan 2 unit peluncur baru bagi kapal OPV Kelas Kedah.
    -
    Maret 2026 (Total Pembayaran 95% & Pembatalan): Total dana terkumpul yang sudah dibayar Malaysia mencapai 95% (RM583 juta). Namun, Norwegia mendadak membatalkan izin ekspor rudal tepat sebelum pengiriman. Sisa 5% pembayaran dibekukan
    ----------------------------------
    PERDANA MENTERI =
    DEFACT
    KILL PREGNANT WOMEN
    -
    LCS =
    MANGKRAK 15 YEARS
    BANNED NSM
    -
    LMS B1 =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    LMS B2 =
    DOWNGRADE BABUR CLASS
    NO TORPEDO
    -
    LEKIU =
    EXO B2 EXPIRED
    RADAR CMS USANG
    -
    KASTURI =
    EXO B2 EXPIRED
    NO TORPEDO
    -
    LAKSAMANA =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    KEDAH =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    PERDANA =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    HANDALAN =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    JERUNG =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    ----------------------------------
    SU-30MKM =
    LOW SERVICEABILITY
    SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
    CANARY PROJECT DELAY
    -
    F/A-18D HORNET =
    AGING AIRFRAME
    LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
    DEPENDENT ON US UPGRADE
    -
    HAWK 108/208 =
    FREQUENT CRASHES
    OBSOLETE AVIONICS
    GROUNDED ISSUES
    -
    MIG-29N (RETIRED) =
    TOTAL FAILURE
    LOGISTIC NIGHTMARE
    MOTHBALLED AT KUANTAN
    -
    FA-50M (ON ORDER) =
    LIGHTWEIGHT ONLY
    DELAYED DELIVERY
    NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
    BANNED AMRAAM 120
    -
    C-130 HERCULES =
    METAL FATIGUE
    OVERWORKED
    ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
    ----------------------------------
    PT-91M PENDEKAR =
    POLISH SPARES DISCONTINUED
    TRANSMISSION ISSUES (RENK)
    ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
    -
    AV8 GEMPITA =
    TENDER IRREGULARITIES
    UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
    INTEGRATION DELAY
    -
    ACV-15 ADNAN =
    AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
    OBSOLETE ELECTRONICS
    -
    FV101 SCORPION =
    RECOMMENDED RETIREMENT
    MAINTENANCE NIGHTMARE
    END OF SERVICE LIFE
    -
    MILDEF TARANTULA =
    LIMITED ADOPTION
    OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
    DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
    -
    CONDOR 4X4 / SIBMAS =
    RETIRED STATUS (2023)
    MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
    -
    ASTROS II (MLRS) =
    EXPENSIVE AMMUNITION
    LACK OF PRECISION GUIDANCE
    PLATFORM AGING

    BalasHapus
  14. 1 Merah Putih gunboat vs 5 Maharajalela.....
    Bikin ngakak...🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2018-2026 .......BOTOL
      GORILA KLAIM CASH = BERPERINGKAT (MENCICIL)
      NSM (NASIB SIAL MISKIN) : BATAL
      NSM (NASIB SIAL MENCICIL) : BANNED
      ----------------------------------
      2018 (Uang Muka — 10%): Malaydesh membayar uang muka dari total kontrak 124 juta Euro (RM571-600 juta) untuk mempersenjatai 6 kapal
      -
      LCS.2019 – 2022 (Sistem Peluncur — Berperingkat): Pembayaran cicilan untuk sistem peluncur (launchers) di atas dek kapal. Lunas 100% untuk fisik peluncur yang telah dikirim.
      -
      2023 – 2024 (Amunisi Rudal — Berperingkat): Pembayaran cicilan untuk produksi fisik amunisi rudal. Pembayaran khusus unit rudal menyentuh 70%.
      -
      2025 (Kontrak Tambahan): Malaydesh membayar uang muka 20% untuk pesanan 2 unit peluncur baru bagi kapal OPV Kelas Kedah.
      -
      Maret 2026 (Total Pembayaran 95% & Pembatalan): Total dana terkumpul yang sudah dibayar Malaydesh mencapai 95% (RM583 juta). Namun, Norwegia mendadak membatalkan izin ekspor rudal tepat sebelum pengiriman. Sisa 5% pembayaran dibekukan
      ----------------------------------
      PERDANA MENTERI =
      DEFACT
      KILL PREGNANT WOMEN
      -
      LCS =
      MANGKRAK 15 YEARS
      BANNED NSM
      -
      LMS B1 =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      LMS B2 =
      DOWNGRADE BABUR CLASS
      NO TORPEDO
      -
      LEKIU =
      EXO B2 EXPIRED
      RADAR CMS USANG
      -
      KASTURI =
      EXO B2 EXPIRED
      NO TORPEDO
      -
      LAKSAMANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      KEDAH =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      PERDANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      HANDALAN =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      JERUNG =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      ----------------------------------
      SU-30MKM =
      LOW SERVICEABILITY
      SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
      CANARY PROJECT DELAY
      -
      F/A-18D HORNET =
      AGING AIRFRAME
      LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
      DEPENDENT ON US UPGRADE
      -
      HAWK 108/208 =
      FREQUENT CRASHES
      OBSOLETE AVIONICS
      GROUNDED ISSUES
      -
      MIG-29N (RETIRED) =
      TOTAL FAILURE
      LOGISTIC NIGHTMARE
      MOTHBALLED AT KUANTAN
      -
      FA-50M (ON ORDER) =
      LIGHTWEIGHT ONLY
      DELAYED DELIVERY
      NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
      BANNED AMRAAM 120
      -
      C-130 HERCULES =
      METAL FATIGUE
      OVERWORKED
      ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
      ----------------------------------
      PT-91M PENDEKAR =
      POLISH SPARES DISCONTINUED
      TRANSMISSION ISSUES (RENK)
      ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
      -
      AV8 GEMPITA =
      TENDER IRREGULARITIES
      UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
      INTEGRATION DELAY
      -
      ACV-15 ADNAN =
      AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
      OBSOLETE ELECTRONICS
      -
      FV101 SCORPION =
      RECOMMENDED RETIREMENT
      MAINTENANCE NIGHTMARE
      END OF SERVICE LIFE
      -
      MILDEF TARANTULA =
      LIMITED ADOPTION
      OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
      DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
      -
      CONDOR 4X4 / SIBMAS =
      RETIRED STATUS (2023)
      MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
      -
      ASTROS II (MLRS) =
      EXPENSIVE AMMUNITION
      LACK OF PRECISION GUIDANCE
      PLATFORM AGING

      Hapus
    2. 2018-2026 .......BOTOL
      GORILA KLAIM CASH = BERPERINGKAT (MENCICIL)
      NSM (NASIB SIAL MISKIN) : BATAL
      NSM (NASIB SIAL MENCICIL) : BANNED
      ----------------------------------
      2018 (Uang Muka — 10%): Malaydesh membayar uang muka dari total kontrak 124 juta Euro (RM571-600 juta) untuk mempersenjatai 6 kapal
      -
      LCS.2019 – 2022 (Sistem Peluncur — Berperingkat): Pembayaran cicilan untuk sistem peluncur (launchers) di atas dek kapal. Lunas 100% untuk fisik peluncur yang telah dikirim.
      -
      2023 – 2024 (Amunisi Rudal — Berperingkat): Pembayaran cicilan untuk produksi fisik amunisi rudal. Pembayaran khusus unit rudal menyentuh 70%.
      -
      2025 (Kontrak Tambahan): Malaydesh membayar uang muka 20% untuk pesanan 2 unit peluncur baru bagi kapal OPV Kelas Kedah.
      -
      Maret 2026 (Total Pembayaran 95% & Pembatalan): Total dana terkumpul yang sudah dibayar Malaydesh mencapai 95% (RM583 juta). Namun, Norwegia mendadak membatalkan izin ekspor rudal tepat sebelum pengiriman. Sisa 5% pembayaran dibekukan
      ----------------------------------
      PERDANA MENTERI =
      DEFACT
      KILL PREGNANT WOMEN
      -
      LCS =
      MANGKRAK 15 YEARS
      BANNED NSM
      -
      LMS B1 =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      LMS B2 =
      DOWNGRADE BABUR CLASS
      NO TORPEDO
      -
      LEKIU =
      EXO B2 EXPIRED
      RADAR CMS USANG
      -
      KASTURI =
      EXO B2 EXPIRED
      NO TORPEDO
      -
      LAKSAMANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      KEDAH =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      PERDANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      HANDALAN =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      JERUNG =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      ----------------------------------
      SU-30MKM =
      LOW SERVICEABILITY
      SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
      CANARY PROJECT DELAY
      -
      F/A-18D HORNET =
      AGING AIRFRAME
      LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
      DEPENDENT ON US UPGRADE
      -
      HAWK 108/208 =
      FREQUENT CRASHES
      OBSOLETE AVIONICS
      GROUNDED ISSUES
      -
      MIG-29N (RETIRED) =
      TOTAL FAILURE
      LOGISTIC NIGHTMARE
      MOTHBALLED AT KUANTAN
      -
      FA-50M (ON ORDER) =
      LIGHTWEIGHT ONLY
      DELAYED DELIVERY
      NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
      BANNED AMRAAM 120
      -
      C-130 HERCULES =
      METAL FATIGUE
      OVERWORKED
      ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
      ----------------------------------
      PT-91M PENDEKAR =
      POLISH SPARES DISCONTINUED
      TRANSMISSION ISSUES (RENK)
      ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
      -
      AV8 GEMPITA =
      TENDER IRREGULARITIES
      UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
      INTEGRATION DELAY
      -
      ACV-15 ADNAN =
      AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
      OBSOLETE ELECTRONICS
      -
      FV101 SCORPION =
      RECOMMENDED RETIREMENT
      MAINTENANCE NIGHTMARE
      END OF SERVICE LIFE
      -
      MILDEF TARANTULA =
      LIMITED ADOPTION
      OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
      DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
      -
      CONDOR 4X4 / SIBMAS =
      RETIRED STATUS (2023)
      MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
      -
      ASTROS II (MLRS) =
      EXPENSIVE AMMUNITION
      LACK OF PRECISION GUIDANCE
      PLATFORM AGING

      Hapus
    3. 2018-2026 .......BOTOL
      GORILA KLAIM CASH = BERPERINGKAT (MENCICIL)
      NSM (NASIB SIAL MISKIN) : BATAL
      NSM (NASIB SIAL MENCICIL) : BANNED
      ----------------------------------
      2018 (Uang Muka — 10%): Malaydesh membayar uang muka dari total kontrak 124 juta Euro (RM571-600 juta) untuk mempersenjatai 6 kapal
      -
      LCS.2019 – 2022 (Sistem Peluncur — Berperingkat): Pembayaran cicilan untuk sistem peluncur (launchers) di atas dek kapal. Lunas 100% untuk fisik peluncur yang telah dikirim.
      -
      2023 – 2024 (Amunisi Rudal — Berperingkat): Pembayaran cicilan untuk produksi fisik amunisi rudal. Pembayaran khusus unit rudal menyentuh 70%.
      -
      2025 (Kontrak Tambahan): Malaydesh membayar uang muka 20% untuk pesanan 2 unit peluncur baru bagi kapal OPV Kelas Kedah.
      -
      Maret 2026 (Total Pembayaran 95% & Pembatalan): Total dana terkumpul yang sudah dibayar Malaydesh mencapai 95% (RM583 juta). Namun, Norwegia mendadak membatalkan izin ekspor rudal tepat sebelum pengiriman. Sisa 5% pembayaran dibekukan
      ======================
      2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
      ----------------------------------
      2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
      ----------------------------------
      2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
      ----------------------------------
      2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
      ----------------------------------
      2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
      ----------------------------------
      2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
      ----------------------------------
      2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..
      ----------------------------------
      😝KLAIM PINTAR 15 TAHUN MANGKRAK = BOTOL😝

      Hapus
    4. NGEMIS = BERAS JAGUNG BATUBARA - BATAL = F18 NSM UH60A CUT BUDGET
      1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
      2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
      3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
      4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONDESH
      5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
      6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
      7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
      8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
      9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
      --------------------------------
      FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
      LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
      MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
      DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
      -
      FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
      BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
      AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
      --------------------------------
      DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      • UTANG PEMERINTAH FEDERAL PER KAPITA: RM 36,139
      • UTANG RUMAH TANGGA PER KAPITA: RM 45,859
      Angka-angka ini cukup signifikan dan menunjukkan tingkat ketergantungan yang tinggi pada utang baik di tingkat pemerintah maupun rumah tangga.
      Implikasi Detail terhadap Perekonomian Riil:
      Implikasi Gabungan (Utang Pemerintah + Utang Rumah Tangga):
      1. Risiko Krisis Keuangan yang Lebih Tinggi:
      o Penjelasan: Kombinasi utang pemerintah dan rumah tangga yang tinggi menciptakan dua front kerentanan. Jika salah satu sektor goyah, ia bisa menarik sektor lainnya ke dalam masalah.
      o Dampak Riil: Jika terjadi perlambatan ekonomi, baik pemerintah maupun rumah tangga akan kesulitan membayar utang, menciptakan efek domino yang parah dan potensi krisis keuangan yang dalam.
      2. Ruang Gerak Kebijakan yang Terbatas:
      o Penjelasan: Baik pemerintah maupun bank sentral memiliki ruang gerak yang terbatas untuk merespons krisis ekonomi.
      o Dampak Riil:
       Stimulus Fiskal Sulit: Pemerintah mungkin kesulitan meluncurkan paket stimulus fiskal (misalnya, melalui pengeluaran infrastruktur atau bantuan sosial) jika utangnya sudah sangat tinggi.
       Batas Bawah Suku Bunga: Bank sentral mungkin sudah menurunkan suku bunga ke tingkat yang sangat rendah untuk mendukung ekonomi, sehingga tidak banyak lagi "amunisi" tersisa jika terjadi krisis lebih lanjut.
      3. Ketidakpastian Ekonomi dan Investor:
      o Penjelasan: Tingkat utang yang tinggi secara keseluruhan menciptakan ketidakpastian bagi investor domestik maupun asing.
      o Dampak Riil: Investor cenderung menghindari negara dengan tingkat utang yang meragukan, mengurangi investasi dan berpotensi memicu pelarian modal (capital flight), yang akan melemahkan mata uang dan memperburuk kondisi ekonomi.

      Hapus
    5. NGEMIS = BERAS JAGUNG BATUBARA - BATAL = F18 NSM UH60A CUT BUDGET
      1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
      2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
      3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
      4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONDESH
      5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
      6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
      7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
      8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
      9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
      --------------------------------
      FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
      LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
      MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
      DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
      -
      FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
      BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
      AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
      --------------------------------
      DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG FOR SUBSIDI BBM
      Malaydesh bisa membiayai subsidi dengan hutang negara:
      1. Anggaran Pemerintah dan Defisit:
      • Anggaran Tahunan: SeTIAP TAHUN TIPU-TIPU, pemerintah Malaydesh menyusun anggaran yang menguraikan perkiraan pendapatan dan pengeluaran. Subsidi adalah salah satu komponen pengeluaran yang signifikan, meliputi subsidi bahan bakar, listrik, makanan, dan lain-lain.
      • 🦧GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN: Jika total pengeluaran melebihi total pendapatan yang diperkirakan, pemerintah mengalami 🦧GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN. Untuk menutupi defisit ini, pemerintah harus mencari sumber pendanaan tambahan.
      2. Mekanisme Pembiayaan Defisit (dan Subsidi):
      Ketika pemerintah memutuskan untuk memberikan subsidi tetapi tidak memiliki cukup uang tunai dari pendapatan saat ini, mereka akan meminjam. Berikut adalah cara-cara utama:
      • Penerbitan Obligasi Pemerintah:
      o Apa itu Obligasi? Obligasi adalah surat hutang yang diterbitkan oleh pemerintah untuk meminjam uang dari investor (individu, institusi keuangan, bank, dll.). Investor membeli obligasi ini dengan janji akan menerima pembayaran bunga secara berkala dan pengembalian pokok pada saat jatuh tempo.
      o Bagaimana Terkait Subsidi? Dana yang terkumpul dari penjualan obligasi ini kemudian dapat digunakan untuk mendanai berbagai program pemerintah, termasuk pembayaran subsidi. Ini secara efektif berarti pemerintah meminjam uang untuk membayar subsidi, dan pinjaman ini menjadi bagian dari hutang negara.
      o Contoh di Malaydesh: Malaydesh secara rutin menerbitkan obligasi pemerintah seperti Malaydeshn Government Securities (MGS) dan Malaydeshn Government Investment Issues (MGII) untuk membiayai pengeluaran dan proyek pembangunan.
      • Pinjaman dari Lembaga Keuangan:
      o Pemerintah juga dapat meminjam langsung dari bank domestik atau lembaga keuangan internasional (misalnya, Bank Dunia, Asian Development Bank), meskipun ini kurang umum untuk pembiayaan subsidi rutin dan lebih sering untuk proyek-proyek besar atau saat krisis.
      3. Dampak terhadap Hutang Negara:
      • Peningkatan Hutang: Setiap kali pemerintah meminjam uang untuk membiayai subsidi (atau pengeluaran lain), jumlah total hutang negara akan meningkat.
      • Beban Bunga: Peningkatan hutang berarti pemerintah juga harus membayar bunga atas pinjaman tersebut. Pembayaran bunga ini menjadi pengeluaran tahunan dalam anggaran pemerintah, yang berarti sebagian dari pendapatan negara harus dialokasikan untuk membayar bunga hutang daripada untuk program lain.

      Hapus
    6. NGEMIS = BERAS JAGUNG BATUBARA - BATAL = F18 NSM UH60A CUT BUDGET
      1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
      2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
      3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
      4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONDESH
      5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
      6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
      7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
      8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
      9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
      --------------------------------
      FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
      LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
      MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
      DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
      -
      FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
      BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
      AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
      --------------------------------
      DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      1. DENDA= USUSD83,8 juta
      Seperti dikutip The Edge Malaydesh (19/9/2025), Kontraktor pertahanan Aerotree Defence and Services Sdn Bhd telah mengajukan gugatan sebesar RM353 juta (USUSD83,8 juta) terhadap pemerintah dan Kementerian Pertahanan Malaydesh atas pembatalan perjanjian sewa lima tahun
      -------------
      2. SKANDAL KAPAL TEMPUR PESISIR (LITTORAL COMBAT SHIP/LCS)
      Ini adalah salah satu skandal pengadaan militer terbesar dan paling kontroversial di Malaydesh.
      • Proyek: Pengadaan enam kapal tempur pesisir untuk Angkatan Laut Kerajaan Malaydesh (Royal Malaydeshn Navy/RMN).
      • Nilai Proyek: Kontrak senilai RM9 miliar (sekitar USUSD2 miliar) ditandatangani pada tahun 2011.
      • Masalah Utama:
      a. Tidak ada kapal yang selesai: Meskipun pemerintah telah membayar lebih dari RM6 miliar, hingga kini belum ada satu pun dari enam kapal yang selesai dan dikirimkan.
      b. Penyalahgunaan dana: Laporan investigasi menemukan adanya dugaan penyalahgunaan dana, pembayaran yang tidak semestinya, dan penggelembungan harga (mark-up). Dana yang seharusnya digunakan untuk proyek justru digunakan untuk tujuan lain.
      c. Politik dan korupsi: Skandal ini menyeret sejumlah nama pejabat tinggi, termasuk mantan menteri pertahanan, yang diduga terlibat dalam praktik korupsi dan nepotisme.
      -------------
      3. SKANDAL KAPAL SELAM SCORPENE
      Skandal ini telah menjadi berita utama selama bertahun-tahun, bahkan melibatkan pengadilan di Prancis.
      • Proyek: Pembelian dua kapal selam kelas Scorpene dari perusahaan Prancis, DCNS (sekarang Naval Group), pada tahun 2002.
      • Nilai Proyek: Sekitar RM5,4 miliar.
      • Masalah Utama:
      a. Komisi besar-besaran: Terdapat dugaan pembayaran komisi sebesar 114 juta Euro kepada sebuah perusahaan yang terkait dengan pejabat senior Malaydesh.
      b. Kasus pembunuhan: Skandal ini juga terkait dengan pembunuhan seorang penerjemah wanita asal Mongolia, Altantuya Shaariibuu, yang diduga memiliki informasi terkait kontrak tersebut. Kasus ini telah menjadi salah satu babak tergelap dalam sejarah politik Malaydesh.

      Hapus
    7. NGEMIS = BERAS JAGUNG BATUBARA - BATAL = F18 NSM UH60A CUT BUDGET
      1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
      2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
      3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
      4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONDESH
      5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
      6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
      7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
      8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
      9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
      --------------------------------
      FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
      LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
      MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
      DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
      -
      FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
      BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
      AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
      --------------------------------
      DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      Types of Loan Financing
      1. Foreign Export Credit:
      o Mechanism: When Malaydesh decides to buy defense equipment from a foreign country (e.g., submarines from France, fighter jets from Russia), the exporting country's government or its export credit agency often provides favorable loan terms to Malaydesh. This isn't just a commercial deal; it's a strategic tool for the exporting nation to promote its defense industry and build political influence.
      o Advantages for Malaydesh:
       Lower Interest Rates: Often come with subsidized interest rates compared to commercial loans.
       Longer Repayment Periods: Allows for spreading the cost over many years, easing immediate budget pressure.
      o Risks:
       Currency Risk: Loans are typically denominated in the currency of the exporting country (e.g., Euros, USD, Rubles). If the Malaydeshn Ringgit depreciates against these currencies, the cost of repayment in Ringgit terms increases significantly.
       Political Influence: The exporting country might gain leverage over Malaydesh's foreign policy or defense decisions due to the debt.
      -----------------
      2. International Bank Loans:
      o Mechanism: Malaydesh can secure loans from commercial banks or syndicates of banks, often international institutions, to finance defense purchases. These are more straightforward commercial transactions.
      o Advantages for Malaydesh:
       Flexibility: Can be used to purchase equipment from various suppliers, not tied to a specific exporting country's credit lines.
       Market Rates: While interest rates are market-driven, competitive bidding among banks can secure reasonable terms.
      o Risks:
       Higher Interest Rates: Generally higher than government-backed export credits.
       Shorter Repayment Periods: Compared to export credits, these might demand quicker repayment.
       Strict Covenants: Banks often impose covenants (conditions) that the borrower must adhere to, potentially limiting financial flexibility.

      Hapus
    8. KAYA HEAVY FREGAT = MISKIN KORVET : LMS NO SONAR NO TORPEDO - LCS BLOKIR NSM
      -
      Welcome to in force .......
      1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
      4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
      2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
      2 UNIT FREEGAT ISTIF
      2 UNIT SCORPENE EVOLVED
      -
      62 KRI (BUATAN INDONESIA 2006–2025)
      1. Kapal Cepat Rudal (KCR) – PT PAL ➡️ Total: 6 unit
      KRI Kapak 625
      KRI Panah 626
      KRI Kerambit 627
      KRI Sampari 628
      KRI Tombak 629
      KRI Halasan 630
      -
      2. Kapal Cepat Rudal (KCR) – Swasta Nasional ➡️ Total: 9 unit
      KRI Clurit 641
      KRI Kujang 642
      KRI Beladau 643
      KRI Alamang 644
      KRI Surik 645
      KRI Siwar 646
      KRI Parang 647
      KRI Terapang 648
      KRI Golok 688 (Trimaran)
      -
      3. Kapal Patroli Cepat – Swasta Nasional ➡️ Total: 25 unit
      KRI Pari – 849
      KRI Sembilang – 850
      KRI Sidat – 851
      KRI Cakalang – 852
      KRI Tatihu – 853
      KRI Layaran – 854
      KRI Madidihang – 855
      KRI Kurau – 856
      KRI Torani – 860
      KRI Lepu – 861
      KRI Albakora – 867
      KRI Bubara – 868
      KRI Gulamah – 869
      KRI Posepa – 870
      KRI Escolar – 871
      KRI Karotang – 872
      KRI Mata Bongsang – 873
      KRI Dorang – 874
      KRI Bawal – 875
      KRI Tuna – 876
      KRI Marlin – 877
      KRI Butana – 878
      KRI Selar – 879
      KRI Hampala – 880
      KRI Lumba-Lumba – 881
      -
      4. Kapal Korvet – Swasta Nasional ➡️ Total: 8 unit
      KRI Diponegoro 365
      KRI Hasanuddin 366
      KRI Sultan Iskandar Muda 367
      KRI Frans Kaisiepo 368
      KRI Bung Karno 369
      KRI Bung Hatta 370
      KRI Raja Ali Fisabilillah 391
      KRI Lukas Rumkoren 392
      -
      5. Kapal Logistik – Swasta Nasional ➡️ Total: 4 unit
      KRI Dumai 904
      KRI Tarakan 905
      KRI Bontang 906
      KRI Balongan 907
      -
      6. Kapal LPD (Landing Platform Dock) – PT PAL ➡️ Total: 3 unit
      KRI Semarang 594
      KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
      KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
      -
      7. Kapal Pemetaan Bawah Air – Swasta Nasional ➡️ Total: 1 unit
      KRI Pollux 935
      8. Kapal Selam – PT PAL (ToT Korsel) ➡️ Total: 3 unit
      KRI Nagapasa 403
      KRI Ardadedali 404
      KRI Alugoro 405
      9. Produk Baru 2025 ➡️ Total: 3 unit
      KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih)
      KRI Belati 622 (KCR)
      KRI Kerambit 627 (KCR)
      📊 Total Keseluruhan
      KCR PT PAL = 6
      KCR Swasta = 9
      Kapal Patroli Cepat = 25
      Korvet = 4
      Logistik = 4
      LPD = 3
      Pemetaan = 1
      Kapal Selam = 3
      Produk Baru 2025 = 3
      ➡️ TOTAL: 62 kapal perang produksi dalam negeri (2006–2025).
      ===========
      ===========
      LCS PAY DEBT NGPVs = seperti didedahkan Jawatankuasa Kira-kira Wang Negara (PAC) dan CEO LTAT, syarikat BNS menggunakan RM400 juta daripada PAYan pendahuluan bagi projek LCS untuk menjelaskan DEBT lapuk bagi projek NGPV," syarikat PSC-Naval Dockyard pada Disember 2005 sebelum dijenaMALAYDESH semula menjadi syarikat Boustead Naval Dockyard Sdn Bhd
      -----
      17 KREDITUR LCS = Besides MTU Services, others include Contraves Sdn Bhd, Axima Concept SA, Contraves Advanced Devices Sdn Bhd, Contraves Electrodynamics Sdn Bhd and Tyco Fire, Security & Services MALAYDESH Sdn Bhd, as well as iXblue SAS, iXblue Sdn Bhd and Protank Mission Systems Sdn Bhd. Also included are Bank Pembangunan MALAYDESH Bhd, AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd, MTU Services, Affin Hwang Investment Bank Bhd, Bank Muamalat MALAYDESH Bhd, Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat MALAYDESH Bhd, Malayan Banking Bhd (Maybank) and KUWAIT FINANCE HOUSE (MALAYDESH ) BHD.

      Hapus
  15. SATU Merah Putih gunboat vs LIMA Maharajalela.....
    Bikin ngakak...
    🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2018-2026 .......
      GORILA KLAIM CASH = BERPERINGKAT (MENCICIL)
      NSM (NASIB SIAL MISKIN) : BAATAL
      NSM (NASIB SIAL MENCICIL) : BANNED
      ----------------------------------
      2018 (Uang Muka — 10%): Malaydesh membayar uang muka dari total kontrak 124 juta Euro (RM571-600 juta) untuk mempersenjatai 6 kapal
      -
      LCS.2019 – 2022 (Sistem Peluncur — Berperingkat): Pembayaran cicilan untuk sistem peluncur (launchers) di atas dek kapal. Lunas 100% untuk fisik peluncur yang telah dikirim.
      -
      2023 – 2024 (Amunisi Rudal — Berperingkat): Pembayaran cicilan untuk produksi fisik amunisi rudal. Pembayaran khusus unit rudal menyentuh 70%.
      -
      2025 (Kontrak Tambahan): Malaydesh membayar uang muka 20% untuk pesanan 2 unit peluncur baru bagi kapal OPV Kelas Kedah.
      -
      Maret 2026 (Total Pembayaran 95% & Pembatalan): Total dana terkumpul yang sudah dibayar Malaydesh mencapai 95% (RM583 juta). Namun, Norwegia mendadak membatalkan izin ekspor rudal tepat sebelum pengiriman. Sisa 5% pembayaran dibekukan
      ----------------------------------
      PERDANA MENTERI =
      DEFACT
      KILL PREGNANT WOMEN
      -
      LCS =
      MANGKRAK 15 YEARS
      BANNED NSM
      -
      LMS B1 =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      LMS B2 =
      DOWNGRADE BABUR CLASS
      NO TORPEDO
      -
      LEKIU =
      EXO B2 EXPIRED
      RADAR CMS USANG
      -
      KASTURI =
      EXO B2 EXPIRED
      NO TORPEDO
      -
      LAKSAMANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      KEDAH =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      PERDANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      HANDALAN =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      JERUNG =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      ----------------------------------
      SU-30MKM =
      LOW SERVICEABILITY
      SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
      CANARY PROJECT DELAY
      -
      F/A-18D HORNET =
      AGING AIRFRAME
      LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
      DEPENDENT ON US UPGRADE
      -
      HAWK 108/208 =
      FREQUENT CRASHES
      OBSOLETE AVIONICS
      GROUNDED ISSUES
      -
      MIG-29N (RETIRED) =
      TOTAL FAILURE
      LOGISTIC NIGHTMARE
      MOTHBALLED AT KUANTAN
      -
      FA-50M (ON ORDER) =
      LIGHTWEIGHT ONLY
      DELAYED DELIVERY
      NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
      BANNED AMRAAM 120
      -
      C-130 HERCULES =
      METAL FATIGUE
      OVERWORKED
      ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
      ----------------------------------
      PT-91M PENDEKAR =
      POLISH SPARES DISCONTINUED
      TRANSMISSION ISSUES (RENK)
      ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
      -
      AV8 GEMPITA =
      TENDER IRREGULARITIES
      UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
      INTEGRATION DELAY
      -
      ACV-15 ADNAN =
      AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
      OBSOLETE ELECTRONICS
      -
      FV101 SCORPION =
      RECOMMENDED RETIREMENT
      MAINTENANCE NIGHTMARE
      END OF SERVICE LIFE
      -
      MILDEF TARANTULA =
      LIMITED ADOPTION
      OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
      DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
      -
      CONDOR 4X4 / SIBMAS =
      RETIRED STATUS (2023)
      MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
      -
      ASTROS II (MLRS) =
      EXPENSIVE AMMUNITION
      LACK OF PRECISION GUIDANCE
      PLATFORM AGING

      Hapus
    2. 2018-2026 .......BOTOL
      GORILA KLAIM CASH = BERPERINGKAT (MENCICIL)
      NSM (NASIB SIAL MISKIN) : BATAL
      NSM (NASIB SIAL MENCICIL) : BANNED
      ----------------------------------
      2018 (Uang Muka — 10%): Malaydesh membayar uang muka dari total kontrak 124 juta Euro (RM571-600 juta) untuk mempersenjatai 6 kapal
      -
      LCS.2019 – 2022 (Sistem Peluncur — Berperingkat): Pembayaran cicilan untuk sistem peluncur (launchers) di atas dek kapal. Lunas 100% untuk fisik peluncur yang telah dikirim.
      -
      2023 – 2024 (Amunisi Rudal — Berperingkat): Pembayaran cicilan untuk produksi fisik amunisi rudal. Pembayaran khusus unit rudal menyentuh 70%.
      -
      2025 (Kontrak Tambahan): Malaydesh membayar uang muka 20% untuk pesanan 2 unit peluncur baru bagi kapal OPV Kelas Kedah.
      -
      Maret 2026 (Total Pembayaran 95% & Pembatalan): Total dana terkumpul yang sudah dibayar Malaydesh mencapai 95% (RM583 juta). Namun, Norwegia mendadak membatalkan izin ekspor rudal tepat sebelum pengiriman. Sisa 5% pembayaran dibekukan
      ----------------------------------
      PERDANA MENTERI =
      DEFACT
      KILL PREGNANT WOMEN
      -
      LCS =
      MANGKRAK 15 YEARS
      BANNED NSM
      -
      LMS B1 =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      LMS B2 =
      DOWNGRADE BABUR CLASS
      NO TORPEDO
      -
      LEKIU =
      EXO B2 EXPIRED
      RADAR CMS USANG
      -
      KASTURI =
      EXO B2 EXPIRED
      NO TORPEDO
      -
      LAKSAMANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      KEDAH =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      PERDANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      HANDALAN =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      JERUNG =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      ----------------------------------
      SU-30MKM =
      LOW SERVICEABILITY
      SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
      CANARY PROJECT DELAY
      -
      F/A-18D HORNET =
      AGING AIRFRAME
      LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
      DEPENDENT ON US UPGRADE
      -
      HAWK 108/208 =
      FREQUENT CRASHES
      OBSOLETE AVIONICS
      GROUNDED ISSUES
      -
      MIG-29N (RETIRED) =
      TOTAL FAILURE
      LOGISTIC NIGHTMARE
      MOTHBALLED AT KUANTAN
      -
      FA-50M (ON ORDER) =
      LIGHTWEIGHT ONLY
      DELAYED DELIVERY
      NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
      BANNED AMRAAM 120
      -
      C-130 HERCULES =
      METAL FATIGUE
      OVERWORKED
      ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
      ----------------------------------
      PT-91M PENDEKAR =
      POLISH SPARES DISCONTINUED
      TRANSMISSION ISSUES (RENK)
      ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
      -
      AV8 GEMPITA =
      TENDER IRREGULARITIES
      UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
      INTEGRATION DELAY
      -
      ACV-15 ADNAN =
      AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
      OBSOLETE ELECTRONICS
      -
      FV101 SCORPION =
      RECOMMENDED RETIREMENT
      MAINTENANCE NIGHTMARE
      END OF SERVICE LIFE
      -
      MILDEF TARANTULA =
      LIMITED ADOPTION
      OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
      DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
      -
      CONDOR 4X4 / SIBMAS =
      RETIRED STATUS (2023)
      MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
      -
      ASTROS II (MLRS) =
      EXPENSIVE AMMUNITION
      LACK OF PRECISION GUIDANCE
      PLATFORM AGING

      Hapus
    3. 2018-2026 .......BOTOL
      GORILA KLAIM CASH = BERPERINGKAT (MENCICIL)
      NSM (NASIB SIAL MISKIN) : BATAL
      NSM (NASIB SIAL MENCICIL) : BANNED
      ----------------------------------
      2018 (Uang Muka — 10%): Malaydesh membayar uang muka dari total kontrak 124 juta Euro (RM571-600 juta) untuk mempersenjatai 6 kapal
      -
      LCS.2019 – 2022 (Sistem Peluncur — Berperingkat): Pembayaran cicilan untuk sistem peluncur (launchers) di atas dek kapal. Lunas 100% untuk fisik peluncur yang telah dikirim.
      -
      2023 – 2024 (Amunisi Rudal — Berperingkat): Pembayaran cicilan untuk produksi fisik amunisi rudal. Pembayaran khusus unit rudal menyentuh 70%.
      -
      2025 (Kontrak Tambahan): Malaydesh membayar uang muka 20% untuk pesanan 2 unit peluncur baru bagi kapal OPV Kelas Kedah.
      -
      Maret 2026 (Total Pembayaran 95% & Pembatalan): Total dana terkumpul yang sudah dibayar Malaydesh mencapai 95% (RM583 juta). Namun, Norwegia mendadak membatalkan izin ekspor rudal tepat sebelum pengiriman. Sisa 5% pembayaran dibekukan
      ======================
      2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
      ----------------------------------
      2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
      ----------------------------------
      2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
      ----------------------------------
      2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
      ----------------------------------
      2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
      ----------------------------------
      2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
      ----------------------------------
      2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..
      ----------------------------------
      😝KLAIM PINTAR 15 TAHUN MANGKRAK = BOTOL😝

      Hapus
    4. NGEMIS = BERAS JAGUNG BATUBARA - BATAL = F18 NSM UH60A CUT BUDGET
      1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
      2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
      3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
      4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONDESH
      5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
      6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
      7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
      8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
      9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
      --------------------------------
      FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
      LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
      MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
      DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
      -
      FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
      BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
      AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
      --------------------------------
      DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      DENDA= USUSD83,8 juta
      • RM17.5 million in special damages
      • RM38.7 million in further damages
      • USUSD38.7 million (about RM297.3 million) in additional compensation
      -------------
      Defence contractor Aerotree Defence & Services Sdn Bhd has filed a RM353 million lawsuit against the Malaydeshn government and Defence Ministry for cancelling a five-year lease agreement involving four US-made Blackhawk UH-60A helicopters for the Malaydeshn army's air force unit.
      Filed through Messrs Hafarizam, Wan Aisha & Mubarak at the Kuala Lumpur High Court, the suit names the Defence Ministry secretary general, the ministry, and the federal government as defendants.
      In the statement of claim sighted by The Edge, Aerotree Defence is asking the court to order the Defence Ministry and the government to follow through with the helicopter lease deal based on the acceptance letter dated April 17, 2023. If the deal can’t be carried out, the company wants:
      • RM17.5 million in special damages
      • RM38.7 million in further damages
      • USUSD38.7 million (about RM297.3 million) in additional compensation
      Aerotree is also seeking to block the government from using a RM1.87 million bank guarantee it provided, and is asking for general damages for loss of reputation, plus exemplary and aggravated damages to be decided by the court.
      In its 31-page claim, Aerotree said the government had agreed to lease four Blackhawk helicopters for five years at RM187.5 million. The deal was a Private Finance Initiative, meaning the government wouldn’t bear any cost or risk, as Aerotree would own, operate, and maintain the helicopters. The company said the helicopters were fully mission-capable, including for air force transport operations.
      Aerotree is seeking a court declaration that the government’s termination of the agreement on Oct 31, 2024, is null and void.

      Hapus
    5. NGEMIS = BERAS JAGUNG BATUBARA - BATAL = F18 NSM UH60A CUT BUDGET
      1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
      2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
      3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
      4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONDESH
      5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
      6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
      7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
      8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
      9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
      --------------------------------
      FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
      LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
      MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
      DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
      -
      FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
      BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
      AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
      --------------------------------
      DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG BARTER
      -------------
      Barter & Hutang Pengadaan Alutsista Malaydesh
      1. Kapal Selam Scorpene
      • Skema: Loan agreement + offset industri
      • Detail:
      a. Dibeli dari Naval Group (Prancis) dengan nilai sekitar RM 3.4 miliar.
      b. Pembayaran dilakukan melalui pinjaman luar negeri (PLN) yang disetujui oleh Kementerian Keuangan Malaydesh.
      c. Termasuk offset berupa pelatihan awak, pembangunan fasilitas, dan kerja sama dengan PT PAL2.
      -----------------
      2. Kapal LCS (Littoral Combat Ship)
      • Skema: Loan agreement + milestone payment
      • Detail:
      a. Proyek LCS melibatkan Boustead Naval Shipyard (BNS) dan Thales.
      b. Pembayaran dilakukan bertahap sesuai progres pembangunan.
      c. Menggunakan pinjaman dalam negeri dan luar negeri, namun proyek ini mengalami keterlambatan dan audit karena masalah manajemen.
      -----------------
      3. Kapal NGPV (New Generation Patrol Vessel)
      • Skema: Loan agreement + offset lokal
      • Detail:
      a. Dipesan dari BNS dengan desain MEKO A-100 dari Jerman.
      b. Pembayaran dilakukan melalui pinjaman pemerintah dan milestone kontrak.
      c. Offset berupa pembangunan galangan kapal dan pelatihan teknisi lokal.
      -----------------
      4. Tank PT-91M Pendekar
      • Skema: Loan agreement bilateral
      • Detail:
      a. Dibeli dari Polandia dengan nilai sekitar USD 370 juta.
      b. Pembayaran dilakukan melalui pinjaman bilateral antara pemerintah Malaydesh dan Polandia.
      c. Termasuk pelatihan awak dan dukungan teknis dari Bumar Labedy.
      -----------------
      6. Pesawat FA-50M
      • Skema: Loan agreement + offset industri
      • Detail:
      a. Malaydesh menandatangani kontrak dengan Korea Aerospace Industries (KAI).
      b. Pembayaran dilakukan melalui pinjaman luar negeri dan milestone pengiriman.
      c. Offset berupa pelatihan pilot dan teknisi serta kerja sama industri dirgantara.
      🔁 Tabel Ringkasan Skema Pembayaran
      Alutsista Skema Pembayaran Hutang
      Scorpene Loan agreement + offset ✅
      Kapal LCS Loan + milestone ✅
      Kapal NGPV Loan + offset ✅
      Tank PT-91M Loan bilateral ✅
      FA-50M Loan + offset ✅

      Hapus
    6. NGEMIS = BERAS JAGUNG BATUBARA - BATAL = F18 NSM UH60A CUT BUDGET
      1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
      2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
      3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
      4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONDESH
      5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
      6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
      7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
      8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
      9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
      --------------------------------
      FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
      LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
      MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
      DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
      -
      FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
      BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
      AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
      --------------------------------
      DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      LOAN-BASED PROCUREMENT IN MALAYDESH’S MILITARY
      Malaydesh often uses loan agreements to finance large-scale defense acquisitions, especially when the cost exceeds annual defense budgets. These loans can be sourced from foreign governments, international banks, or domestic financial institutions, and are structured to support long-term modernization goals.
      🔑 Key Features of Loan Procurement
      Feature Description
      Source of Loan Foreign governments (e.g., Poland, France, Korea), export credit agencies, or domestic banks.
      Tenor & Terms Typically 5–15 years, with grace periods and interest rates negotiated based on bilateral ties.
      Repayment Structure Paid in installments tied to delivery milestones or operational readiness.
      Currency Often denominated in USD, EUR, or local currency depending on supplier.
      Guarantees May involve sovereign guarantees or performance bonds.
      Offset Clauses Includes industrial participation, technology transfer, or local assembly.
      🛡️ Examples of Loan-Based Military Procurement
      1. Scorpene Submarines (France)
      • Loan Type: Foreign loan via French financial institutions.
      • Value: RM3.4 billion.
      • Offset: Training, infrastructure, and technology transfer to Boustead Naval Shipyard.
      2. PT-91M Pendekar Tanks (Poland)
      • Loan Type: Bilateral loan agreement with Poland.
      • Value: USD 370 million.
      • Offset: Crew training and maintenance support.
      3. FA-50M Fighter Jets (South Korea)
      • Loan Type: Export credit facility from Korean financial institutions.
      • Value: RM4.08 billion.
      • Offset: Pilot training, simulator systems, and potential local maintenance hub.
      4. NGPV Patrol Vessels (Germany)
      • Loan Type: Structured financing with German partners.
      • Value: RM5.35 billion.
      • Offset: Local shipbuilding capacity and technology transfer.

      Hapus
    7. KAYA HEAVY FREGAT = MISKIN KORVET : LMS NO SONAR NO TORPEDO - LCS BLOKIR NSM
      -
      Welcome to in force .......
      1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
      4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
      2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
      2 UNIT FREEGAT ISTIF
      2 UNIT SCORPENE EVOLVED
      -
      62 KRI (BUATAN INDONESIA 2006–2025)
      1. Kapal Cepat Rudal (KCR) – PT PAL ➡️ Total: 6 unit
      KRI Kapak 625
      KRI Panah 626
      KRI Kerambit 627
      KRI Sampari 628
      KRI Tombak 629
      KRI Halasan 630
      -
      2. Kapal Cepat Rudal (KCR) – Swasta Nasional ➡️ Total: 9 unit
      KRI Clurit 641
      KRI Kujang 642
      KRI Beladau 643
      KRI Alamang 644
      KRI Surik 645
      KRI Siwar 646
      KRI Parang 647
      KRI Terapang 648
      KRI Golok 688 (Trimaran)
      -
      3. Kapal Patroli Cepat – Swasta Nasional ➡️ Total: 25 unit
      KRI Pari – 849
      KRI Sembilang – 850
      KRI Sidat – 851
      KRI Cakalang – 852
      KRI Tatihu – 853
      KRI Layaran – 854
      KRI Madidihang – 855
      KRI Kurau – 856
      KRI Torani – 860
      KRI Lepu – 861
      KRI Albakora – 867
      KRI Bubara – 868
      KRI Gulamah – 869
      KRI Posepa – 870
      KRI Escolar – 871
      KRI Karotang – 872
      KRI Mata Bongsang – 873
      KRI Dorang – 874
      KRI Bawal – 875
      KRI Tuna – 876
      KRI Marlin – 877
      KRI Butana – 878
      KRI Selar – 879
      KRI Hampala – 880
      KRI Lumba-Lumba – 881
      -
      4. Kapal Korvet – Swasta Nasional ➡️ Total: 8 unit
      KRI Diponegoro 365
      KRI Hasanuddin 366
      KRI Sultan Iskandar Muda 367
      KRI Frans Kaisiepo 368
      KRI Bung Karno 369
      KRI Bung Hatta 370
      KRI Raja Ali Fisabilillah 391
      KRI Lukas Rumkoren 392
      -
      5. Kapal Logistik – Swasta Nasional ➡️ Total: 4 unit
      KRI Dumai 904
      KRI Tarakan 905
      KRI Bontang 906
      KRI Balongan 907
      -
      6. Kapal LPD (Landing Platform Dock) – PT PAL ➡️ Total: 3 unit
      KRI Semarang 594
      KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
      KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
      -
      7. Kapal Pemetaan Bawah Air – Swasta Nasional ➡️ Total: 1 unit
      KRI Pollux 935
      8. Kapal Selam – PT PAL (ToT Korsel) ➡️ Total: 3 unit
      KRI Nagapasa 403
      KRI Ardadedali 404
      KRI Alugoro 405
      9. Produk Baru 2025 ➡️ Total: 3 unit
      KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih)
      KRI Belati 622 (KCR)
      KRI Kerambit 627 (KCR)
      📊 Total Keseluruhan
      KCR PT PAL = 6
      KCR Swasta = 9
      Kapal Patroli Cepat = 25
      Korvet = 4
      Logistik = 4
      LPD = 3
      Pemetaan = 1
      Kapal Selam = 3
      Produk Baru 2025 = 3
      ➡️ TOTAL: 62 kapal perang produksi dalam negeri (2006–2025).
      ===========
      ===========
      LCS PAY DEBT NGPVs = seperti didedahkan Jawatankuasa Kira-kira Wang Negara (PAC) dan CEO LTAT, syarikat BNS menggunakan RM400 juta daripada PAYan pendahuluan bagi projek LCS untuk menjelaskan DEBT lapuk bagi projek NGPV," syarikat PSC-Naval Dockyard pada Disember 2005 sebelum dijenaMALAYDESH semula menjadi syarikat Boustead Naval Dockyard Sdn Bhd
      -----
      17 KREDITUR LCS = Besides MTU Services, others include Contraves Sdn Bhd, Axima Concept SA, Contraves Advanced Devices Sdn Bhd, Contraves Electrodynamics Sdn Bhd and Tyco Fire, Security & Services MALAYDESH Sdn Bhd, as well as iXblue SAS, iXblue Sdn Bhd and Protank Mission Systems Sdn Bhd. Also included are Bank Pembangunan MALAYDESH Bhd, AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd, MTU Services, Affin Hwang Investment Bank Bhd, Bank Muamalat MALAYDESH Bhd, Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat MALAYDESH Bhd, Malayan Banking Bhd (Maybank) and KUWAIT FINANCE HOUSE (MALAYDESH ) BHD.

      Hapus
    8. KAYA HEAVY FREGAT = MISKIN KORVET : LMS NO SONAR NO TORPEDO - LCS BLOKIR NSM
      -
      Welcome to in force .......
      1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
      4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
      2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
      2 UNIT FREEGAT ISTIF
      2 UNIT SCORPENE EVOLVED
      -
      62 KRI (BUATAN INDONESIA 2006–2025)
      1. Kapal Cepat Rudal (KCR) – PT PAL ➡️ Total: 6 unit
      KRI Kapak 625
      KRI Panah 626
      KRI Kerambit 627
      KRI Sampari 628
      KRI Tombak 629
      KRI Halasan 630
      -
      2. Kapal Cepat Rudal (KCR) – Swasta Nasional ➡️ Total: 9 unit
      KRI Clurit 641
      KRI Kujang 642
      KRI Beladau 643
      KRI Alamang 644
      KRI Surik 645
      KRI Siwar 646
      KRI Parang 647
      KRI Terapang 648
      KRI Golok 688 (Trimaran)
      -
      3. Kapal Patroli Cepat – Swasta Nasional ➡️ Total: 25 unit
      KRI Pari – 849
      KRI Sembilang – 850
      KRI Sidat – 851
      KRI Cakalang – 852
      KRI Tatihu – 853
      KRI Layaran – 854
      KRI Madidihang – 855
      KRI Kurau – 856
      KRI Torani – 860
      KRI Lepu – 861
      KRI Albakora – 867
      KRI Bubara – 868
      KRI Gulamah – 869
      KRI Posepa – 870
      KRI Escolar – 871
      KRI Karotang – 872
      KRI Mata Bongsang – 873
      KRI Dorang – 874
      KRI Bawal – 875
      KRI Tuna – 876
      KRI Marlin – 877
      KRI Butana – 878
      KRI Selar – 879
      KRI Hampala – 880
      KRI Lumba-Lumba – 881
      -
      4. Kapal Korvet – Swasta Nasional ➡️ Total: 8 unit
      KRI Diponegoro 365
      KRI Hasanuddin 366
      KRI Sultan Iskandar Muda 367
      KRI Frans Kaisiepo 368
      KRI Bung Karno 369
      KRI Bung Hatta 370
      KRI Raja Ali Fisabilillah 391
      KRI Lukas Rumkoren 392
      -
      5. Kapal Logistik – Swasta Nasional ➡️ Total: 4 unit
      KRI Dumai 904
      KRI Tarakan 905
      KRI Bontang 906
      KRI Balongan 907
      -
      6. Kapal LPD (Landing Platform Dock) – PT PAL ➡️ Total: 3 unit
      KRI Semarang 594
      KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
      KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
      -
      7. Kapal Pemetaan Bawah Air – Swasta Nasional ➡️ Total: 1 unit
      KRI Pollux 935
      8. Kapal Selam – PT PAL (ToT Korsel) ➡️ Total: 3 unit
      KRI Nagapasa 403
      KRI Ardadedali 404
      KRI Alugoro 405
      9. Produk Baru 2025 ➡️ Total: 3 unit
      KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih)
      KRI Belati 622 (KCR)
      KRI Kerambit 627 (KCR)
      📊 Total Keseluruhan
      KCR PT PAL = 6
      KCR Swasta = 9
      Kapal Patroli Cepat = 25
      Korvet = 4
      Logistik = 4
      LPD = 3
      Pemetaan = 1
      Kapal Selam = 3
      Produk Baru 2025 = 3
      ➡️ TOTAL: 62 kapal perang produksi dalam negeri (2006–2025).
      ===========
      ===========
      CHANGE SKIN = CHANGE NAME = MANGKRAK DELATED 15 YEARS .....
      PSC = 1995 = TRAWLERS
      PSC > BNS = 2005 = NGPVs (PAY 27 UNIT REAL 6 UNIT)
      BNS > LUNAS = 2024 = LCS PAY 6 UNIT DELAYED 15 YEARS
      PSC-Naval Dockyard founded 1995. In 2005, Public Accounts Committee (PAC) unveiled serious corruption in the PCS-ND and caused solemn concern from the public. Under pressure of the public, MALAYDESH government enforced a reorganize result the PCS-ND to be taken over by Boustead Heavy Industries Corporation and renamed as Boustead Naval Shipyard Sdn Bhd. Boustead Heavy Industries Corporation (BHIC) was listed on Bursa MALAYDESH in 2007 and the parent company is Boustead Holdings. BHIC was known for its subsidiary Boustead Naval Shipyard (BNS) which is specialised in naval shipbuilding and ship repair.[5] BNS now had taken over by Government and renamed as Lumut Naval Shipyard (LUNAS) 2024

      Hapus
  16. SATU Merah Putih gunboat vs LIMA Maharajalela.....
    Bikin ngakak...
    🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2018-2026 .......
      GORILA KLAIM CASH = BERPERINGKAT (MENCICIL)
      NSM (NASIB SIAL MISKIN) : BAATAL
      NSM (NASIB SIAL MENCICIL) : BANNED
      ----------------------------------
      2018 (Uang Muka — 10%): Malaydesh membayar uang muka dari total kontrak 124 juta Euro (RM571-600 juta) untuk mempersenjatai 6 kapal
      -
      LCS.2019 – 2022 (Sistem Peluncur — Berperingkat): Pembayaran cicilan untuk sistem peluncur (launchers) di atas dek kapal. Lunas 100% untuk fisik peluncur yang telah dikirim.
      -
      2023 – 2024 (Amunisi Rudal — Berperingkat): Pembayaran cicilan untuk produksi fisik amunisi rudal. Pembayaran khusus unit rudal menyentuh 70%.
      -
      2025 (Kontrak Tambahan): Malaydesh membayar uang muka 20% untuk pesanan 2 unit peluncur baru bagi kapal OPV Kelas Kedah.
      -
      Maret 2026 (Total Pembayaran 95% & Pembatalan): Total dana terkumpul yang sudah dibayar Malaydesh mencapai 95% (RM583 juta). Namun, Norwegia mendadak membatalkan izin ekspor rudal tepat sebelum pengiriman. Sisa 5% pembayaran dibekukan
      ----------------------------------
      PERDANA MENTERI =
      DEFACT
      KILL PREGNANT WOMEN
      -
      LCS =
      MANGKRAK 15 YEARS
      BANNED NSM
      -
      LMS B1 =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      LMS B2 =
      DOWNGRADE BABUR CLASS
      NO TORPEDO
      -
      LEKIU =
      EXO B2 EXPIRED
      RADAR CMS USANG
      -
      KASTURI =
      EXO B2 EXPIRED
      NO TORPEDO
      -
      LAKSAMANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      KEDAH =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      PERDANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      HANDALAN =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      JERUNG =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      ----------------------------------
      SU-30MKM =
      LOW SERVICEABILITY
      SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
      CANARY PROJECT DELAY
      -
      F/A-18D HORNET =
      AGING AIRFRAME
      LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
      DEPENDENT ON US UPGRADE
      -
      HAWK 108/208 =
      FREQUENT CRASHES
      OBSOLETE AVIONICS
      GROUNDED ISSUES
      -
      MIG-29N (RETIRED) =
      TOTAL FAILURE
      LOGISTIC NIGHTMARE
      MOTHBALLED AT KUANTAN
      -
      FA-50M (ON ORDER) =
      LIGHTWEIGHT ONLY
      DELAYED DELIVERY
      NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
      BANNED AMRAAM 120
      -
      C-130 HERCULES =
      METAL FATIGUE
      OVERWORKED
      ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
      ----------------------------------
      PT-91M PENDEKAR =
      POLISH SPARES DISCONTINUED
      TRANSMISSION ISSUES (RENK)
      ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
      -
      AV8 GEMPITA =
      TENDER IRREGULARITIES
      UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
      INTEGRATION DELAY
      -
      ACV-15 ADNAN =
      AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
      OBSOLETE ELECTRONICS
      -
      FV101 SCORPION =
      RECOMMENDED RETIREMENT
      MAINTENANCE NIGHTMARE
      END OF SERVICE LIFE
      -
      MILDEF TARANTULA =
      LIMITED ADOPTION
      OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
      DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
      -
      CONDOR 4X4 / SIBMAS =
      RETIRED STATUS (2023)
      MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
      -
      ASTROS II (MLRS) =
      EXPENSIVE AMMUNITION
      LACK OF PRECISION GUIDANCE
      PLATFORM AGING

      Hapus
    2. 2018-2026 .......BOTOL
      GORILA KLAIM CASH = BERPERINGKAT (MENCICIL)
      NSM (NASIB SIAL MISKIN) : BATAL
      NSM (NASIB SIAL MENCICIL) : BANNED
      ----------------------------------
      2018 (Uang Muka — 10%): Malaydesh membayar uang muka dari total kontrak 124 juta Euro (RM571-600 juta) untuk mempersenjatai 6 kapal
      -
      LCS.2019 – 2022 (Sistem Peluncur — Berperingkat): Pembayaran cicilan untuk sistem peluncur (launchers) di atas dek kapal. Lunas 100% untuk fisik peluncur yang telah dikirim.
      -
      2023 – 2024 (Amunisi Rudal — Berperingkat): Pembayaran cicilan untuk produksi fisik amunisi rudal. Pembayaran khusus unit rudal menyentuh 70%.
      -
      2025 (Kontrak Tambahan): Malaydesh membayar uang muka 20% untuk pesanan 2 unit peluncur baru bagi kapal OPV Kelas Kedah.
      -
      Maret 2026 (Total Pembayaran 95% & Pembatalan): Total dana terkumpul yang sudah dibayar Malaydesh mencapai 95% (RM583 juta). Namun, Norwegia mendadak membatalkan izin ekspor rudal tepat sebelum pengiriman. Sisa 5% pembayaran dibekukan
      ----------------------------------
      PERDANA MENTERI =
      DEFACT
      KILL PREGNANT WOMEN
      -
      LCS =
      MANGKRAK 15 YEARS
      BANNED NSM
      -
      LMS B1 =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      LMS B2 =
      DOWNGRADE BABUR CLASS
      NO TORPEDO
      -
      LEKIU =
      EXO B2 EXPIRED
      RADAR CMS USANG
      -
      KASTURI =
      EXO B2 EXPIRED
      NO TORPEDO
      -
      LAKSAMANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      KEDAH =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      PERDANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      HANDALAN =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      JERUNG =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      ----------------------------------
      SU-30MKM =
      LOW SERVICEABILITY
      SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
      CANARY PROJECT DELAY
      -
      F/A-18D HORNET =
      AGING AIRFRAME
      LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
      DEPENDENT ON US UPGRADE
      -
      HAWK 108/208 =
      FREQUENT CRASHES
      OBSOLETE AVIONICS
      GROUNDED ISSUES
      -
      MIG-29N (RETIRED) =
      TOTAL FAILURE
      LOGISTIC NIGHTMARE
      MOTHBALLED AT KUANTAN
      -
      FA-50M (ON ORDER) =
      LIGHTWEIGHT ONLY
      DELAYED DELIVERY
      NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
      BANNED AMRAAM 120
      -
      C-130 HERCULES =
      METAL FATIGUE
      OVERWORKED
      ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
      ----------------------------------
      PT-91M PENDEKAR =
      POLISH SPARES DISCONTINUED
      TRANSMISSION ISSUES (RENK)
      ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
      -
      AV8 GEMPITA =
      TENDER IRREGULARITIES
      UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
      INTEGRATION DELAY
      -
      ACV-15 ADNAN =
      AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
      OBSOLETE ELECTRONICS
      -
      FV101 SCORPION =
      RECOMMENDED RETIREMENT
      MAINTENANCE NIGHTMARE
      END OF SERVICE LIFE
      -
      MILDEF TARANTULA =
      LIMITED ADOPTION
      OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
      DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
      -
      CONDOR 4X4 / SIBMAS =
      RETIRED STATUS (2023)
      MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
      -
      ASTROS II (MLRS) =
      EXPENSIVE AMMUNITION
      LACK OF PRECISION GUIDANCE
      PLATFORM AGING

      Hapus
    3. 2018-2026 .......BOTOL
      GORILA KLAIM CASH = BERPERINGKAT (MENCICIL)
      NSM (NASIB SIAL MISKIN) : BATAL
      NSM (NASIB SIAL MENCICIL) : BANNED
      ----------------------------------
      2018 (Uang Muka — 10%): Malaydesh membayar uang muka dari total kontrak 124 juta Euro (RM571-600 juta) untuk mempersenjatai 6 kapal
      -
      LCS.2019 – 2022 (Sistem Peluncur — Berperingkat): Pembayaran cicilan untuk sistem peluncur (launchers) di atas dek kapal. Lunas 100% untuk fisik peluncur yang telah dikirim.
      -
      2023 – 2024 (Amunisi Rudal — Berperingkat): Pembayaran cicilan untuk produksi fisik amunisi rudal. Pembayaran khusus unit rudal menyentuh 70%.
      -
      2025 (Kontrak Tambahan): Malaydesh membayar uang muka 20% untuk pesanan 2 unit peluncur baru bagi kapal OPV Kelas Kedah.
      -
      Maret 2026 (Total Pembayaran 95% & Pembatalan): Total dana terkumpul yang sudah dibayar Malaydesh mencapai 95% (RM583 juta). Namun, Norwegia mendadak membatalkan izin ekspor rudal tepat sebelum pengiriman. Sisa 5% pembayaran dibekukan
      ======================
      2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
      ----------------------------------
      2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
      ----------------------------------
      2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
      ----------------------------------
      2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
      ----------------------------------
      2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
      ----------------------------------
      2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
      ----------------------------------
      2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..
      ----------------------------------
      😝KLAIM PINTAR 15 TAHUN MANGKRAK = BOTOL😝

      Hapus
    4. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
      ________________________________________
      Status Darurat Militer & Pengadaan 2026 –
      • CUT DEFENSE BUDGET: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional seluruh instansi akibat dampak konflik Timur Tengah.
      • NSM BANNED (Mei 2026): Norwegia memblokir total pengiriman rudal NSM karena Malaydesh masuk daftar larangan ekspor senjata canggih non-NATO.
      • FREEZE PROCUREMENT: Per 16 Januari 2026, seluruh kontrak militer dan polisi dibekukan akibat skandal suap yang melibatkan mantan panglima.
      • F/A-18 BATAL: Rencana akuisisi Hornet bekas Kuwait resmi gugur setelah 4 kali pengajuan surat berakhir tanpa hasil.
      • REWORK LCS: Naval Group melakukan audit dan pengerjaan ulang (re-work) pada 4000 instalasi pipa dan kabel yang cacat produksi.
      SIPRI KOSONG & Kegagalan Fiskal (2023–2025) –
      • SIPRI 2024-2025 = KOSONG: Data resmi menunjukkan nol transfer atau pesanan senjata besar ke wilayah Malaydesh.
      • PEMBATALAN TENDER: Pada 2023, MINDEF resmi membatalkan 5 tender infrastruktur dan pasokan untuk mencegah kebocoran anggaran.
      • Anggaran Mini: Selama puluhan tahun anggaran pengadaan sangat kecil, membuat militer gagal melakukan modernisasi aset.
      • Beban Impor: Ketergantungan 100% pada impor dan lemahnya industri lokal membuat biaya pertahanan melambung saat mata uang anjlok.
      Erosi Kedaulatan & Diplomasi "Babu" –
      • Babu Panda Mat Puteh: Terjebak pengaruh China dan Inggris; pasukan RAMD justru sibuk menjaga Istana Buckingham (2024).
      • Kedaulatan Laut Hilang: Kapal Coast Guard China mengepung Beting Patinggi Ali selama 359 hari (2024) dan 257 hari (2025).
      • Ruang Udara Jebol: Tercatat 43 kasus pencerobohan udara asing, termasuk formasi masif pesawat militer asing yang tidak terdeteksi maksimal.
      • Klaim Non-Blok Palsu: Kehadiran militer Australia secara permanen di Pangkalan Butterworth meruntuhkan prinsip politik bebas aktif.
      Isolasi Global & Kegagalan Kepemimpinan –
      • DITOLAK DUNIA: Gagal masuk anggota penuh BRICS & G20; hanya jadi "negara mitra" sementara tetangga (Indonesia) resmi jadi anggota penuh.
      • Diplomasi Memalukan: PM dikritik karena gurauan tidak peka budaya saat bertemu Putin (2025) dan gagal total bertemu Raja Salman di Arab Saudi.
      • PHK Massal: Data SOCSO mencatat puncaknya 24.100 PHK di Januari 2026 akibat memburuknya ekonomi nasional.
      Data Beban Kumulatif Rakyat 2026 –
      • Total Hutang: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB - Melewati batas aman).
      • Beban Per Warga: Setiap penduduk menanggung beban RM 94.544; terjepit hutang pemerintah dan utang rumah tangga yang tertinggi di kawasan

      Hapus
    5. NGEMIS = BERAS JAGUNG BATUBARA - BATAL = F18 NSM UH60A CUT BUDGET
      1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
      2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
      3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
      4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONDESH
      5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
      6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
      7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
      8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
      9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
      --------------------------------
      FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
      LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
      MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
      DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
      -
      FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
      BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
      AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
      --------------------------------
      DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      LOAN-BASED DEFENSE PROCUREMENT: A STRATEGIC FINANCIAL MODEL
      🔹 Why Loans Are Used
      Malaydesh’s annual defense budget is limited and must cover personnel, operations, maintenance, and development. When major acquisitions—such as submarines, fighter jets, or armored vehicles—exceed available funds, the government turns to loan agreements to:
      • Spread payments over multiple years.
      • Avoid sudden budget shocks.
      • Enable long-term modernization without compromising operational readiness.
      -----------------
      🔸 Sources of Loans
      Source Type Description
      Foreign Governments Bilateral defense deals often include soft loans or export credits. Example: Poland for PT-91M tanks.
      Export Credit Agencies Institutions like Korea Eximbank or France’s Coface offer financing tied to defense exports.
      International Banks Commercial banks may offer syndicated loans for large naval or aerospace projects.
      Domestic Institutions Malaydeshn banks or government-linked investment entities may co-finance local components.
      -----------------
      🔸 Structure of Loan Agreements
      Component Details
      Tenor Typically 5–15 years depending on asset lifespan and delivery schedule.
      Grace Period Often 1–3 years during manufacturing phase before repayment begins.
      Interest Rate Negotiated based on bilateral ties; may be fixed or floating.
      Repayment Terms Milestone-based: payments tied to delivery, testing, or commissioning.
      Currency Usually USD or EUR; hedging used to manage forex risk.
      Guarantees Sovereign guarantees or performance bonds to secure repayment.
      -----------------
      🔸 Offset & Industrial Participation
      Loan-based deals often include offset clauses, which benefit Malaydesh’s local defense industry:
      • Technology Transfer: Training, simulators, or assembly know-how.
      • Local Manufacturing: Involvement of Boustead Naval Shipyard, SME Ordnance, or AIROD.
      • Maintenance Contracts: Long-term MRO (Maintenance, Repair, Overhaul) agreements with Malaydeshn firms.



      Hapus
    6. KAYA HEAVY FREGAT = MISKIN KORVET : LMS NO SONAR NO TORPEDO - LCS BLOKIR NSM
      -
      Welcome to in force .......
      1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
      4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
      2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
      2 UNIT FREEGAT ISTIF
      2 UNIT SCORPENE EVOLVED
      -
      62 KRI (BUATAN INDONESIA 2006–2025)
      1. Kapal Cepat Rudal (KCR) – PT PAL ➡️ Total: 6 unit
      KRI Kapak 625
      KRI Panah 626
      KRI Kerambit 627
      KRI Sampari 628
      KRI Tombak 629
      KRI Halasan 630
      -
      2. Kapal Cepat Rudal (KCR) – Swasta Nasional ➡️ Total: 9 unit
      KRI Clurit 641
      KRI Kujang 642
      KRI Beladau 643
      KRI Alamang 644
      KRI Surik 645
      KRI Siwar 646
      KRI Parang 647
      KRI Terapang 648
      KRI Golok 688 (Trimaran)
      -
      3. Kapal Patroli Cepat – Swasta Nasional ➡️ Total: 25 unit
      KRI Pari – 849
      KRI Sembilang – 850
      KRI Sidat – 851
      KRI Cakalang – 852
      KRI Tatihu – 853
      KRI Layaran – 854
      KRI Madidihang – 855
      KRI Kurau – 856
      KRI Torani – 860
      KRI Lepu – 861
      KRI Albakora – 867
      KRI Bubara – 868
      KRI Gulamah – 869
      KRI Posepa – 870
      KRI Escolar – 871
      KRI Karotang – 872
      KRI Mata Bongsang – 873
      KRI Dorang – 874
      KRI Bawal – 875
      KRI Tuna – 876
      KRI Marlin – 877
      KRI Butana – 878
      KRI Selar – 879
      KRI Hampala – 880
      KRI Lumba-Lumba – 881
      -
      4. Kapal Korvet – Swasta Nasional ➡️ Total: 8 unit
      KRI Diponegoro 365
      KRI Hasanuddin 366
      KRI Sultan Iskandar Muda 367
      KRI Frans Kaisiepo 368
      KRI Bung Karno 369
      KRI Bung Hatta 370
      KRI Raja Ali Fisabilillah 391
      KRI Lukas Rumkoren 392
      -
      5. Kapal Logistik – Swasta Nasional ➡️ Total: 4 unit
      KRI Dumai 904
      KRI Tarakan 905
      KRI Bontang 906
      KRI Balongan 907
      -
      6. Kapal LPD (Landing Platform Dock) – PT PAL ➡️ Total: 3 unit
      KRI Semarang 594
      KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
      KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
      -
      7. Kapal Pemetaan Bawah Air – Swasta Nasional ➡️ Total: 1 unit
      KRI Pollux 935
      8. Kapal Selam – PT PAL (ToT Korsel) ➡️ Total: 3 unit
      KRI Nagapasa 403
      KRI Ardadedali 404
      KRI Alugoro 405
      9. Produk Baru 2025 ➡️ Total: 3 unit
      KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih)
      KRI Belati 622 (KCR)
      KRI Kerambit 627 (KCR)
      📊 Total Keseluruhan
      KCR PT PAL = 6
      KCR Swasta = 9
      Kapal Patroli Cepat = 25
      Korvet = 4
      Logistik = 4
      LPD = 3
      Pemetaan = 1
      Kapal Selam = 3
      Produk Baru 2025 = 3
      ➡️ TOTAL: 62 kapal perang produksi dalam negeri (2006–2025).
      ===========
      ===========
      CHANGE SKIN = CHANGE NAME = MANGKRAK DELATED 15 YEARS .....
      PSC = 1995 = TRAWLERS
      PSC > BNS = 2005 = NGPVs (PAY 27 UNIT REAL 6 UNIT)
      BNS > LUNAS = 2024 = LCS PAY 6 UNIT DELAYED 15 YEARS
      PSC-Naval Dockyard founded 1995. In 2005, Public Accounts Committee (PAC) unveiled serious corruption in the PCS-ND and caused solemn concern from the public. Under pressure of the public, MALAYDESH government enforced a reorganize result the PCS-ND to be taken over by Boustead Heavy Industries Corporation and renamed as Boustead Naval Shipyard Sdn Bhd. Boustead Heavy Industries Corporation (BHIC) was listed on Bursa MALAYDESH in 2007 and the parent company is Boustead Holdings. BHIC was known for its subsidiary Boustead Naval Shipyard (BNS) which is specialised in naval shipbuilding and ship repair.[5] BNS now had taken over by Government and renamed as Lumut Naval Shipyard (LUNAS) 2024

      Hapus
    7. KAYA HEAVY FREGAT KSOT TORPEDO = MISKIN KORVET LEMES NO ASW NO SONAR NO TORPEDO
      -
      Welcome to in force .......
      1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
      4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
      2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
      2 UNIT FREEGAT ISTIF
      2 UNIT SCORPENE EVOLVED
      -
      62 KRI (BUATAN INDONESIA 2006–2025)
      1. Kapal Cepat Rudal (KCR) – PT PAL ➡️ Total: 6 unit
      KRI Kapak 625
      KRI Panah 626
      KRI Kerambit 627
      KRI Sampari 628
      KRI Tombak 629
      KRI Halasan 630
      -
      2. Kapal Cepat Rudal (KCR) – Swasta Nasional ➡️ Total: 9 unit
      KRI Clurit 641
      KRI Kujang 642
      KRI Beladau 643
      KRI Alamang 644
      KRI Surik 645
      KRI Siwar 646
      KRI Parang 647
      KRI Terapang 648
      KRI Golok 688 (Trimaran)
      -
      3. Kapal Patroli Cepat – Swasta Nasional ➡️ Total: 25 unit
      KRI Pari – 849
      KRI Sembilang – 850
      KRI Sidat – 851
      KRI Cakalang – 852
      KRI Tatihu – 853
      KRI Layaran – 854
      KRI Madidihang – 855
      KRI Kurau – 856
      KRI Torani – 860
      KRI Lepu – 861
      KRI Albakora – 867
      KRI Bubara – 868
      KRI Gulamah – 869
      KRI Posepa – 870
      KRI Escolar – 871
      KRI Karotang – 872
      KRI Mata Bongsang – 873
      KRI Dorang – 874
      KRI Bawal – 875
      KRI Tuna – 876
      KRI Marlin – 877
      KRI Butana – 878
      KRI Selar – 879
      KRI Hampala – 880
      KRI Lumba-Lumba – 881
      -
      4. Kapal Korvet – Swasta Nasional ➡️ Total: 8 unit
      KRI Diponegoro 365
      KRI Hasanuddin 366
      KRI Sultan Iskandar Muda 367
      KRI Frans Kaisiepo 368
      KRI Bung Karno 369
      KRI Bung Hatta 370
      KRI Raja Ali Fisabilillah 391
      KRI Lukas Rumkoren 392
      -
      5. Kapal Logistik – Swasta Nasional ➡️ Total: 4 unit
      KRI Dumai 904
      KRI Tarakan 905
      KRI Bontang 906
      KRI Balongan 907
      -
      6. Kapal LPD (Landing Platform Dock) – PT PAL ➡️ Total: 3 unit
      KRI Semarang 594
      KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
      KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
      -
      7. Kapal Pemetaan Bawah Air – Swasta Nasional ➡️ Total: 1 unit
      KRI Pollux 935
      8. Kapal Selam – PT PAL (ToT Korsel) ➡️ Total: 3 unit
      KRI Nagapasa 403
      KRI Ardadedali 404
      KRI Alugoro 405
      9. Produk Baru 2025 ➡️ Total: 3 unit
      KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih)
      KRI Belati 622 (KCR)
      KRI Kerambit 627 (KCR)
      📊 Total Keseluruhan
      KCR PT PAL = 6
      KCR Swasta = 9
      Kapal Patroli Cepat = 25
      Korvet = 4
      Logistik = 4
      LPD = 3
      Pemetaan = 1
      Kapal Selam = 3
      Produk Baru 2025 = 3
      ➡️ TOTAL: 62 kapal perang produksi dalam negeri (2006–2025).
      ===========
      ===========
      NAVAL GRUP = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      LCS REWORK (SALAH PASANG)
      LCS REWORK (SALAH PASANG)
      LCS REWORK (SALAH PASANG)
      https://www.airtimes.my/2026/01/28/penyerahan-lcs-1-dan-2-rasmi-ditunda-kapal-pertama-lewat-4-bulan-ke-disember-2026/
      "Naval Group buat audit, lihat supaya semua kerja berjalan sebagaimana spesifikasi, dan mereka telah membuat teguran supaya ditambah baik ataupun re-work pemasangan perpaipan dan juga kabel. Untuk makluman ada 4,000 unit paip, jadi diminta supaya dikaji semula dan dipasang semula," jelas Menteri Pertahanan.
      -
      PAC = TANPA PERSETUJUAN PENUH
      LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
      LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
      LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
      LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
      Masalah utama:
      Reka bentuk bertukar daripada model MEKO A100 (Jerman) yang dipersetujui TLDM kepada Gowind (Perancis) tanpa persetujuan penuh.
      Akibatnya, pemotongan besi dan komponen awal yang sudah dilakukan menjadi tidak relevan (“salah potong”).
      -
      171 ASET USANG 33 TAHUN =
      108 TDM
      29 TUDM
      34 TLDM
      "The total number of MALAYDESH Armed Forces (ATM) assets exceeding 30 years in service comprises 108 units for the Army, 29 units for the Royal MALAYDESH Air Force (RMAF), and 34 units for the Royal MALAYDESH Navy (RMN)," the MALAYDESH Defence Minister

      Hapus
  17. apa 1..masa kau lupa dibawah ini MeWeK😭haha!🦾🚀🦾
    ✅️FMP 4
    ✅️2 PPA
    ✅️2 ISTIF
    ✅️2 DAMEN 10514

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1 FMP memang sanggup Tenggelamkan tak hanya 5 LELE KLAS tapi Seluruh Aset Ganbot Navi negri🎰kasino genting haha!🚀🔥🚀

      Hapus
  18. SHOPPING dimana pun ada hambatan dan jalan keluarnya
    PH
    ❌️BELL 412 EPI, di Blokir Kanada
    ✅️BELL 412 EPX, Lancar Jaya bersama Jepang

    ❌️S26T= Jerman Blokir Mesin MTU 396
    ✅️S26T= Ganti CHD620 Lancar Jaya

    ❌️NSM=NORWAY ST⛔️P MISSILES
    ❌️Bukannya Nego malah nantang Ganti Untung, alamat Di Boikot Yurop Nato..Gowing lcs OMFONG haha!🤣🍌🤣

    BalasHapus
  19. 2011 klaim Kontrak Full Wepon, bukan FFNBW
    2026 Kapal tak siyap haha!😤😁😤
    ❌️NO NSM=NOŔWAY ST⛔️P MISSILES
    ❌️NO VL MICA, hanya LOI

    ini mah GANBOT FULL. si LeMeS jugak haha!😆🍌😆

    BalasHapus
  20. Kutukan Songlap haha!👎🤥🍌
    ❌️2018= Menhan Mat Sabu kata, Kapal Gowing lcs Salah Fotong haha!🤣🍌🤣
    ❌️2026= Menhan baru kata, Hasil Audit Naval Grup, Kapal Gowing lcs SALAH PASANG PIPA & KABEL WIRE, 4000 pcs wajib RE WORK haha!🤥🍌🤥

    ❌️2026= Menhan baru kata, NSM Kensel haha!😆🍌😆


    BalasHapus
  21. 2018-2026 .......BOTOL
    GORILA KLAIM CASH = BERPERINGKAT (MENCICIL)
    NSM (NASIB SIAL MISKIN) : BATAL
    NSM (NASIB SIAL MENCICIL) : BANNED
    ----------------------------------
    2018 (Uang Muka — 10%): Malaydesh membayar uang muka dari total kontrak 124 juta Euro (RM571-600 juta) untuk mempersenjatai 6 kapal
    -
    LCS.2019 – 2022 (Sistem Peluncur — Berperingkat): Pembayaran cicilan untuk sistem peluncur (launchers) di atas dek kapal. Lunas 100% untuk fisik peluncur yang telah dikirim.
    -
    2023 – 2024 (Amunisi Rudal — Berperingkat): Pembayaran cicilan untuk produksi fisik amunisi rudal. Pembayaran khusus unit rudal menyentuh 70%.
    -
    2025 (Kontrak Tambahan): Malaydesh membayar uang muka 20% untuk pesanan 2 unit peluncur baru bagi kapal OPV Kelas Kedah.
    -
    Maret 2026 (Total Pembayaran 95% & Pembatalan): Total dana terkumpul yang sudah dibayar Malaydesh mencapai 95% (RM583 juta). Namun, Norwegia mendadak membatalkan izin ekspor rudal tepat sebelum pengiriman. Sisa 5% pembayaran dibekukan
    ----------------------------------
    PERDANA MENTERI =
    DEFACT
    KILL PREGNANT WOMEN
    -
    LCS =
    MANGKRAK 15 YEARS
    BANNED NSM
    -
    LMS B1 =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    LMS B2 =
    DOWNGRADE BABUR CLASS
    NO TORPEDO
    -
    LEKIU =
    EXO B2 EXPIRED
    RADAR CMS USANG
    -
    KASTURI =
    EXO B2 EXPIRED
    NO TORPEDO
    -
    LAKSAMANA =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    KEDAH =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    PERDANA =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    HANDALAN =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    JERUNG =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    ----------------------------------
    SU-30MKM =
    LOW SERVICEABILITY
    SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
    CANARY PROJECT DELAY
    -
    F/A-18D HORNET =
    AGING AIRFRAME
    LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
    DEPENDENT ON US UPGRADE
    -
    HAWK 108/208 =
    FREQUENT CRASHES
    OBSOLETE AVIONICS
    GROUNDED ISSUES
    -
    MIG-29N (RETIRED) =
    TOTAL FAILURE
    LOGISTIC NIGHTMARE
    MOTHBALLED AT KUANTAN
    -
    FA-50M (ON ORDER) =
    LIGHTWEIGHT ONLY
    DELAYED DELIVERY
    NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
    BANNED AMRAAM 120
    -
    C-130 HERCULES =
    METAL FATIGUE
    OVERWORKED
    ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
    ----------------------------------
    PT-91M PENDEKAR =
    POLISH SPARES DISCONTINUED
    TRANSMISSION ISSUES (RENK)
    ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
    -
    AV8 GEMPITA =
    TENDER IRREGULARITIES
    UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
    INTEGRATION DELAY
    -
    ACV-15 ADNAN =
    AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
    OBSOLETE ELECTRONICS
    -
    FV101 SCORPION =
    RECOMMENDED RETIREMENT
    MAINTENANCE NIGHTMARE
    END OF SERVICE LIFE
    -
    MILDEF TARANTULA =
    LIMITED ADOPTION
    OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
    DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
    -
    CONDOR 4X4 / SIBMAS =
    RETIRED STATUS (2023)
    MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
    -
    ASTROS II (MLRS) =
    EXPENSIVE AMMUNITION
    LACK OF PRECISION GUIDANCE
    PLATFORM AGING

    BalasHapus
  22. 2018-2026 .......BOTOL
    GORILA KLAIM CASH = BERPERINGKAT (MENCICIL)
    NSM (NASIB SIAL MISKIN) : BATAL
    NSM (NASIB SIAL MENCICIL) : BANNED
    ----------------------------------
    2018 (Uang Muka — 10%): Malaydesh membayar uang muka dari total kontrak 124 juta Euro (RM571-600 juta) untuk mempersenjatai 6 kapal
    -
    LCS.2019 – 2022 (Sistem Peluncur — Berperingkat): Pembayaran cicilan untuk sistem peluncur (launchers) di atas dek kapal. Lunas 100% untuk fisik peluncur yang telah dikirim.
    -
    2023 – 2024 (Amunisi Rudal — Berperingkat): Pembayaran cicilan untuk produksi fisik amunisi rudal. Pembayaran khusus unit rudal menyentuh 70%.
    -
    2025 (Kontrak Tambahan): Malaydesh membayar uang muka 20% untuk pesanan 2 unit peluncur baru bagi kapal OPV Kelas Kedah.
    -
    Maret 2026 (Total Pembayaran 95% & Pembatalan): Total dana terkumpul yang sudah dibayar Malaydesh mencapai 95% (RM583 juta). Namun, Norwegia mendadak membatalkan izin ekspor rudal tepat sebelum pengiriman. Sisa 5% pembayaran dibekukan
    ======================
    2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
    ----------------------------------
    2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
    ----------------------------------
    2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
    ----------------------------------
    2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
    ----------------------------------
    2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
    ----------------------------------
    2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
    ----------------------------------
    2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..
    ----------------------------------
    😝KLAIM PINTAR 15 TAHUN MANGKRAK = BOTOL😝

    BalasHapus
  23. AMAZING SO BEAUTYFULL IN THE SKY 🔥🔥🔥🔥🔥

    https://youtube.com/shorts/ZH8LDiA1sAE?si=R943RBg_Kh789fGY

    BalasHapus
  24. 5 MAHARAJAOMPONG AKA GUNBOAT TAK ADA GUNA....KATA BERUK BOTOL PEMBAZIRAN SANGAT 🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  25. FAKTA GUYS......INI BARU NGAKAK KAPAL PERANG BUATAN IQ BELACAN BERUK BOTOL JADI KAPAL KARDUS RONGSOK MOTIF KULIT LIMAU DAN LAWAKAN DUNIA🤣🤣🤣🤣

    HEBOH! Kapal Tempur Maharaja Lele Jadi Bahan Meme, Netizen: Ini Kapal Perang atau Kardus?!

    https://youtu.be/2lmDHbCxZRw?si=ylQYr-Qu8czBgLiN

    #TAMATLAH SUDAH ALKISAH KAMI KATA IPIN 🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  26. pesan 6,
    tau tau tinggal 5 ituw pun NSM=NORWAY ST⛔️P MISSILES haha!🍌😂🍌

    BalasHapus
  27. ENDON ketar ketir guys...

    SATU Gunboat Merah Putih -vs- LIMA Maharajalela.
    Bikin ngakak

    🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2018-2026 .......BOTOL
      GORILA KLAIM CASH = BERPERINGKAT (MENCICIL)
      NSM (NASIB SIAL MISKIN) : BATAL
      NSM (NASIB SIAL MENCICIL) : BANNED
      ----------------------------------
      2018 (Uang Muka — 10%): Malaydesh membayar uang muka dari total kontrak 124 juta Euro (RM571-600 juta) untuk mempersenjatai 6 kapal
      -
      LCS.2019 – 2022 (Sistem Peluncur — Berperingkat): Pembayaran cicilan untuk sistem peluncur (launchers) di atas dek kapal. Lunas 100% untuk fisik peluncur yang telah dikirim.
      -
      2023 – 2024 (Amunisi Rudal — Berperingkat): Pembayaran cicilan untuk produksi fisik amunisi rudal. Pembayaran khusus unit rudal menyentuh 70%.
      -
      2025 (Kontrak Tambahan): Malaydesh membayar uang muka 20% untuk pesanan 2 unit peluncur baru bagi kapal OPV Kelas Kedah.
      -
      Maret 2026 (Total Pembayaran 95% & Pembatalan): Total dana terkumpul yang sudah dibayar Malaydesh mencapai 95% (RM583 juta). Namun, Norwegia mendadak membatalkan izin ekspor rudal tepat sebelum pengiriman. Sisa 5% pembayaran dibekukan
      ======================
      2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
      ----------------------------------
      2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
      ----------------------------------
      2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
      ----------------------------------
      2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
      ----------------------------------
      2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
      ----------------------------------
      2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
      ----------------------------------
      2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..
      ----------------------------------
      😝KLAIM PINTAR 15 TAHUN MANGKRAK = BOTOL😝

      Hapus
    2. 2018-2026 .......BOTOL
      GORILA KLAIM CASH = BERPERINGKAT (MENCICIL)
      NSM (NASIB SIAL MISKIN) : BATAL
      NSM (NASIB SIAL MENCICIL) : BANNED
      ----------------------------------
      2018 (Uang Muka — 10%): Malaydesh membayar uang muka dari total kontrak 124 juta Euro (RM571-600 juta) untuk mempersenjatai 6 kapal
      -
      LCS.2019 – 2022 (Sistem Peluncur — Berperingkat): Pembayaran cicilan untuk sistem peluncur (launchers) di atas dek kapal. Lunas 100% untuk fisik peluncur yang telah dikirim.
      -
      2023 – 2024 (Amunisi Rudal — Berperingkat): Pembayaran cicilan untuk produksi fisik amunisi rudal. Pembayaran khusus unit rudal menyentuh 70%.
      -
      2025 (Kontrak Tambahan): Malaydesh membayar uang muka 20% untuk pesanan 2 unit peluncur baru bagi kapal OPV Kelas Kedah.
      -
      Maret 2026 (Total Pembayaran 95% & Pembatalan): Total dana terkumpul yang sudah dibayar Malaydesh mencapai 95% (RM583 juta). Namun, Norwegia mendadak membatalkan izin ekspor rudal tepat sebelum pengiriman. Sisa 5% pembayaran dibekukan
      ======================
      2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
      ----------------------------------
      2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
      ----------------------------------
      2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
      ----------------------------------
      2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
      ----------------------------------
      2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
      ----------------------------------
      2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
      ----------------------------------
      2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..
      ----------------------------------
      😝KLAIM PINTAR 15 TAHUN MANGKRAK = BOTOL😝

      Hapus
    3. INDONESIA .....
      STATUS 2026: RAKSASA EKONOMI & MILITER ELIT
      Realisasi SIPRI (Full Shopping): Terdaftar sebagai importir senjata terbesar ke-18 dunia. Kontrak aktif 1 lembar penuh: Rafale F-4, A400M Atlas, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora.
      Model Pengadaan (Buying): Pembelian aset baru secara tunai/kredit ekspor sehat. Kepemilikan aset penuh menjamin kedaulatan operasional jangka panjang tanpa ketergantungan sewa.
      Modernisasi Aktif: Mengganti alutsista tua dengan teknologi Generasi 4.5 ke atas secara sistematis di tiga matra (Darat, Laut, Udara).
      Ketahanan Fiskal (Sangat Sehat):
      GDP: USD 1,44 Triliun (Hegemon ekonomi kawasan).
      Gov. Debt: 40% dari PDB (Jauh di bawah batas aman 60%).
      Household Debt: Sangat rendah (16% GDP).
      Daya Gentar (GFP 13 Dunia): Pemimpin mutlak ASEAN dengan skor kekuatan elit global.
      ________________________________________
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: SPIRAL UTANG & DEMILITERISASI DE FACTO
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Pemangkasan anggaran operasional seluruh instansi akibat krisis ekonomi dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: 24.100 PHK (Data SOCSO); Petronas pangkas 5.000 karyawan. Januari 2026 jadi puncak krisis.
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total pengadaan militer oleh PM Anwar Ibrahim akibat skandal korupsi dan kartel Kemenhan.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Status KOSONG selama 2 tahun berturut-turut. Sejajar dengan negara ekonomi kecil (Laos/Kamboja).
      Model Pengadaan (Leasing/Sewa): Krisis likuiditas memaksa militer beralih ke skema sewa untuk 32+ item (Blackhawk, AW139, simulator, kendaraan taktis).
      Fiskal Kritis (Zona Merah):
      Gov. Debt: 69% dari PDB (Melewati batas limit 65%).
      Household Debt: 84,3% dari GDP (Tertinggi di ASEAN).
      Debt-Servicing: 58% pinjaman baru habis hanya untuk membayar bunga dan cicilan utang lama.
      Kronologi "Prank" Alutsista (Zonk):
      2014: Rafale (Mangkrak). | 2018: MRSS PT PAL (Zonk).
      2024-2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak/Unit tidak tiba).
      2026: F/A-18 Hornet Kuwait (Resmi Batal karena biaya & evaluasi buruk).
      Daya Gentar (GFP 42 Dunia): Merosot tajam dan resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      KESIMPULAN:
      INDONESIA MODERNIASI TUNAI & GDP USD 1,44T VS MALAYDESH MILITER SEWAAN & UTANG 70% PDB
      --------------------------------
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT

      Hapus
    4. INDONESIA .....
      STATUS 2026: HEGEMON MUTLAK & PRUDEN
      Kedaulatan & Keamanan (US Fact Sheet):
      NO IZIN TERBANG BEBAS: Tidak ada Blanket Overflight Access; pesawat asing wajib lapor dan memiliki izin diplomatik/keamanan (PP No. 4 Tahun 2018).
      MDCP 2026: Kemitraan strategis dengan AS (Hegseth-Sjafrie) berbasis modernisasi militer, latihan gabungan, dan pendidikan profesional dengan prinsip kedaulatan penuh.
      Ekonomi & Energi:
      Saham Freeport: Kepemilikan nasional melonjak dari 51,23% menjadi 63,23% (Tambahan 12%).
      Energi Prabowo-Putin: Kepastian suplai minyak mentah dan LPG serta transfer teknologi energi hasil tindak lanjut pertemuan Moskow.
      Ketahanan Fiskal (Sangat Sehat):
      Gov. Debt: ~40% PDB (Pruden, jauh di bawah batas aman 60%).
      Household Debt: Sangat rendah (16% PDB), menjamin ketahanan konsumsi domestik.
      Defisit Fiskal: Terkendali di bawah 3%.
      Kekuatan Militer (Peringkat 13 Dunia):
      SIPRI 2024-2025: 1 Lembar Penuh (Rafale F-4, Scorpene Evolved, PPA-L, A400M, Rudal Khan/Bora).
      Modernisasi Aktif: Membangun kekuatan pemukul masif termasuk 48 KAAN (Turki) dan Kapal Induk Garibaldi (Eks-Italia).
      ________________________________________
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Treasury memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat krisis Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: 24.100 PHK (Data SOCSO); Petronas pangkas 5.000 karyawan. Januari 2026 menjadi puncak krisis ekonomi.
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total pengadaan militer oleh PM Anwar Ibrahim per 16 Januari 2026 akibat investigasi suap dan korupsi sistemik.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Status KOSONG/AMNESIA BELANJA selama 2 tahun berturut-turut. Sejajar dengan Laos dan Kamboja.
      Indikator Kejatuhan (GFP 2026):
      Merosot ke Peringkat 42: Resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Timeline "Prank" (Zonk): F/A-18 Hornet Kuwait (Batal), Sewa Black Hawk (Mangkrak), Kapal MRSS PT PAL (Batal).
      Fiskal & Spiral Hutang (Zona Merah):
      Gov. Debt: 69-70% PDB (Overlimit Plafon 65%).
      Household Debt: 84,3% PDB (Mencekik Rakyat).
      Hutang Bayar Hutang: 58% hingga 64,3% pinjaman baru habis hanya untuk membayar bunga dan cicilan utang lama (Debt-servicing).
      Model "Negara Penyewa": Akibat ketiadaan kas, militer beralih ke skema Leasing (Sewa) untuk 32+ item (Helikopter, pesawat latih, kendaraan taktis).
      KESIMPULAN:
      INDONESIA 63% SAHAM FREEPORT + SIPRI PENUH VS MALAYDESH UTANG 70% PDB + SIPRI KOSONG
      --------------------------------
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT

      Hapus
    5. INDONESIA .....
      STATUS 2026: HEGEMON MUTLAK & PRUDEN
      Kedaulatan & Keamanan (US Fact Sheet):
      NO IZIN TERBANG BEBAS: Tidak ada Blanket Overflight Access; pesawat asing wajib lapor dan memiliki izin diplomatik/keamanan (PP No. 4 Tahun 2018).
      MDCP 2026: Kemitraan strategis dengan AS (Hegseth-Sjafrie) berbasis modernisasi militer, latihan gabungan, dan pendidikan profesional dengan prinsip kedaulatan penuh.
      Ekonomi & Energi:
      Saham Freeport: Kepemilikan nasional melonjak dari 51,23% menjadi 63,23% (Tambahan 12%).
      Energi Prabowo-Putin: Kepastian suplai minyak mentah dan LPG serta transfer teknologi energi hasil tindak lanjut pertemuan Moskow.
      Ketahanan Fiskal (Sangat Sehat):
      Gov. Debt: ~40% PDB (Pruden, jauh di bawah batas aman 60%).
      Household Debt: Sangat rendah (16% PDB), menjamin ketahanan konsumsi domestik.
      Defisit Fiskal: Terkendali di bawah 3%.
      Kekuatan Militer (Peringkat 13 Dunia):
      SIPRI 2024-2025: 1 Lembar Penuh (Rafale F-4, Scorpene Evolved, PPA-L, A400M, Rudal Khan/Bora).
      Modernisasi Aktif: Membangun kekuatan pemukul masif termasuk 48 KAAN (Turki) dan Kapal Induk Garibaldi (Eks-Italia).
      ________________________________________
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Treasury memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat krisis Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: 24.100 PHK (Data SOCSO); Petronas pangkas 5.000 karyawan. Januari 2026 menjadi puncak krisis ekonomi.
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total pengadaan militer oleh PM Anwar Ibrahim per 16 Januari 2026 akibat investigasi suap dan korupsi sistemik.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Status KOSONG/AMNESIA BELANJA selama 2 tahun berturut-turut. Sejajar dengan Laos dan Kamboja.
      Indikator Kejatuhan (GFP 2026):
      Merosot ke Peringkat 42: Resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Timeline "Prank" (Zonk): F/A-18 Hornet Kuwait (Batal), Sewa Black Hawk (Mangkrak), Kapal MRSS PT PAL (Batal).
      Fiskal & Spiral Hutang (Zona Merah):
      Gov. Debt: 69-70% PDB (Overlimit Plafon 65%).
      Household Debt: 84,3% PDB (Mencekik Rakyat).
      Hutang Bayar Hutang: 58% hingga 64,3% pinjaman baru habis hanya untuk membayar bunga dan cicilan utang lama (Debt-servicing).
      Model "Negara Penyewa": Akibat ketiadaan kas, militer beralih ke skema Leasing (Sewa) untuk 32+ item (Helikopter, pesawat latih, kendaraan taktis).
      KESIMPULAN:
      INDONESIA 63% SAHAM FREEPORT + SIPRI PENUH VS MALAYDESH UTANG 70% PDB + SIPRI KOSONG
      --------------------------------
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT

      Hapus
    6. INDONESIA .....
      STATUS 2026: HEGEMON MUTLAK & EKONOMI STABIL
      Realisasi Alutsista (SIPRI 2024–2025):
      STATUS LENGKAP: Memiliki daftar belanja satu lembar penuh (Rafale F4, A400M Atlas, Kapal PPA, Rudal Khan/Bora, Drone ANKA-S).
      Peringkat 18 Dunia: Terdaftar sebagai importir senjata terbesar di ASEAN dengan realisasi belanja tunai/kredit ekspor yang sehat.
      Model Pengadaan (Buying): Menjamin kedaulatan operasional jangka panjang melalui kepemilikan penuh aset generasi 4.5 ke atas (Bukan sewa).
      Ketahanan Fiskal (Pruden):
      Gov. Debt: ~40% PDB (Jauh di bawah batas aman undang-undang 60%).
      Household Debt: Sangat rendah (16% PDB), menjaga daya beli domestik tetap kuat.
      Defisit Fiskal: Terkendali di angka 2,9%.
      Daya Gentar (GFP 2026): Peringkat 13 Dunia—Hegemon mutlak Asia Tenggara dengan modernisasi masif di tiga matra.
      ________________________________________
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Treasury memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat krisis ekonomi (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total pengadaan militer oleh PM Anwar Ibrahim akibat investigasi korupsi dan suap pejabat tinggi.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total selama 2 tahun berturut-turut; setara dengan negara ekonomi terkecil (Laos/Kamboja).
      Model "Military-for-Rent": Krisis likuiditas memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Blackhawk, AW139, AW149, pesawat latihan L39).
      Fiskal & Spiral Hutang (Zona Merah):
      Gov. Debt: 69% PDB (Overlimit ambang batas 65%).
      Household Debt: Ekstrem di angka 84,3% PDB; 84% rakyat dilaporkan tidak memiliki tabungan bulanan.
      Debt-Servicing: 58% pinjaman baru di 2026 habis hanya untuk membayar bunga dan pokok utang lama.
      Degradasi & Kehilangan Aset:
      Peringkat GFP 2026: Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Aset Mangkrak/Hilang: Proyek LCS & OPV berkarat di galangan; skandal hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet dari gudang.
      Status Grounded: Mayoritas armada (MiG-29, MB339CM, Nuri) lumpuh tidak bisa terbang karena tiada biaya perawatan.
      Reputasi Internasional: Sanksi CAS/AFC (Kalah WO 0-3 dari Vietnam) akibat kelalaian administrasi pemain ilegal mencerminkan keruntuhan birokrasi sistemik.
      KESIMPULAN:
      INDONESIA MODERNISASI TUNAI & GDP USD 1,44T VS MALAYDESH NEGARA PENYEWA & UTANG 70% PDB
      --------------------------------
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT

      Hapus
    7. MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: PROYEK ZONK & KEBANGKRUTAN STRATEGIS
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik global (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis di Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat di radar internasional (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DAFTAR PROYEK STRATEGIS: 2025 ZONK (HANYA BUAL)
      MRCA (Multi-Role Combat Aircraft) | 2017–2025 = ZONK:
      Rencana ganti MiG-29N sejak 2017 hanya jadi wacana Rafale, Typhoon, dan Gripen.
      Status: Nol kontrak. Fokus turun kasta ke FA-50 (LCA) yang lebih murah karena ketiadaan dana untuk jet tempur kelas berat.
      LCS (Littoral Combat Ship) | 2011–2025 = ZONK:
      Proyek RM 11 Miliar sejak 2011; baru mencapai 72% penyelesaian tanpa satu pun kapal operasional hingga 2025.
      Status: Mangkrak parah akibat skandal tata kelola dan pembengkakan biaya masif.
      SPH (Self-Propelled Howitzer) | 2016–2025 = ZONK:
      Wacana akuisisi K9 Thunder atau CAESAR selama satu dekade tidak membuahkan hasil.
      Status: Nol pengiriman. Artileri Darat tetap mengandalkan sistem tarik yang usang.
      MRSS/LPD (Multi-Role Support Ship) | 2016–2025 = ZONK:
      Hanya masuk dalam rencana di atas kertas (Pelan 15-to-5). Baru dijanjikan mulai diproses pada 2026.
      Status: Belum ada kapal yang dibangun atau dipesan.
      ________________________________________
      AKAR MASALAH: KETIDAKSTABILAN POLITIK & TATA KELOLA
      5x Ganti PM & 6x Ganti Menhan: Ketidakpastian kepemimpinan sejak 2011 (Najib → Mahathir → Muhyiddin → Ismail Sabri → Anwar) menghancurkan kontinuitas kebijakan.
      Bureaucratic Gridlock: Setiap pergantian menteri membawa prioritas baru, memicu siklus tinjau ulang (review) tanpa eksekusi nyata.
      Ketergantungan Asing: Gagal melakukan transfer teknologi yang mandiri, terjebak pada vendor luar tanpa kepastian dukungan dana jangka panjang.
      Bankruptcy Signal: "Bual akan" (berjanji akan) selama 15 tahun tanpa satu pun alutsista strategis yang aktif di 2025 adalah bukti lumpuhnya kapasitas fiskal negara.
      KESIMPULAN:
      5X PM + 6X MOD = MRCA LCS SPH MRSS ZONK TOTAL = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN
      --------------------------------
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT

      Hapus
    8. NGEMIS = BERAS JAGUNG BATUBARA - BATAL = F18 NSM UH60A CUT BUDGET
      1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
      2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
      3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
      4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONDESH
      5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
      6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
      7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
      8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
      9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
      --------------------------------
      FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
      LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
      MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
      DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
      -
      FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
      BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
      AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
      --------------------------------
      DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      Malaydesh's approach to financing large-scale defense acquisitions often involves the use of loan agreements :
      The Need for Loan Agreements
      • High Cost of Modern Defense Systems: Modern military equipment, such as fighter jets, naval vessels, submarines, air defense systems, and advanced armored vehicles, are extremely expensive. A single major acquisition can easily exceed Malaydesh's annual defense budget.
      • Budgetary Constraints: While Malaydesh allocates a significant portion of its budget to defense, there are always competing demands from other sectors like education, healthcare, infrastructure, and social welfare. This limits the amount that can be immediately spent on defense acquisitions.
      • Long-Term Modernization Goals: Malaydesh has a continuous need to modernize its armed forces to maintain regional security, protect its sovereignty, and respond to evolving threats. Loan agreements facilitate these long-term strategic objectives by spreading the financial burden over several years.

      Hapus
    9. NGEMIS = BERAS JAGUNG BATUBARA - BATAL = F18 NSM UH60A CUT BUDGET
      1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
      2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
      3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
      4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONDESH
      5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
      6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
      7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
      8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
      9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
      --------------------------------
      FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
      LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
      MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
      DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
      -
      FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
      BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
      AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
      --------------------------------
      DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      Sources of Loans
      Malaydesh can tap into various sources for these defense-related loans:
      • Foreign Governments (Government-to-Government Loans):
      o Direct Financing: Often, a selling country's government (e.g., France, the UK, Germany, South Korea) will offer direct government-backed loans or credit lines to Malaydesh to facilitate the purchase of their defense products. This can be part of a larger diplomatic or trade package.
      o Export Credit Agencies (ECAs): Many countries have ECAs (e.g., UK Export Finance, COFACE in France, Euler Hermes in Germany) that provide guarantees or direct loans to support their national defense industries' exports. These loans often come with favorable terms.
      o Advantages: These loans can sometimes offer lower interest rates, longer repayment periods, and more flexible terms than commercial loans, as they are often intertwined with strategic partnerships.
      • International Banks/Financial Institutions:
      o Commercial Loans: Malaydesh can secure loans from large international commercial banks or consortia of banks. These are typically market-rate loans, but for large sums, they might involve syndicated lending (multiple banks pooling resources).
      o Multilateral Development Banks (Less Common for Direct Defense): While institutions like the World Bank or Asian Development Bank typically don't finance direct defense purchases, they might fund related infrastructure projects that indirectly support defense capabilities (e.g., port upgrades that could also be used by naval vessels). However, direct defense financing from these is rare.
      o Advantages: Access to a broad pool of capital, competitive terms, and expertise in structuring complex financial

      Hapus
    10. KAYA HEAVY FREGAT = MISKIN KORVET : LMS NO SONAR NO TORPEDO - LCS BLOKIR NSM
      -
      Welcome to in force .......
      1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
      4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
      2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
      2 UNIT FREEGAT ISTIF
      2 UNIT SCORPENE EVOLVED
      -
      FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
      LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
      MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
      DOWNGRADE = MURAHAN hahahaha
      ------
      BUDGET USD 38 BILLION = CASH PREMIUM
      FA 50 GF (TA 50 blok II) 12 biji harga USD 705 juta alias USD 58,75 juta/biji
      FA 50 PL (blok 20) 36 biji harga USD 2300 juta alias USD 63,89 juta/biji
      ------
      BUDGET USD 4,3 BILLION = BARTER
      DOWNGRADE
      FA 50M 18 biji harga USD 920 juta alias USD 51,1 juta/biji
      ==============
      KATA KUNCI =
      BUDGET USD 38 BILLION = GROUNDED
      BUDGET USD 4,3 BILLION = PASTI LEBIH GROUNDED!!!
      At Monday’s press conference in the south-eastern city of Rzeszow, Wladyslaw Kosiniak-Kamysz addressed the report, saying that while the Law and Justice (PiS) cabinet, whose administration ended last December, in fact made several deals for military equipment purchases, they did not arrange for appropriate changes that would prepare the armed forces for its implementation. In his view, after the army received the purchased FA-50 planes, they were not ready for take-off or to be used right away.
      ----
      KATA KUNCI =
      FA50 = UNSUITABLE FOR MILITARY OPERATIONS
      FA50 = UNSUITABLE FOR MILITARY OPERATIONS
      Tomczyk revealed that while Poland initially pursued the acquisition of the FA-50s from South Korea with the expectation of receiving operational aircraft, it subsequently emerged that the armaments intended for these aircraft had been discontinued. As a result, the Polish Ministry of Defence has received 12 aircraft that are no longer capable of fulfilling combat roles.....
      ----
      KATA KUNCI =
      FA50 = TRAINING AIRCRAFT
      FA50 = TRAINING AIRCRAFT
      So far, Poland has received 12 of the jets in the GF (Gap Filler) version, but Blaszczak failed to secure weapons for them, Cezary Tomczyk, a deputy defence minister, told parliament on Thursday.
      According to him, the delivery of the 36 remaining jets in the PL version custom-made for Poland "is largely at risk" and delays in their deliveries may reach nine months.
      While praising the role the FA-50s are playing in the Polish Air Force, Tomczyk said that they can only be used as training aircraft.
      ------
      KATA KUNCI =
      HELI MD530G = HELI TRAINING
      HELI MD530G = HELI TRAINING
      A notable attraction at this year’s Langkawi International Maritime and Aerospace (LIMA) exhibition are six new MD530Gs, which were delivered to Malaydesh’s army in 2022. The type is appearing on static, and also participated in the show’s opening ceremony.
      The six rotorcraft – delivery of which was delayed for several years – are primarily used for training.....
      ------
      KATA KUNCI =
      DOWNGRADE LMS B2 NO SONAR
      DOWNGRADE LMS B2 NO SONAR
      STM, in its role as main contractor, will turn to the Turkish defence sector for such equipment as the Combat Management System; the Gun Fire Control System, to be supplied by HAVELSAN; and the 3D Search Radar, Fire Control Radar, IFF, 30mm Gun, ESM and Chaff Decoy System, as well as other electronic sensors, to be supplied by ASELSAN. ROKETSAN will be supplying its ATMACA Surface-to-Surface G/M System.
      ==============
      2024 RASIO HUTANG 84,2% DARI GDP
      The Finance Ministry stated that the aggregate national household debt stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023.
      In aggregate, it said the household debt for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018).
      “The ratio of household debt to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.2% compared with 82% in 2018,” it said.

      Hapus
    11. KAYA HEAVY FREGAT = MISKIN KORVET : LMS NO SONAR NO TORPEDO - LCS BLOKIR NSM
      -
      Welcome to in force .......
      1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
      4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
      2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
      2 UNIT FREEGAT ISTIF
      2 UNIT SCORPENE EVOLVED
      -
      62 KRI (BUATAN INDONESIA 2006–2025)
      1. Kapal Cepat Rudal (KCR) – PT PAL ➡️ Total: 6 unit
      KRI Kapak 625
      KRI Panah 626
      KRI Kerambit 627
      KRI Sampari 628
      KRI Tombak 629
      KRI Halasan 630
      -
      2. Kapal Cepat Rudal (KCR) – Swasta Nasional ➡️ Total: 9 unit
      KRI Clurit 641
      KRI Kujang 642
      KRI Beladau 643
      KRI Alamang 644
      KRI Surik 645
      KRI Siwar 646
      KRI Parang 647
      KRI Terapang 648
      KRI Golok 688 (Trimaran)
      -
      3. Kapal Patroli Cepat – Swasta Nasional ➡️ Total: 25 unit
      KRI Pari – 849
      KRI Sembilang – 850
      KRI Sidat – 851
      KRI Cakalang – 852
      KRI Tatihu – 853
      KRI Layaran – 854
      KRI Madidihang – 855
      KRI Kurau – 856
      KRI Torani – 860
      KRI Lepu – 861
      KRI Albakora – 867
      KRI Bubara – 868
      KRI Gulamah – 869
      KRI Posepa – 870
      KRI Escolar – 871
      KRI Karotang – 872
      KRI Mata Bongsang – 873
      KRI Dorang – 874
      KRI Bawal – 875
      KRI Tuna – 876
      KRI Marlin – 877
      KRI Butana – 878
      KRI Selar – 879
      KRI Hampala – 880
      KRI Lumba-Lumba – 881
      -
      4. Kapal Korvet – Swasta Nasional ➡️ Total: 8 unit
      KRI Diponegoro 365
      KRI Hasanuddin 366
      KRI Sultan Iskandar Muda 367
      KRI Frans Kaisiepo 368
      KRI Bung Karno 369
      KRI Bung Hatta 370
      KRI Raja Ali Fisabilillah 391
      KRI Lukas Rumkoren 392
      -
      5. Kapal Logistik – Swasta Nasional ➡️ Total: 4 unit
      KRI Dumai 904
      KRI Tarakan 905
      KRI Bontang 906
      KRI Balongan 907
      -
      6. Kapal LPD (Landing Platform Dock) – PT PAL ➡️ Total: 3 unit
      KRI Semarang 594
      KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
      KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
      -
      7. Kapal Pemetaan Bawah Air – Swasta Nasional ➡️ Total: 1 unit
      KRI Pollux 935
      8. Kapal Selam – PT PAL (ToT Korsel) ➡️ Total: 3 unit
      KRI Nagapasa 403
      KRI Ardadedali 404
      KRI Alugoro 405
      9. Produk Baru 2025 ➡️ Total: 3 unit
      KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih)
      KRI Belati 622 (KCR)
      KRI Kerambit 627 (KCR)
      📊 Total Keseluruhan
      KCR PT PAL = 6
      KCR Swasta = 9
      Kapal Patroli Cepat = 25
      Korvet = 4
      Logistik = 4
      LPD = 3
      Pemetaan = 1
      Kapal Selam = 3
      Produk Baru 2025 = 3
      ➡️ TOTAL: 62 kapal perang produksi dalam negeri (2006–2025).
      ===========
      ===========
      NAVAL GRUP = LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      --
      https://www.airtimes.my/2026/01/28/penyerahan-lcs-1-dan-2-rasmi-ditunda-kapal-pertama-lewat-4-bulan-ke-disember-2026/
      Dalam penjelasan beliau, Mohamed Khaled mendedahkan bahawa kelewatan ini berpunca daripada dua faktor kritikal iaitu kelewatan penghantaran peralatan daripada Pengeluar Peralatan Asal (OEM) dan keperluan mendesak untuk melakukan kerja-kerja pemasangan semula (re-work) ke atas sistem perpaipan dan kabel kapal susulan teguran audit teknikal.
      "Naval Group buat audit, lihat supaya semua kerja berjalan sebagaimana spesifikasi, dan mereka telah membuat teguran supaya ditambah baik ataupun re-work pemasangan perpaipan dan juga kabel. Untuk makluman ada 4,000 unit paip, jadi diminta supaya dikaji semula dan dipasang semula," jelas Menteri Pertahanan.
      ---------------------
      PAC = TANPA PERSETUJUAN PENUH =
      LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
      LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
      LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
      -
      Masalah utama:
      Reka bentuk bertukar daripada model MEKO A100 (Jerman) yang dipersetujui TLDM kepada Gowind (Perancis) tanpa persetujuan penuh.
      Akibatnya, pemotongan besi dan komponen awal yang sudah dilakukan menjadi tidak relevan (“salah potong”).


      Hapus
  28. ENDON ketar ketir guys...

    SATU Gunboat Merah Putih -vs- LIMA Maharajalela.
    Bikin ngakak

    🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2018-2026 .......BOTOL
      GORILA KLAIM CASH = BERPERINGKAT (MENCICIL)
      NSM (NASIB SIAL MISKIN) : BATAL
      NSM (NASIB SIAL MENCICIL) : BANNED
      ----------------------------------
      2018 (Uang Muka — 10%): Malaydesh membayar uang muka dari total kontrak 124 juta Euro (RM571-600 juta) untuk mempersenjatai 6 kapal
      -
      LCS.2019 – 2022 (Sistem Peluncur — Berperingkat): Pembayaran cicilan untuk sistem peluncur (launchers) di atas dek kapal. Lunas 100% untuk fisik peluncur yang telah dikirim.
      -
      2023 – 2024 (Amunisi Rudal — Berperingkat): Pembayaran cicilan untuk produksi fisik amunisi rudal. Pembayaran khusus unit rudal menyentuh 70%.
      -
      2025 (Kontrak Tambahan): Malaydesh membayar uang muka 20% untuk pesanan 2 unit peluncur baru bagi kapal OPV Kelas Kedah.
      -
      Maret 2026 (Total Pembayaran 95% & Pembatalan): Total dana terkumpul yang sudah dibayar Malaydesh mencapai 95% (RM583 juta). Namun, Norwegia mendadak membatalkan izin ekspor rudal tepat sebelum pengiriman. Sisa 5% pembayaran dibekukan
      ======================
      2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
      ----------------------------------
      2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
      ----------------------------------
      2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
      ----------------------------------
      2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
      ----------------------------------
      2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
      ----------------------------------
      2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
      ----------------------------------
      2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..
      ----------------------------------
      😝KLAIM PINTAR 15 TAHUN MANGKRAK = BOTOL😝

      Hapus
    2. GYROSCOPE NSM NORWEGIA BY USA = ITAR USA
      ART USD 240 B = KLAIM KELUAR ART “MISSPOKEN” = BANNED NSM MALAYDESH
      MISSPOKEN (ASBUN : ASAL BUNYI)
      NOT INFORMED US OF WITHDRAWAL
      😀😝🤣😀😝🤣😀😝🤣
      ---------------------------------
      MALAYDESH HAS NOT INFORMED US OF WITHDRAWAL FROM TRADE DEAL: OFFICIAL ......
      The status of the deal has been unclear since the Malaydesh trade minister said that last month’s U.S. Supreme Court ruling rendered the agreement “void.”
      https://thediplomat.com/2026/03/confusion-reigns-after-malaydeshn-minister-declares-us-trade-agreement-null-and-void/
      --------------------------------
      CORRECTION. THE MINISTER MALAYDESH HAD “MISSPOKEN (ASBUN : ASAL BUNYI)”,
      https://www.scmp.com/week-asia/economics/article/3346749/confusion-over-malaydesh-us-trade-deal-null-and-void-claim-retracted
      ---------------------------------
      1️⃣ DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      1️⃣ DATA YANG MALAYDESH 2025
      Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
      Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      -
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2025
      Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
      Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
      ---------------------------------
      1. KRISIS PANGAN: DARI MANDIRI MENJADI "IMPOR BERGANTUNG"
      Malaydesh mengalami kegagalan ketahanan pangan (Food Insecurity) yang memaksa mereka berpaling ke Indonesia:
      Beras (Saklar Pangan): Impor 500.000 ton beras dari Indonesia (terutama via Kalimantan Barat) menunjukkan bahwa tanpa suplai dari Indonesia, Malaydesh menghadapi ancaman kelaparan sistemik akibat kegagalan produksi lokal dan kebijakan proteksi India.
      Protein (Ayam & Daging): Perubahan status dari eksportir menjadi Net Importer ayam (Juli 2025) serta ketergantungan 90% impor daging sapi menunjukkan keruntuhan sektor agrikultur domestik. Penghapusan subsidi telur senilai RM1,2 Miliar adalah tanda bahwa kas negara tidak lagi mampu menopang harga pangan murah.
      Krisis GPS (Genetika Unggas): Ketergantungan pada impor Grand Parent Stock (GPS) dari Amerika Serikat (kesepakatan 15 Oktober 2025) menegaskan bahwa Malaydesh bahkan tidak memiliki kemandirian dalam pembibitan ternak.
      ---------------------------------
      2. KRISIS ENERGI: INDONESIA SEBAGAI "PEMEGANG SAKLAR"
      Ekonomi Malaydesh tidak akan berjalan tanpa batubara Indonesia:
      Vulnerabilitas Listrik: Impor 23,97 juta MT batubara dari Indonesia adalah "napas" bagi industri Malaydesh. Jika Indonesia menghentikan suplai, Malaydesh akan mengalami Blackout total dalam hitungan minggu.
      Sengketa Gas (PGN vs Petronas): Ketidakmampuan Petronas membayar denda US$32,2 juta meskipun sudah kalah di Arbitrase Internasional menunjukkan masalah likuiditas yang serius di level BUMN tertinggi mereka.
      ---------------------------------
      3. KRISIS FISKAL: JEBAKAN "HUTANG BAYAR HUTANG"
      Struktur ekonomi Malaydesh kini tercekik oleh beban bunga:
      Utang Publik: Mencapai 69% dari PDB (RM1,79 Triliun) pada 2026. Ini adalah lampu merah fiskal di mana anggaran negara habis hanya untuk mencicil utang, bukan untuk pembangunan atau modernisasi militer.
      Utang Rumah Tangga: Angka 85,8% dari PDB adalah yang tertinggi di kawasan, yang berarti daya beli rakyat Malaydesh sudah mencapai titik jenuh dan sangat rentan terhadap inflasi pangan.

      Hapus
    3. MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: SPIRAL UTANG & STAGNASI TOTAL
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer/polisi per 16 Januari 2026 akibat investigasi suap pejabat tinggi.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa transfer senjata berat. Modernisasi lumpuh total (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Perhitungan Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Rumah Tangga: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      2025 PERINGKAT UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP (ASEAN):
      (Sumber: IMF Global Debt Database)
      Singapura 🇸🇬: 176,3% (Pusat Keuangan)
      Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91% (Kritis)
      Malaydesh 🇲🇾: 70,5% (ZONA MERAH)
      Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      Thailand 🇹🇭: 62,2%
      Filipina 🇵🇭: 58,8%
      Indonesia 🇮🇩: 41,1% (SANGAT SEHAT/PRUDEN)
      Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      ________________________________________
      ANALISA STRATEGIS & REPUTASI:
      Vakum Alutsista (SIPRI): Status "Kosong" mengonfirmasi kegagalan modernisasi. Indonesia dan Singapura melesat, Malaydesh tertahan di aset tua.
      Kegagalan F/A-18 Hornet: Pembatalan 4x upaya beli Hornet bekas Kuwait membuktikan ketiadaan dana tunai di kas negara.
      Debt-Servicing Trap: 58% pinjaman baru hanya untuk bayar bunga dan cicilan utang lama (Gali lubang tutup lubang).
      Sanksi Internasional: Tekanan AS melalui Section 301 dan sanksi AFC/CAS (Kalah WO 0-3 akibat pemain ilegal) mencerminkan keruntuhan administrasi sistemik.
      Penurunan Daya Gentar: Peringkat GFP Merosot ke posisi 42 dunia, resmi disalip oleh Filipina.
      KESIMPULAN:
      TOTAL BEBAN PER WARGA RM 94K + UTANG PEMERINTAH 70,5% PDB = KEBANGKRUTAN NASIONAL TOTAL
      --------------------------------
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT

      Hapus
    4. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
      ________________________________________
      Status Darurat Pertahanan & Pengadaan 2026 –
      • CUT DEFENSE BUDGET: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional seluruh instansi akibat dampak konflik Timur Tengah.
      • NSM BANNED (Mei 2026): Norwegia memblokir total pengiriman rudal NSM karena Malaydesh dilarang menerima senjata canggih non-NATO.
      • FREEZE PROCUREMENT: Sejak 16 Januari 2026, seluruh kontrak militer dan polisi dibekukan akibat skandal suap pejabat senior.
      • F/A-18 BATAL: Setelah 9 tahun (2017-2025) "ngemis" Hornet bekas Kuwait, rencana resmi gugur pada Februari 2026.
      • REWORK LCS: Naval Group melakukan audit paksa dan pengerjaan ulang (re-work) pada 4.000 instalasi pipa dan kabel yang cacat.
      • SALAM SIPRI KOSONG: Laporan tahun 2024-2025 resmi menunjukkan nol (kosong) transfer persenjataan baru ke Malaydesh.
      Tukang Hutang & Skema Barter Minyak Sawit –
      • A400M = HUTANG: Pembelian pesawat Airbus A400M dilakukan secara angsuran/hutang berperingkat, bukan tunai.
      • MKM & MiG29N = BARTER: Bergantung pada skema tukar guling minyak sawit (Palm Oil) untuk mendapatkan jet tempur.
      • FA50M & Scorpene: Korsel dan Prancis dipaksa menerima 50% pembayaran dalam bentuk komoditas (Sawit & Karet) akibat ketiadaan dana tunai.
      • PT91 Tank: Pembayaran melibatkan 30% barter komoditas dan 30% transfer teknologi (off-set).
      Timeline "Prank" SPH (Tiap Tahun Membual) –
      • 2016 (Prank Nexter): TTD LoI meriam CAESAR Prancis, realisasi ZONK.
      • 2022 (Prank KDS): Janji kesepakatan meriam EVA Slovakia berakhir menguap.
      • 2023 (Prank MKE): Rencana akuisisi Yavuz Turki kembali ditinjau ulang tanpa kepastian.
      Krisis Fiskal & Rekor Hutang Overlimit –
      • Rasio Utang 2025 (70,5% PDB): Resmi melampaui ambang batas aman 65%, melonjak drastis dari 52,4% pada 2010.
      • Total Debt Monitor (224% PDB): Malaydesh menempati peringkat ke-2 tertinggi di ASEAN untuk total utang (Swasta + Pemerintah).
      • Beban Per Warga 2026: Setiap individu menanggung beban kumulatif RM 94.544 (Pemerintah RM 49k + Rumah Tangga RM 45k).
      • PHK Massal: Data SOCSO/HLIB mencatat puncaknya 24.100 PHK pada Januari 2026 seiring memburuknya iklim investasi.
      Erosi Kedaulatan & Diplomasi Gagal –
      • DITOLAK DUNIA: Periode 2018–2026 resmi ditolak oleh EU, UN, FIFA, BRICS, hingga G20.
      • Babu Buckingham: Pasukan RAMD sibuk menjaga istana kolonial di saat kedaulatan laut domestik dicerobohi China

      Hapus
    5. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
      ________________________________________
      Status Darurat Pertahanan & Pengadaan 2026 –
      • CUT DEFENSE BUDGET: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional seluruh instansi akibat dampak konflik Timur Tengah.
      • NSM BANNED (Mei 2026): Norwegia memblokir pengiriman rudal NSM karena Malaydesh dilarang menerima senjata canggih non-NATO.
      • FREEZE PROCUREMENT: Sejak 16 Januari 2026, seluruh kontrak militer/polisi dibekukan akibat investigasi suap mantan panglima.
      • F/A-18 BATAL: Penantian 9 tahun (2017-2025) berujung kegagalan; akuisisi Hornet bekas Kuwait resmi batal pada Februari 2026.
      • REWORK LCS: Naval Group melakukan audit paksa dan pengerjaan ulang (re-work) pada 4.000 instalasi pipa dan kabel yang cacat produksi.
      • SALAM SIPRI KOSONG: Laporan resmi tahun 2024-2025 menunjukkan nol transfer persenjataan baru.
      Krisis Defisit & Penindasan Fiskal –
      • CUTTING SUBSIDIES: Pemerintah menghapus subsidi BBM, Listrik, Air, Pendidikan, dan Kesehatan demi menekan defisit anggaran.
      • PAJAK MENCEKIK: Pengenalan pajak karbon, pajak warisan, pajak makanan tidak sehat, serta perluasan lingkup Sales and Service Tax (SST).
      • Target Defisit: Berusaha keras menurunkan defisit ke 3,8% (2025) dan 3% (2026) demi menenangkan kreditor yang cemas.
      • PHK Massal: Data SOCSO/HLIB mencatat puncaknya 24.100 PHK pada Januari 2026; daya beli rakyat lumpuh total.
      Lingkaran Setan Hutang Sejak 2000 –
      • Public Debt: Hutang publik menyentuh 70% PDB pada 2023, melonjak jauh dari rata-rata 55% di dekade sebelumnya.
      • Household Debt Crisis: Utang rumah tangga mencapai RM 1,53 Triliun (84,3% PDB) pada 2023; rakyat hidup dari hutang ke hutang.
      • Vulnerabilitas Ekspor: Sektor manufaktur sangat rapuh terhadap penurunan permintaan eksternal, memperparah krisis likuiditas.
      • Interest Costs: Tingginya biaya bunga hutang menghambat pertumbuhan ekonomi dan mematikan anggaran pembangunan.
      Lumpuhnya Kekuatan Udara (RMAF) –
      • Aging Fleet: Terjebak dengan pesawat tua seperti BAE Hawk 108 dan MiG-29N yang sangat mahal untuk dirawat.
      • Budget Limited: Kebutuhan militer terus dikalahkan oleh prioritas pemulihan ekonomi pasca-pandemi dan biaya politik pergantian rezim.
      • Instabilitas Politik: Seringnya pergantian pemerintah sejak 2018 membuat rencana modernisasi pertahanan selalu berakhir mangkrak.
      Data Beban Kumulatif Rakyat 2026 –
      • Beban Per Warga: Setiap penduduk menanggung beban kumulatif RM 94.544; terjepit antara hutang negara dan pajak yang terus naik

      Hapus
    6. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
      ________________________________________
      Status Darurat Pertahanan & Anggaran 2026 –
      • CUT DEFENSE BUDGET: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak konflik global.
      • NSM BANNED (Mei 2026): Norwegia memblokir pengiriman rudal NSM karena Malaydesh dilarang menerima senjata canggih non-NATO.
      • FREEZE PROCUREMENT: Seluruh kontrak militer/polisi dibekukan per 16 Januari 2026 akibat skandal suap mantan panglima.
      • F/A-18 BATAL: Akuisisi Hornet bekas Kuwait resmi gugur Februari 2026 setelah penantian sia-sia selama 9 tahun.
      • REWORK LCS: Audit Naval Group memaksa pengerjaan ulang (re-work) pada 4.000 instalasi pipa dan kabel yang cacat produksi.
      • SALAM SIPRI KOSONG: Data resmi 2024-2025 menunjukkan nol transfer persenjataan baru ke Malaydesh.
      Krisis Mental & Depresi Penduduk (NHMS) –
      • 1 DARI 3 GANGGUAN JIWA: Sekitar 11 Juta orang di Malaydesh menderita gangguan jiwa; separuhnya tidak terdiagnosis.
      • DEPRESI REMAJA: 1 dari 4 remaja mengalami depresi berat; 1 dari 10 remaja sudah melakukan percobaan bunuh diri.
      • ATTEMPTED SUICIDE: Kasus percobaan bunuh diri lebih tinggi pada perempuan (18,5%) dibandingkan laki-laki.
      • FAKTOR MISKIN: Masalah kesehatan mental tertinggi ditemukan pada kelompok usia 16–19 tahun dari keluarga berpenghasilan rendah.
      Badai PHK & Kelaparan (Social Unrest) –
      • 300.000 PHK: Sebanyak 293.639 pekerja kehilangan pekerjaan dalam 4 tahun terakhir; manufaktur menjadi sektor penyumbang pengangguran terbesar.
      • PHK PETRONAS & PEMERINTAH: Petronas memangkas 30.000 staf demi bertahan hidup; pemerintah juga memutus kontrak 30.000 pegawai secara mendadak tanpa kompensasi layak.
      • KRISIS BERAS: Kelangkaan stok memicu panic buying dan lonjakan harga; mengancam stabilitas nasional dan memicu kerusuhan sosial.
      • BEBAN WARGA: Setiap penduduk menanggung hutang RM 94.544; terjepit antara PHK massal dan biaya hidup yang tak terkendali.
      Erosi Kedaulatan & Kegagalan Fiskal –
      • Hutang Pemerintah (70,5% PDB): Tembus RM 1,79 Triliun (2026); jauh melampaui batas aman 65% PDB.
      • Hutang Rumah Tangga (84,3% PDB): Salah satu yang tertinggi di ASEAN; rakyat hidup dalam tekanan finansial ekstrem.
      • Isolasi Global: Periode 2018–2026 resmi DITOLAK oleh EU, UN, FIFA, BRICS, hingga G20.

      Hapus
    7. NGEMIS = BERAS JAGUNG BATUBARA - BATAL = F18 NSM UH60A CUT BUDGET
      1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
      2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
      3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
      4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONDESH
      5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
      6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
      7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
      8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
      9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
      --------------------------------
      FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
      LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
      MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
      DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
      -
      FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
      BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
      AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
      --------------------------------
      DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      1. Identification of Needs:
      The Malaydeshn Armed Forces (MAF) first identifies its operational requirements and strategic defense needs. This involves assessments of current threats, technological advancements, and the lifespan of existing equipment. For example, the Royal Malaydeshn Navy might identify a need for new littoral mission ships (LMS) or the Royal Malaydeshn Air Force for multi-role combat aircraft.
      -----------------
      2. Budget Allocation and Approval:
      Defense spending is a significant part of the national budget. The Ministry of Defence (MINDEF) prepares budget proposals, which are then subject to approval by the Malaydeshn Parliament. For major acquisitions, special allocations or supplementary budgets may be required.
      -----------------
      3. Procurement Methods:
      Malaydesh employs various procurement methods, including:
      * Direct Negotiation: For specialized equipment or where only a few suppliers exist, direct negotiation with manufacturers or foreign governments is common.
      * International Tendering: For more competitive markets, international tenders are issued, allowing various global defense contractors to bid.
      * Government-to-Government (G2G) Agreements: Sometimes, procurement is done directly between the Malaydeshn government and a foreign government, which can facilitate financing options.
      -----------------
      4. Financing Options – How Loans Come In:
      When the outright purchase of military equipment is too costly for the immediate national budget, loans become a crucial financing mechanism. Here are the common sources and types of loans:
      • Commercial Bank Loans:
      a. Syndicated Loans: A group of banks might come together to provide a large loan to the Malaydeshn government or a specific government entity responsible for procurement. These are often arranged through international financial institutions.
      b. Export Credit Agencies (ECAs): Many countries that export defense equipment have ECAs (e.g., UKEF in the UK, EXIM Bank in the US, Euler Hermes in Germany). These agencies provide loan guarantees, direct loans, or insurance to facilitate exports from their respective countries. If Malaydesh buys equipment from a French company, for instance, a French ECA might offer favorable financing terms to secure the deal for the French exporter. This is a very common source of financing for defense deals.

      Hapus
    8. NGEMIS = BERAS JAGUNG BATUBARA - BATAL = F18 NSM UH60A CUT BUDGET
      1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
      2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
      3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
      4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONDESH
      5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
      6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
      7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
      8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
      9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
      --------------------------------
      FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
      LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
      MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
      DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
      -
      FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
      BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
      AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
      --------------------------------
      DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      1. Identification of Needs:
      The Malaydeshn Armed Forces (MAF) first identifies its operational requirements and strategic defense needs. This involves assessments of current threats, technological advancements, and the lifespan of existing equipment. For example, the Royal Malaydeshn Navy might identify a need for new littoral mission ships (LMS) or the Royal Malaydeshn Air Force for multi-role combat aircraft.
      -----------------
      2. Budget Allocation and Approval:
      Defense spending is a significant part of the national budget. The Ministry of Defence (MINDEF) prepares budget proposals, which are then subject to approval by the Malaydeshn Parliament. For major acquisitions, special allocations or supplementary budgets may be required.
      -----------------
      3. Procurement Methods:
      Malaydesh employs various procurement methods, including:
      * Direct Negotiation: For specialized equipment or where only a few suppliers exist, direct negotiation with manufacturers or foreign governments is common.
      * International Tendering: For more competitive markets, international tenders are issued, allowing various global defense contractors to bid.
      * Government-to-Government (G2G) Agreements: Sometimes, procurement is done directly between the Malaydeshn government and a foreign government, which can facilitate financing options.
      -----------------
      4. Financing Options – How Loans Come In:
      When the outright purchase of military equipment is too costly for the immediate national budget, loans become a crucial financing mechanism. Here are the common sources and types of loans:
      • Commercial Bank Loans:
      a. Syndicated Loans: A group of banks might come together to provide a large loan to the Malaydeshn government or a specific government entity responsible for procurement. These are often arranged through international financial institutions.
      b. Export Credit Agencies (ECAs): Many countries that export defense equipment have ECAs (e.g., UKEF in the UK, EXIM Bank in the US, Euler Hermes in Germany). These agencies provide loan guarantees, direct loans, or insurance to facilitate exports from their respective countries. If Malaydesh buys equipment from a French company, for instance, a French ECA might offer favorable financing terms to secure the deal for the French exporter. This is a very common source of financing for defense deals.

      Hapus
    9. NGEMIS = BERAS JAGUNG BATUBARA - BATAL = F18 NSM UH60A CUT BUDGET
      1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
      2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
      3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
      4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONDESH
      5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
      6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
      7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
      8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
      9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
      --------------------------------
      FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
      LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
      MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
      DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
      -
      FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
      BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
      AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
      --------------------------------
      DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      Financing Mechanisms
      Given the substantial costs, Malaydesh rarely relies solely on upfront cash payments for such procurements. A mix of financing options is typically employed:
      1. Foreign Military Financing (FMF) / Government-to-Government Loans:
      2. Export Credit Agency (ECA) Loans:
      3. Commercial Bank Loans/Syndicated Loans:
      4. Deferred Payment Schemes / Installment Plans:
      5. Barter or Offset Agreements (Less Common for Financing, More for Value-Added):
      -----------------
      Specific Considerations for Malaydesh
      1. Political Economy: Malaydesh's political landscape and shifting priorities can influence procurement decisions and financing structures. Changes in government might lead to re-evaluation of existing contracts or new approaches.
      2. Supplier Diversification: Malaydesh often seeks to diversify its defense suppliers (e.g., from Europe, US, China, Turkey, South Korea) to avoid over-reliance on a single source and to leverage competitive pricing and financing offers.
      3. Technology Transfer: A key demand in many Malaydeshn defense procurements is technology transfer and local industrial participation. This can influence the choice of supplier and the overall deal structure, including financing.
      4. Economic Headwinds: Global and domestic economic conditions (e.g., commodity prices, GDP growth, national debt levels) significantly impact Malaydesh's capacity to undertake large defense procurements and service any associated loans.
      5. Transparency and Governance: Concerns about transparency and good governance are increasingly important in defense spending, influencing how deals are structured and publicly communicated.

      Hapus
    10. KAYA HEAVY FREGAT = MISKIN KORVET : LMS NO SONAR NO TORPEDO - LCS BLOKIR NSM
      -
      Welcome to in force .......
      1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
      4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
      2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
      2 UNIT FREEGAT ISTIF
      2 UNIT SCORPENE EVOLVED
      -
      62 KRI (BUATAN INDONESIA 2006–2025)
      1. Kapal Cepat Rudal (KCR) – PT PAL ➡️ Total: 6 unit
      KRI Kapak 625
      KRI Panah 626
      KRI Kerambit 627
      KRI Sampari 628
      KRI Tombak 629
      KRI Halasan 630
      -
      2. Kapal Cepat Rudal (KCR) – Swasta Nasional ➡️ Total: 9 unit
      KRI Clurit 641
      KRI Kujang 642
      KRI Beladau 643
      KRI Alamang 644
      KRI Surik 645
      KRI Siwar 646
      KRI Parang 647
      KRI Terapang 648
      KRI Golok 688 (Trimaran)
      -
      3. Kapal Patroli Cepat – Swasta Nasional ➡️ Total: 25 unit
      KRI Pari – 849
      KRI Sembilang – 850
      KRI Sidat – 851
      KRI Cakalang – 852
      KRI Tatihu – 853
      KRI Layaran – 854
      KRI Madidihang – 855
      KRI Kurau – 856
      KRI Torani – 860
      KRI Lepu – 861
      KRI Albakora – 867
      KRI Bubara – 868
      KRI Gulamah – 869
      KRI Posepa – 870
      KRI Escolar – 871
      KRI Karotang – 872
      KRI Mata Bongsang – 873
      KRI Dorang – 874
      KRI Bawal – 875
      KRI Tuna – 876
      KRI Marlin – 877
      KRI Butana – 878
      KRI Selar – 879
      KRI Hampala – 880
      KRI Lumba-Lumba – 881
      -
      4. Kapal Korvet – Swasta Nasional ➡️ Total: 8 unit
      KRI Diponegoro 365
      KRI Hasanuddin 366
      KRI Sultan Iskandar Muda 367
      KRI Frans Kaisiepo 368
      KRI Bung Karno 369
      KRI Bung Hatta 370
      KRI Raja Ali Fisabilillah 391
      KRI Lukas Rumkoren 392
      -
      5. Kapal Logistik – Swasta Nasional ➡️ Total: 4 unit
      KRI Dumai 904
      KRI Tarakan 905
      KRI Bontang 906
      KRI Balongan 907
      -
      6. Kapal LPD (Landing Platform Dock) – PT PAL ➡️ Total: 3 unit
      KRI Semarang 594
      KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
      KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
      -
      7. Kapal Pemetaan Bawah Air – Swasta Nasional ➡️ Total: 1 unit
      KRI Pollux 935
      8. Kapal Selam – PT PAL (ToT Korsel) ➡️ Total: 3 unit
      KRI Nagapasa 403
      KRI Ardadedali 404
      KRI Alugoro 405
      9. Produk Baru 2025 ➡️ Total: 3 unit
      KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih)
      KRI Belati 622 (KCR)
      KRI Kerambit 627 (KCR)
      📊 Total Keseluruhan
      KCR PT PAL = 6
      KCR Swasta = 9
      Kapal Patroli Cepat = 25
      Korvet = 4
      Logistik = 4
      LPD = 3
      Pemetaan = 1
      Kapal Selam = 3
      Produk Baru 2025 = 3
      ➡️ TOTAL: 62 kapal perang produksi dalam negeri (2006–2025).
      ===========
      ===========
      2026 =
      BUKTI LCS KARATAN
      BUKTI LCS KARATAN
      -
      https://www.malaydeshndefence.com/wp-content/uploads/2026/01/618729088_122257611464152127_3846135779091436202_n-768x512.jpg
      ------------------
      2026 =
      BUKTI LCS DELAY
      BUKTI LCS DELAY
      -
      Defence Minister DS Khaled Nordin told Parliament today that the sea trials for the ship has been rescheduled for April and its commissioning this December, a delay of four months of the original schedule. LCS 2 commissioning is postponed to August 27 while LCS 3 commissioning remained on schedule for December 2027. As with LCS 4 on August 2028 and LCS 5 April 2029.
      ------------------
      LCS TO PANGKOR = TARIK TUGBOAT
      LCS TO PANGKOR = TARIK TUGBOAT
      LCS TO PANGKOR = TARIK TUGBOAT
      -
      https://www.malaydeshndefence.com/wp-content/uploads/2026/01/615891933_122257611716152127_8374116749521824848_n-768x512.jpg
      -
      https://www.malaydeshndefence.com/lcs-sea-trials-after-raya-and-commissioning-this-december/

      Hapus
    11. KAYA HEAVY FREGAT = MISKIN KORVET : LMS NO SONAR NO TORPEDO - LCS BLOKIR NSM
      -
      Welcome to in force .......
      1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
      4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
      2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
      2 UNIT FREEGAT ISTIF
      2 UNIT SCORPENE EVOLVED
      -
      62 KRI (BUATAN INDONESIA 2006–2025)
      1. Kapal Cepat Rudal (KCR) – PT PAL ➡️ Total: 6 unit
      KRI Kapak 625
      KRI Panah 626
      KRI Kerambit 627
      KRI Sampari 628
      KRI Tombak 629
      KRI Halasan 630
      -
      2. Kapal Cepat Rudal (KCR) – Swasta Nasional ➡️ Total: 9 unit
      KRI Clurit 641
      KRI Kujang 642
      KRI Beladau 643
      KRI Alamang 644
      KRI Surik 645
      KRI Siwar 646
      KRI Parang 647
      KRI Terapang 648
      KRI Golok 688 (Trimaran)
      -
      3. Kapal Patroli Cepat – Swasta Nasional ➡️ Total: 25 unit
      KRI Pari – 849
      KRI Sembilang – 850
      KRI Sidat – 851
      KRI Cakalang – 852
      KRI Tatihu – 853
      KRI Layaran – 854
      KRI Madidihang – 855
      KRI Kurau – 856
      KRI Torani – 860
      KRI Lepu – 861
      KRI Albakora – 867
      KRI Bubara – 868
      KRI Gulamah – 869
      KRI Posepa – 870
      KRI Escolar – 871
      KRI Karotang – 872
      KRI Mata Bongsang – 873
      KRI Dorang – 874
      KRI Bawal – 875
      KRI Tuna – 876
      KRI Marlin – 877
      KRI Butana – 878
      KRI Selar – 879
      KRI Hampala – 880
      KRI Lumba-Lumba – 881
      -
      4. Kapal Korvet – Swasta Nasional ➡️ Total: 8 unit
      KRI Diponegoro 365
      KRI Hasanuddin 366
      KRI Sultan Iskandar Muda 367
      KRI Frans Kaisiepo 368
      KRI Bung Karno 369
      KRI Bung Hatta 370
      KRI Raja Ali Fisabilillah 391
      KRI Lukas Rumkoren 392
      -
      5. Kapal Logistik – Swasta Nasional ➡️ Total: 4 unit
      KRI Dumai 904
      KRI Tarakan 905
      KRI Bontang 906
      KRI Balongan 907
      -
      6. Kapal LPD (Landing Platform Dock) – PT PAL ➡️ Total: 3 unit
      KRI Semarang 594
      KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
      KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
      -
      7. Kapal Pemetaan Bawah Air – Swasta Nasional ➡️ Total: 1 unit
      KRI Pollux 935
      8. Kapal Selam – PT PAL (ToT Korsel) ➡️ Total: 3 unit
      KRI Nagapasa 403
      KRI Ardadedali 404
      KRI Alugoro 405
      9. Produk Baru 2025 ➡️ Total: 3 unit
      KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih)
      KRI Belati 622 (KCR)
      KRI Kerambit 627 (KCR)
      📊 Total Keseluruhan
      KCR PT PAL = 6
      KCR Swasta = 9
      Kapal Patroli Cepat = 25
      Korvet = 4
      Logistik = 4
      LPD = 3
      Pemetaan = 1
      Kapal Selam = 3
      Produk Baru 2025 = 3
      ➡️ TOTAL: 62 kapal perang produksi dalam negeri (2006–2025).
      ===========
      ===========
      PAC = LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
      PAC = LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
      PAC = LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
      PAC = LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
      ---+---
      Penyebab kapal LCS Malaydesh dikenal “salah potong” berasal dari temuan Jawatankuasa Kira-Kira Wang Negara (PAC) pada 2022, yang menyebutkan proses pembinaan di limbungan Boustead Naval Shipyard (BNS) mengalami kegagalan teknikal dan salah arah reka bentuk. Hal ini termasuk pemilihan reka bentuk kapal yang ditukar daripada model yang dipersetujui TLDM, menyebabkan kerja pemotongan besi dan komponen awal tidak sesuai dengan spesifikasi.
      -
      📌 Latar Belakang Skandal LCS
      Projek: 6 kapal tempur pesisir (Littoral Combat Ship – LCS) untuk Tentera Laut Diraja Malaydesh (TLDM).
      Nilai kontrak: RM9 bilion, dengan RM6 bilion sudah dibayar sebelum satu kapal pun siap.
      Masalah utama:
      Reka bentuk bertukar daripada model MEKO A100 (Jerman) yang dipersetujui TLDM kepada Gowind (Perancis) tanpa persetujuan penuh.
      Akibatnya, pemotongan besi dan komponen awal yang sudah dilakukan menjadi tidak relevan (“salah potong”).
      Kelewatan besar: sepatutnya kapal pertama siap 2019, tetapi hanya berjaya diluncurkan pada Mei 2024.


      Hapus
  29. ENDON ketar ketir guys...

    SATU Gunboat Merah Putih -vs- LIMA Maharajalela.
    Bikin ngakak

    🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2018-2026 .......BOTOL
      GORILA KLAIM CASH = BERPERINGKAT (MENCICIL)
      NSM (NASIB SIAL MISKIN) : BATAL
      NSM (NASIB SIAL MENCICIL) : BANNED
      ----------------------------------
      2018 (Uang Muka — 10%): Malaydesh membayar uang muka dari total kontrak 124 juta Euro (RM571-600 juta) untuk mempersenjatai 6 kapal
      -
      LCS.2019 – 2022 (Sistem Peluncur — Berperingkat): Pembayaran cicilan untuk sistem peluncur (launchers) di atas dek kapal. Lunas 100% untuk fisik peluncur yang telah dikirim.
      -
      2023 – 2024 (Amunisi Rudal — Berperingkat): Pembayaran cicilan untuk produksi fisik amunisi rudal. Pembayaran khusus unit rudal menyentuh 70%.
      -
      2025 (Kontrak Tambahan): Malaydesh membayar uang muka 20% untuk pesanan 2 unit peluncur baru bagi kapal OPV Kelas Kedah.
      -
      Maret 2026 (Total Pembayaran 95% & Pembatalan): Total dana terkumpul yang sudah dibayar Malaydesh mencapai 95% (RM583 juta). Namun, Norwegia mendadak membatalkan izin ekspor rudal tepat sebelum pengiriman. Sisa 5% pembayaran dibekukan
      ======================
      2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
      ----------------------------------
      2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
      ----------------------------------
      2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
      ----------------------------------
      2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
      ----------------------------------
      2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
      ----------------------------------
      2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
      ----------------------------------
      2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..
      ----------------------------------
      😝KLAIM PINTAR 15 TAHUN MANGKRAK = BOTOL😝

      Hapus
    2. INDONESIA=
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      ===============
      ===============
      MALAYDESH =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      2022 2024 2025 2026 = BANNED NSM NORWEGIA
      MEMBUAL NSM
      MEMBUAL NSM
      MEMBUAL NSM
      MEMBUAL NSM
      MEMBUAL NSM
      MEMBUAL NSM
      MEMBUAL NSM
      MEMBUAL NSM
      MEMBUAL NSM
      MEMBUAL NSM
      MEMBUAL NSM
      MEMBUAL NSM
      ----------------
      Tahun 2022
      Rencana awal untuk melengkapi dua unit korvet kelas Kedah (KD Kedah dan KD Pahang) dengan rudal NSM mulai muncul ke publik pada bulan Agustus 2022.
      Sumber Utama: Janes Defence Weekly melaporkan proposal TLDM untuk mengintegrasikan rudal anti-kapal pada korvet MEKO 100.
      Sumber Regional: MilitaryLeak dan media pertahanan Indonesia seperti Indomiliter mengonfirmasi rencana tersebut dengan estimasi biaya awal.
      ----------------
      Tahun 2024
      Kerajaan Malaydesh melalui Kementerian Pertahanan memberikan lampu hijau anggaran awal sebesar MYR 214 juta (sekitar USD 48 juta) sebagai bagian dari program Fit-for-but-not-with (FFBNW) untuk dua kapal pertama.
      Sumber: Laporan perkembangan ini banyak dimuat dalam portal pertahanan regional seperti Defence Security Asia yang memantau pengalokasian dana untuk peningkatan sistem senjata TLDM.
      ----------------
      Tahun 2025
      Prime Minister Anwar Ibrahim told the Malaydeshn parliament that NSM would be delivered by the end of 2025, as the Southeast Asian nation enhances its naval capabilities and regional ties...
      Sumber berita pernyataan tersebut berasal dari Asian Military Review (20 Agustus 2025), yang melaporkan bahwa Malaydesh akan menerima sepasang peluncur Kongsberg Naval Strike Missile (NSM) pada bulan Agustus
      ----------------
      Januari 2026
      Keputusan diperluas untuk mencakup seluruh enam kapal kelas Kedah di bawah kerangka Anggaran Nasional 2026.
      Sumber Utama: Malay Mail melaporkan jawaban tertulis dari Kementerian Pertahanan di Parlemen mengenai persetujuan pemasangan rudal pada seluruh kapal (KD Kedah, KD Pahang, KD Perak, KD Terengganu, KD Kelantan, dan KD Selangor).
      Berita Resmi: The Sun Malaydesh dan AirTimes mengonfirmasi pernyataan Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, bahwa proyek ini akan dilaksanakan secara bertahap mulai dari satu kapal pilot sebelum diaplikasikan ke seluruh armada.
      ----------------
      MEI 2026 = NSM BANNED
      -
      • Euronews: Mengulas dinamika hukum internasional dan gugatan kompensasi finansial senilai €216 juta yang dilayangkan oleh pihak Kuala Lumpur melalui artikel Malaydesh seeks €216m from Norwegian firm over scrapped missile deal.
      • USNI News (U.S. Naval Institute): Membedah detail kontrak awal 2018 senilai $145 juta untuk persenjataan 6 kapal tempur Maharaja Lela-class serta tambahan sistem peluncur frigat Lekiu-class di LIMA 2025. Analisis militer ini tertuang dalam Norway Cancels Kongsberg-Malaydeshn Government Contract for Naval Strike Missiles, Launchers.

      Hapus
    3. KLAIM RINGGIT KUAT = NGEMIS JAGUNG BERAS BATUBARA
      -
      ISHAM JALIL =
      RINGGIT KUAT = SEMU TIDAK BERKELANJUTAN
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP DAN HARGA BARANG TINGGI
      -
      Mantan Anggota Majelis Kerja Tertinggi UMNO, Isham Jalil, menyatakan bahwa penguatan Ringgit Malaydesh saat ini bersifat semu dan tidak berkelanjutan karena didorong oleh intervensi pasar, bukan oleh fundamental ekonomi yang sehat.
      Poin Utama Analisis:
      1. Intervensi Dana Rakyat (Analogi Nasi Lemak): Pemerintah diduga memaksa lembaga negara (GLC, GLIC, dan KWSP) menjual aset luar negeri mereka dan menukarkan dolar (USD) ke Ringgit. Isham menyamakannya dengan pedagang yang membeli dagangannya sendiri menggunakan uang tabungan agar terlihat laku.
      -
      2. Kerugian Jangka Panjang: Kebijakan ini membuat masyarakat (pencarum KWSP) kehilangan potensi keuntungan dividen besar dari aset asing berkinerja tinggi. Ringgit juga berisiko anjlok kembali setelah dana intervensi tersebut habis.
      -
      3. Ekonomi Riil Masih Lemah: Pasar modal lokal masih lesu karena minimnya Investasi Asing Langsung (FDI) yang organik. Bukti nyata kelemahan ini adalah biaya hidup dan harga barang pokok di Malaydesh yang tetap tinggi dan tidak ikut turun meskipun Ringgit menguat.
      --------------------------------
      HARGA BERAS PREMIUM Rp14.500 =
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      -
      DATA EKSPOR BERAS RI-MALAYDESH
      -
      Volume & Nilai: 200.000 ton dengan potensi transaksi Rp2 triliun (CNN Indonesia).
      -
      Tawaran Malaydesh: Di bawah Rp10.000 per kg (CNBC Indonesia).
      -
      Target Indonesia: Rp13.000 – Rp14.000 per kg via Perum Bulog (Antara).
      -
      Kualitas Beras: Kelas premium dengan standar butir patah (broken) 5% (Liputan6).
      -
      Alasan Penolakan: Tawaran di bawah harga domestik (SPHP Rp12.500/kg & HET
      -
      Premium Rp14.500/kg) (CNBC Indonesia).
      -
      Faktor Pendukung: Cadangan beras nasional melimpah mencapai rekor 5,2 juta ton (Kumparan).
      ----------------------------------
      MALAYDESH IMPOR JAGUNG INDONESIA
      • Kontan: Melaporkan berita terbaru mengenai panen raya jagung di Tuban, Jawa Timur, di mana Kapolri menyampaikan bahwa sebagian hasil panennya siap diekspor untuk memenuhi permintaan Malaydesh. Selengkapnya di Kontan Nasional.
      • Kompas: Membahas langkah komitmen pemerintah Indonesia untuk menyetop impor dan memperkuat posisi sebagai pengekspor jagung ke Malaydesh. Informasi ini dapat divalidasi melalui Kompas Money.
      • ANTARA News: Kantor berita nasional ini merekam sejarah awal kerja sama pengiriman komoditas jagung ke Malaydesh sejak beberapa tahun lalu. Rinciannya terdapat pada ANTARA News.
      • AviNews: Menyebutkan detail volume permintaan impor dari pihak Malaydesh yang mencapai angka 240.000 ton per tahun dari Indonesia. Artikel lengkapnya bisa dibaca di AviNews Indonesia.
      • Kumparan: Memuat pernyataan resmi pemerintah mengenai target swasembada pangan serta kesiapan Indonesia dalam memenuhi pasar ekspor jagung ke negara tetangga. Simak ulasannya di Kumparan Bisnis.
      ---------------------------------
      BERGANTUNG KE INDONESIA
      MALAYDESH IMPOR = 23,97 JUTA METRIK TON (MT) BATUBARA
      MALING GAS
      NGEMIS BATUBARA
      NGEMIS BERAS
      -
      Volume impor batubara Malaydesh dari Indonesia menunjukkan tren yang signifikan, menempatkan Malaydesh sebagai salah satu dari lima tujuan ekspor terbesar bagi batubara Indonesia.
      Berdasarkan data realisasi tahun 2024 dan 2025, berikut adalah rincian volumenya:
      Tahun 2025: Malaydesh mengimpor sebanyak 23,97 juta metrik ton (MT) batubara dari Indonesia.
      Tahun 2024: Volume impor tercatat sebesar 27,18 juta ton, yang menunjukkan adanya sedikit penurunan volume pada tahun berikutnya.
      -
      Ketergantungan: Malaydesh sangat bergantung pada pasokan Indonesia, di mana lebih dari 50% hingga 80% total kebutuhan batubara nasionalnya dipasok oleh Indonesia.

      Hapus
    4. GYROSCOPE NSM NORWEGIA BY USA = ITAR USA
      ART USD 240 B = KLAIM KELUAR ART “MISSPOKEN” = BANNED NSM MALAYDESH
      MISSPOKEN (ASBUN : ASAL BUNYI)
      NOT INFORMED US OF WITHDRAWAL
      😀😝🤣😀😝🤣😀😝🤣
      ---------------------------------
      MALAYDESH HAS NOT INFORMED US OF WITHDRAWAL FROM TRADE DEAL: OFFICIAL ......
      The status of the deal has been unclear since the Malaydesh trade minister said that last month’s U.S. Supreme Court ruling rendered the agreement “void.”
      https://thediplomat.com/2026/03/confusion-reigns-after-malaydeshn-minister-declares-us-trade-agreement-null-and-void/
      --------------------------------
      CORRECTION. THE MINISTER MALAYDESH HAD “MISSPOKEN (ASBUN : ASAL BUNYI)”,
      https://www.scmp.com/week-asia/economics/article/3346749/confusion-over-malaydesh-us-trade-deal-null-and-void-claim-retracted
      ---------------------------------
      1️⃣ DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      1️⃣ DATA YANG MALAYDESH 2025
      Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
      Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      -
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2025
      Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
      Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
      ---------------------------------
      BELUM MEMBAYAR GAS
      BELUM MEMBAYAR GAS
      BELUM MEMBAYAR GAS
      BELUM MEMBAYAR GAS
      BELUM MEMBAYAR GAS
      BELUM MEMBAYAR GAS
      -----------------------------------
      status sengketa tersebut:
      Kemenangan Arbitrase (Juni 2024): Pengadilan arbitrase internasional telah memenangkan PGN dalam sengketa melawan Petronas Carigali Muriah Ltd (PCML). Putusan ini berkaitan dengan penghentian penyaluran gas dari Lapangan Kepodang yang tidak sesuai dengan kontrak.
      -
      Nilai Tagihan: PGN sebelumnya menuntut ganti rugi sebesar US$ 32,2 juta (sekitar Rp 460 miliar - Rp 500 miliar tergantung kurs). Tagihan ini mencakup denda ship-or-pay karena volume gas yang disalurkan melalui pipa PT Kalimantan Jawa Gas (anak usaha PGN) jauh di bawah komitmen kontrak.
      =
      Status Pelunasan: Meskipun sudah ada putusan arbitrase yang memenangkan PGN, laporan keuangan atau keterbukaan informasi terbaru PGN belum secara eksplisit mengonfirmasi bahwa dana tersebut telah masuk ke rekening perusahaan. PGN saat ini masih memproses tindak lanjut atas hasil kemenangan gugatan tersebut.

      Hapus
    5. GYROSCOPE NSM NORWEGIA BY USA = ITAR USA
      ART USD 240 B = KLAIM KELUAR ART “MISSPOKEN” = BANNED NSM MALAYDESH
      MISSPOKEN (ASBUN : ASAL BUNYI)
      NOT INFORMED US OF WITHDRAWAL
      😀😝🤣😀😝🤣😀😝🤣
      ---------------------------------
      MALAYDESH HAS NOT INFORMED US OF WITHDRAWAL FROM TRADE DEAL: OFFICIAL ......
      The status of the deal has been unclear since the Malaydesh trade minister said that last month’s U.S. Supreme Court ruling rendered the agreement “void.”
      https://thediplomat.com/2026/03/confusion-reigns-after-malaydeshn-minister-declares-us-trade-agreement-null-and-void/
      --------------------------------
      CORRECTION. THE MINISTER MALAYDESH HAD “MISSPOKEN (ASBUN : ASAL BUNYI)”,
      https://www.scmp.com/week-asia/economics/article/3346749/confusion-over-malaydesh-us-trade-deal-null-and-void-claim-retracted
      ---------------------------------
      1️⃣ DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      1️⃣ DATA YANG MALAYDESH 2025
      Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
      Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      -
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2025
      Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
      Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
      ---------------------------------HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah.

      Hapus
    6. GYROSCOPE NSM NORWEGIA BY USA = ITAR USA
      ART USD 240 B = KLAIM KELUAR ART “MISSPOKEN” = BANNED NSM MALAYDESH
      MISSPOKEN (ASBUN : ASAL BUNYI)
      NOT INFORMED US OF WITHDRAWAL
      😀😝🤣😀😝🤣😀😝🤣
      ---------------------------------
      MALAYDESH HAS NOT INFORMED US OF WITHDRAWAL FROM TRADE DEAL: OFFICIAL ......
      The status of the deal has been unclear since the Malaydesh trade minister said that last month’s U.S. Supreme Court ruling rendered the agreement “void.”
      https://thediplomat.com/2026/03/confusion-reigns-after-malaydeshn-minister-declares-us-trade-agreement-null-and-void/
      --------------------------------
      CORRECTION. THE MINISTER MALAYDESH HAD “MISSPOKEN (ASBUN : ASAL BUNYI)”,
      https://www.scmp.com/week-asia/economics/article/3346749/confusion-over-malaydesh-us-trade-deal-null-and-void-claim-retracted
      ---------------------------------
      1️⃣ DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      1️⃣ DATA YANG MALAYDESH 2025
      Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
      Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      -
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2025
      Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
      Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
      ---------------------------------
      BELUM BAYAR PETRONAS
      BELUM BAYAR PETRONAS
      BELUM BAYAR PETRONAS
      ________________________________________
      Berdasarkan kemenangan gugatan PGN (Afiliasi Pertamina) atas Petronas Carigali Muriah Ltd (PCML) di ICC International Court of Arbitration, berikut adalah Analisis Dampak dari penundaan pembayaran utang gas tersebut:
      Analisis Dampak Sengketa PGN vs Petronas
      Gangguan Arus Kas (Cash Flow) PGN: Penundaan pembayaran senilai US$32,2 juta (Rp500 Miliar) menghambat likuiditas PT Kalimantan Jawa Gas (KJG). Dana ini seharusnya bisa diputar kembali untuk perawatan pipa transmisi Kalija I.
      Kerugian Operasional "Ship-or-Pay": Karena volume gas dari Lapangan Kepodang di bawah komitmen kontrak, PGN menanggung biaya operasional pipa yang tidak terutilisasi maksimal. Petronas wajib membayar denda ini sebagai kompensasi atas melesetnya target penyaluran.
      Preseden Buruk bagi Petronas: Kemenangan PGN di arbitrase internasional Hong Kong menjatuhkan kredibilitas Petronas sebagai mitra bisnis di Indonesia. Ini menunjukkan adanya kegagalan Petronas dalam memenuhi janji komersial (Contractual Breach).
      Beban Fiskal Malaydesh: Mengingat Petronas adalah penyumbang dividen terbesar bagi pemerintah Malaydesh, tuntutan bayar dari Pertamina ini menambah beban di tengah krisis utang Malaydesh (RM1,7 Triliun) yang sedang membengkak.
      ________________________________________
      Status & Fakta Tagihan
      Pemenang Gugatan: PGN (melalui anak usaha PT Kalimantan Jawa Gas).
      Pihak Terhukum: Petronas Carigali Muriah Limited (PCML).
      Lembaga Pemutus: ICC International Court of Arbitration, Hong Kong (Juni 2024).
      Nilai Nominal: ± US$32,2 Juta (Sekitar Rp500 Miliar).
      Penyebab Tagihan: Denda Ship-or-Pay akibat penghentian/penurunan pasokan gas Lapangan Kepodang yang tidak sesuai kontrak.
      Status Terkini: PGN telah menang secara hukum internasional, namun dana belum dikonfirmasi masuk ke rekening perusahaan (masih dalam tahap tindak lanjut eksekusi putusan).

      Hapus
    7. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
      ________________________________________
      Status Darurat Pertahanan & Pengadaan 2026 –
      • CUT DEFENSE BUDGET: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional seluruh instansi akibat dampak krisis global.
      • NSM BANNED (Mei 2026): Norwegia memblokir pengiriman rudal NSM karena Malaydesh masuk daftar cekal senjata canggih non-NATO.
      • FREEZE PROCUREMENT: Sejak 16 Januari 2026, seluruh kontrak militer/polisi dibekukan akibat skandal suap mantan panglima.
      • F/A-18 BATAL: Akuisisi Hornet bekas Kuwait resmi gugur Februari 2026 setelah 9 tahun penantian sia-sia.
      • REWORK LCS: Audit Naval Group memaksa pengerjaan ulang (re-work) pada 4.000 instalasi pipa dan kabel yang cacat produksi.
      • SALAM SIPRI KOSONG: Data resmi 2020–2025 menunjukkan tren "Salam Kosong" (Planned -> Selected -> No Order -> KOSONG).
      Peringkat Militer & Ekonomi (ASEAN 2026) –
      • GFP 2026: Peringkat Malaydesh merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      • The Giant vs The Stagnant: PDB PPP Indonesia ($5,69 T) kini 4,24x lebih besar daripada Malaydesh ($1,34 T).
      • Negara Penyewa: Akibat krisis kas, militer terpaksa beralih ke skema Leasing (Sewa) untuk helikopter dan kendaraan operasional.
      • Sanksi Olahraga: Sanksi CAS/AFC akibat dokumen naturalisasi palsu; kalah WO 0-3 dan gagal ke Piala Asia 2027.
      Spiral Hutang & Beban Warga 2026 –
      • Gali Lubang Tutup Lubang: 58% pinjaman baru pemerintah hanya habis untuk membayar bunga dan cicilan hutang lama.
      • Debt Servicing Crisis: Hutang Pemerintah (70,5% PDB) dan Hutang Rumah Tangga (84,3% PDB) keduanya sudah Overlimit.
      Erosi Kedaulatan & Diplomasi Gagal –
      • Babu Buckingham: Pasukan RAMD sibuk menjaga simbol kolonial Inggris saat kedaulatan laut domestik dicerobohi China.
      • Kedaulatan Maritim: Kapal China menguasai Beting Patinggi Ali selama 359 hari (2024); Malaydesh kehilangan daya gentar.
      • Isolasi Internasional: Periode 2018–2026 resmi ditolak oleh EU, UN, FIFA, BRICS, hingga G20.
      • Skandal Aset: Catatan memalukan hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur yang tak kunjung ditemukan

      Hapus
    8. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
      ________________________________________
      Status Darurat Pertahanan & Anggaran 2026 –
      • CUT DEFENSE BUDGET: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional seluruh instansi akibat dampak krisis global.
      • NSM BANNED (Mei 2026): Norwegia memblokir pengiriman rudal NSM karena Malaydesh masuk daftar cekal senjata canggih non-NATO.
      • FREEZE PROCUREMENT: Sejak 16 Januari 2026, seluruh kontrak militer/polisi dibekukan akibat skandal suap mantan panglima.
      • F/A-18 BATAL: Rencana akuisisi Hornet bekas Kuwait resmi gugur Februari 2026 setelah 9 tahun (2017-2025) penantian sia-sia.
      • REWORK LCS: Naval Group memaksa pengerjaan ulang (re-work) pada 4.000 instalasi pipa dan kabel yang cacat produksi.
      • SALAM SIPRI KOSONG: Data resmi 2020–2025 menunjukkan tren "Vakum Alutsista" (Planned -> No Order -> KOSONG).
      Kelumpuhan Matra & Deterensi (ASEAN 2026) –
      • GFP 2026: Peringkat Malaydesh merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      • Model "Military-for-Rent": Akibat krisis kas, militer beralih ke skema Leasing (Sewa) untuk helikopter dan kendaraan operasional.
      • Degradasi Operasional: Hilangnya aset kunci (mesin jet/Skyhawk) dan banyaknya jet grounded meruntuhkan kredibilitas tempur riil.
      • Vakum Alutsista: Sementara tetangga (RI, Singapura, Filipina) modernisasi masif, Malaydesh tertahan di porsi impor hanya 0,3%.
      Krisis Fiskal: "Debt-Servicing Trap" –
      • Gali Lubang Tutup Lubang: 58% pinjaman baru pemerintah hanya habis untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.
      • Risiko Insolvensi: Jika jaminan pemerintah terealisasi, rasio utang terhadap GDP melonjak ke 96,7% (Skenario Sri Lanka).
      • Ketergantungan Barter: Keterbatasan devisa memaksa skema bayar pakai sawit (CPO) untuk FA-50 dan kapal Scorpene.
      • Beban Per Warga: Setiap penduduk menanggung beban kumulatif RM 94.544; utang pemerintah 70,5% PDB sudah Overlimit.
      Erosi Kedaulatan & Degradasi Kredibilitas –
      • Babu Buckingham: Pasukan RAMD sibuk menjaga simbol kolonial Inggris saat kedaulatan laut domestik dicerobohi China.
      • Laut Hilang: Kapal China menguasai Beting Patinggi Ali selama ratusan hari; Malaydesh kehilangan daya tawar maritim.
      • PHK Massal: Data SOCSO mencatat puncak pengangguran dengan 24.100 PHK pada Januari 2026.
      • Isolasi Global: Periode 2018–2026 resmi ditolak oleh EU, UN, FIFA, BRICS, hingga G20

      Hapus
    9. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
      ________________________________________
      Status Darurat Pertahanan & Pengadaan 2026 –
      • CUT DEFENSE BUDGET: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global.
      • NSM BANNED (Mei 2026): Norwegia memblokir pengiriman rudal NSM karena Malaydesh dilarang menerima senjata canggih non-NATO.
      • FREEZE PROCUREMENT: Sejak 16 Januari 2026, seluruh kontrak militer/polisi dibekukan akibat skandal suap mantan panglima.
      • F/A-18 BATAL: Rencana akuisisi Hornet bekas Kuwait resmi gugur Februari 2026 setelah 9 tahun (2017-2025) penantian sia-sia.
      • REWORK LCS: Naval Group memaksa pengerjaan ulang (re-work) pada 4.000 instalasi pipa dan kabel yang cacat produksi.
      • SALAM SIPRI KOSONG: Data resmi 2020–2025 menunjukkan tren vakum alutsista (Planned -> Selected -> KOSONG).
      Perbandingan Kekuatan Militer & Impor (ASEAN 2026) –
      • GFP 2026: Peringkat Malaydesh merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      • Realisasi Impor Senjata: Indonesia memimpin ASEAN (1,5% Dunia), sementara Malaydesh terpuruk di posisi buncit (0,3%).
      • Status Lembar SIPRI: Indonesia memiliki 1 lembar penuh kontrak aktif (Rafale, Scorpène, A400M), Malaydesh berstatus Lembar Kosong.
      • On Progress Indonesia: Membangun kekuatan masif dengan 42 Rafale, 48 KAAN, 22 Black Hawk, dan Kapal Induk Garibaldi (Eks-Italia).
      Museum Kegagalan & "Prank" Pertahanan (2005–2026) –
      • 2026: Hornet Kuwait Batal & Pembekuan Total oleh PM Anwar Ibrahim akibat korupsi sistemik.
      • 2024–2025: Sewa Black Hawk mangkrak; unit tidak pernah tiba di tanah Malaydesh.
      • 2018: Kapal MRSS PT PAL Indonesia berakhir Zonk; rencana pengadaan menguap.
      • 2014: Jet Rafale Prancis mangkrak karena ketidakmampuan anggaran.
      • 2005: Rudal KS-1A China berakhir Zonk tanpa realisasi.
      Krisis Fiskal & Beban Rakyat 2026 –
      • Spiral Hutang: Hutang Pemerintah (70,5% PDB) dan Hutang Rumah Tangga (84,3% PDB) keduanya sudah Overlimit.
      • Beban Per Warga: Setiap penduduk menanggung beban kumulatif RM 94.544; meroket seiring PHK massal (24.100 jiwa per Januari 2026).
      • Ekonomi Stagnan: Jurang pemisah PDB dengan Indonesia melebar tajam hingga 4,24x lipat.

      Hapus
    10. NGEMIS = BERAS JAGUNG BATUBARA - BATAL = F18 NSM UH60A CUT BUDGET
      1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
      2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
      3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
      4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONDESH
      5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
      6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
      7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
      8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
      9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
      --------------------------------
      FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
      LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
      MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
      DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
      -
      FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
      BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
      AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
      --------------------------------
      DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      1. Scorpene Submarines (France, early 2000s):
      a. Procurement: Malaydesh acquired two Scorpene-class submarines from France.
      b. Financing Mechanism: The financing was primarily through loans from French banks.
      c. Role of Export Credit Agency: These loans were backed by the French government’s export credit agency (likely Coface). Coface guaranteed a significant portion of the loans, mitigating the risk for the French commercial banks. This made the banks more willing to lend to Malaydesh for such a large defense acquisition.
      d. Payment Structure: The contract involved payments stretched over many years, allowing Malaydesh to integrate the cost into its long-term defense budget rather than paying a huge lump sum upfront.
      e. Significance: This is a classic example of how ECAs facilitate large, complex defense sales by providing financial assurances.
      ----------------------
      2. PT-91M “Pendekar” Tanks (Poland):
      a. Procurement: Malaydesh acquired a number of PT-91M main battle tanks from Poland.
      b. Financing Mechanism: Reports indicate export credit financing from Poland/Europe. This means Polish banks, potentially supported by Polish or European ECAs, provided loans to Malaydesh.
      c. Reason for Financing: The "total contract was too large for Malaydesh’s defense budget in one year." This highlights the core purpose of loan financing: enabling significant purchases that would otherwise strain annual budgetary allocations.
      d. Significance: Demonstrates how financing helps overcome immediate budget constraints for substantial military hardware.

      Hapus
    11. NGEMIS = BERAS JAGUNG BATUBARA - BATAL = F18 NSM UH60A CUT BUDGET
      1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
      2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
      3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
      4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONDESH
      5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
      6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
      7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
      8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
      9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
      --------------------------------
      FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
      LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
      MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
      DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
      -
      FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
      BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
      AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
      --------------------------------
      DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      1. FA-50M Fighter Jets (South Korea, 2023):
      o Procurement: Malaydesh decided to acquire FA-50M light combat aircraft from South Korea.
      o Financing Mechanism: It is "likely tied to Korean financing packages (KEXIM export credit)." KEXIM (Export-Import Bank of Korea) is South Korea's official export credit agency. They frequently provide attractive financing terms (loans, guarantees) to facilitate the sale of Korean products, especially high-value items like aircraft, ships, and infrastructure projects, to foreign buyers.
      o Details: While specific details aren't fully disclosed (common for ongoing defense deals), this is described as "A typical arrangement for aircraft sales from Korea." This implies that KEXIM's involvement with favorable loan terms is a standard practice for large Korean defense exports.
      o Significance: Illustrates the strategic use of government-backed financing to win international defense contracts.
      -----------------
      2. NGPVs (Kedah-class Patrol Vessels, 1990s–2000s):
      o Procurement: Malaydesh acquired New Generation Patrol Vessels (NGPVs), built locally under a German license.
      o Financing Mechanism: "Financing reportedly included German export credit facilities." Even though the vessels were built locally, the German intellectual property, components, and expertise involved likely warranted German financial support.
      o Role of German ECA: This would involve a German export credit agency (like Euler Hermes) providing guarantees or direct loans to facilitate the transfer of technology and key components from Germany, and to support the overall project.
      o Significance: Shows that export credit financing can also apply to licensed local production, especially when substantial foreign components or technology transfer are involved
      -----------------
      1. Financier (e.g., Foreign Banks, Export Credit Agencies): Provides loans to the buyer to facilitate the purchase. These financiers are often from the seller's country and are sometimes backed by their own government.
      2. Export Credit Agency (ECA): A key player. ECAs (like France's Coface, South Korea's KEXIM, Germany's Euler Hermes) are government-backed institutions that provide guarantees or direct financing to support their country's exports. They reduce the risk for commercial banks lending to foreign buyers, making such loans more attractive.

      Hapus
    12. NGEMIS = BERAS JAGUNG BATUBARA - BATAL = F18 NSM UH60A CUT BUDGET
      1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
      2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
      3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
      4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONDESH
      5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
      6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
      7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
      8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
      9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
      --------------------------------
      FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
      LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
      MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
      DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
      -
      FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
      BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
      AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
      --------------------------------
      DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      Types of Loan Financing
      1. Foreign Export Credit:
      o Mechanism: When Malaydesh decides to buy defense equipment from a foreign country (e.g., submarines from France, fighter jets from Russia), the exporting country's government or its export credit agency often provides favorable loan terms to Malaydesh. This isn't just a commercial deal; it's a strategic tool for the exporting nation to promote its defense industry and build political influence.
      o Advantages for Malaydesh:
       Lower Interest Rates: Often come with subsidized interest rates compared to commercial loans.
       Longer Repayment Periods: Allows for spreading the cost over many years, easing immediate budget pressure.
      o Risks:
       Currency Risk: Loans are typically denominated in the currency of the exporting country (e.g., Euros, USD, Rubles). If the Malaydeshn Ringgit depreciates against these currencies, the cost of repayment in Ringgit terms increases significantly.
       Political Influence: The exporting country might gain leverage over Malaydesh's foreign policy or defense decisions due to the debt.
      -----------------
      2. International Bank Loans:
      o Mechanism: Malaydesh can secure loans from commercial banks or syndicates of banks, often international institutions, to finance defense purchases. These are more straightforward commercial transactions.
      o Advantages for Malaydesh:
       Flexibility: Can be used to purchase equipment from various suppliers, not tied to a specific exporting country's credit lines.
       Market Rates: While interest rates are market-driven, competitive bidding among banks can secure reasonable terms.
      o Risks:
       Higher Interest Rates: Generally higher than government-backed export credits.
       Shorter Repayment Periods: Compared to export credits, these might demand quicker repayment.
       Strict Covenants: Banks often impose covenants (conditions) that the borrower must adhere to, potentially limiting financial flexibility.

      Hapus
    13. KAYA HEAVY FREGAT = MISKIN KORVET : LMS NO SONAR NO TORPEDO - LCS BLOKIR NSM
      -
      Welcome to in force .......
      1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
      4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
      2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
      2 UNIT FREEGAT ISTIF
      2 UNIT SCORPENE EVOLVED
      -
      WELCOME ASTER 30 NT
      ASTER 30 NT = TEWASKAN FA 50 ANKA ISR ATR 72
      ASTER 30 NT = TEWASKAN FA 50 ANKA ISR ATR 72
      Fincantieri kini mengalihkan kapal-kapal ini untuk kekebutuhanan Angkatan Laut Indonesia, tetapi kedua kapal akan mempertahankan konfigurasi 'light plus' mereka.
      -------------------------------------
      The Light+ (C band radar 4FF) and Full (complete DBR radar) options also mount Aster anti-aircraft missiles, including the new 30 NT, which is capable of intercepting MRBMs.
      All configurations have the option to mount TESEO "EVO" MK2/E anti-ship missile launchers. According to RID, the Italian Navy ordered the new MBDA TESEO MK/2E heavy-duty missile (TESEO "EVO"), a long-range anti-ship missile with also land attack capability.

      =========
      =========
      DOWNGRADE HISAR = NO ASW
      DOWNGRADE HISAR = NO ASW
      DOWNGRADE HISAR = NO ASW
      CHEAPEST VARIANT LMS
      -
      1. ADA CLASS PAKISTAN USD 1 MILYAR/4 = USD 250 JUTA PER UNIT
      -
      2. ADA CLASS UKRAINE USD 1 MILYAR/2 = USD 250 JUTA PER UNIT + UCAV SENILAI USD 500 JUTA
      -
      3. HISAR OPV CLASS (LMS B2) MALAYDESH USD 530 JUTA /3 = USD 176,7 JUTA PER UNIT
      -
      HISAR OPV = LMS B2 = NO ASW
      HISAR OPV = LMS B2 = NO ASW
      HISAR OPV = LMS B2 = NO ASW
      TCG AKHISAR dan TCG KOÇHISAR merupakan kapal kelas HISAR yang dibangunkan dalam skop projek MILGEM.
      Kapal ini dibangunkan dari model kovet kelas ADA, yang merupakan antara calon-calon yang disebut akan memenuhi program Littoral Mission Ship Batch 2 Tentera Laut Diraja MALAYDESH .
      -------------------------------------
      DOWNGRADE ANKA
      DOWNGRADE ANKA
      2024 ANKA OMPONG = WILL NOT BE EQUIPPED WITH ANY WEAPONRY
      MALAYDESH to use Anka-S for Maritime Surveillance
      While the specific equipment configuration of the Ankas is NOt currently kNOwn, they will be operated solely as a maritime surveillance platform in MALAYDESH service, and will NOt be equipped with any weaponry. According to European Security & Defence reporting from LIMA 2023, the MALAYDESH Ankas will have modified wings to improve their endurance
      -------------------------------------
      CHEAPEST VARIANT FA50
      CHEAPEST VARIANT FA50
      CHEAPEST VARIANT FA50
      -
      1. FA 50 GF (TA 50 BLOK II) 12 UNIT HARGA USD 705 JUTA ALIAS USD 58,75 JUTA/UNIT
      -
      2. FA 50 PL (BLOK 20) 36 UNIT HARGA USD 2300 JUTA ALIAS USD 63,89 JUTA/UNIT
      -
      3. FA 50M 18 UNIT HARGA USD 920 JUTA ALIAS USD 51,1 JUTA/UNIT
      -
      FA50 = UNSUITABLE FOR MILITARY OPERATIONS
      FA50 = UNSUITABLE FOR MILITARY OPERATIONS
      South Korea has delivered FA-50 combat trainer aircraft to Poland that are reportedly unsuitable for military operations, Polish Deputy Defence Minister Cezary Tomczyk said.
      -------------------------------------
      🦧GORILA IQ BOTOL = SEWA 28 HELI > 119 HELI BARU > ART : WAJIB LAPOR USA
      SEWA 28 HELI RM 16.8BN = USD 3.7BN/USD 3.700 JT DOLAR
      •HARGA HELI AW149 = USD 31 JUTA
      •28 UNITK X USD 31 JT= USD 857 JUTA
      •USD 3.700JT ÷ USD 31 JT = 119 HELI BARU
      ----
      4x LEBIH MAHAL SEWA DARIPADA BELI BARU =
      SEWA 15 TAHUN = RM16.8 BILION
      BELI BARU = RM3.954 BILION
      SEWAan selama 15 tahun dianggarkan mencecah RM16.8 bilion, jauh lebih tinggi berbanding kos pembelian helikopter serupa yang dianggarkan sekitar RM3.954 bilion.MALAYDESH (ATM)
      -------------------------------------
      CHEAPEST PLATFORM VARIANT :
      -
      HARGA CN 235 = USUSD 27,50 Juta
      -
      HARGA ATR 72 = USUSD24.7 Juta


      Hapus
    14. KAYA HEAVY FREGAT = MISKIN KORVET : LMS NO SONAR NO TORPEDO - LCS BLOKIR NSM
      -
      Welcome to in force .......
      1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
      4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
      2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
      2 UNIT FREEGAT ISTIF
      2 UNIT SCORPENE EVOLVED
      -
      HARGA 1 PPA = HARGA 3 LeMeS B2
      -
      PPA USD 1,3 MILYAR/2 = USD 650 JUTA PER UNIT
      -
      LMS B2 (DOWNGRADE HISAR OPV) USD 530 JUTA /3 = USD 176,7 JUTA PER UNIT
      ------------------------------------
      WELCOME ASTER 30 NT
      ASTER 30 NT = TEWASKAN FA 50 ANKA ISR ATR 72
      ASTER 30 NT = TEWASKAN FA 50 ANKA ISR ATR 72
      Fincantieri kini mengalihkan kapal-kapal ini untuk kekebutuhanan Angkatan Laut Indonesia, tetapi kedua kapal akan mempertahankan konfigurasi 'light plus' mereka.
      -------------------------------------
      The Light+ (C band radar 4FF) and Full (complete DBR radar) options also mount Aster anti-aircraft missiles, including the new 30 NT, which is capable of intercepting MRBMs.
      All configurations have the option to mount TESEO "EVO" MK2/E anti-ship missile launchers. According to RID, the Italian Navy ordered the new MBDA TESEO MK/2E heavy-duty missile (TESEO "EVO"), a long-range anti-ship missile with also land attack capability.

      =========
      =========
      DOWNGRADE HISAR = NO ASW
      DOWNGRADE HISAR = NO ASW
      DOWNGRADE HISAR = NO ASW
      CHEAPEST VARIANT LMS
      -
      1. ADA CLASS PAKISTAN USD 1 MILYAR/4 = USD 250 JUTA PER UNIT
      -
      2. ADA CLASS UKRAINE USD 1 MILYAR/2 = USD 250 JUTA PER UNIT + UCAV SENILAI USD 500 JUTA
      -
      3. HISAR OPV CLASS (LMS B2) MALAYDESH USD 530 JUTA /3 = USD 176,7 JUTA PER UNIT
      -
      HISAR OPV = LMS B2 = NO ASW
      HISAR OPV = LMS B2 = NO ASW
      HISAR OPV = LMS B2 = NO ASW
      TCG AKHISAR dan TCG KOÇHISAR merupakan kapal kelas HISAR yang dibangunkan dalam skop projek MILGEM.
      Kapal ini dibangunkan dari model kovet kelas ADA, yang merupakan antara calon-calon yang disebut akan memenuhi program Littoral Mission Ship Batch 2 Tentera Laut Diraja MALAYDESH .
      -------------------------------------
      DOWNGRADE ANKA
      DOWNGRADE ANKA
      2024 ANKA OMPONG = WILL NOT BE EQUIPPED WITH ANY WEAPONRY
      MALAYDESH to use Anka-S for Maritime Surveillance
      While the specific equipment configuration of the Ankas is NOt currently kNOwn, they will be operated solely as a maritime surveillance platform in MALAYDESH service, and will NOt be equipped with any weaponry. According to European Security & Defence reporting from LIMA 2023, the MALAYDESH Ankas will have modified wings to improve their endurance
      -------------------------------------
      CHEAPEST VARIANT FA50
      CHEAPEST VARIANT FA50
      CHEAPEST VARIANT FA50
      -
      1. FA 50 GF (TA 50 BLOK II) 12 UNIT HARGA USD 705 JUTA ALIAS USD 58,75 JUTA/UNIT
      -
      2. FA 50 PL (BLOK 20) 36 UNIT HARGA USD 2300 JUTA ALIAS USD 63,89 JUTA/UNIT
      -
      3. FA 50M 18 UNIT HARGA USD 920 JUTA ALIAS USD 51,1 JUTA/UNIT
      -
      FA50 = UNSUITABLE FOR MILITARY OPERATIONS
      FA50 = UNSUITABLE FOR MILITARY OPERATIONS
      South Korea has delivered FA-50 combat trainer aircraft to Poland that are reportedly unsuitable for military operations, Polish Deputy Defence Minister Cezary Tomczyk said.
      -------------------------------------
      🦧GORILA IQ BOTOL = SEWA 28 HELI > 119 HELI BARU > ART : WAJIB LAPOR USA
      SEWA 28 HELI RM 16.8BN = USD 3.7BN/USD 3.700 JT DOLAR
      •HARGA HELI AW149 = USD 31 JUTA
      •28 UNITK X USD 31 JT= USD 857 JUTA
      •USD 3.700JT ÷ USD 31 JT = 119 HELI BARU
      ----
      4x LEBIH MAHAL SEWA DARIPADA BELI BARU =
      SEWA 15 TAHUN = RM16.8 BILION
      BELI BARU = RM3.954 BILION
      SEWAan selama 15 tahun dianggarkan mencecah RM16.8 bilion, jauh lebih tinggi berbanding kos pembelian helikopter serupa yang dianggarkan sekitar RM3.954 bilion.MALAYDESH (ATM)
      ----------------
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = MANGKRAK 15 YEARS - BANNED NSM
      LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
      LMS B2 = DOWNGRADE BABUR CLASS NO TORPEDO
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = EXO B2 EXPIRED NO TORPEDO
      LAKSAMANA = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
      KEDAH = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
      PERDANA = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
      HANDALAN = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
      JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO

      Hapus
  30. bentar lagi ada RIMPAC...Stok kaprang kita banyak nich, tinggal tunjuk..
    mao yg muda ato old,
    mao yg panjang ato pendek

    ✅️2 PPA
    ✅️5 VS
    ✅️2 DAMEN PKR
    ✅️3 F2000
    ✅️4 DAMEN KORVET
    ✅️2 OPV 98m

    kalo perluw kirim OPV 98m dan PPA skaligus Brand New🥳 haha!✌️🦾✌️

    BalasHapus
  31. seblah kirim apa yaa ke RIMPAC...masa GANBOT KIUKIU EKSPIRED lagiiii..bosen ahhh haha!🤥🍌😭

    BalasHapus
  32. MeWeK😭 Panik🥶 Aset Baruw kita makin Banyakk haha!🦾🚀🦾
    ✅️FMP 4
    ✅️2 PPA
    ✅️2 ISTIF
    ✅️2 DAMEN 10514
    Full WEPON

    masa dari 2011 ditunggu ending tak habis2..malah NSM=NORWAY ST⛔️P MISSILES
    definisi OMFONG TOTAL yaa proyek Gowing lcs Gagal haha!👎🍌😄

    BalasHapus
  33. Salah Sendiri
    Jadwal dia yg langgar dot kom
    NSM di batal Norwegia..masa NGAMUK🔥 Aneh haha!😵‍💫🍌😭

    BalasHapus
  34. 2011 kontrak 6 gowing, konon Full Wepon bukan FFNBW

    2017 pelancaran lcs 1, OMFONG..warganyet kl bilang, meriam, rudal, torpedo simpan di gudang, tinggal pasang🍌

    2018 N⛔️ Delivery..delay
    Menhan Mat sabu sebut kapal SALAH FOTONG haha!🤪🤣🍌

    2019 SHEPARD MEDIA sebut hanya pesan 1 sistem nsm utk gowing lcs 1, N⛔️ VLS
    naa ketauan B⛔️HONGNYA haha!🤥🍌😋

    2023 kontrak amandemen dari 6 tinggal 5, tapi bayar lebih mahal haha!😂🤥🍌

    2026 Menhan sebut gowing lcs harus RE WORK karna Naval Grup Audit tegur
    SALAH PASANG PIPA & KABEL WIRE 4000pcs haha!🥶😵‍💫🍌

    yang bikin ngakak
    NORWAY NSM= N⛔️T SENDING MISSILES haha!🤣😆🍌

    BalasHapus
  35. Gerak cepat 🤗😘

    Kabar terbaru KRI Balaputradewa

    https://x.com/i/status/2057346873783202212

    Super cepat, mantap PT Pal 🤗😘

    Menko infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melakukan kunjungan ke PT PAL (21/5)

    Info penting dalam kunjungan ini adalah Peningkatan Produksi LPD PT PAL
    Jika sebelumnya pembangunan satu kapal LPD butuh waktu 2 tahun,sekarang 1 kapal LPD bisa selesai dalam waktu 6 bulan.

    https://x.com/i/status/2057608566236934618

    Pesanan aktif pal untuk saat ini ada 5 kapal 2 fregat, 2 lpd dan 1 LPD super UAE. Dari 2 Garing dock/dry dock milik pal hanya 1 yang digunakan untuk pembangunan kapal baru.

    https://x.com/i/status/2057654592939376879

    Lpd pinoy juga udah mulai rapi 😊

    Progress Pembangunan LPD Philipine Navy
    Source PT PAL

    https://x.com/i/status/2057634682142179345

    1/ Fregat Merah Putih (FMP) 2 dan Kapal Selam Scorpene

    Dari foto yang diupload Agus Yudhoyono (AHY), terlihat bagian dalam Workshop Divisi Kapal Selam PT PAL Indonesia. Dalam foto paling tidak ada 2 informasi penting:

    https://x.com/i/status/2057639345394483692

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wow keren 1 LPD hanya 6 bulan..haha!👌👍👌

      sementara 1 korvet gowing, sbelah butuh 15 tahun, ituw pun SALAH FOTONG, SALAH PASANG PIPA & KABEL WIRE haha!🤥🍌😵‍💫
      Butuh RE WORK 4000pcs...ini mah ambyar haha!🤪😁🍌

      Hapus
    2. LPD 1 PH, keknya bulan 7 peluncuran,
      Agustus masyuk perakitan LPD 2 yak..aman kita haha!😎😂👍

      Hapus
    3. FMP 2 harusnya pake dok irian, jangan semua numpuk di dok semarang gt..ato klo perlu dok surabaya donk ahh biar sat set wow haha!😉😬✌️

      Hapus
    4. Gtu lah om, kita mah sdikit bicara banyak kerja 😊

      Hapus
  36. yg ditunggu netijen +62,
    ketika paris nolak berikan EXOSET & VL Mica haha!🤪🤣🤪
    Makaroni pasti Ogahlah..aset terbaik dikasi ke kapal SALAH FOTONG, SALAH PASANG PIPA & KABEL WIRE haha!⛔️🍌😝

    apalagi rudal kebab, pasti nehi haha!😋😎🍌

    BalasHapus
  37. 1 LPD PAL hanya butuh 6 bulan...
    djelas ketar ketir warganyet kl, idung ngasap..kalah lagii haha!🥶😤😭

    BalasHapus
    Balasan
    1. JELAS KELIHATAN MANA YG SMART DAN BOTOL AKA IDIOT ITU OM 🤣🤣🤣🤣🤣

      Hapus
  38. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
    2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
    2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
    2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
    2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
    2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
    2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
    2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
    ________________________________________
    Status Darurat Pertahanan & Pengadaan 2026 –
    • CUT DEFENSE BUDGET: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global.
    • NSM BANNED (Mei 2026): Norwegia memblokir pengiriman rudal NSM karena Malaydesh dilarang menerima senjata canggih non-NATO.
    • FREEZE PROCUREMENT: Sejak 16 Januari 2026, seluruh kontrak militer/polisi dibekukan akibat skandal suap mantan panglima.
    • F/A-18 BATAL: Rencana akuisisi Hornet bekas Kuwait resmi gugur Februari 2026 setelah 9 tahun (2017-2025) penantian sia-sia.
    • REWORK LCS: Naval Group memaksa pengerjaan ulang (re-work) pada 4.000 instalasi pipa dan kabel yang cacat produksi.
    • SALAM SIPRI KOSONG: Data resmi 2020–2025 menunjukkan tren vakum alutsista (Planned -> Selected -> KOSONG).
    Perbandingan Kekuatan Militer & Impor (ASEAN 2026) –
    • GFP 2026: Peringkat Malaydesh merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
    • Realisasi Impor Senjata: Indonesia memimpin ASEAN (1,5% Dunia), sementara Malaydesh terpuruk di posisi buncit (0,3%).
    • Status Lembar SIPRI: Indonesia memiliki 1 lembar penuh kontrak aktif (Rafale, Scorpène, A400M), Malaydesh berstatus Lembar Kosong.
    • On Progress Indonesia: Membangun kekuatan masif dengan 42 Rafale, 48 KAAN, 22 Black Hawk, dan Kapal Induk Garibaldi (Eks-Italia).
    Museum Kegagalan & "Prank" Pertahanan (2005–2026) –
    • 2026: Hornet Kuwait Batal & Pembekuan Total oleh PM Anwar Ibrahim akibat korupsi sistemik.
    • 2024–2025: Sewa Black Hawk mangkrak; unit tidak pernah tiba di tanah Malaydesh.
    • 2018: Kapal MRSS PT PAL Indonesia berakhir Zonk; rencana pengadaan menguap.
    • 2014: Jet Rafale Prancis mangkrak karena ketidakmampuan anggaran.
    • 2005: Rudal KS-1A China berakhir Zonk tanpa realisasi.
    Krisis Fiskal & Beban Rakyat 2026 –
    • Spiral Hutang: Hutang Pemerintah (70,5% PDB) dan Hutang Rumah Tangga (84,3% PDB) keduanya sudah Overlimit.
    • Beban Per Warga: Setiap penduduk menanggung beban kumulatif RM 94.544; meroket seiring PHK massal (24.100 jiwa per Januari 2026).
    • Ekonomi Stagnan: Jurang pemisah PDB dengan Indonesia melebar tajam hingga 4,24x lipat.

    BalasHapus
  39. KAYA HEAVY FREGAT = MISKIN KORVET : LMS NO SONAR NO TORPEDO - LCS BLOKIR NSM
    -
    Welcome to in force .......
    1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    ====================
    ====================
    NAVAL GRUP = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    LCS REWORK (SALAH PASANG)
    LCS REWORK (SALAH PASANG)
    LCS REWORK (SALAH PASANG)
    https://www.airtimes.my/2026/01/28/penyerahan-lcs-1-dan-2-rasmi-ditunda-kapal-pertama-lewat-4-bulan-ke-disember-2026/
    "Naval Group buat audit, lihat supaya semua kerja berjalan sebagaimana spesifikasi, dan mereka telah membuat teguran supaya ditambah baik ataupun re-work pemasangan perpaipan dan juga kabel. Untuk makluman ada 4,000 unit paip, jadi diminta supaya dikaji semula dan dipasang semula," jelas Menteri Pertahanan.
    -
    PAC = TANPA PERSETUJUAN PENUH
    LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
    LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
    LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
    LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
    Masalah utama:
    Reka bentuk bertukar daripada model MEKO A100 (Jerman) yang dipersetujui TLDM kepada Gowind (Perancis) tanpa persetujuan penuh.
    Akibatnya, pemotongan besi dan komponen awal yang sudah dilakukan menjadi tidak relevan (“salah potong”).
    -
    NO LPD NO LST = SAMPAN .....
    ASSAULT BOAT OMPONG = SAMPAN
    ASSAULT BOAT OMPONG = SAMPAN
    ASSAULT BOAT OMPONG = SAMPAN
    NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
    There is a requirement for Assault Boat to transport a fully equipped Infantry Section with a crew. The boat shall be of ‘Vee’bottom type and suitable for high speed performance, has excellent maneuverability and stability characteristics.
    -
    TIADA MARINIR
    TIADA MARINIR
    TIADA MARINIR
    NGEMIS LPD BUATAN 1963
    NGEMIS AH-1Z
    Initially, the MALAYDESH marine corps will lack an amphibious naval platform as the RMN’s only amphibious ship, It is currently in discussions with both France and South Korea over acquiring a landing platform deck (LPD). The U.S. has also offered MALAYDESH the LPD USS Denver after it decommissions it in 2014. U.S.-based defense companies are also discussing selling MALAYDESH the AH-1Z
    -
    171 ASET USANG 33 TAHUN =
    108 TDM
    29 TUDM
    34 TLDM
    "The total number of MALAYDESH Armed Forces (ATM) assets exceeding 30 years in service comprises 108 units for the Army, 29 units for the Royal MALAYDESH Air Force (RMAF), and 34 units for the Royal MALAYDESH Navy (RMN)," the MALAYDESH Defence Minister

    BalasHapus
  40. INDONESIA .....
    KAPAL TUA DIGANTI KAPAL BARU
    -
    1. KRI Klewang (625)
    Insiden: Kapal cepat rudal (trimaran) siluman ini terbakar habis pada 28 September 2012 di Banyuwangi saat masih dalam tahap uji coba.
    KAPAL PENGGANTI:
    KRI Golok (688). Kapal ini adalah generasi kedua dari kelas trimaran yang sama, diluncurkan pada 21 Agustus 2021 dan resmi beroperasi pada 2022.
    -
    2. KRI Nanggala (402)
    Insiden: Kapal selam kelas Cakra (Tipe 209/1300) ini tenggelam di perairan utara Bali pada 21 April 2021 dalam latihan torpedo.
    KAPAL PENGGANTI:
    Pemerintah melakukan pengadaan kapal selam baru yang lebih modern. Hingga 2026, Indonesia telah menyepakati kontrak pembangunan Kapal Selam Kelas Scorpène (Evolved) dari Prancis. Selain itu, armada kapal selam saat ini diperkuat oleh kelas Nagapasa (KRI Nagapasa-403, KRI Ardadedali-404, dan KRI Alugoro-405).
    -
    3. KRI Teluk Jakarta (541)
    Insiden: Kapal angkut logistik jenis Landing Ship Tank (LST) kelas Frosch ini tenggelam di dekat Pulau Damar, Kepulauan Seribu pada Juli 2020 akibat kebocoran saat cuaca buruk.
    KAPAL PENGGANTI:
    Peran kapal angkut tank ini digantikan secara fungsional oleh KRI Teluk Weda (526) dan KRI Teluk Wondama (527), serta kapal-kapal LST kelas Teluk Bintuni yang terus diproduksi secara massal oleh galangan kapal dalam negeri untuk memperkuat armada amfibi.
    -
    4. KRI Rencong (622)
    Insiden: Kapal Cepat Rudal (KCR) kelas Mandau ini terbakar dan tenggelam di perairan Sorong, Papua Barat, pada 11 September 2018 akibat korsleting listrik.
    KAPAL PENGGANTI:
    TNI AL mengganti kehilangan unit KCR dengan mempercepat produksi KCR Kelas Sampari (KCR-60m). Unit-unit baru seperti KRI Kapak (625) dan KRI Panah (626) kini telah memperkuat jajaran kapal cepat rudal untuk mengisi kekosongan tersebut.
    -
    5. KRI Teluk Hading (538)
    Insiden: Terjadi kebakaran besar pada 3 Juni 2023 di perairan Selayar, Sulawesi Selatan. Meskipun tidak tenggelam, kapal yang sudah berusia tua ini mengalami kerusakan berat.
    KAPAL PENGGANTI:
    Sejalan dengan pemensiunan kapal-kapal tua kelas Frosch, penggantinya adalah LST Kelas Teluk Bintuni (seperti KRI Teluk Youtefa-522 atau KRI Teluk Palu-523) yang memiliki kapasitas lebih besar dan teknologi lebih baru
    =================
    =================
    MALAYDESH.....
    TIADA GANTI KAPAL TUA
    TIADA GANTI KAPAL TUA
    TIADA GANTI KAPAL TUA
    TIADA GANTI KAPAL TUA
    TIADA GANTI KAPAL TUA
    -
    1. KD Sri Inderapura (1505)
    Insiden: Kapal pendarat tank (Landing Ship Tank/LST) terbesar Malaydesh ini mengalami kebakaran hebat pada 8 Oktober 2009 saat berlabuh di Pangkalan TLDM Lumut.
    STATUS PENGGANTI: TIADA GANTI KAPAL
    Hingga Desember 2024 (15 tahun pasca kejadian), TLDM dilaporkan masih menunggu kapal pengganti permanen yang setara. Malaydesh sempat berencana mengakuisisi kapal sejenis dari negara lain, namun hingga kini kemampuan pengangkutan amfibi tersebut belum sepenuhnya digantikan oleh kapal baru dengan kapasitas yang sama.
    -
    2. KD Pendekar (3513)
    Insiden: Kapal serang cepat (Fast Attack Craft) kelas Handalan ini tenggelam di lepas pantai Johor pada 25 Agustus 2024 setelah menabrak objek bawah laut yang tidak teridentifikasi.
    STATUS PENGGANTI: TIADA GANTI KAPAL
    Meskipun berhasil diapungkan kembali pada Oktober 2024 untuk investigasi, nasib kapal ini belum ditentukan dan belum ada pemesanan kapal baru sebagai pengganti langsung dari kelas yang sama. Saat ini, Malaydesh lebih berfokus pada program kapal misi pesisir (Littoral Mission Ship) dari Turki dan kapal tempur pesisir (Littoral Combat Ship) yang baru akan mulai beroperasi pada 2026.
    -
    3. KD Pari (3510)
    Insiden: Kapal patroli kelas Jerong ini sempat mengalami insiden kebocoran serius dan hampir tenggelam pada tahun 2011 akibat kerusakan pada poros baling-baling saat beroperasi di perairan Sabah.
    STATUS PENGGANTI: TIADA GANTI KAPAL
    kelas Jerong secara bertahap dipensiunkan tanpa adanya penggantian unit "satu-ke-satu" yang sejenis secara desain.

    BalasHapus
  41. KAYA HEAVY FREGAT = MISKIN KORVET : LMS NO SONAR NO TORPEDO - LCS BLOKIR NSM
    -
    Welcome to in force .......
    1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    ====================
    ====================
    2022 2024 2025 2026 =
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    ----------------
    Tahun 2022
    Rencana awal untuk melengkapi dua unit korvet kelas Kedah (KD Kedah dan KD Pahang) dengan rudal NSM mulai muncul ke publik pada bulan Agustus 2022.
    Sumber Utama: Janes Defence Weekly melaporkan proposal TLDM untuk mengintegrasikan rudal anti-kapal pada korvet MEKO 100.
    Sumber Regional: MilitaryLeak dan media pertahanan Indonesia seperti Indomiliter mengonfirmasi rencana tersebut dengan estimasi biaya awal.
    ----------------
    Tahun 2024
    Kerajaan Malaydesh melalui Kementerian Pertahanan memberikan lampu hijau anggaran awal sebesar MYR 214 juta (sekitar USD 48 juta) sebagai bagian dari program Fit-for-but-not-with (FFBNW) untuk dua kapal pertama.
    Sumber: Laporan perkembangan ini banyak dimuat dalam portal pertahanan regional seperti Defence Security Asia yang memantau pengalokasian dana untuk peningkatan sistem senjata TLDM.
    ----------------
    Tahun 2025
    Prime Minister Anwar Ibrahim told the Malaydeshn parliament that NSM would be delivered by the end of 2025, as the Southeast Asian nation enhances its naval capabilities and regional ties...
    Sumber berita pernyataan tersebut berasal dari Asian Military Review (20 Agustus 2025), yang melaporkan bahwa Malaydesh akan menerima sepasang peluncur Kongsberg Naval Strike Missile (NSM) pada bulan Agustus
    ----------------
    Januari 2026
    Keputusan diperluas untuk mencakup seluruh enam kapal kelas Kedah di bawah kerangka Anggaran Nasional 2026.
    Sumber Utama: Malay Mail melaporkan jawaban tertulis dari Kementerian Pertahanan di Parlemen mengenai persetujuan pemasangan rudal pada seluruh kapal (KD Kedah, KD Pahang, KD Perak, KD Terengganu, KD Kelantan, dan KD Selangor).
    Berita Resmi: The Sun Malaydesh dan AirTimes mengonfirmasi pernyataan Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, bahwa proyek ini akan dilaksanakan secara bertahap mulai dari satu kapal pilot sebelum diaplikasikan ke seluruh armada.
    ----------------
    GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    ----------------
    https://www.malaydeshndefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
    It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
    Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
    We already has various defence agreements with various Middle East countries – Saudi Arabia and UAE among them – but so far nothing involving procurement of military equipment. I am open for us to buy stuff from UAE, military equipment on a government to government basis – which is likely to offer huge discounts – even without them being gifted – but I am guessing some people will not want this..

    BalasHapus
  42. MALAYDESH KOSONG = ZONK
    1. REKOR CRASH ALUTSISTA & MODERNISASI MANDEK
    • MRCA (2017–2025): Ganti MiG-29N usang ➡️ ZONK (Beralih ke LCA FA-50).
    • LCS (2011–2025): Proyek Gowind RM9-11B ➡️ ZONK (Korupsi Lumut/Boustead, 0 kapal siap).
    • SPH (2016–2025): Artileri CAESAR/K9 ➡️ ZONK (Penundaan anggaran lintas rezim).
    • MRSS (2016–2025): Logistik amfibi 15-to-5 ➡️ ZONK (Konstruksi mundur ke RMKe-13 2026).
    • Penyebab: Politik labil (5x Ganti PM, 6x Menteri Pertahanan sejak 2011).
    ----------------------------------
    2. REFORMASI EKONOMI 2023–2026 = MISKIN
    • 2026: Kemenkeu perintahkan pangkas budget operasi kementerian akibat konflik eksternal.
    • 2026: Pembekuan pengadaan militer/polisi per Januari pasca-skandal suap eks petinggi.
    • 2026: Gelombang PHK massal mencapai puncaknya (24.100 pekerja SOCSO + 5.000 internal Petronas).
    • 2025: Laporan SIPRI kosong melompong (0 transaksi/ekspor senjata besar).
    • 2024: Dokumen tahunan SIPRI nihil (Zonk, hanya mencatat sewa aset luar).
    • 2023: Kemenhan batalkan sepihak 5 tender suplai logistik dan infrastruktur pertahanan.
    ----------------------------------
    3. BEBAN UTANG PER KAPITA 2026
    • Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — Lewat batas aman 65%).
    • Utang Rumah Tangga: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — Kategori kritis ASEAN).
    • Populasi Total: 36.385.115 Jiwa.
    • Rasio Beban Warga:
    o Utang Publik/Penduduk: RM 49.196
    o Utang Domestik/Penduduk: RM 45.348
    ➡️ TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
    --------------------------------
    Status Realisasi Alutsista (Data SIPRI)
    Indonesia (Dominasi Kawasan): Memiliki daftar belanja satu lembar penuh mencakup Rafale F4, A400M Atlas, Kapal PPA, Rudal Khan/Bora, dan drone ANKA-S. Terdaftar sebagai importir senjata ke-18 dunia.
    Malaydesh (Vakum Total): Laporan SIPRI menunjukkan angka KOSONG selama dua tahun berturut-turut (2024-2025). Status merosot dari fase Planned (2020) hingga nihil transfer senjata berat.
    Kegagalan Strategis: Pembatalan akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menjadi bukti hilangnya daya beli cash, bahkan untuk aset bekas.
    -
    Model Pengadaan: Kepemilikan vs Sewa
    Indonesia (Buying): Skema pembelian tunai/kredit ekspor untuk kepemilikan penuh aset guna menjamin kedaulatan operasional jangka panjang.
    Malaydesh (Leasing): Krisis likuiditas memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item, termasuk 31 helikopter (Blackhawk, AW139, AW149), pesawat latihan L39, hingga kendaraan polisi.
    -
    Kondisi Fiskal & Perangkap Utang
    Indonesia (Stabil): Rasio utang pemerintah sehat (40% GDP), utang rumah tangga rendah (16% GDP), dan defisit terkendali di 2,9%.
    Malaydesh (Kritis): Utang pemerintah menembus 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di 84,3% GDP.
    Siklus Gali Lubang: 58% pinjaman baru pada 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan dan bunga utang lama (Debt-Servicing).
    -
    Peringkat Militer ASEAN (GFP 2026)
    Peringkat 1: Indonesia (Peringkat 13 Dunia) – Pemimpin mutlak kawasan.
    Peringkat 6: Filipina (Peringkat 41 Dunia) – Berhasil menyalip Malaydesh melalui modernisasi aktif.
    Peringkat 7: Malaydesh (Peringkat 42 Dunia) – Merosot ke posisi terendah di antara negara utama ASEAN akibat stagnasi belanja.
    -
    Krisis Administrasi & Degradasi Aset
    Pembekuan Total: PM Anwar Ibrahim menginstruksikan Procurement Freeze 2026 guna menghentikan kebocoran anggaran akibat korupsi proyek.
    Aset Karatan/Hilang: Skandal mangkraknya proyek LCS & OPV, ditambah catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang negara.
    Status Grounded: Mayoritas armada udara (MiG-29, MB339CM, Nuri) tidak bisa terbang karena keterbatasan biaya perawatan.
    -
    Reputasi & Tekanan Internasional
    Sanksi Olahraga: Sanksi CAS/AFC akibat penggunaan pemain naturalisasi ilegal (Kalah WO 0-3 dari Vietnam) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
    Tekanan Ekonomi: Ancaman sanksi tarif AS (Section 301 & IEEPA) oleh USTR yang mempersempit ruang fiskal untuk membayar utang nasional.

    BalasHapus
  43. Tolong PT PAL CMS nya yg flexible..bisa Match dengan Rudal NSM...barangkali Norway Khilaf kau jual ke Indonesia...biar Ada yg kejang2, depressi dan terus mati....

    BalasHapus