02 September 2021

Rafael Wins $80m for Combat Naval Systems Deal in Southeast Asia

02 September 2021

The Israeli defense manufacturer will tailor the system to the Shaldag MK V fast patrol vessels being manufactured by Israel Shipyards (photo : Rafael)

Israel's Rafael Advanced Defense Systems has been awarded an $80 million contract by a country in South Asia to deliver a naval combat systems solution. As part of the contract, Rafael will tailor the naval combat system solution to the Shaldag MK V fast patrol vessels being manufactured for the South Asian country by Israel Shipyards Ltd. (TASE: ISHI). The contract will be carried out over the next three years.

Rafael's advanced naval fighter systems include a combat management system (CMS) for its remotely operated weapons systems, Typhoon and Mini-Typhoon multi-purpose electro-optic naval missiles, a Sea-Com internal communications system and BNET Tactical Data Link, together with other assemblies and including full maintenance and support.

Rafael VP head of naval warfare systems Ran Tavor said, "Our naval systems combine the most advanced and technology with proven capabilities in a major number of areas, alongside the experience that has accrued from implementing large naval projects for customers in Israel and around the world. The naval systems include innovative and breakthrough technologies, among other things, advanced missile systems with electro-optic homing, computer vision, artificial intelligence and algorithms for making decisions that allow the selection of a wide range of deployment options. We have the ability to offer different customers flexibility and full adaptation to their operational needs and existing and future threats."

F-16 TNI Berlatih Bersama Pesawat B-52 US PACAF

02 September 2021

Pelaksanaan latihan interoperability dan photo exercise di utara Sulawesi akan berlangsung selama 3 hari (photo : TNI AU)

Satu Flight Pesawat F-16 laksanakan Latihan Bersama TNI AU Dan US PACAF di Baseop Lanud Dhomber Balikpapan

TNI AU -- Satu Flight pesawat F-16  Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi melaksanakan latihan bersama Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) dalam rangka kegiatan Air Manuever Exercise (AMX) ”Bomber” tahun 2021 di Base Ops Lanud Dhomber Balikpapan Kalimantan Timur, Rabu (1/9/2021).

Komandan Lanud Dhomber Kolonel Pnb Dedy Susanto, S.E. mengatakan kedatangan Satu Flight pesawat F16 tersebut lantaran untuk melakukan latihan bersama dengan Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF). 

Adapun untuk latihannya dinamakan Air Manuever Exercise (AMX) Bomber yang memang diselenggarakan tahun 2021 ini, dengan melibatkan 3 skadron Udara diantaranya Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi, Skadron Udara 6 Lanud Atang Sanjaja dan Skadron Udara 5 Lanud Hasanudin.

Dua pesawat pembom jarak jauh B-52 Stratofortress dilibatkan dalam latihan ini (photo : Pacom)

"Exercise dilaksanakan di perairan utara Sulawesi dan laut Sulawesi” ujar Danlanud Dhomber.

Pada kesempatan yang sama, Danskadron Udara 3, Letkol Pnb Agus Dwi Ariyanto mengatakan, latihan tersebut adalah bagaimana menerbangkan armada sesuai SOP dan prosedur yang berlaku. Terutama dengan pesawat Bomber B-52, sebuah pesawat pengebom jarak jauh.

“Mereka tadi terbang dari Guam dan kita bertemu di utara laut Sulawesi,” jelas Dan Skadron 3 Letkol Pnb Agus Dwi Ariyanto.

Lebih lanjut, kata Agus, pesawat B-52 dan F16 kemudian berfoto yang diambil melalui pesawat Boeing intai maritim dari Skadron 5 Lanud Hasanuddin Makassar.

01 September 2021

Koopsau III Selenggarakan Latihan "Kasuari Perkasa 2021"

01 September 2021

Latihan "Kasuari Perkasa 2021" di lanud Manuhua Biak (all photos : Koopsau 3)

Manuver Lapangan Latihan Antar Satuan Koopsau III “Kasuari Perkasa 2021”

(Penkoopsau III, Biak) - Komando Operasi TNI AU (Koopsau) III menggelar kegiatan manuver lapangan latihan antar satuan dengan sandi “Kasuari Perkasa 2021” yang berlangsung di Baseops Lanud Manuhua Biak, dengan menampilkan simulasi penyelenggaraan operasi dukungan udara dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP) berupa penanggulangan bencana alam yang mungkin terjadi di wilayah tanggungjawab Koopsau III (Selasa, 24/8).


Simulasi yang ditampilkan dalam latihan tadi pagi, terlihat memuat alur cerita yang di awali dengan ledakan TNT sebagai tanda terjadi gempa yang diumpamakan terjadi di daerah Manokwari, serta situasi kepanikan masyarakat dan kesibukan tim bantuan bencana.


Kemudian dilanjutkan survey dan pemotretan udara di lokasi bencana menggunakan pesawat CN-235 MPA dari Skadron Udara 27, penerjunan tim penilai kerusakan (Assessment Team Dropping), penerjuanan heli box dan penerjunan LSC dengan low level dropping menggunakan pesawat CN-235, pergeseran tim evakuasi Paskhasau dan Basarnas dengan pesawat CN-235, simulasi pengungsian medis udara dan dilanjutkan evakuasi korban bencana menuju Lanud rujukan Silas Papare.


Panglima Koopsau III Marsda TNI Bowo Budiarto, S.E., CHRMP. dalam keterangan persnya di depan awak media Biak usai pelaksanaan latihan menjelaskan bahwa latihan Kasuari Perkasa ini merupakan latihan antar satuan Koopsau III, untuk menguji satuan-satuan dibawahnya agar mempunyai kemampuan dalam rangka melaksanakan operasi.


“Kebetulan tahun ini latihan kita fokuskan pada bencana alam, jadi kita harapkan satuan-satuan mempunyai kemampuan untuk melaksanakan dukungan operasi dalam bencana alam dalam rangka mendukung tugas Kogabwilhan III”, tegasnya.


“Koopsau III saat ini baru memiliki satu Skadron Udara dengan alusista pesawat CN-235, sesuai ketentuan kita melatih satuan jajaran makanya kita gunakan kemampuan pesawat ini dalam dukungan operasi bencana, dan tentunya untuk personel yang kita latih banyak antara lain dari Paskhasau dan stakeholder terkait seperti Basarnas, serta personel-personel yang ada di lanud seperti pasukan pertahanan pangkalan”.


"Secara umum latihan sudah berjalan cukup baik, meskipun keterbatasan masih ada latihan yang kita prememorikan atau kita asumsikan dan saya berharap tahun depan semua ini bisa kita laksanakan, sehingga aktual latihan itu bisa kita laksanakan semua untuk menghadapi jika sewaktu-waktu terjadi bencana di wilayah Koopsau III". Marsda TNI Bowo Budiarto berharap, dengan adanya pandemi Covid-19 yang belum berujung ini, tentunya kita berharap latihan yang kita laksanakan tetap berjalan, walaupun dalam skala yang dibatasi, tetapi kita tidak boleh melupakan profesionalisme sebagai prajurit TNI Angkatan Udara, khususnya dalam melaksanakan tugas-tugas Operasi Militer Selain Perang dalam rangka mendukung pemerintahan. Turut hadir menyaksikan latihan ini antara lain Kas Koopsau III Marsma TNI Ronald L. Siregar, Danlanud Manuhua Marsma TNI Donald Kasenda, Pangkosek Hanudnas IV Marsma TNI Bonang Bayu Aji Gautama, Danyonko 468 Paskhas Letkol Pas Hary Wijayanto, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Biak Gusti Anwar Mulyadi, serta pejabat komando latihan, Wasdal dan penilaian Latihan.

BRP Andres Bonifacio Back at Sea, Mission Ready

01 September 2021

BRP Andreas Bonifacio (PS17) (photo : Mintfo)

The Philippine Navy’s BRP Andres Bonifacio (PS17) is now back at sea and is mission ready after it completed its Drydocking and Other Related Repairs (DDORR) at Subic Zambales on July 31 and Maintenance Availability Program from August 1 to 16.

According to PS17 information unit the ship successfully conducted its sea trial and 30-hour endurance run activities on August 25 which paved the way to upgrade its operational status to “mission-ready”.

“The deliberate implementation of PS17’s DDORR program is vital to ensure the highest level of equipment reliability in order to sustain maximum operational readiness, safety, and ship survivability,” it noted.

“The ship also received minor capability enhancements such as the Replenishment at Sea (RAS) capability, installation of MK38 25MM Machine Gun System, installation of new gun mounts, and additional tertiary guns to name a few. These initiatives are in line with the thrust of the Philippine Fleet to improve PS17’s overall readiness in the “Move, Shoot, Survive, and Communicate” capabilities,” it added.

BRP Andres Bonifacio will soon be patrolling the country’s territorial waters, exclusive economic zone (EEZ), and other maritime areas of interest in support to the missions and objectives of the Offshore Combat Force, Philippine Fleet, Naval Operating Forces, and the Philippine Navy in general.

10 Briged (PARA) Laksana Uji Cuba Penambah-baikan 'SOP" Penerjunan Tempur di Laut

01 September 2021

Latihan penerjunan di air/laut (all photos : 10 Briged Para)

Terendak - Komp PANDURA (Para) terlibat dalam Eks TIGER LEAP, 10 Briged (Para) Siri 4/2021 di Zon Gugur (ZG) Bidara, Tanjung Bidara pada 11 Ogos 21 dengan melaksanakan uji cuba Standard Operations Procedures (SOP) Penerjunan Tempur di air/laut bagi mempertingkatkan kesiagaan penerjun serta menguji keupayaan 10 Briged (Para) dalam penerjunan di air/laut dalam aspek pengaturgerakan.


Objektif latihan penerjunan  adalah untuk mengkaji dan melaksanakan uji cuba Teknik, Taktik, Prosedur dan SOP bagi latihan penerjunan di air/laut bermula dengan penubuhan Mounting Base, persiapan keselamatan di kawasan penerjunan, dan penerjunan anggota di kawasan air/laut di samping pergerakan taktikal merapati musuh/objektif.


Latihan ini juga adalah sebahagian daripada persiapan pasukan-pasukan di bawah pemerintahan 10 Briged (Para) dalam menghadapi EKS PARA PREDATOR dan GERAK PANTAS. Panglima 10 Briged (Para), Brig Jen Khairul Azmizal bin Ahmad Natal  turut hadir  untuk melihat keberhasilan uji cuba tersebut di samping memberikan garis panduan penambahbaikan.
 

Eksesais dilaksanakan dengan pematuhan SOP dan disiplin ketat bagi memastikan anggota terlibat terlebih dahulu diisolasi, disaring dan telah menerima dua dos vaksin COVID -19 serta dilaksanakan di dalam lokaliti setempat secara bubble group.

Thai Navy to Buy More Camcopters

01 September 2021

Royal Thai Navy Camcopter S-100 UAV (photo : Theviralinfo)

The Royal Thai Navy operates a mixed fleet of UAVs, but it is adding more Austrian-built Camcopters to the mix.

The Royal Thai Navy (RTN) is preparing to procure two additional Camcopter S-100 UAVs from Schiebel to enhance its reconnaissance capability and patrol sea areas in Thailand’s south.

The House of Representatives agreed to spend a total budget of THB570 million ($18.38 million) for these systems in August.

The RTN procured its first two Camcopter S-100s for THB600 million ($19.4 million) in 2020. Their main operating station is Pak Phanang District in Nakhon Si Thammarat Province, where they operate with RTN frigates.

31 Agustus 2021

CH-4 TNI AU Peroleh Sertifikasi Kemhan

31 Agustus 2021

CH-4B TNI AU versi UCAV (photo : Adityaaap)

Penandatanganan dan penyerahan sertifikat kelaikudaraan militer PUNA CH-4 MALE

Jakarta -- Bertempat di ruang kerja Kapuslaik Kemhan Lantai 10 Gedung Jenderal A.H Nasution, Laksma TNI Teguh Sugiono, S.E., M.M melaksanakan Penandatanganan dan Penyerahan Sertifikat Kelaikudaraan Militer Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) CH-4 MALE  kepada Bapak Budi Handoko selaku yang mewakili Aerospace Long March Internotional Trade Co. Ltd (PT. ALIT). Pada kegiatan ini Kapuslaik di dampingi oleh Kabid Laik Udara Kolonel Tek Arif Andrijanto, beserta beberapa Inspektor Kelaikan IMAA (Indonesian Military Airworthiness Authority). Kegiatan berjalan lancar dengan selalu memperhatikan Protokol Kesehatan dan Pencegahan Covid-19.

CH-4B TNI AU versi ELINT (photo : Military_Buzz)

Penandatanganan dan Penyerahan Sertifikat Kelaikudaraan Militer Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) CH-4 MALE, dilaksanakan setelah seluruh proses kegiatan Sertifikasi Kelaikan Militer yang meliputi kegiatan Aplikasi, Verifikasi Dokumen/Review Document, Pemeriksaan Kesesuaian/Conformity Inspection dan Pengujian Fungsi/Functional Test yang telah melalui rangkaian proses pengujian Statis dan pengujian Dinamis yang dilaksanakan oleh Tim Kelaikan IMAA.