31 Juli 2026

TNI AL dan Russian Navy Berlatih VBSS Hingga Tembakkan Meriam 76 pada Sea Phase Exercise Orruda 2026

31 Juli 2026

KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dan Soversenny-333 pada Exercise Orruda 2026 di perairan Vladivostok, Rusia (photos: TNI AL)

Jakarta --- TNI AL bersama Russian Navy sukses melaksanakan sea phase pada Exercise Orruda 2026 yang digelar di perairan Vladivostok, Rusia, pada 29–30 Juli 2026. Latihan ini menjadi wujud komitmen kedua negara dalam meningkatkan kerja sama bilateral dan militer kedua negara.


Latihan melibatkan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dari TNI AL dan kapal perang Soversenny-333 dari Russian Navy. Kedua kapal juga didukung unsur udara masing-masing, yakni Helikopter Panther HS-1310 milik TNI AL dan Helikopter Kamov KA-28 milik Russian Navy.


Pada hari pertama, Selasa (29/7), kegiatan diawali dengan Leaving Harbour, sebelum kedua kapal melaksanakan Join Maneuver Exercise untuk menguji kemampuan olah gerak dan formasi di laut. Selanjutnya, prajurit kedua negara menggelar Boarding Exercise atau latihan pemeriksaan dan penguasaan kapal atau Visit Board Search and Seizure (VBSS).


KRI I Gusti Ngurah Rai-332 juga menembakkan meriam-76 saat melaksanakan Gunnery Exercise. TNI AL dan Russian Navy juga menggelar latihan anti drone atau Counter Action Againts UAV Exercise serta SAR dan latihan pertahanan Udara.


Memasuki hari kedua, Rabu (30/7), seluruh rangkaian latihan ditutup dengan Farewell Formation, yaitu manuver unsur sebagai penutup Exercise Orruda 2026 sekaligus simbol eratnya hubungan persahabatan antara TNI AL dan Russian Navy.


Keberhasilan pelaksanaan Exercise Orruda 2026 mencerminkan semakin eratnya hubungan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Rusia, khususnya di bidang keamanan maritim.


Selain meningkatkan interoperabilitas dan kemampuan operasional, latihan ini juga memperkuat diplomasi pertahanan melalui interaksi langsung antarprajurit, pertukaran pengalaman, serta pembangunan rasa saling percaya dalam menghadapi tantangan keamanan maritim di masa mendatang.

PTDI Serahkan NC212i Ke-8 Versi Troop Transport, Rainmaking, dan Camera untuk TNI AU

31 Juli 2026

PT DI menyerahkan NC212i unit ke-8 kepada TNI AU (photos: PT DI)

Bandung – PTDI kembali melaksanakan pengiriman 1 (satu) unit pesawat NC212i dengan konfigurasi khusus untuk misi Troop Transport, Rainmaking & Camera sebagai bagian dari pemenuhan kontrak pengadaan 9 unit NC212i dengan Kemhan RI untuk end user TNI AU. Pesawat NC212i unit ke-8 yang dikirimkan hari ini telah melaksanakan ferry flight dari hanggar Delivery Center PTDI, Bandung menuju Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. Hal ini merupakan komitmen PTDI dalam mendukung penguatan kesiapan operasional TNI AU melalui penyediaan pesawat yang sesuai dengan kebutuhan misi.


Pesawat NC212i berkonfigurasi Troop Transport, Rainmaking & Camera dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan operasional, mulai dari angkut personel, pelaksanaan operasi weather modification, hingga misi foto udara. Konfigurasi khusus ini mencerminkan fleksibilitas platform NC212i yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, sehingga mampu menjalankan beragam misi secara efektif. Guna meningkatkan performa dan kenyamanan operasional, pesawat NC212i ini juga telah dilengkapi dengan baling-baling MTV-27 produksi MT Propeller, Jerman, yang telah tersertifikasi oleh EASA. Baling-baling tersebut menawarkan berbagai keunggulan, antara lain tingkat kebisingan yang lebih rendah, performa yang lebih stabil saat pesawat beroperasi dengan single engine pada ketinggian, serta proses engine start yang lebih halus tanpa menimbulkan hentakan. Didukung kompatibilitas yang telah teruji dengan mesin Honeywell TPE331, baling-baling MTV-27 mampu meningkatkan performa pesawat dengan tingkat getaran dan kebisingan yang lebih rendah, sehingga memberikan kenyamanan dan efisiensi operasional yang lebih baik.


Dalam kesempatan tersebut, Direktur Produksi PTDI, Dena Hendriana beserta tim program NC212i meninjau langsung persiapan pesawat dengan tail number AX-2135 yang selanjutnya akan dioperasikan oleh Skadron Udara 4, Malang. Pesawat yang diterbangkan oleh Letkol Pnb Andika Ardyagana sebagai Pilot in Command Ferry, serta Kapten Irvan Fajar sebagai Copilot.

Menhan Khaled Nordin Kunjungi KETECH Asia, Perkukuh Industri Tempatan

31 Juli 22026

Kunjungan Khaled Nordin ke KETECH Asia di Pahang (photos: Khaled Nordin)

Mengadakan lawatan industri ke kilang peluru KETECH Asia Sdn Bhd di Kuala Lipis, Pahang. KETECH Asia merupakan syarikat pengeluar peluru tempatan yang dapat memenuhi keperluan peluru negara, sekali gus mengurangkan kebergantungan kepada import dan menjimatkan perbelanjaan negara bagi perolehan peluru.


KETECH Asia kini mengeluarkan peluru berkaliber 5.56mm dan 9mm yang memenuhi piawaian global berasaskan standard NATO.


Satu lagi kejayaan usaha membangunkan indastri pertahanan negara.

Indonesia Berencana Akuisisi Tambahan Fregat dan Kapal Selam Baru dari Italia

31 Juli 2026

Kapal selam U212 NFS (image: Occar)

Indonesia dilaporkan berencana untuk mengakuisisi satu kapal fregat serbaguna PPA dan satu kapal selam U212 NFS dari inventaris Angkatan Laut Italia (Marina Militare), keduanya dibangun oleh Fincantieri. Jika diselesaikan, kedua platform tersebut diharapkan akan dikirimkan pada akhir tahun 2027 atau awal tahun 2028.

PPA adalah kapal perang multiperan yang sangat mumpuni yang dirancang untuk pertahanan udara, peperangan anti-kapal selam, peperangan anti-kapal permukaan, dan misi keamanan maritim. 

Kapal PPA ketiga direncanakan untuk diakuisisi (photo: Seaforces)

Sementara U212 NFS adalah salah satu kapal selam konvensional tercanggih di dunia, dilengkapi dengan Sistem Propulsi Independen Udara (AIP) untuk daya tahan bawah air yang lebih lama dan peningkatan kemampuan siluman.

Akuisisi yang dilaporkan ini menyoroti upaya berkelanjutan Indonesia untuk memodernisasi angkatan lautnya dengan cepat di tengah meningkatnya tantangan keamanan di Indo-Pasifik.

30 Juli 2026

Australian Steel to Support Virginia-class Submarine Construction

30 Juli 2026

Steel manufacturing at Bisalloy Steel, Australia (photo: Bialloy Steel)

Australian-made submarine grade steel will be used in the build of United States (US) Navy Virginia-class submarines for the first time, demonstrating the growing contribution Australian industry is making to the trilateral submarine industrial base under AUKUS. 

Bisalloy Steel has received a purchase order from US shipbuilder General Dynamics Electric Boat (GDEB) valued at approximately US$2 million for HY80 steel plate to support the production and construction of Virginia-class submarines. The order highlights the world-class capabilities of Australia’s manufacturing sector and reflects the growing integration of Australian industry into allied submarine supply chains.

This milestone contributes to the Albanese Government's commitment to growing Australian industry participation in AUKUS and strengthening Australia's sovereign industrial capability.

The landmark order follows Bisalloy’s successful qualification to the US Navy's rigorous structural steel standards through the Australian Government’s Defence Industry Vendor Qualification (DIVQ) Program. The DIVQ Program is helping Australian companies enter US submarine supply chains while strengthening Australia’s sovereign industrial capability.

The qualification process involved close collaboration between Bisalloy, BlueScope, the Australian Submarine Agency, GDEB and the US Direct Reporting Portfolio Manager for Submarines, to demonstrate Australian industry's ability to meet the stringent standards required for submarine construction.

Virgina class submarine in the production line at US shipbuilder General Dynamics Electric Boat. Under AUKUS pact, Australia will receive three Virginia class submarine ex US Navy  (photo: GDEB)

BlueScope manufactures the raw steel plate, while Bisalloy undertakes the specialised processing and heat treatment required to produce submarine-grade HY80 steel.

The US continues to expand capacity within its submarine industrial base and has identified steel supply as a key industrial priority. Australian industry participation supports this effort, strengthens resilience across the trilateral submarine industrial base, and creates new opportunities for local manufacturers.

The order will provide valuable production experience for Australian industry and position Australian companies to compete for future opportunities. It also demonstrates how AUKUS is delivering tangible benefits for Australian industry, supporting skilled jobs and building the industrial capability needed to underpin Australia’s nuclear-powered submarine program.

Quotes attributable to Minister for Defence Industry Pat Conroy
"This is a significant AUKUS milestone and a proud moment for Australian industry.

"For the first time, Australian-made steel will be used in the construction of US Virginia-class submarines, demonstrating the world-leading capabilities of our manufacturing sector and the growing contribution Australian industry is making to allied defence capability.

"This is exactly what AUKUS is designed to achieve. With this initial order, the AUKUS program is creating tangible opportunities for Australian industry while lifting their technical standards. It is supporting local workers and businesses, and building the industrial capability that will underpin Australia's future nuclear-powered submarine enterprise."

TNI AU dan RSAF Perkuat Kerja Sama Penggunaan Air Weapons Range Siabu

30 Juli 2026


Air Weapon Range Siabu, Kampar, Riau (image: GoogleMaps)

TNI AU -- TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Republic of Singapore Air Force (RSAF) memperkuat kerja sama pertahanan udara melalui 1st Siabu Air Weapon Range (SAWR) Joint Working Group (JWG) yang berlangsung di Singapura pada 19–20 Juli 2026. Pertemuan tersebut menghasilkan pengesahan Terms of Reference (ToR) sebagai dasar mekanisme penggunaan bersama Air Weapons Range (AWR) Siabu guna mendukung pelaksanaan latihan air-to-ground RSAF.

Kerja sama ini merupakan bagian dari hubungan pertahanan Indonesia dan Singapura yang berkembang secara bertahap dan berkesinambungan, berlandaskan semangat good neighborliness serta kepentingan bersama dalam menjaga stabilitas kawasan. 

Melalui skema yang bersifat mutually beneficial, TNI AU membuka peluang penggunaan bersama AWR Siabu untuk mendukung peningkatan kemampuan latihan udara kedua angkatan udara. 

ToR SAWR JWG ditandatangani oleh Kolonel Pnb Tubagus Hasan A., M.Han., Paban I/Ren Sopsau, selaku perwakilan TNI AU, dan Colonel Jeffrey Ng, Head PiXEL RSAF. Delegasi TNI AU dipimpin Waasops Kasau Marsma TNI M. Satriyo Utomo, S.H., M.H., sementara delegasi RSAF dipimpin Colonel Jeffrey Ng.

Melalui kerja sama tersebut, TNI AU dan RSAF diharapkan terus memperkuat hubungan pertahanan udara yang saling menguntungkan serta mendukung stabilitas kawasan.

(TNI AU)

Alloy-hulled Patrol Boat Launched for Military Region 9

30 Juli 2026

Launching ceremony of a combined patrol and troop transport vessel at X-55 Shipyard (photo: CTV)

On July 24th, at the X55 Factory (Logistics and Engineering Department, Navy), the launching ceremony took place for the third ST-294 aluminum alloy hull patrol and troop transport vessel, which will be equipped for Military Region 9.

Major General Nguyen Van Tien - Deputy Commander of Military Region 9, along with other branches of the armed forces, participated in the launching ceremony.

This is a newly built ship equipped for Military Region 9 - an area considered to have a crucial strategic position in terms of economy , society, national defense, security, and foreign relations in the Southwest region of the country, playing a key role in the overall national defense posture.

After completion and commissioning, the ST-294 No. 3 vessel will undertake important tasks, including participating in training and combat readiness, contributing to the firm protection of the sacred sovereignty of the nation's seas, islands, and continental shelf.

ST-294 No. 3 vessel during launched ceremony (photo: VOV)

The ship participates in transporting troops, equipment, logistical supplies, and technical support to the islands; at the same time, it also has the task of participating in search and rescue operations and maintaining security and order in the military region.

This is the central political task of the X55 Factory, so the forces have been determined and made every effort to overcome all difficulties to accelerate the construction progress and deliver the ships on schedule.

Throughout the shipbuilding and completion process, the shipyard received guidance and attention from the Command Headquarters, the General Staff, the Logistics and Technical Department, the Construction Supervision Team, and agencies and units under Military Region 9. The Military Ship Registration Center, the Naval Engineering Institute, and the design consulting unit closely supervised the technological process, ensuring compliance with the approved design.

Ship ST-294 No. 3 has completed the basic installation of equipment and is ready for launch. After the launching ceremony, the ship will continue to undergo finishing stages and acceptance testing according to the proper procedures before being officially handed over to Military Region 9.

(TuoiTre)