26 Februari 2026
TNI AL Harus Siapkan 500 Pelaut Untuk Jadi Awak Kapal Induk Garibaldi
25 Februari 2026
Lockheed Martin to Deliver Advanced C-130J Training Devices to the Royal Australian Air Force
AFP Commissions Two Navy Ships
25 Februari 2026
The offshore patrol vessel BRP Rajah Sulayman (PS-20) and the fast attack interdiction craft BRP Audrey Bañares (PG-910) (photos: PN)AFP Boosts Territorial Defense with Commissioning of New Navy Vessels
The Armed Forces of the Philippines (AFP) strengthened the nation’s maritime security posture through the concurrent christening and commissioning of the offshore patrol vessel BRP Rajah Sulayman (PS-20) and the fast attack interdiction craft BRP Audrey Bañares (PG-910), held at the Naval Operating Base in Subic, Zambales on February 24.
The ceremony was led by AFP Chief of Staff General Romeo S Brawner Jr, marking another milestone in the military’s ongoing modernization program to secure its vast archipelagic waters, coastlines, and economic zones. He was joined by Vice Admiral Jose Ma Ambrosio Ezpeleta PN, Flag Officer in Command of the Philippine Navy, along with senior military officers, and distinguished guests.
BRP Rajah Sulayman (PS-20) was named after the pre-Hispanic ruler who led Tagalog forces during the 1570 Battle of Manila. The vessel embodies courage, leadership, and the enduring spirit of Filipino resistance.
Meanwhile, BRP Audrey Bañares (PG-910) honors Jose Audrey Bañares, a Navy commando who was killed off Zamboanga City in September 2013 following a sea battle with Moro National Liberation Front extremists. It symbolizes the bravery and dedication of Filipino sailors who defend the nation’s sovereignty.
By integrating these vessels into the active fleet, the AFP not only recognizes the legacy of its defenders but also ensures a more formidable presence in both littoral and deep-sea operations.
In his keynote address, General Brawner underscored that the AFP’s modernization efforts are anchored on responsibility and peace.
“Let me be clear: modernization is not a signal of aggression. It is a statement of responsibility. A credible defense posture deters conflict. Preparedness prevents miscalculation. Capability preserves peace,” General Brawner stated.
(AFP)
The US will Provide 17 Stryker Wheeled Armored Vehicles to the Royal Thai Army under EDA Program
24 Februari 2026
Berbatasan Langsung dengan Vietnam, Marinir Jaga Pulau Sekatung
24 Februari 2026
Patroli darat dan pesisir pantai di Pulau Sekatung oleh Prajurit Korps Marinir (photos: Korps Marinir)Dispen Kormar TNI Angkatan Laut (Pulau Sekatung) Guna memastikan kedaulatan dan integritas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap terjaga, Prajurit Petarung Korps Marinir dari Satuan Tugas Pengamanan Pulau Tidak Berpenduduk (Satgas PAM Puter) melaksanakan patroli darat dan pesisir pantai di Pulau Sekatung. Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Jumat (20/02/2026).
Pulau Sekatung merupakan salah satu pulau terluar Indonesia yang berada di wilayah administratif Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, dengan luas kurang lebih sekitar 1,5 kilometer persegi. Pulau ini tidak berpenduduk tetap dan secara geografis berbatasan langsung dengan perairan negara Vietnam, sehingga memiliki posisi yang sangat strategis dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia di perbatasan utara.
Kegiatan patroli di dipimpin langsung Lettu Marinir Suharyanto selaku Danpos. Dengan perlengkapan lengkap dan pola gerak taktis yang terukur, para Prajurit Marinir melaksanakan pengamatan dan pemeriksaan di sejumlah titik strategis guna memastikan tidak terdapat aktivitas ilegal, pelanggaran wilayah, maupun pergerakan kapal asing yang mencurigakan di sekitar perairan.
Meski bertugas di pulau yang tidak berpenghuni dengan sarana terbatas serta jauh dari keluarga, para prajurit tetap menunjukkan disiplin, loyalitas, dan dedikasi tinggi dalam menjaga stabilitas keamanan serta kedaulatan wilayah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Latihan Bersama RTAF dan Indian Air Force
Vietnam Begins Production the First Prototype of XTC-03 8x8
23 Februari 2026
AUKUS Enters New Era with the Arrival of UK Submarine into Western Australia
Helikopter Subaru-Bell 412EPX Pertama untuk PAF Telah Tiba
Peroleh Sertifikasi, PT Dahana Siap Produksi Massal Bom BNT-250 untuk TNI AU
22 Februari 2026
Pangkormar Likuidasi 14 Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan
22 Februari 2026
Upacara likuidasi organisasi Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (photo: Korps Marinir)Pangkormar Resmikan Likuidasi Organisasi Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan
Dispen Kormar TNI Angkatan Laut (Jakarta) -- Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., memimpin upacara Likuidasi Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) yang dilaksanakan di Batalyon Infanteri 6 Marinir, Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan. Kamis (12/02/2026).
Likuidasi Yonmarhanlan ini berdasarkan keputusan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) pada bulan Agustus 2025 lalu. Tunggul Yonmarhanlan 1 s.d 14 diselubung dan diserahakn kepada Panglima Korps Marinir.
Pangkormar mengatakan bahwa validasi organisasi di lingkungan TNI Angkatan Laut, khususnya Korps Marinir, merupakan langkah strategis yang imperatif guna menjawab dinamika ancaman global, regional, serta kompleksitas keamanan nasional yang menuntut prajurit untuk selalu adaptif dan responsif. “Likuidasi satuan yang dilaksanakan bukanlah langkah mundur, melainkan bagian dari proses transformasi menuju organisasi yang lebih modern, efektif, dan efisien,” kata Pangkormar.
Yonmarhanlan adalah satuan pelaksana Pasukan Marinir (Pasmar) yang ditempatkan di bawah kendali operasional (BKO) Lantamal TNI AL. Bertugas mempertahankan pangkalan utama, sarana, dan fasilitas hukumnya (photo: Korps Marinir)
Lebih lanjut disampaikan bahwa Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) telah memberikan kontribusi besar dalam menjaga kedaulatan wilayah pesisir serta pengamanan pangkalan-pangkalan TNI Angkatan Laut. Atas pengabdian tersebut, Pangkormar menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para Komandan Yonmarhanlan yang telah menorehkan sejarah serta memimpin satuannya dengan penuh tanggung jawab.
“Penyelubungan tunggul satuan ini memang menandai berakhirnya pengabdian satuan secara administratif. Namun, hal tersebut bukanlah akhir dari dedikasi para prajurit. Nilai-nilai perjuangan, loyalitas, dan disiplin yang telah ditunjukkan oleh Yonmarhanlan akan selalu terpatri dalam tinta emas sejarah kejayaan Korps Marinir,” ujarnya.
Diakhiri amanatnya, Pangkormar mengajak seluruh prajurit untuk senantiasa berdoa dan memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar senantiasa diberikan bimbingan, petunjuk, dan perlindungan dalam melanjutkan pengabdian terbaik bagi kejayaan Korps Marinir, TNI Angkatan Laut, bangsa, dan negara. “Saya juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh prajurit atas dedikasi, loyalitas, dan pengorbanan yang telah dipersembahkan demi kejayaan dan kehormatan Korps Baret Ungu.









.png)
.png)





























