18 Februari 2026

TUDM dan RTAF Perkukuh Hubungan Dua Hala Menerusi AWG MALTHAI Ke-108

18 Februari 2026

Kunjungan ke Fighter Tactical Squadron 401 di Takhli Air Base (photo: TUDM)

Bangkok – Panglima Wilayah Udara 1, Mej Jen Dato’ Mahadzer bin Amin TUDM dan Air Marshal Jackkrit Thammavichai, Deputy Chief of Air Staff (Operations) Royal Thai Air Force (RTAF) telah mempengerusikan Mesyuarat Air Working Group Malaysia Thailand (AWG MALTHAI) Ke-108 dari 10 hingga 12 Februari 2026. Mesyuarat ini menjadi platform strategik bagi membincang serta merancang aktiviti dua hala melibatkan operasi, lawatan dan latihan antara Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) dan RTAF.

Kunjungan ke Fighter Tactical Squadron 401 di Takhli Air Base (photo: TUDM)

Program mesyuarat kali ini turut dilaksanakan program lawatan SMEE FLIT & Logistic T50/FA50 ke Fighter Tactical Squadron 401 di Takhli Air Base. Lawatan yang diketuai Lt Kol Nasruddin bin Khalid TUDM bersama wakil RTAF ini memberi pendedahan berkaitan operasi dan senggaraan pesawat T-50/FA-50. Program ini signifikan sebagai persediaan menjelang kemasukan varian FA-50 ke dalam fleet TUDM. Delegasi turut berpeluang menaiki pesawat ATR 72 RTAF ke pangkalan tersebut.

Armada T-50 Squadron 401 RTAF di Takhli Air Base (photo: RTAF)

Selain itu, Program SMEE Airworthiness Operation Regulations turut dilaksanakan melibatkan pegawai kanan TUDM dan RTAF. Perbincangan merangkumi proses kompetensi serta ujian kategori juruterbang TUDM dan rujukan peraturan yang diguna pakai. Pihak RTAF turut berkongsi taklimat setara termasuk aspek pengoperasian UAV mereka. Keseluruhannya, mesyuarat ini terus memperkukuh kerjasama strategik dan kesiapsiagaan kedua-dua angkatan udara.


192 komentar:

  1. thailan sama kita sama2 pake T50i buat jet trening haha!👍🤗👍

    buat LCA, eittt nanti dolo..belok kita pilih M346F bisa lanjut Sulfur PL15 haha!🦾🚀🦾

    eitt ada negri🎰kasino kuala lumpo ikut2 malah oilih lca fa50M(urah)langsung kejebak ..
    N⛔️ AMRAAM, N⛔️ 9X..
    kahsiyan SALAH BELI, SALAH PILIH haha!😂🤣😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kata warga TIPE-M,jet tempur FA 50-M adlh versi terbaru dan tercanggih sekawasan om@pal
      Lebih jagoh dari pada F-35, RAPTOR, RAFALE 🤣🤣🤣

      Yg ngomong lulusan top 5 university of beruk lhoo

      Hapus
    2. terbaruw kena tipunya,
      begituw diterima langsung obselit om haha!😝🤣😝
      yaa samalah macam gowing lcs nanti langsung usang, kahsiyan haha!😄😵‍💫😄
      klaim iq super, kena bual jugak seblah

      Hapus
    3. Sebelah beli FA 50 block 20 merasa paling canggih.
      Nggak taunya Filipina ditawarin beli FA 50 block 70... wkkwkw

      Di tipu sales plastik...sama kaya poland ...haahaa

      Hapus
    4. ditipu senang om tupz haha!😵‍💫😵😵‍💫
      biasalah nutupin perasaan gondok tuch haha!🤣😋🤣

      Hapus
  2. Yg baru akan punya ngemis latihan 🤣🤣

    BalasHapus
  3. Dikira uda hebat, SALAH PILIH SALAH BELI fa50M(urah)langsung kejebak ..
    N⛔️ AMRAAM, N⛔️ 9X..

    eittt kita belok PILIIH ASET PREMIUM YUROP M346F haha!😆🤑😆
    kahsiyan kl, KTIPU LAGIIIIII

    BalasHapus
  4. 18 FA50Murah =
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    -
    Korea Aerospace Industries won the LCA / LIFT competition (which suffered a competitive challenge attempt) to supply the Royal Malaydeshn Air Force (RMAF or TUDM) with 18 light combat and advanced trainer aircraft. Eight of these aircraft are to be configured primarily as Lead Advanced Trainer (LIFT), while the remaining ten would be Light Fighter Aircraft (LCA) combat aircraft.
    -------
    VETO AIM-120 AMRAAM
    VETO AIM-120 AMRAAM
    VETO AIM-120 AMRAAM
    -
    Hambatan integrasi rudal AIM-120 AMRAAM pada armada FA-50PL Polandia adalah contoh nyata bagaimana teknologi militer digunakan sebagai instrumen geopolitik dan ekonomi. Analisis mengenai fenomena ini dapat diurai menjadi tiga dimensi utama: Strategi "Segmentation and Locking" (Segmentasi Pasar) Amerika Serikat (melalui Lockheed Martin) ingin memastikan bahwa setiap pesawat tempur memiliki "kasta" yang jelas :
    1. Menghindari Kanibalisasi: Jika FA-50 (yang jauh lebih murah) diberi kemampuan rudal jarak jauh (BVR) yang setara dengan F-16, maka nilai jual F-16 Viper akan merosot. Banyak negara akan memilih membeli dua atau tiga unit FA-50 daripada satu unit F-16 jika keduanya memiliki daya pukul yang sama.
    2. Kendali Jarak Jauh: Dengan menahan izin integrasi AMRAAM, AS secara efektif "mengunci" FA-50 pada peran serangan darat atau patroli udara jarak dekat saja. Hal ini memaksa negara seperti Polandia untuk tetap bergantung pada F-16 atau F-35 untuk misi supremasi udara yang lebih kritis.
    =============
    =============
    33 F16 : MRCA
    33 F16 : MRCA
    33 F16 : MRCA
    -
    TNI AU mengoperasikan sekitar 33 unit pesawat tempur F-16.
    23 Unit F-16C/D (Block 25/52): Merupakan varian yang lebih modern, hasil program refurbishment dan peningkatan "Peace Bima-Sena II" dari Amerika Serikat.
    10 Unit F-16A/B (Block 15): Merupakan unit lama yang telah melalui program Falcon STAR (Structural Augmentation Roadmap) dan eMLU (Enhanced Mid-Life Update), membuat kemampuan avionik dan strukturnya setara dengan varian C/D.
    Pangkalan Utama: Ditempatkan di Skadron Udara 3 (Lanud Iswahyudi, Magetan) dan Skadron Udara 16 (Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru).
    -------
    36 AMRAAM
    36 AMRAAM
    36 AMRAAM
    -
    Hingga Februari 2026, status utama terkait pengadaan rudal AIM-120 AMRAAM oleh Indonesia melalui skema Defense Security Cooperation Agency (DSCA) adalah sebagai berikut:
    Persetujuan Utama (2016): Departemen Luar Negeri AS memberikan persetujuan Foreign Military Sale (FMS) untuk Indonesia pada Maret 2016. Paket tersebut mencakup 36 unit AIM-120C-7 dengan estimasi nilai USD 95 juta.
    Integrasi Alutsista: Rudal ini telah dioperasikan oleh TNI AU untuk melengkapi armada jet tempur F-16C/D Block 52ID. Selain itu, Indonesia juga menggunakan varian AMRAAM dalam sistem pertahanan udara titik NASAMS 2 yang menjaga wilayah Jakarta

    BalasHapus
  5. Min, pusing bacanya pake bahasa ginian

    BalasHapus
    Balasan
    1. BAHASA ROJAK TAK LAKU MIN, CUMA HEWAN AJA YANG PAHAM 😆😆😆😆😆😆

      Hapus
  6. wuiiihhh kopkit M346 F blok 20 kita nanti seperti ini gaesz...display besar, Moderen haha!👍😎👍
    uda mirip jet gen 5

    fa50M(URAH) pasti gak punyak sperti ini, usang sich haha!😜😄😜
    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    Leonardo unveiled prototype cockpit for its Block 20-standard M-346 at training conference in Sardinia
    https://d3lcr32v2pp4l1.cloudfront.net/Pictures/780xany/0/9/9/109099_m346block20newcockpit_410594_crop.jpeg

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagus yaa cockpitnya sudah modern...digital...dan compactible mica ng dan meteor...

      Hapus
    2. BEDA JAUH OM JON.....MALONDESH KALO OTAK BOTOL MUDAH DITIPU PADAHAL TUKANG TIPU 😆😆😆😆😆

      Hapus
    3. Rencana silabus kurikulum pendidikan pilot ke depannya.
      TA 50 buat calon pilot F 16 & Sukhoi
      M 346F block 20 buat calon pilot Rafale & next gen 5 jet fighter.

      Hapus
    4. seblah latihan SEWA ke kanada haha!😄😆😄

      Hapus
  7. FA-50 BLOCK 70 =
    BLOCK 70 versus BLOCK 20
    BLOCK 70 versus BLOCK 20
    BLOCK 70 versus BLOCK 20
    -
    FA-50 Block 70 lebih canggih dibandingkan Block 20 karena merupakan varian kursi tunggal (single-seat) yang dioptimalkan sepenuhnya untuk misi tempur, sementara Block 20 tetap merupakan pesawat kursi ganda (dual-seat) yang memiliki kapabilitas tempur tinggi.
    Berikut adalah perbandingan utama tingkat kecanggihannya:
    -
    1. Kapasitas Bahan Bakar & Jangkauan
    FA-50 Block 70: Menghapus kursi belakang dan menggantinya dengan tangki bahan bakar tambahan berkapasitas 300 galon. Hal ini meningkatkan radius tempur sebesar 20-30% dibandingkan varian sebelumnya.
    FA-50 Block 20: Tetap memiliki dua kursi, sehingga kapasitas bahan bakar internal lebih terbatas, meski sudah dilengkapi kemampuan pengisian bahan bakar di udara (aerial refueling).
    -
    2. Sensor dan Radar (AESA)
    FA-50 Block 70: Dilengkapi dengan radar AESA tercanggih, seperti Raytheon PhantomStrike, yang memberikan deteksi target lebih jauh dan presisi tinggi dalam berbagai cuaca.
    FA-50 Block 20: Menggunakan radar AESA (seperti EL/M-2032 atau radar buatan Korea Selatan) yang sudah sangat mumpuni untuk kelas pesawat tempur ringan, namun Block 70 memiliki integrasi sensor yang lebih mendalam untuk peran multi-role.
    -
    3. Persenjataan dan Peran
    FA-50 Block 70: Dirancang sebagai platform serangan strategis yang lebih murah daripada jet tempur berat. Mendukung integrasi penuh rudal udara-ke-udara jarak jauh (BVR) seperti AIM-120 AMRAAM dan rudal jelajah seperti Taurus KEPD 350K-2.
    FA-50 Block 20: Fokus pada fleksibilitas misi Light Combat Aircraft (LCA) dan pelatih tempur. Kapasitas angkut senjata dan durasi terbangnya tidak sekuat Block 70 karena faktor ruang kursi kedua. Veto AMRAAM 120 USA
    -------------
    VETO AIM-120 AMRAAM
    -
    Hambatan integrasi rudal AIM-120 AMRAAM pada armada FA-50PL Polandia adalah contoh nyata bagaimana teknologi militer digunakan sebagai instrumen geopolitik dan ekonomi. Analisis mengenai fenomena ini dapat diurai menjadi tiga dimensi utama:
    -
    1. Strategi "Segmentation and Locking" (Segmentasi Pasar)
    Amerika Serikat (melalui Lockheed Martin) ingin memastikan bahwa setiap pesawat tempur memiliki "kasta" yang jelas.
    Menghindari Kanibalisasi: Jika FA-50 (yang jauh lebih murah) diberi kemampuan rudal jarak jauh (BVR) yang setara dengan F-16, maka nilai jual F-16 Viper akan merosot. Banyak negara akan memilih membeli dua atau tiga unit FA-50 daripada satu unit F-16 jika keduanya memiliki daya pukul yang sama.
    Kendali Jarak Jauh: Dengan menahan izin integrasi AMRAAM, AS secara efektif "mengunci" FA-50 pada peran serangan darat atau patroli udara jarak dekat saja. Hal ini memaksa negara seperti Polandia untuk tetap bergantung pada F-16 atau F-35 untuk misi supremasi udara yang lebih kritis.
    -
    2. Kedaulatan Digital dan "Black Box" Technology
    Masalah source code (kode sumber) adalah inti dari hambatan teknis ini.
    Proteksi Kekayaan Intelektual: Sistem radar dan komputer misi F-16 atau F-35 adalah rahasia negara paling berharga bagi AS. Membuka kode tersebut agar bisa "berbicara" dengan rudal AMRAAM di platform buatan Korea Selatan (KAI) berisiko membocorkan algoritma sensitif kepada pihak ketiga.
    Veto Teknis: AS menggunakan source code sebagai "rem" strategis. Tanpa akses ke kode ini, integrasi senjata menjadi tidak mungkin atau sangat mahal karena harus melibatkan kontraktor AS secara penuh. Ini memberi AS kekuatan veto atas kemampuan tempur yang dimiliki oleh negara pembeli, bahkan setelah pesawat tersebut dibayar lunas.
    -
    3. Geopolitik Rantai Pasok (Supply Chain Dependency)
    Polandia berada dalam posisi sulit karena mereka membutuhkan pesawat dengan cepat untuk menggantikan MiG-29, namun mereka terjebak dalam ketergantungan teknologi AS.
    Pelajaran bagi Pembeli Lain: Kasus Polandia mengirimkan pesan kepada pasar global (seperti Malaydesh atau Thailand) bahwa membeli FA-50 tidak otomatis memberikan kemampuan tempur "standar NATO" secara penuh tanpa restu eksplisit dari Washington

    BalasHapus
  8. FA-50 BLOCK 70 =
    BLOCK 70 versus BLOCK 20
    BLOCK 70 versus BLOCK 20
    BLOCK 70 versus BLOCK 20
    -
    FA-50 Block 70 lebih canggih dibandingkan Block 20 karena merupakan varian kursi tunggal (single-seat) yang dioptimalkan sepenuhnya untuk misi tempur, sementara Block 20 tetap merupakan pesawat kursi ganda (dual-seat) yang memiliki kapabilitas tempur tinggi.
    Berikut adalah perbandingan utama tingkat kecanggihannya:
    -
    1. Kapasitas Bahan Bakar & Jangkauan
    FA-50 Block 70: Menghapus kursi belakang dan menggantinya dengan tangki bahan bakar tambahan berkapasitas 300 galon. Hal ini meningkatkan radius tempur sebesar 20-30% dibandingkan varian sebelumnya.
    FA-50 Block 20: Tetap memiliki dua kursi, sehingga kapasitas bahan bakar internal lebih terbatas, meski sudah dilengkapi kemampuan pengisian bahan bakar di udara (aerial refueling).
    -
    2. Sensor dan Radar (AESA)
    FA-50 Block 70: Dilengkapi dengan radar AESA tercanggih, seperti Raytheon PhantomStrike, yang memberikan deteksi target lebih jauh dan presisi tinggi dalam berbagai cuaca.
    FA-50 Block 20: Menggunakan radar AESA (seperti EL/M-2032 atau radar buatan Korea Selatan) yang sudah sangat mumpuni untuk kelas pesawat tempur ringan, namun Block 70 memiliki integrasi sensor yang lebih mendalam untuk peran multi-role.
    -
    3. Persenjataan dan Peran
    FA-50 Block 70: Dirancang sebagai platform serangan strategis yang lebih murah daripada jet tempur berat. Mendukung integrasi penuh rudal udara-ke-udara jarak jauh (BVR) seperti AIM-120 AMRAAM dan rudal jelajah seperti Taurus KEPD 350K-2.
    FA-50 Block 20: Fokus pada fleksibilitas misi Light Combat Aircraft (LCA) dan pelatih tempur. Kapasitas angkut senjata dan durasi terbangnya tidak sekuat Block 70 karena faktor ruang kursi kedua. Veto AMRAAM 120 USA
    -------------
    FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
    FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
    FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL

    -
    Harga pesawat FA-50 Fighting Eagle buatan Korea Selatan bervariasi antar negara:
    1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
    -
    2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
    -
    3. Malaydesh : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
    -------------
    ANGSURAN FA50M = 10 TAHUN
    ANGSURAN FA50M = 10 TAHUN
    ANGSURAN FA50M = 10 TAHUN
    -
    angsuran untuk proyek Jet Tempur FA-50 Block 20 dengan skema Hybrid (Kredit & Barter) yang sangat unik:
    Parameter Simulasi
    Total Kontrak: US$ 920.000.000 (Sekitar RM 4,08 Miliar).
    Pembagian Skema (50:50):
    50% Kredit (Hutang): US$ 460.000.000
    50% Barter (Sawit): US$ 460.000.000
    Tenor (Jangka Waktu): 10 Tahun.
    Estimasi Bunga KEXIM: 4,5% per tahun (mengikuti standar OECD CIRR)..

    BalasHapus
  9. MAAF ya negara MISKIN tak diajak....HAHAHAHAHHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. FA-50 BLOCK 70 =
      BLOCK 70 versus BLOCK 20
      BLOCK 70 versus BLOCK 20
      BLOCK 70 versus BLOCK 20
      -
      FA-50 Block 70 lebih canggih dibandingkan Block 20 karena merupakan varian kursi tunggal (single-seat) yang dioptimalkan sepenuhnya untuk misi tempur, sementara Block 20 tetap merupakan pesawat kursi ganda (dual-seat) yang memiliki kapabilitas tempur tinggi.
      Berikut adalah perbandingan utama tingkat kecanggihannya:
      -
      1. Kapasitas Bahan Bakar & Jangkauan
      FA-50 Block 70: Menghapus kursi belakang dan menggantinya dengan tangki bahan bakar tambahan berkapasitas 300 galon. Hal ini meningkatkan radius tempur sebesar 20-30% dibandingkan varian sebelumnya.
      FA-50 Block 20: Tetap memiliki dua kursi, sehingga kapasitas bahan bakar internal lebih terbatas, meski sudah dilengkapi kemampuan pengisian bahan bakar di udara (aerial refueling).
      -
      2. Sensor dan Radar (AESA)
      FA-50 Block 70: Dilengkapi dengan radar AESA tercanggih, seperti Raytheon PhantomStrike, yang memberikan deteksi target lebih jauh dan presisi tinggi dalam berbagai cuaca.
      FA-50 Block 20: Menggunakan radar AESA (seperti EL/M-2032 atau radar buatan Korea Selatan) yang sudah sangat mumpuni untuk kelas pesawat tempur ringan, namun Block 70 memiliki integrasi sensor yang lebih mendalam untuk peran multi-role.
      -
      3. Persenjataan dan Peran
      FA-50 Block 70: Dirancang sebagai platform serangan strategis yang lebih murah daripada jet tempur berat. Mendukung integrasi penuh rudal udara-ke-udara jarak jauh (BVR) seperti AIM-120 AMRAAM dan rudal jelajah seperti Taurus KEPD 350K-2.
      FA-50 Block 20: Fokus pada fleksibilitas misi Light Combat Aircraft (LCA) dan pelatih tempur. Kapasitas angkut senjata dan durasi terbangnya tidak sekuat Block 70 karena faktor ruang kursi kedua. Veto AMRAAM 120 USA
      -------------
      VETO AIM-120 AMRAAM
      -
      Hambatan integrasi rudal AIM-120 AMRAAM pada armada FA-50PL Polandia adalah contoh nyata bagaimana teknologi militer digunakan sebagai instrumen geopolitik dan ekonomi. Analisis mengenai fenomena ini dapat diurai menjadi tiga dimensi utama:
      -
      1. Strategi "Segmentation and Locking" (Segmentasi Pasar)
      Amerika Serikat (melalui Lockheed Martin) ingin memastikan bahwa setiap pesawat tempur memiliki "kasta" yang jelas.
      Menghindari Kanibalisasi: Jika FA-50 (yang jauh lebih murah) diberi kemampuan rudal jarak jauh (BVR) yang setara dengan F-16, maka nilai jual F-16 Viper akan merosot. Banyak negara akan memilih membeli dua atau tiga unit FA-50 daripada satu unit F-16 jika keduanya memiliki daya pukul yang sama.
      Kendali Jarak Jauh: Dengan menahan izin integrasi AMRAAM, AS secara efektif "mengunci" FA-50 pada peran serangan darat atau patroli udara jarak dekat saja. Hal ini memaksa negara seperti Polandia untuk tetap bergantung pada F-16 atau F-35 untuk misi supremasi udara yang lebih kritis.
      -
      2. Kedaulatan Digital dan "Black Box" Technology
      Masalah source code (kode sumber) adalah inti dari hambatan teknis ini.
      Proteksi Kekayaan Intelektual: Sistem radar dan komputer misi F-16 atau F-35 adalah rahasia negara paling berharga bagi AS. Membuka kode tersebut agar bisa "berbicara" dengan rudal AMRAAM di platform buatan Korea Selatan (KAI) berisiko membocorkan algoritma sensitif kepada pihak ketiga.
      Veto Teknis: AS menggunakan source code sebagai "rem" strategis. Tanpa akses ke kode ini, integrasi senjata menjadi tidak mungkin atau sangat mahal karena harus melibatkan kontraktor AS secara penuh. Ini memberi AS kekuatan veto atas kemampuan tempur yang dimiliki oleh negara pembeli, bahkan setelah pesawat tersebut dibayar lunas.
      -
      3. Geopolitik Rantai Pasok (Supply Chain Dependency)
      Polandia berada dalam posisi sulit karena mereka membutuhkan pesawat dengan cepat untuk menggantikan MiG-29, namun mereka terjebak dalam ketergantungan teknologi AS.
      Pelajaran bagi Pembeli Lain: Kasus Polandia mengirimkan pesan kepada pasar global (seperti Malaydesh atau Thailand) bahwa membeli FA-50 tidak otomatis memberikan kemampuan tempur "standar NATO" secara penuh tanpa restu eksplisit dari Washington.

      Hapus
    2. KLAIM CASH = 🦧GORILA HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -----------------
      The MALAYDESH Armed Forces (MAF) has a lack of modern military assets due to a small defense budget and aging equipment. This has left the MAF vulnerable to internal and external threats.
      Causes
      • Small defense budget: The MAF has had small procurement budgets for the past quarter-century.
      • Aging equipment: Most of the MAF's equipment was purchased between the 1970s and 1990s.
      • Foreign dependence: The MAF relies on foreign Original Equipment Manufacturers (OEMs) for its military hardware and software.
      Effects
      • Vulnerability to threats
      The MAF is vulnerable to internal and external threats due to its lack of modern military assets.
      • Challenges with air force
      The MAF's air force has been challenged by the withdrawal of its MiG-29 Fulcrum fighter aircraft in 2017.
      • Challenges with naval assets
      The MAF's naval assets are aging, as evidenced by the KD Rahman submarine issue in 2010.
      ===========
      The Royal MALAYDESH Air Force (RMAF) faces several problems with its aircraft, including an aging fleet, limited funding, and a lack of responsiveness in its logistics system.
      Aging fleet
      • The RMAF has a large fleet of aging aircraft that are difficult to maintain.
      • The RMAF's aircraft include the Mikoyan MiG-29, Boeing F/A-18 Hornet, and BAE Hawk.
      Limited funding
      • The government's defense modernization budget is limited. .
      • The government has many other priorities, including revitalizing the economy and reducing the national deficit.
      Logistics system
      • The RMAF's logistics system has problems with readiness and responsiveness.
      • Readiness is the ability to provide the minimum supply and service needed to start a combat operation.
      • Responsiveness is the ability to provide accurate support at the right time and place.
      Government change

      Hapus
    3. KLAIM CASH = 🦧GORILA HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -----------------
      DRAMA 155mm SPH SYSTEM
      DRAMA 155mm SPH SYSTEM
      DRAMA 155mm SPH SYSTEM
      As of September 2024, the MALAYDESH Army has not acquired a 155 mm self-propelled howitzer (SPH) system. The MALAYDESH Ministry of Defence has been discussing the project, but the final selection has not been made.
      Why the acquisition has been delayed?
      The acquisition program was announced in the 2010s, but the schedule, number of platforms, and total estimated cost were not defined.
      The Ministry of Finance canceled the intended purchase of self-propelled howitzer systems.
      The MALAYDESH Army is still waiting for government approval to procure the system
      ===========
      The cost overrun for the LCS project in MALAYDESH was RM1 billion. This was part of a RM9.13 billion contract that the government paid RM6.08 billion for.
      Explanation
      • RM1.4 billion was not used for the project
      • RM1 billion was considered a cost overrun
      • RM400 million was used to pay off PSCI's DEBTs
      Cost overruns are a common problem in the construction industry in MALAYDESH . In fact, most construction projects in MALAYDESH have cost overruns of 5–10% of the total contract price

      Hapus
    4. Yang diajak negara HALU.. punya aja nggak..

      Hapus
  10. Setelah di Veto AS Kini Jet Tempur Fa 50 Jadi Gelandangan, Untung Indo Hanya Beli 6 Biji !!!!
    https://youtu.be/C7ya2uzU5u4

    MALONDESH BOTOL KENA TIPU PADAHAL TUKANG TIPU 😆😆😆😆😆

    BalasHapus
    Balasan
    1. 19 T50i posisi pesawat tempur taktis (TT) : T50i, Hawk, Tucano....tempur strategis : F16, sukhoi .... Tempur (T) : Rafale

      Hapus
  11. Contoh negara MISKIN mengandalkan HUTANG LENDER.....HAHAHHAAH



    Indonesia seeks foreign loans for J-10 fighters, naval systems

    https://www.janes.com/osint-insights/defence-news/sea/indonesia-seeks-foreign-loans-for-j-10-fighters-naval-systems

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      -
      KLAIM CASH = 🦧GORILA HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      ------------------
      MALAYDESH ........
      GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT
      • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
      • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
      • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
      HOUSEHOLD DEBT
      2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
      ------------------
      MALAYDESH ........
      DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
      2029 = 438,09 BILLION USD
      2028 = 412,2 BILLION USD
      2027 = 386,51 BILLION USD
      2026 = 362,19 BILLION USD
      2025 = 338,75 BILLION USD
      2024 = 316,15 BILLION USD
      2023 = 293,83 BILLION USD
      2022 = 271,49 BILLION USD
      2021 = 247,49 BILLION USD
      2020 = 221,49 BILLION USD
      ------------------
      MALAYDESH .........
      DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
      DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
      DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
      DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
      DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
      DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
      The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
      ------------------
      MALAYDESH ........
      BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
      MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH

      Hapus
    2. ADA YANG WARAS = NO AMRAAM
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      ------
      Zaft says:
      18 February 2026 at 11:49 AM
      Qamarul “I seriously think we dont need amraam integration on the FA-50M”

      Then we probably better off buying a block 10 at half the prices.

      Qamarul “There will be no amraam integration for the first batch but that due to Rmaf did not request for it”.

      Terima ajalah kenyataan yg kita semua kena conned dgn korea.

      Thats the problem when we wrote check on a none proven and readily available. Spend so much money and still don’t get the capabilities promised and now the builders are asking for more money if we wanted to get the capabilities they themselves promised back then
      ------------
      ADA YANG WARAS DAN PAHAM
      ADA YANG WARAS DAN PAHAM
      ADA YANG WARAS DAN PAHAM
      -
      Romeo says:
      8 February 2026 at 5:28 PM
      dundun:
      “They’re paying the debt in USD, which is getting more expensive as rupiah went to hell…..”

      It seems you are left behind. I will give you a clue and let you rethink.
      They debt ratio is less than 40% meanwhile ours is 68%.
      Their debt majority in their rupiah.
      Their economy is US$ 1.44 trillion.
      Their president prabowo launched a program in giving school student a meal which will cover 68 miliion students (equal to give all malaysian meal twice a day).
      And they still could get many adavance military hardware.

      Even if you wish they will collapse maybe they will among the last in this region
      ------------
      KU LI = MALAYDESH MONKEY
      KU LI = MALAYDESH MONKEY
      MALAYDESH had never enjoyed the status of being an “Asian Tiger” economy, instead it was more of “a monkey”, said former finance minister Tengku Razaleigh Hamzah.
      Tengku Razaleigh, better known as Ku Li, dismissed the label which was claimed by many, including former prime minister Dr Mahathir Mohamad.
      --------
      MASIH ADA YANG WARAS ......
      Romeo says:
      16 FEBRUARY 2025 AT 10:35 AM
      I would say “DENGAR BOLEH PERCAYA JANGAN”
      1. Politicians are not good at keeping their plan. Policy is changed depend on who is sitting on driver seat.
      2. The gov is struggling to meet 36 units of FA-50. No fund will available in 2030.
      3. RMAF is not ready to operate 5th gen fighters. Operating 5th gen is about networked environment not platform.
      4. 5th gen fighter is costly in operating and maintaining which need significant increment in annual military budget.
      5. Other branches and MMEA are under equipt that need attention.
      6. Many homework should be done first such as LCS, OPV, SPH, used hornet etc.
      In short, it is all about LIMA. This is just old gimmick because LIMA has less attractive and the EO has run of option to make LIMA great again.

      Hapus
    3. Loooo.. bukannya Malaydesh yang pake lender kalau shoping? Padahal shoping receh aja d..

      Hapus
    4. IDN > SHOPPING – MY > CANCELLING
      IDN > BUYING – MY > LEASING
      IDN > PROCUREMENT – MY > RETIREMENT
      -
      Perbandingan kondisi ekonomi dan pengadaan militer antara Indonesia dan Malaydesh:
      1. Perbandingan Kesehatan Fiskal
      Indonesia: Berada dalam zona aman dengan rasio utang pemerintah 40% dari PDB, jauh di bawah batas limit undang-undang sebesar 60%. Utang rumah tangga juga sangat rendah (16% dari PDB), menunjukkan daya beli yang lebih mandiri.
      Malaydesh: Mengalami kondisi "Overlimit". Rasio utang pemerintah mencapai 69% (melampaui batas 65%) dan utang rumah tangga sangat ekstrem di angka 84,3% - 85,8% dari PDB.
      -
      2. Beban Utang Per Kapita
      Malaydesh menghadapi tekanan berat di mana setiap warga negara menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998 (RM 36.139 utang pemerintah + RM 45.859 utang rumah tangga). Hal ini mengindikasikan ketergantungan tinggi pada kredit untuk gaya hidup dan operasional negara.
      -
      3. Gagal Bayar & Defisit Pembangunan
      Data menunjukkan tren "Hutang Bayar Hutang" di Malaydesh sejak 2010 hingga 2025 dengan kenaikan konsisten dari USD 150 miliar ke USD 375 miliar. Meskipun terjadi 5 kali pergantian Perdana Menteri (PM) dan Menteri Keuangan (MOF), klaim pelunasan utang tahun 2053 dinilai gagal karena utang terus bertambah.
      -
      4. Dampak pada Militer (Status Zonk)
      Akibat "Kekangan Kewangan" (krisis keuangan), proyek strategis pertahanan Malaydesh mengalami kegagalan total (Zonk/Mangkrak):
      MRCA (Pesawat Tempur): Tidak ada pengadaan sejak 2017.
      LCS (Kapal Perang): Proyek mangkrak sejak 2011.
      SPH & MRSS: Tanpa kepastian pengadaan sejak 2016.
      Kesimpulan Akhir: Sementara Indonesia menjaga disiplin fiskal untuk stabilitas jangka panjang, Malaydesh terjebak dalam spiral utang yang melumpuhkan kemampuan belanja modal negara, terutama dalam modernisasi alutsista yang hanya menjadi komoditas "bual" (janji kosong) politik.
      ________________________________________2026 FREEZES PROCUREMENT - 2023 CANCELLED PROCUREMENT
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT = PER PEOPLE : RM 36,139
      HOUSEHOLD DEBT = PER PEOPLE : RM 45,859.
      GOV + HOUSEHOLD = PER PEOPLE : RM 81,998
      -
      2026 =
      CANCELLED F18 = TIADA GANTI
      CANCELLED F18 = TIADA GANTI
      CANCELLED F18 = TIADA GANTI
      -
      Detail Konfirmasi Resmi
      Narasumber: Wakil Menteri Pertahanan Malaydesh, Adly Zahari.
      Forum Pernyataan: Sidang Dewan Rakyat (Parlemen Malaydesh) saat menjawab pertanyaan terkait anggaran pertahanan pada 26 Februari 2026.
      ________________________________________
      GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
      pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.50
      39 buah + 8 buah..... Banyak woiiii.... 😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
      -
      GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
      Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
      Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
      -
      sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
      Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
      -
      GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
      Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA.

      Hapus
  12. MALAYDESH Ada tactical EJECT KAT HANGGAR tak?

    BalasHapus
  13. KESIAN INDIANESIA....MALU guys....HAHAHAHHA



    Boeing Akhiri Kesepakatan Jual 24 Jet Tempur F-15 ke Indonesia

    https://news.republika.co.id/berita/t9vhom484/boeing-akhiri-kesepakatan-jual-24-jet-tempur-f15-ke-indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. ADA YANG WARAS DAN PAHAM
      ADA YANG WARAS DAN PAHAM
      ADA YANG WARAS DAN PAHAM
      -
      Romeo says:
      8 February 2026 at 5:28 PM
      dundun:
      “They’re paying the debt in USD, which is getting more expensive as rupiah went to hell…..”

      It seems you are left behind. I will give you a clue and let you rethink.
      They debt ratio is less than 40% meanwhile ours is 68%.
      Their debt majority in their rupiah.
      Their economy is US$ 1.44 trillion.
      Their president prabowo launched a program in giving school student a meal which will cover 68 miliion students (equal to give all malaysian meal twice a day).
      And they still could get many adavance military hardware.

      Even if you wish they will collapse maybe they will among the last in this region
      ------------
      ADA YANG WARAS = NO AMRAAM
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      ------
      Zaft says:
      18 February 2026 at 11:49 AM
      Qamarul “I seriously think we dont need amraam integration on the FA-50M”

      Then we probably better off buying a block 10 at half the prices.

      Qamarul “There will be no amraam integration for the first batch but that due to Rmaf did not request for it”.

      Terima ajalah kenyataan yg kita semua kena conned dgn korea.

      Thats the problem when we wrote check on a none proven and readily available. Spend so much money and still don’t get the capabilities promised and now the builders are asking for more money if we wanted to get the capabilities they themselves promised back then
      ------------
      DOWNGRADE ADA CLASS = NO ASW
      DOWNGRADE ADA CLASS = NO ASW
      DOWNGRADE ADA CLASS = NO ASW
      -
      1. ADA CLASS PAKISTAN USD 1 MILYAR/4 = USD 250 JUTA PER UNIT
      -
      2. ADA CLASS UKRAINE USD 1 MILYAR/2 = USD 250 JUTA PER UNIT + UCAV SENILAI USD 500 JUTA
      -
      3. HISAR OPV CLASS (LMS B2) MALAYDESH USD 530 JUTA /3 = USD 176,7 JUTA PER UNIT
      ----------
      CHEAPEST VARIANT FA50
      CHEAPEST VARIANT FA50
      CHEAPEST VARIANT FA50
      -
      1. FA 50 GF (TA 50 BLOK II) 12 UNIT HARGA USD 705 JUTA ALIAS USD 58,75 JUTA/UNIT
      -
      2. FA 50 PL (BLOK 20) 36 UNIT HARGA USD 2300 JUTA ALIAS USD 63,89 JUTA/UNIT
      -
      3. FA 50M 18 UNIT HARGA USD 920 JUTA ALIAS USD 51,1 JUTA/UNIT
      ----------
      🦧GORILA IQ BOTOL = SEWA 28 HELI > 119 HELI BARU > ART : WAJIB LAPOR USA
      SEWA 28 HELI RM 16.8BN = USD 3.7BN/USD 3.700 JT DOLAR
      •HARGA HELI AW149 = USD 31 JUTA
      •28 UNITK X USD 31 JT= USD 857 JUTA
      •USD 3.700JT ÷ USD 31 JT = 119 HELI BARU
      ----
      4x LEBIH MAHAL SEWA DARIPADA BELI BARU =
      SEWA 15 TAHUN = RM16.8 BILION
      BELI BARU = RM3.954 BILION
      SEWAan selama 15 tahun dianggarkan mencecah RM16.8 bilion, jauh lebih tinggi berbanding kos pembelian helikopter serupa yang dianggarkan sekitar RM3.954 bilion.MALAYDESH (ATM)
      -------------------------------------
      CHEAPEST PLATFORM VARIANT :
      -
      HARGA CN 235 = USUSD 27,50 Juta
      -
      HARGA ATR 72 = USUSD24.7 Juta

      Hapus
    2. ADA YANG WARAS DAN PAHAM
      ADA YANG WARAS DAN PAHAM
      ADA YANG WARAS DAN PAHAM
      -
      Romeo says:
      8 February 2026 at 5:28 PM
      dundun:
      “They’re paying the debt in USD, which is getting more expensive as rupiah went to hell…..”

      It seems you are left behind. I will give you a clue and let you rethink.
      They debt ratio is less than 40% meanwhile ours is 68%.
      Their debt majority in their rupiah.
      Their economy is US$ 1.44 trillion.
      Their president prabowo launched a program in giving school student a meal which will cover 68 miliion students (equal to give all malaysian meal twice a day).
      And they still could get many adavance military hardware.

      Even if you wish they will collapse maybe they will among the last in this region
      ------------
      ADA YANG WARAS = NO AMRAAM
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      ------
      Zaft says:
      18 February 2026 at 11:49 AM
      Qamarul “I seriously think we dont need amraam integration on the FA-50M”

      Then we probably better off buying a block 10 at half the prices.

      Qamarul “There will be no amraam integration for the first batch but that due to Rmaf did not request for it”.

      Terima ajalah kenyataan yg kita semua kena conned dgn korea.

      Thats the problem when we wrote check on a none proven and readily available. Spend so much money and still don’t get the capabilities promised and now the builders are asking for more money if we wanted to get the capabilities they themselves promised back then
      ------------
      5x GANTI PM = AKAN
      6x GANTI MENHAN = AKAN
      SERIUS!!! BADUT 🦧GORILA IQ BOTOL = MEMBUAL SHOPPING
      -
      2025 = 84,3% DARI GDP
      MISKIN KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      -
      PERDANA MENTERI = TIDAK BAYAR TERTUNGGAK
      MENTERI PERTAHANAN = KEKANGAN KEWANGAN
      SERIUS!!! BADUT 🦧GORILA IQ BOTOL = MEMBUAL KLAIM KAYA
      --------------------------
      NGEMIS F18 KUWAIT 2025-2017=
      5x GANTI PERDANA MENTERI
      5x GANTI MENTERI PERTAHANAN
      -
      MANGKRAK LCS 2025-2011 =
      5x GANTI PERDANA MENTERI
      6x GANTI MENTERI PERTAHANAN
      -
      MEMBUAL SPH 2025-2016 =
      5x GANTI PERDANA MENTERI
      5x GANTI MENTERI PERTAHANAN
      -
      2026 = ZONK = NGEMIS MEMBUAL MISKIN

      Hapus
    3. IDN > SHOPPING – MY > CANCELLING
      IDN > BUYING – MY > LEASING
      IDN > PROCUREMENT – MY > RETIREMENT
      -
      Perbandingan kondisi ekonomi dan pengadaan militer antara Indonesia dan Malaydesh:
      1. Perbandingan Kesehatan Fiskal
      Indonesia: Berada dalam zona aman dengan rasio utang pemerintah 40% dari PDB, jauh di bawah batas limit undang-undang sebesar 60%. Utang rumah tangga juga sangat rendah (16% dari PDB), menunjukkan daya beli yang lebih mandiri.
      Malaydesh: Mengalami kondisi "Overlimit". Rasio utang pemerintah mencapai 69% (melampaui batas 65%) dan utang rumah tangga sangat ekstrem di angka 84,3% - 85,8% dari PDB.
      -
      2. Beban Utang Per Kapita
      Malaydesh menghadapi tekanan berat di mana setiap warga negara menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998 (RM 36.139 utang pemerintah + RM 45.859 utang rumah tangga). Hal ini mengindikasikan ketergantungan tinggi pada kredit untuk gaya hidup dan operasional negara.
      -
      3. Gagal Bayar & Defisit Pembangunan
      Data menunjukkan tren "Hutang Bayar Hutang" di Malaydesh sejak 2010 hingga 2025 dengan kenaikan konsisten dari USD 150 miliar ke USD 375 miliar. Meskipun terjadi 5 kali pergantian Perdana Menteri (PM) dan Menteri Keuangan (MOF), klaim pelunasan utang tahun 2053 dinilai gagal karena utang terus bertambah.
      -
      4. Dampak pada Militer (Status Zonk)
      Akibat "Kekangan Kewangan" (krisis keuangan), proyek strategis pertahanan Malaydesh mengalami kegagalan total (Zonk/Mangkrak):
      MRCA (Pesawat Tempur): Tidak ada pengadaan sejak 2017.
      LCS (Kapal Perang): Proyek mangkrak sejak 2011.
      SPH & MRSS: Tanpa kepastian pengadaan sejak 2016.
      Kesimpulan Akhir: Sementara Indonesia menjaga disiplin fiskal untuk stabilitas jangka panjang, Malaydesh terjebak dalam spiral utang yang melumpuhkan kemampuan belanja modal negara, terutama dalam modernisasi alutsista yang hanya menjadi komoditas "bual" (janji kosong) politik.
      ________________________________________
      MEMALUKAN ASEAN ...... NGEMIS 4x = BATAL
      -
      2026 = CANCELLED F18
      2025-2021 = NGEMIS F18
      2025-2021 = MEMBUAL F18
      -
      Sumber Berita Utama
      New Straits Times (NST): Laporan berjudul "Govt scraps plan to acquire Kuwait's used F/A-18 Hornets" yang diterbitkan pada 26 Februari 2026.
      Bernama: Kantor berita nasional Malaydesh yang melaporkan penggulungan perdebatan tingkat komite RUU Perbekalan Tambahan di Dewan Rakyat.
      Militarnyi & Defense Blog: Portal berita pertahanan internasional yang merangkum keputusan pemerintah Malaydesh berdasarkan laporan teknis dari TUDM.
      -
      GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
      pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
      -
      GEMPURWIRA24 Juli 2025 pukul 18.11
      PADU GUYS....😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
      -18 BUAH SU30MKM
      -38 + 8 BUAH F18 HORNET C/D
      -18 BUAH FA-50 BLOCK 20 (AESA RADAR)
      -
      GEMPURWIRA20 Agustus 2025 pukul 10.00
      BEZA ya guys... HAHAHAHA
      MALAYDESH...
      F18 KUWAIT masih dipakai dan siap segera di pindahkan ke MALAYDESH nanti...
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 09.49
      horeyyyyy...F18 come to PAPA
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.08
      Come to papa F18C/D..... 😎😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.50
      39 buah + 8 buah..... Banyak woiiii.... 😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
      -
      GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
      Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
      Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
      -
      sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
      Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
      -
      GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
      Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA...

      Hapus
  14. Sebelumnya, pada Rabu, 15 Oktober kemarin, Sjafrie mengisyaratkan Indonesia akan segera melihat jet tempur Chengdu J-10 mengudara di langit Jakarta...... NGEPRANK lagi.....HAHAHAHAHA




    Menteri Pertahanan Belum Bisa Pastikan Pembelian Jet Tempur Chengdu J-10

    https://www.tempo.co/politik/menteri-pertahanan-belum-bisa-pastikan-pembelian-jet-tempur-chengdu-j-10-2082297

    BalasHapus
    Balasan
    1. ADA YANG WARAS DAN PAHAM
      ADA YANG WARAS DAN PAHAM
      ADA YANG WARAS DAN PAHAM
      -
      Romeo says:
      8 February 2026 at 5:28 PM
      dundun:
      “They’re paying the debt in USD, which is getting more expensive as rupiah went to hell…..”

      It seems you are left behind. I will give you a clue and let you rethink.
      They debt ratio is less than 40% meanwhile ours is 68%.
      Their debt majority in their rupiah.
      Their economy is US$ 1.44 trillion.
      Their president prabowo launched a program in giving school student a meal which will cover 68 miliion students (equal to give all malaysian meal twice a day).
      And they still could get many adavance military hardware.

      Even if you wish they will collapse maybe they will among the last in this region
      ------------
      ADA YANG WARAS = NO AMRAAM
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      ------
      Zaft says:
      18 February 2026 at 11:49 AM
      Qamarul “I seriously think we dont need amraam integration on the FA-50M”

      Then we probably better off buying a block 10 at half the prices.

      Qamarul “There will be no amraam integration for the first batch but that due to Rmaf did not request for it”.

      Terima ajalah kenyataan yg kita semua kena conned dgn korea.

      Thats the problem when we wrote check on a none proven and readily available. Spend so much money and still don’t get the capabilities promised and now the builders are asking for more money if we wanted to get the capabilities they themselves promised back then
      ------------
      VETO USA
      -
      Hingga 2026, terdapat laporan bahwa Amerika Serikat belum memberikan izin (veto de facto) untuk integrasi rudal AIM-120 AMRAAM pada armada FA-50 milik Polandia.
      Berikut adalah poin-poin utama mengenai situasi tersebut:
      -
      1. Masalah Integrasi pada FA-50PL
      Polandia memesan 48 unit jet FA-50, yang terdiri dari 12 unit varian FA-50GF (sudah dikirim) dan 36 unit varian FA-50PL (sedang diproduksi). Meskipun varian FA-50PL dirancang untuk memiliki kemampuan tempur penuh (Block 20), integrasi rudal jarak menengah AMRAAM terhambat karena:
      Ketiadaan Izin AS: Pemerintah AS dilaporkan belum memberikan persetujuan ekspor dan integrasi untuk penggunaan AMRAAM pada platform FA-50 di Polandia.
      Biaya dan Teknis: Biaya integrasi tidak termasuk dalam kontrak awal tahun 2022, dan studi kelayakan teknis diperkirakan memakan waktu beberapa tahun.
      -
      2. Pembatalan Upgrade FA-50GF
      Akibat ketidakpastian integrasi AMRAAM, pada Desember 2025, Polandia memutuskan untuk membatalkan rencana peningkatan (upgrade) 12 unit FA-50GF menjadi standar FA-50PL.
      Pemerintah Polandia menilai bahwa tanpa kemampuan rudal BVR (Beyond Visual Range) seperti AMRAAM, pesawat ini lebih efisien digunakan sebagai pesawat latih lanjut daripada dipaksakan menjadi jet tempur gardu depan.
      -
      3. Solusi Sementara: AIM-9X Sidewinder
      Berbeda dengan AMRAAM, AS telah menyetujui integrasi rudal jarak pendek AIM-9X Sidewinder untuk FA-50PL. Kontrak dukungan integrasi AIM-9X ini baru saja ditandatangani pada Januari 2026, yang memungkinkan FA-50PL setidaknya memiliki kemampuan pertahanan udara jarak dekat yang modern.
      -
      4. Perbandingan dengan Jet Lain
      Sebagai catatan, AS telah menyetujui penjualan besar AMRAAM (varian AIM-120D-3) untuk armada F-16 dan F-35 Polandia. Hal ini menunjukkan bahwa "veto" atau hambatan tersebut spesifik pada platform FA-50
      -
      Kesimpulan: Saat ini FA-50 Polandia masih dianggap "ompong" dalam hal pertempuran jarak jauh karena belum adanya restu dari AS untuk memasang AMRAAM, yang memicu Polandia mengubah strategi penggunaan pesawat tersebut menjadi platform pelatihan

      Hapus
    2. ADA YANG WARAS DAN PAHAM
      ADA YANG WARAS DAN PAHAM
      ADA YANG WARAS DAN PAHAM
      -
      Romeo says:
      8 February 2026 at 5:28 PM
      dundun:
      “They’re paying the debt in USD, which is getting more expensive as rupiah went to hell…..”

      It seems you are left behind. I will give you a clue and let you rethink.
      They debt ratio is less than 40% meanwhile ours is 68%.
      Their debt majority in their rupiah.
      Their economy is US$ 1.44 trillion.
      Their president prabowo launched a program in giving school student a meal which will cover 68 miliion students (equal to give all malaysian meal twice a day).
      And they still could get many adavance military hardware.

      Even if you wish they will collapse maybe they will among the last in this region
      ------------
      ADA YANG WARAS = NO AMRAAM
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      ------
      Zaft says:
      18 February 2026 at 11:49 AM
      Qamarul “I seriously think we dont need amraam integration on the FA-50M”

      Then we probably better off buying a block 10 at half the prices.

      Qamarul “There will be no amraam integration for the first batch but that due to Rmaf did not request for it”.

      Terima ajalah kenyataan yg kita semua kena conned dgn korea.

      Thats the problem when we wrote check on a none proven and readily available. Spend so much money and still don’t get the capabilities promised and now the builders are asking for more money if we wanted to get the capabilities they themselves promised back then
      ------------

      F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
      F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
      F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
      -
      1. It is not meant for the sort of hard maneuvering that an F-16 is. It is not inherently aerodynamically unstable like an F-16, and does not possess the agility or thrust to weight ratio of an F-16.
      -
      2. It is meant to be a fairly forgiving and stable aircraft that new pilots can learn to fly in. Unless you had a pilot who’s never flown an F-16 before in the F-16, and a 20 year veteran pilot in the T-50, the F-16 is going to win every time. They are completely different aircraft with different missions and entirely uneven capabilities.
      -
      3. The FA-50 probably could not directly compete against the F-16. It is a much smaller aircraft, at 6.5 tons v. 8.5. The FA-50s in lighter paint are flying the foreground:
      -
      4. he size difference is also noticable in this video of South Korean Air Force fighters in training. You can compare both the F-16 and FA-50s taxi-ing on the runway with the much larger F-15s and F-4 Phantoms in the beginning minute. The F-16s appear at 13 seconds and the FA-50s appear at 45 seconds.

      Hapus
  15. fa50M(urah)langsung kejebak ..
    N⛔️ AMRAAM, N⛔️ 9X..

    punyak siapa tuch ketepuuu haha!🤥🤣🤥

    BalasHapus
  16. 18 FA50Murah =
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    -
    Korea Aerospace Industries won the LCA / LIFT competition (which suffered a competitive challenge attempt) to supply the Royal Malaydeshn Air Force (RMAF or TUDM) with 18 light combat and advanced trainer aircraft. Eight of these aircraft are to be configured primarily as Lead Advanced Trainer (LIFT), while the remaining ten would be Light Fighter Aircraft (LCA) combat aircraft.
    -------
    VETO AIM-120 AMRAAM
    VETO AIM-120 AMRAAM
    VETO AIM-120 AMRAAM
    -
    Hambatan integrasi rudal AIM-120 AMRAAM pada armada FA-50PL Polandia adalah contoh nyata bagaimana teknologi militer digunakan sebagai instrumen geopolitik dan ekonomi. Analisis mengenai fenomena ini dapat diurai menjadi tiga dimensi utama: Strategi "Segmentation and Locking" (Segmentasi Pasar) Amerika Serikat (melalui Lockheed Martin) ingin memastikan bahwa setiap pesawat tempur memiliki "kasta" yang jelas :
    1. Menghindari Kanibalisasi: Jika FA-50 (yang jauh lebih murah) diberi kemampuan rudal jarak jauh (BVR) yang setara dengan F-16, maka nilai jual F-16 Viper akan merosot. Banyak negara akan memilih membeli dua atau tiga unit FA-50 daripada satu unit F-16 jika keduanya memiliki daya pukul yang sama.
    2. Kendali Jarak Jauh: Dengan menahan izin integrasi AMRAAM, AS secara efektif "mengunci" FA-50 pada peran serangan darat atau patroli udara jarak dekat saja. Hal ini memaksa negara seperti Polandia untuk tetap bergantung pada F-16 atau F-35 untuk misi supremasi udara yang lebih kritis.
    =============
    =============
    33 F16 : MRCA
    33 F16 : MRCA
    33 F16 : MRCA
    -
    TNI AU mengoperasikan sekitar 33 unit pesawat tempur F-16.
    23 Unit F-16C/D (Block 25/52): Merupakan varian yang lebih modern, hasil program refurbishment dan peningkatan "Peace Bima-Sena II" dari Amerika Serikat.
    10 Unit F-16A/B (Block 15): Merupakan unit lama yang telah melalui program Falcon STAR (Structural Augmentation Roadmap) dan eMLU (Enhanced Mid-Life Update), membuat kemampuan avionik dan strukturnya setara dengan varian C/D.
    Pangkalan Utama: Ditempatkan di Skadron Udara 3 (Lanud Iswahyudi, Magetan) dan Skadron Udara 16 (Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru).
    -------
    36 AMRAAM
    36 AMRAAM
    36 AMRAAM
    -
    Hingga Februari 2026, status utama terkait pengadaan rudal AIM-120 AMRAAM oleh Indonesia melalui skema Defense Security Cooperation Agency (DSCA) adalah sebagai berikut:
    Persetujuan Utama (2016): Departemen Luar Negeri AS memberikan persetujuan Foreign Military Sale (FMS) untuk Indonesia pada Maret 2016. Paket tersebut mencakup 36 unit AIM-120C-7 dengan estimasi nilai USD 95 juta.
    Integrasi Alutsista: Rudal ini telah dioperasikan oleh TNI AU untuk melengkapi armada jet tempur F-16C/D Block 52ID. Selain itu, Indonesia juga menggunakan varian AMRAAM dalam sistem pertahanan udara titik NASAMS 2 yang menjaga wilayah Jakarta

    BalasHapus
  17. 36 unit rudal AIM-120C-7 AMRAAM
    36 unit rudal AIM-120C-7 AMRAAM
    36 unit rudal AIM-120C-7 AMRAAM
    -
    Berikut rincian informasi terkait rudal tersebut:
    Status Pembelian: Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyetujui penjualan 36 unit rudal varian AIM-120C-7 kepada Indonesia sejak Maret 2016 melalui skema Foreign Military Sales (FMS).
    Nilai Kontrak: Total pengadaan ini diperkirakan mencapai USD 95 juta (sekitar Rp1,4 triliun pada kurs saat itu).
    Penggunaan: Rudal ini diintegrasikan sebagai senjata utama Beyond Visual Range (BVR) untuk jet tempur F-16 C/D Block 52ID milik TNI AU yang bermarkas di Skuadron Udara 3 dan Skuadron Udara 16.
    Kemampuan: Varian C-7 memiliki jangkauan tembak efektif sekitar 105 km dengan kecepatan mencapai Mach 4 dan sistem pemandu radar aktif (fire and forget
    -
    50 AIM-9X Sidewinder milik TNI AU
    50 AIM-9X Sidewinder milik TNI AU
    50 AIM-9X Sidewinder milik TNI AU
    -
    Jumlah Unit: Indonesia diketahui memesan sekitar 30 hingga 50 unit rudal AIM-9X Sidewinder Block II. Data kontrak dari Raytheon pada tahun 2017 mengonfirmasi bahwa pesanan TNI AU termasuk dalam paket produksi massal rudal ini.
    Varian Terbaru: TNI AU menggunakan varian Block II, yang merupakan versi paling canggih dengan kemampuan Lock-On After Launch (LOAL). Artinya, rudal bisa ditembakkan sebelum radar mengunci target secara visual.
    ================
    ================
    10 unit AIM-120C-7 AMRAAM
    10 unit AIM-120C-7 AMRAAM
    10 unit AIM-120C-7 AMRAAM
    -.
    Berikut adalah rincian jumlah dan variannya:
    AIM-120C-5 (20 unit): Malaydesh awalnya memperoleh sekitar 20 unit varian AIM-120C-5 untuk mempersenjatai armada jet tempur F/A-18D Hornet mereka.
    AIM-120C-7 (10 unit): Pada tahun 2015, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyetujui penjualan tambahan sebanyak 10 unit rudal AIM-120C-7 dengan nilai kontrak sekitar USD 21 juta.
    -
    20 AIM-9X Sidewinder
    20 AIM-9X Sidewinder
    20 AIM-9X Sidewinder
    -
    Berikut adalah rincian mengenai kepemilikan rudal tersebut:
    Jumlah & Varian: Malaydesh memesan 20 unit varian AIM-9X-2 Sidewinder Block II melalui skema Foreign Military Sales (FMS) dari Amerika Serikat.
    Paket Pembelian: Selain unit tempur utama (All-Up-Round), paket tersebut juga mencakup:
    8 unit CATM-9X-2 (Captive Air Training Missiles) untuk latihan terbang.
    2 unit Dummy Air Training Missiles untuk latihan penanganan di darat.

    BalasHapus
  18. 24 SNIPER ATP Indonesia
    24 SNIPER ATP Indonesia
    24 SNIPER ATP Indonesia
    -
    The Government of Indonesia has requested a sale for the regeneration and upgrade of 24 F-16C/D Block 25 aircraft and 28 F100-PW-200 or F100-PW-220E engines being granted as Excess Defense Articles. The upgrade includes the following major systems and components: LAU-129A/A Launchers, ALR-69 Radar Warning Receivers, ARC-164/186 Radios, Expanded Enhanced Fire Control (EEFC) or Commercial Fire Control, or Modular Mission Computers, ALQ-213 Electronic Warfare Management Systems, ALE-47 Countermeasures Dispenser Systems, Cartridge Actuated Devices/Propellant Actuated Devices (CAD/PAD), Situational Awareness Data Link, Enhance Position Location Reporting Systems (EPLRS), LN-260 (SPS version, non-PPS), and AN/AAQ-33 SNIPER or AN/AAQ-28 LITENING Targeting Systems
    ---------
    34 SNIPER ATP POLANDIA
    34 SNIPER ATP POLANDIA
    34 SNIPER ATP POLANDIA
    -
    Pemerintah Polandia telah memesan total 34 unit Sniper Advanced Targeting Pod (ATP) dalam beberapa tahun terakhir untuk memperkuat armada tempurnya.
    Berikut adalah rincian pesanan tersebut berdasarkan data terbaru hingga Februari 2026:
    Jumlah Pesanan: Polandia secara resmi menandatangani kontrak untuk pembelian 34 unit Sniper ATP pada Agustus 2023.
    Nilai Kontrak: Total nilai pengadaan ini mencapai sekitar $124,7 juta (sebelumnya diperkirakan mencapai $250 juta, namun nilai akhir kontrak yang disetujui adalah sekitar $90,68 juta hingga $105 juta tergantung paket logistik).
    ==================
    ==================
    10 SNIPER ATP MALAYDESH
    10 SNIPER ATP MALAYDESH
    10 SNIPER ATP MALAYDESH
    -
    WASHINGTON, May 6, 2024 - The State Department has made a determination approving a possible Foreign Military Sale to the Government of Malaydesh of Sniper Advanced Targeting Pods and related equipment for an estimated cost of $80 million. The Defense Security Cooperation Agency delivered the required certification notifying Congress of this possible sale today
    -
    18 FA50Murah =
    10 LCA
    8 FLIT :
    Korea Aerospace Industries won the LCA / LIFT competition (which suffered a competitive challenge attempt) to supply the Royal Malaydeshn Air Force (RMAF or TUDM) with 18 light combat and advanced trainer aircraft. Eight of these aircraft are to be configured primarily as Lead Advanced Trainer (LIFT), while the remaining ten would be Light Fighter Aircraft (LCA) combat aircraft.
    -
    VETO AIM-120 AMRAAM =
    1. Strategi "Segmentation and Locking" (Segmentasi Pasar)
    Amerika Serikat (melalui Lockheed Martin) ingin memastikan bahwa setiap pesawat tempur memiliki "kasta" yang jelas.
    Menghindari Kanibalisasi: Jika FA-50 (yang jauh lebih murah) diberi kemampuan rudal jarak jauh (BVR) yang setara dengan F-16, maka nilai jual F-16 Viper akan merosot. Banyak negara akan memilih membeli dua atau tiga unit FA-50 daripada satu unit F-16 jika keduanya memiliki daya pukul yang sama.
    Kendali Jarak Jauh: Dengan menahan izin integrasi AMRAAM, AS secara efektif "mengunci" FA-50 pada peran serangan darat atau patroli udara jarak dekat saja. Hal ini memaksa negara seperti Polandia untuk tetap bergantung pada F-16 atau F-35 untuk misi supremasi udara yang lebih kritis.

    BalasHapus
  19. 24 SNIPER ATP Indonesia
    24 SNIPER ATP Indonesia
    24 SNIPER ATP Indonesia
    -
    The Government of Indonesia has requested a sale for the regeneration and upgrade of 24 F-16C/D Block 25 aircraft and 28 F100-PW-200 or F100-PW-220E engines being granted as Excess Defense Articles. The upgrade includes the following major systems and components: LAU-129A/A Launchers, ALR-69 Radar Warning Receivers, ARC-164/186 Radios, Expanded Enhanced Fire Control (EEFC) or Commercial Fire Control, or Modular Mission Computers, ALQ-213 Electronic Warfare Management Systems, ALE-47 Countermeasures Dispenser Systems, Cartridge Actuated Devices/Propellant Actuated Devices (CAD/PAD), Situational Awareness Data Link, Enhance Position Location Reporting Systems (EPLRS), LN-260 (SPS version, non-PPS), and AN/AAQ-33 SNIPER or AN/AAQ-28 LITENING Targeting Systems
    -
    36 unit rudal AIM-120C-7 AMRAAM
    36 unit rudal AIM-120C-7 AMRAAM
    36 unit rudal AIM-120C-7 AMRAAM
    -
    Berikut rincian informasi terkait rudal tersebut:
    Status Pembelian: Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyetujui penjualan 36 unit rudal varian AIM-120C-7 kepada Indonesia sejak Maret 2016 melalui skema Foreign Military Sales (FMS).
    Nilai Kontrak: Total pengadaan ini diperkirakan mencapai USD 95 juta (sekitar Rp1,4 triliun pada kurs saat itu).
    Penggunaan: Rudal ini diintegrasikan sebagai senjata utama Beyond Visual Range (BVR) untuk jet tempur F-16 C/D Block 52ID milik TNI AU yang bermarkas di Skuadron Udara 3 dan Skuadron Udara 16.
    ==================
    ==================
    10 SNIPER ATP MALAYDESH
    10 SNIPER ATP MALAYDESH
    10 SNIPER ATP MALAYDESH
    -
    WASHINGTON, May 6, 2024 - The State Department has made a determination approving a possible Foreign Military Sale to the Government of Malaydesh of Sniper Advanced Targeting Pods and related equipment for an estimated cost of $80 million. The Defense Security Cooperation Agency delivered the required certification notifying Congress of this possible sale today.
    -
    18 FA50Murah =
    10 LCA
    8 FLIT :
    Korea Aerospace Industries won the LCA / LIFT competition (which suffered a competitive challenge attempt) to supply the Royal Malaydeshn Air Force (RMAF or TUDM) with 18 light combat and advanced trainer aircraft. Eight of these aircraft are to be configured primarily as Lead Advanced Trainer (LIFT), while the remaining ten would be Light Fighter Aircraft (LCA) combat aircraft.
    -
    10 unit AIM-120C-7 AMRAAM
    10 unit AIM-120C-7 AMRAAM
    10 unit AIM-120C-7 AMRAAM
    -.
    Berikut adalah rincian jumlah dan variannya:
    AIM-120C-5 (20 unit): Malaydesh awalnya memperoleh sekitar 20 unit varian AIM-120C-5 untuk mempersenjatai armada jet tempur F/A-18D Hornet mereka.
    AIM-120C-7 (10 unit): Pada tahun 2015, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyetujui penjualan tambahan sebanyak 10 unit rudal AIM-120C-7 dengan nilai kontrak sekitar USD 21 juta.

    BalasHapus
  20. Sulfur Semakin hampir hore haha!👍😎👍

    ini baru namanya real LCA bisa PL15, rudal panjaaaangggg MIG, EMKAEM KILER haha!🔥🚀🔥

    bukan jet trening tapi kena blok, amrammnya KETIPU KPOP seblah haha!🤥🤣🤥
    N⛔️ AMRAAM NO 9X
    kahsiyan kl, KALAH LAGIIII
    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    Momen Eksklusif Kunjungan Prabowo ke Pakistan Terima Paparan Detail Jet Tempur JF-17 Thunder
    https://youtube.com/watch?v=pd5-aCNptQU

    BalasHapus
  21. 24 SNIPER ATP Indonesia
    24 SNIPER ATP Indonesia
    24 SNIPER ATP Indonesia
    -
    The Government of Indonesia has requested a sale for the regeneration and upgrade of 24 F-16C/D Block 25 aircraft and 28 F100-PW-200 or F100-PW-220E engines being granted as Excess Defense Articles. The upgrade includes the following major systems and components: LAU-129A/A Launchers, ALR-69 Radar Warning Receivers, ARC-164/186 Radios, Expanded Enhanced Fire Control (EEFC) or Commercial Fire Control, or Modular Mission Computers, ALQ-213 Electronic Warfare Management Systems, ALE-47 Countermeasures Dispenser Systems, Cartridge Actuated Devices/Propellant Actuated Devices (CAD/PAD), Situational Awareness Data Link, Enhance Position Location Reporting Systems (EPLRS), LN-260 (SPS version, non-PPS), and AN/AAQ-33 SNIPER or AN/AAQ-28 LITENING Targeting Systems
    ---------
    34 SNIPER ATP POLANDIA
    34 SNIPER ATP POLANDIA
    34 SNIPER ATP POLANDIA
    -
    Pemerintah Polandia telah memesan total 34 unit Sniper Advanced Targeting Pod (ATP) dalam beberapa tahun terakhir untuk memperkuat armada tempurnya.
    Berikut adalah rincian pesanan tersebut berdasarkan data terbaru hingga Februari 2026:
    Jumlah Pesanan: Polandia secara resmi menandatangani kontrak untuk pembelian 34 unit Sniper ATP pada Agustus 2023.
    Nilai Kontrak: Total nilai pengadaan ini mencapai sekitar $124,7 juta (sebelumnya diperkirakan mencapai $250 juta, namun nilai akhir kontrak yang disetujui adalah sekitar $90,68 juta hingga $105 juta tergantung paket logistik).
    ==================
    ==================
    FMS 10 ATP = WASHINGTON, May 6, 2024 - The State Department has made a determination approving a possible Foreign Military Sale to the Government of Malaydesh of Sniper Advanced Targeting Pods and related equipment for an estimated cost of $80 million. The Defense Security Cooperation Agency delivered the required certification notifying Congress of this possible sale today.
    -
    18 FA50Murah =
    10 LCA
    8 FLIT :
    Korea Aerospace Industries won the LCA / LIFT competition (which suffered a competitive challenge attempt) to supply the Royal Malaydeshn Air Force (RMAF or TUDM) with 18 light combat and advanced trainer aircraft. Eight of these aircraft are to be configured primarily as Lead Advanced Trainer (LIFT), while the remaining ten would be Light Fighter Aircraft (LCA) combat aircraft.
    -
    Kedaulatan Digital dan "Black Box" Technology
    Masalah source code (kode sumber) adalah inti dari hambatan teknis ini.
    Proteksi Kekayaan Intelektual: Sistem radar dan komputer misi F-16 atau F-35 adalah rahasia negara paling berharga bagi AS. Membuka kode tersebut agar bisa "berbicara" dengan rudal AMRAAM di platform buatan Korea Selatan (KAI) berisiko membocorkan algoritma sensitif kepada pihak ketiga.
    Veto Teknis: AS menggunakan source code sebagai "rem" strategis. Tanpa akses ke kode ini, integrasi senjata menjadi tidak mungkin atau sangat mahal karena harus melibatkan kontraktor AS secara penuh. Ini memberi AS kekuatan veto atas kemampuan tempur yang dimiliki oleh negara pembeli, bahkan setelah pesawat tersebut dibayar lunas.

    BalasHapus
  22. POLANDIA ANGGOTA NATO =
    USA BLOKIR AMRAAMs
    USA BLOKIR AMRAAMs
    USA BLOKIR AMRAAMs
    USA BLOKIR AMRAAMs
    USA BLOKIR AMRAAMs
    USA BLOKIR AMRAAMs
    USA BLOKIR AMRAAMs
    --------------
    Pembatalan rencana upgrade 12 unit FA-50GF Polandia ke standar FA-50PL karena masalah integrasi rudal AIM-120 AMRAAM:
    --------------
    Defence Express (29 Desember 2025):
    "Poland Says Upgrading FA-50 Jets Is Uneconomical But U.S. Missile Ban Is the Real Story"
    Laporan ini menjelaskan bahwa meskipun alasan resmi yang diberikan adalah "tidak layak secara ekonomi," masalah sebenarnya adalah penolakan atau hambatan prosedur dari Amerika Serikat untuk mengintegrasikan rudal AIM-120 AMRAAM pada platform tersebut.
    --------------
    Militarnyi (30 Desember 2025):
    "Poland Reclaims AIM-9L Missiles to Equip FA-50GF Fighter Jets"
    Berita ini menyoroti tantangan integrasi senjata pada FA-50 Polandia. Disebutkan bahwa integrasi AIM-120 AMRAAM masih menjadi kendala besar karena pendanaan awal tidak mencakup biaya integrasi dan memerlukan persetujuan ketat dari pemerintah AS.
    --------------
    Warsaw Business Journal (14 Oktober 2024 - Latar Belakang Masalah):
    "Problems arising with FA-50 fighter contract between Polish and South Korea"
    Membahas komplikasi awal pada versi "Polonized" (FA-50PL), terutama mengenai ketidakpastian persetujuan AS untuk persenjataan canggih seperti AMRAAM.
    --------------
    POLANDIA ANGGOTA NATO =
    FA50PL = NO AMRAAMs
    FA50PL = BLOKIR USA KESULITAN IZIN SISTEM
    FA50PL = BLOKIR USA KESULITAN. LISENSI KOMPONEN
    Tanggal pengiriman awal yang ambisius pada tahun 2025 kemungkinan akan mundur paling cepat ke tahun 2027. Alasan di balik keterlambatan pengiriman tersebut ternyata bukan dari kemampuan produksi KAI, melainkan terkait izin atas lisensi komponen dan sistem.
    Pada tahap pengembangan varian FA-50PL (FA-50 Block 20), pihak-pihak terkait, yakni Badan Persenjataan Polandia, KAI, dan Lockheed Martin, harus menyelesaikan jalur hukum yang rumit untuk mendapatkan akses ke komponen yang dipatenkan guna mengintegrasikan senjata dan sistem kemampuan bertahan yang diinginkan.
    Sejauh negosiasi berlangsung, masalah utama yang tersisa adalah kurangnya perjanjian ekspor untuk GPS dan sistem persenjataan dari AS, yang membuat program tersebut berada dalam ketidakpastian. Selain itu, dilaporkan bahwa KAI masih menunggu izin dari Washington untuk mengintegrasikan rudal udara-ke-udara AIM-120 AMRAAM untuk FA-50PL.
    --------------
    Poin Penting dari Laporan Tersebut:
    Alasan Ekonomi: Mayor Jenderal Ireneusz Nowak dari Angkatan Udara Polandia menyatakan bahwa melakukan upgrade pada 12 unit pertama (blok Gap Filler) tidak lagi dianggap menguntungkan secara finansial.
    Masalah AMRAAM: FA-50PL Block 20 seharusnya memiliki kemampuan tempur jarak menengah/jauh (BVR). Namun, tanpa integrasi AIM-120 AMRAAM yang disetujui AS, pesawat ini hanya akan berfungsi sebagai jet latih atau pesawat tempur ringan dengan kemampuan terbatas (hanya rudal jarak pendek AIM-9).
    Status Unit: 12 unit FA-50GF yang sudah ada di Polandia akan tetap pada standar jet latih, sementara 36 unit FA-50PL yang sedang diproduksi masih menghadapi tantangan sertifikasi senjata dari pihak Amerika.

    BalasHapus
  23. Seblah pasti NGAMUK🔥

    RI 1 mnuju ke AS, deal tariff

    pnasaran apakah EX lanjut ato ganti si halilintar..ato malah apache, blekhok, dron, himars, tomahok🚀haha!🤑😎🦾
    genk gocip makin rame nich
    =====
    Mantap Nih, Pak Prabowo otw AS - Diplomasi Alutsista & Pertahanan Guys
    https://youtube.com/watch?v=wNInsPa_uao&pp=0gcJCYcKAYcqIYzv

    BalasHapus
  24. BERITA INDIANESIA LAWAK guys.....klaim sudah beli F15..........benda belum pasti sudah klaim...MEMALUKAN......HAHAHAHAH



    BERITA SEBELUMNYA....

    Menhan Prabowo Resmi Beli 24 Unit Jet F-15 EX Eagle

    https://news.republika.co.id/berita/rzrrdq484/menhan-prabowo-resmi-beli-24-unit-jet-f15-ex-eagle

    __________________________________

    BERITA SELEPAS....HAHAHAHA

    Boeing Akhiri Kesepakatan Jual 24 Jet Tempur F-15 ke Indonesia

    https://news.republika.co.id/berita/t9vhom484/boeing-akhiri-kesepakatan-jual-24-jet-tempur-f15-ke-indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. The AN/APG-68(V)9 is an advanced version of the AN/APG-68 radar, with a longer scan range and synthetic aperture radar (SAR) capability. The AN/APG-65 is an early 1980s radar that can track multiple targets simultaneously.
      Range:
      • AN/APG-68(V)9: Has a 30% greater air-to-air detection range than the AN/APG-68
      • AN/APG-65: Has a maximum range of 148.2 km and a minimum range of 0.6 km
      Capabilities:
      • AN/APG-68(V)9: Has a SAR mode for high-resolution mapping and target detection and recognition
      • AN/APG-65: Has ground mapping modes and other features for air-to-surface operations
      -------------
      The F-16 Block 52 with radar APG-68(V)9 is a version of the F-16 Fighting Falcon that can detect targets over long distances. The F-18 D with radar APG 65 is a version of the F-18 aircraft.
      Radar
      • APG-68(V)9: A long-range Pulse-Doppler radar with a synthetic aperture radar (SAR) mode. It has a detection range of 85 kilometers and can be used for target detection, recognition, and high-resolution mapping.
      • APG 65: A radar used in the F-18 D aircraft.
      F-16 Block 52
      • A version of the F-16 Fighting Falcon that is part of the current production line.
      • Equipped with the F100-PW-229 engine.
      • Can carry advanced missiles like the AGM-88 HARM missile, JDAM, JSOW, and WCMD.
      F-18 D
      • A version of the F-18 aircraft.
      =====================
      The APG-68(V)9 radar has a longer detection range and more advanced features than the APG-65 radar.
      Detection range
      • APG-68(V)9: Has a 30% longer detection range in air-to-air mode
      • APG-65: Has a range of 5, 10, 20, 40, 80, and 160 nautical miles
      Features
      • APG-68(V)9: Has a synthetic aperture radar (SAR) mode for high-resolution mapping and target detection
      • APG-65: Has velocity search, range-while-search, and track-while-scan capabilities
      • APG-68(V)9: Has an inertial measurement unit for improved dynamic tracking performance
      • APG-65: Has track-while-scan capability that can be combined with an autonomous missile for fire-and-forget capability
      Applications
      • APG-68(V)9: Used in the F-16 Fighting Falcon series combat aircraft
      • APG-65: Used in the U.S. Navy's F/A-18 Hornet, the McDonnell Douglas AV-8B Harrier II, and the Douglas F-4 Phantom
      ==============
      • FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
      • LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
      • MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
      • DOWNGRADE = MURAH hahahaha
      ------
      BUDGET USD 38 BILLION = CASH PREMIUM
      FA 50 GF (TA 50 blok II) 12 Unit harga USD 705 juta alias USD 58,75 juta/Unit
      FA 50 PL (blok 20) 36 Unit harga USD 2300 juta alias USD 63,89 juta/Unit
      ------
      BUDGET USD 4,3 BILLION = BARTER
      DOWNGRADE
      FA 50M 18 Unit harga USD 920 juta alias USD 51,1 juta/Unit

      Hapus
    2. ADA YANG WARAS DAN PAHAM
      ADA YANG WARAS DAN PAHAM
      ADA YANG WARAS DAN PAHAM
      -
      Romeo says:
      8 February 2026 at 5:28 PM
      dundun:
      “They’re paying the debt in USD, which is getting more expensive as rupiah went to hell…..”

      It seems you are left behind. I will give you a clue and let you rethink.
      They debt ratio is less than 40% meanwhile ours is 68%.
      Their debt majority in their rupiah.
      Their economy is US$ 1.44 trillion.
      Their president prabowo launched a program in giving school student a meal which will cover 68 miliion students (equal to give all malaysian meal twice a day).
      And they still could get many adavance military hardware.

      Even if you wish they will collapse maybe they will among the last in this region
      ------------
      ADA YANG WARAS = NO AMRAAM
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      ------
      Zaft says:
      18 February 2026 at 11:49 AM
      Qamarul “I seriously think we dont need amraam integration on the FA-50M”

      Then we probably better off buying a block 10 at half the prices.

      Qamarul “There will be no amraam integration for the first batch but that due to Rmaf did not request for it”.

      Terima ajalah kenyataan yg kita semua kena conned dgn korea.

      Thats the problem when we wrote check on a none proven and readily available. Spend so much money and still don’t get the capabilities promised and now the builders are asking for more money if we wanted to get the capabilities they themselves promised back then
      ------------
      VETO AIM-120 AMRAAM
      -
      Hambatan integrasi rudal AIM-120 AMRAAM pada armada FA-50PL Polandia adalah contoh nyata bagaimana teknologi militer digunakan sebagai instrumen geopolitik dan ekonomi. Analisis mengenai fenomena ini dapat diurai menjadi tiga dimensi utama:
      -
      1. Strategi "Segmentation and Locking" (Segmentasi Pasar)
      Amerika Serikat (melalui Lockheed Martin) ingin memastikan bahwa setiap pesawat tempur memiliki "kasta" yang jelas.
      Menghindari Kanibalisasi: Jika FA-50 (yang jauh lebih murah) diberi kemampuan rudal jarak jauh (BVR) yang setara dengan F-16, maka nilai jual F-16 Viper akan merosot. Banyak negara akan memilih membeli dua atau tiga unit FA-50 daripada satu unit F-16 jika keduanya memiliki daya pukul yang sama.
      Kendali Jarak Jauh: Dengan menahan izin integrasi AMRAAM, AS secara efektif "mengunci" FA-50 pada peran serangan darat atau patroli udara jarak dekat saja. Hal ini memaksa negara seperti Polandia untuk tetap bergantung pada F-16 atau F-35 untuk misi supremasi udara yang lebih kritis.
      -
      2. Kedaulatan Digital dan "Black Box" Technology
      Masalah source code (kode sumber) adalah inti dari hambatan teknis ini.
      Proteksi Kekayaan Intelektual: Sistem radar dan komputer misi F-16 atau F-35 adalah rahasia negara paling berharga bagi AS. Membuka kode tersebut agar bisa "berbicara" dengan rudal AMRAAM di platform buatan Korea Selatan (KAI) berisiko membocorkan algoritma sensitif kepada pihak ketiga.
      Veto Teknis: AS menggunakan source code sebagai "rem" strategis. Tanpa akses ke kode ini, integrasi senjata menjadi tidak mungkin atau sangat mahal karena harus melibatkan kontraktor AS secara penuh. Ini memberi AS kekuatan veto atas kemampuan tempur yang dimiliki oleh negara pembeli, bahkan setelah pesawat tersebut dibayar lunas.
      -
      3. Geopolitik Rantai Pasok (Supply Chain Dependency)
      Polandia berada dalam posisi sulit karena mereka membutuhkan pesawat dengan cepat untuk menggantikan MiG-29, namun mereka terjebak dalam ketergantungan teknologi AS.
      Pelajaran bagi Pembeli Lain: Kasus Polandia mengirimkan pesan kepada pasar global (seperti Malaydesh atau Thailand) bahwa membeli FA-50 tidak otomatis memberikan kemampuan tempur "standar NATO" secara penuh tanpa restu eksplisit dari Washington.

      Hapus
    3. IDN > SHOPPING – MY > CANCELLING
      IDN > BUYING – MY > LEASING
      IDN > PROCUREMENT – MY > RETIREMENT
      ________________________________________1. Status Pengadaan & Akuisisi Alutsista
      Indonesia (Proaktif & Nyata):
      Realisasi Kontrak Rafale: Komitmen penuh terhadap 42 unit Dassault Rafale (telah masuk fase aktivasi kontrak).
      Investasi KAAN : Keterlibatan aktif dalam pengembangan jet tempur generasi 5 bersama Turki.
      Investasi KF-21 Boramae: Keterlibatan aktif dalam pengembangan jet tempur generasi 4.5 bersama Korea Selatan.
      -
      Malaydesh (Reaktif & Stagnan):
      Ketergantungan Alutsista Tua: Masih mengandalkan armada F-18 Hornet dan Su-30MKM tanpa kepastian pengganti.
      Vakum MRCA: Program Multi-Role Combat Aircraft tidak mengalami kemajuan nyata sejak 2017.
      Krisis Identitas: Sering berganti-ganti kandidat (dari Rafale, Typhoon, hingga Tejas) namun berakhir tanpa tanda tangan kontrak formal.
      ________________________________________
      2. Skala Prioritas & Manajemen Fiskal
      Indonesia (Disiplin & Stabil):
      Disiplin Fiskal: Menjaga rasio utang dan anggaran untuk memastikan termin pembayaran alutsista baru berjalan lancar.
      Kepastian Anggaran: Alokasi dana difokuskan pada pembelian unit baru untuk menjamin usia pakai yang panjang.
      -
      Malaydesh (Spiral Utang & Spekulatif):
      Skema Sewa (Leasing): Terjebak pada rencana penyewaan helikopter (seperti kasus Black Hawk) yang seringkali tidak efektif secara biaya.
      Berburu Barang Bekas: Upaya mengakuisisi jet bekas (Hornet Kuwait) yang seringkali gagal karena kendala teknis, logistik, atau izin pihak ketiga.
      ________________________________________
      3. Visi Jangka Panjang & Industri Dalam Negeri
      Indonesia (Kemandirian Strategis):
      Penguatan Industri Lokal: Memaksimalkan peran PT PAL (kapal), PT DI (pesawat), dan PT Pindad (kendaraan tempur/artileri).
      Transfer Teknologi (ToT): Setiap pembelian besar diwajibkan menyertakan skema ToT untuk memperkuat teknisi dalam negeri.
      -
      Malaydesh (Kegagalan Kolaborasi):
      Proyek Mangkrak: Kegagalan manajemen pada proyek besar seperti LCS (kapal perang) yang terbengkalai bertahun-tahun.
      Wacana Kolaborasi: Banyak rencana kerja sama (seperti MRSS dengan PT PAL) yang hanya berakhir di atas kertas tanpa realisasi fisik.
      ________________________________________
      4. Keandalan Operasional di Lapangan
      Indonesia: Fokus pada pembaruan teknologi terkini (Radar AESA, persenjataan presisi) melalui pesawat baru (Rafale/KAAN/KF21).
      -
      Malaydesh: Menghadapi risiko penurunan kesiapan tempur (readiness) akibat armada tua dan kegagalan sistem pendukung
      ________________________________________
      INDONESIA .....
      11 SU-35 > 42 RAFALE
      12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
      42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
      24 F-15IDN > 24 M-346F
      -
      MALAYDESH.......
      F18 KUWAIT = CANCELLED
      JF17 = PRANK
      RAFALE = PRANK
      TYPHOON = PRANK
      GRIPEN = PRANK
      TEJAS = PRANK
      MIG29N = TIADA GANTI
      FA50MURAH = DIBLOKIR USA
      -
      GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
      pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 09.49
      horeyyyyy...F18 come to PAPA
      -
      GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
      Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
      Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
      -
      sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
      Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
      -
      GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
      Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA...

      Hapus
  25. ✅️Hibah artinya Gratis yaa
    Sperti USCG Steadfast, negris🎰kasino genting dikasi gratis tapi kapal super tua, WW2 dr amrik haha!😂😜😂

    sedangkan Garibaldi masi gen Milenial cuy haha!😉😍😉
    Forza Italia Grazie haha!👍🦾👍

    #######
    Kemhan RI Pastikan Italia Hibahkan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi untuk TNI
    https://indonesiadefense.com/kemhan-ri-pastikan-italia-hibahkan-kapal-induk-giuseppe-garibaldi-untuk-tni/

    BalasHapus
  26. LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    -
    Harga kapal ADA-class corvette buatan Turki berbeda antar negara:
    -
    1. Turki: Ada Class sekitar US$250–300 juta per unit.
    -
    2. Pakistan: Babur Class kontrak US$1,5 miliar untuk 4 unit (±US$375 juta per unit).
    -
    3. Malaydesh: kontrak US$544 juta untuk 3 unit (±US$181 juta per unit).
    --------------
    PROTANK = TAGIH HUTANG
    MTU Services = TAGIH HUTANG
    Contraves Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Axima Concept SA = TAGIH HUTANG
    Contraves Advanced Devices Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Tyco Fire, Security & Services Malaydesh Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    iXblue SAS = TAGIH HUTANG
    iXblue Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Bank Pembangunan Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
    AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd = TAGIH HUTANG
    MTU Services = TAGIH HUTANG
    Affin Hwang Investment Bank Bhd = TAGIH HUTANG
    Bank Muamalat Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
    Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
    Malayan Banking Bhd (Maybank) = TAGIH HUTANG
    Kuwait Finance House (Malaydesh) Bhd = TAGIH HUTANG
    ==============
    ==============
    5x GANTI PM = AKAN
    6x GANTI MENHAN = AKAN
    PROCUREMENT = 2026 FREEZES : 2023 CANCELLED
    -
    2025 = 84,3% DARI GDP
    MISKIN KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
    -
    PERDANA MENTERI = TIDAK BAYAR TERTUNGGAK
    MENTERI PERTAHANAN = KEKANGAN KEWANGAN
    97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
    --------------------------
    MEANWHILE MALAYDESH = 2026 SALARIES 65% MAINTENANE PROCUREMENT 35%
    -
    1. Pengeluaran Operasional (Operating Expenditure - OE)
    Jumlah: Sekitar RM14,1 miliar.
    Persentase: Mencakup sekitar 65% dari total pengeluaran operasional yang lebih luas, dan sebagian besar dari jumlah ini secara spesifik untuk gaji (salaries) dan tunjangan personel militer.
    Fokus: Dana ini digunakan untuk menutupi biaya harian, termasuk remunerasi personel, tunjangan, dan layanan pendukung rutin.
    -
    2. Pengeluaran Pembangunan (Development Expenditure - DE)
    Jumlah: Sekitar RM7,63 miliar.
    Persentase: Jumlah ini setara dengan sekitar 35% dari total alokasi kementerian (RM21,7 miliar), namun hanya sedikit di atas setengah dari porsi biaya operasional.
    Fokus: Dana ini ditujukan untuk pengadaan (procurement) aset baru, pemeliharaan (maintenance) besar, dan pengembangan infrastruktur.
    -----------------
    Sumber Berita :
    Informasi ini diambil dari analisis mendalam yang dipublikasikan oleh sumber-sumber terkemuka di bidang pertahanan dan ekonomi =
    1. Aviation Week: Melaporkan total alokasi dan menyebutkan fokus pada pengadaan aset baru seperti pesawat patroli dan sistem pertahanan udara.
    -
    3. The Edge Malaydesh/Bernama: Publikasi berita ini mengonfirmasi total angka alokasi untuk Kementerian Pertahanan sebesar RM21,7 miliar dalam liputan utama Anggaran 2026 merek

    BalasHapus
  27. MEMBUAL DENGAN YAKIN sekali....HAHAHAHAH
    ternyata baru sebatas KAJIAN.....HAHAHAHAH



    Menhan sebut pesawat jet tempur J-10 Chengdu segera terbang di Jakarta

    https://www.antaranews.com/berita/5175409/menhan-sebut-pesawat-jet-tempur-j-10-chengdu-segera-terbang-di-jakarta

    ________________________________________

    BERITA SELEPAS....HAHAHAHA

    Menteri Pertahanan Belum Bisa Pastikan Pembelian Jet Tempur Chengdu J-10

    https://www.tempo.co/politik/menteri-pertahanan-belum-bisa-pastikan-pembelian-jet-tempur-chengdu-j-10-2082297

    BalasHapus
    Balasan
    1. DAFTAR PERBANDINGAN TEKNIS RADAR AESA
      -
      Indonesia =
      MURAD (ASELSAN) — Pesawat KAAN
      Jangkauan Deteksi: Di atas 250 km untuk target seukuran jet tempur.
      Pelacakan Target: Kapasitas Sangat Tinggi; dibangun untuk dominasi generasi ke-5 dengan kecepatan pemrosesan data mencapai lebih dari 500 Gbps.
      RBE2-AA — Pesawat Rafale
      Jangkauan Deteksi: Sekitar 200 km.
      Pelacakan Target: Sangat mumpuni; mampu melacak hingga 40 target secara bersamaan dan mengunci 8 target sekaligus untuk serangan.
      Hanwha AESA — Pesawat KF-21
      Jangkauan Deteksi: Berkisar antara 160 hingga 200 km.
      Pelacakan Target: Memiliki sekitar 1.000 modul T/R; dioptimalkan untuk deteksi cepat multi-target di udara, darat, maupun laut.
      AESA (Tiongkok) — Pesawat J-10C
      Jangkauan Deteksi: Berkisar antara 170 hingga 200 km.
      Pelacakan Target: Fokus utama pada pemanduan rudal jarak jauh PL-15E yang memiliki jangkauan serang lebih dari 145 km.
      KLJ-7A — Pesawat JF-17 Blk III
      Jangkauan Deteksi: Sekitar 170 km (untuk target dengan RCS 5m²).
      Pelacakan Target: Sanggup melacak 15 target dan menyerang 4 target secara simultan.
      ======================
      ======================
      MALAYDESH =
      PhantomStrike — Pesawat FA-50
      Jangkauan Deteksi: Sekitar 100 hingga 140 km.
      Pelacakan Target: Fokus pada efisiensi SWaP (ukuran kecil, ringan, daya rendah); kapasitas pelacakan lebih terbatas dibanding radar pesawat tempur kelas berat.
      ________________________________________
      Analisis Ringkas:
      Jarak Terjauh: Aselsan MURAD pada KAAN memimpin berkat penggunaan teknologi GaN terbaru.
      Kematangan Sistem: Thales RBE2 pada Rafale adalah yang paling teruji dalam menghadapi gangguan elektronik (jamming).
      Integrasi Senjata: Radar J-10C dan Hanwha KF-21 sangat dioptimalkan untuk penggunaan rudal BVR modern.
      Efisiensi Ruang: Raytheon PhantomStrike menjadi solusi terbaik untuk pesawat ringan karena sistem pendingin udaranya yang praktis.
      ________________________________________
      Masalah Utama Persetujuan Radar dan Persenjataan AS =
      1. Radar PhantomStrike: Integrasi radar AESA buatan Raytheon memerlukan proses persetujuan ekspor yang rumit dari pemerintah AS.
      2. Integrasi Senjata: Polandia menginginkan kemampuan rudal AIM-120 AMRAAM dan AIM-9X Sidewinder. Izin untuk mengintegrasikan senjata AS ke platform non-AS ini masih dalam proses klasifikasi dan negosiasi
      ==============
      KEYWORDS = MAHAL versus MURAHAN
      1. 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
      2. 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
      3. 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
      4. 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONDESH
      5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
      6. SEWA 28 HELI = 119 HELI BARU
      7. 4.5 KM JAVELIN = 1 KM NLAW
      8. ANKA ISR NOT ARMED
      9. LCS EXCLUDING AMMO = DESTROYER INCLUDING AMMO

      Hapus
    2. KEYWORDS = MAHAL versus MURAHAN
      1. 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
      2. 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
      3. 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
      4. 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONDESH
      5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
      6. SEWA 28 HELI = 119 HELI BARU
      7. 4.5 KM JAVELIN = 1 KM NLAW
      8. ANKA ISR NOT ARMED
      9. LCS EXCLUDING AMMO = DESTROYER INCLUDING AMMO
      ==============
      FA50 = UNSUITABLE FOR MILITARY OPERATIONS
      FA50 = UNSUITABLE FOR MILITARY OPERATIONS
      Tomczyk revealed that while Poland initially pursued the acquisition of the FA-50s from South Korea with the expectation of receiving operational aircraft, it subsequently emerged that the armaments intended for these aircraft had been discontinued. As a result, the Polish Ministry of Defence has received 12 aircraft that are no longer capable of fulfilling combat roles.....
      ----
      FAKTA = KAYA VS MISKIN TIPU FIFA/UN
      FA50 = TRAINING AIRCRAFT
      FA50 = TRAINING AIRCRAFT
      So far, Poland has received 12 of the jets in the GF (Gap Filler) version, but Blaszczak failed to secure weapons for them, Cezary Tomczyk, a deputy defence minister, told parliament on Thursday.
      According to him, the delivery of the 36 remaining jets in the PL version custom-made for Poland "is largely at risk" and delays in their deliveries may reach nine months.
      While praising the role the FA-50s are playing in the Polish Air Force, Tomczyk said that they can only be used as training aircraft.
      ------
      FAKTA = KAYA VS MISKIN TIPU FIFA/UN
      HELI MD530G = HELI TRAINING
      HELI MD530G = HELI TRAINING
      A notable attraction at this year’s Langkawi International Maritime and Aerospace (LIMA) exhibition are six new MD530Gs, which were delivered to MALAYDESH ’s army in 2022. The type is appearing on static, and also participated in the show’s opening ceremony.
      The six rotorcraft – delivery of which was delayed for several years – are primarily used for training.....
      ------
      FAKTA = KAYA VS MISKIN TIPU FIFA/UN
      HISAR OPV = LMS B2 = NO ASW
      HISAR OPV = LMS B2 = NO ASW
      TCG AKHISAR dan TCG KOÇHISAR merupakan kapal kelas HISAR yang dibangunkan dalam skop projek MILGEM.
      Kapal ini dibangunkan dari model kovet kelas ADA, yang merupakan antara calon-calon yang disebut akan memenuhi program Littoral Mission Ship Batch 2 Tentera Laut Diraja MALAYDESH .
      ------
      FAKTA = KAYA VS MISKIN TIPU FIFA/UN
      CHEAPEST VARIANT FA50
      CHEAPEST VARIANT FA50
      -
      1. FA 50 GF (TA 50 BLOK II) 12 UNIT HARGA USD 705 JUTA ALIAS USD 58,75 JUTA/UNIT
      -
      2. FA 50 PL (BLOK 20) 36 UNIT HARGA USD 2300 JUTA ALIAS USD 63,89 JUTA/UNIT
      -
      3. FA 50M 18 UNIT HARGA USD 920 JUTA ALIAS USD 51,1 JUTA/UNIT
      ------
      FAKTA = KAYA VS MISKIN TIPU FIFA/UN
      🦧GORILA IQ BOTOL = SEWA 28 HELI > 119 HELI BARU > ART : WAJIB LAPOR USA
      SEWA 28 HELI RM 16.8BN = USD 3.7BN/USD 3.700 JT DOLAR
      •HARGA HELI AW149 = USD 31 JUTA
      •28 UNITK X USD 31 JT= USD 857 JUTA
      •USD 3.700JT ÷ USD 31 JT = 119 HELI BARU
      ----
      4x LEBIH MAHAL SEWA DARIPADA BELI BARU =
      SEWA 15 TAHUN = RM16.8 BILION
      BELI BARU = RM3.954 BILION
      SEWAan selama 15 tahun dianggarkan mencecah RM16.8 bilion, jauh lebih tinggi berbanding kos pembelian helikopter serupa yang dianggarkan sekitar RM3.954 bilion.MALAYDESH (ATM)
      ==============
      ==============
      BUDGET 2025 = ASSET PROCUREMENT DOWN
      BUDGET 2025 = ASSET PROCUREMENT DOWN
      BUDGET 2025 = ASSET PROCUREMENT DOWN
      Operational Expenditure for Defence in 2025 is RM13.363 billion while Development Expenditure is RM7.492 billion. The OE allocation is an increase of some RM1 billion while the increase in DE is around RM450 million. The highest increase in OE is for the emolument (salaries and allowances) which amounted to RM8.773 billion. It is interesting to note that the increase in DE is for services and supply (RM1.906 billion) WHILE ASSET PROCUREMENT IS DOWN TO RM5.585 BILLION, DOWN BY SOME RM250 MILLION FROM LAST YEAR
      😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

      Hapus
    3. ADA YANG WARAS DAN PAHAM
      ADA YANG WARAS DAN PAHAM
      ADA YANG WARAS DAN PAHAM
      -
      Romeo says:
      8 February 2026 at 5:28 PM
      dundun:
      “They’re paying the debt in USD, which is getting more expensive as rupiah went to hell…..”

      It seems you are left behind. I will give you a clue and let you rethink.
      They debt ratio is less than 40% meanwhile ours is 68%.
      Their debt majority in their rupiah.
      Their economy is US$ 1.44 trillion.
      Their president prabowo launched a program in giving school student a meal which will cover 68 miliion students (equal to give all malaysian meal twice a day).
      And they still could get many adavance military hardware.

      Even if you wish they will collapse maybe they will among the last in this region
      ------------------
      ADA YANG WARAS = NO AMRAAM
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      ------
      Zaft says:
      18 February 2026 at 11:49 AM
      Qamarul “I seriously think we dont need amraam integration on the FA-50M”

      Then we probably better off buying a block 10 at half the prices.

      Qamarul “There will be no amraam integration for the first batch but that due to Rmaf did not request for it”.

      Terima ajalah kenyataan yg kita semua kena conned dgn korea.

      Thats the problem when we wrote check on a none proven and readily available. Spend so much money and still don’t get the capabilities promised and now the builders are asking for more money if we wanted to get the capabilities they themselves promised back then
      ------------------
      DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
      DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
      2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
      2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
      2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
      2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
      2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
      2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
      2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
      2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
      2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
      2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
      ==========
      DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
      DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
      DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
      DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
      DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
      DEBT 2019 = RM 1,25 TRILLION
      DEBT 2018 = RM 1,19 TRILLION
      The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
      ==========
      BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
      MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH , among other things.
      😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

      Hapus
  28. Salam dari M346F blok 20 kita nanti seperti ini gaesz...display besar, Moderen haha!👍😎👍
    uda mirip jet gen 5

    fa50M(URAH) pasti gak punyak sperti ini, usang sich haha!😜😄😜
    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    Leonardo unveiled prototype cockpit for its Block 20-standard M-346 at training conference in Sardinia
    https://d3lcr32v2pp4l1.cloudfront.net/Pictures/780xany/0/9/9/109099_m346block20newcockpit_410594_crop.jpeg

    BalasHapus
  29. BACA GUYS...... maksud J10 sebentar lagi terbang di udara jakarta apa tu ya guys....??? benda belum PASTI sudah KLAIM.................. HAHAHAHHA



    Rencana pembelian jet tempur Chengdu J-10 dari China oleh Indonesia belum pasti dan masih dalam tahap pengkajian oleh TNI AU dan Kementerian Pertahanan. Meskipun sempat menguat dan menjadi sorotan sebagai tambahan modernisasi alutsista, belum ada kesepakatan final mengenai harga, jumlah, maupun jadwal pengiriman.

    BalasHapus
    Balasan
    1. BANGLADESH = RAFALE
      BANGLADESH = RAFALE
      BANGLADESH = RAFALE
      For the first batch, Bangladesh, which shares borders with Myanmar and India, plans to procure four Rafale F3-R variants, consisting of three two-seat fighters and one single-seat aircraft currently operated by the French Air Force.
      For the second batch, Bangladesh intends to acquire eight single-seat Rafale F-4 variants from Dassault Aviation, the manufacturer of the fighter jets.
      -----------
      PALING MURAH = LIGHT : MURAH : TRAINER .....
      SG F35 A/B
      RI RAFALE F4 : 42 BIJI
      THAILAND GRIPEN E/F
      PINOY GRIPEN C/D
      MYANMAR SU30SME
      MALAYDESH FA50 TRAINER AIRCARFT
      -----------
      F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
      F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
      F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
      1. It is not meant for the sort of hard maneuvering that an F-16 is. It is not inherently aerodynamically unstable like an F-16, and does not possess the agility or thrust to weight ratio of an F-16.
      2. It is meant to be a fairly forgiving and stable aircraft that new pilots can learn to fly in. Unless you had a pilot who’s never flown an F-16 before in the F-16, and a 20 year veteran pilot in the T-50, the F-16 is going to win every time. They are completely different aircraft with different missions and entirely uneven capabilities.
      3. The FA-50 probably could not directly compete against the F-16. It is a much smaller aircraft, at 6.5 tons v. 8.5. The FA-50s in lighter paint are flying the foreground:
      4. he size difference is also noticable in this video of South Korean Air Force fighters in training. You can compare both the F-16 and FA-50s taxi-ing on the runway with the much larger F-15s and F-4 Phantoms in the beginning minute. The F-16s appear at 13 seconds and the FA-50s appear at 45 seconds.
      5. F-16s are also faster (Mach 2 v 1.5) and have a thrust-to-weight ratio of 1.1 v. 0.96. Therefore it will climb much faster. The larger F-16 also has a longer ranged radar.
      ======
      ======
      FA50M SAWIT
      FA50M SAWIT
      On the other hand, South Korea aims to sell another 18 FA-50s to MALAYDESH in the future. MALAYDESH announced that at least half of the payment would be made in palm oil
      ----
      A400M
      BAYAR BERPERINGKAT = DEBT
      BAYAR BERPERINGKAT = DEBT
      MALAYDESH membeli pesawat Airbus A400M secara ansuran dan bukan secara tunai. Pembelian pesawat A400M dilakukan melalui kontrak yang melibatkan bayar berperingkat.
      ----
      SCORPENE SAWIT
      SCORPENE SAWIT
      Under the deal, France would buy RM819 million’s (€230 million) worth of MALAYDESH palm oil, RM327 million (€92 million) of other commodities, and invest RM491 million (€138 million) for training and techNOLogy transfer to local firms here.
      ----
      PT91 SAWIT KARET
      PT91 SAWIT KARET
      Payment for the purchase includes 30 percent of direct off-set in the form of training and techNOLogy transfer and 30 percent of indirect off-set in commodities like palm oil and rubber.
      ----
      ANKA = WILL NOT BE EQUIPPED WITH ANY WEAPONRY
      MALAYDESH to use Anka-S for Maritime Surveillance, and will NOt be equipped with any weaponry.

      Hapus
    2. The FA-50 fighter jet has faced issues with equipping, maintenance, and integration. These issues have delayed deliveries and raised doubts about the contract's completion.
      Equipment issues
      • Weapons
      Poland has had trouble securing U.S. approval for integrating certain weapons, like the AIM-120 AMRAAM missiles.
      • Integration
      The FA-50GFs in service cannot use newly ordered weapons systems, like the AIM-9X Sidewinder, due to a lack of integration.
      Maintenance issues
      • Availability: Poland has expressed dissatisfaction with the availability of the FA-50.
      • Scheduled maintenance: Some FA-50s have been on mandatory scheduled maintenance.
      Integration challenges
      • Cost: Cost concerns have raised doubts about the contract's completion.
      • Infrastructure: Poland has lacked infrastructure investments.
      Other issues
      • Delivery delays: The delivery of the FA-50PL, scheduled for 2025, is now uncertain.
      • Political football: The future of the FA-50 platform has become a political football.
      ---------------
      MALAYDESH 's combat readiness may be low due to a number of factors, including poor planning, corruption, and political interference.
      Factors
      • Logistic management: There are problems with managing logistics for soldiers.
      • Political interference: Political leaders have interfered with procurement.
      • Corruption: The military is riddled with corruption.
      • Poor planning: The military has poor planning.
      • Cognitive readiness: Military personnel may not be cognitively ready to navigate the complex and unpredictable operating environment of modern warfare.
      Combat readiness
      • Combat readiness is the condition of the armed forces to perform during combat military operations.
      It includes the condition of warships, aircraft, weapon systems, and other military techNOLogy and equipment.
      ===============
      ===============
      SPECTRA is an electronic warfare system that includes radar jamming to protect aircraft from threats like missiles, lasers, and radars. It's used on the Rafale combat aircraft of the French Air Force and Navy.
      How does SPECTRA work?
      • Detection: Uses radar, laser, and infrared receivers to detect threats
      • Identification: Uses data fusion to identify threats
      • Localization: Uses angular localization to locate threats
      • Jamming: Uses a phased array radar jammer to jam threats
      • Decoying: Uses chaff and flares to decoy threats
      • Decision making: Uses a management unit to process data and decide on countermeasures
      SPECTRA's benefits
      • Provides long-range detection of threats
      • Provides accurate localization of threats
      • Provides a multi-spectral threat warning capability
      • Allows the pilot to select the most effective defensive measures
      • Provides threat geo-location and identification data
      ---------------
      BUKTI 42 RAFALE RESMI DASSAULT =
      6 RAFALE SEPTEMBER 2022
      18 RAFALE AGUSTUS 2023
      18 RAFALE JANUARI 2024
      DASSAULT AVIATION = 42 RAFALE
      (Saint-Cloud, le 8 Janvier 2024) – La dernière tranche de 18 Rafale pour l’Indonésie est entrée en vigueur ce jour. Elle fait suite à l’entrée en vigueur, en septembre 2022 et en août 2023, de la première et de la deuxième tranche de 6 et 18 Rafale, et vient ainsi compléter le NOmbre d’avions en commande pour l’Indonésie dans le cadre du contrat signé en février 2022 pour l’acquisition de 42 Rafale
      😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

      Hapus
    3. PEKANBARU - KL : 291 KM
      PONTIANAK - SERAWAK : 498 KM
      -
      INDONESIA .....
      11 SU-35 > 42 RAFALE
      12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
      42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
      24 F-15IDN > 24 M-346F
      -
      MALAYDESH.......
      F18 KUWAIT = CANCELLED
      JF17 = PRANK
      RAFALE = PRANK
      TYPHOON = PRANK
      GRIPEN = PRANK
      TEJAS = PRANK
      MIG29N = TIADA GANTI
      FA50MURAH = DIBLOKIR USA
      ________________________________________
      PRANK 🦧GORILA = 2005 – 2026
      -
      2005: Prank China (KS-1A)
      Najib Razak menyatakan Malaydesh setuju secara prinsip membeli rudal jarak menengah KS-1A dari China dengan imbalan transfer teknologi. Hasil: Tidak ada realisasi pembelian hingga saat ini.
      -
      2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
      Malaydesh dilaporkan mempersempit pilihan ke Dassault Rafale untuk pengadaan 18 jet tempur senilai USD 2 miliar. Hasil: Proyek ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran.
      -
      2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
      Penandatanganan Letter of Intent (LoI) di DSA 2016 untuk 20 unit artileri Caesar 155mm. Hasil: Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; Malaydesh akhirnya memilih unit lain.
      -
      2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
      “The MALAYDESH government has shown interest in buying the JF-17 Thunder aircraft from Pakistan but the deal is yet to be finalized,” a senior Pakistan Ministry of Defense Production official told Arab News. Hasil: Malaydesh tiada akusisi jet tersebut.
      -
      2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
      Klaim bahwa kontrak kapal MRSS akan ditandatangani Agustus 2018. Hasil: Hingga saat ini, kontrak tersebut tidak pernah terealisasi dengan PT PAL.
      -
      2022: Prank India (HAL Tejas)
      Malaydesh mengidentifikasi Tejas sebagai kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut. Hasil: Malaydesh justru memilih FA-50 Block 20 dari Korea Selatan pada 2023.
      -
      2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
      Kemenhan Malaydesh meninjau ulang rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm setelah sebelumnya dikabarkan akan dibeli. Hasil: Dibatalkan/diganti dengan sistem lain.
      -
      2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
      Malaydesh diharapkan menyelesaikan kesepakatan untuk pasokan EVA 155mm. Hasil: Senasib dengan Yavuz, tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
      =
      2023: Prank PBB (IAG Guardian)
      Sembilan kendaraan IAG Guardian yang dikirim untuk misi PBB (UNIFIL) dinyatakan tidak memenuhi persyaratan operasional, berujung pada sanksi pemotongan biaya operasional.
      -
      2024–2025 Prank Black Hawk
      Ini menjadi salah satu "prank" terbesar baru-baru ini. Malaydesh berencana menyewa empat helikopter UH-60A Black Hawk dari perusahaan lokal Aerotree Defence & Services untuk menggantikan helikopter Nuri yang sudah tua.
      -
      2024–2025 Prank Kuwait - Jet Tempur F/A-18 Hornet
      Malaydesh menunjukkan ketertarikan kuat untuk membeli jet tempur F/A-18 Hornet bekas milik Angkatan Udara Kuwait untuk menambah kekuatan udara mereka secara instan.
      -.
      2026 Pembekuan Pengadaan Massal
      Kejadian: Pada awal 2026, PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan semua keputusan pengadaan militer karena adanya penyelidikan dugaan korupsi dan kartel dalam kementerian pertahanan. Ini berdampak pada rencana-rencana yang sedang dibahas sepanjang 2024 dan 2025.
      ________________________________________
      DIBATALKAN/CANCELLED
      -
      F/A 18C/D Hornet bekas Kuwait (2025–2026)
      Dibatalkan resmi oleh Kabinet Malaysia pada Februari 2026 setelah evaluasi teknis RMAF menunjukkan masalah ketersediaan, logistik, dan biaya jangka panjang.
      -
      UH 60 Blackhawk (1990 an)
      Rencana mengganti helikopter Nuri dengan Blackhawk tidak diteruskan karena biaya tinggi dan faktor politik/industri. Malaysia akhirnya memilih EC725 Cougar/H225M sebagai pengganti.
      -
      MRCA (Multi Role Combat Aircraft, 2010 an)
      Program besar untuk mengganti MiG 29 dengan Rafale/Eurofighter/Gripen dibatalkan/ditunda berulang kali karena kekangan fiskal. Malaysia akhirnya memilih FA 50 Block 20 (2023) sebagai solusi interim.
      -
      Sea Skua (rudal anti kapal tambahan, 2000 an)
      Upgrade rudal untuk helikopter Lynx tidak diteruskan, fokus bergeser ke sistem baru.

      Hapus
  30. Baca banner yaaa M346F
    Sudah LOA nich haha!🤑😉🤑
    Eiiiitt WARGANYET kl, KALAH LAGGIII haha!😤🔥😤
    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiM_xCoQ3XFRdymrLVwgcKBAjWnMy_8pl7m4Gmyk9T4hEteLXwgKlita-YflWudvDvkNqAe53qX3BNhze7VlNiCH5EoEWknHL7ZqC-p2bFZUUj8X3PoHNMchCnDDJ37nNrGS0FkoXeCPQp8jB_O3K7Q7FME9YNkbk62rsuauglHS6C1x374Zt7foRRirU1x/s567/Photo_Signing%20Ceremony_Letter%20of%20Award_Indonesia_Leonardo_M-346F.jpeg

    BalasHapus
  31. HAHAHAHAHHA............... ternyata baru sebatas KAJIAN/RENCANA....



    Menhan Sjafrie Pastikan Jet Tempur Chengdu J-10 Segera Mendarat di Indonesia

    https://garuda.tv/menhan-sjafrie-pastikan-jet-tempur-chengdu-j-10-segera-mendarat-di-indonesia/

    BalasHapus
    Balasan
    1. POLAND BUDGET USD 38 BILLION = CASH PREMIUM
      FA 50 GF (TA 50 BLOK II) 12 UNIT HARGA USD 705 JUTA = USD 58,75 JUTA/UNIT
      FA 50 PL (BLOK 20) 36 UNIT HARGA USD 2300 JUTA = USD 63,89 JUTA/UNIT
      ------
      BUDGET USD 4,3 BILLION = BARTER PALM OIL
      DOWNGRADE CHEAPEST FA 50
      FA 50M 18 UNIT HARGA USD 920 JUTA = USD 51,1 JUTA/UNIT
      ==============
      FAKTA = KAYA VS MISKIN TIPU FIFA/UN
      BUDGET USD 38 BILLION = GROUNDED
      BUDGET USD 4,3 BILLION = PASTI LEBIH GROUNDED!!!
      At Monday’s press conference in the south-eastern city of Rzeszow, Wladyslaw Kosiniak-Kamysz addressed the report, saying that while the Law and Justice (PiS) cabinet, whose administration ended last December, in fact made several deals for military equipment purchases, they did not arrange for appropriate changes that would prepare the armed forces for its implementation. In his view, after the army received the purchased FA-50 planes, they were not ready for take-off or to be used right away.
      ----
      FAKTA = KAYA VS MISKIN TIPU FIFA/UN
      FA50 = UNSUITABLE FOR MILITARY OPERATIONS
      FA50 = UNSUITABLE FOR MILITARY OPERATIONS
      Tomczyk revealed that while Poland initially pursued the acquisition of the FA-50s from South Korea with the expectation of receiving operational aircraft, it subsequently emerged that the armaments intended for these aircraft had been discontinued. As a result, the Polish Ministry of Defence has received 12 aircraft that are no longer capable of fulfilling combat roles.....
      ----
      FAKTA = KAYA VS MISKIN TIPU FIFA/UN
      FA50 = TRAINING AIRCRAFT
      FA50 = TRAINING AIRCRAFT
      So far, Poland has received 12 of the jets in the GF (Gap Filler) version, but Blaszczak failed to secure weapons for them, Cezary Tomczyk, a deputy defence minister, told parliament on Thursday.
      According to him, the delivery of the 36 remaining jets in the PL version custom-made for Poland "is largely at risk" and delays in their deliveries may reach nine months.
      While praising the role the FA-50s are playing in the Polish Air Force, Tomczyk said that they can only be used as training aircraft.
      ------
      FAKTA = KAYA VS MISKIN TIPU FIFA/UN
      HELI MD530G = HELI TRAINING
      HELI MD530G = HELI TRAINING
      A notable attraction at this year’s Langkawi International Maritime and Aerospace (LIMA) exhibition are six new MD530Gs, which were delivered to MALAYDESH ’s army in 2022. The type is appearing on static, and also participated in the show’s opening ceremony.
      The six rotorcraft – delivery of which was delayed for several years – are primarily used for training.....
      ------
      FAKTA = KAYA VS MISKIN TIPU FIFA/UN
      DOWNGRADE LMS B2 NO SONAR
      DOWNGRADE LMS B2 NO SONAR
      STM, in its role as main contractor, will turn to the Turkish defence sector for such equipment as the Combat Management System; the Gun Fire Control System, to be supplied by HAVELSAN; and the 3D Search Radar, Fire Control Radar, IFF, 30mm Gun, ESM and Chaff Decoy System, as well as other electronic sensors, to be supplied by ASELSAN. ROKETSAN will be supplying its ATMACA Surface-to-Surface G/M System.
      ==============
      KEYWORDS = MAHAL versus MURAHAN
      1. 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
      2. 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
      3. 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
      4. 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONDESH
      5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
      6. SEWA 28 HELI = 119 HELI BARU
      7. 4.5 KM JAVELIN = 1 KM NLAW
      8. ANKA ISR NOT ARMED
      9. LCS EXCLUDING AMMO = DESTROYER INCLUDING AMMO

      Hapus
    2. F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
      F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
      F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
      1. It is not meant for the sort of hard maneuvering that an F-16 is. It is not inherently aerodynamically unstable like an F-16, and does not possess the agility or thrust to weight ratio of an F-16.
      2. It is meant to be a fairly forgiving and stable aircraft that new pilots can learn to fly in. Unless you had a pilot who’s never flown an F-16 before in the F-16, and a 20 year veteran pilot in the T-50, the F-16 is going to win every time. They are completely different aircraft with different missions and entirely uneven capabilities.
      3. The FA-50 probably could not directly compete against the F-16. It is a much smaller aircraft, at 6.5 tons v. 8.5. The FA-50s in lighter paint are flying the foreground:
      4. he size difference is also noticable in this video of South Korean Air Force fighters in training. You can compare both the F-16 and FA-50s taxi-ing on the runway with the much larger F-15s and F-4 Phantoms in the beginning minute. The F-16s appear at 13 seconds and the FA-50s appear at 45 seconds.
      5. F-16s are also faster (Mach 2 v 1.5) and have a thrust-to-weight ratio of 1.1 v. 0.96. Therefore it will climb much faster. The larger F-16 also has a longer ranged radar.
      ---------------------
      KEYWORDS 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50Murah
      KEYWORDS 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50Murah
      KEYWORDS 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50Murah
      -
      1. RAFALE INDONESIA 42 UNIT HARGA USD 8.1 MILLIAR = USD 192.8 JUTA/UNIT
      -
      2. FA 50M 18 UNIT HARGA USD 920 JUTA ALIAS USD 51,1 JUTA/UNIT
      ---------------------
      CN235-MPA 1.773 KILOMETER ATAU 11 JAM
      CN235-MPA 1.773 KILOMETER ATAU 11 JAM
      CN235-MPA 1.773 KILOMETER ATAU 11 JAM
      Jangkauan pesawat CN235-MPA adalah 1.773 kilometer atau sekitar 11 jam. Pesawat ini memiliki beberapa keunggulan, di antaranya:
      • Mampu lepas landas dari landasan yang belum beraspal atau berumput
      • Memiliki sistem avionik glass cockpit, autopilot, dan winglet di ujung sayap untuk meningkatkan stabilitas dan menghemat bahan bakar
      • Dilengkapi dengan Tactical Console (TACCO), 360-degree Search Radar, Automatic Identification System (AIS), dan Forward Looking Infra Red (FLIR)
      • Mampu menampung 49 tentara atau 34 pasukan terjun payung
      Pesawat CN235-MPA merupakan produksi PT Dirgantara Indonesia (DI) yang laris diekspor ke berbagai negara.
      ==============
      ==============
      ATR 72-600 MPA 850 mil = 1357 KM = 10 JAM
      ATR 72-600 MPA 850 mil = 1357 KM = 10 JAM
      ATR 72-600 MPA 850 mil = 1357 KM = 10 JAM
      Jangkauan waktu terbang (endurance) ATR 72 versi MP adalah 10 jam ditambah 45 menit hold. Jangkauan pesawat ATR 72-600 adalah 850 mil. Pesawat ini memiliki spesifikasi teknis sebagai berikut:
      • Kecepatan jelajah: 320 mil per jam
      • Ketinggian layanan: 25.000 kaki di atas permukaan laut
      • Lebar sayap: 88 kaki, 9 inci
      • Mesin: Dua mesin turboprop Pratt & Whitney Canada PW127XT-M
      ==============
      CHEAPEST PLATFORM VARIANT :
      -
      HARGA CN 235 = USUSD 27,50 Juta
      -
      HARGA ATR 72 = USUSD24.7 Juta
      ==============
      KEYWORDS = MAHAL versus MURAHAN
      1. 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
      2. 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
      3. 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
      4. 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONDESH
      5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
      6. SEWA 28 HELI = 119 HELI BARU
      7. 4.5 KM JAVELIN = 1 KM NLAW
      8. ANKA ISR NOT ARMED
      9. LCS EXCLUDING AMMO = DESTROYER INCLUDING AMMO

      Hapus
    3. F16 = APG 68 V 9 LONGER SCAN RANGE THAN THE APG-65
      The AN/APG-68(V)9 radar has a longer scan range and synthetic aperture radar (SAR) capability than the AN/APG-65 radar. The APG-68(V)9 is part of the AN/APG-68(V) family of fire control radars, which are used in the F-16 Fighting Falcon series. The APG-65 is used in the F/A-18 Hornet.
      Comparison
      • Range
      The APG-68(V)9 has a longer scan range than the APG-65.
      • Radar type
      The APG-68(V)9 has SAR capability, while the APG-65 is a pulse Doppler radar.
      • Aircraft
      The APG-68(V)9 is used in the F-16 Fighting Falcon series, while the APG-65 is used in the F/A-18 Hornet
      ==========
      HORNET = The AN/APG-68(V)9 radar has a longer detection range and a synthetic aperture radar (SAR) mode than the AN/APG-65 radar. The APG-68(V)9 is an X-band pulse-Doppler radar used in fighter aircraft. The APG-65 is a radar that was developed in the late 1970s and has been used since 1983.
      Comparison:
      Detection range: The APG-68(V)9 has a 30% longer detection range than the APG-65.
      SAR mode: The APG-68(V)9 has a SAR mode for high-resolution mapping and target detection. The APG-65 has a track-while-scan mode that can be combined with an autonomous missile.
      Operating modes: The APG-65 has operating modes for velocity search, range-while-search, single target track, gun director, and raid assessment.
      Generation: The APG-65 was developed in the early 1980s.
      Aircraft use: The APG-68(V)9 is used in the F-16 Fighting Falcon series combat aircraft. The APG-65 has been used in the Harrier II aircraft.
      The APG-68(V)9 has been used in several air forces, including the Egyptian, Israeli, Chilean, Singaporean, Turkish, Moroccan, Greek, Pakistani, Polish, Thai, and Indonesian Air Forces.
      ==============
      DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
      DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
      2029 = 438,09 BILLION USD
      2028 = 412,2 BILLION USD
      2027 = 386,51 BILLION USD
      2026 = 362,19 BILLION USD
      2025 = 338,75 BILLION USD
      2024 = 316,15 BILLION USD
      2023 = 293,83 BILLION USD
      2022 = 271,49 BILLION USD
      2021 = 247,49 BILLION USD
      2020 = 221,49 BILLION USD
      ------------------
      DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
      DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
      2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
      2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
      2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
      2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
      2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
      2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
      2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
      2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
      2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
      2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
      ==========
      DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
      DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
      DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
      DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
      DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
      DEBT 2019 = RM 1,25 TRILLION
      DEBT 2018 = RM 1,19 TRILLION
      The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
      ==========
      BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
      MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH , among other things.
      😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

      Hapus
    4. INDONESIA .....
      11 SU-35 > 42 RAFALE
      12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
      42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
      24 F-15IDN > 24 M-346F
      -
      MALAYDESH.......
      F18 KUWAIT = CANCELLED
      JF17 = PRANK
      RAFALE = PRANK
      TYPHOON = PRANK
      GRIPEN = PRANK
      TEJAS = PRANK
      MIG29N = TIADA GANTI
      FA50MURAH = DIBLOKIR USA
      ________________________________________
      1. SU-35 > RAFALE
      Batal (Su-35): Rencana awal 11 unit dari Rusia.
      Pengganti (Rafale): Indonesia telah mengaktifkan seluruh kontrak untuk total 42 unit.
      ________________________________________
      2. MIRAGE 2000-5 > KAAN
      Batal (Mirage 2000-5): Rencana akuisisi 12 unit pesawat bekas dari Qatar.
      Pengganti (KAAN): Indonesia resmi menyepakati pembelian 48 unit jet tempur generasi ke-5 dari Turkish Aerospace Industries (TAI).
      ________________________________________
      3. J-10CE > KF-21 BORAMAE BLOCK II
      Batal (J-10CE): Sempat masuk radar pertimbangan namun tidak berlanjut ke kontrak resmi.
      Pengganti (KF-21): Indonesia berkomitmen pada pengembangan bersama Korea Selatan dengan target total 48 unit.
      ________________________________________
      4. F-15IDN > M-346F
      Batal (F-15IDN): Rencana 24 unit F-15EX resmi dihentikan oleh Boeing pada Februari 2026 karena kendala anggaran.
      Pengganti (M-346F): Indonesia beralih ke pesawat tempur ringan/latih jet lanjut M-346F Block 20 dari Leonardo, Italia.
      ====================
      ====================
      2026 =
      CANCELLED F18 = TIADA GANTI
      CANCELLED F18 = TIADA GANTI
      CANCELLED F18 = TIADA GANTI
      -
      Detail Konfirmasi Resmi
      Narasumber: Wakil Menteri Pertahanan Malaydesh, Adly Zahari.
      Forum Pernyataan: Sidang Dewan Rakyat (Parlemen Malaydesh) saat menjawab pertanyaan terkait anggaran pertahanan pada 26 Februari 2026.
      ________________________________________
      GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
      pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
      ________________________________________
      DIBATALKAN/CANCELLED
      -
      F/A 18C/D Hornet bekas Kuwait (2025–2026)
      Dibatalkan resmi oleh Kabinet Malaysia pada Februari 2026 setelah evaluasi teknis RMAF menunjukkan masalah ketersediaan, logistik, dan biaya jangka panjang.
      -
      UH 60 Blackhawk (1990 an)
      Rencana mengganti helikopter Nuri dengan Blackhawk tidak diteruskan karena biaya tinggi dan faktor politik/industri. Malaysia akhirnya memilih EC725 Cougar/H225M sebagai pengganti.
      -
      AV8 Gempita tambahan (batch kedua, 2019)
      Rencana penambahan batal karena keterbatasan anggaran dan fokus dialihkan ke proyek LCS. Batch pertama tetap berjalan, tetapi kelanjutan dihentikan.
      -
      MRCA (Multi Role Combat Aircraft, 2010 an)
      Program besar untuk mengganti MiG 29 dengan Rafale/Eurofighter/Gripen dibatalkan/ditunda berulang kali karena kekangan fiskal. Malaysia akhirnya memilih FA 50 Block 20 (2023) sebagai solusi interim.
      -
      A400M tambahan (2016)
      Rencana menambah unit dibatalkan karena biaya operasi tinggi. Malaysia tetap hanya mengoperasikan 4 unit.
      -
      Sea Skua (rudal anti kapal tambahan, 2000 an)
      Upgrade rudal untuk helikopter Lynx tidak diteruskan, fokus bergeser ke sistem baru.

      Hapus
  32. FA50 KOREA = TRAINER AIRCARFT
    FA50 POLANDIA = TRAINER AIRCARFT
    T50i INDONESIA = TRAINER AIRCARFT
    T50 THAILAND = TRAINER AIRCRAFT
    -----
    FA50 MALAYDESH = LCA GEN 10
    ---------------------
    F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
    F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
    F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
    1. It is not meant for the sort of hard maneuvering that an F-16 is. It is not inherently aerodynamically unstable like an F-16, and does not possess the agility or thrust to weight ratio of an F-16.
    2. It is meant to be a fairly forgiving and stable aircraft that new pilots can learn to fly in. Unless you had a pilot who’s never flown an F-16 before in the F-16, and a 20 year veteran pilot in the T-50, the F-16 is going to win every time. They are completely different aircraft with different missions and entirely uneven capabilities.
    3. The FA-50 probably could not directly compete against the F-16. It is a much smaller aircraft, at 6.5 tons v. 8.5. The FA-50s in lighter paint are flying the foreground:
    4. he size difference is also noticable in this video of South Korean Air Force fighters in training. You can compare both the F-16 and FA-50s taxi-ing on the runway with the much larger F-15s and F-4 Phantoms in the beginning minute. The F-16s appear at 13 seconds and the FA-50s appear at 45 seconds.
    5. F-16s are also faster (Mach 2 v 1.5) and have a thrust-to-weight ratio of 1.1 v. 0.96. Therefore it will climb much faster. The larger F-16 also has a longer ranged radar.
    ---------------------
    KEYWORDS 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50Murah
    KEYWORDS 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50Murah
    KEYWORDS 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50Murah
    -
    1. RAFALE INDONESIA 42 UNIT HARGA USD 8.1 MILLIAR = USD 192.8 JUTA/UNIT
    -
    2. FA 50M 18 UNIT HARGA USD 920 JUTA ALIAS USD 51,1 JUTA/UNIT
    ---------------------
    FAKTA = KAYA VS MISKIN TIPU FIFA/UN
    FA50 = UNSUITABLE FOR MILITARY OPERATIONS
    FA50 = UNSUITABLE FOR MILITARY OPERATIONS
    Tomczyk revealed that while Poland initially pursued the acquisition of the FA-50s from South Korea with the expectation of receiving operational aircraft, it subsequently emerged that the armaments intended for these aircraft had been discontinued. As a result, the Polish Ministry of Defence has received 12 aircraft that are no longer capable of fulfilling combat roles.....
    ---------------------
    FAKTA = KAYA VS MISKIN TIPU FIFA/UN
    FA50 = TRAINING AIRCRAFT
    FA50 = TRAINING AIRCRAFT
    So far, Poland has received 12 of the jets in the GF (Gap Filler) version, but Blaszczak failed to secure weapons for them, Cezary Tomczyk, a deputy defence minister, told parliament on Thursday.
    According to him, the delivery of the 36 remaining jets in the PL version custom-made for Poland "is largely at risk" and delays in their deliveries may reach nine months.
    While praising the role the FA-50s are playing in the Polish Air Force, Tomczyk said that they can only be used as training aircraft.
    ==============
    KEYWORDS = MAHAL versus MURAHAN
    1. 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
    2. 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
    3. 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
    4. 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONDESH
    5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
    6. SEWA 28 HELI = 119 HELI BARU
    7. 4.5 KM JAVELIN = 1 KM NLAW
    8. ANKA ISR NOT ARMED
    9. LCS EXCLUDING AMMO = DESTROYER INCLUDING AMMO

    BalasHapus
  33. GORILLA jangan TIPU...M-346 baru sebatas LoI....HAHAHAHAHA



    Indonesia signs Letter of Intent to close in on Leonardo M-346 order

    https://breakingdefense.com/2026/02/indonesia-signs-letter-of-intent-to-close-in-on-leonardo-m-346-order/

    BalasHapus
    Balasan
    1. KEYWORDS = MAHAL versus MURAHAN
      1. 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
      2. 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
      3. 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
      4. 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONDESH
      5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
      6. SEWA 28 HELI = 119 HELI BARU
      7. 4.5 KM JAVELIN = 1 KM NLAW
      8. ANKA ISR NOT ARMED
      9. LCS EXCLUDING AMMO = DESTROYER INCLUDING AMMO
      ==============
      The MALONDESH Armed Forces (MAF) face a number of equipment challenges, including:
      Aging aircraft
      The RMAF's main fighter fleet includes the Su-30MKMs and Boeing F/A-18 Hornets, which are becoming technologically obsolete. Maintaining a large fleet of aging aircraft can be expensive.
      Limited defense budget
      The government's defense modernization budget is limited, making it difficult to afford new equipment.
      Local content
      Most MAF equipment is sourced from outside the country, and there is a lack of research and development (R&D) activities.
      Local company capabilities
      Local companies may not have the necessary capabilities to produce the equipment the MAF needs.
      OEM reluctance
      Original equipment manufacturers (OEMs) may be reluctant to share their technology for fear of competition.
      Defense infrastructure
      The condition of some military living quarters and defense infrastructure is poor
      --------------------------
      5x GANTI PM = AKAN
      6x GANTI MENHAN = AKAN
      PROCUREMENT = 2026 FREEZES : 2023 CANCELLED
      -
      2025 = 84,3% DARI GDP
      MISKIN KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      -
      PERDANA MENTERI = TIDAK BAYAR TERTUNGGAK
      MENTERI PERTAHANAN = KEKANGAN KEWANGAN
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      --------------------------
      MEANWHILE MALAYDESH = 2026 SALARIES 65% MAINTENANE PROCUREMENT 35%
      -
      1. Pengeluaran Operasional (Operating Expenditure - OE)
      Jumlah: Sekitar RM14,1 miliar.
      Persentase: Mencakup sekitar 65% dari total pengeluaran operasional yang lebih luas, dan sebagian besar dari jumlah ini secara spesifik untuk gaji (salaries) dan tunjangan personel militer.
      Fokus: Dana ini digunakan untuk menutupi biaya harian, termasuk remunerasi personel, tunjangan, dan layanan pendukung rutin.
      -
      2. Pengeluaran Pembangunan (Development Expenditure - DE)
      Jumlah: Sekitar RM7,63 miliar.
      Persentase: Jumlah ini setara dengan sekitar 35% dari total alokasi kementerian (RM21,7 miliar), namun hanya sedikit di atas setengah dari porsi biaya operasional.
      Fokus: Dana ini ditujukan untuk pengadaan (procurement) aset baru, pemeliharaan (maintenance) besar, dan pengembangan infrastruktur.
      -----------------
      Sumber Berita :
      Informasi ini diambil dari analisis mendalam yang dipublikasikan oleh sumber-sumber terkemuka di bidang pertahanan dan ekonomi =
      1. Aviation Week: Melaporkan total alokasi dan menyebutkan fokus pada pengadaan aset baru seperti pesawat patroli dan sistem pertahanan udara.
      -
      3. The Edge Malaydesh/Bernama: Publikasi berita ini mengonfirmasi total angka alokasi untuk Kementerian Pertahanan sebesar RM21,7 miliar dalam liputan utama Anggaran 2026 merek

      ===========
      NO MONEY SIPRI MALONDESH 2024 = NOL = NO SHOPPING
      NO MONEY SIPRI MALONDESH 2023 = NOT YET ORDERED
      NO MONEY SIPRI MALONDESH 2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      SALAM NOL SALAM SEWA ......

      Hapus
    2. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      --------------
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      =============
      =============
      MALAYDESH = OVERLIMITS DEBT = HUTANG BAYAR HUTANG
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

      Hapus
    3. 5x PM BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      6x MOD BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      PROCUREMENT = 2026 FREEZES : 2023 CANCELLED
      -
      5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
      5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      ----------------
      MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOD
      -
      SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      ----------------
      1.RASIO HUTANG 84.3% DARI GDP
      2. HUTANG NEGARA RM 1,65 TRLLIUN
      3. HUTANG 1MDB RM 18,2 BILLION
      4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
      5. HUTANG KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
      6. SEWA SIMULATOR MKM
      7. PESAWAT MIG GROUNDED
      8. SEWA MOTOR POLIS
      9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
      10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
      11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
      12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
      13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
      14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
      15. NO LST
      16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
      17. NO TANKER
      18. NO KCR
      19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
      20. NO SPH
      21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
      22. NO HELLFIRE
      23. NO MPA ATR72 DELAYED
      24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
      25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
      26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
      27. LCS MANGKRAK KARATAN
      28. OPV MANGKRAK
      29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
      30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
      31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
      32. RADAR GIFTED PAID USA
      33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      34. SEWA VVSHORAD
      35. SEWA TRUK 3 TON
      36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
      37. C130H DIGANTI 2045
      38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
      39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
      40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
      41. NO TRACKED SPH
      42. SEWA SIMULATOR HELI
      43. SPH CANCELLED
      44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
      45. NO PESAWAT COIN
      46. PILATUS MK II KARATAN
      47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
      48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
      49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
      50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
      51. LYNX GROUNDED
      52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
      53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
      54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
      55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
      56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
      57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
      58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
      59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
      61. MKM BARTER PALM OIL
      62. MIG29N BARTER PALM OIL
      63. A400M PEMBAYARAN BERPERINGKAT (HUTANG)
      64. SCORPENE BARTER PALM OIL
      65. PT91M BARTER PALM OIL RUBBER
      67. FA50M BARTER PALM OIL
      ===================
      SEWA = HUTANG 84.3% DARI GDP = NO SHOPPING
      1. SEWA 28 HELI
      2. SEWA L39 ITCC
      3. SEWA EC120B
      4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
      5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
      6. SEWA HOVERCRAFT
      7. SEWA AW139
      8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
      9. SEWA UTILITY BOAT
      10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
      11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
      12. SEWA MV AISHAH AIM 4
      13. SEWA BMW R1250RT
      14. SEWA 4x4 VECHICLE
      15. SEWA VSHORAD
      16. SEWA TRUCK
      17. SEWA HONDA CIVIC
      18. SEWA PATROL BOATS
      19. SEWA OUTBOARD MOTORS
      20. SEWA TRAILERS
      21. SEWA SUPERBIKES
      22. SEWA SIMULATOR MKM
      23. SEWA 12 AW149 TUDM
      24. SEWA 4 AW139 TUDM
      25. SEWA 5 EC120B TUDM
      26. SEWA 2 AW159 TLDM
      27. SEWA 4 UH-60A TDM
      28. SEWA 12 AW149 TDM
      29. SEWA 4 AW139 BOMBA
      30. SEWA 2 AW159 MMEA
      31. SEWA 7 BELL429 POLIS
      32. SEWA MOTOR POLIS


      Hapus
    4. PRANK 🦧GORILA = 2005 – 2026
      PRANK 🦧GORILA = 2005 – 2026
      PRANK 🦧GORILA = 2005 – 2026
      -
      2005: Prank China (KS-1A)
      Najib Razak menyatakan Malaydesh setuju secara prinsip membeli rudal jarak menengah KS-1A dari China dengan imbalan transfer teknologi. Hasil: Tidak ada realisasi pembelian hingga saat ini.
      -
      2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
      Malaydesh dilaporkan mempersempit pilihan ke Dassault Rafale untuk pengadaan 18 jet tempur senilai USD 2 miliar. Hasil: Proyek ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran.
      -
      2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
      Penandatanganan Letter of Intent (LoI) di DSA 2016 untuk 20 unit artileri Caesar 155mm. Hasil: Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; Malaydesh akhirnya memilih unit lain.
      -
      2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
      “The MALAYDESH government has shown interest in buying the JF-17 Thunder aircraft from Pakistan but the deal is yet to be finalized,” a senior Pakistan Ministry of Defense Production official told Arab News. Hasil: Malaydesh tiada akusisi jet tersebut.
      -
      2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
      Klaim bahwa kontrak kapal MRSS akan ditandatangani Agustus 2018. Hasil: Hingga saat ini, kontrak tersebut tidak pernah terealisasi dengan PT PAL.
      -
      2022: Prank India (HAL Tejas)
      Malaydesh mengidentifikasi Tejas sebagai kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut. Hasil: Malaydesh justru memilih FA-50 Block 20 dari Korea Selatan pada 2023.
      -
      2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
      Kemenhan Malaydesh meninjau ulang rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm setelah sebelumnya dikabarkan akan dibeli. Hasil: Dibatalkan/diganti dengan sistem lain.
      -
      2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
      Malaydesh diharapkan menyelesaikan kesepakatan untuk pasokan EVA 155mm. Hasil: Senasib dengan Yavuz, tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
      =
      2023: Prank PBB (IAG Guardian)
      Sembilan kendaraan IAG Guardian yang dikirim untuk misi PBB (UNIFIL) dinyatakan tidak memenuhi persyaratan operasional, berujung pada sanksi pemotongan biaya operasional.
      -
      2024–2025 Prank Black Hawk
      Ini menjadi salah satu "prank" terbesar baru-baru ini. Malaydesh berencana menyewa empat helikopter UH-60A Black Hawk dari perusahaan lokal Aerotree Defence & Services untuk menggantikan helikopter Nuri yang sudah tua.
      -
      2024–2025 Prank Kuwait - Jet Tempur F/A-18 Hornet
      Malaydesh menunjukkan ketertarikan kuat untuk membeli jet tempur F/A-18 Hornet bekas milik Angkatan Udara Kuwait untuk menambah kekuatan udara mereka secara instan.
      -.
      2026 Pembekuan Pengadaan Massal
      Kejadian: Pada awal 2026, PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan semua keputusan pengadaan militer karena adanya penyelidikan dugaan korupsi dan kartel dalam kementerian pertahanan. Ini berdampak pada rencana-rencana yang sedang dibahas sepanjang 2024 dan 2025.
      ----------------
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP

      Hapus
  34. APG 68 V 9 LONGER SCAN RANGE THAN THE APG-65
    The AN/APG-68(V)9 radar has a longer scan range and synthetic aperture radar (SAR) capability than the AN/APG-65 radar. The APG-68(V)9 is part of the AN/APG-68(V) family of fire control radars, which are used in the F-16 Fighting Falcon series. The APG-65 is used in the F/A-18 Hornet.
    Comparison
    • Range
    The APG-68(V)9 has a longer scan range than the APG-65.
    • Radar type
    The APG-68(V)9 has SAR capability, while the APG-65 is a pulse Doppler radar.
    • Aircraft
    The APG-68(V)9 is used in the F-16 Fighting Falcon series, while the APG-65 is used in the F/A-18 Hornet.
    --------------------
    The AN/APG-68(V)9 is an advanced version of the AN/APG-68 radar, with a longer scan range and synthetic aperture radar (SAR) capability. The AN/APG-65 is an early 1980s radar that can track multiple targets simultaneously.
    Range:
    • AN/APG-68(V)9: Has a 30% greater air-to-air detection range than the AN/APG-68
    • AN/APG-65: Has a maximum range of 148.2 km and a minimum range of 0.6 km
    Capabilities:
    • AN/APG-68(V)9: Has a SAR mode for high-resolution mapping and target detection and recognition
    • AN/APG-65: Has ground mapping modes and other features for air-to-surface operations
    ==================
    ==================
    F18 KUWAIT AN/APG 65 = 150 KM
    F18 KUWAIT AN/APG 65 = 150 KM
    F18 KUWAIT AN/APG 65 = 150 KM
    The F/A-18C/D Hornets used by the Kuwait Air Force have an AN/APG-65 radar system. This radar system provides high-resolution mapping and allows the aircraft to engage multiple targets.
    -------------------------------------
    F18 MALAYDESH AN/APG 65 = 150 KM
    F18 MALAYDESH AN/APG 65 = 150 KM
    F18 MALAYDESH AN/APG 65 = 150 KM
    The F/A-18 Hornet used by the Royal MALAYDESH Air Force (RMAF) is equipped with the AN/APG-65 radar. The APG-65 is a radar system that was developed in the late 1970s and has been in use since 1983
    ==============
    DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
    DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
    2029 = 438,09 BILLION USD
    2028 = 412,2 BILLION USD
    2027 = 386,51 BILLION USD
    2026 = 362,19 BILLION USD
    2025 = 338,75 BILLION USD
    2024 = 316,15 BILLION USD
    2023 = 293,83 BILLION USD
    2022 = 271,49 BILLION USD
    2021 = 247,49 BILLION USD
    2020 = 221,49 BILLION USD
    ------------------
    DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
    DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
    2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
    2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
    2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
    2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
    2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
    2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
    2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
    2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
    2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
    2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
    ==========
    DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
    DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
    DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
    DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
    DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
    DEBT 2019 = RM 1,25 TRILLION
    DEBT 2018 = RM 1,19 TRILLION
    The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
    ==========
    BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
    MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH , among other things.
    😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

    BalasHapus
  35. PAGE RASMI LEONARDO....baru sebatas Letter of Intent ya....BARU SEBATAS NIAT...HAHAHAHAH



    Leonardo, PT ESystem Solutions and the Ministry of Defence Of the Republic of Indonesia sign M-346 F AIRCRAFT Letter of Intent to meet Indonesian Air Force training and combat requirements

    https://www.leonardo.com/en/press-release-detail/-/detail/04-02-2026-leonardo-pt-esystem-solutions-and-the-ministry-of-defence-of-the-republic-of-indonesia-sign-m-346-f-aircraft-letter-of-intent-to-meet-indonesian-air-force-training-and-combat-requirements

    BalasHapus
    Balasan
    1. ADA YANG WARAS = NO AMRAAM
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
      ------
      Zaft says:
      18 February 2026 at 11:49 AM
      Qamarul “I seriously think we dont need amraam integration on the FA-50M”

      Then we probably better off buying a block 10 at half the prices.

      Qamarul “There will be no amraam integration for the first batch but that due to Rmaf did not request for it”.

      Terima ajalah kenyataan yg kita semua kena conned dgn korea.

      Thats the problem when we wrote check on a none proven and readily available. Spend so much money and still don’t get the capabilities promised and now the builders are asking for more money if we wanted to get the capabilities they themselves promised back then
      -------------
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
      -
      Harga pesawat FA-50 Fighting Eagle buatan Korea Selatan bervariasi antar negara:
      1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
      -
      2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
      -
      3. Malaydesh : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
      -------------
      ANGSURAN FA50M = 10 TAHUN
      ANGSURAN FA50M = 10 TAHUN
      ANGSURAN FA50M = 10 TAHUN
      -
      angsuran untuk proyek Jet Tempur FA-50 Block 20 dengan skema Hybrid (Kredit & Barter) yang sangat unik:
      Parameter Simulasi
      Total Kontrak: US$ 920.000.000 (Sekitar RM 4,08 Miliar).
      Pembagian Skema (50:50):
      50% Kredit (Hutang): US$ 460.000.000
      50% Barter (Sawit): US$ 460.000.000
      Tenor (Jangka Waktu): 10 Tahun.
      Estimasi Bunga KEXIM: 4,5% per tahun (mengikuti standar OECD CIRR)..

      Hapus
    2. ADA YANG WARAS DAN PAHAM
      ADA YANG WARAS DAN PAHAM
      ADA YANG WARAS DAN PAHAM
      -
      Romeo says:
      8 February 2026 at 5:28 PM
      dundun:
      “They’re paying the debt in USD, which is getting more expensive as rupiah went to hell…..”

      It seems you are left behind. I will give you a clue and let you rethink.
      They debt ratio is less than 40% meanwhile ours is 68%.
      Their debt majority in their rupiah.
      Their economy is US$ 1.44 trillion.
      Their president prabowo launched a program in giving school student a meal which will cover 68 miliion students (equal to give all malaysian meal twice a day).
      And they still could get many adavance military hardware.

      Even if you wish they will collapse maybe they will among the last in this region
      ==============
      DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
      DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
      2029 = 438,09 BILLION USD
      2028 = 412,2 BILLION USD
      2027 = 386,51 BILLION USD
      2026 = 362,19 BILLION USD
      2025 = 338,75 BILLION USD
      2024 = 316,15 BILLION USD
      2023 = 293,83 BILLION USD
      2022 = 271,49 BILLION USD
      2021 = 247,49 BILLION USD
      2020 = 221,49 BILLION USD
      ------------------
      DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
      DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
      2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
      2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
      2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
      2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
      2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
      2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
      2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
      2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
      2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
      2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
      ==========
      DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
      DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
      DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
      DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
      DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
      DEBT 2019 = RM 1,25 TRILLION
      DEBT 2018 = RM 1,19 TRILLION
      The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
      ==========
      BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
      MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH , among other things.
      😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

      Hapus
    3. DISIPLIN FISKAL VS. SPIRAL UTANG
      -
      1. Kesehatan Fiskal & Utang
      Indonesia: Kondisi Sehat. Utang pemerintah terjaga di ±40% PDB (limit UU 60%) dan utang rumah tangga sangat rendah (16%).
      Malaydesh: Kondisi Kritis. Utang pemerintah tembus 69% PDB (melampaui limit 65%) dengan utang rumah tangga ekstrem (84,3% - 85,8%).
      -
      2. Beban Rakyat (Per Kapita)
      Setiap warga Malaydesh menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998 (gabungan utang negara & rumah tangga), mencerminkan ketergantungan tinggi pada kredit.
      -
      3. Defisit Pembangunan
      Terjadi tren "Utang Bayar Utang" di Malaydesh sejak 2010. Meski telah berganti 5 Perdana Menteri, utang membengkak dari USD 150 miliar menjadi USD 375 miliar pada 2025. Janji pelunasan utang tahun 2053 dinilai tidak realistis.
      -
      4. Dampak Militer (Status Zonk/Mangkrak)
      Krisis keuangan menyebabkan lumpuhnya belanja modal pertahanan Malaydesh:
      1. MRCA (Pesawat Tempur): Vakum pengadaan sejak 2017.
      2. LCS (Kapal Perang): Proyek mangkrak sejak 2011.
      3. SPH & MRSS: Tanpa kepastian sejak 2016.
      4. F-18 Kuwait (2026): Resmi dibatalkan karena kendala biaya dan logistik.
      ________________________________________
      SEWA HELI UH60A (2025 – CANCELLED/BATAL)
      Kementerian Pertahanan MALAYDESH pada 27 Mei 2023 lalu telah menandatangani perjanjian SEWA dengan penyedia layanan penerbangan lokal, Aerotree, untuk menyediakan empat helikopter bekas Sikorsky UH-60A+ Black Hawk.
      -
      SEWA HELI AW139
      4 buah Helikopter Leonardo AW 139 yang diperolehi secara SEWAan ini adalah untuk kegunaan Tentera Udara Diraja MALAYDESH (TUDM) yang akan ditempatkan di No.3 Skuadron, Pangkalan Udara Butterworth
      -
      SEWA HELI EC120B
      Kerajaan sebelum ini pernah menyewa Helikopter Latihan Airbus EC120B dan Flight Simulation Training Device (FSTD) Untuk Kegunaan Kursus Asas Juruterbang Helikopter TUDM. Selain itu, kerajaan turut pernah menyewa 5 unit Helikopter EC120B; 1 unit Sistem Simulator
      -
      SEWA PESAWAT L39
      ITTC is currently providing Fighter Lead-In Training (FLIT) to the Royal MALAYDESH Air Force in London, Ontario. ITTC operates a fleet of Aero Vodochody L-39 featuring upgraded avionics for the FLIT programme
      -
      SEWA VVSHORAD SEWA TRUK
      The approved leasing deal for KTMB may tip the scale in favour of the truck and VVSHORAD proposals.
      -
      SEWA PATROL BOATS : SEWA OUTBOARD MOTORS : SEWA TRAILERS
      Meanwhile, the division also published a tender for eleven glass reinforced plastic patrol boats together outboard motors, trailers and associated equipment
      -
      SEWA BOAT
      SEWA Bot Op Pasir merangkumi 10 unit Fast Interceptor Boat (FIB); 10 unit Utility Boat; 10 unit Rigid Hull Fender Boat (RHFB); 10 unit Rover Fiber Glass (Rover).
      -
      SEWA HIDROGRAFI
      Tugas pemetaan data batimetri bagi kawasan perairan negara akan dilakukan oleh sebuah kapal hidrografi moden, MV Aishah AIM 4, yang diperoleh menerusi kontrak SEWAan dari syarikat Breitlink Engineering Services Sdn Bhd (BESSB)
      -
      SEWA 4x4
      Pejabat perusahaan mengatakan kepada Janes di pameran bahwa Angkatan Bersenjata MALAYDESH sedang mencari untuk menyewa Tarantula
      -
      SEWA MOTOR
      The Royal Military Police Corp (KPTD) celebrated the SEWA of 40 brand-new BMW R1250RT Superbikes for the Enforcement Motorcycle Squad on December 22nd, 2022
      ________________________________________IDN > SHOPPING – MY > CANCELLING
      IDN > BUYING – MY > LEASING
      IDN > PROCUREMENT – MY > RETIREMENT
      -
      INDONESIA .....
      11 SU-35 > 42 RAFALE
      12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
      42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
      24 F-15IDN > 24 M-346F
      -
      MALAYDESH.......
      F18 KUWAIT = CANCELLED
      JF17 = PRANK
      RAFALE = PRANK
      TYPHOON = PRANK
      GRIPEN = PRANK
      TEJAS = PRANK
      MIG29N = TIADA GANTI
      FA50MURAH = DIBLOKIR USA

      Hapus
  36. BREKING NIUUSSS🔥
    M346F blok 20 Resmi SHOPPING SOPING lagi kita haha!👍🤑👍
    Sudah ✅️LOA yaaa, Asoooyy CA$H haha!🥳🤗🥳
    warganyet kl, NGAMUK🔥guling2 haha!😬😋😬
    ########
    Indonesia, Italy
    Rome set to seal deal with Indonesian air force
    Italian defence manufacturer Leonardo signed on 27 January a long-awaited ✅️Letter of Award(LOA) for the sale of training aircraft to the Indonesian Air Force, according to documents consulted by Intelligence Online.
    https://www.intelligenceonline.com/asia-pacific/2026/02/03/rome-set-to-seal-deal-with-indonesian-air-force,110618386-bre

    BalasHapus
  37. LOI ya.....LETTER OF INTENT je....HAHAHHAHAH



    Leonardo, Indonesia sign M-346 F Block 20 letter of intent for air force training and combat roles

    https://defence-industry.eu/leonardo-indonesia-sign-m-346-f-block-20-letter-of-intent-for-air-force-training-and-combat-roles/

    BalasHapus
    Balasan
    1. FA-50 BLOCK 70 = PINOY
      FA-50Murah BLOCK 20 = MALAYDESH
      Harga pesawat FA-50 Fighting Eagle buatan Korea Selatan bervariasi antar negara:
      1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
      -
      2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
      -
      3. Malaydesh : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
      -------------
      BLOCK 70 MAHAL versus BLOCK 20 MURAH
      -
      FA-50 Block 70 lebih canggih dibandingkan Block 20 karena merupakan varian kursi tunggal (single-seat) yang dioptimalkan sepenuhnya untuk misi tempur, sementara Block 20 tetap merupakan pesawat kursi ganda (dual-seat) yang memiliki kapabilitas tempur tinggi.
      Berikut adalah perbandingan utama tingkat kecanggihannya:
      -
      1. Kapasitas Bahan Bakar & Jangkauan
      FA-50 Block 70: Menghapus kursi belakang dan menggantinya dengan tangki bahan bakar tambahan berkapasitas 300 galon. Hal ini meningkatkan radius tempur sebesar 20-30% dibandingkan varian sebelumnya.
      FA-50 Block 20: Tetap memiliki dua kursi, sehingga kapasitas bahan bakar internal lebih terbatas, meski sudah dilengkapi kemampuan pengisian bahan bakar di udara (aerial refueling).
      -
      2. Sensor dan Radar (AESA)
      FA-50 Block 70: Dilengkapi dengan radar AESA tercanggih, seperti Raytheon PhantomStrike, yang memberikan deteksi target lebih jauh dan presisi tinggi dalam berbagai cuaca.
      FA-50 Block 20: Menggunakan radar AESA (seperti EL/M-2032 atau radar buatan Korea Selatan) yang sudah sangat mumpuni untuk kelas pesawat tempur ringan, namun Block 70 memiliki integrasi sensor yang lebih mendalam untuk peran multi-role.
      -
      3. Persenjataan dan Peran
      FA-50 Block 70: Dirancang sebagai platform serangan strategis yang lebih murah daripada jet tempur berat. Mendukung integrasi penuh rudal udara-ke-udara jarak jauh (BVR) seperti AIM-120 AMRAAM dan rudal jelajah seperti Taurus KEPD 350K-2.
      FA-50 Block 20: Fokus pada fleksibilitas misi Light Combat Aircraft (LCA) dan pelatih tempur. Kapasitas angkut senjata dan durasi terbangnya tidak sekuat Block 70 karena faktor ruang kursi kedua. Veto AMRAAM 120 USA
      -------------
      VETO AIM-120 AMRAAM
      -
      1. Strategi "Segmentation and Locking" (Segmentasi Pasar)
      Amerika Serikat (melalui Lockheed Martin) ingin memastikan bahwa setiap pesawat tempur memiliki "kasta" yang jelas.
      Menghindari Kanibalisasi: Jika FA-50 (yang jauh lebih murah) diberi kemampuan rudal jarak jauh (BVR) yang setara dengan F-16, maka nilai jual F-16 Viper akan merosot. Banyak negara akan memilih membeli dua atau tiga unit FA-50 daripada satu unit F-16 jika keduanya memiliki daya pukul yang sama.
      Kendali Jarak Jauh: Dengan menahan izin integrasi AMRAAM, AS secara efektif "mengunci" FA-50 pada peran serangan darat atau patroli udara jarak dekat saja. Hal ini memaksa negara seperti Polandia untuk tetap bergantung pada F-16 atau F-35 untuk misi supremasi udara yang lebih kritis.
      -
      2. Kedaulatan Digital dan "Black Box" Technology
      Masalah source code (kode sumber) adalah inti dari hambatan teknis ini.
      Proteksi Kekayaan Intelektual: Sistem radar dan komputer misi F-16 atau F-35 adalah rahasia negara paling berharga bagi AS. Membuka kode tersebut agar bisa "berbicara" dengan rudal AMRAAM di platform buatan Korea Selatan (KAI) berisiko membocorkan algoritma sensitif kepada pihak ketiga.
      Veto Teknis: AS menggunakan source code sebagai "rem" strategis. Tanpa akses ke kode ini, integrasi senjata menjadi tidak mungkin atau sangat mahal karena harus melibatkan kontraktor AS secara penuh. Ini memberi AS kekuatan veto atas kemampuan tempur yang dimiliki oleh negara pembeli, bahkan setelah pesawat tersebut dibayar lunas.
      -
      3. Geopolitik Rantai Pasok (Supply Chain Dependency)
      Polandia berada dalam posisi sulit karena mereka membutuhkan pesawat dengan cepat untuk menggantikan MiG-29, namun mereka terjebak dalam ketergantungan teknologi AS.
      Pelajaran bagi Pembeli Lain: Kasus Polandia mengirimkan pesan kepada pasar global (seperti Malaydesh atau Thailand) bahwa membeli FA-50 tidak otomatis memberikan kemampuan tempur "standar NATO" secara penuh tanpa restu eksplisit dari Washington.

      Hapus
    2. Kasihan ini orang.. akibat lama ngga shoping.. sekali shoping receh, jadi bahan tawaan se asean

      Hapus
    3. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
      -
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      Examples of Malaydeshn Procurement / Defense Asset Lawsuits or Legal Claims
      Case Parties / Claimant Issue / Cause of Suit Outcome / Status
      Black Hawk Helicopter Lease Aerotree Defence and Services Sdn Bhd (claimant) vs Government / Ministry of Defence / Secretary-General Aerotree leased four UH-60A Black Hawk helicopters (5-year lease). The government cancelled the lease, and Aerotree filed suit seeking compensation for damages from cancellation. Government says it had “clear grounds” to cancel (supplier failed to deliver even after extension). The lawsuit is in the High Court. Aerotree is seeking RM353 million in damages.
      Littoral Combat Ship (LCS) Project – Subcontractors vs BHIC / Directors Contraves Advanced Devices Sdn Bhd (CAD) & Contraves Electrodynamics Sdn Bhd (CED) vs Boustead Heavy Industries Corp Bhd (BHIC), BHIC Defence Technologies, and certain directors (Salihin Abang, Syed Zahiruddin Putra Syed Osman) After LOAs (Letters of Award) for equipment/weaponry supply in the LCS project were terminated, the subcontractors claimed: that LOAs were still valid, sought payment of claimed outstanding amounts (around RM470.8 million), and alleged breach of fiduciary duties by the directors. In September 2025, the Kuala Lumpur High Court struck out the lawsuit: BHIC and its unit’s applications to strike out the suit were allowed; likewise the directors’ applications. CAD and CED’s claims were dismissed. Costs were ordered against CAD/CED and their CEO.
      Scorpene Submarine Deal – French Indictments / Civil Lawsuits Thales / DCN (France) & associated individuals vs Malaydeshn interests (or public / NGOs) Accusations of kickbacks / bribery in the 2002 Scorpene submarine deal: specifically allegations that in the financing or “support service” contract, funds were misused, or that commissions were paid improperly to intermediaries linked to Malaydeshn political persons. NGOs like Suaram filed complaints; French courts have indicted some individuals. Investigations are ongoing or have been reopened. Some indictments in France; however, full outcomes / accountability in Malaydesh have been contentious and politically sensitive.
      ________________________________________
      Insights / Observations from These Cases
      • Many of the lawsuits or claims revolve around contract cancellation, non-delivery, termination of sub-contracts, or non-payment for services or parts.
      • A recurring theme is cost overruns / delays in delivery (especially in large naval shipbuilding or vessel projects).
      • Another common claim is misconduct, misuse of funds, or alleged corruption / bribery associated with procurement deals.
      • The government often responds by citing breach of contract by the private company (e.g. supplier failure to deliver or meet obligations).
      • Many suits are either struck out, settled, or remain pending, often complicated by political, legal, or evidentiary issues.

      Hapus
    4. IDN > SHOPPING – MY > CANCELLING
      IDN > BUYING – MY > LEASING
      IDN > PROCUREMENT – MY > RETIREMENT
      -
      Perbandingan kondisi ekonomi dan pengadaan militer antara Indonesia dan Malaydesh:
      1. Perbandingan Kesehatan Fiskal
      Indonesia: Berada dalam zona aman dengan rasio utang pemerintah 40% dari PDB, jauh di bawah batas limit undang-undang sebesar 60%. Utang rumah tangga juga sangat rendah (16% dari PDB), menunjukkan daya beli yang lebih mandiri.
      Malaydesh: Mengalami kondisi "Overlimit". Rasio utang pemerintah mencapai 69% (melampaui batas 65%) dan utang rumah tangga sangat ekstrem di angka 84,3% - 85,8% dari PDB.
      -
      2. Beban Utang Per Kapita
      Malaydesh menghadapi tekanan berat di mana setiap warga negara menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998 (RM 36.139 utang pemerintah + RM 45.859 utang rumah tangga). Hal ini mengindikasikan ketergantungan tinggi pada kredit untuk gaya hidup dan operasional negara.
      -
      3. Gagal Bayar & Defisit Pembangunan
      Data menunjukkan tren "Hutang Bayar Hutang" di Malaydesh sejak 2010 hingga 2025 dengan kenaikan konsisten dari USD 150 miliar ke USD 375 miliar. Meskipun terjadi 5 kali pergantian Perdana Menteri (PM) dan Menteri Keuangan (MOF), klaim pelunasan utang tahun 2053 dinilai gagal karena utang terus bertambah.
      -
      4. Dampak pada Militer (Status Zonk)
      Akibat "Kekangan Kewangan" (krisis keuangan), proyek strategis pertahanan Malaydesh mengalami kegagalan total (Zonk/Mangkrak):
      MRCA (Pesawat Tempur): Tidak ada pengadaan sejak 2017.
      LCS (Kapal Perang): Proyek mangkrak sejak 2011.
      SPH & MRSS: Tanpa kepastian pengadaan sejak 2016.
      Kesimpulan Akhir: Sementara Indonesia menjaga disiplin fiskal untuk stabilitas jangka panjang, Malaydesh terjebak dalam spiral utang yang melumpuhkan kemampuan belanja modal negara, terutama dalam modernisasi alutsista yang hanya menjadi komoditas "bual" (janji kosong) politik.
      ________________________________________
      2026 FREEZES PROCUREMENT - 2023 CANCELLED PROCUREMENT
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT = PER PEOPLE : RM 36,139
      HOUSEHOLD DEBT = PER PEOPLE : RM 45,859.
      GOV + HOUSEHOLD = PER PEOPLE : RM 81,998
      -
      2026 =
      CANCELLED F18 = TIADA GANTI
      CANCELLED F18 = TIADA GANTI
      CANCELLED F18 = TIADA GANTI
      -
      Detail Konfirmasi Resmi
      Narasumber: Wakil Menteri Pertahanan Malaydesh, Adly Zahari.
      Forum Pernyataan: Sidang Dewan Rakyat (Parlemen Malaydesh) saat menjawab pertanyaan terkait anggaran pertahanan pada 26 Februari 2026.
      ________________________________________
      GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
      pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.50
      39 buah + 8 buah..... Banyak woiiii.... 😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
      -
      GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
      Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
      Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
      -
      sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
      Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
      -
      GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
      Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA.

      Hapus
  38. Uda LOA..warganyet kl NGAMUK🔥 guling kita tak peduli haha!😂🤣😂

    Baca banner yaaa M346F
    Sudah LOA nich haha!🤑😉🤑
    Eiiiitt WARGANYET kl, KALAH LAGGIII haha!😤🔥😤
    ######
    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiM_xCoQ3XFRdymrLVwgcKBAjWnMy_8pl7m4Gmyk9T4hEteLXwgKlita-YflWudvDvkNqAe53qX3BNhze7VlNiCH5EoEWknHL7ZqC-p2bFZUUj8X3PoHNMchCnDDJ37nNrGS0FkoXeCPQp8jB_O3K7Q7FME9YNkbk62rsuauglHS6C1x374Zt7foRRirU1x/s567/Photo_Signing%20Ceremony_Letter%20of%20Award_Indonesia_Leonardo_M-346F.jpeg

    BalasHapus
  39. KATA KUNCI.....BARU NIAT......HAHAHAHAHA


    Indonesia telah menandatangani Letter of Intent (LoI) atau Surat Pernyataan Niat dengan perusahaan dirgantara Italia, Leonardo, untuk mengakuisisi pesawat jet latih lanjut dan tempur ringan M-346F Block 20. Penandatanganan ini dilakukan pada ajang Singapore Airshow 2026 yang berlangsung pada awal Februari 2026

    BalasHapus
    Balasan
    1. FA-50 BLOCK 70 = PINOY
      FA-50Murah BLOCK 20 = MALAYDESH
      Harga pesawat FA-50 Fighting Eagle buatan Korea Selatan bervariasi antar negara:
      1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
      -
      2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
      -
      3. Malaydesh : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
      -------------
      BLOCK 70 MAHAL versus BLOCK 20 MURAH
      -
      FA-50 Block 70 lebih canggih dibandingkan Block 20 karena merupakan varian kursi tunggal (single-seat) yang dioptimalkan sepenuhnya untuk misi tempur, sementara Block 20 tetap merupakan pesawat kursi ganda (dual-seat) yang memiliki kapabilitas tempur tinggi.
      Berikut adalah perbandingan utama tingkat kecanggihannya:
      -
      1. Kapasitas Bahan Bakar & Jangkauan
      FA-50 Block 70: Menghapus kursi belakang dan menggantinya dengan tangki bahan bakar tambahan berkapasitas 300 galon. Hal ini meningkatkan radius tempur sebesar 20-30% dibandingkan varian sebelumnya.
      FA-50 Block 20: Tetap memiliki dua kursi, sehingga kapasitas bahan bakar internal lebih terbatas, meski sudah dilengkapi kemampuan pengisian bahan bakar di udara (aerial refueling).
      -
      2. Sensor dan Radar (AESA)
      FA-50 Block 70: Dilengkapi dengan radar AESA tercanggih, seperti Raytheon PhantomStrike, yang memberikan deteksi target lebih jauh dan presisi tinggi dalam berbagai cuaca.
      FA-50 Block 20: Menggunakan radar AESA (seperti EL/M-2032 atau radar buatan Korea Selatan) yang sudah sangat mumpuni untuk kelas pesawat tempur ringan, namun Block 70 memiliki integrasi sensor yang lebih mendalam untuk peran multi-role.
      -
      3. Persenjataan dan Peran
      FA-50 Block 70: Dirancang sebagai platform serangan strategis yang lebih murah daripada jet tempur berat. Mendukung integrasi penuh rudal udara-ke-udara jarak jauh (BVR) seperti AIM-120 AMRAAM dan rudal jelajah seperti Taurus KEPD 350K-2.
      FA-50 Block 20: Fokus pada fleksibilitas misi Light Combat Aircraft (LCA) dan pelatih tempur. Kapasitas angkut senjata dan durasi terbangnya tidak sekuat Block 70 karena faktor ruang kursi kedua. Veto AMRAAM 120 USA
      -------------
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL

      -
      Harga pesawat FA-50 Fighting Eagle buatan Korea Selatan bervariasi antar negara:
      1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
      -
      2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
      -
      3. Malaydesh : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
      -------------
      ANGSURAN FA50M = 10 TAHUN
      ANGSURAN FA50M = 10 TAHUN
      ANGSURAN FA50M = 10 TAHUN
      -
      angsuran untuk proyek Jet Tempur FA-50 Block 20 dengan skema Hybrid (Kredit & Barter) yang sangat unik:
      Parameter Simulasi
      Total Kontrak: US$ 920.000.000 (Sekitar RM 4,08 Miliar).
      Pembagian Skema (50:50):
      50% Kredit (Hutang): US$ 460.000.000
      50% Barter (Sawit): US$ 460.000.000
      Tenor (Jangka Waktu): 10 Tahun.
      Estimasi Bunga KEXIM: 4,5% per tahun (mengikuti standar OECD CIRR)..

      Hapus
    2. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
      -
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      Malaydesh's defense procurement, like that of many nations, often involves significant financial arrangements, including loans. Here's a detailed breakdown of how loans typically factor into Malaydesh's defense spending:
      1. The Need for Loans in Defense Procurement:
      • High Costs: Modern military equipment (fighter jets, warships, submarines, advanced weaponry, radar systems) is incredibly expensive. A single major platform can cost hundreds of millions or even billions of dollars.
      • Budgetary Constraints: Even with a dedicated defense budget, it's rare for a nation to have enough readily available cash to make outright purchases of all desired equipment, especially for large-scale modernization programs.
      • Strategic Importance: Defense capabilities are crucial for national security, sovereignty, and regional stability. Delays in procurement due to lack of immediate funds can have serious strategic implications.
      • Long-Term Investments: Military assets have long operational lifespans, often decades. Financing them over a longer period through loans aligns with the long-term utility of the assets.
      -----------------
      2. Types of Loans and Financing Mechanisms:
      • Government-to-Government (G2G) Loans:
      o Description: These are loans provided directly by the government of the exporting country to the Malaydeshn government. They often come with favorable terms (lower interest rates, longer repayment periods) as they are part of broader bilateral defense cooperation agreements.
      o Example: A country like France or Germany might offer a G2G loan to Malaydesh to facilitate the purchase of their defense industry's products.
      • Export Credit Agencies (ECAs):
      o Description: Many exporting nations have ECAs (e.g., France's Bpifrance, Germany's Euler Hermes, UK's UK Export Finance) that provide guarantees or direct loans to support their domestic industries' exports, including defense. These loans are usually attractive because they reduce risk for commercial banks and often have competitive terms.
      o Mechanism: The ECA might guarantee a loan from a commercial bank to Malaydesh, making it easier and cheaper for Malaydesh to borrow. Or, the ECA might provide direct financing.
      • Commercial Bank Loans/Syndicated Loans:
      o Description: Malaydesh can also secure loans from international commercial banks or consortia of banks (syndicated loans). These are typically market-rate loans, but for large defense projects, they can still be a viable option.
      o Considerations: Interest rates and terms will depend on Malaydesh's credit rating and prevailing market conditions.
      • Vendor Financing:
      o Description: Sometimes, the defense contractor itself (the vendor) or its associated financial arm might offer financing solutions to the buyer. This is less common for entire platforms but can occur for components or upgrades.
      • Leasing Agreements:
      o Description: While not strictly a "loan," leasing allows Malaydesh to use defense assets for a specified period by paying regular installments, without immediately owning them. This can be attractive for certain types of equipment or to manage budget cycles.

      Hapus
    3. IDN > SHOPPING – MY > CANCELLING
      IDN > BUYING – MY > LEASING
      IDN > PROCUREMENT – MY > RETIREMENT
      -
      Perbandingan kondisi ekonomi dan pengadaan militer antara Indonesia dan Malaydesh:
      1. Perbandingan Kesehatan Fiskal
      Indonesia: Berada dalam zona aman dengan rasio utang pemerintah 40% dari PDB, jauh di bawah batas limit undang-undang sebesar 60%. Utang rumah tangga juga sangat rendah (16% dari PDB), menunjukkan daya beli yang lebih mandiri.
      Malaydesh: Mengalami kondisi "Overlimit". Rasio utang pemerintah mencapai 69% (melampaui batas 65%) dan utang rumah tangga sangat ekstrem di angka 84,3% - 85,8% dari PDB.
      -
      2. Beban Utang Per Kapita
      Malaydesh menghadapi tekanan berat di mana setiap warga negara menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998 (RM 36.139 utang pemerintah + RM 45.859 utang rumah tangga). Hal ini mengindikasikan ketergantungan tinggi pada kredit untuk gaya hidup dan operasional negara.
      -
      3. Gagal Bayar & Defisit Pembangunan
      Data menunjukkan tren "Hutang Bayar Hutang" di Malaydesh sejak 2010 hingga 2025 dengan kenaikan konsisten dari USD 150 miliar ke USD 375 miliar. Meskipun terjadi 5 kali pergantian Perdana Menteri (PM) dan Menteri Keuangan (MOF), klaim pelunasan utang tahun 2053 dinilai gagal karena utang terus bertambah.
      -
      4. Dampak pada Militer (Status Zonk)
      Akibat "Kekangan Kewangan" (krisis keuangan), proyek strategis pertahanan Malaydesh mengalami kegagalan total (Zonk/Mangkrak):
      MRCA (Pesawat Tempur): Tidak ada pengadaan sejak 2017.
      LCS (Kapal Perang): Proyek mangkrak sejak 2011.
      SPH & MRSS: Tanpa kepastian pengadaan sejak 2016.
      Kesimpulan Akhir: Sementara Indonesia menjaga disiplin fiskal untuk stabilitas jangka panjang, Malaydesh terjebak dalam spiral utang yang melumpuhkan kemampuan belanja modal negara, terutama dalam modernisasi alutsista yang hanya menjadi komoditas "bual" (janji kosong) politik.
      ________________________________________
      MEMALUKAN ASEAN ...... NGEMIS 4x = BATAL
      -
      2026 = CANCELLED F18
      2025-2021 = NGEMIS F18
      2025-2021 = MEMBUAL F18
      -
      Sumber Berita Utama
      New Straits Times (NST): Laporan berjudul "Govt scraps plan to acquire Kuwait's used F/A-18 Hornets" yang diterbitkan pada 26 Februari 2026.
      Bernama: Kantor berita nasional Malaydesh yang melaporkan penggulungan perdebatan tingkat komite RUU Perbekalan Tambahan di Dewan Rakyat.
      Militarnyi & Defense Blog: Portal berita pertahanan internasional yang merangkum keputusan pemerintah Malaydesh berdasarkan laporan teknis dari TUDM.
      ________________________________________GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
      pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
      -
      GEMPURWIRA24 Juli 2025 pukul 18.11
      PADU GUYS....😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
      -18 BUAH SU30MKM
      -38 + 8 BUAH F18 HORNET C/D
      -18 BUAH FA-50 BLOCK 20 (AESA RADAR)
      -
      GEMPURWIRA20 Agustus 2025 pukul 10.00
      BEZA ya guys... HAHAHAHA
      MALAYDESH...
      F18 KUWAIT masih dipakai dan siap segera di pindahkan ke MALAYDESH nanti...
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 09.49
      horeyyyyy...F18 come to PAPA
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.08
      Come to papa F18C/D..... 😎😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.50
      39 buah + 8 buah..... Banyak woiiii.... 😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
      -
      GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
      Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
      Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
      -
      sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
      Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
      -
      GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
      Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA...

      Hapus
  40. BARU SEBATAS NIAT...... HAHAHAHAHA



    Pada Singapore Airshow, grup pertahanan Italia Leonardo mengumumkan telah menandatangani Surat Pernyataan Niat (Letter of Intent/LoI) dengan Kementerian Pertahanan Indonesia dan PT ESystem Solutions Indonesia untuk bekerja sama dalam memasok dan mendukung Angkatan Udara Indonesia dengan pesawat M-346F Block 20. Langkah ini dipandang sebagai langkah signifikan dalam proses modernisasi angkatan udara negara Asia Tenggara tersebut.

    Menurut Leonardo, perjanjian tersebut ditandatangani setelah Kementerian Pertahanan Indonesia memilih platform M-346 untuk secara bersamaan memenuhi kebutuhan pelatihan pilot tingkat lanjut dan kemampuan tempur ringan. Surat Pernyataan Niat (Letter of Intent/LoI) berfungsi sebagai kerangka kerja awal untuk kerja sama, yang mengarah pada penyelesaian kontrak pengadaan formal dalam putaran negosiasi selanjutnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. PRANK 🦧GORILA = 2005 – 2026
      PRANK 🦧GORILA = 2005 – 2026
      PRANK 🦧GORILA = 2005 – 2026
      -
      2005: Prank China (KS-1A)
      Najib Razak menyatakan Malaydesh setuju secara prinsip membeli rudal jarak menengah KS-1A dari China dengan imbalan transfer teknologi. Hasil: Tidak ada realisasi pembelian hingga saat ini.
      -
      2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
      Malaydesh dilaporkan mempersempit pilihan ke Dassault Rafale untuk pengadaan 18 jet tempur senilai USD 2 miliar. Hasil: Proyek ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran.
      -
      2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
      Penandatanganan Letter of Intent (LoI) di DSA 2016 untuk 20 unit artileri Caesar 155mm. Hasil: Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; Malaydesh akhirnya memilih unit lain.
      -
      2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
      “The MALAYDESH government has shown interest in buying the JF-17 Thunder aircraft from Pakistan but the deal is yet to be finalized,” a senior Pakistan Ministry of Defense Production official told Arab News. Hasil: Malaydesh tiada akusisi jet tersebut.
      -
      2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
      Klaim bahwa kontrak kapal MRSS akan ditandatangani Agustus 2018. Hasil: Hingga saat ini, kontrak tersebut tidak pernah terealisasi dengan PT PAL.
      -
      2022: Prank India (HAL Tejas)
      Malaydesh mengidentifikasi Tejas sebagai kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut. Hasil: Malaydesh justru memilih FA-50 Block 20 dari Korea Selatan pada 2023.
      -
      2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
      Kemenhan Malaydesh meninjau ulang rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm setelah sebelumnya dikabarkan akan dibeli. Hasil: Dibatalkan/diganti dengan sistem lain.
      -
      2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
      Malaydesh diharapkan menyelesaikan kesepakatan untuk pasokan EVA 155mm. Hasil: Senasib dengan Yavuz, tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
      =
      2023: Prank PBB (IAG Guardian)
      Sembilan kendaraan IAG Guardian yang dikirim untuk misi PBB (UNIFIL) dinyatakan tidak memenuhi persyaratan operasional, berujung pada sanksi pemotongan biaya operasional.
      -
      2024–2025 Prank Black Hawk
      Ini menjadi salah satu "prank" terbesar baru-baru ini. Malaydesh berencana menyewa empat helikopter UH-60A Black Hawk dari perusahaan lokal Aerotree Defence & Services untuk menggantikan helikopter Nuri yang sudah tua.
      -
      2024–2025 Prank Kuwait - Jet Tempur F/A-18 Hornet
      Malaydesh menunjukkan ketertarikan kuat untuk membeli jet tempur F/A-18 Hornet bekas milik Angkatan Udara Kuwait untuk menambah kekuatan udara mereka secara instan.
      -.
      2026 Pembekuan Pengadaan Massal
      Kejadian: Pada awal 2026, PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan semua keputusan pengadaan militer karena adanya penyelidikan dugaan korupsi dan kartel dalam kementerian pertahanan. Ini berdampak pada rencana-rencana yang sedang dibahas sepanjang 2024 dan 2025.
      ==============
      ==============
      DAFTAR PENGADAAN ALUTSISTA ON PROGRESS
      2 KRI Frigate Brawijaya Class dari Italia
      2 KRI Frigate Merah Putih dari PT PAL
      2 KRI Frigate Istif Class dari Turkiye
      1 KRI Rigel Class dari Palindo/Jerman
      2 KRI Kapal Cepat Rudal dari Turkiye
      1 KRI Kapal Cepat Rudal dari Tesco Bekasi
      2 KS Scorpene dari Perancis & PT PAL
      1 Kapal Induk Giribaldi dari Italia
      1 Kapal LHD Helikopter dari PT PAL
      42 Jet Tempur Rafale dari Perancis
      48 Jet Tempur IFX kerjasama Korsel RI
      48 Jet Tempur KHAAN dari Turkiye
      6 Jet Tempur T50 dari Korsel
      2 Pesawat angkut A400M dari Spanyol
      13 Radar GCI dari Thales Perancis
      12 Radar Retia dari Retia
      3 Baterai Rudal Balistik KHAN Turkiye
      3 Baterai Rudal ADS Trisula dari Turkiye
      22 Helikopter Blackhawk dari AS
      12 Drone Anka dari Turkiye
      60 Drone Bayraktar TB3 dari Turkiye
      45 Rudal anti kapal Atmaca dari Turkiye

      Hapus
    2. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
      -
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      1. Key Aspects of Loan Agreements in Malaydeshn Defense:
      • Terms and Conditions:
      o Interest Rates: Fixed or variable, often a critical factor in the overall cost.
      o Repayment Period: Can range from several years to over a decade, depending on the loan amount and type.
      o Grace Periods: A period before repayment begins, allowing time for project implementation.
      o Collateral/Guarantees: While sovereign loans rarely involve physical collateral, they are backed by the full faith and credit of the Malaydeshn government.
      • Offset/Industrial Participation:
      o Description: Loan agreements for major defense purchases often include offset clauses. This means the exporting country or company commits to investing in Malaydesh, transferring technology, or procuring goods and services from Malaydeshn companies.
      o Purpose: To mitigate the outflow of funds, develop local industries, and create jobs. This can be a significant benefit that sweetens the deal for Malaydesh.
      • Transparency and Oversight:
      o Parliamentary Approval: Large defense procurements and associated loans usually require parliamentary approval in Malaydesh, especially for inclusion in the national budget.
      o Public Scrutiny: Defense spending and borrowing can be subjects of public and media scrutiny, especially concerning value for money, allegations of corruption, or strategic alignment.
      o Audits: Loan utilization and project implementation are subject to government audits to ensure accountability.
      -----------------
      2. Recent Examples and Trends:
      • Scorpene Submarines (France): The acquisition of two Scorpene-class submarines from France in the early 2000s involved significant financing arrangements, reportedly including a mix of commercial loans and possibly G2G support. This deal, however, became controversial due to corruption allegations, though investigations cleared Malaydeshn officials.
      • Littoral Combat Ships (LCS): The ongoing LCS project has faced severe delays and cost overruns. While not purely a loan issue, the financing structure and payment schedules have been central to the project's difficulties, highlighting the complexities of managing large defense contracts.
      • Future Acquisitions: Malaydesh is looking to modernize its air force (e.g., FA-50 light combat aircraft from Korea) and naval assets. These future acquisitions will undoubtedly involve various financing strategies, potentially including G2G loans, ECA support, and commercial borrowing, tailored to each specific deal.
      Challenges and Considerations:
      • Debt Burden: Excessive borrowing for defense can strain national finances, especially if economic growth slows.
      • Currency Fluctuations: Loans denominated in foreign currencies expose Malaydesh to exchange rate risks.
      • Cost Overruns: Large projects are prone to cost overruns, which can increase the overall debt burden beyond initial projections.
      • Maintenance and Lifecycle Costs: Beyond the initial purchase, the long-term maintenance, training, and operational costs of defense assets are substantial and must be factored into financial planning.

      Hapus
    3. IDN > SHOPPING – MY > CANCELLING
      IDN > BUYING – MY > LEASING
      IDN > PROCUREMENT – MY > RETIREMENT
      -
      Kegagalan proyek strategis "Malaydesh" (sebutan dalam konteks analisis Anda) bukan sekadar masalah teknis militer, melainkan refleksi dari kesehatan ekonomi makro negara tersebut =
      -
      1. Lumpuhnya Belanja Modal (CAPEX): Ketika rasio utang terhadap PDB meningkat, ruang fiskal untuk belanja alutsista yang mahal menyempit. Akibatnya, anggaran pertahanan habis hanya untuk biaya operasional (OPEX) seperti gaji dan pemeliharaan rutin.
      -
      2. Kehilangan Kepercayaan Vendor: Pola pembatalan kontrak (Letter of Intent yang tidak berujung kontrak formal) menciptakan persepsi negatif bagi produsen global (Dassault, Nexter, Boeing, dsb.), yang membuat negosiasi di masa depan menjadi lebih sulit dan mahal.
      -
      3. Proyek Mangkrak (LCS): Kasus LCS (Gowind Class) menjadi simbol kegagalan manajemen proyek kronis, di mana anggaran terserap namun fisik kapal tidak kunjung selesai, menciptakan opportunity cost yang sangat besar.
      ________________________________________
      KRONOLOGI "PRANK" PERTAHANAN MALAYDESH (2005 – 2026)
      2005: Prank China (Rudal KS-1A)
      Klaim: Najib Razak menyatakan setuju membeli rudal KS-1A dengan imbalan transfer teknologi.
      Hasil: Zonk. Tidak ada realisasi pembelian hingga dekade berikutnya.
      -
      2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
      Klaim: Mempersempit pilihan ke Rafale untuk 18 unit jet tempur (USD 2 miliar).
      Hasil: Mangkrak. Ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran akut.
      -
      2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
      Klaim: Penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk 20 unit artileri 155mm.
      Hasil: Batal. Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; beralih ke unit lain.
      -
      2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
      Klaim: Pernyataan ketertarikan resmi dari pejabat Kemenhan Pakistan.
      Hasil: Prank. Tidak ada akuisisi, hanya sebatas wacana di media.
      -
      2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
      Klaim: Janji penandatanganan kontrak kapal MRSS pada Agustus 2018.
      Hasil: Zonk. Hingga kini kontrak dengan PT PAL Indonesia tidak pernah terealisasi.
      -
      2022: Prank India (HAL Tejas)
      Klaim: Tejas jadi kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut.
      Hasil: Prank. Justru memilih FA-50 dari Korsel pada 2023.
      -
      2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
      Klaim: Peninjauan rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm.
      Hasil: Batal. Diganti dengan sistem lain/dibatalkan total.
      -
      2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
      Klaim: Harapan penyelesaian kesepakatan pasokan artileri EVA.
      Hasil: Mangkrak. Tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
      -
      2023: Prank PBB (IAG Guardian)
      Klaim: Pengiriman unit untuk misi UNIFIL.
      Hasil: Gagal Operasional. Dinyatakan tidak layak spek oleh PBB, berujung sanksi pemotongan biaya.
      -
      2024–2025: Prank Black Hawk
      Klaim: Rencana sewa 4 helikopter UH-60A Black Hawk dari Aerotree Defence untuk ganti helikopter Nuri.
      Hasil: Mangkrak. Proses berbelit dan tidak ada kepastian unit tiba.
      -
      2026: Prank Kuwait (F/A-18 Hornet) – UPDATE
      Klaim: Ketertarikan kuat membeli jet bekas Kuwait untuk penguatan instan.
      Hasil: Dibatalkan Resmi. Kabinet secara formal membatalkan rencana ini pada Februari 2026 karena masalah biaya logistik dan hasil evaluasi teknis yang buruk.
      -
      2026: Pembekuan Total (Anwar Ibrahim)
      Kejadian: PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan korupsi dan kartel di tubuh Kemenhan.
      ________________________________________
      GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
      pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 09.49
      horeyyyyy...F18 come to PAPA
      -
      GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
      Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
      Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
      -
      sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
      Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
      -
      GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
      Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA...

      Hapus
  41. PRANK 🦧GORILA = 2005 – 2026
    PRANK 🦧GORILA = 2005 – 2026
    PRANK 🦧GORILA = 2005 – 2026
    -
    2005: Prank China (KS-1A)
    Najib Razak menyatakan Malaydesh setuju secara prinsip membeli rudal jarak menengah KS-1A dari China dengan imbalan transfer teknologi. Hasil: Tidak ada realisasi pembelian hingga saat ini.
    -
    2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
    Malaydesh dilaporkan mempersempit pilihan ke Dassault Rafale untuk pengadaan 18 jet tempur senilai USD 2 miliar. Hasil: Proyek ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran.
    -
    2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
    Penandatanganan Letter of Intent (LoI) di DSA 2016 untuk 20 unit artileri Caesar 155mm. Hasil: Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; Malaydesh akhirnya memilih unit lain.
    -
    2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
    “The MALAYDESH government has shown interest in buying the JF-17 Thunder aircraft from Pakistan but the deal is yet to be finalized,” a senior Pakistan Ministry of Defense Production official told Arab News. Hasil: Malaydesh tiada akusisi jet tersebut.
    -
    2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
    Klaim bahwa kontrak kapal MRSS akan ditandatangani Agustus 2018. Hasil: Hingga saat ini, kontrak tersebut tidak pernah terealisasi dengan PT PAL.
    -
    2022: Prank India (HAL Tejas)
    Malaydesh mengidentifikasi Tejas sebagai kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut. Hasil: Malaydesh justru memilih FA-50 Block 20 dari Korea Selatan pada 2023.
    -
    2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
    Kemenhan Malaydesh meninjau ulang rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm setelah sebelumnya dikabarkan akan dibeli. Hasil: Dibatalkan/diganti dengan sistem lain.
    -
    2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
    Malaydesh diharapkan menyelesaikan kesepakatan untuk pasokan EVA 155mm. Hasil: Senasib dengan Yavuz, tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
    =
    2023: Prank PBB (IAG Guardian)
    Sembilan kendaraan IAG Guardian yang dikirim untuk misi PBB (UNIFIL) dinyatakan tidak memenuhi persyaratan operasional, berujung pada sanksi pemotongan biaya operasional.
    -
    2024–2025 Prank Black Hawk
    Ini menjadi salah satu "prank" terbesar baru-baru ini. Malaydesh berencana menyewa empat helikopter UH-60A Black Hawk dari perusahaan lokal Aerotree Defence & Services untuk menggantikan helikopter Nuri yang sudah tua.
    -
    2024–2025 Prank Kuwait - Jet Tempur F/A-18 Hornet
    Malaydesh menunjukkan ketertarikan kuat untuk membeli jet tempur F/A-18 Hornet bekas milik Angkatan Udara Kuwait untuk menambah kekuatan udara mereka secara instan.
    -.
    2026 Pembekuan Pengadaan Massal
    Kejadian: Pada awal 2026, PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan semua keputusan pengadaan militer karena adanya penyelidikan dugaan korupsi dan kartel dalam kementerian pertahanan. Ini berdampak pada rencana-rencana yang sedang dibahas sepanjang 2024 dan 2025.
    ----------------
    2026 PM says =
    MISKIN ...... 2026 = FREEZES PROCUREMENT
    -
    KUALA LUMPUR, Jan 16 (Reuters) - The procurement decisions of the Malaydeshn armed forces and the police linked to a corruption probed will be temporarily frozen until they fully comply with related rules, state media reported, citing Prime Minister Anwar Ibrahim.
    ------------------
    2023 PM says =
    MISKIN ...... 2023 = CANCELLED 5 (FIVE) PROCUREMENT
    -
    KUALA LUMPUR:
    The defence ministry has 2023 = CANCELLED FIVE PROCUREMENT tenders for supplies, services and infrastructure projects. The cancellations were to avoid leakages in expenditure, and were in line with a policy of procurement through open tenders

    BalasHapus
  42. Indonesia Tanda Tangani “Letter of Intent” Pengadaan Jet Latih Tempur M-346 dari Italia

    https://indonesiadefense.com/indonesia-tanda-tangani-letter-of-intent-pengadaan-jet-latih-tempur-m-346-dari-italia/

    BalasHapus
    Balasan
    1. PRANK 🦧GORILA = 2005 – 2026
      PRANK 🦧GORILA = 2005 – 2026
      PRANK 🦧GORILA = 2005 – 2026
      -
      2005: Prank China (KS-1A)
      Najib Razak menyatakan Malaydesh setuju secara prinsip membeli rudal jarak menengah KS-1A dari China dengan imbalan transfer teknologi. Hasil: Tidak ada realisasi pembelian hingga saat ini.
      -
      2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
      Malaydesh dilaporkan mempersempit pilihan ke Dassault Rafale untuk pengadaan 18 jet tempur senilai USD 2 miliar. Hasil: Proyek ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran.
      -
      2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
      Penandatanganan Letter of Intent (LoI) di DSA 2016 untuk 20 unit artileri Caesar 155mm. Hasil: Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; Malaydesh akhirnya memilih unit lain.
      -
      2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
      “The MALAYDESH government has shown interest in buying the JF-17 Thunder aircraft from Pakistan but the deal is yet to be finalized,” a senior Pakistan Ministry of Defense Production official told Arab News. Hasil: Malaydesh tiada akusisi jet tersebut.
      -
      2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
      Klaim bahwa kontrak kapal MRSS akan ditandatangani Agustus 2018. Hasil: Hingga saat ini, kontrak tersebut tidak pernah terealisasi dengan PT PAL.
      -
      2022: Prank India (HAL Tejas)
      Malaydesh mengidentifikasi Tejas sebagai kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut. Hasil: Malaydesh justru memilih FA-50 Block 20 dari Korea Selatan pada 2023.
      -
      2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
      Kemenhan Malaydesh meninjau ulang rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm setelah sebelumnya dikabarkan akan dibeli. Hasil: Dibatalkan/diganti dengan sistem lain.
      -
      2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
      Malaydesh diharapkan menyelesaikan kesepakatan untuk pasokan EVA 155mm. Hasil: Senasib dengan Yavuz, tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
      =
      2023: Prank PBB (IAG Guardian)
      Sembilan kendaraan IAG Guardian yang dikirim untuk misi PBB (UNIFIL) dinyatakan tidak memenuhi persyaratan operasional, berujung pada sanksi pemotongan biaya operasional.
      -
      2024–2025 Prank Black Hawk
      Ini menjadi salah satu "prank" terbesar baru-baru ini. Malaydesh berencana menyewa empat helikopter UH-60A Black Hawk dari perusahaan lokal Aerotree Defence & Services untuk menggantikan helikopter Nuri yang sudah tua.
      -
      2024–2025 Prank Kuwait - Jet Tempur F/A-18 Hornet
      Malaydesh menunjukkan ketertarikan kuat untuk membeli jet tempur F/A-18 Hornet bekas milik Angkatan Udara Kuwait untuk menambah kekuatan udara mereka secara instan.
      -.
      2026 Pembekuan Pengadaan Massal
      Kejadian: Pada awal 2026, PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan semua keputusan pengadaan militer karena adanya penyelidikan dugaan korupsi dan kartel dalam kementerian pertahanan. Ini berdampak pada rencana-rencana yang sedang dibahas sepanjang 2024 dan 2025.
      ----------------
      HUTANG BAYAR HUTANG = 2010-2025
      utang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD





      Hapus
    2. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
      -
      KLAIM LCS CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      1. Tata Kelola dan Korupsi yang Buruk:
      • Skandal Korupsi: Ini adalah akar masalah utama. Proyek LCS telah dirundung tuduhan korupsi, penyalahgunaan dana, dan konflik kepentingan sejak awal. Penyelidikan oleh berbagai badan, termasuk Komite Akuntan Publik (PAC) parlemen Malaydesh dan Komisi Anti-Korupsi Malaydesh (MACC), telah mengungkap banyak anomali.
      • Pengambilan Keputusan yang Meragukan: Keputusan-keputusan penting dalam proyek, seperti pemilihan desain kapal (Gowind class dari Naval Group Prancis), seringkali dipertanyakan apakah didasarkan pada pertimbangan teknis terbaik atau kepentingan lain.
      • Kurangnya Transparansi: Kurangnya transparansi dalam kontrak, pengadaan, dan alur pembayaran telah mempersulit pengawasan dan akuntabilitas.
      -----------------
      2. Masalah Finansial dan Pembengkakan Biaya:
      • Pembengkakan Anggaran: Biaya proyek telah melonjak jauh dari perkiraan awal. Kontrak senilai RM9 miliar (sekitar USUSD2,1 miliar) untuk enam kapal LCS pada tahun 2011 kini diperkirakan membutuhkan lebih banyak lagi, padahal belum ada satu pun kapal yang selesai.
      • Misappropriasi Dana: Sebagian besar uang yang dibayarkan di muka kepada kontraktor utama, Boustead Naval Shipyard (BNS), diduga tidak digunakan untuk pembelian komponen atau pembangunan kapal, melainkan dialihkan atau disalahgunakan. Ini menyebabkan BNS gagal membayar sub-kontraktor dan pemasok.
      • Ketergantungan pada Pinjaman: Karena masalah aliran kas dan dugaan penyalahgunaan dana, BNS dan entitas terkait harus bergantung pada pinjaman dari berbagai lembaga keuangan. Keterlibatan 17 kreditor menunjukkan betapa parahnya masalah keuangan yang dihadapi BNS dan betapa rumitnya struktur utang proyek ini. Ini juga mengindikasikan bahwa dana awal dari pemerintah tidak cukup atau tidak dikelola dengan baik.
      -----------------
      3. Ketidakmampuan Kontraktor Utama (Boustead Naval Shipyard - BNS):
      • Kurangnya Kapabilitas Teknis dan Manajerial: Meskipun BNS memiliki pengalaman dalam pembangunan dan perbaikan kapal, proyek LCS dengan skala dan kompleksitas ini mungkin di luar kapasitasnya. Ada dugaan bahwa BNS tidak memiliki keahlian teknis yang memadai untuk mengelola proyek sebesar ini secara efektif.
      • Manajemen Proyek yang Buruk: Penjadwalan, pengadaan material, dan koordinasi antara berbagai pihak (desainer, pemasok, sub-kontraktor) sangat buruk. Ini menyebabkan penundaan yang signifikan dalam setiap tahap pembangunan.
      • Masalah Rantai Pasokan: Kegagalan BNS membayar sub-kontraktor dan pemasok menyebabkan terhentinya pasokan komponen penting. Banyak peralatan yang sudah dipesan tidak dapat dikirim karena pembayaran yang tertunda.
      -----------------
      4. Campur Tangan Politik dan Perubahan Kebijakan:
      • Perubahan Pemerintah: Pergantian pemerintahan di Malaydesh (misalnya, setelah pemilu 2018 dan 2020) seringkali membawa tinjauan ulang terhadap proyek-proyek besar. Ini bisa menunda keputusan, mengubah arah, atau mengungkap masalah sebelumnya.
      • Kurangnya Visi Jangka Panjang: Kebijakan pertahanan dan pengadaan seringkali terpengaruh oleh siklus politik jangka pendek, yang dapat mengganggu kontinuitas dan perencanaan strategis proyek jangka panjang seperti pembangunan kapal perang.

      Hapus
  43. PRANK 🦧GORILA = 2005 – 2026
    PRANK 🦧GORILA = 2005 – 2026
    PRANK 🦧GORILA = 2005 – 2026
    -
    2005: Prank China (KS-1A)
    Najib Razak menyatakan Malaydesh setuju secara prinsip membeli rudal jarak menengah KS-1A dari China dengan imbalan transfer teknologi. Hasil: Tidak ada realisasi pembelian hingga saat ini.
    -
    2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
    Malaydesh dilaporkan mempersempit pilihan ke Dassault Rafale untuk pengadaan 18 jet tempur senilai USD 2 miliar. Hasil: Proyek ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran.
    -
    2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
    Penandatanganan Letter of Intent (LoI) di DSA 2016 untuk 20 unit artileri Caesar 155mm. Hasil: Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; Malaydesh akhirnya memilih unit lain.
    -
    2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
    “The MALAYDESH government has shown interest in buying the JF-17 Thunder aircraft from Pakistan but the deal is yet to be finalized,” a senior Pakistan Ministry of Defense Production official told Arab News. Hasil: Malaydesh tiada akusisi jet tersebut.
    -
    2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
    Klaim bahwa kontrak kapal MRSS akan ditandatangani Agustus 2018. Hasil: Hingga saat ini, kontrak tersebut tidak pernah terealisasi dengan PT PAL.
    -
    2022: Prank India (HAL Tejas)
    Malaydesh mengidentifikasi Tejas sebagai kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut. Hasil: Malaydesh justru memilih FA-50 Block 20 dari Korea Selatan pada 2023.
    -
    2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
    Kemenhan Malaydesh meninjau ulang rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm setelah sebelumnya dikabarkan akan dibeli. Hasil: Dibatalkan/diganti dengan sistem lain.
    -
    2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
    Malaydesh diharapkan menyelesaikan kesepakatan untuk pasokan EVA 155mm. Hasil: Senasib dengan Yavuz, tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
    =
    2023: Prank PBB (IAG Guardian)
    Sembilan kendaraan IAG Guardian yang dikirim untuk misi PBB (UNIFIL) dinyatakan tidak memenuhi persyaratan operasional, berujung pada sanksi pemotongan biaya operasional.
    -
    2024–2025 Prank Black Hawk
    Ini menjadi salah satu "prank" terbesar baru-baru ini. Malaydesh berencana menyewa empat helikopter UH-60A Black Hawk dari perusahaan lokal Aerotree Defence & Services untuk menggantikan helikopter Nuri yang sudah tua.
    -
    2024–2025 Prank Kuwait - Jet Tempur F/A-18 Hornet
    Malaydesh menunjukkan ketertarikan kuat untuk membeli jet tempur F/A-18 Hornet bekas milik Angkatan Udara Kuwait untuk menambah kekuatan udara mereka secara instan.
    -.
    2026 Pembekuan Pengadaan Massal
    Kejadian: Pada awal 2026, PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan semua keputusan pengadaan militer karena adanya penyelidikan dugaan korupsi dan kartel dalam kementerian pertahanan. Ini berdampak pada rencana-rencana yang sedang dibahas sepanjang 2024 dan 2025.
    ----------------
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    ---------------------------
    PERBANDINGAN ANGGARAN PERTAHANAN ASEAN 2026 =
    -
    1. INDONESIA
    Rp 335,2 triliun (~USD 20 miliar). Lonjakan 37% dari 2025; fokus pada alutsista baru dan konsep pertahanan total.
    -
    2. SINGAPURA
    SGD 20 miliar (~USD 15 miliar). Konsisten 3–4% dari PDB; investasi jangka panjang untuk teknologi pertahanan canggih.
    -
    3. VIETNAM
    USD 6–7 miliar (estimasi). Tren meningkat, diproyeksi mencapai USD 10,2 miliar pada 2029; fokus pada Laut Cina Selatan.
    -
    4. THAILAND
    204,434 juta baht (~USD 5,7 miliar). Prioritas pada akuisisi jet Gripen dan modernisasi angkatan udara.
    -
    5. FILIPINA
    295–299 miliar (~USD 5,2 miliar). Naik 16% dari 2025; termasuk ₱40 miliar untuk program modernisasi AFP, dengan fokus pada penguatan airpower dan sistem pertahanan rudal
    -
    6. MALAYDESH
    RM 21,2–21,7 miliar (~USD 4,5–4,7 miliar). Fokus modernisasi bertahap: sistem pertahanan udara, kapal perang, dan kendaraan taktis

    BalasHapus
  44. M346F kita ASET JET TEMPUR PREMIUM haha!🤑👍😆
    Sangat Mahal..Spesial Untuk Genk Elit bukan Tim Sulit macam negri🎰kasino kuala lumpo..dmiskinos haha!🤪😵‍💫🤪

    UDA LOA yaa..jangan nangis Cup Cup Cup haha!😭🥶😭

    BalasHapus
  45. PRANK 🦧GORILA = 2005 – 2026
    PRANK 🦧GORILA = 2005 – 2026
    PRANK 🦧GORILA = 2005 – 2026
    -
    2005: Prank China (KS-1A)
    Najib Razak menyatakan Malaydesh setuju secara prinsip membeli rudal jarak menengah KS-1A dari China dengan imbalan transfer teknologi. Hasil: Tidak ada realisasi pembelian hingga saat ini.
    -
    2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
    Malaydesh dilaporkan mempersempit pilihan ke Dassault Rafale untuk pengadaan 18 jet tempur senilai USD 2 miliar. Hasil: Proyek ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran.
    -
    2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
    Penandatanganan Letter of Intent (LoI) di DSA 2016 untuk 20 unit artileri Caesar 155mm. Hasil: Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; Malaydesh akhirnya memilih unit lain.
    -
    2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
    “The MALAYDESH government has shown interest in buying the JF-17 Thunder aircraft from Pakistan but the deal is yet to be finalized,” a senior Pakistan Ministry of Defense Production official told Arab News. Hasil: Malaydesh tiada akusisi jet tersebut.
    -
    2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
    Klaim bahwa kontrak kapal MRSS akan ditandatangani Agustus 2018. Hasil: Hingga saat ini, kontrak tersebut tidak pernah terealisasi dengan PT PAL.
    -
    2022: Prank India (HAL Tejas)
    Malaydesh mengidentifikasi Tejas sebagai kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut. Hasil: Malaydesh justru memilih FA-50 Block 20 dari Korea Selatan pada 2023.
    -
    2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
    Kemenhan Malaydesh meninjau ulang rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm setelah sebelumnya dikabarkan akan dibeli. Hasil: Dibatalkan/diganti dengan sistem lain.
    -
    2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
    Malaydesh diharapkan menyelesaikan kesepakatan untuk pasokan EVA 155mm. Hasil: Senasib dengan Yavuz, tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
    =
    2023: Prank PBB (IAG Guardian)
    Sembilan kendaraan IAG Guardian yang dikirim untuk misi PBB (UNIFIL) dinyatakan tidak memenuhi persyaratan operasional, berujung pada sanksi pemotongan biaya operasional.
    -
    2024–2025 Prank Black Hawk
    Ini menjadi salah satu "prank" terbesar baru-baru ini. Malaydesh berencana menyewa empat helikopter UH-60A Black Hawk dari perusahaan lokal Aerotree Defence & Services untuk menggantikan helikopter Nuri yang sudah tua.
    -
    2024–2025 Prank Kuwait - Jet Tempur F/A-18 Hornet
    Malaydesh menunjukkan ketertarikan kuat untuk membeli jet tempur F/A-18 Hornet bekas milik Angkatan Udara Kuwait untuk menambah kekuatan udara mereka secara instan.
    -.
    2026 Pembekuan Pengadaan Massal
    Kejadian: Pada awal 2026, PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan semua keputusan pengadaan militer karena adanya penyelidikan dugaan korupsi dan kartel dalam kementerian pertahanan. Ini berdampak pada rencana-rencana yang sedang dibahas sepanjang 2024 dan 2025.
    ----------------
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    ---------------------------
    PERBANDINGAN ANGGARAN PERTAHANAN ASEAN 2026 =
    -
    1. INDONESIA
    Rp 335,2 triliun (~USD 20 miliar). Lonjakan 37% dari 2025; fokus pada alutsista baru dan konsep pertahanan total.
    -
    2. SINGAPURA
    SGD 20 miliar (~USD 15 miliar). Konsisten 3–4% dari PDB; investasi jangka panjang untuk teknologi pertahanan canggih.
    -
    3. VIETNAM
    USD 6–7 miliar (estimasi). Tren meningkat, diproyeksi mencapai USD 10,2 miliar pada 2029; fokus pada Laut Cina Selatan.
    -
    4. THAILAND
    204,434 juta baht (~USD 5,7 miliar). Prioritas pada akuisisi jet Gripen dan modernisasi angkatan udara.
    -
    5. FILIPINA
    295–299 miliar (~USD 5,2 miliar). Naik 16% dari 2025; termasuk ₱40 miliar untuk program modernisasi AFP, dengan fokus pada penguatan airpower dan sistem pertahanan rudal
    -
    6. MALAYDESH
    RM 21,2–21,7 miliar (~USD 4,5–4,7 miliar). Fokus modernisasi bertahap: sistem pertahanan udara, kapal perang, dan kendaraan taktis

    BalasHapus
  46. M346F kita ASET JET TEMPUR PREMIUM haha!🤑👍😆
    Sangat Mahal..Spesial Untuk Genk Elit bukan Tim Sulit macam negri🎰kasino kuala lumpo..dmiskinos haha!🤪😵‍💫🤪

    UDA LOA yaa..jangan nangis Cup Cup Cup haha!😭🥶😭

    WARGANYET kl, KALAH LAGGIII haha!🍌🦏🍌
    ######
    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiM_xCoQ3XFRdymrLVwgcKBAjWnMy_8pl7m4Gmyk9T4hEteLXwgKlita-YflWudvDvkNqAe53qX3BNhze7VlNiCH5EoEWknHL7ZqC-p2bFZUUj8X3PoHNMchCnDDJ37nNrGS0FkoXeCPQp8jB_O3K7Q7FME9YNkbk62rsuauglHS6C1x374Zt7foRRirU1x/s567/Photo_Signing%20Ceremony_Letter%20of%20Award_Indonesia_Leonardo_M-346F.jpeg

    BalasHapus
  47. Surat Pernyataan Niat (Letter of Intent/LOI).....HAHAHAHAHA



    “Pada Singapore Air Show 2026, Leonardo mengumumkan penandatanganan Surat Pernyataan Niat (Letter of Intent/LOI) dengan PT ESystem Solutions Indonesia dan Kemhan RI yang bertujuan untuk bekerja sama dalam penyediaan dan dukungan pesawat Leonardo M-346 F Block 20 untuk memenuhi kebutuhan operasional TNI AU.

    BalasHapus
    Balasan
    1. FA50MURAH VERSI DOWNGRADE FA50PL MAHAL
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
      -
      Harga pesawat FA-50 Fighting Eagle buatan Korea Selatan bervariasi antar negara:
      -
      1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
      -
      2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
      -
      3. Malaydesh : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
      =============
      =============
      PEKANBARU - KL : 291 KM
      PONTIANAK - SERAWAK : 498 KM
      ---------
      1. RAFALE ± 1852 KM
      2. KF-21 Boramae ± 1.000–1.100 km
      3. F-16C/D Block 50/52 ± 1.000–1.300 km
      4. KAAN ± 1.100–1.400 km
      ---------
      IDN ROK =
      64 KF21
      64 KF21
      64 KF21
      -
      Juni 2025 – Revised Deal
      Indonesia menandatangani kesepakatan baru untuk 48 unit KF-21 Boramae..
      -
      2026 – Rencana Tambahan
      Indonesia mempertimbangkan pembelian 16 unit KF-21 Block 2.
      Proposal diajukan oleh Presiden Prabowo Subianto kepada Presiden Korea Selatan di KTT APEC 2025.
      -
      📝 Ringkasan
      Block I : 48 unit KF-21 Boramae (2025).
      Block II : 16 unit KF-21 Block 2 (2026, ).
      Total = 64 unit.
      ----------
      2025 TAI DAN KEMENHAN RI =
      48 KAAN GEN 5
      48 KAAN GEN 5
      48 KAAN GEN 5
      11 Haziran 2025 tarihinde Endonezya Savunma Bakanlığı ile imzaladığımız ve toplamda 48 adet KAAN uçağına yönelik iş birliğini kapsayan “Devletten Devlete (G2G) Tedarik Anlaşması” doğrultusunda; bu anlaşmanın tüm detaylarını ve teknik eklerini içeren ticari sözleşmenin imza törenini bugün itibarıyla gerçekleştirdik.
      -----------
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      6 RAFALE SEPTEMBER 2022
      18 RAFALE AGUSTUS 2023
      18 RAFALE JANUARI 2024
      DASSAULT AVIATION = 42 RAFALE
      (Saint-Cloud, le 8 Janvier 2024) – La dernière tranche de 18 Rafale pour l’Indonésie est entrée en vigueur ce jour. Elle fait suite à l’entrée en vigueur, en septembre 2022 et en août 2023, de la première et de la deuxième tranche de 6 et 18 Rafale, et vient ainsi compléter le NOmbre d’avions en commande pour l’Indonésie dans le cadre du contrat signé en février 2022 pour l’acquisition de 42 Rafale.

      Hapus
    2. AGREEMENT ON RECIPROCAL TRADE (ART):
      -
      🇮🇩 Indonesia
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.819 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 38,4 Miliar.
      -
      🇲🇾 Malaydesh
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.711 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 242 Miliar.
      -
      🇻🇳 Vietnam
      Jumlah Item (Tarif 0%): ± 1.550 - 1.600 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 180 - 210 Miliar.
      -
      🇹🇭 Thailand
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.425 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 85 - 110 Miliar.
      -
      🇵🇭 Filipina
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.200 - 1.350 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 35 - 55 Miliar.
      -
      🇰🇭 Kamboja
      Jumlah Item (Tarif 0%): 800 - 950 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: Fokus Pembukaan Pasar.
      -
      🇸🇬 Singapura
      Jumlah Item (Tarif 0%): Sesuai ketentuan FTA bilateral lama.
      Komitmen Nilai ke AS: Tidak ada penambahan nilai baru.
      -
      🇧🇳 Brunei 🇱🇦 Laos 🇲🇲 Myanmar
      Jumlah Item (Tarif 0%): 0 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: Belum ada komitmen (Belum tanda tangan).
      ________________________________________
      Kedaulatan Data Digital
      -
      Data Komersial Saja: Pemerintah menegaskan bahwa transfer data lintas batas ke Amerika Serikat hanya mencakup data komersial, bukan data pribadi kependudukan [MetroTVNews].
      -
      Payung Hukum: Proses ini diawasi ketat oleh Kementerian Komunikasi dan Digital dan wajib patuh pada UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) yang berlaku penuh sejak akhir 2024.
      -
      Mekanisme Aman: Kesepakatan perdagangan ini menjadi dasar hukum yang menjamin privasi warga negara dari risiko pelanggaran data [detikNews].
      ________________________________________
      Dominasi Saham PT Freeport Indonesia (PTFI)
      -
      Kepemilikan Mayoritas: Indonesia akan menguasai total 63,23% saham di Freeport, meningkat dari sebelumnya yang sebesar 51,23% [CNBC Indonesia].
      -
      Tambahan Saham Gratis: Menteri Investasi Rosan Roeslani dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengonfirmasi tambahan 12% saham didapatkan secara cuma-cuma (free of charge) sebagai syarat perpanjangan izin [Kompas.id].
      -
      Target Rampung: Proses divestasi saham tambahan ini ditargetkan selesai sepenuhnya pada kuartal pertama tahun 2026 [detikFinance].
      ________________________________________Ringkasan Sumber Utama
      Pernyataan Sumber Berita/Otoritas
      Data Komersial & UU PDP = Kementerian Komdigi, MetroTVNews, detikNews, UU No. 27 Tahun 2022.
      -
      Saham Freeport 63% (12% Gratis) = Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi Rosan Roeslani, CNBC Indonesia, Kompas, detikFinance.

      Hapus
  48. Salam dari M346F blok 20 kita nanti seperti ini gaesz...display besar, Moderen haha!👍😎👍
    uda mirip jet gen 5

    fa50M(URAH) pasti gak punyak sperti ini, usang sich haha!😜😄😜
    =====
    Leonardo prototype cockpit for its Block 20-standard M-346 at training conference in Sardinia
    https://d3lcr32v2pp4l1.cloudfront.net/Pictures/780xany/0/9/9/109099_m346block20newcockpit_410594_crop.jpeg

    BalasHapus
  49. MEMALUKAN...di klaim awal konon sudah beli M346...Lah ternyata baru sebatas LOI guys...LOI/SURAT PENYATAAN NIAT....HAHAHHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. 24 SNIPER ATP Indonesia
      24 SNIPER ATP Indonesia
      24 SNIPER ATP Indonesia
      -
      The Government of Indonesia has requested a sale for the regeneration and upgrade of 24 F-16C/D Block 25 aircraft and 28 F100-PW-200 or F100-PW-220E engines being granted as Excess Defense Articles. The upgrade includes the following major systems and components: LAU-129A/A Launchers, ALR-69 Radar Warning Receivers, ARC-164/186 Radios, Expanded Enhanced Fire Control (EEFC) or Commercial Fire Control, or Modular Mission Computers, ALQ-213 Electronic Warfare Management Systems, ALE-47 Countermeasures Dispenser Systems, Cartridge Actuated Devices/Propellant Actuated Devices (CAD/PAD), Situational Awareness Data Link, Enhance Position Location Reporting Systems (EPLRS), LN-260 (SPS version, non-PPS), and AN/AAQ-33 SNIPER or AN/AAQ-28 LITENING Targeting Systems
      ---------
      34 SNIPER ATP POLANDIA
      34 SNIPER ATP POLANDIA
      34 SNIPER ATP POLANDIA
      -
      Pemerintah Polandia telah memesan total 34 unit Sniper Advanced Targeting Pod (ATP) dalam beberapa tahun terakhir untuk memperkuat armada tempurnya.
      Berikut adalah rincian pesanan tersebut berdasarkan data terbaru hingga Februari 2026:
      Jumlah Pesanan: Polandia secara resmi menandatangani kontrak untuk pembelian 34 unit Sniper ATP pada Agustus 2023.
      Nilai Kontrak: Total nilai pengadaan ini mencapai sekitar $124,7 juta (sebelumnya diperkirakan mencapai $250 juta, namun nilai akhir kontrak yang disetujui adalah sekitar $90,68 juta hingga $105 juta tergantung paket logistik).
      ==================
      ==================
      10 SNIPER ATP MALAYDESH
      10 SNIPER ATP MALAYDESH
      10 SNIPER ATP MALAYDESH
      -
      WASHINGTON, May 6, 2024 - The State Department has made a determination approving a possible Foreign Military Sale to the Government of Malaydesh of Sniper Advanced Targeting Pods and related equipment for an estimated cost of $80 million. The Defense Security Cooperation Agency delivered the required certification notifying Congress of this possible sale today
      -
      18 FA50Murah = DI TIPU KOREA (CONNED KOREA)
      10 LCA
      8 FLIT :
      Korea Aerospace Industries won the LCA / LIFT competition (which suffered a competitive challenge attempt) to supply the Royal Malaydeshn Air Force (RMAF or TUDM) with 18 light combat and advanced trainer aircraft. Eight of these aircraft are to be configured primarily as Lead Advanced Trainer (LIFT), while the remaining ten would be Light Fighter Aircraft (LCA) combat aircraft.
      -
      VETO AIM-120 AMRAAM =
      1. Strategi "Segmentation and Locking" (Segmentasi Pasar)
      Amerika Serikat (melalui Lockheed Martin) ingin memastikan bahwa setiap pesawat tempur memiliki "kasta" yang jelas.
      Menghindari Kanibalisasi: Jika FA-50 (yang jauh lebih murah) diberi kemampuan rudal jarak jauh (BVR) yang setara dengan F-16, maka nilai jual F-16 Viper akan merosot. Banyak negara akan memilih membeli dua atau tiga unit FA-50 daripada satu unit F-16 jika keduanya memiliki daya pukul yang sama.
      Kendali Jarak Jauh: Dengan menahan izin integrasi AMRAAM, AS secara efektif "mengunci" FA-50 pada peran serangan darat atau patroli udara jarak dekat saja. Hal ini memaksa negara seperti Polandia untuk tetap bergantung pada F-16 atau F-35 untuk misi supremasi udara yang lebih kritis.

      Hapus
    2. POLANDIA ANGGOTA NATO =
      USA BLOKIR AMRAAMs
      USA BLOKIR AMRAAMs
      USA BLOKIR AMRAAMs
      USA BLOKIR AMRAAMs
      USA BLOKIR AMRAAMs
      USA BLOKIR AMRAAMs
      USA BLOKIR AMRAAMs
      --------------
      Pembatalan rencana upgrade 12 unit FA-50GF Polandia ke standar FA-50PL karena masalah integrasi rudal AIM-120 AMRAAM:
      --------------
      Defence Express (29 Desember 2025):
      "Poland Says Upgrading FA-50 Jets Is Uneconomical But U.S. Missile Ban Is the Real Story"
      Laporan ini menjelaskan bahwa meskipun alasan resmi yang diberikan adalah "tidak layak secara ekonomi," masalah sebenarnya adalah penolakan atau hambatan prosedur dari Amerika Serikat untuk mengintegrasikan rudal AIM-120 AMRAAM pada platform tersebut.
      --------------
      Militarnyi (30 Desember 2025):
      "Poland Reclaims AIM-9L Missiles to Equip FA-50GF Fighter Jets"
      Berita ini menyoroti tantangan integrasi senjata pada FA-50 Polandia. Disebutkan bahwa integrasi AIM-120 AMRAAM masih menjadi kendala besar karena pendanaan awal tidak mencakup biaya integrasi dan memerlukan persetujuan ketat dari pemerintah AS.
      --------------
      Warsaw Business Journal (14 Oktober 2024 - Latar Belakang Masalah):
      "Problems arising with FA-50 fighter contract between Polish and South Korea"
      Membahas komplikasi awal pada versi "Polonized" (FA-50PL), terutama mengenai ketidakpastian persetujuan AS untuk persenjataan canggih seperti AMRAAM.
      --------------
      POLANDIA ANGGOTA NATO =
      FA50PL = NO AMRAAMs
      FA50PL = BLOKIR USA KESULITAN IZIN SISTEM
      FA50PL = BLOKIR USA KESULITAN. LISENSI KOMPONEN
      Tanggal pengiriman awal yang ambisius pada tahun 2025 kemungkinan akan mundur paling cepat ke tahun 2027. Alasan di balik keterlambatan pengiriman tersebut ternyata bukan dari kemampuan produksi KAI, melainkan terkait izin atas lisensi komponen dan sistem.
      Pada tahap pengembangan varian FA-50PL (FA-50 Block 20), pihak-pihak terkait, yakni Badan Persenjataan Polandia, KAI, dan Lockheed Martin, harus menyelesaikan jalur hukum yang rumit untuk mendapatkan akses ke komponen yang dipatenkan guna mengintegrasikan senjata dan sistem kemampuan bertahan yang diinginkan.
      Sejauh negosiasi berlangsung, masalah utama yang tersisa adalah kurangnya perjanjian ekspor untuk GPS dan sistem persenjataan dari AS, yang membuat program tersebut berada dalam ketidakpastian. Selain itu, dilaporkan bahwa KAI masih menunggu izin dari Washington untuk mengintegrasikan rudal udara-ke-udara AIM-120 AMRAAM untuk FA-50PL.
      --------------
      Poin Penting dari Laporan Tersebut:
      Alasan Ekonomi: Mayor Jenderal Ireneusz Nowak dari Angkatan Udara Polandia menyatakan bahwa melakukan upgrade pada 12 unit pertama (blok Gap Filler) tidak lagi dianggap menguntungkan secara finansial.
      Masalah AMRAAM: FA-50PL Block 20 seharusnya memiliki kemampuan tempur jarak menengah/jauh (BVR). Namun, tanpa integrasi AIM-120 AMRAAM yang disetujui AS, pesawat ini hanya akan berfungsi sebagai jet latih atau pesawat tempur ringan dengan kemampuan terbatas (hanya rudal jarak pendek AIM-9).
      Status Unit: 12 unit FA-50GF yang sudah ada di Polandia akan tetap pada standar jet latih, sementara 36 unit FA-50PL yang sedang diproduksi masih menghadapi tantangan sertifikasi senjata dari pihak Amerika.

      Hapus
    3. -
      🇮🇩 Indonesia
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.819 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 38,4 Miliar.
      -
      🇲🇾 Malaydesh
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.711 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 242 Miliar.
      -
      🇻🇳 Vietnam
      Jumlah Item (Tarif 0%): ± 1.550 - 1.600 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 180 - 210 Miliar.
      -
      🇹🇭 Thailand
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.425 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 85 - 110 Miliar.
      -
      🇵🇭 Filipina
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.200 - 1.350 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 35 - 55 Miliar.
      ________________________________________
      GADAI KEDAULATAN
      GADAI KEDAULATAN
      GADAI KEDAULATAN
      ----------------------
      MALAYDESH TERJEBAK USA
      MALAYDESH TERJEBAK USA
      MALAYDESH TERJEBAK USA
      HTTPS://WWW.YOUTUBE.COM/WATCH?V=NNMRURMVATG
      ----------------------
      Mekanisme Kontrol: Klausul ini memungkinkan AS untuk memutus perjanjian secara sepihak jika Malaydesh menjalin kesepakatan perdagangan atau ekonomi digital dengan negara ketiga yang dianggap Washington merugikan kepentingan nasional atau ekonomi AS.
      ----------------------
      Target Geopolitik: Meskipun teksnya tidak menyebutkan negara tertentu, para analis sepakat bahwa klausul ini ditujukan untuk membatasi hubungan ekonomi Malaydesh dengan China, terutama dalam sektor strategis seperti semikonduktor dan mineral kritis (rare earth).
      ----------------------
      Kedaulatan & Kebijakan: Malaydesh diwajibkan untuk mengadopsi pembatasan perdagangan serupa jika diminta oleh AS demi "keamanan nasional". Kritikus dan oposisi di Malaydesh menyebut hal ini sebagai "penyerahan kedaulatan" karena mendikte kebijakan luar negeri Malaydesh.
      -
      MAHATHIR = MALAS MISKIN
      menyebut orang-orang suku Melayu terus-terusan miskin karena tak mau bekerja keras. Ia pun mengkritik sifat warga Melayu yang malah menyalahkan etnis lain karena kesuksesan mereka.
      -
      Sumber Berita:
      The New York Times (2025): "Mahathir Mohamad, 99, Reflects on a Contentious Legacy".
      Kompas (2019): "Mahathir: Suku Melayu Tetap Miskin karena Tak Mau Bekerja Keras".
      Today Online (2014): "Mahathir defends 'lazy Malays' remarks"
      -
      ANWAR IBRAHIM = MISKIN
      “Tapi saya kata, sebagai contoh projek tebatan banjir…kerana banjir itu menyeksa rakyat dan yang jadi mangsa itu orang miskin dan majoriti yang miskin itu Melayu. "Sebab itu kalau kita nak belanjakan kita kena teliti. Ini soal tadbir urus, mengurus negara itu harus dengan ketertiban, peraturan dan ke arah yang betul.
      -
      Sumber Berita:
      Bernama (2025): "PM Anwar Wants Flood Mitigation, Poverty Eradication Projects To Be Expedited".
      Kementerian Kewangan Malaydesh (2025): "PM Anwar: Flood Mitigation, Hardcore Poverty Eradication Projects Must Be Expedited".
      The Straits Times (2022): "Malaydesh PM Anwar halts $2b flood projects in widened dragnet".


      Hapus
    4. IDN > SHOPPING – MY > CANCELLING
      IDN > BUYING – MY > LEASING
      IDN > PROCUREMENT – MY > RETIREMENT
      ________________________________________
      FENOMENA "PRANK" POLITIK DALAM PERTAHANAN
      Daftar panjang "prank" dari tahun 2005 hingga 2026 menunjukkan adanya ketidakselarasan antara ambisi militer dan realitas anggaran:
      -
      1. Efek Domino Pembatalan: Mulai dari rudal China (2005) hingga jet tempur Kuwait (2025), setiap pembatalan menurunkan daya gentar (deterrence effect) negara tersebut di kawasan.
      -
      2. Kasus FA-50 & Hambatan AS: Meskipun FA-50 berhasil dikontrak, ketergantungan pada komponen AS (mesin/radar) menjadi titik lemah jika terjadi gesekan diplomasi, yang bisa berujung pada pemblokiran.
      -
      3. Isu Korupsi & Kartel (2026): Pengumuman pembekuan pengadaan oleh PM Anwar Ibrahim menunjukkan bahwa masalah bukan hanya soal uang, tetapi juga integritas sistem pengadaan yang menghambat modernisasi.
      ________________________________________
      KRONOLOGI "PRANK" PERTAHANAN MALAYDESH (2005 – 2026)
      2005: Prank China (Rudal KS-1A)
      Klaim: Najib Razak menyatakan setuju membeli rudal KS-1A dengan imbalan transfer teknologi.
      Hasil: Zonk. Tidak ada realisasi pembelian hingga dekade berikutnya.
      -
      2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
      Klaim: Mempersempit pilihan ke Rafale untuk 18 unit jet tempur (USD 2 miliar).
      Hasil: Mangkrak. Ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran akut.
      -
      2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
      Klaim: Penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk 20 unit artileri 155mm.
      Hasil: Batal. Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; beralih ke unit lain.
      -
      2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
      Klaim: Pernyataan ketertarikan resmi dari pejabat Kemenhan Pakistan.
      Hasil: Prank. Tidak ada akuisisi, hanya sebatas wacana di media.
      -
      2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
      Klaim: Janji penandatanganan kontrak kapal MRSS pada Agustus 2018.
      Hasil: Zonk. Hingga kini kontrak dengan PT PAL Indonesia tidak pernah terealisasi.
      -
      2022: Prank India (HAL Tejas)
      Klaim: Tejas jadi kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut.
      Hasil: Prank. Justru memilih FA-50 dari Korsel pada 2023.
      -
      2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
      Klaim: Peninjauan rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm.
      Hasil: Batal. Diganti dengan sistem lain/dibatalkan total.
      -
      2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
      Klaim: Harapan penyelesaian kesepakatan pasokan artileri EVA.
      Hasil: Mangkrak. Tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
      -
      2023: Prank PBB (IAG Guardian)
      Klaim: Pengiriman unit untuk misi UNIFIL.
      Hasil: Gagal Operasional. Dinyatakan tidak layak spek oleh PBB, berujung sanksi pemotongan biaya.
      -
      2024–2025: Prank Black Hawk
      Klaim: Rencana sewa 4 helikopter UH-60A Black Hawk dari Aerotree Defence untuk ganti helikopter Nuri.
      Hasil: Mangkrak. Proses berbelit dan tidak ada kepastian unit tiba.
      -
      2026: Prank Kuwait (F/A-18 Hornet) – UPDATE
      Klaim: Ketertarikan kuat membeli jet bekas Kuwait untuk penguatan instan.
      Hasil: Dibatalkan Resmi. Kabinet secara formal membatalkan rencana ini pada Februari 2026 karena masalah biaya logistik dan hasil evaluasi teknis yang buruk.
      -
      2026: Pembekuan Total (Anwar Ibrahim)
      Kejadian: PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan korupsi dan kartel di tubuh Kemenhan.
      ====================
      ====================
      DISIPLIN FISKAL VS. SPIRAL UTANG
      -
      1. Kesehatan Fiskal & Utang
      Indonesia: Kondisi Sehat. Utang pemerintah terjaga di ±40% PDB (limit UU 60%) dan utang rumah tangga sangat rendah (16%).
      Malaydesh: Kondisi Kritis. Utang pemerintah tembus 69% PDB (melampaui limit 65%) dengan utang rumah tangga ekstrem (84,3% - 85,8%).
      -
      2. Dampak Militer (Status Zonk/Mangkrak)
      Krisis keuangan menyebabkan lumpuhnya belanja modal pertahanan Malaydesh:
      1. MRCA (Pesawat Tempur): Vakum pengadaan sejak 2017.
      2. LCS (Kapal Perang): Proyek mangkrak sejak 2011.
      3. SPH & MRSS: Tanpa kepastian sejak 2016.
      4. F-18 Kuwait (2026): Resmi dibatalkan karena kendala biaya dan logistik.

      Hapus
  50. GARIBALDI+60 TB3+9 AKINCI =
    ASEAN
    AUSTRALIA
    ASIA TIMUR DAN SELATAN
    -
    Kombinasi 60 unit Bayraktar TB3 dan 9 unit Bayraktar Akıncı yang dioperasikan dari kapal induk seperti ITS Garibaldi (atau platform serupa di masa depan) merupakan lompatan strategis yang menempatkan hampir seluruh wilayah Asia Tenggara dan sekitarnya dalam jangkauan pemantauan dan serangan presisi Indonesia.
    Berikut adalah daftar negara yang masuk dalam jangkauan operasional jika aset ini disebar di titik strategis atau dibawa oleh kapal induk:
    -
    1. Jangkauan Drone Akıncı (Strategis - Jarak Jauh)
    Dengan jangkauan terbang hingga 7.500 km dan kemampuan terbang di ketinggian 40.000 kaki, Akıncı yang berpangkalan di wilayah kedaulatan Indonesia (seperti Natuna atau Sabang) secara teknis dapat menjangkau:
    Seluruh Negara ASEAN: Malaysia, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar.
    Australia Bagian Utara: Termasuk Darwin dan pangkalan militer di wilayah tersebut.
    Asia Timur & Selatan: Sebagian besar wilayah daratan India, Sri Lanka, serta area sensitif di Laut China Selatan hingga daratan Tiongkok bagian selatan.
    -
    2. Jangkauan Drone TB3 (Taktis - Kapal Induk)
    TB3 dirancang khusus dengan sayap lipat untuk beroperasi dari kapal dengan landasan pendek. Jika diduetkan dengan kapal seperti ITS Garibaldi yang bergerak di perairan internasional, jangkauannya menjadi tanpa batas (Global) selama kapal induk tersebut berada dalam radius 1.800+ km dari target.
    Negara Jiran Langsung: Malaysia, Singapura, dan Timor Leste berada dalam jangkauan permanen dari pangkalan darat manapun di Indonesia.
    Titik Panas (Flashpoints): Seluruh gugusan Kepulauan Spratly dan Paracel di Laut China Selatan dapat dipantau 24 jam non-stop dari kapal induk yang berpatroli di Laut Natuna Utara.
    -
    Mengapa Ini Disebut "Game-Changing"?
    Daya Tahan Tinggi: TB3 mampu mengudara lebih dari 24 jam, sementara Akıncı memiliki daya tahan serupa dengan beban tempur yang jauh lebih berat (1.500 kg muatan).
    Kemandirian Produksi: Melalui Joint Venture Company (JVC) antara perusahaan Turki dan Republikorp Indonesia, Indonesia tidak hanya membeli unit tetapi juga memiliki kemampuan perakitan dan pemeliharaan lokal.
    Efek Deterens: Kehadiran 60 TB3 memungkinkan Indonesia melakukan saturasi udara (menyerang dengan jumlah besar sekaligus) yang sulit ditangkal oleh sistem pertahanan udara konvensional.
    ------------------
    GAME-CHANGING.....
    60 TB3
    9 AKINCI
    (DEFENCE SECURITY ASIA) – In a landmark move set to reshape the defense landscape of Southeast Asia, Indonesian and Turkish defense companies have sealed a pivotal agreement to forge a joint venture, spearheading the production, assembly, and maintenance of cutting-edge unmanned combat aerial vehicles (UCAVs) in the region.
    The agreement—sealed in the presence of Turkish President Recep Tayyip Erdoğan and Indonesian President Prabowo Subianto—ushers in a new era of defense collaboration, paving the way for Indonesia’s acquisition of up to 60 cutting-edge Bayraktar TB3 UCAVs and nine formidable Bayraktar Akıncı UCAVs.
    -------------------
    JVC INDONESIA TURKI.....
    60 SET TB3
    9 SET AKINCI
    Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set

    BalasHapus
  51. CONTOH MEMBUAL..... HAHAHAHAH



    Menhan Sjafrie Pastikan Jet Tempur Chengdu J-10 Segera Mendarat di Indonesia

    https://garuda.tv/menhan-sjafrie-pastikan-jet-tempur-chengdu-j-10-segera-mendarat-di-indonesia/

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
      -
      KLAIM LCS CASH = LOAN
      Keterlibatan 17 Kreditor: Sebuah Cerminan Kompleksitas dan Keparahan
      Angka 17 kreditor ini bukan hanya sekadar angka, melainkan indikator multi-dimensi dari masalah yang sangat serius:
      • Keparahan Masalah Keuangan: Jika BNS membutuhkan pinjaman dari begitu banyak lembaga, ini menunjukkan bahwa satu atau dua kreditor saja tidak cukup (atau tidak mau) menanggung seluruh risiko. Masing-masing kreditor mungkin hanya bersedia memberikan porsi kecil karena persepsi risiko yang tinggi.
      • Kerumitan Struktur Utang:
      o Berbagai Jenis Utang: Kemungkinan melibatkan berbagai jenis pinjaman: utang bank komersial, obligasi, pinjaman dari lembaga keuangan non-bank, mungkin juga pinjaman sindikasi (beberapa bank patungan memberikan pinjaman besar).
      o Jangka Waktu Berbeda: Pinjaman-pinjaman ini bisa memiliki jangka waktu pembayaran yang bervariasi (jangka pendek, menengah, panjang), suku bunga yang berbeda, dan persyaratan (covenant) yang unik. Ini membuat pengelolaan utang menjadi sangat kompleks dan rentan terhadap kesalahan.
      o Prioritas Pembayaran: Dalam skenario default, menentukan siapa yang harus dibayar terlebih dahulu dari 17 kreditor ini bisa menjadi sangat rumit dan seringkali berujung pada perselisihan hukum.
      • Indikasi Kepercayaan yang Menurun: Semakin banyak kreditor kecil yang terlibat dibandingkan satu atau dua kreditor besar, bisa menunjukkan bahwa kreditor besar memiliki kekhawatiran yang cukup besar sehingga mereka tidak mau mengambil risiko terlalu banyak.
      • Tekanan Konstan: Dengan begitu banyak pihak yang harus dilayani (pembayaran bunga, pokok pinjaman), BNS akan berada di bawah tekanan konstan untuk menghasilkan uang, yang seringkali menyebabkan keputusan bisnis yang kurang strategis atau terburu-buru.
      Dana Awal dari Pemerintah: Tidak Cukup atau Tidak Dikelola dengan Baik?
      Pernyataan ini menyentuh akar masalah yang mungkin terjadi pada tahap awal proyek:
      • Tidak Cukup:
      o Perencanaan Anggaran Buruk: Perencanaan awal mungkin meremehkan total biaya proyek atau mengabaikan potensi risiko yang membutuhkan dana cadangan.
      o Kenaikan Biaya Tak Terduga: Proyek mungkin menghadapi kenaikan harga bahan baku, perubahan regulasi, atau masalah teknis yang tidak diantisipasi, sehingga dana awal menjadi tidak memadai.
      • Tidak Dikelola dengan Baik: Ini adalah skenario yang lebih mengkhawatirkan dan seringkali berkaitan erat dengan "dugaan penyalahgunaan dana".
      o Boros: Pengeluaran yang tidak perlu, pembelian dengan harga mahal, atau operasional yang tidak efisien menghabiskan dana lebih cepat.
      o Tidak Transparan: Kurangnya akuntabilitas dalam penggunaan dana, membuat sulit untuk melacak ke mana uang itu pergi.
      o Pengalihan Dana: Dana pemerintah yang seharusnya untuk tujuan spesifik malah dialihkan untuk kepentingan lain (termasuk penyalahgunaan pribadi atau politik).

      Hapus
    2. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
      -
      KLAIM LCS CASH = LOAN
      💰 1. LIMITED DOMESTIC DEFENSE BUDGET
      • Malaydesh’s defense budget is modest — around 1% of GDP, which restricts large-scale acquisitions.
      • Instead of upfront payments, Malaydesh often negotiates deferred payment schemes, installment plans, or loans backed by export credit agencies (ECAs) from supplier countries.
      • These financing models allow Malaydesh to acquire high-value assets without immediate fiscal strain.
      -----------------
      ⚙️ 2. Need for Advanced Technology and Capabilities
      Malaydesh lacks the domestic capacity to produce high-end military platforms, so it turns to foreign suppliers:
      Country Asset Procured Financing/Support Mechanism
      🇰🇷 South Korea FA-50 Light Combat Aircraft Industrial offsets, local assembly, favorable terms
      🇮🇹 Italy ATR-72 Maritime Patrol Aircraft G2G deal, possible ECA-backed financing
      🇹🇷 Turkey ANKA MALE Drones Strategic partnership, tech transfer
      These deals often include training, maintenance, and technology sharing, which Malaydesh cannot yet provide internally.
      -----------------
      🏭 3. Desire to Build Local Defense Industry
      Malaydesh wants to reduce dependency and stimulate its own defense ecosystem:
      • Offsets: Foreign suppliers agree to invest in Malaydesh’s defense industry or transfer technology.
      • Joint Ventures: Local firms like Boustead Naval Shipyard (BNS) are involved in assembly and integration.
      • Local Assembly: 14 of the FA-50 jets will be assembled in Malaydesh, building technical capacity.
      💸 Role of Loans in Defense Procurement
      While not always disclosed as “loans,” Malaydesh’s defense deals often involve:
      • Export Credit Agency (ECA) Financing: Countries like Italy and South Korea use ECAs to offer low-interest loans or guarantees to support defense exports.
      • G2G Agreements: These bypass middlemen and commissions, reducing corruption risks and allowing for more favorable financing terms3.
      • Strategic Installment Plans
      --------------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
      • Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
      • Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
      1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
      --------------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
      • Persentase terhadap PDB: 84.3%
      • Jumlah penduduk Malaydesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
      2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
      Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang

      Hapus
    3. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
      -
      KLAIM LCS CASH = LOAN
      1. Budget Allocation for Defence:
      • Annual Budget: Each year, the Malaydeshn government allocates a portion of its national budget to the Ministry of Defence (MINDEF). This allocation covers operational expenses (salaries, maintenance, training), procurement of new equipment, and infrastructure development.
      • Priorities: The size of the defence budget is determined by various factors, including the perceived security threats, regional geopolitical landscape, economic conditions, and the government's overall strategic priorities.
      • Transparency: Details of the defence budget, particularly specific procurement projects and their funding sources, are not always fully transparent, which can make it challenging to track the exact correlation with loans.
      2. Military Procurement and Modernization:
      • High Costs: Modern military equipment (fighter jets, naval vessels, armoured vehicles, advanced weaponry) is extremely expensive.
      • Modernization Plans: Malaydesh, like many nations, has ongoing military modernization plans to replace aging assets and enhance its defence capabilities. These plans often span several years and require significant investment.
      • "Buy Malaydeshn" vs. Imports: While there's a push to support local defence industries, many high-tech systems still need to be imported from foreign manufacturers.
      3. Impact on the National Budget and Economy:
      • Debt Servicing: Repaying military loans (principal and interest) becomes a recurring expenditure in the national budget. This can divert funds from other critical sectors like education, healthcare, or infrastructure development.
      • Fiscal Space: Excessive reliance on military loans can constrain the government's fiscal space, limiting its ability to respond to economic shocks or invest in other priorities.
      • Currency Fluctuations: If loans are denominated in foreign currencies, fluctuations in exchange rates can increase the cost of repayment in Ringgit.
      • Opportunity Cost: Every Ringgit spent on military loans is a Ringgit that cannot be spent elsewhere, representing an opportunity cost for the nation's development.
      4. Factors Influencing Loan Decisions:
      • Urgency of Need: Geopolitical tensions or perceived immediate threats can accelerate procurement decisions, making loans a more attractive option to acquire equipment quickly.
      • Cost-Benefit Analysis: Governments are supposed to conduct a cost-benefit analysis before taking out loans, considering the strategic importance of the equipment versus the financial implications.
      • Diplomatic Relations: Loan offers, especially from foreign governments, can be tied to broader diplomatic and strategic relationships.
      • Transparency and Accountability: The level of transparency in procurement processes and loan agreements is crucial for public accountability and ensuring that funds are used efficiently and without corruption.
      Example Scenario:
      Imagine Malaydesh decides to acquire a new fleet of multi-role combat aircraft.
      • The total cost might be RM10 billion.
      • The annual defence budget might only allocate RM1 billion for procurement.
      • To bridge the RM9 billion gap, the government might secure a combination of foreign military financing from the aircraft manufacturer's country (e.g., a loan from the US Exim Bank for F/A-18s) and commercial loans.
      • The repayment of these loans would then be factored into the national budget for the next 10-20 years, impacting the overall fiscal health.

      Hapus
  52. ✨️LAMBO PREMIUM KITA DONK
    M346F uda SIGN LOA haha!🤑😎🤑

    warganyet kl NGAMUK🔥 kahsiyan SALAH PILIH FA50M(URAH)...tak bisa AMRAAM apalagi 9X haha!🤣😵🤣
    Super kahsiyan warganyet kl, KTIPU kimchi haha!😂🤥😂
    RESMI BATCH 1 N⛔️ AMRAAM, N⛔️ 9X haha!😋😵😋

    BalasHapus
  53. psssttttt.....baru sebatas SURAT PENYATAAN NIAT....HAHAHAHAHHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. KEYWORDS = MAHAL versus MURAHAN
      1. 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
      2. 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
      3. 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
      4. 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONDESH
      5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
      6. SEWA 28 HELI = 119 HELI BARU
      7. 4.5 KM JAVELIN = 1 KM NLAW
      8. ANKA ISR NOT ARMED
      9. LCS EXCLUDING AMMO = DESTROYER INCLUDING AMMO
      ==============
      FA50 = UNSUITABLE FOR MILITARY OPERATIONS
      FA50 = UNSUITABLE FOR MILITARY OPERATIONS
      Tomczyk revealed that while Poland initially pursued the acquisition of the FA-50s from South Korea with the expectation of receiving operational aircraft, it subsequently emerged that the armaments intended for these aircraft had been discontinued. As a result, the Polish Ministry of Defence has received 12 aircraft that are no longer capable of fulfilling combat roles.....
      ----
      FAKTA = KAYA VS MISKIN TIPU FIFA/UN
      FA50 = TRAINING AIRCRAFT
      FA50 = TRAINING AIRCRAFT
      So far, Poland has received 12 of the jets in the GF (Gap Filler) version, but Blaszczak failed to secure weapons for them, Cezary Tomczyk, a deputy defence minister, told parliament on Thursday.
      According to him, the delivery of the 36 remaining jets in the PL version custom-made for Poland "is largely at risk" and delays in their deliveries may reach nine months.
      While praising the role the FA-50s are playing in the Polish Air Force, Tomczyk said that they can only be used as training aircraft.
      ------
      FAKTA = KAYA VS MISKIN TIPU FIFA/UN
      HELI MD530G = HELI TRAINING
      HELI MD530G = HELI TRAINING
      A notable attraction at this year’s Langkawi International Maritime and Aerospace (LIMA) exhibition are six new MD530Gs, which were delivered to MALAYDESH ’s army in 2022. The type is appearing on static, and also participated in the show’s opening ceremony.
      The six rotorcraft – delivery of which was delayed for several years – are primarily used for training.....
      ------
      FAKTA = KAYA VS MISKIN TIPU FIFA/UN
      HISAR OPV = LMS B2 = NO ASW
      HISAR OPV = LMS B2 = NO ASW
      TCG AKHISAR dan TCG KOÇHISAR merupakan kapal kelas HISAR yang dibangunkan dalam skop projek MILGEM.
      Kapal ini dibangunkan dari model kovet kelas ADA, yang merupakan antara calon-calon yang disebut akan memenuhi program Littoral Mission Ship Batch 2 Tentera Laut Diraja MALAYDESH .
      ------
      FAKTA = KAYA VS MISKIN TIPU FIFA/UN
      CHEAPEST VARIANT FA50
      CHEAPEST VARIANT FA50
      -
      1. FA 50 GF (TA 50 BLOK II) 12 UNIT HARGA USD 705 JUTA ALIAS USD 58,75 JUTA/UNIT
      -
      2. FA 50 PL (BLOK 20) 36 UNIT HARGA USD 2300 JUTA ALIAS USD 63,89 JUTA/UNIT
      -
      3. FA 50M 18 UNIT HARGA USD 920 JUTA ALIAS USD 51,1 JUTA/UNIT
      ------
      FAKTA = KAYA VS MISKIN TIPU FIFA/UN
      🦧GORILA IQ BOTOL = SEWA 28 HELI > 119 HELI BARU > ART : WAJIB LAPOR USA
      SEWA 28 HELI RM 16.8BN = USD 3.7BN/USD 3.700 JT DOLAR
      •HARGA HELI AW149 = USD 31 JUTA
      •28 UNITK X USD 31 JT= USD 857 JUTA
      •USD 3.700JT ÷ USD 31 JT = 119 HELI BARU
      ----
      4x LEBIH MAHAL SEWA DARIPADA BELI BARU =
      SEWA 15 TAHUN = RM16.8 BILION
      BELI BARU = RM3.954 BILION
      SEWAan selama 15 tahun dianggarkan mencecah RM16.8 bilion, jauh lebih tinggi berbanding kos pembelian helikopter serupa yang dianggarkan sekitar RM3.954 bilion.MALAYDESH (ATM)
      ==============
      ==============
      BUDGET 2025 = ASSET PROCUREMENT DOWN
      BUDGET 2025 = ASSET PROCUREMENT DOWN
      BUDGET 2025 = ASSET PROCUREMENT DOWN
      Operational Expenditure for Defence in 2025 is RM13.363 billion while Development Expenditure is RM7.492 billion. The OE allocation is an increase of some RM1 billion while the increase in DE is around RM450 million. The highest increase in OE is for the emolument (salaries and allowances) which amounted to RM8.773 billion. It is interesting to note that the increase in DE is for services and supply (RM1.906 billion) WHILE ASSET PROCUREMENT IS DOWN TO RM5.585 BILLION, DOWN BY SOME RM250 MILLION FROM LAST YEAR
      😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

      Hapus
    2. GARIBALDI+60 TB3+9 AKINCI =
      ASEAN
      AUSTRALIA
      ASIA TIMUR DAN SELATAN
      -
      Kombinasi 60 unit Bayraktar TB3 dan 9 unit Bayraktar Akıncı yang dioperasikan dari kapal induk seperti ITS Garibaldi (atau platform serupa di masa depan) merupakan lompatan strategis yang menempatkan hampir seluruh wilayah Asia Tenggara dan sekitarnya dalam jangkauan pemantauan dan serangan presisi Indonesia.
      Berikut adalah daftar negara yang masuk dalam jangkauan operasional jika aset ini disebar di titik strategis atau dibawa oleh kapal induk:
      -
      1. Jangkauan Drone Akıncı (Strategis - Jarak Jauh)
      Dengan jangkauan terbang hingga 7.500 km dan kemampuan terbang di ketinggian 40.000 kaki, Akıncı yang berpangkalan di wilayah kedaulatan Indonesia (seperti Natuna atau Sabang) secara teknis dapat menjangkau:
      Seluruh Negara ASEAN: Malaysia, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar.
      Australia Bagian Utara: Termasuk Darwin dan pangkalan militer di wilayah tersebut.
      Asia Timur & Selatan: Sebagian besar wilayah daratan India, Sri Lanka, serta area sensitif di Laut China Selatan hingga daratan Tiongkok bagian selatan.
      -
      2. Jangkauan Drone TB3 (Taktis - Kapal Induk)
      TB3 dirancang khusus dengan sayap lipat untuk beroperasi dari kapal dengan landasan pendek. Jika diduetkan dengan kapal seperti ITS Garibaldi yang bergerak di perairan internasional, jangkauannya menjadi tanpa batas (Global) selama kapal induk tersebut berada dalam radius 1.800+ km dari target.
      Negara Jiran Langsung: Malaysia, Singapura, dan Timor Leste berada dalam jangkauan permanen dari pangkalan darat manapun di Indonesia.
      Titik Panas (Flashpoints): Seluruh gugusan Kepulauan Spratly dan Paracel di Laut China Selatan dapat dipantau 24 jam non-stop dari kapal induk yang berpatroli di Laut Natuna Utara.
      -
      Mengapa Ini Disebut "Game-Changing"?
      Daya Tahan Tinggi: TB3 mampu mengudara lebih dari 24 jam, sementara Akıncı memiliki daya tahan serupa dengan beban tempur yang jauh lebih berat (1.500 kg muatan).
      Kemandirian Produksi: Melalui Joint Venture Company (JVC) antara perusahaan Turki dan Republikorp Indonesia, Indonesia tidak hanya membeli unit tetapi juga memiliki kemampuan perakitan dan pemeliharaan lokal.
      Efek Deterens: Kehadiran 60 TB3 memungkinkan Indonesia melakukan saturasi udara (menyerang dengan jumlah besar sekaligus) yang sulit ditangkal oleh sistem pertahanan udara konvensional.
      ------------------
      GAME-CHANGING.....
      60 TB3
      9 AKINCI
      (DEFENCE SECURITY ASIA) – In a landmark move set to reshape the defense landscape of Southeast Asia, Indonesian and Turkish defense companies have sealed a pivotal agreement to forge a joint venture, spearheading the production, assembly, and maintenance of cutting-edge unmanned combat aerial vehicles (UCAVs) in the region.
      The agreement—sealed in the presence of Turkish President Recep Tayyip Erdoğan and Indonesian President Prabowo Subianto—ushers in a new era of defense collaboration, paving the way for Indonesia’s acquisition of up to 60 cutting-edge Bayraktar TB3 UCAVs and nine formidable Bayraktar Akıncı UCAVs.
      -------------------
      JVC INDONESIA TURKI.....
      60 SET TB3
      9 SET AKINCI
      Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set

      Hapus
  54. Contoh negri LeMaH ... Bajet ciputtttt
    KAHSIYAN negri🎰kasino kuala lumpo haha!🤪😭🤪
    ❌️MIG29 TAMAT TANPA GANTI
    ❌️F5 TIGER TAMAT TANPA GANTI
    ❌️MB339BTAMAT TANPA GANTI
    ❌️SKORPION TAMAT TANPA GANTI
    ❌️ALVIS STORMER TAMAT TANPA GANTI
    ❌️SIBMAS TAMAT TANPA GANTI
    ❌️KONDOR TAMAT TANPA GANTI
    ❌️KD PARI TAMAT TANPA GANTI
    ❌️KD HANG TUAH TAMAT TANPA GANTI
    ❌️NURI TAMAT GANTI SEWA blekhok..ehh last last kensel haha!😆🤪😆

    BalasHapus
  55. M346F kita ASET JET TEMPUR PREMIUM haha!🤑👍😆
    Sangat Mahal..Spesial Untuk Genk Elit bukan Tim Sulit macam negri🎰kasino kuala lumpo..dmiskinos haha!🤪😵‍💫🤪

    UDA LOA yaa..jangan nangis Cup Cup Cup haha!😭🥶😭

    WARGANYET kl, KALAH LAGGIII haha!🍌🦏🍌
    NGAMUUUKKK🔥
    ######
    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiM_xCoQ3XFRdymrLVwgcKBAjWnMy_8pl7m4Gmyk9T4hEteLXwgKlita-YflWudvDvkNqAe53qX3BNhze7VlNiCH5EoEWknHL7ZqC-p2bFZUUj8X3PoHNMchCnDDJ37nNrGS0FkoXeCPQp8jB_O3K7Q7FME9YNkbk62rsuauglHS6C1x374Zt7foRRirU1x/s567/Photo_Signing%20Ceremony_Letter%20of%20Award_Indonesia_Leonardo_M-346F.jpeg

    BalasHapus
  56. MALAYSIA dan THAILAND tak mahu ajak negara MISKIN...nanti NGEMIS lagi BBM masa latihan....HAHAHHHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. ROKETSAN WILL CO-PRODUCE THE ATMACA ANTI-SHIP MISSILE IN INDONESIA
      Turkey’s defence firm Roketsan will co-produce the ATMACA anti-ship missile in Indonesia under a new agreement announced at the 2025 Antalya Diplomacy Forum. The deal, signed between Roketsan and several Indonesian defence companies, covers joint production of not only the ATMACA missile but also cruise missiles and a wide range of smart munitions. Speaking at the forum, Roketsan CEO Murat İkinci said the agreement marks a strategic shift, aimed at long-term collaboration. “Under the scope of the agreement we signed with Indonesia-based defence industry companies, we will jointly produce the ATMACA anti-ship missile, cruise missiles, and a wide range of smart ammunition systems,” he said. İkinci added that the partnership includes structured technology transfer and training for Indonesian engineers.“Our priority goals include technology transfer, strengthening Indonesia’s defence industry infrastructure, and implementing comprehensive training programmes.”
      ------
      CONTRACT 45 ATMACA
      This contract, which covers the procurement of 45 missile rounds and associated launcher units and user terminals, paves the way for the Indonesian Navy to be the first export customer of the Turkish-developed guided weapon.
      ------
      2024 KONTRAK RUDAL ÇAKIR SUNGUR
      MRO RCWS
      Kementerian Pertahanan menandatangani kontrak kerja sama pengadaan Rudal Permukaan ke Permukaan Çakir dan Rudal Pertahanan Udara Sungur dengan Republikorp Indonesia. Dalam siaran pers resmi yang diterima ANTARA, penandatanganan itu dilakukan oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan, Marsdya TNI Yusuf Jauhari dan Founder Republikorp, Norman Joesoef di depan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Secretary of Turkish Defence Industries, Haluk Görgün
      Norman Joesoef, mewakili Republikorp, menandatangani perjanjian dengan ASELSAN untuk produksi Sistem Senjata Kendali Jarak Jauh (RCWS), serta dengan ROKETSAN untuk mendirikan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) dan produksi rudal ÇAKIR, ATMACA, dan HISAR
      ---------
      2025 = JVC INDONESIA TURKI.....
      60 SET TB3
      9 SET AKINCI
      Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set yang akan mendukung strategi penguatan industri kedirgantaraan dan kemandirian pertahanan nasional.
      ---------
      2025 = JV INDONESIA TURKEY
      ASELSAN DAN ROKETSAN ...........
      SARP
      CENK
      FCS
      DATA LINK
      SUNGUR
      CAKIR
      MAM-L
      UAV
      TANK
      Turkish defence firms Aselsan and Roketsan have signed strategic agreements for defence industry transfers with Indonesia under the leadership of Türkiye’s Presidency of Defence Industries (SSB) in Jakarta.
      Turkish defence firm representatives and Indonesian President-elect and Defence Minister Prabowo Subianto met in the Indonesian capital on Monday, marking a “historic moment reflecting the strong ties between Türkiye and Indonesia,” said Haluk Gorgun, president of the SSB.
      In scope of the agreements, Aselsan’s remote controlled stabilised weapon system “SARP,” the four-dimensional search radar “CENK,” the Fire Control System, and the firm’s Data Link will be provided to Indonesia, in addition to Roketsan’s air defence missile system “SUNGUR,” the cruise missile “CAKIR,” and the smart micro munition “MAM-L.”
      Additionally, memorandums of understanding on the transfers of unmanned surface vehicles, tank modernisation, and missile system maintenance were signed
      😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

      Hapus
    2. looo bukannya itu negara looo.. minta minyak n numpang kapal..

      Hapus
    3. AGREEMENT ON RECIPROCAL TRADE (ART):
      -
      🇮🇩 Indonesia
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.819 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 38,4 Miliar.
      -
      🇲🇾 Malaydesh
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.711 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 242 Miliar.
      -
      🇻🇳 Vietnam
      Jumlah Item (Tarif 0%): ± 1.550 - 1.600 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 180 - 210 Miliar.
      -
      🇹🇭 Thailand
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.425 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 85 - 110 Miliar.
      -
      🇵🇭 Filipina
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.200 - 1.350 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 35 - 55 Miliar.
      ________________________________________
      MAHATIR ........
      JEBAKAN ART JAMBUL KONENG
      JEBAKAN ART JAMBUL KONENG
      JEBAKAN ART JAMBUL KONENG
      ----------------------
      Pandangan Terhadap Penguatan Ringgit
      Meskipun Ringgit menguat tajam pada awal 2026, Mahathir cenderung melihatnya sebagai jebakan jangka pendek. Ia menilai:
      Ketergantungan pada AS: Penguatan ini dipandangnya sebagai hasil dari kepatuhan Malaydesh pada kebijakan AS (terutama di bawah kepemimpinan Donald Trump), yang ia sebut sebagai langkah "bodoh" karena membuat ekonomi Malaydesh rentan terhadap tekanan politik Washington.
      Potensi Krisis: Mahathir memprediksi bahwa kebijakan luar negeri AS yang tidak stabil pada 2026 akan membawa kekacauan bagi ekonomi global, termasuk Malaydesh yang sudah terikat melalui ART
      -
      MAHATHIR = MALAS MISKIN
      menyebut orang-orang suku Melayu terus-terusan miskin karena tak mau bekerja keras. Ia pun mengkritik sifat warga Melayu yang malah menyalahkan etnis lain karena kesuksesan mereka.
      -
      Sumber Berita:
      The New York Times (2025): "Mahathir Mohamad, 99, Reflects on a Contentious Legacy".
      Kompas (2019): "Mahathir: Suku Melayu Tetap Miskin karena Tak Mau Bekerja Keras".
      Today Online (2014): "Mahathir defends 'lazy Malays' remarks"
      -
      ANWAR IBRAHIM = MISKIN
      “Tapi saya kata, sebagai contoh projek tebatan banjir…kerana banjir itu menyeksa rakyat dan yang jadi mangsa itu orang miskin dan majoriti yang miskin itu Melayu. "Sebab itu kalau kita nak belanjakan kita kena teliti. Ini soal tadbir urus, mengurus negara itu harus dengan ketertiban, peraturan dan ke arah yang betul.
      -
      Sumber Berita:
      Bernama (2025): "PM Anwar Wants Flood Mitigation, Poverty Eradication Projects To Be Expedited".
      Kementerian Kewangan Malaydesh (2025): "PM Anwar: Flood Mitigation, Hardcore Poverty Eradication Projects Must Be Expedited".
      The Straits Times (2022): "Malaydesh PM Anwar halts $2b flood projects in widened dragnet".


      Hapus
  57. LETTER OF INTENT/ SURAT PENYATAAN NIAT.....HAHAHAHHAHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. TOP TEN ASIA
      -
      10 negara dengan ekonomi terbesar di Asia berdasarkan PDB (GDP) PPP (Purchasing Power Parity) untuk tahun 2025, merujuk pada data IMF World Economic Outlook dan Statista:
      1. Tiongkok – US$ 37,07 triliun
      (Ekonomi terbesar di dunia dan Asia dalam hal daya beli riil).
      2. India – US$ 16,19 triliun
      (Kekuatan raksasa Asia Selatan dengan pertumbuhan domestik yang masif).
      3. Jepang – US$ 6,70 triliun
      (Tetap kuat meski pertumbuhan melambat, didorong sektor industri canggih).
      4. Indonesia – US$ 5,03 triliun
      (Ekonomi terbesar di Asia Tenggara; berada di peringkat 4 Asia dan 7 dunia dalam versi PPP).
      5. Turki – US$ 3,83 triliun
      (Ekonomi lintas benua dengan basis manufaktur dan perdagangan yang kuat).
      6. Korea Selatan – US$ 3,06 triliun
      (Pusat inovasi teknologi dengan efisiensi produksi yang tinggi).
      7. Arab Saudi – US$ 2,42 triliun
      (Negara terkaya di Timur Tengah yang sedang melakukan diversifikasi ekonomi).
      8. Iran – US$ 1,85 triliun
      (Memiliki basis industri dan energi yang besar di wilayah Asia Barat).
      9. Taiwan – US$ 1,81 triliun
      (Sangat efisien dalam nilai ekonomi riil berkat dominasi semikonduktor global).
      10. Pakistan – US$ 1,72 triliun
      (Masuk 10 besar karena jumlah populasi besar yang mendorong volume ekonomi domestik).
      -
      10 negara dengan PDB (GDP) Nominal terbesar di Asia untuk tahun 2025 berdasarkan data proyeksi dari IMF World Economic Outlook dan analisis Forbes India:
      1. Tiongkok – US$ 19,39 triliun
      (Tetap menjadi pemimpin ekonomi di Asia dan pusat manufaktur global).
      2. Jepang – US$ 4,28 triliun
      (Ekonomi maju yang mengandalkan sektor otomotif dan teknologi presisi).
      3. India – US$ 4,12 triliun
      (Ekonomi dengan pertumbuhan tercepat, diprediksi segera melampaui Jepang).
      4. Korea Selatan – US$ 1,86 triliun
      (Raksasa teknologi dan ekspor semikonduktor global).
      5. Indonesia – US$ 1,55 triliun
      (Ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan kekuatan baru di G20).
      6. Turki – US$ 1,32 triliun
      (Pusat industri yang menghubungkan pasar Asia dan Eropa).
      7. Arab Saudi – US$ 1,14 triliun
      (Pemimpin pasar energi yang sedang melakukan diversifikasi ekonomi masif).
      8. Taiwan – US$ 884,39 miliar
      (Pemain kunci dunia dalam industri chip dan sirkuit terpadu).
      9. Uni Emirat Arab – US$ 548,51 miliar
      (Pusat keuangan, perdagangan, dan logistik internasional).
      10. Thailand – US$ 546,21 miliar
      (Kuat di sektor pariwisata dan rantai pasok otomotif regional).
      -
      INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      -
      🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

      Hapus
    2. TOP ASIA
      -
      Laporan IMF World Economic Outlook (Oktober 2025/Januari 2026). Perlu dicatat bahwa angka tersebut menggunakan metode GDP Purchasing Power Parity (PPP), bukan GDP nominal.
      Berikut adalah penjelasan sumber berita bahasa Inggris untuk 10 ekonomi terbesar di Asia tersebut:
      1. China ($39.4 – 43.5 Triliun)
      Sumber seperti Visual Capitalist menyebut China sebagai ekonomi nomor 1 dunia dalam hal PPP, mengungguli Amerika Serikat. Fokusnya tetap pada dominasi manufaktur dan investasi masif di sektor energi hijau serta AI.
      2. India ($17.3 – 19.1 Triliun)
      India adalah ekonomi dengan pertumbuhan tercepat (diproyeksikan ~6.2% pada 2026). Bloomberg sering menyebutnya sebagai "kuda hitam" yang didorong oleh konsumsi domestik dan digitalisasi layanan.
      3. Jepang ($6.5 – 6.7 Triliun)
      Meskipun disalip oleh Jerman dalam GDP nominal, Jepang tetap berada di posisi ke-5 atau ke-6 dunia dalam PPP. Sumber seperti Investopedia menyoroti stabilitasnya meskipun menghadapi tantangan demografi.
      4. Korea Selatan (~$3.1 - 3.4 Triliun)
      Dikenal sebagai "tech-heavy economy." Berita dari World Bank menyoroti ketahanannya pada ekspor semikonduktor dan otomotif.
      5. Indonesia ($4.9 – 5.4 Triliun)
      Poin yang Anda sebutkan sangat akurat berdasarkan data IMF April 2025. Indonesia resmi menempati peringkat ke-7 ekonomi terbesar dunia berdasarkan PPP, berada di atas Inggris dan Prancis. The Investor dan Tempo English menyoroti peran Indonesia sebagai powerhouse ASEAN.
      6. Arab Saudi (~$2.4 - 2.6 Triliun)
      Sumber IMF mencatat keberhasilan diversifikasi di bawah "Vision 2030," namun sektor energi tetap menjadi tulang punggung utama.
      7. Turki (~$3.9 Triliun - Peringkat PPP Global Lebih Tinggi)
      Secara PPP, posisi Turki sebenarnya sangat kuat (sering di 10 besar dunia). OECD mencatat lokasinya yang strategis sebagai penghubung perdagangan.
      8. Taiwan (~$1.8 - 2.0 Triliun)
      Laporan dari Trading Economics mengonfirmasi dominasi Taiwan dalam rantai pasok global semikonduktor.
      9. Thailand (~$1.6 - 1.8 Triliun)
      Menempati posisi ke-2 di ASEAN secara PPP. Sumber World Bank menekankan pemulihan sektor pariwisata sebagai motor utama.
      10. Iran (~$1.7 - 1.8 Triliun)
      Meskipun sanksi berat, Iran tetap menjadi salah satu ekonomi besar di Asia Barat karena kapasitas produksi minyak dan gasnya yang besar, seperti yang tercatat di data Worldometer/IMF.
      -
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      Pada tahun 2025, China tetap menjadi ekonomi terbesar di Asia dengan PDB sekitar US$19,5 triliun, disusul oleh Jepang, India, Korea Selatan, dan Indonesia yang masuk dalam jajaran 10 besar.
      🌏Ranking Ekonomi Terbesar Asia 2025 (berdasarkan IMF & Forbes)
      Peringkat Asia Negara Estimasi PDB 2025 (US$ triliun) Catatan Utama
      1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
      2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
      3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
      4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
      5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
      6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
      7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
      8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
      9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
      10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
      -
      INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      -
      🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

      Hapus
  58. PAGE RASMI LEONARDO....ternyata baru sebatas Letter of Intent ya....BARU SEBATAS NIAT...HAHAHAHAH



    Leonardo, PT ESystem Solutions and the Ministry of Defence Of the Republic of Indonesia sign M-346 F AIRCRAFT Letter of Intent to meet Indonesian Air Force training and combat requirements

    https://www.leonardo.com/en/press-release-detail/-/detail/04-02-2026-leonardo-pt-esystem-solutions-and-the-ministry-of-defence-of-the-republic-of-indonesia-sign-m-346-f-aircraft-letter-of-intent-to-meet-indonesian-air-force-training-and-combat-requirements

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      -
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      📌 1. Subsidi Besar Membebani Anggaran
      Malaydesh memiliki subsidi energi, pangan, dan transportasi yang cukup besar
      Ketika harga minyak dunia naik atau inflasi meningkat, beban subsidi melonjak.
      Akibatnya, belanja pemerintah lebih tinggi daripada penerimaan pajak dan non-pajak, sehingga timbul defisit fiskal.
      📌 2. Defisit Fiskal dan Kebutuhan Pembiayaan
      Defisit fiskal berarti pengeluaran negara > pendapatan negara.
      Untuk menutup kekurangan ini, pemerintah harus mencari sumber dana tambahan.
      Pilihan utama:
      Utang domestik (obligasi pemerintah dalam negeri)
      Utang luar negeri (obligasi internasional, pinjaman bilateral/multilateral)
      📌 3. Penerbitan Obligasi Internasional
      Malaydesh sering menerbitkan Global Sukuk atau International Bonds di pasar internasional.
      📌 4. Dampak Ekonomi
      Negatif:
      Menambah beban utang luar negeri.
      Membuat Malaydesh lebih sensitif terhadap suku bunga global dan nilai tukar.
      Jika defisit terus melebar, risiko fiskal meningkat.
      📊 Alur Sederhana
      Subsidi besar → Defisit fiskal melebar → Pemerintah butuh dana → Penerbitan obligasi internasional → Dana masuk untuk menutup defisit & menjaga subsidi.
      Singkatnya, subsidi besar memperlebar defisit fiskal Malaydesh, dan untuk menutup kekurangan itu pemerintah menerbitkan obligasi internasional sebagai sumber pembiayaan eksternal
      -----------
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI

      Hapus
    2. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      -
      HUTANG LUAR NEGERI
      RASIO 70% PDB
      RASIO 70% PDB
      RASIO 70% PDB
      Rasio hutang luar negeri Malaydesh terhadap PDB berada di kisaran 69–70% pada tahun 2024–2025, menunjukkan tingkat ketergantungan yang cukup tinggi terhadap pembiayaan eksternal.
      📊 Detail Rasio Hutang Luar Negeri Malaydesh
      2023: 68.2% dari PDB
      2024: 69.7% dari PDB
      Puncak historis: 73.2% (tahun 2016)
      Terendah historis: 52.9% (tahun 2010)
      2025 (Q3): Utang luar negeri tercatat sekitar 1.381 miliar MYR
      📌 Interpretasi Ekonomi
      Tingkat moderat-tinggi: Rasio hampir 70% menandakan Malaydesh cukup bergantung pada pembiayaan luar negeri.
      Stabilitas: Meskipun tinggi, Malaydesh masih mampu menjaga arus modal dan cadangan devisa sehingga risiko krisis utang relatif terkendali.
      Faktor pendorong:
      Investasi asing langsung (FDI) dan pembiayaan korporasi internasional.
      Pembiayaan proyek infrastruktur dan sektor energi.
      Fluktuasi nilai tukar ringgit terhadap USD
      -----------
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI

      Hapus
    3. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      -
      RASIO HUTANG LUAR NEGERI =
      70% PDB
      70% PDB
      70% PDB
      Stabilitas: Rasio ULN Malaydesh relatif tinggi dibandingkan banyak negara ASEAN, menunjukkan ketergantungan besar pada pembiayaan eksternal.
      Struktur ULN: Sebagian besar ULN Malaydesh berbentuk utang jangka panjang, sehingga risiko likuiditas jangka pendek lebih terkendali.
      Perbandingan regional:
      1. Indonesia (2025): ULN sekitar 29,5% PDB.
      2. Thailand (2025): ULN sekitar 38–40% PDB.
      3. Filipina (2025): ULN sekitar 30–32% PDB. → Malaydesh menonjol sebagai negara dengan rasio ULN tertinggi di ASEAN.
      📌 Kesimpulan
      Rasio ULN Malaydesh 2025: sekitar 69–70% PDB.
      Angka ini jauh lebih tinggi dibanding Indonesia, Thailand, dan Filipina, sehingga Malaydesh memiliki beban eksternal lebih besar.
      Meskipun sebagian besar ULN bersifat jangka panjang, tingginya rasio tetap menjadi tantangan bagi stabilitas fiskal dan nilai tukar ringgit.
      -----------
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB

      Hapus
  59. pssstttt....LOI bukan surat KONTRAK BELI ya....HAHAHAHAHHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      -
      KELEMAHAN EKONOMI MALAYDESH (DITOPANG KORPORASI)
      Kerentanan terhadap Guncangan Global: Ekonomi yang sangat bergantung pada korporasi besar dan ekspor (Malaydesh sangat bergantung pada ekspor komoditas seperti minyak sawit, minyak bumi, dan gas alam, serta barang elektronik) menjadi rentan terhadap fluktuasi permintaan global. Ketika terjadi krisis atau permintaan global melemah, sektor korporasi dapat terpukul keras, menyebabkan efek domino ke seluruh perekonomian.
      Ketimpangan Pendapatan: Fokus pada korporasi besar sering kali menyebabkan konsentrasi kekayaan dan pendapatan pada segelintir pemilik modal atau pemegang saham, yang berpotensi meningkatkan kesenjangan sosial.
      Penciptaan Lapangan Kerja yang Kurang Merata: Meskipun korporasi besar menciptakan lapangan kerja, jangkauannya tidak semasif UMKM dalam menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan tersebar luas secara geografis. Hal ini dapat menyebabkan ketimpangan kesempatan kerja antar wilayah atau sektor.
      Kurangnya Inovasi dari Basis yang Luas: Meskipun korporasi besar mampu berinovasi, inovasi cenderung terpusat di sektor tertentu. Berbeda dengan UMKM di Indonesia yang secara kolektif mendorong inovasi dan kreativitas di berbagai sektor akar rumput, meskipun dalam skala kecil.
      ------------------
      KEUNGGULAN RELATIF INDONESIA (DITOPANG UMKM)
      Sebaliknya, struktur ekonomi Indonesia yang didominasi UMKM (menyumbang lebih dari 60% PDB dan menyerap hampir 97% tenaga kerja) memiliki keunggulan dalam hal:
      Resiliensi (Daya Tahan) Krisis: UMKM di Indonesia terbukti memiliki daya tahan yang luar biasa dalam menghadapi krisis ekonomi global, seperti saat krisis moneter 1998 dan pandemi COVID-19. Sifatnya yang lokal dan tidak terlalu bergantung pada pasar ekspor global menjadikannya peredam guncangan yang efektif.
      Pemerataan Ekonomi: Keberadaan UMKM yang tersebar luas membantu pemerataan pendapatan dan aktivitas ekonomi di berbagai daerah, mengurangi konsentrasi ekonomi di perkotaan atau pusat industri tertentu.
      Basis Konsumen Domestik yang Kuat: Dengan banyaknya UMKM yang melayani pasar domestik, ekonomi Indonesia memiliki basis permintaan internal yang kuat, mengurangi ketergantungan berlebihan pada ekspor.
      ------------------
      EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
      EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
      EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
      EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
      EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
      EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
      EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
      EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
      EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
      EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
      EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
      EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
      EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
      EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
      EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
      EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
      EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
      EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT

      Hapus
    2. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      -
      RATA-RATA HUTANG LUAR NEGERI =
      2009–2024: 66,0%.
      2009–2024: 66,0%.
      2009–2024: 66,0%.
      Per tahun 2025, rasio utang luar negeri (ULN) Malaydesh terhadap PDB berada di kisaran 69–70%, sedikit naik dibandingkan 2023 (68,2%) dan 2024 (69,7%).
      📊 Rincian Utang Luar Negeri Malaydesh 2025
      Total ULN kuartal III 2025: MYR 1.381,2 miliar (turun dari MYR 1.403,3 miliar kuartal II 2025).
      Rasio ULN terhadap PDB: sekitar 69–70%.
      Tren historis:
      Tertinggi: 73,2% pada 2016.
      Terendah: 52,9% pada 2010.
      Rata-rata 2009–2024: 66,0%.
      📉 Analisis
      Stabilitas: Rasio ULN Malaydesh relatif tinggi dibandingkan banyak negara ASEAN, menunjukkan ketergantungan besar pada pembiayaan eksternal.
      Struktur ULN: Sebagian besar ULN Malaydesh berbentuk utang jangka panjang, sehingga risiko likuiditas jangka pendek lebih terkendali.
      Perbandingan regional:
      1. Indonesia (2025): ULN sekitar 29,5% PDB.
      2. Thailand (2025): ULN sekitar 38–40% PDB.
      3. Filipina (2025): ULN sekitar 30–32% PDB. → Malaydesh menonjol sebagai negara dengan rasio ULN tertinggi di ASEAN.
      📌 Kesimpulan
      Rasio ULN Malaydesh 2025: sekitar 69–70% PDB.
      Angka ini jauh lebih tinggi dibanding Indonesia, Thailand, dan Filipina, sehingga Malaydesh memiliki beban eksternal lebih besar.
      Meskipun sebagian besar ULN bersifat jangka panjang, tingginya rasio tetap menjadi tantangan bagi stabilitas fiskal dan nilai tukar ringgit.
      -----------
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB

      Hapus
    3. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      -
      KLAIM CASH = 🦧GORILA HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -----------------
      TIADA 🦧GORILA MALAYDESH ........
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      Pada tahun 2025, China tetap menjadi ekonomi terbesar di Asia dengan PDB sekitar US$19,5 triliun, disusul oleh Jepang, India, Korea Selatan, dan Indonesia yang masuk dalam jajaran 10 besar.
      🌏Ranking Ekonomi Terbesar Asia 2025 (berdasarkan IMF & Forbes)
      Peringkat Asia Negara Estimasi PDB 2025 (US$ triliun) Catatan Utama
      1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
      2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
      3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
      4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
      5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
      6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
      7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
      8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
      9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
      10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
      Sources:
      📊 Catatan Penting
      China vs AS: Secara global, AS masih nomor 1, tapi di Asia, China unggul jauh.
      Indonesia: Menariknya, ada perbedaan sumber. Forbes menempatkan Indonesia di peringkat 15 dunia, sedangkan IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia. Perbedaan ini muncul karena metodologi berbeda (nominal vs PPP, proyeksi vs realisasi).
      India: Diprediksi akan menyalip Jepang dalam dekade mendatang, menjadi ekonomi terbesar kedua di Asia.
      Asia Timur & Tenggara: Korea Selatan, Taiwan, dan Indonesia menunjukkan daya saing kuat di sektor teknologi dan manufaktur.
      🔎 Analisis Singkat
      Asia tetap menjadi motor pertumbuhan global, dengan China, India, dan Indonesia sebagai tiga negara kunci yang mendorong dinamika ekonomi. Indonesia khususnya menarik karena lonjakan peringkat IMF menunjukkan potensi besar, meski masih ada tantangan seperti utang rumah tangga tinggi dan ketergantungan ekspor komoditas.

      Hapus
    4. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      -
      KLAIM CASH = 🦧GORILA HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -----------------
      NASIB 🦧GORILA MALAYDESH ........
      DEFISIT SEJAK 1998
      Malaydesh mengalami defisit anggaran federal secara berkelanjutan sejak tahun 1998, yang didorong oleh kombinasi kelemahan struktural ekonomi dan kebijakan fiskal ekspansif yang berkelanjutan.
      Berikut adalah penjelasan detail mengenai kelemahan ekonomi Malaydesh yang berkontribusi terhadap defisit kronis tersebut:
      1. Ketergantungan pada Kebijakan Fiskal Ekspansif
      Pemerintah Malaydesh secara konsisten menjalankan kebijakan fiskal ekspansif (mengeluarkan lebih banyak uang daripada pendapatan) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama setelah Krisis Finansial Asia 1998.
      Pembiayaan Melalui Utang: Karena pengeluaran melebihi pendapatan, pemerintah membiayai defisit ini melalui pinjaman (utang), yang menyebabkan peningkatan utang publik secara berkelanjutan. Pinjaman ini, menurut aturan fiskal Malaydesh, ditujukan untuk membiayai pengeluaran pembangunan, namun tetap menambah beban utang.
      Beban Subsidi Tinggi: Sebagian besar pengeluaran pemerintah dialokasikan untuk subsidi yang besar (seperti bahan bakar dan pangan), yang membebani anggaran negara dalam jangka panjang dan mengurangi fleksibilitas fiskal.
      2. Struktur Penerimaan Pajak yang Belum Optimal
      Salah satu tantangan berkelanjutan Malaydesh adalah penerimaan pajak yang tidak mencukupi untuk menutupi pengeluaran pemerintah yang tinggi.
      Perdebatan Pajak: Terdapat perdebatan mengenai strategi keuangan, seperti penerapan kembali Pajak Barang dan Jasa (GST) atau reformasi sistem pajak lainnya, untuk meningkatkan basis pendapatan, namun implementasinya sering kali menghadapi resistensi politik dan tantangan.
      Ketergantungan pada Komoditas: Meskipun ekonominya telah terdiversifikasi, pendapatan negara masih sangat bergantung pada sektor komoditas seperti minyak dan gas, yang pendapatannya fluktuatif mengikuti harga pasar global.
      3. Kerentanan Eksternal dan Fluktuasi Mata Uang
      Ekonomi Malaydesh masih rentan terhadap guncangan eksternal dan pergerakan pasar global.
      Pelemahan Ringgit: Mata uang Ringgit Malaydesh (RM) sering mengalami pelemahan signifikan terhadap Dolar AS, terutama saat terjadi penguatan dolar AS atau perbedaan suku bunga yang lebar. Pelemahan mata uang ini meningkatkan beban utang luar negeri dalam mata uang asing dan biaya impor, yang berdampak negatif pada neraca keuangan negara.
      Arus Modal Keluar: Kerentanan terhadap sentimen pasar global dapat memicu arus modal keluar yang cepat, memberikan tekanan lebih lanjut pada mata uang dan cadangan devisa.

      Hapus
    5. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      -NASIB 🦧GORILA MALAYDESH ........
      DEFISIT = TAMBAH HUTANG
      Pembiayaan defisit anggaran pemerintah melalui utang adalah mekanisme fiskal standar yang digunakan ketika total pengeluaran pemerintah melebihi total pendapatannya dalam satu periode fiskal tertentu.
      Berikut penjelasan detail mengenai proses dan implikasinya, khususnya dalam konteks aturan fiskal yang disebutkan:
      1. Mekanisme Pembiayaan Melalui Utang
      Ketika pemerintah menghadapi defisit fiskal (pengeluaran > pendapatan), mereka perlu menutupi selisih tersebut untuk menjaga operasional dan komitmen keuangan negara tetap berjalan. Cara utamanya adalah dengan meminjam dana, yang pada dasarnya merupakan "Pembiayaan Melalui Utang".
      Pemerintah melakukannya dengan menerbitkan instrumen utang, seperti obligasi pemerintah atau surat perbendaharaan negara (Surat Utang Negara/SUN di Indonesia atau Malaydeshn Government Securities/MGS di Malaydesh), yang dibeli oleh investor domestik dan internasional (bank, dana pensiun, individu, bank sentral, dll.). Dana yang terkumpul dari penjualan instrumen ini kemudian digunakan untuk membiayai pengeluaran pemerintah.
      2. Peningkatan Utang Publik Secara Berkelanjutan
      Setiap kali pemerintah meminjam untuk menutupi defisit, jumlah total utang yang terakumulasi—yang disebut utang publik atau utang negara—akan meningkat. Jika defisit terjadi secara konsisten dari tahun ke tahun, utang publik juga akan meningkat secara berkelanjutan (akumulatif).
      Peningkatan utang ini menciptakan beban ganda di masa depan:
      Pembayaran Pokok: Utang harus dilunasi saat jatuh tempo.
      Bunga: Pemerintah harus membayar bunga secara berkala kepada pemegang obligasi, yang menjadi pos pengeluaran rutin dalam anggaran tahunan (pos pembayaran kewajiban utang).
      3. Aturan Fiskal Malaydesh: Fokus pada Pengeluaran Pembangunan
      Poin kunci dalam deskripsi Anda adalah bahwa, menurut aturan fiskal Malaydesh, pinjaman ini diarahkan secara spesifik untuk membiayai pengeluaran pembangunan (development expenditure).
      Hal ini mencerminkan prinsip manajemen fiskal tertentu:
      Pemisahan Anggaran: Banyak negara, termasuk Malaydesh, memisahkan anggaran belanja menjadi dua kategori utama:
      Belanja Operasional (atau Belanja Berulang): Gaji pegawai negeri, pensiun, subsidi, pemeliharaan rutin, dan pembayaran bunga utang.
      Belanja Pembangunan (atau Belanja Modal/Investasi): Pembangunan infrastruktur (jalan, sekolah, rumah sakit, pelabuhan), investasi dalam teknologi, dan proyek-proyek yang meningkatkan kapasitas produksi atau pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
      Prinsip Pinjaman Produktif: Aturan fiskal yang baik sering kali menetapkan bahwa utang sebaiknya digunakan untuk membiayai investasi jangka panjang (belanja pembangunan) yang diharapkan dapat memberikan return ekonomi di masa depan, bukan untuk membiayai konsumsi atau pengeluaran operasional sehari-hari. Logikanya, aset yang diciptakan melalui belanja pembangunan akan membantu melunasi utang tersebut di masa depan.
      4. Menambah Beban Utang
      Meskipun utang tersebut digunakan untuk tujuan "baik" atau produktif (pembangunan), fakta fundamentalnya tetap: utang tersebut menambah beban utang negara.
      Beban Absolut: Jumlah utang nominal meningkat.
      Beban Relatif: Rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dapat meningkat, yang merupakan indikator kesehatan fiskal utama yang diawasi oleh pasar dan lembaga pemeringkat kredit

      Hapus
  60. Contoh Negara tukang Prenk
    ❌️SPH CAESAR PRENK
    ❌️SPH YAVUZ KENSEL PRENK
    ❌️MERAD KS 1 PRENK
    ❌️KORVET MCS DSME PRENK
    ❌️MICA VLS PRENK
    ❌️2011 NSM KLAIM BELI, PRENK
    ❌️2011 TORPEDO BELI, KOSONK PRENK
    ❌️STC MAMPU MLU, EH HARUS KIRIM KELUAR NEGARA...NIPU PARAH haha!🤥🤪🤥
    ❌️SEWA HELI BLEKHOK, KENSEL TAK MAO BAYAR..paraaahh haha!🤥😜🤥

    BalasHapus
  61. TUDM dan RTAF Perkukuh Hubungan Dua Hala Menerusi AWG MALTHAI Ke-108
    ---------------

    lah datang latihan tak bawa pesawat, apa ini nak SEWA kah haha!😝🤣😝
    Dmiskinos

    BalasHapus
  62. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
    GOV. DEBT : 40% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
    DEFISIT : 2,9%
    =============
    =============
    MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
    GOV. DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
    DEFISIT : 3,8%
    -
    MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998
    OVERLIMIT DEBT = DEFISIT SEJAK 1998

    BalasHapus
  63. jaga jaga........ FA50 BLOCK 20 dilengkapi radar AESA dan MISIL AMRAAM.......... mampu hancurkan F16 RONGSOK yang hanya memakai RADAR USANG....HAHAHAHHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. FA-50 BLOCK 70 =
      BLOCK 70 versus BLOCK 20
      BLOCK 70 versus BLOCK 20
      BLOCK 70 versus BLOCK 20
      -
      FA-50 Block 70 lebih canggih dibandingkan Block 20 karena merupakan varian kursi tunggal (single-seat) yang dioptimalkan sepenuhnya untuk misi tempur, sementara Block 20 tetap merupakan pesawat kursi ganda (dual-seat) yang memiliki kapabilitas tempur tinggi.
      Berikut adalah perbandingan utama tingkat kecanggihannya:
      -
      1. Kapasitas Bahan Bakar & Jangkauan
      FA-50 Block 70: Menghapus kursi belakang dan menggantinya dengan tangki bahan bakar tambahan berkapasitas 300 galon. Hal ini meningkatkan radius tempur sebesar 20-30% dibandingkan varian sebelumnya.
      FA-50 Block 20: Tetap memiliki dua kursi, sehingga kapasitas bahan bakar internal lebih terbatas, meski sudah dilengkapi kemampuan pengisian bahan bakar di udara (aerial refueling).
      -
      2. Sensor dan Radar (AESA)
      FA-50 Block 70: Dilengkapi dengan radar AESA tercanggih, seperti Raytheon PhantomStrike, yang memberikan deteksi target lebih jauh dan presisi tinggi dalam berbagai cuaca.
      FA-50 Block 20: Menggunakan radar AESA (seperti EL/M-2032 atau radar buatan Korea Selatan) yang sudah sangat mumpuni untuk kelas pesawat tempur ringan, namun Block 70 memiliki integrasi sensor yang lebih mendalam untuk peran multi-role.
      -
      3. Persenjataan dan Peran
      FA-50 Block 70: Dirancang sebagai platform serangan strategis yang lebih murah daripada jet tempur berat. Mendukung integrasi penuh rudal udara-ke-udara jarak jauh (BVR) seperti AIM-120 AMRAAM dan rudal jelajah seperti Taurus KEPD 350K-2.
      FA-50 Block 20: Fokus pada fleksibilitas misi Light Combat Aircraft (LCA) dan pelatih tempur. Kapasitas angkut senjata dan durasi terbangnya tidak sekuat Block 70 karena faktor ruang kursi kedua. Veto AMRAAM 120 USA
      -------------
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
      FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL

      -
      Harga pesawat FA-50 Fighting Eagle buatan Korea Selatan bervariasi antar negara:
      1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
      -
      2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
      -
      3. Malaydesh : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
      -------------
      ANGSURAN FA50M = 10 TAHUN
      ANGSURAN FA50M = 10 TAHUN
      ANGSURAN FA50M = 10 TAHUN
      -
      angsuran untuk proyek Jet Tempur FA-50 Block 20 dengan skema Hybrid (Kredit & Barter) yang sangat unik:
      Parameter Simulasi
      Total Kontrak: US$ 920.000.000 (Sekitar RM 4,08 Miliar).
      Pembagian Skema (50:50):
      50% Kredit (Hutang): US$ 460.000.000
      50% Barter (Sawit): US$ 460.000.000
      Tenor (Jangka Waktu): 10 Tahun.
      Estimasi Bunga KEXIM: 4,5% per tahun (mengikuti standar OECD CIRR)..

      Hapus
    2. FA-50 BLOCK 70 =
      BLOCK 70 versus BLOCK 20
      BLOCK 70 versus BLOCK 20
      BLOCK 70 versus BLOCK 20
      -
      FA-50 Block 70 lebih canggih dibandingkan Block 20 karena merupakan varian kursi tunggal (single-seat) yang dioptimalkan sepenuhnya untuk misi tempur, sementara Block 20 tetap merupakan pesawat kursi ganda (dual-seat) yang memiliki kapabilitas tempur tinggi.
      Berikut adalah perbandingan utama tingkat kecanggihannya:
      -
      1. Kapasitas Bahan Bakar & Jangkauan
      FA-50 Block 70: Menghapus kursi belakang dan menggantinya dengan tangki bahan bakar tambahan berkapasitas 300 galon. Hal ini meningkatkan radius tempur sebesar 20-30% dibandingkan varian sebelumnya.
      FA-50 Block 20: Tetap memiliki dua kursi, sehingga kapasitas bahan bakar internal lebih terbatas, meski sudah dilengkapi kemampuan pengisian bahan bakar di udara (aerial refueling).
      -
      2. Sensor dan Radar (AESA)
      FA-50 Block 70: Dilengkapi dengan radar AESA tercanggih, seperti Raytheon PhantomStrike, yang memberikan deteksi target lebih jauh dan presisi tinggi dalam berbagai cuaca.
      FA-50 Block 20: Menggunakan radar AESA (seperti EL/M-2032 atau radar buatan Korea Selatan) yang sudah sangat mumpuni untuk kelas pesawat tempur ringan, namun Block 70 memiliki integrasi sensor yang lebih mendalam untuk peran multi-role.
      -
      3. Persenjataan dan Peran
      FA-50 Block 70: Dirancang sebagai platform serangan strategis yang lebih murah daripada jet tempur berat. Mendukung integrasi penuh rudal udara-ke-udara jarak jauh (BVR) seperti AIM-120 AMRAAM dan rudal jelajah seperti Taurus KEPD 350K-2.
      FA-50 Block 20: Fokus pada fleksibilitas misi Light Combat Aircraft (LCA) dan pelatih tempur. Kapasitas angkut senjata dan durasi terbangnya tidak sekuat Block 70 karena faktor ruang kursi kedua. Veto AMRAAM 120 USA
      -------------
      VETO AIM-120 AMRAAM
      -
      Hambatan integrasi rudal AIM-120 AMRAAM pada armada FA-50PL Polandia adalah contoh nyata bagaimana teknologi militer digunakan sebagai instrumen geopolitik dan ekonomi. Analisis mengenai fenomena ini dapat diurai menjadi tiga dimensi utama:
      -
      1. Strategi "Segmentation and Locking" (Segmentasi Pasar)
      Amerika Serikat (melalui Lockheed Martin) ingin memastikan bahwa setiap pesawat tempur memiliki "kasta" yang jelas.
      Menghindari Kanibalisasi: Jika FA-50 (yang jauh lebih murah) diberi kemampuan rudal jarak jauh (BVR) yang setara dengan F-16, maka nilai jual F-16 Viper akan merosot. Banyak negara akan memilih membeli dua atau tiga unit FA-50 daripada satu unit F-16 jika keduanya memiliki daya pukul yang sama.
      Kendali Jarak Jauh: Dengan menahan izin integrasi AMRAAM, AS secara efektif "mengunci" FA-50 pada peran serangan darat atau patroli udara jarak dekat saja. Hal ini memaksa negara seperti Polandia untuk tetap bergantung pada F-16 atau F-35 untuk misi supremasi udara yang lebih kritis.
      -
      2. Kedaulatan Digital dan "Black Box" Technology
      Masalah source code (kode sumber) adalah inti dari hambatan teknis ini.
      Proteksi Kekayaan Intelektual: Sistem radar dan komputer misi F-16 atau F-35 adalah rahasia negara paling berharga bagi AS. Membuka kode tersebut agar bisa "berbicara" dengan rudal AMRAAM di platform buatan Korea Selatan (KAI) berisiko membocorkan algoritma sensitif kepada pihak ketiga.
      Veto Teknis: AS menggunakan source code sebagai "rem" strategis. Tanpa akses ke kode ini, integrasi senjata menjadi tidak mungkin atau sangat mahal karena harus melibatkan kontraktor AS secara penuh. Ini memberi AS kekuatan veto atas kemampuan tempur yang dimiliki oleh negara pembeli, bahkan setelah pesawat tersebut dibayar lunas.
      -
      3. Geopolitik Rantai Pasok (Supply Chain Dependency)
      Polandia berada dalam posisi sulit karena mereka membutuhkan pesawat dengan cepat untuk menggantikan MiG-29, namun mereka terjebak dalam ketergantungan teknologi AS.
      Pelajaran bagi Pembeli Lain: Kasus Polandia mengirimkan pesan kepada pasar global (seperti Malaydesh atau Thailand) bahwa membeli FA-50 tidak otomatis memberikan kemampuan tempur "standar NATO" secara penuh tanpa restu eksplisit dari Washington.

      Hapus
    3. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      -
      Turki (Türkiye) – Proyek Kapal Perang (LMS Batch 2)
      Turki menawarkan skema yang sangat kompetitif untuk menarik mitra strategis melalui mekanisme Government-to-Government (G2G).
      • Jenis Bunga: Mengacu pada OECD CIRR (tetap/fixed).
      • Estimasi Bunga: 4% – 6% per tahun.
      • Tenor: 10 – 15 tahun.
      • Karakteristik: Adanya Premium Fee (biaya jaminan risiko) yang dibayar di muka. Keunggulan utamanya adalah perlindungan dari fluktuasi pasar global karena bunga tetap.
      -
      2. Korea Selatan – Kolaborasi KEXIM
      Menekankan pada fleksibilitas tinggi dengan melibatkan bank ekspor-impor negara (KEXIM).
      • Struktur Pinjaman: Terbagi dua, yaitu 50% Pinjaman (bunga subsidi di bawah pasar) dan 50% Barter (minyak sawit).
      • Biaya Tambahan: Management Fee sekitar 0,10% - 0,50%.
      • Karakteristik: Komponen barter tidak berbunga, namun ada biaya logistik dan manajemen komoditas.
      -
      3. Inggris (UK) – Standar Ketat UKEF
      Menggunakan regulasi yang sangat transparan namun memiliki syarat administrasi yang ketat.
      • Jenis Bunga: OECD CIRR atau National Loans Fund rates.
      • Syarat Uang Muka: Wajib membayar minimal 15% dari nilai kontrak sebagai DP sebelum kredit cair.
      • Biaya: Membebankan Premium Fee berdasarkan credit rating negara pembeli.
      -
      4. China – Proyek LMS Batch 1
      Fokus pada bunga "lunak" untuk memenangkan persaingan pasar di luar standar OECD.
      • Nilai Proyek: ± US$ 250 Juta (untuk 4 unit kapal).
      • Mekanisme: 100% Kredit Ekspor melalui China Eximbank.
      • Estimasi Bunga: Sangat rendah, sekitar 3,5% per tahun (Fixed).
      • Tenor: 10 Tahun.
      • Angsuran: Menggunakan sistem saldo menurun (Tahun ke-1: US$ 33,75 Juta
      Tahun ke-10: US$ 25,87 Juta).
      -
      5. Polandia – Proyek Tank PT-91M Pendekar
      Menggunakan kombinasi pembiayaan tunai dan komoditas (barter).
      • Nilai Kontrak: RM 1,4 Miliar (DP 15% atau RM 210 Juta).
      • Mekanisme: Kredit Ekspor dengan tenor 10 tahun.
      • Komposisi Barter: Sekitar 30-40% angsuran tahunan dibayar menggunakan minyak sawit (estimasi RM 40-50 Juta/tahun).
      • Total Kewajiban: RM 130 Juta – RM 160 Juta per tahun (termasuk pokok dan bunga).
      -
      6. Jerman – Proyek Kedah-Class (MEKO 100)
      Pembiayaan melalui lembaga kredit resmi negara.
      • Lembaga Penjamin: Euler Hermes, sering berkolaborasi dengan bank komersial (seperti Deutsche Bank).
      • Mekanisme: Kredit Ekspor (Hutang) dengan standar regulasi Eropa yang ketat.
      -
      7. Kredit Sindikasi – Proyek LCS (Littoral Combat Ship)
      Ini merupakan proyek dengan beban finansial terbesar (Skala Masif).
      • Nilai Proyek: US$ 2,5 Miliar (RM 11,2 Miliar).
      • Mekanisme: Kredit Sindikasi internasional/domestik dengan Government Guarantee.
      • Bunga: Estimasi 6% (Saldo Menurun).
      • Tenor: 15 Tahun.
      • Risiko: Pembayaran murni tunai (USD), sangat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar (kurs) dan eskalasi biaya jangka panjang.


      Hapus
  64. Ada GORILLA tanya kenapa LATIHAN MALAYSIA tak bawa pesawat...lah jelas tertulis MESYUARAT....Memang MESYUARAT bawa pesawat...??? HAHAHAHHA.....



    Mesyuarat Air Working Group Malaysia Thailand (AWG MALTHAI) Ke-108 dari 10 hingga 12 Februari 2026. Mesyuarat ini menjadi platform strategik bagi membincang serta merancang aktiviti dua hala melibatkan operasi, lawatan dan latihan antara Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) dan RTAF.

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      -
      KLAIM CASH = 🦧GORILA HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)..
      --------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      BUKTI PRANK 🦧GORILA ....
      -
      🦧GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      -
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.


      Hapus
    2. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
      -
      KLAIM LCS CASH = LOAN
      Fenomena "Galakan Pinjaman" atau meminjam untuk menutupi pinjaman lama
      1. Peningkatan Utang Nasional:
      Ketika pemerintah secara konsisten meminjam untuk membayar utang lama, ini dapat menyebabkan peningkatan kumulatif dalam utang nasional. Tanpa peningkatan pendapatan yang seimbang atau restrukturisasi utang yang efektif, beban utang dapat terus membengkak.
      2. Dampak pada Anggaran:
      Pembayaran pokok dan bunga utang menjadi pos pengeluaran yang signifikan dalam anggaran negara. Jika sebagian besar pendapatan negara dialokasikan untuk melayani utang, ini dapat membatasi kemampuan pemerintah untuk berinvestasi dalam sektor-sektor penting seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pembangunan ekonomi.
      3. Ketergantungan pada Pasar Keuangan:
      Praktik ini membuat pemerintah lebih bergantung pada pasar keuangan untuk pembiayaan. Volatilitas pasar, perubahan suku bunga, dan persepsi investor tentang kesehatan fiskal negara dapat memengaruhi kemampuan pemerintah untuk mendapatkan pinjaman baru dengan kondisi yang menguntungkan.
      4. Tingkat Utang Pemerintah Malaydesh:
      Pemerintah Malaydesh telah berulang kali menyatakan komitmennya untuk menjaga tingkat utang pada batas yang wajar. Batas statuta untuk utang federal seringkali menjadi tolok ukur penting. Meskipun demikian, ada perdebatan yang berkelanjutan mengenai 🦧GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN dan tingkat utang pemerintah. Misalnya, pada masa pandemi COVID-19, pemerintah terpaksa meminjam lebih banyak untuk membiayai paket stimulus dan dukungan ekonomi.
      5. Penyebab:
      Beberapa faktor yang dapat menyebabkan "galakan pinjaman" termasuk:
      o 🦧GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN yang Persisten: Pengeluaran lebih besar dari pendapatan.
      o Kewajiban Jangka Panjang: Proyek infrastruktur besar atau komitmen masa lalu yang memerlukan pembiayaan berkelanjutan.
      o Perlambatan Ekonomi: Penurunan pendapatan pajak akibat aktivitas ekonomi yang melambat.
      o Guncangan Eksternal: Krisis keuangan global, pandemi, atau harga komoditas yang bergejolak yang memengaruhi pendapatan negara.

      Hapus
    3. AGREEMENT ON RECIPROCAL TRADE (ART):
      -
      🇮🇩 Indonesia
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.819 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 38,4 Miliar.
      -
      🇲🇾 Malaydesh
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.711 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 242 Miliar.
      -
      🇻🇳 Vietnam
      Jumlah Item (Tarif 0%): ± 1.550 - 1.600 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 180 - 210 Miliar.
      -
      🇹🇭 Thailand
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.425 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 85 - 110 Miliar.
      -
      🇵🇭 Filipina
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.200 - 1.350 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 35 - 55 Miliar.
      ________________________________________
      Transformasi Tata Kelola Data Digital
      -
      Strategi Indonesia (Proteksionisme Berbasis Regulasi):
      Pemisahan Data: Indonesia menerapkan pendekatan dikotomis dengan memisahkan secara tajam antara "Data Kependudukan" (Sovereign Data) dan "Data Komersial". Ini bertujuan melindungi privasi warga negara sambil tetap menjaga keran perdagangan tetap terbuka.
      Supremasi Hukum Domestik: Penggunaan UU PDP No. 27/2022 sebagai insting utama menunjukkan bahwa Indonesia ingin standar global mengikuti aturan internalnya. Ini memberikan posisi tawar bagi Indonesia untuk menolak transfer data jika tidak memenuhi standar keamanan nasional.
      -
      Strategi Malaysia (Integrasi Digital Global):
      Liberalisasi Data: Melalui klausul "Facilitation of Digital Trade", Malaysia memilih jalur integrasi penuh. Dengan melarang diskriminasi produk digital AS, Malaysia memposisikan diri sebagai hub regional bagi perusahaan teknologi Amerika.
      Komitmen Internasional: Dukungan terhadap moratorium permanen bea masuk transmisi elektronik di WTO
      ________________________________________
      2. Rekonstruksi Kompensasi Ekonomi dan Investasi
      -
      Model Indonesia (Keuntungan Aset Statis):
      Inisiatif Divestasi: Keberhasilan mendapatkan 12% saham Freeport secara gratis adalah kemenangan politik-ekonomi yang besar. Indonesia fokus pada kepemilikan aset nyata (ekuitas) yang memberikan dividen jangka panjang tanpa harus mengeluarkan modal segar.
      -
      Model Malaysia (Ekspansi Investasi Timbal Balik):
      Investasi Agresif: Komitmen USD 70 miliar di AS selama 10 tahun adalah langkah berisiko tinggi namun strategis. Malaysia tidak hanya menjadi penerima modal, tetapi menjadi pemain global yang menanamkan pengaruhnya di ekonomi domestik AS.
      ________________________________________
      3. Paradigma Kedaulatan Sumber Daya Alam (SDA)
      -
      Pendekatan Indonesia (Nasionalisme Ekonomi):
      Dominasi Kepemilikan: Dengan 63,23% saham PTFI, Indonesia menggeser peran dari sekadar regulator menjadi pengendali operasional dan finansial. Ini adalah perwujudan langsung dari Pasal 33 UUD 1945 mengenai penguasaan negara atas kekayaan alam.
      Mandat Hilirisasi: Kepemilikan mayoritas ini memastikan kebijakan hilirisasi (seperti pembangunan smelter) tetap berjalan sesuai agenda nasional tanpa hambatan dari pemegang saham asing.
      -
      Pendekatan Malaysia (Kolaborasi Strategis Mineral Kritis):
      Sistem Tinjauan Bersama: Melalui klausul 5.2.3 ART, Malaysia memilih jalur kolaboratif dalam mengelola mineral kritis (seperti tanah jarang). Malaysia menyadari keterbatasan teknologi dan modal, sehingga mereka berbagi beban pengawasan dengan AS untuk memastikan standar lingkungan dan keamanan terpenuhi.
      Dualisme Kekuasaan: Malaysia menghadapi kompleksitas hukum antara kekuasaan Federasi dan Negara Bagian terkait royalti

      Hapus
  65. Brita lama Howaks jugak..Palsuw..gagal woii haha!🤥🤣🤥

    ⬇️⬇️⬇️
    Infographics of the FA-50M Block 20 for The MALAYSIA.

    -Active Electronically Scanned Array (AESA) “PhantomStrike” radar
    -Air-To-Air Refuelling (AAR) Probe
    -Link 16 Block Upgrade 2
    -SNIPER Advanced Targeting Pod (ATP)
    -Beyond Visual Range (BVR) air-to-air missile capability (AMRAAM)

    https://x.com/yudisupri_454/status/1833345833959624995/photo/1



    Ini yg Aseli haha!👍😎👍
    U.S. Blocked AIM-120 Integration on FA-50 Jets, Now Malaysia Faces Same Issue (Updated)
    https://en.defence-ua.com/news/us_blocked_aim_120_integration_on_fa_50_jets_now_malaysia_faces_same_issue_updated-17419.html

    BalasHapus
  66. 18 FA50Murah =
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    -
    Korea Aerospace Industries won the LCA / LIFT competition (which suffered a competitive challenge attempt) to supply the Royal Malaydeshn Air Force (RMAF or TUDM) with 18 light combat and advanced trainer aircraft. Eight of these aircraft are to be configured primarily as Lead Advanced Trainer (LIFT), while the remaining ten would be Light Fighter Aircraft (LCA) combat aircraft.
    -------
    VETO AIM-120 AMRAAM
    VETO AIM-120 AMRAAM
    VETO AIM-120 AMRAAM
    -
    Hambatan integrasi rudal AIM-120 AMRAAM pada armada FA-50PL Polandia adalah contoh nyata bagaimana teknologi militer digunakan sebagai instrumen geopolitik dan ekonomi. Analisis mengenai fenomena ini dapat diurai menjadi tiga dimensi utama: Strategi "Segmentation and Locking" (Segmentasi Pasar) Amerika Serikat (melalui Lockheed Martin) ingin memastikan bahwa setiap pesawat tempur memiliki "kasta" yang jelas :
    1. Menghindari Kanibalisasi: Jika FA-50 (yang jauh lebih murah) diberi kemampuan rudal jarak jauh (BVR) yang setara dengan F-16, maka nilai jual F-16 Viper akan merosot. Banyak negara akan memilih membeli dua atau tiga unit FA-50 daripada satu unit F-16 jika keduanya memiliki daya pukul yang sama.
    2. Kendali Jarak Jauh: Dengan menahan izin integrasi AMRAAM, AS secara efektif "mengunci" FA-50 pada peran serangan darat atau patroli udara jarak dekat saja. Hal ini memaksa negara seperti Polandia untuk tetap bergantung pada F-16 atau F-35 untuk misi supremasi udara yang lebih kritis.
    =============
    =============
    33 F16 : MRCA
    33 F16 : MRCA
    33 F16 : MRCA
    -
    TNI AU mengoperasikan sekitar 33 unit pesawat tempur F-16.
    23 Unit F-16C/D (Block 25/52): Merupakan varian yang lebih modern, hasil program refurbishment dan peningkatan "Peace Bima-Sena II" dari Amerika Serikat.
    10 Unit F-16A/B (Block 15): Merupakan unit lama yang telah melalui program Falcon STAR (Structural Augmentation Roadmap) dan eMLU (Enhanced Mid-Life Update), membuat kemampuan avionik dan strukturnya setara dengan varian C/D.
    Pangkalan Utama: Ditempatkan di Skadron Udara 3 (Lanud Iswahyudi, Magetan) dan Skadron Udara 16 (Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru).
    -------
    36 AMRAAM
    36 AMRAAM
    36 AMRAAM
    -
    Hingga Februari 2026, status utama terkait pengadaan rudal AIM-120 AMRAAM oleh Indonesia melalui skema Defense Security Cooperation Agency (DSCA) adalah sebagai berikut:
    Persetujuan Utama (2016): Departemen Luar Negeri AS memberikan persetujuan Foreign Military Sale (FMS) untuk Indonesia pada Maret 2016. Paket tersebut mencakup 36 unit AIM-120C-7 dengan estimasi nilai USD 95 juta.
    Integrasi Alutsista: Rudal ini telah dioperasikan oleh TNI AU untuk melengkapi armada jet tempur F-16C/D Block 52ID. Selain itu, Indonesia juga menggunakan varian AMRAAM dalam sistem pertahanan udara titik NASAMS 2 yang menjaga wilayah Jakarta

    BalasHapus
  67. Catat yaaaa di Blok alias Veto haha!😄😂👻
    Kahsiyan gagal woiii
    No Amaraam..nich fisank bole muka badak haha!🍌🦏🍌
    ⬇️⬇️⬇️⬇️
    U.S. Blocked AIM-120 Integration on FA-50 Jets, Now Malaysia Faces Same Issue (Updated)
    https://en.defence-ua.com/news/us_blocked_aim_120_integration_on_fa_50_jets_now_malaysia_faces_same_issue_updated-17419.html

    BalasHapus
  68. HAHAHHAHAHA..............LOI guys


    Leonardo telah menandatangani Letter of Intent (LOI) dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia dan PT ESystem Solutions Indonesia di Singapore Airshow 2026. Perjanjian ini berfokus pada pengadaan dan dukungan pesawat M-346 F “Block 20” untuk memenuhi kebutuhan operasional Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI-AU). Pemilihan ini menyusul evaluasi formal oleh Kemhan untuk mengidentifikasi platform yang mampu menjalankan peran pelatihan lanjutan sekaligus pertempuran ringan.


    https://gbp.com.sg/regional_stories/leonardo-kemhan-ri-sepakati-kerangka-pengadaan-m-346/

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      -
      KLAIM CASH = 🦧GORILA HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      --------------
      TIAP TAHUN TIPU-TIPU LCS DIJANGKA
      -----
      2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
      -----
      2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
      ------
      2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
      -----
      2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
      -----
      2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
      -----
      2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
      -----
      2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..
      -----
      17 KREDITUR LCS = Besides MTU Services, others include Contraves Sdn Bhd, Axima Concept SA, Contraves Advanced Devices Sdn Bhd, Contraves Electrodynamics Sdn Bhd and Tyco Fire, Security & Services MALAYDESH Sdn Bhd, as well as iXblue SAS, iXblue Sdn Bhd and Protank Mission Systems Sdn Bhd. Also included are Bank Pembangunan MALAYDESH Bhd, AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd, MTU Services, Affin Hwang Investment Bank Bhd, Bank Muamalat MALAYDESH Bhd, Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat MALAYDESH Bhd, Malayan Banking Bhd (Maybank) and KUWAIT FINANCE HOUSE (MALAYDESH ) BHD.

      Hapus
    2. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      -
      KLAIM CASH = 🦧GORILA HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -----------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      BUKTI PRANK 🦧GORILA ....
      -------------------------------
      🦧GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      -
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.

      Hapus
    3. KLAIM CASH = 🦧GORILA HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)..
      --------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      BUKTI PRANK 🦧GORILA ....
      -
      🦧GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      -
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.


      Hapus
  69. Saya lebih percayakan PAGE RASMI LEONARDO....HAHAHAHHA



    Leonardo, PT ESystem Solutions and the Ministry of Defence Of the Republic of Indonesia sign M-346 F AIRCRAFT Letter of Intent to meet Indonesian Air Force training and combat requirements

    https://www.leonardo.com/en/press-release-detail/-/detail/04-02-2026-leonardo-pt-esystem-solutions-and-the-ministry-of-defence-of-the-republic-of-indonesia-sign-m-346-f-aircraft-letter-of-intent-to-meet-indonesian-air-force-training-and-combat-requirements

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      -KLAIM CASH = 🦧GORILA HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -----------------
      TIAP TAHUN TIPU-TIPU LCS DIJANGKA
      ===================
      2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
      -----
      2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
      ------
      2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
      -----
      2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
      -----
      2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
      -----
      2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
      -----
      2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..

      Hapus
    2. BEDA KASTA ....
      -
      1. Batas Limit Utang terhadap PDB (Legal Ceiling)
      Indonesia: Memiliki batas limit sebesar 60%.
      Malaydesh: Memiliki batas limit sebesar 65%.
      Analisis: Malaydesh sudah melampaui ambang batas keamanan yang ditetapkan sendiri.
      -
      2. Utang Pemerintah (Government Debt)
      Indonesia: Berada di level aman sebesar 40% dari PDB.
      Malaydesh: Melonjak hingga 69% dari PDB.
      Status: Malaydesh dinyatakan Overlimit karena rasio utang pemerintah telah menembus batas kewajaran.
      -
      3. Utang Rumah Tangga (Household Debt)
      Indonesia: Sangat rendah di angka 16% dari PDB.
      Malaydesh: Sangat tinggi di angka 84,3% dari PDB.
      Dampak: Beban finansial rakyat Malaydesh jauh lebih berat karena sebagian besar pendapatan habis untuk membayar cicilan pribadi.
      -
      4. Total Beban Akumulasi (Gov + HH Debt)
      Indonesia: Total beban gabungan hanya sebesar 56% dari PDB.
      Malaydesh: Total beban gabungan mencapai 153,3% dari PDB.
      Risiko: Kondisi Malaydesh menunjukkan adanya Risiko Sistemik, di mana tekanan utang negara dan rakyat secara bersamaan dapat memicu krisis ekonomi yang dalam.
      -
      5. Analisis Krisis Utang Malaydesh (2010 - 2025)
      Data menunjukkan adanya tren "gali lubang tutup lubang" yang persisten:
      Pelanggaran Batas Aman: Sejak 2020 (62%), rasio utang Malaydesh terus merangkak naik hingga mencapai 70,4% pada 2024. Meskipun diproyeksikan turun tipis ke 69% pada 2025, angka ini tetap di atas batas aman 65%.
      Beban Per Kapita yang Masif:
      Setiap penduduk menanggung beban RM 81.998 (akumulasi utang negara dan rumah tangga).
      Tingginya utang rumah tangga (84,3% terhadap PDB) menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat dibiayai oleh kredit, bukan pendapatan riil. Ini adalah "bom waktu" ekonomi.
      Pertumbuhan Utang Nominal: Dari USD 150 miliar (2010) menjadi USD 375 miliar (2025). Kenaikan 150% dalam 15 tahun tanpa diimbangi kekuatan fiskal yang setara.
      -
      6. Dampak Terhadap Kekuatan Militer (Procurement Zonk)
      Kekangan keuangan akibat beban bunga utang berdampak langsung pada modernisasi pertahanan. Fenomena "Bual" (omong kosong) yang Anda sebutkan tercermin dalam:
      Krisis LCS (Littoral Combat Ship): Proyek mangkrak sejak 2011. Ketidakmampuan fiskal menyebabkan proyek strategis tidak selesai tepat waktu meski dana terus tersedot.
      Zonk Procurement (MRCA, SPH, MRSS):
      Ketidakstabilan politik (5x ganti PM & 6x ganti Menhan) merusak kontinuitas perencanaan.
      Anggaran pertahanan seringkali menjadi "korban" pertama ketika negara harus membayar cicilan utang yang jatuh tempo.
      Freeze 2026: Tanpa ruang fiskal (karena utang 69%), hampir mustahil melakukan pembelian alutsista besar di tahun-tahun mendatang.
      -
      6. Kesimpulan: Stabilitas vs Instabilitas
      Indonesia: Memiliki manajemen utang yang jauh lebih konservatif dan aman. Dengan utang pemerintah di 40% dan utang rumah tangga yang sangat rendah (16%), Indonesia memiliki kapasitas jauh lebih besar untuk melakukan pengadaan militer (Procurement) dan investasi infrastruktur tanpa risiko bangkrut.
      Malaydesh: Terjebak dalam Debt Trap (Perangkap Utang). Rasio utang terhadap PDB yang gabungan (Negara + Rumah Tangga) mencapai lebih dari 150% menandakan ekonomi yang sangat rapuh terhadap guncangan bunga global. Klaim pelunasan 2053 dianggap tidak realistis jika tren "utang bayar utang" terus berlanjut.
      -
      INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      -
      🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

      Hapus
    3. PEKANBARU - KL : 291 KM
      PONTIANAK - SERAWAK : 498 KM
      --------------------------
      1. RAFALE ± 1852 KM
      2. KF-21 Boramae ± 1.000–1.100 km
      3. F-16C/D Block 50/52 ± 1.000–1.300 km
      4. KAAN ± 1.100–1.400 km
      --------------------------
      48 KF21 BLOCK II
      Seoul regards expanded economic cooperation with Indonesia, the largest economy and most populous country in ASEAN, as strategically significant. Indonesia serves as a major production and investment base in Southeast Asia for South Korean companies and is the world’s largest supplier of nickel, a critical mineral used in electric vehicle batteries and a growing focus of competition between the United States and China. By restricting exports of raw ore and promoting domestic processing industries, Indonesia has positioned itself as a pivotal player in the global battery supply chain.
      An agreement for Indonesia to acquire 48 KF-21 fighter jets in batches of 16 is reportedly close to being finalized. Jakarta initially signed a memorandum of understanding to purchase the 48 aircraft upon completion of the joint development program. However, it later adopted a more cautious stance, concluding separate agreements to buy France’s Dassault Rafale and Turkey’s TAI Kaan fighter jets. Indonesia, a partner in the KF-21 development project, had originally pledged to contribute 1.6 trillion won but later reduced its commitment to 600 billion won, saying it would scale back its payment in exchange for a proportional reduction in technology transfers.
      https://www.donga.com/en/article/all/20260225/6114259/1
      --------------------------
      LOA M346FA .....
      -
      https://www.indomiliter.com/wp-content/uploads/2026/02/Photo_Signing-Ceremony_Letter-of-Award_Indonesia_Leonardo_M-346F.jpg
      -
      https://img-s-msn-com.akamaized.net/tenant/amp/entityid/AA1VIflp.img?w=768&h=432&m=6&x=395&y=259&s=215&d=76
      -
      https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiM_xCoQ3XFRdymrLVwgcKBAjWnMy_8pl7m4Gmyk9T4hEteLXwgKlita-YflWudvDvkNqAe53qX3BNhze7VlNiCH5EoEWknHL7ZqC-p2bFZUUj8X3PoHNMchCnDDJ37nNrGS0FkoXeCPQp8jB_O3K7Q7FME9YNkbk62rsuauglHS6C1x374Zt7foRRirU1x/s567/Photo_Signing%20Ceremony_Letter%20of%20Award_Indonesia_Leonardo_M-346F.jpeg
      ---------------------------
      KONTRAK ISTIF 2 UNIT =
      -
      https://blue.kumparan.com/image/upload/fl_progressive,fl_lossy,c_fill,f_auto,q_auto:best,w_640/v1634025439/01k1dyx5b2pge5amnd1jfn43yj.jpg
      -
      https://aset.indonesiadefense.com/wp-content/uploads/2025/07/Sjafrie-Sjamsoeddin-5.webp
      -
      https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIYqcLPgQaHNqubfwNen7Snb-9YoHdSeagm6slrnD2nwKSy6lue9ckAi0GHYH2jgzq_3UGbVefodOL1qAguX_cDecpZ_nyJBL8GkQAopqOOqz4vsyofIe1nYCvTuQy9LMerfHVmT5rGiYp9eiZaYI_atnLMQXF3sjdwhGTu-Go_TQWg85z43HPP6LVNGL_/s1600/Gwx9v83WAAAV_UY.jpeg
      ---------------------------
      2025 TAI DAN KEMENHAN RI =
      48 KAAN GEN 5
      48 KAAN GEN 5
      48 KAAN GEN 5
      11 Haziran 2025 tarihinde Endonezya Savunma Bakanlığı ile imzaladığımız ve toplamda 48 adet KAAN uçağına yönelik iş birliğini kapsayan “Devletten Devlete (G2G) Tedarik Anlaşması” doğrultusunda; bu anlaşmanın tüm detaylarını ve teknik eklerini içeren ticari sözleşmenin imza törenini bugün itibarıyla gerçekleştirdik.
      --------------------------
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      6 RAFALE SEPTEMBER 2022
      18 RAFALE AGUSTUS 2023
      18 RAFALE JANUARI 2024
      DASSAULT AVIATION = 42 RAFALE
      (Saint-Cloud, le 8 Janvier 2024) – La dernière tranche de 18 Rafale pour l’Indonésie est entrée en vigueur ce jour. Elle fait suite à l’entrée en vigueur, en septembre 2022 et en août 2023, de la première et de la deuxième tranche de 6 et 18 Rafale, et vient ainsi compléter le NOmbre d’avions en commande pour l’Indonésie dans le cadre du contrat signé en février 2022 pour l’acquisition de 42 Rafale.

      Hapus
  70. CATAT ya M346 baru sebatas PENYATAAN NIAT....HAHAHAHAHAH

    bau bau SIGN KONTRAK KOSONG....HAHAHAHHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. BEDA KELAS ......
      -
      Analisis perbandingan risiko fiskal dan beban utang antara Indonesia dan Malaydesh dalam bentuk daftar poin untuk kemudahan pembacaan:
      1. Perbandingan Kesehatan Fiskal
      Indonesia (Zona Aman):
      Rasio utang pemerintah sangat terkendali di angka 40% dari GDP.
      Masih memiliki selisih 20% sebelum menyentuh batas limit undang-undang (60%).
      Utang rumah tangga sangat rendah (16%), menandakan daya beli masyarakat masih berbasis pendapatan, bukan kredit.
      Malaydesh (Zona Merah/Overlimit):
      Rasio utang pemerintah mencapai 69% - 70,4%, melampaui batas aman yang ditetapkan (65%).
      Utang rumah tangga sangat ekstrem mencapai 84,3% dari GDP.
      Total beban utang (Negara + Rakyat) mencapai 153,3% dari GDP, menciptakan risiko kebangkrutan sistemik.
      ________________________________________
      2. Beban Rakyat Malaydesh (Per Kapita)
      Beban Utang Negara: Setiap individu di Malaydesh menanggung beban sebesar RM 36.139.
      Beban Utang Pribadi: Setiap individu rata-rata memiliki utang rumah tangga sebesar RM 45.859.
      Total Beban Individu: Setiap kepala di Malaydesh "berhutang" sebanyak RM 81.998. Ini menjelaskan mengapa terjadi eksodus besar-besaran (97.000 orang) karena tekanan biaya hidup yang tinggi.
      ________________________________________
      3. Tren Gali Lubang Tutup Lubang (2010 - 2025)
      Pertumbuhan Utang: Dalam 15 tahun, nominal utang melonjak dari USD 150 miliar menjadi USD 375 miliar (naik 150%).
      Siklus Gagal Bayar: Data menunjukkan utang baru digunakan hanya untuk menutupi bunga dan pokok utang lama, bukan untuk pembangunan produktif.
      Kegagalan Target: Janji pelunasan utang pada tahun 2053 diprediksi gagal total karena jumlah utang nominal terus bertambah setiap tahunnya.
      ________________________________________
      4. Dampak Kelumpuhan Militer (Zonk Procurement)
      Akibat keuangan yang "sekarat" karena cicilan utang, modernisasi militer Malaydesh mengalami kegagalan total:
      Ketidakstabilan Politik: Pergantian 5 kali Perdana Menteri dan 6 kali Menteri Pertahanan menghancurkan konsistensi kebijakan pertahanan.
      Proyek Mangkrak (LCS): Proyek kapal perang yang berjalan sejak 2011 tetap berstatus ZONK (tidak kunjung selesai) meskipun uang negara terus mengalir.
      Pembatalan Massal: Program MRCA (pesawat tempur), SPH (meriam), dan MRSS (kapal angkut) semuanya berstatus NO PROCUREMENT atau dibekukan karena "kekangan kewangan" (anggaran membeku hingga 2026).
      Ketimpangan: Saat negara tetangga (seperti Indonesia) aktif belanja alutsista baru, Malaydesh hanya bisa melakukan "Bual" (klaim tanpa realisasi).
      -
      INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      -
      🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

      Hapus
    2. REAL versus ZONK
      -
      Perbandingan antara lonjakan pengadaan alutsista Indonesia (modernisasi masif) dengan rentetan kegagalan atau penundaan (Zonk) di Malaydesh pada periode yang sama (2020–2025):
      1. Matra Udara: Jet Tempur & Angkut
      Indonesia (Sukses/Aktif):
      Dassault Rafale (Prancis): Sukses mengaktifkan kontrak untuk 42 unit; pengiriman tahap pertama dijadwalkan mulai awal 2026.
      Airbus A400M Atlas: Pembelian 2 unit pesawat angkut berat berkemampuan tanker yang akan memperkuat logistik udara.
      C-130J Super Hercules: Penambahan 5 unit armada baru yang sudah mulai tiba dan beroperasi untuk TNI AU.
      Malaydesh (Zonk/Batal):
      MRCA (Multi-Role Combat Aircraft): Program penggantian jet tempur (seperti MiG-29 yang sudah pensiun) berstatus Zonk (batal/beku) karena masalah anggaran.
      Helikopter Black Hawk: Upaya sewa/beli baru-baru ini dibatalkan setelah mendapat sorotan tajam dari otoritas tertinggi karena inefisiensi pengadaan.
      LIFT FA-50 (Korea Selatan): Meskipun ada kesepakatan, jumlahnya sangat terbatas dan belum cukup menutupi celah kekuatan udara yang menua.
      2. Matra Laut: Kapal Perang & Selam
      Indonesia (Sukses/Aktif):
      Kapal Selam Scorpene Evolved: Kontrak dengan Naval Group Prancis untuk 2 unit kapal selam tercanggih dengan teknologi baterai Lithium-ion.
      Fregat Merah Putih (Arrowhead 140): Pembangunan 2 unit fregat berat kelas dunia di galangan kapal lokal (PT PAL) bekerja sama dengan Babcock Inggris.
      Fregat Paolo Thaon di Revel (PPA): Akuisisi 2 unit kapal patroli tempur canggih dari galangan Fincantieri Italia yang siap kirim.
      Malaydesh (Zonk/Mangkrak):
      LCS (Littoral Combat Ship) Kelas Maharaja Lela: Proyek mangkrak sejak 2011. Kapal pertama baru memulai sea trial pada Januari 2026 dengan estimasi penyerahan (tauliah) paling cepat Desember 2026—setelah belasan tahun tertunda.
      MRSS (Multi-Role Support Ship): Program kapal induk/LPD berstatus Zonk (tidak ada progres pembelian) karena prioritas anggaran dialihkan untuk menambal kerugian proyek LCS.
      Kapal Selam Scorpene: Hanya mengandalkan 2 unit lama tanpa ada program penambahan atau modernisasi signifikan di tengah anggaran yang terkunci.
      3. Matra Darat: Artileri & Kendaraan Tempur
      Indonesia (Sukses/Aktif):
      Rudal Khan (Turki): Akuisisi sistem rudal balistik taktis jarak menengah untuk meningkatkan daya gempur strategis.
      Tank Harimau: Produksi massal tank medium hasil kerja sama PT Pindad dan FNSS Turki yang kini sudah memperkuat satuan kavaleri.
      Radar Ground Master 400 Alpha: Pembelian 13 unit radar pertahanan udara canggih dari Thales Prancis untuk memantau seluruh wilayah kedaulatan.
      Malaydesh (Zonk/Stagnan):
      SPH (Self-Propelled Howitzer): Program pengadaan meriam gerak sendiri (seperti M109 atau K9) berulang kali masuk daftar belanja namun selalu dicoret karena "kekangan kewangan".
      Modernisasi Tank: Tidak ada penambahan armada tank tempur utama (MBT) baru; masih mengandalkan PT-91M Pendekar dalam jumlah terbatas.
      4. Akar Masalah: Anggaran vs Realitas
      Indonesia: Memanfaatkan Foreign Military Financing dan ruang fiskal yang sehat (Utang/GDP 40%) untuk melakukan belanja besar di saat harga pasar kompetitif.
      Malaydesh: Terjebak pada belanja operasional yang sangat besar (mencapai RM 355 miliar dari total anggaran RM 421 miliar) untuk membayar gaji dan perawatan alutsista tua, sehingga sisa dana untuk pembangunan atau pembelian baru sangat minim.
      -
      INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      -
      🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

      Hapus
    3. STABILITAS VS. RISIKO SISTEMIK
      -
      Kesimpulan Strategis: Stabilitas vs. Risiko Sistemik
      Analisis komparatif periode 2010–2025 menunjukkan perbedaan kontras antara manajemen fiskal yang konservatif (Indonesia) dan pola pertumbuhan utang yang tidak berkelanjutan (Malaydesh). Hal ini berdampak langsung pada kemampuan negara dalam memodernisasi kekuatan pertahanan mereka.
      1. Kesehatan Fiskal dan Manajemen Utang
      Secara fundamental, Indonesia berada dalam posisi yang jauh lebih tangguh dibandingkan Malaydesh:
      Ketahanan Anggaran: Indonesia mempertahankan rasio utang pemerintah di angka 40%, jauh di bawah ambang batas hukum (legal ceiling) 60%. Sebaliknya, Malaydesh telah berada di "Zona Merah" dengan rasio 69%, melampaui batas aman mereka sendiri (65%).
      Beban Ganda (Dual Burden): Malaydesh menghadapi risiko sistemik karena utang rumah tangga yang ekstrem (84,3%). Total akumulasi beban (Negara + Rakyat) mencapai 153,3% dari PDB, menciptakan ekonomi yang rapuh terhadap guncangan suku bunga global. Indonesia jauh lebih stabil dengan total beban gabungan hanya 56%.
      2. Dampak Sosial: Tekanan Beban Per Kapita
      Beban finansial di Malaydesh telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan bagi individu:
      Utang per Kepala: Setiap warga Malaydesh menanggung beban akumulasi sebesar RM 81.998.
      Eksodus Penduduk: Tekanan biaya hidup yang tinggi akibat konsumsi yang dibiayai kredit (bukan pendapatan riil) telah memicu migrasi besar-besaran (sekitar 97.000 orang) untuk mencari peluang ekonomi di luar negeri.
      3. Kelumpuhan Modernisasi Militer (Procurement Zonk)
      Kegagalan manajemen utang di Malaydesh berdampak fatal pada sektor pertahanan, menciptakan fenomena "Zonk Procurement":
      Indonesia (Modernisasi Masif): Berhasil mengaktifkan kontrak strategis seperti 42 Jet Rafale, Kapal Selam Scorpene Evolved, Fregat Merah Putih, hingga rudal balistik Khan. Hal ini dimungkinkan karena adanya ruang fiskal yang longgar.
      Malaydesh (Stagnasi & Batal):
      Proyek LCS: Mangkrak selama 15 tahun (sejak 2011) akibat salah kelola dana.
      Pembekuan Anggaran: Program vital seperti MRCA (Jet Tempur) dan MRSS (Kapal Angkut) dibatalkan atau dibekukan hingga 2026 karena negara harus memprioritaskan pembayaran bunga utang.
      Instabilitas Politik: Pergantian 5 PM dan 6 Menhan dalam waktu singkat merusak kontinuitas perencanaan pertahanan, mengubah rencana strategis menjadi sekadar "klaim atau bual" tanpa realisasi.
      Ringkasan Akhir Perbandingan Strategis
      Status Risiko Ekonomi
      Indonesia: Stabil & Konservatif (Manajemen utang sangat disiplin).
      Malaydesh: Risiko Sistemik (Debt Trap) akibat beban utang yang melampaui batas aman.
      Kapasitas Belanja Negara
      Indonesia: Tinggi (Masih memiliki ruang fiskal yang luas untuk investasi).
      Malaydesh: Lumpuh (Mengalami kekangan kewangan karena pendapatan tersedot cicilan bunga).
      Kondisi Alutsista & Pertahanan
      Indonesia: Modernisasi Aktif & Masif (Pengadaan jet tempur dan kapal selam kelas dunia terus berjalan).
      Malaydesh: Proyek Mangkrak & Batal (Zonk) ditandai dengan kasus LCS dan pembatalan berbagai kontrak penting.
      Proyeksi Masa Depan
      Indonesia: Pertumbuhan berkelanjutan dengan penguatan militer yang konsisten.
      Malaydesh: Terjebak dalam siklus "Gali Lubang Tutup Lubang" yang mengancam stabilitas jangka panjang.
      -
      INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      -
      🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

      Hapus
  71. TUDM dan RTAF Perkukuh Hubungan Dua Hala Menerusi AWG MALTHAI Ke-108
    ---------------

    lah datang latihan tak bawa pesawat, apa ini nak SEWA kah haha!😝🤣😝
    Dmiskinos

    lah kan bner yak datang jalan kaki..kahsiyan..marathon kah, Jimat kos haha!🍌😋🍌

    BalasHapus
  72. Saya lebih percayakan PAGE RASMI LEONARDO....LETTER OF INTENT je.....HAHAHAHHA



    Leonardo, PT ESystem Solutions and the Ministry of Defence Of the Republic of Indonesia sign M-346 F AIRCRAFT Letter of Intent to meet Indonesian Air Force training and combat requirements

    https://www.leonardo.com/en/press-release-detail/-/detail/04-02-2026-leonardo-pt-esystem-solutions-and-the-ministry-of-defence-of-the-republic-of-indonesia-sign-m-346-f-aircraft-letter-of-intent-to-meet-indonesian-air-force-training-and-combat-requirements

    BalasHapus
    Balasan
    1. MODERENISASI versus STAGNASI
      -
      1. Indonesia: Ambisi "The New Regional Power"
      Dengan anggaran sebesar USD 20 Miliar, Indonesia sedang melakukan transformasi militer besar-besaran yang tidak lagi sekadar pemeliharaan, melainkan pengadaan ofensif dan defensif yang strategis.
      Dominasi Anggaran: Anggaran Indonesia kini hampir 4,3 kali lipat lebih besar dari Malaydesh. Ini memberikan keleluasaan bagi Indonesia untuk memborong alutsista kelas berat (Rafale, Scorpene, Frigate, hingga Rudal Balistik).
      Kemandirian & Diversifikasi: Daftar pengadaan menunjukkan strategi diversifikasi dari berbagai negara (Prancis, Italia, Turki, AS) serta penguatan industri dalam negeri (PT PAL), yang memposisikan Indonesia sebagai pemimpin pertahanan di Asia Tenggara.
      Efek Getar (Deterrent Effect): Peningkatan 37% menunjukkan komitmen politik yang kuat untuk menjadikan TNI sebagai kekuatan yang disegani di tengah ketegangan geopolitik regional.
      -
      2. Malaydesh: Jebakan Utang dan Stagnasi Militer
      Anggaran sebesar USD 4,7 Miliar menunjukkan keterbatasan ruang gerak akibat kondisi ekonomi makro yang tertekan.
      Beban Utang yang Melumpuhkan: Dengan utang rumah tangga mencapai 84,3% dari PDB dan utang pemerintah diproyeksi terus meningkat hingga 69,54% pada 2029, kapasitas fiskal untuk modernisasi militer sangat terbatas.
      Krisis Prioritas: Tingginya utang negara memaksa pemerintah untuk memprioritaskan pembayaran bunga utang dan subsidi domestik dibandingkan pengadaan alutsista kelas atas.
      Ketidakpastian Politik: Pergantian kepemimpinan (PM dan Menhan) yang terlalu sering berdampak pada keberlanjutan kontrak pertahanan. Banyak program yang berstatus "AKAN" atau "CANCELLED" karena tidak adanya kepastian pendanaan jangka panjang.
      -
      3. Perbandingan Strategis (Head-to-Head)
      Status Modernisasi Alutsista
      🚀 Indonesia: Melakukan modernisasi agresif dengan mengakuisisi teknologi mutakhir seperti jet tempur generasi 4.5 dan kapal selam kelas Scorpene.
      🐢 Malaydesh: Terjebak dalam modernisasi bertahap atau minimum yang hanya mencakup pemenuhan kebutuhan dasar operasional.
      Kapasitas Fiskal & Anggaran
      💰 Indonesia: Memiliki ruang fiskal ekspansif yang difokuskan sepenuhnya pada konsep pertahanan total dan belanja modal alutsista.
      📉 Malaydesh: Kondisi keuangan tertekan hebat oleh beban utang rumah tangga (Household Debt) dan utang pemerintah yang mendekati ambang batas GDP.
      Posisi & Pengaruh di Kawasan
      🌏 Indonesia: Posisi tawar meningkat pesat dan semakin mengukuhkan diri sebagai "Big Brother" atau pemimpin utama di kawasan ASEAN.
      ⚠️ Malaydesh: Mengalami penurunan pengaruh dan terancam tertinggal oleh negara tetangga seperti Vietnam dan Filipina yang lebih aktif berinvestasi di sektor pertahanan.
      Keberlanjutan Program (Sustainability)
      ✅ Indonesia: Memiliki kontrak aktif dan berjalan (on progress) yang jelas dengan banyak negara mitra strategis global.
      ❌ Malaydesh: Menghadapi ketidakpastian besar dengan banyaknya program yang mengalami penundaan, pembekuan (freezes), hingga pembatalan.
      -
      INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      -
      🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

      Hapus
    2. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
      -ANALISIS PROYEKSI PELUNASAN HUTANG MALAYDESH 2053 VS. TREN PENAMBAHAN HUTANG TERKINI
      1. Latar Belakang Proyeksi 2053
      Malaydesh meramalkan dapat melunasi seluruh hutang pemerintah pada 2053 dengan asumsi tidak ada pinjaman baru untuk defisit atau refinancing mulai 2024.
      Per akhir 2022, total hutang pokok pemerintah Persekutuan tercatat RM 1,079.6 miliar atau 60.4% dari PDB; jika memasukkan liabilitas lain, jumlahnya mencapai RM 1.45 triliun (80.9% PDB).
      ===========
      Faktor Pemicu Penambahan Hutang
      • Pembiayaan 🦧GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN yang terus berlangsung
      • Perpanjangan/rollover surat utang yang matang
      • Kenaikan biaya layanan hutang (Debt Service Charges naik dari RM 30.5 miliar 2018 ke RM 41.3 miliar 2022)
      • Kontinjensi liabilitas: jaminan pemerintah, 1MDB, dan liabilitas lainnya
      • Penurunan pertumbuhan pendapatan pajak saat ekonomi melambat
      ===========
      Kesimpulan
      Proyeksi pelunasan 2053 bersandar pada “nol pinjaman baru” — skenario yang saat ini jauh dari kenyataan. Tren pembiayaan defisit dan refinancing terus mengerek total hutang ke rekor baru. Tanpa langkah konsolidasi fiskal dan reformasi struktural yang tegas, target 2053 akan terus tertunda.
      ===========
      📊 Hutang Isi Rumah Malaydesh – Gambaran & Implikasi
      Data yang anda kongsikan daripada Bank Negara Malaydesh (BNM) memang mencerminkan satu realiti penting dalam ekonomi serantau:
      • Nilai: RM1.65 trilion (setakat Mac 2025)
      • Nisbah terhadap KDNK: 84.3%
      • Kedudukan: Tertinggi di ASEAN untuk nisbah hutang isi rumah/KDNK
      🔍 Kenapa angka ini tinggi?
      1. Akses mudah kepada kredit – Kad kredit, pinjaman peribadi, dan skim pembiayaan kenderaan/perumahan yang meluas.
      2. Harga rumah yang meningkat – Ramai bergantung pada pinjaman jangka panjang.
      3. Kos sara hidup yang tinggi, memaksa sebahagian isi rumah bergantung kepada hutang untuk menampung perbelanjaan.
      4. Pertumbuhan pendapatan yang perlahan berbanding kenaikan kos dan komitmen hutang.
      📈 Implikasi kepada ekonomi & rakyat
      • Kerentanan kewangan – Isi rumah lebih terdedah jika kadar faedah naik atau ekonomi meleset.
      • Kesannya kepada penggunaan – Perbelanjaan pengguna mungkin berkurangan kerana sebahagian pendapatan digunakan untuk membayar hutang.
      • Kestabilan kewangan negara – Bank pusat perlu mengimbangi pertumbuhan ekonomi dengan risiko kredit.

      Hapus
    3. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
      -
      THE MAIN KNOWLEDGE GAPS IN MALAYDESH MILITARY WITHOUT A DEDICATED MARINE CORPS STEM FROM A LACK OF A UNIFIED DOCTRINE, fragmented command, and limited indigenous expertise in the complex field of amphibious warfare.
      Fragmentation of Doctrine and Training
      A dedicated Marine Corps provides a single, cohesive doctrine for amphibious operations. In Malaydesh , this expertise is distributed across the Malaydesh Army and the Royal Malaydesh Navy (RMN), leading to several problems:
      • No Single Amphibious Doctrine: There is no single, codified doctrine that governs how land and sea forces should work together in an amphibious assault. While some units, like the Army's 10th Parachute Brigade, have amphibious training, they are primarily land-centric. This creates a disconnect between the Army's maneuver doctrine and the Navy's ship-to-shore logistics.
      • Reliance on Foreign Partners: Malaydesh heavily relies on joint exercises with countries that have a Marine Corps, such as the U.S. and the Philippines. These exercises, like CARAT and Bersama Warrior, are crucial for developing skills and interoperability. However, this reliance means that Malaydesh forces are not constantly developing their own expertise and can only practice these complex operations during limited, often ad-hoc, training periods.
      Gaps in Expertise and Personnel
      A dedicated Marine Corps cultivates a deep bench of personnel with specialized knowledge in all aspects of amphibious warfare. The absence of this creates several key gaps in expertise:
      • Limited Specialist Roles: Amphibious warfare requires a wide range of specialized skills, from beach reconnaissance and hydrographic surveying to coordinating ship-to-shore fire support and managing logistics in a contested littoral environment. Without a Marine Corps, Malaydesh lacks a consistent, institutionalized way to train and retain personnel in these niche roles.
      • Challenges in Joint Operations: The lack of a shared understanding and common language between the Army and Navy can hinder effective joint operations. In a real-world scenario, this can lead to delays in decision-making, poor communication, and a lack of synchronized action—all of which are critical for the success of an amphibious landing.
      • Weakened Expeditionary Capability: A Marine Corps is an expeditionary force by nature, designed to deploy quickly and project power from the sea. Malaydesh military, without this dedicated component, lacks the ability to rapidly deploy a self-sustaining force for missions like humanitarian assistance, disaster relief, or securing remote territories. This is a significant vulnerability for an archipelagic state with a vast maritime domain.
      =============
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      • 2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP GDP

      Hapus
  73. Program MESYUARAT...masa bawa pesawat dalam meting guys....HAHAHAHHA



    Program mesyuarat kali ini turut dilaksanakan program lawatan SMEE FLIT & Logistic T50/FA50 ke Fighter Tactical Squadron 401 di Takhli Air Base. Lawatan yang diketuai Lt Kol Nasruddin bin Khalid TUDM bersama wakil RTAF ini memberi pendedahan berkaitan operasi dan senggaraan pesawat T-50/FA-50. Program ini signifikan sebagai persediaan menjelang kemasukan varian FA-50 ke dalam fleet TUDM. Delegasi turut berpeluang menaiki pesawat ATR 72 RTAF ke pangkalan tersebut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      -
      KONON KAYA = 97.000 EKSODUS
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      --------------------
      keadaan ekonomi "Malaydesh" yang sebenarnya pada awal Januari 2026 dapat diuraikan sebagai berikut:
      Eksodus Warga Negara: Terdapat tren signifikan di mana puluhan ribu warga negara "Malaydesh" melepaskan kewarganegaraan mereka, dengan total lebih dari 97.000 orang antara 2015 hingga Juni 2025.
      Faktor Ekonomi: Alasan utama yang dikutip untuk eksodus ini adalah faktor ekonomi dan keluarga. Hal ini menunjukkan adanya tekanan ekonomi domestik atau peluang ekonomi yang lebih baik di negara lain.
      Destinasi Utama: Mayoritas dari mereka (lebih dari 93%) pindah ke Singapura, yang mengindikasikan adanya disparitas pendapatan dan peluang kerja yang signifikan antara "Malaydesh" dan Singapura
      --------------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
      • Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
      • Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
      1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
      3️⃣ Ringkasan dalam tabel
      Periode Total Utang (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM) Kenaikan per Orang (RM)
      Akhir 2024 1.25 35,977,838 34,735 –
      Juni 2025 1.30 35,977,838 36,139 +1,404
      4️⃣ Analisis
      • Dalam 6 bulan pertama 2025, utang per penduduk naik sekitar RM 1,404.
      • Kenaikan ini setara dengan +4% dibanding akhir 2024.
      • Artinya, setiap warga Malaydesh secara rata-rata “menanggung” tambahan utang sekitar RM 234 per bulan selama periode tersebut.
      --------------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
      • Persentase terhadap PDB: 84.3%
      • Jumlah penduduk Malaydesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
      2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
      Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang
      3️⃣ Ringkasan dalam tabel
      Periode Total Utang Rumah Tangga (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM)
      Maret 2025 1.65 35,977,838 45,859
      4️⃣ Analisis
      • Setiap penduduk Malaydesh, secara rata-rata, “menanggung” utang rumah tangga sekitar RM 45,859.
      • Angka ini lebih tinggi dibanding utang per kapita pemerintah federal yang kita hitung sebelumnya (sekitar RM 36 ribu per orang).
      • Jika digabungkan (utang pemerintah + utang rumah tangga), beban utang total per kapita bisa mendekati RM 82 ribu.
      Rasio 84.3% dari PDB menunjukkan bahwa utang rumah tangga Malaydesh relatif tinggi dibanding ukuran ekonominya, yang dapat memengaruhi daya beli dan risiko keuangan rumah tangga jika suku bunga

      Hapus
    2. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
      -1. KETERBATASAN TEKNOLOGI DAN Modernisasi Armada
      • Sistem Sonar Usang: Beberapa kapal perang permukaan Angkatan Laut Malaydesh (TLDM) masih menggunakan sistem sonar yang mungkin sudah berusia. Sonar yang lebih tua memiliki jangkauan deteksi yang lebih terbatas dan kurang efektif dalam membedakan target asli dari kebisingan latar belakang atau umpan (decoy). Kesenjangan teknologi ini menjadi signifikan jika dibandingkan dengan kapal-kapal modern yang dilengkapi dengan sonar digital canggih, yang mampu melacak banyak target secara simultan dan menyaring kebisingan laut dengan algoritma pembelajaran mesin.
      • Ketiadaan AIP pada Kapal Selam: Dua kapal selam kelas Scorpene milik Malaydesh tidak dilengkapi dengan sistem Air-Independent Propulsion (AIP). Sistem AIP memungkinkan kapal selam untuk tetap berada di bawah air lebih lama tanpa harus naik ke permukaan untuk mengisi ulang baterai. Tanpa AIP, kapal selam Malaydesh harus lebih sering "snorkeling" (mengoperasikan snorkel di permukaan) untuk mengisi ulang baterainya, yang secara signifikan meningkatkan risiko terdeteksi oleh radar dan sonar musuh. Hal ini membatasi durasi operasi rahasia dan jangkauan patroli bawah air mereka.
      2. Tantangan Operasional dan Lingkungan
      • Kondisi Lingkungan Laut: Kinerja sonar sangat bergantung pada kondisi lingkungan perairan. Faktor-faktor seperti suhu, salinitas, dan kedalaman air dapat mempengaruhi kecepatan suara dan menciptakan "lapisan" di dalam air (thermocline) yang dapat membelokkan atau memblokir gelombang suara sonar. Kemampuan untuk mengimbangi variasi ini, yang dikenal sebagai "acoustic masking", memerlukan teknologi sonar yang sangat canggih dan kru yang terlatih.
      • Kebisingan Latar Belakang: Laut adalah lingkungan yang bising, penuh dengan suara dari kehidupan laut, aktivitas kapal komersial, dan bahkan hujan. Sonar pasif, yang hanya "mendengarkan" suara dari target, harus mampu membedakan suara mesin kapal selam dari kebisingan-kebisingan ini. Sonar yang kurang canggih atau kru yang tidak terlatih dengan baik akan kesulitan dalam melakukan klasifikasi target secara akurat, meningkatkan risiko kesalahan identifikasi atau gagal deteksi.
      3. Kendala Anggaran dan Pemeliharaan
      • Anggaran Pertahanan yang Terbatas: Meskipun Malaydesh memiliki tantangan keamanan maritim yang signifikan, anggaran pertahanannya cenderung lebih kecil dibandingkan beberapa negara tetangga. Keterbatasan anggaran ini memengaruhi kemampuan TLDM untuk secara rutin memutakhirkan sistem sonar pada kapal-kapalnya dan untuk melakukan pemeliharaan yang memadai pada armada yang sudah ada. Kurangnya perawatan rutin dapat mengurangi efektivitas sistem sonar dan mempercepat keausan komponen.
      • Kurangnya Kesiapan Alutsista: Beberapa laporan menunjukkan adanya masalah dalam kesiapan alutsista TLDM, termasuk sistem persenjataan dan sensor seperti sonar. Ini mungkin disebabkan oleh kombinasi masalah pembiayaan, logistik suku cadang, dan kurangnya personel yang terlatih untuk melakukan pemeliharaan.
      4. Faktor Sumber Daya Manusia
      • Kemunduran Profesionalisme: Beberapa ahli dan laporan mengindikasikan bahwa ada kemunduran dalam tingkat profesionalisme personel di Angkatan Laut Malaydesh , baik di kapal permukaan maupun kapal selam. Pengoperasian dan interpretasi data dari sistem sonar yang canggih memerlukan keahlian dan pelatihan yang intensif. Kurangnya pelatihan yang berkelanjutan dapat mengurangi efektivitas operasional, bahkan jika sistem teknologinya sudah memadai.
      =============
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      • 2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP GDP

      Hapus
    3. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
      -BERIKUT ADALAH BEBERAPA CONTOH KAPAL TLDM YANG DIANGGAP USANG ATAU SUDAH TIDAK LAYAK OPERASIONAL:
      • Korvet Kelas Laksamana: Baru-baru ini, tiga korvet kelas Laksamana, yaitu KD Laksamana Tun Abdul Jamil, KD Laksamana Tan Pusmah, dan KD Pendekar, telah secara resmi dinonaktifkan. Kapal-kapal ini dibangun di Italia pada tahun 1980-an dan telah bertugas selama beberapa dekade. Penonaktifan ini adalah bagian dari rencana untuk mengganti kapal-kapal usang dengan aset yang lebih modern, seperti Littoral Combat Ship (LCS).
      • Kapal Serangan Cepat (Fast Attack Craft): KD Pendekar, yang dinonaktifkan bersama dua korvet Laksamana, adalah contoh kapal serangan cepat yang telah lama bertugas sejak tahun 1979. Usia kapal ini yang sangat tua menunjukkan keterbatasan dalam teknologi dan kemampuan operasional dibandingkan dengan kapal modern.
      • Kapal Patroli Kelas Kris dan Sabah: Kapal-kapal patroli ini telah dinonaktifkan atau dialihkan ke MMEA. Meskipun telah melayani TLDM selama lebih dari 30 tahun, keterbatasan operasionalnya, seperti jangkauan patroli yang pendek, membuatnya tidak lagi efektif untuk misi pengawasan di perairan yang lebih luas, seperti Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Malaydesh yang membentang lebih dari 320 km.
      • Kapal Pendukung Serbaguna (Multi-Purpose Support Ships): Kapal-kapal lama seperti KD Sri Indera Sakti dan KD Mahawangsa telah mencapai batas usia pakainya. TLDM memiliki rencana untuk menggantinya dengan Kapal Pendukung Serbaguna Multi-Role Support Ship (MRSS) yang baru, tetapi pelaksanaannya menghadapi kendala.
      • Armada Secara Umum: Secara keseluruhan, rata-rata usia kapal tempur dan patroli TLDM saat ini lebih dari 25 tahun, dengan mayoritas kapal bahkan berusia lebih dari 30 tahun. Kapal-kapal yang sudah terlalu tua ini sering kali mencapai titik di mana biaya pemeliharaan menjadi sangat tinggi dan tidak efisien. Program modernisasi yang tertunda, seperti proyek Littoral Combat Ship (LCS) yang mengalami penundaan, memperburuk masalah ini.
      Kapal-Kapal Usang Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaydesh (MMEA)
      • Kapal Patroli Tua (Ex-Police and Fisheries Vessels): Banyak kapal patroli MMEA sebelumnya adalah kapal milik Pasukan Polis Marin (PPM) atau Jabatan Perikanan. Contohnya termasuk kapal-kapal dari kelas "Gagah" dan "Nusa". Meskipun beberapa kapal ini telah menjalani program pembaruan (repowering) untuk mengganti mesin dan melakukan perbaikan struktural, usia desain dan lambungnya tetap membatasi kemampuan mereka.
      • Kurangnya Kapal Patroli Jarak Jauh (Offshore Patrol Vessels): MMEA sangat membutuhkan Kapal Patroli Lepas Pantai (Offshore Patrol Vessels - OPV) yang lebih besar dan modern untuk misi pengawasan di ZEE. Proyek pengadaan OPV untuk MMEA mengalami berbagai tantangan. Ini berarti MMEA masih harus mengandalkan kapal-kapal yang lebih kecil dengan jangkauan dan daya tahan yang terbatas untuk mengawasi perairan yang sangat luas.
      • Donasi dan Transfer Kapal: MMEA juga menerima kapal-kapal yang dinonaktifkan dari angkatan laut negara lain, seperti kapal patroli dari Amerika Serikat (Ex-USCGC Steadfast) dan Australia. Meskipun ini dapat menjadi solusi cepat untuk menambah armada, kapal-kapal ini sering kali sudah berusia dan memerlukan pemeliharaan dan suku cadang yang khusus, yang dapat menjadi tantangan logistik.
      =============
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP GDP

      Hapus
  74. Saya lebih percayakan PAGE RASMI LEONARDO....LETTER OF INTENT je.....bukan up page BLOGER sebagai bukti hujah.............HAHAHAHHA



    Leonardo, PT ESystem Solutions and the Ministry of Defence Of the Republic of Indonesia sign M-346 F AIRCRAFT Letter of Intent to meet Indonesian Air Force training and combat requirements

    https://www.leonardo.com/en/press-release-detail/-/detail/04-02-2026-leonardo-pt-esystem-solutions-and-the-ministry-of-defence-of-the-republic-of-indonesia-sign-m-346-f-aircraft-letter-of-intent-to-meet-indonesian-air-force-training-and-combat-requirements

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      -
      KLAIM KAYA = 97.000 EKSODUS
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI

      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      --------------------
      Faktor Pendorong (Push & Pull Factors)
      Direktur Jenderal JPN, Badrul Hisham Alias, menyatakan dua alasan fundamental:
      Faktor Ekonomi: Perbedaan signifikan dalam tingkat upah dan prospek karier, terutama bagi mereka yang sudah bekerja lama di Singapura, membuat peralihan kewarganegaraan menjadi pilihan logis untuk stabilitas finansial jangka panjang dan akses ke skema pensiun atau perumahan.
      Faktor Keluarga: Termasuk pernikahan dengan warga asing dan keinginan untuk memberikan stabilitas pendidikan serta kesehatan bagi anak-anak di negara tujuan.
      Larangan Kewarganegaraan Ganda: Karena konstitusi Malaydesh tidak mengakui kewarganegaraan ganda, warga yang ingin menikmati hak penuh di negara tempat mereka bekerja (seperti hak pilih atau kepemilikan properti tertentu) terpaksa melepaskan status warga negara Malaydesh mereka secara permanen.
      --------------------
      Profil Demografi
      Mayoritas mereka yang pergi berada pada usia produktif puncak:
      Usia 31–40 tahun: Kelompok terbesar (31,6% atau 19.287 orang).
      Usia 21–30 tahun: Kelompok kedua terbesar (30,8% atau 18.827 orang).
      Gender: Mayoritas adalah wanita (sekitar 57,9% atau 35.356 orang).
      --------------------
      Sumber Berita Utama:
      The Straits Times: More than 57,000 Malaydeshns renounced their citizenship for Singapore's (Update 9 Jan 2026).
      Harian Metro: Wawancara eksklusif dengan Dirjen JPN (7 Jan 2026).
      New Straits Times: Singapore top choice as 61,116 Malaydeshns renounce citizenship.
      VnExpress International: Nearly 94% of Malaydeshns who renounced citizenship moved to Singapore.
      Malay Mail: Laporan statistik parlemen Nearly 100,000 Malaydeshns became Singaporeans over past decade.
      ------------------
      MALAYDESH UP TO =
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      Malaydesh's debt ratio could surge to almost 97% of GDP if government-linked guarantees materialize, a risk highlighted in the Ministry of Finance's (MOF) Fiscal Outlook 2026 report, although baseline projections show a gradual improvement in the debt trajectory. The report indicates that a "contingent-liability shock" from guarantees or other off-budget obligations could push the ratio significantly higher, amplifying debt-scarring effects.
      • Baseline projections:
      The MOF's baseline outlook projects a gradual improvement in the country's debt trajectory, with the government debt-to-GDP ratio expected to remain steady around 63.5% through 2026.
      • Stress test results:
      In a stress scenario, the debt-to-GDP ratio could reach 96.7% in 2027 if government guarantees materialize.
      • Risks:
      This surge reflects the "debt-scarring effect of additional borrowings to fulfil these obligations". A combined macroeconomic and fiscal shock, similar to the pandemic period, could raise the debt ratio to approximately 88% of GDP.
      • Government response:
      The MOF emphasizes that these stress tests underscore the importance of strengthening fiscal discipline and debt management to contain these risks and maintain debt sustainability.
      ----------------
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP

      Hapus
    2. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
      -
      THE PRIMARY WEAKNESS OF THE MALAYDESH MILITARY'S AMPHIBIOUS CAPABILITIES IS THE LACK OF A DEDICATED MARINE CORPS. INSTEAD OF A SINGLE, specialized branch, Malaydesh amphibious forces are fragmented and distributed among different services, which creates several significant gaps.
      1. Fragmentation of Command and Control
      Without a unified Marine Corps, the various units responsible for amphibious operations—such as the Army's 10th Parachute Brigade and the Navy's PASKAL—must coordinate their efforts during a mission. This lack of a single, dedicated command structure can lead to:
      • Slower Response Times: The time required to coordinate and deploy different units from separate services can delay a rapid response to maritime threats or humanitarian crises.
      • Interoperability Issues: Despite joint exercises, the different services have distinct doctrines, equipment, and training, which can lead to communication and operational gaps in a real-world scenario.
      2. Limited Dedicated Assets
      A dedicated Marine Corps typically possesses its own fleet of specialized equipment designed for amphibious operations, such as amphibious assault vehicles (AAVs) and large landing craft. The Malaydesh Armed Forces (MAF) lack a similar inventory, relying on a more limited and general-purpose set of assets.
      • Reliance on Older or Less Capable Platforms: While the Malaydesh Navy is modernizing, its current fleet may not be sufficient for large-scale amphibious operations. The absence of a dedicated fleet of landing ships and AAVs limits the force's ability to transport troops and heavy equipment from sea to shore efficiently.
      3. Reduced Deterrence and Strategic Projection
      In a region with growing maritime disputes, a dedicated amphibious force serves as a powerful deterrent. Its existence signals a nation's ability and resolve to project power and defend its territorial claims.
      • Vulnerability in Maritime Disputes: Malaydesh is a claimant in the South China Sea, and the lack of a dedicated Marine Corps may be perceived as a strategic weakness when dealing with more assertive neighbors. The 2013 Lahad Datu incursion, for example, exposed a gap in the military's ability to swiftly and decisively respond to a maritime-based threat.
      4. Constraints on Training and Expertise
      While Malaydesh forces regularly train with foreign partners like the U.S. Marine Corps, this exposure is not a substitute for having a fully integrated, self-sustaining force.
      • Knowledge Gaps: Without a dedicated Marine Corps, the continuous development of a specialized doctrine and expertise in amphibious warfare is hindered. This can lead to a reliance on foreign partners for high-end amphibious training, rather than being able to conduct such training internally and on a large scale
      =============
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      • 2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP GDP

      Hapus
    3. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
      -
      THE ABSENCE OF A DEDICATED MARINE CORPS
      1. Gaps in Amphibious and Expeditionary Capabilities
      • Lack of a Cohesive Force: A dedicated Marine Corps is designed to be a self-contained, rapidly deployable expeditionary force. It integrates naval support, ground combat, and aviation assets into a single cohesive unit. In Malaydesh case, these capabilities are spread across different services (the Army's 10th Parachute Brigade, the Navy's PASKAL, and various naval ships). This fragmented approach can lead to coordination problems, "turf wars" between services, and a lack of unified command during complex amphibious operations.
      • Lack of Dedicated Amphibious Assets: A Marine Corps comes with its own fleet of specialized assets, such as amphibious assault vehicles (AAVs), hovercraft, and landing craft. While the Malaydesh Army is acquiring some hovercraft, these acquisitions are often piecemeal and not part of a larger, dedicated force structure. This can limit the scale and scope of amphibious operations.
      2. Slower Military Modernization
      • Outdated Doctrine: The Malaydesh Armed Forces (MAF) doctrine has historically been shaped by its counter-insurgency and land-centric experience. While the 2019 Defense White Paper has acknowledged the need for amphibious capabilities, the absence of a dedicated Marine Corps suggests a slower pace in fully embracing a modern, multi-domain warfare doctrine that is crucial for a maritime nation.
      • Budgetary and Bureaucratic Hurdles: The creation of a new military branch requires significant political will and a long-term financial commitment. Due to a history of fluctuating defense budgets and administrative complexities, proposals to establish a Malaydesh Marine Corps have repeatedly been put on the back burner. This has led to a situation where critical capabilities, like those needed for amphibious warfare, are not fully developed or funded.
      3. Vulnerability in Maritime Disputes
      • Inadequate Deterrence: Malaydesh is a claimant state in the South China Sea and faces increasing assertiveness from China. As noted by some military analysts, the Royal Malaydesh Navy's (RMN) naval vessels are in some cases smaller and less capable than the Chinese coast guard ships that operate in Malaydesh Exclusive Economic Zone (EEZ). A robust Marine Corps could serve as a powerful deterrent, signaling Malaydesh resolve to protect its maritime claims and remote outposts.
      • Challenges in Defending Remote Outposts: Malaydesh maintains a presence on several reefs and islands in the disputed waters. Reinforcing these remote garrisons requires significant air and sea-lift capabilities, which can be challenging and slow without a dedicated, integrated amphibious force.
      4. Limitations in Joint Operations and Interoperability
      • Fragmented Training: While the Royal Malaydesh Army trains with foreign marine forces (e.g., the U.S. Marine Corps) in exercises like CARAT, this training is often ad-hoc and focuses on specific, limited scenarios. It does not replace the continuous, integrated, and large-scale training that a dedicated Marine Corps undergoes to achieve seamless interoperability between sea and land forces.
      • Reduced Effectiveness in Multinational Operations: In a combined operation with a country that has a Marine Corps, Malaydesh lack of a similar force can hinder a seamless integration of its assets. This can create communication and procedural gaps that reduce overall operational effectiveness in joint exercises or real-world coalition efforts.

      Hapus
  75. TUDM dan RTAF Perkukuh Hubungan Dua Hala Menerusi AWG MALTHAI Ke-108
    ---------------

    lah datang latihan tak bawa pesawat, apa ini nak SEWA kah haha!😝🤣😝
    Dmiskinos

    lah kan bner yak masa datang jalan kaki..kahsiyan..marathon kah, Jimat kos haha!🍌😋🍌

    BalasHapus
  76. HAHAHAHHAHA........................


    Leonardo dan Kemhan RI Teken LoI untuk Jet Latih Tempur M-346 F “Block 20” di Singapore Airshow 2026

    https://www.indomiliter.com/leonardo-dan-kemhan-ri-teken-loi-untuk-jet-latih-tempur-m-346-f-block-20-di-singapore-airshow-2026/

    BalasHapus
    Balasan
    1. KAYA = 2025 BUDGET USD 17 BILLION (245 T) = 48 KAAN 42 RAFALE
      MISKIN = 2025 BUDGET MILITER USD 1,3 BILLION = NGEMIS F18 RONGSOK SEWA
      -----
      KAYA = 48 KAAN GEN 5 - 42 RAFALE
      MISKIN = NGEMIS 33 F18 RONGSOK 33 TAHUN
      ---
      5 PM = LCS MANGKRAK
      6x GANTI MENTERI PERTAHANAN = = LCS MANGKRAK
      Haaaaaaaaa.... BAYAR 6 UNIT = MANGKRAK 5 UNIT
      -----------
      Datuk Seri Najib Tun Razak = LCS PENGADAAN
      Tun Dr. Mahathir Mohamad = LCS MANGKRAK
      Tan Sri Muhyiddin Yassin = LCS MANGKRAK
      Ismail Sabri Yaakob = LCS MANGKRAK
      Anwar Ibrahim = LCS MANGKRAK
      -----------
      Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi = LCS MANGKRAK
      Datuk Seri Hishammuddin Hussein = LCS MANGKRAK
      Mohamad Sabu = LCS MANGKRAK
      Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob = LCS MANGKRAK
      Datuk Seri Hishammuddin Hussein = LCS MANGKRAK
      Datuk Seri Mohamad Hasan = LCS MANGKRAK
      ----------
      15 YEARS = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      15 YEARS = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      15 YEARS = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      15 YEARS = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world
      ----------
      2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
      -----
      2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
      ------
      2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
      -----
      2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
      -----
      2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
      -----
      2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
      -----
      2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..

      Hapus
    2. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      -
      ALASAN EKONOMI : 97.000 EKSODUS =
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      ---------------------------
      Sumber Berita Utama:
      Laporan Resmi: Portal JPN Malaydesh (Update 9 Jan 2026).
      Media : The Straits Times dan Harian Metro.Kompas Money
      The Straits Times (Singapore): "More than 57,000 Malaydeshns renounced their citizenship for Singapore's over last 5 years: Report".
      New Straits Times (Malaydesh): "Economic factors, family main reasons 61,116 Malaydeshns gave up citizenship".
      VnExpress International: "Nearly 94% of Malaydeshns who renounced citizenship moved to Singapore".
      SAYS: "Why Thousands Of Malaydeshns Are Giving Up Their Citizenship".
      RinggitPlus: "Economic And Family Factors Drive Malaydeshns To Renounce Citizenship
      -
      CNBC - 10 January 2026 12:00
      Pemerintah Malaydesh mencatat dua alasan utama, keluarga dan ekonomi.
      Dalam lima tahun hingga 17 Desember 2025, 61.116 warga Malaydesh resmi melepas kewarganegaraannya. Angka itu datang dari Jabatan Pendaftaran Negara Malaydesh. Sebanyak 93,78% atau sekitar 57.300 orang memilih Singapura. Australia hanya menyerap 2,15%. Brunei di bawah 1%. Tidak ada negara lain yang mendekati.
      Lebih dari 97.000 warga Malaydesh melepas kewarganegaraan sepanjang 2015-Juni 2025. Laju sekitar 10.000 per tahun sudah berjalan satu dekade
      ----------------------------
      Hutang Kerajaan Persekutuan:
      -
      1. Menurut laporan Fiscal Outlook 2024/2025, hutang kerajaan dijangka meningkat 6% pada 2025, lebih perlahan berbanding 7.5% pada 2024.
      Pada akhir Jun 2024, hutang kerajaan ialah RM1.227 trilion (63.1% KDNK).
      -
      2. Kenanga Research menganggarkan jumlah liabiliti kerajaan mencecah RM1.277 trilion pada suku pertama 2025, dengan nisbah hutang kepada KDNK sekitar 65.5%.
      ---------------
      Hutang Isi Rumah:
      -
      1. Kementerian Kewangan menyatakan hutang isi rumah pada 2023 ialah RM1.53 trilion.
      Komponen terbesar ialah pinjaman perumahan (60.5%), diikuti pinjaman kenderaan (13.2%) dan pembiayaan peribadi (12.6%).
      Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan nisbah hutang isi rumah kepada KDNK meningkat sedikit kepada 84.2–84.3% pada 2023 berbanding 82% pada 2018.
      ---------------
      ⚠️ Implikasi & Risiko
      Kerajaan: Nisbah hutang kerajaan sekitar 64–65% KDNK masih dalam julat terkawal, tetapi ruang fiskal semakin sempit.
      Isi Rumah: Nisbah hutang isi rumah yang tinggi (84% KDNK) menjadikan Malaydesh antara yang tertinggi di Asia, menimbulkan risiko terhadap daya tahan kewangan isi rumah jika kadar faedah meningkat atau ekonomi perlahan.
      Trend: Kedua-dua hutang kerajaan dan isi rumah menunjukkan pertumbuhan konsisten sejak 2020, menandakan tekanan jangka panjang terhadap kestabilan fiskal dan kesejahteraan rakyat.

      Hapus
    3. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
      -
      HERE ARE THE KEY ASEAN NATIONS WITH A DEDICATED MARINE CORPS:
      ________________________________________
      Indonesia 🇮🇩
      Indonesia's Korps Marinir Republik Indonesia (KORMAR RI) is a highly capable and well-established Marine Corps that is a core component of the Indonesian Navy (TNI AL).
      • Geographical Imperative: As the world's largest archipelagic state with over 17,000 islands, Indonesia requires a force that can project power across its vast maritime domain. KORMAR's primary role is to conduct amphibious operations, secure strategic coastal areas, and defend remote islands.
      • Size and Capabilities: KORMAR is a substantial force with its own armor, artillery, and specialized units. It can operate independently or as a key part of a larger naval task force, making it essential for a nation with such a dispersed territory.
      • Historical Context: The Korps Marinir was formed in 1945 during the Indonesian National Revolution, giving it a long history and a firm place in the country's military structure. Its missions have included counter-insurgency and securing the nation's borders.
      ________________________________________
      Philippines 🇵🇭
      The Philippine Marine Corps (PMC) is the naval infantry force of the Philippine Navy.
      • Archipelagic Defense: Like Indonesia, the Philippines is an archipelago, making a dedicated Marine Corps vital for internal and external security. The PMC's role is to conduct amphibious, expeditionary, and special operations missions to defend the country's extensive coastline and numerous islands.
      • Missions: The PMC is heavily involved in operations against communist insurgents and extremist groups. It has also been instrumental in securing disputed areas, such as the Spratly Islands, and in humanitarian assistance and disaster relief efforts, a critical role given the Philippines' vulnerability to natural disasters.
      • U.S. Influence: The Philippine Marine Corps was formed with assistance from the U.S. Marine Corps and shares many of its traditions, including its rank system and some ceremonial practices.
      ________________________________________
      Thailand 🇹🇭
      The Royal Thai Marine Corps (RTMC) is a specialized amphibious force that is part of the Royal Thai Navy.
      • Historical Ties: The RTMC has a long history, with its origins tracing back to the early 20th century, and it was significantly developed with the assistance of the U.S. Marine Corps.
      • Missions: The RTMC's responsibilities include coastal defense, amphibious operations, and internal security, particularly in the country's southern provinces. They have also been involved in counter-insurgency operations on the Malaydesh border and in peacekeeping missions.
      • Modernization: The RTMC has been modernizing its forces, acquiring specialized equipment like amphibious assault vehicles to enhance its capability for power projection from the sea to the shore.
      =============
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      • 2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP GDP

      Hapus
  77. lah masa ke thailan jalan kaki, mantap demi jimat kos haha!🍌😁🍌

    BalasHapus
  78. KAYA = 2025 BUDGET USD 17 BILLION (245 T) = 48 KAAN 42 RAFALE
    MISKIN = 2025 BUDGET MILITER USD 1,3 BILLION = NGEMIS F18 RONGSOK SEWA
    -----
    KAYA = 48 KAAN GEN 5 - 42 RAFALE
    MISKIN = NGEMIS 33 F18 RONGSOK 33 TAHUN
    ---
    5 PM = LCS MANGKRAK
    6x GANTI MENTERI PERTAHANAN = = LCS MANGKRAK
    Haaaaaaaaa.... BAYAR 6 UNIT = MANGKRAK 5 UNIT
    -----------
    Datuk Seri Najib Tun Razak = LCS PENGADAAN
    Tun Dr. Mahathir Mohamad = LCS MANGKRAK
    Tan Sri Muhyiddin Yassin = LCS MANGKRAK
    Ismail Sabri Yaakob = LCS MANGKRAK
    Anwar Ibrahim = LCS MANGKRAK
    -----------
    Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi = LCS MANGKRAK
    Datuk Seri Hishammuddin Hussein = LCS MANGKRAK
    Mohamad Sabu = LCS MANGKRAK
    Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob = LCS MANGKRAK
    Datuk Seri Hishammuddin Hussein = LCS MANGKRAK
    Datuk Seri Mohamad Hasan = LCS MANGKRAK
    ----------
    15 YEARS = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    15 YEARS = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    15 YEARS = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    15 YEARS = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world
    ----------
    2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
    -----
    2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
    ------
    2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
    -----
    2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
    -----
    2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
    -----
    2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
    -----
    2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..

    BalasHapus
  79. MALONDESH BAWA KONDOM UNISEX KE THAI BUAT DIKASIHKAN WARGA LADY BOYS SESUAI ARAHAN PMX ANUAR EPSTAIN 🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  80. Fakta bahwa Malaysdesh LOW IQ Grade....

    Ketika Indonesia shopping Dassault Rafale F4 dibilang kontrak kosong oleh malaydesh

    Sekarang rencana shopping M346 block 20 Indonesia ditertawakan oleh malaydesh




    GEMPURWIRA18 Februari 2026 pukul 14.48
    HAHAHAHHAHA........................


    Leonardo dan Kemhan RI Teken LoI untuk Jet Latih Tempur M-346 F “Block 20” di Singapore Airshow 2026

    https://www.indomiliter.com/leonardo-dan-kemhan-ri-teken-loi-untuk-jet-latih-tempur-m-346-f-block-20-di-singapore-airshow-2026/

    BalasHapus
  81. ADA YANG WARAS = NO AMRAAM
    DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
    DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
    DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
    DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
    DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
    DI TIPU KOREA = CONNED KOREA
    ------
    Zaft says:
    18 February 2026 at 11:49 AM
    Qamarul “I seriously think we dont need amraam integration on the FA-50M”

    Then we probably better off buying a block 10 at half the prices.

    Qamarul “There will be no amraam integration for the first batch but that due to Rmaf did not request for it”.

    Terima ajalah kenyataan yg kita semua kena conned dgn korea.

    Thats the problem when we wrote check on a none proven and readily available. Spend so much money and still don’t get the capabilities promised and now the builders are asking for more money if we wanted to get the capabilities they themselves promised back then
    -------------
    FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
    FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
    FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
    FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
    FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
    FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
    -
    Harga pesawat FA-50 Fighting Eagle buatan Korea Selatan bervariasi antar negara:
    1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
    -
    2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
    -
    3. Malaydesh : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
    -------------
    ANGSURAN FA50M = 10 TAHUN
    ANGSURAN FA50M = 10 TAHUN
    ANGSURAN FA50M = 10 TAHUN
    -
    angsuran untuk proyek Jet Tempur FA-50 Block 20 dengan skema Hybrid (Kredit & Barter) yang sangat unik:
    Parameter Simulasi
    Total Kontrak: US$ 920.000.000 (Sekitar RM 4,08 Miliar).
    Pembagian Skema (50:50):
    50% Kredit (Hutang): US$ 460.000.000
    50% Barter (Sawit): US$ 460.000.000
    Tenor (Jangka Waktu): 10 Tahun.
    Estimasi Bunga KEXIM: 4,5% per tahun (mengikuti standar OECD CIRR)..

    BalasHapus
  82. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
    GOV. DEBT : 40% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
    DEFISIT : 2,9%
    GDP = USD 1,44 TRILIUN
    =============
    =============
    MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
    GOV. DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
    DEFISIT : 3,8%
    GDP = USD 416,90 MILIAR
    -
    ALASAN EKONOMI : 97.000 EKSODUS =
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    ---------------------------
    Sumber Berita Utama:
    Laporan Resmi: Portal JPN Malaydesh (Update 9 Jan 2026).
    Media : The Straits Times dan Harian Metro.Kompas Money
    The Straits Times (Singapore): "More than 57,000 Malaydeshns renounced their citizenship for Singapore's over last 5 years: Report".
    New Straits Times (Malaydesh): "Economic factors, family main reasons 61,116 Malaydeshns gave up citizenship".
    VnExpress International: "Nearly 94% of Malaydeshns who renounced citizenship moved to Singapore".
    SAYS: "Why Thousands Of Malaydeshns Are Giving Up Their Citizenship".
    RinggitPlus: "Economic And Family Factors Drive Malaydeshns To Renounce Citizenshipa
    ---------------------------
    CNBC - 10 January 2026 12:00
    Pemerintah Malaydesh mencatat dua alasan utama, keluarga dan ekonomi.
    Dalam lima tahun hingga 17 Desember 2025, 61.116 warga Malaydesh resmi melepas kewarganegaraannya. Angka itu datang dari Jabatan Pendaftaran Negara Malaydesh. Sebanyak 93,78% atau sekitar 57.300 orang memilih Singapura. Australia hanya menyerap 2,15%. Brunei di bawah 1%. Tidak ada negara lain yang mendekati.
    Lebih dari 97.000 warga Malaydesh melepas kewarganegaraan sepanjang 2015-Juni 2025. Laju sekitar 10.000 per tahun sudah berjalan satu dekade
    ------------------
    MALAYDESH ........
    GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    FEDERAL GOVERNMENT DEBT
    • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
    • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
    • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
    HOUSEHOLD DEBT
    2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
    ------------------
    MALAYDESH ........
    DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
    2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
    2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
    2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
    2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
    2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
    2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
    2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
    2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
    2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
    2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
    ------------------
    MALAYDESH ........
    DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
    2029 = 438,09 BILLION USD
    2028 = 412,2 BILLION USD
    2027 = 386,51 BILLION USD
    2026 = 362,19 BILLION USD
    2025 = 338,75 BILLION USD
    2024 = 316,15 BILLION USD
    2023 = 293,83 BILLION USD
    2022 = 271,49 BILLION USD
    2021 = 247,49 BILLION USD
    2020 = 221,49 BILLION USD
    ------------------
    MALAYDESH .........
    DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
    DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
    DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
    DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
    DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
    DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
    The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
    ------------------
    MALAYDESH ........
    BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
    MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH

    BalasHapus
  83. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
    GOV. DEBT : 40% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
    DEFISIT : 2,9%
    GDP = USD 1,44 TRILIUN
    =============
    =============
    MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
    GOV. DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
    DEFISIT : 3,8%
    GDP = USD 416,90 MILIAR
    -
    🦧GORILA KLAIM KAYA : 97.000 EKSODUS =
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    ---------------------------
    Sumber Berita Utama:
    Laporan Resmi: Portal JPN Malaydesh (Update 9 Jan 2026).
    Media : The Straits Times dan Harian Metro.Kompas Money dan CNBC Indonesia
    The Straits Times (Singapore): "More than 57,000 Malaydeshns renounced their citizenship for Singapore's over last 5 years: Report".
    New Straits Times (Malaydesh): "Economic factors, family main reasons 61,116 Malaydeshns gave up citizenship".
    VnExpress International: "Nearly 94% of Malaydeshns who renounced citizenship moved to Singapore".
    SAYS: "Why Thousands Of Malaydeshns Are Giving Up Their Citizenship".
    RinggitPlus: "Economic And Family Factors Drive Malaydeshns To Renounce Citizenship
    -------------------
    Jabatan Pendaftaran Negara (JPN) Malaydesh per awal Januari 2026 =
    1. Statistik Pelepasan Kewarganegaraan (2020–2025)
    Dalam kurun waktu lima tahun yang berakhir pada 17 Desember 2025, tercatat 61.116 warga Malaydesh resmi menanggalkan status kewarganegaraan mereka.
    Destinasi Utama: Singapura menjadi pilihan mutlak bagi 57.300 orang (93,78%).
    Destinasi Lainnya: Australia menyerap 2,15% (sekitar 1.314 orang), diikuti Brunei Darussalam di bawah 1%.
    Demografi: Kelompok usia 31 hingga 40 tahun adalah yang paling dominan (31,6%), dengan persentase wanita mencapai 57,9% dari total pemohon.
    -------------------
    2. Analisis Faktor Pemicu Utama
    Pemerintah mengidentifikasi dua pendorong utama di balik tren ini:
    Faktor Ekonomi: Banyak warga yang bekerja di Singapura memilih berpindah kewarganegaraan demi stabilitas pendapatan, jenjang karier, dan akses penuh ke fasilitas ekonomi di sana.
    Faktor Keluarga: Pernikahan dengan warga negara asing menjadi alasan signifikan, di mana individu memilih mengikuti kewarganegaraan pasangan untuk memudahkan urusan administratif dan residensi.
    Larangan Kewarganegaraan Ganda: Berdasarkan Konstitusi Malaydesh Pasal 24, Malaydesh tidak mengakui dwi-kewarganegaraan. Hal ini memaksa warga yang ingin menetap permanen di negara seperti Singapura untuk melepas paspor Malaydesh mereka.
    -------------------
    3. Tren Jangka Panjang (2015–2025)
    Laju pelepasan kewarganegaraan ini bukan fenomena baru. Sepanjang satu dekade (2015 hingga Juni 2025), total terdapat 98.318 warga yang melepaskan kewarganegaraannya. Rata-rata pelarian modal manusia (human capital) ini stabil di angka 10.000 orang per tahun.


    BalasHapus
  84. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
    GOV. DEBT : 40% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
    DEFISIT : 2,9%
    GDP = USD 1,44 TRILIUN
    =============
    =============
    MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
    GOV. DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
    DEFISIT : 3,8%
    GDP = USD 416,90 MILIAR
    -
    🦧GORILA KLAIM KAYA : 97.000 EKSODUS =
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    ---------------------------
    Sumber Berita Utama:
    Laporan Resmi: Portal JPN Malaydesh (Update 9 Jan 2026).
    Media : The Straits Times dan Harian Metro.Kompas Money dan CNBC Indonesia
    The Straits Times (Singapore): "More than 57,000 Malaydeshns renounced their citizenship for Singapore's over last 5 years: Report".
    New Straits Times (Malaydesh): "Economic factors, family main reasons 61,116 Malaydeshns gave up citizenship".
    VnExpress International: "Nearly 94% of Malaydeshns who renounced citizenship moved to Singapore".
    SAYS: "Why Thousands Of Malaydeshns Are Giving Up Their Citizenship".
    RinggitPlus: "Economic And Family Factors Drive Malaydeshns To Renounce Citizenship
    -------------------
    pernyataan resmi Jabatan Pendaftaran Negara (JPN) Malaydesh melalui Direktur Jenderalnya, Badrul Hisham Alias.
    -
    Berikut adalah rincian detail mengenai tren pelepasan kewarganegaraan tersebut:
    Statistik Utama (Periode 2020 – 17 Desember 2025)
    Total Warga Melepas Kewarganegaraan: Sebanyak 61.116 orang resmi menanggalkan status warga negara Malaydesh dalam rentang waktu lima tahun terakhir.
    Destinasi Utama:
    1. Singapura (93,78%): Sekitar 57.315 orang memilih menjadi warga negara Singapura. Kedekatan geografis dan peluang ekonomi menjadi faktor penentu utama.
    2. Australia (2,15%): Menempati posisi kedua sebagai tujuan migrasi.
    3. Brunei Darussalam (0,97%): Berada di posisi ketiga.
    Negara Lain (3,1%): Tersebar di berbagai negara di seluruh dunia.
    -
    Profil Demografis & Penyebab
    Mayoritas Wanita: Sekitar 57,9% (35.356 orang) dari mereka yang pindah kewarganegaraan adalah perempuan.
    Kelompok Usia: Kelompok usia produktif 31 hingga 40 tahun menjadi penyumbang terbesar, yakni sekitar 31,6% dari total pemohon.
    -
    Faktor Pendorong: Keputusan ini didorong oleh dua faktor utama: ekonomi (mencari standar hidup dan nilai tukar mata uang yang lebih baik) serta alasan keluarga (seperti pernikahan dengan warga negara asing).
    -
    MALAYDESH ........
    GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    FEDERAL GOVERNMENT DEBT
    • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
    • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
    • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
    HOUSEHOLD DEBT
    2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
    ------------------
    MALAYDESH .........
    DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
    DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
    DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
    DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
    DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
    DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
    The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
    ------------------
    MALAYDESH ........
    BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
    MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH

    BalasHapus