09 Juni 2026

Indonesia Menerbitkan Surat Pernyataan Minat (LOI) untuk Sistem Pertahanan Udara MSAM-II

09 Juni 2026

Sistem rudal Cheongung II (M-SAM II) (image: LG D&A)

Kementerian Pertahanan Indonesia telah menerbitkan Surat Pernyataan MInat (LOI) kepada LIG Defense & Aerospace untuk pengadaan sistem pertahanan udara MSAM-II (rudal permukaan-ke-udara jarak menengah).

LOI, tertanggal 18 Mei 2026, diberikan kepada Janes oleh sumber industri. Surat tersebut menandakan niat Indonesia untuk melakukan pengadaan langsung MSAM-II untuk memperkuat arsitektur pertahanan udara nasionalnya.

Surat tersebut menetapkan pengadaan dua baterai dalam konfigurasi operasional penuh, termasuk stasiun kontrol penembakan, radar multifungsi, sistem peluncuran vertikal, dan kendaraan pemuat rudal.

LOI menyatakan bahwa akuisisi tersebut tunduk pada alokasi anggaran dan pengaturan pembiayaan yang telah dikonfirmasi, termasuk perjanjian pinjaman sesuai dengan peraturan Kementerian Keuangan.

Surat tersebut juga menguraikan persyaratan untuk jaminan penawaran dan kinerja, jaminan pembayaran di muka, dan pembayaran berbasis tonggak pencapaian (milestone) yang menunjukkan ketergantungan pada pembiayaan eksternal.

MSAM-II, juga dikenal sebagai Cheongung II, adalah sistem rudal permukaan-ke-udara semi-mobile yang dikembangkan oleh Badan Pengembangan Pertahanan Korea Selatan dan diproduksi oleh LIG Defense & Aerospace.

Sistem ini berbasis pada platform KIA Military Vehicles KM1500 8×8 dan dilengkapi dengan rudal Cheongung.

Setiap baterai biasanya terdiri dari empat hingga enam pengangkut-pemasang-peluncur, kendaraan radar multifungsi, pusat kendali tembakan, pengangkut ulang, dan kendaraan pembangkit listrik.

Rudal Cheongung memiliki panduan radar pelacak aktif, motor roket propelan padat satu tahap, dan hulu ledak fragmentasi berdaya ledak tinggi yang dipicu oleh sumbu jarak dekat.

Jangkauan maksimum sistem diperkirakan mencapai 40 km, dengan ketinggian jangkauan hingga 20 km.

Surat Pernyataan Minat (LOI) tersebut juga menyerukan pelatihan, dukungan logistik terintegrasi, suku cadang, peralatan pendukung darat, dokumentasi teknis, dan paket offset dan transfer teknologi.

152 komentar:

  1. Apa ituw krisis..
    Kita labjut SHOPPING🥳💰

    BalasHapus
    Balasan
    1. klaim ringgit berjayeee...
      masa 2x LOI VL MICA...rekor ini haha!🍌😆🤥

      warganyet negri🎰kasino semenanjung kuala lumpo, tak kuasa tahan MeWeK haha!🤪😝🍌

      Hapus
    2. Kahsihan tunggu2 dari 2011 NSM KENA BLOKIR Norwegia haha!😂🍌🤣

      LAST LAST VL MICA KENA BLOKIR MBDA haha!👍✌️🍌

      warganyet makin NGAMUK🔥 OMFONG GOWING paling LeMaH sekawasan haha!😋😂😝

      Hapus
    3. Beli Alutsista Secara Meminjam..Itu Krisis namanya..Meminjam Terbit Hutang Negara..

      Hapus
    4. Pinjaman Luar Negeri Beli Alutsista..Tambah Hutang Negara..Itu Krisis namanya..enggak ada duit..

      Hapus
    5. kalo kewajiban payment lancar...ituw bukan krisis cuy haha!😄😉😋
      tak ada satu pun negara di bumi ini yg tak utang, malah amrik yg super pawer..ngeriiihhh utangye🥶

      SHOPPING pake pinjaman luar negri malah bagus donk, ituw sperti maksa investasi asing di sini haha!😝🤭😎

      apalgi bila pemberi pinjaman adalah negara pawer pengekspor wepon tersebut, secara gak lgs dapet perlindungan politik haha!🤓👌✌️
      eitt satuw lagi....debt to gdp masi dibawah 60% jauuuhhhh...tak sperti negri idola luhhh😵‍💫 sewaaa pun batal haha!❌️🍌🤣

      Hapus
  2. Ohhh...baru LOI....bau bau SIGN KONTRAK KOSONG..... 🤣🤣🤣🤣

    Hati hati Korea ingat negara MISKIN yang NUNGGAK HUTANG KFX... MENCURI lagi..... 🤭🤭🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1998 - 2026 = 28 TAHUN = NGEMIS BERAS KELAPARAN
      -
      • Beban per Kapita: Naik 8,7x (RM 10.821 ke RM 94.544).
      • Utang Pemerintah: RM 98 M (35,8% PDB) menjadi RM 1,79 T (70,5% PDB).
      • Utang Rumah Tangga: RM 135 M (49,3% PDB) menjadi RM 1,65 T (84,3% PDB).

      2026
      Populasi: 36.38 juta
      Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
      Beban per Kapita: RM 94,544
      -
      2025
      Populasi: 35.97 juta
      Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
      Beban per Kapita: RM 81,998
      -
      2024
      Populasi: 34.67 juta
      Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
      Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
      Beban per Kapita: RM 79,315
      -
      2023
      Populasi: 35.12 juta
      Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
      Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
      Beban per Kapita: RM 74,587
      -
      2022
      Populasi: 34.69 juta
      Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
      Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
      Beban per Kapita: RM 70,901
      -
      2021
      Populasi: 34.28 juta
      Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
      Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
      Beban per Kapita: RM 67,667
      -
      2020
      Populasi: 33.87 juta
      Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
      Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
      Beban per Kapita: RM 63,464
      -
      2019
      Populasi: 33.45 juta
      Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
      Beban per Kapita: RM 60,179
      -
      2018
      Populasi: 33.00 juta
      Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
      Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 57,605
      -
      2017
      Populasi: 32.54 juta
      Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
      Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
      Beban per Kapita: RM 54,910
      -
      2016
      Populasi: 32.04 juta
      Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
      Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
      Beban per Kapita: RM 52,699
      -
      2015
      Populasi: 31.52 juta
      Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
      Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
      Beban per Kapita: RM 51,253
      -
      2014
      Populasi: 30.98 juta
      Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
      Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
      Beban per Kapita: RM 47,927
      -
      2013
      Populasi: 30.42 juta
      Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
      Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 44,992
      -
      2012
      Populasi: 29.85 juta
      Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
      Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
      Beban per Kapita: RM 41,326
      -
      2011
      Populasi: 29.26 juta
      Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
      Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
      Beban per Kapita: RM 37,904
      -
      2010
      Populasi: 28.65 juta
      Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
      Beban per Kapita: RM 34,488
      -
      2009
      Populasi: 28.04 juta
      Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
      Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
      Beban per Kapita: RM 31,326
      -
      2008
      Populasi: 27.45 juta
      Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
      Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
      Beban per Kapita: RM 26,155
      -
      2007
      Populasi: 26.86 juta
      Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
      Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 25,316
      -
      2006
      Populasi: 26.26 juta
      Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
      Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
      Beban per Kapita: RM 23,381
      -
      2005
      Populasi: 25.66 juta
      Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
      Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 21,940
      -
      2004
      Populasi: 25.06 juta
      Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
      Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
      Beban per Kapita: RM 20,550
      -
      2003
      Populasi: 24.46 juta
      Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
      Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 18,560
      -
      2002
      Populasi: 23.87 juta
      Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
      Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 16,798
      -
      2001
      Populasi: 23.28 juta
      Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
      Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
      Beban per Kapita: RM 15,162
      -
      2000
      Populasi: 22.69 juta
      Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
      Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
      Beban per Kapita: RM 13,574
      -
      1999
      Populasi: 22.11 juta
      Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
      Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
      Beban per Kapita: RM 12,210
      -
      1998
      Populasi: 21.53 juta
      Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
      Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
      Beban per Kapita: RM 10,821

      Hapus
    2. Ingat NSM pur?? Tinggal dikirim aja dibatalkan kongsberg haha

      Hapus
    3. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
      -
      1998:
      Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
      -
      1999:
      Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
      -
      2002:
      Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
      -
      2004:
      Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
      -
      2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
      -
      2011:
      Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
      -
      2015:
      Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
      -
      2016:
      Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
      -
      2019:
      Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
      -
      2021:
      Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
      -
      2022:
      Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
      -
      2023:
      Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
      -
      2024:
      Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
      -
      2025:
      Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
      -
      2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
      ----------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 1998–2026
      1998 : RM 165,4 Miliar
      1999 : RM 178,3 Miliar
      2000 : RM 192,2 Miliar
      2001 : RM 207,2 Miliar
      2002 : RM 223,3 Miliar
      2003 : RM 240,7 Miliar
      2004 : RM 259,5 Miliar
      2005 : RM 279,7 Miliar
      2006 : RM 301,5 Miliar
      2007 : RM 325,0 Miliar
      2008 : RM 350,4 Miliar
      2009 : RM 377,7 Miliar
      2010 : RM 407,1 Miliar
      2011 : RM 456,1 Miliar
      2012 : RM 501,6 Miliar
      2013 : RM 547,7 Miliar
      2014 : RM 582,8 Miliar
      2015 : RM 630,5 Miliar
      2016 : RM 648,5 Miliar
      2017 : RM 686,8 Miliar
      2018 : RM 1,19 Triliun
      2019 : RM 1,25 Triliun
      2020 : RM 1,32 Triliun
      2021 : RM 1,38 Triliun
      2022 : RM 1,45 Triliun
      2023 : RM 1,53 Triliun
      2024 : RM 1,63 Triliun
      2025 : RM 1,71 Triliun
      2026 : RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malondesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      TAHUN RASIO UTANG TERHADAP GDP (%) 1998–2025
      1998 : 35,8%
      1999 : 40,4%
      2000 : 36,1%
      2001 : 42,5%
      2002 : 44,9%
      2003 : 45,9%
      2004 : 45,1%
      2005 : 43,8%
      2006 : 41,5%
      2007 : 41,1%
      2008 : 41,3%
      2009 : 51,1%
      2010 : 52.4%
      2011 : 51.8
      2012 : 53.3
      2013 : 54.7
      2014 : 55.0
      2015 : 55.1
      2016 : 52.7
      2017 : 51.9
      2018 : 52.5
      2019 : 52.4
      2020 : 62.0
      2021 : 63.3
      2022 : 60.2
      2023 : 64.3
      2024 : 70.4
      2025 : 70.5
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics

      Hapus
    4. MAHATHIR = MALAS MISKIN
      menyebut orang-orang suku Melayu terus-terusan miskin karena tak mau bekerja keras. Ia pun mengkritik sifat warga Melayu yang malah menyalahkan etnis lain karena kesuksesan mereka.
      -
      Sumber Berita:
      The New York Times (2025): "Mahathir Mohamad, 99, Reflects on a Contentious Legacy".
      Kompas (2019): "Mahathir: Suku Melayu Tetap Miskin karena Tak Mau Bekerja Keras".
      Today Online (2014): "Mahathir defends 'lazy Malays' remarks"
      -
      ANWAR IBRAHIM = MISKIN
      “Tapi saya kata, sebagai contoh projek tebatan banjir…kerana banjir itu menyeksa rakyat dan yang jadi mangsa itu orang miskin dan majoriti yang miskin itu Melayu. "Sebab itu kalau kita nak belanjakan kita kena teliti. Ini soal tadbir urus, mengurus negara itu harus dengan ketertiban, peraturan dan ke arah yang betul.
      -
      Sumber Berita:
      Bernama (2025): "PM Anwar Wants Flood Mitigation, Poverty Eradication Projects To Be Expedited".
      Kementerian Kewangan Malaydesh (2025): "PM Anwar: Flood Mitigation, Hardcore Poverty Eradication Projects Must Be Expedited".
      The Straits Times (2022): "Malaydesh PM Anwar halts $2b flood projects in widened dragnet".
      -
      "Claim of Wealth = Malaydesh’s Rising Debt Burden Per Citizen"
      Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
      2021: RM 67,667 (Pandemic peak; household debt ratio hit a record 89.1%).
      2022: RM 70,901 (Up by RM 3,234).
      2023: RM 74,587 (Up by RM 3,686).
      2024: RM 79,315 (Up by RM 4,728).
      2025: RM 81,998 (Up by RM 2,683).
      2026: RM 94,544 (A massive surge of RM 12,546; government debt has breached the safety limit at 70.5% of GDP).
      --------------------------------
      2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
      (Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
      -
      2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
      (Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
      --------------------------------
      Detailed Annual Breakdown
      1️⃣ 2026 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
      Total Population: 36,385,115
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 49,196
      Household Debt: RM 45,348
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544
      --------------------------------
      2️⃣ 2025 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.30 trillion
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      Total Population: 35,977,838
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 36,139
      Household Debt: RM 45,859
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 81,998
      --------------------------------
      3️⃣ 2024 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.22 trillion
      Household Debt: RM 1.53 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 64.6%
      Household Debt/GDP Ratio: 84.2%
      Total Population: 34,671,895
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 35,187
      Household Debt: RM 44,128
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 79,315
      --------------------------------
      4️⃣ 2023 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.17 trillion
      Household Debt: RM 1.45 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 64.3%
      Household Debt/GDP Ratio: 81.2%
      Total Population: 35,126,298
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 33,308
      Household Debt: RM 41,279
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 74,587
      --------------------------------
      5️⃣ 2022 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.08 trillion
      Household Debt: RM 1.38 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 60.1%
      Household Debt/GDP Ratio: 80.9%
      Total Population: 34,695,493
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 31,127
      Household Debt: RM 39,774
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 70,901 [1]
      --------------------------------
      6️⃣ 2021 DEBT DATA
      Government Debt: RM 979.81 billion
      Household Debt: RM 1.34 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 63.3%
      Household Debt/GDP Ratio: 89.1% (Pandemic Peak)
      Total Population: 34,282,399
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 28,580
      Household Debt: RM 39,087
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 67,667
      =============
      =============
      INDONESIA
      2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 40,46%
      (Note: The safety threshold of 60%)
      -
      2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 15,70%
      (Note: The safety threshold of 60%)

      Hapus
    5. Daripada kampung durian runtuh,,produsen senjata semua menjauhinya,,NSM missile pun cancel karena tak dipercaya dan dianggap negara kecik pula,,kesian 3x

      Hapus
  3. ehh geal geol nich negri tepu tepu seblah yang kaw banggain haha!🤥🍌🤣

    ❌️2018 VL MICA hanya LOI
    LOI for VL MICA for LCS Signed
    https://defense-studies.blogspot.com/2018/04/loi-for-vl-mica-for-lcs-signed.html?m=1

    ❌️2026 masa LOI lagiii ???
    Tukang PRENK haha!😋🤥🍌

    Dalam masa sama, kerajaan turut mengeluarkan surat niat (LOI) kepada MBDA bagi perolehan 29 unit peluru berpandu VL MICA untuk kapal tempur pesisir (LCS)
    https://www.dagangnews.com/article/terkini/pembelian-peluru-berpandu-k-saam-atmaca-dan-vl-mica-beri-kekuatan-baharu-kepada-tldm-68038

    BalasHapus
  4. Ya ampun.......si MISKIN siap siap mau NGEMIS HUTANG lagi.... baca Guys... 🤭🤭🤣🤣🤣


    LOI menyatakan bahwa akuisisi tersebut tunduk pada alokasi anggaran dan pengaturan pembiayaan yang telah dikonfirmasi, termasuk perjanjian pinjaman sesuai dengan peraturan Kementerian Keuangan.

    Surat tersebut juga menguraikan persyaratan untuk jaminan penawaran dan kinerja, jaminan pembayaran di muka, dan pembayaran berbasis tonggak pencapaian (milestone) yang menunjukkan ketergantungan pada pembiayaan eksternal.

    BalasHapus
  5. Pssstttt... LOI BERBASIS HUTANG.... 🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
      -
      1998:
      Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
      -
      1999:
      Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
      -
      2002:
      Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
      -
      2004:
      Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
      -
      2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
      -
      2011:
      Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
      -
      2015:
      Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
      -
      2016:
      Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
      -
      2019:
      Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
      -
      2021:
      Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
      -
      2022:
      Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
      -
      2023:
      Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
      -
      2024:
      Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
      -
      2025:
      Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
      -
      2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
      ----------------------------------
      5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      6x Ganti Mindef = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      -
      2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
      2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
      2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
      2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
      2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
      2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin

      Hapus
  6. 2x LOI VL MICA...
    kahsiyan MBDA kena Prenk negri🎰kasino semenanjung kuala lumpo...dmiskinos haha!🤣🍌🤥

    BalasHapus
  7. Pssstttt... LOI BERBASIS HUTANG guys.... 🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
      -
      1998:
      Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
      -
      1999:
      Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
      -
      2002:
      Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
      -
      2004:
      Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
      -
      2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
      -
      2011:
      Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
      -
      2015:
      Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
      -
      2016:
      Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
      -
      2019:
      Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
      -
      2021:
      Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
      -
      2022:
      Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
      -
      2023:
      Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
      -
      2024:
      Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
      -
      2025:
      Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
      -
      2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
      ----------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. Malondesh 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. Malondesh 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)

      Hapus
    2. KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)..
      ________________________________________
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • END OF 2025: RM 1.3 TRILLION
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
      ________________________________________
      DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
      DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
      2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
      2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
      2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
      2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
      2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
      2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
      2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
      2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
      2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
      2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
      ________________________________________
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      ________________________________________
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
      ________________________________________
      BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
      MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH .....

      Hapus
  8. Kasihan Malaydesh mati2 an buat narasi Miskin tapi gak ada buktinya ..sementara Malaydesh makin terpuruk ditolak sana sini .... gak dianggap sana sini.... Minta beras, jagung dll ke Indonesia ... Tapi LAGAKNYA NEGARA BESAR...TAK TAHU MALU... SUKA NIPUDAN MALSU DOKUMEN...

    BalasHapus
  9. VL MICA pasang mudah, gak pake lama..langsung pasang haha!👍🤗😉
    ✅️DAMEN PKR REM
    ✅️BUNG TOMO KLAS TERBARUW

    sementara negri🎰kasino genting, masa VL MICA aja dari 2011, 2x LOI haha!🤥🍌😄
    ini buktinya, warganyet kl, KALAH LAGIIII😆😋🍌
    ❌️2018 VL MICA hanya LOI
    LOI for VL MICA for LCS Signed
    https://defense-studies.blogspot.com/2018/04/loi-for-vl-mica-for-lcs-signed.html?m=1

    ❌️2026 masa LOI lagiii ???
    Tukang PRENK haha!😋🤥🍌

    Dalam masa sama, kerajaan turut mengeluarkan surat niat (LOI) kepada MBDA bagi perolehan 29 unit peluru berpandu VL MICA untuk kapal tempur pesisir (LCS)
    https://www.dagangnews.com/article/terkini/pembelian-peluru-berpandu-k-saam-atmaca-dan-vl-mica-beri-kekuatan-baharu-kepada-tldm-68038

    BalasHapus
  10. PINJAMAN.. ? 🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. TERNYATA KING OF DEBT ASEAN .....
      DATA UTANG & BEBAN PER KAPITA (2026–1998):
      -
      2026
      Populasi: 36.38 juta
      Utang Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
      Utang Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
      Beban per Kapita: RM 94,544
      -
      2025
      Populasi: 35.97 juta
      Utang Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
      Utang Household: RM 1.65 Triliun (-%)
      Beban per Kapita: RM 81,998
      -
      2024
      Populasi: 34.67 juta
      Utang Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
      Utang Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
      Beban per Kapita: RM 79,315
      -
      2023
      Populasi: 35.12 juta
      Utang Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
      Utang Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
      Beban per Kapita: RM 74,587
      -
      2022
      Populasi: 34.69 juta
      Utang Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%) [1]
      Utang Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
      Beban per Kapita: RM 70,901 [1]
      -
      2021
      Populasi: 34.28 juta
      Utang Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
      Utang Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
      Beban per Kapita: RM 67,667
      -
      2020
      Populasi: 33.87 juta
      Utang Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
      Utang Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
      Beban per Kapita: RM 63,464
      -
      2019
      Populasi: 33.45 juta
      Utang Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
      Utang Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
      Beban per Kapita: RM 60,179
      -
      2018
      Populasi: 33.00 juta
      Utang Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
      Utang Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 57,605
      -
      2017
      Populasi: 32.54 juta
      Utang Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
      Utang Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
      Beban per Kapita: RM 54,910
      -
      2016
      Populasi: 32.04 juta
      Utang Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
      Utang Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
      Beban per Kapita: RM 52,699
      -
      2015
      Populasi: 31.52 juta
      Utang Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
      Utang Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
      Beban per Kapita: RM 51,253
      -
      2014
      Populasi: 30.98 juta
      Utang Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
      Utang Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
      Beban per Kapita: RM 47,927
      -
      2013
      Populasi: 30.42 juta
      Utang Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
      Utang Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 44,992
      -
      2012
      Populasi: 29.85 juta
      Utang Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
      Utang Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
      Beban per Kapita: RM 41,326
      -
      2011
      Populasi: 29.26 juta
      Utang Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
      Utang Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
      Beban per Kapita: RM 37,904
      -
      2010
      Populasi: 28.65 juta
      Utang Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
      Utang Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
      Beban per Kapita: RM 34,488
      -
      2009
      Populasi: 28.04 juta
      Utang Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
      Utang Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
      Beban per Kapita: RM 31,326
      -
      2008
      Populasi: 27.45 juta
      Utang Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
      Utang Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
      Beban per Kapita: RM 26,155
      -
      2007
      Populasi: 26.86 juta
      Utang Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
      Utang Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 25,316
      -
      2006
      Populasi: 26.26 juta
      Utang Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
      Utang Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
      Beban per Kapita: RM 23,381
      -
      2005
      Populasi: 25.66 juta
      Utang Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
      Utang Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 21,940
      -
      2004
      Populasi: 25.06 juta
      Utang Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
      Utang Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
      Beban per Kapita: RM 20,550
      -
      2003
      Populasi: 24.46 juta
      Utang Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
      Utang Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 18,560
      -
      2002
      Populasi: 23.87 juta
      Utang Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
      Utang Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 16,798
      -
      2001
      Populasi: 23.28 juta
      Utang Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
      Utang Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
      Beban per Kapita: RM 15,162
      -
      2000
      Populasi: 22.69 juta
      Utang Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
      Utang Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
      Beban per Kapita: RM 13,574
      -
      1999
      Populasi: 22.11 juta
      Utang Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
      Utang Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
      Beban per Kapita: RM 12,210
      -
      1998
      Populasi: 21.53 juta
      Utang Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
      Utang Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
      Beban per Kapita: RM 10,821

      Hapus
    2. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = UH60A BATAL
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      Status Kelumpuhan Pertahanan (SIPRI & Alutsista)
      Vakum SIPRI (2024–2025): Status KOSONG total selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang tercatat, menempatkan Malaydesh setara dengan Laos dan Kamboja.
      Tren Mundur: Penurunan konsisten dari fase Planned (2020), Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024–2025).
      Kegagalan Simbolik: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali bukti hilangnya kredibilitas finansial di pasar global.
      Procurement Freeze (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk pembekuan total pengadaan guna menghentikan korupsi sistemik dan kebocoran anggaran.
      -
      Model "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
      Ketiadaan uang tunai memaksa militer beralih dari kepemilikan aset menjadi skema Leasing (Sewa):
      Aset Sewaan (32+ Item): Mencakup 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39 ITCC, simulator jet tempur MKM, hingga motor polisi.
      Skema Barter: Pengadaan yang tersisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa.
      Aset Mangkrak: Proyek LCS & OPV yang karatan di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
      -
      Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
      Debt-Servicing Cycle: 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.
      Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di angka 84,3% GDP.
      Tabung Harapan (2018): Bukti historis keputusasaan fiskal melalui penggalangan dana rakyat untuk membayar utang negara.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi (GFP 2026)
      Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
      Degradasi Armada: Banyak aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri) atau mogok saat parade (Tank PT-91M).
      -
      Perbandingan Kontras: Indonesia (The Giant)
      Status SIPRI: Memiliki "Lembar Belanja Penuh" (Rafale F4, A400M, Rudal Khan, Kapal PPA).
      Kesehatan Fiskal: Rasio utang pemerintah jauh lebih sehat (40% GDP) dengan ekonomi 4,24x lebih besar secara PDB PPP dibandingkan Malaydesh.

      Hapus
    3. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = UH60A BATAL
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      Bukti "Hutang Bayar Hutang" (Debt-Servicing Cycle)
      Data resmi menunjukkan Malaydesh terjebak dalam siklus gali lubang tutup lubang kronis:
      2018 (Fase Verifikasi): Utang menembus RM1 Triliun; pemerintah meluncurkan Tabung Harapan (donasi rakyat) untuk mencicil utang negara.
      2019–2020: Ketergantungan meningkat; 59% hingga 60% pinjaman baru hanya untuk melunasi utang lama.
      2023 (Rekor Terburuk): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM145,8 Miliar) digunakan hanya untuk membayar utang jatuh tempo.
      2025–2026: Proyeksi tetap kritis di angka 58%. Ruang fiskal untuk pembangunan dan alutsista praktis terkunci oleh cicilan utang.
      -
      Bukti "Vakum SIPRI" (2020–2025)
      Kontras dengan klaim belanja "Cash", data SIPRI menunjukkan kekosongan aktivitas:
      2020–2021: Berstatus Planned (Hanya rencana/dijangka).
      2022–2023: Berstatus Not Yet Ordered (Terpilih tapi tidak ada kontrak/pesanan).
      2024–2025: Status resmi KOSONG (Nihil transfer senjata berat selama 2 tahun berturut-turut).
      Posisi Regional: Malaydesh kini sejajar dengan Laos dan Kamboja dalam hal nihilnya modernisasi alutsista berat.
      -
      Timeline "Prank" Alutsista (Janji vs Realitas)
      Daftar kegagalan kontrak strategis yang mencoreng kredibilitas pertahanan:
      Prank F/A-18 Hornet: Upaya akuisisi dari Kuwait Batal 4 Kali hingga resmi dihentikan pada 2026 karena masalah logistik dan dana.
      Prank Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat krisis anggaran (kini diborong Indonesia).
      Prank Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL (Indonesia) pada 2018 yang tidak pernah terwujud.
      Prank Helikopter Blackhawk: Proses sewa (leasing) yang mangkrak dan berbelit hingga 2025.
      -
      Perangkap Utang & Liabilitas (Eskalasi RM 1,79 Triliun)
      Pertumbuhan beban finansial yang melumpuhkan negara:
      2010: RM 407,1 Miliar.
      2018: RM 1,19 Triliun (Ledakan pasca-transparansi 1MDB).
      2026: Proyeksi RM 1,79 Triliun (Titik kritis manajemen utang).
      Rasio Utang: Diproyeksikan menyentuh 69,54% dari PDB pada 2029 (Data Statista), melampaui batas aman.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi
      Global Firepower (GFP) 2026: Malaydesh (Peringkat 42) resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41) di ASEAN.
      Status "Military-for-Rent": Karena tidak mampu membeli (Buying), beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item (Heli, simulator, hingga motor polisi).
      Administrasi: Sanksi naturalisasi ilegal dan kekalahan WO 0-3 di bidang olahraga menjadi simbol runtuhnya tata kelola birokrasi nasional.

      Hapus
  11. kita uda punyak VLS A50 rudal ASTER dari MBDA haha!🦾👍🚀

    sedangkan Gowing lcs pun masi KOSONK VLS, kahsiyan Dmiskinos haha!🤣🤥🍌
    2 x LOI...tanda MBDA tak yaqeen ama negri🎰kasino genting haha!😋😆🤥

    BalasHapus
  12. NSM??? apa kabar...??
    ohh iyak Norwegia Batal kirim yak haha!😵‍💫😁😂
    negri🎰kasino genting, kahsiyan merengek tak dianggap haha!🤥
    😬😭

    BalasHapus
  13. 2x LOI VL MICA tanda MBDA tak percaya seblah, last last kena Blokirrrrr haha!😤😝🤥
    ingat gowing lcs Bayar utang dolo ke KUWAIT FINANCE HOUSE dan 17 lainnya haha!😄🤪🍌

    BalasHapus
  14. Habit AURI biasanya medium sama long itu paketan kayak Hisar O dan Hisar U. Kemungkinan MSAM dan LSAM juga satu paket. Tapi agak gak konek sih kalo sama BUKnya ADRI takutnya malah duel.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi ini buat AD? Kalau mau gabung Buk siapa tahu tidak sesulit itu. Korea Selatan dulu dapat ToT lumayan ekstensif dari Rusia tentang pertahanan udara.

      Hapus
    2. Katanya sih ini buat AU, AD udah fokus ngidam sama BUK. AU sih bakal kelihatan gado2nya ada Hisar, Nasams, terus ini, untungnya standar NATO semua jadi masih konek.

      Hapus
    3. Setelah lihat spesifikasinya, ini kayaknya buat jaga2 NASAMS kena embargo.😅 Kalau lihat wilayah yg bisa sampai oleh rudal, dari terdekat ke paling jauh: Hisar-O - NASAMS/MSAM II - Hisar-U.

      Sacara logistik, di Jawa paling enak pakai NASAMS.

      M-SAM II setahuku bukan standar NATO. Paling kompatible dengan sistem AS, tetapi bukan standar NATO.

      Hapus
    4. MSAM, dr inponya diproyeksikan buat penempatan di area jakarta

      bisa jadi penguatan tendem MERAD bareng NASAMS, ato pergantian merad norwegia ini haha!🤓😉👌

      Hapus
  15. NSM akan terus jadi bahan ledekan bersama maharajalele haha

    BalasHapus


  16. MERAD-LORAD kita donk🚀
    ✅️NASAM
    ✅️ADS 400
    ✅️ASTER
    ✅️BUK, BUK KAAN A KHAN yaaaa haha!✌️🚀🤭


    ✅️MSAM2 semakin hampiirrrr..eitt warganyet kl ada yg FANASSSS haha!😤🔥🍌
    kahsian negri🎰kasino genting, katanya ringgit berjaye
    masa gak punyak MERAD, SHORAD pun SEWAAAAA haha!😋🤥🤣

    BalasHapus
  17. DATA UTANG & BEBAN PER KAPITA (2026–1998):
    -
    2026
    Populasi: 36.38 juta
    Utang Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
    Utang Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
    Beban per Kapita: RM 94,544
    -
    2025
    Populasi: 35.97 juta
    Utang Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
    Utang Household: RM 1.65 Triliun (-%)
    Beban per Kapita: RM 81,998
    -
    2024
    Populasi: 34.67 juta
    Utang Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
    Utang Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
    Beban per Kapita: RM 79,315
    -
    2023
    Populasi: 35.12 juta
    Utang Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
    Utang Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
    Beban per Kapita: RM 74,587
    -
    2022
    Populasi: 34.69 juta
    Utang Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%) [1]
    Utang Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
    Beban per Kapita: RM 70,901 [1]
    -
    2021
    Populasi: 34.28 juta
    Utang Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
    Utang Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
    Beban per Kapita: RM 67,667
    -
    2020
    Populasi: 33.87 juta
    Utang Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
    Utang Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
    Beban per Kapita: RM 63,464
    -
    2019
    Populasi: 33.45 juta
    Utang Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
    Utang Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
    Beban per Kapita: RM 60,179
    -
    2018
    Populasi: 33.00 juta
    Utang Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
    Utang Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
    Beban per Kapita: RM 57,605
    -
    2017
    Populasi: 32.54 juta
    Utang Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
    Utang Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
    Beban per Kapita: RM 54,910
    -
    2016
    Populasi: 32.04 juta
    Utang Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
    Utang Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
    Beban per Kapita: RM 52,699
    -
    2015
    Populasi: 31.52 juta
    Utang Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
    Utang Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
    Beban per Kapita: RM 51,253
    -
    2014
    Populasi: 30.98 juta
    Utang Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
    Utang Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
    Beban per Kapita: RM 47,927
    -
    2013
    Populasi: 30.42 juta
    Utang Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
    Utang Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
    Beban per Kapita: RM 44,992
    -
    2012
    Populasi: 29.85 juta
    Utang Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
    Utang Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
    Beban per Kapita: RM 41,326
    -
    2011
    Populasi: 29.26 juta
    Utang Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
    Utang Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
    Beban per Kapita: RM 37,904
    -
    2010
    Populasi: 28.65 juta
    Utang Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
    Utang Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
    Beban per Kapita: RM 34,488
    -
    2009
    Populasi: 28.04 juta
    Utang Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
    Utang Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
    Beban per Kapita: RM 31,326
    -
    2008
    Populasi: 27.45 juta
    Utang Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
    Utang Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
    Beban per Kapita: RM 26,155
    -
    2007
    Populasi: 26.86 juta
    Utang Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
    Utang Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 25,316
    -
    2006
    Populasi: 26.26 juta
    Utang Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
    Utang Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
    Beban per Kapita: RM 23,381
    -
    2005
    Populasi: 25.66 juta
    Utang Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
    Utang Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 21,940
    -
    2004
    Populasi: 25.06 juta
    Utang Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
    Utang Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
    Beban per Kapita: RM 20,550
    -
    2003
    Populasi: 24.46 juta
    Utang Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
    Utang Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 18,560
    -
    2002
    Populasi: 23.87 juta
    Utang Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
    Utang Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 16,798
    -
    2001
    Populasi: 23.28 juta
    Utang Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
    Utang Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
    Beban per Kapita: RM 15,162
    -
    2000
    Populasi: 22.69 juta
    Utang Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
    Utang Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
    Beban per Kapita: RM 13,574
    -
    1999
    Populasi: 22.11 juta
    Utang Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
    Utang Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
    Beban per Kapita: RM 12,210
    -
    1998
    Populasi: 21.53 juta
    Utang Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
    Utang Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
    Beban per Kapita: RM 10,821


    BalasHapus
  18. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
    -
    1998:
    Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
    -
    1999:
    Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
    -
    2002:
    Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
    -
    2004:
    Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
    -
    2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
    -
    2011:
    Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
    -
    2015:
    Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
    -
    2016:
    Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
    -
    2019:
    Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
    -
    2021:
    Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
    -
    2022:
    Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
    -
    2023:
    Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
    -
    2024:
    Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
    -
    2025:
    Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
    -
    2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
    --------------------------------
    BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
    BUKTI PRANK 🦧GORILA ....
    -
    KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
    -
    HUTANG BAYAR HUTANG
    HUTANG BAYAR HUTANG
    HUTANG BAYAR HUTANG
    -
    Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malondesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malondesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
    -
    2018: FASE "OPEN DONASI"
    Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malondesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
    -
    2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
    Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
    -
    2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
    Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
    -
    2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
    -
    2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
    -
    2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
    Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
    -
    2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
    Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
    -
    2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
    Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
    -
    2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
    Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malondesh - MOF)
    Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
    Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.

    BalasHapus
  19. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
    -
    1998:
    Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
    -
    1999:
    Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
    -
    2002:
    Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
    -
    2004:
    Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
    -
    2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
    -
    2011:
    Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
    -
    2015:
    Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
    -
    2016:
    Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
    -
    2019:
    Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
    -
    2021:
    Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
    -
    2022:
    Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
    -
    2023:
    Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
    -
    2024:
    Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
    -
    2025:
    Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
    -
    2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
    ----------------------------------
    DEFISIT FISKAL MALONDESH PERIODE 1998–2025:
    1998 : -1,8% (± USD 33,6 MILIAR)
    1999 : -3,2% (± USD 34,3 MILIAR)
    2000 : -5,8% (± USD 32,5 MILIAR)
    2001 : -5,5% (± USD 38,0 MILIAR)
    2002 : -5,6% (± USD 39,5 MILIAR)
    2003 : -5,0% (± USD 41,3 MILIAR)
    2004 : -4,1% (± USD 41,9 MILIAR)
    2005 : -3,6% (± USD 40,7 MILIAR)
    2006 : -3,3% (± USD 39,6 MILIAR)
    2007 : -3,2% (± USD 39,3 MILIAR)
    2008 : -4,8% (± USD 39,3 MILIAR)
    2009 : -6,7% (± USD 50,4 MILIAR)
    2010 : -5,4% (± USD 51,8 MILIAR)
    2011 : -4,8% (± USD 53,7 MILIAR)
    2012 : -4,5% (± USD 55,6 MILIAR)
    2013 : -3,9% (± USD 55,3 MILIAR)
    2014 : -3,4% (± USD 56,9 MILIAR)
    2015 : -3,2% (± USD 55,7 MILIAR)
    2016 : -3,1% (± USD 54,3 MILIAR)
    2017 : -3,0% (± USD 55,6 MILIAR)
    2018 : -3,7% (± USD 57,0 MILIAR)
    2019 : -3,4% (± USD 67,6 MILIAR)
    2020 : -6,2% (± USD 69,1 MILIAR)
    2021 : -6,4% (± USD 65,5 MILIAR)
    2022 : -5,6% (± USD 69,7 MILIAR)
    2023 : -5,0% (± USD 68,3 MILIAR)
    2024 : -4,1% (± USD 298,4 MILIAR) (Pemangkasan subsidi)
    2025 : -3,8% (± USD 325,6 MILIAR) (Rasionalisasi RON95)
    -
    SUMBER:
    IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malondesh.


    BalasHapus
  20. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
    -
    1998:
    Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
    -
    1999:
    Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
    -
    2002:
    Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
    -
    2004:
    Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
    -
    2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
    -
    2011:
    Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
    -
    2015:
    Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
    -
    2016:
    Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
    -
    2019:
    Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
    -
    2021:
    Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
    -
    2022:
    Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
    -
    2023:
    Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
    -
    2024:
    Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
    -
    2025:
    Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
    -
    2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
    ----------------------------------
    BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
    2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
    2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
    2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
    2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
    2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
    2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
    2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
    2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
    2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
    2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
    2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
    2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
    2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
    2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
    2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
    2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
    2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
    2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
    2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
    2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
    2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
    2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
    2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
    2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
    2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
    2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA

    BalasHapus
  21. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
    -
    1998:
    Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
    -
    1999:
    Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
    -
    2002:
    Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
    -
    2004:
    Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
    -
    2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
    -
    2011:
    Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
    -
    2015:
    Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
    -
    2016:
    Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
    -
    2019:
    Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
    -
    2021:
    Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
    -
    2022:
    Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
    -
    2023:
    Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
    -
    2024:
    Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
    -
    2025:
    Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
    -
    2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
    --------------------------------
    MAHATHIR = MALAS MISKIN
    menyebut orang-orang suku Melayu terus-terusan miskin karena tak mau bekerja keras. Ia pun mengkritik sifat warga Melayu yang malah menyalahkan etnis lain karena kesuksesan mereka.
    -
    Sumber Berita:
    The New York Times (2025): "Mahathir Mohamad, 99, Reflects on a Contentious Legacy".
    Kompas (2019): "Mahathir: Suku Melayu Tetap Miskin karena Tak Mau Bekerja Keras".
    Today Online (2014): "Mahathir defends 'lazy Malays' remarks"
    -
    ANWAR IBRAHIM = MISKIN
    “Tapi saya kata, sebagai contoh projek tebatan banjir…kerana banjir itu menyeksa rakyat dan yang jadi mangsa itu orang miskin dan majoriti yang miskin itu Melayu.
    -
    Sumber Berita:
    Bernama (2025): "PM Anwar Wants Flood Mitigation, Poverty Eradication Projects To Be Expedited".
    Kementerian Kewangan Malondesh (2025): "PM Anwar: Flood Mitigation, Hardcore Poverty Eradication Projects Must Be Expedited".
    The Straits Times (2022): "Malondesh PM Anwar halts $2b flood projects in widened dragnet".
    --------------------------------
    2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
    (Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
    -
    2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
    (Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
    =============
    =============
    INDONESIA
    2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 40,46%
    (Note: The safety threshold of 60%)
    -
    2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 15,70%
    (Note: The safety threshold of 60%)

    BalasHapus
  22. 2026 =
    SIPRI KOSONG 2 TAHUN
    GFP RANK 43
    F18 BATAL
    CAS KALAH
    SANKSI AFC
    HUTANG BAYAR HUTANG
    SANKSI SECTION 301 USA
    SANKSI IEPA US
    -
    PERTAHANAN & MILITER
    SIPRI: Laporan impor senjata kosong selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025).
    Pengadaan F/A-18: Rencana pembelian Hornet bekas Kuwait resmi batal setelah 4 kali upaya (laporan NST & Bernama).
    Peringkat GFP: Berada di peringkat 42 dunia (posisi ke-7 di ASEAN, di bawah Filipina).
    Perbandingan: Indonesia jauh memimpin (Peringkat 13) dengan daftar belanja alutsista baru (Rafale, A400M, kapal selam, dll).
    -
    KRISIS EKONOMI & UTANG
    Gali Lubang Tutup Lubang: Tren membayar utang dengan utang baru terus berlanjut (Proyeksi 58% pinjaman baru di 2026 hanya untuk cicilan).
    Sanksi Dagang AS: Terkena Section 301 (kenaikan tarif 10-25% produk ekspor) dan ancaman IEEPA (pemblokiran aset/transaksi) oleh USTR Amerika Serikat.
    -
    SEPAK BOLA (FAM)
    Putusan CAS: Banding ditolak, wajib bayar denda Rp7,5 Miliar, dan 7 pemain naturalisasi dilarang bermain selamanya.
    Sanksi AFC: Kemenangan kualifikasi diubah menjadi kalah WO (0-3) karena pemain ilegal.
    Gagal Total: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027; posisi digantikan oleh Vietnam.
    --------------------------------
    1. Fenomena "Hutang Bayar Hutang" (Debt-Servicing Cycle)
    Data menunjukkan adanya jebakan fiskal di mana porsi pinjaman baru digunakan mayoritas (58% - 64,3%) hanya untuk melunasi cicilan pokok dan bunga utang lama.
    Dampak Militer: Anggaran belanja modal (Capital Expenditure) untuk alutsista baru tergerus oleh biaya operasional dan cicilan utang. Akibatnya, pengadaan besar seperti F/A-18 Hornet bekas dari Kuwait pun mengalami pembatalan berulang kali (4x) karena keterbatasan dana tunai.
    2. Pergeseran Model Pengadaan: Dari Cash ke Barter/Kredit
    Keterbatasan likuiditas memaksa skema pengadaan yang tidak lazim:
    Barter CPO: Digunakan pada kesepakatan dengan Korea Selatan (FA-50) dan Polandia (PT-91M). Ini menunjukkan upaya mempertahankan cadangan devisa dengan menukar komoditas.
    Kredit Ekspor 100%: Seperti pada LMS Batch 1 (China), yang meskipun bunganya murah (3,5%), menambah eksposur utang luar negeri jangka panjang.
    3. Stagnasi Kekuatan Tempur (Analisis SIPRI & GFP)
    SIPRI Kosong: Absennya data transfer senjata dalam 2 tahun terakhir (2024-2025) menandakan tidak adanya pengiriman aset strategis yang signifikan. Bandingkan dengan Indonesia yang memiliki daftar panjang (Rafale, A400M, dll).
    Penurunan Rank GFP: Peringkat 42 (di bawah Filipina) mencerminkan efek domino dari penundaan proyek (seperti LCS yang melibatkan 17 kreditor) dan kegagalan regenerasi pesawat tempur (MRCA/LCA).
    4. Risiko Eksternal: Sanksi Internasional & Reputasi
    Sanksi Olahraga (CAS/AFC): Kekalahan hukum terkait pemain naturalisasi ilegal bukan hanya soal sepak bola, tapi mencerminkan kelemahan administrasi dan diplomasi internasional yang berdampak pada citra negara.
    Tekanan Ekonomi AS (Section 301/IEEPA): Ancaman tarif pembalasasan dari AS pada sektor manufaktur (E&E) dapat memperburuk rasio Debt-to-GDP yang diprediksi menembus 69% pada 2025-2029.

    BalasHapus
  23. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
    2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
    2026 MALAYDESH = F18 BATAL
    2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
    2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
    2025 MALAYDESH = UH60A BATAL
    2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
    2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
    2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
    --------------------------------
    KELEMAHAN BBM MALAYDESH
    KELEMAHAN BBM MALAYDESH
    KELEMAHAN BBM MALAYDESH
    Berita dan lembaga riset versi bahasa Inggris yang sering mengulas kelemahan atau isu strategis terkait militer Malaydesh, termasuk aspek logistik dan operasional pada tahun 2025:
    Global Firepower (GFP): Situs ini menyediakan data komprehensif mengenai kekuatan militer Malaydesh yang berada di peringkat 42 dari 145 negara pada tahun 2025 dengan skor PwrIndx 0,7429. Data mereka mencakup statistik ketersediaan bahan bakar dan sumber daya alam sebagai faktor pendukung daya tahan tempur.
    Lowy Institute (Asia Power Index): Lembaga riset ini mencatat bahwa kemampuan militer adalah poin terlemah Malaydesh (peringkat ke-17 di Asia), yang turun satu peringkat pada 2025 setelah disalip oleh Filipina.
    New Straits Times (NST) - Malaydesh: Media lokal berbahasa Inggris yang sering memuat opini atau laporan terkait perlunya pemberantasan korupsi endemik di sektor militer dan isu subsidi bahan bakar yang berisiko pada stabilitas ekonomi militer.
    The Sun Malaydesh: Memberitakan evaluasi tahun 2025 yang menyoroti kerentanan institusional dan perlunya akuntabilitas lebih tinggi di berbagai sektor negara, termasuk pertahanan.
    The Diplomat: Majalah berita internasional yang secara rutin menganalisis tren keamanan dan tantangan logistik militer di kawasan Asia-Pasifik, termasuk di Malaydesh.
    Isu spesifik mengenai kualitas atau kontaminasi bahan bakar militer biasanya dibahas dalam konteks kesiapan operasional (operational readiness) dalam laporan-laporan strategis dari sumber di atas.
    ---------------------------------
    HUTANG ELEKTRIK
    HUTANG INTERNET
    HUTANG SEWAGE
    HUTANG MINYAK BBM
    ==========
    1. Bil Utilitas – RM115 juta
    Dana ini digunakan untuk membayar keperluan asas operasi kem tentera dan fasiliti pertahanan:
    • Elektrik: Menyokong operasi pangkalan dan kem tentera yang memerlukan bekalan tenaga berterusan.
    • Internet: Menjamin komunikasi dan sistem maklumat ATM berfungsi dengan lancar, termasuk sistem pemantauan dan kawalan.
    • Kumbahan (Sewage): Menjaga kebersihan dan kesihatan fasiliti tentera melalui sistem kumbahan yang berfungsi baik.
    ---------------------------------
    ⚓ 2. Operasi Keselamatan Maritim – RM139 juta
    Dana ini diperuntukkan untuk memperkukuh kawalan dan pengawasan perairan negara, termasuk:
    • Patroli laut di kawasan strategik seperti Laut China Selatan dan Selat Melaka.
    • Pengoperasian aset maritim seperti kapal peronda, radar, dan sistem pengawasan.
    • Tindakan terhadap pencerobohan dan penyeludupan di perairan Malaydesh.


    BalasHapus
  24. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
    2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
    2026 MALAYDESH = F18 BATAL
    2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
    2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
    2025 MALAYDESH = UH60A BATAL
    2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
    2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
    2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
    --------------------------------
    Analisa Geopolitik & Pertahanan: "Stagnasi Total"
    Vakum SIPRI (2024-2025): Laporan impor senjata KOSONG selama dua tahun berturut-turut. Malaydesh kini sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja dalam hal transfer alutsista berat.
    Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan internasional.
    Penurunan Daya Gentar: Berada di Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi berada di bawah Filipina (Peringkat 41).
    Perbandingan Kontras: Indonesia memimpin di Peringkat 13 dunia dengan daftar belanja "satu lembar penuh" (Rafale F4, A400M, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora).
    -
    Analisa Ekonomi & Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
    Fenomena Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 58% pinjaman baru di tahun 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama (Debt-Servicing Cycle).
    Beban Utang Nasional: Total utang dan liabilitas diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun, dengan rasio utang terhadap GDP melampaui ambang batas aman (>70%).
    Hambatan Dagang Global: Tekanan dari Amerika Serikat melalui Section 301 (kenaikan tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA (pemblokiran transaksi) oleh USTR yang memukul sektor manufaktur dan E&E.
    -
    Analisa Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Leasing)
    Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
    Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) seperti pada kesepakatan FA-50 (Korea Selatan) dan PT-91M (Polandia).
    Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor, diperparah dengan catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet jet tempur.
    -
    Analisa Reputasi & Diplomasi Internasional
    Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
    Kehilangan Posisi Regional: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027, di mana posisi tersebut kini diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh Malaydesh di ASEAN.
    Krisis Identitas: Kritik internal dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai kemiskinan struktural dan korupsi proyek negara memperburuk citra di mata investor global.

    BalasHapus
  25. Gowing Frigat kelas 2 eh Korvet haha!🤥🤪🍌
    ❌️VL MICA Prenk hanya LOI..2X
    ❌️NSM GAGAL haha!🤣🤥🍌

    last last kapal OMFONG, paling LeMaH sekawasan haha!😆🍌🤓

    BalasHapus
  26. VLS MICA = NSM BANNED
    MALAYDESH = AKAN LOI : LCS OMPONG
    INDONESIA = MARTADINATA CLASS DAN BUNG TOMO CLASS
    --------------------------------
    TNI AL =
    ✅️YAKHONT 300 KM
    ✅️EXO B3 = 250 KM
    ✅️ATMACA = 250 KM
    ✅️NSM (KSR X-33) = 185 KM
    ✅️C802 = 180 KM
    ✅️C705 = 150 KM
    --------------------------------
    KAPAL FREGAT
    ( 70 x 4 Unit : 280) Kelas Balaputradewa 280 ammo = 64 sel VLS, 6 Torpedo
    (34 x 2 Unit : 68) Kelas Brawijaya 68 ammo = 16 sel VLS, 6 Torpedo dan 8 Rudal Jarak Jauh
    (26 x 2 Unit : 52) Kelas Martadinata 52 ammo = 12 VLS MICA, 6 Tabung Torpedo dan 8 Rudal Jarak Jauh.
    (30 x 3 Unit : 90) Kelas Bung Tomo 90 ammo = 16 sel VLS MICA, 6 Torpedo dan 8 Rudal Jarak Jauh
    --------------------------------
    KSOT
    12 Torpedo x 30 Unit Batch 1 = 360 Topedo
    --------------------------------
    Kapal Korvet
    Kelas Diponegoro (SIGMA 9113): Memiliki peluncur rudal Mistral (Tetral) untuk udara dan 4 rudal Exocet MM40 Block 2/3 untuk permukaan.
    Kelas Bung Karno: KRI Bung Karno-369 disiapkan untuk dipasang rudal anti-kapal dan pertahanan udara.
    Kelas Fatahillah: KRI Fatahillah-361 dan KRI Malahayati-362 (sudah di-upgrade untuk membawa rudal Exocet).
    --------------------------------
    Kapal Cepat Rudal (KCR)
    Ini adalah kapal pemukul cepat yang fokus pada rudal anti-kapal:
    KCR 60m (Kelas Sampari): Seperti KRI Sampari, KRI Tombak, dan KRI Halasan (Rudal Exocet MM40 Block 3).
    KCR 40m (Kelas Clurit): Seperti KRI Clurit dan KRI Kujang (Rudal C-705).
    Kelas Klewang: KRI Golok-688 (Kapal siluman/stealth) yang dipersenjatai rudal anti-kapal.
    --------------------------------
    ROKETSAN WILL CO-PRODUCE THE ATMACA ANTI-SHIP MISSILE IN INDONESIA
    Turkey’s defence firm Roketsan will co-produce the ATMACA anti-ship missile in Indonesia under a new agreement announced at the 2025 Antalya Diplomacy Forum. The deal, signed between Roketsan and several Indonesian defence companies, covers joint production of not only the ATMACA missile but also cruise missiles and a wide range of smart munitions.
    ==================================
    ==================================
    2022 2024 2025 2026 = BANNED NORWEGIA
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    --------------------------------
    Tahun 2022
    Rencana awal untuk melengkapi dua unit korvet kelas Kedah (KD Kedah dan KD Pahang) dengan rudal NSM mulai muncul ke publik pada bulan Agustus 2022.
    Sumber Utama: Janes Defence Weekly melaporkan proposal TLDM untuk mengintegrasikan rudal anti-kapal pada korvet MEKO 100.
    Sumber Regional: MilitaryLeak dan media pertahanan Indonesia seperti Indomiliter mengonfirmasi rencana tersebut dengan estimasi biaya awal.
    --------------------------------
    Tahun 2024
    Kerajaan Malaydesh melalui Kementerian Pertahanan memberikan lampu hijau anggaran awal sebesar MYR 214 juta (sekitar USD 48 juta) sebagai bagian dari program Fit-for-but-not-with (FFBNW) untuk dua kapal pertama.
    Sumber: Laporan perkembangan ini banyak dimuat dalam portal pertahanan regional seperti Defence Security Asia yang memantau pengalokasian dana untuk peningkatan sistem senjata TLDM.
    --------------------------------
    Tahun 2025
    Prime Minister Anwar Ibrahim told the Malaydeshn parliament that NSM would be delivered by the end of 2025, as the Southeast Asian nation enhances its naval capabilities and regional ties...
    Sumber berita pernyataan tersebut berasal dari Asian Military Review (20 Agustus 2025), yang melaporkan bahwa Malaydesh akan menerima sepasang peluncur Kongsberg Naval Strike Missile (NSM) pada bulan Agustus
    --------------------------------
    TLDM =
    ❎EXO BLOCK 2 : 72 KM (USANG)
    ❎NSM : 185 KM GHOIB
    ❎VLS MICA = LOI
    --------------------------------
    PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
    LCS = MANGKRAK 15 YEARS - BANNED NSM
    LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
    LMS B2 = DOWNGRADE BABUR CLASS NO TORPEDO
    LEKIU = EXO B2 EXPIRED
    KASTURI = EXO B2 EXPIRED NO TORPEDO
    LAKSAMANA = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
    KEDAH = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
    PERDANA = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
    HANDALAN = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
    JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO

    BalasHapus
  27. JANUARI – JUNI 2026
    -
    KAYA SHOPPING USD 23, 456 BILLION = MISKIN SHOPPING USD 10,63 MILLION
    -
    KAYA HEAVY FREGAT = MISKIN KORVET : LMS NO SONAR NO TORPEDO - LCS BLOKIR NSM
    Welcome to in force .......
    1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    -
    Kedatangan Alutsista Utama
    Beberapa alutsista yang telah tiba atau dijadwalkan tiba di Indonesia pada periode ini meliputi:
    -
    Jet Tempur Dassault Rafale: Gelombang pertama sebanyak tiga unit pesawat Rafale B (tandem) telah tiba di Indonesia pada Januari 2026. Ketiga pesawat ini (nomor registrasi T-0301, T-0302, T-0303) kini ditempatkan di Skadron Udara 12, Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.
    -
    Pesawat Angkut Airbus A400M: Unit kedua dari pesawat angkut berat strategis ini dijadwalkan tiba pada Maret 2026.
    -
    Rudal Balistik Khan (ITBM-600): Pengiriman tahap kedua rudal taktis asal Turki ini direncanakan dilakukan pada awal 2026.
    -
    Kapal Patroli KRI Prabu Siliwangi-321: Dijadwalkan tiba di Tanah Air pada awal tahun 2026 untuk memperkuat jajaran kapal perang TNI AL.
    -----------------------------------
    Penandatanganan Kontrak Baru
    Pemerintah Indonesia juga aktif menyepakati kontrak baru pada kuartal pertama tahun ini:
    -
    Kontrak Kerja Sama Strategis dengan Barzan Holdings (Qatar): Pada Januari 2026, Kemhan RI menandatangani kontrak senilai $2,2 miliar (sekitar Rp34 triliun) untuk pengadaan sistem pertahanan udara, darat, dan solusi digital maritim.
    -
    113 Kontrak Kolektif TNI AL: Pada 27 Januari 2026, TNI AL menandatangani secara serentak 113 kontrak pengadaan barang dan jasa TA 2026 yang mencakup alutsista, pembangunan pangkalan, serta litbang.
    -
    Pesawat Pilatus PC-24: Pada April 2026, Indonesia menyepakati pembelian 12 unit jet Pilatus PC-24 dari Swiss untuk mendukung mobilitas TNI.
    -
    Sistem Pertahanan Udara Ceko: Pada 9 April 2026, dilaporkan adanya kesepakatan pengadaan sistem pertahanan udara senilai $2,5 miliar dengan perusahaan Republik Ceko, Excalibur International.
    -----------------------------------
    Status Kontrak Lainnya
    Jet Tempur KAAN (Turki): Kontrak untuk 48 unit jet tempur stealth generasi kelima ini tetap berjalan dengan pengujian lanjutan prototipe yang dijadwalkan pada 2026.
    -
    Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi: Proses negosiasi dengan Italia masih berlangsung, dengan target kedatangan sebelum Oktober 2026.
    ============================
    ============================
    Nilai dalam Ringgit: RM42.156.797,00
    Kurs Pertukaran (Estimasi): 1 MYR = $0,2522 USD
    Total dalam Dolar AS: ~$10,63 juta USD
    Kuala Lumpur - Kementerian Pertahanan (MINDEF) dijangka menerima 113 unit stesen radio taktikal Frekuensi Tinggi (HF) XL generasi baharu bermula awal 2028 susulan kontrak yang dimeterai tahun lepas antara Thales dan rakan kongsi tempatan, Advanced Defence Systems Sdn Bhd (ADS).
    -
    😝KAYA MRCA FREGAT = MISKIN LCA KORVET NO TORPEDO MISSILE BANNED😝

    BalasHapus
  28. Ya ampun baru LOI sudah mau NGEMIS HUTANG LENDER.......
    si MISKIN siap siap mau NGEMIS HUTANG lagi guya.... baca Guys... 🤭🤭🤣🤣🤣


    LOI menyatakan bahwa akuisisi tersebut tunduk pada alokasi anggaran dan pengaturan pembiayaan yang telah dikonfirmasi, termasuk perjanjian pinjaman sesuai dengan peraturan Kementerian Keuangan.

    Surat tersebut juga menguraikan persyaratan untuk jaminan penawaran dan kinerja, jaminan pembayaran di muka, dan pembayaran berbasis tonggak pencapaian (milestone) yang menunjukkan ketergantungan pada pembiayaan eksternal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. JANUARI – JUNI 2026
      -
      KAYA SHOPPING USD 23, 456 BILLION = MISKIN SHOPPING USD 10,63 MILLION
      -
      KAYA HEAVY FREGAT = MISKIN KORVET : LMS NO SONAR NO TORPEDO - LCS BLOKIR NSM
      Welcome to in force .......
      1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
      4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
      2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
      2 UNIT FREEGAT ISTIF
      2 UNIT SCORPENE EVOLVED
      -
      Dassault Rafale (42 unit)
      Status: Kontrak Efektif
      Estimasi Nilai: US$ 8,1 Miliar (± Rp128 Triliun)
      Keterangan: Kontrak untuk total 42 unit, dengan 3 unit pertama (tipe Rafale B) telah tiba pada Januari 2026.
      -
      Jet KAAN (48 unit)
      Status: Kontrak Pembelian
      Estimasi Nilai: US$ 10,0 Miliar (± Rp164 Triliun)
      -
      Sistem Pertahanan Ceko
      Status: Kontrak Baru
      Estimasi Nilai: US$ 2,5 Miliar (± Rp39,6 Triliun)
      -
      Barzan Holdings (Qatar)
      Status: Kontrak Baru
      Estimasi Nilai: US$ 2,2 Miliar (± Rp34,9 Triliun)
      -
      Airbus A400M (2 unit)
      Status: Kontrak Berjalan
      Estimasi Nilai: US$ 450 - 500 Juta (± Rp7 - 8 Triliun)
      -
      Pilatus PC-24 (12 unit)
      Status: Kontrak Baru
      Estimasi Nilai: US$ 134 - 156 Juta (± Rp2,1 - 2,4 Triliun)
      ============================
      ============================
      Nilai dalam Ringgit: RM42.156.797,00
      Kurs Pertukaran (Estimasi): 1 MYR = $0,2522 USD
      Total dalam Dolar AS: ~$10,63 juta USD
      Kuala Lumpur - Kementerian Pertahanan (MINDEF) dijangka menerima 113 unit stesen radio taktikal Frekuensi Tinggi (HF) XL generasi baharu bermula awal 2028 susulan kontrak yang dimeterai tahun lepas antara Thales dan rakan kongsi tempatan, Advanced Defence Systems Sdn Bhd (ADS).
      -
      😝KAYA MRCA FREGAT = MISKIN LCA KORVET NO TORPEDO MISSILE BANNED😝

      Hapus
    2. FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
      LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
      MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
      DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
      -
      FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
      BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
      AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
      --------------------------------
      1️⃣ DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      2️⃣ DATA YANG MALAYDESH 2025
      Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
      Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2025
      Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
      Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
      --------------------------------
      3️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2024
      Utang Pemerintah: RM 1,22 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,53 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,6%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,2%
      Jumlah Penduduk: 34.671.895 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2024
      Utang Pemerintah: RM 1.220.000.000.000 / 34.671.895 = RM 35.187
      Utang Rumah Tangga: RM 1.530.000.000.000 / 34.671.895 = RM 44.128
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 79.315
      --------------------------------
      4️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2023
      Utang Pemerintah: RM 1,17 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,45 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 81,2%
      Jumlah Penduduk: 35.126.298 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2023
      Utang Pemerintah: RM 1.170.000.000.000 / 35.126.298 = RM 33.308
      Utang Rumah Tangga: RM 1.450.000.000.000 / 35.126.298 = RM 41.279
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 74.587
      --------------------------------
      5️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2022
      Utang Pemerintah: RM 1,08 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,38 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 60,1%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 80,9%
      Jumlah Penduduk: 34.695.493 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2022
      Utang Pemerintah: RM 1.080.000.000.000 / 34.695.493 = RM 31.127
      Utang Rumah Tangga: RM 1.380.000.000.000 / 34.695.493 = RM 39.774
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 70.901
      --------------------------------
      6️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2021
      Utang Pemerintah: RM 979,81 miliar
      Utang Rumah Tangga: RM 1,34 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 63,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 89,1% (Puncak pandemi)
      Jumlah Penduduk: 34.282.399 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2021
      Utang Pemerintah: RM 979.810.000.000 / 34.282.399 = RM 28.580
      Utang Rumah Tangga: RM 1.340.000.000.000 / 34.282.399 = RM 39.087
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 67.667

      Hapus
    3. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
      -
      1998:
      Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
      -
      1999:
      Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
      -
      2002:
      Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
      -
      2004:
      Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
      -
      2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
      -
      2011:
      Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
      -
      2015:
      Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
      -
      2016:
      Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
      -
      2019:
      Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
      -
      2021:
      Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
      -
      2022:
      Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
      -
      2023:
      Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
      -
      2024:
      Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
      -
      2025:
      Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
      -
      2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
      ----------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 2010–2026
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malondesh 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026

      Hapus
  29. baru LOI sudah siap NGEMIS HUTANG....parah si KASTA PENGUTANG..........KAH...KAH...KAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1 RAFALE = 4 FA50Murah
      -
      Pesawat Tempur (Omnirole vs Ringan)
      Dassault Rafale (Prancis): ~USD 100-120 Juta (unit saja). Pesawat berat, angkut senjata 9,5 ton, multi-misi kompleks dalam satu terbang.
      FA-50M (Malaydesh): ~USD 50 Juta. Pesawat ringan supersonik, varian tercanggih (Block 20), namun kapasitas senjata dan jarak jangkau terbatas.
      --------------------------------------------------
      1 ISTIF = 3 LeMeS B2
      -
      Istif Class (Turki/Indonesia): ~USD 500-550 Juta. Fregat tempur utama, 3.100 ton, senjata lengkap (VLS, Anti-Kapal, Sonar, Torpedo).
      LMS Batch 2 (Malaydesh): ~USD 150-200 Juta. Kapal patroli permukaan, 2.400 ton, lebih murah karena tanpa sistem sonar dan torpedo.
      --------------------------------------------------
      1 APACHE = 3 MD530G
      -
      Helikopter Serbu (Berat vs Ringan)
      AH-64E Apache (AS): ~USD 41-50 Juta. "Benteng terbang" berlapis baja, sistem radar Longbow canggih untuk perang intensitas tinggi.
      MD530G (AS/Malaydesh): ~USD 12-15 Juta. Helikopter intai training, kecil dan lincah, fokus pada kecepatan dan misi kontra-insurgensi.
      --------------------------------
      1️⃣ DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      2️⃣ DATA YANG MALAYDESH 2025
      Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
      Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2025
      Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
      Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
      --------------------------------
      3️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2024
      Utang Pemerintah: RM 1,22 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,53 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,6%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,2%
      Jumlah Penduduk: 34.671.895 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2024
      Utang Pemerintah: RM 1.220.000.000.000 / 34.671.895 = RM 35.187
      Utang Rumah Tangga: RM 1.530.000.000.000 / 34.671.895 = RM 44.128
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 79.315
      --------------------------------
      4️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2023
      Utang Pemerintah: RM 1,17 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,45 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 81,2%
      Jumlah Penduduk: 35.126.298 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2023
      Utang Pemerintah: RM 1.170.000.000.000 / 35.126.298 = RM 33.308
      Utang Rumah Tangga: RM 1.450.000.000.000 / 35.126.298 = RM 41.279
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 74.587
      --------------------------------
      5️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2022
      Utang Pemerintah: RM 1,08 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,38 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 60,1%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 80,9%
      Jumlah Penduduk: 34.695.493 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2022
      Utang Pemerintah: RM 1.080.000.000.000 / 34.695.493 = RM 31.127
      Utang Rumah Tangga: RM 1.380.000.000.000 / 34.695.493 = RM 39.774
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 70.901
      --------------------------------
      6️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2021
      Utang Pemerintah: RM 979,81 miliar
      Utang Rumah Tangga: RM 1,34 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 63,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 89,1% (Puncak pandemi)
      Jumlah Penduduk: 34.282.399 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2021
      Utang Pemerintah: RM 979.810.000.000 / 34.282.399 = RM 28.580
      Utang Rumah Tangga: RM 1.340.000.000.000 / 34.282.399 = RM 39.087
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 67.667

      Hapus
    2. BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      BUKTI PRANK 🦧GORILA ....
      -
      KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      -
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      ________________________________________
      DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
      DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
      2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
      2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
      2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
      2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
      2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
      2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
      2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
      2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
      2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
      2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
      ________________________________________
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      ________________________________________
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

      Hapus
    3. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
      -
      1998:
      Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
      -
      1999:
      Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
      -
      2002:
      Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
      -
      2004:
      Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
      -
      2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
      -
      2011:
      Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
      -
      2015:
      Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
      -
      2016:
      Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
      -
      2019:
      Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
      -
      2021:
      Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
      -
      2022:
      Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
      -
      2023:
      Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
      -
      2024:
      Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
      -
      2025:
      Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
      -
      2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
      ---------------------------------
      MALAYDESH UP TO =
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      Malaydesh's debt ratio could surge to almost 97% of GDP if government-linked guarantees materialize, a risk highlighted in the Ministry of Finance's (MOF) Fiscal Outlook 2026 report, although baseline projections show a gradual improvement in the debt trajectory. The report indicates that a "contingent-liability shock" from guarantees or other off-budget obligations could push the ratio significantly higher, amplifying debt-scarring effects.
      Baseline projections:
      The MOF's baseline outlook projects a gradual improvement in the country's debt trajectory, with the government debt-to-GDP ratio expected to remain steady around 63.5% through 2026.
      Stress test results:
      In a stress scenario, the debt-to-GDP ratio could reach 96.7% in 2027 if government guarantees materialize.
      Risks:
      This surge reflects the "debt-scarring effect of additional borrowings to fulfil these obligations". A combined macroeconomic and fiscal shock, similar to the pandemic period, could raise the debt ratio to approximately 88% of GDP.
      Government response:
      The MOF emphasizes that these stress tests underscore the importance of strengthening fiscal discipline and debt management to contain these risks and maintain debt sustainability.

      Hapus
  30. Malaydesh tak sanggup beli aset baharu, kerajaan bangkrap

    BalasHapus
  31. NSM ditolak , malaydesh tak dianggap penting

    BalasHapus
  32. Lebih banyak malaydesh LOI , dan semua prank

    BalasHapus
  33. eitttt NSM KENSEL pagi2 kaget yaaa
    MSAM2 segra jd milik kami haha!🤗💰😁

    BalasHapus
  34. VLS MICA = NSM BANNED
    MALAYDESH = AKAN LOI : LCS OMPONG
    INDONESIA = MARTADINATA CLASS DAN BUNG TOMO CLASS
    --------------------------------
    KAPAL FREGAT
    ( 70 x 4 Unit : 280) Kelas Balaputradewa 280 ammo = 64 sel VLS, 6 Torpedo
    (34 x 2 Unit : 68) Kelas Brawijaya 68 ammo = 16 sel VLS, 6 Torpedo dan 8 Rudal Jarak Jauh
    (26 x 2 Unit : 52) Kelas Martadinata 52 ammo = 12 VLS MICA, 6 Tabung Torpedo dan 8 Rudal Jarak Jauh.
    (30 x 3 Unit : 90) Kelas Bung Tomo 90 ammo = 16 sel VLS MICA, 6 Torpedo dan 8 Rudal Jarak Jauh
    --------------------------------
    KSOT
    12 Torpedo x 30 Unit Batch 1 = 360 Topedo
    --------------------------------
    Kapal Korvet
    Kelas Diponegoro (SIGMA 9113): Memiliki peluncur rudal Mistral (Tetral) untuk udara dan 4 rudal Exocet MM40 Block 2/3 untuk permukaan.
    Kelas Bung Karno: KRI Bung Karno-369 disiapkan untuk dipasang rudal anti-kapal dan pertahanan udara.
    Kelas Fatahillah: KRI Fatahillah-361 dan KRI Malahayati-362 (sudah di-upgrade untuk membawa rudal Exocet).
    --------------------------------
    Kapal Cepat Rudal (KCR)
    Ini adalah kapal pemukul cepat yang fokus pada rudal anti-kapal:
    KCR 60m (Kelas Sampari): Seperti KRI Sampari, KRI Tombak, dan KRI Halasan (Rudal Exocet MM40 Block 3).
    KCR 40m (Kelas Clurit): Seperti KRI Clurit dan KRI Kujang (Rudal C-705).
    Kelas Klewang: KRI Golok-688 (Kapal siluman/stealth) yang dipersenjatai rudal anti-kapal.
    --------------------------------
    ROKETSAN WILL CO-PRODUCE THE ATMACA ANTI-SHIP MISSILE IN INDONESIA
    Turkey’s defence firm Roketsan will co-produce the ATMACA anti-ship missile in Indonesia under a new agreement announced at the 2025 Antalya Diplomacy Forum. The deal, signed between Roketsan and several Indonesian defence companies, covers joint production of not only the ATMACA missile but also cruise missiles and a wide range of smart munitions.
    --------------------------------
    CONTRACT 45 ATMACA
    This contract, which covers the procurement of 45 missile rounds and associated launcher units and user terminals, paves the way for the Indonesian Navy to be the first export customer of the Turkish-developed guided weapon.
    ==================================
    ==================================
    MISKIN …..
    48 SAM
    Malaydesh teken pembelian 48 unit rudal K-SAAM (Korean Surface to Air Anti Missile System) 'Haegung' senilai US$ 94.8 million atau RM374.67 yang mempunyai jarak jangkau 20 km untuk kapal LMS Batch 2
    --------------------------------
    24 ATMACA
    Malaydesh teken pembelian 24 unit rudal Atmaca anti-ship missile senilai Euros 79.5 million atau RM369.2 million dengan jangkauan 250 km untuk kapal LMS Batch 2
    --------------------------------
    LOI 29 MICA
    Malaydesh teken LOI (Letter of Intent) untuk pengadaan 29 rudal VL MICA vertical launch anti-air missile berjangkauan 20 km diperkirakan senilai RM 504.5 million untuk kapal LCS kelas Maharaja Lela
    --------------------------------
    PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
    LCS = MANGKRAK 15 YEARS - BANNED NSM
    LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
    LMS B2 = DOWNGRADE BABUR CLASS NO TORPEDO
    LEKIU = EXO B2 EXPIRED
    KASTURI = EXO B2 EXPIRED NO TORPEDO
    LAKSAMANA = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
    KEDAH = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
    PERDANA = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
    HANDALAN = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
    JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO

    BalasHapus
  35. Hati hati Korea bila berurusan dengan negara 1 tu...si MISKIN tu siap mau NGUTANG lagi tu...HUTANG KFX saja NUNGGAK malah ketahuan MENCURI lagi.... HAHHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. VLS MICA = NSM BANNED
      MALAYDESH = AKAN LOI : LCS OMPONG
      INDONESIA = MARTADINATA CLASS DAN BUNG TOMO CLASS
      --------------------------------
      KAPAL FREGAT
      ( 70 x 4 Unit : 280) Kelas Balaputradewa 280 ammo = 64 sel VLS, 6 Torpedo
      (34 x 2 Unit : 68) Kelas Brawijaya 68 ammo = 16 sel VLS, 6 Torpedo dan 8 Rudal Jarak Jauh
      (26 x 2 Unit : 52) Kelas Martadinata 52 ammo = 12 VLS MICA, 6 Tabung Torpedo dan 8 Rudal Jarak Jauh.
      (30 x 3 Unit : 90) Kelas Bung Tomo 90 ammo = 16 sel VLS MICA, 6 Torpedo dan 8 Rudal Jarak Jauh
      --------------------------------
      KSOT
      12 Torpedo x 30 Unit Batch 1 = 360 Topedo
      --------------------------------
      Kapal Korvet
      Kelas Diponegoro (SIGMA 9113): Memiliki peluncur rudal Mistral (Tetral) untuk udara dan 4 rudal Exocet MM40 Block 2/3 untuk permukaan.
      Kelas Bung Karno: KRI Bung Karno-369 disiapkan untuk dipasang rudal anti-kapal dan pertahanan udara.
      Kelas Fatahillah: KRI Fatahillah-361 dan KRI Malahayati-362 (sudah di-upgrade untuk membawa rudal Exocet).
      --------------------------------
      Kapal Cepat Rudal (KCR)
      Ini adalah kapal pemukul cepat yang fokus pada rudal anti-kapal:
      KCR 60m (Kelas Sampari): Seperti KRI Sampari, KRI Tombak, dan KRI Halasan (Rudal Exocet MM40 Block 3).
      KCR 40m (Kelas Clurit): Seperti KRI Clurit dan KRI Kujang (Rudal C-705).
      Kelas Klewang: KRI Golok-688 (Kapal siluman/stealth) yang dipersenjatai rudal anti-kapal.
      --------------------------------
      ROKETSAN WILL CO-PRODUCE THE ATMACA ANTI-SHIP MISSILE IN INDONESIA
      Turkey’s defence firm Roketsan will co-produce the ATMACA anti-ship missile in Indonesia under a new agreement announced at the 2025 Antalya Diplomacy Forum. The deal, signed between Roketsan and several Indonesian defence companies, covers joint production of not only the ATMACA missile but also cruise missiles and a wide range of smart munitions.
      --------------------------------
      CONTRACT 45 ATMACA
      This contract, which covers the procurement of 45 missile rounds and associated launcher units and user terminals, paves the way for the Indonesian Navy to be the first export customer of the Turkish-developed guided weapon.
      ==================================
      ==================================
      MISKIN …..
      48 SAM
      Malaydesh teken pembelian 48 unit rudal K-SAAM (Korean Surface to Air Anti Missile System) 'Haegung' senilai US$ 94.8 million atau RM374.67 yang mempunyai jarak jangkau 20 km untuk kapal LMS Batch 2
      --------------------------------
      24 ATMACA
      Malaydesh teken pembelian 24 unit rudal Atmaca anti-ship missile senilai Euros 79.5 million atau RM369.2 million dengan jangkauan 250 km untuk kapal LMS Batch 2
      --------------------------------
      LOI 29 MICA
      Malaydesh teken LOI (Letter of Intent) untuk pengadaan 29 rudal VL MICA vertical launch anti-air missile berjangkauan 20 km diperkirakan senilai RM 504.5 million untuk kapal LCS kelas Maharaja Lela
      --------------------------------
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = MANGKRAK 15 YEARS - BANNED NSM
      LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
      LMS B2 = DOWNGRADE BABUR CLASS NO TORPEDO
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = EXO B2 EXPIRED NO TORPEDO
      LAKSAMANA = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
      KEDAH = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
      PERDANA = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
      HANDALAN = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
      JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO

      Hapus
    2. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
      -
      1998:
      Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
      -
      1999:
      Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
      -
      2002:
      Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
      -
      2004:
      Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
      -
      2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
      -
      2011:
      Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
      -
      2015:
      Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
      -
      2016:
      Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
      -
      2019:
      Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
      -
      2021:
      Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
      -
      2022:
      Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
      -
      2023:
      Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
      -
      2024:
      Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
      -
      2025:
      Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
      -
      2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
      --------------------------------
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      📌 1. Subsidi Besar Membebani Anggaran
      Malaydesh memiliki subsidi energi, pangan, dan transportasi yang cukup besar
      Ketika harga minyak dunia naik atau inflasi meningkat, beban subsidi melonjak.
      Akibatnya, belanja pemerintah lebih tinggi daripada penerimaan pajak dan non-pajak, sehingga timbul defisit fiskal.
      📌 2. Dampak Ekonomi
      Negatif:
      Menambah beban utang luar negeri.
      Membuat Malaydesh lebih sensitif terhadap suku bunga global dan nilai tukar.
      Jika defisit terus melebar, risiko fiskal meningkat.
      📊 Alur Sederhana
      Subsidi besar → Defisit fiskal melebar → Pemerintah butuh dana → Penerbitan obligasi internasional → Dana masuk untuk menutup defisit & menjaga subsidi.
      Singkatnya, subsidi besar memperlebar defisit fiskal Malaydesh, dan untuk menutup kekurangan itu pemerintah menerbitkan obligasi internasional sebagai sumber pembiayaan eksternal

      Hapus

  36. Keadaan INDIANESIA sekarang... Makin kesian... 👎👎🤣🤣🤣



    3 Alarm RI Menyala: IHSG Ambruk, Rupiah Jatuh, Yield Utang Melonjak

    https://www.cnbcindonesia.com/research/20260608153055-128-741103/3-alarm-ri-menyala-ihsg-ambruk-rupiah-jatuh-yield-utang-melonjak

    BalasHapus
    Balasan
    1. KATA KUNCI IMPOR TENAGA KESEHATAN =
      PEMALAS (MAHATHIR MOHAMAD)
      MISKIN (ANWAR IBRAHIM)
      MALAYDESH EKSODUS 97,000 ORANG
      -
      FAKTOR UTAMA IMPOR TENAGA KESEHATAN DI MALAYDESH
      TINGGINYA ANGKA BRAIN DRAIN:
      Banyak dokter kontrak dan perawat berpengalaman asal Malaydesh memilih mengundurkan diri dan bermigrasi ke luar negeri (seperti ke Singapura, Australia, atau Timur Tengah) karena beban kerja yang ekstrem, jam kerja yang panjang, dan kompensasi yang dirasa kurang kompetitif.
      -
      PENYUSUTAN JUMLAH TENAGA MEDIS BARU:
      Terjadi penurunan drastis pada jumlah house officers (dokter magang) di Malaydesh, dari yang semula mencapai lebih dari 5.000–6,000 orang per tahun menjadi hanya sekitar 3.000-an orang. Akibatnya, terjadi kekosongan posisi yang besar di rumah sakit publik.
      --------------------------------
      1. MAHATHIR MOHAMAD: "MELAYU MALAS & MISKIN"
      Pernyataan Mahathir ini sering muncul dalam berbagai kesempatan, namun yang paling signifikan terdengar saat peluncuran buku atau pidato politiknya (seperti di Kongres Maruah Melayu).
      -
      South China Morning Post (SCMP)
      Judul Artikel: "‘Malays are lazy’: Dr Mahathir’s greatest hits of stinging criticism against his own race"
      Konteks: Artikel ini merangkum sejarah kritik Mahathir terhadap etnis Melayu yang dianggap kurang kompetitif dibanding etnis Tionghoa.
      -
      The Straits Times (Singapore)
      Judul Artikel: "Malays are lazy, do not want to work: Mahathir"
      Konteks: Melaporkan pernyataan Mahathir pada tahun 2018 dan 2019 yang menyebut orang Melayu cenderung memilih subsidi daripada bekerja keras.
      -
      Reuters
      Judul Artikel: "Malaydeshn PM Mahathir says Malays must work harder to avoid being left behind"
      Konteks: Menyoroti pandangan Mahathir bahwa ketergantungan pada bantuan pemerintah membuat masyarakat kehilangan daya saing.
      --------------------------------
      2. ANWAR IBRAHIM: "KEMISKINAN & PROYEK BANJIR"
      Pernyataan Anwar Ibrahim ini berkaitan dengan keputusannya meninjau ulang proyek-proyek besar (seperti tebatan banjir) untuk memastikan tidak ada kebocoran dana/korupsi, karena korupsi tersebut merugikan rakyat miskin (mayoritas Melayu).
      -
      Free Malaydesh Today (FMT) - English Edition
      Judul Artikel: "Flood projects priority as poor Malays are the victims, says Anwar"
      Konteks: Anwar menjelaskan bahwa ketertiban dalam manajemen keuangan (tata kelola) sangat penting karena kegagalan proyek tersebut berdampak langsung pada mayoritas warga Melayu yang miskin.
      -
      CNA (Channel News Asia)
      Judul Artikel: "PM Anwar says good governance key to lifting majority Malay poor out of poverty"
      Konteks: Menekankan bahwa kemiskinan Melayu tidak akan selesai hanya dengan slogan "Ketuanan Melayu", melainkan dengan menghentikan penjarahan uang negara melalui proyek yang tidak transparan.
      -
      The Star (Malaydesh)
      Judul Artikel: "Anwar: Proper governance needed in flood mitigation projects to help the poor"
      Konteks: Fokus pada argumen Anwar bahwa transparansi pengadaan barang dan jasa adalah bentuk nyata pembelaan terhadap kaum miskin.
      --------------------------------
      KONON KAYA = 97.000 EKSODUS
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      -
      keadaan ekonomi "Malaydesh" yang sebenarnya pada awal Januari 2026 dapat diuraikan sebagai berikut:
      Eksodus Warga Negara: Terdapat tren signifikan di mana puluhan ribu warga negara "Malaydesh" melepaskan kewarganegaraan mereka, dengan total lebih dari 97.000 orang antara 2015 hingga Juni 2025.
      Faktor Ekonomi: Alasan utama yang dikutip untuk eksodus ini adalah faktor ekonomi dan keluarga. Hal ini menunjukkan adanya tekanan ekonomi domestik atau peluang ekonomi yang lebih baik di negara lain.
      Destinasi Utama: Mayoritas dari mereka (lebih dari 93%) pindah ke Singapura, yang mengindikasikan adanya disparitas pendapatan dan peluang kerja yang signifikan antara "Malaydesh" dan Singapura

      Hapus
  37. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
    -
    1998:
    Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
    -
    1999:
    Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
    -
    2002:
    Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
    -
    2004:
    Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
    -
    2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
    -
    2011:
    Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
    -
    2015:
    Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
    -
    2016:
    Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
    -
    2019:
    Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
    -
    2021:
    Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
    -
    2022:
    Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
    -
    2023:
    Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
    -
    2024:
    Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
    -
    2025:
    Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
    -
    2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
    --------------------------------
    DEFISIT FISKAL SEJAK 1998
    DEFISIT FISKAL SEJAK 1998
    DEFISIT FISKAL SEJAK 1998
    📉 Apa itu Defisit Fiskal dan Kenapa 1998 Penting?
    Defisit fiskal berlaku apabila perbelanjaan kerajaan melebihi pendapatan. Malaydesh mula mengalami defisit berterusan sejak Krisis Kewangan Asia 1997–1998, yang menyebabkan:
    Kejatuhan nilai ringgit dan pasaran saham.
    Penurunan hasil kerajaan akibat kelembapan ekonomi.
    Peningkatan perbelanjaan untuk pemulihan ekonomi dan sokongan sosial.
    Sejak itu, Malaydesh tidak pernah mencatatkan lebihan fiskal, dan defisit kekal menjadi ciri belanjawan tahunan.
    📊 Implikasi Defisit Berterusan
    Beban hutang meningkat: Untuk menampung defisit, kerajaan perlu berhutang, menyebabkan nisbah hutang kepada KDNK meningkat.
    Keterbatasan fiskal: Kurang ruang untuk belanja pembangunan, pendidikan, kesihatan, dan infrastruktur.
    Risiko kepada generasi akan datang: Sultan Ibrahim mempersoalkan sama ada hutang ini akan diwariskan kepada generasi muda.

    BalasHapus
  38. 2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
    Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
    1. Singapura 🇸🇬: 347%
    2. Malaydesh 🇲🇾: 224%
    3. Thailand 🇹🇭: 223%
    4. Vietnam 🇻🇳: 161%
    5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
    6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
    7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
    8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
    9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
    10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
    11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
    ---------------------------------
    2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
    Sumber: IMF Global Debt Database (Government Debt)
    1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
    2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
    3. Malaydesh 🇲🇾: 70,5%
    4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
    5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
    6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
    7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
    8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
    9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
    10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
    11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
    ---------------------------------
    GORILA MALAYDESH = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    GORILA MALAYDESH = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    GORILA MALAYDESH = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    REVISED (FINAL): RM11.2B FOR 5 SHIPS
    (final agreed-upon contract price dealing with cost overruns)
    RM 2.24 billion (2023) per unit + ToT (ceiling) [or USD948M (2023 inflation) or ~USD700M (2011 forex) or ~USD490M (2023 forex) (excluding ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD948 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
    -------------
    REVISED (INITIAL): RM 9.128B FOR 5 SHIPS
    (initial figures using the original contract price in dealing with cost overruns)
    RM 1.8 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD560 million per ship (excluding ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD758 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
    -------------
    ORIGINAL: RM 9B FOR 6 SHIPS
    RM 1.5 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD466 million per ship (excluding cost overruns and ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD631 million in 2023 US dollars (excluding cost overruns and ammo)
    -------------
    LMS B2 = FFBNW DOWNGRADE HISAR OPV NO ASW
    1. ADA CLASS PAKISTAN USD 1 MILYAR/4 = USD 250 JUTA PER UNIT
    -
    2. ADA CLASS UKRAINE USD 1 MILYAR/2 = USD 250 JUTA PER UNIT + UCAV SENILAI USD 500 JUTA
    -
    3. HISAR OPV CLASS (LMS B2) MALAYDESH USD 530 JUTA /3 = USD 176,7 JUTA PER UNIT
    -------------
    LMS B2 = FFBNW DOWNGRADE NO TORPEDO NO ASW
    1. ADA CLASS PAKISTAN USD 1 MILYAR/4 = USD 250 JUTA PER UNIT
    -
    2. ADA CLASS UKRAINE USD 1 MILYAR/2 = USD 250 JUTA PER UNIT + UCAV SENILAI USD 500 JUTA
    -
    3. HISAR OPV CLASS (LMS B2) MALAYDESH USD 530 JUTA /3 = USD 176,7 JUTA PER UNIT
    -------------
    LCS = FFBNW MANGKRAK 15 YEARS
    LCS USD 4,74 BILLION/5 UNIT = USD 948 MILLION/UNIT ]
    • USD 948 JUTA (EXCLUDING AMMO) = FFBNW = DELAYED
    -NO NSM.
    -NO VL MICA.
    -NO TORPEDO RINGAN.
    -NO SECONDARY GUNS.
    -NO BOFORS MK3.
    -----------
    PRICE DESTROYER DAN FREGAT =
    -KDX 3 CLASS/SEJONG USD 900 JUTA/UNIT
    -TYPE 052D CLASS USD 500-600 JUTA.
    -TYPE 055 CLASS USD 920 JUTA.
    -------------
    KEDAH = FFBNW NO MISSILE SINCE 2025=2009 : 17 YAERS GUNBOAT
    In June 2006, after a total of 18 months of delays, the Royal MALAYDESH Navy commissioned KD Kedah, followed by a second hull, KD Pahang in August of the same year, and a third hull, KD Perak on 12 November 2007. By July 2009, six vessels had been launched.
    -------------
    THHE OPV 2 DAN OPV 3 = FFBNW TAMAT
    THHE OPV 2 DAN OPV 3 = FFBNW TAMAT
    THHE OPV 2 DAN OPV 3 = FFBNW TAMAT
    Beliau berkata keputusan itu dipersetujui oleh Kabinet pada 22 Mac 2024 sebelum ia dilaksanakan.
    “Kementerian Dalam Negeri dibenarkan menamatkan kontrak projek tersebut setelah mendapat pandangan daripada Jabatan Peguam Negara. Sehubungan itu, kerajaan menandatangani perjanjian penamatan bersama pihak syarikat pada 31 Disember 2024,” katanya dalam jawapan bertulis yang dimuat naik dalam laman web Parlimen pada Khamis malam.

    BalasHapus
  39. 5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
    5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
    6x Ganti Mindef = PRANK MRCA SPH LCS NSM
    -
    2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
    2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
    2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
    2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
    2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
    2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin
    --------------------------------
    PRANK PAKISTAN-PRANK JF17
    “The MALAYDESH government has shown interest in buying the JF-17 Thunder aircraft from Pakistan but the deal is yet to be finalized,” a senior Pakistan Ministry of Defense Production official told Arab News.
    --------
    PRANK INDIA-PRANK TEJAS
    MALAYDESH has reportedly identified the Indian-manufactured Tejas light combat aircraft to replace its current fleet of MiG-29 fighter jets and is believed to be in advanced negotiations to firm up its procurement.
    --------
    PRANK TURKI = PRANK YAVUZ
    PRANK MKE : The Malonnn Ministry of Defence has reportedly reviewing its planned acquisition of Yavuz 155mm
    --------
    PRANK FRANCE - PRANK NEXTER : LoI is signed during day three of DSA 2016. 20 units are to be supplied, which include the supporting vehicles, and will boost the Malonnn Army's firepower inventory
    --------
    PRANK INDONESIA - PRANK PT PAL : "The contract with Malonn’s Navy will be inked next August. There is a possibility that they will order more than one MRSS.
    --------
    PRANK FRANCE - PRANK DASSAULT : Malonn, which wants to buy up to 18 combat planes in a deal potentially worth more than USD2 billion, is now talking to only one supplier, France's Dassault Aviation, about its Rafale jets,
    --------
    PRANK SLOVAKIA - PRANK KDS : Malonn is expected to conclude a deal with Slovakia for the supply of EVA 155mm
    --------
    PRANK CHINA-PRANK KS-1A
    MalAYDEWH has agreed in principle to purchase medium-range missiles from China, which in return will transfer technology on very short-range air defence to the country, Deputy Prime Minister Najib Razak said Tuesday
    --------
    PRANK UN-PRANK IAG
    Malaydesg dikenakan sanksi oleh PBB terkait penggantian biaya operasional kendaraan, karena sembilan IAG Guardians yang dikerahkannya tidak memenuhi persyaratan
    --------
    SEWA VSHORAD SEWA TRUK
    The approved leasing deal for KTMB may tip the scale in favour of the truck and VVSHORAD proposals.
    SEWA BOAT SEWAan Bot Op Pasir merangkumi 10 unit Fast Interceptor Boat (FIB); 10 unit Utility Boat; 10 unit Rigid Hull Fender Boat (RHFB); 10 unit Rover Fiber Glass (Rover).
    SEWA HIDROGRAFI tugas pemetaan data batimetri bagi kawasan perairan negara akan dilakukan oleh sebuah kapal hidrografi moden, MV Aishah AIM 4, yang diperoleh menerusi kontrak SEWAan dari syarikat Breitlink Engineering Services Sdn Bhd (BESSB)
    SEWA PATROL BOATS : SEWA OUTBOARD MOTORS : SEWA TRAILERS
    Meanwhile, the division also published a tender for eleven glass reinforced plastic patrol boats together outboard motors, trailers and associated equipment
    SEWA MOTOR The Royal Military Police Corp (KPTD) celebrated the SEWA of 40 brand-new BMW R1250RT Superbikes for the Enforcement Motorcycle Squad on December 22nd, 2022.
    SEWA PESAWAT ITTC is currently providing Fighter Lead-In Training (FLIT) to the Royal MALAYDESH Air Force in London, Ontario.
    SEWA HELI Kementerian Pertahanan MALAYDESH pada 27 Mei 2023 lalu telah menandatangani perjanjian SEWA dengan penyedia layanan penerbangan lokal, Aerotree, untuk menyediakan empat helikopter bekas Sikorsky UH-60A+ Black Hawk.
    SEWA HELI 4 buah Helikopter Leonardo AW 139 yang diperolehi secara SEWAan ini adalah untuk kegunaan Tentera Udara Diraja MALAYDESH (TUDM) yang akan ditempatkan di No.3 Skuadron, Pangkalan Udara Butterworth
    SEWA HELI = Kerajaan sebelum ini pernah menyewa Helikopter Latihan Airbus EC120B dan Flight Simulation Training Device (FSTD) Untuk Kegunaan Kursus Asas Juruterbang Helikopter TUDM. Selain itu, kerajaan turut pernah menyewa 5 unit Helikopter EC120B; 1 unit Sistem Simulator
    SEWA 4x4 Pejabat perusahaan mengatakan kepada Janes di pameran bahwa Angkatan Bersenjata MALAYDESH sedang mencari untuk menyewa Tarantula

    BalasHapus
  40. Gilanya...... Rp18. 000....👎👎🤣🤣🤣🤣



    Di Luar Negeri, Rupiah Sudah di Atas Rp18.200/US$

    https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/111286/di-luar-negeri-rupiah-sudah-di-atas-rp18-200-us

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. Malaydesh 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      Sumber: IMF Global Debt Database (Government Debt)
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. Malaydesh 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      ---------------------------------
      GORILA MALAYDESH = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      GORILA MALAYDESH = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      GORILA MALAYDESH = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      REVISED (FINAL): RM11.2B FOR 5 SHIPS
      (final agreed-upon contract price dealing with cost overruns)
      RM 2.24 billion (2023) per unit + ToT (ceiling) [or USD948M (2023 inflation) or ~USD700M (2011 forex) or ~USD490M (2023 forex) (excluding ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD948 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
      -------------
      REVISED (INITIAL): RM 9.128B FOR 5 SHIPS
      (initial figures using the original contract price in dealing with cost overruns)
      RM 1.8 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD560 million per ship (excluding ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD758 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
      -------------
      ORIGINAL: RM 9B FOR 6 SHIPS
      RM 1.5 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD466 million per ship (excluding cost overruns and ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD631 million in 2023 US dollars (excluding cost overruns and ammo)
      -------------
      LMS B2 = FFBNW DOWNGRADE HISAR OPV NO ASW
      1. ADA CLASS PAKISTAN USD 1 MILYAR/4 = USD 250 JUTA PER UNIT
      -
      2. ADA CLASS UKRAINE USD 1 MILYAR/2 = USD 250 JUTA PER UNIT + UCAV SENILAI USD 500 JUTA
      -
      3. HISAR OPV CLASS (LMS B2) MALAYDESH USD 530 JUTA /3 = USD 176,7 JUTA PER UNIT
      -------------
      LMS B2 = FFBNW DOWNGRADE NO TORPEDO NO ASW
      1. ADA CLASS PAKISTAN USD 1 MILYAR/4 = USD 250 JUTA PER UNIT
      -
      2. ADA CLASS UKRAINE USD 1 MILYAR/2 = USD 250 JUTA PER UNIT + UCAV SENILAI USD 500 JUTA
      -
      3. HISAR OPV CLASS (LMS B2) MALAYDESH USD 530 JUTA /3 = USD 176,7 JUTA PER UNIT
      -------------
      LCS = FFBNW MANGKRAK 15 YEARS
      LCS USD 4,74 BILLION/5 UNIT = USD 948 MILLION/UNIT ]
      • USD 948 JUTA (EXCLUDING AMMO) = FFBNW = DELAYED
      -NO NSM.
      -NO VL MICA.
      -NO TORPEDO RINGAN.
      -NO SECONDARY GUNS.
      -NO BOFORS MK3.
      -----------
      PRICE DESTROYER DAN FREGAT =
      -KDX 3 CLASS/SEJONG USD 900 JUTA/UNIT
      -TYPE 052D CLASS USD 500-600 JUTA.
      -TYPE 055 CLASS USD 920 JUTA.
      -------------
      KEDAH = FFBNW NO MISSILE SINCE 2025=2009 : 17 YAERS GUNBOAT
      In June 2006, after a total of 18 months of delays, the Royal MALAYDESH Navy commissioned KD Kedah, followed by a second hull, KD Pahang in August of the same year, and a third hull, KD Perak on 12 November 2007. By July 2009, six vessels had been launched.
      -------------
      THHE OPV 2 DAN OPV 3 = FFBNW TAMAT
      THHE OPV 2 DAN OPV 3 = FFBNW TAMAT
      THHE OPV 2 DAN OPV 3 = FFBNW TAMAT
      Beliau berkata keputusan itu dipersetujui oleh Kabinet pada 22 Mac 2024 sebelum ia dilaksanakan.
      “Kementerian Dalam Negeri dibenarkan menamatkan kontrak projek tersebut setelah mendapat pandangan daripada Jabatan Peguam Negara. Sehubungan itu, kerajaan menandatangani perjanjian penamatan bersama pihak syarikat pada 31 Disember 2024,” katanya dalam jawapan bertulis yang dimuat naik dalam laman web Parlimen pada Khamis malam.

      Hapus
    2. HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      2010: RM 407,1 MILIAR
      2011: RM 456,1 MILIAR
      2012: RM 501,6 MILIAR
      2013: RM 547,7 MILIAR
      2014: RM 582,8 MILIAR
      2015: RM 630,5 MILIAR
      2016: RM 648,5 MILIAR
      2017: RM 686,8 MILIAR
      2018: RM 1,19 TRILIUN
      2019: RM 1,25 TRILIUN
      2020: RM 1,32 TRILIUN
      2021: RM 1,38 TRILIUN
      2022: RM 1,45 TRILIUN
      2023: RM 1,53 TRILIUN
      2024: RM 1,63 TRILIUN
      2025: RM 1,71 TRILIUN
      2026: RM 1,79 TRILIUN
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019) | CNA & The Star (2020) | The Edge Malaydesh (2021–2022) | MOF Portal & Bernama (2023–2024)
      ---------------------------------
      1️⃣ DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      2️⃣ DATA YANG MALAYDESH 2025
      Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
      Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2025
      Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
      Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
      --------------------------------
      3️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2024
      Utang Pemerintah: RM 1,22 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,53 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,6%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,2%
      Jumlah Penduduk: 34.671.895 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2024
      Utang Pemerintah: RM 1.220.000.000.000 / 34.671.895 = RM 35.187
      Utang Rumah Tangga: RM 1.530.000.000.000 / 34.671.895 = RM 44.128
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 79.315
      --------------------------------
      4️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2023
      Utang Pemerintah: RM 1,17 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,45 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 81,2%
      Jumlah Penduduk: 35.126.298 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2023
      Utang Pemerintah: RM 1.170.000.000.000 / 35.126.298 = RM 33.308
      Utang Rumah Tangga: RM 1.450.000.000.000 / 35.126.298 = RM 41.279
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 74.587
      --------------------------------
      5️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2022
      Utang Pemerintah: RM 1,08 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,38 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 60,1%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 80,9%
      Jumlah Penduduk: 34.695.493 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2022
      Utang Pemerintah: RM 1.080.000.000.000 / 34.695.493 = RM 31.127
      Utang Rumah Tangga: RM 1.380.000.000.000 / 34.695.493 = RM 39.774
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 70.901
      --------------------------------
      6️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2021
      Utang Pemerintah: RM 979,81 miliar
      Utang Rumah Tangga: RM 1,34 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 63,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 89,1% (Puncak pandemi)
      Jumlah Penduduk: 34.282.399 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2021
      Utang Pemerintah: RM 979.810.000.000 / 34.282.399 = RM 28.580
      Utang Rumah Tangga: RM 1.340.000.000.000 / 34.282.399 = RM 39.087
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 67.667

      Hapus
  41. FAKTANYA NSM seblah ituw Ngutang haha!😄✌️🍌
    buktinya dari 2018 belum LuNaS haha!😝😉🍌
    bayar berperingkat=nyicil=NGUTANG

    8 taon tak bayar, pantas NORWAY ST⛔️P MISSILES=NSM haha!😵‍💫🤥🍌

    BalasHapus
  42. Malaydesh langsung panik..
    HAHAHAHAHHA...

    NASSAMS, Hisar, Buk M2k dan sekarang MSAM-II...orang kaya rileks lon

    Silahkan Malaydesh KESURUPAN

    😂😂🤣🤣😛🤪

    BalasHapus
    Balasan
    1. gimana gak PANIK🔥KOYAK..om pedang

      NSM BATAL, MALYUNYA 7 turunan di Rendahkan Norwegia haha!👌🤥🤣
      blokir hasil pesanan amrik, gegara mao kensel ART haha!😝😁😝

      Hapus
  43. warganyet negri🎰kasino semenanjung kuala lumpo jangan Salahkan Viking Norwegia⛔️
    masa 8 tahun NGUTANG, PARAAHHHH haha!😋🤥🍌
    Wajar kena BLOKIR🔥

    BalasHapus
  44. serius tanya mau bayar HUTANG bagaimana ni guys..... HAHAHAHAHA



    Cadangan Devisa Susut Rp21 Triliun, Rupiah Nyaris Tembus Rp18.200

    https://www.waspada.id/berita/cadangan-devisa-susut-rp21-triliun-rupiah-nyaris-tembus-rp18-200

    BalasHapus
    Balasan
    1. NGEMIS = BERAS JAGUNG BATUBARA - BATAL = F18 NSM UH60A CUT BUDGET
      1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
      2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
      3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
      4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONDESH
      5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
      6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
      7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
      8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
      9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
      --------------------------------
      FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
      LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
      MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
      DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
      -
      FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
      BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
      AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
      --------------------------------
      DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      • UTANG PEMERINTAH FEDERAL PER KAPITA: RM 36,139
      • UTANG RUMAH TANGGA PER KAPITA: RM 45,859
      Angka-angka ini cukup signifikan dan menunjukkan tingkat ketergantungan yang tinggi pada utang baik di tingkat pemerintah maupun rumah tangga.
      Implikasi Detail terhadap Perekonomian Riil:
      Implikasi dari Utang Rumah Tangga per Kapita (RM 45,859):
      1. Daya Beli dan Konsumsi yang Tertekan:
      o Penjelasan: Sebagian besar pendapatan rumah tangga harus dialokasikan untuk membayar cicilan utang (KPR, KKB, kartu kredit, pinjaman pribadi).
      o Dampak Riil:
       Penurunan Konsumsi Barang dan Jasa Lain: Ketika sebagian besar pendapatan habis untuk utang, kemampuan rumah tangga untuk membeli barang dan jasa lain (selain kebutuhan pokok) akan berkurang. Konsumsi adalah motor utama pertumbuhan ekonomi di banyak negara.
       Risiko Resesi: Jika konsumsi rumah tangga menurun drastis, ini bisa memicu perlambatan ekonomi atau bahkan resesi.
       Tekanan pada Sektor Ritel: Bisnis ritel dan sektor jasa yang sangat bergantung pada pengeluaran konsumen akan mengalami penurunan penjualan dan profitabilitas.
      2. Stabilitas Keuangan Rumah Tangga yang Rentan:
      o Penjelasan: Tingkat utang yang tinggi membuat rumah tangga sangat rentan terhadap guncangan ekonomi.
      o Dampak Riil:
       Gagal Bayar (Default): Jika terjadi kehilangan pekerjaan, penurunan pendapatan, atau kenaikan suku bunga, banyak rumah tangga bisa kesulitan membayar utangnya, berujung pada gagal bayar.
       Krisis Keuangan Sistemik: Tingkat gagal bayar yang meluas bisa memicu krisis di sektor perbankan (karena bank memiliki piutang dari rumah tangga tersebut), yang pada gilirannya bisa mengguncang seluruh sistem keuangan.
       Kesehatan Mental dan Sosial: Tekanan utang yang berat juga berdampak pada kesehatan mental dan kualitas hidup masyarakat, yang secara tidak langsung memengaruhi produktivitas ekonomi.
      3. Hambatan Investasi dan Tabungan Rumah Tangga:
      o Penjelasan: Ketika pendapatan banyak digunakan untuk membayar utang, kapasitas rumah tangga untuk menabung atau berinvestasi menjadi terbatas.
      o Dampak Riil:
       Modal untuk Pensiun dan Pendidikan Berkurang: Kemampuan untuk mempersiapkan masa pensiun, pendidikan anak, atau investasi masa depan lainnya berkurang. Ini berpotensi menciptakan masalah sosial ekonomi di masa mendatang.
       Modal Produktif Berkurang: Secara agregat, tabungan rumah tangga adalah salah satu sumber modal penting bagi investasi produktif di perekonomian. Jika tabungan rendah, maka sumber modal ini juga berkurang.

      Hapus
    2. 1️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2026
      -
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      -
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      -
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      -
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      -
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      --------------------------------
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      -
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      -
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      -
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      • UTANG PEMERINTAH FEDERAL PER KAPITA: RM 36,139
      • UTANG RUMAH TANGGA PER KAPITA: RM 45,859
      Angka-angka ini cukup signifikan dan menunjukkan tingkat ketergantungan yang tinggi pada utang baik di tingkat pemerintah maupun rumah tangga.
      Implikasi Detail terhadap Perekonomian Riil:
      Implikasi dari Utang Pemerintah Federal per Kapita (RM 36,139):
      4. Beban Pelayanan Utang yang Lebih Tinggi:
      o Penjelasan: Dengan utang pemerintah yang besar, pemerintah harus mengalokasikan sebagian besar anggaran tahunannya untuk membayar bunga dan pokok utang. Ini disebut "beban pelayanan utang" (debt service).
      o Dampak Riil:
       Pengurangan Pengeluaran untuk Layanan Publik: Dana yang seharusnya bisa digunakan untuk investasi infrastruktur (jalan, jembatan, pelabuhan), pendidikan, kesehatan, riset dan pengembangan, atau program kesejahteraan sosial, justru habis untuk membayar utang. Ini menghambat pembangunan jangka panjang dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
       Kenaikan Pajak di Masa Depan: Untuk membiayai utang, pemerintah mungkin terpaksa menaikkan pajak (PPh, PPN, pajak korporasi) di masa depan. Kenaikan pajak ini akan mengurangi daya beli masyarakat dan laba perusahaan, yang pada gilirannya bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi.
       Risiko Fiskal: Jika bunga utang naik secara signifikan atau pertumbuhan ekonomi melambat, kemampuan pemerintah untuk membayar utang bisa tertekan, meningkatkan risiko krisis fiskal.
      5. Ketergantungan pada Pasar Keuangan:
      o Penjelasan: Pemerintah harus terus-menerus mencari pinjaman baru (menerbitkan obligasi) untuk membiayai utang yang jatuh tempo atau
      o Dampak Riil:
       Sensitivitas terhadap Suku Bunga: Pemerintah menjadi sangat sensitif terhadap perubahan suku bunga di pasar. Jika suku bunga global atau domestik naik, biaya pinjaman pemerintah akan melonjak, memperparah beban utang.
       Potensi "Crowding Out": Pinjaman pemerintah yang besar bisa menyedot dana dari pasar modal, sehingga mengurangi ketersediaan dana bagi sektor swasta untuk berinvestasi (ini disebut "crowding out"). Akibatnya, investasi swasta yang produktif bisa terhambat.
      6. Kredibilitas dan Peringkat Kredit Negara:
      o Penjelasan: Lembaga pemeringkat kredit (seperti Moody's, S&P, Fitch) mengevaluasi kemampuan negara untuk membayar utangnya.
      o Dampak Riil:
       Biaya Pinjaman Lebih Tinggi: Jika peringkat kredit negara turun karena tingkat utang yang tinggi, investor akan meminta imbal hasil (bunga) yang lebih tinggi untuk meminjamkan uang kepada pemerintah. Ini membuat biaya pinjaman semakin mahal.
       Citra Investor Negatif: Peringkat yang buruk juga bisa membuat investor asing ragu untuk berinvestasi di negara tersebut, mengurangi aliran modal asing langsung (FDI) yang penting untuk penciptaan lapangan kerja dan transfer teknologi.

      Hapus
    3. 1️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2026
      -
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      -
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      -
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      -
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      -
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      --------------------------------
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      -
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      -
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      -
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      • UTANG PEMERINTAH FEDERAL PER KAPITA: RM 36,139
      • UTANG RUMAH TANGGA PER KAPITA: RM 45,859
      Angka-angka ini cukup signifikan dan menunjukkan tingkat ketergantungan yang tinggi pada utang baik di tingkat pemerintah maupun rumah tangga.
      Implikasi Detail terhadap Perekonomian Riil:
      Implikasi dari Utang Rumah Tangga per Kapita (RM 45,859):
      4. Daya Beli dan Konsumsi yang Tertekan:
      o Penjelasan: Sebagian besar pendapatan rumah tangga harus dialokasikan untuk membayar cicilan utang (KPR, KKB, kartu kredit, pinjaman pribadi).
      o Dampak Riil:
       Penurunan Konsumsi Barang dan Jasa Lain: Ketika sebagian besar pendapatan habis untuk utang, kemampuan rumah tangga untuk membeli barang dan jasa lain (selain kebutuhan pokok) akan berkurang. Konsumsi adalah motor utama pertumbuhan ekonomi di banyak negara.
       Risiko Resesi: Jika konsumsi rumah tangga menurun drastis, ini bisa memicu perlambatan ekonomi atau bahkan resesi.
       Tekanan pada Sektor Ritel: Bisnis ritel dan sektor jasa yang sangat bergantung pada pengeluaran konsumen akan mengalami penurunan penjualan dan profitabilitas.
      5. Stabilitas Keuangan Rumah Tangga yang Rentan:
      o Penjelasan: Tingkat utang yang tinggi membuat rumah tangga sangat rentan terhadap guncangan ekonomi.
      o Dampak Riil:
       Gagal Bayar (Default): Jika terjadi kehilangan pekerjaan, penurunan pendapatan, atau kenaikan suku bunga, banyak rumah tangga bisa kesulitan membayar utangnya, berujung pada gagal bayar.
       Krisis Keuangan Sistemik: Tingkat gagal bayar yang meluas bisa memicu krisis di sektor perbankan (karena bank memiliki piutang dari rumah tangga tersebut), yang pada gilirannya bisa mengguncang seluruh sistem keuangan.
       Kesehatan Mental dan Sosial: Tekanan utang yang berat juga berdampak pada kesehatan mental dan kualitas hidup masyarakat, yang secara tidak langsung memengaruhi produktivitas ekonomi.
      6. Hambatan Investasi dan Tabungan Rumah Tangga:
      o Penjelasan: Ketika pendapatan banyak digunakan untuk membayar utang, kapasitas rumah tangga untuk menabung atau berinvestasi menjadi terbatas.
      o Dampak Riil:
       Modal untuk Pensiun dan Pendidikan Berkurang: Kemampuan untuk mempersiapkan masa pensiun, pendidikan anak, atau investasi masa depan lainnya berkurang. Ini berpotensi menciptakan masalah sosial ekonomi di masa mendatang.
       Modal Produktif Berkurang: Secara agregat, tabungan rumah tangga adalah salah satu sumber modal penting bagi investasi produktif di perekonomian. Jika tabungan rendah, maka sumber modal ini juga berkurang.
      7. Kebijakan Moneter yang Terhambat:
      o Penjelasan: Bank sentral harus mempertimbangkan tingkat utang rumah tangga saat merumuskan kebijakan moneter (terutama suku bunga).
      o Dampak Riil:
       Dilema Suku Bunga: Jika bank sentral menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi, ini akan meningkatkan beban cicilan utang rumah tangga, berisiko memicu gagal bayar massal dan memperlambat ekonomi. Ini menempatkan bank sentral dalam dilema.
       Efektivitas Kebijakan Berkurang: Kebijakan moneter mungkin menjadi kurang efektif karena adanya tingkat utang yang tinggi.

      Hapus
    4. 2022 2024 2025 2026 =
      MEMBUAL NSM = BANNED NSM = NGEMIS NSM
      MEMBUAL NSM = BANNED NSM = NGEMIS NSM
      MEMBUAL NSM = BANNED NSM = NGEMIS NSM
      --------------------------------
      5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      --------------------------------
      NSM : Tahun 2022
      Rencana awal untuk melengkapi dua unit korvet kelas Kedah (KD Kedah dan KD Pahang) dengan rudal NSM mulai muncul ke publik pada bulan Agustus 2022.
      Sumber Utama: Janes Defence Weekly melaporkan proposal TLDM untuk mengintegrasikan rudal anti-kapal pada korvet MEKO 100.
      Sumber Regional: MilitaryLeak dan media pertahanan Indonesia seperti Indomiliter mengonfirmasi rencana tersebut dengan estimasi biaya awal.
      -------------------------------
      NSM : Tahun 2024
      Kerajaan Malondesh melalui Kementerian Pertahanan memberikan lampu hijau anggaran awal sebesar MYR 214 juta (sekitar USD 48 juta) sebagai bagian dari program Fit-for-but-not-with (FFBNW) untuk dua kapal pertama.
      Sumber: Laporan perkembangan ini banyak dimuat dalam portal pertahanan regional seperti Defence Security Asia yang memantau pengalokasian dana untuk peningkatan sistem senjata TLDM.
      -------------------------------
      NSM : Tahun 2025
      Prime Minister Anwar Ibrahim told the Malondeshn parliament that NSM would be delivered by the end of 2025, as the Southeast Asian nation enhances its naval capabilities and regional ties...
      Sumber berita pernyataan tersebut berasal dari Asian Military Review (20 Agustus 2025), yang melaporkan bahwa Malondesh akan menerima sepasang peluncur Kongsberg Naval Strike Missile (NSM) pada bulan Agustus
      -------------------------------
      NSM : Januari 2026
      Keputusan diperluas untuk mencakup seluruh enam kapal kelas Kedah di bawah kerangka Anggaran Nasional 2026.
      Sumber Utama: Malay Mail melaporkan jawaban tertulis dari Kementerian Pertahanan di Parlemen mengenai persetujuan pemasangan rudal pada seluruh kapal (KD Kedah, KD Pahang, KD Perak, KD Terengganu, KD Kelantan, dan KD Selangor).
      -------------------------------
      NSM : 2026 = NSM BANNED
      -
      USNI News (U.S. Naval Institute): Membedah detail kontrak awal 2018 senilai $145 juta untuk persenjataan 6 kapal tempur Maharaja Lela-class serta tambahan sistem peluncur frigat Lekiu-class di LIMA 2025. Analisis militer ini tertuang dalam Norway Cancels Kongsberg-Malondeshn Government Contract for Naval Strike Missiles, Launchers.
      --------------------------------
      NSM : 2026 = NGEMIS NSM
      -
      Mohamed Khaled berkata beliau turut memaklumkan kepada Hegseth mengenai isu yang dihadapi Malaydesh berkaitan pembelian NSM dari Norway, serta mendapatkan pandangan AS mengenai perkara itu.
      “Kita telah meminta pandangan AS bagi membantu mencari penyelesaian kepada isu yang dihadapi, kerana seperti yang sedia maklum, terdapat sebuah syarikat AS yang mengeluarkan misil yang sama seperti Norway
      --------------------------------
      Pakistan (JF-17): Ketertarikan pembelian jet tempur JF-17 belum mencapai kesepakatan final.
      -
      India (Tejas): Negosiasi tingkat lanjut untuk menggantikan jet MiG-29 dengan Tejas gagal terwujud.
      -
      Turki (Yavuz): Pembatalan atau peninjauan ulang rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm dari MKE.
      -
      Prancis (Nexter): Komitmen awal (LoI) tahun 2016 untuk 20 unit artileri beserta kendaraan pendukung tidak terealisasi.
      -
      Indonesia (PT PAL): Rencana penandatanganan kontrak kapal MRSS untuk Angkatan Laut Malaydesh batal terlaksana.
      -
      Prancis (Dassault): Negosiasi eksklusif untuk pembelian 18 jet tempur Rafale senilai USD 2 miliar berujung gagal.
      -
      Slovakia (KDS): Rencana kesepakatan untuk pasokan sistem artileri EVA 155mm tidak selesai.
      -
      Cina (KS-1A): Rencana pembelian rudal jarak menengah KS-1A berpola transfer teknologi yang gagal diwujudkan.
      -
      PBB (IAG): Sanksi penahanan ganti rugi dari PBB karena 9 kendaraan IAG Guardian yang dikirim tidak memenuhi syarat operasional.


      Hapus
    5. 2022 2024 2025 2026 =
      MEMBUAL NSM = BANNED NSM = NGEMIS NSM
      MEMBUAL NSM = BANNED NSM = NGEMIS NSM
      MEMBUAL NSM = BANNED NSM = NGEMIS NSM
      --------------------------------
      5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      --------------------------------
      NSM : Tahun 2022
      Rencana awal untuk melengkapi dua unit korvet kelas Kedah (KD Kedah dan KD Pahang) dengan rudal NSM mulai muncul ke publik pada bulan Agustus 2022.
      Sumber Utama: Janes Defence Weekly melaporkan proposal TLDM untuk mengintegrasikan rudal anti-kapal pada korvet MEKO 100.
      Sumber Regional: MilitaryLeak dan media pertahanan Indonesia seperti Indomiliter mengonfirmasi rencana tersebut dengan estimasi biaya awal.
      -------------------------------
      NSM : Tahun 2024
      Kerajaan Malondesh melalui Kementerian Pertahanan memberikan lampu hijau anggaran awal sebesar MYR 214 juta (sekitar USD 48 juta) sebagai bagian dari program Fit-for-but-not-with (FFBNW) untuk dua kapal pertama.
      Sumber: Laporan perkembangan ini banyak dimuat dalam portal pertahanan regional seperti Defence Security Asia yang memantau pengalokasian dana untuk peningkatan sistem senjata TLDM.
      -------------------------------
      NSM : Tahun 2025
      Prime Minister Anwar Ibrahim told the Malondeshn parliament that NSM would be delivered by the end of 2025, as the Southeast Asian nation enhances its naval capabilities and regional ties...
      Sumber berita pernyataan tersebut berasal dari Asian Military Review (20 Agustus 2025), yang melaporkan bahwa Malondesh akan menerima sepasang peluncur Kongsberg Naval Strike Missile (NSM) pada bulan Agustus
      -------------------------------
      NSM : Januari 2026
      Keputusan diperluas untuk mencakup seluruh enam kapal kelas Kedah di bawah kerangka Anggaran Nasional 2026.
      Sumber Utama: Malay Mail melaporkan jawaban tertulis dari Kementerian Pertahanan di Parlemen mengenai persetujuan pemasangan rudal pada seluruh kapal (KD Kedah, KD Pahang, KD Perak, KD Terengganu, KD Kelantan, dan KD Selangor).
      -------------------------------
      NSM : 2026 = NSM BANNED
      -
      USNI News (U.S. Naval Institute): Membedah detail kontrak awal 2018 senilai $145 juta untuk persenjataan 6 kapal tempur Maharaja Lela-class serta tambahan sistem peluncur frigat Lekiu-class di LIMA 2025. Analisis militer ini tertuang dalam Norway Cancels Kongsberg-Malondeshn Government Contract for Naval Strike Missiles, Launchers.
      --------------------------------
      NSM : 2026 = NGEMIS NSM
      -
      Mohamed Khaled berkata beliau turut memaklumkan kepada Hegseth mengenai isu yang dihadapi Malaydesh berkaitan pembelian NSM dari Norway, serta mendapatkan pandangan AS mengenai perkara itu.
      “Kita telah meminta pandangan AS bagi membantu mencari penyelesaian kepada isu yang dihadapi, kerana seperti yang sedia maklum, terdapat sebuah syarikat AS yang mengeluarkan misil yang sama seperti Norway
      --------------------------------
      MISKIN = F18 BATAL - BLACKHAWK BATAL - NSM BATAL - CUT BUDGET
      -
      5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      -
      2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
      2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
      2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
      2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
      2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
      2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin

      Hapus
  45. Gilanya...... Rp18. 200...panik...panik...panik.👎👎🤣🤣🤣🤣



    Di Luar Negeri, Rupiah Sudah di Atas Rp18.200/US$

    https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/111286/di-luar-negeri-rupiah-sudah-di-atas-rp18-200-us

    BalasHapus
    Balasan
    1. KLAIM UANG KUAT = NGEMIS BERAS KELAPARAN
      -
      1. REKOR CRASH ALUTSISTA & MODERNISASI MANDEK
      • MRCA (2017–2025): Ganti MiG-29N usang ➡️ ZONK (Beralih ke LCA FA-50).
      • LCS (2011–2025): Proyek Gowind RM9-11B ➡️ ZONK (Korupsi Lumut/Boustead, 0 kapal siap).
      • SPH (2016–2025): Artileri CAESAR/K9 ➡️ ZONK (Penundaan anggaran lintas rezim).
      • MRSS (2016–2025): Logistik amfibi 15-to-5 ➡️ ZONK (Konstruksi mundur ke RMKe-13 2026).
      • Penyebab: Politik labil (5x Ganti PM, 6x Menteri Pertahanan sejak 2011).
      ----------------------------------
      2. REFORMASI EKONOMI 2023–2026 = MISKIN
      • 2026: Kemenkeu perintahkan pangkas budget operasi kementerian akibat konflik eksternal.
      • 2026: Pembekuan pengadaan militer/polisi per Januari pasca-skandal suap eks petinggi.
      • 2026: Gelombang PHK massal mencapai puncaknya (24.100 pekerja SOCSO + 5.000 internal Petronas).
      • 2025: Laporan SIPRI kosong melompong (0 transaksi/ekspor senjata besar).
      • 2024: Dokumen tahunan SIPRI nihil (Zonk, hanya mencatat sewa aset luar).
      • 2023: Kemenhan batalkan sepihak 5 tender suplai logistik dan infrastruktur pertahanan.
      ----------------------------------
      3. BEBAN UTANG PER KAPITA 2026
      • Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — Lewat batas aman 65%).
      • Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — Kategori kritis ASEAN).
      • Populasi Total: 36.385.115 Jiwa.
      • Rasio Beban Warga:
      o Utang Publik/Penduduk: RM 49.196
      o Utang Domestik/Penduduk: RM 45.348
      ➡️ TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
      --------------------------------
      Perbandingan Status Strategis (SIPRI 2024–2025)
      Indonesia (Status Dominan): Memiliki "Daftar Belanja Penuh" mencakup aset mutakhir seperti Rafale F4, KF-21 Boramae, A400M Atlas, dan Kapal PPA. Masuk dalam daftar 40 besar importir senjata dunia (Peringkat 18).
      Malondesh (Status Vakum): Laporan SIPRI menunjukkan angka KOSONG selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer alutsista berat yang terealisasi, menempatkan posisinya setara dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja.
      -
      Dikotomi Model Pengadaan (Buying vs Leasing)
      Indonesia (Buying/Pemilik): Menggunakan skema Procurement (Pembelian) yang memberikan kedaulatan penuh atas aset. Fokus pada kepemilikan teknologi generasi 4.5 ke atas.
      Malondesh (Leasing/Penyewa): Akibat krisis likuiditas, militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Blackhawk, AW139, simulator). Status ini menurunkan derajat militer menjadi "Military-for-Rent".
      -
      Ketimpangan Fiskal & Kapasitas Belanja
      Indonesia (Ekonomi Sehat): PDB mencapai USD 1,44 Triliun dengan rasio utang pemerintah yang terjaga di 40% (batas aman 60%). Defisit fiskal hanya 2,9%.
      Malondesh (Ekonomi Kritis): Rasio utang pemerintah menembus 69% (melampaui batas limit 65%). Utang rumah tangga sangat ekstrem di angka 84,3% PDB.
      Spiral Utang: 58% pinjaman baru pada 2026 hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan utang lama (Debt-Servicing Cycle).
      -
      Siklus Operasional: Modernisasi vs Pensiun Dini
      Indonesia: Melakukan regenerasi alutsista tua secara sistematis melalui program MEF yang berkelanjutan.
      Malondesh: Terjebak dalam tren Retirement (Pensiun Dini) tanpa pengganti. Aset strategis seperti MiG-29, MB339CM, dan helikopter Nuri berhenti beroperasi karena biaya perawatan yang tidak terjangkau.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi (GFP 2026)
      Indonesia: Kokoh sebagai pemimpin ASEAN di Peringkat 13 Dunia.
      Malondesh: Merosot ke Peringkat 42 Dunia, resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Kredibilitas: Pembatalan akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali dan pembekuan total pengadaan (Procurement Freeze 2026) memperburuk citra pertahanan di mata internasional.
      -
      Dampak Administrasi & Diplomasi
      Stabilitas Politik: Indonesia memiliki kontinuitas kebijakan, sementara Malondesh mengalami ketidakstabilan (5x PM, 6x Menhan) yang melumpuhkan perencanaan jangka panjang.
      Reputasi Sektoral: Kegagalan administrasi di bidang pertahanan selaras dengan kegagalan di bidang olahraga (sanksi naturalisasi ilegal dan kekalahan WO 0-3 dari Vietnam) yang mencerminkan penurunan pengaruh regional.

      Hapus
  46. Mau bayar HUTANG bagaimana guys....??? HAHAHAHA



    3 Alarm RI Menyala: IHSG Ambruk, Rupiah Jatuh, Yield Utang Melonjak

    https://www.cnbcindonesia.com/research/20260608153055-128-741103/3-alarm-ri-menyala-ihsg-ambruk-rupiah-jatuh-yield-utang-melonjak

    BalasHapus
    Balasan
    1. KLAIM UANG KUAT = NGEMIS BERAS KELAPARAN
      1. REKOR CRASH ALUTSISTA & MODERNISASI MANDEK
      • MRCA (2017–2025): Ganti MiG-29N usang ➡️ ZONK (Beralih ke LCA FA-50).
      • LCS (2011–2025): Proyek Gowind RM9-11B ➡️ ZONK (Korupsi Lumut/Boustead, 0 kapal siap).
      • SPH (2016–2025): Artileri CAESAR/K9 ➡️ ZONK (Penundaan anggaran lintas rezim).
      • MRSS (2016–2025): Logistik amfibi 15-to-5 ➡️ ZONK (Konstruksi mundur ke RMKe-13 2026).
      • Penyebab: Politik labil (5x Ganti PM, 6x Menteri Pertahanan sejak 2011).
      ----------------------------------
      2. REFORMASI EKONOMI 2023–2026 = MISKIN
      • 2026: Kemenkeu perintahkan pangkas budget operasi kementerian akibat konflik eksternal.
      • 2026: Pembekuan pengadaan militer/polisi per Januari pasca-skandal suap eks petinggi.
      • 2026: Gelombang PHK massal mencapai puncaknya (24.100 pekerja SOCSO + 5.000 internal Petronas).
      • 2025: Laporan SIPRI kosong melompong (0 transaksi/ekspor senjata besar).
      • 2024: Dokumen tahunan SIPRI nihil (Zonk, hanya mencatat sewa aset luar).
      • 2023: Kemenhan batalkan sepihak 5 tender suplai logistik dan infrastruktur pertahanan.
      ----------------------------------
      3. BEBAN UTANG PER KAPITA 2026
      • Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — Lewat batas aman 65%).
      • Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — Kategori kritis ASEAN).
      • Populasi Total: 36.385.115 Jiwa.
      • Rasio Beban Warga:
      o Utang Publik/Penduduk: RM 49.196
      o Utang Domestik/Penduduk: RM 45.348
      ➡️ TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
      --------------------------------
      Status SIPRI & Kelumpuhan Pengadaan
      Vakum Total (2024–2025): Lembar laporan SIPRI KOSONG selama dua tahun berturut-turut.
      Tren Penurunan Progresif: Berawal dari Planned (2020), turun menjadi Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024-2025).
      Kontras Regional: Indonesia memiliki lembar belanja penuh (Rafale, A400M, Rudal Khan), sementara Malondesh setara dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja.
      -
      Kegagalan Aset Strategis & Operasional
      Drama SPH 155mm: Proyek tertunda sejak 2010; hingga September 2024 Angkatan Darat belum memiliki sistem SPH karena pembatalan anggaran oleh Kemenkeu.
      Skandal LCS: Cost overrun sebesar RM 1 Miliar. Dari RM 6,08 Miliar yang dibayarkan, RM 400 Juta justru digunakan untuk membayar hutang perusahaan (PSCI), bukan untuk kapal.
      Armada Lumpuh (Grounded): Jet Hawk dan MB-339CM tidak bisa terbang; kapal selam KD Rahman sempat mengalami kendala teknis tidak bisa menyelam.
      Aset Usang: Inventaris yang menua memicu biaya pemeliharaan (sustainment) yang sangat tinggi dan tidak efisien.
      -
      Kelemahan Industri Pertahanan Domestik
      Korupsi Sistemik: Proses pengadaan sangat rentan terhadap campur tangan kepentingan asing dan domestik.
      Kesenjangan SDM: Kurangnya spesialis STEM dan keterbatasan teknologi membuat galangan kapal lokal tidak kompetitif dibanding Singapura.
      Keamanan Anggaran: Terjadi kebocoran dana (leakage) dan pengawasan parlemen yang sangat lemah terhadap sektor pertahanan yang tertutup.
      -
      Hambatan Fiskal & "Debt Service Ratio"
      Prioritas Nasional: Anggaran pertahanan stagnan karena pemerintah harus memprioritaskan pemulihan ekonomi dan pembayaran hutang.
      Siklus Hutang: Tingginya biaya pemeliharaan aset tua menghisap anggaran yang seharusnya digunakan untuk modernisasi alutsista baru.
      -
      Dampak pada Posisi Kawasan (GFP 2026)
      Penurunan Peringkat: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Kelemahan Maritim: Absennya Korps Marinir dan armada yang menua membuat Malondesh rentan dalam sengketa di Laut China Selatan (LCS).
      -
      Ringkasan Perbandingan 2026
      Indonesia: Peringkat 13 (Pemimpin ASEAN), belanja agresif, rasio utang sehat.
      Malondesh: Peringkat 42 (Papan Bawah), lembar belanja kosong, terjebak hutang dan korupsi.

      Hapus
    2. KLAIM UANG KUAT = NGEMIS BERAS KELAPARAN
      1. REKOR CRASH ALUTSISTA & MODERNISASI MANDEK
      • MRCA (2017–2025): Ganti MiG-29N usang ➡️ ZONK (Beralih ke LCA FA-50).
      • LCS (2011–2025): Proyek Gowind RM9-11B ➡️ ZONK (Korupsi Lumut/Boustead, 0 kapal siap).
      • SPH (2016–2025): Artileri CAESAR/K9 ➡️ ZONK (Penundaan anggaran lintas rezim).
      • MRSS (2016–2025): Logistik amfibi 15-to-5 ➡️ ZONK (Konstruksi mundur ke RMKe-13 2026).
      • Penyebab: Politik labil (5x Ganti PM, 6x Menteri Pertahanan sejak 2011).
      ----------------------------------
      2. REFORMASI EKONOMI 2023–2026 = MISKIN
      • 2026: Kemenkeu perintahkan pangkas budget operasi kementerian akibat konflik eksternal.
      • 2026: Pembekuan pengadaan militer/polisi per Januari pasca-skandal suap eks petinggi.
      • 2026: Gelombang PHK massal mencapai puncaknya (24.100 pekerja SOCSO + 5.000 internal Petronas).
      • 2025: Laporan SIPRI kosong melompong (0 transaksi/ekspor senjata besar).
      • 2024: Dokumen tahunan SIPRI nihil (Zonk, hanya mencatat sewa aset luar).
      • 2023: Kemenhan batalkan sepihak 5 tender suplai logistik dan infrastruktur pertahanan.
      ----------------------------------
      3. BEBAN UTANG PER KAPITA 2026
      • Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — Lewat batas aman 65%).
      • Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — Kategori kritis ASEAN).
      • Populasi Total: 36.385.115 Jiwa.
      • Rasio Beban Warga:
      o Utang Publik/Penduduk: RM 49.196
      o Utang Domestik/Penduduk: RM 45.348
      ➡️ TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
      --------------------------------
      tatus Pengadaan Alutsista (SIPRI 2024–2026)
      Vakum Total: Laporan SIPRI menunjukkan status "KOSONG" selama dua tahun berturut-turut (2024-2025).
      Pembatalan F/A-18 Hornet: Kegagalan akuisisi pesawat bekas Kuwait sebanyak 4 kali, resmi dibatalkan pada Februari 2026 karena kendala logistik dan teknis.
      Pembekuan Total (Procurement Freeze): Instruksi PM per Januari 2026 untuk menghentikan seluruh pengadaan militer guna investigasi suap dan korupsi sistemik.
      Perbandingan Regional: Indonesia memiliki "Lembar Belanja Penuh" (Rafale, A400M, Rudal Khan), sementara Malondesh setara dengan Timor Leste, Laos, dan Kamboja dalam hal nihilnya transfer senjata berat.
      -
      Indikator Kejatuhan Militer (GFP 2026)
      Penurunan Peringkat: Merosot ke posisi 42 Dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Aset Mangkrak: Proyek Kapal LCS & OPV yang berkarat di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
      Degradasi Armada: Banyak aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM) atau hilang dari gudang (48 unit Skyhawk & 2 mesin jet).
      -
      Spiral Hutang & Krisis Fiskal (DSR)
      Jebakan Hutang (Debt-Pay-Debt): 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama.
      Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit aman 65%) dan utang rumah tangga mencapai 84,3% GDP (salah satu yang tertinggi di ASEAN).
      -
      Model Ekonomi "Negara Penyewa"
      Aset Sewaan (32+ Item): Akibat ketiadaan kas, militer beralih ke skema Leasing (Sewa) untuk helikopter (Blackhawk, AW139), pesawat latihan, hingga kendaraan operasional.
      Skema Barter: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa mata uang asing.
      -
      Krisis Administrasi & Reputasi
      Sanksi Internasional: Tekanan ekonomi dari AS melalui ancaman tarif Section 301 dan sanksi IEEPA yang menghantam sektor manufaktur.
      Kegagalan Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain naturalisasi ilegal, mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik yang meluas ke bidang non-militer.
      Kritik Internal: Pernyataan Mahathir Mohamad tentang "etnis malas/miskin" dan fokus Anwar Ibrahim pada korupsi proyek mencerminkan hilangnya kepercayaan pada tata kelola negara.

      Hapus
  47. VLS MICA = NSM BANNED
    MALAYDESH = AKAN LOI : LCS OMPONG
    INDONESIA = MARTADINATA CLASS DAN BUNG TOMO CLASS
    --------------------------------
    TNI AL =
    ✅️YAKHONT 300 KM
    ✅️EXO B3 = 250 KM
    ✅️ATMACA = 250 KM
    ✅️NSM (KSR X-33) = 185 KM
    ✅️C802 = 180 KM
    ✅️C705 = 150 KM
    --------------------------------
    KAPAL FREGAT
    ( 70 x 4 Unit : 280) Kelas Balaputradewa 280 ammo = 64 sel VLS, 6 Torpedo
    (34 x 2 Unit : 68) Kelas Brawijaya 68 ammo = 16 sel VLS, 6 Torpedo dan 8 Rudal Jarak Jauh
    (26 x 2 Unit : 52) Kelas Martadinata 52 ammo = 12 VLS MICA, 6 Tabung Torpedo dan 8 Rudal Jarak Jauh.
    (30 x 3 Unit : 90) Kelas Bung Tomo 90 ammo = 16 sel VLS MICA, 6 Torpedo dan 8 Rudal Jarak Jauh
    --------------------------------
    KSOT
    12 Torpedo x 30 Unit Batch 1 = 360 Topedo
    --------------------------------
    Kapal Korvet
    Kelas Diponegoro (SIGMA 9113): Memiliki peluncur rudal Mistral (Tetral) untuk udara dan 4 rudal Exocet MM40 Block 2/3 untuk permukaan.
    Kelas Bung Karno: KRI Bung Karno-369 disiapkan untuk dipasang rudal anti-kapal dan pertahanan udara.
    Kelas Fatahillah: KRI Fatahillah-361 dan KRI Malahayati-362 (sudah di-upgrade untuk membawa rudal Exocet).
    --------------------------------
    Kapal Cepat Rudal (KCR)
    Ini adalah kapal pemukul cepat yang fokus pada rudal anti-kapal:
    KCR 60m (Kelas Sampari): Seperti KRI Sampari, KRI Tombak, dan KRI Halasan (Rudal Exocet MM40 Block 3).
    KCR 40m (Kelas Clurit): Seperti KRI Clurit dan KRI Kujang (Rudal C-705).
    Kelas Klewang: KRI Golok-688 (Kapal siluman/stealth) yang dipersenjatai rudal anti-kapal.
    --------------------------------
    ROKETSAN WILL CO-PRODUCE THE ATMACA ANTI-SHIP MISSILE IN INDONESIA
    Turkey’s defence firm Roketsan will co-produce the ATMACA anti-ship missile in Indonesia under a new agreement announced at the 2025 Antalya Diplomacy Forum. The deal, signed between Roketsan and several Indonesian defence companies, covers joint production of not only the ATMACA missile but also cruise missiles and a wide range of smart munitions.
    ==================================
    ==================================
    2022 2024 2025 2026 = BANNED NORWEGIA
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    --------------------------------
    Tahun 2022
    Rencana awal untuk melengkapi dua unit korvet kelas Kedah (KD Kedah dan KD Pahang) dengan rudal NSM mulai muncul ke publik pada bulan Agustus 2022.
    Sumber Utama: Janes Defence Weekly melaporkan proposal TLDM untuk mengintegrasikan rudal anti-kapal pada korvet MEKO 100.
    Sumber Regional: MilitaryLeak dan media pertahanan Indonesia seperti Indomiliter mengonfirmasi rencana tersebut dengan estimasi biaya awal.
    --------------------------------
    Tahun 2024
    Kerajaan Malaydesh melalui Kementerian Pertahanan memberikan lampu hijau anggaran awal sebesar MYR 214 juta (sekitar USD 48 juta) sebagai bagian dari program Fit-for-but-not-with (FFBNW) untuk dua kapal pertama.
    Sumber: Laporan perkembangan ini banyak dimuat dalam portal pertahanan regional seperti Defence Security Asia yang memantau pengalokasian dana untuk peningkatan sistem senjata TLDM.
    --------------------------------
    Tahun 2025
    Prime Minister Anwar Ibrahim told the Malaydeshn parliament that NSM would be delivered by the end of 2025, as the Southeast Asian nation enhances its naval capabilities and regional ties...
    Sumber berita pernyataan tersebut berasal dari Asian Military Review (20 Agustus 2025), yang melaporkan bahwa Malaydesh akan menerima sepasang peluncur Kongsberg Naval Strike Missile (NSM) pada bulan Agustus
    --------------------------------
    TLDM =
    ❎EXO BLOCK 2 : 72 KM (USANG)
    ❎NSM : 185 KM GHOIB
    ❎VLS MICA = LOI
    --------------------------------
    PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
    LCS = MANGKRAK 15 YEARS - BANNED NSM
    LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
    LMS B2 = DOWNGRADE BABUR CLASS NO TORPEDO
    LEKIU = EXO B2 EXPIRED
    KASTURI = EXO B2 EXPIRED NO TORPEDO
    LAKSAMANA = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
    KEDAH = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
    PERDANA = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
    HANDALAN = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
    JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO

    BalasHapus
  48. FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
    LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
    MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
    DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
    -
    FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
    BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
    AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
    --------------------------------------------------
    1 ISTIF = 3 LeMeS B2
    -
    Istif Class (Turki/Indonesia): ~USD 500-550 Juta. Fregat tempur utama, 3.100 ton, senjata lengkap (VLS, Anti-Kapal, Sonar, Torpedo).
    LMS Batch 2 (Malaydesh): ~USD 150-200 Juta. Kapal patroli permukaan, 2.400 ton, lebih murah karena tanpa sistem sonar dan torpedo.
    --------------------------------------------------
    1 RAFALE = 4 FA50Murah
    -
    Pesawat Tempur (Omnirole vs Ringan)
    Dassault Rafale (Prancis): ~USD 100-120 Juta (unit saja). Pesawat berat, angkut senjata 9,5 ton, multi-misi kompleks dalam satu terbang.
    FA-50M (Malaydesh): ~USD 50 Juta. Pesawat ringan supersonik, varian tercanggih (Block 20), namun kapasitas senjata dan jarak jangkau terbatas.
    --------------------------------------------------
    1 APACHE = 3 MD530G
    -
    Helikopter Serbu (Berat vs Ringan)
    AH-64E Apache (AS): ~USD 41-50 Juta. "Benteng terbang" berlapis baja, sistem radar Longbow canggih untuk perang intensitas tinggi.
    MD530G (AS/Malaydesh): ~USD 12-15 Juta. Helikopter intai training, kecil dan lincah, fokus pada kecepatan dan misi kontra-insurgensi.
    --------------------------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
    -
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
    -
    2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
    -
    2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
    -
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
    -
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
    -
    2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
    -
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
    -
    2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
    -
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    -
    2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
    -
    2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
    -
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
    -
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
    -
    2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
    -
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
    -
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
    -
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
    ________________________________________
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    -
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah.


    BalasHapus
  49. Indonesia terus shoping barang mahal. Warganyet cari yg murahan aja. Duitnya utk beli pakan ternak, makanin beruk2

    BalasHapus
  50. katanya ringgit berjayeee...
    Tau usah banyak omong, jurus jimat kos langsung bereaksi haha!😂🤥😭
    ❌️BLEKHOK HELI KENSEL
    ❌️HORNET KUWAIT KENSEL
    ❌️VL MICA LOI ONLI
    ❌️BAJET MINDEF DI POTONG

    last last NSM BATAL🔥 hahah!😤🤥😂

    BalasHapus
  51. Baru LOI...INDIANESIA sudah bincang NGUTANG LENDER....HAHAHAHHAHA

    Parah........... NGUTANG saja tahunya.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. BERUK KELAPARAN BERAS .....
      SEBAR HOAX = KUNJUNGAN DITOLAK
      -
      FAKTA .....
      Istana Kepresidenan menegaskan rumor Presiden Prabowo membatalkan kunjungan ke Italia, Austria, dan Hungaria adalah hoaks.
      • Tidak ada agenda: Istana menegaskan kunjungan ke ketiga negara tersebut memang tidak pernah dijadwalkan.
      • Hanya ke Prancis: Agenda diplomasi luar negeri resmi yang diumumkan Menlu Sugiono hanya tertuju ke Prancis.
      • Klarifikasi sumber: Isu rencana lawatan berasal dari rilis internal partai, bukan agenda resmi Istana.
      -
      • Tempo.co: Memuat klarifikasi Bakom RI terkait pembatalan ke negara Eropa lain dan merangkum kesepakatan komersial miliaran dolar AS.
      -
      • CNN Indonesia: Menyiarkan bantahan resmi Istana terkait isu ke Italia dan menyoroti tingginya intensitas kunjungan luar negeri Presiden.
      -
      • Kompas TV: Menayangkan konferensi pers Bakom RI terkait isu destinasi Eropa dan memaparkan empat poin kesepakatan baru hasil kunjungan.
      -
      • Detikcom: Merilis video penjelasan bahwa agenda di luar Prancis hanya dinamika perjalanan dan bukan kunjungan resmi.
      ------------------
      FAKTOR UTAMA PENYEBAB PERBEDAAN
      INDONESIA VS MALAYDESH
      -
      • Status Konstitusi: Presiden RI merupakan Kepala Negara sekaligus Kepala Pemerintahan (State Visit), sedangkan PM Malaydesh hanya Kepala Pemerintahan (Official/Working Visit).
      • Ukuran Pasar: Indonesia memiliki populasi terbesar di Asia Tenggara, memberikan daya tawar investasi ekonomi jauh lebih masif bagi China dan AS.
      • Kekuatan Militer: Status Indonesia sebagai kekuatan militer utama ASEAN membuat AS, Rusia, dan Timur Tengah memberikan karpet merah lebih tinggi.
      • Retorika Politik: Gaya diplomasi Prabowo cenderung pragmatis penengah, sedangkan Anwar Ibrahim sangat vokal mengkritik Barat terkait isu Palestina.
      ---------------------------------
      KARAKTERISTIK SAMBUTAN DI TIAP WILAYAH
      • Prancis: Prabowo mendapat upacara militer penuh karena kontrak alutsista Rafale; Anwar mendapat protokol level rendah.
      • China: Prabowo disambut Xi Jinping dengan komitmen investasi raksasa; Anwar lebih banyak menghadiri forum ekonomi multilateral.
      • Rusia: Prabowo dijamu hangat di Kremlin sebagai mitra strategis; Anwar diterima baik di sela-sela forum dalam misi masuk BRICS.
      • Amerika Serikat: Prabowo diterima resmi di Gedung Putih untuk stabilitas kawasan; Anwar dibatasi protokol formal akibat kritik kerasnya pada AS.
      • Timur Tengah: Prabowo dihormati karena memimpin negara Muslim terbesar dunia; Anwar diapresiasi tinggi secara ideologis dan solidaritas Islam.
      ---------------------------------
      2025 PM X : Dikritik dunia karena gurauan "istri kedua" yang canggung dan tidak peka budaya saat bertemu Presiden Putin.
      -
      2023 PM X : Gagal bertemu Raja Salman & MBS di Arab Saudi (SAU)
      -
      2022 PM IX : Insiden memalukan tanpa sambutan resmi di UEA yang berujung pada penarikan diplomat senior.
      -
      2021 PM VIII : Terpaksa rapat daring di Arab Saudi meski sudah tiba di Arab Saudi (SAU)
      -
      2024 – 2025 BRICS : Malondesh hanya jadi "negara mitra", sementara Indonesia resmi anggota penuh per Januari 2025.
      -
      2022 – 2025 G20 : Gagal masuk keanggotaan tetap karena kriteria PDB dan populasi penduduk tidak memadai.
      -
      2018 – 2021 UNI EROPA (EU) : Boikot sawit memicu ketegangan dagang, Rafale Typhon GAGAL
      ------------------
      1. Anwar Ibrahim (PM ke-10)Negara Menolak: Jepang (Bandara Narita, Tokyo) pada Januari 2014.
      Alasan: Riwayat vonis penjara kasus korupsi dan sodomi tahun 1999.
      -
      2. Najib Razak (PM ke-6)Negara Menolak: Malaydesh (Negara Sendiri) pada Mei 2018.
      Alasan: Dicekal imigrasi saat hendak terbang ke Jakarta, Indonesia.
      ------------------
      BEDA KASTA = DITOLAK KARENA SODOMI
      BEDA KASTA = DITOLAK KARENA SODOMI
      BEDA KASTA = DITOLAK KARENA SODOMI
      -
      2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALONDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALONDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONDESH = PHK MASSAL
      2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALONDESH = CANCELLED PROCUREMENT
      -
      DITOLAK/DIBLOKIR = UEA CHINA ARAB JEPANG NORWEGIA USA BRICS G20

      Hapus
  52. TUNDUK BRITISH
    JAGA BUCKINGHAM
    JAGA BUCKINGHAM
    JAGA BUCKINGHAM
    Tugasan untuk berkawal di istana berusia lebih 250 tahun itu digalas penuh rasa tanggungjawab oleh setiap anggota RAMD. MALAYDESH yang pernah dijajah British pada suatu masa dahulu diiktiraf kerana mempunyai barisan tentera yang berketrampilan,
    -
    TUNDUK BRITISH
    NGEMIS MERDEKA
    NGEMIS MERDEKA
    GIVEAWAY BY UK
    The effort for independence was spearheaded by Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj, the first Prime Minister of MALAYDESH , who led a delegation of ministers and political leaders of Malaya in negotiations with the British in London for Merdeka
    -
    TUNDUK BRITISH
    NGEMIS BENDERA
    NGEMIS BENDERA
    BENDERA DISETUJUI UK
    The final version of the Malayan flag was approved by king George VI on 19 May 1950 and was first raised in front of the Sultan of Selangor's residence on 26 May 1950. On 31 August 1957, it was raised upon independence at Merdeka Square in place of the British Union Flag.
    --------------------------------
    1️⃣ DATA UTANG MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
    Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
    Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
    Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
    --------------------------------
    2️⃣ DATA YANG MALAYDESH 2025
    Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
    Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
    Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2025
    Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
    Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
    --------------------------------
    3️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2024
    Utang Pemerintah: RM 1,22 triliun
    Utang Rumah Tangga: RM 1,53 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,6%
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,2%
    Jumlah Penduduk: 34.671.895 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2024
    Utang Pemerintah: RM 1.220.000.000.000 / 34.671.895 = RM 35.187
    Utang Rumah Tangga: RM 1.530.000.000.000 / 34.671.895 = RM 44.128
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 79.315
    --------------------------------
    4️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2023
    Utang Pemerintah: RM 1,17 triliun
    Utang Rumah Tangga: RM 1,45 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,3%
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 81,2%
    Jumlah Penduduk: 35.126.298 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2023
    Utang Pemerintah: RM 1.170.000.000.000 / 35.126.298 = RM 33.308
    Utang Rumah Tangga: RM 1.450.000.000.000 / 35.126.298 = RM 41.279
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 74.587
    --------------------------------
    5️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2022
    Utang Pemerintah: RM 1,08 triliun
    Utang Rumah Tangga: RM 1,38 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 60,1%
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 80,9%
    Jumlah Penduduk: 34.695.493 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2022
    Utang Pemerintah: RM 1.080.000.000.000 / 34.695.493 = RM 31.127
    Utang Rumah Tangga: RM 1.380.000.000.000 / 34.695.493 = RM 39.774
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 70.901
    --------------------------------
    6️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2021
    Utang Pemerintah: RM 979,81 miliar
    Utang Rumah Tangga: RM 1,34 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 63,3%
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 89,1% (Puncak pandemi)
    Jumlah Penduduk: 34.282.399 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2021
    Utang Pemerintah: RM 979.810.000.000 / 34.282.399 = RM 28.580
    Utang Rumah Tangga: RM 1.340.000.000.000 / 34.282.399 = RM 39.087
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 67.667

    BalasHapus
  53. SALAM SAMURAI BONDS
    SALAM SAMURAI BONDS
    The Government of MALAYDESH 's 200bil yen (RM7.3bil) 10-year Samurai bonds due 2029 were successfully priced at a full cost of 0.63% per annum. The Finance Ministry said on Friday this marks the government’s return to the Japanese yen bond market after a 30-year absence. This will be the largest Japan Bank for International Cooperation (JBIC) guaranteed sovereign bond issuance in the market.
    ---------------
    SALAM PANDA BONDS
    SALAM PANDA BONDS
    The China Construction Bank is proposing to issue panda bonds for MALAYDESH to help with the country's finances, revealed China's ambassador to MALAYDESH Bai Tian.
    --------------------------------
    1️⃣ DATA UTANG MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
    Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
    Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
    Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
    --------------------------------
    2️⃣ DATA YANG MALAYDESH 2025
    Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
    Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
    Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2025
    Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
    Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
    --------------------------------
    3️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2024
    Utang Pemerintah: RM 1,22 triliun
    Utang Rumah Tangga: RM 1,53 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,6%
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,2%
    Jumlah Penduduk: 34.671.895 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2024
    Utang Pemerintah: RM 1.220.000.000.000 / 34.671.895 = RM 35.187
    Utang Rumah Tangga: RM 1.530.000.000.000 / 34.671.895 = RM 44.128
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 79.315
    --------------------------------
    4️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2023
    Utang Pemerintah: RM 1,17 triliun
    Utang Rumah Tangga: RM 1,45 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,3%
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 81,2%
    Jumlah Penduduk: 35.126.298 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2023
    Utang Pemerintah: RM 1.170.000.000.000 / 35.126.298 = RM 33.308
    Utang Rumah Tangga: RM 1.450.000.000.000 / 35.126.298 = RM 41.279
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 74.587
    --------------------------------
    5️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2022
    Utang Pemerintah: RM 1,08 triliun
    Utang Rumah Tangga: RM 1,38 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 60,1%
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 80,9%
    Jumlah Penduduk: 34.695.493 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2022
    Utang Pemerintah: RM 1.080.000.000.000 / 34.695.493 = RM 31.127
    Utang Rumah Tangga: RM 1.380.000.000.000 / 34.695.493 = RM 39.774
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 70.901
    --------------------------------
    6️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2021
    Utang Pemerintah: RM 979,81 miliar
    Utang Rumah Tangga: RM 1,34 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 63,3%
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 89,1% (Puncak pandemi)
    Jumlah Penduduk: 34.282.399 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2021
    Utang Pemerintah: RM 979.810.000.000 / 34.282.399 = RM 28.580
    Utang Rumah Tangga: RM 1.340.000.000.000 / 34.282.399 = RM 39.087
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 67.667

    BalasHapus
  54. MKM = BARTER PALM OIL
    MIG29N = BARTER PALM OIL
    MALAYDESH has used palm oil to barter for military equipment, including fighter jets. The MALAYDESH Armed Forces (MAF) is made up of the Royal MALAYDESH Navy, the Royal MALAYDESH Air Force, and the MALAYDESH Army.
    ----
    A400M
    PEMBAYARAN BERPERINGKAT = DEBT
    MALAYDESH membeli pesawat Airbus A400M secara ansuran dan bukan secara tunai. Pembelian pesawat A400M dilakukan melalui kontrak yang melibatkan bayar berperingkat.
    ----
    FA50M BARTER PALM OIL
    On the other hand, South Korea aims to sell another 18 FA-50s to MALAYDESH in the future. MALAYDESH announced that at least half of the payment would be made in palm oil
    ----
    SCORPENE BARTER PALM OIL
    Under the deal, France would buy RM819 million’s (€230 million) worth of MALAYDESH palm oil, RM327 million (€92 million) of other commodities, and invest RM491 million (€138 million) for training and techNOLogy transfer to local firms here.
    ----
    PT91 BARTER PALM OIL RUBBER
    Payment for the purchase includes 30 percent of direct off-set in the form of training and techNOLogy transfer and 30 percent of indirect off-set in commodities like palm oil and rubber.
    --------------------------------
    1️⃣ DATA UTANG MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
    Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
    Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
    Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
    --------------------------------
    2️⃣ DATA YANG MALAYDESH 2025
    Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
    Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
    Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2025
    Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
    Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
    --------------------------------
    3️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2024
    Utang Pemerintah: RM 1,22 triliun
    Utang Rumah Tangga: RM 1,53 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,6%
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,2%
    Jumlah Penduduk: 34.671.895 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2024
    Utang Pemerintah: RM 1.220.000.000.000 / 34.671.895 = RM 35.187
    Utang Rumah Tangga: RM 1.530.000.000.000 / 34.671.895 = RM 44.128
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 79.315
    --------------------------------
    4️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2023
    Utang Pemerintah: RM 1,17 triliun
    Utang Rumah Tangga: RM 1,45 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,3%
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 81,2%
    Jumlah Penduduk: 35.126.298 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2023
    Utang Pemerintah: RM 1.170.000.000.000 / 35.126.298 = RM 33.308
    Utang Rumah Tangga: RM 1.450.000.000.000 / 35.126.298 = RM 41.279
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 74.587
    --------------------------------
    5️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2022
    Utang Pemerintah: RM 1,08 triliun
    Utang Rumah Tangga: RM 1,38 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 60,1%
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 80,9%
    Jumlah Penduduk: 34.695.493 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2022
    Utang Pemerintah: RM 1.080.000.000.000 / 34.695.493 = RM 31.127
    Utang Rumah Tangga: RM 1.380.000.000.000 / 34.695.493 = RM 39.774
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 70.901
    --------------------------------
    6️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2021
    Utang Pemerintah: RM 979,81 miliar
    Utang Rumah Tangga: RM 1,34 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 63,3%
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 89,1% (Puncak pandemi)
    Jumlah Penduduk: 34.282.399 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2021
    Utang Pemerintah: RM 979.810.000.000 / 34.282.399 = RM 28.580
    Utang Rumah Tangga: RM 1.340.000.000.000 / 34.282.399 = RM 39.087
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 67.667

    BalasHapus
  55. 2025-2016 = 10 TAHUN PRANK SPH
    2016 LOI SPH CAESAR
    2016 LOI SPH CAESAR
    2016 LOI SPH CAESAR
    PRANK NEXTER :Nexter in cooperation with Advanced Defense Systems (ADS) is proposing the CAESAR 155mm 52 .cal self propelled howitzer to the Malaydesh n Army, in order to fill a capability gap. An LoI is signed during day three of DSA 2016.
    20 units are to be supplied, which include the supporting vehicles, and will boost the Malaydesh n Army's firepower inventory.
    --
    2023 PRANK MKE : The Malaydesh n Ministry of Defence has reportedly reviewing its planned acquisition of Yavuz 155mm
    --
    2022 PRANK KDS : Malaydesh is expected to conclude a deal with Slovakia for the supply of EVA 155mm self-propelled howitzers for the Malaydesh n Army.
    --------------------------------
    1️⃣ DATA UTANG MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
    Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
    Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
    Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
    --------------------------------
    2️⃣ DATA YANG MALAYDESH 2025
    Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
    Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
    Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2025
    Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
    Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
    --------------------------------
    3️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2024
    Utang Pemerintah: RM 1,22 triliun
    Utang Rumah Tangga: RM 1,53 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,6%
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,2%
    Jumlah Penduduk: 34.671.895 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2024
    Utang Pemerintah: RM 1.220.000.000.000 / 34.671.895 = RM 35.187
    Utang Rumah Tangga: RM 1.530.000.000.000 / 34.671.895 = RM 44.128
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 79.315
    --------------------------------
    4️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2023
    Utang Pemerintah: RM 1,17 triliun
    Utang Rumah Tangga: RM 1,45 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,3%
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 81,2%
    Jumlah Penduduk: 35.126.298 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2023
    Utang Pemerintah: RM 1.170.000.000.000 / 35.126.298 = RM 33.308
    Utang Rumah Tangga: RM 1.450.000.000.000 / 35.126.298 = RM 41.279
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 74.587
    --------------------------------
    5️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2022
    Utang Pemerintah: RM 1,08 triliun
    Utang Rumah Tangga: RM 1,38 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 60,1%
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 80,9%
    Jumlah Penduduk: 34.695.493 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2022
    Utang Pemerintah: RM 1.080.000.000.000 / 34.695.493 = RM 31.127
    Utang Rumah Tangga: RM 1.380.000.000.000 / 34.695.493 = RM 39.774
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 70.901
    --------------------------------
    6️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2021
    Utang Pemerintah: RM 979,81 miliar
    Utang Rumah Tangga: RM 1,34 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 63,3%
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 89,1% (Puncak pandemi)
    Jumlah Penduduk: 34.282.399 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2021
    Utang Pemerintah: RM 979.810.000.000 / 34.282.399 = RM 28.580
    Utang Rumah Tangga: RM 1.340.000.000.000 / 34.282.399 = RM 39.087
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 67.667

    BalasHapus
  56. baru mau LOI sistem MSAM-II...GORILLA sudah sebut PINJAMAN/HUTANG....KAH....KAH...KAH.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1️⃣ DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      2️⃣ DATA YANG MALAYDESH 2025
      Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
      Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2025
      Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
      Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
      --------------------------------
      3️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2024
      Utang Pemerintah: RM 1,22 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,53 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,6%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,2%
      Jumlah Penduduk: 34.671.895 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2024
      Utang Pemerintah: RM 1.220.000.000.000 / 34.671.895 = RM 35.187
      Utang Rumah Tangga: RM 1.530.000.000.000 / 34.671.895 = RM 44.128
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 79.315
      --------------------------------
      4️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2023
      Utang Pemerintah: RM 1,17 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,45 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 81,2%
      Jumlah Penduduk: 35.126.298 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2023
      Utang Pemerintah: RM 1.170.000.000.000 / 35.126.298 = RM 33.308
      Utang Rumah Tangga: RM 1.450.000.000.000 / 35.126.298 = RM 41.279
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 74.587
      --------------------------------
      5️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2022
      Utang Pemerintah: RM 1,08 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,38 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 60,1%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 80,9%
      Jumlah Penduduk: 34.695.493 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2022
      Utang Pemerintah: RM 1.080.000.000.000 / 34.695.493 = RM 31.127
      Utang Rumah Tangga: RM 1.380.000.000.000 / 34.695.493 = RM 39.774
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 70.901
      --------------------------------
      6️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2021
      Utang Pemerintah: RM 979,81 miliar
      Utang Rumah Tangga: RM 1,34 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 63,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 89,1% (Puncak pandemi)
      Jumlah Penduduk: 34.282.399 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2021
      Utang Pemerintah: RM 979.810.000.000 / 34.282.399 = RM 28.580
      Utang Rumah Tangga: RM 1.340.000.000.000 / 34.282.399 = RM 39.087
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 67.667--------------------------------_
      + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. Malaydesh 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. Malaydesh 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ================
      ================
      INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      ---------------------------------
      😀😝🤣😀😝🤣😀😝🤣

      Hapus
    2. KLAIM KAYA SHOPIING = 2 TAHUN SIPRI (2024-2025) KOSONG....
      INDONESIA = SIPRI SHOPPING
      MALAYDESH : 2 TAHUN (2025-2024) NOL = KOSONG
      -
      5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
      5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      ----------------
      MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOD
      -
      SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      --------------------------------
      1️⃣ DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      2️⃣ DATA YANG MALAYDESH 2025
      Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
      Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2025
      Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
      Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
      --------------------------------
      3️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2024
      Utang Pemerintah: RM 1,22 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,53 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,6%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,2%
      Jumlah Penduduk: 34.671.895 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2024
      Utang Pemerintah: RM 1.220.000.000.000 / 34.671.895 = RM 35.187
      Utang Rumah Tangga: RM 1.530.000.000.000 / 34.671.895 = RM 44.128
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 79.315
      --------------------------------
      4️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2023
      Utang Pemerintah: RM 1,17 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,45 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 81,2%
      Jumlah Penduduk: 35.126.298 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2023
      Utang Pemerintah: RM 1.170.000.000.000 / 35.126.298 = RM 33.308
      Utang Rumah Tangga: RM 1.450.000.000.000 / 35.126.298 = RM 41.279
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 74.587
      --------------------------------
      5️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2022
      Utang Pemerintah: RM 1,08 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,38 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 60,1%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 80,9%
      Jumlah Penduduk: 34.695.493 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2022
      Utang Pemerintah: RM 1.080.000.000.000 / 34.695.493 = RM 31.127
      Utang Rumah Tangga: RM 1.380.000.000.000 / 34.695.493 = RM 39.774
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 70.901
      --------------------------------
      6️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2021
      Utang Pemerintah: RM 979,81 miliar
      Utang Rumah Tangga: RM 1,34 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 63,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 89,1% (Puncak pandemi)
      Jumlah Penduduk: 34.282.399 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2021
      Utang Pemerintah: RM 979.810.000.000 / 34.282.399 = RM 28.580
      Utang Rumah Tangga: RM 1.340.000.000.000 / 34.282.399 = RM 39.087
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 67.667

      Hapus
  57. NGEMIS = BERAS JAGUNG BATUBARA - BATAL = F18 NSM UH60A CUT BUDGET
    1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
    2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
    3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
    4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONDESH
    5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
    6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
    7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
    8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
    9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
    --------------------------------
    FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
    LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
    MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
    DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
    -
    FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
    BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
    AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
    --------------------------------
    DATA UTANG MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
    Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
    Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
    Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
    ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
    --------------------------------
    KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
    • UTANG PEMERINTAH FEDERAL PER KAPITA: RM 36,139
    • UTANG RUMAH TANGGA PER KAPITA: RM 45,859
    Angka-angka ini cukup signifikan dan menunjukkan tingkat ketergantungan yang tinggi pada utang baik di tingkat pemerintah maupun rumah tangga.
    Implikasi Detail terhadap Perekonomian Riil:
    Implikasi dari Utang Pemerintah Federal per Kapita (RM 36,139):
    1. Beban Pelayanan Utang yang Lebih Tinggi:
    o Penjelasan: Dengan utang pemerintah yang besar, pemerintah harus mengalokasikan sebagian besar anggaran tahunannya untuk membayar bunga dan pokok utang. Ini disebut "beban pelayanan utang" (debt service).
    o Dampak Riil:
     Pengurangan Pengeluaran untuk Layanan Publik: Dana yang seharusnya bisa digunakan untuk investasi infrastruktur (jalan, jembatan, pelabuhan), pendidikan, kesehatan, riset dan pengembangan, atau program kesejahteraan sosial, justru habis untuk membayar utang. Ini menghambat pembangunan jangka panjang dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
     Kenaikan Pajak di Masa Depan: Untuk membiayai utang, pemerintah mungkin terpaksa menaikkan pajak (PPh, PPN, pajak korporasi) di masa depan. Kenaikan pajak ini akan mengurangi daya beli masyarakat dan laba perusahaan, yang pada gilirannya bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi.
     Risiko Fiskal: Jika bunga utang naik secara signifikan atau pertumbuhan ekonomi melambat, kemampuan pemerintah untuk membayar utang bisa tertekan, meningkatkan risiko krisis fiskal.
    2. Ketergantungan pada Pasar Keuangan:
    o Penjelasan: Pemerintah harus terus-menerus mencari pinjaman baru (menerbitkan obligasi) untuk membiayai utang yang jatuh tempo atau
    o Dampak Riil:
     Sensitivitas terhadap Suku Bunga: Pemerintah menjadi sangat sensitif terhadap perubahan suku bunga di pasar. Jika suku bunga global atau domestik naik, biaya pinjaman pemerintah akan melonjak, memperparah beban utang.
     Potensi "Crowding Out": Pinjaman pemerintah yang besar bisa menyedot dana dari pasar modal, sehingga mengurangi ketersediaan dana bagi sektor swasta untuk berinvestasi (ini disebut "crowding out"). Akibatnya, investasi swasta yang produktif bisa terhambat.
    3. Kredibilitas dan Peringkat Kredit Negara:
    o Penjelasan: Lembaga pemeringkat kredit (seperti Moody's, S&P, Fitch) mengevaluasi kemampuan negara untuk membayar utangnya.



    BalasHapus
  58. TIAP TAHUN KATA KUNCI = AKAN NSM : NASIB SI MISKIN
    2022 2024 2025 2026 =
    BANNED NSM NORWEGIA – NGEMIS NSM USA
    BANNED NSM NORWEGIA – NGEMIS NSM USA
    BANNED NSM NORWEGIA – NGEMIS NSM USA
    ----------------------------------
    GEMPURWIRA4 Juni 2026 pukul 08.10
    Fuhhhhh.... 300KM Guys..... HOREYYYYYY.....😎😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
    Pssstttt.... GORILLA OK ke tu... ? 🔥🔥🔥🤣🤣🤣
    Jarak tembak 300 km
    "Jadi kapal yang kita akan dapat Disember ini akan ada sistem peluru berpandu 'surface to surface'. Peluru yang mampu tembak jarak jauhnya 300 kilometer, itu yang kita nak," katanya
    ----------------------------------
    2022 2024 2025 2026 = BANNED NSM NORWEGIA
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    ----------------
    Tahun 2022
    Rencana awal untuk melengkapi dua unit korvet kelas Kedah (KD Kedah dan KD Pahang) dengan rudal NSM mulai muncul ke publik pada bulan Agustus 2022.
    Sumber Utama: Janes Defence Weekly melaporkan proposal TLDM untuk mengintegrasikan rudal anti-kapal pada korvet MEKO 100.
    Sumber Regional: MilitaryLeak dan media pertahanan Indonesia seperti Indomiliter mengonfirmasi rencana tersebut dengan estimasi biaya awal.
    ----------------
    Tahun 2024
    Kerajaan Malondesh melalui Kementerian Pertahanan memberikan lampu hijau anggaran awal sebesar MYR 214 juta (sekitar USD 48 juta) sebagai bagian dari program Fit-for-but-not-with (FFBNW) untuk dua kapal pertama.
    Sumber: Laporan perkembangan ini banyak dimuat dalam portal pertahanan regional seperti Defence Security Asia yang memantau pengalokasian dana untuk peningkatan sistem senjata TLDM.
    ----------------
    Tahun 2025
    Prime Minister Anwar Ibrahim told the Malondeshn parliament that NSM would be delivered by the end of 2025, as the Southeast Asian nation enhances its naval capabilities and regional ties...
    Sumber berita pernyataan tersebut berasal dari Asian Military Review (20 Agustus 2025), yang melaporkan bahwa Malondesh akan menerima sepasang peluncur Kongsberg Naval Strike Missile (NSM) pada bulan Agustus
    ----------------
    Januari 2026
    Keputusan diperluas untuk mencakup seluruh enam kapal kelas Kedah di bawah kerangka Anggaran Nasional 2026.
    Sumber Utama: Malay Mail melaporkan jawaban tertulis dari Kementerian Pertahanan di Parlemen mengenai persetujuan pemasangan rudal pada seluruh kapal (KD Kedah, KD Pahang, KD Perak, KD Terengganu, KD Kelantan, dan KD Selangor).
    Berita Resmi: The Sun Malondesh dan AirTimes mengonfirmasi pernyataan Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, bahwa proyek ini akan dilaksanakan secara bertahap mulai dari satu kapal pilot sebelum diaplikasikan ke seluruh armada.
    ----------------
    MEI 2026 = NSM BANNED
    -
    • Euronews: Mengulas dinamika hukum internasional dan gugatan kompensasi finansial senilai €216 juta yang dilayangkan oleh pihak Kuala Lumpur melalui artikel Malondesh seeks €216m from Norwegian firm over scrapped missile deal.
    • USNI News (U.S. Naval Institute): Membedah detail kontrak awal 2018 senilai $145 juta untuk persenjataan 6 kapal tempur Maharaja Lela-class serta tambahan sistem peluncur frigat Lekiu-class di LIMA 2025. Analisis militer ini tertuang dalam Norway Cancels Kongsberg-Malondeshn Government Contract for Naval Strike Missiles, Launchers.
    --------------------------------
    MALAYDESH = MEMINTA (NGEMIS) NSM
    USA = MEMPERTIMBANGKAN NSM
    NORWEGIA = BANNED NSM
    -
    Mohamed Khaled berkata beliau turut memaklumkan kepada Hegseth mengenai isu yang dihadapi Malaydesh berkaitan pembelian NSM dari Norway, serta mendapatkan pandangan AS mengenai perkara itu.
    “Kita telah meminta pandangan AS bagi membantu mencari penyelesaian kepada isu yang dihadapi, kerana seperti yang sedia maklum, terdapat sebuah syarikat AS yang mengeluarkan misil yang sama seperti Norway
    --------------------------------
    MALONDESH =
    NSM BANNED❌
    AMRAAM BLOKIR❌
    F18 BATAL❌
    UH60A BATAL❌
    REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
    SIPRI KOSONG❌
    ===============
    ===============
    INDONESIA=
    AMRAAM✔️
    METEOR✔️
    HAMMER✔️
    FREGAT✔️
    SIPRI SHOPPING✔️

    BalasHapus
  59. TIAP TAHUN KATA KUNCI = AKAN NSM : NASIB SI MISKIN
    2022 2024 2025 2026 =
    BANNED NSM NORWEGIA – NGEMIS NSM USA
    BANNED NSM NORWEGIA – NGEMIS NSM USA
    BANNED NSM NORWEGIA – NGEMIS NSM USA
    ----------------------------------
    GEMPURWIRA4 Juni 2026 pukul 08.10
    Fuhhhhh.... 300KM Guys..... HOREYYYYYY.....😎😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
    Pssstttt.... GORILLA OK ke tu... ? 🔥🔥🔥🤣🤣🤣
    Jarak tembak 300 km
    "Jadi kapal yang kita akan dapat Disember ini akan ada sistem peluru berpandu 'surface to surface'. Peluru yang mampu tembak jarak jauhnya 300 kilometer, itu yang kita nak," katanya
    ----------------------------------
    2022 2024 2025 2026 = BANNED NSM NORWEGIA
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    ----------------
    Tahun 2022
    Rencana awal untuk melengkapi dua unit korvet kelas Kedah (KD Kedah dan KD Pahang) dengan rudal NSM mulai muncul ke publik pada bulan Agustus 2022.
    Sumber Utama: Janes Defence Weekly melaporkan proposal TLDM untuk mengintegrasikan rudal anti-kapal pada korvet MEKO 100.
    Sumber Regional: MilitaryLeak dan media pertahanan Indonesia seperti Indomiliter mengonfirmasi rencana tersebut dengan estimasi biaya awal.
    ----------------
    Tahun 2024
    Kerajaan Malondesh melalui Kementerian Pertahanan memberikan lampu hijau anggaran awal sebesar MYR 214 juta (sekitar USD 48 juta) sebagai bagian dari program Fit-for-but-not-with (FFBNW) untuk dua kapal pertama.
    Sumber: Laporan perkembangan ini banyak dimuat dalam portal pertahanan regional seperti Defence Security Asia yang memantau pengalokasian dana untuk peningkatan sistem senjata TLDM.
    ----------------
    Tahun 2025
    Prime Minister Anwar Ibrahim told the Malondeshn parliament that NSM would be delivered by the end of 2025, as the Southeast Asian nation enhances its naval capabilities and regional ties...
    Sumber berita pernyataan tersebut berasal dari Asian Military Review (20 Agustus 2025), yang melaporkan bahwa Malondesh akan menerima sepasang peluncur Kongsberg Naval Strike Missile (NSM) pada bulan Agustus
    ----------------
    Januari 2026
    Keputusan diperluas untuk mencakup seluruh enam kapal kelas Kedah di bawah kerangka Anggaran Nasional 2026.
    Sumber Utama: Malay Mail melaporkan jawaban tertulis dari Kementerian Pertahanan di Parlemen mengenai persetujuan pemasangan rudal pada seluruh kapal (KD Kedah, KD Pahang, KD Perak, KD Terengganu, KD Kelantan, dan KD Selangor).
    Berita Resmi: The Sun Malondesh dan AirTimes mengonfirmasi pernyataan Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, bahwa proyek ini akan dilaksanakan secara bertahap mulai dari satu kapal pilot sebelum diaplikasikan ke seluruh armada.
    ----------------
    MEI 2026 = NSM BANNED
    -
    • Euronews: Mengulas dinamika hukum internasional dan gugatan kompensasi finansial senilai €216 juta yang dilayangkan oleh pihak Kuala Lumpur melalui artikel Malondesh seeks €216m from Norwegian firm over scrapped missile deal.
    • USNI News (U.S. Naval Institute): Membedah detail kontrak awal 2018 senilai $145 juta untuk persenjataan 6 kapal tempur Maharaja Lela-class serta tambahan sistem peluncur frigat Lekiu-class di LIMA 2025. Analisis militer ini tertuang dalam Norway Cancels Kongsberg-Malondeshn Government Contract for Naval Strike Missiles, Launchers.
    --------------------------------
    MALONDESH =
    NSM BANNED❌
    AMRAAM BLOKIR❌
    F18 BATAL❌
    UH60A BATAL❌
    REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
    SIPRI KOSONG❌
    ---------------------------------
    MALAYDESH = MEMINTA (NGEMIS) NSM
    USA = MEMPERTIMBANGKAN NSM
    NORWEGIA = BANNED NSM
    -
    Mohamed Khaled berkata beliau turut memaklumkan kepada Hegseth mengenai isu yang dihadapi Malaydesh berkaitan pembelian NSM dari Norway, serta mendapatkan pandangan AS mengenai perkara itu.
    “Kita telah meminta pandangan AS bagi membantu mencari penyelesaian kepada isu yang dihadapi, kerana seperti yang sedia maklum, terdapat sebuah syarikat AS yang mengeluarkan misil yang sama seperti Norway
    --------------------------------
    😝NSM = NGEMIS SAMPAI MATI😝

    BalasHapus
  60. KASTA tertinggi FRIGAT TURKIYEM
    ✅️ISTIF KLAS

    Milik kita...haha!✨️✌️🤓

    klaim ringgit berjaye..hanya mamapu opv, ituw pun DONGRED tanpa ASW Torpedo, KETIPU LAGIIII haha!🤪🍌😬

    BalasHapus
  61. Hati hati korea.....si MISKIN sudah UP tu mau LOI BERBASIS HUTANG.....HAHAHAHAHHA



    LOI menyatakan bahwa akuisisi tersebut tunduk pada alokasi anggaran dan pengaturan pembiayaan yang telah dikonfirmasi, termasuk perjanjian pinjaman sesuai dengan peraturan Kementerian Keuangan.

    Surat tersebut juga menguraikan persyaratan untuk jaminan penawaran dan kinerja, jaminan pembayaran di muka, dan pembayaran berbasis tonggak pencapaian (milestone) yang menunjukkan ketergantungan pada pembiayaan eksternal.

    BalasHapus
  62. lagi MEMALUKAN..si MISKIN NGEMIS ke QATAR minta kapal Istif dibayarkan....HAHAHAHAHHA

    itu FAKTA ya..... malah yang mengurus kontrak kapal istif tu QATAR buat serah ke INDIANESIA katanya.......HAHAHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. GORILA MALONDESH MENANGIS ....
      OPM YANG DINYATAKAN MENINGGAL DUNIA :
      1. Yesias Mate (Danlog Kodap IV Soraya)
      2. Army Kogoya (Danyon Aluguru Kodap III/Ndugama)
      3. Bilip Kobak (Danops Kimpussa Kodap XVI/Yahukimo)
      4. Dinus Tigau (Danki Tanah Merah)
      5. Manuel Yohanes Aimau (Wadan Ops Kodap IV/Soraya)
      6. Hurbianus Murip (Ka Keu Kodap III/D Dulla)
      7. Alfon Sorry (Wadan Ops Kodap IV/Soraya)
      8. Jeki Murib (Danwil Kodap XVII/Ilaga)
      9. Lau Gwijangge (Danwil Mugie)
      10. Ket Gwijangge (Danops Yon Mugi)
      11. Peltu Usmabul (Wadanops Mugi)
      12.Serlu Wonimbo
      14. 3 Anggota OPM (Wilayah Paniai)
      -
      Sumber Berita Terpercaya:
      Antara News (Sumber rilis utama)
      Tribunnews
      JPNN
      Indonesia Defense
      Media Sosial Resmi:
      Instagram Kogabwilhan III (@kogabwilhan.iii)
      Media Lokal:
      BatasPapua.com
      ---------------------------
      BOM PASUKAN KAWAN
      Seperti dikutip dari Manila Bulletin yang mengunggah artikel pada 6 Maret 2013 Silam, Agbimuddin mengkuasai jika bom yang dijatuhkan tadi telak mengenai kamp pasukan dan polisi MALONDESH di Desa Tanduo, Lahad Datu yang merupakan bekas markas milisi Sulu.
      -----
      TEMBAK PERWIRA
      Seorang perwira tentara elit MALONDESH tewas tertembak dalam sebuah demonstrasi di sebuah kamp militer di Kota Kinabalu, Sabah. Mayor Mohd Zahir Armaya, ayah lima anak berusia 36 tahun tertembak dalam sebuah latihan oleh seorang prajurit Angkatan Darat.
      -----
      TEMBAK KAWAN
      Royal MALONDESH Air Force (RMAF )dikejutkan dengan ulah seorang anggotanya, yang tiba menembak mati tiga teman, yang bersama berjaga di pos.
      Peristiwa terjadi Jumat (13/8/2021) pagi waktu setempat di kamp Royal MALONDESH Air Force (RMAF) di Kota Samarahan, Sarawak, MALONDESH .
      -----
      GRANAT KAWAN
      Dua prajurit Angkatan Udara Kerajaan MALONDESH (TUDM) tewas saat menjalani latihan menembak dan melempar granat di Tempat Latihan Dasar Granat Kem Syed Sirajuddin Target Range, Gemas Negeri Sembilan
      -----
      TABRAK KAPAL KAWAN
      insiden itu berlaku ketika melaksanakan demonstrasi manuver bagi memintas bot mencurigakan di jeti Pangkalan TLDM Lumut sempena HTA22
      ---------------------------
      PRANK PAKISTAN-PRANK JF17
      “The MALONDESH government has shown interest in buying the JF-17 Thunder aircraft from Pakistan but the deal is yet to be finalized,” a senior Pakistan Ministry of Defense Production official told Arab News.
      --------
      PRANK INDIA-PRANK TEJAS
      MALONDESH has reportedly identified the Indian-manufactured Tejas light combat aircraft to replace its current fleet of MiG-29 fighter jets and is believed to be in advanced negotiations to firm up its procurement.
      --------
      PRANK TURKI = PRANK YAVUZ
      PRANK MKE : The Malonnn Ministry of Defence has reportedly reviewing its planned acquisition of Yavuz 155mm
      --------
      PRANK FRANCE - PRANK NEXTER : LoI is signed during day three of DSA 2016. 20 units are to be supplied, which include the supporting vehicles, and will boost the Malonnn Army's firepower inventory
      --------
      PRANK INDONESIA - PRANK PT PAL : "The contract with Malonn’s Navy will be inked next August. There is a possibility that they will order more than one MRSS.
      --------
      PRANK FRANCE - PRANK DASSAULT : Malonn, which wants to buy up to 18 combat planes in a deal potentially worth more than USD2 billion, is now talking to only one supplier, France's Dassault Aviation, about its Rafale jets,
      --------
      PRANK SLOVAKIA - PRANK KDS : Malonn is expected to conclude a deal with Slovakia for the supply of EVA 155mm
      --------
      PRANK CHINA-PRANK KS-1A
      MalAYDEWH has agreed in principle to purchase medium-range missiles from China, which in return will transfer technology on very short-range air defence to the country, Deputy Prime Minister Najib Razak said Tuesday
      --------
      PRANK UN-PRANK IAG
      Malaydesg dikenakan sanksi oleh PBB terkait penggantian biaya operasional kendaraan, karena sembilan IAG Guardians yang dikerahkannya tidak memenuhi persyaratan ini

      Hapus
    2. 1. INDONESIA VS ASEAN (SKALA EKONOMI)
      PERBANDINGAN PDB PPP (DAYA BELI RIIL) = SUMBER : IMF DAN WORLDBANK
      vs Vietnam: Indonesia 3,01x lebih besar ($5,69 T vs $1,89 T)
      vs Filipina: Indonesia 3,04x lebih besar ($5,69 T vs $1,87 T)
      vs Thailand: Indonesia 3,07x lebih besar ($5,69 T vs $1,85 T)
      vs Malondesh: Indonesia 4,24x lebih besar ($5,69 T vs $1,34 T)
      vs Singapura: Indonesia 6,69x lebih besar ($5,69 T vs $0,85 T)
      -
      PERBANDINGAN PDB NOMINAL (NILAI PASAR) = SUMBER : IMF DAN WORLDBANK
      vs Thailand: Indonesia 2,91x lebih besar ($1,69 T vs $0,58 T)
      vs Singapura: Indonesia 3,18x lebih besar ($1,69 T vs $0,53 T)
      vs Filipina: Indonesia 3,31x lebih besar ($1,69 T vs $0,51 T)
      vs Vietnam: Indonesia 3,44x lebih besar ($1,69 T vs $0,49 T)
      vs Malondesh: Indonesia 3,67x lebih besar ($1,69 T vs $0,46 T)
      --------------------------------
      2. POSISI INDONESIA DI ASIA & DUNIA (2025)
      Peringkat 6 Dunia (PPP): Di atas Jerman, Inggris, dan Prancis.
      Peringkat 15 Dunia (Nominal): Di atas Australia dan Turki.
      Peringkat 5 Asia (Nominal): Di bawah Tiongkok, Jepang, India, dan Korsel.
      --------------------------------

      3. PROFIL RISIKO: INDONESIA VS MALONDESH
      Indonesia: Ekonomi sehat dengan Utang Pemerintah 40% (Limit 60%) dan Utang Rumah Tangga rendah (16%).
      Malondesh: Tekanan fiskal tinggi dengan Utang Pemerintah 69% (Melewati limit 65%) dan Utang Rumah Tangga ekstrem (84,3%).
      Proyeksi Utang Malondesh (2026): Diperkirakan terus naik mencapai RM 1,79 Triliun
      --------------------------------
      Malondesh’s Rising Debt Burden Per Citizen"
      Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
      Detailed Annual Breakdown =
      --------------------------------
      2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
      (Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
      -
      2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
      (Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
      --------------------------------
      1️⃣ 2026 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
      Total Population: 36,385,115
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 49,196
      Household Debt: RM 45,348
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544
      --------------------------------
      2️⃣ 2025 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.30 trillion
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      Total Population: 35,977,838
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 36,139
      Household Debt: RM 45,859
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 81,998
      --------------------------------
      3️⃣ 2024 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.22 trillion
      Household Debt: RM 1.53 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 64.6%
      Household Debt/GDP Ratio: 84.2%
      Total Population: 34,671,895
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 35,187
      Household Debt: RM 44,128
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 79,315
      --------------------------------
      4️⃣ 2023 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.17 trillion
      Household Debt: RM 1.45 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 64.3%
      Household Debt/GDP Ratio: 81.2%
      Total Population: 35,126,298
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 33,308
      Household Debt: RM 41,279
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 74,587
      --------------------------------
      5️⃣ 2022 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.08 trillion
      Household Debt: RM 1.38 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 60.1%
      Household Debt/GDP Ratio: 80.9%
      Total Population: 34,695,493
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 31,127
      Household Debt: RM 39,774
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 70,901 [1]
      --------------------------------
      6️⃣ 2021 DEBT DATA
      Government Debt: RM 979.81 billion
      Household Debt: RM 1.34 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 63.3%
      Household Debt/GDP Ratio: 89.1% (Pandemic Peak)
      Total Population: 34,282,399
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 28,580
      Household Debt: RM 39,087
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 67,667

      Hapus
    3. 10 negara dengan PDB (GDP) Nominal terbesar di Asia untuk tahun 2025 berdasarkan data proyeksi dari IMF World Economic Outlook dan analisis Forbes India:
      1. Tiongkok – US$ 19,39 triliun
      (Tetap menjadi pemimpin ekonomi di Asia dan pusat manufaktur global).
      2. Jepang – US$ 4,28 triliun
      (Ekonomi maju yang mengandalkan sektor otomotif dan teknologi presisi).
      3. India – US$ 4,12 triliun
      (Ekonomi dengan pertumbuhan tercepat, diprediksi segera melampaui Jepang).
      4. Korea Selatan – US$ 1,86 triliun
      (Raksasa teknologi dan ekspor semikonduktor global).
      5. Indonesia – US$ 1,55 triliun
      (Ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan kekuatan baru di G20).
      6. Turki – US$ 1,32 triliun
      (Pusat industri yang menghubungkan pasar Asia dan Eropa).
      7. Arab Saudi – US$ 1,14 triliun
      (Pemimpin pasar energi yang sedang melakukan diversifikasi ekonomi masif).
      8. Taiwan – US$ 884,39 miliar
      (Pemain kunci dunia dalam industri chip dan sirkuit terpadu).
      9. Uni Emirat Arab – US$ 548,51 miliar
      (Pusat keuangan, perdagangan, dan logistik internasional).
      10. Thailand – US$ 546,21 miliar
      (Kuat di sektor pariwisata dan rantai pasok otomotif regional).
      --------------------------------
      Malondesh’s Rising Debt Burden Per Citizen"
      Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
      Detailed Annual Breakdown =
      --------------------------------
      2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
      (Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
      -
      2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
      (Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
      --------------------------------
      1️⃣ 2026 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
      Total Population: 36,385,115
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 49,196
      Household Debt: RM 45,348
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544
      --------------------------------
      2️⃣ 2025 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.30 trillion
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      Total Population: 35,977,838
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 36,139
      Household Debt: RM 45,859
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 81,998
      --------------------------------
      3️⃣ 2024 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.22 trillion
      Household Debt: RM 1.53 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 64.6%
      Household Debt/GDP Ratio: 84.2%
      Total Population: 34,671,895
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 35,187
      Household Debt: RM 44,128
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 79,315
      --------------------------------
      4️⃣ 2023 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.17 trillion
      Household Debt: RM 1.45 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 64.3%
      Household Debt/GDP Ratio: 81.2%
      Total Population: 35,126,298
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 33,308
      Household Debt: RM 41,279
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 74,587
      --------------------------------
      5️⃣ 2022 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.08 trillion
      Household Debt: RM 1.38 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 60.1%
      Household Debt/GDP Ratio: 80.9%
      Total Population: 34,695,493
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 31,127
      Household Debt: RM 39,774
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 70,901 [1]
      --------------------------------
      6️⃣ 2021 DEBT DATA
      Government Debt: RM 979.81 billion
      Household Debt: RM 1.34 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 63.3%
      Household Debt/GDP Ratio: 89.1% (Pandemic Peak)
      Total Population: 34,282,399
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 28,580
      Household Debt: RM 39,087
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 67,667

      Hapus
  63. GORILA BOTOL MALONDESH MENANGIS ....
    -----------------------------------
    OPM YANG DINYATAKAN MENINGGAL DUNIA :
    1. Yesias Mate (Danlog Kodap IV Soraya)
    2. Army Kogoya (Danyon Aluguru Kodap III/Ndugama)
    3. Bilip Kobak (Danops Kimpussa Kodap XVI/Yahukimo)
    4. Dinus Tigau (Danki Tanah Merah)
    5. Manuel Yohanes Aimau (Wadan Ops Kodap IV/Soraya)
    6. Hurbianus Murip (Ka Keu Kodap III/D Dulla)
    7. Alfon Sorry (Wadan Ops Kodap IV/Soraya)
    8. Jeki Murib (Danwil Kodap XVII/Ilaga)
    9. Lau Gwijangge (Danwil Mugie)
    10. Ket Gwijangge (Danops Yon Mugi)
    11. Peltu Usmabul (Wadanops Mugi)
    12.Serlu Wonimbo
    14. 3 Anggota OPM (Wilayah Paniai)
    --------------------------------
    NOMOR 1 (SATU) DIPERAS TERBESAR
    -
    Daftar Komitmen ART ASEAN ke Amerika Serikat
    -
    🇲🇾 Malondesh: USD 242 Miliar
    Status: Komitmen terbesar; fokus pada investasi manufaktur dan pengadaan energi (LNG).
    -
    🇻🇳 Vietnam: USD 180 - 210 Miliar
    Status: Fokus pada penyeimbangan surplus dagang dan pengembangan sektor semikonduktor.
    -
    🇹🇭 Thailand: USD 85 - 110 Miliar
    Status: Fokus pada akses pasar otomotif/EV dan liberalisasi produk pangan.
    -
    🇵🇭 Filipina: USD 35 - 55 Miliar
    Status: Fokus pada rantai pasok mineral kritis (nikel) dan modernisasi pertahanan.
    -
    🇮🇩 Indonesia: USD 38,4 Miliar
    Status: Fokus pada impor energi (minyak/gas), infrastruktur TIK, dan semikonduktor.
    -
    🇰🇭 Kamboja: Pembukaan Pasar 100%
    Status: Komitmen penghapusan seluruh tarif masuk bagi barang industri dan pertanian AS.
    -
    🇸🇬 Singapura: Tidak ada nilai baru
    Status: Tetap menggunakan skema Free Trade Agreement (FTA) bilateral yang sudah ada.
    ---------------------------------
    PERDANA MENTERI =
    DEFACT
    KILL PREGNANT WOMEN
    -
    LCS =
    MANGKRAK 15 YEARS
    BANNED NSM
    -
    LMS B1 =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    LMS B2 =
    DOWNGRADE BABUR CLASS
    NO TORPEDO
    -
    LEKIU =
    EXO B2 EXPIRED
    RADAR CMS USANG
    -
    KASTURI =
    EXO B2 EXPIRED
    NO TORPEDO
    -
    LAKSAMANA =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    KEDAH =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    PERDANA =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    HANDALAN =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    JERUNG =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    ---------------------------------
    SU-30MKM =
    LOW SERVICEABILITY
    SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
    CANARY PROJECT DELAY
    -
    F/A-18D HORNET =
    AGING AIRFRAME
    LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
    DEPENDENT ON US UPGRADE
    -
    HAWK 108/208 =
    FREQUENT CRASHES
    OBSOLETE AVIONICS
    GROUNDED ISSUES
    -
    MIG-29N (RETIRED) =
    TOTAL FAILURE
    LOGISTIC NIGHTMARE
    MOTHBALLED AT KUANTAN
    -
    FA-50M (ON ORDER) =
    LIGHTWEIGHT ONLY
    DELAYED DELIVERY
    NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
    BANNED AMRAAM 120
    -
    C-130 HERCULES =
    METAL FATIGUE
    OVERWORKED
    ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
    --------------------------------
    PT-91M PENDEKAR =
    POLISH SPARES DISCONTINUED
    TRANSMISSION ISSUES (RENK)
    ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
    -
    AV8 GEMPITA =
    TENDER IRREGULARITIES
    UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
    INTEGRATION DELAY
    -
    ACV-15 ADNAN =
    AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
    OBSOLETE ELECTRONICS
    -
    FV101 SCORPION =
    RECOMMENDED RETIREMENT
    MAINTENANCE NIGHTMARE
    END OF SERVICE LIFE
    -
    MILDEF TARANTULA =
    LIMITED ADOPTION
    OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
    DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
    -
    CONDOR 4X4 / SIBMAS =
    RETIRED STATUS (2023)
    MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
    -
    ASTROS II (MLRS) =
    EXPENSIVE AMMUNITION
    LACK OF PRECISION GUIDANCE
    PLATFORM AGING
    --------------------------------
    5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
    5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
    6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS NSM
    -
    2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
    2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
    2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
    2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
    2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
    2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin
    -----------------------------------
    2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET
    2026 MALONDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
    2026 MALONDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
    2026 MALONDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    2026 MALONDESH = PHK MASSAL
    2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT
    2025 MALONDESH = SIPRI KOSONG
    2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG
    2023 MALONDESH = CANCELLED PROCUREMENTT

    BalasHapus
  64. TISU JAMBAN lagi berharga ya dari matawang sebelah tu...HAHAHHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. KLAIM UANG KUAT = NGEMIS BERAS KELAPARAN
      1. REKOR CRASH ALUTSISTA & MODERNISASI MANDEK
      • MRCA (2017–2025): Ganti MiG-29N usang ➡️ ZONK (Beralih ke LCA FA-50).
      • LCS (2011–2025): Proyek Gowind RM9-11B ➡️ ZONK (Korupsi Lumut/Boustead, 0 kapal siap).
      • SPH (2016–2025): Artileri CAESAR/K9 ➡️ ZONK (Penundaan anggaran lintas rezim).
      • MRSS (2016–2025): Logistik amfibi 15-to-5 ➡️ ZONK (Konstruksi mundur ke RMKe-13 2026).
      • Penyebab: Politik labil (5x Ganti PM, 6x Menteri Pertahanan sejak 2011).
      ----------------------------------
      2. REFORMASI EKONOMI 2023–2026 = MISKIN
      • 2026: Kemenkeu perintahkan pangkas budget operasi kementerian akibat konflik eksternal.
      • 2026: Pembekuan pengadaan militer/polisi per Januari pasca-skandal suap eks petinggi.
      • 2026: Gelombang PHK massal mencapai puncaknya (24.100 pekerja SOCSO + 5.000 internal Petronas).
      • 2025: Laporan SIPRI kosong melompong (0 transaksi/ekspor senjata besar).
      • 2024: Dokumen tahunan SIPRI nihil (Zonk, hanya mencatat sewa aset luar).
      • 2023: Kemenhan batalkan sepihak 5 tender suplai logistik dan infrastruktur pertahanan.
      ----------------------------------
      3. BEBAN UTANG PER KAPITA 2026
      • Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — Lewat batas aman 65%).
      • Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — Kategori kritis ASEAN).
      • Populasi Total: 36.385.115 Jiwa.
      • Rasio Beban Warga:
      o Utang Publik/Penduduk: RM 49.196
      o Utang Domestik/Penduduk: RM 45.348
      ➡️ TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
      --------------------------------
      Status Realisasi Alutsista (Data SIPRI)
      Indonesia (Dominasi Kawasan): Memiliki daftar belanja satu lembar penuh mencakup Rafale F4, A400M Atlas, Kapal PPA, Rudal Khan/Bora, dan drone ANKA-S. Terdaftar sebagai importir senjata ke-18 dunia.
      Malondesh (Vakum Total): Laporan SIPRI menunjukkan angka KOSONG selama dua tahun berturut-turut (2024-2025). Status merosot dari fase Planned (2020) hingga nihil transfer senjata berat.
      Kegagalan Strategis: Pembatalan akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menjadi bukti hilangnya daya beli cash, bahkan untuk aset bekas.
      -
      Model Pengadaan: Kepemilikan vs Sewa
      Indonesia (Buying): Skema pembelian tunai/kredit ekspor untuk kepemilikan penuh aset guna menjamin kedaulatan operasional jangka panjang.
      Malondesh (Leasing): Krisis likuiditas memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item, termasuk 31 helikopter (Blackhawk, AW139, AW149), pesawat latihan L39, hingga kendaraan polisi.
      -
      Kondisi Fiskal & Perangkap Utang
      Indonesia (Stabil): Rasio utang pemerintah sehat (40% GDP), utang rumah tangga rendah (16% GDP), dan defisit terkendali di 2,9%.
      Malondesh (Kritis): Utang pemerintah menembus 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di 84,3% GDP.
      Siklus Gali Lubang: 58% pinjaman baru pada 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan dan bunga utang lama (Debt-Servicing).
      -
      Peringkat Militer ASEAN (GFP 2026)
      Peringkat 1: Indonesia (Peringkat 13 Dunia) – Pemimpin mutlak kawasan.
      Peringkat 6: Filipina (Peringkat 41 Dunia) – Berhasil menyalip Malondesh melalui modernisasi aktif.
      Peringkat 7: Malondesh (Peringkat 42 Dunia) – Merosot ke posisi terendah di antara negara utama ASEAN akibat stagnasi belanja.
      -
      Krisis Administrasi & Degradasi Aset
      Pembekuan Total: PM Anwar Ibrahim menginstruksikan Procurement Freeze 2026 guna menghentikan kebocoran anggaran akibat korupsi proyek.
      Aset Karatan/Hilang: Skandal mangkraknya proyek LCS & OPV, ditambah catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang negara.
      Status Grounded: Mayoritas armada udara (MiG-29, MB339CM, Nuri) tidak bisa terbang karena keterbatasan biaya perawatan.
      -
      Reputasi & Tekanan Internasional
      Sanksi Olahraga: Sanksi CAS/AFC akibat penggunaan pemain naturalisasi ilegal (Kalah WO 0-3 dari Vietnam) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
      Tekanan Ekonomi: Ancaman sanksi tarif AS (Section 301 & IEEPA) oleh USTR yang mempersempit ruang fiskal untuk membayar utang nasional.

      Hapus
  65. KLAIM UANG KUAT = NGEMIS BERAS KELAPARAN
    1. REKOR CRASH ALUTSISTA & MODERNISASI MANDEK
    • MRCA (2017–2025): Ganti MiG-29N usang ➡️ ZONK (Beralih ke LCA FA-50).
    • LCS (2011–2025): Proyek Gowind RM9-11B ➡️ ZONK (Korupsi Lumut/Boustead, 0 kapal siap).
    • SPH (2016–2025): Artileri CAESAR/K9 ➡️ ZONK (Penundaan anggaran lintas rezim).
    • MRSS (2016–2025): Logistik amfibi 15-to-5 ➡️ ZONK (Konstruksi mundur ke RMKe-13 2026).
    • Penyebab: Politik labil (5x Ganti PM, 6x Menteri Pertahanan sejak 2011).
    ----------------------------------
    2. REFORMASI EKONOMI 2023–2026 = MISKIN
    • 2026: Kemenkeu perintahkan pangkas budget operasi kementerian akibat konflik eksternal.
    • 2026: Pembekuan pengadaan militer/polisi per Januari pasca-skandal suap eks petinggi.
    • 2026: Gelombang PHK massal mencapai puncaknya (24.100 pekerja SOCSO + 5.000 internal Petronas).
    • 2025: Laporan SIPRI kosong melompong (0 transaksi/ekspor senjata besar).
    • 2024: Dokumen tahunan SIPRI nihil (Zonk, hanya mencatat sewa aset luar).
    • 2023: Kemenhan batalkan sepihak 5 tender suplai logistik dan infrastruktur pertahanan.
    ----------------------------------
    3. BEBAN UTANG PER KAPITA 2026
    • Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — Lewat batas aman 65%).
    • Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — Kategori kritis ASEAN).
    • Populasi Total: 36.385.115 Jiwa.
    • Rasio Beban Warga:
    o Utang Publik/Penduduk: RM 49.196
    o Utang Domestik/Penduduk: RM 45.348
    ➡️ TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
    --------------------------------
    Kelumpuhan Matra Pertahanan (Analisis SIPRI)
    Data menunjukkan adanya degradasi progresif dari perencanaan ke ketiadaan aktivitas total:
    Vakum Total (2024–2025): Status "KOSONG" pada SIPRI mengonfirmasi tidak adanya kontrak baru atau transfer senjata berat. Ini menandakan hilangnya daya beli di pasar alutsista global.
    Kegagalan Akuisisi: Pembatalan berulang (seperti F/A-18 Kuwait) dan status Selected Not Yet Ordered mencerminkan ketidakpastian anggaran yang kronis.
    Model "Military-for-Rent": Pergeseran dari kepemilikan menjadi skema Leasing (Sewa) pada lebih dari 32 item (Helikopter, Simulator, dll.) menunjukkan militer hanya mampu membiayai operasional jangka pendek tanpa investasi aset strategis jangka panjang.
    -
    Krisis Fiskal: "Debt-Servicing Trap"
    Struktur ekonomi terjebak dalam siklus utang yang tidak sehat:
    Gali Lubang Tutup Lubang: Sejak 2019, rata-rata di atas 50% hingga 64% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar pokok dan bunga utang lama (principal repayment), bukan untuk pembangunan produktif.
    Rasio Kritis: Utang nasional yang diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun (2026) dengan rasio utang pemerintah 69% GDP telah melampaui batas aman fiskal.
    Ketergantungan Barter: Penggunaan CPO (Kelapa Sawit) sebagai alat bayar alutsista (FA-50, Scorpene) mengonfirmasi keterbatasan cadangan devisa tunai.
    -
    Degradasi Kredibilitas Internasional & Domestik
    Global Firepower (GFP) 2026: Penurunan ke peringkat 42 (disalip Filipina) adalah konsekuensi logis dari banyaknya aset yang grounded (MiG-29) dan skandal hilangnya inventaris (mesin jet/Skyhawk).
    Kritik Kepemimpinan: Pernyataan keras Mahathir (tentang etos kerja) dan fokus Anwar Ibrahim pada "Tata Kelola" (pemberantasan korupsi proyek banjir) menunjukkan bahwa masalah utama bukan sekadar teknis, melainkan sistemik dan administratif.
    Tekanan Eksternal: Ancaman sanksi tarif AS (Section 301) menambah beban pada sektor manufaktur yang merupakan tulang punggung ekonomi.

    BalasHapus
  66. MEROKETTTT.....HAHAHAHAHHA



    ISEAI Soroti Risiko Fiskal karena Utang RI Terus Naik Dekati Batas Psikologis

    |https://investortrust.id/macro/100652/iseai-soroti-risiko-fiskal-karena-utang-ri-terus-naik-dekati-batas-psikologis

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2026
      -
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      -
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      -
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      -
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      -
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      --------------------------------
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      -
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      -
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      -
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG FOR SUBSIDI BBM
      Malaydesh bisa membiayai subsidi dengan hutang negara:
      1. Anggaran Pemerintah dan Defisit:
      • Anggaran Tahunan: SeTIAP TAHUN TIPU-TIPU, pemerintah Malaydesh menyusun anggaran yang menguraikan perkiraan pendapatan dan pengeluaran. Subsidi adalah salah satu komponen pengeluaran yang signifikan, meliputi subsidi bahan bakar, listrik, makanan, dan lain-lain.
      • 🦧GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN: Jika total pengeluaran melebihi total pendapatan yang diperkirakan, pemerintah mengalami 🦧GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN. Untuk menutupi defisit ini, pemerintah harus mencari sumber pendanaan tambahan.
      2. Mekanisme Pembiayaan Defisit (dan Subsidi):
      Ketika pemerintah memutuskan untuk memberikan subsidi tetapi tidak memiliki cukup uang tunai dari pendapatan saat ini, mereka akan meminjam. Berikut adalah cara-cara utama:
      • Penerbitan Obligasi Pemerintah:
      o Apa itu Obligasi? Obligasi adalah surat hutang yang diterbitkan oleh pemerintah untuk meminjam uang dari investor (individu, institusi keuangan, bank, dll.). Investor membeli obligasi ini dengan janji akan menerima pembayaran bunga secara berkala dan pengembalian pokok pada saat jatuh tempo.
      o Bagaimana Terkait Subsidi? Dana yang terkumpul dari penjualan obligasi ini kemudian dapat digunakan untuk mendanai berbagai program pemerintah, termasuk pembayaran subsidi. Ini secara efektif berarti pemerintah meminjam uang untuk membayar subsidi, dan pinjaman ini menjadi bagian dari hutang negara.
      o Contoh di Malaydesh: Malaydesh secara rutin menerbitkan obligasi pemerintah seperti Malaydeshn Government Securities (MGS) dan Malaydeshn Government Investment Issues (MGII) untuk membiayai pengeluaran dan proyek pembangunan.
      • Pinjaman dari Lembaga Keuangan:
      o Pemerintah juga dapat meminjam langsung dari bank domestik atau lembaga keuangan internasional (misalnya, Bank Dunia, Asian Development Bank), meskipun ini kurang umum untuk pembiayaan subsidi rutin dan lebih sering untuk proyek-proyek besar atau saat krisis.
      3. Dampak terhadap Hutang Negara:
      • Peningkatan Hutang: Setiap kali pemerintah meminjam uang untuk membiayai subsidi (atau pengeluaran lain), jumlah total hutang negara akan meningkat.
      • Beban Bunga: Peningkatan hutang berarti pemerintah juga harus membayar bunga atas pinjaman tersebut. Pembayaran bunga ini menjadi pengeluaran tahunan dalam anggaran pemerintah, yang berarti sebagian dari pendapatan negara harus dialokasikan untuk membayar bunga hutang daripada untuk program lain.
      • Risiko Fiskal: Jika rasio hutang terhadap PDB menjadi terlalu tinggi atau jika beban bunga menjadi tidak berkelanjutan, ini dapat menimbulkan risiko fiskal bagi negara, seperti:
      o Penurunan Peringkat Kredit: Lembaga pemeringkat kredit dapat menurunkan peringkat kredit negara, yang membuat biaya pinjaman di masa depan menjadi lebih mahal.
      o Tekanan Inflasi: Jika pemerintah mencetak uang untuk membayar hutang (meskipun jarang terjadi di Malaydesh), ini bisa menyebabkan inflasi.

      Hapus
  67. 1️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2026
    -
    Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
    -
    Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
    -
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
    -
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
    -
    Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
    --------------------------------
    2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
    -
    Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
    -
    Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
    -
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
    --------------------------------
    KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG FOR SUBSIDI BBM
    Malaydesh bisa membiayai subsidi dengan hutang negara:
    1. Anggaran Pemerintah dan Defisit:
    • Anggaran Tahunan: SeTIAP TAHUN TIPU-TIPU, pemerintah Malaydesh menyusun anggaran yang menguraikan perkiraan pendapatan dan pengeluaran. Subsidi adalah salah satu komponen pengeluaran yang signifikan, meliputi subsidi bahan bakar, listrik, makanan, dan lain-lain.
    • 🦧GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN: Jika total pengeluaran melebihi total pendapatan yang diperkirakan, pemerintah mengalami 🦧GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN. Untuk menutupi defisit ini, pemerintah harus mencari sumber pendanaan tambahan.
    2. Mekanisme Pembiayaan Defisit (dan Subsidi):
    Ketika pemerintah memutuskan untuk memberikan subsidi tetapi tidak memiliki cukup uang tunai dari pendapatan saat ini, mereka akan meminjam. Berikut adalah cara-cara utama:
    • Penerbitan Obligasi Pemerintah:
    o Apa itu Obligasi? Obligasi adalah surat hutang yang diterbitkan oleh pemerintah untuk meminjam uang dari investor (individu, institusi keuangan, bank, dll.). Investor membeli obligasi ini dengan janji akan menerima pembayaran bunga secara berkala dan pengembalian pokok pada saat jatuh tempo.
    o Bagaimana Terkait Subsidi? Dana yang terkumpul dari penjualan obligasi ini kemudian dapat digunakan untuk mendanai berbagai program pemerintah, termasuk pembayaran subsidi. Ini secara efektif berarti pemerintah meminjam uang untuk membayar subsidi, dan pinjaman ini menjadi bagian dari hutang negara.
    o Contoh di Malaydesh: Malaydesh secara rutin menerbitkan obligasi pemerintah seperti Malaydeshn Government Securities (MGS) dan Malaydeshn Government Investment Issues (MGII) untuk membiayai pengeluaran dan proyek pembangunan.
    • Pinjaman dari Lembaga Keuangan:
    o Pemerintah juga dapat meminjam langsung dari bank domestik atau lembaga keuangan internasional (misalnya, Bank Dunia, Asian Development Bank), meskipun ini kurang umum untuk pembiayaan subsidi rutin dan lebih sering untuk proyek-proyek besar atau saat krisis.
    3. Dampak terhadap Hutang Negara:
    • Peningkatan Hutang: Setiap kali pemerintah meminjam uang untuk membiayai subsidi (atau pengeluaran lain), jumlah total hutang negara akan meningkat.
    • Beban Bunga: Peningkatan hutang berarti pemerintah juga harus membayar bunga atas pinjaman tersebut. Pembayaran bunga ini menjadi pengeluaran tahunan dalam anggaran pemerintah, yang berarti sebagian dari pendapatan negara harus dialokasikan untuk membayar bunga hutang daripada untuk program lain.
    • Risiko Fiskal: Jika rasio hutang terhadap PDB menjadi terlalu tinggi atau jika beban bunga menjadi tidak berkelanjutan, ini dapat menimbulkan risiko fiskal bagi negara, seperti:
    o Penurunan Peringkat Kredit: Lembaga pemeringkat kredit dapat menurunkan peringkat kredit negara, yang membuat biaya pinjaman di masa depan menjadi lebih mahal.
    o Tekanan Inflasi: Jika pemerintah mencetak uang untuk membayar hutang (meskipun jarang terjadi di Malaydesh), ini bisa menyebabkan inflasi.

    BalasHapus
  68. KLAIM UANG KUAT = NGEMIS BERAS KELAPARAN
    1. REKOR CRASH ALUTSISTA & MODERNISASI MANDEK
    • MRCA (2017–2025): Ganti MiG-29N usang ➡️ ZONK (Beralih ke LCA FA-50).
    • LCS (2011–2025): Proyek Gowind RM9-11B ➡️ ZONK (Korupsi Lumut/Boustead, 0 kapal siap).
    • SPH (2016–2025): Artileri CAESAR/K9 ➡️ ZONK (Penundaan anggaran lintas rezim).
    • MRSS (2016–2025): Logistik amfibi 15-to-5 ➡️ ZONK (Konstruksi mundur ke RMKe-13 2026).
    • Penyebab: Politik labil (5x Ganti PM, 6x Menteri Pertahanan sejak 2011).
    ----------------------------------
    2. REFORMASI EKONOMI 2023–2026 = MISKIN
    • 2026: Kemenkeu perintahkan pangkas budget operasi kementerian akibat konflik eksternal.
    • 2026: Pembekuan pengadaan militer/polisi per Januari pasca-skandal suap eks petinggi.
    • 2026: Gelombang PHK massal mencapai puncaknya (24.100 pekerja SOCSO + 5.000 internal Petronas).
    • 2025: Laporan SIPRI kosong melompong (0 transaksi/ekspor senjata besar).
    • 2024: Dokumen tahunan SIPRI nihil (Zonk, hanya mencatat sewa aset luar).
    • 2023: Kemenhan batalkan sepihak 5 tender suplai logistik dan infrastruktur pertahanan.
    ----------------------------------
    3. BEBAN UTANG PER KAPITA 2026
    • Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — Lewat batas aman 65%).
    • Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — Kategori kritis ASEAN).
    • Populasi Total: 36.385.115 Jiwa.
    • Rasio Beban Warga:
    o Utang Publik/Penduduk: RM 49.196
    o Utang Domestik/Penduduk: RM 45.348
    ➡️ TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
    --------------------------------
    Status Alutsista SIPRI (2020–2025): "Dua Tahun Kosong"
    Vakum Total: Laporan SIPRI 2024–2025 menunjukkan status KOSONG. Malondesh resmi sejajar dengan Timor Leste, Laos, dan Kamboja dalam hal nol transfer senjata berat.
    Tren Mundur: Berawal dari fase Planned (2020), lalu Selected Not Yet Ordered (2022), hingga akhirnya vakum total (2024–2025) karena ketiadaan dana tunai.
    Kegagalan Simbolik: Pembatalan akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menjadi bukti ketidakmampuan finansial, bahkan untuk membeli barang bekas sekalipun.
    -
    Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
    Krisis likuiditas memaksa militer beralih dari kepemilikan menjadi penyewa aset (Leasing):
    Daftar Sewa: Mencakup 32+ item strategis, termasuk 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39, kapal hidrografi, hingga simulator jet tempur MKM.
    Logistik Sipil: Pengadaan kendaraan operasional (Honda Civic, BMW R1250RT, truk 3 ton) kini sepenuhnya menggunakan skema sewa.
    Barter Komoditas: Pengadaan sisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) karena minimnya cadangan devisa.
    -
    Analisa Fiskal: "Spiral Debt-Servicing"
    Malondesh terjebak dalam siklus "Gali Lubang Tutup Lubang" yang kronis:
    Siklus Utang: Proyeksi 2025–2026 menunjukkan 58% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan pokok utang lama.
    Ledakan Utang: Dari RM 407,1 Miliar (2010) melonjak ke RM 1,79 Triliun (2026).
    Beban Rakyat: Utang rumah tangga mencapai 84,3% dari PDB, dengan fakta menyedihkan bahwa 84% masyarakat tidak memiliki tabungan setiap bulannya.
    -
    Degradasi Militer & Reputasi (GFP 2026)
    Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), secara resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
    Aset Karatan & Hilang: Skandal mangkraknya proyek LCS & OPV, ditambah catatan hilangnya 48 pesawat Skyhawk serta 2 mesin jet tempur dari gudang negara.
    Status Armada: Mayoritas aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri, Lynx) atau beroperasi dengan keterbatasan suku cadang (Tank mogok/berasap).
    -
    Krisis Administrasi & Tekanan Global
    Pembekuan Total: PM Anwar Ibrahim menginstruksikan Procurement Freeze 2026 (pembekuan pengadaan) guna menghentikan kebocoran anggaran akibat korupsi proyek.
    Sanksi Internasional: Tekanan AS melalui Section 301 (tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA mempersempit ruang gerak fiskal negara.
    Reputasi Regional: Kekalahan WO 0-3 (sanksi AFC/CAS) dan kegagalan lolos ke Piala Asia 2027 mencerminkan keruntuhan sistemik di level administrasi nasional.

    BalasHapus
  69. 1️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2026
    -
    Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
    -
    Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
    -
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
    -
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
    -
    Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
    --------------------------------
    2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
    -
    Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
    -
    Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
    -
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
    --------------------------------
    KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
    DENDA= USUSD83,8 juta
    • RM17.5 million in special damages
    • RM38.7 million in further damages
    • USUSD38.7 million (about RM297.3 million) in additional compensation
    -------------
    Defence contractor Aerotree Defence & Services Sdn Bhd has filed a RM353 million lawsuit against the Malaydeshn government and Defence Ministry for cancelling a five-year lease agreement involving four US-made Blackhawk UH-60A helicopters for the Malaydeshn army's air force unit.
    Filed through Messrs Hafarizam, Wan Aisha & Mubarak at the Kuala Lumpur High Court, the suit names the Defence Ministry secretary general, the ministry, and the federal government as defendants.
    In the statement of claim sighted by The Edge, Aerotree Defence is asking the court to order the Defence Ministry and the government to follow through with the helicopter lease deal based on the acceptance letter dated April 17, 2023. If the deal can’t be carried out, the company wants:
    • RM17.5 million in special damages
    • RM38.7 million in further damages
    • USUSD38.7 million (about RM297.3 million) in additional compensation
    Aerotree is also seeking to block the government from using a RM1.87 million bank guarantee it provided, and is asking for general damages for loss of reputation, plus exemplary and aggravated damages to be decided by the court.
    In its 31-page claim, Aerotree said the government had agreed to lease four Blackhawk helicopters for five years at RM187.5 million. The deal was a Private Finance Initiative, meaning the government wouldn’t bear any cost or risk, as Aerotree would own, operate, and maintain the helicopters. The company said the helicopters were fully mission-capable, including for air force transport operations.
    Aerotree is seeking a court declaration that the government’s termination of the agreement on Oct 31, 2024, is null and void.
    -----------------
    Helicopter deal timeline and delays
    Under the agreement, Aerotree was to deliver two helicopters within six months of the April 2023 acceptance letter, and the remaining two within nine months. The company also had to provide a non-cancellable RM1.87 million implementation bond, which it secured from Perwira Affin Bank in June 2023.
    Aerotree was also required to run a training and industrial collaboration programme. For this, it requested access to the Kuantan Air Force base to prepare a maintenance manual and obtain certification as an Approved Maintenance Organisation.
    In July 2023, Aerotree signed a deal with Turkey’s Havelsan for Blackhawk simulator training for 14 RMAF pilots. The following month, it signed a sales agreement with Slovakia’s Training Academy to purchase and upgrade four Blackhawk helicopters.

    BalasHapus
  70. 1️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2026
    -
    Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
    -
    Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
    -
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
    -
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
    -
    Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
    --------------------------------
    2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
    -
    Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
    -
    Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
    -
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
    --------------------------------
    KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
    LOAN-BASED PROCUREMENT IN MALAYDESH’S MILITARY
    Malaydesh often uses loan agreements to finance large-scale defense acquisitions, especially when the cost exceeds annual defense budgets. These loans can be sourced from foreign governments, international banks, or domestic financial institutions, and are structured to support long-term modernization goals.
    🔑 Key Features of Loan Procurement
    Feature Description
    Source of Loan Foreign governments (e.g., Poland, France, Korea), export credit agencies, or domestic banks.
    Tenor & Terms Typically 5–15 years, with grace periods and interest rates negotiated based on bilateral ties.
    Repayment Structure Paid in installments tied to delivery milestones or operational readiness.
    Currency Often denominated in USD, EUR, or local currency depending on supplier.
    Guarantees May involve sovereign guarantees or performance bonds.
    Offset Clauses Includes industrial participation, technology transfer, or local assembly.
    🛡️ Examples of Loan-Based Military Procurement
    1. Scorpene Submarines (France)
    • Loan Type: Foreign loan via French financial institutions.
    • Value: RM3.4 billion.
    • Offset: Training, infrastructure, and technology transfer to Boustead Naval Shipyard.
    2. PT-91M Pendekar Tanks (Poland)
    • Loan Type: Bilateral loan agreement with Poland.
    • Value: USD 370 million.
    • Offset: Crew training and maintenance support.
    3. FA-50M Fighter Jets (South Korea)
    • Loan Type: Export credit facility from Korean financial institutions.
    • Value: RM4.08 billion.
    • Offset: Pilot training, simulator systems, and potential local maintenance hub.
    4. NGPV Patrol Vessels (Germany)
    • Loan Type: Structured financing with German partners.
    • Value: RM5.35 billion.
    • Offset: Local shipbuilding capacity and technology transfer.
    -------------------
    FA-50M FIGHTER JET PROCUREMENT: FINANCIAL BREAKDOWN
    🔹 Overview
    • Contract Value: USD 920 million (≈ RM4.08 billion)
    • Quantity: 18 FA-50M Block 20 light combat aircraft
    • Supplier: Korea Aerospace Industries (KAI)
    • Contract Signed: May 2023 at LIMA (Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition)
    • Delivery Timeline: First batch expected in 20262
    💰 Financial Structure
    Component Description
    Loan Source Export credit facility from South Korean financial institutions, likely backed by KEXIM (Korea Export-Import Bank).
    Loan Type Government-to-government structured loan with sovereign guarantee.
    Tenor Estimated 10–15 years, with grace period during manufacturing phase.
    Interest Rate Preferential rate negotiated under bilateral defense cooperation.
    Repayment Schedule Milestone-based: tied to aircraft delivery and acceptance testing.
    Currency USD-denominated, with hedging options to mitigate forex risk.

    BalasHapus
  71. KLAIM UANG KUAT = NGEMIS BERAS KELAPARAN
    1. REKOR CRASH ALUTSISTA & MODERNISASI MANDEK
    • MRCA (2017–2025): Ganti MiG-29N usang ➡️ ZONK (Beralih ke LCA FA-50).
    • LCS (2011–2025): Proyek Gowind RM9-11B ➡️ ZONK (Korupsi Lumut/Boustead, 0 kapal siap).
    • SPH (2016–2025): Artileri CAESAR/K9 ➡️ ZONK (Penundaan anggaran lintas rezim).
    • MRSS (2016–2025): Logistik amfibi 15-to-5 ➡️ ZONK (Konstruksi mundur ke RMKe-13 2026).
    • Penyebab: Politik labil (5x Ganti PM, 6x Menteri Pertahanan sejak 2011).
    ----------------------------------
    2. REFORMASI EKONOMI 2023–2026 = MISKIN
    • 2026: Kemenkeu perintahkan pangkas budget operasi kementerian akibat konflik eksternal.
    • 2026: Pembekuan pengadaan militer/polisi per Januari pasca-skandal suap eks petinggi.
    • 2026: Gelombang PHK massal mencapai puncaknya (24.100 pekerja SOCSO + 5.000 internal Petronas).
    • 2025: Laporan SIPRI kosong melompong (0 transaksi/ekspor senjata besar).
    • 2024: Dokumen tahunan SIPRI nihil (Zonk, hanya mencatat sewa aset luar).
    • 2023: Kemenhan batalkan sepihak 5 tender suplai logistik dan infrastruktur pertahanan.
    ----------------------------------
    3. BEBAN UTANG PER KAPITA 2026
    • Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — Lewat batas aman 65%).
    • Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — Kategori kritis ASEAN).
    • Populasi Total: 36.385.115 Jiwa.
    • Rasio Beban Warga:
    o Utang Publik/Penduduk: RM 49.196
    o Utang Domestik/Penduduk: RM 45.348
    ➡️ TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
    --------------------------------
    Analisa SIPRI: 6 Tahun Tanpa Realisasi (2020–2025)
    Data menunjukkan tren penurunan dari ekspektasi menuju kevakuman total:
    Fase Janji (2020–2021): Status hanya Planned (Dijangka), tidak ada eksekusi kontrak.
    Fase Ketidakpastian (2022–2023): Status Selected Not Yet Ordered. Alutsista dipilih tapi tidak dibayar/dipesan karena kendala anggaran.
    Fase Kelumpuhan (2024–2025): Lembar SIPRI KOSONG TOTAL. Malondesh resmi absen dari aktivitas transfer senjata berat global, setara dengan negara-negara ekonomi kecil di ASEAN.
    Kontras Regional: Indonesia menunjukkan "Lembar Belanja Penuh" dengan pengadaan strategis (Rafale, A400M, Rudal Khan) yang mengonfirmasi kekuatan fiskal dan visi modernisasi yang jelas.
    -
    Kelemahan Struktural: Absennya Korps Marinir
    Berbeda dengan Indonesia (KORMAR), Filipina (PMC), dan Thailand (RTMC), Malondesh tidak memiliki Korps Marinir yang berdedikasi, yang berdampak pada:
    Fragmentasi Kekuatan: Kemampuan amfibi terpecah antara AD (Briged 10 Para) dan AL (PASKAL). Hal ini memicu masalah koordinasi dan absennya komando tunggal dalam operasi pendaratan.
    Ketertinggalan Doktrin: Masih terjebak pada doktrin land-centric (berbasis darat), padahal tantangan utama adalah kedaulatan maritim.
    Kekosongan Aset Amfibi: Tanpa korps khusus, pengadaan aset seperti kapal pendarat dan kendaraan amfibi bersifat sepotong-sepotong (piecemeal) dan tidak terintegrasi.
    -
    Kerentanan di Laut China Selatan
    Daya Gentar Lemah: Kapal-kapal RMN (Royal Malondesh Navy) seringkali lebih kecil dan kurang bertenaga dibanding kapal Coast Guard China yang merambah EEZ mereka.
    Kesulitan Logistik Island-Hopping: Tanpa kekuatan Marinir yang terintegrasi, memperkuat pertahanan di pos-pos terpencil (terumbu karang/pulau sengketa) menjadi lambat dan berisiko tinggi.
    -
    Akar Masalah: Fiskal dan Administrasi
    Hambatan Anggaran: Anggaran pertahanan yang fluktuatif dan beban utang negara membuat pembentukan cabang militer baru (Marinir) selalu dibatalkan.
    Jebakan Birokrasi: Kompleksitas administrasi menyebabkan modernisasi berjalan di tempat, sementara negara tetangga (Indonesia & Filipina) terus melesat dengan penguatan pertahanan kepulauan.
    -
    Kesimpulan:
    Status "SIPRI KOSONG" selama 2 tahun terakhir bukan sekadar masalah teknis, melainkan sinyal kebangkrutan pertahanan. Tanpa alutsista baru dan tanpa Korps Marinir yang kuat, Malondesh kehilangan daya tawar (deterrence) secara signifikan di kawasan ASEAN.

    BalasHapus
  72. KLAIM UANG KUAT = NGEMIS BERAS KELAPARAN
    1. REKOR CRASH ALUTSISTA & MODERNISASI MANDEK
    • MRCA (2017–2025): Ganti MiG-29N usang ➡️ ZONK (Beralih ke LCA FA-50).
    • LCS (2011–2025): Proyek Gowind RM9-11B ➡️ ZONK (Korupsi Lumut/Boustead, 0 kapal siap).
    • SPH (2016–2025): Artileri CAESAR/K9 ➡️ ZONK (Penundaan anggaran lintas rezim).
    • MRSS (2016–2025): Logistik amfibi 15-to-5 ➡️ ZONK (Konstruksi mundur ke RMKe-13 2026).
    • Penyebab: Politik labil (5x Ganti PM, 6x Menteri Pertahanan sejak 2011).
    ----------------------------------
    2. REFORMASI EKONOMI 2023–2026 = MISKIN
    • 2026: Kemenkeu perintahkan pangkas budget operasi kementerian akibat konflik eksternal.
    • 2026: Pembekuan pengadaan militer/polisi per Januari pasca-skandal suap eks petinggi.
    • 2026: Gelombang PHK massal mencapai puncaknya (24.100 pekerja SOCSO + 5.000 internal Petronas).
    • 2025: Laporan SIPRI kosong melompong (0 transaksi/ekspor senjata besar).
    • 2024: Dokumen tahunan SIPRI nihil (Zonk, hanya mencatat sewa aset luar).
    • 2023: Kemenhan batalkan sepihak 5 tender suplai logistik dan infrastruktur pertahanan.
    ----------------------------------
    3. BEBAN UTANG PER KAPITA 2026
    • Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — Lewat batas aman 65%).
    • Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — Kategori kritis ASEAN).
    • Populasi Total: 36.385.115 Jiwa.
    • Rasio Beban Warga:
    o Utang Publik/Penduduk: RM 49.196
    o Utang Domestik/Penduduk: RM 45.348
    ➡️ TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
    --------------------------------
    Perbandingan Status SIPRI (Shopping vs Kosong)
    Indonesia (Full Shopping List): Terdaftar sebagai importir senjata terbesar ke-18 dunia. Merealisasikan aset strategis secara masif: Rafale F4, A400M Atlas, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora.
    Malondesh (Blank List): Status KOSONG di laporan SIPRI selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025). Tidak ada transfer senjata berat, menempatkan posisinya sejajar dengan Laos dan Kamboja.
    -
    Model Pengadaan (Buying vs Leasing)
    Indonesia (Buying): Melakukan pembelian aset baru (Procurement) secara tunai atau melalui kredit ekspor yang sehat. Kepemilikan aset penuh menjamin kedaulatan operasional jangka panjang.
    Malondesh (Leasing/Sewa): Krisis likuiditas memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis seperti Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis. Militer bertransformasi menjadi "Military-for-Rent".
    -
    Siklus Aset (Procurement vs Retirement)
    Indonesia (Modernisasi Aktif): Mengganti alutsista tua dengan teknologi generasi terbaru (Generasi 4.5 ke atas) secara sistematis di tiga matra.
    Malondesh (Retirement/Pensiun Dini): Mengalami degradasi armada akibat penghentian operasional aset tanpa pengganti (MiG-29, MB339CM, Nuri). Ditambah catatan buruk hilangnya 48 Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang.
    -
    Ketahanan Fiskal & Ambang Batas Utang
    Indonesia (Fiskal Sehat):
    Gov. Debt: 40% dari PDB (Batas aman 60%).
    Household Debt: Sangat rendah (16% GDP).
    GDP: USD 1,44 Triliun (Ekonomi raksasa kawasan).
    Malondesh (Fiskal Kritis):
    Gov. Debt: 69% dari PDB (Melewati batas limit 65%).
    Household Debt: 84,3% dari GDP (Tertinggi di ASEAN).
    Spiral Utang: 58% pinjaman baru di 2026 habis hanya untuk membayar bunga dan cicilan utang lama (Debt-servicing).
    -
    Stabilitas Politik & Administrasi
    Indonesia: Keberlanjutan visi jangka panjang dalam program "Minimum Essential Force" (MEF) dan transformasi industri pertahanan dalam negeri.
    Malondesh: Ketidakstabilan politik (5x PM, 6x Menhan) menyebabkan arah kebijakan lumpuh. Akibatnya, terjadi Procurement Freeze 2026 (Pembekuan total pengadaan) dan pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait yang memalukan secara diplomasi.
    -
    Dampak Geopolitik & Daya Gentar (GFP)
    Indonesia: Kokoh di Peringkat 13 Dunia (Pemimpin mutlak ASEAN).
    Malondesh: Merosot ke Peringkat 42 Dunia, secara resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41). Penurunan ini mencerminkan hilangnya daya gentar di kawasan akibat ketergantungan pada alat sewaan dan mangkraknya proyek strategis (LCS/OPV).

    BalasHapus
  73. HUTANG INDIANESIA MEROKETTTT.....

    ppppssstttttt LOI saja HUTANG........MEMALUKAN....HAHAHAHAHHA



    ISEAI Soroti Risiko Fiskal karena Utang RI Terus Naik Dekati Batas Psikologis

    |https://investortrust.id/macro/100652/iseai-soroti-risiko-fiskal-karena-utang-ri-terus-naik-dekati-batas-psikologis

    BalasHapus
  74. 1998 - 2026 = 28 TAHUN = NGEMIS BERAS KELAPARAN
    -
    5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
    5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
    6x Ganti Mindef = PRANK MRCA SPH LCS NSM
    -
    2026
    Populasi: 36.38 juta
    Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
    Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
    Beban per Kapita: RM 94,544
    -
    2025
    Populasi: 35.97 juta
    Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
    Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
    Beban per Kapita: RM 81,998
    -
    2024
    Populasi: 34.67 juta
    Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
    Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
    Beban per Kapita: RM 79,315
    -
    2023
    Populasi: 35.12 juta
    Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
    Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
    Beban per Kapita: RM 74,587
    -
    2022
    Populasi: 34.69 juta
    Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
    Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
    Beban per Kapita: RM 70,901
    -
    2021
    Populasi: 34.28 juta
    Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
    Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
    Beban per Kapita: RM 67,667
    -
    2020
    Populasi: 33.87 juta
    Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
    Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
    Beban per Kapita: RM 63,464
    -
    2019
    Populasi: 33.45 juta
    Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
    Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
    Beban per Kapita: RM 60,179
    -
    2018
    Populasi: 33.00 juta
    Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
    Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
    Beban per Kapita: RM 57,605
    -
    2017
    Populasi: 32.54 juta
    Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
    Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
    Beban per Kapita: RM 54,910
    -
    2016
    Populasi: 32.04 juta
    Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
    Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
    Beban per Kapita: RM 52,699
    -
    2015
    Populasi: 31.52 juta
    Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
    Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
    Beban per Kapita: RM 51,253
    -
    2014
    Populasi: 30.98 juta
    Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
    Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
    Beban per Kapita: RM 47,927
    -
    2013
    Populasi: 30.42 juta
    Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
    Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
    Beban per Kapita: RM 44,992
    -
    2012
    Populasi: 29.85 juta
    Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
    Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
    Beban per Kapita: RM 41,326
    -
    2011
    Populasi: 29.26 juta
    Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
    Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
    Beban per Kapita: RM 37,904
    -
    2010
    Populasi: 28.65 juta
    Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
    Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
    Beban per Kapita: RM 34,488
    -
    2009
    Populasi: 28.04 juta
    Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
    Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
    Beban per Kapita: RM 31,326
    -
    2008
    Populasi: 27.45 juta
    Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
    Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
    Beban per Kapita: RM 26,155
    -
    2007
    Populasi: 26.86 juta
    Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
    Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 25,316
    -
    2006
    Populasi: 26.26 juta
    Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
    Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
    Beban per Kapita: RM 23,381
    -
    2005
    Populasi: 25.66 juta
    Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
    Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 21,940
    -
    2004
    Populasi: 25.06 juta
    Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
    Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
    Beban per Kapita: RM 20,550
    -
    2003
    Populasi: 24.46 juta
    Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
    Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 18,560
    -
    2002
    Populasi: 23.87 juta
    Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
    Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 16,798
    -
    2001
    Populasi: 23.28 juta
    Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
    Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
    Beban per Kapita: RM 15,162
    -
    2000
    Populasi: 22.69 juta
    Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
    Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
    Beban per Kapita: RM 13,574
    -
    1999
    Populasi: 22.11 juta
    Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
    Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
    Beban per Kapita: RM 12,210
    -
    1998
    Populasi: 21.53 juta
    Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
    Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
    Beban per Kapita: RM 10,821

    BalasHapus
  75. Santai, dengan defisit anggaran masih dibawah 3 persen, indonesia masih memiliki ruang fiskal yang lebih luas dibandingkan Malaysia yang masih berjuang keras menekan defisit anggarannya. Pada tahun 2025 defisit Malaysia berada di angka 3,8% dan baru ditargetkan turun perlahan ke angka 3,5% di tahun 2026 ini melalui kebijakan pemangkasan subsidi energi secara bertahap 😁

    Next akuisisi pesawat peringatan dini dengan teknologi integrasi dan asistensi dari turki atau india 😌

    BalasHapus
  76. Shocking 😱 While the Entire World Economy is COLLAPSING.

    ‎🇮🇳India Has OFFICIALLY Become the FASTEST GROWING MAJOR ECONOMY in the WORLD! 🔥 as per NEW Report.

    ‎🇨🇳China? Struggling.
    ‎🇺🇸US ? Barely crawling.
    ‎🇪🇺 Europe? Stuck in the mud, gasping for air.

    ‎🇮🇳But India? DOMINATING with a jaw-dropping 7.7% GDP GROWTH.

    ‎🇮🇩 INDONESIA is now the 2nd FASTEST GROWING MAJOR ECONOMY on Earth

    ‎https://x.com/i/status/2062894739351843047

    BalasHapus
  77. PARAH WOY....HUTANG MALONDESH MISKIN BIN BOTOL SUDAH BOMBASTIS LEBIH KUAT DARI MEROKET.....NEGARA CIPUT HUTANG NYA WADIDAW BOMBASTIS....💩💩💩💩💩💩🤡🤡🤡🤡🤡🤡

    2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
    (Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
    -
    2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
    (Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)

    BalasHapus
  78. 1️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2026
    -
    Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
    -
    Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
    -
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
    -
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
    -
    Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
    --------------------------------
    2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
    -
    Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
    -
    Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
    -
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
    --------------------------------
    KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
    1. Identification of Needs:
    The Malaydeshn Armed Forces (MAF) first identifies its operational requirements and strategic defense needs. This involves assessments of current threats, technological advancements, and the lifespan of existing equipment. For example, the Royal Malaydeshn Navy might identify a need for new littoral mission ships (LMS) or the Royal Malaydeshn Air Force for multi-role combat aircraft.
    -----------------
    2. Budget Allocation and Approval:
    Defense spending is a significant part of the national budget. The Ministry of Defence (MINDEF) prepares budget proposals, which are then subject to approval by the Malaydeshn Parliament. For major acquisitions, special allocations or supplementary budgets may be required.
    -----------------
    3. Procurement Methods:
    Malaydesh employs various procurement methods, including:
    * Direct Negotiation: For specialized equipment or where only a few suppliers exist, direct negotiation with manufacturers or foreign governments is common.
    * International Tendering: For more competitive markets, international tenders are issued, allowing various global defense contractors to bid.
    * Government-to-Government (G2G) Agreements: Sometimes, procurement is done directly between the Malaydeshn government and a foreign government, which can facilitate financing options.
    -----------------
    4. Financing Options – How Loans Come In:
    When the outright purchase of military equipment is too costly for the immediate national budget, loans become a crucial financing mechanism. Here are the common sources and types of loans:
    • Commercial Bank Loans:
    a. Syndicated Loans: A group of banks might come together to provide a large loan to the Malaydeshn government or a specific government entity responsible for procurement. These are often arranged through international financial institutions.
    b. Export Credit Agencies (ECAs): Many countries that export defense equipment have ECAs (e.g., UKEF in the UK, EXIM Bank in the US, Euler Hermes in Germany). These agencies provide loan guarantees, direct loans, or insurance to facilitate exports from their respective countries. If Malaydesh buys equipment from a French company, for instance, a French ECA might offer favorable financing terms to secure the deal for the French exporter. This is a very common source of financing for defense deals.
    • Foreign Government Loans/Credits:
    a. Soft Loans/Concessional Loans: Sometimes, a foreign government might offer loans with very favorable terms (low interest rates, long repayment periods) as part of a broader diplomatic or strategic partnership, or to stimulate their own defense industry's exports.
    b. Defense Cooperation Agreements: These agreements can sometimes include provisions for financial assistance or credit lines for military purchases.
    • Bonds/Sukuk:
    a. The Malaydeshn government could issue sovereign bonds or Islamic bonds (Sukuk) in domestic or international markets to raise funds for general expenditure, which could include military procurement. While not direct "loans" for a specific piece of equipment, they are a way to raise capital.

    BalasHapus
  79. SALAM SAMURAI BONDS
    The Government of MALAYDESH 's 200bil yen (RM7.3bil) 10-year Samurai bonds due 2029
    ---------------
    SALAM PANDA BONDS
    The China Construction Bank is proposing to issue panda bonds for MALAYDESH to help with the country's finances.
    -
    2026
    Populasi: 36.38 juta
    Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
    Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
    Beban per Kapita: RM 94,544
    -
    2025
    Populasi: 35.97 juta
    Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
    Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
    Beban per Kapita: RM 81,998
    -
    2024
    Populasi: 34.67 juta
    Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
    Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
    Beban per Kapita: RM 79,315
    -
    2023
    Populasi: 35.12 juta
    Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
    Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
    Beban per Kapita: RM 74,587
    -
    2022
    Populasi: 34.69 juta
    Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
    Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
    Beban per Kapita: RM 70,901
    -
    2021
    Populasi: 34.28 juta
    Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
    Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
    Beban per Kapita: RM 67,667
    -
    2020
    Populasi: 33.87 juta
    Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
    Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
    Beban per Kapita: RM 63,464
    -
    2019
    Populasi: 33.45 juta
    Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
    Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
    Beban per Kapita: RM 60,179
    -
    2018
    Populasi: 33.00 juta
    Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
    Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
    Beban per Kapita: RM 57,605
    -
    2017
    Populasi: 32.54 juta
    Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
    Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
    Beban per Kapita: RM 54,910
    -
    2016
    Populasi: 32.04 juta
    Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
    Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
    Beban per Kapita: RM 52,699
    -
    2015
    Populasi: 31.52 juta
    Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
    Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
    Beban per Kapita: RM 51,253
    -
    2014
    Populasi: 30.98 juta
    Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
    Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
    Beban per Kapita: RM 47,927
    -
    2013
    Populasi: 30.42 juta
    Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
    Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
    Beban per Kapita: RM 44,992
    -
    2012
    Populasi: 29.85 juta
    Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
    Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
    Beban per Kapita: RM 41,326
    -
    2011
    Populasi: 29.26 juta
    Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
    Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
    Beban per Kapita: RM 37,904
    -
    2010
    Populasi: 28.65 juta
    Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
    Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
    Beban per Kapita: RM 34,488
    -
    2009
    Populasi: 28.04 juta
    Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
    Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
    Beban per Kapita: RM 31,326
    -
    2008
    Populasi: 27.45 juta
    Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
    Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
    Beban per Kapita: RM 26,155
    -
    2007
    Populasi: 26.86 juta
    Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
    Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 25,316
    -
    2006
    Populasi: 26.26 juta
    Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
    Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
    Beban per Kapita: RM 23,381
    -
    2005
    Populasi: 25.66 juta
    Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
    Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 21,940
    -
    2004
    Populasi: 25.06 juta
    Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
    Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
    Beban per Kapita: RM 20,550
    -
    2003
    Populasi: 24.46 juta
    Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
    Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 18,560
    -
    2002
    Populasi: 23.87 juta
    Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
    Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 16,798
    -
    2001
    Populasi: 23.28 juta
    Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
    Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
    Beban per Kapita: RM 15,162
    -
    2000
    Populasi: 22.69 juta
    Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
    Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
    Beban per Kapita: RM 13,574
    -
    1999
    Populasi: 22.11 juta
    Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
    Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
    Beban per Kapita: RM 12,210
    -
    1998
    Populasi: 21.53 juta
    Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
    Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
    Beban per Kapita: RM 10,821

    BalasHapus
  80. Top 10 Ekonomi Asia 2025 (PDB Nominal)
    1. Tiongkok: $19,39 T
    2. Jepang: $4,28 T
    3. India: $4,12 T
    4. Korea Selatan: $1,86 T
    5. Indonesia: $1,55 T
    6. Turki: $1,32 T
    7. Arab Saudi: $1,14 T
    8. Taiwan: $884 B
    9. UEA: $548 B
    10. Thailand: $546 B
    -
    2026
    Populasi: 36.38 juta
    Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
    Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
    Beban per Kapita: RM 94,544
    -
    2025
    Populasi: 35.97 juta
    Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
    Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
    Beban per Kapita: RM 81,998
    -
    2024
    Populasi: 34.67 juta
    Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
    Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
    Beban per Kapita: RM 79,315
    -
    2023
    Populasi: 35.12 juta
    Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
    Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
    Beban per Kapita: RM 74,587
    -
    2022
    Populasi: 34.69 juta
    Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
    Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
    Beban per Kapita: RM 70,901
    -
    2021
    Populasi: 34.28 juta
    Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
    Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
    Beban per Kapita: RM 67,667
    -
    2020
    Populasi: 33.87 juta
    Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
    Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
    Beban per Kapita: RM 63,464
    -
    2019
    Populasi: 33.45 juta
    Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
    Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
    Beban per Kapita: RM 60,179
    -
    2018
    Populasi: 33.00 juta
    Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
    Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
    Beban per Kapita: RM 57,605
    -
    2017
    Populasi: 32.54 juta
    Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
    Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
    Beban per Kapita: RM 54,910
    -
    2016
    Populasi: 32.04 juta
    Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
    Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
    Beban per Kapita: RM 52,699
    -
    2015
    Populasi: 31.52 juta
    Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
    Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
    Beban per Kapita: RM 51,253
    -
    2014
    Populasi: 30.98 juta
    Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
    Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
    Beban per Kapita: RM 47,927
    -
    2013
    Populasi: 30.42 juta
    Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
    Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
    Beban per Kapita: RM 44,992
    -
    2012
    Populasi: 29.85 juta
    Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
    Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
    Beban per Kapita: RM 41,326
    -
    2011
    Populasi: 29.26 juta
    Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
    Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
    Beban per Kapita: RM 37,904
    -
    2010
    Populasi: 28.65 juta
    Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
    Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
    Beban per Kapita: RM 34,488
    -
    2009
    Populasi: 28.04 juta
    Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
    Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
    Beban per Kapita: RM 31,326
    -
    2008
    Populasi: 27.45 juta
    Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
    Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
    Beban per Kapita: RM 26,155
    -
    2007
    Populasi: 26.86 juta
    Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
    Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 25,316
    -
    2006
    Populasi: 26.26 juta
    Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
    Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
    Beban per Kapita: RM 23,381
    -
    2005
    Populasi: 25.66 juta
    Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
    Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 21,940
    -
    2004
    Populasi: 25.06 juta
    Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
    Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
    Beban per Kapita: RM 20,550
    -
    2003
    Populasi: 24.46 juta
    Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
    Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 18,560
    -
    2002
    Populasi: 23.87 juta
    Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
    Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 16,798
    -
    2001
    Populasi: 23.28 juta
    Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
    Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
    Beban per Kapita: RM 15,162
    -
    2000
    Populasi: 22.69 juta
    Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
    Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
    Beban per Kapita: RM 13,574
    -
    1999
    Populasi: 22.11 juta
    Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
    Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
    Beban per Kapita: RM 12,210
    -
    1998
    Populasi: 21.53 juta
    Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
    Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
    Beban per Kapita: RM 10,821

    BalasHapus
  81. Pur,,jangan panas hati kalau jiran kau shopping aset terus dan dipercaya produsen kelas dunia,,bagus kau shopibg aset ATV, TRUCK, atau Ambulance car tak mahal pun,,biarkan indonesia yg shoping kalian gak kuat! 😎😃

    BalasHapus
  82. Pinjaman luar negeri terlalu banyak..maka mata uang nya jatuh teruk..krisis krisis krisis..

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1998 - 2026 = 28 TAHUN = NGEMIS BERAS KELAPARAN
      -
      Peringkat Kekuatan Militer ASEAN (GFP 2026)
      Indonesia – 13 Dunia (Nomor 1 ASEAN)
      Vietnam – 23
      Thailand – 24
      Singapura – 29
      Myanmar – 35
      Filipina – 41
      Malondesh – 42
      -
      2026
      Populasi: 36.38 juta
      Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
      Beban per Kapita: RM 94,544
      -
      2025
      Populasi: 35.97 juta
      Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
      Beban per Kapita: RM 81,998
      -
      2024
      Populasi: 34.67 juta
      Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
      Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
      Beban per Kapita: RM 79,315
      -
      2023
      Populasi: 35.12 juta
      Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
      Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
      Beban per Kapita: RM 74,587
      -
      2022
      Populasi: 34.69 juta
      Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
      Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
      Beban per Kapita: RM 70,901
      -
      2021
      Populasi: 34.28 juta
      Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
      Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
      Beban per Kapita: RM 67,667
      -
      2020
      Populasi: 33.87 juta
      Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
      Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
      Beban per Kapita: RM 63,464
      -
      2019
      Populasi: 33.45 juta
      Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
      Beban per Kapita: RM 60,179
      -
      2018
      Populasi: 33.00 juta
      Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
      Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 57,605
      -
      2017
      Populasi: 32.54 juta
      Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
      Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
      Beban per Kapita: RM 54,910
      -
      2016
      Populasi: 32.04 juta
      Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
      Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
      Beban per Kapita: RM 52,699
      -
      2015
      Populasi: 31.52 juta
      Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
      Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
      Beban per Kapita: RM 51,253
      -
      2014
      Populasi: 30.98 juta
      Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
      Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
      Beban per Kapita: RM 47,927
      -
      2013
      Populasi: 30.42 juta
      Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
      Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 44,992
      -
      2012
      Populasi: 29.85 juta
      Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
      Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
      Beban per Kapita: RM 41,326
      -
      2011
      Populasi: 29.26 juta
      Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
      Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
      Beban per Kapita: RM 37,904
      -
      2010
      Populasi: 28.65 juta
      Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
      Beban per Kapita: RM 34,488
      -
      2009
      Populasi: 28.04 juta
      Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
      Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
      Beban per Kapita: RM 31,326
      -
      2008
      Populasi: 27.45 juta
      Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
      Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
      Beban per Kapita: RM 26,155
      -
      2007
      Populasi: 26.86 juta
      Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
      Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 25,316
      -
      2006
      Populasi: 26.26 juta
      Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
      Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
      Beban per Kapita: RM 23,381
      -
      2005
      Populasi: 25.66 juta
      Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
      Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 21,940
      -
      2004
      Populasi: 25.06 juta
      Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
      Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
      Beban per Kapita: RM 20,550
      -
      2003
      Populasi: 24.46 juta
      Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
      Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 18,560
      -
      2002
      Populasi: 23.87 juta
      Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
      Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 16,798
      -
      2001
      Populasi: 23.28 juta
      Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
      Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
      Beban per Kapita: RM 15,162
      -
      2000
      Populasi: 22.69 juta
      Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
      Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
      Beban per Kapita: RM 13,574
      -
      1999
      Populasi: 22.11 juta
      Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
      Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
      Beban per Kapita: RM 12,210
      -
      1998
      Populasi: 21.53 juta
      Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
      Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
      Beban per Kapita: RM 10,821

      Hapus
    2. 1998 - 2026 = 28 TAHUN = NGEMIS BERAS KELAPARAN
      -
      1 IN 4 ADOLESCENTS HAD DEPRESSION
      1 IN 10 ADOLESCENTS HAD ATTEMPTED SUICIDE
      1 IN 3 PEOPLE = HAVE A MENTAL DISORDER.
      -
      2026
      Populasi: 36.38 juta
      Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
      Beban per Kapita: RM 94,544
      -
      2025
      Populasi: 35.97 juta
      Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
      Beban per Kapita: RM 81,998
      -
      2024
      Populasi: 34.67 juta
      Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
      Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
      Beban per Kapita: RM 79,315
      -
      2023
      Populasi: 35.12 juta
      Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
      Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
      Beban per Kapita: RM 74,587
      -
      2022
      Populasi: 34.69 juta
      Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
      Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
      Beban per Kapita: RM 70,901
      -
      2021
      Populasi: 34.28 juta
      Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
      Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
      Beban per Kapita: RM 67,667
      -
      2020
      Populasi: 33.87 juta
      Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
      Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
      Beban per Kapita: RM 63,464
      -
      2019
      Populasi: 33.45 juta
      Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
      Beban per Kapita: RM 60,179
      -
      2018
      Populasi: 33.00 juta
      Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
      Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 57,605
      -
      2017
      Populasi: 32.54 juta
      Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
      Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
      Beban per Kapita: RM 54,910
      -
      2016
      Populasi: 32.04 juta
      Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
      Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
      Beban per Kapita: RM 52,699
      -
      2015
      Populasi: 31.52 juta
      Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
      Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
      Beban per Kapita: RM 51,253
      -
      2014
      Populasi: 30.98 juta
      Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
      Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
      Beban per Kapita: RM 47,927
      -
      2013
      Populasi: 30.42 juta
      Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
      Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 44,992
      -
      2012
      Populasi: 29.85 juta
      Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
      Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
      Beban per Kapita: RM 41,326
      -
      2011
      Populasi: 29.26 juta
      Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
      Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
      Beban per Kapita: RM 37,904
      -
      2010
      Populasi: 28.65 juta
      Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
      Beban per Kapita: RM 34,488
      -
      2009
      Populasi: 28.04 juta
      Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
      Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
      Beban per Kapita: RM 31,326
      -
      2008
      Populasi: 27.45 juta
      Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
      Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
      Beban per Kapita: RM 26,155
      -
      2007
      Populasi: 26.86 juta
      Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
      Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 25,316
      -
      2006
      Populasi: 26.26 juta
      Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
      Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
      Beban per Kapita: RM 23,381
      -
      2005
      Populasi: 25.66 juta
      Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
      Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 21,940
      -
      2004
      Populasi: 25.06 juta
      Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
      Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
      Beban per Kapita: RM 20,550
      -
      2003
      Populasi: 24.46 juta
      Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
      Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 18,560
      -
      2002
      Populasi: 23.87 juta
      Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
      Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 16,798
      -
      2001
      Populasi: 23.28 juta
      Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
      Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
      Beban per Kapita: RM 15,162
      -
      2000
      Populasi: 22.69 juta
      Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
      Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
      Beban per Kapita: RM 13,574
      -
      1999
      Populasi: 22.11 juta
      Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
      Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
      Beban per Kapita: RM 12,210
      -
      1998
      Populasi: 21.53 juta
      Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
      Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
      Beban per Kapita: RM 10,821

      Hapus
    3. 1998 - 2026 = 28 TAHUN = NGEMIS BERAS KELAPARAN
      -
      PDB PPP =
      1 KOTA VS 13 NEGARA BAGIAN (1 NEGARA)
      ---------------------------------
      JAKARTA (1 KOTA): US$ 1,7 TRILIUN.
      -
      MALONDESH (13 NEGARA BAGIAN): US$ 1,34 TRILIUN
      ---------------------------------
      2026
      Populasi: 36.38 juta
      Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
      Beban per Kapita: RM 94,544
      -
      2025
      Populasi: 35.97 juta
      Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
      Beban per Kapita: RM 81,998
      -
      2024
      Populasi: 34.67 juta
      Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
      Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
      Beban per Kapita: RM 79,315
      -
      2023
      Populasi: 35.12 juta
      Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
      Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
      Beban per Kapita: RM 74,587
      -
      2022
      Populasi: 34.69 juta
      Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
      Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
      Beban per Kapita: RM 70,901
      -
      2021
      Populasi: 34.28 juta
      Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
      Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
      Beban per Kapita: RM 67,667
      -
      2020
      Populasi: 33.87 juta
      Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
      Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
      Beban per Kapita: RM 63,464
      -
      2019
      Populasi: 33.45 juta
      Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
      Beban per Kapita: RM 60,179
      -
      2018
      Populasi: 33.00 juta
      Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
      Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 57,605
      -
      2017
      Populasi: 32.54 juta
      Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
      Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
      Beban per Kapita: RM 54,910
      -
      2016
      Populasi: 32.04 juta
      Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
      Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
      Beban per Kapita: RM 52,699
      -
      2015
      Populasi: 31.52 juta
      Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
      Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
      Beban per Kapita: RM 51,253
      -
      2014
      Populasi: 30.98 juta
      Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
      Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
      Beban per Kapita: RM 47,927
      -
      2013
      Populasi: 30.42 juta
      Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
      Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 44,992
      -
      2012
      Populasi: 29.85 juta
      Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
      Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
      Beban per Kapita: RM 41,326
      -
      2011
      Populasi: 29.26 juta
      Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
      Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
      Beban per Kapita: RM 37,904
      -
      2010
      Populasi: 28.65 juta
      Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
      Beban per Kapita: RM 34,488
      -
      2009
      Populasi: 28.04 juta
      Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
      Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
      Beban per Kapita: RM 31,326
      -
      2008
      Populasi: 27.45 juta
      Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
      Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
      Beban per Kapita: RM 26,155
      -
      2007
      Populasi: 26.86 juta
      Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
      Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 25,316
      -
      2006
      Populasi: 26.26 juta
      Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
      Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
      Beban per Kapita: RM 23,381
      -
      2005
      Populasi: 25.66 juta
      Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
      Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 21,940
      -
      2004
      Populasi: 25.06 juta
      Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
      Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
      Beban per Kapita: RM 20,550
      -
      2003
      Populasi: 24.46 juta
      Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
      Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 18,560
      -
      2002
      Populasi: 23.87 juta
      Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
      Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 16,798
      -
      2001
      Populasi: 23.28 juta
      Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
      Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
      Beban per Kapita: RM 15,162
      -
      2000
      Populasi: 22.69 juta
      Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
      Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
      Beban per Kapita: RM 13,574
      -
      1999
      Populasi: 22.11 juta
      Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
      Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
      Beban per Kapita: RM 12,210
      -
      1998
      Populasi: 21.53 juta
      Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
      Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
      Beban per Kapita: RM 10,821

      Hapus
    4. 1️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2026
      -
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      -
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      -
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      -
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      -
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      --------------------------------
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      -
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      -
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      -
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      Financing Mechanisms
      Given the substantial costs, Malaydesh rarely relies solely on upfront cash payments for such procurements. A mix of financing options is typically employed:
      6. Foreign Military Financing (FMF) / Government-to-Government Loans:
      7. Export Credit Agency (ECA) Loans:
      8. Commercial Bank Loans/Syndicated Loans:
      9. Deferred Payment Schemes / Installment Plans:
      10. Barter or Offset Agreements (Less Common for Financing, More for Value-Added):
      -----------------
      Specific Considerations for Malaydesh
      6. Political Economy: Malaydesh's political landscape and shifting priorities can influence procurement decisions and financing structures. Changes in government might lead to re-evaluation of existing contracts or new approaches.
      7. Supplier Diversification: Malaydesh often seeks to diversify its defense suppliers (e.g., from Europe, US, China, Turkey, South Korea) to avoid over-reliance on a single source and to leverage competitive pricing and financing offers.
      8. Technology Transfer: A key demand in many Malaydeshn defense procurements is technology transfer and local industrial participation. This can influence the choice of supplier and the overall deal structure, including financing.
      9. Economic Headwinds: Global and domestic economic conditions (e.g., commodity prices, GDP growth, national debt levels) significantly impact Malaydesh's capacity to undertake large defense procurements and service any associated loans.
      10. Transparency and Governance: Concerns about transparency and good governance are increasingly important in defense spending, influencing how deals are structured and publicly communicated.
      -----------------
      Example Scenario: Acquiring MALE UAVs
      Let's imagine Malaydesh decides to acquire a squadron of MALE UAVs. The process might look like this:
      1. Requirement Definition: The Ministry of Defense identifies the need for MALE UAVs for maritime surveillance and border security.
      2. Tender/Evaluation: Various international manufacturers are invited to submit proposals.
      3. Selection: A supplier (e.g., from Turkey, China, or a European consortium) is selected based on technical specifications, cost, and overall package.
      4. Financing Negotiation:
      a. The supplier might offer a deferred payment plan for 30% of the cost.
      b. The exporting country's ECA might offer a guaranteed loan for another 50% through a consortium of international banks at competitive interest rates, spread over 10-15 years.
      c. The remaining 20% might be covered by a direct budgetary allocation as a down payment.
      d. An offset agreement could be negotiated, where the supplier agrees to invest in a Malaydeshn aerospace company or facilitate local MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul) capabilities, reducing the long-term financial burden and increasing local expertise.

      Hapus
    5. 1️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2026
      -
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      -
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      -
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      -
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      -
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      --------------------------------
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      -
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      -
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      -
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      3. Scorpene Submarines (France, early 2000s):
      a. Procurement: Malaydesh acquired two Scorpene-class submarines from France.
      b. Financing Mechanism: The financing was primarily through loans from French banks.
      c. Role of Export Credit Agency: These loans were backed by the French government’s export credit agency (likely Coface). Coface guaranteed a significant portion of the loans, mitigating the risk for the French commercial banks. This made the banks more willing to lend to Malaydesh for such a large defense acquisition.
      d. Payment Structure: The contract involved payments stretched over many years, allowing Malaydesh to integrate the cost into its long-term defense budget rather than paying a huge lump sum upfront.
      e. Significance: This is a classic example of how ECAs facilitate large, complex defense sales by providing financial assurances.
      ----------------------
      4. PT-91M “Pendekar” Tanks (Poland):
      a. Procurement: Malaydesh acquired a number of PT-91M main battle tanks from Poland.
      b. Financing Mechanism: Reports indicate export credit financing from Poland/Europe. This means Polish banks, potentially supported by Polish or European ECAs, provided loans to Malaydesh.
      c. Reason for Financing: The "total contract was too large for Malaydesh’s defense budget in one year." This highlights the core purpose of loan financing: enabling significant purchases that would otherwise strain annual budgetary allocations.
      d. Significance: Demonstrates how financing helps overcome immediate budget constraints for substantial military hardware.
      ----------------------
      5. Littoral Combat Ship (LCS):
      a. Procurement: A program to build six Littoral Combat Ships locally in Malaydesh by Boustead Naval Shipyard (BNS).
      b. Financing Mechanism: This was a mix of domestic and foreign financing.
       Domestic: Malaydeshn banks supported Boustead Naval Shipyard with loans. This is common in local defense industries, where domestic financial institutions provide working capital or project finance to the prime contractor.
       Government Payments: The Malaydeshn government made progressive payments to BNS as construction milestones were met. This is a common payment method for large projects, but often doesn't cover the full upfront cost, necessitating additional loans for the shipyard.
      c. Challenges: The mention of "Debt restructuring later became necessary due to delays" is crucial. Delays in project execution can lead to cost overruns, increased interest payments on loans, and a mismatch between payment schedules and project progress, often requiring renegotiation of financial terms.
      d. Significance: Shows how even domestically-built projects can rely on a complex web of financing, and the risks associated with project delays on financial stability.

      Hapus
    6. 1️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2026
      -
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      -
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      -
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      -
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      -
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      --------------------------------
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      -
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      -
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      -
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      1. FA-50M Fighter Jets (South Korea, 2023):
      o Procurement: Malaydesh decided to acquire FA-50M light combat aircraft from South Korea.
      o Financing Mechanism: It is "likely tied to Korean financing packages (KEXIM export credit)." KEXIM (Export-Import Bank of Korea) is South Korea's official export credit agency. They frequently provide attractive financing terms (loans, guarantees) to facilitate the sale of Korean products, especially high-value items like aircraft, ships, and infrastructure projects, to foreign buyers.
      o Details: While specific details aren't fully disclosed (common for ongoing defense deals), this is described as "A typical arrangement for aircraft sales from Korea." This implies that KEXIM's involvement with favorable loan terms is a standard practice for large Korean defense exports.
      o Significance: Illustrates the strategic use of government-backed financing to win international defense contracts.
      -----------------
      2. NGPVs (Kedah-class Patrol Vessels, 1990s–2000s):
      o Procurement: Malaydesh acquired New Generation Patrol Vessels (NGPVs), built locally under a German license.
      o Financing Mechanism: "Financing reportedly included German export credit facilities." Even though the vessels were built locally, the German intellectual property, components, and expertise involved likely warranted German financial support.
      o Role of German ECA: This would involve a German export credit agency (like Euler Hermes) providing guarantees or direct loans to facilitate the transfer of technology and key components from Germany, and to support the overall project.
      o Significance: Shows that export credit financing can also apply to licensed local production, especially when substantial foreign components or technology transfer are involved
      -----------------
      1. Financier (e.g., Foreign Banks, Export Credit Agencies): Provides loans to the buyer to facilitate the purchase. These financiers are often from the seller's country and are sometimes backed by their own government.
      2. Export Credit Agency (ECA): A key player. ECAs (like France's Coface, South Korea's KEXIM, Germany's Euler Hermes) are government-backed institutions that provide guarantees or direct financing to support their country's exports. They reduce the risk for commercial banks lending to foreign buyers, making such loans more attractive.
      -----------------
      1️⃣ DATA YANG MALAYDESH 2025
      • Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
      • Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
      • Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2025
      1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
      --------------------
      1️⃣ DATA YANG MALAYDESH 2025
      • Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
      • Persentase terhadap PDB: 84.3%
      • Jumlah penduduk Malaydesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2025
      Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang

      Hapus
    7. KLAIM UANG KUAT = NGEMIS BERAS KELAPARAN
      1. REKOR CRASH ALUTSISTA & MODERNISASI MANDEK
      • MRCA (2017–2025): Ganti MiG-29N usang ➡️ ZONK (Beralih ke LCA FA-50).
      • LCS (2011–2025): Proyek Gowind RM9-11B ➡️ ZONK (Korupsi Lumut/Boustead, 0 kapal siap).
      • SPH (2016–2025): Artileri CAESAR/K9 ➡️ ZONK (Penundaan anggaran lintas rezim).
      • MRSS (2016–2025): Logistik amfibi 15-to-5 ➡️ ZONK (Konstruksi mundur ke RMKe-13 2026).
      • Penyebab: Politik labil (5x Ganti PM, 6x Menteri Pertahanan sejak 2011).
      ----------------------------------
      2. REFORMASI EKONOMI 2023–2026 = MISKIN
      • 2026: Kemenkeu perintahkan pangkas budget operasi kementerian akibat konflik eksternal.
      • 2026: Pembekuan pengadaan militer/polisi per Januari pasca-skandal suap eks petinggi.
      • 2026: Gelombang PHK massal mencapai puncaknya (24.100 pekerja SOCSO + 5.000 internal Petronas).
      • 2025: Laporan SIPRI kosong melompong (0 transaksi/ekspor senjata besar).
      • 2024: Dokumen tahunan SIPRI nihil (Zonk, hanya mencatat sewa aset luar).
      • 2023: Kemenhan batalkan sepihak 5 tender suplai logistik dan infrastruktur pertahanan.
      ----------------------------------
      3. BEBAN UTANG PER KAPITA 2026
      • Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — Lewat batas aman 65%).
      • Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — Kategori kritis ASEAN).
      • Populasi Total: 36.385.115 Jiwa.
      • Rasio Beban Warga:
      o Utang Publik/Penduduk: RM 49.196
      o Utang Domestik/Penduduk: RM 45.348
      ➡️ TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
      --------------------------------
      📌 1. Legacy of Counterinsurgency (COIN)
      Malondesh ’s military doctrine is shaped by history, especially the Communist Insurgency (1948–1989).
      For decades, the Army’s focus was jungle warfare, counter-guerrilla tactics, and territorial defense.
      This created a culture of light infantry dominance, with limited emphasis on heavy armor, artillery, or long-range strike capabilities.
      👉 Result: Even after the insurgency ended, Malondesh continued investing in riflemen and light forces, not in high-tech or heavy combined-arms forces.
      ________________________________________
      📌 2. Lack of Shift Toward Conventional Warfare
      Neighbors (Singapore, Indonesia, Vietnam, Thailand) modernized doctrines toward combined arms (armor + artillery + air support + drones).
      Malondesh , however, still emphasizes defensive posture and static territorial defense.
      Little preparation for large-scale conventional conflicts in the South China Sea or with a peer adversary.
      👉 Example: TDM has only 48 tanks (PT-91M), no medium/long-range air defense, and minimal artillery support — not sufficient for modern battlefield requirements.
      ________________________________________
      📌 3. Neglect of Joint Operations
      Modern doctrine globally stresses joint operations (Army + Navy + Air Force working seamlessly).
      Malondesh struggles here:
      The Air Force has too few planes to provide close air support.
      The Navy lacks amphibious or sealift capacity to deploy the Army quickly.
      The Army rarely trains with Navy/Air Force in large-scale exercises.
      👉 Doctrine remains service-siloed, not integrated.
      ________________________________________
      📌 4. Limited Focus on External Threats
      Official defense policy (2019 White Paper) prioritizes sovereignty defense, non-traditional security (terrorism, piracy, disasters).
      While valid, this underplays external threats like:
      China’s growing presence in South China Sea.
      Potential interstate tensions with neighbors.
      Malondesh ’s doctrine avoids offensive or deterrent concepts → remains reactive and defensive.
      ________________________________________
      📌 5. Outdated Operational Concepts
      No emphasis on drones, electronic warfare, cyber, or network-centric warfare, which are now central in modern doctrine.
      Still structured around manual infantry-heavy operations.
      Example: Lahad Datu (2013) → response was slow, infantry-based, and exposed poor surveillance, mobility, and joint command.

      Hapus
  83. Jika bener negerimu kaya dan bagus..mengapa TKI ramai bekerja di Malaysia? Jutaan manusia kerja..hahahaha..

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1998 - 2026 = 28 TAHUN = NGEMIS BERAS KELAPARAN
      -
      2026 = CUT BUDGET
      2026 = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      -
      2026
      Populasi: 36.38 juta
      Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
      Beban per Kapita: RM 94,544
      -
      2025
      Populasi: 35.97 juta
      Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
      Beban per Kapita: RM 81,998
      -
      2024
      Populasi: 34.67 juta
      Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
      Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
      Beban per Kapita: RM 79,315
      -
      2023
      Populasi: 35.12 juta
      Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
      Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
      Beban per Kapita: RM 74,587
      -
      2022
      Populasi: 34.69 juta
      Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
      Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
      Beban per Kapita: RM 70,901
      -
      2021
      Populasi: 34.28 juta
      Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
      Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
      Beban per Kapita: RM 67,667
      -
      2020
      Populasi: 33.87 juta
      Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
      Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
      Beban per Kapita: RM 63,464
      -
      2019
      Populasi: 33.45 juta
      Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
      Beban per Kapita: RM 60,179
      -
      2018
      Populasi: 33.00 juta
      Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
      Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 57,605
      -
      2017
      Populasi: 32.54 juta
      Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
      Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
      Beban per Kapita: RM 54,910
      -
      2016
      Populasi: 32.04 juta
      Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
      Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
      Beban per Kapita: RM 52,699
      -
      2015
      Populasi: 31.52 juta
      Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
      Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
      Beban per Kapita: RM 51,253
      -
      2014
      Populasi: 30.98 juta
      Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
      Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
      Beban per Kapita: RM 47,927
      -
      2013
      Populasi: 30.42 juta
      Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
      Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 44,992
      -
      2012
      Populasi: 29.85 juta
      Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
      Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
      Beban per Kapita: RM 41,326
      -
      2011
      Populasi: 29.26 juta
      Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
      Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
      Beban per Kapita: RM 37,904
      -
      2010
      Populasi: 28.65 juta
      Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
      Beban per Kapita: RM 34,488
      -
      2009
      Populasi: 28.04 juta
      Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
      Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
      Beban per Kapita: RM 31,326
      -
      2008
      Populasi: 27.45 juta
      Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
      Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
      Beban per Kapita: RM 26,155
      -
      2007
      Populasi: 26.86 juta
      Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
      Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 25,316
      -
      2006
      Populasi: 26.26 juta
      Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
      Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
      Beban per Kapita: RM 23,381
      -
      2005
      Populasi: 25.66 juta
      Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
      Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 21,940
      -
      2004
      Populasi: 25.06 juta
      Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
      Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
      Beban per Kapita: RM 20,550
      -
      2003
      Populasi: 24.46 juta
      Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
      Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 18,560
      -
      2002
      Populasi: 23.87 juta
      Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
      Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 16,798
      -
      2001
      Populasi: 23.28 juta
      Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
      Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
      Beban per Kapita: RM 15,162
      -
      2000
      Populasi: 22.69 juta
      Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
      Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
      Beban per Kapita: RM 13,574
      -
      1999
      Populasi: 22.11 juta
      Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
      Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
      Beban per Kapita: RM 12,210
      -
      1998
      Populasi: 21.53 juta
      Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
      Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
      Beban per Kapita: RM 10,821

      Hapus
    2. 1998 - 2026 = 28 TAHUN = NGEMIS BERAS KELAPARAN
      UTANG Govt = 70,5%
      UTANG HOUSEHOLD = 84,3%
      -
      2026
      Populasi: 36.38 juta
      Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
      Beban per Kapita: RM 94,544
      -
      2025
      Populasi: 35.97 juta
      Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
      Beban per Kapita: RM 81,998
      -
      2024
      Populasi: 34.67 juta
      Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
      Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
      Beban per Kapita: RM 79,315
      -
      2023
      Populasi: 35.12 juta
      Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
      Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
      Beban per Kapita: RM 74,587
      -
      2022
      Populasi: 34.69 juta
      Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
      Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
      Beban per Kapita: RM 70,901
      -
      2021
      Populasi: 34.28 juta
      Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
      Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
      Beban per Kapita: RM 67,667
      -
      2020
      Populasi: 33.87 juta
      Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
      Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
      Beban per Kapita: RM 63,464
      -
      2019
      Populasi: 33.45 juta
      Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
      Beban per Kapita: RM 60,179
      -
      2018
      Populasi: 33.00 juta
      Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
      Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 57,605
      -
      2017
      Populasi: 32.54 juta
      Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
      Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
      Beban per Kapita: RM 54,910
      -
      2016
      Populasi: 32.04 juta
      Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
      Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
      Beban per Kapita: RM 52,699
      -
      2015
      Populasi: 31.52 juta
      Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
      Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
      Beban per Kapita: RM 51,253
      -
      2014
      Populasi: 30.98 juta
      Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
      Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
      Beban per Kapita: RM 47,927
      -
      2013
      Populasi: 30.42 juta
      Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
      Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 44,992
      -
      2012
      Populasi: 29.85 juta
      Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
      Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
      Beban per Kapita: RM 41,326
      -
      2011
      Populasi: 29.26 juta
      Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
      Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
      Beban per Kapita: RM 37,904
      -
      2010
      Populasi: 28.65 juta
      Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
      Beban per Kapita: RM 34,488
      -
      2009
      Populasi: 28.04 juta
      Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
      Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
      Beban per Kapita: RM 31,326
      -
      2008
      Populasi: 27.45 juta
      Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
      Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
      Beban per Kapita: RM 26,155
      -
      2007
      Populasi: 26.86 juta
      Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
      Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 25,316
      -
      2006
      Populasi: 26.26 juta
      Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
      Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
      Beban per Kapita: RM 23,381
      -
      2005
      Populasi: 25.66 juta
      Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
      Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 21,940
      -
      2004
      Populasi: 25.06 juta
      Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
      Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
      Beban per Kapita: RM 20,550
      -
      2003
      Populasi: 24.46 juta
      Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
      Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 18,560
      -
      2002
      Populasi: 23.87 juta
      Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
      Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 16,798
      -
      2001
      Populasi: 23.28 juta
      Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
      Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
      Beban per Kapita: RM 15,162
      -
      2000
      Populasi: 22.69 juta
      Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
      Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
      Beban per Kapita: RM 13,574
      -
      1999
      Populasi: 22.11 juta
      Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
      Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
      Beban per Kapita: RM 12,210
      -
      1998
      Populasi: 21.53 juta
      Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
      Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
      Beban per Kapita: RM 10,821

      Hapus
    3. 1998 - 2026 = 28 TAHUN = NGEMIS BERAS KELAPARAN
      NGEMIS BERAS
      NGEMIS JAGUNG
      NGEMIS BATUBARA
      -
      2026
      Populasi: 36.38 juta
      Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
      Beban per Kapita: RM 94,544
      -
      2025
      Populasi: 35.97 juta
      Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
      Beban per Kapita: RM 81,998
      -
      2024
      Populasi: 34.67 juta
      Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
      Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
      Beban per Kapita: RM 79,315
      -
      2023
      Populasi: 35.12 juta
      Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
      Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
      Beban per Kapita: RM 74,587
      -
      2022
      Populasi: 34.69 juta
      Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
      Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
      Beban per Kapita: RM 70,901
      -
      2021
      Populasi: 34.28 juta
      Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
      Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
      Beban per Kapita: RM 67,667
      -
      2020
      Populasi: 33.87 juta
      Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
      Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
      Beban per Kapita: RM 63,464
      -
      2019
      Populasi: 33.45 juta
      Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
      Beban per Kapita: RM 60,179
      -
      2018
      Populasi: 33.00 juta
      Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
      Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 57,605
      -
      2017
      Populasi: 32.54 juta
      Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
      Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
      Beban per Kapita: RM 54,910
      -
      2016
      Populasi: 32.04 juta
      Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
      Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
      Beban per Kapita: RM 52,699
      -
      2015
      Populasi: 31.52 juta
      Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
      Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
      Beban per Kapita: RM 51,253
      -
      2014
      Populasi: 30.98 juta
      Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
      Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
      Beban per Kapita: RM 47,927
      -
      2013
      Populasi: 30.42 juta
      Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
      Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 44,992
      -
      2012
      Populasi: 29.85 juta
      Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
      Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
      Beban per Kapita: RM 41,326
      -
      2011
      Populasi: 29.26 juta
      Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
      Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
      Beban per Kapita: RM 37,904
      -
      2010
      Populasi: 28.65 juta
      Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
      Beban per Kapita: RM 34,488
      -
      2009
      Populasi: 28.04 juta
      Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
      Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
      Beban per Kapita: RM 31,326
      -
      2008
      Populasi: 27.45 juta
      Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
      Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
      Beban per Kapita: RM 26,155
      -
      2007
      Populasi: 26.86 juta
      Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
      Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 25,316
      -
      2006
      Populasi: 26.26 juta
      Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
      Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
      Beban per Kapita: RM 23,381
      -
      2005
      Populasi: 25.66 juta
      Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
      Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 21,940
      -
      2004
      Populasi: 25.06 juta
      Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
      Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
      Beban per Kapita: RM 20,550
      -
      2003
      Populasi: 24.46 juta
      Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
      Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 18,560
      -
      2002
      Populasi: 23.87 juta
      Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
      Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 16,798
      -
      2001
      Populasi: 23.28 juta
      Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
      Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
      Beban per Kapita: RM 15,162
      -
      2000
      Populasi: 22.69 juta
      Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
      Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
      Beban per Kapita: RM 13,574
      -
      1999
      Populasi: 22.11 juta
      Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
      Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
      Beban per Kapita: RM 12,210
      -
      1998
      Populasi: 21.53 juta
      Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
      Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
      Beban per Kapita: RM 10,821

      Hapus
    4. PERIODE 5 TAHUN .....
      EKSODUS PINDAH NEGARA = ALASAN EKONOMI
      33 ORANG PER HARI
      33 ORANG PER HARI
      ---------------------------
      Data dari Jabatan Pendaftaran Negara tersebut, berikut adalah rincian rata-rata jumlah warga yang melepas kewarganegaraan per hari:
      Periode 5 Tahun (Hingga 17 Desember 2025):
      Dengan total 61.116 orang dalam kurun waktu 1.826 hari, rata-ratanya adalah sekitar 33,4 orang per hari.
      Laju Tahunan Umum (Data 2015 - Juni 2025):
      Dengan angka stabil di kisaran 10.000 orang per tahun, rata-ratanya adalah sekitar 27,4 orang per hari.
      Sebagai perbandingan, mayoritas besar dari mereka (sekitar 93,78%) beralih menjadi warga negara Singapura, yang proses aplikasinya dapat dipantau melalui Immigration & Checkpoints Authority (ICA) Singapore.
      ________________________________________
      HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malondesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malondesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
      ________________________________________
      HUTANG BAYAR HUTANG = 2010-2025
      utang Pemerintah Malondesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      Bank Negara Malondesh (BNM): Mencatat total utang federal akhir 2025 sebesar RM 1,32 triliun (~USD 325 miliar).
      -
      Kementerian Kewangan (MOF): Laporan Economic Outlook 2025 memproyeksi biaya bunga utang (debt servicing) sebesar RM 54,7 miliar.
      -
      Lembaga Internasional: Data historis 2010–2025 tersedia di Statista dan Trading Economics.
      ________________________________________
      BUKTI TUKANG HUTANG = OVERLIMIT .....
      Rasio Utang terhadap GDP Malondesh (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 70.5
      -
      Sumber DATA : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics

      Hapus
    5. KLAIM UANG KUAT = NGEMIS BERAS KELAPARAN
      1. REKOR CRASH ALUTSISTA & MODERNISASI MANDEK
      • MRCA (2017–2025): Ganti MiG-29N usang ➡️ ZONK (Beralih ke LCA FA-50).
      • LCS (2011–2025): Proyek Gowind RM9-11B ➡️ ZONK (Korupsi Lumut/Boustead, 0 kapal siap).
      • SPH (2016–2025): Artileri CAESAR/K9 ➡️ ZONK (Penundaan anggaran lintas rezim).
      • MRSS (2016–2025): Logistik amfibi 15-to-5 ➡️ ZONK (Konstruksi mundur ke RMKe-13 2026).
      • Penyebab: Politik labil (5x Ganti PM, 6x Menteri Pertahanan sejak 2011).
      ----------------------------------
      2. REFORMASI EKONOMI 2023–2026 = MISKIN
      • 2026: Kemenkeu perintahkan pangkas budget operasi kementerian akibat konflik eksternal.
      • 2026: Pembekuan pengadaan militer/polisi per Januari pasca-skandal suap eks petinggi.
      • 2026: Gelombang PHK massal mencapai puncaknya (24.100 pekerja SOCSO + 5.000 internal Petronas).
      • 2025: Laporan SIPRI kosong melompong (0 transaksi/ekspor senjata besar).
      • 2024: Dokumen tahunan SIPRI nihil (Zonk, hanya mencatat sewa aset luar).
      • 2023: Kemenhan batalkan sepihak 5 tender suplai logistik dan infrastruktur pertahanan.
      ----------------------------------
      3. BEBAN UTANG PER KAPITA 2026
      • Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — Lewat batas aman 65%).
      • Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — Kategori kritis ASEAN).
      • Populasi Total: 36.385.115 Jiwa.
      • Rasio Beban Warga:
      o Utang Publik/Penduduk: RM 49.196
      o Utang Domestik/Penduduk: RM 45.348
      ➡️ TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
      --------------------------------
      📌 1. Nature of Corruption in Defense
      Defense procurement is especially vulnerable in Malondesh because:
      Contracts are opaque, often labeled “national security” (no public scrutiny).
      Deals are politically negotiated, not based on military needs.
      Offsets and local content requirements create opportunities for rent-seeking.
      Oversight is weak; Parliament rarely audits defense deals in depth.
      ________________________________________
      📌 2. Major Examples of Corruption & Mismanagement
      a. Littoral Combat Ship (LCS) Scandal
      Budget: RM9 billion (≈ USD 2B) approved in 2011.
      Plan: 6 Gowind-class stealth frigates (from France/Thales-DCNS via Boustead Naval Shipyard).
      Reality:
      By 2022, not a single ship delivered despite RM6B already spent.
      Designs were changed mid-way without Navy approval.
      Funds misused → overpriced contracts, subcontracting to cronies.
      Parliamentary Public Accounts Committee (PAC) found “serious mismanagement & corruption.”
      Effect: Malondesh ’s navy today still lacks new major combatants.
      ________________________________________
      b. Scorpène Submarine Scandal (2002 deal)
      Malondesh bought 2 French Scorpène submarines (~EUR 1B).
      Allegations:
      Commissions of over EUR 100M paid to Malondesh n middlemen.
      Linked to Altantuya Shaariibuu murder case (Mongolian translator who was investigating kickbacks).
      Submarines delivered, but maintenance problems + corruption controversy damaged credibility.
      ________________________________________
      c. AV8 Gempita Armored Vehicles
      Contract: RM7.5 billion for 257 vehicles (with Turkish FNSS tech transfer).
      Issues:
      Final unit cost very high (~USD 7M per vehicle, more expensive than Western IFVs).
      Questionable whether Malondesh needed so many heavy IFVs for its geography.
      Seen as more of an industrial project for DRB-HICOM than a military necessity.
      ________________________________________
      d. Helicopter & Aircraft Procurement
      MD530G light scout helicopters → ordered in 2016 (RM321M), but delivery delayed for years.
      Spare parts for Nuri helicopters (now retired) were procured at inflated prices.
      Many contracts allegedly awarded to politically connected firms with no expertise.

      Hapus
  84. KLAIM KAYA : 97.000 EKSODUS =
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    -
    Sumber Berita Utama:
    Laporan Resmi: Portal JPN Malondesh (Update 9 Jan 2026).
    Media : The Straits Times dan Harian Metro.Kompas Money dan CNBC Indonesia
    The Straits Times (Singapore): "More than 57,000 Malondeshns renounced their citizenship for Singapore's over last 5 years: Report".
    New Straits Times (Malondesh): "Economic factors, family main reasons 61,116 Malondeshns gave up citizenship".
    VnExpress International: "Nearly 94% of Malondeshns who renounced citizenship moved to Singapore".
    SAYS: "Why Thousands Of Malondeshns Are Giving Up Their Citizenship".
    RinggitPlus: "Economic And Family Factors Drive Malondeshns To Renounce Citizenship
    ________________________________________
    300.000 LOST JOBS
    300.000 LOST JOBS
    300.000 LOST JOBS
    Almost 300,000 lost their jobs in the last 4 years, Dewan Rakyat told Deputy human resources minister Abdul Rahman Mohamad says various programmes have been introduced to tackle underemployment. total of 293,639 workers lost their jobs between 2020 and Sept 26, with the manufacturing sector recording the highest number of layoffs at 75,615
    ________________________________________
    30.000 JOBS CUT PETRONAS
    30.000 JOBS CUT PETRONAS
    30.000 JOBS CUT PETRONAS
    MALONDESH 's state energy firm Petronas will reduce its workforce to ensure its long-term survival amid increasing challenges in the global operating environment .
    ________________________________________
    30.000 JOBS CUT GOVERMENTS
    30.000 JOBS CUT GOVERMENTS
    30.000 JOBS CUT GOVERMENTS
    The MALONDESH government’s decision to terminate 30,000 contract staff without a school-leaving certification has drawn backlash from the country’s public service union, which said the sudden end to long careers working for the state lacks compassion.
    ________________________________________
    33.000 REFUGEE TO AUSTRALIA
    33.000 REFUGEE TO AUSTRALIA
    33.000 REFUGEE TO AUSTRALIA
    High Commissioner Andrew GoledziNOwski said 33,000 MALONDESH s had applied for asylum in Australia in recent years, most of whom were thought NOt to be genuine refugees. "Many who overstay then apply for refugee
    ________________________________________
    HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 2010–2026
    2010: RM 407,1 Miliar
    2011: RM 456,1 Miliar
    2012: RM 501,6 Miliar
    2013: RM 547,7 Miliar
    2014: RM 582,8 Miliar
    2015: RM 630,5 Miliar
    2016: RM 648,5 Miliar
    2017: RM 686,8 Miliar
    2018: RM 1,19 Triliun
    2019: RM 1,25 Triliun
    2020: RM 1,32 Triliun
    2021: RM 1,38 Triliun
    2022: RM 1,45 Triliun
    2023: RM 1,53 Triliun
    2024: RM 1,63 Triliun
    2025: RM 1,71 Triliun
    2026: RM 1,79 Triliun
    -
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malondesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malondesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

    BalasHapus
  85. Alhamdulillah Allah swt beri rakyat Malaysia cukup makan dan enggak ngemis..kamu indondesh banyak ngemis dinegeri sendiri dan di Malaysia..malahan ada yang jadik maling di Malaysia..data2 yang kamu kongsi itu boleh..tetapi realitasnya berbeda..hihihihi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. GORILA KLAIM KAYA : 97.000 EKSODUS =
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      ---------------------------
      Sumber Berita Utama:
      Laporan Resmi: Portal JPN Malaydesh (Update 9 Jan 2026).
      Media : The Straits Times dan Harian Metro.Kompas Money
      The Straits Times (Singapore): "More than 57,000 Malaydeshns renounced their citizenship for Singapore's over last 5 years: Report".
      New Straits Times (Malaydesh): "Economic factors, family main reasons 61,116 Malaydeshns gave up citizenship".
      VnExpress International: "Nearly 94% of Malaydeshns who renounced citizenship moved to Singapore".
      SAYS: "Why Thousands Of Malaydeshns Are Giving Up Their Citizenship".
      RinggitPlus: "Economic And Family Factors Drive Malaydeshns To Renounce Citizenship
      ---------------------------
      1. ANALISIS UTANG PEMERINTAH FEDERAL
      Utang pemerintah terus meningkat secara nominal, namun rasio terhadap PDB diproyeksikan mulai stabil seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat.
      Posisi Utang: Utang Pemerintah Federal mencapai RM1,25 triliun pada akhir 2024 dan diproyeksikan menyentuh RM1,3 triliun pada pertengahan hingga akhir 2025.
      Rasio Utang terhadap PDB: Pemerintah memperkirakan rasio utang tetap berada di kisaran 64% hingga 69% hingga 2025. Meskipun di atas target jangka menengah sebesar 60%, posisi ini masih di bawah batas plafon hukum sebesar 65% untuk instrumen utang tertentu (MGS, MGII, MITB).
      Proyeksi Statista: Berdasarkan data Statista, rasio utang nasional diperkirakan akan naik tipis mencapai sekitar 70,4% pada 2025 dan stabil di kisaran 70,6% hingga 2029.
      -------------------
      2. ANALISIS UTANG RUMAH TANGGA
      Utang rumah tangga Malaydesh tetap menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan ASEAN, yang menjadi perhatian utama bagi stabilitas keuangan.
      Total Utang: Per Desember 2024, utang rumah tangga tercatat sebesar RM1,63 triliun. Angka ini terus tumbuh secara historis dari RM1,19 triliun pada 2018 hingga mencapai agregat RM1,53 triliun pada 2023.
      Rasio terhadap PDB: Berada pada level 84,1% - 84,3% pada 2024/2025.
      Komposisi: Mayoritas utang digunakan untuk pinjaman perumahan (60,5%), diikuti oleh pinjaman kendaraan dan pembiayaan pribadi.
      Risiko: Bank Negara Malaydesh (BNM) memantau ketat level ini, namun Gubernur BNM menyatakan kondisi ini masih "terkendali" karena didukung oleh aset finansial rumah tangga yang kuat dan tingkat pembayaran tepat waktu yang tinggi (rasio kredit macet hanya 1,1%).

      Hapus
    2. KLAIM UANG KUAT = NGEMIS BERAS KELAPARAN
      1. REKOR CRASH ALUTSISTA & MODERNISASI MANDEK
      • MRCA (2017–2025): Ganti MiG-29N usang ➡️ ZONK (Beralih ke LCA FA-50).
      • LCS (2011–2025): Proyek Gowind RM9-11B ➡️ ZONK (Korupsi Lumut/Boustead, 0 kapal siap).
      • SPH (2016–2025): Artileri CAESAR/K9 ➡️ ZONK (Penundaan anggaran lintas rezim).
      • MRSS (2016–2025): Logistik amfibi 15-to-5 ➡️ ZONK (Konstruksi mundur ke RMKe-13 2026).
      • Penyebab: Politik labil (5x Ganti PM, 6x Menteri Pertahanan sejak 2011).
      ----------------------------------
      2. REFORMASI EKONOMI 2023–2026 = MISKIN
      • 2026: Kemenkeu perintahkan pangkas budget operasi kementerian akibat konflik eksternal.
      • 2026: Pembekuan pengadaan militer/polisi per Januari pasca-skandal suap eks petinggi.
      • 2026: Gelombang PHK massal mencapai puncaknya (24.100 pekerja SOCSO + 5.000 internal Petronas).
      • 2025: Laporan SIPRI kosong melompong (0 transaksi/ekspor senjata besar).
      • 2024: Dokumen tahunan SIPRI nihil (Zonk, hanya mencatat sewa aset luar).
      • 2023: Kemenhan batalkan sepihak 5 tender suplai logistik dan infrastruktur pertahanan.
      ----------------------------------
      3. BEBAN UTANG PER KAPITA 2026
      • Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — Lewat batas aman 65%).
      • Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — Kategori kritis ASEAN).
      • Populasi Total: 36.385.115 Jiwa.
      • Rasio Beban Warga:
      o Utang Publik/Penduduk: RM 49.196
      o Utang Domestik/Penduduk: RM 45.348
      ➡️ TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
      --------------------------------
      📌 1. Structural Weaknesses
      Manpower-heavy, equipment-light: TDM has ~80,000 personnel, but much of its gear is old or lightly armed.
      Doctrine outdated: Still focused on counterinsurgency (legacy of communist era), not high-intensity modern warfare.
      Low mobility: Limited airlift and mechanization mean the army cannot rapidly deploy across Malondesh split geography (Peninsular vs. East Malondesh ).
      ________________________________________
      📌 2. Equipment Weaknesses
      Armored Vehicles
      Condor APCs (German-built, 1980s): Still widely used despite being obsolete, poorly protected against IEDs or modern weapons.
      Sibmas APCs (Belgian, 1980s): Aging, thin armor, limited use today.
      AV8 Gempita (locally built, 2010s): Modern, but only ~250 units → far too few to replace thousands of older vehicles.
      Main Battle Tanks (MBT): Only 48 PT-91M (Polish T-72 variant, mid-2000s). Limited firepower compared to regional peers with Leopards (Indonesia, Singapore).
      Artillery
      Mostly towed howitzers (105mm, 155mm) → outdated for rapid maneuver warfare.
      Self-propelled artillery → very limited.
      Rocket artillery → almost nonexistent compared to neighbors (Indonesia, Vietnam).
      Air Defense
      Very weak → relies on MANPADS (Igla, Starstreak) and old short-range systems.
      No medium- or long-range SAMs.
      Vulnerable to modern airstrikes.
      Aviation
      Lost Nuri helicopters (retired in 2019).
      MD530G light attack helicopters procured in 2016 → delivery delayed for years, only a few operational.
      No dedicated attack helicopters (unlike Indonesia, Singapore, Thailand).
      ________________________________________
      📌 3. Training & Readiness
      Low training hours due to budget → live-fire exercises limited.
      Joint operations weak → coordination with Navy/Air Force poor.
      Modern combined arms doctrine (armor + artillery + drones + air cover) underdeveloped.
      ________________________________________
      📌 4. Budget & Allocation Problems
      Army gets the largest share of manpower spending (salaries, pensions), but little for modernization.
      Procurement slow → many projects canceled, delayed, or scaled down.
      Example: Plans for new self-propelled artillery, drones, and air defense systems repeatedly shelved.

      Hapus
  86. DATA UTANG & BEBAN PER KAPITA (2026–1998):
    -
    2026
    Populasi: 36.38 juta
    Utang Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
    Utang Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
    Beban per Kapita: RM 94,544
    -
    2025
    Populasi: 35.97 juta
    Utang Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
    Utang Household: RM 1.65 Triliun (-%)
    Beban per Kapita: RM 81,998
    -
    2024
    Populasi: 34.67 juta
    Utang Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
    Utang Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
    Beban per Kapita: RM 79,315
    -
    2023
    Populasi: 35.12 juta
    Utang Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
    Utang Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
    Beban per Kapita: RM 74,587
    -
    2022
    Populasi: 34.69 juta
    Utang Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%) [1]
    Utang Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
    Beban per Kapita: RM 70,901 [1]
    -
    2021
    Populasi: 34.28 juta
    Utang Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
    Utang Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
    Beban per Kapita: RM 67,667
    -
    2020
    Populasi: 33.87 juta
    Utang Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
    Utang Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
    Beban per Kapita: RM 63,464
    -
    2019
    Populasi: 33.45 juta
    Utang Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
    Utang Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
    Beban per Kapita: RM 60,179
    -
    2018
    Populasi: 33.00 juta
    Utang Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
    Utang Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
    Beban per Kapita: RM 57,605
    -
    2017
    Populasi: 32.54 juta
    Utang Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
    Utang Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
    Beban per Kapita: RM 54,910
    -
    2016
    Populasi: 32.04 juta
    Utang Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
    Utang Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
    Beban per Kapita: RM 52,699
    -
    2015
    Populasi: 31.52 juta
    Utang Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
    Utang Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
    Beban per Kapita: RM 51,253
    -
    2014
    Populasi: 30.98 juta
    Utang Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
    Utang Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
    Beban per Kapita: RM 47,927
    -
    2013
    Populasi: 30.42 juta
    Utang Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
    Utang Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
    Beban per Kapita: RM 44,992
    -
    2012
    Populasi: 29.85 juta
    Utang Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
    Utang Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
    Beban per Kapita: RM 41,326
    -
    2011
    Populasi: 29.26 juta
    Utang Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
    Utang Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
    Beban per Kapita: RM 37,904
    -
    2010
    Populasi: 28.65 juta
    Utang Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
    Utang Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
    Beban per Kapita: RM 34,488
    -
    2009
    Populasi: 28.04 juta
    Utang Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
    Utang Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
    Beban per Kapita: RM 31,326
    -
    2008
    Populasi: 27.45 juta
    Utang Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
    Utang Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
    Beban per Kapita: RM 26,155
    -
    2007
    Populasi: 26.86 juta
    Utang Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
    Utang Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 25,316
    -
    2006
    Populasi: 26.26 juta
    Utang Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
    Utang Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
    Beban per Kapita: RM 23,381
    -
    2005
    Populasi: 25.66 juta
    Utang Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
    Utang Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 21,940
    -
    2004
    Populasi: 25.06 juta
    Utang Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
    Utang Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
    Beban per Kapita: RM 20,550
    -
    2003
    Populasi: 24.46 juta
    Utang Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
    Utang Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 18,560
    -
    2002
    Populasi: 23.87 juta
    Utang Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
    Utang Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 16,798
    -
    2001
    Populasi: 23.28 juta
    Utang Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
    Utang Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
    Beban per Kapita: RM 15,162
    -
    2000
    Populasi: 22.69 juta
    Utang Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
    Utang Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
    Beban per Kapita: RM 13,574
    -
    1999
    Populasi: 22.11 juta
    Utang Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
    Utang Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
    Beban per Kapita: RM 12,210
    -
    1998
    Populasi: 21.53 juta
    Utang Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
    Utang Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
    Beban per Kapita: RM 10,821

    BalasHapus
  87. KLAIM KAYA : 97.000 EKSODUS =
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    ---------------------------
    Sumber Berita Utama:
    Laporan Resmi: Portal JPN Malaydesh (Update 9 Jan 2026).
    Media : The Straits Times dan Harian Metro.Kompas Money dan CNBC Indonesia
    The Straits Times (Singapore): "More than 57,000 Malaydeshns renounced their citizenship for Singapore's over last 5 years: Report".
    New Straits Times (Malaydesh): "Economic factors, family main reasons 61,116 Malaydeshns gave up citizenship".
    VnExpress International: "Nearly 94% of Malaydeshns who renounced citizenship moved to Singapore".
    SAYS: "Why Thousands Of Malaydeshns Are Giving Up Their Citizenship".
    RinggitPlus: "Economic And Family Factors Drive Malaydeshns To Renounce Citizenship
    -------------------
    pernyataan resmi Jabatan Pendaftaran Negara (JPN) Malaydesh melalui Direktur Jenderalnya, Badrul Hisham Alias.
    -
    Berikut adalah rincian detail mengenai tren pelepasan kewarganegaraan tersebut:
    Statistik Utama (Periode 2020 – 17 Desember 2025)
    Total Warga Melepas Kewarganegaraan: Sebanyak 61.116 orang resmi menanggalkan status warga negara Malaydesh dalam rentang waktu lima tahun terakhir.
    Destinasi Utama:
    1. Singapura (93,78%): Sekitar 57.315 orang memilih menjadi warga negara Singapura. Kedekatan geografis dan peluang ekonomi menjadi faktor penentu utama.
    2. Australia (2,15%): Menempati posisi kedua sebagai tujuan migrasi.
    3. Brunei Darussalam (0,97%): Berada di posisi ketiga.
    Negara Lain (3,1%): Tersebar di berbagai negara di seluruh dunia.
    -
    Profil Demografis & Penyebab
    Mayoritas Wanita: Sekitar 57,9% (35.356 orang) dari mereka yang pindah kewarganegaraan adalah perempuan.
    Kelompok Usia: Kelompok usia produktif 31 hingga 40 tahun menjadi penyumbang terbesar, yakni sekitar 31,6% dari total pemohon.
    -
    Faktor Pendorong: Keputusan ini didorong oleh dua faktor utama: ekonomi (mencari standar hidup dan nilai tukar mata uang yang lebih baik) serta alasan keluarga (seperti pernikahan dengan warga negara asing).


    BalasHapus
  88. DATA UTANG MALAYDESH 2026
    -
    Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
    -
    Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
    -
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
    -
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
    -
    Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
    --------------------------------
    2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
    -
    Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
    -
    Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
    -
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
    --------------------------------
    3️⃣ ANALISIS UTANG MALAYDESH
    -
    Beban Individu: RM 94.544 per orang.
    -
    70,5% Overlimit Utang pemerintah = batas limit 65%/PDB
    -
    DSC (Debt Service Charges) meningkat > ruang fiskal sempit
    -
    Risiko Ekonomi: Rasio utang rumah tangga 84,3% terhadap PDB mengancam daya beli masyarakat.
    --------------------------------
    KONON KAYA = 97.000 EKSODUS
    EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI

    EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    --------------------
    keadaan ekonomi "Malaydesh" yang sebenarnya pada awal Januari 2026 dapat diuraikan sebagai berikut:
    Eksodus Warga Negara: Terdapat tren signifikan di mana puluhan ribu warga negara "Malaydesh" melepaskan kewarganegaraan mereka, dengan total lebih dari 97.000 orang antara 2015 hingga Juni 2025.
    Faktor Ekonomi: Alasan utama yang dikutip untuk eksodus ini adalah faktor ekonomi dan keluarga. Hal ini menunjukkan adanya tekanan ekonomi domestik atau peluang ekonomi yang lebih baik di negara lain.
    Destinasi Utama: Mayoritas dari mereka (lebih dari 93%) pindah ke Singapura, yang mengindikasikan adanya disparitas pendapatan dan peluang kerja yang signifikan antara "Malaydesh" dan Singapura
    --------------------
    1️⃣ DATA YANG MALAYDESH 2025
    • Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
    • Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
    • Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
    2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2025
    1.30 triliun = 1,300,000,000,000
    Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
    3️⃣ Ringkasan dalam tabel
    Periode Total Utang (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM) Kenaikan per Orang (RM)
    Akhir 2024 1.25 35,977,838 34,735 –
    Juni 2025 1.30 35,977,838 36,139 +1,404
    4️⃣ Analisis
    • Dalam 6 bulan pertama 2025, utang per penduduk naik sekitar RM 1,404.
    • Kenaikan ini setara dengan +4% dibanding akhir 2024.
    • Artinya, setiap warga Malaydesh secara rata-rata “menanggung” tambahan utang sekitar RM 234 per bulan selama periode tersebut.
    --------------------
    1️⃣ DATA YANG MALAYDESH 2025
    • Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
    • Persentase terhadap PDB: 84.3%
    • Jumlah penduduk Malaydesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
    2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2025
    Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang
    3️⃣ Ringkasan dalam tabel
    Periode Total Utang Rumah Tangga (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM)
    Maret 2025 1.65 35,977,838 45,859
    4️⃣ Analisis
    • Setiap penduduk Malaydesh, secara rata-rata, “menanggung” utang rumah tangga sekitar RM 45,859.
    • Angka ini lebih tinggi dibanding utang per kapita pemerintah federal yang kita hitung sebelumnya (sekitar RM 36 ribu per orang).
    • Jika digabungkan (utang pemerintah + utang rumah tangga), beban utang total per kapita bisa mendekati RM 82 ribu.
    Rasio 84.3% dari PDB menunjukkan bahwa utang rumah tangga Malaydesh relatif tinggi dibanding ukuran ekonominya, yang dapat memengaruhi daya beli dan risiko keuangan rumah tangga jika suku bunga

    BalasHapus