Ares REMAX 4 RCWS (photos: Technologia & Defesa)
Majalah Brasil Tecnologia & Defesa menerbitkan artikel pada 20 Mei 2026, tentang pemasangan peluncur senjata REMAX (Reparo de Metralhadora Automatizada X) 4 RCWS (Remotely Controlled Weapon System) dari ARES Aerospace and Defense Brasil pada kendaraan lapis baja M113 Angkatan Darat Kerajaan Thailand, diikuti dengan demonstrasi lapangan tentang kinerja dan kemampuannya.
Sistem ARES REMAX 4 RCWS diangkut dari Brasil pada akhir April 2026, dan tiba di Thailand pada 14 Mei 2026. Sistem ini dipasang dalam satu hari oleh personel ARES pada senapan serbu M113 dari Batalyon Infanteri ke-2, Resimen Infanteri ke-12, Royal Guard, Divisi Infanteri ke-2, Royal Guard. Ini sebagai tambahan dari senapan mesin FN MAG 7.62mm yang terlihat dalam gambar.
ARES REMAX 4 RCWS juga dapat dipasangi senapan mesin berat M2 93mm kaliber .50, peluncur granat otomatis AGL 40mm, atau bahkan rudal anti-tank ATGM.
Resimen Infanteri ke-12, Royal Guard, adalah unit infanteri mekanis Angkatan Darat Kerajaan Thailand yang dilengkapi dengan kendaraan pengangkut personel lapis baja M113A3 buatan AS. Modernisasi, jika dilakukan, akan meningkatkan kemampuannya dan memperpanjang masa operasionalnya.
(AAG)



.jpeg)
Doorrrr
BalasHapusAres REMAX 4 RCWS,
Hapusnama ares macam tempelan asal meriam pandur kita yak haha!🤗🤭🤓
Juni 2026 Aset Baruw
BalasHapus✅️DRASS
✅️MI17
✅️KA32
✅️BLEKHOK
✅️ASELSAN GERGEDAN EW
✅️Truk Kamaz
✅️Welkam Khan Batch 2 hore haha!🥳🚀🦾
warganyet kl, PANIK🥶KOYAK haha!😭🤪🍌
Aplot min
https://www.instagram.com/reel/DZ1mZXZx7Hz/
LISTRIK = IMPOR BATUBARA INDONESIA
BalasHapusPERUT KELAPARAN = IMPOR JAGUNG BERAS INDONESIA
TENAGA KESEHATAN = IMPOR KARENA EKSODUS/MIGRASI
GAS = PETRONAS IMPOR PERTAMINA
-
2026
Populasi: 36.38 juta
Utang Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Utang Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Utang Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Utang Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Utang Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Utang Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Utang Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Utang Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Utang Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%) [1]
Utang Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901 [1]
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Utang Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Utang Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Utang Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Utang Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Utang Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Utang Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Utang Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Utang Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Utang Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Utang Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Utang Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Utang Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Utang Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Utang Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Utang Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Utang Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Utang Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Utang Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Utang Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Utang Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Utang Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Utang Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Utang Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Utang Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Utang Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Utang Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Utang Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Utang Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Utang Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Utang Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Utang Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Utang Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Utang Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Utang Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Utang Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Utang Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Utang Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Utang Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Utang Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Utang Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Utang Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Utang Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Utang Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Utang Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574
-
1999
Populasi: 22.11 juta
Utang Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
Utang Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
Beban per Kapita: RM 12,210
-
1998
Populasi: 21.53 juta
Utang Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
Utang Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
Beban per Kapita: RM 10,821
LISTRIK = IMPOR BATUBARA INDONESIA
BalasHapusPERUT KELAPARAN = IMPOR JAGUNG BERAS INDONESIA
TENAGA KESEHATAN = IMPOR KARENA EKSODUS/MIGRASI
GAS = PETRONAS IMPOR PERTAMINA
---------------------------------
KATA KUNCI IMPOR TENAGA KESEHATAN = BERUK EKSODUS/MIGRASI
-
FAKTOR UTAMA IMPOR TENAGA KESEHATAN DI MALAYDESH
TINGGINYA ANGKA BRAIN DRAIN:
Banyak dokter kontrak dan perawat berpengalaman asal Malaydesh memilih mengundurkan diri dan bermigrasi ke luar negeri (seperti ke Singapura, Australia, atau Timur Tengah) karena beban kerja yang ekstrem, jam kerja yang panjang, dan kompensasi yang dirasa kurang kompetitif.
-
PENYUSUTAN JUMLAH TENAGA MEDIS BARU:
Terjadi penurunan drastis pada jumlah house officers (dokter magang) di Malaydesh, dari yang semula mencapai lebih dari 5.000–6,000 orang per tahun menjadi hanya sekitar 3.000-an orang. Akibatnya, terjadi kekosongan posisi yang besar di rumah sakit publik.
--------------------------------
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
keadaan ekonomi "Malaydesh" yang sebenarnya pada awal Januari 2026 dapat diuraikan sebagai berikut:
Eksodus Warga Negara: Terdapat tren signifikan di mana puluhan ribu warga negara "Malaydesh" melepaskan kewarganegaraan mereka, dengan total lebih dari 97.000 orang antara 2015 hingga Juni 2025
--------------------------------
PERTAMINA TAGIH PETRONAS
Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).
--------------------------------
ALASAN TAWAR Rp.10.000 = SUBSIDI BERAS
Standar Harga Malaydesh: Di pasar domestik Mala, kisaran harga eceran beras lokal dikontrol ketat oleh pemerintah malondesh dan berada di kisaran MYR 1,87 hingga MYR 2,99 per kg. Pemerintah Malaydesh yang memberikan subsidi sebesar RM150 juta untuk menjaga harga Beras Putih Lokal agar tetap murah dan stabil di pasaran.
-
DATA EKSPOR BERAS RI-MALONDESH
-
Volume & Nilai: 200.000 ton dengan potensi transaksi Rp2 triliun (CNN Indonesia).
-
Tawaran Malondesh: Di bawah Rp10.000 per kg (CNBC Indonesia).
-
Premium Rp14.500/kg) (CNBC Indonesia).
-
Faktor Pendukung: Cadangan beras nasional melimpah mencapai rekor 5,2 juta ton (Kumparan).
----------------------------------
MALONDESH IMPOR JAGUNG INDONESIA
• Kompas: Membahas langkah komitmen pemerintah Indonesia untuk menyetop impor dan memperkuat posisi sebagai pengekspor jagung ke Malondesh. Informasi ini dapat divalidasi melalui Kompas Money.
• ANTARA News: Kantor berita nasional ini merekam sejarah awal kerja sama pengiriman komoditas jagung ke Malondesh sejak beberapa tahun lalu. Rinciannya terdapat pada ANTARA News.
• Kumparan: Memuat pernyataan resmi pemerintah mengenai target swasembada pangan serta kesiapan Indonesia dalam memenuhi pasar ekspor jagung ke negara tetangga. Simak ulasannya di Kumparan Bisnis.
---------------------------------
LISTRIK BERGANTUNG KE INDONESIA
MALONDESH IMPOR = 23,97 JUTA METRIK TON (MT) BATUBARA
-
Volume impor batubara Malondesh dari Indonesia menunjukkan tren yang signifikan, menempatkan Malondesh sebagai salah satu dari lima tujuan ekspor terbesar bagi batubara Indonesia.
Berdasarkan data realisasi tahun 2024 dan 2025, berikut adalah rincian volumenya:
Tahun 2025: Malondesh mengimpor sebanyak 23,97 juta metrik ton (MT) batubara dari Indonesia.
Tahun 2024: Volume impor tercatat sebesar 27,18 juta ton, yang menunjukkan adanya sedikit penurunan volume pada tahun berikutnya.
-
Ketergantungan: Malondesh sangat bergantung pada pasokan Indonesia, di mana lebih dari 50% hingga 80% total kebutuhan batubara nasionalnya dipasok oleh Indonesia.
PARAH GUYS......INIKAH HASIL MALAYDESH YANG MENDUNIA KONON IQ SUPER DAN LULUSAN TOP UNIVERSITY 🤡🤡🤡🤡🤣🤣🤣🤣🤣
BalasHapusWondaleaf adalah kondom uniseks pertama di dunia yang bisa dipakai oleh pria maupun wanita.Berikut adalah fakta lengkapnya:
- Pencipta: Diciptakan oleh Dr. John Tang Ing Chinh, seorang dokter ahli kandungan (ginekolog) dari Malaydesh.
- Bahan: Terbuat dari poliuretan kelas medis yang tipis, kuat, dan biasa dipakai untuk pembalut luka.
- Cara Kerja: Memiliki perekat di salah satu sisinya. Perekat ini bisa ditempelkan ke area kelamin pria (penis) atau wanita (vagina).
- Keunggulan: Kondom ini tidak memiliki bagian luar atau dalam, sehingga bisa dibolak-balik. Bagian perekatnya juga memberikan perlindungan ekstra untuk area sekitar kelamin.
https://www.kompas.com/sains/read/2021/10/28/113200823/pertama-di-dunia-peneliti-malaysia-kembangkan-kondom-unisex
#TAMATLAH SUDAH ALKISAH KAMI 🤡🤡🤡🤡🤣🤣🤣🤣🤣
5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
BalasHapus6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS NSM
-
2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin
--------------------------------
Pakistan (JF-17): Hanya sebatas minat, kesepakatan tidak pernah final.
-
India (Tejas): Negosiasi tingkat lanjut untuk ganti MiG-29, namun gagal terpilih.
-
Turki (Yavuz): Rencana akuisisi SPH 155mm yang terus-menerus ditinjau ulang tanpa hasil.
-
Prancis (Nexter): Sudah tanda tangan LoI (2016) untuk 20 unit, tapi tidak berlanjut ke kontrak.
-
Indonesia (PT PAL): Klaim kontrak kapal MRSS akan diteken Agustus, namun batal terealisasi.
-
Prancis (Rafale): Sempat klaim hanya bicara dengan Dassault untuk 18 unit, tapi akhirnya tidak dibeli.
-
Slovakia (EVA): Ekspektasi kesepakatan SPH 155mm yang berakhir tanpa kontrak.
-
China (KS-1A): Persetujuan prinsip pembelian rudal dan transfer teknologi yang tidak terwujud.
-
PBB (IAG Guardian): Kendaraan ditolak PBB karena tidak memenuhi syarat operasional, biaya tidak diganti.
--------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
________________________________________
Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
-
Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
-
CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
-
The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
-
MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
-
Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
ORANG KAYA SHOPING CAESAR SPH BARU...CASH ya guys.....😎😎😎
BalasHapus10 TAHUN ADS PRANK SPH = BERUK KLAIM SHOPPING
Hapus2026 : KNDS – ADS
2016 : NEXTER – ADS
2026 : KNDS – ADS : AKAN 18 SPH
2016 : NEXTER – ADS : PRANK LOI 20 SPH
-----------
2025-2016 = 10 TAHUN PRANK SPH
2016 LOI SPH CAESAR
2016 LOI SPH CAESAR
PRANK NEXTER :Nexter in cooperation with Advanced Defense Systems (ADS) is proposing the CAESAR 155mm 52 .cal self propelled howitzer to the Malaydesh n Army, in order to fill a capability gap. An LoI is signed during day three of DSA 2016.
20 units are to be supplied, which include the supporting vehicles, and will boost the Malaydesh n Army's firepower inventory.
-----------
2026 SPH VERSI AKAN : UANG KOPI ......
BUKAN MINDEF = MIDDLEMAN (UANG KOPI)
Representatives of KNDS and its local industrial partner Advanced Defense System (ADS Sdn Bhd) formalized an order for 18 CAESAR artillery systems on Tuesday, 16 June 2026, during the 2026 edition of Eurosatory
--------------------------------
DEBT 84.3% DARI GDP
2. DEBT NEGARA RM 1.63 TRLLIUN
3. DEBT 1MDB RM 18.2 BILLION
4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
5. DEBT KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
6. SEWA SIMULATOR MKM
7. PESAWAT MIG GROUNDED
8. SEWA MOTOR POLIS
9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
15. NO LST
16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
17. NO TANKER
18. NO KCR
19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
20. NO SPH
21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
22. NO HELLFIRE
23. NO MPA ATR72 DELAYED
24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
27. LCS MANGKRAK KARATAN
28. OPV MANGKRAK
29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
32. RADAR GIFTED PAID USA
33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
34. SEWA VVSHORAD
35. SEWA TRUK 3 TON
36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
37. C130H DIGANTI 2045
38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
41. NO TRACKED SPH
42. SEWA SIMULATOR HELI
43. SPH CANCELLED
44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
45. NO PESAWAT COIN
46. PILATUS MK II KARATAN
47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
51. LYNX GROUNDED
52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
--------------------------------
SEWA = HUTANG 84.3% DARI GDP = NO SHOPPING
1. SEWA 28 HELI
2. SEWA L39 ITCC
3. SEWA EC120B
4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
6. SEWA HOVERCRAFT
7. SEWA AW139
8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
9. SEWA UTILITY BOAT
10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
12. SEWA MV AISHAH AIM 4
13. SEWA BMW R1250RT
14. SEWA 4X4 VECHICLE
15. SEWA VSHORAD
16. SEWA TRUCK
17. SEWA HONDA CIVIC
18. SEWA PATROL BOATS
19. SEWA OUTBOARD MOTORS
20. SEWA TRAILERS
21. SEWA SUPERBIKES
22. SEWA SIMULATOR MKM
23. SEWA 12 AW149 TUDM
24. SEWA 4 AW139 TUDM
25. SEWA 5 EC120B TUDM
26. SEWA 2 AW159 TLDM
27. SEWA 4 UH-60A TDM
28. SEWA 12 AW149 TDM
29. SEWA 4 AW139 BOMBA
30. SEWA 2 AW159 MMEA
31. SEWA 7 BELL429 POLIS
32. SEWA MOTOR POLIS
10 TAHUN ADS PRANK SPH = BERUK KLAIM SHOPPING
Hapus2026 : KNDS – ADS
2016 : NEXTER – ADS
2026 : KNDS – ADS : AKAN 18 SPH
2016 : NEXTER – ADS : PRANK LOI 20 SPH
-----------
2025-2016 = 10 TAHUN PRANK SPH
2016 LOI SPH CAESAR
2016 LOI SPH CAESAR
PRANK NEXTER :Nexter in cooperation with Advanced Defense Systems (ADS) is proposing the CAESAR 155mm 52 .cal self propelled howitzer to the Malaydesh n Army, in order to fill a capability gap. An LoI is signed during day three of DSA 2016.
20 units are to be supplied, which include the supporting vehicles, and will boost the Malaydesh n Army's firepower inventory.
-----------
2026 SPH VERSI AKAN : UANG KOPI ......
BUKAN MINDEF = MIDDLEMAN (UANG KOPI)
Representatives of KNDS and its local industrial partner Advanced Defense System (ADS Sdn Bhd) formalized an order for 18 CAESAR artillery systems on Tuesday, 16 June 2026, during the 2026 edition of Eurosatory
----------------------------------
Pakistan (JF-17): Hanya sebatas minat, kesepakatan tidak pernah final.
-
India (Tejas): Negosiasi tingkat lanjut untuk ganti MiG-29, namun gagal terpilih.
-
Turki (Yavuz): Rencana akuisisi SPH 155mm yang terus-menerus ditinjau ulang tanpa hasil.
-
Prancis (Nexter): Sudah tanda tangan LoI (2016) untuk 20 unit, tapi tidak berlanjut ke kontrak.
-
Indonesia (PT PAL): Klaim kontrak kapal MRSS akan diteken Agustus, namun batal terealisasi.
-
Prancis (Rafale): Sempat klaim hanya bicara dengan Dassault untuk 18 unit, tapi akhirnya tidak dibeli.
-
Slovakia (EVA): Ekspektasi kesepakatan SPH 155mm yang berakhir tanpa kontrak.
-
China (KS-1A): Persetujuan prinsip pembelian rudal dan transfer teknologi yang tidak terwujud.
-
PBB (IAG Guardian): Kendaraan ditolak PBB karena tidak memenuhi syarat operasional, biaya tidak diganti.
--------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 2010–2026
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malondesh 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
________________________________________
Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
-
Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
-
CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
-
The Edge Malondesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
-
MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
-
Kementerian Kewangan (MOF) Malondesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
10 TAHUN ADS PRANK SPH = BERUK KLAIM SHOPPING
Hapus2026 : KNDS – ADS
2016 : NEXTER – ADS
2026 : KNDS – ADS : AKAN 18 SPH
2016 : NEXTER – ADS : PRANK LOI 20 SPH
-----------
2025-2016 = 10 TAHUN PRANK SPH
2016 LOI SPH CAESAR
2016 LOI SPH CAESAR
PRANK NEXTER :Nexter in cooperation with Advanced Defense Systems (ADS) is proposing the CAESAR 155mm 52 .cal self propelled howitzer to the Malaydesh n Army, in order to fill a capability gap. An LoI is signed during day three of DSA 2016.
20 units are to be supplied, which include the supporting vehicles, and will boost the Malaydesh n Army's firepower inventory.
-----------
2026 SPH VERSI AKAN : UANG KOPI ......
BUKAN MINDEF = MIDDLEMAN (UANG KOPI)
Representatives of KNDS and its local industrial partner Advanced Defense System (ADS Sdn Bhd) formalized an order for 18 CAESAR artillery systems on Tuesday, 16 June 2026, during the 2026 edition of Eurosatory
----------------------------------
Pakistan (JF-17): Hanya sebatas minat, kesepakatan tidak pernah final.
-
India (Tejas): Negosiasi tingkat lanjut untuk ganti MiG-29, namun gagal terpilih.
-
Turki (Yavuz): Rencana akuisisi SPH 155mm yang terus-menerus ditinjau ulang tanpa hasil.
-
Prancis (Nexter): Sudah tanda tangan LoI (2016) untuk 20 unit, tapi tidak berlanjut ke kontrak.
-
Indonesia (PT PAL): Klaim kontrak kapal MRSS akan diteken Agustus, namun batal terealisasi.
-
Prancis (Rafale): Sempat klaim hanya bicara dengan Dassault untuk 18 unit, tapi akhirnya tidak dibeli.
-
Slovakia (EVA): Ekspektasi kesepakatan SPH 155mm yang berakhir tanpa kontrak.
-
China (KS-1A): Persetujuan prinsip pembelian rudal dan transfer teknologi yang tidak terwujud.
-
PBB (IAG Guardian): Kendaraan ditolak PBB karena tidak memenuhi syarat operasional, biaya tidak diganti.
--------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 2010–2026
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malondesh 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
________________________________________
Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
-
Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
-
CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
-
The Edge Malondesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
-
MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
-
Kementerian Kewangan (MOF) Malondesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
Hapus-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
--------------------------------
Realitas SIPRI 2025: Belanja Nyata vs Lembar Kosong
Perbandingan realisasi transfer senjata internasional (2024–2025):
INDONESIA (1 Lembar Penuh): Sukses mengamankan aset strategis:
Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Anka-S UAV, Air Refuel System.
Laut: PPA-L-Plus, Ship Engines, Mesin LM-2500.
Rudal/Darat: Rudal BORA, Rudal KHAN, Mesin TP400-D6.
GRUP "SALAM KOSONG": Tidak mencatatkan aktivitas belanja/transfer senjata signifikan di SIPRI:
Malaydesh (Stagnasi total 6 tahun).
Timor Leste, Kamboja, Laos, Brunei.
-
Peringkat Kekuatan Militer ASEAN (GFP 2026)
Dominasi Indonesia di puncak hirarki regional:
Indonesia (Peringkat 13 Dunia) – Hegemon Mutlak
Vietnam (Peringkat 23)
Thailand (Peringkat 24)
Singapura (Peringkat 29)
Myanmar (Peringkat 35)
Filipina (Peringkat 41)
Malaydesh (Peringkat 42) – Terlempar ke papan bawah
-
Analisa Ekonomi: "The Great Decoupling"
Indonesia secara resmi keluar dari level persaingan regional menuju elit global:
Kasta Elit Dunia: Indonesia Peringkat 6 Dunia (PDB PPP), melampaui Brasil, Inggris, dan Prancis.
Jurang Ekonomi: Ekonomi Indonesia secara riil (PPP) adalah 4,24 kali lipat lebih besar dari Malaydesh.
Kesehatan Fiskal: Rasio utang Indonesia sehat (~40%), sementara Malaydesh kritis (~69%) dengan proyeksi utang RM 1,79 Triliun pada 2026.
-
Status Pertahanan: Modernisasi vs Demiliterisasi
Indonesia (Modernisasi Masif): Melakukan hilirisasi ekonomi untuk membiayai alutsista premium (Rafale, Scorpene, KF-21).
Malaydesh (Demiliterisasi De Facto):
Siklus Prank: Kegagalan kontrak berulang (Rafale, Tejas, F-18 Kuwait).
Negara Leasing: Bergantung pada sewa (Black Hawk, AW139) karena tidak mampu beli tunai.
Pembekuan Total: PM Anwar Ibrahim menghentikan pengadaan akibat skandal korupsi dan krisis utang.
SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
Hapus-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
--------------------------------
Realisasi Impor Senjata Global (SIPRI 2021–2025)
Daftar ini menunjukkan negara dengan kontrak nyata yang sedang berjalan:
Peringkat 18 (Dunia): Indonesia (Pemimpin di Asia Tenggara dengan pangsa 1,5%).
Peringkat 23: Filipina.
Peringkat 26: Singapura.
Peringkat 40: Thailand.
Status Malaydesh: KOSONG (Absen dari daftar 40 besar; status hanya Planned atau Not Yet Ordered).
-
Daftar Belanja Utama Indonesia (2024–2025)
Indonesia mencatatkan satu lembar penuh realisasi alutsista strategis:
Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Anka-S UAV, Air Refueling System.
Laut: PPA-L-Plus, Ship Engines, LM-2500 Gas Turbines.
Darat/Rudal: Rudal BORA, Rudal KHAN, Mesin TP400-D6.
-
Peringkat Kekuatan Militer ASEAN (GFP 2026)
Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Nomor 1 ASEAN)
Vietnam – Peringkat 23
Thailand – Peringkat 24
Singapura – Peringkat 29
Myanmar – Peringkat 35
Filipina – Peringkat 41
Malaydesh – Peringkat 42
-
Kronologi Kegagalan Kontrak Malaydesh (Timeline "Prank")
2005: Rudal KS-1A China (Zonk).
2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak anggaran).
2018: Kapal MRSS PT PAL (Zonk).
2022: Jet HAL Tejas India (Batal).
2023: IAG Guardian (Gagal spek PBB).
2024-2025: Sewa Black Hawk (Unit tidak kunjung tiba).
2026: Jet F/A-18 Hornet Kuwait (RESMI BATAL).
2026: Pembekuan Total seluruh pengadaan militer oleh PM Anwar Ibrahim.
-
Perbandingan Skala Ekonomi (PDB 2026)
Kesenjangan finansial yang menghambat modernisasi militer:
PDB PPP (Daya Beli Riil):
Indonesia: US$ 5,69 Triliun (Peringkat 6 Dunia)
Malaydesh: US$ 1,34 Triliun
Rasio: Indonesia 4,24 kali lipat lebih besar.
PDB Nominal (Nilai Pasar):
Indonesia: US$ 1,69 Triliun
Malaydesh: US$ 0,46 Triliun
Rasio: Indonesia 3,67 kali lipat lebih besar.
MALONDESH.......
HapusSTATUS 2023-2026: SPIRAL UTANG & STAGNASI TOTAL
2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
2026 MALONDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer/polisi per 16 Januari 2026 akibat investigasi suap pejabat tinggi.
2025-2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa transfer senjata berat. Modernisasi lumpuh total (Defense Studies).
2023 MALONDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur oleh MINDEF karena kendala finansial.
________________________________________
DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
Perhitungan Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
________________________________________
2025 PERINGKAT UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP (ASEAN):
(Sumber: IMF Global Debt Database)
Singapura 🇸🇬: 176,3% (Pusat Keuangan)
Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91% (Kritis)
Malondesh 🇲🇾: 70,5% (ZONA MERAH)
Myanmar 🇲🇲: 63,0%
Thailand 🇹🇭: 62,2%
Filipina 🇵🇭: 58,8%
Indonesia 🇮🇩: 41,1% (SANGAT SEHAT/PRUDEN)
Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
________________________________________
ANALISA STRATEGIS & REPUTASI:
Vakum Alutsista (SIPRI): Status "Kosong" mengonfirmasi kegagalan modernisasi. Indonesia dan Singapura melesat, Malondesh tertahan di aset tua.
Kegagalan F/A-18 Hornet: Pembatalan 4x upaya beli Hornet bekas Kuwait membuktikan ketiadaan dana tunai di kas negara.
Debt-Servicing Trap: 58% pinjaman baru hanya untuk bayar bunga dan cicilan utang lama (Gali lubang tutup lubang).
Sanksi Internasional: Tekanan AS melalui Section 301 dan sanksi AFC/CAS (Kalah WO 0-3 akibat pemain ilegal) mencerminkan keruntuhan administrasi sistemik.
Penurunan Daya Gentar: Peringkat GFP Merosot ke posisi 42 dunia, resmi disalip oleh Filipina.
KESIMPULAN:
TOTAL BEBAN PER WARGA RM 94K + UTANG PEMERINTAH 70,5% PDB = KEBANGKRUTAN NASIONAL TOTAL
--------------------------------
2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET
2026 MALONDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALONDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
2026 MALONDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALONDESH = PHK MASSAL
2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALONDESH = SIPRI KOSONG
2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG
2023 MALONDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
--------------------------------
MISKIN = HUTANG BAYAR HUTANG (2026–1998):
-
PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
PENGELUARAN : RM470 Miliar
BUDGET MINUS : RM470 – RM334,1 = - RM135,
SPH VERSI AKAN : UANG KOPI ......
HapusBUKAN MINDEF = MIDDLEMAN (UANG KOPI)
Representatives of KNDS and its local industrial partner Advanced Defense System (ADS Sdn Bhd) formalized an order for 18 CAESAR artillery systems on Tuesday, 16 June 2026, during the 2026 edition of Eurosatory.
-----------
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 10.30
Tahun depan 2024
18 SPH
12 HELIKOPTER CSAR
50-60 KENDERAAN ARMOR
3 KAPAL LMS BATCH 2
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 09.48
Psssttttt..... 18 buah SPH beli CASH ya guys bukan HUTANG... 🤣🤣🤣🤣
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 13.23
Alhamdulilah MALAYDESH shoping SPH CASH guys.... Kalis NGUTANG... 😎😎😎😎
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 08.40
18 buah puan syukur beli CASH...
dari NGUTANG yang di bebankan rakyat tanggung BEBAN HUTANG alutsista puluhan tahun hingga 2044... 🤣🤣🤣🤣🤣
-
SPH CAESAR =
GEMPURWIRA 2 April 2022 pukul 19.36
Wkwkwkwkkw.... MALAYDESH SHOPING SPH guys.... ORANG KAYA
-
SPH YAVUZ =
GEMPURWIRA 18 April 2022 pukul 12.26
SPH Masuk dalam aset terbaru ya guys... Shoping lagi. Wkwkkwkwkwkw
-
SPH EVA =
GEMPURWIRA 14 September 2022 pukul 07.29
Video Eva SPH yang di runding oleh MALAYDESH guys.... pengisian peluru Auto guys
-----------
2025-2016 = 10 TAHUN PRANK SPH
2016 LOI SPH CAESAR
2016 LOI SPH CAESAR
2016 LOI SPH CAESAR
PRANK NEXTER :Nexter in cooperation with Advanced Defense Systems (ADS) is proposing the CAESAR 155mm 52 .cal self propelled howitzer to the Malaydesh n Army, in order to fill a capability gap. An LoI is signed during day three of DSA 2016.
20 units are to be supplied, which include the supporting vehicles, and will boost the Malaydesh n Army's firepower inventory.
-----------
KASIAN LOI = SURAT HASRAT
KLAIM KAYA = MOD 6X PM 5X AKAN SEWA MORTAR
-
LIMA 2025
-LOI kepada Mildef International Technologies Sdn Bhd bagi permohonan perolehan 136 unit Kenderaan Perisai Jenis A (KJA) & Infrastruktur yang bernilai RM1.88 bilion.
-Penambahan 2 Long Range Radar (LRR) di Bukit Peteri, Terengganu dan Bukit Lunchu, Johor bernilai RM277 juta.
-Perolehan 178 buah Light Anti-Tank Weapon Reloadable (LATW) – Short Range bernilai RM49 juta
-Membekal dan menghantar 780 laras Light Anti-Tank Weapon (LAW) C90 bernilai RM35 juta
-Membekal dan menghantar 18 laras Mortar 81mm bernilai RM30 juta
-Pembekalan 2 set pelancar Naval Strike Missile (NSM) bernilai RM44 juta.
-Membekal dan menghantar 1,300 butir Rounds 84mm Recoilless High Explosive (HE) bernilai RM42 juta.
-Membekal dan menghantar 5,000 butir Mortar Bomb 60mm Illuminating IR kepada Tentera Darat bernilai RM34 juta
-Membekal dan menghantar 1,900 butir Mortar Bomb 120mm High Explosive (HE) kepada Tentera Darat bernilai RM34 juta;l
-Membekal dan menghantar peluru 5.56mm Ball bernilai RM32 juta
-Membekal dan menghantar 1,000 butir Rounds 125mm HEAT-SD-T” bernilai RM31 juta.
====================
====================
CLUB CAESAR = 55 SPH VS 18 SPH VERSI AKAN
CLUB CAESAR = 55 SPH VS 18 SPH VERSI AKAN
CLUB CAESAR = 55 SPH VS 18 SPH VERSI AKAN
-
CAESAR CLUB = The CAESAR club was launched on November 14 at the camp of Canjuers by the French Ground Force (Armée de Terre), the DGA (Direction Générale de l'Armement) and KNDS. The aim of this club is to promote the CAESAR family and contribute to strengthening interoperability between the French Army and customer armies, as well as sharing operational topics, including maintenance, concerning this system. It will also provide useful feedback for the French Army and Nexter, a company of KNDS, with a view to developing the entire CAESAR family.
The ‘CAESAR club’ aims to bring together its different user countries and share feedback. Around the manufacturer, KNDS, the officialization in Canjuers gathered countries using the self-propelled howitzer: France (76), Thailand (6), Saudi Arabia (132), Indonesia (55), Czech Republic (62), Belgium (9 GN ordered) and Lithuania (18). And Ukraine for several months
ITBM KHAN = 280 KM
Hapus55 SPH CAESAR
-
ITBM KHAN (INDONESIAN TACTICAL BALLISTIC MISSILE) 280 KM
ITBM KHAN (INDONESIAN TACTICAL BALLISTIC MISSILE) 280 KM
-
ITBM KHAN (Indonesian Tactical Ballistic Missile) adalah sistem rudal balistik taktis pertama milik Indonesia yang diproduksi oleh perusahaan pertahanan asal Turki, Roketsan.
Detail Utama ITBM KHAN Indonesia:
Identitas & Jangkauan: Dikenal juga sebagai ITBM-600, rudal ini merupakan versi ekspor dari rudal Bora milik Turki. Memiliki jangkauan tembak antara 80 hingga 280 km dengan akurasi tinggi (CEP < 10 meter).
Kecepatan: Mampu melesat hingga Mach 5 (lima kali kecepatan suara).
Lokasi Penempatan: Sejak 1 Agustus 2025, rudal ini ditempatkan di Markas Yonarmed 18/Buritkang, Tenggarong, Kalimantan Timur, guna memperkuat pertahanan strategis di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN).
Status Sejarah: Indonesia tercatat sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan sistem rudal balistik ini.
Sumber Berita & Informasi:
Kabar mengenai kehadiran rudal ini bersumber dari pernyataan resmi otoritas pertahanan dan liputan media nasional:
Pernyataan TNI AD: Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, memberikan konfirmasi mengenai proses pengadaan dan penempatan rudal tersebut melalui kanal Kompas TV dan Tribun Jateng.
Lembaga Berita Nasional: Kantor Berita Antara melaporkan kedatangannya pada Agustus 2025.
Media Massa Terkemuka: Berita detail mengenai spesifikasi dan penempatan strategisnya dimuat oleh Kompas.id dan CNBC Indonesia.
Produsen: Spesifikasi teknis dasar merujuk pada data resmi dari Roketsan.
-
CLUB CAESAR = 55 SPH VS 18 SPH VERSI AKAN
CLUB CAESAR = 55 SPH VS 18 SPH VERSI AKAN
CLUB CAESAR = 55 SPH VS 18 SPH VERSI AKAN
-
CAESAR CLUB = The CAESAR club was launched on November 14 at the camp of Canjuers by the French Ground Force (Armée de Terre), the DGA (Direction Générale de l'Armement) and KNDS. The aim of this club is to promote the CAESAR family and contribute to strengthening interoperability between the French Army and customer armies, as well as sharing operational topics, including maintenance, concerning this system. It will also provide useful feedback for the French Army and Nexter, a company of KNDS, with a view to developing the entire CAESAR family.
The ‘CAESAR club’ aims to bring together its different user countries and share feedback. Around the manufacturer, KNDS, the officialization in Canjuers gathered countries using the self-propelled howitzer: France (76), Thailand (6), Saudi Arabia (132), Indonesia (55), Czech Republic (62), Belgium (9 GN ordered) and Lithuania (18). And Ukraine for several months.
====================
====================
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 10.30
Tahun depan 2024
18 SPH
12 HELIKOPTER CSAR
50-60 KENDERAAN ARMOR
3 KAPAL LMS BATCH 2
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 09.48
Psssttttt..... 18 buah SPH beli CASH ya guys bukan HUTANG... 🤣🤣🤣🤣
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 13.23
Alhamdulilah MALAYDESH shoping SPH CASH guys.... Kalis NGUTANG... 😎😎😎😎
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 08.40
18 buah puan syukur beli CASH...
dari NGUTANG yang di bebankan rakyat tanggung BEBAN HUTANG alutsista puluhan tahun hingga 2044... 🤣🤣🤣🤣🤣
-
SPH CAESAR =
GEMPURWIRA 2 April 2022 pukul 19.36
Wkwkwkwkkw.... MALAYDESH SHOPING SPH guys.... ORANG KAYA
-
SPH YAVUZ =
GEMPURWIRA 18 April 2022 pukul 12.26
SPH Masuk dalam aset terbaru ya guys... Shoping lagi. Wkwkkwkwkwkw
-
SPH EVA =
GEMPURWIRA 14 September 2022 pukul 07.29
Video Eva SPH yang di runding oleh MALAYDESH guys.... pengisian peluru Auto guys
-----------
2025-2016 = 10 TAHUN PRANK SPH
2016 LOI SPH CAESAR
2016 LOI SPH CAESAR
2016 LOI SPH CAESAR
PRANK NEXTER :Nexter in cooperation with Advanced Defense Systems (ADS) is proposing the CAESAR 155mm 52 .cal self propelled howitzer to the Malaydesh n Army, in order to fill a capability gap. An LoI is signed during day three of DSA 2016.
20 units are to be supplied, which include the supporting vehicles, and will boost the Malaydesh n Army's firepower inventory.
2026 CUT BUDGET =
HapusSUBSIDI MEMBENGKAK RM 58,4 MILLIAR
-
MAKAN = HUTANG BAYAR HUTANG (2026–1998):
PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
PENGELUARAN : RM470 Miliar
BUDGET MINUS : RM470 – RM334,1 = - RM135,9
-
• Pemicu: Krisis energi akibat konflik Timur Tengah (Perang Iran).
• Target: Hemat RM10 miliar untuk menutup subsidi yang membengkak (RM58,4 miliar).
Sumber Utama: Channel News Asia, Free Malondesh Today, The Edge Malondesh, Astro Awani
--------------------------------
SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
----------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 1998–2026
-
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
-
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
-
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
-
2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
-
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
-
2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
-
2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
-
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
-
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
-
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
-
2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45%
-
2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55%
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026
BUALAN TIAP TAHUN
Hapus2022 = KLAIM SHOPPING SPH : ZONK
2023 = KLAIM SHOPPING SPH : ZONK
2024 = KLAIM SHOPPING SPH : ZONK
2025 = KLAIM SHOPPING SPH : ZONK
2026 = KLAIM SHOPPING SPH : ZONK
-----------------------------------
GEMPURWIRA24 Juni 2026 pukul 14.26
ORANG KAYA SHOPING CAESAR SPH BARU...CASH ya guys.....😎😎😎
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 10.30
Tahun depan 2024
18 SPH
12 HELIKOPTER CSAR
50-60 KENDERAAN ARMOR
3 KAPAL LMS BATCH 2
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 09.48
Psssttttt..... 18 buah SPH beli CASH ya guys bukan HUTANG... 🤣🤣🤣🤣
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 13.23
Alhamdulilah MALAYDESH shoping SPH CASH guys.... Kalis NGUTANG... 😎😎😎😎
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 08.40
18 buah puan syukur beli CASH...
dari NGUTANG yang di bebankan rakyat tanggung BEBAN HUTANG alutsista puluhan tahun hingga 2044... 🤣🤣🤣🤣🤣
-
SPH CAESAR =
GEMPURWIRA 2 April 2022 pukul 19.36
Wkwkwkwkkw.... MALAYDESH SHOPING SPH guys.... ORANG KAYA
-
SPH YAVUZ =
GEMPURWIRA 18 April 2022 pukul 12.26
SPH Masuk dalam aset terbaru ya guys... Shoping lagi. Wkwkkwkwkwkw
-
SPH EVA =
GEMPURWIRA 14 September 2022 pukul 07.29
Video Eva SPH yang di runding oleh MALAYDESH guys.... pengisian peluru Auto guys
-----------------------------------
UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL MALAYDESH (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
10 TAHUN ADS PRANK SPH = BERUK KLAIM SHOPPING
BalasHapus2026 : KNDS – ADS
2016 : NEXTER – ADS
2026 : KNDS – ADS : AKAN 18 SPH
2016 : NEXTER – ADS : PRANK LOI 20 SPH
-----------
2025-2016 = 10 TAHUN PRANK SPH
2016 LOI SPH CAESAR
2016 LOI SPH CAESAR
PRANK NEXTER :Nexter in cooperation with Advanced Defense Systems (ADS) is proposing the CAESAR 155mm 52 .cal self propelled howitzer to the Malaydesh n Army, in order to fill a capability gap. An LoI is signed during day three of DSA 2016.
20 units are to be supplied, which include the supporting vehicles, and will boost the Malaydesh n Army's firepower inventory.
-----------
2026 SPH VERSI AKAN : UANG KOPI ......
BUKAN MINDEF = MIDDLEMAN (UANG KOPI)
Representatives of KNDS and its local industrial partner Advanced Defense System (ADS Sdn Bhd) formalized an order for 18 CAESAR artillery systems on Tuesday, 16 June 2026, during the 2026 edition of Eurosatory.
-----------
MAKAN = HUTANG BAYAR HUTANG (2026–1998):
PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
PENGELUARAN : RM470 Miliar
BUDGET MINUS : RM470 – RM334,1 = - RM135,9
-----------
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 10.30
Tahun depan 2024
18 SPH
12 HELIKOPTER CSAR
50-60 KENDERAAN ARMOR
3 KAPAL LMS BATCH 2
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 09.48
Psssttttt..... 18 buah SPH beli CASH ya guys bukan HUTANG... 🤣🤣🤣🤣
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 13.23
Alhamdulilah MALAYDESH shoping SPH CASH guys.... Kalis NGUTANG... 😎😎😎😎
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 08.40
18 buah puan syukur beli CASH...
dari NGUTANG yang di bebankan rakyat tanggung BEBAN HUTANG alutsista puluhan tahun hingga 2044... 🤣🤣🤣🤣🤣
-
SPH CAESAR =
GEMPURWIRA 2 April 2022 pukul 19.36
Wkwkwkwkkw.... MALAYDESH SHOPING SPH guys.... ORANG KAYA
-
SPH YAVUZ =
GEMPURWIRA 18 April 2022 pukul 12.26
SPH Masuk dalam aset terbaru ya guys... Shoping lagi. Wkwkkwkwkwkw
-
SPH EVA =
GEMPURWIRA 14 September 2022 pukul 07.29
Video Eva SPH yang di runding oleh MALAYDESH guys.... pengisian peluru Auto guys
====================
====================
ITBM KHAN = 280 KM
55 SPH CAESAR
-
ITBM KHAN (INDONESIAN TACTICAL BALLISTIC MISSILE) 280 KM
ITBM KHAN (INDONESIAN TACTICAL BALLISTIC MISSILE) 280 KM
-
ITBM KHAN (Indonesian Tactical Ballistic Missile) adalah sistem rudal balistik taktis pertama milik Indonesia yang diproduksi oleh perusahaan pertahanan asal Turki, Roketsan.
Detail Utama ITBM KHAN Indonesia:
Identitas & Jangkauan: Dikenal juga sebagai ITBM-600, rudal ini merupakan versi ekspor dari rudal Bora milik Turki. Memiliki jangkauan tembak antara 80 hingga 280 km dengan akurasi tinggi (CEP < 10 meter).
Kecepatan: Mampu melesat hingga Mach 5 (lima kali kecepatan suara).
Lokasi Penempatan: Sejak 1 Agustus 2025, rudal ini ditempatkan di Markas Yonarmed 18/Buritkang, Tenggarong, Kalimantan Timur, guna memperkuat pertahanan strategis di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN).
Status Sejarah: Indonesia tercatat sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan sistem rudal balistik ini.
-
CLUB CAESAR = 55 SPH VS 18 SPH VERSI AKAN
CLUB CAESAR = 55 SPH VS 18 SPH VERSI AKAN
CLUB CAESAR = 55 SPH VS 18 SPH VERSI AKAN
-
CAESAR CLUB = The CAESAR club was launched on November 14 at the camp of Canjuers by the French Ground Force (Armée de Terre), the DGA (Direction Générale de l'Armement) and KNDS. The aim of this club is to promote the CAESAR family and contribute to strengthening interoperability between the French Army and customer armies, as well as sharing operational topics, including maintenance, concerning this system. It will also provide useful feedback for the French Army and Nexter, a company of KNDS, with a view to developing the entire CAESAR family.
The ‘CAESAR club’ aims to bring together its different user countries and share feedback. Around the manufacturer, KNDS, the officialization in Canjuers gathered countries using the self-propelled howitzer: France (76), Thailand (6), Saudi Arabia (132), Indonesia (55), Czech Republic (62), Belgium (9 GN ordered) and Lithuania (18). And Ukraine for several months.
ISREWEL RCWS , JIKA TIDAK SALAH.
BalasHapusTapi buatan Brasil.😋
HapusSPH gak ada kontrak epektip dari MoF/PMX, artinya AKAAAANNN haha!🤣🍌🤥
BalasHapusLast Last Kensel Macam NSM haha!⛔️❌️🍌
M346& KIZILELMA, sukses Bersatuw..hore haha!👍😎😉
BalasHapustak sia2 kita Bungkus Shopping semuanya haha!🤑✌️🥳
kahsiyan negri🎰kasino genting,
SALAH PILIH SALAH BELI fa50 N⛔️ Amraam haha!❌️🍌🤥
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
Leonardo M-346 airplanes and Bayraktar KIZILELMA unmanned fighter aircraft have successfully performed a series of joint autonomous formation flights as part of the K-SWARM programme
https://www.leonardo.com/en/press-release-detail/-/detail/22-06-2026-leonardo-and-baykar-set-major-milestone-for-advanced-crewed-uncrewed-capability-development-with-successful-first-k-swarm-live-trials
Aplottt min, biar makin NGAMUK🔥 warganyet kl haha!🍌😤😝
HapusKayaknya bagian dari program Gen 6 bareng Inggris (BAe) dan Jepang (MHI).🤔
Hapustempest?
Hapusberhubung turkiyem gak diajak, keknya negri pizza maen samping. Om irs🤭..
tenang ntar kita nyusul haha!👍😎😉
ORANG KAYA SHOPING CAESAR SPH BARU...CASH ya guys.....😎😎😎
BalasHapusBUKAN MINDEF = MIDDLEMAN (UANG KOPI)
HapusRepresentatives of KNDS and its local industrial partner Advanced Defense System (ADS Sdn Bhd) formalized an order for 18 CAESAR artillery systems on Tuesday, 16 June 2026, during the 2026 edition of Eurosatory.
-----------
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 10.30
Tahun depan 2024
18 SPH
12 HELIKOPTER CSAR
50-60 KENDERAAN ARMOR
3 KAPAL LMS BATCH 2
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 09.48
Psssttttt..... 18 buah SPH beli CASH ya guys bukan HUTANG... 🤣🤣🤣🤣
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 13.23
Alhamdulilah MALAYDESH shoping SPH CASH guys.... Kalis NGUTANG... 😎😎😎😎
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 08.40
18 buah puan syukur beli CASH...
dari NGUTANG yang di bebankan rakyat tanggung BEBAN HUTANG alutsista puluhan tahun hingga 2044... 🤣🤣🤣🤣🤣
-
SPH CAESAR =
GEMPURWIRA 2 April 2022 pukul 19.36
Wkwkwkwkkw.... MALAYDESH SHOPING SPH guys.... ORANG KAYA
-
SPH YAVUZ =
GEMPURWIRA 18 April 2022 pukul 12.26
SPH Masuk dalam aset terbaru ya guys... Shoping lagi. Wkwkkwkwkwkw
-
SPH EVA =
GEMPURWIRA 14 September 2022 pukul 07.29
Video Eva SPH yang di runding oleh MALAYDESH guys.... pengisian peluru Auto guys
-----------
2025-2016 = 10 TAHUN PRANK SPH
2016 LOI SPH CAESAR
2016 LOI SPH CAESAR
2016 LOI SPH CAESAR
PRANK NEXTER :Nexter in cooperation with Advanced Defense Systems (ADS) is proposing the CAESAR 155mm 52 .cal self propelled howitzer to the Malaydesh n Army, in order to fill a capability gap. An LoI is signed during day three of DSA 2016.
20 units are to be supplied, which include the supporting vehicles, and will boost the Malaydesh n Army's firepower inventory.
-----------
KASIAN LOI = SURAT HASRAT
KLAIM KAYA = MOD 6X PM 5X AKAN SEWA MORTAR
-
LIMA 2025
-LOI kepada Mildef International Technologies Sdn Bhd bagi permohonan perolehan 136 unit Kenderaan Perisai Jenis A (KJA) & Infrastruktur yang bernilai RM1.88 bilion.
-Penambahan 2 Long Range Radar (LRR) di Bukit Peteri, Terengganu dan Bukit Lunchu, Johor bernilai RM277 juta.
-Perolehan 178 buah Light Anti-Tank Weapon Reloadable (LATW) – Short Range bernilai RM49 juta
-Membekal dan menghantar 780 laras Light Anti-Tank Weapon (LAW) C90 bernilai RM35 juta
-Membekal dan menghantar 18 laras Mortar 81mm bernilai RM30 juta
-Pembekalan 2 set pelancar Naval Strike Missile (NSM) bernilai RM44 juta.
-Membekal dan menghantar 1,300 butir Rounds 84mm Recoilless High Explosive (HE) bernilai RM42 juta.
-Membekal dan menghantar 5,000 butir Mortar Bomb 60mm Illuminating IR kepada Tentera Darat bernilai RM34 juta
-Membekal dan menghantar 1,900 butir Mortar Bomb 120mm High Explosive (HE) kepada Tentera Darat bernilai RM34 juta;l
-Membekal dan menghantar peluru 5.56mm Ball bernilai RM32 juta
-Membekal dan menghantar 1,000 butir Rounds 125mm HEAT-SD-T” bernilai RM31 juta.
====================
====================
CLUB CAESAR = 55 SPH VS 18 SPH VERSI AKAN
CLUB CAESAR = 55 SPH VS 18 SPH VERSI AKAN
CLUB CAESAR = 55 SPH VS 18 SPH VERSI AKAN
-
CAESAR CLUB = The CAESAR club was launched on November 14 at the camp of Canjuers by the French Ground Force (Armée de Terre), the DGA (Direction Générale de l'Armement) and KNDS. The aim of this club is to promote the CAESAR family and contribute to strengthening interoperability between the French Army and customer armies, as well as sharing operational topics, including maintenance, concerning this system. It will also provide useful feedback for the French Army and Nexter, a company of KNDS, with a view to developing the entire CAESAR family.
The ‘CAESAR club’ aims to bring together its different user countries and share feedback. Around the manufacturer, KNDS, the officialization in Canjuers gathered countries using the self-propelled howitzer: France (76), Thailand (6), Saudi Arabia (132), Indonesia (55), Czech Republic (62), Belgium (9 GN ordered) and Lithuania (18). And Ukraine for several months
SPH VERSI AKAN : UANG KOPI ......
HapusBUKAN MINDEF = MIDDLEMAN (UANG KOPI)
Representatives of KNDS and its local industrial partner Advanced Defense System (ADS Sdn Bhd) formalized an order for 18 CAESAR artillery systems on Tuesday, 16 June 2026, during the 2026 edition of Eurosatory.
-
ZONK PRANK = SPH LCS MRCA MRSS
(5x Perdana Menteri & 6x Menteri Pertahanan):
2011: Najib Razak | Ahmad Zahid Hamidi
2015: Najib Razak | Hishammuddin Hussein
2018: Mahathir Mohamad | Mohamad Sabu
2020: Muhyiddin Yassin | Ismail Sabri
2021: Ismail Sabri | Hishammuddin Hussein
2022: Anwar Ibrahim | Mohamad Khaled Nordin
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 10.30
Tahun depan 2024
18 SPH
12 HELIKOPTER CSAR
50-60 KENDERAAN ARMOR
3 KAPAL LMS BATCH 2
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 09.48
Psssttttt..... 18 buah SPH beli CASH ya guys bukan HUTANG... 🤣🤣🤣🤣
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 13.23
Alhamdulilah MALAYDESH shoping SPH CASH guys.... Kalis NGUTANG... 😎😎😎😎
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 08.40
18 buah puan syukur beli CASH...
dari NGUTANG yang di bebankan rakyat tanggung BEBAN HUTANG alutsista puluhan tahun hingga 2044... 🤣🤣🤣🤣🤣
-
SPH CAESAR =
GEMPURWIRA 2 April 2022 pukul 19.36
Wkwkwkwkkw.... MALAYDESH SHOPING SPH guys.... ORANG KAYA
-
SPH YAVUZ =
GEMPURWIRA 18 April 2022 pukul 12.26
SPH Masuk dalam aset terbaru ya guys... Shoping lagi. Wkwkkwkwkwkw
-
SPH EVA =
GEMPURWIRA 14 September 2022 pukul 07.29
Video Eva SPH yang di runding oleh MALAYDESH guys.... pengisian peluru Auto guys
-----------
2025-2016 = 10 TAHUN PRANK SPH
2016 LOI SPH CAESAR
2016 LOI SPH CAESAR
2016 LOI SPH CAESAR
PRANK NEXTER :Nexter in cooperation with Advanced Defense Systems (ADS) is proposing the CAESAR 155mm 52 .cal self propelled howitzer to the Malaydesh n Army, in order to fill a capability gap. An LoI is signed during day three of DSA 2016.
20 units are to be supplied, which include the supporting vehicles, and will boost the Malaydesh n Army's firepower inventory.
====================
====================
ITBM KHAN = 280 KM
55 SPH CAESAR
-
ITBM KHAN (INDONESIAN TACTICAL BALLISTIC MISSILE) 280 KM
ITBM KHAN (INDONESIAN TACTICAL BALLISTIC MISSILE) 280 KM
-
ITBM KHAN (Indonesian Tactical Ballistic Missile) adalah sistem rudal balistik taktis pertama milik Indonesia yang diproduksi oleh perusahaan pertahanan asal Turki, Roketsan.
Detail Utama ITBM KHAN Indonesia:
Identitas & Jangkauan: Dikenal juga sebagai ITBM-600, rudal ini merupakan versi ekspor dari rudal Bora milik Turki. Memiliki jangkauan tembak antara 80 hingga 280 km dengan akurasi tinggi (CEP < 10 meter).
Kecepatan: Mampu melesat hingga Mach 5 (lima kali kecepatan suara).
Lokasi Penempatan: Sejak 1 Agustus 2025, rudal ini ditempatkan di Markas Yonarmed 18/Buritkang, Tenggarong, Kalimantan Timur, guna memperkuat pertahanan strategis di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN).
Status Sejarah: Indonesia tercatat sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan sistem rudal balistik ini.
-
CLUB CAESAR = 55 SPH VS 18 SPH VERSI AKAN
CLUB CAESAR = 55 SPH VS 18 SPH VERSI AKAN
CLUB CAESAR = 55 SPH VS 18 SPH VERSI AKAN
-
CAESAR CLUB = The CAESAR club was launched on November 14 at the camp of Canjuers by the French Ground Force (Armée de Terre), the DGA (Direction Générale de l'Armement) and KNDS. The aim of this club is to promote the CAESAR family and contribute to strengthening interoperability between the French Army and customer armies, as well as sharing operational topics, including maintenance, concerning this system. It will also provide useful feedback for the French Army and Nexter, a company of KNDS, with a view to developing the entire CAESAR family.
The ‘CAESAR club’ aims to bring together its different user countries and share feedback. Around the manufacturer, KNDS, the officialization in Canjuers gathered countries using the self-propelled howitzer: France (76), Thailand (6), Saudi Arabia (132), Indonesia (55), Czech Republic (62), Belgium (9 GN ordered) and Lithuania (18). And Ukraine for several months.
SPH VERSI AKAN : UANG KOPI ......
HapusBUKAN MINDEF = MIDDLEMAN (UANG KOPI)
Representatives of KNDS and its local industrial partner Advanced Defense System (ADS Sdn Bhd) formalized an order for 18 CAESAR artillery systems on Tuesday, 16 June 2026, during the 2026 edition of Eurosatory.
--------------------------------
SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
----------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 1998–2026
-
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
-
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
-
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
-
2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
-
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
-
2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
-
2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
-
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
-
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
-
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
-
2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
-
2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
LISTRIK = IMPOR BATUBARA INDONESIA
HapusPERUT KELAPARAN = IMPOR JAGUNG BERAS INDONESIA
TENAGA KESEHATAN = IMPOR KARENA EKSODUS/MIGRASI
GAS = PETRONAS IMPOR PERTAMINA
-
2026
Populasi: 36.38 juta
Utang Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Utang Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Utang Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Utang Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Utang Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Utang Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Utang Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Utang Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Utang Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%) [1]
Utang Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901 [1]
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Utang Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Utang Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Utang Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Utang Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Utang Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Utang Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Utang Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Utang Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Utang Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Utang Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Utang Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Utang Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Utang Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Utang Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Utang Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Utang Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Utang Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Utang Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Utang Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Utang Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Utang Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Utang Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Utang Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Utang Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Utang Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Utang Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Utang Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Utang Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Utang Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Utang Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Utang Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Utang Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Utang Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Utang Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Utang Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Utang Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Utang Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Utang Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Utang Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Utang Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Utang Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Utang Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Utang Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Utang Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574
-
1999
Populasi: 22.11 juta
Utang Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
Utang Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
Beban per Kapita: RM 12,210
-
1998
Populasi: 21.53 juta
Utang Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
Utang Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
Beban per Kapita: RM 10,821
SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
Hapus-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
--------------------------------
Realisasi Impor Senjata Global (SIPRI 2021–2025)
Daftar ini menunjukkan negara dengan kontrak nyata yang sedang berjalan:
Peringkat 18 (Dunia): Indonesia (Pemimpin di Asia Tenggara dengan pangsa 1,5%).
Peringkat 23: Filipina.
Peringkat 26: Singapura.
Peringkat 40: Thailand.
Status Malaydesh: KOSONG (Absen dari daftar 40 besar; status hanya Planned atau Not Yet Ordered).
-
Daftar Belanja Utama Indonesia (2024–2025)
Indonesia mencatatkan satu lembar penuh realisasi alutsista strategis:
Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Anka-S UAV, Air Refueling System.
Laut: PPA-L-Plus, Ship Engines, LM-2500 Gas Turbines.
Darat/Rudal: Rudal BORA, Rudal KHAN, Mesin TP400-D6.
-
Peringkat Kekuatan Militer ASEAN (GFP 2026)
Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Nomor 1 ASEAN)
Vietnam – Peringkat 23
Thailand – Peringkat 24
Singapura – Peringkat 29
Myanmar – Peringkat 35
Filipina – Peringkat 41
Malaydesh – Peringkat 42
-
Kronologi Kegagalan Kontrak Malaydesh (Timeline "Prank")
2005: Rudal KS-1A China (Zonk).
2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak anggaran).
2018: Kapal MRSS PT PAL (Zonk).
2022: Jet HAL Tejas India (Batal).
2023: IAG Guardian (Gagal spek PBB).
2024-2025: Sewa Black Hawk (Unit tidak kunjung tiba).
2026: Jet F/A-18 Hornet Kuwait (RESMI BATAL).
2026: Pembekuan Total seluruh pengadaan militer oleh PM Anwar Ibrahim.
-
Perbandingan Skala Ekonomi (PDB 2026)
Kesenjangan finansial yang menghambat modernisasi militer:
PDB PPP (Daya Beli Riil):
Indonesia: US$ 5,69 Triliun (Peringkat 6 Dunia)
Malaydesh: US$ 1,34 Triliun
Rasio: Indonesia 4,24 kali lipat lebih besar.
PDB Nominal (Nilai Pasar):
Indonesia: US$ 1,69 Triliun
Malaydesh: US$ 0,46 Triliun
Rasio: Indonesia 3,67 kali lipat lebih besar.
SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
Hapus-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
--------------------------------
Realitas SIPRI 2025: Belanja Nyata vs Lembar Kosong
Perbandingan realisasi transfer senjata internasional (2024–2025):
INDONESIA (1 Lembar Penuh): Sukses mengamankan aset strategis:
Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Anka-S UAV, Air Refuel System.
Laut: PPA-L-Plus, Ship Engines, Mesin LM-2500.
Rudal/Darat: Rudal BORA, Rudal KHAN, Mesin TP400-D6.
GRUP "SALAM KOSONG": Tidak mencatatkan aktivitas belanja/transfer senjata signifikan di SIPRI:
Malaydesh (Stagnasi total 6 tahun).
Timor Leste, Kamboja, Laos, Brunei.
-
Peringkat Kekuatan Militer ASEAN (GFP 2026)
Dominasi Indonesia di puncak hirarki regional:
Indonesia (Peringkat 13 Dunia) – Hegemon Mutlak
Vietnam (Peringkat 23)
Thailand (Peringkat 24)
Singapura (Peringkat 29)
Myanmar (Peringkat 35)
Filipina (Peringkat 41)
Malaydesh (Peringkat 42) – Terlempar ke papan bawah
-
Analisa Ekonomi: "The Great Decoupling"
Indonesia secara resmi keluar dari level persaingan regional menuju elit global:
Kasta Elit Dunia: Indonesia Peringkat 6 Dunia (PDB PPP), melampaui Brasil, Inggris, dan Prancis.
Jurang Ekonomi: Ekonomi Indonesia secara riil (PPP) adalah 4,24 kali lipat lebih besar dari Malaydesh.
Kesehatan Fiskal: Rasio utang Indonesia sehat (~40%), sementara Malaydesh kritis (~69%) dengan proyeksi utang RM 1,79 Triliun pada 2026.
-
Status Pertahanan: Modernisasi vs Demiliterisasi
Indonesia (Modernisasi Masif): Melakukan hilirisasi ekonomi untuk membiayai alutsista premium (Rafale, Scorpene, KF-21).
Malaydesh (Demiliterisasi De Facto):
Siklus Prank: Kegagalan kontrak berulang (Rafale, Tejas, F-18 Kuwait).
Negara Leasing: Bergantung pada sewa (Black Hawk, AW139) karena tidak mampu beli tunai.
Pembekuan Total: PM Anwar Ibrahim menghentikan pengadaan akibat skandal korupsi dan krisis utang.
SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
Hapus-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
--------------------------------
Realitas SIPRI 2025: Belanja Nyata vs Lembar Kosong
Perbandingan aktivitas transfer senjata internasional berdasarkan laporan terbaru:
INDONESIA (1 Lembar Penuh - Aktif): Berhasil mengamankan aset strategis:
Matra Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Anka-S UAV, Air Refueling System.
Matra Laut: PPA-L-Plus, Ship Engines, Mesin Gas Turbin LM-2500.
Rudal/Darat: Rudal BORA, Rudal KHAN, Mesin TP400-D6.
MALAYDESH (Lembar Kosong - Lumpuh): Status pengadaan 6 tahun terakhir:
2020–2021: Planned (Hanya wacana).
2022: Selected Not Yet Ordered (Pilih tapi tidak beli).
2023: Not Yet Ordered (Tanpa pesanan).
2024–2025: KOSONG (Absen total dari radar SIPRI).
-
Hirarki Kekuatan Militer ASEAN (GFP 2026)
Pergeseran peringkat yang menunjukkan penurunan drastis kredibilitas pertahanan Malaydesh:
Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Nomor 1 ASEAN)
Vietnam – Peringkat 23
Thailand – Peringkat 24
Singapura – Peringkat 29
Myanmar – Peringkat 35
Filipina – Peringkat 41
Malaydesh – Peringkat 42 (Kalah dari Filipina & Myanmar).
-
Analisa "The Great Decoupling" (Pemisahan Kasta Ekonomi)
Indonesia keluar dari level regional dan masuk ke elit global:
Skala Ekonomi (PPP): Indonesia Peringkat 6 Dunia (US$ 5,69 Triliun). Secara riil, ekonomi Indonesia 4,24 kali lipat lebih besar dari Malaydesh.
Kesehatan Fiskal: Rasio utang Indonesia aman (<40%), sedangkan Malaydesh kritis (>60%) dengan beban bunga utang yang mencekik belanja alutsista.
Leverage Global: Indonesia mengontrol 60% nikel dunia dan menjadi pusat gravitasi energi kawasan (Batu Bara).
-
Fenomena Demiliterisasi De Facto Malaydesh
Kondisi yang menyebabkan kelumpuhan pertahanan tetangga:
Negara Tukang Sewa (Leasing State): Akibat gagal bayar tunai, mobilitas militer bergantung pada sewa (Helikopter Black Hawk/AW139).
Siklus "Prank" Pertahanan: Kegagalan kontrak berulang sejak 2005 (Rafale, Tejas, hingga F-18 Kuwait yang resmi batal pada 2026).
Pembekuan Total: Kebijakan PM Anwar Ibrahim untuk menghentikan seluruh pengadaan akibat skandal korupsi sistemik di Kemenhan.
-
Kesimpulan Strategis 2026
Indonesia: Menjadi Hegemon Mutlak di Asia Tenggara dengan kekuatan finansial dan militer yang setara dengan negara G7 (Prancis/Inggris).
Malaydesh: Terjebak dalam Stagnasi Permanen dan penurunan kelas menjadi negara berkekuatan militer lemah di level ASEAN (Grup "Salam Kosong").
KLAIM KAYA SHOPIING = 2 TAHUN SIPRI (2024-2025) KOSONG....
HapusINDONESIA = SIPRI SHOPPING
MALAYDESH : 2 TAHUN (2025-2024) NOL = KOSONG
-
5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
-
5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
----------------
MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
-
LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
5x GANTI PM
6x GANTI MOD
-
SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
-
MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
----------------
GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
Federal Government Debt
• End of 2024: RM 1.25 trillion
• END OF 2025: RM 1.3 TRILLION
• Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
Household Debt
2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
==============
DIBAWAH KAKI =
LAOS
VIETNAM
MYANMAR
BANGLADESH
KENYA
-
The ‘CAESAR CLUB’ aims to bring together its different user countries and share feedback. Around the manufacturer, KNDS, the officialization in Canjuers gathered countries using the self-propelled howitzer: France (76), Thailand (6), Saudi Arabia (132), Indonesia (55), Czech Republic (62), Belgium (9 GN ordered) and Lithuania (18). And Ukraine for several months.
-
SPH MYANMAR : That is the main reason why Myanmar bought large number of SH 1 howitzers in early 2010s. Currently there are as many as 72 SH 1 howitzers in Myanmar inventory and they are used extensively in many counter insurgency operations.
-
SPH LAOS : At the end of 2017, a unit of the Lao People's Army Artillery Division surprised the regional military observers with the publicity of CS/SH1's self-evident training image.
-
SPH FILIPINA : Philippine Army operates two batteries of ATMOS 155 self-propelled guns which consist of 6 mobile firing units each (12 total) has been delivered by Elbit Systems.
-
SPH THAILAND : THailand mengakuisisi sistem meriam swagerak (self-propelled gun-howitzer) kaliber 155 mm untuk melindungi wilayah perbatasan timur Negara Gajah Putih dengan Kamboja.
-
SPH VIETNAM : Over the past decade the People's Army of Vietnam developed homebuilt self-propelled howitzers using leftover M101 self-propelled guns combined with the chassis of Ural trucks & M548 tracked cargo carriers
-
NORA B-52 = CYPRUS, ALGERIA, KENYA, AZERBAIJAN, BANGLADESH AND MYANMAR
This artillery system, beyond the domestic market, has seen a fair amount of success in international sales to Cyprus, Algeria, Kenya, Azerbaijan, Bangladesh and Myanmar.
-------------------------------------
The MALAYDESH army has faced some challenges, including corruption and issues with military personnel:
• Corruption
MALAYDESH 's military has been involved in corruption, and the country's military doctrine doesn't recognize it as a threat. The Integrity Plan addresses corruption, but it's not a strategic document, and commanders don't receive training on corruption issues before deployments.
• Military personnel
Some say that military personnel have struggles with thinking skills, decision-making, and problem-solving.
• Logistics
Some say that MALAYDESH has had problems ensuring the readiness of the MALAYDESH Armed Forces (MAF) in the face of threats
-
ZONK PRANK = SPH LCS MRCA MRSS
(5x Perdana Menteri & 6x Menteri Pertahanan):
2011: Najib Razak | Ahmad Zahid Hamidi
2015: Najib Razak | Hishammuddin Hussein
2018: Mahathir Mohamad | Mohamad Sabu
2020: Muhyiddin Yassin | Ismail Sabri
2021: Ismail Sabri | Hishammuddin Hussein
2022: Anwar Ibrahim | Mohamad Khaled Nordin
SIPRI MALONDESH 2025 - 2024 = SALAM KOSONG
Hapus-
SIPRI MALONDESH 2025 = KOSONG
Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
-
SIPRI MALONDESH 2024 = KOSONG
https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
-
SIPRI MALONDESH 2023 = NOT YET ORDERED (TANPA ORDER)
https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
-
SIPRI MALONDESH 2022 = SELECTED NOT YET ORDERED (DIPILIH TANPA ORDER)
https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
-
SIPRI MALONDESH 2021 = PLANNED (DIJANGKA)
https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-malondesh-2021.html
-
SIPRI MALONDESH 2020 = PLANNED (DIJANGKA)
https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-malondesh-2020.htmll
------------------------------
TIMELINE "PRANK" PERTAHANAN MALONDESH (2005 – 2026)
-
2005: Prank China (Rudal KS-1A)
Klaim: Najib Razak menyatakan setuju membeli rudal KS-1A dengan imbalan transfer teknologi.
Hasil: Zonk. Tidak ada realisasi pembelian hingga dekade berikutnya.
-
2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
Klaim: Mempersempit pilihan ke Rafale untuk 18 unit jet tempur (USD 2 miliar).
Hasil: Mangkrak. Ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran akut.
-
2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
Klaim: Penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk 20 unit artileri 155mm.
Hasil: Batal. Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; beralih ke unit lain.
-
2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
Klaim: Pernyataan ketertarikan resmi dari pejabat Kemenhan Pakistan.
Hasil: Prank. Tidak ada akuisisi, hanya sebatas wacana di media.
-
2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
Klaim: Janji penandatanganan kontrak kapal MRSS pada Agustus 2018.
Hasil: Zonk. Hingga kini kontrak dengan PT PAL Indonesia tidak pernah terealisasi.
-
2022: Prank India (HAL Tejas)
Klaim: Tejas jadi kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut.
Hasil: Prank. Justru memilih FA-50 dari Korsel pada 2023.
-
2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
Klaim: Peninjauan rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm.
Hasil: Batal. Diganti dengan sistem lain/dibatalkan total.
-
2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
Klaim: Harapan penyelesaian kesepakatan pasokan artileri EVA.
Hasil: Mangkrak. Tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
-
2023: Prank PBB (IAG Guardian)
Klaim: Pengiriman unit untuk misi UNIFIL.
Hasil: Gagal Operasional. Dinyatakan tidak layak spek oleh PBB, berujung sanksi pemotongan biaya.
-
2024–2025: Prank Black Hawk
Klaim: Rencana sewa 4 helikopter UH-60A Black Hawk dari Aerotree Defence untuk ganti helikopter Nuri.
Hasil: Mangkrak. Proses berbelit dan tidak ada kepastian unit tiba.
-
2026: Prank Kuwait (F/A-18 Hornet) – UPDATE
Klaim: Ketertarikan kuat membeli jet bekas Kuwait untuk penguatan instan.
Hasil: Dibatalkan Resmi. Kabinet secara formal membatalkan rencana ini pada Februari 2026 karena masalah biaya logistik dan hasil evaluasi teknis yang buruk.
-
2026: Pembekuan Total (Anwar Ibrahim)
Kejadian: PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan korupsi dan kartel di tubuh Kemenhan
________________________________________
BUKTI TRANSFER SENJATA 2025-2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG ..
Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
MALONDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
MALONDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
MALONDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
MALONDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
MALONDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
MALONDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
MALONDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
MALONDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
MALONDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
MALONDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
MALONDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
⚡ ENERGI & LISTRIK
HapusBatubara: Malaydesh impor dari Indonesia ~25 juta ton/tahun (50%-80% kebutuhan).
Gas: PGN (Indonesia) menang gugatan arbitrase ICC Hong Kong atas Petronas.
-
🌾 PANGAN & PERTANIAN
Beras: Indonesia rencana ekspor 200.000 ton; Malaydesh menawar <Rp10.000/kg karena subsidi.
Jagung: Indonesia stop impor dan kini balik mengekspor ke Malaydesh.
-
🩺 KESEHATAN & EKONOMI
Krisis Medis: Malaydesh kekurangan nakes akibat brain drain (dokter magang anjlok 50%).
Eksodus: 97.000 warga lepas kewarganegaraan (2015-2025) akibat beban kerja dan ekonomi.
-
"Claim of Wealth = Malaydesh’s Rising Debt Burden Per Citizen"
Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
2021: RM 67,667 (Pandemic peak; household debt ratio hit a record 89.1%).
2022: RM 70,901 (Up by RM 3,234).
2023: RM 74,587 (Up by RM 3,686).
2024: RM 79,315 (Up by RM 4,728).
2025: RM 81,998 (Up by RM 2,683).
2026: RM 94,544 (A massive surge of RM 12,546; government debt has breached the safety limit at 70.5% of GDP).
--------------------------------
2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
(Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
-
2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
(Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
--------------------------------
Detailed Annual Breakdown
1️⃣ 2026 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.79 trillion
Household Debt: RM 1.65 trillion
Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
Total Population: 36,385,115
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 49,196
Household Debt: RM 45,348
➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544
--------------------------------
2️⃣ 2025 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.30 trillion
Household Debt: RM 1.65 trillion
Total Population: 35,977,838
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 36,139
Household Debt: RM 45,859
➡️ Total Cumulative Burden: RM 81,998
--------------------------------
3️⃣ 2024 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.22 trillion
Household Debt: RM 1.53 trillion
Govt Debt/GDP Ratio: 64.6%
Household Debt/GDP Ratio: 84.2%
Total Population: 34,671,895
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 35,187
Household Debt: RM 44,128
➡️ Total Cumulative Burden: RM 79,315
--------------------------------
4️⃣ 2023 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.17 trillion
Household Debt: RM 1.45 trillion
Govt Debt/GDP Ratio: 64.3%
Household Debt/GDP Ratio: 81.2%
Total Population: 35,126,298
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 33,308
Household Debt: RM 41,279
➡️ Total Cumulative Burden: RM 74,587
--------------------------------
5️⃣ 2022 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.08 trillion
Household Debt: RM 1.38 trillion
Govt Debt/GDP Ratio: 60.1%
Household Debt/GDP Ratio: 80.9%
Total Population: 34,695,493
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 31,127
Household Debt: RM 39,774
➡️ Total Cumulative Burden: RM 70,901 [1]
--------------------------------
6️⃣ 2021 DEBT DATA
Government Debt: RM 979.81 billion
Household Debt: RM 1.34 trillion
Govt Debt/GDP Ratio: 63.3%
Household Debt/GDP Ratio: 89.1% (Pandemic Peak)
Total Population: 34,282,399
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 28,580
Household Debt: RM 39,087
➡️ Total Cumulative Burden: RM 67,667
LISTRIK = IMPOR BATUBARA INDONESIA
HapusPERUT KELAPARAN = IMPOR JAGUNG BERAS INDONESIA
TENAGA KESEHATAN = IMPOR KARENA EKSODUS/MIGRASI
GAS = PETRONAS IMPOR PERTAMINA
---------------------------------
KATA KUNCI IMPOR TENAGA KESEHATAN = BERUK EKSODUS/MIGRASI
-
FAKTOR UTAMA IMPOR TENAGA KESEHATAN DI MALAYDESH
TINGGINYA ANGKA BRAIN DRAIN:
Banyak dokter kontrak dan perawat berpengalaman asal Malaydesh memilih mengundurkan diri dan bermigrasi ke luar negeri (seperti ke Singapura, Australia, atau Timur Tengah) karena beban kerja yang ekstrem, jam kerja yang panjang, dan kompensasi yang dirasa kurang kompetitif.
-
PENYUSUTAN JUMLAH TENAGA MEDIS BARU:
Terjadi penurunan drastis pada jumlah house officers (dokter magang) di Malaydesh, dari yang semula mencapai lebih dari 5.000–6,000 orang per tahun menjadi hanya sekitar 3.000-an orang. Akibatnya, terjadi kekosongan posisi yang besar di rumah sakit publik.
--------------------------------
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
keadaan ekonomi "Malaydesh" yang sebenarnya pada awal Januari 2026 dapat diuraikan sebagai berikut:
Eksodus Warga Negara: Terdapat tren signifikan di mana puluhan ribu warga negara "Malaydesh" melepaskan kewarganegaraan mereka, dengan total lebih dari 97.000 orang antara 2015 hingga Juni 2025
--------------------------------
PERTAMINA TAGIH PETRONAS
Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).
--------------------------------
ALASAN TAWAR Rp.10.000 = SUBSIDI BERAS
Standar Harga Malaydesh: Di pasar domestik Mala, kisaran harga eceran beras lokal dikontrol ketat oleh pemerintah malondesh dan berada di kisaran MYR 1,87 hingga MYR 2,99 per kg. Pemerintah Malaydesh yang memberikan subsidi sebesar RM150 juta untuk menjaga harga Beras Putih Lokal agar tetap murah dan stabil di pasaran.
-
DATA EKSPOR BERAS RI-MALONDESH
-
Volume & Nilai: 200.000 ton dengan potensi transaksi Rp2 triliun (CNN Indonesia).
-
Tawaran Malondesh: Di bawah Rp10.000 per kg (CNBC Indonesia).
-
Premium Rp14.500/kg) (CNBC Indonesia).
-
Faktor Pendukung: Cadangan beras nasional melimpah mencapai rekor 5,2 juta ton (Kumparan).
----------------------------------
MALONDESH IMPOR JAGUNG INDONESIA
• Kompas: Membahas langkah komitmen pemerintah Indonesia untuk menyetop impor dan memperkuat posisi sebagai pengekspor jagung ke Malondesh. Informasi ini dapat divalidasi melalui Kompas Money.
• ANTARA News: Kantor berita nasional ini merekam sejarah awal kerja sama pengiriman komoditas jagung ke Malondesh sejak beberapa tahun lalu. Rinciannya terdapat pada ANTARA News.
• Kumparan: Memuat pernyataan resmi pemerintah mengenai target swasembada pangan serta kesiapan Indonesia dalam memenuhi pasar ekspor jagung ke negara tetangga. Simak ulasannya di Kumparan Bisnis.
---------------------------------
LISTRIK BERGANTUNG KE INDONESIA
MALONDESH IMPOR = 23,97 JUTA METRIK TON (MT) BATUBARA
-
Volume impor batubara Malondesh dari Indonesia menunjukkan tren yang signifikan, menempatkan Malondesh sebagai salah satu dari lima tujuan ekspor terbesar bagi batubara Indonesia.
Berdasarkan data realisasi tahun 2024 dan 2025, berikut adalah rincian volumenya:
Tahun 2025: Malondesh mengimpor sebanyak 23,97 juta metrik ton (MT) batubara dari Indonesia.
Tahun 2024: Volume impor tercatat sebesar 27,18 juta ton, yang menunjukkan adanya sedikit penurunan volume pada tahun berikutnya.
-
Ketergantungan: Malondesh sangat bergantung pada pasokan Indonesia, di mana lebih dari 50% hingga 80% total kebutuhan batubara nasionalnya dipasok oleh Indonesia.
10 TAHUN ADS PRANK SPH = BERUK KLAIM SHOPPING
Hapus2026 : KNDS – ADS
2016 : NEXTER – ADS
2026 : KNDS – ADS : AKAN 18 SPH
2016 : NEXTER – ADS : PRANK LOI 20 SPH
-----------
2025-2016 = 10 TAHUN PRANK SPH
2016 LOI SPH CAESAR
2016 LOI SPH CAESAR
PRANK NEXTER :Nexter in cooperation with Advanced Defense Systems (ADS) is proposing the CAESAR 155mm 52 .cal self propelled howitzer to the Malaydesh n Army, in order to fill a capability gap. An LoI is signed during day three of DSA 2016.
20 units are to be supplied, which include the supporting vehicles, and will boost the Malaydesh n Army's firepower inventory.
-----------
2026 SPH VERSI AKAN : UANG KOPI ......
BUKAN MINDEF = MIDDLEMAN (UANG KOPI)
Representatives of KNDS and its local industrial partner Advanced Defense System (ADS Sdn Bhd) formalized an order for 18 CAESAR artillery systems on Tuesday, 16 June 2026, during the 2026 edition of Eurosatory
----------------------------------
Pakistan (JF-17): Hanya sebatas minat, kesepakatan tidak pernah final.
-
India (Tejas): Negosiasi tingkat lanjut untuk ganti MiG-29, namun gagal terpilih.
-
Turki (Yavuz): Rencana akuisisi SPH 155mm yang terus-menerus ditinjau ulang tanpa hasil.
-
Prancis (Nexter): Sudah tanda tangan LoI (2016) untuk 20 unit, tapi tidak berlanjut ke kontrak.
-
Indonesia (PT PAL): Klaim kontrak kapal MRSS akan diteken Agustus, namun batal terealisasi.
-
Prancis (Rafale): Sempat klaim hanya bicara dengan Dassault untuk 18 unit, tapi akhirnya tidak dibeli.
-
Slovakia (EVA): Ekspektasi kesepakatan SPH 155mm yang berakhir tanpa kontrak.
-
China (KS-1A): Persetujuan prinsip pembelian rudal dan transfer teknologi yang tidak terwujud.
-
PBB (IAG Guardian): Kendaraan ditolak PBB karena tidak memenuhi syarat operasional, biaya tidak diganti.
--------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 2010–2026
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malondesh 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
________________________________________
Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
-
Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
-
CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
-
The Edge Malondesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
-
MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
-
Kementerian Kewangan (MOF) Malondesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
10 TAHUN ADS PRANK SPH = BERUK KLAIM SHOPPING
Hapus2026 : KNDS – ADS
2016 : NEXTER – ADS
2026 : KNDS – ADS : AKAN 18 SPH
2016 : NEXTER – ADS : PRANK LOI 20 SPH
-----------
2025-2016 = 10 TAHUN PRANK SPH
2016 LOI SPH CAESAR
2016 LOI SPH CAESAR
PRANK NEXTER :Nexter in cooperation with Advanced Defense Systems (ADS) is proposing the CAESAR 155mm 52 .cal self propelled howitzer to the Malaydesh n Army, in order to fill a capability gap. An LoI is signed during day three of DSA 2016.
20 units are to be supplied, which include the supporting vehicles, and will boost the Malaydesh n Army's firepower inventory.
-----------
2026 SPH VERSI AKAN : UANG KOPI ......
BUKAN MINDEF = MIDDLEMAN (UANG KOPI)
Representatives of KNDS and its local industrial partner Advanced Defense System (ADS Sdn Bhd) formalized an order for 18 CAESAR artillery systems on Tuesday, 16 June 2026, during the 2026 edition of Eurosatory
-----------------------------------
UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL MALAYDESH (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
Hapus-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
--------------------------------
Dominasi Skala Ekonomi: Indonesia sebagai Gajah Asia
Indonesia telah melakukan decoupling (pemisahan kasta) dari ekonomi regional ASEAN:
PDB PPP (Daya Beli Riil): Dengan angka US$ 5,69 Triliun, Indonesia menempati Peringkat 6 Dunia, melampaui Jerman, Inggris, dan Prancis.
Skala Banding: Ekonomi riil Indonesia setara dengan gabungan Thailand + Vietnam + Filipina.
Rasio vs Malaydesh: Indonesia 4,24x lebih besar.
PDB Nominal (Nilai Pasar): Indonesia mencapai US$ 1,69 Triliun (Peringkat 15 Dunia).
Rasio vs Malaydesh: Indonesia 3,67x lebih besar.
-
Kontras Kesehatan Fiskal & Profil Risiko
Perbedaan fundamental dalam pengelolaan keuangan negara:
Indonesia (Pruden & Sehat):
Rasio Utang: Terjaga stabil di kisaran 40%, jauh di bawah batas aman UU (60%).
Utang Rumah Tangga: Sangat rendah (16%), memberikan ruang konsumsi domestik yang kuat tanpa beban cicilan ekstrem.
Malaydesh (Zona Merah Fiskal):
Rasio Utang: Melonjak hingga 69% - 70,4% (2024-2025), melewati limit internal 65%.
Bom Waktu Rumah Tangga: Rasio utang rumah tangga mencapai 84,3%, salah satu yang tertinggi di Asia, yang mencekik daya beli rakyat.
-
Trajektori Utang Malaydesh (2010–2026)
Data menunjukkan akumulasi utang yang tidak terkendali:
Era Transparansi (2018): Lonjakan drastis dari RM 686 Miliar ke RM 1,19 Triliun terjadi karena inklusi liabilitas tersembunyi (kasus 1MDB & proyek PPP).
Beban Pandemi & Pasca-Pandemi: Utang terus mendaki dari RM 1,32 T (2020) hingga diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026.
Defisit Fiskal: Meskipun menyusut ke 3,8% (2025), nominal defisit tetap tinggi (± USD 17,8 Miliar), memaksa penambahan utang baru setiap tahun.
-
Implikasi Geopolitik & Pertahanan
Kesenjangan ekonomi ini berdampak langsung pada postur militer:
Indonesia: Memiliki Fiscal Space luas untuk modernisasi alutsista (Rafale, Scorpene) karena beban bunga utang yang rendah.
Malaydesh: Terjebak dalam siklus "Hutang Bayar Hutang". Beban bunga utang yang masif memaksa pemerintah melakukan pembekuan total pengadaan militer dan beralih ke skema sewa (leasing) karena ketidaksediaan dana tunai.
-
Kesimpulan Utama: Indonesia kini berada di liga elit ekonomi global (G20 Top 6 PPP), sementara Malaydesh menghadapi risiko sistemik akibat beban utang pemerintah dan rumah tangga yang ekstrem, yang berujung pada stagnasi nasional.
HIGH COURT = LCS CASE
HapusHigh Court to decide on Boustead Naval Shipyard restraining order against creditors on June 2
Since then, it is understood that other creditors have intervened in the ongoing court proceedings over the scheme of arrangement. Besides :
1.MTU Services
2. Contraves Sdn Bhd,
3. Axima Concept SA
4. Contraves Advanced Devices Sdn Bhd,
5. Contraves Electrodynamics Sdn Bhd
6. Tyco Fire, Security & Services Malaydesh Sdn Bhd
7. iXblue SAS
8. iXblue Sdn Bhd
9. PROTANK MISSION SYSTEMS SDN BHD
10. Bank Pembangunan Malaydesh Bhd
11. AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd
12. MTU Services
13. Affin Hwang Investment Bank Bhd
14. Bank Muamalat Malaydesh Bhd
15. Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat Malaydesh Bhd
16. Malayan Banking Bhd (Maybank)
17. Kuwait Finance House (Malaydesh) Bhd.
-----------------------------------
UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL MALAYDESH (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
MKM = BARTER PALM OIL
HapusMIG29N = BARTER PALM OIL
MALAYDESH has used palm oil to barter for military equipment, including fighter jets. The MALAYDESH Armed Forces (MAF) is made up of the Royal MALAYDESH Navy, the Royal MALAYDESH Air Force, and the MALAYDESH Army.
----
A400M
PEMBAYARAN BERPERINGKAT = DEBT
MALAYDESH membeli pesawat Airbus A400M secara ansuran dan bukan secara tunai. Pembelian pesawat A400M dilakukan melalui kontrak yang melibatkan bayar berperingkat.
----
FA50M BARTER PALM OIL
On the other hand, South Korea aims to sell another 18 FA-50s to MALAYDESH in the future. MALAYDESH announced that at least half of the payment would be made in palm oil
----
SCORPENE BARTER PALM OIL
Under the deal, France would buy RM819 million’s (€230 million) worth of MALAYDESH palm oil, RM327 million (€92 million) of other commodities, and invest RM491 million (€138 million) for training and techNOLogy transfer to local firms here.
----
PT91 BARTER PALM OIL RUBBER
Payment for the purchase includes 30 percent of direct off-set in the form of training and techNOLogy transfer and 30 percent of indirect off-set in commodities like palm oil and rubber
-----------------------------------
UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL MALAYDESH (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
BUALAN TIAP TAHUN
Hapus2022 = KLAIM SHOPPING SPH : ZONK
2023 = KLAIM SHOPPING SPH : ZONK
2024 = KLAIM SHOPPING SPH : ZONK
2025 = KLAIM SHOPPING SPH : ZONK
2026 = KLAIM SHOPPING SPH : ZONK
-----------------------------------
GEMPURWIRA24 Juni 2026 pukul 14.26
ORANG KAYA SHOPING CAESAR SPH BARU...CASH ya guys.....😎😎😎
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 10.30
Tahun depan 2024
18 SPH
12 HELIKOPTER CSAR
50-60 KENDERAAN ARMOR
3 KAPAL LMS BATCH 2
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 09.48
Psssttttt..... 18 buah SPH beli CASH ya guys bukan HUTANG... 🤣🤣🤣🤣
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 13.23
Alhamdulilah MALAYDESH shoping SPH CASH guys.... Kalis NGUTANG... 😎😎😎😎
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 08.40
18 buah puan syukur beli CASH...
dari NGUTANG yang di bebankan rakyat tanggung BEBAN HUTANG alutsista puluhan tahun hingga 2044... 🤣🤣🤣🤣🤣
-
SPH CAESAR =
GEMPURWIRA 2 April 2022 pukul 19.36
Wkwkwkwkkw.... MALAYDESH SHOPING SPH guys.... ORANG KAYA
-
SPH YAVUZ =
GEMPURWIRA 18 April 2022 pukul 12.26
SPH Masuk dalam aset terbaru ya guys... Shoping lagi. Wkwkkwkwkwkw
-
SPH EVA =
GEMPURWIRA 14 September 2022 pukul 07.29
Video Eva SPH yang di runding oleh MALAYDESH guys.... pengisian peluru Auto guys
-----------------------------------
UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL MALAYDESH (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
2026-1995 = 31 TAHUN MEMBUAL SPH
Hapus-----------------------------------
2025-1995 = 30 TAHUN PRANK SPH
2025-1995 = 30 TAHUN PRANK SPH
2025-1995 = 30 TAHUN PRANK SPH
Malondesh pada tahun 1995 memang melakukan uji coba SPH G5 dan FH-70, tetapi tidak melanjutkan pembelian. Fokus mereka tetap pada artileri tarik hingga akhirnya baru pada dekade 2000-an dan 2020-an muncul opsi SPH modern seperti Caesar dan Yavuz.
-
Tahun Jenis SPH diuji Asal Status
1995 G5 155mm Afrika Selatan Uji coba, tidak dibeli
1995 FH-70 (SPH varian) Inggris/Italia/Jerman Uji coba, tidak dibeli
2000-an Caesar 155mm Prancis Evaluasi lanjut
2020-an Yavuz 155mm Turki
-----------------------------------
GEMPURWIRA24 Juni 2026 pukul 14.26
ORANG KAYA SHOPING CAESAR SPH BARU...CASH ya guys.....😎😎😎
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 10.30
Tahun depan 2024
18 SPH
12 HELIKOPTER CSAR
50-60 KENDERAAN ARMOR
3 KAPAL LMS BATCH 2
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 09.48
Psssttttt..... 18 buah SPH beli CASH ya guys bukan HUTANG... 🤣🤣🤣🤣
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 13.23
Alhamdulilah MALAYDESH shoping SPH CASH guys.... Kalis NGUTANG... 😎😎😎😎
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 08.40
18 buah puan syukur beli CASH...
dari NGUTANG yang di bebankan rakyat tanggung BEBAN HUTANG alutsista puluhan tahun hingga 2044... 🤣🤣🤣🤣🤣
-
SPH CAESAR =
GEMPURWIRA 2 April 2022 pukul 19.36
Wkwkwkwkkw.... MALAYDESH SHOPING SPH guys.... ORANG KAYA
-
SPH YAVUZ =
GEMPURWIRA 18 April 2022 pukul 12.26
SPH Masuk dalam aset terbaru ya guys... Shoping lagi. Wkwkkwkwkwkw
-
SPH EVA =
GEMPURWIRA 14 September 2022 pukul 07.29
Video Eva SPH yang di runding oleh MALAYDESH guys.... pengisian peluru Auto guys
-----------------------------------
UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
2026-1995 = 31 TAHUN MEMBUAL SPH
Hapus-----------------------------------
2026-1995 = 31 TAHUN PRANK SPH
2026-1995 = 31 TAHUN PRANK SPH
2026-1995 = 31 TAHUN PRANK SPH
Malondesh pada tahun 1995 memang melakukan uji coba SPH G5 dan FH-70, tetapi tidak melanjutkan pembelian. Fokus mereka tetap pada artileri tarik hingga akhirnya baru pada dekade 2000-an dan 2020-an muncul opsi SPH modern seperti Caesar dan Yavuz.
-
Tahun Jenis SPH diuji Asal Status
1995 G5 155mm Afrika Selatan Uji coba, tidak dibeli
1995 FH-70 (SPH varian) Inggris/Italia/Jerman Uji coba, tidak dibeli
1999: Uji coba pertama CAESAR Prancis di Kamp Asahan dan Gemas.
2000: Akuisisi CAESAR batal akibat krisis keuangan Asia; Malaysia membeli meriam tarik Denel G5.
2001–2010: Evaluasi sistem SPH global lain seperti Denel G6 dan K9 Thunder tanpa kesepakatan.
2016: Rencana pembelian 30 unit bekas M109A5 dari Amerika Serikat disetujui.
2018: Pembelian M109A5 dibatalkan karena biaya perbaikan sasis tua terlalu mahal.
2022: Negosiasi intensif untuk membeli 16–18 unit SPH EVA dari Slovakia.
Januari 2023: Pembelian SPH EVA dibatalkan akibat pergantian pemerintah pasca-pemilu.
Januari 2024: Kementerian Keuangan menyetujui evaluasi tender untuk enam kandidat SPH.
-
GEMPURWIRA24 Juni 2026 pukul 14.26
ORANG KAYA SHOPING CAESAR SPH BARU...CASH ya guys.....😎😎😎
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 10.30
Tahun depan 2024
18 SPH
12 HELIKOPTER CSAR
50-60 KENDERAAN ARMOR
3 KAPAL LMS BATCH 2
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 09.48
Psssttttt..... 18 buah SPH beli CASH ya guys bukan HUTANG... 🤣🤣🤣🤣
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 13.23
Alhamdulilah MALAYDESH shoping SPH CASH guys.... Kalis NGUTANG... 😎😎😎😎
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 08.40
18 buah puan syukur beli CASH...
dari NGUTANG yang di bebankan rakyat tanggung BEBAN HUTANG alutsista puluhan tahun hingga 2044... 🤣🤣🤣🤣🤣
-
SPH CAESAR =
GEMPURWIRA 2 April 2022 pukul 19.36
Wkwkwkwkkw.... MALAYDESH SHOPING SPH guys.... ORANG KAYA
-
SPH YAVUZ =
GEMPURWIRA 18 April 2022 pukul 12.26
SPH Masuk dalam aset terbaru ya guys... Shoping lagi. Wkwkkwkwkwkw
-
SPH EVA =
GEMPURWIRA 14 September 2022 pukul 07.29
Video Eva SPH yang di runding oleh MALAYDESH guys.... pengisian peluru Auto guys
-----------------------------------
PENDAPATAN VS PENGELUARAN MALAYDESH
PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
PENGELUARAN : RM470 Miliar
BEBAN SUBSIDI 23,9%
PANTAS HUTANG BAYAR HUTANG : RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
--------------------------------------------
PENDAPATAN NEGARA:
Berkisar RM334,1 Miliar hingga RM343,1 Miliar (75,8% dari pajak dan 24,2% non-pajak/Petronas).
-
TOTAL PENGELUARAN:
Mencapai RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar.
-
ALOKASI BELANJA:
Sebesar RM338,2 Miliar habis untuk operasional (gaji, pensiun, subsidi) dan hanya RM81 Miliar untuk pembangunan infrastruktur.
-
ALASAN UTAMA HARUS BERUTANG
PENDAPATAN HABIS TOtal: Biaya operasional murni (RM338,2 Miliar) langsung menelan hampir 100% dari seluruh pendapatan negara yang masuk.
-
DEFISIT ANGGARAN KRONIS: Selisih besar antara pendapatan dan total belanja menciptakan lubang defisit 3,5% hingga 3,6% dari PDB.
-
PENERBITAN UTANG BARU: Pemerintah terpaksa menarik utang baru senilai puluhan miliar ringgit karena tidak ada sisa dana bersih untuk membiayai proyek pembangunan dan subsidi.
Diam2 dah kontrak aja 2 KS Mini (DGK) dari Itali..👍
BalasHapusPARAH GUYS......INIKAH HASIL MALAYDESH YANG MENDUNIA KONON IQ SUPER DAN LULUSAN TOP UNIVERSITY 🤡🤡🤡🤡🤣🤣🤣🤣🤣
BalasHapusWondaleaf adalah kondom uniseks pertama di dunia yang bisa dipakai oleh pria maupun wanita.Berikut adalah fakta lengkapnya:
- Pencipta: Diciptakan oleh Dr. John Tang Ing Chinh, seorang dokter ahli kandungan (ginekolog) dari Malaydesh.
- Bahan: Terbuat dari poliuretan kelas medis yang tipis, kuat, dan biasa dipakai untuk pembalut luka.
- Cara Kerja: Memiliki perekat di salah satu sisinya. Perekat ini bisa ditempelkan ke area kelamin pria (penis) atau wanita (vagina).
- Keunggulan: Kondom ini tidak memiliki bagian luar atau dalam, sehingga bisa dibolak-balik. Bagian perekatnya juga memberikan perlindungan ekstra untuk area sekitar kelamin.
https://www.kompas.com/sains/read/2021/10/28/113200823/pertama-di-dunia-peneliti-malaysia-kembangkan-kondom-unisex
#TAMATLAH SUDAH ALKISAH KAMI 🤡🤡🤡🤡🤣🤣🤣🤣🤣
BUALAN TIAP TAHUN
BalasHapus2022 = KLAIM SHOPPING SPH : ZONK
2023 = KLAIM SHOPPING SPH : ZONK
2024 = KLAIM SHOPPING SPH : ZONK
2025 = KLAIM SHOPPING SPH : ZONK
2026 = KLAIM SHOPPING SPH : ZONK
-----------------------------------
GEMPURWIRA24 Juni 2026 pukul 14.26
ORANG KAYA SHOPING CAESAR SPH BARU...CASH ya guys.....😎😎😎
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 10.30
Tahun depan 2024
18 SPH
12 HELIKOPTER CSAR
50-60 KENDERAAN ARMOR
3 KAPAL LMS BATCH 2
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 09.48
Psssttttt..... 18 buah SPH beli CASH ya guys bukan HUTANG... 🤣🤣🤣🤣
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 13.23
Alhamdulilah MALAYDESH shoping SPH CASH guys.... Kalis NGUTANG... 😎😎😎😎
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 08.40
18 buah puan syukur beli CASH...
dari NGUTANG yang di bebankan rakyat tanggung BEBAN HUTANG alutsista puluhan tahun hingga 2044... 🤣🤣🤣🤣🤣
-
SPH CAESAR =
GEMPURWIRA 2 April 2022 pukul 19.36
Wkwkwkwkkw.... MALAYDESH SHOPING SPH guys.... ORANG KAYA
-
SPH YAVUZ =
GEMPURWIRA 18 April 2022 pukul 12.26
SPH Masuk dalam aset terbaru ya guys... Shoping lagi. Wkwkkwkwkwkw
-
SPH EVA =
GEMPURWIRA 14 September 2022 pukul 07.29
Video Eva SPH yang di runding oleh MALAYDESH guys.... pengisian peluru Auto guys
-----------------------------------
UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL MALAYDESH (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
2026-1995 = 31 TAHUN MEMBUAL SPH
BalasHapus-----------------------------------
2025-1995 = 30 TAHUN PRANK SPH
2025-1995 = 30 TAHUN PRANK SPH
2025-1995 = 30 TAHUN PRANK SPH
Malondesh pada tahun 1995 memang melakukan uji coba SPH G5 dan FH-70, tetapi tidak melanjutkan pembelian. Fokus mereka tetap pada artileri tarik hingga akhirnya baru pada dekade 2000-an dan 2020-an muncul opsi SPH modern seperti Caesar dan Yavuz.
-
Tahun Jenis SPH diuji Asal Status
1995 G5 155mm Afrika Selatan Uji coba, tidak dibeli
1995 FH-70 (SPH varian) Inggris/Italia/Jerman Uji coba, tidak dibeli
2000-an Caesar 155mm Prancis Evaluasi lanjut
2020-an Yavuz 155mm Turki
-----------------------------------
10 TAHUN ADS PRANK SPH = BERUK KLAIM SHOPPING
2026 : KNDS – ADS
2016 : NEXTER – ADS
2026 : KNDS – ADS : AKAN 18 SPH
2016 : NEXTER – ADS : PRANK LOI 20 SPH
-----------
2025-2016 = 10 TAHUN PRANK SPH
2016 LOI SPH CAESAR
2016 LOI SPH CAESAR
PRANK NEXTER :Nexter in cooperation with Advanced Defense Systems (ADS) is proposing the CAESAR 155mm 52 .cal self propelled howitzer to the Malaydesh n Army, in order to fill a capability gap. An LoI is signed during day three of DSA 2016.
20 units are to be supplied, which include the supporting vehicles, and will boost the Malaydesh n Army's firepower inventory.
-----------
2026 SPH VERSI AKAN : UANG KOPI ......
BUKAN MINDEF = MIDDLEMAN (UANG KOPI)
Representatives of KNDS and its local industrial partner Advanced Defense System (ADS Sdn Bhd) formalized an order for 18 CAESAR artillery systems on Tuesday, 16 June 2026, during the 2026 edition of Eurosatory.
-----------
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 10.30
Tahun depan 2024
18 SPH
12 HELIKOPTER CSAR
50-60 KENDERAAN ARMOR
3 KAPAL LMS BATCH 2
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 09.48
Psssttttt..... 18 buah SPH beli CASH ya guys bukan HUTANG... 🤣🤣🤣🤣
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 13.23
Alhamdulilah MALAYDESH shoping SPH CASH guys.... Kalis NGUTANG... 😎😎😎😎
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 08.40
18 buah puan syukur beli CASH...
dari NGUTANG yang di bebankan rakyat tanggung BEBAN HUTANG alutsista puluhan tahun hingga 2044... 🤣🤣🤣🤣🤣
-
SPH CAESAR =
GEMPURWIRA 2 April 2022 pukul 19.36
Wkwkwkwkkw.... MALAYDESH SHOPING SPH guys.... ORANG KAYA
-
SPH YAVUZ =
GEMPURWIRA 18 April 2022 pukul 12.26
SPH Masuk dalam aset terbaru ya guys... Shoping lagi. Wkwkkwkwkwkw
-
SPH EVA =
GEMPURWIRA 14 September 2022 pukul 07.29
Video Eva SPH yang di runding oleh MALAYDESH guys.... pengisian peluru Auto guys
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL MALAYDESH (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
2026-1995 = 31 TAHUN MEMBUAL SPH
BalasHapus-----------------------------------
2026-1995 = 31 TAHUN PRANK SPH
2026-1995 = 31 TAHUN PRANK SPH
2026-1995 = 31 TAHUN PRANK SPH
Malondesh pada tahun 1995 memang melakukan uji coba SPH G5 dan FH-70, tetapi tidak melanjutkan pembelian. Fokus mereka tetap pada artileri tarik hingga akhirnya baru pada dekade 2000-an dan 2020-an muncul opsi SPH modern seperti Caesar dan Yavuz.
-
Tahun Jenis SPH diuji Asal Status
1995 G5 155mm Afrika Selatan Uji coba, tidak dibeli
1995 FH-70 (SPH varian) Inggris/Italia/Jerman Uji coba, tidak dibeli
1999: Uji coba pertama CAESAR Prancis di Kamp Asahan dan Gemas.
2000: Akuisisi CAESAR batal akibat krisis keuangan Asia; Malaysia membeli meriam tarik Denel G5.
2001–2010: Evaluasi sistem SPH global lain seperti Denel G6 dan K9 Thunder tanpa kesepakatan.
2016: Rencana pembelian 30 unit bekas M109A5 dari Amerika Serikat disetujui.
2018: Pembelian M109A5 dibatalkan karena biaya perbaikan sasis tua terlalu mahal.
2022: Negosiasi intensif untuk membeli 16–18 unit SPH EVA dari Slovakia.
Januari 2023: Pembelian SPH EVA dibatalkan akibat pergantian pemerintah pasca-pemilu.
Januari 2024: Kementerian Keuangan menyetujui evaluasi tender untuk enam kandidat SPH.
-
GEMPURWIRA24 Juni 2026 pukul 14.26
ORANG KAYA SHOPING CAESAR SPH BARU...CASH ya guys.....😎😎😎
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 10.30
Tahun depan 2024
18 SPH
12 HELIKOPTER CSAR
50-60 KENDERAAN ARMOR
3 KAPAL LMS BATCH 2
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 09.48
Psssttttt..... 18 buah SPH beli CASH ya guys bukan HUTANG... 🤣🤣🤣🤣
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 13.23
Alhamdulilah MALAYDESH shoping SPH CASH guys.... Kalis NGUTANG... 😎😎😎😎
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 08.40
18 buah puan syukur beli CASH...
dari NGUTANG yang di bebankan rakyat tanggung BEBAN HUTANG alutsista puluhan tahun hingga 2044... 🤣🤣🤣🤣🤣
-
SPH CAESAR =
GEMPURWIRA 2 April 2022 pukul 19.36
Wkwkwkwkkw.... MALAYDESH SHOPING SPH guys.... ORANG KAYA
-
SPH YAVUZ =
GEMPURWIRA 18 April 2022 pukul 12.26
SPH Masuk dalam aset terbaru ya guys... Shoping lagi. Wkwkkwkwkwkw
-
SPH EVA =
GEMPURWIRA 14 September 2022 pukul 07.29
Video Eva SPH yang di runding oleh MALAYDESH guys.... pengisian peluru Auto guys
-----------------------------------
UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook
2026-1995 = 31 TAHUN MEMBUAL SPH
BalasHapus-----------------------------------
2026-1995 = 31 TAHUN PRANK SPH
2026-1995 = 31 TAHUN PRANK SPH
2026-1995 = 31 TAHUN PRANK SPH
Malondesh pada tahun 1995 memang melakukan uji coba SPH G5 dan FH-70, tetapi tidak melanjutkan pembelian. Fokus mereka tetap pada artileri tarik hingga akhirnya baru pada dekade 2000-an dan 2020-an muncul opsi SPH modern seperti Caesar dan Yavuz.
-
Tahun Jenis SPH diuji Asal Status
1995 G5 155mm Afrika Selatan Uji coba, tidak dibeli
1995 FH-70 (SPH varian) Inggris/Italia/Jerman Uji coba, tidak dibeli
1999: Uji coba pertama CAESAR Prancis di Kamp Asahan dan Gemas.
2000: Akuisisi CAESAR batal akibat krisis keuangan Asia; Malaysia membeli meriam tarik Denel G5.
2001–2010: Evaluasi sistem SPH global lain seperti Denel G6 dan K9 Thunder tanpa kesepakatan.
2016: Rencana pembelian 30 unit bekas M109A5 dari Amerika Serikat disetujui.
2018: Pembelian M109A5 dibatalkan karena biaya perbaikan sasis tua terlalu mahal.
2022: Negosiasi intensif untuk membeli 16–18 unit SPH EVA dari Slovakia.
Januari 2023: Pembelian SPH EVA dibatalkan akibat pergantian pemerintah pasca-pemilu.
Januari 2024: Kementerian Keuangan menyetujui evaluasi tender untuk enam kandidat SPH.
-
GEMPURWIRA24 Juni 2026 pukul 14.26
ORANG KAYA SHOPING CAESAR SPH BARU...CASH ya guys.....😎😎😎
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 10.30
Tahun depan 2024
18 SPH
12 HELIKOPTER CSAR
50-60 KENDERAAN ARMOR
3 KAPAL LMS BATCH 2
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 09.48
Psssttttt..... 18 buah SPH beli CASH ya guys bukan HUTANG... 🤣🤣🤣🤣
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 13.23
Alhamdulilah MALAYDESH shoping SPH CASH guys.... Kalis NGUTANG... 😎😎😎😎
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 08.40
18 buah puan syukur beli CASH...
dari NGUTANG yang di bebankan rakyat tanggung BEBAN HUTANG alutsista puluhan tahun hingga 2044... 🤣🤣🤣🤣🤣
-
SPH CAESAR =
GEMPURWIRA 2 April 2022 pukul 19.36
Wkwkwkwkkw.... MALAYDESH SHOPING SPH guys.... ORANG KAYA
-
SPH YAVUZ =
GEMPURWIRA 18 April 2022 pukul 12.26
SPH Masuk dalam aset terbaru ya guys... Shoping lagi. Wkwkkwkwkwkw
-
SPH EVA =
GEMPURWIRA 14 September 2022 pukul 07.29
Video Eva SPH yang di runding oleh MALAYDESH guys.... pengisian peluru Auto guys
-----------------------------------
PENDAPATAN VS PENGELUARAN MALAYDESH
PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
PENGELUARAN : RM470 Miliar
BEBAN SUBSIDI 23,9%
PANTAS HUTANG BAYAR HUTANG : RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
--------------------------------------------
PENDAPATAN NEGARA:
Berkisar RM334,1 Miliar hingga RM343,1 Miliar (75,8% dari pajak dan 24,2% non-pajak/Petronas).
-
TOTAL PENGELUARAN:
Mencapai RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar.
-
ALOKASI BELANJA:
Sebesar RM338,2 Miliar habis untuk operasional (gaji, pensiun, subsidi) dan hanya RM81 Miliar untuk pembangunan infrastruktur.
-
ALASAN UTAMA HARUS BERUTANG
PENDAPATAN HABIS TOtal: Biaya operasional murni (RM338,2 Miliar) langsung menelan hampir 100% dari seluruh pendapatan negara yang masuk.
-
DEFISIT ANGGARAN KRONIS: Selisih besar antara pendapatan dan total belanja menciptakan lubang defisit 3,5% hingga 3,6% dari PDB.
-
PENERBITAN UTANG BARU: Pemerintah terpaksa menarik utang baru senilai puluhan miliar ringgit karena tidak ada sisa dana bersih untuk membiayai proyek pembangunan dan subsidi.
2026-1995 = 31 TAHUN MEMBUAL SPH
BalasHapus-----------------------------------
Tahun Jenis SPH diuji Asal Status
1995 G5 155mm Afrika Selatan Uji coba, tidak dibeli
1995 FH-70 (SPH varian) Inggris/Italia/Jerman Uji coba, tidak dibeli
1999: Uji coba pertama CAESAR Prancis di Kamp Asahan dan Gemas.
2000: Akuisisi CAESAR batal akibat krisis keuangan Asia; Malaysia membeli meriam tarik Denel G5.
2001–2010: Evaluasi sistem SPH global lain seperti Denel G6 dan K9 Thunder tanpa kesepakatan.
2016: Rencana pembelian 30 unit bekas M109A5 dari Amerika Serikat disetujui.
2018: Pembelian M109A5 dibatalkan karena biaya perbaikan sasis tua terlalu mahal.
2022: Negosiasi intensif untuk membeli 16–18 unit SPH EVA dari Slovakia.
Januari 2023: Pembelian SPH EVA dibatalkan akibat pergantian pemerintah pasca-pemilu.
-----------------------------------
2025-2016 = 10 TAHUN PRANK SPH
2016 LOI SPH CAESAR
2016 LOI SPH CAESAR
PRANK NEXTER :Nexter in cooperation with Advanced Defense Systems (ADS) is proposing the CAESAR 155mm 52 .cal self propelled howitzer to the Malaydesh n Army, in order to fill a capability gap. An LoI is signed during day three of DSA 2016.
20 units are to be supplied, which include the supporting vehicles, and will boost the Malaydesh n Army's firepower inventory.
--
2026 SPH VERSI AKAN : UANG KOPI ......
BUKAN MINDEF = MIDDLEMAN (UANG KOPI)
Representatives of KNDS and its local industrial partner Advanced Defense System (ADS Sdn Bhd) formalized an order for 18 CAESAR artillery systems on Tuesday, 16 June 2026, during the 2026 edition of Eurosatory.
----------------------------------
GEMPURWIRA24 Juni 2026 pukul 14.26
ORANG KAYA SHOPING CAESAR SPH BARU...CASH ya guys.....😎😎😎
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 10.30
Tahun depan 2024
18 SPH
12 HELIKOPTER CSAR
50-60 KENDERAAN ARMOR
3 KAPAL LMS BATCH 2
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 09.48
Psssttttt..... 18 buah SPH beli CASH ya guys bukan HUTANG... 🤣🤣🤣🤣
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 13.23
Alhamdulilah MALAYDESH shoping SPH CASH guys.... Kalis NGUTANG... 😎😎😎😎
-
GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 08.40
18 buah puan syukur beli CASH...
dari NGUTANG yang di bebankan rakyat tanggung BEBAN HUTANG alutsista puluhan tahun hingga 2044... 🤣🤣🤣🤣🤣
-
SPH CAESAR =
GEMPURWIRA 2 April 2022 pukul 19.36
Wkwkwkwkkw.... MALAYDESH SHOPING SPH guys.... ORANG KAYA
-
SPH YAVUZ =
GEMPURWIRA 18 April 2022 pukul 12.26
SPH Masuk dalam aset terbaru ya guys... Shoping lagi. Wkwkkwkwkwkw
-
SPH EVA =
GEMPURWIRA 14 September 2022 pukul 07.29
Video Eva SPH yang di runding oleh MALAYDESH guys.... pengisian peluru Auto guys
-----------------------------------
✈️ MRCA (2017–2025: ZONK)
Tujuan: Ganti MiG-29N TUDM yang usang.
Kandidat: Rafale, Typhoon, Gripen, F/A-18E/F.
Kendala: Anggaran tidak pasti dan peralihan fokus ke jet LCA FA-50.
Status: Proyek mandek tanpa akuisisi pesawat baru.
-
🚢 LCS (2011–2025: ZONK)
Tujuan: Pengadaan 6 kapal perang kelas Gowind TLDM (RM9–11 miliar).
Masalah: Skandal korupsi dan salah kelola oleh Boustead Naval Shipyard.
Status: Belum ada kapal operasional; kapal pertama baru rampung 72% untuk uji laut.
-
🛡️ SPH (2016–2025: ZONK)
Tujuan: Pengadaan artileri bergerak Angkatan Darat (Kandidat: CAESAR, K9 Thunder).
Kendala: Perubahan anggaran dan prioritas politik lintas pemerintahan.
Status: Tidak ada unit baru yang dioperasikan.
-
🚢 MRSS/LPD (2016–2025: ZONK)
Tujuan: Kapal logistik amfibi dalam Pelan Transformasi 15-to-5 TLDM.
Perkembangan: Konstruksi tertunda lama dan baru dijadwalkan mulai pada RMKe-13 (2026).
Status: Belum ada kapal yang dibangun.
PENGANGGURAN NYAMPAH TERUS 🤣🤣🤣
BalasHapusKLAIM UANG KUAT = NGEMIS BERAS KELAPARAN
Hapus1. REKOR CRASH ALUTSISTA & MODERNISASI MANDEK
• MRCA (2017–2025): Ganti MiG-29N usang ➡️ ZONK (Beralih ke LCA FA-50).
• LCS (2011–2025): Proyek Gowind RM9-11B ➡️ ZONK (Korupsi Lumut/Boustead, 0 kapal siap).
• SPH (2016–2025): Artileri CAESAR/K9 ➡️ ZONK (Penundaan anggaran lintas rezim).
• MRSS (2016–2025): Logistik amfibi 15-to-5 ➡️ ZONK (Konstruksi mundur ke RMKe-13 2026).
• Penyebab: Politik labil (5x Ganti PM, 6x Menteri Pertahanan sejak 2011).
----------------------------------
2. REFORMASI EKONOMI 2023–2026 = MISKIN
• 2026: Kemenkeu perintahkan pangkas budget operasi kementerian akibat konflik eksternal.
• 2026: Pembekuan pengadaan militer/polisi per Januari pasca-skandal suap eks petinggi.
• 2026: Gelombang PHK massal mencapai puncaknya (24.100 pekerja SOCSO + 5.000 internal Petronas).
• 2025: Laporan SIPRI kosong melompong (0 transaksi/ekspor senjata besar).
• 2024: Dokumen tahunan SIPRI nihil (Zonk, hanya mencatat sewa aset luar).
• 2023: Kemenhan batalkan sepihak 5 tender suplai logistik dan infrastruktur pertahanan.
----------------------------------
3. BEBAN UTANG PER KAPITA 2026
• Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — Lewat batas aman 65%).
• Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — Kategori kritis ASEAN).
• Populasi Total: 36.385.115 Jiwa.
• Rasio Beban Warga:
o Utang Publik/Penduduk: RM 49.196
o Utang Domestik/Penduduk: RM 45.348
➡️ TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
--------------------------------
🛠️ What Does “Legacy Platforms” Mean?
Legacy platforms refer to aging military equipment—aircraft, ships, vehicles, and systems—that are:
Outdated in technology
Costly to maintain
Operationally limited in modern combat scenarios
Malondesh continues to operate many such platforms across its armed services.
🔍 Why Malondesh Overrelies on Legacy Platforms
1. Budget Constraints & Prioritization Gaps
Defence spending has never been a top priority in Malondesh ’s national budget.
Most funds go to personnel costs, leaving little for capital upgrades.
Modernization plans are often delayed or cancelled due to economic pressures.
2. Delayed Procurement Cycles
Example: The MiG-29N jets, delivered in 1995, were supposed to retire by 2010. But due to budget issues, their service was extended indefinitely.
The Littoral Combat Ship (LCS) program, meant to replace aging naval assets, has faced years of delay, leaving the Navy reliant on older patrol vessels.
3. Fragmented Modernization Strategy
Malondesh lacks a cohesive long-term procurement roadmap.
Acquisitions are often piecemeal, reactive, and politically driven.
This leads to a mix of platforms from Russia, the U.S., France, and China, complicating logistics and interoperability.
4. Maintenance Burden
Legacy systems require frequent repairs, spare parts, and specialized technicians.
Example: Malondesh ’s fleet includes C-130 Hercules from the 1970s and CN-235s from the early 2000s.
These platforms consume budget without delivering modern capability.
5. Capability Gaps
Malondesh ’s Air Force can only cover one-third of its territory with current aircraft.
The Navy lacks sufficient sealift, anti-submarine warfare, and maritime surveillance assets.
The Army relies on older armored vehicles with limited protection and mobility.
📊 Examples of Legacy Platforms Still in Use
Platform Service Branch Year Introduced Status
MiG-29N Fulcrum Air Force 1995 Retired (late)
F/A-18D Hornet Air Force 1997 Still active
C-130 Hercules Air Force 1970s–1990s Operational
Scorpene Submarines Navy 2009 Aging, limited fleet
Condor APCs Army 1980s Still in service
⚠️ Strategic Risks
Reduced deterrence in the South China Sea
Limited interoperability with allies
High lifecycle costs without capability returns
Vulnerability to modern threats like drones, cyber warfare, and precision strikes
KLAIM UANG KUAT = NGEMIS BERAS KELAPARAN
Hapus1. REKOR CRASH ALUTSISTA & MODERNISASI MANDEK
• MRCA (2017–2025): Ganti MiG-29N usang ➡️ ZONK (Beralih ke LCA FA-50).
• LCS (2011–2025): Proyek Gowind RM9-11B ➡️ ZONK (Korupsi Lumut/Boustead, 0 kapal siap).
• SPH (2016–2025): Artileri CAESAR/K9 ➡️ ZONK (Penundaan anggaran lintas rezim).
• MRSS (2016–2025): Logistik amfibi 15-to-5 ➡️ ZONK (Konstruksi mundur ke RMKe-13 2026).
• Penyebab: Politik labil (5x Ganti PM, 6x Menteri Pertahanan sejak 2011).
----------------------------------
2. REFORMASI EKONOMI 2023–2026 = MISKIN
• 2026: Kemenkeu perintahkan pangkas budget operasi kementerian akibat konflik eksternal.
• 2026: Pembekuan pengadaan militer/polisi per Januari pasca-skandal suap eks petinggi.
• 2026: Gelombang PHK massal mencapai puncaknya (24.100 pekerja SOCSO + 5.000 internal Petronas).
• 2025: Laporan SIPRI kosong melompong (0 transaksi/ekspor senjata besar).
• 2024: Dokumen tahunan SIPRI nihil (Zonk, hanya mencatat sewa aset luar).
• 2023: Kemenhan batalkan sepihak 5 tender suplai logistik dan infrastruktur pertahanan.
----------------------------------
3. BEBAN UTANG PER KAPITA 2026
• Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — Lewat batas aman 65%).
• Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — Kategori kritis ASEAN).
• Populasi Total: 36.385.115 Jiwa.
• Rasio Beban Warga:
o Utang Publik/Penduduk: RM 49.196
o Utang Domestik/Penduduk: RM 45.348
➡️ TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
--------------------------------
🛠️ What Does “Legacy Platforms” Mean?
Legacy platforms refer to aging military equipment—aircraft, ships, vehicles, and systems—that are:
Outdated in technology
Costly to maintain
Operationally limited in modern combat scenarios
Malondesh continues to operate many such platforms across its armed services.
🔍 Why Malondesh Overrelies on Legacy Platforms
1. Budget Constraints & Prioritization Gaps
Defence spending has never been a top priority in Malondesh ’s national budget.
Most funds go to personnel costs, leaving little for capital upgrades.
Modernization plans are often delayed or cancelled due to economic pressures.
2. Delayed Procurement Cycles
Example: The MiG-29N jets, delivered in 1995, were supposed to retire by 2010. But due to budget issues, their service was extended indefinitely.
The Littoral Combat Ship (LCS) program, meant to replace aging naval assets, has faced years of delay, leaving the Navy reliant on older patrol vessels.
3. Fragmented Modernization Strategy
Malondesh lacks a cohesive long-term procurement roadmap.
Acquisitions are often piecemeal, reactive, and politically driven.
This leads to a mix of platforms from Russia, the U.S., France, and China, complicating logistics and interoperability.
4. Maintenance Burden
Legacy systems require frequent repairs, spare parts, and specialized technicians.
Example: Malondesh ’s fleet includes C-130 Hercules from the 1970s and CN-235s from the early 2000s.
These platforms consume budget without delivering modern capability.
5. Capability Gaps
Malondesh ’s Air Force can only cover one-third of its territory with current aircraft.
The Navy lacks sufficient sealift, anti-submarine warfare, and maritime surveillance assets.
The Army relies on older armored vehicles with limited protection and mobility.
📊 Examples of Legacy Platforms Still in Use
Platform Service Branch Year Introduced Status
MiG-29N Fulcrum Air Force 1995 Retired (late)
F/A-18D Hornet Air Force 1997 Still active
C-130 Hercules Air Force 1970s–1990s Operational
Scorpene Submarines Navy 2009 Aging, limited fleet
Condor APCs Army 1980s Still in service
⚠️ Strategic Risks
Reduced deterrence in the South China Sea
Limited interoperability with allies
High lifecycle costs without capability returns
Vulnerability to modern threats like drones, cyber warfare, and precision strikes
KLAIM UANG KUAT = NGEMIS BERAS KELAPARAN
Hapus1. REKOR CRASH ALUTSISTA & MODERNISASI MANDEK
• MRCA (2017–2025): Ganti MiG-29N usang ➡️ ZONK (Beralih ke LCA FA-50).
• LCS (2011–2025): Proyek Gowind RM9-11B ➡️ ZONK (Korupsi Lumut/Boustead, 0 kapal siap).
• SPH (2016–2025): Artileri CAESAR/K9 ➡️ ZONK (Penundaan anggaran lintas rezim).
• MRSS (2016–2025): Logistik amfibi 15-to-5 ➡️ ZONK (Konstruksi mundur ke RMKe-13 2026).
• Penyebab: Politik labil (5x Ganti PM, 6x Menteri Pertahanan sejak 2011).
----------------------------------
2. REFORMASI EKONOMI 2023–2026 = MISKIN
• 2026: Kemenkeu perintahkan pangkas budget operasi kementerian akibat konflik eksternal.
• 2026: Pembekuan pengadaan militer/polisi per Januari pasca-skandal suap eks petinggi.
• 2026: Gelombang PHK massal mencapai puncaknya (24.100 pekerja SOCSO + 5.000 internal Petronas).
• 2025: Laporan SIPRI kosong melompong (0 transaksi/ekspor senjata besar).
• 2024: Dokumen tahunan SIPRI nihil (Zonk, hanya mencatat sewa aset luar).
• 2023: Kemenhan batalkan sepihak 5 tender suplai logistik dan infrastruktur pertahanan.
----------------------------------
3. BEBAN UTANG PER KAPITA 2026
• Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — Lewat batas aman 65%).
• Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — Kategori kritis ASEAN).
• Populasi Total: 36.385.115 Jiwa.
• Rasio Beban Warga:
o Utang Publik/Penduduk: RM 49.196
o Utang Domestik/Penduduk: RM 45.348
➡️ TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
--------------------------------
🛡️ Why Malondesh Lags Behind in Defence Tech & Force Structure
1. Limited Defence Budget & Allocation Inefficiency
Malondesh ’s defence budget is lower than Indonesia and Singapore, and a large portion goes to personnel costs, not modernization.
In contrast:
Indonesia: USD10.6 billion budget (2025), focused on maritime security and modernization
Singapore: USD15 billion budget, with 4.9% of GDP allocated to defence—the highest in ASEAN
Vietnam: Prioritizes coastal defence with diversified procurement from the U.S., South Korea, and Israel
2. Outdated Equipment & Slow Modernization
Malondesh still operates legacy platforms like MiG-29s (retired), aging Scorpene submarines, and delayed Littoral Combat Ships.
Meanwhile:
Indonesia is acquiring Rafale jets, Scorpène-class submarines, and expanding naval bases
Singapore has F-35B stealth fighters, advanced UAVs, and integrated cyber warfare units
Vietnam is modernizing its Soviet-era arsenal and investing in coastal missile systems
3. Force Structure Limitations
Malondesh ’s armed forces are fragmented and lack joint operational doctrine.
Singapore’s SAF is highly integrated, with tri-service coordination and advanced simulation training.
Indonesia and Vietnam maintain large active personnel (400,000 and 600,000 respectively), while Malondesh has ~110,000 with limited reserve depth1
4. Strategic Doctrine & Regional Role
Malondesh ’s defence posture is non-confrontational, focused on internal security and humanitarian missions.
In contrast:
Indonesia asserts maritime dominance in the South China Sea and Malacca Strait.
Vietnam maintains a deterrence posture against China, especially in the Spratly Islands.
Singapore positions itself as a technological leader and regional training hub.
📊 Comparative Snapshot (2025)
Country Defence Budget Key Assets Strategic Focus
🇲🇾 Malondesh ~USD5.7B FA-50 jets, LMS Batch 2 Internal security, HADR
🇮🇩 Indonesia USD10.6B Rafale jets, submarines Maritime security, deterrence
🇸🇬 Singapore USD15B F-35B, cyber units, UAVs Tech superiority, joint ops
🇻🇳 Vietnam ~USD6.5B Coastal missiles, Su-30MK2 China deterrence, coastal ops
KLAIM UANG KUAT = NGEMIS BERAS KELAPARAN
Hapus1. REKOR CRASH ALUTSISTA & MODERNISASI MANDEK
• MRCA (2017–2025): Ganti MiG-29N usang ➡️ ZONK (Beralih ke LCA FA-50).
• LCS (2011–2025): Proyek Gowind RM9-11B ➡️ ZONK (Korupsi Lumut/Boustead, 0 kapal siap).
• SPH (2016–2025): Artileri CAESAR/K9 ➡️ ZONK (Penundaan anggaran lintas rezim).
• MRSS (2016–2025): Logistik amfibi 15-to-5 ➡️ ZONK (Konstruksi mundur ke RMKe-13 2026).
• Penyebab: Politik labil (5x Ganti PM, 6x Menteri Pertahanan sejak 2011).
----------------------------------
2. REFORMASI EKONOMI 2023–2026 = MISKIN
• 2026: Kemenkeu perintahkan pangkas budget operasi kementerian akibat konflik eksternal.
• 2026: Pembekuan pengadaan militer/polisi per Januari pasca-skandal suap eks petinggi.
• 2026: Gelombang PHK massal mencapai puncaknya (24.100 pekerja SOCSO + 5.000 internal Petronas).
• 2025: Laporan SIPRI kosong melompong (0 transaksi/ekspor senjata besar).
• 2024: Dokumen tahunan SIPRI nihil (Zonk, hanya mencatat sewa aset luar).
• 2023: Kemenhan batalkan sepihak 5 tender suplai logistik dan infrastruktur pertahanan.
----------------------------------
3. BEBAN UTANG PER KAPITA 2026
• Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — Lewat batas aman 65%).
• Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — Kategori kritis ASEAN).
• Populasi Total: 36.385.115 Jiwa.
• Rasio Beban Warga:
o Utang Publik/Penduduk: RM 49.196
o Utang Domestik/Penduduk: RM 45.348
➡️ TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
--------------------------------
1. Overweight on Operating Expenditure
Over 40% of Malondesh defence budget goes to salaries, pensions, and allowances.
This leaves limited room for capital expenditure (procurement, upgrades, R&D).
Example: In 2024, RM8.2 billion was allocated for personnel costs, while only RM5.71 billion went to procurement.
2. Fragmented Procurement Planning
The Ministry of Defence lacks a clear multi-year procurement roadmap.
Funding is often allocated year-to-year, making it hard to commit to long-term modernization projects.
This leads to delays, cost overruns, and underutilized platforms (e.g. the Littoral Combat Ship fiasco).
3. Political Hesitation to Rebalance
Successive governments have been unwilling to cut personnel costs or restructure the armed forces.
Reducing manpower or retiring outdated equipment is politically sensitive, especially with veterans and civil service unions.
4. Currency Depreciation & Import Dependence
Malondesh imports most of its defence equipment.
The weak ringgit erodes purchasing power, so even increased budgets don’t translate into real capability gains.
5. Multi-Year Commitments Hidden in Annual Budgets
Annual allocations include progressive payments for past procurements (e.g. FA-50 jets, A400M upgrades).
These payments crowd out new investments, creating the illusion of fresh funding when it’s actually backlog servicing.
📊 Budget Allocation Snapshot (2024)
Category Allocation (RM) % of Total Budget
Personnel Costs 8.2 billion ~41%
Procurement 5.71 billion ~29%
Operations & Training ~3.5 billion ~18%
Miscellaneous ~2.3 billion ~12%
KLAIM UANG KUAT = NGEMIS BERAS KELAPARAN
Hapus1. REKOR CRASH ALUTSISTA & MODERNISASI MANDEK
• MRCA (2017–2025): Ganti MiG-29N usang ➡️ ZONK (Beralih ke LCA FA-50).
• LCS (2011–2025): Proyek Gowind RM9-11B ➡️ ZONK (Korupsi Lumut/Boustead, 0 kapal siap).
• SPH (2016–2025): Artileri CAESAR/K9 ➡️ ZONK (Penundaan anggaran lintas rezim).
• MRSS (2016–2025): Logistik amfibi 15-to-5 ➡️ ZONK (Konstruksi mundur ke RMKe-13 2026).
• Penyebab: Politik labil (5x Ganti PM, 6x Menteri Pertahanan sejak 2011).
----------------------------------
2. REFORMASI EKONOMI 2023–2026 = MISKIN
• 2026: Kemenkeu perintahkan pangkas budget operasi kementerian akibat konflik eksternal.
• 2026: Pembekuan pengadaan militer/polisi per Januari pasca-skandal suap eks petinggi.
• 2026: Gelombang PHK massal mencapai puncaknya (24.100 pekerja SOCSO + 5.000 internal Petronas).
• 2025: Laporan SIPRI kosong melompong (0 transaksi/ekspor senjata besar).
• 2024: Dokumen tahunan SIPRI nihil (Zonk, hanya mencatat sewa aset luar).
• 2023: Kemenhan batalkan sepihak 5 tender suplai logistik dan infrastruktur pertahanan.
----------------------------------
3. BEBAN UTANG PER KAPITA 2026
• Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — Lewat batas aman 65%).
• Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — Kategori kritis ASEAN).
• Populasi Total: 36.385.115 Jiwa.
• Rasio Beban Warga:
o Utang Publik/Penduduk: RM 49.196
o Utang Domestik/Penduduk: RM 45.348
➡️ TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
--------------------------------
📌 1. What is the “Chronic Allocation Problem”?
Malondesh defense budget suffers from structural imbalances:
~70% → Salaries, pensions, allowances.
~20–25% → Operations & maintenance (O&M).
<10% → Development (procurement, modernization).
This pattern has persisted for decades, regardless of who is in power. It’s “chronic” because it doesn’t change year to year — it is baked into Malondesh defense system.
________________________________________
📌 2. Why So Skewed?
Large manpower-heavy force → Army dominates with many personnel, each entitled to allowances & pensions.
Political incentives → Governments prefer to expand or protect jobs and welfare (pensions, veterans’ benefits) rather than invest in long-term modernization.
Rigid financial system → Once salaries & pensions are committed, they are “locked in,” leaving procurement squeezed.
Weak multi-year planning → Budgets are annual, so each year O&M & salaries get priority over new projects.
________________________________________
📌 3. Effects on the Armed Forces
✈️ Air Force (RMAF)
Insufficient flying hours → pilots often below NATO standards.
Can’t afford to maintain multiple fleets (Su-30, F/A-18D, Hawks).
Retirement of MiG-29 left gap, but MRCA replacement delayed decades due to budget.
________________________________________
🚢 Navy (RMN)
Modernization projects (e.g., LCS frigates) stalled because there’s no steady development funding.
Existing fleet spends fewer days at sea due to limited fuel allocations.
Submarines (Scorpène) struggle with high operational costs.
________________________________________
🪖 Army (TDM)
Personnel-heavy structure consumes most of the salary budget.
Modernization of armored vehicles, artillery, and air defense delayed.
Training often limited to small-scale jungle exercises (cheap but outdated for modern warfare).
________________________________________
📌 4. Macro-Level Consequences
Modernization Paralysis
Malondesh buys one “prestige project” (e.g., Scorpène, Su-30, LCS) but can’t follow through with sustainment.
No continuous upgrade pipeline.
Readiness Erosion
Without sufficient O&M funding, equipment availability drops.
Spare parts shortages → many assets grounded or idle.
Capability Gaps Widen
Neighbors move ahead with systematic modernization (Singapore F-35, Indonesia MEF).
Malondesh falls behind, unable to replace aging fleets.
Low Return on Investment
Billions spent on prestige platforms, but underutilized due to fuel & training cuts.
SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
Hapus-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
---------------------------------
DATA UTANG MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
-
PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
---------------------------------
Perangkap Utang & Liabilitas (Eskalasi RM 1,79 Triliun)
Pertumbuhan beban finansial yang melumpuhkan negara:
2010: RM 407,1 Miliar.
2018: RM 1,19 Triliun (Ledakan pasca-transparansi 1MDB).
2026: Proyeksi RM 1,79 Triliun (Titik kritis manajemen utang).
Rasio Utang: Diproyeksikan menyentuh 69,54% dari PDB pada 2029 (Data Statista), melampaui batas aman.
-
Penurunan Daya Gentar & Reputasi
Global Firepower (GFP) 2026: Malaydesh (Peringkat 42) resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41) di ASEAN.
Status "Military-for-Rent": Karena tidak mampu membeli (Buying), beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item (Heli, simulator, hingga motor polisi).
Administrasi: Sanksi naturalisasi ilegal dan kekalahan WO 0-3 di bidang olahraga menjadi simbol runtuhnya tata kelola birokrasi nasional.
-
Kesimpulan Strategis
Indonesia: Berstatus "The Giant" dengan modernisasi agresif (Rafale, A400M, PPA) dan rasio utang pemerintah yang sehat (40% GDP).
Malaydesh: Berstatus "The Stagnant" yang terjebak dalam delusi klaim "Shopping Cash" sementara kenyataannya hanya mampu membayar bunga utang lama.
SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
Hapus-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
---------------------------------
DATA UTANG MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
-
PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
---------------------------------
Bukti "Hutang Bayar Hutang" (Debt-Servicing Cycle)
Data resmi menunjukkan Malaydesh terjebak dalam siklus gali lubang tutup lubang kronis:
2018 (Fase Verifikasi): Utang menembus RM1 Triliun; pemerintah meluncurkan Tabung Harapan (donasi rakyat) untuk mencicil utang negara.
2019–2020: Ketergantungan meningkat; 59% hingga 60% pinjaman baru hanya untuk melunasi utang lama.
2023 (Rekor Terburuk): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM145,8 Miliar) digunakan hanya untuk membayar utang jatuh tempo.
2025–2026: Proyeksi tetap kritis di angka 58%. Ruang fiskal untuk pembangunan dan alutsista praktis terkunci oleh cicilan utang.
-
Bukti "Vakum SIPRI" (2020–2025)
Kontras dengan klaim belanja "Cash", data SIPRI menunjukkan kekosongan aktivitas:
2020–2021: Berstatus Planned (Hanya rencana/dijangka).
2022–2023: Berstatus Not Yet Ordered (Terpilih tapi tidak ada kontrak/pesanan).
2024–2025: Status resmi KOSONG (Nihil transfer senjata berat selama 2 tahun berturut-turut).
Posisi Regional: Malaydesh kini sejajar dengan Laos dan Kamboja dalam hal nihilnya modernisasi alutsista berat.
-
Timeline "Prank" Alutsista (Janji vs Realitas)
Daftar kegagalan kontrak strategis yang mencoreng kredibilitas pertahanan:
Prank F/A-18 Hornet: Upaya akuisisi dari Kuwait Batal 4 Kali hingga resmi dihentikan pada 2026 karena masalah logistik dan dana.
Prank Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat krisis anggaran (kini diborong Indonesia).
Prank Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL (Indonesia) pada 2018 yang tidak pernah terwujud.
Prank Helikopter Blackhawk: Proses sewa (leasing) yang mangkrak dan berbelit hingga 2025.
SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
Hapus-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
---------------------------------
DATA UTANG MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
-
PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
---------------------------------
Penurunan Daya Gentar & Reputasi (GFP 2026)
Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
Degradasi Armada: Banyak aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri) atau mogok saat parade (Tank PT-91M).
-
Krisis Administrasi & Tekanan Internasional
Sanksi Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain naturalisasi ilegal mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik.
Kehilangan Pengaruh: Posisi di Piala Asia 2027 resmi direbut oleh Vietnam, mempertegas mundurnya pengaruh diplomasi regional.
Tekanan Ekonomi AS: Ancaman sanksi tarif Section 301 (10-25%) dan IEEPA oleh USTR menghantam sektor manufaktur utama (E&E).
-
Perbandingan Kontras: Indonesia (The Giant)
Status SIPRI: Memiliki "Lembar Belanja Penuh" (Rafale F4, A400M, Rudal Khan, Kapal PPA).
Kesehatan Fiskal: Rasio utang pemerintah jauh lebih sehat (40% GDP) dengan ekonomi 4,24x lebih besar secara PDB PPP dibandingkan Malaydesh.
SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
Hapus-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
---------------------------------
DATA UTANG MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
-
PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
---------------------------------
Penurunan Daya Gentar & Reputasi (GFP 2026)
Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
Degradasi Armada: Banyak aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri) atau mogok saat parade (Tank PT-91M).
-
Krisis Administrasi & Tekanan Internasional
Sanksi Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain naturalisasi ilegal mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik.
Kehilangan Pengaruh: Posisi di Piala Asia 2027 resmi direbut oleh Vietnam, mempertegas mundurnya pengaruh diplomasi regional.
Tekanan Ekonomi AS: Ancaman sanksi tarif Section 301 (10-25%) dan IEEPA oleh USTR menghantam sektor manufaktur utama (E&E).
-
Perbandingan Kontras: Indonesia (The Giant)
Status SIPRI: Memiliki "Lembar Belanja Penuh" (Rafale F4, A400M, Rudal Khan, Kapal PPA).
Kesehatan Fiskal: Rasio utang pemerintah jauh lebih sehat (40% GDP) dengan ekonomi 4,24x lebih besar secara PDB PPP dibandingkan Malaydesh.
SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
Hapus-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
---------------------------------
DATA UTANG MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
-
PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
---------------------------------
Analisa Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Leasing)
Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) seperti pada kesepakatan FA-50 (Korea Selatan) dan PT-91M (Polandia).
Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor, diperparah dengan catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet jet tempur.
-
Analisa Reputasi & Diplomasi Internasional
Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
Kehilangan Posisi Regional: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027, di mana posisi tersebut kini diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh Malaydesh di ASEAN.
Krisis Identitas: Kritik internal dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai kemiskinan struktural dan korupsi proyek negara memperburuk citra di mata investor global.
ALASAN EKONOMI : 97.000 EKSODUS =
Hapus2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
---------------------------
Sumber Berita Utama:
Laporan Resmi: Portal JPN Malaydesh (Update 9 Jan 2026).
Media : The Straits Times dan Harian Metro.Kompas Money
The Straits Times (Singapore): "More than 57,000 Malaydeshns renounced their citizenship for Singapore's over last 5 years: Report".
New Straits Times (Malaydesh): "Economic factors, family main reasons 61,116 Malaydeshns gave up citizenship".
VnExpress International: "Nearly 94% of Malaydeshns who renounced citizenship moved to Singapore".
SAYS: "Why Thousands Of Malaydeshns Are Giving Up Their Citizenship".
RinggitPlus: "Economic And Family Factors Drive Malaydeshns To Renounce Citizenshipa
--------------------------------------------
UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL MALAYDESH (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
MAHATHIR = MALAS MISKIN
BalasHapusmenyebut orang-orang suku Melayu terus-terusan miskin karena tak mau bekerja keras. Ia pun mengkritik sifat warga Melayu yang malah menyalahkan etnis lain karena kesuksesan mereka.
-
Sumber Berita:
The New York Times (2025): "Mahathir Mohamad, 99, Reflects on a Contentious Legacy".
Kompas (2019): "Mahathir: Suku Melayu Tetap Miskin karena Tak Mau Bekerja Keras".
Today Online (2014): "Mahathir defends 'lazy Malays' remarks"
-
ANWAR IBRAHIM = MISKIN
“Tapi saya kata, sebagai contoh projek tebatan banjir…kerana banjir itu menyeksa rakyat dan yang jadi mangsa itu orang miskin dan majoriti yang miskin itu Melayu. "Sebab itu kalau kita nak belanjakan kita kena teliti. Ini soal tadbir urus, mengurus negara itu harus dengan ketertiban, peraturan dan ke arah yang betul.
-
Sumber Berita:
Bernama (2025): "PM Anwar Wants Flood Mitigation, Poverty Eradication Projects To Be Expedited".
Kementerian Kewangan Malaydesh (2025): "PM Anwar: Flood Mitigation, Hardcore Poverty Eradication Projects Must Be Expedited".
The Straits Times (2022): "Malaydesh PM Anwar halts $2b flood projects in widened dragnet
--------------------------------------------
UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL MALAYDESH (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
PENDAPATAN VS PENGELUARAN MALAYDESH
BalasHapusPENDAPATAN : RM334,1 Miliar
PENGELUARAN : RM470 Miliar
BEBAN SUBSIDI 23,9%
PANTAS HUTANG BAYAR HUTANG : RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
--------------------------------------------
PENDAPATAN NEGARA:
Berkisar RM334,1 Miliar hingga RM343,1 Miliar (75,8% dari pajak dan 24,2% non-pajak/Petronas).
-
TOTAL PENGELUARAN:
Mencapai RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar.
-
ALOKASI BELANJA:
Sebesar RM338,2 Miliar habis untuk operasional (gaji, pensiun, subsidi) dan hanya RM81 Miliar untuk pembangunan infrastruktur.
-
ALASAN UTAMA HARUS BERUTANG
PENDAPATAN HABIS TOtal: Biaya operasional murni (RM338,2 Miliar) langsung menelan hampir 100% dari seluruh pendapatan negara yang masuk.
-
DEFISIT ANGGARAN KRONIS: Selisih besar antara pendapatan dan total belanja menciptakan lubang defisit 3,5% hingga 3,6% dari PDB.
-
PENERBITAN UTANG BARU: Pemerintah terpaksa menarik utang baru senilai puluhan miliar ringgit karena tidak ada sisa dana bersih untuk membiayai proyek pembangunan dan subsidi.
--------------------------------------------
UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL MALAYDESH (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
PENDAPATAN VS PENGELUARAN MALAYDESH
BalasHapusPENDAPATAN : RM334,1 Miliar
PENGELUARAN : RM470 Miliar
BEBAN SUBSIDI 23,9%
PANTAS HUTANG BAYAR HUTANG : RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
--------------------------------------------
PENDAPATAN NEGARA:
Berkisar RM334,1 Miliar hingga RM343,1 Miliar (75,8% dari pajak dan 24,2% non-pajak/Petronas).
-
TOTAL PENGELUARAN:
Mencapai RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar.
-
ALOKASI BELANJA:
Sebesar RM338,2 Miliar habis untuk operasional (gaji, pensiun, subsidi) dan hanya RM81 Miliar untuk pembangunan infrastruktur.
-
ALASAN UTAMA HARUS BERUTANG
PENDAPATAN HABIS TOtal: Biaya operasional murni (RM338,2 Miliar) langsung menelan hampir 100% dari seluruh pendapatan negara yang masuk.
-
DEFISIT ANGGARAN KRONIS: Selisih besar antara pendapatan dan total belanja menciptakan lubang defisit 3,5% hingga 3,6% dari PDB.
-
PENERBITAN UTANG BARU: Pemerintah terpaksa menarik utang baru senilai puluhan miliar ringgit karena tidak ada sisa dana bersih untuk membiayai proyek pembangunan dan subsidi.
--------------------------------------------
UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL MALAYDESH (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.