KRI Ki Hajar Dewantara 364 buatan Uljanik shipyard, Yogoslavia (photo: Antara)
DPR menindaklanjuti surat presiden (surpres) mengenai penjualan kapal perang Republik Indonesia (KRI) Ki Hajar Dewantara.
Ihwal pengiriman surpres tersebut diumumkan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco saat membuka Rapat Paripurna Ke-2 DPR Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa.
“Perlu kami beritahukan bahwa pimpinan dewan telah menerima surat dari Presiden RI, yaitu R-33 tanggal 14 Juli hal permohonan persetujuan DPR RI terhadap penjualan barang milik negara berupa satu unit kapal eks KRI Ki Hajar Dewantara,” kata Dasco.
(Antara)

BalasHapusAset Masyuk
mi, 35, mi 8, mi 17, ka 32
wahh tanda2 ruskiyem Party nich haha!π₯³ππ€
kl, KOSONK LAGIIII..π
Link dong oom...ππ
Hapus✅️2019 Aset lama kapal KRI 364 yang Pensiun, segra dijual
BalasHapus✅️2019 sudah ada gantinya
BATAM - TNI Angkatan Laut (AL) menerima dua unit Kapal Angkatan Laut (KAL) baru, yakni KAL Kadet V-06 dan KAL Kadet V-07 setelah diserahkan resmi dari PT Karimun Anugrah Sejati, Batam kepada TNI AL di Dermaga PT Karimun Anugrah Sejati, Batam, Kamis (29/112018). Dua unit KAL ini akan melengkapi jumlah kekuatan unsur-unsur yang telah dimiliki TNI AL.
https://defense-studies.blogspot.com/2018/11/tni-al-lakukan-komisioning-2-unit-kapal.html?m=1
dikita kapal pensiun, slaluw ada ganti kapal baruwπ
kalo diseblah aset TAMAT⛔️, tiada ganti haha!❌️ππ
tuh buaya ruskiyem masuk om @palu gada ......
Hapusapa perluw di hibahin ke banana repablik kl,?
BalasHapusnampaknya mreka menyukai aset relik jaman old..yg low maintenans= jimat kos haha!πππ€₯
LEBIH BENAR DI HIBAHKAN KE BRIN , NGAPAIN JUAL KAPAL INI MIRIP ORBA SAJA JUAL SALAH SATU KAPAL BAGUS !
BalasHapusNgapain belain kapal tua buatan Yugo, lu kan biasanya NYOCOT buatan anak bangsa...nooh udah berapa banyak kapal yang bisa dibikin baru..
Hapusdumb
BEDA KASTA
BalasHapusKRI 364 COMMISSIONED 1981 = 2026 DIJUAL
TLDM KAPAL TUA BANGKA GUNBOAT
--------------------------
KRI 364 COMMISSIONED 1981 = 2026 DIJUAL
-
DPR menindaklanjuti surat presiden (surpres) mengenai penjualan kapal perang Republik Indonesia (KRI) Ki Hajar Dewantara.
Ihwal pengiriman surpres tersebut diumumkan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco saat membuka Rapat Paripurna Ke-2 DPR Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa.
Kapal latih legendaris TNI AL, KRI Ki Hajar Dewantara 364, resmi masuk kedinasan (commissioned) pada 31 Oktober 1981
======================
======================
TLDM KAPAL TUA BANGKA GUNBOAT
-
1. Kapal Dukungan Logistik (Multi-Role Support Ship)
• KD Sri Indera Sakti (1503) – Masuk kedinasan pada 14 Juni 1980. Kapal ini berusia setahun lebih tua dan masih aktif menjalankan peran vital sebagai kapal tender logistik dan latih TLDM.
-
2. Kapal Serang Cepat / FAC (Fast Attack Craft) Kelas Perdana
Kapal cepat bersenjata rudal buatan Prancis ini semuanya berumur lebih tua dari KRI Ki Hajar Dewantara:
• KD Perdana (3501) – Masuk kedinasan pada 21 Desember 1972.
• KD Ganyang (3502) – Masuk kedinasan pada 28 Maret 1973.
• KD Ganas (3503) – Masuk kedinasan pada 28 Februari 1981.
• KD Gempita (3504) – Masuk kedinasan pada 11 Oktober 1981.
-
3. Kapal Serang Cepat / FAC (Fast Attack Craft) Kelas Handalan
Kapal patroli pemukul bersenjata rudal buatan Swedia yang masuk kedinasan sebelum KRI KDA-364:
• KD Handalan (3511) – Masuk kedinasan pada 14 Juni 1979.
• KD Perkasa (3512) – Masuk kedinasan pada 10 Oktober 1979.
• KD Gempur (3514) – Masuk kedinasan pada 11 November 1979.
(Catatan: Salah satu kapal di kelas ini, KD Pendekar 3513 yang diresmikan tahun 1979, telah tenggelam pada Agustus 2024 setelah menabrak objek bawah air).
-
4. Kapal Patroli Kelas Jerong
Kapal patroli meriam (Fast Attack Craft-Gun) yang didesain oleh Luerssen, Jerman:
• KD Jerong (3505) – Masuk kedinasan pada 20 Maret 1976.
• KD Todak (3506) – Masuk kedinasan pada 16 Juni 1976.
• KD Paus (3507) – Masuk kedinasan pada 18 Agustus 1976.
• KD Yu (3508) – Masuk kedinasan pada 15 November 1976.
• KD Baung (3509) – Masuk kedinasan pada 11 Januari 1977.
• KD Pari (3510) – Masuk kedinasan pada 23 Maret 1977.
________________________________________
πTENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM = TLDMπ
MALONYET = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
BalasHapusREAL FREGAT VS FREGAT SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
-
INDONESIA
AH-140 = FRIGAT MERAH PUTIH
a. 140 M
b. 6.626 TON
c. Meriam 76mm Otmel
d. CIWS 35mm Millenium
e. 12.7mm Lionfish RCWS
f. 64 Midlas VLS
g. RADAR X-Band CENK 350KM AESA 4 FIXED RADAR
h. RADAR L-Band CENK 400KM AESA
i. SONAR HMS Fersah
j. Torpedo B515
k. SSM
l. SAM
=============================
=============================
MALONYET
GOWING = LCS SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
a. 111 M
b. 3.100 TON
c. Meriam 57mm
d. NO CIWS FFBNP = NOT PAID
e. 30mm RCWS
f. VL MICA FFBNP = NOT PAID
g. RADAR S-Band PESA = NO AESA
h. SONAR = NOT PAID
i. NO TORPEDO = NOT PAID
j. SSM NSM FFBNP = NOT PAID
k. SAM FFBNP = NOT PAID
--------------------------------
FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
--------------------------------
FACT NOT YET DELIVERED :
LCS RM12.4 BILLION /5 UNIT = RM2,48 BILLION PER UNIT = SETARA HARGA DESTROYER
RM2,48 BILLION PER UNIT = SETARA HARGA DESTROYER
The cost of the project is now RM12.4 billion. This is because Ocean Sunshine Bhd (OSB) – the government owned company set up to take over BNS will be paying the BHIC and LTAT (the previous owner of BNS) some RM1.2 billion in liabilities and DEBT.
--------------------------------
Analisa Utang & Fiskal: "Spiral Debt-Pay-Debt"
Klaim belanja militer seringkali disebut "Cash", namun data menunjukkan ketergantungan total pada hutang luar negeri dan barter:
Total Utang & Liabilitas (2026): Mencapai RM 1,79 Triliun (Meningkat drastis dari RM 407 Miliar pada 2010).
Rasio Utang Federal: Konsisten di angka 68% - 69% terhadap GDP (Melebihi plafon aman).
Beban Utang Isi Rumah (Household Debt): 85,8% dari GDP (Tertinggi di ASEAN menurut BNM).
Siklus Gali Lubang Tutup Lubang: Penggunaan pinjaman baru hanya untuk membayar bunga utang lama, membatasi anggaran belanja modal (CAPEX) militer.
-
Analisa Model Pembiayaan Alutsista (Bukan Tunai)
Hampir seluruh aset utama MALAYSEWA dibeli melalui skema hutang jangka panjang atau barter komoditas:
Turki (LMS Batch 2): Pinjaman G2G tenor 10-15 tahun (Bunga 4-6%).
Korea Selatan (FA-50): Hybrid antara Kredit KEXIM dan Barter CPO 50%.
China (LMS Batch 1): 100% Kredit Ekspor dari China Eximbank.
Polandia (PT-91M): Barter CPO (30-40%) + cicilan 10 tahun.
Kredit Sindikasi (Proyek LCS): Melibatkan 17 kreditor dengan bunga 6% yang terus membengkak akibat penundaan.
-
Analisa SIPRI: Vakum Alutsista (2024-2025)
MALAYSEWA (Status Kosong): Selama dua tahun berturut-turut, tidak ada transfer senjata berat yang tercatat di SIPRI. Menempatkan MALAYSEWA sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Timor Leste, Laos, dan Kamboja.
Indonesia (Status Dominan): Memiliki daftar belanja satu lembar penuh mencakup Rafale F4, Pesawat KAAN, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora.
Kegagalan Regional: Di saat Singapura, Vietnam, dan Filipina memperkuat armada, MALAYSEWA terjebak dalam pembatalan (Hornet Kuwait batal 4 kali).
-
Analisa Militer: Penurunan Daya Gentar & Budaya Sewa
Military-for-Rent: Karena ketiadaan kas, MALAYSEWA beralih ke skema sewa untuk 32+ item (Blackhawk, AW139, simulator, hingga motor polisi).
Aset Grounded/Hilang: MiG-29 jadi monumen, 48 Skyhawk hilang, dan 2 mesin jet hilang menjadi bukti kegagalan manajemen aset.
Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN, di bawah Filipina).
Analisa Sosial-Reputasi: Krisis Identitas & Administrasi
Kritik Pemimpin: Pernyataan Mahathir tentang "Melayu Malas/Miskin" dan Anwar Ibrahim tentang korupsi proyek banjir mempertegas masalah struktural ekonomi.