22 Agustus 2026

Latihan Bersama China-Thailand "Falcon Strike-2026" Berakhir

22 Agustus 2026

Latihan bersama Falcon Strike 2026 diadakan di Pangkalan Udara Udorn (Udorn Royal Thai Air Force Base / Wing 23) yang terletak di Provinsi Udon Thani, wilayah timur laut Thailand (photo: China Military)

UDORN -- Upacara penutupan latihan bersama angkatan udara China-Thailand "Falcon Strike-2026" diselenggarakan pada pagi hari tanggal 20 Agustus di Pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Thailand Udorn.

China telah mengerahkan jet tempur J-10C dan J-11 serta pesawat AEW&C, sementara Thailand ikut serta dengan jet tempur Gripen dan Alphajet (photos: RTAF)

Pihak China mengerahkan berbagai jenis peralatan, termasuk pesawat tempur, pesawat peringatan dini, pesawat pengisian bahan bakar di udara, helikopter, dan sistem rudal darat-ke-udara, serta berlatih dalam kelompok gabungan bersama Angkatan Udara Kerajaan Thailand, dengan sukses menyelesaikan seluruh tugas yang telah dijadwalkan.


Selama latihan bersama tersebut, kedua belah pihak melaksanakan latihan yang mencakup materi pertahanan udara gabungan dan penyelamatan medis kemanusiaan, serta mengadakan diskusi mengenai berbagai isu seperti pelatihan personel angkatan udara dan penggunaan armada pesawat nirawak (UAV).


Diketahui bahwa kegiatan ini merupakan pelaksanaan kesembilan dari rangkaian latihan gabungan antara angkatan udara China dan Thailand. Rangkaian latihan udara bersama "Falcon Strike" telah menjadi wadah penting untuk memperkuat pertukaran dan kerja sama antara kedua militer, serta memiliki arti penting dalam memperdalam rasa saling percaya dan persahabatan antara kedua belah pihak, sekaligus menjaga keamanan dan stabilitas kawasan secara bersama-sama.

22 komentar:

  1. MALONYET HANTAR BERITA 3 MEI 1998
    -
    21 MEI 1998 :
    SOEHARTO LENGSER = BANTUAN MALONYET BATAL
    SOEHARTO LENGSER = BANTUAN MALONYET BATAL
    SOEHARTO LENGSER = BANTUAN MALONYET BATAL
    -
    Sumber kajian ekonomi politik mengenai komitmen pinjaman Malaysia ke Indonesia tahun 1998 yang tidak terealisasi akibat krisis Mei 1998 dan kebijakan kontrol modal Malaysia (September 1998) didukung oleh :
    arsip resmi Perdana Leadership Foundation,
    The Wall Street Journal
    analisis dari repositori universitas seperti Universitas Indonesia dan UNPAR.
    Dokumen-dokumen ini mengonfirmasi bahwa gejolak politik di Jakarta membatalkan tindak lanjut administrasi pinjaman tersebut. Detail pengumuman resmi dapat ditinjau melalui arsip Perdana Leadership Foundation Malaysia.
    --------------------------------------------
    KERAJAAN PEMBUNUH/GAGAL/ZALIM MALONYET
    #kerajaanPembunuh
    #kerajaanGagal
    #kerajaanZalim
    tagar KerajaanPembunuh (atau variasinya) benar-benar dipakai di media sosial saat banjir di Malondesh
    -
    “#KerajaanPembunuh trends on twitter as more bodies of flood victims are found” disebut bahwa warganet menggunakan #KerajaanPembunuh, #KerajaanGagal, dan #KerajaanZalim sebagai bentuk kemarahan terhadap respons pemerintah atas banjir besar.
    Dalam laporan lain, saat korban tewas akibat banjir ditemukan lebih banyak
    -
    #KerajaanPembunuh disebut “spiking” — meningkat tajam — di Twitter.
    Media internasional juga menulis bahwa tagar itu viral: misalnya BBC News melaporkan bahwa setelah korban banjir ditemukan, respons publik — termasuk menggunakan #KerajaanPembunuh — mengkritik pemerintah bahwa respons mereka “highly inadequate”.
    Satu artikel menyebut sebuah tweet yang sangat keras terhadap pemerintah, dengan kata-kata seperti: “Many people died because of you and your people's negligence. If y’all really took emergency action… this wouldn't have happened,” sebagai bagian dari protes umum — menggambarkan suasana marah saat itu.
    --------------------------------------------
    BANTUAN LUAR NEGERI = DITOLAK
    -
    • Sinar Harian (Malonyet): Melaporkan respons dan keheranan pihak luar negeri terkait pengembalian bantuan kemanusiaan
    https://www.sinarharian.com.my/article/768623/global/indonesia-tolak-bantuan-beras-diaspora-aceh-di-malonyet
    -
    • CNA Indonesia: Melaporkan arahan Presiden Prabowo yang menegaskan kemampuan domestik RI dalam menangani bencana.
    -
    • Tempo.co: Memuat penjelasan Mensesneg Prasetyo Hadi mengenai kecukupan logistik nasional.
    -
    • Kompas.com: Mengulas keputusan pemerintah menolak uluran tangan asing.
    ===============================
    ===============================
    BANTUAN NTT = 253 TON
    BANTUAN ACEH = 500 TON
    --------------------------------------------
    💰 BANTUAN FINANSIAL & SANTUNAN NTT
    • Dana Tanggap Darurat: Rp44 miliar | Laporan anggaran Kemenkeu & BNPB.
    • Santunan Meninggal: Rp15 juta / orang | Rilis resmi Kemensos RI.
    • Santunan Luka: Rp5 juta / orang | Data bansos darurat Kemensos RI.
    • Perbaikan Rumah: Rp15 juta – Rp30 juta / rumah | Juknis stimulan BNPB & Kementerian PU.
    --------------------------------------------
    📦 BANTUAN LOGISTIK & PANGAN NTT
    • Logistik Udara: Lebih dari 253 ton | Laporan angkutan Setkab RI & TNI/Polri.
    • Beras: 48 ton (Nilai: Rp600 juta) | Data CBP Kemensos RI & Bulog.
    • Paket Sembako: 7.500 paket (Nilai: Rp2 miliar) | Rekap logistik Direktorat PSKBA Kemensos.
    • Kebutuhan Pengungsian: Paket non-pangan | Buffer stock Kemensos RI & BNPB.
    --------------------------------------------
    🚛 LOGISTIK WILAYAH SUMATERA
    • Total Bantuan: Lebih dari 500 ribu ton (Aceh, Sumut, Sumbar) | Keterangan pers Menko PMK Pratikno via media nasional (RM.id & VIVA).

    BalasHapus
    Balasan
    1. MALONYET HANTAR BERITA 3 MEI 1998
      -
      21 MEI 1998 :
      SOEHARTO LENGSER = BANTUAN MALONYET BATAL
      SOEHARTO LENGSER = BANTUAN MALONYET BATAL
      SOEHARTO LENGSER = BANTUAN MALONYET BATAL
      -
      Sumber kajian ekonomi politik mengenai komitmen pinjaman Malaysia ke Indonesia tahun 1998 yang tidak terealisasi akibat krisis Mei 1998 dan kebijakan kontrol modal Malaysia (September 1998) didukung oleh :
      arsip resmi Perdana Leadership Foundation,
      The Wall Street Journal
      analisis dari repositori universitas seperti Universitas Indonesia dan UNPAR.
      Dokumen-dokumen ini mengonfirmasi bahwa gejolak politik di Jakarta membatalkan tindak lanjut administrasi pinjaman tersebut. Detail pengumuman resmi dapat ditinjau melalui arsip Perdana Leadership Foundation Malaysia.
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ---------------------------------
      Analisa Geopolitik & Pertahanan: "Stagnasi Total"
      Vakum SIPRI (2024-2025): Laporan impor senjata KOSONG selama dua tahun berturut-turut. MALAYSEWA kini sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja dalam hal transfer alutsista berat.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Berada di Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi berada di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Perbandingan Kontras: Indonesia memimpin di Peringkat 13 dunia dengan daftar belanja "satu lembar penuh" (Rafale F4, A400M, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora).
      -
      Analisa Ekonomi & Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
      Fenomena Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 58% pinjaman baru di tahun 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama (Debt-Servicing Cycle).
      Beban Utang Nasional: Total utang dan liabilitas diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun, dengan rasio utang terhadap GDP melampaui ambang batas aman (>70%).
      Hambatan Dagang Global: Tekanan dari Amerika Serikat melalui Section 301 (kenaikan tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA (pemblokiran transaksi) oleh USTR yang memukul sektor manufaktur dan E&E.

      Hapus
  2. MALONYET HANTAR BERITA 3 MEI 1998
    -
    21 MEI 1998 :
    SOEHARTO LENGSER = BANTUAN MALONYET BATAL
    SOEHARTO LENGSER = BANTUAN MALONYET BATAL
    SOEHARTO LENGSER = BANTUAN MALONYET BATAL
    -
    Sumber kajian ekonomi politik mengenai komitmen pinjaman Malaysia ke Indonesia tahun 1998 yang tidak terealisasi akibat krisis Mei 1998 dan kebijakan kontrol modal Malaysia (September 1998) didukung oleh :
    arsip resmi Perdana Leadership Foundation,
    The Wall Street Journal
    analisis dari repositori universitas seperti Universitas Indonesia dan UNPAR.
    Dokumen-dokumen ini mengonfirmasi bahwa gejolak politik di Jakarta membatalkan tindak lanjut administrasi pinjaman tersebut. Detail pengumuman resmi dapat ditinjau melalui arsip Perdana Leadership Foundation Malaysia.
    --------------------------------------------
    KERAJAAN PEMBUNUH/GAGAL/ZALIM MALONYET
    #kerajaanPembunuh
    #kerajaanGagal
    #kerajaanZalim
    tagar KerajaanPembunuh (atau variasinya) benar-benar dipakai di media sosial saat banjir di Malondesh
    -
    “#KerajaanPembunuh trends on twitter as more bodies of flood victims are found” disebut bahwa warganet menggunakan #KerajaanPembunuh, #KerajaanGagal, dan #KerajaanZalim sebagai bentuk kemarahan terhadap respons pemerintah atas banjir besar.
    Dalam laporan lain, saat korban tewas akibat banjir ditemukan lebih banyak
    -
    #KerajaanPembunuh disebut “spiking” — meningkat tajam — di Twitter.
    Media internasional juga menulis bahwa tagar itu viral: misalnya BBC News melaporkan bahwa setelah korban banjir ditemukan, respons publik — termasuk menggunakan #KerajaanPembunuh — mengkritik pemerintah bahwa respons mereka “highly inadequate”.
    Satu artikel menyebut sebuah tweet yang sangat keras terhadap pemerintah, dengan kata-kata seperti: “Many people died because of you and your people's negligence. If y’all really took emergency action… this wouldn't have happened,” sebagai bagian dari protes umum — menggambarkan suasana marah saat itu.
    --------------------------------------------
    BANTUAN LUAR NEGERI = DITOLAK
    -
    • Sinar Harian (Malonyet): Melaporkan respons dan keheranan pihak luar negeri terkait pengembalian bantuan kemanusiaan
    https://www.sinarharian.com.my/article/768623/global/indonesia-tolak-bantuan-beras-diaspora-aceh-di-malonyet
    -
    • CNA Indonesia: Melaporkan arahan Presiden Prabowo yang menegaskan kemampuan domestik RI dalam menangani bencana.
    -
    • Tempo.co: Memuat penjelasan Mensesneg Prasetyo Hadi mengenai kecukupan logistik nasional.
    -
    • Kompas.com: Mengulas keputusan pemerintah menolak uluran tangan asing.
    ===============================
    ===============================
    BANTUAN NTT = 253 TON
    BANTUAN ACEH = 500 TON
    --------------------------------------------
    💰 BANTUAN FINANSIAL & SANTUNAN NTT
    • Dana Tanggap Darurat: Rp44 miliar | Laporan anggaran Kemenkeu & BNPB.
    • Santunan Meninggal: Rp15 juta / orang | Rilis resmi Kemensos RI.
    • Santunan Luka: Rp5 juta / orang | Data bansos darurat Kemensos RI.
    • Perbaikan Rumah: Rp15 juta – Rp30 juta / rumah | Juknis stimulan BNPB & Kementerian PU.
    --------------------------------------------
    📦 BANTUAN LOGISTIK & PANGAN NTT
    • Logistik Udara: Lebih dari 253 ton | Laporan angkutan Setkab RI & TNI/Polri.
    • Beras: 48 ton (Nilai: Rp600 juta) | Data CBP Kemensos RI & Bulog.
    • Paket Sembako: 7.500 paket (Nilai: Rp2 miliar) | Rekap logistik Direktorat PSKBA Kemensos.
    • Kebutuhan Pengungsian: Paket non-pangan | Buffer stock Kemensos RI & BNPB.
    --------------------------------------------
    🚛 LOGISTIK WILAYAH SUMATERA
    • Total Bantuan: Lebih dari 500 ribu ton (Aceh, Sumut, Sumbar) | Keterangan pers Menko PMK Pratikno via media nasional (RM.id & VIVA).

    BalasHapus
    Balasan
    1. MALONYET HANTAR BERITA 3 MEI 1998
      -
      21 MEI 1998 :
      SOEHARTO LENGSER = BANTUAN MALONYET BATAL
      SOEHARTO LENGSER = BANTUAN MALONYET BATAL
      SOEHARTO LENGSER = BANTUAN MALONYET BATAL
      -
      Sumber kajian ekonomi politik mengenai komitmen pinjaman Malaysia ke Indonesia tahun 1998 yang tidak terealisasi akibat krisis Mei 1998 dan kebijakan kontrol modal Malaysia (September 1998) didukung oleh :
      arsip resmi Perdana Leadership Foundation,
      The Wall Street Journal
      analisis dari repositori universitas seperti Universitas Indonesia dan UNPAR.
      Dokumen-dokumen ini mengonfirmasi bahwa gejolak politik di Jakarta membatalkan tindak lanjut administrasi pinjaman tersebut. Detail pengumuman resmi dapat ditinjau melalui arsip Perdana Leadership Foundation Malaysia.
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ---------------------------------
      Analisa Geopolitik & Pertahanan: "Stagnasi Total"
      Vakum SIPRI (2024-2025): Laporan impor senjata KOSONG selama dua tahun berturut-turut. MALAYSEWA kini sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja dalam hal transfer alutsista berat.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Berada di Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi berada di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Perbandingan Kontras: Indonesia memimpin di Peringkat 13 dunia dengan daftar belanja "satu lembar penuh" (Rafale F4, A400M, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora).
      -
      Analisa Ekonomi & Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
      Fenomena Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 58% pinjaman baru di tahun 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama (Debt-Servicing Cycle).
      Beban Utang Nasional: Total utang dan liabilitas diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun, dengan rasio utang terhadap GDP melampaui ambang batas aman (>70%).
      Hambatan Dagang Global: Tekanan dari Amerika Serikat melalui Section 301 (kenaikan tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA (pemblokiran transaksi) oleh USTR yang memukul sektor manufaktur dan E&E.

      Hapus
  3. MALONYET HANTAR BERITA 3 MEI 1998
    -
    21 MEI 1998 :
    SOEHARTO LENGSER = BANTUAN MALONYET BATAL
    SOEHARTO LENGSER = BANTUAN MALONYET BATAL
    SOEHARTO LENGSER = BANTUAN MALONYET BATAL
    -
    Sumber kajian ekonomi politik mengenai komitmen pinjaman Malaysia ke Indonesia tahun 1998 yang tidak terealisasi akibat krisis Mei 1998 dan kebijakan kontrol modal Malaysia (September 1998) didukung oleh :
    arsip resmi Perdana Leadership Foundation,
    The Wall Street Journal
    analisis dari repositori universitas seperti Universitas Indonesia dan UNPAR.
    Dokumen-dokumen ini mengonfirmasi bahwa gejolak politik di Jakarta membatalkan tindak lanjut administrasi pinjaman tersebut. Detail pengumuman resmi dapat ditinjau melalui arsip Perdana Leadership Foundation Malaysia.
    --------------------------------------------
    KERAJAAN PEMBUNUH/GAGAL/ZALIM MALONYET
    #kerajaanPembunuh
    #kerajaanGagal
    #kerajaanZalim
    tagar KerajaanPembunuh (atau variasinya) benar-benar dipakai di media sosial saat banjir di Malondesh
    -
    “#KerajaanPembunuh trends on twitter as more bodies of flood victims are found” disebut bahwa warganet menggunakan #KerajaanPembunuh, #KerajaanGagal, dan #KerajaanZalim sebagai bentuk kemarahan terhadap respons pemerintah atas banjir besar.
    Dalam laporan lain, saat korban tewas akibat banjir ditemukan lebih banyak
    -
    #KerajaanPembunuh disebut “spiking” — meningkat tajam — di Twitter.
    Media internasional juga menulis bahwa tagar itu viral: misalnya BBC News melaporkan bahwa setelah korban banjir ditemukan, respons publik — termasuk menggunakan #KerajaanPembunuh — mengkritik pemerintah bahwa respons mereka “highly inadequate”.
    Satu artikel menyebut sebuah tweet yang sangat keras terhadap pemerintah, dengan kata-kata seperti: “Many people died because of you and your people's negligence. If y’all really took emergency action… this wouldn't have happened,” sebagai bagian dari protes umum — menggambarkan suasana marah saat itu.
    --------------------------------------------
    BANTUAN LUAR NEGERI = DITOLAK
    -
    • Sinar Harian (Malonyet): Melaporkan respons dan keheranan pihak luar negeri terkait pengembalian bantuan kemanusiaan
    https://www.sinarharian.com.my/article/768623/global/indonesia-tolak-bantuan-beras-diaspora-aceh-di-malonyet
    -
    • CNA Indonesia: Melaporkan arahan Presiden Prabowo yang menegaskan kemampuan domestik RI dalam menangani bencana.
    -
    • Tempo.co: Memuat penjelasan Mensesneg Prasetyo Hadi mengenai kecukupan logistik nasional.
    -
    • Kompas.com: Mengulas keputusan pemerintah menolak uluran tangan asing.
    ===============================
    ===============================
    BANTUAN NTT = 253 TON
    BANTUAN ACEH = 500 TON
    --------------------------------------------
    💰 BANTUAN FINANSIAL & SANTUNAN NTT
    • Dana Tanggap Darurat: Rp44 miliar | Laporan anggaran Kemenkeu & BNPB.
    • Santunan Meninggal: Rp15 juta / orang | Rilis resmi Kemensos RI.
    • Santunan Luka: Rp5 juta / orang | Data bansos darurat Kemensos RI.
    • Perbaikan Rumah: Rp15 juta – Rp30 juta / rumah | Juknis stimulan BNPB & Kementerian PU.
    --------------------------------------------
    📦 BANTUAN LOGISTIK & PANGAN NTT
    • Logistik Udara: Lebih dari 253 ton | Laporan angkutan Setkab RI & TNI/Polri.
    • Beras: 48 ton (Nilai: Rp600 juta) | Data CBP Kemensos RI & Bulog.
    • Paket Sembako: 7.500 paket (Nilai: Rp2 miliar) | Rekap logistik Direktorat PSKBA Kemensos.
    • Kebutuhan Pengungsian: Paket non-pangan | Buffer stock Kemensos RI & BNPB.
    --------------------------------------------
    🚛 LOGISTIK WILAYAH SUMATERA
    • Total Bantuan: Lebih dari 500 ribu ton (Aceh, Sumut, Sumbar) | Keterangan pers Menko PMK Pratikno via media nasional (RM.id & VIVA).

    BalasHapus
    Balasan
    1. MALONYET HANTAR BERITA 3 MEI 1998
      -
      21 MEI 1998 :
      SOEHARTO LENGSER = BANTUAN MALONYET BATAL
      SOEHARTO LENGSER = BANTUAN MALONYET BATAL
      SOEHARTO LENGSER = BANTUAN MALONYET BATAL
      -
      Sumber kajian ekonomi politik mengenai komitmen pinjaman Malaysia ke Indonesia tahun 1998 yang tidak terealisasi akibat krisis Mei 1998 dan kebijakan kontrol modal Malaysia (September 1998) didukung oleh :
      arsip resmi Perdana Leadership Foundation,
      The Wall Street Journal
      analisis dari repositori universitas seperti Universitas Indonesia dan UNPAR.
      Dokumen-dokumen ini mengonfirmasi bahwa gejolak politik di Jakarta membatalkan tindak lanjut administrasi pinjaman tersebut. Detail pengumuman resmi dapat ditinjau melalui arsip Perdana Leadership Foundation Malaysia.
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ---------------------------------
      Status Kelumpuhan Pertahanan (SIPRI & Alutsista)
      Vakum SIPRI (2024–2025): Status KOSONG total selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang tercatat, menempatkan MALAYSEWA setara dengan Laos dan Kamboja.
      Tren Mundur: Penurunan konsisten dari fase Planned (2020), Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024–2025).
      Kegagalan Simbolik: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali bukti hilangnya kredibilitas finansial di pasar global.
      Procurement Freeze (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk pembekuan total pengadaan guna menghentikan korupsi sistemik dan kebocoran anggaran.
      -
      Model "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
      Ketiadaan uang tunai memaksa militer beralih dari kepemilikan aset menjadi skema Leasing (Sewa):
      Aset Sewaan (32+ Item): Mencakup 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39 ITCC, simulator jet tempur MKM, hingga motor polisi.
      Skema Barter: Pengadaan yang tersisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa.
      Aset Mangkrak: Proyek LCS & OPV yang karatan di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
      -
      Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
      Debt-Servicing Cycle: 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.
      Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di angka 84,3% GDP.
      Tabung Harapan (2018): Bukti historis keputusasaan fiskal melalui penggalangan dana rakyat untuk membayar utang negara.



      Hapus
  4. tenang ntar Juliet eh JITENCI kita merapat bentar lagi hore haha!🥳✌️😎

    eitttt banana🍌repablik iri tuch diseblah haha!😋🍌🤥

    BalasHapus
  5. MALONYET NOT PAID -FFBNP = BARTER LEASING
    -
    INDONESIA
    a. 48 KAAN Gen 5
    b. 42 RAFALE Gen 4.5
    c. 16 Sukhoi 27/30
    d. 33 F16
    e. 12 M346FA
    f. 20 T50i
    g. 24 HAWK
    =============================
    =============================
    MALONYET
    a. 18 FA50Murah (10 LCA + 8 LIFT) = LACK BVR AMRAAM
    b. 18 Sukhoi (4 Serviceable) = LACK MAINTENANCE
    c. 7 F18 = LACK SOURCE CODE
    d. 16 HAWK = LACK SPAREPART
    --------------------------------------------
    GOVERNMENT REVENUE =
    Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
    -
    TOTAL EXPENDITURE =
    Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
    -
    BUDGET ALLOCATION =
    RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
    -
    MAIN REASONS FOR BORROWING =
    REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
    Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
    -
    CHRONIC BUDGET DEFICIT:
    The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
    -
    CHRONIC BUDGET DEFICIT:
    The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
    --------------------------------------------
    MALAYSEWA DEBT DATA 2026
    Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
    Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
    MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
    -
    DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
    Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
    Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
    ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
    --------------------------------------------
    Analisis Geopolitik & Pertahanan (Stagnasi Total)
    Vakum Alutsista (SIPRI 2024-2025): Status "Kosong" selama dua tahun berturut-turut menandakan tidak adanya transfer senjata berat yang masuk. Hal ini mengonfirmasi kegagalan proses modernisasi di saat negara tetangga (Indonesia/Singapura) melakukan pengadaan masif.
    Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di mata penjual internasional.
    Penurunan Daya Gentar: Peringkat Global Firepower (GFP) 42 (ke-7 di ASEAN) menempatkan militer MALAYSEWA di bawah Filipina, menunjukkan efek domino dari penundaan proyek LCS dan ketergantungan pada aset tua.
    Analisis Fiskal & Ekonomi (Spiral Utang)
    Debt-Servicing Cycle: Dengan proyeksi utang menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026, fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" (58% pinjaman baru hanya untuk membayar cicilan) telah mengunci anggaran negara.
    Rasio Bahaya: Rasio utang terhadap GDP yang stabil di angka 68%-70% sejak 2024-2026 membatasi ruang gerak fiskal untuk subsidi domestik maupun belanja modal militer.
    Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR Amerika Serikat akan memukul sektor manufaktur dan E&E, yang merupakan tulang punggung pendapatan negara untuk membayar utang tersebut.
    Analisis Reputasi & Diplomasi (Sanksi Internasional)
    Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) akibat penggunaan 7 pemain naturalisasi ilegal bukan sekadar masalah sepak bola, melainkan cerminan kegagalan administrasi sistemik di tingkat federasi.
    Kehilangan Posisi Regional: Kegagalan lolos ke Piala Asia 2027 dan pemberian posisi tersebut kepada Vietnam mempertegas penurunan pengaruh dan daya saing negara di kawasan ASEAN.
    Kesimpulan Strategis
    Tahun 2026 menjadi titik nadir di mana krisis utang pemerintah berdampak langsung pada pelemahan pertahanan nasional dan reputasi internasional. Model pengadaan "Barter CPO" dan "Kredit 100%" terbukti belum cukup untuk menambal kekosongan armada tempur di tengah tekanan sanksi dagang global.

    BalasHapus
  6. MALONYET NOT PAID -FFBNP = BARTER LEASING
    -
    INDONESIA
    a. 48 KAAN Gen 5
    b. 42 RAFALE Gen 4.5
    c. 16 Sukhoi 27/30
    d. 33 F16
    e. 12 M346FA
    f. 20 T50i
    g. 24 HAWK
    =============================
    =============================
    MALONYET
    a. 18 FA50Murah (10 LCA + 8 LIFT) = LACK BVR AMRAAM
    b. 18 Sukhoi (4 Serviceable) = LACK MAINTENANCE
    c. 7 F18 = LACK SOURCE CODE
    d. 16 HAWK = LACK SPAREPART
    --------------------------------------------
    KASTA FFBNP= NO SHOPPING BUT LEASING
    KASTA FFBNP= NO SHOPPING BUT LEASING
    --------------------------------------------
    GOVERNMENT REVENUE =
    Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
    -
    TOTAL EXPENDITURE =
    Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
    -
    BUDGET ALLOCATION =
    RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
    -
    MAIN REASONS FOR BORROWING =
    REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
    Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
    -
    CHRONIC BUDGET DEFICIT:
    The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
    -
    CHRONIC BUDGET DEFICIT:
    The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
    --------------------------------------------
    MALAYSEWA DEBT DATA 2026
    Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
    Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
    MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
    -
    DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
    Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
    Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
    ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
    ---------------------------------
    Analisa Geopolitik & Pertahanan: "Stagnasi Total"
    Vakum SIPRI (2024-2025): Laporan impor senjata KOSONG selama dua tahun berturut-turut. MALAYSEWA kini sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja dalam hal transfer alutsista berat.
    Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan internasional.
    Penurunan Daya Gentar: Berada di Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi berada di bawah Filipina (Peringkat 41).
    Perbandingan Kontras: Indonesia memimpin di Peringkat 13 dunia dengan daftar belanja "satu lembar penuh" (Rafale F4, A400M, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora).
    -
    Analisa Ekonomi & Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
    Fenomena Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 58% pinjaman baru di tahun 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama (Debt-Servicing Cycle).
    Beban Utang Nasional: Total utang dan liabilitas diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun, dengan rasio utang terhadap GDP melampaui ambang batas aman (>70%).
    Hambatan Dagang Global: Tekanan dari Amerika Serikat melalui Section 301 (kenaikan tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA (pemblokiran transaksi) oleh USTR yang memukul sektor manufaktur dan E&E.


    BalasHapus
  7. Kehebatan bantuan pemerintah INDIANESIA pada WARGA NTT.... Bantuan hanya 300 paket untuk 21.171 Warga di 11 kampung.... 🤣🤣🤣🤣



    Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, meluapkan emosinya kepada petugas BNPB pada 21 Agustus 2026. Ia menolak menandatangani berita acara karena data laporan pusat tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan, yaitu hanya 300 paket sembako untuk menopang 21.171 jiwa di 11 desa terdampak gempa Flores.

    BalasHapus
  8. Kehebatan bantuan pemerintah INDIANESIA pada WARGA NTT.... Bantuan hanya 300 paket untuk 21.171 Warga di 11 kampung.... 🤣🤣🤣🤣



    Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, meluapkan emosinya kepada petugas BNPB pada 21 Agustus 2026. Ia menolak menandatangani berita acara karena data laporan pusat tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan, yaitu hanya 300 paket sembako untuk menopang 21.171 jiwa di 11 desa terdampak gempa Flores.

    BalasHapus
  9. Kehebatan bantuan pemerintah INDIANESIA pada WARGA NTT.... Bantuan hanya 300 paket untuk 21.171 Warga di 11 kampung.... 🤣🤣🤣🤣



    Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, meluapkan emosinya kepada petugas BNPB pada 21 Agustus 2026. Ia menolak menandatangani berita acara karena data laporan pusat tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan, yaitu hanya 300 paket sembako untuk menopang 21.171 jiwa di 11 desa terdampak gempa Flores.

    BalasHapus
  10. Viral Camat Ngamuk ke Petugas BNPB: Saya Stres, Bantuan Sedikit untuk Bagi ke Banyak Orang

    https://regional.kompas.com/read/2026/08/21/215745578/viral-camat-ngamuk-ke-petugas-bnpb-saya-stres-bantuan-sedikit-untuk-bagi-ke?page=all

    BalasHapus
  11. BANTUAN MANA WOIIIII... 🤣🤣🤣🤣



    Viral Camat Ngamuk ke Petugas BNPB: Saya Stres, Bantuan Sedikit untuk Bagi ke Banyak Orang

    https://regional.kompas.com/read/2026/08/21/215745578/viral-camat-ngamuk-ke-petugas-bnpb-saya-stres-bantuan-sedikit-untuk-bagi-ke?page=all

    BalasHapus
  12. SAYA STRES! Camat Lamba Leda Utara Adu Mulut dengan Anggota BNPB, soal Pembagian Bantuan Gempa

    https://m.youtube.com/shorts/r5GuZAiPYSY

    BalasHapus
  13. SAYA STRES! Camat Lamba Leda Utara Adu Mulut dengan Anggota BNPB, soal Pembagian Bantuan Gempa

    https://m.youtube.com/shorts/r5GuZAiPYSY

    BalasHapus
  14. Warga Desa Rana Gapang, Elar, Manggarai Timur Mengaku Belum Terima Bantuan Pemerintah Sepekan Pascagempa M7,7

    https://www.perspektifnusantara.com/5932/warga-desa-rana-gapang-elar-manggarai-timur-mengaku-belum-terima-bantuan-pemerintah-sepekan-pascagempa-m77/

    BalasHapus
  15. Warga Desa Rana Gapang, Elar, Manggarai Timur Mengaku Belum Terima Bantuan Pemerintah Sepekan Pascagempa M7,7

    https://www.perspektifnusantara.com/5932/warga-desa-rana-gapang-elar-manggarai-timur-mengaku-belum-terima-bantuan-pemerintah-sepekan-pascagempa-m77/

    BalasHapus
  16. BANTUAN WARGA NTT MANA WOIIIII.... 🔥🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus
  17. Hanya diberi 300 paket untuk diserah ke 11 kampung yang jumlah warganya seramai 21,171 orang...? HEBAT PEMERINTAH INDIANESIA BERGURAU guys.... 🔥🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus
  18. Warga Desa Rana Gapang, Elar, Manggarai Timur Mengaku Belum Terima Bantuan Pemerintah Sepekan Pascagempa M7,7

    https://www.perspektifnusantara.com/5932/warga-desa-rana-gapang-elar-manggarai-timur-mengaku-belum-terima-bantuan-pemerintah-sepekan-pascagempa-m77/

    BalasHapus
  19. Belum Dapat Bantuan, Warga Manggarai NTT Cegat Mobil Logistik Baznas NTB

    https://www.detik.com/bali/nusra/d-8626955/belum-dapat-bantuan-warga-manggarai-ntt-cegat-mobil-logistik-baznas-ntb

    BalasHapus