Kapal MPMS 1 diluncurkan di Desan Shipyard, Turkiye (photos: APMM)
TURKIYE – Usaha pemodenan armada Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (Maritim Malaysia) mencatat satu lagi pencapaian penting menerusi pelancaran Kapal Misi Pelbagai Guna Pertama (Multi Purpose Mission Ship – MPMS 1) di Desan Shipyard, Türkiye, semalam.
Majlis pelancaran tersebut disempurnakan Menteri Dalam Negeri Malaysia, Yang Berhormat Datuk Seri Saifuddin Nasution bin Ismail bersama Menteri Dalam Negeri Türkiye, His Excellency Mustafa Çiftçi dan Menteri Industri dan Teknologi Türkiye, His Excellency Mehmet Fatih Kacır serta delegasi kedua-dua negara.
Pelancaran ini menandakan kemajuan pembinaan aset strategik yang akan memperluas jangkauan operasi dan memperkukuh kehadiran Maritim Malaysia di laut. Sebagai platform pelbagai misi, MPMS 1 direka untuk melaksanakan pengawasan dan penguatkuasaan maritim, Operasi Mencari dan Menyelamat (CARILAMAT), bantuan kemanusiaan, tindak balas bencana serta pelbagai keperluan operasi lain.
Ketua Pengarah Maritim Malaysia, Laksamana Maritim Datuk Haji Mohd Rosli bin Abdullah berkata, MPMS 1 merupakan pengganda keupayaan yang akan meningkatkan daya tahan operasi Maritim Malaysia dalam menghadapi cabaran keselamatan maritim yang semakin kompleks.
“Keupayaan MPMS 1 untuk beroperasi lebih lama di laut membolehkan Maritim Malaysia memperkukuh pengawasan dan penguatkuasaan secara lebih berterusan, khususnya di kawasan berkepentingan strategik.
“Bagi rakyat, keupayaan ini bermakna perlindungan yang lebih berkesan terhadap sumber maritim, tindakan yang lebih menyeluruh terhadap jenayah di laut serta kesiapsiagaan yang lebih baik untuk membantu mereka yang memerlukan,” katanya.
Beliau berkata, kapal tersebut akan menyokong usaha menangani pencerobohan vesel asing, aktiviti perikanan haram, penyeludupan dan jenayah rentas sempadan, di samping memperkukuh pelaksanaan CARILAMAT.
“Pemodenan aset perlu diterjemahkan kepada keberkesanan operasi. Tumpuan kita adalah memastikan keupayaan baharu ini dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk menjaga keselamatan, kedaulatan dan kepentingan negara di Zon Maritim Malaysia,” katanya.
Pembinaan MPMS 1 kini mencapai kira-kira 85 peratus dan mendahului jadual yang dirancang. Sementara itu, pembinaan MPMS 2 mencapai 34.05 peratus berbanding 32 peratus yang dirancang, menunjukkan kemajuan positif dalam usaha memperkukuh keupayaan armada Maritim Malaysia secara berperingkat.
MPMS 1 dijangka dibawa pulang ke Malaysia pada awal 2027 dan dirancang menyertai Pameran Antarabangsa Maritim dan Aeroangkasa Langkawi (LIMA) 2027 bagi memperkenalkan keupayaan baharu agensi kepada masyarakat serta komuniti maritim antarabangsa.
Projek MPMS turut mencerminkan hubungan strategik Malaysia–Türkiye dalam industri maritim, selain membuka ruang kerjasama lebih luas antara Maritim Malaysia dan Turkish Coast Guard dalam bidang latihan, pembangunan kapasiti, CARILAMAT, perkongsian maklumat serta eksesais bersama.
Turut hadir ialah Timbalan Ketua Pengarah Logistik Maritim Malaysia, Laksamana Madya Maritim Datuk Saiful Lizan bin Ibrahim, pegawai-pegawai kanan Kementerian Dalam Negeri, Maritim Malaysia dan Kementerian Ekonomi, Duta Besar Malaysia ke Republik Türkiye serta Konsul Jeneral Malaysia di Istanbul selain wakil-wakil agensi dan pihak berkepentingan yang terlibat secara langsung dalam projek pembinaan kapal berkenaan. Majlis turut disertai wakil Kerajaan Republik Turkiye dan pihak pengurusan Desan Shipyard.
Pelancaran MPMS 1 merupakan langkah nyata ke arah pembentukan armada Maritim Malaysia yang lebih moden, berdaya tahan dan responsif untuk melindungi rakyat, memelihara sumber maritim serta mempertahankan kepentingan negara, selaras dengan amanah Mengawal, Melindung dan Menyelamat.
(APMM)


WASITMU LON .......
BalasHapusWASIT FIFA ASAL MALAYSIA = SUBKHIDDIN MOHD SALLEH:
• Penyebab Lonjakan Waktu: Perubahan
• tambahan waktu dari 2 menjadi 7 menit dipicu oleh miskomunikasi antarperangkat pertandingan, bukan karena kecurangan (VIVA.co.id,)
• Penyelarasan Keputusan: Pentingnya penyelarasan keputusan dan verifikasi yang matang antara wasit utama, wasit keempat, dan petugas VAR sebelum hasil akhir ditunjukkan kepada publik agar tidak menimbulkan kebingungan. (Kompas.com)
--------------------------------
MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
• Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
• Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
-
SKANDAL FAM 2026
• Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
• Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
• Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
-
SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
• 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
• 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
--------------------------------
2026 PENIPU FIFA = CAS KALAH = ULTRAS BOIKOT
-
CAS Tolak Banding FAM: Sanksi FIFA Tetap Berlaku
• Pemain Ilegal: Tujuh pemain naturalisasi dinyatakan tetap ilegal karena terbukti menggunakan dokumen palsu.
• Skorsing 1 Tahun: Sanksi larangan bermain selama 12 bulan bagi ketujuh pemain tersebut tetap berjalan.
• Denda Rp7,5 Miliar: FAM wajib membayar denda sebesar 350.000 CHF kepada FIFA.
• Potong Poin: Pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 resmi tetap diterapkan.
• Boikot Ultras Malaya: Sebagai bentuk protes atas skandal dokumen palsu dan buruknya tata kelola federasi, kelompok suporter Ultras Malaya resmi memboikot seluruh laga Timnas Malaysia. Aksi pengosongan tribun ini terus berlanjut hingga turnamen terbaru seperti FIFA ASEAN Cup 2026.
--------------------------------
1994 FAM = 80 PEMAIN JUDI ILEGAL
-
Mengalami skandal besar pada tahun 1994, di mana Federasi Sepak Bola Malaydesh (FAM) menghukum lebih dari 80 pemain akibat sindikat judi ilegal. Kasus korupsi skala kecil juga beberapa kali diselidiki oleh Komisi Antirasuah Malaydesh (MACC).
--------------------------------
2010 SINGAPARNO = MATCH FIXING
-
Dikenal sebagai pusat operasional mafia judi internasional pada dekade 2010-an. Tokoh asal Singaparno seperti Raj Perumal dan Dan Tan diidentifikasi oleh Interpol/Europol sebagai otak pengaturan ratusan pertandingan di Eropa, Afrika, dan Amerika. Rekam jejak ini membuat publik sangat sensitif terhadap hasil laga Singaparno yang janggal
-------------------------------
⚽ Skandal Sepak Bola
1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
-
2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
-
2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
-
Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
-
Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
-------------------------------
TIMNAS MALAYDESH+ FAM = BOIKOT ULTRAS
TIMNAS MALAYDESH+ FAM = BOIKOT ULTRAS
TIMNAS MALAYDESH+ FAM = BOIKOT ULTRAS
2026 = GAGAL ASIAN CUP : NATURALISASI PALSU (CAS GAGAL)
Hapus2026 = GAGAL FIFA ASEAN CUP : MATCH FIXING
-
2026 MALAYDESH = MATCH FIXING
2026 MALAYDESH = CAS KALAH
2025 MALAYDESH = NATURALISASI PALSU
1994 MALAYDESH = MATCH FIXING
2010 SINGAPARNO = MATCH FIXING
-
2026 MALAYDESH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
2026 MALAYDESH = CUT BUDGET
2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
2026 MALAYDESH = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
2026 MALAYDESH = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
2026 MALAYDESH = MASS LAYOFFS
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMEN
2025 MALAYDESH = SIPRI EMPTY
2024 MALAYDESH = SIPRI EMPTY
2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
--------------------------------
WASIT FIFA ASAL MALAYSIA = SUBKHIDDIN MOHD SALLEH:
-
• Penyebab Lonjakan Waktu: Perubahan
• tambahan waktu dari 2 menjadi 7 menit dipicu oleh miskomunikasi antarperangkat pertandingan, bukan karena kecurangan (VIVA.co.id,)
• Penyelarasan Keputusan: Pentingnya penyelarasan keputusan dan verifikasi yang matang antara wasit utama, wasit keempat, dan petugas VAR sebelum hasil akhir ditunjukkan kepada publik agar tidak menimbulkan kebingungan. (Kompas.com)
--------------------------------
MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
• Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
• Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
-
SKANDAL FAM 2026
• Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
• Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
• Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
-
SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
• 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
• 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
--------------------------------
2026 PENIPU FIFA = CAS KALAH = ULTRAS BOIKOT
-
CAS Tolak Banding FAM: Sanksi FIFA Tetap Berlaku
• Pemain Ilegal: Tujuh pemain naturalisasi dinyatakan tetap ilegal karena terbukti menggunakan dokumen palsu.
• Skorsing 1 Tahun: Sanksi larangan bermain selama 12 bulan bagi ketujuh pemain tersebut tetap berjalan.
• Denda Rp7,5 Miliar: FAM wajib membayar denda sebesar 350.000 CHF kepada FIFA.
• Potong Poin: Pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 resmi tetap diterapkan.
• Boikot Ultras Malaya: Sebagai bentuk protes atas skandal dokumen palsu dan buruknya tata kelola federasi, kelompok suporter Ultras Malaya resmi memboikot seluruh laga Timnas Malaysia. Aksi pengosongan tribun ini terus berlanjut hingga turnamen terbaru seperti FIFA ASEAN Cup 2026.
--------------------------------
1994 FAM = 80 PEMAIN JUDI ILEGAL
-
Mengalami skandal besar pada tahun 1994, di mana Federasi Sepak Bola Malaydesh (FAM) menghukum lebih dari 80 pemain akibat sindikat judi ilegal. Kasus korupsi skala kecil juga beberapa kali diselidiki oleh Komisi Antirasuah Malaydesh (MACC).
--------------------------------
2010 SINGAPARNO = MATCH FIXING
-
Dikenal sebagai pusat operasional mafia judi internasional pada dekade 2010-an. Tokoh asal Singaparno seperti Raj Perumal dan Dan Tan diidentifikasi oleh Interpol/Europol sebagai otak pengaturan ratusan pertandingan di Eropa, Afrika, dan Amerika. Rekam jejak ini membuat publik sangat sensitif terhadap hasil laga Singaparno yang janggal
--------------------------------
🤣 WASIT FIFA ASAL MALAYSIA = SUBKHIDDIN MOHD SALLEH: bukan karena kecurangan🤣
TANDA KEGADUHAN .....
BalasHapusMALONYET KLAIM = KONTRAK KOSONG
-
Surabaya (ANTARA) - PT PAL Indonesia mulai membangun kapal selam Scorpene untuk Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) melalui seremoni first steel cutting di Surabaya, Jawa Timur, https://defense-studies.blogspot.com/2026/08/pt-pal-mulai-bangun-kapal-selam.html?m=0
=====================================
=====================================
INDONESIA SHOPPING = TETANGGA GADUH
--------------------------------------------
✈️ MATRA UDARA
• Jet Tempur Siluman KAAN (Turki)
Kegaduhan Tetangga: Menantang dominasi radar dan armada F-35 milik Australia serta Singapura.
• Jet Tempur Rafale (Prancis)
Kegaduhan Tetangga: Menggeser peta kekuatan udara regional dan memaksa Malaysia serta Australia merombak total sistem hanud mereka.
• Jet Tempur F-15IDN / F-15EX (AS)
Kegaduhan Tetangga: Menantang dominasi udara mutlak Singapura dan Australia lewat perannya sebagai "truk rudal" jarak jauh.
• Radar Hanud GCI Thales GM400 Alpha (Prancis)
Kegaduhan Tetangga: Membuat wilayah udara tetangga "telanjang" karena pergerakan pesawat mereka langsung terkunci sejak lepas landas.
--------------------------------------------
🚀 MATRA DARAT
• Indonesian Tactical Ballistic Missile / ITBM (Khan Turki)
Kegaduhan Tetangga: Penempatannya dekat perbatasan memaksa negara tetangga panik mencari penangkal rudal balistik.
--------------------------------------------
⚓ MATRA LAUT
• Kapal Selam Otonom / KSOT bersenjata Torpedo Piranha (Domestik/PT PAL)
Kegaduhan Tetangga: Menjadikan Indonesia negara ke-4 di dunia yang menguasai teknologi kapal selam tanpa awak; media internasional menyoroti kemampuan kawanan drone bawah air bersenjata yang siap menyergap kapal perang lawan secara senyap tanpa risiko kehilangan nyawa awak kabin.
• Kapal Selam Scorpène Evolved (Prancis)
Kegaduhan Tetangga: Menjadi predator maut senyap total di bawah air berbasis baterai Lithium-ion yang membuat Singapura gerah.
• Kapal Selam Alugoro-405 (Type 209/1400)
Kegaduhan Tetangga: Kemandirian bawah air RI mengejutkan ASEAN dan memaksa tetangga menaikkan anggaran perang anti-kapal selam.
• Fregat Berat Merah Putih / Arrowhead 140 (Inggris)
Kegaduhan Tetangga: Mampu mengunci total ALKI dan Selat Malaka, serta jauh melampaui kemampuan kapal patroli pantai Malaysia.
• Kapal Cepat Rudal Kelas KCR-60M
Kegaduhan Tetangga: Menjadi kawanan penyergap lincah yang siap merontokkan kapal besar lawan di blok sengketa (Ambalat).
• ITS Giuseppe Garibaldi (Eks-Kapal Induk Italia)
Kegaduhan Tetangga: Memberikan RI kemampuan proyeksi kekuatan jarak jauh untuk menggelar pasukan masif ke mana saja di ASEAN.
• Lapis Baja AAV M35 (Amphibious Assault Vehicle)
Kegaduhan Tetangga: Meningkatkan kemampuan ekspedisi agresif dan membuat garis pantai negara tetangga menjadi rentan dalam konflik.
2026 = GAGAL ASIAN CUP : NATURALISASI PALSU (CAS GAGAL)
Hapus2026 = GAGAL FIFA ASEAN CUP : MATCH FIXING
2026 = ULTRAS MALAYA BOIKOT
-
2026 MALAYDESH = MATCH FIXING
2026 MALAYDESH = CAS KALAH
2025 MALAYDESH = NATURALISASI PALSU
1994 MALAYDESH = MATCH FIXING
2010 SINGAPARNO = MATCH FIXING
-
2026 MALAYDESH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
2026 MALAYDESH = CUT BUDGET
2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
2026 MALAYDESH = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
2026 MALAYDESH = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
2026 MALAYDESH = MASS LAYOFFS
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMEN
2025 MALAYDESH = SIPRI EMPTY
2024 MALAYDESH = SIPRI EMPTY
2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
--------------------------------
WASIT FIFA ASAL MALAYSIA = SUBKHIDDIN MOHD SALLEH:
-
• Penyebab Lonjakan Waktu: Perubahan
• tambahan waktu dari 2 menjadi 7 menit dipicu oleh miskomunikasi antarperangkat pertandingan, bukan karena kecurangan (VIVA.co.id,)
• Penyelarasan Keputusan: Pentingnya penyelarasan keputusan dan verifikasi yang matang antara wasit utama, wasit keempat, dan petugas VAR sebelum hasil akhir ditunjukkan kepada publik agar tidak menimbulkan kebingungan. (Kompas.com)
--------------------------------
MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
• Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
• Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
-
SKANDAL FAM 2026
• Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
• Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
• Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
-
SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
• 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
• 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
--------------------------------
2026 PENIPU FIFA = CAS KALAH = ULTRAS BOIKOT
-
CAS Tolak Banding FAM: Sanksi FIFA Tetap Berlaku
• Pemain Ilegal: Tujuh pemain naturalisasi dinyatakan tetap ilegal karena terbukti menggunakan dokumen palsu.
• Skorsing 1 Tahun: Sanksi larangan bermain selama 12 bulan bagi ketujuh pemain tersebut tetap berjalan.
• Denda Rp7,5 Miliar: FAM wajib membayar denda sebesar 350.000 CHF kepada FIFA.
• Potong Poin: Pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 resmi tetap diterapkan.
• Boikot Ultras Malaya: Sebagai bentuk protes atas skandal dokumen palsu dan buruknya tata kelola federasi, kelompok suporter Ultras Malaya resmi memboikot seluruh laga Timnas Malaysia. Aksi pengosongan tribun ini terus berlanjut hingga turnamen terbaru seperti FIFA ASEAN Cup 2026.
--------------------------------
1994 FAM = 80 PEMAIN JUDI ILEGAL
-
Mengalami skandal besar pada tahun 1994, di mana Federasi Sepak Bola Malaydesh (FAM) menghukum lebih dari 80 pemain akibat sindikat judi ilegal. Kasus korupsi skala kecil juga beberapa kali diselidiki oleh Komisi Antirasuah Malaydesh (MACC).
--------------------------------
2010 SINGAPARNO = MATCH FIXING
-
Dikenal sebagai pusat operasional mafia judi internasional pada dekade 2010-an. Tokoh asal Singaparno seperti Raj Perumal dan Dan Tan diidentifikasi oleh Interpol/Europol sebagai otak pengaturan ratusan pertandingan di Eropa, Afrika, dan Amerika. Rekam jejak ini membuat publik sangat sensitif terhadap hasil laga Singaparno yang janggal
--------------------------------
🤣 WASIT FIFA ASAL MALAYSIA = SUBKHIDDIN MOHD SALLEH: bukan karena kecurangan🤣
BLUEPRINT PERANCIS-BELANDA = MANGKRAK
BalasHapusBLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
F18 = SURAT NGEMIS = PENIPU FIFA : MATCH FIXING
--------------------------------------------------
PROYEK KAPAL LCS (BLUEPRINT GOWIND 2500)
• Masalah: Mangkrak akibat korupsi dan salah manajemen meskipun telah dibayar RM6 miliar (Rp20 triliun) Target dipangkas menjadi 5 unit; kapal pertama diserahkan akhir 2026 tanpa rudal akibat kendala lisensi.
• Sumber: CNN Indonesia ("Proyek Mandek"), Wikipedia ("Skandal LCS"), South China Morning Post ("Warship Without Missiles").
--------------------------------------------------
PROYEK KAPAL OPV (BLUEPRINT DAMEN 1800)
• Masalah: Terlambat parah akibat krisis keuangan kontraktor dan viral karena miring ekstrem saat diluncurkan dengan balon udara.
• Sumber: Naval News ("Coast Guard Receives OPV"), Malaysian Defence ("Work Starts"), dokumentasi maritim.
--------------------------------------------------
FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
--------------------------------------------------
SURAT NGEMIS F18
SURAT NGEMIS F18
SURAT NGEMIS F18
the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
--------------------------------------------------
Hirarki Kekuatan Militer ASEAN (GFP 2026)
Pergeseran peringkat yang menunjukkan penurunan drastis kredibilitas pertahanan MALAYSEWA:
Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Nomor 1 ASEAN)
Vietnam – Peringkat 23
Thailand – Peringkat 24
Singapura – Peringkat 29
Myanmar – Peringkat 35
Filipina – Peringkat 41
MALAYSEWA – Peringkat 42 (Kalah dari Filipina & Myanmar).
-
Analisa "The Great Decoupling" (Pemisahan Kasta Ekonomi)
Indonesia keluar dari level regional dan masuk ke elit global:
Skala Ekonomi (PPP): Indonesia Peringkat 6 Dunia (US$ 5,69 Triliun). Secara riil, ekonomi Indonesia 4,24 kali lipat lebih besar dari MALAYSEWA.
Kesehatan Fiskal: Rasio utang Indonesia aman (<40%), sedangkan MALAYSEWA kritis (>60%) dengan beban bunga utang yang mencekik belanja alutsista.
Leverage Global: Indonesia mengontrol 60% nikel dunia dan menjadi pusat gravitasi energi kawasan (Batu Bara).
-
Fenomena Demiliterisasi De Facto MALAYSEWA
Kondisi yang menyebabkan kelumpuhan pertahanan tetangga:
Negara Tukang Sewa (Leasing State): Akibat gagal bayar tunai, mobilitas militer bergantung pada sewa (Helikopter Black Hawk/AW139).
Siklus "Prank" Pertahanan: Kegagalan kontrak berulang sejak 2005 (Rafale, Tejas, hingga F-18 Kuwait yang resmi batal pada 2026).
Pembekuan Total: Kebijakan PM Anwar Ibrahim untuk menghentikan seluruh pengadaan akibat skandal korupsi sistemik di Kemenhan.
-
Kesimpulan Strategis 2026
Indonesia: Menjadi Hegemon Mutlak di Asia Tenggara dengan kekuatan finansial dan militer yang setara dengan negara G7 (Prancis/Inggris).
MALAYSEWA: Terjebak dalam Stagnasi Permanen dan penurunan kelas menjadi negara berkekuatan militer lemah di level ASEAN (Grup "Salam Kosong").
BLUEPRINT PERANCIS-BELANDA = MANGKRAK
BalasHapusBLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
F18 = SURAT NGEMIS = PENIPU FIFA : MATCH FIXING
--------------------------------------------------
PROYEK KAPAL LCS (BLUEPRINT GOWIND 2500)
• Masalah: Mangkrak akibat korupsi dan salah manajemen meskipun telah dibayar RM6 miliar (Rp20 triliun) Target dipangkas menjadi 5 unit; kapal pertama diserahkan akhir 2026 tanpa rudal akibat kendala lisensi.
• Sumber: CNN Indonesia ("Proyek Mandek"), Wikipedia ("Skandal LCS"), South China Morning Post ("Warship Without Missiles").
--------------------------------------------------
PROYEK KAPAL OPV (BLUEPRINT DAMEN 1800)
• Masalah: Terlambat parah akibat krisis keuangan kontraktor dan viral karena miring ekstrem saat diluncurkan dengan balon udara.
• Sumber: Naval News ("Coast Guard Receives OPV"), Malaysian Defence ("Work Starts"), dokumentasi maritim.
--------------------------------------------------
FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
--------------------------------------------------
SURAT NGEMIS F18
SURAT NGEMIS F18
SURAT NGEMIS F18
the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
--------------------------------------------------ntras Kesehatan Fiskal & Profil Risiko
Perbedaan fundamental dalam pengelolaan keuangan negara:
Indonesia (Pruden & Sehat):
Rasio Utang: Terjaga stabil di kisaran 40%, jauh di bawah batas aman UU (60%).
Utang Rumah Tangga: Sangat rendah (16%), memberikan ruang konsumsi domestik yang kuat tanpa beban cicilan ekstrem.
MALAYSEWA (Zona Merah Fiskal):
Rasio Utang: Melonjak hingga 69% - 70,4% (2024-2025), melewati limit internal 65%.
Bom Waktu Rumah Tangga: Rasio utang rumah tangga mencapai 84,3%, salah satu yang tertinggi di Asia, yang mencekik daya beli rakyat.
-
Trajektori Utang MALAYSEWA (2010–2026)
Data menunjukkan akumulasi utang yang tidak terkendali:
Era Transparansi (2018): Lonjakan drastis dari RM 686 Miliar ke RM 1,19 Triliun terjadi karena inklusi liabilitas tersembunyi (kasus 1MDB & proyek PPP).
Beban Pandemi & Pasca-Pandemi: Utang terus mendaki dari RM 1,32 T (2020) hingga diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026.
Defisit Fiskal: Meskipun menyusut ke 3,8% (2025), nominal defisit tetap tinggi (± USD 17,8 Miliar), memaksa penambahan utang baru setiap tahun.
-
Implikasi Geopolitik & Pertahanan
Kesenjangan ekonomi ini berdampak langsung pada postur militer:
Indonesia: Memiliki Fiscal Space luas untuk modernisasi alutsista (Rafale, Scorpene) karena beban bunga utang yang rendah.
MALAYSEWA: Terjebak dalam siklus "Hutang Bayar Hutang". Beban bunga utang yang masif memaksa pemerintah melakukan pembekuan total pengadaan militer dan beralih ke skema sewa (leasing) karena ketidaksediaan dana tunai.
-
Kesimpulan Utama: Indonesia kini berada di liga elit ekonomi global (G20 Top 6 PPP), sementara MALAYSEWA menghadapi risiko sistemik akibat beban utang pemerintah dan rumah tangga yang ekstrem, yang berujung pada stagnasi nasional.
Kenapa ya setiap malondesh shoping kapal perasaan selalu ketar ketir, ngeri, takuuuuut
BalasHapusNgeri takut nggak jadi, ngeri takut delay, ngeri takut gagal, ngeri takut batal🤣🤣🤣
Kenapa ya setiap malondesh shoping kapal perasaan selalu ketar ketir, ngeri, takuuuuut
BalasHapusNgeri takut nggak jadi, ngeri takut delay, ngeri takut gagal, ngeri takut batal🤣🤣🤣
2026 = GAGAL ASIAN CUP : NATURALISASI PALSU (CAS GAGAL)
BalasHapus2026 = GAGAL FIFA ASEAN CUP : MATCH FIXING
-
2026 MALAYDESH = MATCH FIXING
2026 MALAYDESH = CAS KALAH
2025 MALAYDESH = NATURALISASI PALSU
1994 MALAYDESH = MATCH FIXING
2010 SINGAPARNO = MATCH FIXING
-
2026 MALAYDESH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
2026 MALAYDESH = CUT BUDGET
2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
2026 MALAYDESH = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
2026 MALAYDESH = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
2026 MALAYDESH = MASS LAYOFFS
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMEN
2025 MALAYDESH = SIPRI EMPTY
2024 MALAYDESH = SIPRI EMPTY
2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
--------------------------------
WASIT FIFA ASAL MALAYSIA = SUBKHIDDIN MOHD SALLEH:
-
• Penyebab Lonjakan Waktu: Perubahan
• tambahan waktu dari 2 menjadi 7 menit dipicu oleh miskomunikasi antarperangkat pertandingan, bukan karena kecurangan (VIVA.co.id,)
• Penyelarasan Keputusan: Pentingnya penyelarasan keputusan dan verifikasi yang matang antara wasit utama, wasit keempat, dan petugas VAR sebelum hasil akhir ditunjukkan kepada publik agar tidak menimbulkan kebingungan. (Kompas.com)
--------------------------------
MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
• Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
• Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
-
SKANDAL FAM 2026
• Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
• Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
• Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
-
SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
• 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
• 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
--------------------------------
2026 PENIPU FIFA = CAS KALAH = ULTRAS BOIKOT
-
CAS Tolak Banding FAM: Sanksi FIFA Tetap Berlaku
• Pemain Ilegal: Tujuh pemain naturalisasi dinyatakan tetap ilegal karena terbukti menggunakan dokumen palsu.
• Skorsing 1 Tahun: Sanksi larangan bermain selama 12 bulan bagi ketujuh pemain tersebut tetap berjalan.
• Denda Rp7,5 Miliar: FAM wajib membayar denda sebesar 350.000 CHF kepada FIFA.
• Potong Poin: Pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 resmi tetap diterapkan.
• Boikot Ultras Malaya: Sebagai bentuk protes atas skandal dokumen palsu dan buruknya tata kelola federasi, kelompok suporter Ultras Malaya resmi memboikot seluruh laga Timnas Malaysia. Aksi pengosongan tribun ini terus berlanjut hingga turnamen terbaru seperti FIFA ASEAN Cup 2026.
--------------------------------
1994 FAM = 80 PEMAIN JUDI ILEGAL
-
Mengalami skandal besar pada tahun 1994, di mana Federasi Sepak Bola Malaydesh (FAM) menghukum lebih dari 80 pemain akibat sindikat judi ilegal. Kasus korupsi skala kecil juga beberapa kali diselidiki oleh Komisi Antirasuah Malaydesh (MACC).
--------------------------------
2010 SINGAPARNO = MATCH FIXING
-
Dikenal sebagai pusat operasional mafia judi internasional pada dekade 2010-an. Tokoh asal Singaparno seperti Raj Perumal dan Dan Tan diidentifikasi oleh Interpol/Europol sebagai otak pengaturan ratusan pertandingan di Eropa, Afrika, dan Amerika. Rekam jejak ini membuat publik sangat sensitif terhadap hasil laga Singaparno yang janggal
--------------------------------
🤣 WASIT FIFA ASAL MALAYSIA = SUBKHIDDIN MOHD SALLEH: bukan karena kecurangan🤣
2026 = GAGAL ASIAN CUP : NATURALISASI PALSU (CAS GAGAL)
BalasHapus2026 = GAGAL FIFA ASEAN CUP : MATCH FIXING
2026 = ULTRAS MALAYA BOIKOT
-
2026 MALAYDESH = MATCH FIXING
2026 MALAYDESH = CAS KALAH
2025 MALAYDESH = NATURALISASI PALSU
1994 MALAYDESH = MATCH FIXING
2010 SINGAPARNO = MATCH FIXING
-
2026 MALAYDESH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
2026 MALAYDESH = CUT BUDGET
2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
2026 MALAYDESH = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
2026 MALAYDESH = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
2026 MALAYDESH = MASS LAYOFFS
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMEN
2025 MALAYDESH = SIPRI EMPTY
2024 MALAYDESH = SIPRI EMPTY
2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
--------------------------------
WASIT FIFA ASAL MALAYSIA = SUBKHIDDIN MOHD SALLEH:
-
• Penyebab Lonjakan Waktu: Perubahan
• tambahan waktu dari 2 menjadi 7 menit dipicu oleh miskomunikasi antarperangkat pertandingan, bukan karena kecurangan (VIVA.co.id,)
• Penyelarasan Keputusan: Pentingnya penyelarasan keputusan dan verifikasi yang matang antara wasit utama, wasit keempat, dan petugas VAR sebelum hasil akhir ditunjukkan kepada publik agar tidak menimbulkan kebingungan. (Kompas.com)
--------------------------------
MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
• Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
• Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
-
SKANDAL FAM 2026
• Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
• Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
• Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
-
SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
• 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
• 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
--------------------------------
2026 PENIPU FIFA = CAS KALAH = ULTRAS BOIKOT
-
CAS Tolak Banding FAM: Sanksi FIFA Tetap Berlaku
• Pemain Ilegal: Tujuh pemain naturalisasi dinyatakan tetap ilegal karena terbukti menggunakan dokumen palsu.
• Skorsing 1 Tahun: Sanksi larangan bermain selama 12 bulan bagi ketujuh pemain tersebut tetap berjalan.
• Denda Rp7,5 Miliar: FAM wajib membayar denda sebesar 350.000 CHF kepada FIFA.
• Potong Poin: Pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 resmi tetap diterapkan.
• Boikot Ultras Malaya: Sebagai bentuk protes atas skandal dokumen palsu dan buruknya tata kelola federasi, kelompok suporter Ultras Malaya resmi memboikot seluruh laga Timnas Malaysia. Aksi pengosongan tribun ini terus berlanjut hingga turnamen terbaru seperti FIFA ASEAN Cup 2026.
--------------------------------
1994 FAM = 80 PEMAIN JUDI ILEGAL
-
Mengalami skandal besar pada tahun 1994, di mana Federasi Sepak Bola Malaydesh (FAM) menghukum lebih dari 80 pemain akibat sindikat judi ilegal. Kasus korupsi skala kecil juga beberapa kali diselidiki oleh Komisi Antirasuah Malaydesh (MACC).
--------------------------------
2010 SINGAPARNO = MATCH FIXING
-
Dikenal sebagai pusat operasional mafia judi internasional pada dekade 2010-an. Tokoh asal Singaparno seperti Raj Perumal dan Dan Tan diidentifikasi oleh Interpol/Europol sebagai otak pengaturan ratusan pertandingan di Eropa, Afrika, dan Amerika. Rekam jejak ini membuat publik sangat sensitif terhadap hasil laga Singaparno yang janggal
--------------------------------
🤣 WASIT FIFA ASAL MALAYSIA = SUBKHIDDIN MOHD SALLEH: bukan karena kecurangan🤣
2026 = GAGAL ASIAN CUP : NATURALISASI PALSU (CAS GAGAL)
Hapus2026 = GAGAL FIFA ASEAN CUP : MATCH FIXING
2026 = ULTRAS MALAYA BOIKOT
-
2026 MALAYDESH = MATCH FIXING
2026 MALAYDESH = CAS KALAH
2025 MALAYDESH = NATURALISASI PALSU
1994 MALAYDESH = MATCH FIXING
2010 SINGAPARNO = MATCH FIXING
-
2026 MALAYDESH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
2026 MALAYDESH = CUT BUDGET
2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
2026 MALAYDESH = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
2026 MALAYDESH = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
2026 MALAYDESH = MASS LAYOFFS
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMEN
2025 MALAYDESH = SIPRI EMPTY
2024 MALAYDESH = SIPRI EMPTY
2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
--------------------------------
MALONYET
18 FA50Murah (10 LCA + 8 LIFT) = LACK BVR AMRAAM❌
18 Sukhoi (4 Serviceable) = LACK MAINTENANCE❌
7 F18 = LACK SOURCE CODE❌
16 HAWK = LACK SPAREPART❌
NSM BANNED❌
AMRAAM BLOKIR❌
F18 BATAL❌
UH60A BATAL❌
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
SIPRI KOSONG❌
--------------------------------
NO MISSILE NO TORPEDO = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
--------------------------------
2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
--------------------------------
1967: USCG DECISIVE
1968: USCGC STEADFAST
1980: KM PERWIRA
1984: LERICI CLASS
1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
--------------------------------
GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
-
2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
-
2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
-
2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
-
2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
-
2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
-
2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
-
2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
-
2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
-
2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK
=============================
=============================
PRODUCTION KF21 = AIRFRAME MADE IN BANDUNG
-
Juni 2026 : Pelunasan & Prototipe KF21 (Bisnis.com)
Juni 2026 : Rantai Pasok KF21 (Antara).
Sept 2026 : 15% Airframe KF21 buatan PT DI : (Airspace Review / FnNews).
Sept 2026 PTDI dapat transfer teknologi manufaktur komposit robotik AFP (FnNews).
-
MALONYET F18 NGEMIS = F15 INDONESIA RILIS
F15IDN
F15IDN
F15IDN
https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/
--------------------------------
INDONESIA=
KAPAL INDUK✔️
AMRAAM✔️
METEOR✔️
HAMMER✔️
FREGAT✔️
SIPRI SHOPPING✔️
48 KAAN Gen 5✔️
42 RAFALE Gen 4.5✔️
16 Sukhoi 27/30✔️
33 F16✔️
12 M346FA✔️
20 T50i✔️
24 HAWK✔️
4 FREEGAT MERAH PUTIH✔️
2 PPA BRAWIJAYA CLASS✔️
2 FREEGAT ISTIF✔️
4 SCORPENE EVOLVED✔️
--------------------------------
1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONYET
5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
105 meter jee? 😂😂🤣🤣🤣
BalasHapusSerius laah min...
Wakakakaakakakak...
Eeehh..malah hanya 99meter ternyata..
HapusWakakakakaakakak...
🤣🤣😂😂😂
===
"..Saiz dan Kedudukan: Berukuran 99 meter panjang dan bakal diiktiraf sebagai kapal terbesar dalam armada APMM..."
JAGA JAGA ADA BERUK BOTOL MALAYDESH CAKAP CASH 🙈🙈🙈🙈🙈🙈🇲🇾🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🇲🇾🐷🐷🐷🐷🐷🐷🐷🇲🇾💩💩💩💩💩💩💩💩🇲🇾
BalasHapusPerolehan kapal MPMS 1 (Multi Purpose Mission Ship) milik Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) tidak dibeli secara tunai, melainkan diperoleh melalui kontrak antar-pemerintah (Government-to-Government atau G2G).
Kontrak bernilai sekitar RM304.29 juta (USD 68,8 juta) ini dimeterai pada tahun 2025 dengan galangan kapal Desan Shipyard asal Türkiye. Metode G2G seperti ini biasanya menggunakan mekanisme pembiayaan anggaran negara terstruktur (bukan tunai langsung di muka) guna menjamin transparansi, kelancaran proyek, serta transfer teknologi antara pemerintah Malaysia dan Türkiye
2026 = GAGAL ASIAN CUP : NATURALISASI PALSU (CAS GAGAL)
BalasHapus2026 = GAGAL FIFA ASEAN CUP : MATCH FIXING
2026 = ULTRAS MALAYA BOIKOT
-
2026 MALAYDESH = MATCH FIXING
2026 MALAYDESH = CAS KALAH
2025 MALAYDESH = NATURALISASI PALSU
1994 MALAYDESH = MATCH FIXING
2010 SINGAPARNO = MATCH FIXING
-
2026 MALAYDESH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
2026 MALAYDESH = CUT BUDGET
2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
2026 MALAYDESH = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
2026 MALAYDESH = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
2026 MALAYDESH = MASS LAYOFFS
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMEN
2025 MALAYDESH = SIPRI EMPTY
2024 MALAYDESH = SIPRI EMPTY
2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
--------------------------------
MALONYET
18 FA50Murah (10 LCA + 8 LIFT) = LACK BVR AMRAAM❌
18 Sukhoi (4 Serviceable) = LACK MAINTENANCE❌
7 F18 = LACK SOURCE CODE❌
16 HAWK = LACK SPAREPART❌
NSM BANNED❌
AMRAAM BLOKIR❌
F18 BATAL❌
UH60A BATAL❌
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
SIPRI KOSONG❌
--------------------------------
NO MISSILE NO TORPEDO = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
--------------------------------
2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
--------------------------------
1967: USCG DECISIVE
1968: USCGC STEADFAST
1980: KM PERWIRA
1984: LERICI CLASS
1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
--------------------------------
GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
-
2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
-
2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
-
2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
-
2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
-
2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
-
2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
-
2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
-
2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
-
2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK
=============================
=============================
PRODUCTION KF21 = AIRFRAME MADE IN BANDUNG
-
Juni 2026 : Pelunasan & Prototipe KF21 (Bisnis.com)
Juni 2026 : Rantai Pasok KF21 (Antara).
Sept 2026 : 15% Airframe KF21 buatan PT DI : (Airspace Review / FnNews).
Sept 2026 PTDI dapat transfer teknologi manufaktur komposit robotik AFP (FnNews).
-
MALONYET F18 NGEMIS = F15 INDONESIA RILIS
F15IDN
F15IDN
F15IDN
https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/
--------------------------------
INDONESIA=
KAPAL INDUK✔️
AMRAAM✔️
METEOR✔️
HAMMER✔️
FREGAT✔️
SIPRI SHOPPING✔️
48 KAAN Gen 5✔️
42 RAFALE Gen 4.5✔️
16 Sukhoi 27/30✔️
33 F16✔️
12 M346FA✔️
20 T50i✔️
24 HAWK✔️
4 FREEGAT MERAH PUTIH✔️
2 PPA BRAWIJAYA CLASS✔️
2 FREEGAT ISTIF✔️
4 SCORPENE EVOLVED✔️
--------------------------------
1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONYET
5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
Satu lagi bukti Malaydesh tak mampu buat kapal sendir, karena otaknya tak mampu...😂😂🤣🤣🤣😛😭
BalasHapusKapal Baru Lagi.... HOREYYYYY... 😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
BalasHapusGORILLA kepanasan... 🔥👎🤣🤣🤣
2026 = GAGAL ASIAN CUP : NATURALISASI PALSU (CAS GAGAL)
Hapus2026 = GAGAL FIFA ASEAN CUP : MATCH FIXING
2026 = ULTRAS MALAYA BOIKOT
-
2026 MALAYDESH = MATCH FIXING
2026 MALAYDESH = CAS KALAH
2025 MALAYDESH = NATURALISASI PALSU
1994 MALAYDESH = MATCH FIXING
2010 SINGAPARNO = MATCH FIXING
-
2026 MALAYDESH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
2026 MALAYDESH = CUT BUDGET
2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
2026 MALAYDESH = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
2026 MALAYDESH = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
2026 MALAYDESH = MASS LAYOFFS
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMEN
2025 MALAYDESH = SIPRI EMPTY
2024 MALAYDESH = SIPRI EMPTY
2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
--------------------------------
MALONYET
18 FA50Murah (10 LCA + 8 LIFT) = LACK BVR AMRAAM❌
18 Sukhoi (4 Serviceable) = LACK MAINTENANCE❌
7 F18 = LACK SOURCE CODE❌
16 HAWK = LACK SPAREPART❌
NSM BANNED❌
AMRAAM BLOKIR❌
F18 BATAL❌
UH60A BATAL❌
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
SIPRI KOSONG❌
--------------------------------
NO MISSILE NO TORPEDO = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
--------------------------------
2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
--------------------------------
1967: USCG DECISIVE
1968: USCGC STEADFAST
1980: KM PERWIRA
1984: LERICI CLASS
1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
--------------------------------
GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
-
2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
-
2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
-
2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
-
2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
-
2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
-
2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
-
2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
-
2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
-
2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK
=============================
=============================
PRODUCTION KF21 = AIRFRAME MADE IN BANDUNG
-
Juni 2026 : Pelunasan & Prototipe KF21 (Bisnis.com)
Juni 2026 : Rantai Pasok KF21 (Antara).
Sept 2026 : 15% Airframe KF21 buatan PT DI : (Airspace Review / FnNews).
Sept 2026 PTDI dapat transfer teknologi manufaktur komposit robotik AFP (FnNews).
-
MALONYET F18 NGEMIS = F15 INDONESIA RILIS
F15IDN
F15IDN
F15IDN
https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/
--------------------------------
INDONESIA=
KAPAL INDUK✔️
AMRAAM✔️
METEOR✔️
HAMMER✔️
FREGAT✔️
SIPRI SHOPPING✔️
48 KAAN Gen 5✔️
42 RAFALE Gen 4.5✔️
16 Sukhoi 27/30✔️
33 F16✔️
12 M346FA✔️
20 T50i✔️
24 HAWK✔️
4 FREEGAT MERAH PUTIH✔️
2 PPA BRAWIJAYA CLASS✔️
2 FREEGAT ISTIF✔️
4 SCORPENE EVOLVED✔️
--------------------------------
1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONYET
5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
BLUEPRINT LCS OPV : ADA = OTAK : TIDAK ADA
HapusBLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS = SALAH POTONG/MANGKRAK
BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA = MIRING
F18 = SURAT NGEMIS = PENIPU FIFA : MATCH FIXING
--------------------------------------------------
PROYEK KAPAL LCS (BLUEPRINT GOWIND 2500)
• Masalah: Mangkrak akibat korupsi dan salah manajemen meskipun telah dibayar RM6 miliar (Rp20 triliun) Target dipangkas menjadi 5 unit; kapal pertama diserahkan akhir 2026 tanpa rudal akibat kendala lisensi.
• Sumber: CNN Indonesia ("Proyek Mandek"), Wikipedia ("Skandal LCS"), South China Morning Post ("Warship Without Missiles").
--------------------------------------------------
PROYEK KAPAL OPV (BLUEPRINT DAMEN 1800)
• Masalah: Terlambat parah akibat krisis keuangan kontraktor dan viral karena miring ekstrem saat diluncurkan dengan balon udara.
• Sumber: Naval News ("Coast Guard Receives OPV"), Malaysian Defence ("Work Starts"), dokumentasi maritim.
--------------------------------------------------
FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
--------------------------------------------------
SURAT NGEMIS F18
SURAT NGEMIS F18
SURAT NGEMIS F18
the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
--------------------------------------------------
Analisa Ekonomi: Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
MALAYSEWA terjebak dalam siklus Debt-Servicing yang melumpuhkan anggaran pembangunan:
Timeline Bayar Utang Pakai Utang:
Mencapai rekor terburuk pada 2023 (64,3%), di mana RM145,8 miliar pinjaman baru hanya untuk membayar utang lama.
Proyeksi 2025-2026 tetap kritis di angka 58%.
Eskalasi Utang: Dari RM 407,1 Miliar (2010) melonjak drastis hingga RM 1,79 Triliun (2026).
Rasio Utang vs GDP: Melompat dari kisaran 52% (2019) menjadi 70,4% (2024) dan tetap di angka bahaya 69% (2025).
-
Analisa Fiskal: Defisit Kronis & Kehilangan Devisa
Defisit Menahun: Sejak 2010, MALAYSEWA tidak pernah mengalami surplus. Defisit terdalam terjadi pada 2021 (-6,4%) dan masih berlanjut di kisaran -3,8% pada 2025 (Setara USD 17,8 Miliar).
Nilai Utang dalam USD: Konversi utang pemerintah membengkak dari USD 150 Miliar (2010) menjadi USD 375 Miliar (2025), memperlemah posisi nilai tukar mata uang terhadap dolar.
-
Analisa Militer: Penurunan Daya Gentar (GFP 2026)
Krisis finansial berdampak langsung pada peringkat kekuatan militer di ASEAN:
Indonesia (13): Pemimpin mutlak dengan modernisasi masif.
Vietnam (23) - Singapura (29): Konsisten di papan atas.
Filipina (41): Berhasil menyalip MALAYSEWA.
MALAYSEWA (42): Peringkat terendah di antara negara-negara "Big 6" ASEAN, hanya unggul atas Kamboja dan Laos.
Kegagalan Simbolik: Pembatalan F/A-18 Hornet bekas Kuwait sebanyak 4 kali menjadi bukti ketidakmampuan kas negara untuk melakukan pembelian alutsista bahkan untuk barang bekas sekalipun.
-
BLUEPRINT LCS OPV : ADA = OTAK : TIDAK ADA
HapusBLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS = SALAH POTONG/MANGKRAK
BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA = MIRING
F18 = SURAT NGEMIS = PENIPU FIFA : MATCH FIXING
--------------------------------------------------
PROYEK KAPAL LCS (BLUEPRINT GOWIND 2500)
• Masalah: Mangkrak akibat korupsi dan salah manajemen meskipun telah dibayar RM6 miliar (Rp20 triliun) Target dipangkas menjadi 5 unit; kapal pertama diserahkan akhir 2026 tanpa rudal akibat kendala lisensi.
• Sumber: CNN Indonesia ("Proyek Mandek"), Wikipedia ("Skandal LCS"), South China Morning Post ("Warship Without Missiles").
--------------------------------------------------
PROYEK KAPAL OPV (BLUEPRINT DAMEN 1800)
• Masalah: Terlambat parah akibat krisis keuangan kontraktor dan viral karena miring ekstrem saat diluncurkan dengan balon udara.
• Sumber: Naval News ("Coast Guard Receives OPV"), Malaysian Defence ("Work Starts"), dokumentasi maritim.
--------------------------------------------------
FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
--------------------------------------------------
SURAT NGEMIS F18
SURAT NGEMIS F18
SURAT NGEMIS F18
the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
--------------------------------------------------
Analisa Ekonomi: Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
MALAYSEWA terjebak dalam siklus Debt-Servicing yang melumpuhkan anggaran pembangunan:
Timeline Bayar Utang Pakai Utang:
Mencapai rekor terburuk pada 2023 (64,3%), di mana RM145,8 miliar pinjaman baru hanya untuk membayar utang lama.
Proyeksi 2025-2026 tetap kritis di angka 58%.
Eskalasi Utang: Dari RM 407,1 Miliar (2010) melonjak drastis hingga RM 1,79 Triliun (2026).
Rasio Utang vs GDP: Melompat dari kisaran 52% (2019) menjadi 70,4% (2024) dan tetap di angka bahaya 69% (2025).
-
Analisa Fiskal: Defisit Kronis & Kehilangan Devisa
Defisit Menahun: Sejak 2010, MALAYSEWA tidak pernah mengalami surplus. Defisit terdalam terjadi pada 2021 (-6,4%) dan masih berlanjut di kisaran -3,8% pada 2025 (Setara USD 17,8 Miliar).
Nilai Utang dalam USD: Konversi utang pemerintah membengkak dari USD 150 Miliar (2010) menjadi USD 375 Miliar (2025), memperlemah posisi nilai tukar mata uang terhadap dolar.
-
Analisa Militer: Penurunan Daya Gentar (GFP 2026)
Krisis finansial berdampak langsung pada peringkat kekuatan militer di ASEAN:
Indonesia (13): Pemimpin mutlak dengan modernisasi masif.
Vietnam (23) - Singapura (29): Konsisten di papan atas.
Filipina (41): Berhasil menyalip MALAYSEWA.
MALAYSEWA (42): Peringkat terendah di antara negara-negara "Big 6" ASEAN, hanya unggul atas Kamboja dan Laos.
Kegagalan Simbolik: Pembatalan F/A-18 Hornet bekas Kuwait sebanyak 4 kali menjadi bukti ketidakmampuan kas negara untuk melakukan pembelian alutsista bahkan untuk barang bekas sekalipun.
-
NO MISSILE NO TORPEDO = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
Hapus--------------------------------
2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
--------------------------------
1967: USCG DECISIVE
1968: USCGC STEADFAST
1980: KM PERWIRA
1984: LERICI CLASS
1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
--------------------------------
FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
--------------------------------
Analisa Utang & Fiskal: "Spiral Debt-Pay-Debt"
Klaim belanja militer seringkali disebut "Cash", namun data menunjukkan ketergantungan total pada hutang luar negeri dan barter:
Total Utang & Liabilitas (2026): Mencapai RM 1,79 Triliun (Meningkat drastis dari RM 407 Miliar pada 2010).
Rasio Utang Federal: Konsisten di angka 68% - 69% terhadap GDP (Melebihi plafon aman).
Beban Utang Isi Rumah (Household Debt): 85,8% dari GDP (Tertinggi di ASEAN menurut BNM).
Siklus Gali Lubang Tutup Lubang: Penggunaan pinjaman baru hanya untuk membayar bunga utang lama, membatasi anggaran belanja modal (CAPEX) militer.
-
Analisa Model Pembiayaan Alutsista (Bukan Tunai)
Hampir seluruh aset utama MALAYSEWA dibeli melalui skema hutang jangka panjang atau barter komoditas:
Turki (LMS Batch 2): Pinjaman G2G tenor 10-15 tahun (Bunga 4-6%).
Korea Selatan (FA-50): Hybrid antara Kredit KEXIM dan Barter CPO 50%.
China (LMS Batch 1): 100% Kredit Ekspor dari China Eximbank.
Polandia (PT-91M): Barter CPO (30-40%) + cicilan 10 tahun.
Kredit Sindikasi (Proyek LCS): Melibatkan 17 kreditor dengan bunga 6% yang terus membengkak akibat penundaan.
-
Analisa SIPRI: Vakum Alutsista (2024-2025)
MALAYSEWA (Status Kosong): Selama dua tahun berturut-turut, tidak ada transfer senjata berat yang tercatat di SIPRI. Menempatkan MALAYSEWA sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Timor Leste, Laos, dan Kamboja.
NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG) (Status Dominan): Memiliki daftar belanja satu lembar penuh mencakup Rafale F4, Pesawat KAAN, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora.
Kegagalan Regional: Di saat Singapura, Vietnam, dan Filipina memperkuat armada, MALAYSEWA terjebak dalam pembatalan (Hornet Kuwait batal 4 kali).
NO MISSILE NO TORPEDO = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
Hapus--------------------------------
2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
--------------------------------
1967: USCG DECISIVE
1968: USCGC STEADFAST
1980: KM PERWIRA
1984: LERICI CLASS
1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
--------------------------------
FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
--------------------------------
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" MALAYSEWA dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan MALAYSEWA (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan MALAYSEWA untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan MALAYSEWA - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
NO MISSILE NO TORPEDO = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
Hapus--------------------------------
2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
--------------------------------
1967: USCG DECISIVE
1968: USCGC STEADFAST
1980: KM PERWIRA
1984: LERICI CLASS
1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
--------------------------------
FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
--------------------------------
Analisa Geopolitik & Pertahanan: "Stagnasi Total"
Vakum SIPRI (2024-2025): Laporan impor senjata KOSONG selama dua tahun berturut-turut. MALAYSEWA kini sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja dalam hal transfer alutsista berat.
Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan internasional.
Penurunan Daya Gentar: Berada di Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi berada di bawah Filipina (Peringkat 41).
Perbandingan Kontras: NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG) memimpin di Peringkat 13 dunia dengan daftar belanja "satu lembar penuh" (Rafale F4, A400M, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora).
-
Analisa Ekonomi & Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
Fenomena Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 58% pinjaman baru di tahun 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama (Debt-Servicing Cycle).
Beban Utang Nasional: Total utang dan liabilitas diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun, dengan rasio utang terhadap GDP melampaui ambang batas aman (>70%).
-
Analisa Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Leasing)
Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) seperti pada kesepakatan FA-50 (Korea Selatan) dan PT-91M (Polandia).
Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor, diperparah dengan catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet jet tempur.
-
Analisa Reputasi & Diplomasi Internasional
Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
Kehilangan Posisi Regional: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027, di mana posisi tersebut kini diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh MALAYSEWA di ASEAN.
Kapal terbesar COAST GUARD MALAYSIA..... 😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾🇲🇾
BalasHapus2026 = GAGAL ASIAN CUP : NATURALISASI PALSU (CAS GAGAL)
Hapus2026 = GAGAL FIFA ASEAN CUP : MATCH FIXING
2026 = ULTRAS MALAYA BOIKOT
-
2026 MALAYDESH = MATCH FIXING
2026 MALAYDESH = CAS KALAH
2025 MALAYDESH = NATURALISASI PALSU
1994 MALAYDESH = MATCH FIXING
2010 SINGAPARNO = MATCH FIXING
-
2026 MALAYDESH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
2026 MALAYDESH = CUT BUDGET
2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
2026 MALAYDESH = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
2026 MALAYDESH = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
2026 MALAYDESH = MASS LAYOFFS
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMEN
2025 MALAYDESH = SIPRI EMPTY
2024 MALAYDESH = SIPRI EMPTY
2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
--------------------------------
MALONYET
18 FA50Murah (10 LCA + 8 LIFT) = LACK BVR AMRAAM❌
18 Sukhoi (4 Serviceable) = LACK MAINTENANCE❌
7 F18 = LACK SOURCE CODE❌
16 HAWK = LACK SPAREPART❌
NSM BANNED❌
AMRAAM BLOKIR❌
F18 BATAL❌
UH60A BATAL❌
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
SIPRI KOSONG❌
--------------------------------
NO MISSILE NO TORPEDO = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
--------------------------------
2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
--------------------------------
1967: USCG DECISIVE
1968: USCGC STEADFAST
1980: KM PERWIRA
1984: LERICI CLASS
1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
--------------------------------
GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
-
2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
-
2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
-
2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
-
2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
-
2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
-
2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
-
2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
-
2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
-
2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK
=============================
=============================
PRODUCTION KF21 = AIRFRAME MADE IN BANDUNG
-
Juni 2026 : Pelunasan & Prototipe KF21 (Bisnis.com)
Juni 2026 : Rantai Pasok KF21 (Antara).
Sept 2026 : 15% Airframe KF21 buatan PT DI : (Airspace Review / FnNews).
Sept 2026 PTDI dapat transfer teknologi manufaktur komposit robotik AFP (FnNews).
-
MALONYET F18 NGEMIS = F15 INDONESIA RILIS
F15IDN
F15IDN
F15IDN
https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/
--------------------------------
INDONESIA=
KAPAL INDUK✔️
AMRAAM✔️
METEOR✔️
HAMMER✔️
FREGAT✔️
SIPRI SHOPPING✔️
48 KAAN Gen 5✔️
42 RAFALE Gen 4.5✔️
16 Sukhoi 27/30✔️
33 F16✔️
12 M346FA✔️
20 T50i✔️
24 HAWK✔️
4 FREEGAT MERAH PUTIH✔️
2 PPA BRAWIJAYA CLASS✔️
2 FREEGAT ISTIF✔️
4 SCORPENE EVOLVED✔️
--------------------------------
1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONYET
5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
BLUEPRINT LCS OPV : ADA = OTAK : TIDAK ADA
HapusBLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS = SALAH POTONG/MANGKRAK
BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA = MIRING
F18 = SURAT NGEMIS = PENIPU FIFA : MATCH FIXING
--------------------------------------------------
PROYEK KAPAL LCS (BLUEPRINT GOWIND 2500)
• Masalah: Mangkrak akibat korupsi dan salah manajemen meskipun telah dibayar RM6 miliar (Rp20 triliun) Target dipangkas menjadi 5 unit; kapal pertama diserahkan akhir 2026 tanpa rudal akibat kendala lisensi.
• Sumber: CNN Indonesia ("Proyek Mandek"), Wikipedia ("Skandal LCS"), South China Morning Post ("Warship Without Missiles").
--------------------------------------------------
PROYEK KAPAL OPV (BLUEPRINT DAMEN 1800)
• Masalah: Terlambat parah akibat krisis keuangan kontraktor dan viral karena miring ekstrem saat diluncurkan dengan balon udara.
• Sumber: Naval News ("Coast Guard Receives OPV"), Malaysian Defence ("Work Starts"), dokumentasi maritim.
--------------------------------------------------
FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
--------------------------------------------------
SURAT NGEMIS F18
SURAT NGEMIS F18
SURAT NGEMIS F18
the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
--------------------------------------------------
ANALISIS EKONOMI & FISKAL
Krisis Utang: Utang MALAYSEWA diproyeksikan mencapai RM 1,79 Triliun pada 2026 dengan rasio utang terhadap GDP menyentuh 84,3%.
Spiral Utang: Fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" di mana 58% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar cicilan utang lama.
Sanksi Dagang: Tekanan dari AS melalui Section 301 (Tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA yang memukul sektor ekspor manufaktur.
-
KESIAPAN & OPERASIONAL MILITER
Kekuatan Udara:
Indonesia: Memiliki total aset tempur menuju 253 unit.
MALAYSEWA: Banyak aset grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri). Hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet menjadi catatan buruk manajemen aset.
Budaya "Sewa" (Leasing): MALAYSEWA beralih ke skema sewa untuk hampir semua lini (32+ item), mulai dari helikopter Blackhawk, AW139, hingga kendaraan taktis dan simulator, karena tidak mampu membeli unit baru.
Proyek Mangkrak: Kapal LCS dan OPV yang tidak kunjung selesai (karatan) memperlemah pertahanan laut.
-
REPUTASI & DIPLOMASI INTERNASIONAL
Peringkat GFP: Indonesia berada di peringkat 13 dunia, sementara MALAYSEWA merosot ke peringkat 42 (ke-7 di ASEAN, di bawah Filipina).
Kegagalan Sistemik: Sanksi CAS & AFC terkait pemain naturalisasi ilegal yang menyebabkan kekalahan WO 0-3 dan gagal lolos ke Piala Asia 2027 (digantikan Vietnam) mencerminkan degradasi administrasi negara.
BLUEPRINT LCS OPV : ADA = OTAK : TIDAK ADA
HapusBLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS = SALAH POTONG/MANGKRAK
BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA = MIRING
F18 = SURAT NGEMIS = PENIPU FIFA : MATCH FIXING
--------------------------------------------------
PROYEK KAPAL LCS (BLUEPRINT GOWIND 2500)
• Masalah: Mangkrak akibat korupsi dan salah manajemen meskipun telah dibayar RM6 miliar (Rp20 triliun) Target dipangkas menjadi 5 unit; kapal pertama diserahkan akhir 2026 tanpa rudal akibat kendala lisensi.
• Sumber: CNN Indonesia ("Proyek Mandek"), Wikipedia ("Skandal LCS"), South China Morning Post ("Warship Without Missiles").
--------------------------------------------------
PROYEK KAPAL OPV (BLUEPRINT DAMEN 1800)
• Masalah: Terlambat parah akibat krisis keuangan kontraktor dan viral karena miring ekstrem saat diluncurkan dengan balon udara.
• Sumber: Naval News ("Coast Guard Receives OPV"), Malaysian Defence ("Work Starts"), dokumentasi maritim.
--------------------------------------------------
FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
--------------------------------------------------
SURAT NGEMIS F18
SURAT NGEMIS F18
SURAT NGEMIS F18
the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
--------------------------------------------------
Analisis Geopolitik & Pertahanan (Stagnasi Total)
Vakum Alutsista (SIPRI 2024-2025): Status "Kosong" selama dua tahun berturut-turut menandakan tidak adanya transfer senjata berat yang masuk. Hal ini mengonfirmasi kegagalan proses modernisasi di saat negara tetangga (Indonesia/Singapura) melakukan pengadaan masif.
Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di mata penjual internasional.
Penurunan Daya Gentar: Peringkat Global Firepower (GFP) 42 (ke-7 di ASEAN) menempatkan militer MALAYSEWA di bawah Filipina, menunjukkan efek domino dari penundaan proyek LCS dan ketergantungan pada aset tua.
Analisis Fiskal & Ekonomi (Spiral Utang)
Debt-Servicing Cycle: Dengan proyeksi utang menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026, fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" (58% pinjaman baru hanya untuk membayar cicilan) telah mengunci anggaran negara.
Rasio Bahaya: Rasio utang terhadap GDP yang stabil di angka 68%-70% sejak 2024-2026 membatasi ruang gerak fiskal untuk subsidi domestik maupun belanja modal militer.
Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR Amerika Serikat akan memukul sektor manufaktur dan E&E, yang merupakan tulang punggung pendapatan negara untuk membayar utang tersebut.
Analisis Reputasi & Diplomasi (Sanksi Internasional)
Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) akibat penggunaan 7 pemain naturalisasi ilegal bukan sekadar masalah sepak bola, melainkan cerminan kegagalan administrasi sistemik di tingkat federasi.
Kehilangan Posisi Regional: Kegagalan lolos ke Piala Asia 2027 dan pemberian posisi tersebut kepada Vietnam mempertegas penurunan pengaruh dan daya saing negara di kawasan ASEAN.
BLUEPRINT LCS OPV : ADA = OTAK : TIDAK ADA
HapusBLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS = SALAH POTONG/MANGKRAK
BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA = MIRING
F18 = SURAT NGEMIS = PENIPU FIFA : MATCH FIXING
--------------------------------------------------
PROYEK KAPAL LCS (BLUEPRINT GOWIND 2500)
• Masalah: Mangkrak akibat korupsi dan salah manajemen meskipun telah dibayar RM6 miliar (Rp20 triliun) Target dipangkas menjadi 5 unit; kapal pertama diserahkan akhir 2026 tanpa rudal akibat kendala lisensi.
• Sumber: CNN Indonesia ("Proyek Mandek"), Wikipedia ("Skandal LCS"), South China Morning Post ("Warship Without Missiles").
--------------------------------------------------
PROYEK KAPAL OPV (BLUEPRINT DAMEN 1800)
• Masalah: Terlambat parah akibat krisis keuangan kontraktor dan viral karena miring ekstrem saat diluncurkan dengan balon udara.
• Sumber: Naval News ("Coast Guard Receives OPV"), Malaysian Defence ("Work Starts"), dokumentasi maritim.
--------------------------------------------------
FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
--------------------------------------------------
SURAT NGEMIS F18
SURAT NGEMIS F18
SURAT NGEMIS F18
the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
--------------------------------------------------
Analisa Kekuatan Militer (Global Firepower 2026)
Perbandingan peringkat di kawasan ASEAN menunjukkan jurang pemisah yang semakin lebar:
Indonesia: Peringkat 13 (Pemimpin Mutlak ASEAN).
Vietnam: Peringkat 23.
Thailand: Peringkat 24.
Singapura: Peringkat 29.
Filipina: Peringkat 41 (Melampaui MALAYSEWA).
MALAYSEWA: Peringkat 42 (Posisi ke-7 di ASEAN).
-
Analisa Krisis Ekonomi & Spiral Utang (MALAYSEWA)
Data menunjukkan tren kenaikan utang yang tidak terkendali (2010–2026):
Lonjakan Utang (RM): Dari RM 407,1 Miliar (2010) membengkak menjadi RM 1,79 Triliun (2026).
Rasio Utang terhadap GDP:
2010: 52,4%
2020: 62,0% (Pasca Pandemi)
2024: 70,4%
2025: Mencapai ambang batas kritis (Diproyeksikan >70%).
Konversi Mata Wang: Nilai utang pemerintah menyentuh angka 375 Miliar USD pada 2025.
Implikasi: Anggaran pertahanan tersedot untuk membayar bunga utang, memicu kebijakan "Sewa Aset" ketimbang membeli.
-
Analisa Sosial-Administrasi & Reputasi
Krisis Identitas: Kritik tajam dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai etos kerja dan korupsi sistemik.
Kegagalan Administrasi (FAM): Sanksi internasional dari CAS dan AFC akibat pemain ilegal menjadi simbol lemahnya tata kelola organisasi di MALAYSEWA.
Dampak Geopolitik: Vietnam mengambil alih posisi strategis MALAYSEWA di kancah olahraga (Piala Asia 2027) dan pengaruh regional.
BUATAN INDONESIA = RINGGIT PASPOR MILITER LISTRIK
Hapus-
📦 MALAYDESH IMPOR :
CN235 (Pesawat): Diekspor ke Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
RHIB (Kapal Patroli): Dibeli Singapura (18) dan Malaydesh (24); Brunei berminat (12).
Parasut & Tenda: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaydesh.
MPCD Hawk (Avionik): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaydesh.
Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaydesh.
Senjata & Amunisi: Senapan SS2 dan amunisi PT Pindad diekspor ke Malaydesh dan Bangladesh.
Seragam & Atribut: PDL dan rompi antipeluru Sritex digunakan militer Malaydesh.
--------------------------------
🏆 Pencapaian "Satu-satunya di ASEAN"
Pesawat Terbang: PTDI menjadi produsen pesawat pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara.
Tank Medium: PT Pindad menjadikan Indonesia satu-satunya produsen tank tempur mandiri di ASEAN.
Kapal Selam Scorpène Evolved: Kerja sama PT PAL & Prancis membangun 2 kapal selam lewat transfer teknologi penuh.
Kapal Selam Type 209: Sukses memproduksi kapal selam kolaborasi PT PAL dan Korea Selatan.
MRSS & SSV (Kapal Perang): Kontrak kapal MRSS dengan UEA (USD 408,32 juta) dan ekspor Landing Dock ke Filipina.
Kapal Selam Otonom AI: Pengembangan 30 kapal selam tanpa awak, menjadikan Indonesia negara ke-4 di dunia.
--------------------------------
🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
Peru: Mata uang Soles.
Bangladesh: Mata uang Taka.
Somalia: Mata uang Shilling.
Argentina: Mata uang Peso.
Guinea: Dokumen Negara Paspor.
Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
Filipina: Dokumen Negara Prangko.
--------------------------------
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" MALONYET dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan MALONYET (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan MALONYET untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan MALONYET - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
-
SUMBER DATA RESMI:
Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
-
Kementerian Kewangan MALONYET (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).
BUATAN INDONESIA = RINGGIT PASPOR MILITER LISTRIK
Hapus-
📦 MALAYDESH IMPOR :
MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
--------------------------------
MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
--------------------------------
🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
Peru: Mata uang Soles.
Bangladesh: Mata uang Taka.
Somalia: Mata uang Shilling.
Argentina: Mata uang Peso.
Guinea: Dokumen Negara Paspor.
Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
Filipina: Dokumen Negara Prangko.
--------------------------------
1. Perang Data SIPRI: Dominasi vs Kelumpuhan
Indonesia (Status: Power House): Memiliki daftar pengadaan "Satu Lembar Penuh" (Rafale, A400M, Khan, PPA). Ini menunjukkan kemampuan Cash/Kredit Sehat yang didukung ruang fiskal lebar (Utang Pemerintah hanya 41,1%). Indonesia membeli sebagai "Owner" dengan kepastian Transfer Teknologi.
MALONYET (Status: Lumpuh/Zonk): Fenomena "2 Tahun SIPRI Kosong" menjadi bukti empiris negara sedang dalam kondisi "Miskin No Shopping". Tidak adanya kontrak baru menunjukkan anggaran pertahanan telah "dimakan" oleh kewajiban pembayaran bunga utang.
---------------------------------
2. Metodologi Akuisisi: Kedaulatan vs Barter Darurat
Indonesia: Menggunakan kekuatan devisa dan anggaran negara untuk membeli teknologi tingkat tinggi (Tier-1).
MALONYET: Bergantung pada skema Barter Sawit (MKM, Scorpene, FA-50) dan Leasing (Sewa). Ini adalah indikator "Ekonomi Darurat" di mana negara tidak memiliki likuiditas tunai yang cukup untuk membayar Down Payment (DP) alutsista.
---------------------------------
3. Analisis Beban Utang Per Kapita (Mengerikan)
Data 2025 mengungkap beban riil yang harus ditanggung rakyat MALONYET:
Beban Gabungan: Setiap warga MALONYET memikul beban utang (Pemerintah + Rumah Tangga) rata-rata RM 82.000.
Efek Domino: Utang Pemerintah yang menembus 70,5% GDP (melewati batas aman 65%) memaksa negara melakukan pemotongan anggaran sektor publik demi membayar cicilan, yang berujung pada lumpuhnya modernisasi militer.
---------------------------------
4. Risiko Sistemik & Kondisi "Game Over"
Kerentanan Perbankan: Dengan utang rumah tangga mencapai 84,3% GDP (RM 45.859 per orang), MALONYET menghadapi risiko tinggi kredit macet (NPL) yang dapat memicu krisis finansial sistemik.
Indonesia (Safe Zone): Rasio utang pemerintah yang rendah memberikan bantalan makro yang kuat. Indonesia mampu melakukan belanja pertahanan strategis tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi rakyat.
BUATAN INDONESIA = RINGGIT PASPOR MILITER LISTRIK
Hapus-
📦 MALAYDESH IMPOR :
MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
--------------------------------
MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
--------------------------------
🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
Peru: Mata uang Soles.
Bangladesh: Mata uang Taka.
Somalia: Mata uang Shilling.
Argentina: Mata uang Peso.
Guinea: Dokumen Negara Paspor.
Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
Filipina: Dokumen Negara Prangko.
--------------------------------
1. Pergeseran Dominasi Ekonomi: Nominal vs. PPP
Secara PDB Nominal, Amerika Serikat masih memimpin jauh di atas Tiongkok ($31,8T vs $20,6T). Hal ini menunjukkan kekuatan nilai tukar Dollar dan dominasi sektor jasa serta teknologi tinggi.
Namun, secara PDB PPP (Purchasing Power Parity), peta kekuatan berubah drastis:
Tiongkok memimpin dunia ($43,4T), jauh melampaui AS. Ini menandakan volume produksi dan konsumsi riil Tiongkok sudah yang terbesar.
Indonesia melonjak ke peringkat 6 dunia ($5,69T). Ini membuktikan bahwa meskipun nilai tukar Rupiah terhadap Dollar rendah, daya beli masyarakat Indonesia sangat besar dan biaya hidup yang relatif murah membuat ekonomi domestik menjadi penggerak utama.
---------------------------------
2. Dominasi Indonesia di ASEAN
Analisis Anda menunjukkan Indonesian Exceptionalism di Asia Tenggara:
Skala Ekonomi: Indonesia bukan lagi sekadar anggota ASEAN, melainkan "raksasa" yang ukurannya 3 hingga 6 kali lipat negara tetangga.
Efisiensi PPP: Rasio ekonomi Indonesia terhadap Singapura melonjak dari 3,18x (Nominal) menjadi 6,69x (PPP). Ini menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia berbasis massa dan volume riil, sementara Singapura berbasis nilai tukar dan jasa finansial.
---------------------------------
3. Kesehatan Fiskal dan Jebakan Utang
Perbandingan rasio utang memberikan gambaran kontras mengenai keberlanjutan ekonomi:
Indonesia (Paling Sehat): Dengan total utang terhadap PDB di bawah 40% (Pemerintah) dan ~95% (Total), Indonesia memiliki ruang fiskal yang jauh lebih aman dibandingkan Singapura, MALONYET, atau Thailand.
Singapura & MALONYET (Risiko Tinggi): Singapura memiliki rasio utang pemerintah sangat tinggi (176%), meski diimbangi aset cadangan yang kuat. Namun, MALONYET (MALONYET) menunjukkan tren mengkhawatirkan dengan fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang".
---------------------------------
4. Analisis Tren "Hutang Bayar Hutang" MALONYET
Data yang Anda paparkan mengenai MALONYET dari 2018-2025 mengungkap masalah struktural serius:
Inefisiensi Pinjaman: Sejak 2019, rata-rata di atas 50% hingga 64% pinjaman baru MALONYET hanya digunakan untuk membayar pokok utang lama, bukan untuk investasi produktif atau pembangunan infrastruktur baru.
Keterbatasan Anggaran: Dengan 58% pinjaman dialokasikan untuk bayar utang pada 2025, ruang gerak pemerintah MALONYET untuk memberikan stimulus ekonomi
Kapal terbesar COAST GUARD MALAYSIA..... 😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾🇲🇾
BalasHapus2026 = GAGAL ASIAN CUP : NATURALISASI PALSU (CAS GAGAL)
Hapus2026 = GAGAL FIFA ASEAN CUP : MATCH FIXING
2026 = ULTRAS MALAYA BOIKOT
-
2026 MALAYDESH = MATCH FIXING
2026 MALAYDESH = CAS KALAH
2025 MALAYDESH = NATURALISASI PALSU
1994 MALAYDESH = MATCH FIXING
2010 SINGAPARNO = MATCH FIXING
-
2026 MALAYDESH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
2026 MALAYDESH = CUT BUDGET
2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
2026 MALAYDESH = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
2026 MALAYDESH = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
2026 MALAYDESH = MASS LAYOFFS
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMEN
2025 MALAYDESH = SIPRI EMPTY
2024 MALAYDESH = SIPRI EMPTY
2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
--------------------------------
MALONYET
18 FA50Murah (10 LCA + 8 LIFT) = LACK BVR AMRAAM❌
18 Sukhoi (4 Serviceable) = LACK MAINTENANCE❌
7 F18 = LACK SOURCE CODE❌
16 HAWK = LACK SPAREPART❌
NSM BANNED❌
AMRAAM BLOKIR❌
F18 BATAL❌
UH60A BATAL❌
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
SIPRI KOSONG❌
--------------------------------
NO MISSILE NO TORPEDO = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
--------------------------------
2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
--------------------------------
1967: USCG DECISIVE
1968: USCGC STEADFAST
1980: KM PERWIRA
1984: LERICI CLASS
1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
--------------------------------
GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
-
2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
-
2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
-
2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
-
2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
-
2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
-
2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
-
2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
-
2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
-
2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK
=============================
=============================
PRODUCTION KF21 = AIRFRAME MADE IN BANDUNG
-
Juni 2026 : Pelunasan & Prototipe KF21 (Bisnis.com)
Juni 2026 : Rantai Pasok KF21 (Antara).
Sept 2026 : 15% Airframe KF21 buatan PT DI : (Airspace Review / FnNews).
Sept 2026 PTDI dapat transfer teknologi manufaktur komposit robotik AFP (FnNews).
-
MALONYET F18 NGEMIS = F15 INDONESIA RILIS
F15IDN
F15IDN
F15IDN
https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/
--------------------------------
INDONESIA=
KAPAL INDUK✔️
AMRAAM✔️
METEOR✔️
HAMMER✔️
FREGAT✔️
SIPRI SHOPPING✔️
48 KAAN Gen 5✔️
42 RAFALE Gen 4.5✔️
16 Sukhoi 27/30✔️
33 F16✔️
12 M346FA✔️
20 T50i✔️
24 HAWK✔️
4 FREEGAT MERAH PUTIH✔️
2 PPA BRAWIJAYA CLASS✔️
2 FREEGAT ISTIF✔️
4 SCORPENE EVOLVED✔️
--------------------------------
1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONYET
5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
WASITMU LON .......
HapusWASIT FIFA ASAL MALAYSIA = SUBKHIDDIN MOHD SALLEH:
-
• Penyebab Lonjakan Waktu: Perubahan
• tambahan waktu dari 2 menjadi 7 menit dipicu oleh miskomunikasi antarperangkat pertandingan, bukan karena kecurangan (VIVA.co.id,)
• Penyelarasan Keputusan: Pentingnya penyelarasan keputusan dan verifikasi yang matang antara wasit utama, wasit keempat, dan petugas VAR sebelum hasil akhir ditunjukkan kepada publik agar tidak menimbulkan kebingungan. (Kompas.com)
--------------------------------
MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
• Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
• Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
-
SKANDAL FAM 2026
• Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
• Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
• Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
-
SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
• 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
• 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
--------------------------------
2026 PENIPU FIFA = CAS KALAH = ULTRAS BOIKOT
-
CAS Tolak Banding FAM: Sanksi FIFA Tetap Berlaku
• Pemain Ilegal: Tujuh pemain naturalisasi dinyatakan tetap ilegal karena terbukti menggunakan dokumen palsu.
• Skorsing 1 Tahun: Sanksi larangan bermain selama 12 bulan bagi ketujuh pemain tersebut tetap berjalan.
• Denda Rp7,5 Miliar: FAM wajib membayar denda sebesar 350.000 CHF kepada FIFA.
• Potong Poin: Pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 resmi tetap diterapkan.
• Boikot Ultras Malaya: Sebagai bentuk protes atas skandal dokumen palsu dan buruknya tata kelola federasi, kelompok suporter Ultras Malaya resmi memboikot seluruh laga Timnas Malaysia. Aksi pengosongan tribun ini terus berlanjut hingga turnamen terbaru seperti FIFA ASEAN Cup 2026.
--------------------------------
1994 FAM = 80 PEMAIN JUDI ILEGAL
-
Mengalami skandal besar pada tahun 1994, di mana Federasi Sepak Bola Malaydesh (FAM) menghukum lebih dari 80 pemain akibat sindikat judi ilegal. Kasus korupsi skala kecil juga beberapa kali diselidiki oleh Komisi Antirasuah Malaydesh (MACC).
--------------------------------
2010 SINGAPARNO = MATCH FIXING
-
Dikenal sebagai pusat operasional mafia judi internasional pada dekade 2010-an. Tokoh asal Singaparno seperti Raj Perumal dan Dan Tan diidentifikasi oleh Interpol/Europol sebagai otak pengaturan ratusan pertandingan di Eropa, Afrika, dan Amerika. Rekam jejak ini membuat publik sangat sensitif terhadap hasil laga Singaparno yang janggal
-------------------------------
⚽ Skandal Sepak Bola
1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
-
2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
-
2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
-
Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
-
Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
-------------------------------
TIMNAS MALAYDESH+ FAM = BOIKOT ULTRAS
TIMNAS MALAYDESH+ FAM = BOIKOT ULTRAS
TIMNAS MALAYDESH+ FAM = BOIKOT ULTRAS
BLUEPRINT LCS OPV : ADA = OTAK : TIDAK ADA
HapusBLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS = SALAH POTONG/MANGKRAK
BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA = MIRING
F18 = SURAT NGEMIS = PENIPU FIFA : MATCH FIXING
--------------------------------------------------
PROYEK KAPAL LCS (BLUEPRINT GOWIND 2500)
• Masalah: Mangkrak akibat korupsi dan salah manajemen meskipun telah dibayar RM6 miliar (Rp20 triliun) Target dipangkas menjadi 5 unit; kapal pertama diserahkan akhir 2026 tanpa rudal akibat kendala lisensi.
• Sumber: CNN Indonesia ("Proyek Mandek"), Wikipedia ("Skandal LCS"), South China Morning Post ("Warship Without Missiles").
--------------------------------------------------
PROYEK KAPAL OPV (BLUEPRINT DAMEN 1800)
• Masalah: Terlambat parah akibat krisis keuangan kontraktor dan viral karena miring ekstrem saat diluncurkan dengan balon udara.
• Sumber: Naval News ("Coast Guard Receives OPV"), Malaysian Defence ("Work Starts"), dokumentasi maritim.
--------------------------------------------------
FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
--------------------------------------------------
SURAT NGEMIS F18
SURAT NGEMIS F18
SURAT NGEMIS F18
the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
--------------------------------------------------
1. Fenomena "Hutang Bayar Hutang" (Debt-Servicing Cycle)
Data menunjukkan adanya jebakan fiskal di mana porsi pinjaman baru digunakan mayoritas (58% - 64,3%) hanya untuk melunasi cicilan pokok dan bunga utang lama.
Dampak Militer: Anggaran belanja modal (Capital Expenditure) untuk alutsista baru tergerus oleh biaya operasional dan cicilan utang. Akibatnya, pengadaan besar seperti F/A-18 Hornet bekas dari Kuwait pun mengalami pembatalan berulang kali (4x) karena keterbatasan dana tunai.
2. Pergeseran Model Pengadaan: Dari Cash ke Barter/Kredit
Keterbatasan likuiditas memaksa skema pengadaan yang tidak lazim:
Barter CPO: Digunakan pada kesepakatan dengan Korea Selatan (FA-50) dan Polandia (PT-91M). Ini menunjukkan upaya mempertahankan cadangan devisa dengan menukar komoditas.
Kredit Ekspor 100%: Seperti pada LMS Batch 1 (China), yang meskipun bunganya murah (3,5%), menambah eksposur utang luar negeri jangka panjang.
3. Stagnasi Kekuatan Tempur (Analisis SIPRI & GFP)
SIPRI Kosong: Absennya data transfer senjata dalam 2 tahun terakhir (2024-2025) menandakan tidak adanya pengiriman aset strategis yang signifikan. Bandingkan dengan Indonesia yang memiliki daftar panjang (Rafale, A400M, dll).
Penurunan Rank GFP: Peringkat 42 (di bawah Filipina) mencerminkan efek domino dari penundaan proyek (seperti LCS yang melibatkan 17 kreditor) dan kegagalan regenerasi pesawat tempur (MRCA/LCA).
BLUEPRINT LCS OPV : ADA = OTAK : TIDAK ADA
HapusBLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS = SALAH POTONG/MANGKRAK
BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA = MIRING
F18 = SURAT NGEMIS = PENIPU FIFA : MATCH FIXING
--------------------------------------------------
PROYEK KAPAL LCS (BLUEPRINT GOWIND 2500)
• Masalah: Mangkrak akibat korupsi dan salah manajemen meskipun telah dibayar RM6 miliar (Rp20 triliun) Target dipangkas menjadi 5 unit; kapal pertama diserahkan akhir 2026 tanpa rudal akibat kendala lisensi.
• Sumber: CNN Indonesia ("Proyek Mandek"), Wikipedia ("Skandal LCS"), South China Morning Post ("Warship Without Missiles").
--------------------------------------------------
PROYEK KAPAL OPV (BLUEPRINT DAMEN 1800)
• Masalah: Terlambat parah akibat krisis keuangan kontraktor dan viral karena miring ekstrem saat diluncurkan dengan balon udara.
• Sumber: Naval News ("Coast Guard Receives OPV"), Malaysian Defence ("Work Starts"), dokumentasi maritim.
--------------------------------------------------
FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
--------------------------------------------------
SURAT NGEMIS F18
SURAT NGEMIS F18
SURAT NGEMIS F18
the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
---------------------------------------------------
GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
-
1. INDONESIA – PERINGKAT 13
-
2. VIETNAM – PERINGKAT 23
-
3. THAILAND – PERINGKAT 24
-
4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
-
5. MYANMAR – PERINGKAT 35
-
6. FILIPINA – PERINGKAT 41
-
7. MALAYSEWA – PERINGKAT 42
-
8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
-
9. LAOS – PERINGKAT 125
---------------
hasil sidang CAS terkait banding FAM:
Sanksi Finansial Tetap: Banding ditolak, FAM wajib membayar denda FIFA sebesar 350.000 Swiss Franc (±Rp 7,5 miliar) tanpa keringanan.
Pemain Naturalisasi Ilegal: Dokumen 7 pemain dinyatakan tidak sah (melanggar Pasal 22 FDC). Mereka dilarang membela Timnas MALAYSEWA secara permanen.
Kerugian Kompetitif: MALAYSEWA kehilangan poin/posisi yang menguntungkan rival (seperti Vietnam yang dipastikan lolos Piala Asia 2027) serta rusaknya reputasi federasi.
Keputusan Final: Putusan CAS bersifat inkrah (final dan mengikat). Jalur hukum olahraga bagi FAM resmi tertutup.
---------------
sanksi AFC terhadap FAM (Asosiasi Sepak Bola MALAYSEWA):
Kekalahan WO (0-3): Kemenangan MALAYSEWA atas Nepal dan Vietnam pada Kualifikasi Piala Asia 2027 dibatalkan dan diubah menjadi kekalahan 0-3 karena menurunkan pemain ilegal.
Gagal ke Piala Asia 2027: Pengurangan poin akibat status WO menutup peluang MALAYSEWA untuk lolos, sementara tiket tersebut otomatis jatuh ke tangan Vietnam.
Denda USD 50.000: FAM wajib membayar denda sekitar Rp 780 juta kepada AFC dalam kurun waktu 30 hari.
-------------------------------
SENJATA HUKUM USTR (TARIF PEMBALASAN)
Section 301 (Pedang Perdagangan): USTR secara sepihak menaikkan tarif 10–25% pada produk unggulan (E&E & Manufaktur) sebagai balasan atas hilangnya akses pasar AS.
IEEPA (Status Darurat): Presiden AS dapat menyatakan "Darurat Ekonomi", memblokir transaksi, hingga menyita aset tanpa persetujuan Kongres. Ini instrumen agresif untuk menekan negara yang dianggap mengancam stabilitas rantai pasok AS.
HARGA LCS : HARGA DESTROYER
HapusSEWA HELI : 119 HELI BARU
LMS B2 : TERMURAH
FA50M : TERMURAH
-
⚓ HARGA LCS MALAYSIA VS DESTROYER
Type 052D Class: USD 500–600 Juta / unit.
KDX III Class (Sejong): USD 900 Juta / unit.
Type 055 Class: USD 920 Juta / unit.
LCS Malaysia (Maharaja Lela): USD 948 Juta / unit (Total USD 4,74 Miliar / 5 unit). Status delayed (tertunda) & kosongan (FFBNW/belum termasuk amunisi), tanpa NSM, tanpa VL Mica, tanpa torpedo ringan, tanpa secondary guns,
--------------------------------
🚁 SEWA VS BELI AW149
Sewa: USD 3,7 Miliar (RM 16,8 M) / 28 unit / 15 tahun.
Beli: USD 868 Juta (RM 3,954 M) / 28 unit (USD 31 Juta/unit).
Rasio: Sewa 4x lebih mahal (setara 119 unit baru).
--------------------------------
🚢 LMS B2 Korvet (Ada Class)
Malaysia (Hisar/LMS B2): USD 176,7 Juta / unit (Total USD 530 Jt / 3 unit — downgrade).
Pakistan (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 4 unit).
Ukraina (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 2 unit + UCAV).
---------------------------------
🛩️ JET TEMPUR FA-50
FA-50M (Malaysia): USD 51,1 Juta / unit (Total USD 920 Jt / 18 unit — varian termurah).
FA-50PH B2 (Filipina): USD 58,33 Juta / unit (Total USD 700 Jt / 12 unit — AESA & refueling).
FA-50 GF (Block II): USD 58,75 Juta / unit (Total USD 705 Jt / 12 unit).
FA-50 PL (Polandia): USD 63,89 Juta / unit (Total USD 2,3 Miliar / 36 unit — standar NATO).
--------------------------------
Status Kelumpuhan Pertahanan (SIPRI & Alutsista)
Vakum SIPRI (2024–2025): Status KOSONG total selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang tercatat, menempatkan MALONYET setara dengan Laos dan Kamboja.
Tren Mundur: Penurunan konsisten dari fase Planned (2020), Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024–2025).
Kegagalan Simbolik: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali bukti hilangnya kredibilitas finansial di pasar global.
Procurement Freeze (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk pembekuan total pengadaan guna menghentikan korupsi sistemik dan kebocoran anggaran.
-
Model "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
Ketiadaan uang tunai memaksa militer beralih dari kepemilikan aset menjadi skema Leasing (Sewa):
Aset Sewaan (32+ Item): Mencakup 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39 ITCC, simulator jet tempur MKM, hingga motor polisi.
Skema Barter: Pengadaan yang tersisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa.
Aset Mangkrak: Proyek LCS & OPV yang karatan di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
-
Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
Debt-Servicing Cycle: 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.
Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di angka 84,3% GDP.
Tabung Harapan (2018): Bukti historis keputusasaan fiskal melalui penggalangan dana rakyat untuk membayar utang negara.
-
Penurunan Daya Gentar & Reputasi (GFP 2026)
Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
Degradasi Armada: Banyak aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri) atau mogok saat parade (Tank PT-91M).
-
Perbandingan Kontras: Indonesia (The Giant)
Status SIPRI: Memiliki "Lembar Belanja Penuh" (Rafale F4, A400M, Rudal Khan, Kapal PPA).
Kesehatan Fiskal: Rasio utang pemerintah jauh lebih sehat (40% GDP) dengan ekonomi 4,24x lebih besar secara PDB PPP dibandingkan MALONYET.
HARGA LCS : HARGA DESTROYER
HapusSEWA HELI : 119 HELI BARU
LMS B2 : TERMURAH
FA50M : TERMURAH
-
⚓ HARGA LCS MALAYSIA VS DESTROYER
Type 052D Class: USD 500–600 Juta / unit.
KDX III Class (Sejong): USD 900 Juta / unit.
Type 055 Class: USD 920 Juta / unit.
LCS Malaysia (Maharaja Lela): USD 948 Juta / unit (Total USD 4,74 Miliar / 5 unit). Status delayed (tertunda) & kosongan (FFBNW/belum termasuk amunisi), tanpa NSM, tanpa VL Mica, tanpa torpedo ringan, tanpa secondary guns,
--------------------------------
🚁 SEWA VS BELI AW149
Sewa: USD 3,7 Miliar (RM 16,8 M) / 28 unit / 15 tahun.
Beli: USD 868 Juta (RM 3,954 M) / 28 unit (USD 31 Juta/unit).
Rasio: Sewa 4x lebih mahal (setara 119 unit baru).
--------------------------------
🚢 LMS B2 Korvet (Ada Class)
Malaysia (Hisar/LMS B2): USD 176,7 Juta / unit (Total USD 530 Jt / 3 unit — downgrade).
Pakistan (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 4 unit).
Ukraina (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 2 unit + UCAV).
---------------------------------
🛩️ JET TEMPUR FA-50
FA-50M (Malaysia): USD 51,1 Juta / unit (Total USD 920 Jt / 18 unit — varian termurah).
FA-50PH B2 (Filipina): USD 58,33 Juta / unit (Total USD 700 Jt / 12 unit — AESA & refueling).
FA-50 GF (Block II): USD 58,75 Juta / unit (Total USD 705 Jt / 12 unit).
FA-50 PL (Polandia): USD 63,89 Juta / unit (Total USD 2,3 Miliar / 36 unit — standar NATO).
--------------------------------
Bukti "Hutang Bayar Hutang" (Debt-Servicing Cycle)
Data resmi menunjukkan MALONYET terjebak dalam siklus gali lubang tutup lubang kronis:
2018 (Fase Verifikasi): Utang menembus RM1 Triliun; pemerintah meluncurkan Tabung Harapan (donasi rakyat) untuk mencicil utang negara.
2019–2020: Ketergantungan meningkat; 59% hingga 60% pinjaman baru hanya untuk melunasi utang lama.
2023 (Rekor Terburuk): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM145,8 Miliar) digunakan hanya untuk membayar utang jatuh tempo.
2025–2026: Proyeksi tetap kritis di angka 58%. Ruang fiskal untuk pembangunan dan alutsista praktis terkunci oleh cicilan utang.
-
Bukti "Vakum SIPRI" (2020–2025)
Kontras dengan klaim belanja "Cash", data SIPRI menunjukkan kekosongan aktivitas:
2020–2021: Berstatus Planned (Hanya rencana/dijangka).
2022–2023: Berstatus Not Yet Ordered (Terpilih tapi tidak ada kontrak/pesanan).
2024–2025: Status resmi KOSONG (Nihil transfer senjata berat selama 2 tahun berturut-turut).
Posisi Regional: MALONYET kini sejajar dengan Laos dan Kamboja dalam hal nihilnya modernisasi alutsista berat.
-
Timeline "Prank" Alutsista (Janji vs Realitas)
Daftar kegagalan kontrak strategis yang mencoreng kredibilitas pertahanan:
Prank F/A-18 Hornet: Upaya akuisisi dari Kuwait Batal 4 Kali hingga resmi dihentikan pada 2026 karena masalah logistik dan dana.
Prank Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat krisis anggaran (kini diborong Indonesia).
Prank Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL (Indonesia) pada 2018 yang tidak pernah terwujud.
Prank Helikopter Blackhawk: Proses sewa (leasing) yang mangkrak dan berbelit hingga 2025.
-
Perangkap Utang & Liabilitas (Eskalasi RM 1,79 Triliun)
Pertumbuhan beban finansial yang melumpuhkan negara:
2010: RM 407,1 Miliar.
2018: RM 1,19 Triliun (Ledakan pasca-transparansi 1MDB).
2026: Proyeksi RM 1,79 Triliun (Titik kritis manajemen utang).
Rasio Utang: Diproyeksikan menyentuh 69,54% dari PDB pada 2029 (Data Statista), melampaui batas aman.
-
Penurunan Daya Gentar & Reputasi
Global Firepower (GFP) 2026: MALONYET (Peringkat 42) resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41) di ASEAN.
Status "Military-for-Rent": Karena tidak mampu membeli (Buying), beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item (Heli, simulator, hingga motor polisi).
Administrasi: Sanksi naturalisasi ilegal dan kekalahan WO 0-3 di bidang olahraga menjadi simbol runtuhnya tata kelola birokrasi nasional.
HARGA LCS : HARGA DESTROYER
HapusSEWA HELI : 119 HELI BARU
LMS B2 : TERMURAH
FA50M : TERMURAH
-
⚓ HARGA LCS MALAYSIA VS DESTROYER
Type 052D Class: USD 500–600 Juta / unit.
KDX III Class (Sejong): USD 900 Juta / unit.
Type 055 Class: USD 920 Juta / unit.
LCS Malaysia (Maharaja Lela): USD 948 Juta / unit (Total USD 4,74 Miliar / 5 unit). Status delayed (tertunda) & kosongan (FFBNW/belum termasuk amunisi), tanpa NSM, tanpa VL Mica, tanpa torpedo ringan, tanpa secondary guns,
--------------------------------
🚁 SEWA VS BELI AW149
Sewa: USD 3,7 Miliar (RM 16,8 M) / 28 unit / 15 tahun.
Beli: USD 868 Juta (RM 3,954 M) / 28 unit (USD 31 Juta/unit).
Rasio: Sewa 4x lebih mahal (setara 119 unit baru).
--------------------------------
🚢 LMS B2 Korvet (Ada Class)
Malaysia (Hisar/LMS B2): USD 176,7 Juta / unit (Total USD 530 Jt / 3 unit — downgrade).
Pakistan (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 4 unit).
Ukraina (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 2 unit + UCAV).
---------------------------------
🛩️ JET TEMPUR FA-50
FA-50M (Malaysia): USD 51,1 Juta / unit (Total USD 920 Jt / 18 unit — varian termurah).
FA-50PH B2 (Filipina): USD 58,33 Juta / unit (Total USD 700 Jt / 12 unit — AESA & refueling).
FA-50 GF (Block II): USD 58,75 Juta / unit (Total USD 705 Jt / 12 unit).
FA-50 PL (Polandia): USD 63,89 Juta / unit (Total USD 2,3 Miliar / 36 unit — standar NATO).
--------------------------------
Analisa Kekuatan Udara: Buying vs. Prank
Indonesia melakukan modernisasi masif dengan kontrak resmi (Firm Order), sementara MALONYET terjebak dalam pembatalan dan wacana:
Indonesia (Realisasi & Kontrak G2G):
42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
MALONYET (Pembatalan & Kegagalan):
F-18 Kuwait: Resmi BATAL (2026) setelah 4 kali upaya negosiasi (New Straits Times).
Status "Prank": Wacana JF-17, Rafale, Typhoon, dan Tejas berakhir tanpa kontrak.
MiG-29N: Pensiun tanpa pengganti (Tiada Ganti).
FA-50: Mengalami hambatan blokir/lisensi dari AS.
-
Analisa Geografis & Jangkauan Tempur
Jarak Pekanbaru ke KL (291 KM) dan Pontianak ke Sarawak (498 KM) sangat pendek dibandingkan radius tempur jet tempur baru Indonesia:
Rafale: ±1.852 KM (Sanggup menjangkau seluruh wilayah semenanjung dan Kalimantan).
KAAN & KF-21: ±1.100–1.400 KM (Dominasi ruang udara regional).
-
Analisa Fiskal: Disiplin vs. Spiral Utang
Perbedaan fundamental dalam cara membiayai pertahanan:
Indonesia (Procurement/Buying): Rasio utang pemerintah sehat (40% GDP). Membeli aset untuk menjadi pemilik penuh.
MALONYET (Leasing/Sewa): Rasio utang kritis (69% GDP) dengan utang rumah tangga ekstrem (84,3%). Karena krisis kas, MALONYET berubah menjadi "Negara Penyewa":
Aset Sewaan: Helikopter Black Hawk (Aerotree), AW139, EC120B, Pesawat L39, Kapal Hidrografi, hingga Motor BMW R1250RT.
Status SIPRI: Indonesia mencatat "Lembar Belanja Penuh", MALONYET KOSONG/ZONK selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025).
-
Beban Rakyat & Masa Depan
Beban Per Kapita: Setiap warga MALONYET menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998.
Gali Lubang Tutup Lubang: Tren utang baru hanya untuk membayar bunga utang lama sejak 2010, menyebabkan kemandekan pembangunan militer (LCS mangkrak, MRCA vakum).
GORILLA TERSAKITI Lagi guys.... 🤣🤣🤣🤣
BalasHapus2026 = GAGAL ASIAN CUP : NATURALISASI PALSU (CAS GAGAL)
Hapus2026 = GAGAL FIFA ASEAN CUP : MATCH FIXING
2026 = ULTRAS MALAYA BOIKOT
-
2026 MALAYDESH = MATCH FIXING
2026 MALAYDESH = CAS KALAH
2025 MALAYDESH = NATURALISASI PALSU
1994 MALAYDESH = MATCH FIXING
2010 SINGAPARNO = MATCH FIXING
-
2026 MALAYDESH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
2026 MALAYDESH = CUT BUDGET
2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
2026 MALAYDESH = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
2026 MALAYDESH = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
2026 MALAYDESH = MASS LAYOFFS
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMEN
2025 MALAYDESH = SIPRI EMPTY
2024 MALAYDESH = SIPRI EMPTY
2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
--------------------------------
MALONYET
18 FA50Murah (10 LCA + 8 LIFT) = LACK BVR AMRAAM❌
18 Sukhoi (4 Serviceable) = LACK MAINTENANCE❌
7 F18 = LACK SOURCE CODE❌
16 HAWK = LACK SPAREPART❌
NSM BANNED❌
AMRAAM BLOKIR❌
F18 BATAL❌
UH60A BATAL❌
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
SIPRI KOSONG❌
--------------------------------
NO MISSILE NO TORPEDO = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
--------------------------------
2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
--------------------------------
1967: USCG DECISIVE
1968: USCGC STEADFAST
1980: KM PERWIRA
1984: LERICI CLASS
1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
--------------------------------
GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
-
2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
-
2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
-
2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
-
2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
-
2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
-
2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
-
2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
-
2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
-
2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK
=============================
=============================
PRODUCTION KF21 = AIRFRAME MADE IN BANDUNG
-
Juni 2026 : Pelunasan & Prototipe KF21 (Bisnis.com)
Juni 2026 : Rantai Pasok KF21 (Antara).
Sept 2026 : 15% Airframe KF21 buatan PT DI : (Airspace Review / FnNews).
Sept 2026 PTDI dapat transfer teknologi manufaktur komposit robotik AFP (FnNews).
-
MALONYET F18 NGEMIS = F15 INDONESIA RILIS
F15IDN
F15IDN
F15IDN
https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/
--------------------------------
INDONESIA=
KAPAL INDUK✔️
AMRAAM✔️
METEOR✔️
HAMMER✔️
FREGAT✔️
SIPRI SHOPPING✔️
48 KAAN Gen 5✔️
42 RAFALE Gen 4.5✔️
16 Sukhoi 27/30✔️
33 F16✔️
12 M346FA✔️
20 T50i✔️
24 HAWK✔️
4 FREEGAT MERAH PUTIH✔️
2 PPA BRAWIJAYA CLASS✔️
2 FREEGAT ISTIF✔️
4 SCORPENE EVOLVED✔️
--------------------------------
1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONYET
5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
PALSU (CAS GAGAL)
Hapus2026 = GAGAL FIFA ASEAN CUP : MATCH FIXING
2026 = ULTRAS MALAYA BOIKOT
-
2026 MALAYDESH = MATCH FIXING
2026 MALAYDESH = CAS KALAH
2025 MALAYDESH = NATURALISASI PALSU
1994 MALAYDESH = MATCH FIXING
2010 SINGAPARNO = MATCH FIXING
-
2026 MALAYDESH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
2026 MALAYDESH = CUT BUDGET
2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
2026 MALAYDESH = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
2026 MALAYDESH = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
2026 MALAYDESH = MASS LAYOFFS
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMEN
2025 MALAYDESH = SIPRI EMPTY
2024 MALAYDESH = SIPRI EMPTY
2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
--------------------------------
WASIT FIFA ASAL MALAYSIA = SUBKHIDDIN MOHD SALLEH:
-
• Penyebab Lonjakan Waktu: Perubahan
• tambahan waktu dari 2 menjadi 7 menit dipicu oleh miskomunikasi antarperangkat pertandingan, bukan karena kecurangan (VIVA.co.id,)
• Penyelarasan Keputusan: Pentingnya penyelarasan keputusan dan verifikasi yang matang antara wasit utama, wasit keempat, dan petugas VAR sebelum hasil akhir ditunjukkan kepada publik agar tidak menimbulkan kebingungan. (Kompas.com)
--------------------------------
MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
• Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
• Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
-
SKANDAL FAM 2026
• Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
• Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
• Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
-
SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
• 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
• 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
--------------------------------
2026 PENIPU FIFA = CAS KALAH = ULTRAS BOIKOT
-
CAS Tolak Banding FAM: Sanksi FIFA Tetap Berlaku
• Pemain Ilegal: Tujuh pemain naturalisasi dinyatakan tetap ilegal karena terbukti menggunakan dokumen palsu.
• Skorsing 1 Tahun: Sanksi larangan bermain selama 12 bulan bagi ketujuh pemain tersebut tetap berjalan.
• Denda Rp7,5 Miliar: FAM wajib membayar denda sebesar 350.000 CHF kepada FIFA.
• Potong Poin: Pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 resmi tetap diterapkan.
• Boikot Ultras Malaya: Sebagai bentuk protes atas skandal dokumen palsu dan buruknya tata kelola federasi, kelompok suporter Ultras Malaya resmi memboikot seluruh laga Timnas Malaysia. Aksi pengosongan tribun ini terus berlanjut hingga turnamen terbaru seperti FIFA ASEAN Cup 2026.
--------------------------------
1994 FAM = 80 PEMAIN JUDI ILEGAL
-
Mengalami skandal besar pada tahun 1994, di mana Federasi Sepak Bola Malaydesh (FAM) menghukum lebih dari 80 pemain akibat sindikat judi ilegal. Kasus korupsi skala kecil juga beberapa kali diselidiki oleh Komisi Antirasuah Malaydesh (MACC).
--------------------------------
2010 SINGAPARNO = MATCH FIXING
-
Dikenal sebagai pusat operasional mafia judi internasional pada dekade 2010-an. Tokoh asal Singaparno seperti Raj Perumal dan Dan Tan diidentifikasi oleh Interpol/Europol sebagai otak pengaturan ratusan pertandingan di Eropa, Afrika, dan Amerika. Rekam jejak ini membuat publik sangat sensitif terhadap hasil laga Singaparno yang janggal
--------------------------------
🤣 WASIT FIFA ASAL MALAYSIA = SUBKHIDDIN MOHD SALLEH: bukan karena kecurangan🤣
2026 = GAGAL ASIAN CUP : NATURALISASI PALSU (CAS GAGAL)
Hapus2026 = GAGAL FIFA ASEAN CUP : MATCH FIXING
2026 = ULTRAS MALAYA BOIKOT
-
2026 MALAYDESH = MATCH FIXING
2026 MALAYDESH = CAS KALAH
2025 MALAYDESH = NATURALISASI PALSU
1994 MALAYDESH = MATCH FIXING
2010 SINGAPARNO = MATCH FIXING
-
2026 MALAYDESH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
2026 MALAYDESH = CUT BUDGET
2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
2026 MALAYDESH = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
2026 MALAYDESH = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
2026 MALAYDESH = MASS LAYOFFS
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMEN
2025 MALAYDESH = SIPRI EMPTY
2024 MALAYDESH = SIPRI EMPTY
2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
--------------------------------
WASIT FIFA ASAL MALAYSIA = SUBKHIDDIN MOHD SALLEH:
-
• Penyebab Lonjakan Waktu: Perubahan
• tambahan waktu dari 2 menjadi 7 menit dipicu oleh miskomunikasi antarperangkat pertandingan, bukan karena kecurangan (VIVA.co.id,)
• Penyelarasan Keputusan: Pentingnya penyelarasan keputusan dan verifikasi yang matang antara wasit utama, wasit keempat, dan petugas VAR sebelum hasil akhir ditunjukkan kepada publik agar tidak menimbulkan kebingungan. (Kompas.com)
--------------------------------
MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
• Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
• Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
-
SKANDAL FAM 2026
• Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
• Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
• Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
-
SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
• 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
• 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
--------------------------------
2026 PENIPU FIFA = CAS KALAH = ULTRAS BOIKOT
-
CAS Tolak Banding FAM: Sanksi FIFA Tetap Berlaku
• Pemain Ilegal: Tujuh pemain naturalisasi dinyatakan tetap ilegal karena terbukti menggunakan dokumen palsu.
• Skorsing 1 Tahun: Sanksi larangan bermain selama 12 bulan bagi ketujuh pemain tersebut tetap berjalan.
• Denda Rp7,5 Miliar: FAM wajib membayar denda sebesar 350.000 CHF kepada FIFA.
• Potong Poin: Pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 resmi tetap diterapkan.
• Boikot Ultras Malaya: Sebagai bentuk protes atas skandal dokumen palsu dan buruknya tata kelola federasi, kelompok suporter Ultras Malaya resmi memboikot seluruh laga Timnas Malaysia. Aksi pengosongan tribun ini terus berlanjut hingga turnamen terbaru seperti FIFA ASEAN Cup 2026.
--------------------------------
1994 FAM = 80 PEMAIN JUDI ILEGAL
-
Mengalami skandal besar pada tahun 1994, di mana Federasi Sepak Bola Malaydesh (FAM) menghukum lebih dari 80 pemain akibat sindikat judi ilegal. Kasus korupsi skala kecil juga beberapa kali diselidiki oleh Komisi Antirasuah Malaydesh (MACC).
--------------------------------
2010 SINGAPARNO = MATCH FIXING
-
Dikenal sebagai pusat operasional mafia judi internasional pada dekade 2010-an. Tokoh asal Singaparno seperti Raj Perumal dan Dan Tan diidentifikasi oleh Interpol/Europol sebagai otak pengaturan ratusan pertandingan di Eropa, Afrika, dan Amerika. Rekam jejak ini membuat publik sangat sensitif terhadap hasil laga Singaparno yang janggal
--------------------------------
🤣 WASIT FIFA ASAL MALAYSIA = SUBKHIDDIN MOHD SALLEH: bukan karena kecurangan🤣
BLUEPRINT LCS OPV : ADA = OTAK : TIDAK ADA
HapusBLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS = SALAH POTONG/MANGKRAK
BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA = MIRING
F18 = SURAT NGEMIS = PENIPU FIFA : MATCH FIXING
--------------------------------------------------
PROYEK KAPAL LCS (BLUEPRINT GOWIND 2500)
• Masalah: Mangkrak akibat korupsi dan salah manajemen meskipun telah dibayar RM6 miliar (Rp20 triliun) Target dipangkas menjadi 5 unit; kapal pertama diserahkan akhir 2026 tanpa rudal akibat kendala lisensi.
• Sumber: CNN Indonesia ("Proyek Mandek"), Wikipedia ("Skandal LCS"), South China Morning Post ("Warship Without Missiles").
--------------------------------------------------
PROYEK KAPAL OPV (BLUEPRINT DAMEN 1800)
• Masalah: Terlambat parah akibat krisis keuangan kontraktor dan viral karena miring ekstrem saat diluncurkan dengan balon udara.
• Sumber: Naval News ("Coast Guard Receives OPV"), Malaysian Defence ("Work Starts"), dokumentasi maritim.
--------------------------------------------------
FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
--------------------------------------------------
SURAT NGEMIS F18
SURAT NGEMIS F18
SURAT NGEMIS F18
the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
--------------------------------------------------
Analisa Ekonomi & Spiral Utang MALAYSEWA
Beban Fiskal: Utang negara menembus RM 1,79 Triliun dengan rasio 84,3% dari GDP.
Gali Lubang Tutup Lubang: 58% pinjaman baru pada 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan/bunga utang lama.
Krisis Kas: Ketidakmampuan bayar tunai memicu penggunaan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) untuk FA-50, PT-91M, dan Sukhoi MKM.
Sanksi Internasional: Tekanan dagang AS (Section 301) dan ancaman blokir transaksi (IEEPA) memperparah ruang gerak ekonomi.
Analisa Militer: Dari Kepemilikan ke "Sewa" (Leasing)
-
Akibat keterbatasan anggaran, kekuatan militer MALAYSEWA bergeser menjadi "Military-for-Rent":
Aset Sewaan (32+ Item): Helikopter Blackhawk, AW139, AW149, pesawat latihan L-39, hingga kendaraan operasional (Honda Civic, BMW R1250RT).
Kondisi Aset Milik: Banyak yang grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri) atau hilang (48 Skyhawk & 2 mesin jet).
Daya Gentar: Peringkat GFP merosot ke posisi 42 dunia (Posisi ke-7 di ASEAN, di bawah Filipina).
-
Analisa Sosial-Politik: Kemiskinan & Reputasi
Kritik Internal: Pernyataan Mahathir Mohamad tentang etnis Melayu yang "Malas & Miskin" serta Anwar Ibrahim mengenai korupsi proyek banjir yang memukul rakyat kecil.
Reputasi Olahraga: Sanksi CAS & AFC akibat penggunaan 7 pemain naturalisasi ilegal; kalah WO 0-3 dan gagal lolos Piala Asia 2027 (digantikan Vietnam).
Ketidakstabilan Administrasi: Kegagalan federasi sepak bola (FAM) dianggap sebagai cerminan kegagalan administrasi di level yang lebih tinggi.
BLUEPRINT LCS OPV : ADA = OTAK : TIDAK ADA
HapusBLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS = SALAH POTONG/MANGKRAK
BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA = MIRING
F18 = SURAT NGEMIS = PENIPU FIFA : MATCH FIXING
--------------------------------------------------
PROYEK KAPAL LCS (BLUEPRINT GOWIND 2500)
• Masalah: Mangkrak akibat korupsi dan salah manajemen meskipun telah dibayar RM6 miliar (Rp20 triliun) Target dipangkas menjadi 5 unit; kapal pertama diserahkan akhir 2026 tanpa rudal akibat kendala lisensi.
• Sumber: CNN Indonesia ("Proyek Mandek"), Wikipedia ("Skandal LCS"), South China Morning Post ("Warship Without Missiles").
--------------------------------------------------
PROYEK KAPAL OPV (BLUEPRINT DAMEN 1800)
• Masalah: Terlambat parah akibat krisis keuangan kontraktor dan viral karena miring ekstrem saat diluncurkan dengan balon udara.
• Sumber: Naval News ("Coast Guard Receives OPV"), Malaysian Defence ("Work Starts"), dokumentasi maritim.
--------------------------------------------------
FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
--------------------------------------------------
SURAT NGEMIS F18
SURAT NGEMIS F18
SURAT NGEMIS F18
the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
--------------------------------------------------
Analisa Ekonomi & Spiral Utang MALAYSEWA
Beban Fiskal: Utang negara menembus RM 1,79 Triliun dengan rasio 84,3% dari GDP.
Gali Lubang Tutup Lubang: 58% pinjaman baru pada 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan/bunga utang lama.
Krisis Kas: Ketidakmampuan bayar tunai memicu penggunaan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) untuk FA-50, PT-91M, dan Sukhoi MKM.
Sanksi Internasional: Tekanan dagang AS (Section 301) dan ancaman blokir transaksi (IEEPA) memperparah ruang gerak ekonomi.
Analisa Militer: Dari Kepemilikan ke "Sewa" (Leasing)
-
Akibat keterbatasan anggaran, kekuatan militer MALAYSEWA bergeser menjadi "Military-for-Rent":
Aset Sewaan (32+ Item): Helikopter Blackhawk, AW139, AW149, pesawat latihan L-39, hingga kendaraan operasional (Honda Civic, BMW R1250RT).
Kondisi Aset Milik: Banyak yang grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri) atau hilang (48 Skyhawk & 2 mesin jet).
Daya Gentar: Peringkat GFP merosot ke posisi 42 dunia (Posisi ke-7 di ASEAN, di bawah Filipina).
-
Analisa Sosial-Politik: Kemiskinan & Reputasi
Kritik Internal: Pernyataan Mahathir Mohamad tentang etnis Melayu yang "Malas & Miskin" serta Anwar Ibrahim mengenai korupsi proyek banjir yang memukul rakyat kecil.
Reputasi Olahraga: Sanksi CAS & AFC akibat penggunaan 7 pemain naturalisasi ilegal; kalah WO 0-3 dan gagal lolos Piala Asia 2027 (digantikan Vietnam).
Ketidakstabilan Administrasi: Kegagalan federasi sepak bola (FAM) dianggap sebagai cerminan kegagalan administrasi di level yang lebih tinggi.
BLUEPRINT LCS OPV : ADA = OTAK : TIDAK ADA
HapusBLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS = SALAH POTONG/MANGKRAK
BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA = MIRING
F18 = SURAT NGEMIS = PENIPU FIFA : MATCH FIXING
--------------------------------------------------
PROYEK KAPAL LCS (BLUEPRINT GOWIND 2500)
• Masalah: Mangkrak akibat korupsi dan salah manajemen meskipun telah dibayar RM6 miliar (Rp20 triliun) Target dipangkas menjadi 5 unit; kapal pertama diserahkan akhir 2026 tanpa rudal akibat kendala lisensi.
• Sumber: CNN Indonesia ("Proyek Mandek"), Wikipedia ("Skandal LCS"), South China Morning Post ("Warship Without Missiles").
--------------------------------------------------
PROYEK KAPAL OPV (BLUEPRINT DAMEN 1800)
• Masalah: Terlambat parah akibat krisis keuangan kontraktor dan viral karena miring ekstrem saat diluncurkan dengan balon udara.
• Sumber: Naval News ("Coast Guard Receives OPV"), Malaysian Defence ("Work Starts"), dokumentasi maritim.
--------------------------------------------------
FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
--------------------------------------------------
SURAT NGEMIS F18
SURAT NGEMIS F18
SURAT NGEMIS F18
the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
--------------------------------------------------
Krisis Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
Siklus Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 2025–2026 menunjukkan 58% hingga 58,9% pinjaman baru negara hanya habis untuk membayar cicilan dan bunga utang lama (Debt-Servicing).
Beban Utang Per Kapita (2025):
Utang Kerajaan Federal: RM 36.139 per orang.
Utang Rumah Tangga: RM 45.859 per orang.
Total Beban per Jiwa: RM 81.998.
Eskalasi Utang: Melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menuju proyeksi RM 1,79 Triliun pada 2026.
-
Pergeseran Kekuatan Militer (GFP 2026)
Kehilangan Dominasi: MALAYSEWA merosot ke Peringkat 42 Dunia (Posisi ke-7 di ASEAN).
Disalip Filipina: Untuk pertama kalinya, Filipina (Peringkat 41) secara resmi melampaui kekuatan tempur MALAYSEWA.
Model "Military-for-Rent": Akibat krisis kas (cash crunch), militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan polisi).
-
Perbandingan Kontras Regional (Indonesia vs MALAYSEWA)
Indonesia (The Giant): Status SIPRI "Satu Lembar Penuh" (Rafale F4, A400M, Rudal Khan, Kapal PPA). Ekonomi 4,24x lebih besar secara PDB PPP.
MALAYSEWA (The Stagnant): Status SIPRI "Satu Lembar Kosong". Terjebak dalam utang rumah tangga tertinggi di ASEAN (85,8% GDP).
-
Krisis Ketahanan Nasional
Kemandirian Pangan Rendah: Ketergantungan pada impor beras (termasuk dari Indonesia) dan daging merah yang hanya mampu dipenuhi <15% secara domestik.
Pencabutan Subsidi: Kebijakan pencabutan total subsidi telur pada Agustus 2025 menjadi indikator tekanan fiskal yang sudah menyentuh kebutuhan pokok rakyat.
KASIH PAHAM = TIDAK BAYAR HUTANG
HapusGOVT 70,5 % HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
-
KASIH PAHAM = UDARA
• FA-50M: Belum terintegrasi rudal AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
• F/A-18D: Senjata terbatas akibat kunci source code oleh AS (Military Watch Magazine).
• Hawk: Krisis operasional karena kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
• F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik (New Straits Times).
• UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat keterlambatan pengiriman (The Star Malaysia).
-
KASIH PAHAM = DARAT
• Tank Pendekar: Mogok akibat penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
• AV8 Gempita: Dikritik karena bodi tipis tanpa perisai tambahan (Detik Oto/Deftech).
-
KASIH PAHAM = LAUT
• LCS: Norwegia melarang ekspor rudal utama • NSM (USNI News/Channel NewsAsia).
• LMS Batch 1 dan 2 : Beroperasi tanpa persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
-
KASIH PAHAM = EKONOMI & KEBIJAKAN
• Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
• Embargo Rudal: Terkena larangan rudal NSM dan pembatasan AMRAAM (USNI News/Defence Security Asia).
--------------------------------
2026 MALONYET = CUT DEFENSE BUDGET
2026 MALONYET = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALONYET = F18 BATAL
2026 MALONYET = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALONYET = PHK MASSAL
2026 MALONYET = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALONYET = UH60A BATAL
2025 MALONYET = SIPRI KOSONG
2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
2023 MALONYET = CANCELLED PROCUREMENT
---------------------------------
MALONYET LEMAH =
ANGGARAN MILITER TERBATAS
ANGGARAN MILITER TERBATAS
ANGGARAN MILITER TERBATAS
---------------------------------
Berita dan laporan yang membahas kelemahan anggaran militer MALONYET pada akhir 2024 hingga 2025 =
1. Sumber Media Berita Internasional & Regional
Reuters: Sering menyoroti bagaimana keterbatasan fiskal menghambat ambisi pertahanan MALONYET, terutama dalam pembaruan jet tempur dan penguatan armada maritim di Laut China Selatan.
The Straits Times: Melaporkan bahwa anggaran pertahanan 2025 yang dialokasikan (RM21,1 miliar) hanya mencakup sekitar 1% dari proyeksi PDB, jauh di bawah standar ideal regional.
Asian Military Review: Mengkritik proses penganggaran yang tidak memberikan visi jelas bagi pengadaan militer. Laporan Agustus 2024 menyebutkan bahwa lebih dari 40% anggaran habis untuk gaji, menyisakan sedikit ruang untuk modernisasi aset.
Defence Security Asia: Sumber spesifik industri yang mengulas rincian alokasi antara belanja operasional dan belanja pembangunan untuk tahun 2025-2026.
--------------
2. Lembaga Pemikir (Think Tanks) & Riset
ISIS MALONYET (Institute of Strategic & International Studies): Menyoroti "celah kapabilitas yang melumpuhkan" (crippling capability gap) meskipun ada kenaikan anggaran. Analis di sini menyatakan bahwa kenaikan tersebut sering kali hanya menutupi inflasi, bukan komitmen nyata pada modernisasi.
IISS (International Institute for Strategic Studies): Mengulas tantangan dalam mempertahankan aset lama, seperti jet tempur buatan Rusia, di tengah keterbatasan dana dan sanksi internasional.
Transparency International Defence & Security: Mengkritik kurangnya transparansi dan pengawasan parlemen dalam pengeluaran pertahanan MALONYET, yang berpotensi meningkatkan risiko korupsi.
---------------------------------
3. Poin Utama Kelemahan yang Sering Disebutkan:
Belanja Operasional yang Tinggi: Sebagian besar anggaran (hingga 60-70%) terserap untuk gaji, tunjangan, dan perawatan aset tua, bukan untuk pengadaan baru.
Rasio PDB Rendah: Alokasi pertahanan tetap berada di kisaran 1% dari PDB, jauh lebih rendah dibandingkan tetangga seperti Singapura (3-4%) atau Vietnam (2-2,5%).
KASIH PAHAM = TIDAK BAYAR HUTANG
HapusGOVT 70,5 % HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
-
KASIH PAHAM = UDARA
• FA-50M: Belum terintegrasi rudal AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
• F/A-18D: Senjata terbatas akibat kunci source code oleh AS (Military Watch Magazine).
• Hawk: Krisis operasional karena kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
• F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik (New Straits Times).
• UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat keterlambatan pengiriman (The Star Malaysia).
-
KASIH PAHAM = DARAT
• Tank Pendekar: Mogok akibat penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
• AV8 Gempita: Dikritik karena bodi tipis tanpa perisai tambahan (Detik Oto/Deftech).
-
KASIH PAHAM = LAUT
• LCS: Norwegia melarang ekspor rudal utama • NSM (USNI News/Channel NewsAsia).
• LMS Batch 1 dan 2 : Beroperasi tanpa persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
-
KASIH PAHAM = EKONOMI & KEBIJAKAN
• Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
• Embargo Rudal: Terkena larangan rudal NSM dan pembatasan AMRAAM (USNI News/Defence Security Asia).
--------------------------------
2026 MALONYET = CUT DEFENSE BUDGET
2026 MALONYET = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALONYET = F18 BATAL
2026 MALONYET = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALONYET = PHK MASSAL
2026 MALONYET = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALONYET = UH60A BATAL
2025 MALONYET = SIPRI KOSONG
2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
2023 MALONYET = CANCELLED PROCUREMENT
--------------------------------
Perbandingan Strategis: Akusisi vs Sewa (Leasing)
Indonesia (Full Ownership & ToT): Fokus pada kepemilikan penuh dan Transfer Teknologi (ToT). Dengan nilai belanja USD 12-13 Miliar hanya dari Turki, Indonesia membangun kedaulatan melalui PT Pindad (Tank Harimau) dan PT Dirgantara Indonesia (Drone ANKA).
MALONYET (Leasing Mode): Terjebak dalam model "Sewa-Sewa" (25+ item sewa termasuk helikopter, simulator, hingga motor polisi). Ini menandakan ketidakmampuan finansial untuk membayar down payment (DP) atau cicilan kontrak pengadaan baru. Status "2 Tahun SIPRI Kosong" mengonfirmasi tidak adanya kontrak alutsista utama yang masuk dalam radar internasional.
---------------------------------
Analisa Fiskal: Jeratan Utang vs Ruang Belanja
Indonesia (Stable): Utang pemerintah tetap terjaga di bawah ambang batas aman (41,1% terhadap PDB), memberikan kepercayaan bagi lembaga donor/kreditur untuk mendanai proyek strategis seperti Jet KAAN dan Rafale.
MALONYET (Critical):
Rasio Utang: Menyentuh 84,3% terhadap PDB dengan total liabilitas menembus RM 1,79 Triliun pada 2026.
Beban Bunga: Anggaran pertahanan habis untuk membayar bunga utang dan gaji, bukan untuk modernisasi. Kondisi "Hutang Bayar Hutang" memaksa militer beralih ke skema barter (Palm Oil) untuk pengadaan kecil seperti FA-50M.
---------------------------------
Daftar Kegagalan & "Prank" Militer MALONYET
Kondisi ekonomi berdampak langsung pada kesiapan tempur (Operational Readiness):
Mangkrak (Zonk): Proyek LCS (Littoral Combat Ship) tetap menjadi monumen kegagalan sejak 2011.
Grounding Massal: Alutsista utama seperti MiG-29, MB339CM, dan Nuri terpaksa dipensiunkan atau tidak bisa terbang karena ketiadaan biaya perawatan dan suku cadang.
Sewa sebagai Solusi Darurat: Penggunaan helikopter sewa (AW139, Blackhawk) dan simulator MKM menunjukkan ketergantungan pada pihak ketiga tanpa membangun aset nasional.
GOVT 70,5 % HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
Hapus-
KASIH PAHAM = UDARA
• FA-50M: Belum terintegrasi rudal AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
• F/A-18D: Senjata terbatas akibat kunci source code oleh AS (Military Watch Magazine).
• Hawk: Krisis operasional karena kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
• F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik (New Straits Times).
• UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat keterlambatan pengiriman (The Star Malaysia).
-
KASIH PAHAM = DARAT
• Tank Pendekar: Mogok akibat penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
• AV8 Gempita: Dikritik karena bodi tipis tanpa perisai tambahan (Detik Oto/Deftech).
-
KASIH PAHAM = LAUT
• LCS: Norwegia melarang ekspor rudal utama • NSM (USNI News/Channel NewsAsia).
• LMS Batch 1 dan 2 : Beroperasi tanpa persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
-
KASIH PAHAM = EKONOMI & KEBIJAKAN
• Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
• Embargo Rudal: Terkena larangan rudal NSM dan pembatasan AMRAAM (USNI News/Defence Security Asia).
--------------------------------
2026 MALONYET = CUT DEFENSE BUDGET
2026 MALONYET = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALONYET = F18 BATAL
2026 MALONYET = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALONYET = PHK MASSAL
2026 MALONYET = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALONYET = UH60A BATAL
2025 MALONYET = SIPRI KOSONG
2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
2023 MALONYET = CANCELLED PROCUREMENT
--------------------------------
LEMAH =
PENGADAAN MILITER MALONYET
PENGADAAN MILITER MALONYET
PENGADAAN MILITER MALONYET
--------------------------------
Berita dan laporan yang membahas kelemahan pengadaan militer MALONYET, diperbarui hingga tahun 2025:
1. Sumber Media Berita Internasional
Reuters: Melaporkan penggerebekan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi MALONYET (MACC) terhadap beberapa perusahaan terkait dugaan suap dalam proyek pengadaan militer pada Desember 2025.
CNA (Channel News Asia): Menyoroti kritik tajam dari Raja MALONYET (Sultan Ibrahim) pada Agustus 2025 mengenai pengadaan yang dianggap "tidak masuk akal" dan kerugian negara akibat keterlibatan agen atau perantara.
SCMP (South China Morning Post): Mengulas kegagalan sistemik dan inkompetensi dalam pengadaan, termasuk keterlambatan pengiriman kendaraan lapis baja AV8 Gempita meskipun pembayaran telah dilakukan penuh.
--------------------------------
2. Sumber Media dan Lembaga Riset Lokal (Versi Bahasa Inggris)
Bernama: Mengutip pernyataan Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada Agustus 2025 tentang perlunya sistem pengadaan yang bebas dari praktik komisi yang membebani negara.
New Straits Times (NST): Memberitakan bahwa sistem pengadaan sektor publik MALONYET, khususnya pertahanan, sering kali kurang transparan dan sarat korupsi.
ISIS MALONYET: Analisis lembaga pemikir ini menyebutkan bahwa tanpa reformasi bermakna, pengadaan militer MALONYET hanya fokus pada keberlangsungan aset tanpa mencapai tingkat pencegahan (deterrence) yang kredibel.
--------------------------------
3. Masalah Utama yang Disorot dalam Laporan 2025:
Skandal Korupsi Baru: Penyelidikan MACC pada akhir 2025 melibatkan perwira tinggi militer yang diduga menerima suap dari perusahaan kontraktor pertahanan.
Ketergantungan pada Impor: Laporan pasar menunjukkan ketergantungan tinggi pada penyedia teknologi asing menciptakan kerentanan rantai pasok dan biaya tinggi.
Kegagalan Pengiriman Aset (LCS): Proyek Littoral Combat Ship (LCS) tetap menjadi simbol kegagalan karena keterlambatan pengerjaan pipa dan kabel, mencapai hanya sekitar 73% penyelesaian pada pertengahan 2025.
Intervensi Perantara: Penggunaan "orang tengah" atau agen yang menambah komisi tidak perlu, sering kali dibenarkan dengan dalih "keamanan nasional" untuk menghindari transparansi.
2026 = GAGAL ASIAN CUP : NATURALISASI PALSU (CAS GAGAL)
BalasHapus2026 = GAGAL FIFA ASEAN CUP : MATCH FIXING
2026 = ULTRAS MALAYA BOIKOT
-
2026 MALAYDESH = MATCH FIXING
2026 MALAYDESH = CAS KALAH
2025 MALAYDESH = NATURALISASI PALSU
1994 MALAYDESH = MATCH FIXING
2010 SINGAPARNO = MATCH FIXING
-
2026 MALAYDESH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
2026 MALAYDESH = CUT BUDGET
2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
2026 MALAYDESH = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
2026 MALAYDESH = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
2026 MALAYDESH = MASS LAYOFFS
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMEN
2025 MALAYDESH = SIPRI EMPTY
2024 MALAYDESH = SIPRI EMPTY
2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
--------------------------------
MALONYET
18 FA50Murah (10 LCA + 8 LIFT) = LACK BVR AMRAAM❌
18 Sukhoi (4 Serviceable) = LACK MAINTENANCE❌
7 F18 = LACK SOURCE CODE❌
16 HAWK = LACK SPAREPART❌
NSM BANNED❌
AMRAAM BLOKIR❌
F18 BATAL❌
UH60A BATAL❌
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
SIPRI KOSONG❌
--------------------------------
NO MISSILE NO TORPEDO = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
--------------------------------
2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
--------------------------------
1967: USCG DECISIVE
1968: USCGC STEADFAST
1980: KM PERWIRA
1984: LERICI CLASS
1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
--------------------------------
GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
-
2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
-
2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
-
2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
-
2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
-
2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
-
2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
-
2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
-
2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
-
2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK
=============================
=============================
PRODUCTION KF21 = AIRFRAME MADE IN BANDUNG
-
Juni 2026 : Pelunasan & Prototipe KF21 (Bisnis.com)
Juni 2026 : Rantai Pasok KF21 (Antara).
Sept 2026 : 15% Airframe KF21 buatan PT DI : (Airspace Review / FnNews).
Sept 2026 PTDI dapat transfer teknologi manufaktur komposit robotik AFP (FnNews).
-
MALONYET F18 NGEMIS = F15 INDONESIA RILIS
F15IDN
F15IDN
F15IDN
https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/
--------------------------------
INDONESIA=
KAPAL INDUK✔️
AMRAAM✔️
METEOR✔️
HAMMER✔️
FREGAT✔️
SIPRI SHOPPING✔️
48 KAAN Gen 5✔️
42 RAFALE Gen 4.5✔️
16 Sukhoi 27/30✔️
33 F16✔️
12 M346FA✔️
20 T50i✔️
24 HAWK✔️
4 FREEGAT MERAH PUTIH✔️
2 PPA BRAWIJAYA CLASS✔️
2 FREEGAT ISTIF✔️
4 SCORPENE EVOLVED✔️
--------------------------------
1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONYET
5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
Kapal baru lagi guys.....HOREYYYYYYYYYYY
BalasHapus2026 = GAGAL ASIAN CUP : NATURALISASI PALSU (CAS GAGAL)
Hapus2026 = GAGAL FIFA ASEAN CUP : MATCH FIXING
2026 = ULTRAS MALAYA BOIKOT
-
2026 MALAYDESH = MATCH FIXING
2026 MALAYDESH = CAS KALAH
2025 MALAYDESH = NATURALISASI PALSU
1994 MALAYDESH = MATCH FIXING
2010 SINGAPARNO = MATCH FIXING
-
2026 MALAYDESH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
2026 MALAYDESH = CUT BUDGET
2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
2026 MALAYDESH = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
2026 MALAYDESH = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
2026 MALAYDESH = MASS LAYOFFS
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMEN
2025 MALAYDESH = SIPRI EMPTY
2024 MALAYDESH = SIPRI EMPTY
2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
--------------------------------
MALONYET
18 FA50Murah (10 LCA + 8 LIFT) = LACK BVR AMRAAM❌
18 Sukhoi (4 Serviceable) = LACK MAINTENANCE❌
7 F18 = LACK SOURCE CODE❌
16 HAWK = LACK SPAREPART❌
NSM BANNED❌
AMRAAM BLOKIR❌
F18 BATAL❌
UH60A BATAL❌
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
SIPRI KOSONG❌
--------------------------------
NO MISSILE NO TORPEDO = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
--------------------------------
2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
--------------------------------
1967: USCG DECISIVE
1968: USCGC STEADFAST
1980: KM PERWIRA
1984: LERICI CLASS
1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
--------------------------------
GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
-
2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
-
2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
-
2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
-
2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
-
2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
-
2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
-
2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
-
2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
-
2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK
=============================
=============================
PRODUCTION KF21 = AIRFRAME MADE IN BANDUNG
-
Juni 2026 : Pelunasan & Prototipe KF21 (Bisnis.com)
Juni 2026 : Rantai Pasok KF21 (Antara).
Sept 2026 : 15% Airframe KF21 buatan PT DI : (Airspace Review / FnNews).
Sept 2026 PTDI dapat transfer teknologi manufaktur komposit robotik AFP (FnNews).
-
MALONYET F18 NGEMIS = F15 INDONESIA RILIS
F15IDN
F15IDN
F15IDN
https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/
--------------------------------
INDONESIA=
KAPAL INDUK✔️
AMRAAM✔️
METEOR✔️
HAMMER✔️
FREGAT✔️
SIPRI SHOPPING✔️
48 KAAN Gen 5✔️
42 RAFALE Gen 4.5✔️
16 Sukhoi 27/30✔️
33 F16✔️
12 M346FA✔️
20 T50i✔️
24 HAWK✔️
4 FREEGAT MERAH PUTIH✔️
2 PPA BRAWIJAYA CLASS✔️
2 FREEGAT ISTIF✔️
4 SCORPENE EVOLVED✔️
--------------------------------
1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONYET
5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
BLUEPRINT LCS OPV : ADA = OTAK : TIDAK ADA
HapusBLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS = SALAH POTONG/MANGKRAK
BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA = MIRING
F18 = SURAT NGEMIS = PENIPU FIFA : MATCH FIXING
--------------------------------------------------
PROYEK KAPAL LCS (BLUEPRINT GOWIND 2500)
• Masalah: Mangkrak akibat korupsi dan salah manajemen meskipun telah dibayar RM6 miliar (Rp20 triliun) Target dipangkas menjadi 5 unit; kapal pertama diserahkan akhir 2026 tanpa rudal akibat kendala lisensi.
• Sumber: CNN Indonesia ("Proyek Mandek"), Wikipedia ("Skandal LCS"), South China Morning Post ("Warship Without Missiles").
--------------------------------------------------
PROYEK KAPAL OPV (BLUEPRINT DAMEN 1800)
• Masalah: Terlambat parah akibat krisis keuangan kontraktor dan viral karena miring ekstrem saat diluncurkan dengan balon udara.
• Sumber: Naval News ("Coast Guard Receives OPV"), Malaysian Defence ("Work Starts"), dokumentasi maritim.
--------------------------------------------------
FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
--------------------------------------------------
SURAT NGEMIS F18
SURAT NGEMIS F18
SURAT NGEMIS F18
the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
--------------------------------------------------
Status Pengadaan Alutsista SIPRI (2020–2025)
Tren menunjukkan kegagalan total dalam merealisasikan pembelian senjata berat:
2020–2021: Status Planned (Hanya rencana di atas kertas).
2022: Status Selected Not Yet Ordered (Dipilih tapi tidak sanggup bayar kontrak).
2023: Status Not Yet Ordered (Tanpa pesanan resmi).
2024–2025: Status KOSONG (Vakum total selama 2 tahun berturut-turut).
Realisasi Kawasan: Indonesia memimpin dengan porsi 1,5% (impor Rafale, Scorpène, PPA), sementara MALAYSEWA hanya 0,3%.
-
Peringkat Militer Global Firepower (GFP) 2026
Terjadi pergeseran drastis di mana MALAYSEWA kehilangan daya gentar di ASEAN:
Peringkat 1: Indonesia (Skor 0,2582 — Peringkat 13 Dunia).
Peringkat 6: Filipina (Skor 0,6993 — Peringkat 41 Dunia).
Peringkat 7: MALAYSEWA (Skor 0,7379 — Peringkat 42 Dunia).
Catatan Strategis: Untuk pertama kalinya, MALAYSEWA resmi berada di bawah Filipina dalam kekuatan tempur riil.
-
Krisis Fiskal & Spiral Utang "Debt-Servicing"
Kondisi keuangan negara yang mematikan anggaran pertahanan:
Total Utang: Diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026.
Gali Lubang Tutup Lubang: 58% pinjaman baru digunakan hanya untuk membayar bunga dan cicilan utang lama.
Utang Rumah Tangga: Sangat tinggi di angka 85,8% dari PDB, menekan daya beli rakyat.
Pembekuan Total: PM Anwar Ibrahim menginstruksikan Procurement Freeze (Januari 2026) akibat korupsi sistemik dan kartel proyek.
-
Kegagalan Kontrak & Fenomena "Prank" (2005–2026)
Daftar panjang janji akuisisi yang berakhir batal atau mangkrak:
F/A-18 Hornet Kuwait: RESMI BATAL (2026) setelah 4 kali upaya negosiasi.
Helikopter Blackhawk: Mangkrak, proses sewa berbelit dan gagal operasional.
Proyek LCS & OPV: Kapal karatan di galangan, melibatkan 17 kreditor dengan bunga membengkak.
Aset Hilang: Catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur.
raksasa (The Giant) ASEAN, sementara MALAYSEWA masuk kategori negara statis (The Stagnant).
BLUEPRINT LCS OPV : ADA = OTAK : TIDAK ADA
HapusBLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS = SALAH POTONG/MANGKRAK
BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA = MIRING
F18 = SURAT NGEMIS = PENIPU FIFA : MATCH FIXING
--------------------------------------------------
PROYEK KAPAL LCS (BLUEPRINT GOWIND 2500)
• Masalah: Mangkrak akibat korupsi dan salah manajemen meskipun telah dibayar RM6 miliar (Rp20 triliun) Target dipangkas menjadi 5 unit; kapal pertama diserahkan akhir 2026 tanpa rudal akibat kendala lisensi.
• Sumber: CNN Indonesia ("Proyek Mandek"), Wikipedia ("Skandal LCS"), South China Morning Post ("Warship Without Missiles").
--------------------------------------------------
PROYEK KAPAL OPV (BLUEPRINT DAMEN 1800)
• Masalah: Terlambat parah akibat krisis keuangan kontraktor dan viral karena miring ekstrem saat diluncurkan dengan balon udara.
• Sumber: Naval News ("Coast Guard Receives OPV"), Malaysian Defence ("Work Starts"), dokumentasi maritim.
--------------------------------------------------
FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
--------------------------------------------------
SURAT NGEMIS F18
SURAT NGEMIS F18
SURAT NGEMIS F18
the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
--------------------------------------------------
Status Pengadaan Alutsista SIPRI (2020–2025)
Tren menunjukkan kegagalan total dalam merealisasikan pembelian senjata berat:
2020–2021: Status Planned (Hanya rencana di atas kertas).
2022: Status Selected Not Yet Ordered (Dipilih tapi tidak sanggup bayar kontrak).
2023: Status Not Yet Ordered (Tanpa pesanan resmi).
2024–2025: Status KOSONG (Vakum total selama 2 tahun berturut-turut).
Realisasi Kawasan: Indonesia memimpin dengan porsi 1,5% (impor Rafale, Scorpène, PPA), sementara MALAYSEWA hanya 0,3%.
-
Peringkat Militer Global Firepower (GFP) 2026
Terjadi pergeseran drastis di mana MALAYSEWA kehilangan daya gentar di ASEAN:
Peringkat 1: Indonesia (Skor 0,2582 — Peringkat 13 Dunia).
Peringkat 6: Filipina (Skor 0,6993 — Peringkat 41 Dunia).
Peringkat 7: MALAYSEWA (Skor 0,7379 — Peringkat 42 Dunia).
Catatan Strategis: Untuk pertama kalinya, MALAYSEWA resmi berada di bawah Filipina dalam kekuatan tempur riil.
-
Krisis Fiskal & Spiral Utang "Debt-Servicing"
Kondisi keuangan negara yang mematikan anggaran pertahanan:
Total Utang: Diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026.
Gali Lubang Tutup Lubang: 58% pinjaman baru digunakan hanya untuk membayar bunga dan cicilan utang lama.
Utang Rumah Tangga: Sangat tinggi di angka 85,8% dari PDB, menekan daya beli rakyat.
Pembekuan Total: PM Anwar Ibrahim menginstruksikan Procurement Freeze (Januari 2026) akibat korupsi sistemik dan kartel proyek.
-
Kegagalan Kontrak & Fenomena "Prank" (2005–2026)
Daftar panjang janji akuisisi yang berakhir batal atau mangkrak:
F/A-18 Hornet Kuwait: RESMI BATAL (2026) setelah 4 kali upaya negosiasi.
Helikopter Blackhawk: Mangkrak, proses sewa berbelit dan gagal operasional.
Proyek LCS & OPV: Kapal karatan di galangan, melibatkan 17 kreditor dengan bunga membengkak.
Aset Hilang: Catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur.
raksasa (The Giant) ASEAN, sementara MALAYSEWA masuk kategori negara statis (The Stagnant).
BLUEPRINT LCS OPV : ADA = OTAK : TIDAK ADA
HapusBLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS = SALAH POTONG/MANGKRAK
BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA = MIRING
F18 = SURAT NGEMIS = PENIPU FIFA : MATCH FIXING
--------------------------------------------------
PROYEK KAPAL LCS (BLUEPRINT GOWIND 2500)
• Masalah: Mangkrak akibat korupsi dan salah manajemen meskipun telah dibayar RM6 miliar (Rp20 triliun) Target dipangkas menjadi 5 unit; kapal pertama diserahkan akhir 2026 tanpa rudal akibat kendala lisensi.
• Sumber: CNN Indonesia ("Proyek Mandek"), Wikipedia ("Skandal LCS"), South China Morning Post ("Warship Without Missiles").
--------------------------------------------------
PROYEK KAPAL OPV (BLUEPRINT DAMEN 1800)
• Masalah: Terlambat parah akibat krisis keuangan kontraktor dan viral karena miring ekstrem saat diluncurkan dengan balon udara.
• Sumber: Naval News ("Coast Guard Receives OPV"), Malaysian Defence ("Work Starts"), dokumentasi maritim.
--------------------------------------------------
FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
--------------------------------------------------
SURAT NGEMIS F18
SURAT NGEMIS F18
SURAT NGEMIS F18
the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
--------------------------------------------------
Peringkat & Kekuatan Militer (ASEAN 2026)
Global Firepower (GFP):
Indonesia: Peringkat 13 Dunia (Pemimpin ASEAN).
Filipina: Peringkat 41 (Naik signifikan).
MALAYSEWA: Peringkat 42 (Merosot ke posisi ke-7 di ASEAN, di bawah Filipina).
Skala Ekonomi (PDB PPP):
Ekonomi Indonesia 4,24x lebih besar dari MALAYSEWA ($5,69 T vs $1,34 T).
Ekonomi Indonesia 6,69x lebih besar dari Singapura ($5,69 T vs $0,85 T).
-
Model Pengadaan: "Belanja vs Sewa"
Indonesia: Pembayaran tunai/kredit ekspor untuk Kepemilikan Aset baru.
MALAYSEWA: Beralih ke skema Leasing (Sewa) untuk 32+ item strategis:
Helikopter Blackhawk, AW139, AW149.
Pesawat latihan L-39.
Kendaraan operasional (Honda Civic & BMW R1250RT).
Barter: Penggunaan Kelapa Sawit (CPO) untuk FA-50 dan PT-91M.
-
Krisis Fiskal & Spiral Utang MALAYSEWA
Evolusi Utang & Liabilitas:
2010: RM 407 Miliar.
2018: RM 1,19 Triliun (Efek transparansi 1MDB).
2023: RM 1,53 Triliun (Konfirmasi PM Anwar Ibrahim).
2026: RM 1,79 Triliun (Target kritis).
Kesehatan Fiskal:
Spiral Debt: 58% pinjaman baru (2026) hanya untuk membayar bunga/cicilan utang lama.
Debt-to-GDP: Rasio pemerintah 69% (Melewati batas aman 65%).
Household Debt: 84,3% dari GDP (Tertinggi di ASEAN).
Risiko Geopolitik & Administrasi (2026)
Freezes Procurement: Pembekuan total pengadaan militer oleh PM (Januari 2026) akibat skandal suap yang diselidiki MACC.
Tekanan Amerika Serikat: Ancaman tarif Section 301 (10-25%) dan pemblokiran transaksi melalui IEEPA oleh USTR.
Degradasi Reputasi:
Sanksi CAS/AFC akibat 7 pemain naturalisasi ilegal (Kalah WO 0-3).
Gagal lolos Piala Asia 2027 (Digantikan Vietnam).
Skandal aset hilang (48 Skyhawk & 2 mesin jet tempur).
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
Hapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
⚽ Skandal Sepak Bola
1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
-
2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
-
2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
-
Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
-
Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
--------------------------------
🪖 Skandal Militer & Pertahanan
2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
-
Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
-
Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
-
2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
--------------------------------
KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
Key Implications and Risks
1. Long-Term Debt Obligations:
o Accumulation: Each major acquisition adds to the national debt. While spreading costs, it means a significant portion of future budgets is earmarked for debt servicing (principal and interest payments) rather than other development or operational needs.
o Sustainability: The long-term sustainability of this debt depends on MALONYET's economic growth and its ability to generate sufficient revenue.
-----------------
2. Currency Risks:
o Exchange Rate Fluctuations: This is perhaps the most significant financial risk for foreign-denominated loans. A weakening Ringgit can dramatically increase the real cost of debt repayment. For example, if MALONYET borrowed €1 billion for submarines and the Ringgit depreciates by 10% against the Euro, the cost in Ringgit terms effectively increases by 10% overnight.
o Mitigation: Governments can use currency hedging strategies (e.g., forward contracts) to mitigate this risk, but these also come with costs.
-----------------
3. Vulnerability to Project Delays:
o Escalating Costs: Large defense projects are notoriously prone to delays due to technical complexities, design changes, political issues, or contractual disputes. Delays mean that interest payments continue accumulating even before the asset is delivered or operational, pushing up the total cost.
o Opportunity Cost: The funds tied up in a delayed project cannot be used for other urgent defense needs or national priorities.
o Operational Readiness Impact: Delays in receiving crucial equipment can impact the readiness and capabilities of the armed forces, potentially leaving capability gaps.
o Maintenance and Spares: The lifecycle cost of defense equipment is often several times its initial purchase price, with ongoing expenses for maintenance, upgrades, and spare parts also requiring substantial funding.
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
Hapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
⚽ Skandal Sepak Bola
1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
-
2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
-
2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
-
Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
-
Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
--------------------------------
🪖 Skandal Militer & Pertahanan
2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
-
Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
-
Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
-
2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
--------------------------------
KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
Key Implications and Risks
1. Long-Term Debt Obligations:
o Accumulation: Each major acquisition adds to the national debt. While spreading costs, it means a significant portion of future budgets is earmarked for debt servicing (principal and interest payments) rather than other development or operational needs.
o Sustainability: The long-term sustainability of this debt depends on MALONYET's economic growth and its ability to generate sufficient revenue.
-----------------
2. Currency Risks:
o Exchange Rate Fluctuations: This is perhaps the most significant financial risk for foreign-denominated loans. A weakening Ringgit can dramatically increase the real cost of debt repayment. For example, if MALONYET borrowed €1 billion for submarines and the Ringgit depreciates by 10% against the Euro, the cost in Ringgit terms effectively increases by 10% overnight.
o Mitigation: Governments can use currency hedging strategies (e.g., forward contracts) to mitigate this risk, but these also come with costs.
-----------------
3. Vulnerability to Project Delays:
o Escalating Costs: Large defense projects are notoriously prone to delays due to technical complexities, design changes, political issues, or contractual disputes. Delays mean that interest payments continue accumulating even before the asset is delivered or operational, pushing up the total cost.
o Opportunity Cost: The funds tied up in a delayed project cannot be used for other urgent defense needs or national priorities.
o Operational Readiness Impact: Delays in receiving crucial equipment can impact the readiness and capabilities of the armed forces, potentially leaving capability gaps.
o Maintenance and Spares: The lifecycle cost of defense equipment is often several times its initial purchase price, with ongoing expenses for maintenance, upgrades, and spare parts also requiring substantial funding.
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
Hapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
⚽ Skandal Sepak Bola
1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
-
2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
-
2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
-
Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
-
Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
--------------------------------
🪖 Skandal Militer & Pertahanan
2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
-
Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
-
Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
-
2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
--------------------------------
KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
Key Implications and Risks
1. Long-Term Debt Obligations:
o Accumulation: Each major acquisition adds to the national debt. While spreading costs, it means a significant portion of future budgets is earmarked for debt servicing (principal and interest payments) rather than other development or operational needs.
o Sustainability: The long-term sustainability of this debt depends on MALONYET's economic growth and its ability to generate sufficient revenue.
-----------------
2. Currency Risks:
o Exchange Rate Fluctuations: This is perhaps the most significant financial risk for foreign-denominated loans. A weakening Ringgit can dramatically increase the real cost of debt repayment. For example, if MALONYET borrowed €1 billion for submarines and the Ringgit depreciates by 10% against the Euro, the cost in Ringgit terms effectively increases by 10% overnight.
o Mitigation: Governments can use currency hedging strategies (e.g., forward contracts) to mitigate this risk, but these also come with costs.
-----------------
3. Vulnerability to Project Delays:
o Escalating Costs: Large defense projects are notoriously prone to delays due to technical complexities, design changes, political issues, or contractual disputes. Delays mean that interest payments continue accumulating even before the asset is delivered or operational, pushing up the total cost.
o Opportunity Cost: The funds tied up in a delayed project cannot be used for other urgent defense needs or national priorities.
o Operational Readiness Impact: Delays in receiving crucial equipment can impact the readiness and capabilities of the armed forces, potentially leaving capability gaps.
o Maintenance and Spares: The lifecycle cost of defense equipment is often several times its initial purchase price, with ongoing expenses for maintenance, upgrades, and spare parts also requiring substantial funding.
2 Kapal terbesar COAST GUARD MALAYSIA....... siap untuk dihantar ke MALAYSIA.... HOREYYYYYYY
BalasHapus2026 = GAGAL ASIAN CUP : NATURALISASI PALSU (CAS GAGAL)
Hapus2026 = GAGAL FIFA ASEAN CUP : MATCH FIXING
2026 = ULTRAS MALAYA BOIKOT
-
2026 MALAYDESH = MATCH FIXING
2026 MALAYDESH = CAS KALAH
2025 MALAYDESH = NATURALISASI PALSU
1994 MALAYDESH = MATCH FIXING
2010 SINGAPARNO = MATCH FIXING
-
2026 MALAYDESH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
2026 MALAYDESH = CUT BUDGET
2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
2026 MALAYDESH = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
2026 MALAYDESH = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
2026 MALAYDESH = MASS LAYOFFS
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMEN
2025 MALAYDESH = SIPRI EMPTY
2024 MALAYDESH = SIPRI EMPTY
2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
--------------------------------
MALONYET
18 FA50Murah (10 LCA + 8 LIFT) = LACK BVR AMRAAM❌
18 Sukhoi (4 Serviceable) = LACK MAINTENANCE❌
7 F18 = LACK SOURCE CODE❌
16 HAWK = LACK SPAREPART❌
NSM BANNED❌
AMRAAM BLOKIR❌
F18 BATAL❌
UH60A BATAL❌
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
SIPRI KOSONG❌
--------------------------------
NO MISSILE NO TORPEDO = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
--------------------------------
2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
--------------------------------
1967: USCG DECISIVE
1968: USCGC STEADFAST
1980: KM PERWIRA
1984: LERICI CLASS
1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
--------------------------------
GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
-
2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
-
2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
-
2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
-
2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
-
2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
-
2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
-
2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
-
2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
-
2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK
=============================
=============================
PRODUCTION KF21 = AIRFRAME MADE IN BANDUNG
-
Juni 2026 : Pelunasan & Prototipe KF21 (Bisnis.com)
Juni 2026 : Rantai Pasok KF21 (Antara).
Sept 2026 : 15% Airframe KF21 buatan PT DI : (Airspace Review / FnNews).
Sept 2026 PTDI dapat transfer teknologi manufaktur komposit robotik AFP (FnNews).
-
MALONYET F18 NGEMIS = F15 INDONESIA RILIS
F15IDN
F15IDN
F15IDN
https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/
--------------------------------
INDONESIA=
KAPAL INDUK✔️
AMRAAM✔️
METEOR✔️
HAMMER✔️
FREGAT✔️
SIPRI SHOPPING✔️
48 KAAN Gen 5✔️
42 RAFALE Gen 4.5✔️
16 Sukhoi 27/30✔️
33 F16✔️
12 M346FA✔️
20 T50i✔️
24 HAWK✔️
4 FREEGAT MERAH PUTIH✔️
2 PPA BRAWIJAYA CLASS✔️
2 FREEGAT ISTIF✔️
4 SCORPENE EVOLVED✔️
--------------------------------
1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONYET
5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
Hapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
⚽ Skandal Sepak Bola
1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
-
2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
-
2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
-
Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
-
Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
--------------------------------
🪖 Skandal Militer & Pertahanan
2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
-
Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
-
Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
-
2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
--------------------------------
KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
Key Implications and Risks
1. Long-Term Debt Obligations:
o Accumulation: Each major acquisition adds to the national debt. While spreading costs, it means a significant portion of future budgets is earmarked for debt servicing (principal and interest payments) rather than other development or operational needs.
o Sustainability: The long-term sustainability of this debt depends on MALONYET's economic growth and its ability to generate sufficient revenue.
-----------------
2. Currency Risks:
o Exchange Rate Fluctuations: This is perhaps the most significant financial risk for foreign-denominated loans. A weakening Ringgit can dramatically increase the real cost of debt repayment. For example, if MALONYET borrowed €1 billion for submarines and the Ringgit depreciates by 10% against the Euro, the cost in Ringgit terms effectively increases by 10% overnight.
o Mitigation: Governments can use currency hedging strategies (e.g., forward contracts) to mitigate this risk, but these also come with costs.
-----------------
3. Vulnerability to Project Delays:
o Escalating Costs: Large defense projects are notoriously prone to delays due to technical complexities, design changes, political issues, or contractual disputes. Delays mean that interest payments continue accumulating even before the asset is delivered or operational, pushing up the total cost.
o Opportunity Cost: The funds tied up in a delayed project cannot be used for other urgent defense needs or national priorities.
o Operational Readiness Impact: Delays in receiving crucial equipment can impact the readiness and capabilities of the armed forces, potentially leaving capability gaps.
o Maintenance and Spares: The lifecycle cost of defense equipment is often several times its initial purchase price, with ongoing expenses for maintenance, upgrades, and spare parts also requiring substantial funding.
2 Kapal terbesar COAST GUARD MALAYSIA....... siap untuk dihantar ke MALAYSIA.... HOREYYYYYYY
BalasHapus2026 = GAGAL ASIAN CUP : NATURALISASI PALSU (CAS GAGAL)
Hapus2026 = GAGAL FIFA ASEAN CUP : MATCH FIXING
2026 = ULTRAS MALAYA BOIKOT
-
2026 MALAYDESH = MATCH FIXING
2026 MALAYDESH = CAS KALAH
2025 MALAYDESH = NATURALISASI PALSU
1994 MALAYDESH = MATCH FIXING
2010 SINGAPARNO = MATCH FIXING
-
2026 MALAYDESH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
2026 MALAYDESH = CUT BUDGET
2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
2026 MALAYDESH = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
2026 MALAYDESH = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
2026 MALAYDESH = MASS LAYOFFS
2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMEN
2025 MALAYDESH = SIPRI EMPTY
2024 MALAYDESH = SIPRI EMPTY
2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
--------------------------------
MALONYET
18 FA50Murah (10 LCA + 8 LIFT) = LACK BVR AMRAAM❌
18 Sukhoi (4 Serviceable) = LACK MAINTENANCE❌
7 F18 = LACK SOURCE CODE❌
16 HAWK = LACK SPAREPART❌
NSM BANNED❌
AMRAAM BLOKIR❌
F18 BATAL❌
UH60A BATAL❌
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
SIPRI KOSONG❌
--------------------------------
NO MISSILE NO TORPEDO = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
--------------------------------
2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
--------------------------------
1967: USCG DECISIVE
1968: USCGC STEADFAST
1980: KM PERWIRA
1984: LERICI CLASS
1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
--------------------------------
GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
-
2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
-
2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
-
2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
-
2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
-
2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
-
2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
-
2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
-
2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
-
2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK
=============================
=============================
PRODUCTION KF21 = AIRFRAME MADE IN BANDUNG
-
Juni 2026 : Pelunasan & Prototipe KF21 (Bisnis.com)
Juni 2026 : Rantai Pasok KF21 (Antara).
Sept 2026 : 15% Airframe KF21 buatan PT DI : (Airspace Review / FnNews).
Sept 2026 PTDI dapat transfer teknologi manufaktur komposit robotik AFP (FnNews).
-
MALONYET F18 NGEMIS = F15 INDONESIA RILIS
F15IDN
F15IDN
F15IDN
https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/
--------------------------------
INDONESIA=
KAPAL INDUK✔️
AMRAAM✔️
METEOR✔️
HAMMER✔️
FREGAT✔️
SIPRI SHOPPING✔️
48 KAAN Gen 5✔️
42 RAFALE Gen 4.5✔️
16 Sukhoi 27/30✔️
33 F16✔️
12 M346FA✔️
20 T50i✔️
24 HAWK✔️
4 FREEGAT MERAH PUTIH✔️
2 PPA BRAWIJAYA CLASS✔️
2 FREEGAT ISTIF✔️
4 SCORPENE EVOLVED✔️
--------------------------------
1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONYET
5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
Genk INDON, mana nih, genk INDON......mahu amalan lekas kaya, nih simak 👇
BalasHapushttps://www.facebook.com/share/r/1GtK5j9ytJ/