02 Oktober 2020

Three Types of Missile will Equip Royal Thai Army

02 Oktober 2020
.
AGM-114 Hellfire, FGM-148 Javelin and Spike MR will equip RTA (photo : AAG)

On September 10, 2020 at 1400-1500 Deputy Director of the Royal Thai Army Operations Representative of the Assistant Commander of the Army (2) and the team attended the viewing of the RWS automatic turret test firing with the Army Ordnance Corps and the Armed Forces join in the reception. The results of the operation are complete.

For information on the three types of missile weapons at the Royal Thai Army Ordnance Department it was exhibited during the Kongsberg PROTECTOR Dual Remote Turret Test firing on the V-100 4x4 armored vehicle.

Display stands presentation of 1st Ammunition Depot, Ordnance Ammunition Depot Division, Ordnance Department, Royal Thai Army show data of three type of anti-tank guided missiles that was procured or to be procured by RTA include US Lockheed Martin AGM-114 Hellfire and Raytheon-Lockheed Martin FGM-148 Javelin and Israeli Rafale Spike MR.

The AGM-114 Hellfire is understood to be supplied for eight Boeing AH-6i Little Bird reconnaissance helicopters included in the supply package, the US has approved the sale.

While the US FGM-148 Javelin missile and the Israeli Spike missile are part of the long-running M47 Dragon missile, it is either supplied or powered. In the process of procurement Distributed to field users such as 6th Infantry Division

(AAG)

76 komentar:

  1. Balasan
    1. 😁😁😁😜

      Hapus
    2. akhirnya....
      mas@Hari bisa numero uno

      Hapus
    3. Hihihihihi...iya mas @essen 😂

      Akang @Jack.....japri bahan quisnya dong 🙈

      Hapus
    4. ... Xixixixixixixi 😁

      Hapus
  2. U214 $400 million
    - Scorpene $500 million
    - A26 (Blekinge) $513 million
    - Soryu $502 million (non Li-ion battery) - $536.7 million (Li-ion battery)

    Wktunya voting

    BalasHapus
    Balasan
    1. Soryu with li-ion battery

      Hapus
    2. Soryu with li-ion battery

      Hapus
    3. U214 tapi harganya lebih dari 400jt us

      Hapus
    4. Karena w orangnya hemat jadi milih Soryu with li-ion battery

      Hapus
    5. U214 toh..+tot kalo beli 3 unit kan totalnya 1.2 billion usd..ilmu dapet..aip dapet😁
      "MURAH" pula

      Hapus
    6. Saya pilih A26 karena Kasel Nuklir USA ga bisa ngedeteksi A26.

      Swedia juga baik untuk TOT.

      Hapus
    7. U 214 harus sama TOT biar cakep u series semua

      Hapus
    8. Gak jadi Soryu class lah, ganti Typhoon class ��

      Hapus
    9. Soryu pak menhan gak setuju bro.....mo diganti yg sortalok 🏃💨💨💨

      Hapus
    10. Ngisore wit talok mas har?🙄🤔😁

      Hapus
    11. Gua pilih a26 dari Swedia karena Swedia gak pelit TOT

      Hapus
  3. Admin bahas alutsista dlm negri aja yg lbh byak

    BalasHapus
  4. iki rudal buatan asli USA dan israhell atau rudal KW hasil copy paste buatan china?

    tumben thailand, biasanya sekarang ini doyan produk china.

    BalasHapus
    Balasan
    1. akusisi terbaruw thai smuanya diembat, doyan gado2 jugak haha!🤗🤗🤗
      kasel, tank, apc, rudal->rrc
      tank, apc->ukraina
      frigat->koryo
      pespur->swedia,
      apc, rudal->amrik
      heli->rusia
      dll.

      Hapus
    2. gado gado dan rujak juga rupanya

      xixixixixi

      Hapus
  5. Little Bird punya Thai pake Hellfire, Little Bird KL datang aja juga enggak.

    😂😂😂😂😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. pakai udal buatan tempatan um...
      tamieng saritem.

      tapi heli keciknya masih mimpi di usa sana

      wkwkwkwkwkwk

      Hapus
    2. kalo gak ada di DSCA artinya TAMAT haha!🤭🤭🤭

      Hapus
  6. Three types of Dildo will equip Tentera Dirogol Malaysia 😱😱

    BalasHapus
  7. Minta tot rudal neptunus ke ukraina jangan mau kalah sama nguyen + tot apc biar makin bermacam kendaraan buatan pindad

    BalasHapus
  8. Display stands presentation of 1st Ammunition Depot, Ordnance Ammunition Depot Division, Ordnance Department, Royal Thai Army show data of three type of anti-tank guided missiles that was procured or to be procured by RTA include US Lockheed Martin AGM-114 Hellfire and Raytheon-Lockheed Martin FGM-148 Javelin and Israeli Rafale Spike MR.

    -------------------

    dari tiga ini, dikawasan baruw filipin kali yak yg punyak.
    jd kalo pengen shopping soping ke filipin aje, ntar barter ama bom latih buatan lokal dech haha!🤭🤭🤭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Indonesia yg belum pake Rudal Rafale Spike MR.

      Hapus
    2. Pinoy barter yuk Rudal Rafale Spike MR dengan BOM BNL-250 nya. Biar Halal.

      😁😁👍👍

      Hapus
    3. kalo ama KL, tuker fisank ogah mrk haha!🍌🍌🍌

      Hapus
  9. Wow, lihat video latihan sikatan daya tniau ngebom malem hari.
    Dari sisi penonton, kondisi sasaran nampak gelap gulita.

    Kalo dr atas pesawat tempur, pake apa ya ngeliatnya?

    Jadi penasaran..???
    🤔🤔🤔

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada mamang puncak yg ngunjukin target pake senter om haha!😜😜😜

      Hapus
    2. Pesawat kok dipasangin senter ��

      Hapus
  10. Jika pespur kita dah bisa "melihat dalam gelap" sasaran pengeboman, berarti tergolong dah canggih dong peralatan pespurnya!

    🤗🤗🤗

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin pesannya begini:

      Malem saja bisa ngebom sasaran secara presisi, apalagi siang hari bro!

      Bravo, lanjutkan!
      👍

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  11. Balasan
    1. Stok Yakhont tinggal dikit. Di ganti Brahmos.

      Hapus
    2. Brahmos itu jangkauannya yang type terbaru berapa KM ?

      Hapus
  12. Huh...harap" semua rencana teken kontrak TOT berjalan semua..walau lambaaaaat banget yg penting jadi😷

    BalasHapus
  13. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  14. Balasan
    1. tanggal 5 oktober itu hari HUT TNI yang ke 75 Om @IS.

      Hapus
  15. Balasan
    1. Sabar mas.....tunggu aja beritanya kalo udah tanggal 6 🤣🤣🤣

      Hapus
    2. sementara perayaan 5 oktober di hold dulu broo..

      Hapus
    3. Pertama Kalinya, AS Dapat Sistem Pertahanan Udara Kubah Besi Israel

      Sebagai wujud kerja sama pertahanan antara Israel dan Amerika Serikat, negara Yahudi itu mengirimkan seri pertama dari dua baterai sistem pertahanan udara Kubah Besi (Iron Dome) ke AS.

      Dalam sebuah upacara bersejarah, Kementerian Pertahanan Israel mengirimkan serangkaian pertama baterai sistem pertahanan udara Kubah Besi Israel yang tersohor ke Angkatan Darat Amerika Serikat pada Rabu (30/9), The National Interest melaporkan.

      Upacara tersebut dilakukan di Israel utara, saat sistem pertahanan udara yang dikembangkan oleh Rafael Advanced Defense Systems Israel itu secara resmi diberikan ke AS. Sistem tersebut masih perlu diterbangkan kembali ke Amerika atau diangkut ke fasilitas AS lainnya di masa mendatang.

      Truk Oshkosh yang dirancang untuk membawa sistem Kubah Besi diterbangkan dari Amerika ke Israel pada September 2020 dengan pesawat raksasa Antonov Ukraina. Kementerian Pertahanan Israel mengatakan bahwa Organisasi Pertahanan Rudal Israel (IMDO) di Direktorat Litbang Pertahanan, Kementerian Pertahanan Israel “mengirimkan seri pertama dari dua baterai Sistem Pertahanan Udara Kubah Besi kepada Angkatan Darat AS. Pada kesempatan ini, acara simbolis diadakan di lini produksi kontraktor pertahanan Iron Dome, Rafael Advanced Systems”.

      Para petinggi Israel dan eksekutif Rafael turut menghadiri acara tersebut. Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz menekankan bahwa Kubah Besi adalah bagian dari sistem pertahanan udara berlapis-lapis yang unik milik Israel. Itu adalah tingkat yang lebih rendah. Amerika Serikat telah mendukung berbagai sistem rudal pertahanan udara Israel seperti Arrow dan David’s Sling selama bertahun-tahun.

      “Sistem Kubah Besi mencerminkan kekuatan kemapanan pertahanan Israel. Sebagai hasil dari efektivitas sistem ini, banyak kematian berhasil dicegah di depan perbatasan Israel selatan, yang memiliki dampak yang signifikan di medan perang. Saya bangga bahwa sistem canggih ini juga akan melindungi pasukan Angkatan Darat AS. Ini adalah pencapaian luar biasa bagi Kementerian Pertahanan dan industri pertahanan Israel yang hebat,” tutur Gantz, dikutip dari The National Interest.

      Gantz adalah pemimpin Partai Biru dan Putih yang terbesar kedua di Israel dan mantan Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel. Dia pergi ke Amerika Serikat pada akhir September 2020 untuk bertemu dengan Menteri Pertahanan AS Mark Esper. Israel ingin memastikan mempertahankan keunggulan militer kualitatifnya di tengah kesepakatan baru dengan Uni Emirat Arab. Israel mungkin menginginkan pesawat dan helikopter baru untuk mempertahankan kemampuannya.

      “Kami antara lain membahas pengadaan dan pertukaran informasi di bidang teknologi. Penyelesaian perjanjian ini menjadi bukti lebih lanjut bahwa aliansi pertahanan (antara Amerika Serikat dan Israel), didasarkan pada nilai-nilai dan kepentingan bersama, yang kini jauh lebih kuat dari sebelumnya,” tegas Gantz.

      Selain Gantz, hadir pula Menteri Perekonomian Amir Peretz, Kepala Direktorat Litbang Pertahanan Dr. Dani Gold, Ketua IMDO Moshe Patel, Pimpinan Rafael Uzi Landau, dan CEO Rafael Yoav Har-Even. Pandemi COVID-19 dan penguncian wilayah Israel tampaknya telah mencegah delegasi tingkat tinggi AS untuk hadir. Baterai Kubah Besi pun diresmikan selama upacara tersebut.

      Baterai Kubah Besi telah memiliki daya tarik bagi Amerika Serikat selama bertahun-tahun. Sistem senjata itu bisa membantu memenuhi kebutuhan pertahanan udara jarak pendek yang disebut SHORAD. Sistem itu akan sangat membantu di Irak untuk melawan serangan terus-menerus oleh kelompok pro-Iran yang menggunakan roket 107 milimeter. Namun, proses pengadaannya lambat.

      Rafael bermitra dengan Raytheon di Amerika Serikat dalam sistem Kubah Besi. “Baterai pertama dikirim dalam waktu singkat. Baterai kedua akan dikirim dalam waktu dekat dalam kerangka kesepakatan. Baterai ini akan digunakan untuk pertahanan pasukan AS dari berbagai ancaman balistik dan udara,” menurut pernyataan Kementerian Pertahanan Israel, dilansir dari The National Interest.

      Hapus
  16. Mbah bowo sedang hamil anak s gempur,,makanya rada korslet otaknya

    BalasHapus
  17. Pertama Kalinya, AS Dapat Sistem Pertahanan Udara Kubah Besi Israel

    Sebagai wujud kerja sama pertahanan antara Israel dan Amerika Serikat, negara Yahudi itu mengirimkan seri pertama dari dua baterai sistem pertahanan udara Kubah Besi (Iron Dome) ke AS.

    Dalam sebuah upacara bersejarah, Kementerian Pertahanan Israel mengirimkan serangkaian pertama baterai sistem pertahanan udara Kubah Besi Israel yang tersohor ke Angkatan Darat Amerika Serikat pada Rabu (30/9), The National Interest melaporkan.

    Upacara tersebut dilakukan di Israel utara, saat sistem pertahanan udara yang dikembangkan oleh Rafael Advanced Defense Systems Israel itu secara resmi diberikan ke AS. Sistem tersebut masih perlu diterbangkan kembali ke Amerika atau diangkut ke fasilitas AS lainnya di masa mendatang.

    Truk Oshkosh yang dirancang untuk membawa sistem Kubah Besi diterbangkan dari Amerika ke Israel pada September 2020 dengan pesawat raksasa Antonov Ukraina. Kementerian Pertahanan Israel mengatakan bahwa Organisasi Pertahanan Rudal Israel (IMDO) di Direktorat Litbang Pertahanan, Kementerian Pertahanan Israel “mengirimkan seri pertama dari dua baterai Sistem Pertahanan Udara Kubah Besi kepada Angkatan Darat AS. Pada kesempatan ini, acara simbolis diadakan di lini produksi kontraktor pertahanan Iron Dome, Rafael Advanced Systems”.

    Para petinggi Israel dan eksekutif Rafael turut menghadiri acara tersebut. Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz menekankan bahwa Kubah Besi adalah bagian dari sistem pertahanan udara berlapis-lapis yang unik milik Israel. Itu adalah tingkat yang lebih rendah. Amerika Serikat telah mendukung berbagai sistem rudal pertahanan udara Israel seperti Arrow dan David’s Sling selama bertahun-tahun.

    “Sistem Kubah Besi mencerminkan kekuatan kemapanan pertahanan Israel. Sebagai hasil dari efektivitas sistem ini, banyak kematian berhasil dicegah di depan perbatasan Israel selatan, yang memiliki dampak yang signifikan di medan perang. Saya bangga bahwa sistem canggih ini juga akan melindungi pasukan Angkatan Darat AS. Ini adalah pencapaian luar biasa bagi Kementerian Pertahanan dan industri pertahanan Israel yang hebat,” tutur Gantz, dikutip dari The National Interest.

    Gantz adalah pemimpin Partai Biru dan Putih yang terbesar kedua di Israel dan mantan Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel. Dia pergi ke Amerika Serikat pada akhir September 2020 untuk bertemu dengan Menteri Pertahanan AS Mark Esper. Israel ingin memastikan mempertahankan keunggulan militer kualitatifnya di tengah kesepakatan baru dengan Uni Emirat Arab. Israel mungkin menginginkan pesawat dan helikopter baru untuk mempertahankan kemampuannya.

    “Kami antara lain membahas pengadaan dan pertukaran informasi di bidang teknologi. Penyelesaian perjanjian ini menjadi bukti lebih lanjut bahwa aliansi pertahanan (antara Amerika Serikat dan Israel), didasarkan pada nilai-nilai dan kepentingan bersama, yang kini jauh lebih kuat dari sebelumnya,” tegas Gantz.

    Selain Gantz, hadir pula Menteri Perekonomian Amir Peretz, Kepala Direktorat Litbang Pertahanan Dr. Dani Gold, Ketua IMDO Moshe Patel, Pimpinan Rafael Uzi Landau, dan CEO Rafael Yoav Har-Even. Pandemi COVID-19 dan penguncian wilayah Israel tampaknya telah mencegah delegasi tingkat tinggi AS untuk hadir. Baterai Kubah Besi pun diresmikan selama upacara tersebut.

    Baterai Kubah Besi telah memiliki daya tarik bagi Amerika Serikat selama bertahun-tahun. Sistem senjata itu bisa membantu memenuhi kebutuhan pertahanan udara jarak pendek yang disebut SHORAD. Sistem itu akan sangat membantu di Irak untuk melawan serangan terus-menerus oleh kelompok pro-Iran yang menggunakan roket 107 milimeter. Namun, proses pengadaannya lambat.

    Rafael bermitra dengan Raytheon di Amerika Serikat dalam sistem Kubah Besi. “Baterai pertama dikirim dalam waktu singkat. Baterai kedua akan dikirim dalam waktu dekat dalam kerangka kesepakatan. Baterai ini akan digunakan untuk pertahanan pasukan AS dari berbagai ancaman balistik dan udara,” menurut pernyataan Kementerian Pertahanan Israel, dilansir dari The National Interest.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sistem itu telah berjasa mencegat 2.400 ancaman musuh. Wakil Presiden Eksekutif Rafael dan Kepala Divisi Pertahanan Udara dan Rudal Rafael Pini Yungman mencatat bahwa AS dan Israel memulai hubungan Kubah Besi ini dengan serangkaian pengujian dan demonstrasi di lapangan uji coba “White Sands” di Amerika. “Sampai saat ini, kami telah melakukan tiga demonstrasi dan mencegat target yang dipilih oleh Angkatan Darat AS untuk sistem Kubah Besi,” ujar Yungman.

      The National Interest mencatat, sistem Kubah Besi dan aspek lain dari sistem pertahanan udara Israel yang unik mendapatkan lebih banyak perhatian di dunia, dengan semakin banyak ancaman drone dan roket serta di tengah ancaman konflik dan ketegangan di berbagai belahan dunia mulai dari Asia hingga Kaukasia.

      Sistem pertahanan Israel rencananya akan diekspor dengan pedoman ketat dan program yang terkait dengan dukungan AS atau upaya bersama yang sangat sensitif. Baru-baru ini Republik Ceko menyatakan minat untuk memperoleh pertahanan udara Spyder Rafael, sistem rudal yang juga merupakan sistem pertahanan udara jarak pendek.

      Ceko juga memperoleh radar MMR Israel Aerospace Industries yang dibuat oleh Elta, anak perusahaan Israel Aerospace Industries. Secara keseluruhan, radar, rudal, dan sistem pertahanan unik yang dibuat Israel membuat negara itu mampu mendeteksi dan mempertahankan diri dari serangan rudal, drone, maupun jenis ancaman lainnya.

      https://www.matamatapolitik.com/as-dapatkan-sistem-pertahanan-udara-kubah-besi-pertama-dari-israel-in-depth/#google_vignette

      Hapus
    2. Yg harom memang lebih mantap & cihuy.

      USA aja terpincut. Singapore udah pake.

      Hapus
  18. "Hiburan sek lur....sinambi ngetus keringat 😂"

    https://youtu.be/S8-_RsJGKLY

    BalasHapus
  19. Yg ga punya diammm!!!
    Hehehehe

    BalasHapus
  20. Awas yg sering koment unknown pake bhs linggis kemungkinan orang singaparna, ada 2 mahluk singo yg ON terus disini, biasa tulis "poor indogs" klo mahluk malon jg ada 2 yg ON, lainya lewat vpn. indonesia yg ON 12.

    BalasHapus
  21. ...edisi sore sambil menikmati SUN SET, nongkrong dekat kolam Ikan...di belakang rumah ;

    Alya Fatma:
    Hm, pesona...

    Baru kini kurasakan sentuhan keindahan
    Siraman cahaya kasih membias dalam hati
    ‘Ku terpesona nuansa indah
    ‘Ku terpesona nada cinta

    Hm, pesona..., hm, asmara...

    Betapa kehadiranmu mengelus relung kalbu
    Kautanam benih harapan lenyaplah kesepian
    ‘Ku terpesona nuansa indah
    ‘Ku terpesona nada cinta

    Reff:

    Alya Fatma:
    Tembang asmara mengalun ceria
    Merasuk sukma membelai jiwa

    Intro:

    Merekah sudah tunas nan belia
    Mendamba cinta seorang satria

    Ane:
    Kausajikan untukku hai perawan
    Anggur cinta manisnya memabukkan
    Kutuangkan dalam CAWAN KENANGAN
    ‘Kan kureguk bila memang suratan

    Alya Fatma:
    Hm, bahagia...

    ‘Ku ingin impian ini menjadi kenyataan
    Semoga harapan ini bukan hanya khayalan
    ‘Ku terpesona nuansa indah
    ‘Ku terpesona nada cinta

    Hm, pesona..., hm, asmara...

    Baru kini kurasakan sentuhan keindahan
    Siraman cahaya kasih membias dalam hati
    ‘Ku terpesona nuansa indah
    ‘Ku terpesona nada cinta...


















    ... Xixixixixixixi 😁

    BalasHapus