03 September 2026

Rafale TNI AU KIni Dilengkapi AT730 Triple Ejector Rack

03 September 2026

AT730 Triple Ejector Rack yang melengkapi Rafale TNI AU (photo: Jatosint)

Jet tempur Rafale TNI AU akan memiliki kemampuan membawa persenjataan udara-ke-permukaan dalam jumlah besar berkat penggunaan AT730 Triple Ejector Rack. 

AT730 Triple Ejector Rack (photo: Akela Freedom)

Rak peluncur ini memungkinkan satu titik gantung Rafale membawa hingga tiga amunisi kelas 250 kg, seperti bom berpemandu presisi AASM/HAMMER.

AT730 Triple Ejector Rack tampak dari bawah (photo: Akela Freedom)

Dengan dua rak AT730 di bawah sayap, Rafale dapat membawa hingga enam amunisi hanya menggunakan dua titik gantung.

AT730 Triple Ejector Rack untuk membawa AASM HAMMER (image: Akela Freedom)

Penggunaan AT730 memberikan fleksibilitas lebih besar dalam konfigurasi tempur karena titik gantung lainnya masih dapat digunakan untuk membawa rudal udara-ke-udara, tangki bahan bakar eksternal, maupun persenjataan tambahan. 

AT730 Triple Ejector Rack untuk membawa munisi presisi (image: Akela Freedom)

Selain AASM/HAMMER, AT730 juga dapat dikonfigurasi untuk beberapa jenis bom berpemandu lainnya. Kehadiran sistem ini akan meningkatkan kapasitas serangan presisi Rafale sekaligus memperkuat kemampuan multirole armada tempur TNI AU.

(Garis Depan)

121 komentar:

  1. Baruu lagii pawer haha!πŸ¦ΎπŸ‘πŸ˜Ž

    BalasHapus
  2. ini rack buat angkut ratusan HAMMER kemaren haha!πŸ˜‰πŸš€✌️

    mayan buat ratain seberang lautan🍌

    BalasHapus
  3. Cek cekk...tim ruskiyem partyπŸ₯³
    ✅️mi8
    ✅️ka32
    ✅️mi17
    ✅️mi35
    ✅️mrca surabaya no.35 sudah landing uhuyy haha!πŸ˜ŽπŸ˜‰✌️

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hanya sebuah Hind yang lagi terbang.......

      Tapi kok ada yang keliatan beda ya? πŸ€”

      https://x.com/MilitaryObs_ID/status/2095416507153224091

      https://x.com/MuhammadHilmi89/status/2095484258982748527

      Hapus
  4. Indonesia shopping Dassault Rafale F4 Full Combat Ready itu nyata.


    malaysdesh shopping BROSUR Dassault Rafale itu nyata.


    Ngerti bedanya kan ?

    BalasHapus
  5. Silahkan keledai Malaya ngamuk πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

    BalasHapus
  6. di Laut
    di Darat
    di Udara
    Semua ☆ACE KOMBAT kita borong, NON STOP SHOPPING, apa luh ada kita bungkusz haha!πŸ€‘πŸ’°πŸ₯³

    beda ama seblah puwasa lama,
    yg shopping 2011 pun MANGKRAK 15 taon last last NSM BATAL haha!❌️🍌😭
    muka mo taro dimaenonggg

    BalasHapus
  7. Rafalemalaysia.com 🀣🀣🀣🀣🀣🀣

    BalasHapus
  8. SEPTEMBER CERIA
    ✅️Menhan Jepang bawa ASAGIRI DESYROYER🦾
    ✅️ITALI bawa FREE GARIBALDI hore haha!πŸ‘πŸ¦ΎπŸ₯³

    sedangkan kl, KOSONK LAGIIIÌ🍌
    impian batal semua, poto poster pun diklaim haha!❌️πŸ˜‹πŸ€₯

    BalasHapus
  9. Surpraissss...juliet no.10ce siyap2 masyuuk dr arah utara haha!πŸ€«πŸ˜‰πŸ€­

    siyap2 pengsan 25/7 tuch para warganyet kl haha!πŸ₯΄πŸ˜­πŸ‘»

    BalasHapus
  10. Ini pasti Rafale malaydesh. 😁😁😁😁

    BalasHapus
  11. ✅️CVN 72 tiba di thailen, nampak kusam penuh karat tapi tetap Sangar..kyk dipilem2 haha!πŸ€­πŸ˜„πŸ¦Ύ
    semoga burung kru amrik gak ktemu burung hap hap kw haha!πŸ˜‚πŸŒπŸ€£
    https://www.facebook.com/reel/1495222232369999/?referral_source=external_deeplink&original_uri=https://www.facebook.com/share/r/1EVP37fCsi/

    ✅️Garibaldi/Gajah Mada...cat nampak mulus sperti baruw..haha!πŸ˜‰✌️😎
    https://youtube.com/shorts/DxDVDbWqEvo

    BalasHapus
    Balasan
    1. KRI Gajah Mada bakal pake penan nomer 100...siplah haha!πŸ¦ΎπŸ‘ŒπŸ€“

      Hapus
  12. F18 MALONYET BEKAS NGEMIS
    F15 INDONESIA RILIS
    -
    UDARA MALONYET
    • FA-50M: Belum terintegrasi rudal AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
    Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
    • F/A-18D: Senjata terbatas akibat kunci source code oleh AS (Military Watch Magazine).
    • Hawk: Krisis operasional karena kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
    • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik (New Straits Times).
    • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat keterlambatan pengiriman (The Star Malaysia).
    -
    DARAT MALONYET
    • Tank Pendekar: Mogok akibat penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
    • AV8 Gempita: Dikritik karena bodi tipis tanpa perisai tambahan (Detik Oto/Deftech).
    -
    LAUT MALONYET
    • LCS: Norwegia melarang ekspor rudal utama • NSM (USNI News/Channel NewsAsia).
    • LMS Batch 1 dan 2 : Beroperasi tanpa persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
    -
    EKONOMI & KEBIJAKAN MALONYET
    • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
    • Embargo Rudal: Terkena larangan rudal NSM dan pembatasan AMRAAM (USNI News/Defence Security Asia).
    --------------------------------
    2026 MALONYET = CUT DEFENSE BUDGET
    2026 MALONYET = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
    2026 MALONYET = F18 BATAL
    2026 MALONYET = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    2026 MALONYET = PHK MASSAL
    2026 MALONYET = FREEZE PROCUREMENT
    2025 MALONYET = UH60A BATAL
    2025 MALONYET = SIPRI KOSONG
    2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
    2023 MALONYET = CANCELLED PROCUREMENT
    --------------------------------
    1. STATUS INVENTARIS SIPRI 2025
    Indonesia (Aktif/Masif):
    Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Mesin TP400-D6, Air Refuel System.
    Darat: Rudal Bora, Rudal Khan, Drone Anka-S.
    Laut: PPA-L-Plus, Ship Engine, LM-2500.
    MALONYET (Kosong/Stagnan):
    Status: "Salam Kosong" (2020–2025). Tidak ada kontrak efektif, hanya rencana (planned) atau pesanan yang belum dieksekusi.
    --------------------------------
    2. PERINGKAT GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN
    Indonesia: Peringkat 13 Dunia (Hegemon ASEAN).
    Vietnam: Peringkat 23.
    Thailand: Peringkat 24.
    Singapura: Peringkat 29.
    Myanmar: Peringkat 35.
    Filipina: Peringkat 41.
    MALONYET: Peringkat 42 (Turun ke posisi 7 di ASEAN).
    --------------------------------
    3. ANALISA KONTRAS FISKAL & EKONOMI
    INDONESIA (SEHAT):
    GDP: USD 1,44 Triliun.
    Debt-to-GDP: 40% (Di bawah batas aman 60%).
    Kemampuan: Belanja tunai dan kredit ekspor resmi untuk modernisasi.
    MALONYET (Kritis):
    GDP: USD 416,90 Miliar.
    Debt-to-GDP: 69% (Melampaui limit 65%).
    Beban: Hutang negara RM 1,65 Triliun; 84% warga tidak memiliki tabungan bulanan.
    --------------------------------
    4. PERBANDINGAN KEKUATAN UDARA & LAUT
    INDONESIA (TRANSFORMASI GEN 4.5/5):
    Akuisisi 42 Rafale, 24 F-15IDN, dan pengembangan KF-21 Boramae.
    MALONYET (Kelistrikan & "Prank"):
    Aset Grounded: MiG-29N, MB339CM, Heli Nuri.
    Skandal: Kehilangan 48 unit Skyhawk dan 2 mesin jet.
    Proyek Mangkrak: Kapal LCS (karatan) dan OPV.
    --------------------------------
    5. FENOMENA "NEGARA TUKANG SEWA" (LEASING)
    AKIBAT KETERBATASAN ANGGARAN, MALONYET BERALIH DARI KEPEMILIKAN MENJADI PENYEWA ASET:
    Udara: Sewa helikopter Black Hawk, AW139, AW149, dan simulator.
    Darat: Sewa truk 3 ton, motor polisi (BMW R1250RT), dan kendaraan 4x4.
    Laut: Sewa kapal hidro-oseanografi dan berbagai jenis boat (FIB, RHFB).
    --------------------------------
    6. TIMELINE KEGAGALAN PENGADAAN (2005–2026)
    BATAL/MANGKRAK:
    Rafale (2014), Artileri Caesar (2016), JF-17 (2017), Tejas (2022).
    Blokade/Isu Teknis: Komponen FA-50 (USA), F/A-18 Hornet Kuwait (2026 - Batal biaya logistik).
    Kebijakan Terbaru: PM Anwar Ibrahim melakukan Pembekuan Total (Freeze) pengadaan militer 2026 karena investigasi korupsi.

    BalasHapus
  13. F18 MALONYET NGEMIS
    F15 INDONESIA RILIS
    -
    F-15 Eagle Contract
    • Scope: Production, integration, modernization, maintenance, and upgrades for the US Air Force, Air National Guard, and Department of War.
    • FMS Exports: Japan, Israel, Saudi Arabia, South Korea, Singapore, INDONESIA, and Poland.
    https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/F15IDN
    --------------------------------------------
    SURAT NGEMIS F18
    SURAT NGEMIS F18
    SURAT NGEMIS F18
    the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs

    --------------------------------------------
    Matra Udara
    • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM.
    • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang.
    • F/A-18D: Senjata terbatas karena source code dikunci AS.
    • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang pesawat tua.
    • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik.
    • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat vendor terlambat mengirim unit.
    Matra Darat & Laut
    • LCS: Larangan ekspor rudal utama NSM oleh Norwegia.
    • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa persenjataan torpedo.
    • Tank Pendekar: Mogok di jalan karena penuaan dan langkanya suku cadang.
    • AV8 Gempita: Dikritik karena pelat bodi tipis tanpa perisai modular.
    Beban Keuangan & Embargo
    • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS.
    • Embargo Rudal: Larangan integrasi rudal NSM (Norwegia) dan pembatasan AMRAAM (AS).
    --------------------------------------------
    MALAYSEWA DEBT DATA 2026
    REVENUE: RM334.1 BILLION
    EXPENDITURE: RM470 BILLION
    SUBSIDY BURDEN: 23.9%
    BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
    --------------------------------------------
    Perangkap Utang & Liabilitas (Eskalasi RM 1,79 Triliun)
    Pertumbuhan beban finansial yang melumpuhkan negara:
    2010: RM 407,1 Miliar.
    2018: RM 1,19 Triliun (Ledakan pasca-transparansi 1MDB).
    2026: Proyeksi RM 1,79 Triliun (Titik kritis manajemen utang).
    Rasio Utang: Diproyeksikan menyentuh 69,54% dari PDB pada 2029 (Data Statista), melampaui batas aman.
    -
    Penurunan Daya Gentar & Reputasi
    Global Firepower (GFP) 2026: MALAYSEWA (Peringkat 42) resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41) di ASEAN.
    Status "Military-for-Rent": Karena tidak mampu membeli (Buying), beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item (Heli, simulator, hingga motor polisi).
    Administrasi: Sanksi naturalisasi ilegal dan kekalahan WO 0-3 di bidang olahraga menjadi simbol runtuhnya tata kelola birokrasi nasional.
    -
    Kesimpulan Strategis
    Indonesia: Berstatus "The Giant" dengan modernisasi agresif (Rafale, A400M, PPA) dan rasio utang pemerintah yang sehat (40% GDP).
    MALAYSEWA: Berstatus "The Stagnant" yang terjebak dalam delusi klaim "Shopping Cash" sementara kenyataannya hanya mampu membayar bunga utang lama.

    BalasHapus
  14. INDONESIA=
    MRCA✔️
    AMRAAM✔️
    METEOR✔️
    HAMMER✔️
    FREGAT✔️
    SIPRI SHOPPING✔️
    ===============
    ===============
    MALONYET =
    NSM BANNED❌
    AMRAAM BLOKIR❌
    F18 BATAL❌
    UH60A BATAL❌
    REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
    SIPRI KOSONG❌
    -------------------------------
    5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
    5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
    6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS NSM
    ----------------------------------
    UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
    2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
    2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
    2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
    2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
    2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
    2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
    2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
    2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
    2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
    2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
    2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
    --------------------------------------------
    OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
    1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
    1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
    2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
    2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
    2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
    2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
    2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
    2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
    2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
    2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
    2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

    BalasHapus
  15. KASTA NOT PAID FFBNP = TIDAK BAYAR HUTANG
    BAYAR BUNGA/FAEDAH
    BAYAR BUNGA/FAEDAH
    BAYAR BUNGA/FAEDAH
    -
    Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
    ------------------------------
    GOVERNMENT REVENUE =
    Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
    -
    TOTAL EXPENDITURE =
    Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
    -
    BUDGET ALLOCATION =
    RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
    -
    MAIN REASONS FOR BORROWING =
    REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
    Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
    -
    CHRONIC BUDGET DEFICIT:
    The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
    -
    CHRONIC BUDGET DEFICIT:
    The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
    --------------------------------------------
    MALAYSEWA DEBT DATA 2026
    Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
    Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
    MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
    -
    DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
    Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
    Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
    ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
    ------------------------------
    Realisasi Impor Senjata (SIPRI 2021–2025)
    Data menunjukkan siapa yang benar-benar belanja alutsista di kawasan:
    Peringkat 1 ASEAN: Indonesia (1,5%) — Urutan 18 Dunia. Fokus: Rafale, ScorpΓ¨ne, PPA.
    Peringkat 2 ASEAN: Filipina (1,2%).
    Peringkat 3 ASEAN: Singapura (1,1%).
    Peringkat 4 ASEAN: Thailand (0,5%).
    Peringkat 5 ASEAN: MALAYSEWA (0,3%) — Hanya FA-50 (skala terbatas).
    -
    Status Lembar Pengadaan SIPRI (2024–2025)
    Indonesia (1 Lembar Penuh): Kontrak aktif untuk Rafale F-4, Mesin TP400-D6, PPA-L-Plus, A400M Atlas, Rudal BORA/KHAN, Drone Anka-S, dan Air Refuel System.
    MALAYSEWA (KOSONG): Tidak ada realisasi kontrak baru yang tercatat (Status: Salam Lembar Kosong).
    -
    Peringkat Kekuatan Militer (GFP 2026)
    Indonesia — Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582) | Hegemon ASEAN.
    Vietnam — Peringkat 23 Dunia.
    Thailand — Peringkat 24 Dunia.
    Singapura — Peringkat 29 Dunia.
    Myanmar — Peringkat 35 Dunia.
    Filipina — Peringkat 41 Dunia.
    MALAYSEWA — Peringkat 42 Dunia (Kalah dari Filipina).
    -
    Kronologi "Prank" Pertahanan MALAYSEWA (2005–2026)
    Rentetan wacana yang gagal menjadi kontrak nyata (Zonk):
    2005: Rudal KS-1A China (Zonk).
    2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak anggaran).
    2018: Kapal MRSS PT PAL Indonesia (Zonk).
    2022: Jet HAL Tejas India (Batal/Pindah ke FA-50).
    2023: IAG Guardian (Gagal spek PBB/UNIFIL).
    2024–2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak/Unit tidak tiba).
    2026: F/A-18 Hornet Kuwait (Resmi Batal akibat biaya logistik & evaluasi buruk).
    2026: Pembekuan Total oleh PM Anwar Ibrahim akibat skandal korupsi & kartel Kemenhan.

    BalasHapus
  16. ada beruk malaydesh mencak mencak robek brosur rafale.
    beruk malaydesh mengamok

    BalasHapus
  17. Ya ampun berita apa ni guys.... πŸ‘ŽπŸ‘ŽπŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ€£

    Sangka berita RAFAKENYA SUDAH DI PASANG FSO & IRST... RAFAKE BASIC IS REAL guys🀣🀣🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. F18 MALONYET BEKAS NGEMIS
      F15 INDONESIA RILIS
      -
      UDARA MALONYET
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Senjata terbatas akibat kunci source code oleh AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional karena kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat keterlambatan pengiriman (The Star Malaysia).
      -
      DARAT MALONYET
      • Tank Pendekar: Mogok akibat penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Dikritik karena bodi tipis tanpa perisai tambahan (Detik Oto/Deftech).
      -
      LAUT MALONYET
      • LCS: Norwegia melarang ekspor rudal utama • NSM (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1 dan 2 : Beroperasi tanpa persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      -
      EKONOMI & KEBIJAKAN MALONYET
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal: Terkena larangan rudal NSM dan pembatasan AMRAAM (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------
      2026 MALONYET = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALONYET = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONYET = F18 BATAL
      2026 MALONYET = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONYET = PHK MASSAL
      2026 MALONYET = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET = UH60A BATAL
      2025 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2023 MALONYET = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      Bukti "Hutang Bayar Hutang" (Debt-Servicing Cycle)
      Data resmi menunjukkan MALONYET terjebak dalam siklus gali lubang tutup lubang kronis:
      2018 (Fase Verifikasi): Utang menembus RM1 Triliun; pemerintah meluncurkan Tabung Harapan (donasi rakyat) untuk mencicil utang negara.
      2019–2020: Ketergantungan meningkat; 59% hingga 60% pinjaman baru hanya untuk melunasi utang lama.
      2023 (Rekor Terburuk): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM145,8 Miliar) digunakan hanya untuk membayar utang jatuh tempo.
      2025–2026: Proyeksi tetap kritis di angka 58%. Ruang fiskal untuk pembangunan dan alutsista praktis terkunci oleh cicilan utang.
      -
      Bukti "Vakum SIPRI" (2020–2025)
      Kontras dengan klaim belanja "Cash", data SIPRI menunjukkan kekosongan aktivitas:
      2020–2021: Berstatus Planned (Hanya rencana/dijangka).
      2022–2023: Berstatus Not Yet Ordered (Terpilih tapi tidak ada kontrak/pesanan).
      2024–2025: Status resmi KOSONG (Nihil transfer senjata berat selama 2 tahun berturut-turut).
      Posisi Regional: MALONYET kini sejajar dengan Laos dan Kamboja dalam hal nihilnya modernisasi alutsista berat.
      -
      Timeline "Prank" Alutsista (Janji vs Realitas)
      Daftar kegagalan kontrak strategis yang mencoreng kredibilitas pertahanan:
      Prank F/A-18 Hornet: Upaya akuisisi dari Kuwait Batal 4 Kali hingga resmi dihentikan pada 2026 karena masalah logistik dan dana.
      Prank Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat krisis anggaran (kini diborong Indonesia).
      Prank Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL (Indonesia) pada 2018 yang tidak pernah terwujud.
      Prank Helikopter Blackhawk: Proses sewa (leasing) yang mangkrak dan berbelit hingga 2025.
      -
      Perangkap Utang & Liabilitas (Eskalasi RM 1,79 Triliun)
      Pertumbuhan beban finansial yang melumpuhkan negara:
      2010: RM 407,1 Miliar.
      2018: RM 1,19 Triliun (Ledakan pasca-transparansi 1MDB).
      2026: Proyeksi RM 1,79 Triliun (Titik kritis manajemen utang).
      Rasio Utang: Diproyeksikan menyentuh 69,54% dari PDB pada 2029 (Data Statista), melampaui batas aman.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi
      Global Firepower (GFP) 2026: MALONYET (Peringkat 42) resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41) di ASEAN.
      Status "Military-for-Rent": Karena tidak mampu membeli (Buying), beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item (Heli, simulator, hingga motor polisi).
      Administrasi: Sanksi naturalisasi ilegal dan kekalahan WO 0-3 di bidang olahraga menjadi simbol runtuhnya tata kelola birokrasi nasional.

      Hapus
    2. F18 MALONYET BEKAS NGEMIS
      F15 INDONESIA RILIS
      -
      UDARA MALONYET
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Senjata terbatas akibat kunci source code oleh AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional karena kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat keterlambatan pengiriman (The Star Malaysia).
      -
      DARAT MALONYET
      • Tank Pendekar: Mogok akibat penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Dikritik karena bodi tipis tanpa perisai tambahan (Detik Oto/Deftech).
      -
      LAUT MALONYET
      • LCS: Norwegia melarang ekspor rudal utama • NSM (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1 dan 2 : Beroperasi tanpa persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      -
      EKONOMI & KEBIJAKAN MALONYET
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal: Terkena larangan rudal NSM dan pembatasan AMRAAM (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------
      2026 MALONYET = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALONYET = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONYET = F18 BATAL
      2026 MALONYET = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONYET = PHK MASSAL
      2026 MALONYET = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET = UH60A BATAL
      2025 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2023 MALONYET = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      Bukti "Hutang Bayar Hutang" (Debt-Servicing Cycle)
      Data resmi menunjukkan MALONYET terjebak dalam siklus gali lubang tutup lubang kronis:
      2018 (Fase Verifikasi): Utang menembus RM1 Triliun; pemerintah meluncurkan Tabung Harapan (donasi rakyat) untuk mencicil utang negara.
      2019–2020: Ketergantungan meningkat; 59% hingga 60% pinjaman baru hanya untuk melunasi utang lama.
      2023 (Rekor Terburuk): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM145,8 Miliar) digunakan hanya untuk membayar utang jatuh tempo.
      2025–2026: Proyeksi tetap kritis di angka 58%. Ruang fiskal untuk pembangunan dan alutsista praktis terkunci oleh cicilan utang.
      -
      Bukti "Vakum SIPRI" (2020–2025)
      Kontras dengan klaim belanja "Cash", data SIPRI menunjukkan kekosongan aktivitas:
      2020–2021: Berstatus Planned (Hanya rencana/dijangka).
      2022–2023: Berstatus Not Yet Ordered (Terpilih tapi tidak ada kontrak/pesanan).
      2024–2025: Status resmi KOSONG (Nihil transfer senjata berat selama 2 tahun berturut-turut).
      Posisi Regional: MALONYET kini sejajar dengan Laos dan Kamboja dalam hal nihilnya modernisasi alutsista berat.
      -
      Timeline "Prank" Alutsista (Janji vs Realitas)
      Daftar kegagalan kontrak strategis yang mencoreng kredibilitas pertahanan:
      Prank F/A-18 Hornet: Upaya akuisisi dari Kuwait Batal 4 Kali hingga resmi dihentikan pada 2026 karena masalah logistik dan dana.
      Prank Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat krisis anggaran (kini diborong Indonesia).
      Prank Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL (Indonesia) pada 2018 yang tidak pernah terwujud.
      Prank Helikopter Blackhawk: Proses sewa (leasing) yang mangkrak dan berbelit hingga 2025.
      -
      Perangkap Utang & Liabilitas (Eskalasi RM 1,79 Triliun)
      Pertumbuhan beban finansial yang melumpuhkan negara:
      2010: RM 407,1 Miliar.
      2018: RM 1,19 Triliun (Ledakan pasca-transparansi 1MDB).
      2026: Proyeksi RM 1,79 Triliun (Titik kritis manajemen utang).
      Rasio Utang: Diproyeksikan menyentuh 69,54% dari PDB pada 2029 (Data Statista), melampaui batas aman.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi
      Global Firepower (GFP) 2026: MALONYET (Peringkat 42) resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41) di ASEAN.
      Status "Military-for-Rent": Karena tidak mampu membeli (Buying), beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item (Heli, simulator, hingga motor polisi).
      Administrasi: Sanksi naturalisasi ilegal dan kekalahan WO 0-3 di bidang olahraga menjadi simbol runtuhnya tata kelola birokrasi nasional.

      Hapus
    3. F18 MALONYET BEKAS NGEMIS
      F15 INDONESIA RILIS
      -
      UDARA MALONYET
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Senjata terbatas akibat kunci source code oleh AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional karena kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat keterlambatan pengiriman (The Star Malaysia).
      -
      DARAT MALONYET
      • Tank Pendekar: Mogok akibat penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Dikritik karena bodi tipis tanpa perisai tambahan (Detik Oto/Deftech).
      -
      LAUT MALONYET
      • LCS: Norwegia melarang ekspor rudal utama • NSM (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1 dan 2 : Beroperasi tanpa persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      -
      EKONOMI & KEBIJAKAN MALONYET
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal: Terkena larangan rudal NSM dan pembatasan AMRAAM (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------
      2026 MALONYET = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALONYET = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONYET = F18 BATAL
      2026 MALONYET = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONYET = PHK MASSAL
      2026 MALONYET = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET = UH60A BATAL
      2025 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2023 MALONYET = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      Status SIPRI: Vakum vs. Agresif
      MALONYET (Lembar Kosong): Mencatat status KOSONG selama dua tahun berturut-turut (2024–2025). Tidak ada transfer senjata berat yang terealisasi.
      Indonesia (Lembar Penuh): Realisasi masif mencakup Rafale F-4, A400M Atlas, Rudal Khan/Bora, hingga mesin kapal PPA-L-Plus.
      -
      Kegagalan Pengadaan & Skandal Finansial
      Skandal LCS: Proyek RM 9 Miliar yang belum mengirimkan satu pun kapal meski RM 6 Miliar telah dibayarkan. Terdeteksi penyimpangan dana RM 400 Juta untuk bayar utang perusahaan.
      Sistem "Middlemen": Ketergantungan pada agen/makelar politik menyebabkan harga alutsista melambung tidak wajar dan spesifikasi yang tidak sesuai kebutuhan militer.
      Drama SPH 155mm: Proyek tertunda sejak 2010 dan akhirnya dibatalkan Kemenkeu karena krisis anggaran.
      -
      Kesenjangan Kemampuan (Capability Gap)
      Ketiadaan Pesawat COIN: Menggunakan jet mahal (Su-30MKM) untuk operasi anti-gerilya yang seharusnya menggunakan pesawat ringan. Pengganti (FA-50M) baru akan tiba paling cepat 2026.
      Logistik Terfragmentasi: Standarisasi alutsista yang buruk (campuran Rusia, AS, Polandia, China) menciptakan biaya pemeliharaan tinggi dan kesiapan operasional rendah.
      Absennya Korps Marinir: Kemampuan amfibi yang terpecah antara AD dan AL melemahkan pertahanan kedaulatan di Laut China Selatan.
      -
      Krisis Fiskal & "Negara Penyewa"
      Spiral Utang: Rasio utang pemerintah (69% GDP) dan rumah tangga (84,3%) yang ekstrem memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing).
      Aset Sewaan: Mencakup Helikopter Blackhawk, AW139, pesawat latihan L39, hingga kapal hidrografi dan motor patroli.
      Efek Domino: Pembatalan F-18 Hornet Kuwait (2026) menjadi simbol hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan global.
      -
      Penurunan Daya Gentar (GFP 2026)
      Peringkat Merosot: Turun ke posisi 42 Dunia (Peringkat 7 di ASEAN), kini berada di bawah Filipina (41) dan jauh tertinggal dari Indonesia (13).
      Status Armada: Banyak aset utama berstatus grounded atau tidak layak selam (seperti kasus KD Rahman) akibat kekurangan suku cadang dan teknisi.


      Hapus
    4. F18 MALONYET BEKAS NGEMIS
      F15 INDONESIA RILIS
      -
      UDARA MALONYET
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Senjata terbatas akibat kunci source code oleh AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional karena kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat keterlambatan pengiriman (The Star Malaysia).
      -
      DARAT MALONYET
      • Tank Pendekar: Mogok akibat penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Dikritik karena bodi tipis tanpa perisai tambahan (Detik Oto/Deftech).
      -
      LAUT MALONYET
      • LCS: Norwegia melarang ekspor rudal utama • NSM (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1 dan 2 : Beroperasi tanpa persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      -
      EKONOMI & KEBIJAKAN MALONYET
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal: Terkena larangan rudal NSM dan pembatasan AMRAAM (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------
      2026 MALONYET = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALONYET = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONYET = F18 BATAL
      2026 MALONYET = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONYET = PHK MASSAL
      2026 MALONYET = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET = UH60A BATAL
      2025 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2023 MALONYET = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      Status SIPRI: Vakum Total vs. Dominasi Regional
      MALONYET (Zonk): Mencatatkan status KOSONG pada lembar laporan SIPRI selama dua tahun berturut-turut (2024–2025). Tidak ada kontrak atau transfer senjata berat yang terealisasi.
      Indonesia (Full Shopping): Memiliki lembar belanja penuh dengan aset strategis seperti Rafale F-4, A400M, Rudal Khan/Bora, drone Anka-S, hingga mesin kapal PPA-L-Plus.
      -
      Alutsista Usang & Krisis Pemeliharaan
      Armada Tua: Mengoperasikan aset berusia 30–40 tahun seperti panser Condor (1980-an) dan kapal Lekiu-class (1990-an).
      Masalah Kesiapan: Jet tempur utama (Su-30MKM & F/A-18D) memiliki jumlah armada kecil dan biaya perawatan yang mencekik anggaran.
      Pensiun Tanpa Pengganti: Mundurnya MiG-29 pada 2017 tanpa pengganti langsung meninggalkan celah pertahanan udara yang lebar.
      -
      Skandal Korupsi & Kegagalan Pengadaan
      Tragedi LCS: Proyek RM 9 Miliar yang meledak biayanya (cost overrun) hingga RM 1 Miliar, namun belum mengirimkan satu pun kapal meski dana telah terserap masif.
      Sistem Makelar: Ketergantungan pada agen dan "middlemen" politik menyebabkan harga alutsista menjadi tidak masuk akal dan spesifikasi yang seringkali tidak sesuai kebutuhan militer.
      Drama SPH 155mm: Pengadaan artileri medan yang tertunda sejak 2010 dan akhirnya dibatalkan oleh Kementerian Keuangan karena krisis kas.
      -
      Hambatan Fiskal & Ketergantungan Asing
      Anggaran Defisit: Belanja pertahanan hanya 1,0–1,5% PDB, di mana sebagian besar tersedot untuk gaji dan pensiun, menyisakan sedikit ruang untuk modernisasi.
      Strategi Sewa (Leasing): Karena tidak mampu membeli tunai, militer terpaksa menyewa helikopter (Blackhawk, AW139) dan pesawat latihan (L39) dari pihak swasta.
      Kerentanan Suku Cadang: Ketergantungan penuh pada pemasok luar negeri membuat militer rentan terhadap sanksi politik atau gangguan rantai pasok global.
      -
      Kelemahan Geopolitik & Operasional
      Ancaman Laut China Selatan: Armada laut yang menua dan kecil (hanya 2 kapal selam) membuat MALONYET sulit menghalau intrusi kapal penjaga pantai China di wilayah Luconia Shoals.
      Absennya Integrasi: Kurangnya sistem Komando Gabungan yang kuat dan tidak adanya Korps Marinir yang terdedikasi melemahkan respon terhadap ancaman hibrida.
      Penurunan Peringkat (GFP 2026): Berada di posisi 42 dunia, kini resmi disalip oleh Filipina (41) dan tertinggal jauh di bawah Indonesia (13).


      Hapus
    5. F18 MALONYET BEKAS NGEMIS
      F15 INDONESIA RILIS
      -
      UDARA MALONYET
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Senjata terbatas akibat kunci source code oleh AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional karena kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat keterlambatan pengiriman (The Star Malaysia).
      -
      DARAT MALONYET
      • Tank Pendekar: Mogok akibat penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Dikritik karena bodi tipis tanpa perisai tambahan (Detik Oto/Deftech).
      -
      LAUT MALONYET
      • LCS: Norwegia melarang ekspor rudal utama • NSM (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1 dan 2 : Beroperasi tanpa persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      -
      EKONOMI & KEBIJAKAN MALONYET
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal: Terkena larangan rudal NSM dan pembatasan AMRAAM (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------
      2026 MALONYET = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALONYET = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONYET = F18 BATAL
      2026 MALONYET = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONYET = PHK MASSAL
      2026 MALONYET = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET = UH60A BATAL
      2025 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2023 MALONYET = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      Inventaris Transfer Senjata (SIPRI 2024-2025)
      Indonesia (Aktif):
      Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Sistem Air Refuel, Drone ANKA-S.
      Laut: PPA-L-Plus, Ship Engine (LM-2500).
      Darat/Rudal: Rudal BORA, Rudal KHAN.
      Mesin: TP400-D6.
      MALONYET (Kosong): Tidak ada catatan transfer signifikan dalam periode 2 tahun tersebut.
      -
      Akar Masalah Modernisasi (Structural Causes)
      Anggaran: Dana pertahanan di bawah 1,5% PDB (lebih rendah dari Singapura & Thailand).
      Skandal Pengadaan: Proyek LCS (Littoral Combat Ship) senilai RM9 miliar yang gagal kirim dan helikopter MD530G.
      Ketergantungan Asing: Kurangnya industri pertahanan domestik memicu kerentanan terhadap fluktuasi mata uang dan sanksi.
      Instabilitas Politik: Prioritas pertahanan sering berubah setiap pergantian pemerintah.
      -
      Tantangan Operasional & Internal
      Alutsista Tua: Ketergantungan pada Su-30MKM dan F/A-18D yang mulai menua; pensiunnya MiG-29 tanpa pengganti instan.
      Keamanan Maritim: Kewalahan menghadapi intrusi di Laut China Selatan (LCS) dan Selat Malaka akibat kurangnya kapal patroli.
      SDM: Gaji rendah dan kurangnya minat generasi muda menyebabkan sulitnya retensi tenaga ahli (pilot & insinyur).
      Koordinasi Rendah: Kurangnya integrasi operasi gabungan antara Angkatan Darat, Laut, dan Udara.
      -
      Sorotan Skandal & Opini Publik
      Kritik Kerajaan: Sultan Ibrahim menyebut helikopter Black Hawk tua sebagai "peti mati terbang".
      Korupsi Internal: Operasi Sohor (2025) mengungkap intelijen militer yang membocorkan data ke penyelundup.
      Kasus Kekerasan: Insiden penganiayaan kadet di UPNM yang memicu kemarahan publik di media sosial (#ReformATM).
      Konspirasi: Keterlibatan sindikat yang membayar petugas hingga RM50.000 per perjalanan untuk aktivitas ilegal.
      -
      Kesimpulan Perbandingan
      Indonesia: Fokus pada pengadaan besar-besaran (Big Ticket Items) dari berbagai negara (Perancis, Turki, AS).
      MALONYET: Mengalami stagnasi akibat jeratan utang proyek lama, skandal korupsi, dan krisis kepercayaan publik terhadap manajemen pengadaan.

      Hapus
    6. F18 MALONYET BEKAS NGEMIS
      F15 INDONESIA RILIS
      -
      UDARA MALONYET
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Senjata terbatas akibat kunci source code oleh AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional karena kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat keterlambatan pengiriman (The Star Malaysia).
      -
      DARAT MALONYET
      • Tank Pendekar: Mogok akibat penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Dikritik karena bodi tipis tanpa perisai tambahan (Detik Oto/Deftech).
      -
      LAUT MALONYET
      • LCS: Norwegia melarang ekspor rudal utama • NSM (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1 dan 2 : Beroperasi tanpa persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      -
      EKONOMI & KEBIJAKAN MALONYET
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal: Terkena larangan rudal NSM dan pembatasan AMRAAM (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------
      2026 MALONYET = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALONYET = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONYET = F18 BATAL
      2026 MALONYET = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONYET = PHK MASSAL
      2026 MALONYET = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET = UH60A BATAL
      2025 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2023 MALONYET = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      Status Transfer Senjata (SIPRI 2024-2025)
      INDONESIA (Agresif & Ekspansif):
      Udara: Akuisisi Rafale F-4, pesawat angkut A400M Atlas, sistem Air Refuel, dan drone ANKA-S.
      Laut: Mesin kapal LM-2500, kapal perang PPA-L-Plus, dan Ship Engine lainnya.
      Darat/Rudal: Rudal balistik BORA dan KHAN, serta mesin TP400-D6.
      MALONYET (Stagnan/Kosong):
      Tidak ada catatan transfer alutsista utama baru dalam database SIPRI periode tersebut.
      -
      Skandal & Masalah Struktural MALONYET
      Skandal LCS (Littoral Combat Ship): Dana RM9 miliar cair, namun tidak ada kapal yang dikirim hingga 2025.
      Kegagalan MD530G: Pembayaran uang muka 35% untuk helikopter "hantu" yang pengirimannya terus tertunda.
      Korupsi Internal: Operasi Sohor (2025) mengungkap intelijen militer yang menjual data klasifikasi ke sindikat penyelundup.
      Krisis Anggaran: Pengeluaran pertahanan di bawah 1.5% PDB, jauh di bawah standar regional.
      -
      Kontroversi Strategi "Leasing" (Sewa) Helikopter
      Beban Finansial: Sewa 28 helikopter AW149 (RM16.5 miliar/15 tahun) dianggap lebih mahal dibanding Polandia yang membeli 32 unit seharga USD 1.83 miliar.
      Kedaulatan Aset: Aset tidak dimiliki penuh, membatasi kemampuan upgrade, modifikasi, dan konfigurasi ulang untuk misi darurat.
      Ketergantungan Swasta: Kesiapan tempur bergantung pada kontraktor (Weststar Aviation), berisiko jika terjadi sengketa hukum atau kegagalan servis.
      Nihil Transfer Teknologi: Skema sewa mematikan peluang pertumbuhan industri pertahanan domestik dan penyerapan tenaga ahli lokal.
      -
      Kondisi Alutsista "Outdated" (Usang)
      Laut (RMN): 28 kapal berusia di atas 40 tahun dengan sistem radar analog yang sulit mendeteksi drone atau kapal selam modern.
      Udara (RMAF): Ketergantungan pada avionik lama; biaya perawatan melonjak karena suku cadang sudah diskontinu.
      Darat (Army): Kendaraan lapis baja dan artileri kekurangan sistem kontrol tembakan berbasis GPS dan komunikasi semi-digital.
      -
      Kesimpulan Analisis
      Indonesia bergerak menuju kekuatan regional dengan diversifikasi pemasok (Prancis, Turki, AS).
      MALONYET terjebak dalam "lingkaran setan" pengadaan: skandal masa lalu → anggaran terbatas → memilih opsi sewa yang mahal → ketergantungan teknologi asing yang kronis.


      Hapus
    7. F18 MALONYET BEKAS NGEMIS
      F15 INDONESIA RILIS
      -
      UDARA MALONYET
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Senjata terbatas akibat kunci source code oleh AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional karena kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat keterlambatan pengiriman (The Star Malaysia).
      -
      DARAT MALONYET
      • Tank Pendekar: Mogok akibat penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Dikritik karena bodi tipis tanpa perisai tambahan (Detik Oto/Deftech).
      -
      LAUT MALONYET
      • LCS: Norwegia melarang ekspor rudal utama • NSM (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1 dan 2 : Beroperasi tanpa persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      -
      EKONOMI & KEBIJAKAN MALONYET
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal: Terkena larangan rudal NSM dan pembatasan AMRAAM (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------
      2026 MALONYET = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALONYET = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONYET = F18 BATAL
      2026 MALONYET = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONYET = PHK MASSAL
      2026 MALONYET = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET = UH60A BATAL
      2025 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2023 MALONYET = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      Sektor Pertahanan (SIPRI 2024-2025)
      Indonesia (Ekspansi Alutsista): Memiliki daftar panjang transfer senjata modern (1 Lembar Penuh) termasuk:
      Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, ANKA-S (Drone), Air Refuel System.
      Laut: PPA-L-Plus, Mesin Kapal LM-2500.
      Rudal/Mesin: Rudal BORA & KHAN, Mesin TP400-D6.
      MALONYET (Stagnasi): Catatan transfer senjata KOSONG (Zero). Tidak ada pengadaan alutsista utama baru yang terdaftar.
      -
      Krisis Ketahanan Pangan MALONYET
      Ketergantungan tinggi pada impor akibat rendahnya tingkat kemandirian lokal:
      Krisis Beras: Mengimpor 500.000 ton beras dari Indonesia (via Kalimantan Barat) per Mei 2025 untuk stok Sarawak.
      Krisis Protein:
      Unggas: Menjadi net importer ayam (Juli 2025) dan penghapusan total subsidi telur (Agustus 2025) demi hemat anggaran RM1,2 miliar.
      Genetika: Terpaksa impor Ayam GPS (Grand Parent Stock) dari Amerika Serikat untuk memperbaiki kualitas indukan.
      Daging Merah: Ketergantungan impor mencapai 90% (Sapi/Kambing) dengan tingkat kemandirian di bawah 15%.
      -
      Krisis Hutang & Beban Rakyat MALONYET (2025)
      Beban finansial yang mencapai titik kritis secara nasional maupun personal:
      Hutang Pemerintah: Proyeksi melonjak hingga RM1,71 Triliun (69% dari PDB).
      Hutang Rumah Tangga: Sangat tinggi di angka RM1,73 Triliun (85,8% dari PDB).
      Beban Per Kapita (Rata-rata per orang):
      Tanggungan Hutang Pemerintah: RM36.139 / orang.
      Tanggungan Hutang Rumah Tangga: RM45.859 / orang.
      Total Beban Hutang Gabungan: Mendekati RM82.000 per warga negara.
      -
      Perbandingan Strategis
      Indonesia: Fokus pada penguatan kedaulatan militer dan menjadi eksportir pangan (beras) bagi tetangga.
      MALONYET: Menghadapi "Triple Crisis" (Hutang, Pangan, dan Alutsista). Prioritas anggaran bergeser dari modernisasi militer ke stabilitas perut rakyat dan pembayaran bunga hutang.


      Hapus
    8. F18 MALONYET NGEMIS
      F15 INDONESIA RILIS
      -
      F-15 Eagle Contract
      • Scope: Production, integration, modernization, maintenance, and upgrades for the US Air Force, Air National Guard, and Department of War.
      • FMS Exports: Japan, Israel, Saudi Arabia, South Korea, Singapore, INDONESIA, and Poland.
      https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/F15IDN
      --------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs

      --------------------------------------------
      Matra Udara
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM.
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang.
      • F/A-18D: Senjata terbatas karena source code dikunci AS.
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang pesawat tua.
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik.
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat vendor terlambat mengirim unit.
      Matra Darat & Laut
      • LCS: Larangan ekspor rudal utama NSM oleh Norwegia.
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa persenjataan torpedo.
      • Tank Pendekar: Mogok di jalan karena penuaan dan langkanya suku cadang.
      • AV8 Gempita: Dikritik karena pelat bodi tipis tanpa perisai modular.
      Beban Keuangan & Embargo
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS.
      • Embargo Rudal: Larangan integrasi rudal NSM (Norwegia) dan pembatasan AMRAAM (AS).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------

      Penurunan Daya Gentar & Reputasi (GFP 2026)
      Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
      Degradasi Armada: Banyak aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri) atau mogok saat parade (Tank PT-91M).
      -
      Krisis Administrasi & Tekanan Internasional
      Sanksi Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain naturalisasi ilegal mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik.
      Kehilangan Pengaruh: Posisi di Piala Asia 2027 resmi direbut oleh Vietnam, mempertegas mundurnya pengaruh diplomasi regional.
      Tekanan Ekonomi AS: Ancaman sanksi tarif Section 301 (10-25%) dan IEEPA oleh USTR menghantam sektor manufaktur utama (E&E).
      -
      Perbandingan Kontras: Indonesia (The Giant)
      Status SIPRI: Memiliki "Lembar Belanja Penuh" (Rafale F4, A400M, Rudal Khan, Kapal PPA).
      Kesehatan Fiskal: Rasio utang pemerintah jauh lebih sehat (40% GDP) dengan ekonomi 4,24x lebih besar secara PDB PPP dibandingkan MALAYSEWA.

      Hapus
    9. F18 MALONYET NGEMIS
      F15 INDONESIA RILIS
      -
      F-15 Eagle Contract
      • Scope: Production, integration, modernization, maintenance, and upgrades for the US Air Force, Air National Guard, and Department of War.
      • FMS Exports: Japan, Israel, Saudi Arabia, South Korea, Singapore, INDONESIA, and Poland.
      https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/F15IDN
      --------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs

      --------------------------------------------
      Matra Udara
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM.
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang.
      • F/A-18D: Senjata terbatas karena source code dikunci AS.
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang pesawat tua.
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik.
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat vendor terlambat mengirim unit.
      Matra Darat & Laut
      • LCS: Larangan ekspor rudal utama NSM oleh Norwegia.
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa persenjataan torpedo.
      • Tank Pendekar: Mogok di jalan karena penuaan dan langkanya suku cadang.
      • AV8 Gempita: Dikritik karena pelat bodi tipis tanpa perisai modular.
      Beban Keuangan & Embargo
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS.
      • Embargo Rudal: Larangan integrasi rudal NSM (Norwegia) dan pembatasan AMRAAM (AS).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      Bukti "Hutang Bayar Hutang" (Debt-Servicing Cycle)
      Data resmi menunjukkan MALAYSEWA terjebak dalam siklus gali lubang tutup lubang kronis:
      2018 (Fase Verifikasi): Utang menembus RM1 Triliun; pemerintah meluncurkan Tabung Harapan (donasi rakyat) untuk mencicil utang negara.
      2019–2020: Ketergantungan meningkat; 59% hingga 60% pinjaman baru hanya untuk melunasi utang lama.
      2023 (Rekor Terburuk): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM145,8 Miliar) digunakan hanya untuk membayar utang jatuh tempo.
      2025–2026: Proyeksi tetap kritis di angka 58%. Ruang fiskal untuk pembangunan dan alutsista praktis terkunci oleh cicilan utang.
      -
      Bukti "Vakum SIPRI" (2020–2025)
      Kontras dengan klaim belanja "Cash", data SIPRI menunjukkan kekosongan aktivitas:
      2020–2021: Berstatus Planned (Hanya rencana/dijangka).
      2022–2023: Berstatus Not Yet Ordered (Terpilih tapi tidak ada kontrak/pesanan).
      2024–2025: Status resmi KOSONG (Nihil transfer senjata berat selama 2 tahun berturut-turut).
      Posisi Regional: MALAYSEWA kini sejajar dengan Laos dan Kamboja dalam hal nihilnya modernisasi alutsista berat.
      -
      Timeline "Prank" Alutsista (Janji vs Realitas)
      Daftar kegagalan kontrak strategis yang mencoreng kredibilitas pertahanan:
      Prank F/A-18 Hornet: Upaya akuisisi dari Kuwait Batal 4 Kali hingga resmi dihentikan pada 2026 karena masalah logistik dan dana.
      Prank Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat krisis anggaran (kini diborong Indonesia).
      Prank Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL (Indonesia) pada 2018 yang tidak pernah terwujud.
      Prank Helikopter Blackhawk: Proses sewa (leasing) yang mangkrak dan berbelit hingga 2025.

      Hapus
    10. F18 MALONYET NGEMIS
      F15 INDONESIA RILIS
      -
      F-15 Eagle Contract
      • Scope: Production, integration, modernization, maintenance, and upgrades for the US Air Force, Air National Guard, and Department of War.
      • FMS Exports: Japan, Israel, Saudi Arabia, South Korea, Singapore, INDONESIA, and Poland.
      https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/F15IDN
      --------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs

      --------------------------------------------
      Matra Udara
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM.
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang.
      • F/A-18D: Senjata terbatas karena source code dikunci AS.
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang pesawat tua.
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik.
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat vendor terlambat mengirim unit.
      Matra Darat & Laut
      • LCS: Larangan ekspor rudal utama NSM oleh Norwegia.
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa persenjataan torpedo.
      • Tank Pendekar: Mogok di jalan karena penuaan dan langkanya suku cadang.
      • AV8 Gempita: Dikritik karena pelat bodi tipis tanpa perisai modular.
      Beban Keuangan & Embargo
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS.
      • Embargo Rudal: Larangan integrasi rudal NSM (Norwegia) dan pembatasan AMRAAM (AS).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      Perangkap Utang & Liabilitas (Eskalasi RM 1,79 Triliun)
      Pertumbuhan beban finansial yang melumpuhkan negara:
      2010: RM 407,1 Miliar.
      2018: RM 1,19 Triliun (Ledakan pasca-transparansi 1MDB).
      2026: Proyeksi RM 1,79 Triliun (Titik kritis manajemen utang).
      Rasio Utang: Diproyeksikan menyentuh 69,54% dari PDB pada 2029 (Data Statista), melampaui batas aman.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi
      Global Firepower (GFP) 2026: MALAYSEWA (Peringkat 42) resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41) di ASEAN.
      Status "Military-for-Rent": Karena tidak mampu membeli (Buying), beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item (Heli, simulator, hingga motor polisi).
      Administrasi: Sanksi naturalisasi ilegal dan kekalahan WO 0-3 di bidang olahraga menjadi simbol runtuhnya tata kelola birokrasi nasional.
      -
      Kesimpulan Strategis
      Indonesia: Berstatus "The Giant" dengan modernisasi agresif (Rafale, A400M, PPA) dan rasio utang pemerintah yang sehat (40% GDP).
      MALAYSEWA: Berstatus "The Stagnant" yang terjebak dalam delusi klaim "Shopping Cash" sementara kenyataannya hanya mampu membayar bunga utang lama.

      Hapus
    11. F18 MALONYET NGEMIS
      F15 INDONESIA RILIS
      -
      F-15 Eagle Contract
      • Scope: Production, integration, modernization, maintenance, and upgrades for the US Air Force, Air National Guard, and Department of War.
      • FMS Exports: Japan, Israel, Saudi Arabia, South Korea, Singapore, INDONESIA, and Poland.
      https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/F15IDN
      --------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs

      --------------------------------------------
      Matra Udara
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM.
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang.
      • F/A-18D: Senjata terbatas karena source code dikunci AS.
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang pesawat tua.
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik.
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat vendor terlambat mengirim unit.
      Matra Darat & Laut
      • LCS: Larangan ekspor rudal utama NSM oleh Norwegia.
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa persenjataan torpedo.
      • Tank Pendekar: Mogok di jalan karena penuaan dan langkanya suku cadang.
      • AV8 Gempita: Dikritik karena pelat bodi tipis tanpa perisai modular.
      Beban Keuangan & Embargo
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS.
      • Embargo Rudal: Larangan integrasi rudal NSM (Norwegia) dan pembatasan AMRAAM (AS).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------Analisa Kekuatan Udara: Buying vs. Prank
      Indonesia melakukan modernisasi masif dengan kontrak resmi (Firm Order), sementara MALAYSEWA terjebak dalam pembatalan dan wacana:
      Indonesia (Realisasi & Kontrak G2G):
      42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
      48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
      48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
      24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
      MALAYSEWA (Pembatalan & Kegagalan):
      F-18 Kuwait: Resmi BATAL (2026) setelah 4 kali upaya negosiasi (New Straits Times).
      Status "Prank": Wacana JF-17, Rafale, Typhoon, dan Tejas berakhir tanpa kontrak.
      MiG-29N: Pensiun tanpa pengganti (Tiada Ganti).
      FA-50: Mengalami hambatan blokir/lisensi dari AS.
      -
      Analisa Geografis & Jangkauan Tempur
      Jarak Pekanbaru ke KL (291 KM) dan Pontianak ke Sarawak (498 KM) sangat pendek dibandingkan radius tempur jet tempur baru Indonesia:
      Rafale: ±1.852 KM (Sanggup menjangkau seluruh wilayah semenanjung dan Kalimantan).
      KAAN & KF-21: ±1.100–1.400 KM (Dominasi ruang udara regional).


      Hapus
    12. F18 MALONYET NGEMIS
      F15 INDONESIA RILIS
      -
      F-15 Eagle Contract
      • Scope: Production, integration, modernization, maintenance, and upgrades for the US Air Force, Air National Guard, and Department of War.
      • FMS Exports: Japan, Israel, Saudi Arabia, South Korea, Singapore, INDONESIA, and Poland.
      https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/F15IDN
      --------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs

      --------------------------------------------
      Matra Udara
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM.
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang.
      • F/A-18D: Senjata terbatas karena source code dikunci AS.
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang pesawat tua.
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik.
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat vendor terlambat mengirim unit.
      Matra Darat & Laut
      • LCS: Larangan ekspor rudal utama NSM oleh Norwegia.
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa persenjataan torpedo.
      • Tank Pendekar: Mogok di jalan karena penuaan dan langkanya suku cadang.
      • AV8 Gempita: Dikritik karena pelat bodi tipis tanpa perisai modular.
      Beban Keuangan & Embargo
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS.
      • Embargo Rudal: Larangan integrasi rudal NSM (Norwegia) dan pembatasan AMRAAM (AS).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      Analisa Fiskal: Disiplin vs. Spiral Utang
      Perbedaan fundamental dalam cara membiayai pertahanan:
      Indonesia (Procurement/Buying): Rasio utang pemerintah sehat (40% GDP). Membeli aset untuk menjadi pemilik penuh.
      MALAYSEWA (Leasing/Sewa): Rasio utang kritis (69% GDP) dengan utang rumah tangga ekstrem (84,3%). Karena krisis kas, MALAYSEWA berubah menjadi "Negara Penyewa":
      Aset Sewaan: Helikopter Black Hawk (Aerotree), AW139, EC120B, Pesawat L39, Kapal Hidrografi, hingga Motor BMW R1250RT.
      Status SIPRI: Indonesia mencatat "Lembar Belanja Penuh", MALAYSEWA KOSONG/ZONK selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025).
      -
      Beban Rakyat & Masa Depan
      Beban Per Kapita: Setiap warga MALAYSEWA menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998.
      Gali Lubang Tutup Lubang: Tren utang baru hanya untuk membayar bunga utang lama sejak 2010, menyebabkan kemandekan pembangunan militer (LCS mangkrak, MRCA vakum).


      Hapus
    13. F18 MALONYET NGEMIS
      F15 INDONESIA RILIS
      -
      F-15 Eagle Contract
      • Scope: Production, integration, modernization, maintenance, and upgrades for the US Air Force, Air National Guard, and Department of War.
      • FMS Exports: Japan, Israel, Saudi Arabia, South Korea, Singapore, INDONESIA, and Poland.
      https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/F15IDN
      --------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs

      --------------------------------------------
      Matra Udara
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM.
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang.
      • F/A-18D: Senjata terbatas karena source code dikunci AS.
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang pesawat tua.
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik.
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat vendor terlambat mengirim unit.
      Matra Darat & Laut
      • LCS: Larangan ekspor rudal utama NSM oleh Norwegia.
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa persenjataan torpedo.
      • Tank Pendekar: Mogok di jalan karena penuaan dan langkanya suku cadang.
      • AV8 Gempita: Dikritik karena pelat bodi tipis tanpa perisai modular.
      Beban Keuangan & Embargo
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS.
      • Embargo Rudal: Larangan integrasi rudal NSM (Norwegia) dan pembatasan AMRAAM (AS).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      Analisa Fiskal: Disiplin vs. Spiral Utang
      Perbedaan fundamental dalam cara membiayai pertahanan:
      Indonesia (Procurement/Buying): Rasio utang pemerintah sehat (40% GDP). Membeli aset untuk menjadi pemilik penuh.
      MALAYSEWA (Leasing/Sewa): Rasio utang kritis (69% GDP) dengan utang rumah tangga ekstrem (84,3%). Karena krisis kas, MALAYSEWA berubah menjadi "Negara Penyewa":
      Aset Sewaan: Helikopter Black Hawk (Aerotree), AW139, EC120B, Pesawat L39, Kapal Hidrografi, hingga Motor BMW R1250RT.
      Status SIPRI: Indonesia mencatat "Lembar Belanja Penuh", MALAYSEWA KOSONG/ZONK selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025).
      -
      Beban Rakyat & Masa Depan
      Beban Per Kapita: Setiap warga MALAYSEWA menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998.
      Gali Lubang Tutup Lubang: Tren utang baru hanya untuk membayar bunga utang lama sejak 2010, menyebabkan kemandekan pembangunan militer (LCS mangkrak, MRCA vakum).


      Hapus
    14. F18 MALONYET NGEMIS = F15 INDONESIA RILIS
      F18 MALONYET NGEMIS = F15 INDONESIA RILIS
      ---------------------------------
      MALONYET CLAIMS TO BE RICH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ---------------------------------
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = MASS LAYOFFS
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET BADUT FFBNP = SIPRI EMPTY
      2024 MALONYET BADUT FFBNP = SIPRI EMPTY
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN STRATEGIS & MISKIN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis ekonomi dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap yang melibatkan pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      MASALAH PENUAAN ALUTSISTA (AGEING EQUIPMENT):
      TUDM (Udara): MiG-29 dan F-5E Tiger II berusia di atas 30 tahun; biaya pemeliharaan membengkak, suku cadang langka, dan kesiapan operasional sangat rendah.
      TLDM (Laut): Korvet kelas Kasturi dan kapal patroli kelas Perdana sudah berusia dekadean dengan kemampuan tempur yang sangat terbatas dibanding kapal modern.
      TDM (Darat): Kendaraan lapis baja Condor dan sistem artileri lama masih dipaksa bertugas meski sudah tidak memadai untuk ancaman perang asimetris modern.
      Konsekuensi: Efektivitas tempur menurun drastis dan platform lama sering kali tidak kompatibel dengan sistem komunikasi/senjata modern.
      ________________________________________
      KEGAGALAN MODERNISASI (DELAYED MODERNIZATION):
      Penundaan Jet Tempur: Penggantian MiG-29 dan F-5E terus tertunda; akuisisi Su-30MKM dan M346 jauh di bawah rencana awal.
      Skala Armada Laut Mengecil: Rencana pengadaan frigat, kapal selam, dan kapal kombatan multi-peran sering kali dipangkas atau berjalan sangat lambat.
      Prioritas Terbalik: Fokus lebih banyak pada peningkatan (upgrade) peralatan usang daripada penggantian penuh karena keterbatasan biaya.
      ________________________________________
      TANTANGAN KEBIJAKAN & ANGGARAN (STRATEGIC CHALLENGES):
      Ketidakpastian Politik: Perubahan pemerintah sejak 2018 mengganggu kontinuitas perencanaan pertahanan dan eksekusi kebijakan.
      Anomali Anggaran: Meski anggaran mencapai RM 19,73 Miliar (2024), lebih dari 40% habis hanya untuk gaji dan tunjangan, bukan untuk sistem baru.
      Hancurnya Daya Beli: Depresiasi Ringgit membuat harga peralatan impor menjadi sangat mahal bagi kas negara yang menipis.
      Industri Domestik Lemah: Kurangnya investasi R&D dan ketergantungan pada vendor asing (OEM) menghambat kemandirian pertahanan.
      Kelemahan Sinergi: Konsep Pertahanan Komprehensif (HANRUH) sering salah diartikan dan kolaborasi sipil-militer semakin melemah sejak era Kedaruratan Malaya.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + POLITIK TIDAK STABIL + ASET USANG = KELUMPUHAN TOTAL DAYA GENTAR.

      Hapus
    15. F18 MALONYET NGEMIS = F15 INDONESIA RILIS
      F18 MALONYET NGEMIS = F15 INDONESIA RILIS
      ---------------------------------
      MALONYET CLAIMS TO BE RICH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ---------------------------------
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = MASS LAYOFFS
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET BADUT FFBNP = SIPRI EMPTY
      2024 MALONYET BADUT FFBNP = SIPRI EMPTY
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat senior dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      FAKTOR PEMBATAS ANGGARAN MILITER (BUDGETARY CONSTRAINTS):
      Prioritas Ekonomi Domestik: Pertahanan harus berbagi dana dengan sektor kesehatan, pendidikan, dan subsidi sosial di tengah perlambatan ekonomi.
      Alokasi PDB Rendah: Belanja militer umumnya hanya 1,5% - 2% dari PDB, jauh di bawah Singapura (~3%) atau Thailand (~2,5%).
      Beban Hutang & Kebijakan Fiskal: Defisit anggaran membatasi ruang gerak pemerintah untuk melakukan upgrade militer yang bersifat diskresioner.
      Dampak Riil: Penundaan modernisasi jet tempur dan kapal selam hingga dekadean; ketergantungan pada pemeliharaan aset tua daripada pengadaan baru.
      ________________________________________
      SKANDAL PEMBENGKAKAN BIAYA (COST OVERRUNS):
      Proyek LCS (Littoral Combat Ship): Anggaran awal RM 9 Miliar untuk 6 kapal, membengkak jadi RM 11 Miliar+ namun hanya menghasilkan 5 kapal (target selesai 2026-2029).
      Program NGPV (Patrol Vessel): Anggaran awal RM 5,35 Miliar untuk 27 kapal, berakhir dengan biaya RM 6,75 Miliar namun hanya mendapatkan sebagian kecil dari jumlah awal.
      Pengadaan Kapal Selam Scorpene: Tuduhan suap dan biaya tambahan logistik yang tidak terduga meningkatkan beban pengeluaran negara secara masif.
      Kasus Helikopter MD530G: Kontrak bermasalah dan kegagalan pengiriman yang menyebabkan kerugian finansial dan kekosongan operasional.
      ________________________________________
      PENYEBAB UTAMA MISMANAJEMEN:
      Intervensi Politik: Keputusan sering didasarkan pada koneksi politik daripada kebutuhan operasional murni.
      Korupsi & Kronisme: Penggunaan perusahaan cangkang dan perantara (intermediaries) yang menggelembungkan nilai kontrak.
      Lemahnya Pengawasan: Kurangnya transparansi parlemen dan penggunaan UU Rahasia Rasmi (OSA) untuk menyembunyikan penyimpangan keuangan.
      Tantangan Teknis: Akuisisi peralatan yang tidak kompatibel menuntut modifikasi mahal di kemudian hari.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + SKANDAL LCS/NGPV + KORUPSI SISTEMIK = KELUMPUHAN TOTAL KEDAULATAN.

      Hapus
    16. PALING MURAH = LIGHT ....
      -
      RI RAFALE F4 + KAAN
      SG F35 A/B
      THAILAND GRIPEN E/F
      PINOY GRIPEN C/D
      MYANMAR SU30SME
      MALAYSEWA FA50 TRAINER AIRCARFT
      --------------------------------------------
      2026
      Populasi: 36.38 juta
      Utang Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
      Utang Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
      Beban per Kapita: RM 94,544
      -
      2025
      Populasi: 35.97 juta
      Utang Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
      Utang Household: RM 1.65 Triliun (-%)
      Beban per Kapita: RM 81,998
      -
      2024
      Populasi: 34.67 juta
      Utang Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
      Utang Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
      Beban per Kapita: RM 79,315
      -
      2023
      Populasi: 35.12 juta
      Utang Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
      Utang Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
      Beban per Kapita: RM 74,587
      -
      2022
      Populasi: 34.69 juta
      Utang Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%) [1]
      Utang Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
      Beban per Kapita: RM 70,901 [1]
      -
      2021
      Populasi: 34.28 juta
      Utang Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
      Utang Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
      Beban per Kapita: RM 67,667
      -
      2020
      Populasi: 33.87 juta
      Utang Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
      Utang Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
      Beban per Kapita: RM 63,464
      -
      2019
      Populasi: 33.45 juta
      Utang Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
      Utang Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
      Beban per Kapita: RM 60,179
      -
      2018
      Populasi: 33.00 juta
      Utang Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
      Utang Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 57,605
      -
      2017
      Populasi: 32.54 juta
      Utang Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
      Utang Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
      Beban per Kapita: RM 54,910
      -
      2016
      Populasi: 32.04 juta
      Utang Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
      Utang Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
      Beban per Kapita: RM 52,699
      -
      2015
      Populasi: 31.52 juta
      Utang Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
      Utang Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
      Beban per Kapita: RM 51,253
      -
      2014
      Populasi: 30.98 juta
      Utang Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
      Utang Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
      Beban per Kapita: RM 47,927
      -
      2013
      Populasi: 30.42 juta
      Utang Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
      Utang Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 44,992
      -
      2012
      Populasi: 29.85 juta
      Utang Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
      Utang Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
      Beban per Kapita: RM 41,326
      -
      2011
      Populasi: 29.26 juta
      Utang Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
      Utang Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
      Beban per Kapita: RM 37,904
      -
      2010
      Populasi: 28.65 juta
      Utang Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
      Utang Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
      Beban per Kapita: RM 34,488
      -
      2009
      Populasi: 28.04 juta
      Utang Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
      Utang Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
      Beban per Kapita: RM 31,326
      -
      2008
      Populasi: 27.45 juta
      Utang Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
      Utang Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
      Beban per Kapita: RM 26,155
      -
      2007
      Populasi: 26.86 juta
      Utang Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
      Utang Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 25,316
      -
      2006
      Populasi: 26.26 juta
      Utang Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
      Utang Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
      Beban per Kapita: RM 23,381
      -
      2005
      Populasi: 25.66 juta
      Utang Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
      Utang Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 21,940
      -
      2004
      Populasi: 25.06 juta
      Utang Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
      Utang Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
      Beban per Kapita: RM 20,550
      -
      2003
      Populasi: 24.46 juta
      Utang Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
      Utang Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 18,560
      -
      2002
      Populasi: 23.87 juta
      Utang Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
      Utang Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 16,798
      -
      2001
      Populasi: 23.28 juta
      Utang Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
      Utang Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
      Beban per Kapita: RM 15,162
      -
      2000
      Populasi: 22.69 juta
      Utang Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
      Utang Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
      Beban per Kapita: RM 13,574
      -
      1999
      Populasi: 22.11 juta
      Utang Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
      Utang Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
      Beban per Kapita: RM 12,210
      -
      1998
      Populasi: 21.53 juta
      Utang Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
      Utang Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
      Beban per Kapita: RM 10,821


      Hapus
    17. ASEAN : MRCA = MALAYDESH : LCA DOWNGRADE
      -
      RI RAFALE F4 + KAAN
      SG F35 A/B
      THAILAND GRIPEN E/F
      PINOY GRIPEN C/D
      MYANMAR SU30SME
      MALAYSEWA FA50 TRAINER AIRCARFT
      -
      HUTANG BAYAR HUTANG (2026–1998):
      -
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BUDGET MINUS : RM334,1 - RM470 = - RM135,9
      -------------------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYSEWA (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      --------------------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYSEWA 1998–2026
      -
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
      -
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
      -
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
      -
      2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
      -
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
      -
      2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
      -
      2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
      -
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
      -
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
      -
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
      -
      2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
      -
      2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALAYSEWA 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.

      Hapus
    18. ASEAN : MRCA = MALAYDESH : LCA DOWNGRADE
      -
      RI RAFALE F4 + KAAN
      SG F35 A/B
      THAILAND GRIPEN E/F
      PINOY GRIPEN C/D
      MYANMAR SU30SME
      MALAYSEWA FA50 TRAINER AIRCARFT
      -
      HUTANG BAYAR HUTANG (2026–1998):
      -
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BUDGET MINUS : RM334,1 - RM470 = - RM135,9
      --------------------------------
      PENDAPATAN VS PENGELUARAN MALAYSEWA
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BEBAN SUBSIDI 23,9%
      PANTAS HUTANG BAYAR HUTANG : RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
      --------------------------------------------
      PENDAPATAN NEGARA:
      Berkisar RM334,1 Miliar hingga RM343,1 Miliar (75,8% dari pajak dan 24,2% non-pajak/Petronas).
      -
      TOTAL PENGELUARAN:
      Mencapai RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar.
      -
      ALOKASI BELANJA:
      Sebesar RM338,2 Miliar habis untuk operasional (gaji, pensiun, subsidi) dan hanya RM81 Miliar untuk pembangunan infrastruktur.
      -
      ALASAN UTAMA HARUS BERUTANG
      PENDAPATAN HABIS TOtal: Biaya operasional murni (RM338,2 Miliar) langsung menelan hampir 100% dari seluruh pendapatan negara yang masuk.
      -
      DEFISIT ANGGARAN KRONIS: Selisih besar antara pendapatan dan total belanja menciptakan lubang defisit 3,5% hingga 3,6% dari PDB.
      -
      PENERBITAN UTANG BARU: Pemerintah terpaksa menarik utang baru senilai puluhan miliar ringgit karena tidak ada sisa dana bersih untuk membiayai proyek pembangunan dan subsidi.
      --------------------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYSEWA 1998–2026
      -
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
      -
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
      -
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
      -
      2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
      -
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
      -
      2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
      -
      2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
      -
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
      -
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
      -
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
      -
      2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
      -
      2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALAYSEWA 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
      ------------------------------
      2026 MALAYSEWA = FITTED FOR BUT NOT PAID

      Hapus
    19. KAYA = KAAN - RAFALE - KF21 - KIZILELMA - M364FA - GARIBALDI - FMP - PPA - ISTIF
      MISKIN = F18 BATAL - BLACKHAWK BATAL - NSM BATAL - CUT BUDGET

      -----------
      5x GANTI PM = AKAN
      6x GANTI MENTERI PERTAHANAN = AKAN
      MALONDESH : 2 TAHUN (2025-2024) NOL = KOSONG
      -
      PERDANA MENTERI = TIDAK BAYAR TERTUNGGAK
      MENTERI PERTAHANAN = KEKANGAN KEWANGAN
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      =========
      SALAM NGEMIS F18 KUWAIT 2025-2017=
      5x GANTI PERDANA MENTERI
      5x GANTI MENTERI PERTAHANAN
      -
      SALAM MANGKRAK LCS 2025-2011 =
      5x GANTI PERDANA MENTERI
      6x GANTI MENTERI PERTAHANAN
      -
      MEMBUAL SPH 2025-2016 =
      5x GANTI PERDANA MENTERI
      5x GANTI MENTERI PERTAHANAN
      -
      2025 F18 LCS SPH = ZONK = NGEMIS TEROSS
      =========
      TIAP TAHUN TIPU-TIPU = LCS DIJANGKA

      2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
      -----
      2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
      ------
      2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
      -----
      2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
      -----
      2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
      -----
      2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
      -----
      2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..
      -----
      17 KREDITUR LCS = Besides MTU Services, others include Contraves Sdn Bhd, Axima Concept SA, Contraves Advanced Devices Sdn Bhd, Contraves Electrodynamics Sdn Bhd and Tyco Fire, Security & Services MALONDESH Sdn Bhd, as well as iXblue SAS, iXblue Sdn Bhd and Protank Mission Systems Sdn Bhd. Also included are Bank Pembangunan MALONDESH Bhd, AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd, MTU Services, Affin Hwang Investment Bank Bhd, Bank Muamalat MALONDESH Bhd, Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat MALONDESH Bhd, Malayan Banking Bhd (Maybank) and KUWAIT FINANCE HOUSE (MALONDESH ) BHD

      =========
      USD1.3 BILLION = SEWA = SURAT HASRAT = NGEMIS
      -------------
      2025 USD1.3 BILLION MINDEF =
      MAINTENANCE
      REPAIRS
      ASSETS.
      Military spending In 2025, MALONDESH Ministry of Defense (MINDEF) was allocated USD4.8 billion to protect the country's sovereignty.
      This budget included USD1.3 billion for maintenance, repairs, and new military assets.



      Hapus
    20. INDONESIA=
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      ===============
      ===============
      MALONDESH =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      1998-2026 (28 TAHUN) = KLAIM RINGGIT KUAT KAYA
      -
      HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 1998–2026
      1998 : RM 165,4 Miliar
      1999 : RM 178,3 Miliar
      2000 : RM 192,2 Miliar
      2001 : RM 207,2 Miliar
      2002 : RM 223,3 Miliar
      2003 : RM 240,7 Miliar
      2004 : RM 259,5 Miliar
      2005 : RM 279,7 Miliar
      2006 : RM 301,5 Miliar
      2007 : RM 325,0 Miliar
      2008 : RM 350,4 Miliar
      2009 : RM 377,7 Miliar
      2010 : RM 407,1 Miliar
      2011 : RM 456,1 Miliar
      2012 : RM 501,6 Miliar
      2013 : RM 547,7 Miliar
      2014 : RM 582,8 Miliar
      2015 : RM 630,5 Miliar
      2016 : RM 648,5 Miliar
      2017 : RM 686,8 Miliar
      2018 : RM 1,19 Triliun
      2019 : RM 1,25 Triliun
      2020 : RM 1,32 Triliun
      2021 : RM 1,38 Triliun
      2022 : RM 1,45 Triliun
      2023 : RM 1,53 Triliun
      2024 : RM 1,63 Triliun
      2025 : RM 1,71 Triliun
      2026 : RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malondesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      TAHUN RASIO UTANG TERHADAP GDP (%) 1998–2025
      1998 : 35,8%
      1999 : 40,4%
      2000 : 36,1%
      2001 : 42,5%
      2002 : 44,9%
      2003 : 45,9%
      2004 : 45,1%
      2005 : 43,8%
      2006 : 41,5%
      2007 : 41,1%
      2008 : 41,3%
      2009 : 51,1%
      2010 : 52.4%
      2011 : 51.8
      2012 : 53.3
      2013 : 54.7
      2014 : 55.0
      2015 : 55.1
      2016 : 52.7
      2017 : 51.9
      2018 : 52.5
      2019 : 52.4
      2020 : 62.0
      2021 : 63.3
      2022 : 60.2
      2023 : 64.3
      2024 : 70.4
      2025 : 70.5
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALONDESH PERIODE 1998–2025:
      1998 : -1,8% (± USD 33,6 MILIAR)
      1999 : -3,2% (± USD 34,3 MILIAR)
      2000 : -5,8% (± USD 32,5 MILIAR)
      2001 : -5,5% (± USD 38,0 MILIAR)
      2002 : -5,6% (± USD 39,5 MILIAR)
      2003 : -5,0% (± USD 41,3 MILIAR)
      2004 : -4,1% (± USD 41,9 MILIAR)
      2005 : -3,6% (± USD 40,7 MILIAR)
      2006 : -3,3% (± USD 39,6 MILIAR)
      2007 : -3,2% (± USD 39,3 MILIAR)
      2008 : -4,8% (± USD 39,3 MILIAR)
      2009 : -6,7% (± USD 50,4 MILIAR)
      2010 : -5,4% (± USD 51,8 MILIAR)
      2011 : -4,8% (± USD 53,7 MILIAR)
      2012 : -4,5% (± USD 55,6 MILIAR)
      2013 : -3,9% (± USD 55,3 MILIAR)
      2014 : -3,4% (± USD 56,9 MILIAR)
      2015 : -3,2% (± USD 55,7 MILIAR)
      2016 : -3,1% (± USD 54,3 MILIAR)
      2017 : -3,0% (± USD 55,6 MILIAR)
      2018 : -3,7% (± USD 57,0 MILIAR)
      2019 : -3,4% (± USD 67,6 MILIAR)
      2020 : -6,2% (± USD 69,1 MILIAR)
      2021 : -6,4% (± USD 65,5 MILIAR)
      2022 : -5,6% (± USD 69,7 MILIAR)
      2023 : -5,0% (± USD 68,3 MILIAR)
      2024 : -4,1% (± USD 298,4 MILIAR) (Pemangkasan subsidi)
      2025 : -3,8% (± USD 325,6 MILIAR) (Rasionalisasi RON95)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malondesh.
      --------------------------------
      BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
      2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
      2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
      2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
      2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
      2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
      2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
      2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
      2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
      2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
      2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
      2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
      2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
      2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
      2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
      2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
      2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
      2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
      2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
      2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
      2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
      2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA

      Hapus
  18. Ngasah iri Si M 😁

    Kalau Su-35 dan J-10CE terealisasi, armada baru jet tempur Indonesia bakal memiliki kombinasi rudal BVR jarak jauh yang mengerikan:

    πŸ‡«πŸ‡· Rafale — Meteor
    πŸ‡·πŸ‡Ί Su-35 — R-37M
    πŸ‡¨πŸ‡³ J-10CE — PL-15E

    https://x.com/AntoniusWibow10/status/2095471863484834069

    France has fast-tracked a new very long range air-to-air missile called COMET, intended to give the Rafale significantly greater reach than the current Meteor missile. France’s armament chief has confirmed that 300 Km+ COMET is being developed on an accelerated schedule as an extended-range intermediate capability and is intended to arm the Rafale F4 from 2030.

    https://x.com/defencealerts/status/2093723286089928981

    BalasHapus
  19. Ya ampun berita apa ni guys.... πŸ‘ŽπŸ‘ŽπŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ€£

    Sangka berita RAFAKENYA SUDAH DI PASANG FSO & IRST... RAFAKE BASIC IS REAL guys🀣🀣🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. WITHOUT MALONYET = KASTA FFBNP : BANNED NSM AMRAAM : PALAK ART USD 240 MILLIAR
      THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1 Ukraina
      2 India
      3 Arab Saudi
      4 Qatar
      5 Pakistan
      6 Jepang
      7 Polandia
      8 Amerika Serikat
      9 Kuwait
      10 Australia
      11 UEA
      12 Mesir
      13 Inggris
      14 Israel
      15 Belanda
      16 Korea Selatan
      17 Jerman
      18 Indonesia
      19 Yunani
      20 Norwegia
      21 China
      22 Italia
      23 Filipina
      24 TΓΌrkiye
      25 Brasil
      26 Singapura
      27 Bahrain
      28 Maroko
      29 Denmark
      30 Rumania
      31 Belgia
      32 Belarusia
      33 Aljazair
      34 Taiwan
      35 Hungaria
      36 Kazakhstan
      37 Serbia
      38 Kanada
      39 Spanyol
      40 Thailand
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: HEGEMON KAWASAN & RAKSASA EKONOMI
      Realisasi SIPRI (Periode 2021–2025):
      Peringkat 18 Dunia: Importir senjata terbesar di Asia Tenggara (pangsa pasar 1,5%).
      Lembar Belanja 2024-2025: PENUH/LENGKAP (Rafale F-4, A400M Atlas, Rudal BORA & KHAN, Kapal PPA-L-Plus, Drone Anka-S, Air Refueling System).
      Skala Ekonomi (PDB 2026):
      PDB PPP: US$ 5,69 Triliun (Peringkat 6 Dunia) — 4,24 kali lipat lebih besar dari MALONYET.
      PDB Nominal: US$ 1,69 Triliun.
      Peringkat Militer (GFP 2026):
      Peringkat 13 Dunia: Nomor 1 di ASEAN dengan modernisasi aktif dan mandiri.
      Ketahanan Fiskal:
      Sangat Sehat dengan ruang belanja luas untuk alutsista strategis generasi terbaru.
      ________________________________________
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & SALAM KOSONG
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perintah Treasury untuk memotong anggaran operasional seluruh instansi akibat dampak konflik global (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: 24.100 PHK (Data SOCSO); restrukturisasi Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior.
      Status SIPRI (2024-2025) = KOSONG: Absen total dari daftar realisasi impor senjata global; modernisasi lumpuh total.
      Kronologi Kegagalan (Timeline "Prank"):
      2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak).
      2022: Jet HAL Tejas India (Batal).
      2024-2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak/Unit tidak tiba).
      2026: F/A-18 HORNET KUWAIT RESMI BATAL.
      Data Utang & Beban Warga 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      Peringkat Militer (GFP 2026):
      Peringkat 42 Dunia: Posisi terbawah di antara negara utama ASEAN, resmi disalip Filipina (Peringkat 41).
      KESIMPULAN:
      INDONESIA PERINGKAT 13 DUNIA & SIPRI LENGKAP VS MALONYET PERINGKAT 42 DUNIA & BEBAN UTANG RM 94K/JIWA

      Hapus
    2. WITHOUT MALONYET = KASTA FFBNP : BANNED NSM AMRAAM : PALAK ART USD 240 MILLIAR
      THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1 Ukraina
      2 India
      3 Arab Saudi
      4 Qatar
      5 Pakistan
      6 Jepang
      7 Polandia
      8 Amerika Serikat
      9 Kuwait
      10 Australia
      11 UEA
      12 Mesir
      13 Inggris
      14 Israel
      15 Belanda
      16 Korea Selatan
      17 Jerman
      18 Indonesia
      19 Yunani
      20 Norwegia
      21 China
      22 Italia
      23 Filipina
      24 TΓΌrkiye
      25 Brasil
      26 Singapura
      27 Bahrain
      28 Maroko
      29 Denmark
      30 Rumania
      31 Belgia
      32 Belarusia
      33 Aljazair
      34 Taiwan
      35 Hungaria
      36 Kazakhstan
      37 Serbia
      38 Kanada
      39 Spanyol
      40 Thailand
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: HEGEMON MUTLAK & MODERNISASI TUNAI
      Realisasi Kekuatan Udara (Firm Order):
      42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
      48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
      48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
      24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
      Radius Tempur & Dominasi Geografis:
      Radius Rafale (±1.852 KM) sanggup menjangkau seluruh KL (dari Pekanbaru hanya 291 KM) dan Sarawak (dari Pontianak hanya 498 KM).
      Kesehatan Fiskal (Pruden):
      Gov. Debt: ~40% PDB (Jauh di bawah batas aman 60%).
      Household Debt: Sangat rendah (16% PDB).
      Status Kedaulatan: Berhasil menaikkan saham Freeport menjadi 63,23% dan menolak blanket overflight access bagi pesawat militer asing.
      ________________________________________
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja.
      Kegagalan Angkatan Udara (Timeline Prank):
      F/A-18 Hornet Kuwait: Resmi BATAL (Februari 2026) setelah 4 kali upaya negosiasi gagal total.
      MiG-29N: Pensiun dini tanpa pengganti (Tiada Ganti).
      FA-50: Mengalami hambatan blokir lisensi dari AS.
      Data Utang & Beban Warga 2026:
      Gov. Debt: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
      Per Warga: Setiap penduduk menanggung beban kumulatif utang sebesar RM 94.544.
      Peringkat Global Firepower (GFP) 2026: Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).

      Hapus
    3. WITHOUT MALONYET = KASTA FFBNP : BANNED NSM AMRAAM : PALAK ART USD 240 MILLIAR
      THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1 Ukraina
      2 India
      3 Arab Saudi
      4 Qatar
      5 Pakistan
      6 Jepang
      7 Polandia
      8 Amerika Serikat
      9 Kuwait
      10 Australia
      11 UEA
      12 Mesir
      13 Inggris
      14 Israel
      15 Belanda
      16 Korea Selatan
      17 Jerman
      18 Indonesia
      19 Yunani
      20 Norwegia
      21 China
      22 Italia
      23 Filipina
      24 TΓΌrkiye
      25 Brasil
      26 Singapura
      27 Bahrain
      28 Maroko
      29 Denmark
      30 Rumania
      31 Belgia
      32 Belarusia
      33 Aljazair
      34 Taiwan
      35 Hungaria
      36 Kazakhstan
      37 Serbia
      38 Kanada
      39 Spanyol
      40 Thailand
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul investigasi korupsi pejabat tinggi.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat; sejajar dengan Laos dan Kamboja.
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Perhitungan Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      BUKTI "BORROWING TO REPAY DEBT" (DEBT-SERVICING):
      Rekor Terburuk (2023): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM 145,8 Miliar) hanya habis untuk membayar utang lama (Gali lubang tutup lubang).
      Proyeksi 2025-2026: Konsisten di angka 58%. Ruang fiskal untuk belanja alutsista terkunci total oleh cicilan bunga utang.
      Tabung Harapan (2018): Bukti keputusasaan di mana negara harus meminta donasi rakyat untuk membayar utang yang menembus RM 1 Triliun.
      ________________________________________
      DEGRADASI MILITER & TIMELINE "PRANK":
      Penurunan Daya Gentar (GFP 2026): Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
      Vakum SIPRI (2020-2025): Dari status Planned (2020) turun ke Not Yet Ordered (2022) hingga akhirnya KOSONG TOTAL (2024-2025).
      Timeline Kegagalan (Prank):
      F/A-18 Hornet: Batal 4 kali upaya akuisisi dari Kuwait hingga resmi mati di 2026.
      Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat ketiadaan dana tunai.
      Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL 2018 yang berakhir zonk.
      ________________________________________
      KRISIS ADMINISTRASI & REPUTASI:
      Sanksi Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain ilegal mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik.
      Tekanan Ekonomi: Ancaman sanksi tarif AS Section 301 (10-25%) dan IEEPA menghantam sektor manufaktur utama (E&E).
      Kontras Regional (Indonesia): Memiliki "Lembar Belanja SIPRI Penuh" (Rafale, KAAN, PPA) dengan rasio utang pemerintah yang sehat (40% PDB).
      KESIMPULAN:
      TOTAL BEBAN WARGA RM 94K + SPIRAL UTANG 70,5% PDB + SIPRI KOSONG = KEBANGKRUTAN NASIONAL TOTAL.

      Hapus
    4. WITHOUT MALONYET = KASTA FFBNP : BANNED NSM AMRAAM : PALAK ART USD 240 MILLIAR
      THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1 Ukraina
      2 India
      3 Arab Saudi
      4 Qatar
      5 Pakistan
      6 Jepang
      7 Polandia
      8 Amerika Serikat
      9 Kuwait
      10 Australia
      11 UEA
      12 Mesir
      13 Inggris
      14 Israel
      15 Belanda
      16 Korea Selatan
      17 Jerman
      18 Indonesia
      19 Yunani
      20 Norwegia
      21 China
      22 Italia
      23 Filipina
      24 TΓΌrkiye
      25 Brasil
      26 Singapura
      27 Bahrain
      28 Maroko
      29 Denmark
      30 Rumania
      31 Belgia
      32 Belarusia
      33 Aljazair
      34 Taiwan
      35 Hungaria
      36 Kazakhstan
      37 Serbia
      38 Kanada
      39 Spanyol
      40 Thailand
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total pengadaan militer oleh PM Anwar Ibrahim per 16 Januari 2026 akibat skandal korupsi sistemik.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total selama 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja dalam hal nol transfer senjata berat.
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — OVER LIMIT 65%).
      Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      ANALISA MODEL PENGADAAN: "NEGARA PENYEWA" (LEASING)
      Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
      Skema Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa (FA-50 & PT-91M) terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) karena minimnya cadangan devisa mata uang asing.
      Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor dengan bunga membengkak; diperparah skandal hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet dari gudang.
      ________________________________________
      ANALISA REPUTASI & DIPLOMASI INTERNASIONAL:
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
      Kehilangan Posisi Regional: Gagal lolos ke Piala Asia 2027; posisi diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh MALONYET di ASEAN.
      Spiral Utang: Fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" di mana 58% pinjaman baru hanya habis untuk membayar bunga dan pokok utang lama (Debt-Servicing Cycle).

      Hapus
    5. WITHOUT MALONYET = KASTA FFBNP : BANNED NSM AMRAAM : PALAK ART USD 240 MILLIAR
      THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1 Ukraina
      2 India
      3 Arab Saudi
      4 Qatar
      5 Pakistan
      6 Jepang
      7 Polandia
      8 Amerika Serikat
      9 Kuwait
      10 Australia
      11 UEA
      12 Mesir
      13 Inggris
      14 Israel
      15 Belanda
      16 Korea Selatan
      17 Jerman
      18 Indonesia
      19 Yunani
      20 Norwegia
      21 China
      22 Italia
      23 Filipina
      24 TΓΌrkiye
      25 Brasil
      26 Singapura
      27 Bahrain
      28 Maroko
      29 Denmark
      30 Rumania
      31 Belgia
      32 Belarusia
      33 Aljazair
      34 Taiwan
      35 Hungaria
      36 Kazakhstan
      37 Serbia
      38 Kanada
      39 Spanyol
      40 Thailand
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: SPIRAL UTANG & KEBANGKRUTAN STRATEGIS
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat. Status sejajar dengan Laos dan Kamboja.
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Perhitungan Beban Utang Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      BUKTI NYATA "GALI LUBANG TUTUP LUBANG" (2018–2026):
      2018 (Tabung Harapan): Fase putus asa fiskal melalui open donation rakyat untuk bayar utang negara yang menembus RM 1 Triliun.
      2019 (59%): Laporan Audit Negara mengungkap 59% pinjaman baru hanya untuk bayar utang lama.
      2023 (64,3%): Rekor tertinggi; dari RM 226,6 Miliar pinjaman kasar, sebesar RM 145,8 Miliar lari ke utang lama.
      2025-2026 (58%): Proyeksi konsisten di angka 58%. Lebih dari separuh uang pinjaman tidak menjadi pembangunan, melainkan hanya menyambung napas bunga utang.
      ________________________________________
      ANALISA PERTAHANAN: STAGNASI TOTAL
      Penurunan Daya Gentar: Merosot ke Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Kegagalan F/A-18 Hornet: Pembatalan 4 kali upaya pembelian Hornet bekas Kuwait membuktikan hilangnya kredibilitas finansial di pasar internasional (Tiada Cash).
      Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (Tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR menghantam sektor E&E, mematikan sumber pendapatan utama untuk bayar utang.

      Hapus
    6. KAYA = KAAN - RAFALE - KF21 - KIZILELMA - M364FA - GARIBALDI - FMP - PPA - ISTIF
      MISKIN = F18 BATAL - BLACKHAWK BATAL - NSM BATAL - CUT BUDGET

      -----------
      5x GANTI PM = AKAN
      6x GANTI MENTERI PERTAHANAN = AKAN
      MALONDESH : 2 TAHUN (2025-2024) NOL = KOSONG
      -
      PERDANA MENTERI = TIDAK BAYAR TERTUNGGAK
      MENTERI PERTAHANAN = KEKANGAN KEWANGAN
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      =========
      SALAM NGEMIS F18 KUWAIT 2025-2017=
      5x GANTI PERDANA MENTERI
      5x GANTI MENTERI PERTAHANAN
      -
      SALAM MANGKRAK LCS 2025-2011 =
      5x GANTI PERDANA MENTERI
      6x GANTI MENTERI PERTAHANAN
      -
      MEMBUAL SPH 2025-2016 =
      5x GANTI PERDANA MENTERI
      5x GANTI MENTERI PERTAHANAN
      -
      2025 F18 LCS SPH = ZONK = NGEMIS TEROSS
      =========
      TIAP TAHUN TIPU-TIPU = LCS DIJANGKA

      2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
      -----
      2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
      ------
      2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
      -----
      2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
      -----
      2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
      -----
      2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
      -----
      2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..
      -----
      17 KREDITUR LCS = Besides MTU Services, others include Contraves Sdn Bhd, Axima Concept SA, Contraves Advanced Devices Sdn Bhd, Contraves Electrodynamics Sdn Bhd and Tyco Fire, Security & Services MALONDESH Sdn Bhd, as well as iXblue SAS, iXblue Sdn Bhd and Protank Mission Systems Sdn Bhd. Also included are Bank Pembangunan MALONDESH Bhd, AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd, MTU Services, Affin Hwang Investment Bank Bhd, Bank Muamalat MALONDESH Bhd, Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat MALONDESH Bhd, Malayan Banking Bhd (Maybank) and KUWAIT FINANCE HOUSE (MALONDESH ) BHD

      =========
      USD1.3 BILLION = SEWA = SURAT HASRAT = NGEMIS
      -------------
      2025 USD1.3 BILLION MINDEF =
      MAINTENANCE
      REPAIRS
      ASSETS.
      Military spending In 2025, MALONDESH Ministry of Defense (MINDEF) was allocated USD4.8 billion to protect the country's sovereignty.
      This budget included USD1.3 billion for maintenance, repairs, and new military assets.



      Hapus
    7. KAYA = KAAN - RAFALE - KF21 - KIZILELMA - M364FA - GARIBALDI - FMP - PPA - ISTIF
      MISKIN = F18 BATAL - BLACKHAWK BATAL - NSM BATAL - CUT BUDGET

      -----------
      5x GANTI PM = AKAN
      6x GANTI MENTERI PERTAHANAN = AKAN
      MALONDESH : 2 TAHUN (2025-2024) NOL = KOSONG
      -
      PERDANA MENTERI = TIDAK BAYAR TERTUNGGAK
      MENTERI PERTAHANAN = KEKANGAN KEWANGAN
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      =========
      SALAM NGEMIS F18 KUWAIT 2025-2017=
      5x GANTI PERDANA MENTERI
      5x GANTI MENTERI PERTAHANAN
      -
      SALAM MANGKRAK LCS 2025-2011 =
      5x GANTI PERDANA MENTERI
      6x GANTI MENTERI PERTAHANAN
      -
      MEMBUAL SPH 2025-2016 =
      5x GANTI PERDANA MENTERI
      5x GANTI MENTERI PERTAHANAN
      -
      2025 F18 LCS SPH = ZONK = NGEMIS TEROSS
      =========
      Jual MiG-29N ke India, Sudan: Ikhmal Hisyam cadang Trade-Off alat ganti Sukhoi

      KUALA LUMPUR, --- Datuk Seri Ikhmal Hisham Abdul Aziz mencadangkan agar 18 buah pesawat MiG-29N milik Tentera Udara Diraja MALONDESH (TUDM) yang telah lama digantung penggunaannya dilupuskan dan dijual kepada negara-negara yang berminat seperti India dan Sudan.
      Bekas Timbalan Menteri Pertahanan itu berkata, cadangan berkenaan bertujuan untuk menangani isu kekurangan alat ganti bagi pesawat Sukhoi Su-30MKM milik TUDM yang terkesan akibat perang Ukraine-Rusia.
      Tambahnya, penjualan pesawat MiG-29N boleh dipertimbangkan sebagai sebahagian daripada agenda Mesyuarat MALONDESH – India Defence Cooperation (MIDCOM) tahun ini.
      Langkah ini, menurutnya, bukan sahaja dapat menjana pendapatan malah membuka peluang trade-off alat ganti Sukhoi yang kini sukar diperoleh.
      -------------------------------------
      The Su-30MKM fighter jet has been grounded in the past, primarily due to issues with engine problems and a lack of readily available spare parts, particularly affecting the MALONDESH Air Force (RMAF) which operates this variant; in 2018, MALONDESH grounded a significant portion of its Su-30MKM fleet due to these concerns, prompting them to invest in upgrades and local maintenance solutions to address the problem and restore operational readiness.
      Key points about the grounding:
      • Spare parts shortage:
      One of the main reasons for grounding was the difficulty in obtaining necessary spare parts for the aircraft, creating maintenance challenges.
      • Engine issues:
      The Su-30MKM's engines were also cited as a major concern, contributing to the grounding

      Hapus
    8. KAYA = KAAN - RAFALE - KF21 - KIZILELMA - M364FA - GARIBALDI - FMP - PPA - ISTIF
      MISKIN = F18 BATAL - BLACKHAWK BATAL - NSM BATAL - CUT BUDGET

      -----------
      5x GANTI PM = AKAN
      6x GANTI MENTERI PERTAHANAN = AKAN
      MALONDESH : 2 TAHUN (2025-2024) NOL = KOSONG
      -
      PERDANA MENTERI = TIDAK BAYAR TERTUNGGAK
      MENTERI PERTAHANAN = KEKANGAN KEWANGAN
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      =========
      SALAM NGEMIS F18 KUWAIT 2025-2017=
      5x GANTI PERDANA MENTERI
      5x GANTI MENTERI PERTAHANAN
      -
      SALAM MANGKRAK LCS 2025-2011 =
      5x GANTI PERDANA MENTERI
      6x GANTI MENTERI PERTAHANAN
      -
      MEMBUAL SPH 2025-2016 =
      5x GANTI PERDANA MENTERI
      5x GANTI MENTERI PERTAHANAN
      -
      2025 F18 LCS SPH = ZONK = NGEMIS TEROSS
      =========
      The MALONDESH Armed Forces (MAF) has faced a number of weaknesses, including corruption, outdated equipment, and a lack of authority.
      Corruption
      The MAF has been plagued by corruption, which has undermined its combat readiness.
      The MAF's Integrity Plan addresses corruption, but it's not a strategic document and doesn't provide comprehensive guidelines.
      Commanders don't receive training on corruption issues before deployments.
      Outdated equipment
      Most of the MAF's equipment was purchased between the 1970s and the 1990s.
      The MAF's equipment is outdated and behind that of neighboring countries.
      The government has been unable to provide the MAF with modern defense assets.
      Lack of authority
      The MAF has limited authority, especiall
      y when it comes to non-traditional security challenges.
      The MAF's role is generally to assist other authorities, such as the police.
      Other weaknesses
      Political interference has undermined the MAF's combat readiness.
      The MAF has faced budgetary constraints.
      ------------------
      The MALONDESH Armed Forces (MAF) has faced a number of weaknesses, including outdated equipment, corruption, and political interference.
      Outdated equipment
      The MAF's equipment is outdated and lacks modern military assets.
      The MAF's equipment was purchased between the 1970s and 1990s.
      The MAF's KD Rahman submarine was unable to submerge due to technical problems in 2010.
      Corruption
      Political interference and corruption have undermined the MAF's combat readiness.
      The MAF has been plagued by corruption.
      Budgetary constraints
      The MAF's procurement has been held back by budgetary constraints.
      The MAF's budget is limited to 1.4% of MALONDESH 's GDP.
      Non-traditional security threats
      The MAF faces non-traditional security threats, such as territory disputes with neighboring countries.
      The MAF faces non-conventional threats, such as those that are transboundary in nature.
      Regional strategic environment
      The MAF needs to consider the regional strategic environment when developing its strategic perspective.

      Hapus
    9. KAYA = KAAN - RAFALE - KF21 - KIZILELMA - M364FA - GARIBALDI - FMP - PPA - ISTIF
      MISKIN = F18 BATAL - BLACKHAWK BATAL - NSM BATAL - CUT BUDGET
      -----------
      5x GANTI PM = AKAN
      6x GANTI MENTERI PERTAHANAN = AKAN
      MALONDESH : 2 TAHUN (2025-2024) NOL = KOSONG
      -
      PERDANA MENTERI = TIDAK BAYAR TERTUNGGAK
      MENTERI PERTAHANAN = KEKANGAN KEWANGAN
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      =========
      SALAM NGEMIS F18 KUWAIT 2025-2017=
      5x GANTI PERDANA MENTERI
      5x GANTI MENTERI PERTAHANAN
      -
      SALAM MANGKRAK LCS 2025-2011 =
      5x GANTI PERDANA MENTERI
      6x GANTI MENTERI PERTAHANAN
      -
      MEMBUAL SPH 2025-2016 =
      5x GANTI PERDANA MENTERI
      5x GANTI MENTERI PERTAHANAN
      -
      2025 F18 LCS SPH = ZONK = NGEMIS TEROSS
      =========
      The MALONDESH Armed Forces (MAF) has faced a number of weaknesses, including outdated equipment, corruption, and political interference.
      Outdated equipment
      The MAF's equipment is outdated and lacks modern military assets.
      The MAF's equipment was purchased between the 1970s and 1990s.
      The MAF's KD Rahman submarine was unable to submerge due to technical problems in 2010.
      Corruption
      Political interference and corruption have undermined the MAF's combat readiness.
      The MAF has been plagued by corruption.
      Budgetary constraints
      The MAF's procurement has been held back by budgetary constraints.
      The MAF's budget is limited to 1.4% of MALONDESH 's GDP.
      Non-traditional security threats
      The MAF faces non-traditional security threats, such as territory disputes with neighboring countries.
      The MAF faces non-conventional threats, such as those that are transboundary in nature.
      Regional strategic environment
      The MAF needs to consider the regional strategic environment when developing its strategic perspective
      ------------------
      The MALONDESH Armed Forces (MAF) faces a number of challenges, including:
      Logistics
      A study noted that the MAF's rapid development has raised questions about its readiness to face threats.
      Budgeting
      MALONDESH 's defense budget and spending has been limited by fiscal constraints. The government has been unwilling to cut spending elsewhere or reduce the size of the armed forces.
      Personnel
      The MA has identified that military personnel struggle with thinking skills, decision-making, and problem-solving during military operations.
      Procurement
      The MALONDESH procurement system needs reform. The LCS program has been delayed and reduced in scope.
      Political interference
      Political interference and corruption are undermining combat readiness.
      Territorial disputes
      MALONDESH faces territorial disputes and intrusions in its Exclusive Economic Zone (EEZ).
      Transboundary haze
      Transboundary haze has had a grave impact on economic and social activities in MALONDESH The Royal MALONDESH Air Force (RMAF) faces several problems, including:
      Fleet sustainment
      The RMAF has faced challenges maintaining its fleet of aircraft. For example, in 2018, only four of the RMAF's 18 Sukhoi Su-30MKM aircraft were able to fly due to maintenance issues and a lack of spare parts.
      Nological obsolescence
      Some aircraft in the RMAF's fleet are reaching techNOLogical obsolescence. For example, the Kuwaiti HORNET MALONDESH s are an earlier block of the HORNET MALONDESH , which may cause compatibility issues with spare parts.
      Modernization
      The RMAF has ambitious plans to modernize its air capabilities to address current and future threats. However, the government's defense modernization budget is limited


      Hapus
    10. ASEAN : MRCA = MALAYDESH : LCA DOWNGRADE
      -
      RI RAFALE F4 + KAAN
      SG F35 A/B
      THAILAND GRIPEN E/F
      PINOY GRIPEN C/D
      MYANMAR SU30SME
      MALAYSEWA FA50 TRAINER AIRCARFT
      -
      MEMALUKAN ASEAN ...... NGEMIS 4x = BATAL
      -
      2026 = CANCELLED F18
      2025-2021 = NGEMIS F18
      2025-2021 = MEMBUAL F18
      -
      Sumber Berita Utama
      New Straits Times (NST): Laporan berjudul "Govt scraps plan to acquire Kuwait's used F/A-18 Hornets" yang diterbitkan pada 26 Februari 2026.
      Bernama: Kantor berita nasional MALAYSEWA yang melaporkan penggulungan perdebatan tingkat komite RUU Perbekalan Tambahan di Dewan Rakyat.
      Militarnyi & Defense Blog: Portal berita pertahanan internasional yang merangkum keputusan pemerintah MALAYSEWA berdasarkan laporan teknis dari TUDM.
      -
      Detail Konfirmasi Resmi
      Narasumber: Wakil Menteri Pertahanan MALAYSEWA, Adly Zahari.
      Forum Pernyataan: Sidang Dewan Rakyat (Parlemen MALAYSEWA) saat menjawab pertanyaan terkait anggaran pertahanan pada 26 Februari 2026.
      Landasan Keputusan: Keputusan formal dicapai dalam rapat Kabinet pada 6 Februari 2026, menyusul hasil evaluasi tim teknis TUDM yang dikirim ke Kuwait pada 11-27 November 2025.
      Alasan Teknis: Pesawat Hornet Kuwait (varian C/D) dinilai memiliki risiko logistik jangka panjang dan secara teknis lebih tua dari armada F/A-18D yang saat ini dioperasikan MALAYSEWA.
      -
      GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
      pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
      -
      GEMPURWIRA24 Juli 2025 pukul 18.11
      PADU GUYS....πŸ˜ŽπŸ˜ŽπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡Ύ
      -18 BUAH SU30MKM
      -38 + 8 BUAH F18 HORNET C/D
      -18 BUAH FA-50 BLOCK 20 (AESA RADAR)
      -
      GEMPURWIRA20 Agustus 2025 pukul 10.00
      BEZA ya guys... HAHAHAHA
      MALAYSEWA...
      F18 KUWAIT masih dipakai dan siap segera di pindahkan ke MALAYSEWA nanti...
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 08.39
      Mantap..... Nampaknya jelas KUWAIT sudah memberi lampu hijau penjualan F18 mereka ke MALAYSEWA...
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 08.50
      INDIANESIA KETAR KETIR....HAHAHAHAH
      18 Buah Su 30MKM
      17 Buah Bae hawk 108/208
      8 + 39 Buah F/A-18 Hornet C/D
      18 +18 Buah FA-50M Block 20
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 09.49
      horeyyyyy...F18 come to PAPA
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.08
      Come to papa F18C/D..... πŸ˜ŽπŸ˜ŽπŸ˜ŽπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡Ύ
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.37
      39 buah F18C/D KUWAIT tu guys.. Borong semua.... Banyak
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.50
      39 buah + 8 buah..... Banyak woiiii.... πŸ˜ŽπŸ˜ŽπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡Ύ
      -
      GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
      Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
      Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
      -
      sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
      Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
      -
      GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
      Nampaknya MALAYSEWA sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA...

      Hapus
  20. ASEAN : MRCA = MALAYDESH : LCA DOWNGRADE
    -
    RI RAFALE F4 + KAAN
    SG F35 A/B
    THAILAND GRIPEN E/F
    PINOY GRIPEN C/D
    MYANMAR SU30SME
    MALAYSEWA FA50 TRAINER AIRCARFT
    -
    INDONESIA .....
    11 SU-35 > 42 RAFALE
    12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
    42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
    24 F-15IDN > 24 M-346F
    -
    INDONESIA .....
    BATAS LIMIT 60%
    GOV. DEBT : 40% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
    DEFISIT : 2,9%
    GDP = USD 1,44 TRILIUN
    =============
    =============
    MALAYSEWA.......
    F18 KUWAIT = CANCELLED
    JF17 = PRANK
    RAFALE = PRANK
    TYPHOON = PRANK
    GRIPEN = PRANK
    TEJAS = PRANK
    MIG29N = TIADA GANTI
    FA50MURAH = DIBLOKIR USA
    -
    MALAYSEWA.......
    BATAS LIMIT 65%
    GOV. DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
    DEFISIT : 3,8%
    GDP = USD 416,90 MILIAR
    5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
    --------------------------------
    F18 2021-2025
    PEJABAT MALAYSEWA = MEMBUAL
    BERUK MALAYSEWA = MEMBUAL
    -
    πŸ—“️ 2021: Pernyataan Minat & Evaluasi Awal
    Minat Resmi: MALAYSEWA menyatakan ketertarikan resmi terhadap 33 unit Hornet Kuwait.
    Kondisi: Pejabat menilai pesawat ini sebagai solusi cepat (stop-gap measure) yang sangat layak untuk meningkatkan kekuatan udara TUDM tanpa menunggu produksi pesawat baru yang lama.
    Kompatibilitas: Penekanan bahwa pesawat ini cocok karena TUDM sudah memiliki infrastruktur perawatan dan pilot yang berpengalaman dengan platform Hornet.
    -
    πŸ—“️ 2022 - 2023: Diplomasi & Penilaian Teknis
    Kunjungan Teknis: Delegasi TUDM melakukan penilaian mendalam di Kuwait.
    Hasil Evaluasi: Pejabat militer melaporkan bahwa pesawat dirawat dengan standar tinggi oleh Angkatan Udara Kuwait, memastikan sistem avionik dan badan pesawat dalam kondisi sangat baik.
    -
    πŸ—“️ 2024: Penegasan Kualitas (Data Jam Terbang)
    Pernyataan Menhan: Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, memberikan detail teknis kepada publik dan parlemen.
    Data Jam Terbang: Ditegaskan bahwa pesawat hanya memiliki 1.500 hingga 3.000 jam terbang.
    Justifikasi: Angka ini jauh di bawah batas service life (6.000-8.000 jam), sehingga secara operasional pesawat ini masih dianggap sangat "muda".
    -
    πŸ—“️ 2025 (Januari - Agustus): Tahap Negosiasi Akhir
    Kesiapan Tempur: Pejabat militer terus memberikan testimoni bahwa pesawat dalam kondisi siap tempur dan akan langsung meningkatkan kesiapan ruang udara MALAYSEWA segera setelah tiba.
    Agustus 2025: Meskipun kondisi fisik pesawat diakui sangat bagus, MALAYSEWA resmi membatalkan rencana akuisisi karena ketidakpastian jadwal pengiriman dari pihak Kuwait yang masih menunggu pesawat baru mereka tiba.
    ________________________________________
    Detail Konfirmasi Resmi
    Narasumber: Wakil Menteri Pertahanan MALAYSEWA, Adly Zahari.
    Forum Pernyataan: Sidang Dewan Rakyat (Parlemen MALAYSEWA) saat menjawab pertanyaan terkait anggaran pertahanan pada 26 Februari 2026.
    Landasan Keputusan: Keputusan formal dicapai dalam rapat Kabinet pada 6 Februari 2026, menyusul hasil evaluasi tim teknis TUDM yang dikirim ke Kuwait pada 11-27 November 2025.
    Alasan Teknis: Pesawat Hornet Kuwait (varian C/D) dinilai memiliki risiko logistik jangka panjang dan secara teknis lebih tua dari armada F/A-18D yang saat ini dioperasikan MALAYSEWA.
    ________________________________________
    GEMPURWIRA20 Agustus 2025 pukul 10.00
    BEZA ya guys... HAHAHAHA
    MALAYSEWA...
    F18 KUWAIT masih dipakai dan siap segera di pindahkan ke MALAYSEWA nanti...
    -
    GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 08.50
    INDIANESIA KETAR KETIR....HAHAHAHAH
    18 Buah Su 30MKM
    17 Buah Bae hawk 108/208
    8 + 39 Buah F/A-18 Hornet C/D
    18 +18 Buah FA-50M Block 20
    -
    GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
    Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
    Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
    -
    sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
    Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
    -
    GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
    Nampaknya MALAYSEWA sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA...

    BalasHapus
  21. Kehadiran 6 Buah RAFAKE Langsung tak diambil perhatian sama negara jiran...

    Nak tahu Kenapa..? Jawapannya MUDAH kerana RAFAKE Nya ketahuan hanya versi MURAH paling BASIC... Malah hanya dipasang FSO DAN IRST FAKE DUMMY... πŸ‘ŽπŸ‘ŽπŸ€£πŸ€£πŸ€£

    BalasHapus
    Balasan
    1. ASEAN : MRCA = MALAYDESH : LCA DOWNGRADE
      -
      RI RAFALE F4 + KAAN
      SG F35 A/B
      THAILAND GRIPEN E/F
      PINOY GRIPEN C/D
      MYANMAR SU30SME
      MALAYSEWA FA50 TRAINER AIRCARFT
      -
      MEMALUKAN ASEAN ...... NGEMIS 4x = BATAL
      -
      2026 = CANCELLED F18
      2025-2021 = NGEMIS F18
      2025-2021 = MEMBUAL F18
      -
      Sumber Berita Utama
      New Straits Times (NST): Laporan berjudul "Govt scraps plan to acquire Kuwait's used F/A-18 Hornets" yang diterbitkan pada 26 Februari 2026.
      Bernama: Kantor berita nasional MALAYSEWA yang melaporkan penggulungan perdebatan tingkat komite RUU Perbekalan Tambahan di Dewan Rakyat.
      Militarnyi & Defense Blog: Portal berita pertahanan internasional yang merangkum keputusan pemerintah MALAYSEWA berdasarkan laporan teknis dari TUDM.
      -
      Detail Konfirmasi Resmi
      Narasumber: Wakil Menteri Pertahanan MALAYSEWA, Adly Zahari.
      Forum Pernyataan: Sidang Dewan Rakyat (Parlemen MALAYSEWA) saat menjawab pertanyaan terkait anggaran pertahanan pada 26 Februari 2026.
      Landasan Keputusan: Keputusan formal dicapai dalam rapat Kabinet pada 6 Februari 2026, menyusul hasil evaluasi tim teknis TUDM yang dikirim ke Kuwait pada 11-27 November 2025.
      Alasan Teknis: Pesawat Hornet Kuwait (varian C/D) dinilai memiliki risiko logistik jangka panjang dan secara teknis lebih tua dari armada F/A-18D yang saat ini dioperasikan MALAYSEWA.
      -
      GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
      pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
      -
      GEMPURWIRA24 Juli 2025 pukul 18.11
      PADU GUYS....πŸ˜ŽπŸ˜ŽπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡Ύ
      -18 BUAH SU30MKM
      -38 + 8 BUAH F18 HORNET C/D
      -18 BUAH FA-50 BLOCK 20 (AESA RADAR)
      -
      GEMPURWIRA20 Agustus 2025 pukul 10.00
      BEZA ya guys... HAHAHAHA
      MALAYSEWA...
      F18 KUWAIT masih dipakai dan siap segera di pindahkan ke MALAYSEWA nanti...
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 08.39
      Mantap..... Nampaknya jelas KUWAIT sudah memberi lampu hijau penjualan F18 mereka ke MALAYSEWA...
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 08.50
      INDIANESIA KETAR KETIR....HAHAHAHAH
      18 Buah Su 30MKM
      17 Buah Bae hawk 108/208
      8 + 39 Buah F/A-18 Hornet C/D
      18 +18 Buah FA-50M Block 20
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 09.49
      horeyyyyy...F18 come to PAPA
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.08
      Come to papa F18C/D..... πŸ˜ŽπŸ˜ŽπŸ˜ŽπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡Ύ
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.37
      39 buah F18C/D KUWAIT tu guys.. Borong semua.... Banyak
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.50
      39 buah + 8 buah..... Banyak woiiii.... πŸ˜ŽπŸ˜ŽπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡Ύ
      -
      GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
      Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
      Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
      -
      sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
      Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
      -
      GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
      Nampaknya MALAYSEWA sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA...

      Hapus
    2. INDONESIA=
      MRCA✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      ===============
      ===============
      MALONYET =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      BADUT NOT PAID-FFBNP = SIKIT NO PARTY
      10 LCA FA50Murah = SIKIT NO PARTY
      7 F18 USANG = SIKIT NO PARTY
      -
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      Korea Aerospace Industries won the LCA / LIFT competition (which suffered a competitive challenge attempt) to supply the Royal MALONYETn Air Force (RMAF or TUDM) with 18 light combat and advanced trainer aircraft. Eight of these aircraft are to be configured primarily as Lead Advanced Trainer (LIFT), while the remaining ten would be Light Fighter Aircraft (LCA) combat aircraft.
      ---------------------------------
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      Pengurangan Jumlah: Malonyet awalnya membeli dan mengoperasikan 8 unit F/A-18D Hornet dari Amerika Serikat yang dikirim pada tahun 1997. Namun, jumlahnya berkurang menjadi 7 unit setelah satu pesawat mengalami insiden kecelakaan dan meledak pasca-lepas landas di Pangkalan Udara Kuantan pada 21 Agustus 2025
      --------------------------------
      MALONYET 's military has faced a number of challenges in maintaining its equipment, including:
      • Budgetary limitations
      Successive governments have been unwilling to cut spending elsewhere or reduce the size of the armed forces.
      • Corruption
      Defence procurement has been characterized by corruption, budgetary uncertainty, and opaque decision making.
      • Outdated equipment
      The Royal MALONYET Air Force (RMAF) has a large fleet of aging aircraft that are difficult to maintain.
      • Political interference
      Political interference has undermined combat readiness.
      • Logistics weaknesses
      There are issues with the quality of logistics equipment and the delivery of spares to soldiers .
      ------------------------------------------------=
      MALONYET 's armed forces face several problems related to cost, including fiscal limitations, outdated equipment, and a lack of investment in research and development.
      Fiscal limitations
      • Limited defense budget
      MALONYET 's defense budget has been limited by fiscal constraints, with governments unwilling to cut spending in other areas.
      • Low percentage of GDP
      MALONYET 's defense budget has never exceeded 1.5% of GDP in the last 20 years.
      Outdated equipment
      • Old ships
      The Royal MALONYET Navy (RMN) has many old ships, including some that are over 40 years old.
      • Outdated inventory
      The MAF has outdated inventory stock, which can affect the country's security.
      Lack of investment in research and development
      ------------------------------------------------=
      The MALONYET Armed Forces (MAF) has faced a number of problems with its assets, including outdated equipment, limited procurement budgets, and political interference.
      Outdated equipment
      • Many of the MAF's assets are outdated, with most of the equipment purchased between the 1970s and 1990s.
      • The Royal MALONYET Navy (RMN) has many vessels that are past their intended service life.
      • The Royal MALONYET Air Force (RMAF) needs to replace its Nuri helicopters, which were first commissioned in 1968.
      Limited procurement budgets
      • The MAF has had limited procurement budgets for the past quarter-century.
      • The global financial crisis caused the MAF to postpone large purchases.
      • The MAF has struggled to acquire modern military assets.
      Political interference
      • Political interference and corruption have undermined the MAF's combat readiness.
      • The MAF has faced challenges in engaging with non-traditional security challenges.



      Hapus
  22. Kehadiran 6 Buah RAFAKE Langsung tak diambil perhatian sama negara jiran...

    Nak tahu Kenapa..? Jawapannya MUDAH kerana RAFAKE Nya ketahuan hanya versi MURAH paling BASIC... Malah hanya dipasang FSO DAN IRST FAKE DUMMY... πŸ‘ŽπŸ‘ŽπŸ€£πŸ€£πŸ€£

    BalasHapus
    Balasan
    1. ASEAN : MRCA = MALAYDESH : LCA DOWNGRADE
      -
      RI RAFALE F4 + KAAN
      SG F35 A/B
      THAILAND GRIPEN E/F
      PINOY GRIPEN C/D
      MYANMAR SU30SME
      MALAYSEWA FA50 TRAINER AIRCARFT
      -
      MEMALUKAN ASEAN ......
      NGEMIS 4x = BATAL
      PEJABAT DAN BERUK = MEMBUAL
      -
      pernyataan pejabat MALAYSEWA mengenai F/A-18 Hornet Kuwait (2021–2025):
      -
      2021 (Solusi Instan): Pemerintah menyatakan minat pada 33 unit Hornet sebagai solusi cepat (stop-gap) karena kompatibel dengan infrastruktur perawatan dan pilot TUDM yang sudah ada.
      -
      2022–2023 (Kondisi Prima): Hasil inspeksi langsung delegasi TUDM ke Kuwait mengonfirmasi bahwa pesawat dirawat dengan standar tinggi, serta memiliki sistem avionik dan rangka (airframe) yang masih prima.
      -
      2024 (Jam Terbang Rendah): Menhan Mohamed Khaled Nordin menegaskan di Parlemen bahwa pesawat masih "sangat muda" dengan 1.500–3.000 jam terbang, jauh di bawah batas usia pakai 6.000–8.000 jam.
      -
      2025 (Siap Tempur & Pembatalan): Pejabat militer menyatakan pesawat dalam kondisi siap tempur (combat ready). Namun, pada Agustus 2025 rencana dibatalkan akibat ketidakpastian jadwal pengiriman dari pihak Kuwait.
      -
      GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
      pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
      -
      GEMPURWIRA24 Juli 2025 pukul 18.11
      PADU GUYS....πŸ˜ŽπŸ˜ŽπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡Ύ
      -18 BUAH SU30MKM
      -38 + 8 BUAH F18 HORNET C/D
      -18 BUAH FA-50 BLOCK 20 (AESA RADAR)
      -
      GEMPURWIRA20 Agustus 2025 pukul 10.00
      BEZA ya guys... HAHAHAHA
      MALAYSEWA...
      F18 KUWAIT masih dipakai dan siap segera di pindahkan ke MALAYSEWA nanti...
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 08.39
      Mantap..... Nampaknya jelas KUWAIT sudah memberi lampu hijau penjualan F18 mereka ke MALAYSEWA...
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 08.50
      INDIANESIA KETAR KETIR....HAHAHAHAH
      18 Buah Su 30MKM
      17 Buah Bae hawk 108/208
      8 + 39 Buah F/A-18 Hornet C/D
      18 +18 Buah FA-50M Block 20
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 09.49
      horeyyyyy...F18 come to PAPA
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.08
      Come to papa F18C/D..... πŸ˜ŽπŸ˜ŽπŸ˜ŽπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡Ύ
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.37
      39 buah F18C/D KUWAIT tu guys.. Borong semua.... Banyak
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.50
      39 buah + 8 buah..... Banyak woiiii.... πŸ˜ŽπŸ˜ŽπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡Ύ
      -
      GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
      Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
      Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
      -
      sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
      Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
      -
      GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
      Nampaknya MALAYSEWA sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA...

      Hapus
    2. ASEAN : MRCA = MALAYDESH : LCA DOWNGRADE
      -
      RI RAFALE F4 + KAAN
      SG F35 A/B
      THAILAND GRIPEN E/F
      PINOY GRIPEN C/D
      MYANMAR SU30SME
      MALAYSEWA FA50 TRAINER AIRCARFT
      -
      INDONESIA .....
      11 SU-35 > 42 RAFALE
      12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
      42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
      24 F-15IDN > 24 M-346F
      -
      INDONESIA .....
      BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYSEWA.......
      F18 KUWAIT = CANCELLED
      JF17 = PRANK
      RAFALE = PRANK
      TYPHOON = PRANK
      GRIPEN = PRANK
      TEJAS = PRANK
      MIG29N = TIADA GANTI
      FA50MURAH = DIBLOKIR USA
      -
      MALAYSEWA.......
      BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
      --------------------------------
      KFH EXIT BANKRUPT = 🦧GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = 🦧GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = 🦧GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      -------------------------
      MALAYSEWA 's first foreign Islamic bank Kuwait Finance House (MALAYSEWA ) Bhd (KFH MALAYSEWA ) is exiting MALAYSEWA after 19 years of operation.
      In a statement today, the group said Kuwait Finance House (MALAYSEWA ) Berhad (KFHMB) will be closed, aligned with its international business strategic review to focus and expand its regional market in Gulf Cooperation Council (GCC) and Middle East
      ________________________________________
      F18 2021-2025
      PEJABAT MALAYSEWA = MEMBUAL
      BERUK MALAYSEWA = MEMBUAL
      -
      πŸ—“️ 2021: Pernyataan Minat & Evaluasi Awal
      Minat Resmi: MALAYSEWA menyatakan ketertarikan resmi terhadap 33 unit Hornet Kuwait.
      Kondisi: Pejabat menilai pesawat ini sebagai solusi cepat (stop-gap measure) yang sangat layak untuk meningkatkan kekuatan udara TUDM tanpa menunggu produksi pesawat baru yang lama.
      Kompatibilitas: Penekanan bahwa pesawat ini cocok karena TUDM sudah memiliki infrastruktur perawatan dan pilot yang berpengalaman dengan platform Hornet.
      -
      πŸ—“️ 2022 - 2023: Diplomasi & Penilaian Teknis
      Kunjungan Teknis: Delegasi TUDM melakukan penilaian mendalam di Kuwait.
      Hasil Evaluasi: Pejabat militer melaporkan bahwa pesawat dirawat dengan standar tinggi oleh Angkatan Udara Kuwait, memastikan sistem avionik dan badan pesawat dalam kondisi sangat baik.
      -
      πŸ—“️ 2024: Penegasan Kualitas (Data Jam Terbang)
      Pernyataan Menhan: Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, memberikan detail teknis kepada publik dan parlemen.
      Data Jam Terbang: Ditegaskan bahwa pesawat hanya memiliki 1.500 hingga 3.000 jam terbang.
      Justifikasi: Angka ini jauh di bawah batas service life (6.000-8.000 jam), sehingga secara operasional pesawat ini masih dianggap sangat "muda".
      -
      πŸ—“️ 2025 (Januari - Agustus): Tahap Negosiasi Akhir
      Kesiapan Tempur: Pejabat militer terus memberikan testimoni bahwa pesawat dalam kondisi siap tempur dan akan langsung meningkatkan kesiapan ruang udara MALAYSEWA segera setelah tiba.
      Agustus 2025: Meskipun kondisi fisik pesawat diakui sangat bagus, MALAYSEWA resmi membatalkan rencana akuisisi karena ketidakpastian jadwal pengiriman dari pihak Kuwait yang masih menunggu pesawat baru mereka tiba.
      ________________________________________
      PEJABAT DAN BERUK = MEMBUAL
      -
      pernyataan pejabat MALAYSEWA mengenai F/A-18 Hornet Kuwait (2021–2025):
      -
      2021 (Solusi Instan): Pemerintah menyatakan minat pada 33 unit Hornet sebagai solusi cepat (stop-gap) karena kompatibel dengan infrastruktur perawatan dan pilot TUDM yang sudah ada.
      -
      2022–2023 (Kondisi Prima): Hasil inspeksi langsung delegasi TUDM ke Kuwait mengonfirmasi bahwa pesawat dirawat dengan standar tinggi, serta memiliki sistem avionik dan rangka (airframe) yang masih prima.
      -
      2024 (Jam Terbang Rendah): Menhan Mohamed Khaled Nordin menegaskan di Parlemen bahwa pesawat masih "sangat muda" dengan 1.500–3.000 jam terbang, jauh di bawah batas usia pakai 6.000–8.000 jam.
      -
      2025 (Siap Tempur): Pejabat militer menyatakan pesawat dalam kondisi siap tempur (combat ready).

      Hapus
    3. F18 MALONYET NGEMIS
      F15 INDONESIA RILIS
      -
      F-15 Eagle Contract
      • Scope: Production, integration, modernization, maintenance, and upgrades for the US Air Force, Air National Guard, and Department of War.
      • FMS Exports: Japan, Israel, Saudi Arabia, South Korea, Singapore, INDONESIA, and Poland.
      https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/F15IDN
      --------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs

      --------------------------------------------
      Matra Udara
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM.
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang.
      • F/A-18D: Senjata terbatas karena source code dikunci AS.
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang pesawat tua.
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik.
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat vendor terlambat mengirim unit.
      Matra Darat & Laut
      • LCS: Larangan ekspor rudal utama NSM oleh Norwegia.
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa persenjataan torpedo.
      • Tank Pendekar: Mogok di jalan karena penuaan dan langkanya suku cadang.
      • AV8 Gempita: Dikritik karena pelat bodi tipis tanpa perisai modular.
      Beban Keuangan & Embargo
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS.
      • Embargo Rudal: Larangan integrasi rudal NSM (Norwegia) dan pembatasan AMRAAM (AS).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      Status SIPRI: Vakum vs. Agresif
      MALAYSEWA (Lembar Kosong): Mencatat status KOSONG selama dua tahun berturut-turut (2024–2025). Tidak ada transfer senjata berat yang terealisasi.
      Indonesia (Lembar Penuh): Realisasi masif mencakup Rafale F-4, A400M Atlas, Rudal Khan/Bora, hingga mesin kapal PPA-L-Plus.
      -
      Kegagalan Pengadaan & Skandal Finansial
      Skandal LCS: Proyek RM 9 Miliar yang belum mengirimkan satu pun kapal meski RM 6 Miliar telah dibayarkan. Terdeteksi penyimpangan dana RM 400 Juta untuk bayar utang perusahaan.
      Sistem "Middlemen": Ketergantungan pada agen/makelar politik menyebabkan harga alutsista melambung tidak wajar dan spesifikasi yang tidak sesuai kebutuhan militer.
      Drama SPH 155mm: Proyek tertunda sejak 2010 dan akhirnya dibatalkan Kemenkeu karena krisis anggaran.

      Hapus
    4. INDONESIA=
      MRCA✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      ===============
      ===============
      MALONYET =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      BADUT NOT PAID-FFBNP = SIKIT NO PARTY
      10 LCA FA50Murah = SIKIT NO PARTY
      7 F18 USANG = SIKIT NO PARTY
      -
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      Korea Aerospace Industries won the LCA / LIFT competition (which suffered a competitive challenge attempt) to supply the Royal MALONYETn Air Force (RMAF or TUDM) with 18 light combat and advanced trainer aircraft. Eight of these aircraft are to be configured primarily as Lead Advanced Trainer (LIFT), while the remaining ten would be Light Fighter Aircraft (LCA) combat aircraft.
      ---------------------------------
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      Pengurangan Jumlah: Malonyet awalnya membeli dan mengoperasikan 8 unit F/A-18D Hornet dari Amerika Serikat yang dikirim pada tahun 1997. Namun, jumlahnya berkurang menjadi 7 unit setelah satu pesawat mengalami insiden kecelakaan dan meledak pasca-lepas landas di Pangkalan Udara Kuantan pada 21 Agustus 2025
      --------------------------------
      The Royal MALONYET Air Force (RMAF) faces several challenges that have contributed to its aircraft fleet weakness, including budget constraints, techNOLogical obsolescence, and frequent government changes.
      Budget constraints
      • The MALONYET government's military budget fluctuates with the economy. The 1997 Asian financial crisis and the COVID-19 pandemic have both held back defense spending.
      • The government has limited defense modernization funds.
      TechNOLogical obsolescence
      • The RMAF's fleet of legacy Hornets are rapidly becoming techNOLogically obsolete.
      • Maintaining a large fleet of aging aircraft can be expensive and burdensome.
      Frequent government changes
      • Since 2018, MALONYET has had four Prime Ministers and governments.
      • The government is focused on other priorities, such as revitalizing the economy and reducing the national deficit.
      ------------------------------------------------=
      Some say that MALONYET 's military has outdated aircraft, but the country has also been modernizing its military with new equipment and programs.
      Outdated aircraft
      • Some say that MALONYET 's aircraft are becoming techNOLogically obsolete.
      • A larger fleet of older aircraft could be difficult to maintain.
      Modernization programs
      • The MALONYET Army has a program called the Future Soldier System (FSS) to equip soldiers with personal protection equipment.
      • The MALONYET government has allocated funds for maintenance, repairs, and new military assets.
      Defense budget
      • MALONYET 's defense budget is USD4 billion, which supports a modest ground force and an improving air force.
      • The government has allocated funds for maintenance, repairs, and new military assets
      -------------------------------------------------
      The MALONYET Armed Forces (MAF) has faced a number of weaknesses, including outdated equipment, financial constraints, and corruption.
      Outdated equipment
      • Most of the MAF's equipment was purchased between the 1970s and 1990s.
      • Some of the navy's fleet and helicopters were commissioned in the 1960s.
      • The government auditor-general found that half of the navy's ships were beyond their serviceable lifespan.
      • The KD Rahman submarine had technical problems that prevented it from submerging.
      Financial constraints
      • The government's financial ability may limit the MAF's ability to develop and equip modern assets.
      • The government's budget allocation may need to be spent prudently.
      Corruption
      • The MAF has been involved in several corruption scandals

      Hapus
  23. Kehadiran 6 Buah RAFAKE Langsung tak diambil perhatian sama negara jiran...

    Nak tahu Kenapa..? Jawapannya MUDAH kerana RAFAKE Nya ketahuan hanya versi MURAH paling BASIC... Malah hanya dipasang FSO DAN IRST FAKE DUMMY... πŸ‘ŽπŸ‘ŽπŸ€£πŸ€£πŸ€£

    BalasHapus
    Balasan
    1. ASEAN : MRCA = MALAYDESH : LCA DOWNGRADE
      -
      RI RAFALE F4 + KAAN
      SG F35 A/B
      THAILAND GRIPEN E/F
      PINOY GRIPEN C/D
      MYANMAR SU30SME
      MALAYSEWA FA50 TRAINER AIRCARFT
      -
      MEMALUKAN ASEAN ......
      NGEMIS 4x = BATAL
      PEJABAT DAN BERUK = MEMBUAL
      -
      pernyataan pejabat MALAYSEWA mengenai F/A-18 Hornet Kuwait (2021–2025):
      -
      2021 (Solusi Instan): Pemerintah menyatakan minat pada 33 unit Hornet sebagai solusi cepat (stop-gap) karena kompatibel dengan infrastruktur perawatan dan pilot TUDM yang sudah ada.
      -
      2022–2023 (Kondisi Prima): Hasil inspeksi langsung delegasi TUDM ke Kuwait mengonfirmasi bahwa pesawat dirawat dengan standar tinggi, serta memiliki sistem avionik dan rangka (airframe) yang masih prima.
      -
      2024 (Jam Terbang Rendah): Menhan Mohamed Khaled Nordin menegaskan di Parlemen bahwa pesawat masih "sangat muda" dengan 1.500–3.000 jam terbang, jauh di bawah batas usia pakai 6.000–8.000 jam.
      -
      2025 (Siap Tempur & Pembatalan): Pejabat militer menyatakan pesawat dalam kondisi siap tempur (combat ready). Namun, pada Agustus 2025 rencana dibatalkan akibat ketidakpastian jadwal pengiriman dari pihak Kuwait.
      -
      GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
      pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
      -
      GEMPURWIRA24 Juli 2025 pukul 18.11
      PADU GUYS....πŸ˜ŽπŸ˜ŽπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡Ύ
      -18 BUAH SU30MKM
      -38 + 8 BUAH F18 HORNET C/D
      -18 BUAH FA-50 BLOCK 20 (AESA RADAR)
      -
      GEMPURWIRA20 Agustus 2025 pukul 10.00
      BEZA ya guys... HAHAHAHA
      MALAYSEWA...
      F18 KUWAIT masih dipakai dan siap segera di pindahkan ke MALAYSEWA nanti...
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 08.39
      Mantap..... Nampaknya jelas KUWAIT sudah memberi lampu hijau penjualan F18 mereka ke MALAYSEWA...
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 08.50
      INDIANESIA KETAR KETIR....HAHAHAHAH
      18 Buah Su 30MKM
      17 Buah Bae hawk 108/208
      8 + 39 Buah F/A-18 Hornet C/D
      18 +18 Buah FA-50M Block 20
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 09.49
      horeyyyyy...F18 come to PAPA
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.08
      Come to papa F18C/D..... πŸ˜ŽπŸ˜ŽπŸ˜ŽπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡Ύ
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.37
      39 buah F18C/D KUWAIT tu guys.. Borong semua.... Banyak
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.50
      39 buah + 8 buah..... Banyak woiiii.... πŸ˜ŽπŸ˜ŽπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡Ύ
      -
      GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
      Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
      Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
      -
      sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
      Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
      -
      GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
      Nampaknya MALAYSEWA sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA...

      Hapus
    2. ASEAN : MRCA = MALAYDESH : LCA DOWNGRADE
      -
      RI RAFALE F4 + KAAN
      SG F35 A/B
      THAILAND GRIPEN E/F
      PINOY GRIPEN C/D
      MYANMAR SU30SME
      MALAYSEWA FA50 TRAINER AIRCARFT
      -
      2026 MALAYSEWA = FITTED FOR BUT NOT PAID
      2026 MALAYSEWA = FITTED FOR BUT NOT PAID
      -
      PANGKAS = MALAYSEWA NO SHOPPING
      ---------------------------------
      laporan The Edge MALAYSEWA mengenai instruksi Perbendaharaan untuk melakukan "pengurangan belanja aset" demi menutupi defisit subsidi energi sebesar RM 58,4 miliar, berikut adalah rincian detail mengenai dampaknya terhadap sektor pengadaan militer (Kementerian Pertahanan):
      ---------------------------------
      Rincian Pemangkasan Belanja Aset Militer 2026
      1. Penundaan Pengadaan Kendaraan Logistik & Pendukung
      Target: Kendaraan angkut personel (truk), kendaraan taktis ringan non-tempur, dan kendaraan operasional administratif.
      Tujuan: Menghentikan pembelian unit baru dan beralih pada optimalisasi armada yang sudah ada melalui perbaikan rutin.
      Dampak: Memperlambat modernisasi mobilitas darat di luar unit tempur utama.
      ---------------------------------
      2. Rasionalisasi Infrastruktur Pangkalan
      Target: Proyek konstruksi baru seperti pembangunan barak tambahan, renovasi gedung perkantoran kementerian, dan pembangunan fasilitas pelatihan non-esensial.
      Tujuan: Mengalihkan dana konstruksi skala besar untuk menyuntik dana subsidi energi yang membengkak akibat krisis Iran.
      Pengecualian: Pemeliharaan fasilitas kritis yang berkaitan langsung dengan operasional harian personel tetap berjalan.
      ---------------------------------
      3. Pemangkasan Perangkat IT Non-Tempur
      Target: Modernisasi sistem administrasi digital, pengadaan komputer kantor, dan perangkat lunak manajemen inventaris yang bersifat rutin.
      Tujuan: Mengurangi belanja modal di sektor teknologi yang tidak berkaitan langsung dengan sistem pertahanan siber atau komando tempur.
      ---------------------------------
      4. Pembekuan Pengadaan Aset "Double-Use"
      Target: Alat berat teknik (seperti ekskavator militer) dan peralatan komunikasi standar yang bukan merupakan perangkat enkripsi tingkat tinggi.
      Konteks: Setiap pengadaan yang tidak bersifat "mendesak bagi kedaulatan" dalam jangka pendek ditangguhkan hingga tahun anggaran berikutnya.
      ---------------------------------
      5. Pengalihan dari Akuisisi ke Perawatan (MRO)
      Strategi: Anggaran yang semula dialokasikan untuk uang muka (down payment) pembelian aset baru dialihkan untuk kontrak Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO).
      Logika Fiskal: Memperbaiki aset lama jauh lebih murah secara tunai dalam satu tahun anggaran dibandingkan memulai komitmen kontrak pembelian aset baru yang bernilai miliaran Ringgit.
      ---------------------------------
      6. Peninjauan Kontrak Vendor Pihak Ketiga
      Tindakan: Re-negosiasi atau penundaan kontrak dengan vendor penyedia layanan aset non-militer (seperti penyedia jasa logistik pihak ketiga untuk urusan domestik).
      Tujuan: Menekan kebocoran dana operasional kementerian sekecil mungkin.
      --------------------------------
      2026 MALAYSEWA = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYSEWA = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYSEWA = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYSEWA = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYSEWA = PHK MASSAL
      2026 MALAYSEWA = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYSEWA = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYSEWA = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYSEWA = CANCELLED PROCUREMENT

      Hapus
    3. ASEAN : MRCA = MALAYDESH : LCA DOWNGRADE
      -
      RI RAFALE F4 + KAAN
      SG F35 A/B
      THAILAND GRIPEN E/F
      PINOY GRIPEN C/D
      MYANMAR SU30SME
      MALAYSEWA FA50 TRAINER AIRCARFT
      -
      F16 UPGRADE VS F18 USANG
      -
      PERBANDINGAN KEMAMPUAN F-16 INDONESIA DAN F-18 MALAYSEWA =
      ________________________________________
      Kemampuan Rudal AMRAAM:
      F-16 Indonesia: Sudah mampu penuh mengoperasikan AIM-120C-7 (jarak jauh, fire-and-forget).
      -
      F-18 MALAYSEWA: Terbatas; senjata utama jarak jauh masih mengandalkan AIM-7 Sparrow (teknologi lebih tua) atau R-77 pada jet tempur lain.
      ________________________________________
      Status Modernisasi:
      F-16 Indonesia: Sangat tinggi berkat program Falcon STAR-eMLU yang meremajakan seluruh sistem pesawat.
      -
      F-18 MALAYSEWA: Masih menggunakan standar lama tanpa pembaruan besar pada sistem integrasi senjata BVR.
      ________________________________________
      Radar & Avionik:
      F-16 Indonesia: Menggunakan AN/APG-68(V) hasil upgrade yang lebih sensitif mendeteksi target jarak jauh.
      -
      F-18 MALAYSEWA: Menggunakan AN/APG-73 standar yang kemampuannya mulai tertinggal dari versi eMLU Indonesia.
      ________________________________________
      Pertempuran Jarak Jauh (BVR):
      F-16 Indonesia: Tinggi (jangkauan AMRAAM C-7 bisa mencapai lebih dari 100 km).
      -
      F-18 MALAYSEWA: Sedang (ketergantungan pada rudal Sparrow membatasi jarak serang efektif).
      ________________________________________
      Teknologi Helm Pilot:
      F-16 Indonesia: Dilengkapi JHMCS (pilot bisa mengunci lawan hanya dengan menoleh).
      -
      F-18 MALAYSEWA: Masih menggunakan sistem helm Standar (belum terintegrasi penuh untuk pencarian target via helm
      ________________________________________
      Analisis Mendalam: Mengapa F-16 Indonesia Lebih Unggul dalam Hal AMRAAM?
      -
      Program Falcon STAR-eMLU (TNI AU):
      Indonesia melakukan Enhanced Mid-Life Update (eMLU) pada pesawat F-16 A/B Block 15. Upgrade ini membuat F-16 Indonesia setara dengan standar Block 52ID. Hal ini mencakup peningkatan avionik, komputer misi, radar AN/APG-68(V) yang lebih canggih, dan integrasi senjata baru.
      -
      Akuisisi AIM-120C-7 AMRAAM (Indonesia):
      Indonesia telah mendapatkan izin dan mengakuisisi rudal AIM-120C-7 AMRAAM, yang merupakan rudal udara-ke-udara jarak menengah-jauh dengan kemampuan fire-and-forget. Rudal ini memberikan kemampuan BVR (Beyond Visual Range) yang sesungguhnya.
      -
      Situasi F/A-18D Malaysdesh (TUDM):
      F/A-18D Hornet MALAYSEWA adalah pesawat yang tangguh, namun TUDM masih mengandalkan rudal AIM-7 Sparrow yang lebih tua untuk kemampuan BVR, atau rudal Rusia (R-77) pada platform lain, bukan AMRAAM modern seperti Indonesia. TUDM dilaporkan lebih fokus pada upgrade pod penargetan (Sniper ATP) daripada integrasi AMRAAM pada armada F-18 lama mereka.
      -
      Kombinasi Helm JHMCS dan Sidewinder AIM-9X (Indonesia):
      Selain AMRAAM untuk jarak jauh, F-16 TNI AU yang sudah diupgrade juga menggunakan helm JHMCS dan rudal AIM-9X Sidewinder, yang memungkinkan pilot mengunci sasaran hanya dengan menolehkan kepala.
      ________________________________________
      Kesimpulan
      F-16 Indonesia melalui Falcon STAR-eMLU telah bertransformasi menjadi jet tempur dengan kemampuan tempur modern (BVR), yang didukung oleh rudal AIM-120 AMRAAM, menjadikannya lebih unggul dalam pertempuran jarak jauh
      -
      F/A-18D Malaysdesh yang masih menggunakan teknologi radar dan rudal yang lebih lama (sebelum ada kontrak pembaruan penuh)

      Hapus
    4. INDONESIA=
      MRCA✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      ===============
      ===============
      MALONYET =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      BADUT NOT PAID-FFBNP = SIKIT NO PARTY
      10 LCA FA50Murah = SIKIT NO PARTY
      7 F18 USANG = SIKIT NO PARTY
      -
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      Korea Aerospace Industries won the LCA / LIFT competition (which suffered a competitive challenge attempt) to supply the Royal MALONYETn Air Force (RMAF or TUDM) with 18 light combat and advanced trainer aircraft. Eight of these aircraft are to be configured primarily as Lead Advanced Trainer (LIFT), while the remaining ten would be Light Fighter Aircraft (LCA) combat aircraft.
      ---------------------------------
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      Pengurangan Jumlah: Malonyet awalnya membeli dan mengoperasikan 8 unit F/A-18D Hornet dari Amerika Serikat yang dikirim pada tahun 1997. Namun, jumlahnya berkurang menjadi 7 unit setelah satu pesawat mengalami insiden kecelakaan dan meledak pasca-lepas landas di Pangkalan Udara Kuantan pada 21 Agustus 2025
      --------------------------------
      MALONYET 's military procurement has several weaknesses, including:
      • Corruption: The defense sector is vulnerable to corruption, and there is a high risk of corruption.
      • Weak parliamentary oversight: Parliamentary oversight is weak, and financial scrutiny is limited by excessive secrecy.
      • External influences: Decisions are often influenced by vendors and are against strategic interests. For example, MALONYET sometimes procures hardware in exchange for palm oil.
      • Mixing and matching equipment: The MALONYET military sources weapons systems and platforms from a large variety of foreign suppliers. This makes it difficult to find personnel to manage the equipment.
      • Budgetary uncertainty: There is budgetary uncertainty in defense procurement.
      • Opaque decision making: Decision making in defense procurement is opaque.
      • Shifting priorities: Priorities in defense procurement shift.
      =================
      The MALONYET Armed Forces (MAF) face a number of challenges, including limited funding, aging equipment, and a lack of modern assets.
      Funding
      • Small procurement budgets: The MAF has had small procurement budgets over the past 25 years.
      • Fiscal limitations: The government has been unwilling to cut spending elsewhere or reduce the size of the armed forces.
      Aging equipment
      • Outdated assets: The MAF's equipment is aging, and the government has been unable to provide modern assets.
      • Withdrawal of MiG-29 Fulcrum fighter aircraft: The MAF withdrew its MiG-29 Fulcrum fighter aircraft from service in 2017.
      • Su-30MKM Flanker fighter aircraft: The MAF is struggling to keep its Su-30MKM Flanker fighter ground-attack aircraft operational.
      Other challenges
      -------------------------------------------------
      The MALONYET Armed Forces (MAF) face several problems with their combat ships, including funding, delays, and corruption.
      Funding
      • The MAF has been underfunded for years, especially for buying new assets.
      • The government has allocated more money to maintenance and repairs than to new naval assets.
      • The government has been unwilling to reduce government spending.
      Delays
      • The Littoral Combat Ship (LCS) program has been delayed due to technical difficulties, cost overruns, and corruption.
      • The first LCS was originally scheduled for delivery in 2019, but has not yet been delivered.
      Corruption
      • The MALONYET Anti-Corruption Commission (MACC) arrested two senior executives involved in the LCS project.

      Hapus
  24. ASEAN : MRCA = MALAYDESH : LCA DOWNGRADE
    -
    RI RAFALE F4 + KAAN
    SG F35 A/B
    THAILAND GRIPEN E/F
    PINOY GRIPEN C/D
    MYANMAR SU30SME
    MALAYSEWA FA50 TRAINER AIRCARFT
    -
    2026 MALAYSEWA = FITTED FOR BUT NOT PAID
    2026 MALAYSEWA = FITTED FOR BUT NOT PAID
    -
    PANGKAS = MALAYSEWA NO SHOPPING
    ---------------------------------
    laporan The Edge MALAYSEWA mengenai instruksi Perbendaharaan untuk melakukan "pengurangan belanja aset" demi menutupi defisit subsidi energi sebesar RM 58,4 miliar, berikut adalah rincian detail mengenai dampaknya terhadap sektor pengadaan militer (Kementerian Pertahanan):
    ---------------------------------
    Rincian Pemangkasan Belanja Aset Militer 2026
    1. Penundaan Pengadaan Kendaraan Logistik & Pendukung
    Target: Kendaraan angkut personel (truk), kendaraan taktis ringan non-tempur, dan kendaraan operasional administratif.
    Tujuan: Menghentikan pembelian unit baru dan beralih pada optimalisasi armada yang sudah ada melalui perbaikan rutin.
    Dampak: Memperlambat modernisasi mobilitas darat di luar unit tempur utama.
    ---------------------------------
    2. Rasionalisasi Infrastruktur Pangkalan
    Target: Proyek konstruksi baru seperti pembangunan barak tambahan, renovasi gedung perkantoran kementerian, dan pembangunan fasilitas pelatihan non-esensial.
    Tujuan: Mengalihkan dana konstruksi skala besar untuk menyuntik dana subsidi energi yang membengkak akibat krisis Iran.
    Pengecualian: Pemeliharaan fasilitas kritis yang berkaitan langsung dengan operasional harian personel tetap berjalan.
    ---------------------------------
    3. Pemangkasan Perangkat IT Non-Tempur
    Target: Modernisasi sistem administrasi digital, pengadaan komputer kantor, dan perangkat lunak manajemen inventaris yang bersifat rutin.
    Tujuan: Mengurangi belanja modal di sektor teknologi yang tidak berkaitan langsung dengan sistem pertahanan siber atau komando tempur.
    ---------------------------------
    4. Pembekuan Pengadaan Aset "Double-Use"
    Target: Alat berat teknik (seperti ekskavator militer) dan peralatan komunikasi standar yang bukan merupakan perangkat enkripsi tingkat tinggi.
    Konteks: Setiap pengadaan yang tidak bersifat "mendesak bagi kedaulatan" dalam jangka pendek ditangguhkan hingga tahun anggaran berikutnya.
    ---------------------------------
    5. Pengalihan dari Akuisisi ke Perawatan (MRO)
    Strategi: Anggaran yang semula dialokasikan untuk uang muka (down payment) pembelian aset baru dialihkan untuk kontrak Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO).
    Logika Fiskal: Memperbaiki aset lama jauh lebih murah secara tunai dalam satu tahun anggaran dibandingkan memulai komitmen kontrak pembelian aset baru yang bernilai miliaran Ringgit.
    ---------------------------------
    6. Peninjauan Kontrak Vendor Pihak Ketiga
    Tindakan: Re-negosiasi atau penundaan kontrak dengan vendor penyedia layanan aset non-militer (seperti penyedia jasa logistik pihak ketiga untuk urusan domestik).
    Tujuan: Menekan kebocoran dana operasional kementerian sekecil mungkin.
    --------------------------------
    2026 MALAYSEWA = CUT DEFENSE BUDGET
    2026 MALAYSEWA = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
    2026 MALAYSEWA = F18 BATAL - UH60A BATAL
    2026 MALAYSEWA = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    2026 MALAYSEWA = PHK MASSAL
    2026 MALAYSEWA = FREEZE PROCUREMENT
    2025 MALAYSEWA = SIPRI KOSONG
    2024 MALAYSEWA = SIPRI KOSONG
    2023 MALAYSEWA = CANCELLED PROCUREMENT

    BalasHapus

  25. RAFAKE BASIC..... Versi MURAHAN... πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣🀣



    Jet Tempur Rafale Indonesia Jauh Lebih Murah dari India, Kok Bisa?

    https://www.cnbcindonesia.com/research/20260220162742-128-712565/jet-tempur-rafale-indonesia-jauh-lebih-murah-dari-india-kok-bisa

    BalasHapus
    Balasan
    1. KASTA NOT PAID FFBNP = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ------------------------------
      Kelemahan Industri Pertahanan Domestik
      Korupsi Sistemik: Proses pengadaan sangat rentan terhadap campur tangan kepentingan asing dan domestik.
      Kesenjangan SDM: Kurangnya spesialis STEM dan keterbatasan teknologi membuat galangan kapal lokal tidak kompetitif dibanding Singapura.
      Keamanan Anggaran: Terjadi kebocoran dana (leakage) dan pengawasan parlemen yang sangat lemah terhadap sektor pertahanan yang tertutup.
      -
      Hambatan Fiskal & "Debt Service Ratio"
      Prioritas Nasional: Anggaran pertahanan stagnan karena pemerintah harus memprioritaskan pemulihan ekonomi dan pembayaran hutang.
      Siklus Hutang: Tingginya biaya pemeliharaan aset tua menghisap anggaran yang seharusnya digunakan untuk modernisasi alutsista baru.
      -
      Dampak pada Posisi Kawasan (GFP 2026)
      Penurunan Peringkat: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Kelemahan Maritim: Absennya Korps Marinir dan armada yang menua membuat MALAYSEWA rentan dalam sengketa di Laut China Selatan (LCS).
      -
      Ringkasan Perbandingan 2026
      Indonesia: Peringkat 13 (Pemimpin ASEAN), belanja agresif, rasio utang sehat.
      MALAYSEWA: Peringkat 42 (Papan Bawah), lembar belanja kosong, terjebak hutang dan korupsi.

      Hapus
    2. HUTANG BAYAR HUTANG = DEFISIT 1998-2026 (28 TAHUN)
      GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP .........
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ------------------------------
      F18 MALONYET NGEMIS = F15 INDONESIA RILIS
      F18 MALONYET NGEMIS = F15 INDONESIA RILIS
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      ---------------------------------
      Realisasi Impor Senjata (SIPRI 2021–2025)
      Data menunjukkan siapa yang benar-benar belanja alutsista di kawasan:
      Peringkat 1 ASEAN: Indonesia (1,5%) — Urutan 18 Dunia. Fokus: Rafale, ScorpΓ¨ne, PPA.
      Peringkat 2 ASEAN: Filipina (1,2%).
      Peringkat 3 ASEAN: Singapura (1,1%).
      Peringkat 4 ASEAN: Thailand (0,5%).
      Peringkat 5 ASEAN: MALAYSEWA (0,3%) — Hanya FA-50 (skala terbatas).
      -
      Status Lembar Pengadaan SIPRI (2024–2025)
      Indonesia (1 Lembar Penuh): Kontrak aktif untuk Rafale F-4, Mesin TP400-D6, PPA-L-Plus, A400M Atlas, Rudal BORA/KHAN, Drone Anka-S, dan Air Refuel System.
      MALAYSEWA (KOSONG): Tidak ada realisasi kontrak baru yang tercatat (Status: Salam Lembar Kosong).
      -
      Peringkat Kekuatan Militer (GFP 2026)
      Indonesia — Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582) | Hegemon ASEAN.
      Vietnam — Peringkat 23 Dunia.
      Thailand — Peringkat 24 Dunia.
      Singapura — Peringkat 29 Dunia.
      Myanmar — Peringkat 35 Dunia.
      Filipina — Peringkat 41 Dunia.
      MALAYSEWA — Peringkat 42 Dunia (Kalah dari Filipina).
      -
      Kronologi "Prank" Pertahanan MALAYSEWA (2005–2026)
      Rentetan wacana yang gagal menjadi kontrak nyata (Zonk):
      2005: Rudal KS-1A China (Zonk).
      2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak anggaran).
      2018: Kapal MRSS PT PAL Indonesia (Zonk).
      2022: Jet HAL Tejas India (Batal/Pindah ke FA-50).
      2023: IAG Guardian (Gagal spek PBB/UNIFIL).
      2024–2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak/Unit tidak tiba).
      2026: F/A-18 Hornet Kuwait (Resmi Batal akibat biaya logistik & evaluasi buruk).
      2026: Pembekuan Total oleh PM Anwar Ibrahim akibat skandal korupsi & kartel Kemenhan

      Hapus
    3. HUTANG BAYAR HUTANG = DEFISIT 1998-2026 (28 TAHUN)
      GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP .........
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ------------------------------
      F18 MALONYET NGEMIS = F15 INDONESIA RILIS
      F18 MALONYET NGEMIS = F15 INDONESIA RILIS
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      ---------------------------------
      Realisasi Impor Senjata (SIPRI 2021–2025)
      Data menunjukkan siapa yang benar-benar belanja alutsista di kawasan:
      Peringkat 1 ASEAN: Indonesia (1,5%) — Urutan 18 Dunia. Fokus: Rafale, ScorpΓ¨ne, PPA.
      Peringkat 2 ASEAN: Filipina (1,2%).
      Peringkat 3 ASEAN: Singapura (1,1%).
      Peringkat 4 ASEAN: Thailand (0,5%).
      Peringkat 5 ASEAN: MALAYSEWA (0,3%) — Hanya FA-50 (skala terbatas).
      -
      Status Lembar Pengadaan SIPRI (2024–2025)
      Indonesia (1 Lembar Penuh): Kontrak aktif untuk Rafale F-4, Mesin TP400-D6, PPA-L-Plus, A400M Atlas, Rudal BORA/KHAN, Drone Anka-S, dan Air Refuel System.
      MALAYSEWA (KOSONG): Tidak ada realisasi kontrak baru yang tercatat (Status: Salam Lembar Kosong).
      -
      Peringkat Kekuatan Militer (GFP 2026)
      Indonesia — Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582) | Hegemon ASEAN.
      Vietnam — Peringkat 23 Dunia.
      Thailand — Peringkat 24 Dunia.
      Singapura — Peringkat 29 Dunia.
      Myanmar — Peringkat 35 Dunia.
      Filipina — Peringkat 41 Dunia.
      MALAYSEWA — Peringkat 42 Dunia (Kalah dari Filipina).
      -
      Kronologi "Prank" Pertahanan MALAYSEWA (2005–2026)
      Rentetan wacana yang gagal menjadi kontrak nyata (Zonk):
      2005: Rudal KS-1A China (Zonk).
      2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak anggaran).
      2018: Kapal MRSS PT PAL Indonesia (Zonk).
      2022: Jet HAL Tejas India (Batal/Pindah ke FA-50).
      2023: IAG Guardian (Gagal spek PBB/UNIFIL).
      2024–2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak/Unit tidak tiba).
      2026: F/A-18 Hornet Kuwait (Resmi Batal akibat biaya logistik & evaluasi buruk).
      2026: Pembekuan Total oleh PM Anwar Ibrahim akibat skandal korupsi & kartel Kemenhan

      Hapus
    4. INDONESIA=
      MRCA✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      ===============
      ===============
      MALONYET =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      BADUT NOT PAID-FFBNP = SIKIT NO PARTY
      10 LCA FA50Murah = SIKIT NO PARTY
      7 F18 USANG = SIKIT NO PARTY
      -
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      Korea Aerospace Industries won the LCA / LIFT competition (which suffered a competitive challenge attempt) to supply the Royal MALONYETn Air Force (RMAF or TUDM) with 18 light combat and advanced trainer aircraft. Eight of these aircraft are to be configured primarily as Lead Advanced Trainer (LIFT), while the remaining ten would be Light Fighter Aircraft (LCA) combat aircraft.
      ---------------------------------
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      Pengurangan Jumlah: Malonyet awalnya membeli dan mengoperasikan 8 unit F/A-18D Hornet dari Amerika Serikat yang dikirim pada tahun 1997. Namun, jumlahnya berkurang menjadi 7 unit setelah satu pesawat mengalami insiden kecelakaan dan meledak pasca-lepas landas di Pangkalan Udara Kuantan pada 21 Agustus 2025
      --------------------------------
      SOME WEAKNESSES OF THE MALONYET SHIPBUILDING INDUSTRY INCLUDE:
      1. Delays
      Consistent delays in delivering ships to customers has reduced profitability and financial results.
      2. Small tonnage
      MALONYET shipbuilding industry is relatively weak compared to other countries in the region, as the tonnage of ships manufactured is relatively small.
      3. Supply chain disruptions
      Disruptions caused by COVID-19 and the Russia-Ukraine conflict have led to supply chain disruptions and shortages of skilled personnel.
      ------------------------------------------------
      MALONYET military procurement faces challenges due to budget constraints, outdated equipment, and political influence.
      Budget constraints
      • The MALONYET government has been unwilling to cut spending elsewhere or reduce the size of the armed forces.
      • The government has had small procurement budgets over the last quarter-century.
      • The government has had to deal with the economic impact of COVID-19.
      Outdated equipment
      • Most of the MALONYET military's equipment was purchased between the 1970s and 1990s.
      • The air force's MiG-29 Fulcrum fighter aircraft were withdrawn from service in 2017.
      • The KD Rahman submarine had technical problems and could not submerge in 2010.
      Political influence
      • The procurement process is subject to political influence from suppliers.
      • The procurement process is sometimes vendor-driven and against strategic interests.
      ------------------------------------------------
      The MALONYET Armed Forces (MAF) has faced challenges with its equipment due to a lack of resources, outdated equipment, and corruption.
      Lack of resources
      • The government's defense budget is limited, making it difficult to afford modern equipment
      • The government has not provided clear guidance for the future of the defense industry
      • The government has not been able to increase the local content of equipment
      Outdated equipment
      • The RMAF's main fighter fleet includes the Su-30MKMs and Boeing F/A-18 Hornets, which are considered techNOLogically obsolete
      • The RMN has many old ships, including the Kasturi-class Corvette and the Laksamana Corvette class, which were built in the 1980s
      • The KD Rahman submarine had technical problems that prevented it from submerging
      Corruption
      • The MAF has been involved in many corruption scandals
      Other challenges

      Hapus

  26. RAFAKE BASIC..... Versi MURAHAN... πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣🀣



    Jet Tempur Rafale Indonesia Jauh Lebih Murah dari India, Kok Bisa?

    https://www.cnbcindonesia.com/research/20260220162742-128-712565/jet-tempur-rafale-indonesia-jauh-lebih-murah-dari-india-kok-bisa

    BalasHapus
    Balasan
    1. KASTA NOT PAID FFBNP = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ------------------------------
      Status SIPRI & Kelumpuhan Pengadaan
      Vakum Total (2024–2025): Lembar laporan SIPRI KOSONG selama dua tahun berturut-turut.
      Tren Penurunan Progresif: Berawal dari Planned (2020), turun menjadi Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024-2025).
      Kontras Regional: Indonesia memiliki lembar belanja penuh (Rafale, A400M, Rudal Khan), sementara MALAYSEWA setara dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja.
      -
      Kegagalan Aset Strategis & Operasional
      Drama SPH 155mm: Proyek tertunda sejak 2010; hingga September 2024 Angkatan Darat belum memiliki sistem SPH karena pembatalan anggaran oleh Kemenkeu.
      Skandal LCS: Cost overrun sebesar RM 1 Miliar. Dari RM 6,08 Miliar yang dibayarkan, RM 400 Juta justru digunakan untuk membayar hutang perusahaan (PSCI), bukan untuk kapal.
      Armada Lumpuh (Grounded): Jet Hawk dan MB-339CM tidak bisa terbang; kapal selam KD Rahman sempat mengalami kendala teknis tidak bisa menyelam.
      Aset Usang: Inventaris yang menua memicu biaya pemeliharaan (sustainment) yang sangat tinggi dan tidak efisien.

      Hapus
    2. INDONESIA=
      MRCA✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      ===============
      ===============
      MALONYET =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      BADUT NOT PAID-FFBNP = SIKIT NO PARTY
      10 LCA FA50Murah = SIKIT NO PARTY
      7 F18 USANG = SIKIT NO PARTY
      -
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      Korea Aerospace Industries won the LCA / LIFT competition (which suffered a competitive challenge attempt) to supply the Royal MALONYETn Air Force (RMAF or TUDM) with 18 light combat and advanced trainer aircraft. Eight of these aircraft are to be configured primarily as Lead Advanced Trainer (LIFT), while the remaining ten would be Light Fighter Aircraft (LCA) combat aircraft.
      ---------------------------------
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      Pengurangan Jumlah: Malonyet awalnya membeli dan mengoperasikan 8 unit F/A-18D Hornet dari Amerika Serikat yang dikirim pada tahun 1997. Namun, jumlahnya berkurang menjadi 7 unit setelah satu pesawat mengalami insiden kecelakaan dan meledak pasca-lepas landas di Pangkalan Udara Kuantan pada 21 Agustus 2025
      --------------------------------
      PENDAPATAN NEGARA (HASIL KERAJAAN)
      RM334,1 Miliar: Estimasi total pendapatan pemerintah MALONYET.
      -
      75,8% Sumber Pendapatan: Berasal dari sektor pajak (pajak penghasilan individu dan perusahaan).
      -
      24,2% Sektor Non-Pajak: Berasal dari royalti minyak (Petronas), investasi, dan pungutan lainnya.
      -
      RM343,1 Miliar: Target proyeksi pendapatan negara.
      --------------------------------------------
      TOTAL PENGELUARAN NEGARA (BELANJA NEGARA)
      RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar: Total belanja negara yang dialokasikan pemerintah MALONYET.
      -
      RM338,2 Miliar (Belanja Mengurus): Dana habis pakai khusus untuk gaji pegawai negeri, pensiun, operasional kementerian, serta pembayaran subsidi dan bantuan sosial.
      -
      RM81 Miliar (Belanja Pembangunan): Dana infrastruktur publik seperti jalan tol, sekolah, dan fasilitas medis.
      --------------------------------------------
      MENGAPA ANGKA PENDAPATAN INI MEMAKSA MALONYET BERUTANG?
      BELANJA OPERASIONAL MENYERAP SELURUH PENDAPATAN
      Angka belanja operasional murni (Operating Expenditure) yang menyentuh RM338,2 miliar sudah menyedot hampir 100% dari total seluruh pendapatan negara yang masuk.
      Hal ini membuat pemerintah MALONYET sama sekali tidak memilik sisa dana pendapatan bersih untuk membiayai pembangunan fasilitas publik ataupun membayar rekor subsidi (yang sempat menyentuh RM80 miliar).
      -
      Defisit Anggaran Kronis
      Jurang perbedaan antara total pendapatan (~RM343 miliar) dan total belanja (~RM419–RM470 miliar) menciptakan defisit anggaran berkisar di angka 3,5% hingga 3,6% dari PDB negara.
      Satu-satunya jalan bagi pemerintah MALONYET untuk menambal kekurangan uang puluhan miliar ringgit tersebut adalah dengan MENERBITKAN SURAT UTANG NEGARA BARU.

      Hapus
    3. INDONESIA=
      MRCA✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      ===============
      ===============
      MALONYET =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      BADUT NOT PAID-FFBNP = SIKIT NO PARTY
      10 LCA FA50Murah = SIKIT NO PARTY
      7 F18 USANG = SIKIT NO PARTY
      -
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      Korea Aerospace Industries won the LCA / LIFT competition (which suffered a competitive challenge attempt) to supply the Royal MALONYETn Air Force (RMAF or TUDM) with 18 light combat and advanced trainer aircraft. Eight of these aircraft are to be configured primarily as Lead Advanced Trainer (LIFT), while the remaining ten would be Light Fighter Aircraft (LCA) combat aircraft.
      ---------------------------------
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      Pengurangan Jumlah: Malonyet awalnya membeli dan mengoperasikan 8 unit F/A-18D Hornet dari Amerika Serikat yang dikirim pada tahun 1997. Namun, jumlahnya berkurang menjadi 7 unit setelah satu pesawat mengalami insiden kecelakaan dan meledak pasca-lepas landas di Pangkalan Udara Kuantan pada 21 Agustus 2025
      --------------------------------
      THE MALONYET LITTORAL COMBAT SHIP (LCS) PROGRAM HAS FACED A NUMBER OF ISSUES, INCLUDING:
      • Delayed delivery
      The original plan was to deliver the first ship, the LCS 1 Maharaja Lela, in 2019, and all six ships by 2023. However, the program was mangkrak in 2019 due to financial issues at Boustead Naval Shipbuilding. The program was restarted in 2023, with the first ship scheduled for delivery in 2026 and the remaining four by 2029.
      • Design issues
      The Royal MALONYET Navy (RMN) did not get to choose the design of the ship, and the detailed design was not completed until after 66.64% of the budget had been paid.
      • Financial issues
      Boustead Naval Shipbuilding was in a critical financial state, and a middleman increased the project cost by up to four times.
      -------------------------------------------------
      MALONYET 's combat equipment has several weaknesses, including:
      Ageing equipment: The MALONYET military's equipment is aging due to small procurement budgets over the past 25 years.
      Lack of modern assets: The MALONYET Armed Forces (MAF) lacks modern military assets, which puts them at risk from both internal and external threats.
      Russian-made weapons: MALONYET has been struggling to keep its Russian-made Su-30MKM ground-attack aircraft operational. The country is also wary of Russian-made weapons due to sanctions imposed on Russia after its invasion of Ukraine.
      Local production: The MAF is reluctant to use locally produced products. Local companies have produced prototypes of pistols and rifles, but none have materialized.
      Procurement system: The MALONYET procurement system needs reform.
      Political interference and corruption: Political interference and corruption are undermining combat readiness.
      ------------------------------------------------
      The MALONYET Army's readiness is affected by a number of factors, including corruption, poor planning, and inadequate funding.
      Factors affecting readiness
      • Corruption: The MALONYET military has been affected by corruption.
      • Poor planning: The MALONYET military has been affected by poor planning.
      • Political interference: Political leaders have interfered in the procurement process.
      • Inadequate funding: The MALONYET military has not received adequate funding.
      • Unsuitable equipment: The MALONYET military has been affected by unsuitable equipment and weapons.
      • Logistical problems: The MALONYET military has been affected by logistical problems.

      Hapus
  27. F18 MALONYET NGEMIS
    F15 INDONESIA RILIS
    -
    F-15 Eagle Contract
    • Scope: Production, integration, modernization, maintenance, and upgrades for the US Air Force, Air National Guard, and Department of War.
    • FMS Exports: Japan, Israel, Saudi Arabia, South Korea, Singapore, INDONESIA, and Poland.
    https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/F15IDN
    --------------------------------------------
    SURAT NGEMIS F18
    SURAT NGEMIS F18
    SURAT NGEMIS F18
    the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs

    --------------------------------------------
    Matra Udara
    • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM.
    • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang.
    • F/A-18D: Senjata terbatas karena source code dikunci AS.
    • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang pesawat tua.
    • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik.
    • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat vendor terlambat mengirim unit.
    Matra Darat & Laut
    • LCS: Larangan ekspor rudal utama NSM oleh Norwegia.
    • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa persenjataan torpedo.
    • Tank Pendekar: Mogok di jalan karena penuaan dan langkanya suku cadang.
    • AV8 Gempita: Dikritik karena pelat bodi tipis tanpa perisai modular.
    Beban Keuangan & Embargo
    • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS.
    • Embargo Rudal: Larangan integrasi rudal NSM (Norwegia) dan pembatasan AMRAAM (AS).
    --------------------------------------------
    MALAYSEWA DEBT DATA 2026
    REVENUE: RM334.1 BILLION
    EXPENDITURE: RM470 BILLION
    SUBSIDY BURDEN: 23.9%
    BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
    --------------------------------------------
    Status SIPRI: Vakum vs. Agresif
    MALAYSEWA (Lembar Kosong): Mencatat status KOSONG selama dua tahun berturut-turut (2024–2025). Tidak ada transfer senjata berat yang terealisasi.
    Indonesia (Lembar Penuh): Realisasi masif mencakup Rafale F-4, A400M Atlas, Rudal Khan/Bora, hingga mesin kapal PPA-L-Plus.
    -
    Kegagalan Pengadaan & Skandal Finansial
    Skandal LCS: Proyek RM 9 Miliar yang belum mengirimkan satu pun kapal meski RM 6 Miliar telah dibayarkan. Terdeteksi penyimpangan dana RM 400 Juta untuk bayar utang perusahaan.
    Sistem "Middlemen": Ketergantungan pada agen/makelar politik menyebabkan harga alutsista melambung tidak wajar dan spesifikasi yang tidak sesuai kebutuhan militer.
    Drama SPH 155mm: Proyek tertunda sejak 2010 dan akhirnya dibatalkan Kemenkeu karena krisis anggaran.

    BalasHapus
  28. RAFAKE BASIC..... Versi MURAHAN... πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣🀣



    Jet Tempur Rafale Indonesia Jauh Lebih Murah dari India, Kok Bisa?

    https://www.cnbcindonesia.com/research/20260220162742-128-712565/jet-tempur-rafale-indonesia-jauh-lebih-murah-dari-india-kok-bisa

    BalasHapus
    Balasan
    1. FFBNP F18 NGEMIS VERSUS F15 IDN RILIS
      FFBNP F18 NGEMIS VERSUS F15 IDN RILIS
      ------------------------------
      MALONYET KLAIM CASH KAYA = GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP:
      -
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG
      2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN ALUTSISTA & MISKIN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis ekonomi (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan (CNBC & Bloomberg).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      PENUAAN ALUTSISTA DI SELURUH MATRA (AGING EQUIPMENT):
      Aset di Atas 30 Tahun: Sebanyak 171 aset militer telah melewati usia pakai 30 tahun (Darat: 108 unit, Udara: 29 unit, Laut: 34 unit).
      Beban Pemeliharaan: Platform tua menuntut biaya perawatan tinggi dengan hasil performa dan reliabilitas yang terus menurun.
      Teknologi Usang: Sistem persenjataan ketinggalan zaman, sulit diintegrasikan dengan platform baru, dan tidak efektif dalam pertempuran modern.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN ARMADA LAUT (NAVAL LIMITATIONS):
      Kapal Melewati Usia Pakai: Dari 53 kapal RMN, 34 unit melampaui usia teknis, bahkan 28 kapal di antaranya sudah berusia di atas 40 tahun.
      Gap Kapabilitas: Kapal tua (KD Lekiu & KD Kasturi) kehilangan teknologi sensor dan sistem senjata modern, melumpuhkan kemampuan patroli di zona maritim luas.
      Kegagalan Program 15-to-5: Rencana penyederhanaan kelas kapal terhambat kekurangan dana dan hambatan birokrasi pengadaan.
      Skandal LCS: Proyek 6 kapal yang tidak kunjung terkirim hingga 2025 akibat mismanajemen, meninggalkan celah kritis di ZEE dan Laut Cina Selatan.
      ________________________________________
      MASALAH PENGADAAN & OPERASIONAL (POLICY GAPS):
      Skandal "Peti Mati Terbang": Raja MALONYET membatalkan kesepakatan helikopter Black Hawk berusia 30 tahun yang dijuluki "peti mati terbang" dan mengecam penggunaan aset usang.
      Korupsi Makelar: Ketergantungan pada perantara (pensiunan perwira) menyebabkan harga melambung tinggi dan kesepakatan yang meragukan.
      Kurangnya Tender Terbuka: Hanya 20–30% kontrak besar diberikan melalui tender terbuka, merusak transparansi dan efisiensi nilai uang.
      Gap Teknologi & Pelatihan: Pasukan berlatih menggunakan platform yang tidak lagi mewakili kondisi medan perang modern, membatasi kesiapan taktis.
      Ketergantungan OEM Asing: Lemahnya industri pertahanan domestik memaksa ketergantungan penuh pada teknologi luar yang mahal dan lambat.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + SKANDAL "PETI MATI TERBANG" + ARMADA 40 TAHUN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL


      Hapus
    2. F18 MALONYET BEKAS NGEMIS
      F15 INDONESIA RILIS
      -
      UDARA MALONYET
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Senjata terbatas akibat kunci source code oleh AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional karena kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat keterlambatan pengiriman (The Star Malaysia).
      -
      DARAT MALONYET
      • Tank Pendekar: Mogok akibat penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Dikritik karena bodi tipis tanpa perisai tambahan (Detik Oto/Deftech).
      -
      LAUT MALONYET
      • LCS: Norwegia melarang ekspor rudal utama • NSM (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1 dan 2 : Beroperasi tanpa persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      -
      EKONOMI & KEBIJAKAN MALONYET
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal: Terkena larangan rudal NSM dan pembatasan AMRAAM (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------
      2026 MALONYET = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALONYET = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONYET = F18 BATAL
      2026 MALONYET = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONYET = PHK MASSAL
      2026 MALONYET = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET = UH60A BATAL
      2025 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2023 MALONYET = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      Realitas SIPRI 2025: Belanja Nyata vs Lembar Kosong
      Perbandingan realisasi transfer senjata internasional (2024–2025):
      INDONESIA (1 Lembar Penuh): Sukses mengamankan aset strategis:
      Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Anka-S UAV, Air Refuel System.
      Laut: PPA-L-Plus, Ship Engines, Mesin LM-2500.
      Rudal/Darat: Rudal BORA, Rudal KHAN, Mesin TP400-D6.
      GRUP "SALAM KOSONG": Tidak mencatatkan aktivitas belanja/transfer senjata signifikan di SIPRI:
      MALONYET (Stagnasi total 6 tahun).
      Timor Leste, Kamboja, Laos, Brunei.
      -
      Peringkat Kekuatan Militer ASEAN (GFP 2026)
      Dominasi Indonesia di puncak hirarki regional:
      Indonesia (Peringkat 13 Dunia) – Hegemon Mutlak
      Vietnam (Peringkat 23)
      Thailand (Peringkat 24)
      Singapura (Peringkat 29)
      Myanmar (Peringkat 35)
      Filipina (Peringkat 41)
      MALONYET (Peringkat 42) – Terlempar ke papan bawah
      -
      Analisa Ekonomi: "The Great Decoupling"
      Indonesia secara resmi keluar dari level persaingan regional menuju elit global:
      Kasta Elit Dunia: Indonesia Peringkat 6 Dunia (PDB PPP), melampaui Brasil, Inggris, dan Prancis.
      Jurang Ekonomi: Ekonomi Indonesia secara riil (PPP) adalah 4,24 kali lipat lebih besar dari MALONYET.
      Kesehatan Fiskal: Rasio utang Indonesia sehat (~40%), sementara MALONYET kritis (~69%) dengan proyeksi utang RM 1,79 Triliun pada 2026.
      -
      Status Pertahanan: Modernisasi vs Demiliterisasi
      Indonesia (Modernisasi Masif): Melakukan hilirisasi ekonomi untuk membiayai alutsista premium (Rafale, Scorpene, KF-21).
      MALONYET (Demiliterisasi De Facto):
      Siklus Prank: Kegagalan kontrak berulang (Rafale, Tejas, F-18 Kuwait).
      Negara Leasing: Bergantung pada sewa (Black Hawk, AW139) karena tidak mampu beli tunai.
      Pembekuan Total: PM Anwar Ibrahim menghentikan pengadaan akibat skandal korupsi dan krisis utang.

      Hapus
  29. RAFAKE BASIC..... Versi MURAHAN... πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣🀣



    Jet Tempur Rafale Indonesia Jauh Lebih Murah dari India, Kok Bisa?

    https://www.cnbcindonesia.com/research/20260220162742-128-712565/jet-tempur-rafale-indonesia-jauh-lebih-murah-dari-india-kok-bisa

    BalasHapus
    Balasan
    1. KASTA NOT PAID FFBNP = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ------------------------------
      Perbandingan Status Strategis (SIPRI 2024–2025)
      Indonesia (Status Dominan): Memiliki "Daftar Belanja Penuh" mencakup aset mutakhir seperti Rafale F4, KF-21 Boramae, A400M Atlas, dan Kapal PPA. Masuk dalam daftar 40 besar importir senjata dunia (Peringkat 18).
      MALAYSEWA (Status Vakum): Laporan SIPRI menunjukkan angka KOSONG selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer alutsista berat yang terealisasi, menempatkan posisinya setara dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja.
      -
      Dikotomi Model Pengadaan (Buying vs Leasing)
      Indonesia (Buying/Pemilik): Menggunakan skema Procurement (Pembelian) yang memberikan kedaulatan penuh atas aset. Fokus pada kepemilikan teknologi generasi 4.5 ke atas.
      MALAYSEWA (Leasing/Penyewa): Akibat krisis likuiditas, militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Blackhawk, AW139, simulator). Status ini menurunkan derajat militer menjadi "Military-for-Rent".
      -
      Ketimpangan Fiskal & Kapasitas Belanja
      Indonesia (Ekonomi Sehat): PDB mencapai USD 1,44 Triliun dengan rasio utang pemerintah yang terjaga di 40% (batas aman 60%). Defisit fiskal hanya 2,9%.
      MALAYSEWA (Ekonomi Kritis): Rasio utang pemerintah menembus 69% (melampaui batas limit 65%). Utang rumah tangga sangat ekstrem di angka 84,3% PDB.
      Spiral Utang: 58% pinjaman baru pada 2026 hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan utang lama (Debt-Servicing Cycle).

      Hapus
    2. INDONESIA=
      MRCA✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      ===============
      ===============
      MALONYET =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      BADUT NOT PAID-FFBNP = SIKIT NO PARTY
      10 LCA FA50Murah = SIKIT NO PARTY
      7 F18 USANG = SIKIT NO PARTY
      -
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      Korea Aerospace Industries won the LCA / LIFT competition (which suffered a competitive challenge attempt) to supply the Royal MALONYETn Air Force (RMAF or TUDM) with 18 light combat and advanced trainer aircraft. Eight of these aircraft are to be configured primarily as Lead Advanced Trainer (LIFT), while the remaining ten would be Light Fighter Aircraft (LCA) combat aircraft.
      ---------------------------------
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      Pengurangan Jumlah: Malonyet awalnya membeli dan mengoperasikan 8 unit F/A-18D Hornet dari Amerika Serikat yang dikirim pada tahun 1997. Namun, jumlahnya berkurang menjadi 7 unit setelah satu pesawat mengalami insiden kecelakaan dan meledak pasca-lepas landas di Pangkalan Udara Kuantan pada 21 Agustus 2025
      --------------------------------
      KFH EXIT BANKRUPT = 🦧GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = 🦧GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = 🦧GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      -------------------------
      MALONYET 's first foreign Islamic bank Kuwait Finance House (MALONYET ) Bhd (KFH MALONYET ) is exiting MALONYET after 19 years of operation.
      In a statement today, the group said Kuwait Finance House (MALONYET ) Berhad (KFHMB) will be closed, aligned with its international business strategic review to focus and expand its regional market in Gulf Cooperation Council (GCC) and Middle East
      ________________________________________
      F18 2021-2025
      PEJABAT MALONYET = MEMBUAL
      BERUK MALONYET = MEMBUAL
      -
      πŸ—“️ 2021: Pernyataan Minat & Evaluasi Awal
      Minat Resmi: MALONYET menyatakan ketertarikan resmi terhadap 33 unit Hornet Kuwait.
      Kondisi: Pejabat menilai pesawat ini sebagai solusi cepat (stop-gap measure) yang sangat layak untuk meningkatkan kekuatan udara TUDM tanpa menunggu produksi pesawat baru yang lama.
      Kompatibilitas: Penekanan bahwa pesawat ini cocok karena TUDM sudah memiliki infrastruktur perawatan dan pilot yang berpengalaman dengan platform Hornet.
      -
      πŸ—“️ 2022 - 2023: Diplomasi & Penilaian Teknis
      Kunjungan Teknis: Delegasi TUDM melakukan penilaian mendalam di Kuwait.
      Hasil Evaluasi: Pejabat militer melaporkan bahwa pesawat dirawat dengan standar tinggi oleh Angkatan Udara Kuwait, memastikan sistem avionik dan badan pesawat dalam kondisi sangat baik.
      -
      πŸ—“️ 2024: Penegasan Kualitas (Data Jam Terbang)
      Pernyataan Menhan: Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, memberikan detail teknis kepada publik dan parlemen.
      Data Jam Terbang: Ditegaskan bahwa pesawat hanya memiliki 1.500 hingga 3.000 jam terbang.
      Justifikasi: Angka ini jauh di bawah batas service life (6.000-8.000 jam), sehingga secara operasional pesawat ini masih dianggap sangat "muda".
      -
      πŸ—“️ 2025 (Januari - Agustus): Tahap Negosiasi Akhir
      Kesiapan Tempur: Pejabat militer terus memberikan testimoni bahwa pesawat dalam kondisi siap tempur dan akan langsung meningkatkan kesiapan ruang udara MALONYET segera setelah tiba.
      Agustus 2025: Meskipun kondisi fisik pesawat diakui sangat bagus, MALONYET resmi membatalkan rencana akuisisi karena ketidakpastian jadwal pengiriman dari pihak Kuwait yang masih menunggu pesawat baru mereka tiba.

      Hapus
    3. INDONESIA=
      MRCA✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      ===============
      ===============
      MALONYET =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      BADUT NOT PAID-FFBNP = SIKIT NO PARTY
      10 LCA FA50Murah = SIKIT NO PARTY
      7 F18 USANG = SIKIT NO PARTY
      -
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      Korea Aerospace Industries won the LCA / LIFT competition (which suffered a competitive challenge attempt) to supply the Royal MALONYETn Air Force (RMAF or TUDM) with 18 light combat and advanced trainer aircraft. Eight of these aircraft are to be configured primarily as Lead Advanced Trainer (LIFT), while the remaining ten would be Light Fighter Aircraft (LCA) combat aircraft.
      ---------------------------------
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      Pengurangan Jumlah: Malonyet awalnya membeli dan mengoperasikan 8 unit F/A-18D Hornet dari Amerika Serikat yang dikirim pada tahun 1997. Namun, jumlahnya berkurang menjadi 7 unit setelah satu pesawat mengalami insiden kecelakaan dan meledak pasca-lepas landas di Pangkalan Udara Kuantan pada 21 Agustus 2025
      --------------------------------
      2026 = CANCELLED F18
      2025-2021 = NGEMIS F18
      2025-2021 = MEMBUAL F18
      -
      Sumber Berita Utama
      New Straits Times (NST): Laporan berjudul "Govt scraps plan to acquire Kuwait's used F/A-18 Hornets" yang diterbitkan pada 26 Februari 2026.
      Bernama: Kantor berita nasional MALONYET yang melaporkan penggulungan perdebatan tingkat komite RUU Perbekalan Tambahan di Dewan Rakyat.
      Militarnyi & Defense Blog: Portal berita pertahanan internasional yang merangkum keputusan pemerintah MALONYET berdasarkan laporan teknis dari TUDM.
      -
      Detail Konfirmasi Resmi
      Narasumber: Wakil Menteri Pertahanan MALONYET, Adly Zahari.
      Forum Pernyataan: Sidang Dewan Rakyat (Parlemen MALONYET) saat menjawab pertanyaan terkait anggaran pertahanan pada 26 Februari 2026.
      Landasan Keputusan: Keputusan formal dicapai dalam rapat Kabinet pada 6 Februari 2026, menyusul hasil evaluasi tim teknis TUDM yang dikirim ke Kuwait pada 11-27 November 2025.
      Alasan Teknis: Pesawat Hornet Kuwait (varian C/D) dinilai memiliki risiko logistik jangka panjang dan secara teknis lebih tua dari armada F/A-18D yang saat ini dioperasikan MALONYET

      Hapus
    4. INDONESIA=
      MRCA✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      ===============
      ===============
      MALONYET =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      BADUT NOT PAID-FFBNP = SIKIT NO PARTY
      10 LCA FA50Murah = SIKIT NO PARTY
      7 F18 USANG = SIKIT NO PARTY
      -
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      Korea Aerospace Industries won the LCA / LIFT competition (which suffered a competitive challenge attempt) to supply the Royal MALONYETn Air Force (RMAF or TUDM) with 18 light combat and advanced trainer aircraft. Eight of these aircraft are to be configured primarily as Lead Advanced Trainer (LIFT), while the remaining ten would be Light Fighter Aircraft (LCA) combat aircraft.
      ---------------------------------
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      Pengurangan Jumlah: Malonyet awalnya membeli dan mengoperasikan 8 unit F/A-18D Hornet dari Amerika Serikat yang dikirim pada tahun 1997. Namun, jumlahnya berkurang menjadi 7 unit setelah satu pesawat mengalami insiden kecelakaan dan meledak pasca-lepas landas di Pangkalan Udara Kuantan pada 21 Agustus 2025
      --------------------------------
      F16 UPGRADE VS F18 USANG
      -
      PERBANDINGAN KEMAMPUAN F-16 INDONESIA DAN F-18 MALONYET =
      ________________________________________
      Kemampuan Rudal AMRAAM:
      F-16 Indonesia: Sudah mampu penuh mengoperasikan AIM-120C-7 (jarak jauh, fire-and-forget).
      -
      F-18 MALONYET: Terbatas; senjata utama jarak jauh masih mengandalkan AIM-7 Sparrow (teknologi lebih tua) atau R-77 pada jet tempur lain.
      ________________________________________
      Status Modernisasi:
      F-16 Indonesia: Sangat tinggi berkat program Falcon STAR-eMLU yang meremajakan seluruh sistem pesawat.
      -
      F-18 MALONYET: Masih menggunakan standar lama tanpa pembaruan besar pada sistem integrasi senjata BVR.
      ________________________________________
      Radar & Avionik:
      F-16 Indonesia: Menggunakan AN/APG-68(V) hasil upgrade yang lebih sensitif mendeteksi target jarak jauh.
      -
      F-18 MALONYET: Menggunakan AN/APG-73 standar yang kemampuannya mulai tertinggal dari versi eMLU Indonesia.
      ________________________________________
      Pertempuran Jarak Jauh (BVR):
      F-16 Indonesia: Tinggi (jangkauan AMRAAM C-7 bisa mencapai lebih dari 100 km).
      -
      F-18 MALONYET: Sedang (ketergantungan pada rudal Sparrow membatasi jarak serang efektif).
      ________________________________________
      Teknologi Helm Pilot:
      F-16 Indonesia: Dilengkapi JHMCS (pilot bisa mengunci lawan hanya dengan menoleh).
      -
      F-18 MALONYET: Masih menggunakan sistem helm Standar (belum terintegrasi penuh untuk pencarian target via helm

      Hapus
  30. RAFAKE BASIC..... Versi MURAHAN... πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣🀣



    Jet Tempur Rafale Indonesia Jauh Lebih Murah dari India, Kok Bisa?

    https://www.cnbcindonesia.com/research/20260220162742-128-712565/jet-tempur-rafale-indonesia-jauh-lebih-murah-dari-india-kok-bisa

    BalasHapus
    Balasan
    1. F18 MALONYET NGEMIS
      F15 INDONESIA RILIS
      -
      F-15 Eagle Contract
      • Scope: Production, integration, modernization, maintenance, and upgrades for the US Air Force, Air National Guard, and Department of War.
      • FMS Exports: Japan, Israel, Saudi Arabia, South Korea, Singapore, INDONESIA, and Poland.
      https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/F15IDN
      --------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs

      --------------------------------------------
      Matra Udara
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM.
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang.
      • F/A-18D: Senjata terbatas karena source code dikunci AS.
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang pesawat tua.
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik.
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat vendor terlambat mengirim unit.
      Matra Darat & Laut
      • LCS: Larangan ekspor rudal utama NSM oleh Norwegia.
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa persenjataan torpedo.
      • Tank Pendekar: Mogok di jalan karena penuaan dan langkanya suku cadang.
      • AV8 Gempita: Dikritik karena pelat bodi tipis tanpa perisai modular.
      Beban Keuangan & Embargo
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS.
      • Embargo Rudal: Larangan integrasi rudal NSM (Norwegia) dan pembatasan AMRAAM (AS).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      Hambatan Fiskal & Ketergantungan Asing
      Anggaran Defisit: Belanja pertahanan hanya 1,0–1,5% PDB, di mana sebagian besar tersedot untuk gaji dan pensiun, menyisakan sedikit ruang untuk modernisasi.
      Strategi Sewa (Leasing): Karena tidak mampu membeli tunai, militer terpaksa menyewa helikopter (Blackhawk, AW139) dan pesawat latihan (L39) dari pihak swasta.
      Kerentanan Suku Cadang: Ketergantungan penuh pada pemasok luar negeri membuat militer rentan terhadap sanksi politik atau gangguan rantai pasok global.
      -
      Kelemahan Geopolitik & Operasional
      Ancaman Laut China Selatan: Armada laut yang menua dan kecil (hanya 2 kapal selam) membuat MALAYSEWA sulit menghalau intrusi kapal penjaga pantai China di wilayah Luconia Shoals.
      Absennya Integrasi: Kurangnya sistem Komando Gabungan yang kuat dan tidak adanya Korps Marinir yang terdedikasi melemahkan respon terhadap ancaman hibrida.
      Penurunan Peringkat (GFP 2026): Berada di posisi 42 dunia, kini resmi disalip oleh Filipina (41) dan tertinggal jauh di bawah Indonesia (13).

      Hapus
    2. F18 MALONYET BEKAS NGEMIS
      F15 INDONESIA RILIS
      -
      UDARA MALONYET
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Senjata terbatas akibat kunci source code oleh AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional karena kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat keterlambatan pengiriman (The Star Malaysia).
      -
      DARAT MALONYET
      • Tank Pendekar: Mogok akibat penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Dikritik karena bodi tipis tanpa perisai tambahan (Detik Oto/Deftech).
      -
      LAUT MALONYET
      • LCS: Norwegia melarang ekspor rudal utama • NSM (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1 dan 2 : Beroperasi tanpa persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      -
      EKONOMI & KEBIJAKAN MALONYET
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal: Terkena larangan rudal NSM dan pembatasan AMRAAM (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------
      2026 MALONYET = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALONYET = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONYET = F18 BATAL
      2026 MALONYET = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONYET = PHK MASSAL
      2026 MALONYET = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET = UH60A BATAL
      2025 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2023 MALONYET = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      Realitas SIPRI 2025: Belanja Nyata vs Lembar Kosong
      Perbandingan aktivitas transfer senjata internasional berdasarkan laporan terbaru:
      INDONESIA (1 Lembar Penuh - Aktif): Berhasil mengamankan aset strategis:
      Matra Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Anka-S UAV, Air Refueling System.
      Matra Laut: PPA-L-Plus, Ship Engines, Mesin Gas Turbin LM-2500.
      Rudal/Darat: Rudal BORA, Rudal KHAN, Mesin TP400-D6.
      MALONYET (Lembar Kosong - Lumpuh): Status pengadaan 6 tahun terakhir:
      2020–2021: Planned (Hanya wacana).
      2022: Selected Not Yet Ordered (Pilih tapi tidak beli).
      2023: Not Yet Ordered (Tanpa pesanan).
      2024–2025: KOSONG (Absen total dari radar SIPRI).
      -
      Hirarki Kekuatan Militer ASEAN (GFP 2026)
      Pergeseran peringkat yang menunjukkan penurunan drastis kredibilitas pertahanan MALONYET:
      Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Nomor 1 ASEAN)
      Vietnam – Peringkat 23
      Thailand – Peringkat 24
      Singapura – Peringkat 29
      Myanmar – Peringkat 35
      Filipina – Peringkat 41
      MALONYET – Peringkat 42 (Kalah dari Filipina & Myanmar).
      -
      Analisa "The Great Decoupling" (Pemisahan Kasta Ekonomi)
      Indonesia keluar dari level regional dan masuk ke elit global:
      Skala Ekonomi (PPP): Indonesia Peringkat 6 Dunia (US$ 5,69 Triliun). Secara riil, ekonomi Indonesia 4,24 kali lipat lebih besar dari MALONYET.
      Kesehatan Fiskal: Rasio utang Indonesia aman (<40%), sedangkan MALONYET kritis (>60%) dengan beban bunga utang yang mencekik belanja alutsista.
      Leverage Global: Indonesia mengontrol 60% nikel dunia dan menjadi pusat gravitasi energi kawasan (Batu Bara).
      -
      Fenomena Demiliterisasi De Facto MALONYET
      Kondisi yang menyebabkan kelumpuhan pertahanan tetangga:
      Negara Tukang Sewa (Leasing State): Akibat gagal bayar tunai, mobilitas militer bergantung pada sewa (Helikopter Black Hawk/AW139).
      Siklus "Prank" Pertahanan: Kegagalan kontrak berulang sejak 2005 (Rafale, Tejas, hingga F-18 Kuwait yang resmi batal pada 2026).
      Pembekuan Total: Kebijakan PM Anwar Ibrahim untuk menghentikan seluruh pengadaan akibat skandal korupsi sistemik di Kemenhan.
      -
      Kesimpulan Strategis 2026
      Indonesia: Menjadi Hegemon Mutlak di Asia Tenggara dengan kekuatan finansial dan militer yang setara dengan negara G7 (Prancis/Inggris).
      MALONYET: Terjebak dalam Stagnasi Permanen dan penurunan kelas menjadi negara berkekuatan militer lemah di level ASEAN (Grup "Salam Kosong").

      Hapus
    3. MISKIN : GANTI 5x KING =ZONK MRCA SPH LCS NSM
      MISKIN : GANTI 5x PM = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      MISKIN : GANTI 6x MINDEF = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      -
      NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
      NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
      --------------------------------
      1️⃣ MALONYET DEBT DATA 2026
      -
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      -
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      -
      Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Exceeding the 65% GDP statutory limit)
      -
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Exceeding the 65% GDP statutory limit)
      -
      Total Population of Malonyet (2026): 36,385,115 citizens
      --------------------------------
      2️⃣ PER CAPITA DEBT CALCULATION FOR MALONYET (2026)
      -
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      -
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      -
      ➡ Total Cumulative Debt Burden Per Capita: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      1. SOURCES OF LOANS
      Foreign Governments / Export Credit Agencies (ECAs):
      Example: when MALONYET buys equipment from France, Germany, or South Korea, financing is often backed by the exporting country’s credit agency (e.g., COFACE in France, KEXIM in Korea).
      These loans reduce the upfront burden but tie MALONYET to the supplier’s country.
      International Banks / Syndicated Loans:
      Commercial banks may finance large contracts, usually guaranteed by government sovereign commitments.
      Domestic Financial Institutions:
      In some cases, MALONYET uses state-owned banks or domestic bonds to raise funds for major defense projects.
      ________________________________________
      2. Loan Structures
      Export Credit Facilities:
      Structured specifically for defense acquisitions, with repayment terms of 5–15 years.
      Tied Loans / Buyer’s Credit:
      Funds must be spent on equipment or services from the lending country. This is common in deals with European or Asian suppliers.
      Mixed Financing:
      A combination of loans + government budget allocations (often for training, infrastructure, or local offsets).
      Grace Periods:
      Many defense loans have grace periods (e.g., 3–5 years before repayment starts), matching delivery and commissioning timelines.
      ________________________________________
      3. Why MALONYET Uses Loans
      Budget Constraints: Annual defense budget (about RM 15–20 billion in recent years) is too small for multi-billion ringgit projects like submarines, fighters, or frigates.
      Modernization Goals: Loans allow simultaneous modernization (air, sea, land) instead of waiting decades.
      Political Timing: Loans make it easier for governments to announce big procurements without overwhelming a single year’s budget.
      Industry Development: Loans tied to offsets/technology transfers can support local shipyards (e.g., Boustead for LCS, local assembly of vehicles).
      ________________________________________
      4. Risks & Weaknesses
      Debt Burden: Repayments commit future defense budgets, limiting flexibility.
      Currency Risks: If loans are in USD/EUR, fluctuations in the ringgit increase costs.
      Tied Procurement: Loans often force MALONYET to buy from specific suppliers, limiting competition.
      Cost Overruns: If a project is delayed (e.g., LCS), MALONYET is repaying loans even before receiving the full capability.
      Opaque Terms: Some loan agreements are not fully transparent to the public, raising concerns about governance.
      ________________________________________
      5. Examples in MALONYETn Context
      Scorpene Submarines (France): Financed partly through French bank loans + MALONYETn government allocation.
      LCS Program: Involves complex financing structures, including domestic borrowings to support Boustead Naval Shipyard.
      FA-50M Fighter Jets (South Korea): Reports suggest possible involvement of export credit arrangements from KEXIM or Korean banks, though details aren’t fully disclosed.
      PT-91M Tanks (Poland): Likely used export credit from Polish/European financial institutions at the time of purchase

      Hapus
    4. INDONESIA=
      MRCA✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      ===============
      ===============
      MALONYET =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      BADUT NOT PAID-FFBNP = SIKIT NO PARTY
      10 LCA FA50Murah = SIKIT NO PARTY
      7 F18 USANG = SIKIT NO PARTY
      -
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      Korea Aerospace Industries won the LCA / LIFT competition (which suffered a competitive challenge attempt) to supply the Royal MALONYETn Air Force (RMAF or TUDM) with 18 light combat and advanced trainer aircraft. Eight of these aircraft are to be configured primarily as Lead Advanced Trainer (LIFT), while the remaining ten would be Light Fighter Aircraft (LCA) combat aircraft.
      ---------------------------------
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      Pengurangan Jumlah: Malonyet awalnya membeli dan mengoperasikan 8 unit F/A-18D Hornet dari Amerika Serikat yang dikirim pada tahun 1997. Namun, jumlahnya berkurang menjadi 7 unit setelah satu pesawat mengalami insiden kecelakaan dan meledak pasca-lepas landas di Pangkalan Udara Kuantan pada 21 Agustus 2025
      --------------------------------
      pernyataan pejabat MALONYET mengenai F/A-18 Hornet Kuwait (2021–2025):
      -
      2021 (Solusi Instan): Pemerintah menyatakan minat pada 33 unit Hornet sebagai solusi cepat (stop-gap) karena kompatibel dengan infrastruktur perawatan dan pilot TUDM yang sudah ada.
      -
      2022–2023 (Kondisi Prima): Hasil inspeksi langsung delegasi TUDM ke Kuwait mengonfirmasi bahwa pesawat dirawat dengan standar tinggi, serta memiliki sistem avionik dan rangka (airframe) yang masih prima.
      -
      2024 (Jam Terbang Rendah): Menhan Mohamed Khaled Nordin menegaskan di Parlemen bahwa pesawat masih "sangat muda" dengan 1.500–3.000 jam terbang, jauh di bawah batas usia pakai 6.000–8.000 jam.
      -
      2025 (Siap Tempur & Pembatalan): Pejabat militer menyatakan pesawat dalam kondisi siap tempur (combat ready). Namun, pada Agustus 2025 rencana dibatalkan akibat ketidakpastian jadwal pengiriman dari pihak Kuwait.
      -
      GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
      pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
      ________________________________________
      Sumber Berita Utama
      New Straits Times (NST): Laporan berjudul "Govt scraps plan to acquire Kuwait's used F/A-18 Hornets" yang diterbitkan pada 26 Februari 2026.
      Bernama: Kantor berita nasional MALONYET yang melaporkan penggulungan perdebatan tingkat komite RUU Perbekalan Tambahan di Dewan Rakyat.
      Militarnyi & Defense Blog: Portal berita pertahanan internasional yang merangkum keputusan pemerintah MALONYET berdasarkan laporan teknis dari TUDM.

      Hapus
  31. RAFAKE BASIC..... Versi MURAHAN... πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣🀣



    Jet Tempur Rafale Indonesia Jauh Lebih Murah dari India, Kok Bisa?

    https://www.cnbcindonesia.com/research/20260220162742-128-712565/jet-tempur-rafale-indonesia-jauh-lebih-murah-dari-india-kok-bisa

    BalasHapus
    Balasan
    1. F18 MALONYET NGEMIS
      F15 INDONESIA RILIS
      -
      F-15 Eagle Contract
      • Scope: Production, integration, modernization, maintenance, and upgrades for the US Air Force, Air National Guard, and Department of War.
      • FMS Exports: Japan, Israel, Saudi Arabia, South Korea, Singapore, INDONESIA, and Poland.
      https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/F15IDN
      --------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs

      --------------------------------------------
      Matra Udara
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM.
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang.
      • F/A-18D: Senjata terbatas karena source code dikunci AS.
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang pesawat tua.
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik.
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat vendor terlambat mengirim unit.
      Matra Darat & Laut
      • LCS: Larangan ekspor rudal utama NSM oleh Norwegia.
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa persenjataan torpedo.
      • Tank Pendekar: Mogok di jalan karena penuaan dan langkanya suku cadang.
      • AV8 Gempita: Dikritik karena pelat bodi tipis tanpa perisai modular.
      Beban Keuangan & Embargo
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS.
      • Embargo Rudal: Larangan integrasi rudal NSM (Norwegia) dan pembatasan AMRAAM (AS).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      Status SIPRI: Vakum Total vs. Dominasi Regional
      MALAYSEWA (Zonk): Mencatatkan status KOSONG pada lembar laporan SIPRI selama dua tahun berturut-turut (2024–2025). Tidak ada kontrak atau transfer senjata berat yang terealisasi.
      Indonesia (Full Shopping): Memiliki lembar belanja penuh dengan aset strategis seperti Rafale F-4, A400M, Rudal Khan/Bora, drone Anka-S, hingga mesin kapal PPA-L-Plus.
      -
      Alutsista Usang & Krisis Pemeliharaan
      Armada Tua: Mengoperasikan aset berusia 30–40 tahun seperti panser Condor (1980-an) dan kapal Lekiu-class (1990-an).
      Masalah Kesiapan: Jet tempur utama (Su-30MKM & F/A-18D) memiliki jumlah armada kecil dan biaya perawatan yang mencekik anggaran.
      Pensiun Tanpa Pengganti: Mundurnya MiG-29 pada 2017 tanpa pengganti langsung meninggalkan celah pertahanan udara yang lebar.
      -
      Skandal Korupsi & Kegagalan Pengadaan
      Tragedi LCS: Proyek RM 9 Miliar yang meledak biayanya (cost overrun) hingga RM 1 Miliar, namun belum mengirimkan satu pun kapal meski dana telah terserap masif.
      Sistem Makelar: Ketergantungan pada agen dan "middlemen" politik menyebabkan harga alutsista menjadi tidak masuk akal dan spesifikasi yang seringkali tidak sesuai kebutuhan militer.
      Drama SPH 155mm: Pengadaan artileri medan yang tertunda sejak 2010 dan akhirnya dibatalkan oleh Kementerian Keuangan karena krisis kas.


      Hapus
    2. MISKIN : GANTI 5x KING =ZONK MRCA SPH LCS NSM
      MISKIN : GANTI 5x PM = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      MISKIN : GANTI 6x MINDEF = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      -
      NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
      NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
      --------------------------------
      1️⃣ MALONYET DEBT DATA 2026
      -
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      -
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      -
      Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Exceeding the 65% GDP statutory limit)
      -
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Exceeding the 65% GDP statutory limit)
      -
      Total Population of Malonyet (2026): 36,385,115 citizens
      --------------------------------
      2️⃣ PER CAPITA DEBT CALCULATION FOR MALONYET (2026)
      -
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      -
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      -
      ➡ Total Cumulative Debt Burden Per Capita: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG BARTER
      -------------
      Barter & Hutang Pengadaan Alutsista MALONYET
      1. Kapal Selam Scorpene
      Skema: Loan agreement + offset industri
      Detail:
      Dibeli dari Naval Group (Prancis) dengan nilai sekitar RM 3.4 miliar.
      Pembayaran dilakukan melalui pinjaman luar negeri (PLN) yang disetujui oleh Kementerian Keuangan MALONYET.
      Termasuk offset berupa pelatihan awak, pembangunan fasilitas, dan kerja sama dengan PT PAL2.
      -----------------
      2. Kapal LCS (Littoral Combat Ship)
      Skema: Loan agreement + milestone payment
      Detail:
      Proyek LCS melibatkan Boustead Naval Shipyard (BNS) dan Thales.
      Pembayaran dilakukan bertahap sesuai progres pembangunan.
      Menggunakan pinjaman dalam negeri dan luar negeri, namun proyek ini mengalami keterlambatan dan audit karena masalah manajemen.
      -----------------
      3. Kapal NGPV (New Generation Patrol Vessel)
      Skema: Loan agreement + offset lokal
      Detail:
      Dipesan dari BNS dengan desain MEKO A-100 dari Jerman.
      Pembayaran dilakukan melalui pinjaman pemerintah dan milestone kontrak.
      Offset berupa pembangunan galangan kapal dan pelatihan teknisi lokal.
      -----------------
      4. Tank PT-91M Pendekar
      Skema: Loan agreement bilateral
      Detail:
      Dibeli dari Polandia dengan nilai sekitar USD 370 juta.
      Pembayaran dilakukan melalui pinjaman bilateral antara pemerintah MALONYET dan Polandia.
      Termasuk pelatihan awak dan dukungan teknis dari Bumar Labedy.
      -----------------
      6. Pesawat FA-50M
      Skema: Loan agreement + offset industri
      Detail:
      MALONYET menandatangani kontrak dengan Korea Aerospace Industries (KAI).
      Pembayaran dilakukan melalui pinjaman luar negeri dan milestone pengiriman.
      Offset berupa pelatihan pilot dan teknisi serta kerja sama industri dirgantara.
      πŸ” Tabel Ringkasan Skema Pembayaran
      Alutsista Skema Pembayaran Hutang
      Scorpene Loan agreement + offset ✅
      Kapal LCS Loan + milestone ✅
      Kapal NGPV Loan + offset ✅
      Tank PT-91M Loan bilateral ✅
      FA-50M Loan + offset ✅

      Hapus
    3. WITHOUT MALONYET = KASTA FFBNP : BANNED NSM AMRAAM : PALAK ART USD 240 MILLIAR
      THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1 Ukraina
      2 India
      3 Arab Saudi
      4 Qatar
      5 Pakistan
      6 Jepang
      7 Polandia
      8 Amerika Serikat
      9 Kuwait
      10 Australia
      11 UEA
      12 Mesir
      13 Inggris
      14 Israel
      15 Belanda
      16 Korea Selatan
      17 Jerman
      18 Indonesia
      19 Yunani
      20 Norwegia
      21 China
      22 Italia
      23 Filipina
      24 TΓΌrkiye
      25 Brasil
      26 Singapura
      27 Bahrain
      28 Maroko
      29 Denmark
      30 Rumania
      31 Belgia
      32 Belarusia
      33 Aljazair
      34 Taiwan
      35 Hungaria
      36 Kazakhstan
      37 Serbia
      38 Kanada
      39 Spanyol
      40 Thailand
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN STRATEGIS & MISKIN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan seluruh instansi memangkas anggaran operasional 2026 akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis di Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF.
      ________________________________________
      PENYEBAB PELEMAHAN DAYA GETAR (REDUCED DETERRENCE):
      Keterbatasan Aset Strategis: Tidak memiliki rudal jarak jauh, pesawat siluman (stealth), atau platform laut canggih.
      Armada Udara Minim: Hanya bergantung pada 18 F/A-18D tua; pengadaan FA-50 jet tempur ringan dianggap tidak cukup untuk standar deterrence.
      Struktur Pasukan Terfragmentasi: Operasi antar matra berjalan sendiri-sendiri (silos) dengan koordinasi komando gabungan yang sangat lemah.
      Kekalahan Teknologi: Tertinggal jauh dalam kemampuan perang siber, perang elektronik, dan sistem nirawak (drone).
      Kerentanan Geostrategis: Ketidakmampuan merespons secara tegas intrusi kapal penjaga pantai dan pelanggaran wilayah udara oleh China di Laut Cina Selatan.
      Ambiguitas Diplomatik: Kebijakan luar negeri non-konfrontatif sering dianggap sebagai pasivitas strategis oleh lawan.
      ________________________________________
      MENGAPA MODERNISASI BERJALAN LAMBAT? (FISCAL PARALYSIS):
      Ketidakseimbangan Anggaran: 60-70% dana habis untuk gaji, pensiun, dan pemeliharaan rutin. Hanya sedikit yang tersisa untuk sistem baru.
      Skandal & Penundaan: Proyek LCS (Littoral Combat Ship) menghadapi penundaan bertahun-tahun, pembengkakan biaya, dan investigasi korupsi.
      Strategi Reaktif: Pengadaan alutsista didorong oleh siklus politik, bukan perencanaan strategis jangka panjang, menciptakan logistik yang rumit.
      Industri Domestik Lemah: Hanya fokus pada pemeliharaan dasar, gagal memenuhi kebutuhan sistem persenjataan canggih.
      Depresiasi Ringgit: Pelemahan nilai tukar menghancurkan daya beli alutsista impor sementara pendapatan negara dari minyak menurun.
      ________________________________________
      MENGAPA KESIAPAN TEMPUR (READINESS) SANGAT BURUK?
      Aging Equipment: Bergantung pada platform usang seperti C-130 (1970-an), Condor APC (1980-an), dan kapal selam Scorpene (2009) yang mulai menua.
      No Joint Command: Angkatan Darat, Laut, dan Udara minim integrasi, mengurangi efektivitas dalam misi multi-domain.
      Gap Pelatihan: Pembatasan anggaran berdampak pada frekuensi latihan tempur, pengadaan sistem simulasi, dan pengembangan doktrin modern.

      Hapus
    4. MISKIN : GANTI 5x KING =ZONK MRCA SPH LCS NSM
      MISKIN : GANTI 5x PM = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      MISKIN : GANTI 6x MINDEF = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      -
      NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
      NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
      --------------------------------
      1️⃣ MALONYET DEBT DATA 2026
      -
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      -
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      -
      Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Exceeding the 65% GDP statutory limit)
      -
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Exceeding the 65% GDP statutory limit)
      -
      Total Population of Malonyet (2026): 36,385,115 citizens
      --------------------------------
      2️⃣ PER CAPITA DEBT CALCULATION FOR MALONYET (2026)
      -
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      -
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      -
      ➡ Total Cumulative Debt Burden Per Capita: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      LOAN-BASED PROCUREMENT IN MALONYET’S MILITARY
      MALONYET often uses loan agreements to finance large-scale defense acquisitions, especially when the cost exceeds annual defense budgets. These loans can be sourced from foreign governments, international banks, or domestic financial institutions, and are structured to support long-term modernization goals.
      πŸ”‘ Key Features of Loan Procurement
      Feature Description
      Source of Loan Foreign governments (e.g., Poland, France, Korea), export credit agencies, or domestic banks.
      Tenor & Terms Typically 5–15 years, with grace periods and interest rates negotiated based on bilateral ties.
      Repayment Structure Paid in installments tied to delivery milestones or operational readiness.
      Currency Often denominated in USD, EUR, or local currency depending on supplier.
      Guarantees May involve sovereign guarantees or performance bonds.
      Offset Clauses Includes industrial participation, technology transfer, or local assembly.
      πŸ›‘️ Examples of Loan-Based Military Procurement
      1. Scorpene Submarines (France)
      Loan Type: Foreign loan via French financial institutions.
      Value: RM3.4 billion.
      Offset: Training, infrastructure, and technology transfer to Boustead Naval Shipyard.
      2. PT-91M Pendekar Tanks (Poland)
      Loan Type: Bilateral loan agreement with Poland.
      Value: USD 370 million.
      Offset: Crew training and maintenance support.
      3. FA-50M Fighter Jets (South Korea)
      Loan Type: Export credit facility from Korean financial institutions.
      Value: RM4.08 billion.
      Offset: Pilot training, simulator systems, and potential local maintenance hub.
      4. NGPV Patrol Vessels (Germany)
      Loan Type: Structured financing with German partners.
      Value: RM5.35 billion.
      Offset: Local shipbuilding capacity and technology transfer.
      -------------------
      FA-50M FIGHTER JET PROCUREMENT: FINANCIAL BREAKDOWN
      πŸ”Ή Overview
      Contract Value: USD 920 million (≈ RM4.08 billion)
      Quantity: 18 FA-50M Block 20 light combat aircraft
      Supplier: Korea Aerospace Industries (KAI)
      Contract Signed: May 2023 at LIMA (Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition)
      Delivery Timeline: First batch expected in 20262
      πŸ’° Financial Structure
      Component Description
      Loan Source Export credit facility from South Korean financial institutions, likely backed by KEXIM (Korea Export-Import Bank).
      Loan Type Government-to-government structured loan with sovereign guarantee.
      Tenor Estimated 10–15 years, with grace period during manufacturing phase.
      Interest Rate Preferential rate negotiated under bilateral defense cooperation.
      Repayment Schedule Milestone-based: tied to aircraft delivery and acceptance testing.
      Currency USD-denominated, with hedging options to mitigate forex risk.

      Hapus
    5. INDONESIA=
      MRCA✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      ===============
      ===============
      MALONYET =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      BADUT NOT PAID-FFBNP = SIKIT NO PARTY
      10 LCA FA50Murah = SIKIT NO PARTY
      7 F18 USANG = SIKIT NO PARTY
      -
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      10 LCA + 8 LIFT
      Korea Aerospace Industries won the LCA / LIFT competition (which suffered a competitive challenge attempt) to supply the Royal MALONYETn Air Force (RMAF or TUDM) with 18 light combat and advanced trainer aircraft. Eight of these aircraft are to be configured primarily as Lead Advanced Trainer (LIFT), while the remaining ten would be Light Fighter Aircraft (LCA) combat aircraft.
      ---------------------------------
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      7 F18 USANG
      Pengurangan Jumlah: Malonyet awalnya membeli dan mengoperasikan 8 unit F/A-18D Hornet dari Amerika Serikat yang dikirim pada tahun 1997. Namun, jumlahnya berkurang menjadi 7 unit setelah satu pesawat mengalami insiden kecelakaan dan meledak pasca-lepas landas di Pangkalan Udara Kuantan pada 21 Agustus 2025
      --------------------------------
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)..

      Hapus
  32. RAFAKE BASIC..... Versi MURAHAN... FSO DAN IRST FAKE DUMMY guys..... πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣🀣



    Jet Tempur Rafale Indonesia Jauh Lebih Murah dari India, Kok Bisa?

    https://www.cnbcindonesia.com/research/20260220162742-128-712565/jet-tempur-rafale-indonesia-jauh-lebih-murah-dari-india-kok-bisa

    BalasHapus
    Balasan
    1. F18 MALONYET BEKAS NGEMIS
      F15 INDONESIA RILIS
      -
      UDARA MALONYET
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Senjata terbatas akibat kunci source code oleh AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional karena kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat keterlambatan pengiriman (The Star Malaysia).
      -
      DARAT MALONYET
      • Tank Pendekar: Mogok akibat penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Dikritik karena bodi tipis tanpa perisai tambahan (Detik Oto/Deftech).
      -
      LAUT MALONYET
      • LCS: Norwegia melarang ekspor rudal utama • NSM (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1 dan 2 : Beroperasi tanpa persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      -
      EKONOMI & KEBIJAKAN MALONYET
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal: Terkena larangan rudal NSM dan pembatasan AMRAAM (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------
      2026 MALONYET = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALONYET = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONYET = F18 BATAL
      2026 MALONYET = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONYET = PHK MASSAL
      2026 MALONYET = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET = UH60A BATAL
      2025 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2023 MALONYET = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      Dominasi Skala Ekonomi: Indonesia sebagai Gajah Asia
      Indonesia telah melakukan decoupling (pemisahan kasta) dari ekonomi regional ASEAN:
      PDB PPP (Daya Beli Riil): Dengan angka US$ 5,69 Triliun, Indonesia menempati Peringkat 6 Dunia, melampaui Jerman, Inggris, dan Prancis.
      Skala Banding: Ekonomi riil Indonesia setara dengan gabungan Thailand + Vietnam + Filipina.
      Rasio vs MALONYET: Indonesia 4,24x lebih besar.
      PDB Nominal (Nilai Pasar): Indonesia mencapai US$ 1,69 Triliun (Peringkat 15 Dunia).
      Rasio vs MALONYET: Indonesia 3,67x lebih besar.
      -
      Kontras Kesehatan Fiskal & Profil Risiko
      Perbedaan fundamental dalam pengelolaan keuangan negara:
      Indonesia (Pruden & Sehat):
      Rasio Utang: Terjaga stabil di kisaran 40%, jauh di bawah batas aman UU (60%).
      Utang Rumah Tangga: Sangat rendah (16%), memberikan ruang konsumsi domestik yang kuat tanpa beban cicilan ekstrem.
      MALONYET (Zona Merah Fiskal):
      Rasio Utang: Melonjak hingga 69% - 70,4% (2024-2025), melewati limit internal 65%.
      Bom Waktu Rumah Tangga: Rasio utang rumah tangga mencapai 84,3%, salah satu yang tertinggi di Asia, yang mencekik daya beli rakyat.
      -
      Trajektori Utang MALONYET (2010–2026)
      Data menunjukkan akumulasi utang yang tidak terkendali:
      Era Transparansi (2018): Lonjakan drastis dari RM 686 Miliar ke RM 1,19 Triliun terjadi karena inklusi liabilitas tersembunyi (kasus 1MDB & proyek PPP).
      Beban Pandemi & Pasca-Pandemi: Utang terus mendaki dari RM 1,32 T (2020) hingga diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026.
      Defisit Fiskal: Meskipun menyusut ke 3,8% (2025), nominal defisit tetap tinggi (± USD 17,8 Miliar), memaksa penambahan utang baru setiap tahun.
      -
      Implikasi Geopolitik & Pertahanan
      Kesenjangan ekonomi ini berdampak langsung pada postur militer:
      Indonesia: Memiliki Fiscal Space luas untuk modernisasi alutsista (Rafale, Scorpene) karena beban bunga utang yang rendah.
      MALONYET: Terjebak dalam siklus "Hutang Bayar Hutang". Beban bunga utang yang masif memaksa pemerintah melakukan pembekuan total pengadaan militer dan beralih ke skema sewa (leasing) karena ketidaksediaan dana tunai.
      -
      Kesimpulan Utama: Indonesia kini berada di liga elit ekonomi global (G20 Top 6 PPP), sementara MALONYET menghadapi risiko sistemik akibat beban utang pemerintah dan rumah tangga yang ekstrem, yang berujung pada stagnasi nasional.

      Hapus
    2. MISKIN : GANTI 5x KING =ZONK MRCA SPH LCS NSM
      MISKIN : GANTI 5x PM = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      MISKIN : GANTI 6x MINDEF = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      -
      NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
      NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      1. DENDA= USUSD83,8 juta
      Seperti dikutip The Edge MALONYET (19/9/2025), Kontraktor pertahanan Aerotree Defence and Services Sdn Bhd telah mengajukan gugatan sebesar RM353 juta (USUSD83,8 juta) terhadap pemerintah dan Kementerian Pertahanan MALONYET atas pembatalan perjanjian sewa lima tahun
      -------------
      2. SKANDAL KAPAL TEMPUR PESISIR (LITTORAL COMBAT SHIP/LCS)
      Ini adalah salah satu skandal pengadaan militer terbesar dan paling kontroversial di MALONYET.
      Proyek: Pengadaan enam kapal tempur pesisir untuk Angkatan Laut Kerajaan MALONYET (Royal MALONYETn Navy/RMN).
      Nilai Proyek: Kontrak senilai RM9 miliar (sekitar USUSD2 miliar) ditandatangani pada tahun 2011.
      Masalah Utama:
      Tidak ada kapal yang selesai: Meskipun pemerintah telah membayar lebih dari RM6 miliar, hingga kini belum ada satu pun dari enam kapal yang selesai dan dikirimkan.
      Penyalahgunaan dana: Laporan investigasi menemukan adanya dugaan penyalahgunaan dana, pembayaran yang tidak semestinya, dan penggelembungan harga (mark-up). Dana yang seharusnya digunakan untuk proyek justru digunakan untuk tujuan lain.
      Politik dan korupsi: Skandal ini menyeret sejumlah nama pejabat tinggi, termasuk mantan menteri pertahanan, yang diduga terlibat dalam praktik korupsi dan nepotisme.
      -------------
      3. SKANDAL KAPAL SELAM SCORPENE
      Skandal ini telah menjadi berita utama selama bertahun-tahun, bahkan melibatkan pengadilan di Prancis.
      Proyek: Pembelian dua kapal selam kelas Scorpene dari perusahaan Prancis, DCNS (sekarang Naval Group), pada tahun 2002.
      Nilai Proyek: Sekitar RM5,4 miliar.
      Masalah Utama:
      Komisi besar-besaran: Terdapat dugaan pembayaran komisi sebesar 114 juta Euro kepada sebuah perusahaan yang terkait dengan pejabat senior MALONYET.
      Kasus pembunuhan: Skandal ini juga terkait dengan pembunuhan seorang penerjemah wanita asal Mongolia, Altantuya Shaariibuu, yang diduga memiliki informasi terkait kontrak tersebut. Kasus ini telah menjadi salah satu babak tergelap dalam sejarah politik MALONYET.
      -------------
      4. KONTROVERSI PENGADAAN JET TEMPUR A-4 SKYHAWK
      Kasus ini sering diangkat kembali, termasuk oleh Raja MALONYET sendiri, sebagai contoh kegagalan pengadaan di masa lalu.
      Proyek: Pembelian 88 unit jet tempur A-4 Skyhawk bekas dari Amerika Serikat pada tahun 1980-an.
      Masalah Utama:
      Kondisi buruk: Dari 88 unit yang dibeli, hanya sekitar 40 unit yang bisa digunakan dan sisanya dianggap tidak layak terbang.
      Tingkat kecelakaan tinggi: Jet-jet yang dioperasikan mengalami tingkat kecelakaan yang tinggi, membahayakan nyawa pilot, dan akhirnya dipensiunkan. Raja MALONYET menyebutnya sebagai "peti mati terbang" (flying coffin), istilah yang juga digunakan untuk mengkritik rencana pengadaan helikopter Black Hawk yang usianya sudah tua.
      -------------
      5. SKANDAL PENCURIAN MESIN PESAWAT TEMPUR F-5E
      Kasus ini adalah salah satu contoh nyata kelemahan dalam pengawasan aset militer.
      Kasus: Hilangnya dua mesin pesawat tempur Northrop F-5E milik Angkatan Udara Kerajaan MALONYET (RMAF) senilai sekitar USUSD29 juta.
      Masalah Utama: Investigasi mengungkapkan bahwa mesin-mesin tersebut telah dicuri dari pangkalan militer dan kemudian dijual kepada perusahaan di Amerika Selatan.

      Hapus
    3. MISKIN : GANTI 5x KING =ZONK MRCA SPH LCS NSM
      MISKIN : GANTI 5x PM = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      MISKIN : GANTI 6x MINDEF = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      -
      NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
      NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
      --------------------------------
      1️⃣ MALONYET DEBT DATA 2026
      -
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      -
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      -
      Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Exceeding the 65% GDP statutory limit)
      -
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Exceeding the 65% GDP statutory limit)
      -
      Total Population of Malonyet (2026): 36,385,115 citizens
      --------------------------------
      2️⃣ PER CAPITA DEBT CALCULATION FOR MALONYET (2026)
      -
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      -
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      -
      ➡ Total Cumulative Debt Burden Per Capita: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      DENDA= USUSD83,8 juta
      RM17.5 million in special damages
      RM38.7 million in further damages
      USUSD38.7 million (about RM297.3 million) in additional compensation
      -------------
      Defence contractor Aerotree Defence & Services Sdn Bhd has filed a RM353 million lawsuit against the MALONYETn government and Defence Ministry for cancelling a five-year lease agreement involving four US-made Blackhawk UH-60A helicopters for the MALONYETn army's air force unit.
      Filed through Messrs Hafarizam, Wan Aisha & Mubarak at the Kuala Lumpur High Court, the suit names the Defence Ministry secretary general, the ministry, and the federal government as defendants.
      In the statement of claim sighted by The Edge, Aerotree Defence is asking the court to order the Defence Ministry and the government to follow through with the helicopter lease deal based on the acceptance letter dated April 17, 2023. If the deal can’t be carried out, the company wants:
      RM17.5 million in special damages
      RM38.7 million in further damages
      USUSD38.7 million (about RM297.3 million) in additional compensation
      Aerotree is also seeking to block the government from using a RM1.87 million bank guarantee it provided, and is asking for general damages for loss of reputation, plus exemplary and aggravated damages to be decided by the court.
      In its 31-page claim, Aerotree said the government had agreed to lease four Blackhawk helicopters for five years at RM187.5 million. The deal was a Private Finance Initiative, meaning the government wouldn’t bear any cost or risk, as Aerotree would own, operate, and maintain the helicopters. The company said the helicopters were fully mission-capable, including for air force transport operations.
      Aerotree is seeking a court declaration that the government’s termination of the agreement on Oct 31, 2024, is null and void.
      -----------------
      Helicopter deal timeline and delays
      Under the agreement, Aerotree was to deliver two helicopters within six months of the April 2023 acceptance letter, and the remaining two within nine months. The company also had to provide a non-cancellable RM1.87 million implementation bond, which it secured from Perwira Affin Bank in June 2023.
      Aerotree was also required to run a training and industrial collaboration programme. For this, it requested access to the Kuantan Air Force base to prepare a maintenance manual and obtain certification as an Approved Maintenance Organisation.
      In July 2023, Aerotree signed a deal with Turkey’s Havelsan for Blackhawk simulator training for 14 RMAF pilots. The following month, it signed a sales agreement with Slovakia’s Training Academy to purchase and upgrade four Blackhawk helicopters.

      Hapus
  33. RAFAKE BASIC..... Versi MURAHAN... FSO DAN IRST FAKE DUMMY guys..... πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣🀣



    Jet Tempur Rafale Indonesia Jauh Lebih Murah dari India, Kok Bisa?

    https://www.cnbcindonesia.com/research/20260220162742-128-712565/jet-tempur-rafale-indonesia-jauh-lebih-murah-dari-india-kok-bisa

    BalasHapus
    Balasan
    1. F18 MALONYET BEKAS NGEMIS
      F15 INDONESIA RILIS
      -
      UDARA MALONYET
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Senjata terbatas akibat kunci source code oleh AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional karena kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat keterlambatan pengiriman (The Star Malaysia).
      -
      DARAT MALONYET
      • Tank Pendekar: Mogok akibat penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Dikritik karena bodi tipis tanpa perisai tambahan (Detik Oto/Deftech).
      -
      LAUT MALONYET
      • LCS: Norwegia melarang ekspor rudal utama • NSM (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1 dan 2 : Beroperasi tanpa persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      -
      EKONOMI & KEBIJAKAN MALONYET
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal: Terkena larangan rudal NSM dan pembatasan AMRAAM (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------
      2026 MALONYET = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALONYET = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONYET = F18 BATAL
      2026 MALONYET = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONYET = PHK MASSAL
      2026 MALONYET = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET = UH60A BATAL
      2025 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2023 MALONYET = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      Kegagalan Finansial: Skandal "Belum Bayar" Petronas
      Kasus sengketa gas Lapangan Kepodang menjadi bukti nyata tekanan likuiditas:
      Kekalahan Internasional: Petronas (PCML) kalah gugatan di ICC Arbitrase Hong Kong (Juni 2024).
      Gagal Bayar: Kewajiban denda Ship-or-Pay senilai US$ 32,2 Juta (± Rp500 Miliar) kepada PGN (Pertamina) belum tuntas dieksekusi.
      Implikasi: Menjatuhkan kredibilitas Petronas sebagai mitra global di tengah beban dividen untuk menutup utang negara MALONYET yang mencapai RM 1,79 Triliun.
      -
      Krisis Pangan: Bergantung pada Beras Indonesia
      Ketahanan pangan MALONYET berada di titik kritis (Defisit 50-60%):
      Impor Masif: MALONYET resmi mengimpor 500.000 Ton beras dari Indonesia (via Kalimantan Barat) pada 2025 untuk menstabilkan stok Sarawak.
      Kapasitas Rendah: Produksi domestik hanya 1,44 juta metrik ton, sementara kebutuhan mencapai 3 juta metrik ton.
      Solusi Putus Asa: Pejabat tinggi (Speaker Dewan Rakyat) menyarankan rakyat mengonsumsi Singkong (Cassava) sebagai pengganti nasi.
      -
      Kelumpuhan Protein: Krisis Ayam & Unggas
      Kemandirian pangan hewani (SSL) MALONYET merosot tajam:
      Impor Genetik: Terpaksa impor 580.000 ekor ayam Grand Parent Stock (GPS) dari AS karena ketiadaan fasilitas pembibitan mandiri.
      Krisis Harga: Penurunan SSL dari 100,2% menjadi 90,2% memicu kelangkaan daging ayam dan telur di pasar domestik pada 2025.
      Ketergantungan Pakan: Produksi lokal lumpuh akibat ketergantungan 100% pada pakan ternak impor.

      Hapus
    2. KASTA NOT PAID FFBNP = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ------------------------------
      Siklus Operasional: Modernisasi vs Pensiun Dini
      Indonesia: Melakukan regenerasi alutsista tua secara sistematis melalui program MEF yang berkelanjutan.
      MALAYSEWA: Terjebak dalam tren Retirement (Pensiun Dini) tanpa pengganti. Aset strategis seperti MiG-29, MB339CM, dan helikopter Nuri berhenti beroperasi karena biaya perawatan yang tidak terjangkau.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi (GFP 2026)
      Indonesia: Kokoh sebagai pemimpin ASEAN di Peringkat 13 Dunia.
      MALAYSEWA: Merosot ke Peringkat 42 Dunia, resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Kredibilitas: Pembatalan akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali dan pembekuan total pengadaan (Procurement Freeze 2026) memperburuk citra pertahanan di mata internasional.
      -
      Dampak Administrasi & Diplomasi
      Stabilitas Politik: Indonesia memiliki kontinuitas kebijakan, sementara MALAYSEWA mengalami ketidakstabilan (5x PM, 6x Menhan) yang melumpuhkan perencanaan jangka panjang.
      Reputasi Sektoral: Kegagalan administrasi di bidang pertahanan selaras dengan kegagalan di bidang olahraga (sanksi naturalisasi ilegal dan kekalahan WO 0-3 dari Vietnam) yang mencerminkan penurunan pengaruh regional.

      Hapus
    3. MISKIN : GANTI 5x KING =ZONK MRCA SPH LCS NSM
      MISKIN : GANTI 5x PM = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      MISKIN : GANTI 6x MINDEF = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      -
      NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
      NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
      --------------------------------
      1️⃣ MALONYET DEBT DATA 2026
      -
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      -
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      -
      Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Exceeding the 65% GDP statutory limit)
      -
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Exceeding the 65% GDP statutory limit)
      -
      Total Population of Malonyet (2026): 36,385,115 citizens
      --------------------------------
      2️⃣ PER CAPITA DEBT CALCULATION FOR MALONYET (2026)
      -
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      -
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      -
      ➡ Total Cumulative Debt Burden Per Capita: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG FOR SUBSIDI BBM
      MALONYET bisa membiayai subsidi dengan hutang negara:
      1. Anggaran Pemerintah dan Defisit:
      • Anggaran Tahunan: SeTIAP TAHUN TIPU-TIPU, pemerintah MALONYET menyusun anggaran yang menguraikan perkiraan pendapatan dan pengeluaran. Subsidi adalah salah satu komponen pengeluaran yang signifikan, meliputi subsidi bahan bakar, listrik, makanan, dan lain-lain.
      • 🦧GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN: Jika total pengeluaran melebihi total pendapatan yang diperkirakan, pemerintah mengalami 🦧GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN. Untuk menutupi defisit ini, pemerintah harus mencari sumber pendanaan tambahan.
      2. Mekanisme Pembiayaan Defisit (dan Subsidi):
      Ketika pemerintah memutuskan untuk memberikan subsidi tetapi tidak memiliki cukup uang tunai dari pendapatan saat ini, mereka akan meminjam. Berikut adalah cara-cara utama:
      • Penerbitan Obligasi Pemerintah:
      o Apa itu Obligasi? Obligasi adalah surat hutang yang diterbitkan oleh pemerintah untuk meminjam uang dari investor (individu, institusi keuangan, bank, dll.). Investor membeli obligasi ini dengan janji akan menerima pembayaran bunga secara berkala dan pengembalian pokok pada saat jatuh tempo.
      o Bagaimana Terkait Subsidi? Dana yang terkumpul dari penjualan obligasi ini kemudian dapat digunakan untuk mendanai berbagai program pemerintah, termasuk pembayaran subsidi. Ini secara efektif berarti pemerintah meminjam uang untuk membayar subsidi, dan pinjaman ini menjadi bagian dari hutang negara.
      o Contoh di MALONYET: MALONYET secara rutin menerbitkan obligasi pemerintah seperti MALONYETn Government Securities (MGS) dan MALONYETn Government Investment Issues (MGII) untuk membiayai pengeluaran dan proyek pembangunan.
      • Pinjaman dari Lembaga Keuangan:
      o Pemerintah juga dapat meminjam langsung dari bank domestik atau lembaga keuangan internasional (misalnya, Bank Dunia, Asian Development Bank), meskipun ini kurang umum untuk pembiayaan subsidi rutin dan lebih sering untuk proyek-proyek besar atau saat krisis.
      3. Dampak terhadap Hutang Negara:
      • Peningkatan Hutang: Setiap kali pemerintah meminjam uang untuk membiayai subsidi (atau pengeluaran lain), jumlah total hutang negara akan meningkat.
      • Beban Bunga: Peningkatan hutang berarti pemerintah juga harus membayar bunga atas pinjaman tersebut. Pembayaran bunga ini menjadi pengeluaran tahunan dalam anggaran pemerintah, yang berarti sebagian dari pendapatan negara harus dialokasikan untuk membayar bunga hutang daripada untuk program lain.
      • Risiko Fiskal: Jika rasio hutang terhadap PDB menjadi terlalu tinggi atau jika beban bunga menjadi tidak berkelanjutan, ini dapat menimbulkan risiko fiskal bagi negara, seperti:
      o Penurunan Peringkat Kredit: Lembaga pemeringkat kredit dapat menurunkan peringkat kredit negara, yang membuat biaya pinjaman di masa depan menjadi lebih mahal.
      o Tekanan Inflasi: Jika pemerintah mencetak uang untuk membayar hutang (meskipun jarang terjadi di MALONYET), ini bisa menyebabkan inflasi.

      Hapus
  34. F18 MALONYET NGEMIS
    F15 INDONESIA RILIS
    -
    F-15 Eagle Contract
    • Scope: Production, integration, modernization, maintenance, and upgrades for the US Air Force, Air National Guard, and Department of War.
    • FMS Exports: Japan, Israel, Saudi Arabia, South Korea, Singapore, INDONESIA, and Poland.
    https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/F15IDN
    --------------------------------------------
    SURAT NGEMIS F18
    SURAT NGEMIS F18
    SURAT NGEMIS F18
    the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs

    --------------------------------------------
    Matra Udara
    • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM.
    • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang.
    • F/A-18D: Senjata terbatas karena source code dikunci AS.
    • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang pesawat tua.
    • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik.
    • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat vendor terlambat mengirim unit.
    Matra Darat & Laut
    • LCS: Larangan ekspor rudal utama NSM oleh Norwegia.
    • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa persenjataan torpedo.
    • Tank Pendekar: Mogok di jalan karena penuaan dan langkanya suku cadang.
    • AV8 Gempita: Dikritik karena pelat bodi tipis tanpa perisai modular.
    Beban Keuangan & Embargo
    • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS.
    • Embargo Rudal: Larangan integrasi rudal NSM (Norwegia) dan pembatasan AMRAAM (AS).
    --------------------------------------------
    MALAYSEWA DEBT DATA 2026
    REVENUE: RM334.1 BILLION
    EXPENDITURE: RM470 BILLION
    SUBSIDY BURDEN: 23.9%
    BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
    --------------------------------------------
    Inventaris Transfer Senjata (SIPRI 2024-2025)
    Indonesia (Aktif):
    Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Sistem Air Refuel, Drone ANKA-S.
    Laut: PPA-L-Plus, Ship Engine (LM-2500).
    Darat/Rudal: Rudal BORA, Rudal KHAN.
    Mesin: TP400-D6.
    MALAYSEWA (Kosong): Tidak ada catatan transfer signifikan dalam periode 2 tahun tersebut.
    -
    Akar Masalah Modernisasi (Structural Causes)
    Anggaran: Dana pertahanan di bawah 1,5% PDB (lebih rendah dari Singapura & Thailand).
    Skandal Pengadaan: Proyek LCS (Littoral Combat Ship) senilai RM9 miliar yang gagal kirim dan helikopter MD530G.
    Ketergantungan Asing: Kurangnya industri pertahanan domestik memicu kerentanan terhadap fluktuasi mata uang dan sanksi.
    Instabilitas Politik: Prioritas pertahanan sering berubah setiap pergantian pemerintah.

    BalasHapus

  35. Lagi LAWAK geng GORILLA klaim konon RAFAKE Mereka ada sistem FSO DAN IRST.... guys kalau sudah MURAH tu jelas ia hanya RAFAKE VERSI PALING BASIC.... πŸ‘ŽπŸ‘ŽπŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ€£



    Jet Tempur Rafale Indonesia Jauh Lebih Murah dari India, Kok Bisa?

    https://www.cnbcindonesia.com/research/20260220162742-128-712565/jet-tempur-rafale-indonesia-jauh-lebih-murah-dari-india-kok-bisa

    BalasHapus
    Balasan
    1. F18 MALONYET NGEMIS
      F15 INDONESIA RILIS
      -
      F-15 Eagle Contract
      • Scope: Production, integration, modernization, maintenance, and upgrades for the US Air Force, Air National Guard, and Department of War.
      • FMS Exports: Japan, Israel, Saudi Arabia, South Korea, Singapore, INDONESIA, and Poland.
      https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/F15IDN
      --------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs

      --------------------------------------------
      Matra Udara
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM.
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang.
      • F/A-18D: Senjata terbatas karena source code dikunci AS.
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang pesawat tua.
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik.
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat vendor terlambat mengirim unit.
      Matra Darat & Laut
      • LCS: Larangan ekspor rudal utama NSM oleh Norwegia.
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa persenjataan torpedo.
      • Tank Pendekar: Mogok di jalan karena penuaan dan langkanya suku cadang.
      • AV8 Gempita: Dikritik karena pelat bodi tipis tanpa perisai modular.
      Beban Keuangan & Embargo
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS.
      • Embargo Rudal: Larangan integrasi rudal NSM (Norwegia) dan pembatasan AMRAAM (AS).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      Tantangan Operasional & Internal
      Alutsista Tua: Ketergantungan pada Su-30MKM dan F/A-18D yang mulai menua; pensiunnya MiG-29 tanpa pengganti instan.
      Keamanan Maritim: Kewalahan menghadapi intrusi di Laut China Selatan (LCS) dan Selat Malaka akibat kurangnya kapal patroli.
      SDM: Gaji rendah dan kurangnya minat generasi muda menyebabkan sulitnya retensi tenaga ahli (pilot & insinyur).
      Koordinasi Rendah: Kurangnya integrasi operasi gabungan antara Angkatan Darat, Laut, dan Udara.
      -
      Sorotan Skandal & Opini Publik
      Kritik Kerajaan: Sultan Ibrahim menyebut helikopter Black Hawk tua sebagai "peti mati terbang".
      Korupsi Internal: Operasi Sohor (2025) mengungkap intelijen militer yang membocorkan data ke penyelundup.
      Kasus Kekerasan: Insiden penganiayaan kadet di UPNM yang memicu kemarahan publik di media sosial (#ReformATM).
      Konspirasi: Keterlibatan sindikat yang membayar petugas hingga RM50.000 per perjalanan untuk aktivitas ilegal.
      -
      Kesimpulan Perbandingan
      Indonesia: Fokus pada pengadaan besar-besaran (Big Ticket Items) dari berbagai negara (Perancis, Turki, AS).
      MALAYSEWA: Mengalami stagnasi akibat jeratan utang proyek lama, skandal korupsi, dan krisis kepercayaan publik terhadap manajemen pengadaan.

      Hapus
    2. F18 MALONYET NGEMIS
      F15 INDONESIA RILIS
      -
      F-15 Eagle Contract
      • Scope: Production, integration, modernization, maintenance, and upgrades for the US Air Force, Air National Guard, and Department of War.
      • FMS Exports: Japan, Israel, Saudi Arabia, South Korea, Singapore, INDONESIA, and Poland.
      https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/F15IDN
      --------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs

      --------------------------------------------
      Matra Udara
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM.
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang.
      • F/A-18D: Senjata terbatas karena source code dikunci AS.
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang pesawat tua.
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik.
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat vendor terlambat mengirim unit.
      Matra Darat & Laut
      • LCS: Larangan ekspor rudal utama NSM oleh Norwegia.
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa persenjataan torpedo.
      • Tank Pendekar: Mogok di jalan karena penuaan dan langkanya suku cadang.
      • AV8 Gempita: Dikritik karena pelat bodi tipis tanpa perisai modular.
      Beban Keuangan & Embargo
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS.
      • Embargo Rudal: Larangan integrasi rudal NSM (Norwegia) dan pembatasan AMRAAM (AS).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      Tantangan Operasional & Internal
      Alutsista Tua: Ketergantungan pada Su-30MKM dan F/A-18D yang mulai menua; pensiunnya MiG-29 tanpa pengganti instan.
      Keamanan Maritim: Kewalahan menghadapi intrusi di Laut China Selatan (LCS) dan Selat Malaka akibat kurangnya kapal patroli.
      SDM: Gaji rendah dan kurangnya minat generasi muda menyebabkan sulitnya retensi tenaga ahli (pilot & insinyur).
      Koordinasi Rendah: Kurangnya integrasi operasi gabungan antara Angkatan Darat, Laut, dan Udara.
      -
      Sorotan Skandal & Opini Publik
      Kritik Kerajaan: Sultan Ibrahim menyebut helikopter Black Hawk tua sebagai "peti mati terbang".
      Korupsi Internal: Operasi Sohor (2025) mengungkap intelijen militer yang membocorkan data ke penyelundup.
      Kasus Kekerasan: Insiden penganiayaan kadet di UPNM yang memicu kemarahan publik di media sosial (#ReformATM).
      Konspirasi: Keterlibatan sindikat yang membayar petugas hingga RM50.000 per perjalanan untuk aktivitas ilegal.
      -
      Kesimpulan Perbandingan
      Indonesia: Fokus pada pengadaan besar-besaran (Big Ticket Items) dari berbagai negara (Perancis, Turki, AS).
      MALAYSEWA: Mengalami stagnasi akibat jeratan utang proyek lama, skandal korupsi, dan krisis kepercayaan publik terhadap manajemen pengadaan.

      Hapus
    3. MISKIN : GANTI 5x KING =ZONK MRCA SPH LCS NSM
      MISKIN : GANTI 5x PM = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      MISKIN : GANTI 6x MINDEF = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      -
      NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
      NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
      --------------------------------
      1️⃣ MALONYET DEBT DATA 2026
      -
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      -
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      -
      Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Exceeding the 65% GDP statutory limit)
      -
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Exceeding the 65% GDP statutory limit)
      -
      Total Population of Malonyet (2026): 36,385,115 citizens
      --------------------------------
      2️⃣ PER CAPITA DEBT CALCULATION FOR MALONYET (2026)
      -
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      -
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      -
      ➡ Total Cumulative Debt Burden Per Capita: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      UTANG PEMERINTAH FEDERAL PER KAPITA: RM 36,139
      UTANG RUMAH TANGGA PER KAPITA: RM 45,859
      Angka-angka ini cukup signifikan dan menunjukkan tingkat ketergantungan yang tinggi pada utang baik di tingkat pemerintah maupun rumah tangga.
      Implikasi Detail terhadap Perekonomian Riil:
      Implikasi dari Utang Pemerintah Federal per Kapita (RM 36,139):
      Beban Pelayanan Utang yang Lebih Tinggi:
      Penjelasan: Dengan utang pemerintah yang besar, pemerintah harus mengalokasikan sebagian besar anggaran tahunannya untuk membayar bunga dan pokok utang. Ini disebut "beban pelayanan utang" (debt service).
      Dampak Riil:
      Pengurangan Pengeluaran untuk Layanan Publik: Dana yang seharusnya bisa digunakan untuk investasi infrastruktur (jalan, jembatan, pelabuhan), pendidikan, kesehatan, riset dan pengembangan, atau program kesejahteraan sosial, justru habis untuk membayar utang. Ini menghambat pembangunan jangka panjang dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
      Kenaikan Pajak di Masa Depan: Untuk membiayai utang, pemerintah mungkin terpaksa menaikkan pajak (PPh, PPN, pajak korporasi) di masa depan. Kenaikan pajak ini akan mengurangi daya beli masyarakat dan laba perusahaan, yang pada gilirannya bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi.
      Risiko Fiskal: Jika bunga utang naik secara signifikan atau pertumbuhan ekonomi melambat, kemampuan pemerintah untuk membayar utang bisa tertekan, meningkatkan risiko krisis fiskal.
      Ketergantungan pada Pasar Keuangan:
      Penjelasan: Pemerintah harus terus-menerus mencari pinjaman baru (menerbitkan obligasi) untuk membiayai utang yang jatuh tempo atau
      Dampak Riil:
      Sensitivitas terhadap Suku Bunga: Pemerintah menjadi sangat sensitif terhadap perubahan suku bunga di pasar. Jika suku bunga global atau domestik naik, biaya pinjaman pemerintah akan melonjak, memperparah beban utang.
      Potensi "Crowding Out": Pinjaman pemerintah yang besar bisa menyedot dana dari pasar modal, sehingga mengurangi ketersediaan dana bagi sektor swasta untuk berinvestasi (ini disebut "crowding out"). Akibatnya, investasi swasta yang produktif bisa terhambat.
      Kredibilitas dan Peringkat Kredit Negara:
      Penjelasan: Lembaga pemeringkat kredit (seperti Moody's, S&P, Fitch) mengevaluasi kemampuan negara untuk membayar utangnya.
      Dampak Riil:
      Biaya Pinjaman Lebih Tinggi: Jika peringkat kredit negara turun karena tingkat utang yang tinggi, investor akan meminta imbal hasil (bunga) yang lebih tinggi untuk meminjamkan uang kepada pemerintah. Ini membuat biaya pinjaman semakin mahal.
      Citra Investor Negatif: Peringkat yang buruk juga bisa membuat investor asing ragu untuk berinvestasi di negara tersebut, mengurangi aliran modal asing langsung (FDI) yang penting untuk penciptaan lapangan kerja dan transfer teknologi.



      Hapus
    4. MISKIN : GANTI 5x KING =ZONK MRCA SPH LCS NSM
      MISKIN : GANTI 5x PM = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      MISKIN : GANTI 6x MINDEF = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      -
      NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
      NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
      --------------------------------
      1️⃣ MALONYET DEBT DATA 2026
      -
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      -
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      -
      Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Exceeding the 65% GDP statutory limit)
      -
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Exceeding the 65% GDP statutory limit)
      -
      Total Population of Malonyet (2026): 36,385,115 citizens
      --------------------------------
      2️⃣ PER CAPITA DEBT CALCULATION FOR MALONYET (2026)
      -
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      -
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      -
      ➡ Total Cumulative Debt Burden Per Capita: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      UTANG PEMERINTAH FEDERAL PER KAPITA: RM 36,139
      UTANG RUMAH TANGGA PER KAPITA: RM 45,859
      Angka-angka ini cukup signifikan dan menunjukkan tingkat ketergantungan yang tinggi pada utang baik di tingkat pemerintah maupun rumah tangga.
      Implikasi Detail terhadap Perekonomian Riil:
      Implikasi dari Utang Rumah Tangga per Kapita (RM 45,859):
      Daya Beli dan Konsumsi yang Tertekan:
      Penjelasan: Sebagian besar pendapatan rumah tangga harus dialokasikan untuk membayar cicilan utang (KPR, KKB, kartu kredit, pinjaman pribadi).
      Dampak Riil:
      Penurunan Konsumsi Barang dan Jasa Lain: Ketika sebagian besar pendapatan habis untuk utang, kemampuan rumah tangga untuk membeli barang dan jasa lain (selain kebutuhan pokok) akan berkurang. Konsumsi adalah motor utama pertumbuhan ekonomi di banyak negara.
      Risiko Resesi: Jika konsumsi rumah tangga menurun drastis, ini bisa memicu perlambatan ekonomi atau bahkan resesi.
      Tekanan pada Sektor Ritel: Bisnis ritel dan sektor jasa yang sangat bergantung pada pengeluaran konsumen akan mengalami penurunan penjualan dan profitabilitas.
      Stabilitas Keuangan Rumah Tangga yang Rentan:
      Penjelasan: Tingkat utang yang tinggi membuat rumah tangga sangat rentan terhadap guncangan ekonomi.
      Dampak Riil:
      Gagal Bayar (Default): Jika terjadi kehilangan pekerjaan, penurunan pendapatan, atau kenaikan suku bunga, banyak rumah tangga bisa kesulitan membayar utangnya, berujung pada gagal bayar.
      Krisis Keuangan Sistemik: Tingkat gagal bayar yang meluas bisa memicu krisis di sektor perbankan (karena bank memiliki piutang dari rumah tangga tersebut), yang pada gilirannya bisa mengguncang seluruh sistem keuangan.
      Kesehatan Mental dan Sosial: Tekanan utang yang berat juga berdampak pada kesehatan mental dan kualitas hidup masyarakat, yang secara tidak langsung memengaruhi produktivitas ekonomi.
      Hambatan Investasi dan Tabungan Rumah Tangga:
      Penjelasan: Ketika pendapatan banyak digunakan untuk membayar utang, kapasitas rumah tangga untuk menabung atau berinvestasi menjadi terbatas.
      Dampak Riil:
      Modal untuk Pensiun dan Pendidikan Berkurang: Kemampuan untuk mempersiapkan masa pensiun, pendidikan anak, atau investasi masa depan lainnya berkurang. Ini berpotensi menciptakan masalah sosial ekonomi di masa mendatang.
      Modal Produktif Berkurang: Secara agregat, tabungan rumah tangga adalah salah satu sumber modal penting bagi investasi produktif di perekonomian. Jika tabungan rendah, maka sumber modal ini juga berkurang.
      Kebijakan Moneter yang Terhambat:
      Penjelasan: Bank sentral harus mempertimbangkan tingkat utang rumah tangga saat merumuskan kebijakan moneter (terutama suku bunga).
      Dampak Riil:
      Dilema Suku Bunga: Jika bank sentral menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi, ini akan meningkatkan beban cicilan utang rumah tangga, berisiko memicu gagal bayar massal dan memperlambat ekonomi. Ini menempatkan bank sentral dalam dilema.
      Efektivitas Kebijakan Berkurang: Kebijakan moneter mungkin menjadi kurang efektif karena adanya tingkat utang yang tinggi.


      Hapus

  36. Lagi LAWAK geng GORILLA klaim konon RAFAKE Mereka ada sistem FSO DAN IRST.... guys kalau sudah MURAH tu jelas ia hanya RAFAKE VERSI PALING BASIC.... πŸ‘ŽπŸ‘ŽπŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ€£



    Jet Tempur Rafale Indonesia Jauh Lebih Murah dari India, Kok Bisa?

    https://www.cnbcindonesia.com/research/20260220162742-128-712565/jet-tempur-rafale-indonesia-jauh-lebih-murah-dari-india-kok-bisa

    BalasHapus
    Balasan
    1. WITHOUT MALONYET = KASTA FFBNP : BANNED NSM AMRAAM : PALAK ART USD 240 MILLIAR
      THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1 Ukraina
      2 India
      3 Arab Saudi
      4 Qatar
      5 Pakistan
      6 Jepang
      7 Polandia
      8 Amerika Serikat
      9 Kuwait
      10 Australia
      11 UEA
      12 Mesir
      13 Inggris
      14 Israel
      15 Belanda
      16 Korea Selatan
      17 Jerman
      18 Indonesia
      19 Yunani
      20 Norwegia
      21 China
      22 Italia
      23 Filipina
      24 TΓΌrkiye
      25 Brasil
      26 Singapura
      27 Bahrain
      28 Maroko
      29 Denmark
      30 Rumania
      31 Belgia
      32 Belarusia
      33 Aljazair
      34 Taiwan
      35 Hungaria
      36 Kazakhstan
      37 Serbia
      38 Kanada
      39 Spanyol
      40 Thailand
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -------------------------------
      MALONYET.......
      NSM = BANNED
      NSM = BANNED
      NSM = BANNED
      KRISIS ALUTSISTA (LCS FAILURE):
      NORWAY EXPORT BLOCKADE: Keputusan sepihak Norwegia (April 2026) melarang pengiriman rudal NSM. Kontrak dibatalkan tanpa pemberitahuan awal.
      PCU MAHARAJA LELA (LCS1): Dudukan peluncur (ramps) NSM yang sudah terpasang harus DICOPOT/UNINSTALLED dari kapal. Kapal perang baru tanpa taring rudal strategis.
      STRATEGIC VACUUM: Kegagalan ini menciptakan kekosongan sistem pertahanan udara dan permukaan yang fatal.
      ________________________________________
      "CLAIM OF WEALTH = RISING DEBT BURDEN"
      TOTAL BEBAN HUTANG PER KAPITA (GOVT + HOUSEHOLD):
      2026: RM 94,544 (Lonjakan drastis RM 12,546 dalam setahun).
      2025: RM 81,998
      2024: RM 79,315
      2023: RM 74,587
      2022: RM 70,901
      2021: RM 67,667 (Puncak pandemi).
      STATUS FISKAL 2026:
      GOVT DEBT-TO-GDP: 70,5% (OVER LIMIT 65%).
      HOUSEHOLD DEBT-TO-GDP: 84,3% (OVER LIMIT 65%).
      ________________________________________
      ANALISA PEMIMPIN (INTERNAL CRITIC):
      MAHATHIR (MALAS/MISKIN): Mengkritik etnis mayoritas tetap miskin karena enggan bekerja keras dan cenderung menyalahkan pihak lain (NYT 2025, Kompas 2019).
      ANWAR IBRAHIM (MISKIN/TADBIR): Menyoroti kemiskinan tegar yang menyiksa rakyat, terutama korban banjir. Menunda proyek triliunan karena masalah tata kelola (Bernama 2025, ST 2022).
      ________________________________________
      RINCIAN DATA HUTANG 2026:
      Hutang Kerajaan: RM 1,79 Triliun (Beban per orang: RM 49,196).
      Hutang Isi Rumah: RM 1,65 Triliun (Beban per orang: RM 45,348).
      Total Populasi: 36.385.115 Jiwa.
      Status: FISCAL PARALYSIS – Beban hutang akumulatif melumpuhkan daya beli dan kemampuan belanja pertahanan.
      ________________________________________
      INDONESIA .....
      KONDISI FISKAL (CONTRAST):
      GOV. DEBT: 40% OF GDP (Jauh di bawah batas 60%).
      GDP: USD 1,44 TRILIUN.
      STATUS: LENGKAP – Pembayaran tunai alutsista Rafale, M346FA, dan KAAN tetap berjalan stabil di tengah krisis tetangga.

      Hapus
    2. WITHOUT MALONYET = KASTA FFBNP : BANNED NSM AMRAAM : PALAK ART USD 240 MILLIAR
      THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1 Ukraina
      2 India
      3 Arab Saudi
      4 Qatar
      5 Pakistan
      6 Jepang
      7 Polandia
      8 Amerika Serikat
      9 Kuwait
      10 Australia
      11 UEA
      12 Mesir
      13 Inggris
      14 Israel
      15 Belanda
      16 Korea Selatan
      17 Jerman
      18 Indonesia
      19 Yunani
      20 Norwegia
      21 China
      22 Italia
      23 Filipina
      24 TΓΌrkiye
      25 Brasil
      26 Singapura
      27 Bahrain
      28 Maroko
      29 Denmark
      30 Rumania
      31 Belgia
      32 Belarusia
      33 Aljazair
      34 Taiwan
      35 Hungaria
      36 Kazakhstan
      37 Serbia
      38 Kanada
      39 Spanyol
      40 Thailand
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: SUPERIOR & LENGKAP
      Anggaran Pertahanan 2026: USD 20 Miliar (Rp 335,2 Triliun).
      Pertumbuhan: Melonjak 37% dari tahun sebelumnya.
      Status SIPRI 2024-2025: LENGKAP (Transfer alutsista aktif).
      Daftar Belanja Alutsista Utama:
      42 Jet Rafale F-4 (Prancis).
      F-15IDN (USA).
      Kapal Selam Scorpene Evolved (Full Li-Ion Battery).
      Kapal Perang PPA-L-Plus & Frigat Merah Putih.
      Drone Tempur Anka-S (Turki).
      Rudal Balistik Khan & Bora.
      Kesehatan Fiskal:
      GDP: USD 1,44 Triliun.
      Hutang Pemerintah: 40% dari GDP (Jauh di bawah limit 60%).
      HUtang Household: 16% dari GDP.
      Defisit: 2,9%.
      Kekuatan Militer: Doktrin Pertahanan Total dengan integrasi teknologi tinggi.
      ________________________________________
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KRISIS & MISKIN
      Anggaran Pertahanan 2026: USD 4,7 Miliar (DIPANGKAS TOTAL).
      Status SIPRI 2024-2025: KOSONG (Nol transfer senjata global).
      Krisis 2026:
      PHK Massal: 24.100 pekerja (Data SOCSO Januari 2026).
      Freeze Procurement: Pembekuan seluruh kontrak akibat skandal suap pejabat senior.
      Cut Budget: Perintah Treasury untuk memotong anggaran operasional karena krisis finansial.
      Kegagalan Alutsista (Daftar Prank):
      NSM BANNED: Rudal NSM dilarang ekspor oleh Norwegia; dudukan rudal di kapal LCS harus dicopot.
      F/A-18 Kuwait: Batal (4x surat resmi ditolak).
      LCS Mangkrak: Proyek kapal perang karatan dan penuh cacat kabel/pipa.
      Prank Global: Pembatalan minat pada Tejas (India), JF-17 (Pakistan), Yavuz (Turki), dan Rafale (Prancis).
      Kesehatan Fiskal (Darurat):
      GDP: USD 416,90 Miliar.
      Hutang Pemerintah: 70,5% (OVER LIMIT 65%).
      HUtang Household: 84,3% (OVER LIMIT 65%).
      Defisit: 3,8% (Tidak pernah surplus sejak 1998).
      Beban Hutang Per Kapita (2026): RM 94,544 per jiwa.
      Sistem "Serba Sewa" (Rental Defence):
      Sewa Helikopter Black Hawk & AW139 (Bukan milik sendiri).
      Sewa Jet L-39 di Kanada untuk latihan pilot.
      Sewa Motor Polis, Truk, dan Kapal Hidrografi.
      Kondisi Internal: Ketidakstabilan politik (5x Ganti PM & 6x Ganti Menhan) melumpuhkan perencanaan jangka panjang.
      KESIMPULAN:
      INDONESIA BELI TUNAI VS MALONYET SERBA SEWA KARENA HUTANG MENUMPUK.

      Hapus
    3. HUTANG BAYAR HUTANG = DEFISIT 1998-2026 (28 TAHUN)
      GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP .........
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ------------------------------
      F18 MALONYET NGEMIS = F15 INDONESIA RILIS
      F18 MALONYET NGEMIS = F15 INDONESIA RILIS
      ------------------------------
      PENDAPATAN NEGARA:
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ---------------------------------
      Spiral Hutang & Krisis Fiskal (DSR)
      Jebakan Hutang (Debt-Pay-Debt): 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama.
      Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit aman 65%) dan utang rumah tangga mencapai 84,3% GDP (salah satu yang tertinggi di ASEAN).
      -
      Model Ekonomi "Negara Penyewa"
      Aset Sewaan (32+ Item): Akibat ketiadaan kas, militer beralih ke skema Leasing (Sewa) untuk helikopter (Blackhawk, AW139), pesawat latihan, hingga kendaraan operasional.
      Skema Barter: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa mata uang asing.
      -
      Krisis Administrasi & Reputasi
      Sanksi Internasional: Tekanan ekonomi dari AS melalui ancaman tarif Section 301 dan sanksi IEEPA yang menghantam sektor manufaktur.
      Kegagalan Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain naturalisasi ilegal, mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik yang meluas ke bidang non-militer.
      Kritik Internal: Pernyataan Mahathir Mohamad tentang "etnis malas/miskin" dan fokus Anwar Ibrahim pada korupsi proyek mencerminkan hilangnya kepercayaan pada tata kelola negara.

      Hapus
    4. KAYA : MRCA = KASTA FFBNP BARTER 10 LCA 8 FLIT
      -
      RI RAFALE F4 + KAAN
      SG F35 A/B
      THAILAND GRIPEN E/F
      PINOY GRIPEN C/D
      MYANMAR SU30SME
      MALONYET FA50 TRAINER AIRCARFT = BARTER 10 LCA 8 FLIT
      -
      HUTANG BAYAR HUTANG (2026–1998):
      -
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BUDGET MINUS : RM334,1 - RM470 = - RM135,9
      -------------------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI 1998–2026
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      --------------------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS 1998–2026
      -
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
      -
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
      -
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
      -
      2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
      -
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
      -
      2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
      -
      2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
      -
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
      -
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
      -
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
      -
      2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
      -
      2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALONYET 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook 2026.

      Hapus
  37. HUTANG BAYAR HUTANG = DEFISIT 1998-2026 (28 TAHUN)
    GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP .........
    REVENUE: RM334.1 BILLION
    EXPENDITURE: RM470 BILLION
    SUBSIDY BURDEN: 23.9%
    BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
    ------------------------------
    F18 MALONYET NGEMIS = F15 INDONESIA RILIS
    F18 MALONYET NGEMIS = F15 INDONESIA RILIS
    ------------------------------
    GOVERNMENT REVENUE =
    Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
    -
    TOTAL EXPENDITURE =
    Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
    -
    BUDGET ALLOCATION =
    RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
    -
    MAIN REASONS FOR BORROWING =
    REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
    Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
    -
    CHRONIC BUDGET DEFICIT:
    The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
    -
    CHRONIC BUDGET DEFICIT:
    The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
    --------------------------------------------
    MALAYSEWA DEBT DATA 2026
    Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
    Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
    MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
    -
    DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
    Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
    Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
    ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
    ---------------------------------
    Status Pengadaan Alutsista (SIPRI 2024–2026)
    Vakum Total: Laporan SIPRI menunjukkan status "KOSONG" selama dua tahun berturut-turut (2024-2025).
    Pembatalan F/A-18 Hornet: Kegagalan akuisisi pesawat bekas Kuwait sebanyak 4 kali, resmi dibatalkan pada Februari 2026 karena kendala logistik dan teknis.
    Pembekuan Total (Procurement Freeze): Instruksi PM per Januari 2026 untuk menghentikan seluruh pengadaan militer guna investigasi suap dan korupsi sistemik.
    Perbandingan Regional: Indonesia memiliki "Lembar Belanja Penuh" (Rafale, A400M, Rudal Khan), sementara MALAYSEWA setara dengan Timor Leste, Laos, dan Kamboja dalam hal nihilnya transfer senjata berat.
    -
    Indikator Kejatuhan Militer (GFP 2026)
    Penurunan Peringkat: Merosot ke posisi 42 Dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
    Aset Mangkrak: Proyek Kapal LCS & OPV yang berkarat di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
    Degradasi Armada: Banyak aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM) atau hilang dari gudang (48 unit Skyhawk & 2 mesin jet).

    BalasHapus
  38. KASTA NOT PAID FFBNP = TIDAK BAYAR HUTANG
    BAYAR BUNGA/FAEDAH
    BAYAR BUNGA/FAEDAH
    BAYAR BUNGA/FAEDAH
    -
    Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
    ------------------------------
    GOVERNMENT REVENUE =
    Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
    -
    TOTAL EXPENDITURE =
    Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
    -
    BUDGET ALLOCATION =
    RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
    -
    MAIN REASONS FOR BORROWING =
    REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
    Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
    -
    CHRONIC BUDGET DEFICIT:
    The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
    -
    CHRONIC BUDGET DEFICIT:
    The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
    --------------------------------------------
    MALAYSEWA DEBT DATA 2026
    Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
    Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
    MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
    -
    DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
    Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
    Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
    ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
    ------------------------------
    Status Alutsista SIPRI (2020–2025): "Dua Tahun Kosong"
    Vakum Total: Laporan SIPRI 2024–2025 menunjukkan status KOSONG. MALAYSEWA resmi sejajar dengan Timor Leste, Laos, dan Kamboja dalam hal nol transfer senjata berat.
    Tren Mundur: Berawal dari fase Planned (2020), lalu Selected Not Yet Ordered (2022), hingga akhirnya vakum total (2024–2025) karena ketiadaan dana tunai.
    Kegagalan Simbolik: Pembatalan akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menjadi bukti ketidakmampuan finansial, bahkan untuk membeli barang bekas sekalipun.
    -
    Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
    Krisis likuiditas memaksa militer beralih dari kepemilikan menjadi penyewa aset (Leasing):
    Daftar Sewa: Mencakup 32+ item strategis, termasuk 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39, kapal hidrografi, hingga simulator jet tempur MKM.
    Logistik Sipil: Pengadaan kendaraan operasional (Honda Civic, BMW R1250RT, truk 3 ton) kini sepenuhnya menggunakan skema sewa.
    Barter Komoditas: Pengadaan sisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) karena minimnya cadangan devisa.


    BalasHapus
  39. BEDA KASTA
    REAL FREGAT VS FREGAT SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
    -
    INDONESIA
    AH-140 = FRIGAT MERAH PUTIH
    a. 140 M
    b. 6.626 TON
    c. Meriam 76mm Otmel
    d. CIWS 35mm Millenium
    e. 12.7mm Lionfish RCWS
    f. 64 Midlas VLS
    g. RADAR X-Band CENK 350KM AESA 4 FIXED RADAR
    h. RADAR L-Band CENK 400KM AESA
    i. SONAR HMS Fersah
    j. Torpedo B515
    k. SSM
    l. SAM
    =============================
    =============================
    MALONYET
    GOWING = LCS SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
    a. 111 M
    b. 3.100 TON
    c. Meriam 57mm
    d. NO CIWS FFBNP = NOT PAID
    e. 30mm RCWS
    f. VL MICA FFBNP = NOT PAID
    g. RADAR S-Band PESA = NO AESA
    h. SONAR = NOT PAID
    i. NO TORPEDO = NOT PAID
    j. SSM NSM FFBNP = NOT PAID
    k. SAM FFBNP = NOT PAID
    --------------------------------
    1️⃣ DATA UTANG MALONYET 2026
    Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
    Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
    Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
    Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
    Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
    --------------------------------
    2️⃣ DATA YANG MALONYET 2025
    Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
    Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
    Jumlah penduduk MALONYET 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2025
    Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
    Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga MALONYET : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
    --------------------------------
    3️⃣DATA UTANG MALONYET 2024
    Utang Pemerintah: RM 1,22 triliun
    Utang Rumah Tangga: RM 1,53 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,6%
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,2%
    Jumlah Penduduk: 34.671.895 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2024
    Utang Pemerintah: RM 1.220.000.000.000 / 34.671.895 = RM 35.187
    Utang Rumah Tangga: RM 1.530.000.000.000 / 34.671.895 = RM 44.128
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 79.315
    --------------------------------
    4️⃣DATA UTANG MALONYET 2023
    Utang Pemerintah: RM 1,17 triliun
    Utang Rumah Tangga: RM 1,45 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,3%
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 81,2%
    Jumlah Penduduk: 35.126.298 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2023
    Utang Pemerintah: RM 1.170.000.000.000 / 35.126.298 = RM 33.308
    Utang Rumah Tangga: RM 1.450.000.000.000 / 35.126.298 = RM 41.279
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 74.587
    --------------------------------
    5️⃣DATA UTANG MALONYET 2022
    Utang Pemerintah: RM 1,08 triliun
    Utang Rumah Tangga: RM 1,38 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 60,1%
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 80,9%
    Jumlah Penduduk: 34.695.493 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2022
    Utang Pemerintah: RM 1.080.000.000.000 / 34.695.493 = RM 31.127
    Utang Rumah Tangga: RM 1.380.000.000.000 / 34.695.493 = RM 39.774
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 70.901
    --------------------------------
    6️⃣DATA UTANG MALONYET 2021
    Utang Pemerintah: RM 979,81 miliar
    Utang Rumah Tangga: RM 1,34 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 63,3%
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 89,1% (Puncak pandemi)
    Jumlah Penduduk: 34.282.399 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2021
    Utang Pemerintah: RM 979.810.000.000 / 34.282.399 = RM 28.580
    Utang Rumah Tangga: RM 1.340.000.000.000 / 34.282.399 = RM 39.087
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 67.667
    ------------------------------
    NOT PAID/FFBNP = LMS NO TORPEDO/LCS BANNED NSM/F18 BATAL
    NOT PAID/FFBNP = LMS NO TORPEDO/LCS BANNED NSM/F18 BATAL

    BalasHapus
  40. KAYA : MRCA = KASTA FFBNP BARTER 10 LCA 8 FLIT
    -
    RI RAFALE F4 + KAAN
    SG F35 A/B
    THAILAND GRIPEN E/F
    PINOY GRIPEN C/D
    MYANMAR SU30SME
    MALONYET FA50 TRAINER AIRCARFT = BARTER 10 LCA 8 FLIT
    -
    HUTANG BAYAR HUTANG (2026–1998):
    -
    PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
    PENGELUARAN : RM470 Miliar
    BUDGET MINUS : RM334,1 - RM470 = - RM135,9
    --------------------------------
    PENDAPATAN VS PENGELUARAN MALONYET
    PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
    PENGELUARAN : RM470 Miliar
    BEBAN SUBSIDI 23,9%
    PANTAS HUTANG BAYAR HUTANG : RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
    --------------------------------------------
    PENDAPATAN NEGARA:
    Berkisar RM334,1 Miliar hingga RM343,1 Miliar (75,8% dari pajak dan 24,2% non-pajak/Petronas).
    -
    TOTAL PENGELUARAN:
    Mencapai RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar.
    -
    ALOKASI BELANJA:
    Sebesar RM338,2 Miliar habis untuk operasional (gaji, pensiun, subsidi) dan hanya RM81 Miliar untuk pembangunan infrastruktur.
    -
    ALASAN UTAMA HARUS BERUTANG
    PENDAPATAN HABIS TOtal: Biaya operasional murni (RM338,2 Miliar) langsung menelan hampir 100% dari seluruh pendapatan negara yang masuk.
    -
    DEFISIT ANGGARAN KRONIS: Selisih besar antara pendapatan dan total belanja menciptakan lubang defisit 3,5% hingga 3,6% dari PDB.
    -
    PENERBITAN UTANG BARU: Pemerintah terpaksa menarik utang baru senilai puluhan miliar ringgit karena tidak ada sisa dana bersih untuk membiayai proyek pembangunan dan subsidi.
    --------------------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALONYET 1998–2026
    -
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
    -
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
    -
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
    -
    2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
    -
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
    -
    2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
    -
    2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
    -
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
    -
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
    -
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
    -
    2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
    -
    2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
    -
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
    -
    2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
    -
    2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
    -
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
    -
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
    -
    2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
    -
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
    -
    2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALONYET 2017.
    -
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
    -
    2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
    -
    2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
    -
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
    -
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
    -
    2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
    -
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
    -
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
    -
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
    ------------------------------
    2026 MALONYET NOT PAID = KASTA FFBNP

    BalasHapus
  41. Berita 2 Su35 sudah mulai di rakit di indonesia benr apa gak seh?

    BalasHapus
  42. Ini bisa bawa 3 Meteor atau khusus air to ground? Kalau masalah berat, no problem.

    BalasHapus