Latihan Satuan Dasar (LSD) darat dan laut Pasukan Marinir 2 Triwulan I Tahun 2026 yang digelar di daerah latihan Banongan, Asembagus, Situbondo, Jawa Timur (all photos: PasMar 2)
Meningkatkan kesiapan operasional Alustista maupun profesionalisme prajurit, Kendaraan Tempur (Ranpur) Batalyon Kendaraan Pendarat Amfibi 2 Marinir (Yonranratfib 2 Mar) mendaratkan pasukan dalam skenario latihan Operasi Amfibi Latihan Satuan Dasar (LSD) TW. I TA. 2026 yang di gelar di Pantai Banongan, Asembagus, Situbondo. Selasa (07/04).
Pentingnya mempertahankan profesionalismenya dalam menguasai kemampuan tempur aspek laut. Untuk memelihara dan meningkatkan kesiapan operasional satuan tahap laut, prajurit Yontankfib 2 Mar melaksanakan Latihan Satuan Dasar I Triwulan 1 Tahun 2026 materi GKK (Gerakan Kapal ke Pantai) di Pantai Banongan, Kec. Asembagus, Kab. Situbondo, Selasa (07/04).
Aksi kendaraan pengangkut artileri
Kendaraan tempur amfibi Batalyon Kapa 2 Marinir KAPA K-61 menjadi Alutsista andalan melaksanakan latihan LSD TW I TA 2026 aspek laut di daerah latihan Pantai Banongan, Puslatpur 5 Baluran, Situbondo. Rabu (08/04).
Materi latihan hari ini difokuskan pada embarkasi dan debarkasi personel dan material, serta simulasi peran peninggalan Ranpur saat pendaratan. Latihan digelar untuk menguji prosedur bongkar-muat cepat, stabilitas kendaraan di surf zone, dan koordinasi awak dalam skenario amfibi.
Pendaratan pasukan
Serangan demi serangan tembakan Kendaraan Tempur (Ranpur) BTR 50 PM Batalyon Kendaraan Pendarat Amfibi 2 Marinir (Yonranratfib 2 Mar) hancurkan kekuatan musuh dalam gelar Latihan Satuan Dasar (LSD) I Aspek Darat TA.2026 yang dilaksanakan di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) 5 Marinir, Baluran, Karangtekok, Situbondo, Jawa Timur. Kamis (09/26).
Penembakan dengan howitzer
Dalam upaya meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan tempur, prajurit Resimen Artileri 2 Marinir melaksanakan Latihan Satuan Dasar (LSD) TW I Tahun 2026 di daerah latihan Asembagus Situbondo.
Latihan satuan dasar yang merupakan bagian penting dalam proses pembinaan satuan ini guna membentuk prajurit yang tangguh, disiplin dan profesional dalam setiap penugasan.
*"Tembak, Tepat, Hancur"*, Kamis (08/04).
Gerakan taktis artileri pertahanan udara
Prajurit Batalyon Arhanud 2 Marinir melaksanakan Latihan Gerakan Taktis Arhanud sebagai bagian dari rangkaian Latihan Satuan Dasar (LSD) I Triwulan I TA 2026 di medan latihan Puslatpur Marinir 5 Baluran Banyuputih Situbondo, Kamis (09/04).
Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengawak material tempur, memelihara naluri tempur, dan memaksimalkan kesiapan operasional prajurit dalam manuver taktis terintegrasi.
Penembakan oleh ranpur tank
Tingkatkan profesionalisme dan kesiapan tempur, prajurit Batalyon Tank Amfibi 2 Marinir (Yontankfib 2 Mar) melaksanakan latihan menembak statis pada Latihan Satuan Dasar (LSD) I Triwulan I tahun 2026.
Latihan menembak statis melibatkan kendaraan tempur (Ranpur) andalan Kavaleri Marinir, Tank BMP-3F dan PT-76 (M) latihan ini digelar di daerah latihan tempur Puslatpurmar 5 Baluran, Banyuputih, Situbondo. Jumat (10/04).
Penembakan oleh ranpur roket
Prajurit Wisanggeni Batalyon Roket 2 Marinir melaksanakan latihan materi menembak dalam rangka Latihan Satuan Dasar (LSD) TW I Tahun 2026 pada tanggal 07 s.d. 10 April 2026 di Puslatpurmar 5 Karang Tekok Situbondo, Jumat (10/04).
Latihan yang dipimpin langsung oleh Danyon Roket 2 Mar Letkol Marinir Ahmad Badawi, CTMP., CRMP., CBEI, melibatkan personel dan mengerahkan 2 unit kendaraan tempur MLRS Vampire 122 mm guna meningkatkan kemampuan bantuan tembakan dan profesionalisme kesiapan tempur prajurit Wisanggeni.
.webp)
.webp)

.webp)
.webp)






.webp)


.webp)
brahmos bentar lagi datang haha!🦾🚀✌️
BalasHapusrusia suplai minyak dan LPG ...... sebelah tiap minggu naik BBM om @palu gada ...... salam brics wkwkwkkwkw
Hapusnyoiihh uda NAIK, ternyata minyak pun ketauan impor haha!🤥😬🤥
Hapushadiah dr moskwa moga2 BMP 3F tambaaa haha!🤑😎🤑
BalasHapusKalau lihat foto2 di atas, perlu BT-3F dan lambung tanpa turret juga. BVP-2, comot turretnya dan pasang di lambung BMP-3.😋
Hapuslgs pake 57mm aja uda otomatis, males ngengkol om irs haha!✌️🤭✌️
Hapuseittt jgn lupa tabir pelindung shorad/merad...uda waktunya lho
Andukkkk kesian...... Latihan sama aset aset USANG guys..... 🤭🤭🤣🤣🤣
BalasHapusFAKTA TIADA MALAYDESH = EKONOMI LEMAH
HapusTIADA MALAYDESH
TIADA MALAYDESH
TIADA MALAYDESH
TIADA MALAYDESH
TIADA MALAYDESH
TIADA MALAYDESH
TIADA MALAYDESH
TIADA MALAYDESH
----------------------
10 EKONOMI TERBESAR ASIA =
1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
-----------------
NEGARA DENGAN GDP TERBESAR TAHUN 2025 BERDASARKAN PPP (PURCHASING POWER PARITY):
1. Tiongkok – US$40,7 triliun
2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
3. India – US$17,6 triliun
4. Rusia – US$7,19 triliun
5. Jepang – US$6,74 triliun
6. Indonesia – US$5,69 triliun
7. Jerman – US$5,65 triliun
8. Brasil – US$5,27 triliun
9. Turki – US$3,91 triliun
10. Meksiko – US$3,88 triliun
11. Mesir – US$3,85 triliun
12. Inggris – US$3,82 triliun
13. Prancis – US$3,80 triliun
14. Iran – US$3,74 triliun
15. Pakistan – US$2,09 triliun
16. Bangladesh – US$2,05 triliun
17. Italia – US$2,04 triliun
18. Vietnam – US$1,89 triliun
19. Filipina – US$1,87 triliun
20. Thailand – US$1,85 triliun
------------------
DAFTAR 20 NEGARA DENGAN GDP NOMINAL TERBESAR TAHUN 2025 :
1. Amerika Serikat – US$30,34 triliun
2. Tiongkok – US$19,90 triliun
3. Jerman – US$5,36 triliun
4. Jepang – US$4,46 triliun
5. India – US$4,26 triliun
6. Inggris – US$3,70 triliun
7. Prancis – US$3,26 triliun
8. Italia – US$2,56 triliun
9. Brasil – US$2,52 triliun
10. Kanada – US$2,49 triliun
11. Rusia – US$2,48 triliun
12. Korea Selatan – US$2,10 triliun
13. Meksiko – US$1,99 triliun
14. Spanyol – US$1,82 triliun
15. Indonesia – US$1,69 triliun
16. Australia – US$1,68 triliun
17. Turki – US$1,34 triliun
18. Arab Saudi – US$1,28 triliun
19. Belanda – US$1,27 triliun
20. Swiss – US$1,16 triliun
--------------------------------
2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura 🇸🇬: 347%
2. Malaydesh 🇲🇾: 224%
3. Thailand 🇹🇭: 223%
4. Vietnam 🇻🇳: 161%
5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
---------------------------------
2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
3. Malaydesh 🇲🇾: 70,5%
4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
PANTAS USANG = PT91 HEAVY MODIFIED T72M1
HapusT72M1 = 1973
T72M1 = 1973
the PT-91 is a heavily modified T-72M1 that implemented a new DRAWA-1 fire control system, new ERWA-1 and ERWA-2 reactive armor, new engine, transmission, and new autoloader
-------------
The T-72 is a family of Soviet main battle tanks that entered production in 1973.[8] The T-72 was a development based on the T-64
-------------
2022 PT91M MOGOK
The MALAYDESH Army has apologised after a military vehicle broke down along a road in Kuala Lumpur on Saturday (Aug 27), a day after a tank malfunctioned and blocked traffic
-------------
PT91 DISCONTINUING THE PRODUCTION
According to Hisham, this decision raises questions because the Polish original equipment manufacturer Bumar Laberdy has stopped producing s
-------------
TANK PT91 MUDAH ROSAK
A comparison test was made in Poland in order to compare reliability of the Polish PT-91 and Leopard 2A4 tanks. It appeared that tanks with similar mileage (19 000 km) showed different results. Distance between failures of the PT-91 was only 25 km and it took on average 3.2 days to repair the tank. On the other hand distance between failures of the Leopard 2A4 tank was 174 km and it took on average 1.3 days to repair the tank. Most failures of the PT-91 Twardy were related to its engine, electrical installation, armament, fire control system, and communication systems. So the ageing PT-91 tanks can be seen as rather unreliable combat vehicles, that are troublesome to keep in operational order.
-------------
LEP MENUNGGU RMK 13 = 2030
Menteri Pertahanan Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin di dalam jawapan lisannya bertarikh pada 25 Mac lepas menyatakan bahawa Kementerian Pertahanan merancang untuk melaksanakan Life Extension Program (LEP) terhadap kereta kebal utama “Pendekar” PT-91M milik Tentera Darat MALAYDESH .
Menjawap soalan Datuk Seri Ikmal Hisham Abdul Aziz (PN-Tanah Merah), beliau berkata,program LEP itu akan dijangka akan didaftarkan dalam Rancangan MALAYDESH ke-12 (RMK-12) atau RMK-13.
“Selain itu, pihak Tentera Darat MALAYDESH juga sedang merancang untuk melaksanakan Life Extension Programme (LEP) ke atas Kereta Kebal PENDEKAR dan dijangka akan didaftarkan dalam RMK-12 atau RMK-13,” kata beliau.
-------------
STOP SPARE PART
Ikmal Hisham yang juga merupakan bekas Timbalan Menteri Pertahanan mahu mengetahui perancangan Tentera Darat MALAYDESH berkenaan pelan masa hadapan aset kereta kebal “Pendekar” PT-91M mengambil kira syarikat Original Equipment Manufacturer (OEM) iaitu Bumar Laberdy daripada Poland sudah menghentikan pengeluaran alat ganti kereta kebal jenis itu.
-------------
PRESTASI BURUK
Beliau juga mahu mengetahui perancangan masa depan kereta kebal Pendekar PT-91M berikutan prestasi buruk kereta kebal dari model yang sama pada Perang Rusia – Ukraine.
Mohamed Khaled berkata, kereta kebal Pendekat PT-91M merupakan aset bersifat ofensif berdaya musnah yang penting untuk pertahanan negara dan juga merupakan elemen deterrence pertahanan daratan.
-------------
PT91 SAWIT KARET Payment for the purchase includes 30 percent of direct off-set in the form of training and techNOLogy transfer and 30 percent of indirect off-set in commodities like palm oil and rubber.
=================
LEOPARD vs PT91
LEOPARD vs PT91
LEOPARD vs PT91
A comparison test was made in Poland in order to compare reliability of the Polish PT-91 and Leopard 2A4 tanks. It appeared that tanks with similar mileage (19 000 km) showed different results. Distance between failures of the PT-91 was only 25 km and it took on average 3.2 days to repair the tank. On the other hand distance between failures of the Leopard 2A4 tank was 174 km and it took on average 1.3 days to repair the tank. Most failures of the PT-91 Twardy were related to its engine, electrical installation, armament, fire control system, and communication systems. So the ageing PT-91 tanks can be seen as rather unreliable combat vehicles, that are troublesome to keep in operational order....
PANTAS USANG = PT91 HEAVY MODIFIED T72M1
HapusT72M1 = 1973
T72M1 = 1973
the PT-91 is a heavily modified T-72M1 that implemented a new DRAWA-1 fire control system, new ERWA-1 and ERWA-2 reactive armor, new engine, transmission, and new autoloader
-------------
The T-72 is a family of Soviet main battle tanks that entered production in 1973.[8] The T-72 was a development based on the T-64
-------------
PT91 DISCONTINUING THE PRODUCTION
According to Hisham, this decision raises questions because the Polish original equipment manufacturer Bumar Laberdy has stopped producing s
-------------
TANK PT91 MUDAH ROSAK
A comparison test was made in Poland in order to compare reliability of the Polish PT-91 and Leopard 2A4 tanks. It appeared that tanks with similar mileage (19 000 km) showed different results. Distance between failures of the PT-91 was only 25 km and it took on average 3.2 days to repair the tank. On the other hand distance between failures of the Leopard 2A4 tank was 174 km and it took on average 1.3 days to repair the tank. Most failures of the PT-91 Twardy were related to its engine, electrical installation, armament, fire control system, and communication systems. So the ageing PT-91 tanks can be seen as rather unreliable combat vehicles, that are troublesome to keep in operational order.
-------------
POLAND REPLACE PT91 WITH LEOPARD
POLAND REPLACE PT91 WITH LEOPARD
POLAND REPLACE PT91 WITH LEOPARD
According to the arrangements formulated as part of the Strategic Defense Review, the Armed Forces of the Republic of Poland should acquire approximately 800 tanks over the next decades. This is due to the planned organizational structures – in the near future, the Armoured and Mechanized Forces (WPiZ) are to have 13 tank battalions, which transforms into 754 vehicles (currently the WPiZ has about 730 tanks capable of service and over a hundred incomplete vehicles) – the maintenance of which is the numerical potential may be too difficult for financial reasons (the formation of new units affects the pace of modernization of the older ones). The dominant (if not the only) type in this respect would be a vehicle known as the New Main Battle Tank codename Wolf (NMBT Wolf). It would be a completely new vehicle, which would replace the T-72 and PT-91 machines in the first place, and probably also the Leopard 2A5 and Leopard 2PL types in the future. There are many possibilities for Poland to acquire new MBTs, and the scale of the purchase requires a thorough analysis of how the program is to be implemented. The signing of the contract for the purchase of NMBT would take place before 2029, in accordance with the words of the then Deputy Minister of National Defense Tomasz Szatkowski, provided that the dates have not changed (undisclosed).
-------------------------------------
KEY WORDS :
1. 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
2. 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
3. 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
4. 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALAYDESH
5. CN 235 USUSD 27,50 JUTA = ATR 72 USUSD24.7 JUTA
6. SEWA 28 HELI = 119 HELI BARU
7. 4.5 KM JAVELIN = 1 KM NLAW
8. ANKA UCAV = ANKA UAV ISR NOT ARMED‘
ENERGI (BRICS/RUSIA):
HapusSuplai minyak mentah dan LPG hasil tindak lanjut pertemuan Prabowo-Putin (Juli 2024) serta transfer teknologi energi.
-
PERTAHANAN (INDONESIA-AS):
Kesepakatan MDCP (April 2026) fokus pada modernisasi militer, pendidikan, dan latihan bersama tanpa akses terbang bebas (no blanket overflight).
-
KEDAULATAN DATA:
Transfer data lintas batas hanya untuk kepentingan komersial dan wajib patuh pada UU PDP (No. 27/2022).
-
SAHAM FREEPORT:
Kepemilikan Indonesia naik dari 51,23% menjadi 63,23% (tambahan 12% didapat gratis melalui negosiasi izin).
-
KEDAULATAN UDARA:
Pesawat militer asing wajib lapor dan memiliki izin diplomatik/keamanan sesuai PP No. 4 Tahun 2018; tidak ada perlakuan khusus.
====================
====================
HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
________________________________________
Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
-
Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
-
CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
-
The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
-
MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
-
Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah.
--------------------------------
2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura 🇸🇬: 347%
2. Malaydesh 🇲🇾: 224%
3. Thailand 🇹🇭: 223%
4. Vietnam 🇻🇳: 161%
5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
---------------------------------
2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
3. Malaydesh 🇲🇾: 70,5%
4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
ENERGI (BRICS/RUSIA):
HapusSuplai minyak mentah dan LPG hasil tindak lanjut pertemuan Prabowo-Putin (Juli 2024) serta transfer teknologi energi.
-
PERTAHANAN (INDONESIA-AS):
Kesepakatan MDCP (April 2026) fokus pada modernisasi militer, pendidikan, dan latihan bersama tanpa akses terbang bebas (no blanket overflight).
-
KEDAULATAN DATA:
Transfer data lintas batas hanya untuk kepentingan komersial dan wajib patuh pada UU PDP (No. 27/2022).
-
SAHAM FREEPORT:
Kepemilikan Indonesia naik dari 51,23% menjadi 63,23% (tambahan 12% didapat gratis melalui negosiasi izin).
-
KEDAULATAN UDARA:
Pesawat militer asing wajib lapor dan memiliki izin diplomatik/keamanan sesuai PP No. 4 Tahun 2018; tidak ada perlakuan khusus.
====================
====================
MALAYDESH IMPOR GAS – HUTANG PETRONAS
MALAYDESH IMPOR BERAS 500.000 TON
MALAYDESH IMPOR BATUBARA 23,97 juta MT
--------------------------------
1. KRISIS PANGAN: DARI MANDIRI MENJADI "IMPOR BERGANTUNG"
Malaydesh mengalami kegagalan ketahanan pangan (Food Insecurity) yang memaksa mereka berpaling ke Indonesia:
Beras (Saklar Pangan): Impor 500.000 ton beras dari Indonesia (terutama via Kalimantan Barat) menunjukkan bahwa tanpa suplai dari Indonesia, Malaydesh menghadapi ancaman kelaparan sistemik akibat kegagalan produksi lokal dan kebijakan proteksi India.
Protein (Ayam & Daging): Perubahan status dari eksportir menjadi Net Importer ayam (Juli 2025) serta ketergantungan 90% impor daging sapi menunjukkan keruntuhan sektor agrikultur domestik. Penghapusan subsidi telur senilai RM1,2 Miliar adalah tanda bahwa kas negara tidak lagi mampu menopang harga pangan murah.
Krisis GPS (Genetika Unggas): Ketergantungan pada impor Grand Parent Stock (GPS) dari Amerika Serikat (kesepakatan 15 Oktober 2025) menegaskan bahwa Malaydesh bahkan tidak memiliki kemandirian dalam pembibitan ternak.
--------------------------------
2. KRISIS ENERGI: INDONESIA SEBAGAI "PEMEGANG SAKLAR"
Ekonomi Malaydesh tidak akan berjalan tanpa batubara Indonesia:
Vulnerabilitas Listrik: Impor 23,97 juta MT batubara dari Indonesia adalah "napas" bagi industri Malaydesh. Jika Indonesia menghentikan suplai, Malaydesh akan mengalami Blackout total dalam hitungan minggu.
Sengketa Gas (PGN vs Petronas): Ketidakmampuan Petronas membayar denda US$32,2 juta meskipun sudah kalah di Arbitrase Internasional menunjukkan masalah likuiditas yang serius di level BUMN tertinggi mereka.
--------------------------------
3. KRISIS FISKAL: JEBAKAN "HUTANG BAYAR HUTANG"
Struktur ekonomi Malaydesh kini tercekik oleh beban bunga:
Utang Publik: Mencapai 69% dari PDB (RM1,79 Triliun) pada 2026. Ini adalah lampu merah fiskal di mana anggaran negara habis hanya untuk mencicil utang, bukan untuk pembangunan atau modernisasi militer.
Utang Rumah Tangga: Angka 85,8% dari PDB adalah yang tertinggi di kawasan, yang berarti daya beli rakyat Malaydesh sudah mencapai titik jenuh dan sangat rentan terhadap inflasi pangan.
--------------------------------
PERBANDINGAN KEKUATAN RIIL (INDONESIA VS MALAYDESH):
-
Skala Ekonomi (PPP)
Indonesia: Peringkat 6 Dunia (US$5,69 T).
Malaydesh: Peringkat 45+ Dunia (US$1,34 T).
-
Kekuatan Relatif
Indonesia: Ekonomi 4,24 kali lipat lebih besar dari Malaydesh (Terbesar ASEAN)
Malaydesh: Tercecer di peringkat 5-6 ASEAN.
-
Sektor Energi
Indonesia: Eksportir utama & pemegang kendali pasokan.
Malaydesh: Importir batubara (sangat bergantung pada Indonesia).
-
Ketahanan Pangan
Indonesia: Surplus beras (menjadi penyuplai untuk Malaydesh).
Malaydesh: Mengalami krisis beras, daging, dan telur.
-
Kekuatan Militer
Indonesia: Modernisasi masif (belanja Rafale & Scorpène).
Malaydesh: Stagnasi dan mengalami krisis kesiagaan tempur.
ENERGI (BRICS/RUSIA):
HapusSuplai minyak mentah dan LPG hasil tindak lanjut pertemuan Prabowo-Putin (Juli 2024) serta transfer teknologi energi.
-
PERTAHANAN (INDONESIA-AS):
Kesepakatan MDCP (April 2026) fokus pada modernisasi militer, pendidikan, dan latihan bersama tanpa akses terbang bebas (no blanket overflight).
-
KEDAULATAN DATA:
Transfer data lintas batas hanya untuk kepentingan komersial dan wajib patuh pada UU PDP (No. 27/2022).
-
SAHAM FREEPORT:
Kepemilikan Indonesia naik dari 51,23% menjadi 63,23% (tambahan 12% didapat gratis melalui negosiasi izin).
-
KEDAULATAN UDARA:
Pesawat militer asing wajib lapor dan memiliki izin diplomatik/keamanan sesuai PP No. 4 Tahun 2018; tidak ada perlakuan khusus.
--------------------------------
1 KOTA VS 13 NEGARA BAGIAN (1 NEGARA)
1 KOTA VS 13 NEGARA BAGIAN (1 NEGARA)
1 KOTA VS 13 NEGARA BAGIAN (1 NEGARA)
---------------------------------
1. Perbandingan Skala: "1 Kota vs 13 Negara Bagian"
Berdasarkan data PDB PPP (Purchasing Power Parity), Jakarta menunjukkan konsentrasi kekayaan yang masif:
Jakarta (1 Kota): Memiliki volume ekonomi sebesar US$ 1,7 Triliun. Jakarta adalah pusat sirkulasi uang Indonesia yang mencakup 70% dari total perputaran nasional.
-
Malaydesh (1 Negara): Memiliki volume ekonomi riil sebesar US$ 1,34 Triliun (gabungan dari seluruh negara bagian).
---------------------------------
2. Kualitas Pertumbuhan: "Owner vs Renter"
Jakarta merepresentasikan kemandirian aset, sementara Malaydesh terjebak dalam ketergantungan sewa:
Jakarta (Kedaulatan Aset): Infrastruktur strategis (MRT, LRT, Jalan Tol) dibangun dengan kekuatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang surplus. Jakarta adalah pemilik sah atas aset-asetnya.
-
Malaydesh (Ekonomi Leasing): Terpaksa menyewa (Leasing) infrastruktur transportasi seperti
kereta KTM dari Cina selama 30 tahun (RM 10,7 Miliar) dan alutsista militer karena kelumpuhan fiskal. Status Malaydesh berubah dari pemilik menjadi penyewa di tanah sendiri.
---------------------------------
3. Kesehatan Fiskal & Jebakan Utang
Struktur utang 2025 menjelaskan mengapa Jakarta mampu melakukan ekspansi sementara Malaydesh hanya mampu melakukan pemeliharaan:
Jakarta & Indonesia (Safe Zone): Rasio utang pemerintah yang rendah (41,1%) memberikan fleksibilitas untuk terus berinvestasi pada proyek-proyek produktif.
-
Malaydesh (Debt Trap): Terjebak dalam fenomena "Hutang Bayar Hutang". Dengan 58% - 64% pinjaman baru hanya untuk melunasi utang lama (gali lubang tutup lubang), anggaran negara habis terserap oleh bunga, bukan pembangunan.
---------------------------------
4. Beban Rakyat & Daya Beli Per Kapita
Jakarta: Menjadi magnet ekonomi dengan kelas menengah yang ekspansif. Daya beli masyarakat didukung oleh sirkulasi modal yang sehat.
-
Malaydesh: Daya beli domestik "lumpuh" akibat beban utang rumah tangga yang mencapai 84,3% dari PDB. Setiap individu rata-rata menanggung beban utang gabungan sebesar RM 82.000, yang mengakibatkan penurunan kualitas hidup dan konsumsi.
ENERGI (BRICS/RUSIA):
HapusSuplai minyak mentah dan LPG hasil tindak lanjut pertemuan Prabowo-Putin (Juli 2024) serta transfer teknologi energi.
-
PERTAHANAN (INDONESIA-AS):
Kesepakatan MDCP (April 2026) fokus pada modernisasi militer, pendidikan, dan latihan bersama tanpa akses terbang bebas (no blanket overflight).
-
KEDAULATAN DATA:
Transfer data lintas batas hanya untuk kepentingan komersial dan wajib patuh pada UU PDP (No. 27/2022).
-
SAHAM FREEPORT:
Kepemilikan Indonesia naik dari 51,23% menjadi 63,23% (tambahan 12% didapat gratis melalui negosiasi izin).
-
KEDAULATAN UDARA:
Pesawat militer asing wajib lapor dan memiliki izin diplomatik/keamanan sesuai PP No. 4 Tahun 2018; tidak ada perlakuan khusus.
--------------------------------
KELUMPUHAN MALAYDESH:
-
1. KONTRAS FISKAL: FONDASI EKONOMI VS JEBAKAN UTANG
Perbedaan fundamental pada kesehatan anggaran menentukan kemampuan belanja pertahanan kedua negara:
Indonesia (The Giant): Memiliki GDP USD 1,44 Triliun dengan manajemen utang yang sangat sehat (Debt-to-GDP 40%), jauh di bawah batas limit 60%. Defisit terkendali di 2,9%, memberikan ruang luas bagi pengadaan alutsista bernilai miliaran dolar secara tunai/kredit ekspor resmi.
-
Malaydesh (The Stagnant): Terjebak dalam GDP USD 416,90 Miliar dengan beban utang pemerintah mencapai 69% (melampaui limit 65%) dan utang rumah tangga yang kritis di angka 84,3%. Akibatnya, anggaran habis hanya untuk membayar bunga utang (Debt Servicing), memicu kebijakan "No Shopping".
--------------------------------
2. STATUS PENGADAAN SIPRI (2020–2025)
Indonesia: Terdaftar sebagai salah satu importir terbesar dunia (Peringkat 18). Secara aktif mengonversi rencana menjadi kontrak efektif (Rafale, Scorpene, F-15ID).
-
Malaydesh: Mengalami fenomena "SIPRI KOSONG" selama 6 tahun berturut-turut. Status pengadaan hanya berhenti di tahap Planned atau Not Yet Ordered. Hal ini diperparah dengan kebijakan PM Anwar Ibrahim yang melakukan Pembekuan Total (Freeze) pada 2026 akibat skandal korupsi.
--------------------------------
3. KEKUATAN UDARA: REALITAS VS "PRANK"
Perbandingan daftar jet tempur menunjukkan jurang kapabilitas yang tidak lagi terbendung:
Aset Nyata Indonesia: Sukses mengamankan 42 Rafale, 24 F-15IDN, serta pengembangan KF-21 Boramae dan M-346F. Indonesia beralih dari pesawat generasi lama ke teknologi generasi 4.5 dan 5.
-
Daftar "Prank" Malaydesh: Rentetan kegagalan mulai dari Rafale, Typhoon, Gripen, hingga Tejas yang hanya berakhir sebagai wacana. Pembatalan terbaru F-18 Kuwait (2026) dan blokade USA terhadap komponen FA-50 memastikan angkatan udara Malaydesh tetap "ompong" tanpa pengganti MiG-29 yang sudah grounded.
--------------------------------
4. TRANSFORMASI VS "SEWA-DESH"
Karena ketidakmampuan finansial, terjadi pergeseran paradigma militer di Malaydesh yang sangat berisiko:
Indonesia: Membangun kemandirian dan kepemilikan aset (Modernisasi masif).
-
Malaydesh: Menjadi negara "Tukang Sewa". Mulai dari helikopter (Black Hawk, AW139), pesawat latihan, hingga motor polisi dan truk militer semuanya berstatus sewa (leasing). Skema ini adalah beban jangka panjang yang tidak menambah aset negara.
--------------------------------
5. KESIMPULAN: PERGESERAN GEOPOLITIK ASEAN
Data Global Firepower 2026 mengonfirmasi pergeseran ini:
Indonesia (Peringkat 13 Dunia): Menjadi hegemon militer mutlak di Asia Tenggara.
Malaydesh (Peringkat 42 Dunia): Terlempar ke posisi 7 ASEAN, bahkan di bawah Filipina dan Myanmar.
Kebangkrutan anggaran dan kegagalan manajemen utang (RM 1,65 Triliun) telah memaksa Malaydesh melakukan Demiliterisasi De Facto. Di saat tetangga memperkuat kedaulatan, Malaydesh justru sibuk mengatasi aset yang hilang (mesin jet & Skyhawk) dan alutsista yang mangkrak berkarat (LCS & OPV).
UDARA LAUT DATA FREPORT = KEDAULATAN
Hapus---------------------------------
DATA KOMERSIAL BUKAN KEPENDUDUKAN
DOMINASI SAHAM FREEPORT
EFISIENSI NEGOSIASI
-
poin-poin kesepakatan strategis tersebut:
-
Kedaulatan Data Digital: Pertukaran data lintas negara murni bersifat komersial dan transaksional, bukan data kependudukan (identitas pribadi). Seluruh proses tunduk pada UU Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) untuk menjamin keamanan informasi warga negara.
-
Dominasi Saham Freeport: Kepemilikan saham Indonesia di PT Freeport Indonesia (PTFI) resmi naik dari 51,23% menjadi 63%. Tambahan 12% saham ini diperoleh secara cuma-cuma (gratis) melalui kesepakatan di MoU Washington 2026.
-
Investasi Raksasa: Freeport berkomitmen menambah investasi sebesar US$ 20 Miliar untuk penguatan hilirisasi dan eksplorasi tanpa membebani APBN.
-
Efisiensi Negosiasi Internasional: Indonesia menunjukkan posisi tawar yang kuat dengan biaya komitmen akses pasar 10x lebih murah dibandingkan Malaydesh, namun berhasil mengamankan tarif 0% untuk pos produk yang lebih banyak (1.819 produk).
---------------------------------
BUKAN DATA KEPENDUDUKAN = DATA KOMERSIL
BUKAN DATA KEPENDUDUKAN = DATA KOMERSIL
BUKAN DATA KEPENDUDUKAN = DATA KOMERSIL
-
1. Jenis Data yang Ditransfer
Pemerintah menegaskan bahwa data yang menjadi bagian dari kesepakatan perdagangan tersebut adalah data komersial, bukan data pribadi penduduk atau data strategis negara.
Bukan Data Identitas: Data yang ditransfer tidak mencakup nama, umur, atau nomor telepon warga negara.
Kebutuhan Bisnis: Pertukaran data tersebut bersifat transaksional untuk mendukung kebutuhan pertukaran barang dan jasa antara kedua negara.
-
2. Landasan Hukum dan UU PDP
Pemerintah menjamin bahwa setiap proses pemindahan data tetap mengacu pada koridor hukum Indonesia yang berlaku.
UU Nomor 27 Tahun 2022: Pemindahan data pribadi lintas batas harus mematuhi Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) yang mewajibkan perlindungan ketat dan menjaga kerahasiaan.
Kesetaraan Perlindungan: Amerika Serikat diakui sebagai yurisdiksi yang menyediakan tingkat perlindungan data yang memadai sesuai standar hukum Indonesia agar transfer data dapat dilakukan secara sah.
Bukan Penyerahan Bebas: Kementerian Komunikasi dan Digital menekankan bahwa kesepakatan ini justru menjadi dasar hukum yang terukur dan aman dalam tata kelola data lintas negara, bukan memberikan akses tanpa batas.
-
3. Komitmen Kedaulatan Data
Beberapa pejabat tinggi memberikan pernyataan resmi untuk menepis kekhawatiran publik:
Menko Perekonomian: Menegaskan bahwa Indonesia tetap menjaga kedaulatan data dan tidak akan membuka akses tanpa dasar hukum yang kuat (legal framework).
Menteri Sekretaris Negara: Menyatakan bahwa pemerintah justru ingin memastikan data pribadi WNI yang sudah ada di platform media sosial milik perusahaan AS tidak disalahgunakan.
Presiden RI: Menjelaskan bahwa proses kesepakatan ini masih dalam tahap negosiasi dan pemerintah berkomitmen untuk tidak mengorbankan keamanan data masyarakat demi kerja sama digital.
====================
====================
KLAIM NON BLOK = GO BLOK ANTEK MAT PUTEH
-
Keberadaan militer Australia di Pangkalan Udara Butterworth (RMAF Butterworth) sering dianggap sebagai kontradiksi terhadap prinsip politik luar negeri Malaydesh yang "Bebas dan Aktif" (non-blok).
-
KACUNG KOKO PANDA = GIVEAWAY LAUT – GIVEAWAY UDARA
-
Krisis Laut (BPA): Kehadiran kapal penjaga pantai China (CCG) hampir permanen untuk menekan operasi migas; 359 hari (2024) dan 257 hari (2025).
-
Krisis Udara: Tekanan taktis melalui pencerobohan ruang udara; tercatat 43 kasus (Jan-Mei 2023) dan insiden formasi 16
-
BABU BRITISH JAGA BUCKINGHAM
Tugasan untuk berkawal di istana berusia lebih 250 tahun itu digalas penuh rasa tanggungjawab oleh setiap anggota RAMD. MALAYDESH yang pernah dijajah British pada suatu masa dahulu diiktiraf kerana mempunyai barisan tentera yang berketrampilan,.
KLAIM SEPIHAK KELUAR ART .....
HapusBELUM RESMI HITAM PUTIH DARI USA
TAKUT RESIKO HUKUM
TAKUT RESIKO POLITIK
--------------------
Perjanjian Perdagangan Timbal Balik (ART) antara Malaydesh dan Amerika Serikat (AS) :
-
Status Komunikasi Resmi:
-Pemerintah Malaydesh belum menerima pemberitahuan tertulis atau dokumen "HITAM DI ATAS PUTIH" dari pemerintah AS terkait pembatalan resmi ART.
--------------------
SUMBER BERITA =
The Edge Malaydesh: Potensi tarif 10% (Section 122) dan investigasi 60 negara.
-
New Straits Times (NST): Pengawasan surplus ekspor RM233 miliar & ketiadaan surat resmi pembatalan.
-
The Star: Rencana pembahasan proposal tarif baru pasca-investigasi AS.
-
Free Malaydesh Today (FMT): Rujukan putusan Mahkamah Agung AS (null and void) & penantian proposal baru.
-
The Malaysian Reserve & The Vibes: Desakan oposisi (PN) untuk Sidang Khas Parlemen.
-
Malay Mail: Permintaan langkah perlindungan kepentingan nasional.
-
The Sun (PressReader) & Malaydeshkini: Desakan transparansi dari internal pemerintah (PKR) guna menghindari risiko hukum/politik
--------------------
Status Proses Semakan 5 Bulan & Investigasi 60 Negara
-
The Edge Malaydesh: Melaporkan pernyataan Menteri Johari Abdul Ghani bahwa AS mungkin menggunakan Section 122 dari Trade Act untuk menerapkan tarif sementara 10% selama lima bulan, sembari melakukan investigasi terhadap hampir 60 negara yang memiliki surplus perdagangan dengan AS.
-
New Straits Times (NST): Menjelaskan bahwa Malaydesh termasuk di antara 60 negara yang menghadapi pengawasan perdagangan AS karena surplus ekspor sebesar RM233 miliar.
--------------------
Tindakan Susulan Kerajaan (Proposal Baru)
-
Free Malaydesh Today (FMT): Menyebutkan bahwa pemerintah Malaysia akan menunggu proposal tarif baru dari pihak AS setelah investigasi selesai sebelum mendiskusikan persyaratan lebih lanjut.
-
The Star: Mengutip pernyataan menteri bahwa setelah AS mendapatkan temuan dari investigasi tersebut, mereka akan memberikan proposal kepada Malaydesh untuk dibahas syarat-syaratnya.
--------------------
Respon Terhadap Desakan Politik
Menteri MITI (Datuk Seri Johari Abdul Ghani):
-
New Straits Times (NST) & The Star: Mengonfirmasi bahwa pemerintah belum menerima pemberitahuan resmi secara tertulis dari AS mengenai pembatalan ART.
-
Free Malaydesh Today (FMT): Melaporkan saran menteri agar pihak oposisi merujuk pada keputusan Mahkamah Agung AS yang menyatakan kebijakan tarif tersebut null and void.
-
Perikatan Nasional (PN):
The Malaysian Reserve & The Vibes: Memberitakan desakan koalisi oposisi (melalui Datuk Seri Takiyuddin Hassan) untuk mengadakan Sidang Khas Parlemen guna membahas implikasi ekonomi dan diplomatik dari pembatalan ART.
-
Malay Mail: Menyoroti permintaan PN agar pemerintah memberikan penjelasan komprehensif mengenai langkah-langkah perlindungan kepentingan nasional.
-
Ahli Parlimen PKR:
PressReader (The Sun Malaydesh) & Malaydesh kini: Melaporkan bahwa anggota parlemen dari backbenchers PKR (seperti Wong Chen) mendesak pemerintah untuk memberikan klarifikasi segera dan transparan mengenai status perjanjian tersebut guna menghindari risiko hukum dan politik
--------------------
🤣😝😀🤣😝😀🤣😝😀
1️⃣DATA UTANG MALAYDESH
Hapus-
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
-
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
-
Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5%
-
Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3%
-
Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
--------------------------------
2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH
-
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
-
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
-
Total Beban Kumulatif: Per Warga Malaydesh RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
--------------------------------
📌 1. Air Force (RMAF)
a. MiG-29 Replacement / MRCA Program
• Planned: Since 2007, Malaydesh has sought replacements for its aging MiG-29 Fulcrums.
• Options considered: Rafale (France), Eurofighter Typhoon (UK), Gripen (Sweden), F/A-18 (US).
• Status: Repeatedly delayed, suspended, and re-announced due to budget constraints and changing governments.
• Impact:
o MiG-29 retired in 2017 → fighter gap remains.
o RMAF left relying on only 18 Su-30MKM and 8 F/A-18D, both aging.
o MRCA “shelved” and replaced with smaller Light Combat Aircraft (LCA) plan (FA-50 from South Korea, delivery starting 2026).
________________________________________
b. Maritime Patrol Aircraft (MPA)
• Planned: Requirement identified since early 2000s to monitor South China Sea and piracy.
• Status: Delayed nearly 20 years.
• Only in 2023 was the Leonardo ATR-72 MPA selected (delivery by 2026).
• Impact:
o Malaydesh had no dedicated MPA fleet for decades, relying on converted transport aircraft and UAVs.
o Limited maritime surveillance → weakness in South China Sea patrols.
________________________________________
📌 2. Navy (RMN)
a. Littoral Combat Ship (LCS) Scandal
• Planned: 2011, RM9 billion for 6 Gowind-class ships (local build by Boustead Naval Shipyard).
• Status: By 2025, zero ships delivered.
o Design changes, corruption, mismanagement, and cost overruns stalled the project.
• Impact:
o Navy still depends on old Kedah-class (2006) and even older corvettes from the 1980s.
o Weakens ability to secure South China Sea claims.
________________________________________
b. Multi-Role Support Ship (MRSS)
• Planned: Amphibious ship program since 2000s.
• Status: Cancelled/postponed multiple times due to budget.
• Impact:
o RMN has no large amphibious lift → limited ability to move troops/equipment in regional crises.
________________________________________
c. Second Batch of Scorpène Submarines
• Planned: Expansion to 4 submarines.
• Status: Shelved due to cost.
• Impact:
o Malaydesh stuck with just 2 Scorpènes (delivered 2009–2010), insufficient for wide maritime area.
________________________________________
📌 3. Army (TDM)
a. Self-Propelled Howitzers (SPH)
• Planned: SPH requirement since early 2000s (to replace old towed artillery).
• Status: Program repeatedly delayed. Korea’s K9 Thunder shortlisted in 2020s, but no final contract.
• Impact: Army artillery remains outdated → reduced firepower compared to Indonesia, Singapore.
________________________________________
b. Armored Vehicle Programs
• AV-8 Gempita: Entered production in 2014, but scaled down from 257 planned units due to cost.
• Condor APC Replacement: Long planned, but repeatedly delayed → Condors from the 1980s still in service.
________________________________________
c. Rotary Wing (Helicopters)
• Army Aviation requested more utility and attack helicopters.
• Programs for attack helicopters (AH-1Z, T129, etc.) discussed but cancelled/delayed.
• Impact: Army lacks dedicated attack helicopter capability, unlike Indonesia.
________________________________________
📌 4. Reasons for Delay/Failure
1. Budget constraints → defense stuck at ~1% of GDP.
2. Political instability → 5 prime ministers between 2018–2025, each with shifting priorities.
3. Corruption & mismanagement → especially visible in LCS.
4. Overreliance on foreign suppliers → negotiations stall or get too expensive.
5. Short-termism → lack of 10–15 year strategic procurement planning.
Harusnya ada Puslatpur Marinir atau Divisi Marinir di Sumatera di Propinsi Riau ... bisa di Pulau Rupat, Bengkalis, Rangsang, Perang atau tebing tinggi.... Mengawasi Selat Malaka...
BalasHapusKayaknya pemimpin AL tidak setuju dengan anda. Ada berita mau bikin Pasmar 4 dengan mengambil semua batalyon yg disekitar Selat Malaka (Yon 8 dan Yon 10).
HapusBrigade Infantri 4 yg di Sumatra bakal di Lampung semua.
Pasmar 4 itu yg mau ditaruh di IKN.
HapusLEBIH KASIAN LAGI MALONDESH NEGARA MISKIN DAN BOTOL TA PUNYA MARINIR....JADI LAWAKAN KAWASAN 🤣🤣🤣🤣🤣
BalasHapusKLAIM SEPIHAK KELUAR ART .....
BalasHapusBELUM RESMI HITAM PUTIH DARI USA
TAKUT RESIKO HUKUM
TAKUT RESIKO POLITIK
--------------------
Perjanjian Perdagangan Timbal Balik (ART) antara Malaydesh dan Amerika Serikat (AS) :
-
Status Komunikasi Resmi:
-Pemerintah Malaydesh belum menerima pemberitahuan tertulis atau dokumen "HITAM DI ATAS PUTIH" dari pemerintah AS terkait pembatalan resmi ART.
--------------------
SUMBER BERITA =
The Edge Malaydesh: Potensi tarif 10% (Section 122) dan investigasi 60 negara.
-
New Straits Times (NST): Pengawasan surplus ekspor RM233 miliar & ketiadaan surat resmi pembatalan.
-
The Star: Rencana pembahasan proposal tarif baru pasca-investigasi AS.
-
Free Malaydesh Today (FMT): Rujukan putusan Mahkamah Agung AS (null and void) & penantian proposal baru.
-
The Malaysian Reserve & The Vibes: Desakan oposisi (PN) untuk Sidang Khas Parlemen.
-
Malay Mail: Permintaan langkah perlindungan kepentingan nasional.
-
The Sun (PressReader) & Malaydeshkini: Desakan transparansi dari internal pemerintah (PKR) guna menghindari risiko hukum/politik
--------------------
Status Proses Semakan 5 Bulan & Investigasi 60 Negara
-
The Edge Malaydesh: Melaporkan pernyataan Menteri Johari Abdul Ghani bahwa AS mungkin menggunakan Section 122 dari Trade Act untuk menerapkan tarif sementara 10% selama lima bulan, sembari melakukan investigasi terhadap hampir 60 negara yang memiliki surplus perdagangan dengan AS.
-
New Straits Times (NST): Menjelaskan bahwa Malaydesh termasuk di antara 60 negara yang menghadapi pengawasan perdagangan AS karena surplus ekspor sebesar RM233 miliar.
--------------------
Tindakan Susulan Kerajaan (Proposal Baru)
-
Free Malaydesh Today (FMT): Menyebutkan bahwa pemerintah Malaysia akan menunggu proposal tarif baru dari pihak AS setelah investigasi selesai sebelum mendiskusikan persyaratan lebih lanjut.
-
The Star: Mengutip pernyataan menteri bahwa setelah AS mendapatkan temuan dari investigasi tersebut, mereka akan memberikan proposal kepada Malaydesh untuk dibahas syarat-syaratnya.
--------------------
Respon Terhadap Desakan Politik
Menteri MITI (Datuk Seri Johari Abdul Ghani):
-
New Straits Times (NST) & The Star: Mengonfirmasi bahwa pemerintah belum menerima pemberitahuan resmi secara tertulis dari AS mengenai pembatalan ART.
-
Free Malaydesh Today (FMT): Melaporkan saran menteri agar pihak oposisi merujuk pada keputusan Mahkamah Agung AS yang menyatakan kebijakan tarif tersebut null and void.
-
Perikatan Nasional (PN):
The Malaysian Reserve & The Vibes: Memberitakan desakan koalisi oposisi (melalui Datuk Seri Takiyuddin Hassan) untuk mengadakan Sidang Khas Parlemen guna membahas implikasi ekonomi dan diplomatik dari pembatalan ART.
-
Malay Mail: Menyoroti permintaan PN agar pemerintah memberikan penjelasan komprehensif mengenai langkah-langkah perlindungan kepentingan nasional.
-
Ahli Parlimen PKR:
PressReader (The Sun Malaydesh) & Malaydesh kini: Melaporkan bahwa anggota parlemen dari backbenchers PKR (seperti Wong Chen) mendesak pemerintah untuk memberikan klarifikasi segera dan transparan mengenai status perjanjian tersebut guna menghindari risiko hukum dan politik
--------------------
🤣😝😀🤣😝😀🤣😝😀
KLAIM SEPIHAK KELUAR ART ........
BalasHapusBELUM RESMI HITAM PUTIH DARI USA
TAKUT RESIKO HUKUM
TAKUT RESIKO POLITIK
---------------------------------
Perjanjian Perdagangan Timbal Balik (ART) antara Malaydesh dan Amerika Serikat (AS) :
-
Status Komunikasi Resmi:
-Pemerintah Malaydesh belum menerima pemberitahuan tertulis atau dokumen "HITAM DI ATAS PUTIH" dari pemerintah AS terkait pembatalan resmi ART.
---------------------------------
SUMBER BERITA =
The Edge Malaydesh: Potensi tarif 10% (Section 122) dan investigasi 60 negara.
-
New Straits Times (NST): Pengawasan surplus ekspor RM233 miliar & ketiadaan surat resmi pembatalan.
-
The Star: Rencana pembahasan proposal tarif baru pasca-investigasi AS.
-
Free Malaydesh Today (FMT): Rujukan putusan Mahkamah Agung AS (null and void) & penantian proposal baru.
-
The Malaysian Reserve & The Vibes: Desakan oposisi (PN) untuk Sidang Khas Parlemen.
-
Malay Mail: Permintaan langkah perlindungan kepentingan nasional.
-
The Sun (PressReader) & Malaydeshkini: Desakan transparansi dari internal pemerintah (PKR) guna menghindari risiko hukum/politik
---------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
2010: RM 407,1 Miliar
2011: RM 456,1 Miliar
2012: RM 501,6 Miliar
2013: RM 547,7 Miliar
2014: RM 582,8 Miliar
2015: RM 630,5 Miliar
2016: RM 648,5 Miliar
2017: RM 686,8 Miliar
2018: RM 1,19 Triliun
2019: RM 1,25 Triliun
2020: RM 1,32 Triliun
2021: RM 1,38 Triliun
2022: RM 1,45 Triliun
2023: RM 1,53 Triliun
2024: RM 1,63 Triliun
2025: RM 1,71 Triliun
2026: RM 1,79 Triliun
-
SUMBER :
Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malaydesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
--------------------------------_
Hutang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
2010: 150 miliar USD
2011: 165 miliar USD
2012: 180 miliar USD
2013: 195 miliar USD
2014: 210 miliar USD
2015: 225 miliar USD
2016: 240 miliar USD
2017: 255 miliar USD
2018: 270 miliar USD
2019: 285 miliar USD
2020: 300 miliar USD
2021: 315 miliar USD
2022: 330 miliar USD
2023: 345 miliar USD
2024: 360 miliar USD
2025: 375 miliar USD
-
SUMBER :
BNM | MOF | Statista/Trading Economics
--------------------------------
Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
2010 = 52.4
2011 = 51.8
2012 = 53.3
2013 = 54.7
2014 = 55.0
2015 = 55.1
2016 = 52.7
2017 = 51.9
2018 = 52.5
2019 = 52.4
2020 = 62.0
2021 = 63.3
2022 = 60.2
2023 = 64.3
2024 = 70.4
2025 = 69.0
-
SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
--------------------------------
DEFISIT FISKAL MALAYDESH PERIODE 2010–2025:
2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
-
SUMBER:
IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malaydesh.
--------------------------------
2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura 🇸🇬: 347%
2. Malaydesh 🇲🇾: 224%
3. Thailand 🇹🇭: 223%
4. Vietnam 🇻🇳: 161%
5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
---------------------------------
2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
3. Malaydesh 🇲🇾: 70,5%
4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
---------------------------------
😀😝🤣🤣😝😀😀😝🤣