07 September 2026

New Fighting Vehicles Tested at Sea

07 September 2026

AS21 Redback IFV, AS9 Huntsman SPH and AS10 armoured ammunition resupply vehicle were loaded on landing craft and HMAS Canberra (photos: Aus DoD)

Huntsman and Redback armoured vehicles took part in sea trials on and around Garden Island, Sydney Harbour, in July.

The next-generation AS21 Redback infantry fighting vehicle, AS9 Huntsman self-propelled howitzer and AS10 armoured ammunition resupply vehicle were loaded on and off HMAS Canberra and her landing craft.


Project Director for LAND 400 Phase 3 (infantry fighting vehicles), Col Marek Janiszewski, said the trials proved the deployability and interoperability of the new vehicles.

“These trials have demonstrated that the vehicles are able to undertake littoral operations,” Col Janiszewski said.


He said the testing showed the vehicles were optimised for littoral operations and were able to be projected into the region.

Introduction of the new vehicles is part of the largest recapitalisation of capability for the Army since World War II, with significant investment in littoral vessels, long-range fires and battlefield aviation.


Col Janiszewski said the Redback was one of the most lethal, modern and best-protected infantry fighting vehicles available, and a major uplift in capability for the combined arms land system.

“We are stepping forward in leaps and bounds with a new upgraded system to provide our soldiers the best ability to fight, succeed at their missions and come home safely to their families,” he said.


The first Australian-made Redbacks are expected to roll off the production line next year.

55 komentar:

  1. Balasan
    1. Tentara berok bersarung Cukup pakai jerigen minyak warna biru

      Hapus
    2. bawa fisank jgk donk om esen haha!πŸŒπŸ‘ŒπŸ˜‚

      Hapus
  2. repot amat Tank pake landing craft segala..🀭

    BMP 3F emang mantap, apalagi pt 76...master amfibi haha!πŸ˜ŽπŸ¦ΎπŸš€

    BalasHapus
  3. AZAB NEGARA GAGAL = KLAIM BANTU ...
    DEBT GOVt 70,%%
    HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
    -
    FAKTA =
    1. BANTUAN MALONYET 1997/1998 : DITOLAK/BATAL
    2. BANTUAN ACEh : DITOLAK/BATAL
    3. MALONYET BAKAR LAHAN .KALIMANTAN
    4. MALONYET BAKAR LAHAN SUMATERA
    5. PESAWAT 1 UNIT DIPERBATASAN SEAWAK versus 11 PESAWAT
    6. NGEMIS BERAS
    7. NGEMIS COAL
    8. NGEMIS LNG
    -
    PERBANDINGAN ARMADA UDARA
    INDONESIA (TOTAL 11 PESAWAT DI KALIMANTAN):
    3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Operasi modifikasi cuaca komparatif (Sumber: Situs TNI/TNI AU, CNN).
    8 Pesawat Satgas Udara Kalbar: Patroli, rekayasa cuaca, dan bom air (Sumber: ANTARA).
    -
    MALONYET (TOTAL 1 PESAWAT DI PERBATASAN):
    1 Pesawat C-130 Hercules TUDM: Disiagakan di Kuching untuk penyemaian awan di perbatasan (Sumber: Kompas, Media Indonesia, Suara).
    --------------------------------------------
    PERUSAHAAN MALONYET =
    BAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    BAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    BAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    -
    1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
    2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
    3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
    4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
    5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
    --------------------------------------------
    NO RICE INDONESIA = MALAYDESH GELAP
    NO COAL INDONESIA = MALAYDESH GELAP
    NO LNG INDONESIA = MALAYDESH GELAP
    -
    • Batubara (Kemendag RI): Angka 21,84 juta MT (pemenuhan 69% listrik TNB Malonyet) adalah laporan resmi tahun 2021 hasil pertemuan bilateral Wamendag RI dan Menteri Energi Malonyet.
    o Sumber Berita: Ipotnews (30 Mei 2022) dan Liputan6 (9 Juni 2022).
    • LNG (OEC / UN Comtrade PBB): Data total impor LNG Malonyet ($1,74 miliar) dan kontribusi Indonesia ($8,23 juta) ditarik dari statistik resmi laporan bea cukai global (HS Code 271111).
    o Sumber Data: OEC (The Observatory of Economic Complexity) berdasarkan basis data perdagangan dunia UN Comtrade.
    --------------------------------------------
    NGEMIS BERAS
    FFBNP AGUSTUS 2026 = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
    • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
    -
    • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton..
    --------------------------------------------
    FAKTA :
    PEMBATALAN PINJAMAN MALONYET KE INDONESIA (1997/1998)
    -
    • Status Pinjaman: Batal total; dana USD 1 miliar sama sekali tidak pernah dicairkan.
    • Penyebab dari Malonyet: Fokus menyelamatkan likuiditas domestik akibat Krisis Finansial Asia dan penerapan kebijakan kontrol modal (capital control) pada September 1998.
    • Penyebab dari Indonesia: Risiko politik ekstrem pasca-Kerusuhan Mei 1998 dan runtuhnya rezim Orde Baru yang membekukan proses administrasi.
    • Sumber: Arsip Perdana Leadership Foundation, The Wall Street Journal, serta kajian ekonomi politik UI dan UNPAR.
    --------------------------------------------
    BANTUAN LUAR NEGERI MALONYET = DITOLAK
    -
    • Sinar Harian (Malonyet): Melaporkan respons dan keheranan pihak luar negeri terkait pengembalian bantuan kemanusiaan
    https://www.sinarharian.com.my/article/768623/global/indonesia-tolak-bantuan-beras-diaspora-aceh-di-malonyet
    -
    • CNA Indonesia: Melaporkan arahan Presiden Prabowo yang menegaskan kemampuan domestik RI dalam menangani bencana
    --------------------------------------------
    1. πŸ—’ Utang Rumah Tangga (Household Debt) 84,3%
    • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malonyet.
    2. πŸ“Š Utang Pemerintah (Govt Debt) 70,5%
    • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.

    BalasHapus
  4. AZAB NEGARA GAGAL = DEFISIT 1998-2026 (28 TAHUN)
    GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP .........
    REVENUE: RM334.1 BILLION
    EXPENDITURE: RM470 BILLION
    SUBSIDY BURDEN: 23.9%
    BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
    ------------------------------
    F18 MALONYET NGEMIS = F15 INDONESIA RILIS
    F18 MALONYET NGEMIS = F15 INDONESIA RILIS
    ------------------------------
    GOVERNMENT REVENUE =
    Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
    -
    TOTAL EXPENDITURE =
    Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
    -
    BUDGET ALLOCATION =
    RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
    -
    MAIN REASONS FOR BORROWING =
    REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
    Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
    -
    CHRONIC BUDGET DEFICIT:
    The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
    -
    CHRONIC BUDGET DEFICIT:
    The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
    --------------------------------------------
    MALAYSEWA DEBT DATA 2026
    Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
    Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
    MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
    -
    DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
    Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
    Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
    ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
    --------------------------------------------
    Analisis Geopolitik & Pertahanan (Stagnasi Total)
    Vakum Alutsista (SIPRI 2024-2025): Status "Kosong" selama dua tahun berturut-turut menandakan tidak adanya transfer senjata berat yang masuk. Hal ini mengonfirmasi kegagalan proses modernisasi di saat negara tetangga (Indonesia/Singapura) melakukan pengadaan masif.
    Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di mata penjual internasional.
    Penurunan Daya Gentar: Peringkat Global Firepower (GFP) 42 (ke-7 di ASEAN) menempatkan militer MALAYSEWA di bawah Filipina, menunjukkan efek domino dari penundaan proyek LCS dan ketergantungan pada aset tua.
    Analisis Fiskal & Ekonomi (Spiral Utang)
    Debt-Servicing Cycle: Dengan proyeksi utang menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026, fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" (58% pinjaman baru hanya untuk membayar cicilan) telah mengunci anggaran negara.
    Rasio Bahaya: Rasio utang terhadap GDP yang stabil di angka 68%-70% sejak 2024-2026 membatasi ruang gerak fiskal untuk subsidi domestik maupun belanja modal militer.
    Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR Amerika Serikat akan memukul sektor manufaktur dan E&E, yang merupakan tulang punggung pendapatan negara untuk membayar utang tersebut.
    Analisis Reputasi & Diplomasi (Sanksi Internasional)
    Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) akibat penggunaan 7 pemain naturalisasi ilegal bukan sekadar masalah sepak bola, melainkan cerminan kegagalan administrasi sistemik di tingkat federasi.
    Kehilangan Posisi Regional: Kegagalan lolos ke Piala Asia 2027 dan pemberian posisi tersebut kepada Vietnam mempertegas penurunan pengaruh dan daya saing negara di kawasan ASEAN.
    Kesimpulan Strategis
    Tahun 2026 menjadi titik nadir di mana krisis utang pemerintah berdampak langsung pada pelemahan pertahanan nasional dan reputasi internasional. Model pengadaan "Barter CPO" dan "Kredit 100%" terbukti belum cukup untuk menambal kekosongan armada tempur di tengah tekanan sanksi dagang global.

    BalasHapus
  5. Haaaaa....MALONYET BANGKRUT/GAGAL = SEKS SESAMA JENIS BEBAN WANITA : ADZAB!!!!!!!
    ----------------------------------
    MMW7 September 2026 pukul 08.42
    Negara yang ditimpa bencana;

    1. Bencana Korupsi.
    2. Bencana Kemiskinan.
    3. Bencana Kebodohan
    ----------------------------------
    SKANDAL SEKS = SKANDAL SESAMA JENIS
    -
    1. Sultan Ibrahim – Cissie Hill
    Kisah hubungan asmara antara Sultan Ibrahim dari Johor dengan penari asal Inggris, Cissie Hill, pada dekade 1930-an tercatat dalam arsip sejarah Inggris dan diliput oleh berbagai media dokumenter.
    • BBC News: Mengulas detail sejarah hubungan ini dalam artikel khusus bertajuk The sultan and the showgirl: A tragic tale of star-crossed love.
    • Arsip Dokumenter / The Mixed Museum: Menyimpan catatan sejarah mengenai penolakan hubungan tersebut oleh otoritas Inggris dan Johor kala itu melalui pameran Helen Bartholomew and the Sultan of Johore.
    -
    2. Sultan Muhammad V – Oksana Voevodina
    Pemberitaan mengenai pernikahan singkat dan kontroversi perceraian talak tiga antara Sultan Kelantan (mantan Yang di-Pertuan Agong) dengan mantan Miss Moscow ini diliput secara masif oleh media lokal Malonyet dan internasional pada tahun 2019.
    • New Straits Times (NST) & Asia One: Menjadi media regional pertama yang mengungkap dokumen otentik salinan sertifikat perceraian mereka.
    • Kompas.com: Melaporkan konfirmasi keabsahan dokumen perceraian dalam artikel Mantan Raja Malonyet Diisukan Ceraikan Eks Ratu Kecantikan Rusia.
    -
    3. Najib Abdul Razak – Altantuya Shaariibuu
    Kasus pembunuhan model asal Mongolia, Altantuya Shaariibuu, pada tahun 2006 dikaitkan dengan skandal politik dan dugaan korupsi pembelian kapal selam Prancis yang menyeret nama Najib Razak (saat itu menjabat Menteri Pertahanan). Najib Razak secara konsisten membantah keterlibatan dirinya maupun adanya hubungan khusus.
    • South China Morning Post (SCMP): Menyediakan rangkuman investigasi mendalam mengenai dinamika kasus, hubungannya dengan analis pertahanan Abdul Razak Baginda, serta dampaknya terhadap karier Najib dalam artikel The murder of Altantuya Shaariibuu.
    • DetikNews & Kompas.com: Memuat pengakuan mengejutkan dari terpidana mati (mantan polisi Azilah Hadri) pada tahun 2019 yang mengklaim mendapat perintah langsung, serta pernyataan bantahan resmi dari pihak Najib Razak.
    -
    4. Mohamed Azmin Ali – Video Intim
    Pada Juni 2019, publik Malonyet digegerkan oleh penyebaran video intim sesama jenis yang dituduhkan melibatkan menteri ekonomi saat itu, Azmin Ali, bersama seorang staf politik bernama Haziq Aziz. Azmin Ali dengan tegas menyebut video tersebut sebagai fitnah politik yang keji untuk menjatuhkan kariernya.
    • Reuters: Merilis pernyataan penolakan dan bantahan resmi dari Azmin Ali melalui laporan Malonyetn cabinet minister denies links to sex video.
    • Channel News Asia (CNA): Mengulas analisis politik mengenai bagaimana rekaman video tersebut dijadikan senjata politik di Malonyet dalam artikel Sex videos a weapon of choice in Malonyetn politics.
    -
    5. Anwar Ibrahim – Kasus Sodomi (Sodomy I & II)
    Kasus hukum Anwar Ibrahim merupakan salah satu drama politik hukum paling besar di Asia Tenggara, di mana ia didakwa melakukan hubungan seksual sesama jenis (sodomi, yang merupakan tindakan ilegal di bawah hukum Malonyet) pada tahun 1998 dan kembali digugat pada tahun 2008. Anwar selalu menegaskan bahwa semua tuduhan tersebut direkayasa demi kepentingan politik.
    • BBC Audio / Witness History: Mendokumentasikan wawancara eksklusif retrospektif mengenai penangkapan tahun 1998 dalam siaran The corruption and sodomy trials of Anwar Ibrahim.
    • Amnesty International: Merilis laporan HAM berkala yang mengkategorikan Anwar Ibrahim sebagai prisoner of conscience (tahanan keyakinan)
    --------------------------------------------
    RM25.000 ATAU RM30.000 = TETAP BEBAN ISTRI : BANCI MALONYET
    -
    MMW 21 April 2025 pukul 10.48
    YUPP tahun 2025 kami negara MISKIN
    Sementara pendapatan Isteri saya pula dua kali lipat pendapatan saya. Household income kami secara kasar sebulan tahun 2025 = RM25.000 sebulan..........

    BalasHapus
  6. AZAB NEGARA GAGAL = DEBT GOVT 70,5% HOUSE 84,3% TO GDP
    AZAB NEGARA GAGAL = DEBT GOVT 70,5% HOUSE 84,3% TO GDP
    ---------------------------------
    MALONYET CLAIMS TO BE RICH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
    REVENUE: RM334.1 BILLION
    EXPENDITURE: RM470 BILLION
    RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
    ---------------------------------
    2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET
    2026 MALONYET BADUT FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
    2026 MALONYET BADUT FFBNP = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
    2026 MALONYET BADUT FFBNP = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
    2026 MALONYET BADUT FFBNP = MASS LAYOFFS
    2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
    2025 MALONYET BADUT FFBNP = SIPRI EMPTY
    2024 MALONYET BADUT FFBNP = SIPRI EMPTY
    2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
    --------------------------------
    INDONESIA .....
    STATUS 2026: HEGEMON MUTLAK & MODERNISASI TUNAI
    Realisasi Kekuatan Udara (Firm Order):
    42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
    48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
    48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
    24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
    Radius Tempur & Dominasi Geografis:
    Radius Rafale (±1.852 KM) sanggup menjangkau seluruh KL (dari Pekanbaru hanya 291 KM) dan Sarawak (dari Pontianak hanya 498 KM).
    Kesehatan Fiskal (Pruden):
    Gov. Debt: ~40% PDB (Jauh di bawah batas aman 60%).
    Household Debt: Sangat rendah (16% PDB).
    Status Kedaulatan: Berhasil menaikkan saham Freeport menjadi 63,23% dan menolak blanket overflight access bagi pesawat militer asing.
    ________________________________________
    MALONYET.......
    STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
    2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
    2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
    2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
    2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja.
    Kegagalan Angkatan Udara (Timeline Prank):
    F/A-18 Hornet Kuwait: Resmi BATAL (Februari 2026) setelah 4 kali upaya negosiasi gagal total.
    MiG-29N: Pensiun dini tanpa pengganti (Tiada Ganti).
    FA-50: Mengalami hambatan blokir lisensi dari AS.
    Data Utang & Beban Warga 2026:
    Gov. Debt: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
    Per Warga: Setiap penduduk menanggung beban kumulatif utang sebesar RM 94.544.
    Peringkat Global Firepower (GFP) 2026: Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).

    BalasHapus
  7. Cek cekk...tim ruskiyem partyπŸ₯³
    ✅️il 78
    ✅️mi8
    ✅️ka32
    ✅️mi17
    ✅️mi35m
    ✅️mrca surabaya no.35 sudah landing uhuyy haha!πŸ˜ŽπŸ˜‰✌️

    hrs tambah buat kormar uraa haha!✌️🦾😎
    ✅️bmp 3f
    ✅️bt 3f
    ✅️mi 28
    ✅️ka 52
    ✅️buk
    ✅️bm 27
    ✅️iskander biar iskandor balik maen ds haha!πŸ‘ŒπŸ˜†πŸ¦Ύ

    BalasHapus
    Balasan
    1. DUET MAUT MI 28 DAN KA 52 NIH OM PG 😎😎😎😎😎

      Hapus
    2. nyoiihhh terbang dibawah payung ES TONG TONG 400 om haha!πŸš€πŸ˜ŽπŸ”₯

      Hapus
    3. Ngerrriiii om, kesampingkan dulu masalah pemeliharaan & sucad nya, INDONESIA mempunyai pesawat tempur dan heli dari berbagai negara, kita bebas latihan tempur dg gonta ganti pasang lawan, d harapkan bs mengetahui kelebihan dan kekurangan masing2 pesawat & heli, sehingga dapat d jadikan acuan pengembangan pesawat & heli sendiri, serta bisa membuat strategi tempur yg fleksibel xaxaxaxaxaxaxaxaxaxaxa

      Hapus
    4. makloum ☆ACE KOMBAT semua hadeer ada om, beda ama seblah kosonk haha!πŸ€—πŸ‘πŸ˜‰

      Hapus
  8. eittt..eeeitttt...NGAAAMOKKπŸ”₯ sambil MeWeK😭 haha!😀🍌😱
    Makin NGAMUKπŸ”₯, MAKIN SIPPPπŸ‘
    pembual negri🎰kasino genting, rasain makan asap haha!πŸ˜†πŸ˜Ά‍🌫️🍌

    WELKAM SURABAYA NO.35 &
    TANK TERBANG Mi NO.35πŸ”₯
    RUSKIYEM PARTY URAA haha!πŸ₯³πŸ΄‍☠️πŸš€

    BalasHapus
  9. Garibaldi Semakin mendekat...uhuyyyy haha!πŸ€—πŸ˜ŽπŸ˜‰

    dah kinclong..last last f35b kebeli..waks makin NGAMUKπŸ”₯ seberang lumut tuch haha!😀🍌😭

    ✅️✅️⬇️⬇️
    https://youtube.com/shorts/DxDVDbWqEvo

    BalasHapus
    Balasan

    1. beda amat, ama yg parkir di negri gajah putih haha!πŸ€­πŸ˜„πŸ€«

      ⬇️⬇️✅️✅️
      https://www.facebook.com/reel/1070468385530707/?referral_source=external_link&original_uri=https://www.facebook.com/reel/1070468385530707/?referral_source=external_link

      Hapus
  10. MALONYET BANGKRUT/GAGAL = SEKS SESAMA JENIS BEBAN WANITA : ADZAB!!!!!!!
    ----------------------------------
    RM25.000 ATAU RM30.000 = TETAP BEBAN ISTRI : BANCI MALONYET
    -
    MMW 21 April 2025 pukul 10.48
    YUPP tahun 2025 kami negara MISKIN
    Sementara pendapatan Isteri saya pula dua kali lipat pendapatan saya. Household income kami secara kasar sebulan tahun 2025 = RM25.000 sebulan..........
    --------------------------------
    PENDAPATAN NEGARA:
    Berkisar RM334,1 Miliar hingga RM343,1 Miliar (75,8% dari pajak dan 24,2% non-pajak/Petronas).
    -
    TOTAL PENGELUARAN:
    Mencapai RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar.
    -
    ALOKASI BELANJA:
    Sebesar RM338,2 Miliar habis untuk operasional (gaji, pensiun, subsidi) dan hanya RM81 Miliar untuk pembangunan infrastruktur.
    -
    ALASAN UTAMA HARUS BERUTANG
    PENDAPATAN HABIS TOtal: Biaya operasional murni (RM338,2 Miliar) langsung menelan hampir 100% dari seluruh pendapatan negara yang masuk.
    -
    DEFISIT ANGGARAN KRONIS: Selisih besar antara pendapatan dan total belanja menciptakan lubang defisit 3,5% hingga 3,6% dari PDB.
    -
    PENERBITAN UTANG BARU: Pemerintah terpaksa menarik utang baru senilai puluhan miliar ringgit karena tidak ada sisa dana bersih untuk membiayai proyek pembangunan dan subsidi.
    --------------------------------------------
    MALONYET UP TO =
    DEBT 97% OF GDP
    DEBT 97% OF GDP
    DEBT 97% OF GDP
    MALONYET's debt ratio could surge to almost 97% of GDP if government-linked guarantees materialize, a risk highlighted in the Ministry of Finance's (MOF) Fiscal Outlook 2026 report, although baseline projections show a gradual improvement in the debt trajectory. The report indicates that a "contingent-liability shock" from guarantees or other off-budget obligations could push the ratio significantly higher, amplifying debt-scarring effects.
    • Baseline projections:
    The MOF's baseline outlook projects a gradual improvement in the country's debt trajectory, with the government debt-to-GDP ratio expected to remain steady around 63.5% through 2026.
    • Stress test results:
    In a stress scenario, the debt-to-GDP ratio could reach 96.7% in 2027 if government guarantees materialize.
    • Risks:
    This surge reflects the "debt-scarring effect of additional borrowings to fulfil these obligations". A combined macroeconomic and fiscal shock, similar to the pandemic period, could raise the debt ratio to approximately 88% of GDP.
    --------------------------------------------
    MAHATHIR = MALAS MISKIN
    menyebut orang-orang suku Melayu terus-terusan miskin karena tak mau bekerja keras. Ia pun mengkritik sifat warga Melayu yang malah menyalahkan etnis lain karena kesuksesan mereka.
    -
    Sumber Berita:
    The New York Times (2025): "Mahathir Mohamad, 99, Reflects on a Contentious Legacy".
    Kompas (2019): "Mahathir: Suku Melayu Tetap Miskin karena Tak Mau Bekerja Keras".
    Today Online (2014): "Mahathir defends 'lazy Malays' remarks"
    -
    ANWAR IBRAHIM = MISKIN
    “Tapi saya kata, sebagai contoh projek tebatan banjir…kerana banjir itu menyeksa rakyat dan yang jadi mangsa itu orang miskin dan majoriti yang miskin itu Melayu. "Sebab itu kalau kita nak belanjakan kita kena teliti. Ini soal tadbir urus, mengurus negara itu harus dengan ketertiban, peraturan dan ke arah yang betul.
    -
    Sumber Berita:
    Bernama (2025): "PM Anwar Wants Flood Mitigation, Poverty Eradication Projects To Be Expedited".
    Kementerian Kewangan MALONYET (2025): "PM Anwar: Flood Mitigation, Hardcore Poverty Eradication Projects Must Be Expedited".
    The Straits Times (2022): "MALONYET PM Anwar halts $2b flood projects in widened dragnet

    BalasHapus
  11. TANDA TANDA yang tak bagus ni guys...... adakah ia berkaitan letusan serentak 6 gunung berapi dan gempa.....??? MALAYSIA siap turun tangan BANTU warga INDIANESIA



    HEBOH: Asap Tebal Mengepul dari Saluran Bawah Tanah di Depan Kantor Wali Kota Medan, Ada Apa?

    https://www.medan24news.com/kota/1863002407/heboh-asap-tebal-mengepul-dari-saluran-bawah-tanah-di-depan-kantor-wali-kota-medan-ada-apa

    BalasHapus
    Balasan
    1. NEGARA GAGAL FFBNP = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ------------------------------
      Analisis Geopolitik & Pertahanan (Stagnasi Total)
      Vakum Alutsista (SIPRI 2024-2025): Status "Kosong" selama dua tahun berturut-turut menandakan tidak adanya transfer senjata berat yang masuk. Hal ini mengonfirmasi kegagalan proses modernisasi di saat negara tetangga (Indonesia/Singapura) melakukan pengadaan masif.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di mata penjual internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Peringkat Global Firepower (GFP) 42 (ke-7 di ASEAN) menempatkan militer MALAYSEWA di bawah Filipina, menunjukkan efek domino dari penundaan proyek LCS dan ketergantungan pada aset tua.
      Analisis Fiskal & Ekonomi (Spiral Utang)
      Debt-Servicing Cycle: Dengan proyeksi utang menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026, fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" (58% pinjaman baru hanya untuk membayar cicilan) telah mengunci anggaran negara.
      Rasio Bahaya: Rasio utang terhadap GDP yang stabil di angka 68%-70% sejak 2024-2026 membatasi ruang gerak fiskal untuk subsidi domestik maupun belanja modal militer.
      Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR Amerika Serikat akan memukul sektor manufaktur dan E&E, yang merupakan tulang punggung pendapatan negara untuk membayar utang tersebut.
      Analisis Reputasi & Diplomasi (Sanksi Internasional)
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) akibat penggunaan 7 pemain naturalisasi ilegal bukan sekadar masalah sepak bola, melainkan cerminan kegagalan administrasi sistemik di tingkat federasi.
      Kehilangan Posisi Regional: Kegagalan lolos ke Piala Asia 2027 dan pemberian posisi tersebut kepada Vietnam mempertegas penurunan pengaruh dan daya saing negara di kawasan ASEAN.
      Kesimpulan Strategis
      Tahun 2026 menjadi titik nadir di mana krisis utang pemerintah berdampak langsung pada pelemahan pertahanan nasional dan reputasi internasional. Model pengadaan "Barter CPO" dan "Kredit 100%" terbukti belum cukup untuk menambal kekosongan armada tempur di tengah tekanan sanksi dagang global.

      Hapus
    2. NEGARA GAGAL FFBNP = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ------------------------------
      Analisa Geopolitik & Pertahanan: "Stagnasi Total"
      Vakum SIPRI (2024-2025): Laporan impor senjata KOSONG selama dua tahun berturut-turut. MALAYSEWA kini sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja dalam hal transfer alutsista berat.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Berada di Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi berada di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Perbandingan Kontras: Indonesia memimpin di Peringkat 13 dunia dengan daftar belanja "satu lembar penuh" (Rafale F4, A400M, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora).
      -
      Analisa Ekonomi & Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
      Fenomena Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 58% pinjaman baru di tahun 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama (Debt-Servicing Cycle).
      Beban Utang Nasional: Total utang dan liabilitas diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun, dengan rasio utang terhadap GDP melampaui ambang batas aman (>70%).
      Hambatan Dagang Global: Tekanan dari Amerika Serikat melalui Section 301 (kenaikan tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA (pemblokiran transaksi) oleh USTR yang memukul sektor manufaktur dan E&E.

      Hapus
    3. NEGARA GAGAL FFBNP = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ------------------------------
      Analisa Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Leasing)
      Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
      Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) seperti pada kesepakatan FA-50 (Korea Selatan) dan PT-91M (Polandia).
      Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor, diperparah dengan catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet jet tempur.
      -
      Analisa Reputasi & Diplomasi Internasional
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
      Kehilangan Posisi Regional: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027, di mana posisi tersebut kini diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh MALAYSEWA di ASEAN.
      Krisis Identitas: Kritik internal dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai kemiskinan struktural dan korupsi proyek negara memperburuk citra di mata investor global.

      Hapus
    4. NEGARA GAGAL FFBNP = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ------------------------------
      Status Kelumpuhan Pertahanan (SIPRI & Alutsista)
      Vakum SIPRI (2024–2025): Status KOSONG total selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang tercatat, menempatkan MALAYSEWA setara dengan Laos dan Kamboja.
      Tren Mundur: Penurunan konsisten dari fase Planned (2020), Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024–2025).
      Kegagalan Simbolik: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali bukti hilangnya kredibilitas finansial di pasar global.
      Procurement Freeze (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk pembekuan total pengadaan guna menghentikan korupsi sistemik dan kebocoran anggaran.
      -
      Model "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
      Ketiadaan uang tunai memaksa militer beralih dari kepemilikan aset menjadi skema Leasing (Sewa):
      Aset Sewaan (32+ Item): Mencakup 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39 ITCC, simulator jet tempur MKM, hingga motor polisi.
      Skema Barter: Pengadaan yang tersisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa.
      Aset Mangkrak: Proyek LCS & OPV yang karatan di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
      -
      Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
      Debt-Servicing Cycle: 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.
      Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di angka 84,3% GDP.
      Tabung Harapan (2018): Bukti historis keputusasaan fiskal melalui penggalangan dana rakyat untuk membayar utang negara.


      Hapus
    5. NEGARA GAGAL FFBNP = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ------------------------------
      Status Kelumpuhan Pertahanan (SIPRI & Alutsista)
      Vakum SIPRI (2024–2025): Status KOSONG total selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang tercatat, menempatkan MALAYSEWA setara dengan Laos dan Kamboja.
      Tren Mundur: Penurunan konsisten dari fase Planned (2020), Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024–2025).
      Kegagalan Simbolik: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali bukti hilangnya kredibilitas finansial di pasar global.
      Procurement Freeze (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk pembekuan total pengadaan guna menghentikan korupsi sistemik dan kebocoran anggaran.
      -
      Model "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
      Ketiadaan uang tunai memaksa militer beralih dari kepemilikan aset menjadi skema Leasing (Sewa):
      Aset Sewaan (32+ Item): Mencakup 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39 ITCC, simulator jet tempur MKM, hingga motor polisi.
      Skema Barter: Pengadaan yang tersisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa.
      Aset Mangkrak: Proyek LCS & OPV yang karatan di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
      -
      Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
      Debt-Servicing Cycle: 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.
      Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di angka 84,3% GDP.
      Tabung Harapan (2018): Bukti historis keputusasaan fiskal melalui penggalangan dana rakyat untuk membayar utang negara.


      Hapus
    6. MALONYET BANGKRUT/GAGAL = SEKS SESAMA JENIS BEBAN WANITA : ADZAB!!!!!!!
      ----------------------------------
      RM25.000 ATAU RM30.000 = TETAP BEBAN ISTRI : BANCI MALONYET
      -
      MMW 21 April 2025 pukul 10.48
      YUPP tahun 2025 kami negara MISKIN
      Sementara pendapatan Isteri saya pula dua kali lipat pendapatan saya. Household income kami secara kasar sebulan tahun 2025 = RM25.000 sebulan..........
      --------------------------------
      PENDAPATAN NEGARA:
      Berkisar RM334,1 Miliar hingga RM343,1 Miliar (75,8% dari pajak dan 24,2% non-pajak/Petronas).
      -
      TOTAL PENGELUARAN:
      Mencapai RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar.
      -
      ALOKASI BELANJA:
      Sebesar RM338,2 Miliar habis untuk operasional (gaji, pensiun, subsidi) dan hanya RM81 Miliar untuk pembangunan infrastruktur.
      -
      ALASAN UTAMA HARUS BERUTANG
      PENDAPATAN HABIS TOtal: Biaya operasional murni (RM338,2 Miliar) langsung menelan hampir 100% dari seluruh pendapatan negara yang masuk.
      -
      DEFISIT ANGGARAN KRONIS: Selisih besar antara pendapatan dan total belanja menciptakan lubang defisit 3,5% hingga 3,6% dari PDB.
      -
      PENERBITAN UTANG BARU: Pemerintah terpaksa menarik utang baru senilai puluhan miliar ringgit karena tidak ada sisa dana bersih untuk membiayai proyek pembangunan dan subsidi.
      --------------------------------------------
      MALONYET UP TO =
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      MALONYET's debt ratio could surge to almost 97% of GDP if government-linked guarantees materialize, a risk highlighted in the Ministry of Finance's (MOF) Fiscal Outlook 2026 report, although baseline projections show a gradual improvement in the debt trajectory. The report indicates that a "contingent-liability shock" from guarantees or other off-budget obligations could push the ratio significantly higher, amplifying debt-scarring effects.
      • Baseline projections:
      The MOF's baseline outlook projects a gradual improvement in the country's debt trajectory, with the government debt-to-GDP ratio expected to remain steady around 63.5% through 2026.
      • Stress test results:
      In a stress scenario, the debt-to-GDP ratio could reach 96.7% in 2027 if government guarantees materialize.
      • Risks:
      This surge reflects the "debt-scarring effect of additional borrowings to fulfil these obligations". A combined macroeconomic and fiscal shock, similar to the pandemic period, could raise the debt ratio to approximately 88% of GDP.
      --------------------------------------------
      MAHATHIR = MALAS MISKIN
      menyebut orang-orang suku Melayu terus-terusan miskin karena tak mau bekerja keras. Ia pun mengkritik sifat warga Melayu yang malah menyalahkan etnis lain karena kesuksesan mereka.
      -
      Sumber Berita:
      The New York Times (2025): "Mahathir Mohamad, 99, Reflects on a Contentious Legacy".
      Kompas (2019): "Mahathir: Suku Melayu Tetap Miskin karena Tak Mau Bekerja Keras".
      Today Online (2014): "Mahathir defends 'lazy Malays' remarks"
      -
      ANWAR IBRAHIM = MISKIN
      “Tapi saya kata, sebagai contoh projek tebatan banjir…kerana banjir itu menyeksa rakyat dan yang jadi mangsa itu orang miskin dan majoriti yang miskin itu Melayu. "Sebab itu kalau kita nak belanjakan kita kena teliti. Ini soal tadbir urus, mengurus negara itu harus dengan ketertiban, peraturan dan ke arah yang betul.
      -
      Sumber Berita:
      Bernama (2025): "PM Anwar Wants Flood Mitigation, Poverty Eradication Projects To Be Expedited".
      Kementerian Kewangan MALONYET (2025): "PM Anwar: Flood Mitigation, Hardcore Poverty Eradication Projects Must Be Expedited".
      The Straits Times (2022): "MALONYET PM Anwar halts $2b flood projects in widened dragnet

      Hapus
    7. NEGARA GAGAL : 1998 - 2026 = 28 TAHUN HUTANG BAYAR HUTANG
      NEGARA GAGAL : 1998 - 2026 = 28 TAHUN HUTANG BAYAR HUTANG
      ---------------------------------
      MALONYET CLAIMS TO BE RICH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ---------------------------------
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = MASS LAYOFFS
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET BADUT FFBNP = SIPRI EMPTY
      2024 MALONYET BADUT FFBNP = SIPRI EMPTY
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: HEGEMON MUTLAK & MODERNISASI TUNAI
      Realisasi Kekuatan Udara (Firm Order):
      42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
      48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
      48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
      24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
      Radius Tempur & Dominasi Geografis:
      Radius Rafale (±1.852 KM) sanggup menjangkau seluruh KL (dari Pekanbaru hanya 291 KM) dan Sarawak (dari Pontianak hanya 498 KM).
      Kesehatan Fiskal (Pruden):
      Gov. Debt: ~40% PDB (Jauh di bawah batas aman 60%).
      Household Debt: Sangat rendah (16% PDB).
      Status Kedaulatan: Berhasil menaikkan saham Freeport menjadi 63,23% dan menolak blanket overflight access bagi pesawat militer asing.
      ________________________________________
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja.
      Kegagalan Angkatan Udara (Timeline Prank):
      F/A-18 Hornet Kuwait: Resmi BATAL (Februari 2026) setelah 4 kali upaya negosiasi gagal total.
      MiG-29N: Pensiun dini tanpa pengganti (Tiada Ganti).
      FA-50: Mengalami hambatan blokir lisensi dari AS.
      Data Utang & Beban Warga 2026:
      Gov. Debt: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
      Per Warga: Setiap penduduk menanggung beban kumulatif utang sebesar RM 94.544.
      Peringkat Global Firepower (GFP) 2026: Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).

      Hapus
    8. PESAKITAN KLAIM BANTU ...
      DEBT GOVt 70,%%
      HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
      -
      FAKTA =
      1. BANTUAN MALONYET 1997/1998 : DITOLAK/BATAL
      2. BANTUAN ACEh : DITOLAK/BATAL
      3. MALONYET BAKAR LAHAN .KALIMANTAN
      4. MALONYET BAKAR LAHAN SUMATERA
      5. PESAWAT 1 UNIT DIPERBATASAN SEAWAK versus 11 PESAWAT
      6. NGEMIS BERAS
      7. NGEMIS COAL
      8. NGEMIS LNG
      -
      PERBANDINGAN ARMADA UDARA
      INDONESIA (TOTAL 11 PESAWAT DI KALIMANTAN):
      3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Operasi modifikasi cuaca komparatif (Sumber: Situs TNI/TNI AU, CNN).
      8 Pesawat Satgas Udara Kalbar: Patroli, rekayasa cuaca, dan bom air (Sumber: ANTARA).
      -
      MALONYET (TOTAL 1 PESAWAT DI PERBATASAN):
      1 Pesawat C-130 Hercules TUDM: Disiagakan di Kuching untuk penyemaian awan di perbatasan (Sumber: Kompas, Media Indonesia, Suara).
      --------------------------------------------
      PERUSAHAAN MALONYET =
      BAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      BAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      BAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
      --------------------------------------------
      NO RICE INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      NO COAL INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      NO LNG INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      -
      • Batubara (Kemendag RI): Angka 21,84 juta MT (pemenuhan 69% listrik TNB Malonyet) adalah laporan resmi tahun 2021 hasil pertemuan bilateral Wamendag RI dan Menteri Energi Malonyet.
      o Sumber Berita: Ipotnews (30 Mei 2022) dan Liputan6 (9 Juni 2022).
      • LNG (OEC / UN Comtrade PBB): Data total impor LNG Malonyet ($1,74 miliar) dan kontribusi Indonesia ($8,23 juta) ditarik dari statistik resmi laporan bea cukai global (HS Code 271111).
      o Sumber Data: OEC (The Observatory of Economic Complexity) berdasarkan basis data perdagangan dunia UN Comtrade.
      --------------------------------------------
      NGEMIS BERAS
      FFBNP AGUSTUS 2026 = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton..
      --------------------------------------------
      FAKTA :
      PEMBATALAN PINJAMAN MALONYET KE INDONESIA (1997/1998)
      -
      • Status Pinjaman: Batal total; dana USD 1 miliar sama sekali tidak pernah dicairkan.
      • Penyebab dari Malonyet: Fokus menyelamatkan likuiditas domestik akibat Krisis Finansial Asia dan penerapan kebijakan kontrol modal (capital control) pada September 1998.
      • Penyebab dari Indonesia: Risiko politik ekstrem pasca-Kerusuhan Mei 1998 dan runtuhnya rezim Orde Baru yang membekukan proses administrasi.
      • Sumber: Arsip Perdana Leadership Foundation, The Wall Street Journal, serta kajian ekonomi politik UI dan UNPAR.
      --------------------------------------------
      BANTUAN LUAR NEGERI MALONYET = DITOLAK
      -
      • Sinar Harian (Malonyet): Melaporkan respons dan keheranan pihak luar negeri terkait pengembalian bantuan kemanusiaan
      https://www.sinarharian.com.my/article/768623/global/indonesia-tolak-bantuan-beras-diaspora-aceh-di-malonyet
      -
      • CNA Indonesia: Melaporkan arahan Presiden Prabowo yang menegaskan kemampuan domestik RI dalam menangani bencana
      --------------------------------------------
      1. πŸ—’ Utang Rumah Tangga (Household Debt) 84,3%
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malonyet.
      2. πŸ“Š Utang Pemerintah (Govt Debt) 70,5%
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.

      Hapus
    9. Haaaaa....MALONYET BANGKRUT/GAGAL = SEKS SESAMA JENIS BEBAN WANITA : ADZAB!!!!!!!
      ----------------------------------
      MMW7 September 2026 pukul 08.42
      Negara yang ditimpa bencana;

      1. Bencana Korupsi.
      2. Bencana Kemiskinan.
      3. Bencana Kebodohan
      ----------------------------------
      SKANDAL SEKS = SKANDAL SESAMA JENIS
      -
      1. Sultan Ibrahim – Cissie Hill
      Kisah hubungan asmara antara Sultan Ibrahim dari Johor dengan penari asal Inggris, Cissie Hill, pada dekade 1930-an tercatat dalam arsip sejarah Inggris dan diliput oleh berbagai media dokumenter.
      • BBC News: Mengulas detail sejarah hubungan ini dalam artikel khusus bertajuk The sultan and the showgirl: A tragic tale of star-crossed love.
      • Arsip Dokumenter / The Mixed Museum: Menyimpan catatan sejarah mengenai penolakan hubungan tersebut oleh otoritas Inggris dan Johor kala itu melalui pameran Helen Bartholomew and the Sultan of Johore.
      -
      2. Sultan Muhammad V – Oksana Voevodina
      Pemberitaan mengenai pernikahan singkat dan kontroversi perceraian talak tiga antara Sultan Kelantan (mantan Yang di-Pertuan Agong) dengan mantan Miss Moscow ini diliput secara masif oleh media lokal Malonyet dan internasional pada tahun 2019.
      • New Straits Times (NST) & Asia One: Menjadi media regional pertama yang mengungkap dokumen otentik salinan sertifikat perceraian mereka.
      • Kompas.com: Melaporkan konfirmasi keabsahan dokumen perceraian dalam artikel Mantan Raja Malonyet Diisukan Ceraikan Eks Ratu Kecantikan Rusia.
      -
      3. Najib Abdul Razak – Altantuya Shaariibuu
      Kasus pembunuhan model asal Mongolia, Altantuya Shaariibuu, pada tahun 2006 dikaitkan dengan skandal politik dan dugaan korupsi pembelian kapal selam Prancis yang menyeret nama Najib Razak (saat itu menjabat Menteri Pertahanan). Najib Razak secara konsisten membantah keterlibatan dirinya maupun adanya hubungan khusus.
      • South China Morning Post (SCMP): Menyediakan rangkuman investigasi mendalam mengenai dinamika kasus, hubungannya dengan analis pertahanan Abdul Razak Baginda, serta dampaknya terhadap karier Najib dalam artikel The murder of Altantuya Shaariibuu.
      • DetikNews & Kompas.com: Memuat pengakuan mengejutkan dari terpidana mati (mantan polisi Azilah Hadri) pada tahun 2019 yang mengklaim mendapat perintah langsung, serta pernyataan bantahan resmi dari pihak Najib Razak.
      -
      4. Mohamed Azmin Ali – Video Intim
      Pada Juni 2019, publik Malonyet digegerkan oleh penyebaran video intim sesama jenis yang dituduhkan melibatkan menteri ekonomi saat itu, Azmin Ali, bersama seorang staf politik bernama Haziq Aziz. Azmin Ali dengan tegas menyebut video tersebut sebagai fitnah politik yang keji untuk menjatuhkan kariernya.
      • Reuters: Merilis pernyataan penolakan dan bantahan resmi dari Azmin Ali melalui laporan Malonyetn cabinet minister denies links to sex video.
      • Channel News Asia (CNA): Mengulas analisis politik mengenai bagaimana rekaman video tersebut dijadikan senjata politik di Malonyet dalam artikel Sex videos a weapon of choice in Malonyetn politics.
      -
      5. Anwar Ibrahim – Kasus Sodomi (Sodomy I & II)
      Kasus hukum Anwar Ibrahim merupakan salah satu drama politik hukum paling besar di Asia Tenggara, di mana ia didakwa melakukan hubungan seksual sesama jenis (sodomi, yang merupakan tindakan ilegal di bawah hukum Malonyet) pada tahun 1998 dan kembali digugat pada tahun 2008. Anwar selalu menegaskan bahwa semua tuduhan tersebut direkayasa demi kepentingan politik.
      • BBC Audio / Witness History: Mendokumentasikan wawancara eksklusif retrospektif mengenai penangkapan tahun 1998 dalam siaran The corruption and sodomy trials of Anwar Ibrahim.
      • Amnesty International: Merilis laporan HAM berkala yang mengkategorikan Anwar Ibrahim sebagai prisoner of conscience (tahanan keyakinan)
      --------------------------------------------
      RM25.000 ATAU RM30.000 = TETAP BEBAN ISTRI : BANCI MALONYET
      -
      MMW 21 April 2025 pukul 10.48
      YUPP tahun 2025 kami negara MISKIN
      Sementara pendapatan Isteri saya pula dua kali lipat pendapatan saya. Household income kami secara kasar sebulan tahun 2025 = RM25.000 sebulan..........

      Hapus
    10. 1. UTANG RUMAH TANGGA (HOUSEHOLD DEBT) 84,3%
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5%
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      • Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      MALONYET.......
      NSM = BANNED
      NSM = BANNED
      NSM = BANNED
      KRISIS ALUTSISTA (LCS FAILURE):
      NORWAY EXPORT BLOCKADE: Keputusan sepihak Norwegia (April 2026) melarang pengiriman rudal NSM. Kontrak dibatalkan tanpa pemberitahuan awal.
      PCU MAHARAJA LELA (LCS1): Dudukan peluncur (ramps) NSM yang sudah terpasang harus DICOPOT/UNINSTALLED dari kapal. Kapal perang baru tanpa taring rudal strategis.
      STRATEGIC VACUUM: Kegagalan ini menciptakan kekosongan sistem pertahanan udara dan permukaan yang fatal.
      ________________________________________
      "CLAIM OF WEALTH = RISING DEBT BURDEN"
      TOTAL BEBAN HUTANG PER KAPITA (GOVT + HOUSEHOLD):
      2026: RM 94,544 (Lonjakan drastis RM 12,546 dalam setahun).
      2025: RM 81,998
      2024: RM 79,315
      2023: RM 74,587
      2022: RM 70,901
      2021: RM 67,667 (Puncak pandemi).
      STATUS FISKAL 2026:
      GOVT DEBT-TO-GDP: 70,5% (OVER LIMIT 65%).
      HOUSEHOLD DEBT-TO-GDP: 84,3% (OVER LIMIT 65%).
      ________________________________________
      ANALISA PEMIMPIN (INTERNAL CRITIC):
      MAHATHIR (MALAS/MISKIN): Mengkritik etnis mayoritas tetap miskin karena enggan bekerja keras dan cenderung menyalahkan pihak lain (NYT 2025, Kompas 2019).
      ANWAR IBRAHIM (MISKIN/TADBIR): Menyoroti kemiskinan tegar yang menyiksa rakyat, terutama korban banjir. Menunda proyek triliunan karena masalah tata kelola (Bernama 2025, ST 2022).
      ________________________________________
      RINCIAN DATA HUTANG 2026:
      Hutang Kerajaan: RM 1,79 Triliun (Beban per orang: RM 49,196).
      Hutang Isi Rumah: RM 1,65 Triliun (Beban per orang: RM 45,348).
      Total Populasi: 36.385.115 Jiwa.
      Status: FISCAL PARALYSIS – Beban hutang akumulatif melumpuhkan daya beli dan kemampuan belanja pertahanan.
      ________________________________________
      INDONESIA .....
      KONDISI FISKAL (CONTRAST):
      GOV. DEBT: 40% OF GDP (Jauh di bawah batas 60%).
      GDP: USD 1,44 TRILIUN.
      STATUS: LENGKAP – Pembayaran tunai alutsista Rafale, M346FA, dan KAAN tetap berjalan stabil di tengah krisis tetangga.

      Hapus
    11. 1. UTANG RUMAH TANGGA (HOUSEHOLD DEBT) 84,3%
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5%
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      • Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      MALONYET.......
      KETIDAKSTABILAN POLITIK = PROCUREMENT CHAOS
      5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS
      6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS
      ________________________________________
      DAFTAR "PRANK" ALUTSISTA (WINDOW SHOPPING):
      PRANK PAKISTAN (JF-17): Hanya sebatas minat; kesepakatan tidak pernah final.
      PRANK INDIA (TEJAS): Negosiasi "lanjut" untuk ganti MiG-29; gagal terpilih/batal.
      PRANK TURKI (YAVUZ/MKE): Akuisisi SPH 155mm terus ditinjau ulang tanpa hasil.
      PRANK FRANCE (NEXTER): LoI diteken DSA 2016 (20 unit); nol realisasi kontrak.
      PRANK INDONESIA (PT PAL): Klaim kontrak MRSS Agustus; batal terealisasi.
      PRANK FRANCE (DASSAULT): Klaim bicara eksklusif 18 Rafale ($2B); beku/batal.
      PRANK SLOVAKIA (EVA): Ekspektasi SPH 155mm berakhir tanpa kontrak.
      PRANK CHINA (KS-1A): Janji rudal & transfer teknologi; tidak terwujud.
      PRANK UN (IAG GUARDIAN): Ditolak PBB karena spek rendah; biaya tidak diganti (Sanksi).
      ________________________________________
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026:
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan pasca-krisis global.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Federal.
      2018: RM 1,19 Triliun – TRANSPARANSI BARU: Skandal 1MDB & Liabilitas PPP.
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan stimulus pandemi COVID-19.
      2023: RM 1,53 Triliun – Warisan hutang dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim.
      2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi Belanjawan (APBN) 2024.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target Economic Outlook 2026.
      ________________________________________
      ANALISA SUMBER DATA:
      Bloomberg & Reuters: Total hutang tembus RM 1 Triliun (Efek 1MDB).
      The Edge: Akumulasi utang federal lampaui ambang batas baru.
      MOF 2026: Target manajemen utang di tengah risiko fiskal tinggi.
      ________________________________________
      INDONESIA .....
      MODERNISASI TUNAI & STABIL:
      KEPEMIMPINAN: Transisi stabil; tidak ada pembatalan kontrak strategis.
      STATUS: LENGKAP (Rafale, F-15IDN, Scorpene Evolved).
      FISKAL: Hutang 40% dari GDP; jauh di bawah limit keamanan 60%.

      Hapus
    12. 1. UTANG RUMAH TANGGA (HOUSEHOLD DEBT) 84,3%
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5%
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      • Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: SUPERIOR & LENGKAP
      Anggaran Pertahanan 2026: USD 20 Miliar (Rp 335,2 Triliun).
      Pertumbuhan: Melonjak 37% dari tahun sebelumnya.
      Status SIPRI 2024-2025: LENGKAP (Transfer alutsista aktif).
      Daftar Belanja Alutsista Utama:
      42 Jet Rafale F-4 (Prancis).
      F-15IDN (USA).
      Kapal Selam Scorpene Evolved (Full Li-Ion Battery).
      Kapal Perang PPA-L-Plus & Frigat Merah Putih.
      Drone Tempur Anka-S (Turki).
      Rudal Balistik Khan & Bora.
      Kesehatan Fiskal:
      GDP: USD 1,44 Triliun.
      Hutang Pemerintah: 40% dari GDP (Jauh di bawah limit 60%).
      HUtang Household: 16% dari GDP.
      Defisit: 2,9%.
      Kekuatan Militer: Doktrin Pertahanan Total dengan integrasi teknologi tinggi.
      ________________________________________
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KRISIS & MISKIN
      Anggaran Pertahanan 2026: USD 4,7 Miliar (DIPANGKAS TOTAL).
      Status SIPRI 2024-2025: KOSONG (Nol transfer senjata global).
      Krisis 2026:
      PHK Massal: 24.100 pekerja (Data SOCSO Januari 2026).
      Freeze Procurement: Pembekuan seluruh kontrak akibat skandal suap pejabat senior.
      Cut Budget: Perintah Treasury untuk memotong anggaran operasional karena krisis finansial.
      Kegagalan Alutsista (Daftar Prank):
      NSM BANNED: Rudal NSM dilarang ekspor oleh Norwegia; dudukan rudal di kapal LCS harus dicopot.
      F/A-18 Kuwait: Batal (4x surat resmi ditolak).
      LCS Mangkrak: Proyek kapal perang karatan dan penuh cacat kabel/pipa.
      Prank Global: Pembatalan minat pada Tejas (India), JF-17 (Pakistan), Yavuz (Turki), dan Rafale (Prancis).
      Kesehatan Fiskal (Darurat):
      GDP: USD 416,90 Miliar.
      Hutang Pemerintah: 70,5% (OVER LIMIT 65%).
      HUtang Household: 84,3% (OVER LIMIT 65%).
      Defisit: 3,8% (Tidak pernah surplus sejak 1998).
      Beban Hutang Per Kapita (2026): RM 94,544 per jiwa.
      Sistem "Serba Sewa" (Rental Defence):
      Sewa Helikopter Black Hawk & AW139 (Bukan milik sendiri).
      Sewa Jet L-39 di Kanada untuk latihan pilot.
      Sewa Motor Polis, Truk, dan Kapal Hidrografi.
      Kondisi Internal: Ketidakstabilan politik (5x Ganti PM & 6x Ganti Menhan) melumpuhkan perencanaan jangka panjang.
      KESIMPULAN:
      INDONESIA BELI TUNAI VS MALONYET SERBA SEWA KARENA HUTANG MENUMPUK.

      Hapus
    13. 1. UTANG RUMAH TANGGA (HOUSEHOLD DEBT) 84,3%
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5%
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      • Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: MISKIN & PROCUREMENT COLLAPSE
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan seluruh kementerian memangkas anggaran operasional akibat dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK dengan puncak di Januari 2026; Petronas pangkas ±5.000 karyawan (CNBC & Bloomberg).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi sejak 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior.
      2025 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Tidak ada transfer senjata besar yang tercatat dalam database global.
      2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Kelanjutan stagnasi modernisasi alutsista selama dua tahun berturut-turut.
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: MINDEF membatalkan secara resmi 5 tender bekalan dan infrastruktur.
      ________________________________________
      LIMITASI STRUKTUR KEKUATAN (FORCE LIMITATIONS):
      Ukuran Pasukan Kecil: Hanya memiliki ~113.000 personel aktif; sangat kontras dibandingkan Indonesia (~400.000) atau Vietnam (~600.000).
      Fragmentasi Matra: Kurangnya doktrin gabungan (Joint Doctrine) dan interoperabilitas antara Darat, Laut, dan Udara.
      Lemahnya Proyeksi Kekuatan: Tidak memiliki kapal induk, pembom berat, sistem rudal balistik, serta keterbatasan kapasitas pengisian bahan bakar di udara.
      Ketimpangan Anggaran: Lebih dari 40% anggaran habis untuk biaya personel (gaji/pensiun), mencekik dana modernisasi (CAPEX).
      Ketergantungan Impor: Industri pertahanan domestik sangat terbatas, hanya mampu untuk pemeliharaan dan kendaraan ringan.
      ________________________________________
      KETERGANTUNGAN PADA TEKNOLOGI USANG (LEGACY PLATFORMS):
      Definisi: Mengoperasikan alutsista tua yang mahal perawatannya namun terbatas secara operasional dalam perang modern.
      Penyebab: Siklus pengadaan yang tertunda (LCS Mangkrak) dan strategi modernisasi yang terfragmentasi (politik).
      Beban Pemeliharaan: Alutsista lama mengonsumsi anggaran besar untuk suku cadang tanpa memberikan peningkatan kapabilitas nyata.
      Daftar Aset Usang (Legacy List):
      MiG-29N Fulcrum: Dioperasikan sejak 1995, pensiun terlambat tanpa pengganti sepadan.
      F/A-18D Hornet: Aktif sejak 1997 dalam jumlah yang sangat terbatas.
      C-130 Hercules: Berasal dari era 1970-an; masih dipaksa beroperasi.
      Condor APC: Kendaraan lapis baja dari tahun 1980-an yang masih digunakan angkatan darat.
      Scorpene Submarine: Diperkenalkan 2009; kini mulai menua dengan jumlah armada yang tidak memadai.
      ________________________________________
      RISIKO STRATEGIS:
      Deterrence Collapse: Hilangnya daya getar di Laut Cina Selatan.
      Vulnerabilitas: Sangat rentan terhadap ancaman modern seperti drone, perang siber, dan serangan presisi.
      Fiscal Trap: Pembayaran cicilan tahunan (FA-50/A400M) menutup peluang untuk investasi alutsista baru.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + PHK MASSAL + ASET KARATAN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN.

      Hapus
  12. TANDA TANDA yang tak bagus ni guys...... adakah ia berkaitan letusan serentak 6 gunung berapi dan gempa.....??? MALAYSIA siap turun tangan BANTU warga INDIANESIA



    HEBOH: Asap Tebal Mengepul dari Saluran Bawah Tanah di Depan Kantor Wali Kota Medan, Ada Apa?

    https://www.medan24news.com/kota/1863002407/heboh-asap-tebal-mengepul-dari-saluran-bawah-tanah-di-depan-kantor-wali-kota-medan-ada-apa

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. UTANG RUMAH TANGGA (HOUSEHOLD DEBT) 84,3%
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5%
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      • Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: HEGEMON KAWASAN & RAKSASA EKONOMI
      Realisasi SIPRI (Periode 2021–2025):
      Peringkat 18 Dunia: Importir senjata terbesar di Asia Tenggara (pangsa pasar 1,5%).
      Lembar Belanja 2024-2025: PENUH/LENGKAP (Rafale F-4, A400M Atlas, Rudal BORA & KHAN, Kapal PPA-L-Plus, Drone Anka-S, Air Refueling System).
      Skala Ekonomi (PDB 2026):
      PDB PPP: US$ 5,69 Triliun (Peringkat 6 Dunia) — 4,24 kali lipat lebih besar dari MALONYET.
      PDB Nominal: US$ 1,69 Triliun.
      Peringkat Militer (GFP 2026):
      Peringkat 13 Dunia: Nomor 1 di ASEAN dengan modernisasi aktif dan mandiri.
      Ketahanan Fiskal:
      Sangat Sehat dengan ruang belanja luas untuk alutsista strategis generasi terbaru.
      ________________________________________
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & SALAM KOSONG
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perintah Treasury untuk memotong anggaran operasional seluruh instansi akibat dampak konflik global (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: 24.100 PHK (Data SOCSO); restrukturisasi Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior.
      Status SIPRI (2024-2025) = KOSONG: Absen total dari daftar realisasi impor senjata global; modernisasi lumpuh total.
      Kronologi Kegagalan (Timeline "Prank"):
      2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak).
      2022: Jet HAL Tejas India (Batal).
      2024-2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak/Unit tidak tiba).
      2026: F/A-18 HORNET KUWAIT RESMI BATAL.
      Data Utang & Beban Warga 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      Peringkat Militer (GFP 2026):
      Peringkat 42 Dunia: Posisi terbawah di antara negara utama ASEAN, resmi disalip Filipina (Peringkat 41).
      KESIMPULAN:
      INDONESIA PERINGKAT 13 DUNIA & SIPRI LENGKAP VS MALONYET PERINGKAT 42 DUNIA & BEBAN UTANG RM 94K/JIWA

      Hapus
    2. 1. UTANG RUMAH TANGGA (HOUSEHOLD DEBT) 84,3%
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5%
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      • Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: HEGEMON MUTLAK & MODERNISASI TUNAI
      Realisasi Kekuatan Udara (Firm Order):
      42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
      48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
      48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
      24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
      Radius Tempur & Dominasi Geografis:
      Radius Rafale (±1.852 KM) sanggup menjangkau seluruh KL (dari Pekanbaru hanya 291 KM) dan Sarawak (dari Pontianak hanya 498 KM).
      Kesehatan Fiskal (Pruden):
      Gov. Debt: ~40% PDB (Jauh di bawah batas aman 60%).
      Household Debt: Sangat rendah (16% PDB).
      Status Kedaulatan: Berhasil menaikkan saham Freeport menjadi 63,23% dan menolak blanket overflight access bagi pesawat militer asing.
      ________________________________________
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja.
      Kegagalan Angkatan Udara (Timeline Prank):
      F/A-18 Hornet Kuwait: Resmi BATAL (Februari 2026) setelah 4 kali upaya negosiasi gagal total.
      MiG-29N: Pensiun dini tanpa pengganti (Tiada Ganti).
      FA-50: Mengalami hambatan blokir lisensi dari AS.
      Data Utang & Beban Warga 2026:
      Gov. Debt: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
      Per Warga: Setiap penduduk menanggung beban kumulatif utang sebesar RM 94.544.
      Peringkat Global Firepower (GFP) 2026: Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).

      Hapus
    3. 1. UTANG RUMAH TANGGA (HOUSEHOLD DEBT) 84,3%
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5%
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      • Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: HEGEMON MUTLAK & MODERNISASI TUNAI
      Realisasi Kekuatan Udara (Firm Order):
      42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
      48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
      48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
      24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
      Radius Tempur & Dominasi Geografis:
      Radius Rafale (±1.852 KM) sanggup menjangkau seluruh KL (dari Pekanbaru hanya 291 KM) dan Sarawak (dari Pontianak hanya 498 KM).
      Kesehatan Fiskal (Pruden):
      Gov. Debt: ~40% PDB (Jauh di bawah batas aman 60%).
      Household Debt: Sangat rendah (16% PDB).
      Status Kedaulatan: Berhasil menaikkan saham Freeport menjadi 63,23% dan menolak blanket overflight access bagi pesawat militer asing.
      ________________________________________
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja.
      Kegagalan Angkatan Udara (Timeline Prank):
      F/A-18 Hornet Kuwait: Resmi BATAL (Februari 2026) setelah 4 kali upaya negosiasi gagal total.
      MiG-29N: Pensiun dini tanpa pengganti (Tiada Ganti).
      FA-50: Mengalami hambatan blokir lisensi dari AS.
      Data Utang & Beban Warga 2026:
      Gov. Debt: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
      Per Warga: Setiap penduduk menanggung beban kumulatif utang sebesar RM 94.544.
      Peringkat Global Firepower (GFP) 2026: Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).

      Hapus
    4. 1. UTANG RUMAH TANGGA (HOUSEHOLD DEBT) 84,3%
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5%
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      • Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total pengadaan militer oleh PM Anwar Ibrahim per 16 Januari 2026 akibat skandal korupsi sistemik.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total selama 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja dalam hal nol transfer senjata berat.
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — OVER LIMIT 65%).
      Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      ANALISA MODEL PENGADAAN: "NEGARA PENYEWA" (LEASING)
      Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
      Skema Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa (FA-50 & PT-91M) terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) karena minimnya cadangan devisa mata uang asing.
      Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor dengan bunga membengkak; diperparah skandal hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet dari gudang.
      ________________________________________
      ANALISA REPUTASI & DIPLOMASI INTERNASIONAL:
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
      Kehilangan Posisi Regional: Gagal lolos ke Piala Asia 2027; posisi diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh MALONYET di ASEAN.
      Spiral Utang: Fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" di mana 58% pinjaman baru hanya habis untuk membayar bunga dan pokok utang lama (Debt-Servicing Cycle).

      Hapus
    5. 1. UTANG RUMAH TANGGA (HOUSEHOLD DEBT) 84,3%
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5%
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      • Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: SPIRAL UTANG & KEBANGKRUTAN STRATEGIS
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat. Status sejajar dengan Laos dan Kamboja.
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Perhitungan Beban Utang Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      BUKTI NYATA "GALI LUBANG TUTUP LUBANG" (2018–2026):
      2018 (Tabung Harapan): Fase putus asa fiskal melalui open donation rakyat untuk bayar utang negara yang menembus RM 1 Triliun.
      2019 (59%): Laporan Audit Negara mengungkap 59% pinjaman baru hanya untuk bayar utang lama.
      2023 (64,3%): Rekor tertinggi; dari RM 226,6 Miliar pinjaman kasar, sebesar RM 145,8 Miliar lari ke utang lama.
      2025-2026 (58%): Proyeksi konsisten di angka 58%. Lebih dari separuh uang pinjaman tidak menjadi pembangunan, melainkan hanya menyambung napas bunga utang.
      ________________________________________
      ANALISA PERTAHANAN: STAGNASI TOTAL
      Penurunan Daya Gentar: Merosot ke Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Kegagalan F/A-18 Hornet: Pembatalan 4 kali upaya pembelian Hornet bekas Kuwait membuktikan hilangnya kredibilitas finansial di pasar internasional (Tiada Cash).
      Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (Tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR menghantam sektor E&E, mematikan sumber pendapatan utama untuk bayar utang.

      Hapus
    6. TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD

      Hapus
    7. NEGARA GAGAL : 1998 - 2026 = 28 TAHUN HUTANG BAYAR HUTANG
      NEGARA GAGAL : 1998 - 2026 = 28 TAHUN HUTANG BAYAR HUTANG
      ---------------------------------
      MALONYET CLAIMS TO BE RICH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ---------------------------------
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = MASS LAYOFFS
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET BADUT FFBNP = SIPRI EMPTY
      2024 MALONYET BADUT FFBNP = SIPRI EMPTY
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: HEGEMON KAWASAN & RAKSASA EKONOMI
      Realisasi SIPRI (Periode 2021–2025):
      Peringkat 18 Dunia: Importir senjata terbesar di Asia Tenggara (pangsa pasar 1,5%).
      Lembar Belanja 2024-2025: PENUH/LENGKAP (Rafale F-4, A400M Atlas, Rudal BORA & KHAN, Kapal PPA-L-Plus, Drone Anka-S, Air Refueling System).
      Skala Ekonomi (PDB 2026):
      PDB PPP: US$ 5,69 Triliun (Peringkat 6 Dunia) — 4,24 kali lipat lebih besar dari MALONYET.
      PDB Nominal: US$ 1,69 Triliun.
      Peringkat Militer (GFP 2026):
      Peringkat 13 Dunia: Nomor 1 di ASEAN dengan modernisasi aktif dan mandiri.
      Ketahanan Fiskal:
      Sangat Sehat dengan ruang belanja luas untuk alutsista strategis generasi terbaru.
      ________________________________________
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & SALAM KOSONG
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perintah Treasury untuk memotong anggaran operasional seluruh instansi akibat dampak konflik global (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: 24.100 PHK (Data SOCSO); restrukturisasi Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior.
      Status SIPRI (2024-2025) = KOSONG: Absen total dari daftar realisasi impor senjata global; modernisasi lumpuh total.
      Kronologi Kegagalan (Timeline "Prank"):
      2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak).
      2022: Jet HAL Tejas India (Batal).
      2024-2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak/Unit tidak tiba).
      2026: F/A-18 HORNET KUWAIT RESMI BATAL.
      Data Utang & Beban Warga 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      Peringkat Militer (GFP 2026):
      Peringkat 42 Dunia: Posisi terbawah di antara negara utama ASEAN, resmi disalip Filipina (Peringkat 41).
      KESIMPULAN:
      INDONESIA PERINGKAT 13 DUNIA & SIPRI LENGKAP VS MALONYET PERINGKAT 42 DUNIA & BEBAN UTANG RM 94K/JIWA

      Hapus
    8. Haaaaa....MALONYET BANGKRUT/GAGAL = SEKS SESAMA JENIS BEBAN WANITA : ADZAB!!!!!!!
      ----------------------------------
      MMW7 September 2026 pukul 08.42
      Negara yang ditimpa bencana;

      1. Bencana Korupsi.
      2. Bencana Kemiskinan.
      3. Bencana Kebodohan
      ----------------------------------
      SKANDAL SEKS = SKANDAL SESAMA JENIS
      -
      1. Sultan Ibrahim – Cissie Hill
      Kisah hubungan asmara antara Sultan Ibrahim dari Johor dengan penari asal Inggris, Cissie Hill, pada dekade 1930-an tercatat dalam arsip sejarah Inggris dan diliput oleh berbagai media dokumenter.
      • BBC News: Mengulas detail sejarah hubungan ini dalam artikel khusus bertajuk The sultan and the showgirl: A tragic tale of star-crossed love.
      • Arsip Dokumenter / The Mixed Museum: Menyimpan catatan sejarah mengenai penolakan hubungan tersebut oleh otoritas Inggris dan Johor kala itu melalui pameran Helen Bartholomew and the Sultan of Johore.
      -
      2. Sultan Muhammad V – Oksana Voevodina
      Pemberitaan mengenai pernikahan singkat dan kontroversi perceraian talak tiga antara Sultan Kelantan (mantan Yang di-Pertuan Agong) dengan mantan Miss Moscow ini diliput secara masif oleh media lokal Malonyet dan internasional pada tahun 2019.
      • New Straits Times (NST) & Asia One: Menjadi media regional pertama yang mengungkap dokumen otentik salinan sertifikat perceraian mereka.
      • Kompas.com: Melaporkan konfirmasi keabsahan dokumen perceraian dalam artikel Mantan Raja Malonyet Diisukan Ceraikan Eks Ratu Kecantikan Rusia.
      -
      3. Najib Abdul Razak – Altantuya Shaariibuu
      Kasus pembunuhan model asal Mongolia, Altantuya Shaariibuu, pada tahun 2006 dikaitkan dengan skandal politik dan dugaan korupsi pembelian kapal selam Prancis yang menyeret nama Najib Razak (saat itu menjabat Menteri Pertahanan). Najib Razak secara konsisten membantah keterlibatan dirinya maupun adanya hubungan khusus.
      • South China Morning Post (SCMP): Menyediakan rangkuman investigasi mendalam mengenai dinamika kasus, hubungannya dengan analis pertahanan Abdul Razak Baginda, serta dampaknya terhadap karier Najib dalam artikel The murder of Altantuya Shaariibuu.
      • DetikNews & Kompas.com: Memuat pengakuan mengejutkan dari terpidana mati (mantan polisi Azilah Hadri) pada tahun 2019 yang mengklaim mendapat perintah langsung, serta pernyataan bantahan resmi dari pihak Najib Razak.
      -
      4. Mohamed Azmin Ali – Video Intim
      Pada Juni 2019, publik Malonyet digegerkan oleh penyebaran video intim sesama jenis yang dituduhkan melibatkan menteri ekonomi saat itu, Azmin Ali, bersama seorang staf politik bernama Haziq Aziz. Azmin Ali dengan tegas menyebut video tersebut sebagai fitnah politik yang keji untuk menjatuhkan kariernya.
      • Reuters: Merilis pernyataan penolakan dan bantahan resmi dari Azmin Ali melalui laporan Malonyetn cabinet minister denies links to sex video.
      • Channel News Asia (CNA): Mengulas analisis politik mengenai bagaimana rekaman video tersebut dijadikan senjata politik di Malonyet dalam artikel Sex videos a weapon of choice in Malonyetn politics.
      -
      5. Anwar Ibrahim – Kasus Sodomi (Sodomy I & II)
      Kasus hukum Anwar Ibrahim merupakan salah satu drama politik hukum paling besar di Asia Tenggara, di mana ia didakwa melakukan hubungan seksual sesama jenis (sodomi, yang merupakan tindakan ilegal di bawah hukum Malonyet) pada tahun 1998 dan kembali digugat pada tahun 2008. Anwar selalu menegaskan bahwa semua tuduhan tersebut direkayasa demi kepentingan politik.
      • BBC Audio / Witness History: Mendokumentasikan wawancara eksklusif retrospektif mengenai penangkapan tahun 1998 dalam siaran The corruption and sodomy trials of Anwar Ibrahim.
      • Amnesty International: Merilis laporan HAM berkala yang mengkategorikan Anwar Ibrahim sebagai prisoner of conscience (tahanan keyakinan)
      --------------------------------------------
      RM25.000 ATAU RM30.000 = TETAP BEBAN ISTRI : BANCI MALONYET
      -
      MMW 21 April 2025 pukul 10.48
      YUPP tahun 2025 kami negara MISKIN
      Sementara pendapatan Isteri saya pula dua kali lipat pendapatan saya. Household income kami secara kasar sebulan tahun 2025 = RM25.000 sebulan..........

      Hapus
    9. PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      6. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      7. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      8. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      9. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      10. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
      ----------------------------------
      ✈️ PERBANDINGAN 11 PESAWAT VS 1 PESAWAAT
      • Indonesia (Total 11 Pesawat di Kalimantan):
      o 3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Operasi modifikasi cuaca komparatif (Sumber: Situs TNI/TNI AU, CNN).
      o 8 Pesawat Satgas Udara Kalbar: Patroli, rekayasa cuaca, dan bom air (Sumber: ANTARA).
      -
      • Malonyet (Total 1 Pesawat di Perbatasan):
      o 1 Pesawat C-130 Hercules TUDM: Disiagakan di Kuching untuk penyemaian awan di perbatasan (Sumber: Kompas, Media Indonesia, Suara).
      --------------------------------
      PENDAPATAN VS PENGELUARAN MALONYET
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BEBAN SUBSIDI 23,9%
      PANTAS HUTANG BAYAR HUTANG : RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
      --------------------------------------------
      PENDAPATAN NEGARA:
      Berkisar RM334,1 Miliar hingga RM343,1 Miliar (75,8% dari pajak dan 24,2% non-pajak/Petronas).
      -
      TOTAL PENGELUARAN:
      Mencapai RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar.
      -
      ALOKASI BELANJA:
      Sebesar RM338,2 Miliar habis untuk operasional (gaji, pensiun, subsidi) dan hanya RM81 Miliar untuk pembangunan infrastruktur.
      -
      ALASAN UTAMA HARUS BERUTANG
      PENDAPATAN HABIS TOtal: Biaya operasional murni (RM338,2 Miliar) langsung menelan hampir 100% dari seluruh pendapatan negara yang masuk.
      -
      DEFISIT ANGGARAN KRONIS: Selisih besar antara pendapatan dan total belanja menciptakan lubang defisit 3,5% hingga 3,6% dari PDB.
      -
      PENERBITAN UTANG BARU: Pemerintah terpaksa menarik utang baru senilai puluhan miliar ringgit karena tidak ada sisa dana bersih untuk membiayai proyek pembangunan dan subsidi.




      Hapus
    10. MALONYET BANGKRUT/GAGAL = SEKS SESAMA JENIS BEBAN WANITA : ADZAB!!!!!!!
      ----------------------------------
      RM25.000 ATAU RM30.000 = TETAP BEBAN ISTRI : BANCI MALONYET
      -
      MMW 21 April 2025 pukul 10.48
      YUPP tahun 2025 kami negara MISKIN
      Sementara pendapatan Isteri saya pula dua kali lipat pendapatan saya. Household income kami secara kasar sebulan tahun 2025 = RM25.000 sebulan..........
      --------------------------------
      PENDAPATAN NEGARA:
      Berkisar RM334,1 Miliar hingga RM343,1 Miliar (75,8% dari pajak dan 24,2% non-pajak/Petronas).
      -
      TOTAL PENGELUARAN:
      Mencapai RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar.
      -
      ALOKASI BELANJA:
      Sebesar RM338,2 Miliar habis untuk operasional (gaji, pensiun, subsidi) dan hanya RM81 Miliar untuk pembangunan infrastruktur.
      -
      ALASAN UTAMA HARUS BERUTANG
      PENDAPATAN HABIS TOtal: Biaya operasional murni (RM338,2 Miliar) langsung menelan hampir 100% dari seluruh pendapatan negara yang masuk.
      -
      DEFISIT ANGGARAN KRONIS: Selisih besar antara pendapatan dan total belanja menciptakan lubang defisit 3,5% hingga 3,6% dari PDB.
      -
      PENERBITAN UTANG BARU: Pemerintah terpaksa menarik utang baru senilai puluhan miliar ringgit karena tidak ada sisa dana bersih untuk membiayai proyek pembangunan dan subsidi.
      --------------------------------------------
      MALONYET UP TO =
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      MALONYET's debt ratio could surge to almost 97% of GDP if government-linked guarantees materialize, a risk highlighted in the Ministry of Finance's (MOF) Fiscal Outlook 2026 report, although baseline projections show a gradual improvement in the debt trajectory. The report indicates that a "contingent-liability shock" from guarantees or other off-budget obligations could push the ratio significantly higher, amplifying debt-scarring effects.
      • Baseline projections:
      The MOF's baseline outlook projects a gradual improvement in the country's debt trajectory, with the government debt-to-GDP ratio expected to remain steady around 63.5% through 2026.
      • Stress test results:
      In a stress scenario, the debt-to-GDP ratio could reach 96.7% in 2027 if government guarantees materialize.
      • Risks:
      This surge reflects the "debt-scarring effect of additional borrowings to fulfil these obligations". A combined macroeconomic and fiscal shock, similar to the pandemic period, could raise the debt ratio to approximately 88% of GDP.
      --------------------------------------------
      MAHATHIR = MALAS MISKIN
      menyebut orang-orang suku Melayu terus-terusan miskin karena tak mau bekerja keras. Ia pun mengkritik sifat warga Melayu yang malah menyalahkan etnis lain karena kesuksesan mereka.
      -
      Sumber Berita:
      The New York Times (2025): "Mahathir Mohamad, 99, Reflects on a Contentious Legacy".
      Kompas (2019): "Mahathir: Suku Melayu Tetap Miskin karena Tak Mau Bekerja Keras".
      Today Online (2014): "Mahathir defends 'lazy Malays' remarks"
      -
      ANWAR IBRAHIM = MISKIN
      “Tapi saya kata, sebagai contoh projek tebatan banjir…kerana banjir itu menyeksa rakyat dan yang jadi mangsa itu orang miskin dan majoriti yang miskin itu Melayu. "Sebab itu kalau kita nak belanjakan kita kena teliti. Ini soal tadbir urus, mengurus negara itu harus dengan ketertiban, peraturan dan ke arah yang betul.
      -
      Sumber Berita:
      Bernama (2025): "PM Anwar Wants Flood Mitigation, Poverty Eradication Projects To Be Expedited".
      Kementerian Kewangan MALONYET (2025): "PM Anwar: Flood Mitigation, Hardcore Poverty Eradication Projects Must Be Expedited".
      The Straits Times (2022): "MALONYET PM Anwar halts $2b flood projects in widened dragnet

      Hapus
    11. NEGARA GAGAL = HUTANG BAYAR HUTANG = DEFISIT 1998-2026 (28 TAHUN)
      GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP .........
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ------------------------------
      F18 MALONYET NGEMIS = F15 INDONESIA RILIS
      F18 MALONYET NGEMIS = F15 INDONESIA RILIS
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      --------------------------------------------
      Analisis Geopolitik & Pertahanan (Stagnasi Total)
      Vakum Alutsista (SIPRI 2024-2025): Status "Kosong" selama dua tahun berturut-turut menandakan tidak adanya transfer senjata berat yang masuk. Hal ini mengonfirmasi kegagalan proses modernisasi di saat negara tetangga (Indonesia/Singapura) melakukan pengadaan masif.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di mata penjual internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Peringkat Global Firepower (GFP) 42 (ke-7 di ASEAN) menempatkan militer MALAYSEWA di bawah Filipina, menunjukkan efek domino dari penundaan proyek LCS dan ketergantungan pada aset tua.
      Analisis Fiskal & Ekonomi (Spiral Utang)
      Debt-Servicing Cycle: Dengan proyeksi utang menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026, fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" (58% pinjaman baru hanya untuk membayar cicilan) telah mengunci anggaran negara.
      Rasio Bahaya: Rasio utang terhadap GDP yang stabil di angka 68%-70% sejak 2024-2026 membatasi ruang gerak fiskal untuk subsidi domestik maupun belanja modal militer.
      Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR Amerika Serikat akan memukul sektor manufaktur dan E&E, yang merupakan tulang punggung pendapatan negara untuk membayar utang tersebut.
      Analisis Reputasi & Diplomasi (Sanksi Internasional)
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) akibat penggunaan 7 pemain naturalisasi ilegal bukan sekadar masalah sepak bola, melainkan cerminan kegagalan administrasi sistemik di tingkat federasi.
      Kehilangan Posisi Regional: Kegagalan lolos ke Piala Asia 2027 dan pemberian posisi tersebut kepada Vietnam mempertegas penurunan pengaruh dan daya saing negara di kawasan ASEAN.
      Kesimpulan Strategis
      Tahun 2026 menjadi titik nadir di mana krisis utang pemerintah berdampak langsung pada pelemahan pertahanan nasional dan reputasi internasional. Model pengadaan "Barter CPO" dan "Kredit 100%" terbukti belum cukup untuk menambal kekosongan armada tempur di tengah tekanan sanksi dagang global.

      Hapus
    12. NEGARA GAGAL = HUTANG BAYAR HUTANG = DEFISIT 1998-2026 (28 TAHUN)
      GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP .........
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ------------------------------
      F18 MALONYET NGEMIS = F15 INDONESIA RILIS
      F18 MALONYET NGEMIS = F15 INDONESIA RILIS
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ---------------------------------
      Analisa Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Leasing)
      Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
      Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) seperti pada kesepakatan FA-50 (Korea Selatan) dan PT-91M (Polandia).
      Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor, diperparah dengan catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet jet tempur.
      -
      Analisa Reputasi & Diplomasi Internasional
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
      Kehilangan Posisi Regional: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027, di mana posisi tersebut kini diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh MALAYSEWA di ASEAN.
      Krisis Identitas: Kritik internal dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai kemiskinan struktural dan korupsi proyek negara memperburuk citra di mata investor global.

      Hapus
    13. FAKTA : PEMBATALAN PINJAMAN MALONYET KE INDONESIA (1997/1998) 21-MEI-1998
      • Status Pinjaman: Batal total; dana USD 1 miliar sama sekali tidak pernah dicairkan.
      • Penyebab dari Malonyet: Fokus menyelamatkan likuiditas domestik akibat Krisis Finansial Asia dan penerapan kebijakan kontrol modal (capital control) pada September 1998.
      • Penyebab dari Indonesia: Risiko politik ekstrem pasca-Kerusuhan Mei 1998 dan runtuhnya rezim Orde Baru yang membekukan proses administrasi.
      • Sumber: Arsip Perdana Leadership Foundation, The Wall Street Journal, serta kajian ekonomi politik UI dan UNPAR.
      --------------------------------
      Malonyet Revenue vs. Expenditure Overview
      • Revenue: RM334.1 Billion
      • Expenditure: RM470 Billion
      • Subsidy Burden: 23.9%
      • Budget Deficit: -RM135.9 Billion (Expenditure exceeding revenue, forcing new debt issuance to service existing obligations).
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      UTANG PEMERINTAH FEDERAL PER KAPITA: RM 36,139
      UTANG RUMAH TANGGA PER KAPITA: RM 45,859
      Angka-angka ini cukup signifikan dan menunjukkan tingkat ketergantungan yang tinggi pada utang baik di tingkat pemerintah maupun rumah tangga.
      Implikasi Detail terhadap Perekonomian Riil:
      Implikasi dari Utang Pemerintah Federal per Kapita (RM 36,139):
      Beban Pelayanan Utang yang Lebih Tinggi:
      Penjelasan: Dengan utang pemerintah yang besar, pemerintah harus mengalokasikan sebagian besar anggaran tahunannya untuk membayar bunga dan pokok utang. Ini disebut "beban pelayanan utang" (debt service).
      Dampak Riil:
      Pengurangan Pengeluaran untuk Layanan Publik: Dana yang seharusnya bisa digunakan untuk investasi infrastruktur (jalan, jembatan, pelabuhan), pendidikan, kesehatan, riset dan pengembangan, atau program kesejahteraan sosial, justru habis untuk membayar utang. Ini menghambat pembangunan jangka panjang dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
      Kenaikan Pajak di Masa Depan: Untuk membiayai utang, pemerintah mungkin terpaksa menaikkan pajak (PPh, PPN, pajak korporasi) di masa depan. Kenaikan pajak ini akan mengurangi daya beli masyarakat dan laba perusahaan, yang pada gilirannya bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi.
      Risiko Fiskal: Jika bunga utang naik secara signifikan atau pertumbuhan ekonomi melambat, kemampuan pemerintah untuk membayar utang bisa tertekan, meningkatkan risiko krisis fiskal.
      Ketergantungan pada Pasar Keuangan:
      Penjelasan: Pemerintah harus terus-menerus mencari pinjaman baru (menerbitkan obligasi) untuk membiayai utang yang jatuh tempo atau
      Dampak Riil:
      Sensitivitas terhadap Suku Bunga: Pemerintah menjadi sangat sensitif terhadap perubahan suku bunga di pasar. Jika suku bunga global atau domestik naik, biaya pinjaman pemerintah akan melonjak, memperparah beban utang.
      Potensi "Crowding Out": Pinjaman pemerintah yang besar bisa menyedot dana dari pasar modal, sehingga mengurangi ketersediaan dana bagi sektor swasta untuk berinvestasi (ini disebut "crowding out"). Akibatnya, investasi swasta yang produktif bisa terhambat.
      Kredibilitas dan Peringkat Kredit Negara:
      Penjelasan: Lembaga pemeringkat kredit (seperti Moody's, S&P, Fitch) mengevaluasi kemampuan negara untuk membayar utangnya.
      Dampak Riil:
      Biaya Pinjaman Lebih Tinggi: Jika peringkat kredit negara turun karena tingkat utang yang tinggi, investor akan meminta imbal hasil (bunga) yang lebih tinggi untuk meminjamkan uang kepada pemerintah. Ini membuat biaya pinjaman semakin mahal.
      Citra Investor Negatif: Peringkat yang buruk juga bisa membuat investor asing ragu untuk berinvestasi di negara tersebut, mengurangi aliran modal asing langsung (FDI) yang penting untuk penciptaan lapangan kerja dan transfer teknologi.


      Hapus
    14. NO RICE INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      NO COAL INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      NO LNG INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      ===========
      IMPORT COAL INDONESIA
      IMPORT COAL INDONESIA
      IMPORT COAL INDONESIA
      Malaydesh mengimpor batubara dari Indonesia untuk pembangkit listrik. Tenaga Nasional Berhad (TNB), perusahaan listrik utama Malaydesh, merupakan salah satu mitra strategis bagi para eksportir batu bara Indonesia. Dalam tahun 2021, TNB membeli 21,84 juta metrik ton batu bara dari Indonesia, yang merupakan 69% dari total batu bara yang digunakan dalam pembangkit listrik di seluruh Malaydesh
      ===========
      IMPORT LNG INDONESIA
      IMPORT LNG INDONESIA
      IMPORT LNG INDONESIA
      Malaydesh imported $1.74B in Natural gas, liquefied, becoming the 23rd largest importer of Natural gas, liquefied in the world. At the same year, Natural gas, liquefied was the 15th most imported product in Malaydesh. Malaydesh imports Natural gas, liquefied primarily from: Australia ($1.13B), Brunei ($600M), Indonesia ($8.23M), United States ($4.84k), and France ($414).
      ===========
      PENGEMIS BERAS FFBNP AGUSTUS 2026 = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
      -
      • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.
      ==============
      PETRONAS BERDEBT KE PGN
      PETRONAS BERDEBT KE PGN
      PETRONAS BERDEBT KE PGN
      Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus memPAY kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).
      ================
      OVER LIMIT DEBT
      Malaydesh's DEBT-to-GDP ratio from 2021 to 2024 was as follows:
      • 2021: 69.16%
      • 2022: 65.5%
      • 2023: 69.76%
      • 2024: 68.38%
      Explanation
      The DEBT-to-GDP ratio is the ratio of a country's DEBT to its gross domestic product.
      In 2022, Malaydesh's government DEBT ratio was almost double its lowest point of 31.9% in 1997. The DEBT grew faster than the nominal GDP during this period.
      In June 2024, Malaydesh's household DEBT was 83.8% of its GDP. This amount is increasing annually, and the government needs to intervene to control it.
      ================
      OVERLIMIT DEBT 66,3%
      OVERLIMIT DEBT 66,3%
      LIMIT DEBT 65%
      LIMIT DEBT 65%
      In 2024, Malaydesh's government DEBT was projected to increase to RM1.26 trillion, which is 66.3% of the country's GDP. This is close to the statutory DEBT limit of 65% of GDP.
      Explanation
      • In 2023, Malaydesh's government DEBT was 64.3% of its GDP, which was close to the statutory DEBT limit.
      • The government's DEBT has been increasing due to higher spending on pandemic relief.
      • The government's goal is to reduce the fiscal deficit from 4.3% of GDP in 2024 to 3% by 2026.
      • The government plans to achieve this by reducing subsidies, especially for fuel, and increasing the Sales and Service Tax (SST) in 2025.
      • The Ministry of Finance (MOF) projects that the government's DEBT growth will slow from 7.5% in 2024 to 6% in 2025.
      ================
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      Produksi beras di Malaydesh saat ini hanya mencukupi sekitar 40-50% dari kekebutuhanan nasionalnya. Ini berarti Malaydesh mengalami kekurangan beras dan bergantung pada impor untuk memenuhi sisa kekebutuhanan.

      Hapus
  13. TIDAK BAYAR HUTANG
    BAYAR BUNGA/FAEDAH
    BAYAR BUNGA/FAEDAH
    BAYAR BUNGA/FAEDAH
    -
    Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
    --------------------------------------------
    2026
    Populasi: 36.38 juta
    Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
    Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
    Beban per Kapita: RM 94,544
    -
    2025
    Populasi: 35.97 juta
    Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
    Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
    Beban per Kapita: RM 81,998
    -
    2024
    Populasi: 34.67 juta
    Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
    Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
    Beban per Kapita: RM 79,315
    -
    2023
    Populasi: 35.12 juta
    Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
    Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
    Beban per Kapita: RM 74,587
    -
    2022
    Populasi: 34.69 juta
    Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
    Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
    Beban per Kapita: RM 70,901
    -
    2021
    Populasi: 34.28 juta
    Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
    Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
    Beban per Kapita: RM 67,667
    -
    2020
    Populasi: 33.87 juta
    Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
    Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
    Beban per Kapita: RM 63,464
    -
    2019
    Populasi: 33.45 juta
    Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
    Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
    Beban per Kapita: RM 60,179
    -
    2018
    Populasi: 33.00 juta
    Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
    Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
    Beban per Kapita: RM 57,605
    -
    2017
    Populasi: 32.54 juta
    Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
    Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
    Beban per Kapita: RM 54,910
    -
    2016
    Populasi: 32.04 juta
    Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
    Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
    Beban per Kapita: RM 52,699
    -
    2015
    Populasi: 31.52 juta
    Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
    Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
    Beban per Kapita: RM 51,253
    -
    2014
    Populasi: 30.98 juta
    Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
    Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
    Beban per Kapita: RM 47,927
    -
    2013
    Populasi: 30.42 juta
    Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
    Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
    Beban per Kapita: RM 44,992
    -
    2012
    Populasi: 29.85 juta
    Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
    Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
    Beban per Kapita: RM 41,326
    -
    2011
    Populasi: 29.26 juta
    Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
    Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
    Beban per Kapita: RM 37,904
    -
    2010
    Populasi: 28.65 juta
    Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
    Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
    Beban per Kapita: RM 34,488
    -
    2009
    Populasi: 28.04 juta
    Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
    Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
    Beban per Kapita: RM 31,326
    -
    2008
    Populasi: 27.45 juta
    Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
    Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
    Beban per Kapita: RM 26,155
    -
    2007
    Populasi: 26.86 juta
    Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
    Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 25,316
    -
    2006
    Populasi: 26.26 juta
    Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
    Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
    Beban per Kapita: RM 23,381
    -
    2005
    Populasi: 25.66 juta
    Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
    Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 21,940
    -
    2004
    Populasi: 25.06 juta
    Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
    Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
    Beban per Kapita: RM 20,550
    -
    2003
    Populasi: 24.46 juta
    Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
    Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 18,560
    -
    2002
    Populasi: 23.87 juta
    Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
    Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 16,798
    -
    2001
    Populasi: 23.28 juta
    Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
    Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
    Beban per Kapita: RM 15,162
    -
    2000
    Populasi: 22.69 juta
    Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
    Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
    Beban per Kapita: RM 13,574

    BalasHapus
  14. TIDAK BAYAR HUTANG
    BAYAR BUNGA/FAEDAH
    BAYAR BUNGA/FAEDAH
    BAYAR BUNGA/FAEDAH
    -
    Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
    --------------------------------------------
    2026
    Populasi: 36.38 juta
    Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
    Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
    Beban per Kapita: RM 94,544
    -
    2025
    Populasi: 35.97 juta
    Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
    Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
    Beban per Kapita: RM 81,998
    -
    2024
    Populasi: 34.67 juta
    Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
    Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
    Beban per Kapita: RM 79,315
    -
    2023
    Populasi: 35.12 juta
    Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
    Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
    Beban per Kapita: RM 74,587
    -
    2022
    Populasi: 34.69 juta
    Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
    Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
    Beban per Kapita: RM 70,901
    -
    2021
    Populasi: 34.28 juta
    Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
    Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
    Beban per Kapita: RM 67,667
    -
    2020
    Populasi: 33.87 juta
    Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
    Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
    Beban per Kapita: RM 63,464
    -
    2019
    Populasi: 33.45 juta
    Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
    Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
    Beban per Kapita: RM 60,179
    -
    2018
    Populasi: 33.00 juta
    Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
    Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
    Beban per Kapita: RM 57,605
    -
    2017
    Populasi: 32.54 juta
    Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
    Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
    Beban per Kapita: RM 54,910
    -
    2016
    Populasi: 32.04 juta
    Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
    Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
    Beban per Kapita: RM 52,699
    -
    2015
    Populasi: 31.52 juta
    Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
    Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
    Beban per Kapita: RM 51,253
    -
    2014
    Populasi: 30.98 juta
    Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
    Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
    Beban per Kapita: RM 47,927
    -
    2013
    Populasi: 30.42 juta
    Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
    Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
    Beban per Kapita: RM 44,992
    -
    2012
    Populasi: 29.85 juta
    Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
    Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
    Beban per Kapita: RM 41,326
    -
    2011
    Populasi: 29.26 juta
    Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
    Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
    Beban per Kapita: RM 37,904
    -
    2010
    Populasi: 28.65 juta
    Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
    Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
    Beban per Kapita: RM 34,488
    -
    2009
    Populasi: 28.04 juta
    Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
    Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
    Beban per Kapita: RM 31,326
    -
    2008
    Populasi: 27.45 juta
    Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
    Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
    Beban per Kapita: RM 26,155
    -
    2007
    Populasi: 26.86 juta
    Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
    Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 25,316
    -
    2006
    Populasi: 26.26 juta
    Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
    Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
    Beban per Kapita: RM 23,381
    -
    2005
    Populasi: 25.66 juta
    Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
    Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 21,940
    -
    2004
    Populasi: 25.06 juta
    Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
    Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
    Beban per Kapita: RM 20,550
    -
    2003
    Populasi: 24.46 juta
    Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
    Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 18,560
    -
    2002
    Populasi: 23.87 juta
    Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
    Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 16,798
    -
    2001
    Populasi: 23.28 juta
    Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
    Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
    Beban per Kapita: RM 15,162
    -
    2000
    Populasi: 22.69 juta
    Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
    Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
    Beban per Kapita: RM 13,574

    BalasHapus
  15. LANJUT NYAMPAH NYA SAMPAI 200
    🀣🀣🀣🀣🀣

    BalasHapus
  16. TANDA TANDA yang tak bagus ni guys...... adakah ia berkaitan letusan serentak 6 gunung berapi dan gempa.....??? MALAYSIA siap turun tangan BANTU warga INDIANESIA



    HEBOH: Asap Tebal Mengepul dari Saluran Bawah Tanah di Depan Kantor Wali Kota Medan, Ada Apa?

    https://www.medan24news.com/kota/1863002407/heboh-asap-tebal-mengepul-dari-saluran-bawah-tanah-di-depan-kantor-wali-kota-medan-ada-apa

    BalasHapus
  17. F15 mendarat di INDIANESIA guys... 🀣🀣🀣🀣🀣

    BalasHapus
  18. Jadi datang nich SURABAYA NO.35 & JULIET NO.10CE...haha!πŸ‘πŸ¦ΎπŸ˜‰

    ada warganyet kl, KECEWA LAGIIII...🍌
    sambil bertanya2 kenapa SHOPPING kita REAL...sedangkan mreka yg rongsok pun GAGALπŸ“› haha!πŸ€₯πŸŒπŸ‘Ž

    BalasHapus
  19. F15 EAGLE II So Pasti datang..kontrak uda epektipπŸ€‘
    sesuai keinginan & harapan tetangga negri🎰kasino genting haha!✌️πŸ€“πŸ˜‰

    BalasHapus
  20. eittt ada Aset Baruw datang lagi..makin NGAMUKπŸ”₯ seblah haha!πŸ˜„πŸ˜­πŸŒ
    ✅️dron baruw
    ✅️kapal selem Drass dah sampeπŸ‘

    BalasHapus