31 Juli 2026

PTDI Serahkan NC212i Ke-8 Versi Troop Transport, Rainmaking, dan Camera untuk TNI AU

31 Juli 2026

PT DI menyerahkan NC212i unit ke-8 kepada TNI AU (photos: PT DI)

Bandung – PTDI kembali melaksanakan pengiriman 1 (satu) unit pesawat NC212i dengan konfigurasi khusus untuk misi Troop Transport, Rainmaking & Camera sebagai bagian dari pemenuhan kontrak pengadaan 9 unit NC212i dengan Kemhan RI untuk end user TNI AU. Pesawat NC212i unit ke-8 yang dikirimkan hari ini telah melaksanakan ferry flight dari hanggar Delivery Center PTDI, Bandung menuju Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. Hal ini merupakan komitmen PTDI dalam mendukung penguatan kesiapan operasional TNI AU melalui penyediaan pesawat yang sesuai dengan kebutuhan misi.


Pesawat NC212i berkonfigurasi Troop Transport, Rainmaking & Camera dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan operasional, mulai dari angkut personel, pelaksanaan operasi weather modification, hingga misi foto udara. Konfigurasi khusus ini mencerminkan fleksibilitas platform NC212i yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, sehingga mampu menjalankan beragam misi secara efektif. Guna meningkatkan performa dan kenyamanan operasional, pesawat NC212i ini juga telah dilengkapi dengan baling-baling MTV-27 produksi MT Propeller, Jerman, yang telah tersertifikasi oleh EASA. Baling-baling tersebut menawarkan berbagai keunggulan, antara lain tingkat kebisingan yang lebih rendah, performa yang lebih stabil saat pesawat beroperasi dengan single engine pada ketinggian, serta proses engine start yang lebih halus tanpa menimbulkan hentakan. Didukung kompatibilitas yang telah teruji dengan mesin Honeywell TPE331, baling-baling MTV-27 mampu meningkatkan performa pesawat dengan tingkat getaran dan kebisingan yang lebih rendah, sehingga memberikan kenyamanan dan efisiensi operasional yang lebih baik.


Dalam kesempatan tersebut, Direktur Produksi PTDI, Dena Hendriana beserta tim program NC212i meninjau langsung persiapan pesawat dengan tail number AX-2135 yang selanjutnya akan dioperasikan oleh Skadron Udara 4, Malang. Pesawat yang diterbangkan oleh Letkol Pnb Andika Ardyagana sebagai Pilot in Command Ferry, serta Kapten Irvan Fajar sebagai Copilot.

32 komentar:

  1. pesawat nc 212 no.8....tinggal no.9 klo gt uhuyy haha!πŸ¦ΎπŸ€—πŸ˜‰

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya tahun depan. Bakal dapa tail number indah. Pesawat terakhir: A-2120.

      Hapus
    2. kode keras pasang klo gt om irs haha!πŸ‘✌️πŸ˜‹
      betewe kok lama beud bikin pesawat ini yak,
      netijen 2 negara yg pesen diseblah, uda mode ngomel2 rusuh ala emak2 gang senghol haha!🀣😀😁

      Hapus
    3. Kurang tahu kenapa. Pikir2, belum pernah lihat jalur produksi NC212. Dulu hanya pernah lihat CN235, dan itu memang bukan buat mass production.

      Hapus
  2. NC 212....U212NFS...
    wahhhh serba WIRO niiiiich, pertanda alam semesta setuju kita SHOPPING kasel ke Italia gaesz haha!πŸ€‘πŸ˜ŽπŸ‘Œ

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nape emangnya.....nomer punggung gue tuh @212 πŸ‘‡

      https://www.facebook.com/share/r/197onFXDYm/

      Hapus
    2. ente tahanan jande londo ireng om smilikity haha!πŸ˜πŸ˜‚πŸŒ

      Hapus
  3. September semakin dekaatt...
    FMP pasang Meriam Baruw
    Full Otmel 76mm haha!πŸ¦ΎπŸš€πŸ€—

    sebelah makin PANIKπŸ₯ΆKOYAKπŸ”₯MeWeK😭 tuch muka belipat haha!πŸ€ͺ🍌😀
    ✅️⬇️✅️
    https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=122235850214363594&id=61560907836327

    BalasHapus
  4. Bulan juli 2026
    Bulan hepi N⛔️N STOP SHOPPING
    Asoyy N⛔️ Krisis beli terusz haha!πŸ€‘✌️πŸš€

    ✅️MI17, MI 8, KA 32
    ✅️Buk, Brahmos, Astra
    ✅️M346FA, AWEWE149
    ✅️NC 212
    Aset Baruw tiap tahun, tiap bulan , tiap minggu datang terusz...oke Gas haha!πŸ˜‰πŸ€‘✌️

    sedangkan di negri🎰kasino genting masa nunggu lama last last NSM BATAL, kacau haha!❌️🀣⛔️

    BalasHapus
  5. Om Palu Gada Indonesia juga niat shoping ke Rusia lagi niey

    Ini link nya

    Rusia Terima Pengajuan Indonesia untuk Mengakuisisi Pesawat Tanker

    https://garudamiliter.blogspot.com/2026/07/rusia-terima-pengajuan-indonesia-untuk.html?m=1

    BalasHapus
    Balasan
    1. nyoiihhh donk RUSKI PARTYπŸ₯³ sunyi senyap..ehh dateng haha!πŸ˜ŽπŸ€‘✌️

      Disini ada jugak om, maren lusa rame...ada warganyet kl yg MeWeK😭 gak terima, makin sakit ati, eh NGAMUKπŸ”₯ haha!🀣🍌πŸ€ͺ

      https://defense-studies.blogspot.com/2026/07/russia-offers-su-57e-and-il-78mk-90a.html?m=1

      Hapus
  6. Kita donk satu2nya negara DI DUNIA yang dapet hadiah Aset SPESIAL dari Tim NATO haha!πŸ˜ŽπŸ‘πŸ€“
    ✅️KAPAL INDUK FREE GARIBALDI
    ✅️24 Jet Tempur F-16 FREE

    kl mana bisa, NORWAY pun BATAL❌️kirim NSM=NGAMUKπŸ”₯ SI MISQUEEN haha!πŸ˜‹πŸŒπŸ˜€

    last last NATO anggap seblah, BANANA🍌REPABLIK, eh pm curhat ke media Ruski haha!πŸŒπŸ˜†πŸ€₯

    BalasHapus
    Balasan
    1. ditunggu kiriman kado dari Eifel nich, konon kasel Nuklir☢️..jadiiii khan haha!πŸš€☠️🀭

      Hapus
    2. Shopping tiada henti Indonesia ya om Palu Gada beda sama Malaysia hahaha

      Hapus
    3. gak nyambung omon omon ama genk sbelah om,
      TIM ELIT kawasan bicara shopping jaman now, mreka masi aja gowing lcs dari 2011...barang bapuk kagak dianggap, apalgi NSM BATAL❌️..gak ada kremes2nyee haha!🍌πŸ€ͺπŸ‘Ž

      Hapus
  7. Perlu di sikat ga ya pesawat Tanker dari Rusia ini om Palu Gada???

    BalasHapus
    Balasan
    1. jangankan Tanker, pespur kode Surabaya pun disikat om, tinggal dateng semua, Sssttt..serba senyap kyk heli haha!🀫😝😎

      nich patch emblem tanker dah ready haha!πŸ€«πŸ‘ŒπŸ€‘
      https://x.com/DeltaMike09/status/2079842584139300922

      Hapus
    2. Sikat semua πŸ˜„πŸ‘

      Hapus
    3. kl sikat kakus bukan aukus haha!πŸ€ͺπŸŒπŸ˜‹

      Hapus
  8. beberapa saat yg laluw di Jepang seblom gempa...
    Eitttt Cavour menuju Rimpac gendong harrier, artinya f-35b mangkal diTrieste gt khan haha!πŸ˜ŽπŸ˜‰πŸ€“

    ✅️ITS Cavour: Historic Maiden Port Call at Yokosuka
    https://youtube.com/watch?v=60qt8VBLpXU

    eitt ada Aset kita jugakkk
    ✅️The KRI Bima Suci is berthed alongside Yoshikura Pier
    https://youtube.com/watch?v=Xc8wFr8yuyI

    Jadiiiiiii nich destro ..haha!πŸ‘πŸ€—πŸ¦Ύ
    fanasss kawasan, apalagi tipe m haha!🍌🀭πŸ€₯
    ✅️Strategic Transfer: Asagiri-class Destroyer & Japan-Indonesia Defense Cooperation
    https://youtube.com/watch?v=gNoX72OFyB4

    BalasHapus
  9. gaesz..apa jangan2 GARIBALDI PULKAM bentar lagi
    dikawal langsung PPA NO.3 FULL CONFIG.....CSG haha!πŸ¦ΎπŸ˜‰πŸš€
    kata Italia, ambil koncinya aja dolo...pembayaran bisa diatur haha!πŸ€‘✌️🀭
    Dealer Fincantieri layanan Elite, bak Showroom Lambo haha!πŸ’°πŸ˜ŽπŸ‘

    uhuyy makin meraung raung NGAMUKπŸ”₯ para warganyet kl haha!😭😀🀣

    BalasHapus
  10. Serious.... HODOH.... πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. BADUT MSIKIN = GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP = NOT PAID FFBNP
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ------------------------------
      BADUT NOT PAID = FITTED FOR BUT NOT PAID
      BADUT NOT PAID = FITTED FOR BUT NOT PAID
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ---------------------------------
      Dominasi Mutlak Indonesia di Level Global & ASEAN
      Indonesia telah berhasil melakukan "Great Decoupling", memisahkan diri dari persaingan kelas menengah ASEAN dan masuk ke jajaran elit ekonomi dunia:
      Peringkat 6 Dunia (PPP): Dengan PDB PPP sebesar US$ 5,69 Triliun, Indonesia secara riil lebih besar dari raksasa Eropa seperti Inggris dan Prancis.
      Hegemon ASEAN:
      Skala Riil (PPP): Ekonomi Indonesia mencapai 4,24x lipat ekonomi MALAYSEWA dan 6,69x lipat Singapura.
      Skala Pasar (Nominal): Indonesia tetap dominan dengan angka 3,67x lebih besar dari MALAYSEWA ($1,69 T vs $0,46 T).
      Top 5 Asia: Secara nominal, Indonesia kini berada di posisi ke-5 Asia, hanya di bawah Tiongkok, Jepang, India, dan Korea Selatan.
      -
      Krisis Fiskal & "Debt Trap" MALAYSEWA (2010–2026)
      Data menunjukkan tren akumulasi utang MALAYSEWA yang mengkhawatirkan:
      Ledakan 2018 (Transparansi Liabilitas): Terjadi lonjakan dari RM 686 Miliar ke RM 1,19 Triliun. Ini adalah titik balik di mana utang tersembunyi (1MDB & PPP) mulai diakui secara resmi.
      Proyeksi 2026: Utang diperkirakan menyentuh RM 1,79 Triliun. Dalam 16 tahun (2010–2026), utang MALAYSEWA membengkak hampir 4,4 kali lipat.
      Rasio Kritis: Rasio utang terhadap PDB melonjak dari 52% (2010) menjadi 70,5% (2024), melewati batas aman (65%).
      -
      Implikasi Strategis: Stagnasi Pertahanan & Ekonomi
      Kesenjangan fiskal ini menjelaskan mengapa terjadi fenomena "SIPRI Kosong" pada MALAYSEWA:
      Beban Bunga Utang: Dengan utang RM 1,79 T, sebagian besar pendapatan negara MALAYSEWA habis untuk membayar bunga, mengakibatkan pembekuan anggaran alutsista.
      Daya Beli Domestik: Utang rumah tangga MALAYSEWA yang mencapai 84,3% menjadi "bom waktu" bagi konsumsi internal, sementara Indonesia dengan utang 16% memiliki daya beli yang jauh lebih stabil dan resilien.

      Hapus
    2. LEVEL BADUT NOT PAID = FFBNP
      LEVEL BADUT NOT PAID = FFBNP
      ------------------------------
      GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP:
      -
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------
      2026 MALAYSEWA = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYSEWA = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYSEWA = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYSEWA = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYSEWA = PHK MASSAL
      2026 MALAYSEWA = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYSEWA = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYSEWA = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYSEWA = CANCELLED PROCUREMENTT
      ________________________________________
      Akar Masalah Anggaran & Politik –
      • Kurangnya Kemauan Politik: Pemerintah enggan menaikkan belanja pertahanan dan lebih fokus pada stabilisasi ekonomi sesaat.
      • Stagnasi Anggaran: Budget pertahanan jalan di tempat selama 5 tahun terakhir meski ancaman regional meningkat.
      • Resiko Korupsi: Tata kelola pertahanan masih sangat rentan terhadap praktik korupsi, terutama dalam pengadaan aset dan etika personel.
      • Prioritas Salah Sasaran: Dana dialokasikan untuk menjaga jumlah personel yang besar daripada modernisasi peralatan tempur.
      Krisis Logistik & Suku Cadang –
      • Kontraktor Underperform: Program outsourcing pemeliharaan gagal total karena lemahnya penegakan kontrak dan kinerja vendor yang buruk.
      • Harga Kedaluwarsa: Proses tender yang berbelit-belit membuat penetapan harga suku cadang sering tidak relevan dengan pasar.
      • Tank Tanpa Komponen: Unit PT-91M mengalami krisis servis karena pemasok komponen utama sudah berhenti berproduksi.
      • Masalah Suplai Rusia: Sanksi internasional terhadap Rusia menghambat pasokan suku cadang jet tempur secara kronis.
      Dilema Angkatan Udara (RMAF) –
      • Penurunan Jadwal Operasi: Masalah keandalan armada memaksa pemotongan jadwal latihan dan patroli udara secara signifikan.
      • Logistik Berkualitas Rendah: Kualitas peralatan logistik udara sering dikritik karena tidak memenuhi standar tempur modern.
      • Obsesi Barang Bekas: Pemerintah terjebak dalam diskusi pembelian F/A-18 Kuwait bekas tanpa ada kepastian negosiasi formal.
      • Ketakutan Sanksi: Ketakutan akan sanksi Barat membuat militer ragu untuk terus menggunakan platform senjata buatan Timur.
      Lumpuhnya Kapasitas Pertahanan –
      • Gagal Modernisasi: AL dan AU berjuang keras hanya untuk mempertahankan fungsi dasar, bukan memperkuat daya gempur.
      • Staf Kurang Terlatih: Terjadi fenomena undertraining pada staf militer akibat kurangnya anggaran simulasi dan latihan nyata.
      • Ketidakjelasan Strategis: Tidak ada panduan masa depan yang jelas, membuat industri pertahanan lokal kehilangan arah.
      • Kerentanan Eksternal: Ketidakmampuan merespon ancaman kelompok ekstremis dan separatis di wilayah perbatasan maritim.
      Data Beban Finansial 2026 –
      • Rasio Utang Pemerintah: 70,5% PDB (Melampaui limitasi aman 65%).
      • Rasio Utang Household: 84,3% PDB (Sangat mengkhawatirkan).
      • Beban Kumulatif Warga: RM 94.544 per jiwa (Akibat akumulasi utang publik dan domestik).

      Hapus
    3. LEVEL BADUT NOT PAID = FFBNP
      LEVEL BADUT NOT PAID = FFBNP
      ------------------------------
      GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP:
      -
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------
      2026 MALAYSEWA = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYSEWA = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYSEWA = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYSEWA = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYSEWA = PHK MASSAL
      2026 MALAYSEWA = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYSEWA = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYSEWA = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYSEWA = CANCELLED PROCUREMENTT
      ________________________________________
      Kelemahan Militer & Peringkat Rendah –
      • Ranking Kapabilitas: MALAYSEWA merosot ke peringkat 16 di Asia menurut Lowy Institute Asia Power Index.
      • Intervensi Politik: Pemimpin politik terlalu jauh mencampuri proses teknis pengadaan alutsista.
      • Korupsi Kronis: Sektor pertahanan digerogoti skandal korupsi yang menghambat modernisasi.
      • Kurang Otoritas: Militer hanya menjadi "pembantu" polisi dalam menangani tantangan keamanan non-tradisional.
      Krisis Alutsista & Tragedi Helikopter –
      • Armada Nuri Berdarah: Kebutuhan mendesak penggantian helikopter Nuri yang telah mencatat 14 kecelakaan fatal.
      • Teknologi Era 70-an: Sebagian besar peralatan tempur darat adalah barang lama sisa pembelian tahun 1970-1990.
      • Logistik Lumpuh: Pemerintah terbukti gagal menyediakan peralatan modern untuk mendukung operasional lapangan.
      • Aset Mangkrak: Pembatalan Batch baru fregat kelas Lekiu memperparah kekosongan kekuatan laut.
      Skandal Angkatan Laut (RMN) –
      • Armada Tua: Lebih dari 50% dari 49 kapal perang telah melewati batas usia pakai servis.
      • Skandal BNS: Temuan PAC menunjukkan subsidi pemerintah untuk proyek kapal RM 9 Miliar tidak digunakan sepenuhnya untuk pembangunan.
      • Gagal Pantau: Armada yang usang membuat MALAYSEWA tidak mampu memantau wilayah maritim yang luas secara efektif.
      • Ancaman Kedaulatan: Meningkatnya asertivitas China di Laut China Selatan serta isu pencurian pasir ilegal yang tak teratasi.
      Krisisi Politik & Ekonomi Sistemik –
      • Instabilitas Pemerintahan: Krisis 2020-2022 menyebabkan runtuhnya dua koalisi akibat perebutan kekuasaan internal.
      • Fundamental Rapuh: Ekonomi anjlok drastis akibat ketergantungan ekspor yang tinggi dan lemahnya permintaan global.
      • Kegagalan Fiskal: Kebijakan pengetatan fiskal gagal memperbaiki keseimbangan eksternal yang timpang.
      • Ketergantungan Energi: Penurunan harga energi global menghantam pendapatan negara secara langsung di tahun 2023.
      Data Beban Finansial 2026 –
      • Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB - Overlimit).
      • Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB - Overlimit).
      • Total Beban Per Warga: RM 94.544 (Akumulasi beban utang per kepala).

      Hapus
    4. LEVEL BADUT NOT PAID = FFBNP
      LEVEL BADUT NOT PAID = FFBNP
      ------------------------------
      GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP:
      -
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------
      2026 MALAYSEWA = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYSEWA = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYSEWA = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYSEWA = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYSEWA = PHK MASSAL
      2026 MALAYSEWA = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYSEWA = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYSEWA = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYSEWA = CANCELLED PROCUREMENTT
      ________________________________________
      Kerapuhan Komando & Integritas –
      • Korupsi Sistemik: Praktik korupsi kronis telah merusak kesiapan tempur dan moral prajurit secara mendalam.
      • Gagal Integritas: Dokumen rencana integritas militer terbukti hanya formalitas tanpa panduan strategis yang nyata.
      • Kurang Pelatihan: Komandan lapangan dikirim ke wilayah tugas tanpa pembekalan etika dan mitigasi korupsi.
      • Intervensi Politik: Kepentingan politik sempit terus merusak kemandirian dan kesiapan operasional angkatan bersenjata.
      Teknologi Tertinggal & Aset Usang –
      • Warisan Era 70-an: Mayoritas alutsista adalah barang lama pembelian tahun 1970–1990 yang sudah tidak relevan.
      • Tertinggal Regional: Teknologi militer saat ini kalah jauh dibandingkan lompatan modernisasi negara-negara tetangga.
      • Skandal KD Rahman: Kapal selam kebanggaan gagal menyelam pada 2010 akibat masalah teknis yang memalukan.
      • Kegagalan Modernisasi: Pemerintah terbukti tidak mampu menyediakan aset pertahanan modern bagi pasukan garis depan.
      Pembatasan Otoritas & Anggaran –
      • Keterbatasan Peran: Militer kehilangan taji dan hanya berfungsi sebagai pembantu polisi dalam masalah keamanan.
      • Pagu Anggaran Rendah: Anggaran pengadaan dibatasi ketat hanya pada angka 1,4% dari PDB.
      • Hambatan Fiskal: Defisit anggaran negara memaksa penundaan massal terhadap pembelian sistem senjata baru.
      • Ancaman Non-Tradisional: Lemahnya otoritas membuat militer gagap menghadapi sengketa wilayah dan ancaman lintas batas.
      Krisis Hubungan Luar Negeri –
      • Status Missspoken: Pernah terjadi penarikan sepihak dari kesepakatan dagang yang kemudian dibatalkan dengan alasan "salah bicara".
      • Diplomasi Ditolak: Antara 2018–2026, MALAYSEWA ditolak masuk oleh berbagai blok besar dunia (BRICS, G20, FIFA, UN).
      • Ketergantungan Eksternal: Strategi pertahanan sangat bergantung pada dinamika regional tanpa memiliki kemandirian perspektif.
      • Isu Maritim: Ketidakmampuan menjaga perbatasan maritim dari penyelundupan, perompakan, dan penambangan pasir ilegal.
      Data Beban Finansial Warga 2026 –
      • Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB - Melewati batas aman).
      • Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB - Overlimit).
      • Populasi Terbebani: 36.385.115 jiwa menanggung beban kumulatif utang sebesar RM 94.544 per kepala.


      Hapus
    5. LEVEL BADUT NOT PAID = FFBNP
      LEVEL BADUT NOT PAID = FFBNP
      ------------------------------
      GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP:
      -
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------
      2026 MALAYSEWA = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYSEWA = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYSEWA = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYSEWA = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYSEWA = PHK MASSAL
      2026 MALAYSEWA = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYSEWA = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYSEWA = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYSEWA = CANCELLED PROCUREMENTT
      ________________________________________
      Krisis Kapabilitas Udara (RMAF) –
      • Kelumpuhan Sukhoi: Pada 2018, hanya 4 dari 18 jet Su-30MKM yang bisa terbang akibat krisis suku cadang dan pemeliharaan.
      • Masalah Mesin Kronis: Mesin AL-31FP sering gagal karena kelelahan logam (fatigue) dan tekanan oli rendah.
      • Isolasi Teknologi: Asal Rusia menyulitkan integrasi dengan sistem NATO (Link 16), krusial untuk perang modern.
      • Obsolescence: Pesawat mencapai titik kedaluwarsa teknologi; rencana pembelian barang bekas (Hornet Kuwait) berisiko ketidakcocokan suku cadang.
      Kegagalan Sistemik & Logistik –
      • Kesiapan Rendah: Studi mencatat keraguan atas kesiapan MAF menghadapi ancaman nyata akibat pengembangan yang serampangan.
      • Kelemahan Personel: Prajurit diidentifikasi kesulitan dalam keterampilan berpikir, pengambilan keputusan, dan pemecahan masalah saat operasi.
      • Reformasi Pengadaan Gagal: Program LCS terus tertunda dan cakupannya dikurangi; sistem pengadaan butuh perombakan total.
      • Hambatan Fiskal: Pemerintah enggan memangkas belanja lain, mengunci anggaran pertahanan dalam keterbatasan kronis.
      Ancaman Kedaulatan & Lingkungan –
      • Intrusi ZEE: MALAYSEWA menghadapi sengketa wilayah dan intrusi berulang di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).
      • Polusi Lintas Batas: Kabut asap lintas batas berdampak parah pada aktivitas sosial dan ekonomi nasional.
      • Intervensi Politik: Campur tangan politik dan korupsi terus merusak kesiapan tempur secara keseluruhan.
      • Ketiadaan Panduan: Pemerintah tidak memiliki arah strategis yang jelas untuk masa depan industri pertahanan domestik.
      Ketimpangan Regional –
      • Tertinggal Tetangga: Peralatan MAF sudah ketinggalan zaman dan berada di bawah standar negara-negara tetangga.
      • Sistem Logistik Rapuh: Sistem pendukung saat ini diprediksi tidak akan mampu menopang operasi tempur yang berkepanjangan.
      • Dilema Modernisasi: Ambisi modernisasi terbentur tembok anggaran yang sangat terbatas.
      Data Beban Finansial 2026 –
      • Rasio Utang Pemerintah: 70,5% PDB (Overlimit batas 65%).
      • Rasio Utang Household: 84,3% PDB (Overlimit batas 65%).
      • Beban Kumulatif Per Warga: RM 94.544 (Beban utang yang ditanggung setiap penduduk MALAYSEWA).

      Hapus
  11. klaim ringgit berjaye, iq super, negara kaya...kok pilot seblah lg godek, ketangkep bawa brg harom masyuk sini..parahh haha!☠️πŸ‘ŽπŸŒπŸ€₯

    BalasHapus
    Balasan
    1. Godek skalian nyambi om, ngurir 😏

      Selain Bawa Ekstasi 25 Kg ke RI, Pilot Malaysia Juga Pakai Narkoba https://share.google/o5b3TNCiHPvLivh7j

      Hapus
    2. kalo ngondek lebih bihiyi lagi om haha!πŸ€ͺ🀣🀭

      Hapus
  12. Ya ampun...udah 2026 malaydesh belum Shopping MRCA BRAND NEW ???

    malaydesh MISKIN dong....

    BalasHapus