20 Juli 2013

Australia Siap Mengirimkan C-130H Pertama

20 Juli 2013


Perbaikan pesawat dilakukan di Qantas Defence Australia (photo : QDS)

Indonesia Terima 4 Pesawat Hibah dari Australia

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Duta Besar Australia untuk Indonesia Greg Moriarty menandatangani perjanjian hibah pesawat militer pada Jumat, 19 Juli 2013. Sebanyak empat unit pesawat Hercules tipe C 130 dihibahkan oleh pemerintah Australia kepada pemerintah Indonesia.

"Salah satu pesawat dengan tail number A97-006 saat ini sudah siap dikirim," ujar Purnomo seusai penandatanganan yang berlangsung di kantor Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta.

Adapun tiga pesawat lain, masing-masing dengan tail number A97-001, A97-003, serta A97-009, masih akan dilakukan peremajaan sebelum dikirim ke Indonesia. "Ketiga pesawat tersebut setelah diperbaiki rencananya dikirim bertahap mulai Oktober 2013 hingga Desember 2014," kata Purnomo.

Total biaya yang digunakan untuk perbaikan serta pengiriman sebesar AUS$ 63 juta. Biaya tersebut merupakan harga kontrak antara Kementerian Pertahanan dan kontraktor pemeliharaan yang ditunjuk oleh pemerintah Australia, yaitu Qantas Defence Services (QDS).

Penandatanganan hibah ini disambut baik oleh pemerintah Australia. "Semoga dengan penandatanganan ini hubungan bilateral kedua negara bisa terjalin lebih baik," ujar Duta Besar Indonesia untuk Australia Greg Moriarty dalam sambutannya.

Terkait penunjukan QDS sebagai operator pemeliharaan, Greg mengatakan bahwa QDS merupakan salah satu perusahaan yang berpengalaman menangani pesawat Hercules tipe C-130. "QDS juga merupakan satu-satunya perusahaan yang ditunjuk oleh Royal Australia Air Force (RAAF) untuk melakukan perbaikan pesawat jenis tersebut," kata Greg.


Selain pesawat hibah, kerja sama lanjutan yang akan dilakukan Indonesia dan Australia, antara lain, adalah pembicaraan pembelian pesawat Hercules tipe C-138. "Ada lima pesawat jenis tersebut, tapi masih negosiasi," kata Purnomo. Pihak Kementerian Pertahanan, kata dia, juga akan mengirimkan pilot ke Australia untuk dilatih dalam pengoperasian pesawat tersebut. 

(Tempo)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar