29 Desember 2009

TNI AL Siapkan Pengganti KRI Dewaruci

29 Desember 2009

KRI Dewaruci (photo : Berita Manado)

Mabes TNI Angkatan Laut merencanakan penggantian kapal latih taruna KRI Dewaruci pada 2010, sebagai salah satu program modernisasi armadanya.

"Kita pikirkan pengganti KRI Dewaruci pada 2010," ungkap Kepala Staf Aangkatan Laut (Kasal) Laksamana Madya Agus Suhartono, saat bersilahturahmi dengan kalangan media massa di Jakarta, Selasa (29/12).

KRI Dewaruci yang berukuran 58,5 meter dan lebar 9,5 meter dari kelas Barquentine ini dibangun di HC Stulchen & Sohn Hamburg, Jerman, dan merupakan satu-satunya kapal layar tiang tinggi produk galangan kapal itu pada 1952, yang masih laik layar, dari tiga yang pernah diproduksi.

Pembuatan kapal ini dimulai pada 1932, namun terhenti karena saat Perang Dunia II galangan kapal pembuatnya rusak parah. Kapal tersebut akhirnya selesai dibuat pada tahun 1952 dan diresmikan pada 1953.

Dewaruci yang dibuat H.C. Stulchen & Sohn Hamburg, Jerman Barat, pertama diluncurkan pada 24 Januari 1953, dan pada bulan Julinya dilayarkan ke Indonesia oleh taruna AL dan kadet Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI).

Setelah itu , KRI Dewaruci yang berpangkalan di Surabaya, ditugaskan sebagai kapal latih para taruna TNI Angkatan Laut yang melayari kepulauan Indonesia dan muhibah ke beberapa negara sebagai bagian dari misi diplomasi TNI Angkatan Laut.

Pada 2010, lanjut Kasal, pihaknya akan memodernisasi sejumlah kapal perangnya dengan memensiunkan sekitar enam kapal Landing Ship Tank (LST) buatan Amerika Serikat serta 21 pesawat intai maritim Nomad.

Sedangkan untuk menambah daya tempur kapal-kapal perangnya, TNI Angkatan Laut akan mempersenjatainya dengan sejumlah peluru kendali C-802 dan C-705 dari Cina.

"Selebihnya , kita juga akan mengadakan kapal-kapal patroli cepat yang sudah sudah dapat diproduksi di dalam negeri, termasuk tambahan tiga pesawat intai maritim CN-235 buatan PT Dirgantara Indonesia," kata Kasal Agus Suhartono.

Untuk memperkuat jajaran korps marinir TNI Angkatan, pada 2010 segera mendapat 17 unit tank amfibi BMP-3F dari Rusia, demikian Kasal.

(Gatra)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar