08 Oktober 2011

Wamenhan Mengikuti Uji Terbang C-295

08 Oktober 2011

Pesawat angkut C-295 buatan Airbus Military (all photos : Kaskus Militer)

Jakarta, DMC – Wakil Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, Jum’at (7/10), mengikuti uji coba terbang dengan menggunakan pesawat C-295 Airbus Militery dari Skuadron 2, Lanud Halim Perdana Kusuma menuju Lanud Astra Ksetra Manggala, Tulang Bawang, Lampung.

Menurut Wamenhan pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar US $ 325 juta untuk pembelian pesawat angkut ringan, tetapi belum sampai pada tingkat pengambilan keputusan untuk pembelian C-295 ini.

Dengan bangga Wamenhan mengatakan Indonesia cukup bermartabat di luar negeri karena 60% komponen pesawat C-295 berasal dari Indonesia (PT.Dirgantara Indonesia).

Rencananya pesawat C-295 ini akan melakukan tur demonstrasi selama dua minggu, bekerja sama dengan Angkatan Udara Republik Indonesia dan PT.Dirgantara Indonesia (PT.DI), dengan tujuan memperagakan kemampuan multi misi dan karakteristik operasional pesawat dalam rangka menjawab kebutuhan Angkatan Udara Republik Indonesia.

Pesawat C-295 ini memiliki APTS (Autonomous Pallet Transfer System). Sistem transfer Kargo Otomatis yang dapat diletakkan di bagian belakang pesawat, sehingga dapat memudahkan proses memasukkan dan mengeluarkan paket kargo di daerah terpencil, tampa membutuhkan peralatan dukungan darat.


Berkaitan dengan pesawat C-295 merupakan pesawat taktis yang berukuran medium, ideal untuk misi militer maupun sipil bagi masyarakat seperti misi kemanusiaan, pengawasan maritim dan pengawasan lingkungan. Dengan kekuatan, keterandalan dan sistem modern yang sederhana, pesawat ini mempunyai kemampuan beragam dan fleksibilitas yang diperlukan untuk mengangkut personil, pasukan dan kargo dalam bentuk palet ataupun jumlah besar.

Sementara itu, Pesawat C-295 memiliki kemampuan terbang 10 jam non stop, dapat mengangkut hingga 71 pasukan, 49 penerjun payung dengan peralatan lengkap, ditambah dengan konfigurasi evakuasi medis (MEDEVAC), serta dapat membawa hingga 24 tandu dengan 6 kursi tambahan untuk petugas medis, sehingga dapat digunakan untuk operasi militer perang ataupun operasi militer selain perang. (WRH/SR)

(DMC)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar