16 November 2011

PT Pindad Persenjatai Helikopter TNI AD

16 November 2011

Bell 412 TNI AD (photo : Detik)

PT Pindad akan memasang persenjataan pada dua puluh helikopter serbu dan helikopter serang jenis Bell 412 yang dipesan TNI Angkatan Darat ke PT Dirgantara Indonesia. Menurut rencana, pemasangan persenjataan akan dimulai tahun 2012.

"Pindad sudah menandatangani memorandum of understanding (nota kesepahaman-red.) untuk memasang persenjataan buatan Pindad pada helikopter yang diproduksi PT DI, berdasarkan pesanan TNI AD melalui kas Kementerian Pertahanan. Mestinya, ini sudah bisa kami laksanakan tahun depan," kata Direktur Utama PT Pindad Dr. Ir. Adik Ayianto Sudarsono di sela-sela kunjungan Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI M. Munir ke PT Pindad Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Selasa (15/11).

Bagi Pindad, mempersenjatai helikopter buatan PT DI untuk TNI AD adalah untuk pertama kalinya. Sebelumnya, belanja persenjataan untuk helikopter militer dilakukan PT DI dengan membeli dari luar negeri.

Menurut Adik, kerja sama dalam belanja alat utama sistem persenjataan (alutsista) antardua BUMN dalam negeri itu dipastikan bakal lebih mengoptimalkan anggaran pengadaansenjata.
Namun, berapa besarnya efisien anggaran itu masih belum diketahui. Nilai kontrak yang diperoleh Pindad, menurut Adik, juga masih dihitung. "Yang jelas, kami menjadi subkontrak PT DI," ujarnya.
Jenis senjata yang akan dipasangkan, menurut dia, ada dua kemungkinan. Jenis yang paling besar adalah kaliber 20 mm, tetapi umumnya adalah kaliber 12,7 mm.

Dirut PT DI Dr. Ir. Budi Santoso yang ditemui pada kesempatan yang sama mengemukakan, helikopter serbu Bell 412 yang dipesan TNI AD bakal dilengkapi oleh dua senapan mesin di bagian kiri dan kanan. "Senjata dan dudukannya itu yang dibuat oleh PT Pindad. Jumlah order helikopternya 20 unit, jadi persenjataan yang bakal dipasang totalnya 40 senjata," katanya.

Meskipun ini yang pertama dilakukan Pindad, menurut Budi Santoso, sebenarnya Pindad pernah membuat prototipenya untuk helikopter BO 105. "Ini membuktikan integrasi antara alat angkut dengan sistem persenjataan ini sudah bisa kami lakukan sehingga jika ada pergantian sistem senjata atau sebaliknya alat angkutnya, bisa kami lakukan," ujarnya. (A-53)"*

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar