31 Mei 2022

Lanal Batuporon Bakal Dipindah ke Sumenep untuk Permudah Daya Jangkau KRI

31 Mei 2022

Batuporon dan Sumenep (kanan), pulau Madura (image : GoogleMaps)

JAKARTA, KOMPAS.com - TNI Angkatan Laut akan memindahkan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Batuporon, Bangkalan ke Sumenep, Madura, Jawa Timur. 

Alasan strategis pemindahan ini untuk memudahkan daya jangkau Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yang berada di wilayah Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II, yang mencakup Laut Sulawesi, Selat Makassar, Laut Flores, dan Selat Lombok. 

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono mengatakan, Lanal Batuporon kurang strategis karena berhadapan dengan Komando Armada (Koarmada) II.

“Karena itu, akan dihibahkan lahan oleh PT Garam untuk lokasi pembangunan Lanal Sumenep, memerintahkan Lantamal V Surabaya untuk mengecek seberapa strategisnya tempat tersebut untuk dibangun Lanal,” kata Yudo saat berkunjung ke Sumenep, Minggu (29/5/2022). 

Selain itu, pembangunan Lanal Sumenep juga tak lepas karena aspek perekonomian di wilayah Sumenep. Sehingga kondisi tersebut dibutuhkan pengamanan laut yang memadai. 

Adapun rencana pembangunan Lanal Sumenep sendiri telah dimulai dengan adanya validasi organisasi internal TNI AL. 

Yudo mengingatkan supaya keberadaan Lanal Sumenep lebih dulu masuk dalam kategori lanal tipe C. 

Sebagai informasi, lanal tipe C dapat memberi ruang bagi kapal-kapal TNI AL untuk melaksanakan bekal ulang administrasi logistik. 

Dengan demikian, KRI yang melaksanakan patroli bisa bersandar di Lanal Sumenep untuk melakukan bekal ulang. 

Sejalan dengan beroperasinya lanal tersebut, nantinya bisa ditingkatkan menjadi lanal tipe B. 

Yudo menegaskan, wilayah Sumenep merupakan jalur strategis untuk pelayaran nasional maupun internasional.

Hal ini tak lepas karena di Laut Jawa hampir setiap hari terjadi pelayaran yang sangat padat. 

Tak hanya itu, wilayah Sumenep juga tak jauh dari Selat Sapudi yang menjadi jalur bagi kapal-kapal asing, termasuk kapal selam maupun lintas laut. 

“Sehingga perlu pengamanan sangat ketat dan kehadiran Angkatan Laut akan mengamankan pulau-pulau di sekitar Madura, karena TNI AL juga memiliki kewenangan menegakkan hukum dan menjaga perairan yurisdiksi nasional,” tegas Yudo.

17 komentar:

  1. Kok sepi apa akibat minyak naik ?

    BalasHapus
  2. Daging ayam dan minyak petrol langka dan mahal di malon,ekonomi malon makin merudum guys ngoahahaha 😀😀

    BalasHapus
  3. Balasan
    1. Ayam kampus gk langka lho om PS ngoahahaha 😀🤣

      Hapus
  4. Akibat ayam langka dan mahal gemporkpun akhirnya makan dedak ngoahahaha

    BalasHapus
  5. Kakek SUGONO 🦂31 Mei 2022 13.01
    Eeeee mas Bandar, lehku ngejokke proposal gae "warung kopi pangku" akhire di ACC Karo tim perijinan terpadu 😁

    Mumpung pejabate rodo kurang teliti....nek proposale tak tulis pengajuan ijin pendirian warung kopi pangku...."mangku dalan".

    Lha dikiro warung "mangku dalan" Ki warung sing ngadeg neng ger dalan persis ....kamongko asline jeneng "warung kopi mangku dalan" Ki Ono terusane......neng sengojo Ra tak tulis lengkap 😂😂😂

    Balas
    Balasan

    Bandar PORKAS - PS Pensiun31 Mei 2022 15.04
    "Wakop Mangku Dalan Ulo Gondrong"

    Kuwi jeneng lengkape..

    😂😂😂😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dudu .....iki tak jenengi : Warkop Mangku Dalan.....Ning Dalan Bayi 🤗

      Hapus
  6. SEA SKUA lapok GAGAL GUYS...


    LUMUT, March 16 (Bernama) -- A "Sea Skua" guided missile misfired Thursday, in the first test conducted in Southeast Asia, in the waters off Kuala Beruas near Pantai Remis in Perak, Chief of Navy Admiral Datuk Ilyas Din said.
    The missile, fired at 11 am from a Super Lynx 300 attack helicopter at a wreckage of a ship eight nautical miles away, failed to hit its target and fell into the sea without exploding.

    https://bemil.chosun.com/nbrd/bbs/view.html?b_bbs_id=10040&num=28924
    -------

    8 NM : 14 KM gagal guys
    _____________________________________
    SEAWOLF expired GAGAL JUGA


    “The target (drone) range was one kilometer…honestly speaking, it did not hit the target not because of system problem like the one encountered by KD Rahmat but more due to human error, i.e. premature activation of the ‘SAFE FIRE’ command…”
    https://www.malaysia-today.net/2009/11/21/hang-jebat-and-the-white-elephant/


    1 KILOMETER GAGAL GUYS... Ape nih WOI


    LAWAK

    BalasHapus
  7. wahh klo depan2an emang kurang siplah..
    apalagi depanan ama koarmada, kena keker kudu siaga terus haha!🤭🤭🤭

    letak sumenep ok jugak, mirip ada pulau depannya

    lanalnya pindah tp pangkalannya tetap ada, ini batuporonkan tempat isi ulang pelor2 matra laut..yakun setronk haha!🚀🚀🚀

    BalasHapus
  8. https://youtu.be/R0edLuntJrE

    Putin putus pasokan gas ke Belanda Daan Denmark sekaligus

    Putin cuts off gas supplies to the Netherlands and Denmark at once

    URAA 🇷🇺🇲🇨

    BalasHapus
  9. https://youtu.be/Oo6Ryhcsg70

    Howitzer FH70 Italia dihancurkan Rusia di Ukraina

    Italian FH70 howitzer destroyed by Russia in Ukraine

    URAA 🇮🇩🇷🇺

    BalasHapus