01 September 2010

Rencana Penambahan 6 Sukhoi Telah Disetujui Presiden

01 September 2010

Su-27 TNI-AU (photo : Fuerza Aerea)

Tiga Sukhoi Datang September

Jakarta, Kompas - Tiga pesawat Sukhoi buatan Rusia direncanakan datang 5 September 2010. Ketiga pesawat itu melengkapi tujuh pesawat sejenis yang telah dimiliki Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara.

”Tiga pesawat Sukhoi akan datang bulan September ini. Sudah ada tim yang menjemput ke sana,” kata Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Imam Sufaat, Selasa (31/8). Dua pesawat akan datang pada 5 September dan satu pesawat lagi akan datang pada 15 September. Pesawat-pesawat baru ini rencananya akan tampil pada HUT TNI tanggal 5 Oktober.

”Jadi, kita sudah punya 10 Sukhoi dan rencananya akan tambah 6 lagi. Presiden sudah menyetujuinya,” kata Imam. Pesawat Sukhoi yang dimiliki Indonesia pertama kali datang tahun 2004. Saat ini pesawat-pesawat yang tergabung di Skuadron 11 tersebut bermarkas di Lapangan Udara Hasanuddin, Makassar. Tiga Sukhoi yang datang akan didampingi pesawat Antonov.

Imam mengakui, tiga pesawat itu belum dilengkapi dengan persenjataan. Menurut dia, pembelian pesawat beda paketnya dengan pembelian persenjataan. ”Tetapi, pasti akan kita persenjatai,” katanya.

Saat ini Litbang TNI AU telah berhasil membuat bom untuk mempersenjatai Sukhoi. Selain itu, juga telah dibuat roket. Namun, untuk kelengkapan berupa peluru kendali belum dapat dibuat. Selama ini pembuatan rudal terhalang penguasaan teknologi seeker alias pencari jejak. Menurut Imam, dengan teknologi Sukhoi yang canggih yang mampu menembak di luar jangkauan visual dan radar lock-on, peluru yang bisa mengakomodasi teknologi itu belum bisa dibuat oleh Indonesia.

Berkaitan dengan sistem komunikasi Sukhoi, Imam menyatakan, tiga pesawat yang akan datang tersebut telah disesuaikan dengan sistem yang berlaku di TNI AU. Beberapa tahun lalu, perbedaan sistem komunikasi ini sempat menimbulkan masalah teknis.

Saat ini dua penerbang TNI AU sedang disekolahkan di Rusia untuk pengenalan Sukhoi. Beberapa teknisi Rusia juga akan datang ke Indonesia untuk mendampingi TNI AU. (EDN)


(Kompas)

5 komentar:

  1. Beli Pesawat, ngga pake senjata?
    Lucu.... Ngga salah kalau tetangga pun tertawa...

    BalasHapus
  2. Apakah telah disetujui DPR ?

    BalasHapus
  3. soal persenjataan pesawat TNI AU itu di rasahasiakan saja.....gpp yg penting DAHSAAAAAAAAtnya senjata itu yg tidak di miliki oleh senjata di negara lain, amin.

    BalasHapus
  4. ya buruan lah sukhoinya di senjatai.... kl tiba2 perang gmn kl da senjatanya....... malah jadi target terbang..

    BalasHapus
  5. lebih baik indonesia memperkuat alusista dri blok timur ketimbang kita mnggunakan peoduk barat.terdngar kabar indonesia akan mnambah armada f16 kita sharus belajar dri sejarah bgaimn amerika & sekutu slalu ikut campur masalah indonesia dng cra maegembargo dng alasan HAM. alangkah baik indonesia beralih ke swedia (saab gripen ) cina (j17) rusia ( bnyk produk'y )ceko polandia ,dibndingkan kita harus mnambah f16

    BalasHapus