26 April 2017

Dua Kapal Selam dari Korsel Segera Dikirim

26 April 2017


Tiga kapal selam TNI AL buatan DSME Korea Selatan (image : Korps Hiu Kencana)

JAKARTA – Kekuatan armada Angkatan Laut Indonesia bakal semakin tangguh. Juni mendatang, dua kapal selam jenis Chang-Bogo yang dipesan dari Korea Selatan akan dikirimkan. Kapal yang rencananya diberi nama KRI Nagapasa 403 dan KRI Ardadedali 404 itu bakal memperkuat Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) yang berpusat di Surabaya.

’’Saat ini yang punya fasilitas markas kapal selam baru Koarmatim. Maka, kapal baru itu nanti juga akan bermarkas di sana,’’ jelas Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksda Achmad Taufiqoerrochman.

KRI Nagapasa 403 dan KRI Ardadedali 404 dibuat oleh Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME). Seharusnya selesai Maret lalu. Namun, karena beberapa hal, kapal baru dikirimkan Juni. Saat ini dua kapal bertenaga diesel tersebut sudah meninggalkan galangan DSME untuk menjalani serangkaian uji di perairan Korea Selatan.

Sebenarnya, ada tiga kapal selam yang dipesan Indonesia. Satu lagi adalah KRI Alugoro 405. Kapal itu saat ini masih berada dalam perencanaan produksi.

Taufiq menjelaskan, mundurnya pengiriman KRI Nagapasa dan KRI Ardadedali disebabkan penyelesaian yang harus bersamaan. KRI Nagapasa harus menunggu selesainya konstruksi KRI Ardadedali untuk memulai uji coba. ’’Kalau satu diuji, satunya juga harus menemani,’’ ucapnya.

Ke depan, TNI Angkatan Laut akan menambah markas kapal selam. Dengan demikian, kapal selam tidak hanya bermarkas di Surabaya. Yang paling berpotensi untuk menjadi pangkalan kapal selam adalah Teluk Terate, Lampung. Tanah di lokasi teluk juga sudah merupakan aset milik TNI-AL. ’’Rencananya sudah lama, sejak zaman Presiden Soeharto,’’ ujarnya.

Saat ini Indonesia hanya memiliki dua kapal selam kelas Whiskey buatan Rusia. Yaitu, KRI Cakra 401 dan KRI Nanggala 402. Setelah kedatangan kelas Bogo, dua kapal era Perang Dunia II itu akan tetap dioperasikan.

Sementara itu, Komandan Satuan Kapal Selam (Dansatsel) Koarmatim Kolonel Indra Agus Wijaya mengatakan, markas satuan kapal selam sudah mempersiapkan infrastruktur yang dibutuhkan untuk kedatangan tiga kapal selam Bogo. ’’Dermaganya sudah siap untuk tiga kapal. Berdampingan dengan dermaga yang ditempati Cakra dan Nanggala,’’ ujarnya.

Selain itu, saat ini prajurit TNI-AL dari satuan kapal selam sudah melakoni serangkaian pelatihan di beberapa negara seperti Jerman, Spanyol, dan Norwegia. Kru kapal pertama, KRI Nagapasa, juga sudah berangkat ke Korea Selatan untuk latihan operasional sejak beberapa bulan lalu. ’’Satu kapal nanti diawaki oleh 40 orang,’’ katanya.

(Pontianak Post)

28 komentar:

  1. Balasan
    1. Saat ini Indonesia hanya memiliki dua kapal selam kelas Whiskey buatan Rusia. Yaitu, KRI Cakra 401 dan KRI Nanggala 402.

      Wartawannya lagi mabok kecubung 1 kilo yaa oom...
      😁

      Hapus
    2. Keceplosan bang lutfi, kalo malemnya abis minum whiskey...:p

      Hapus
  2. Mabuk whiskey tuh yg nulis

    BalasHapus
  3. Harusnya kilo class, ya om?
    (Jika merujuk ke deagel.com)

    BalasHapus
  4. hahaha, KS Whiskey nya kan emang nongkrong di Surabaya :)

    BalasHapus
  5. modul kapal selam ke tiga juga udah pada nongkrong di pal

    BalasHapus
  6. Sekarang indonesia telah memiliki 2 kapal selam class wheskey bukan kilo ya kok wheskey lagi mabok wartawany ya ?

    BalasHapus
  7. Ya begini kualitas Jawa Pos kalo nulis berita

    BalasHapus
  8. Menurut sumber president jokowi akan menambah kapal selam dari jenis herder dan kapal perang real fregant paling power full dan sensor terbaik terkuat dunia projeck 22350 membawa rudal anti kapal onink ,rudal jelajah kalibr dan system pertahanan udara pollment - redut .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sumber apa?
      Sumber air,hahaha
      Emang ada kasel jenis herder,..
      Anjing ada

      Hapus
    2. om antiembalgo, itu kasel ngumpaninnya pake dogfood??
      jangan2 torpedonya item2 pluppluup haha!

      Hapus
    3. Memang anda cukup minat dgn senjata buatan rusia ya bro? Jenis herder? Real frigate??? A frigate is still a frigate. Regardless the weight or size. Yg penting adalah sistem persenjataannya.

      Hapus
    4. Emang ada rudal anti kapal onink ? Baru denger gw ,ada juga oneng / oon

      Hapus
  9. Kapal selam kw murahan..level bawahan di asean...kikikiiiii

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo murah sich enggalah, scr logic, luh! aja gak bisa beli ini kapal selam seumur idop dengan gaji luh!

      biar uda mati trus idup trus mati trus idup lagi 100x pun kyk vampir gak bakalan sanggop haha!

      namanya jg kapal selem, jadi maennya dibawah aer mlolo, paling dalem malah..bukan sperti yg ada dirumahmu om dom dom, ga bisa nyelem2, coba di bor dech haha!

      Hapus
  10. Kapal selam kw murahan..level bawahan di asean...kikikiiiii

    BalasHapus
  11. Bkn kaselny yg d bidik bro, ToT itu lo..chanbogo d beli,skaligus dpt ToT ny.

    BalasHapus
  12. Tahniah TNI AL kerana bakal mengoperasi kasel yang baru. Tentunya lebih berkualitas maklumat intelijensia

    BalasHapus
  13. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa masih ditempatkan di surabaya? Kan ada pangkalan kasel yang sudah siap ditempat lain dan mengapa pula perlu di bangun baru di terate? beberapa pangkasel yang sudah untuk yang mana?
    Bung admint bisa dijelaskan koh?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Frans@ gak ada di ternate ada nya di palu,..dan gak perlu di pertanyakan,karena di armatim masih muat kok dan juga garasi udah di buatin baru lagi

      Hapus
    2. pangkalan kapal selam itu rumit gak semudah yang loe kira....disana harus ada lengkap bengkel pemiliharaan...maintanance sistem electronik dll....perawatan lebih mahal daripada kapal permukaan....kebetulan yg lengkap sistem pemeliharaan pendukung kapal selam ya di surabaya

      Hapus
  14. Bro zaka@ sori salah eja. Yang dimaksud tu,yang akan dibangun baru diteluk terate lampung( dan mengapa tdk menggunakan pangkasel yang telah ada??!!)
    Bro suwandru@ saya paham bro, saya paham! Kecuali bro punyai data yang membuktikan bahwa pangkasel di tempat lain tidaklah lengkap. Jika tdk berarti pertanyaan saya tetap relevan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. @frans

      Berarti yang diteluk palu, pangkalan dan instalasi pendukungnya belum siap operasional....jadi utk sementara nglajo dulu dari surabaya.

      Hapus