26 Februari 2021

Thailand to Upgrade Saab 340 AEW and Saab 340 SIGINT

26 Februari 2021

Saab 340 of 702 Squadron consist of two AEW and five SIGINT, COMINT, ELINT and transport aircraft (photo : Thai Defense News)

The Air Force currently operates seven aircraft in its 702 Squadron Wing 7, which are the same Saab 340 with different functions and equipment which can be categorized as.

The Saab 340 AEW, equipped with Erieye radar system, is Thailand's first pre-alert aircraft. Both Saab 340 (numbers 70201 and 70203) are second-hand aircraft coded FSR-890 from the Swedish Air Force, which are supplied with supply twelve Gripen fighters some 10 years ago, making the 702 fleet one of only two fleets in ASEAN with the capability to use Airborne Early Warning or control and alert aircraft. The other is the Singapore Air Force 111 squadron, which operates four G550 CAEW or Conformal Airborne Early Warning.

The Saab 340 AEW is the only pre-alert aircraft to operate within the Air Force's air defense network. It serves as a floating radar to complement the ground radar system and connect data to the Air Force Air Defense Network at the ground station for control and command. Therefore there is no ability to control and command by itself or to put it simply, there is no C after the AEW word AEW&C.

The Royal Thai Air Force has a project to upgrade Saab 340 AEW to AEW&C standard in FY2021 with a budget of approximately 4,500 million baht, including :

1. Modified the capability of the Saab 340 AEW to the SAAB 340 AEW&C and supporting pilot training, operator and maintenance staff domestic or international.

2. This gives the aircraft the ability to analyze, alert and monitor both air and sea at the near Real Time level, as well as transmit tactical information via the Network to Command and Control units and Operating Unit. The ability to send tactical information to an operational unit, or in other words, to send information directly to the fighter without going through a ground control center, that's the key factor that sets AEW apart from AEW&C.

3.Technology transfer of the Airborne Early Warning Radar and Airborne C2 systems, as well as training studies to enable aircraft maintenance on a self-reliance basis.

4.Obtained the right to develop a tactical linkage system with Air Force aircraft. That should mean that the Air Force wants to mount the Link-T on the Air Force-developed Saab 340 AEW&C on board. Or even license the Air Force to install the Link-16 in the future if needed.

In addition to the Saab 340 AEW, the Air Force has five other Saab 340s, which are general transports for use in the training and transport of personnel. Saab 340 numbers 70204, 70205, and 70206 as Signal Intelligence aircraft (SIGINT or Signal Intelligent). Saab 340 numbers 70202 and 70207, which is equipped with a signal intelligence device capable of both Communications Intelligence (COMINT), ie wiretapping from the communication network of enemy Electronic Intelligence (ELINT). Intelligence obtained by intercepting other electronic signals that are not used in enemy communications, such as radar signals, weapon navigation systems to be used for electronic warfare equipment such as RWRs or jammer devices, as well as for designing Electronic Attack techniques (EA).

Both aircrafts are designed and installed on the Saab 340 as well, but information about the systems and capabilities of the two Saab 340 SIGINTs are not yet available, but one is expected. It will be an installation of IAI Israel's ELL-8385 Electronic Intelligence System, an Integrated Electronic Support Measures and Electronic Intelligence System designed for high electronic signaling environments and designed for remote electronic intelligence missions. The system is able to search, intercept, analyze, identify, classify and track radar systems for both land, air and sea to generate news reports and provide tactical and strategic news information to be used in defense design. Have In terms of the intelligence signal to consider antennas already installed on the aircraft body, expected to install the system Intelligence signs of Rohde & Schwarz, which is used to locate the direction (Direction Finding) of the signal, track and locate. Including wiretapping of the enemy communication network.

See full article TAF

204 komentar:

  1. Balasan
    1. Aman dari beruk malon, ustad gadungan,penyembah partai, penyembah candi hambalang dan bacot rudal kambing

      Hapus
  2. Balasan
    1. Aahhh...gk sempet @om neptune....nha kitanya jga kerja nih xuxuxuxux

      Hapus
    2. @Roy Griya

      Saya kasih jadwal berita DS.

      Berita ke 1 jam 08.00
      Berita ke 2 jam 11.00
      Berita ke 3 jam 15.00
      Berita ke 4 jam 18.00
      Berita ke 5 jam 20.00 atau 21.00

      Paling Top admin release sampe 5 berita. Paling rendah cuma release 2 berita..

      😁😁😁😁

      Hapus
    3. Sampe nglothok gitu @om neptune apal jam beritanya xaxaxaxxax

      Hapus
    4. Ok om RK ty sdh dikasih tau jadwalnya ... Apa gak berbahaya ni kalau tau jadwal sama Jiran/ ndaru

      Hapus
    5. Klo saya liat hampir semua intelijen negara lain om mantengin ni forum , akibat ungsian jkgr .. xixixi

      Hapus
    6. Hari jumat siang biasanya jam 11 lebih om

      Hapus
  3. Ingat di jkgr rebutan tua2 an ... Sumpah dah di jgkr pernah saat itu hampir 3 hari 3 malam gak tidur Akibat baca komen yang yahutt , berbobot , juga menambah rasa patriot di hati ini ... Salam NKRI

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya untuk dapat respect dr teman2 forum militer yg ada gk perlu sebarapa lama anda di forum militer tersebut, respect itu tergantung seberapa besar kwalitas argumen anda' mungkin awalnya lawan debat anda akan jengkel dengan kwalitas argumen anda tp lama2 respect itu akan muncul sendirinya meski kalau ketemu akan kembali perang argumen,,,lucu, asyik dan yg utama itu nambah ilmu heheee

      Hapus
  4. Kalah jauh dari surveillers tni..surveillers tni malah lebih hebat dari sentry e3

    BalasHapus
  5. Surveillers itu zaman bila om..hahaha..ngetroll aja bangga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lho gk masalah dong mau jaman apa aj..klo itu penting drpd gk punya dan gk mampu beli mat..mamat...hayoooooo

      Hapus
    2. Body boleh lama tp kemampuan terbaru, memang TUDM baru akan punya MPA donasi mamarika yg manja tak boleh usir CCGπŸ‘πŸ₯±

      Hapus
    3. Yang penting bisa diupgrade pakai duit sendiri, daripada negara sebelah yg konon grade A pesawatnya upgrade ke MPA hasil mengemis

      Hapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya ingat betul dulu sekitar tahun 80 an begitu masive nya isu pembentukan negara borneo raya diakibatkan kecemburuan sosial diberbagai bidang ... Banyak sekali masyarakat khususnya pemuda2 dikampung dengan alasan TKI ke negri Jiran. Namun Alhamdulillah sewaktu THN 98 NKRI Masih mampu bertahan . Dan saya salut sama para hulabalaang yang begitu gagah perkasa menjaga Ibu Pertiwi ini .

      Hapus
  7. Gembul dimanakah dirimu berada, udakah terima gaji dr kerajaan dan parti umno???? Ngomong2 ane salut ame muka batu ente bul yg mati2an bela kerajaan dan parti umno untuk menutupi bobrok dan hancurnya malon saat ini efek rasuah2 gila kerajaan dan parti umno,,muka batu ente bener2 tiada tanding bul kwkwkwkwkwkkkk

    BalasHapus
  8. Baca ini MAT sabu, bahkan jangkauan radar surveilance di pesawat Boeing 737 surveilance milik TNI AU lebih jauh dari CN 235 MPA milik TNI AU dan MALON WKWKWKWKW





    Tampilannya tak beda jauh dengan pesawat komersial biasa, akan tetapi kemampuannya sangat luar biasa. Pesawat Boeing-737 milik TNI Angkatan Udara ini mampu mengamati seluruh gerak-gerik di atas perairan Indonesia yang luasnya mencapai 8,5 juta kilometer persegi.

    Sesuai dengan tugasnya, tiga pesawat Boeing-737 Maritime Patrol yang berbasis di Skadron Udara 5 Pangkalan Udara (Lanud) Hasanuddin, Makassar, ini setiap hari melakukan pengamatan udara dan maritim (air and maritime surveillance) di seluruh wilayah perairan Indonesia. Secara bergantian ketiganya mengamati secara sistematik ruang udara, permukaan daratan, maupun perairan, lokasi, atau tempat, sekelompok manusia atau obyek-obyek lain, baik secara visual, aural, fotografis, elektronis, maupun dengan cara lain.

    “Tugas kami hanya mendeteksi. Hasil deteksi yang diperoleh disampaikan ke komando atas, yang akan menentukan tindakan selanjutnya. Bila perlu hasil deteksi itu dikoordinasikan dengan TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Darat, Kepolisian RI, atau instansi terkait,” ungkap Kapten (Pnb) Sumanto, Komandan Flight Operasi Skadron 5.

    Peran pengamatan udara itu penting bagi Indonesia untuk dapat dimanfaatkan mencegah pengambilan ikan secara ilegal oleh nelayan asing, dan untuk menggagalkan penyelundupan kayu, serta minyak yang sampai sekarang masih marak di perairan Indonesia.

    Skadron 5 yang berpangkalan di Lanud hasanuddin, Makassar, menerima tiga Boeing B737-200 2X9 Surveiller untuk menggantikan Grumman UF-1 Albatross. Pesawat berjulukan Camar Emas ini diberi registrasi AI-7301, AI-7302, dan AI-7303. Pengiriman pesawat yang dipesan April 1981 ini dilakukan secara maraton mulai dari 20 Mei 1982, 30 Juni 1983, dan 3 Oktober 1983. dengan kekuatan tiga pesawat, berarti tiap pesawat harus melakukan pengintaian sepertiga wilayah Indonesia.

    Dari segi performa, Camar Emas tidak kalah garang dengan pesawat pengintai yang telah terkenal seperti E-8-J-STARS (Joint Surveillance and Target Attack Radar System), E-3 Sentry AWACS, Bariev A-50 Mainstay AWACS, DC-8-72F SARIGUE NG, P-3C Orion atau radar terbang masa datang Australia B737-700 Wedgetail –versi New Generation B737 yang dikonversi untuk kepentingan intelijen. Tidak percaya? Intip saja alat pengendus yang diusung.

    Dihidungnya ada radar double agent AN/APS-504 (V)5. selain berfungsi konvensional, radar ini bisa diset mendeteksi sasaran di permukaan atau di udara. Jarak pindainya luar biasa, 256 Nm (Nautical Mile).

    Navigasi dan komunikasinya juga kompak. Saat ini B737 dilengkapi sistem navigasi INS LTN-72R terintegrasi dengan GPS. Karena memainkan peran penting dalam air intelligence, komunikasi tidak saja masuk kategori wajib, tapi juga harus mempunyai tingkat aksesbilitas tinggi. Untuk B737, saluran telepon bisa terhubung langsung dengan komando pusat. Tampilan instrumen yang menawan (pilot color high resolution display), makin mempercanggih suasa kokpit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    3. Jangkauan radar di pesawat CN 235 MPA milik TNI AU dan TNI AL dan MALON cuma 200 NM

      Hapus
  9. Fitur tambahan di pesawat Boeing 737 surveilance milik TNI AU







    Kamera MX-20HD merupakan sensor digital elektro-optik dengan high-definition. Kamera ini mampu untuk melakukan tugas intelijen, pengawasan dan pengintaian yang dilakukan oleh pesawat patroli maritim dengan jarak ketinggian yang cukup jauh (hingga 35.000 kaki/setara 10,6 km).

    Kamera ini juga mampu untuk melakukan misi pengawasan yang dilakukan secara 24 jam terus-menerus dengan wide angle zoom. Untuk memindai suatu obyek di kejauhan pun tak perlu diragukan, laser rangefinder punya jarak efektif hingga 30 km dengan range resolution antara 2 – 5 meter.

    Baca juga: WESCAM MX-20HD – Dongkrak Kemampuan Boeing 737 Patmar TNI AU ‘Setara’ Poseidon

    Untuk unit perdana pesawat Boeing 737 surveilance milik TNI AU yang dipasang kamera WESCAM MX-20HD adalah pesawat dengan nomer AI-7303, baru kemudian menyusul pesawat dengan nomer AI-7301 dan AI-7302. WESCAM MX-20HD adalah L3 Communications dan jenis kamera seperti ini juga dipasang pada pesawat intai maritim tercanggih, Boeing P-8 Poseidon. (Gilang Perdana)

    BalasHapus
    Balasan
    1. MPA tudm masih dibawah pesawat MPA milik TNI AU dan Puspenerbal TNI AL wkwkwkwkw

      Hapus
    2. Mantab ....Malon tak de...!!
      Wkwkwkwkwkwkw

      Hapus
  10. Apa bedanya Erieye AEW vs Erieye AEW&C ya.........πŸ€”

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bedanya di "C" => control
      Apa yang di kontrol?

      Hmmmm...

      Hapus
    2. C for πŸ‘‰ command&control

      Erieye AEW pun sebenare juga punya aspek "C2" tapi konsol dan operator nya tidak onboard di pesawat tapi ditinggal di lanud pangkalannya dan bisa berinteraksi melalui datalink (di thailand link T & link 16) ......asalkan masih dalam jangkauan Line Of Sight datalink, sekitar 200~250 km dari lanud pangkalannya.

      Diluar jarak tsb atau jika terjadi kendala cuaca maka sifat interaksinya menjadi Loss Of Sight πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.......πŸ‘‰maksute kalo misal diajak jalan-jalan ke gelaran Pitchblack maka si Erieye AEW ini bakal magabut karena fungsi "C2" ketinggalan dirumah ☝️

      Nah kalo sudah diupgrade mjd Erieye AEW&C maka konsol&operator fungsi "C2" ini sudah onboard di pesawat shy bebas mo jalan kemana aja πŸ€—

      Hapus
    3. Aspek "C2" disini kalo dipertandingan sepak bola ibarat "Couch" yg mengamati medan pertempuran dan mengarahkan pesawat tempur kawan ttg taktik pertempuran dg cara berinteraksi secara langsung media datalink

      Hapus
    4. Apakah AEW&C udah termasuk surveilance?

      Hapus
    5. Sudah ....tapi lebih optimal utk obyek terbang, walaupun bisa juga mengamati "obyek yg bergerak cepat" baik di darat dan dilaut πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰ krn pake prinsip radar doppler

      Hapus
    6. Dan justru fungsi utama dan porsi paling besar baek pesawat AEW/AEW&C dan MPA adalah utk surveillance

      Hapus
  11. Mpa tudm dapet atas belas kasihan...sedekah dari us...pesawat buatan PT.DI 20 tahun lalu...claim lebih canggih...wakakakakak..HALU
    ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasa bro suka klaim padahal jangkauan radar di CN 235 MPA MALON cuma 200 NM sama dengan CN 235 MPA milik TNI AU dan Puspenerbal TNI al Wkwkwkwkw

      Hapus
    2. Radar 737 surveilance = 256 Nm, itu setara 474 Km.

      Jauh juga yaa....😯

      Hapus
  12. Jadi btollah yah surveillers tni lebih gahar dr poseidon haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siapa yg bilang mat ?


      Hayoo.. sini tunjukkan.. πŸ˜‚

      Hapus
    2. Temen nya si jilat ludah sndri

      Hapus
  13. Badannya emang sama cn235..punya tni guna amascos punya tudm diinstal merlin surveillence system

    BalasHapus
  14. Bolak balik...
    Sebentar ke DS...sebentar ke Sophia Latjuba...


    Maloners dah muncul ke ?

    BalasHapus
  15. https://garudamiliter.blogspot.com/2021/02/dunia-as-minta-mesir-tidak-beli-senjata.html?m=1


    Situasi mesir dan negara2 asean yg bersinggungan dengan lcs berbeda, kita punya alasan kuat untuk menabrak caatsa yaitu budget yg kecil tp harus dipakasa mengejar kwantitas armada tempurnya untuk menghadapi bisul lcs yg semakin panas untuk pecah jd tak sepantasnya lg caatsa membelenggu asean sebab produk2 us dan barat kita tau sangat2 mahal mencekik leher dan tak sesuai isi kantong negara2 asean, kalau us mau menjual f15ex sama seperti harga su35 atau pun su57 gk masalah kita ikutin aturan caatsa tp mereka tak ada niatan membantu kwantitas dan kwalitas armada tempur negara2 asean bahkan f15ex diragukan boleh di beli indonesia meski pun di beli sesuai dengan harganya, dengan aturan2 gk jelas seperti caatsa ini sama aja us menginginkan negara2 asean babak belur apabila perang lcs pecah, aku harap indonesia tak perlu lg khawatir sanksi caatsa' china tak akan mundur sedikit pun di lcs meski dikeroyok us cs, jd bisul itu pecahnya tinggal nunggu disenggol aja, indonesia harus secepatnya memikirkan dan memutuskan mengejar kwantitas armada tempur yg dibutuhkan apalagi kita punya natuna yg besar kemungkinan menyeret indonesia ke dalam konflik, lebih baik tabrak caatsa dr pada babak belur.

    BalasHapus
  16. Wkwkwkwkwkw.... Kasihan geng INDON... stress ke guys... Wkwkkwkwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lagi lagi ada yg cuba tutupi koyak nya sendiri guys.. wkwkwkwk

      Hapus
    2. Kesian Malon...

      Najib gondol wang tak terkira

      Bangang

      Hapus
  17. Gempur manusia si jilat ludah sndri huhuu.

    BalasHapus
  18. Dua pesawat terakhir dari lima pesawat CN235 MPA milik Skuadron Udara 800 Puspenerbal TNI al dilengkapi perangkat Forward Looking Infra Red (FLIR) Star Safire 380HD yang menggantung di bawah hidungnya.

    Lalu radar intai AN/APS-143C(V)3 OceanEye buatan Raytheon, Amerika Serikat. Radar yang ditanam dalam perut CN235 ini memiliki kemampuan mendeteksi objek di atas permukaan laut yang bergerak cepat sekalipun hingga jarak 200 mil laut. Pesawat juga telah ditambahi perangkat Identification Friend or Foe (IFF)





    bahkan pesawat CN 235 MPA milik puspenerbal TNI AL sudah dilengkapi IFF GUYS... Wkwkwkwkw MALON takde wkwkwkwk KASIHAN WKWKWKWKW

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nnti ada yg teriak2 Cn235 PTdI rosak2 pasti

      Hapus
    2. Ehhh.. Itu audit dari pihak korea ya... Wkwkkwkwkwkw

      Hapus
    3. @Gempurwaria

      CN235 TUDM juga masih di pakai kan sampai sekarang dan malah di Upgrade jadi MPA hasil sedekah US.. wkwkwkkwkwk

      Hapus
  19. Baca ini MAT sabu & Gempurwira


    Dua pesawat terakhir dari lima pesawat CN235 MPA milik Skuadron Udara 800 dilengkapi perangkat Forward Looking Infra Red (FLIR) Star Safire 380HD yang menggantung di bawah hidungnya.

    Lalu radar intai AN/APS-143C(V)3 OceanEye buatan Raytheon, Amerika Serikat. Radar yang ditanam dalam perut CN235 ini memiliki kemampuan mendeteksi objek di atas permukaan laut yang bergerak cepat sekalipun hingga jarak 200 mil laut. Pesawat juga telah ditambahi perangkat Identification Friend or Foe (IFF).



    Pesawat CN 235 MPA milik puspenerbal TNI AL dilengkapi flir dan juga IFF punya MALON takde sebab hasil sedekah US wkwkwkwkw KASIHAN WKWKWKWKW HORANG KAYA wkwkwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak pun kalau spec masih dibawah TEPI sikit ya... Wkwkkwkwkwkw

      Hapus
    2. Salah tu bro jangkauan radar di CN 235 MPA milik TNI AU dan Puspenerbal TNI AL sama je dengan milik MALON bahkan CN 235 MPA milik puspenerbal TNI AL dilengkapi dengan fitur tambahan yaitu FLIR dan IFF Wkwkwkwkw MANTAP Wkwkwkwkw HORANG KAYA wkwkwkwkw

      Hapus
    3. Wkwkwkwkwkkw... Ada ada je korang ni..

      Hapus
    4. Saya nak tanya apa kelebihan fitur tambahan di CN 235 MPA milik MALON yang hasil sedekah dari US itu wkwkwkwkw KASIHAN WKWKWKWKW

      Hapus
    5. Cuba jelaskan analisa ko pur.. bagaimana bisa spec nya dibawah malon..

      Apa hanya kerna dipasang kontraktor US sahaje.. 🀣🀣

      Hapus
    6. WkwkwkwkπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ€£

      Hapus
  20. Pesawat CN 235 MPA milik puspenerbal TNI AL dilengkapi dengan FLIR dan IFF wkwkwkwkw KASIHAN MALON takde wkwkwkwk HORANG KAYA
    Wkwkwkwkw




    Dua pesawat terakhir dari lima pesawat CN235 MPA milik Skuadron Udara 800 dilengkapi perangkat Forward Looking Infra Red (FLIR) Star Safire 380HD yang menggantung di bawah hidungnya.

    Lalu radar intai AN/APS-143C(V)3 OceanEye buatan Raytheon, Amerika Serikat. Radar yang ditanam dalam perut CN235 ini memiliki kemampuan mendeteksi objek di atas permukaan laut yang bergerak cepat sekalipun hingga jarak 200 mil laut. Pesawat juga telah ditambahi perangkat Identification Friend or Foe (IFF).

    BalasHapus
  21. 3 buah tapi upgrade yang spec di atas yang sebelah sudah cukup bagus ya... Wkwkkwkwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi sewaktu waktu kami bisa upgrade dengan cepat ke PT dirgantara wkwkwkwkw HORANG KAYA wkwkwkwkw

      Hapus
    2. @Gempurwaria

      3 buah CN235 upgrade dari SODAQOH USA itu keh.. kah kah kah.. wkwkwkwkwk.. MISKIN..

      Hapus
  22. Bagi link kalau CN 235 MPA MALON hasil sedekah dari US dilengkapi dengan fitur tambahan wkwkwkwkw pasti takde wkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ane yakin si gempoor tak bisa tunjuk bukti real.. alih alih malah buat buat analisa sendiri.. a.k.a ngehalu.. πŸ˜‚

      Hapus
  23. MANTAP CN 235 MPA milik puspenerbal TNI AL lebih canggih dari milik MALON WKWKWKWKW

    BalasHapus
  24. Wkwkwkwkkwkw... Kenapa nak tahu apa spec yg ada pada cn235 tudm...? Kamu urus saja MPA korang.. Wkwkkwkwkwkw

    Nak info yang pasang sistem dalaman, radar optik cn234 MALAYSIA terus dari pihak pengeluar US ya... Wkwkkwkwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. yaelah bacod poor, pasang di Indo hasil derma US gaya lu cn 235 tudm lebih canggih dari poseidon, padahal negara miskin juga baru 2021 bisa punya MPA

      Hapus
    2. Itu je..???? Apa kelebihan alat optik yang dipasang US itu wkwkwkwkw

      Hapus
  25. Dua pesawat terakhir dari lima pesawat CN235 MPA milik Skuadron Udara 800 puspenerbal TNI AL dilengkapi perangkat Forward Looking Infra Red (FLIR) Star Safire 380HD yang menggantung di bawah hidungnya.

    Lalu radar intai AN/APS-143C(V)3 OceanEye buatan Raytheon, Amerika Serikat. Radar yang ditanam dalam perut CN235 ini memiliki kemampuan mendeteksi objek di atas permukaan laut yang bergerak cepat sekalipun hingga jarak 200 mil laut. Pesawat juga telah ditambahi perangkat Identification Friend or Foe (IFF).



    MALON pasti IRI DAN DENGKI wkwkwkwkw KASIHAN WKWKWKWKW

    BalasHapus
  26. Si gembul halu longornya masih lanjut, upgrade cn235 mpa malon lebih hebat dr cn235mpa indonesia,,,,kwkwkwkwkkk ini yg namanya halu pakai muka batu, udah biaya nya hasil ngemis tp masih aje berharap lebih, masih sukur dibatu us untuk biaya dr pada malon gk punya sama sekali, udah miskin gk tau diri lg kwkwkwkwkkkk

    BalasHapus
  27. List pesawat MPA milik TNI


    - 8 unit CN 235 MPA ( 6 unit milik puspenerbal TNI AL dan 2 unit lagi milik TNI AU)
    - 3 unit Boeing 737 surveilance milik TNI AU
    - 1 unit CN 295 MPA milik TNI AU
    - 3 unit NC 212 MPA milik TNI AL



    Jadi total jumlah pesawat MPA milik TNI adalah 15 unit MANTAP wkwkwkwkw

    BalasHapus
  28. Wkwkwkwwkw.... Pihak ptdi pun tak tahu secara keseluruhan sistem apa yang dipasang pada cn235 ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya tanya apa kelebihan CN 235 milik MALON itu wkwkwkwkw

      Hapus
    2. PT DI kan sebagai penanggung jawab proyek nya pur.. apalagi yg dikerjakan kontraktor US adalah produk PT DI juga.. hal simple gitu je masa tak reti.. πŸ˜‚

      Hapus
    3. Sebagai penanggung jawab masa tak tahu menahu apa yg sedang dikerjakan.. 🧠🀣

      Hapus
    4. Gempur mana paham,

      Tahunya isin_a nasi lemak aja hahah

      Hapus
  29. List pesawat MPA milik TNI


    - 8 unit CN 235 MPA ( 6 unit milik puspenerbal TNI AL dan 2 unit lagi milik TNI AU)
    - 3 unit Boeing 737 surveilance milik TNI AU
    - 1 unit CN 295 MPA milik TNI AU
    - 3 unit NC 212 MPA milik TNI AL



    Jadi total jumlah pesawat MPA milik TNI adalah 15 unit MANTAP wkwkwkwkw dari jumlah saja TNI unggul telak dari ATM wkwkwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mantap betol...πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ

      Hapus
  30. pagi2 dah merepek saja jiran sebelah
    Merdeka saja belom masih banyak cakap sembang
    Di antara anggota2 asean cuma negaranya beruk malon yg blom merdeka
    dasar muka monyet tk punya malu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thats Right....

      Kemerdekaan suatu bangsa... Awal mula pijakan pembangunan segala Hal...

      Merdeka pon belum..apa nak dibina?
      Halu...? Tampal Sticker..? Claimers ?

      Malon memang LAWAK..DARUL LAWAK

      Hapus
  31. Dua pesawat terakhir dari lima pesawat CN235 MPA milik Skuadron Udara 800 puspenerbal TNI AL dilengkapi perangkat Forward Looking Infra Red (FLIR) Star Safire 380HD yang menggantung di bawah hidungnya.

    Lalu radar intai AN/APS-143C(V)3 OceanEye buatan Raytheon, Amerika Serikat. Radar yang ditanam dalam perut CN235 ini memiliki kemampuan mendeteksi objek di atas permukaan laut yang bergerak cepat sekalipun hingga jarak 200 mil laut. Pesawat juga telah ditambahi perangkat Identification Friend or Foe (IFF).



    Bahkan CN 235 MPA milik puspenerbal TNI AL dilengkapi dengan IFF dan FLIR wkwkwkwkw MALON pasti takde Wkwkwkwkw

    BalasHapus
  32. Jom Pur kita bandingkan kecanggihan CN 235 MPA MALON dibandingkan dengan CN 235 MPA milik puspenerbal TNI AL dan TNI AU wkwkwkwkw

    BalasHapus
  33. Cuma alat optik dipasang US je bangga entah apa lah kehebatan alat optik itu wkwkwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin bisa melihat mahluk yg tak kasat mata bro.. makanya gempoor jadi sembang.. 🀣🀣

      Hapus
  34. Beli CN235 Basic nya di PT DI, Convert nya di PT DI pakai dana Sedekah US, dengan bangga nya di pakai untuk VIP Raja, PM dan Menteri
    Tetapi Klaim nya lebih canggih dari yg pembina pesawat?? Sehat kah homo gempur??



    Wikwikwikwikwikwik

    BalasHapus
  35. palu gada24 Februari 2021 22.16

    kalo beli pespur lgs dari ATPM ato sumbernya yg ASELI LUAR DALEM cem kita, tul gak gaesz hore haha!πŸ₯³πŸ₯³πŸ₯³

    ruski-ESYU-35, 30 dan 27
    prancis-DASSAULT RAFALE
    amrik-F-15 EAGLE
    koryo-T-50 GOLDEN EAGLE
    amrik-F-16 FALCON

    jgn kyk KL, beli pespur "KAROSERI" gaesz, bodi ruski, daleman prancis haha!🀭🀭🀭

    akibatnya ketika saat maintenan ama MLU tiba, bingung mao order sperpart kemane.
    pada kabur vendor2 karoserinya haha!🀣🀣🀣

    dimanapon produsen gak bertanggung jawab ama barang yang uda di apgred diluar spek tek, kluaran standar pabrikan haha!🀭🀭🀭

    kalo pespur kita cem f-16 itu kan beli paket apgred resmi lgs dari LOKID MARTINS, yg empunya oem. EMLU+FALKONSTAR
    hasilnya pasti keren, smua sperti pesawat BARUW JAMAN NOW hore haha!πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    lah kalo KL, konon ESYU MLU sendiri gaesz haha!πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹
    kerjasama ama siape, pake paket apaan.
    barang yg diganti apaan?
    uda kebaca gaesz haha!🀭🀭🀭
    ibarat beli komputer aja, ketika beli 10 tahun lalu, berasa hebat.
    tapi hari ini coba, pasti loyonya setengah metong haha!🀭🀭🀭

    BalasHapus
  36. Wakakakak...purr barang SEDEKAHAN dari US pasti dipasang bugs/sensor +an
    .biar us juga bisa monitor pesawat mpa malon...wakakakak for free..for free...KASIHANILAH MALINGSIAL

    BalasHapus
  37. Om@ Indonesia Satu
    kemana saja anda?
    masbroo sudah lama tidak hadir...

    BalasHapus
  38. Si gempur tuh selalu banggakan US wkwk

    Mang apa sih pur produk2 malon yg mendunia?
    VIta Berapi stars wars

    BalasHapus
  39. Mestilah bangga.. Buatan US tu.. Malah dibagi sistem yang terbaik... Masa tak gembira...? Aneh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Napa dikasih paladin kagak diambil....wkwkwkwkwk nggak punya dana Pur...
      Malah pilih meriam tarik lembu... wkwkwkwkwkwkw dasar Malon gila..

      Hapus
    2. Selepas dikaji tak berbaloi baik beli baru...

      Hapus
    3. .
      Link-nya please..?
      Link yg menyebutkan "sistem terbaik"..?

      Bohong lagi.
      Lagi-lagi BOHONG.
      BUAL...!!!
      dasar gempurGiLA idiot..!!!

      GEMPURWIRA26 Februari 2021 09.23
      Malah dibagi sistem yang terbaik... Masa tak gembira...? Aneh

      Hapus
    4. Bual2 reka2 ya manusia gempur ini terbaik di dunia wkwk

      Hapus
    5. Berbaloi = Wang kopi...

      Tak Berbaloi = Tak de wang kopi

      Hapus
    6. Dikasih sistem terbaik ?

      Malon request beli F-22 pon seharusnya langsung diizinkan tanpa perlu persetujuan parlemen.. mungkin sperti itu logic nya ya.. 🀣🀣

      Hapus
  40. Dengar kata... ATM sangat berpuashati dengan keupayaan meriam Nexter LG1 mklll selepas latihan baru baru ni...

    Terima kasih kepada sistem kawalan tembakan digital... Mantap

    BalasHapus
  41. Percuma pur km punya canggih 2 tp malon tak ada marwah di asean,apalgi dgn Cina Di LCS.

    Kerajaan pake cn235 VIP
    Tp gempurr teriak2 pesawat jelek wkwkw

    BalasHapus
  42. LMS juga terbaik di asean terbaik tak memuaskan ompong wkwkw

    BalasHapus
  43. .
    GempurGiLA idiot.
    PT. Dirgantara IndONEsia adalah 100% MiLiK IndONEsia.
    Meanwhile,
    Airbus MALASyia adalah 100% milik MAT-PUTEH yang SEWA tempat/lokasi di wilayah KERAjaan malaSyia.

    Tengok, ini berita 2014 Airbus KERJASAMA dengan REPUBLiK IndONEsia….!!!

    https://www.thejakartapost.com/news/2014/02/15/dirgantara-maintain-airbus-helicopters.html

    Dirgantara to maintain Airbus helicopters

    Bandung, West Java / Sat, February 15, 2014 / 01:53 pm

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bro Airbus jadikan MALAYSIA hub utama untuk Asia Pasifik.. Ya... Firma INDON pun ambil heli mereka di MALAYSIA ya... WKWKKWKWKWKW

      Hapus
    2. .
      Kau baca ini baik-baik ya.
      GempurGiLA DUNGU..!!!

      https://www.thejakartapost.com/news/2014/02/15/dirgantara-maintain-airbus-helicopters.html

      "...According to Arie, there are around 500 helicopters operating in Indonesia.

      Arie expects MRO services to generate Rp 200 billion [US$ 16.6 million] every year for the aircraft company.

      Arie also said that service fees offered by Dirgantara were more competitive compared to those of other airlines in other countries.

      '€Ε“Our service fees are 10 to 15 percent cheaper than our competitors,'€ Arie said.
      ..."

      Hapus
  44. Balasan
    1. Vaksin nya kurang bermutu makanya gonggong trus

      Hapus
  45. Uji tembak artileri SPH Caesar 155 MM milik TNI ad

    https://youtu.be/AAnk5GPIwn4



    Uji tembak artileri SPH m109 paladin 155 MM milik TNI ad


    https://youtu.be/EqRYgSBmFFA


    MALON pasti sangat ketakutan wkwkwkwkw

    BalasHapus
  46. La memang 105mm lawan dengan 155mm..? Itu lawannya meriam Denel G5 MALAYSIA ya... Wkwkkwkwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yg gak punya SPH ke hutan sana

      Hapus
    2. Bedanya denel G5 malon mesti ditarik gajah.. πŸ˜‚

      Hapus
  47. Airbus Helicopters picks Malaysia as regional MRO hub


    KUALA LUMPUR: Airbus Helicopters is positioning Malaysia as its regional hub for the maintenance, repair and overhaul as well as training simulation and new completion and deliveries.

    Chief executive officer Bruno Even said Airbus Helicopters sees Malaysia as a growth potential serving Asia Pacific region.

    “This is our strategy to strengthen our footprint in Malaysia in all areas including commercial aircraft, military transport and space applications.

    “The expanded facility in Subang will enable us to provide the best possible support to our customers in the fast growing Asian region, backed by our extensive range of helicopters,” he said at a media briefing here recently.

    With over 15 years of presence in Malaysia, Airbus Helicopters has over 100 civil and military helicopters in service, supported by more than 100 personnel to serve customers’ operation.

    “We are also integrating all heavy MRO service for Southeast Asia (SEA) in Subang, while finalising the new helicopter completion and delivery centre,” he said.

    Even said Malaysia would become a strong base for Airbus Helicopters with the addition of a AS365 Dauphin full-flight simulator, offering customised training for operators in the region and customers globally.

    The simulation centre has already been offering H225 training to pilots and crew from from customers in the military, parapublic and civil sectors throughout the Asia Pacific region.

    The company accounts for about half of the civil and parapublic market in Malaysia, reflecting its wider success across Asia and the Pacific with 2,000 helicopters currently in service.

    “Malaysia is also the regional centre for helicopters service with strategic location for an industrial base for us to support the market, training as well as MRO services.

    “We will also deliver new helicopters at Subang based on orders for the region. We decided to integrate our activities here to consolidate the position of Malaysia as our regional hub for all our industrial activities and capabilities,” he added.

    He said Malaysia is one of the most important strategic markets for Airbus Helicopters with about 50 per cent market share for rotorcraft locally.

    The company expects to deliver up to 12 helicopters from its new completion and delivery centre in the first phase this year.

    “We are commissioning the centre and expect it to be certified by the Civil Aviation Authority of Malaysia by end of April.

    “We have the capacity of delivering 20 helicopters per year. We already secured orders from Singapore, Malaysia, Thailand and the Philippines for civil and military helicopters,” he said.

    On its full-flight simulation centre, he said Airbus Helicopters has secured its first customer from the UAE Navy, which had already begun its training this month.

    “We wanted to leverage our competency locally and continue to contribute to the development of helicopter industry in Malaysia, particularly all the fleet operating by the Air Force, Navy, Police, and civil and private markets,” he said.

    Airbus Helicopters projected that the global demand for helicopters to reach 22,000 in the next 20 years. Of the total, Asia Pacific is expected to account about 35 per cent of the global demand.


    link
    https://www.nst.com.my/business/2019/04/476484/airbus-helicopters-picks-malaysia-regional-mro-hub

    BalasHapus
    Balasan
    1. .
      Okay.
      (little) Fire faced with dynamite Fire.

      Check thiz.

      REPUBLiK IndONEsia….!!!

      https://www.thejakartapost.com/news/2014/02/15/dirgantara-maintain-airbus-helicopters.html

      Dirgantara to maintain Airbus helicopters

      Bandung, West Java / Sat, February 15, 2014 / 01:53 pm

      Operators of Airbus helicopters in the country will
      ....
      no longer need to bring the choppers to Singapore or Malaysia for maintenance
      .....
      as PT Dirgantara Indonesia has signed a deal with Airbus Helicopters

      that allows the state-owned company to provide maintenance and repair services.

      Hapus
  48. Hub asia pasifik ya guys... Wkwkkwkwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Malon lemah di LCS
      Salam dri US

      Hapus
    2. .
      Since tahun 2014 guys.
      Wkwkwkwk.....


      Okay.
      (little) Fire faced with dynamite Fire.

      Check thiz.

      REPUBLiK IndONEsia….!!!

      https://www.thejakartapost.com/news/2014/02/15/dirgantara-maintain-airbus-helicopters.html

      Dirgantara to maintain Airbus helicopters

      Bandung, West Java / Sat, February 15, 2014 / 01:53 pm

      Operators of Airbus helicopters in the country will
      ....
      no longer need to bring the choppers to Singapore or Malaysia for maintenance
      .....
      as PT Dirgantara Indonesia has signed a deal with Airbus Helicopters

      that allows the state-owned company to provide maintenance and repair services.

      Hapus
  49. Meriam Nexter SPH,KH 170,MLRS disatukan bisa leburkan Sabah hahah

    BalasHapus
  50. Malah firma INDON lebih memilih minta helinya dibuat di MALAYSIA ya... Wkwkkwkwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Malon hanya dapat layanan MRO.. Indo sudah dapat layanan License Production melalui PT DI.. πŸ˜‚

      Hapus
    2. Level nya jauh bung@richocet wkwk

      Hapus
  51. PT Smart Cakrawala Aviation terima H130 pertama dari Airbus


    PT Smart Cakrawala Aviation dari Indonesia menjadi pelanggan pertama helikopter H130 di Asia Pasifik. Penyerahan helikopter buatan Airbus Helicopters ini dilaksanakan secara online pada 6 Juli 2020.

    Pengiriman helikopter bermesin tunggal H130 akan dilaksanakan dari pusat pengiriman regional Airbus Helicopters di Subang, Malaysia ke Jakarta dalam dua minggu mendatang.



    link
    https://www.airspace-review.com/2020/07/06/pt-smart-cakrawala-aviation-terima-h130-pertama-dari-airbus/

    BalasHapus
  52. Malaysia rakan kongsi penting Airbus


    AIRBUS adalah pembekal utama pesawat penumpang ke Malaysia dengan jumlah tempahan sebanyak 713 pesawat.

    Malaysia adalah pasaran ketiga terbesar Airbus di rantau Asia Pasifik selepas China dan India.

    Hubungan Airbus dan Malaysia bermula Ogos 1978 apabila Penerbangan Malaysia membuat pesanan pertamanya, A300B4. Ini juga menjadikan Malaysia pelanggan terawal membeli pesawat dari syarikat berpengkalan di Eropah itu.

    Kini, Penerbangan Malaysia memiliki 15 pesawat penumpang A330-300 dan tiga pesawat kargo A330-200F yang beroperasi di bawah MASkargo.

    Penerbangan Malaysia juga memiliki enam pesawat terbesar A380 yang digunakan untuk penerbangan tanpa henti ke London.

    Terbaru, enam pesawat A350-900 yang berbadan lebar yang dipajak dari Air Lease Corporation (ALC) akan tiba di tanah air Disember ini hingga Jun tahun depan.

    Malah syarikat tambang murah AirAsia juga adalah pelanggan terbesar Airbus untuk pesawat A321neo yang ditempah pada Farnborough Airshow 2016.

    Tempahan itu menjadikan jumlah pesawat dalam keluarga A320 AirAsia bertambah kepada 578.

    Naib Presiden Pemasaran Airbus Asia dan Amerika Utara, Joost van der Heijdem berkata, Malaysia adalah rakan kongsi industri penting bagi Airbus di rantau Asia dengan pembekal bekerjasama dengan pelbagai program pesawat.

    Katanya, setiap pesawat Airbus yang ada di seluruh dunia hari ini memiliki bahagian atau komponen yang dibuat di Malaysia.

    "Sehingga kini terdapat 12 syarikat pembekal komponen atau bahagian di Malaysia termasuk CTRM, Spirit Aerospace dan SME Aerospace.

    "Pembabitan syarikat ini mewujudkan 4,000 peluang pekerjaan untuk warga tempatan dan menyumbang lebih RM1.2 bilion setahun kepada ekonomi Malaysia," katanya ketika ditemui wartawan Malaysia yang mengikuti lawatan ke kilang Airbus di Toulouse, Perancis.

    Katanya, sumbangan Airbus dalam ekonomi Malaysia juga dijangka meningkat 25 peratus daripada sedia ada kepada RM1.5 bilion menjelang 2021.

    Selain pesawat komersial, Airbus juga membekal empat pesawat A400M untuk kegunaan Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM).



    link
    https://www.hmetro.com.my/bisnes/2017/10/272807/malaysia-rakan-kongsi-penting-airbus

    BalasHapus
    Balasan

    1. Okay.
      (little) Fire faced with dynamite Fire.

      Check thiz.

      REPUBLiK IndONEsia….!!!

      https://www.thejakartapost.com/news/2014/02/15/dirgantara-maintain-airbus-helicopters.html

      Dirgantara to maintain Airbus helicopters

      Bandung, West Java / Sat, February 15, 2014 / 01:53 pm

      Operators of Airbus helicopters in the country will
      ....
      no longer need to bring the choppers to Singapore or Malaysia for maintenance
      .....
      as PT Dirgantara Indonesia has signed a deal with Airbus Helicopters

      that allows the state-owned company to provide maintenance and repair services.

      Hapus
  53. Yg buat airbus apa orang malon?

    Orang malon hanya semprot2 bayfreshh hahah

    BalasHapus
  54. Tak penting...

    Merdeka tu yang Penting...


    BANGANG

    BalasHapus
  55. Jauh pur kelas nya sama.pTDI yg dah punya lisensi perakitan hahha

    BalasHapus
  56. .
    Swasta Indonesia for supply govt MALASyia.
    KERAjaan kau SEWA dari JUST HANYA SEKEDAR private company IndONEsia.

    https://www.airspace-review.com/2020/07/24/pt-komala-indonesia-terima-dua-heli-mi-8-untuk-digunakan-di-malaysia/

    PT Komala Indonesia, sebuah perusahaan penyewaan helikopter dan pesawat di Indonesia, telah menerima pengiriman dua heli Mi-8.
    .....
    Heli-heli ini akan digunakan di Malaysia untuk misi pemadaman kebakaran hutan musiman.

    BalasHapus
  57. .
    Hey gempurGiLA idiot.
    Do you know the difference..?!

    Perusahaan milik sendiri (STATE-OWNED).
    dengan
    Perusahaan SEWA dan tetap menjadi milik-ASiNG...?

    GempurGiLA idiot.
    PT. Dirgantara IndONEsia adalah 100% MiLiK IndONEsia.
    Meanwhile,
    Airbus MALASyia adalah 100% milik MAT-PUTEH yang SEWA tempat/lokasi di wilayah KERAjaan malaSyia.

    Tengok, ini berita 2014 Airbus KERJASAMA dengan REPUBLiK IndONEsia….!!!

    https://www.thejakartapost.com/news/2014/02/15/dirgantara-maintain-airbus-helicopters.html

    Dirgantara to maintain Airbus helicopters

    Bandung, West Java / Sat, February 15, 2014 / 01:53 pm

    BalasHapus
    Balasan
    1. .
      Cuk. JanCuk.
      Mana suara MALASyia ini.
      Di-serius-in... malah kabur dianya.

      Kalah debat, nanti posting yang aneh-aneh sebagai pengalihan issue.

      Kamu itu KERAjaan MALASyia.
      KAMi REPUBLiK IndONEsia.
      .....
      Negara
      KeSATUan
      RepubLik
      IndONEsia....!!!

      Hapus
  58. Wkwkwkwk... Bro kerjasama Airbus dan MALAYSIA pun bukan baru ya.... Wkwkkwkwkwkw

    Malah dipilih menjadi hub seluruh asia pasifik... Untuk Airbus... MALAYSIA rileks je... Wkwkkwkwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh lebih hebat malaysia jelas, malaysia negara super power, orang nya hebat hebat, bahkan airbus katanya punya malaysia, mantap malaysia

      Hapus
    2. .
      Di baca ini sekali lagi ya..?!
      MALASyia DUNGU...!!!



      .
      Hey gempurGiLA idiot.
      Do you know the difference..?!

      Perusahaan milik sendiri (STATE-OWNED).
      dengan
      Perusahaan SEWA dan tetap menjadi milik-ASiNG...?

      GempurGiLA idiot.
      PT. Dirgantara IndONEsia adalah 100% MiLiK IndONEsia.
      Meanwhile,
      Airbus MALASyia adalah 100% milik MAT-PUTEH yang SEWA tempat/lokasi di wilayah KERAjaan malaSyia.

      Tengok, ini berita 2014 Airbus KERJASAMA dengan REPUBLiK IndONEsia….!!!

      https://www.thejakartapost.com/news/2014/02/15/dirgantara-maintain-airbus-helicopters.html

      Dirgantara to maintain Airbus helicopters

      Bandung, West Java / Sat, February 15, 2014 / 01:53 pm

      Hapus
  59. PT Smart Cakrawala Aviation terima H130 pertama dari Airbus


    PT Smart Cakrawala Aviation dari Indonesia menjadi pelanggan pertama helikopter H130 di Asia Pasifik. Penyerahan helikopter buatan Airbus Helicopters ini dilaksanakan secara online pada 6 Juli 2020.

    Pengiriman helikopter bermesin tunggal H130 akan dilaksanakan dari pusat pengiriman regional Airbus Helicopters di Subang, Malaysia ke Jakarta dalam dua minggu mendatang.



    link
    https://www.airspace-review.com/2020/07/06/pt-smart-cakrawala-aviation-terima-h130-pertama-dari-airbus/

    BalasHapus
    Balasan
    1. .
      Okay.
      (ticklish) troll dibalas dengan punished TROLL.

      dibaca ini sekali lagi ya..?!
      MALASyia idiot...!!!

      .
      Swasta Indonesia for supply govt MALASyia.
      KERAjaan kau SEWA dari JUST HANYA SEKEDAR private company IndONEsia.

      https://www.airspace-review.com/2020/07/24/pt-komala-indonesia-terima-dua-heli-mi-8-untuk-digunakan-di-malaysia/

      PT Komala Indonesia, sebuah perusahaan penyewaan helikopter dan pesawat di Indonesia, telah menerima pengiriman dua heli Mi-8.
      .....
      Heli-heli ini akan digunakan di Malaysia untuk misi pemadaman kebakaran hutan musiman.

      Hapus
  60. Masa firma INDON sendiri lebih memilih heli airbus pemasangan MALAYSIA... Wkwkkwkwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. .
      Okay.
      (ticklish) troll dibalas dengan punished TROLL.

      dibaca ini sekali lagi ya..?!
      MALASyia idiot...!!!

      .
      Swasta Indonesia for supply govt MALASyia.
      KERAjaan kau SEWA dari JUST HANYA SEKEDAR private company IndONEsia.

      https://www.airspace-review.com/2020/07/24/pt-komala-indonesia-terima-dua-heli-mi-8-untuk-digunakan-di-malaysia/

      PT Komala Indonesia, sebuah perusahaan penyewaan helikopter dan pesawat di Indonesia, telah menerima pengiriman dua heli Mi-8.
      .....
      Heli-heli ini akan digunakan di Malaysia untuk misi pemadaman kebakaran hutan musiman.

      Hapus
    2. Tau arti BANGANG ?

      Kami pun di Kalimantan mengucapkan BANGANG...

      Tak de yang mengucapkan BANGANG bila tidak melebihi kapasitasnya...

      Hail Maloners

      Hapus
  61. .
    Di baca ini sekali lagi ya..?!
    MALASyia DUNGU...!!!



    .
    Hey gempurGiLA idiot.
    Do you know the difference..?!

    Perusahaan milik sendiri (STATE-OWNED).
    dengan
    Perusahaan SEWA dan tetap menjadi milik-ASiNG...?

    GempurGiLA idiot.
    PT. Dirgantara IndONEsia adalah 100% MiLiK IndONEsia.
    Meanwhile,
    Airbus MALASyia adalah 100% milik MAT-PUTEH yang SEWA tempat/lokasi di wilayah KERAjaan malaSyia.

    Tengok, ini berita 2014 Airbus KERJASAMA dengan REPUBLiK IndONEsia….!!!

    https://www.thejakartapost.com/news/2014/02/15/dirgantara-maintain-airbus-helicopters.html

    Dirgantara to maintain Airbus helicopters

    Bandung, West Java / Sat, February 15, 2014 / 01:53 pm

    BalasHapus
    Balasan
    1. Operators of Airbus helicopters in the country will
      ....
      no longer need to bring the choppers to Singapore or Malaysia for maintenance
      .....
      as PT Dirgantara Indonesia has signed a deal with Airbus Helicopters

      that allows the state-owned company to provide maintenance and repair services.

      Hapus
    2. "...According to Arie, there are around 500 helicopters operating in Indonesia.

      Arie expects MRO services to generate Rp 200 billion [US$ 16.6 million] every year for the aircraft company.

      Arie also said that service fees offered by Dirgantara were more competitive compared to those of other airlines in other countries.

      '€Ε“Our service fees are 10 to 15 percent cheaper than our competitors,'€ Arie said.

      Hapus
  62. Heli TNI ada gak pur hahaha

    Level jauh pur PTDi sama malon wkwkw

    BalasHapus
  63. Rileks je nnti dah jilat ludah sndri wkwkw

    Huhuu

    BalasHapus
  64. Kongsi smaa dpt Lisensi lbh baik mana pur wkwk

    BalasHapus
  65. KL emang gemar kong-si.



    (Bokong Silit)

    πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    BalasHapus
  66. Mana lagi lama hubungannya 2014 atau 1978..? Wkwkwkkwwkwk


    Hubungan Airbus dan Malaysia bermula Ogos 1978 apabila Penerbangan Malaysia membuat pesanan pertamanya, A300B4. Ini juga menjadikan Malaysia pelanggan terawal membeli pesawat dari syarikat berpengkalan di Eropah itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Malah nostalgia.. 🀣🀣

      Hapus
    2. Lihat lah wahai gempur PTDI spt apa krg haha

      Hapus
    3. Dari 1978 hingga kini ya guys... Yang baru 2014 tu tepi sikit... Wkwkkwkwkwkw

      Hapus
    4. Himgga kini udah busa apa aja hahhah

      Hapus
  67. Baca guys.... Mana INDON YA.. WKWKKWKWKWKW


    Malaysia is the largest supplier base for Airbus in South-East Asia, with its aerospace firms producing aerostructures and components across the company’s product line.

    Every Airbus aircraft flying across the globe today has parts produced by Composites Technology Research Malaysia (CTRM) Sdn Bhd in Malaysia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hebat ya pur.. PT DI sudah bisa suplai komponen kepada dua raksasa industri dirgantara dunia.. wkwkwkwkwk

      https://www.goodnewsfromindonesia.id/2019/05/14/pt-di-akan-supply-komponen-untuk-boeing-airbus

      Hapus
  68. Malaysia is the largest supplier base for Airbus in South-East Asia, with its aerospace firms producing aerostructures and components across the company’s product line.



    Paling utama ya guys di rantau asean.. Wkwkkwkwkwkw

    BalasHapus
  69. Jangan suka baca berita buzzer ya guys... Wkwkkwkwkwkw

    BalasHapus
  70. Masa 2014 sudah bangga... MALAYSIA dari 1978 lagi la woiii... Wkwkkwkwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kerjasama dari 1978 sampe skarang hasilnya malon masih blum bisa produksi pesawat cem CN-235..

      Apalah daya arti kerjasama klo blum bisa sampe kesitu.. 🀣🀣

      Hapus
    2. Paling lama kerja sama nya kok cuma bisa produksi spare part nya sahaje.. naik level bikin lisensi produksi pesawat dong.. 🀣🀣

      Hapus
  71. Baca guys.... Mana INDON YA.. WKWKKWKWKWKW


    Malaysia is the largest supplier base for Airbus in South-East Asia, with its aerospace firms producing aerostructures and components across the company’s product line.

    Every Airbus aircraft flying across the globe today has parts produced by Composites Technology Research Malaysia (CTRM) Sdn Bhd in Malaysia.

    BalasHapus
  72. Wkwkwkwkwk.. Pembekal airbus paling terbesar di ASEAN ya... Ptdi mana guys..?

    BalasHapus
  73. Airbus Helicopters
    PT Dirgantara Indonesia and Airbus Helicopters to jointly develop local support and services capabilities for Indonesia
    11 February 2014
    N
    18 February 2014
    A
    12 February 2014
    Singapore, 12 February 2014

    The long-established cooperation of PT Dirgantara Indonesia and Airbus Helicopters will be expanded to include support and services for the users of Airbus Helicopters rotorcraft based on a memorandum of understanding (MoU) signed today at the Singapore Airshow.

    This MoU covers maintenance, repair and overhaul for the various Airbus Helicopters products operated within Indonesia – in particular, the AS365 Dauphin, EC725 Cougar and AS350/AS555 Fennec rotorcraft acquired by the country’s government.

    The agreement was signed by Budi Santoso, President Director of PT Dirgantara Indonesia, and Airbus Helicopters President Guillaume Faury.


    (© Airbus Helicopters - Karen Winter - 2014)

    "PT Dirgantara Indonesia’s cooperation with Airbus Helicopters results from a long term relationship built on trust, and each company will support the other with this new strategic collaboration for the mutual benefit of both parties," Budi Santoso said.

    “We’re opening another chapter in a highly successful cooperation that is important for Airbus Helicopters’ global industrial footprint,” Faury added. “PT Dirgantara Indonesia is one of our cornerstone partners, and I look forward to pursuing this new aspect of our relationship together.”


    The two companies’ partnership began in the 1970s with PT Dirgantara Indonesia’s licensed production of the N-BO105 helicopter – of which 120 were built in-country. It subsequently was widened with licensed production of the N-SA330 Puma and N-AS332 Super Puma rotorcraft.

    Additionally, the Indonesian company has been supplying upper and lower fuselage sections and tail booms for the EC725/EC225 since 2012 for a total production currently set at 125 shipsets. It also serves as the customization and delivery center for AS365 N3+ Dauphin, EC725 Cougar and AS350/AS555 Fennec helicopters ordered by the Indonesian government through PT Dirgantara Indonesia.

    About PT Dirgantara Indonesia (www.indonesian-aerospace.com)
    PT Dirgantara Indonesia (PTDI) is an Indonesian state owned enterprise that was established in 1976. PTDI manufacturing site is in Bandung, Indonesia. The company main products are aircrafts; aircraft structure component; aircraft services; and engineering. PTDI Assembly Lines produce various types of CN235 under TC for civil or military transport; maritime patrol, surveillance, and coast guard. Other than those, the Assembly Lines also produce under licenses the NC212-200, NAS332 Super Puma and NBell412-AH. Under the Strategic Agreement with Airbus Military, PTDI Assembly Line produce NC212-400 and PTDI Delivery Center finalize CN295.

    PTDI has delivered over 400 aircraft to 49 civil and military operators. PTDI Manufacture produces aircraft parts, components, tools and fixtures for A320/321/330/340/350/380 of Airbus, for MK2 and EC725 of Euro copter and for CN235, C212-400 and C295 of Airbus Military. PTDI Aircraft Services provides maintenance, overhaul, repair, alteration and logistic support for CN235, Bell412, BO-105, NC-212-100/200, NAS332 Super Puma, B737-200/300/400/500, A320, Fokker 100, and Fokker 27. PTDI Engineering provides engineering and analysis and flight simulators.

    BalasHapus
  74. PtDi dah dpt lisensi pur..
    Belum sama Bell textron wkwkkq

    Jauhh Malon sama PTDI
    Malon mana ni dah buat peswat blm?
    Hahha

    BalasHapus
  75. Masa 2014 sudah bangga... MALAYSIA dari 1978 lagi la woiii... Wkwkkwkwkwkw

    Jgn marah stres pur wkwkqk
    Sampe skrng perkembamgan aja apa pur dri airbus wkwk
    Kok kita level nya dah dapat lisensi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dia tanya perkembangan... Wkwkwkwkkw...

      Airbus jadikan MALAYSIA hub utama Pemasangan, servis, latihan dan MRO utama di Asia pasifik Malah pembekal utama part pesawat airbus di Asean... Jadi INDON MANA? Wkwkwkkwwkwk

      Hapus
    2. Lebih hebat indo brarti ya.. dalam waktu singkat sudah dapet lisensi produksi.. πŸ˜πŸ‘

      Hapus
    3. Hub Utama di asia pasifik ya buka hanya di asean ya bro.. Wkwkkwkwkwkw

      Malah pembekal part terbesar di Asean.. Lebih dari OK.. FIRMA INDON SENDIRI ambil heli Airbus pemasangan MALAYSIA ya... Wkwkkwkwkwkw

      Hapus
    4. Kepanasan dia.. πŸ‘†πŸ₯΅πŸ˜‚πŸ€£

      Hapus
  76. Purr...AirAsia cari makan di Indonesia....sekarang AA sudah mau bangkrut kan...wkakakaka

    BalasHapus