16 Oktober 2022

BAE Systems Signs Six-year Contract to Optimise Hobart Class Destroyers

16 Oktober 2022

HMA Ships Hobart, Brisbane and Sydney sail in formation (photo : RAN)

Defence industry partner announced to optimise Hobart Class Destroyers

The Australian Government has signed a six-year contract with BAE Systems to take on a new, innovative sustainment role designed to optimise the capability of the Royal Australian Navy’s Hobart class destroyers.

The $155 million contract is the result of a competitive tender process which will support around 100 local industry jobs in the Sydney region. It is part of the Australian Government’s $200 billion investment in providing a secure, sustainable, continuous Australian naval shipbuilding and sustainment capability. Boosting industry capability is part of the Government’s focus on building a resilient and sovereign industrial base, and bolstering the security of the Indo-Pacific region.

“We are operating in an increasingly uncertain strategic environment; we have to ensure we have the necessary skill and capability, coupled with robust supply chains, here in Australia to equip and enable our Defence force,” said Minister for Defence Industry, the Hon. Pat Conroy MP.

“We know how critical the local Defence industry is to that effort and to building our sovereign naval capability. Extending our partnership with BAE Systems for our Hobart class destroyers will ensure the vessels are fit-for-purpose, reliable and available when and where they are needed.”

The new approach will see a Capability Life Cycle Manager installed for the Hobart class destroyers – the first of its kind for a major in-service asset, as part of the realisation of the Future Maritime Sustainment Model under Plan Galileo. The plan is Defence’s new national, innovative approach to sustainment in support of Continuous Naval Shipbuilding.

Under the new approach, BAE Systems will steward the destroyers through life, including a significant upgrade to their combat management system in 2025. The Capability Life Cycle Manager will work with Regional Maintenance Centre East, which as part of the new approach is being established to maintain multiple asset classes.

“We’re committed to investing in our local Defence industry and our assets with an upgrade to our Hobart class destroyers valued between $3.4 and $5.1 billion to be delivered at the Osborne Naval Shipyard, which will create 300 jobs in South Australia.”

The appointment of BAE Systems follows the appointment of Raytheon as the Capability Life Cycle Manager for the new Arafura class offshore patrol vessels in December 2020.

37 komentar:

  1. Balasan
    1. Indon signifikan merinding ketar ketir, barang tak de kih kih

      Hapus
  2. GEMPURWIRA16 Oktober 2022 08.01
    Serius bodoh..... Wkwkkwkwkwkw

    Hah siapa...? πŸ€”πŸ€”

    Papa rock...? πŸ™„πŸ™„

    πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ€£πŸ€£πŸ€£

    BalasHapus
  3. Malon muka tembok ,TOLOL , IRI DENGKI, sok hebat sudah pamer Cendana barang belum dibuat kontrak belum diumumkan sudah berasa barang nya lebih bagus prototipe belim apalahi diuji sertifikasi laik jalan, tuh kayak hizir tampal stiker begitu diuji gak bisa naik bukit akhirnya mangkrak kontrakbtak dilanjutkan memang Goblok bin tolol kok MALON

    BalasHapus
  4. Bilamana helikopter EC-725 sebelah kongsi bagi 3 merata ngoahahaha

    BalasHapus
  5. Sebelum buat kapal perang LCS tanya dulu lon sama Prancis cara bina kapal biar gak Mangkrak jadi monumen
    πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ”΄

    BalasHapus
  6. Kapal LCS negara miskin mana guys.??.....

    ROSAK ya seperti tank KW..yang ROSAK di tengah jalan.... wkwkwkwkwkwkw

    BalasHapus
  7. Kalau yang satu tu... NGUTANG BANK ya guys beli aset....

    Malah ketahuan kenderaan MAUNG nya dibina tanpa IZIN TOYOTA... Wkwkkwkwkwkw

    LEMAH.... Wkwkkwkwkwkw

    BalasHapus
  8. Per September 2019, Pemerintah Tandatangani Pinjaman Hingga Rp54,28 Triliun


    Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah telah menyepakati 15 perjanjian pinjaman baik dalam negeri maupun luar negeri pada September 2019. Dengan demikian, nilai perjanjian pinjamanan yang ditandatangi oleh pemerintah pada Januari hingga September 2019 mencapai US$3,27 miliar atau Rp46,14 triliun untuk pinjaman luar negeri dan Rp8,14 triliun untuk pinjaman dalam negeri.

    Perjanjian realisasi pinjaman dalam negeri yang ditandatangani berupa empat perjanjian dengan Bank Mandiri untuk pengadaan alutsista untuk Kementerian Pertahanan sebesar Rp653,99 miliar dan tujuh perjanjian dengan Bank mandiri untuk pengadaan almatsus untuk Polri sebesar Rp224,71 miliar.

    BalasHapus
  9. BANK mana lagi di di hutang guys.... Wkwkkwkwkwkw

    BalasHapus
  10. Kapal negara lain sudah berlayar guys...

    KASIHAN negara miskin bina 6 kapal LCS tunggu 2026 baru di serah... Itu pun belum pasti.. wkwkwkwkwkwkwk

    LEMAH.... Wkwkwkwk

    BalasHapus
  11. Si INDON kata pemerintahnya tak NGUTANG BANK beli aset pertahanan... Jadi ini apa...? Wkwkwkkwwkwk

    Baca guys......




    Bank Mandiri Biayai Pembuatan Kapal Perang


    TEMPO Interaktif, Batam - PT Bank Mandiri Tbk. membiayai pembuatan kapal perang jenis rudal cepat buatan Indonesia senilai Rp 65,97 miliar. Pembiayaan dua unit kapal rudal cepat tipe 40 ini, kata Direktur Utama Bank Mandiri, Zulkifli Zaini, diberikan untuk memperkuat armada TNI Angkatan Laut.

    Zulkifli menjelaskan, pengadaan alat utama senjata TNI sebelumnya menggunakan skema kredit ekspor, kemudian diubah menjadi pinjaman dalam negeri menggunakan mata uang rupiah murni. "Sistem ini untuk meningkatkan efisiensi," katanya, hari ini.

    BalasHapus
  12. Soalan kapal LCS geng MALON mana guys ..?? Wkwkwkwkwk

    SLOW buat kapal macam siput... Wkwkwkwkwk

    BalasHapus
  13. Pinjaman Dalam Negeri Terkendala Suku Bunga


    JAKARTA, KAMIS - Pemerintah baru-baru ini telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 54 Tahun 2008 tentang Tata Cara Pengadaan dan Penerusan Pinjaman Dalam Negeri oleh Pemerintah. Akan tetapi hal itu tidak lantas memudahkan proses pengadaan senjata buatan industri pertahanan strategis dalam negeri.

    Padahal menurut Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, sampai saat ini Badan Usaha Milik Negara Industri Strategis (BUMNIS) memerlukan kucuran dana mencapai 600 juta hingga 700 juta dolar AS, untuk bisa berproduksi memenuhi kebutuhan dan permintaan produk senjata Tentara Nasional Indonesia (TNI).

    Hal itu disampaikan Juwono, Kamis (20/11), usai membuka Seminar Indo Defence dan Indo Aerospace 2008, yang digelar di Excecutive Club Persada, Halim Perdanakusumah. Beberapa kendala yang ada seperti terkait kebijakan tingkat suku bunga pinjaman dan petunjuk teknis pelaksanaan PP tadi.

    Pemerintah sudah memetakan bagaimana memanfaatkan dana segar sejumlah bank pemerintah macam Bank Mandiri, BNI, dan BRI, untuk membiayai produksi senjata dalam negeri. "Namun, yang masih jadi masalah soal regulasi bunga pinjaman, yang syaratnya masih harus setara suku bunga komersial," ujar Juwono.

    BalasHapus
  14. NGUTANG DALAM NEGERI beli aset...?

    MISKIN.... Wkwkkwkwkwkw

    BalasHapus
  15. Sekedar buat kapal saiz kecil saja MALON tak mampu.. wkwkwkwkwk

    Manusia RENDAH negara macam apa yang bina kapal hingga 16 tahun lamanya belum di serah .. wkwkwkwkwkwkwk

    BalasHapus
  16. NGUTANG BANK..? WKWKWKKWWKWK

    BalasHapus
  17. Bousted bukan pemerintah...

    Nah di sebelah pemerintah ya NGUTANG BANK buat beli aset pertahanan.... Wkwkkwkwkwkw

    BalasHapus
  18. Sembang negara hebat....

    Hingga kini LCS sign 2011 belum di serah... Wkwkwkwkwkwk

    Buat kapal TERLAMBAT DI DUNIA.. wkwkwkwkwk

    BalasHapus
  19. 1 kapal butuh hingga 16 tahun baru nak di serah.. nah kalau 6 kapal ??...

    Rasanya mau bertahun-tahun lagi kapan mau di tunggu... Wkwkwkwkwk

    LEMAH.. wkwkwkwk

    BalasHapus
  20. 6 kapal LCS sign 2011 masa sampai sekarang belum di serah... Wkwkwkwkwkwkw

    LCS VERSI. GHOIB..ya... Wkwkwkwkwkwk

    BalasHapus
  21. Tanah Sultan Sulu pun mau di KLAIM...memang hebat negara miskin yang satu nih...wkwkwk

    Patutlah Singapura merdeka dari bangsa MALON.. karena negara MALON memang negara PENJAJAH.. wkwkwkwk

    (DEFENCE SECURITY ASIA) – “Sabah tidak akan diserahkan atau berada di bawah pentadbiran Filipina,” menurut Menteri Di Jabatan Perdana Menteri (Parlimen Dan Undang-undang) Datuk Seri Dr Wan Junaidi Tuanku Jaafar di dalam satu kenyataan hari ini.

    Beliau berkata, kerajaan Persekutuan akan terus mempertahankan kedaulatan wilayah Malaysia.

    Beliau berkata demikian bagi menjelaskan jawapan beliau kepada soalan yang dikemukakan Chan Foong (PH-Kota Kinabalu) di persidangan Dewan Rakyat pada 6 Okt lepas berhubung isu pertikaian timbang tara tuntutan Sulu, antara pihak yang mendakwa kumpulan Sulu serta kerajaan Malaysia.


    Dalam jawapan pada soalan Chan minggu lepas itu, beliau jelaskan bahawa ia adalah tuntutan persendirian dan tidak ada kena mengena dengan soal kedaulatan.

    “Sebagai penjelasan kepada jawapan saya mengenai persoalan sama ada Sabah berkemungkinan menjadi sebahagian daripada Filipina susulan keputusan pengisytiharan di Mahkamah Paris, ingin saya tegaskan bahawa situasi ini tidak akan berlaku.

    “Sabah tidak akan diserahkan atau berada di bawah pentadbiran Filipina dan Kerajaan Persekutuan akan terus mempertahankan kedaulatan wilayah Malaysia,” katanya dalam kenyataan hari ini.


    Final Award Mahkamah Arbitrasi Paris tersebut dibuat oleh penimbang tara Gonzalo Stampa pada 28 Feb 2022 yang menganugerahkan pihak menuntut Sulu itu sejumlah US$14.92 bilion.


    “Apabila saya menyatakan bahawa pengisytiharan keputusan Mahkamah Paris tersebut merupakan ‘tuntutan peribadi’, ia merujuk kepada tuntutan yang yang dibuat oleh individu persendirian (pihak yang mendakwa kumpulan Sulu) dan bukan tuntutan oleh Kerajaan Filipina.

    “Selanjutnya, apabila saya menyatakan bahawa tuntutan Sulu dan pengisytiharan keputusan Mahkamah Paris tidak ada kena mengena dengan soal kedaulatan, kenyataan tersebut adalah merujuk kepada konteks kedaulatan wilayah – sama ada wujud kemungkinan Sabah diserahkan kepada Filipina,” kata beliau

    Wan Junaidi berkata tuntutan itu adalah provokasi dan pelanggaran ke atas kedaulatan serta kepentingan ekonomi Malaysia di peringkat antarabangsa.

    Pada masa ini, pihak berkenaan sedang menggunakan proses timbang tara yang merupakan mekanisme undang-undang antarabangsa persendirian untuk menyerang kepentingan kedaulatan Malaysia di luar negara, katanya.

    Menurut menteri itu, proses tersebut bukan sahaja disalahguna tetapi ia juga suatu bentuk provokasi ke atas kedaulatan dan kepentingan Malaysia. — DSA

    BalasHapus
  22. Bagus ya dapat dana anggaran beli alutsista,sementara jiran sebelah nangis karena gak bisa hutang lagi,bujet ciput last last sewa..kapal LCS mangkrak hutang byk wkwkkwk

    Hahahahah

    BalasHapus
  23. Serius hodoh ya Bousted ya ,bina kapal perang malah jadi kapal versi darat mana udah habis byk wang berbilllion lagi.

    Poor sebelah wkwkwk

    BalasHapus
  24. Patutlah aset negara miskin terkena sita oleh SULTAN SULU...

    Klaim SABAH sebagai bagian kedaulatanya.. wkwkwkwk

    Sabah pun nak di TAMPAL STIKER oleh negara MALON... Wkwkwkwk

    MISKIN nya... Wkwkwkwk

    BalasHapus
  25. Mana lon kapal versi daratnya yg dibina serentak..

    Hahahah lawakk..

    BalasHapus
  26. ada malon KEPANASAN TIDAK TAHU FUNGSI BANK BAGI PEREKONOMIAN NEGARA.

    NETIZEN INDONESIA TERYAWA LEPAS.....HAHAHAHAHA....

    BalasHapus
  27. ada malon KEPANASAN TIDAK TAHU FUNGSI BANK BAGI PEREKONOMIAN NEGARA.

    NETIZEN INDONESIA TERTAWA LEPAS.....HAHAHAHAHA

    BalasHapus
  28. parah.... Hanya galangan kapal MALON yang mampu membuat sejarah dengan pembuatan kapal LCS TERLAMBAT DI DUNIA guys....wkwkwkkwkwk

    jadi sebelum galangan kapal BNS MALON yang ada buat apa....??? KORUPSI....wkwkwkwkwkkwkw

    BalasHapus
  29. Konon malon klaim punya top 5 university dI asean / asia....tapi tidak tahu fungsi BANK bagi perekonomian negara.
    Tak sadarkah bahwa itu project 6 unit LCS gowind 3.100 ton adalah memdapat dukungan KREDIT SINDIKASI 17 BANK DAN NON-BANK yanga hasil sekarang TAK SATUPUN SELESAI DAN MANGKRAK DI GALANGAN.

    Netizen Indonesia Tertawa Lepas...

    Wkwkwkwkwkwkwkwkwk.....

    BalasHapus
  30. Pembuatan kapal LCS TERLAMA di DUNIA ???....wkwkkwkwkwkw

    Mau tanya kualiti MANUSIA TOLOL seperti apa yang begitu TOLOL dan RENDAH hingga bina kapal LCS saiz kecil hasil LISENSI saja hingga 16 tahun kapal baru akan di serah..... Wkwkkwkwkwkw

    BalasHapus
  31. GEMPURWIRA 16 Oktober 2022 11.33
    Apa Maung buatan anak bangsa..? Wkwkwkkwwkwk

    TOYOTA tak Izin guys... Wkwkkwkwkwkw

    __________________________________

    PINDAD MAUNG 4x4 ASLI BUATAN INDONESIA.. Cuma CASIS saja bila TOYOTA (KERANGKA)..


    ITU BISAA JE DALAMNYA INDUSTRI KENDERAAN MILITER.


    1).GURZA from HILUX (AZERBAIJANπŸ‡¦πŸ‡Ώ )

    https://www.indomiliter.com/gurza-2-4x4-rantis-intai-serbu-azerbaijan-dari-platform-toyota-hilux/


    2).FOX RRV-X flatform HILUX (MAJIKAN MALAYSEWA UK πŸ‡¬πŸ‡§).

    https://www.indomiliter.com/fox-rrv-x-lagi-rantis-serbu-dari-platform-toyota-hilux/


    3).STREIT Group Spartan.... From FORD F550

    https://en.m.wikipedia.org/wiki/STREIT_Group_Spartan


    BANYAK YA PURR... PRODUK MILITER DIBUAT DARI KENDERAAN NEGARA LAIN.


    πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    BalasHapus
  32. Manakala 75% kapal sebelah usang guys , tak mampu upgrade wkwkwk wkwkwkkwkwkwkwkwk

    BalasHapus
  33. Industri pertahanan indonesia jelas produksinya tdk ada yg mangkrak... Btw lcs bijimane?

    BalasHapus
  34. Ia..australi udah buat persiapan utk nakluk indo guys...haha..bnyk bacot skrg main lah ama anggota AUKUS

    BalasHapus
    Balasan
    1. SEE ..... MALAYSIAN STATE ASSETS (PETRONAS) CONFISCATED BY SULU WITHOUT WAR !!! LAUGHING LOUDLY ......
      https://www.ft.com/content/2cc66085-c449-48a7-b79a-0feeaae45064
      # CONFISCATED WITHOUT WAR
      # PETRONAS CONFISCATED BY SULU

      Hapus