24 Maret 2022

HIRAYA Unveiled the Philippine Army’s First Air Ambulance Helicopter

24 Maret 2022

Bo 105M helicopter was reconfigured into an air ambulance BO-105M (photos : Hiraya)

Fort Magsaysay, Palayan City, Nueva Ecija – The Aviation “Hiraya” Regiment, together with the Army General Hospital and the Office of the Army Chief Nurse, recently unveiled the Philippine Army’s first air ambulance helicopter on 21 March 2022. An aerial demonstration of this newest capability formed part of the activities in connection with the 125th Founding of the Philippine Army. The event, held at the HPA Grandstand, was witnessed by Lt. Gen. Romeo S. Brawner Jr., Commanding General, Philippine Army; Col Andre B. Santos, Commander, Aviation Regiment; Col Maria Victoria P. Juan, Army Chief Nurse and senior Officers of the Philippine Army.

The Aviation Regiment’s Bo 105M helicopter was reconfigured into an air ambulance manned by a team of Army Aviators, military doctors, nurses and crew working together with ground forces. They simulated the evacuation of critically wounded personnel from point of injury to the proper medical facility. While in flight, the medical team on board can perform a variety of emergency medical procedures to save the life of wounded personnel. The aeromedical demonstration team was composed of Maj Irben G. Rimando (Pilot-in-Command), Cpt Emmanuel L. Ferrer (Co-pilot), Lt Col Maria Adesita B. Sagario (Flight Surgeon) and 1Lt Fevalyn A. Jamayo (Flight Nurse).


In his remarks, Lt. Gen Brawner Jr. stated that, “If we have this capability in the Philippine Army at nandyan sa mga areas where we are currently doing focus military operations, malaking bagay iyon. Number One, yung mga tropa natin will be more confident in their operations because they know that if anything happens, andyan tayo to support them, and Number Two, we will able to save the lives of Army personnel. We’re trying to get more air ambulances, for now we have one and we are trying to get more through our partners and through our Modernization Program.”

The Messerchmitt-Bolkow-Blohm Bo 105M helicopter is one of the air assets of the Aviation Regiment and was converted into an Air Ambulance Helicopter to perform Medical Evacuation (MEDEVAC) missions in support to ground troops.

33 komentar:

  1. Balasan
    1. Mboten tumben Mbaaaaaah....podium pertama memang diperuntukkan bagi kaum "manula" dan yg kurang kasih sayang 🏃💨💨💨

      Hapus
    2. Bar momong putu po momong bojo nom mbah

      Hapus
    3. Ngopine neng warunge mbok jum wae mas essen... anak wedhoke semekel lhoo🤫

      Hapus
    4. Mas tai.... Sing enom biasane😚😚

      Hapus
  2. Philipina semakin menggerunkan, KL semakin memilukan hihihi

    BalasHapus
  3. KL : Kalah Lagi (sama Philipina)

    BalasHapus
  4. Heli Ambulance udara/Medevac perannya sangat penting umtuk operasi militer maupun non militer operasi kemanusiaan dan bencana

    TNI harus punya byk heli Medevac jenis Bell412.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Helikopter Angkut di TNI mayoritas bisa medevac kecuali di AL belum ada

      Hapus
  5. Min berita tentang penjajagan latihan tiga matra TNI dan US armed Force dong. Sama tiba2 Jepang juga pingin ikut Join

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekalian Prancis dan Korsel.....

      Hapus
    2. Sesekali latihan sama pasukan beladiri jepang join Garuda shield.

      Hapus
    3. Indonesia-AS akan Latihan Gabungan Tiga Matra
      Panglima TNI menyebut akan ada latihan integrasi tiga matra dengan militer AS
      https://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/panglima-tni-jenderal-andika-perkasa-dan-komandan-komando-indo-pasifik_220321222413-373.jpgPanglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Komandan Komando Indo-Pasifik Amerika Serikat, Laksamana John C Aquilino saat jumpa pers di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (21/3). Keduanya bertemu membahas soal peningkatan kerja sama militer, khususnya latihan gabungan.

      Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan, Indonesia dan Amerika Serikat (AS) berencana melakukan latihan gabungan yang melibatkan tiga matra angkatan bersenjata dari masing-masing negara. Hal ini Andika sampaikan usai melakukan pertemuan dengan Komandan Komando Indo-Pasifik AS, Laksamana John Aquilino di Jakarta, Senin (21/3).

      "Kita berencana membuat suatu latihan yang bukan meniadakan latihan per angkatan (matra), tapi juga menjadikannya suatu bentuk latihan yang lebih terintegrasi. Sehingga kami merasakan nuansa gabungannya, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaannya," kata Andika kepada wartawan.

      Andika menjelaskan, salah satu tugas utama TNI adalah menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh karena itu, lanjut dia, TNI akan mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki, termasuk menggunakan kekuatan militer.

      Meski demikian, Andika menyebut, TNI juga memiliki keterbatasan dalam menjaga kedaulatan Tanah Air. Sebab, jelas dia, kondisi geografis Indonesia yang didominasi oleh wilayah perairan.

      "Kita memiliki keterbatasan dalam menjaga keutuhan ini, karena wilayah perairan kita hampir mungkin lima kali lipat dengan daratan, dihadapkan dengan kemampuan dan jumlah alutsista yang kita punya pasti di luar kemampuan," ungkap dia.

      "Kita memiliki kepentingan yang sama, dalam hal ini menjaga keutuhan wilayah NKRI. Sehingga kalau ada negara sahabat yang selama ini selalu bekerja sama, dalam rangka menjaga keutuhan NKRI, itu merupakan bantuan yang sangat luar biasa," lanjutnya menjelaskan.

      Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Komandan Komando Indo-Pasifik AS (USINDOPACOM), Laksamana John Aquilino mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut, ia dan Jenderal Andika mendiskusikan tentang bagaimana memperkuat pasukan gabungan yang lebih baik. Sehingga, kata dia, pada akhirnya AS dan Indonesia bisa melakukan operasi bersama.

      Dia juga mengaku menghargai visi dan kepemimpinan Jenderal Andika. "Visi dari Jenderal Andika menurut saya sangat visioner untuk melakukan latihan dengan cara yang lebih rumit, untuk berlatih bersama, guna menghadapi tantangan keamanan di kawasan. Bagi kami berdua, kemampuan untuk menciptakan kawasan Indo-pasifik yang terbuka dan bebas bagi semua negara untuk bisa beroperasi dalam situasi yang damai, stabil, dan menguntungkan bagi semua negara," tutur dia.

      Untuk diketahui, USINDOPACOM merupakan komando tempur tertua dan terbesar AS. Komando ini meliputi 380 ribu prajurit, pelaut, marinir, penerbang, kesatuan Guardians, penjaga pantai, serta pegawai sipil Departemen Pertahanan AS.

      USINDOPACOM bertanggungjawab atas semua kegiatan militer AS di Indo-Pasifik yang mencakul 36 negara, 14 zona waktu, dan lebih dari 50 persen populasi dunia

      Hapus
  6. the thing doesnt even use camo.

    BalasHapus
  7. https://m.republika.co.id/berita/r93xqt349/panglima-tni-sebut-indonesiaas-akan-latihan-gabungan-tiga-matra

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah2an latihan nya di wilayah Natuna.

      Gimana perasaan cino tuuh nanti

      Hapus
  8. https://www.facebook.com/103709545487136/posts/141664145025009/

    Panglima TNI menerima kunjungan bilateral Duta Besar Jepang, untuk Indonesia Kanasugi Kenji, di kantor Panglima, Jakarta. Pertemuan ini merupakan bentuk penguatan hubungan kerja sama antara Indonesia dan Jepang, terutama dalam membangun pertahanan dan keamanan di Kawasan Asia.

    Kunjungan Duta Besar Jepang untuk Indonesia ini bertujuan untuk berdiskusi tentang berbagai hal salah satunya adalah situasi keamanan global di Kawasan Asia. Melihat situasi yang saat ini terjadi. Duta Besar Jepang menilai perlunya kerja sama dalam membangun kekuatan pertahanan dan keamanan, untamanya di wilayah Asia.

    Kanasugi Kenji juga memberikan apresiasi terhadap berbgai hal yang telah dicapai oleh TNI, salah satunya dalam Latihan Bersama Garuda Shield tahun lalu. Berkaitan dengan hal tersebut, Duta Besar Jepang menyampaikan bahwa Jepang juga siap untuk ambil bagian dalam partisipasi di Garuda Shield.

    Harapan Panglima TNI kedepan, hubungan Indonesia dan Jepang, khususnya di bidang militer semakin diperkuat. Kerja sama yang terjalin bukan hanya melalui berbagai latihan bersama, dan program kerja sama pengadaan alutsista, tapi juga hubungan koneksi antara prajurit JSDF dan TNI yang semakin erat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makin kesini habis jepang mau join bisa jadi negara2 besar lain pasti mau ikutan Garuda shield.😃

      Hapus
  9. Indonesia-AS akan Latihan Gabungan Tiga Matra
    Panglima TNI menyebut akan ada latihan integrasi tiga matra dengan militer AS
    https://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/panglima-tni-jenderal-andika-perkasa-dan-komandan-komando-indo-pasifik_220321222413-373.jpgPanglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Komandan Komando Indo-Pasifik Amerika Serikat, Laksamana John C Aquilino saat jumpa pers di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (21/3). Keduanya bertemu membahas soal peningkatan kerja sama militer, khususnya latihan gabungan.

    Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan, Indonesia dan Amerika Serikat (AS) berencana melakukan latihan gabungan yang melibatkan tiga matra angkatan bersenjata dari masing-masing negara. Hal ini Andika sampaikan usai melakukan pertemuan dengan Komandan Komando Indo-Pasifik AS, Laksamana John Aquilino di Jakarta, Senin (21/3).

    "Kita berencana membuat suatu latihan yang bukan meniadakan latihan per angkatan (matra), tapi juga menjadikannya suatu bentuk latihan yang lebih terintegrasi. Sehingga kami merasakan nuansa gabungannya, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaannya," kata Andika kepada wartawan.

    Andika menjelaskan, salah satu tugas utama TNI adalah menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh karena itu, lanjut dia, TNI akan mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki, termasuk menggunakan kekuatan militer.

    Meski demikian, Andika menyebut, TNI juga memiliki keterbatasan dalam menjaga kedaulatan Tanah Air. Sebab, jelas dia, kondisi geografis Indonesia yang didominasi oleh wilayah perairan.

    "Kita memiliki keterbatasan dalam menjaga keutuhan ini, karena wilayah perairan kita hampir mungkin lima kali lipat dengan daratan, dihadapkan dengan kemampuan dan jumlah alutsista yang kita punya pasti di luar kemampuan," ungkap dia.

    "Kita memiliki kepentingan yang sama, dalam hal ini menjaga keutuhan wilayah NKRI. Sehingga kalau ada negara sahabat yang selama ini selalu bekerja sama, dalam rangka menjaga keutuhan NKRI, itu merupakan bantuan yang sangat luar biasa," lanjutnya menjelaskan.

    Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Komandan Komando Indo-Pasifik AS (USINDOPACOM), Laksamana John Aquilino mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut, ia dan Jenderal Andika mendiskusikan tentang bagaimana memperkuat pasukan gabungan yang lebih baik. Sehingga, kata dia, pada akhirnya AS dan Indonesia bisa melakukan operasi bersama.

    Dia juga mengaku menghargai visi dan kepemimpinan Jenderal Andika. "Visi dari Jenderal Andika menurut saya sangat visioner untuk melakukan latihan dengan cara yang lebih rumit, untuk berlatih bersama, guna menghadapi tantangan keamanan di kawasan. Bagi kami berdua, kemampuan untuk menciptakan kawasan Indo-pasifik yang terbuka dan bebas bagi semua negara untuk bisa beroperasi dalam situasi yang damai, stabil, dan menguntungkan bagi semua negara," tutur dia.

    Untuk diketahui, USINDOPACOM merupakan komando tempur tertua dan terbesar AS. Komando ini meliputi 380 ribu prajurit, pelaut, marinir, penerbang, kesatuan Guardians, penjaga pantai, serta pegawai sipil Departemen Pertahanan AS.

    USINDOPACOM bertanggungjawab atas semua kegiatan militer AS di Indo-Pasifik yang mencakul 36 negara, 14 zona waktu, dan lebih dari 50 persen populasi dunia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sedang di malonsial ada latihan gabungan antara ahli politik antar partai dan kroni kroni,jerung dan orang tengah bagimana bisa mengkerdilkan ATM secara aman tanpa gejolak di dalam angkatan tentera nya.


      Ngoahahahahahaaa 😁

      Hapus
  10. PT Info Global menerima kunjungan dari tim Thales terkait persiapan menerima TOT dan local content & offset untuk pengadaan Rafale TNI AU


    https://www.instagram.com/p/Cbe5GAevvfg/?utm_medium=copy_link

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sementara Team pak menteri berkunjung ke bousted lumut guna melihat TOT caranya pekerja mengecat dgn benar kapal LCS yg sudah mulai berkarat merata-rata....


      Kehkehkeh 😁

      Hapus
  11. This is an interesting solution. In fact, I have not used the services of hospitals and ambulances for quite a long time. On this site https://westcoastsupply.cc/product/black-gas/ I was able to find the black gas cannabis strain and it solves many of my health problems. Thanks to this strain, I was able to forget about stress, pain and insomnia, and I think you should also go to this cool online dispensary to try some natural medicine.

    BalasHapus