09 Februari 2010

2 Kapal Patroli PC-40 Ikut Dikukuhkan Bersama KRI Frans Kaisiepo

9 Februari 2010

KRI Birang dan KRI Mulga merupakan kapal jenis PC-40 Taliwangsa class buatan Fasharkan Manokwari (photo : TNI-AL)

Panglima TNI Resmikan 3 KRI Di Biak

Biak, Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso meresmikan Kapal Republik Indonesia KRI Frans Kaisepo–368, KRI Birang–831, dan KRI Mulga–832 dalam sebuah Upacara Militer di Dermaga Pelabuhan Umum Biak, hari ini.

KRI Frans Kaisepo merupakan kapal jenis korvet sigma klas yang dibangun di Galangan Schaelde Naval Shipbuilding SNS Vlissingen–Belanda, dengan berat 1700 ton, panjang 90,71 m, lebar 13,2 m dan kecepatan 28 knots dengan tenaga penggerak Diesel STC MAN. Dilengkapi torpedo 3A2445 dengan 2 peluncur, meriam, peluru kendali dan persenjataan elektronik. Kapal ini merupakan kapal ke 4 dari jenis korvet sigma klas milik TNI AL yang dibeli dari Belanda, sebagai kapal patroli dengan kemampuan anti kapal permukaan, anti kapal selam dan anti pesawat udara. Nama Frans Kaisepo diambil dari seorang pahlawan nasional asal Wardo–Biak yang meninggal pada usia 57 tahun (10 Oktober 1921–10 April 1979) dan pernah menjadi Gubernur Irian Jaya (sekarang Papua, red) periode 1964 s.d 1973. KRI Frans Kaisepo-368 dikomandani oleh Letkol Laut (P) Wasis Priyono, ST (AAL 37) dengan 80 personel awak kapal.

KRI Mulga-832 adalah kapal patroli cepat kelas PC-40 buatan Fasharkan Manokwari tahun 2009, dikomandani oleh Kapten Laut (P) Dickry Rizanny Nurdiansyah (AAL 44) yang akan masuk dalam jajaran Satuan Keamanan Laut Lantamal XI Merauke. Kapal ini dilengkapi meriam kaliber 20 mm dan SMB 12,7 mm, mampu melaksanakan peperangan permukaan (anti kapal permukaan dan serangan udara). Nama Mulga diambil dari jenis ular berbisa yang banyak ditemukan di Papua bagian Tenggara. Mulga (Pseudechis Australis) atau sering disebut King Brown Snake merupakan ular yang mampu menghasilkan racun dalam jumlah yang sangat banyak dan mematikan. Sedangkan KRI Birang–831 adalah kapal sejenis KRI Mulga – 832 dengan panjang 40 m dan lebar 7,30 m, dengan kecepatan 29 knots diawaki oleh 23 orang. Pemberian nama KRI dengan nama pahlawan nasional dan ular berbisa adalah untuk membangkitkan semangat patriotisme dan kebanggaan bagi seluruh jajaran TNI khususnya prajurit TNI AL.

Dalam amanatnya, Panglima TNI mengatakan bahwa peresmian KRI Frans Kaisepo–368, KRI Birang–831 dan KRI Mulga–832 merupakan upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan TNI AL dalam rangka memastikan tetap tegaknya kedaulatan NKRI, khususnya kedaulatan yurisdiksi laut nasional. Upaya ini merupakan bukti dari komitmen dan konsistensi negara dalam membangun kekuatan pertahanan sesuai doktrin, falsafah dan konstitusi bangsa Indonesia.

Ditempat yang sama dilakukan upacara adat pengukuhan KRI Frans Kaisepo–368 oleh Gubernur Papua, Barnabas Suaibo selaku Pimpinan Adat dengan acara penyerahan Foto Frans Kaisepo dari Pimpinan Adat kepada Panglima TNI dan dari Panglima TNI kepada Komandan KRI Frans Kaesepo–368. Selanjutnya pemecahan kendi oleh Panglima TNI di lambung kiri KRI Frans Kaisepo–368. Selain menerima Foto Frans Kaisepo, Komandan KRI yang merupakan lulusan AAL angkatan 37 tersebut juga menerima senjata adat.

Sebelumnya, Panglima TNI di Bandara Biak disambut dengan upacara adat dan pengalungan bunga oleh tokoh adat setempat didampingi Kepala Staf TNI AL, Pangdam XVII/Cenderawasih, Pangarmatim, Kapolda Papua, Danlantamal X, Gubernur Papua serta Muspida Popinsi dan Kab. Biak.

(RRI)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar