16 September 2011

RI-Serbia Jajaki Kerja Sama Alutsista

16 September 2011

Serbia menawarkan alutsista termasuk tank. Serbia mempunyai MBT modern tipe T84 (photo : worldwide-defence)

Jurnas.com SERBIA melakukan presentasi Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) mereka yang diwakili produsen produk pertahana Serbia, Yugo Import SDPR J.P. di Gedung Urip Sumoharjo Kementerian Pertahanan, Kamis (15/9).

Presentasi ini dilakukan sebagai penjajakan atas kemungkinan kerja sama apa saja yang bisa dilakukan kedua negara.

Dalam pertemuan bertajuk Lokakarya Kerja Sama Indonesia-Serbia ini, Indonesia diwakili oleh Sekjen Kemhan Marsekal Madya TNI Eris Herryanto. Sedangkan dari Serbia, Menhan Serbia H.E Dragan Sutanovac menjadi wakilnya.

Dalam pertemuan ini, Director for Armaments and Defence Equipment Yugo Import SDPR J.P Nenad Miloradovic Serbia mempresentasikan alutsista mereka, diantaranya senapan Mo2 Coyotte, peluncur roket M56/33, truk pengangkut senjata Nora B52, LRSVM-1, tank, knight attack helicopter, pesawat Utva-75, Lasta-95.

Roket 122mm Serbia sudah dapat mencapai jarak tembak 40 km (photo : worldwide-defence)

Direktur Teknologi Industri Pertahanan Direktorat Teknologi dan Industri Pertahanan Kemhan Brigjen TNI Agus Suyarso mengatakan, dirinya mengapresiasi alutsista yang dipamerkan Serbia. Namun begitu, dia berharap Indonesia tidak hanya dalam bentuk jual beli. “Kami mengharap adanya sharing teknologi dengan bentuk join production,”katanya.

Menurut Sekjen Kemhan Marsekal Madya TNI Eris Herryanto, dalam kesempatan ini, Serbia juga menawarkan beasiswa untuk para kadet Indonesia. “Dibidang kedokteran militer. Mereka memang kuat di kedokteran militer. Mereka menawarkan untuk kadet, tapi tergantung pada kita. Ini belum dibicarakan,”katanya.

Sebelumnya, pada Selasa (13/9), kedua negara telah sepakat menjalin kerjasama dengan menandatangani nota kesepahaman yang diwakili Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro dan Menhan Serbia H.E Dragan Sutanovac.


Baca Juga :

RI Taksir Munisi Kaliber Besar Serbia
16 September 2011

Jurnas.com INDONESIA melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan) diperkirakan akan membeli Munisi Kaliber Besar (MKB) buatan Serbia. Siang ini, produsen senjata Serbia Yugoimport SDRP J.P melakukan presentasi produk industri pertahanan mereka dalam acara Lokakarya Kerjasama Indonesia-Serbia di Gedung Urip Sumoharjo, Kementerian Pertahanan, Kamis (15/9).

“Kita nggak bisa bandingkan dengan negara lain karena masing-masing punya beberapa keunggulan.

Tapi dibanding yang lain, Serbia unggul di bidang munisi,”kata Sekjen Kemhan Marsekal Madya TNI Eris Herryanto.

Menurut Eris, senjata buatan Serbia memiliki daya jangkau yang tinggi disebabkan faktor munisi yang baik. “Tapi masih akan kami kaji. Saya sampaikan pada Dirtekind untuk dikumpulkan apa saja yang kita mau dan inginkan, yang ada pada mereka,”katanya.

“Untuk produk lain ada saingan misalnya Korea, Turki, Prancis. Tapi munisi besar mereka unggul,”kata Direktur Teknologi Industri Pertahanan (Dirtekindhan) Brigjen TNI Agus Suyarso.

Namun begitu, kata Agus, Perlu dilakukan kajian mengenai fungsi, kebutuhan, dan biaya yang harus dikeluarkan Indonesia. “Nanti kita bilang, bikin munisi sama dia. Tapi nantinya Pindad harus investasi. Jadi harus dibicarakan,”katanya.

Dia menambahkan, Indonesia sudah pernah membeli munisi berat Serbia, ketika negara ini masih bernama Yugoslavia,T 105 mm. Agus berharap, RI- Serbia tidak hanya melakukan jual beli, tapi kerjasama dalam bentuk join production. “Kalau bisa ada transfer teknologinya, jangan cuma beli doang. Kita ingin ini betul-betul terealisasi,”katanya.

Jika ini dapat terwujud, lanjut Agus, kedua negara bisa melakukan kerjasama lebih lanjut. “Teknologi-teknologi lain yang merupakan turunannya, propelant, selongsong, komponen tank, komponen pesawat bisa saja dilakukan kalau dia sebagai original productnya,”tambah Agus.

1 komentar:

  1. Bagus TNI mengambil pengetahuannya di bidang militer, disertai para pengusaha indonesia di ikut sertakan utk lebih mesra dlm menjalin hubungan kedua negara dan perdagangan kedua belah fihak hrs saling menguntungkan. Salam.....

    BalasHapus