15 Desember 2014

Pembangunan Skuadron 13/Serbu Penerbad Sudah 40 Persen

15 Desember 2014


Skuadron 13/Serbu Penerbad akan diisi dengan helikopter serbu (photo : Tempo)

TANJUNG REDEB. Komandan Kodim (Dandim)  0902/TRD, Letkol Inf A. Hadi Al Jufri menyebutkan, keberadaan Skuadron 13/Serbu di areal Bandara Kalimarau tidak akan menimbulkan masalah bagi warga yang melintas.

Di depan Markas Komando (Mako) Skuadron. Hal itu disamapikannya, menyusul prediksi kemungkinan adanya masalah bagi warga yang melintas di jalan umum depan markas pada saat apel menaikkan dan menurunkan bendera.

Seperti umumnya Mako TNI, saat apel, warga yang melintas di depannya diminta memberikan penghormatan dengan tidak melintas sampai apel selesai. Namun melihat tata letak Mako Skuadron yang berada di dekat bandara, diprediksi bakal menimbulkan masalah.

Utamanya saat apel menaikan dan menurunkan bendera, hampir bersamaan dengan jawdal kebrangkatan pesawat, tidak sedikit pengendara yang memacu kendaraannya untuk mengejar keberangkatan. “Tidak sama, kalau mako lainnya itu apel dilakukan di depan mako, tapi kalau skuadron ini dilakukan dibagian belakang atau dekat dengan landasan,” ungkap Dandim. Sehingga kemungkinan masalah seperti itu menurut Dandim kecil sekali.

Apalagi pihaknya menyadari jika keberadaan skuadron yang memanfaatkan sebagian lahan bandara tentunya cukup tahu diri dan melihat konteks warga yang melintas. Disadari kawasan jalan bandara memang kerap melihat kendaraan yang melaju dengan tujuan mengejar keberangkatan pesawat.

Namun dari sisi nasionalis, Dandim berharap agar seluruh masyarakat tetap menjunjung tinggi jiwa nasionalis dengan salah satu cara kecil memberikan penghormatan saat ada apel menaikan atau menurunkan bendera. “Rasa kecintaan memberikan penghargaan, ini masih banyak masyarakat yang belum mengerti, sebenarnya dimanapun ketika terjadi pengibaran dan penurunan seyogyanya kita berhenti sejenak untuk memberikan penghormatan,” jelasnya.

Ditanya soal kesiapan skuadron, Hadi menyebutkan saat ini seluruh pembangunan pada tahap satu berupa hanggar, apron dan kantor, barak siaga sudah mencapai 40 persen. Diprediksikan pertengahan 2015 mendatang sudah selesai untuk kemudian melanjutkan tahap kedua berupa pembangunan sarana penunjang lain.

Sementara tahap kedua akan dilakukan pengerjaan perumahan anggota. Apakah di areal yang sama? “Oh tidak bisa, itu hanya untuk perkantoran, kita harus cari lahan ideal dulu, yang dekat dengan pangkalan dan kantornya,” sebut Hadi lagi.

(Samarinda Post)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar