20 Juli 2022

PH, US Marines Hold 5-day Specialized Helicopter Drills

20 Juli 2022

MV-22 and C-130 of the USMC (photos : PMC)

MANILA – The Philippine Marine Corps (PMC) and the US Marine Corps (USMC) will conduct specialized helicopter drills from July 18 to 22.

PMC spokesperson Maj. Emery Torres, in a statement Sunday night, said these exercises are the second part of the Marine Aviation Support Activity (MASA) 2022.

The first phase of the exercises took place from June 6 to 17.

"The second part of MASA 2022 between the PMC and USMC will be conducted in Zambales and Taguig City from July 18 to 22, 2022. This will include helicopter rope suspension training and aeromedical evacuation training," he added.

The PMC and USMC are expected to execute and refine their tactics, techniques, and procedures for interoperability.


The first part of MASA 2022 took place in Palawan and included a combined joint forward arming and refueling demonstration, and a lecture on unmanned air systems operations.

Four C-17 transport aircraft of the US Air Force arrived in Laoag City on June 6 along with a US C-130 cargo plane that landed on June 7 carrying personnel and equipment for the second leg of the exercise from July 18 to 22.

This series will feature lectures on sensor operations, air surveillance, air defense, and high-mobility artillery rocket system infiltration.

The MASA 22 also includes integrated and joint interoperability activities, such as coastal defense forward arming and refueling and subject matter exchanges for unmanned aviation systems and engineering with participants from the Naval Air Wing of the Philippine Navy and the Philippine Air Force. 

(PNA)

51 komentar:

  1. Pertamax turbo.....no sewa no claim sudah terhubung

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Osprey Chinook indon kih kih

    BalasHapus
  4. Boleh di sewa tidak ? Utk belajar cuci2 heli dan angkut sayuran

    BalasHapus
  5. Sekedar info... Kalau yang sekedar sewa tu tepi sikit... Wkwkwk


    Kebijakan timur India akan mendapat dorongan ketika pesanan ekspor lain untuk varian anti-kapal berbasis pantai dari rudal jelajah supersonik BrahMos pada akhir tahun ditandatangani. Sumber telah mengkonfirmasi ke Financial Express Online “Pembicaraan dengan Indonesia sedang dalam tahap lanjut untuk ekspor rudal jelajah supersonik BrahMos Indo-Rusia. Kesepakatan itu bisa saja ditandatangani lebih awal, namun, karena masalah internal negara itu, pada akhir tahun, atau awal tahun depan kesepakatan itu diharapkan akan disegel.”

    Indonesia akan menjadi negara anggota Asean kedua setelah Filipina yang mengimpor rudal dari India.

    FinancialExpress.com adalah yang pertama melaporkan pada tahun 2018, bahwa Indonesia termasuk di antara negara-negara lain di kawasan yang telah menyatakan minatnya pada Rudal BrahMos.

    Negara-negara Asean telah mendekati India untuk Rudal BrahMos dan Akash selama pertemuan 10 pemimpin ASEAN selama KTT Peringatan ASEAN-India di New Delhi pada Januari 2018.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Awal tahun ini, India dan Filipina telah menandatangani kontrak senilai USD 374,96 juta untuk memasok varian rudal jelajah supersonik BrahMos anti-kapal berbasis darat. Hal ini menjadikan Filipina sebagai negara anggota Asean pertama yang mengimpor rudal dari India.

      Rudal BrahMos yang diharapkan diimpor india dari India akan dipasang di kapal perangnya. Sebuah tim dari usaha patungan BrahMos Aerospace antara New Delhi dan Moskow telah mengunjungi galangan kapal Indonesia untuk mempelajari kemungkinan pemasangan rudal.

      BrahMos adalah rudal jelajah supersonik ramjet jarak pendek dan menurut perusahaan itu dapat diluncurkan dari pesawat, kapal, platform darat, dan kapal selam. Dan rudal ini bisa terbang dengan kecepatan 2,8 Mach, atau setara dengan tiga kali kecepatan suara.

      BrahMos yang telah dikembangkan dengan anggaran rendah sebesar $300 juta juga dicari oleh negara-negara lain di kawasan ini termasuk: Malaysia yang akan mengumumkan keputusan akhirnya untuk membeli Light Combat Aircraft (LCA), Singapura, Thailand, dan Vietnam.

      Financial Express Online telah melaporkan sebelumnya bahwa Vietnam sedang bernegosiasi dengan India untuk rudal BrahMos dan Akash. Pembicaraan juga sedang berlangsung dengan Malaysia untuk Rudal BrahMos, yang baru dalam tahap awal.

      Dengan kesepakatan dengan Indonesia yang diharapkan akan tercapai akhir tahun/awal tahun depan, itu akan memberikan India sebuah pegangan strategis di kawasan itu serta memberikan dorongan bagi perekonomian.

      Pengumuman penjualan Rudal BrahMos ke Filipina awalnya dilakukan pihak Rusia di New Delhi. Rusia tidak keberatan mengekspor ke Indonesia karena sudah menjual jet tempur Su-27 serta kapal selam Kelas Kilo ke negara itu.

      Hapus
    2. Hubungan bilateral antara kedua negara telah semakin dalam selama bertahun-tahun. Indonesia dianggap sebagai mitra penting dalam kebijakan “Act East” India. Pada tahun 2018, Financial Express Online telah melaporkan bahwa hubungan bilateral kedua negara telah meningkat menjadi “'Comprehensive Strategic Partnership' ketika Perdana Menteri Narendra Modi mengunjunginya. negara.

      Pilar utama kemitraan ini didasarkan pada kerjasama pertahanan dan keamanan maritim. Dan pada tahun 2018, Latihan Bilateral Angkatan Laut India – Angkatan Laut Indonesia yang pertama 'Samudra Shakti' berlangsung. Latihan perdana ini berfokus pada peningkatan interoperabilitas, memperluas kerjasama maritim, dan untuk bertukar praktik terbaik.

      India dan Indonesia adalah tetangga pesisir Samudera Hindia dan kedua belah pihak telah bekerja untuk memperkuat hubungan militer.

      Mengingat kehadiran China yang berkembang di Kawasan Samudra Hindia (IOR), dan aktivitasnya di dekat Kepulauan Natuna, baik Indonesia maupun india bekerja untuk memperdalam kerja sama maritim dan memastikan jalur komunikasi laut yang aman di Indo-Pasifik yang lebih luas

      Hapus
    3. Ada yg masih sebut kilo.🤭

      Hapus
  6. Apa ya no comment saja deh !
    Sepi seperti dikuburan .

    BalasHapus
  7. Brahmos Indonesia kontraknya kemungkinan diteken akhir/awal tahun,entah varian land base atau varian Naval

    http://garudamiliter.blogspot.com/2022/07/indonesia-to-buy-brahmos-missile-from.html?m=1

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga naval variant. Kalau bisa dipasang di Type-31 bisa bikin Royal Navy sedikit iri sampai rudal hypersonic mereka jadi.😆

      Hapus
    2. The BrahMos missile that Indonesia is expected to import from India is going to be fitted onboard its warships.

      A team from BrahMos Aerospace joint venture between New Delhi and Moscow has already visited Indonesia shipyard to study the possibility of fitting the missile.

      Hapus
    3. Varian landbase jongkrokin di natuna

      Hapus
  8. Gempur dan maloners tiarap pasal yg jadi hujjah utama KF21 udah terbang perdana, pasal kapal jelas KO Filipina dan UAE pesan LPD PT PAL, mau judge pesawat jatuh sekelas Amerika serikat dan Rusia aja jatuh dan hawk sendiri jatuh juga....judge pake utang Belanda udah lunas malah seperti menepuk air didulang terpecik muka 999 tahun bayar ke Inggris....parah full gear dia lupa impor dari Indonesia.....nanam sayur aja dek Pur di ajak jihad inflasi tuh sama PM mu

    BalasHapus
  9. pada geng INDON... saya sebagai geng MALAYSIA sanggup melaksanakan GENCATAN TROLL demi menghormati apa yang berlaku kepada INDON...

    nampaknya geng INDON sendiri tidak menghormati dengan apa yang berlaku musibah keatas tentera mereka...

    saya mudah saja GENCATAN TROLL boleh di hapuskan semula....geng MALAYSIA tiada masalah ya...wkwkwkwkwkw

    BalasHapus
  10. guys geng INDON mula klaim guys...

    program KFX tidak dibayar bertahun tahun...tau tau geng INDON klaim KFX21 itu program mereka bersama korea....??? apa ni woiiii....wkwkwkwkwkkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Woii budak malay bodoh kalau tak da wang tuk searching google minta lah ama raja kau!!! Syirik dan bual je budak kerajaan ni wkwkwkwkwk

      Hapus
  11. guys T50 tu tiada kerusi eject ya.....??? tanya saja

    BalasHapus
  12. tak bayar program.... tau tau terus klaim... bikin MALU je...wkkwkwkwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwkkwkwk ada yg syirik ni budak kerajaan bodoh tak da wang tuk beli pesawat pejuang hanya sanggup beli pesawat latih kecik tuk perang......kasian nian negeri jiran ni miskin....wkwkwkwkwkwk

      Hapus
    2. Itupun masih rencana tuk beli pesawatnye....helipun sewa dulu wkwkwkkwwkwkwkwk

      Hapus
  13. Lu kali gempur yg klaim sdh terhubung, tuh di bawa kokpit ada bendera apa aja.....satpam Buckingham

    https://www.indomiliter.com/kf-21-boramae-sukses-terbang-perdana-selama-30-menit-bawa-empat-rudal-meteor/

    BalasHapus
  14. Orang awam memang layak tanya seperti tuu laaah...

    Dan kalau orang yang normal, ga akan tanya seperti tuu..

    😛

    BalasHapus
  15. Tejas adalah puncak inhan aviasi India kita hormati itu dan kita on the track pembuatan pespur gen 4.5 KF/IF 21 Baromae......yang kontradiktif adalah ngaku kaya ngaku top university ngaku terhubung F18 FA 50 ujungnya pesawat apa???? Dan tetap sebagai user bukan produser! Ngakak guling-guling BERJAMAAH SEDUNIA

    BalasHapus
  16. wkwkwkw.... tak bayar program bertahun tahun geng INDON klaim KFX itu program bersama korea....??

    setahu saya kos pembinaan KFX ditanggung sepenuhnya oleh Korea ya bila sebelah NUNGGAK BAYARAN bertahun tahun...malah balik balik ajak NEGO...wkwkwkwkkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahahaha tanyakan ke rajamu je purrr kenapa negeri jiran malay tak sanggup shopping macam negara lain se ASEAN......hanya sanggup sewa heli bikin malu anggota ASEAN lainnya......hanya bis minta derma je kerajaan jiran ni wkwkwkwkkwkwkwk

      Hapus
  17. sebelah ajak NEGO...NEGO...NEGO..... bila pesawat siap terus KLIAM....??? wkwkwkwkwkkw

    BAYAR dulu yang NUNGGAK tu woiii...wkwkwkkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwkkwkwk budak kerajaan miskin ni syirik melihat negara se ASEAN shopping2 wkwkwkwkwkk

      Hapus
  18. Ada yang salah dengan judul ini :
    https://www.malaysiandefence.com/show-me-the-money-2/amp/

    ======
    Judul yang tepat :
    "Show Me The Monkey"

    😛

    BalasHapus
  19. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  20. Naaah..ini lebih tepat :

    Show Me The Monkey

    SHAH ALAM: Show me the monkey. With the world economy teetering with recession (some say its already in recession) and with the Malaysian economy with it, one may assume its not going to be smooth sailing for the national security sector.

    😛

    BalasHapus
  21. Bego dipelihara Pur.....udh resign dari satpam Buckingham sekolah yang bener.....ada bendera aja tidak tau artinya

    BalasHapus
  22. guys mau tanya T50 tiada kerusi eject....??? masa.... atau memang jika versi basic...??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tu namanye accident kalo tak paham purrr.....banyak lah baca berita supaya otak kau pintar sikit.....jangan hanya jadi budak kerajaaan yang mau je dibodohi kerajaan!!! Wkwkwkkwkwkwk

      Hapus
  23. Kalo ada dinamika dalam perjanjian kerjasama serta dinamika pembuatan itu wajar karena byk yg terkait namun yang penting program tetap berjalan dan terbang perdana.....suka atau tidak Korea Selatan adalah sekutu Indonesia dan tidak pelit TOT, berbanding terbalik yang menggunakan pasal "sudah terhubung" ujungnya zero ujungnya menepuk air didulang terpecik muka sendiri.....

    BalasHapus
  24. perjanjian apa....??? sedangkan pembayaran setiap tahun saja sebelah langgar ya... dengan NUNGGAK BERTAHUN TAHUN....wkwkwkkwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahhahaha kenapa kau purrr macam lagi kebakaran bulu ketek je lihat pesawat KF21 boramae Korea and Indonesia terbang perdana......tak sanggup beli pesawat pejuang tepi sikit la!!! Wkwkwkwkkwkwkwkwk

      Hapus
    2. Bayar hutang sewa ke Sultan Sulu woii

      Hapus
  25. "Malaysia government no money so have to take such drastic actions.."

    Bye LCA, MRSS, MPA, UAV, LMS-2
    Sampai juma di alam GHOIB.

    😛

    BalasHapus
  26. bikin MALU..tak bayar program tau tau terus klaim konon mereka terlibat penuh dalam pembinaan KFX...wkwkwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahahahaha bikin malu je ni negeri jiran....hanya mampu SEWA HELI!!! Ni berita memalukan tak hanya se ASEAN tapi jadi gelak tawa se DUNIA......wkwkwkkwkwkwkwkwk

      Hapus
  27. Syukur korea sanggup menanggung sepenuhnya anggaran program KFX sepanjang sebelah NUNGGAK BAYARAN bertahun tahun.....

    siap terus klaim...bikin MALU je....wkwkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kenapa ko yg ribut beruk malaya?

      Hapus
    2. Ada yg dengki malon tak diajak Korea ngoahahaha

      Hapus
  28. Udah bayar upeti blm???

    Masih terjajah, upeti tiap bulan sampe kiamat baru merdeka....

    Berdasarkan perjanjian 999 tahun antara Inggris dan Malaysia dalam penyerahan kemerdekaan ke tangan Malaysia. Maka telah di tentukan beberapa syarat - syarat tertentu. Salah satu syaratnya Malaysia di haruskan bergabung dalam keanggotaan perserikatan inggris Commonwealth di mana sebagai anggota memiliki kewajiban untuk tunduk pada pimpinan tertinggi Commonwealth yaitu Inggris. Di mana tiap - tiap Anggota di wajibkan untuk menyediakan wilayahnya untuk keperluan pertahanan. Di wajibkan untuk membayar sejumlah uang tertentu dari hasil pendapatan negara. Celakanya Malaysia memiliki beberapa kerajaan daerah yang di kelola melalui dewan Raja di mana mereka terikat perjanjian dengan Kerajaan Inggris yang mengharuskan mereka membayar biaya perlindungan kepada Kerajaan Inggris. Hal ini di kelola secara khusus oleh pihak pemerintah Malaysia. Dengan ini Pemerintah bukan saja harus membayar sejumlah uang untuk keanggotaan Commonwealth tetapi juga membayar uang perlindungan untuk Inggris. Hal ini terjadi hampir tiap bulan di mana pemerintah Malaysia menyetor sejumlah uang upeti ke pihak Kerajaan Inggris.

    BalasHapus
  29. Panas dan koyak ya Purr....ada bendera 🇰🇷 dan 🇲🇨 di badan pesawat MRCA KF-21 Boramae..HA..HA..HA..HA

    BalasHapus
  30. Rasio utang Malaysia dengan PDB: 63% ...udh zona merah di atas 50% PDB

    Link data bukan bual :
    https://www.ceicdata.com/id/indicator/malaysia/government-debt--of-nominal-gdp

    BalasHapus