31 Juli 2023

Luerssen Ajukan Korvet C90 untuk Angkatan Laut Australia

31 Juli 2023

Korvet Lurssen C90 (image : Lurssen)

Pembuat kapal Jerman, LΓΌrssen, mengusulkan korvet C90 yang dapat dikirim ke Angkatan Laut Australia pada tahun 2028. Galangan yang dikenal juga sebagai NVL Group, di Australia beroperasi melalui anak perusahaan, Luerssen Australia.

Desain korvet C90 sepanjang 90 meter yang diusulkan didasarkan pada dua Kapal Patroli Modular Multiguna standar NATO (Multipurpose Modular Patrol Vessels/MMPV 90) yang sedang dibangun untuk Angkatan Laut Bulgaria di Varna, Bulgaria.

Luerssen mengatakan setiap kapal dirancang untuk skenario keamanan dan pertempuran maritim, dengan displacement 2100 ton, awak 60 (ditambah 25 orang), ditenagai oleh dua mesin diesel dengan kecepatan 22 knot dan jangkauan hingga 6000 mil laut. Perusahaan telah mengindikasikan dua kapal akan dibangun bersamaan dengan pemotongan baja pada tahun 2024, yang pertama selesai dan dikirim pada tahun 2028 dan selanjutnya setiap sepuluh bulan.

C90 dapat dilengkapi dengan radar pencarian 3D, radar pengendali tembakan, dua radar navigasi, sistem manajemen tempur, sensor elektro-optik dan IR, sistem peringatan laser, sonar yang dipasang di lambung DSIT Blackfish Israel, sonar derek (opsional), sistem peluncuran jalan buritan (stern ramp launching system), helikopter multi-misi berukuran sedang, dan dek pendaratan.

Setiap kapal dapat dipersenjatai dengan meriam super cepat 76mm (120 putaran per menit), meriam sekunder anti-pesawat dan anti-permukaan 35mm, enam belas VLS, delapan rudal permukaan ke permukaan (dengan potensi 16 untuk Australia), pengecoh torpedo dan flare/chaff countermeasures, dua senapan mesin 12,7mm (untuk Angkatan Laut Bulgaria) dan dua peluncur torpedo tiga tabung.

Desain C90 kemungkinan perlu diperpanjang untuk menampung helikopter yang lebih besar karena helikopter menengah Bulgaria AS565 Panther saat ini (panjang 13,68m, tinggi 3,97m) dibandingkan helikopter RAN MH-60R Seahawk (panjang 19,7m, tinggi 5,18m).

See full article DefenceConnect)

30 komentar:

  1. tumben korvet..beda ama sodara tiri ya laga2an dr 68 mo 90...tp akan haha!πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    BalasHapus
  2. Lebih canggih kapal maharogolele

    BalasHapus
  3. HAH BENAR² CUMA BOROSKAN UANG & KORUPSI TAPI UNTUK BELI UNIT BARU TIDAK ADA DANANYA PARAH , SEBELUM 2015 SAJA SUDAH ADA RENCANA GANTI PT 76 SERTA MEMANG HARUS & AKAN DI GANTI UNIT BARU MESKI ANGGARAN TIDAK SEMEWAH SEKARANG KASIHAN YA SEKARANG CUMA JAMAN OMDO JUGA KEMBALI BANYAK PENCURI , SAKING ANEHNYA ALUTSISTA JAMAN SOEKARNO DI UP GRADE MEMALUKAN KAMPUNGAN , KASIHAN SEKALI MARINIR TIDAK DI BELIKAN TECHNOLOGY TEMPUR BARU SEPERTI JAMAN MENHAN RI DARI ITB NON MILITER PROF PURNOMO YUSGIANTORO YANG TERNYATA LEBIH TAHU MILITER DENGAN TANPA PERLU OMDO JUAL JASA SEOLAH AHLI DENGAN KENYATAANYA CUMA AHLI CURI UANG NEGARA , BOHONG & BERKHIANAT KE NKRI.

    HARUSNYA ITU SUDAH DIGANTI DENGAN JENIS AMPHIBIOUS MBT TANK 120 MM TERBARU, TIDAK DI UPGRADE TANK TUA JAMAN SOEKARNO LAGI , PARAH JIKA TIDAK ADA SOEKARNO PASTI TIDAK PUNYA MARINIR TANK INI , JIKA TIDAK ADA PROF PURNOMO YUSGIANTORO CUMA UNIT TUA RENTA YANG ADA DI MARKAS MARINIR TERMASUK PT 76 INI.
    PARAH² OMDO !

    KEMANDIRIAN YESS !

    BalasHapus
    Balasan
    1. ente jangan bikin Malyu menhan opa pur donk ahh,
      om tsotau mana ada embiti amfibi 120mm didunia saat ini
      klo ada 1 merk sebut yak, guwe beri waktu 1x24 jam haha!πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    3. MBT diamfibiin = kek batu dicemplungin empang oom..πŸ˜‚πŸ˜‚

      Hapus
    4. macacihhh harus baruw, padahal opa pur adalah menhan yg impor semua aset bekas pakai dibawah ini lho om tsotau haha!πŸ˜†πŸ˜†πŸ€£
      korvet bung tomo eks brunei
      kapal patroli eks brunei
      embiti leopard 2
      ivf marder
      m113
      tank LVT7
      c-130h ostrali
      f-16 gurun
      dan sebagainya....

      makanya klo mao komeng mikir dolo,
      khilaf, lupa hampir mirip tapi klo 1cc ituw mutlak om tsotau haha!🀣🀣🀣


      Hapus
    5. Hahahaha.....
      MBT di amphibi kan....
      Kek orang berenang GAYA BATU....
      Betul betul asal bunyi. Sok kemandirian tapi komentarnya level SAMPAH.
      Gak ada yg produksi ranpur Amphibi dgn cannon besar selain Rusia. Trus mau beli ke Rusia kesandung CAATSA. Beli ke produk barat, harus merubah doktrine. Mau merubah doktrin tidak semudah itu. Hal yg menjadi pakem dan dilatih bertahun-tahun, kemudian dalam sekejap ingin dirubah. Kl pun berubah doctrine, tetep aja butuh transisi.

      Hapus
    6. Betul om @Essen....
      Kalau di Malon ada si GEMPORK
      kalau dimari ada si SOK TAUW

      Hapus
    7. eiittt markas marinir isinya tak hanya PT-76 om tsotau,
      ada tank baruw BMP-3F yang beli pertama di era menhan opa Juwono Sudarsono, beliau adalah pemrakarsa MEF sesungguhnya,
      makanya baca yg banyak, trus di save as di jidat om tsotau haha!😬😬😬
      buat guwe opa pur hanya lanjutin program, dan pemrakarsa alutsista seken di jaman mef haha!🀫🀫🀫

      Hapus
    8. Ane tau, kamsud dia tuu 2S25 Sprut-SD => 125mm => embiti..

      Ya amsyong...πŸ˜‚πŸ˜œ

      Hapus
    9. "..Kabar yang belum mendapat konfirmasi dari internal TNI tersebut bersumber dari pernyataan Peter Tyukov, direktur eksekutif Kurganmashzavod yang dikutip dari lama kantor berita TASS (24/8/2018). “Kendaraan lapis baja kami ternyata sangat sukses, Rosoboronexport akan menyelesaikan kontrak dengan orang Indonesia dalam waktu dekat,” ujar Tyukov yang juga menyebut beberapa negara di Asia Tenggara menyatakan tertarik dengan Sprut-SDM1. Ranpur ini sebelumnya memang ikut dipamerkan dalam ajang Army 2018 di Rusia..."

      Hapus
    10. katanya 120 bisa jadi neng vena, tp ntuw kan mortar om pedang haha!πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
      dan smua 18 tonan...masa embiti haha!πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

      Hapus
    11. Tiap komennya bikin ketawa..
      Yaah, mayan oom, hiburan..

      Kih..kih..kih

      Hapus
    12. Sprut-SD bukan MBT, tetapi tank destroyer. Bahasa Rusianya: samokhodnaya protivotankovaya pushka atau meriam anti-tank gerak sendiri.

      Hapus
    13. MBT amphibi... hahahhahha bukannya berenang malah kelelep di dalam laut.

      Hapus
    14. Tank amphibi nggak ada yg sekelas & seberat MBT...yg ada hanya Larasnya yg sekelas MBT.

      Hapus
  4. G ADA BERITA SHOPPING DARI NEGARA AYAM SAYUR MIN???


    πŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡Ύ πŸ”πŸ”πŸ”πŸ”πŸ”

    BalasHapus
  5. Boleh juga nih lawan tanding OPV90. Tapi Kemhan harus nambah OPV90 sih biar seimbang, tau lah Aussie kalau belinya borongan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan lupa kelas destro, fregat & LHDnya, sudah ngantri duluan buat diseimbangkan mas bro..😁

      Hapus
    2. Hobart bisalah 3 unit lawan 2 unit AAW AH140. Tapi Hunter & Canberra kayaknya gak mungkin dilawan. Si Hunter rencana ada 9, FREMM masih rencana cuma 2. Canbbera udah 2, kita rencana sja brlum ada.

      Hapus
    3. Rencana LHD kita 4 unit. Lebih banyak dari rencana Australia.πŸ˜›

      Masalah realisasi lain lagi.πŸ˜†

      Hapus
  6. Lebih hebat kapal tldm KD.Lemes...πŸ€£πŸ’

    BalasHapus
  7. Saya kira kapal HALIMUN MAHABERUK LELE yang sudah cecah air... Hahahahaha

    Wooooiiii... MALON 13 tahun 1 kapal belum selesai ..tak MALU kah pada DUNIA.. hahahaha

    BalasHapus
  8. Lebih hebat kapal RONGSOKAN BERUK MALON... Hahah..hahaha..haha

    Selain BERKARAT ,KORUPSI,penuh dengan TUNGGAKAN HUTANG pula... Wkwkwkwkw

    Bayar woooiii... MISKIN.. hahaha

    Baca..
    DEFENCE SECURITY ASIA) — Boustead Naval Shipyard Sdn Bhd (BNSSB) perlu menyegerakan PEMBAYARAN TUNGGAKAN kepada vendor sebelum meneruskan projek perolehan kapal Littoral Combat Ship (LCS), menurut Persatuan Strategik Maritim Malaysia (MASTRA).

    Pengerusi Jawatankuasa Pertahanan dan Keselamatan MASTRA Datuk Wan Othman Wan Ab Rahman berkata TUNGGAKAN HUTANG BNSSB dianggar berjumlah RM1 BILION kepada vendor di bawah naungannya sejak tiga tahun lalu.

    TUNGGAKAN HUTANG itu telah menjejaskan kedudukan kewangan mereka manakala ramai pekerja terpaksa dibuang, menurut beliau sebagaimana dipetik oleh Berita Harian Online.


    Pihaknya yang mewakili lebih 100 VENDOR itu turut memberi jaminan projek LCS yang tergendala sejak 2019 boleh diteruskan dan memberi komitmen menyiapkannya dengan segera menjelang 2025 atau lebih awal.

    Namun apa yang penting adalah penyelesaian hutang tertunggak itu.

    “Penyelesaian hutang tertunggak ini penting supaya pihak vendor dapat meneruskan kerja bagi menyiapkan enam kapal LCS. Kapal LCS pertama iaitu Maharaja Lela dijangka diserahkan kepada pihak Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) pada 2025.

    “Projek LCS ini penting kepada pembangunan mampan industri pertahanan negara yang akan menyaksikan pembabitan kepakaran dan tenaga kerja anak tempatan dalam menyiapkan projek ini,” katanya pada sidang media.

    MASTRA menurutnya tidak pernah berdepan masalah kelewatan dari segi pembekalan keperluan bagi menyiapkan projek LCS, malah sebahagian besar vendor memiliki kepakaran untuk meneruskan projek sehingga siap.

    BalasHapus
  9. Lagi haibat KD Maharogol punya ketahanan berlayar kat darat cecah 13 tahun ngoahahaha πŸ˜€πŸ˜‚

    BalasHapus
  10. Kirain korvet 90 malon eh.punya australia...

    BalasHapus
  11. Ehhh ehh itukan yg kemarin ngejek kapal selam kita lebih kecilll dan murahan dari punya dia

    BalasHapus