05 Oktober 2009

TNI Siapkan Pertahanan Terpadu

5 Oktober 2009

Kapal patroli FPB-57 : siap dipasang rudal (photo : Angkasa)

JAKARTA--MI: TNI menyiapkan sistem pertahanan terpadu yang mengkombinasikan kekuatan TNI AD, TNI AL, dan TNI AU. Sistem ini merupakan bagian untuk menutup celah antar pulau. Hal ini disampaikan Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso kepada wartawan di Jakarta, beberapa waktu lalu.

"Sekarang kita bikin sistem pertahanan terpadu. Bagaimana AD, AL, dan AU bisa menyusun pertahanan yang bisa saling membantu," ujarnya. Ia mengungkapkan salah satu rencana yang akan digunakan dalam sistem pertahana terpadu.

Ia menyatakan bahwa TNI AL merencanakan agar masing-masing kapal patroli buatan Indonesia dipasangi peluru kendali. Jika kapal tersebut dibuat seratus buah dan ditempatkan di arus laut kepulauan Indonesia (ALKI) di sekitar Ambalat, musuh akan kebingungan.

Selain itu, TNI juga sudah menyusun pertahanan antar pulau bisa saling menutup. "Kita buat seratus. Kalau kita buat itu, lalu ditempatkan di ALKI, kapal-kapal musuh yang canggih juga bingung mana yang mau ditembak," serunya.

(Media Indonesia)

Baca juga :

Kapal Patroli TNI AL akan Dipersenjati Rudal

5 Oktober 2009

JAKARTA--MI: Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Tedjo Edhy Purdijatno mengatakan pihaknya akan mempersenjatai kapal-kapal patroli dengan peluru kendali (rudal)Â untuk meningkatkan efek tangkal.

"Kapal-kapal patroli akan kita perbanyak dan dipersenjatai dengan rudal buatan China dan Rusia, secara bertahap," kata Tedjo Edhy Purdijatno, seusai menghadiri peringatan HUT ke-64 TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Senin (5/10).

Tedjo mengatakan, kapal-kapal patroli tersebut akan dibuat dari bahan baja bukan lagi fiber. "Keterbatasan anggaran membuat kami harus sangat teliti dalam melakukan skala prioritas," ujarnya.

Karenanya, kenaikan anggaran pertahanan pada 2010 sebesar Rp40,7 triliun akan difokuskan untuk meningkatkan kesiapan alat utama sistem senjata yang sudah ada, misalnya mempersenjatai kapal patroli dengan rudal. "Selain itu, kami akan mengadakan alat utama sistem senjata seperti kapal angkut dan kapal patroli, bukan kapal perang atau kapal selam, karena fokus anggaran pemerintah masih pada kesejahteraan rakyat," tuturnya.

Kapal patroli, lanjut dia, dikerahkan untuk penjagaan dan pengamanan wilayah perbatasan laut RI dengan negara lain. Sedangkan, kapal angkut selain dapat digunakan untuk mobilitas pasukan dan logistik, dapat pula dipakai untuk mendukung penanganan bencana.

Terkait penundaan dua kapal selam baru, Kepala Staf Angkatan Laut Tedjo mengatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya pengadaan dua kapal selam pada pemerintah. "Sekarang kan prosesnya masih di Departemen Pertahanan, ya kita tunggu saja. Kami serahkan semuanya pada pemerintah," katanya. (Ant/OL-06)

(Media Indonesia)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar