08 Oktober 2009

Tiga Kapal Perang Kolinlamil Diusulkan Dihapus Bertahap

8 Oktober 2009

KRI Teluk Tomini 508 (photo : Kaskus Militer)

Tiga Kapal Perang Kolinlamil Diusulkan Dihapus BertahapJakarta, PelitaSedikitnya tiga kapal perang jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) di antaranya KRI Teluk Bayur-502, KRI Teluk Kau-504, dan KRI Teluk Tomini-508, termasuk Jenis Landing Ship Tank (LST) diproduksi di Amerika Serikat pada tahun 1942 diusulkan untuk dihapus secara bertahap.

Kapal perang tersebut telah memperkuat jajaran TNI AL hampir bersamaan. KRI Teluk Kau-504 sejak bulan Agustus tahun 1961, KRI Teluk Bayur-502 tanggal 17 Juni 1961, sedangkan Teluk Tomini-508 memperkuat sejak tanggal 15 Desember tahun 1967; jelas Kadispen Kolinlamil Letkol Laut (Kh) Drs Agus Cahyono, akhir pekan lalu.

KRI Teluk Bayur 502 (photo : TNI-AL)

Ketiga kapal perang TNI AL yang diproduksi oleh Amerika serikat mulai memperkuat jajaran TNI AL pada saat dilaksanakan Operasi Trikora dan Dwikora. Selain itu telah melaksanakan dukungan terhadap berbagai kegiatan operasi Kamdagri dalam rangka pergeseran pasukan maupun logistik dan peralatan strategis ke daerah operasi dalam rangka pemulihan keamanan dalam negeri.
Demikian pula berbagai kegiatan operasi bakti sosial dalam rangka mendukung kegiatan pembangunan dengan mengangkut material pembangunan ke berbagai daerah di wilayah Indonesia. Selain itu, terlibat dalam berbagai latihan diantaranya Latihan Puncak TNI AL Armada Jaya maupun dalam Latihan Gabungan TNI yang melibatkan tiga matra yang dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesia.

KRI Teluk Kau 504 (photo : TNI-AL)

Ketiga kapal perang tersebut saat ini yaitu KRI Teluk Kau-504 dan KRI Teluk Tomini-508 masih dibawah pembinaan Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Jakarta, sedangkan KRI Teluk Bayur-502 dibawah pembinaan Satlinlamil Surabaya. KRI Teluk Bayur-502 dibawah komandan Letkol Laut (P) Ari Widiyatmoko, alumnus AAL tahun 1991 diawaki oleh 101 personel. KRI Teluk Kau-504 dengan komandan Mayor Laut (P) Ketut Budiantara, alumnus AAL tahun 1994 diawaki 82 personel. Kedua kapal perang saat ini sandar di Jakarta dan Surabaya, sedangkan satu kapal perang lego di perairan Teluk Jakarta yaitu KRI Teluk Tomini-508 dengan Komandan Mayor Laut (P) Taman Sembiring diawaki 82 personel.

Kondisi kapal perang yang yang sudah memperkuat jajaran TNI AL lebih 40 tahunan tersebut tetap dilaksanakan pemeliharaan dan perbaikan sesuai prosedur dan standard kelaikan dalam rangka memperpanjang usia dan ketahanan apung serta kesiapan unsur dalam mendukung kegiatan operasi yang sewaktu-waktu akan ditugaskan.

Namun untuk menyiapkan kapal perang tersebut sampai mencapai kesiapan operasi sampai dengan kondisi 90 persen diperlukan kebutuhan biaya yang cukup tinggi dan hampir sama dengan biaya pengadaan kapal perang baru apabila diganti dengan unsur sejenis dengan spesifikasi yang sama, jelas Kadispen Kolinlamil.(be)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar