31 Juli 2015

Prototipe Pesawat Habibie R80 Mulai Dibuat 2016

31 Juli 2015
Rancangan pesawat R-80 (image : Kaskus Militer)

JAKARTA, KOMPAS.com — Prototipe atau purwarupa pesawat terbang rancangan Presiden ketiga RI BJ Habibie bertajuk Regio Prop 80 (R80) ditargetkan mulai dibuat pertengahan 2016, kata Komisaris PT Regio Aviasi Industri (RAI) Ilham Habibie.

"Semoga pertengahan tahun depan sudah tuntas semua (desainnya) sehingga pertengahan tahun depan kami sudah mulai membuat prototipe (purwarupa). Masih lama dari segi desain," ujar Ilham di Jakarta, Rabu (29/7/2015).

Ia menuturkan, saat ini pihaknya masih dalam tahap pembuatan desain awal R80, yakni dalam proses pemilihan komponen utama seperti mesin dan sistem pengendalian pesawat.

Pesawat R80 sebelumnya ditargetkan mulai terbang pada 2019, tetapi karena masalah teknis, Ilham memperkirakan pesawat tersebut baru siap diterbangkan pada 2021.

Untuk saat ini, tutur dia, terdapat tiga perusahaan penerbangan yang memesan pesawat itu mencapai total 145 unit, yakni dari Kalstar Indonesia, Nam Air, dan Trigana Air.

Sementara itu, untuk mesin pesawat, ia mengatakan, PT RAI akan menggunakan mesin dari tiga perusahaan, yakni Rolls Royce asal Inggris, Pratt and Whitney asal Amerika Serikat, serta General Electric asal Amerika Serikat.

Pesawat R80, menurut dia, memiliki beberapa keunggulan dibandingkan pesawat lain, di antaranya lebih besar dan hemat dalam penggunaan bahan bakar.

"Saya lihat biaya pengoperasian pesawat 30-50 persennya terkait bahan bakar, jadi mesin sangat menentukan. Kemajuan lain pesawat ini bisa juga di aerodinamika, kenyamanan kabin, material lebih maju, tapi yang paling penting lebih hemat 10-15 persen dibanding pesawat ATR," ujar dia.

Dengan keunggulan tersebut, Ilham mengatakan belum menentukan harga pasti untuk R80 karena belum menentukan mesin dan komponen-komponen yang akan dipakai. Namun, ia memperkirakan akan dibanderol sebesar 22 hingga 25 juta dollar AS per unit.

R80 merupakan suksesor dari pesawat N250 buatan IPTN yang kini disebut PT Dirgantara Indonesia. Sementara PT RAI yang mengembangkan R80 adalah perusahaan pembuat pesawat terbang komersial milik BJ Habibie.

(Kompas)

5 komentar:

  1. Wow great information good idea and i can get my assignment from the Essay writing service reviews. It is provide great support service to the students.

    BalasHapus
  2. pt rai bangun prototipe pesawat R80 dananya dari mana ?
    kita setuju r80 di bangun asal tidak memben apbn.
    .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jelas tidak ada kaitannya dengan apbn mas, karena rai adalah swasta nasional. Dan kalau pun mreka joint dengan pt.di dlm pembangunan nya, ttp skema nya B to B.
      Walau pun pt.rai berharap adanya investasi dari oemerkntah.

      Hapus
    2. Jelas tidak ada kaitannya dengan apbn mas, karena rai adalah swasta nasional. Dan kalau pun mreka joint dengan pt.di dlm pembangunan nya, ttp skema nya B to B.
      Walau pun pt.rai berharap adanya investasi dari oemerkntah.

      Hapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus