09 Maret 2016

Dari Saladin ke Badak

09 Maret 2016

 Panser Kanon Badak 6x6 (photos : Kaskus Militer)

Beragam tank dan kendaraan lapis baja digunakan TNI sejak perang kemerdekaan. Salah satu yang digunakan kavaleri TNI AD adalah Saladin. Tank yang dioperasikan sejak tahun 1960-an tersebut kini memasuki "pensiun" dan akan digantikan tank Badak.

Dalam buku Armoured Fighting Vehicles of The World karya Christopher F. Foss disebutkan nama asli tank Saladin adalah FV 601 Alvis Saladin Mk 2. Tank itu berbagi basis dengan kendaraan angkut lapis baja FV 603 Alvis Saracen. Saladin dan Saracen berpenggerak enam roda atau 6 x 6.

Saladin memiliki senjata utama meriam 76 milimeter dan dua senapan mesin 7,62 milimeter. Mesin Saladin ada di belakang, sedangkan mesin Saracen berada di depan karena bagian belakang menjadi kabin pengangkut pasukan.

Nama Saladin berasal dari Pahlawan Panglima Perang Islam dalam Perang Salib, yakni Saladin (1137-1193) alias Solahudin Al Ayubi. Saladin adalah pendiri Dinasti Ayubi yang menguasai Afrika Utara, Mesir, Jazirah Arab, hingga Levant (Suriah).

Saladin adalah seteru Raja Inggris Richard The Lion Heart. Sifat ksatria Saladin yang berasal dari suku bangsa Kurdi dan memimpin pasukan kavaleri Mamluk menjadikan namanya harum di Eropa yang menjadi seterunya.


Arsenal TNI AD

Saladin, Saracen, dan Ferret buatan Inggris menjadi arsenal TNI AD pada tahun 1960-an. Penulis militer Haryo Adjie Nogo Seno mengingatkan, Saladin dan Saracen menjadi ikon seputar peristiwa 1965. Dalam berbagai foto sejarah 1965, terlihat Saracen digunakan mengangkut peti jenazah tujuh Pahlawan Revolusi.

Waktu berlalu, semasa Darurat Militer di Aceh, karena embargo pasca 1998, TNI AD harus beroperasi dengan peralatan seadanya, termasuk Saladin yang sudah berusia 40-an tahun.
Dirjen Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan Marsekal Muda Slamet Prihatino pada tahun 2007 mengatakan, kesiapan tempur peralatan tua tersebut sekitar 40 persen (Kompas 18 September 2007).

"Kalau dioperasikan, konsumsi bahan bakar tank Saladin 1 liter untuk 2 kilometer. Sangat tidak efisien," katanya kala itu.

Modernisasi

Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla melanjutkan modernisasi alat utama sistem persenjataan yang dimulai oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ketika itu dirancang modernisasi hingga tahun 2029.

AMX-VCI hasil retrofit Pindad (photo : pr1v4t33r)

Terkait hal itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan, memesan 50 tank Badak buatan PT Pindad. Tank Badak buatan dalam negeri itu memiliki meriam 90 milimeter, lebih besar daripada tank Saladin.

Wakil Presiden dalam kunjungan ke PT Pindad juga meminta retrofit tank Saladin. Dapur pacu tank 6 x 6 seperti Anoa dan Badak yang menggunakan mesin diesel modern diyakini bisa menjadi pilihan bagi modernisasi Saladin dan Saracen.

Dalam kesempatan itu, Jusuf Kalla mengingatkan pentingnya menguasai teknik metalurgi karena komposisi lokal dalam pembuatan tank dalam negeri baru mencapai 30 persen.

Untuk daya gempur, Direktur Utama PT Pindad Silmy Karim optimistis uji tembak tank Badak yang dilakukan pada Desember 2015 sudah membuahkan hasil maksimal. Meriam Cockerill ukuran 90 milimeter buatan Belgia yang digunakan Badak diuji tembak dalam berbagai situasi seperti di medan pertempuran. Saladin yang berusia uzur akan dimodernisasi dan beroperasi bersama Badak yang mulai diproduksi Januari 2016.

(Kompas)

22 komentar:

  1. Kanon Badak depannya mesin terlalu ke bawah, shg akan menyulitkan bila bergerak di tanah dan sehrsnya agak ditinggikan utk pergerakan. sdh bagus, lanjutkan inovasinya PT Pal............

    BalasHapus
    Balasan
    1. PT Pindad bro... Bukan PAL :)

      Hapus
    2. Uhuk2... pt.pal... uhuk2...

      Hapus
    3. Wow keren... Pt. Pal sudsh bisa bikin panser...
      Semoga Pindad bisa bikin KAPAL.

      Ini kemajuan yg Ruuuarr biassaaaa....

      #mabuktape

      Hapus
  2. Kanon Badak depannya mesin terlalu ke bawah, shg akan menyulitkan bila bergerak di tanah dan sehrsnya agak ditinggikan utk pergerakan. sdh bagus, lanjutkan inovasinya PT Pal............

    BalasHapus
    Balasan
    1. Inilah jadinya kalau orang bodoh sok pintar. Urusan gtound clearance dst. pasti sudah ada pertimbangannya sendiri. Lagipula yang buat itu Pt. PINDAD bukan Pt. PAL. PAL itu bikinnya kapal.

      Hapus
  3. Aturannya buat pasukan infantri dari saladin loncat ke mbt t90 ms caliber 125 mm supaya daya gempur pasukan darat lebih hebat .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini fungsinya utk support batalyon mekanis/mechanized infantry alias IFV,bukan heavy armored batalion. Kalo ga ngerti artinya dari batalion infantry mekanis ya diem aja. Buat yg lain silahkan browsing dulu artinya mechanized infantry dan IFV(infantry support vehicle)jd begonya ga malu2in banget kaya muarif lah.

      Hapus
    2. Badak nantinya akan difungsikan sbg FSV (fire support vehicle) bukan IFV. Peran IFV kemungkinan besar akan dipegang oleh Marder.

      Hapus
    3. Keyataan di medan tempur suriah tank pendukung mbt super tank lebih mendukung dari pada tank krupuk ...bicara perang di medan tempur tehnologi dan kwalitas lapis baja lebih dominan . Bebei anda ini hanya pandai bicara pegang sapu yapu lantai jangan sok pintar ...kita ini paham mau antec barat , indobesia cukup senjata seadanya kapan 2 gampang di bekuk .

      Hapus
    4. Muarif kok anda bodohnya ga kira2 sih? Ini fungsinya beda sama MBT. Mechanized infantry itu ga cuma perlu MBT tapi juga Fire Support (contoh: Badak), IFV (Marder atau BMP), APC (Anoa), Mobile AA (Gepard atau Tunguska), dll. Uni Soviet/Russia pun tau kalau infatry ga cuma perlu MBT support. Anda sebagai fans barang Russia harusnya juga ngerti itu. Kalau pengetahuan anda terbatas (bodoh) stop acting like you are the smartest in the world. Dan stop nyebut orang antek barat karena anda sendiri antek timur. Indonesia negara non-blok dan saya ga mau kalau Indonesia jadi babu Russia atau US. Jadi maaf. Saya benci orang yang mendewakan satu pihak seperti anda. Terutama karena anda bodoh.

      Hapus
  4. Dikasih MBT??? maksudnya infanteri pake barangnya Kavaleri gitu?? Hehehe.. Oke deh :D

    BalasHapus
  5. Btw, Badak nanti masuk ke Yonkav ya? Untuk support yonmek, semoga saja masing2 yonmek nantinya dilengkapi dgn Anoa Cannon 20-30 mm sbg IFV. Mgk 6-8 unit / yonmek sudah cukup.

    BalasHapus
  6. saladin bukan panglima tapi dia RAJA

    BalasHapus
  7. Proteksi 12,7 mm dan meriam 90mm Low Presure saya rasa harus bisa dirubah kedepannya. Good luck Badak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Armor badak bukannya cuma STANAG level 3 ya? Jadi cuma tahan 7,62 mm dr 30 m?

      Hapus
  8. http://www.indomiliter.com/badak-6x6-generasi-armoured-fire-support-vehicle-terbaru-pt-pindad/
    Badan 12,7 untuk meriam stanag level I. Miris ya... Semoga diperbaikin kedepannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah... miris banget... itu mah diadu sama BMP 3 atau M2 Bradley juga pasti kalah...

      Hapus
    2. Ga usah BMP 3 atau Bradley, senapan mesin berat Rusia yg 14,5 sekelas Kadimirov KPV atau tentengan BTR 60-80 juga jebol bro. Gw juga suka penasaran 12,7mm AP Badak atau Anoa bisa nahan ga ya?

      Hapus
  9. Pindad memberi jaminan bahwa Badak dengan kulitnya yang keras memenuhi standar NATO STANAG 4569 Level III, atau mampu menahan impak peluru 7,62x51mm AP (Armor Piercing) standar NATO dari jarak 30 meter. Seperti kebiasaan Pindad yang sebelumnya mendandani Anoa dengan lapisan applique tambahan, Badak juga bisa ditingkatkan perlindungannya, setidaknya mampu menahan impak peluru 14,5mm.

    Kedepanya berharap kanonnya diganti yg mediumpressure biar mampu njebolin mbt musuh dengan amo HEAT.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu dia, kalau dengan tambaha lapisan applique armor dan hanya bisa menahan 14,5mm menurut saya untuk medan perang saat ini masih kurang. Apa lagi kalau ke depannya.

      Hapus
  10. Maaf sekedar share mungkin ada teman teman yang butuh.
    Ini sengaja aku share karena aku dulu terbantu oleh beliau,karena jasa beliau sekarang aku bisa kerja layak.

    www.jalanhidup5758.blogspot.com
    www.ijazahS1.blogspot.com

    BalasHapus