10 Juli 2021

Dislitbangad Gelar Ujicoba Senjata Lawan Tank (SLT)

10 Juli 2021

Uji coba senjata buatan Instalaza Sa Spanyol (all photos : TNI AD)

JAKARTA, tniad.mil.id – Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AD (Dislitbangad) menggelar kegiatan ujicoba (sertifikasi) Senjata Lawan Tank (SLT) Instalaza C90 Reusable, C90-CS, Alcotan-100 (M2), FTV Rifle Grenade dan Alhambra Hand Grenade buatan Instalaza Sa Spanyol di Batujajar, Bandung, Jawa Barat.

Demikian disampaikan Kepala Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AD (Kadislitbangad) Brigjen TNI Terry Tresna Purnama, S.I.Kom., M.M., dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/7/2021).


Dijelaskan Kadislitbangad selaku Kepala Kegiatan (Kagiat) bahwa uji coba (sertifikasi) Senjata Lawan Tank (SLT) Instalaza C90 Reusable, C90-CS, Alcotan-100 (M2), FTV RIFLE Grenade dan Alhambra Hand Grenade buatan Instalaza Sa Spanyol tersebut sesuai Peraturan Kasad, tentang Organisasi dan Tugas Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Darat, yang memiliki tugas pokok membina dan menyelenggarakan fungsi penelitian dan pengembangan dalam rangka mendukung tugas pokok TNI AD.

Kadislitbangad mengatakan, uji coba (sertifikasi) materiel TNI AD merupakan tugas penelitian karena dalam pelaksanaannya memiliki metode dan teknik penelitian yang diatur dalam suatu tolok ukur Syarat-Syarat Tipe (SST).


“Syarat-Syarat Tipe (SST) Senjata Lawan Tank (SLT) Instalaza C90 Reusable, C90-CS, Alcotan-100 (M2), FTV RIFLE Grenade dan Alhambra Hand Grenade, merupakan menjadi pedoman yang akan digunakan pada pelaksanaan uji coba/sertifikasi guna mendapatkan materiel yang berkualitas,” ujarnya.

Selanjutnya Kadislitbangad menambahkan bahwa Senjata Lawan Tank (SLT) Instalaza C90 Reusable, C90-CS, Alcotan-100 (M2), FTV RIFLE Grenade dan Alhambra Hand Grenade, Granat Senapan (Rifle Grenade) ini harus memenuhi persyaratan umum yang meliputi syarat (kaidah) ilpengtek. Sesuai dengan Ketentuan Standar Umum (KSU) materiel Angkatan Darat.



Aspek yang harus dipertimbangkan dalam persyaratan umum adalah aspek politik, ekonomi, tingkat teknologi yang digunakan, kemampuan dukungan industri dalam negeri dan kemampuan dukungan logistik nasional. Persyaratan ini bersifat kualitatif, namun demikian penilaiannya dalam bentuk angka (kuantitatif) yang telah ditentukan batas-batasnya secara jelas dan harus dijadikan sebagai salah satu dasar pertimbangan dalam menganalisa hasil uji coba Senjata Lawan Tank (SLT) Instalaza C90 Reusable, C90-CS, Alcotan-100 (M2), FTV RIFLE Grenade dan Alhambra Hand Grenade, Granat Senapan (Rifle Grenade).

Adapun aspek yang menjadi persyaratan umum paparnya meliputi, Pertama materiel berasal dari dalam dan luar negeri yang tidak terkait dengan masalah politik. Senjata Lawan Tank (SLT) Instalaza C90 Reusable, C90-CS, Alcotan-100 (M2), FTV RIFLE Grenade dan Alhambra Hand Grenade, Granat Senapan (Rifle Grenade) ini dapat berasal dari dalam negeri sebagai hasil dari kegiatan Litbanghan baik pada kegiatan rancang bangun ataupun modifikasi, sedangkan yang berasal dari luar negeri sedapat mungkin dari negara asal materiel dan telah memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia.


Kedua, memiliki nilai ekonomis yang tinggi baik dalam rangka pengadaan maupun selama penggunaan. Senjata Lawan Tank (SLT) Instalaza C90 Reusable, C90-CS, Alcotan-100 (M2), FTV RIFLE Grenade dan Alhambra Hand Grenade, Granat Senapan (Rifle Grenade) selama pengoperasionalannya memiliki nilai yang lebih tinggi (ekonomis) dibandingkan dengan harga pada saat pengadaannya.

Ketiga, memiliki teknologi yang tinggi/maju. Senjata Lawan Tank (SLT) Instalaza C90 Reusable, C90-CS, Alcotan-100 (M2), FTV RIFLE Grenade dan Alhambra Hand Grenade, Granat Senapan (Rifle Grenade) harus merupakan produk terbaru dengan menggunakan teknologi yang terbaru/tidak ketinggalan jaman.


Kemudian ungkap Kadislitbangad yang keempat yaitu mudah dalam dukungan dan pengadaan materiel. Senjata Lawan Tank (SLT) Instalaza C90 Reusable, C90-CS, Alcotan-100 (M2), FTV RIFLE Grenade dan Alhambra Hand Grenade, Granat Senapan (Rifle Grenade) dalam proses pengadaan suku cadangnya harus dapat terpenuhi sampai dengan habis masa pakainya (Life of Time); dan kelima Memiliki usia pakai yang relatif lama. Granat Senapan (Rifle Grenade) harus dapat digunakan minimal selama 15 tahun.

Sementara itu Kepala Sub Tim (Katim) uji coba dalam kegiatan tersebut Letkol Chb Sukamto mengatakan bahwa pelaksanaan pengujian dengan mempedomani aspek konstruksi dan perlangkapan, kemudian materi uji aspek kemampuan, materi uji aspek kelancaran kerja serta materi uji aspek insani.


Hadir dalam kegiatan ujicoba diantaranya Kadislaikad, Dirbinlitbang Pussenif, perwakilan dari Mabes TNI, Paban III/Litbangasro Srenaad, Paban IV/Binsisops Sopsad, Paban VI/Alpal Slogad, Kasubditbinsiapsat dan Alutsista Sdirsen Pussenif, Kasubditbinjat Optronik Sdircab Puspalad, Kasubditbinmu Sdircab, Kaliti Dislitbangad, Pa Ahli Matum Dislitbangad, Kasubdismat Dislitbangad, Kepala Laboratorium Dislitbangad, Kasubdismat Dislitbangad. 

59 komentar:

  1. Mantap,dapat mainan baru Alcotan 100
    Setelah ujicoba dan di sertifikasi
    Tinggal tunggu Kontraknya.

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. Percuma askar pondan malon punya senjata macam begini,belum bertemu musuhpun dijamin askar pondan malon ciut nyali lari terbirit2 tinggalkan medan perang

      Hapus
    2. Pendekar kaleng-kaleng kena ini SLT langsung koyak tak berbekas lagi seperti para Malon yang Koyak Hati dan otaknya karena tak de Wang untuk belanja senjata premium .. bisanya nak belanja nasi lemak saja๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

      Hapus
  3. latihan terus...... kasihan sebelah nggak diajak....
    opss..... sebelah lg bangkrut

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ni bukan latihan tp ujicoba buat dapat sertifikat kelayakan.
      Jika lulus tinggal TT pengadaannya

      Hapus
  4. Selamat pagi....

    FAILED STATES of Malingsial...๐Ÿ˜…๐Ÿคฃ

    BalasHapus
    Balasan
    1. DAn selamat pagi pula buat manusia gagal para beruk semenanjung

      Hapus
  5. SELAMAT BERAKHIR PEKAN ... INGAT WALAUPUN KITA TURUN KELAS MENJADI MISKIN .. TETAPI KITA TETAP HARUS TETAP EXIST ...TETAP PERTAHANAKAN GAYA HIDUP LEVEL ATAS KITA SELAMANYA ... HUTANG GAK APA-APA SELAMA MASIH ADA YANG MEMBERI HUTANG KEPADA KITA ...PERSETAN DENGAN MASA DEPAN YANG SURAM .. YANG PENTING KITA TETAP HAPPY ....

    IWAN FALS

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak ada yg tanya gak ada yg mau baca jg.

      Hapus
    2. Hutang perkapita indo 1000 USD, malaysia 5500 USD, jelas kita tidak terlilit hutang

      Hapus
    3. Mana ada lirik Iwan Fals seperti begitu...wakakakakakak.

      Yang terpenting....jangan kibarkan bendera putih...tanda menyerah kalah....Bangsa Indonesia bangsa petarung!! Kalau malon kan sudah terkenal bangsa lembik..terbiasa di Jajah....

      Hapus
    4. HAhaha mentalnya mental tahu gembos,bukan mental pejuang dan petarung,ini nih mental anak bangsa penjilat ,pengkhianat

      Hapus
    5. Itu sudah dari zaman dulu kala bro Yufi...melayu malon terkenal tukang berkhianat....bukti² sejarah mereka pon tidak ada...hanya reka² cerita karut..wkwkwkwk

      Hapus
    6. Suruh aja pindah negara klo gak suka di sini,gitu aja repot
      Mental bocil cuma brani ngmng disini aja.

      Hapus
    7. Pahlawan Malon pun cuma reka-reka saja mana ada bukti mereka melawan para penjajah British / Mat puteh .. Lembik semua tak ada mental petarung .. Lon Malonentql Lembik je๐Ÿคฎ๐Ÿ˜‚

      Hapus
  6. Dislitbangad uji senajata anti tank = jempol
    Dishub uji nongkrong saat ppkm = tolol sampai dna

    BalasHapus
  7. Bisa ditempatkan di perbatasan Sarawak....siap menghancurkan tin biskut/kaleng biskuit bernama PT-91

    BalasHapus
    Balasan
    1. PT91 hanya di ledakan di semenanjung...mau diangkut pake apa ke Serawak LST/LPD enggak punya...mungkin pake tongkang ditarik tugboat ya..wkwkwk

      Hapus
    2. Diangkut pakai balon kuning besar lebih elegan dibawa nya ke Serawak and Sabah .. kalau lewat Natuna tinggal di dor saja bolon nya ๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜ƒ

      Hapus
  8. Paskhas AU pakai C90,dan Alcotan 100 calon SLT buat TNI AD.


    BalasHapus
  9. Bole tembak delta covid19..
    Buat masa skrg tembak pkai air..

    BalasHapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  11. @putut_reza

    7j
    German shipbuilder Thyssen-Krupp Marine Systems, for one, offered to sell its type 214
    =====

    No more 209

    BalasHapus
    Balasan
    1. kapal selam kelas 214 merupakan kapal selam bertipe hybrid engan kompartemen berlambung tunggal yang menggabungkan prinsip desain dari tipe 209 dan tipe 212A.
      Kapal selam calon pengganti KRI Nanggala-402 ini dilengkapi teknologi Fuel Cell Air-Independent Propulsion System yang dapat meningkatkan ketahanan bawah air secara signifikan dan mengurangi risiko deteksi.
      Campuran senjata dan sensor U-214 dikombinasikan dengan fitur AIP yang terintegrasi penuh, ditakdirkan untuk semua operasi dan misi kapal selam modern.
      Selain itu, kapal selam tersebut memiliki muatan yang besar, memungkinkan cakupan misi yang luas dan fleksibel mulai dari operasi perairan pesisir hingga patroli laut.

      Hapus
  12. Mr Prabowo bilang pembelian F15 su35 Rafale setelah tanda tangan kontrak tidak langsung datang itu barang 5,6 tahun,paling cepet 3 tahun pesawat pertama datang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Su-35 tinggal bayar sih tapi butuh lobi amerika biar caatsa tidak berlaku ke kita.

      Hapus
    2. Katanya Mr sales kemenhan win win solutions,penawarnya ad di F15 osprey blackhawk,yang jadi pertanyaan Mr. Prabowo bilang kita blom perlu kapal canggih,ini maksudnya batal freem ato blom mau destroyer

      Hapus
    3. Klo produksi baru pasti butuh wktu lama proses pembuatannya peswat itu datang paling cepat 2 atau tahun ya,klo gak tunggu antrian.

      Hapus
    4. @Torpedo
      Itu mah basa basi aja,gak semua dipublish ke media

      Hapus
    5. waktuw gak masalah, yg penting masukin dolo sucad f-16, OSPREY ama AMRAAM yg banyaaaakkkkkkk haha!๐Ÿค ๐Ÿค ๐Ÿค 

      Hapus
    6. amerika bikin happy aja dulu biar kita bisa leluasa beli Rafale dan Su-35

      Hapus
    7. Bisa jadi ada opsi Second
      (Barangkali)

      Hapus
    8. @palu_gada Amerika anggap kita mungkin "teman rasa sekutu", bisa dilihat begitu banyak barang-barang premium dan jempolnya (mungkin aja jika kita akusisi F-16V izin penjualan F-35 bukan lagi angan-angan belaka, tapi harus tabah sampai akhir nunggu kedatangannya) ๐Ÿ˜‚

      Hapus
    9. Ada kabar baik,kejutan akhir tahun dari pak Djenod

      Hapus
  13. Indonesia kasihan betul nih kene prank menhan xixiixixix

    BalasHapus
    Balasan
    1. Satu lgi akun malon km muncul kepancing umpan

      Hapus
  14. asoyy...bikin FANASSSsss lagi ahhh haha!๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ

    kami suka Italy,
    kami suka FREMM

    frigat besar, bukan kaleng kecik cem sebelah

    kesian apalagi yg gak sanggup shopping soping = sila minggir gutbai..FANASSSsss haha!๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ

    JOM SHOPPING SOPING...brangkaatttt haha!๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ

    Eiitt WARGANYET KL KEFANASAN 7 kliling, tak shopping soping haha!๐Ÿคญ๐Ÿคญ๐Ÿคญ

    baca ini sebelah TERBAKARRRRrrrr haha!๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ

    ๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

    FINCANTIERI WILL PROVIDE 8 VESSELS TO INDONESIA The Group has been awarded the program for the Navy of the Asian Country 10 June 2021

    Trieste, June 10, 2021 – Fincantieri, one of the most important shipbuilding groups in the world, and the Ministry of Defense of Indonesia, have signed a contract for the supply of 6 FREMM class frigates, the modernization and sale of 2 Maestrale class frigates, and the related logistical support.

    https://www.fincantieri.com/en/media/press-releases/2021/fincantieri-will-provide-8-vessels-to-indonesia/

    BalasHapus
  15. ini senjata roket atau rudal anti tank ya ?

    BalasHapus
  16. Ini C90 yang terbaru kan yang reusable?,
    Kalau nggak salah C90 yang digunakan TNI saat ini masih C90 disposable

    BalasHapus
    Balasan
    1. C90 yg pakai dri satuan Paskhas AU

      Hapus
    2. Kalo gak salah Tontaipur juga pake C90 om Garuda

      Hapus
  17. Senjata yg mampu mengubah pendekar Malon jadi keranda mayat.,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan hanya jadi keranda tapi jadi krematorium.

      Hapus
  18. Negara pengguna atau operator Alcotan 100 baru 3 ekor
    1.militer Spanyol
    2.Militer Peru.
    3.Militer Bahrain
    4.

    BalasHapus
  19. Bagus nih kalo setiap regu senapan (rifle squad) yang terdiri dari 9 orang, salah satu prajuritnya ditugaskan sebagai spesialis anti lapis baja diperlengkapi dengan SLT seperti Alcotan atau Carl Gustav atau Javelin.

    Dengan demikian jika 1 batalyon senapan (rifle batallion) ada 450 prajurit maka ada 450 / 9 = 50 SLT.

    Jika 1 brigade infanteri ada 4500 prajurit maka ada 500 SLT untuk setiap brigade.

    Jika ada 17 brigade infanteri maka ada 8500 SLT, cukup itu untuk menghabisi semua kendaraan lapis baja lawan yang coba masuk ke dalam wilayah NKRI.

    BalasHapus
  20. Dah bungkus 2 Ska viper dan 1 ska f 15, buat lobby catsa ntar bawa pulang su 35, ditambah 36 rafale dah cukup mumpuni tuh efek gentarnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo viper saya kurang setuju om Bagong....F15 EX juga harus ada fitur EPAWSS nya

      Hapus