17 November 2009

KSAD Janjikan Alutsista Penerbangan Ditambah

17 November 2009

Helikopter TNI-AD akan ditambah lagi dengan 6 unit Mi-17 (photo : NF-Gaero)

SEMARANG (SI) – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Letnan Jenderal TNI George Toisutta mengungkapkan, saat ini telah direncanakan adanya penambahan alat utama sistem senjata (alutsista) penerbangan sebanyak enam unit helikopter jenis MI-17. “Tapi hal tersebut masih akan melihat anggaran yang disediakan pemerintah,” ungkapnya usai memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Penerbangan TNI Angkatan Darat (Penerbad) di Lanumad Ahmad Yani Semarang, kemarin.

Mantan Pangkostrad ini menambahkan, saat ini ada tiga tantangan yang harus dihadapi Puspenerbad. Tantangan pertama, menurutnya adalah keterbatasan anggaran Negara untuk pembangunan dan pengadaan alutsista penerbangan. “Hal ini berpengaruh dalam memenuhi kebutuhan komponen utama penerbangan karena sebagian besar alat penerbangan mempunyai teknologi tinggi dan merupakan produksi luar negeri,”jelasnya. Tantangan lain yang harus dihadapi,terang George,adalah keterbatasan alat utama pesawat terbang.

Menurutnya, kondisi ini berdampak terhadap pemenuhan jam terbang, baik dalam pembinaan kekuatan maupun penggunaan kekuatan. “Sehingga pelaksanaan tugas dan penyelenggaraan fungsi penerbangan belum dapat berjalan secara optimal,” sebutnya. George menambahkan, tantangan yang ketiga adalah rekrutmen personel yang berkualifikasi penerbang membutuhkan waktu lama dan anggaran yang tidak sedikit.

Sementara di sisi lain, terang George, kemampuan penyediaan prajurit Angkatan Darat secara menyeluruh masih terbatas. “Karena itu, Puspenerbad kita harapkan terus berimprovisasi dan berinovasi untuk mencari solusi terbaik serta meningkatkan profesionalisme dalam rangka kesiapan kesatuan,”harapnya.

Dalam kesempatan itu, George Toisutta juga menerima wing kehormatan penerbang dari Danpuspenerbad Brigjen TNI Nabris Haska sebagai tanda kehormatan. Dalam acara itu, juga disuguhkan sejumlah atraksi dari para prajurit TNI, maupun para istri TNI. Para istri TNI menyuguhkan sejumlah tari-tarian dari sejumlah daerah yang dikemas modern. Sementara para prajurit memamerkan keahilan mereka dalam bela diri.

(Seputar Indonesia)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar