17 April 2010

Pangarmatim Perkenalkan Alat Selam Baru Frogman

17 April 2010

Alat selam Viper SC (photo : Carleton )

KREMBANGAN - Alat utama sistem persenjataan (alutsista) Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) bertambah. Kemarin (16/4) kesatuan yang dikomandoi Letkol Laut (P) Yeheskiel Katiandagho itu memperkenalkan peralatan selam baru. Namanya, Viper SC (Semi Close). Pengujian alat baru itu dilakukan di kolam renang Hotel Plasa Surabaya. Pengujian dihadiri langsung oleh Pangarmatim Laksda TNI Among Margono.

Dalam pengujian tersebut, Pangarmatim memantau percobaan empat alat selam baru itu. Dipimpin Letkol Laut Yeheskiel, pengujian alat berlangsung tiga jam. Mulai pukul 08.00 hingga 11.00. Pangarmatim sengaja mengujicobakan empat peralatan terlebih dahulu sebelum memberikan peralatan selam itu dalam jumlah yang lebih besar. ''Setelah dipastikan aman dan bisa melakukan tugas dengan baik, baru kami ajukan lagi,'' ujar Yeheskiel.

Bagi frogman, sebutan anggota Satkopaska, peralatan menyelam adalah yang paling vital. Maklum, area kerja pasukan khusus TNI-AL itu berada di dalam air. Berbagai misi, khususnya penyusupan, menuntut gerakan yang tenang dan tidak memancing perhatian musuh. Di depan Pangarmatim, empat anggota Satkopaska itu tidak hanya menggunakan dengan berbagai teknik menyelam. Beberapa pola penyerangan menggunakan senapan Heckler & Koch (HK), senapan bawah air Avtomat Podvodnyj Spetsialnyj (APS), dan senjata antiteror MP5 juga dilakukan.

Senapan bawah air APS (photo : Vitaly V. Kuzmin)
Yeheskiel menambahkan, percobaan alat selam tersebut akan dilakukan beberapa kali. Termasuk langsung terjun di laut begitu aman saat dicoba di kolam. Setelah dinyatakan aman dan fungsi tugasnya mumpuni, Satkopaska akan meminta tambahan alat baru itu. ''Karena tidak bisa digunakan sembarang orang, setelah aman baru boleh dicoba oleh para prajurit,'' ujar komandan kelahiran Malang 1965 itu.

Yang istimewa, alat tersebut mempunyai kelebihan antimagnetis. Artinya, tidak mudah dipantau oleh musuh dan tidak memicu ranjau meledak. Lazimnya, ranjau bisa meledak karena efek magnetis, frekuensi, dan sentuhan. Karena itu, alat tersebut efektif untuk misi mine counter measure atau menyapu ranjau. Selain itu, Viper SC cocok digunakan untuk menyerang. ''Menyusup dan menyerang sama-sama bisa,'' jelasnya.

Alat itu juga memiliki ransel dengan komposisi bagian yang diletakkan di punggung. Sama dengan peralatan menyelam lain bertipe open circuit system atau bisa mengeluarkan gelembung udara. Namun, bentuknya lebih rumit. Alat tersebut disebut SC lantaran mempunyai dua fungsi. Yakni, open dan closed circuit system yang tidak mengeluarkan gelembung.(dim/c4/hud)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar