16 Maret 2021

NAS 332C1+ Super Puma for Malaysia?

16 Maret 2021

NAS 332C1+ Super Puma medium lift helicopter (photo : PTDI)

The Indonesian Aerospace (IAe) NAS 332C1+ Super Puma medium lift helicopter should be considered to fill in the requirement by both the Royal Malaysian Air Force (RMAF) and the Malaysian Army Aviation Force (Pasukan Udara Tentera Darat – PUTD) which require a replacement platform for their respective Sikorsky S-61A-4 Nuri helicopters retired more than a year ago.

The first of NAS 332C1+ has been successfully delivered to the Indonesian Air Force (TNI-AU) on January 2021 marking a new era for the locally assembled helicopter. Serving SkU 6 out of Atang Sendjaja AFB.

The C1+ variant Super Puma has been ordered by KEMENHAN in 2019. The fact that the helicopter is being completed in short period of time is indeed a testament to the IAe which has been producing the helicopter under license since early 1980’s.

The helicopter will be assigned for Search and Rescue (SAR) operations, vertical mobility as well as Humanitarian Assistance and Disaster Response (HADR) operations.

Unlike ‘legacy’ Super Puma built by the IAe, the new C1+ variant is equipped with glass cockpit compatible to Night Vision Goggle (NVG). It also has Flight Management System (FMS) as well as Attitude Heading and Reference System (AHRS) and weather radar.

For SAR operations, the new Indonesian Super Puma is equipped with SAR Direction Finder which is able to locate the signal transmitted by Emergency Locating Tracker/Beacon (ELT/ELB).With maximum speed of 306 km/h, as a SAR platform, it is able to fly for 4 hours.

In vertical airlift role, the Super Puma is able to carry 16 troops excluding three crews (pilot, co-pilot and Air Quarter Master).

(MFH)

281 komentar:

  1. Silahkan di beli ya MALON WKWKWKWKW....

    BalasHapus
  2. Harap tudm berminat beli nas 332 buatan PT dirgantara untuk gantikan NURI wkwkwkwkw....

    BalasHapus
  3. Demex.....ampe sangex πŸ˜–

    # edisigagalpertax😭😭😭

    BalasHapus
  4. Boleh aja...tapi rasanya malaysia akan beli langsung dari airbus tapi rasanya juga blackhawk juga punya peluang utk dipilih atau h225

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwkwk posisi kau di Kemhan MALON apa? Wkwkwkwkw

      Hapus
    2. Malaysia kemungkinan besar beli 1 helikopter doang. Rudal amraam aja cuma beli 10. Wkwkwk

      Hapus
    3. Nusantara16 Maret 2021 07.14

      Wkwkwkwk posisi kau di Kemhan MALON apa? Wkwkwkwkw


      Jongos tuan

      Hapus
  5. Oooh bukan buatan ptdi cuman pasang under license

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tp Malon ngga bisa bikin πŸ˜‚, Mentri pertahanan malaon ja bilang pesawat CN 235 buatan Indonesia yg di pakai kerajaan Malon memang kecil tp Malon tidak bisa membuatnya πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Hapus
    2. Kenape tak beli di Aircrod???

      Aircrod tak dapat under license dari Airbus Helicopter keh???

      Wkwkwkwkwk

      Hapus
    3. Malaysia kemungkinan besar beli 1 helikopter doang. Rudal amraam aja cuma beli 10. Wkwkwk

      Hapus
    4. Yang pasti PT. DI bukan kilang sticker seperti deftech

      Hapus
    5. Kita ngaku kalo itu pasang lisense bukan kaya deftech yang udh Tampal stiker terus pengadaannya kalah sama Turki wkkwkwkwkwkw kasian malon

      Hapus
  6. Daftar sipri TNI 2020

    - 23 unit panser 8x8 pandur (sudah datang semuanya)
    - 3 unit klaidoscope ( dalam proses pembuatan)
    - 12 unit mtu 93 ( dalam proses pembuatan)
    - 23 unit RCWS ut 25 ( dalam proses pembuatan)
    - 14 unit turret cm 90 ( 9 unit telah datang di Indonesia )
    - 10 unit helikopter nas 332 super puma ( 9 unit telah tiba di Indonesia )
    - 1 unit kapal KLEWANG ( dalam proses pembuatan)
    - 80 unit KFX ( dalam proses pembuatan)
    - 3 unit kapal selam changbogo ( 2 unit telah di operasikan oleh TNI AL )
    - 18 unit TANK HARIMAU ( dalam proses pembuatan)
    - 18 unit Turret cockerill 3105 105 MM
    - 27 unit MLRS Astros MK 6 batch 2 ( telah tiba semuanya di Indonesia pada 2020 )
    - 3 unit PT - 6 ( dalam proses pembuatan)
    - 8 unit UCAV CH 4B rainbow ( telah tiba semuanya di Indonesia pada 2019-2020 )
    - 11 unit helikopter panther ( telah tiba semuanya di Indonesia pada 2019-2020)
    - 14 unit MIDR ( 9 unit telah tiba di Indonesia pada tahun 2019-2020)
    - 50 unit rudal anti kapal permukaan EXOCET MM 40 BLOCK 3 ( 25 unit telah tiba di Indonesia pada tahun 2019-2020)
    - 40 unit rudal anti pesawat MICA ( telah tiba semuanya di Indonesia)
    - 18 unit artileri SPH CAESAR Batch 2 ( telah tiba semuanya di Indonesia
    - 8 unit helikopter EC 725 CARACAL Batch 2 ( dalam proses pembuatan)
    - 2 unit baterai Rudal SAM NASAMS 2 ( telah tiba semuanya di Indonesia)
    - 22 unit tank BMP 3F Batch 3 ( dalam proses pembuatan)
    - 21 unit panser BT 3F ( dalam proses pembuatan)
    - 60 unit rudal MANPADS CHIRON ( telah tiba semuanya pada tahun 2018)
    - 3 unit pesawat latih kt-1 wong bee ( dalam proses pembuatan)
    - 4 unit meriam BOFORS 57 MM MK 3 ( dalam proses pembuatan)
    - 2 unit ciws millenium gun ( telah tiba semuanya di Indonesia pada tahun 2019-2020)
    - 3 unit FU ( FIRING UNIT) oerlikon skyshield Batch 2 ( telah tiba semuanya di Indonesia pada tahun 2020)
    - 76 unit Turboprop ct7 ( 54 unit diantaranya telah tiba di Indonesia)
    - 2 unit helras ( telah tiba semuanya di Indonesia pada tahun 2019-2020)
    - 160 unit turbofan f414 ( dalam proses pembuatan)
    - 20 unit fv-53 ( dalam proses pembuatan)
    - 16 aaq 33 sniper ( 11 telah tiba di Indonesia pada tahun 2019-2020)
    - 36 unit rudal BVRAAM AMRAAM untuk jet tempur F-16 fighting Falcon block 15 OCU DAN BLOCK52ID milik TNI AU ( telah tiba semuanya di Indonesia)
    - 200 unit rudal BVRAAM AMRAAM untuk 2 baterai rudal SAM NASAMS 2 milik TNI AU ( 100 unit diantaranya telah tiba di Indonesia pada 2020)
    - 9 unit helikopter bell 412 EPI ( 3 unit diantaranya telah tiba di Indonesia)
    - 2 unit MPQ 64 sentinel ( 1 unit diantaranya telah tiba di Indonesia pada tahun 2020)
    - 14 unit UAV scan eagle ( dalam proses pembuatan)
    - 8 unit v-22 osprey ( tidak di ketahui)

    Link :

    https://www.facebook.com/181276675314017/posts/3471629109612074/





    KASIHAN MALON WKWKWKWKW... Mereka tak percaya jika Indonesia membeli sebanyak 200 unit rudal BVRAAM JENIS AMRAAM DARI USA UNTUK TNI AU bahkan 100 unit di antaranya telah tiba di Indonesia wkwkwkwkw.... Yang sabar yang MALON WKWKWKWKW

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini bru Pengadaan MEF2 byk yg belum di cantumkan hehe
      Apalgi yg 2021 bakal berbeda bgt nnti

      Hapus
    2. AWASS NANTI ADA YG IRI DAN DENGKI πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Hapus
  7. Tapi yah kok masih lama yah..post 2025 utk penggantian nuri..sekarang ini kita sewa dulu haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. MAT sabu kau tahu tidak Indonesia membeli sebanyak 200 unit rudal BVRAAM JENIS AMRAAM DARI USA UNTUK TNI AU bahkan 100 unit di antaranya telah tiba di Indonesia wkwkwkwkw

      Hapus
    2. Jangan lupa bayar uang sewa, helikopter lagi terbang ditarik sama debt collector

      Hapus
  8. Mikir gimana pengganti nuri & datangin little bird dulu lah bangsat...

    Sebelum mikir beli ini itu lihat dompet lu dulu...gembel

    BalasHapus
  9. Tenang2 kalau perlu kembalikan nuri aja ataupun minta hibah blackhawk sama aussie haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwk minta minta,miskim amat dah

      Hapus
    2. Padahal dulu Brunei nawarin hibah Blackhawk bekas pakainya ke Malon..

      Gengsi kah ambil Hibah Blackhawk dari bekas Provinsi Brunei.. Wkwkwkwkwk..

      Sekarang ngarep Hibah Blackhawk Hibah Aussie.. wkwkwkwkkwk

      Hapus
    3. Emang ausie mau kasi hibah...?? Emang malon ada uang buat dana ambil barangnya..?? Maunya hibah tp langsung dikirim ke malon.tanpa keluar uabg...ngimpi looon....ba gsa kok nggal ounya harga diri...pantas ausie jual F 18 nya ke canada dr pd ke malon...sesama FPDA gt lho kagak dianggap...memalukan loon...
      πŸ¦§πŸ¦§πŸ¦§πŸ–πŸ–πŸ–πŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ–πŸ–πŸ–πŸ¦§πŸ¦§πŸ¦§

      Hapus
    4. F-18 RAAF aja ngga dikasih apalagi minta Black Hawk, berkacalah pada kasus hibah Black Hawk dari Brunei..... Padahal jarak dari Brunei ke malon cuma sejengkal tapi ngga mampu bawa Black Hawk Brunei

      Hapus
  10. Malon pa la mak beli heli.. Makan je sulit..😁

    Malon kedekut nak derma je jika ada jiran berlebih...πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    BalasHapus
  11. Malaysia kemungkinan besar beli 1 helikopter doang. Rudal amraam aja cuma beli 10. Wkwkwk

    BalasHapus
  12. Ooh tapi ada sudah juga beli heli aw139 utk tldm..dikit tapi lebih baik ada bagi perspektif kita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Malaysia kemungkinan besar beli 1 helikopter doang. Rudal amraam aja cuma beli 10. Wkwkwk

      Hapus
  13. Mungkin xperlu beli pun guna aja 12 caracal sama 10 aw109 hahaha

    BalasHapus
  14. Macam mana nak mengetahui jika 100 rudal BVRAAM JENIS AMRAAM yang tiba di Indonesia pada tahun 2020 dari 200 unit rudal BVRAAM JENIS AMRAAM yang dipesan oleh Indonesia? Jawabannya mudah


    Silahkan ditengok video ini


    Video TNI AU mengoperasikan rudal SAM NASAMS 2

    https://www.facebook.com/181276675314017/posts/3323729437735376/



    Di video tersebut nampak prajurit TNI AU sedang melakukan LOADING rudal amraam ke peluncur rudal Sam NASAMS 2 yang di miliki oleh TNI AU dan 200 unit rudal BVRAAM JENIS AMRAAM yang dipesan oleh TNI AU di gunakan untuk amunisi di peluncur rudal SAM NASAMS 2 milik TNI AU

    BalasHapus
    Balasan
    1. Raytheon has received a $768 million US Air Force contract to manufacture Advanced Medium Range Air to Air Missile (AMRAAM) for various allies including Turkey and Saudi Arabia. The missiles are to be mounted on aircraft such as the F-16, F-15 and F-35.

      “This contract provides for the production of the AMRAAM missiles, captive air training missiles, guidance sections, AMRAAM telemetry system, spares and other production engineering support hardware,” Raytheon said in a statement Sunday.

      This contract involves unclassified foreign military sales to Australia, Belgium, Canada, Denmark, Indonesia, Japan, Kuwait, Morocco, Netherlands, Norway, Oman, Poland, Qatar, Romania, Saudi Arabia, Singapore, Slovakia, South Korea, Spain, Thailand, Turkey and United Kingdom, which accounts for 47% of the contract value, the statement read.

      The Air Force Life Cycle Management Center, Air Dominance Division Contracting Office, Eglin Air Force Base, Florida, is the contracting activity.

      Work is expected to be completed by February 28, 2023.

      Hapus
  15. Helikopter utilitas
    Pada 2007, Najib Razak mengumumkan helikopter Sikorsky S-61A4 Nuri yang beroperasi sejak 1968 akan dihentikan secara bertahap pada 2012 dan digantikan oleh Eurocopter EC725 . [55] Wakil Kepala RMAF Letnan Jenderal Bashir Abu Bakar mengatakan kepada media setelah membuka Heli-Asia 2007, bahwa penilaian tender untuk penggantian Sikorsky S-61A-4 Nuri akan dilakukan pada awal tahun 2008. [56] Pada Badan Pertahanan ke-12 Pameran Asia (DSA) 2010, [57] sebuah Letter of Agreement (LOA) ditandatangani untuk 12 helikopter EC725 untuk dipasok ke RMAF. [58] Dengan itu, EADS, (European Aeronautical Defense and Space Company), telah menjanjikan 100 juta Euro untuk mendirikan pusat helikopter komprehensif di Subang untuk akademi aeronautika, pelatihan, simulasi dan pemeliharaan, perbaikan dan fasilitas perbaikan untuk versi militer Eurocopter EC725 dan Eurocopter Model sipil EC225. [59]

    Meski ada rencana untuk mengganti semua Sikorsky S-61A-4 Nuri, namun karena keterbatasan anggaran pemerintah hanya berhasil membeli 12 Eurocopter EC725. Untuk itu, Nuri masih aktif dalam dinas hingga 2019. Dalam LIMA 2019, Malaysia juga menyatakan akan membeli Mil Mi-171 (versi bersenjata modifikasi untuk Mil Mi-17) dari Rusia. Dilaporkan pada 7 Januari 2020 bahwa RMAF menghentikan helikopter Nuri-nya dan Jenderal RMAF Ackbal Abdul Samad mengatakan bahwa ada evaluasi helikopter utilitas baru untuk menggantikan semua Nuri yang tersisa.

    BalasHapus
  16. Laporan sipri kmarin byk yg blm dicantumkan,perlu di update lagi 2021 bakal beda lagi tuh krn byk sekali pengadaan heheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sipri nunggu tahun 2021 selesai baru buatin daftar impor senjata 2021.

      Hapus
  17. Sudahlah malon enggak usah malu² minta sedekah saja heli dari China² Singapura...kan anggota FPDA juga...πŸ€£πŸ˜…

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngga bakalan dikasih, uang ngga kenal member FPDA atau bukan. Kalau ada uang dikasih hibah ngga ada uang yaa mending disimpan aja dulu

      Hapus
  18. Semoga ga beli lewat PT DI, bikin ruwet gaesss....duit aja dah jelas ciput.

    Lagian order dari dalam negeri ga kurang-kurang...😁😁😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak bakal beli kyknya, mereka takut maluuu dgn negara Jiran sebelah yg udh bisa rakit heli πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Hapus
  19. Mending ladenin buyer afrika, ordernya jelas, bayarnya jelas...

    KL?

    Minggir dikit jee...πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Contoh nyata : buyer Senegal & Pantai Gading...gak pake ruwet belinya.

      😁😁😁

      Hapus
    2. Yoii, apalagi Kongo baru ketemu gunung emas

      Hapus
  20. Malon belinya cuma 1....bayarnya minta nyicil 25 thn...hadeeeh looon....FpDa udah kagak anggap malon yaa....masa anggotanya yg grade A.lg terpuruk kagak ada yg mau bantuin....kayaknya pd mikir...buat apa pd bantu malon...ujung2nya nusuk dr belakang jg dgn jin pinx....
    🦧🦧🦧🦧

    BalasHapus
  21. Geng MALON pasti sangat kepanasan tengok Indonesia borong 236 unit rudal BVRAAM JENIS AMRAAM bahkan 136 unit di antaranya telah tiba di Indonesia dan di operasikan oleh TNI AU wkwkwkwkw... Bukan macam SEBELAH itu beli 10 unit je nampak sangat Takde Wang wkwkwkwkw

    BalasHapus
  22. Bisa aja diajukan dan dibeli oleh malaysia kalau harganya miring..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halaaah.belagu lu mat cabul...dikasi hibah gratis aja malon.nggak sanggup ambilnya...otak dipake.mat...
      πŸ¦§πŸ¦§πŸ¦§πŸ–πŸ–πŸ–πŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ–πŸ–πŸ–πŸ¦§πŸ¦§πŸ¦§

      Hapus
    2. Preett.. ntar diberi harga miring pon masih ngelunjak & songong..

      jadi customer bisa dipercaya ga nih ?

      🀣🀣

      Hapus
  23. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  24. Oooh bru tahu kalau tni ada 200 amraam malaysia harus ada 200 juga yah walaupun tiada keperluan dan wilayah malaysia cuman 1/3 dari wilayah ri? Its not about the numbers om its about requirement

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salah bro TNI AU membeli sebanyak 236 unit rudal BVRAAM JENIS AMRAAM yang sudah tiba di Indonesia dan di operasikan oleh TNI AU adalah sebanyak 136 unit Wkwkwkwkw

      Pembelian rudal amraam oleh Indonesia/TNI AU dalam 2 gelombang

      Gelombang 1 : sebanyak 36 unit rudal BVRAAM JENIS AMRAAM ini untuk 33 unit jet tempur F-16 fighting Falcon milik TNI AU

      Gelombang 2 : 200 unit rudal BVRAAM JENIS AMRAAM ini untuk 2 baterai rudal SAM jenis NASAMS 2 milik TNI AU


      Jadi total adalah 236 unit rudal BVRAAM JENIS AMRAAM yang dimiliki oleh TNI AU wkwkwkwkw

      Hapus
    2. Amraam Kita kan buat Nasams Merad mat..

      Hapus
  25. Baguslah kalau tni bisa dapat 200 plus amraam tapi negara lain xhrus punya 200 juga kn..toh kenapa bandingkan sama malaysia terus pergi aja banding sama thailand vietnam atau singapur

    BalasHapus
    Balasan
    1. Membandingkan iya mat....tp intinya buar congor ente nggak sombong terus disini...tp.kenyataannya malon setara timor leste...makanya kalo.mau begaya sm.cakap sombong jgn disini...pindah ke blog nya timor leste..paham.mat cabul....
      πŸ¦§πŸ¦§πŸ¦§πŸ–πŸ–πŸ–πŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ–πŸ–πŸ–πŸ¦§πŸ¦§πŸ¦§

      Hapus
    2. Intinya karma dan adzab berlaku buat negara yg tikam dari belakang, tukang geser patok dan tukang curi

      Hapus
    3. Sukurin lu main di kandang KamiiiπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Sono main di grup pesbuk MMP aja , dasar Malon iri dan dengki

      Hapus
  26. JAKARTA, KOMPAS.com - Airbus Helicopters menilai keputusan TNI Angkatan Udara yang memesan 8 H225M merupakan hal yang tepat. Sebab, helikopter itu sudah teruji dan banyak digemari.

    "H225M adalah helikopter yang telah teruji di medan tempur dan disenangi oleh banyak pelanggan di seluruh dunia," ujar Airbus Helicopters Executive Vice President, Ben Bridge dalam siaran pers, Jakarta, Jumat (11/1/2019).

    "Indonesia terus mengambil peran penting dalam rantai pasok global Airbus Helicopters. Bersama rekan terpercaya kami PTDI, kami siap mendukung kesiapsediaan armada helikopter Indonesia," sambung dia.

    TNI AU sebelumya memesan 8 helikopter H225M. Persamaan ini bagian dari upaya memperkuat armada TNI AU untuk tugas pencarian dan pertolongan (SAR) dalam kondisi tempur.

    PT Dirgantara Indonesia (Persero) turut dilibatkan. Helikopter itu akan diserahkan kepada TNI AU usai perakitan, penambahan kelengkapan, dan penyesuaian akhir oleh PTDI di Bandung.
    PTDI telah menjadi pemasok badan utama dan badan belakang helikopter yang merupakan varian militer dari keluarga helikopter multi-peran Super Puma sejak tahun 2008.

    BalasHapus
  27. Tak nak di bayar pakai Sawit, wang tak ada Miskin

    BalasHapus
  28. Lihat ni MAT sabu Wkwkwkwkw....

    - 36 unit rudal BVRAAM AMRAAM untuk jet tempur F-16 fighting Falcon block 15 OCU DAN BLOCK52ID milik TNI AU ( telah tiba semuanya di Indonesia)
    - 200 unit rudal BVRAAM AMRAAM untuk 2 baterai rudal SAM NASAMS 2 milik TNI AU ( 100 unit diantaranya telah tiba di Indonesia pada 2020)



    Berarti sudah ada sekitar 136 unit rudal BVRAAM JENIS AMRAAM yang telah tiba di Indonesia dan di operasikan oleh TNI dari 236 unit rudal BVRAAM JENIS AMRAAM yang dipesan oleh Kemhan RI Wkwkwkwkw....

    BalasHapus
  29. Apa kabar singapur yg wilayah nya kecik bisa Bully mantan ibu pertiwinya, dengan di ceroboh apache dan bayar air murah dari malon

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebentar lagi wilayah Johor dan sekitarnya bakal di take over sama Singapura

      Hapus
  30. Oooh jadi cuman tni beli amraam byk di asean yah..singapur beli cuman 10 yah wkkwk..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwkwkw MALON yang saya cakap bukan singapur Wkwkwkwkw

      Hapus
    2. Mat Sabun...MALON mohon sedekah dan bantuan saja ke Singapura...toh sesama anggota fpda...tidak usah malu² lah..budget atm ciput dan sudah terbelakang...

      Hapus
  31. Macam mana mau mengetahui jika 100 rudal BVRAAM JENIS AMRAAM yang tiba di Indonesia pada tahun 2020 dari 200 unit rudal BVRAAM JENIS AMRAAM yang dipesan oleh Indonesia? Jawabannya mudah


    Silahkan ditengok video ini


    Video TNI AU mengoperasikan rudal SAM NASAMS 2

    https://www.facebook.com/181276675314017/posts/3323729437735376/



    Di video tersebut nampak prajurit TNI AU sedang melakukan LOADING rudal amraam ke peluncur rudal Sam NASAMS 2 yang di miliki oleh TNI AU dan 200 unit rudal BVRAAM JENIS AMRAAM yang dipesan oleh TNI AU di gunakan untuk amunisi rudal di peluncur rudal SAM NASAMS 2 milik TNI AU




    - 36 unit rudal BVRAAM AMRAAM untuk jet tempur F-16 fighting Falcon block 15 OCU DAN BLOCK52ID milik TNI AU ( telah tiba semuanya di Indonesia)
    - - 200 unit rudal BVRAAM AMRAAM untuk 2 baterai rudal SAM NASAMS 2 milik TNI AU ( 100 unit diantaranya telah tiba di Indonesia pada 2020)



    Berarti sudah ada sebanyak 136 unit rudal BVRAAM JENIS AMRAAM yang telah tiba di Indonesia dan di operasikan oleh TNI AU dari 236 unit rudal BVRAAM JENIS AMRAAM yang dipesan oleh Kemhan RI Wkwkwkwkw....

    BalasHapus
  32. Sipri mungkin memasukan 200 motosikal malon, lalu timur leste harus beli motosikal gitu??

    BalasHapus
  33. Emang kalau malon punya 200 motosikal, laos bakal iri?? Baru punya motosikal nak sombongnya cem punya 200 leopard

    BalasHapus
  34. apa buatan INDON...??? No way.... wkwkwkwkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah MISKIN sombong.. wkwkwkwkwkwkwk

      Ingat LOCKDOWN sampe Ogos takde wang.. wkwkwkwkwkwk

      MD530G Little Bird 6 bijik sudah pasti gak tuch datang di Ogos.. wkwkwkwkwk

      Hapus
  35. gempur tak nak berani berkicau guys,,,di jilat ludah sendiri,,hey pur spa cakap indo nak beli heli airbus kat negara malon,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. lah baru je firma INDON dapatkan heli Airbus pemasangan di MALAYSIA...wkwkwkwkwkw

      Hapus
    2. @Gempurwaria

      Kau nich cakap bual je dan reka-reka cerita..

      Sila hantar kemari link firma MALON aka AIRCROD bisa rakit Helicopter Airbus... wkwkwkwkkwkwkk.. pasti takde.. krik..krik..krikk..

      Hapus
  36. beli terus dari pihak pembekal utama seperti Airbus je... lagi berbaloi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau ada wang nya...


      🀣🀣

      Hapus
    2. mestilah ada.... berbanding jenis beli NGUTANG dan NUNGGAK BAYARAN.... itu belum lagi pernah LALAI bayar sewa kan bro....wkwkkwkwkw

      Hapus
    3. itu sivil je yg bukan TNI AU ,,coba kau tengok ni,,TUDM kau yg beli dari indo,,,heli indo ada quality tak macam heli rakitan negara korang yg pasang baut je

      Hapus
    4. sivil pun tak mahu buatan INDON nah bagaimana...??? yang buat tu pun kontrak dari pemerintah...wkwkwkwkwkkw

      Hapus
    5. Mestilah ada kerna hanya di malon wang tumbuh diatas pokok sawit, ya ngga pur...


      🀣🀣🀣

      Hapus
    6. Atau dari kantong para kroni & orang tengah.. πŸ˜‚

      Hapus
    7. betul sawit menjana pendapatan negara bukan INDON pun menggunakan sawit untuk jana pendapatan negara kan...??? wkwkwkwkwkkw

      Hapus
    8. Indonesia tak hanya handalkan sawit guna pendapatan negara.. Kita masih punya Nikel, Cobalt, Emas, Gas, dll.. wkwkwkwkwkwk

      Hapus
    9. Daya tawar indo emang cuma sawit sahaje..

      Meanwhile kerajaan ko hanya andalkan sawit sementara Uni Eropa masih membanned sawit..

      gimana mo putar otak klo hanya bergantung pada 1 komoditi unggulan sahaje.. πŸ˜‚

      Hapus
    10. Tenang lon, sawit kita sdh masuk ke Switzerland

      Hapus
  37. kau tengok tuh pur,,TUDM kau tu beli dari indo,,jilat tuh ludah kau yg banyak,,wkwkwkwkkkk

    BalasHapus
  38. Airbus helicopters facilitates first e-delivery in Asia Pacific


    Indonesia’s PT. Smart Cakrawala Aviation has become the first customer in the Asia Pacific to take delivery of its new H130 helicopter facilitated through a specially arranged e-acceptance process, which complies with Covid-19 health and safety regulations.

    Airbus Helicopters head of Asia Pacific Vincent Dubrule said the Jakarta-based commercial air service operator formally accepted the new intermediate single helicopter into its fleet at the Airbus Helicopters regional delivery centre in Subang where all the requirements of the normal delivery process were satisfied without the need for physical meetings or cross-border travel.

    “Despite the ongoing Covid-19 challenges, it is vital that we continue to maintain our scheduled deliveries to our customers.

    “We are honoured to have Smart Cakrawala Aviation, not only as our new customer but also as the first operator in the Asia Pacific to accept their helicopter via this innovative e-acceptance process.

    “We are thankful for their trust and will continue to closely support their operations,” he said in a statement.



    link
    https://www.theborneopost.com/2020/07/07/airbus-helicopters-facilitates-first-e-delivery-in-asia-pacific/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Firma civil Indonesia kasihan dengan firma Malon jadi order disana.. wkwkwkwk

      PT. DI lagi full pesanan dari TNI dan negara luar nak buat Heli & pesawat..

      Hapus
  39. Ketika perang LCS meletus, banyak negara yang akan melakukan Aneksasi di kawasan, saling sikut, saling tendang, siapa kuat dia menang dia berkuasa.. Hanya malon yg ga siap, hanya bisa berharap dari saudara serumpun sahaja

    BalasHapus
    Balasan
    1. siap apa...??? lawan pejuang OPM saja kesusahan...wkwkwkwkwkw

      Hapus
    2. Siap apa...??? lawan pejuang SULU, LTTE Tamil, Restoran Komunis Penang saja kesusahan... wkwkwkwkwk


      Apalagi buat usir CCG di BPA. Scramble Bomber Xian H-6 TLDM, TDM, TUDM Pondan, Lembik & Lemah Syahwat.. wkwkwkwkkwkw

      Hapus
  40. CUMAN BISA AMRAAM? KALAU BANYAK DUIT PERGI SANA BELI METEOR HAHAHA...AMRAAM ITU BIASA AJA JAMAN NOW SUDAH ADA MBDA METEOR

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah biasa aja kok malon cuma beli 10 bijik..

      Berasa kaya beli telor di kedai runcit ya bro.. πŸ˜‚

      Hapus
  41. PT Smart Cakrawala Aviation terima H130 pertama dari Airbus


    PT Smart Cakrawala Aviation dari Indonesia menjadi pelanggan pertama helikopter H130 di Asia Pasifik. Penyerahan helikopter buatan Airbus Helicopters ini dilaksanakan secara online pada 6 Juli 2020.

    Pengiriman helikopter bermesin tunggal H130 akan dilaksanakan dari pusat pengiriman regional Airbus Helicopters di Subang, Malaysia ke Jakarta dalam dua minggu mendatang.

    Sebelum proses serah-terima, inspeksi menyeluruh dan uji coba terbang dilakukan oleh staf Airbus selama dua hari dan dimonitor melalui konferensi video.

    Airbus dalam siaran berita yang diterima Airspace Review mengatakan, PT Smart Cakrawala Aviation saat ini mengelola armada pesawat kecil tipe fixed wing.

    H130 menjadi helikopter pertama yang dimiliki oleh perusahaan ini. Heli akan didedikasikan untuk angkutan kargo maupun penumpang, pemantauan udara, dan patroli kebakaran.



    link
    https://www.airspace-review.com/2020/07/06/pt-smart-cakrawala-aviation-terima-h130-pertama-dari-airbus/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Firma civil Indonesia kasihan dengan firma Malon jadi order disana.. wkwkwkwk

      PT. DI lagi full pesanan dari TNI dan negara luar nak buat Heli & pesawat

      Hapus
    2. Kata "cakrawala" itu mengambil dari Bahasa Indonesia lon...bahasa beruk semenjung tidak ada itu...

      Hapus
  42. malah di INDON sendiri dapatkan heli dari Airbus MALAYSIA ya...wkwkwkwkkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Firma civil Indonesia kasihan dengan firma Malon jadi order disana.. wkwkwkwk

      PT. DI lagi full pesanan dari TNI dan negara luar nak buat Heli & pesawat

      Hapus
  43. Wkwkwkwkkwkwkwkwk.......



    PT Smart Cakrawala Aviation terima H130 pertama dari Airbus


    PT Smart Cakrawala Aviation dari Indonesia menjadi pelanggan pertama helikopter H130 di Asia Pasifik. Penyerahan helikopter buatan Airbus Helicopters ini dilaksanakan secara online pada 6 Juli 2020.

    Pengiriman helikopter bermesin tunggal H130 akan dilaksanakan dari pusat pengiriman regional Airbus Helicopters di Subang, Malaysia ke Jakarta dalam dua minggu mendatang.

    Sebelum proses serah-terima, inspeksi menyeluruh dan uji coba terbang dilakukan oleh staf Airbus selama dua hari dan dimonitor melalui konferensi video.

    Airbus dalam siaran berita yang diterima Airspace Review mengatakan, PT Smart Cakrawala Aviation saat ini mengelola armada pesawat kecil tipe fixed wing.

    H130 menjadi helikopter pertama yang dimiliki oleh perusahaan ini. Heli akan didedikasikan untuk angkutan kargo maupun penumpang, pemantauan udara, dan patroli kebakaran.



    link
    https://www.airspace-review.com/2020/07/06/pt-smart-cakrawala-aviation-terima-h130-pertama-dari-airbus/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Firma civil Indonesia kasihan dengan firma Malon jadi order disana.. wkwkwkwk

      PT. DI lagi full pesanan dari TNI dan negara luar nak buat Heli & pesawat

      Hapus
  44. Bro kenapa orang malay suka bilang negara kita (indon).Apakah itu bersifat menghina?

    BalasHapus
  45. Itu kan heli sipil hahaha

    Kasihan AtM HELI kongsi 4 wkwkk
    Mau beli pur silahkan siapkan uang
    Mau sewa silahkan

    BalasHapus
  46. Amraam itu sudah yesterday's news om jaman now sudah ada mbda meteor wkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emangnya Malin beli MBDA Meteor??? Wkwkwkwkkwkwkw

      IRI & DENGKI bilang je Mat... wkwkwkwkwk

      Mana bukti Video TLDM uji Missile NSM yg konon sudah di masuk SIPRI Malon..sila hantar kemari.. wkkwkwkwkwk

      Hapus
  47. Cuman dealer heli jee..

    Bangganya se jagat raya..wakakakakakakakk

    CUMA regional delivery centre, gaeessss..

    Sewa tempat jee di subang.

    LoL

    BalasHapus
  48. Sebelah hanya cukup bisa sewa kasihan

    BalasHapus
  49. masa dalam INDON sendiri lebih percaya pemasangan heli di MALAYSIA berbanding negara mereka....???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yg pnting tak sewa itu pun sipil wkwkkw

      Kasihan deh

      Hapus
    2. Firma civil Indonesia kasihan dengan firma Malon jadi order disana.. wkwkwkwk

      PT. DI lagi full pesanan dari TNI dan negara luar nak buat Heli & pesawat

      Hapus
  50. kasihan ya..yang heli pasang di INDON tu pun kebanyakannya kerana pesanan dari pemerintah je... wkwkwkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih bagus doonk...buatan anak bangsa sendiri...lah malingsial beli bluprint kedah class dan Maharaja Lelah salah potong..rejected produk dan engineer failure...wkwkwkwk

      Hapus
    2. Malon beli heli H225M dari PT. DI.. Wkwkwkwkwk..

      https://m.cnnindonesia.com/nasional/20160214164744-20-110835/malaysia-hingga-venezuela-beli-pesawat-buatan-indonesia

      Hapus
    3. Saking pintar dan ambisius nya untuk mengalahkan Indonesia tapi lupa otak cuma 1 cc jangankan membaca blueprint membaca berita saja ngga mengerti. Contohnya : gembulwaria, mat cabul dkk

      Hapus
  51. Cuma semacam dealer motorsikal jee..
    Tapi ama KL ditampal stiker, klaim seolah pabrik heli Airbus PUNYA KL...

    Lawak.

    Wakakakakakkkk..

    Isi mat puteh semua woooeeiiyyy..!

    LoL

    BalasHapus
  52. Sebelah hanya bisa seewa heli
    Kongsi 4 pula ��������

    BalasHapus
  53. Gempurwaria ..siap apa...??? lawan pejuang OPM saja kesusahan.

    πŸ˜…πŸ€£πŸ˜„ Malingsial lawan sesama bangsa saja sudah kesusahan..Negara dalam Keadaan Darurat..Resesi ekonomi..politik kacau.. ATM....budget ciput dan twrlemah di kawasan...wakakakakak

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwkwkwkwkkw lihat negara kamu sekarang tu bro...wkwkwkwkwkkwwk jangan buka berita BUZZER je...wkwkwkkwwk

      Hapus
  54. Soalan kenapa PT Smart Cakrawala lebih memilik heli pemasangan Airbus MALAYSIA berbanding pemasangan di INDON...???


    PT Smart Cakrawala Aviation dari Indonesia menjadi pelanggan pertama helikopter H130 di Asia Pasifik. Penyerahan helikopter buatan Airbus Helicopters ini dilaksanakan secara online pada 6 Juli 2020.

    BalasHapus
  55. Tp klo malon mau pesan di PTDI pasti gengsi huhu

    Ya salam sewa aja

    BalasHapus
  56. Tenang2 aja om..masih lambat penggantian nuri ini..kontrak sewa pun masih belum disign

    BalasHapus
  57. malah firma INDON sendiri lebih memilih pemasangan heli di MALAYSIA nah...bagaimana tu...wkwkwkwkkwkw

    BalasHapus
  58. CUMA dealer...diklaim PABRIK heli.

    Wakakakakakakakakak..

    Segitu jeee..?

    LoL

    BalasHapus
  59. Mimpi punya pabrik heli..dealer pun DIKLAIM ibarat pabrik HELI


    Lawak.

    Wakakakakakakak

    BalasHapus
  60. wkwkwkwkwkwk... ketahuan firma INDON pilih heli pemasangan MALAYSIA terus cover malu itu heli awam kata mereka....wkwkwkwkwkwkwk

    baik punya Cover....wkwkwkwkkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekelas dealer sudah dianggap setara pabrikan..

      Yassalam.. 🀣🀣

      Hapus
  61. Mang ada TNI pesan di malon pur wkkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. jadi PT Smart Cakrawala Aviation bukan dari INDON....??? wkwkwkwkkwkwkw

      Hapus
  62. oh banyak pesanan ya.. wkwkwkwkwkwkwk

    pesanan dari alam GHOIB

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heli seqa pun malon tidak ada uangnya...wakakakakaka

      Hapus
  63. Ternyata pabrik dealeer ya pur
    Kasihan deh

    BalasHapus
  64. Ooohh..

    Dealer heli di KL bikin airframe/parts heli kee..?

    Oooh..TAK??

    okey.


    Wakakakakakakkakak

    BalasHapus
  65. wkwkwkwkwkkwkw....


    PT Smart Cakrawala Aviation terima H130 pertama dari Airbus


    PT Smart Cakrawala Aviation dari Indonesia menjadi pelanggan pertama helikopter H130 di Asia Pasifik. Penyerahan helikopter buatan Airbus Helicopters ini dilaksanakan secara online pada 6 Juli 2020.

    Pengiriman helikopter bermesin tunggal H130 akan dilaksanakan dari pusat pengiriman regional Airbus Helicopters di Subang, Malaysia ke Jakarta dalam dua minggu mendatang.

    Sebelum proses serah-terima, inspeksi menyeluruh dan uji coba terbang dilakukan oleh staf Airbus selama dua hari dan dimonitor melalui konferensi video.

    Airbus dalam siaran berita yang diterima Airspace Review mengatakan, PT Smart Cakrawala Aviation saat ini mengelola armada pesawat kecil tipe fixed wing.

    H130 menjadi helikopter pertama yang dimiliki oleh perusahaan ini. Heli akan didedikasikan untuk angkutan kargo maupun penumpang, pemantauan udara, dan patroli kebakaran.



    link
    https://www.airspace-review.com/2020/07/06/pt-smart-cakrawala-aviation-terima-h130-pertama-dari-airbus/

    BalasHapus
  66. Cuma tempat transit delivery heli dari Airbus jee..?

    Okey.


    Wakakakakakakkkkk..

    BalasHapus
  67. kasihan sekali firma heli di negara mereka lebih memilih pemasangan dari MALAYSIA..mungkin kerana lebih BERMUTU dan sangat BAGUS buatannya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwkwkw itu cabang Airbus bro bukan milik MALON WKWKWKWKW

      Hapus
    2. Menyedihkan pemasangan pesawat mpa sedekah dari US pun..pasang di PT.DI...wakakakakak

      BUKTI KUALITAS PEMBUATAN,MUTU DAN PENGALAMAN PT.DI DIAKUI US DAN DUNIA....

      Hapus
    3. Itu dari cabang regional Airbus ya, bukan dari perusahaan milik Malaysia

      Hapus
    4. RK-360MC Neptune16 Maret 2021 08.39

      PT Komala Indonesia terima dua heli Mi-8 untuk digunakan di Malaysia

      AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – PT Komala Indonesia, sebuah perusahaan penyewaan helikopter dan pesawat di Indonesia, telah menerima pengiriman dua heli Mi-8. Kedua helikopter dibawa menggunakan pesawat angkut Il-76TD-90VD milik Volga-Dnepr Airlines dari Almaty, Kazakhstan ke Kuala Lumpur.

      Volga-Dnepr Airlines dalam siaran beritanya (22/7/2020) mengatakan, kedua heli Mi-8 dengan bobot 20 ton, dikirimkan bersama dengan suku cadang, instrumen, dan perlengkapan lain.

      Di dalam pesawat pengangkut, helikopter dibongkar pada beberapa bagiannya untuk kemudian dirakit ulang.

      Heli-heli ini akan digunakan di Malaysia untuk misi pemadaman kebakaran hutan musiman.

      Merujuk pada lamannya, PT Komala Indonesia saat ini juga mengoperasikan satu heli Eurocopter AS-350B3 (PK-KIA) dan dua heli AS-350B3e (PK-KIC dan PK-KIE).

      Perusahaan ini menjalankan usahanya sejak 2010 danmemiliki pengalaman di bidang penerbangan selama dua dekade.

      Roni Sontani

      Link :

      https://www.airspace-review.com/2020/07/24/pt-komala-indonesia-terima-dua-heli-mi-8-untuk-digunakan-di-malaysia/

      Hapus
  68. Wkwkwkwkw itu cabang Airbus bro bukan milik MALON WKWKWKWKW

    BalasHapus
  69. Sebutkan tanda tanda budget kedekut :
    1. Tak pernah shoping
    2. Jarang latihan
    3. List SIPRI sedikit
    Lanjutkan...

    BalasHapus
  70. Asyiikk...

    Mau bual bikin heli di KL tapi ketahuan gaesss...

    Dealer tempat transit jee..

    Wakakakakakakakak..


    Asyiik

    BalasHapus

  71. MENU

    HOME

    BISNIS
    Kemenhan Pesan Helikopter Buatan PT Dirgantara Indonesia
    Reporter: Ahmad Fikri (Kontributor)
    Editor: Dewi Rina Cahyani
    Rabu, 9 Januari 2019 17:31 WIB
    Kemenhan Pesan Helikopter Buatan PT Dirgantara Indonesia
    PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menyerahkan dua helikoper anti kapal selam (AKS) AS-565 Panther kepada Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, akan dioperasikan TNI AL, di Bandung, 9 Januari 2018. AS-565 Panther merupakan produksi bersama Airbus dan PTDI. TNI-AL telah menerima dua helikopter ini pada September 2017. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Bandung - Kementerian Pertahanan dan PT Dirgantara Indonesia menandatangani kontrak pengadaan pembelian helikopter. Helikopter yang dipesan adalah jenis H225M Cougar sebanyak 8 unit dengan nilai US$ 330 juta. Selain itu 9 unit helikopter serbu jenis BELL-412EPI dengan nilai US$ 183 juta.

    Baca: PT DI Terima Pesanan Ratusan Unit Pesawat N219

    “Perintah Presiden (Joko Widodo) adalah pengadaan alutsista harus mempunyai kemampuan untuk penanggulangan bencan alam,” kata Kepala Badan Sarana Pertahanan, Kementerian Pertahanan, Laksamana Muda TNI Agus Setiadji di kompleks PT Dirgantara Indonesia di Bandung, Rabu, 9 Januari 2019.

    Kementerian Pertahanan baru pertama kalinya memesan helikopter angkut berat Cougar kepada PT Dirgantara Indonesia. “Cougar ini adalah heli angkut berat yang pertama kali diadakan bekerjasama antara PT DI dengan Airbus. Sekarang yang dibelanjakan untuk cougar US$ 330 juta untuk 8 unit,” kata dia. Helikopter jenis ini akan digunakan sebagai kendaraan angkut untuk daerah bencana.

    BalasHapus
  72. Jaga-jaga GUYS... MALON klaim cabang AIRBUS di negara mereka milik mereka wkwkwkwkw...

    BalasHapus
  73. Ibaratnya, pabrikan Toyota sewa Ruko buat dealer/transit dari pabrik..

    Tapi bagi KL dealer = pabrik bikin mobil.

    Lawak kan??

    Wakakakakakakakkk..

    Bual yang smart dikit lon..

    LoL

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sangat lawak bro.. bwahahahahaha

      Itu udah gue kasih link berita Malon sewa Heli Mi8 dari PT. Komala Indonesia..

      Hapus
    2. Sarjana Top 5 University asal KL dengan pemikiran cerdas nya..

      yassalam.. πŸ˜‚

      Hapus
  74. PT Komala Indonesia terima dua heli Mi-8 untuk digunakan di Malaysia

    AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – PT Komala Indonesia, sebuah perusahaan penyewaan helikopter dan pesawat di Indonesia, telah menerima pengiriman dua heli Mi-8. Kedua helikopter dibawa menggunakan pesawat angkut Il-76TD-90VD milik Volga-Dnepr Airlines dari Almaty, Kazakhstan ke Kuala Lumpur.

    Volga-Dnepr Airlines dalam siaran beritanya (22/7/2020) mengatakan, kedua heli Mi-8 dengan bobot 20 ton, dikirimkan bersama dengan suku cadang, instrumen, dan perlengkapan lain.

    Di dalam pesawat pengangkut, helikopter dibongkar pada beberapa bagiannya untuk kemudian dirakit ulang.

    Heli-heli ini akan digunakan di Malaysia untuk misi pemadaman kebakaran hutan musiman.

    Merujuk pada lamannya, PT Komala Indonesia saat ini juga mengoperasikan satu heli Eurocopter AS-350B3 (PK-KIA) dan dua heli AS-350B3e (PK-KIC dan PK-KIE).

    Perusahaan ini menjalankan usahanya sejak 2010 danmemiliki pengalaman di bidang penerbangan selama dua dekade.

    Roni Sontani

    Link :

    https://www.airspace-review.com/2020/07/24/pt-komala-indonesia-terima-dua-heli-mi-8-untuk-digunakan-di-malaysia/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ohhhh...INDON juga sewa heli guys....wkwkwkkwkwkwkw



      BNPB Sewa Helikopter Chinook dan Black Hawk


      BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyewa helikopter jenis Chinook dan Sikorsky UH-60 Black Hawk buatan Amerika Serikat (AS). Kedua helikopter itu diharap bisa mempercepat penanggulangan bencana dan wabah di Indonesia.

      "BNPB menyewa armada tersebut untuk mendukung penanganan bencana, seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla), distribusi logistik, dan covid-19," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati di Jakarta, Selasa (18/8). Raditya mengatakan helikopter Chinook bisa mengoptimalkan penggunaan bom air untuk memadamkan kebakaran hutan. Helikopter itu bisa menampung 10 ribu liter air.


      Sumber: https://mediaindonesia.com/humaniora/337744/bnpb-sewa-helikopter-chinook-dan-black-hawk

      Hapus
    2. RK-360MC Neptune16 Maret 2021 08.39

      PT Komala Indonesia terima dua heli Mi-8 untuk digunakan di Malaysia

      AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – PT Komala Indonesia, sebuah perusahaan penyewaan helikopter dan pesawat di Indonesia, telah menerima pengiriman dua heli Mi-8. Kedua helikopter dibawa menggunakan pesawat angkut Il-76TD-90VD milik Volga-Dnepr Airlines dari Almaty, Kazakhstan ke Kuala Lumpur.

      Volga-Dnepr Airlines dalam siaran beritanya (22/7/2020) mengatakan, kedua heli Mi-8 dengan bobot 20 ton, dikirimkan bersama dengan suku cadang, instrumen, dan perlengkapan lain.

      Di dalam pesawat pengangkut, helikopter dibongkar pada beberapa bagiannya untuk kemudian dirakit ulang.

      Heli-heli ini akan digunakan di Malaysia untuk misi pemadaman kebakaran hutan musiman.

      Merujuk pada lamannya, PT Komala Indonesia saat ini juga mengoperasikan satu heli Eurocopter AS-350B3 (PK-KIA) dan dua heli AS-350B3e (PK-KIC dan PK-KIE).

      Perusahaan ini menjalankan usahanya sejak 2010 danmemiliki pengalaman di bidang penerbangan selama dua dekade.

      Roni Sontani

      Link :

      https://www.airspace-review.com/2020/07/24/pt-komala-indonesia-terima-dua-heli-mi-8-untuk-digunakan-di-malaysia/

      Hapus
  75. Malaysia sebagai pusat pemasangan helikopter, simulasi Airbus di Asia Pasifik


    Airbus memperkukuhkan operasinya di Malaysia dengan membuka pusat penyiapan dan penghantaran (Completion and Delivery Centre, CDC) helikopter yang baharu di Subang, hari ini.

    Pusat yang dibuka di Subang berperanan sebagai pusat aktiviti penyiapan helikopter Airbus yang baharu kepada pelanggannya di rantau Asia Tenggara.

    Menurut Airbus, pembukaan CDC sekaligus memperkukuhkan lagi peranan Malaysia sebagai pusat serantau helikopter Airbus bagi penyampaian perkhidmatan, sokongan pelanggan dan latihan simulasi penerbangan sepenuhnya.

    CDC telah dirasmikan oleh Menteri Pengangkutan Malaysia, Anthony Loke pada hari ini.

    Menurut Ketua Airbus di Malaysia, Raymond Lim, pembukaan pusat ini sekaligus membuktikan komitmen Airbus kepada pembangunan industri aeroangkasa Malaysia.

    “Langkah pembangunan pusat penyiapan dan penghantaran helikopter serantau di Malaysia membuktikan komitmen tidak berbelah bagi Airbus untuk membangunkan industri aeroangkasa negara, khususnya untuk mempromosikan penglibatan Malaysia dalam pelbagai bidang industri perniagaan kami,

    “Perkembangan ini merupakan sebahagian dari pelan perancangan pembangunan kami untuk rantau ini, yang akan membolehkan kami untuk menyampaikan perkhidmatan sokongan yang lengkap dan sebaik mungkin untuk pelanggan di rantau yang sedang pesat berkembang ini, disokong pula oleh rangkaian perkidmatan helikopter kami yang pelbagai dan menyeluruh,” ujar beliau.

    Pusat helikopter serantau yang baharu ini mampu untuk menempatkan sebanyak empat buah helikopter bersaiz sederhana pada satu-satu masa.

    Selain daripada itu, fasiliti ini turut mampu untuk memasang dan menghantar sehingga 20 buah helikopter setiap tahun merangkumi kesemua jenis model pesawat.

    Dalam perkembangan lain, Airbus turut memperkembangkan lagi operasi pusat simulasi penerbangan gerakan sepenuhnya dengan penambahan simulasi Dauphin AS365 N3/N3+. Sebelum ini, Airbus turut menyediakan pusat simulasi H225/H225M.

    Perluasan pusat operasi simulator ini secara tidak langsung menjadikan Malaysia sebagai pusat pengendalian latihan juruterbang dan krew untuk pelanggan dari sektor tentera, penyelamatan (parapublic) dan awam merentasi rantau Asia-Pasifik.



    link
    https://www.airtimes.my/2019/08/06/malaysia-sebagai-pusat-pemasangan-helikopter-simulasi-airbus-di-asia-pasifik/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terus kenapa TUDM malah mau beli Heli NAS 332C1+ Super Puma dari PT. DI??

      NAS 332C1+ Super Puma produk Airbus Helicopter..

      Harusnya beli dari Firma Malon dong.. wkwkwkwkwkkwk

      Hapus
    2. RK-360MC Neptune16 Maret 2021 08.39

      PT Komala Indonesia terima dua heli Mi-8 untuk digunakan di Malaysia

      AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – PT Komala Indonesia, sebuah perusahaan penyewaan helikopter dan pesawat di Indonesia, telah menerima pengiriman dua heli Mi-8. Kedua helikopter dibawa menggunakan pesawat angkut Il-76TD-90VD milik Volga-Dnepr Airlines dari Almaty, Kazakhstan ke Kuala Lumpur.

      Volga-Dnepr Airlines dalam siaran beritanya (22/7/2020) mengatakan, kedua heli Mi-8 dengan bobot 20 ton, dikirimkan bersama dengan suku cadang, instrumen, dan perlengkapan lain.

      Di dalam pesawat pengangkut, helikopter dibongkar pada beberapa bagiannya untuk kemudian dirakit ulang.

      Heli-heli ini akan digunakan di Malaysia untuk misi pemadaman kebakaran hutan musiman.

      Merujuk pada lamannya, PT Komala Indonesia saat ini juga mengoperasikan satu heli Eurocopter AS-350B3 (PK-KIA) dan dua heli AS-350B3e (PK-KIC dan PK-KIE).

      Perusahaan ini menjalankan usahanya sejak 2010 danmemiliki pengalaman di bidang penerbangan selama dua dekade.

      Roni Sontani

      Link :

      https://www.airspace-review.com/2020/07/24/pt-komala-indonesia-terima-dua-heli-mi-8-untuk-digunakan-di-malaysia/

      Hapus
  76. baca guys.....wkwkwkwkwkwkwk



    Malaysia sebagai pusat pemasangan helikopter, simulasi Airbus di Asia Pasifik


    Airbus memperkukuhkan operasinya di Malaysia dengan membuka pusat penyiapan dan penghantaran (Completion and Delivery Centre, CDC) helikopter yang baharu di Subang, hari ini.

    Pusat yang dibuka di Subang berperanan sebagai pusat aktiviti penyiapan helikopter Airbus yang baharu kepada pelanggannya di rantau Asia Tenggara.

    Menurut Airbus, pembukaan CDC sekaligus memperkukuhkan lagi peranan Malaysia sebagai pusat serantau helikopter Airbus bagi penyampaian perkhidmatan, sokongan pelanggan dan latihan simulasi penerbangan sepenuhnya.

    CDC telah dirasmikan oleh Menteri Pengangkutan Malaysia, Anthony Loke pada hari ini.

    Menurut Ketua Airbus di Malaysia, Raymond Lim, pembukaan pusat ini sekaligus membuktikan komitmen Airbus kepada pembangunan industri aeroangkasa Malaysia.

    “Langkah pembangunan pusat penyiapan dan penghantaran helikopter serantau di Malaysia membuktikan komitmen tidak berbelah bagi Airbus untuk membangunkan industri aeroangkasa negara, khususnya untuk mempromosikan penglibatan Malaysia dalam pelbagai bidang industri perniagaan kami,

    “Perkembangan ini merupakan sebahagian dari pelan perancangan pembangunan kami untuk rantau ini, yang akan membolehkan kami untuk menyampaikan perkhidmatan sokongan yang lengkap dan sebaik mungkin untuk pelanggan di rantau yang sedang pesat berkembang ini, disokong pula oleh rangkaian perkidmatan helikopter kami yang pelbagai dan menyeluruh,” ujar beliau.

    Pusat helikopter serantau yang baharu ini mampu untuk menempatkan sebanyak empat buah helikopter bersaiz sederhana pada satu-satu masa.

    Selain daripada itu, fasiliti ini turut mampu untuk memasang dan menghantar sehingga 20 buah helikopter setiap tahun merangkumi kesemua jenis model pesawat.

    Dalam perkembangan lain, Airbus turut memperkembangkan lagi operasi pusat simulasi penerbangan gerakan sepenuhnya dengan penambahan simulasi Dauphin AS365 N3/N3+. Sebelum ini, Airbus turut menyediakan pusat simulasi H225/H225M.

    Perluasan pusat operasi simulator ini secara tidak langsung menjadikan Malaysia sebagai pusat pengendalian latihan juruterbang dan krew untuk pelanggan dari sektor tentera, penyelamatan (parapublic) dan awam merentasi rantau Asia-Pasifik.



    link
    https://www.airtimes.my/2019/08/06/malaysia-sebagai-pusat-pemasangan-helikopter-simulasi-airbus-di-asia-pasifik/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi yang order pemasangan tidak ada ya purr...wkwkwkwk

      Hapus
    2. Terus kenapa TUDM malah mau beli Heli NAS 332C1+ Super Puma dari PT. DI??

      NAS 332C1+ Super Puma produk Airbus Helicopter..

      Harusnya beli dari Firma Malon dong.. wkwkwkwkwkkwk

      Hapus
    3. Jadi itu apa....??? wkwkwkwkkwkw



      PT Smart Cakrawala Aviation terima H130 pertama dari Airbus


      PT Smart Cakrawala Aviation dari Indonesia menjadi pelanggan pertama helikopter H130 di Asia Pasifik. Penyerahan helikopter buatan Airbus Helicopters ini dilaksanakan secara online pada 6 Juli 2020.

      Pengiriman helikopter bermesin tunggal H130 akan dilaksanakan dari pusat pengiriman regional Airbus Helicopters di Subang, Malaysia ke Jakarta dalam dua minggu mendatang.

      Sebelum proses serah-terima, inspeksi menyeluruh dan uji coba terbang dilakukan oleh staf Airbus selama dua hari dan dimonitor melalui konferensi video.

      Airbus dalam siaran berita yang diterima Airspace Review mengatakan, PT Smart Cakrawala Aviation saat ini mengelola armada pesawat kecil tipe fixed wing.

      H130 menjadi helikopter pertama yang dimiliki oleh perusahaan ini. Heli akan didedikasikan untuk angkutan kargo maupun penumpang, pemantauan udara, dan patroli kebakaran.



      link
      https://www.airspace-review.com/2020/07/06/pt-smart-cakrawala-aviation-terima-h130-pertama-dari-airbus/

      Hapus
  77. BISNIS
    Kemenhan Pesan Helikopter Buatan PT Dirgantara Indonesia
    Reporter: Ahmad Fikri (Kontributor)
    Editor: Dewi Rina Cahyani
    Rabu, 9 Januari 2019 17:31 WIB
    Kemenhan Pesan Helikopter Buatan PT Dirgantara Indonesia
    PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menyerahkan dua helikoper anti kapal selam (AKS) AS-565 Panther kepada Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, akan dioperasikan TNI AL, di Bandung, 9 Januari 2018. AS-565 Panther merupakan produksi bersama Airbus dan PTDI. TNI-AL telah menerima dua helikopter ini pada September 2017. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Bandung - Kementerian Pertahanan dan PT Dirgantara Indonesia menandatangani kontrak pengadaan pembelian helikopter. Helikopter yang dipesan adalah jenis H225M Cougar sebanyak 8 unit dengan nilai US$ 330 juta. Selain itu 9 unit helikopter serbu jenis BELL-412EPI dengan nilai US$ 183 juta.

    Baca pur hahha

    BalasHapus
  78. Tentang pengganti NURI :

    1. Bajet pembelian alutsista AD malay paling minim dlm anggaran th ini.
    2. AD malon bisa sewa dulu tunggu sampai anggaran cukup untuk pembelian 1 skadron
    3. AD malon juga bisa pinjam sama RMAF atau kongsi brg petronas
    4. Anggaran AD masih fokus penggantian APC 6x6 dan 4x4.

    Jd bolehlah bermimpi tapi hrs sadar bajet ya lon

    BalasHapus
  79. Pengiriman helikopter bermesin tunggal H130 akan dilaksanakan dari pusat pengiriman regional Airbus Helicopters di Subang, Malaysia ke Jakarta dalam dua minggu mendatang.


    Apa cuma Daeler?? Berbanding Airbus pada PT DI rancang bangun dan jual bersama CN235


    Wkwkwkkwkwkkwkkwkwkkk

    BalasHapus
  80. Pengiriman helikopter bermesin tunggal H130 akan dilaksanakan dari pusat pengiriman regional Airbus Helicopters di Subang, Malaysia ke Jakarta dalam dua minggu mendatang.


    Komponen apa yg di buat anak tempatan malon?? Ops angin pada Ban saje wkwkkwkwkwkwkkwkwkwkwk

    BalasHapus
  81. Jgn diklaim pur kasihan kamu mau saingi PTDI yg dah jauh kelasnya bawa2 link tak berkulitas

    Hahahha..
    Sewa sewa sewa hayu malon

    BalasHapus
  82. Hooaaaah.....

    Pabrik heli Airbus? Klaim gitu..?

    Okey..

    Kenapa askar KL sewa heli???

    KENAPA ga beli aja di PABRIK HELI MILIK KL...??


    Oooh...budget CIPUT keee..??

    Wakakakakakakakkk..

    BalasHapus
  83. wkwkwkwkkw... masa Firma di INDON sendiri lebih memilih heli pemasangan MALAYSIA... nah bagaimana tu...??? wkwkwkwkkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. RK-360MC Neptune16 Maret 2021 08.39

      PT Komala Indonesia terima dua heli Mi-8 untuk digunakan di Malaysia

      AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – PT Komala Indonesia, sebuah perusahaan penyewaan helikopter dan pesawat di Indonesia, telah menerima pengiriman dua heli Mi-8. Kedua helikopter dibawa menggunakan pesawat angkut Il-76TD-90VD milik Volga-Dnepr Airlines dari Almaty, Kazakhstan ke Kuala Lumpur.

      Volga-Dnepr Airlines dalam siaran beritanya (22/7/2020) mengatakan, kedua heli Mi-8 dengan bobot 20 ton, dikirimkan bersama dengan suku cadang, instrumen, dan perlengkapan lain.

      Di dalam pesawat pengangkut, helikopter dibongkar pada beberapa bagiannya untuk kemudian dirakit ulang.

      Heli-heli ini akan digunakan di Malaysia untuk misi pemadaman kebakaran hutan musiman.

      Merujuk pada lamannya, PT Komala Indonesia saat ini juga mengoperasikan satu heli Eurocopter AS-350B3 (PK-KIA) dan dua heli AS-350B3e (PK-KIC dan PK-KIE).

      Perusahaan ini menjalankan usahanya sejak 2010 danmemiliki pengalaman di bidang penerbangan selama dua dekade.

      Roni Sontani

      Link :

      https://www.airspace-review.com/2020/07/24/pt-komala-indonesia-terima-dua-heli-mi-8-untuk-digunakan-di-malaysia/

      Hapus
  84. KENAPA lama sangat NURI tak ada pengganti?

    Kan KL punya PABRIK HELI AIRBUS?

    wakakakakakkkkakkKK...

    BalasHapus
  85. Ohhhh...INDON juga sewa heli guys....wkwkwkkwkwkwkw



    BNPB Sewa Helikopter Chinook dan Black Hawk


    BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyewa helikopter jenis Chinook dan Sikorsky UH-60 Black Hawk buatan Amerika Serikat (AS). Kedua helikopter itu diharap bisa mempercepat penanggulangan bencana dan wabah di Indonesia.

    "BNPB menyewa armada tersebut untuk mendukung penanganan bencana, seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla), distribusi logistik, dan covid-19," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati di Jakarta, Selasa (18/8). Raditya mengatakan helikopter Chinook bisa mengoptimalkan penggunaan bom air untuk memadamkan kebakaran hutan. Helikopter itu bisa menampung 10 ribu liter air.


    Sumber: https://mediaindonesia.com/humaniora/337744/bnpb-sewa-helikopter-chinook-dan-black-hawk

    BalasHapus
    Balasan
    1. At least tidak sewa tuk keperluan militer kan..


      Malu lah tu yg sebelah.. 🀣🀣

      Hapus
    2. RK-360MC Neptune16 Maret 2021 08.39

      PT Komala Indonesia terima dua heli Mi-8 untuk digunakan di Malaysia

      AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – PT Komala Indonesia, sebuah perusahaan penyewaan helikopter dan pesawat di Indonesia, telah menerima pengiriman dua heli Mi-8. Kedua helikopter dibawa menggunakan pesawat angkut Il-76TD-90VD milik Volga-Dnepr Airlines dari Almaty, Kazakhstan ke Kuala Lumpur.

      Volga-Dnepr Airlines dalam siaran beritanya (22/7/2020) mengatakan, kedua heli Mi-8 dengan bobot 20 ton, dikirimkan bersama dengan suku cadang, instrumen, dan perlengkapan lain.

      Di dalam pesawat pengangkut, helikopter dibongkar pada beberapa bagiannya untuk kemudian dirakit ulang.

      Heli-heli ini akan digunakan di Malaysia untuk misi pemadaman kebakaran hutan musiman.

      Merujuk pada lamannya, PT Komala Indonesia saat ini juga mengoperasikan satu heli Eurocopter AS-350B3 (PK-KIA) dan dua heli AS-350B3e (PK-KIC dan PK-KIE).

      Perusahaan ini menjalankan usahanya sejak 2010 danmemiliki pengalaman di bidang penerbangan selama dua dekade.

      Roni Sontani

      Link :

      https://www.airspace-review.com/2020/07/24/pt-komala-indonesia-terima-dua-heli-mi-8-untuk-digunakan-di-malaysia/

      Hapus
    3. Horang kaya Sewanya Chinook dan Blackhawk.. berbanding Horang Miskin sewa Mi8.. wkwkwkwkkwkw

      https://www.airspace-review.com/2020/07/24/pt-komala-indonesia-terima-dua-heli-mi-8-untuk-digunakan-di-malaysia/

      Hapus
  86. ternyata sebelah pun SEWA heli guys....wkwkwkwkwkwkkw jangan LALAI bayar SEWA lagi ya...wkwkwkwkwkkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. RK-360MC Neptune16 Maret 2021 08.39

      PT Komala Indonesia terima dua heli Mi-8 untuk digunakan di Malaysia

      AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – PT Komala Indonesia, sebuah perusahaan penyewaan helikopter dan pesawat di Indonesia, telah menerima pengiriman dua heli Mi-8. Kedua helikopter dibawa menggunakan pesawat angkut Il-76TD-90VD milik Volga-Dnepr Airlines dari Almaty, Kazakhstan ke Kuala Lumpur.

      Volga-Dnepr Airlines dalam siaran beritanya (22/7/2020) mengatakan, kedua heli Mi-8 dengan bobot 20 ton, dikirimkan bersama dengan suku cadang, instrumen, dan perlengkapan lain.

      Di dalam pesawat pengangkut, helikopter dibongkar pada beberapa bagiannya untuk kemudian dirakit ulang.

      Heli-heli ini akan digunakan di Malaysia untuk misi pemadaman kebakaran hutan musiman.

      Merujuk pada lamannya, PT Komala Indonesia saat ini juga mengoperasikan satu heli Eurocopter AS-350B3 (PK-KIA) dan dua heli AS-350B3e (PK-KIC dan PK-KIE).

      Perusahaan ini menjalankan usahanya sejak 2010 danmemiliki pengalaman di bidang penerbangan selama dua dekade.

      Roni Sontani

      Link :

      https://www.airspace-review.com/2020/07/24/pt-komala-indonesia-terima-dua-heli-mi-8-untuk-digunakan-di-malaysia/

      Hapus
  87. Terus kenapa TUDM malah mau beli Heli NAS 332C1+ Super Puma dari PT. DI??

    NAS 332C1+ Super Puma produk Airbus Helicopter..

    Harusnya beli dari Firma Malon dong.. wkwkwkwkwkkwk

    BalasHapus
  88. Kata gempur airbus milik malysia bisa buat
    Tapi kok masih mau sewa Heli ya kok tak order di malysia sndri
    Lucu aneh..gempur
    Hibur dirii
    Bujet ciput

    BalasHapus
    Balasan
    1. Padahal klaim nya sendiri bilang kerajaan nya sudah jadi pusat pemasangan heli terbesar se-asia pasifik.. πŸ˜‚

      Hapus
  89. wkwkwkwkwkkwkw....MUANTAB...sebelah pun sewa heli Guys...wkwkwkkwkwk

    BalasHapus
  90. Buat selari sama caracal tudm lebih baik malaysia milih h225 aja sama besar, sama ukurannya sama komponennya..nas 332 ni cuman h215 yang lebih kecil

    BalasHapus
  91. Yang sewa heli dari sipil (BNPB) bukan dari militer (TNI)

    BalasHapus