11 Maret 2015

Pengganti F-5 Tiger : F-16 Block 60 Atau Su-35 ?

11 Maret 2015


F-16 Tiger dan Su-30 yang dioperasikan oleh TNI AU (photo : Ani Yudhoyono)

F-16 atau Su-35

Untuk meningkatkan kemampuan tempurnya, KSAU menyatakan bahwa TNI AU saat ini membutuhkan pesawat tempur di atas generasi keempat sebagai pengganti F-5 Tiger yang sudah menua. Dari sejumlah tawaran yang masuk, TNI AU cenderung menginginkan pesawat generasi lebih tinggi dari yang dimiliki saat ini.

“Kalau F-16 ya dari Block 60. Kalau Sukhoi ya Su-35. Itu harapan kami mudah-mudahan pemerintah mengabulkan. Supaya para teknisi kita juga tidak mengalami kesulitan ,” ujarnya. Seperti diketahui, TNI AU sudah berpengalaman mengoperasikan F-16 selama 25 tahun dan Sukhoi selama 12 tahun.

Sementara itu pergelaran kekuatan pesawat tempur ke seluruh pangkalan strategis di Indonesia merupakan salah satu program yang kini gencar dilakukan. Guna menunjang poros maritim, TNI AU juga mengembangkan beberapa satuan untuk mengoptimalkan kinerjanya.

Beberapa pangkalan TNI AU di wilayah perbatasan ditingkatkan statusnya . Seperti Lanud Ranai di Natuna, Lanud Tarakan, Lanud Leo Wattimena di Morotai, dan Lanud Merauke. Beberapa lanud lain juga akan ditingkatkan menjadi Tipe A seperti Lanud Supadio, Lanud Roemin Nurjadin, dan Lanud Suryadarma.

Pergelaran kekuatan pesawat tempur ke lanud-lanud perbatasan dinilai sangat tinggi nilainya dibanding harus mengeluarkan anggaran yang lebih besar untuk pembangunan skadron tempur di tempat-tempat tersebut. TNI AU hanya tinggal memperbaiki infrastruktur untuk bisa didarati dan digunakan. “ Pesawat tempur kan geraknya cepat. Jadi yang penting adalah kesiapan dan kehadirannya,” urai KSAU.

Pertanyaan selanjutnya, apakah dengan datangnya pesawat-pesawat tambahan tersebut TNI AU mampu mendukung biaya operasionalnya ? Sedangkan TNI AL saja mengalami hal dimana kapal-kapalnya kesulitan beroperasi karena kekurangan bahan bakar. “Ya mudah-mudahan pemerintah meningkatkan anggarannya. Saat ini kami bersyukur anggaran tiap tahunnya bertambah,” tutup KSAU.

Angkasa Magazine, no 6 Maret 2015, tahun XXV

10 komentar:

  1. Kalo rakyat indonesia pasti pilih Sukhoi SU35 karena faktor technik, technologinya canggih + TOT sesuai UU tp pemerintah pasti pilih F16 karena faktor politik, rakyat lebih cerdas tp pemerintah lebih pinter terutama pinter mbohongi rakyat dengan alasan tepat, kok ini mulu dari tahun kemarin apakah omdong atau hanya keinginan belaka spt kepiting besar GETET tapi daging kosong.

    BalasHapus
  2. Saya pilih SU 35 - T50 pak-fa. Bukan F16 ketinggalan zaman tp modern bagi indonesia bagaikan pesawat generasi 4.5 bahkan ke 5 bagi TNI dibuktikan dengan memblii 24 F16 second tp biayanya dirahasiakan karena mahal tp murah dengan harga miring disampaikan kepublik

    BalasHapus
  3. kalau feeling saya sih bilang kalau pesawat tempur yang gantikan F-5 tni au adalah pesawat tempur F-16 Block 60 deh. Kemungkinan besar ini karena faktor bonusnya.

    Tp Su-35 pun masih berpeluang jg kok saya lihat.

    BalasHapus
  4. Saya pikir yg akan diambil adalah SU 35, ini sesuai statement pak tantowi yahya bhw DPR sdh menyetujui anggaran pembelian 1 skuadron SU35 lengkap dgn senjatanya utk renstra 2014-2019. Sedangkan utk tambahan piesawat workhorse akan diambil dari F16 cadangan milik AS sebanyak 48 unit.

    BalasHapus
  5. Su-35 Flanker-E buat gantikan F-5 Tiger
    JAS-39 Grippen buat gantikan Hawk Mk.53

    juossssss tenan iki wes... ^_^

    BalasHapus
  6. Lebih baik SU35 flanker,, pengalaman aja bro,, dgn membeli pesawat dr sekutu nato ( as dan eropa) spt thypoon atau rafale,kemungkinan d embargo sangat besar ,terbukti dr pengalaman konflik di RI,saat konflik Gam dan Timor timur,RI dlarang oleh nato menggunakan semmjata macam F16 ,tank scorpion ...dan pesawat HAWK dan potensi itu bs akan terujlang kembali,,beda sm sukhoi,,yg tidak akan menyertakan hal embargo dlm pembelian,,,

    BalasHapus
  7. Lebih baik SU35 flanker,, pengalaman aja bro,, dgn membeli pesawat dr sekutu nato ( as dan eropa) spt thypoon atau rafale,kemungkinan d embargo sangat besar ,terbukti dr pengalaman konflik di RI,saat konflik Gam dan Timor timur,RI dlarang oleh nato menggunakan semmjata macam F16 ,tank scorpion ...dan pesawat HAWK dan potensi itu bs akan terujlang kembali,,beda sm sukhoi,,yg tidak akan menyertakan hal embargo dlm pembelian,,,

    BalasHapus