03 Juli 2017

TNI AU Lirik Bandara Bunyu

03 Juli 2017


Pulau Bunyu, Kalimantan Utara (image : GoogleMaps)

PROKAL.CO, TARAKAN – Meski sudah lama tidak digunakan melayani penerbangan, bandar udara Bunyu ternyata masih memiliki daya tarik yang mampu membuka minat beberapa pihak untuk mengelolanya. Selain pihak Bandar Udara Juwata Tarakan yang berminat membuka flying school, kini TNI Angkatan Udara (AU) juga melirik bandara milik PT. Pertamina yang dibangun sejak 1983 ini untuk kegiatan TNI AU.

Ketertarikan ini diawali kunjungan langsung ke bandara Bunyu kemarin (26/5), yang dilakukan Komandan Lanud Tarakan Kolonel Pnb Umar Fathurrohman bersama Kepala Bandara Juwata Tarakan Samsul Banri dan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kalimantan Utara Ahmad Haerani. Umar menilai bandara Bunyu bisa digunakan untuk pangkalan TNI AU. Terutama landasannya yang bisa didarati pesawat TNI AU. “Memang landasanya sangat bagus sekali dan cocok,” ungkapnya pasca meninjau bandara Bunyu. 

Jika mendapatkan restu sebagai pengelola bandara ini, Umar mengaku TNI AU siap menambah panjang landasan pacunya. “Masih bisa ditambah 100 meter dan sekitar 250 meter. Jadi sekitar 1.500 sampai 1.700 meter mungkin bisa,” jelasnya. Jika terealisasi, bandara Bunyu ini nantinya bisa digunakan untuk pangkalan alternatif selain Lanud Tarakan, untuk mobilisasi alutsista milik TNI AU di Kaltara. Sekaligus untuk mengamankan obyek vital nasional di Bunyu seperti kilang minyak milik PT Pertamina.

Bandara Bunyu (photo : Prokal)

Selain akan ada personel yang ditugaskan untuk pengamanan, sejumlah pesawat TNI AU bisa saja stand bydi bandara Bunyu. Bahkan, melihat kondisi apron yang cukup luas, memungkinkan pesawat Hercules dan pesawat tempur siaga di Bunyu. Sementara untuk pasukan, pihaknya akan membentuk satuan detasemen yang jumlahnya mencapai 20 sampai 30 prajurit. “Ini juga arahan Pak Gubernur dan telah disetujui Kementerian Pertahanan,” lanjutnya.


Umar berharap keinginan ini bisa terealisasi. Karena itu, pihaknya segera berkoordinasi dengan Mabes TNI AU untuk menindaklanjuti hasil peninjauan ini. Sementara itu, Supertendent PT Pertamina Regional Unit (RU) V Perwakilan Bunyu Antonius Hariyanto mengatakan, akan segera menyampaikan permintaan Lanal Tarakan ini ke Balikpapan. Secara pribadi, Antonius mendukung dioperasikannya kembali bandara Bunyu, dan berharap tidak hanya digunakan untuk kepentingan pertahanan, tapi juga mampu memobilisasi kepentingan masyarakat Bunyu.

Landasan pacu Bandara Bunyu tampak masih layak untuk didarati pesawat. (photo : Prokal)

Kepala Bandara Juwata Tarakan Samsul Banri yang berniat membuka flying school juga terus diwacanakan. Meski baru sebatas wacana, namun pihak bandara akan berupaya agar niat ini bisa tercapai. Namun, untuk saat ini yang terpenting komitmen pihak terkait untuk  pengunaan bandara ini bisa terus digaungkan. “Statusnya dulu. Kan perlu ada MoU antara pemilik dan pemakai, itu tahapannya,” jelas Syamsul.  

Adapun cepatnya atau lambatnya pengoperasian bandara Bunyu tersebut, tergantung dukungan semua pihak. Jika secepatnya diketahui akan direalisasikan, tentu pihaknya akan segera mengebut persiapannya. “Termasuk melengkapi sarana pendukung lainnya yang belum ada,” ujarnya. Selain membuka sekolah penerbangan, jika bandara Bunyu kembali beroperasi, pihaknya akan mengupayakan agar bandara tersebut bisa melayani rute penerbangan reguler. “Melihat kondisi runwayyang masih baik, bandara Bunyu layak didarati pesawat komersil. Seperti kelas Kalstar hingga sekelas ATR bisa,” ujarnya. 

(Prokal)

23 komentar:

  1. Tahniah, hebat sekali bandara ini. World class!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup! and your comment is 'world class' too.. :p

      Hapus
    2. Yup! and your comment is 'world class' too.. :p

      Hapus
    3. Komentar yg berstandard internasional. Good Comment 😁

      Hapus
  2. Good..but Sinkies are very good in warfare..........they are good pilots, army and navy.........I mean they are good in war playing simulator toys..hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe...Indon is the greatest in SEA in all fields. There exported hundred of thousands illegal unskilled, uneducated workers to Malaysia & elsewhere. The greatest slaves...

      Hapus
    2. Maya@ bila indonesia ada banyak inskilled dan uneducated workers kenapa malon beli uniform askar dari indonesia dan guna engineer indonesia untuk cipta drone malon,fact siapa yg unskilled n uneducated workers idiot, malon or indonesian guy hahaha...fact negara siapa yg bodoh dan tak de skill hahaha

      Hapus
    3. Weiii...ada baca news kah? Berapa ramai Indon yang diperhambakan (enslaved) dan dihina dengan gaji kecil sedang kerjanya berat jadi buruh@labourer dan maids. Kamu bangga ya? Pity those Indon slaves...

      Hapus
    4. Maya@ tak semua orang indonesia jd maids di malon,tak baca newskah banyak engineer indonesia bekerja di malon,kalo engineer malon tak de quality tak boleh bersaing di dunia...mindset seperti kau cem toilet penuh najis,di indonesia ada puluhan ribu orang dari cina jadi maids dan buruh kami tak pernah hina,ini pula negara bodoh dan pecundang cem malon pandai menghina pula,udah knowledge tak de,bodoh pula,suka menghina pula...puihhh

      Hapus
    5. Maya@ aq tak ada urus dgn kau,aq cakap dgn lem,kau pula yg panas hati,apa hal kau nih

      Hapus
    6. mat rempit yes bos..indonesia memang hebat..banyak researcher,techician yg punya skill worlclass..kelmarin klaim gross ke3 besar dunia.tahun depan sudah boleh klaim jadi negara maju...singapore ketar ketir,malaysia makin miskin...

      sumber rasmi dari menteri perekonomian indonesia iaitu Tuan Mat rempit

      Hapus
    7. Fighting in Marawi City in the southern Philippines entered its fourth week on Tuesday with military officials conceding that troops were struggling to loosen the grip of Islamist fighters on downtown precincts despite relentless bombing.
      MANILA JOURNALIST LOOK DOWN AT THEIR OWN ARMY..🀣🀣

      Hapus
    8. AP@ naik ikut maya jg keh,comment tak ada relation dgn artikel ye
      Indonesia bkn punya gross ke 3 di dunia,indonesia punya pertumbuhan ekonomi terbesar ke 3 di dunia setelah cina dan india,indonesia tak claim indonesia punya pertumbuhan ekonomi ke 3 di dunia,yg buat claim tuh world bank

      Hapus
    9. mat rempit

      la kalaw kalaw kata ila bila

      eh..ni pak jokewi sendiri yg cakap... "pertumbuhan ekonomi indonesia masuk ke3 besar di antara negara2 di dunia"

      kau boleh tgk di youtube..byk komen2 dari indonesia yg mencemoh...

      Hapus
    10. AP@ bkn kata jokowi n youtube,kata dunia...indonesia bersama india dan china sama2 boleh berjaya mempertahankan pertumbuhan ekonomi saat crisis sekarang...kalo soal puas atau tak puas sama pemerintah,rakyat USApun ada cakap tak puas sama pemerintahnya di youtube

      Hapus
  3. Bunyu airfield is adjacent to Tarakan airfield, isn't it?

    BalasHapus
  4. Diatur aja...
    Kalo untuk keamanan & pertahanan negara pasti diprioritaskan.
    Dan akupasti "YES". πŸ˜ƒ

    BalasHapus
  5. Jiran ngeri2 sedap tengok our population dan kesiapan tentaranya,, harus jujur,, tak bakal call english queen for help in war situation,,, philipine aja mnta bantuan TNI buat melawan maute cs,, kerana lbh pengalaman,, bukan macam pasukan di lahat datu lawan puluhan insurgen kerahkan semua aset tentaranya qiqi,,,ups!

    BalasHapus
  6. Fighting in Marawi City in the southern Philippines entered its fourth week on Tuesday with military officials conceding that troops were struggling to loosen the grip of Islamist fighters on downtown precincts despite relentless bombing.
    MANILA JOURNALIST LOOK DOWN AT THEIR OWN ARMY..🀣🀣

    BalasHapus
  7. Kenapa orang2 malay ini suka menghina, sudah jadi karakter mereka kah ?
    Mereka menyamakan 250 juta orang Indonesia dengan segelintir orang yg merantau ke malay. Betapa bodoh nya.

    BalasHapus
  8. malingsia adalah kerajaan maling(illegal fishing), Pulau Sipadan & Pulau Ligitan dan sekarang supaya tdk bisa maling semua daerah hrs disiapkan bandara udara/pelabuhan laut utk jet/kapal selam yg baru.
    Indonesia hrs menyiapkan diri utk menghadapi FPDA yg selalu mengeroyok Indonesia, waspada..........

    BalasHapus