08 April 2026

Skuadron Udara 200 Latihkan Air Cover dengan Heli Bell 505

08 April 2026

Helikopter Bell 505 Jet Ranger X digunakan untuk Latihan Air Cover (photos: Puspenerbal)

TNI AL-Puspenerbal -- Bentuk pemantapan kualifikasi bagi para penerbang helikopter, Helikopter Bell 505 Jet Ranger X digunakan untuk mengasah kemampuan tempur dengan fokus pada teknik manuver Air Cover. Latihan ini melibatkan Mayor Laut (P) Alfred, Kapten Laut (P/W) Utami, Lettu Laut (P) Dito, dan Letda Laut (P) Jovanda pada Senin (6/4).

Para penerbang mengasah kemampuan dalam memberikan perlindungan udara serta pengintaian taktis guna mendukung pergerakan unit kawan di darat maupun permukaan laut, memastikan koordinasi dan kewaspadaan ruang udara tetap terjaga selama misi berlangsung.


Komandan Skuadron Udara 200, Letkol Laut (P) Bani Safangat, menyampaikan bahwa intensitas latihan ini merupakan kunci utama dalam mencetak penerbang yang andal dan profesional. Sebagai skuadron latih, pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan standar kemampuan personel agar selalu siap menghadapi dinamika penugasan yang semakin kompleks.

Latihan Air Cover ini juga menjadi sarana pembuktian efektivitas helikopter Bell 505 dalam mendukung kurikulum pendidikan penerbang TNI Angkatan Laut yang modern.


Sementara itu, Komandan Wing Udara 2 Puspenerbal, Kolonel Laut (P) Oscar Johanes Novie, menekankan pentingnya penguasaan taktis secara mendalam bagi setiap perwira penerbang. Sebagai satuan pembina sekaligus praktisi penerbang helikopter, beliau menegaskan bahwa kemahiran dalam manuver taktis bukan sekadar rutinitas, melainkan kebutuhan operasional untuk menjamin keberhasilan tugas-tugas di masa depan.

Latihan ini diharapkan mampu memperkuat kesiapan Wing Udara 2 sebagai unsur kekuatan udara yang tangguh dalam menjaga kedaulatan wilayah laut Indonesia.

121 komentar:

  1. Heli Baruw lagiiii hore haha!✌️🤑✌️

    BalasHapus
  2. SHOPPING CA$H nich...
    Brand New Heli Mulus & Mewah haha!🤑😎🤑

    kalo heli negri🎰kasino tipe M kaan SEWA..uda pasti BEKAS haha!🤣😆🤣
    bikin Malyu kawasan ajahhh woii dmiskinos haha!😋😝😋

    BalasHapus
  3. Anduk..... 🔥🔥🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Stres ni ye 🤭😁🤣🙃😁🤣🙃

      Hapus
  4. Apa mau bayar HUTANG KFX pakai dana MBG.? Anggaran MBG nya saja NGEMIS HUTANG LENDER CHINA.... 🔥🤣🤣🤣



    China bantu Prabowo ongkosi makan bergizi gratis, tapi 'tidak ada makan siang gratis' - Apa 'timbal balik' yang diminta China?

    https://www.bbc.com/indonesia/articles/c04lvd4dw0yo

    BalasHapus
    Balasan
    1. IDN : SIPRI SHOPPING VERSUS MY : SIPRI KOSONG
      IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
      IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
      -
      TIMELINE "PRANK" PERTAHANAN MALAYDESH (2005 – 2026)
      -
      2005: Prank China (Rudal KS-1A)
      Klaim: Najib Razak menyatakan setuju membeli rudal KS-1A dengan imbalan transfer teknologi.
      Hasil: Zonk. Tidak ada realisasi pembelian hingga dekade berikutnya.
      -
      2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
      Klaim: Mempersempit pilihan ke Rafale untuk 18 unit jet tempur (USD 2 miliar).
      Hasil: Mangkrak. Ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran akut.
      -
      2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
      Klaim: Penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk 20 unit artileri 155mm.
      Hasil: Batal. Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; beralih ke unit lain.
      -
      2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
      Klaim: Pernyataan ketertarikan resmi dari pejabat Kemenhan Pakistan.
      Hasil: Prank. Tidak ada akuisisi, hanya sebatas wacana di media.
      -
      2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
      Klaim: Janji penandatanganan kontrak kapal MRSS pada Agustus 2018.
      Hasil: Zonk. Hingga kini kontrak dengan PT PAL Indonesia tidak pernah terealisasi.
      -
      2022: Prank India (HAL Tejas)
      Klaim: Tejas jadi kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut.
      Hasil: Prank. Justru memilih FA-50 dari Korsel pada 2023.
      -
      2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
      Klaim: Peninjauan rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm.
      Hasil: Batal. Diganti dengan sistem lain/dibatalkan total.
      -
      2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
      Klaim: Harapan penyelesaian kesepakatan pasokan artileri EVA.
      Hasil: Mangkrak. Tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
      -
      2023: Prank PBB (IAG Guardian)
      Klaim: Pengiriman unit untuk misi UNIFIL.
      Hasil: Gagal Operasional. Dinyatakan tidak layak spek oleh PBB, berujung sanksi pemotongan biaya.
      -
      2024–2025: Prank Black Hawk
      Klaim: Rencana sewa 4 helikopter UH-60A Black Hawk dari Aerotree Defence untuk ganti helikopter Nuri.
      Hasil: Mangkrak. Proses berbelit dan tidak ada kepastian unit tiba.
      -
      2026: Prank Kuwait (F/A-18 Hornet) – UPDATE
      Klaim: Ketertarikan kuat membeli jet bekas Kuwait untuk penguatan instan.
      Hasil: Dibatalkan Resmi. Kabinet secara formal membatalkan rencana ini pada Februari 2026 karena masalah biaya logistik dan hasil evaluasi teknis yang buruk.
      -
      2026: Pembekuan Total (Anwar Ibrahim)
      Kejadian: PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan korupsi dan kartel di tubuh Kemenhan
      ________________________________________
      HUTANG MALAYDESH (2018 - 2026):
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      1. Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan awal pengungkapan utang yang menembus angka RM1 triliun.
      2. CNA (2020): Analisis lonjakan utang akibat belanja stimulus pandemi COVID-19.
      3. The Edge Malaydesh (2021–2022): Rekaman akumulasi utang federal yang mencapai RM1,38 triliun.
      4. MOF Portal & The Star (2023–2024): Konfirmasi PM Anwar Ibrahim mengenai total utang/liabilitas sebesar RM1,5 triliun dan estimasi kenaikan ke RM1,63 triliun.
      5. Bernama & Edge Weekly (2025–2026): Proyeksi anggaran dan tantangan utang jangka menengah yang menyentuh RM1,7 triliun..
      -
      BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
      MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH , among other thingsof the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability

      Hapus
    2. Ngada Ngada 😁🤭🤣🙃😝 kehabisan omong utk ngetrol..sepi soping..😝🙃🤣🤭😁😃

      Hapus
    3. Ngada2 ni ye..sepi soping ye🤭😁🙃

      Hapus
  5. Adalah GORILLA klaim konon mereka boleh bayar HUTANG KFX pakai dana MBG..... GORILLA LUPA yang anggaran MBG itu sendiri terpaksa NGUTANG CHINA... 🔥🔥🤣🤣🤣



    Cina akan Bantu Pendanaan Makan Bergizi Gratis, Pengamat: Utang Bisa jadi Ancaman

    https://www.tempo.co/ekonomi/cina-akan-bantu-pendanaan-makan-bergizi-gratis-pengamat-utang-bisa-jadi-ancaman-1169173

    BalasHapus
    Balasan
    1. COST SHARE 2022–2025 = 400 MILLIAR WON
      2026 SISA COST SHARE = 600 – 400 : 200 MILLIAR WON
      200 MILIAR WON = RP 2.276.120.000.000 (2,27 TRILIUN RUPIAH)
      ---------------------------------
      Tahun 2022 & 2023: Dana telah dialokasikan dalam APBN melalui Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu. Pada periode ini, pembayaran sempat tersendat namun tetap dijaga komitmennya melalui skema cicilan untuk mengejar ketertinggalan.
      -
      Tahun 2024: Indonesia menyiapkan anggaran sebesar Rp1,25 triliun (sekitar USD 79,6 juta). Anggaran ini dialokasikan untuk mulai menutupi kekurangan pembayaran (unpaid share) yang terakumulasi sejak beberapa tahun sebelumnya.
      -
      Tahun 2025: Menjadi tahun krusial di mana pembayaran difokuskan pada penyelesaian sisa kewajiban setelah adanya kesepakatan pemotongan total nilai kontribusi menjadi 600 miliar won. Pembayaran dilakukan secara bertahap hingga mencapai akumulasi sekitar 400 miliar won pada pertengahan 2025. Sisa Cost Share 200 miliar Won Korea Selatan (KRW) setara dengan sekitar Rp2.276.120.000.000 (2,27 triliun Rupiah).
      ---------------------------------
      Status Hukum Insinyur Indonesia (Juni 2025)
      Per Juni 2025, kasus tuduhan pencurian data teknis resmi berakhir dengan status:
      Acquitted (Bebas): Kelima insinyur Indonesia dinyatakan tidak bersalah atas pelanggaran UU Perlindungan Teknologi Pertahanan dan UU Bisnis Pertahanan.
      Suspended from Prosecution: Penuntutan dihentikan karena tidak ditemukan bukti solid adanya kebocoran teknologi inti atau rahasia militer yang melanggar hukum.
      ---------------------------------
      Ringkasan Konteks Keamanan Teknologi
      Meskipun terdapat berbagai isu sejarah terkait intelijen (seperti insiden hotel NIS tahun 2011 atau tuduhan hacking terhadap cetak biru F-15), otoritas DAPA dan KAI secara resmi menyatakan bahwa untuk proyek KF-21, tidak ada rahasia negara atau teknologi inti yang bocor ke pihak luar oleh tim Indonesia.
      ---------------------------------
      COST SHARE 2024 = The official also said Indonesia has prepared 1.25 trillion rupiah (US$79.6 million) this year to cover its unpaid share of costs in the joint project launched in 2015 and worth over 8 trillion won (US$6 billion).
      ---------------------------------
      COST SHARE 2022 AND 2023 = Direktur Anggaran Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan, dan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara, Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu Dwi Pudjiastuti Handayani menegaskan bahwa cost share untuk KF 21 Boromae sudah dialokasikan ke dalam APBN 2022 dan 2023.
      ---------------------------------
      JUNI 2025 BEBAS GUYS = TIADA BUKTI
      ACQUITTED
      SUSPENDED FROM PROSECUTION
      All five Indonesian engineers who were accused of leaking confidential data while participating in the joint development of Korean fighter KF-21 were acquitted and suspended from prosecution.
      According to government sources on the 2nd, the prosecution cleared the five people of violating the Defense Technology Protection Act, the Defense Business Act, and the Foreign Trade Act last month. In addition, prosecution was suspended for violating the Unfair Competition Prevention Act

      Hapus
    2. Ngada Ngada ni ye..sepi soping ye🙃😁🤭😃😝🤣

      Hapus
  6. COST SHARE 2022–2025 = 400 MILLIAR WON
    2026 SISA COST SHARE = 600 – 400 : 200 MILLIAR WON
    200 MILIAR WON = RP 2.276.120.000.000 (2,27 TRILIUN RUPIAH)
    ---------------------------------
    Tahun 2022 & 2023: Dana telah dialokasikan dalam APBN melalui Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu. Pada periode ini, pembayaran sempat tersendat namun tetap dijaga komitmennya melalui skema cicilan untuk mengejar ketertinggalan.
    -
    Tahun 2024: Indonesia menyiapkan anggaran sebesar Rp1,25 triliun (sekitar USD 79,6 juta). Anggaran ini dialokasikan untuk mulai menutupi kekurangan pembayaran (unpaid share) yang terakumulasi sejak beberapa tahun sebelumnya.
    -
    Tahun 2025: Menjadi tahun krusial di mana pembayaran difokuskan pada penyelesaian sisa kewajiban setelah adanya kesepakatan pemotongan total nilai kontribusi menjadi 600 miliar won. Pembayaran dilakukan secara bertahap hingga mencapai akumulasi sekitar 400 miliar won pada pertengahan 2025. Sisa Cost Share 200 miliar Won Korea Selatan (KRW) setara dengan sekitar Rp2.276.120.000.000 (2,27 triliun Rupiah).
    ---------------------------------
    Status Hukum Insinyur Indonesia (Juni 2025)
    Per Juni 2025, kasus tuduhan pencurian data teknis resmi berakhir dengan status:
    Acquitted (Bebas): Kelima insinyur Indonesia dinyatakan tidak bersalah atas pelanggaran UU Perlindungan Teknologi Pertahanan dan UU Bisnis Pertahanan.
    Suspended from Prosecution: Penuntutan dihentikan karena tidak ditemukan bukti solid adanya kebocoran teknologi inti atau rahasia militer yang melanggar hukum.
    ---------------------------------
    Ringkasan Konteks Keamanan Teknologi
    Meskipun terdapat berbagai isu sejarah terkait intelijen (seperti insiden hotel NIS tahun 2011 atau tuduhan hacking terhadap cetak biru F-15), otoritas DAPA dan KAI secara resmi menyatakan bahwa untuk proyek KF-21, tidak ada rahasia negara atau teknologi inti yang bocor ke pihak luar oleh tim Indonesia.
    ---------------------------------
    COST SHARE 2024 = The official also said Indonesia has prepared 1.25 trillion rupiah (US$79.6 million) this year to cover its unpaid share of costs in the joint project launched in 2015 and worth over 8 trillion won (US$6 billion).
    ---------------------------------
    COST SHARE 2022 AND 2023 = Direktur Anggaran Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan, dan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara, Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu Dwi Pudjiastuti Handayani menegaskan bahwa cost share untuk KF 21 Boromae sudah dialokasikan ke dalam APBN 2022 dan 2023.
    ---------------------------------
    JUNI 2025 BEBAS GUYS = TIADA BUKTI
    ACQUITTED
    SUSPENDED FROM PROSECUTION
    All five Indonesian engineers who were accused of leaking confidential data while participating in the joint development of Korean fighter KF-21 were acquitted and suspended from prosecution.
    According to government sources on the 2nd, the prosecution cleared the five people of violating the Defense Technology Protection Act, the Defense Business Act, and the Foreign Trade Act last month. In addition, prosecution was suspended for violating the Unfair Competition Prevention Act

    BalasHapus
  7. COST SHARE 2022–2025 = 400 MILLIAR WON
    2026 SISA COST SHARE = 600 – 400 : 200 MILLIAR WON
    200 MILIAR WON = RP 2.276.120.000.000 (2,27 TRILIUN RUPIAH)
    ---------------------------------
    Tahun 2022 & 2023: Dana telah dialokasikan dalam APBN melalui Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu. Pada periode ini, pembayaran sempat tersendat namun tetap dijaga komitmennya melalui skema cicilan untuk mengejar ketertinggalan.
    -
    Tahun 2024: Indonesia menyiapkan anggaran sebesar Rp1,25 triliun (sekitar USD 79,6 juta). Anggaran ini dialokasikan untuk mulai menutupi kekurangan pembayaran (unpaid share) yang terakumulasi sejak beberapa tahun sebelumnya.
    -
    Tahun 2025: Menjadi tahun krusial di mana pembayaran difokuskan pada penyelesaian sisa kewajiban setelah adanya kesepakatan pemotongan total nilai kontribusi menjadi 600 miliar won. Pembayaran dilakukan secara bertahap hingga mencapai akumulasi sekitar 400 miliar won pada pertengahan 2025. Sisa Cost Share 200 miliar Won Korea Selatan (KRW) setara dengan sekitar Rp2.276.120.000.000 (2,27 triliun Rupiah).
    ===============
    ===============
    TIMELINE "PRANK" PERTAHANAN MALAYDESH (2005 – 2026)
    -
    2005: Prank China (Rudal KS-1A)
    Klaim: Najib Razak menyatakan setuju membeli rudal KS-1A dengan imbalan transfer teknologi.
    Hasil: Zonk. Tidak ada realisasi pembelian hingga dekade berikutnya.
    -
    2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
    Klaim: Mempersempit pilihan ke Rafale untuk 18 unit jet tempur (USD 2 miliar).
    Hasil: Mangkrak. Ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran akut.
    -
    2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
    Klaim: Penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk 20 unit artileri 155mm.
    Hasil: Batal. Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; beralih ke unit lain.
    -
    2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
    Klaim: Pernyataan ketertarikan resmi dari pejabat Kemenhan Pakistan.
    Hasil: Prank. Tidak ada akuisisi, hanya sebatas wacana di media.
    -
    2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
    Klaim: Janji penandatanganan kontrak kapal MRSS pada Agustus 2018.
    Hasil: Zonk. Hingga kini kontrak dengan PT PAL Indonesia tidak pernah terealisasi.
    -
    2022: Prank India (HAL Tejas)
    Klaim: Tejas jadi kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut.
    Hasil: Prank. Justru memilih FA-50 dari Korsel pada 2023.
    -
    2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
    Klaim: Peninjauan rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm.
    Hasil: Batal. Diganti dengan sistem lain/dibatalkan total.
    -
    2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
    Klaim: Harapan penyelesaian kesepakatan pasokan artileri EVA.
    Hasil: Mangkrak. Tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
    -
    2023: Prank PBB (IAG Guardian)
    Klaim: Pengiriman unit untuk misi UNIFIL.
    Hasil: Gagal Operasional. Dinyatakan tidak layak spek oleh PBB, berujung sanksi pemotongan biaya.
    -
    2024–2025: Prank Black Hawk
    Klaim: Rencana sewa 4 helikopter UH-60A Black Hawk dari Aerotree Defence untuk ganti helikopter Nuri.
    Hasil: Mangkrak. Proses berbelit dan tidak ada kepastian unit tiba.
    -
    2026: Prank Kuwait (F/A-18 Hornet) – UPDATE
    Klaim: Ketertarikan kuat membeli jet bekas Kuwait untuk penguatan instan.
    Hasil: Dibatalkan Resmi. Kabinet secara formal membatalkan rencana ini pada Februari 2026 karena masalah biaya logistik dan hasil evaluasi teknis yang buruk.
    -
    2026: Pembekuan Total (Anwar Ibrahim)
    Kejadian: PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan korupsi dan kartel di tubuh Kemenhan
    -
    🤣2005-2026 = PRANK CANCELLED🤣

    BalasHapus
  8. COST SHARE 2022–2025 = 400 MILLIAR WON
    2026 SISA COST SHARE = 600 – 400 : 200 MILLIAR WON
    200 MILIAR WON = RP 2.276.120.000.000 (2,27 TRILIUN RUPIAH)
    ---------------------------------
    Tahun 2022 & 2023: Dana telah dialokasikan dalam APBN melalui Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu. Pada periode ini, pembayaran sempat tersendat namun tetap dijaga komitmennya melalui skema cicilan untuk mengejar ketertinggalan.
    -
    Tahun 2024: Indonesia menyiapkan anggaran sebesar Rp1,25 triliun (sekitar USD 79,6 juta). Anggaran ini dialokasikan untuk mulai menutupi kekurangan pembayaran (unpaid share) yang terakumulasi sejak beberapa tahun sebelumnya.
    -
    Tahun 2025: Menjadi tahun krusial di mana pembayaran difokuskan pada penyelesaian sisa kewajiban setelah adanya kesepakatan pemotongan total nilai kontribusi menjadi 600 miliar won. Pembayaran dilakukan secara bertahap hingga mencapai akumulasi sekitar 400 miliar won pada pertengahan 2025. Sisa Cost Share 200 miliar Won Korea Selatan (KRW) setara dengan sekitar Rp2.276.120.000.000 (2,27 triliun Rupiah).
    ===============
    ===============
    HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
    2010: RM 407,1 Miliar
    2011: RM 456,1 Miliar
    2012: RM 501,6 Miliar
    2013: RM 547,7 Miliar
    2014: RM 582,8 Miliar
    2015: RM 630,5 Miliar
    2016: RM 648,5 Miliar
    2017: RM 686,8 Miliar
    2018: RM 1,19 Triliun
    2019: RM 1,25 Triliun
    2020: RM 1,32 Triliun
    2021: RM 1,38 Triliun
    2022: RM 1,45 Triliun
    2023: RM 1,53 Triliun
    2024: RM 1,63 Triliun
    2025: RM 1,71 Triliun
    2026: RM 1,79 Triliun
    ---------------------------------
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah.
    ---------------------------------
    NGEMIS 4x = BATAL HORNET KUWAIT
    NGEMIS 4x = BATAL HORNET KUWAIT
    NGEMIS 4x = BATAL HORNET KUWAIT
    -
    Sumber Berita Utama
    New Straits Times (NST): Laporan berjudul "Govt scraps plan to acquire Kuwait's used F/A-18 Hornets" yang diterbitkan pada 26 Februari 2026.
    Bernama: Kantor berita nasional Malaydesh yang melaporkan penggulungan perdebatan tingkat komite RUU Perbekalan Tambahan di Dewan Rakyat.
    Militarnyi & Defense Blog: Portal berita pertahanan internasional yang merangkum keputusan pemerintah Malaydesh berdasarkan laporan teknis dari TUDM.
    -
    Detail Konfirmasi Resmi
    Narasumber: Wakil Menteri Pertahanan Malaydesh, Adly Zahari.
    Forum Pernyataan: Sidang Dewan Rakyat (Parlemen Malaydesh) saat menjawab pertanyaan terkait anggaran pertahanan pada 26 Februari 2026.
    Landasan Keputusan: Keputusan formal dicapai dalam rapat Kabinet pada 6 Februari 2026, menyusul hasil evaluasi tim teknis TUDM yang dikirim ke Kuwait pada 11-27 November 2025.
    Alasan Teknis: Pesawat Hornet Kuwait (varian C/D) dinilai memiliki risiko logistik jangka panjang dan secara teknis lebih tua dari armada F/A-18D yang saat ini dioperasikan Malaydesh
    -
    🤣9 TAHUN NGEMIS F18 = 2026 BATAL🤣

    BalasHapus
  9. COST SHARE 2022–2025 = 400 MILLIAR WON
    2026 SISA COST SHARE = 600 – 400 : 200 MILLIAR WON
    200 MILIAR WON = RP 2.276.120.000.000 (2,27 TRILIUN RUPIAH)
    ---------------------------------
    KOREA STEALS F15 TECHNOLOGY =
    Following the war of nerves between South Korea and the United States over the unauthorized dismantling of “Tiger Eyes,” a sensor suite installed on the F-15K, in August and September, the controversy over stealing defense industry techNOLogy has recently been spreading to other weapons. The Defense Acquisition Program Administration (DAPA) and others are officially playing down the importance of the issue, but there are signs the fallout may grow, with the United States suspending the export of strategic weaponry to South Korea.
    ---
    NORTH KOREA STEALS U.S. FIGHTER BLUEPRINTS
    NOrth Korean hackers reportedly infiltrated a computer network belonging to a South Korean aerospace firm’s computer network and made off with blueprints for the F-15 Eagle—the American-designed jet fighter that forms the backbone of the U.S. and South Korean air forces.
    ---
    CHINA, RUSSIA AIMING TO STEAL TECH FROM US SPACE FIRMS: US OFFICIALS
    According to a recent warning from US counterintelligence officials, Chinese and Russian spy agencies are focusing on private US-based space enterprises in an effort to obtain cutting-edge techNOLogies while impeding American advancements, Voice of America (VOA) reported.
    ---
    BLUEPRINT NAVAL = Naval Group offers two variants of the design: Gowind 1000 and Gowind 2500 while Malaydesh with the assistance of Naval Group locally developed the Gowind 3100.
    ---
    NIS AGENT KOREA STOLEN INDONESIA = Back then, S. Korean National Intelligence Service agents were caught breaking into the hotel room of an Indonesian delegation that was visiting S. Korea to negotiate the import of Air Force training aircraft T-50. The NIS agents were trying to gather information to help secure the successful export of the T-50.
    ---
    MILITARY OFFICIALS = the military officials urge restraint and patience as there is NO solid evidence to support such rumors. ANOther military official added, “We believe NO content has emerged that would violate military secrets or the Defense Industry TechNOLogy Security Act. Thus, it seems that there was NO core techNOLogy that could be classified as a secret.”
    ---
    DAPA AND KAI = the Defense Acquisition Program Administration and KAI have stated that they have been investigating for fifteen days and have NOt found any evidence of national secrets such as core techNOLogy being leaked..
    ---
    JUNI 2025 BEBAS GUYS = TIADA BUKTI
    ACQUITTED
    SUSPENDED FROM PROSECUTION
    All five Indonesian engineers who were accused of leaking confidential data while participating in the joint development of Korean fighter KF-21 were acquitted and suspended from prosecution.
    According to government sources on the 2nd, the prosecution cleared the five people of violating the Defense Technology Protection Act, the Defense Business Act, and the Foreign Trade Act last month. In addition, prosecution was suspended for violating the Unfair Competition Prevention Act

    BalasHapus
  10. COST SHARE 2022–2025 = 400 MILLIAR WON
    2026 SISA COST SHARE = 600 – 400 : 200 MILLIAR WON
    200 MILIAR WON = RP 2.276.120.000.000 (2,27 TRILIUN RUPIAH)
    ---------------------------------
    Tahun 2022 & 2023: Dana telah dialokasikan dalam APBN melalui Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu. Pada periode ini, pembayaran sempat tersendat namun tetap dijaga komitmennya melalui skema cicilan untuk mengejar ketertinggalan.
    -
    Tahun 2024: Indonesia menyiapkan anggaran sebesar Rp1,25 triliun (sekitar USD 79,6 juta). Anggaran ini dialokasikan untuk mulai menutupi kekurangan pembayaran (unpaid share) yang terakumulasi sejak beberapa tahun sebelumnya.
    -
    Tahun 2025: Menjadi tahun krusial di mana pembayaran difokuskan pada penyelesaian sisa kewajiban setelah adanya kesepakatan pemotongan total nilai kontribusi menjadi 600 miliar won. Pembayaran dilakukan secara bertahap hingga mencapai akumulasi sekitar 400 miliar won pada pertengahan 2025. Sisa Cost Share 200 miliar Won Korea Selatan (KRW) setara dengan sekitar Rp2.276.120.000.000 (2,27 triliun Rupiah).
    --------
    JUNI 2025 BEBAS GUYS = TIADA BUKTI
    ACQUITTED
    SUSPENDED FROM PROSECUTION
    All five Indonesian engineers who were accused of leaking confidential data while participating in the joint development of Korean fighter KF-21 were acquitted and suspended from prosecution.
    According to government sources on the 2nd, the prosecution cleared the five people of violating the Defense Technology Protection Act, the Defense Business Act, and the Foreign Trade Act last month. In addition, prosecution was suspended for violating the Unfair Competition Prevention Act.
    -----
    JUNI 2025 TIADA BUKTI =
    SUDAH PULANG KE INDONESIA
    SUDAH PULANG KE INDONESIA
    SUDAH PULANG KE INDONESIA
    Sebanyak 5 WNI teknisi Indonesia yang dituduh membocorkan data rahasia saat berpartisipasi dalam pengembangan pesawat tempur Korea KF-21 dibebaskan dan ditangguhkan dari penuntutan. Kementerian Luar Negeri memastikan mereka sudah pulang ke Indonesia.
    =========
    =========
    PRANK PAKISTAN-PRANK JF17
    “The MALAYDESH government has shown interest in buying the JF-17 Thunder aircraft from Pakistan but the deal is yet to be finalized,” a senior Pakistan Ministry of Defense Production official told Arab News.
    --------
    PRANK INDIA-PRANK TEJAS
    MALAYDESH has reportedly identified the Indian-manufactured Tejas light combat aircraft to replace its current fleet of MiG-29 fighter jets and is believed to be in advanced negotiations to firm up its procurement.
    --------
    PRANK TURKI = PRANK YAVUZ
    PRANK MKE : The Malonnn Ministry of Defence has reportedly reviewing its planned acquisition of Yavuz 155mm
    --------
    PRANK FRANCE - PRANK NEXTER : LoI is signed during day three of DSA 2016. 20 units are to be supplied, which include the supporting vehicles, and will boost the Malonnn Army's firepower inventory
    --------
    PRANK INDONESIA - PRANK PT PAL : "The contract with Malonn’s Navy will be inked next August. There is a possibility that they will order more than one MRSS.
    --------
    PRANK FRANCE - PRANK DASSAULT : Malonn, which wants to buy up to 18 combat planes in a deal potentially worth more than USD2 billion, is now talking to only one supplier, France's Dassault Aviation, about its Rafale jets,
    --------
    PRANK SLOVAKIA - PRANK KDS : Malonn is expected to conclude a deal with Slovakia for the supply of EVA 155mm
    --------
    PRANK CHINA-PRANK KS-1A
    MalAYDEWH has agreed in principle to purchase medium-range missiles from China, which in return will transfer technology on very short-range air defence to the country, Deputy Prime Minister Najib Razak said Tuesday
    --------
    PRANK UN-PRANK IAG
    Malaydesg dikenakan sanksi oleh PBB terkait penggantian biaya operasional kendaraan, karena sembilan IAG Guardians yang dikerahkannya tidak memenuhi persyaratan ini
    --------
    😝KORBAN PRANK = PAKISTAN | INDIA | TURKI | PERANCIS | INDONESIA | SLOVAKIA | CHINA | UN | FIFA😝

    BalasHapus
  11. JUNI 2025 BEBAS GUYS = TIADA BUKTI
    ACQUITTED
    SUSPENDED FROM PROSECUTION
    All five Indonesian engineers who were accused of leaking confidential data while participating in the joint development of Korean fighter KF-21 were acquitted and suspended from prosecution.
    According to government sources on the 2nd, the prosecution cleared the five people of violating the Defense Technology Protection Act, the Defense Business Act, and the Foreign Trade Act last month. In addition, prosecution was suspended for violating the Unfair Competition Prevention Act.
    -----
    JUNI 2025 TIADA BUKTI =
    SUDAH PULANG KE INDONESIA
    SUDAH PULANG KE INDONESIA
    SUDAH PULANG KE INDONESIA
    Sebanyak 5 WNI teknisi Indonesia yang dituduh membocorkan data rahasia saat berpartisipasi dalam pengembangan pesawat tempur Korea KF-21 dibebaskan dan ditangguhkan dari penuntutan. Kementerian Luar Negeri memastikan mereka sudah pulang ke Indonesia.
    -----
    COST SHARE 2022–2025 = 400 MILLIAR WON
    2026 SISA COST SHARE = 600 – 400 : 200 MILLIAR WON
    200 MILIAR WON = RP 2.276.120.000.000 (2,27 TRILIUN RUPIAH)
    --------
    Tahun 2022 & 2023: Dana telah dialokasikan dalam APBN melalui Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu. Pada periode ini, pembayaran sempat tersendat namun tetap dijaga komitmennya melalui skema cicilan untuk mengejar ketertinggalan.
    -
    Tahun 2024: Indonesia menyiapkan anggaran sebesar Rp1,25 triliun (sekitar USD 79,6 juta). Anggaran ini dialokasikan untuk mulai menutupi kekurangan pembayaran (unpaid share) yang terakumulasi sejak beberapa tahun sebelumnya.
    -
    Tahun 2025: Menjadi tahun krusial di mana pembayaran difokuskan pada penyelesaian sisa kewajiban setelah adanya kesepakatan pemotongan total nilai kontribusi menjadi 600 miliar won. Pembayaran dilakukan secara bertahap hingga mencapai akumulasi sekitar 400 miliar won pada pertengahan 2025. Sisa Cost Share 200 miliar Won Korea Selatan (KRW) setara dengan sekitar Rp2.276.120.000.000 (2,27 triliun Rupiah).
    =========
    =========
    SALE = F 5 TIGERS
    SALE = F 5 TIGERS
    This announcement was in response to posts, photos, and videos circulating on certain local social media platforms that purportedly depict an F-5 fighter jet allegedly belonging to MALAYDESH at one of the country’s ports.
    ---
    F 5 TIGERS ENGINES = DISAPPEARED
    F 5 TIGERS ENGINES = DISAPPEARED
    F 5 TIGERS ENGINES = DISAPPEARED
    The MALAYDESH government is facing a fresh corruption crisis after officials admitted that two US-made fighter jet engines had disappeared from an air force base after apparently being illicitly sold by military officers to a South American arms dealer...
    ---
    2026 SURAT NGEMIS 4x = BATAL HORNET KUWAIT
    2026 SURAT NGEMIS 4x = BATAL HORNET KUWAIT
    2026 SURAT NGEMIS 4x = BATAL HORNET KUWAIT
    Sumber Berita Utama
    New Straits Times (NST): Laporan berjudul "Govt scraps plan to acquire Kuwait's used F/A-18 Hornets" yang diterbitkan pada 26 Februari 2026.
    Bernama: Kantor berita nasional Malaydesh yang melaporkan penggulungan perdebatan tingkat komite RUU Perbekalan Tambahan di Dewan Rakyat.
    Militarnyi & Defense Blog: Portal berita pertahanan internasional yang merangkum keputusan pemerintah Malaydesh berdasarkan laporan teknis dari TUDM.
    ---
    40 SKYHAWK RONGSOK
    40 SKYHAWK RONGSOK
    40 SKYHAWK RONGSOK
    The Tentera Udara Diraja MALAYDESH (TUDM, or Royal MALAYDESH Air Force) ordered 88 A-4s (25 A-4Cs and 63 A-4Ls), Only 40 PTM Skyhawks, 34 single seat versions and six two-seat trainers, were delivered......'
    -----
    48 SKYHAWK DISAPPEARED
    48 SKYHAWK DISAPPEARED
    48 SKYHAWK DISAPPEARED
    The Tentera Udara Diraja MALAYDESH (TUDM, or Royal MALAYDESH Air Force) ordered 88 A-4s (25 A-4Cs and 63 A-4Ls), Only 40 PTM Skyhawks, 34 single seat versions and six two-seat trainers, were delivered.....
    -
    🤣4X SURAT NGEMIS F18 = 2026 BATAL🤣

    BalasHapus
  12. JUNI 2025 BEBAS GUYS = TIADA BUKTI
    ACQUITTED
    SUSPENDED FROM PROSECUTION
    All five Indonesian engineers who were accused of leaking confidential data while participating in the joint development of Korean fighter KF-21 were acquitted and suspended from prosecution.
    According to government sources on the 2nd, the prosecution cleared the five people of violating the Defense Technology Protection Act, the Defense Business Act, and the Foreign Trade Act last month. In addition, prosecution was suspended for violating the Unfair Competition Prevention Act.
    -----
    JUNI 2025 TIADA BUKTI =
    SUDAH PULANG KE INDONESIA
    SUDAH PULANG KE INDONESIA
    SUDAH PULANG KE INDONESIA
    Sebanyak 5 WNI teknisi Indonesia yang dituduh membocorkan data rahasia saat berpartisipasi dalam pengembangan pesawat tempur Korea KF-21 dibebaskan dan ditangguhkan dari penuntutan. Kementerian Luar Negeri memastikan mereka sudah pulang ke Indonesia.
    -----
    PAYMENT ADJUSTMENT KF 21 (PENYESUAIAN) BUKAN PEMOTONGAN (DISKON)
    Kepala Biro Humas Setjen Kemhan Brigjen TNI Edwin Adrian Sumantha mengatakan istilah yang tepat atas langkah yang diambil pemerintah terkait pembiayaan proyek pesawat tempur KF-21 adalah 'penyesuaian bayar' (payment adjustment), bukan 'pemotongan bayar'. Ia mengatakan penyesuaian tersebut sejalan dengan kemajuan kerja sama yang telah dan masih akan dilaksanakan bersama Republik Korea.
    "Penyesuaian bayar ini merupakan sebuah langkah yang logis dan rasional, mengingat terdapat beberapa kegiatan dalam program yang tidak dapat diikuti oleh teknisi Indonesia," kata dia ketika dikonfirmasi pada Senin (6/5/2024).
    -----
    MANFAAT JOINT VENTURE KF21 =
    1. kemampuan produksi yaitu bagaimana mendesain dan membangun pesawat tempur, membuat beberapa komponen. Komponen tersebut, lanjut dia, meliputi sayap, ekor, beberapa bagian badan belakang pesawat dan bagian pylon atau adapter untuk persenjataan dan sensor. Selain itu juga, kata dia, dalam melakukan final assembly, uji terbang dan re-sertifikasi untuk pesawat IFX.
    2. kemampuan operasi dan pemeliharaan yaitu kemampuan mengembangkan integrated logistic support dan perawatan pesawat tempur KFX/IFX, mengembangkan sistem training untuk Pilot dan teknisi serta mendukung kegiatan trouble shooting pada saat operasional.
    3. kemampuan modifikasi dan upgrading yaitu melakukan desain integrasi dan re-sertifikasi unique RI requirement berupa drag chute, eksternal fuel tank dan Air Refueling serta melakukan integrasi new weapon system, avionik, sensor dan elektronik," kata Edwin.Diberitakan sebelumnya, Kementerian Pertahanan RI pernah menyampaikan klarifikasi terkait pemberitaan beredar di media yang menyatakan Indonesia telah mengajukan pemotongan bayar bagi pembiayaan proyek pesawat tempur KF-21 atau KFX/IFX.
    -----
    COST SHARE 2022–2025 = 400 MILLIAR WON
    2026 SISA COST SHARE = 600 – 400 : 200 MILLIAR WON
    200 MILIAR WON = RP 2.276.120.000.000 (2,27 TRILIUN RUPIAH)
    --------
    Tahun 2022 & 2023: Dana telah dialokasikan dalam APBN melalui Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu. Pada periode ini, pembayaran sempat tersendat namun tetap dijaga komitmennya melalui skema cicilan untuk mengejar ketertinggalan.
    -
    Tahun 2024: Indonesia menyiapkan anggaran sebesar Rp1,25 triliun (sekitar USD 79,6 juta). Anggaran ini dialokasikan untuk mulai menutupi kekurangan pembayaran (unpaid share) yang terakumulasi sejak beberapa tahun sebelumnya.
    -
    Tahun 2025: Menjadi tahun krusial di mana pembayaran difokuskan pada penyelesaian sisa kewajiban setelah adanya kesepakatan pemotongan total nilai kontribusi menjadi 600 miliar won. Pembayaran dilakukan secara bertahap hingga mencapai akumulasi sekitar 400 miliar won pada pertengahan 2025. Sisa Cost Share 200 miliar Won Korea Selatan (KRW) setara dengan sekitar Rp2.276.120.000.000 (2,27 triliun Rupiah).

    BalasHapus
  13. PAYMENT ADJUSTMENT KF 21 (PENYESUAIAN) BUKAN PEMOTONGAN (DISKON)
    Kepala Biro Humas Setjen Kemhan Brigjen TNI Edwin Adrian Sumantha mengatakan istilah yang tepat atas langkah yang diambil pemerintah terkait pembiayaan proyek pesawat tempur KF-21 adalah 'penyesuaian bayar' (payment adjustment), bukan 'pemotongan bayar'. Ia mengatakan penyesuaian tersebut sejalan dengan kemajuan kerja sama yang telah dan masih akan dilaksanakan bersama Republik Korea.
    "Penyesuaian bayar ini merupakan sebuah langkah yang logis dan rasional, mengingat terdapat beberapa kegiatan dalam program yang tidak dapat diikuti oleh teknisi Indonesia," kata dia ketika dikonfirmasi pada Senin (6/5/2024).
    -----
    MANFAAT JOINT VENTURE KF21 =
    1. kemampuan produksi yaitu bagaimana mendesain dan membangun pesawat tempur, membuat beberapa komponen. Komponen tersebut, lanjut dia, meliputi sayap, ekor, beberapa bagian badan belakang pesawat dan bagian pylon atau adapter untuk persenjataan dan sensor. Selain itu juga, kata dia, dalam melakukan final assembly, uji terbang dan re-sertifikasi untuk pesawat IFX.
    2. kemampuan operasi dan pemeliharaan yaitu kemampuan mengembangkan integrated logistic support dan perawatan pesawat tempur KFX/IFX, mengembangkan sistem training untuk Pilot dan teknisi serta mendukung kegiatan trouble shooting pada saat operasional.
    3. kemampuan modifikasi dan upgrading yaitu melakukan desain integrasi dan re-sertifikasi unique RI requirement berupa drag chute, eksternal fuel tank dan Air Refueling serta melakukan integrasi new weapon system, avionik, sensor dan elektronik," kata Edwin.Diberitakan sebelumnya, Kementerian Pertahanan RI pernah menyampaikan klarifikasi terkait pemberitaan beredar di media yang menyatakan Indonesia telah mengajukan pemotongan bayar bagi pembiayaan proyek pesawat tempur KF-21 atau KFX/IFX.
    -----
    COST SHARE 2022–2025 = 400 MILLIAR WON
    2026 SISA COST SHARE = 600 – 400 : 200 MILLIAR WON
    200 MILIAR WON = RP 2.276.120.000.000 (2,27 TRILIUN RUPIAH)
    --------
    Tahun 2022 & 2023: Dana telah dialokasikan dalam APBN melalui Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu. Pada periode ini, pembayaran sempat tersendat namun tetap dijaga komitmennya melalui skema cicilan untuk mengejar ketertinggalan.
    -
    Tahun 2024: Indonesia menyiapkan anggaran sebesar Rp1,25 triliun (sekitar USD 79,6 juta). Anggaran ini dialokasikan untuk mulai menutupi kekurangan pembayaran (unpaid share) yang terakumulasi sejak beberapa tahun sebelumnya.
    -
    Tahun 2025: Menjadi tahun krusial di mana pembayaran difokuskan pada penyelesaian sisa kewajiban setelah adanya kesepakatan pemotongan total nilai kontribusi menjadi 600 miliar won. Pembayaran dilakukan secara bertahap hingga mencapai akumulasi sekitar 400 miliar won pada pertengahan 2025. Sisa Cost Share 200 miliar Won Korea Selatan (KRW) setara dengan sekitar Rp2.276.120.000.000 (2,27 triliun Rupiah).
    --------
    2024 BUKTI 42 RAFALE RESMI DASSAULT =
    6 RAFALE SEPTEMBER 2022
    18 RAFALE AGUSTUS 2023
    18 RAFALE JANUARI 2024
    DASSAULT AVIATION = 42 RAFALE
    (Saint-Cloud, le 8 Janvier 2024) – La dernière tranche de 18 Rafale pour l’Indonésie est entrée en vigueur ce jour. Elle fait suite à l’entrée en vigueur, en septembre 2022 et en août 2023, de la première et de la deuxième tranche de 6 et 18 Rafale, et vient ainsi compléter le NOmbre d’avions en commande pour l’Indonésie dans le cadre du contrat signé en février 2022 pour l’acquisition de 42 Rafale.
    ---
    PT TAI TURKI DI BANDUNG-INDONESIA
    PT Turkish Aerospace Indonesia dari Turki didirikan di Bandung guna menjalin kerjasama strategis global. CEO of Turkish Aerospace, Mehmet Demiroğlu, mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan PT Dirgantara Indonensia untuk meningkatkan dan mengembangkan proyek-proyek kerjasama di bidang kedirgantaraan. "Jadi, kami menegaskan bahwa kami tidak bersaing, tapi saling melengkapi. Itu sebabnya kami ada di sini," ujarnya seusai launching PT. Turkish Aerospace Indonesia di Bandung

    BalasHapus
  14. MINGGIR LU MISKINNN
    NO MONEY =
    CANCELLED FIVE PROCUREMENTS
    CANCELLED FIVE PROCUREMENTS
    CANCELLED FIVE PROCUREMENTS
    CANCELLED FIVE PROCUREMENTS
    The Defence ministry has cancelled five procurements for supplies, services and infrastructure projects to avoid leakages in expenditure.
    "This is in line with the current government’s policy of prioritising transparency and value for money.
    ---
    NO MONEY =
    SALE MIG29N FOR SPAREPART MKM
    SALE MIG29N FOR SPAREPART MKM
    SALE MIG29N FOR SPAREPART MKM
    Datuk Seri Ikhmal Hisham Abdul Aziz mencadangkan agar 18 buah pesawat MiG-29N milik Tentera Udara Diraja MALAYDESH (TUDM) yang telah lama digantung penggunaannya dilupuskan dan dijual kepada negara-negara yang berminat seperti India dan Sudan.
    Bekas Timbalan Menteri Pertahanan itu berkata, cadangan berkenaan bertujuan untuk menangani isu kekurangan alat ganti bagi pesawat Sukhoi Su-30MKM milik TUDM yang terkesan akibat perang Ukraine-Rusia.
    ---
    MALING TERIAK MALING =
    F 5 TIGERS ENGINES DISAPPEARED
    F 5 TIGERS ENGINES DISAPPEARED
    F 5 TIGERS ENGINES DISAPPEARED
    F 5 TIGERS ENGINES DISAPPEARED
    F 5 TIGERS ENGINES DISAPPEARED
    The MALAYDESH government is facing a fresh corruption crisis after officials admitted that two US-made fighter jet engines had disappeared from an air force base after apparently being illicitly sold by military officers to a South American arms dealer...
    ---
    MALING TERIAK MALING =
    SALE F 5 TIGERS
    SALE F 5 TIGERS
    SALE F 5 TIGERS
    SALE F 5 TIGERS
    This announcement was in response to posts, photos, and videos circulating on certain local social media platforms that purportedly depict an F-5 fighter jet allegedly belonging to MALAYDESH at one of the country’s ports.
    ---
    MALAYDESH MILITARY CONTRACTOR =
    15 YEARS IN US JAIL FOR BRIBERY
    15 YEARS IN US JAIL FOR BRIBERY
    15 YEARS IN US JAIL FOR BRIBERY
    15 YEARS IN US JAIL FOR BRIBERY
    15 YEARS IN US JAIL FOR BRIBERY
    The 60-year-old, a MALAYDESH citizen residing in Singapore, was initially arrested in the US in 2013 on corruption charges. His company, Glenn Defence Marine Asia, gave millions of dollars in items of value and cash to US Navy personnel and command staff for advocating it during the procurement process and providing it with classified information. Francis pled guilty to all charges, including an escape attempt.
    ---
    MALING TERIAK MALING =
    48 SKYHAWK DISAPPEARED
    48 SKYHAWK DISAPPEARED
    48 SKYHAWK DISAPPEARED
    The Tentera Udara Diraja MALAYDESH (TUDM, or Royal MALAYDESH Air Force) ordered 88 A-4s (25 A-4Cs and 63 A-4Ls), Only 40 PTM Skyhawks, 34 single seat versions and six two-seat trainers, were delivered......
    =======
    =======
    COST SHARE 2022–2025 = 400 MILLIAR WON
    2026 SISA COST SHARE = 600 – 400 : 200 MILLIAR WON
    200 MILIAR WON = RP 2.276.120.000.000 (2,27 TRILIUN RUPIAH)
    --------
    Tahun 2022 & 2023: Dana telah dialokasikan dalam APBN melalui Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu. Pada periode ini, pembayaran sempat tersendat namun tetap dijaga komitmennya melalui skema cicilan untuk mengejar ketertinggalan.
    -
    Tahun 2024: Indonesia menyiapkan anggaran sebesar Rp1,25 triliun (sekitar USD 79,6 juta). Anggaran ini dialokasikan untuk mulai menutupi kekurangan pembayaran (unpaid share) yang terakumulasi sejak beberapa tahun sebelumnya.
    -
    Tahun 2025: Menjadi tahun krusial di mana pembayaran difokuskan pada penyelesaian sisa kewajiban setelah adanya kesepakatan pemotongan total nilai kontribusi menjadi 600 miliar won. Pembayaran dilakukan secara bertahap hingga mencapai akumulasi sekitar 400 miliar won pada pertengahan 2025. Sisa Cost Share 200 miliar Won Korea Selatan (KRW) setara dengan sekitar Rp2.276.120.000.000 (2,27 triliun Rupiah).

    BalasHapus
  15. kita SHOPPING SOPING HELI BELL 505
    CA$H KERAS
    bukan SEDEKAH radar apalagi SEWA HELI BEKAS PARAH WOII negri🎰kasino genting tipe m haha!🤪🤥🤪

    BalasHapus
  16. JUNI 2025 BEBAS GUYS = TIADA BUKTI
    ACQUITTED
    SUSPENDED FROM PROSECUTION
    All five Indonesian engineers who were accused of leaking confidential data while participating in the joint development of Korean fighter KF-21 were acquitted and suspended from prosecution.
    According to government sources on the 2nd, the prosecution cleared the five people of violating the Defense Technology Protection Act, the Defense Business Act, and the Foreign Trade Act last month. In addition, prosecution was suspended for violating the Unfair Competition Prevention Act.
    -----
    JUNI 2025 TIADA BUKTI =
    SUDAH PULANG KE INDONESIA
    SUDAH PULANG KE INDONESIA
    SUDAH PULANG KE INDONESIA
    Sebanyak 5 WNI teknisi Indonesia yang dituduh membocorkan data rahasia saat berpartisipasi dalam pengembangan pesawat tempur Korea KF-21 dibebaskan dan ditangguhkan dari penuntutan. Kementerian Luar Negeri memastikan mereka sudah pulang ke Indonesia.
    -----------
    -----------
    NIS AGENT KOREA STOLEN INDONESIA
    NIS AGENT KOREA STOLEN INDONESIA
    NIS AGENT KOREA STOLEN INDONESIA
    NIS AGENT KOREA STOLEN INDONESIA
    Back then, S. Korean National Intelligence Service agents were caught breaking into the hotel room of an Indonesian delegation that was visiting S. Korea to negotiate the import of Air Force training aircraft T-50. The NIS agents were trying to gather information to help secure the successful export of the T-50.
    ---
    MILITARY OFFICIALS
    MILITARY OFFICIALS
    MILITARY OFFICIALS
    the military officials urge restraint and patience as there is NO solid evidence to support such rumors. ANOther military official added, “We believe NO content has emerged that would violate military secrets or the Defense Industry TechNOLogy Security Act. Thus, it seems that there was NO core techNOLogy that could be classified as a secret.”
    ---
    DAPA AND KAI
    DAPA AND KAI
    DAPA AND KAI
    the Defense Acquisition Program Administration and KAI have stated that they have been investigating for fifteen days and have NOt found any evidence of national secrets such as core techNOLogy being leaked.
    ---
    COST SHARE 2022–2025 = 400 MILLIAR WON
    2026 SISA COST SHARE = 600 – 400 : 200 MILLIAR WON
    200 MILIAR WON = RP 2.276.120.000.000 (2,27 TRILIUN RUPIAH)
    --------
    Tahun 2022 & 2023: Dana telah dialokasikan dalam APBN melalui Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu. Pada periode ini, pembayaran sempat tersendat namun tetap dijaga komitmennya melalui skema cicilan untuk mengejar ketertinggalan.
    -
    Tahun 2024: Indonesia menyiapkan anggaran sebesar Rp1,25 triliun (sekitar USD 79,6 juta). Anggaran ini dialokasikan untuk mulai menutupi kekurangan pembayaran (unpaid share) yang terakumulasi sejak beberapa tahun sebelumnya.
    -
    Tahun 2025: Menjadi tahun krusial di mana pembayaran difokuskan pada penyelesaian sisa kewajiban setelah adanya kesepakatan pemotongan total nilai kontribusi menjadi 600 miliar won. Pembayaran dilakukan secara bertahap hingga mencapai akumulasi sekitar 400 miliar won pada pertengahan 2025. Sisa Cost Share 200 miliar Won Korea Selatan (KRW) setara dengan sekitar Rp2.276.120.000.000 (2,27 triliun Rupiah).

    BalasHapus
  17. Transfer Prototaip KF21 BORAMAE uda SEPAKAT okeh oceh haha!😉👌😉

    para warganyet kl dipersilakan NGAMUK sampe botak🤪haha!🔥😤🔥

    BalasHapus
  18. IDN : SIPRI SHOPPING VERSUS MY : SIPRI KOSONG
    IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
    IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
    -
    2026 IDN : USD 20 MILIAR versus MY : USD 4,7 MILIAR
    ---------------------------
    PERBANDINGAN ANGGARAN PERTAHANAN ASEAN 2026 =
    -
    1. INDONESIA
    Rp 335,2 triliun (~USD 20 miliar). Lonjakan 37% dari 2025; fokus pada alutsista baru dan konsep pertahanan total.
    -
    2. SINGAPURA
    SGD 20 miliar (~USD 15 miliar). Konsisten 3–4% dari PDB; investasi jangka panjang untuk teknologi pertahanan canggih.
    -
    3. VIETNAM
    USD 6–7 miliar (estimasi). Tren meningkat, diproyeksi mencapai USD 10,2 miliar pada 2029; fokus pada Laut Cina Selatan.
    -
    4. THAILAND
    204,434 juta baht (~USD 5,7 miliar). Prioritas pada akuisisi jet Gripen dan modernisasi angkatan udara.
    -
    5. FILIPINA
    295–299 miliar (~USD 5,2 miliar). Naik 16% dari 2025; termasuk ₱40 miliar untuk program modernisasi AFP, dengan fokus pada penguatan airpower dan sistem pertahanan rudal
    -
    6. MALAYDESH
    RM 21,2–21,7 miliar (~USD 4,5–4,7 miliar). Fokus modernisasi bertahap: sistem pertahanan udara, kapal perang, dan kendaraan taktis.
    ------------------
    Indonesia – Turki (G20 & MIKTA) > USD 12-13 MILLIAR
    1. Jet Tempur KAAN
    Indonesia jadi pembeli ekspor pertama (2025).
    48 unit, kontrak ±10 miliar USD.
    -
    2. Fregat I-Class
    Pilihan desain Turki untuk armada laut.
    2 unit (opsi tambahan).
    -
    3. Rudal Atmaca & Torpedo Akya
    Ganti rudal Barat dengan teknologi Turki.
    -
    4. Drone ANKA
    Skema ToT dengan PTDI.
    12 unit (6 dari Turki, 6 dirakit di Indonesia).
    -
    5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
    Pengadaan UCAV.
    60 unit TB3, 6 unit AKINCI.
    -
    6. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
    Proyek kerja sama industri pertahanan.
    18 unit awal, target >100 unit.
    -
    7. Sistem Pertahanan Udara KHAN & Trisula (Hisar)
    KHAN: rudal balistik taktis (1–2 baterai).
    Trisula: pertahanan jarak menengah (untuk Kalimantan).
    -
    8. Rudal Jelajah Çakır
    Produksi lokal dengan ToT.
    -
    9. Rudal Sungur (VSHORAD)
    Pembelian + penjajakan alih teknologi.
    -
    10. Kapal Cepat Rudal FACM-70 (KCR 70)
    TAIS Shipyard bangun 2 unit (2024).
    -
    11. APC Kaplan
    Prototipe kerja sama PT Pindad & FNSS.
    -
    12. Radio Militer SDR
    Litbang Aselsan + PT LEN & Wellracom.
    -
    13. IFV Generasi Baru
    R&D PT Pindad & FNSS.
    -
    14. Produksi Bersama Bayraktar TB3
    Skema ToT + pelatihan + integrasi UAV maritim.
    -
    15. Kerja Sama Kapal Selam
    Penjajakan proyek alternatif di Indo Defence 2025.
    =================
    =================
    💰 Total Pengadaan Militer Malondesh dari Turki
    > US$1,17 miliar
    1. Kapal Perang (Laut) — >US$1 Miliar
    LMS Batch 2 (Kelas Ada): 3 korvet, estimasi US$600–800 juta.
    MPMS (Multi-Purpose Mission Ship): 1 kapal, US$68,8 juta.
    -
    2. Drone & Sistem Udara — US$91,6 Juta
    UAV Anka-S: 3 unit, kontrak US$91,6 juta
    Persenjataan Darat & Rudal — >US$20 Juta
    -
    3. ATGM Karaok: 18 peluncur + 108 rudal, estimasi US$20 juta.

    BalasHapus
  19. Ketika tiba menyalami CEO Korea Aerospace Industries (KAI) Kim Jong-chul, Prabowo pun sempat terkejut. Setelah Kim memperkenalkan diri, RI 1 pun langsung berkelakar. ✅️"Ok, give us good price, haa," kata Prabowo kepada Kim sembari tertawa
    https://garudamiliter.blogspot.com/2026/04/presiden-minta-harga-bagus-untuk-jet.html?m=
    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️

    ✅️give us good price okeh oceh haha!👌🤑👌

    ✨️SHOPPING BORAMAE JADI LANJUT🔥SHOPPING KITA haha!🤑😎🤑

    WOW MAKIN TERSAKITI WARGANYET kl, KALAH LAGIII haha!😋😝😋

    BalasHapus
  20. 1. INDONESIA VS ASEAN (SKALA EKONOMI)
    PERBANDINGAN PDB PPP (DAYA BELI RIIL) = SUMBER : IMF DAN WORLDBANK
    vs Vietnam: Indonesia 3,01x lebih besar ($5,69 T vs $1,89 T)
    vs Filipina: Indonesia 3,04x lebih besar ($5,69 T vs $1,87 T)
    vs Thailand: Indonesia 3,07x lebih besar ($5,69 T vs $1,85 T)
    vs Malaydesh: Indonesia 4,24x lebih besar ($5,69 T vs $1,34 T)
    vs Singapura: Indonesia 6,69x lebih besar ($5,69 T vs $0,85 T)
    -
    PERBANDINGAN PDB NOMINAL (NILAI PASAR) = SUMBER : IMF DAN WORLDBANK
    vs Thailand: Indonesia 2,91x lebih besar ($1,69 T vs $0,58 T)
    vs Singapura: Indonesia 3,18x lebih besar ($1,69 T vs $0,53 T)
    vs Filipina: Indonesia 3,31x lebih besar ($1,69 T vs $0,51 T)
    vs Vietnam: Indonesia 3,44x lebih besar ($1,69 T vs $0,49 T)
    vs Malaydesh: Indonesia 3,67x lebih besar ($1,69 T vs $0,46 T)
    --------------------------------
    2. POSISI INDONESIA DI ASIA & DUNIA (2025)
    Peringkat 6 Dunia (PPP): Di atas Jerman, Inggris, dan Prancis.
    Peringkat 15 Dunia (Nominal): Di atas Australia dan Turki.
    Peringkat 5 Asia (Nominal): Di bawah Tiongkok, Jepang, India, dan Korsel.
    --------------------------------

    3. PROFIL RISIKO: INDONESIA VS MALAYDESH
    Indonesia: Ekonomi sehat dengan Utang Pemerintah 40% (Limit 60%) dan Utang Rumah Tangga rendah (16%).
    Malaydesh: Tekanan fiskal tinggi dengan Utang Pemerintah 69% (Melewati limit 65%) dan Utang Rumah Tangga ekstrem (84,3%).
    Proyeksi Utang Malaydesh (2026): Diperkirakan terus naik mencapai RM 1,79 Triliun
    --------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
    -
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
    -
    2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
    -
    2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
    -
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
    -
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
    -
    2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
    -
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
    -
    2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
    -
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    -
    2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
    -
    2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
    -
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
    -
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
    -
    2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
    -
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
    -
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
    -
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
    ________________________________________
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    -
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah.

    BalasHapus
  21. bulan APRIL 2026 akan datang ASET BARUW LAGI hore haha!🥳✌️🥳
    ✅️BHO 105
    ✅️RAFALE

    negri🎰kasino semenanjing kl, uda pasti SEPI NO SHOPPING haha!😭😋😭

    BalasHapus
  22. NEGARA KAYA NO.4 KANDUNGAN EMAS TERBESAR DUNIA MUDAH SAJA SHOPPING BARANG PREMIUM MAU BAYAR CASH,LENDER OR BARTER EASY PAY APALAGI GIVE US BEST PRICE BERBANDING BAGAI LAGIT DAN BUMI SAMA MALONDESH BOTOL NISKIN KASTA DALIT SUBSIDI SHOPPING TAK ADA MEMBUAL NO.1 🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  23. COST SHARE 2022–2025 = 400 MILLIAR WON
    2026 SISA COST SHARE = 600 – 400 : 200 MILLIAR WON
    200 MILIAR WON = RP 2.276.120.000.000 (2,27 TRILIUN RUPIAH)
    --------------------------------
    PERBANDINGAN PDB PPP INDONESIA VS ASEAN
    (PDB PPP Indonesia: US$5,69 Triliun)
    -
    3,07x = Indonesia vs Thailand (US$5,69 Triliun versus US$1,85 T)
    -
    3,01x = Indonesia vs Vietnam (US$5,69 versus Triliun US$1,89 T)
    -
    3,04x = Indonesia vs Filipina (US$5,69 Triliun US$1,87 T)
    -
    4,24x = Indonesia vs Malaydesh (US$5,69 Triliun US$1,34 T)
    -
    6,69x = Indonesia vs Singapura (US$5,69 Triliun US$0,85 T)
    --------------------------------
    PERBANDINGAN PDB NOMINAL INDONESIA VS ASEAN
    (PDB Nominal Indonesia: US$1,69 Triliun)
    -
    2,91x = Indonesia vs Thailand (US$1,69 Triliun versus US$0,58 T)
    -
    3,18x = Indonesia vs Singapura (US$1,69 Triliun versus US$0,53 T)
    -
    3,31x = Indonesia vs Filipina (US$1,69 Triliun versus US$0,51 T).
    -
    3,44x = Indonesia vs Vietnam (US$1,69 Triliun versus US$0,49 T)
    -
    3,67x = Indonesia vs Malaydesh (US$1,69 Triliun versus US$0,46 T)
    =============
    =============
    TREN "HUTANG BAYAR HUTANG" MALAYDESH (2018-2026)
    Data berdasarkan Laporan Ketua Audit Negara & Kemenkeu Malaydesh:
    -
    2023 (Puncak): 64,3% pinjaman baru untuk bayar utang lama.
    -
    2020: 60,0% ketergantungan utang untuk gali lubang tutup lubang.
    -
    2024: 58,9% alokasi pembayaran utang matang.
    -
    2025 (Proyeksi): 58,0% (RM106,8 Miliar dari total RM184 Miliar pinjaman).
    -
    2019: 59,0% penggunaan pinjaman untuk pelunasan.
    -
    2022: 52,4% realisasi pembayaran prinsipal.
    -
    2021: 50,4% dari total pinjaman RM194,55 Miliar.
    -
    2018 (Awal): Fase "Open Donasi" (Tabung Harapan) saat utang tembus RM1 Triliun.
    -
    2026: Diproyeksikan tetap dalam siklus pembayaran utang matang
    --------------------------------
    HUTANG BAYAR HUTANG
    -
    2018 (Fase "Open Donasi"): Utang menembus RM1 triliun; peluncuran Tabung Harapan untuk sumbangan rakyat. [1]
    -
    2019 (59%): Laporan Audit mengungkap mayoritas pinjaman baru hanya untuk melunasi utang lama. [1]
    RASIO HUTANG BAYAR HUTANG
    -
    2020 (60%): Ketergantungan meningkat; anggaran pembangunan mulai terhimpit beban utang.
    -
    2021 (50,4%): RM98,05 miliar dari total RM194,55 miliar pinjaman digunakan untuk bayar utang matang.
    -
    2022 (52,4%): Pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar di tengah pemulihan pascapandemi.
    -
    2023 (64,3%): Rekor tertinggi; RM145,8 miliar dari RM226,6 miliar pinjaman lari ke utang lama.
    -
    2024 (58,9%): Upaya konsolidasi dimulai; RM121,3 miliar dialokasikan untuk utang matang.
    -
    2025 (58%): Pinjaman kasar RM184 miliar dengan alokasi bayar prinsipal RM106,8 miliar.

    2026 = HUTANG BAYAR HUTANG Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF) Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara: Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
    --------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
    2010: RM 407,1 Miliar
    2011: RM 456,1 Miliar
    2012: RM 501,6 Miliar
    2013: RM 547,7 Miliar
    2014: RM 582,8 Miliar
    2015: RM 630,5 Miliar
    2016: RM 648,5 Miliar
    2017: RM 686,8 Miliar
    2018: RM 1,19 Triliun
    2019: RM 1,25 Triliun
    2020: RM 1,32 Triliun
    2021: RM 1,38 Triliun
    2022: RM 1,45 Triliun
    2023: RM 1,53 Triliun
    2024: RM 1,63 Triliun
    2025: RM 1,71 Triliun
    2026: RM 1,79 Triliun
    -
    SUMBER :
    Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malaydesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan

    BalasHapus
  24. barusan 2 minggu laluw SHOPPING selusin PC24 & PC21 hore haha!🤑💰🤑

    lah negri🎰kasino semenanjung, malah kensel hornet rongsok kuwait, tanda takde wang, utang naik
    masa sultan 9 bijik, klaim kaya minyak ehh petrol, diesel meroket naik..aneh, kita pun tertawa😂 haha!🚀🤪🚀

    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    The Indonesian Ministry of Defense Selects the PC-24 with an Order for Twelve Aircraft
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/the-indonesian-ministry-of-defense.html?m=1

    BalasHapus
  25. KESIAN...program makan untuk rakyat saja terpaksa NGEMIS HUTANG CHINA guys....HAHAHAHAH



    Cina akan Bantu Pendanaan Makan Bergizi Gratis, Pengamat: Utang Bisa jadi Ancaman

    https://www.tempo.co/ekonomi/cina-akan-bantu-pendanaan-makan-bergizi-gratis-pengamat-utang-bisa-jadi-ancaman-1169173

    BalasHapus
    Balasan
    1. COST SHARE 2022–2025 = 400 MILLIAR WON
      2026 SISA COST SHARE = 600 – 400 : 200 MILLIAR WON
      200 MILIAR WON = RP 2.276.120.000.000 (2,27 TRILIUN RUPIAH)
      --------------------------------
      GDP INDONESIA = MALAYDESH +SINGA+PINOY
      GDP INDONESIA = MALAYDESH +VIET+PINOY
      GDP INDONESIA = MALAYDESH +THAI+VIET
      -
      Berdasarkan data ekonomi terbaru dari International Monetary Fund (IMF) dan World Bank, Indonesia mengukuhkan posisinya sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dengan nilai PDB nominal melebihi USD 1,4 triliun pada tahun 2024-2025.
      Berikut adalah penjelasan mengenai perbandingan ekonomi dan alasan keanggotaan G20:
      1. Perbandingan PDB Indonesia vs Negara ASEAN Lain
      Data menunjukkan bahwa skala ekonomi Indonesia memang setara dengan gabungan beberapa negara tetangga sekaligus:
      PDB Nominal (Estimasi 2025):
      Indonesia: ~$1,49 Triliun
      Singapura: ~$574 Miliar
      Thailand: ~$558 Miliar
      Filipina: ~$494 Miliar
      Vietnam: ~$484 Miliar
      Malaydesh: ~$470 Miliar
      Secara matematis, PDB Indonesia (~$1,49T) hampir setara dengan gabungan Singapura + Thailand + Filipina atau kombinasi negara ASEAN-6 lainnya.
      2. PDB berdasarkan Purchasing Power Parity (PPP)
      Dalam skala PDB PPP, celah tersebut semakin lebar. Indonesia kini berada di urutan ke-8 ekonomi terbesar dunia dengan nilai sekitar USD 4,66 triliun. Angka ini jauh melampaui gabungan Thailand, Vietnam, dan Filipina
      -
      Posisi Indonesia:
      Posisi ke-6 atau ke-7?: Berdasarkan data resmi IMF, Indonesia saat ini berada di posisi ke-7, bersaing sangat ketat dengan Jerman (selisih tipis di bawah USD 500 miliar). Namun, beberapa lembaga riset seperti PwC memprediksi Indonesia akan konsisten naik hingga mencapai posisi ke-4 dunia pada tahun 2045.
      -
      Dominasi ASEAN: Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia tidak tertandingi. Negara ASEAN berikutnya dalam daftar PPP adalah Vietnam dan Thailand, yang berada di peringkat 20 besar dunia namun dengan nilai PDB PPP yang masih jauh di bawah Indonesia (kisaran USD 1,8 Triliun).
      -
      Status BRICS: Indonesia secara resmi telah menyampaikan keinginan untuk bergabung dan saat ini berstatus sebagai Negara Mitra (Partner Country) BRICS+, yang memperkuat pengaruh ekonomi Indonesia di blok negara berkembang
      -
      Keanggotaan Internasional: Indonesia semakin solid di posisi strategis global sebagai anggota kunci G20 dan telah resmi menjadi Negara Mitra BRICS, yang bertujuan memperkuat kerja sama antar-ekonomi berkembang di jalur "Global South"
      -
      PERBANDINGAN PDB PPP INDONESIA VS ASEAN
      (PDB PPP Indonesia: US$5,69 Triliun)
      -
      3,07x = Indonesia vs Thailand (US$5,69 Triliun versus US$1,85 T)
      -
      3,01x = Indonesia vs Vietnam (US$5,69 versus Triliun US$1,89 T)
      -
      3,04x = Indonesia vs Filipina (US$5,69 Triliun US$1,87 T)
      -
      4,24x = Indonesia vs Malaydesh (US$5,69 Triliun US$1,34 T)
      -
      6,69x = Indonesia vs Singapura (US$5,69 Triliun US$0,85 T)
      -
      PERBANDINGAN PDB NOMINAL INDONESIA VS ASEAN
      (PDB Nominal Indonesia: US$1,69 Triliun)
      -
      2,91x = Indonesia vs Thailand (US$1,69 Triliun versus US$0,58 T)
      -
      3,18x = Indonesia vs Singapura (US$1,69 Triliun versus US$0,53 T)
      -
      3,31x = Indonesia vs Filipina (US$1,69 Triliun versus US$0,51 T).
      -
      3,44x = Indonesia vs Vietnam (US$1,69 Triliun versus US$0,49 T)
      -
      3,67x = Indonesia vs Malaydesh (US$1,69 Triliun versus US$0,46 T)
      -
      🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

      Hapus
    2. COST SHARE 2022–2025 = 400 MILLIAR WON
      2026 SISA COST SHARE = 600 – 400 : 200 MILLIAR WON
      200 MILIAR WON = RP 2.276.120.000.000 (2,27 TRILIUN RUPIAH)
      --------------------------------
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      Pada tahun 2025, China tetap menjadi ekonomi terbesar di Asia dengan PDB sekitar US$19,5 triliun, disusul oleh Jepang, India, Korea Selatan, dan Indonesia yang masuk dalam jajaran 10 besar.
      🌏Ranking Ekonomi Terbesar Asia 2025 (berdasarkan IMF & Forbes)
      Peringkat Asia Negara Estimasi PDB 2025 (US$ triliun) Catatan Utama
      1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
      2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
      3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
      4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
      5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
      6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
      7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
      8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
      9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
      10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
      ------------------
      20 NEGARA DENGAN GDP TERBESAR TAHUN 2025 BERDASARKAN PPP (PURCHASING POWER PARITY):
      1. Tiongkok – US$40,7 triliun
      2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
      3. India – US$17,6 triliun
      4. Rusia – US$7,19 triliun
      5. Jepang – US$6,74 triliun
      6. Indonesia – US$5,69 triliun
      7. Jerman – US$5,65 triliun
      8. Brasil – US$5,27 triliun
      9. Turki – US$3,91 triliun
      10. Meksiko – US$3,88 triliun
      11. Mesir – US$3,85 triliun
      12. Inggris – US$3,82 triliun
      13. Prancis – US$3,80 triliun
      14. Iran – US$3,74 triliun
      15. Pakistan – US$2,09 triliun
      16. Bangladesh – US$2,05 triliun
      17. Italia – US$2,04 triliun
      18. Vietnam – US$1,89 triliun
      19. Filipina – US$1,87 triliun
      20. Thailand – US$1,85 triliun
      ------------------
      DAFTAR 20 NEGARA DENGAN GDP NOMINAL TERBESAR TAHUN 2025 :
      1. Amerika Serikat – US$30,34 triliun
      2. Tiongkok – US$19,90 triliun
      3. Jerman – US$5,36 triliun
      4. Jepang – US$4,46 triliun
      5. India – US$4,26 triliun
      6. Inggris – US$3,70 triliun
      7. Prancis – US$3,26 triliun
      8. Italia – US$2,56 triliun
      9. Brasil – US$2,52 triliun
      10. Kanada – US$2,49 triliun
      11. Rusia – US$2,48 triliun
      12. Korea Selatan – US$2,10 triliun
      13. Meksiko – US$1,99 triliun
      14. Spanyol – US$1,82 triliun
      15. Indonesia – US$1,69 triliun
      16. Australia – US$1,68 triliun
      17. Turki – US$1,34 triliun
      18. Arab Saudi – US$1,28 triliun
      19. Belanda – US$1,27 triliun
      20. Swiss – US$1,16 triliun
      =================
      =================
      MALAYDESH ........
      GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT
      • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
      • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
      • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
      HOUSEHOLD DEBT
      2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
      ________________________________________
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      ________________________________________
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah.

      Hapus
    3. Kesian..kehabisan kata kata utk ngetroll🤣😝😃🤭😁🙃😜

      Hapus
  26. KESIAN...program makan untuk rakyat saja terpaksa NGEMIS HUTANG CHINA guys....

    ini konon mau BAYAR HUTANG KFX......BAYAR HUTANG KFX tu dulu woiiiii..........HAHAHAHAH



    Cina akan Bantu Pendanaan Makan Bergizi Gratis, Pengamat: Utang Bisa jadi Ancaman

    https://www.tempo.co/ekonomi/cina-akan-bantu-pendanaan-makan-bergizi-gratis-pengamat-utang-bisa-jadi-ancaman-1169173

    BalasHapus
    Balasan
    1. COST SHARE 2022–2025 = 400 MILLIAR WON
      2026 SISA COST SHARE = 600 – 400 : 200 MILLIAR WON
      200 MILIAR WON = RP 2.276.120.000.000 (2,27 TRILIUN RUPIAH)
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
      ________________________________________
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      -
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah.
      =================
      =================
      PERBANDINGAN PDB PPP INDONESIA VS ASEAN
      (PDB PPP Indonesia: US$5,69 Triliun)
      -
      3,07x = Indonesia vs Thailand (US$5,69 Triliun versus US$1,85 T)
      -
      3,01x = Indonesia vs Vietnam (US$5,69 versus Triliun US$1,89 T)
      -
      3,04x = Indonesia vs Filipina (US$5,69 Triliun US$1,87 T)
      -
      4,24x = Indonesia vs Malaydesh (US$5,69 Triliun US$1,34 T)
      -
      6,69x = Indonesia vs Singapura (US$5,69 Triliun US$0,85 T)
      --------------------------------
      PERBANDINGAN PDB NOMINAL INDONESIA VS ASEAN
      (PDB Nominal Indonesia: US$1,69 Triliun)
      -
      2,91x = Indonesia vs Thailand (US$1,69 Triliun versus US$0,58 T)
      -
      3,18x = Indonesia vs Singapura (US$1,69 Triliun versus US$0,53 T)
      -
      3,31x = Indonesia vs Filipina (US$1,69 Triliun versus US$0,51 T).
      -
      3,44x = Indonesia vs Vietnam (US$1,69 Triliun versus US$0,49 T)
      -
      3,67x = Indonesia vs Malaydesh (US$1,69 Triliun versus US$0,46 T)

      Hapus
    2. COST SHARE 2022–2025 = 400 MILLIAR WON
      2026 SISA COST SHARE = 600 – 400 : 200 MILLIAR WON
      200 MILIAR WON = RP 2.276.120.000.000 (2,27 TRILIUN RUPIAH)
      --------------------------------
      PERBANDINGAN PDB PPP INDONESIA VS ASEAN
      (PDB PPP Indonesia: US$5,69 Triliun)
      -
      3,07x = Indonesia vs Thailand (US$5,69 Triliun versus US$1,85 T)
      -
      3,01x = Indonesia vs Vietnam (US$5,69 versus Triliun US$1,89 T)
      -
      3,04x = Indonesia vs Filipina (US$5,69 Triliun US$1,87 T)
      -
      4,24x = Indonesia vs Malaydesh (US$5,69 Triliun US$1,34 T)
      -
      6,69x = Indonesia vs Singapura (US$5,69 Triliun US$0,85 T)
      --------------------------------
      PERBANDINGAN PDB NOMINAL INDONESIA VS ASEAN
      (PDB Nominal Indonesia: US$1,69 Triliun)
      -
      2,91x = Indonesia vs Thailand (US$1,69 Triliun versus US$0,58 T)
      -
      3,18x = Indonesia vs Singapura (US$1,69 Triliun versus US$0,53 T)
      -
      3,31x = Indonesia vs Filipina (US$1,69 Triliun versus US$0,51 T).
      -
      3,44x = Indonesia vs Vietnam (US$1,69 Triliun versus US$0,49 T)
      -
      3,67x = Indonesia vs Malaydesh (US$1,69 Triliun versus US$0,46 T)
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malaydesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Hutang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      SUMBER :
      BNM | MOF | Statista/Trading Economics
      --------------------------------
      Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 69.0
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALAYDESH PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malaydesh.

      Hapus
    3. Kesian malaydes bangkrut..mampus!

      Hapus
  27. NO PAYMENT LOAN KFX....NO PROTOTYPE KFX....HAHAHAHHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. COST SHARE 2022–2025 = 400 MILLIAR WON
      2026 SISA COST SHARE = 600 – 400 : 200 MILLIAR WON
      200 MILIAR WON = RP 2.276.120.000.000 (2,27 TRILIUN RUPIAH)
      --------------------------------
      PERBANDINGAN PDB PPP INDONESIA VS ASEAN
      (PDB PPP Indonesia: US$5,69 Triliun)
      -
      3,07x = Indonesia vs Thailand (US$5,69 Triliun versus US$1,85 T)
      -
      3,01x = Indonesia vs Vietnam (US$5,69 versus Triliun US$1,89 T)
      -
      3,04x = Indonesia vs Filipina (US$5,69 Triliun US$1,87 T)
      -
      4,24x = Indonesia vs Malaydesh (US$5,69 Triliun US$1,34 T)
      -
      6,69x = Indonesia vs Singapura (US$5,69 Triliun US$0,85 T)
      -
      PERBANDINGAN PDB NOMINAL INDONESIA VS ASEAN
      (PDB Nominal Indonesia: US$1,69 Triliun)
      -
      2,91x = Indonesia vs Thailand (US$1,69 Triliun versus US$0,58 T)
      -
      3,18x = Indonesia vs Singapura (US$1,69 Triliun versus US$0,53 T)
      -
      3,31x = Indonesia vs Filipina (US$1,69 Triliun versus US$0,51 T).
      -
      3,44x = Indonesia vs Vietnam (US$1,69 Triliun versus US$0,49 T)
      -
      3,67x = Indonesia vs Malaydesh (US$1,69 Triliun versus US$0,46 T)
      -
      2025 INDONESIA = 6th LARGEST ECONOMY IN THE WORLD BY GDP (PPP)
      1. Tiongkok – US$40,7 triliun
      2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
      3. India – US$17,6 triliun
      4. Rusia – US$7,19 triliun
      5. Jepang – US$6,74 triliun
      6. Indonesia – US$5,69 triliun
      7. Jerman – US$5,65 triliun
      8. Brasil – US$5,27 triliun
      9. Turki – US$3,91 triliun
      10. Meksiko – US$3,88 triliun
      11. Mesir – US$3,85 triliun
      12. Inggris – US$3,82 triliun
      13. Prancis – US$3,80 triliun
      14. Iran – US$3,74 triliun
      15. Pakistan – US$2,09 triliun
      16. Bangladesh – US$2,05 triliun
      17. Italia – US$2,04 triliun
      18. Vietnam – US$1,89 triliun
      19. Filipina – US$1,87 triliun
      20. Thailand – US$1,85 triliun
      Indonesia is the 8th largest economy in the world by GDP (PPP). It is also the largest economy in Southeast Asia.
      Explanation
      • Indonesia is a member of the G20 and the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).
      • Indonesia is an upper-middle income country and a newly industrialized country.
      • Indonesia has seen significant economic growth since the Asian financial crisis in the late 1990s.
      • Indonesia's economy is expected to benefit from a young population, continued urbanization, and the resurgence of Asia.
      • Indonesia is a member of the BRICS
      -
      INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED

      Hapus
    2. COST SHARE 2022–2025 = 400 MILLIAR WON
      2026 SISA COST SHARE = 600 – 400 : 200 MILLIAR WON
      200 MILIAR WON = RP 2.276.120.000.000 (2,27 TRILIUN RUPIAH)
      --------------------------------
      TOP ASIA
      -
      Laporan IMF World Economic Outlook (Oktober 2025/Januari 2026). Perlu dicatat bahwa angka tersebut menggunakan metode GDP Purchasing Power Parity (PPP), bukan GDP nominal.
      Berikut adalah penjelasan sumber berita bahasa Inggris untuk 10 ekonomi terbesar di Asia tersebut:
      1. China ($39.4 – 43.5 Triliun)
      Sumber seperti Visual Capitalist menyebut China sebagai ekonomi nomor 1 dunia dalam hal PPP, mengungguli Amerika Serikat. Fokusnya tetap pada dominasi manufaktur dan investasi masif di sektor energi hijau serta AI.
      2. India ($17.3 – 19.1 Triliun)
      India adalah ekonomi dengan pertumbuhan tercepat (diproyeksikan ~6.2% pada 2026). Bloomberg sering menyebutnya sebagai "kuda hitam" yang didorong oleh konsumsi domestik dan digitalisasi layanan.
      3. Jepang ($6.5 – 6.7 Triliun)
      Meskipun disalip oleh Jerman dalam GDP nominal, Jepang tetap berada di posisi ke-5 atau ke-6 dunia dalam PPP. Sumber seperti Investopedia menyoroti stabilitasnya meskipun menghadapi tantangan demografi.
      4. Korea Selatan (~$3.1 - 3.4 Triliun)
      Dikenal sebagai "tech-heavy economy." Berita dari World Bank menyoroti ketahanannya pada ekspor semikonduktor dan otomotif.
      5. Indonesia ($4.9 – 5.4 Triliun)
      Poin yang Anda sebutkan sangat akurat berdasarkan data IMF April 2025. Indonesia resmi menempati peringkat ke-7 ekonomi terbesar dunia berdasarkan PPP, berada di atas Inggris dan Prancis. The Investor dan Tempo English menyoroti peran Indonesia sebagai powerhouse ASEAN.
      6. Arab Saudi (~$2.4 - 2.6 Triliun)
      Sumber IMF mencatat keberhasilan diversifikasi di bawah "Vision 2030," namun sektor energi tetap menjadi tulang punggung utama.
      7. Turki (~$3.9 Triliun - Peringkat PPP Global Lebih Tinggi)
      Secara PPP, posisi Turki sebenarnya sangat kuat (sering di 10 besar dunia). OECD mencatat lokasinya yang strategis sebagai penghubung perdagangan.
      8. Taiwan (~$1.8 - 2.0 Triliun)
      Laporan dari Trading Economics mengonfirmasi dominasi Taiwan dalam rantai pasok global semikonduktor.
      9. Thailand (~$1.6 - 1.8 Triliun)
      Menempati posisi ke-2 di ASEAN secara PPP. Sumber World Bank menekankan pemulihan sektor pariwisata sebagai motor utama.
      10. Iran (~$1.7 - 1.8 Triliun)
      Meskipun sanksi berat, Iran tetap menjadi salah satu ekonomi besar di Asia Barat karena kapasitas produksi minyak dan gasnya yang besar, seperti yang tercatat di data Worldometer/IMF.
      -
      PERBANDINGAN PDB PPP INDONESIA VS ASEAN
      (PDB PPP Indonesia: US$5,69 Triliun)
      -
      3,07x = Indonesia vs Thailand (US$5,69 Triliun versus US$1,85 T)
      -
      3,01x = Indonesia vs Vietnam (US$5,69 versus Triliun US$1,89 T)
      -
      3,04x = Indonesia vs Filipina (US$5,69 Triliun US$1,87 T)
      -
      4,24x = Indonesia vs Malaydesh (US$5,69 Triliun US$1,34 T)
      -
      6,69x = Indonesia vs Singapura (US$5,69 Triliun US$0,85 T)
      -
      PERBANDINGAN PDB NOMINAL INDONESIA VS ASEAN
      (PDB Nominal Indonesia: US$1,69 Triliun)
      -
      2,91x = Indonesia vs Thailand (US$1,69 Triliun versus US$0,58 T)
      -
      3,18x = Indonesia vs Singapura (US$1,69 Triliun versus US$0,53 T)
      -
      3,31x = Indonesia vs Filipina (US$1,69 Triliun versus US$0,51 T).
      -
      3,44x = Indonesia vs Vietnam (US$1,69 Triliun versus US$0,49 T)
      -
      3,67x = Indonesia vs Malaydesh (US$1,69 Triliun versus US$0,46 T)
      -
      🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

      Hapus
    3. COST SHARE 2022–2025 = 400 MILLIAR WON
      2026 SISA COST SHARE = 600 – 400 : 200 MILLIAR WON
      200 MILIAR WON = RP 2.276.120.000.000 (2,27 TRILIUN RUPIAH)
      --------------------------------
      TOP TEN ASIA
      -
      10 negara dengan ekonomi terbesar di Asia berdasarkan PDB (GDP) PPP (Purchasing Power Parity) untuk tahun 2025, merujuk pada data IMF World Economic Outlook dan Statista:
      1. Tiongkok – US$ 37,07 triliun
      (Ekonomi terbesar di dunia dan Asia dalam hal daya beli riil).
      2. India – US$ 16,19 triliun
      (Kekuatan raksasa Asia Selatan dengan pertumbuhan domestik yang masif).
      3. Jepang – US$ 6,70 triliun
      (Tetap kuat meski pertumbuhan melambat, didorong sektor industri canggih).
      4. Indonesia – US$ 5,03 triliun
      (Ekonomi terbesar di Asia Tenggara; berada di peringkat 4 Asia dan 7 dunia dalam versi PPP).
      5. Turki – US$ 3,83 triliun
      (Ekonomi lintas benua dengan basis manufaktur dan perdagangan yang kuat).
      6. Korea Selatan – US$ 3,06 triliun
      (Pusat inovasi teknologi dengan efisiensi produksi yang tinggi).
      7. Arab Saudi – US$ 2,42 triliun
      (Negara terkaya di Timur Tengah yang sedang melakukan diversifikasi ekonomi).
      8. Iran – US$ 1,85 triliun
      (Memiliki basis industri dan energi yang besar di wilayah Asia Barat).
      9. Taiwan – US$ 1,81 triliun
      (Sangat efisien dalam nilai ekonomi riil berkat dominasi semikonduktor global).
      10. Pakistan – US$ 1,72 triliun
      (Masuk 10 besar karena jumlah populasi besar yang mendorong volume ekonomi domestik).
      -
      10 negara dengan PDB (GDP) Nominal terbesar di Asia untuk tahun 2025 berdasarkan data proyeksi dari IMF World Economic Outlook dan analisis Forbes India:
      1. Tiongkok – US$ 19,39 triliun
      (Tetap menjadi pemimpin ekonomi di Asia dan pusat manufaktur global).
      2. Jepang – US$ 4,28 triliun
      (Ekonomi maju yang mengandalkan sektor otomotif dan teknologi presisi).
      3. India – US$ 4,12 triliun
      (Ekonomi dengan pertumbuhan tercepat, diprediksi segera melampaui Jepang).
      4. Korea Selatan – US$ 1,86 triliun
      (Raksasa teknologi dan ekspor semikonduktor global).
      5. Indonesia – US$ 1,55 triliun
      (Ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan kekuatan baru di G20).
      6. Turki – US$ 1,32 triliun
      (Pusat industri yang menghubungkan pasar Asia dan Eropa).
      7. Arab Saudi – US$ 1,14 triliun
      (Pemimpin pasar energi yang sedang melakukan diversifikasi ekonomi masif).
      8. Taiwan – US$ 884,39 miliar
      (Pemain kunci dunia dalam industri chip dan sirkuit terpadu).
      9. Uni Emirat Arab – US$ 548,51 miliar
      (Pusat keuangan, perdagangan, dan logistik internasional).
      10. Thailand – US$ 546,21 miliar
      (Kuat di sektor pariwisata dan rantai pasok otomotif regional).
      -
      PERBANDINGAN PDB PPP INDONESIA VS ASEAN
      (PDB PPP Indonesia: US$5,69 Triliun)
      -
      3,07x = Indonesia vs Thailand (US$5,69 Triliun versus US$1,85 T)
      -
      3,01x = Indonesia vs Vietnam (US$5,69 versus Triliun US$1,89 T)
      -
      3,04x = Indonesia vs Filipina (US$5,69 Triliun US$1,87 T)
      -
      4,24x = Indonesia vs Malaydesh (US$5,69 Triliun US$1,34 T)
      -
      6,69x = Indonesia vs Singapura (US$5,69 Triliun US$0,85 T)
      -
      PERBANDINGAN PDB NOMINAL INDONESIA VS ASEAN
      (PDB Nominal Indonesia: US$1,69 Triliun)
      -
      2,91x = Indonesia vs Thailand (US$1,69 Triliun versus US$0,58 T)
      -
      3,18x = Indonesia vs Singapura (US$1,69 Triliun versus US$0,53 T)
      -
      3,31x = Indonesia vs Filipina (US$1,69 Triliun versus US$0,51 T).
      -
      3,44x = Indonesia vs Vietnam (US$1,69 Triliun versus US$0,49 T)
      -
      3,67x = Indonesia vs Malaydesh (US$1,69 Triliun versus US$0,46 T)
      -
      🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

      Hapus
    4. No hornet for malaydes😜🙃😁🤭😃😝🤣

      Hapus
  28. COST SHARE 2022–2025 = 400 MILLIAR WON
    2026 SISA COST SHARE = 600 – 400 : 200 MILLIAR WON
    200 MILIAR WON = RP 2.276.120.000.000 (2,27 TRILIUN RUPIAH)
    --------------------------------
    GDP INDONESIA = MALAYDESH +SINGA+PINOY
    GDP INDONESIA = MALAYDESH +VIET+PINOY
    GDP INDONESIA = MALAYDESH +THAI+VIET
    -
    Berdasarkan data ekonomi terbaru dari International Monetary Fund (IMF) dan World Bank, Indonesia mengukuhkan posisinya sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dengan nilai PDB nominal melebihi USD 1,4 triliun pada tahun 2024-2025.
    Berikut adalah penjelasan mengenai perbandingan ekonomi dan alasan keanggotaan G20:
    1. Perbandingan PDB Indonesia vs Negara ASEAN Lain
    Data menunjukkan bahwa skala ekonomi Indonesia memang setara dengan gabungan beberapa negara tetangga sekaligus:
    PDB Nominal (Estimasi 2025):
    Indonesia: ~$1,49 Triliun
    Singapura: ~$574 Miliar
    Thailand: ~$558 Miliar
    Filipina: ~$494 Miliar
    Vietnam: ~$484 Miliar
    Malaydesh: ~$470 Miliar
    Secara matematis, PDB Indonesia (~$1,49T) hampir setara dengan gabungan Singapura + Thailand + Filipina atau kombinasi negara ASEAN-6 lainnya.
    2. PDB berdasarkan Purchasing Power Parity (PPP)
    Dalam skala PDB PPP, celah tersebut semakin lebar. Indonesia kini berada di urutan ke-8 ekonomi terbesar dunia dengan nilai sekitar USD 4,66 triliun. Angka ini jauh melampaui gabungan Thailand, Vietnam, dan Filipina
    -
    Posisi Indonesia:
    Posisi ke-6 atau ke-7?: Berdasarkan data resmi IMF, Indonesia saat ini berada di posisi ke-7, bersaing sangat ketat dengan Jerman (selisih tipis di bawah USD 500 miliar). Namun, beberapa lembaga riset seperti PwC memprediksi Indonesia akan konsisten naik hingga mencapai posisi ke-4 dunia pada tahun 2045.
    -
    Dominasi ASEAN: Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia tidak tertandingi. Negara ASEAN berikutnya dalam daftar PPP adalah Vietnam dan Thailand, yang berada di peringkat 20 besar dunia namun dengan nilai PDB PPP yang masih jauh di bawah Indonesia (kisaran USD 1,8 Triliun).
    -
    Status BRICS: Indonesia secara resmi telah menyampaikan keinginan untuk bergabung dan saat ini berstatus sebagai Negara Mitra (Partner Country) BRICS+, yang memperkuat pengaruh ekonomi Indonesia di blok negara berkembang
    -
    Keanggotaan Internasional: Indonesia semakin solid di posisi strategis global sebagai anggota kunci G20 dan telah resmi menjadi Negara Mitra BRICS, yang bertujuan memperkuat kerja sama antar-ekonomi berkembang di jalur "Global South"
    -
    PERBANDINGAN PDB PPP INDONESIA VS ASEAN
    (PDB PPP Indonesia: US$5,69 Triliun)
    -
    3,07x = Indonesia vs Thailand (US$5,69 Triliun versus US$1,85 T)
    -
    3,01x = Indonesia vs Vietnam (US$5,69 versus Triliun US$1,89 T)
    -
    3,04x = Indonesia vs Filipina (US$5,69 Triliun US$1,87 T)
    -
    4,24x = Indonesia vs Malaydesh (US$5,69 Triliun US$1,34 T)
    -
    6,69x = Indonesia vs Singapura (US$5,69 Triliun US$0,85 T)
    -
    PERBANDINGAN PDB NOMINAL INDONESIA VS ASEAN
    (PDB Nominal Indonesia: US$1,69 Triliun)
    -
    2,91x = Indonesia vs Thailand (US$1,69 Triliun versus US$0,58 T)
    -
    3,18x = Indonesia vs Singapura (US$1,69 Triliun versus US$0,53 T)
    -
    3,31x = Indonesia vs Filipina (US$1,69 Triliun versus US$0,51 T).
    -
    3,44x = Indonesia vs Vietnam (US$1,69 Triliun versus US$0,49 T)
    -
    3,67x = Indonesia vs Malaydesh (US$1,69 Triliun versus US$0,46 T)
    -
    🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

    BalasHapus
  29. COST SHARE 2022–2025 = 400 MILLIAR WON
    2026 SISA COST SHARE = 600 – 400 : 200 MILLIAR WON
    200 MILIAR WON = RP 2.276.120.000.000 (2,27 TRILIUN RUPIAH)
    --------------------------------
    20 NEGARA DENGAN GDP TERBESAR TAHUN 2025 BERDASARKAN PPP (PURCHASING POWER PARITY):
    1. Tiongkok – US$40,7 triliun
    2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
    3. India – US$17,6 triliun
    4. Rusia – US$7,19 triliun
    5. Jepang – US$6,74 triliun
    6. Indonesia – US$5,69 triliun
    7. Jerman – US$5,65 triliun
    8. Brasil – US$5,27 triliun
    9. Turki – US$3,91 triliun
    10. Meksiko – US$3,88 triliun
    11. Mesir – US$3,85 triliun
    12. Inggris – US$3,82 triliun
    13. Prancis – US$3,80 triliun
    14. Iran – US$3,74 triliun
    15. Pakistan – US$2,09 triliun
    16. Bangladesh – US$2,05 triliun
    17. Italia – US$2,04 triliun
    18. Vietnam – US$1,89 triliun
    19. Filipina – US$1,87 triliun
    20. Thailand – US$1,85 triliun
    -
    DAFTAR 20 NEGARA DENGAN GDP NOMINAL TERBESAR TAHUN 2025 :
    1. Amerika Serikat – US$30,34 triliun
    2. Tiongkok – US$19,90 triliun
    3. Jerman – US$5,36 triliun
    4. Jepang – US$4,46 triliun
    5. India – US$4,26 triliun
    6. Inggris – US$3,70 triliun
    7. Prancis – US$3,26 triliun
    8. Italia – US$2,56 triliun
    9. Brasil – US$2,52 triliun
    10. Kanada – US$2,49 triliun
    11. Rusia – US$2,48 triliun
    12. Korea Selatan – US$2,10 triliun
    13. Meksiko – US$1,99 triliun
    14. Spanyol – US$1,82 triliun
    15. Indonesia – US$1,69 triliun
    16. Australia – US$1,68 triliun
    17. Turki – US$1,34 triliun
    18. Arab Saudi – US$1,28 triliun
    19. Belanda – US$1,27 triliun
    20. Swiss – US$1,16 triliun
    -
    PERBANDINGAN PDB PPP INDONESIA VS ASEAN
    (PDB PPP Indonesia: US$5,69 Triliun)
    -
    3,07x = Indonesia vs Thailand (US$5,69 Triliun versus US$1,85 T)
    -
    3,01x = Indonesia vs Vietnam (US$5,69 versus Triliun US$1,89 T)
    -
    3,04x = Indonesia vs Filipina (US$5,69 Triliun US$1,87 T)
    -
    4,24x = Indonesia vs Malaydesh (US$5,69 Triliun US$1,34 T)
    -
    6,69x = Indonesia vs Singapura (US$5,69 Triliun US$0,85 T)
    -
    PERBANDINGAN PDB NOMINAL INDONESIA VS ASEAN
    (PDB Nominal Indonesia: US$1,69 Triliun)
    -
    2,91x = Indonesia vs Thailand (US$1,69 Triliun versus US$0,58 T)
    -
    3,18x = Indonesia vs Singapura (US$1,69 Triliun versus US$0,53 T)
    -
    3,31x = Indonesia vs Filipina (US$1,69 Triliun versus US$0,51 T).
    -
    3,44x = Indonesia vs Vietnam (US$1,69 Triliun versus US$0,49 T)
    -
    3,67x = Indonesia vs Malaydesh (US$1,69 Triliun versus US$0,46 T)
    -
    🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

    BalasHapus
  30. HUTANG....HUTANG....HUTANG.......... HAHAHAHAH



    Cina akan Bantu Pendanaan Makan Bergizi Gratis, Pengamat: Utang Bisa jadi Ancaman

    https://www.tempo.co/ekonomi/cina-akan-bantu-pendanaan-makan-bergizi-gratis-pengamat-utang-bisa-jadi-ancaman-1169173

    BalasHapus
    Balasan
    1. COST SHARE 2022–2025 = 400 MILLIAR WON
      2026 SISA COST SHARE = 600 – 400 : 200 MILLIAR WON
      200 MILIAR WON = RP 2.276.120.000.000 (2,27 TRILIUN RUPIAH)
      --------------------------------
      PERBANDINGAN PDB PPP INDONESIA VS ASEAN
      (PDB PPP Indonesia: US$5,69 Triliun)
      -
      3,07x = Indonesia vs Thailand (US$5,69 Triliun versus US$1,85 T)
      -
      3,01x = Indonesia vs Vietnam (US$5,69 versus Triliun US$1,89 T)
      -
      3,04x = Indonesia vs Filipina (US$5,69 Triliun US$1,87 T)
      -
      4,24x = Indonesia vs Malaydesh (US$5,69 Triliun US$1,34 T)
      -
      6,69x = Indonesia vs Singapura (US$5,69 Triliun US$0,85 T)
      --------------------------------
      PERBANDINGAN PDB NOMINAL INDONESIA VS ASEAN
      (PDB Nominal Indonesia: US$1,69 Triliun)
      -
      2,91x = Indonesia vs Thailand (US$1,69 Triliun versus US$0,58 T)
      -
      3,18x = Indonesia vs Singapura (US$1,69 Triliun versus US$0,53 T)
      -
      3,31x = Indonesia vs Filipina (US$1,69 Triliun versus US$0,51 T).
      -
      3,44x = Indonesia vs Vietnam (US$1,69 Triliun versus US$0,49 T)
      -
      3,67x = Indonesia vs Malaydesh (US$1,69 Triliun versus US$0,46 T)
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malaydesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Hutang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      SUMBER :
      BNM | MOF | Statista/Trading Economics
      --------------------------------
      Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 69.0
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALAYDESH PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malaydesh.

      Hapus
    2. COST SHARE 2022–2025 = 400 MILLIAR WON
      2026 SISA COST SHARE = 600 – 400 : 200 MILLIAR WON
      200 MILIAR WON = RP 2.276.120.000.000 (2,27 TRILIUN RUPIAH)
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
      ________________________________________
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      -
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah.
      =================
      =================
      PERBANDINGAN PDB PPP INDONESIA VS ASEAN
      (PDB PPP Indonesia: US$5,69 Triliun)
      -
      3,07x = Indonesia vs Thailand (US$5,69 Triliun versus US$1,85 T)
      -
      3,01x = Indonesia vs Vietnam (US$5,69 versus Triliun US$1,89 T)
      -
      3,04x = Indonesia vs Filipina (US$5,69 Triliun US$1,87 T)
      -
      4,24x = Indonesia vs Malaydesh (US$5,69 Triliun US$1,34 T)
      -
      6,69x = Indonesia vs Singapura (US$5,69 Triliun US$0,85 T)
      --------------------------------
      PERBANDINGAN PDB NOMINAL INDONESIA VS ASEAN
      (PDB Nominal Indonesia: US$1,69 Triliun)
      -
      2,91x = Indonesia vs Thailand (US$1,69 Triliun versus US$0,58 T)
      -
      3,18x = Indonesia vs Singapura (US$1,69 Triliun versus US$0,53 T)
      -
      3,31x = Indonesia vs Filipina (US$1,69 Triliun versus US$0,51 T).
      -
      3,44x = Indonesia vs Vietnam (US$1,69 Triliun versus US$0,49 T)
      -
      3,67x = Indonesia vs Malaydesh (US$1,69 Triliun versus US$0,46 T)

      Hapus
    3. MUNDUR .......
      MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
      MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
      MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
      Malaydesh telah menangguhkan sementara operasional dan patroli Batalyon Malayadesh (MALBATT) 850-13 di Lebanon Selatan per 1 April 2026. Keputusan ini diambil sebagai tindakan pencegahan keamanan....
      ---------------------------------
      BOM PASUKAN KAWAN
      Seperti dikutip dari Manila Bulletin yang mengunggah artikel pada 6 Maret 2013 Silam, Agbimuddin mengkuasai jika bom yang dijatuhkan tadi telak mengenai kamp pasukan dan polisi MALAYDESH di Desa Tanduo, Lahad Datu yang merupakan bekas markas milisi Sulu.
      ---------------------------------
      TEMBAK PERWIRA
      Seorang perwira tentara elit MALAYDESH tewas tertembak dalam sebuah demonstrasi di sebuah kamp militer di Kota Kinabalu, Sabah. Mayor Mohd Zahir Armaya, ayah lima anak berusia 36 tahun tertembak dalam sebuah latihan oleh seorang prajurit Angkatan Darat.
      ---------------------------------
      TEMBAK KAWAN
      Royal MALAYDESH Air Force (RMAF )dikejutkan dengan ulah seorang anggotanya, yang tiba menembak mati tiga teman, yang bersama berjaga di pos.
      Peristiwa terjadi Jumat (13/8/2021) pagi waktu setempat di kamp Royal MALAYDESH Air Force (RMAF) di Kota Samarahan, Sarawak, MALAYDESH .
      ---------------------------------
      GRANAT KAWAN
      Dua prajurit Angkatan Udara Kerajaan MALAYDESH (TUDM) tewas saat menjalani latihan menembak dan melempar granat di Tempat Latihan Dasar Granat Kem Syed Sirajuddin Target Range, Gemas Negeri Sembilan
      ---------------------------------
      TABRAK KAPAL KAWAN
      insiden itu berlaku ketika melaksanakan demonstrasi manuver bagi memintas bot mencurigakan di jeti Pangkalan TLDM Lumut sempena HTA22
      ===========
      ===========
      PEJUANG .....
      INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
      INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
      INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
      Mabes TNI memastikan akan mengirimkan 756 personel baru ke Lebanon pada akhir Mei 2026 sebagai bagian dari rotasi rutin pasukan perdamaian PBB (UNIFIL). Keputusan ini menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen menjalankan mandat konstitusi untuk menjaga perdamaian dunia
      -
      😀PEJUANG versus MUNDUR😀

      Hapus
    4. COST SHARE 2022–2025 = 400 MILLIAR WON
      2026 SISA COST SHARE = 600 – 400 : 200 MILLIAR WON
      200 MILIAR WON = RP 2.276.120.000.000 (2,27 TRILIUN RUPIAH)
      --------------------------------
      1. INDONESIA VS ASEAN (SKALA EKONOMI)
      PERBANDINGAN PDB PPP (DAYA BELI RIIL) = SUMBER : IMF DAN WORLDBANK
      vs Vietnam: Indonesia 3,01x lebih besar ($5,69 T vs $1,89 T)
      vs Filipina: Indonesia 3,04x lebih besar ($5,69 T vs $1,87 T)
      vs Thailand: Indonesia 3,07x lebih besar ($5,69 T vs $1,85 T)
      vs Malaydesh: Indonesia 4,24x lebih besar ($5,69 T vs $1,34 T)
      vs Singapura: Indonesia 6,69x lebih besar ($5,69 T vs $0,85 T)
      -
      PERBANDINGAN PDB NOMINAL (NILAI PASAR) = SUMBER : IMF DAN WORLDBANK
      vs Thailand: Indonesia 2,91x lebih besar ($1,69 T vs $0,58 T)
      vs Singapura: Indonesia 3,18x lebih besar ($1,69 T vs $0,53 T)
      vs Filipina: Indonesia 3,31x lebih besar ($1,69 T vs $0,51 T)
      vs Vietnam: Indonesia 3,44x lebih besar ($1,69 T vs $0,49 T)
      vs Malaydesh: Indonesia 3,67x lebih besar ($1,69 T vs $0,46 T)
      --------------------------------
      2. POSISI INDONESIA DI ASIA & DUNIA (2025)
      Peringkat 6 Dunia (PPP): Di atas Jerman, Inggris, dan Prancis.
      Peringkat 15 Dunia (Nominal): Di atas Australia dan Turki.
      Peringkat 5 Asia (Nominal): Di bawah Tiongkok, Jepang, India, dan Korsel.
      --------------------------------

      3. PROFIL RISIKO: INDONESIA VS MALAYDESH
      Indonesia: Ekonomi sehat dengan Utang Pemerintah 40% (Limit 60%) dan Utang Rumah Tangga rendah (16%).
      Malaydesh: Tekanan fiskal tinggi dengan Utang Pemerintah 69% (Melewati limit 65%) dan Utang Rumah Tangga ekstrem (84,3%).
      Proyeksi Utang Malaydesh (2026): Diperkirakan terus naik mencapai RM 1,79 Triliun
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
      ________________________________________
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      -
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah.

      Hapus
    5. COST SHARE 2022–2025 = 400 MILLIAR WON
      2026 SISA COST SHARE = 600 – 400 : 200 MILLIAR WON
      200 MILIAR WON = RP 2.276.120.000.000 (2,27 TRILIUN RUPIAH)
      --------------------------------
      20 NEGARA DENGAN GDP TERBESAR TAHUN 2025 BERDASARKAN PPP (PURCHASING POWER PARITY):
      1. Tiongkok – US$40,7 triliun
      2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
      3. India – US$17,6 triliun
      4. Rusia – US$7,19 triliun
      5. Jepang – US$6,74 triliun
      6. Indonesia – US$5,69 triliun
      7. Jerman – US$5,65 triliun
      8. Brasil – US$5,27 triliun
      9. Turki – US$3,91 triliun
      10. Meksiko – US$3,88 triliun
      11. Mesir – US$3,85 triliun
      12. Inggris – US$3,82 triliun
      13. Prancis – US$3,80 triliun
      14. Iran – US$3,74 triliun
      15. Pakistan – US$2,09 triliun
      16. Bangladesh – US$2,05 triliun
      17. Italia – US$2,04 triliun
      18. Vietnam – US$1,89 triliun
      19. Filipina – US$1,87 triliun
      20. Thailand – US$1,85 triliun
      -
      DAFTAR 20 NEGARA DENGAN GDP NOMINAL TERBESAR TAHUN 2025 :
      1. Amerika Serikat – US$30,34 triliun
      2. Tiongkok – US$19,90 triliun
      3. Jerman – US$5,36 triliun
      4. Jepang – US$4,46 triliun
      5. India – US$4,26 triliun
      6. Inggris – US$3,70 triliun
      7. Prancis – US$3,26 triliun
      8. Italia – US$2,56 triliun
      9. Brasil – US$2,52 triliun
      10. Kanada – US$2,49 triliun
      11. Rusia – US$2,48 triliun
      12. Korea Selatan – US$2,10 triliun
      13. Meksiko – US$1,99 triliun
      14. Spanyol – US$1,82 triliun
      15. Indonesia – US$1,69 triliun
      16. Australia – US$1,68 triliun
      17. Turki – US$1,34 triliun
      18. Arab Saudi – US$1,28 triliun
      19. Belanda – US$1,27 triliun
      20. Swiss – US$1,16 triliun
      -
      PERBANDINGAN PDB PPP INDONESIA VS ASEAN
      (PDB PPP Indonesia: US$5,69 Triliun)
      -
      3,07x = Indonesia vs Thailand (US$5,69 Triliun versus US$1,85 T)
      -
      3,01x = Indonesia vs Vietnam (US$5,69 versus Triliun US$1,89 T)
      -
      3,04x = Indonesia vs Filipina (US$5,69 Triliun US$1,87 T)
      -
      4,24x = Indonesia vs Malaydesh (US$5,69 Triliun US$1,34 T)
      -
      6,69x = Indonesia vs Singapura (US$5,69 Triliun US$0,85 T)
      -
      PERBANDINGAN PDB NOMINAL INDONESIA VS ASEAN
      (PDB Nominal Indonesia: US$1,69 Triliun)
      -
      2,91x = Indonesia vs Thailand (US$1,69 Triliun versus US$0,58 T)
      -
      3,18x = Indonesia vs Singapura (US$1,69 Triliun versus US$0,53 T)
      -
      3,31x = Indonesia vs Filipina (US$1,69 Triliun versus US$0,51 T).
      -
      3,44x = Indonesia vs Vietnam (US$1,69 Triliun versus US$0,49 T)
      -
      3,67x = Indonesia vs Malaydesh (US$1,69 Triliun versus US$0,46 T)
      -
      🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

      Hapus
  31. COST SHARE 2022–2025 = 400 MILLIAR WON
    2026 SISA COST SHARE = 600 – 400 : 200 MILLIAR WON
    200 MILIAR WON = RP 2.276.120.000.000 (2,27 TRILIUN RUPIAH)
    --------------------------------
    1. DOMINASI SKALA EKONOMI (INDONESIA)
    Indonesia telah mengukuhkan posisinya sebagai "Gajah Asia Tenggara".
    Daya Beli (PPP): Dengan PDB PPP sebesar US$ 5,69 Triliun, ekonomi Indonesia setara dengan gabungan ekonomi Thailand, Vietnam, dan Filipina sekaligus. Posisi ke-6 dunia (di atas Jerman dan Rusia) menunjukkan kekuatan konsumsi domestik yang masif.
    Nilai Nominal: Indonesia 3,67x lebih besar dari Malaydesh secara nominal ($1,69 T vs $0,46 T), yang memberikan posisi tawar lebih tinggi dalam diplomasi ekonomi global (G20).
    --------------------------------
    2. KONTRAS KESEHATAN FISKAL (UTANG & DEFISIT)
    Terdapat perbedaan mencolok dalam pengelolaan ketahanan ekonomi:
    Indonesia (Pruden/Hati-hati): Utang pemerintah tetap terjaga di 40% dari PDB, jauh di bawah batas aman undang-undang (60%). Defisit fiskal sebesar 2,9% menunjukkan disiplin anggaran yang ketat.
    Malaydesh (Zona Merah): Utang pemerintah telah menembus 69% dari PDB, melampaui batas limit mereka sendiri (65%). Defisit yang lebih lebar (3,8%) dan tren utang yang terus naik hingga proyeksi RM 1,79 Triliun pada 2026 menunjukkan beban bunga utang yang akan menggerus ruang belanja publik di masa depan.
    --------------------------------
    3. BOM WAKTU UTANG RUMAH TANGGA (MALAYDESH)
    Ini adalah titik perbedaan paling kritis bagi stabilitas jangka panjang:
    Indonesia (Aman): Utang rumah tangga hanya 16% dari PDB. Rakyat Indonesia memiliki fleksibilitas konsumsi yang lebih tinggi karena tidak terbebani cicilan yang ekstrem.
    Malaydesh (Sangat Berisiko): Angka 84,3% - 85,8% dari PDB adalah salah satu yang tertinggi di Asia. Sebagian besar pendapatan rakyat Malaydesh habis untuk membayar utang, yang berisiko memicu krisis daya beli jika suku bunga naik atau terjadi perlambatan ekonomi.
    --------------------------------
    4. STATUS INKLUSI LIABILITAS (KASUS 1MDB)
    Lonjakan utang Malaydesh dari RM 686 Miliar (2017) ke RM 1,19 Triliun (2018) membuktikan bahwa transparansi data (inklusi jaminan 1MDB) mengubah profil risiko negara secara drastis. Indonesia tidak memiliki beban liabilitas tersembunyi yang serupa dalam skala tersebut.
    --------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
    2010: RM 407,1 Miliar
    2011: RM 456,1 Miliar
    2012: RM 501,6 Miliar
    2013: RM 547,7 Miliar
    2014: RM 582,8 Miliar
    2015: RM 630,5 Miliar
    2016: RM 648,5 Miliar
    2017: RM 686,8 Miliar
    2018: RM 1,19 Triliun
    2019: RM 1,25 Triliun
    2020: RM 1,32 Triliun
    2021: RM 1,38 Triliun
    2022: RM 1,45 Triliun
    2023: RM 1,53 Triliun
    2024: RM 1,63 Triliun
    2025: RM 1,71 Triliun
    2026: RM 1,79 Triliun
    -
    SUMBER :
    Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malaydesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
    --------------------------------_
    Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
    Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
    2010 = 52.4
    2011 = 51.8
    2012 = 53.3
    2013 = 54.7
    2014 = 55.0
    2015 = 55.1
    2016 = 52.7
    2017 = 51.9
    2018 = 52.5
    2019 = 52.4
    2020 = 62.0
    2021 = 63.3
    2022 = 60.2
    2023 = 64.3
    2024 = 70.4
    2025 = 69.0
    -
    SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
    --------------------------------
    DEFISIT FISKAL MALAYDESH PERIODE 2010–2025:
    2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
    2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
    2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
    2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
    2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
    2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
    2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
    2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
    2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
    2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
    2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
    2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
    2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
    2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
    2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
    2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
    -
    SUMBER:
    IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malaydesh.

    BalasHapus
  32. MUNDUR .......
    MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
    MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
    MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
    Malaydesh telah menangguhkan sementara operasional dan patroli Batalyon Malayadesh (MALBATT) 850-13 di Lebanon Selatan per 1 April 2026. Keputusan ini diambil sebagai tindakan pencegahan keamanan....
    ---------------------------------
    BOM PASUKAN KAWAN
    Seperti dikutip dari Manila Bulletin yang mengunggah artikel pada 6 Maret 2013 Silam, Agbimuddin mengkuasai jika bom yang dijatuhkan tadi telak mengenai kamp pasukan dan polisi MALAYDESH di Desa Tanduo, Lahad Datu yang merupakan bekas markas milisi Sulu.
    ---------------------------------
    TEMBAK PERWIRA
    Seorang perwira tentara elit MALAYDESH tewas tertembak dalam sebuah demonstrasi di sebuah kamp militer di Kota Kinabalu, Sabah. Mayor Mohd Zahir Armaya, ayah lima anak berusia 36 tahun tertembak dalam sebuah latihan oleh seorang prajurit Angkatan Darat.
    ---------------------------------
    TEMBAK KAWAN
    Royal MALAYDESH Air Force (RMAF )dikejutkan dengan ulah seorang anggotanya, yang tiba menembak mati tiga teman, yang bersama berjaga di pos.
    Peristiwa terjadi Jumat (13/8/2021) pagi waktu setempat di kamp Royal MALAYDESH Air Force (RMAF) di Kota Samarahan, Sarawak, MALAYDESH .
    ---------------------------------
    GRANAT KAWAN
    Dua prajurit Angkatan Udara Kerajaan MALAYDESH (TUDM) tewas saat menjalani latihan menembak dan melempar granat di Tempat Latihan Dasar Granat Kem Syed Sirajuddin Target Range, Gemas Negeri Sembilan
    ---------------------------------
    TABRAK KAPAL KAWAN
    insiden itu berlaku ketika melaksanakan demonstrasi manuver bagi memintas bot mencurigakan di jeti Pangkalan TLDM Lumut sempena HTA22
    ===========
    ===========
    PEJUANG .....
    INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
    INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
    INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
    Mabes TNI memastikan akan mengirimkan 756 personel baru ke Lebanon pada akhir Mei 2026 sebagai bagian dari rotasi rutin pasukan perdamaian PBB (UNIFIL). Keputusan ini menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen menjalankan mandat konstitusi untuk menjaga perdamaian dunia
    -
    😀PEJUANG versus MUNDUR😀

    BalasHapus
  33. COST SHARE 2022–2025 = 400 MILLIAR WON
    2026 SISA COST SHARE = 600 – 400 : 200 MILLIAR WON
    200 MILIAR WON = RP 2.276.120.000.000 (2,27 TRILIUN RUPIAH)
    --------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
    -
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
    -
    2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
    -
    2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
    -
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
    -
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
    -
    2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
    -
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
    -
    2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
    -
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    -
    2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
    -
    2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
    -
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
    -
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
    -
    2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
    -
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
    -
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
    -
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
    ________________________________________
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    -
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah.
    =================
    =================
    PERBANDINGAN PDB PPP INDONESIA VS ASEAN
    (PDB PPP Indonesia: US$5,69 Triliun)
    -
    3,07x = Indonesia vs Thailand (US$5,69 Triliun versus US$1,85 T)
    -
    3,01x = Indonesia vs Vietnam (US$5,69 versus Triliun US$1,89 T)
    -
    3,04x = Indonesia vs Filipina (US$5,69 Triliun US$1,87 T)
    -
    4,24x = Indonesia vs Malaydesh (US$5,69 Triliun US$1,34 T)
    -
    6,69x = Indonesia vs Singapura (US$5,69 Triliun US$0,85 T)
    --------------------------------
    PERBANDINGAN PDB NOMINAL INDONESIA VS ASEAN
    (PDB Nominal Indonesia: US$1,69 Triliun)
    -
    2,91x = Indonesia vs Thailand (US$1,69 Triliun versus US$0,58 T)
    -
    3,18x = Indonesia vs Singapura (US$1,69 Triliun versus US$0,53 T)
    -
    3,31x = Indonesia vs Filipina (US$1,69 Triliun versus US$0,51 T).
    -
    3,44x = Indonesia vs Vietnam (US$1,69 Triliun versus US$0,49 T)
    -
    3,67x = Indonesia vs Malaydesh (US$1,69 Triliun versus US$0,46 T)

    BalasHapus
  34. COST SHARE 2022–2025 = 400 MILLIAR WON
    2026 SISA COST SHARE = 600 – 400 : 200 MILLIAR WON
    200 MILIAR WON = RP 2.276.120.000.000 (2,27 TRILIUN RUPIAH)
    --------------------------------
    TOP ASIA
    -
    Laporan IMF World Economic Outlook (Oktober 2025/Januari 2026). Perlu dicatat bahwa angka tersebut menggunakan metode GDP Purchasing Power Parity (PPP), bukan GDP nominal.
    Berikut adalah penjelasan sumber berita bahasa Inggris untuk 10 ekonomi terbesar di Asia tersebut:
    1. China ($39.4 – 43.5 Triliun)
    Sumber seperti Visual Capitalist menyebut China sebagai ekonomi nomor 1 dunia dalam hal PPP, mengungguli Amerika Serikat. Fokusnya tetap pada dominasi manufaktur dan investasi masif di sektor energi hijau serta AI.
    2. India ($17.3 – 19.1 Triliun)
    India adalah ekonomi dengan pertumbuhan tercepat (diproyeksikan ~6.2% pada 2026). Bloomberg sering menyebutnya sebagai "kuda hitam" yang didorong oleh konsumsi domestik dan digitalisasi layanan.
    3. Jepang ($6.5 – 6.7 Triliun)
    Meskipun disalip oleh Jerman dalam GDP nominal, Jepang tetap berada di posisi ke-5 atau ke-6 dunia dalam PPP. Sumber seperti Investopedia menyoroti stabilitasnya meskipun menghadapi tantangan demografi.
    4. Korea Selatan (~$3.1 - 3.4 Triliun)
    Dikenal sebagai "tech-heavy economy." Berita dari World Bank menyoroti ketahanannya pada ekspor semikonduktor dan otomotif.
    5. Indonesia ($4.9 – 5.4 Triliun)
    Poin yang Anda sebutkan sangat akurat berdasarkan data IMF April 2025. Indonesia resmi menempati peringkat ke-7 ekonomi terbesar dunia berdasarkan PPP, berada di atas Inggris dan Prancis. The Investor dan Tempo English menyoroti peran Indonesia sebagai powerhouse ASEAN.
    6. Arab Saudi (~$2.4 - 2.6 Triliun)
    Sumber IMF mencatat keberhasilan diversifikasi di bawah "Vision 2030," namun sektor energi tetap menjadi tulang punggung utama.
    7. Turki (~$3.9 Triliun - Peringkat PPP Global Lebih Tinggi)
    Secara PPP, posisi Turki sebenarnya sangat kuat (sering di 10 besar dunia). OECD mencatat lokasinya yang strategis sebagai penghubung perdagangan.
    8. Taiwan (~$1.8 - 2.0 Triliun)
    Laporan dari Trading Economics mengonfirmasi dominasi Taiwan dalam rantai pasok global semikonduktor.
    9. Thailand (~$1.6 - 1.8 Triliun)
    Menempati posisi ke-2 di ASEAN secara PPP. Sumber World Bank menekankan pemulihan sektor pariwisata sebagai motor utama.
    10. Iran (~$1.7 - 1.8 Triliun)
    Meskipun sanksi berat, Iran tetap menjadi salah satu ekonomi besar di Asia Barat karena kapasitas produksi minyak dan gasnya yang besar, seperti yang tercatat di data Worldometer/IMF.
    -
    PERBANDINGAN PDB PPP INDONESIA VS ASEAN
    (PDB PPP Indonesia: US$5,69 Triliun)
    -
    3,07x = Indonesia vs Thailand (US$5,69 Triliun versus US$1,85 T)
    -
    3,01x = Indonesia vs Vietnam (US$5,69 versus Triliun US$1,89 T)
    -
    3,04x = Indonesia vs Filipina (US$5,69 Triliun US$1,87 T)
    -
    4,24x = Indonesia vs Malaydesh (US$5,69 Triliun US$1,34 T)
    -
    6,69x = Indonesia vs Singapura (US$5,69 Triliun US$0,85 T)
    -
    PERBANDINGAN PDB NOMINAL INDONESIA VS ASEAN
    (PDB Nominal Indonesia: US$1,69 Triliun)
    -
    2,91x = Indonesia vs Thailand (US$1,69 Triliun versus US$0,58 T)
    -
    3,18x = Indonesia vs Singapura (US$1,69 Triliun versus US$0,53 T)
    -
    3,31x = Indonesia vs Filipina (US$1,69 Triliun versus US$0,51 T).
    -
    3,44x = Indonesia vs Vietnam (US$1,69 Triliun versus US$0,49 T)
    -
    3,67x = Indonesia vs Malaydesh (US$1,69 Triliun versus US$0,46 T)
    -
    🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

    BalasHapus
  35. BUKTI KEADAAN EKONOMI INDIANESIA TAK BAIK BAIK SAJA..... HAHAHAHHA



    Utang Pinjol Warga RI Tembus Rekor Rp100 Triliun, Mulai Banyak yang Gadai Barang

    https://www.suara.com/bisnis/2026/04/06/121621/utang-pinjol-warga-ri-tembus-rekor-rp100-triliun-mulai-banyak-yang-gadai-barang

    BalasHapus
    Balasan
    1. COST SHARE 2022–2025 = 400 MILLIAR WON
      2026 SISA COST SHARE = 600 – 400 : 200 MILLIAR WON
      200 MILIAR WON = RP 2.276.120.000.000 (2,27 TRILIUN RUPIAH)
      --------------------------------
      PERBANDINGAN PDB PPP INDONESIA VS ASEAN
      (PDB PPP Indonesia: US$5,69 Triliun)
      -
      3,07x = Indonesia vs Thailand (US$5,69 Triliun versus US$1,85 T)
      -
      3,01x = Indonesia vs Vietnam (US$5,69 versus Triliun US$1,89 T)
      -
      3,04x = Indonesia vs Filipina (US$5,69 Triliun US$1,87 T)
      -
      4,24x = Indonesia vs Malaydesh (US$5,69 Triliun US$1,34 T)
      -
      6,69x = Indonesia vs Singapura (US$5,69 Triliun US$0,85 T)
      --------------------------------
      PERBANDINGAN PDB NOMINAL INDONESIA VS ASEAN
      (PDB Nominal Indonesia: US$1,69 Triliun)
      -
      2,91x = Indonesia vs Thailand (US$1,69 Triliun versus US$0,58 T)
      -
      3,18x = Indonesia vs Singapura (US$1,69 Triliun versus US$0,53 T)
      -
      3,31x = Indonesia vs Filipina (US$1,69 Triliun versus US$0,51 T).
      -
      3,44x = Indonesia vs Vietnam (US$1,69 Triliun versus US$0,49 T)
      -
      3,67x = Indonesia vs Malaydesh (US$1,69 Triliun versus US$0,46 T)
      --------------------------------
      INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
      -------------------------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      --
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF) Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.

      Hapus
  36. Utang pinjaman online (pinjol) masyarakat Indonesia mencapai angka signifikan, menembus Rp100,69 triliun per Februari 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan pesat sebesar 25,75% secara tahunan (year-on-year), didorong oleh tingginya penggunaan pinjol untuk kebutuhan pokok dan daya beli yang melemah, serta meningkatkan risiko kredit macet

    BalasHapus
    Balasan
    1. COST SHARE 2022–2025 = 400 MILLIAR WON
      2026 SISA COST SHARE = 600 – 400 : 200 MILLIAR WON
      200 MILIAR WON = RP 2.276.120.000.000 (2,27 TRILIUN RUPIAH)
      ---------------------------------
      Tahun 2022 & 2023: Dana telah dialokasikan dalam APBN melalui Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu. Pada periode ini, pembayaran sempat tersendat namun tetap dijaga komitmennya melalui skema cicilan untuk mengejar ketertinggalan.
      -
      Tahun 2024: Indonesia menyiapkan anggaran sebesar Rp1,25 triliun (sekitar USD 79,6 juta). Anggaran ini dialokasikan untuk mulai menutupi kekurangan pembayaran (unpaid share) yang terakumulasi sejak beberapa tahun sebelumnya.
      -
      Tahun 2025: Menjadi tahun krusial di mana pembayaran difokuskan pada penyelesaian sisa kewajiban setelah adanya kesepakatan pemotongan total nilai kontribusi menjadi 600 miliar won. Pembayaran dilakukan secara bertahap hingga mencapai akumulasi sekitar 400 miliar won pada pertengahan 2025. Sisa Cost Share 200 miliar Won Korea Selatan (KRW) setara dengan sekitar Rp2.276.120.000.000 (2,27 triliun Rupiah).
      ---------------------------------
      Status Hukum Insinyur Indonesia (Juni 2025)
      Per Juni 2025, kasus tuduhan pencurian data teknis resmi berakhir dengan status:
      Acquitted (Bebas): Kelima insinyur Indonesia dinyatakan tidak bersalah atas pelanggaran UU Perlindungan Teknologi Pertahanan dan UU Bisnis Pertahanan.
      Suspended from Prosecution: Penuntutan dihentikan karena tidak ditemukan bukti solid adanya kebocoran teknologi inti atau rahasia militer yang melanggar hukum.
      ---------------------------------
      Ringkasan Konteks Keamanan Teknologi
      Meskipun terdapat berbagai isu sejarah terkait intelijen (seperti insiden hotel NIS tahun 2011 atau tuduhan hacking terhadap cetak biru F-15), otoritas DAPA dan KAI secara resmi menyatakan bahwa untuk proyek KF-21, tidak ada rahasia negara atau teknologi inti yang bocor ke pihak luar oleh tim Indonesia.
      ---------------------------------
      COST SHARE 2024 = The official also said Indonesia has prepared 1.25 trillion rupiah (US$79.6 million) this year to cover its unpaid share of costs in the joint project launched in 2015 and worth over 8 trillion won (US$6 billion).
      ---------------------------------
      COST SHARE 2022 AND 2023 = Direktur Anggaran Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan, dan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara, Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu Dwi Pudjiastuti Handayani menegaskan bahwa cost share untuk KF 21 Boromae sudah dialokasikan ke dalam APBN 2022 dan 2023.
      ---------------------------------
      JUNI 2025 BEBAS GUYS = TIADA BUKTI
      ACQUITTED
      SUSPENDED FROM PROSECUTION
      All five Indonesian engineers who were accused of leaking confidential data while participating in the joint development of Korean fighter KF-21 were acquitted and suspended from prosecution.
      According to government sources on the 2nd, the prosecution cleared the five people of violating the Defense Technology Protection Act, the Defense Business Act, and the Foreign Trade Act last month. In addition, prosecution was suspended for violating the Unfair Competition Prevention Act

      Hapus
    2. 20 NEGARA DENGAN PDB NOMINAL TERBESAR (2025/2026)
      PDB Nominal mengukur nilai ekonomi berdasarkan nilai tukar pasar saat ini (US$ triliun).
      1 Amerika Serikat: $30,34 - $31,8
      2 Tiongkok: $19,53 - $20,6
      3 Jerman: $4,92 - $5,3
      4 Jepang: $4,39 - $4,46
      5 India: $4,27 - $4,51
      6 Inggris Raya: $3,73
      7 Prancis: $3,28
      8 Italia: $2,46
      9 Brasil: $2,52
      10 Kanada: $2,49
      11 Rusia: $2,51
      12 Korea Selatan: $2,10
      13 Meksiko: $1,99
      14 Spanyol: $2,04
      15 Indonesia: $1,44 - $1,69
      16 Australia: $1,68
      17 Turki: $1,57
      18 Belanda: $1,41
      19 Arab Saudi: $1,32
      20 Swiss: $1,16
      ________________________________________
      20 NEGARA DENGAN PDB PPP TERBESAR (2025/2026)
      PDB PPP mengukur volume ekonomi riil dengan menyesuaikan perbedaan biaya hidup (Int$ triliun).
      1 Tiongkok: $40,7 - $43,4
      2 Amerika Serikat: $30,5 - $31,8
      3 India: $17,6 - $19,1
      4 Rusia: $7,19 - $7,34
      5 Jepang: $6,74
      6 Indonesia: $5,01 - $5,69
      7 Jerman: $5,65 - $6,32
      8 Brasil: $5,27
      9 Turki: $3,91
      10 Inggris Raya: $3,82 - $4,59
      11 Prancis: $3,80 - $4,66
      12 Meksiko: $3,88
      13 Italia: $2,04
      14 Korea Selatan: $1,94
      15 Mesir: $3,85
      16 Arab Saudi: $1,32
      17 Kanada: $2,49 (Nominal)
      18 Spanyol: $2,04
      19 Vietnam: $1,89
      20 Thailand: $1,85
      ________________________________________
      PERBANDINGAN PDB PPP INDONESIA VS ASEAN
      (PDB PPP Indonesia: US$5,69 Triliun)
      -
      1. Indonesia vs Thailand (US$5,69 Triliun versus US$1,85 T) = Ekonomi 3,07 kali lipat .
      -
      2. Indonesia vs Vietnam (US$5,69 versus Triliun US$1,89 T) = Ekonomi 3,01 kali lipat
      -
      3. Indonesia vs Filipina (US$5,69 Triliun US$1,87 T) = Ekonomi 3,04 kali lipat
      -
      4. Indonesia vs Malaydesh (US$5,69 Triliun US$1,34 T) = Ekonomi 4,24 kali lipat
      -
      5. Indonesia vs Singapura (US$5,69 Triliun US$0,85 T) = Ekonomi 6,69 kali lipat
      ________________________________________
      PERBANDINGAN PDB NOMINAL INDONESIA VS ASEAN
      (PDB Nominal Indonesia: US$1,69 Triliun)
      -
      1 Indonesia vs Thailand (US$1,69 Triliun versus US$0,58 T) = Ekonomi 2,91 kali lipat.
      -
      2 Indonesia vs Singapura (US$1,69 Triliun versus US$0,53 T) = Ekonomi 3,18 kali lipat
      -
      3 Indonesia vs Filipina (US$1,69 Triliun versus US$0,51 T) = Ekonomi 3,31 kali lipat.
      -
      4 Indonesia vs Vietnam (US$1,69 Triliun versus US$0,49 T) = Ekonomi 3,44 kali lipat.
      -
      5 Indonesia vs Malaydesh (US$1,69 Triliun versus US$0,46 T) = Ekonomi 3,67 kali lipat

      Hapus
  37. Warga RI Makin Mengandalkan Utang Pinjol untuk Daya Beli, Angkanya Tembus Rp100 Triliun

    https://thestance.id/warga-ri-makin-mengandalkan-utang-pinjol-untuk-daya-beli-angkanya-tembus-rp100-triliun

    BalasHapus
    Balasan
    1. COST SHARE 2022–2025 = 400 MILLIAR WON
      2026 SISA COST SHARE = 600 – 400 : 200 MILLIAR WON
      200 MILIAR WON = RP 2.276.120.000.000 (2,27 TRILIUN RUPIAH)
      ---------------------------------
      Tahun 2022 & 2023: Dana telah dialokasikan dalam APBN melalui Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu. Pada periode ini, pembayaran sempat tersendat namun tetap dijaga komitmennya melalui skema cicilan untuk mengejar ketertinggalan.
      -
      Tahun 2024: Indonesia menyiapkan anggaran sebesar Rp1,25 triliun (sekitar USD 79,6 juta). Anggaran ini dialokasikan untuk mulai menutupi kekurangan pembayaran (unpaid share) yang terakumulasi sejak beberapa tahun sebelumnya.
      -
      Tahun 2025: Menjadi tahun krusial di mana pembayaran difokuskan pada penyelesaian sisa kewajiban setelah adanya kesepakatan pemotongan total nilai kontribusi menjadi 600 miliar won. Pembayaran dilakukan secara bertahap hingga mencapai akumulasi sekitar 400 miliar won pada pertengahan 2025. Sisa Cost Share 200 miliar Won Korea Selatan (KRW) setara dengan sekitar Rp2.276.120.000.000 (2,27 triliun Rupiah).
      --------
      JUNI 2025 BEBAS GUYS = TIADA BUKTI
      ACQUITTED
      SUSPENDED FROM PROSECUTION
      All five Indonesian engineers who were accused of leaking confidential data while participating in the joint development of Korean fighter KF-21 were acquitted and suspended from prosecution.
      According to government sources on the 2nd, the prosecution cleared the five people of violating the Defense Technology Protection Act, the Defense Business Act, and the Foreign Trade Act last month. In addition, prosecution was suspended for violating the Unfair Competition Prevention Act.
      -----
      JUNI 2025 TIADA BUKTI =
      SUDAH PULANG KE INDONESIA
      SUDAH PULANG KE INDONESIA
      SUDAH PULANG KE INDONESIA
      Sebanyak 5 WNI teknisi Indonesia yang dituduh membocorkan data rahasia saat berpartisipasi dalam pengembangan pesawat tempur Korea KF-21 dibebaskan dan ditangguhkan dari penuntutan. Kementerian Luar Negeri memastikan mereka sudah pulang ke Indonesia.
      =========
      =========
      PRANK PAKISTAN-PRANK JF17
      “The MALAYDESH government has shown interest in buying the JF-17 Thunder aircraft from Pakistan but the deal is yet to be finalized,” a senior Pakistan Ministry of Defense Production official told Arab News.
      --------
      PRANK INDIA-PRANK TEJAS
      MALAYDESH has reportedly identified the Indian-manufactured Tejas light combat aircraft to replace its current fleet of MiG-29 fighter jets and is believed to be in advanced negotiations to firm up its procurement.
      --------
      PRANK TURKI = PRANK YAVUZ
      PRANK MKE : The Malonnn Ministry of Defence has reportedly reviewing its planned acquisition of Yavuz 155mm
      --------
      PRANK FRANCE - PRANK NEXTER : LoI is signed during day three of DSA 2016. 20 units are to be supplied, which include the supporting vehicles, and will boost the Malonnn Army's firepower inventory
      --------
      PRANK INDONESIA - PRANK PT PAL : "The contract with Malonn’s Navy will be inked next August. There is a possibility that they will order more than one MRSS.
      --------
      PRANK FRANCE - PRANK DASSAULT : Malonn, which wants to buy up to 18 combat planes in a deal potentially worth more than USD2 billion, is now talking to only one supplier, France's Dassault Aviation, about its Rafale jets,
      --------
      PRANK SLOVAKIA - PRANK KDS : Malonn is expected to conclude a deal with Slovakia for the supply of EVA 155mm
      --------
      PRANK CHINA-PRANK KS-1A
      MalAYDEWH has agreed in principle to purchase medium-range missiles from China, which in return will transfer technology on very short-range air defence to the country, Deputy Prime Minister Najib Razak said Tuesday
      --------
      PRANK UN-PRANK IAG
      Malaydesg dikenakan sanksi oleh PBB terkait penggantian biaya operasional kendaraan, karena sembilan IAG Guardians yang dikerahkannya tidak memenuhi persyaratan ini
      --------
      😝KORBAN PRANK = PAKISTAN | INDIA | TURKI | PERANCIS | INDONESIA | SLOVAKIA | CHINA | UN | FIFA😝

      Hapus
    2. JUNI 2025 BEBAS GUYS = TIADA BUKTI
      ACQUITTED
      SUSPENDED FROM PROSECUTION
      All five Indonesian engineers who were accused of leaking confidential data while participating in the joint development of Korean fighter KF-21 were acquitted and suspended from prosecution.
      According to government sources on the 2nd, the prosecution cleared the five people of violating the Defense Technology Protection Act, the Defense Business Act, and the Foreign Trade Act last month. In addition, prosecution was suspended for violating the Unfair Competition Prevention Act.
      -----
      JUNI 2025 TIADA BUKTI =
      SUDAH PULANG KE INDONESIA
      SUDAH PULANG KE INDONESIA
      SUDAH PULANG KE INDONESIA
      Sebanyak 5 WNI teknisi Indonesia yang dituduh membocorkan data rahasia saat berpartisipasi dalam pengembangan pesawat tempur Korea KF-21 dibebaskan dan ditangguhkan dari penuntutan. Kementerian Luar Negeri memastikan mereka sudah pulang ke Indonesia.
      -----
      COST SHARE 2022–2025 = 400 MILLIAR WON
      2026 SISA COST SHARE = 600 – 400 : 200 MILLIAR WON
      200 MILIAR WON = RP 2.276.120.000.000 (2,27 TRILIUN RUPIAH)
      --------
      Tahun 2022 & 2023: Dana telah dialokasikan dalam APBN melalui Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu. Pada periode ini, pembayaran sempat tersendat namun tetap dijaga komitmennya melalui skema cicilan untuk mengejar ketertinggalan.
      -
      Tahun 2024: Indonesia menyiapkan anggaran sebesar Rp1,25 triliun (sekitar USD 79,6 juta). Anggaran ini dialokasikan untuk mulai menutupi kekurangan pembayaran (unpaid share) yang terakumulasi sejak beberapa tahun sebelumnya.
      -
      Tahun 2025: Menjadi tahun krusial di mana pembayaran difokuskan pada penyelesaian sisa kewajiban setelah adanya kesepakatan pemotongan total nilai kontribusi menjadi 600 miliar won. Pembayaran dilakukan secara bertahap hingga mencapai akumulasi sekitar 400 miliar won pada pertengahan 2025. Sisa Cost Share 200 miliar Won Korea Selatan (KRW) setara dengan sekitar Rp2.276.120.000.000 (2,27 triliun Rupiah).
      =========
      =========
      SALE = F 5 TIGERS
      SALE = F 5 TIGERS
      This announcement was in response to posts, photos, and videos circulating on certain local social media platforms that purportedly depict an F-5 fighter jet allegedly belonging to MALAYDESH at one of the country’s ports.
      ---
      F 5 TIGERS ENGINES = DISAPPEARED
      F 5 TIGERS ENGINES = DISAPPEARED
      F 5 TIGERS ENGINES = DISAPPEARED
      The MALAYDESH government is facing a fresh corruption crisis after officials admitted that two US-made fighter jet engines had disappeared from an air force base after apparently being illicitly sold by military officers to a South American arms dealer...
      ---
      2026 SURAT NGEMIS 4x = BATAL HORNET KUWAIT
      2026 SURAT NGEMIS 4x = BATAL HORNET KUWAIT
      2026 SURAT NGEMIS 4x = BATAL HORNET KUWAIT
      Sumber Berita Utama
      New Straits Times (NST): Laporan berjudul "Govt scraps plan to acquire Kuwait's used F/A-18 Hornets" yang diterbitkan pada 26 Februari 2026.
      Bernama: Kantor berita nasional Malaydesh yang melaporkan penggulungan perdebatan tingkat komite RUU Perbekalan Tambahan di Dewan Rakyat.
      Militarnyi & Defense Blog: Portal berita pertahanan internasional yang merangkum keputusan pemerintah Malaydesh berdasarkan laporan teknis dari TUDM.
      ---
      40 SKYHAWK RONGSOK
      40 SKYHAWK RONGSOK
      40 SKYHAWK RONGSOK
      The Tentera Udara Diraja MALAYDESH (TUDM, or Royal MALAYDESH Air Force) ordered 88 A-4s (25 A-4Cs and 63 A-4Ls), Only 40 PTM Skyhawks, 34 single seat versions and six two-seat trainers, were delivered......'
      -----
      48 SKYHAWK DISAPPEARED
      48 SKYHAWK DISAPPEARED
      48 SKYHAWK DISAPPEARED
      The Tentera Udara Diraja MALAYDESH (TUDM, or Royal MALAYDESH Air Force) ordered 88 A-4s (25 A-4Cs and 63 A-4Ls), Only 40 PTM Skyhawks, 34 single seat versions and six two-seat trainers, were delivered.....
      -
      🤣4X SURAT NGEMIS F18 = 2026 BATAL🤣

      Hapus
    3. JUNI 2025 BEBAS GUYS = TIADA BUKTI
      ACQUITTED
      SUSPENDED FROM PROSECUTION
      All five Indonesian engineers who were accused of leaking confidential data while participating in the joint development of Korean fighter KF-21 were acquitted and suspended from prosecution.
      According to government sources on the 2nd, the prosecution cleared the five people of violating the Defense Technology Protection Act, the Defense Business Act, and the Foreign Trade Act last month. In addition, prosecution was suspended for violating the Unfair Competition Prevention Act.
      -----
      JUNI 2025 TIADA BUKTI =
      SUDAH PULANG KE INDONESIA
      SUDAH PULANG KE INDONESIA
      SUDAH PULANG KE INDONESIA
      Sebanyak 5 WNI teknisi Indonesia yang dituduh membocorkan data rahasia saat berpartisipasi dalam pengembangan pesawat tempur Korea KF-21 dibebaskan dan ditangguhkan dari penuntutan. Kementerian Luar Negeri memastikan mereka sudah pulang ke Indonesia.
      -----
      PAYMENT ADJUSTMENT KF 21 (PENYESUAIAN) BUKAN PEMOTONGAN (DISKON)
      Kepala Biro Humas Setjen Kemhan Brigjen TNI Edwin Adrian Sumantha mengatakan istilah yang tepat atas langkah yang diambil pemerintah terkait pembiayaan proyek pesawat tempur KF-21 adalah 'penyesuaian bayar' (payment adjustment), bukan 'pemotongan bayar'. Ia mengatakan penyesuaian tersebut sejalan dengan kemajuan kerja sama yang telah dan masih akan dilaksanakan bersama Republik Korea.
      "Penyesuaian bayar ini merupakan sebuah langkah yang logis dan rasional, mengingat terdapat beberapa kegiatan dalam program yang tidak dapat diikuti oleh teknisi Indonesia," kata dia ketika dikonfirmasi pada Senin (6/5/2024).
      -----
      MANFAAT JOINT VENTURE KF21 =
      1. kemampuan produksi yaitu bagaimana mendesain dan membangun pesawat tempur, membuat beberapa komponen. Komponen tersebut, lanjut dia, meliputi sayap, ekor, beberapa bagian badan belakang pesawat dan bagian pylon atau adapter untuk persenjataan dan sensor. Selain itu juga, kata dia, dalam melakukan final assembly, uji terbang dan re-sertifikasi untuk pesawat IFX.
      2. kemampuan operasi dan pemeliharaan yaitu kemampuan mengembangkan integrated logistic support dan perawatan pesawat tempur KFX/IFX, mengembangkan sistem training untuk Pilot dan teknisi serta mendukung kegiatan trouble shooting pada saat operasional.
      3. kemampuan modifikasi dan upgrading yaitu melakukan desain integrasi dan re-sertifikasi unique RI requirement berupa drag chute, eksternal fuel tank dan Air Refueling serta melakukan integrasi new weapon system, avionik, sensor dan elektronik," kata Edwin.Diberitakan sebelumnya, Kementerian Pertahanan RI pernah menyampaikan klarifikasi terkait pemberitaan beredar di media yang menyatakan Indonesia telah mengajukan pemotongan bayar bagi pembiayaan proyek pesawat tempur KF-21 atau KFX/IFX.
      -----
      COST SHARE 2022–2025 = 400 MILLIAR WON
      2026 SISA COST SHARE = 600 – 400 : 200 MILLIAR WON
      200 MILIAR WON = RP 2.276.120.000.000 (2,27 TRILIUN RUPIAH)
      --------
      Tahun 2022 & 2023: Dana telah dialokasikan dalam APBN melalui Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu. Pada periode ini, pembayaran sempat tersendat namun tetap dijaga komitmennya melalui skema cicilan untuk mengejar ketertinggalan.
      -
      Tahun 2024: Indonesia menyiapkan anggaran sebesar Rp1,25 triliun (sekitar USD 79,6 juta). Anggaran ini dialokasikan untuk mulai menutupi kekurangan pembayaran (unpaid share) yang terakumulasi sejak beberapa tahun sebelumnya.
      -
      Tahun 2025: Menjadi tahun krusial di mana pembayaran difokuskan pada penyelesaian sisa kewajiban setelah adanya kesepakatan pemotongan total nilai kontribusi menjadi 600 miliar won. Pembayaran dilakukan secara bertahap hingga mencapai akumulasi sekitar 400 miliar won pada pertengahan 2025. Sisa Cost Share 200 miliar Won Korea Selatan (KRW) setara dengan sekitar Rp2.276.120.000.000 (2,27 triliun Rupiah).
      -

      Hapus
    4. KOREA STEALS F15 TECHNOLOGY =
      Following the war of nerves between South Korea and the United States over the unauthorized dismantling of “Tiger Eyes,” a sensor suite inmangkrak on the F-15K, in August and September, the controversy over stealing defense industry techNOLogy has recently been spreading to other weapons. The Defense Acquisition Program Administration (DAPA) and others are officially playing down the importance of the issue, but there are signs the fallout may grow, with the United States suspending the export of strategic weaponry to South Korea.
      ---
      NORTH KOREA STEALS U.S. FIGHTER BLUEPRINTS
      NOrth Korean hackers reportedly infiltrated a computer network belonging to a South Korean aerospace firm’s computer network and made off with blueprints for the F-15 Eagle—the American-designed jet fighter that forms the backbone of the U.S. and South Korean air forces.
      ---
      CHINA, RUSSIA AIMING TO STEAL TECH FROM US SPACE FIRMS: US OFFICIALS
      According to a recent warning from US counterintelligence officials, Chinese and Russian spy agencies are focusing on private US-based space enterprises in an effort to obtain cutting-edge techNOLogies while impeding American advancements, Voice of America (VOA) reported.
      ---
      BLUEPRINT NAVAL = Naval Group offers two variants of the design: Gowind 1000 and Gowind 2500 while MALAYDESH with the assistance of Naval Group locally developed the Gowind 3100.
      ---
      NIS AGENT KOREA STOLEN INDONESIA = Back then, S. Korean National Intelligence Service agents were caught breaking into the hotel room of an Indonesian delegation that was visiting S. Korea to negotiate the import of Air Force training aircraft T-50. The NIS agents were trying to gather information to help secure the successful export of the T-50.
      ---
      MILITARY OFFICIALS = the military officials urge restraint and patience as there is NO solid evidence to support such rumors. ANOther military official added, “We believe NO content has emerged that would violate military secrets or the Defense Industry TechNOLogy Security Act. Thus, it seems that there was NO core techNOLogy that could be classified as a secret.”
      ---
      DAPA AND KAI = the Defense Acquisition Program Administration and KAI have stated that they have been investigating for fifteen days and have NOt found any evidence of national secrets such as core techNOLogy being leaked.
      ---
      COST SHARE 2022–2025 = 400 MILLIAR WON
      2026 SISA COST SHARE = 600 – 400 : 200 MILLIAR WON
      200 MILIAR WON = RP 2.276.120.000.000 (2,27 TRILIUN RUPIAH)
      --------
      Tahun 2022 & 2023: Dana telah dialokasikan dalam APBN melalui Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu. Pada periode ini, pembayaran sempat tersendat namun tetap dijaga komitmennya melalui skema cicilan untuk mengejar ketertinggalan.
      -
      Tahun 2024: Indonesia menyiapkan anggaran sebesar Rp1,25 triliun (sekitar USD 79,6 juta). Anggaran ini dialokasikan untuk mulai menutupi kekurangan pembayaran (unpaid share) yang terakumulasi sejak beberapa tahun sebelumnya.
      -
      Tahun 2025: Menjadi tahun krusial di mana pembayaran difokuskan pada penyelesaian sisa kewajiban setelah adanya kesepakatan pemotongan total nilai kontribusi menjadi 600 miliar won. Pembayaran dilakukan secara bertahap hingga mencapai akumulasi sekitar 400 miliar won pada pertengahan 2025. Sisa Cost Share 200 miliar Won Korea Selatan (KRW) setara dengan sekitar Rp2.276.120.000.000 (2,27 triliun Rupiah).
      --------
      JUNI 2025 BEBAS GUYS = TIADA BUKTI
      ACQUITTED
      SUSPENDED FROM PROSECUTION
      All five Indonesian engineers who were accused of leaking confidential data while participating in the joint development of Korean fighter KF-21 were acquitted and suspended from prosecution.
      According to government sources on the 2nd, the prosecution cleared the five people of violating the Defense Technology Protection Act, the Defense Business Act, and the Foreign Trade Act last month. In addition, prosecution was suspended for violating the Unfair Competition Prevention Act.

      Hapus
  38. COST SHARE 2022–2025 = 400 MILLIAR WON
    2026 SISA COST SHARE = 600 – 400 : 200 MILLIAR WON
    200 MILIAR WON = RP 2.276.120.000.000 (2,27 TRILIUN RUPIAH)
    ---------------------------------
    KOREA STEALS F15 TECHNOLOGY =
    Following the war of nerves between South Korea and the United States over the unauthorized dismantling of “Tiger Eyes,” a sensor suite installed on the F-15K, in August and September, the controversy over stealing defense industry techNOLogy has recently been spreading to other weapons. The Defense Acquisition Program Administration (DAPA) and others are officially playing down the importance of the issue, but there are signs the fallout may grow, with the United States suspending the export of strategic weaponry to South Korea.
    ---
    NORTH KOREA STEALS U.S. FIGHTER BLUEPRINTS
    NOrth Korean hackers reportedly infiltrated a computer network belonging to a South Korean aerospace firm’s computer network and made off with blueprints for the F-15 Eagle—the American-designed jet fighter that forms the backbone of the U.S. and South Korean air forces.
    ---
    CHINA, RUSSIA AIMING TO STEAL TECH FROM US SPACE FIRMS: US OFFICIALS
    According to a recent warning from US counterintelligence officials, Chinese and Russian spy agencies are focusing on private US-based space enterprises in an effort to obtain cutting-edge techNOLogies while impeding American advancements, Voice of America (VOA) reported.
    ---
    BLUEPRINT NAVAL = Naval Group offers two variants of the design: Gowind 1000 and Gowind 2500 while Malaydesh with the assistance of Naval Group locally developed the Gowind 3100.
    ---
    NIS AGENT KOREA STOLEN INDONESIA = Back then, S. Korean National Intelligence Service agents were caught breaking into the hotel room of an Indonesian delegation that was visiting S. Korea to negotiate the import of Air Force training aircraft T-50. The NIS agents were trying to gather information to help secure the successful export of the T-50.
    ---
    MILITARY OFFICIALS = the military officials urge restraint and patience as there is NO solid evidence to support such rumors. ANOther military official added, “We believe NO content has emerged that would violate military secrets or the Defense Industry TechNOLogy Security Act. Thus, it seems that there was NO core techNOLogy that could be classified as a secret.”
    ---
    DAPA AND KAI = the Defense Acquisition Program Administration and KAI have stated that they have been investigating for fifteen days and have NOt found any evidence of national secrets such as core techNOLogy being leaked..
    ---
    JUNI 2025 BEBAS GUYS = TIADA BUKTI
    ACQUITTED
    SUSPENDED FROM PROSECUTION
    All five Indonesian engineers who were accused of leaking confidential data while participating in the joint development of Korean fighter KF-21 were acquitted and suspended from prosecution.
    According to government sources on the 2nd, the prosecution cleared the five people of violating the Defense Technology Protection Act, the Defense Business Act, and the Foreign Trade Act last month. In addition, prosecution was suspended for violating the Unfair Competition Prevention Act

    BalasHapus
  39. MINGGIR LU MISKINNN
    NO MONEY =
    CANCELLED FIVE PROCUREMENTS
    CANCELLED FIVE PROCUREMENTS
    CANCELLED FIVE PROCUREMENTS
    CANCELLED FIVE PROCUREMENTS
    The Defence ministry has cancelled five procurements for supplies, services and infrastructure projects to avoid leakages in expenditure.
    "This is in line with the current government’s policy of prioritising transparency and value for money.
    ---
    NO MONEY =
    SALE MIG29N FOR SPAREPART MKM
    SALE MIG29N FOR SPAREPART MKM
    SALE MIG29N FOR SPAREPART MKM
    Datuk Seri Ikhmal Hisham Abdul Aziz mencadangkan agar 18 buah pesawat MiG-29N milik Tentera Udara Diraja MALAYDESH (TUDM) yang telah lama digantung penggunaannya dilupuskan dan dijual kepada negara-negara yang berminat seperti India dan Sudan.
    Bekas Timbalan Menteri Pertahanan itu berkata, cadangan berkenaan bertujuan untuk menangani isu kekurangan alat ganti bagi pesawat Sukhoi Su-30MKM milik TUDM yang terkesan akibat perang Ukraine-Rusia.
    ---
    MALING TERIAK MALING =
    F 5 TIGERS ENGINES DISAPPEARED
    F 5 TIGERS ENGINES DISAPPEARED
    F 5 TIGERS ENGINES DISAPPEARED
    F 5 TIGERS ENGINES DISAPPEARED
    F 5 TIGERS ENGINES DISAPPEARED
    The MALAYDESH government is facing a fresh corruption crisis after officials admitted that two US-made fighter jet engines had disappeared from an air force base after apparently being illicitly sold by military officers to a South American arms dealer...
    ---
    MALING TERIAK MALING =
    SALE F 5 TIGERS
    SALE F 5 TIGERS
    SALE F 5 TIGERS
    SALE F 5 TIGERS
    This announcement was in response to posts, photos, and videos circulating on certain local social media platforms that purportedly depict an F-5 fighter jet allegedly belonging to MALAYDESH at one of the country’s ports.
    ---
    MALAYDESH MILITARY CONTRACTOR =
    15 YEARS IN US JAIL FOR BRIBERY
    15 YEARS IN US JAIL FOR BRIBERY
    15 YEARS IN US JAIL FOR BRIBERY
    15 YEARS IN US JAIL FOR BRIBERY
    15 YEARS IN US JAIL FOR BRIBERY
    The 60-year-old, a MALAYDESH citizen residing in Singapore, was initially arrested in the US in 2013 on corruption charges. His company, Glenn Defence Marine Asia, gave millions of dollars in items of value and cash to US Navy personnel and command staff for advocating it during the procurement process and providing it with classified information. Francis pled guilty to all charges, including an escape attempt.
    ---
    MALING TERIAK MALING =
    48 SKYHAWK DISAPPEARED
    48 SKYHAWK DISAPPEARED
    48 SKYHAWK DISAPPEARED
    The Tentera Udara Diraja MALAYDESH (TUDM, or Royal MALAYDESH Air Force) ordered 88 A-4s (25 A-4Cs and 63 A-4Ls), Only 40 PTM Skyhawks, 34 single seat versions and six two-seat trainers, were delivered......
    =======
    =======
    COST SHARE 2022–2025 = 400 MILLIAR WON
    2026 SISA COST SHARE = 600 – 400 : 200 MILLIAR WON
    200 MILIAR WON = RP 2.276.120.000.000 (2,27 TRILIUN RUPIAH)
    --------
    Tahun 2022 & 2023: Dana telah dialokasikan dalam APBN melalui Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu. Pada periode ini, pembayaran sempat tersendat namun tetap dijaga komitmennya melalui skema cicilan untuk mengejar ketertinggalan.
    -
    Tahun 2024: Indonesia menyiapkan anggaran sebesar Rp1,25 triliun (sekitar USD 79,6 juta). Anggaran ini dialokasikan untuk mulai menutupi kekurangan pembayaran (unpaid share) yang terakumulasi sejak beberapa tahun sebelumnya.
    -
    Tahun 2025: Menjadi tahun krusial di mana pembayaran difokuskan pada penyelesaian sisa kewajiban setelah adanya kesepakatan pemotongan total nilai kontribusi menjadi 600 miliar won. Pembayaran dilakukan secara bertahap hingga mencapai akumulasi sekitar 400 miliar won pada pertengahan 2025. Sisa Cost Share 200 miliar Won Korea Selatan (KRW) setara dengan sekitar Rp2.276.120.000.000 (2,27 triliun Rupiah).

    BalasHapus
  40. BUKTI ...... BAYAR HABIS HUTANG KFX... Baru diserah Prototype KFX.... HAHAHAHAHHA



    DAPA diharapkan akan memutuskan jadwal penyerahan prototipe dan dokumen teknologi terkait setelah Indonesia sepenuhnya membayar kontribusinya sebesar 600 miliar won untuk proyek jet tempur bersama tersebut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. JUNI 2025 BEBAS GUYS = TIADA BUKTI
      ACQUITTED
      SUSPENDED FROM PROSECUTION
      All five Indonesian engineers who were accused of leaking confidential data while participating in the joint development of Korean fighter KF-21 were acquitted and suspended from prosecution.
      According to government sources on the 2nd, the prosecution cleared the five people of violating the Defense Technology Protection Act, the Defense Business Act, and the Foreign Trade Act last month. In addition, prosecution was suspended for violating the Unfair Competition Prevention Act.
      -----
      JUNI 2025 TIADA BUKTI =
      SUDAH PULANG KE INDONESIA
      SUDAH PULANG KE INDONESIA
      SUDAH PULANG KE INDONESIA
      Sebanyak 5 WNI teknisi Indonesia yang dituduh membocorkan data rahasia saat berpartisipasi dalam pengembangan pesawat tempur Korea KF-21 dibebaskan dan ditangguhkan dari penuntutan. Kementerian Luar Negeri memastikan mereka sudah pulang ke Indonesia
      ====================
      ====================
      BOM PASUKAN KAWAN
      Seperti dikutip dari Manila Bulletin yang mengunggah artikel pada 6 Maret 2013 Silam, Agbimuddin mengkuasai jika bom yang dijatuhkan tadi telak mengenai kamp pasukan dan polisi MALAYDESH di Desa Tanduo, Lahad Datu yang merupakan bekas markas milisi Sulu.
      -----
      TEMBAK PERWIRA
      Seorang perwira tentara elit MALAYDESH tewas tertembak dalam sebuah demonstrasi di sebuah kamp militer di Kota Kinabalu, Sabah. Mayor Mohd Zahir Armaya, ayah lima anak berusia 36 tahun tertembak dalam sebuah latihan oleh seorang prajurit Angkatan Darat.
      -----
      TEMBAK KAWAN
      Royal MALAYDESH Air Force (RMAF )dikejutkan dengan ulah seorang anggotanya, yang tiba menembak mati tiga teman, yang bersama berjaga di pos.
      Peristiwa terjadi Jumat (13/8/2021) pagi waktu setempat di kamp Royal MALAYDESH Air Force (RMAF) di Kota Samarahan, Sarawak, MALAYDESH .
      -----
      GRANAT KAWAN
      Dua prajurit Angkatan Udara Kerajaan MALAYDESH (TUDM) tewas saat menjalani latihan menembak dan melempar granat di Tempat Latihan Dasar Granat Kem Syed Sirajuddin Target Range, Gemas Negeri Sembilan
      -----
      TABRAK KAPAL KAWAN
      insiden itu berlaku ketika melaksanakan demonstrasi manuver bagi memintas bot mencurigakan di jeti Pangkalan TLDM Lumut sempena HTA22
      ---------------------------
      PRANK PAKISTAN-PRANK JF17
      “The MALAYDESH government has shown interest in buying the JF-17 Thunder aircraft from Pakistan but the deal is yet to be finalized,” a senior Pakistan Ministry of Defense Production official told Arab News.
      --------
      PRANK INDIA-PRANK TEJAS
      MALAYDESH has reportedly identified the Indian-manufactured Tejas light combat aircraft to replace its current fleet of MiG-29 fighter jets and is believed to be in advanced negotiations to firm up its procurement.
      --------
      PRANK TURKI = PRANK YAVUZ
      PRANK MKE : The Malonnn Ministry of Defence has reportedly reviewing its planned acquisition of Yavuz 155mm
      --------
      PRANK FRANCE - PRANK NEXTER : LoI is signed during day three of DSA 2016. 20 units are to be supplied, which include the supporting vehicles, and will boost the Malonnn Army's firepower inventory
      --------
      PRANK INDONESIA - PRANK PT PAL : "The contract with Malonn’s Navy will be inked next August. There is a possibility that they will order more than one MRSS.
      --------
      PRANK FRANCE - PRANK DASSAULT : Malonn, which wants to buy up to 18 combat planes in a deal potentially worth more than USD2 billion, is now talking to only one supplier, France's Dassault Aviation, about its Rafale jets,
      --------
      PRANK SLOVAKIA - PRANK KDS : Malonn is expected to conclude a deal with Slovakia for the supply of EVA 155mm
      --------
      PRANK CHINA-PRANK KS-1A
      MalAYDEWH has agreed in principle to purchase medium-range missiles from China, which in return will transfer technology on very short-range air defence to the country, Deputy Prime Minister Najib Razak said Tuesday
      --------
      PRANK UN-PRANK IAG
      Malaydesg dikenakan sanksi oleh PBB terkait penggantian biaya operasional kendaraan, karena sembilan IAG Guardians yang dikerahkannya tidak memenuhi persyaratan ini

      Hapus
    2. IDN : SIPRI SHOPPING VERSUS MY : SIPRI KOSONG
      IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
      IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
      ---------
      JVC INDONESIA TURKI.....
      60 SET TB3
      9 SET AKINCI
      Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set yang akan mendukung strategi penguatan industri kedirgantaraan dan kemandirian pertahanan nasional.
      ---------
      JV INDONESIA TURKEY
      ASELSAN DAN ROKETSAN ...........
      SARP
      CENK
      FCS
      DATA LINK
      SUNGUR
      CAKIR
      MAM-L
      UAV
      TANK
      Turkish defence firms Aselsan and Roketsan have signed strategic agreements for defence industry transfers with Indonesia under the leadership of Türkiye’s Presidency of Defence Industries (SSB) in Jakarta.
      Turkish defence firm representatives and Indonesian President-elect and Defence Minister Prabowo Subianto met in the Indonesian capital on Monday, marking a “historic moment reflecting the strong ties between Türkiye and Indonesia,” said Haluk Gorgun, president of the SSB.
      In scope of the agreements, Aselsan’s remote controlled stabilised weapon system “SARP,” the four-dimensional search radar “CENK,” the Fire Control System, and the firm’s Data Link will be provided to Indonesia, in addition to Roketsan’s air defence missile system “SUNGUR,” the cruise missile “CAKIR,” and the smart micro munition “MAM-L.”
      Additionally, memorandums of understanding on the transfers of unmanned surface vehicles, tank modernisation, and missile system maintenance were signed
      ---------
      Indonesia and Turkey have collaborated on missile development and purchases, including air defense missiles, cruise missiles, and fast missile boats.
      Missile development
      • Kaplan APC
      A new armored personnel carrier (APC) that can accommodate up to 13 people. The APC will be manufactured in Turkey, with the second and subsequent APCs manufactured in Indonesia.
      • Joint production of anti-ship cruise missiles
      Turkey and Indonesia are collaborating to jointly produce anti-ship cruise missiles in Indonesia.
      Missile purchases
      • ATMACA missiles
      The Turkish company Rocketsan supplied ATMACA missiles to Indonesia to modernize the armaments of Indonesian Navy warships.
      • SUNGUR air defense missile system
      The Turkish defense company Roketsan will supply Indonesia with the SUNGUR air defense missile system.
      • ÇAKIR cruise missile
      The Turkish defense company Roketsan will supply Indonesia with the ÇAKIR cruise missile.
      Fast missile boats
      • The Indonesian Ministry of Defense purchased two combat mission fast missile boats (NB74 and NB75) from TAIS, a consortium of five Turkish shipyards. The boats are armed with anti-ship missiles, gun or torpedoes
      ---------
      NEW COLLABORATIONS FROM ASELSAN IN INDONESIA
      ASELSAN President & CEO Ahmet Akyol announced that new agreements have been signed with Indonesia in line with ASELSAN's growth objectives for 2030, centered on expanding its global reach.
      During an official visit to Indonesia led by the Turkish Presidency of Defence Industries (SSB), strategic agreements related to defense industry transfers were signed, which represents a significant step for reinforcing ASELSAN’s presence in the Asia-Pacific region.
      In frame of the agreements, the two countries have formalized strategic deals involving the use of ASELSAN’s Remote-Controlled Stabilized Weapon System SARP, 4D Search Radar CENK, Naval Gun Fire Control System, Air Defence Missile Fire Control System (FCS) and Missile Data Link by Indonesia

      Hapus
    3. CUKUP 1 JAKARTA .......
      1 KOTA MENGALAHKAN 1 NEGARA MALAYDESH
      1 KOTA MENGALAHKAN 1 NEGARA MALAYDESH
      1 KOTA MENGALAHKAN 1 NEGARA MALAYDESH
      -
      PERBANDINGAN SKALA: SATU KOTA MELAMPAUI SATU NEGARA
      Analisis PDB PPP (Purchasing Power Parity) 2025/2026 mengungkap fakta mengejutkan:
      Jakarta: US$ 1,7 Triliun. Sebagai pusat finansial Indonesia (peringkat 6 ekonomi dunia), Jakarta mengonsentrasikan produktivitas yang sangat masif dalam satu wilayah administratif.
      -
      Malaydesh: US$ 1,34 Triliun. Secara keseluruhan nasional, volume ekonomi riil Malaydesh justru berada di bawah pencapaian satu kota Jakarta.
      -
      Implikasi: Jakarta telah menjelma menjadi "Mega City-State" yang kekuatan belanjanya lebih besar daripada gabungan 13 negara bagian di Malaydesh.---------------------------------
      🪖 ARMY GAPS
      THE MALAYDESH N ARMY REMAINS HEAVILY MANPOWER-BASED BUT LACKS MODERN HEAVY FIREPOWER AND AIR DEFENSE.
      Current Situation
      • Armored vehicles:
      o Still uses Condor APCs (1980s).
      o AV8 Gempita (modern, joint Malaydesh n-Turkish design) introduced but in limited numbers.
      • Artillery: Mix of old towed guns and some self-propelled howitzers; lacks long-range precision systems.
      • Air defense:
      o Only short-range MANPADS (Igla, Starstreak).
      o No medium or long-range SAMs (surface-to-air missiles).
      • Helicopters: Slow delivery of light attack helicopters (MD530G).
      Problems
      • Army lacks modern combined-arms capability (armor + artillery + air defense).
      • Vulnerable to airstrikes, drones, and missile attacks because of weak air defense.
      • Heavy reliance on light infantry → good for counterinsurgency, weak in high-intensity warfare.
      Regional Comparison
      • Singapore: Fully mechanized army with Leopard 2 tanks, modern artillery, HIMARS rocket systems, and I-Hawk SAMs.
      • Indonesia: Leopard 2 tanks, CAESAR howitzers, NASAMS air defense.
      • Thailand: VT-4 tanks from China, Gripen air cover, strong artillery.
      👉 Malaydesh ’s Risk: In a conventional war, the Malaydesh n Army could not sustain modern combined-arms warfare and would rely on defensive, guerrilla-style tactics.
      ---------------------------------
      🪖 ARMY GAPS — VULNERABLE TO MODERN COMBINED-ARMS WARFARE
      Malaydesh ’s Current Situation
      • Armored Vehicles
      o Still operates Condor APCs (1980s).
      o New AV8 Gempita (Turkish FNSS partnership) in service, but deliveries are slow and numbers limited.
      • Artillery & Firepower
      o Mix of old towed artillery and a few self-propelled systems.
      o No modern Multiple Launch Rocket Systems (MLRS) compared to neighbors.
      • Air Defense
      o Extremely weak: relies mainly on MANPADS (Igla, Starstreak) for short-range defense.
      o No medium or long-range SAMs, leaving Malaydesh n forces and infrastructure vulnerable to modern air strikes.
      • Infantry
      o Professional and experienced (notably in counterinsurgency), but under-equipped for high-intensity, modern warfare.
      Regional Comparison
      • Singapore: Strong mechanized force, Leopard 2 tanks, advanced artillery (PzH2000), Iron Dome-derived air defense.
      • Indonesia: Expanding heavy armor, artillery, and air defense systems (NASAMS, S-300, etc.).
      • Thailand: Upgrading tanks and artillery with Chinese and Ukrainian systems.
      Implications
      • In a high-intensity war, Malaydesh n Army units would struggle against modern mechanized forces.
      • Lack of air defense means Malaydesh cannot protect key bases, cities, or troops from airstrikes or drones.
      • Malaydesh risks being confined to low-intensity operations (counterinsurgency, peacekeeping), while lacking credibility in regional conflicts.

      Hapus
    4. 1 KOTA MENANG ......
      1 KOTA US$ 1,7 Triliun VS 1NEGARA mencapai US$ 1,34 Triliun.
      1 KOTA US$ 1,7 Triliun VS 1NEGARA mencapai US$ 1,34 Triliun.
      1 KOTA US$ 1,7 Triliun VS 1NEGARA mencapai US$ 1,34 Triliun.
      -
      Data PDB PPP mengungkap perbedaan volume ekonomi yang sangat mencolok:
      Jakarta (1 Kota): US$ 1,7 Triliun. Jakarta bukan lagi sekadar pusat administrasi, melainkan mesin ekonomi global yang mengonsentrasikan sirkulasi modal Indonesia (Peringkat 6 ekonomi dunia).
      -
      Malaydesh (1 Negara): US$ 1,34 Triliun. Gabungan dari 13 negara bagian ini secara volume riil kalah dari produktivitas satu wilayah kota di Indonesia.
      -
      Analisis: Jakarta memiliki daya beli dan output ekonomi yang lebih besar daripada seluruh wilayah kedaulatan federal Malaydesh.
      ---------------------------------
      1. ✈️ REDUCED AIR POWER — FALLING BEHIND REGIONAL PEERS
      Malaydesh ’s Current Situation
      • Fighter Jets
      o Sukhoi Su-30MKM (18 units, delivered 2007–2009): Capable multirole jets, but maintenance is costly and availability rates are low (reports suggest sometimes only half are operational).
      o F/A-18D Hornets (8 units, delivered 1997): Reliable but aging; spare parts are harder to source.
      o MiG-29s were retired in 2017 due to high costs and obsolescence.
      • Maritime Patrol & AEW (Airborne Early Warning): Malaydesh lacks modern long-range surveillance aircraft, relying on small Beechcraft King Air planes. This leaves huge blind spots in maritime and airspace monitoring.
      • LCA Program: Malaydesh signed a deal for FA-50 Light Combat Aircraft (South Korea) in 2023, but deliveries only start in 2026.
      Regional Comparison
      • Singapore
      o Already operates F-15SG (advanced Strike Eagle variant).
      o Purchased F-35B stealth fighters (delivery in late 2020s).
      o Has advanced AEW&C aircraft (G550 CAEW).
      o Clear qualitative superiority.
      • Indonesia
      o Acquiring 42 Rafale multirole fighters (first deliveries around 2026).
      o Operates modern Sukhoi Su-27/30 and is buying F-15EX.
      • Thailand
      o Operates Gripen C/D fighters with Saab 340 AEW, giving them a networked advantage.
      • Philippines (often weaker)
      o Buying F-16Vs or Gripen for modernization.
      Implications
      • Malaydesh risks being outmatched in air combat by all its immediate neighbors (except currently the Philippines).
      • Limited surveillance and patrol aircraft mean Malaydesh cannot monitor its skies or EEZ effectively.
      • Without new MRCA (Multi-Role Combat Aircraft) acquisitions, Malaydesh may lose deterrence credibility in the region.
      ---------------------------------
      🚢 NAVAL WEAKNESS — STRUGGLES TO PROTECT ITS EEZ FROM CHINA
      Malaydesh ’s Current Situation
      • Fleet Composition
      o 2 Lekiu-class frigates (1990s).
      o 2 Kasturi-class corvettes (1980s).
      o 2 Scorpène-class submarines (delivered 2009, but high maintenance costs).
      o Several patrol vessels, many aging and under-armed.
      • Littoral Combat Ship (LCS) Program
      o Planned 6 modern Gowind-class ships.
      o As of 2025: 0 delivered, due to scandal and delays.
      • Maritime Domain Awareness
      o Limited long-range radar coverage and maritime patrol aircraft.
      Threats in EEZ
      • South China Sea (SCS):
      o China regularly sends coast guard and naval vessels into Malaydesh ’s Exclusive Economic Zone (EEZ), especially around Luconia Shoals and James Shoal.
      o Chinese vessels are larger, more heavily armed, and often operate in groups.
      • Strait of Malacca:
      o World’s busiest sea lane.
      o Piracy, smuggling, and illegal fishing require constant patrols.
      Regional Comparison
      • Singapore: Has modern Formidable-class frigates, Independence-class littoral ships, submarines, and a strong modernization pace.
      • Indonesia: Expanding its navy with new frigates and submarines (Nagapasa-class).
      • Thailand: Operates Chinese-built frigates and even purchased a Yuan-class submarine (yet to be delivered).
      Implications
      • Malaydesh cannot effectively patrol its EEZ or deter Chinese incursions.
      • Without the LCS, the RMN lacks modern surface combatants.
      • Risk: Malaydesh becomes the weak link in the South China Sea dispute, dependent on diplomacy and allies instead of naval power

      Hapus
  41. BUKTI KEADAAN EKONOMI INDIANESIA TAK BAIK BAIK SAJA guys..... HAHAHAHHA



    Utang Pinjol Warga RI Tembus Rekor Rp100 Triliun, Mulai Banyak yang Gadai Barang

    https://www.suara.com/bisnis/2026/04/06/121621/utang-pinjol-warga-ri-tembus-rekor-rp100-triliun-mulai-banyak-yang-gadai-barang

    BalasHapus
    Balasan
    1. KASIAN MALAYDESH = PAMER TCAS NAVIGASI DASAR ......
      TCAS = PESAWAT | DRONE | HELIKOPTER
      TCAS = PESAWAT | DRONE | HELIKOPTER
      TCAS = PESAWAT | DRONE | HELIKOPTER
      -
      PENGGUNA UTAMA TCAS DI SELURUH DUNIA:
      1. Penerbangan Sipil (Komersial & Bisnis)
      Berdasarkan aturan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), TCAS II (versi terbaru) wajib dipasang pada:
      Maskapai Penerbangan Internasional: Semua pesawat jet komersial besar yang membawa lebih dari 19 penumpang atau memiliki berat lepas landas maksimum (MTOM) di atas 5.700 kg (12.600 lbs).
      Pesawat Kargo: Semua pesawat kargo berukuran sedang hingga besar.
      Penerbangan Bisnis (Private Jet): Jet bisnis kelas menengah hingga atas (seperti seri Gulfstream, Bombardier, dan Dassault Falcon) yang sering terbang di ruang udara padat.
      Helikopter Layanan Darurat: Helikopter medis (HEMS) atau pencarian dan penyelamatan (SAR) yang beroperasi di ketinggian rendah sering menggunakan TCAS I untuk kesadaran situasional.
      -
      2. Penerbangan Militer
      Militer menggunakan TCAS terutama saat terbang di ruang udara sipil atau saat latihan bersama untuk memastikan keselamatan:
      Pesawat Angkut Militer: Contohnya Lockheed C-130 Hercules dan Boeing C-17 Globemaster III.
      Pesawat Pengintai & AWACS: Seperti Boeing E-3 Sentry dan Northrop Grumman E-2 Hawkeye.
      Pesawat Tanker Bahan Bakar: Seperti Airbus A330 MRTT dan Boeing KC-46 Pegasus.
      Jet Latih: Banyak jet latih modern yang dilengkapi TCAS untuk melindungi pilot siswa.
      -
      3. Drone dan Sistem Tanpa Awak (UAS/UAV)
      Drone tidak selalu memiliki TCAS karena keterbatasan ukuran dan daya, namun adopsi sistem ini mulai meningkat pada kategori berikut:
      Drone Militer Kelas MALE/HALE: Drone besar seperti MQ-9 Reaper, MQ-1 Predator, dan RQ-4 Global Hawk dilengkapi dengan sistem serupa TCAS (ACAS Xu) agar bisa beroperasi dengan aman di ruang udara bersama pesawat berawak.
      Drone Logistik & Pengiriman: Perusahaan seperti Amazon Prime Air dan Zipline mulai menguji integrasi sistem deteksi dan penghindaran (DAA) yang kompatibel dengan standar TCAS/ACAS.
      UAV Pengawas Perbatasan: Digunakan oleh instansi seperti US Customs and Border Protection untuk misi pengawasan jangka panjang.
      International Trade Administration (.gov) +2
      -
      4. Produsen Sistem TCAS (Penyedia Teknologi)
      Sistem ini diproduksi oleh perusahaan avionik besar yang digunakan oleh pengguna di atas:
      Honeywell (BendixKing): Pemimpin pasar untuk sistem TCAS/ACAS.
      Garmin: Populer untuk instalasi pada pesawat penerbangan umum dan drone menengah.
      Collins Aerospace: Menyediakan sistem terintegrasi untuk maskapai dan militer.
      L3Harris: Fokus pada solusi surveillance terintegrasi.
      --------------------------------
      1. MQ-9 Reaper (General Atomics)
      MQ-9 Reaper adalah salah satu UCAV pertama yang secara aktif mengintegrasikan sistem Detect and Avoid (DAA) yang mencakup fungsi TCAS II.
      -
      2. MQ-4C Triton (Northrop Grumman)
      Meskipun lebih difokuskan untuk pengintaian maritim (ISR), Triton adalah UAV besar yang menggunakan sistem serupa TCAS untuk keselamatan navigasi di jalur penerbangan internasional.
      -
      3. EuroMALE / Eurodrone (Airbus/Leonardo/Dassault)
      Proyek UCAV masa depan Eropa ini dirancang sejak awal untuk mematuhi aturan navigasi udara sipil di Eropa.
      -
      4. MQ-25 Stingray (Boeing)
      Drone pengisi bahan bakar tak berawak milik Angkatan Laut AS ini beroperasi di sekitar kapal induk dan pesawat tempur berawak.
      -
      5. Bayraktar TB2 / Akıncı (Baykar Tech)
      Drone buatan Turki ini menggunakan sistem ADS-B (Automatic Dependent Surveillance-Broadcast) yang merupakan komponen pendukung utama TCAS.
      -
      6. Anka-S (buatan Turkish Aerospace Industries/TAI) dilengkapi dengan sistem TCAS (Traffic Collision Avoidance System)
      Integrasi Avionik: TCAS pada Anka-S merupakan bagian dari paket avionik canggih yang juga mencakup sistem IFF (Identification Friend or Foe), antena komunikasi satelit (SATCOM) untuk kendali jarak jauh melampaui garis pandang (Beyond Line of Sight), dan komputer kontrol penerbangan otonom.

      Hapus
    2. PERBANDINGAN PDB PPP (DAYA BELI RIIL) = SUMBER : IMF DAN WORLDBANK
      Indonesia $5,69 T vs Vietnam $1,89 T : 3,01x lebih besar
      Indonesia $5,69 T vs Filipina $1,87 T : 3,04x lebih besar
      Indonesia $5,69 T vs Thailand $1,85 T : 3,07x lebih besar
      Indonesia $5,69 T vs Malaydesh $1,34 T : 4,24x lebih besar
      Indonesia $5,69 T vs Singapura $0,85 T : 6,69x lebih besar
      --------------------------------
      PERBANDINGAN PDB NOMINAL (NILAI PASAR) = SUMBER : IMF DAN WORLDBANK
      Indonesia $1,69 T vs Thailand $0,58 T : 2,91x lebih besar
      Indonesia $1,69 T vs Singapura $0,53 T : 3,18x lebih besar
      Indonesia $1,69 T vs Filipina $0,51 T : 3,31x lebih besar
      Indonesia $1,69 T vs Vietnam $0,49 T : 3,44x lebih besar
      Indonesia $1,69 T vs Malaydesh $0,46 T : 3,67x lebih besar
      --------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. Malaydesh 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      Sumber: IMF Global Debt Database (Government Debt)
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. Malaydesh 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      ---------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malaydesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Hutang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      SUMBER :
      BNM | MOF | Statista/Trading Economics
      --------------------------------
      Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 69.0
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALAYDESH PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malaydesh.

      Hapus
    3. CUKUP 1 JAKARTA .......
      1 KOTA MENGALAHKAN 1 NEGARA MALAYDESH
      1 KOTA MENGALAHKAN 1 NEGARA MALAYDESH
      1 KOTA MENGALAHKAN 1 NEGARA MALAYDESH
      -
      PERBANDINGAN SKALA: SATU KOTA MELAMPAUI SATU NEGARA
      Analisis PDB PPP (Purchasing Power Parity) 2025/2026 mengungkap fakta mengejutkan:
      Jakarta: US$ 1,7 Triliun. Sebagai pusat finansial Indonesia (peringkat 6 ekonomi dunia), Jakarta mengonsentrasikan produktivitas yang sangat masif dalam satu wilayah administratif.
      -
      Malaydesh: US$ 1,34 Triliun. Secara keseluruhan nasional, volume ekonomi riil Malaydesh justru berada di bawah pencapaian satu kota Jakarta.
      -
      Implikasi: Jakarta telah menjelma menjadi "Mega City-State" yang kekuatan belanjanya lebih besar daripada gabungan 13 negara bagian di Malaydesh.
      --------------------------------
      PERBANDINGAN PDB PPP (DAYA BELI RIIL) = SUMBER : IMF DAN WORLDBANK
      Indonesia $5,69 T vs Vietnam $1,89 T : 3,01x lebih besar
      Indonesia $5,69 T vs Filipina $1,87 T : 3,04x lebih besar
      Indonesia $5,69 T vs Thailand $1,85 T : 3,07x lebih besar
      Indonesia $5,69 T vs Malaydesh $1,34 T : 4,24x lebih besar
      Indonesia $5,69 T vs Singapura $0,85 T : 6,69x lebih besar
      --------------------------------
      PERBANDINGAN PDB NOMINAL (NILAI PASAR) = SUMBER : IMF DAN WORLDBANK
      Indonesia $1,69 T vs Thailand $0,58 T : 2,91x lebih besar
      Indonesia $1,69 T vs Singapura $0,53 T : 3,18x lebih besar
      Indonesia $1,69 T vs Filipina $0,51 T : 3,31x lebih besar
      Indonesia $1,69 T vs Vietnam $0,49 T : 3,44x lebih besar
      Indonesia $1,69 T vs Malaydesh $0,46 T : 3,67x lebih besar
      --------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      Sumber: IMF Global Debt Database (Government Debt)
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. Malaydesh 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      ---------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malaydesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Hutang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      SUMBER :
      BNM | MOF | Statista/Trading Economics
      --------------------------------
      Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 69.0
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALAYDESH PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malaydesh.

      Hapus
  42. eittt pulang dari Jepang Putih & KPOP
    bawa DOLAR...$ 35 biliun dolar haha!🤑💰🤑

    kalo pm seblah malah kesini, pasti ngarep sedekah beras paling tuch haha!🤭😋😤

    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    Oleh-oleh Investasi Rp574 Triliun! dari Jepang Korea
    https://youtube.com/watch?v=sq03dfbJTOE&pp=ygUXUHJhYm93byBrb21pdG1lbiBiaXNuaXPSBwkJ2QoBhyohjO8%3D

    BalasHapus
  43. TUNDUK BRITISH
    JAGA BUCKINGHAM
    JAGA BUCKINGHAM
    JAGA BUCKINGHAM
    Tugasan untuk berkawal di istana berusia lebih 250 tahun itu digalas penuh rasa tanggungjawab oleh setiap anggota RAMD. MALAYDESH yang pernah dijajah British pada suatu masa dahulu diiktiraf kerana mempunyai barisan tentera yang berketrampilan,
    -
    TUNDUK BRITISH
    NGEMIS MERDEKA
    NGEMIS MERDEKA
    GIVEAWAY BY UK
    The effort for independence was spearheaded by Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj, the first Prime Minister of MALAYDESH , who led a delegation of ministers and political leaders of Malaya in negotiations with the British in London for Merdeka
    -
    TUNDUK BRITISH
    NGEMIS BENDERA
    NGEMIS BENDERA
    BENDERA DISETUJUI UK
    The final version of the Malayan flag was approved by king George VI on 19 May 1950 and was first raised in front of the Sultan of Selangor's residence on 26 May 1950. On 31 August 1957, it was raised upon independence at Merdeka Square in place of the British Union Flag.
    -
    TUNDUK BRITISH
    TIRU BENDERA USA
    TIRU BENDERA USA
    TIRU BENDERA USA
    The current version has 14 stripes and a 14-pointed star. Yellow is a royal colour in MALAYDESH , and red, white, and blue indicate the close association of the country with the Commonwealth. The flag design was also influenced by the flag of the United States.
    ---------------------------------
    BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
    Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
    -
    2018: FASE "OPEN DONASI"
    Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
    -
    2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
    Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
    -
    2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
    Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
    -
    2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
    -
    2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
    -
    2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
    Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
    -
    2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
    Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
    -
    2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
    Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
    -
    2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
    Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
    Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
    Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
    -
    SUMBER DATA RESMI:
    Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
    -
    Kementerian Kewangan MalayDESH (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).

    BalasHapus
  44. 90% BATUBARA MALAYDESH IMPOR INDONESIA...
    BLACKOUT = GELAP GULITA MALAYDESH
    BLACKOUT = GELAP GULITA MALAYDESH
    BLACKOUT = GELAP GULITA MALAYDESH
    -
    1. Ketergantungan Struktur Energi (Coal-Dependency)
    Malaydesh sangat bergantung pada batu bara untuk pembangkitan listriknya (mencapai 40-50% dari power mix). Masalah utamanya adalah:
    Impor Dominan: Malaydesh mengimpor sekitar 90% kebutuhan batu baranya, dan Indonesia adalah pemasok utama (lebih dari 60-70% pangsa pasar).
    Logistik Jarak Dekat: Kedekatan geografis dengan Indonesia membuat biaya angkut rendah. Jika pasokan ini diputus, mencari pengganti dari Australia atau Afrika Selatan akan memakan waktu lebih lama (3-4 minggu pelayaran) dan biaya jauh lebih mahal.
    ---------------------------------
    2. Studi Kasus: Krisis PLTU Manjung (Perak)
    PLTU Manjung adalah salah satu tulang punggung kelistrikan Malaydesh dengan kapasitas sekitar 4.100 MW.
    Konsumsi Masif: Dengan kebutuhan 10 juta ton per tahun, PLTU ini membutuhkan pengiriman tongkang/vessel secara kontinu.
    Stok Penyangga (Buffer Stock): Umumnya, pembangkit listrik hanya memiliki stok cadangan untuk 15-30 hari. Jika Indonesia menerapkan larangan ekspor mendadak (seperti Januari 2022), dalam 2 minggu pertama cadangan akan masuk ke level kritis.
    Dampak Blackout: Kegagalan fungsi di Manjung akan menyebabkan defisit daya di jaringan nasional (National Grid), memicu pemadaman bergilir di kawasan industri Selangor dan Kuala Lumpur.
    ---------------------------------
    3. Dampak Ekonomi dan Industri
    Jika "Blackout" terjadi dalam hitungan minggu:
    Sektor Manufaktur: Industri semikonduktor dan sarung tangan karet (komoditas utama Malaydesh) akan berhenti beroperasi. Kerugian ekonomi bisa mencapai miliaran Ringgit per hari.
    Krisis Kepercayaan Investor: Ketidakpastian energi akan membuat investor asing ragu untuk menanamkan modal di sektor pusat data (Data Center) yang saat ini sedang tren di Malaydesh dan membutuhkan listrik 24/7 tanpa gangguan.
    ---------------------------------
    4. Posisi Tawar (Bargaining Power) Indonesia
    Kondisi ini menempatkan Indonesia pada posisi "Energy Superpower" di kawasan ASEAN:
    Diplomasi Energi: Indonesia dapat menggunakan kebijakan ekspor batu bara sebagai instrumen diplomasi atau alat tekan jika terjadi sengketa dagang atau politik.
    Domestic Market Obligation (DMO): Kebijakan Indonesia yang mengutamakan kebutuhan dalam negeri (PLN) sebelum ekspor adalah ancaman permanen bagi negara-negara tetangga yang tidak memiliki sumber daya mandiri.
    ---------------------------------
    5. Upaya Mitigasi Malaydesh
    Untuk menghindari ancaman ini, Malaydesh mulai melakukan:
    Diversifikasi Pemasok: Menambah kontrak dengan Australia dan Rusia, meskipun lebih mahal.
    Transisi Energi: Mempercepat proyek tenaga surya dan hidro, namun transisi ini membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk bisa menggantikan peran beban dasar (base load) dari batu bara.
    ---------------------------------
    2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
    Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
    1. Singapura 🇸🇬: 347%
    2. Malaydesh 🇲🇾: 224%
    3. Thailand 🇹🇭: 223%
    4. Vietnam 🇻🇳: 161%
    5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
    6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
    7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
    8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
    9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
    10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
    11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
    ---------------------------------
    2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
    Sumber: IMF Global Debt Database (Government Debt)
    1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
    2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
    3. Malaydesh 🇲🇾: 70,5%
    4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
    5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
    6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
    7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
    8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
    9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
    10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
    11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%

    BalasHapus
  45. 2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
    Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
    1. Singapura 🇸🇬: 347%
    2. Malaydesh 🇲🇾: 224%
    3. Thailand 🇹🇭: 223%
    4. Vietnam 🇻🇳: 161%
    5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
    6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
    7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
    8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
    9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
    10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
    11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
    ---------------------------------
    2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
    Sumber: IMF Global Debt Database (Government Debt)
    1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
    2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
    3. Malaydesh 🇲🇾: 70,5%
    4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
    5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
    6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
    7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
    8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
    9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
    10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
    11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
    ---------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
    2010: RM 407,1 Miliar
    2011: RM 456,1 Miliar
    2012: RM 501,6 Miliar
    2013: RM 547,7 Miliar
    2014: RM 582,8 Miliar
    2015: RM 630,5 Miliar
    2016: RM 648,5 Miliar
    2017: RM 686,8 Miliar
    2018: RM 1,19 Triliun
    2019: RM 1,25 Triliun
    2020: RM 1,32 Triliun
    2021: RM 1,38 Triliun
    2022: RM 1,45 Triliun
    2023: RM 1,53 Triliun
    2024: RM 1,63 Triliun
    2025: RM 1,71 Triliun
    2026: RM 1,79 Triliun
    -
    SUMBER :
    Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malaydesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
    --------------------------------_
    Hutang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
    2010: 150 miliar USD
    2011: 165 miliar USD
    2012: 180 miliar USD
    2013: 195 miliar USD
    2014: 210 miliar USD
    2015: 225 miliar USD
    2016: 240 miliar USD
    2017: 255 miliar USD
    2018: 270 miliar USD
    2019: 285 miliar USD
    2020: 300 miliar USD
    2021: 315 miliar USD
    2022: 330 miliar USD
    2023: 345 miliar USD
    2024: 360 miliar USD
    2025: 375 miliar USD
    -
    SUMBER :
    BNM | MOF | Statista/Trading Economics
    --------------------------------
    Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
    Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
    2010 = 52.4
    2011 = 51.8
    2012 = 53.3
    2013 = 54.7
    2014 = 55.0
    2015 = 55.1
    2016 = 52.7
    2017 = 51.9
    2018 = 52.5
    2019 = 52.4
    2020 = 62.0
    2021 = 63.3
    2022 = 60.2
    2023 = 64.3
    2024 = 70.4
    2025 = 69.0
    -
    SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
    --------------------------------
    DEFISIT FISKAL MALAYDESH PERIODE 2010–2025:
    2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
    2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
    2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
    2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
    2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
    2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
    2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
    2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
    2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
    2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
    2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
    2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
    2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
    2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
    2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
    2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
    -
    SUMBER:
    IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malaydesh.

    BalasHapus
  46. Kashiyan, Menteri Keuangan/MoF kita ketawain negri🎰kasino genting kl haha!🤣🤣🤣
    barusan KENSEL ART, minyak petrol, diesel, beras langsung NAIK🔥
    KTIPU GOMEN LAGI haha!🤥😋🤥
    Kahsiyan tarik utang lagiii
    ÷÷÷÷÷÷÷÷÷
    Purbaya Pamer Harga BBM RI Tak Naik di Tengah Perang: Kita Lebih Jago Dibanding Negara Tetangga!
    https://youtube.com/watch?v=9MvuoUiZ57Q

    BalasHapus
  47. LAWAK......HAHAHAHAHHA



    Cina akan Bantu Pendanaan Makan Bergizi Gratis, Pengamat: Utang Bisa jadi Ancaman

    https://www.tempo.co/ekonomi/cina-akan-bantu-pendanaan-makan-bergizi-gratis-pengamat-utang-bisa-jadi-ancaman-1169173

    BalasHapus
    Balasan
    1. TERHADAP GDP
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. Malaydesh 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      Sumber: IMF Global Debt Database (Government Debt)
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. Malaydesh 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      ----------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      ________________________________________
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
      ________________________________________
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
      ________________________________________
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      -
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah.


      Hapus
    2. 2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. Malaydesh 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      Sumber: IMF Global Debt Database (Government Debt)
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. Malaydesh 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      ----------------------------------
      20 NEGARA DENGAN GDP TERBESAR TAHUN 2025 BERDASARKAN PPP (PURCHASING POWER PARITY):
      1. Tiongkok – US$40,7 triliun
      2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
      3. India – US$17,6 triliun
      4. Rusia – US$7,19 triliun
      5. Jepang – US$6,74 triliun
      6. Indonesia – US$5,69 triliun
      7. Jerman – US$5,65 triliun
      8. Brasil – US$5,27 triliun
      9. Turki – US$3,91 triliun
      10. Meksiko – US$3,88 triliun
      11. Mesir – US$3,85 triliun
      12. Inggris – US$3,82 triliun
      13. Prancis – US$3,80 triliun
      14. Iran – US$3,74 triliun
      15. Pakistan – US$2,09 triliun
      16. Bangladesh – US$2,05 triliun
      17. Italia – US$2,04 triliun
      18. Vietnam – US$1,89 triliun
      19. Filipina – US$1,87 triliun
      20. Thailand – US$1,85 triliun
      -
      DAFTAR 20 NEGARA DENGAN GDP NOMINAL TERBESAR TAHUN 2025 :
      1. Amerika Serikat – US$30,34 triliun
      2. Tiongkok – US$19,90 triliun
      3. Jerman – US$5,36 triliun
      4. Jepang – US$4,46 triliun
      5. India – US$4,26 triliun
      6. Inggris – US$3,70 triliun
      7. Prancis – US$3,26 triliun
      8. Italia – US$2,56 triliun
      9. Brasil – US$2,52 triliun
      10. Kanada – US$2,49 triliun
      11. Rusia – US$2,48 triliun
      12. Korea Selatan – US$2,10 triliun
      13. Meksiko – US$1,99 triliun
      14. Spanyol – US$1,82 triliun
      15. Indonesia – US$1,69 triliun
      16. Australia – US$1,68 triliun
      17. Turki – US$1,34 triliun
      18. Arab Saudi – US$1,28 triliun
      19. Belanda – US$1,27 triliun
      20. Swiss – US$1,16 triliun



      Hapus
    3. MALAYDESH BBM NAIK TEROSSSSS ....
      PER MINGGU NAIK 70-80 SEN PER LITER
      PER MINGGU NAIK 70-80 SEN PER LITER
      PER MINGGU NAIK 70-80 SEN PER LITER
      ---------------------------------
      Kenaikan Berturut-turut: Harga BBM nonsubsidi dilaporkan terus merangkak naik dalam periode mingguan. Pada pertengahan Maret 2026, harga RON97 naik sekitar 60 hingga 80 sen per liter.
      -
      Harga Menembus Rekor: Bensin nonsubsidi bahkan sempat menyentuh angka hampir Rp17.000 per liter pada pertengahan bulan, dan terus naik hingga menembus level Rp22.023 per liter untuk jenis tertentu pada akhir Maret 2026.
      -
      Keluhan Warga: Masyarakat Malaydesh mulai mengeluhkan beban biaya hidup yang semakin berat akibat kenaikan ini. Beberapa kelompok pemuda bahkan sempat melakukan aksi protes untuk menuntut pembatalan pengurangan subsidi.
      -
      Frekuensi Tinggi: Dalam kurun waktu dua hingga tiga minggu, penyesuaian harga dilakukan berulang kali (bisa mingguan atau setiap beberapa hari), bukan sebulan sekali seperti biasanya.
      -
      Akumulasi Biaya: Meskipun angka 70-80 sen mungkin terlihat kecil secara satuan, namun jika terjadi setiap minggu, total kenaikannya akan terasa berat bagi konsumen dalam satu bulan.
      -
      Pemicu Eksternal: Biasanya, kondisi ini terjadi karena harga minyak mentah dunia yang sedang sangat fluktuatif atau nilai tukar mata uang yang melemah tajam secara terus-menerus.
      -
      BBM Nonsubsidi: Kenaikan ini hanya berlaku pada jenis bahan bakar khusus (seperti Pertamax Series atau Dex Series) yang harganya memang mengikuti mekanisme pasar, berbeda dengan BBM subsidi yang harganya dijaga pemerintah.
      ---------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malaydesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Hutang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      SUMBER :
      BNM | MOF | Statista/Trading Economics
      --------------------------------
      Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 69.0
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALAYDESH PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malaydesh.

      Hapus
    4. 1 NEGARA KALAH .....
      1 KOTA VS 13 NEGARA BAGIAN (1 NEGARA)
      1 KOTA VS 13 NEGARA BAGIAN (1 NEGARA)
      1 KOTA VS 13 NEGARA BAGIAN (1 NEGARA)
      -
      Perbandingan Skala: "1 Kota vs 13 Negara Bagian" PDB PPP (Purchasing Power Parity) :
      Jakarta (1 Kota): Memiliki volume ekonomi sebesar US$ 1,7 Triliun. Jakarta adalah pusat sirkulasi uang Indonesia yang mencakup 70% dari total perputaran nasional.
      -
      Malaydesh (1 Negara): Memiliki volume ekonomi riil sebesar US$ 1,34 Triliun (gabungan dari seluruh negara bagian).
      -
      Analisis: Jakarta secara mandiri memiliki daya beli dan output ekonomi yang lebih besar daripada gabungan seluruh wilayah federal Malaydesh. Ini menempatkan Jakarta setara dengan kekuatan ekonomi negara-negara G20.
      --------------------------------------------------
      THE PROCUREMENT PROCESS FOR MALAYDESH ARMED FORCES IS WIDELY CRITICIZED FOR BEING INEFFICIENT AND OPAQUE, LEADING TO A SERIES OF HIGH-PROFILE SCANDALS, SIGNIFICANT FINANCIAL WASTE, AND SERIOUS GAPS IN MILITARY READINESS. THIS SYSTEMIC PROBLEM IS ROOTED IN A LACK OF TRANSPARENCY, POLITICAL INTERFERENCE, AND A RELIANCE ON INDIRECT ACQUISITION METHODS.
      1. The "Middleman" System
      A key issue is the heavy reliance on agents, middlemen, and politically connected individuals to facilitate defense contracts. This practice often bypasses open tender processes, which are designed to ensure transparency and competition.
      • Inflated Costs: These middlemen typically charge hefty commissions, inflating the final price of military assets. This was a point of public concern by King Sultan Ibrahim, who stated that such practices lead to buying "nonsense" that is overpriced and ill-suited for the military's actual needs.
      • Inadequate Equipment: Since the procurement is driven by commercial interests rather than by the end-user (the military), the equipment acquired may not be the most suitable or effective for its intended purpose.
      ________________________________________
      2. High-Profile Scandals and Delays
      The most infamous example of a failed procurement is the Littoral Combat Ship (LCS) program.
      • Massive Delays and Cost Overruns: The program, valued at RM9 billion, was meant to deliver six modern frigates to the Royal Malaydesh Navy (RMN). Despite paying over RM6 billion, not a single ship has been delivered. The project is years behind schedule and has been plagued by allegations of mismanagement and corruption.
      • Financial Misappropriation: Investigations have revealed that a significant portion of the allocated funds was used for other purposes, with some estimates pointing to hundreds of millions of ringgit in financial irregularities. .
      • Impact on Readiness: The failure of the LCS program has left the RMN with a dangerously aging fleet. Many of its vessels are over 40 years old, leading to higher maintenance costs and lower operational readiness rates.
      ________________________________________
      3. Lack of Transparency and Accountability
      The defense procurement process is shrouded in secrecy, which makes it difficult to hold officials accountable for failures.
      • Direct Negotiations: The majority of large defense contracts are awarded through direct negotiation rather than open bidding, which limits public and parliamentary oversight.
      • Limited Audits: While audit reports exist, their recommendations are often not implemented. This was highlighted in a recent Auditor-General's report, which found serious delays, weak oversight, and millions of ringgit in uncollected penalties from contractors.
      • Political Interference: Declassified reports on the LCS scandal revealed that key decisions, such as the choice of ship design, were made by political leaders against the recommendations of the navy, the end-user. This kind of political interference compromises the military's ability to make sound, strategic decisions.


      Hapus
    5. CUKUP 1 JAKARTA .......
      1 KOTA MENGALAHKAN 1 NEGARA MALAYDESH
      1 KOTA MENGALAHKAN 1 NEGARA MALAYDESH
      1 KOTA MENGALAHKAN 1 NEGARA MALAYDESH
      -
      PERBANDINGAN SKALA: SATU KOTA MELAMPAUI SATU NEGARA
      Analisis PDB PPP (Purchasing Power Parity) 2025/2026 mengungkap fakta mengejutkan:
      Jakarta: US$ 1,7 Triliun. Sebagai pusat finansial Indonesia (peringkat 6 ekonomi dunia), Jakarta mengonsentrasikan produktivitas yang sangat masif dalam satu wilayah administratif.
      -
      Malaydesh: US$ 1,34 Triliun. Secara keseluruhan nasional, volume ekonomi riil Malaydesh justru berada di bawah pencapaian satu kota Jakarta.
      -
      Implikasi: Jakarta telah menjelma menjadi "Mega City-State" yang kekuatan belanjanya lebih besar daripada gabungan 13 negara bagian di Malaydesh.
      --------------------------------------------------
      ⚔️ Key Problems of the Malaydesh n Armed Forces
      ________________________________________
      1. Outdated Equipment → Modernization Delayed for Decades
      • Air Force (RMAF):
      o Retired MiG-29s in 2017 due to high costs.
      o Current frontline jets: Su-30MKM (2007) and F/A-18D Hornet (1997) — small fleet, aging, and expensive to maintain.
      o Still waiting for FA-50 light combat aircraft, deliveries only starting in 2026.
      o Weak surveillance capability → lacks modern maritime patrol aircraft and AWACS.
      • Navy (RMN):
      o Many ships date from the 1980s–90s (Lekiu-class frigates, Kasturi-class corvettes).
      o Only 2 Scorpène submarines, insufficient to cover Malaydesh vast waters.
      o Littoral Combat Ship (LCS) scandal froze modernization — billions spent, no ships delivered.
      • Army:
      o Still operates Condor APCs from the 1980s.
      o AV8 Gempita is modern but only partially deployed.
      o Lacks modern long-range artillery and medium/long-range air defense systems.
      Impact: The MAF has been stuck with aging platforms, while neighbors upgrade to Rafales, F-35s, Gripens, modern submarines, and frigates. Malaydesh risks being outclassed in any regional confrontation.
      ________________________________________
      2. Low Defense Budget → Insufficient for High-Tech Upgrades
      • Malaydesh spends only 1.0–1.5% of GDP on defense.
      o Singapore spends ~3%, Vietnam ~2.3%, Thailand ~1.5%.
      • Of this budget, more than half goes to salaries, pensions, and operations → leaving little for modernization.
      • Modern assets (jets, ships, submarines) require long-term investment, but Malaydesh often cuts or delays purchases due to economic pressures.
      • Example: MRCA fighter program (to replace MiG-29s) has been delayed for over a decade.
      Impact: Malaydesh cannot keep pace with regional military spending. Modernization becomes piecemeal, leaving gaps in readiness and deterrence.
      ________________________________________
      3. Maritime Security Challenges → China & Piracy Overstretch the Navy
      • South China Sea (SCS):
      o China’s Coast Guard and Navy frequently intrude into Malaydesh EEZ, especially around Luconia Shoals.
      o Malaydesh has overlapping maritime claims with China, Vietnam, and the Philippines.
      • Strait of Malacca:
      o One of the busiest shipping lanes in the world.
      o Vulnerable to piracy, smuggling, human trafficking, and illegal fishing.
      • Navy Limitations:
      o Small, aging fleet cannot patrol both SCS and Malacca Strait effectively.
      o Relies heavily on offshore patrol vessels (OPVs) that lack strong firepower.
      o Only 2 submarines → insufficient deterrent against China or other navies.
      Impact: Malaydesh struggles to enforce sovereignty over its waters. The Navy is stretched thin, unable to cover vast sea areas against both traditional (China) and non-traditional (piracy) threats.

      Hapus
  48. MoF kita JAGO Tahan Harga Minyak TAK NAIK & SHOPPING ASET BARUW haha!🦾😎🦾

    MoF/PMX negri🎰kasino semenanjing kl, JAGO KENSEL & PEMBUAL..
    kemaren Mengemis Minat, hari ini Batal haha!🤥🍌🤥

    BalasHapus
  49. MALAYDESH BBM NAIK TEROSSSSS ....
    PER MINGGU NAIK 70-80 SEN PER LITER
    PER MINGGU NAIK 70-80 SEN PER LITER
    PER MINGGU NAIK 70-80 SEN PER LITER
    ---------------------------------
    Kenaikan Berturut-turut: Harga BBM nonsubsidi dilaporkan terus merangkak naik dalam periode mingguan. Pada pertengahan Maret 2026, harga RON97 naik sekitar 60 hingga 80 sen per liter.
    -
    Harga Menembus Rekor: Bensin nonsubsidi bahkan sempat menyentuh angka hampir Rp17.000 per liter pada pertengahan bulan, dan terus naik hingga menembus level Rp22.023 per liter untuk jenis tertentu pada akhir Maret 2026.
    -
    Keluhan Warga: Masyarakat Malaydesh mulai mengeluhkan beban biaya hidup yang semakin berat akibat kenaikan ini. Beberapa kelompok pemuda bahkan sempat melakukan aksi protes untuk menuntut pembatalan pengurangan subsidi.
    -
    Frekuensi Tinggi: Dalam kurun waktu dua hingga tiga minggu, penyesuaian harga dilakukan berulang kali (bisa mingguan atau setiap beberapa hari), bukan sebulan sekali seperti biasanya.
    -
    Akumulasi Biaya: Meskipun angka 70-80 sen mungkin terlihat kecil secara satuan, namun jika terjadi setiap minggu, total kenaikannya akan terasa berat bagi konsumen dalam satu bulan.
    -
    Pemicu Eksternal: Biasanya, kondisi ini terjadi karena harga minyak mentah dunia yang sedang sangat fluktuatif atau nilai tukar mata uang yang melemah tajam secara terus-menerus.
    -
    BBM Nonsubsidi: Kenaikan ini hanya berlaku pada jenis bahan bakar khusus (seperti Pertamax Series atau Dex Series) yang harganya memang mengikuti mekanisme pasar, berbeda dengan BBM subsidi yang harganya dijaga pemerintah.
    ---------------------------------
    CNBC Indonesia
    Judul Laporan: "Harga BBM Malaydesh Naik Lagi, Bensin Non-Subsidi Tembus Rp22.023/Liter"
    Konteks: Menjelaskan rincian kenaikan harga RON97 yang menembus angka psikologis baru akibat fluktuasi pasar global.
    -
    Detik Finance
    Judul Laporan: "Parah! Harga BBM di Malaydesh Naik Dua Minggu Berturut-turut"
    Konteks: Melaporkan tren kenaikan mingguan dan keluhan warga Malaydesh terkait beban biaya hidup.
    -
    Antara News (Laporan Visual/YouTube)
    Judul Laporan: "Pemerintah Malaydesh Pangkas Kuota BBM Subsidi Mulai 1 April"
    Konteks: Berisi pernyataan Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengenai batasan kuota 200 liter per bulan untuk menjaga anggaran negara.
    -
    Kompas TV
    Judul Laporan: "Respon Warga Malaydesh Terhadap Kenaikan BBM Non-Subsidi"
    Konteks: Liputan mengenai aksi protes kelompok pemuda dan dampak ekonomi bagi masyarakat kelas menengah.
    -
    Kumparan Bisnis
    Judul Artikel: "Malaydesh Pangkas Kuota BBM Subsidi Mulai 1 April, Jatah Warga 200 Liter/Bulan"
    Konteks: Penjelasan detail mengenai mekanisme distribusi subsidi baru yang lebih ketat agar tepat sasaran.
    ---------------------------------
    2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
    Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
    1. Singapura 🇸🇬: 347%
    2. Malaydesh 🇲🇾: 224%
    3. Thailand 🇹🇭: 223%
    4. Vietnam 🇻🇳: 161%
    5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
    6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
    7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
    8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
    9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
    10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
    11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
    ---------------------------------
    2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
    Sumber: IMF Global Debt Database (Government Debt)
    1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
    2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
    3. Malaydesh 🇲🇾: 70,5%
    4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
    5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
    6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
    7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
    8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
    9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
    10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
    11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%


    BalasHapus
  50. RASIO HUTANG 70,5%
    PER MINGGU BBM NAIK 80 SEN
    -
    Titik Jenuh Subsidi: Mekanisme Pasar yang Agresif
    Kenaikan harga mingguan sebesar 70-80 sen dan harga RON97 yang menyentuh Rp22.023/liter mengindikasikan bahwa pemerintah tidak lagi melakukan intervensi harga pada produk nonsubsidi untuk melindungi konsumen dari fluktuasi global.
    Volatilitas Ekstrem: Penyesuaian harga dalam rentang waktu mingguan menunjukkan pasar energi sedang mengalami tekanan pasokan yang sangat tinggi, kemungkinan akibat penutupan jalur logistik global seperti Selat Hormuz.
    Transmisi Harga Langsung: Pemerintah membiarkan harga ritel mengikuti market parity price secara real-time untuk menghindari kerugian pada badan usaha penyalur energi.
    -
    Implikasi Utang: Ambang Batas Kemampuan Fiskal
    Dengan rasio utang pemerintah sebesar 70,5%, Malaydesh berada dalam posisi rentan karena:
    Peringkat Utang ASEAN: Posisi ketiga tertinggi di ASEAN (setelah Singapura dan Laos) membuat ruang gerak anggaran (fiscal space) menjadi sangat sempit.
    Biaya Pinjaman: Mempertahankan subsidi di tengah harga minyak dunia yang melonjak akan memaksa pemerintah menambah utang baru. Hal ini berisiko menurunkan credit rating negara dan meningkatkan beban bunga utang di masa depan.
    Efek Domino: Dana yang seharusnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur atau pendidikan terserap untuk membakar bensin di jalan raya.
    ---------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
    2010: RM 407,1 Miliar
    2011: RM 456,1 Miliar
    2012: RM 501,6 Miliar
    2013: RM 547,7 Miliar
    2014: RM 582,8 Miliar
    2015: RM 630,5 Miliar
    2016: RM 648,5 Miliar
    2017: RM 686,8 Miliar
    2018: RM 1,19 Triliun
    2019: RM 1,25 Triliun
    2020: RM 1,32 Triliun
    2021: RM 1,38 Triliun
    2022: RM 1,45 Triliun
    2023: RM 1,53 Triliun
    2024: RM 1,63 Triliun
    2025: RM 1,71 Triliun
    2026: RM 1,79 Triliun
    -
    SUMBER :
    Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malaydesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
    --------------------------------_
    Hutang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
    2010: 150 miliar USD
    2011: 165 miliar USD
    2012: 180 miliar USD
    2013: 195 miliar USD
    2014: 210 miliar USD
    2015: 225 miliar USD
    2016: 240 miliar USD
    2017: 255 miliar USD
    2018: 270 miliar USD
    2019: 285 miliar USD
    2020: 300 miliar USD
    2021: 315 miliar USD
    2022: 330 miliar USD
    2023: 345 miliar USD
    2024: 360 miliar USD
    2025: 375 miliar USD
    -
    SUMBER :
    BNM | MOF | Statista/Trading Economics
    --------------------------------
    Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
    Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
    2010 = 52.4
    2011 = 51.8
    2012 = 53.3
    2013 = 54.7
    2014 = 55.0
    2015 = 55.1
    2016 = 52.7
    2017 = 51.9
    2018 = 52.5
    2019 = 52.4
    2020 = 62.0
    2021 = 63.3
    2022 = 60.2
    2023 = 64.3
    2024 = 70.4
    2025 = 69.0
    -
    SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
    --------------------------------
    DEFISIT FISKAL MALAYDESH PERIODE 2010–2025:
    2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
    2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
    2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
    2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
    2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
    2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
    2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
    2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
    2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
    2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
    2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
    2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
    2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
    2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
    2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
    2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
    -
    SUMBER:
    IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malaydesh.


    BalasHapus
  51. MALAYDESH BBM NAIK TEROSSSSS ....
    PER MINGGU NAIK 70-80 SEN PER LITER
    PER MINGGU NAIK 70-80 SEN PER LITER
    PER MINGGU NAIK 70-80 SEN PER LITER
    ---------------------------------
    Kenaikan Berturut-turut: Harga BBM nonsubsidi dilaporkan terus merangkak naik dalam periode mingguan. Pada pertengahan Maret 2026, harga RON97 naik sekitar 60 hingga 80 sen per liter.
    -
    Harga Menembus Rekor: Bensin nonsubsidi bahkan sempat menyentuh angka hampir Rp17.000 per liter pada pertengahan bulan, dan terus naik hingga menembus level Rp22.023 per liter untuk jenis tertentu pada akhir Maret 2026.
    -
    Keluhan Warga: Masyarakat Malaydesh mulai mengeluhkan beban biaya hidup yang semakin berat akibat kenaikan ini. Beberapa kelompok pemuda bahkan sempat melakukan aksi protes untuk menuntut pembatalan pengurangan subsidi.
    -
    Frekuensi Tinggi: Dalam kurun waktu dua hingga tiga minggu, penyesuaian harga dilakukan berulang kali (bisa mingguan atau setiap beberapa hari), bukan sebulan sekali seperti biasanya.
    -
    Akumulasi Biaya: Meskipun angka 70-80 sen mungkin terlihat kecil secara satuan, namun jika terjadi setiap minggu, total kenaikannya akan terasa berat bagi konsumen dalam satu bulan.
    -
    Pemicu Eksternal: Biasanya, kondisi ini terjadi karena harga minyak mentah dunia yang sedang sangat fluktuatif atau nilai tukar mata uang yang melemah tajam secara terus-menerus.
    -
    BBM Nonsubsidi: Kenaikan ini hanya berlaku pada jenis bahan bakar khusus (seperti Pertamax Series atau Dex Series) yang harganya memang mengikuti mekanisme pasar, berbeda dengan BBM subsidi yang harganya dijaga pemerintah.
    ---------------------------------
    1. Kontras SIPRI 2025 & GFP 2026
    INDONESIA (Hegemon Regional): Menduduki peringkat 18 Dunia sebagai importir senjata terbesar. Berhasil mengamankan aset premium seperti Rafale F-4, PPA-L-Plus, A400M, dan Rudal Khan/Bora. Secara militer, tetap kokoh di peringkat 13 Dunia (No. 1 ASEAN).
    MALAYDESH (Salam Kosong): Absen total dari daftar SIPRI (Out List) selama 6 tahun berturut-turut. Peringkat kekuatan militer merosot ke posisi 42 Dunia (Peringkat 7 di ASEAN), secara resmi disalip oleh Filipina dan Myanmar.
    -
    2. Kelumpuhan Fiskal & Pembekuan Total 2026
    Ledakan Utang: Utang melonjak dari RM 407 Miliar (2010) ke proyeksi RM 1,79 Triliun (2026) dengan rasio PDB kritis 70,4%.
    Kebijakan Freeze: PM Anwar Ibrahim menghentikan seluruh pengadaan militer dan polisi akibat investigasi korupsi masif oleh MACC serta beban bunga utang (debt servicing) yang melumpuhkan ruang belanja negara.
    -
    3. Ketergantungan Vital pada Indonesia
    Indonesia kini berperan sebagai "Pemegang Saklar" kelangsungan hidup Malaydesh:
    Energi: Pasokan 23,97 Juta MT Batubara Indonesia menyokong 80% kelistrikan nasional mereka.
    Pangan: Impor darurat 500.000 Ton Beras dari BULOG Indonesia guna mengatasi Food Insecurity.
    Finansial: Petronas tercatat gagal bayar denda US$ 32,2 Juta kepada PGN Indonesia, memperkeruh stabilitas ekonomi bilateral.


    BalasHapus
  52. PDB PPP :
    1 KOTA JAKARTA US$ 1,7 Triliun versus 1 NEGARA MALAYDESH US$ 1,34 Triliun.
    1 KOTA JAKARTA US$ 1,7 Triliun versus 1 NEGARA MALAYDESH US$ 1,34 Triliun.
    1 KOTA JAKARTA US$ 1,7 Triliun versus 1 NEGARA MALAYDESH US$ 1,34 Triliun.
    ---------------------------------
    perbandingan kekuatan ekonomi Jakarta (DKI Jakarta) melawan Malaydesh (Malaydesh) berdasarkan data proyeksi PDB 2025/2026 dan realitas fiskal yang Anda sampaikan:
    1. Perbandingan Skala Ekonomi (PDB PPP)
    Jika Jakarta dianggap sebagai entitas ekonomi mandiri, kekuatannya sangat mengejutkan:
    Jakarta (Hub Nasional): Sebagai pusat perputaran uang (lebih dari 70% uang beredar di Indonesia ada di Jakarta), PDB PPP Jakarta diperkirakan melampaui angka US$ 1,5 - 1,7 Triliun pada 2025/2026.
    Malaydesh (Nasional): Berdasarkan data Anda, PDB PPP Malaydesh berada di angka US$ 1,34 Triliun.
    Analisis: Secara volume ekonomi riil (PPP), ekonomi satu kota Jakarta sudah melampaui ekonomi satu negara Malaydesh. Ini membuktikan konsentrasi kekayaan dan produktivitas Jakarta yang masif sebagai mesin utama ekonomi peringkat 6 dunia.
    ---------------------------------
    2. Kualitas Fiskal: Pendapatan vs Beban Utang
    Perbedaan mencolok terlihat pada bagaimana uang dikelola:
    Jakarta (Surplus & Mandiri): Jakarta memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sangat tinggi dengan rasio utang yang sangat rendah. Anggaran Jakarta digunakan untuk pembangunan infrastruktur masif (MRT, LRT, NSUP).
    Malaydesh (Gali Lubang Tutup Lubang): Seperti data Anda, 58% - 64% pinjaman baru Malaydesh habis hanya untuk membayar utang lama. Jakarta membangun aset, sementara Malaydesh membayar bunga.
    ---------------------------------
    3. Konsumsi dan Daya Beli
    Jakarta: Pusat konsumsi kelas menengah terbesar di Asia Tenggara. Daya beli warga Jakarta (PPP per kapita) jauh di atas rata-rata regional, didukung oleh sektor jasa, finansial, dan kantor pusat perusahaan global.
    Malaydesh: Tertekan oleh Utang Rumah Tangga (84,3% PDB). Setiap warga menanggung beban RM 82.000, yang secara otomatis melumpuhkan daya beli domestik dibandingkan warga Jakarta yang lebih "lincah" secara finansial.
    ---------------------------------
    4. Dominasi Infrastruktur vs Status "Sewa"
    Jakarta (Owner): Membangun dan memiliki infrastruktur transportasi dan utilitas secara mandiri melalui APBD dan penugasan BUMD (PT MRT, dll).
    Malaydesh (Renter): Data Anda menunjukkan Malaydesh harus menyewa kereta api (KTM) dari Cina selama 30 tahun (RM 10,7 Miliar). Ini menunjukkan Jakarta memiliki kedaulatan aset yang jauh lebih kuat daripada Malaydesh yang mulai beralih ke ekonomi berbasis sewa (leasing).
    ---------------------------------
    5. Kesimpulan Strategis
    Jakarta bukan lagi sekadar ibu kota, melainkan Negara Kota (City-State) dalam bentuk provinsi yang secara ekonomi sudah "mengalahkan" negara tetangganya.
    Jakarta: Fokus pada ekspansi infrastruktur dan penguatan kelas menengah.
    Malaydesh: Fokus pada survival fiskal dan restrukturisasi utang yang menggunung.
    ---------------------------------
    Analisis Akhir:
    Secara data, pernyataan bahwa Ekonomi Jakarta lebih besar dari Malaydesh adalah valid secara PPP. Jakarta adalah simbol "Indonesia yang Berlari", sementara Malaydesh adalah simbol "Negara yang Terhimpit Beban Masa Lalu".


    BalasHapus
  53. PDB PPP :
    1 KOTA JAKARTA US$ 1,7 Triliun versus 1 NEGARA MALAYDESH US$ 1,34 Triliun.
    1 KOTA JAKARTA US$ 1,7 Triliun versus 1 NEGARA MALAYDESH US$ 1,34 Triliun.
    1 KOTA JAKARTA US$ 1,7 Triliun versus 1 NEGARA MALAYDESH US$ 1,34 Triliun.
    ---------------------------------
    perbandingan kekuatan ekonomi Jakarta (DKI Jakarta) melawan Malaydesh (Malaydesh) berdasarkan data proyeksi PDB 2025/2026 dan realitas fiskal yang Anda sampaikan:
    1. Perbandingan Skala Ekonomi (PDB PPP)
    Jika Jakarta dianggap sebagai entitas ekonomi mandiri, kekuatannya sangat mengejutkan:
    Jakarta (Hub Nasional): Sebagai pusat perputaran uang (lebih dari 70% uang beredar di Indonesia ada di Jakarta), PDB PPP Jakarta diperkirakan melampaui angka US$ 1,5 - 1,7 Triliun pada 2025/2026.
    Malaydesh (Nasional): Berdasarkan data Anda, PDB PPP Malaydesh berada di angka US$ 1,34 Triliun.
    Analisis: Secara volume ekonomi riil (PPP), ekonomi satu kota Jakarta sudah melampaui ekonomi satu negara Malaydesh. Ini membuktikan konsentrasi kekayaan dan produktivitas Jakarta yang masif sebagai mesin utama ekonomi peringkat 6 dunia.
    ---------------------------------
    2. Kualitas Fiskal: Pendapatan vs Beban Utang
    Perbedaan mencolok terlihat pada bagaimana uang dikelola:
    Jakarta (Surplus & Mandiri): Jakarta memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sangat tinggi dengan rasio utang yang sangat rendah. Anggaran Jakarta digunakan untuk pembangunan infrastruktur masif (MRT, LRT, NSUP).
    Malaydesh (Gali Lubang Tutup Lubang): Seperti data Anda, 58% - 64% pinjaman baru Malaydesh habis hanya untuk membayar utang lama. Jakarta membangun aset, sementara Malaydesh membayar bunga.
    ---------------------------------
    3. Konsumsi dan Daya Beli
    Jakarta: Pusat konsumsi kelas menengah terbesar di Asia Tenggara. Daya beli warga Jakarta (PPP per kapita) jauh di atas rata-rata regional, didukung oleh sektor jasa, finansial, dan kantor pusat perusahaan global.
    Malaydesh: Tertekan oleh Utang Rumah Tangga (84,3% PDB). Setiap warga menanggung beban RM 82.000, yang secara otomatis melumpuhkan daya beli domestik dibandingkan warga Jakarta yang lebih "lincah" secara finansial.
    ---------------------------------
    4. Dominasi Infrastruktur vs Status "Sewa"
    Jakarta (Owner): Membangun dan memiliki infrastruktur transportasi dan utilitas secara mandiri melalui APBD dan penugasan BUMD (PT MRT, dll).
    Malaydesh (Renter): Data Anda menunjukkan Malaydesh harus menyewa kereta api (KTM) dari Cina selama 30 tahun (RM 10,7 Miliar). Ini menunjukkan Jakarta memiliki kedaulatan aset yang jauh lebih kuat daripada Malaydesh yang mulai beralih ke ekonomi berbasis sewa (leasing).
    ---------------------------------
    5. Kesimpulan Strategis
    Jakarta bukan lagi sekadar ibu kota, melainkan Negara Kota (City-State) dalam bentuk provinsi yang secara ekonomi sudah "mengalahkan" negara tetangganya.
    Jakarta: Fokus pada ekspansi infrastruktur dan penguatan kelas menengah.
    Malaydesh: Fokus pada survival fiskal dan restrukturisasi utang yang menggunung.
    ---------------------------------
    Analisis Akhir:
    Secara data, pernyataan bahwa Ekonomi Jakarta lebih besar dari Malaydesh adalah valid secara PPP. Jakarta adalah simbol "Indonesia yang Berlari", sementara Malaydesh adalah simbol "Negara yang Terhimpit Beban Masa Lalu".


    BalasHapus
  54. 1 KOTA VS 13 NEGARA BAGIAN (1 NEGARA)
    1 KOTA VS 13 NEGARA BAGIAN (1 NEGARA)
    1 KOTA VS 13 NEGARA BAGIAN (1 NEGARA)
    ---------------------------------
    1. Perbandingan Skala: "1 Kota vs 13 Negara Bagian"
    Berdasarkan data PDB PPP (Purchasing Power Parity), Jakarta menunjukkan konsentrasi kekayaan yang masif:
    Jakarta (1 Kota): Memiliki volume ekonomi sebesar US$ 1,7 Triliun. Jakarta adalah pusat sirkulasi uang Indonesia yang mencakup 70% dari total perputaran nasional.
    Malaydesh (1 Negara): Memiliki volume ekonomi riil sebesar US$ 1,34 Triliun (gabungan dari seluruh negara bagian).
    Analisis: Jakarta secara mandiri memiliki daya beli dan output ekonomi yang lebih besar daripada gabungan seluruh wilayah federal Malaydesh. Ini menempatkan Jakarta setara dengan kekuatan ekonomi negara-negara G20.
    ---------------------------------
    2. Kualitas Pertumbuhan: "Owner vs Renter"
    Jakarta merepresentasikan kemandirian aset, sementara Malaydesh terjebak dalam ketergantungan sewa:
    Jakarta (Kedaulatan Aset): Infrastruktur strategis (MRT, LRT, Jalan Tol) dibangun dengan kekuatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang surplus. Jakarta adalah pemilik sah atas aset-asetnya.
    Malaydesh (Ekonomi Leasing): Terpaksa menyewa (Leasing) infrastruktur transportasi seperti kereta KTM dari Cina selama 30 tahun (RM 10,7 Miliar) dan alutsista militer karena kelumpuhan fiskal. Status Malaydesh berubah dari pemilik menjadi penyewa di tanah sendiri.
    ---------------------------------
    3. Kesehatan Fiskal & Jebakan Utang
    Struktur utang 2025 menjelaskan mengapa Jakarta mampu melakukan ekspansi sementara Malaydesh hanya mampu melakukan pemeliharaan:
    Jakarta & Indonesia (Safe Zone): Rasio utang pemerintah yang rendah (41,1%) memberikan fleksibilitas untuk terus berinvestasi pada proyek-proyek produktif.
    Malaydesh (Debt Trap): Terjebak dalam fenomena "Hutang Bayar Hutang". Dengan 58% - 64% pinjaman baru hanya untuk melunasi utang lama (gali lubang tutup lubang), anggaran negara habis terserap oleh bunga, bukan pembangunan.
    ---------------------------------
    4. Beban Rakyat & Daya Beli Per Kapita
    Jakarta: Menjadi magnet ekonomi dengan kelas menengah yang ekspansif. Daya beli masyarakat didukung oleh sirkulasi modal yang sehat.
    Malaydesh: Daya beli domestik "lumpuh" akibat beban utang rumah tangga yang mencapai 84,3% dari PDB. Setiap individu rata-rata menanggung beban utang gabungan sebesar RM 82.000, yang mengakibatkan penurunan kualitas hidup dan konsumsi.
    ---------------------------------
    5. Kesimpulan Strategis: "Divergensi Regional"
    Data ini membuktikan terjadinya pergeseran kekuatan di Asia Tenggara. Jakarta bukan lagi sekadar ibu kota, melainkan Mesin Pertumbuhan Global yang ukurannya telah melampaui negara tetangga.
    Indonesia melalui Jakarta sedang membangun Hegemoni Ekonomi, sementara Malaydesh sedang berjuang melawan Kebangkrutan Fiskal dan beban liabilitas masa lalu yang tidak kunjung usai.

    BalasHapus
  55. 1 KOTA VS 13 NEGARA BAGIAN (1 NEGARA)
    1 KOTA VS 13 NEGARA BAGIAN (1 NEGARA)
    1 KOTA VS 13 NEGARA BAGIAN (1 NEGARA)
    ---------------------------------
    Perbandingan Skala: "1 Kota vs 13 Negara Bagian"
    Berdasarkan data PDB PPP (Purchasing Power Parity), Jakarta menunjukkan konsentrasi kekayaan yang masif:
    Jakarta (1 Kota): Memiliki volume ekonomi sebesar US$ 1,7 Triliun. Jakarta adalah pusat sirkulasi uang Indonesia yang mencakup 70% dari total perputaran nasional.
    -
    Malaydesh (1 Negara): Memiliki volume ekonomi riil sebesar US$ 1,34 Triliun (gabungan dari seluruh negara bagian).
    -
    Analisis: Jakarta secara mandiri memiliki daya beli dan output ekonomi yang lebih besar daripada gabungan seluruh wilayah federal Malaydesh. Ini menempatkan Jakarta setara dengan kekuatan ekonomi negara-negara G20.
    ---------------------------------
    Berikut adalah implikasi utama dari skenario utang tersebut:
    Implikasi Utang Pemerintah Federal (RM 1.30 triliun)
    1. Beban Fiskal dan Pengeluaran Pemerintah:
    • Peningkatan Pembayaran Bunga: Dengan total utang yang besar (RM 1.30 triliun) dan terus bertambah, sebagian besar pendapatan pemerintah akan tersedot untuk membayar bunga (servis utang). Ini membatasi kemampuan pemerintah untuk berinvestasi dalam proyek-proyek penting seperti infrastruktur, kesehatan, pendidikan, atau program kesejahteraan sosial
    • Risiko Pemotongan Belanja: Untuk mengelola beban utang, pemerintah mungkin terpaksa memotong belanja di sektor lain, yang dapat berdampak langsung pada kualitas layanan publik dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
    2. Kenaikan Utang per Kapita (RM 36,139 per orang):
    • Secara teoretis, ini mewakili kewajiban yang ditanggung oleh setiap warga negara melalui pajak di masa depan. Meskipun utang pemerintah tidak dibayar langsung oleh individu, utang tersebut pada akhirnya dibayar melalui pendapatan negara (pajak), yang berarti beban pajak di masa depan bisa meningkat.
    3. Kepercayaan Investor dan Peringkat Kredit:
    • Tingkat utang yang tinggi dapat menyebabkan lembaga pemeringkat kredit menurunkan peringkat utang Malaydesh. Peringkat yang lebih rendah berarti pemerintah harus membayar suku bunga yang lebih tinggi saat meminjam dana baru, sehingga memperburuk siklus utang dan pembayaran bunga
    ---------------------------------
    Implikasi Utang Rumah Tangga (RM 45,859 per orang)
    1. Risiko Keuangan Rumah Tangga:
    • Beban utang rumah tangga yang tinggi (84.3% dari PDB, angka yang signifikan) membuat masyarakat sangat rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi, terutama kenaikan suku bunga. Jika suku bunga naik, biaya cicilan bulanan meningkat, mengurangi pendapatan diskresioner (pendapatan yang bisa dibelanjakan).
    2. Daya Beli Menurun:
    • Dengan sebagian besar pendapatan dialokasikan untuk pembayaran utang (KPR, pinjaman mobil, kartu kredit, dll.), daya beli masyarakat secara keseluruhan menurun. Hal ini dapat menghambat pertumbuhan ekonomi karena konsumsi domestik, yang biasanya menjadi pendorong utama ekonomi, melambat.
    3. Stabilitas Sektor Perbankan:
    • Tingkat utang rumah tangga yang sangat tinggi meningkatkan risiko kredit macet (NPL). Jika banyak rumah tangga gagal membayar utang mereka secara bersamaan, ini dapat mengancam stabilitas sistem perbankan dan keuangan negara secara keseluruhan.
    ---------------------------------
    Implikasi Gabungan (Total Beban RM 82,000 per Kapita)
    1. Kerentanan Ekonomi Makro:
    • Kombinasi utang pemerintah yang tinggi dan utang rumah tangga yang tinggi menciptakan ekonomi yang rapuh. Dalam menghadapi guncangan eksternal (seperti krisis global, kenaikan harga minyak, atau pandemi), negara ini mungkin kesulitan untuk merespons karena keterbatasan fiskal pemerintah dan kerentanan keuangan masyarakatnya.
    2. Ruang Gerak Kebijakan Moneter Terbatas:
    • Bank sentral mungkin menghadapi dilema. Jika mereka menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi, mereka akan memperburuk beban utang rumah tangga. Jika mereka menurunkan suku bunga untuk menstimulasi ekonomi, mereka mungkin tidak efektif jika rumah tangga sudah terlalu banyak berutang dan tidak mau berbelanja.

    BalasHapus
  56. 1 KOTA VS 13 NEGARA BAGIAN (1 NEGARA)
    1 KOTA VS 13 NEGARA BAGIAN (1 NEGARA)
    1 KOTA VS 13 NEGARA BAGIAN (1 NEGARA)
    ---------------------------------
    Perbandingan Skala: "1 Kota vs 13 Negara Bagian"
    Berdasarkan data PDB PPP (Purchasing Power Parity), Jakarta menunjukkan konsentrasi kekayaan yang masif:
    Jakarta (1 Kota): Memiliki volume ekonomi sebesar US$ 1,7 Triliun. Jakarta adalah pusat sirkulasi uang Indonesia yang mencakup 70% dari total perputaran nasional.
    -
    Malaydesh (1 Negara): Memiliki volume ekonomi riil sebesar US$ 1,34 Triliun (gabungan dari seluruh negara bagian).
    -
    Analisis: Jakarta secara mandiri memiliki daya beli dan output ekonomi yang lebih besar daripada gabungan seluruh wilayah federal Malaydesh. Ini menempatkan Jakarta setara dengan kekuatan ekonomi negara-negara G20.
    ---------------------------------
    Berikut adalah implikasi utama dari skenario utang tersebut:
    Implikasi Utang Pemerintah Federal (RM 1.30 triliun)
    1. Beban Fiskal dan Pengeluaran Pemerintah:
    • Peningkatan Pembayaran Bunga: Dengan total utang yang besar (RM 1.30 triliun) dan terus bertambah, sebagian besar pendapatan pemerintah akan tersedot untuk membayar bunga (servis utang). Ini membatasi kemampuan pemerintah untuk berinvestasi dalam proyek-proyek penting seperti infrastruktur, kesehatan, pendidikan, atau program kesejahteraan sosial
    • Risiko Pemotongan Belanja: Untuk mengelola beban utang, pemerintah mungkin terpaksa memotong belanja di sektor lain, yang dapat berdampak langsung pada kualitas layanan publik dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
    2. Kenaikan Utang per Kapita (RM 36,139 per orang):
    • Secara teoretis, ini mewakili kewajiban yang ditanggung oleh setiap warga negara melalui pajak di masa depan. Meskipun utang pemerintah tidak dibayar langsung oleh individu, utang tersebut pada akhirnya dibayar melalui pendapatan negara (pajak), yang berarti beban pajak di masa depan bisa meningkat.
    3. Kepercayaan Investor dan Peringkat Kredit:
    • Tingkat utang yang tinggi dapat menyebabkan lembaga pemeringkat kredit menurunkan peringkat utang Malaydesh. Peringkat yang lebih rendah berarti pemerintah harus membayar suku bunga yang lebih tinggi saat meminjam dana baru, sehingga memperburuk siklus utang dan pembayaran bunga
    ---------------------------------
    Implikasi Utang Rumah Tangga (RM 45,859 per orang)
    1. Risiko Keuangan Rumah Tangga:
    • Beban utang rumah tangga yang tinggi (84.3% dari PDB, angka yang signifikan) membuat masyarakat sangat rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi, terutama kenaikan suku bunga. Jika suku bunga naik, biaya cicilan bulanan meningkat, mengurangi pendapatan diskresioner (pendapatan yang bisa dibelanjakan).
    2. Daya Beli Menurun:
    • Dengan sebagian besar pendapatan dialokasikan untuk pembayaran utang (KPR, pinjaman mobil, kartu kredit, dll.), daya beli masyarakat secara keseluruhan menurun. Hal ini dapat menghambat pertumbuhan ekonomi karena konsumsi domestik, yang biasanya menjadi pendorong utama ekonomi, melambat.
    3. Stabilitas Sektor Perbankan:
    • Tingkat utang rumah tangga yang sangat tinggi meningkatkan risiko kredit macet (NPL). Jika banyak rumah tangga gagal membayar utang mereka secara bersamaan, ini dapat mengancam stabilitas sistem perbankan dan keuangan negara secara keseluruhan.
    ---------------------------------
    Implikasi Gabungan (Total Beban RM 82,000 per Kapita)
    1. Kerentanan Ekonomi Makro:
    • Kombinasi utang pemerintah yang tinggi dan utang rumah tangga yang tinggi menciptakan ekonomi yang rapuh. Dalam menghadapi guncangan eksternal (seperti krisis global, kenaikan harga minyak, atau pandemi), negara ini mungkin kesulitan untuk merespons karena keterbatasan fiskal pemerintah dan kerentanan keuangan masyarakatnya.
    2. Ruang Gerak Kebijakan Moneter Terbatas:
    • Bank sentral mungkin menghadapi dilema. Jika mereka menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi, mereka akan memperburuk beban utang rumah tangga. Jika mereka menurunkan suku bunga untuk menstimulasi ekonomi, mereka mungkin tidak efektif jika rumah tangga sudah terlalu banyak berutang dan tidak mau berbelanja.

    BalasHapus
  57. 1 NEGARA KALAH .....
    1 KOTA VS 13 NEGARA BAGIAN (1 NEGARA)
    1 KOTA VS 13 NEGARA BAGIAN (1 NEGARA)
    1 KOTA VS 13 NEGARA BAGIAN (1 NEGARA)
    -
    Perbandingan Skala: "1 Kota vs 13 Negara Bagian" PDB PPP (Purchasing Power Parity) :
    Jakarta (1 Kota): Memiliki volume ekonomi sebesar US$ 1,7 Triliun. Jakarta adalah pusat sirkulasi uang Indonesia yang mencakup 70% dari total perputaran nasional.
    -
    Malaydesh (1 Negara): Memiliki volume ekonomi riil sebesar US$ 1,34 Triliun (gabungan dari seluruh negara bagian).
    -
    Analisis: Jakarta secara mandiri memiliki daya beli dan output ekonomi yang lebih besar daripada gabungan seluruh wilayah federal Malaydesh. Ini menempatkan Jakarta setara dengan kekuatan ekonomi negara-negara G20.
    --------------------------------------------------
    THE PROCUREMENT PROCESS FOR MALAYDESH ARMED FORCES IS WIDELY CRITICIZED FOR BEING INEFFICIENT AND OPAQUE, LEADING TO A SERIES OF HIGH-PROFILE SCANDALS, SIGNIFICANT FINANCIAL WASTE, AND SERIOUS GAPS IN MILITARY READINESS. THIS SYSTEMIC PROBLEM IS ROOTED IN A LACK OF TRANSPARENCY, POLITICAL INTERFERENCE, AND A RELIANCE ON INDIRECT ACQUISITION METHODS.
    1. The "Middleman" System
    A key issue is the heavy reliance on agents, middlemen, and politically connected individuals to facilitate defense contracts. This practice often bypasses open tender processes, which are designed to ensure transparency and competition.
    • Inflated Costs: These middlemen typically charge hefty commissions, inflating the final price of military assets. This was a point of public concern by King Sultan Ibrahim, who stated that such practices lead to buying "nonsense" that is overpriced and ill-suited for the military's actual needs.
    • Inadequate Equipment: Since the procurement is driven by commercial interests rather than by the end-user (the military), the equipment acquired may not be the most suitable or effective for its intended purpose.
    ________________________________________
    2. High-Profile Scandals and Delays
    The most infamous example of a failed procurement is the Littoral Combat Ship (LCS) program.
    • Massive Delays and Cost Overruns: The program, valued at RM9 billion, was meant to deliver six modern frigates to the Royal Malaydesh Navy (RMN). Despite paying over RM6 billion, not a single ship has been delivered. The project is years behind schedule and has been plagued by allegations of mismanagement and corruption.
    • Financial Misappropriation: Investigations have revealed that a significant portion of the allocated funds was used for other purposes, with some estimates pointing to hundreds of millions of ringgit in financial irregularities. .
    • Impact on Readiness: The failure of the LCS program has left the RMN with a dangerously aging fleet. Many of its vessels are over 40 years old, leading to higher maintenance costs and lower operational readiness rates.
    ________________________________________
    3. Lack of Transparency and Accountability
    The defense procurement process is shrouded in secrecy, which makes it difficult to hold officials accountable for failures.
    • Direct Negotiations: The majority of large defense contracts are awarded through direct negotiation rather than open bidding, which limits public and parliamentary oversight.
    • Limited Audits: While audit reports exist, their recommendations are often not implemented. This was highlighted in a recent Auditor-General's report, which found serious delays, weak oversight, and millions of ringgit in uncollected penalties from contractors.
    • Political Interference: Declassified reports on the LCS scandal revealed that key decisions, such as the choice of ship design, were made by political leaders against the recommendations of the navy, the end-user. This kind of political interference compromises the military's ability to make sound, strategic decisions.


    BalasHapus
  58. Sepi soping ye..😜🙃😁🤭😃😝🤣

    BalasHapus
  59. 13 NEGARA BAGIAN KALAH ....
    1 KOTA MENANG VS 1NEGARA KALAH
    1 KOTA MENANG VS 1NEGARA KALAH.
    1 KOTA MENANG VS 1NEGARA KALAH
    -
    PERBANDINGAN SKALA: "1 KOTA VS 1 NEGARA" Data PDB PPP 2025/2026 mengonfirmasi :
    Jakarta (Hub Global): Dengan nilai US$ 1,7 Triliun, Jakarta bukan hanya ibu kota, melainkan pusat gravitasi ekonomi yang menguasai 70% sirkulasi uang Indonesia.
    -
    Malaydesh (Nasional): Nilai ekonomi riil seluruh negara bagian hanya mencapai US$ 1,34 Triliun.
    -
    Analisis: Jakarta secara mandiri memiliki daya beli dan output ekonomi yang lebih besar daripada gabungan 13 negara bagian di Malaydesh.
    ---------------------------------
    ✈️ REDUCED AIR POWER
    Malaydesh ’s Air Force (RMAF) is falling behind in Southeast Asia’s fast-changing air combat environment.
    Current Situation
    • Retired MiG-29s (2017) → left a gap in frontline fighters.
    • Su-30MKM (18 units) → capable, but plagued by low serviceability due to reliance on Russian parts and high maintenance costs.
    • F/A-18D Hornet (8 units) → effective, but small fleet (from 1997).
    • Transport & surveillance aircraft → aging Hercules C-130s and very limited maritime patrol capability.
    • Light Combat Aircraft (LCA) → Malaydesh ordered 18 FA-50s from South Korea, but deliveries will only start in 2026.
    Problems
    • Fighter fleet is too small and partly obsolete.
    • No long-range air defense systems → vulnerable to modern missile and drone warfare.
    • No modern AWACS (Airborne Warning & Control System).
    Regional Comparison
    • Singapore: Operates F-15SGs and F-16Vs, ordered F-35Bs (5th-gen stealth).
    • Indonesia: Ordered 42 Rafales and 48 KAAN Gen 5; also considering KF-21 future fighter.
    • Thailand: Operates Gripen C/D jets with modern datalink capability.
    👉 Malaydesh ’s Risk: Falls behind in both numbers and technology. In a regional conflict, its Air Force could struggle to defend airspace, provide close air support, or deter aggressors.
    ---------------------------------
    ⚓ NAVAL WEAKNESS
    MALAYDESH FACES SERIOUS MARITIME SECURITY CHALLENGES IN THE SOUTH CHINA SEA AND STRAIT OF MALACCA, BUT ITS NAVY (RMN) IS UNDER-EQUIPPED.
    Current Situation
    • Major combatants:
    o 2 Lekiu-class frigates (1990s).
    o 2 Kasturi-class corvettes (1980s).
    o 6 Kedah-class offshore patrol vessels (OPVs) — lightly armed.
    • Submarines: Only 2 Scorpène-class (delivered 2009).
    • Littoral Combat Ship (LCS) Program: RM 9 billion spent since 2011, but 0 ships delivered as of 2025 due to corruption scandal.
    • Patrol assets: Insufficient to cover Malaydesh ’s huge EEZ (exclusive economic zone).
    Problems
    • Aging fleet; many ships near obsolescence.
    • Insufficient firepower against regional navies.
    • Small submarine force with limited availability.
    • LCS scandal delayed modernization by more than a decade.
    Regional Comparison
    • Singapore: Formidable-class stealth frigates, modern OPVs, strong missile capability, and expanding submarine fleet.
    • Indonesia: Expanding fleet with SIGMA-class frigates, Nagapasa submarines, and new OPVs.
    • Vietnam: 6 modern Kilo-class submarines from Russia + upgraded frigates.
    • China (in South China Sea): Deploys coast guard and navy ships near Malaydesh ’s EEZ regularly.
    👉 Malaydesh ’s Risk: Cannot effectively protect its EEZ against Chinese incursions, illegal fishing, or smuggling. Lacks deterrence against neighbors with stronger navies.

    BalasHapus
  60. rrc bantu 2 korvet type 056 untuk kamboja..FREE haha!👍🥳👍

    rrc peras negri🎰kasino semenanjing kl bayar si LeMeS $ 66 juta dolar/kapal padahal OMFONG, harga aseli hanya $ 10 jute haha!🤣😋🤣
    56x4 =$ 224 juta untung nipu sebelah haha!🤭🤥😄
    subsidi korvet ke kamboja..hebat tokh haha!✌️👍✌️

    BalasHapus
  61. 20 NEGARA DENGAN PDB NOMINAL TERBESAR (2025/2026)
    PDB Nominal mengukur nilai ekonomi berdasarkan nilai tukar pasar saat ini (US$ triliun).
    1 Amerika Serikat: $30,34 - $31,8
    2 Tiongkok: $19,53 - $20,6
    3 Jerman: $4,92 - $5,3
    4 Jepang: $4,39 - $4,46
    5 India: $4,27 - $4,51
    6 Inggris Raya: $3,73
    7 Prancis: $3,28
    8 Italia: $2,46
    9 Brasil: $2,52
    10 Kanada: $2,49
    11 Rusia: $2,51
    12 Korea Selatan: $2,10
    13 Meksiko: $1,99
    14 Spanyol: $2,04
    15 Indonesia: $1,44 - $1,69
    16 Australia: $1,68
    17 Turki: $1,57
    18 Belanda: $1,41
    19 Arab Saudi: $1,32
    20 Swiss: $1,16
    ________________________________________
    20 NEGARA DENGAN PDB PPP TERBESAR (2025/2026)
    PDB PPP mengukur volume ekonomi riil dengan menyesuaikan perbedaan biaya hidup (Int$ triliun).
    1 Tiongkok: $40,7 - $43,4
    2 Amerika Serikat: $30,5 - $31,8
    3 India: $17,6 - $19,1
    4 Rusia: $7,19 - $7,34
    5 Jepang: $6,74
    6 Indonesia: $5,01 - $5,69
    7 Jerman: $5,65 - $6,32
    8 Brasil: $5,27
    9 Turki: $3,91
    10 Inggris Raya: $3,82 - $4,59
    11 Prancis: $3,80 - $4,66
    12 Meksiko: $3,88
    13 Italia: $2,04
    14 Korea Selatan: $1,94
    15 Mesir: $3,85
    16 Arab Saudi: $1,32
    17 Kanada: $2,49 (Nominal)
    18 Spanyol: $2,04
    19 Vietnam: $1,89
    20 Thailand: $1,85
    ________________________________________
    PERBANDINGAN PDB PPP INDONESIA VS ASEAN
    (PDB PPP Indonesia: US$5,69 Triliun)
    -
    1. Indonesia vs Thailand (US$5,69 Triliun versus US$1,85 T) = Ekonomi 3,07 kali lipat .
    -
    2. Indonesia vs Vietnam (US$5,69 versus Triliun US$1,89 T) = Ekonomi 3,01 kali lipat
    -
    3. Indonesia vs Filipina (US$5,69 Triliun US$1,87 T) = Ekonomi 3,04 kali lipat
    -
    4. Indonesia vs Malaydesh (US$5,69 Triliun US$1,34 T) = Ekonomi 4,24 kali lipat
    -
    5. Indonesia vs Singapura (US$5,69 Triliun US$0,85 T) = Ekonomi 6,69 kali lipat
    ________________________________________
    PERBANDINGAN PDB NOMINAL INDONESIA VS ASEAN
    (PDB Nominal Indonesia: US$1,69 Triliun)
    -
    1 Indonesia vs Thailand (US$1,69 Triliun versus US$0,58 T) = Ekonomi 2,91 kali lipat.
    -
    2 Indonesia vs Singapura (US$1,69 Triliun versus US$0,53 T) = Ekonomi 3,18 kali lipat
    -
    3 Indonesia vs Filipina (US$1,69 Triliun versus US$0,51 T) = Ekonomi 3,31 kali lipat.
    -
    4 Indonesia vs Vietnam (US$1,69 Triliun versus US$0,49 T) = Ekonomi 3,44 kali lipat.
    -
    5 Indonesia vs Malaydesh (US$1,69 Triliun versus US$0,46 T) = Ekonomi 3,67 kali lipat

    BalasHapus
  62. Alhamdulilah kapal LMS B2 sudah kelihatan guys........HOREYYYYYY



    The first ship of the Royal Malaysian Navy LMS batch 2 has been launched the first ship carry number 141 is scheduled for delivery to the RMN in 2027

    https://x.com/JohnMYSreview/status/2041524596848157060

    BalasHapus
  63. No hornet for malaydes🤣😝😃🤭😁🙃😜

    BalasHapus
    Balasan
    1. nyoiihhh...mantap 200 aman om waipios haha!👍😎👍

      Hapus
  64. SKEMA UTANG ASET MILITER
    -
    Turki (LMS Batch 2): Model Antar-Pemerintah (G2G) via SSB; Bunga 4%–6% (Fixed/OECD); Tenor 10–15 tahun.
    Korea Selatan (FA-50): Model Hybrid (Kredit KEXIM + Barter CPO 50%); Biaya manajemen rendah (0,10%–0,50%).
    -
    Inggris (Hawk): Standar UKEF; Wajib DP 15% (OECD); Bunga stabil mengikuti National Loans Fund.
    -
    China (LMS Batch 1): 100% Kredit Ekspor (China Eximbank); Bunga murah 3,5% Fixed; Tenor 10 tahun.
    -
    Polandia (PT-91M): DP 15% + Barter CPO (30–40%); Tenor cicilan 10 tahun.
    -
    Jerman (Kedah-Class): Kredit Komersial dijamin Euler Hermes; Pendana Deutsche Bank & Konsorsium.
    -
    Kredit Sindikasi (LCS): Skala masif (17 Kreditor); Bunga 6% (Saldo Menurun); Tenor 15 tahun (akibat penundaan).
    ________________________________________
    Dampak Kebijakan Perdana Menteri (2023 & 2026)
    -
    2023 (Efisiensi): Pembatalan 5 tender pengadaan (suplai, jasa, infrastruktur) demi mencegah kebocoran anggaran dan beralih ke sistem tender terbuka.

    2026 (Pembekuan Total): PM Anwar Ibrahim membekukan sementara keputusan pengadaan militer dan polisi akibat investigasi korupsi oleh MACC dan indikasi suap

    ________________________________________
    HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
    2010: RM 407,1 Miliar
    2011: RM 456,1 Miliar
    2012: RM 501,6 Miliar
    2013: RM 547,7 Miliar
    2014: RM 582,8 Miliar
    2015: RM 630,5 Miliar
    2016: RM 648,5 Miliar
    2017: RM 686,8 Miliar
    2018: RM 1,19 Triliun
    2019: RM 1,25 Triliun
    2020: RM 1,32 Triliun
    2021: RM 1,38 Triliun
    2022: RM 1,45 Triliun
    2023: RM 1,53 Triliun
    2024: RM 1,63 Triliun
    2025: RM 1,71 Triliun
    2026: RM 1,79 Triliun
    -
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
    ________________________________________
    HUTANG BAYAR HUTANG = 2010-2025
    utang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
    2010: 150 miliar USD
    2011: 165 miliar USD
    2012: 180 miliar USD
    2013: 195 miliar USD
    2014: 210 miliar USD
    2015: 225 miliar USD
    2016: 240 miliar USD
    2017: 255 miliar USD
    2018: 270 miliar USD
    2019: 285 miliar USD
    2020: 300 miliar USD
    2021: 315 miliar USD
    2022: 330 miliar USD
    2023: 345 miliar USD
    2024: 360 miliar USD
    2025: 375 miliar USD
    -
    Bank Negara Malaydesh (BNM): Mencatat total utang federal akhir 2025 sebesar RM 1,32 triliun (~USD 325 miliar).
    -
    Kementerian Kewangan (MOF): Laporan Economic Outlook 2025 memproyeksi biaya bunga utang (debt servicing) sebesar RM 54,7 miliar.
    -
    Lembaga Internasional: Data historis 2010–2025 tersedia di Statista dan Trading Economics.
    ________________________________________
    BUKTI TUKANG HUTANG = OVERLIMIT .....
    Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
    Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
    2010 = 52.4
    2011 = 51.8
    2012 = 53.3
    2013 = 54.7
    2014 = 55.0
    2015 = 55.1
    2016 = 52.7
    2017 = 51.9
    2018 = 52.5
    2019 = 52.4
    2020 = 62.0
    2021 = 63.3
    2022 = 60.2
    2023 = 64.3
    2024 = 70.4
    2025 = 69.0
    -
    Sumber DATA : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics

    BalasHapus
  65. DAMPAK KHAN
    DAMPAK BRAHMOS
    -
    1. Dampak Rudal Balistik KHAN (Turki)
    Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan rudal balistik taktis (ITBM) setelah menerima sistem KHAN pada Agustus 2025.
    Keunggulan Jangkauan & Presisi: Dengan jangkauan sekitar 280 km, rudal ini telah ditempatkan di Batalyon Artileri Medan 18, Kalimantan Timur. Posisi ini sangat strategis karena mencakup wilayah sengketa Ambalat dan perbatasan Sabah, Malaydesh.
    Dampak Psikologis & Deterensi: Pengerahan ini dilaporkan sempat mengejutkan pihak Malaydesh. Kapabilitas rudal balistik memberikan kemampuan deep strike (serangan jauh ke dalam wilayah lawan) yang sulit dicegat oleh sistem pertahanan udara standar, memaksa Malaydesh untuk mempertimbangkan kembali eskalasi di wilayah perbatasan.
    ________________________________________
    2. Dampak Rudal Supersonik BrahMos (India-Rusia)
    Indonesia resmi menandatangani kontrak pengadaan BrahMos pada Maret 2026 sebagai bagian dari modernisasi kekuatan maritim.
    Dominasi Maritim: BrahMos adalah rudal jelajah tercepat di dunia (Mach 2.8) dengan sistem fire-and-forget. Kecepatannya membuat kapal perang lawan hampir mustahil melakukan intersepsi tepat waktu.
    Ancaman bagi Armada TLDM: Jika dipasang pada kapal perang atau pesawat tempur (seperti Su-30), BrahMos dapat melumpuhkan aset-aset utama Angkatan Laut Malaydesh (TLDM) bahkan sebelum mereka masuk ke jarak tembak efektif mereka.
    ________________________________________
    HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
    2010: RM 407,1 Miliar
    2011: RM 456,1 Miliar
    2012: RM 501,6 Miliar
    2013: RM 547,7 Miliar
    2014: RM 582,8 Miliar
    2015: RM 630,5 Miliar
    2016: RM 648,5 Miliar
    2017: RM 686,8 Miliar
    2018: RM 1,19 Triliun
    2019: RM 1,25 Triliun
    2020: RM 1,32 Triliun
    2021: RM 1,38 Triliun
    2022: RM 1,45 Triliun
    2023: RM 1,53 Triliun
    2024: RM 1,63 Triliun
    2025: RM 1,71 Triliun
    2026: RM 1,79 Triliun
    -
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
    ________________________________________
    HUTANG BAYAR HUTANG = 2010-2025
    utang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
    2010: 150 miliar USD
    2011: 165 miliar USD
    2012: 180 miliar USD
    2013: 195 miliar USD
    2014: 210 miliar USD
    2015: 225 miliar USD
    2016: 240 miliar USD
    2017: 255 miliar USD
    2018: 270 miliar USD
    2019: 285 miliar USD
    2020: 300 miliar USD
    2021: 315 miliar USD
    2022: 330 miliar USD
    2023: 345 miliar USD
    2024: 360 miliar USD
    2025: 375 miliar USD
    -
    Bank Negara Malaydesh (BNM): Mencatat total utang federal akhir 2025 sebesar RM 1,32 triliun (~USD 325 miliar).
    -
    Kementerian Kewangan (MOF): Laporan Economic Outlook 2025 memproyeksi biaya bunga utang (debt servicing) sebesar RM 54,7 miliar.
    -
    Lembaga Internasional: Data historis 2010–2025 tersedia di Statista dan Trading Economics.
    ________________________________________
    BUKTI TUKANG HUTANG = OVERLIMIT .....
    Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
    Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
    2010 = 52.4
    2011 = 51.8
    2012 = 53.3
    2013 = 54.7
    2014 = 55.0
    2015 = 55.1
    2016 = 52.7
    2017 = 51.9
    2018 = 52.5
    2019 = 52.4
    2020 = 62.0
    2021 = 63.3
    2022 = 60.2
    2023 = 64.3
    2024 = 70.4
    2025 = 69.0
    -
    Sumber DATA : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics

    BalasHapus
  66. Gempur..mmw kehabisan kata kata ngetrol..bingung..sepi soping😜🙃😁🤭😝😝🤣

    BalasHapus
  67. BEDA KASTA …..
    ________________________________________
    1. RAKSASA EKONOMI GLOBAL & REGIONAL
    Indonesia telah mencapai dominasi mutlak dengan PDB PPP sebesar US$5,69 Triliun (Peringkat 6 Dunia). Skala ekonomi Indonesia setara dengan gabungan tiga negara besar ASEAN lainnya (Thailand, Vietnam, Filipina), menjadikannya satu-satunya representasi G20 dari kawasan ini.
    ________________________________________
    2. PEMEGANG KENDALI ENERGI KAWASAN
    Indonesia bertindak sebagai penopang hidup (lifeline) energi bagi negara tetangga. Dengan pangsa ekspor batubara yang menggerakkan hingga 80% listrik nasional di beberapa negara ASEAN, Jakarta memiliki posisi tawar strategis yang dapat melumpuhkan industri kawasan jika suplai diketatkan.
    ________________________________________
    3. LUMBUNG PANGAN & STABILITAS KOMODITAS
    Di saat negara tetangga mengalami krisis bahan pokok, Indonesia menunjukkan kemandirian pangan yang stabil. Transformasi Indonesia dari pengimpor menjadi pengekspor beras dan pangan ke negara tetangga (seperti ke wilayah Sarawak) mempertegas pergeseran ketergantungan logistik regional ke arah Indonesia.
    ________________________________________
    4. SUPERIORITAS PERTAHANAN & FISKAL
    Skala ekonomi yang besar memberikan fleksibilitas fiskal untuk modernisasi militer secara masif (Rafale, Scorpène, F-KAAN). Sementara negara tetangga mengalami stagnasi anggaran akibat beban utang, Indonesia justru memperkuat posisi tawar militernya di peringkat 13 dunia.
    ________________________________________
    5. DAYA TAWAR FINANSIAL YANG SEHAT
    Indonesia memiliki profil keuangan yang jauh lebih tangguh dengan rasio utang terhadap PDB di bawah 40%. Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi krisis utang beberapa negara tetangga, yang memberikan Indonesia kredibilitas tinggi dalam diplomasi ekonomi dan penyelesaian sengketa bisnis internasional.
    ________________________________________
    6. PERGESERAN STRUKTUR KEKUATAN (STRUCTURAL SHIFT)
    Kesenjangan ekonomi yang mencapai 4 kali lipat dari kompetitor terdekat menunjukkan bahwa posisi Indonesia bukan lagi sekadar pemimpin ASEAN, melainkan sedang bertransformasi menjadi salah satu dari Top 5 Ekonomi Dunia pada 2045.
    ________________________________________
    7. PENGENDALI RANTAI PASOK & TATA KELOLA NIKEL DUNIA
    Indonesia telah bertransformasi dari sekedar pemilik cadangan menjadi penentu harga dan pasokan global. Melalui kebijakan hilirisasi yang agresif, Indonesia kini menggenggam kendali atas industri masa depan (kendaraan listrik):
    -
    DOMINASI PASOKAN GLOBAL: Indonesia diperkirakan memasok sekitar 60,2% hingga 63,4% nikel global pada 2024-2025. Hal ini menempatkan Indonesia pada posisi yang jauh melampaui Filipina dan Rusia sebagai produsen utama.
    -
    CADANGAN TERBESAR DUNIA: Memiliki cadangan nikel sebesar 55 juta ton (sekitar 42-45% cadangan dunia), Indonesia menjadi pusat gravitasi investasi baterai kendaraan listrik (EV) global.
    -
    PENENTU HARGA (PRICE MAKER): Sejak awal 2026, pemerintah mulai aktif menggunakan kebijakan kuota produksi (RKAB) untuk mengendalikan volatilitas harga nikel dunia yang sempat mengalami surplus. Langkah pemangkasan produksi pada 2026 ke level 250-260 juta ton terbukti langsung memicu lonjakan harga di pasar global.
    -
    PUSAT HILIRISASI TERINTEGRASI: Dengan operasional pabrik nikel sulfat terbesar dunia di Pulau Obi dan pengembangan teknologi HPAL, Indonesia telah mengunci rantai nilai dari hulu hingga ke komponen inti baterai EV.
    ________________________________________
    Analisis Tambahan:
    Keunggulan nikel ini memberikan Indonesia "senjata diplomatik" baru. Jika sebelumnya ekonomi kawasan bergantung pada batubara Indonesia untuk listrik, kini industri otomotif dan teknologi global bergantung pada kebijakan nikel Jakarta. Hal ini memperkuat posisi Indonesia untuk mendikte standar keberlanjutan dan tata kelola mineral kritis di level internasional.


    BalasHapus
  68. PERBANDINGAN PDB PPP INDONESIA VS ASEAN
    (PDB PPP Indonesia: US$5,69 Triliun)
    -
    1. Indonesia vs Thailand (US$5,69 Triliun versus US$1,85 T) = Ekonomi 3,07 kali lipat .
    -
    2. Indonesia vs Vietnam (US$5,69 versus Triliun US$1,89 T) = Ekonomi 3,01 kali lipat
    -
    3. Indonesia vs Filipina (US$5,69 Triliun US$1,87 T) = Ekonomi 3,04 kali lipat
    -
    4. Indonesia vs Malaydesh (US$5,69 Triliun US$1,34 T) = Ekonomi 4,24 kali lipat
    -
    5. Indonesia vs Singapura (US$5,69 Triliun US$0,85 T) = Ekonomi 6,69 kali lipat
    ________________________________________
    PERBANDINGAN PDB NOMINAL INDONESIA VS ASEAN
    (PDB Nominal Indonesia: US$1,69 Triliun)
    -
    1 Indonesia vs Thailand (US$1,69 Triliun versus US$0,58 T) = Ekonomi 2,91 kali lipat.
    -
    2 Indonesia vs Singapura (US$1,69 Triliun versus US$0,53 T) = Ekonomi 3,18 kali lipat
    -
    3 Indonesia vs Filipina (US$1,69 Triliun versus US$0,51 T) = Ekonomi 3,31 kali lipat.
    -
    4 Indonesia vs Vietnam (US$1,69 Triliun versus US$0,49 T) = Ekonomi 3,44 kali lipat.
    -
    5 Indonesia vs Malaydesh (US$1,69 Triliun versus US$0,46 T) = Ekonomi 3,67 kali lipat
    ________________________________________
    PERBANDINGAN KEKUATAN RIIL (INDONESIA VS MALAYDESH):
    -
    Skala Ekonomi (PPP)
    Indonesia: Peringkat 6 Dunia (US$5,69 T).
    Malaydesh: Peringkat 45+ Dunia (US$1,34 T).
    -
    Kekuatan Relatif
    Indonesia: Ekonomi 4,24 kali lipat lebih besar dari Malaydesh (Terbesar ASEAN)
    Malaydesh: Tercecer di peringkat 5-6 ASEAN.
    -
    Sektor Energi
    Indonesia: Eksportir utama & pemegang kendali pasokan.
    Malaydesh: Importir batubara (sangat bergantung pada Indonesia).
    -
    Ketahanan Pangan
    Indonesia: Surplus beras (menjadi penyuplai untuk Malaydesh).
    Malaydesh: Mengalami krisis beras, daging, dan telur.
    -
    Kekuatan Militer
    Indonesia: Modernisasi masif (belanja Rafale & Scorpène).
    Malaydesh: Stagnasi dan mengalami krisis kesiagaan tempur.
    -
    Status Finansial
    Indonesia: Kreditur (posisi menagih utang gas ke Petronas).
    Malaydesh: Debitur (beban utang tinggi & gagal bayar denda).
    ________________________________________
    ANALISIS POSISI INDONESIA
    -
    Kekuatan Riil: Berdasarkan metode Purchasing Power Parity (PPP), Indonesia kini diproyeksikan berada di peringkat 6 atau 7 dunia, mengungguli ekonomi maju seperti Inggris dan Prancis.
    -
    Pemimpin Regional: Indonesia tetap menjadi ekonomi terbesar di ASEAN dengan nilai PPP lebih dari dua kali lipat Thailand.
    ________________________________________
    ANALISIS RINGKAS PDB PPP
    -
    Dominasi Mutlak: Indonesia secara riil (PPP) kini sudah setara dengan gabungan ekonomi Thailand, Vietnam, dan Filipina.
    -
    Gap dengan Malaydesh: Ekonomi Indonesia kini lebih dari 4 kali lipat ukuran ekonomi Malaydesh, yang menjelaskan mengapa ruang fiskal Indonesia untuk belanja militer jauh lebih besar.
    -
    Skala Ekonomi: Angka "3 kali lipat" terhadap pesaing terdekat di ASEAN (Thailand & Vietnam) menunjukkan bahwa Indonesia telah keluar dari "liga menengah" ASEAN dan masuk ke jajaran Top 6 Ekonomi Dunia secara riil.
    ________________________________________
    ANALISIS RINGKAS PDB NOMINAL
    -
    Dominasi Kawasan: Secara nominal (nilai tukar pasar), Indonesia tetap menjadi pemimpin tunggal di ASEAN dengan angka di atas US$1,5 Triliun, sementara negara tetangga lainnya masih berada di kisaran US$0,4 T - US$0,5 T.
    -
    Kesenjangan dengan Malaydesh: Dalam PDB Nominal, ekonomi Indonesia 3,67 kali lipat Malaydesh. Ini menunjukkan kekuatan finansial Indonesia dalam transaksi internasional (seperti belanja alutsista) jauh lebih superior.
    -
    Pergeseran Peringkat: Di level nominal, Singapura dan Thailand bersaing ketat untuk posisi kedua, namun keduanya tetap tertinggal jauh di belakang skala ekonomi Indonesia.

    BalasHapus
  69. COST SHARE 2022–2025 = 400 MILLIAR WON
    2026 SISA COST SHARE = 600 – 400 : 200 MILLIAR WON
    200 MILIAR WON = RP 2.276.120.000.000 (2,27 TRILIUN RUPIAH)
    --------------------------------
    1. INDONESIA VS ASEAN (SKALA EKONOMI)
    PERBANDINGAN PDB PPP (DAYA BELI RIIL) = SUMBER : IMF DAN WORLDBANK
    vs Vietnam: Indonesia 3,01x lebih besar ($5,69 T vs $1,89 T)
    vs Filipina: Indonesia 3,04x lebih besar ($5,69 T vs $1,87 T)
    vs Thailand: Indonesia 3,07x lebih besar ($5,69 T vs $1,85 T)
    vs Malaydesh: Indonesia 4,24x lebih besar ($5,69 T vs $1,34 T)
    vs Singapura: Indonesia 6,69x lebih besar ($5,69 T vs $0,85 T)
    -
    PERBANDINGAN PDB NOMINAL (NILAI PASAR) = SUMBER : IMF DAN WORLDBANK
    vs Thailand: Indonesia 2,91x lebih besar ($1,69 T vs $0,58 T)
    vs Singapura: Indonesia 3,18x lebih besar ($1,69 T vs $0,53 T)
    vs Filipina: Indonesia 3,31x lebih besar ($1,69 T vs $0,51 T)
    vs Vietnam: Indonesia 3,44x lebih besar ($1,69 T vs $0,49 T)
    vs Malaydesh: Indonesia 3,67x lebih besar ($1,69 T vs $0,46 T)
    --------------------------------
    2. POSISI INDONESIA DI ASIA & DUNIA (2025)
    Peringkat 6 Dunia (PPP): Di atas Jerman, Inggris, dan Prancis.
    Peringkat 15 Dunia (Nominal): Di atas Australia dan Turki.
    Peringkat 5 Asia (Nominal): Di bawah Tiongkok, Jepang, India, dan Korsel.
    --------------------------------

    3. PROFIL RISIKO: INDONESIA VS MALAYDESH
    Indonesia: Ekonomi sehat dengan Utang Pemerintah 40% (Limit 60%) dan Utang Rumah Tangga rendah (16%).
    Malaydesh: Tekanan fiskal tinggi dengan Utang Pemerintah 69% (Melewati limit 65%) dan Utang Rumah Tangga ekstrem (84,3%).
    Proyeksi Utang Malaydesh (2026): Diperkirakan terus naik mencapai RM 1,79 Triliun
    --------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
    -
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
    -
    2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
    -
    2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
    -
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
    -
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
    -
    2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
    -
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
    -
    2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
    -
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    -
    2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
    -
    2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
    -
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
    -
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
    -
    2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
    -
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
    -
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
    -
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
    ________________________________________
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    -
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah.

    BalasHapus
  70. langsung dari wakil PMX eh timbalan denk haha!🤭😂🤭

    negri para pembual kl, ternyata KRISIS..KRISSSIIIISSSS..KKRIISSIISSS haha!🤥🥶🤥

    negri🎰kasino genting dalam MODE JIMAT KOS...tiarap cuy haha!🤣😝🤣

    pantesan
    ❌️kensel MRCA HORNET RONGSOK KUWAIT
    ❌️KENSEL ART, sebab tak ada wang $240 bn buat setor ke opa jamboel koneng dr negri koboi haha!😆🤪😆
    harga2 minyak petrol, diesel NAIK meroket🚀

    kita mah SANTAY..
    BERAS BANYAK,
    MINYAK BBM TAK NAIK satu2nya SEDUNIYA haha!👍😉👍

    makloum ORANG KAYA..malah SHOPPING PC 24 SELUSIN haha!😁💰😁

    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    PUTRAJAYA - Timbalan Perdana Menteri, Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi berkata, negara kini berada dalam mod kesiapsiagaan krisis susulan ketidak tentuan global yang menjejaskan harga bahan api.
    https://www.sinarharian.com.my/article/773937/berita/nasional/negara-kini-dalam-mod-kesiapsiagaan-krisis-jangan-tuding-jari-isu-bahan-api---ahmad-zahid

    BalasHapus
  71. LMS B2....COME TO PAPA.....

    1. 8 ATMACA
    2. 16 K-SAAM
    3. 1 MERIAM UTAMA 76MM
    4. 1 MERIAM 30MM RCWS
    5. 1 RADAR UTAMA CENK 400 AESA



    The first ship of the Royal Malaysian Navy LMS batch 2 has been launched the first ship carry number 141 is scheduled for delivery to the RMN in 2027

    https://x.com/JohnMYSreview/status/2041524596848157060

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. Malaydesh 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      Sumber: IMF Global Debt Database (Government Debt)
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. Malaydesh 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      --------------------------------
      PERBANDINGAN PDB PPP INDONESIA VS ASEAN
      (PDB PPP Indonesia: US$5,69 Triliun)
      -
      3,07x = Indonesia vs Thailand (US$5,69 Triliun versus US$1,85 T)
      -
      3,01x = Indonesia vs Vietnam (US$5,69 versus Triliun US$1,89 T)
      -
      3,04x = Indonesia vs Filipina (US$5,69 Triliun US$1,87 T)
      -
      4,24x = Indonesia vs Malaydesh (US$5,69 Triliun US$1,34 T)
      -
      6,69x = Indonesia vs Singapura (US$5,69 Triliun US$0,85 T)
      --------------------------------
      PERBANDINGAN PDB NOMINAL INDONESIA VS ASEAN
      (PDB Nominal Indonesia: US$1,69 Triliun)
      -
      2,91x = Indonesia vs Thailand (US$1,69 Triliun versus US$0,58 T)
      -
      3,18x = Indonesia vs Singapura (US$1,69 Triliun versus US$0,53 T)
      -
      3,31x = Indonesia vs Filipina (US$1,69 Triliun versus US$0,51 T).
      -
      3,44x = Indonesia vs Vietnam (US$1,69 Triliun versus US$0,49 T)
      -
      3,67x = Indonesia vs Malaydesh (US$1,69 Triliun versus US$0,46 T)
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malaydesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Hutang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      SUMBER :
      BNM | MOF | Statista/Trading Economics
      --------------------------------
      Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 69.0
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALAYDESH PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malaydesh.

      Hapus
    2. MILGEM PROJECT .....
      ADA CLASS = ASW
      BABUR CLASS = ASW
      LMS B2 = DOWNGRADE NO ASW
      --------------
      The Babur-class corvette is a subclass of the Ada-class corvette, both of which are part of the Turkish MILGEM project:
      • Ada-class corvette
      A patrol and anti-submarine warfare corvette designed for the Turkish Navy. The Ada-class is known for its stealth characteristics, which minimize radar and infrared signatures.
      • Babur-class corvette
      A heavy corvette designed for the Pakistan Navy. The Babur-class is longer and heavier than the Ada-class, and is equipped with a vertical launch system (VLS) for medium-range surface-to-air missiles. The Babur-class is also equipped with a flight deck and hangar for a helicopter and unmanned aerial vehicles.
      Here are some other differences between the Ada-class and Babur-class corvettes:
      • Combat suite equipment: The Babur-class has a different combat suite equipment than the Ada-class.
      • Anti-ship missile: The Babur-class is equipped with a domestic anti-ship missile, such as the Harbah, CM-302, or P282.
      • Propulsion: Both the Ada-class and Babur-class use a combined gas-and-diesel (COGAD) layout for propulsion.
      • Sensors: Both the Ada-class and Babur-class use comparable radar and other sensors.
      • Electronic support measures: Both the Ada-class and Babur-class use electronic support measures (ESM) systems.
      ===========
      ===========
      DOWNGRADE LMS B2 = NO SONAR
      DOWNGRADE LMS B2 = NO SONAR
      DOWNGRADE LMS B2 = NO SONAR
      STM, in its role as main contractor, will turn to the Turkish defence sector for such equipment as the Combat Management System; the Gun Fire Control System, to be supplied by HAVELSAN; and the 3D Search Radar, Fire Control Radar, IFF, 30mm Gun, ESM and Chaff Decoy System, as well as other electronic sensors, to be supplied by ASELSAN. ROKETSAN will be supplying its ATMACA Surface-to-Surface G/M System.
      --------------
      NO SONAR = NO ANTI SUBMARINE WARFARE
      NO SONAR = NO ANTI SUBMARINE WARFARE
      NO SONAR = NO ANTI SUBMARINE WARFARE
      Kapal LMSBII ini mempunyai keupayaan peperangan pelbagai dimensi merangkumi peperangan anti permukaan, peperangan anti udara dan peperangan elektronik serta bakal meningkatkan keupayaan tempur dan keupayaan operasi TLDM.
      --------------
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL WOMEN
      LCS = STALLED 13 YEARS
      LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE
      LMS B2 = DOWNGRADE NO SONAR NO ASW
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = EXO B2 EXPIRED
      LAKSAMANA = GUNBOAT NO MISSILE
      KEDAH = GUNBOAT NO MISSILE
      PERDANA = GUNBOAT NO MISSILE
      HANDALAN = GUNBOAT NO MISSILE
      JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE
      😝DOWNGRADE NO SONAR/ASW = DOWNGRADE ADA CLASS😝

      Hapus
    3. GORILA MALAYDESH KREDIT LMS B2 =
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      KREDIT EKSPOR TURKI = LMS B2
      -------------------------
      Kredit ekspor Turki untuk Malaydesh (Update Kuartal I - 2026):
      1. Mekanisme Kredit Ekspor (G-to-G)
      Malaydesh memanfaatkan pembiayaan dari Turk Eximbank untuk pengadaan alutsista utama seperti kapal Littoral Mission Ship (LMS) Batch 2 dan jet tempur ringan. Karena skema ini dilakukan secara G2G, pemerintah Turki memberikan jaminan penuh terhadap kontrak tersebut, yang secara otomatis menurunkan profil risiko dan beban bunga bagi Malaydesh 1.5.5.
      2. Estimasi Suku Bunga
      Bunga Kredit Ekspor Turki: Dalam skema kredit ekspor strategis, Turki biasanya menawarkan suku bunga yang mengacu pada CIRR (Commercial Interest Reference Rates) yang ditetapkan oleh OECD. Untuk periode 2025–2026, meskipun suku bunga domestik Turki sangat tinggi (mencapai 38% untuk mengimbangi inflasi), bunga untuk kredit ekspor luar negeri dalam mata uang USD atau Euro tetap kompetitif, biasanya berada di kisaran 4% - 6% per tahun, tergantung pada masa tenor 1.1.1, 1.1.8.
      Perbandingan dengan Malaydesh: Suku bunga pinjaman bank domestik di Malaydesh berada di sekitar 4,6% per November 2025 1.4.1. Hal ini membuat kredit dari Turki menjadi pilihan yang masuk akal karena tidak jauh berbeda dengan biaya pinjaman domestik namun dengan keunggulan masa tenggang (grace period).
      3. Kondisi Pembayaran (Deferred Payment)
      Berdasarkan nota kesepahaman (MoU) yang diperbarui pada Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition (LIMA 2025), Malaydesh menggunakan skema:
      Masa Tenor: Umumnya berkisar antara 10 hingga 15 tahun.
      Grace Period: Malaydesh diberikan masa tenggang pembayaran pokok selama masa konstruksi aset (misalnya 3 tahun pertama saat kapal dibangun), sehingga pembayaran penuh hanya dimulai saat aset mulai beroperasi atau mendekati pengiriman 1.3.5.
      Sumber Berita Utama:
      Breaking Defense - Malaydesh Inks Agreement for Turkish Corvettes (Update G2G)
      The Edge Malaydesh - Strategic Defence Cooperation Türkiye (Update November 2025)
      Turk Eximbank Official - Export Credit Policy
      CEIC Data - Turkey & Malaydesh Interest Rate Indicators 2025

      Hapus
    4. LON... BAYAR RM 81,998 = MELARAT
      TUKANG HUTANG = DIPERAS RM 81,998
      ----------
      2025 = DEFICIT
      BORROWED = RM 92.8 BILLION
      BORROWED = RM 92.8 BILLION
      BORROWED = RM 92.8 BILLION
      BANK NEGARA NEGERI KASINO JUST BORROWED ANOTHER RM 5.0 BILLION TO BRING THE BUDGET DEFICIT UP TO RM 92.8 BILLION. THE PRIME/FINANCE MINISTER ANWAR IBRAHIM STATED THE BUDGET DEFICIT WOULD BE RM 79.9 BILLION WHEN HE BROUGHT DOWN THE BUDGET 2025 IN OCTOBER LAST YEAR IN THE DEWAN RAKYAT.
      =============
      GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT
      • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
      • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
      • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
      HOUSEHOLD DEBT
      • 2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP GDP
      =============
      DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
      DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
      DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
      DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
      DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
      DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
      DEBT 2019 = RM 1,25 TRILLION
      DEBT 2018 = RM 1,19 TRILLION
      =============
      1. DEBT 84.3% DARI GDP
      2. DEBT NEGARA RM 1.63 TRLLIUN
      3. DEBT 1MDB RM 18.2 BILLION
      4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
      5. DEBT KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
      6. SEWA SIMULATOR MKM
      7. PESAWAT MIG GROUNDED
      8. SEWA MOTOR POLIS
      9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
      10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
      11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
      12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
      13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
      14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
      15. NO LST
      16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
      17. NO TANKER
      18. NO KCR
      19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
      20. NO SPH
      21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
      22. NO HELLFIRE
      23. NO MPA ATR72 DELAYED
      24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
      25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
      26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
      27. LCS MANGKRAK KARATAN
      28. OPV MANGKRAK
      29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
      30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
      31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
      32. RADAR GIFTED PAID USA
      33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      34. SEWA VVSHORAD
      35. SEWA TRUK 3 TON
      36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
      37. C130H DIGANTI 2045
      38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
      39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
      40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
      41. NO TRACKED SPH
      42. SEWA SIMULATOR HELI
      43. SPH CANCELLED
      44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
      45. NO PESAWAT COIN
      46. PILATUS MK II KARATAN
      47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
      48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
      49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
      50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
      51. LYNX GROUNDED
      52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
      53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
      54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
      55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
      56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
      57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
      58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
      59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
      =============
      SEWA = HUTANG 84.3% DARI GDP = NO SHOPPING
      1. SEWA 28 HELI
      2. SEWA L39 ITCC
      3. SEWA EC120B
      4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
      5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
      6. SEWA HOVERCRAFT
      7. SEWA AW139
      8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
      9. SEWA UTILITY BOAT
      10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
      11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
      12. SEWA MV AISHAH AIM 4
      13. SEWA BMW R1250RT
      14. SEWA 4X4 VECHICLE
      15. SEWA VSHORAD
      16. SEWA TRUCK
      17. SEWA HONDA CIVIC
      18. SEWA PATROL BOATS
      19. SEWA OUTBOARD MOTORS
      20. SEWA TRAILERS
      21. SEWA SUPERBIKES
      22. SEWA SIMULATOR MKM
      23. SEWA 12 AW149 TUDM
      24. SEWA 4 AW139 TUDM
      25. SEWA 5 EC120B TUDM
      26. SEWA 2 AW159 TLDM
      27. SEWA 4 UH-60A TDM
      28. SEWA 12 AW149 TDM
      29. SEWA 4 AW139 BOMBA
      30. SEWA 2 AW159 MMEA
      31. SEWA 7 BELL429 POLIS
      32. SEWA MOTOR POLIS

      Hapus
  72. Eittt Frigat Istambul/Istif klas kita malah 2026...dikirim haha!🤗🚀🤗

    sori yee gak maen kapal keci Murah, Low kualiti & OMFONG nan LeMeS haha!🤣😆🤣

    BalasHapus
  73. jangan lupa Garibaldi...otewe Home Tanah Air Beta oktober sampe hore haha!🤗👌🤗

    kahsiyan warganyet kl si Dmiskinos kena mental..MeWeK dah luh haha!😭😵‍💫😭

    BalasHapus
  74. LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    -
    Harga kapal ADA-class corvette buatan Turki berbeda antar negara:
    -
    1. Turki: Ada Class sekitar US$250–300 juta per unit.
    -
    2. Pakistan: Babur Class kontrak US$1,5 miliar untuk 4 unit (±US$375 juta per unit).
    -
    3. Malaydesh: kontrak US$544 juta untuk 3 unit (±US$181 juta per unit).
    --------------
    PROTANK = TAGIH HUTANG
    MTU Services = TAGIH HUTANG
    Contraves Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Axima Concept SA = TAGIH HUTANG
    Contraves Advanced Devices Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Tyco Fire, Security & Services Malaydesh Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    iXblue SAS = TAGIH HUTANG
    iXblue Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Bank Pembangunan Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
    AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd = TAGIH HUTANG
    MTU Services = TAGIH HUTANG
    Affin Hwang Investment Bank Bhd = TAGIH HUTANG
    Bank Muamalat Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
    Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
    Malayan Banking Bhd (Maybank) = TAGIH HUTANG
    Kuwait Finance House (Malaydesh) Bhd = TAGIH HUTANG
    ==============
    ==============
    5x GANTI PM = AKAN
    6x GANTI MENHAN = AKAN
    MALAYDESH : NOL (KOSONG)
    -
    2025 = 84,3% DARI GDP
    MISKIN KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
    -
    PERDANA MENTERI = TIDAK BAYAR TERTUNGGAK
    MENTERI PERTAHANAN = KEKANGAN KEWANGAN
    97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
    --------------------------
    MEANWHILE MALAYDESH = 2026 SALARIES 65% MAINTENANE PROCUREMENT 35%
    -
    1. Pengeluaran Operasional (Operating Expenditure - OE)
    Jumlah: Sekitar RM14,1 miliar.
    Persentase: Mencakup sekitar 65% dari total pengeluaran operasional yang lebih luas, dan sebagian besar dari jumlah ini secara spesifik untuk gaji (salaries) dan tunjangan personel militer.
    Fokus: Dana ini digunakan untuk menutupi biaya harian, termasuk remunerasi personel, tunjangan, dan layanan pendukung rutin.
    -
    2. Pengeluaran Pembangunan (Development Expenditure - DE)
    Jumlah: Sekitar RM7,63 miliar.
    Persentase: Jumlah ini setara dengan sekitar 35% dari total alokasi kementerian (RM21,7 miliar), namun hanya sedikit di atas setengah dari porsi biaya operasional.
    Fokus: Dana ini ditujukan untuk pengadaan (procurement) aset baru, pemeliharaan (maintenance) besar, dan pengembangan infrastruktur.
    -----------------
    Sumber Berita :
    Informasi ini diambil dari analisis mendalam yang dipublikasikan oleh sumber-sumber terkemuka di bidang pertahanan dan ekonomi =
    1. Aviation Week: Melaporkan total alokasi dan menyebutkan fokus pada pengadaan aset baru seperti pesawat patroli dan sistem pertahanan udara.
    -
    3. The Edge Malaydesh/Bernama: Publikasi berita ini mengonfirmasi total angka alokasi untuk Kementerian Pertahanan sebesar RM21,7 miliar dalam liputan utama Anggaran 2026 merek

    BalasHapus
  75. NO MONEY = SALE MIG29N FOR SPAREPART MKM
    NO MONEY = SALE MIG29N FOR SPAREPART MKM
    NO MONEY = SALE MIG29N FOR SPAREPART MKM
    Datuk Seri Ikhmal Hisham Abdul Aziz mencadangkan agar 18 buah pesawat MiG-29N milik Tentera Udara Diraja MALAYDESH (TUDM) yang telah lama digantung penggunaannya dilupuskan dan dijual kepada negara-negara yang berminat seperti India dan Sudan.
    Bekas Timbalan Menteri Pertahanan itu berkata, cadangan berkenaan bertujuan untuk menangani isu kekurangan alat ganti bagi pesawat Sukhoi Su-30MKM milik TUDM yang terkesan akibat perang Ukraine-Rusia.
    --------
    NO MONEY = SALE F 5 TIGERS
    NO MONEY = SALE F 5 TIGERS
    NO MONEY = SALE F 5 TIGERS
    This announcement was in response to posts, photos, and videos circulating on certain local social media platforms that purportedly depict an F-5 fighter jet allegedly belonging to MALAYDESH at one of the country’s ports.
    --------
    NGEMIS F18 SEJAK 2017 = 9 TAHUN
    NGEMIS F18 SEJAK 2017 = 9 TAHUN
    NGEMIS F18 SEJAK 2017 = 9 TAHUN
    MALAYDESH has reportedly sought the Kuwaiti jets since at least 2017. The legacy Hornet is thought to “increase the level of preparedness and capability of the RMAF in safeguarding the country’s airspace”. While the acquisition of the secondhand Hornets would help to complement the RMAF’s fleet of Hornets, they come with their own set of challenges.
    The MALAYDESH Ministry of Defence had submitted no less than three letters to the Kuwaiti government over the past few years in a bid to acquire the fighters. However, the discussions were stymied by political imbroglios in the Kuwaiti goverment.
    --------
    FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
    MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
    LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
    DOWNGRADE = MURAH hahahaha
    ------
    BUDGET USD 38 BILLION = CASH PREMIUM
    FA 50 GF (TA 50 blok II) 12 Unit harga USD 705 juta alias USD 58,75 juta/Unit
    FA 50 PL (blok 20) 36 Unit harga USD 2300 juta alias USD 63,89 juta/Unit
    ------
    BUDGET USD 4,3 BILLION = BARTER
    DOWNGRADE
    FA 50M 18 Unit harga USD 920 juta alias USD 51,1 juta/Unit
    ==============
    FAKTA = KAYA VS MISKIN TIPU FIFA/UN
    BUDGET USD 38 BILLION = GROUNDED
    BUDGET USD 4,3 BILLION = PASTI LEBIH GROUNDED!!!
    At Monday’s press conference in the south-eastern city of Rzeszow, Wladyslaw Kosiniak-Kamysz addressed the report, saying that while the Law and Justice (PiS) cabinet, whose administration ended last December, in fact made several deals for military equipment purchases, they did not arrange for appropriate changes that would prepare the armed forces for its implementation. In his view, after the army received the purchased FA-50 planes, they were not ready for take-off or to be used right away.
    ----
    FAKTA = KAYA VS MISKIN TIPU FIFA/UN
    FA50 = UNSUITABLE FOR MILITARY OPERATIONS
    FA50 = UNSUITABLE FOR MILITARY OPERATIONS
    Tomczyk revealed that while Poland initially pursued the acquisition of the FA-50s from South Korea with the expectation of receiving operational aircraft, it subsequently emerged that the armaments intended for these aircraft had been discontinued. As a result, the Polish Ministry of Defence has received 12 aircraft that are no longer capable of fulfilling combat roles.....
    ----
    FAKTA = KAYA VS MISKIN TIPU FIFA/UN
    FA50 = TRAINING AIRCRAFT
    FA50 = TRAINING AIRCRAFT
    So far, Poland has received 12 of the jets in the GF (Gap Filler) version, but Blaszczak failed to secure weapons for them, Cezary Tomczyk, a deputy defence minister, told parliament on Thursday.
    According to him, the delivery of the 36 remaining jets in the PL version custom-made for Poland "is largely at risk" and delays in their deliveries may reach nine months.
    While praising the role the FA-50s are playing in the Polish Air Force, Tomczyk said that they can only be used as training aircraft.


    BalasHapus
  76. LON... BAYAR RM 81,998 = BUAL JEEEE
    2025 =
    DEFICIT RM 92.8 BILLION
    DEFICIT RM 92.8 BILLION
    DEFICIT RM 92.8 BILLION
    Bank Negara Negeri Kasino just borrowed another RM 5.0 billion to bring the budget deficit up to RM 92.8 billion. The prime/finance minister Anwar Ibrahim stated the budget deficit would be RM 79.9 billion when he brought down the budget 2025 in October last year in the Dewan Rakyat.
    =============
    GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
    Federal Government Debt
    • End of 2024: RM 1.25 trillion
    • End of June 2025: RM 1.3 trillion
    • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
    Household Debt
    • 2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP GDP
    =============
    1. DEBT 84.3% DARI GDP
    2. DEBT NEGARA RM 1.63 TRLLIUN
    3. DEBT 1MDB RM 18.2 BILLION
    4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
    5. DEBT KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
    6. SEWA SIMULATOR MKM
    7. PESAWAT MIG GROUNDED
    8. SEWA MOTOR POLIS
    9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
    10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
    11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
    12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
    13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
    14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
    15. NO LST
    16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
    17. NO TANKER
    18. NO KCR
    19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
    20. NO SPH
    21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
    22. NO HELLFIRE
    23. NO MPA ATR72 DELAYED
    24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
    25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
    26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
    27. LCS MANGKRAK KARATAN
    28. OPV MANGKRAK
    29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
    30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
    31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
    32. RADAR GIFTED PAID USA
    33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
    34. SEWA VVSHORAD
    35. SEWA TRUK 3 TON
    36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
    37. C130H DIGANTI 2045
    38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
    39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
    40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
    41. NO TRACKED SPH
    42. SEWA SIMULATOR HELI
    43. SPH CANCELLED
    44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
    45. NO PESAWAT COIN
    46. PILATUS MK II KARATAN
    47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
    48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
    49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
    50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
    51. LYNX GROUNDED
    52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
    53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
    54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
    55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
    56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
    57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
    58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
    59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
    60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
    =============
    SEWA = HUTANG 84.3% DARI GDP = NO SHOPPING
    1. SEWA 28 HELI
    2. SEWA L39 ITCC
    3. SEWA EC120B
    4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
    5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
    6. SEWA HOVERCRAFT
    7. SEWA AW139
    8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
    9. SEWA UTILITY BOAT
    10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
    11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
    12. SEWA MV AISHAH AIM 4
    13. SEWA BMW R1250RT
    14. SEWA 4X4 VECHICLE
    15. SEWA VSHORAD
    16. SEWA TRUCK
    17. SEWA HONDA CIVIC
    18. SEWA PATROL BOATS
    19. SEWA OUTBOARD MOTORS
    20. SEWA TRAILERS
    21. SEWA SUPERBIKES
    22. SEWA SIMULATOR MKM
    23. SEWA 12 AW149 TUDM
    24. SEWA 4 AW139 TUDM
    25. SEWA 5 EC120B TUDM
    26. SEWA 2 AW159 TLDM
    27. SEWA 4 UH-60A TDM
    28. SEWA 12 AW149 TDM
    29. SEWA 4 AW139 BOMBA
    30. SEWA 2 AW159 MMEA
    31. SEWA 7 BELL429 POLIS
    32. SEWA MOTOR POLIS

    BalasHapus