16 September 2009

TNI-AL Prioritaskan Kapal Patroli Cepat Pada 2010

16 September 2009

Rancangan Kapal Patroli Cepat FPB-60 (photo : Angkasa)

Jakarta - Mabes TNI Angkatan Laut pada 2010 akan memprioritaskan pengadaan kapal patroli cepat untuk menjaga wilayah perairan nasional, termasuk di wilayah perairan yang berbatasan dengan negara lain.

Dalam perbincangan singkat dengan ANTARA di Jakarta, Selasa malam, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno mengatakan, untuk menimbulkan efek tangkal (detterence) maka kapal-kapal patroli cepat itu akan dilengkapi persenjataan seperti peluru kendali yang memadai.

"Dengan tingkat kesiapan kapal-kapal perang yang minim, maka kita harus memiliki strategi dan skala prioritas tinggi agar wilayah perairan kita tetap terjaga, karena banyak kandungan mineral, minyak dan sumber daya alam lainnya ada di laut," tuturnya.

Tak hanya itu, dengan pengadaan kapal-kapal patroli cepat dapat makin memberdayakan industri pertahanan dalam negeri karena PT PAL sudah dapat membuat kapal-kapal patroli cepat.

"Selain itu, kapal patroli cepat dapat lebih lincah bermanuver terutama di wilayah-wilayah perairan sempit seperti di sebagian perbatasan laut kita dengan negara lain," kata Tedjo.

Berdasarkan hasil audit bersama Departemen Pertahanan dan Mabes TNI tentang persenjataan TNI, kesiapan rata-rata persenjataan TNI hanya 35 persen.
Kasal mengatakan, pihaknya tidak dapat memprediksi berapa persen kenaikan kesiapan alat utama sistem senjata matra laut dengan adanya kenaikan anggaran pertahanan pada 2010 sebesar Rp40,7 Triliun.


"Semua sangat tergantung dari apa yang akan kita prioritaskan, apakah tempur, angkut atau apa. Tetapi, yang jelas dengan kondisi yang ada maka kita akan prioritaskan kapal patroli cepat yang dipersenjatai secara memadai hingga menimbulkan efek tangkal efektif dan efisien," demikian Tedjo.


(Antara)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar